P. 1
Manajemen Farmasi (Pak Moel)

Manajemen Farmasi (Pak Moel)

|Views: 1,659|Likes:
Dipublikasikan oleh Yuda Achyarudani

More info:

Published by: Yuda Achyarudani on Nov 12, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/21/2013

pdf

text

original

Manajemen



SUATU SYSTEM ADA PROSEDUR OPERASIONAL  

PROSEDUR OPERASIONAL DALAM MANAJEMEN 

MEKANIKAL NON MEKANIKAL  

PROSEDUR OPERASIONAL NON MEKANIKAL 

HARUS ADA ORANG UNTUK PENGENDALIAN PIKIRAN 

Manajemen
System yang didalamnya terdapat pengendalian pikiran orang  

PENGENDALIAN PIKIRAN DALAM MANAJEMEN : 

SATU ORANG : MANAJEMEN PENGENDALIAN DIRI BANYAK ORANG : MANAJEMEN ORGANISASI 

APOTEKER
TENAGA PROFESIONAL FARMASI YANG MEMPEROLEH
PENDIDIKAN KHUSUS PROFESI APOTEKER

PENDIDIKAN KHUSUS PROFESI APOTEKER 


TEKNIS KEFARMASIAN MANAJERIAL KEFARMASIAN

MANAJEMEN FARMASI  

SEGALA SESUATU YANG BERKAITAN DENGAN PROSES MANAJEMEN DALAM BIDANG FARMASI MUTLAK DIKUASAI OLEH SEORANG PROFESIONAL FARMASI

MANAJEMEN FARMASI 

Manajemen khusus dalam bidang farmasi :  Farmasi komunitas  Farmasi perapotekan  Farmasi Rumah Sakit  Farmasi Industri  Farmasi birokrasi  Dll

MANAJEMEN FARMASI 

BERDASARKAN TEMPAT, MANAJEMEN FARMASI TERBAGI ATAS : 
   

MANAJEMEN APOTEK MANAJEMEN RUMAH SAKIT MANAJEMEN INDUSTRI MANAJEMEN LAB.KLINIK DAN LAIN-LAIN LAIN-

MANAJEMEN FARMASI 

BERDASARKAN JENIS PEKERJAAN MANAJEMEN FARMASI TERBAGI ATAS : 
    

MANAJEMEN PRODUKSI MANAJEMEN QUALITY CONTROL MANAJEMEN PEMASARAN MANAJEMEN KEUANGAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN LAIN-LAIN LAIN-

MANAJEMEN FARMASI 

MANAJEMEN : usaha atau kegiatan yang menggunakan bantuan orang lain, dilaksanakan secara efisien dan efektif, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan

MANAJEMEN FARMASI 

MANAJEMEN : seni dan ilmu tentang perencanaan, pengorganisasian, pengarahan/pergerakan, koordinasi, dan pengawasan

TUJUAN MANAJEMEN 

MEMPEROLEH PRODUK YANG KUALITASNYA TERKENDALI DAN ADANYA JAMINAN KUALITAS BERKESINAMBUNGAN SERTA MENYELURUH DARI PRODUK YANG DIHASILKAN

Total Quality Management

FungsiFungsi-fungsi manajemen 
    

PERENCANAAN PENGORGANISASIAN PENGARAHAN PENGKOORDINASIAN PENGAWASAN/PENGENDALIAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

PERENCANAAN 

PENETAPAN SASARAN / TARGET  



1. WHAT : APA YANG MENJADI TARGET
2. WHY : ALASAN DITETAPKANNYA TARGET 3. WHERE : DIMANA POSISI TARGET DALAM TUJUAN MANAJEMEN KESELURUHAN 4. WHEN : BILAMANA TARGET INI HARUS DICAPAI 5. HOW : BAGAIMANA TARGET ITU HARUS DICAPAI 



PERENCANAAN
PENETAPAN SASARAN / TARGET
HARUS DILAKUKAN ANALYSIS SWOT
(KEKUATAN-KELEMAHAN-KESEMPATAN(KEKUATAN-KELEMAHAN-KESEMPATAN-ANCAMAN) 

PERENCANAAN   

PERENCANAAN MERUPAKAN DASAR DARI SELURUH KEGIATAN MANAJEMEN. PERENCANAAN HARUS BERDASARKAN FAKTA DAN BUKAN EMOSI ATAU HARAPAN HAMPA PERENCANAAN HARUS DILENGKAPI JADWAL WAKTU DAN PEMBIAYAAN

PERENCANAAN
Proses perencanaan meliputi aktivitas : 
    

Prakiraan Penetapan Tujuan Pemrograman Penjadwalan Pengembangan Prosedur Penetapan dan Penafsiran Kebijakan

PERENCANAAN
KELUARAN DARI SUATU PERENCANAAN ADALAH :

RENCANA / PLAN

RENCANA 

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) RENCANA OPERASIONAL (RENOP) :  

RENCANA SEKALI PAKAI : 
 

PROGRAM PROYEK ANGGARAN 

RENCANA TETAP :  



KEBIJAKAN PROSEDUR STANDAR PERATURAN

KATA KUNCI
TIDAK ADA KEBERHASILAN TANPA PERSIAPAN/PERENCANAAN/RANCANGAN 

TIDAK AKAN PERNAH ADA KEBERHASILAN YANG BERSIFAT INSTAN, KALAUPUN ADA ITU HANYALAH KEBETULAN DAN TIDAK AKAN DAPAT BERTAHAN LAMA. 

PENGORGANISASIAN 

Aktivitas dalam penentuan-penentuan dan penentuanperhitungan kegiatan dalam mencapai tujuan.  Pengelompokkan aktivitas yang sama dalam satu kesatuan, dan menempatkan seorang manajer yang bermutu dengan diberi wewenang dan tanggung jawab yang diperlukan dalam pelaksanaan pencapaian tujuan

STRUKTUR ORGANISASI

ELEMEN ORGANISASI 
  



ORANG SEBAGAI PELAKSANA TUGAS TEKNOLOGI TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN UNTUK MELAKSANAKAN TUGAS INFORMASI PENGETAHUAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MELAKSANAKAN TUGAS STRUKTUR PENGATURAN TUGAS TUJUAN - PEGANGAN KEGIATAN MELAKSANAKAN TUGAS.

SIFAT ORGANISASI
MEMPUNYAI TUJUAN YANG HENDAK DICAPAI MELALUI KERJASAMA YANG TERATUR DAN BERKESINAMBUNGAN ANTAR ANGGOTA  

ADA PEMBAGIAN KERJA DAN PENUGASAN YANG HOMOGEN 

ADA PELIMPAHAN TUGAS DAN WEWENANG SERTA TANGGUNG JAWAB YANG TEPAT DAN JELAS.

AZAS ORGANISASI
Organisasi mempunyai beberapa azas yang harus dipenuhi : Azas tahu diri Azas pembagian kerja Azas kesinambungan Azas komunikasi Azas koordinasi Azas kebersamaan 

    

AZAS TAHU DIRI
MasingMasing-masing anggota organisasi sadar dan tahu posisinya dalam organisasi, dan dalam menjalankan pekerjaan selalu berpijak pada posisi yang ditempatinya. BACK

AZAS PEMBAGIAN KERJA
Anggota organisasi melakukan pekerjaan berdasarkan pembagian kerja didasarkan pada kelompok / bagian

BACK

AZAS KESINAMBUNGAN
Setiap pekerjaan harus tetap berjalan walaupun ada seorang anggota yang sakit, cuti, meninggal, dan sebagainya.

BACK

AZAS KOMUNIKASI
Selalu terjalin komunikasi berupa pertukaran informasi antar bagian dalam organisasi

BACK

AZAS KOORDINASI
Merupakan pelengkap dan penunjang dari azas pembagian kerja

MENYUSUN PENGORGANISASIAN 

PENETAPAN DAN PENJABARAN TUGAS SECARA TERPERINCI 

PENGELOMPOKKAN TUGAS 

PENYERAHAN TUGAS DAN WEWENANG 

PENGKOORDINASIAN DAN PENGATURAN HUBUNGAN ANTAR KELOMPOK KEGIATAN

STRUKTUR ORGANISASI 

HARUS JELAS MENGGAMBARKAN ONE MAN ONE BOSS SYSTEM HARUS JELAS MENGGAMBARKAN PEMBAGIAN KERJA, FUNGSI, WEWENANG, HAK, DAN TANGGUNG JAWAB. 

MACAM ORGANISASI 

ORGANISASI FORMAL ORGANISASI NON FORMAL. 

JENIS ORGANISASI FORMAL 

ORGANISASI LINI ORGANISASI FUNGSIONAL ORGANISASI LINI DAN FUNGSIONAL ORGANISASI LINI DAN STAF ORGANISASI LINI, STAF, DAN FUNGSIONAL    

ORGANISASI LINI 

MENGUTAMAKAN DISIPLIN
MANAJER

KEP. BAG. A

KEP. BAG. B

KEP. BAG. C

KARYAWAN

KARYAWAN

KARYAWAN

ORGANISASI FUNGSIONAL
MANAJER

PROFESIONAL A

PROFESIONAL B

PROFESIONAL C 

MENGGUNAKAN TENAGA PROFESIONAL UNTUK MEMIMPIN KARYAWAN BERTANGGUNG JAWAB KEPADA BEBERAPA ATASAN DIGUNAKAN PADA PERUSAHAN YANG TELAH BERKEMBANG 

KARYAWAN

KARYAWAN

KARYAWAN 

ORGANISASI LINI ± STAF & FUNGSIONAL

MANAJER 

PROFESIONAL A

PROFESIONAL B

GABUNGAN ORGANISASI LINI, STAF, DAN FUNGSIONAL DENGAN TITIK BERAT ORGANISASI LINI TENAGA AHLI MEMPUNYAI WEWENANG MENGARAHKAN LANGSUNG 

SUPERVISOR

KARYAWAN

PENGAWASAN 

EVALUASI DARI SUATU PEKERJAAN YANG SUDAH DIRENCANAKAN

PENGAWASAN    

PENGAWASAN TERHADAP KUALITAS PENGAWASAN TERHADAP KUANTITAS PENGAWASAN PENGGUNAAN WAKTU PENGAWASAN TERHADAP BIAYA

PENGAWASAN 

PENGAWASAN TERHADAP KUALITAS : 

Pengawasan terhadap keluaran apakah sesuai dengan perencanaan atau tidak Apakah masukan dan keluaran telah memenuhi syarat yang ditetapkan atau belum 

PENGAWASAN 

PENGAWASAN TERHADAP KUANTITAS : 

Apakah penyediaan barang berjalan lancar atau tepat ? Apakah pesanan, persediaan barang, pengeluaran barang telah berjalan sesuai dengan skedul waktu Apakah penjualan telah sesuai dengan sasaran yang ditetapkan ? Apakah telah ada keseimbangan dalam aktivitas pekerjaan ?   

PENGAWASAN 

PENGAWASAN TERHADAP PENGGUNAAN WAKTU : 

Apakah distribusi tepat pada waktunya ? Apakah penilaian dilakukan terhadap masingmasingmasing karyawan ? 

PENGAWASAN 

PENGAWASAN TERHADAP BIAYA :
Apakah biaya eksploitasi masih dapat ditekan ?  

Apakah masih ada pemborosan dan/atau kebocoran ?

KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP) (LEADERSHIP 

KEPEMIMPINAN MANAJERIAL ADALAH KEMAMPUAN MENGARAHKAN DAN MEMPENGARUHI AKTIVITAS YANG DIHUBUNGKAN DENGAN TUGAS PARA ANGGOTA KELOMPOK

KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP) (LEADERSHIP
KEPEMIMPINAN ADALAH SIFAT DAN PERILAKU UNTUK MEMPENGARUHI PARA BAWAHAN AGAR MEREKA MAMPU BEKERJA SAMA SEHINGGA MEMBENTUK JALINAN KERJA YANG HARMONIS DENGAN PERTIMBANGAN ASPEK EFISIEN DAN EFEKTIF UNTUK MENCAPAI TINGKAT PRODUKTIVITAS KERJA SESUAI DENGAN YANG TELAH DITETAPKAN 

SYARAT MANAJER 
   

 

Mempunyai keingintahuan yang tinggi Mampu menganalisis Mampu berintegrasi Trampil dalam berkomunikasi dan mendidik Bersikap rasional dan objektif Bersifat sederhana Berani dan tegas dalam tindakan

KEAHLIAN YANG DIPERLUKAN SEORANG MANAJER 

MENGERTI PERILAKU MASA LAMPAU (UNDERSTANDING PAST BEHAVIOR) MEMPREDIKSI PERILAKU MASA DEPAN (PREDICTING FUTURE BEHAVIOR) PENGARAHAN, PERUBAHAN DAN PENGENDALIAN PERILAKU (DIRECTING, CHANGING AND CONTROLING BEHAVIOR)  

KUALIFIKASI MANAJER 

    

MEMPUNYAI WATAK & KEPRIBADIAN TERPUJI MEMPUNYAI PRAKARSA TINGGI SADAR DAN PAHAM KONDISI LINGKUNGAN MEMPUNYAI INTELIGENSIA TINGGI MEMPUNYAI SIKAP TERBUKA DAN LUGAS KOMUNIKATOR YANG EFEKTIF

PENGAMBILAN KEPUTUSAN Pengambilan keputusan adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan seseorang dalam usaha memecahkan masalah yang sedang dihadapi, kemudian menetapkan berbagai alternatif yang dianggap paling rasional dan sesuai dengan lingkungan organisasi 

PENGAMBILAN KEPUTUSAN 

Keputusan Terprogram (Programmed Decisions) 

Keputusan Tidak Terprogram (Non Programmed Decisions)

PENGAMBILAN KEPUTUSAN
JENIS DESKRIPSI TEKNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
DITANGANI DENGAN :  NORMA  PROSEDUR KERJA  STRUKTUR ORGANISASI DITANGANI DENGAN :  PROSES PEMECAHAN MASALAH  PERTIMBANGAN  INTUISI  KREATIVITAS 

PIHAK PENGAMBIL KEPUTUSAN
MIDDLE MANAGEMENT LOWER MANAGEMENT

PROGRAMMED DECISIONS

BERULANG DAN RUTIN SERTA TELAH DIKEMBANGKAN PROSEDUR UNTUK MENANGANINYA 

UNPROGRAMMED DECISION

KEPUTUSAN BARU DAN TIDAK TERSUSUN

TOP MANAGEMENT

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN 

PENELITIAN 

PERANCANGAN 

PEMILIHAN

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN 
     

PENETAPAN TUJUAN SPESIFIK IDENTIFIKASI MASALAH PENGEMBANGAN ALTERNATIF EVALUASI ALTERNATIF SELEKSI ALTERNATIF IMPLEMENTASI KEPUTUSAN PENGENDALIAN DAN EVALUASI

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM) sistem dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab dalam pengumpulan dan pengolahan data guna menghasilkan informasi yang berguna bagi setiap tingkat manajemen dalam perencanaan dan pengendalian aktivitas organisasi

TIPS MANAJEMEN 

TIDAK ADA PERTANYAAN YANG TIDAK ADA JAWABANNYA 

TIDAK ADA MASALAH YANG TIDAK ADA SOLUSINYA

TOTAL QUALITY MANAGEMENT (MANAJEMEN MUTU TERPADU)

SUATU PENDEKATAN DALAM MENJALANKAN USAHA YANG MENCOBA UNTUK MEMAKSIMALKAN DAYA SAING ORGANISASI MELALUI PERBAIKAN TERUS MENERUS ATAS PRODUK, JASA, MANUSIA, PROSES, DAN LINGKUNGAN

TOTAL QUALITY MANAGEMENT (MANAJEMEN MUTU TERPADU)
ASPEK-ASPEK YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM TQM : ASPEK   

     

PERHATIAN PADA KONSUMEN MEMPUNYAI OBSESI TINGGI TERHADAP KUALITAS MENGGUNAKAN PENDEKATAN ILMIAH DALAM PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KOMITMEN JANGKA PANJANG KERJASAMA TIM MEMPERBAIKI PROSES SECARA BERKESINAMBUNGAN MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN MEMBERIKAN KEBEBASAN YANG TERKENDALI MEMILIKI KESATUAN TUJUAN ADANYA KETERLIBATAN DAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN

TOTAL QUALITY MANAGEMENT (MANAJEMEN MUTU TERPADU) PRINSIP UTAMA DALAM TQM : 
  

KEPUASAN PELANGGAN RASA HORMAT PADA SETIAP ORANG KEPUTUSAN MANAJEMEN BERDASARKAN FAKTA PERBAIKAN BERKESINAMBUNGAN

JUST IN TIME (JIT)

KONSEP 

BERPRODUKSI HANYA APABILA ADA PERMINTAAN ATAU 

MEMPRODUKSI SESUATU YANG DIMINTA PADA SAAT DIMINTA DAN HANYA SEBESAR JUMLAH YANG DIMINTA

ASPEK POKOK DALAM KONSEP JIT 

MEMPRODUKSI SESUAI PESANAN  

MENYATUKAN PRODUKSI  MENGHILANGKAN PEMBOROSAN MEMPRODUKSI TERUS MENERUS HINGGA TERJADI PERBAIKAN  MENYEMPURNAKAN KUALITAS PRODUK  PERHATIAN TERHADAP KONSUMEN  ELIMINASI KEMUNGKINAN NEGATIF  PEMELIHARAAN JANGKA PANJANG 

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KORPORAT SECARA TERUS MENERUS UNTUK MERESPONS PERUBAHAN DAN MENGELIMINASI PEMBOROSAN

SASARAN IMPLEMENTASI JIT PERSEDIAAN  WAKTU SIKLUS  PERBAIKAN BERKESINAMBUNGAN  PENGHAPUSAN PEMBOROSAN 

BLUE OCEAN STRATEGY

BUSINESS STRATEGY THAT PROMOTES CREATING NEW MARKET SPACE ( BLUE OCEAN ) RATHER THAN COMPETING IN AN EXISTING INDUSTRY ( RED OCEAN )

BLUE OCEAN STRATEGY
CONCEPT : THE METAPHOR OF RED AND BLUE OCEANS DESCRIBES THE MARKET UNIVERSE Red oceans are all the industries in existence today the known market space In the red ocean , the competitive rules of the game are known Products become commodities and cutthroat competition turns the ocean bloody

BLUE OCEAN STRATEGY
CONCEPT :
in the blue ocean, demand is created rather than fought over competition is irrelevant because the rule of the game are waiting to be set. Blue ocean is an analogy to describe the wider, deeper potential of market space that is not yet explored The important point of blue ocean is value innovation

CREATIVE AND INNOVATIVE

VALUE INNOVATION
UKURAN KEMAMPUAN MANAJER MENEMUKAN BLUE OCEAN, ARTINYA KELUAR DARI KANCAH BLOODY COMPETITION PRODUK (ME TOO ATAU RED OCEAN) DENGAN MENONJOLKAN KEUNIKAN OCEAN) DAN MEMENUHI KEBUTUHAN KHAS YANG BELUM DILAYANI SECARA BENAR OLEH PEMAIN LAIN YANG ADA DI PASAR

‡ MANAJER MELAKUKAN POSITIONING YANG BERBERVALUE INNOVATION, UNIK DAN INOVATIF

BLUE OCEAN vs RED OCEAN STRATEGY
BLUE OCEAN STRATEGY RED OCEAN STRATEGY

‡ Menciptakan ruang
pasar baru ‡ Membuat kompetisi menjadi tidak relevan ‡ Menciptakan dan menjangkau demand baru

‡ Bersaing dalam ruang
pasar saat ini ‡ Menaklukan kompetisi

‡ Mengeksploitasi
existing demand

Framework empat tindakan dalam blue ocean strategy
MENGELEMINASI
Faktor/fitur apa yang taken for granted namun sebenarnya dapat dielminasi ?

MENGURANGI
Faktor/fitur apa yang sebaiknya dikurangi ?

MENINGKATKAN
Faktor/fitur apa yang sebaiknya ditingkatkan ?

MENCIPTAKAN
Faktor/fitur apa yang sebaiknya diciptakan, yang belum pernah ditawarkan oleh industri ?

Contoh framework empat tindakan dalam blue ocean strategy, kasus Cirque de soleil MENGELEMINASI
Bintang pertunjukan, pertunjukan binatang, multiple show arenas

MENGURANGI
Fun dan humor, atraksi yang mendebarkan dan berbahaya

MENINGKATKAN
Tema, refined environment, multiple production, artuistic music and dance

MENCIPTAKAN
unique venue

PRINSIP STRATEGY BLUE OCEAN
PRINSIP PERUMUSAN Rekontruksi batasan pasar Fokus pada big picture, bukan pada angka Eksplorasi demand baru Melakukan tahapan strategis secara tepat PRINSIP PELAKSANAAN Mengatasi hambatan organisasi Membangun proses ekssekusi dalam strategy

REKONTRUKSI BATASAN PASAR
STRTEGY HEAD TO HEAD FOKUS PADA PESAING DALAM INDUSTRI FOKUS PADA POSISI KOMPETITIF DALAM KELOMPOK STRATEGIS FOKUS ADALAM MELAYANI KELOMPOK KONSUMEN DENGAN LEBIH BAIK FOKUS MEMAKSIMALKAN NILAI PRODUK YANG DITAWARKAN DALA RUANG LINGKUPNYA FOKUS DALAM MENGADAPTASI TREN EKSTERNAL YANG TERJADI STRATEGY BLUE OCEAN MELIHAT ALTTERNATIF DARI INDUSTRI LAIN MENDEFINISI ULANG TIPE KONSUMEN DALAM INDUSTRI MELIHAT PELUANG PENAWARAN PRODUK YANG BERSIFAT KOMPLEMENTER DAN BELIM ADA DI PASARAN SAAT INI AKTIF DALAM MENENTUKAN CORAK TREN MASA DEPAN

FOCUS TO BIG PICTURE, NOT THE QUANTITY

EMPAT LANGKAH STRATEGIS

‡ VISUAL AWAKENING ‡ VISUAL EXPLORATION ‡ VISUAL STRATEGY FAIR ‡ VISUAL COMMUNICATION

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->