Korban Meninggal Usai Operasi Caesar

ndosiar.com, Surabaya - Dugaan kasus malpraktek kembali terjadi, korbannya hampir sama namanya dengan Prita Mulyasari yakni Pramita Wulansari. Wanita ini meninggal dunia tidak lama setelah menjalani operas caesar di Rumah Sakit Surabaya Medical Service. Korban mengalami infeksi pada saluran urin dan kemudian menjalar ke otak. Saat dikonfirmasi, pihak Rumah Sakit Surabaya Medical Service belum memberikan jawaban terkait dugaan malpraktek ini. Lita, dipanggil pihak Rumah Sakit Medical Service di Jalan Kapuas Surabaya terkait laporannya pada salah satu media tentang anaknya Pramita Wulansari (22), yang meninggal dunia setelah menjalani operasi caesar di Rumah Sakit Medical Service. Menurut cerita Lita, ibu dari Pramita, sebelumnya Pramita melakukan operasi persalinan disalah satu praktek bidan di Jalan Nginden, Surabaya. Karena kondisinya terus memburuk, Pramita lalu dirujuk ke Rumah Sakit Surabaya Medical Service untuk dilakukan operasi caesar. Operasi berjalan mulus yang ditangani oleh dr Antono. Dua minggu kemudian Pramita kembali ke Rumah Sakit Surabaya Medical Service untuk melakukan chek up. Dr Antono menyarankan Pramita dioperasi karena dideteksi saluran kencingnya bocor dan Pramita kembali menjalani operasi. Pramita juga disarankan meminum jamu asal Cina untuk memulihkan tenaga. Namun kondisinya malah memburuk dan Pramita sempat buang air besar bercampur darah. Melihat kondisi Pramita semakin memburuk, pihak keluarga meminta dirujuk ke Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya. Pramita sempat dua hari dirawat di Rumah Sakit Dr Soetomo namun dinyatakan terlambat, karena infeksi sudah menjalar ke otak dan Pramita akhirnya meninggal dunia. Anak yang dilahirkan Pramita kini sudah berumur satu bulan dan diberi nama Kevin. Si bayi terpaksa dirawat oleh ayahnya dan kedua mertuanya. Sementara itu saat dikonfirmasi wartawan, pihak Rumah Sakit Surabaya Medical Service tidak mau memberi komentar mengenai dugaan malpraktek ini. (Didik Wahyudi/Sup) Sumber : http://www.indosiar.com/fokus/80541/korban-meninggal-usai-operasicaesar

Dugaan Mal Praktek, Polisi Panggil Perawat RS Siloam
Selasa, 01 Juni 2004 | 15:46 WIB TEMPO Interaktif, Tangerang: Kepolisian Resor Metro Tangerang memanggil tiga perawat Rumah Sakit (RS) Siloam Gleaneagles untuk diperiksa pada Rabu (2/6). Pemeriksaan terkait dengan dugaan mal praktek yang dilakukan rumah sakit swasta itu terhadap korban Ade Irma Effendi, 37 tahun.

"Ketiga perawat adalah tim medis RS Siloam yang menangani perawatan Ade Irma," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Metro Tangerang, Ajun Komisaris Polisi Asep Adisaputra di Tangerang, Selasa (1/6). Ade Irma adalah pasien langganan RS Siloam yang merasa dirugikan karena mengalami keguguran setelah ditangani dan diberi obat oleh pihak rumah sakit. Lantaran diduga pihak rumah sakit sudah melakukan mal praktek, Ade Irma melaporkannya ke Polres Metro Tangerang, Kamis (27/5). Menurut Asep, ketiga perawat akan dimintai keterangan seputar proses terjadinya keguguran. Dalam laporannya, Ade Irma tidak memasukkan RS Siloam ke dalam penuntutan, melainkan menuntut kelalaian seorang dokter yang menanganinya. Ade Irma yang didamping kuasa hukumnya, Yasrin Febrian Marly, SH mengatakan, kasus berawal ketika ibu beranak satu itu memeriksa kandungannya ke dokter Anthonius Heri yang membuka praktek di salah satu apotik di kawasan Bumi Serpong Damai. Saat memeriksa kehamilan keduanya yang berusia 15 minggu, Ade Ade mengeluhkan adanya flek merah pada celana dalam kepada dokter tetap keluarganya itu.

Melihat kondisi Ade yang lemah, Anthonius menyarankannya untuk diperiksa lebih lanjut ke RS Siloam. Saat dilakukan pemeriksaan dengan ultra sonografi di RS Siloam pada 16 April 2004 malam, pihak dokter yang juga terdapat dokter Anthonius itu menyatakan, kandungan korban dalam kondisi baik dan sehat. Tapi, untuk menguatkan kandungan, dokter menawarkan Ade untuk beristirahat di rumah sakit atau di rumah. "Karena tidak ingin terjadi apa-apa, saya memilih dirawat di rumah sakit saja," kata Ade.

Setelah Ade dimasukkan ke ruangan bersalin, salah satu perawat langsung memberi infus. Walau tidak didampingi seorang dokterpun, si perawat mengatakan, infus diberikan berdasarkan saran dokter Anthonius. Sekitar 15 menit kemudian, obat bereaksi dan kandungan Ade mengalami kontraksi. Alhasil, janin bayi dalam kandungan Ade, keluar yang mengakibatkan kelahiran premature (abortus terancam) dan meninggal dunia. Bantahan mal praktek jua sudah diberikan pihak rumah sakit. "Tidak benar, pihak rumah sakit melakukan mal praktek. Abortus Imenen (aborsi dalam proses) terhadap pasien, dikarenakan kondisi dan situasi pasien yang saat itu memang membutuhkan perawatan intensif. Tidak benar, pasien mengalami keguguran setelah meminum obat yang diberikan dokter. Karena pemberian obat selalu diberikan sesuai dengan petunjuk dokter dan diagnosa juga dilihat dari kondisi pasien," kata Manajer Operasional RS Siloam, Andre.

Joniansyah - Tempo News Room Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/

katanya.info/malpraktek-rs-omni-internasional-akibatkan-bayimenjadi-buta. Diagnosa ini di dukung oleh sebuah rekaman yang diambil secara diam-diam oleh Jualiani saat ia melakukan dialog dengan dokter A. anak saya sempurna saat lahir”. bahwa anak mereka tidak seharusnya mengalami kebutaan karena lahir secara sempurna walaupun prematur. Bukti-bukti yang telah mereka kantongi berupa hasil diagnosa dari dokter kompeten dari RS di Australia. mengalami kebutaan. hasilnya anak saya seharusnya tidak mengalami kebutaan. bernama dr A yang mengakibatkan 2 bayi kembar pasangan Juliana dan T Kurniadi. Juliane di kantor pengacara OC. “Saya dan tim pengacara dari OC Kaligis akan melanjutkan dan terus berusaha melengkapi bukti. Penyebab kebutaan terjadi karena banyaknya oksigen saat kedua bayi mereka di rawat dalam inkubator “Saya sudah datang ke dokter yang kompeten dengan masalah kebutaan. untuk menuntut pertanggung jawaban RS Omni dan meminta status hukum kedua putranya. Dua bayi kembar yang malang ini bernama.selama sebulan mereka sudah melakukan diagnosa. kali ini berkenaan dugaan malpraktek yang di lakukan oleh salah satu dokter RS ini. namun kasusnya sempat fakum. tetapi dr A mengakui bahwa ROP itu hanya mungkin muncul karena kelalaian pada perawatan anak prematur setelah lahir Di tambah lagi kenyataan bahwa kelalaian dr.Malpraktek RS OMNI Internasional Akibatkan Bayi Menjadi Buta N ama RS Omni Internasional lagi-lagi muncul ke permukaan. Jakarta Pusat (20/4/2010). Majapahit. Kali ini pihak penggugat mengaku membawa bukti kuat. Mereka mengaku telah keluarkan biaya sebesar 125 juta rupiah Sumber berita: Kompas dan DetikNews Sumber : http://rumahabi. kami tidak akan mundur. meskipun dari pihak Juliani. dr A menyatakan bahwa kedua bayi mereka sempurna dan dapat melihat. dr A mengakui bahwa Jared dan Jayden tidak mengidap retinopathy of prematurity (ROP) saat lahir. kata ibu dari kembar Jared dan Jaynet. Potensinya ada. Kaligis.html . tidak punya masalah finansial. Jl. Dalam rekaman tersebut. saya akan perjuangkan keadilan untuk anak saya”. bahkan pada tanggal 16 November 2009 kemarin kepolisian sempat mengeluarkan Surat Penghentian Pemeriksaan Perkara (SP3) karena di anggap kurang bukti Sekarang bersama tim pengacara OC Kaligis pasangan Jualiana dan T Kurniadi kembali melayangkan gugatan kepada RS Omni. Ferdi Limawa yang tidak membentuk tim dokter untuk menangani anak mereka yang lahir secara prematur. Jared yang buta total dan Jayden mengalami cacat mata Sebenarnya kasus malpraktek ini telah di laporkan hampir 1 tahun lalu kepihak kepolisian.

Gambaran itulah yang umumnya dialami oleh keluarga korban kesalahan praktek medis atau mal praktek. Namun dokter seakan tak menggubris penjelasan K. kerabat dan sahabat akibata kesalahan diagnosa. . Demam tinggi serta kesulitan bernafas yang dialami suami K didiagnosa sebagai asma. Padahal tegastegas K menjelaskan bahwa suaminya tak pernah menderita asma. Kematian suami K dipicu oleh kesalahan diagnosis yang dijatuhkan dokter saat mengkonsultasikan penyakitnya. terapi atau obat terkadang membuat kegeraman dan rasa kehilangan yang sangat mendalam. Namun. Saat itulah K kemudian membawa suaminya ke RS. Dokter yang merawat terakhir mengungkapkan bahwa nyama suami K sebenarnya dapat tertolong jika diagnosis malaria dapat diketahui sejak awal. semuanya telah terlambat. Penyakit itu disebabkan gigitan nyamuk yang dialaminya saat menjalani tugas ke Lampung. Beberapa bulan ini. jika kematian itu terjadi karena kesalahan yang sebetulnya dapat dihindari tentunya akan membuat penyesalan dan kesedihan yang jauh lebih menyakitkan. Kematian dan kecacatan adalah harga yang harus dibayar pasien karena keteledoran tenagatenaga medis. Sepulang dari dokter. namun kasus mal praktek telah banyak menelan korban. Namun. Bagaimana tidak. Kisah sedih yang dialami rekan wartawan yang dikenal cukup energik di lapangan itu membuat rekan-rekannya turut bersimpati. seorang rekan wartawan ekonomi makro yang cukup senior telah kehilangan suami dari satu anaknya yang masih balita dan bayi yang dikandungnya. jika kematian itu sebenarnya dapat dihindari seandainya dokter atau tenaga medis bersikap lebih hati-hati dan waspada.Kesalahan Diagnosa Membuat Suamiku Meregang Nyawa Pdpersi. Suami K semakin kritis dan akhirnya terdiagnosa menderita malaria. Kepergian anak. Terlebih lagi.Kehilangan orang yang kita cintai akibat kematian selalu menorehkan luka hati yang cukup dalam. suami dari K. perempuan muda yang bekerja di sebuah situs berita itu juga adalah wartawan. Jakarta . kesehatan lelaki yang bekerja di media internal milik suatu maskapai penerbangan itu semakin memburuk. orang tua. Terlepas dari faktor ajal yang menjadi hak preogratif Tuhan. ia tetap memberikan obat anti sesak napas. Ketika dibawa ke RS malaria telah menyerang ganas ke otak.

yang dipakai adalah aturan pidana.Tanpa didampingi keluarga terdekat. termasuk parlemen telah lama mendesak agar Departemen Kesehatan segera memformulasikan aturan mengenai mal praktek secara gamblang. Kesalahan yang fatal itu umumnya terjadi pada saat diagnosis. Di Indonesia sendiri.pdpersi. kasus kesalahan tindakan medis bukan hanya terjadi di Indonesia yang saat ini kualitas pelayanan kesehatannya masih rendah. Pada Januari lalu. namun juga dapat mendatangkan ajal dan kecatatan seumur hidup. K mendampingi suaminya saat meregang nyawa. Kesalahan yang Bisa Dihindari Kasus mal parktek umumnya dipicu oleh ketidakhati-hatian. Sebagian lagi memilih untuk pasrah dan enggan terlibat dalam konflik hukum yang biasanya sangat melelahkan. terapi. K dan anaknya. Mal praktek tidak hanya dapat mengantarkan pada penurunan derajat kesehatan pasien. Secara regulasi. kasus mal praktek masih sangat sedikit yang terungkap.co. dunia kedokteran Amerika Serikat dikejutkan dengan berita mal praktek yang mengakibatkan seorang wanita kehilangan kedua payudaranya karena divonis kanker. kertas ronsen tertukar di meja dokter. UU Kesehatan belum dilengkapi dengan aturan teknis yang mengatur secara khusus mengenai mal praktek. namun juga masih sering terjadi di negara-negara maju. serta jabang bayi yang dikandungnya hanya bisa merasakan geram terhadap kasus mal praktek yang dialami suaminya. Namun. Kematian mendadak yang tidak disangka-sangka itu membuatnya harus sendiri menanggung beban hidup yang tidak ringan. Beberapa pihak. pemberian obat sampai operasi. (iis) Sumber : http://www. Biasanya jika kasus mal praktek maju ke pengadilan. Kebanyakan pasien atau keluarganya memilih untuk menyimpan penderitaannya dalam hati. Umumnya mereka tidak mengetahui bahwa kasus mal praktek dapat diajukan ke meja hinau. Kesalahan fatal itu dipicu oleh hal yang sangat sepele.id/?show=detailnews&kode=1026&tbl=psejati . kasus mal praktek di Indonesia belum diatur secara jelas. Kewaspadaan tenaga medis termasuk dokter menjadi faktor utama terjadinya mal praktek.

tapi anehnya.Pasien Dioperasi Tanpa Pemberitahuan Keluarga indosiar. Nina masuk ke rumah sakit pada tanggal 15 Februari 2009 lalu karena mengeluh tak bisa buang air besar. Setelah sampai di rumah sakit. Nina kemudian dioperasi tapi juga tidak memberitahukan orangtuanya. Bekas-bekas operasi itu terlihat di perut Nina yang dijahit hingga 10 jahitan lebih. Cikampek ini terbaring ditempat tidur Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Nina menderita kebocoran kandung kemih.24 hari sudah Nina Dwi Jayanti. dokter kemudian menebak sakit Nina kemungkinan karena menderita apendik atau usus buntu. dokter yang menangani pembedahan tidak memberitahukan atau tidak minta ijin terlebih dahulu kepada orangtuanya. Jakarta . dugaan bahwa Nina menderita usus buntu tidak terbukti. dokter langsung memberikan obat untuk memperlancar buang air besarnya. Nina pun langsung dibedah dibagian ulu hati hingga dibawah puser. Menurut cerita orangtuanya yang juga karyawan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM.com. Kedua orangtua Nina hanya bisa pasrah dan minta pertanggungjawaban pihak Rumah Sakit RSCM atas kesehatan anaknya. sebagai prosedur yang harus ditempuh dokter bila ingin melakukan tindakan operasi atau pembedahan. Ayah Nina yang juga bekerja di RSCM ini akan mengadukan kasusnya ke Menteri Kesehatan dan siap dipecat dari pekerjaannya.indosiar.6 Kecamatan Kota Baru. Dokter lalu membuat kesimpulan berdasarkan diagnosa. Ternyata setelah dibedah.com/fokus/78979/pasien-dioperasi-tanpapemberitahuan-keluarga . (Endro Bawono/Sup) Sumber : http://www. Namun karena tak kunjung sembuh. putri pasangan Gunawan dan Suheni warga Jalan Perum Pucung Baru Blok D2 No.

com. namun kebutuhan akan asi tidak bisa dipenuhi karena ibunya sedang sekarat. mereka setiap hari selalu memadati lobi ruang ICU untuk menunggu perkembangan dari korban. Kupang .indosiar. saat dilahirkan berat badannya mencapai 3.Pasca Caesar Pasien Koma indosiar.6 kilogram dan saat ini masih berada di rumah sakit. Pihak rumah sakit sendiri masih menunggu laporan status medis dari Dokter Frans yang melakukan operasi caesar terhadap Antonia. Pihak keluarga menyayangkan sikap pihak rumah sakit yang belum juga menjelaskan penyebab Antonia koma usai menjalani operasi. Antonia Dando. Sementara itu bayi perempuan dari Antonia kondisinya baik. karena sebelum caesar kondisi Antonia normal dan sehat. Pasien diduga sebagai korban malpraktek dokter yang melakukan operasi. seorang ibu rumah tangga di Kupang hanya bisa terbaring tak sadarkan diri di ruang ICU Rumah Sakit Umum Kupang.com/fokus/78868/pasca-caesar-pasien-koma . Antonia telah mengalami koma selama 8 hari setelah menjalani operasi caesar Kamis 26 Februari lalu. Mereka pun berharap pihak rumah sakit dan dokter yang melakukan operasi terhadap Antonia mau bertanggungjawab atas kejadian tersebut. Sampai saat ini korban belum juga sadarkan diri dan masih dalam kondisi kritis.Seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Kupang mengalami koma selama 8 hari setelah menjalani operasi caesar. Keluarga dari Antonia kini hanya bisa berdoa menunggu kesembuhan Antonia. (Jeffrie Taulin/Sup) Sumber : http://www. Antonia warga Jalan Herwila Kelurahan Naikoten II ini diduga menjadi korban malpraktek dokter yang melakukan operasi terhadapnya.

Blitar . Kulit wajah.com/fokus/78794/tubuh-menghitam-setelah-minumobat .Diduga akibat malpraktek dokter Blitar. awalnya Nita hanya menderita luka ngilu dibagian persendian tubuhnya saat diperiksakan ke dokter. Seluruh tubuhnya berubah menghitam setelah meminum obat dari dokter tempat dia berobat di asalnya. ibu korban.com. warga Desa Talun. Jawa Timur setelah meminum obat yang diberikan oleh salah satu dokter ditempat asalnya.indosiar. seorang gadis asal Blitar . Nita ditangani oleh 11 tim dokter spesialis bedah kulit. Indikasi sementara Nita menderita Steven Jhonson Sindrom atau alergi pada reaksi obat akibat rendahnya ketahanan tubuh pasien. Hingga Senin (02/03) kemarin. Penanganan medis yang dilakukan untuk saat ini adalah memberikan penambahan nutrisi serta elektrolit untuk memperbaiki jaringan yang rusak dan memberikan antibiotik untuk membersihkan luka pasien dari bakteri. Pihak keluarga menganggap kondisi ini disebabkan oleh kesalahan dokter Andi yang memberikan resep obat tersebut. Mulut dan kulit wajahnya berubah kehitaman hingga merebak kesekujur tubuhnya.Korban Malpraktek Tubuh Menghitam Setelah Minum Obat indosiar. Blitar. Jawa Timur terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Dokter Saiful Anwar Malang. Beginilah kondisi Nita Nur Halimah (21). (Nurochman/Sup) Sumber : http://www. tangan hingga sekujur tubuhnya berubah menjadi hitam. Jawa Timur. Menurut Marsini. Nita mendapatkan resep obat tanpa bungkus. namun setelah meminumnya suhu tubuhnya semakin panas.

Penderitaan warga Desa Sidomulyo. Hingga kini tim medis rumah sakit tidak bersedia memberikan keterangan.Bocah Lumpuh Diduga Malpraktek Setelah Menjalani Operasi Usus Buntu indosiar. Labuhan Batu.kali dihubungi sejumlah wartawan. Sumatera Utara melakukan operasi. Pihak keluarga mencurigai pihak rumah sakit melakukan malpraktek terhadap anak mereka. terkait peristiwa tersebut meski telah berkali . Pada bulan Juni 2008 tim medis Rumah Sakit Umum Ranto Parapatan. Saat itu tim medis membuat saluran buatan. karena kini ia juga menjadi bisu. Hingga saat ini pihak rumah sakit belum memberikan keterangan. bocah berusia 5 tahun ini tiba . Labuhan Batu . Operasi kedua dilakukan 11 September lalu untuk mengembalikan saluran tersebut.com.Seorang bocah berusia 5 tahun di Sumatera Utara menjadi lumpuh dan bisu. setelah menjalani operasi usus buntu. Beginilah kondisi Elvi Boru Simamora. Penderitaan buah hati pasangan Tarsan Simamora dan Rominta Boru Simanjuntak ini bertambah. . Labuhan Batu. (Edi Iriawan/Dv). Sumatera Utara ini berawal dari penyakit usus buntu yang dideritanya.tiba lumpuh setelah menjalani operasi usus buntu. Usai operasi Elvi tidak sadar hingga 15 hari dan menjadi lumpuh dan bisu. untuk buang air besar dibagian perut.

Diduga Kasus Malpraktek 9 Tahun Alami Bocor Usus indosiar. Dia kemudian dirujuk ke dokter bedah dan kembali dioperasi di rumah sakit yang sama. Sisi makan bubur saring dan betapa terkejut dirinya ketika melihat kotoran keluar dari ususnya yang berada diluar perut. Hal tersebut dibuktikannya dari hasil rekaman video proses operasi terhadap Sisi. Namun tiga hari setelah operasi. termasuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus dugaan malpraktek yang dialaminya ke pihak Polda Metro Jaya. Jakarta .indosiar. menangis. Seorang wanita selama 9 tahun mengalami kebocoran usus usai menjalani operasi tumor rahim disebuah rumah sakit swasta dikawasan Tebet. Namun pihak rumah sakit membantah telah melakukan malpraktek. Bagaimana tidak. Saat itu dirinya terserang tumor rahim yang harus dioperasi di sebuah rumah sakit ibu dan anak swasta di wilayah Tebet. Empat hari sesudah operasi kedua.Satu lagi kasus dugaan malpraktek rumah sakit terjadi.com/fokus/78707/9-tahun-alami-bocor-usus . sudah 9 tahun dia menanggung penderitaan akibat kebocoran usus yang dialaminya.com. (Dedi Irawan/Sup) Sumber : http://www. Menurut Sisi. Jakarta Selatan tahun 2000. perut Sisi justru mengembung seperti orang hamil. Hanya inilah yang dapat dilakukan Sisi K Chalik meratapi nasibnya. Segala cara telah ditempuh Sisi. musibah yang menimpanya terjadi pada tahun 2000 lalu. Sementara itu kuasa hukum RSIA Budi Jaya. Bahkan setiap saat dia harus menyediakan tissu serta air untuk membersihkan kotoran yang terus keluar dari ususnya yang berada diluar perut. Jakarta Selatan. Hotma Sakim menyangkal jika kliennya telah melakukan malpraktek seperti tuduhan Sisi. Saat ini kasusnya tengah menjalani proses persidangan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan menggugat dua dokter rumah sakit yang mengoperasinya.

kondisi korban terus memburuk. Korban yang menderita gagal ginjal awalnya dirawat di Rumah Sakit Mitra Siaga Tegal selama 10 hari. Jawa Tengah tewas diduga akibat mal praktek saat dirawat di rumah sakit. Jawa Tengah meninggal Selasa (25/03/08) kemarin. Menurut keluarga korban. Keluarga korban menuding pemberian infus kadaluarsa inilah yang menyebakan korban meninggal. warga Surodadi. Pasalnya. pemberian infus kadaluarsa tersebut bukan merupakan kesengajaan. Namun tiga hari menjalani perawatan di ICU kondisi korban terus memburuk. (Kuncoro Wijayanto/Sup) . Tegal . Salah satu keluarga korban berteriak-teriak histeris sambil menunjukkan sisa infus kadaluarsa yang diberikan ke korban saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Siaga Tegal Sabtu pekan lalu tempat sebelumnya korban dirawat. pihaknya akan menjadikan kasus ini sebagai evaluasi untuk memperbaiki monitoring logistik farmasi. di Rumah Sakit Harapan Anda Tegal. Pihak Rumah Sakit Mitra Siaga dinilai teledor karena memberikan infus yang sudah kadaluarsa. tidak ada unsur kesengajaan dalam kasus infus kadaluarsa yang di berikan kepada pasien Solihul. Sementara itu keluarga korban mengaku tetap akan menuntut pertanggungjawaban pihak Rumah Sakit Mitra Siaga atas terjadinya kasus ini. Dokter Wahyu Heru Triono mengatakan. Tegal.Seorang warga di Tegal. tidak saja telah kehilangan nyawa.com. Tangis keluarga korban pun tak terbendung saat mengetahui korban sudah meninggal. Korban diberi cairan infus yang sudah kadaluarsa saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Siaga Tegal sehingga kondisinya terus memburuk dan akhirnya tewas. pihak keluarga kemudian memutuskan merujuk korban ke RSI Islam Harapan Anda Tegal. Meski belum dapat dipastikan meninggalnya korban akibat infus kadaluarsa. namun keluarga korban tetap harus membayar biaya perawatan sebesar 7 juta rupiah. Pada kemasan infus tertera tanggal kadaluarsa 14 Januari 2008. Direktur Rumah Sakit Mitra Siaga Tegal. namun pihaknya mengakui insiden ini menunjukkan adanya kelemahan monitoring logistik farmasi. sejak diberi infus kadaluarsa. Korban langsung menjalani perawatan di ruang ICU. Sementara itu pihak Rumah Sakit Mitra Siaga mengatakan.Pasien Tewas Setelah Diinfus indosiar. Solihul. Istri korban Eka Susanti bahkan berkali-kali tak sadarkan diri. Karena tak kunjung sembuh. hingga akhirnya meninggal dunia.

yaitu imunisasi BCG. Sehingga orang tuanya panik dan langsung membawanya ke rumah sakit. Namun makin hari tubuhnya makin kurus. seperti anak berusia lima tahun. . Seperti balita pada umumnya. Karena beberapa dokter yang perawat Maulana menyatakan. Tubuhnya montok.com . Tidak ada aktivitas yang bisa dilakukan. Tragedi ini terjadi ketika Maulana mendapat imunisasi dari petugas kesehatan. Ia merawat Maulana. Bahkan Maulana sempat dinobatkan sebagai pemenang bayi sehat. Karena lahir dengan bobot tiga koma delapan kilogram dan panjang lima puluh satu cintimeter. dan mengerut. Namun setelah itu.Maulana adalah seorang anak berusia 18 tahun. demikian juga ketika buang air besar dan kencing. seperti merawat bayi. tubuh Maulana selalu sakit sakitan dan hampir seluruh organ tubuhku tidak berfungsi normal. Maulana malah tidak sadarkan diri. Orangtuanya selalu memakaikan popok. Berat badannya hanya enam koma delapan kilogram. selama tiga minggu. Petugas memberikan tiga imunisasi sekaligus. kini berusia 18 tahun. Setelah lima hari dirawat. Ia juga tidak bisa berbicara. anak pasangan Lina dan Adul ini mengalami kegagalan multi organ. dan sangat sehat. Maulana mendapatkan imunisasi dari petugas Dinas Kesehatan. Sebelum tragedi itu datang. dan kejang kejang.RAGAM Bayi Sehat Korban Mal praktek ndosiar. Semakin hari badannya semakin kecil. Maulana. Saat makan Maulana tetap harus disuapi. Dokter mendiagnosa Maulana mengalami radang otak. Namun setelah dua jam menerima imunisasi. Dulunya adalah anak yang mengemaskan dan pernah menjadi juara bayi sehat. Diduga korban kuat Maulana adalah korban mal praktek. satu persatu penyakit akut menggerogoti kesehatannya. Lina yakin. Bungsu dari empat bersaudara. Maulana menjadi korban malpraktek. hanya bisa pasrah. Maulana mengalami kejang-kejang. dan suhu tubuhnya naik tajam. Dan organ tubuhnya tidak bisa berfungsi secara normal. Namun ia hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur. Maulana sering mengalami sesak nafas. anaknya mengalami kesalahan imunisasi. Namun kondisinya justru makin menburuk. imunisasi DPT dan imunisasi Polio. Maulana adalah bayi yang menggemaskan. Kini Lina. Sejak itu. Tragedi ini bermula saat usianya empat puluh lima hari.

Untuk hidup sehari hari. Lina tidak menyerah. Setelah berjalan lebih sepuluh tahun. Pemerintah Daerah Kalimantan Barat. Bahkan rumahnya dijual untuk biaya pengobatan. Yang lebih menyedihkan. Linapun kemudian diceraikan suaminya. kini menemui titik terang. Lina kemudian memilih prosedur hukum. untuk menemui Menteri Kesehatan. Ia kemudian membawa Maulana ke Jakarta. untuk berdamai. Janji Pemerintah Daerah Kalimantan Barat. Namun harapan lina kembali pupus. linapun membawanya ke luar rumah. Karena upayanya mencari keadilan. Sejak anaknya menderita sakit. untuk menuntut keadilan. Ayah Maulana kesal dan marah dengan Lina. Hasilnya cukup menjanjikan. Namun ia mengaku tidak lagi memiliki dana. Pontianak. Lina juga beberapa kali berusaha meminta pertanggungjawaban kepada pemerintah Kalimantan Barat. dan tidak berdaya. karena tidak memiliki biaya. Namun di pengadilan. Kini Lina hanya bisa pasrah menerima kenyataan pahit. Kini tubuh Maulana makin lemah. karena mengijinkan petugas kesehatan memberikan imunisasi kepada Maulana. Ia hanya bisa berbaring ditempat tidur.Orang tua Maulana sudah berusaha untuk membawa ke rumah sakit di kawasan Kota Siantan. Lina sudah tidak berpikir lagi untuk membawa Maulana ke rumah sakit. dan Gubernur Kalimantan Barat. hakim meminta Lina dan perwakilan pemerintah sebagai tergugat. Orangtuanyapun menyerah. Pemerintah Daerah Kalimantan Barat tidak memenuhi janjinya. adalah tidak ada dokter yang bersedia menjadi saksi ahli dalam . Linapun membuka warung kecil-kecilan di teras rumahnya. di kawasan Pinggiran Sungai Raya Dalam Kabupaten Kubu Raya. tinggal di rumah sangat sederhana. berjanji akan menanggung penuh obat dan kebutuhan perawatan maulana di rumah sakit seumur hidup. Jika ingin menghirup udara segar. dan juga menggugatnya secara perdata. Ia melaporkan pemerintah Kalimantan Barat secara pidana. Namun Maulana tidak juga kunjung sembuh. Lina telah mengeluarkan uang jutaan rupiah. Lina sebenarnya masih punya keinginan untuk kembali menggugat Pemerintah Daerah Kalimantan Barat. Namun para pejabat tersebut tidak menanggapi pengaduan Lina. di saat harus menanggung beban berat merawat Maulana. di Komplek Perumahan Kopri. dengan mengajukan tuntutan di pengadilan. Namun lagi lagi usahanya kembali menemui jalan buntu. sungguh melegakan. termasuk menemui Walikota Pontianak. Lina dan Maulana bersama ketiga anaknya yang lain. Lina kemudian menemui sejumlah instansi pemerintah daerah. Yang membuat Lina pasrah. Ternyata kesanggupan Pemerintah Daerah Kalimantan Barat hanya janji janji kosong.

Sakit hati karena kasusnya tak bisa diteruskan. Saat ini saja LBH Kesehatan membantu menangani 58 kasus dugaam mal praktik di sejumlah wilayah Indonesia. Sementara kasus yang telah dilaporkan di sejumlah aparat penegak hukum mencapai 130 kasus.kasus ini. Upaya hukum untuk mencari keadilan bagi korban dugan mal praktik kerap berlangsung di sejumlah ruang pengadilan. meminta pihak pemerintah bertanggungjawab atas kasus yang menimpa Maulana. disuruh kembali sekolah untuk memperdalam ilmunya hingga dicabut ijin praktek kedokterannya. LBH Kesehatan. hanya sedikit kasus dugaan mal praktek yang maju ke meja hijau yang menang dalam persidangan. jika sudah dibuktikan dalam suatu sidang majelis kode etik. Namun ironisnya. atau bahkan ditolak majelis hakim karena kurang lengkapnya data pendukung. Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia. perdata bahkan . Dan ironisnya perdebatan sengit menyoal kasus dugaan mal praktik di pengadilan hampir dipastikan berakhir dengan bertambahnya sakit hati bagi sang korban. Seorang dokter dapat dikatakan melakukan pelanggaran saat praktek. mencerminkan lemahnya tanggung jawab pemerintah. Beberapa kasus yang sempat terangkat ke masyarakat umumnya terjadi setelah pasca imunisasi. Fachmi Idris menyatakan. Menurut Direktur LBH Kesehatan. Hukuman yang dijatuhkan majelis kode etik biasanya berkisar pada skorsing praktek. Kasus dugaan mal praktek seperti kasus Maulana memang tak sedikit jumlahnya. Jika UU Pasien sudah ada. Sementara hingga saat ini publik sendiri masih menunggu kapan akan disosialisasikan rancangan undang undang tentang pasien. Aturan atau kebijakan yang diterapkan sudah kadaluarsa. Seperti halnya kasus kasus sejenis. sebagai wadah bantuan hukum bagi mereka yang merasa abaikan haknya oleh oknum aparat kesehatan memiliki data yang tidak sedikit. kasus dugaan mal praktik yang menimpa Maulana. Iskandar Sitorus. Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan. dalam hal ini Departemen Kesehatan. Dari upaya hukum pidana. kasus Maulana pun membutuhkan waktu berbulan bulan bahkan bertahun tahun duduk dikursi persidangan untuk memperoleh keadilan. profesi dokter. Sementara itu. diharapkan tidak akan ada lagi Maulana Maulana lainnya. diikat oleh sebuah etika profesi dalam sebuah payung Majelis Kode Etik Kedokteran atau MKEK. operasi bahkan tak jarang setelah si pasien berobat ke ahli kesehatan karena sebelumnya diindikasikan menderita suatu penyakit.

Kasus Maulana membuktikan. Bertahun tahun pula Maulana hanya terbentur masalah tidak adanya saksi ahli yang mau hadir dalam persidangannya tersebut. bisa dibilang peradilan perdatalah yang paling memungkinkan seorang korban dugaan mal praktik memperoleh haknya. Pertanyaannya sekarang. dari beberapa bentuk tata peradilan tersebut. mengapa sejumlah kasus dugaan mal praktik yang bertarung dipengadilan pidana. Dari catatan LBH Kesehatan. menjadikan korban seolah tak mampu untuk mendapatkan keadilan ? Padahal mereka jelas jelas menjadi korban. Sementara tata peradilan lainnya umumnya jauh panggang dari api.hingga tun atau tata usaha negara. sudah bertahun tahun Maulana tak punya kuasa saat berusaha mencari keadilan di pengadilan pidana.(Sup/Ijs) .

Takut terjadi apa-apa dengan anaknya. Ilham Zulfikar Setiadi anak dari pasangan Irwan Syarif dan Lestari kini harus menanggung cacat seumur hidupnya. tangan Ilham bertambah bengkak. tangan Ilham juga dalam keadaan gosong dan melepuh. Peristiwa tragis yang menimpa bocah asal Kelurahan Sri Wedari Kecamatan Gunung Puyuh. 4 jari tangan sebelah kanan korban putus satu persatu setelah sebelumnya disuntik oleh sang mantri sebanyak 20 kali. empat jari Ilham putus. Oleh orangtuanya Ilham kembali dibawa ke tempat dukun tulang itu. Namun saat dokter membuka perban. Akibatkan Empat Jari Bocah Putus indosiar. Di dukun tulang itu jari Ilham kemudian dilumuri cairan refano dan dibungkus dengan perban. Bukannya sembuh Ilham malah menderita demam tinggi. Ilham kemudian dibawa ke rumah sakit saat tiba di Sukabumi.Bocah laki-laki berusia 4 tahun asal Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi menjadi korban malpraktek yang dilakukan oleh seorang mantri gadungan. Namun Herman kemudian memanggil temannya yang bernama Kirmanus yang mengaku berprofesi sebagai mantri dan disuntik hingga 20 kali. Namun bukannya sembuh.com. Sementara itu pihak Rumah Sakit R Samsudin belum bisa memberikan keterangannya mengenai penyakit yang menimpa korban karena dokter yang merawat Ilham masih liburan tahun baru.indosiar.FOKUS Malpraktek. Oleh orangtuanya Ilham kemudian dibawa ke dukung tulang bernama Herman. Empat jari tangan kanan bocah ini copot yang tersisa hanya bagian ibu jarinya saja.com/ . (Wulan Sapto Hadi/Sup) Sumber : http://www. Kecamatan Sukabumi ini berawal saat tangannya tergilir akibat jatuh dari atas sepeda motor di daerah Kampung Tulung Tengah Sumedang Utara. Sukabumi .

Jika hasil penelitian laboratorium membuktikan kematian korban akibat tindakan malpraktek. Jenazah P Kumayas. Sulawesi Utara untuk diotopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya. Diduga Akibat Malpraktek indosiar. jenazah korban akhirnya diambil pihak keluarga untuk dimakamkan. Sulawesi Utara mengalami demam. Putra pasangan Fanly Kumayas dan Maya Londa ini tewas setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa hari karena mengalami pendarahan di luka bekas suntikan imunisasi di paha kirinya.com/ . bayi laki-laki berusia 1 tahun 6 hari akhirnya dibawa ke Laboratorium Forensik Rumah Sakit Kandau Malalayang. muntah dengan luka bekas suntikan yang terus berdarah hingga akhirnya tewas. Manado. (Alamsyah Johan/Sup) Sumber : http://www. Orangtua bayi menduga terjadi tindak malpraktek dalam proses imunisasi tersebut.Setelah diimunisasi seorang bayi mungil warga Minahasa Selatan. Minahasa . bayi ini juga menderita muntah-muntah dan demam hebat hingga harus dilarikan ke rumah sakit. namun akhirnya tak tertolong.FOKUS Bayi Tewas Pasca Imunisasi. pihak keluarga berencana mengajukan upaya hukum guna meminta pertanggungjawaban petugas pos PIN yang melakukan suntikan imunisasi kepada korban hingga mengakibatkan kematian. Selain itu usai menerima suntikan imunisasi.com. Usai menjalani otopsi. Sementara itu dokter forensik yang melakukan bedah otopsi belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban karena harus menunggu hasil penelitian laboratorium. Orangtua korban menduga putra mereka tewas akibat adanya kesalahan penanganan medis atau malpraktek saat diimunisasi di salah satu Pos PIN di desa mereka.indosiar.

com/ . Jakarta .Korban Malpraktek Mata Diobati Terancam Buta indosiar. Waldensius Girsang di Rumah Sakit Jakarta Eyes Center. Pulogadung. Sementara itu.com. mata Haslinda tidak kembali berfungsi normal atau menjadi buta. pada 6 Maret lalu. Haslinda bersama tim kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan mendatangi ke Polda Metro Jaya untuk melaporkan dugaan malpraktek dokter. Haslinda warga Kayu Mas. Namun beberapa hari kemudian setelah ditangani oleh dokter Waldensius dengan tindakan laser. Dokter Waldensius Girsang yang ditemui di Rumah Sakit Jakarta Eyes Center membantah telah melakukan malpraktek terhadap Haslinda. Dalam pengaduannya ke ruang pengaduan Polda Metro Jaya. Jakarta Timur ini tidak menyebutkan tuntutan materil dan inmateril kepada dokter Waldensius Girsang dan Rumah Sakit Jakarta Eyes Center sebagai pihak yang diduga melakukan malpraktek.indosiar. keluhan cepat lelah dan berat dalam penglihatannya disampaikan ke dokter Darwan Purba yang kemudian didiagnosis sebagai penyakit Hipermethropy. Haslinda menuturkan.Tidak terima matanya menjadi buta.(Novi Hartoyo/Her) Sumber : http://www.

com. Ibu dan nenek Aldo tampak histeris dan tak sadarkan diri disamping jasad putra pertama dari 2 bersaudara pasangan Edwin dan Eti Mandua Pesi. Dokter Ahli Tulang yang menangani operasi Aldo mengakui. ayah korban yang menghubungi dokter Sugiadap. Aldo meninggal setelah menjalani operasi untuk mengobati patah lengannya. Keluarga korban berharap pihak berwajib mengusut tuntas dugaan malpraktek yang telah merengut nyawa siswa kelas 2 SD ini. seorang bocah SD di Ambon Maluku yang harus kehilangan nyawanya menyusul lengan patah yang dialaminya akibat bermain layang-layang. Sejak saat itu korban tidak sadarkan diri hingga menghembuskan napas terakhir Kamis (29/03/07) pagi. Dokter kemudian memutuskan untuk kembali mengoperasi Aldo pada siang harinya. Ambon . Namun menurut Edwin. Aldo dilarikan ke rumah sakit akibat lengan kanannya patah saat bermain layang-layang.Bocah SD Tewas Setelah Dioperasi indosiar. Kematian Aldo dipastikan lantaran kelalaian tim medis Rumah Sakit Tentara Dokter Latumeten Ambon. Sementara itu pihak Rumah Sakit Tentara Dokter Latumeten Ambon menolak memberi keterangan mengenai kasus dugaan malpraktek tersebut. (Jabar Tianotak/Sup) Sumber : http://www. Operasi berlangsung lancar.com/ . kematian Aldo akibat over dosis pemberian obat bius oleh dokter anastesia saat operasi.Mengalami patah tangan akibat bermain layang-layang bisa jadi biasa terjadi di kalangan anak-anak. namun hingga beberapa jam Aldo belum sadarkan diri bahkan seluruh anggota tubuhnya membiru. Pada Rabu pagi. Tapi tidak demikian bagi Aldo Mandua Pesi. Diduga hal itu akibat kelalaian tim medis rumah sakit yang mengoperasinya.indosiar. Oleh dokter rumah sakit setempat langsung melakukan tindakan operasi pemasangan platina di lengan kanan Aldo. Tangis keluarga tak dapat dibendung saat jenazah Aldo Mandua Pesi tiba di rumah duka di Kelurahan Uri Tetu Kecamatan Cirimau Kota Ambon.

Turini dan Suheli warga Beberan Timur Palimanan Cirebon ini tak mampu menahan rasa dukanya.indosiar. Saskia mengalami diare. Saskia sempat mendapatkan suntikan imunisasi dari bidan tersebut. Sebelum meninggal bayi tersebut mendapatkan imunisasi di posyandu. meski kondisinya saat itu tengah demam dan muntah. Setelah mendapatkan imunisasi. Malang baru beberapa jam mendapat perawatan Saskia menghembuskan napas terakhirnya. kejang serta demam tinggi hingga dua hari dua malam. Saskia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Arjowinangun. seorang bayi berusia 4 bulan tewas. buah hatinya telah tak bernyawa di kamar rawat anak. Mereka tampak shok diselasar Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon saat menyaksikan Saskia.Diduga menjadi korban malpraktek. Saat menjalani imunisasi suntik tersebut bayi dalam kondisi sakit parah.Dugaan Malpraktek Balita Tewas Usai Imunisasi indosiar. Saskia mempunyai penyakit cukup parah yakni radang otak. Cirebon .com/ . Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara.com. (Masyuri Wahid/Sup) Sumber : http://www. Sementara pihak keluarga Saskia sendiri masih memikirkan kemungkinan mengugat pihak-pihak yang dianggapnya telah melakukan kelalaian. Saskia langsung dirujuk ke RSUD Gunung Jati Cirebon. Namun karena kondisinya semakin memburuk. Pihak keluarga berkeyakinan Saskia meninggal akibat dugaan malpraktek yang dilakukan bidan posyandu di desanya. Namun sejauh ini pihak Rumah Sakit Gunung Jati sendiri memiliki dugaan lain tentang penyakit Saskia.

bekas jahitan operasi lepas dan pipi Tumini jadi berlubang. pihak rumah sakit langsung meminta agar jerawat tersebut segera dioperasi. ia hanya bisa makan bubur cair secara perlahan dan kerap mengalami kesulitan menelan. Semua berawal pada 6 tahun silam. Setelah pemeriksaan. bahkan lubang di pipinya semakin lebar. Kini Tumini hanya bisa pasrah menjalani hari-harinya. Jawa Tengah itu semula merasa terganggu dengan jerawat di pipi kanannya sehingga ia berobat ke Rumah Sakit Wirasana Purbalingga. Karena bertambah parah. Purbalingga .com/ . akhirnya pihak Rumah Sakit Wirasana menganjurkan Tumini untuk berobat ke Rumah Sakit Sarjito Yogyakarta.Tumini harus menjalankan hari-harinya dengan kondisi setengah wajah rusak. Tidak hanya itu. Bukannya tambah membaik. suaranya juga tak jelas lagi. Disana. Saking mengenaskannya.Gara-Gara Malpraktek.(Nanang Anna Nurani/Sup) Sumber : http://www. Namun setelah dilakukan.com. dari lubang tersebut bisa terlihat lidah Tumini. warga Kabupaten Purbalingga.indosiar. Separuh Wajah Tumini Rusak indosiar. lagi-lagi kondisi luka di wajah Tumini semakin parah. ibu tiga anak itu harus menjalani operasi. Karena kondisinya.

Namun hingga tiga kali operasi. Penderitaannya berawal saat dirinya menjalani operasi kanker rahim di Rumah Sakit Dedi Jaya. Jika buang air besar.indosiar. (Kuncoro Wijayanto/Sup) Sumber : http://www. usus Masriyah tidak bisa dikembalikan karena keterbatasan peralatan di rumah sakit. Masriyah menduga dokter telah melakukan kesalahan saat operasi. Masriyah sepintas tampak sehat. Bahkan Masriyah mengaku diminta membayar 7. tim dokter berhasil mengangkat kanker rahimnya.5 juta rupiah meski menggunakan kartu JPS Askin. Keterbatasan fasilitas rumah sakit dijadikan dalih dokter yang menangani operasinya. tetap saja dibiarkan ususnya terburai keluar.com. Saat operasi yang berhasil mengangkat kanker rahimnya beberapa waktu lalu. ususnya akan dikembalikan ke kondisi semula pada tahap operasi selanjutnya. namun tidak langsung mengembalikan ususnya. dokter mengeluarkan usus dalam perutnya dan membiarkannya hingga kini. Dokter berdalih. karena harus menunggu luka operasi bertambah mengering. tidak lagi melalui anus. Brebes. Biaya sebesar 7.com/ .Setelah menjalani operasi kanker rahim. Said Hasan menambahkan. Saat menjalani operasi.5 juta rupiah hanya untuk membayar obat-obatan maupun kelengkapan operasi yang tidak ditanggung dalam kartu Askin. warga Desa Pegejugan. Dokter menyatakan. Berat badannya pun kini terus merosot dan sering merasakan mual serta nyeri dibagian ususnya. Masriyah merupakan pasien dengan kartu Askin. namun ibu 3 anak ini harus rela menjalani hidup dengan usus besarnya terburai keluar.Usus Terburai Pasca Operasi Kanker indosiar. derita panjang tetap harus dialami Masriyah. Jawa Tengah. Brebes Agustus lalu. namun melalui ususnya. Brebes .

FOKUS Perut Berlubang Setelah Operasi Perut indosiar.com. Pihak LBH Kesehatan Jakarta yang mendampingi pelaporan dugaan kasus malpraktek ini berharap polisi bisa menjerat dokter yang terlibat malpraktek tersebut dengan pasal 360 KUHP serta pelanggaran Undang Undang Praktek Kedokteran. (Agus Hermanto/Sup) Sumber : http://www. Kendati sukses memotong usus yang infeksi. Hingga kini pada luka bekas operasi di perut Sigit terlihat lubang kecil yang terus mengeluarkan darah dan cairan lain.com/ . namun di bekas luka sayatan operasi dibagian perut terus mengeluarkan cairan tertentu. Dengan bantuan LBH Kesehatan korban akhirnya diboyong ke RSCM Jakarta untuk dirawat lebih intensif. Didampingi orangtua dan aktivis LBH Kesehatan Jakarta. Korban merasa dirugikan oleh tindakan medis seorang dokter di RSUD M Ashari Pemalang karena pasca operasi usus buntu di bekas luka jahitan di perut terlihat lubang kecil yang terus mengeluarkan darah. korban di diagnosa menderita usus buntu hingga harus operasi pada 1 November 2005 di RSUD Pemalang. pelajar SMK Texmaco yang menjalani operasi usus buntu di RSUD M Ashari Pemalang pada November tahun lalu ke Polda Jawa Tengah. Jumat (03/11/06) kemarin melaporkan dugaan kasus malpraktek yang menimpa dirinya ke Polda Jawa Tengah. Semarang .Pelaporan dugaan malpraktek dilakukan oleh Sigit Prasetyo. Awalnya tahun 2005 lalu.indosiar. pasien korban malpraktek bernama Sigit Prasetyo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful