Anda di halaman 1dari 16

Please purchase PDFcamp Printer on http://www.verypdf.com/ to remove this watermark.

RUANG LINGKUP
PENELITIAN

Prihantoro
LEPMA Univ. Gunadarma

LOGIKA PENELITIAN

RASA INGIN TAHU

CARA PEMUASAN
RASA INGIN TAHU

METODE ILMIAH CARA LAIN-LAIN

ILMU PENGETAHUAN PENEGETAHUAN


(SCIENCE) (KNOWLEDGE)

1
Please purchase PDFcamp Printer on http://www.verypdf.com/ to remove this watermark.

PERBEDAAN METODE ILMIAH DENGAN CARA LAIN YAITU


LOGIKA
LOGIKA BERHUBUNGAN DENGAN CARA ATAU PROSES
PENALARAN (REASONING), JIKA SUATU PROSES PENALARAN
BERJALAN BAIK, MAKA PROSES ITU DISEBUT BERSIFAT LOGIS

PENELITIAN ADALAH PROSES PENEMUAN JAWABAN


TERHADAP PERTANYAAN YANG DIAJUKAN OLEH SEORANG
MANUSIA

LOGIKA PENELITIAN ADALAH PROSES PENALARAN YANG


DILAKUKAN OLEH SEORANG PENELITI, DIMANA PROSES ITU
SENDIRI TERDIRI DARI BEBERAPA TAHAPAN YANG TERURUT
SECARA LOGIS DALAM BENTUK RANTAI PENALARAN

1. PERUMUSAN PERMASALAHAN PENELITIAN


2. PERUMUSAN KERANGKA TEORITIK
3. PENENTUAN METODOLOGI PENELITIAN
4. ANALISIS DATA
5. PENARIKAN KESIMPULAN

2
Please purchase PDFcamp Printer on http://www.verypdf.com/ to remove this watermark.

TUJUAN PENELITIAN

§ MENEMUKAN KEBENARAN
§ ADA YANG BERPENDAPAT TUJUAN PENELITIAN ADL
MENGUMPULKAN FAKTA / MENJELASKAN REALITAS
§ KARENA FAKTA HANYA BAHAN BAKU PENTING DLM
PENELITIAN ILMIAH, AKUMULASI FAKTA TDK PENTING
& BUKAN TUJUAN SUATU PENELITIAN.
§ REALITAS PENTING DLM PENELITIAN TTP HANYA
MENYEDIAKAN DATA-DATA YANG DIPERLUKAN DLM
PENELITIAN
§ PENELITI HARUS MAMPU MENJELASKAN POLA,
RASIONAL / TEORI YG MENDASARI KEBENARAN
REALITAS TERSEBUT.

1. KEBENARAN ABSOLUT
KEBENARAN YG DITETAPKAN OLEH TUHAN, KARENA
SIFAT KEMUTLAKAN & KEBENARAN INI SUDAH BEGITU
SAJA ADA TIDAK PERLU PEMBUKTIAN/ VERIFIKASI &
TIDAK BISA DIPERDEBATKAN KEABSAHANNYA, MAKA
KEBENARAN JENIS INI TIDAK BISA DIJADIKAN OBYEK
PENCARIAN DLM PENELITIAN ILMIAH.

2. KEBENARAN TEMPORER
KEBENARAN YG KEABSAHANNYA TERGANTUNG PADA
KONDISI & WAKTU, MEMILIKI SIFAT KENISBIAN
/KERELATIVAN YG SANGAT TINGGI DAN SIFAT SUBYEKTIF
YG TINGGI. KEBENARAN TEMPORER BUKANLAH OBYEK
YG DIKAJI / YG DICARI DLM PENELITIAN ILMIAH.
6

3
Please purchase PDFcamp Printer on http://www.verypdf.com/ to remove this watermark.

3. KEBENARAN ILMIAH
ADL KEBENARAN YG DITEMUKAN MELALUI SUATU
PROSES / METODE PENALARAN /REASONING/ LOGIKA
PENELITIAN ILMIAH, KRN ITU KUNCI DLM KEBENARAN
ILMIAH TERLETAK PD METODE PENEMUANNYA.
KEBENARAN ILMIAH INI DIPAKAI SEBAGAI OBYEK
PENCARIAN DLM PENELITIAN ILMIAH.

KARAKTERISTIK KEBENARAN ILMIAH

§ Kebenaran ilmiah dibangun diatas apa yg disebut sebagai


struktur logis sains yg dlm bentuk konkritnya adl logika
penelitian
§ Kebenaran ilmiah selalu siap unt diuji kembali oleh siapapun dg
kata lain kebenaran ilmiah sebenarnya adl hipotesis bagi
siapapun yg berniat menguji keabsahan kebenaran itu.
7

Hakikat permasalahan penelitian adalah kebenaran yang akan


dicari, dijelaskan dan diteliti oleh seorang peneliti melalui
penelitiannya

KRITERIA PERMASALAHAN PENELITIAN


1. Permasalahan penelitian hanya dan harus berhubungan dgn
kebenaran ilmiah.
2. Permasalahan penelitian mempunyai kaitan yang jelas dan
kuat dengan hasil penelitian sebelumnya.
3. Konsekuensi logis dari kriteria kedua, permasalahan penelitian
yang baik memiliki kadar orisinalitas yang tinggi.
4. Permasalahan penelitian harus diformulasikan secara jelas.
5. Secara teknis permasalahan penelitian harus realita & layak
dilaksanakan dlm jangkauan waktu, dana & kompetensi yang
dimiliki oleh peneliti.

4
Please purchase PDFcamp Printer on http://www.verypdf.com/ to remove this watermark.

Dilihat dari manfaatnya:

1. RISET BASIC
HANYA UNTUK MEMAHAMI SUATU FENOMENA ALAM
TANPA HARUS DIBEBANI UNTUK MEMIKIRKAN MANFAAT
LANGSUNG DARI PEMAHAMAN TERSEBUT.

2. RISET TERAPAN
BERTUJUAN UNTUK MEMAHAMI SESUATU DENGAN
TUJUAN LAIN YANG LEBIH PRAKTIS YAITU UNTUK
MEMECAHKAN SUATU MASALAH TERHADAP SUATU
PERSOALAN YANG BERSIFAT PRAKTIS 9

Dilihat dari orientasinya:


orientasinya:
• PERMASALAHAN PENELITIAN YANG
BERORIENTASI PADA PEMAHAMAN TERHADAP
SESUATU HAL, TANPA HARUS BERHUBUNGAN
LANGSUNG DENGAN MANFAAT PRAKTIS

• PERMASALAHAN PENELITIAN YANG


BERORIENTASI PADA PEMAHAMAN TERHADAP
SESUATU HAL, TETAPI BERHUBUNGAN
LANGSUNG DENGAN PEMECAHAN MASALAH
PRAKTIS YANG SEHARI-HARI KITA HADAPI.
10

5
Please purchase PDFcamp Printer on http://www.verypdf.com/ to remove this watermark.

JENIS PENELITIAN MENURUT ORIENTASI PENELITINYA


(KRATHWOHL, 1985)
1. PRAGMATIS
Pembuatan instrumen/model yang bisa digunakan untuk
mengontrol, memprediksi, memecahkan suatu masalah praktis.

2. ANALYZER
Pemahaman terhadap sesuatu, permasalahan penelitian bagi
seorang analyzer selalu berhubungan dengan pertanyaan, mengapa
dan bagaimana.

3. SYNTHESIZER
Pemahaman mendalam tentang suatu masalah, peneliti
membangun suatu pemahaman / konsep dari kasus-kasus / data-
data yang diberikan oleh responden. Permasalahan penelitian yang
diangkat berhubungun dengan usaha untuk menyatukan berbagai
perspektif menjadi suatu kesimpulan yang padu & utuh.
Mendasarkan diri pada data empiris. 11

4. THEORIZER
Penjelasan teoritis tentang suatu hal. Teori yang akan
dikembangkan akan diuji melalui cara-cara pengumpulan data
empiris
5. MULTIPERSPEKTIFIS
Tertarik pada penemuan penjelasan alternatif dari suatu masalah
penelitian, tidak puas dengan satu versi penjelasan, tetapi tertarik
pada berbagai versi penjelasan tentang sesuatu.
6. HUMANIS
Tertarik pada pengalaman manusia yang terkait dengan suatu
masalah, yang menjadi perhatian bukanlah realitas tetapi
bagaimana manusia memandang & mengalami realitas itu.
7. PARTIKULARIS
Tertarik pada masalah kasuistis individual, permasalahan yang
dikaji biasanya bersifat unik, tidak umum dan berlaku pada konteks
yang sangat khusus & terbatas
12

6
Please purchase PDFcamp Printer on http://www.verypdf.com/ to remove this watermark.

1. MASALAH TERLAMPAU LUAS

2. MASALAH TERLAMPAU SEMPIT

3. MASALAH MENGANDUNG EMOSI, PRASANGKA, ATAU

UNSUR-UNSUR YANG TIDAK ILMIAH

13

KERANGKA TEORITIK
§ TEORI ADALAH SISTEM YANG BERTUJUAN UNTUK MENJELASKAN
SUATU FENOMENA DENGAN CARA MERINCI KONSTRUK (YANG
MEMBENTUK FENOMENA), BESERTA HUKUM / ATURAN YANG
MENGATUR KETERKAITAN ANTARA SATU KONSTRUK DENGAN
LAINNYA.

§ KERANGKA TEORITIK / KERANGKA BERPIKIR ADALAH PENJELASAN


RASIONAL DAN LOGIS YANG DIBERIKAN OLEH SEORANG PENELITI
TERHADAP POKOK / OBYEK PENELITIANNYA.

1. PENJELASAN YANG RASIONAL & LOGIS


2. DUKUNGAN DATA TEORITIS/EMPIRIS
3. VARIABEL-VARIABEL PENELITIAN
4. KETERKAIATAN ANTARA VARIABEL-VARIABEL
14

7
Please purchase PDFcamp Printer on http://www.verypdf.com/ to remove this watermark.

1. MENJELASKAN DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL


PENELITIAN
2. MENJELASKAN POLA HUBUNGAN ANTARA SATU &
LAIN VARIABEL
3. MENETUKAN METODOLOGI PENELITIAN SECARA
AKURAT
4. MENENTUKAN METODE ANALISIS YG TEPAT
5. MENETUKAN CARA PENAFSIRAN TEMUAN SECARA
OBJEKTIF
6. KATA KUNCI DLM KERANGKA TEORITIK ADL
VARIABEL
15

VARIABEL (SESUATU YANG MEMPUNYAI VARIASI


NILAI)

1. VARIABEL BEBAS
Variabel yang direkayasa untuk melihat pengaruhnya tehadap
variabel lain.

2. VARIABEL TERIKAT (VARIABEL POST TEST)


Variabel yang menjadi sasaran dari rekayasa dari variabel
bebas
3. VARIABEL MODERATOR
Variabel penengah antara variabel satu dengan variabel lainnya
4. VARIABEL DESKRIPTIF
Variabel yang relatif bebas dari penilaian /inferensi dari
pengamat
5. VARIABEL INFERENSIAL
Variabel yang sudah dipengaruhi oleh inferensi dari pengamat
6. VARIABEL EVALUATIF
Variabel yang dlm pengukurannya banyak dipengaruhi oleh
subyektifitas penilaian peneliti 16

8
Please purchase PDFcamp Printer on http://www.verypdf.com/ to remove this watermark.

INDIKATOR
• SESUATU YANG DITELITI ATAU DIUKUR
• Indikator harus diturunkan dari variabel, tetapi bila sesuatu
variabel sudah cukup bersifat empiris & operasional, maka
tidak lagi memerlukan indikator untuk variabel tersebut.
• Indikator adalah hasil turunan variabel yang memiliki sifat
cukup empiris dan operasional untuk ditransformasikan
menjadi data.

MODEL PENELITIAN
• VISUALISASI KERANGKA TEORITIK PENELITIAN.
• Dalam penelitian yang melibatkan dua variabel, peneliti akan
mudah membuat model penelitiannya sebab dua variabel ini
secara teoritis mempunyai keterkaitan satu sama lain.
• Yang terpenting dari model penelitian adalah penjelasan yang
rasional dan ilmiah yang mendasari visualisasi tersebut.
• Model Penelitian selain visualisasi ada model rumus, formula
atau fungsi matematis.
17

• Jawaban sementara dari peneliti terhadap pertanyaan


penelitiannya sendiri.

• HIPOTESIS HARUS DIUJI KEBENARNYA, JIKA PENELITI INGIN


MEMBERI SUATU JAWABAN (HIPOTESIS) TERHADAP
PERTANYAAN PENELITIAN PENELITIAN HARUS MEMILIKI
ALASAN YANG KUAT.

• PENGUJIAN HIPOTESIS SELALU DILAKUKAN DENGAN


STATISTIK. TANPA STATISTIK SEBUAH PENELITIAN TIDAK
DAPAT DIPERTANGGUNG JAWABKAN VALIDITASNYA
KECUALI PENELITIAN YANG BERSIFAT KUALITATIF YANG
TIDAK MEMERLUKAN HIPOTESIS

18

9
Please purchase PDFcamp Printer on http://www.verypdf.com/ to remove this watermark.

1. HIPOTESIS NOL (HIPOTESIS NULL/STATISTIK)


Hipotesis yang berisi pernyataan ketiadaan hubungan antara
variabel yang diteliti/ketiadaan perbedaan antara entitas entitas
yang dibandingkan
2. HIPOTESIS ALTERNATIF
Hipotesis yang menjadi kebalikannya hipotesis nol
3. HIPOTESIS KORELASIONAL
Hipotesis yang berisi pernyataan tentang hubungan antara dua
atau lebih variabel
4. HIPOTESIS KAUSALITAS
Hipotesis yang berisi pernyataan tentang hubungan antara dua
atau lebih variabel yang bersifat sebab akibat.
5. HIPOTESIS MAYOR
Hipotesis yang berisi pernyataan umum tentang hubungan,
perbedaan atau arah variabel yang diteliti.
6. HIPOTESIS MINOR
Hipotesis yg berisi pernyataan yang lebih khusus dan spesifik
daripada yang dinyatakan dalam hipotesis mayor.
19

METODOLOGI PENELITIAN

§ TOTALITAS CARA UNTUK MENELITI DAN MENEMUKAN


KEBENARAN ILMIAH.
§ METODOLOGI PENELITIAN AKAN MENDORONG & MEMAKSA
SEORANG PENELITI UNTUK BERSIKAP TRANSPARAN
TERHADAP PENELITI LAIN. PENELITI TIDAK
MENYEMBUNYIKAN APAPUN DARI PENELITI LAIN.
§ METODOLOGI PENELITIAN YANG TERBUKA AKAN
MEMUNGKINKAN PENELITI LAIN MENGULANGI PENELITIAN
YANG SAMA
§ METODOLOGI PENELITIAN BERPERAN SEBAGAI PAGAR
PEMBATAS YANG MEMBATASI CAKUPAN PENELITIAN DAN
BERPERAN SEBAGAI ALAT UNTUK MENJELASKAN SEMUA
KETERBATASAN PENELITI DALAM PENELITIANNYA.
§ METODOLOGI PENELITIAN DAPAT MERANCANG MANAGEMEN
PENELITIANNYA SECARA BAIK.
20

10
Please purchase PDFcamp Printer on http://www.verypdf.com/ to remove this watermark.

JENIS-
JENIS-JENIS METODOLOGI PENELITIAN

1. METODE DESKRIPTIF
PENELITIAN YANG BERTUJUAN MENDESKRIPSIKAN ATAU
MENJELASKAN SESUATU HAL SEPERTI APA ADANYA.
CONTOH: Kajian terhadap implementasi database personalia di pt.X

2. METODE OBSERVASI
PENELITIAN YNGG PENGAMBILAN DATANYA BERTUMPU PADA
PENGAMATAN LANGSUNG TERHADAP OBYEK PENELITIAN
CONTOH: Bagaimana cara dan perilaku dosen pada waktu mengajar di
dalam kelas.

3. METODE WAWANCARA
METODE PENELITIAN YANG DATANYA DUKUMPULKAN MELALUI
WAWANCARA DENGAN RESPONDEN (KEY INFORMANT)
CONTOH: Persepsi mahasiswa terhadap peran BEM di perguruan tinggi.
21

4. METODE KAJIAN KEPUSTAKAAN


PENELITIAN YANG DATANYA DIAMBIL SEBAGIAN /
SELURUHNYA DARI KEPUSTAKAAN (BUKU, DOKUMEN,
ARTIKEL, LAPORAN, KORAN DLL)
Contoh:Kajian dokumentasi tentang hukum pertanahan di ind
sejak era 1945 sampai saat ini.

5. METODE EKSPERIMEN
METODE PENELITIAN YANG BERTUJUAN UNTUK
MENJELASKAN HUBUNGAN SEBAB AKIBAT ANTARA SATU
VARIABEL DENGAN VARIABEL LAINNYA.
CONTOH: Pengaruh metode belajar terhadap prestasi siswa

6. METODE SURVAI
METODE YANG MENGGUNAKAN KUESIONER SEBAGAI
INSTRUMEN UTAMA UNTUK MENGUMPULKAN DATA.
CONTOH: Analisis terhadap potensi penerimaan calon konsumen
terhadap produk baru yang akan diluncurkan. 22

11
Please purchase PDFcamp Printer on http://www.verypdf.com/ to remove this watermark.

7. METODE EVALUASI
METODE DENGAN MENILAI SESUATU DENGAN CARA
MEMBANDINGKANNYA DENGAN SUATU STANDAR.
Contoh: Analisis biaya manfaat terhadap berbagai macam strategi
pendidikan dalam kaitannya dalam program pengentasan masyarakat dari
buta huruf.

8. METODE HISTORIS
METODE YANG MENGGANTUNGKAN PADA DATA-DATA YANG TERDAPAT
DIMASA LALU.
CONTOH: Analisis kualitatif terhadap peran mahasiswa dalam peristiwa
penggulingan rezim orla ditahun 1965 dan orba ditahun 1998.

9. METODE STUDI KASUS


TERGOLONG PADA PENELITIAN KUALITATIF, DIGUNAKAN BILA INGIN
MENGKAJI SUATU FENOMENA SECARA MENDALAM. PENEMUAN DALAM
STUDI KASUS TIDAK BISA DIGENERAKISASIKAN KE KONTEKS LAIN.
CONTOH: Pemahaman PSK terhadap AIDS: studi kasus di lokalisasi PSK
kramat tunggak, jakarta. 23

POPULASI
KESELURUHAN ELEMEN YANG AKAN DIJELASKAN OLEH
SEORANG PENELITI DI DALAM PENELITIANNYA. (AIR, DESA,
SISTEM, DOKUMEN, MANUSIA).

SAMPEL
Wakil (dari populasi). Jika jumlah sampel sama dengan
jumlah populasi, maka penelitian ini disebut sensus.
Ukuran sampel dan tehnik sampling tergantung pada sifat populasi,
semakin homogen populasi semakin kecil sampel, semakin
heterogen populasi semakin besar sampel
TEHNIK SAMPLING YANG UMUM YAITU TEHNIK ACAK/RANDOM

INSTRUMEN
ALAT UNTUK MENGUMPULKAN DATA.
Instrumen yg baik harus valid/absah (dengan tepat mengukur apa yg
harus diukur) dan reliabel ( hasil pengukuran itu bersifat konsisten).

24

12
Please purchase PDFcamp Printer on http://www.verypdf.com/ to remove this watermark.

DESAIN PENELITIAN / RANCANGAN PENELITIAN

ADALAH BLUE PRINT PENELITIAN YANG DIBUAT OLEH SEORANG


PENELITI SEBELUM MELAKUKAN PENELITIAN
DESAIN PENELITIAN
TERDIRI TIGA KOMPONEN UTAMA:
1. PERMASALAHAN PENELITIAN
2. KERANGKA TEORI
3. METODOLOGI PENELITIAN
KETIGANYA TIDAK DAPAT DIPISAHKAN DAN HARUS
DIPERLUKAN SECARA INTEGRAL, BUKAN SEKEDAR URUTAN
KEGIATAN. JIKA SATU SAJA DIANTARA KETIGA KOMPONEN ITU
LEMAH, MAKA SELURUH DESAIN INI AKAN MENJADI LEMAH
PULA.

25

ANALISIS DATA

• SEGALA SESUATU YANG SUDAH DICATAT, SEGALA


SESUATU ITU BISA DOKUMEN, AIR, MANUSIA, SEGALA
SESUATU INI SEBENARNYA FAKTA, DAN FAKTA INI
SELALU ADA.
• JIKA DATA TELAH DIOLAH DAN DIINTERPRETASIKAN,
MAKA DATA INI MENJADI INFORMASI (INFORMASI
MERUPAKAN DATA YANG TELAH DITAFSIRKAN).

26

13
Please purchase PDFcamp Printer on http://www.verypdf.com/ to remove this watermark.

DATA DILIHAT DARI SIFATNYA:


1. DATA KUANTITATIF
Data yang berbentuk angka-angka. Data yang secara substantif
bersifat KUANTITATIF. Mis. Berat (kg), volume (liter), umur
(tahun) dan temperatur (celsius).
2. DATA KUALITATIF
Data yang berbentuk non angka, seperti kalimat, foto, rekaman
suara dan gambar.

DATA DILIHAT DARI SUMBERNYA:


1. DATA PRIMER
Data yg diambil langsung, tanpa perantara, dari sumbernya.
Sumber ini dapat berupa benda-benda, situs atau manusia.
2. DATA SEKUNDER
Data yg diambil secara tidak langsung dari sumbernya. Biasanya
diambil dari dokumen-dokumen (laporan, karya tulis orang lain,
koran, majalah).
27

DATA DILIHAT DARI SKALANYA:

1. DATA NOMINAL
Data yg meskipun bisa dirubah menjadi angka, tidak memiliki nilai
kuantitas apapun. Angka-angka yg nampak hanya berfungsi sebagai
label atau kode.
2. DATA ORDINAL
Data yang tidak memiliki nilai kuantitas, tetapi masih dapat
menunjukkan perbedaan tingkatan satu hal dengan hal lainnya.
Dalam data ordinal angka merepresentasikan suatu urutan/order.
3. DATA INTERVAL
Data yang memiliki nilai kuantitas tertentu, tetapi tidak memiliki nilai
nol mutlak.
Contoh: Nilai akademik siswa, nilai penjualan dll.
4. DATA RASIO
Data yang memiliki nilai kuantitas tertentu, dan dalam skala
pengukurannya mempunyai nol mutlak.
Contoh: Berat badan, tinggi badan, dan volume
28

14
Please purchase PDFcamp Printer on http://www.verypdf.com/ to remove this watermark.

ANALISIS DATA KUANTITATIF


Analisis yang dilakukan terhadap data yang berbentuk angka, baik
angka dan merupakan representasi dari suatu angka hasil dari
konversi data kualitatif.

TUJUAN ANALISIS DATA KUANTITATIF


Untuk memahami apa yang terdapat dibalik data itu, meringkasnya
menjadi suatu rumusan yang kompak dan mudah dimengerti, serta
menemukan suatu pola umum yang timbul dari data tersebut. Pola
umum disini terwakili dlm bentuk angka-angka mis. rata-rata x,
rumus regresi (y = a+bx).

HAL–
HAL–HAL KRITIS DALAM ANALISIS DATA KUANTITATIF.
Pada saat membuat instrumen pengumpulan data, peneliti harus
berusaha agar instrumennya itu memiliki validasi & reliabilitas
yang tinggi.

29

KESIMPULAN PENELITIAN
KESIMPULAN
• SUATU PERNYATAAN UMUM DAN LOGIS YANG DITARIK DARI
BEBERAPA KASUS DAN MENUNJUKKAN POLA YANG
MENGGAMBARKAN CIRI-CIRI KASUS-KASUS TERSEBUT. ATAU
SUATU PERNYATAAN UMUM DAN LOGIS YANG TELAH
TERUJI KEBENARAN ATAU KETIDAKBENARANNYA MELALUI BUKTI-
BUKTI.
• KESIMPULAN SEBUAH TESIS ATAU SKRIPSI HAKIKATNYA ADALAH
JAWABAN PENELITIAN TERHADAP PERTANYAAN PENELITIAN
YANG DIAJUKAN DI AWAL SKRIPSI.
RANGKUMAN (SUMMARY)
• PENJELASAN SINGKAT TENTANG SESUATU HAL YANG
SEBELUMNYA TELAH DIJELASKAN SECARA PANJANG LEBAR.
Perbedaan utama kesimpulan dan rangkuman adalah kesimpulan
melibatkan asumsi, teori, persepsi atau prasangka dari pembuat
kesimpulan, sedangkan rangkuman hanya memerlukan suatu
keterampilan teknis unt mengutarakan hal yang sama dalam cara dan
format yang sesingkat mungkin.
30

15
Please purchase PDFcamp Printer on http://www.verypdf.com/ to remove this watermark.

METODE PENGAMBILAN KESIMPULAN

1. METODE DEDUKTIF
Memformulasikan penelitiannya dalam bentuk hipotesis, memulai
dari kasus umum dan menguji kebenarannya pada kasus-kasus
umum, dan kemudian menguji kembali kebenarannya pada
kasus-kasus yang lebih khusus.

2. METODE INDUKTIF
Metode pengambilan kesimpulan yang dimulai dari pemahaman
terhadap kasus-kasus khusus ke dalam bentuk kesimpulan
umum.
Misalnya peneliti merumuskan permasalahan-permasalahan
penelitiannya dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan terbuka,
kesimpulan penelitiannya ditarik dengan cara mensintesiskan
jawaban-jawan dari berbagai pertanyaan penelitian.

31

3. METODE INDUKTIF DEDUKTIF

Peneliti mengajukan pertanyaan penelitian danmenjawabnya


secara induktif dan akan menghasilkan suatu kesimpulan,
kemudian peneliti merubahnya menjadi hipotesis-hipotesis yang
siap diuji kebenarannya dengan metode deduktif.

KESALAHAN DALAM PENGAMBILAN KESIMPULAN


1. KESALAHAN DALAM PERUMUSAN HIPOTESIS YANG HENDAK
DIUJINYA.
2. METODE PENELITIAN YANG DIPILIH TIDAK TEPAT , SAMPEL DIAMBIL
SECARA KACAU DAN SALAH, INSTRUMEN BURUK DAN DATA YANG
TERKUMPUL BERKUALITAS RENDAH.
3. FAKTOR-FAKTOR SUBYEKTIF YANG DIMILIKI PENELITI YANG
MEMPENGARUHI PROSES PENARIKAN KESIMPULAN.
Peneliti mungkin telah mempunyai prasangka dan harapan dari
penelitiannya atau ingin mengarahkan penelitiannya ke kesimpulan
tertentu untuk tujuan lain.
32

16