Proposal KUBE

PROGRAM PEMBERDAYAAN FAKIR MISKIN DI KOTA SUKABUMI MELALUI DANA DEKONSTRASI DEPARTEMEN SOSIAL RI TAHUN 2011 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemiskinan merupakan masalah pembangunan kesejahteraan sosial yang berkaitan dengan berbagai bidang pembangunan lainnya yang ditandai oleh pengangguran, keterbelakangan, dan ketidakberdayaan. Oleh karena itu, kemiskinan terutama yang diderita oleh fakir miskin merupakan masalah pokok nasional yang penanggulangannya tidak dapat ditunda dan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial. Pemberdayaan fakir miskin merupakan salah satu upaya strategis nasional dalam mewujudkan sistem ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial dan melindungi hak asasi manusia terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Dalam UUD 1945 khususnya Pasal 34 mengamanatkan bahwa “fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara” (ayat 1), dan ”negara berkewajiban menangai fakir miskin melalui pemberdayaan dan bantuan jaminan sosial: (ayat 3) dan Undang-undang RI Nomor 6 tahun 1974 tentang ketentuan-ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial, misalnya, merumuskan kesejahteraan sosial sebagai suatu tata kehidupan sosial, material maupun spiritual yang diliputi oleh rasa keselamatan, kesusilaan, dan ketentraman lahir dan batin, yang memungkinkan bagi setiap warga negara untuk mengadakan usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan jasmaniah, rohaniah dan sosial yang sebaik-baiknya bagi diri, keluarga, serta masyarakat dengan menjunjung tinggi hak-hak atau kewajiban manusia sesuai dengan Pancasila. Sesuai dengan Visi dan Misi Kota Sukabumi sebagai pusat pelayanan jasa terpadu bidang perdagangan, pendidikan dan kesehatan, secara positif sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi dan perdagangan yang menjanjikan di Kota Sukabumi. Daya tarik ini memberikan gairah bagi para investor, dunia usaha dan jasa perdagangan untuk turut andil membangun Kota Sukabumi. Peningkatan pembangunan di Kota Sukabumi juga sangat erat kaitannya dengan permasalahan sosial sebagai akibat dari pertumbuhan

oleh karena itu pemberdayaan keluarga miskin sebaiknya di kaitkan dengan berbagai aspek lainnya seperti perbaikan rumah tidak layak huni dan pemberian modal usaha. Keluarga fakir miskin yang tinggal di rumah tidak layak huni merupakan potret dari dua sisi mata uang yang saling berhubungan. oleh karena itu mengingat keterbatasan alokasi dana untuk pembangunan sosial di kota sukabumi dengan ini kami sangat mengharapkan bantuan melalui dana dekonstrasi Departemen Sosial RI melalui Program Pemberdayaan Fakir Miskin Tahun 2007. Sebagai kota yang memiliki daya tarik bagi penduduk di luar Kota Sukabumi maupun sebagai kota penyangga Ibu Kota Negara Republik Indonesia dengan dihapit oleh 2(dua) kabupaten yang memiliki jumlah keluarga fakir miskin dengan ranking teratas di jawa barat yaitu Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur. Memperhatikan data base jumlah orang miskin yang memperoleh bantuan SLT di Kota Sukabumi pada Tahun 2005/2006 hasil pendataan BPS Kota Sukabumi jumlahnya mencapai ± 15. sedangkan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Tahun 2006 berjumlah 11. Gambaran Umum Kota Sukabumi Sejarah Kota Sukabumi secara demografis sejak jaman pemerintahan hindia belanda sudah menetapkan Kota Sukabumi sebagai “burgerlijjk bestuur” dengan status “gemeenteraad van sukabumi” dengan alasan Kota Sukabumi banyak di diami orang belanda dan eropa pemilik perkebunan–perkebunan yang berada di daerah Kabupaten Sukabumi bagian selatan yang harus mendapatkan pelayanan yang istimewa. maka proses migrasi dan urbanisasi tak dapat dielakan lagi. domisili keluarga fakir miskin biasanya terkonsentrasi pada lokasi-lokasi slum area (kawasan kumuh) sisanya tersebar di Kota Sukabumi. karena sakit. adakalanya keluarga miskin tinggal di rumah tidak layak huni atau sebaliknya.ekonomi dan kependudukan yang terkonsentrasi di wilayah Kota Sukabumi. Permasalahan sosial yang paling mendasar untuk segera mendapat penanganan dari penyandang permasalahan sosial tersebut adalah keluarga fakir miskin baik sebab korban PHK (pengangguran). B.617 jiwa. korban bencana alam maupun disebabkan hal lainnya. sehingga semakin lama wajah Kota Sukabumi tidak dapat dipisahkan dengan bermunculannya permasalahan sosial yang semakin kompleks.087 KK. Sejak . Sebagai upaya pemulihan kehidupan sosial di lingkungan tersebut diperlukan perubahan terhadap pemulihan fungsi sosial masyarakat secara mendasar.

sedangkan kepadatan penduduk rata-rata 50 jiwa/km2 yang tersebar di 7(tujuh) kecamatan yaitu. Deklarasi Yogyakarta tanggal 27 maret 2003 tentang Komitmen Bersama Penanggulangan Kemiskinan Nasional. sedangkan lembaga teknis urusan kesejahteraan sosial dilaksanakan oleh Kantor Sosial Dan Tenaga Kerja Kota Sukabumi. Sesuai dengan Undang-Undang no.231 ha dengan jumlah penduduk sampai tahun 2006 berjumlah 263.6/1648/sj. Kecamatan Gunungpuyuh. Berdasarkan letak geografis Kota Sukabumi di bagian selatan tengah Jawa Barat pada koordinat 106° 45’ 50” bujur timur dan 106° 45’ 10” bujur timur. Kecamatan Citamiang. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. gereja dan pembangkit listrik di mana sampai sekarang masih bisa ditemui di Kota Sukabumi. didukung oleh Satuan Kerja Prangkat Daerah yang terdiri dari Asisten Pembangunan Dan Perekonomian yang didalamnya terdapat Bidang Kesejahteraan Rakyat (KESRA) sebagai lembaga koordinatif yang mengurusi masalah sosial. Kecamatan Lembursitu. dengan suhu maksimum 29 ° c yang berjarak 120 km dari Ibu Kota Negara dan 96 km dari Ibu Kota Propinsi dengan luas wilayah 4.369 jiwa. serta Keputusan Walikota Sukabumi Nomor 269 Tahun 2002 tentang Pembentukan Komite . Kecamatan Cikole.ditetapkannya Kota Sukabumi menjadi daerah otonom pada Tahun 1926 maka pada masa ini telah dibangun sarana dan prasarana penting seperti statsiun kereta api. Kota Sukabumi memiliki susunan kelembagaan daerah terutama dalam penanggulangan masalah kesejahteraan sosial sebagai urusan wajib yang harus dilaksanakan oleh pemerintah Kota Sukabumi khusunya fakir miskin. Mesjid Agung. 6° 49’ 20” lintang selatan dan 6° 50’ 44” lintang selatan terletak di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango dengan ketinggiannya 584 m di atas permukaan laut. Secara etimologi kata sukabumi berasal dari bahasa sunda suka-bumen artinya suka atau senang bumen-bumen atau bertempat tinggal di Kota Sukabumi. Kecamatan Warudoyong. Surat Menteri Dalam Negeri nomor 412. Kecamatan Baros Dan Kecamatan Cibeureum dan 33 kelurahan. Disamping satuan kerja prangkat daerah yang definitip sejak Tahun 2002 di Kota Sukabumi sudah dibentuk Komite Penanggulangan Kemiskinan (KPK) Kota Sukabumi dan sejak itu pula secara komprehensip penanganan masalah kemiskinan dikoordinasikan oleh KPK Kota Sukabumi sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 124 Tahun 2001 jo nomor 8 Tahun 2003 tentang Komite Penanggulangan Kemiskinan. tanggal 29 juli 2002 tentang Pembentukan Komite Penanggulangan Kemiskinan (KPK).800.

33 kelompok Karang Taruna dan 10 organisasi sosial kemasyarakatan yang tersebar di 33 kelurahan dan 7 Kecamatan di kota .087 KK terjadi peningkatan secara signifikan. Dalam pemutahiran data PSM yang dilakukan oleh Pengurus FK PSM Kota Sukabumi Tahun 2006 jumlah PSM di Kota Sukabumi Mencapai 273 orang. khusus untuk PSM profilnya akan dijelaskan lebih lanjut. sehat dan sejahtera berbagai program telah digulirkan oleh pemerintah kota sukabumi terutama dalam penanggulangan keluarga fakir miskin dan sejak Tahun 2002 melalui BAPPEDA Kota Sukabumi telah menyusun data keluarga miskin yang mencapai 8.000.5 % APBD Kota Sukabumi dan termasuk didalamnya untuk penanganan kerawanan sosial di Kota Sukabumi. sedangkan anggaran Komite Penanggulangan Kemiskinan Kota Sukabumi berasal dari penyisihan dana 2.428 kk atau 33. Untuk menciptakan Kota Sukabumi cerdas. Kelembagaan Pendamping Pelaksana Kegiatan Dalam pelaksanaan program Pemberdayaan Fakir Miskin di Kota Sukabumi akan dibentuk petugas pendampingan yang berasal dari unsur Perguruan Tinggi seperti Universitas Muhamadiyah Sukabumi (UMI).000.712 jiwa (13. Memperhatikan gambaran perkembangan keluarga miskin di Kota Sukabumi ternyata penanggulangannya tidak dapat dilakukan secara partsial namun membutuhkan dana. C. Namun demikian sampai Tahun 2005 berdasarkan evaluasi keluarga miskin baru tersentuh 3.950.Penanggulangan Kemiskinan Kota Sukabumi. sarana dan tenaga yang sangat besar dan dukungan dari berbagai sektor dan elemen masyarakat yang tak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Syamsul Ulum. STKIP Sukabumi dan lain-lain.11%) pada waktu itu.800 KK selama kurun waktu tiga tahun dengan anggaran dana berjumlah Rp. Kehadiran PSM di Kota Sukabumi dalam membantu program Pemerintah di bidang Usaha Kesejahteraan Sosial yang berbasis masyarakat memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam upaya pendampingan program kemiskinan maupun permasalahan kesejahteraan sosial lainnya. disamping itu juga akan melibatkan unsur Karangtaruna dan Organisasi Sosial serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). namun demikian berdasarkan pendataan BPS untuk bantuan SLT Tahun 2005 dari pemerintah pusat ternyata jumlah KK miskin di Kota Sukabumi mencapai 15. 2.

pelatihan lanjutan sejumlah 12 orang.O. kecacatan. Bimbingan Sosial Dasar Tingkat Propinsi Jawa Barat sejumlah 18 orang. Kelembagaan PSM di Kota Sukabumi terbagi atas (1) IKA PSM yang ada di 33 Kelurahan. II. serta pelatihan lain-lain 32 orang yang dilakukan Pemerintah Propinsi Jawa Barat dan Pelatihan T.Sukabumi dengan kegiatan sebagai pendamping sosial ada 93 orang. LANDASAN HUKUM 1. Undang-Undang Dasar Tahun 1945. rehab sosial ada 4 orang. sehingga fungsi sosialnya mampu menciptakan situasi yang kondusif bagi tercapainya usaha kesejahteraan sosial. pelatihan pemantapan 2 sejumlah 2 orang. keterlantaran. Peraturan Pemerintah RI Nomor 42 tahun 1981 tentang Pelayanan Kesejahteraan Sosial Bagi Fakir Miskin. pelatihan lanjutan 2 sejumlah 7 orang. pelatihan pemantapan 1 sejumlah 3 orang. Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 19/FIUK/1998 tentang Pelayanan Kesejahteraan Sosial bagi Fakir Miskin yang Diselenggarakan oleh Masyarakat. dan (3) FK PSM Tingkat Kota Sukabumi. relay bantuan 234 orang. (2) FK PSM tingkat Kecamatan di 7 Kecamatan. 5. Keputusan Presiden RI Nomor 124 tahun 2001 jo. Ini merupakan sumber potensi kesejahteraan sosial yang harus dimanfaatkan yang dapat membantu pemerintah dalam usaha kesejahteraan sosial dan ini merupakan partisipasi masyarakat secara aktif serta mempunyai nilai strategis dalam pengembangan masyarakat dan mampu menggerakkan masyarakat untuk bangkit dari ketidakberdayaan. .T Pemberdayaan Masyarakat Miskin Tingkat Nasional 1 orang. dan lain-lain 70 orang. Sementara pelatihan yang pernah diikuti yaitu Bimbingan Sosial Dasar Tingkat Kota Sukabumi sejumlah 235 orang. 2. 4. 3. Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 84/HUK/1997 tentang Pelaksanaan Pemberian Bantuan Sosial Bagi Keluarga Fakir Miskin 6. Nomor 8 tahun 2002 tentang Komite Penanggulangan Kemiskinan. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1974 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial.

tentang Pembinaan dan Pengembangan Kelompok Usaha Bersama melalui Pembentukan Koperasi 9. Keputusan bersama Menteri Sosial dan Menteri Agama Nomor 293/2002 40/PEGHUK/2002 tentang Pendayagunaan Dana Zakat untuk Pemberdayaan Fakir Miskin 10. (Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 1981). Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS) adalah serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk mengatasi masalah social atau kerawanan sosial ekonomi dari anggota masyarakat melalui peningkatan kemampuan sumberdaya manusia dan peningkatan akses terhadap pelayanan sosial dasar dengan mendayagunakan cumber-cumber sosial yang ada di masyarakat. 42 tahun 1981). meningkatkan produktivitas kerja. program dan kegiatan yang ditujukan untuk memulihkan. Pelayanan Kesejahteraan Sosial Bagi Fakir Miskin adalah setiap upaya. Peraturan Rirektur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-19/PB/2005 tentang Petunjuk Penyaluran Dana Bantuan Modal Usaha Bagi Keluarga Binaan Sosial Program Pemberdayaan Fakir Miskin Melalui Pola Pengembangan Terpadu Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) III. meningkatkan kemampuan usaha ekonomi. tabungan dan menciptakan kemitraan usaha yang sating menguntungkan. Jaminan kesejahteraan sosial adalah sistem perlindungan sosial dalam . Usaha Ekonomi Produktif (UEP) adalah serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengakses cumber daya ekonomi. Keputusan bersama Menteri Koperasi. PENGERTIAN Fakir Miskin (FM) adalah orang yang sama sekali tidak mempunyai sumber mata pencaharian dan tidak mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan atau orang yang mempunyai sumber mata pencaharian tetapi tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok yang layak bagi kemanusiaan. Pengusaha Kecil dan Menengah dan Menteri Sosial Nomor 05lSKB/MN/1999 45/HUK/1 999 8. membina dan mengembangkan kesejahteraan sosial bagi fakir miskin (PP No. meningkatkan penghasilan.7.

Baling berinteraksi antara satu dengan lain. dan tinggal dalam satuan wilayah tertentu dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas anggotanya. Kemitraan usaha adalah jalinan kerjasama yang setara antar perorangan. Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin (KOBE-FM) adalah himpunan dari keluarga yang tergolong fakir miskin yang dibentuk. memecahkan masalah sosial yang dialaminya dan menjadi wadah pengembangan usaha bersama. keluarga. memenuhi kebutuhan anggota. . Lembaga Keuangan Mikro adalah adalah lembaga keuangan dan pembiayaan yang didirikan dan dimiliki bersama oleh warga masyarakat untuk memecahkan masalah/kendala permodalan dan kebutuhan dana yang dihadapi para anggotanya. rumah. saham. tumbuh dan berkembang atas dasar prakarsanya sendiri.bentuk bantuan dan asuransi kesejahteraan sosial kepada individu. sakit atau kecelakaan. 42 tahun 1981). dan hewan ternak). Kemiskinan dan kesejahteraan. meningkatkan relasi sosial yang harmonis. tempat usaha. Asuransi Kesejahteraan Social adalah suatu sistem perlindungan untuk memberikan pelayanan bagi warga masyarakat terhadap resiko menurunnya tingkat kesejahteraan sosial akibat pencari nafkah utama meninggal dunia.KUBE di suatu desa ditambah warga masyarakat lainnya yang mampu dan peduli terhadap pemberdayaan fakir miskin. dengan maksud agar mereka dapat meningkatkan kehidupannya secara wajar (PP No. Santunan hidup adalah pemberian bantuan sosial kepada keluarga fakir miskin untuk memelihara taraf kesejahteraan sosialnya dalam jangka waktu sampai kegiatan usaha ekonomi produktif telah menghasilkan pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri. Bantuan sosial adalah bantuan yang sifatnya sementara yang diberikan kepada fakir miskin. Maka pengentasan kemiskinan perlu diupayakan melalui peningkatan jumlah dan volume asset fakir miskin. LKM KUBE adalah LKM yang merupakan pengembangan kelembagaan dari Kelompok Usaha Bersama (KUBE) sehingga sebagian besar pendirinya adalah KUBE . modal usaha. Pengembangan asset adalah suatu usaha pemberdayaan sosialekonomi fakir miskin melalui pengembangan kepemilikan asset. kelompok dan komunitas yang dikategorikan sebagai penyandang masalah kesejahteraan sosial. antara lain. ditentukan oleh seberapa besar seseorang memiliki asset (yakni stok kekayaan balk dalam bentuk finansial seperti tabungan. maupun material seperti tanah. kendaraan.

memperluas usaha dan mendistribusikan modal usaha kepada pihak lain yang membutuhkan. sehingga program dan kegiatan usaha ekonomi produktif dapat mencapai tujuan yang diharapkan. memperkuat dukungan. MAKSUD DAN TUJUAN Merupah fungsi sosial masyarakat miskin dengan program pemberdayaan masyarakat miskin melalui : • Kegiatan Usaha Ekonomi Produktif • Santunan hidup • Bantuan perumahan tidak layak huni. Pengguliran dana adalah serangkaian kegiatan untuk menambah modal usaha. dan • Bantuan sarana dasar lingkungan V. lapangan kerja. LKM dan masyarakat sekitarnya dalam rangka memecahkan masalah. NAMA KEGIATAN Pemberdayaan Keluarga Fakir Miskin Tahun 2007 VI. organisasi. kelompok atau lembaga yang memiliki kompetensi di bidang usaha kesejahteraan sosial dan usaha ekonomi produktif melalui KUBE dan LKM. serta meningkatkan akses anggota terhadap pelayanan social dasar. Kecamatan Citamiang dalam 5 kelurahan 50 KUBE Fakir miskin g. IV. VISI DAN MISI 1. Visi Mewujudkan Kota Sukabumi cerdas. Pendamping adalah perorangan. atau lembaga yang memiliki komitmen untuk bekerjasama sating menguntungkan. LOKASI KEGIATAN 1. Pendampingan sosial adalah suatu proses menjalin relasi sosial antara pendamping dengan KOBE. sehat dan sejahtera yang berparadigma surgawi melalui peningkatan kesejahteraan keluarga fakir miskin . Kecamatan Lembursitu dalam 5 kelurahan 50 KUBE Fakir miskin 2. mendayagunakan berbagai cumber dan potensi dalam pemenuhan kebutuhan hidup. dan fasilitas pelayanan publik lainnya.kelompok.

Meningkatkan capacity building pendampingan kegiatan keluarga fakir miskin di Kota Sukabumi 2. Identifikasi dan seleksi keluarga fakir miskin 3. Bantuan keluarga fakir miskin. Pemberian bantuan keluarga fakir miskin. • Memantapkan dan mengembangkan keberdayaan dan ketahanan sosial masyarakat melalui sistem perlindungan sosial yang inskulisif. Capacity building pendampingan kegiatan keluarga fakir miskin. Bimbingan sosial bagi 1000 orang keluarga fakir miskin 4. Misi • Meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang memiliki kemampuan dalam menjangkau dan memenuhi kebutuhan dasarnya sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. KEGIATAN 1. Pelatihan capacity building 30 orang pendampingan KK fakir miskin 2. XI. partisipatif dan berkeadilan sosial VIII. X. KEBIJAKAN 1.2. PROGRAM 1. • Memperkuat kepedulian masyarakat dalam pembangunan kesejahteraan sosial sejalan dengan prinsip masyarakat peduli (caring society) dan kesetiakawanan sosial. sehat dan sejahtera yang amanah dan berparadigma surgawi melalui peningkatan kesejahteraan hidup keluarga fakir miskin sebanyak 1000 (seribu) KK atau 100 KUBE di Kota Sukabumi Tahun 2007 IX. 5. Bantuan 10 lokasi sarana lingkungan. . Bantuan UEP bagi 100 KUBE dan Bantuan Bahan Bangunan Rumah (BBR) bagi 1000 keluarga fakir miskin. SASARAN Terwujudnya Kota Sukabumi cerdas. Melaksanakan bimbingan sosial keluarga fakir miskin 3. 2. Bimbingan sosial keluarga fakir miskin 3.

36. Biaya atk petugas pendampingan 30 orang x @ rp. Biaya pelaporan 3 buku x 30 orang x 4 kali x @ rp.Pengarah 2 Orang X @ Rp.000 2. Insentif penceramah 6 orang x @ rp.000 = Rp.000 3. 36.000 4. 400.000 8. 200.000. foto film.000. 1.500. 50.000.200.000 = Rp.000 Honor Petugas Pendampingan 1.000 . Insentif instruktur 9 jamlat x @ rp.000 4.000. 18.800.700. 7.000.000 .000 = Rp. Biaya sewa gedung/ hotel 3 hari x @ rp. 300. 2.Penanggungjawab 1 Org X @Rp. 62. Biaya makan 30 orangx3 kalix3 hari x@ rp. 1. pelaporan. 10. RENCANA ANGGARAN BIAYA A.000 Jumlah =Rp. Honor panitia 5 org x @ rp.000 6.500.000.000 2.000 7.000 = Rp. 100. Bantuan tunjangan hidup bagi 1000 KK fakir miskin VI.700.000 = Rp.000.6. Biaya cetak (buku pedoman.000. 50. 3.100.000 = Rp.000 Operasional Kegiatan 1. 8.000 = Rp. BIAYA PENDAMPINGAN DAN OPERASIONAL PETUGAS APBD KOTA SUKABUMI Pelatihan Capacity Building Pendampingan Pemberdayaan Fakir Miskin 1.000 = Rp. 4.000 X 6 Bulan = Rp. Akomodasi petugas pendamping uang transport 30 orang x 12 bulan x @ rp. 6. 3.000 =Rp. 3. instrumen.000 3. 500. spanduk dan sertifikat) 1 paket x @ rp.000 = Rp. 2.000 = Rp. 10.700.000 Jumlah = Rp.000 X 6 Bln= Rp. 20. 2. Honor tim koordinasi kota .000 = Rp.000. Biaya atk peserta 30 org x @ rp. Cofee break 30 orang x 3 hari x 3 kali x @10. 500.000. Honor bulanan petugas pendamping 30 orang x 12 bulan x @ rp. 100. 30.000 5.

Honor Petugas Identifikasi Dan Seleksi 30 Orang X @ Rp. Biaya Pelaporan 5 Buku X @ Rp.000 4.000 B.800.000 3.000 = Rp.000.000 X 4 Kali = Rp.600. 4. 50. 300. Biaya rapat koordinasi dan evaluasi konsumsi 50 orang x 6 kali x @ rp.000. RENCANA ANGGARAN BIAYA DEKONSTRASI DEPARTEMEN SOSIAL RI I.000 X 1 Hari =Rp. 1.000 = Rp.. Sosialisasi Program Bantuan UEP 1. Transport Peserta 1.000 x 12 bulan = Rp.000.000 . 1.000 5.000 3. 50. Pengolahan Hasil Seleksi 4 Orang X @ Rp.000 = Rp 6.500. Honor Instruktur 2 Orang X @ Rp. 50. 38. 1.000 = Rp.000 2.000.000 . Sewa Gedung Pertemuan 1 Hari X @ Rp.000 5. 30. 22.000 X 4 Jamlat X 5 Kali =Rp.000.000.000 Org. 3. 5. 30.000 7. Penggandaan Hasil Identifikasi/Seleksi 10 Buku X @ Rp.000 6.000 Jumlah = Rp.Ketua Tim 1 Orang X 6 Bulan X @ Rp. 1.000 = Rp. Konsumsi/Snack Peserta 1.500.000 4. 250. 1.0000 X 5 KALI =RP. 500. 250.000.000.000. 5. Biaya monitoring 5 orang x @ rp. 50. 20.000 X 5 Kali = Rp. Honor Penceramah 3 Orang X @ Rp.000.000 = Rp.000 .000.500. 5.000.000 Orang X @ Rp.Sekretaris 1 Orgt X 6 Bulan X @ Rp.000 X 1 Hari = Rp.Anggota 5 orang x 6 bulan x @rp. 1. 100.000 = Rp.000. 200.000 8. 200.000 = Rp. Biaya dokumentasi 1 paket x @ rp. X @ Rp. 15. 1.500. 6.000 2.

000. 800.000. 2. Sampoerna Mild. 1.Bantuan Obat-Obatan 1 Paket X @ Rp.000 = Rp.500. Antangin. Ternak Domba Garut (Rincian Untuk 1 Kube ) .000 II.000 7. 100.000.000 X 5 Kali = Rp.Minyak Goreng 100 Liter X @ Rp. 250.000 = Rp.000 = Rp. 10.000.000.250. 3. Antalgin. 800.400 = Rp.000 = Rp. 480. Formula)50 Bh . Djisamsoe.000.000 .Telur 100 Kg X @ Rp. 800.000 .000 . 20. 40.000. Dialet) X @ Rp.000 . Oskadon.000 = Rp.000 = Rp.000.000 = Rp. Tunjangan Hidup Keluarga Fakir Miskin 1000 Orang X @ Rp. Ciptaden ) 50 Tube X @ Rp.000.000 = Rp.000 Jumlah : = Rp.000 = Rp.6.000. Bodrek. 2. Procol. 500. Djarum Coklat) 50 Slop X @ Rp. 141. Djarum Super.Sigat Gigi(Pepsoden.000 = Rp. 1. Biaya Atk .000.000.000. 7. 10. 24. Insza.000 Jumlah = Rp.Beras 200 Kg X @ Rp.000 .30 Ekor Betina X @ Rp. 100.Minyak Tanah 200 Liter X @ 2.Gula Pasir 100 Kg X @ Rp.000 .000 = Rp.000 = Rp. 10. Honor Panitia 3 Orang X @ Rp.750.000 . Bantuan UEP 1.Bantuan Sarana Dan Prasarana Kandang = Rp.000 . 2. 500.000 III.000 . 20. 1000 Org X @ Rp.Odol (Pepsoden. Warung-Warungan ( Rincian Untuk 1 Kube) . 40.000 .000 Kebutuhan Dana Untuk Teranak Domba Garut 20 Kube X @ Rp.000. 1. 10.000 = Rp.Obat-Obatan 1 Paket (Bodrek Flu. 2.000 2.000.Roko (Gg Filter. 100. Neralgin. 150. 5.10 Ekor Jantan X @ Rp.000 . 4.

100. Klin.600.Makanan Ringan (Ciki. Supermi.000 . Kerupuk.X @ Rp 10. 673.000 = Rp. Srup Dll) 200 Bh X @ Rp.Permen (Sugus.Frutang Gelass 5 Duz X @ Rp. Relaksa.680. 250.Air Mineral Glass 5 Dus X @ Rp.250. 250. Coklat. 1. 33. 1. 2.) 1 Paket X @ Rp.000 = Rp.000 .Mie Instan (Indomie. 50.Etalase 3 Bh X @ Rp.000 = Rp. 500. 100. Sunligh) 50 Kantong X @ Rp. Surf Dll) 25 Kantong X @ Rp.Biskuit ( Merk Selamat.000 3.000 = Rp.Tango 5 Duz X @ Rp. 4. Dll) 5 Duz X @ Rp.000. 200.Sabun Cuci Bubuk(Rinso.000 . Sarimi. 50. 500. B 29. 10.000 . 250. Biskuit.) 25 Kantong X @ Rp.000.000 .000. 500.680. 12. 6.000 .000 = Rp. Wafer.000 = Rp.000 Kebutuhan Untuk 20 Kube X @ Rp.000= Rp.000 . Perikanan per kelompok 1) Benih • Ikan Mas 100 lt x @Rp.000 . 50. .000 = Rp. 1.000. 50.000 .) 50 Duz X @ Rp. 250. Salami. 50. 50.. 100. 1.000.Sabun Colek ( Wings.000 = Rp.000 = Rp. Klin.000 = Rp.000 = Rp. 20.000 = Rp. Kacang Telur.000 .000 = Rp.Galon Air Mineral Botol10 Liter 10 Bh X @ Rp. 33.000 .000.000 . 50. 60.000 .=Rp. 300.Sabun Cuci Bubuk 1 Kg (Rinso.000 = Rp.000.000 .000 = Rp.000 Jumlah = Rp.Agar-Agar Inako 10 Kantong X @ Rp. 20.Air Mineral Botol 1 Liter 5 Duz X @ Rp.

500. 250.000 kg x @Rp..000 ekor x @150. 1..000. 124.000.=Rp..000 Jumlah =Rp.000 • Cangkul 10 bh x @Rp.000. Penanaman Padi Sistim SRI (Padi Sehat)/ per kelompok • Benih padi 100 kg x @Rp.500.000. 12 =Rp..000 3) Pakan • Pelet shinta 50 zak x @Rp.. 400.=Rp.000. 125. 600. 500.000.000 • Bawal 300.000 ekor x @Rp.000 • Jango+Waring 10 bh x @Rp.000 Jumlah =Rp. 100.000.=Rp. 5.000 • Ayakan 10 bh x @Rp.000. 21.000.. 3. 5.675.000 4 . 200.000 • Ember besar 10 bh x @Rp. 15.000 • Lele Dumbo 30.000 lt x @Rp. 4.200...000 Jumlah =Rp.=Rp.=Rp..000.000 • Lamit 10 bh x @Rp.000. 100.000.. 5.000.000.=Rp 6.=Rp.=Rp. 50.000.=Rp.000 • Pupuk Kompos 7 ton/ ha 10 ha x @Rp 2. 15.000. 31.000 2) Pupuk Kandang 10 ton x @Rp. 475.675.=Rp.200. 150.=Rp. 1.600.875. 10. 250.600. 196.=Rp.=Rp.000.000 Jumlah =Rp.=Rp.125. 150. 31. 8.• Ikan Nila 100 lt x @Rp..000.=Rp. 25.000 . 7..=Rp.=Rp.000. 500. 75.. 1.000 4) Peralatan • Hapa 7x1x1 3 bh x @Rp..000. 2.500.000 • Dedak Halus 2.000 • Mol (pengganti insektisida) 1..000 Kebutuhan untuk 15 KUBE x Rp..800. 40.000 = Rp.000 • Hapa 4x1x1 5 bh x @Rp. 625.000 • Garpu 10 bh x @Rp. 2..000 • Lalandak 10 bh x @Rp.

000 Kebutuhan untuk 10 KUBE x Rp.000 = Rp.000 Kebutuhan untuk 10 kelompok 15 KUBE x Rp.=Rp.000. 2. 250.=Rp. 33.020.. 1. 33. Serut Manual 1 set =Rp.400. 1.000. 40.000.000 . 12.500.=Rp.000.000 • Hand Traktor =Rp.000. 350. 750. 1.Kompor Simawar 10 Bh X @ Rp.200..Rp.300.000. Usaha Mebeler/ kusen untuk per kelompok Alat-alat 1.=Rp. Gergaji mesin 2 unit @Rp. 600. Goreng-Gorengan /Makanan (Rincian Utuk I Kube) .000.400..000 Jumlah =Rp.620. 100.500.250. 52. 3..000. 5.000 7.020. 2. 52.. Bor Mesin 2 bh @Rp.000. 1.000 10..000 Jumlah =Rp. Amplas mesin 2 bh @Rp..000..000 Jumlah =Rp. 4.000. 13. 3.=Rp. 150. 2. Gergaji Manual 1 set =Rp..000. baut.000 Modal Kerja dan Alat 30 % dari total bahan dan alat 30% x Rp.000.500.000. Pahat 1 set =Rp.000. 1.500.000. 12. 25.=Rp.000 Kayu berbagai jenis & Ukuran Kayu 5 m3 x @Rp.000. 250. Mesin serut(plener) 3 unit @Rp. dll) =Rp.000. 1. Kompresor & alat Duco =Rp.000 5.200. 2.000 Triplex 25 lbr x @Rp.000. Palu 1 set =Rp.=Rp. 2.000.• Hand sprayer 10 bh x @Rp. 3.000 9.=Rp. 250.000..000 8.000 Total kebutuhan mebeler =Rp. dempul.250.750.000.000. Roater 2 bh @Rp. 495.=Rp.. 6.500.000 Kebutuhan lain (paku.000. 7.000 6. 10.400.=Rp. 600. 520.400. 1.

=Rp.000.000 Jumlah = Rp.000 5.000.000 . 1.250. Kayu Papan20 lbr x @Rp.000.Alat (Wajan.-/m lari =Rp.000. 30.000 . Talud/ Gorong-gorong pembuangan limbah rumah tangga . Bambu 50 btg x @Rp 5. Sodet.000. Baskom) 1 Paket X @ Rp. 750.=Rp. Jalan Gang 500 m per kelurahan x 10 kelurahan @ Rp..500 bh x @Rp.000. Paku berbagai ukuran 10 Kg x@Rp.000 = Rp.000. 5. 41. Rehab Rumah Tidak Layak Huni untuk 1000 rumah dari 10 Kelurahan (Rincian untuk 1 rumah) 1.000 3.000.=Rp.000 .000.000 Kebutuhan Untuk 20 KUBE 20 KUBE X @ Rp.. 5. 41.000 3. 600.000.000 = Rp.Terigu 1000 Kg X @ 5.000 = Rp.250. 1. 820. 480. Genteng 500 bh x @Rp.000.. Pasir 1 Truk x @Rp.000.000 .. 600.000. 750. 20.Alat.Gerobak Dan Peralatan 10 Unit X @ 3..000.000 = Rp.000 Jumlah =Rp. 40.=Rp..=Rp. 5.000 V. Kayu Balok 20 btg x @Rp.=Rp.000.000 IV.200.000 8. 390. 400. 200.000.000 7..Gula Pasir 100 Kg X @ 10. Semen 30 sak x @Rp..000. Keramik 20 duz x@Rp.. 78. 12. 1.000.. 500. 30. 500.000 .000..000 2.Bahan Lain-Lain 1 Paket X @ 500. 1.=Rp.000 = Rp. Perbaikan Sarana Lingkungan di dua Kecamatan / 10 Kelurahan 1.000. 1.000 = Rp.=Rp. 20.=Rp.000.000. 5.000 9.=Rp. 30.Minyak Goreng 100 Kg X @ 10.250. MCK 4 unit per Kelurahan x 10 Kelurahan @ Rp. 1.000 6.000 4..000.000.000 1000 rumah x Rp.000 2. 750. Bata Merah 1.000 = Rp.000. 250. 500.=Rp.

500 m per kelurahan @Rp. 137. Rencana Anggaran Biaya Pendampingan Dan Rp.-/m lari =Rp. Penutup Demikian proposal pemberdayaan fakir miskin melalui dana dekonstrasi Departemen Sosial Ri di kota sukabumi yang dapat kami sampaikan.800.895. Agustus 2006 Rp. 750.620.000.000 Operasional APBD Kota Sukabumi B.000 VI. Rencana Anggaran Biaya Dekonstrasi Departemen Rp.000 Sosial RI TOTAL VII.000. 11. dengan harapan kiranya Bapak Menteri berkenan memenuhi permohonan kami.033.000. 10.275. 1.000 .075. Sukabumi. Rekapitulasi Kebutuhan A.000 TOTAL =Rp. 150.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful