Korban Meninggal Usai Operasi Caesar

ndosiar.com, Surabaya - Dugaan kasus malpraktek kembali terjadi, korbannya hampir sama namanya dengan Prita Mulyasari yakni Pramita Wulansari. Wanita ini meninggal dunia tidak lama setelah menjalani operas caesar di Rumah Sakit Surabaya Medical Service. Korban mengalami infeksi pada saluran urin dan kemudian menjalar ke otak. Saat dikonfirmasi, pihak Rumah Sakit Surabaya Medical Service belum memberikan jawaban terkait dugaan malpraktek ini. Lita, dipanggil pihak Rumah Sakit Medical Service di Jalan Kapuas Surabaya terkait laporannya pada salah satu media tentang anaknya Pramita Wulansari (22), yang meninggal dunia setelah menjalani operasi caesar di Rumah Sakit Medical Service. Menurut cerita Lita, ibu dari Pramita, sebelumnya Pramita melakukan operasi persalinan disalah satu praktek bidan di Jalan Nginden, Surabaya. Karena kondisinya terus memburuk, Pramita lalu dirujuk ke Rumah Sakit Surabaya Medical Service untuk dilakukan operasi caesar. Operasi berjalan mulus yang ditangani oleh dr Antono. Dua minggu kemudian Pramita kembali ke Rumah Sakit Surabaya Medical Service untuk melakukan chek up. Dr Antono menyarankan Pramita dioperasi karena dideteksi saluran kencingnya bocor dan Pramita kembali menjalani operasi. Pramita juga disarankan meminum jamu asal Cina untuk memulihkan tenaga. Namun kondisinya malah memburuk dan Pramita sempat buang air besar bercampur darah. Melihat kondisi Pramita semakin memburuk, pihak keluarga meminta dirujuk ke Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya. Pramita sempat dua hari dirawat di Rumah Sakit Dr Soetomo namun dinyatakan terlambat, karena infeksi sudah menjalar ke otak dan Pramita akhirnya meninggal dunia. Anak yang dilahirkan Pramita kini sudah berumur satu bulan dan diberi nama Kevin. Si bayi terpaksa dirawat oleh ayahnya dan kedua mertuanya. Sementara itu saat dikonfirmasi wartawan, pihak Rumah Sakit Surabaya Medical Service tidak mau memberi komentar mengenai dugaan malpraktek ini. (Didik Wahyudi/Sup) Sumber : http://www.indosiar.com/fokus/80541/korban-meninggal-usai-operasicaesar

Dugaan Mal Praktek, Polisi Panggil Perawat RS Siloam
Selasa, 01 Juni 2004 | 15:46 WIB TEMPO Interaktif, Tangerang: Kepolisian Resor Metro Tangerang memanggil tiga perawat Rumah Sakit (RS) Siloam Gleaneagles untuk diperiksa pada Rabu (2/6). Pemeriksaan terkait dengan dugaan mal praktek yang dilakukan rumah sakit swasta itu terhadap korban Ade Irma Effendi, 37 tahun.

"Ketiga perawat adalah tim medis RS Siloam yang menangani perawatan Ade Irma," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Metro Tangerang, Ajun Komisaris Polisi Asep Adisaputra di Tangerang, Selasa (1/6). Ade Irma adalah pasien langganan RS Siloam yang merasa dirugikan karena mengalami keguguran setelah ditangani dan diberi obat oleh pihak rumah sakit. Lantaran diduga pihak rumah sakit sudah melakukan mal praktek, Ade Irma melaporkannya ke Polres Metro Tangerang, Kamis (27/5). Menurut Asep, ketiga perawat akan dimintai keterangan seputar proses terjadinya keguguran. Dalam laporannya, Ade Irma tidak memasukkan RS Siloam ke dalam penuntutan, melainkan menuntut kelalaian seorang dokter yang menanganinya. Ade Irma yang didamping kuasa hukumnya, Yasrin Febrian Marly, SH mengatakan, kasus berawal ketika ibu beranak satu itu memeriksa kandungannya ke dokter Anthonius Heri yang membuka praktek di salah satu apotik di kawasan Bumi Serpong Damai. Saat memeriksa kehamilan keduanya yang berusia 15 minggu, Ade Ade mengeluhkan adanya flek merah pada celana dalam kepada dokter tetap keluarganya itu.

Melihat kondisi Ade yang lemah, Anthonius menyarankannya untuk diperiksa lebih lanjut ke RS Siloam. Saat dilakukan pemeriksaan dengan ultra sonografi di RS Siloam pada 16 April 2004 malam, pihak dokter yang juga terdapat dokter Anthonius itu menyatakan, kandungan korban dalam kondisi baik dan sehat. Tapi, untuk menguatkan kandungan, dokter menawarkan Ade untuk beristirahat di rumah sakit atau di rumah. "Karena tidak ingin terjadi apa-apa, saya memilih dirawat di rumah sakit saja," kata Ade.

Setelah Ade dimasukkan ke ruangan bersalin, salah satu perawat langsung memberi infus. Walau tidak didampingi seorang dokterpun, si perawat mengatakan, infus diberikan berdasarkan saran dokter Anthonius. Sekitar 15 menit kemudian, obat bereaksi dan kandungan Ade mengalami kontraksi. Alhasil, janin bayi dalam kandungan Ade, keluar yang mengakibatkan kelahiran premature (abortus terancam) dan meninggal dunia. Bantahan mal praktek jua sudah diberikan pihak rumah sakit. "Tidak benar, pihak rumah sakit melakukan mal praktek. Abortus Imenen (aborsi dalam proses) terhadap pasien, dikarenakan kondisi dan situasi pasien yang saat itu memang membutuhkan perawatan intensif. Tidak benar, pasien mengalami keguguran setelah meminum obat yang diberikan dokter. Karena pemberian obat selalu diberikan sesuai dengan petunjuk dokter dan diagnosa juga dilihat dari kondisi pasien," kata Manajer Operasional RS Siloam, Andre.

Joniansyah - Tempo News Room Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/

tetapi dr A mengakui bahwa ROP itu hanya mungkin muncul karena kelalaian pada perawatan anak prematur setelah lahir Di tambah lagi kenyataan bahwa kelalaian dr. Dua bayi kembar yang malang ini bernama.info/malpraktek-rs-omni-internasional-akibatkan-bayimenjadi-buta. bahwa anak mereka tidak seharusnya mengalami kebutaan karena lahir secara sempurna walaupun prematur. kali ini berkenaan dugaan malpraktek yang di lakukan oleh salah satu dokter RS ini. Diagnosa ini di dukung oleh sebuah rekaman yang diambil secara diam-diam oleh Jualiani saat ia melakukan dialog dengan dokter A. untuk menuntut pertanggung jawaban RS Omni dan meminta status hukum kedua putranya. kami tidak akan mundur. tidak punya masalah finansial. Potensinya ada. namun kasusnya sempat fakum. Bukti-bukti yang telah mereka kantongi berupa hasil diagnosa dari dokter kompeten dari RS di Australia. kata ibu dari kembar Jared dan Jaynet. Jl. saya akan perjuangkan keadilan untuk anak saya”. anak saya sempurna saat lahir”. Kaligis. Jakarta Pusat (20/4/2010). Jared yang buta total dan Jayden mengalami cacat mata Sebenarnya kasus malpraktek ini telah di laporkan hampir 1 tahun lalu kepihak kepolisian. katanya. bernama dr A yang mengakibatkan 2 bayi kembar pasangan Juliana dan T Kurniadi. dr A mengakui bahwa Jared dan Jayden tidak mengidap retinopathy of prematurity (ROP) saat lahir. Mereka mengaku telah keluarkan biaya sebesar 125 juta rupiah Sumber berita: Kompas dan DetikNews Sumber : http://rumahabi. Dalam rekaman tersebut. Penyebab kebutaan terjadi karena banyaknya oksigen saat kedua bayi mereka di rawat dalam inkubator “Saya sudah datang ke dokter yang kompeten dengan masalah kebutaan. Ferdi Limawa yang tidak membentuk tim dokter untuk menangani anak mereka yang lahir secara prematur. bahkan pada tanggal 16 November 2009 kemarin kepolisian sempat mengeluarkan Surat Penghentian Pemeriksaan Perkara (SP3) karena di anggap kurang bukti Sekarang bersama tim pengacara OC Kaligis pasangan Jualiana dan T Kurniadi kembali melayangkan gugatan kepada RS Omni. “Saya dan tim pengacara dari OC Kaligis akan melanjutkan dan terus berusaha melengkapi bukti. dr A menyatakan bahwa kedua bayi mereka sempurna dan dapat melihat. hasilnya anak saya seharusnya tidak mengalami kebutaan. Majapahit.Malpraktek RS OMNI Internasional Akibatkan Bayi Menjadi Buta N ama RS Omni Internasional lagi-lagi muncul ke permukaan. Juliane di kantor pengacara OC.selama sebulan mereka sudah melakukan diagnosa.html . mengalami kebutaan. meskipun dari pihak Juliani. Kali ini pihak penggugat mengaku membawa bukti kuat.

Kisah sedih yang dialami rekan wartawan yang dikenal cukup energik di lapangan itu membuat rekan-rekannya turut bersimpati. orang tua. Kematian suami K dipicu oleh kesalahan diagnosis yang dijatuhkan dokter saat mengkonsultasikan penyakitnya. Namun dokter seakan tak menggubris penjelasan K. Kepergian anak. seorang rekan wartawan ekonomi makro yang cukup senior telah kehilangan suami dari satu anaknya yang masih balita dan bayi yang dikandungnya. Jakarta . Terlebih lagi. suami dari K. Padahal tegastegas K menjelaskan bahwa suaminya tak pernah menderita asma. jika kematian itu terjadi karena kesalahan yang sebetulnya dapat dihindari tentunya akan membuat penyesalan dan kesedihan yang jauh lebih menyakitkan. Demam tinggi serta kesulitan bernafas yang dialami suami K didiagnosa sebagai asma.Kehilangan orang yang kita cintai akibat kematian selalu menorehkan luka hati yang cukup dalam. Dokter yang merawat terakhir mengungkapkan bahwa nyama suami K sebenarnya dapat tertolong jika diagnosis malaria dapat diketahui sejak awal. Namun.Kesalahan Diagnosa Membuat Suamiku Meregang Nyawa Pdpersi. Terlepas dari faktor ajal yang menjadi hak preogratif Tuhan. Beberapa bulan ini. semuanya telah terlambat. Ketika dibawa ke RS malaria telah menyerang ganas ke otak. Namun. Gambaran itulah yang umumnya dialami oleh keluarga korban kesalahan praktek medis atau mal praktek. ia tetap memberikan obat anti sesak napas. . Saat itulah K kemudian membawa suaminya ke RS. Kematian dan kecacatan adalah harga yang harus dibayar pasien karena keteledoran tenagatenaga medis. kesehatan lelaki yang bekerja di media internal milik suatu maskapai penerbangan itu semakin memburuk. Suami K semakin kritis dan akhirnya terdiagnosa menderita malaria. Sepulang dari dokter. namun kasus mal praktek telah banyak menelan korban. Bagaimana tidak. Penyakit itu disebabkan gigitan nyamuk yang dialaminya saat menjalani tugas ke Lampung. perempuan muda yang bekerja di sebuah situs berita itu juga adalah wartawan. terapi atau obat terkadang membuat kegeraman dan rasa kehilangan yang sangat mendalam. kerabat dan sahabat akibata kesalahan diagnosa. jika kematian itu sebenarnya dapat dihindari seandainya dokter atau tenaga medis bersikap lebih hati-hati dan waspada.

Umumnya mereka tidak mengetahui bahwa kasus mal praktek dapat diajukan ke meja hinau. Namun. kasus kesalahan tindakan medis bukan hanya terjadi di Indonesia yang saat ini kualitas pelayanan kesehatannya masih rendah. termasuk parlemen telah lama mendesak agar Departemen Kesehatan segera memformulasikan aturan mengenai mal praktek secara gamblang. Di Indonesia sendiri. dunia kedokteran Amerika Serikat dikejutkan dengan berita mal praktek yang mengakibatkan seorang wanita kehilangan kedua payudaranya karena divonis kanker. Biasanya jika kasus mal praktek maju ke pengadilan. Kesalahan fatal itu dipicu oleh hal yang sangat sepele. Secara regulasi. namun juga dapat mendatangkan ajal dan kecatatan seumur hidup. Beberapa pihak.pdpersi. Kesalahan yang Bisa Dihindari Kasus mal parktek umumnya dipicu oleh ketidakhati-hatian. serta jabang bayi yang dikandungnya hanya bisa merasakan geram terhadap kasus mal praktek yang dialami suaminya. K dan anaknya. kertas ronsen tertukar di meja dokter. kasus mal praktek di Indonesia belum diatur secara jelas. Kebanyakan pasien atau keluarganya memilih untuk menyimpan penderitaannya dalam hati. yang dipakai adalah aturan pidana. Pada Januari lalu. pemberian obat sampai operasi. UU Kesehatan belum dilengkapi dengan aturan teknis yang mengatur secara khusus mengenai mal praktek. Kematian mendadak yang tidak disangka-sangka itu membuatnya harus sendiri menanggung beban hidup yang tidak ringan. namun juga masih sering terjadi di negara-negara maju.id/?show=detailnews&kode=1026&tbl=psejati . (iis) Sumber : http://www. terapi. kasus mal praktek masih sangat sedikit yang terungkap.Tanpa didampingi keluarga terdekat. Kewaspadaan tenaga medis termasuk dokter menjadi faktor utama terjadinya mal praktek. K mendampingi suaminya saat meregang nyawa.co. Sebagian lagi memilih untuk pasrah dan enggan terlibat dalam konflik hukum yang biasanya sangat melelahkan. Kesalahan yang fatal itu umumnya terjadi pada saat diagnosis. Mal praktek tidak hanya dapat mengantarkan pada penurunan derajat kesehatan pasien.

(Endro Bawono/Sup) Sumber : http://www.24 hari sudah Nina Dwi Jayanti. dokter kemudian menebak sakit Nina kemungkinan karena menderita apendik atau usus buntu. Jakarta . dugaan bahwa Nina menderita usus buntu tidak terbukti. dokter langsung memberikan obat untuk memperlancar buang air besarnya. tapi anehnya. Menurut cerita orangtuanya yang juga karyawan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM.com. sebagai prosedur yang harus ditempuh dokter bila ingin melakukan tindakan operasi atau pembedahan. Nina kemudian dioperasi tapi juga tidak memberitahukan orangtuanya.indosiar. Nina menderita kebocoran kandung kemih. Namun karena tak kunjung sembuh.Pasien Dioperasi Tanpa Pemberitahuan Keluarga indosiar.6 Kecamatan Kota Baru. Ternyata setelah dibedah. dokter yang menangani pembedahan tidak memberitahukan atau tidak minta ijin terlebih dahulu kepada orangtuanya. Cikampek ini terbaring ditempat tidur Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Nina pun langsung dibedah dibagian ulu hati hingga dibawah puser. Bekas-bekas operasi itu terlihat di perut Nina yang dijahit hingga 10 jahitan lebih.com/fokus/78979/pasien-dioperasi-tanpapemberitahuan-keluarga . Ayah Nina yang juga bekerja di RSCM ini akan mengadukan kasusnya ke Menteri Kesehatan dan siap dipecat dari pekerjaannya. Nina masuk ke rumah sakit pada tanggal 15 Februari 2009 lalu karena mengeluh tak bisa buang air besar. Dokter lalu membuat kesimpulan berdasarkan diagnosa. Kedua orangtua Nina hanya bisa pasrah dan minta pertanggungjawaban pihak Rumah Sakit RSCM atas kesehatan anaknya. putri pasangan Gunawan dan Suheni warga Jalan Perum Pucung Baru Blok D2 No. Setelah sampai di rumah sakit.

mereka setiap hari selalu memadati lobi ruang ICU untuk menunggu perkembangan dari korban. seorang ibu rumah tangga di Kupang hanya bisa terbaring tak sadarkan diri di ruang ICU Rumah Sakit Umum Kupang.Seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Kupang mengalami koma selama 8 hari setelah menjalani operasi caesar.com/fokus/78868/pasca-caesar-pasien-koma . (Jeffrie Taulin/Sup) Sumber : http://www. Pihak rumah sakit sendiri masih menunggu laporan status medis dari Dokter Frans yang melakukan operasi caesar terhadap Antonia. Mereka pun berharap pihak rumah sakit dan dokter yang melakukan operasi terhadap Antonia mau bertanggungjawab atas kejadian tersebut. karena sebelum caesar kondisi Antonia normal dan sehat. Pasien diduga sebagai korban malpraktek dokter yang melakukan operasi.6 kilogram dan saat ini masih berada di rumah sakit. namun kebutuhan akan asi tidak bisa dipenuhi karena ibunya sedang sekarat. Antonia warga Jalan Herwila Kelurahan Naikoten II ini diduga menjadi korban malpraktek dokter yang melakukan operasi terhadapnya. Pihak keluarga menyayangkan sikap pihak rumah sakit yang belum juga menjelaskan penyebab Antonia koma usai menjalani operasi. Kupang . saat dilahirkan berat badannya mencapai 3. Keluarga dari Antonia kini hanya bisa berdoa menunggu kesembuhan Antonia. Sementara itu bayi perempuan dari Antonia kondisinya baik. Antonia telah mengalami koma selama 8 hari setelah menjalani operasi caesar Kamis 26 Februari lalu.Pasca Caesar Pasien Koma indosiar. Antonia Dando.com.indosiar. Sampai saat ini korban belum juga sadarkan diri dan masih dalam kondisi kritis.

seorang gadis asal Blitar . ibu korban. Indikasi sementara Nita menderita Steven Jhonson Sindrom atau alergi pada reaksi obat akibat rendahnya ketahanan tubuh pasien.Korban Malpraktek Tubuh Menghitam Setelah Minum Obat indosiar.indosiar. Menurut Marsini. warga Desa Talun. Beginilah kondisi Nita Nur Halimah (21). Jawa Timur terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Dokter Saiful Anwar Malang. Penanganan medis yang dilakukan untuk saat ini adalah memberikan penambahan nutrisi serta elektrolit untuk memperbaiki jaringan yang rusak dan memberikan antibiotik untuk membersihkan luka pasien dari bakteri. Jawa Timur. Mulut dan kulit wajahnya berubah kehitaman hingga merebak kesekujur tubuhnya. Blitar. Jawa Timur setelah meminum obat yang diberikan oleh salah satu dokter ditempat asalnya. tangan hingga sekujur tubuhnya berubah menjadi hitam. namun setelah meminumnya suhu tubuhnya semakin panas. Nita ditangani oleh 11 tim dokter spesialis bedah kulit. Blitar . Seluruh tubuhnya berubah menghitam setelah meminum obat dari dokter tempat dia berobat di asalnya.com/fokus/78794/tubuh-menghitam-setelah-minumobat . Pihak keluarga menganggap kondisi ini disebabkan oleh kesalahan dokter Andi yang memberikan resep obat tersebut. (Nurochman/Sup) Sumber : http://www.Diduga akibat malpraktek dokter Blitar. awalnya Nita hanya menderita luka ngilu dibagian persendian tubuhnya saat diperiksakan ke dokter. Nita mendapatkan resep obat tanpa bungkus. Hingga Senin (02/03) kemarin. Kulit wajah.com.

Seorang bocah berusia 5 tahun di Sumatera Utara menjadi lumpuh dan bisu. terkait peristiwa tersebut meski telah berkali . . Operasi kedua dilakukan 11 September lalu untuk mengembalikan saluran tersebut. Saat itu tim medis membuat saluran buatan. bocah berusia 5 tahun ini tiba . Sumatera Utara ini berawal dari penyakit usus buntu yang dideritanya. (Edi Iriawan/Dv).tiba lumpuh setelah menjalani operasi usus buntu. Sumatera Utara melakukan operasi. Hingga saat ini pihak rumah sakit belum memberikan keterangan. Labuhan Batu .kali dihubungi sejumlah wartawan. Labuhan Batu. Penderitaan warga Desa Sidomulyo. setelah menjalani operasi usus buntu. Hingga kini tim medis rumah sakit tidak bersedia memberikan keterangan. untuk buang air besar dibagian perut. Usai operasi Elvi tidak sadar hingga 15 hari dan menjadi lumpuh dan bisu. Beginilah kondisi Elvi Boru Simamora.Bocah Lumpuh Diduga Malpraktek Setelah Menjalani Operasi Usus Buntu indosiar. Pada bulan Juni 2008 tim medis Rumah Sakit Umum Ranto Parapatan. Labuhan Batu. Pihak keluarga mencurigai pihak rumah sakit melakukan malpraktek terhadap anak mereka.com. Penderitaan buah hati pasangan Tarsan Simamora dan Rominta Boru Simanjuntak ini bertambah. karena kini ia juga menjadi bisu.

Jakarta . Sementara itu kuasa hukum RSIA Budi Jaya. Hanya inilah yang dapat dilakukan Sisi K Chalik meratapi nasibnya. Bahkan setiap saat dia harus menyediakan tissu serta air untuk membersihkan kotoran yang terus keluar dari ususnya yang berada diluar perut.com/fokus/78707/9-tahun-alami-bocor-usus . Segala cara telah ditempuh Sisi. Hotma Sakim menyangkal jika kliennya telah melakukan malpraktek seperti tuduhan Sisi. Saat itu dirinya terserang tumor rahim yang harus dioperasi di sebuah rumah sakit ibu dan anak swasta di wilayah Tebet. perut Sisi justru mengembung seperti orang hamil.com. Dia kemudian dirujuk ke dokter bedah dan kembali dioperasi di rumah sakit yang sama. Jakarta Selatan.Diduga Kasus Malpraktek 9 Tahun Alami Bocor Usus indosiar.Satu lagi kasus dugaan malpraktek rumah sakit terjadi. Empat hari sesudah operasi kedua. Sisi makan bubur saring dan betapa terkejut dirinya ketika melihat kotoran keluar dari ususnya yang berada diluar perut. musibah yang menimpanya terjadi pada tahun 2000 lalu. Jakarta Selatan tahun 2000. (Dedi Irawan/Sup) Sumber : http://www. Seorang wanita selama 9 tahun mengalami kebocoran usus usai menjalani operasi tumor rahim disebuah rumah sakit swasta dikawasan Tebet. Hal tersebut dibuktikannya dari hasil rekaman video proses operasi terhadap Sisi. Namun pihak rumah sakit membantah telah melakukan malpraktek.indosiar. Bagaimana tidak. sudah 9 tahun dia menanggung penderitaan akibat kebocoran usus yang dialaminya. Menurut Sisi. Saat ini kasusnya tengah menjalani proses persidangan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan menggugat dua dokter rumah sakit yang mengoperasinya. termasuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus dugaan malpraktek yang dialaminya ke pihak Polda Metro Jaya. Namun tiga hari setelah operasi. menangis.

Karena tak kunjung sembuh. tidak ada unsur kesengajaan dalam kasus infus kadaluarsa yang di berikan kepada pasien Solihul. Pihak Rumah Sakit Mitra Siaga dinilai teledor karena memberikan infus yang sudah kadaluarsa. warga Surodadi. namun pihaknya mengakui insiden ini menunjukkan adanya kelemahan monitoring logistik farmasi. Menurut keluarga korban. Tegal. Tangis keluarga korban pun tak terbendung saat mengetahui korban sudah meninggal. pihaknya akan menjadikan kasus ini sebagai evaluasi untuk memperbaiki monitoring logistik farmasi. hingga akhirnya meninggal dunia. namun keluarga korban tetap harus membayar biaya perawatan sebesar 7 juta rupiah. Istri korban Eka Susanti bahkan berkali-kali tak sadarkan diri. Meski belum dapat dipastikan meninggalnya korban akibat infus kadaluarsa. Dokter Wahyu Heru Triono mengatakan. Namun tiga hari menjalani perawatan di ICU kondisi korban terus memburuk. di Rumah Sakit Harapan Anda Tegal. Korban langsung menjalani perawatan di ruang ICU.Pasien Tewas Setelah Diinfus indosiar. pihak keluarga kemudian memutuskan merujuk korban ke RSI Islam Harapan Anda Tegal. Keluarga korban menuding pemberian infus kadaluarsa inilah yang menyebakan korban meninggal. pemberian infus kadaluarsa tersebut bukan merupakan kesengajaan. Solihul. Tegal . Salah satu keluarga korban berteriak-teriak histeris sambil menunjukkan sisa infus kadaluarsa yang diberikan ke korban saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Siaga Tegal Sabtu pekan lalu tempat sebelumnya korban dirawat. Korban yang menderita gagal ginjal awalnya dirawat di Rumah Sakit Mitra Siaga Tegal selama 10 hari. Sementara itu keluarga korban mengaku tetap akan menuntut pertanggungjawaban pihak Rumah Sakit Mitra Siaga atas terjadinya kasus ini. Jawa Tengah meninggal Selasa (25/03/08) kemarin. Pada kemasan infus tertera tanggal kadaluarsa 14 Januari 2008. (Kuncoro Wijayanto/Sup) . sejak diberi infus kadaluarsa. Korban diberi cairan infus yang sudah kadaluarsa saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Siaga Tegal sehingga kondisinya terus memburuk dan akhirnya tewas. Jawa Tengah tewas diduga akibat mal praktek saat dirawat di rumah sakit. tidak saja telah kehilangan nyawa. Direktur Rumah Sakit Mitra Siaga Tegal.com. kondisi korban terus memburuk. Pasalnya. Sementara itu pihak Rumah Sakit Mitra Siaga mengatakan.Seorang warga di Tegal.

Maulana mendapatkan imunisasi dari petugas Dinas Kesehatan. Sejak itu. selama tiga minggu. Berat badannya hanya enam koma delapan kilogram. Orangtuanya selalu memakaikan popok. dan sangat sehat. imunisasi DPT dan imunisasi Polio. Petugas memberikan tiga imunisasi sekaligus.com . Tidak ada aktivitas yang bisa dilakukan. Dan organ tubuhnya tidak bisa berfungsi secara normal. dan kejang kejang. Lina yakin. Ia juga tidak bisa berbicara. Bungsu dari empat bersaudara. Bahkan Maulana sempat dinobatkan sebagai pemenang bayi sehat. Kini Lina. anaknya mengalami kesalahan imunisasi. anak pasangan Lina dan Adul ini mengalami kegagalan multi organ. Karena lahir dengan bobot tiga koma delapan kilogram dan panjang lima puluh satu cintimeter. Maulana adalah bayi yang menggemaskan. Namun kondisinya justru makin menburuk. Maulana sering mengalami sesak nafas. Maulana malah tidak sadarkan diri. Namun ia hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur. kini berusia 18 tahun. tubuh Maulana selalu sakit sakitan dan hampir seluruh organ tubuhku tidak berfungsi normal. satu persatu penyakit akut menggerogoti kesehatannya. hanya bisa pasrah. Maulana menjadi korban malpraktek. Namun makin hari tubuhnya makin kurus. Karena beberapa dokter yang perawat Maulana menyatakan. dan suhu tubuhnya naik tajam.RAGAM Bayi Sehat Korban Mal praktek ndosiar. Sehingga orang tuanya panik dan langsung membawanya ke rumah sakit. Dulunya adalah anak yang mengemaskan dan pernah menjadi juara bayi sehat. Semakin hari badannya semakin kecil. . Tragedi ini bermula saat usianya empat puluh lima hari. Dokter mendiagnosa Maulana mengalami radang otak. demikian juga ketika buang air besar dan kencing. Tubuhnya montok. Setelah lima hari dirawat. Sebelum tragedi itu datang. Diduga korban kuat Maulana adalah korban mal praktek. Tragedi ini terjadi ketika Maulana mendapat imunisasi dari petugas kesehatan. Seperti balita pada umumnya. Namun setelah itu. dan mengerut. Maulana mengalami kejang-kejang. Saat makan Maulana tetap harus disuapi.Maulana adalah seorang anak berusia 18 tahun. seperti merawat bayi. seperti anak berusia lima tahun. Maulana. Ia merawat Maulana. yaitu imunisasi BCG. Namun setelah dua jam menerima imunisasi.

Lina sebenarnya masih punya keinginan untuk kembali menggugat Pemerintah Daerah Kalimantan Barat. Untuk hidup sehari hari. kini menemui titik terang. tinggal di rumah sangat sederhana. untuk menemui Menteri Kesehatan. Yang lebih menyedihkan. Pontianak. Namun Maulana tidak juga kunjung sembuh. Namun ia mengaku tidak lagi memiliki dana. Lina telah mengeluarkan uang jutaan rupiah. Setelah berjalan lebih sepuluh tahun. dan juga menggugatnya secara perdata. Hasilnya cukup menjanjikan. Ayah Maulana kesal dan marah dengan Lina. Janji Pemerintah Daerah Kalimantan Barat. Lina sudah tidak berpikir lagi untuk membawa Maulana ke rumah sakit. adalah tidak ada dokter yang bersedia menjadi saksi ahli dalam . termasuk menemui Walikota Pontianak. Karena upayanya mencari keadilan. dan tidak berdaya. di Komplek Perumahan Kopri. Yang membuat Lina pasrah. Orangtuanyapun menyerah. Ia hanya bisa berbaring ditempat tidur. di saat harus menanggung beban berat merawat Maulana. Jika ingin menghirup udara segar. Namun harapan lina kembali pupus. karena tidak memiliki biaya. Linapun kemudian diceraikan suaminya. Lina kemudian menemui sejumlah instansi pemerintah daerah. sungguh melegakan. di kawasan Pinggiran Sungai Raya Dalam Kabupaten Kubu Raya. Lina tidak menyerah. untuk berdamai. Bahkan rumahnya dijual untuk biaya pengobatan. Namun di pengadilan. Sejak anaknya menderita sakit. Namun lagi lagi usahanya kembali menemui jalan buntu. Ia kemudian membawa Maulana ke Jakarta. hakim meminta Lina dan perwakilan pemerintah sebagai tergugat. dan Gubernur Kalimantan Barat. Lina juga beberapa kali berusaha meminta pertanggungjawaban kepada pemerintah Kalimantan Barat. Kini tubuh Maulana makin lemah. dengan mengajukan tuntutan di pengadilan. Ternyata kesanggupan Pemerintah Daerah Kalimantan Barat hanya janji janji kosong. Ia melaporkan pemerintah Kalimantan Barat secara pidana. Lina dan Maulana bersama ketiga anaknya yang lain. untuk menuntut keadilan. Namun para pejabat tersebut tidak menanggapi pengaduan Lina. berjanji akan menanggung penuh obat dan kebutuhan perawatan maulana di rumah sakit seumur hidup. Pemerintah Daerah Kalimantan Barat tidak memenuhi janjinya. Kini Lina hanya bisa pasrah menerima kenyataan pahit. Linapun membuka warung kecil-kecilan di teras rumahnya.Orang tua Maulana sudah berusaha untuk membawa ke rumah sakit di kawasan Kota Siantan. Pemerintah Daerah Kalimantan Barat. karena mengijinkan petugas kesehatan memberikan imunisasi kepada Maulana. linapun membawanya ke luar rumah. Lina kemudian memilih prosedur hukum.

kasus dugaan mal praktik yang menimpa Maulana. Hukuman yang dijatuhkan majelis kode etik biasanya berkisar pada skorsing praktek. Sementara itu.kasus ini. Seorang dokter dapat dikatakan melakukan pelanggaran saat praktek. hanya sedikit kasus dugaan mal praktek yang maju ke meja hijau yang menang dalam persidangan. Sementara hingga saat ini publik sendiri masih menunggu kapan akan disosialisasikan rancangan undang undang tentang pasien. sebagai wadah bantuan hukum bagi mereka yang merasa abaikan haknya oleh oknum aparat kesehatan memiliki data yang tidak sedikit. Seperti halnya kasus kasus sejenis. Iskandar Sitorus. Dan ironisnya perdebatan sengit menyoal kasus dugaan mal praktik di pengadilan hampir dipastikan berakhir dengan bertambahnya sakit hati bagi sang korban. Dari upaya hukum pidana. LBH Kesehatan. Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia. Beberapa kasus yang sempat terangkat ke masyarakat umumnya terjadi setelah pasca imunisasi. Namun ironisnya. Aturan atau kebijakan yang diterapkan sudah kadaluarsa. profesi dokter. Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan. jika sudah dibuktikan dalam suatu sidang majelis kode etik. Kasus dugaan mal praktek seperti kasus Maulana memang tak sedikit jumlahnya. disuruh kembali sekolah untuk memperdalam ilmunya hingga dicabut ijin praktek kedokterannya. diikat oleh sebuah etika profesi dalam sebuah payung Majelis Kode Etik Kedokteran atau MKEK. mencerminkan lemahnya tanggung jawab pemerintah. Jika UU Pasien sudah ada. dalam hal ini Departemen Kesehatan. Fachmi Idris menyatakan. Upaya hukum untuk mencari keadilan bagi korban dugan mal praktik kerap berlangsung di sejumlah ruang pengadilan. Sementara kasus yang telah dilaporkan di sejumlah aparat penegak hukum mencapai 130 kasus. Menurut Direktur LBH Kesehatan. perdata bahkan . diharapkan tidak akan ada lagi Maulana Maulana lainnya. atau bahkan ditolak majelis hakim karena kurang lengkapnya data pendukung. operasi bahkan tak jarang setelah si pasien berobat ke ahli kesehatan karena sebelumnya diindikasikan menderita suatu penyakit. kasus Maulana pun membutuhkan waktu berbulan bulan bahkan bertahun tahun duduk dikursi persidangan untuk memperoleh keadilan. meminta pihak pemerintah bertanggungjawab atas kasus yang menimpa Maulana. Saat ini saja LBH Kesehatan membantu menangani 58 kasus dugaam mal praktik di sejumlah wilayah Indonesia. Sakit hati karena kasusnya tak bisa diteruskan.

Bertahun tahun pula Maulana hanya terbentur masalah tidak adanya saksi ahli yang mau hadir dalam persidangannya tersebut. sudah bertahun tahun Maulana tak punya kuasa saat berusaha mencari keadilan di pengadilan pidana. Sementara tata peradilan lainnya umumnya jauh panggang dari api. dari beberapa bentuk tata peradilan tersebut.(Sup/Ijs) . Kasus Maulana membuktikan. mengapa sejumlah kasus dugaan mal praktik yang bertarung dipengadilan pidana. Pertanyaannya sekarang. bisa dibilang peradilan perdatalah yang paling memungkinkan seorang korban dugaan mal praktik memperoleh haknya. menjadikan korban seolah tak mampu untuk mendapatkan keadilan ? Padahal mereka jelas jelas menjadi korban.hingga tun atau tata usaha negara. Dari catatan LBH Kesehatan.

Bocah laki-laki berusia 4 tahun asal Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi menjadi korban malpraktek yang dilakukan oleh seorang mantri gadungan. Namun saat dokter membuka perban. Bukannya sembuh Ilham malah menderita demam tinggi. 4 jari tangan sebelah kanan korban putus satu persatu setelah sebelumnya disuntik oleh sang mantri sebanyak 20 kali. (Wulan Sapto Hadi/Sup) Sumber : http://www. Kecamatan Sukabumi ini berawal saat tangannya tergilir akibat jatuh dari atas sepeda motor di daerah Kampung Tulung Tengah Sumedang Utara.com. tangan Ilham juga dalam keadaan gosong dan melepuh. Akibatkan Empat Jari Bocah Putus indosiar. Takut terjadi apa-apa dengan anaknya.indosiar. Namun bukannya sembuh.FOKUS Malpraktek.com/ . Oleh orangtuanya Ilham kembali dibawa ke tempat dukun tulang itu. Ilham Zulfikar Setiadi anak dari pasangan Irwan Syarif dan Lestari kini harus menanggung cacat seumur hidupnya. Peristiwa tragis yang menimpa bocah asal Kelurahan Sri Wedari Kecamatan Gunung Puyuh. Ilham kemudian dibawa ke rumah sakit saat tiba di Sukabumi. Sementara itu pihak Rumah Sakit R Samsudin belum bisa memberikan keterangannya mengenai penyakit yang menimpa korban karena dokter yang merawat Ilham masih liburan tahun baru. Di dukun tulang itu jari Ilham kemudian dilumuri cairan refano dan dibungkus dengan perban. tangan Ilham bertambah bengkak. Empat jari tangan kanan bocah ini copot yang tersisa hanya bagian ibu jarinya saja. Sukabumi . Oleh orangtuanya Ilham kemudian dibawa ke dukung tulang bernama Herman. empat jari Ilham putus. Namun Herman kemudian memanggil temannya yang bernama Kirmanus yang mengaku berprofesi sebagai mantri dan disuntik hingga 20 kali.

Jika hasil penelitian laboratorium membuktikan kematian korban akibat tindakan malpraktek. Sulawesi Utara untuk diotopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.FOKUS Bayi Tewas Pasca Imunisasi. (Alamsyah Johan/Sup) Sumber : http://www. Putra pasangan Fanly Kumayas dan Maya Londa ini tewas setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa hari karena mengalami pendarahan di luka bekas suntikan imunisasi di paha kirinya. pihak keluarga berencana mengajukan upaya hukum guna meminta pertanggungjawaban petugas pos PIN yang melakukan suntikan imunisasi kepada korban hingga mengakibatkan kematian. bayi ini juga menderita muntah-muntah dan demam hebat hingga harus dilarikan ke rumah sakit. jenazah korban akhirnya diambil pihak keluarga untuk dimakamkan. Selain itu usai menerima suntikan imunisasi.indosiar. Orangtua korban menduga putra mereka tewas akibat adanya kesalahan penanganan medis atau malpraktek saat diimunisasi di salah satu Pos PIN di desa mereka. namun akhirnya tak tertolong. bayi laki-laki berusia 1 tahun 6 hari akhirnya dibawa ke Laboratorium Forensik Rumah Sakit Kandau Malalayang. Manado. Minahasa .com. Sulawesi Utara mengalami demam. Diduga Akibat Malpraktek indosiar. muntah dengan luka bekas suntikan yang terus berdarah hingga akhirnya tewas.com/ . Sementara itu dokter forensik yang melakukan bedah otopsi belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban karena harus menunggu hasil penelitian laboratorium.Setelah diimunisasi seorang bayi mungil warga Minahasa Selatan. Jenazah P Kumayas. Usai menjalani otopsi. Orangtua bayi menduga terjadi tindak malpraktek dalam proses imunisasi tersebut.

Korban Malpraktek Mata Diobati Terancam Buta indosiar. Jakarta Timur ini tidak menyebutkan tuntutan materil dan inmateril kepada dokter Waldensius Girsang dan Rumah Sakit Jakarta Eyes Center sebagai pihak yang diduga melakukan malpraktek. Waldensius Girsang di Rumah Sakit Jakarta Eyes Center. Haslinda bersama tim kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan mendatangi ke Polda Metro Jaya untuk melaporkan dugaan malpraktek dokter.Tidak terima matanya menjadi buta.indosiar. pada 6 Maret lalu. Haslinda menuturkan. keluhan cepat lelah dan berat dalam penglihatannya disampaikan ke dokter Darwan Purba yang kemudian didiagnosis sebagai penyakit Hipermethropy.com/ . Namun beberapa hari kemudian setelah ditangani oleh dokter Waldensius dengan tindakan laser.(Novi Hartoyo/Her) Sumber : http://www.com. Dokter Waldensius Girsang yang ditemui di Rumah Sakit Jakarta Eyes Center membantah telah melakukan malpraktek terhadap Haslinda. mata Haslinda tidak kembali berfungsi normal atau menjadi buta. Dalam pengaduannya ke ruang pengaduan Polda Metro Jaya. Jakarta . Haslinda warga Kayu Mas. Sementara itu. Pulogadung.

seorang bocah SD di Ambon Maluku yang harus kehilangan nyawanya menyusul lengan patah yang dialaminya akibat bermain layang-layang. Sejak saat itu korban tidak sadarkan diri hingga menghembuskan napas terakhir Kamis (29/03/07) pagi.com/ . Tangis keluarga tak dapat dibendung saat jenazah Aldo Mandua Pesi tiba di rumah duka di Kelurahan Uri Tetu Kecamatan Cirimau Kota Ambon. Ambon . Sementara itu pihak Rumah Sakit Tentara Dokter Latumeten Ambon menolak memberi keterangan mengenai kasus dugaan malpraktek tersebut. Aldo dilarikan ke rumah sakit akibat lengan kanannya patah saat bermain layang-layang. kematian Aldo akibat over dosis pemberian obat bius oleh dokter anastesia saat operasi. Namun menurut Edwin. Oleh dokter rumah sakit setempat langsung melakukan tindakan operasi pemasangan platina di lengan kanan Aldo. Ibu dan nenek Aldo tampak histeris dan tak sadarkan diri disamping jasad putra pertama dari 2 bersaudara pasangan Edwin dan Eti Mandua Pesi. Operasi berlangsung lancar. (Jabar Tianotak/Sup) Sumber : http://www. Keluarga korban berharap pihak berwajib mengusut tuntas dugaan malpraktek yang telah merengut nyawa siswa kelas 2 SD ini. ayah korban yang menghubungi dokter Sugiadap.Bocah SD Tewas Setelah Dioperasi indosiar. Tapi tidak demikian bagi Aldo Mandua Pesi.indosiar. Dokter Ahli Tulang yang menangani operasi Aldo mengakui. Kematian Aldo dipastikan lantaran kelalaian tim medis Rumah Sakit Tentara Dokter Latumeten Ambon. Diduga hal itu akibat kelalaian tim medis rumah sakit yang mengoperasinya.Mengalami patah tangan akibat bermain layang-layang bisa jadi biasa terjadi di kalangan anak-anak. Dokter kemudian memutuskan untuk kembali mengoperasi Aldo pada siang harinya. Aldo meninggal setelah menjalani operasi untuk mengobati patah lengannya. namun hingga beberapa jam Aldo belum sadarkan diri bahkan seluruh anggota tubuhnya membiru.com. Pada Rabu pagi.

Saskia mengalami diare.Dugaan Malpraktek Balita Tewas Usai Imunisasi indosiar.com. Turini dan Suheli warga Beberan Timur Palimanan Cirebon ini tak mampu menahan rasa dukanya. (Masyuri Wahid/Sup) Sumber : http://www.Diduga menjadi korban malpraktek. Saskia langsung dirujuk ke RSUD Gunung Jati Cirebon. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara. kejang serta demam tinggi hingga dua hari dua malam.indosiar.com/ . buah hatinya telah tak bernyawa di kamar rawat anak. seorang bayi berusia 4 bulan tewas. Cirebon . Setelah mendapatkan imunisasi. Pihak keluarga berkeyakinan Saskia meninggal akibat dugaan malpraktek yang dilakukan bidan posyandu di desanya. Mereka tampak shok diselasar Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon saat menyaksikan Saskia. Malang baru beberapa jam mendapat perawatan Saskia menghembuskan napas terakhirnya. Saskia sempat mendapatkan suntikan imunisasi dari bidan tersebut. Sebelum meninggal bayi tersebut mendapatkan imunisasi di posyandu. Saskia mempunyai penyakit cukup parah yakni radang otak. Sementara pihak keluarga Saskia sendiri masih memikirkan kemungkinan mengugat pihak-pihak yang dianggapnya telah melakukan kelalaian. Namun sejauh ini pihak Rumah Sakit Gunung Jati sendiri memiliki dugaan lain tentang penyakit Saskia. meski kondisinya saat itu tengah demam dan muntah. Saskia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Arjowinangun. Saat menjalani imunisasi suntik tersebut bayi dalam kondisi sakit parah. Namun karena kondisinya semakin memburuk.

warga Kabupaten Purbalingga. Semua berawal pada 6 tahun silam. akhirnya pihak Rumah Sakit Wirasana menganjurkan Tumini untuk berobat ke Rumah Sakit Sarjito Yogyakarta. ibu tiga anak itu harus menjalani operasi.indosiar. Kini Tumini hanya bisa pasrah menjalani hari-harinya.com. Karena kondisinya. Jawa Tengah itu semula merasa terganggu dengan jerawat di pipi kanannya sehingga ia berobat ke Rumah Sakit Wirasana Purbalingga. bahkan lubang di pipinya semakin lebar. bekas jahitan operasi lepas dan pipi Tumini jadi berlubang. Tidak hanya itu. suaranya juga tak jelas lagi. Separuh Wajah Tumini Rusak indosiar.(Nanang Anna Nurani/Sup) Sumber : http://www. Disana.com/ . Saking mengenaskannya.Gara-Gara Malpraktek. Purbalingga .Tumini harus menjalankan hari-harinya dengan kondisi setengah wajah rusak. Setelah pemeriksaan. dari lubang tersebut bisa terlihat lidah Tumini. Bukannya tambah membaik. ia hanya bisa makan bubur cair secara perlahan dan kerap mengalami kesulitan menelan. lagi-lagi kondisi luka di wajah Tumini semakin parah. Namun setelah dilakukan. Karena bertambah parah. pihak rumah sakit langsung meminta agar jerawat tersebut segera dioperasi.

Dokter berdalih. Jawa Tengah. usus Masriyah tidak bisa dikembalikan karena keterbatasan peralatan di rumah sakit. warga Desa Pegejugan. Saat menjalani operasi. Masriyah sepintas tampak sehat. Masriyah menduga dokter telah melakukan kesalahan saat operasi. Saat operasi yang berhasil mengangkat kanker rahimnya beberapa waktu lalu. tidak lagi melalui anus. karena harus menunggu luka operasi bertambah mengering. ususnya akan dikembalikan ke kondisi semula pada tahap operasi selanjutnya. dokter mengeluarkan usus dalam perutnya dan membiarkannya hingga kini.com. Biaya sebesar 7. Berat badannya pun kini terus merosot dan sering merasakan mual serta nyeri dibagian ususnya. Masriyah merupakan pasien dengan kartu Askin. (Kuncoro Wijayanto/Sup) Sumber : http://www. Namun hingga tiga kali operasi. Jika buang air besar.indosiar. namun ibu 3 anak ini harus rela menjalani hidup dengan usus besarnya terburai keluar.com/ . namun tidak langsung mengembalikan ususnya. Said Hasan menambahkan.Setelah menjalani operasi kanker rahim. namun melalui ususnya. Dokter menyatakan. Penderitaannya berawal saat dirinya menjalani operasi kanker rahim di Rumah Sakit Dedi Jaya.Usus Terburai Pasca Operasi Kanker indosiar.5 juta rupiah meski menggunakan kartu JPS Askin. Bahkan Masriyah mengaku diminta membayar 7.5 juta rupiah hanya untuk membayar obat-obatan maupun kelengkapan operasi yang tidak ditanggung dalam kartu Askin. derita panjang tetap harus dialami Masriyah. Brebes Agustus lalu. tetap saja dibiarkan ususnya terburai keluar. tim dokter berhasil mengangkat kanker rahimnya. Keterbatasan fasilitas rumah sakit dijadikan dalih dokter yang menangani operasinya. Brebes . Brebes.

Pelaporan dugaan malpraktek dilakukan oleh Sigit Prasetyo. Kendati sukses memotong usus yang infeksi.com/ . Dengan bantuan LBH Kesehatan korban akhirnya diboyong ke RSCM Jakarta untuk dirawat lebih intensif. (Agus Hermanto/Sup) Sumber : http://www. Jumat (03/11/06) kemarin melaporkan dugaan kasus malpraktek yang menimpa dirinya ke Polda Jawa Tengah. namun di bekas luka sayatan operasi dibagian perut terus mengeluarkan cairan tertentu.com.indosiar. Hingga kini pada luka bekas operasi di perut Sigit terlihat lubang kecil yang terus mengeluarkan darah dan cairan lain. Awalnya tahun 2005 lalu. Semarang . korban di diagnosa menderita usus buntu hingga harus operasi pada 1 November 2005 di RSUD Pemalang.FOKUS Perut Berlubang Setelah Operasi Perut indosiar. pelajar SMK Texmaco yang menjalani operasi usus buntu di RSUD M Ashari Pemalang pada November tahun lalu ke Polda Jawa Tengah. Pihak LBH Kesehatan Jakarta yang mendampingi pelaporan dugaan kasus malpraktek ini berharap polisi bisa menjerat dokter yang terlibat malpraktek tersebut dengan pasal 360 KUHP serta pelanggaran Undang Undang Praktek Kedokteran. Didampingi orangtua dan aktivis LBH Kesehatan Jakarta. Korban merasa dirugikan oleh tindakan medis seorang dokter di RSUD M Ashari Pemalang karena pasca operasi usus buntu di bekas luka jahitan di perut terlihat lubang kecil yang terus mengeluarkan darah. pasien korban malpraktek bernama Sigit Prasetyo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful