Anda di halaman 1dari 5

Aturan Dampak Pengembangan Kawasan

Dalam setiap perubahan dan pemanfaatan suatu lahan harus terdapat


pengendalian sesuai perencanaan. Perubahan yang terjadi pasti akan menimbulkan
dampak tertentu terhadap ruang dan lingkungan sekitarnya. Berdasarkan Pedoman
Konsep Dasar Panduan Penyusunan Peraturan Zonasi Kawasan Perkotaan,
dampak dari pemanfaatan atau perubahan ruang dapat dikategorikan dalam empat
bagian yaitu : Tidak ada gangguan atau gangguan diabaikan, Intensitas gangguan
rendah, Intensitas gangguan sedang dan Intensitas gangguan tinggi. Intensitas
gangguan dilihat dari seberapa besar dampak yang diberikan dari adanya suatu
pemanfaatan ruang. Masing-masing kategori mencakup aspek ekonomi sosial
lingkungan dan lalu lintas. Untuk memudahkan dalam menentukan tingkatan
gangguan maka perlu dilakukan penilaian skoring.
Adapun

ketentuan

untuk

penskoran

mengenai

aturan

dampak

pengembangan kawasan perencanaan yaitu dibagi menjadi 4 tahap yaitu tahap


pertama mendapatkan skor 0-25 untuk kategori gangguan diabaikan, 25-50 untuk
kategori rendah, 50-75 untuk kategori gangguan sedang dan terakhir 75-100
merupakan kategori tinggi. Sebelum melakukan penilaian scoring terlebih dahulu
melihat ketentuan-ketentuan dari dampak seperti berikut ini :
1. Dampak ekonomi
Harus mencerminkan pertumbuhan ekonomi kota yang dapat dilihat
dari pertumuhan ekonomi yang tinggi dan sangat mempengaruhi
(pendapatan masyarakat dan pemerintah serta manfaat pada
masyarakat, pemerintah maupun swasta) ketentuan semakin banyak
pertumbuhan ekonomi mendapatkan manfaat semakin banyak pula

ketentuan yang dibuat untuk pemanfaatn ruang


Antisipasi terhadap pertumbuhan ekonomi sangat cepat
Dampak ekonomi terhadap pendapatan masyarakat ; kemajuan
peningkatan pendapatan masyarakat terhadap penyerapan tenaga
kerja yang tinggi dan kebutuhan kesempatan kerja yang sangat
dibutuhkan demi kemajuan pemanfataan ruang dan perubahan
pemanfaatn ruang

Dampak terhadap keuangan pemerintah daerah (pendapatan asli


daerah) ; semakin tinggi pelayanan publik yang diberikan terhadap

suatu kawasan
2. Dampak Sosial
Dampak sosial berkaitan dengan kegiatan-kegiatan sosial. Pemanfaatan
ruang/lahan dan ketentuannya diharapkan tidak mengganggu ketertiban
dan keamanan dan tidak mengganggu derajat kesehatan.
3. Dampak Lingkungan
Pada dasarnya ketentuan pemanfaatan ruang dan perubahannya tidak
diperkenankan menurunkan kualitas lingkungan atau mengurangi
keselarasan dan keseimbangan lingkungan alam dan lingkungan binaan.
Beberapa komponen yang dapat dilihat dari perubahan kualitas
lingkungan adalah dari komponen air tanah dan udara. Untuk membuat
suatu konsep perencanaan perlu memperhatikan dari segi lingkungan,
polusi dan sampah yang dihasilkan dari pembangunan memberikan
dampak yang cukup signifikan.
4. Dampak Lalu Lintas
Dampak lalu lintas pada akhirnya akan mempengaruhi sistem
transportasi di sekitar wilayah studi yang bersangkutan. Objek-objek
yang perlu diperhatikan dalam perkiraan dampak lalu lintas akibat
pemanfaatan ruang antara lain yaitu jalur sirkulasi jalan di sekitar pusat
kegiatan, lahan parkir yang disediakan di kawasan tertentu, ketentuan
parkir on street dan off street, tingkat kemacetan yang ditimbulkan oleh
kegiatan dalam suatu kawasan, fasiilitas transportasi umum, dampak
lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan lalu lintas misalnya polusi
udara dan kebisingan, sarana dan prasarana transportasi untuk pejalan
kaki dan pengendara.

Berikut ini merupakan tabel penilaian skoring dan pengkategorian dampak


pengembangan kawasan
Tabel

Penilaian skoring dan pengkategorian gangguan dampak pengembangan


kawasan
Daftar Kegiatan

Skor

Penilaian skoring

Kategori

foodcourt

Ekonomi Sosial
20
10

Lingkungan Lalu lintas


20
15

total
65

Sedang

BNI dan ATM

15

10

15

45

Rendah

Kota 20

15

10

30

75

Tinggi

Taman

(Taman Digulis)
Jogging Track

10

15

35

Rendah

Taman Bermain

10

15

35

Rendah

Sport Hall

25

20

15

25

85

Tinggi

Tempat Parkir

10

25

Tidak
memiliki

Toilet umum

20

gangguan
Tidak
memiliki

RTH

10

25

gangguan
Tidak
memiliki

Hutan Kota

10

25

gangguan
Tidak
memiliki

Pos keamanan

20

gangguan
Tidak
memiliki
gangguan

Ketentuan :
0-25 tidak memiliki gangguan atau gangguan diabaikan
26-50 gangguan rendah
51-75 gangguan sedang
76-100 gangguan tinggi

Untuk penjelasan lebih lanjut bisa lihat pemaparan dibawah ini

a. Tidak ada gangguan atau gangguan diabaikan


Jenis kegiatan yang dianggap tidak memiliki intensitas gangguan atau
gangguan diabaikan adalah kegiatan yang tidak memiliki dampak yang
besar dan tidak merugikan terhadap lingkungan lokasi perencanaan.

Kegiatan tersebut yaitu pos keamanan, tempat parkir dan toilet umum.
Selain itu, Ruang Terbuka Hijau dan Hutan Kota juga termasuk dalam
kategori tidak ada gangguan karena tempat ini tenang dan dianggap
tidak mengganggu lingkungan malah seperti yang kita tahu bahwa
sekarang ketersediaan Hutan Kota di Kota Pontianak sangat minim dan
hanya terdapat di Universitas Tanjungpura.
b. Intensitas gangguan rendah
Untuk aktivitas di BNI dan ATM termasuk dalam kategori intensitas
gangguan rendah. Selain itu, aktivitas di Taman bermain juga rendah, hal
ini dikarenakan dilihat dari aspek ekonomi hanya memberikan sedikit
pemasukan, kemudian score aspek sosial memberikan kontribusi paling
besar karena dengan adanya taman bermain di area jogging track akan
membuat terciptanya tali silaturahmi antar pengunjung, untuk aspek
lingkungan jika tidak dikontrol dan dibuat peringatan bisa saja
pengunjung membuang sampah sembarangan, sementara aspek lalu
lintas memungkinkan terjadinya kemacetan namun tidak terlalu parah.
c. Intensitas gangguan sedang
Adanya foodcourt di lokasi perencanaan juga menyebabkan dampak
yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan limbah yang dihasilkan dari
foodcourt akan menyebabkan polusi udara. Proses pengelolaan limbah
pun akan membutuhkan waktu yang cukup lama dan menimbulkan bau
yang kurang sedap bagi masyarakat.
d. Intensitas gangguan tinggi
Untuk kegiatan sport hall dan taman digulis dikategorikan memiliki
tingkat gangguan yang tinggi. Adanya sport hall dan taman digulis di
lokasi perencanaan akan membangkitkan aktivitas lalu lintas sehingga
berpotensi terjadinya kemacetan. Pengaruh sport hall dan taman digulis
terhadap lingkungan lokasi perencanaan tinggi karena kegiatan ini
menimbulkan dampak pada aspek perekonomian dan lingkungan serta
menimbulkan keramaian serta membuat kebisingan di daerah lokasi
perencanaan.
Tabel

Kategori Gangguan dan penjelasannya


No
Kategori
1
Tidak ada gangguan

Keterangan
Tingkat pengaruh terhadap suatu aspek hampir tidak
ada
Tingkat pengaruh aktivitas pemanfaatan lahannya

Gangguan tinggi

tidak mempengaruhi aktivitas lainnya.


Aktivitas yang sangat mempengaruhi berbagai aspek,
seperti aspek lingkungan, ekonomi, sosial dan lain-lain.
misalnya dengan meningkatnya aktivitas di sekitar
kawasan maka akan menciptakan keramaian dan

Gangguan sedang

kemacetan.
Tingkat pengaruh aktivitas pada pemanfaatan lahannya
cukup tinggi terhadap beberapa aspek. Misalnya

Gangguan rendah

Sumber : Hasil Analisis, 2016

menimbulkan polusi.
Tingkat pengaruh aktivitas pada pemanfaatan lahannya
tidak terlalu tinggi atau rendah terhadap suatu aspek