DOM ACEH 1989-1998 Upaya Pemusnahan Peradaban Muslim Paling Biadab Sepanjang Sejarah Indonesia PEMBANTAIAN di Aceh

semasa rezim Soeharto jauh lebih biadab dan kejam dibanding kejahatan Abu Lahab dan Abu Jahal di zaman jahiliyah, karena mereka juga membantai wanita dan anak-anak yang tak bersalah. Militer yang didatangkan ke Aceh pada rezim Soeharto ini, lebih kejam bila dibandingkan dengan Abu Lahab dan Abu Jahal pada zaman jahiliyah.Pada za-man jahiliyah yang dipelopori Abu Jahal dan Abu Lahab pada waktu itu memburu Rasulullah untuk dibunuh.Pada suatu malam, Abu Jahal dan Abu Lahab datang mencari Rasul di rumahnya.Ternyata Rasulullah tidak ada, yang dilihat hanya Sayidina Ali yang sedang tidur di tempat pembaringan.Kedua pelopor jahiliyah itu, ternyata sedikitpun tidak mengusik Sayidina Ali dan keluarganya. Setelah mengetahui Rasulullah tidak bera-da di rumah itu mereka lalu pergi mencarinya ke tempat lain. Sementara Sayidina Ali sendiri bersama keluarga diketahui sebagai pejuang pembela Rasulullah. Peristiwa tersebut menggambarkan, bahwa Abu Jahal dan Abu Lahab tidak membunuh dan mengusik orang lain yang bukan divonis mati oleh kelompok kafir Quraisy. Kualitas kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Aceh sebagai hal yang luar biasa.Kejahatan ini juga terencana, terorganisir, dan sistematis. Di antara data yang diserah-kan pegiat LSM kepada Komnas HAM antara lain, ada korban yang diculik, dianiaya, disetrum, dan kemudian ditembak di depan umum. Ada pula yang diperkosa di depan anak atau di depan suaminya. Beberapa bagian bentuk kejahatan itu, ada kemiripan dengan modus operandi penculikan aktivis prodemokrasi yang melibatkan Kopassus di Jakarta.Peristiwa pembantaian, penyiksaan, perkosaan yang dirasakan rakyat Aceh atas perbuatan militer selama DOM, sangat pedih dirasakan. Karena hal itu dilakukan oleh bangsa sendiri dan bukan bangsa lain yang pernah menjajah Indonesia seperti Belanda dan Jepang. Sebagian peristiwa penyiksaan tragis dilakukan aparat militer, misalnya ada wanita yang diperkosa secara bergiliran kemudian dicambuk dengan kabel, ada pula yang diperkosa di depan anaknya, telinga disayat dan ditetesi jeruk nipis, kepala dipukul dengan balok lalu dikuliti di depan anaknya, kepala digantung dan dipukuli dengan kayu, leher digorok dan kepalanya ditenteng, dan suami dipaksa keluar dari rumah sementara istrinya ditelanjangi lalu diperkosa sambil berdiri. Selain itu, ada pula yang ditelanjangi dan diarak sambil disiksa di tengah keramaian pasar dan terakhir ditembak di depan massa. Wanita disetrum pada payu dara dan kemaluannya, giginya dicabut dengan tang, ditembak dalam sumur, pria yang dibakar kemaluannya lalu disiksa dengan kabel dan gagang cangkul, disalib dan ditembak, diseret pakai tali lalu didor, dipaksa bersenggama sesama tahanan, tidak boleh menutup aurat saat shalat, ada juga yang ditembak di atas pentas lalu diperton-tonkan, dikubur separoh badan lalu ditembak. Yang ironisnya ada juga wanita yang diperkosa secara bergiliran dan dimasukkan botol sprite ke dalam vaginanya, rumah dibakar, harta dijarah. Itulah antara lain ber-bagai cara penyiksaan dilakukan militer terhadap rakyat Aceh, sehingga para korban kini masih mengalami trauma berat. Di tengah operasi yang berlangsung, terjadi serpihan-serpihan peristiwa yang sangat sulit diterima oleh siapa saja yang masih mempunyai hati nurani.Penyiksaan dan penjarahan terhadap milik perempuan yang berharga, mulai dari pelecehan seksual sampai pembunuhan justru dilakukan oleh aparat yang seharusnya melindungi dan membela rakyatnya.

1

Tetapi. membuat korban/keluarga selalu berada dalam kondisi diintimidasi.Kelihatannya masih berpeluang diselamatkan . selalu ada pemerkosaan dan ada anak yang dilahirkan oleh proses yang semacam itu. Kasus-kasus dari berbagai bentuk tindak kekerasan yang dialami perempuan yang terjadi dari ratusan kekerasan yang terjadi seputar diberlakukannya Daerah Operasi Militer selama ini tidak pernah terungkap.Tempat-tempat penyekapan di seluruh Aceh merupakan bukti tentang adanya operasi militer di Aceh. sering dianggap aib dan memalukan.1 Dari pemaparan fakta di atas dapat dilihat betapa kejamnya perla-kukan kekerasan oleh aparat terhadap kaum perempuan. Mereka rata-rata dibawa ke Pos Sattis Kopassus. Penderitaan dan trauma yang dialami korban sangat mendalam. pelecehan seksual dan pembunuhan belum sepenuhnya terdata lengkap. Adanya ancaman dari pihak-pihak tertentu terhadap orang ataupun LSM yang mendampingi korban. LBH. selama berlakunya Operasi Militer. Sampai saat ini jumlah korban yang mengalami perkosaan. Usaha pendampingan terhadap korban sudah dilakukan. apalagi kepada orang yang tidak terlalu dikenalnya. Beberapa diantaranya korban meninggal dunia.Data di atas. 3. 2.proses begini. Di bawah ini akan diberikan beberapa contoh pola kekerasan yang terjadi terhadap perempuan di Aceh. otomatis tinggal dilepaskan saja dari tempat penye-kapannya. Wanita-wanita malang ini mencemaskan kalau pasukan ditarik. sejumlah kasus perkosaan dan pembunu-han terhadap perempuan juga dimulai terungkap dan menghiasi hala-man muka surat kabar. Ada beberapa alasan yang menyebabkan informasi ini tidak diketahui oleh masyarakat luas dan dunia internasional.000 orang yang dinyatakan hilang sejak 1989. beberapa yang lain berada dalam kondisi fisik dan psikologi yang sangat berat. Setidaknya LSM. Korban pemerkosaan terutama Aceh.Namun sampai saat ini sebagian besar korban belum tertangani. 4. khusus di tahun 1998 ini sedikitnya ada 34 orang hilang di Aceh. bahkan langsung membawa korban ke Komnas HAM. yang namanya bau busuk tidak pernah bisa ditutupi selama-nya. 2 . Adanya ancaman dari pelaku untuk tidak mengungkap kejadian tersebut pada orang lain. Sejak turunnya TPF DPR RI ke Aceh. Ada data lapangan yang menunjukkan beberapa wanita Aceh dihamili aparat keamananan selama DOM. hanya contoh kasus dari berbagai bentuk kekerasan yang dialami perempuan akibat pemberlakuan Daerah Operasi Militer baik secara langsung dan tidak langsung.Karena baru diculik. sehingga sangat sulit bagi korban untuk menceritakan pengalaman buruknya. kerena pelakunya aparat yang sedang bertugas di daerah tersebut. bahkan ada yang sudah punya anak. dan aktifis mahasiswa sudah mengawali mengungkapkan fakta tersebut. seperti: 1. Akibatnya korban atau keluarga selalu berusaha untuk menutupi kejadian tersebut. Dalam proses. Di luar data hampir 2. yang menyebabkan anak mereka tak (lagi) punya ayah. atau adanya bentuk-bentuk penistaan kemanusiaan.Kalau penculiknya jelas dan mereka dibawa ke mana.

3 . dan sebagainya.Dimulai.Harus ada upaya pemerintah untuk mela-kukan itu. tapi juga diikuti dengan penghilangan harta.Kemudian. haruslah dihindari. Mungkin setelah di luar ada yang dihabisi.Yang prinsipil saat ini tidak saja ABRI. mengundang keluarga-keluarga mereka dan tempat (lembaga-lembaga) di mana mereka selama ini mengadu. Hal yang demikian akan membawa dampak psikologis juga terhadap proses pemulihan di masyarakat. Rehabilitasi itu mencakup juga ganti rugi barang-barang yang dirampas aparat dari masyarakat. serta menjadi bagian dari proses rehabi-litasi yang bertahap dan harus dilakukan.Masyarakat Aceh menjadi masyarakat yang dibuat ketakutan sekian tahun. Yang sekarang jadi persoalan.Pemerintah harus mengumumkan secara terbuka siapa-siapa saja yang menjadi korban kekerasan ini untuk mendaftar di rumah sakit-rumahsakit untuk diberi pengobatan gratis. tapi juga pemerintah daerah (Pemda) punya kewajiban untuk mengembalikan situasi ini. pemulangan mereka yang masih dimungkinkan dari tempat-tempat yang begitu. terluka. saat ini kalau memang pemerintah beritikad baik memperbaiki kondisi di Aceh.Saya kira. maka kita masih akan menghadapi hambatanhambatan proses pertanggung-jawaban. misalnya ada yang cacat.Maka.Pelepasan dengan pola pembebasan aktivis di Jakarta malah menambah masalah pelanggaran hak asasi. Rehabilitasi terhadap fisik korban secara langsung.Secara otomatis.Jangan sampai penyelesaian masalah ini malah membuka ruang bagi pelanggaran HAM lainnya. setelah itu dibunuh dan mayatnya dibuang dengan keadaan fisik yang rusak. untuk menunjukkan itikad pemerintah memperbaiki kondisi atau merehabilitasinya.Termasuk menjelaskan secara jujur kalau di antara mereka ada yang sudah meninggal kepada keluarganya masing-masing. penjarahan. jika masyarakat masih ketakutan untuk memberikan informasi. misalnya. untuk menyerahkan mereka yang diculik. Digunakan cara-cara pelaku penculikan selama ini banyak dilakukan pemerintahan Soeharto. tapi itu yang seharusnya tak boleh terjadi. maupun oleh masyarakat. Ter-masuk di beberapa daerah lain bahwa ini tidak saja termasuk penghi-langan orang. dan dianiaya. dan sebagainya. ABRI membuat daftar tentang orang dan keadaan mereka yang berada di tempat-tempat penyekapan itu. sepanjang situasi ketakutan masyarakat masih belum mampu dikubur. perhiasan. peta persoalan akibat dari semua proses yang terjadi di Aceh sejak 1989 itu belum terekam dengan baik.Merehabilitasi kondisi ketakutan-ketakutan masyarakat.Bentuk-bentuk kekuasaan. dan lain-lain. kendaraan. Kasus orang hilang di Aceh sama dengan kasus penculikan aktivis prodemokrasi di Jakarta. Dengan begitu. ditekan. bahkan pembakaran rumah.Dan ABRI menyatakan bertanggung jawab terhadap orang-orang yang sudah meninggal tersebut. pencabutan DOM masih terlalu formil untuk dinilai sebagai suatu keputusan politik yang berarti. secara otomatis mereka memiliki kewajiban membangun ruang rasa aman masyarakat agar persoalan ini lebih menjadi mudah untuk lebih terbuka. Sebab. serta wajah yang sukar diidentifikasi lagi. sebelum situasi itu diikuti dengan perbaikan kondisi masyarakat Aceh. Baik oleh ABRI sendiri.Umpamanya. agar masyarakat atau keluarganya tidak dapat mengenalinya lagi. korbannya di-pressure. yang terbaik adalah pelepasan secara formal. menjadi bagian dari rehabilitasi situasi ketakutan masyarakat. pressure. tanah. uang.

Maupun terhadap individual yang kemudian menimbulkan persoalan-persoalan mendasar lainnya.Lagi pula. perorangan pun boleh. Bila itu disam-paikan. Ini seperti yang dilakukan terhadap Sintong Panjaitan. maupun melalui organisasi. cuma beberapa negara yang masih melakukannya. Dibanding apa yang terjadi di Aceh. bukan saja militer yang melakukan itu. bahwa yang terjadi di sini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. tetap bukan hukum perang.Pernyataan-pernyataan yang berbau mengancam. yang di dunia internasional. kepada Komisi HAM PBB. yang masih berlangsung di negara yang relatif berkehidupan modern ini. Dari hasil investigasi LSM dan laporan keluarga korban. Tapi. gara-gara DOM ini. ternyata banyak anggota masyarakat yang dimobilisir ABRI ikut operasi. maka itu tergolong kejahatan luar biasa dan menjurus pada pemusnahan peradaban etnis Aceh. Kalau dia ke sana akan ditangkap. secara umum dikenal pembantaian para jenderal dalam peristiwa G30S/PKI sebagai sesuatu yang sadis. sekaligus sebagai tameng saat ABRI berhadapan dengan GPK. yang terakhir mempraktek-kannya itu Burma. kejahatan kemanusia-an itu nilainya sangat tinggi. Itu artinya. Sejauh ini.Kemudian.Tapi. karena di Aceh tidak ada perang. Satu hal yang mendasar yang terjadi di Aceh. pernah ada di beberapa negara Afrika dan beberapa negara Amerika Latin yang relatif tertinggal. tapi juga banyak orang yang memanfaatkan situasi DOM itu untuk. Ini kejahatan paling kasar dan tradisional. sadisme yang terjadi di Aceh adalah kejahatan paling tradisional.Dan ini semua harus dipertanggungjawabkan. komisi tersebut niscaya akan melakukan penelitian terhadap bentuk-bentuk kekerasan di Aceh.2 Dia tidak termasuk hukum perang. sebetulnya warga Aceh. Dengan pernyataan pencabutan DOM di Aceh oleh Pangab di Lhok-seumawe. apa yang disebut dengan istilah dipersona non-gratakan atas suatu tindakan yang dianggap melanggar kemanusiaan. asal ada laporan dan pengaduan dari masyarakat. baik secara individual. misalnya. tak pernah dipertanggungjawabkan. karena hal ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.Beliau dipersona non-grata di beberapa negara Eropa. Berbagai pelanggaran HAM selama berlangsungnya operasi militer di Aceh seperti yang belakangan ini terungkap benar adanya.Di Asia ini. memperoleh akses ekonomi dan sebagainya. bukan berarti mereka yang melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan itu tidak bisa dikenakan sanksi. agama (Islam) mengajarkan bahwa membunuh satu orang itu sama dengan membunuh seluruh isi bumi dan langit.Ketika mereka terbunuh. bisa melapor resmi langsung atau melalui faks atau surat. yang juga penting. Padahal. mestinya itu tak dilakukan lagi. ujar beberapa janda asal Lhoksukon3 melalui LBH Iskandar Muda dan LSM YAPDA 4 . Kalau ia sudah dibunuh. Kejahatan terhadap kemanusiaan secara otomatis harus dipertanggung-jawabkan oleh pemerintah yang mengambil keputusan untuk kemudian menimbulkan ruang bagi orang untuk melakukan berbagai kejahatan bagi kemanusiaan. hendaknya bisa diketahui di mana kuburnya dan memin-ta pemerintah mengusut para pelakunya. Yang penting. Tapi.Dan Indonesia termasuk negara yang terting-gal dalam menjauhi tindak kejahatan tradisional itu. para janda yang suaminya diduga diculik aparat keamanan di daerah itu berharap agar suami mereka bisa dikembalikan.Marcos saja di Filipina tak melakukannya. karena hal itu bagian dari proses menghambat perbaikan kondisi di Aceh.

Setelah dapat kabar itu. pertama suaminya di jemput petugas ke rumah. Bahkan. sampai sekarang belum diketahui nasibnya. sedangkan anak yatim sekitar 6. masih banyak para janda dan anak yatim dari keluarga korban yang perlu mendapat perhatian. lantas petugas berinitial IRF. Data sementara yang berhasil dihimpun Forum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aceh menyebutkan. Seorang petugas berinitial IRF yang dijumpai di pos tersebut tidak tahu ke mana korban dibawa. Ibu rumah tangga yang sekarang tinggal bersama anaknya di gubuk reot tiga kilo meter bagian timur Kota Lhoksukon. Seperti diakui seorang ibu rumah tangga Kasmawati (30) warga Desa Matang Reudeup. pihaknya bersama anak bersandar hidup pada orang tuanya. sampai sekarang belum pernah pulang ke rumah. sehingga para janda dan anak yatim tidak merasa tertekan batinnya. kala itu ia didampingi seorang petugas berpakaian preman dan kepada isterinya korban memberitahukan ia dibawa Kopassus ke Pos Alue Bilie. korban mendayung sepeda langsung datang ke pos Matang Ubi Lhoksukon menjumpai oknum itu.000 orang. Karena. Pemda mengakui. Kasmawati datang sekaligus membawa pakaian dengan harapan bisa ketemu dengan Amiruddin.Saya tidak mampu jawab pertanyaan anak yang ditinggalkan. beberapa jam kemudian korban pulang ke rumah menitip sepeda. Selain Kasmawati. tak mungkin anak itu bisa melanjutkan sekolah ke SMP nanti.Mereka tiap hari menanyakan ke mana ayah pergi. menitip pesan pada kepala lorong jika ia sudah pulang segera datang ke pos penculik. wanita hitam manis itu punya firasat bahwa suaminya masih hidup.4 Hal itu dikemukakan gubernur seusai membuka Masa Sidang ke-2 1998/1999 DPRD Tk I Aceh di Banda Aceh. kata Kasmawati. Isteri M Yusuf Husen itu mengisahkan bahwa suaminya dijemput petugas tahun 1991 lalu. korban mendapat kabar dari kepala lorong M Yusuf bahwa ada pesan dari petugas Kopassus. kata Kasmawati. Selama ini ia mengaku hatinya tersiksa dan terpaksa menangis. jumlah janda akibat operasi militer di daerah ini mencapai sekitar 1. kata Kasmawati. korban tidak di rumah. yakni Ny Rukiyah (35). Kecamatan Baktia Pantonlabu. ia berharap suaminya Amiruddin (30) bisa menyaksikan HUT-RI ke-53 bersama anaknya. kata Kasmawati. Ia yakin yang mengambil itu aparat keamanan. Selama suaminya ditahan penculik.Bahkan. kata Kasmawati. Namun. tapi tidak datang ke pos. kala petugas datang. didampingi Direktur LSM-YAPDA Sugito Tassan Lhokseumawe mengatakan. mungkin ditangkap orang lain. baik moril maupun meteril. tapi ia berada dalam tahanan petugas dan selama korban dijemput. kata Kasmawati menunjukkan wajah sedih. biaya sekolah dua di antara empat anaknya ditanggung ayahnya yang sudah uzur itu. Meski jumlah janda dan yatim belum diketahui persis. terutama para janda dan anak-anak mereka yang telah menjadi yatim.Lhokseumawe. Kecamatan Lhoksukon Aceh Utara. korban sendiri ketika minta pamit memberitahukan dan dikuatkan keterangan kepala lorong. juga beberapa janda lainnya di desa Matang Reudeup Lhoksukon. Sejak korban dibawa ke Pos Alue Bili 30 Maret 1997.480 orang. 5 . Tapi. Begitu suaminya Amiruddin pulang dari kerjanya sebagai petani. Pemda Aceh berjanji akan terus membina dan menyantuni para keluarga korban orang hilang dan tindak kekerasan akibat operasi militer yang berlangsung di daerah ini sejak 1991. kata Kasmawati meniru ucapan oknum IRF didampingi Direktur YAPDA Lhokseumawe. tapi IRF mengaku pernah memesan Amiruddin ke pos lewat kepala lorong. Tiga hari setelah ia dibawa ke Pos Kopassus Alue Bili. ia pernah bermimpi tiga kali seolah-olah korban pulang ke rumah bersenda gurau dengan anak-anaknya. namun Pemda Aceh akan terus berupaya membantu para keluarga korban akibat operasi meliter di daerah ini.

ekspose kekerasan. peluang timbulnya kekacauan mental (mental disorder) semakin tinggi. Namun. 6. 2. Beberapa gangguan seksual. harga dirinya sebagai wanita. Bahkan. Sum yang menjadi korban perkosaan oknum aparat tentu akan mengalami trauma psikis yang berat. Sebagai contoh. bahkan anak-anak.5 Bentuknya antara lain: 1. eksistensinya. dan lain-lain akibat diperkosa atau disakiti pada kemaluannya (dise-trum). Misalnya seorang gadis yang diperkosa menjadi takut dengan lakilaki atau seseorang yang menyerupai laki-laki (misal gadis tomboy). 5. Hal ini akan mempengaruhi kondisi psikis seseorang sehingga ia merasa serba tidak pasti dan terancam keselamatannya. dapat juga berupa reaksi disosiasi di mana beberapa fungsi kepribadian terpisah satu dengan yang lain. Neurosa phobia ditandai dengan ketakutan yang hebat terhadap sesuatu yang pernah menghadirkan pengalaman traumatis pada dirinya. apalagi diraba.Seorang srikandi Aceh. misalnya vaginismus (ketegangan otot vagina sehingga perempuan tak dapat berkoitus secara normal dengan suaminya). menakutkan. Neurosa depresif merupakan suatu gangguan perasaan dengan ciri-ciri harga diri rendah. Sebagai contoh pecah kepribadian. tidak menutup kemungkinan trauma psikis tersebut juga dapat terimbas pada mereka yang secara tidak langsung meng-alaminya. 4. 3.Situasi yang serba mencekam. misal: lumpuh. dilihat. sarjana psikologi. terus-menerus dan penyakitnya progresif. tua atau muda. frigid (dingin). Neurosa histerik ditandai dengan hilangnya fungsi mental atau fisik tanpa dikehendaki.Namun. baik jenis neurosa (mengenai sebagian kepri-badi-an. dapat memba-hayakan diri sendiri atau 6 . peluang kesembuhan masih tinggi) atau bahkan psikosa (mengenai seluruh kepribadian. berusaha melupakan traumanya hingga terjadi amnesia. Nurjannah Bachtiar Nitura.Penderitaan panjang yang dialami telah meninggalkan luka-luka yang kasat mata karena merupakan luka fisik. Manifestasi gangguan ini dapat berupa reaksi konversi yang merupakan konversi kecemasan dalam bentuk gangguan fungsional syaraf. menyalahkan diri sendiri. fitnah. pada kondisi tertentu ada keinginan untuk bunuh diri. Namun. gadis-gadis yang tinggal di sekitar Sum juga dapat terimbas kecemasan karena jiwanya. dan ketidakadilan. kurang bersemangat. Paranoid dicirikan dengan adanya kecurigaan yang tinggi dan rasa bermu-suhan yang hebat. atau bahkan dirasakan. baik laki-laki atau perempuan. tidak melukai diri sendiri atau orang lain. tuli. temporer.Trauma psikis yang dialami para korban DOM. apatis. menghadirkan sebuah situasi ketidakpastian dalam kehidupan seseorang. atau luka-luka dalam jiwa yang sulit untuk dipandang.Hanya Nurjannahlah yang menyumbangkan ilmu psikologinya untuk Aceh bagi rehabilitasi mental-psikis rakyat yang sudah sangat menderita ini. dan sebagainya terancam. buta dan lain-lain setelah mengalami pengalaman traumatis. Gangguan psikis lainnya. Yang jelas dalam situasi demikian. didengar. mengungkapkan bahwa trauma psikis yang dialami oleh mereka yang langsung mengalami-nya tentunya lebih berat. terjadi karena berbagai peristiwa yang secara langsung maupun tidak langsung dialami. murung.

Pada 1996 terdapat 238. dan pada 1991 217.547 perempu-an serta 220. 440. Rakyat Aceh sejak zaman perjuangan telah memberi sumban-gan yang luar biasa kepada bangsa dan negara yang tercinta ini termasuk nyawa para syuhada yang memper-juangkan kemerdeka-an dari tangan penjajah. Pada 1990 terdapat 216. Angka kematian di Pidie baru didata mulai 1996. jumlah janda di Pidie mencapai angka 23.4 % per tahun menjadi 0.012 penduduk perem-puan serta 219. Padahal. 454.868 janda cerai hidup.7 Sayangnya.8 Pertumbuhan yang hanya 0.366 janda di Pidie yang didata sampai akhir 1990 itu.orang lain. Bandar Dua.Rendahnya angka pertumbuhan penduduk di Pidie pada dua tahun itu memang bukan merupakan keberhasilan KB.608 perempuan serta 205.Melainkan. besar kemungkinan karena angka kematian lebih besar dibandingkan jumlah kelahiran. Sampai dua tahun terakhir pun tak jauh beda. dalam tahun 1991 yang sedang marak operasi militer untuk memberantas gerombolan pengacau itu pula. di tingkat nasional pertumbuhan pendu-duk Indonesia rata-rata 2 % per tahun. maka tak heran perbandi-ngan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan terlihat cukup mencolok. tapi Pemerintah Daerah Aceh dan tokoh-tokoh yang menghadirkan DOM di Aceh juga harus meminta maaf. Yang menarik. Akibat banyaknya jumlah janda di Pidie. yakni 5.498 janda cerai mati. dan pada 1997 239. 457.477 perempuan serta 204. 446. meliputi 19.000 janda. Tapi.924 (1995). mere-hab dan membangun rumah-rumah yang dirusak dan dibakar serta menghukum aparat-apa-rat yang bertindak di luar kepatut-an.217 (1991). dan Kecamatan Pidie. perempuan Aceh belum bisa memaafkan semua peristiwa pedih itu. akibat operasi militer yang mulai gencar pada 1990 memang telah mendongkrak jumlah janda di Pidie. Bila semua kita merenung-kan sumb-angan rakyat Aceh itu. dan 460. 7 . disamping faktor budaya merantau di kalangan masyarakat Pidie. dan 3. Bandar Baru.900 laki-laki. janda cerai mati meningkat hingga totalnya melampaui jumlah 24.4 persen.533 laki-laki. tingkat pertumbuhan penduduk Pidie anjlok drastis. 423. Angka 23.654 (1994). Permintaan maaf itu. Jumlah janda cerai mati tersebut bukan semuanya janda korban operasi militer. Hasil sensus penduduk terakhir (1990). Padahal. masa itu. Dan. baik ke luar negeri maupun luar daerah.6 Di antara 10 Dati II di Aceh.547 (1996). pertumbuhan penduduk di Pidie pada tahun 1990 dan 1991 hanya 0. enam kecamatan ini tidak semua masuk enam teratas dari segi jumlah penduduk. Kantor Statistik Kabupaten Pidie tak mendata jumlah janda ini secara rutin tiap tahun.4 %.844 laki-laki. Sedang-kan pada tahun-tahun selanjutnya pertumbuhan rata-rata 1.377 jiwa (1990).Sensus terakhir tahun 1990.011 (1992).366 orang. anakanak yatim. Glumpang Tiga. dari rata-rata 1.5 % dari jumlah penduduknya waktu itu.4 %. Atas tingkah-laku sege-lintir prajurit ABRI selama beroperasi di Aceh.Juga pada operasi 1991. sering hilang orientasi terhadap lingkungan dan kesembuhan permanen jarang sekali) yang pada kesempatan ini tak mungkin disebutkan satu per satu. Jumlah penduduk Pidie selama delapan tahun terakhir berturut-turut 421. juga tidak cukup dilakukan Panglima ABRI.549 laki-laki. 433.391 (1997). Jumlah janda di Pidie merata di semua kecamatan.700 (1993).4 % per tahun hanya ditemukan pada 1990 dan 1991. Angka jumlah cerai mati dan cerai hidup ini hanya didata pada setiap sensus penduduk secara nasional sepuluh tahun sekali. Peringkat enam teratas ditempati berturut-turut Kecamatan Mutiara. atau penyebab lain. Meuredu. termasuk jumlah janda akibat kematian biasa. Permintaan maaf harus diiri-ngi dengan menyantuni para janda.Data akurat menyangkut janda korban operasi militer sendiri hingga kini belum terdata. Pidie diperkirakan memiliki jumlah janda tertinggi.

Meskipun pencabutan DOM sudah dilaku-kan. pembakaran rumah tempat tinggal bahkan pembu-nuhan. ras. penganiayaan. berbangsa. yaitu Pidie. mereka yang berada dalam forum LSM. warna kulit. Forum Perempuan Aceh pada kesempatan itu menguraikan sebagian kecil rincian peristiwa pilu yang dialami kaum wanita di daerah yang diberlakukan operasi militer. Kepala Negara yang menggantikan Soeharto itu menyampaikan penyesalan sedalam. dan aktivis mahasiswa sudah mengungkapkannya. serta memberikan kesempatan seluas-luasnya pada ABRI dalam meneliti peristiwa tersebut sekaligus menyelesaikannya secara hukum. perempuan Aceh masih harus terus berjuang karena realisasi dari pernyataan itu belum dilak-ukan. dan perkosaan semakin pedih dirasa-kan karena hal itu dilakukan bangsa sendiri. bahkan ada korban yang lang-sung dibawa ke Komnas HAM. terjadi serpihan-serpiha-n peristiwa yang sangat sulit diterima siapa saja yang masih mempunyai hati nurani. yang dilakukan oknum petugas dalam operasi mengha-dapi gerakan separatis. bertekad bahwa kejadian itu tidak terulang dan menjadikan prinsip HAM sebagai tolok ukur dalam kehidupan bermasyarakat. Penjarahan harta rakyat. 8 . berbagai tindak kekerasan terjadi. yang namanya bau busuk tidak pernah bisa ditutupi selamanya. banyak perempuan Aceh menggendong anak bukan merayakan kemerdekaan. LBH. mendukung.samasekali tidak patut kalau orang Aceh diba-ntai disiksa seperti yang terjadi pada era operasi militer digelar. jenis kelamin atau status sosialnya.Pemerintah. Perempuan-perempuan Aceh biasan-ya merayakan hari kemerdekaan pada 17 Agustus dengan men-ggendong anak dan membawa nasi bungkus turun dari desa ke kota-kota kecamatan. Seluruh masyarakat merasa prihatin dengan terjadinya pelanggaran terhadap harkat dan martabat warga negara dan kemanusiaan tersebut. mulai dari pelecehan seksual sampai ke pembunuhan justru dilakukan aparat yang seharusnya melindungi dan membela rakyatnya.Di tengah operasi. kini dilakukan Presiden BJ Habibie.dalamnya atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di beberapa daerah pada masa lalu. Dalam sambutan tertulis yang dibacakan salah seorang peng-urusnya. penculikan. atau apa pun istilahnya yang dipakai pemerintah. Forum Perempuan Aceh mengajak semua unsur bangsa ini untuk melihat apa yang terjadi pada perempuan di Aceh terakhir ini.Tetapi. istri kehilan-gan suami dan anak-anak kehilangan ayahnya. Peristiwa pembantaian. Banyak sekali. termasuk pimpinan ABRI. Aceh Utara. terlepas dari agama.Inilah peristiwa pedih yang pelakunya harus dihukum. Kaum perempuan di Aceh ingin menikmati peringatan hari kemerde-kaan dalam suasana penuh kekhusyukan tanpa ada pemaksaan-pemak-saan dari siapa pun. dan Aceh Timur. tapi belakangan ini suasana me-mper-ingati hari kemerde-kaan dilakukan secara terpaksa karena adanya tekan-an. Terakhir ini. dan bernegara. etnik. tapi mencari di mana suami dan ayah anak-anak mereka.Penyiksaan dan penjarahan terhadap milik perempuan yang sangat berharga. Ketika Aceh dijadikan Daerah Operasi Militer.Pimpinan ABRI harus melakukan penyelidikan seksama atas kejadian itu dan mengajak semua pihak. penyiksaan.HAM adalah komitmen bangsa untuk menghormati harkat dan martabat manusia. Apa yang tak biasa dilakukan Soeharto ketika menjabat Presiden RI tujuh periode.Paling tidak. khususnya pemuka agama dan pimpinan masyarakat.

telah menimbul-kan banyak korban. terhadap keluarga korban. kata sarjana hukum yang akrab dipanggil Buya itu di Jakarta. tapi pemerintah harus diminta pertanggungjawaban. karena korban Aceh yang paling banyak. kesejahteraan. sehingga penyaluran dananya melalui yayasan tersebut.Otomatis negara harus bertanggung jawab. menurut-nya.Tapi. Jadi.Jika ada pernyataan terbuka seperti itu. keamanan.Secara politis. termasuk di Aceh.Kemudian. Yang diinginkan kelanjutannya adalah langkah konkret melakukan pengadilan terhadap oknum-oknum yang bersalah. paling tidak perasaan para keluarga korban bisa terobati. kasus orang-orang hilang di Aceh. kalau pemerintah mau menegakkan HAM secara total. tapi juga menginventarisir oknum-oknum yang melakukannya. itu bukan masalah Golkar saja.Pemerintah tidak cukup hanya dengan minta maaf. misalnya anak-anak yatim atau janda-janda korban pelanggaran HAM tersebut juga perlu dilindungi dan dijamin kesejahteraan hidupnya. namun dalam era reformasi seperti ini jelas menunjukkan sesuatu yang baik. karena sebelumnya Panglima ABRI Wiranto ketika mengumum-kan pencabutan soal Daerah Operasi Militer (DOM) secara terbuka juga 9 . tidak lagi dihantui oleh berbagai rasa cemas dan ketakutan. karena kasus Aceh sudah menjadi masalah bangsa. pelanggaran HAM yang dilakukan oknum aparat di Aceh.Dengan data-data yang kami kumpul. pemerintah harus buktikan. FKP tidak saja menginventarisir orang-orang yang hilang. seharusnya dibentuk yayasan yang khusus menangani korban-korban Aceh.Wakil Ketua DPR/MPR Ismail Hasan Metareum yang juga putra asli Aceh menyambut baik permohonan maaf Presiden Habibie atas terja-dinya pelanggaran HAM di berbagai daerah.9 Terhadap permohonan maaf Habibie itu.Suriansyah berpendapat.Negaralah yang harus bertanggung jawab terhadap keluarga. kata Suriansyah tanpa menyebut oknum dari kesatuan mana.Rakyat Aceh sangat membutuhkan rasa keadilan.Mengapa pernyataan permintaan maaf itu dinilainya wajar. semua pihak harus memikirkan. Metareum menyatakan. Itu bagus. pernyataan Presiden Habibie sudah benar mengungkapkan hal itu di hadapan Dewan.Kendati hal itu dilakukan pemerintah yang lalu.Seharusnya lebih detail lagi dengan menindak lanjuti suatu program pengusutan. Ismail Metareum mengomentari. kami ingin melihat orang-orang itu diadili.Perlu pendekatan psikologis kepada rakyat Aceh agar mereka merasa aman hidupnya. Presiden Habibie dalam pidato kenegaraan di DPR/MPR antara lain menyampaikan penyesalan yang sedalam-dalamnya atas terjadinya pelanggaran HAM di beberapa daerah pada masa lalu. meskipun tidak secara gamblang disebutkan. jadi belum final. Menurutnya. Pernyataan permohonan maaf secara terbuka dari Presiden BJ Habibie atas berbagai pelanggaran HAM selama ini merupakan sesuatu yang baik. Mengenai apakah Hubda FKP Aceh akan menyampaikan ini kepada DPP Golkar untuk membantu. misalnya. yang dilakukan oknum aparat dalam operasi mengha-dapi gerakan separatis. permohonan maaf itu tidak berarti menggugurkan upaya pengusutan atas pelanggaran HAM yang terjadi. sehubungan dengan dinyatakan Aceh sebagai Daerah Operasi Militer (DOM) sejak 1989-1998.Hasil inventarisir FKP terhadap oknum-oknum yang melakukan baru sementara. serta tidak merasa terancam lagi dengan kehadiran aparat keamanan di daerah itu.keluarga korban.Pemerintah harus membentuk yayasan itu. meski dinilai merupakan hal yang wajar. jangan mau pemerintah difitnah.Permintaan maaf pemerintah sudah termasuk dalam kasus orang-orang yang hilang di Aceh. Kasus Aceh ini kan faktanya lebih besar dari kasus-kasus orang hilang selama Orba. Pelanggaran HAM yang telah terjadi perlu terus diusut dan ditun-taskan. selain pemerintah wajib memberikan santunan kepada keluarga korban ekses dari DOM.

berpendapat senada bahwa pidato Presiden Habibie itu memerlukan pembuktian dalam bentuk implementasi kebijakan politiknya sehingga benar-benar dipercaya rakyat.Pertanggungjawaban hukum meliputi siapa yang paling bersalah dan siapa yang bertanggungjawab secara hukum.Ghazali memang tidak menampik keberhasilan pembangunan di Aceh selama ini. dan Dr Joshep Kristiadi dari CSIS. ditindas?Inilah yang kita tentang. Pertanggungjawaban politik yang dimaksudkan adalah pemerintah harus mengakui bahwa operasi militer di Aceh itu salah.Kalau kemudian secara teknis muncul persoalan-persoalan pelanggaran HAM dan hukum. serta perkosaan di lapangan. serta mengumumkan langkah-langkah apa yang diambil pemerintah dengan kesalahannya itu. sebagai sebuah keputusan politik. kemudian mengeluarkan daftar orang-orang yang menjadi korban operasi. kasus Aceh adalah perusakan peradaban. itu ada di tingkat Presiden. bisa saja diusut oknum lainnya. Sebab. Untuk semua itu. di era reformasi ini itulah yang ditunggu semua rakyat.Jadi. baik sebagai Kepala Negara maupun sebagai Panglima Tinggi (Pangti) ABRI. dua pengamat politik. jelas itu merupakan sesuatu yang baik.Sementara itu. Namun. Pencabutan DOM baru start awal dan harus ditindaklanjuti. pencabutan status DOM harus diikuti dengan pertanggungjawaban politik. satu hal yang kini ditunggu rakyat adalah apakah ada kesesuaian antara apa yang disam-paikan itu bisa menjadi kenyataan.Tapi. Pemerintah belum melakukan pertanggungjawaban seperti itu. pertanggungjawaban paling makro adalah keputusan memberlakukan sebagai daerah operasi. tiba-tiba kemudian menjadi kenyataan semua. dan sosial-ekonomi dari pemerintah.Tapi. Tentu tidak mungkin bahwa tataran verbal yang ideal itu. Tapi. apakah demi pembangunan lantas rakyat dizalimi. bisa jadi perminta-an maaf yang disampaikan secara terbuka itu merupakan suatu wujud mengenai banyaknya tuntutan tokoh kritis tentang perlunya permintaan maaf dari pemerintah atas berbagai pelanggaran HAM di masa lalu.10 Yang paling bertanggung jawab terhadap kejahatan kemanusia-an di Aceh selain Pangab adalah Presiden. kata kandidat doktor yang kini sedang melakukan penelitian tentang hubungan Islam dan ABRI itu.Ia mengatakan. sampai hari ini pemerintah belum melaku-kan pertanggungjawaban politik. tidak percaya bahwa hal ideal yang baik dari isi pidato Presiden itu tiba-tiba langsung bisa menjadi sebuah mukjizat. kalau kemu-dian ada penegasan lagi dari Presiden.menyatakan permintaan maaf mengenai hal itu. Bila tidak.Pembicara lainnya HM Kaoy Syah menceritakan secara singkat 10 .Kemenangan Golkar di Aceh tidak terlepas dari keterli-batan aparat militer. Nyatanya. Ditetapkannya Aceh sebagai daerah operasi militer (DOM) adalah suatu keputusan politik. Namun. doktor Ilmu Politik lulusan UGM Yogyakarta itu.Karenanya. pertanggungjawaban hukum. Golkar juga ikut memainkan peranan dalam tragedi di Aceh. Namun. dalam tataran verbal harus diakui pidato kenegaraan Presiden memang selalu berusaha mengarah pada hal yang ideal dan baik. maka ini tidak ada makna. apalagi pertanggungjawaban sosial. hukum. pencabutan itu hanya di tingkat formal.Apa yang terjadi di Aceh merupakan tragedi kemanusiaan yang telah merusakkan sendi-sendi budaya manusia. Dr Indria Samego dari Puslitbang Politik dan Kewilayahan LIPI. Dalam bahasa lain. tegas mantan Abang Jakarta yang duduk di Komisi I DPR RI ini. maka Presidenlah yang paling bertanggung jawab. ujarnya. tapi di tingkat riil kondisi masyarakat Aceh tidak ada perubahan secara substansial. Tak kalah sengitnya adalah tuntutan dari pegiat LSM di Aceh. Menurut Direktur Politik CSIS Joseph Kristiadi. katanya.Sedangkan pertanggungjawaban sosial menyangkut rehabilitasi ekonomi bagi janda-janda dan anak yatim korban operasi militer.

kecuali karena Anda ajak. banyak juga yang dibuang ke tempat lain namun masih dalam kawasan itu. Tim Lopa juga mengun-jungi Forum Peduli HAM yang selama ini juga aktif menghimpun data orang hilang/korban tindak kekerasan. Dari hampir 800 kasus yang terdata di kantor tersebut. Ketika menemukan celana panjang dan satu set gigi palsu di lokasi yang sama. ujar M Kasem (45) penduduk Arakundo. Kuburan para korban pembantaian aparat keamanan semasih berlangsungnya operasi militer di Aceh. pada dua lokasi itu ditanam secara massal 50 korban pembantaian. apalagi sekarang kawasan itu ditumbuhi hutan lebat. Memang dulunya saya mendengar ada pos-pos polisi yang diserbu. Jenazah korban dikebumikan masyarakat di kebun milik Halimah Bansu Dusun Meureubo 50 meter dengan kompleks PT Irwim. Di tempat ini. ada perampasan senjata dan lain-lain.Gigi plus celana panjang tersebut diperkirakan milik korban pembantaian oknum aparat keama-nan yang kala operasi militer berlangsung tempat itu digunakan sebagai camp pembantaian dan penyiksaan para korban. dan di Desa Alue Ie Mirah. Kecamatan Sulok. penduduk Desa Tanjung Tok Blang. menangkap kesan bahwa kawasan itu sangat angker. Namun. berhasil ditemukan sehelai celana panjang warna abu-abu dan satu set rahang gigi palsu yang berisikan 14 biji gigi. ujar Muhammad Amin.munculnya aksi sekelompok orang yang kemudian dicap GPK. beberapa penduduk yakin. Nur dan Hasni yang ikut bersama TPF ke lokasi yang angker itu. banyak warga melihat para tahanan dibawa ke lokasi itu dengan mata tertutup. Kemudian. Mengingat. Teungku Mustafa alias Teungku Nek. Orang itu tak dikenal dan ditemukan tewas dengan beberapa luka tembak. dalam kunjungan TPF ke lokasi PT Irwim. Namum. Beberapa penduduk kawasan itu mengatakan. ucap M. Bahkan. Lopa lebih tertarik pada kasus perkosaan. tapi diperkirakan warga Desa Simpang Paloh. Warga memperkirakan selain ditanam di kompleks perusa-haan itu. Kecamatan Peureulak. Kecamatan Julok Rayeuk. lokasi itu tidak pernah didatangi penduduk. penduduk Desa Alue Meuh. pihaknya pernah memandikan dan menanam seorang korban pembantaian. Satu di antaranya gigi perak. wajahnya sulit dikenal. Sebelumnya. Sementara. tim berdialog dengan aktivis LSM. bahkan bila perlu dengan mempertaruhkan kredibilitas serta independensi lembaga tersebut. hampir tiap malam terdengar suara ledakan senjata api. persis di Dusun Meureubo kawasan kompleks PT Irwim. Lokasi kuburan massal itu memang jauh dengan rumah penduduk. penduduk Desa Blang Gleum mengatakan. Untuk itu Komnas HAM harus bersungguh-sungguh mengungkap-nya. mulai diungkapkan warga dua desa di Aceh Timur.Diperkirakan. Beberapa penduduk juga pernah menemukan mayat di pinggir jalan. Malah.11 TPF ketika turun ke lokasi di Desa Blang Gleum. Kecamatan Simpang Ulim. yakni di Desa Blang Gleum Arakundo. di lokasi tersebut. Penduduk setempat saja tak berani mendekat ke sana. apakah kemudian harus menurunkan aparat sedemikian besar? tanya mantan Wakil Ketua DPRD I Aceh ini. hampir semua warga di situ tahu kalau di kompleks itu pernah ditanam setidaknya 45 jasad korban keganasan oknum aparat antara tahun 1991-1993. selagi aparat keamanan masih berkantor di PT Irwim. Kami tak pernah datang ke sini. kata Ilyas. mengingat beberapa korbannya masih mungkin ditemui oleh Tim 11 . kalau gigi dan celana itu milik korban yang terbunuh dalam operasi militer. sehingga warga tak berani ke sana. tim yang dipimpin Lopa itu merancang jadwal serta sasaran kunjungan berikutnya yang mereka rahasiakan setelah mening-galkan Banda Aceh menuju Sigli. Umumnya korban memang bukan penduduk setem-pat. Kuburan tersebut masih ditandai dengan pohon Muku.

dua korban yang rumahnya dibakar/dijarah. Komnas HAM hanya memilih beberapa sampel untuk dicek ulang di lapangan. 550 orang hilang.Makanya. Lalu. mengingat jumlahnya demikian banyak. Lalu. Banda Aceh. apa yang bisa di-janjikan Komnas HAM dengan kedatangannya ke Aceh kali ini? Kita 12 . 387 orang hilang kemudian ditemukan mati.Apalagi. ujarnya diplomatis. bahwa ini yang terjadi di Aceh. dua korban perkosaan. Iya.Yang terjadi di Aceh adalah pelanggaran HAM yang sudah menjurus kepada pemusnahan perada-ban. yang jelas di Aceh. mengapa itu terjadi. ia bersama empat warga lainnya termasuk ayahnya yang siang itu berada di sebuah kedai dipaksa ke luar dan disuruh berbaris oleh petugas. Menurut Lopa. dari jarak kurang dari 10 meter. Ya.Komnas HAM. Pidie. semacam pembersihan etnis. Tapi. Lopa masih belum berani menyimpulkannya. Mata dunia dan harapan masyarakat internasional saat ini memang tertumpu pada Komnas HAM untuk me-ngungkap Kasus Aceh ini sebenar-benarnya dan supaya tak perlu menyangsikan itikad dan independensi tim yang dipimpinnya itu. langkah klarifikasi yang dilakukannya bersama anggota tim sangat penting untuk mengungkap apa yang benar terjadi dan yang tidak terjadi selama operasi militer di Aceh. Kecamatan Geumpang. ia keberatan ketika didesak untuk menggolongkan pembantai-an di Aceh ini sebagai tragedi Bosnia kedua. Namun. setelah mendengar cerita Ibrahim bahwa tak lama setelah kejadian itu ayahnya meninggal karena sakit-sakitan. Untuk menghubungi dan menemui semua korban dan saksi mata. 120 korban dibakar rumahnya. Apa yang dikatakan Lopa itu juga diamini Koesparmono Irsan. 10 anak yatim dari 10 orangtua yang berbeda. Luar biasa. karena data sementara itu saja sudah cukup besar. Data sementara yang sudah terhimpun sebagai ekses DOM di Aceh sepanjang 1989-1998. Tak usah bilang seperti Bosnia dululah. serta seorang lainnya luput dari maut. dan Aceh Timur) sedangkan Komnas HAM hanya tiga hari di Aceh. Setelah ada data. adalah hampir tak mungkin. untuk mempertautkan apakah benar pembantaian di Aceh itu berkait langsung dengan apa yang dilakukan Kopassus di Jakarta di bawah komando Prabowo Subianto. Yakni 871 orang tewas di TKP karena tindak kekera-san.Tunggu sajalah hasil investigasi kami. di paha Ibrahim sempat bersarang peluru yang kemudian dioperasi di RSU Dokter Zainal Abidin. dokter forensik dari Medan didatangkan ke Sigli. Ibrahim (25). Aceh Utara. Saya itu tak mau omong kalau tak lihat. Soalnya saya belum pernah ke Bosnia dan tak tahu persis bagaimana kejadian di sana. Dua warga tewas di tempat. sedangkan Ibrahim bersama ayahnya. mereka hanya memilih sampel kasus. Bekas luka tembak di paha kirinya itu ia perlihatkan kepada Tim Lopa dan difoto dengan cermat oleh Koesparmono Irsan. yang kebetulan sedang berada di Banda Aceh. mereka dihujani peluru. baru saya omong. Kalau diteliti intensif angkanya bisa mencapai dua atau tiga kali lipat. 368 korban penganiayaan. kalau apa yang sudah terungkap itu benar semua. Itulah sebabnya. ujarnya yakin. serta 102 korban perkosaan. luar biasa. Di antaranya mereka sepakati untuk bertemu dengan hanya tujuh janda. Untuk pembongkaran kuburan massal. Melihat luka tembak yang tak kecil itu Pak Koes gelenggeleng kepala. salah seorang korban penembakan oknum militer pada Juli 1990 di Desa Teurucot.Begitupun. dan hadir serta membuat berita acara mengenai pembongkaran dan apa-apa yang ditemukan di dalam kuburan tersebut. tersebar di tiga kabupaten (Pidie. ini luar biasa. Tanpa kesalahan yang jelas. dan dua kuburan massal yang akan dibongkar oleh Tim Komnas HAM. Cuma. ya kasus Aceh ini luar biasa. masih kita pelajari. harus saya lihat dulu. harus dianalisa. Tapi. lalu dilaporkan kepada pemerintah.

Beberapa contoh dari tindakan kekerasan dalam bentuk penyiksaan melebihi penyiksaan terhadap binatang yang dihadapi oleh rakyat Aceh dapat dilihat dengan penderitaan seorang anak yatim piatu bernama M Yusuf (12 tahun). terdapat beberapa tempat yang disinyalir sebagai 13 . GAM adalah rekayasa politik Orde Baru untuk menghabisi umat Islam di Indonesia. selain diper-kosa. sebab aparat ABRI cenderung bertindak semena. Dari hasil investi-gasi di lapangan maupun keterangan dari beberapa anggota masyarakat. Aceh Utara. Namun sejak operasi tersebut diberlakukan. di mana kepala sang ayah dikoyak sadis dan dikuliti secara paksa. maka serdadu biadab dari bangsa sendiri melakukan aksi yang sama di Aceh. yaitu Aman Ismail. Bagi masyarakat Aceh. yang pada mulanya diperuntukkan menga-mankan situasi dari tindakan suatu gerakan. yang selanjutnya disebut Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) ini12 telah begitu kejam sehingga melebihi dari apa yang pernah dikenal dalam sejarah Asia tenggara sebagai the killing field (ladang pembantaian) di Kamboja. dan kemungkinan banyak lagi hal-hal yang pasti dialami oleh rakyat Aceh itu sendiri. Tindakan kekerasan/penyiksaan juga dialami seorang Kepala Desa Rengkam. tindak kekerasan/penyiksaan atau penangkapan tanpa prosedur atau penculikan atau pelecehan seks dan pemerkosaan.Apa yang dialami oleh Muslim Bosnia di Eropa ternyata juga terjadi di Indonesia. yang telah ditembak petugas dan kepalanya ditebas hingga terpisah dengan badannya. Saodah Saleh (41). Begitu juga halnya yang dialami seorang ibu muda bernama Nyak Maneh13 Abdullah (35). jawab Lopa. Kalau di Bosnia dilakukan oleh Serdadu Biadab (Serbia). yang disebut pemerintah sebagai GAM (Gerakan Aceh Merdeka). Ironisnya masyarakat yang tidak mempunyai hubungan apa pun dengan GAM atau GPK telah pula menjadi korban. Contoh-contoh di atas hanya sekelumit penderitaan rakyat Aceh yang mendapatkan perlakuan yang tidak adil dan tidak manusiawi selama berlangsungnya Operasi Jaring Merah. penduduk Desa Maneh. yang pada saat berumur 6 tahun ayahnya. The Killing Field Aceh DOM dengan Operasi Jaring Merah di daerah Aceh telah diberla-kukan sejak tahun 1989 lalu. serta ditahan beberapa hari di pos Pinti I Tiro. DOM. Akibatnya. sebelum terjadi operasi militer.akan rekomendasikan kepada pemerintah untuk memulihkan kembali kondisi di Aceh seperti semula.mena terhadap rakyat yang dicurigai mempunyai hubungan dengan GPK atau GAM. selanjutnya begitu saja dicam-pakkan ke dalam kendaraan Kijang. hingga mengalami muntah darah. Mustafa. Kecamatan Kuta Makmur. penduduk Desa Blang Talon. atau penghilangan nyawa manusia maupun praktek-praktek pelanggaran hukum dan HAM lainnya berlangsung hampir setiap saat. Operasi Jaring Merah/DOM menjadi momok yang sangat mena-kutkan dan traumatik. mendapat siksaan dengan cara payudara dan kemaluannya disetrum. pun dianggap sebagai anggota gerakan tersebut. Aceh Utara. Kecamatan Geumpang Pidie. namun juga suatu pembantaian peradaban religius yang sudah berabad-abad dibangun oleh masyarakat Aceh. seperti tindak kekerasan/penyiksaan yang langsung maupun tidak langsung dirasakan sendiri oleh masyarakat. akan tetapi selalu direkayasa bahwasannya rakyat yang tidak terlibat tindak kriminalitas apalagi melanggar hukum lainnya. ternyata telah terjadi bukan hanya pelang-garan hukum dan hak asasi manusia yang begitu nyata. Hal sama dialami Muhammad Jalil. yang pernah ditangkap dan digebuki di pekarangan suatu sekolah dasar. telah disiksa oleh tiga petugas berpakaian loreng hitam. sebagaimana diuraikan oleh istrinya.

Aceh Utara. serta jurang di Jalan Tangse Beurenun (20 km dari Sigli). Timor Timur. Menurut salah seorang penduduk. diperkirakan terdapat kuburan-kuburan massal di tempat lainnya. yang telah dianiaya sebelumnya. maupun Aceh. Di sini terdapat mayat yang masih berdaging maupun yang tinggal tulang-belulang saja.Juga di perkebunan Alue Nireh (44 km dari Langsa) dan Sungai Tamiang. apakah hilangnya orang-orang tersebut karena masih dalam tahanan. perlu dibentuk Tim Pencari Fakta yang independen untuk menyelidikinya. yang ada di Banda Aceh. Kecama-tan Jambo Aye. hendaknya tidak terjadi tindak diskriminasi menyangkut upaya pembebasan para tapol/napol yang telah dilakukan. Artinya.Menjadikan suatu daerah menjadi DOM memang belum pasti menyelesaikan masalah.Hal ini dapat diperhatikan dengan DOM-nya Irian Jaya. yang menemui banyak mayat di sekitar Bukit Tengkorak tersebut. yaitu Bukit Seuntang (5 km dari jalan raya Medan-Lhokseumawe). Dalam era reformasi sekarang. dan hutan Krueng Campli Pidie (30 km dari Lhoukseumawe).Di tempat itu diperkirakan dikuburkan mayat-mayat warga Aceh akibat tindak kekerasan/penyiksaan selama ini. Bem prang. ada satu bukit lagi sebagai tempat yang disinyalir dijadikan kuburan massal. apakah mayat-mayat tersebut termasuk korban kekerasan/penyiksaan akibat diberlakukannya Operasi Jaring Merah/DOM atau bukan. sebagaimana yang telah dilakukan terhadap para napol yang ada di Jakarta. di lokasi ini ada tiga lubang yang belum ditutup dan dua lubang lainnya sudah tertutup. sehingga diperoleh kejelasan dan kepastian atas diri mayat-mayat yang ada di dalamnya. dia melihat ratusan jenazah bergelimpangan di dalam satu lubang yang kemudian dikenal sebagai Bukit Tengkorak.Berdasarkan daftar yang diperoleh. Aceh Timur (25 km dari Langsa). Selain Bukit Tengkorak. dan kalau ditahan di mana rumah tahanannya. sebelumnya juga pernah diberitakan oleh Reuters pada sekitar tahun 1990. Artinya. Sigli.Hendaknya pemerintah melalui Menteri Kehakiman segera membebaskan para napol tersebut. serta Tanjung Gusta-Medan. Selain di kedua bukit tersebut. seharusnya ditindaklanjuti dengan melakukan pembongkaran kuburan-kuburan tersebut. ada sebagian napol Aceh yang masih menjalani hukuman atas tuduhan subversi. Keterangan Teungku Ayub ini diperkuat dengan keterangan salah seorang warga Desa Menye VII Kecamatan Matang Kulit. perkebunan PTP V Hutan Seureuke. seorang warga Seureuke.14 Dengan banyaknya orang hilang di Aceh. Aceh Timur. Bireuen.Penemuan mayat-mayat tersebut oleh Adnan Kelana karena upayanya mencari mayat orangtuanya. terletak di Seurueke. Terdapatnya kuburan massal di daerah Aceh sebagaimana hasil temuan tim pencari fakta maupun dari hasil keterangan masyarakat. Lhokseumawe. 14 . bernama Adnan Kelana. dan tujuh warga lainnya.kuburan massal. Kabupaten Aceh Utara (lebih kurang 60 km dari Lhokseu-mawe). Kecamatan Jambo Aye. Langsa. atau kalau berada di tempat lain di mana tempatnya. namun berita tersebut tidak pernah ditanggapi pemerintah.Para napol Aceh tersebar di beberapa lembaga pemasyarakatan. mengingat Aceh merupakan kawasan DOM yang sarat dengan pelanggaran HAM. Adanya lubang berisi mayat yang terdapat di daerah Alue. atau kalau sudah menjadi mayat di mana tempat kuburannya. Takengon. seperti di Jalan Mobil Oil Industri (MOI) Kecamatan Suka Makmur (27 km dari Lhoukseumawe). Menurut penuturan Teungku Ayub.

pelanggaran HAM di Aceh harus diusut tuntas terutama para pelaku dan aktor intelektualnya. Kalau di Kamboja dikenal dengan istilah the killing field.Apalagi mengingat daerah Aceh lain dengan kedua daerah tersebut. tokoh adat dan pemerintah setempat. demi kepastian hukum. Dengan pengusutan secara transparan dan tuntas pelanggaran hukum dan HAM di daerah Aceh. yang diduga melakukan tindak kekerasan/penyiksaan terhadap rakyat. maka di Aceh realitas ladang pembantaian itu adalah Bukit Tengkorak yang jumlahnya sekitar 35 tempat. Dunia internasional pun akan lebih percaya terhadap negara kita ini.Artinya. Tidak ada kata yang tepat untuk melukiskan penderitaan rakyat di Aceh kecuali kata: biadab. kuburankuburan massal harus segera dibongkar kembali.Apa pun alasannya.Selain itu. pelang-garan HAM di daerah Aceh lebih tinggi dibanding di Irian Jaya maupun di Timor Timur. akibat diberlakukannya Operasi Jaring Merah dan dijadikannya DOM di Aceh telah menimbulkan pelanggaran hukum dan hak asasi manusia. 15 . serta memba-wanya ke hadapan Mahkamah Militer. Dan menurut pernyataan Komnas HAM. pemerintah melalui Panglima ABRI mengusut tuntas keberadaan aparat ABRI. Suatu kebiadaban yang pernah dilakukan oleh Pol Pot di killing field Kamboja yang kualitasnya hampir sama dengan yang dilakukan oleh rezim fasis di bawah manajemen Soeharto. sebagai negara yang selalu memperhatikan penegakan hukum dan HAM. karena Aceh begitu kuat kultur keagamaan dan adat istiadatnya. hal ini tidak akan menimbulkan spekulasi yang dapat merugikan pihak ABRI dan/ atau tidak akan ada upaya balas dendam dari generasi yang akan datang. Seharus-nya untuk menyelesaikan permasalahan Aceh harus terlebih dahulu memanfaatkan jasa para ulama. Menyangkut diberlakukannya Operasi Jaring Merah di daerah Aceh.Konsekuensinya dari semua itu. tidak cukup hanya meminta maaf saja. suatu jumlah yang melebihi jumlah ladang pembantaian di Kamboja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful