Anda di halaman 1dari 187

PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL DAN

KOMPETENSI SOSIAL GURU EKONOMI


AKUNTANSI TERHADAP PRESTASI BELAJAR
SISWA SMA DI KOTA PATI

SKRIPSI
Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
pada Universitas Negeri Semarang

Oleh
Atik Alami
NIM 7101407035

JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2012

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian
skripsi pada:
Hari

: Rabu

Tanggal

: 11 Januari 2012

Pembimbing I

Pembimbing II

Dra. Margunani, MP
NIP. 195703181986012001

Maylia Pramono Sari, SE, M.Si, Akt


NIP. 198005032005012001

Mengetahui,
Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi

Dra. Nanik Suryani, M.Pd


NIP 195604211985032001

ii

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas
Ekonomi Universitas Negeri Semarang pada:
Hari

: Selasa

Tanggal

: 07 Februari 2012

Penguji Skripsi

Drs. Tarsis Tarmudji, M.M


NIP. 194911211976031002
Anggota I

Anggota II

Dra. Margunani, MP
NIP. 195703181986012001

Maylia Pramono Sari, SE, M.Si, Akt


NIP. 198005032005012001

Mengetahui,
Dekan Fakultas Ekonomi

Drs. S. Martono M.Si


NIP. 196603081989011001

iii

PERNYATAAN
Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam sripsi ini benar-benar hasil karya
saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian atau
seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini di
kutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Apabila dikemudian hari terbukti
skripsi ini adalah hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia
menerima sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Semarang,

Februari 2012

Atik Alami
NIM 7101407035

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto:
Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka
mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Arradu: 11)
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena
di dalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan
untuk berhasil. (Mario Teguh)

Persembahan:
Skripsi ini saya persembahkan untuk:
1. Orangtuaku tercinta (Bp.Kasmun dan
Ibu Atmini) yang selalu mendoakan dan
mendukungku
2. Adikku tersayang (Mika Anjar Sari) yang
selalu

membantuku

dan

memberi

semangat
3. Almamaterku
4. Teman-teman kost Adem Ayem terima
kasih atas kebersamaannya
5. Teman-teman seperjuangan khususnya
Pendidikan Akuntansi A 07 terima kasih
atas bantuan dan motivasi kalian

PRAKATA

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmatNya,


penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Pengaruh Kompetensi
Profesional dan Kompetensi Sosial Guru Ekonomi Akuntansi terhadap Prestasi
Belajar Siswa SMA di Kota Pati. Penulisan skripsi ini digunakan sebagai syarat
untuk menyelesaikan Program Strata 1 Pendidikan Akuntansi pada Universitas
Negeri Semarang. Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan dukungan dari
berbagai pihak, maka skripsi ini tidak akan terselesaikan. Oleh karena itu, pada
kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada:
1. Prof. Dr. Sudijono Sastroatmojo, M.Si., Rektor Universitas Negeri Semarang
yang telah memberikan kesempatan untuk menyelesaikan studi strata satu di
Universitas Negeri Semarang;
2. Drs. S Martono, M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi yang telah mengesahkan
skripsi ini;
3. Dra. Nanik Suryani, M.Pd., Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi yang telah
membantu memberikan izin observasi dan penelitian skripsi ini;
4. Dosen Pembimbing 1, Dra.Margunani,M.P., yang telah membimbing dan
memberi pengarahan kepada penulis hingga selesainya penulisan skripsi ini;
5. Dosen Pembimbing II, Maylia Pramono Sari, SE, M.Si, Akt., yang telah
membimbing dan memberi pengarahan kepada penulis hingga selesainya
penulisan skripsi ini;
6. Drs. Tarsis Tarmudji, M.M, Penguji Utama yang telah menguji skripsi dan
memberi pengarahan dalam penyusunan skripsi ini sehingga menjadi lebih baik;

vi

7. Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang yang telah


memberikan bekal ilmu kepada penulis;
8. Kepala SMA negeri dan swasta di kota Pati yang telah memberikan ijin untuk
mengadakan penelitian guna mengumpulkan bahan skripsi;
9. Guru Pengampu mata pelajaran Ekonomi Akuntansi SMA negeri dan swasta
di kota Pati yang telah membantu dan memberikan data guna terlaksananya
penelitian ini;
10. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah memberi
bantuan dan dukungan hingga selesainya penulisan skripsi ini.
Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri dan
pihak lain yang membaca tulisan ini.

Semarang, Februari 2012

Penyusun

vii

SARI
Atik Alami. 2012. Pengaruh Kompetensi Profesional dan Kompetensi Sosial Guru
Ekonomi Akuntansi terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA di Kota Pati. Skripsi.
Jurusan Pendidikan Ekonomi. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing I. Dra. Margunani, MP. II. Maylia Pramono Sari, S.E,M,Si,Akt.
Kata kunci : Prestasi Belajar, Kompetensi Profesional, Kompetensi Sosial.
Keberhasilan proses pembelajaran di sekolah dapat dilihat dari prestasi
belajar siswa. Prestasi belajar akan mencapai hasil maksimal jika guru yang
terlibat langsung dalam pembelajaran mempunyai kompetensi profesional sebagai
pendidik. Kompetensi profesional guru akan maksimal jika ditunjang dengan
kompetensi sosial. Penguasaan materi secara luas dan mendalam tidak akan
tersampaikan dengan baik kepada siswa jika guru tidak mampu berkomunikasi
aktif dengan siswa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh
kompetensi profesional dan kompetensi sosial guru ekonomi akuntansi terhadap
prestasi belajar siswa SMA di kota Pati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
ada tidaknya pengaruh kompetensi profesional dan kompetensi sosial guru
ekonomi akuntansi terhadap prestasi belajar siswa SMA di kota Pati.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru mata pelajaran ekonomi
akuntansi di SMA negeri maupun swasta di kota Pati. Sampel berjumlah 30 orang
guru. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik population research
(penelitian populasi) atau sensus yang pelaksanaanya dilakukan dengan
mengambil semua sampel yang ada di dalam populasi, karena jumlah sampel atau
subyek penelitian yang tidak mencapai 100 orang. Alat pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Metode analisis yang digunakan
adalah analisis deskriptif dan analisis regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria kompetensi profesional
tinggi (80,67%), sedangkan kompetensi sosial guru pada kriteria sangat tinggi
(85,00%). Ada pengaruh signifikan antara kompetensi profesional dan kompetensi
sosial guru baik secara parsial maupun simultan terhadap prestasi belajar siswa.
Hal ini ditunjukkan dari rata-rata prestasi belajar siswa mata pelajaran ekonomi
akuntansi pada kriteria baik (74,90).
Kompetensi profesional dan kompetensi sosial guru ekonomi akuntansi
berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa SMA di kota Pati. Guru diharapkan
meningkatkan kompetensi profesional yang dimilikinya, terutama penguasaan dan
pemanfaatan teknologi dan komunikasi dalam pembelajaran serta meningkatkan
kompetensi sosial terutama berkomunikasi dengan orang tua siswa, supaya terjalin
kerjasama yang baik antara guru dengan orang tua siswa.

viii

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL.......................................................................................

PERSETUJUAN PEMBIMBING...................................................................

ii

PENGESAHAN KELULUSAN .....................................................................

iii

PERNYATAAN..............................................................................................

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ..................................................................

PRAKATA ......................................................................................................

vi

SARI................................................................................................................

viii

DAFTAR ISI ...................................................................................................

ix

DAFTAR GAMBAR ......................................................................................

xiii

DAFTAR TABEL ...........................................................................................

xv

DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................

xvii

BAB I

PENDAHULUAN............................................................................

1.1 Latar Belakang ...........................................................................

1.2 Rumusan Masalah......................................................................

1.3 Tujuan Penelitian ......................................................................

10

1.4 Manfaat Penelitian ....................................................................

10

BAB II LANDASAN TEORI .......................................................................

12

2.1 Prestasi Belajar .........................................................................

12

2.1.1 Pengertian Prestasi Belajar ..............................................

12

2.1.2 Penilaian Prestasi Belajar .................................................

14

2.1.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar .......

15

ix

2.1.4 Faktor-Faktor yang Turut diperhitungkan dalam


Penilaian ...........................................................................

18

2.2 Kompetensi Profesional Guru ..................................................

20

2.2.1 Pengertian Kompetensi Profesional .................................

20

2.2.2 Hakekat Profesi Guru .......................................................

22

2.2.3 Fungsi dan Peranan Guru .................................................

23

2.2.4 Syarat Guru yang Baik dan Berhasil ................................

25

2.2.5 Karakteristik Kompetensi Guru .......................................

27

2.2.6 Indikator Kompetensi Profesional Guru ..........................

29

2.3 Kompetensi Sosial Guru ............................................................

34

2.3.1 Pengertian Kompetensi Sosial..........................................

34

2.3.2 Pentingnya Kompetensi Guru ..........................................

35

2.3.3 Indikator Kompetensi Sosial Guru ...................................

37

2.4 Kerangka Berpikir .....................................................................

38

2.5 Hipotesis Penelitian ..................................................................

42

BAB III METODE PENELITIAN .................................................................

43

3.1 Populasi dan Sampel..................................................................

43

3.2 Variabel Penelitian ...................................................................

44

3.2.1 Variabel Bebas (X)...........................................................

44

3.2.2 Variabel Terikat (Y) .........................................................

45

3.3 Metode Pengumpulan Data ......................................................

46

3.3.1 Metode Angket atau Kuesioner ........................................

46

3.3.2 Metode Dokumentasi .......................................................

46

3.4 Analisis Tes Hasil Uji Coba ......................................................

47

3.4.1 Uji Validitas ....................................................................

47

3.4.2 Uji Reliabilitas ................................................................

48

3.5 Metode Analisis Data ................................................................

49

3.5.1 Metode Analisis Deskriptif Presentase ............................

49

3.5.2 Uji Prasyarat Analisis Regresi .........................................

50

3.5.2.1 Uji Normalitas Data .............................................

51

3.5.2.2 Uji Linieritas ........................................................

51

3.5.3 Analisis Regresi Berganda ..............................................

52

3.5.4 Uji Asumsi Klasik ............................................................

52

3.5.4.1 Uji Multikolinearitas ............................................

52

3.5.4.2 Uji Heteroskedastisitas .........................................

53

3.5.5 Uji Hipotesis ....................................................................

53

3.5.5.1 Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F) .................

53

3.5.5.2 Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji t) .....................

54

3.5.5.3 Koefisien Determinasi Simultan (R2) .................

54

3.5.5.4 Koefisien Determinasi Parsial (r2) .........................

55

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...............................

56

4.1 Hasil Penelitian ..........................................................................

56

4.1.1 Deskripsi Populasi dan Sampel ........................................

56

4.1.2 Deskripsi Variabel Penelitian ...........................................

58

4.1.2.1 Kompetensi Profesional .......................................

58

4.1.2.2 Kompetensi Sosial................................................

66

xi

4.1.2.3 Prestasi Belajar .....................................................

72

4.1.3 Metode Analisis Data .......................................................

74

4.1.3.1 Uji Prasyarat Analisis Regresi .............................

74

4.1.3.2 Analisis Regresi Berganda ...................................

78

4.1.3.3 Uji Asumsi Klasik ...............................................

79

4.1.3.4 Uji Hipotesis ........................................................

82

4.1.3.5 Koefisien Determinasi Simultan (R2) .................

85

4.1.3.6 Koefisien Determinasi Parsial (r2) ......................

85

4.2 Pembahasan ..............................................................................

86

BAB V PENUTUP .......................................................................................

93

5.1 Kesimpulan ...............................................................................

93

5.2 Saran ..........................................................................................

94

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................

95

LAMPIRAN ...................................................................................................

97

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir ....................................................................


Gambar 4.1 Diagram

Batang

Deskriptif

Persentasi

Kompetensi

Profesional ...............................................................................
Gambar 4.2 Diagram

Batang

Deskriptif

Persentasi

42

58

Menguasai

Substansi Bidang Studi dan Metodologi Keilmuan .................

60

Gambar 4.3 Diagram Batang Deskriptif Persentasi Menguasai Struktur


dan Materi Bidang Studi ...........................................................

61

Gambar 4.4 Diagram Batang Deskriptif Persentasi Menguasai dan


Memanfaatkan

Teknologi

dan

Komunikasi

dalam

Pembelajaran ............................................................................

63

Gambar 4.5 Diagram Batang Deskriptif Persentasi Mengorganisasikan


Materi Kurikulum Bidang Studi ..............................................

64

Gambar 4.6 Diagram Batang Deskriptif Persentasi Meningkatkan


Kualitas Pembelajaran Melalui Penelitian Tindakan Kelas ......

66

Gambar 4.7 Diagram Batang Deskriptif Persentasi Kompetensi Sosial ......

67

Gambar 4.8 Diagram Batang Deskriptif Persentasi Kemampuan Guru


Berkomunikasi dengan Siswa ...................................................

69

Gambar 4.9 Diagram Batang Deskriptif Persentasi Kemampuan Guru


Berkomunikasi dengan Sesama Pendidik .................................

xiii

70

Gambar 4.10 Diagram Batang Deskriptif Persentasi Kemampuan Guru


Berkomunikasi dengan Orang tua Siswa atau Masyarakat ......

72

Gambar 4.11 Diagram Batang Deskriptif Persentasi Prestasi Belajar ............

74

Gambar 4.12 Normalitas dengan P-Plot .........................................................

76

Gambar 4.12 Uji Heteroskedastisitas Data .....................................................

81

xiv

DAFTAR TABEL
Tabel

Halaman

Tabel 1.1

Data Prestasi Belajar Siswa dari Ulangan Harian ........................

Tabel 3.1

Jumlah Sampel Sekolah dan Guru ..............................................

44

Tabel 3.2

Kategori Prestasi Belajar Siswa ...................................................

45

Tabel 3.3

Hasil Uji Validitas Instrumen .....................................................

47

Tabel 3.4

Jenjang Kriteria Penilaian Angket ..............................................

50

Tabel 4.1

Jumlah Sampel Guru ...................................................................

57

Tabel 4.2

Distribusi Variabel Kompetensi Profesional ..............................

58

Tabel 4.3

Distribusi

Menguasai

Substansi

Bidang

Studi

dan

Metodologi Keilmuan .................................................................

59

Tabel 4.4

Distribusi Menguasai Struktur dan Materi Bidang Studi .............

60

Tabel 4.5

Distribusi Menguasai dan Memanfaatkan Teknologi dan


Komunikasi dalam Pembelajaran ................................................

62

Tabel 4.6

Distribusi Mengorganisasikan Materi Kurikulum Bidang Studi .....

63

Tabel 4.7

Distribusi Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui


Penelitian Tindakan Kelas ...........................................................

65

Tabel 4.8

Distribusi Variabel Kompetensi Sosial ........................................

66

Tabel 4.9

Distribusi Kemampuan Guru Berkomunikasi dengan Siswa.......

68

Tabel 4.10 Distribusi

Kemampuan

Guru

Berkomunikasi

dengan

Sesama Pendidik ..........................................................................

69

Tabel 4.11 Distribusi Kemampuan Guru Berkomunikasi dengan Orang


tua Siswa atau Masyarakat ...........................................................

xv

71

Tabel 4.12 Distribusi Daftar Prestasi Belajar Siswa Tiap Responden


Penelitian......................................................................................

72

Tabel 4.13 Distribusi Prestasi Belajar ............................................................

73

Tabel 4.14 Hasil uji Normalitas Data.............................................................

75

Tabel 4.15 Hasil uji Linieritas........................................................................

77

Tabel 4.16 Hasil Analisis Regresi Berganda .................................................

78

Tabel 4.17 Hasil Uji Multikolenieritas ..........................................................

80

Tabel 4.18 Hasil Uji Glejser ..........................................................................

82

Tabel 4.19 Hasil Uji F (Simultan) ..................................................................

83

Tabel 4.20 Hasil Uji t (Parsial) ......................................................................

84

Tabel 4.21 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)..........................................

85

Tabel 4.22 Hasil Uji Koefisiensi r2 (Parsial) .................................................

86

xvi

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran

Halaman

Lampiran 1

Kisi-Kisi Instrumen Uji Coba Penelitian ...............................

98

Lampiran 2

Angket Uji Coba Penelitian ....................................................

100

Lampiran 3

Daftar Responden Uji Coba Instrumen Penelitian ..................

113

Lampiran 4

Butir Soal Validitas dan Reliabilitas .......................................

114

Lampiran 5

Hasil Perhitungan Validitas Instrumen ...................................

115

Lampiran 6

Hasil Perhitungan Reliabilitas .................................................

119

Lampiran 7

Kisi-kisi Angket Penelitian .....................................................

120

Lampiran 8

Angket Penelitian ....................................................................

121

Lampiran 9

Daftar Nama Responden Penelitian ........................................

134

Lampiran 10 Tabulasi Data Penelitian .........................................................

135

Lampiran 11 Hasil Perhitungan SPSS versi 16 ...........................................

138

Lampiran 12 Daftar Prestasi Belajar Siswa (Ujian Akhir Semester) ...........

144

Lampiran 13 Surat Ijin Penelitian dari Jurusan ............................................

159

Lampiran 14 Surat Ijin Penelitian dari LITBANG Kota Pati .......................

160

Lampiran 15 Surat Ijin Keterangan Telah Penelitian ...................................

161

xvii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kegiatan pembelajaran di sekolah merupakan bagian dari kegiatan
pendidikan pada umumnya, secara otomatis berusaha membawa siswa untuk
menuju keadaan yang lebih baik. Tidak ada tujuan yang lebih penting dalam
proses pembelajaran kecuali mengusahakan agar prestasi belajar siswa mencapai
tingkat optimal. Guru berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran dituntut
untuk mampu menjelaskan tujuan-tujuan belajar agar menghasilkan peserta didik
yang berprestasi baik. Pembelajaran yang berkualitas harus didukung oleh
berbagai faktor antara lain: siswa dan guru sebagai subyek utama, sarana dan
prasarana sebagai sumber utama, kurikulum, lingkungan, serta proses belajar
mengajar.
Prestasi belajar merupakan salah satu aspek yang sangat diperhatikan oleh
guru dan pihak sekolah. Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan prestasi
belajar siswa. Salah satu cara yang bisa ditempuh misalnya meningkatkan kualitas
dan kompetensi guru agar proses belajar mengajar berlangsung efektif. Prestasi
belajar merupakan perubahan tingkah laku yang diperoleh pembelajar setelah
mengalami aktivitas belajar (Anni,dkk 2007:5).
Prestasi belajar siswa dapat dilihat dari tingkat keberhasilan dalam
mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport
setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. Menurut Djalal
1

(1986:4) bahwa prestasi belajar siswa merupakan gambaran kemampuan siswa


yang diperoleh dari hasil penilaian proses belajar siswa dalam mencapai tujuan
pengajaran. Prestasi belajar dalam hal ini meliputi hasil usaha kegiatan belajar
yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf, maupun kalimat yang dapat
mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh siswa dalam periode tertentu.
Menurut Arikunto (2007: 276), nilai prestasi harus mencerminkan
tingkatan-tingkatan siswa sejauh mana telah dapat mencapai tujuan yang
ditetapkan disetiap bidang studi. Simbol yang digunakan untuk menyatakan nilai,
baik huruf maupun angka, hendaknya hanya merupakan gambaran tentang
prestasi saja. Prestasi belajar dapat ditunjukkan dengan skor atau angka yang
menunjukkan nilai-nilai dari sejumlah mata pelajaran yang menggambarkan
pengetahuan dan ketrampilan yang dicapai oleh siswa, sedangkan untuk
memperoleh nilai digunakan tes terhadap mata pelajaran terlebih dahulu. Hasil tes
tersebut yang menunjukkan keadaan tinggi rendahnya prestasi yang akan
diperoleh siswa.
Studi pendahuluan diketahui masih ada beberapa siswa yang memperoleh
nilai dalam kriteria cukup dan kurang baik dari penguasaan materi ekonomi
akuntansi. Ini terbukti bahwa prestasi belajar siswa masih kurang maksimal
karena belum memenuhi kriteria nilai baik dan sangat baik. Berikut data prestasi
belajar siswa dari ulangan harian mata pelajaran ekonomi akuntansi semester
genap tahun ajaran 2010/2011 pada empat sekolah di kota Pati:

Tabel 1.1 Prestasi Belajar Siswa dari Ulangan Harian Tahun Ajaran
2010/2011
Mata Pelajaran
Ekonomi Akuntansi
Kriteria nilai yang dicapai
Sekolah
Sangat
Kurang
Sangat
Baik
Cukup
Baik
Baik
Kurang
(71-85,99) (56-70,99)
(86-100)
(41-55,99) (<41)
SMA Negeri 2 Pati
5 siswa
12 siswa
18 siswa
2 siswa
0
SMA Negeri 3 Pati
7 siswa
8 siswa
9 siswa
12 siswa
0
SMA Nasional Pati
9 siswa
10 siswa
14 siswa
8 siswa
0
SMA PGRI 1 Pati
3 siswa
6 siswa
20 siswa
19 siswa
0
Sumber: data sekunder, diolah
Dari tabel 1.1 terlihat masih ada beberapa siswa yang memperoleh nilai
masuk dalam kriteria kurang baik. Dengan demikian pemahaman atau penguasaan
materi oleh siswa masih kurang maksimal. Hal ini mengindikasikan bahwa
terdapat permasalahan yang menjadi penyebab belum tercapainya prestasi belajar
yang baik.
Perbedaan prestasi belajar siswa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Menurut Dalyono (2007: 55) bahwa, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi
belajar dapat dibagi menjadi dua, faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern
merupakan faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri, seperti
kesehatan, inteligensi dan bakat, minat dan motivasi, cara belajar. Faktor ekstern
merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang sifatnya
di luar diri siswa, seperti faktor keluarga, faktor sekolah, faktor masyarakat dan
lingkungan sekitar.
Faktor ekstern yang memberikan pengaruh cukup besar terhadap
keberhasilan prestasi belajar siswa salah satunya guru. Sudjana (2005: 41)
mengungkapkan bahwa guru merupakan salah satu faktor dominan yang

mempengaruhi kualitas pembelajaran, namun guru akan dominan ketika


mempunyai kompetensi profesional. Guru yang kompeten akan lebih mampu
menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan menyenangkan dalam proses
belajar mengajar di kelas. Seorang guru harus memenuhi standar kompetensi
sebagai pengajar dan pendidik. Karena guru memegang peranan yang sangat
penting untuk upaya peningkatan kualitas pendidikan.
Menurut Siskandar (dalam Pedoman PPL UNNES, 2010: 80), kompetensi
mengandung pengertian kemampuan yang dapat dilakukan oleh guru yang
mencakup kepribadian, sikap dan tingkah laku guru yang ditunjukkan dalam
setiap gerak-gerik sesuai dengan tuntutan profesi sebagai guru. Sedangkan
menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005, kompetensi
merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus
dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas
keprofesionalan.
Kompetensi profesional merupakan salah satu faktor penentu mutu atau
kualitas guru. Guru yang mempunyai kompetensi profesional baik akan
menghasilkan prestasi belajar siswa yang baik pula. Menurut Soewarso (2004),
bahwa guru yang profesional mampu mengembangkan pembelajaran sehingga
dapat membentuk peserta didik menjadi lulus berkualitas tinggi. Guru yang
bermutu adalah mereka yang memiliki kompetensi profesional dengan berbagai
kapasitasnya sebagai pendidik. Guru yang profesional bukan ditentukan oleh
lembaga dimana ia memperoleh pendidikan tetapi lebih ditentukan oleh apakah ia
berhasil atau tidak dalam bekerja sehingga bisa menyajikan karya yang berguna
untuk masyarakat (Balitbang, 2003).

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005


dalam Pedoman PPL UNNES (2010), kompetensi profesional dapat diartikan
kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang
memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang
ditetapkan dalam standar nasional. Kompetensi profesional indikatornya meliputi:
a) menguasai bidang studi dan metodologi keilmuan, b) menguasai struktur dan
materi bidang studi, c) menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan
komunikasi dalam pembelajaran, d) mengorganisasikan materi kurikulum bidang
studi, e) meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas.
Setiap guru profesional harus memenuhi persyaratan sebagai manusia yang
bertanggung jawab dalam bidang pendidikan, tetapi dipihak lain dia juga
mengemban sejumlah tanggung jawab dalam bidang pendidikan. Guru akan
mampu melaksanakan tanggung jawabnya apabila dia memiliki kompetensi yang
diperlukan untuk itu. Setiap tanggung jawab memerlukan sejumlah kompetensi.
Selain kompetensi profesional masih terdapat beberapa kompetensi yang
harus dimiliki oleh seorang guru, salah satu diantaranya kompetensi sosial.
Berdasarkan kodrat manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk etis, dia harus
dapat memperlakukan peserta didiknya secara wajar dan bertujuan agar tercapai
optimalisasi potensi pada diri masing-masing peserta didik. Seorang guru harus
memahami dan menerapkan prinsip belajar humanistik yang beranggapan bahwa
keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan yang ada pada diri peserta didik
tersebut.

Kompetensi sosial merupakan kemampuan berkomunikasi dan bergaul


secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang
tua/wali serta masyarakat sekitar (UU RI No.14 tahun 2005 dalam Pedoman PPL
UNNES, 2010). Seorang guru dikatakan mempunyai kompetensi sosial jika guru
tersebut mampu berkomunikasi dengan peserta didik dan lingkungan sekitar
dengan baik. Indikatornya meliputi: a) kemampuan guru berkomunikasi dengan
siswa, b) kemampuan guru berkomunikasi dengan pendidik, c) kemampuan guru
berkomunikasi dengan orang tua siswa atau masyarakat.
Kemampuan guru dalam menguasai materi pembelajaran secara luas dan
mendalam akan berhasil diterima oleh peserta didik, jika guru mampu
menyampaikan materi tersebut dengan baik. Proses penyampaian materi dapat
berjalan dengan baik apabila guru mampu berkomunikasi secara lancar dengan
peserta didik. Oleh karena itu, kompetensi profesional dan kompetensi sosial
merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh seorang guru. Sebab kompetensi
guru dapat dijadikan sebagai dasar atau alat untuk merumuskan kriteria
penyeleksian dalam rangka penerimaan dan penempatan seorang guru.
Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional, jabatan guru sebagai pendidik merupakan
jabatan profesional. Peranan guru sangat penting dalam pembangunan nasional,
khususnya di bidang pendidikan yang terkait dengan fungsi dan peran guru seperti
dirumuskan dalam UU No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, guru
merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih dan mengevaluasi peserta didik pada

pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan
pendidikan menengah.
Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di Departemen
Pendidikan Nasional Kabupaten Pati, diperoleh data tentang jumlah Sekolah
Menengah Atas (SMA) di kota Pati sebanyak 9 sekolah. Jumlah tersebut terdiri
dari 3 SMA negeri dan 6 SMA swasta. Dari data yang diperoleh ini kemudian
akan diteliti tentang jumlah guru yang mengajar mata pelajaran ekonomi
akuntansi yang selanjutnya akan diteliti pengaruh kompetensi yang dimiliki oleh
seorang guru terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi
akuntansi.
Pelajaran akuntansi di tingkat SMA, mulai diperkenalkan pada siswa kelas
XI IPS, sedangkan untuk mata pelajaran ekonomi sudah diajarkan pada kelas X.
Mata pelajaran akuntansi pada tingkat SMA tidak berdiri sendiri tapi masuk dalam
pelajaran ekonomi, nilai ekonomi tersebut merupakan gabungan dari nilai
ekonomi dengan akuntansi.
Pembelajaran akuntansi di SMA merupakan salah satu cara untuk
mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap rasional, teliti, jujur dan
bertanggung jawab melalui prosedur pencatatan, pengelompokan, pengikhtisaran
transaksi keuangan yang terjadi selama periode pembukuan. Tujuan mempelajari
akuntansi di sekolah salah satunya untuk membekali siswa dengan berbagai
kompetensi dasar. Dengan berbagai kompetensi tersebut tentunya siswa
diharapkan mampu menguasai dan menerapkan konsep-konsep dasar, prinsip dan
prosedur akuntansi yang benar, baik untuk kepentingan melanjutkan pendidikan

ke perguruan tinggi maupun terjun ke masyarakat sehingga memberikan manfaat


bagi kehidupan siswa dan masyarakat disekitarnya.
Dari uraian di atas terlihat jelas bahwa kompetensi profesional dan
kompetensi sosial guru merupakan faktor ekstern yang sangat dominan
berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Berdasarkan penelitian Illya Silfana
(2009) dalam skripsi yang berjudul Pengaruh Kompetensi Profesional dan
Produktivitas Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa Program Keahlian Akuntansi
SMK di Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial ada
pengaruh positif kompetensi profesional guru terhadap prestasi belajar siswa
program keahlian akuntansi SMK di kota Semarang.
Penelitian yang sama juga dilakukan oleh Suswanto (2009) dalam skripsi
yang berjudul Pengaruh Kompetensi Guru dan Motivasi Belajar Siswa terhadap
Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Akuntansi (Studi Kasus pada Siswa
Kelas XI SMA Negeri 1 Pundong Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta
Tahun Ajaran 2008/2009). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial
ada pengaruh kompetensi guru terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi
akuntansi.
Mengutip jurnal dari Nurdin mengemukakan dengan kompetensi
profesional yang memadai diharapkan guru dapat memberikan kontribusi yang
signifikan terhadap keberhasilan belajar siswa. Hal yang sama dikutip dari jurnal
Bhargava (2011) menyatakan bahwa faktor terpenting dalam sistem belajar
mengajar adalah guru. Menurut Kohll (1992) dalam jurnal Bhargava menekankan
bahwa seorang guru yang kompeten harus mewujudkan pengetahuan tentang

materi pelajaran dan memiliki pemahaman serta faktor-faktor yang berdampak


pada pendidikan. Mukhopadhyay (1994) dalam jurnal Bhargava menyatakan
bahwa keterampilan komunikasi guru yang efektif akan menyebabkan siswa
lebih memahami penjelasan dari guru dan membantu dalam mencapai tujuan
pendidikan.
Dalam upaya untuk peningkatan mutu dan kualitas pendidikan,
kemampuan guru dalam mengajar menarik untuk dikaji lebih lanjut, mengingat
seorang guru merupakan pemeran utama dalam proses belajar mengajar dan
mengingat pentingnya prestasi belajar sebagai indikator keberhasilan proses
pembelajaran, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang masalah
tersebut dan mengambil judul: Pengaruh Kompetensi Profesional dan
Kompetensi Sosial Guru Ekonomi Akuntansi Terhadap Prestasi Belajar
Siswa SMA di Kota Pati.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas maka
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Adakah pengaruh kompetensi profesional dan kompetensi sosial guru
ekonomi akuntansi terhadap prestasi belajar siswa SMA di kota Pati?
2. Adakah pengaruh kompetensi profesional guru ekonomi akuntansi terhadap
prestasi belajar siswa SMA di kota Pati?
3. Adakah pengaruh kompetensi sosial guru ekonomi akuntansi terhadap prestasi
belajar siswa SMA di kota Pati?

10

1.3 Tujuan Penelitian


Berdasarkan rumusan masalah di atas dapat diketahui tujuan dari penelitian
yaitu untuk:
1. Mengetahui ada tidaknya pengaruh kompetensi profesional dan kompetensi
sosial guru ekonomi akuntansi terhadap prestasi belajar siswa SMA di kota
Pati.
2. Mengetahui ada tidaknya pengaruh kompetensi profesional guru ekonomi
akuntansi terhadap prestasi belajar siswa SMA di kota Pati.
3. Mengetahui ada tidaknya pengaruh kompetensi sosial guru ekonomi akuntansi
terhadap prestasi belajar siswa SMA di kota Pati.

1.4 Manfaat Penelitian


1.4.1 Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan
yang berhubungan dengan dunia pendidikan dan dapat dijadikan referensi dalam
penelitian konsep sejenis yang lebih luas.
1.4.2 Manfaat Praktis
1.4.2.1 Bagi pembaca
Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan sebagai latihan
serta pengalaman dalam mempraktekkan teori yang diterima di bangku kuliah.
Selain itu memotivasi guru untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi
yang dimiliki agar kualitas pendidikan menjadi lebih baik dan prestasi belajar
siswa menjadi meningkat.

11

1.4.2.2 Bagi sekolah


Memberikan sumbangan bagi sekolah dalam rangka perbaikan proses
kegiatan belajar mengajar, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
1.4.2.3 Bagi penulis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan
dengan terjun langsung ke lapangan dan memberikan pengalaman belajar yang
menumbuhkan kemampuan dan keterampilan meneliti serta pengetahuan yang
lebih mendalam terutama pada bidang pendidikan akuntansi.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Prestasi belajar


2.1.1 Pengertian Prestasi Belajar
Menurut Arikunto (2007: 276), nilai prestasi harus mencerminkan
tingkatan-tingkatan siswa sejauh mana telah dapat mencapai tujuan yang
ditetapkan disetiap bidang studi. Simbol yang digunakan untuk menyatakan nilai,
baik huruf maupun angka, hendaknya hanya merupakan gambaran tentang
prestasi saja. Prestasi belajar merupakan perubahan tingkah laku yang diperoleh
pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar (Anni,dkk 2007:5). Menurut
Djalal (1986: 4) bahwa prestasi belajar siswa adalah gambaran kemampuan siswa
yang diperoleh dari hasil penilaian proses belajar siswa dalam mencapai tujuan
pengajaran.
Prestasi belajar menurut Hamalik (1994: 45) adalah prestasi belajar yang
berupa adanya perubahan sikap dan tingkah laku setelah menerima pelajaran atau
setelah mempelajari sesuatu. Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan
bahwa prestasi belajar adalah hasil belajar atau nilai pelajaran yang diperoleh
siswa dari kemampuannya atau usahanya dalam belajar yang dinyatakan dalam
bentuk angka atau huruf.
Prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai oleh siswa dari suatu proses
belajar yang telah dilakukan, sehingga untuk mengetahui sesuatu pekerjaan
berhasil atau tidak diperlukan suatu pengukuran. Pengukuran adalah proses
12

13

penentuan luas atau kuantitas sesuatu (Nurkancana, 1986: 2). Dalam hal ini
kegiatan pengukuran prestasi belajar, siswa akan dihadapkan pada tugas,
pertanyaan ataupun persoalan yang harus dijawab. Dan hasil pengukuran tersebut
masih berupa skor mentah yang belum dapat memberikan informasi tentang
kemampuan siswa. Agar dapat memberikan informasi yang diharapkan, maka
dilakukan penilaian terhadap keseluruhan proses belajar mengajar sehingga akan
memperlihatkan banyak hal yang diperoleh selama proses belajar mengajar
berlangsung. Menurut Bloom prestasi belajar meliputi 3 aspek yaitu kognitif,
afektif dan psikomotorik. Sedangkan dalam penelitian ini yang ditinjau adalah
aspek kognitif yang meliputi: pengetahuan, pemahaman, dan penerapan.
Prestasi belajar dapat ditunjukkan dengan skor atau angka yang
menunjukkan nilai-nilai dari sejumlah mata pelajaran yang menggambarkan
pengetahuan dan ketrampilan yang dicapai oleh siswa, sedangkan untuk
memperoleh nilai digunakan tes terhadap mata pelajaran terlebih dahulu. Hasil tes
tersebut yang menunjukkan keadaan tinggi rendahnya prestasi yang akan
diperoleh siswa.
Prestasi belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tingkat
keberhasilan yang dicapai oleh siswa dalam menghadapi ujian akhir semester
tahun ajaran 2010/2011 mata pelajaran ekonomi akuntansi. Ujian akhir semester
yaitu suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui tingkat
kemajuan belajar siswa dan merupakan proses penilaian hasil belajar siswa yang
dilaksanakan pada akhir semester.

14

2.1.2 Penilaian Prestasi Belajar


Menurut Arikunto (2006) Nilai adalah angka ubahan dari skor dengan
menggunakan acuan tertentu yakni acuan normal atau acuan standar. Nilai
merupakan sesuatu yang sangat penting karena nilai merupakan cermin dari
keberhsilan belajar. Namun, bukan hanya siswa sendiri saja yang memerlukan
cermin keberhasilan belajar ini, guru dan orang lainpun memerlukannya.
Secara garis besar, nilai mempunyai 4 fungsi sebagai berikut :
2.1.2.1 Fungsi instruksional
Tidak ada tujuan yang lebih penting dalam proses belajar mengajar selain
mengusahakan agar perkembangan dan belajar siswa mecapai tingkat optimal.
Pemberian nilai ini merupakan salah satu cara dalam usaha ke arah tujuan itu, asal
dilakukan dengan hati-hati dan bijaksana.
Pemberian nilai merupakan suatu pekerjaan yang bertujuan untuk
memberikan suatu balikan (feedback/umpan balik) yang mencerminkan seberapa
jauh seseorang siswa telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam
pengajaran atau sistem istruksional.
2.1.2.2 Fungsi informatif
Memberikan nilai siswa kepada orang tuanya mempunyai arti bahwa orang
tua siswa tersebut menjadi tahu akan kemajuan dan prestasi belajar putranya di
sekolah. Catatan ini akan sangat berguna, terutama bagi orang tuan yang ikut serta
menyadari tujuan sekolah dan perkembangan putranya. Dengan catatan nilai
untuk orang tua maka :

15

1) Orang tua menjadi sadar akan keadaan putranya untuk kemudian lebih baik
memberikan bantuan berupa perhatian, dorongan, atau bimbingan, dan
2) Hubungan antara orang tua dengan sekolah menjadi lebih baik.
2.1.2.3 Fungsi bimbingan
Pemberian nilai kepada siswa akan mempunyai arti besar bagi pekerjaan
bimbingan. Dengan perincian gambaran nilai siswa, petugas bimbingan akan
segera tahu bagian-bagian mana dari usaha siswa di sekolah yang masih
memerlukan bantuan. Catatan lengkap yang mencakup tingkat (rating) dalam
kepribadian siswa serta sifat-sifat yang berhubungan dengan rasa sosial akan
sangat membantu siswa dalam pengarahannya sebagai pribadi seutuhnya.
2.1.2.4 Fungsi administratif
Yang dimaksud dengan fungsi administratif dalam penilaian antara lain
mencakup:
1) Menentukan kenaikan dan kelulusan siswa
2) Memindahkan atau menempatkan siswa
3) Memberikan beasiswa
4) Memberikan rekomendasi untuk melanjutkan belajar, dan
5) Memberi gambaran tentang prestasi siswa/lulusan kepada para calon pemakai
tenaga.

2.1.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar


Berhasil tidaknya seseorang dalam belajar disebabkan beberapa faktor yang
mempengaruhi pencapaian prestasi belajar yaitu berasal dari dalam diri orang

16

yang belajar dan ada pula dari luar dirinya. Menurut Dalyono (2007: 55) faktorfaktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain:
2.1.3.1 Faktor Internal (yang berasal dari dalam diri)
2.1.3.1.1 Kesehatan
Kesehatan jasmani dan rohani sangat besar pengaruhnya terhadap
kemampuan belajar. Bila seseorang selalu tidak sehat, sakit kepala, demam, pilek
dan sebagainya, dapat mengakibatkan tidak bergairah untuk belajar. Demikian
pula halnya jika kesehatan rohani kurang baik, misalnya mengalami gangguan
pikiran perasaan kecewa, ini dapat mengganggu atau mengurangi semangat
belajar. Karena itu, pemeliharaan kesehatan sangat penting agar badan dan pikiran
selalu segar dan bersemangat dalam belajar.
2.1.3.1.2 Intelegensi dan bakat
Seseorang yang memiliki intelegensi baik (IQ-nya tinggi) umumnya
mudah belajar dan hasilnya pun cenderung baik. Bakat juga besar pengaruhnya
dalam menentukan keberhasilan belajar. Bila seseorang mempunyai intelegensi
dan bakatnya ada dalam bidang yang dipelajari, maka proses belajarnya akan
lancar dan sukses bila dibandingkan dengan orang yang memiliki bakat saja tetapi
intelegensinya rendah.
2.1.3.1.3 Minat dan Motivasi
Minat dapat timbul karena daya tarik dari luar dan juga datang dari hati
sanubari. Minat belajar yang besar cenderung menghasilkan prestasi yang tinggi
sebaliknya minat belajar kurang akan neghsilkan prestasi yang rendah. Motivasi
adalah daya penggerak atau pendorong untuk melakukan sesuatu pekerjaan.

17

Seseorang yang belajar dengan motivasi kuat, akan melaksanakan semua kegiatan
belajarnya dengan sungguh-sungguh dan semangat. Sebaliknya, belajar dengan
motivasi yang lemah, akan malas bahkan tidak mau mengerjakan tugas-tugas yang
berhubungan dengan pelajaran.
2.1.3.1.4 Cara Belajar
Cara belajar seseorang juga mempengaruhi pencapaian hasil belajarnya.
Belajar tanpa memperhatikan teknik dan faktor fisiologis, psikologis dan ilmu
kesehatan akan memperoleh hasil yang kurang memuaskan.
2.1.3.2 Faktor Eksternal (yang berasal dari luar diri)
2.1.3.2.1 Keluarga
Keluarga adalah ayah, ibu, dan anak-anak serta famili yang menjadi
penghuni rumah. Faktor orang tua sangat besar pengaruhnya terhadap
keberhasilan anak dalam belajar.
2.1.3.2.2 Sekolah
Keadaan sekolah tempat belajar turut mempengaruhi tingkat keberhasilan
belajar. Kualitas guru, metode mengajarnya, kesesuaian kurikulum dengan
kemampuan anak, keadaan fasilitas, keadaan ruangan dan sebagainya, semua ini
turut mempengaruhi keberhasilan belajar anak.
2.1.3.2.3 Masyarakat
Keadaan masyarakat juga menentukan prestasi belajar. Bila di sekitar
tempat

tinggal

keadaan

masyarakatnya

terdiri

dari

orang-orang

yang

berpendidikan, terutama anak-anaknya rata-rata bersekolah tinggi dan moralnya


baik, hal ini akan mendorong anak lebih giat belajar.

18

2.1.3.2.4 Lingkungan Sekitar


Keadaan lingkungan tempat tinggal, juga sangat penting dalam
mempengaruhi prestasi belajar. Keadaan lingkungan, bangunan rumah, suasana
sekitar, keadaan lalu lintas, iklim dan sebagainya.
2.1.4 Faktor-Faktor yang Turut diperhitungkan dalam Penilaian
Walaupun hal yang dinilai tidak sama bagi setiap sekolah, namun secara
garis besar dapat ditentukan unsur umum dalam penilaian yang menyangkut
faktor-faktor yang harus dipertimbangkan. Menurut Arikunto (2007: 276) Unsur
umum tersebut adalah sebagai berikut:
2.1.4.1 Prestasi/pencapaian (Achievment).
Nilai prestasi harus mencerminkan tingkatan-tingkatan siswa sejauh mana
telah dapat mencapai tujuan yang ditetapkan disetiap bidang studi. Simbol yang
digunakan untuk menyatakan nilai, baik huruf maupun angka, hendaknya hanya
merupakan gambaran tentang prestasi saja.
2.1.4.2 Usaha (effort)
Terpisah dari nilai prestasi, guru dapat menyampaikan laporannya kepada
orang tua siswa. Laporan atau nilai tidak boleh dicampuri dengan nilai prestasi
sama sekali. Yang sering terjadi adalah kecenderungan dari guru untuk menilai
unsur usaha ini lebih rendah bagi anak yang prestasinya rendah dan sebaliknya.
2.1.4.3 Aspek pribadi dan sosial (personal and social charakteristics)
Unsur ini juga perlu dilaporkan terutama yang berhubungan dengan
berlangsungnya proses belajar mengajar, misalnya, mentaati tata tertib sekolah.
Dalam memberikan nilai pribadi ini harus hati-hati sekali.

19

2.1.4.4 Kebiasaan kerja (working habits)


Yang dimaksud di sini adalah hal-hal yang berhubungan dengan kebiasaan
melakukan tugas. Misalnya, segera mengerjakan PR, keuletan dalam usaha,
bekerja teliti, kerapihan kerja dan sebagainya.
Penilaian yang dilakukan oleh guru seharusnya bersifat objektif atau tidak
memandang latar belakang masing-masing siswa. Guru harus memiliki
kemampuan memberikan tes kepada siswa sebagai bahan untuk melakukan
penilaian terhadap baik buruknya prestasi belajar yang diperoleh siswa. Prestasi
belajar siswa bisa berupa nilai, nilai tersebut bisa berasal dari ulangan harian, mid
semester, ujian akhir semester, ujian akhir sekolah dan ujian akhir nasional.
Penilaian yang diambil dalam penelitian ini mengenai prestasi belajar siswa yang
diperoleh dari hasil ujian akhir semester.
Ujian akhir semester yaitu suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekolah
untuk mengetahui tingkat kemajuan belajar siswa dan merupakan proses penilaian
hasil belajar siswa yang dilaksanakan pada akhir semester. Pelaksanaan ujian
akhir semester ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemajuan belajar siswa dan
penilaian prestasi belajar siswa. Selain itu pelaksanaan ujian akhir semester ini
juga untuk mengetahui seberapa berhasilkah seorang guru dalam proses belajar
mengajar selama satu semester. Dengan begitu bisa diketahui guru manakah yang
mempunyai kompetensi yang baik sehingga akan menghasilkan prestasi belajar
siswa yang baik pula.

20

2.2 Kompetensi Profesional Guru


2.2.1 Pengertian Kompetensi Profesional
Menurut Djamarah (2005: 31), dalam pengertian yang sederhana guru
adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Guru dalam
pandangan masyarakat adalah orang yang melaksanakan pendidikan di tempattempat tertentu, tidak mesti di lembaga pendidikan formal, tetapi bisa juga di
masjid, di surau atau mushola, di rumah, dan sebagainya.
Seorang guru menempati kedudukan yang terhormat dimata masyarakat,
karena seorang guru memiliki kewibawaan yang menyebabkan mereka dihormati.
Masyarakat meyakini bahwa gurulah yang dapat mendidik anak mereka agar
menjadi orang yang berkepribadian mulia dan cerdas. Dengan kepercayaan itulah,
maka di pundak guru diberikan tugas dan tanggung jawab yang berat. Untuk itu
seorang guru harus memiliki kompetensi-kompetensi yang baik dalam
melaksanakan pembelajaran.
Salah satu teori yang dapat dijadikan landasan terbentuknya kompetensi
seseorang adalah teori medan yang dirintis oleh Kurt Lewin. Asal teori medan itu
sendiri berasal dari teori psikologi Gestalt yang dipelopori oleh tiga psikologi
Jerman. Di mana dalam teori tersebut dijelaskan bahwa kemampuan seseorang
ditentukan oleh medan psikofisis yang terorganisasi yang hampir sama dengan
medan gravitasi. Dengan kompetensi yang dimiliki individu, ia dapat melakukan
sesuatu dengan keinginan dan kehendaknya. Meskipun demikian, kehendak
yang dilakukan individu tersebut tetap didasarkan pada aturan atau norma yang
berlaku.

21

Menurut Siskandar (Pedoman PPL UNNES, 2010: 80) kompetensi


mengandung pengertian kemampuan yang dapat dilakukan oleh guru yang
mencakup kepribadian, sikap dan tingkah laku guru yang ditunjukkan dalam
setiap gerak-gerik sesuai dengan tuntutan profesi sebagai guru. Sedangkan
menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005, kompetensi
yaitu seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki,
dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas
keprofesionalan. Jadi, pengertian dasar kompetensi adalah kemampuan dan
kecakapan. Seseorang yang dinyatakan kompeten dibidang tertentu adalah
seseorang yang menguasai kecakapan kerja atau keahlian selaras dengan tuntutan
bidang kerja yang bersangkutan.
Menurut Suyanto dan Djihad H. dalam jurnal Nurdin mengemukakan bahwa
kompetensi professional merupakan kemampuan penguasaan materi pembelajaran
secara luas dan mendalam. Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun
2005 (Pedoman PPL UNNES, 2010), kompetensi profesional dapat diartikan
kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang
memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang
ditetapkan dalam standar nasional.
Untuk mencapai taraf kompetensi, seorang guru memerlukan waktu lama
dan biaya mahal. Kompetensi guru mencerminkan tugas dan kewajiban guru yang
harus dilakukan sehubungan dengan arti jabatan guru yang menuntut suatu
kompetensi tertentu sebagaimana telah disebutkan.

22

2.2.2 Hakikat Profesi Guru


Guru merupakan suatu profesi, yang berarti suatu jabatan yang
memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh
sembarang orang di luar bidang pendidikan. Bila membicarakan profesi guru
sepertinya tiada habisnya, persoalan pendidikan kelihatannya memang sangat
rumit dan kompleks. Guru di sekolah mempunyai banyak peran, di pundak guru
dibebankan mutu pendidikan. Sering orang beranggapan bahwa menjadi guru
adalah hal yang gampang, mereka menganggap hanya dengan bermodalkan
penguasaan materi sudah cukup sebagai syarat menjadi guru. Padahal menjadi
guru yang profesional dituntut mempunyai berbagai keterampilan, mempunyai
kemampuan khusus, mencintai pekerjaannya, menjaga kode etik guru dan sebagainya.
Menurut Uno (2008: 16) untuk seorang guru perlu mengetahui dan dapat
menerapkan beberapa prinsip mengajar agar ia dapat melaksanakan tugasnya
secara profesional, yaitu sebagai berikut:
1) Guru harus dapat membangkitkan perhatian peserta didik pada materi
pelajaran yang diberikan serta dapat menggunakan berbagai media dan sumber
belajar yang bervariasi.
2) Guru harus dapaat membangkitkan minat peserta didik untuk aktif dalam
berpikir serta mencari dan menemukan sendiri pengetahuan.
3) Guru harus dapat membuat urutan dalam pemberian pelajaran dan
penyesuaiannya dengan usia dan tahapan tugas perkembangan peserta didik.
4) Guru perlu

menghubungkan

pelajaran yang akan

diberkan dengan

pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik, agar peserta didik menjadi
mudah dalam memahami pelajaran yang diterima.

23

5) Sesuai dengan prinsip repetisi dalam proses pembelajaran, diharapkan guru


dapat menjelaskan unit pelajaran secara berulang-ulang hingga tanggapan
peserta didik menjadi jelas.
6) Guru wajib memerhatikan dan memikirkan korelasi atau hubugan antara mata
pelajaran dan/atau praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
7) Guru harus tetap menjaga konsentrasi belajar para peserta didik dengan cara
memberikan kesempatan berupa pengalaman secara langsung, mengamati atau
meneliti dan menyimpulkan pengetahuan yang didapatnya.
8) Guru harus mengembangkan sikap pesrta didik dalam membina hubungan
sosial, baik dalam kelas maupun luar kelas.
9) Guru harus menyelidiki dan mendalami perbedaan peserta secara individual
agar dapat melayani siswa sesuai dengan perbedaannya tersebut.

2.2.3 Fungsi, dan Peranan Guru


Sebagaimana telah dikemukakan bahwa profesional guru mengandung
pengertian yang meliputi unsur-unsur kepribadian, keilmuan dan ketrampilan.
Dengan demikian dapat diartikan, bahwa kompetensi profesional guru tentu saja
akan meliputi ketiga unsur itu walaupun tekanan yang lebih besar terletak pada
unsur ketrampilan sesuai dengan peranan yang dikerjakannya.
Berikut dijelaskan fungsi, dan peranan guru menurut Hamalik (2006: 42)
yaitu:
2.2.3.1 Guru sebagai pendidik dan pengajar
Peranan ini akan dapat dilaksanakan bila guru memenuhi syarat-syarat
kepribadian dan penguasaan ilmu. Sehubungan dengan peranannya sebagai

24

pendidik dan pengajar, guru harus menguasai ilmu, antara lain mempunyai
pengetahuanyang luas, menguasai bahan pelajaran serta ilmu-ilmu yang bertalian
dengan mata pelajaran yang diajarkan, menguasai teori dan praktek mendidik,
teori kurikulum metode pengajaran, teknologi pendidikan, teori evaluasi dan
psikologi belajar.
Pelaksanaan peran ini menuntut ketrampilan tertentu, yaitu:
1) Terampil dalam menyiapkan bahan pelajaran
2) Terampil menyusun satuan pelajaran
3) Terampil menyampaikan ilmu kepada murid
4) Terampil menggairahkan semangat belajar murid
5) Terampil melakukan penilaian hasil belajar murid
6) Terampil menggunakan bahasa yang baik dan benar
7) Terampil mengatur disiplin kelas dan berbagai ketrampilan lainnya
2.2.3.2 Guru sebagai anggota masyarakat
Guru harus bersikap terbuka, tidak bertindak secara otoriter, tidak bersikap
angkuh, bersikap ramah tamah terhadap siapa pun, suka menolong dimana pun
dan kapan saja, serta simpati dan empati terhadap pimpinan, teman sejawat, dan
para siswa. Sebagai anggota masyarakat, guru memiliki ketrampilan seperti:
ketrampilan dalam membina kelompok, ketrampilan bekerja sama dalam
kelompok, dan ketrampilan tugas bersama dalam kelompok.
2.2.3.3 Guru sebagai pemimpin
Peranan kepemimpinan akan berhasil apabila guru memiliki kepribadian
seperti: kondisi fisik yang sehat, percaya pada diri sendiri, memiliki daya kerja

25

yang

besar dan antusiasme, gemar dan dapat cepat mengambil keputusan,

bersikap objektif, dan mampu menguasai emosi, serta bertindak adil (Sondang P.
Siagian, 1978). Untuk itu guru harus memiliki berbagai ketrampilan yang
dibutuhkan sebagai pemimpin, seperti: bekerja dalam tim, ketrampilan
berkomunikasi, bertindak selaku penasehat dan orang tua bagi murid-muridnya,
ketrampilan melaksanakan rapat, diskusidan membuat keputusan yang tepat,
cepat, dan praktis.
2.2.3.4 Guru sebagai pelaksana administrasi ringan
Peranan ini memiliki syarat-syarat kepribadian, seperti: jujur, teliti dalam
bekerja, rajin, harus menguasai ilmu mengenai tata buku ringan, korespondensi,
penyimpanan arsip dan ekspedisi dan administrasi pendidikan. Untuk itu guru
harus memiliki keterampilan, seperti: mengadministrasikan keuangan, ketrampilan
menyusun academic record, ketrampilan menyusun arsip dan ekspedisi dan
ketrampilan mengetik, serta berbagai ketrampilan lainnya yang berkenaan dengan
pelaksanaan administrasi ringan di sekolah.

2.2.4 Syarat Guru yang Baik dan Berhasil


Tidak sembarang orang yang dapat melaksanakan tugas profesional sebagai
seorang guru. Untuk menjadi guru yang baik haruslah memenuhi syarat-syarat
yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Menurut Ngalim Purwanto (1985: 170175) dalam Uno (2008: 29) berikut ini diuraikan syarat-syarat menjadi seorang
guru yang baik antara lain:

26

2.2.4.1 Guru harus berijazah


Yang dimaksud ijazah di sini adalah ijazah yang dapat member wewenang
untuk menjalankan tugas sebagai seorang guru disuatu sekolah tertentu.
2.2.4.2 Guru harus sehat jasmani dan rohani
Kesehatan jasmani dan rohani merupakan salah satu syarat penting dalam
setiap pekerjaan. Karena orang tidak akan dapat melaksanakan tugasnya dengan
baik jika ia diserang suatu penyakit. Sebagai seorang guru syarat tersebut
merupakan syarat mutlak.
2.2.4.3 Guru harus bertakwa kepada Tuhan YME dan berkelakuan baik
Sesuai dengan tujuan pendidikan, yaitu membentuk manusia susila yang
bertakwa kepada Tuhan YME maka sudah selayaknya guru sebagai pendidik
harus dapat menjadi contoh dalam melaksanakan ibadah dan berkelakuan baik.
2.2.4.4 Guru haruslah orang yang bertanggung jawab
Tugas dan tanggung jawab guru sebagai pendidik, pembelajar dan
pembimbing bagi peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung yang
telah dipercayakan orang tua kepadanya hendaknya dapat dilaksanakan dengan
sebaik-baiknya. Selain itu, guru juga bertanggung jawab terhadap keharmonisan
perilaku masyarakat dan lingkungan disekitarnya.
2.2.4.5 Guru di Indonesia harus berjiwa nasional
Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa yang mempunyai
bahasa dan adat istiadat berlainan. Untuk menanamkan jiwa kebangsaan
merupakan tugas utama seorang guru, karena itulah guru harus terlebih dahulu
berjiwa nasional.

27

Syarat-syarat di atas adalah syarat umum yang berhubungan dengan jabatan


sebagai seorang guru. Selain itu, ada pula syarat lain yang sangat erat
hubungannya dengan tugas guru di sekolah, sebagai berikut:
1) Harus adil dan dapat dipercaya
2) Sabar, rela berkorban dan menyayangi peserta didik
3) Memiliki kewibawaan dan tanggung jawab akademis
4) Bersikap baik pada rekan guru, staf di sekolah dan masyarakat
5) Harus memiliki wawasan pengetahuan yang luas dan menguasai benar mata
6) Pelajaran yang dibinanya
7) Harus selalu introspeksi diri dan siap menerima kritik dari siapa pun
8) Harus berupaya meningkatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi

2.2.5 Karakteristik Kompetensi Guru


Kompetensi profesional merupakan salah satu faktor penentu mutu atau
kualitas guru. Menurut Soewarso (2004), bahwa guru yang profesional mampu
mengembangkan pembelajaran sehingga dapat membentuk peserta didik menjadi
lulus

berkualitas tinggi. Guru yang bermutu adalah mereka yang memiliki

kompetensi profesional dengan berbagai kapasitasnya sebagai pendidik. Guru


yang profesional bukan ditentukan oleh lembaga dimana ia memperoleh
pendidikan tetapi lebih ditentukan oleh apakah ia berhasil atau tidak dalam
bekerja sehingga bisa menyajikan karya yang berguna untuk masyarakat
(Balitbang, 2003).
Indikator guru dapat dinilai kompeten secara profesional menurut Hamalik
(2006: 38) adalah sebagai berikut:

28

1) Guru tersebut mampu mengembangkan tanggung jawab dengan sebaikbaiknya.


2) Guru tersebut mampu melaksanakan peranan-peranannya secara berhasil.
3) Guru tersebut mampu bekerja dalam usaha mencapai tujuan pendidikan
sekolah.
4) Guru tersebut mampu melaksanakan peranannya dalam proses belajarmengajar dalam kelas.
Menurut UU No. 14 Tahun 2005 diungkapkan bahwa jenis-jenis
kompetensi ada 4 yaitu:
1) Kompetensi kepribadian, adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil,
dewasa, arif, dan berwibawa.
2) Kompetensi

profesional,

merupakan

kemampuan

penguasaan

materi

pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan pembimbing


peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar
pendidikan nasional.
3) Kompetensi pedagogik, adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta
didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan, dan
pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta
didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
4) Kompetensi sosial, adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari
masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta
didik sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua atau wali peserta didik,
dan masyarakat sekitar.

29

Sedangkan menurut Depdikbud, macam-macam kompetensi yang harus


dimiliki oleh tenaga guru antara lain:
1) Kompetensi profesional, artinya guru harus memiliki pengetahuan yang luas
dari bidang studi yang akan diajarkan serta penguasaan metodologi dalam arti
memiliki konsep teoritis mampu memilih metode dalam proses belajar
mengajar.
2) Kompetensi personal, artinya sikap kepribadian yang mantab sehingga mampu
menjadi sumber intensifikasi bagi subjek. Dalam hal ini berarti memiliki
kepribadian yang pantas diteladani, mampu melaksanakan kepemimpinan.
3) Kompetensi sosial, artinya guru harus menunjukkan atau mampu berinteraksi
sosial, baik dengan murid-muridnya maupun dengan sesama guru dan kepala
sekolah, bahkan dengan masyarakat luas.
4) Kompetensi untuk melakukan pelajaran yang sebaik-baiknya yang berarti
mengutamakan nilai-nilai sosial dari nilai material.

2.2.6 Indikator Kompetensi Profesional Guru


Salah satu unsur pembentuk kompetensi profesional guru adalah tingkat
komitmennya terhadap profesi. Menurut Ibid dalam Hamalik (2006) menyatakan
bahwa tingkat komitmen sebenarnya dapat digambarkan dalam satu garis
kontinum, yang bergerak dari tingkatan rendah sampai dengan tingkatan tinggi.
Guru yang rendah tingkat komitmennya, ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1) Perhatian yang disisihkan untuk memerhatikan siswanya hanya sedikit
2) Waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk melaksanakan tugasnya hanya sedikit
3) Perhatian utama guru hanyalah jabatannya

30

Sebaliknya guru yang mempunyai tingkat komitmen yang tinggi, ditandai


oleh ciri-ciri sebagai berikut:
1) Perhatiannya terhadap siswa cukup tinggi
2) Waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk melaksanakan tugasnya banyak
3) Banyak pekerjaan untuk kepentingan orang lain
Berdasarkan UU RI No.14 Tahun 2005 (pedoman PPL UNNES, 2010: 81)
kompetensi profesional guru dapat dinilai melalui:
1) Menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuan. Guru dituntut
untuk mengkaji substansi atau teori-teori dan mengkaji metodologi keilmuan
bidang studi yang diampunya.
2) Menguasai struktur dan materi bidang studi. Guru dituntut untuk bisa
mengkaji struktur kurikulum bidang studi yang diampunya, mengkaji materi
bidang studi dalam kurikulum, mengkaji bahan ajar bidang studi dan
diharapkan mampu berlatih mengembangkan bahan ajar sesuai dengan bidang
studi yang diampu.
3) Menguasai dan memanfaatkan teknologi dan komunikasi dalam pembelajaran.
Guru harus mampu mengkaji berbagai jenis teknologi informasi dan
komunikasi dalam pembelajaran, mampu memilih berbagai jenis teknologi
informasi dan komunikasi dalam pembelajaran dan berlatih menggunakan
serta memanfaatkan berbagai jenis teknologi informasi dan komunikasi dalam
pembelajaran.
4) Mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi. Guru diharapkan mampu
berlatih memilih substansi, cakupan, dan tata urut materi pembelajaran secara

31

kontekstual dan berlatih mengidentifikasi substansi materi bidang studi yang


sesuai dengan perkembangan dan potensi peserta didik.
5) Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas. Guru
mengkaji hakekat penelitian tindakan kelas, berlatih mengidentifikasi serta
menganalisis permasalahan pembelajaran, berlatih menyusun rancangan dan
melaksanakan penelitian tindakan kelas.
Kompetensi profesional guru yaitu kemampuan guru dalam mengajar, yang
bersifat fleksibel atau dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Dalam
buku pedoman PPL UNNES (2007: 156) kompetensi profesional terdiri dari
beberapa kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru, yaitu:
1) Kemampuan Penguasaan Materi
Yang dimaksud penguasaan materi adalah mengerti dan memahami secara
meluas dan mendalam bahan belajar yang akan dibahas. Bahan belajar yang
dirancang oleh guru berupa stimulus pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang
tidak atau sedikit dimiliki oleh siswa. Bahan belajar yang dikuasai guru bukan
terbatas pada bahan belajar yang akan disajikan kepada siswa saja, melainkan juga
bahan ajar lain yang relevan.
2) Kemampuan Membuka Pelajaran
Yang dimaksud membuka pelajaran menurut Usman dalam pedoman PPL
UNNES (2007) adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar
mengajar untuk menciptakan prakondisi bagi murid agar mental maupun perhatian
terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan
memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar mengajar. Dengan kata

32

lain, kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan suasana siap mental dan
menimbulkan perhatian siswa agar terpusat pada hal-hal yang akan dipelajarinya.
3) Kemampuan Bertanya
Dalam proses belajar mengajar, bertanya memainkan peranan yang penting
sebab pertanyaan yang tersusun dengan baik dan teknik pelontaran yang tepat pula
akan memberikan dampak positif terhadap siswa, yaitu:
a) Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar
b) Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu masalah yang
sedang dihadapi atau dibicarakan
c) Mengembangkan cara dan pola belajar aktif dari siswa sebab berfikir itu
sendiri sesungguhnya adalah bertanya
d) Menuntun proses berfikir siswa sebab pertanyaan yang baik akan membantu
siswa agar dapat menentukan jawaban yang baik.
e) Memusatkan perhatian siswa terhadap masalah yang sedang dibahas
4) Kemampuan Mengadakan Variasi Pembelajaran
Variasi menurut Usman dalam pedoman PPL UNNES (2007) adalah suatu
kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar mengajar yang ditujukan
untuk mengatasi kebosanan murid, sehingga dalam situasi belajar mengajar murid
senantiasa menunjukkan ketekunan, antusiasme, serta penuh partisipasi.
5) Kemampuan Menjelaskan Materi
Yang dimaksud menjelaskan materi menurut Usman dalam pedoman PPL
UNNES (2007) ialah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasi secara
sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya.

33

Penyampaian informasi yang terencana dengan baik dan disajikan dengan urutan
yang cocok merupakan ciri utama kegiatan menjelaskan. Pemberian penjelasan
merupakan salah satu aspek yang sangat penting dari kegiatan guru dalam
interaksinya dengan siswa di dalam kelas.
6) Kemampuan Mengelola Kelas
Menurut Usman dalam pedoman PPL UNNES (2007) pengelolaan kelas
adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang
optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar
mengajar. Dengan kata lain kegiatan-kegiatan untuk menciptakan dan
mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar.
Suatu kondisi yang optimal dapat dicapai jika guru mampu mengatur siswa dan
sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan
untuk mencapai tujuan pengajaran. Pengelolaan yang efektif merupakan prasyarat
mutlak bagi terjadinya proses belajar mengajar yang efektif.
7) Kemampuan Menutup Pelajaran
Menutup pelajaran menurut Usman dalam pedoman PPL UNNES (2007)
adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran atau kegiatan
belajar mengajar. Usaha menutup pelajaran ini dimaksudkan untuk memberi
gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari oleh siswa, mengetahui
tingkat pencapaian siswa dan tingkat keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar.
8) Ketepatan Waktu dan Materi
Kemampuan ketepatan waktu dan materi adalah kemampuan untuk
mengatur, membagi, dan mengalokasikan waktu secara proporsional dan optimal

34

dengan mempertimbangkan kesesuaian materi yang diberikan. Jadi kegiatan


belajar mengajar akan sesuai dengan rencana pengajaran yang telah disusun guru
sebelum

kegiatan

belajar

mengajar

berlangsung.

Hal

ini

tentu

akan

mengoptimalkan pencapaian materi yang akan diberikan kepada siswa, jika waktu
yang digunakan berlangsung secara tepat.

2.3 Kompetensi Sosial Guru


2.3.1 Pengertian Kompetensi Sosial
Menurut UU RI No.14 tahun 2005 (Pedoman PPL UNNES, 2010),
kompetensi sosial merupakan kemampuan berkomunikasi dan bergaul secara
efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang
tua/wali serta masyarakat sekitar. Sedangkan menurut Depdikbud, kompetensi
sosial artinya guru harus menunjukkan atau mampu berinteraksi sosial, baik
dengan murid-muridnya maupun dengan sesama guru dan kepala sekolah, bahkan
dengan masyarakat luas. Dari pengertian di atas dapat ditarik suatu kesimpulan
bahwa kompetensi sosial merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh
seorang guru dalam berinteraksi maupun berkomunikasi dengan peserta didik,
orang tua murid, sesama guru dan masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Kemampuan berkomunikasi dengan orang lain sangat penting bagi seorang
guru karena tugasnya selalu berkaitan dengan orang lain seperti peserta didik,
guru lain, karyawan,orang tua murid, kepala sekolah dan lainnya. Kemampuan
berkomunikasi ini sangat penting untuk dikembangkan oleh seorang guru, karena
seringkali terjadi guru yang pandai tetapi kemampuan berkomunikasi dengan

35

siswa tidak baik sehingga guru tidak mampu membantu siswa dalam proses
belajar mengajar karena penyampaian materi yang kurang jelas.
Berdasarkan kodrat manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk etis, dia
harus dapat memperlakukan peserta didiknya secara wajar dan bertujuan agar
tercapai optimalisasi potensi pada diri masing-masing peserta didik. Seorang guru
harus memahami dan menerapkan prinsip belajar humanistik yang beranggapan
bahwa keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan yang ada pada diri
peserta didik tersebut.
Dengan kemampuan berkomunikasi yang baik dengan peserta didik, maka
guru tersebut akan memberikan pembelajaran yang lebih bervariatif untuk
menggantikan cara mengajar dimana guru hanya berbicara dan peserta didik
hanya mendengarkan. Dalam suasana seperti itu, peserta didik secara aktif
dilibatkan dalam memecahkan masalah, mencari sumber informasi, data evaluasi,
serta menyajikan dan mempertahankan pandangan dan hasil kerja mereka kepada
teman sejawat dan yang lainnya. Sedangkan para guru dapat bekerja secara
intensif dengan guru lainnya dalam merencanakan pembelajaran, baik individual
maupun tim, membuat keputusan tentang desain sekolah, kolaborasi tentang
pengembangan kurikulum dan partisipasi dalam proses penilaian.

2.3.2 Pentingnya Kompetensi Guru


Menurut Hamalik (2006: 35) pentingnya kompetensi guru bagi dunia
pendidikan antara lain:

36

2.3.2.1 Kompetensi guru sebagai alat seleksi penerimaan guru


Dengan adanya syarat sebagai kriteria penerimaan calon guru, maka akan
terdapat pedoman bagi para administrator dalam memilih mana guru yang
diperlukan untuk suatu sekolah. Asumsi yang mendasari kriteria ini adalah bahwa
setiap calon guru yang memenuhi syarat tersebut, diharapkan atau diperkirakan
bahwa guru tersebut akan berhasil mengemban tugasnya selaku pengajar di sekolah.
2.3.2.2 Kompetensi guru penting dalam rangka pembinaan guru
Jika telah ditentukan jenis kompetensi guru yang diperlukan, maka atas
dasar ukuran itu akan dapat diobservasi dan ditentukan guru yang telah memiliki
kompetensi penuh dan guru yang masih kurang memadai kompetensinya. Para
guru yang telah memiliki kompetensi penuh sudah tentu perlu dibina terus agar
kompetensinya tetap mantap. Kalau terjadi perkembangan baru yang memberikan
tuntutan baru terhadap sekolah, maka sebelumnya sudah dapat direncanakan jenis
kompetensi apa yang kelak akan diberikan agar guru tersebut memiliki
kompetensi yang serasi. Bagi guru yang ternyata sejak semula memiliki
kompetensi di bawah standar, administrator menyusun perencanaan yang relevan
agar guru tersebut memiliki kompetensi yang sama atau seimbang dengan
kompetensi guru yang lainnya, misalnya rencana penataran.
2.3.2.3 Kompetensi guru penting dalam rangka penyusunan kurikulum
Kurikulum pendidikan guru harus disusun atas dasar kompetensi yang
diperlukan oleh setiap guru. Tujuan, program pendidikan, sistem penyampaian,
evaluasi, dan sebagainya hendaknya direncanakan sedemikian rupa agar relevan
dengan tuntutan kompetensi guru secara umum.

37

2.3.2.4 Kompetensi guru penting dalam hubungan dengan kegiatan dan prestasi
belajar siswa
Proses belajar dan prestasi belajar para siswa bukan saja ditentukan oleh
sekolah, pola, struktur, dan isi kurikulumnya, akan tetapi sebagian besar
ditentukan oleh kompetensi guru yang mengajar dan membimbing mereka. Guru
yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif,
menyenangkan, dan akan lebih mampu mengelola kelasnya, sehingga belajar para
siswa berada pada tingkat optimal.

2.3.3 Indikator Kompetensi Sosial guru


Menurut Crow dan Crow dalam Marno (2009), kompetensi guru dalam
melaksanakan pembelajaran meliputi:
1) Penguasaan subjectmatter yang akan diajarkan
2) Keadaan fisik dan kesehatannya
3) Sifat-sifat pribadi dan control emosinya
4) Memahami sifat hakikat dan perkembangan manusia
5) Pengetahuan dan kemampuannya unruk menerapkan prinsip-prinsip belajar
6) Kepekaan dan aspirasinya terhadap perbedaan-perbedaan kebudayaan, agama
dan etnis
7) Minatnya terhadap perbaikan profesional dan pengayaan kultural yang terus
menerus dilakukan
Berdasarkan UU RI No.14 Tahun 2005 dalam pedoman PPL UNNES
(2010) kompetensi sosial guru dapat dinilai melalui:

38

2.3.3.1 Kemampuan guru berkomunikasi dengan siswa


Guru dituntut untuk mampu berkomunikasi yang baik dengan peserta didik
agar proses pembelajaran di kelas berjalan secara efektif.
2.3.3.2 Kemampuan guru berkomunikasi dengan sesama pendidik
Guru dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan sesama pendidik atau
guru lain agar dapat merencanakan dan menyusun proses pembelajaran yang lebih
baik.
2.3.3.3 Kemampuan guru berkomunikasi dengan orang tua siswa atau masyarakat
Guru dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan orang tua siswa atau
masyarakat sekitar agar dapat menjalin hubungan yang kondusif di lingkungan
sekolah demi tercapainya prestasi belajar siswa yang baik.

2.4 Kerangka Berpikir


Belajar adalah suatu proses terjadinya interaksi antara seseorang (murid)
dengan lingkungannya yang mengakibatkan terjadinya perubahan tingkah laku
yang akan berpengaruh pada pengetahuan (kognitif), sikap (affektif), dan
keterampilan (psikomotor). Kegiatan belajar mengajar adalah suatu kondisi yang
dengan disengaja diciptakan, gurulah yang menciptakannya, guru membelajarkan
anak didik. Tujuan pembelajaran telah direncanakan oleh guru secara sistematik
dan terarah kepada peserta didik. Keberhasilan proses pembelajaran akan
teridentifikasi oleh tercapai tidaknya tujuan yang hendak dicapai. Pencapaian
tujuan belajar biasanya diukur dalam bentuk prestasi belajar.

39

Prestasi belajar siswa yang baik merupakan harapan seorang guru. Menurut
Arikunto (2007: 276), nilai prestasi harus mencerminkan tingkatan-tingkatan
siswa sejauh mana telah dapat mencapai tujuan yang ditetapkan disetiap bidang
studi. Simbol yang digunakan untuk menyatakan nilai, baik huruf maupun angka,
hendaknya hanya merupakan gambaran tentang prestasi saja. Menurut Djalal
(1986: 4) bahwa prestasi belajar siswa adalah gambaran kemampuan siswa yang
diperoleh dari hasil penilaian proses belajar siswa dalam mencapai tujuan
pengajaran. Baik buruknya prestasi belajar siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa
faktor, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Dalam hal ini peneliti akan
membahas mengenai faktor ektern yang dapat berpengaruh terhadap prestasi
belajar siswa.
Salah satu faktor ekstern tersebut yaitu guru. Dikutip dari jurnal Bhargava
(2011) menyatakan bahwa faktor terpenting dalam sistem belajar mengajar adalah

guru. Seorang guru harus memenuhi standar kompetensi sebagai pengajar dan
pendidik. Karena guru memegang peranan yang sangat penting untuk upaya
peningkatan kualitas pendidikan. Guru yang kompeten akan lebih mampu
menciptakan kondisi belajar yang efektif, menyenangkan, dan akan lebih mampu
mengelola kelas, sehingga proses belajar mengajar berada pada situasi yang
kondusif.
Menurut Siskandar (Pedoman PPL UNNES, 2010: 80), kompetensi
mengandung pengertian kemampuan yang dapat dilakukan oleh guru yang
mencakup kepribadian, sikap dan tingkah laku guru yang ditunjukkan dalam
setiap gerak-gerik sesuai dengan tuntutan profesi sebagai guru.

40

Kompetensi profesional merupakan salah satu faktor penentu kualitas guru.


Berdasarkan jurnal dari Nurdin mengemukakan dengan kompetensi profesional
yang memadai diharapkan guru dapat memberikan kontribusi yang signifikan
terhadap keberhasilan belajar siswa. Menurut Suyanto dan Djihad H. dalam jurnal
Nurdin mengemukakan bahwa kompetensi professional merupakan kemampuan

penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam.


Kompetensi profesional guru akan mencapai hasil yang maksimal jika
ditunjang dengan kompetensi sosial guru. Karena kedua hal tersebut saling
berpengaruh satu sama lain. Menurut UU RI No.14 tahun 2005, kompetensi sosial
merupakan kemampuan berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta
didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali serta masyarakat
sekitar. Dengan kemampuan berkomunikasi yang baik dengan peserta didik, maka
guru tersebut akan memberikan pembelajaran yang lebih bervariatif untuk
menggantikan cara mengajar di mana guru hanya berbicara dan peserta didik
hanya mendengarkan.
Tidak bisa dipungkiri bahwa seorang guru merupakan makhluk sosial yang
diciptakan Tuhan sehingga dia harus dapat memperlakukan peserta didiknya
secara wajar dan bertujuan agar tercapai optimalisasi potensi pada diri masingmasing peserta didik. Seorang guru harus memahami dan menerapkan prinsip
belajar humanistik yang beranggapan bahwa keberhasilan belajar ditentukan oleh
kemampuan yang ada pada diri peserta didik tersebut.
Guru memegang peranan yang sangat penting dalam upaya peningkatan
kualitas pendidikan. Guru di sekolah mempunyai banyak peran, di pundak guru
dibebankan mutu pendidikan. Sering orang beranggapan bahwa menjadi guru

41

adalah hal yang gampang, mereka menganggap hanya dengan bermodalkan


penguasaan materi sudah cukup sebagai syarat menjadi guru. Padahal menjadi
guru yang profesional dituntut mempunyai berbagai keterampilan, mempunyai
kemampuan khusus, mencintai pekerjaannya, menjaga kode etik guru dan
sebagainya.
Berdasarkan uraian di atas, maka kompetensi profesional dan kompetensi
sosial guru merupakan faktor penting untuk peningkatan prestasi belajar siswa
yang lebih baik. Pemberian sertifikasi oleh pemerintah kepada guru merupakan
salah satu cara untuk memacu guru agar senantiasa meningkatkan kemampuannya
dalam pembelajaran. Seorang guru akan termotivasi untuk meningkatkan
kompetensinya menjadi lebih baik agar memperoleh sertifikasi. Dengan
kompetensi guru yang lebih baik maka prestasi belajar siswa juga mencapai hasil
yang maksimal.
Kerangka berpikir pada penelitian ini adalah kompetensi profesional dan
kompetensi sosial guru ekonomi akuntansi akan berpengaruh terhadap prestasi
belajar siswa. Berikut kerangka berpikir pada penelitian ini:

42

Kompetensi
Profesional

Tinggi

Kompetensi
Sosial

Rendah

Tinggi

Rendah

Rendah

Tinggi

Prestasi
Belajar
Gambar 2.1 Kerangka Berpikir

2.5 Hipotesis Penelitian


Berdasarkan kerangka berpikir di atas maka dapat dirumuskan hipotesis
penelitian sebagai berikut :
H1 : Ada pengaruh positif antara kompetensi profesional dan kompetensi sosial
guru ekonomi akuntansi terhadap prestasi belajar siswa.
H2 : Ada pengaruh positif antara kompetensi profesional guru ekonomi akuntansi
terhadap prestasi belajar siswa.
H3 : Ada pengaruh positif antara kompetensi sosial guru ekonomi akuntansi
terhadap prestasi belajar siswa.

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Populasi dan Sampel


Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto 2002: 108).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru mata pelajaran ekonomi
akuntansi yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar di SMA, baik sekolah
yang mempunyai status negeri maupun swasta di kota Pati. Total guru dalam
populasi berjumlah 30 orang yang berasal dari 9 sekolah dengan 3 sekolah negeri
dan 6 sekolah swasta.
Sampel adalah sebagian dari populasi yang dimiliki sifat karakteristik yang
sama sehingga betul-betul mewakili populasi (Soedjana: 84). Cara pengambilan
sampel responden menurut Arikunto (2006: 112) bahwa "Apabila subyek kurang
dari 100 maka lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan
penelitian populasi".
Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah
penelitian populasi atau sensus yang teknik pelaksanaanya dilakukan dengan
mengambil semua sampel yang ada di dalam populasi, karena jumlah sampel atau
subyek penelitian yang tidak mencapai 100 orang. Untuk lebih jelasnya mengenai
jumlah populasi dari penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut:

43

44

Tabel 3.1
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Jumlah Sampel Sekolah dan Guru


Nama Sekolah

SMA N 1 Pati
SMA N 2 Pati
SMA N 3 Pati
SMA Nasional Pati
SMA PGRI 1 Pati
SMA Yos Soedarso Pati
SMA MUH. 1 Pati
SMA Wahid Hasyim Pati
SMA BOPKRI Pati

Status

Negeri
Negeri
Negeri
Swasta
Swasta
Swasta
Swasta
Swasta
Swasta
Jumlah
Sumber : Diknas Kota Pati tahun 2011

Alamat
Jl.P.Sudirman No.24 Pati
Jl.Jenderal Ahmad Yani
Jl.P.Sudirman 1A Pati
Jl.Nanas No.528 Pati
Jl.A.Yani Gg Manggis 99 Pati
Jl. Kutoharjo
Jl.Raya Runting Km 04 Pati
Jl.Raya Ketayu Km 4 Pati
Jl. Supriyadi No.10

Jumlah
Guru
3
6
5
4
3
2
3
2
2
30

3.2 Variabel Penelitian


3.2.1 Variabel Bebas (X)
Variabel bebas dalam penelitian ini antara lain:
1) Kompetensi Profesional (X1), merupakan kemampuan penguasaan materi
pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing
peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar
pendidikan nasional. Kompetensi profesional dapat diukur dengan indikator
sebagai berikut:
a) Menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuan
b) Menguasai struktur dan materi bidang studi
c) Menguasai dan memanfaatkan teknologi dan komunikasi dalam pembelajaran
d) Mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi
e) Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas
(UU RI No.14 Tahun 2005, pedoman PPL UNNES, 2010: 81).

45

2) Kompetensi Sosial (X2), merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari


masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta
didik sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua atau wali peserta didik,
dan masyarakat sekitar. Kompetensi sosial guru dapat diukur dengan indikator
sebagai berikut:
a) kemampuan guru berkomunikasi dengan siswa
b) kemampuan guru berkomunikasi dengan sesama pendidik
c) kemampuan guru berkomunikasi dengan orang tua siswa/masyarakat
(UU RI No.14 Tahun 2005, pedoman PPL UNNES, 2010: 81).

3.2.2 Variabel Terikat (Y)


Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa SMA
mata pelajaran ekonomi akuntansi di kota Pati. Variabel ini disebut variabel
terikat, karena akan dipengaruhi oleh kompetensi profesional dan kompetensi
sosial guru.
Variabel prestasi belajar siswa diukur dengan metode dokumentasi yaitu
nilai murni ujian semester genap mata pelajaran ekonomi akuntansi tahun ajaran
2010/2011 yang dimiliki guru bersangkutan. Adapun kategori nilainya yaitu:
Tabel 3.2
No

Kategori Prestasi Belajar Siswa


Nilai
Kriteria

86,00 100,00

Sangat baik

71,00 85,99

Baik

56,00 70,99

Cukup Baik

41,00 55,99

Kurang

5
< 41
Sumber: Dokumen SMA

Sangat kurang

46

3.3 Metode Pengumpulan Data


Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian lapangan
(field research), yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan terjun langsung ke
obyek penelitian. Untuk memperoleh data-data lapangan ini penulis menggunakan
teknik pengumpulan data sebagai berikut:

3.3.1 Metode Angket atau Kuesioner


Kuesioner adalah teknik pengumpulan data melalui formulir-formulir yang
berisi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara tertulis pada seseorang atau
sekumpulan orang untuk mendapatkan jawaban atau tanggapan dan informasi
yang diperlukan oleh peneliti (Mardalis, 2008: 67).
Metode ini digunakan untuk memperoleh informasi tentang kompetensi
profesional (X1) dan kompetensi sosial guru (X2). Kuesioner yang digunakan
merupakan angket tertutup yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang disertai
sejumlah alternatif jawaban. Alternatif jawaban berupa multiple choise seperti
butir a, b, c, d, dan e. Bentuk kuesioner yang dipakai dalam penelitian ini yaitu
Skala Liert. Bentuk ini digunakan untuk penilaian kuantitatif terhadap
keseluruhan atau setiap responden.

3.3.2 Metode Dokumentasi


Metode dokumentasi adalah suatu cara untuk memperoleh data atau
informasi tentang hal-hal yang ada kaitannya dengan penelitian, dengan jalan
melihat kembali sumber yang lalu baik berupa angka atau keterangan (Arikunto,
2002: 149).

47

Metode ini digunakan untuk memperoleh data prestasi belajar siswa (Y)
nilai ujian akhir semester genap tahun ajaran 2010/2011 mata pelajaran ekonomi
akuntansi.

3.4 Analisis Tes Hasil Uji Coba


3.4.1 Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu
kuesioner (Ghozali, 2006: 49). Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan
pada kuesioner mampu untuk mengungkap sesuatu yang akan diukur oleh
kuesioner tersebut. Analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan
program komputer yaitu SPSS (Statistical Package For Social Science).
Cara untuk menentukan valid tidaknya instrumen adalah dengan cara
mengkonsultasikan hasil perhitungan koefisien korelasi. Butir soal dikatakan valid
dan dapat digunakan untuk pengambilan data, jika harga rxy > rtabel. Butir soal
dikatakan tidak valid dan tidak dapat digunakan untuk pengambilan data jika
harga rxy < rtabel.
Pengujian alat ukur untuk mengetahui validitas angket atau kuesioner yang
dilakukan oleh peneliti ditunjukkan tabel 3.3, sebagai berikut:
Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas Instrumen
No r hitung r tabel Kriteria No
1
-0.029
0.514
23
Invalid
2
0.584
0.514
Valid
24
3
0.701
0.514
Valid
25
4
-0.057
0.514
26
Invalid
5
0.608
0.514
Valid
27
6
0.718
0.514
Valid
28
7
0.709
0.514
Valid
29

r hitung
0.568
0.601
0.174
0.706
0.594
0.569
0.549

r tabel
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514

Kriteria
Valid
Valid
Invalid
Valid
Valid
Valid
Valid

48

8
0.721
0.514
Valid
9
0.676
0.514
Valid
10
0.275
0.514
Invalid
11
0.682
0.514
Valid
12
0.771
0.514
Valid
13
0.579
0.514
Valid
14
0.598
0.514
Valid
15
0.604
0.514
Valid
16
0.683
0.514
Valid
17
0.701
0.514
Valid
18
0.623
0.514
Valid
19
0.693
0.514
Valid
20
0.680
0.514
Valid
21
0.579
0.514
Valid
22
0.615
0.514
Valid
Sumber: Data Primer diolah, 2011

30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44

0.639
0.635
0.596
0.650
0.723
0.671
0.610
0.604
0.625
0.234
0.602
0.652
0.684
0.629
-0.085

0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514

Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Invalid
Valid
Valid
Valid
Valid
Invalid

Berdasarkan uji coba angket penelitian kompetensi profesional, dan


kompetensi sosial guru yang terdiri dari 44 butir pertanyaan, setelah di uji
cobakan pada 15 guru kemudian dianalisis menggunakan validitas product
moment dengan bantuan SPSS versi 16.0 dari 44 butir pertanyaan angket tersebut
pada taraf signifikan 5% dengan n= 15 diperoleh nilai rtabel sebesar 0.514.
Berdasarkan tabel 3.3 dari hasil uji coba instrumen yang telah dilakukan ternyata
terdapat 6 item pertanyaan yang tidak valid. Oleh karena itu item pertanyaan
tersebut dibuang atau tidak dipakai dalam penelitian, karena setiap indikator sudah
terwakili oleh butir pertanyaan yang valid.

3.4.2 Uji Reliabilitas


Reliabilitas menunjukkan pada satu pengertian bahwa suatu instrumen
cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena
instrumen tersebut sudah baik. Uji reliabilitas ini menggunakan reliabilitas
konsistensi internal yaitu tekhnik cronbachs Alpha (). Apabila cronbachs alpha

49

dari hasil pengujian > 0,60 maka dapat dikatakan bahwa konstruk atau variabel ini
adalah reliabel (Nunnally, 1960 dalam Ghozali, 2006).
Berdasarkan hasil perhitungan reliabilitas dari 15 responden diperoleh
cronbachs alpha 0,925, sedangkan kriteria Nunnally 1960 suatu konstruk
dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbachs Alpha > 0,60. Karena nilai
cronbachs alpha lebih besar dari kriteria Nunnally 1960, maka instrumen
penelitian dinyatakan reliabel.

3.5 Metode Analisis Data


3.5.1

Metode Analisis Deskriptif Presentase


Analisis deskriptif persentase digunakan untuk mendeskripsikan persentase

masing-masing variabel bebas yaitu kompetensi profesional dan kompetensi sosial


guru. Pengukuran pada variabel yang diungkap dilakukan dengan memberikan
skor dari jawaban angket yang diisi oleh responden. Dengan ketentuan sebagai
berikut:
A diberi skor 5
B diberi skor 4
C diberi skor 3
D diberi skor 2
E diberi skor 1
Perhitungan indeks persentase dihitung dengan menggunakan rumus
sebagai berikut:
% skor=

x 100% (Ali, 1993: 186)

50

Keterangan:
n = Jumlah nilai yang diperoleh
N = Jumlah seluruh nilai
% = Tingkat keberhasilan yang dicapai
Untuk menentukan kategori deskripsi persentase yang diperoleh, maka
dibuat tabel kategori yang disusun dengan perhitungan sebagai berikut:
1) Menetapkan persentase maksimal yaitu (5/5) x 100% = 100%
2) Menetapkan persentase minimal yaitu (1/5) x 100% = 20%
3) Menetapkan rentang persentase yaitu 100% - 20% = 80%
4) Menetapkan interval kelas persentase yaitu 80% : 5 = 16%
5) Menetapkan jenjang kriteria
Mengelompokkan menjadi 5 kriteria yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang,
rendah, dan sangat rendah.
Tabel 3.4
No
1.
2.
3.
4.
5.

3.5.2

Jenjang Kriteria Penilaian Angket


Interval Persen
Kriteria
84% - 100%
Sangat Tinggi
68% - 83,99%
Tinggi
52% - 67,99%
Cukup Tinggi
36% -51,99 %
Rendah
< 36%
Sangat Rendah

Uji Prasyarat Analisis Regresi


Sebelum dilakukan analisis dengan regresi, dilakukan uji prasyarat analisis

terlebih dahulu. Uji prasyarat analisis itu meliputi:

51

3.5.2.1 Uji Normalitas


Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi,
variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Model regresi yang
baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Pada
prinsipnya normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada
sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari residualnya.
Untuk menguji normalitas data salah satu cara yang digunakan adalah
dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif
dari distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus
diagonal dan plotting data akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika
distribusi data adalah normal, maka garis yang menggambarkan data
sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya (Ghozali, 2001: 74).
3.5.2.2 Uji Linieritas
Uji linieritas merupakan langkah untuk mengetahui linier tidaknya suatu
distribusi sebuah data penelitian. Hasil yang diperoleh akan menentukan teknik
analisis regresi yang digunakan. Jika hasil uji linieritas menghasilkan data yang
linier, maka digunakan analisis regresi linier berganda, sebaliknya jika data tidak
linier, maka regresi yang digunakan adalah dengan menggunakan regresi non
linier. Dasar pengambilan keputusannya dapat dilihat dari nilai signifikansi,
apabila nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 dapat disimpulkan bahwa
hubunganya bersifat linier.

52

3.5.3

Analisis Regresi Berganda


Model analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya hubungan antara

variabel bebas dengan variabel terikat baik secara parsial maupun secara simultan.
Spesifikasi yang digunakan adalah:
= a + b1x1 + b2x2
Keterangan:
= nilai estimasi Y
a = nilai Y pada perpotongan antara garis linier dengan sumbu vertikal Y
x = nilai variabel bebas
b = slope yang berhubungan dengan variabel x1 dan x2
(Sudjana, 1995: 348)

3.5.4

Uji Asumsi Klasik

3.5.4.1 Uji Multikolinieritas


Uji ini untuk mengetahui apakah antar variabel bebas yang terdapat dalam
model memiliki hubungan yang sempurna. Model regresi berganda yang baik
adalah model regresi yang variabel-variabel bebasnya tidak memiliki korelasi
yang tinggi atau bebas dari multikolinearitas. Deteksi adanya multikolinearitas
dipergunakan nilai VIF (Varian Infalaction Factor), bila nilai VIF dibawah 10 dan
nilai tolerance di atas 0,1 berarti data bebas multikolinearitas. Dapat pula dideteksi
dengan melihat korelasi antara variabel bebas bila masih di bawah 0,8 maka
disimpulkan tidak mengandung multikolineritas.

53

3.5.4.2 Uji Heteroskedastisitas


Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah terjadi
penyimpangan model karena gangguan varian yang berbeda antar observasi satu
ke observasi lain. Untuk mengetahuinya dilakukan dengan mengamati grafik
scatter plot melalui SPSS. Model yang bebas dari heteroskedastisitas memiliki
grafik scatter plot dengan pola titik yang menyebar di atas dan di bawah sumbu
Y. Uji hateroskedastisitas dapat pula dideteksi menggunakan uji Glejser untuk
meregres nilai absolute residual terhadap variabel bebas. Jika variabel bebas
signifikan secara statistik mempengaruhi variabel terikat, maka ada indikasi
terjadi heteroskedastisitas. Apabila nilai signifikansi di atas tingkat kepercayaan
5% maka dapat disimpulkan tidak ada heteroskedastisitas.

3.5.5 Uji Hipotesis


3.5.5.1 Uji hipotesis secara simultan (uji F )
Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas
yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama
terhadap variabel terikat (Ghozali, 2006: 88). Uji ini dilakukan dengan
membandingkan nilai F menurut tabel. Bila nilai F hasil perhitungan lebih besar
dari pada nilai F menurut tabel, maka secara simultan variabel kompetensi
profesional dan kompetensi sosial guru berpengaruh terhadap prestasi belajar
siswa. Seperti halnya ketika kita melakukan uji t, keputusan dalam melaksanakan
uji F juga bisa dilihat dari tingkat signifikansinya. Jika tingkat signifikansinya
dibawah 5% maka secara simultan variabel kompetensi profesional dan
kompetensi sosial guru berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.

54

3.5.5.2 Uji hipotesis secara parsial (uji t)


Uji t digunakan untuk mengetahui kemaknaan koefisien parsial. Uji ini
dilakukan dengan cara membandingkan nilai statistic t dengan titik kritis menurut
table. Apabila nilai statistik t hasil perhitungan lebih tinggi dibandingkan ttable,
maka kita menerima hipotesis alternatif (Ghozali, 2006: 88). Hal ini berarti bahwa
variabel kompetensi profesional dan kompetensi sosial guru berpengaruh terhadap
prestasi belajar siswa secara parsial. Selain membandingkan thitung dengan ttabel
keputusan dalam uji t juga dapat dilihat dari tingkat signifikansinya. Jika tingkat
signifikansinya dibawah 5% maka secara parsial variabel kompetensi profesional
dan kompetensi sosial guru berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.
3.5.5.3 Koefisien Determinasi Simultan (R2)
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui besarnya sumbangan
atau kontribusi yang diberikan oleh kompetensi profesional dan kompetensi sosial
guru terhadap prestasi belajar siswa.
Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh
kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien
determinasi adalah antara nol dan satu (0<R2<1). Nilai R2 yang kecil berarti
kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel-variabel
dependen amat terbatas. Nilai R2 yang mendekati satu berarti variabel-variabel
independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk
memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2006: 87).

55

3.5.5.4 Koefisien Determinasi Parsial (r2)


Untuk mengetahui besarnya kontribusi yang diberikan masing-masing
prediktor secara parsial, yaitu mengetahui besarnya sumbangan yang diberikan oleh
variabel kompetensi profesional dan kompetensi sosial guru terhadap prestasi
belajar siswa. Untuk membantu proses pengolahan data secara benar dan cepat, maka
pengolahan data dilakukan dengan program SPSS (Statistical Package For Social

Science)16.0 for windows.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian


4.1.1 Deskripsi Populasi dan Sampel
Penelitian ini dilaksanakan disembilan SMA terdiri dari 3 SMA negeri dan
6 SMA swasta dimana 30 orang guru mata pelajaran ekonomi akuntansi sebagai
populasi. Dari ke 30 guru tersebut ada beberapa guru yang sudah mendapat
sertifikasi jumlahnya sekitar 17 orang. Sertifikasi menunjukkan seberapa besar
kompetensi guru terhadap penguasaan materi yang diajarkan dan mengenai
kemampuan guru dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan UU RI No.14 tahun
2005 bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat
pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan
tujuan pendidikan nasional. Sertifikasi hanya diberikan kepada guru yang telah

memenuhi persyaratan.
Penelitian ini dilaksanakan di SMA negeri maupun swasta di kota Pati pada
bulan September 2011. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan angket
untuk variabel kompetensi profesional dan kompetensi sosial guru. Sedangkan
untuk variabel prestasi belajar diambil dari nilai murni ujian semester genap tahun
pelajaran 2010/2011. Berikut data mengenai jumlah sekolah dan guru mata
pelajaran ekonomi akuntansi yang terdapat dalam penelitian ini.

56

57

Tabel 4.1 Jumlah Sampel Guru


No

Nama Sekolah

1
2
3
4
5
6
7
8
9

Alamat

SMA N 1 Pati
Jl.P.Sudirman No.24 Pati
SMA N 2 Pati
Jl.Jenderal Ahmad Yani
SMA N 3 Pati
Jl.P.Sudirman 1A Pati
SMA Nasional Pati
Jl.Nanas No.528 Pati
SMA PGRI 1 Pati
Jl.A.Yani Gg Manggis 99 Pati
SMA Yos Soedarso Pati
Jl. Kutoharjo
SMA MUH. 1 Pati
Jl.Raya Runting Km 04 Pati
SMA Wahid Hasyim Pati Jl.Raya Ketayu Km 4 Pati
SMA BOPKRI Pati
Jl. Supriyadi No.10
Jumlah
Sumber : Diknas Kota Pati tahun 2011

Jumlah
Guru
3
6
5
4
3
2
3
2
2
30

4.1.2 Deskripsi Variabel Penelitian


Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai deskripsi data masing-masing
variabel penelitian dan pengaruh 2 variabel bebas yaitu kompetensi profesional
(X1), kompetensi sosial (X2), dengan satu variabel dependen prestasi belajar (Y).
4.1.2.1 Kompetensi Profesional
Pada variabel deskriptif kompetensi profesional, penilaian dilakukan
dengan 5 indikator, diantaranya adalah menguasai substansi bidang studi dan
metodologi keilmuan, menguasai struktur dan materi bidang studi, menguasai dan
memanfaatkan teknologi dan komunikasi dalam pembelajaran, mengorganisasikan
materi kurikulum bidang studi, dan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui
penelitian tindakan kelas. Berikut adalah tabel deskriptif kompetensi profesional.

58

Tabel 4.2 Distribusi Variabel Kompetensi Profesional


Frekuensi
Interval
Kriteria
Non
Persen
Sertifikasi Sertifikasi

Persentasi

84% - 100%

Sangat Tinggi

27%

68% - 83,99%

Tinggi

11

11

73%

52% - 67,99%

Cukup Tinggi

0%

36% -51,99 %

Rendah

0%

0
Sangat Rendah
Jumlah
17
Sumber: Data Penelitian, diolah 2011

0
13

0%
100%

<36%

Rata rata
klasikal

81,63%

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui dari 30 orang guru diperoleh


keterangan tentang kompetensi profesional sebagai berikut: sebanyak 6 guru
sertifikasi dan 2 orang non sertifikasi persentasi (27%) memiliki kompetensi
profesional dengan kriteria sangat tinggi, 11 guru sertifikasi dan 11 orang non
sertifikasi persentasi (73%) memiliki kompetensi profesional dengan kriteria
tinggi, dan tidak terdapat guru yang memiliki kompetensi profesional dengan
kriteria cukup tinggi, rendah dan sangat rendah. Untuk lebih jelasnya berikut
disajikan diagram batang tentang tingkat kompetensi profesional.

Gambar 4.1 Diagram Batang Deskriptif Persentasi Kompetensi Profesional

59

Secara lebih rinci mengenai variabel kompetensi profesional dapat dilihat


dari deskripsi tiap-tiap indikator kompetensi profesional berikut ini:
1. Menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuan
Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh data tentang menguasai
substansi bidang studi dan metodologi keilmuan seperti dalam tabel berikut:
Tabel 4.3 Distribusi Menguasai substansi bidang studi dan metodologi
keilmuan
Frekuensi
Interval
Rata rata
Kriteria
Persentasi
Non
Persen
klasikal
sertifikasi sertifikasi
84% - 100%

Sangat Tinggi

11

53%

68% - 83.99%

Tinggi

30%

52% - 67.99%

Cukup Tinggi

17%

36% -51.99 %

Rendah

0%

0
Sangat Rendah
Jumlah
17
Sumber: Data Penelitian, diolah 2011

0
13

0%
100%

<36%

80.67%

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui dari 30 guru diperoleh keterangan


tentang menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuan sebagai
berikut : 11 guru sertifikasi dan 5 guru non sertifikasi persentasi (53%) memiliki
tingkat menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuan dengan
kriteria sangat tinggi, 5 guru sertifikasi dan 4 guru non sertifikasi persentasi (30%)
memiliki tingkat menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuan
dengan kriteria tinggi, 1 guru sertifikasi dan 4 guru non sertifikasi persentasi
(17%) memiliki tingkat menguasai substansi bidang studi dan metodologi
keilmuan dengan kriteria cukup tinggi, 0 guru (0%) memiliki tingkat menguasai
substansi bidang studi dan metodologi keilmuan dengan kriteria rendah dan sangat

60

rendah. Untuk lebih jelasnya berikut disajikan diagram batang tentang menguasai
substansi bidang studi dan metodologi keilmuan.

Gambar 4.2 Diagram Batang Deskriptif Persentasi Menguasai Substansi


Bidang Studi dan Metodologi Keilmuan
2. Menguasai struktur dan materi bidang studi
Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh data tentang menguasai
struktur dan materi bidang studi seperti dalam tabel berikut:
Tabel 4.4 Distribusi Menguasai struktur dan materi bidang studi
Frekuensi

Rata rata
Persentasi
Non
klasikal
sertifikasi sertifikasi
9
7
53%

Interval Persen

Kriteria

84% - 100%

Sangat Tinggi

68% - 83.99%

Tinggi

47%

52% - 67.99%

Cukup Tinggi

0%

36% -51.99 %

Rendah

0%

0
Sangat Rendah
Jumlah
17
Sumber: Data Penelitian, diolah 2011

0
13

0%
100%

<36%

84.44%

ST

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui dari 30 guru diperoleh keterangan


tentang menguasai struktur dan materi bidang studi sebagai berikut: 9 guru

61

sertifikasi dan 7 guru non sertifikasi persentasi (53%) memiliki tingkat menguasai
struktur dan materi bidang studi dengan kriteria sangat tinggi, 8 guru sertifikasi
dan 6 guru non sertifikasi persentasi (47%) memiliki tingkat menguasai struktur
dan materi bidang studi dengan kriteria tinggi, 0 guru (0%) memiliki tingkat
menguasai struktur dan materi bidang studi dengan kriteria cukup tinggi, rendah
dan sangat rendah. Untuk lebih jelasnya berikut disajikan diagram batang tentang
menguasai struktur dan materi bidang studi.

Gambar 4.3 Diagram Batang Deskriptif Persentasi Menguasai struktur dan


materi bidang studi

3. Menguasai dan memanfaatkan teknologi dan komunikasi dalam


pembelajaran
Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh data tentang menguasai dan
memanfaatkan teknologi dan komunikasi dalam pembelajaran seperti dalam tabel
berikut:

62

Tabel 4.5 Distribusi Menguasai dan Memanfaatkan Teknologi dan Komunikasi


dalam Pembelajaran
Frekuensi
Interval
Rata rata
Kriteria
Persentasi
Non
Persen
klasikal
sertifikasi
sertifikasi
7
0
23%
84% - 100%
Sangat Tinggi
68% - 83.99%

Tinggi

11

67%

52% - 67.99%

Cukup Tinggi

10%

36% -51.99 %

Rendah

0%

0
Sangat Rendah
Jumlah
17
Sumber: Data Penelitian, diolah 2011

0
13

0%
100%

<36%

78.00%

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui dari 30 guru diperoleh keterangan


tentang menguasai dan memanfaatkan teknologi dan komunikasi dalam
pembelajaran sebagai berikut: 7 guru sertifikasi dan 0 guru non sertifikasi
persentasi (23%) memiliki tingkat menguasai dan memanfaatkan teknologi dan
komunikasi dalam pembelajaran dengan kriteria sangat tinggi, 9 guru sertifikasi
dan 11 guru non sertifikasi persentasi (67%) memiliki tingkat menguasai dan
memanfaatkan teknologi dan komunikasi dalam pembelajaran dengan kriteria
tinggi, 1 guru sertifikasi dan 2 guru non sertifikasi persentasi (10%) memiliki
tingkat menguasai dan memanfaatkan teknologi dan komunikasi dalam
pembelajaran dengan kriteria cukup tinggi, 0 guru (0%) memiliki tingkat
menguasai dan memanfaatkan teknologi dan komunikasi dalam pembelajaran
dengan kriteria rendah dan sangat rendah. Untuk lebih jelasnya berikut disajikan
diagram batang tentang menguasai dan memanfaatkan teknologi dan komunikasi
dalam pembelajaran.

63

Gambar 4.4 Diagram Batang Deskriptif Persentasi Menguasai dan


Memanfaatkan Teknologi dan Komunikasi dalam Pembelajaran

4. Mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi


Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh data mengorganisasikan
materi kurikulum bidang studi seperti dalam tabel berikut:
Tabel 4.6 Distribusi Mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi
Frekuensi
Rata rata
Interval Persen
Kriteria
Persentasi
Non
klasikal
sertifikasi sertifikasi
11
6
65%
84% - 100%
Sangat Tinggi
68% - 83.99%

Tinggi

35%

52% - 67.99%

Cukup Tinggi

0%

36% -51.99 %

Rendah

0%

0
17

0
13

0%
100%

<36%

Sangat Rendah
Jumlah
Sumber: Data Penelitian, diolah 2011

85.73%

ST

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui dari 30 guru diperoleh keterangan


tentang mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi sebagai berikut: 11
guru sertifikasi dan 6 guru non sertifikasi persentasi (57%) memiliki tingkat
mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi dengan kriteria sangat tinggi, 6

64

guru sertifikasi dan 6 guru non sertifikasi persentasi (40%) memiliki tingkat
mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi dengan kriteria tinggi, 0 guru
sertifikasi dan 1 guru non sertifikasi persentasi (3%) memiliki tingkat
mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi dengan kriteria cukup tinggi, 0
guru (0%) memiliki tingkat mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi
dengan kriteria rendah dan sangat rendah. Untuk lebih jelasnya berikut disajikan
diagram batang tentang mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi.

Gambar 4.5 Diagram Batang Deskriptif Persentasi Mengorganisasikan Materi


Kurikulum Bidang Studi

5. Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas


Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh data meningkatkan kualitas
pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas seperti dalam tabel berikut:

65

Tabel 4.7

Distribusi Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui


Penelitian Tindakan Kelas
Frekuensi
Interval
Rata rata
Kriteria
Persentasi
Non
Persen
klasikal
sertifikasi
sertifikasi
5
8
43%
84% - 100%
Sangat Tinggi

68% - 83.99%

Tinggi

43%

52% - 67.99%

Cukup Tinggi

10%

36% -51.99 %

Rendah

3%

0
Sangat Rendah
Jumlah
17
Sumber: Data Penelitian, diolah 2011

0
13

0%
100%

<36%

78.67%

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui dari 30 guru diperoleh keterangan


tentang meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas
sebagai berikut: 5 guru sertifikasi dan 8 guru non sertifikasi persentasi (43%)
memiliki tingkat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian
tindakan kelas dengan kriteria sangat tinggi, 8 guru sertifikasi dan 5 guru non
sertifikasi persentasi (43%) memiliki tingkat untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dengan kriteria tinggi, 3 guru
sertifikasi dan 0 guru non sertifikasi persentasi (10%) memiliki tingkat untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dengan
kriteria cukup tinggi, 1 guru sertifikasi dan 0 guru non sertifikasi persentasi (3%)
memiliki tingkat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian
tindakan kelas dengan kriteria rendah, 0 guru (0%) memiliki tingkat untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dengan
kriteria sangat rendah. Untuk lebih jelasnya berikut disajikan diagram batang
tentang meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas.

66

Gambar 4.6 Diagram Batang Deskriptif Persentasi Meningkatkan Kualitas


Pembelajaran Melalui Penelitian Tindakan Kelas

4.1.2.2 Kompetensi Sosial


Pada variabel deskriptif kompetensi sosial, penilaian dilakukan dengan 3
indikator, diantaranya adalah kemampuan guru berkomunikasi dengan siswa,
kemampuan guru berkomunikasi dengan sesama pendidik, kemampuan guru
berkomunikasi dengan orang tua siswa atau masyarakat. Berikut adalah tabel
deskriptif kompetensi profesional.
Tabel 4.8

Distribusi Variabel Kompetensi Sosial


Frekuensi
Interval
Kriteria
Persentasi
Non
Persen
sertifikasi
sertifikasi
11
8
63%
84% - 100%
Sangat Tinggi

68% - 83.99%

Tinggi

33%

52% - 67.99%

Cukup Tinggi

3%

36% -51.99 %

Rendah

0%

0
Sangat Rendah
Jumlah
17
Sumber: Data Penelitian, diolah 2011

0
13

0%
100%

<36%

Rata rata
klasikal

85%

ST

67

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui dari 30 orang guru diperoleh


keterangan tentang kompetensi sosial sebagai berikut: sebanyak 11 guru sertifikasi
dan 8 guru non sertifikasi persentasi (63%) memiliki kompetensi sosial dengan
kriteria sangat tinggi, 6 guru sertifikasi dan 4 guru non sertifikasi persentasi (33%)
memiliki kompetensi sosial dengan kriteria tinggi, 0 guru sertifikasi dan 1 guru
non sertifikasi persentasi (3%) memiliki kompetensi sosial dengan kriteria cukup
tinggi, dan tidak terdapat guru yang memiliki kompetensi sosial dengan kriteria
rendah dan sangat rendah. Untuk lebih jelasnya berikut disajikan diagram batang
tentang tingkat kompetensi sosial.

Gambar 4.7 Diagram Batang Deskriptif Persentasi Kompetensi Sosial


Secara lebih rinci mengenai variabel kompetensi sosial dapat dilihat dari
deskripsi tiap-tiap indikator kompetensi sosial berikut ini:
1. Kemampuan guru berkomunikasi dengan siswa
Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh data tentang kemampuan guru
berkomunikasi dengan siswa seperti dalam tabel berikut:

68

Tabel 4.9

Distribusi Kemampuan guru berkomunikasi dengan siswa


Frekuensi
Rata rata
Interval Persen
Kriteria
Persentasi
Non
klasikal
sertifikasi
sertifikasi
13
7
67%
84% - 100%
Sangat Tinggi
68% - 83.99%

Tinggi

30%

52% - 67.99%

Cukup Tinggi

3%

36% -51.99 %

Rendah

0%

0
Sangat Rendah
Jumlah
17
Sumber: Data Penelitian, diolah 2011

0
13

0%
100%

<36%

88.40%

ST

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui dari 30 guru diperoleh keterangan


tentang kemampuan guru berkomunikasi dengan siswa sebagai berikut: 13 guru
sertifikasi dan 7 guru non sertifikasi persentasi (67%) memiliki tingkat
kemampuan guru berkomunikasi dengan siswa dengan kriteria sangat tinggi, 3
guru sertifikasi dan 6 guru non sertifikasi persentasi (30%) memiliki tingkat
kemampuan guru berkomunikasi dengan siswa dengan kriteria tinggi, 1 guru
sertifikasi dan 0 guru non sertifikasi persentasi (3%) memiliki tingkat kemampuan
guru berkomunikasi dengan siswa dengan kriteria cukup tinggi, 0 guru (0%)
memiliki tingkat kemampuan guru berkomunikasi dengan siswa dengan kriteria
rendah dan sangat rendah. Untuk lebih jelasnya berikut disajikan diagram batang
tentang kemampuan guru berkomunikasi dengan siswa.

69

Gambar 4.8 Diagram Batang Deskriptif Persentasi Kemampuan guru


Berkomunikasi dengan Siswa

2. Kemampuan guru berkomunikasi dengan sesama pendidik


Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh data tentang kemampuan
guru berkomunikasi dengan sesama pendidik seperti dalam tabel berikut:
Tabel 4.10 Distribusi Kemampuan Guru Berkomunikasi dengan Sesama
Pendidik
Frekuensi
Rata rata
Interval
Kriteria
Persentasi
Non
Persen
klasikal
sertifikasi sertifikasi
15
11
87%
84% - 100%
Sangat Tinggi
68% - 83.99%

Tinggi

13%

52% - 67.99%

Cukup Tinggi

0%

36% -51.99 %

Rendah

0%

0
Sangat Rendah
Jumlah
17
Sumber: Data Penelitian, diolah 2011

0
13

0%
100%

<36%

91.33%

ST

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui dari 30 guru diperoleh


keterangan tentang kemampuan guru berkomunikasi dengan sesama pendidik
sebagai berikut: 15 guru sertifikasi dan 11 guru non sertifikasi persentasi (87%)
memiliki tingkat kemampuan guru berkomunikasi dengan sesama pendidik

70

dengan kriteria sangat tinggi, 2 guru sertifikasi dan 2 guru non sertifikasi
persentasi (13%) memiliki tingkat kemampuan guru berkomunikasi dengan
sesama pendidik dengan kriteria tinggi, 0 guru (0%) memiliki tingkat kemampuan
guru berkomunikasi dengan sesama pendidik dengan kriteria cukup tinggi, rendah
dan sangat rendah. Untuk lebih jelasnya berikut disajikan diagram batang tentang
kemampuan guru berkomunikasi dengan sesama pendidik.

Gambar 4.9 Diagram Batang Deskriptif Persentasi Kemampuan Guru


Berkomunikasi dengan Sesama Pendidik

3. Kemampuan guru berkomunikasi dengan orang tua siswa atau


masyarakat
Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh data tentang kemampuan
guru berkomunikasi dengan orang tua siswa atau masyarakat seperti dalam tabel
berikut:

71

Tabel 4.11 Distribusi Kemampuan Guru Berkomunikasi dengan Orang tua


Siswa atau Masyarakat
Frekuensi
Interval
Rata rata
Kriteria
Persentasi
Non
Persen
klasikal
sertifikasi sertifikasi
11
7
60%
84% - 100%
Sangat Tinggi
68% - 83.99%

Tinggi

37%

52% - 67.99%

Cukup Tinggi

3%

36% -51.99 %

Rendah

0%

0
Sangat Rendah
Jumlah
17
Sumber: Data Penelitian, diolah 2011

0
13

0%
100%

<36%

84.50%

ST

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui dari 30 guru diperoleh keterangan


tentang kemampuan guru berkomunikasi dengan orang tua siswa atau masyarakat
sebagai berikut: 11 guru sertifikasi dan 7 guru non sertifikasi persentasi (60%)
memiliki tingkat kemampuan guru berkomunikasi dengan orang tua siswa atau
masyarakat dengan kriteria sangat tinggi, 5 guru sertifikasi dan 6 guru non
sertifikasi persentasi (37%) memiliki tingkat kemampuan guru berkomunikasi
dengan orang tua siswa atau masyarakat dengan kriteria tinggi, 1 guru sertifikasi
dan 0 guru non sertifikasi persentasi (3%) memiliki tingkat kemampuan guru
berkomunikasi dengan orang tua siswa atau masyarakat dengan kriteria cukup
tinggi, 0 guru (0%) memiliki tingkat kemampuan guru berkomunikasi dengan
orang tua siswa atau masyarakat dengan kriteria rendah dan sangat rendah. Untuk
lebih jelasnya berikut disajikan diagram batang tentang kemampuan guru
berkomunikasi dengan orang tua siswa atau masyarakat.

72

Gambar 4.10 Diagram Batang Deskriptif Persentasi Kemampuan Guru


Berkomunikasi dengan Orangtua Siswa atau Masyarakat
4.1.2.3 Prestasi Belajar
Pada variabel deskriptif prestasi belajar, penilaian dilakukan dengan
menggunakan data prestasi belajar rata-rata siswa pada semester genap tahun
ajaran 2010/2011 yang dikelompokkan dalam 5 kriteria. Berikut adalah tabel
daftar prestasi belajar siswa.
Tabel 4.12 Daftar Prestasi Belajar Siswa Tiap Responden Penelitian
Rata-rata
Rata-rata
Kode
Kode
prestasi
Kriteria
prestasi
Kriteria
responden
responden
belajar
belajar
G-1
77.47
Baik
G-16
71.91
Baik
G-2

80.63

Baik

G-17

72.83

Baik

G-3

81.29

Baik

G-18

78.05

Baik

G-4

77.64

Baik

G-19

73.99

Baik

G-5

78.8

Baik

G-20

70.42

Cukup Baik

G-6

84.03

Baik

G-21

69.59

Cukup Baik

G-7

73.32

Baik

G-22

69.84

Cukup Baik

G-8

78.14

Baik

G-23

72.33

Baik

G-9

75.73

Baik

G-24

70.34

Cukup Baik

73

G-10

72.58

Baik

G-25

74.9

Baik

G-11

73.99

Baik

G-26

69.09

Cukup Baik

G-12

75.9

Baik

G-27

74.65

Baik

G-13

72.74

Baik

G-28

76.06

Baik

G-14

80.71

Baik

G-29

73.66

Baik

G-15
71.75
Baik
G-30
Sumber: data responden yang diolah, 2011

74.65

Baik

Tabel 4.13 Distribusi Prestasi Belajar


Interval Persen

Kriteria

86.00 - 100
71 - 85.99
56 - 70.99
41 - 55.99
<41

Sangat Baik
Baik
Cukup Baik
Kurang
Sangat Kurang
Jumlah
Sumber: Data Penelitian, diolah 2011

Frekuensi

Persentasi

0
25
5
0
0
30

0%
83%
17%
0%
0%
100%

Rata rata
klasikal

74.90

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui dari 30 guru diperoleh keterangan


tentang prestasi belajar siswa tiap responden sebagai berikut: 25 guru (83%)
memiliki tingkat rata-rata prestasi belajar siswa dengan kriteria baik, 5 guru (17%)
memiliki tingkat rata-rata prestasi belajar siswa dengan kriteria cukup baik, 0 guru
(0%) memiliki tingkat rata-rata prestasi belajar siswa dengan kriteria sangat baik,
kurang dan sangat kurang. Untuk lebih jelasnya berikut disajikan diagram batang
tentang prestasi belajar siswa.

74

Gambar 4.11 Diagram Batang Deskriptif Persentasi Prestasi Belajar

4.1.3 Metode Analisis Data


Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji
prasyarat analisis regresi yaitu uji normalitas dan uji linieritas, uji asumsi klasik
dan analisis regresi berganda (pengaruh variabel independen terhadap variabel
dependen secara simultan), uji r2 (besarnya pengaruh variabel independen
terhadap variabel dependen), uji t (pengaruh variabel independen terhadap
variabel dependen secara parsial).
4.1.3.1 Uji Prasyarat Analisis Regresi
4.1.3.1.1 Uji Normalitas
Berdasarkan teori statistika model linier hanya residu dari variabel
dependent Y yang wajib diuji normalitasnya, sedangkan variabel independen
diasumsikan bukan fungsi distribusi. Jadi tidak perlu diuji normalitasnya.
Hasil output dari pengujian normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov
adalah sebagai berikut:

75

Tabel 4.14 Hasil Uji Normalitas Data


One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N

30

Normal Parameters

Mean
Std. Deviation

Most Extreme Differences

.0000000
2.46512362

Absolute

.135

Positive

.092

Negative

-.135

Kolmogorov-Smirnov Z

.738

Asymp. Sig. (2-tailed)

.647

a. Test distribution is Normal.

Analisis data hasil Output:


Uji normalitas data digunakan hipotesis sebagai berikut :
H0 : Data berdistribusi normal
H1 : Data tidak berdistribusi normal
Kriteria penerimaan H0
H0 diterima jika nilai sig (2-tailed) > 5%.
Dari tabel diperoleh nilai sig = 0,647 = 64,7% > 5% , maka H0 diterima.
Artinya variabel prestasi belajar berdistribusi normal.
Uji normalitas juga dapat dilihat pada grafik Normal P-Plot sebagai berikut.

76

Gambar 4.12 Normalitas dengan P-Plot


Pada grafik P-Plot terlihat data menyebar di sekitar garis diagonal dan
mengikuti arah garis histograf menuju pola distribusi normal maka variabel
dependen Y memenuhi asumsi normalitas.
4.1.3.1.2 Uji Linearitas
Uji linearitas pada analisis regresi sederhana berguna untuk mengetahui
apakah penggunaan model regresi linier dalam penelitian ini tepat atau tidak.
Untuk melakukan uji linieritas dapat dilihat pada tabel Anova dibawah ini:

77

Tabel 4.15 Hasil Uji linearitas


ANOVA Table
Sum of
Squares
Prestasi_belaja Between
r*

Groups

Mean
df

Square

(Combined)

361.475

16

22.592

Linearity

162.946

198.530

15

13.235

56.634

13

4.356

418.110

29

Sig.

5.186

.002

162.946 37.403

.000

Kompetensi_Pr
Deviation from

ofesional

Linearity
Within Groups
Total

3.038

.025

ANOVA Table
Sum of
Squares
Prestasi_belajar *

Between

Kompetensi_Sosia Groups

Mean
df

Square

(Combined)

327.030

11

29.730

Linearity

159.733

167.297

10

16.730

91.080

18

5.060

418.110

29

Sig.

5.876

.001

159.733 31.568

.000

l
Deviation from
Linearity
Within Groups
Total

3.306

.013

Hipotesis yang digunakan:


Ho : model regresi linier.
H1 : model regresi tidak linier.
Kaidah pengambilan keputusan:
Jika Fhitung Ftabel atau nilai sig 0,05 = maka Ho diterima.
Jika Fhitung > Ftabel dan nilai sig < 0,05 maka H1 diterima.(Sudjana, 1995:383).
Dengan tingkat kepercayaan = 95% atau () = 0,05. Derajat kebebasan (df1) = k
= 2, dan df2 = n k = 30 2 = 28 diperoleh nilai Ftabel = 3,340.

78

Berdasarkan tabel diatas untuk variabel kompetensi profesional dengan


prestasi belajar siswa diperoleh nilai Fhitung = 37,403> 3,340= Ftabel dan untuk
variabel kompetensi sosial dengan prestasi belajar siswa diperoleh nilai Fhitung =
31,568> 3,340= Ftabel dengan demikian model regresi linier. Dengan kata lain
model regresi linier dapat digunakan dalam penelitian ini.
4.1.3.2 Analisis Regresi Berganda
Berdasarkan analisis dengan program SPSS 16 for Windows diperoleh hasil
regresi berganda seperti terangkum pada tabel berikut:
Table 4.16 Hasil Analisis Regresi Berganda
Coefficients

Unstandardized
Coefficients
Model
1

B
(Constant)

Standardized
Coefficients

Std. Error

7.527

11.112

Kompetensi_Profesional

.354

.100

Kompetensi_Sosial

.546

.157

Beta

Sig.
.677

.504

.470

3.548

.001

.461

3.478

.002

a. Dependent Variable: Prestasi_belajar

Berdasarkan tabel di atas diperoleh persamaan regresi berganda sebagai


berikut:
Y = 7,527+ 0,354X1 + 0,546X2. Persamaan regresi tersebut mempunyai makna
sebagai berikut:
1.

Nilai konstanta (Y) sebesar = 7,527

2.

Koefisien X1= 0,354


Jika variabel kompetensi profesional mengalami kenaikan sebesar satu poin,
sementara kompetensi sosial dianggap tetap, maka akan menyebabkan
kenaikan prestasi belajar sebesar 0,354.

79

3.

Koefisien X2= 0,546


Jika variabel kompetensi sosial mengalami kenaikan sebesar satu poin,
sementara kompetensi profesional dianggap tetap, maka akan menyebabkan
kenaikan prestasi belajar sebesar 0,546.
Berdasarkan persamaan regresi, jika terjadi kenaikan kompetensi

profesional dan kompetensi sosial akan diikuti dengan perubahan prestasi belajar
siswa.
4.1.3.3 Uji Asumsi Klasik
Pengujian asumsi klasik pada penelitian ini meliputi uji multikolonieritas
dan uji heteroskedastisitas.
4.1.3.2.1 Uji Multikolonieritas
Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi
ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang tinggi tidak
terjadi korelasi antar variabel bebas. Untuk mendeteksi ada tidaknya
multikolonieritas di dalam model regresi adalah dengan melihat nilai toleransi dan
Variance Inflation Factor (VIF). Apabila nilai tolerance > 10% dan nilai VIF < 10,
maka dapat disimpulkan tidak ada multikolonieritas antar variabel bebas dalam
model regresi. Berikut hasil perhitungan menggunakan program SPSS 16:

80

Tabel 4.17 Hasil Uji Multikolenieritas


Coefficientsa
Standardize
Unstandardized

Collinearity

Coefficients

Coefficients

Statistics
Toleranc

Model
1

B
(Constant)
Kompetensi_Profes
ional
Kompetensi_Sosial

Std. Error

7.527

11.112

.354

.100

.546

.157

Beta

Sig.

VIF

.857

.399

.470

3.548

.001

.888

1.126

.461

3.478

.002

.888

1.126

a. Dependent Variable:
Prestasi_belajar

Dari tabel di atas terlihat setiap variabel bebas mempunyai nilai tolerance >
0,1 dan nilai VIF < 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolonieritas
antar variabel bebas dalam model regresi ini.
4.1.3.2.1 Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam regresi terjadi
ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain.
Heteroskedastisitas menunjukkan penyebaran variabel bebas. Model regresi yang
tinggi

adalah

yang

tidak

terjadi

heteroskedastisitas.

Untuk

menguji

heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan mengamati grafik scatterplot dengan


pola titik-titik yang menyebar di atas dan di bawah sumbu Y. Berikut hasil
pengolahan menggunakan program SPSS 16:

81

Gambar 4.13 Uji Heteroskedastisitas Data


Pada grafik scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta
tersebar tinggi di atas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini dapat
disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi ini. Selain dengan
mengamati grafik scatterplot uji heteroskedastisitas juga dapat dilakukan dengan
uji Glejser. Uji glejser yaitu pengujian dengan meregresikan nilai absolut residual
terhadap variabel independen. Output dari proses di atas adalah sebagai berikut.

82

Tabel 4.18 Hasil Uji Glejser


Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients
Model
1

B
(Constant)

Std. Error
-8.251

7.079

Kompetensi_Profesional

.028

.064

Kompetensi_Sosial

.125

.100

Coefficients
Beta

Sig.

-1.166

.254

.087

.445

.660

.245

1.253

.221

a. Dependent Variable: Abs_res

Hasil tampilan output SPSS dengan jelas menunjukkan semua variabel


independen mempunyai nilai sig 0,05. Jadi tidak ada variabel independen yang
signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen abs_res. Hal ini
terlihat dari nilai sig pada tiap-tiap variabel independen seluruhnya diatas 0,05.
Jadi

dapat

disimpulkan

model

regresi

tidak

mengandung

adanya

heterokedastisitas.
4.1.3.4 Uji Hipotesis
4.1.3.4.1 Uji hipotesis secara simultan (uji F )
Uji F dilakukan untuk melihat keberartian pengaruh variabel independen
secara simultan terhadap variabel dependen atau sering disebut uji kelinieran
persamaan regresi.
Hipotesis:

H0 : = 0

(Variabel dependen secara simultan tidak berpengaruh terhadap


variabel dependen)

H1 : 0

(Variabel dependen secara simultan berpengaruh terhadap variabel


dependen)

83

Pengambilan keputusan:
Ho diterima jika F hitung F tabel atau sig 5%.
H1 diterima jika Fhitung > Ftabel dan sig < 5%.
Untuk melakukan uji F dapat dilihat pada tabel anova dibawah ini:
Tabel 4.19 Hasil Uji F (Simultan)
b

ANOVA
Model
1

Sum of Squares

df

Mean Square

Regression

241.881

120.941

Residual

176.228

27

6.527

Total

418.110

29

F
18.529

Sig.
.000a

a. Predictors: (Constant), Kompetensi_Sosial, Kompetensi_Profesional


b. Dependent Variable: Prestasi_belajar

Pada tabel Anova diperoleh nilai F = 18.529 > 3,340 (nilai F tabel = 3,340)
dan sig = 0,000 < 5 % ini berarti variabel independen kompetensi profesional dan
kompetensi sosial, secara simultan benar-benar berpengaruh signifikan terhadap
variabel dependen prestasi belajar. Maka dengan kata lain variabel-variabel
independen kompetensi profesional dan kompetensi sosial, mampu menjelaskan
besarnya variabel dependen prestasi belajar.
4.1.3.4.2 Uji hipotesis secara parsial (uji t)
Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah secara individu (parsial) variabel
independen mempengaruhi variabel dependen secara signifikan atau tidak. Hasil
output dari SPSS adalah sebagai berikut.

84

Tabel 4.20 Hasil Uji t (Parsial)


Coefficients

Model
1

Unstandardized

Standardized

Coefficients

Coefficients

B
(Constant)

Std. Error

7.527

11.112

Kompetensi_Profesional

.354

.100

Kompetensi_Sosial

.546

.157

Beta

Sig.

.857

.399

.470

3.548

.001

.461

3.478

.002

a. Dependent Variable: Prestasi_belajar

Hipotesis :
Ho : Variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.
Ha : Variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen.
Kriteria pengambilan keputusan :
Maka dengan tingkat kepercayaan = 95% atau () = 0,05. Derajat
kebebasan (df) = n-k-1 = 30-2-1 = 27, serta pengujian dua sisi diperoleh dari nilai
t0,05= 2,052.
Ho diterima apabila ttabel thitung ttabel atau sig 5%
Ho ditolak apabila (thitung < ttabel atau thitung > ttabel) dan sig < 5%.
Hasil pengujian statistik dengan SPSS pada variabel X1 (kompetensi
profesional) diperoleh nilai thitung = 3.548 > 2,052= ttabel, dan sig = 0,001 < 5% jadi
Ho ditolak. Ini berarti variabel kompetensi profesional secara statistik
berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen prestasi belajar. Pada variabel
X2 (kompetensi sosial) diperoleh nilai thitung = 3.478 > 2,052= ttabel, dan sig =
0,002 < 5% jadi Ho ditolak. Ini berarti variabel independen kompetensi sosial
secara statistik berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen prestasi belajar.

85

4.1.3.5 Koefisien Determinasi Simultan (R2)


Untuk melihat besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel
dependen secara keseluruhan dapat dilihat pada tabel model summary berikut ini:
Table 4.21 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Model Summary

Model
1

R
.761

R Square
a

Adjusted R

Std. Error of the

Square

Estimate

.579

.547

2.55479

a. Predictors: (Constant), Kompetensi_Sosial,


Kompetensi_Profesional

Pada tabel di atas diperoleh nilai Adjusted R2 = 0,547 = 54,7% ini berarti
variabel bebas kompetensi profesional dan kompetensi sosial, secara bersamasama mempengaruhi variabel dependen prestasi belajar sebesar 54,7% dan sisanya
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.
4.1.3.6 Koefisien Determinasi Parsial (r2)
Selain melakukan uji t maka perlu juga mencari besarnya koefisien
determinasi parsialnya untuk masing-masing variabel bebas. Uji determinasi
parsial ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan dari masingmasing variabel bebas terhadap variabel terikat.
Secara parsial kontribusi kompetensi profesional dan kompetensi sosial,
terhadap prestasi belajar bisa dilihat pada tabel berikut ini:

86

Tabel 4.22 Hasil Uji Koefisiensi r2 (Parsial)


Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients
Model
1

(Constant)
Kompetensi_Prof
esional
Kompetensi_Sosi
al

Std. Error

7.527

11.112

.354

.100

.546

.157

Coefficients
Beta

Correlations
T

Sig.

Zeroorder

Partial

Part

.857

.399

.470

3.548

.001

.624

.564

.443

.461

3.478

.002

.618

.556

.435

a. Dependent Variable:
Prestasi_belajar

Berdasarkan tabel di atas, diketahui besarnya r2 kompetensi profesional


adalah 31,8%, yang diperoleh dari koefisien korelasi parsial untuk variabel
kompetensi

profesional

dikuadratkan

yaitu

(56,4)2.

Besarnya

pengaruh

kompetensi sosial adalah 30,9%, yang diperoleh dari koefisien korelasi parsial
untuk variabel kompetensi sosial dikuadratkan yaitu (55,6)2. Hal ini menunjukkan
bahwa variabel kompetensi profesional memberikan pengaruh lebih besar
terhadap prestasi belajar dibandingkan variabel kompetensi sosial.

4.2 Pembahasan
4.2.1 Pengaruh Kompetensi Profesional dan Kompetensi Sosial Guru
Ekonomi Akuntansi Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA di Kota Pati
Dalam proses belajar mengajar guru mempunyai peran utama untuk
membimbing dan mengarahkan siswa mencapai tujuan pembelajaran yang
diharapkan. Salah satu tujuan pembelajaran yang hendak dicapai yaitu untuk

87

meningkatkan prestasi belajar siswa. Prestasi belajar adalah hasil belajar atau nilai
pelajaran yang diperoleh siswa dari kemampuannya atau usahanya dalam belajar.
Prestasi belajar dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu faktor dari dalam diri
siswa (internal) dan faktor dari luar diri siswa (eksternal). Guru merupakan salah
satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa yang berasal dari luar. Guru
merupakan faktor yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap prestasi
belajar. Oleh karena itu peran guru sangat penting dalam proses belajar mengajar.
Seorang guru dituntut untuk memiliki kemampuan atau kompetensi yang tinggi.
Berdasarkan analisis hasil penelitian tentang pengaruh kompetensi
profesional dan kompetensi sosial guru ekonomi akuntansi terhadap prestasi
belajar siswa SMA di kota Pati, diperoleh keterangan secara simultan kedua
variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar.
Besarnya pengaruh kedua variabel tersebut terhadap prestasi belajar adalah
54,7%. Jadi, dengan melihat besarnya pengaruh kedua variabel independen
tersebut terhadap prestasi belajar maka sudah selayaknya kedua variabel tersebut
menjadi perhatian khusus bagi pihak sekolah dan juga bagi pihak guru untuk
senantiasa meningkatkan kualitas atau mutu pendidik sebagai faktor dominan
yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari analisis deskriptif
menunjukkan prestasi belajar siswa SMA di kota Pati diperoleh rata-rata nilai
74,90 dengan kriteria baik. Sedangkan ditinjau dari prestasi belajar masingmasing siswa diperoleh hasil sebanyak 25 siswa atau sebesar 83% dalam kriteria
baik, sisanya sebanyak 5 siswa atau sebesar 17% memiliki nilai dalam kriteria

88

cukup baik. Kesimpulan dari data tersebut secara umum prestasi belajar siswa
dalam kriteria baik, hal ini harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan lagi supaya
mencapai hasil yang lebih baik.

4.2.2 Pengaruh Kompetensi Profesional Guru Ekonomi Akuntansi Terhadap


Prestasi Belajar Siswa SMA di Kota Pati
Berdasarkan hasil analisis deskriptif persentase terhadap variabel
kompetensi profesional secara keseluruhan, menunjukkan bahwa kompetensi
profesional guru ekonomi akuntansi SMA di kota Pati dalam kriteria tinggi
dengan persentase skor sebesar 81,6%. Dari hasil tersebut diketahui bahwa
terdapat 17 guru yang sudah sertifikasi dan 13 guru yang belum sertifikasi. Hal ini
dapat diartikan bahwa guru sudah memiliki kompetensi profesional yang tinggi
dan mampu menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam sehingga
dapat membimbing siswa untuk mencapai prestasi belajar yang lebih baik.
Sertifikasi hanya diberikan kepada guru yang sudah memenuhi syarat untuk
dilakukan sertifikasi. Guru yang memiliki kompetensi tinggi, tentu akan mendapat
sertifikasi dari pemerintah. Sertifikasi merupakan salah satu cara yang dilakukan
pemerintah untuk memotivasi guru agar selalu meningkatkan kompetensi maupun
kemampuannya dalam pembelajaran. Dengan kompetensi tinggi yang dimiliki
oleh guru maka akan berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Berdasarkan
perhitungan dan analisis deskriptif persentase variabel kompetensi profesional tiap
indikator menunjukkan bahwa indikator menguasai substansi bidang studi dan
metodologi keilmuan dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar 81%,
indikator menguasai struktur dan materi bidang studi dalam kategori sangat tinggi

89

dengan persentase 84%, indikator menguasai dan memanfaatkan teknologi dan


komunikasi dalam pembelajaran dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar
78%, indikator mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi dalam kategori
sangat tinggi dengan persentase sebesar 86%, indikator meningkatkan kualitas
pembelajaran melalui penelitian tindakan kelasdalam kategori tinggi dengan
persentase sebesar 79%.
Dari analisis regresi tersebut bahwa secara parsial kompetensi profesional
guru ekonomi akuntansi berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa SMA di kota
Pati yang ditunjukkan dengan diperolehnya t hitung sebesar 3.548 dengan
siginifikansi 0,001, karena signifikansi yang diperoleh rendah dari 0,05,
menujukkan bahwa nilai t yang diperoleh tersebut signifikan. Besarnya pengaruh
kompetensi profesional terhadap prestasi belajar siswa adalah sebesar 31,8%,. Hal
ini menunjukkan bahwa kompetensi profesional seorang guru sangat diperlukan
untuk mendukung prestasi belajar siswa supaya mencapai hasil yang optimal.
Sesuai dengan landasan teori pengertian kompetensi profesional yaitu
kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang
memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang
ditetapkan dalam standar pendidikan nasional. Guru yang profesional mampu
menciptakan lingkungan belajar yang efektif, menyenangkan, serta mampu
mengelola kelas dengan baik, sehingga proses belajar mengajar akan lebih
optimal. Guru yang memiliki tingkat kompetensi profesional yang tinggi tentu
dapat memprioritaskan materi apa yang akan diberikan kepada siswa, dengan
menggunakan metode dan alat evaluasi apa yang tepat supaya siswa mudah

90

menerima materi yang disampaikan. Guru yang memiliki tingkat kompetensi


profesional yang tinggi lebih mengutamakan keberhasilan dalam proses belajar
mengajar untuk menghasilkan siswa dengan kualitas akademik dan prestasi
belajar yang tinggi. Dengan fokus mengajar yang tinggi maka akan berpengaruh
pada kualitas pembelajaran di sekolah tersebut. Dan ini menjadi tugas utama guru
untuk ikut serta mencerdaskan anak bangsa karena setiap anak berhak
mendapatkan pendidikan yang layak demi kelangsungan hidupnya di masa
mendatang.

4.2.3 Pengaruh Kompetensi Sosial Guru Ekonomi Akuntansi Terhadap


Prestasi Belajar Siswa SMA di Kota Pati
Menurut Depdikbud, kompetensi sosial artinya guru harus menunjukkan
atau mampu berinteraksi sosial yang baik dengan murid-muridnya maupun
dengan sesama guru dan kepala sekolah, bahkan dengan masyarakat luas.
Kemampuan berkomunikasi dengan orang lain sangat penting bagi seorang guru
karena tugasnya selalu berkaitan dengan orang lain seperti peserta didik, sesama
guru, karyawan, orang tua murid, kepala sekolah dan lainnya. Kemampuan
berkomunikasi ini sangat penting untuk dikembangkan oleh seorang guru, karena
seringkali terjadi guru yang pandai tetapi kemampuan berkomunikasi dengan
siswa tidak baik sehingga guru tidak mampu membantu siswa dalam proses
belajar mengajar karena penyampaian materi yang kurang jelas.
Berdasarkan hasil analisis deskriptif persentase terhadap variabel
kompetensi sosial secara keseluruhan, menunjukkan bahwa kompetensi sosial
guru ekonomi akuntansi SMA di kota Pati dalam kriteria sangat tinggi dengan

91

persentase skor sebesar 85%. Dari hasil tersebut terdapat 17 guru yang sudah
sertifikasi dan 13 guru yang belum sertifikasi. Hal ini dapat diartikan bahwa guru
sudah memiliki kompetensi sosial yang sangat tinggi sehingga mampu
berkomunikasi secara aktif dengan siswa, sesama guru dan orang tua siswa. Dari
ketiga indikator kompetensi sosial menujukkan bahwa, kemampuan guru
berkomunikasi dengan siswa dalam kriteria sangat tinggi dengan persentase
sebesar 88,40%, kemampuan guru berkomunikasi dengan sesama pendidik dalam
kriteria sangat tinggi dengan persentase sebesar 91,33%, dan kemampuan guru
berkomunikasi dengan orang tua siswa atau masyarakat dalam kriteria sangat
tinggi dengan persentase sebesar 84,5%.
Dari analisis regresi tersebut bahwa secara parsial kompetensi sosial guru
ekonomi akuntansi berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa SMA di kota Pati
yang ditunjukkan dengan diperolehnya t hitung sebesar 3,478 dengan siginifikansi
0,002, karena signifikansi yang diperoleh rendah dari 0,05, menunjukkan bahwa
nilai t yang diperoleh tersebut signifikan. Besarnya pengaruh kompetensi sosial
terhadap prestasi belajar siswa adalah sebesar 30,9%.
Jika guru memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan peserta
didik, maka guru akan memberikan pembelajaran yang lebih bervariatif dengan
menggunakan metode pembelajaran yang sesuai untuk menggantikan cara
mengajar dimana guru hanya berbicara dan peserta didik hanya mendengarkan
saja. Dalam suasana pembelajaran yang bervariatif itulah, peserta didik secara
aktif dilibatkan dalam memecahkan masalah, mencari sumber informasi, data
evaluasi, serta menyajikan dan mempertahankan pandangan hasil kerja mereka

92

kepada teman sejawat dan yang lainnya. Hal ini tentu akan berpengaruh positif
terhadap perkembangan pola pikir siswa secara keseluruhan dan khususnya akan
berpengaruh pada peningkatan prestasi belajar. Sedangkan para guru dapat
bekerja secara intensif dengan guru lainnya dalam merencanakan pembelajaran,
baik individual maupun tim, membuat keputusan tentang desain sekolah,
kolaborasi tentang pengembangan kurikulum dan partisipasi dalam proses
penilaian. Semua itu akan terwujud dengan baik jika guru mampu berkomunikasi
secara aktif dengan peserta didik, sesama guru dan orang tua siswa.

BAB V
PENUTUP

5.1 Simpulan
Hasil penelitian tentang Pengaruh Kompetensi Profesional dan Kompetensi
Sosial Guru Ekonomi Akuntansi terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA di Kota
Pati dapat peneliti simpulkan sebagai berikut :
1) Terdapat pengaruh positif antara kompetensi profesional dan kompetensi
sosial guru ekonomi akuntansi terhadap prestasi belajar siswa SMA di kota
Pati. Guru yang memiliki kompetensi baik akan menghasilkan siswa
berprestasi baik pula.
2) Kompetensi profesional guru ekonomi akuntansi berpengaruh positif terhadap
prestasi belajar siswa SMA di kota Pati. Hal ini menunjukkan bahwa
kemampuan guru menguasai materi bidang studi sudah baik.
3) Kompetensi sosial guru ekonomi akuntansi berpengaruh positif terhadap
prestasi belajar siswa SMA di kota Pati. Hal ini menunjukkan bahwa
kemampuan guru berkomunikasi dengan sesama pendidik, siswa dan orang
tua siswa sudah sangat baik.

5.2 Saran
Dari hasil kesimpulan di atas, maka dapat dikemukakan saran sebagai
berikut:

93

94

1) Guru diharapkan meningkatkan kompetensi profesional yang dimilikinya,


terutama penguasaan dan pemanfaatan teknologi dan komunikasi dalam
pembelajaran.
2) Guru diharapkan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan melakukan
penelitian tindakan kelas.
3) Guru diharapkan meningkatkan kompetensi sosial yang dimilikinya terutama
dalam berkomunikasi dengan orang tua siswa, supaya terjalin kerjasama yang
baik antara guru dengan orang tua siswa.

DAFTAR PUSTAKA
Ali, Mohammad. 1993. Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung: Angkasa.
Anni, Catharina Tri. 2007 Psikologi Belajar. Semarang: UPT MKK UNNES.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta: PT. Rineka Cipta.
..... . 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan praktek. Edisi revisi v. Jakarta:
PT. Rineka Cipta.
..... . 2007. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Edisi revisi. Jakarta: Bumi Aksara.
Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan). 2003. Pengkajian Proses
Belajar Mengajar pada Berbagai Jenjang Pendidikan. Jakarta:
Departemen Pendidikan Nasional.
Bhargava, Anupama dan Dr.Minaketan Pathy. 2011. Perception of Student
Teachers about Teaching Competencies. Journal of Contemporary Research.
http://www.aijcrnet.comjournalsVol._1_No.1_July_201110.pdf. (17 November
2011)
Dalyono. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Depdikbud. 1984. Dasar Ilmu Pendidikan (II A): Materi Dasar Pendidikan
Program Akta Mengajar V. Depdikbud: Jakarta.
Djalal, M.F. 1986. Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa Asing. Malang: P3T
IKIP Malang.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
.. . 2005. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Ghozali, Imam. 2006. Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Semarang:
Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hamalik, Oemar. 2006. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi.
Jakarta: Bumi Aksara.
95

96

.. . 1994. Metode Belajar dan kesulitan-Kesulitan Belajar. Surabaya: Usaha


Nasional.
Nurdin, Yayah Pujasari. 2009. Pengaruh Kompetensi Profesional Guru Terhadap
Keberhasilan
Belajar
Siswa.
Jurnal
Pendidikan.
http://file.upi.eduDirektoriFIPJUR._ADMINISTRASI_PENDIDIKAN19790
7122005011-NURDINJURNAL_NURDIN.pdf. (17 November 2011)
Mardalis. 2008. Metode Penelitian (suatu pendekatan proposal). Jakarta: Bumi
Aksara.
Marno dan M. Idris. 2009. Strategi & Metode Pengajaran: Menciptakan
Keterampilan Mengajar yang Efektif dan Edukatif. Jogjakarta: Ar-Ruzz
Media.
Nurkancana, Wayan dan Sunartana. 1986. Evaluasi Pendidikan. Surabaya: Usaha
Nasional.
Soedjana, Nana. 2005. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar
Baru Algensindo.
Soewarso. 2004. Profesionalitas Guru dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan di
Sekolah. Semarang: UPT MKK UNNES.
Sudjana. 1995. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru Dan
Dosen.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
UNNES. 2007. Pedoman PPL Universitas Negeri Semarang. Semarang: UPT
PPL UNNES.
.. . 2010. Pedoman PPL Universitas Negeri Semarang. Semarang: UPT PPL
UNNES.
Uno, Hamzah. 2008. Profesi Kependidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

97

98

Lampiran 1
KISI-KISI INSTRUMEN UJI COBA PENELITIAN
No.
1

Variabel
Kompetensi
Profesional

Kompetensi
Sosial

Indikator
1)
Menguasai substansi
bidang studi dan metodologi
keilmuan
2) Menguasai struktur dan
materi bidang studi
3)
Menguasai
dan
memanfaatkan
teknologi
dan
komunikasi
dalam
pembelajaran
4) Mengorganisasikan
materi kurukulum bidang
studi
5) Meningkatkan kualitas
pembelajaran melalui
penelitian tindakan kelas
1) kemampuan guru
berkomunikasi dengan siswa
2) kemampuan guru
berkomunikasi dengan
sesama pendidik
3) kemampuan guru
berkomunikasi dengan
orang tua siswa/ masyarakat

No. Butir Soal

Jumlah

1,2,3,4,5,6

7,8,9,10,11,12,13

14,15,16,17,18,19

20,21,22,23,24

25,26,27,28,29

30,31,32,33,34

35,36,37,38,39

40,41,42,43,44

99

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL


UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
FAKULTAS EKONOMI (FE)
Alamat : Gedung C 6, Kampus Sekaran Gunungpati, Semarang
Telp/Fax. (024) 8508015, website : http://fe.unnes.ac.id
Yth. Bapak / Ibu Guru Ekonomi Akuntansi SMA
di Pati
Dengan hormat,
Di tengah-tengah kesibukan Bapak/ibu guru sebagai tenaga kependidikan, penulis
mengharap kesediaan bapak/ibu guru untuk mengisi angket penelitian dalam
rangka penyusunan skripsi dengan judul : Pengaruh Kompetensi Profesional
dan Kompetensi Sosial Guru Ekonomi Akuntansi terhadap Prestasi Belajar
Siswa SMA di Kota Pati. Angket kuesioner ini bukan merupakan test, sehingga
tidak ada jawaban yang salah.
Agar penelitian ini mencapai tujuan yang diharapkan, saya mohon supaya
Bapak/Ibu menjawab pertanyaan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Jawaban yang Bapak/ibu berikan tidak berpengaruh apapun terhadap profesi
Saudara. Kerahasiaan yang berkaitan dengan pengisian angket akan saya jaga
sepenuhnya. Jawaban dari Bapak/ibu guru akan sangat bermanfaat bagi saya
dalam penyusunan skripsi ini.
Atas bantuan dan kesediaan Bapak/ibu guru menjawab angket ini saya ucapkan
terima kasih.
Penulis,
Atik Alami
7101407035

100

Lampiran 2
ANGKET UJI COBA PENELITIAN
I. Petunjuk Pengisian
1. Tulislah identitas Bapak/ibu guru pada tempat yang telah disediakan.
2. Bacalah secara teliti setiap pertanyaan sebelum Anda menjawab.
3. Pilihlah salah satu jawaban secara benar dengan memberi tanda silang (X)
pada jawaban yang Anda anggap paling sesuai.
II. Identitas Responden
Nama Lengkap:
Asal Sekolah:
Status kepegawaian:
Kelas yang diajar:
III. Pertanyaan
A. KOMPETENSI PROFESIONAL
Menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuan
1. Apakah Bapak/ibu guru ekonomi-akuntansi menguasai bidang studi
yang diajarkan?
a. Menguasai 100%-80% bidang studi yang diajarkan
b. Menguasai 79%-55% bidang studi yang diajarkan
c. Menguasai 54%-30% bidang studi yang diajarkan
d. Menguasai 29%-1% bidang studi yang diajarkan
e. Tidak menguasai bidang studi yang diajarkan
2. Selain menjelaskan materi secara teoritis, apakah bapak/ibu guru
selalu memberikan contoh-contoh nyata yang berkaitan dengan materi
ekonomi akuntansi?
a. Memberikan 100%-80% contoh-contoh nyata
b. Memberikan 79%-55% contoh-contoh nyata
c. Memberikan 54%-30% contoh-contoh nyata
d. Memberikan 29%-1 % contoh-contoh nyata
e. Tidak pernah memberikan contoh-contoh nyata

101

3. Kapan Bapak/ibu guru menyusun RPP?


a. Setiap kali pertemuan

d. Setiap semester ajaran baru

b.Setiap pokok bahasan

e. Tidak pernah

c. Setiap ada akreditasi/supervisi


4. Dalam merumuskan indikator pembelajaran ekonomi-akuntansi,
bapak/ibu guru mendasarkannya pada
a. Tujuan pembelajaran/kompetensi yang akan dicapai, kondisi
sekolah dan karakteristik siswa
b. Tujuan

pembelajaran/kompetensi

yang

akan

dicapai

dan

karakteristik siswa
c. Kondisi sekolah dan karakteristik siswa
d. Sarana dan prasarana yang ada di sekolah
e. Kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran
5. Dalam mengorganisasikan materi pembelajaran ekonomi-akuntansi,
apa yang akan bapak/ibu guru baca?
a. Silabus, buku referensi, dan RPP yang dibuat sendiri dan teman
sejawat
b. Silabus, buku referensi, dan RPP yang dibuat sendiri
c. Buku referensi dan RPP yang dibuat teman sejawat
d. Buku referensi
e. Catatan mengajar
6. Dalam memilih media, metode pembelajaran dan sumber belajar
materi ekonomi-akuntansi untuk kegiatan belajar mengajar, bapak/ibu
guru mendasarkannya pada
a. Tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan sesuai dengan tingkat
perkembangan kognitif, afektif dan psikomotorik siswa
b. Karakteristik materi yang akan disampaikan sesuai dengan tingkat
perkembangan kognitif, afektif dan psikomotorik siswa
c. Karakteristik materi yang akan disampaikan
d. Ketersediaan media yang ada
e. Kemampuan mengajar yang Anda miliki

102

Menguasai struktur dan materi bidang studi


7. Apakah bapak/ibu guru selalu mengkaji standar kompetensi dari
materi ekonomi akuntansi yang akan diajarkan?
a. Selalu mengkajinya sebelum mengajar
b. Mengkaji yang penting-penting saja
c. Mengkaji jika akan ada pengawas
d. Mengkaji setiap awal semester baru
e. Tidak pernah mengkaji
8. Pada setiap awal semester baru, apa yang akan bapak/ibu guru
lakukan?
a. Melakukan tes kemampuan awal siswa
b. Melihat data prestasi belajar siswa pada tahun sebelumnya
c. Memberikan tes secara lisan pada siswa tertentu
d. Bertanya kepada guru lain tentang kemampuan siswa
e. Memberikan nasehat
9. Apakah bapak/ibu guru selalu merumuskan indikator dari setiap
kompetensi dasar materi ekonomi akuntansi yang akan dicapai?
a. Merumuskan indikator untuk semua pokok bahasan
b. Merumuskan indikator untuk pokok bahasan tertentu
c. Merumuskan indikator jika diperiksa Kepala sekolah
d. Jarang merumuskan indikator
e. Tidak pernah merumuskan indikator
10. Bagaimana cara bapak/ibu guru dalam menjelaskan materi ekonomiakuntansi kepada siswa?
a. Menjelaskan materi secara sistematis baik lisan maupun tertulis
b. Menggunakan bahasa lisan yang sesuai
c. Menggunakan bahasa isyarat yang sesuai
d. Memerintahkan kepada siswa untuk memperhatikan materi yang
sedang dipelajari
e. Tidak pernah menekankan pada butir-butir materi yang penting

103

11. Apakah bapak/ibu guru selalu menyusun program tahunan dan


program semester

materi

ekonomi

akuntansi

selama

proses

pembelajaran?
a. Selalu menyusun program tahunan dan program semester
b. Hanya menyusun program semester saja
c. Menyusun program tahunan dan program semester jika ada
akreditasi
d. Menyusun program tahunan dan program semester jika ada
pengawas
e. Tidak pernah menyusun
12. Dalam

proses

pembelajaran

bapak/ibu

guru

akan

berusaha

memberikan contoh aplikasi dalam kehidupan sehari-hari dari materi


yang dibahas sesuai dengan
a. Tuntutan materi dan kebutuhan peserta didik
b. Tuntutan materi
c. Apabila diminta peserta didik
d. Kemampuan siswa
e. Tidak pernah, hanya teori saja
13. Dalam proses pembelajaran ekonomi-akuntansi, apakah bapak/ibu
guru memberikan penugasan atau latihan soal untuk dikerjakan di
kelas/ di rumah?
a. Selalu memberi latihan soal setiap pertemuan
b. Memberi latihan soal jika dibutuhkan
c. Memberi latihan soal jika diminta oleh siswa
d. Memberi latihan soal pada siswa tertentu yang kurang pandai
e. Tidak pernah memberi latihan soal

104

Menguasai dan memanfaatkan teknologi dan komunikasi dalam


pembelajaran
14. Apakah

bapak/ibu

guru

menguasai

perkembangan

teknologi

pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar ekonomi-akuntansi


siswa?
a. Menguasai 100%-80% perkembangan teknologi
b. Menguasai 79%-55% perkembangan teknologi
c. Menguasai 54%-30% perkembangan teknologi
d. Menguasai 29%-1% perkembangan teknologi
e. Tidak menguasai perkembangan teknologi
15. Apakah bapak/ibu guru memanfaatkan media internet sebagai sarana
penunjang pembelajaran ekonomi akuntansi?
a. Memanfaatkan media internet untuk semua pokok bahasan
b. Memanfaatkan media internet untuk pokok bahasan tertentu
c. Memanfaatkan media internet hanya sebagai bahan referensi
d. Jarang memanfaatkan media internet
e. Tidak pernah memanfaatkan media internet
16. Menurut bapak/ibu guru, apakah penggunaan internet sangat penting
dalam menunjang proses belajar mengajar materi ekonomi akuntansi
atau hanya cukup mengandalkan buku paket saja?
a. Penggunaan internet menunjang 100%-80% terhadap proses
belajar mengajar
b. Penggunaan internet menunjang 79%-55% terhadap proses belajar
mengajar
c. Penggunaan internet menunjang 54%-30% terhadap proses belajar
mengajar
d. Penggunaan internet menunjang 29%-1% terhadap proses belajar
mengajar
e. Penggunaan internet tidak menunjang terhadap proses belajar
mengajar

105

17. Dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, media apa saja yang


bapak/ibu guru gunakan?
a. LCD, OHP, Laptop, Bagan atau chart dan papan tulis
b. Laptop, OHP, Bagan atau chart, dan papan tulis
c. OHP, Bagan atau chart, dan papan tulis
d. Bagan atau chart, dan papan tulis
e. Papan tulis
18. Apakah bapak/ibu guru selalu mengikuti kegiatan pelatihan atau
penataran yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi pembelajaran
seperti pelatihan internet atau pelatihan macromedia flas?
a. Selalu mengikuti
b. Mengikuti jika ditugaskan pihak sekolah
c. Mengikuti jika ada temannya
d. Kadang-kadang sesuai keinginan
e. Tidak pernah mengikuti
19. Menurut bapak/ibu guru apakah penggunaan media pembelajaran
sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar ekonomiakuntansi?
a. Berpengaruh 100%-80% terhadap proses belajar mengajar
b. Berpengaruh 79%-55% terhadap proses belajar mengajar
c. Berpengaruh 54%-30% terhadap proses belajar mengajar
d. Berpengaruh 29%-1% terhadap proses belajar mengajar
e. Tidak berpengaruh terhadap proses belajar mengajar
Mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi
20. Bagaimana bapak/ibu guru menutup pelajaran sehingga siswa dapat
memahami materi yang telah disampaikan?
a. Meninjau kembali materi dan memberikan kesimpulan materi
b. Memberikan kesimpulan dan ringkasan materi
c. Memberikan evaluasai materi yang telah disampaikan
d. Menyuruh siswa agar mempelajarinya kembali di rumah
e. Merangkum pelajaran

106

21. Bagaimana kemampuan bapak/ibu guru dalam mengatur waktu agar


materi pelajaran dapat disampaikan dengan tepat?
a. Sangat baik, sehingga materi pelajaran dapat disampaikan dengan
tepat waktu dan siswa mampu memahami dengan baik
b. Baik, sehingga materi pelajaran dapat disampaikan dengan tepat
waktu
c. Cukup baik, materi pelajaran dapat disampaikan dengan tepat
waktu tapi kadang-kadang siswa kurang dapat memahami materi
d. Rendah, sering tidak tepat waktu sehingga materi tidak
tersampaikan semua
e. Buruk, karena tidak pernah menyampaikan materi dengan tepat
waktu dan jelas
22. Apakah bapak/ibu guru mampu menyusun secara sistematis perangkat
pembelajaran sesuai dengan materi ekonomi akuntansi?
a. Mampu100%-80%

menyusun

secara

sistematis

perangkat

menyusun

secara

sistematis

perangkat

menyusun

secara

sistematis

perangkat

menyusun

secara

sistematis

perangkat

pembelajaran
b. Mampu

79%-55%

pembelajaran
c. Mampu

54%-30%

pembelajaran
d. Mampu

29%-1%

pembelajaran
e. Tidak mampu menyusun secara sistematis perangkat pembelajaran
23. Apabila ada siswa yang lebih cepat menguasai materi dibandingkan
dengan siswa lain, apa yang akan bapak/ibu guru lakukan terhadap
siswa tersebut?
a. Memberikan tambahan materi berupa perluasan dan pendalaman
materi
b. Memberikan tambahan materi berupa perluasan
c. Memberikan latihan soal yang lebih sulit
d. Memberikan tugas untuk dipelajari sendiri
e. Tidak memberikan tambahan materi dan tugas

107

24. Apakah bapak/ibu guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan


karakteristik peserta didik?
a. Selalu melaksanakan pembelajaran sesuai dengan karakteristik
peserta didik
b. Melaksanakannya sesuai dengan kebutuhan
c. Melaksanakannya jika ada pengawas
d. Melaksanakannya jika dilihat oleh guru lain
e. Tidak pernah melaksanakannya
Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan
kelas
25. Apakah bapak/ibu guru mampu menyusun rancangan penelitian
khususnya penelitian tindakan kelas untuk mencari cara-cara baru
memecahkan masalah-masalah pembelajaran?
a. Mampu100%-80% menyusun rancangan penelitian tindakan kelas
b. Mampu 79%-55% menyusun rancangan penelitian tindakan kelas
c. Mampu 54%-30% menyusun rancangan penelitian tindakan kelas
d. Mampu 29%-1% menyusun rancangan penelitian tindakan kelas
e. Tidak mampu menyusun rancangan penelitian tindakan kelas
26. Apakah bapak/ibu guru selalu mengembangkan diri secara terus
menerus dalam peningkatan profesi sebagai pendidik melalui
penelitian tindakan kelas?
a. Selalu mengembangkan diri secara terus menerus
b. Mengembangkan diri jika ada akreditasi
c. Mengembangkan diri jika ada pengawas
d. Mengembangkan diri jika mendapat teguran dari kepala sekolah
e. Tidak pernah mengembangkan diri
27. Dalam proses pembelajaran, apakah bapak/ibu guru selalu memberikan
studi kasus pada siswa untuk berlatih memecahkan masalah?
a. Selalu memberikan studi kasus setiap pertemuan
b. Memberikan studi kasus pada pokok bahasan tertentu

108

c. Memberikan studi kasus pada siswa yang kurang pandai


d. Memberikan studi kasus jika diminta oleh siswa
e. Tidak pernah memberikan studi kasus
28. Apakah bapak/ibu guru mampu melaksanakan penelitian tindakan
kelas untuk meningkatkan mutu pembelajaran?
a. Mampu100%-80% melaksanakan penelitian tindakan kelas
b. Mampu 79%-55% melaksanakan penelitian tindakan kelas
c. Mampu 54%-30% melaksanakan penelitian tindakan kelas
d. Mampu 29%-1% melaksanakan penelitian tindakan kelas
e. Tidak mampu melaksanakan penelitian tindakan kelas
29. Apakah bapak/ibu guru mampu mengkaji hakekat penelitian tindakan
kelas?
a. Mampu100%-80% mengkaji hakekat penelitian tindakan kelas
b. Mampu 79%-55% mengkaji hakekat penelitian tindakan kelas
c. Mampu 54%-30% mengkaji hakekat penelitian tindakan kelas
d. Mampu 29%-1% mengkaji hakekat penelitian tindakan kelas
e. Tidak mampu mengkaji hakekat penelitian tindakan kelas

B. KOMPETENSI SOSIAL
Kemampuan guru berkomunikasi dengan siswa
30. Apakah bapak/ibu guru mampu berinteraksi secara baik dan lancar
dengan siswa?
a. Mampu100%-80% berinteraksi secara baik dan lancar dengan siswa
b. Mampu 79%-55% berinteraksi dengan siswa
c. Mampu 54%-30% berinteraksi dengan siswa
d. Mampu 29%-1% berinteraksi dengan siswa
e. Tidak mampu berinteraksi dengan siswa
31. Apakah bapak/ibu guru memiliki hubungan yang baik dengan siswa?
a. Memiliki hubungan baik 100%-80% dengan siswa
b. Memiliki hubungan baik 79%-55% dengan siswa
c. Memiliki hubungan baik 54%-30% dengan siswa

109

d. Memiliki hubungan baik 29%-1% dengan siswa


e. Tidak memiliki hubungan baik dengan siswa
32. Apakah bapak/ibu guru memiliki perasaan peduli dan empati terhadap
siswa?
a. Memiliki perasaan peduli dan empati100%-80% terhadap siswa
b. Memiliki perasaan peduli dan empati79%-55% terhadap siswa
c. Memiliki perasaan peduli dan empati54%-30% terhadap siswa
d. Memiliki perasaan peduli dan empati29%-1% terhadap siswa
e. Tidak memiliki perasaan peduli dan empati terhadap siswa
33. Apakah bapak/ibu guru memberikan tuntutan agar interaksi antar
siswa dan guru terpelihara dengan baik?
a. Selalu

menuntut

demikian

agar

tercipta

keselarasan

dan

keharmonisan dalam proses pembelajaran


b. Berusaha demikian agar proses pembelajaran efektif
c. Biasa saja, menganjurkan namun tidak terlalu menuntut
d. Jarang menuntut kondisi yang demikian
e. Tidak pernah menuntut untuk menjaga keselarasan dalam
pembelajaran
34. Dalam kegiatan belajar mengajar, apa saja yang bapak/ibu guru
perhatikan?
a. Masing-masing peserta didik secara individual
b. Peserta didik yang lambat, cepat dan menyimpang
c. Peserta didik yang lambat, dan cepat
d. Peserta didik yang lambat dan menyimpang
e. Peserta didik yang pandai saja
Kemampuan guru berkomunikasi dengan sesama pendidik
35. Apakah bapak/ibu guru menunjukkan sikap saling menghormati dan
menghargai dengan sesama guru?
a. Selalu menunjukkan sikap saling menghormati dan menghargai
b. Menunjukkan sikap saling menghormati dan menghargai jika
dilihat oleh guru lain

110

c. Biasa-biasa saja
d. Kurang menunjukkan sikap saling menghormati dan menghargai
e. Tidak pernah menunjukkan sikap saling menghormati dan
menghargai
36. Apakah bapak/ibu guru memiliki rasa peduli dan empati dengan
sesama guru?
a. Memiliki perasaan peduli dan empati100%-80% dengan sesama
guru
b. Memiliki perasaan peduli dan empati79%-55% dengan sesama guru
c. Memiliki perasaan peduli dan empati54%-30% dengan sesama guru
d. Memiliki perasaan peduli dan empati29%-1% dengan sesama guru
e. Tidak memiliki perasaan peduli dan empati dengan sesama guru
37. Apakah bapak/ibu guru memiliki hubungan yang baik dengan sesama
guru dan warga sekolah lainnya seperti petugas kebersihan dan
petugas keamanan?
a. Memiliki hubungan baik 100%-80% dengan sesama guru dan warga
sekolah
b. Memiliki hubungan baik 79%-55% dengan sesama guru dan warga
sekolah
c. Memiliki hubungan baik 54%-30% dengan sesama guru dan warga
sekolah
d. Memiliki hubungan baik 29%-1% dengan sesama guru dan warga
sekolah
e. Tidak memiliki hubungan baik dengan sesama guru dan warga
sekolah
38. Dalam berkomunikasi dengan sesama guru dan warga sekolah,
apakah bapak/ibu guru selalu menggunakan bahasa Indonesia yang
formal?
a. Selalu menggunakan bahasa Indonesia yang formal
b. Menggunakan campuran bahasa Indonesia dan bahasa daerah
c. Menggunakan bahasa Indonesia yang formal jika dalam forum rapat

111

d. Menggunakan bahasa Indonesia yang formal dan bahasa gaul


e. Tidak pernah menggunakan bahasa Indonesia yang formal
39. Bagaimana tanggapan atau respon bapak/ibu guru jika ada salah
seorang guru yang terkena musibah?
a. Ikut membantu sesuai dengan kemampuan dan mendoakannya
b. Ikut membantu jika dilihat oleh guru lain
c. Ikut membantu tapi dengan perasaan terpaksa
d. Hanya mendoakan saja
e. Pura-pura tidak tahu
Kemampuan

guru

berkomunikasi

dengan

orang

tua

siswa/masyarakat
40. Apakah bapak/ibu guru menjalin hubungan kerjasama yang baik
dengan orang tua siswa?
a. Menjalin hubungan baik 100%-80% dengan orang tua siswa
b. Menjalin hubungan baik 79%-55% dengan orang tua siswa
c. Menjalin hubungan baik 54%-30% dengan orang tua siswa
d. Menjalin hubungan baik 29%-1% dengan orang tua siswa
e. Tidak menjalin hubungan baik dengan orang tua siswa
41. Apakah bapak/ibu guru memiliki rasa peduli dan empati dengan orang
tua siswa?
a. Memiliki perasaan peduli dan empati100%-80% dengan orang tua
siswa
b. Memiliki perasaan peduli dan empati79%-55% dengan orang tua
siswa
c. Memiliki perasaan peduli dan empati54%-30% dengan orang tua
siswa
d. Memiliki perasaan peduli dan empati29%-1% dengan orang tua
siswa
e. Tidak memiliki perasaan peduli dan empati dengan orang tua siswa
42. Apakah bapak/ibu guru selalu melibatkan peran serta orang tua dalam
mengatasi permasalahan yang menyangkut siswa?

112

a. Selalu melibatkan peran serta orang tua


b. Melibatkan peran serta orang tua untuk masalah tertentu saja
c. Melibatkan peran serta orang tua atas perintah dari kepala sekolah
d.Melibatkan peran serta orang tua jika diperlukan saja
e. Tidak pernah melibatkan peran serta orang tua
43. Jika ada orang tua siswa yang kurang mampu untuk membayar uang
sekolah, apa yang akan bapak/ibu guru lakukan?
a. Berkonsultasi dengan kepala sekolah agar diusahakan diberi
keringanan
b. Memberi toleransi waktu pembayaran uang sekolah
c. Memberikan penjelasan kepada orang tua siswa bahwa uang
sekolah harus tetap dilunasi
d. Tidak peduli dan tetap menyuruh membayar uang sekolah tersebut
e. Tidak bisa berbuat apa-apa
44. Jika di lingkungan bapak/ibu guru tinggal sedang ada acara kerja
bakti, apa yang akan bapak/ibu guru lakukan?
a. Mengikuti kerja bakti dengan baik sesuai kemampuan
b. Mengikuti kerja bakti jika dilihat tetangga
c. Mengikuti kerja bakti dengan terpaksa
d. Mengikuti kerja bakti tapi hanya melihat saja
e. Tidak mengikuti kerja bakti

113

Lampiran 3
DAFTAR RESPONDEN UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN
PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL DAN KOMPETENSI
SOSIAL GURU EKONOMI AKUNTANSI TERHADAP PRESTASI
BELAJAR SISWA SMA DI KOTA PATI

No

Kode Responden

Nama Responden

1.

R1

Saryadi, S.Pd

2.

R2

Wandiyu, S.Pd

3.

R3

Maria M.S, S.Pd

4.

R4

Dra. Endah Dwi Astuti

5.

R5

Sudarso, S.Pd

6.

R6

Sri Pujiwahyuni, S.Pd

7.

R7

Hery Purwanto, S.Pd

8.

R8

Dwi Rahayu Kiswari, S.Pd

9.

R9

Kholilur Rohman, S.Pd

10.

R10

Arum Hardiningtyas, S.Pd

11.

R11

Dra. Titik Sudarti

12.

R12

Rosidah, S.Si

13.

R13

Drs. Agus Hardiyanto

14.

R14

Dra. Jayendrati

15.

R15

Khusnul Qotimah, S.Pd

114

115

Lampiran 5
HASIL PERHITUNGAN VALIDITAS INSTRUMEN
VARIABEL KOMPETENSI PROFESIONAL DAN KOMPETENSI SOSIAL
No

r hitung

r tabel

Kriteria

No

r hitung

r tabel

Kriteria

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22

-0.029
0.584
0.701
-0.057
0.608
0.718
0.709
0.721
0.676
0.275
0.682
0.771
0.579
0.598
0.604
0.683
0.701
0.623
0.693
0.680
0.579
0.615

0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514

Invalid
Valid
Valid
Invalid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Invalid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid

23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44

0.568
0.601
0.174
0.706
0.594
0.569
0.549
0.639
0.635
0.596
0.650
0.723
0.671
0.610
0.604
0.625
0.234
0.602
0.652
0.684
0.629
-0.085

0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514
0.514

Valid
Valid
Invalid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Valid
Invalid
Valid
Valid
Valid
Valid
Invalid

116

Hasil uji validitas variabel kompetensi profesional menggunakan SPSS 16 for


Windows
Correlations

117

Keterangan:
r tabel untuk n (15) = 0.514. Soal dinyatakan valid apabila r tabel < r hitung.
maka dari hasil tabel diatas soal yang tidak valid adalah nomor 1,4, 10 dan 25.

118

Data hasil uji validitas variabel kompetensi sosial menggunakan SPSS 16 for
Windows
Correlations

Keterangan:
r tabel untuk n (15) = 0.514. Soal dinyatakan valid apabila r tabel < r hitung.
maka dari hasil tabel diatas soal yang tidak valid adalah nomor 39 dan 44.

119

Lampiran 6
Hasil Perhitungan Reliabilitas
Data hasil uji reliabilitas variabel kompetensi profesional menggunakan SPSS 16
for Windows

Keterangan :
Tampilan output SPSS menunjukkan bahwa konstruk/ variabel
memberikan Cronbachs Alpha sebesar 92,5%

Konstruk/ variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbachs


Alpha > 0,60

Data hasil uji reliabilitas variabel kompetensi sosial menggunakan SPSS 16 for
Windows

Keterangan :
Tampilan output SPSS menunjukkan bahwa konstruk/ variabel
memberikan Cronbachs Alpha sebesar 84,8%

Konstruk/ variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbachs


Alpha > 0,60

120

Lampiran 7
KISI-KISI ANGKET PENELITIAN
No.
1

Variabel

Indikator

Kompetensi
Profesional

1)
Menguasai substansi
bidang studi dan metodologi
keilmuan
2) Menguasai struktur dan
materi bidang studi
3)
Menguasai
dan
memanfaatkan teknologi dan
komunikasi
dalam
pembelajaran
4) Mengorganisasikan materi
kurikulum bidang studi
5) Meningkatkan kualitas
pembelajaran melalui
penelitian tindakan kelas
1) kemampuan guru
berkomunikasi dengan siswa
2) kemampuan guru
berkomunikasi dengan sesama
pendidik
3) kemampuan guru
berkomunikasi dengan orang
tua siswa/ masyarakat

Kompetensi
Sosial

No. Butir Soal

Jumlah

1,2,3,4

5,6,7,8,9,10

11,12,13,14,15,16

17,18,19,20,21

22,23,24,25

26,27,28,29,30

31,32,33,34

35,36,37,38

121

Lampiran 8
ANGKET PENELITIAN
I.

Petunjuk Pengisian
1. Tulislah identitas Bapak/ibu guru pada tempat yang telah disediakan.
2. Bacalah secara teliti setiap pertanyaan sebelum Anda menjawab.
3. Pilihlah salah satu jawaban secara benar dengan memberi tanda silang
(X) pada jawaban yang Anda anggap paling sesuai.

II. Identitas Responden


Nama Lengkap

Asal Sekolah

Status Sertifikasi

Kelas yang diajar

III. Pertanyaan
A. KOMPETENSI PROFESIONAL
Menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuan
1. Selain menjelaskan materi secara teoritis, apakah bapak/ibu guru
selalu memberikan contoh-contoh nyata yang berkaitan dengan
materi ekonomi akuntansi?
a. Memberikan 100%-80% contoh-contoh nyata
b. Memberikan 79%-55% contoh-contoh nyata
c. Memberikan 54%-30% contoh-contoh nyata
d. Memberikan 29%-1 % contoh-contoh nyata
e. Tidak pernah memberikan contoh-contoh nyata
2. Kapan Bapak/ibu guru menyusun RPP?
a. Setiap kali pertemuan

d. Setiap semester ajaran baru

b. Setiap pokok bahasan

e. Tidak pernah

c. Setiap ada akreditasi/supervisi

122

3. Dalam

mengorganisasikan

materi

pembelajaran

ekonomi-

akuntansi, apa yang akan bapak/ibu guru baca?


a. Silabus, buku referensi, dan RPP yang dibuat sendiri dan teman
sejawat
b. Silabus, buku referensi, dan RPP yang dibuat sendiri
c. Buku referensi dan RPP yang dibuat teman sejawat
d. Buku referensi
e. Catatan mengajar
4. Dalam memilih media, metode pembelajaran dan sumber belajar
materi ekonomi-akuntansi untuk kegiatan belajar mengajar,
bapak/ibu guru mendasarkannya pada
a. Tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan sesuai dengan
tingkat perkembangan kognitif, afektif dan psikomotorik siswa
b. Karakteristik materi yang akan disampaikan sesuai dengan
tingkat perkembangan kognitif, afektif dan psikomotorik siswa
c. Karakteristik materi yang akan disampaikan
d. Ketersediaan media yang ada
e. Kemampuan mengajar yang Anda miliki
Menguasai struktur dan materi bidang studi
5. Apakah bapak/ibu guru selalu mengkaji standar kompetensi dari
materi ekonomi akuntansi yang akan diajarkan?
a. Selalu mengkajinya sebelum mengajar
b. Mengkaji yang penting-penting saja
c. Mengkaji jika akan ada pengawas
d. Mengkaji setiap awal semester baru
e. Tidak pernah mengkaji
6. Pada setiap awal semester baru, apa yang akan bapak/ibu guru
lakukan?
a. Melakukan tes kemampuan awal siswa
b. Melihat data prestasi belajar siswa pada tahun sebelumnya

123

c. Memberikan tes secara lisan pada siswa tertentu


d. Bertanya kepada guru lain tentang kemampuan siswa
e. Memberikan nasehat
7. Apakah bapak/ibu guru selalu merumuskan indikator dari setiap
kompetensi dasar materi ekonomi akuntansi yang akan dicapai?
a. Merumuskan indikator untuk semua pokok bahasan
b. Merumuskan indikator untuk pokok bahasan tertentu
c. Merumuskan indikator jika diperiksa Kepala sekolah
d. Jarang merumuskan indikator
e. Tidak pernah merumuskan indikator
8. Apakah bapak/ibu guru selalu menyusun program tahunan dan
program semester materi ekonomi akuntansi selama proses
pembelajaran?
a. Selalu menyusun program tahunan dan program semester
b. Hanya menyusun program semester saja
c. Menyusun program tahunan dan program semester jika ada
akreditasi
d. Menyusun program tahunan dan program semester jika ada
pengawas
e. Tidak pernah menyusun
9. Dalam proses pembelajaran bapak/ibu guru akan berusaha
memberikan contoh aplikasi dalam kehidupan sehari-hari dari
materi yang dibahas sesuai dengan
a. Tuntutan materi dan kebutuhan peserta didik
b. Tuntutan materi
c. Apabila diminta peserta didik
d. Kemampuan siswa
e. Tidak pernah, hanya teori saja

124

10. Dalam proses pembelajaran ekonomi-akuntansi, apakah bapak/ibu


guru memberikan penugasan atau latihan soal untuk dikerjakan di
kelas/ di rumah?
a. Selalu memberi latihan soal setiap pertemuan
b. Memberi latihan soal jika dibutuhkan
c. Memberi latihan soal jika diminta oleh siswa
d. Memberi latihan soal pada siswa tertentu yang kurang pandai
e. Tidak pernah memberi latihan soal
Menguasai dan memanfaatkan teknologi dan komunikasi dalam
pembelajaran
11. Apakah bapak/ibu guru menguasai perkembangan teknologi
pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar ekonomiakuntansi siswa?
a. Menguasai 100%-80% perkembangan teknologi
b. Menguasai 79%-55% perkembangan teknologi
c. Menguasai 54%-30% perkembangan teknologi
d. Menguasai 29%-1% perkembangan teknologi
e. Tidak menguasai perkembangan teknologi
12. Apakah bapak/ibu guru memanfaatkan media internet sebagai
sarana penunjang pembelajaran ekonomi akuntansi?
a. Memanfaatkan media internet untuk semua pokok bahasan
b. Memanfaatkan media internet untuk pokok bahasan tertentu
c. Memanfaatkan media internet hanya sebagai bahan referensi
d. Jarang memanfaatkan media internet
e. Tidak pernah memanfaatkan media internet
13. Menurut bapak/ibu guru, apakah penggunaan internet sangat
penting dalam menunjang proses belajar mengajar materi ekonomi
akuntansi atau hanya cukup mengandalkan buku paket saja?
a. Penggunaan internet menunjang 100%-80% terhadap proses
belajar mengajar

125

b. Penggunaan internet menunjang 79%-55% terhadap proses


belajar mengajar
c. Penggunaan internet menunjang 54%-30% terhadap proses
belajar mengajar
d. Penggunaan internet menunjang 29%-1% terhadap proses
belajar mengajar
e. Penggunaan internet tidak menunjang terhadap proses belajar
mengajar
14. Dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, media apa saja yang
bapak/ibu guru gunakan?
a. LCD, OHP, Laptop, Bagan atau chart dan papan tulis
b. Laptop, OHP, Bagan atau chart, dan papan tulis
c. OHP, Bagan atau chart, dan papan tulis
d. Bagan atau chart, dan papan tulis
e. Papan tulis
15. Apakah bapak/ibu guru selalu mengikuti kegiatan pelatihan atau
penataran

yang

berkaitan

dengan

pemanfaatan

teknologi

pembelajaran seperti pelatihan internet atau pelatihan macromedia


flas?
a. Selalu mengikuti
b. Mengikuti jika ditugaskan pihak sekolah
c. Mengikuti jika ada temannya
d. Kadang-kadang sesuai keinginan
e. Tidak pernah mengikuti
16. Menurut bapak/ibu guru apakah penggunaan media pembelajaran
sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar ekonomiakuntansi?
a. Berpengaruh 100%-80% terhadap proses belajar mengajar
b. Berpengaruh 79%-55% terhadap proses belajar mengajar
c. Berpengaruh 54%-30% terhadap proses belajar mengajar

126

d. Berpengaruh 29%-1% terhadap proses belajar mengajar


e. Tidak berpengaruh terhadap proses belajar mengajar
Mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi
17. Bagaimana bapak/ibu guru menutup pelajaran sehingga siswa
dapat memahami materi yang telah disampaikan?
a. Meninjau kembali materi dan memberikan kesimpulan materi
b. Memberikan kesimpulan dan ringkasan materi
c. Memberikan evaluasai materi yang telah disampaikan
d. Menyuruh siswa agar mempelajarinya kembali di rumah
e. Merangkum pelajaran
18. Bagaimana kemampuan bapak/ibu guru dalam mengatur waktu
agar materi pelajaran dapat disampaikan dengan tepat?
a. Sangat baik, sehingga materi pelajaran dapat disampaikan
dengan tepat waktu dan siswa mampu memahami dengan baik
b. Baik, sehingga materi pelajaran dapat disampaikan dengan tepat
waktu
c. Cukup baik, materi pelajaran dapat disampaikan dengan tepat
waktu tapi kadang-kadang siswa kurang dapat memahami
materi
d. Rendah, sering tidak tepat waktu sehingga materi tidak
tersampaikan semua
e. Buruk, karena tidak pernah menyampaikan materi dengan tepat
waktu dan jelas
19. Apakah bapak/ibu guru mampu menyusun secara sistematis
perangkat pembelajaran sesuai dengan materi ekonomi akuntansi?
a. Mampu 100%-80% menyusun secara sistematis perangkat
pembelajaran
b. Mampu 79%-55% menyusun secara sistematis perangkat
pembelajaran

127

c. Mampu 54%-30% menyusun secara sistematis perangkat


pembelajaran
d. Mampu 29%-1% menyusun secara sistematis perangkat
pembelajaran
e. Tidak

mampu

menyusun

secara

sistematis

perangkat

pembelajaran
20. Apabila

ada

siswa

yang

lebih

cepat

menguasai

materi

dibandingkan dengan siswa lain, apa yang akan bapak/ibu guru


lakukan terhadap siswa tersebut?
a. Memberikan tambahan materi berupa perluasan dan pendalaman
materi
b. Memberikan tambahan materi berupa perluasan
c. Memberikan latihan soal yang lebih sulit
d. Memberikan tugas untuk dipelajari sendiri
e. Tidak memberikan tambahan materi dan tugas
21. Apakah bapak/ibu guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
karakteristik peserta didik?
a. Selalu melaksanakan pembelajaran sesuai dengan karakteristik
peserta didik
b. Melaksanakannya sesuai dengan kebutuhan
c. Melaksanakannya jika ada pengawas
d. Melaksanakannya jika dilihat oleh guru lain
e. Tidak pernah melaksanakannya
Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan
kelas
22. Apakah bapak/ibu guru selalu mengembangkan diri secara terus
menerus dalam peningkatan profesi sebagai pendidik melalui
penelitian tindakan kelas?
a. Selalu mengembangkan diri secara terus menerus

128

b. Mengembangkan diri jika ada akreditasi


c. Mengembangkan diri jika ada pengawas
d. Mengembangkan diri jika mendapat teguran dari kepala sekolah
e. Tidak pernah mengembangkan diri
23. Dalam proses pembelajaran, apakah bapak/ibu guru selalu
memberikan studi kasus pada siswa untuk berlatih memecahkan
masalah?
a. Selalu memberikan studi kasus setiap pertemuan
b. Memberikan studi kasus pada pokok bahasan tertentu
c. Memberikan studi kasus pada siswa yang kurang pandai
d. Memberikan studi kasus jika diminta oleh siswa
e. Tidak pernah memberikan studi kasus
24. Apakah bapak/ibu guru mampu melaksanakan penelitian tindakan
kelas untuk meningkatkan mutu pembelajaran?
a. Mampu 100%-80% melaksanakan penelitian tindakan kelas
b. Mampu 79%-55% melaksanakan penelitian tindakan kelas
c. Mampu 54%-30% melaksanakan penelitian tindakan kelas
d. Mampu 29%-1% melaksanakan penelitian tindakan kelas
e. Tidak mampu melaksanakan penelitian tindakan kelas
25. Apakah bapak/ibu guru mampu mengkaji hakekat penelitian
tindakan kelas?
a. Mampu 100%-80% mengkaji hakekat penelitian tindakan kelas
b. Mampu 79%-55% mengkaji hakekat penelitian tindakan kelas
c. Mampu 54%-30% mengkaji hakekat penelitian tindakan kelas
d. Mampu 29%-1% mengkaji hakekat penelitian tindakan kelas
e. Tidak mampu mengkaji hakekat penelitian tindakan kelas

129

B. KOMPETENSI SOSIAL
Kemampuan guru berkomunikasi dengan siswa
26. Apakah bapak/ibu guru mampu berinteraksi secara baik dan lancar
dengan siswa?
a. Mampu 100%-80% berinteraksi secara baik dan lancar dengan
siswa
b. Mampu 79%-55% berinteraksi dengan siswa
c. Mampu 54%-30% berinteraksi dengan siswa
d. Mampu 29%-1% berinteraksi dengan siswa
e. Tidak mampu berinteraksi dengan siswa
27. Apakah bapak/ibu guru memiliki hubungan yang baik dengan
siswa?
a. Memiliki hubungan baik 100%-80% dengan siswa
b. Memiliki hubungan baik 79%-55% dengan siswa
c. Memiliki hubungan baik 54%-30% dengan siswa
d. Memiliki hubungan baik 29%-1% dengan siswa
e. Tidak memiliki hubungan baik dengan siswa
28. Apakah bapak/ibu guru memiliki perasaan peduli dan empati
terhadap siswa?
a. Memiliki perasaan peduli dan empati 100%-80% terhadap siswa
b. Memiliki perasaan peduli dan empati 79%-55% terhadap siswa
c. Memiliki perasaan peduli dan empati 54%-30% terhadap siswa
d. Memiliki perasaan peduli dan empati 29%-1% terhadap siswa
e. Tidak memiliki perasaan peduli dan empati terhadap siswa
29. Apakah bapak/ibu guru memberikan tuntutan agar interaksi antar
siswa dan guru terpelihara dengan baik?
a. Selalu menuntut demikian agar tercipta keselarasan dan
keharmonisan dalam proses pembelajaran
b. Berusaha demikian agar proses pembelajaran efektif

130

c. Biasa saja, menganjurkan namun tidak terlalu menuntut


d. Jarang menuntut kondisi yang demikian
e. Tidak pernah menuntut untuk menjaga keselarasan dalam
pembelajaran
30. Dalam kegiatan belajar mengajar, apa saja yang bapak/ibu guru
perhatikan?
a. Masing-masing peserta didik secara individual
b. Peserta didik yang lambat, cepat dan menyimpang
c. Peserta didik yang lambat, dan cepat
d. Peserta didik yang lambat dan menyimpang
e. Peserta didik yang pandai saja
Kemampuan guru berkomunikasi dengan sesama pendidik
31. Apakah bapak/ibu guru menunjukkan sikap saling menghormati
dan menghargai dengan sesama guru?
a. Selalu menunjukkan sikap saling menghormati dan menghargai
b. Menunjukkan sikap saling menghormati dan menghargai jika
dilihat oleh guru lain
c. Biasa-biasa saja
d. Kurang menunjukkan sikap saling menghormati dan menghargai
e. Tidak pernah menunjukkan sikap saling menghormati dan
menghargai
32. Apakah bapak/ibu guru memiliki rasa peduli dan empati dengan
sesama guru?
a. Memiliki perasaan peduli dan empati
sesama

100%-80%

dengan

guru

b. Memiliki perasaan peduli dan empati 79%-55% dengan sesama


guru
c. Memiliki perasaan peduli dan empati 54%-30% dengan sesama
guru

131

d. Memiliki perasaan peduli dan empati 29%-1% dengan sesama


guru
e. Tidak memiliki perasaan peduli dan empati dengan sesama guru
33. Apakah bapak/ibu guru memiliki hubungan yang baik dengan
sesama guru dan warga sekolah lainnya seperti petugas kebersihan
dan petugas keamanan?
a. Memiliki hubungan baik 100%-80% dengan sesama guru dan
warga sekolah
b. Memiliki hubungan baik 79%-55% dengan sesama guru dan
warga sekolah
c. Memiliki hubungan baik 54%-30% dengan sesama guru dan
warga sekolah
d. Memiliki hubungan baik 29%-1% dengan sesama guru dan
warga sekolah
e. Tidak memiliki hubungan baik dengan sesama guru dan warga
sekolah
34. Dalam berkomunikasi dengan sesama guru dan warga sekolah,
apakah bapak/ibu guru selalu menggunakan bahasa Indonesia yang
formal?
a. Selalu menggunakan bahasa Indonesia yang formal
b. Menggunakan campuran bahasa Indonesia dan bahasa daerah
c. Menggunakan bahasa Indonesia yang formal jika dalam forum
rapat
d. Menggunakan bahasa Indonesia yang formal dan bahasa gaul
e. Tidak pernah menggunakan bahasa Indonesia yang formal
Kemampuan

guru

berkomunikasi

dengan

orang

tua

siswa/masyarakat
35. Apakah bapak/ibu guru menjalin hubungan kerjasama yang baik
dengan orang tua siswa?

132

a. Menjalin hubungan baik 100%-80% dengan orang tua siswa


b. Menjalin hubungan baik 79%-55% dengan orang tua siswa
c. Menjalin hubungan baik 54%-30% dengan orang tua siswa
d. Menjalin hubungan baik 29%-1% dengan orang tua siswa
e. Tidak menjalin hubungan baik dengan orang tua siswa
36. Apakah bapak/ibu guru memiliki rasa peduli dan empati dengan
orang tua siswa?
a. Memiliki perasaan peduli dan empati 100%-80% dengan orang
tua siswa
b. Memiliki perasaan peduli dan empati 79%-55% dengan orang
tua siswa
c. Memiliki perasaan peduli dan empati 54%-30% dengan orang
tua siswa
d. Memiliki perasaan peduli dan empati 29%-1% dengan orang tua
siswa
e. Tidak memiliki perasaan peduli dan empati dengan orang tua
siswa
37. Apakah bapak/ibu guru selalu melibatkan peran serta orang tua
dalam mengatasi permasalahan yang menyangkut siswa?
a. Selalu melibatkan peran serta orang tua
b. Melibatkan peran serta orang tua untuk masalah tertentu saja
c. Melibatkan peran serta orang tua atas perintah dari kepala
sekolah
d. Melibatkan peran serta orang tua jika diperlukan saja
e. Tidak pernah melibatkan peran serta orang tua
38. Jika ada orang tua siswa yang kurang mampu untuk membayar
uang sekolah, apa yang akan bapak/ibu guru lakukan?
a. Berkonsultasi dengan kepala sekolah agar diusahakan diberi
keringanan
b. Memberi toleransi waktu pembayaran uang sekolah

133

c. Memberikan penjelasan kepada orang tua siswa bahwa uang


sekolah harus tetap dilunasi
d. Tidak peduli dan tetap menyuruh membayar uang sekolah
tersebut
e. Tidak bisa berbuat apa-apa

134

Lampiran 9
DAFTAR NAMA RESPONDEN PENELITIAN
NO
NAMA
ASAL SEKOLAH
1.
Drs. Heru Susanto, M.Si
SMA N 1 PATI
2.
Basri, S.Pd
SMA N 1 PATI
3.
Sri Puji Setiti, S.Pd
SMA N 1 PATI
4.
Umi Indiyati
SMA N 2 PATI
5.
Muji Lestari, S.Pd
SMA N 2 PATI
6.
Nardi, S.Pd
SMA N 2 PATI
7.
Suwadi, S.Pd
SMA N 2 PATI
8.
Priyono, S.Pd
SMA N 2 PATI
9.
Drs. Sutowo, M.Pd
SMA N 2 PATI
10. Dra. Harini
SMA N 3 PATI
11. Endah Suwarni
SMA N 3 PATI
12. Anik Hastiyaningsih,S.Pd
SMA N 3 PATI
13. Dra. Ani Hadiyati
SMA N 3 PATI
14. Muflikah
SMA N 3 PATI
15. Dwi Listyani, S.E
SMA PGRI 1 PATI
16. Ernasih Budiharti, S.Pd
SMA PGRI 1 PATI
17. Kuntari, S.Pd
SMA PGRI 1 PATI
18. A. Mulato
SMA YOS SOEDARSO
19. Agustinus Swasma, S.Pd
SMA YOS SOEDARSO
20. Dra. Sri Wulan
SMA NASIONAL PATI
21. Indarti, S.Pd
SMA NASIONAL PATI
22. Drs. Slamet Raharjo
SMA NASIONAL PATI
23. Hj. Indrati S.Pd
SMA NASIONAL PATI
24. Sudjiatno, S.Pd
SMA WAHID HASYIM PATI
25. Gunarti, S.Pd
SMA WAHID HASYIM PATI
26. Dwi Astuti, S.Pd
SMA BOPKRI 1 PATI
27. Dwi Kurniawati, S.Pd
SMA BOPKRI 1 PATI
28. Sri Murtini, S.Pd
SMA MUH 1 PATI
29. S.M. Tri Yuliastuti, S.E
SMA MUH 1 PATI
30. Sri Pujiwahyuni, S.Pd
SMA MUH 1 PATI

135

Lampiran 10
KOMPETENSI PROFESIONAL

No

Kode
res

Menguasai
substansi bidang
studi dan
metodologi
keilmuan
1
2
3
4

10

11

12

13

14

15

16

Menguasai struktur dan


materi bidang studi

Menguasai dan
memanfaatkan teknologi dan
komunikasi dalam
pembelajaran

G-1

G-2

G-3

G-5

G-6

G-7

G-8

G-9

10

G-10

11

G-11

12

G-12

13

G-13

14

G-14

G-4

15

G-15

16

G-16

17

G-17

18

G-18

19

G-19

20

G-20

21

G-21

22

G-22

23

G-23

24

G-24

25

G-25

26

G-26

27

G-27

28

G-28

29

G-29

30

G-30
Jumlah
Nilai maksimal
Persentase skor
Kriteria

484
600
80,67%
T

760
900
84,44%
ST

5
702
900
78,00%
T

136

KOMPETENSI PROFESIONAL
Meningkatkan
Mengorganisasikan materi
kualitas pembelajaran
kurikulum bidang studi
melalui penelitian
tindakan kelas
17
18
19
20
21
22
23
24
25

No

Kode
res

G-1

G-2

G-3

G-5

G-6

G-7

G-8

G-9

10

G-10

11

G-11

12

G-12

13

G-13

14

G-14

G-4

15

G-15

16

G-16

17

G-17

18

G-18

19

G-19

20

G-20

21

G-21

22

G-22

23

G-23

24

G-24

25

G-25

26

G-26

27

G-27

28

G-28

29

G-29

30

G-30

Jumlah
Nilai maksimal
Persentase
skor
Kriteria

643
750

472
600

85,73%

78,67%

ST

%
Skor

Kriteria

85,6%
87,2%
84,8%
81,6%
84,8%
83,2%
81,6%
88,8%
90,4%
79,2%
80,0%
81,6%
80,0%
82,4%
80,0%
76,8%
76,8%
86,4%
79,2%
74,4%
76,0%
84,0%
79,2%
80,0%
82,4%
76,0%
86,4%
78,4%
77,6%
84,0%

ST

81,6%

ST
ST
T
ST
T
T
ST
ST
T
T
T
T
T
T
T
T
ST
T
T
T
T
T
T
T
T
ST
T
T
T

137

Tabulasi data penelitian

26
5

27 28 29
5 5 4

30
5

Kompetensi Sosial
kemampuan guru
kemampuan guru
berkomunikasi
berkomunikasi
dengan orang tua
dengan sesama
siswa/
pendidik
masyarakat
31 32 33 34 35 36 37 38
5
5
5
4
4
4
4
5

87,7%

ST

80,63

Baik

93,8%

ST

81,29

Baik

92,3%

ST

77,64

Baik

92,3%

ST

78,80

Baik

95,4%

ST

84,03

Baik

75,4%

73,32

Baik

89,2%

ST

78,14

Baik

87,7%

ST

75,73

Baik

83,1%

72,58

Baik

90,8%

ST

73,99

Baik

90,8%

ST

75,90

Baik

87,7%

ST

72,74

Baik

95,4%

ST

80,71

Baik

98,5%

ST

71,75

Baik

81,5%

71,91

Baik

86,2%

ST

72,83

Baik

92,3%

ST

78,05

Baik

86,2%

ST

73,99

Baik

83,1%

70,42

Cukup

kemampuan guru
berkomunikasi
dengan siswa

Prestasi belajar
%
Skor

Kriteria

92,3%

ST

77,47

Baik

Nilai Kriteria nilai

81,5%

69,59

Cukup

84,6%

ST

69,84

Cukup

87,7%

ST

72,33

Baik

86,2%

ST

70,34

Cukup

89,2%

ST

74,90

Baik

83,1%

69,09

Cukup

84,6%

ST

74,65

Baik

87,7%

ST

76,06

Baik

90,8%

ST

73,66

Baik

4 4
663
750
88,40%
ST

5
548
600
91,33%
ST

5
507
600
84,50%
ST

86,2%

ST

74,65

Baik

88,1%

ST

74,90

Baik

138

Lampiran 11
Hasil Perhitungan SPSS versi 16
Uji Linieritas
ANOVA Table
Sum of
Squares
Prestasi_belajar * Between
Kompetensi_Profe Groups

Mean
df

Square

(Combined)

361.475

16

22.592

Linearity

162.946

198.530

15

13.235

56.634

13

4.356

418.110

29

Sig.

5.186

.002

162.946 37.403

.000

sional
Deviation from
Linearity
Within Groups
Total

3.038

.025

ANOVA Table
Sum of
Squares
Prestasi_belajar * Between
Kompetensi_Sosia Groups

Mean
df

Square

(Combined)

327.030

11

29.730

Linearity

159.733

167.297

10

16.730

91.080

18

5.060

418.110

29

Sig.

5.876

.001

159.733 31.568

.000

l
Deviation from
Linearity
Within Groups
Total

3.306

.013

139

Uji Normalitas Data


One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N

30
a

Normal Parameters

Mean
Std. Deviation

Most Extreme Differences

.0000000
2.46512362

Absolute

.135

Positive

.092

Negative

-.135

Kolmogorov-Smirnov Z

.738

Asymp. Sig. (2-tailed)

.647

a. Test distribution is Normal.

140

Uji Asumsi Klasik


Uji Multikolenieritas
Coefficientsa
Standardize
Unstandardized

Collinearity

Coefficients

Coefficients

Statistics
Toleranc

Model
1

B
(Constant)
Kompetensi_Profes
ional
Kompetensi_Sosial

a. Dependent Variable:
Prestasi_belajar

Uji Heterokesdasitas

Std. Error

9.527

11.112

.354

.100

.546

.157

Beta

Sig.

VIF

.857

.399

.470

3.548

.001

.888

1.126

.461

3.478

.002

.888

1.126

141

Glejser
Coefficients

Model
1

Unstandardized

Standardized

Coefficients

Coefficients

B
(Constant)

Std. Error

-8.251

7.079

Kompetensi_Profesional

.028

.064

Kompetensi_Sosial

.125

.100

Beta

Sig.

-1.166

.254

.087

.445

.660

.245

1.253

.221

a. Dependent Variable: Abs_res

Analisis Regresi Berganda


Coefficientsa

Model
1

Unstandardized

Standardized

Coefficients

Coefficients

B
(Constant)

Std. Error
7.527

11.112

Kompetensi_Profesional

.354

.100

Kompetensi_Sosial

.546

.157

Beta

a. Dependent Variable: Prestasi_belajar

Uji R
Model Summary

Model
1

R Square

.761a

Adjusted R

Std. Error of the

Square

Estimate

.579

.547

a. Predictors: (Constant), Kompetensi_Sosial,


Kompetensi_Profesional

Uji F
Dengan n = 30 k = 2 diperoleh Ftabel = 3,340

2.55479

Sig.
.677

.504

.470

3.548

.001

.461

3.478

.002

142

ANOVA
Model
1

Sum of Squares

df

Mean Square

Regression

241.881

120.941

Residual

176.228

27

6.527

Total

418.110

29

Sig.

18.529

.000

a. Predictors: (Constant), Kompetensi_Sosial, Kompetensi_Profesional


b. Dependent Variable: Prestasi_belajar

Uji t
Dengan n = 30 k = 2 diperoleh ttabel = 2,052
Coefficientsa

Model
1

Unstandardized

Standardized

Coefficients

Coefficients

B
(Constant)

Std. Error

Beta

9.527

11.112

Kompetensi_Profesional

.354

.100

Kompetensi_Sosial

.546

.157

Sig.
.857

.399

.470

3.548

.001

.461

3.478

.002

a. Dependent Variable: Prestasi_belajar

Uji r
Coefficientsa
Standardiz
ed
Unstandardized

Coefficient

Coefficients

Correlations
Zero-

Model

9.527

11.112

.354

.100

.546

.157

(Constant)
Kompetensi_Prof
esional
Kompetensi_Sosi
al

Std. Error

Beta

Sig.

order

Partial

Part

.857

.399

.470

3.548

.001

.624

.564

.443

.461

3.478

.002

.618

.556

.435

143

Coefficients

Standardiz
ed
Unstandardized

Coefficient

Coefficients

Correlations
Zero-

Model

9.527

11.112

.354

.100

.546

.157

(Constant)
Kompetensi_Prof
esional
Kompetensi_Sosi
al

a. Dependent Variable:
Prestasi_belajar

Std. Error

Beta

Sig.

order

Partial

Part

.857

.399

.470

3.548

.001

.624

.564

.443

.461

3.478

.002

.618

.556

.435

144

Lampiran 12
DAFTAR PRESTASI BELAJAR SISWA (UJIAN AKHIR SEMESTER)

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

G1

NAMA
ADELIAPRIBUDI
AGUNGSETIAWANN
AHMADALIKAFI
ANISAPUTRIN
BAGASPINANTAU
BULANRAHMAF
CANDRAAJIN
DISTAARIFANI
FADIAIZNIK
FAHMAILMIANS
FATIHATURR
FITRIANHANIFZ
GALIHSUWENO
GHIFARIKHLASUL
IHTIFAZNUDIN
INGTIBINOVA
KIRANAJONGGA
LISAANGGRAENI
MANIKLINTANGSUH
MITAINDAHP
MUHAMADFIRMANBP
M.JAYASASONGKO
M.NARISWARAP
NOVELARIAN
NURBADRIYAHA
RATIHDWIK
SITINURA
TRIATMOJOM
TRYAWULANDARI
TUTUSHIDAYAH
WILDANURA
Rata-rata
Nilai Guru

NILAI
73
76
80
80
78
75
78
80
78
76
75
80
83
74
74
78
78
75
76
75
78
76
78
78
76
80
79
80,5
75
80
79
77,46774
77,47

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

G2

NAMA
AFIQHERDIKAS
AHMADGHANIM
AI'ZZATUNNISA
ARNOLDAGUNGC
BENNAANDRIYANI
BONDANASMORO
BRIANANDRALOKA
DWIWIJAYANTI
ENGGARSITORESMI
FARIDHOYUDAS
GIFTAAFKA
HENOKHHERNIKO
IKHASRIUTAMI
LURIAYUM
MAULINAUMIR
MERCIAMAECELINA
MILADYAHK
MUHAMADFADILAH
MUCHAMATISRON
NUGRAHENINURIYA
RIANTIKANUR
RILLAKHARISMAP
RIRINRIANA
RISKAADHITA
RISQIPUSPAD
RIZKAAPRILIANA
SEKARKINANTHI
SUJALWO
SYLVIATY
TAUFIQARRASID
TIARABISTYAA
Rata-rata
Nilai Guru

NILAI
78
79
82
76
80
80
79
77
79
82
81
79
85
86
87
83
76
87
82
80
82
84
78
80
79
77,5
79
82
78
84
78
80,62903
80,63

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26

G3

NAMA
ADIWAHYUS
ALAMPERDANAS
ANINDYADESIW
ARISTAAPRILIYANTO
ASTRIDGITHAF
AZMILASINDI
DANANGP
DEDERISKYF
DINADWIF
EDWIND
FIRMANGUNAWAN
IKHAREZEKIW
MAULINAF
MAYLASARI
M.IQBAL
NITOARYAD
NURWAHYUARI
RACHMANAIN
RATIHDEWID
RAVITADEASYR
RISNANDYA
RIZKANURMALIA
THEODORUSADIN
TOSSANS
UMMINURL
YOSIANARIZKIN
Rata-rata
Nilai Guru

NILAI
83
76
79
85
83
79
85
77
78
83
79
83
78
82
78
81
82
94
87
80
80
85
79
77,5
82
78
81,28846
81,29

145

G4
N
O

G5

NAMA
Alfiannisa Luthfi

NILAI
75

NO
1

NAMA
Adhisti Tiara Imansari

NILAI

Apriyani Susanti

79

Anis Istiyaningsih

86

Ardita Rindani

76

Apriyani Susanti

80

Dedi Setiawan

74

Bagas Dwi Untoro

76

Dita Galuh Ratu Meidina

73

Bayu Adi Wijaya

78

Erfani Widi Utomo

80

Danu Ikhsan Harischandra

79

Faizal Pratama Febriansyah

81

Dedi Setiawan

80

Heri Siswanto

74

Destiara Prahastiwi

81

Hilmi Muhammad Hibfar

83

Diah Retnosari

80

10

Inne Kusuma Putri

79

10

Dika Mustofa

81

11

Iwan Dwi Kristianto

81

11

Dita Galuh Ratu Meidina

77

12

Lutfi Hidayat

78

12

Dwi Yuli Andriyani

77

13

Melly Aris Tantiya

75

13

Dyah Erina Widia Ristiyanti

80

14

Muhammad Arif Aji Setyo W

73

14

Erfani Widi Utomo

76

15

Murniati

75

15

Evallen Saherlian

78

16

Novantino Dwi Mintarga

78

16

Faizal Pratama Febriansyah

79

17

Nungky Kusumawardani

83

17

Gilang Pandhu Martha

82

18

Probo Sri Sadhono

80

18

Heri Siswanto

83

19

Randi Rahardian

20

Ratna Dewi Herni Lestari

21

75

76

19

Hilmi Muhammad Hibfar

79

73,5

20

Imam Khambali

75

Rizki Dewi Andriani

80

21

Inne Kusuma Putri

79

22

Rizki Gilang Pamungkas

79

22

Koni Fitriani Sutrisno

77

23

Rizky Oriza

78

23

Krisma Candra Pratama

82

24

Romy Adianto

81

24

Lela Diska Arvio Fatmala

80

25

Saefur Rohman

80

25

Nikmatul Jannah

76

26

Setyo Budi Ari Wibowo S

73

26

Probo Sri Sadhono

74

27

Siesda Hafis Maulva

79

27

Randi Rahardian

78

28

Siti Fatimatuh Zahroh I

85

28

Rizki Dewi Andriani

80

29

Sureni

72

29

Romy Adianto

75

30

Teguh Santoso

77

30

Sekar Wijayanti

81

31

Titik Haryanti

74

31

Siesda Hafis Maulva

80

32

Yulio Agusta Pradana

80

32

Siti Fatimatuh Zahroh I P

78

Rata-rata
Nilai Guru

77,6406

33

Sony Kristanto

74

77,64

34

Sulaiman

80

35

Syam Maulana Satria

81

36

Rubin Pratama

79

37

Willy Febriyan

80

Rata-rata

78,8108

Nilai Guru

78,8

146

G6
NO
1

NAMA
Achdiyat Dhimas M

G7

NILAI
90

NO
1

NAMA
Agus Febrianto

NILAI
70

Aditya Satya Yudharma

90

Andum Angkliyawan

Adrianus Gita Dora K

82

Ayu Sofiatun

76

Alfiannisa Luthfi

90

Aziz Aunal Hasib

72

Andreas Nurcahyo

90

Beny Setyawan

67

Ardita Rindani

85

Dwi Hesti Wisudawan

79

Astrid Nuke Rahmaputri

90

Dwiki Aditya Suryanto

80

Awalia Oktaviani

90

Eka Islamawati

Bondan Rahadiansyah

80

Ganang Ivan Pradipta

78
79

10

Candra Handayani

83

10

Karina Desi Hariyanto

74

11

Cristriyanto Wibowo

90

11

Kresnanto Dwi Cahyo

78

12

Daniel Marojahan S

90

12

Lutfi Hidayat

64

13

Dedy Yuristiawan

90

13

Melly Aris Tantiya

79

14

Devi Triantika Asmaranti

79

14

Muhammad Arif Aji Setyo

63

15

Diksa Prasetya Adi N

82

15

Muhammad Zainuri Mufti

78

16

Duti Pornami Putri R

80

16

Nining Puji Lestari

80

17

Elroi Puspito Adi

88

17

Nova Alfian Satriya Army

75

18

Faisal Aldi Ardiansyah F

78

18

Nungky Kusumawardani

79

19

Fery Nora Pradanantyo

80

19

Nur Rokem

75

20

Gabriel Anggit Brilliantoro

82

20

Nurmansyah Perkasa

77

21

Greeta Paskavina S

90

21

Ragil Aryo Wicaksono

73

22

Hatria Aprilliandani M

78

22

Ratna Dewi Herni Lestari

65

23

Iwan Dwi Kristianto

79

23

Reni Novitasari

68

24

Jiwangga Datu

80

24

Rio Hardina Putra

78

25

Khanif Faizun

78

25

Rizky Oriza

73

26

Mahardhika Damar P

82

26

Septian Hensri Susena

66

27

Murniati

85

27

Setyo Budi Ari Wibowo S

75

28

Novantino Dwi Mintarga

80

28

Sholla Wilie Santiko

29

Nur Faiziin

86

29

Sureni

73
72

30

Octovian Adhi Nugroho

81

30

Teguh Ikkang Purnomo

31

Pisga Andriyanto

79

31

Teguh Santoso

74
69

32

Qintara Zahra

84

32

Titik Haryanti

77

33

Rayyan Rahdita

90

33

Wahyu Mustika Sari

63

34

Rizki Gilang Pamungkas

82

34

Yusuf Bachtiar

35

Saefur Rohman

80

Rata-rata

73,32

36

Yulio Agusta Pradana

82

Nilai Guru

73,32

Rata-rata

84,03

Nilai Guru

84,03

74

70

147

G8

G9

NO
1

NAMA
Abil Arqomsyah

NILAI
80

NO
1

NAMA
Abdul Roni

NILAI
70

Anggita Nova R

85

Agung Kurniawan

87

Anisa Taqiyatun Bari ah

79

Anggita Novia R

73

Defi Mernawati

85

Dyah Ayu Meilindasari

68

Ervin Indriyani

80

Dyah Nova Ranti A

70

Fahmi Anggriawan

82

Ema Istiani

72

Faril Mahilda Ulfa

79

Etik Windarti

72

Fitri Indriani Dwi Astuti

Etika Mustika R

75

Hanung Choiri R

80
75

Febry Krisnawati

80

10

Heppy Kurniawan

85

10

Fitri Nur Rohmah

73

11

Indriyatno Pamungkas

80

11

Gadis Wulandari

76

12

Indra Kurniawan

80

12

Hesti Pregiwati

70

13

Irfan Fitriyanto

85

13

Ida Rohkyani

70

14

Irnila Intan Permata D

75

14

Joe Agnes Karina Susilo

78

15

Itsnaini Rutbah H

79

15

Laela Nur Isnaeny

68

16

Kholida Zia Rahmanika

71

16

Lu'ul Khusnahwati

70

17

Laili Ashrya

76

17

Ma'rufiana

74

18

Legita Nurwendayanti

79

18

Mohammad Arifin

78

19

Lila Dini Safitri

69

19

Monica Putri P

84
70,5

20

Miftahul Huda

81

20

Muhammad Khoirun

21

Mohammad Syifaul K

74

21

Ninik Suharsih

73

22

Muhammad Amirudin

79

22

Nova Yunita Sari

75

23

Novita Wahyu W

69

23

Safitri Widyarini

76

24

Retno Purwaningsih

80

24

Samuel Fiergeon Picardi

76

25

Riska Pujayanti

78

25

Septi Hana Ratih

78

26

Riski Bintari R

80

26

Shidqon Famulaqih

75

27

Robi'ah

79

27

Sisilia Irine Hapsari

70

28

Satya Dwi Anggara

28

Siska Nugraheni M

78

29

Sebtian Mardeta Ferandi

80
70

29

Stefanus Siswoyo

87

30

Sekar Kuswidiarani

31

30

Syifa'ul Lathifah

75

Sri Ardiati Kusuma W

76
73

31

Tedy Gumilang Sejati

72

32

Tutik Lestari

80

32

Tri Yogo Wibowo

93

33

Uly Ni' mawati Karima

75

33

Widya Riana Dewi

86

34

Umi Alfiah Istiqomah

76

34

Yastiti Handayani

75

35

Vivin Istya Ariana

80

35

Yohan Wono Santoso

74

36

Wahyu Angga Mursita A

77

36

Yustina Nurtitin Harjanti

85

37

Zaenal Arifin
Rata-rata
Nilai Guru

80
78,14
78,14

Rata-rata
Nilai Guru

75,74
75,73

148

G10

NO

NAMA

NILAI NO

NAMA

NILAI NO

NAMA

NILAI

1AHMAD JOKO S

74

1 AGITYA EKA P

76

1 ADINDHA

70

2ALFONTIO

74

2 ALFIAN DENY

76

2 AGUS APRILIO

75

3ANGGA FANDIDO

74

3 ANDIKA F

75

3 ANDHIKA NOPAN

77

4ARI CAHYO

75

4 ARI WIJAYANTI

70

4 ASNAWATI

65

5DEDDY RIYADI

76

5 AZIZI ARIYANTO 75

5 DESI GALIH

77

6DIDIK SETYAWAN

74

6 DITA DINI

79

6 ERWIN CAHYO

63

7DWI FITRIANI

82

7 ENCA KRISTI

70

7 FARIDA S

78

8ESTI JAYANTI

84

8 FEBRINA FAILA

79

8 FIRMAN WAHYUDI 75

76

9 FITRIA T.S

70

9 IFA LAELATUL

74

10INDAH DISA P

9FAHMI REGA R

80

10 IDHA AYU BUDI

80

10 ILHAM LUTHFY

74

11KRESNA K

77

11 IKA WATI

64

11 ITA W

78

12LIA INDRIYANI

64

12 LINA S

70

12 JUWATI

65

13LINDA DWI A

75

13 LUTHFI D

64

13 M OKKY P

75

14NILA M.J

70

14 MARYATUN

75

14 MARISA AINUN

78

15NUKE VELLA W

65

15 MOH GILANG

65

15 NOVA ARIZONA

77

16PUTRI JANUWARTI

76

16 MOH RANARIS

75

16 PRASETYO ADI

75

17RANDITA EKA

75

17 MULYANINGSIH

76

17 PRAYITNANING

82

18RARA A.H.A

78

18 RIKA RIANA D

64

18 PUTRI H

70

19RIYANINGSIH

65

19 RIZA ANDHY P

70

19 PUTRI NORMA

63

20SRI YANIK

75

20 SIGIT YEKTI

63

20 PUTRI RIZKIA

70

21SUSI WULANDARI

74

21 SUNARTO

75

21 RADITYO

63

22SYAMSUL UMAR

75

22 SUSANTO

70

22 SISWANTO

70

23TRENI YAN P

70

23 TEGUH T

75

23 TAUFIQ ANGGI

75

24TRI ANGGAH

75

24 TULUS P

75

24 TINIK

75

25UMMI LAFIFAH

78

25 WAHYU EKO

74

25 UKI DESTIAWAN

73

26VARIA H

63

26 YOGI P

74

26 WAHYU SAPUTRO

75

27WIBOWO SAPUTRO 64

27 YUS SUMIATI

76

27 WAHYU T

67

28YOSVA ADHI K

76

28 YUWONO

74

28 WARIS CAHYO

63

71

29 ZULIANA

65

29 YENU K

73,62

Rata-rata

72,21

29YUDO R
Rata-rata

Rata-rata keseluruhan 72,59


Nilai Guru

72,58

64

Rata-rata

71,93

149

NO

G11
NAMA

G12

NILAI

NO

AGUSTINA S

78

ADE CRISTIAN

NAMA

NILAI
76

AHMAD INDRA

73

ADY KURNIAWAN

75

ALDO TULUS

72

ALFYAN NURUL

77

ANAK AGUNG

72

ANDRE HENDRA

73

ANANDA CITRA

75

ANDREAN TRI

74

ARI ANI F

73

ASTRI ALFIANI

78

CANDRA

72

AYU WULANSARI

77

DHIMAS LINGGA

72

BARUNA EKA

74

EKSAL ROHADI

79

BAYU AJI P

75

10

ENDAH S

75

10

BENI JATI

75

11

FAISAL ADNAN

72

11

BINTANG SATRIA

74

12

FERISA R

74

12

BRENDA

74

13

FREDY ADITYA

72

13

CINDY ARTIKA

78

14

HANDOKO S

73

14

DANI SETYAWAN

74

15

ITA IRIYANI

76

15

DEVI TASARI

80

16

KHAIRUL ANWAR

74

16

DIAZ NAZULA

74

17

LAYLATUL M

75

17

DINI MEI

77

18

MALIKI ANAS

72

18

EKA MIKHARYANI

75

19

MOH GALIH

72

19

FAIZ RIDHA

74

20

NILA PRABAWATI

75

20

FENDI EKA

73

21

NURUL NUR AFIFAH

82

21

GIGIH BARIS

75

22

ODIE PERWIRA

72

22

ILMA ADINATA

80

23

ODITYA M

72

23

IMANUEL W

82

24

OKI LISTIYANTO

73

24

IVAN SETA

74

25

PRADIKO AGUNG

74

25

MEIRSHAD A

78

26

RANNY HANAFI

74

26

NANA RISTIYANA

74

27

RENDRA L

72

27

OFAN S

73

28

REZA DWI

73,5

28

RISKI AHMAD

77

29

RIFAN DWI

73

29

RODE YOSPRAN

77

30

RISKHA ANISYA

80

30

SANTI RUKMANA

76

31

RIYANTI D

80

31

SINATRYA TYAS

82

32

SANTOSO

72

32

SISWANTO

72

33

SHOLIHUL JAMIL

72

33

TEGUH SETIYO

74

34

SUTRISNO

72

34

TOMI ARISTA

72

35

TITIK PUSPITASARI

74

35

TRI SUCIYAWATI

76

36

YUSUF B

72

36

YENI D

84

Rata-rata

73,99

Rata-rata

75,92

Nilai Guru

73,99

Nilai Guru

75,9

150

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

NAMA
ADERINA BAGAS A
ADINDA NUR Y
AGUNG NARIMO
AMANDA PUPUT
ANDREAN DICKY K
ANESDA N
APRILIA A
BUDI UTOMO
DESY KUMALASARI
DIAZ WANANDA
EVA WHANDRIANA
FEBRI DWI A
FUAD HASAN
GEMA W
IMAS SUKOJO
INA INDRIYANI
INTAN YULIANI P
KHOIRIZZA NUR A
KHOIRUL UMAM
KRESNA AJI P
KUSUMA W
LUTFI ADYANTO
MONICA ZELVIA C
NUNGKI A
OKY SALINDRA
PUGUH DWI S
PUTRA PERSADA
RENDI H
REZA OCTAVIO
RINI ANDRIANI
SITI NURMAH
SRIHESTRI P
SUSI LESTARI
TONY NOVA
UTRI NOOR R
WAHMA DEWI B
YENIKKA W
YENNI FITRIANA
YUSUF AFANDI
ZURAIDA HANUM
Rata-rata
Nilai Guru

G13
NILAI
70
75
65
78
73
74
64
73
77
81
67
77
86
72
73
73
74
74
76
67
77
75
77
75
75
64
70
68
77
74
79
70
64
76
79
63,5
70
70
72
65
72,74
72,74


NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41

NAMA
AGMESTIKA PEREDA
ALFIRA RIKANO
ALIEF SYARIFUL A
ALVIAN ADE K
AMALIA ALIF
ANIS NOFIANTO
ARWAN SYAIFUL I
ATIK ZULISTYO
BANAR MARIYA
BELLA AYU F
DAYANA SISIA Z
DIMAS ARZAL B
DYAH KURNIA F
EDY SUMANTORO
FERY LUKMAN
FINA NURUL M
FIRDAUS DAMAS S
FITRI MAYASARI
GAGAH ANJAR
HENI ZUWANITA S
HERVIANA YUANITA
INDIN BAROKAH
INDIRA N
KEKE DILENDA P
MIFTAHUL YONGKI
MUHAMAT N
NANDA RISKI
NILA ARDIYANI
NILA RAMADANI
NORHIDAYAH
NUR SHOLIKAH
PIJAR ARIF S
PUTRI R
RAGIL APRIANTO
RIFKA MAYRA
SATRODA MURYANTO
SITI Z
SUSI HANDAYANI
TRI WIBAWAN
VALENSYAH W
YUSTINA ADVINDA
Rata-rata
Nilai Guru

G14
NILAI
75
90
72
77
71
86
70
72
77
75
76
80
69
81
78
79
87
77
80
85
79
78
90
89
82
85
80
86
76
90
79
76
86
90
79
87
85
87
79
83
86
80,71
80,71

151

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

G15

G16
NAMA
NILAI NO
NAMA
NILAI NO
AGUNG SULISTYONO
68
1
ADI BAYU S
75
1
ALFU LAILA F
83
2
ADIMAS A
65
2
ANA MULYANI
66
3
AFITATUN N
76
3
ANITA SARI
75
4
AGUNO DIBYO P
75
4
ARI RAHMAYANTI N
63
5
AGUS SUTRISNO
74
5
AVELINA P
63
6
AHMAD F
74
6
CATUR W
64
7
ALI WAHYUDI
70
7
DANIK SETIYANI
68
8
ANDIKA WAHYU T
68
8
DENNY SURATNI
81
9
ANITHA S
77
9
DENNY TRI H
83
10 BENI SAPTIYANTO
73
10
DEWI SULISTIYANI
72
11 BUDI LISTIONO
78
11
DIAN RAGIL S
90
12 CATUR NUR
72
12
DINI WULANSARI
81
13 DAMALIA RIA L
75
13
EKO PUJI L
62
14 DIO RIZKI
75
14
ERA SETYANI
80
15 DWI ASTRIYANTI
74
15
ERLINA PUJI
50
16 DWI RATNA SARI
74
16
ERWIN DWI
75
17 EDI SUSANTO
76
17
HANIFAH TRI
55
18 ERIKO F
64
18
HERDYANA EKA Y
81
19 FATIN AFIFAH
75
19
IMA SOFIA
65
20 FITRIA NUR
72
20
INDY ANNISA
62
21 IKHLAS SUWITO
81
21
ISNAENI S
76
22 IMELSYA REANE N
68
22
MINARSIH
73
23 ITA AGUSNINGTYAS
67
23
M. ACHYAR
61
24 LENI APRILIANI
70
24
M. SUKOCO
73
25 LUCKY KURNIA R
75
25
NIA AGUSLIA
75
26 LUTFIYATUL Q
80
26
NINIK R
77
27 MELINDA M
65
27
NUR LAILY
74
28 M. IQBAL R
70
28
PUPUT MENTARI
78
29 M. SOLIKIN
71
29
PUSPA SARI
64
30 M. SYAIFUDIN
76
30
RANI ZAEZANA
75
31 OKI RUDIYANTO
70
31
RINTA ARISKA
78
32 PULUNG ARI P
75
32
RUDI HANDOKO
76
33 PUTRI WULAN S
69
33
RUHAENI INTAN
70
34 REDY MAHENDRA
65
34
SHINTA NINDIA
67
35 RESTILIANA
67
35
SITI QOTSYAH
75
36 RITA YULIANINGSIH
72
36
SRI MURYANTI
70
37 ROHUL F
70
37
SUSIANTI
66
38 RUSTIANA P
72
38
TAORINA K
70
39 SANTI Y
64
39
TARMOKO
68
40 SATIYA SUWITO
67
40
TIKA APRILIA
67
41 SITI YULAEKAH
65
41
TUTIK W
63
42 SYIAM AFANDI
70
42
UMI S
80
43 TEGAR ARI S
71
43
WAHYU DEWI
70
44 TITIK NUR C
69
44
YULI P
78
45 YENI K
74
45
YULIANA
78
46 YULIANTO I
75
46
ZAKIYATUL H
80
Rata-rata
71,74
ZUHDI P
75
Rata-rata keseluruhan
Rata-rata
71,75
Nilai Guru
Nilai Guru
71,75

NAMA
NILAI
ABDUL HAMID
75
AGUSTIANTO N
73
ANA PUSPITASARI
70
ANING RIZKI F
65
ARIS ANGKI ADI
66
BAGUS WAHYU
69
DEWI ANGGRAENI
71
DEWI SUSILOWATI
65
DHIMAS P
73
DONNA AFREDA
65
EKO ARIS
75
FAHAD SANTOSO
71
FERDINA NURUL K
68
HENI S
79
HERMAYKA S
74
IIS SETYANINGRUM
73
INDAH ANGGRAENI
77
KHOLIFATU S
74
KRISTI C
75
LIKE ADELIA S
72
LISA ANDARWATI
79
LUSE RUFITA
67
MYZURA RATRI
77
MIA PUSPITA
77
M. AZWAR F
66
NENY EKA T
68
NURIL A
72
OSVALDO F
74
PREDIANA AYU
73
QONIATUL U
75
RINENDRA ZALA
69
RISYA YULIANI
71
RISKI RIKA
75
RISNA DEWI
76
RISTA K
74
RISVA RIVANI
70
ROSYIDA NURI A
74
SEFI W
70
SUGIARTO
79
TAUFIK YANUAR
66
TRI YULI VITA KURNIA
69
WAHYU ADRI H
78
WASIS K
77
WURYANINGSIH
70
YAYAN A
67
YOGO AVIANTO
73
Rata-rata
72,09

152

G17
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26

NAMA
ADIK RUSTAM S
AGUS RIFA'I
AJI SURYA I
ALAN BUDI C
ALIF LUTFI AJI
ALVIAN OCTO R
ANGGUN PUSPITA
ANJAR P
ARIF YUDA K
BAYU ANGGORO
DEAN KARTIKO R
DEVI DIAN S
DWI SUCI I
EKA ANUGERAHINI
FETI LISTIANI
FITRIANI
HERU PRAYOGO
HIDAYATUN N
IN MALA
ISA BUDIARTO
KARYONO
KIKI SARAS B
LESTARI
MOH MUHARAM
M. AJI F
NUR QOLIK

NILAI
72
75
78
70
71
79
75
70
72
79
71
70
74
73
72
69
76
74
70
72
77
65
75
68
73
78

27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45

NURHAYANI
PANJI P
PRASETYANI R
PRIYASMININGSIH
PUPUT NUR C
PUTRI NILA W
RIKA F
RIRIN P
RIZA RISTANTI
ROMDHON ASROFI
SITI NURJANAH
SRI HENI S
SRI WURIYANTI
SULAEKAH
SUPRIHADI
VIDI K
WAHYU HADI S
YOGA KHAIRUL S
YULIANA
Rata-rata
Nilai Guru

69
63
77
76
78
69
72,5
77
78
78
70
68
68
78
69
79
65
75
70
72,83
72,83

153

G18
NO

NAMA

G19

NILAI

NO

NILAI

NO

AGUNG NUGRAHANING W

70

ANDREY IVAN

NAMA

73

ANDRIANA RENI

NAMA

NILAI
70

AGUS SUNOTO

83

AYU LISA

64

AHMAD NUR HADI

76

ANGGIT SUSILO

83

BATIK PADMA

74

AJENG WIDIA

79

ANGGRAENI PUSPITO S

83

BENARIA SONATA

74

ANGGI HADI

76

ATIK ALIYAH

80

CYNTHIA KUSUMA

70

APRILIA SARI

78

BENNY ALVIAN

83

DEDY ELHAM

74

ARDHITYAN K

79

DANIEL OKTA NUGROHO

83

DONY YUNITIRO

75

ARDIAN UMI

70

DEVI LAVIA RUSANTI

71

EVAN ALEANDRO

69

AYUK REKNO W

75

DIKY PRATAMA

83

EZAR ARIAWAN

76

CINDI LEONY

81

10

DINA ARTIKA C

69

10

FREDINAND RENDI

74

10

DANIEL DIANTORO

78

11

DITA RAHMAWATI

83

11

HENI RISTIANI

74

11

DIMAS DWI

79

12

DWI LESTARI

75

12

IFAN PRASETYO

73

12

DWI HWEMAWAN

70

13

DWI SAFITRI P S

83

13

JOHAN ADI

76

13

EDI CAHYONO

74

14

ELLEN DINI L

87

14

KURNIAWAN S

74

14

EVI SETYOWATI

71

15

ENY TRI MULYANI

83

15

MARIA WINDAYANI

65

15

EVITA MEI R

69

16

FERNANDY AGASTHA

83

16

MEISA RINAWATI

73

16

FANNY A

76

17

HAIDI HADYAN

71

17

MUTIARA A

74

17

FENTY F

82

18

IKA SENJA M

78

18

NINA ADE K

74

18

HENDRI K

79

19

IMANIAR KARTIKO A

83

19

ONG TOMMY

70

19

HENDRY

76

20

ISMAIL HARYONO

76

20

PUTRI INEZ

76

20

INDRIYANTI A

70

21

ITA WULANDARI

70

21

SELVIA NOVITASARI

76

21

JESSICA TANIA T

79

22

JOVAN NILA ARDILA

73

22

SETYA WIRALDHO

73

22

LAILA NOVITA

79

23

KADEK BINTANG E S

75

23

TERESIA RIANA

75

23

MEILIA F

82

24

L. CANDRA CHRISTIANTO W

83

24

ULVIANA Y

74

24

NINDA MEILYASYAROH

77

25

LUCKY ADITYIA

70

25

WAHYUDI

60

25

PANJI PRATAMA

79

YESSICA PRATIWI

26

MASMYAVI ANGELIA P

78

26

27

NORMA AGUS S

80

Rata-rata

76

26

RENI NOVIANTI

80

72,5385

27

RIAN MERLANDO

76

28

PRADIPTA AJI DIBYANA

76

28

RIKZY FALAH

79

29
30

RIKY SUHARTANTO

70

29

SETIANTO A

70

RUDI PUGUH F

83

30

STANISLAUS Y

70

31

RUSMINI P

78

31

WINDA P

66

32

RYAN FEBRIANTO

83

32

YANUARIUS A

75

33

SIGIT HARIS N

75

33

YUSUF EFFENDI

70

34

TIA CLARA

70

35

UNGGUL MURDIYONO

81

Rata-rata keseluruhan

73,99

36

WAHYU K

79

Nilai Guru

73,99

37

YOSIA DEWANGGA I

74

Rata-rata

78,05

Nilai Guru

78,05

Rata-rata

75,45

154

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39

NAMA
ABDUL YUSMANTO
AGUS MUHAMMAD
AGUS NURCAHYO
AGUS SETIAWAN
AIS MARWAH
ANDRE WAHYU
ANDRI F
ANIEK NURKHAYATI
ANUNG IFFANA
ARI KURNIAWAN
CAESARIO EDY
DEDEN AFIF M
DENY YULIYANTO
DESI FIRDA
DWI HANDAYANI
DWI RAHAYU
ELA SETYA R
ERWIN YUNUS S
FATHAN ANNAFI
GADANG H
HESTI SUSANTI
ICHAK GESNIL I
IIN NANDA F
ISNA PUJI A
LINDA Y
MOH. SAHAL M
MURTINA AYU H
PUTRI DIAH
PUTRI PERMATA S
RAKA HUFANDIKA
RATNA AYU W
RENO ANGGORO
RIDHO WAHYUDI
SISTI RAHMATUL J
TRI ARIF
TRI LESTARI
TRINA PUNGKI
WULAN SAFITRI
YULIA NUR F
Rata-rata
Rata-rata keseluruhan
Nilai Guru

G20
NILAI
65
65
68
70
72
70
71
70
75
70
65
68
64
75
78
70
75
70
68
65
72
75
72
70
68
69
72
70
69
70
68
70
75
76
75
69
70
75
72
70,54
70,42
70,42

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39

NAMA
ADELA V
ADI SURYAWAN
AGUS PUJIYANTO
AHMAD NURHADI
AHMAD SOLEH
AMBARSARI
ANGGIA DWI P
ANIK PURWANINGSIH
BAGAS SETYAWAN
DAVID SELVIANTO
DICKY SAMBERA
EKO SURYANTO
ERFIT ALIN
EVINDA D
FANDI AHMAD
FERA NORMAWATI
GANANG RIDHO D
HESTI EVININGTYAS
INDAH ISLAMIYATI
M. NASRUL UMAM
M. NUR ROCHMAN
M. YUSUF B
NADIYA ULFIYANTI
PIPIT LESTARI
RAHMAT ASY'ARI
RENDRA N
RIFAI
RISA APRLIANI
ANIS MARTA
RIYAN BAGUS P
SELFI C
SIWI FITRIYANI
SUWITO
SYDIK MAHENDRATU
TIARA PUTRI
TITIK EVI S
YEKTI RETNO
YULIANA
SEPTIKA H
Rata-rata

NILAI
70
65
65
75
65
75
73
70
75
67
69
68
70
75
70
73
65
75
72
70
66
65
72
75
68
70
73
72
71
65
61
70
75
74
75
72
70
70
71
70,31

155

G21

G22

G23

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42

NAMA
ADRIANTO J
AGUS SAPUTRO
AGUS SETYAWAN
AHMAD ABDIAT
AHMAD FAUJI R
ANIS MARTA
BAGUS R
BAYU INDRA
DANANG R
DEVI RIZKIANA
DIAH AYU
DIDIK DARMADI
DWI DAMAYANTI
ERTIK R
HENDRA N
INDAH SURYANI
INGGA ALI
INTAN JULI
JOKO PRIYANTO
LUSI SWADOKTORIA
MADA HEFRI
MEGAWATI
M. TAUFIK
NOVI ARIYANTI
PUJIWATI
RANDY NUR
RENY KISMIATI
RIDHO RAMDANI
RIKA APRELIANY
SAKTI OKTARINO
SEPTYANTI ARUM
SHINTA WIDYA
SRI MUNHINDARTO
SRI WAHYUNINGTYAS
SUCI WULAN D
SUGIANTO
TOMI HARTONO
TRI ERNAWATI
TRIA FIRANITA
TYAS SEKARJATI
WAHYU CANDRA
YUDHA TRI K
Rata-rata
Nilai Guru

NILAI
68
70
65
68
71
72
67
65
67
69
70
69
70
72
65
70
68
75
69
70
68
75
66
72
69
70
69
66
70
71
72
74
70
70
67
72
70
70
74
69
69
70
69,60
69,59

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

NAMA
AGUNG RIYANTO
ALDI SETYA W
DWI CAHYO N
ARSYAD KHOLIDI
BUDI ARTO
CIPTO NUGROHO
DESILANI K
DIAN MIANTO
DIKI NUGROHO
DYAH EMILIA
EDI LUMAGSA
EKO WAHYU A
FERI PUJIANTO
FITRI WULANDARI
FRANSISCO S
HESTY ANGGRAENI
IKA RINAWATI
IMAM SOFI'I
INDRA SENTOSA
IRMA N
M. KHUNDORI
NOVA IRAWAN
NUR KHOLIMAH
NURUL K
PAHRUL MAHRUS
PUJI LESTARI
PUJIATI
RISKHA N
DANANG PUGUH
RIZKI YATMASARI
RYANDITA O
SETIAWAN K P
SRI LESTARI H
SUCI AMALIA
SULISTYONO
TARDI
WINDI SEKAR N
WISNU
YENI ANA
YULIS AVIYANI
Rata-rata
Nilai Guru

NILAI
65
70
65
68
65
65
67
70
67
73
75
80
73
65
70
75
72
70
65
76
65
68
75
70
70
72
70
70
68
70
68
70
72
70
72
75
75
60,7
72
65
69,84
69,84

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

NAMA
AFFIFAH NUR A'ISYAH
ALLIF MARETTA R
ANA YUNIATUN R
ANDHITA TETY S
ANIS CAHYANI
ARIEF KURNIAWAN
DENI AGUSTINA
DESY WULANSARI
DIAN OKTAVIA R
DONI PRASETYO
DYAH ANGGUN S
EKA AGUS J
EKA RISMAWATI
FAHYUNINGDYAH P
FARID A
HERU SUTRISNO
IRFAN NIRWANA
JULIANA
KHOLIL AZIZ
KURDIYANTO WAHYU
LUFFIA DWI
MARSITA P
MIEDYA WULAN S
M. SUFI'I
M. IRAWAN
M. RIFA'I
M. CHALID KAHFIN
NUR FADILLAH
NURUL AMALIA
OCTAVIA FERI D
RAGIL PANUNTUN
RAGIL SAPUTRA
RISKI NUR HUDA
RIZKI APRILIA
SITI WULANDARI
SUSANA DEWI
TONI SETYAWAN
TUTIK W
VIKO BAGUS C
YULIAN ADI P
Rata-rata
Nilai Guru

NILAI
78
65
75
73
73
71
73
75
76
69
74
69
75
82
69
71
73
76
69
68
73
74
75
71
63
70
80
74
74
70
75
70
65
75
70
75
71
68
73
73
72,33
72,33

156

NO

NAMA

G24

NAMA

G25

NILAI

NO

NILAI

NO

AHMAD NUR FUADI

68

ABDUL AZIZ

69

AMINAH AGUS T

NAMA

NILAI
78

AWALUDDIN FAHMI

70

AFIT ENDAH H

70

AHMAD SHODIKUN

74

EKA PUTRI S

71

AVINA M

69

AHMAD NUR IRFAN

73

HENDRO SM

67

DWI LESTARI

76

ANA ELLY F Y

70

KHAIFANI KHUSNUN N

70

IDA FITRIANA

67

ASNAWI KHOLIL

72

MOH. IRFAN Y

70

KAFIA ANSORI

74

BANDUNG PRASETYO

75

MOH. JAMIL S

69

KUSMIATI

68

DENI RISTIANTO

70

MOH. TEGUH

73

M. MARUS

70

IDRIS HARIANTO

87

MUH. CHOIRUL

75

M. MUNIB

69

INDAH RAVITASARI

74

10

MUH. HARIS

70

10

MUH SHOLEKHAH

70

10

LUTHFIYATUL U

73

11

RICO SETIAWAN

75

11

SITI MUJAWWAROH

73

11

M. NASYIRUDIN

76

12

SUPRIYANTO

72

12

SUGIHONO

66

12

MUHAMMAD LUTFI

84

13

TOMI PRABOWO

68

13

SURYANTO

70

13

NUNIK NOVIA

72

14

ZAIN ALI M

71

14

TAUFIQ S

70

14

NUR ISTIQOMAH

70

15

WIWIK R

75

15

THOFA H

69

15

SUGIHARTO

74

16

ANGGO MUSTOFA

70

16

WIWIT P

79

16

YUDHA ADHI P

78

17

KHOIRO S

65

17

ZULFIATUN ANISA

65

17

YUNI S

72

18

MOH. MOHAIMIN

70,3

18

ABDUL WAHID

69

18

NURMA L

76

Rata-rata

70,52

Rata-rata

70,17

19

AGUS YULIANTO

76

Rata-rata keseluruhan

70,34

Rata-rata

74,95

Nilai Guru

70,34

Nilai Guru

74,9

157

G26
NO

NAMA

AGUS SUPRIYANTO

ANDIK P

ARI WAHYU N

BUDI HARTONO

CANDRA BUDIMAN

DANANG S

DEWI HANDAYANI

DINAR SAIGUNA

EDRIS YULIANTO

10

ERFIN AFRIADI

11

FARIS YULIANTO

12

FEBRY W

13

FERI ARDIYANTO

14

FERI PUJIANTO

15

HARYANTO G

16

HASAN ASRORI

17

HERI SEPTIAWAN

18

IIN MUNFAATIN

19

IWAN WIDI

20

LEO TOMMY W

21

M ALIN NAOBA

22

MUANAF ALGAZALI

23

MUHAMAD RIFKI

24

PUJI MAT S

25

PUTRI NILAM

26

RIAN CAHYONO

27

SUNDARI

28

SUPRIHADI

29

SUYONO

30

YOPIK D

31

YUDHA F

32

YUDI TRI L

33

YUSUF MIRZA

34

IMAS SUKOCO
Rata-rata
Nilai Guru

NILAI
NO

65
1

63
2

60
3

70
4

75
5

59
6

78
7

75
8

70
9

65
10

70
11

69
12

76
13

71
14

70
15

69
16

72
17

70
18

65
19

63
20

76
21

62
22

67
23

74
24

74
25

70
26

69
27

79
28

67
29

64
30

68
31

65
32

70
33

69
34
69,09
69,09

G27

NAMA

NILAI

ADI ARDIYANTO

75

ADNAN M

70

AGUS SANTOSO

74

AHMAD ADITYA

74

AHMAD SHOLEKAN

81

AKNESSIA N

73

ALFIA HUSNA

70

ANA RIWAYATI

75

ANGGA L

73

ANTON S

74

ARIF S

76

AULIA Q

75

BIMO ADI

73

BRILLIAN ADHI

72

CHANDRA N

70

COKRO WIBISONO

75

DODI ZAKARIA

72

EVI YULIANTI

75

FIKA MARDIANA

73

HAPSARI DYAH

73

IKRIMA K

75

IRFAN W

80

ITHOH AFRIAN

74

LUCY ROSALINA

76

NICO MILA

77

NUR LATIFAH

78

PULUNG HARWIN

75

RANDITYA BAYU

81

RIFKY ADETYA

80

RIFKY PODRA

79

RUSMITA ARUMSARI

70

TOMY B

80

VENDRI A

70

YENNI TRI R
Rata-rata
Nilai Guru

70
74,65
74,65

158

N
O

G28

N
O

G29

81

ANIS SUNARNI
ANISATUL
WARO

NAMA
ALVIM CANSUJI
R

75

ARISTA SAFITRI

73

DANANG AJI J

DEWI PUJI L
DEWI
RETNOSARI

NAMA

NIL
AI

NIL
AI

N
O

G30
NAMA

NIL
AI

70

ABDUL NA'IM

75

AMALIA N

71

ABDUL ROKHIM

76

AMAN SUSILO

68

75

70

70

80

ANI YULIANTI
ANITA DUWI
ASTUTI

AGUS ARIYANTO
AGUS DWI
SUSANTO

75

AGUS JUWARNO

71

75

AZIS ABDUL R
DADANG
ARGANATA

78

AHMAD ARIF

78

DWI PRASETYO

70

74

81

10

EKO SOFIANTO
ERI
KURNIAWATI
ETTI
YULIASTUTI

79

10

11

GUWARI

81

11

12

75

13

ISTIARDI P
IWAN
MURDIYANTO

14
15

77

76

AHMAD RUDI P

77

DEWIE P
DIANA
MAHARANI

77

AHMAD SUBARI

70

70

AJIK BAYU H

70

76

10

ARIS MUNANDAR

76

75

11

CHOIRUL UMAM

74

12

DWI IRWANTO
DWI
KURNIANTO
DWIKI
REYNALDI

80

12

74

78

13

EKA SRI UTAMI

71

13

DEWI YULIANI
DIAH SARI
WARIYANTI

75

JOKO SAPUTRO

74

14

ERICK AULIA

70

14

EKO WAHYUDI

79

KARTINI

70

15

68

15

FEBRYAN ADI S

69

16

M. HUSEIN

80

16

FARID SRI W
FITRIA ULFAH
R

78

16

IRHAM FAUZI

83

17

77

17

HYDO CAHYO L

79

17

JULIAN WADI P

75

18

M. ABDUL MAJID
MUSLIM
IRAWANTO

82

18

IRWANTO

80

18

MOHAMAD HADI

75

19

NOOR EVA AZIZ

75

19

75

19

NANO ADRIYONO

74

20

NOOR HIDAYAT
NURUL
FEBRIYANTO

78

20

ISTIYANA N
JOKO
PURWANTO

70

20

NIRMA PRAMITA

76

76

21

70

21

NUNING SUGIARTI

80

75

22

70

22

NUR IZZAH

70

23

PUJIHARJO
RIANA
JATININGRUM

78

23

M. ARIF H

77

23

OKA ANGGITA Y

73

24

RIYAN ARDONA

77

24

75

24

RUBINAH

78

25

72

25

75

26

SRI NUNUNG

68

26

70

26

PUTRI AYU S
PUTRI PUSPITA
SARI
RISKI RAMANDA
DEWA

76

25

M. KARYADI
NANI
SETYANINGSIH

27

SRIWATI

80

27

74

27

SETYO ADI N

70

28

SUSIANTI

74

28

29

TRI YULI

79

30

WASIS PRANOTO
WISNU
HERMAWAN

21
22

31

LILIS DEWI K
LINDA
OCTAVIANI

NGOIDO M
NIKITA WAHYU
F

76

76

28

SETYO NUGROHO

72

29

NUR INDAH
PRISNA VIKI
DWI

70

29

SITI LESTARI

72

73

30

PUJIANTI

71

30

SRI NINGSIH

70

81

31

SADI

76

31

SUYUD RIYADI

75

159

32
33
34
35
36

YUNITA
PERWITASARI
YUSNI AMALIA
YUYUN
WINARNI
ZUBAIDAH
YUSUF
APRIYADI
Rata-rata
Nilai Guru

70

32

SAIFUL ARIFIN

73

32

SULISTYOWATI

70

75

33

SUTRINI

70

33

83

70

34

SUTRISNO

76

34

80

35

78

35

75

76
76,0
6
76,0
6

36

WUWUH PUJI L
ZENDI SETIYO
B

SUPRIANI
TATAK
SUGOWANTO
ABDULAH AL
MUNAWAR

77
73,6
7
73,6
6

36

WIWIT SAFITRI

82

37

BENY WIBOWO

74
74,6
5
74,6
5

Rata-rata
Nilai Guru

Rata-rata
Nilai Guru

70

160

161

162

163

164

165

166

167

168

169

170