Korban Meninggal Usai Operasi Caesar

ndosiar.com, Surabaya - Dugaan kasus malpraktek kembali terjadi, korbannya hampir sama namanya dengan Prita Mulyasari yakni Pramita Wulansari. Wanita ini meninggal dunia tidak lama setelah menjalani operas caesar di Rumah Sakit Surabaya Medical Service. Korban mengalami infeksi pada saluran urin dan kemudian menjalar ke otak. Saat dikonfirmasi, pihak Rumah Sakit Surabaya Medical Service belum memberikan jawaban terkait dugaan malpraktek ini. Lita, dipanggil pihak Rumah Sakit Medical Service di Jalan Kapuas Surabaya terkait laporannya pada salah satu media tentang anaknya Pramita Wulansari (22), yang meninggal dunia setelah menjalani operasi caesar di Rumah Sakit Medical Service. Menurut cerita Lita, ibu dari Pramita, sebelumnya Pramita melakukan operasi persalinan disalah satu praktek bidan di Jalan Nginden, Surabaya. Karena kondisinya terus memburuk, Pramita lalu dirujuk ke Rumah Sakit Surabaya Medical Service untuk dilakukan operasi caesar. Operasi berjalan mulus yang ditangani oleh dr Antono. Dua minggu kemudian Pramita kembali ke Rumah Sakit Surabaya Medical Service untuk melakukan chek up. Dr Antono menyarankan Pramita dioperasi karena dideteksi saluran kencingnya bocor dan Pramita kembali menjalani operasi. Pramita juga disarankan meminum jamu asal Cina untuk memulihkan tenaga. Namun kondisinya malah memburuk dan Pramita sempat buang air besar bercampur darah. Melihat kondisi Pramita semakin memburuk, pihak keluarga meminta dirujuk ke Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya. Pramita sempat dua hari dirawat di Rumah Sakit Dr Soetomo namun dinyatakan terlambat, karena infeksi sudah menjalar ke otak dan Pramita akhirnya meninggal dunia. Anak yang dilahirkan Pramita kini sudah berumur satu bulan dan diberi nama Kevin. Si bayi terpaksa dirawat oleh ayahnya dan kedua mertuanya. Sementara itu saat dikonfirmasi wartawan, pihak Rumah Sakit Surabaya Medical Service tidak mau memberi komentar mengenai dugaan malpraktek ini. (Didik Wahyudi/Sup) Sumber : http://www.indosiar.com/fokus/80541/korban-meninggal-usai-operasicaesar

Dugaan Mal Praktek, Polisi Panggil Perawat RS Siloam
Selasa, 01 Juni 2004 | 15:46 WIB TEMPO Interaktif, Tangerang: Kepolisian Resor Metro Tangerang memanggil tiga perawat Rumah Sakit (RS) Siloam Gleaneagles untuk diperiksa pada Rabu (2/6). Pemeriksaan terkait dengan dugaan mal praktek yang dilakukan rumah sakit swasta itu terhadap korban Ade Irma Effendi, 37 tahun.

"Ketiga perawat adalah tim medis RS Siloam yang menangani perawatan Ade Irma," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Metro Tangerang, Ajun Komisaris Polisi Asep Adisaputra di Tangerang, Selasa (1/6). Ade Irma adalah pasien langganan RS Siloam yang merasa dirugikan karena mengalami keguguran setelah ditangani dan diberi obat oleh pihak rumah sakit. Lantaran diduga pihak rumah sakit sudah melakukan mal praktek, Ade Irma melaporkannya ke Polres Metro Tangerang, Kamis (27/5). Menurut Asep, ketiga perawat akan dimintai keterangan seputar proses terjadinya keguguran. Dalam laporannya, Ade Irma tidak memasukkan RS Siloam ke dalam penuntutan, melainkan menuntut kelalaian seorang dokter yang menanganinya. Ade Irma yang didamping kuasa hukumnya, Yasrin Febrian Marly, SH mengatakan, kasus berawal ketika ibu beranak satu itu memeriksa kandungannya ke dokter Anthonius Heri yang membuka praktek di salah satu apotik di kawasan Bumi Serpong Damai. Saat memeriksa kehamilan keduanya yang berusia 15 minggu, Ade Ade mengeluhkan adanya flek merah pada celana dalam kepada dokter tetap keluarganya itu.

Melihat kondisi Ade yang lemah, Anthonius menyarankannya untuk diperiksa lebih lanjut ke RS Siloam. Saat dilakukan pemeriksaan dengan ultra sonografi di RS Siloam pada 16 April 2004 malam, pihak dokter yang juga terdapat dokter Anthonius itu menyatakan, kandungan korban dalam kondisi baik dan sehat. Tapi, untuk menguatkan kandungan, dokter menawarkan Ade untuk beristirahat di rumah sakit atau di rumah. "Karena tidak ingin terjadi apa-apa, saya memilih dirawat di rumah sakit saja," kata Ade.

Setelah Ade dimasukkan ke ruangan bersalin, salah satu perawat langsung memberi infus. Walau tidak didampingi seorang dokterpun, si perawat mengatakan, infus diberikan berdasarkan saran dokter Anthonius. Sekitar 15 menit kemudian, obat bereaksi dan kandungan Ade mengalami kontraksi. Alhasil, janin bayi dalam kandungan Ade, keluar yang mengakibatkan kelahiran premature (abortus terancam) dan meninggal dunia. Bantahan mal praktek jua sudah diberikan pihak rumah sakit. "Tidak benar, pihak rumah sakit melakukan mal praktek. Abortus Imenen (aborsi dalam proses) terhadap pasien, dikarenakan kondisi dan situasi pasien yang saat itu memang membutuhkan perawatan intensif. Tidak benar, pasien mengalami keguguran setelah meminum obat yang diberikan dokter. Karena pemberian obat selalu diberikan sesuai dengan petunjuk dokter dan diagnosa juga dilihat dari kondisi pasien," kata Manajer Operasional RS Siloam, Andre.

Joniansyah - Tempo News Room Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/

mengalami kebutaan.html . Jakarta Pusat (20/4/2010).Malpraktek RS OMNI Internasional Akibatkan Bayi Menjadi Buta N ama RS Omni Internasional lagi-lagi muncul ke permukaan. Dua bayi kembar yang malang ini bernama. Kali ini pihak penggugat mengaku membawa bukti kuat. kata ibu dari kembar Jared dan Jaynet.info/malpraktek-rs-omni-internasional-akibatkan-bayimenjadi-buta.selama sebulan mereka sudah melakukan diagnosa. meskipun dari pihak Juliani. Majapahit. Penyebab kebutaan terjadi karena banyaknya oksigen saat kedua bayi mereka di rawat dalam inkubator “Saya sudah datang ke dokter yang kompeten dengan masalah kebutaan. saya akan perjuangkan keadilan untuk anak saya”. anak saya sempurna saat lahir”. tidak punya masalah finansial. kami tidak akan mundur. Juliane di kantor pengacara OC. dr A mengakui bahwa Jared dan Jayden tidak mengidap retinopathy of prematurity (ROP) saat lahir. Jl. Dalam rekaman tersebut. untuk menuntut pertanggung jawaban RS Omni dan meminta status hukum kedua putranya. tetapi dr A mengakui bahwa ROP itu hanya mungkin muncul karena kelalaian pada perawatan anak prematur setelah lahir Di tambah lagi kenyataan bahwa kelalaian dr. bahwa anak mereka tidak seharusnya mengalami kebutaan karena lahir secara sempurna walaupun prematur. Bukti-bukti yang telah mereka kantongi berupa hasil diagnosa dari dokter kompeten dari RS di Australia. dr A menyatakan bahwa kedua bayi mereka sempurna dan dapat melihat. Kaligis. Jared yang buta total dan Jayden mengalami cacat mata Sebenarnya kasus malpraktek ini telah di laporkan hampir 1 tahun lalu kepihak kepolisian. namun kasusnya sempat fakum. katanya. bahkan pada tanggal 16 November 2009 kemarin kepolisian sempat mengeluarkan Surat Penghentian Pemeriksaan Perkara (SP3) karena di anggap kurang bukti Sekarang bersama tim pengacara OC Kaligis pasangan Jualiana dan T Kurniadi kembali melayangkan gugatan kepada RS Omni. Potensinya ada. hasilnya anak saya seharusnya tidak mengalami kebutaan. “Saya dan tim pengacara dari OC Kaligis akan melanjutkan dan terus berusaha melengkapi bukti. Mereka mengaku telah keluarkan biaya sebesar 125 juta rupiah Sumber berita: Kompas dan DetikNews Sumber : http://rumahabi. kali ini berkenaan dugaan malpraktek yang di lakukan oleh salah satu dokter RS ini. Diagnosa ini di dukung oleh sebuah rekaman yang diambil secara diam-diam oleh Jualiani saat ia melakukan dialog dengan dokter A. bernama dr A yang mengakibatkan 2 bayi kembar pasangan Juliana dan T Kurniadi. Ferdi Limawa yang tidak membentuk tim dokter untuk menangani anak mereka yang lahir secara prematur.

Jakarta . Kisah sedih yang dialami rekan wartawan yang dikenal cukup energik di lapangan itu membuat rekan-rekannya turut bersimpati. jika kematian itu terjadi karena kesalahan yang sebetulnya dapat dihindari tentunya akan membuat penyesalan dan kesedihan yang jauh lebih menyakitkan. suami dari K. Namun dokter seakan tak menggubris penjelasan K. Kematian dan kecacatan adalah harga yang harus dibayar pasien karena keteledoran tenagatenaga medis. Bagaimana tidak. Dokter yang merawat terakhir mengungkapkan bahwa nyama suami K sebenarnya dapat tertolong jika diagnosis malaria dapat diketahui sejak awal. terapi atau obat terkadang membuat kegeraman dan rasa kehilangan yang sangat mendalam. Ketika dibawa ke RS malaria telah menyerang ganas ke otak.Kehilangan orang yang kita cintai akibat kematian selalu menorehkan luka hati yang cukup dalam. kesehatan lelaki yang bekerja di media internal milik suatu maskapai penerbangan itu semakin memburuk.Kesalahan Diagnosa Membuat Suamiku Meregang Nyawa Pdpersi. Beberapa bulan ini. Namun. Suami K semakin kritis dan akhirnya terdiagnosa menderita malaria. Kematian suami K dipicu oleh kesalahan diagnosis yang dijatuhkan dokter saat mengkonsultasikan penyakitnya. semuanya telah terlambat. Penyakit itu disebabkan gigitan nyamuk yang dialaminya saat menjalani tugas ke Lampung. Sepulang dari dokter. Padahal tegastegas K menjelaskan bahwa suaminya tak pernah menderita asma. seorang rekan wartawan ekonomi makro yang cukup senior telah kehilangan suami dari satu anaknya yang masih balita dan bayi yang dikandungnya. orang tua. jika kematian itu sebenarnya dapat dihindari seandainya dokter atau tenaga medis bersikap lebih hati-hati dan waspada. Namun. Saat itulah K kemudian membawa suaminya ke RS. Terlebih lagi. namun kasus mal praktek telah banyak menelan korban. perempuan muda yang bekerja di sebuah situs berita itu juga adalah wartawan. Terlepas dari faktor ajal yang menjadi hak preogratif Tuhan. kerabat dan sahabat akibata kesalahan diagnosa. Demam tinggi serta kesulitan bernafas yang dialami suami K didiagnosa sebagai asma. Gambaran itulah yang umumnya dialami oleh keluarga korban kesalahan praktek medis atau mal praktek. Kepergian anak. ia tetap memberikan obat anti sesak napas. .

co. UU Kesehatan belum dilengkapi dengan aturan teknis yang mengatur secara khusus mengenai mal praktek. Sebagian lagi memilih untuk pasrah dan enggan terlibat dalam konflik hukum yang biasanya sangat melelahkan. Pada Januari lalu. dunia kedokteran Amerika Serikat dikejutkan dengan berita mal praktek yang mengakibatkan seorang wanita kehilangan kedua payudaranya karena divonis kanker. pemberian obat sampai operasi. Secara regulasi. Mal praktek tidak hanya dapat mengantarkan pada penurunan derajat kesehatan pasien. Biasanya jika kasus mal praktek maju ke pengadilan. Kesalahan yang fatal itu umumnya terjadi pada saat diagnosis. kasus mal praktek masih sangat sedikit yang terungkap. K mendampingi suaminya saat meregang nyawa. kertas ronsen tertukar di meja dokter. kasus mal praktek di Indonesia belum diatur secara jelas. Kesalahan yang Bisa Dihindari Kasus mal parktek umumnya dipicu oleh ketidakhati-hatian. Di Indonesia sendiri. Kebanyakan pasien atau keluarganya memilih untuk menyimpan penderitaannya dalam hati. (iis) Sumber : http://www. Kewaspadaan tenaga medis termasuk dokter menjadi faktor utama terjadinya mal praktek. terapi. namun juga masih sering terjadi di negara-negara maju. Umumnya mereka tidak mengetahui bahwa kasus mal praktek dapat diajukan ke meja hinau.id/?show=detailnews&kode=1026&tbl=psejati .pdpersi. K dan anaknya. Namun. namun juga dapat mendatangkan ajal dan kecatatan seumur hidup. Beberapa pihak. termasuk parlemen telah lama mendesak agar Departemen Kesehatan segera memformulasikan aturan mengenai mal praktek secara gamblang. Kesalahan fatal itu dipicu oleh hal yang sangat sepele. yang dipakai adalah aturan pidana. Kematian mendadak yang tidak disangka-sangka itu membuatnya harus sendiri menanggung beban hidup yang tidak ringan.Tanpa didampingi keluarga terdekat. serta jabang bayi yang dikandungnya hanya bisa merasakan geram terhadap kasus mal praktek yang dialami suaminya. kasus kesalahan tindakan medis bukan hanya terjadi di Indonesia yang saat ini kualitas pelayanan kesehatannya masih rendah.

6 Kecamatan Kota Baru. dokter yang menangani pembedahan tidak memberitahukan atau tidak minta ijin terlebih dahulu kepada orangtuanya. tapi anehnya. Menurut cerita orangtuanya yang juga karyawan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM. dokter langsung memberikan obat untuk memperlancar buang air besarnya. Jakarta . (Endro Bawono/Sup) Sumber : http://www. Ayah Nina yang juga bekerja di RSCM ini akan mengadukan kasusnya ke Menteri Kesehatan dan siap dipecat dari pekerjaannya. Kedua orangtua Nina hanya bisa pasrah dan minta pertanggungjawaban pihak Rumah Sakit RSCM atas kesehatan anaknya. dugaan bahwa Nina menderita usus buntu tidak terbukti.indosiar.24 hari sudah Nina Dwi Jayanti. Dokter lalu membuat kesimpulan berdasarkan diagnosa. Nina masuk ke rumah sakit pada tanggal 15 Februari 2009 lalu karena mengeluh tak bisa buang air besar. Cikampek ini terbaring ditempat tidur Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. dokter kemudian menebak sakit Nina kemungkinan karena menderita apendik atau usus buntu. Bekas-bekas operasi itu terlihat di perut Nina yang dijahit hingga 10 jahitan lebih. Setelah sampai di rumah sakit. Ternyata setelah dibedah. Nina kemudian dioperasi tapi juga tidak memberitahukan orangtuanya. sebagai prosedur yang harus ditempuh dokter bila ingin melakukan tindakan operasi atau pembedahan. Namun karena tak kunjung sembuh.Pasien Dioperasi Tanpa Pemberitahuan Keluarga indosiar. Nina menderita kebocoran kandung kemih.com/fokus/78979/pasien-dioperasi-tanpapemberitahuan-keluarga .com. Nina pun langsung dibedah dibagian ulu hati hingga dibawah puser. putri pasangan Gunawan dan Suheni warga Jalan Perum Pucung Baru Blok D2 No.

com. saat dilahirkan berat badannya mencapai 3. Antonia telah mengalami koma selama 8 hari setelah menjalani operasi caesar Kamis 26 Februari lalu. Pasien diduga sebagai korban malpraktek dokter yang melakukan operasi.6 kilogram dan saat ini masih berada di rumah sakit. Kupang . Sampai saat ini korban belum juga sadarkan diri dan masih dalam kondisi kritis. Pihak keluarga menyayangkan sikap pihak rumah sakit yang belum juga menjelaskan penyebab Antonia koma usai menjalani operasi. mereka setiap hari selalu memadati lobi ruang ICU untuk menunggu perkembangan dari korban. seorang ibu rumah tangga di Kupang hanya bisa terbaring tak sadarkan diri di ruang ICU Rumah Sakit Umum Kupang. Pihak rumah sakit sendiri masih menunggu laporan status medis dari Dokter Frans yang melakukan operasi caesar terhadap Antonia. Antonia warga Jalan Herwila Kelurahan Naikoten II ini diduga menjadi korban malpraktek dokter yang melakukan operasi terhadapnya. Mereka pun berharap pihak rumah sakit dan dokter yang melakukan operasi terhadap Antonia mau bertanggungjawab atas kejadian tersebut.Seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Kupang mengalami koma selama 8 hari setelah menjalani operasi caesar. karena sebelum caesar kondisi Antonia normal dan sehat. Antonia Dando.indosiar.com/fokus/78868/pasca-caesar-pasien-koma .Pasca Caesar Pasien Koma indosiar. Sementara itu bayi perempuan dari Antonia kondisinya baik. (Jeffrie Taulin/Sup) Sumber : http://www. Keluarga dari Antonia kini hanya bisa berdoa menunggu kesembuhan Antonia. namun kebutuhan akan asi tidak bisa dipenuhi karena ibunya sedang sekarat.

tangan hingga sekujur tubuhnya berubah menjadi hitam. Jawa Timur terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Dokter Saiful Anwar Malang. Blitar . Pihak keluarga menganggap kondisi ini disebabkan oleh kesalahan dokter Andi yang memberikan resep obat tersebut. Blitar. warga Desa Talun. ibu korban.Korban Malpraktek Tubuh Menghitam Setelah Minum Obat indosiar.indosiar. Beginilah kondisi Nita Nur Halimah (21). (Nurochman/Sup) Sumber : http://www. Nita ditangani oleh 11 tim dokter spesialis bedah kulit. Jawa Timur. seorang gadis asal Blitar . Indikasi sementara Nita menderita Steven Jhonson Sindrom atau alergi pada reaksi obat akibat rendahnya ketahanan tubuh pasien. Hingga Senin (02/03) kemarin. Kulit wajah. namun setelah meminumnya suhu tubuhnya semakin panas.Diduga akibat malpraktek dokter Blitar. Mulut dan kulit wajahnya berubah kehitaman hingga merebak kesekujur tubuhnya.com. Nita mendapatkan resep obat tanpa bungkus. awalnya Nita hanya menderita luka ngilu dibagian persendian tubuhnya saat diperiksakan ke dokter. Menurut Marsini. Penanganan medis yang dilakukan untuk saat ini adalah memberikan penambahan nutrisi serta elektrolit untuk memperbaiki jaringan yang rusak dan memberikan antibiotik untuk membersihkan luka pasien dari bakteri.com/fokus/78794/tubuh-menghitam-setelah-minumobat . Seluruh tubuhnya berubah menghitam setelah meminum obat dari dokter tempat dia berobat di asalnya. Jawa Timur setelah meminum obat yang diberikan oleh salah satu dokter ditempat asalnya.

Seorang bocah berusia 5 tahun di Sumatera Utara menjadi lumpuh dan bisu. bocah berusia 5 tahun ini tiba . untuk buang air besar dibagian perut.Bocah Lumpuh Diduga Malpraktek Setelah Menjalani Operasi Usus Buntu indosiar. Saat itu tim medis membuat saluran buatan. Penderitaan warga Desa Sidomulyo. Hingga kini tim medis rumah sakit tidak bersedia memberikan keterangan. Beginilah kondisi Elvi Boru Simamora. terkait peristiwa tersebut meski telah berkali .com. Pihak keluarga mencurigai pihak rumah sakit melakukan malpraktek terhadap anak mereka. karena kini ia juga menjadi bisu. Operasi kedua dilakukan 11 September lalu untuk mengembalikan saluran tersebut. Labuhan Batu. Hingga saat ini pihak rumah sakit belum memberikan keterangan. Sumatera Utara melakukan operasi. Labuhan Batu . Pada bulan Juni 2008 tim medis Rumah Sakit Umum Ranto Parapatan. Usai operasi Elvi tidak sadar hingga 15 hari dan menjadi lumpuh dan bisu. (Edi Iriawan/Dv). setelah menjalani operasi usus buntu. . Labuhan Batu. Sumatera Utara ini berawal dari penyakit usus buntu yang dideritanya.kali dihubungi sejumlah wartawan.tiba lumpuh setelah menjalani operasi usus buntu. Penderitaan buah hati pasangan Tarsan Simamora dan Rominta Boru Simanjuntak ini bertambah.

Sementara itu kuasa hukum RSIA Budi Jaya. Namun tiga hari setelah operasi. Jakarta .Satu lagi kasus dugaan malpraktek rumah sakit terjadi. Jakarta Selatan. sudah 9 tahun dia menanggung penderitaan akibat kebocoran usus yang dialaminya.com.com/fokus/78707/9-tahun-alami-bocor-usus . Jakarta Selatan tahun 2000. (Dedi Irawan/Sup) Sumber : http://www. Saat ini kasusnya tengah menjalani proses persidangan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan menggugat dua dokter rumah sakit yang mengoperasinya. Dia kemudian dirujuk ke dokter bedah dan kembali dioperasi di rumah sakit yang sama. Hal tersebut dibuktikannya dari hasil rekaman video proses operasi terhadap Sisi.Diduga Kasus Malpraktek 9 Tahun Alami Bocor Usus indosiar. Hanya inilah yang dapat dilakukan Sisi K Chalik meratapi nasibnya. Namun pihak rumah sakit membantah telah melakukan malpraktek. Seorang wanita selama 9 tahun mengalami kebocoran usus usai menjalani operasi tumor rahim disebuah rumah sakit swasta dikawasan Tebet. menangis. termasuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus dugaan malpraktek yang dialaminya ke pihak Polda Metro Jaya. perut Sisi justru mengembung seperti orang hamil. Bahkan setiap saat dia harus menyediakan tissu serta air untuk membersihkan kotoran yang terus keluar dari ususnya yang berada diluar perut. Hotma Sakim menyangkal jika kliennya telah melakukan malpraktek seperti tuduhan Sisi. Sisi makan bubur saring dan betapa terkejut dirinya ketika melihat kotoran keluar dari ususnya yang berada diluar perut.indosiar. musibah yang menimpanya terjadi pada tahun 2000 lalu. Empat hari sesudah operasi kedua. Menurut Sisi. Saat itu dirinya terserang tumor rahim yang harus dioperasi di sebuah rumah sakit ibu dan anak swasta di wilayah Tebet. Bagaimana tidak. Segala cara telah ditempuh Sisi.

pihak keluarga kemudian memutuskan merujuk korban ke RSI Islam Harapan Anda Tegal. Tegal .com. Sementara itu pihak Rumah Sakit Mitra Siaga mengatakan. Meski belum dapat dipastikan meninggalnya korban akibat infus kadaluarsa. Keluarga korban menuding pemberian infus kadaluarsa inilah yang menyebakan korban meninggal. Sementara itu keluarga korban mengaku tetap akan menuntut pertanggungjawaban pihak Rumah Sakit Mitra Siaga atas terjadinya kasus ini. tidak ada unsur kesengajaan dalam kasus infus kadaluarsa yang di berikan kepada pasien Solihul. Solihul. Namun tiga hari menjalani perawatan di ICU kondisi korban terus memburuk. sejak diberi infus kadaluarsa. Pihak Rumah Sakit Mitra Siaga dinilai teledor karena memberikan infus yang sudah kadaluarsa. hingga akhirnya meninggal dunia. Karena tak kunjung sembuh. namun keluarga korban tetap harus membayar biaya perawatan sebesar 7 juta rupiah. Pada kemasan infus tertera tanggal kadaluarsa 14 Januari 2008. Jawa Tengah meninggal Selasa (25/03/08) kemarin.Seorang warga di Tegal. (Kuncoro Wijayanto/Sup) . Pasalnya. Korban langsung menjalani perawatan di ruang ICU. Salah satu keluarga korban berteriak-teriak histeris sambil menunjukkan sisa infus kadaluarsa yang diberikan ke korban saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Siaga Tegal Sabtu pekan lalu tempat sebelumnya korban dirawat. Direktur Rumah Sakit Mitra Siaga Tegal. Menurut keluarga korban. pihaknya akan menjadikan kasus ini sebagai evaluasi untuk memperbaiki monitoring logistik farmasi. Korban diberi cairan infus yang sudah kadaluarsa saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Siaga Tegal sehingga kondisinya terus memburuk dan akhirnya tewas. warga Surodadi. Korban yang menderita gagal ginjal awalnya dirawat di Rumah Sakit Mitra Siaga Tegal selama 10 hari. Jawa Tengah tewas diduga akibat mal praktek saat dirawat di rumah sakit. namun pihaknya mengakui insiden ini menunjukkan adanya kelemahan monitoring logistik farmasi. Istri korban Eka Susanti bahkan berkali-kali tak sadarkan diri. di Rumah Sakit Harapan Anda Tegal. kondisi korban terus memburuk. Dokter Wahyu Heru Triono mengatakan. Tangis keluarga korban pun tak terbendung saat mengetahui korban sudah meninggal. pemberian infus kadaluarsa tersebut bukan merupakan kesengajaan. tidak saja telah kehilangan nyawa.Pasien Tewas Setelah Diinfus indosiar. Tegal.

Maulana mendapatkan imunisasi dari petugas Dinas Kesehatan. Lina yakin. Namun makin hari tubuhnya makin kurus. Karena beberapa dokter yang perawat Maulana menyatakan. Tragedi ini bermula saat usianya empat puluh lima hari. Namun ia hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur. Maulana mengalami kejang-kejang. Ia juga tidak bisa berbicara. Maulana menjadi korban malpraktek. seperti merawat bayi. Dulunya adalah anak yang mengemaskan dan pernah menjadi juara bayi sehat. Sebelum tragedi itu datang. Dokter mendiagnosa Maulana mengalami radang otak. kini berusia 18 tahun. imunisasi DPT dan imunisasi Polio.RAGAM Bayi Sehat Korban Mal praktek ndosiar. Namun setelah dua jam menerima imunisasi. Maulana malah tidak sadarkan diri. satu persatu penyakit akut menggerogoti kesehatannya. Dan organ tubuhnya tidak bisa berfungsi secara normal. Seperti balita pada umumnya. Orangtuanya selalu memakaikan popok. Saat makan Maulana tetap harus disuapi. yaitu imunisasi BCG. Tragedi ini terjadi ketika Maulana mendapat imunisasi dari petugas kesehatan. Ia merawat Maulana. anak pasangan Lina dan Adul ini mengalami kegagalan multi organ. Setelah lima hari dirawat. Karena lahir dengan bobot tiga koma delapan kilogram dan panjang lima puluh satu cintimeter. dan suhu tubuhnya naik tajam. Namun kondisinya justru makin menburuk. Berat badannya hanya enam koma delapan kilogram. Bahkan Maulana sempat dinobatkan sebagai pemenang bayi sehat. selama tiga minggu. anaknya mengalami kesalahan imunisasi.com .Maulana adalah seorang anak berusia 18 tahun. Semakin hari badannya semakin kecil. seperti anak berusia lima tahun. demikian juga ketika buang air besar dan kencing. Namun setelah itu. Sejak itu. dan sangat sehat. dan kejang kejang. . hanya bisa pasrah. Kini Lina. Maulana sering mengalami sesak nafas. Sehingga orang tuanya panik dan langsung membawanya ke rumah sakit. Maulana. Tidak ada aktivitas yang bisa dilakukan. Maulana adalah bayi yang menggemaskan. Tubuhnya montok. dan mengerut. Diduga korban kuat Maulana adalah korban mal praktek. Petugas memberikan tiga imunisasi sekaligus. tubuh Maulana selalu sakit sakitan dan hampir seluruh organ tubuhku tidak berfungsi normal. Bungsu dari empat bersaudara.

Jika ingin menghirup udara segar. dengan mengajukan tuntutan di pengadilan. Linapun kemudian diceraikan suaminya. Lina kemudian menemui sejumlah instansi pemerintah daerah. Namun Maulana tidak juga kunjung sembuh. Linapun membuka warung kecil-kecilan di teras rumahnya. Pontianak. Kini Lina hanya bisa pasrah menerima kenyataan pahit. Lina juga beberapa kali berusaha meminta pertanggungjawaban kepada pemerintah Kalimantan Barat. kini menemui titik terang. Pemerintah Daerah Kalimantan Barat tidak memenuhi janjinya. Namun lagi lagi usahanya kembali menemui jalan buntu. Lina dan Maulana bersama ketiga anaknya yang lain. Hasilnya cukup menjanjikan. dan Gubernur Kalimantan Barat. Namun para pejabat tersebut tidak menanggapi pengaduan Lina. karena mengijinkan petugas kesehatan memberikan imunisasi kepada Maulana. tinggal di rumah sangat sederhana. Lina sudah tidak berpikir lagi untuk membawa Maulana ke rumah sakit. untuk menemui Menteri Kesehatan. di saat harus menanggung beban berat merawat Maulana. Namun ia mengaku tidak lagi memiliki dana. di Komplek Perumahan Kopri. dan juga menggugatnya secara perdata.Orang tua Maulana sudah berusaha untuk membawa ke rumah sakit di kawasan Kota Siantan. Lina tidak menyerah. Kini tubuh Maulana makin lemah. Setelah berjalan lebih sepuluh tahun. Ia melaporkan pemerintah Kalimantan Barat secara pidana. hakim meminta Lina dan perwakilan pemerintah sebagai tergugat. Ayah Maulana kesal dan marah dengan Lina. Lina telah mengeluarkan uang jutaan rupiah. untuk berdamai. adalah tidak ada dokter yang bersedia menjadi saksi ahli dalam . Pemerintah Daerah Kalimantan Barat. Namun harapan lina kembali pupus. Sejak anaknya menderita sakit. di kawasan Pinggiran Sungai Raya Dalam Kabupaten Kubu Raya. Namun di pengadilan. termasuk menemui Walikota Pontianak. dan tidak berdaya. linapun membawanya ke luar rumah. Lina kemudian memilih prosedur hukum. Lina sebenarnya masih punya keinginan untuk kembali menggugat Pemerintah Daerah Kalimantan Barat. sungguh melegakan. untuk menuntut keadilan. Untuk hidup sehari hari. Ternyata kesanggupan Pemerintah Daerah Kalimantan Barat hanya janji janji kosong. Yang lebih menyedihkan. Janji Pemerintah Daerah Kalimantan Barat. Yang membuat Lina pasrah. karena tidak memiliki biaya. Orangtuanyapun menyerah. berjanji akan menanggung penuh obat dan kebutuhan perawatan maulana di rumah sakit seumur hidup. Karena upayanya mencari keadilan. Ia hanya bisa berbaring ditempat tidur. Bahkan rumahnya dijual untuk biaya pengobatan. Ia kemudian membawa Maulana ke Jakarta.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia. Sementara kasus yang telah dilaporkan di sejumlah aparat penegak hukum mencapai 130 kasus. Iskandar Sitorus. Sakit hati karena kasusnya tak bisa diteruskan. Saat ini saja LBH Kesehatan membantu menangani 58 kasus dugaam mal praktik di sejumlah wilayah Indonesia. kasus Maulana pun membutuhkan waktu berbulan bulan bahkan bertahun tahun duduk dikursi persidangan untuk memperoleh keadilan. Hukuman yang dijatuhkan majelis kode etik biasanya berkisar pada skorsing praktek. operasi bahkan tak jarang setelah si pasien berobat ke ahli kesehatan karena sebelumnya diindikasikan menderita suatu penyakit. mencerminkan lemahnya tanggung jawab pemerintah. Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan. dalam hal ini Departemen Kesehatan. Fachmi Idris menyatakan. Kasus dugaan mal praktek seperti kasus Maulana memang tak sedikit jumlahnya. atau bahkan ditolak majelis hakim karena kurang lengkapnya data pendukung. Jika UU Pasien sudah ada. hanya sedikit kasus dugaan mal praktek yang maju ke meja hijau yang menang dalam persidangan. jika sudah dibuktikan dalam suatu sidang majelis kode etik. Dan ironisnya perdebatan sengit menyoal kasus dugaan mal praktik di pengadilan hampir dipastikan berakhir dengan bertambahnya sakit hati bagi sang korban. Seorang dokter dapat dikatakan melakukan pelanggaran saat praktek. perdata bahkan . Namun ironisnya. Menurut Direktur LBH Kesehatan. profesi dokter. diikat oleh sebuah etika profesi dalam sebuah payung Majelis Kode Etik Kedokteran atau MKEK. Sementara hingga saat ini publik sendiri masih menunggu kapan akan disosialisasikan rancangan undang undang tentang pasien. Dari upaya hukum pidana. Seperti halnya kasus kasus sejenis. Upaya hukum untuk mencari keadilan bagi korban dugan mal praktik kerap berlangsung di sejumlah ruang pengadilan. Aturan atau kebijakan yang diterapkan sudah kadaluarsa. sebagai wadah bantuan hukum bagi mereka yang merasa abaikan haknya oleh oknum aparat kesehatan memiliki data yang tidak sedikit. disuruh kembali sekolah untuk memperdalam ilmunya hingga dicabut ijin praktek kedokterannya.kasus ini. LBH Kesehatan. meminta pihak pemerintah bertanggungjawab atas kasus yang menimpa Maulana. kasus dugaan mal praktik yang menimpa Maulana. diharapkan tidak akan ada lagi Maulana Maulana lainnya. Sementara itu. Beberapa kasus yang sempat terangkat ke masyarakat umumnya terjadi setelah pasca imunisasi.

Bertahun tahun pula Maulana hanya terbentur masalah tidak adanya saksi ahli yang mau hadir dalam persidangannya tersebut. Dari catatan LBH Kesehatan. bisa dibilang peradilan perdatalah yang paling memungkinkan seorang korban dugaan mal praktik memperoleh haknya.hingga tun atau tata usaha negara.(Sup/Ijs) . mengapa sejumlah kasus dugaan mal praktik yang bertarung dipengadilan pidana. Kasus Maulana membuktikan. Sementara tata peradilan lainnya umumnya jauh panggang dari api. Pertanyaannya sekarang. sudah bertahun tahun Maulana tak punya kuasa saat berusaha mencari keadilan di pengadilan pidana. dari beberapa bentuk tata peradilan tersebut. menjadikan korban seolah tak mampu untuk mendapatkan keadilan ? Padahal mereka jelas jelas menjadi korban.

Di dukun tulang itu jari Ilham kemudian dilumuri cairan refano dan dibungkus dengan perban. Peristiwa tragis yang menimpa bocah asal Kelurahan Sri Wedari Kecamatan Gunung Puyuh. Namun Herman kemudian memanggil temannya yang bernama Kirmanus yang mengaku berprofesi sebagai mantri dan disuntik hingga 20 kali. Kecamatan Sukabumi ini berawal saat tangannya tergilir akibat jatuh dari atas sepeda motor di daerah Kampung Tulung Tengah Sumedang Utara. Ilham Zulfikar Setiadi anak dari pasangan Irwan Syarif dan Lestari kini harus menanggung cacat seumur hidupnya. empat jari Ilham putus. Empat jari tangan kanan bocah ini copot yang tersisa hanya bagian ibu jarinya saja. (Wulan Sapto Hadi/Sup) Sumber : http://www. 4 jari tangan sebelah kanan korban putus satu persatu setelah sebelumnya disuntik oleh sang mantri sebanyak 20 kali. Namun saat dokter membuka perban.com. Takut terjadi apa-apa dengan anaknya. Namun bukannya sembuh.Bocah laki-laki berusia 4 tahun asal Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi menjadi korban malpraktek yang dilakukan oleh seorang mantri gadungan. Sukabumi . Akibatkan Empat Jari Bocah Putus indosiar. tangan Ilham juga dalam keadaan gosong dan melepuh.com/ . tangan Ilham bertambah bengkak. Ilham kemudian dibawa ke rumah sakit saat tiba di Sukabumi. Sementara itu pihak Rumah Sakit R Samsudin belum bisa memberikan keterangannya mengenai penyakit yang menimpa korban karena dokter yang merawat Ilham masih liburan tahun baru.indosiar. Oleh orangtuanya Ilham kemudian dibawa ke dukung tulang bernama Herman. Bukannya sembuh Ilham malah menderita demam tinggi.FOKUS Malpraktek. Oleh orangtuanya Ilham kembali dibawa ke tempat dukun tulang itu.

Jenazah P Kumayas. Putra pasangan Fanly Kumayas dan Maya Londa ini tewas setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa hari karena mengalami pendarahan di luka bekas suntikan imunisasi di paha kirinya. Sulawesi Utara untuk diotopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.indosiar. Orangtua bayi menduga terjadi tindak malpraktek dalam proses imunisasi tersebut. bayi ini juga menderita muntah-muntah dan demam hebat hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Selain itu usai menerima suntikan imunisasi. namun akhirnya tak tertolong. muntah dengan luka bekas suntikan yang terus berdarah hingga akhirnya tewas. Orangtua korban menduga putra mereka tewas akibat adanya kesalahan penanganan medis atau malpraktek saat diimunisasi di salah satu Pos PIN di desa mereka.Setelah diimunisasi seorang bayi mungil warga Minahasa Selatan. Diduga Akibat Malpraktek indosiar. Manado.com. bayi laki-laki berusia 1 tahun 6 hari akhirnya dibawa ke Laboratorium Forensik Rumah Sakit Kandau Malalayang. pihak keluarga berencana mengajukan upaya hukum guna meminta pertanggungjawaban petugas pos PIN yang melakukan suntikan imunisasi kepada korban hingga mengakibatkan kematian. Minahasa . Usai menjalani otopsi. Sulawesi Utara mengalami demam. (Alamsyah Johan/Sup) Sumber : http://www. Sementara itu dokter forensik yang melakukan bedah otopsi belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban karena harus menunggu hasil penelitian laboratorium.FOKUS Bayi Tewas Pasca Imunisasi.com/ . Jika hasil penelitian laboratorium membuktikan kematian korban akibat tindakan malpraktek. jenazah korban akhirnya diambil pihak keluarga untuk dimakamkan.

pada 6 Maret lalu. Waldensius Girsang di Rumah Sakit Jakarta Eyes Center.com/ .Korban Malpraktek Mata Diobati Terancam Buta indosiar. Namun beberapa hari kemudian setelah ditangani oleh dokter Waldensius dengan tindakan laser. Haslinda warga Kayu Mas.(Novi Hartoyo/Her) Sumber : http://www.com. Dokter Waldensius Girsang yang ditemui di Rumah Sakit Jakarta Eyes Center membantah telah melakukan malpraktek terhadap Haslinda.Tidak terima matanya menjadi buta. Haslinda bersama tim kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan mendatangi ke Polda Metro Jaya untuk melaporkan dugaan malpraktek dokter. Jakarta Timur ini tidak menyebutkan tuntutan materil dan inmateril kepada dokter Waldensius Girsang dan Rumah Sakit Jakarta Eyes Center sebagai pihak yang diduga melakukan malpraktek. Haslinda menuturkan. keluhan cepat lelah dan berat dalam penglihatannya disampaikan ke dokter Darwan Purba yang kemudian didiagnosis sebagai penyakit Hipermethropy.indosiar. Sementara itu. Pulogadung. Dalam pengaduannya ke ruang pengaduan Polda Metro Jaya. mata Haslinda tidak kembali berfungsi normal atau menjadi buta. Jakarta .

Sementara itu pihak Rumah Sakit Tentara Dokter Latumeten Ambon menolak memberi keterangan mengenai kasus dugaan malpraktek tersebut.indosiar. Keluarga korban berharap pihak berwajib mengusut tuntas dugaan malpraktek yang telah merengut nyawa siswa kelas 2 SD ini. Namun menurut Edwin.Mengalami patah tangan akibat bermain layang-layang bisa jadi biasa terjadi di kalangan anak-anak. Diduga hal itu akibat kelalaian tim medis rumah sakit yang mengoperasinya. Aldo dilarikan ke rumah sakit akibat lengan kanannya patah saat bermain layang-layang.com. seorang bocah SD di Ambon Maluku yang harus kehilangan nyawanya menyusul lengan patah yang dialaminya akibat bermain layang-layang.Bocah SD Tewas Setelah Dioperasi indosiar. Kematian Aldo dipastikan lantaran kelalaian tim medis Rumah Sakit Tentara Dokter Latumeten Ambon. Pada Rabu pagi. Dokter Ahli Tulang yang menangani operasi Aldo mengakui. Operasi berlangsung lancar. Dokter kemudian memutuskan untuk kembali mengoperasi Aldo pada siang harinya. kematian Aldo akibat over dosis pemberian obat bius oleh dokter anastesia saat operasi. Sejak saat itu korban tidak sadarkan diri hingga menghembuskan napas terakhir Kamis (29/03/07) pagi. ayah korban yang menghubungi dokter Sugiadap. Ambon .com/ . Aldo meninggal setelah menjalani operasi untuk mengobati patah lengannya. Tapi tidak demikian bagi Aldo Mandua Pesi. Ibu dan nenek Aldo tampak histeris dan tak sadarkan diri disamping jasad putra pertama dari 2 bersaudara pasangan Edwin dan Eti Mandua Pesi. Tangis keluarga tak dapat dibendung saat jenazah Aldo Mandua Pesi tiba di rumah duka di Kelurahan Uri Tetu Kecamatan Cirimau Kota Ambon. namun hingga beberapa jam Aldo belum sadarkan diri bahkan seluruh anggota tubuhnya membiru. Oleh dokter rumah sakit setempat langsung melakukan tindakan operasi pemasangan platina di lengan kanan Aldo. (Jabar Tianotak/Sup) Sumber : http://www.

com. Setelah mendapatkan imunisasi. meski kondisinya saat itu tengah demam dan muntah. Sebelum meninggal bayi tersebut mendapatkan imunisasi di posyandu. Sementara pihak keluarga Saskia sendiri masih memikirkan kemungkinan mengugat pihak-pihak yang dianggapnya telah melakukan kelalaian. buah hatinya telah tak bernyawa di kamar rawat anak. Saskia sempat mendapatkan suntikan imunisasi dari bidan tersebut. Saskia mempunyai penyakit cukup parah yakni radang otak. Saskia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Arjowinangun. seorang bayi berusia 4 bulan tewas. Pihak keluarga berkeyakinan Saskia meninggal akibat dugaan malpraktek yang dilakukan bidan posyandu di desanya.Dugaan Malpraktek Balita Tewas Usai Imunisasi indosiar. Turini dan Suheli warga Beberan Timur Palimanan Cirebon ini tak mampu menahan rasa dukanya. Saskia mengalami diare. Malang baru beberapa jam mendapat perawatan Saskia menghembuskan napas terakhirnya. kejang serta demam tinggi hingga dua hari dua malam. Saat menjalani imunisasi suntik tersebut bayi dalam kondisi sakit parah. Mereka tampak shok diselasar Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon saat menyaksikan Saskia.Diduga menjadi korban malpraktek. Cirebon . (Masyuri Wahid/Sup) Sumber : http://www. Namun karena kondisinya semakin memburuk. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara. Namun sejauh ini pihak Rumah Sakit Gunung Jati sendiri memiliki dugaan lain tentang penyakit Saskia.com/ . Saskia langsung dirujuk ke RSUD Gunung Jati Cirebon.indosiar.

akhirnya pihak Rumah Sakit Wirasana menganjurkan Tumini untuk berobat ke Rumah Sakit Sarjito Yogyakarta.indosiar.(Nanang Anna Nurani/Sup) Sumber : http://www.com. Setelah pemeriksaan. bahkan lubang di pipinya semakin lebar. bekas jahitan operasi lepas dan pipi Tumini jadi berlubang. warga Kabupaten Purbalingga. Jawa Tengah itu semula merasa terganggu dengan jerawat di pipi kanannya sehingga ia berobat ke Rumah Sakit Wirasana Purbalingga. Namun setelah dilakukan. Saking mengenaskannya. Kini Tumini hanya bisa pasrah menjalani hari-harinya. dari lubang tersebut bisa terlihat lidah Tumini. ia hanya bisa makan bubur cair secara perlahan dan kerap mengalami kesulitan menelan.com/ . Separuh Wajah Tumini Rusak indosiar. Disana. Karena bertambah parah.Tumini harus menjalankan hari-harinya dengan kondisi setengah wajah rusak. Purbalingga . suaranya juga tak jelas lagi. Semua berawal pada 6 tahun silam. Bukannya tambah membaik. pihak rumah sakit langsung meminta agar jerawat tersebut segera dioperasi. Karena kondisinya. Tidak hanya itu.Gara-Gara Malpraktek. ibu tiga anak itu harus menjalani operasi. lagi-lagi kondisi luka di wajah Tumini semakin parah.

usus Masriyah tidak bisa dikembalikan karena keterbatasan peralatan di rumah sakit. Berat badannya pun kini terus merosot dan sering merasakan mual serta nyeri dibagian ususnya.com/ .Usus Terburai Pasca Operasi Kanker indosiar. tidak lagi melalui anus. Keterbatasan fasilitas rumah sakit dijadikan dalih dokter yang menangani operasinya.com. warga Desa Pegejugan. Brebes. Penderitaannya berawal saat dirinya menjalani operasi kanker rahim di Rumah Sakit Dedi Jaya. Said Hasan menambahkan. Biaya sebesar 7.5 juta rupiah meski menggunakan kartu JPS Askin.5 juta rupiah hanya untuk membayar obat-obatan maupun kelengkapan operasi yang tidak ditanggung dalam kartu Askin.Setelah menjalani operasi kanker rahim. Saat menjalani operasi. dokter mengeluarkan usus dalam perutnya dan membiarkannya hingga kini. Masriyah merupakan pasien dengan kartu Askin. namun melalui ususnya. Dokter menyatakan. Saat operasi yang berhasil mengangkat kanker rahimnya beberapa waktu lalu. tim dokter berhasil mengangkat kanker rahimnya. Dokter berdalih. Brebes . namun tidak langsung mengembalikan ususnya. Brebes Agustus lalu.indosiar. Jawa Tengah. tetap saja dibiarkan ususnya terburai keluar. Jika buang air besar. (Kuncoro Wijayanto/Sup) Sumber : http://www. Bahkan Masriyah mengaku diminta membayar 7. Masriyah menduga dokter telah melakukan kesalahan saat operasi. derita panjang tetap harus dialami Masriyah. Namun hingga tiga kali operasi. ususnya akan dikembalikan ke kondisi semula pada tahap operasi selanjutnya. karena harus menunggu luka operasi bertambah mengering. namun ibu 3 anak ini harus rela menjalani hidup dengan usus besarnya terburai keluar. Masriyah sepintas tampak sehat.

FOKUS Perut Berlubang Setelah Operasi Perut indosiar.indosiar. (Agus Hermanto/Sup) Sumber : http://www.Pelaporan dugaan malpraktek dilakukan oleh Sigit Prasetyo. Hingga kini pada luka bekas operasi di perut Sigit terlihat lubang kecil yang terus mengeluarkan darah dan cairan lain. pasien korban malpraktek bernama Sigit Prasetyo. Kendati sukses memotong usus yang infeksi. Awalnya tahun 2005 lalu. Pihak LBH Kesehatan Jakarta yang mendampingi pelaporan dugaan kasus malpraktek ini berharap polisi bisa menjerat dokter yang terlibat malpraktek tersebut dengan pasal 360 KUHP serta pelanggaran Undang Undang Praktek Kedokteran. Jumat (03/11/06) kemarin melaporkan dugaan kasus malpraktek yang menimpa dirinya ke Polda Jawa Tengah. Dengan bantuan LBH Kesehatan korban akhirnya diboyong ke RSCM Jakarta untuk dirawat lebih intensif. Korban merasa dirugikan oleh tindakan medis seorang dokter di RSUD M Ashari Pemalang karena pasca operasi usus buntu di bekas luka jahitan di perut terlihat lubang kecil yang terus mengeluarkan darah.com/ . namun di bekas luka sayatan operasi dibagian perut terus mengeluarkan cairan tertentu. pelajar SMK Texmaco yang menjalani operasi usus buntu di RSUD M Ashari Pemalang pada November tahun lalu ke Polda Jawa Tengah. Semarang .com. Didampingi orangtua dan aktivis LBH Kesehatan Jakarta. korban di diagnosa menderita usus buntu hingga harus operasi pada 1 November 2005 di RSUD Pemalang.