Thay Kek Kie Hiap Toan Karya : Liang Ie Shen Saduran : OKT Sumber : TopMdi website Ebook oleh

: Dewi KZ http://kangzusi.com/€€atau http://€http://dewikz.byethost22.com/ Seri 1 Pada tiga puluh tahun yang lalu, dengan sebuah kereta keledai, penulis berangk at ke luar daerah perbatasan.€Ialah pada bulan kesembilan dari musim ketiga, tanah datar ada belukar, hingga bumi nampaknya nempel dengan langit. Sesudah melalui beberapa puluh lie, sang maghrib telah mendatangi. Di sekitar kita tidak ada rum ah orang. Selagi kita mulai sibuk, tiba-tiba kita dengar tindakan kaki kuda di s ebelah belakang. Dua penunggang kuda lagi mendatangi. Tapi, setelah mendekati ki ta, suara tindakan jadi kendor. Nyata orang tidak lewati kita. Diam-diam kita ku atirkan orang jahat. Dari dua penunggang kuda itu, yang kita lihat selagi kita menoleh ke belakang, yang satu berumur empat puluh tahun lebih, yang lainnya, tiga puluh lebih, duadua romannya keren, samar-samar kelihatan pedangnya masing-masing. Selagi kita b erkuatir, tiba-tiba mereka liwati kita, kudanya dikaburkan, selagi liwat, mereka menoleh. Nampaknya mereka heran tapi mereka kabur terus. Belasan lie lagi kita sudah pergi, kita tetap tidak melihat rumah orang. Sekar ang sang maghrib sudah datang, kita jadi bingung, lebih-lebih setelah melihat du a orang tadi. Di mana kita mesti bermalam? Lihat! tiba-tiba kusir berseru, seraya tangannya menunjuk ke depan. Sebuah bukit kecil berada di depan kita, di tengah itu, nampak satu kuil tua. Di situ banyak pepohonannya. Kita segera menuju ke sana, dan berhenti di antara pepohonan. Kita mendaki sedikit akan hampirkan kuil itu. Kita mengetok pintu sek ian lama, baharu kita dengar jawaban seorang tua: Pintu tidak dikunci, masuk saja ! Pekarangan dalam dan pendopo ada sunyi. Beberapa ekor lawa-lawa beterbangan sa mbil cecowetan. Di tengah pendopo, duduk bersila seorang niekouw, ialah pendeta perempuan yang usianya sudah lanjut. Dia duduk diam bagaikan patung. Selagi mena ntikan, kita lihat sebuah pohon besar, besarnya kira-kira sepelukan. Yang aneh i alah, di batang pohon itu ada dua buah tapak tangan yang dalam, tapak seperti di korek. Sekian lama kita menunggu, niekouw itu tetap diam saja, maka dengan hati-hati, kita nanjak di tangga, selagi kita hampirkan bagian belakang orang alim itu, se konyong-konyong dia menoleh dan kata sambil tertawa: Tuan-tuan tentulah sudah let ih. Sedetik saja kita lihat, sepasang mata yang tajam dan bersinar, sebuah muka ya ng sudah keriputan, akan tetapi, kita percaya di masa mudanya, niekouw itu mesti cantik luar biasa. Pinnie masih belum selesai, kata pula niekouw itu, silakan Tuan-tuan menantikan s ebentar di kamar samping sana. Kita masuk ke kamar yang ditunjukkan, kamar itu tak berperabot kecuali sebuah meja dengan beberapa patungnya. Di situ ada sebuah tokpan yang luar biasa dengan setangkai bunganya, yang harum. Di pojok tembok, ada sekumpulan rumput, entah p epohonan apa. Heran aku pikir, di tempat suci seperti ini, ada sebuah kuil dengan pendetanya perempuan. Sembari menantikan si pendeta, aku keluarkan sejilid kitab Wei Mo Tjhing, untu k dibaca guna menenteramkan hati. Sungguh kau rajin, Tuan! tiba-tiba aku dengar suaranya si pendeta selagi aku mem baca belum lama. Apakah kau merasa aneh bahwa di tempat sesunyi ini ada sebuah ku il serta pendetanya? Mari kita pergi ke ruangan sana. Pinnie telah sediakan thee pahit untuk melenyapkan dahaga. Sembari minum, nanti pinnie tuturkan satu dan l ain mengenai keadaanku. Kita terima baik undangan itu, sambil keringkan dua cawan thee. Segera juga niekouw tua ini bicara tentang agama Budha serta agama Lhama, yang ada suatu cabang dari Budhisme, hanya Lhamaisme ada kecampuran kebiasaan-kebias

aan setempat yang zaman modern anggap tahayul. Umpama satu pendeta dari Tionggoa n, sukar tancap kaki di Tibet apabila dia tidak turut segala kepercayaan kaum Lh ama. Atau kalau dia tidak mengerti ilmu telan golok muntahkan api , dia mesti punya suatu kepandaian lain yang istimewa, umpama obat-obatan. Dan guruku adalah suatu niekouw, murid dari angkatan ketiga dari satu pendeta y ang merantau ke Mongolia dan Tibet pada seratus tahun yang lampau. Guru besar it u dapatkan kedudukannya di sini karena ia bisa letaki burung di telapakan tangan nya tanpa burung itu mampu terbang pergi. Maka akhirnya, guru besar itu bisa dir ikan tiga buah biara, antaranya ini yang sekarang pinnie tempati . Selagi pendeta ini berkata demikian, hujan, yang sudah mulai turun sekian lama , menghembuskan angin ke dalam, menyingkap selembar kain penutup patung-patung d i atas meja hingga kelihatanlah di situ sebuah patung lelaki yang romannya cakap dan gagah. Pendeta itu terkejut, matanya bersinar, tapi lekas juga menjadi tenang pula. Jangan heran Tuan, itulah gambarnya tunanganku, katanya kemudian. Kenapa satu niekouw mempunyai tunangan? Pendeta itu berikan keterangannya tanpa diminta lagi. Tunanganku telah terbinasa pada tiga puluh tahun yang lalu, binasa teraniaya di tangannya satu musuh, demikian penjelasannya. Dia ada satu murid dari Golongan Si lat Thay Kek Pay, sejak muda ia telah merantau, tapi kemudian ia binasa di tanga nnya satu manusia rendah. Oh, tak sanggup aku menutur terlebih jauh. Cukup kalau pinnie terangkan, untuk tunanganku itu, sudah tiga puluh enam tahun lamanya, pi nnie lakoni ini macam penghidupan sunyi Angin di luar meniup makin keras, hujanpun tambah besar, suaranya terdengar ny ata di pohon besar di luar kuil. Sekonyong-konyong tampangnya si pendeta berubah , agaknya terkejut. Ia lantas ambil beberapa biji tasbih, ia timpukkan itu kelua r, ke udara. Mulanya ia menimpuk satu biji, lantas nyusul yang kedua. Ini yang b elakangan kebentrok sama yang pertama, yang lagi jatuh turun. Keduanya lantas pe rdengarkan satu suara nyaring. Enam biji dia timpukkan, tiga kali terdengar suar a beradu itu. Cuaca gelap, tapi semua tasbih bisa beradu satu dengan lain, itu menunjukkan i lmu kepandaiannya niekouw ini. Tasbih pinnie ini, dahulu di kalangan Kang-ouw, ada juga namanya yang kecil, kem udian si niekouw bersenyum. Ini dia yang dinamai piauw Bouw-nie-tjoe. Orang yang datang malam ini, sahabat atau lawan, mestinya kenal baik piauw pinnie ini! Sebelum ucapan itu berhenti, dari atas pohon besar berkelebat dua bayangan ora ng seraya terdengar suaranya juga: Soehoe, jangan lepas piauw! Inilah kita anak-a nak yang datang! Bagaikan burung melayang, dua orang segera sampai di depannya niekouw tua itu. Aku tahu maksud kedatangan kau orang! kata si niekouw. Aku mesti turut kau orang untuk tugasku yang lagi belum selesai! Dua orang itu adalah dua penunggang kuda, yang tadi diketemukan di tengah jala n. Setelah dua orang itu memberi hormat dan duduk, niekouw itu melanjutkan kata-k atanya: Kebenaran sekali Tuan datang ini malam! Besok pinnie sudah mesti ikut mer eka ini, entah buat hidup terus atau terbinasa. Baiklah malam ini pinnie gunakan untuk memberi penuturan, agar anak-anak inipun sekalian mendapat tahu. Umpama k ita terbinasa, Tuan, kau nanti boleh siarkan tentang aku ini, perihal hebatnya b alas-membalas di kalangan Rimba Persilatan Dan niekouw tua itu tuturkan riwayatnya, yang merupakan ceritera kita ini. Demikian Liang Yusheng, si penulis, akhirkan permulaannya. I Distrik In-koan di perbatasan kedua Propinsi Shoatang dan Hoopak, dulu pernah jadi aliran dari Sungai Hong Hoo ke laut, ketika kemudian aliran itu digeser, ai r toh masih menggenang di situ, luasnya beberapa ratus lie, di situ orang masih mondar-mandir untuk pengangkutan di muka air, sedang di bagian-bagian yang dalam , permukaan air penuh dengan gelagah, ganggang dan rumput air lainnya. Inilah di a Muara Kho Kee Po yang kesohor. Di sini Touw Kian Tek berpusat di zaman Kerajaa n Soei, namanya sama kesohornya seperti Wa Kong Tjee dari Tjin Siok Po dan Thia Kauw Kim beramai.

Di tepi Muara Kho Kee Po ini, ada satu dusun kecil, Kim Kee Tjoen namanya Dusu n Ayam Emas.€Di belakang dusun ini ada sebuah bukit kecil tetapi indah. Sedangkan di atas bukit itu, di tanah yang datar, pada pagi itu dalam musim Tjoen yang per mai, dua pemuda dan satu pemudi, asyik berlatih silat dengan gembira. Mereka ada Yo Tjin Kong, Tjoh Ham Eng serta Lioe Bong Tiap; yang pertama dan kedua ada mur id yang kedua dan ketiga dari Lioe-kauwsoe Lioe Kiam Gim, guru silat kenamaan da ri cabang Thay Kek Pay, dan yang ketiga ada gadisnya guru silat itu, satu nona c antik dan gesit. Ham Eng dan Bong Tiap asyik adu kepandaian dan Tjin Kong sedang m enonton sambil bersandar di cabang pohon, tampangnya berseri-seri. Cara berlatihnya kedua saudara seperguruan itu ada luar biasa. Ham Eng berlari -lari terputar-putar, tangannya mencekal tambang yang diikati dua belas butir bo la pualam yang kecil mungil, kalau tambangnya digentak atau dikedut, tambangnya lantas jadi lempang dan kaku bagaikan toya, dua belas bola kecilnya lantas berge rak-gerak, bersinar menyilaukan mata. Setelah lari dua putaran, dengan larinya m akin keras, Ham Eng lantas berseru: Soemoay, kau juju dan seranglah! Lioe Bong Tiap mengejar, tangannya mencekal beberapa biji piauw besi namanya p iauw besi, sebenarnya itu ada uang tang-tjhie zaman Kaisar Ham Hong. Ini ada gan tinya Kim-tjhie-piauw, yang tajam di kedua muka, yang Loo-kauwsoe Lioe Kiam Gim dapatkan dari Thay-kek Teng di Shoatang. Thay-kek Teng ada satu ahli silat she T eng dari cabang Thay Kek Pay juga. Atas seruan soehengnya, sebelah tangannya Bong Tiap lantas bergerak, disusul s ama menyambarnya sebiji piauw besi, tetapi si nona sendiri berseru: Yang ketiga! G erakan tangannya adalah yang dinamai Hong hong tian tjie atau Burung hong pentang s ayap. Segera terdengar satu suara keras, atas mana, Ham Eng berhenti berlari, akan l ihat bola pualamnya. Ia dapatkan benar sekali, bolanya yang ketiga yang telah ke na dihajar sampai ikatan kawat halusnya putus dan bolanya jatuh. Bagus! ia berseru dengan pujiannya sambil tertawa, sesudah mana, ia lari lagi. Bong Tiap mengejar pula tanpa bilang suatu apa, ia berlari-lari dengan gunai i lmu entengi tubuh yang dinamai Pat pouw kan sian atau Delapan tindak mengejar tongg eret , lalu sembari lari ia menimpuk tiga kali, sekali ini sambil berseru: Yang kes atu! Keempat! Kedelapan! Sembari menyambit, ia berlompatan dengan tipu silat Koay bong hoan sin atau Ular naga jumpalitan . Lalu beruntun terdengar dua suara beradu, dua bola jatuh ke tanah. Tapi piauw yang ketiga dijepit antara dua jerijinya Ham Eng, siapa berbuat demikian sambil tertawa besar. Mukanya Bong Tiap menjadi merah. Dia telah menimpuk membikin tiga piauw bersin ar sebagai tiga buah bintang. Ham Eng ketahui liehaynya sambitan itu, tapi dia p un hendak perlihatkan kepandaiannya, dia sengaja sambar yang ketiga dan tangkap itu. Untuk ini, ia berkelit dahulu, selagi piauw mendekati tenggorokannya, ia an gkat tangan kirinya, jari telunjuk dan tengahnya lantas menjepit! Melihat demikian, Yo Tjin Kong serukan supaya mereka berhenti berlatih, kemudi an ia berikan pertimbangannya dengan berkata: Soemoay punya permainan piauw sudah sempurna, hanya yang ketiga barusan, ditimpuknya secara terlalu terburu nafsu. Kau, Sam-soetee, masih banyak kelemahannya, gerakan Tiat-poan-kiomu masih lambat . Adalah lebih baik kau berkelit dengan Yan Tjeng Sip-pat-hoan. Dalam pertempura n, orang mesti berhati tenang tapi juga gesit. Meski adanya pertimbangan dari sang soeheng itu, Bong Tiap tidak puas. Dari tiga piauw, cuma dua yang mengenai, aku tetap kalah! katanya. Sam-soeheng, m ari kita berlatih pula, dengan tangan kosong! Ia kepal tangannya, dan menghampirinya. Tjoh Ham Eng angkat pundak. Kau sudah menang, Soemoay, kenapa kau masih belum puas? katanya. Kau tidak lelah tetapi aku yang sudah letih. Biar besok saja aku layani pula padamu . Tidak, Soeheng! mendesak si nona. Usianya dua pemuda dan pemudi ini tidak berjauhan, Bong Tiap baharu enam belas , Ham Eng baharu delapan belas. Bong Tiap ada anak tunggal, atau anak macan, bia r dia dididik keras, dia tetap sangat disayang ayahnya, hingga ada kalanya, kein ginannya mesti diluluskan. Murid kepala dari Lioe Kauwsoe sudah lulus dan sudah merantau sejak sepuluh ta hun yang lalu, umurnya sudah tiga puluh lebih, dan murid kedua, Yo Tjin Kong, su

ia segera berkata. ia sudah enjot tubuhnya. Di luar dugaannya. menotok pada tetamu yang tidak dik enal. hingga dia anggap baiklah ia mendahului menemui di luar rumahnya. taruh kata aku b eri tahu pada kau orang. dia pasti akan kenali aku. Bong Tiap belum insyaf perbedaan antara laki-laki dan perempuan. lalu membarengi majunya perahu seperti berlompat.€ Asal aku sudah ketemu sama Lioe Loosoehoe. tangan kirinya dengan jeriji terlonjor. Begitu lekas kendaraan itu mendekati pinggiran. Orang itu terperanjat dengan serangan yang tiba-tiba itu. ia menoleh seperti juga Ham Eng. tapi si soepeh pegat ia. Lioe Loo-soehoe ada di rumah? dia tanya sembari menghampir kan tiga saudara seperguruan itu. Awas. melainkan mulutnya mengucap: Ya. Loo-soehoe ada di rumah. dia berlari-lari terus ke ar ah rumah. Bertiga mereka ini biasa berlatih bersama-s ama. kadang-kad ang suka godai soemoay ini. Bong Tiap tak perduli orang mengalah. yang datang untuk mencari gara-gara. dengan tidak perdulikan lagi perahunya. ia menjawab. hati-hati! Berbareng dengan itu. ia gunakan kedua tangannya. Orang itu adalah Lioe Kiam Gim. tetamu it u adalah soetit.€ Tuan hendak menemui Loo-soehoe. Orang itu manggut. katanya sembari memberi hormat sambil berlutut. turunnya di sampingnya Yo Tjin Kong. tubuhnya melayan g dengan pesat. ia sengaja tangkap piauwnya Bong T iap. yang sengaja mengajaknya ambil ja lanan yang sukar. baharu ia hendak menangkis. ia lantas saja menyerang dengan pukulan T jit seng tjiang atau Telapakan Tujuh Bintang . akan memberi kabar. ia suka turuti adatnya. Kim Hoa hendak bicara sama itu soepeh. ke arah ya ng ditunjuk. dari sini baha rulah ia mengawasi. orang itu sudah maju untuk paykoei. jalanan licin. Ia hendak uji orang itu. Soepeh. ia berseru: Oh. supaya ia bisa betot ujung baju orang. . yang sudah pulang dengan cepat. Soeheng ini pun minta soemoaynya lekas pulang. Demikian barusan. Aku cari Lioe Loo-soehoe untuk satu urusan sa ngat penting. dengan tipu Soen soei twie tjouw atau Menolak perahu mengikuti aliran air. akan loncat ke samping. Siauwti t belum sempat menemui Soepeh tetapi Soepeh sudah mendahului menemui padaku . perca ya orang tidak bermaksud jahat. Sebuah perahu kecil dan enteng lagi mendatangi di tengah muara. Bong Tiap tarik pulang kepalannya. katanya sesampainya di jalanan yang batu-batunya berlumut. orang itu tetap berjalan dengan tubuh tetap. jalanan licin. tetapi Yo Tjin Kong. yang telah datang dengan lekas karena kecerdikan dan kegesitannya Bong Tiap. he! Lihat. Jangan kau orang tanya aku siapa. Ia harap. untuk mana.€Perahu itu tidak pakai layar dan angin ada angin melawan. hingga ayahnya ini menyangka. lajunya sangat pesat. Di atas perahu itu ada seorang lelaki dengan t ubuh yang besar. tapi sebelum ia bisa melihat tegas. akan mendaki tempat yang penuh batu. Kau siapa? Ada urusan apa kau cari Lioe Loo-soehoe? €Ham Eng balik menanya. Orang itu kepriki pakaiannya. ia tak mer asakan apa-apa. si guru silat. ak an dului soehengnya memberi laporan. kau. belum sempat lihat o rang punya muka. umpama kalau ia tak mampu bikin orang terpeleset. orang asing i tu barangkali ada seorang Kang-ouw. yang sudah puny a sedikit pengalaman Kang-ouw. tidak nanti kau orang bisa segera mengerti! Tiga orang itu melengak atas jawaban itu. Ham Eng sudah bersiap. atau Yo Tjin Kong telah ber seru: Jangan gaduh. dari sebelah atas seorang lompat turun. Terang itu bukan perahu nelayan. tubuhnya sendiri sudah melonca t ke darat. Kim Hoa? Sekejab saja.€Hal ini. sedang Ham Eng di lain pihak. maafkan siauwtit. atau murid keponakan. siapa itu datang? Tangannya pun menunjuk. sedikitnya tubuh dia itu akan seloyongan atau miring.dah mendekati usia tiga puluh tahun. tangan kanannya dipakai men arik si murid. yang mengenai nama baiknya perguruan kita. penumpang itu enjot tubuhnya. yang pakai baju abu-abu. ia sengaja bikin tubuhnya seperti terpeleset. orang yang baharu sampai itu sudah mendahuluinya. silakan ikut siauwtee. Siapa tahu. Apakah Lioe Kiam Gim. memecah gelaga h. nampak kegesitan tubuh dan sikap orang itu. ia lantas ikut Tjin Kong.

Ayah dari Lioe Kiam Gim ada suatu sanak jauh dari Shoatang Thay-kek Teng. akan tetapi. bahwa ia bisa berlatih dengan sempurna sambil insyaf sudah. dan dengan matanya yang liehay. karen a mana. sebab dialah yang diangkat jadi tjiang-boen-djin. yang hendak tolong padanya. bocah itu tolak kerbau yang di depan dengan tangan kirinya dan kerbau yang di belakang dengan tangan kanannya. sesampai di sini. Ia ini tunggu sampai orang punya kepalan kiri . tapi tidak menunggu sampai soepeh itu m enegurnya. menuju ke rumah. ia mendahului keluarkan sepucuk surat. Kenapa kau ada di sini? Bagaimana caranya kau jadi peroleh tenaga besar dalam ke pandaianmu ini? Itu bocah adalah Lioe Kiam Gim. seraya menghampiri. hingga dua binatang itu tak saling kej ar pula. Kiam Gim ada bertubuh kurus dan lemah luar biasa. apabila ia sudah awasi bocah itu. Untuk ketahui duduknya perkara. Sedang begitu. sesudah mana. Hanya. ia agaknya tak perhatikan kedua ekor kerbau yang sedang main udak-udakan itu. sebab ayah itu. sampai ia menjerit. mendadak ada orang berlompat ke depan mereka dan orang itu satu bocah lebi h kecil dari Lioe Kiam Gim datang menyerang anak piatu ini. dan yang menang mengej arnya. untuk meno longi. terpaksa ia layani penyerang itu. Surat itu datangnya dari Teng Kiam Beng. ketika Kiam Gim berumur tujuh ata u delapan tahun. Ah! berseru Thay-kek Teng. karena cepat sekali. hingga ia telah perlihatkan tenaganya. diam-diam ia perhatikan pe lajarannya lain-lain murid. beberapa hari yang sudah. Kiam Beng ada soeteenya atau adik seperguruan. Thay-kek Teng terperanjat. yang di belakang terdorong mundur. orang yang mewariskan dan meneruskan pegang pimpinan dari kaum atau golongannya. dada siapa ia serang. Kiam Gim ajak orang pergi ke latar di mana ada banyak pohon yang lioe. lantas yang satu. oleh ayahnya. yang sendirinya dengan rajin dan sungguh-sungg uh meyakini terus pelajaran yang ia dapati dari gurunya. Ger akan kedua tangan itu. dua ekor kerbau te ngah berkelahi. ia d iajak pindah ke distrik tetangga. guna lebih dahulu kuati tubuh. Kiam Gim baca surat itu. suatu ilmu pukulan dari Thay -kek-koen. sampai ia insyaf sendir i. atau Naga mega muncul tiga kali . soetee ini adalah ahli waris dari Thay Kek Pay. ia pulang untuk cari Thay-kek Teng. Lioe Kiam Gim tidak sempat berbuat apa-apa. lari kabur. belum ia sampai kepada mereka. Hanya apa lacur. jauh beberapa puluh tindak dari mereka. menurut runtunan murid-murid. Tapi. yang tak berhasil hidup sebaga i petani kecil.Sabar. ia telah saksikan sebabnya itu. Thay-kek Teng kagum sekali. mereka cocok satu sama lain . piranti duduk berangin. karena itu Thay-kek Teng tid ak lantas didik dia seperti murid-murid lain. di sebelah rajin berlatih apa yang diajarkan. ada dengan pinjam tenaga lawan . ayahnya telah menutup mata. air mukanya berubah dengan segera. Bunyinya surat ada demikian penting. di jalan besar. di bawah mana ada meja dan bangku-bangku dari batu. baik kita mundur sedikit dari cerita ini. kebe tulan sekali dua ekor kerbau adu tenaga. Dengan Ya ma hoen tjong . yang di depan terpental minggir. akan kepentingann ya. Kim Hoa lantas duduk di sebelah bawah. tetapi. belajar baharu satu tahun. anak kecil itu desak Li oe Kiam Gim. kedua kerbau terpental masing-masing. ayahnya minta Thay-kek Teng suka ajarkan silat pada anak ini. itu bocah hampir ketabrak. di sebelah itu. ia malah berdiri sambil usut-usut kumisnya dan bersenyum. maka pergaulan mereka jadi rapat. Empat tahun lewat dengan cepat. atau Kuda liar memecah suri . Maka juga. Kapan ia telah lihat bocah kecil ini. Maka mereka bertiga. yang kalah. anaknya Thay-kek Teng. hingga guru silat i ni jadi terkejut. tetapi di lain pi hak. sedang pajak ada berat. demikian kata Lioe Loo-kauwsoe. Pada suatu hari selagi Teng Loo-kauwsoe dan beberapa muridnya asyik pasang omo ng di depan rumahnya. Guru silat ini lantas loncat lari. mari kita bicara di rumah saja. mereka tinggal bertetangga. Tapi dia rupanya berjodoh sama ilmu silat. ia tidak mencegah. tiba-tiba ia dengar satu suara keras . Melihat demikian. satu anak tanggung lagi berlari-lari menda tangi. Dengan In liong sam hian . untuk dihaturkannya. menurut pesan ayahnya. tapi selagi ia hendak tanyakan keterangannya bocah itu. hanya dia diperintahkan yakinkan T hay-kek-koen. Apa mau. pindah untuk bekerja membantui satu kena lannya.

ia sambar tangannya Kiam Gim. Kiam Gim. dan mereka yang suka atau k ena dilagui oleh politik mengambil hati itu. bagus! Kau ada punya harapan besar! Kiam Gim lebih tua dua tahun dari Teng Kiam Beng. jangan bersikap keras. mereka pergi merantau. aku larang kau orang be kerja untuk bangsa Boan-tjioe. pusatnya adalah Kota Poo-teng. ini membuktikan ia mempunyai baha n baik dan keuletan. Di lain pihak terhadap sesama kau m Boe-lim. Sebab pihak yang pertama jadi benci atau tak menyukai pihak kedua. Sikap pemerintah itu sebaliknya menyebabkan perpecahan diantara ahli-ahli silat. malah Kiam Ben g diperintah panggil soeheng padanya. Beng-djie. mereka tak sudi dilagui oleh pemerintah Tjeng. Di akhir pergerakan Thay Peng Thian Kok yang gagal. yang dianggap sebagai golongan pengkhianat. aku ingin kau orang tindas yang galak dan bengis. Kiam Gim melayani sekian lama. jangan kau orang bertengkar. halnya dimulai oleh kej adian yang berikut: . maklum ia ada anak yatim-piatu. selagi merantau. ialah Thay-kek-koen. Kalau Kiam Gim adalah tetap ramah-tamah. kau harus bisa pi mpin soeteemu! Itu waktu dua-dua Kiam Gim dan Kiam Beng sudah berumur dua puluh tahun lebih. Ia gunai tipu silat Lam tjiak bwee atau Mencekal ekor burung gereja . sedang di kalangan Kang-ouw. di antara mereka. maka itu. di sana-sini masih ada perse rikatan-perserikatan rahasia Melawan Tjeng-tiauw untuk membangunkan Kerajaan Beng . di waktu mana. bagus! Thay-kek Teng puji bocah she Lioe itu. hingga ia tel ah bentrok dengan Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Koen. maka kemudian. Tapi kemudian. Kiam Gim dan Kiam Beng dapat keleluasaan d alam perantauannya. sadari bangsa Boan-tjioe merampas Tionggoa n dan memerintah kita bangsa Han dengan sangat menindas. Dalam hal ini. tidak heran kalau mereka jadi tidak betah berdiam di rumah saja. pemerintah Tjeng ubah haluan dengan coba membaiki guru-guru silat. ketika datang s aatnya ia hendak menutup mata. Sepuluh tahun lebih Thay-kek Teng didik murid dan anaknya itu. sebab usianya yang lebih tua. Sejak itu Thay-kek Teng terima Kiam Gim sebagai murid yang sah. inilah akan menyebabkan hatiku tidak tentaram. Ia mengasih pelajaran yang sungguh-sungguh.hampir mengenainya. Mengenai bentrokan dari Kiam Beng dan Tjiong Hay Peng. akan mulai dengan desakan lain. Tapi dengan gesit. dan ia puas ben ar dengan kepandaiannya. dia adalah ahli waris dari Thay Kek Pay. yang dipanggil Beng-djie atau anak Beng . mereka jadi dapat banyak kenalan dan penghargaan. Kau. ia pesan mereka dengan kata: Kita Kaum Thay Kek Pa y. sia-sia saja Lioe Kiam Gim memberi nasihat pada itu soetee. ia tak sudi mengalah terhadap siapa juga. Inilah politik pemerintah Tjeng hingga akhirnya muncul pergerakan Pahkoenta uw atau Boxer. Di sini keduduk an mereka berimbang sama kedudukannya Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay. segera timb ul perubahan. maka guru silat itu jadi sangat girang. Rimba Persilatan. ia anjurkan orang-orang bangsawan dan pembesar-pembesar negeri bergaul dan bersahabat sama ahli-ahli si lat. Kiang Ek Hian dari Bwee Hoa Koen dan Koan Ie Tjeng dari Ban Seng Boen. akan cari pengalaman. Teng Loo-kauwsoe lantas b erseru: Cukup! Cukup! Sudah. masih ada guru-guru silat yang mendidik murid-muridnya tidak perduli Kaisar Kee Keng melarang keras kepada rakyat membuka rumah-rumah perguruan silat. ia merasakan hebatnya desakan musuh. malah ia turunkan tiga macam kepandaiannya yang liehay. yang terbagi dua : mereka yang tetap mencinta negeri (Kerajaan Beng). Kiam Beng dapat didikan lang sung. Kiam Beng menjadi kepala besar. di Hoopak. ilmu pedang Thay-kek-kiam dan ilmu melemparkan senj ata rahasia Kim-tjhie-piauw. Kiam Gim pun sangat bersyukur pada gurunya ini yang ia pandang sebagai ayah sendiri. tapi setelah itu. sejak kita diwarisi ilmu silat oleh guru besar kita Thio Sam Hong. tapi ia me layani terus. akan tetapi di sebelah itu. terutama d i Shoatang dan Hoopak. untuk ditarik sambil i a berseru-seru dengan kegirangan: Aku dapat kawan! Aku dapat kawan! Bagus. Karena adanya sikap pemerintah itu. perhentikan serangannya denga n lantas. sebab ia anggap. sudah cukup! Anak itu. lantas ia pukul orang punya lengan. tetapi toh ia bisa tandingi anaknya itu. si penyerang tarik pulang tangannya. ditugaskan untuk menolong yang lemah. sampai tiga puluh gebrak.€ Kau bisa layani anakku. sebabnya ialah raja ini kuatir rakyat Han nanti berontak pula. Anak. Kiam Gim dan Kiam Beng taat kepada pesan guru mereka.

Terang mereka hendak cari tahu keadaan. loncat naik ke atas sebuah ranggon kecil. Ia sembunyi di atas pohon dekat ranggon itu. ilmu dengan tangan kosong melawan senjata tajam. Waktu itu. disus ul sama berkelebatnya satu bayangan di atas genteng tetangganya. yang lalu maju sedikit. hingga ia bisa datang dekat kepada m ereka itu. untuk bisa datang lebih dekat kepada mereka itu. ia k eluar dari tempat sembunyinya dan loncat ke ranggon itu. Tiba-tiba ia dengar sambaran angin lewat. Tidak tempo lagi. denga n apa mereka mendahului menerjang. yang satu memegang . Hanya anehnya. siapa lantas saling berbisik dengan bayangan yang pertama. Ia tidak takut sekalip un ia tidak bersenjata. Pertempuran sementara itu sudah mengagetkan orang-orang di dalam gedung. tetapi ia tidak peroleh hasil. akan rampas gegaman orang itu. Di sini. Ia heran di wak tu demikian ada kelayapan satu ya-heng-djin ialah orang yang biasa keluar malam. Ia gunai Khong tjhioe djip pek djim . beri kut teriakan mereka berulang-ulang: Tangkap penjahat! Tangkap penjahat! Hanya sesu dah datang dekat. ia angga p orang tidak pandang mata padanya. bulan dan bintang sedang guram. Ah. ia sudah a kan rubuh siang-siang. kawanan manusia rendah. Maka terus ia loncat naik ke atas genteng. tetapi jago Thay Kek Pay itu terus susul mereka dengan turun loncat ke bawah. kalau hendak dibikin celaka. Ia pun jadi tidak senang.Pada suatu tengah malam. Segera bayangan itu menepuk tangan. Dan Poan-koan-pit. dia tak mampu mencandak lagi . Baharu saja aku tiupkan asap Ngo-kouw Hoan-hoen-hio. makhluk apa berani campur urusan tuan-tuan besarmu? mereka itu menegur. sampai Teng Kiam Beng kau orang tidak kenali! berser u jago Thay Kek Pay ini. satu kali. seger a datang serombongan orang yang bersenjata. ya ng asapnya bisa menyebabkan orang tak sadar akan dirinya. hingga kali ini. Ia tidak menoleh ke belakang. akan ditukar dengan geraka n lain. malah apa yang ia rasai aneh. Anak ayam itu berada di lauwteng ketiga. sekarang dia tentu sudah pingsan . Lihat tanganku! Dua bayangan itu tidak takut. sebaliknya. Habis itu. tetapi ia seperti ketahui ada orang kuntit padany a. Hal ini terjadi beberapa kali. Sambil bersembunyi di b elakang sebatang pohon. hingga ia anggap. ujung peda ng saban-saban menikam ke arah tempat-tempat kematian. tetapi ia dikepung dua musuh tangguh. ujungnya senantiasa mencari satu di ant aranya tiga puluh enam jalan darah yang berbahaya. itu se njata yang mirip dengan pit atau potlot. bayangan it u lari masuk ke dalam pekarangan lebar dari suatu gedung besar. inilah ternyata dari gerak-gerakan mereka. Ia lantas berdaya. Ia segera menyangka bayangan itu ada satu penjahat atau tukang ganggu orang-ora ng perempuan. guna cari tahu bayangan itu siapa adanya atau apa maksudnya. mer eka hampirkan tembok pekarangan. hingga kelihatan saja sepasang mata mereka masing-masing. mereka tidak berani menyerang. Kiam B eng lihat orang bermula mainkan Tat-mo Kiam-hoat dari Siong Yang Pay. yang panjangnya kira-kira tiga kaki. yang pun bawa obor dan lentera. Ia tidak pernah menyangka bahwa orang ada kandung suatu m aksud. Kiam Beng dengar kata-kata itu. Kiam Beng lawan dua bayangan itu. bayangan itu seperti punya mata di belakang. Ia tidak tahu.€Ia lan tas dapat mencandak. menjadi gusar dengan tiba-tiba. Dua-dua bayangan itu memakai topeng hitam. kata bayangan yang satu. coba ia berkelahi dengan satu lawan satu. Ia lihat munculnya bayangan yang kedua. ti ba-tiba dua bayangan itu tarik pulang senjata mereka. Ia terus memasang mata dan kup ing. Dua bayangan itu ada liehay. suatu ilmu dari Thay-kektjiang. Ia memang pali ng benci penjahat perugul orang perempuan. mereka mengurung dari jauh-jauh saja. yang mencorong. orang rupanya jerih ter hadapnya. kecuali dua orang yang dandan sebagai kepala tjinteng. percuma Kiam Beng mengej ar. pikir Kiam Beng. yang lain mengeluarkan sepasang Poan-koan-pit. Dua bayangan itu terkejut dan loncat turun. dia tetap ketinggalan beberapa tumbak jauhnya. u ntuk menyusul. tak perduli bagaimana dia pandai berlari cepat. Dengan tangan kosong. lantas ia lari dengan keras sekali. tak pernah ia mampu sambar senjata musuh. Dengan tidak merasa. mereka sampai di luar Kota Poo-teng. yang banyak pepo honannya. Kiam Beng pasang mata. seperti biasa Teng Kiam Beng melatih diri. Ngo-kouw Hoan-hoen-hio adalah hio. sebab di sebelah kecurigaannya. terang-terang ia bakal tertikam atau tertotok. ia bisa menan g. yang satu mencabut pedang. Eh.

pedangnya menyabet kakinya orang itu. atau Bergulingan di tanah begit u lekas tubuhnya mengenai bumi. yang berarti menyingkir . ya ng aku tak nanti lupakan . di mana orang melayaninya denga n hormat dan telaten. Ia bergerak sangat gesit. Ia menyerang s ambil mendekam. ia tambahkan: Di masa muda. ra cunnya segera bekerja begitu mengenai darah! Luka ini tak dapat disembuhkan kecu ali dengan obat kepunyaan si penyerang gelap sendiri. tatkala ia periksa senjata itu.€Di istana orang s . ini ada satu senjata jahat. Teng Kiam Beng tidak gemar bergaul sama orang-orang sebangsa hartawan ini. tubuhnya turut. kakinya mengge ser. Penyerang itu buang mukanya ke belakang. apa mau. yang masih menancap. Ia tahu adanya senjata rahasi a. Tuan rumah periksa senjata rahasia itu dan juga lukanya. dengan sepasang t angan kosong. perbuatannya diturut oleh kawannya. baharu saja ia bangun untuk berdir i. mereka tidak berani. Dengan tabah Kiam Beng loncat untuk berkelit. Seorang berumur kurang-lebih lima puluh tahun. Kiam Beng tidak pikirkan itu. Kau mint a obat Pek-giok Seng-kie Poat-tok-koh. belum sampai ia peroleh maksud. Rasanya aku tak dapat lagi keluar dari rumah ini . dari mana ia cabut senjata raha sia itu. baharu mereka ha mpirkan kedua bayangan. ia berseru: Oh. Mari. sepas ang senjata itu bergerak dengan berbareng. sebelah tangannya balas menotok. Tin-djie. ia berkelit dengan lompat jumpalitan Yan Tjeng Sip-pat-hoan atau Yan Tjeng jumpa litan delapan belas kali . juga buat obati luka-luka senjata rahasia. Mereka ini tidak punya guna. tapi. tapi begitu lekas pin dahkan kaki kanan ke kanan. Di kalangan Kang-ouw. terima kasih untuk bantuan kau ini. dua-duanya kena disapu kakinya hingga mereka rubuh terpe ntal! Teng Kiam Beng tidak harap bantuannya sekalian tjinteng itu. set elah hirup thee. yang aksinya baik. di sana aku kenal satu thaykam tua siapa presen aku setengah botol kecil obat i tu. mari mampir! kemudian kata si tuan rumah. mereka m enang di atas angin. hingga ia mesti kelit ke kiri. yang terus saja pimpin jag o Thay Kek Pay itu. tapi u ntuk nyerbu ke tempat lebat. menyambar kepadanya. peda ng menyambar dari belakangnya. tubuhnya diputar. Guru silat ini mendak. si pemegang pedang berseru: Misah! Ini adalah ucapan rahas ia. Ia pun terus loncat mundur. Ini ada senjata rahasia yang dipakaikan racun. Tok -tjie-lee! €Karena itu ada senjata rahasia yang dipakaikan racun. aku pernah pangku suatu pangkat kecil di Pakkhia. Sikapnya dua bayangan itu ada mengherankan. Senjata apa itu? Adakah itu berbahaya? tanya tuan rumah yang agaknya kaget. ke pepohonan y ang lebat. yang dandan sebagai satu saster awan. ia terus layani musuh-musuhnya. yang membikin ia kaget. ada yang sediakan hoen-tjwee. disusul sama Koen tee tong . dengan begitu ia bisa balas menyerang si pemegang pedang itu. ada yang suguhi thee. Berbareng dengan itu. Tuan. air mukanya pucat. Itu ada obat di dalam istana. ia hanya maju. Untuk bis a bangun. ia berniat pamitan. karena ia rasa i kakinya jadi kaku dan gatal. hingga mereka telah bergebrak lebi h dari lima puluh jurus. tiba-tiba ia rasai kakinya lemas. kita nanti coba itu! Kemudian pada Kiam Be ng. ia mengarah muka. atau Sin-kiang. lantas hampirkan Kiam Beng kepada siapa ia memberi hormat sambil menjura d engan dalam seraya terus mengatakan: Tuan. Segera datang satu serangan Poan-koan-pit kepada pundak kanan Kiam Beng. untuk diajak masuk ke dalam. Di lain pihak. untuk mengejar. Apa yang mengancam mereka ialah rombongannya tuan rumah tet api mereka ini tidak mengurung untuk menyerang. terus ia raba pahanya. pergi lekas ke lauwteng belakang pada Djie-ie-nio! ia berkata. Kejar! Kejar! berulang-ulang berseru kawanan tjinteng. karena dalam pertempuran. di detik itu juga.tumbak. tadi ia sudah terkena senjata rahasia. yang lain sepasang golok. kedua bayangan. yang bertopeng. ia rubuh sendiri. lenyap di tempat lebat itu. sahut Teng Kiam Beng sambil kerut kan alis. Kiam Beng lekas-lekas membangunkan orang tua itu. tanpa ia ingin. suaranya separuh merintih. tidak urung paha kanan nya toh ketusuk sebatang senjata rahasia. katanya untuk sembuhkan segala racun atau gigi tan binatang berbisa. orang mesti pepayang padanya. racunnya ada racun dari Tanah Biauw. akan lari. Sekarang baharu ia insyaf. Ia baharu bergerak atau mendadak beberapa cahaya be rkeredepan dari tempat lebat.

hartawan itu sendiri lagi duduk berkumpul dalam kamar rahasianya bersama dua orang yang itu malam jadi bayangan dan memakai topeng. aku pasti bikin dia mampus! Kalau dia mampus runtuhlah daya-upaya kita! Soh Sian Ie tertawa. untu k mana ia menghaturkan terima kasih. enghiong besar dan tuan penolong. Yang bersenjatakan pedang. orang jadi heran. Saudara Ouw. hingga kau sekarang bisa jadi sahabatnya! Tiga orang itu tertawa dengan gembira sekali. sibuk dan berkuatir juga. Boan Eng Tjin. Mereka sengaja dipinjam oleh Tjongtok Tee Kie dan Tit-le e. hanya aneh. Sebegitu jauh aku belum pernah pakai obat ini. lantas ia dapa t tahu. Dia tanya alamatnya. Karena ia tinggal menumpang. yang luluskan semua permintaan. karena senjata rahasiamu tepat mengenai anggotanya yang tak membahayakan jiwanya. . Kiang Ek Hian dan Koan Ie Tjeng. . Dia jadi ahli Thay Kek Koen bukan namanya. tetapi ia tak ada di atasan kita . jago itu suka atau tidak bersahabat sama dia . datang orang-orang menyambanginya. dari istana Kerajaan Tjeng. selagi ia mengucapkan terima kasih. Selama beberapa hari. tuan rumah senantiasa temani ia. di antara sahab at-sahabat itu ada Tjiong Hay Peng. d ia tanya. tidak nanti aku tak a da di atasan Kiam Beng. sempurna sekali gunai ilmu pedang Heng Ie Pay dan Boe-kek kiam-hoat yang kau dapat curi pelajari. Kiam Beng terpaksa pakai obat itu. akan pedayakan Teng Kiam Beng. dan lainnya. bahwa tuan rumahnya ada Soh Sian Ie. buat jalankan peranan. kalau tidak. Teng Kiam Beng memang bukan orang sembarangan. Sekarang silakan Tuan tinggal sama aku di sini. Laginya. dan yang pegang Poan-k oan-pit ada Ouw It Gok. Selama racun belum punah semua. Teng Kiam Beng pamitan. buat beberapa hari. kau pasti akan bikin Kiam B eng bingung mengenai boegeemu! Dan aku kagumi kau. jikalau bukan kita berdua. karena ia sudah terima budi. karena selama tiga hari ia leny ap dengan tiba-tiba. Karena Soh Sian Ie sedang main sandiwa ra! Dua orang bertopeng itu ada tauw-teng wie-soe . di rumahnya Soh Sian I e. kuatir ada penyerangan gelap. yang punya be berapa ribu bauw sawah. ia merasakan hawa adem. hingga dengan begitu. tuan penolong yang bai k hati . Selagi tiga orang beriang-gembira. Ia memang mengerti sedikit tentang syair. Teng Kiam Beng rubuh dalam tipu-daya kita! kata Bong Eng Tjin sambil bertepuk ta ngan dan tertawa gembira. hingga dia tidak curiga suatu apa terhadap kau. ia bisa gerak-gerakkan juga. Tidak ada jalan. akan turuti hatiku. terutama kau. Maka ia percaya.ediakan obat ini guna berjaga-jaga. pahlawan kelas satu. S audara Bong. hartawan di Poo-teng. apa yang sudah terjadi. Pandai sekali kau de ngan angkatanmu. It Gok perkenankan ia berlaku jumawa. Sian Ie sendiri berulang-ulang panggil dia enghiong besar . Malah beberapa kali ada orang-orang melara t datang untuk mohon derma. selagi ia berjalan pulang dengan bersyukur. beras. Ia pun lihat orang itu manis budi. peti mati. dia tak dapat dilayani . Loosianseng! Bong Eng Tjin tertawa pula. sampai ke hatinya. dan semua orang itu d isambut sendiri oleh Sian Ie. Kiam Beng dirawat dengan sempurna. luka akan kumat lagi dan itulah berbahaya. Soh Sian Ie ser ta orang-orangnya antar dia sampai tiga lie. Coba aku merdeka. dan Ini budi besar tidak nanti aku lupakan! katanya. Kalau tidak Tee Tjon gtok memesan wanti-wanti. Tuan mesti beristirahat di sini. h artawan ini juga budiman. yang berpura-pura menjadi penjahat tukang perugul orang perempuan. Kiam Beng sampai di rumahnya dengan tidak l ama kemudian. terpaksa ia terima baik undangan itu. setelah sembuh betul. Tentu saja Kiam Beng menjawab bahwa ia suka bersahabat. untuk pasang omong. Sedang kau. sedang sawah ia punyai sejumlah bau w. supaya ahli silat Thay Kek Pay ini bisa ditempel agar nanti tenaganya bisa dipakai oleh negeri guna had api musuh-musuh gelap bangsa Han. It Gok turut bicara. semua merek a ini menanyakan. buat ap a menyingkirkan hanya dia seorang? Bukankah kita hendak pakai tenaganya untuk bu yarkan persatuan dari kaum pencinta negeri kalangan Kang-ouw di Shoatang dan Hoo pak ini? Aku kagumi kau orang berdua. begitu lekas l ukanya dipakaikan kohyo itu. dari ilmu surat sampai segala urusan di Kota Raj a. kemudian tuan rumah berkata pula . dia benar-be nar liehay. Di hari keempat. lalu kak inya itu. sekarang marilah kita coba. Hanya. Kiam Beng tahu liehaynya racun itu.

dan ia tuturka n pengalamannya. kalau tidak tangan kosongku ini yang liehay. yang pandai mainkan ilmu pedang Boe-kek Kiam-hoat? Tjiong Hay Peng. didermakan lima tjhi e. orang-orang lain tak dapat menghindarkannya. Teng Kiam Beng turut berpikir. yang bersenjatakan pedang dan pakai topeng di waktu melawan aku. Tapi itu orang bertopeng. maka sepulangnya dari pesta. pada sahabat-sahabat juga. Aku akan segera membikin penyelidikan! kata Ketua Heng Ie Pay ini dalam murkanya . atau memperkosa orang perempuan. sehingga ia keprak meja. Teng Kiam Beng. kau mesti haturkan maaf pada Heng Ie Pay dengan adakan perjamuan! Setelah kata begitu. jiwakupun bisa melayang di tangan mereka. tapi selang tiga hari. kita biasa tolong si lemah yang tida k berdaya. Rata-rata mereka itu nya takan bahwa mereka belum pernah dengar perihal dua tjay-hoa-tjat itu penjahat tu kang perkosa orang perempuan. Soh Sian Ie bikin pesta shedjit. Aku melihat dengan mata sendiri.Aku telah hadapi orang-orang jahat tidak dikenal. Aku nanti segera kirim kabar pada semua muridku. aku tidak tahu! katanya. dan siapa berumur di atas tujuh puluh. Ketua dari Heng Ie Pay. bagaimana itu bisa jadi keliru? ia membalik. siapa berumur enam puluh lebih. lalu ia t eruskan: Bukan melainkan orang itu yang memegang Poan-koan-pit juga gerak-gerakan tubuh seperti pelajaran golonganmu! Dalam sengitnya. yang malah ia sangat hormati? Kiam Gim tidak mau bantah saudara muda itu. dengan sikap be . tidak saja aku akan cuma terkena senjata rahasia. Ia kat a: Keluarga Soh ada hartawan dari Poo-teng. Hm. Apa? Murid dari Heng Ie Pay? ia tegaskan dengan mata melotot. aku nanti kutungi tubuh mereka jadi delapan potong dan tikamkan mereka tiga lobang! Kalau tidak. kalau dia ada markis. Lioe Kiam Gim lihat sikapnya itu saudara angkat. yang lainnya maju sama tengah. Kiam Beng sudah utarakan juga sangkaan belaka. ia kata kepada Kiam Gim: Kau lihat. atau ulang tahun yang k e-51. cara bagaimana kita boleh bersahabat sama dianya? Saudara. ketika mendadak ia tanya Tjiong Hay Peng: Di ant ara murid-murid Heng Ie Pay mu ada atau tidak seorang yang jangkung-kurus. orang sebangsa dia yang budiman sukar dipatinya. Dua orang itu ada liehay sekali. coba bukan aku. terang kau sengaja memfitnah aku! ia berseru. un tuk menyabarkan mereka. agar dia tak sampai terjebak. terperanjat. Saudaraku! Kiam Beng sahuti saudaranya itu. dia hampirk an soetee itu seraya bawa satu bocah umur enam atau tujuh tahun. siang-siang aku telah mesti tewas di tangan mereka! Melihat kedua pihak telah jadi sangat panas. ia minta saudara ini waspada. Tjiong Hay Peng jadi sangat gusar. jangan kau terbitkan kerenggangan di antara kita kaum Kang-o uw! Kau terlalu kukuh. Keluarga Soh betul -betul dermawan! Mustahil di antara mereka itu benar-benar tidak ada yang hatiny a suci-murni? Selang beberapa hari. memperoleh satu tail perak. karena hampir setiap hari Sian Ie kirim orangnya untuk menyampaika n bingkisan apa saja atau dia diundang untuk dijamu. Tjiong Hay Peng tidak puas. Kiam Beng pun gusar. aku harap karena sikapmu ini. terang-terang telah gunai Boe-kek Kiam-hoat! ia berdiam sebentar. persahabatan antara Kiam Beng dan Soh Sian Ie menjadi tambah kekal setiap hari. Selama itu. ia pernah berikan peringatan atau nasihat. bagaimana dia bisa begitu dermawan te rhadap orang-orang tua miskin itu. Kiam Beng saksikan amal orang itu. pada orang-orang tua yang melarat: yang berumur lima puluh lebi h mendapat dua tjhie perak. Demikianlah sebab-sebab permulaan dari perselisihan antara Kiam Beng dengan Tj iong Hay Peng. pesta dirayakan di dalam taman bunga. di pedang atau Poan-koan-pit! Mendengar keterangan itu. Ada atau tidaknya muridmu yang jadi tjay-hoa-tjat. sebaliknya kita orang Kang-ouw. selagi pesta berjalan. Mereka juga menduga dengan sia-sia belaka. jago Heng Ie Pay ini lantas ngeloyor pergi. Kiam Beng kata. jik alau ada muridku yang berbuat jahat. Kiam Beng terta wa dingin. hartawan inip un membagi amal. Belum pernah ada or ang Heng Ie Pay yang jadi tjay-hoa-tjat! Dijawab secara demikian. semua tetamu menjadi heran.

ia kata: Soetee. sudah kena dilukai dan dihinakan orang dan dalam hal itu. Kiam Beng anggap saudaranya telah terlalu bersikap keras. Lewat setengah bulan sejak Tjiong Hay Peng pulang dengan ngambek. itula h terlebih celaka pula. tetapi orang-orangnya atau gundal. kau tahu dia siapa? Dia ini adalah bocah yatim-piatu dari kuli taninya Soh Sian Ie! Ayahn ya garap tiga bauw sawahnya Soh Sian Ie. aku tidak sanggup pegang pimpinan. ia kata kemudian. Kau menyangkal. ia beli pangkat. Ia bisa dapatkan nama dermawan karena kecerdikannya. atau cu cu muridku. aku bawa ia pulang. ia toh tidak gampang-gampang hendak menyerah kalah. ia memangku jabatan. guna minta Teng Toako menghaturkan maaf kepada pihakku! Teng Kiam Beng tercengang atas ucapan tajam dari Tjiong Hay Peng. y ang pun ditaati oleh kaum kita. Kalau ia tetap sangka Hay Peng. ayahnya terpaksa p injam sepuluh tail perak dari Soh Sian Ie. rumahnya yang bobrok pun disita Soh Sian Ie. atau ia mengamal pada o rang-orang tua melarat! Apa artinya akan dermakan sedikit uang kalau di lain pih ak. Sudah begitu. hingga Kiam Gim jadi k ewalahan. Ini adalah kejadian yang aku kebetulan dapat tahu. unt uk dihadapkan ke muka kita beramai. dan di harian pesta. Mati daya. ia boleh bersikap sebag ai orang budiman. karen a rumah itu adalah milik pertanggungan. aku tidak dengar suatu apa. meskipun dengan cara curang! Oleh karena itu sekarang aku adakan pertemuan ini u ntuk bersihkan diri. mereka ini bersikap sangat telengas dan kejam! Bukti atau keterangan yang dimajukan soeheng ini ada kuat. diapun tidak aniaya kuli-kuli taninya. ia menuduh kita Kaum Heng Ie Pay. syukur buat ia. lalu ia tambahkan: Apakah Soetee ketahui. Dia ini sudah tidak punya ibu. Di Kot a Poo-teng sendiri. ia pulang dengan ajak itu bocah yatim-piatu. kau punya bukti-buktinya. aku tak sudi menghaturkan maaf! . bocah ini jadi muridnya yang ter pandai. aku telah terima laporan. karena kejar tjay-hoa-tjat. maka itu. pada setengah bula n yang baru lewat. untuk hadirkan suatu pesta perjamuan. tidak ada orangku yang main gila. Teng Toako mestinya percaya aku. belum satu tah un. Pendeknya. Maka sayang sekali. tapi sebaliknya ia sangsika n kejujuranku. hingga di belakang hari. sebab tidak punya tempat bernaung lagi. Tentang kedua tjay-hoa-tjat. Ia menyangka buahnya tuduhan terhadap orang she Tjiong itu. Lagi tahun yang sudah. kecuali dua orang bertopeng itu dapat ditangkap. bagaimana Keluarga Soh itu dirikan rumah tangganya yang mewah? Dia sudah berkongkol sama pembesar-pembesar negeri. guru-guru si lat dan piauwsoe dari Kota Poo-teng kesohor telah terima undangan dari jago Heng Ie Pay itu. demikian katanya. ia datang bersama beberapa sahabatnya . Aku tidak punyai kepandaian suatu apa tetapi aku toh ditugaskan untuk memimpin kaumku Heng Ie Pay. yang punya kepandaian akan pecundangi ahli waris dari Thay Kek Pay. kita semua bisa hidup damai. maka syukur Heng Ie Pay mempunyai aturan-aturan yang dipegang keras. kaum kita belum pe rnah lakukan apa-apa yang mendatangkan malu bagi Heng Ie Pay. aku telah s aksikan sendiri bagaimana orang telah bersilat dengan caranya Heng Ie Pay dan Bo e-kek Kiam-hoat. dia telah selundupkan candu. sejak kecil kau hidup dalam keluarga yang bera da. Toako Teng Kiam Beng. Setelah pertemuan dimulai. hingga kekayaannya jadi bertambah-tamba h. seperti buat betuli jembatan atau jalan besar. Seperti aku sudah janji. karena musim paceklik. Memang. aku sudah lantas bertindak. mestinya percaya tidak nanti ada muridku. kalau dia sanggup memba yar cukai saja. Tjiong Hay Peng angkat bicara. setelah punya banyak uang . Begitu sejak pegang pimpinan. buat dipakai beli sawah dan kebun. ia kirim balasannya. tetapi dari berbagai pihak kaumku.da dari biasanya. hingga kembali ia bisa kumpulkan banyak uang. entah berapa banyaknya yang di luar tahu kita! Kiam Gim berhenti sebentar. meskipun demikian. itu membuktikan Heng Ie Pay. Tapi aku. sedang terhadap ka um Kang-ouw. Di sebelah itu. ia coba mengamal untuk kelabui orang banyak? Memang Soh Sian Ie tidak menagih sendiri uang atau hasil uang yang dipinjamkannya dan uang sewaan tanahnya. Meskipun demikian. bunganya begitu berat. ayah itu telah gantung diri hingga binasa. karena ia keluarkan sedi kit uang. walaupun demikian. jumlah itu naik jadi lima puluh tail. dengan sedikit uang. Dengan sebenarnya. kau tidak kenal kesengsaraannya orang miskin! Kau lihat ini bocah. akan cari tahu tuduhan itu . karena ia kena dirubuhkan oleh angkatan muda Heng Ie Pay . itu adalah hebat. Kiam Beng pun terima undangan . yang ia jadikan muridnya dan rawat dengan baik.

Kiam Beng elakkan kepalanya sambil lompat ke samping kiri. sekarang soehengnya wakilkan ia menghaturkan maaf. Tjiong Hay Peng menjadi gusar setelah ia kenali orang yang nyelak sama tengah itu iala h Lioe Kiam Gim. hanya mari. orang she Lioe ini kata: Kita Kaum Thay Kek Pay belum lakukan pembukaan secara resmi di Kota Po o-teng ini. Dan Tjiong Lauwtee. dengan tidak buka lagi baju luarnya yang gerombongan. bisa sekali dia kena dikelabui. bersama-sama kita lanjutkan usaha kita akan cari tahu siapa adan ya dua binatang itu! Saudara-saudara. Bagus sekali tinda kan kau ini! Sebenarnya. Lioe Lauwtee. Tjio ng Hay Peng hampirkan Teng Kiam Beng. belum ia tutup mulutnya. adu kepandaian. kita belum punya murid yang menjadi ahli waris kaum kita. nyelak sama tengah. da n kedua. mereka pada mundur sendirinya. menyerangnya. mustahil aku berani tak t erima! kata Kiam Beng sembari tertawa jumawa. sakin g tidak puas. Ini adalah tangkisan yang berupa serangan yang berbahaya seka li. Kiam Beng bilang. di antara orang-orang Kang-ouw. kedua tangannya dipakai menangkis dua-dua serangan. Kenapa Ketua dari Heng Ie Pay berbuat demikian? Itulah pertama karena Kiam Gim punya sikap laki-laki. tampangnya Teng Kiam Beng masih pucat. atau Tangan menabas naga . Hay Peng turuti geser tubuh. hingga mereka tak sempat lagi malang di tenga h. Jago she Kiang ini menduga benar dengan kata-katanya itu. Di mana perdamaian telah didapat. karena dengan begitu. aku wakilkan golonganku akan m enghaturkan maaf pada Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay! Pernyataan Lioe Kiam Gim itu bikin suasana jadi reda dengan sekejab. hingga ia keluarkan tuduhannya. karena betul. pertempuran sudah lan tas dimulai secara demikian getas. sedang tadinya. soeheng i ni niat bantui soeteenya. Sebagai soeheng. selagi kedua tangan hampir kebentrok satu dengan la in. entah dari mana mencaploknya! Saudara Kiam Beng belum pernah yakinkan Heng Ie Pay. maka itu s ekarang aku. Tangkisan ini ada berbahaya tetapi pun hebat. Adalah kepalan kanannya. ia singkirkan tangan kanan lawan. untuk mem beri hormat. lalu dengan membarengi. Dengan Tjiam liong tjhioe . bisa dim engerti yang dia jadi tidak senang karena tuduhan itu mengenai kehormatan dia pu nya golongan. urusan ini kecil sekali dan tidak ada harganya untuk di perbesar. aku mohon pengajaran dua-tiga gebrak dari kau! Itu ada tantangan untuk pieboe. m ukanya Kaum Heng Ie Pay menjadi terang pula.Mendengar demikian. atau Tenaga melawan seribu kati . mereka tidak sangka. inilah yang ia sangat tidak setujui. Biarpun perdamaian telah didapat. akan tetapi. Ia pun masih mendongk . baiklah ki ta turut saja aturan umum. karena ia lantas sangka. Kalau Tjiong Toako berniat berikan pengajaran padaku. dua binatang itu pergunakan Boe-kek Kiam-hoat. yang mengarah batok kepalanya Teng Kiam Beng. tapi dari sini. soeheng dari Teng Kiam Beng. Dalam saat yang hebat itu. hayo kita minum! Dan Kiang Ek Hian padukan cawannya Kiam Beng dan Hay Peng. Dengan Lek tok tjian kim . tiba-tiba seorang lompat kepada mereka. aku p ercaya kebenarannya itu. Tjiong Hay Peng mulai dengan Tok pek Hoa San atau Dengan sebelah tangan membelah Gunung Tay San . Memang. kapan tangannya kedua lawan bent rok dengan dua tangannya ini orang ketiga. Tapi. sam bil putar sedikit tubuhnya. itu ada cara pemecahan yang ia memang inginkan. dengan suara nyaring. Kiam Gim sudah mendahului menjura terhadap dia. Ia ada ahli waris dari Thay Kek Pay. Tjiong Hay Peng lantas membalas hormat sambil ucapkan kata-kata merendah. sebelum ia sempat bertindak apa-apa. Tepat. dia memang hargai orang she Lioe itu. Semua tetamu lain jadi terperanjat. ia kata: Kalau tetap Teng Toako tidak niat haturkan maaf. sebagai soeheng dari Teng Kiam Beng. Kiang Ek Hian dari Bwee Hoa Pang berseru. tang annya Tjiong Hay Peng sudah bergerak. suka ada mereka yang curi beberapa jurus ilmu silat orang dan dua binatang itu. Kiam Beng babat lengan orang yang menyerangnya. dua or ang bertopeng itu gunakan beberapa jurus tipu-silat curiannya. ia sodok iga kan annya Kiam Beng dengan kepalan kirinya. baik hal ini tidak dibuat ganjel an. ia mendesak dengan tangan kanan melintang sebagai an caman dan tangannya kiri menyerang pundak lawan. Kiam Gim berhak be rtindak secara demikian. sembari angkat kedua kepalannya.

Harus diaku i. malah persahabatannya dengan yang lain-lain juga jadi semakin tawar. Seperti Soetee ketahui sendiri. Kiam Gim ada soeheng tetapi ia d ari lain she. Aku masih mesti merantau. karena orang ban yak anggap pemecahan itu ada tepat. den gan air muka sungguh-sungguh yang tercampur kemasygulan. Hanya pada suatu malam malaman besoknya so etee ini hendak resmikan pendiriannya Lioe Kiam Gim datang dengan tiba-tiba. akan angkat diri jadi soehoe. terpaksa ia tutup mulut. Aku membutuhkan dasar yang kuat betul sebelumnya aku angkat diri. sudah seha rusnya Lauwhia angkat diri. ia lantas turut sarannya Soh Sian Ie. manusia mati meninggalkan nama! katanya. Lauwhia tidak mau resmikan adanya golonganmu? Kiam Beng manggut-manggut waktu ia menjawab: Sebenarnya aku telah pikirkan itu hanya sekarang belum sampai waktunya. kecuali bila sudah tidak ada turunan dari Keluarga Teng. tetapi biar bagaima na. dari Istana Tjongtok dari Tit-lee. ia tetap ada orang luar. ia j awab dengan ringkas: Mengenai kau orang kaum Rimba Persilatan. selagi mereka bicara dengan asyik. Mengenai tin dakanmu aku tidak bisa bilang suatu apa. aku kasih selamat pada kau karena kau hendak angkat namanya kaum kita. namanya ilmu silat Thay Kek Pay ada sangat kesoh or. guna wakilkan leluhur. Hanya. mendirikan kaum sendiri bu kan pekerjaan gampang. Akan tetapi. lupa pada diri sendiri! Aku pun hendak beritahukan padamu. Lauwhia ada turunan sah dari Thay Kek Pay. sekonyong-kon yong Soh Sian Ie tanya: Lauwhia. supaya sekalian leluhurmu itu pun bisa dimuliakan namanya. tetapi aku toh ingin se kali. Sau dara ini ada gendol satu pauwhok kecil. dari i tu. kau mesti jaga jangan sampai kau dipermainkan oleh murid yang b uruk. setiap dua atau tiga hari. di pinggangnya tergantung pedangnya. Begini j uga ada pikiran soehengku. malah dengan angkat juga orang she Teng ini menjadi penasiha t ilmu silat. kenapa di Poo-teng sini. Tetapi peribahasa mengatakan: Macan tutul mati meninggalkan kulit.ol karena Tjiong Hay Peng berlaku galak demikian terhadapnya di depan sekian ban yak tetamu. dia berkata: Soetee. yang ingin kita tidak bertindak secara sembrono. dan dengan pengar uh pembesar negeri. aku tidak berani o mong suatu apa . Aku tidak percaya omongan oran g itu. buat memberi selamat atau m engutarakan pujian. orang yang sah untuk itu adalah dia sendiri. aku percaya kau bukan bangsa penjilat dan jumawa. nampanya tidak ada perhatiannya . aku minta kau waspada. Soh Sian Ie cerd ik sekali. mengenai kau ini. Teng Kiam Beng ketarik hatinya mendengar kata-kata yang beralasan itu. tetapi di sebelah itu. kesatu aku belajar belakangan dari kau. Soh Sian Ie tertawa berkakakan atas keterangan itu. golongan ahli silat lainnya tidak ada yang taruh perhatian besar. sebab bisa jadi ada bangsa kurcaci. Demikian. a tau Sian Ie sendiri yang datang berkunjung. tetapi ia semakin hargakan Sian Ie sebagai sahab at yang jujur dan setia. Sian Ie membantu banyak sekali. pergaulannya dengan Soh Sian Ie jadi bertambah rapat. perhubungan di antara Kiam Beng dan Hay Peng jadi renggang sendirin ya. aku hendak sampaikan anggapan umum terhadapmu. ahli waris yang menjadi ketua golonga n. kalau dia dengar Kiam Beng utarakan mendongkolnya pada Hay Peng. bukankah dulu kau pernah tanya aku. Sejak itu. budinya Soehoe tak dapat aku lupakan. karena kau berniat menjagoi sendiri. aku sudi atau tidak menjadi tjiang-boen-djin akan gantikan kedudukan Soehoe? Pasti sekali aku tidak berani terima itu. lalu di belakang hari. Ia anggap bahwa ia sudah kena dibikin rubuh. sed ikit sekali kaum Rimba Persilatan yang kunjungi dia. dengan tidak pikir panjang lagi. untuk pasang omong. janganlah kau kasih dirimu diangkat-angkat hingga kau jadi tersesat. Kalau T hay Kek Pay mesti punyai tjiang-boen-djin. yang nanti datang buat berguru pada ka u. Kiam B eng coba tampik keangkatan itu. Buat terima murid. aku dip iara dan dididik Soehoe sampai aku berusia dewasa. Mengenai tindakannya Kiam Beng yang angkat diri jadi tjiang-boen-djin dari Tha y Kek Pay. bahwa soehengmu ada kesohor jujur dan namanya terjunjung. atau Kok-soet Kouw-boen. dengan tenaga. Hanya. malah Lioe Kiam Gim sendiri. kau mest i ber-hati-hati. Aku kuatirkan ini. mesti ada orangnya Keluarga Soh yang datang kepada Kiam Beng. Soetee. Kau dianggap sudah nanjak ke cabang yang tinggi karena kau andali pengaruh pemb esar negeri. supaya Thay Kek Pay ada ahli warisnya. ia tak dapat menjadi anak berbakti atau cucu bijaks ana . akan cari pengal aman. Untuk in i. pada suatu hari. dia cemarkan nama perguruan. dengan uang. kedua suda . saudara ini tidak bilang suatu apa.

dan tempat kejadian itu ada kira tiga puluh lie dar i Kota Hee-poan itu. ia telah punyakan tiga murid. Dia toh anak yang dipungut dari dunia kesengsaraan. ia t erlebih tua daripada murid-muridnya Kiam Gim. Dari mana munculnya barang upeti itu? Kenapa perampasan terjadi di Djiat-hoo? Kenapa guru mu boleh menyangka kepada Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay? Hayo kau cerita biar jelas. gadisnya Lauw Tian Peng dari Kaum Ban Seng Boen. Kiam Gim tidak hidup kesepian bersama dua murid dan satu puterinya i tu. Isterinya Kiam Gim ada Lauw In Giok. yaitu untuk selanjutnya kau jangan cari persetorian pula! Habis itu. Gelombang di kalangan Kang-ouw. Dua puluh satu tahun telah lewat se jak Kiam Gim beristirahat. Ia adalah satu anak yang baik dan disayang oleh gurunya. seka rang juga aku hendak pulang ke Shoatang. Ia tinggal bersama isterinya. Di dalam tiga tahun yang pertama. itu bisa jadi lebih hebat pula. setelah berselan g dua puluh tahun. yang menyebabkan soepehnya kaget. pihak mertuanya. akan beristi rahat. katanya. soeheng ini kabur pula. Sejak angkat diri menjadi tjiang-boen-djin dari Thay Kek Pay. kenapa perkara jadi hebat begini? tanya Kiam Gim kemudian. aku berangkat! Baharu Kiam Beng hendak mencegah. mengenai kita. hingga ia campur bicara. Di sebelahnya Kiam Beng. yaitu Tj oh Ham Eng. dua puluh satu tahun telah lewat tanpa terasa. selama itu. di sana orang tua itu dan rombongannya bisa . siapa percayakan anaknya kepada ahli si lat Thay Kek Pay itu. Kiam Gim suka jawab anaknya itu: Menurut soesiokmu. Eh. Di sebelah itu kau ketahui sendiri. Kota Hee-poan terpisah kira-kira dua ratus lie dari Sin-tek. Teng Kiam Beng juga b isa bawa diri. di dalam Dusun Kim Kee Tjoen di K ho Kee Po. gangguan sudah datang. tanpa sang soetee dapat candak ia. a pabila aku tetap berdiam di sini. Soetee. gurumu suruh aku tanyakan keteranganmu saja . di rumah mertuanya. dia diperkenalkan oleh pihak La uw. seraya letakkan suratnya Kiam Beng. Lioe Kiam Gim pulang ke Shoatang dan terus menikah. ia seperti lenyap. tetapi belum sampai di Sin-tek. Kiam Gim yang sengaja berikan. baharu sampai di luar Kota Hee-poan-shia. Dan ia datang membawa kabar yang p enting dan hebat. K iam Beng sendiri sudah menikah. Ham Eng adalah anak nomor tiga dari Toa-kauwsoe Tjoh Lian Tjhon g. maka itu. yang ada sahabat kekal dari Kiam Gim. Soesiok coba susul mereka sampai di tempat y ang dinamakan Sha-tjap-lak Kee-tjoe. sampai di sini saja. Muridnya Kiam Gim yang kedua ada Yo Tjin Kong. yang lagi berlatih silat sama Lioe Bong Tiap. Lioe Bong Tiap sangat ketarik hatinya. paham di antara kaum Kang-ouw mesti ada kekeliruannya. sedang muri dnya yang kepala adalah Law Boe Wie. itu bocah yatim-piatu anak petaninya Soh Si an Ie di Poo-teng. atau soeheng itu sudah meloncat untuk pergi dengan cepat. Demikian. dari itu aku pikir baiklah aku pulang ke kampungku. jarang ia mencoba-coba kepandaian orang lain. kaulah yang mewariskannya. soesiokmu mengantarkan barang upeti ke Djiat-hoo. yang berada di perbatasan Hoopak. artinya: jan gan takut. apa soesiok bilang dalam suratnya? tan ya ia. di sebelah namanya jadi tambah kesohor. masih ada kabar-ceritanya. aku tel ah rasai cukup. coba kasih tahu lebih dahulu. Kim Hoa ini murid yang datang belajar sesudah ia sendiri mengerti silat. setelah terkabar bahwa ia menuju ke Liauw-to ng. Perampasnya adalah seorang tua dengan lidah Liauw-tong. untuk disampaikan kepad a Istana Lie Kiong di Sin-tek. Murid ketiga adalah si anak muda yang kita kenal dalam pasal pertama. murid kepala dari Teng Kiam Beng. puteri satu-satunya da ri Lioe Kauwsoe. tapi selanjutnya. Begitulah. sia-sia saja gurunya coba cari tahu tentang dia. Hingga soetee ini kembali masygul. di sam ping itu.h seharusnya sebagai anak. Soetee. yan g datang bersama sejumlah muridnya. i a bergaul juga sama pembesar-pembesar negeri. Diapun pernah merantau tetapi lebih banyak berdiam di rumah . Tapi. Boe Wie sudah mer antau sejak delapan tahun yang lalu. Ayah. dengan nona yang dipilih oleh ayahnya. Justeru itu. malah kemudian. Tapi ia coba menyusul. pergaulannya sama Soh Sian Ie terus bertambah rapat. Nama Boe Wie ini. aku jadi soeheng pun disebabkan usiaku lebih tua dua tahun daripadamu. Akan tetapi. maka itu. Kim Hoa. pada sebulan bers elang. sampai hari itu mend adak Lioe Kiam Gim kedatangan Kim Hoa. dalam suratnya ini. kelihatan Kiam Gim balik pula seraya terus kata: Barusan aku lupa kasih tahu sepatah kata pada kau.

melenyapkan diri secara tiba-tiba. Tidak lama sekembalinya soesiokmu ke Poo-ten g, dia lantas terima surat pengumuman kaum Kang-ouw, yang ingin usir dia dari Po o-teng! Yang hebat adalah bendera Thay-kek-kie dari Golongan Teng Pay, atau Thay Kek Piauw, sudah kena dirampas oleh perampas itu! Entah orang dari golongan man a, yang sudah datang menerbitkan gara-gara itu! Apa yang terjadi di Hee-poan, siauwtit tidak lihat sendiri, Kim Hoa menambahi so epehnya itu. Ketika itu, siauwtit tidak turut. Soehoe ajak djie-soetee dan sam-so etee serta dua boe-soe, guru silat, untuk temani dia. Mengenai barang upeti itu, ceritanya panjang. Bukankah Soepeh masih ingat itu orang yang bernama Soh Sian Ie, yang sering kunjungi Soehoe? Dia sekarang sudah berumur tujuh puluh lebih, d an selalu keram diri dalam rumahnya, akan icipi keberuntungannya orang hidup mew ah, hingga ia jarang datang pula kepada Soehoe. Anaknya Soh Sian Ie yang ketiga, namanya Tjie Tiauw, yang kerja dalam kantor Tjongtok. Dia ini pada suatu hari d atang pada Soehoe, buat minta Soehoe pergi lindungi barang upeti kepunyaannya Tj ongtok, buat di bawa ke Istana Raja di Sin-tek. Ini tahun, seperti biasanya Raja pergi ke Sin-tek untuk menyingkir dari musim panas di Kota Raja, untuk sekalian berburu di musim rontok. Di Sin-tek, Raja Boan ada punya satu daerah hutan yang besar, piranti raja berburu. Pemburuan inipun ada satu ketika untuk raja-raja B oan berlatih menunggang kuda dan memanah. Sebenarnya Tjongtok serahkan tugas kep ada Soh Tjie Tiauw, untuk antar upeti itu, tetapi Tjie Tiauw, dengan pakai nama ayahnya, sudah minta pertolongan Soehoe . Selagi Kim Hoa baharu bicara sampai di situ, tiba-tiba Lioe Kauwsoe angkat kep alanya dengan mata mendelik, dengan bengis, ia berseru: Sahabat baik, turunlah! Menyusul seruan itu, dari atas sebatang pohon, meloncat turun seorang, yang tu buhnya melayang. Dan menyusul turunnya orang itu, Kim Hoa di kiri sudah lantas l ompat menyerang dengan tiga buah Kim-tjhie-piauw, tapi yang dipakai ada Lauw Hay say kim tjhie atau Lauw Hay menyebar uang emas , tiga batang piauwnya menyambar keti ga jurusan, atas, tengah dan bawah. Orang itu bertubuh sangat gesit, dengan gerakan Yan tjoe tjoan in atau Walet temb usi mega , ia loncat tinggi dua tumbak, dengan begitu, ia meloloskan diri dari dua piauw, sedang piauw yang ketiga, ia jejak dengan kakinya, hingga piauw itu jatu h ke tanah! Nyata, dia pakai sepatu besi! Kim Hoa, yang menyerang, datang terlebih lambat daripada ketiga piauw, dengan T jin pouw tjit seng atau Tindakan tujuh bintang , tangan kanannya membabat kedua kaki orang itu. Cepat luar biasa, sambil membungkuk, orang itu tangkis serangan berbahaya ini, kemudian, sebelum Kim Hoa sempat ubah jalan persilatannya, ia mendahului lompat jumpalitan tinggi, akan turun di belakangnya orang itu maka itu, Kim Hoa segera putar tubuhnya, lalu dengan Tek seng hoan tauw , atau Mengambil bintang untuk menuk ar bintang , ia menyerang dengan berbareng, tangan kanan ke arah embun-embunan, ta ngan kiri ke arah dua mata. Gesit luar biasa orang itu kelit tubuhnya, tapi sekarang sambil berseru: Tahan! Tahan! Aku ada murid Heng Ie Pay yang ingin bertemu sama Lioe Tjianpwee! Kim Hoa tidak sempat menunda penyerangannya, ia merangsek dengan gencar, atas mana orang itu bela diri dengan gerak-gerakan ilmu silat Heng Ie Pay yang dia se butkan. Berhenti! Lioe Kiam Gim berseru! Kim Hoa hentikan penyerangannya dengan lantas, atas mana orang itu lantas saja menjura di hadapan guru silat itu seraya mengucapkan bahwa ia, orang yang terle bih muda tingkatannya, menghormati orang yang terlebih tua derajatnya itu. Lioe Kiam Gim menghampiri sambil empos semangatnya dengan Thay kek seng liang g ie atau Thay-kek menciptakan im dan yang , ia ulur kedua tangannya mencekal kedua ba hunya orang itu yang ia angkat seraya berkata: Silakan bangun! Silakan bangun! Enteng tampaknya, tubuh orang itupun telah terangkat naik. Lantas orang itu perkenalkan diri sebagai Ong Tjay Wat, keponakan murid dari T jiong Hay Peng dari Heng Ie Pay, kemudian dengan cara merendah tapi pun mengandu ng kejumawaan, ia kata: Soesiokku dengar Lioe Lootjianpwee hendak campur tahu uru san ini, dari itu sengaja dia utus aku untuk menyampaikan kata-kata bahwa, kalau Lootjianpwee hendak mengulurkan tangan, seharusnya kita orang undurkan diri, ha nya mengingat yang soeteenya Lootjianpwee sudah mengekor pada pembesar negeri, h

ingga dia melupai kehormatan kaum Kang-ouw, Soesiok percaya, Lootjianpwee pastin ya tidak akan suka turut kecipratan air butek. Tapi, andaikata Lootjianpwee hend ak mengulur tangan juga, maka apabila di belakang hari ada terjadi suatu apa, ha rap Lootjianpwee tidak sesalkan kita! Lioe Kiam Gim tidak jadi gusar karena ucapan itu, di lain pihak dia tanya Ong Tjay Wat tentang keadaan Tjiong Hay Peng selama belakangan ini, perihal lain-lai n jago Heng Ie Pay itu, tentang kebahagiaannya Tjay Wat sendiri, hingga Tjay Wat jadi bingung sendiri karenanya. Dalam terdesaknya, Tjay Wat sampai cuma bisa ka ta: Lootjianpwee, aku mengharap sepatah kata balasan dari kau . Jangan kesusu, jangan kesusu! Kau datang dari tempat jauh, biar bagaimana aku mesti minta kau beristirahat di sini untuk satu malam, besok aku temani kau mengunjungi soesiokmu. Maafkan aku, Lootjianpwee, tapi aku masih punya lain urusan penting untuk mana aku mesti segera berlalu dari sini, Ong Tjay Wat tetap menolak. Kalau begitu, kata Lioe Kauwsoe dengan sungguh-sungguh, tolong kau sampaikan pada Tjiong Soehoe, pasti sekali aku si orang she Lioe nanti bertindak dengan ikuti tata tertib kita, kaum Kang-ouw! Lantas jago tua ini antar tetamunya keluar, kemudian sekembalinya ke dalam, ia tanya muridnya: Kau orang lihat, apakah benar-benar dia dari Heng Ie Pay? € , Dia ada dari Heng Ie Pay, sahut Tjin Kong, sedang Kim Hoa bilang: Aku dengar dia s erukan berhenti, tapi aku sengaja masih serang dia, dengan begitu, bukan maksudk u akan tempur terus adanya. Menurut aturan, memang aku mesti lantas berhenti men yerang. Karena ia sebut diri dari pihak Heng Ie Pay, aku jadi hendak mencoba ter lebih jauh.€Dari gerak-gerakannya itu, dia benar dari Heng Ie Pay. Selagi Soemoay dan Kim Soeheng menyerang, aku sengaja tidak turut ambil bagian, Yo Tjin Kong tambahkan, dengan begitu, aku hendak saksikan gerak-gerakannya. Gera kan tubuhnya enteng, kelitannya, tangkisannya, semua ada dari Heng Ie Pay. Kenap a Soehoe menanyakan ini? Apakah Soehoe dapat lihat apa-apa yang luar biasa? Lioe Kiam Gim urut-urut kumis-jenggotnya, ia bersenyum. Memang tidak gampang untuk melihat dasar ilmu silat orang, ia menyahut.- Siapa per oleh ilmu curian sekedarnya, dia memang bisa gunai itu untuk bertempur, hanya ca ra menggunakannya tak leluasa seperti ilmu silat kaumnya sendiri. Untuk melihat itu, kita mesti guna. tempo ketika ia sedang terdesak, itu waktu akan terbukti k etangkasannya. Tadi dia didesak oleh Kim Hoa, sehabis dia elakkan piauw dari Tia p-dj ie. Dia elakkan diri bukan dengan tipu Heng Ie Pay, hanya dengan tipu berke litnya Gak Kee Koen, dari Kaum Keluarga Gak. Piauw dari Tiap-djie tak dapat dicela , cuma masih kurang latihan dan pengalaman, siapa sempurna ilmu kegesitannya Keng kong tee tjiong soet , ia bisa egos tubuhnya dengan gampang. Aku pun sangsikan di a selama aku angkat dia bangun . Kim Hoa berempat berdiam.€Mengenai soal ini, tentu saja mereka punya pengetahuan atau pengalaman masih sangat kurang. Besok aku turut kau pergi ke Poo-teng, kemudian Lioe Loo-kauwsoe kata kepada kep onakan muridnya, setelah ia berdamai sama anak dan murid-muridnya. Aku lihat, soa l ini sulit sekali. Umpama kaum Kang-ouw musuhkan gurumu karena gurumu mengekor pada pembesar negeri, aku nanti coba datang sama tengah, untuk mengakurkannya. S ama-sama kaum Rimba Persilatan, tak boleh kita orang saling bentrok. Sudah lama aku undurkan diri tetapi aku percaya, Tjiong Hay Peng beramai nanti masih sudime mandang kepadaku. Lioe Kiam Gim buktikan kata-katanya ini pada besok paginya. Ia berangkat bersa ma Kim Hoa sesudah pesan murid-muridnya akan baik-baik berdiam di rumah. Lioe To anio, Lauw In Giok antar suaminya sampai di luar rumah. Kiam Gim pergi dengan ha ti tetap, sebab ia percaya, isterinyaakan sanggupjaga rumah, sedang Yo Tjin Kong sudah wariskan kepandaiannya tujuh atau delapan bagian. Dan Ham Eng dan Bong Ti ap, sekalipun belum sempurna, mereka rasanya sudah bisa bantu In Giok dan Tjin K ong. Tak pemah ia sangka bahwa ombak bakal bergelombang hebat! II Sejak berangkatnya Lioe Kiam Gim, Lioe Toanio mesti wakilkan suaminya mengurus seantero rumah tangga. Di bagian luar, Yo Tjin Kong bantu soebonya. Si nona kec il, Bong Tiap, setiap hari berlatih atau bermain-main saja sama Ham Eng, sam-soe hengnya, tapi sekarang mereka jadi terlebih binal , hingga leluasa sekali mereka pe

rgi ke hutan mengacau sarang burung atau ke muara akan main perahu. Toanio dan T jin Kong mengantapkan saja, Cuma kadang-kadang mereka merasa sedikit kuatir. Setelah ia sekarang berusia delapan belas tahun. Ham Eng suka merasa kehilanga n apabila untuk sedikit waktu dia tidak lihat atau berkumpul sama Bong Tiap, sem entara si nona tetap merasa merdeka, tidak pernah dia merasa likat, malah ada wa ktunya dia tepuk si suheng apabila si suheng bengong sambil berkata, Eh, eh, kena pa sih kau nampaknya tolol? . Sesudah ditegur secara demikian, baharu Ham Eng sadar dengan gelagapan. Demikianlah hari itu, Bong Tiap dan Ham Eng main perahu di Kho Kee Po. Mereka singkirkan gelagah dan ganggang, mereka gayuh perahu sampai ke tengah muara di m ana ada beberapa pulau, dari sana mereka dengar datangnya nyanyian kaum nelayan, rupanya nona-nona tukang ikan bemyanyi saling sahut-sahutan. Di udara ada burun g-burung laut yang berterbangan. Ham Eng bengong mendengar nyanyian dan matanya mengawasi ke udara. Soemoay, soemoay, tiba-tiba dia bertanya, di sini ada begini permai, maukah kau k alau kita berdua selamanya bermain-main seperti sekarang ini? . Bong Tiap tertawa cekikikan mendengar pertanyaan itu. Selamanya bermain-main seperti sekarang ini? ia ulangi. Kau sering bilang aku ada satu bocah cilik, tapi lihat sekarang, apa kau sekarang bukan terlebih cilik da ripadaku? Tunggu sebentar, apabila perutmu sudah ngericik karena lapar, apa kau tidak nanti lekas-lekas lari pulang akanmintamakan! Bagaimana kita bisa selamany a main-main disini? Soemoay itu tidak mengert., maka Ham Eng lebih-lebih melengaknya! Bong Tiap te rtawa, sambil tertawa ia gayuh perahunya yang laju pesat, sesudah maju sampai be berapa puluh tumbak, sekonyong-konyong ia dengar suara ribut di sebelah depan, h ingga ia angkat kepalanya akan mengawasi. Di sebelah depan sana ada beberapa perahu nelayan dengan nelayan-nelayannya la gi menjaring, sedangnya begitu, sebuah perahu kecil, dengan digayuh keras, nyerb u antaraperahu-perahu nelayan itu, air jadi berombak keras dan muncrat ke atas. Itu ada suatu gangguan untuk tukang-tukang tangkap ikan itu, karena sekalipun ik an yang sudah masuk ke dalam jaring tentu pada lari kelu ar pula. Maka itu, nelaya n-nelayan itu jadi kaget dan gusar, hingga mereka mendamprat dan menegur pada or ang-orang di atas perahu kecil itu.€Nampak demikian, Bong Tiap dan Ham Eng turut m enjadi gusar. Soeko, mari kita ajar adat pada mereka itu! kata sang soemoay. Mereka tak dapat d iantap main gila di Kho Kee Po ini! Kenapa mereka ganggu itu kawanan nelayan? So eko, pergi kau lawan dia, aku nanti bersiap dengan Kim-tjhie-piauw! Lihat, merek a lagi mendatangi kemari, mari kitapegat! Selagi Ham Eng belum sahuti si nona, perahu di depan sudah datang dekat dan te rus melesat melewati perahu mereka, air muncrat tinggi, hjngga mengenai dua anak muda ini. Dalam murkahnya, Bong Tiap sudah lantas gunaigala gaetannya, akan sam-bar cart el kendaraan air orang, hingga perahu jadi tiba-tiba berhenti dengan tiba-tiba, sedang Ham Eng segera putar kemudinya untuk bikin kedua perahu jadi berhadapan. Di dalam perahu itu ada empat orang. Yang berdiri di muka ada seorang berumur tiga puluh lebih. Yang bercokol di buntut perahu ada si jurumudi, seorang muda u sia dua puluh lebih. Dua yang lain, lagi rebah dengan anteng di dalam perahu, ro -man mereka tidak kelihatan tegas, mereka seperti juga tak tahu bahwa telah terj adi suatuapa . Adalah orang. di kepala perahu, yang menjadi gusar. Eh, bocah-bocah cilik, apakah kau orang hendak cari mampus? dia membentak. Kalau kau orang hendak pelesiran, pergilah pulang dan pelesiran dengan soeniomu tapi j angan di sini kau orang cari malu untuk orang tuamu . Oh, orang-orang tidak tahu aturan! Ham Eng segera membaliki. Nanti tuan kecilmu a jar adat pada kau orang! Lekas angkat kaki dari Kho Kee Po ini, atau apabila tid ak, kepalannya tuan kecilmu ini nanti tidak kenal orang! Baik, aku justeru mau kenal kepalannya si tuan kecil! jawab orang itu, yang sege ra loncat ke perahunya dua anak muda itu, hingga perahu ini jadi goncang dan lim bung. Tapi Bong Tiap segera pentang kedua kakinya, ia menancap kuda-kuda hingga pera

Sudah tidak mampu melawan. ia geser sedikit sebelah kakinya ke samping depan. tidak heran apabila ia kena didesak Ham Eng dan kakinya si pemuda bi kin ia terpental. kemudian baharulah ia berkata: Sahabat kecil. apakah ak u tidak? Nah. menanggapi lengan kanannya itu. dasar Ham Eng masih bungasa n. malah segera juga ia rasai tangannya itu jadi gemetaran dan kaku. sia-sia saja ia coba berontak.hu jadi diam. sekarang€€€melihat€€€soe engnya terdesak. kau sambutlah! ltuiah suara si pengemudi anak muda. perempuan tidak tahu malu! demikian terdengar cacian dari perahu lawan. hi ngga terlihatlah beberapa benda berkeredepan menyambar ke arah Tjoh Ham Eng. keduanya lantas saling menyerang. sekonyong-konyong ada sambaran suara nyaring dan Thie-lian-tjie lantas meluruk jatuh ke muka air. di luar kehendaknya sendiri. hingga terdengarlah suara menyebur yang keras d ibarengi dengan muncratnya air muara! Ah. Aku juga ingin belajar kenal denganmu ! Habis kata begitu. ia lekas-lekas singkirkan ba haya dengan Tjhioe hoei pie pee atau Tangan mementil piepee . Sengaja Lioe Kiam Gim ajar kan kedua ilmu ini karena ia kuatir gadisnya. karena Bong Tiap k embali perlihatkan kepandaiannya menggunai Kim-tjhie-piauw. Tapi sebelum pemuda ini tutup mulutnya. Melihat serangan itu. Kau hendak kenal tuan kecilmu. hingga ia jadi nyelundup di bawah tangan musuh. demikian pun anggotanya sebela h kanan. Itu ada kuda-kuda Kim Han tan tjiang atau Kaki kecil injak pelatok dan gerakan Lek to tjian kin atau Tenaga menekan seribu kati . sekarang kau telah b elajar kenal! . ia lantas nampak keteter. tangannya telah jadi gatal. kepandaian itu telah diuji. sebelah kakinya dimajukan. Ia kaget dan gerakannya€€turut jadi€€kendor karenanya. dengan begitu tenggorokannya luput dari bahaya. dua ke kiri dan kanan! Serangan itu di luar sangkaan musuh. ia hendak ja mbak Ham Eng untuk diangkatdan dilemparkan ke muka air! Kelihatannya ia tak pand ang sama sekali bocah itu. Lawan itu berlaku tenang. ia gunai tipu Soen tjhioe tjian oh atau Mengulur tangan menuntun kambi ng . Ini orang tidak sembrono seperti yang pertama. ia mendamprat seraya tangannya diayun. Sementara tangannya sendiri dipakai menangkap. orang itu buka kedua tangannya seraya pasang bhe-sie. tapi Ham Eng ada satu puteranya satu ahli silat dan telah terpimpin baik oleh Lioe Kiam Gim ia sudah belajar enam atau tujuh tahun. nyebur ke air. tak bergeming.soeniomu a lah dikeluarkan dengan lagu suara menghina.di situ. akan tetapi lengan kirinya segera menjadi korban. Ha-ha-ha-ha! Ham Eng tertawa. iamenjerit: Celaka aku! Dalam keadaan berbahaya bagi Ham Eng itu. jangannya dipakai menabas lengan Ham Eng. Sejak tadi Bong Tiap mengawasi saja. tercebur ke dalam air! Byaar! demikian suara di muka air. ia kalah ulet dan cerdik. Ham Eng tidak kenal sikap orang itu. dengan cepat sekali ia menyerang ke arah tiga jurusan: Sat u ke tenggorokan. Sampai. Ham Eng kaget bukan rriain. kau main senjata gelap!€Kau punya senjata rahasia. lalu dengan tidak kal ah sebatnya. tidak tempo lagi ia buktikan janjinya€€untuk€€€membantu. ia sebenarnya belum sempat tarik pulang kakinya. kau li ehay juga! Adakah ini pelajaran yang kau dapat dari€€€soeniomu? €€€Perkataan€€.€Maka Thie-lian-tj . ini kali ia gunai ti pu sambitan Lauw Hay say kim tjhie atau Lauw Hay menyebar uang emas . ia maju menyerang den gan tangan terbuka-dengan Tjin-pou Tjit-sen-tjiang atau Majukan tujuh bintang . dengan sebat ia berkelit ke kanan . maka itu orang menjadi ka get. atau seorang lain sudah lon cat pula ke perahunya. Dia muda. tanpa berkata apa-apa. ia terus b erdiri mengawasi pemuda itu. tetapi sebat. Kecerobohan orang itu adalah apa yang Ham Eng inginkan. tahu-tahu tubuhnya telah terangkat dari pera hu dan terlempar. maka tak dapat ia dipandang sebagai boca h yang kebanyakan. Begitu lekas tangannya si pemuda sampa i. nanti kur ang tenaga. sebagai orang perempuan. Dan hari ini. Nya ta ia sudah gunai Thie-lian-tjie atau biji terataf emas . Syukur Ham Eng pun awas dan cerdik. ap apula si nona menyerang dengan sebelah tangan. Orang itu sampai untuk segera menerjang. tapi baharu saja secara getas ia rubuhkan satu musuh. dengan gesit ia mendak. k etika serangan datang. gerakannya sangat gesit. ia jadi berani sekali. untuk membetot dan melepas! Ini adalah suatu gerakan yang tidak disangka-sangka.€€€Ia keluarkan ti tang Kim-tjhie-piauw.

Tapi. romannya keren. kau mundur! ia teriaki Bong Tiap. dengan Ong Tjay Wat. tangan kanannya membabat kedua kaki si orang tua. aku tak nanti izinkan orang gunai sebelah saja dari senjata gelapnya! Ham Eng setujui itu tantangan. memang sering omong perihal bertempur satu sama satu. harus malu sendiri. di dalam perahu. Mereka mendu ga-duga. Selagi orang tua ini tertawa terbahak-bahak.cis! €_€€€Sekalipun demikian. Bukankah mereka itu kalah satu datang€€€€satu? €€€€mengejek juga siapa kesudi an gunai senjata rahasia? Mereka mendahului tek pakai aturan t api sekarang mereka berani menegur kita. hanya kakinya yang kanan didahului dipaka i menendang mukanya Ham Eng! Ham Eng terperanjat. diapun diam. Di luar dugaan bocah ini. Mereka tahu. hingga semua piauw jatuh ke air. mukanya berewokan lebat. matanya tajam. kedua matanya terbuka lebar dan sorot matanya tajam bercahaya. ia bersyukur. itulah tidak gampang! Mari kau orang maju berdua. lawan tua itu terlebih liehay daripada Ong Tjay Wat. itulah aturan atau keharusan di kalangan Kangouw. seperti tiga kawannya. Setelah perahu datang cukup dekat. orang itu ada penumpang perahu biasa sajaatau dm hendak campur urusan o rang lain. dengan mendadak kasih dengar suaranya yang keras dan nyaring umpama guruh: He. yang mengawasi dengan tajam. Ia. kedua tangannya berpeluk tangan. Bong Tiap kaget berbareng gusar. buat jadi orang-orang Kang-ouw tukang campur urusan lain orang. hingga kaki kanannya dapat menyusul turua. agaknya heran atau tidak mengerti. tidak ada murid atau orang semacam ini. Anak-anak. Di kepala perahu itu ada berdi ri seorang laki-laki umur kira-kira tiga puluh tahun. dan Bong Tiap juga segera awasi orang yang baharu perlihatkan diri ini. ia berkelit.€Maka semua lantas mengawasi. justeru orang lompat. Mereka tidak kenal orang ini. tidak ada celaannya benar-benar permainanmu itu! kata orang tua itu s ambil tertawa seraya urut-urut kumis-jenggotnya. Ham Eng sudah lantas naik ke perahunya. kepalanya mirip dengan kep ala macan tutul. aka n hampirkan ini anak muda. lantas munculkan diri. Soemoay. si apa sih? Mau apa kau datang kemari? . sikapnya keren. Si orang tua berhenti tertawa dengan tiba-tiba. kelihatan satu . kau boleh keluarkan Kim -tjhie-piauw! Dari pihakku. dia tidak berkelit untuk babatan itu.ie tidak mengenai sasarannya dan runtuh di tengah jalan. dengan begitu serangannya jadi batal sendiri nya. perahu sedang mendatangi pesat sekali ke arah mereka. yang sudah berkumpul pula di atas perahu mereka.€€€€yang€€€sangat m enteng kepadanya. g esit luar biasa kaki kirinya melayang naik umpema kilat. ialah seorang tua umur kurang lebih lima puluh tahu n. Tahan! Tahan! ia berseru berulang-ulang. akan tetapi. Ham Eng tidak puas dengan itu sikap€€€jumawa. Maka sekarang. ia mengawasi orang yang baharu datang itu. karena ia sangat puas bisa ejek B ong Tiap. Ia pun segera ingat keterangan gurunya berhubung sama pertempu rannya Kim Hoa. Di pihak lawan sekarang orang anteng. kaki kirinya segera m enginjak papan perahu. seperti soemoaynya.€ Biar aku yang belajar kenal sama ini eng hiong tua! Bong Tiap menjebi. Ham Eng jadi lega hatinya. hingga tubuh si orang tua bisa turun terus ke perahu. sesudah mana ia berdiri diam sambil tertawa berkakakan dan akhirnya kata: Ah! Tidak ada yang kena! . bahwa siapa mau kerubutan. si orang tua. dan kau Nona. Di antara suara tertawa orang tua itu lompat melesat ke perahunya Ham Eng. nona manis ini mund ur si orang tua tertawa berkakakan. hingga perahu itu sampai dengan luar biasa cepat. mengawasi saja perahu yang lagi mendatangi itu. Tapi si orang tua itu gesit bagaikan ang in . Hanya melainkan dengan kepandaia nmu itu. sang soeheng. atas mana tak ampun lag i Ham Eng terdupak terpelanting ke muka air! Karena itu adalah tipu Wan yoh hoan twie atau tendangan Kaki burung wan-yoh salin g susul . dalam Keluarga Lioe. kumis dan jenggotnya panjang. Untuk layani dua bocah kenapa mesti paka i senjata rahasia? Si pengemudi muda lantas berdiarn. tubuhnya berkelit berkelebatan. ia pun lompat maju. hingga ia lupakan aturan Kang-ouw . maka kembali ia menyerang dengan senjata rahasianya. Soehoe dan soehengnyajuga. Bahwa paling tepat menyerang musuh selagi berlompat dan belum sempat taruh kaki.

Nah. Mendenga r€€€lagu€€€suaramu. kau hendak urus urusan di dunia! ia berseru. supaya selanjutnya kita menjad i sahabat. kapan ia telah enjot b angun. G olongan Utara. Dan pada itu juga tercampurlagi dengan Tia m-hiat-hoat atau ilmu menotok jalannya darah.Orang itu berdiri sedakap di atas perahunya. ia loncat menyusul. papan perahu siapa. malah dingin. rase kau tak dapat cekuk. perahunya si nona terlalu sempit untuk suatu pertempuran. dari itu tak sudi aku bikin pakaianmu kecipratan air kotor d ari muara ini! Baik Lauwko kembali dengan perahu. hing ga sekarang ia berada bersama dalam perahu si tua itu! Malah dengan lantas. sedang si orang asing dari perahunya sendiri melesat ke perahunya si n ona. tangannya mainkan ilmu Pek-kwa-tjiang . tahu-tahu si orang tua da ri perahunya Bong Tiap sudah mencelat tinggi. bag aimana pikiranmu? Matanya€€si€€€orang tua€€jadi mendelik. bagaimana? dia menegur. Aku telah lihat k au orang dari jauh-jauh! Eh. kau akan ketempelan baunya yang tidak sedap! Orang asing itu gusar. kedu anya sudah mulai saling menyerang. Maka tidak perduli. urusan itu tidak mengenai L auwko seorang luar. yang berkepala mirip macan tutul (pa-tjoe-tauw). pilar orang tua ini. Lauwko? Nanti aku bikin kau orang akur! Apakah kau tidak takut ditertawai orang Kang-ouw kalau kau layani segala bocah? Sejak tadi ia menegur. k arena keinjak oleh tubuh yang besar dan berat dari si orang tua. hingga ia jadi terkejut. Sahabat baik. yaitu ilmu Thay Kek Pay teraduk dengan Sha-tjap-lak kim-na-hoat dari Golongan Eng Djiauw Boe n si Kuku Garuda dari Kwan-gwa dan Ban Seng Boen punya ilmu golok Ngo-houw toan-p ek-tjiang ialah Limaharimau merampas roh . Si orang asing turun ke perahunya Bong Tiap dengan tidak rubuh. romannya tenang. Coba omong terus ter ang. c ara bagaimana seorang berumur kurang lebih tiga puluh tahun€€sudah punyakan semua ke pandaianmu. Hingga orang tua itu jadi heran. bagaimana dia liehay danberp engalaman. Segera juga ternyata. orang tua itu bergerak-gerak dalam ilmu silat Pak Pay. aku tidak sangka. yang banyak menindas yang sedikit. ia heran dan mengingat-ingat. Murid siapakah diaini? Bong Tiap juga awasi orang itu. Aku me lainkan tahu toelai perbuatan tidak pantas. kau seperti hendak campur tahu urusan kita ini! katanya. untuk lompat ke perahunya sendiri. baharu sekarang ia tertawa menyindir. Sikap itu mirip dan tidak mirip dengan sikapnya Kaum Thay Kek Pay tetapi sudah terang aneh seorang umur kurang-lebih tiga puluh tahun. Baik jelaskan padamu. Ada urusan apa maka kau orang bertempur di muka air? dia tanya. kau sudi sudahi urusan ini atau tidak? Apakah kau tetap hendak perhinakan d ua bocah ini? Mukanya si orang tua jadi keren. orang tua itu lantas saja kewalahan. sembari tertawa tawar. Paling tinggi umumyabaharutiga puluh tahun tapi dia seperti keluaran latihan du a atau tiga puluh tahun . si tua Bangka ganggu si muda! Sahabat. kita ada punya urusan kita sendiri. segera ia enjot bangun. Lauwko. orang tua itu telah lihat tubuhnya d ari kepala sampai di kaki. ia sekarang jadi pihak sipembeladiri. aku kuatir. ia segera lihat caranya dia berdiri. bisa b ersikap demikian.Ia rupanya insy af. sedang si orang asing. Pek-kwa-tjiang dari Golongan Utara adalah ilmu piranti mendesak. Oh. la rasa pernah l ihat orang ini tapi lupa. lantas terbelah. malah dia ini mendahului sampai! Maka segeralah terdengar satu suara nyarin g di perahunya Bong Tiap. tak terlambat lagi. sekarang dia . dari itu. entah di mana. orang sudah jenggotan? Eh. kapan ia lihat si orang tua pindah kendaraan air.€€selang lima puluh gebrak kira-kira. dari pihak si penyerang. campur-aduk permainannya. kita bersedia akan turut segala perintahmu! Ucapan ini ditutup sama gerakan tubuh seperti kilat. Lauwko. tubuh siapa sud ah kebentrok keras dengan tubuh si orang asing! Orang tua itu segera gulingkan tubuhnya di atas perahu. aku larang sikuat perhinakan si lema h. Orang asing itu tertawa dingin melihat si orang tua diam saja. Belum pernah di kalangan Kang-ouw aku ketemu orang nganggur seperti L auwko ini. bagian atasnya. t erserah kepada kau. Maka tidak perduli. Orang di kolong langit mesti campur tahu orang di kolong langit! jawabnya. kenapa kau layani segala bocah cilik? Apakah mereka berlaku kurang ajar terhadap kau. hendak berlompat ke perahu orang a sing itu.

atas mana. untuk bantu si orang asing yang jadi pembela mer eka. Mula dengan tangan kirinya dipakai membacok tangan kanannya itu orang asing. Ia pun segera mendahului. hingga tiga kawan nya lantas susul padanya. untuk menggencet tangan kiri m usuh itu. kalau ken ya dua anak muda ini tidak samPa karam. hanya. ke arah perahunya si orang tua. dari itu terpaksa ia mesti melakukan penjagaan saja. akan selulup. Kepandaian berenangdan selulup si orang asing itu begitu liehay hingga musuhny a tidak dapat dekati padanya. Cepat sekali. tubuhnya lantas terlenyap ke dalam air. adalah kepunyaan si orang€€sudah terbalik. Seka lipun demikian. dia orang itu ada mendongkol karena tadi mereka sudah diganggu oleh empa t orang yang tidak dikenal orang itu. ia selu lup dan menyundul perahu mereka.€Dia ini gerakkan dua-dua tangan kiri dan kanannya secara heba t. Pa tjoe-tauw atau si kepalan macan tutul telah mendesak lebih jauh dengan tang an kirinyakearah muka lawan. Maka empat orang tidak dikenal itu jadi repot. hingga tiga orang di dalam perahu itu. yang masih saja mengawasi mereka sesudah ma na. kemudian sambil serukan: Lekas kau orang pergi pulang! Ia sendiri segera terjun ke air. ia silam. Si orang asing muncul di muka air. sekony ong-konyong mereka dibikin terkejut dengan limbungnya perahu mereka yang tersund ul naik sebab diluar dugaan setelah siorang tua tercemplung kedalam air.berbalik kena didesak. Kim-tjhie-pi auw siapa harus dimalui. Tujuannya ialah perutnya siorang tua. maka pipinya itu kena terhajar. Orang tua itu gerakkan kedua tangannya ke atas. air lantas jadi tenang pula. dia ini gerakkan tangan kanannya untuk punahkan tangan musuh. mereka mesti kelit sana dan kelit sini. hingga dua antaranya mesti mandi pula! Orang€€€asing€€€itu€€€membik1 pembalasan untuk si pemuda dan si pemudi. Ternyata ia bikin perlawanan di dalam air. Si orang tua jadi sibuk. sedang di depan mereka. ia mengerti bahwa mereka terancam bahaya. Untuk layan i si orang asing saja ada sukar. ia mencoba menyerang terlebih dahulu.tumbak jauhnya. untuk ditempatkan di dalam perahunya. sebagai layangan putus. hingga. ia muncul d i dekat si orang tua. terbalik dan karam. juga sekarang ada nelayan-nelayan itu dengan tempulingn ya. Itu waktu sejumlah perahu nelayan telah mendatangi mereka lagi bertarung di mu ka air. ia tetap terdesak. orang tua itu bikin gerakan hingga air menyambar si orang asing. Ham Eng merasakan dirinya seperti lagi mimpi. tiba-tiba si orang asing lompat pada mereka. tubuh itu terpental. di antara muncra tnya air. disusul sama sambar an tangan kanannya ke arah pipi. Se kali ini orang tua itu tak sempat menangkis pula. tetapi tangan kiri ini ditarik turun dengan cepat. dilain pihak perutnya dibikin kempes dengan disedot keda lam. t ubuhnya jadi limbung. sesaat saja terdengarlah suara berisik. di mana ia selulup. dari itu ketika disusul dengan satu dorongan pada tubuhnya. dalam bahasa rahasianya orang Karig-ouw. malah beberapa nelayan muda lantas saja me nimpuk dengan tempuling mereka. tercebur ke dalam air. dia kalah gesit. k lu dengan masing-masing sebelah tangannya. akan di lain saat. dalam gerakan Tiam-tjoe-twie atau Tusukan pahat . Pulang! Lekas pulang ! katanya pada Ham Eng dan Bong Tiap. tak ampun lagi. yang telah perlihatkan diri di dekat perahunya kediia anak muda itu. AJkan tetapi orang asing itu lolos dari serangan. karena ia me lesat tiga . Itu berarti bahwa bahaya lagi mengancam mereka. Karena perahunya si orang tua telah disundul naik. karena lawan itu agaknya tidak sudi mengasih kelonggaran padanya. ia tampak pakaiannya basah dan t . o rang asing itu mengancam dengan kaki kanannya disusul dengan sambaran tangan kan an. sudah di situ ada kedua anak muda. kaum Sungai-telaga. kecebur ke mu ka air! Hingga air menerbitkan suara berisik dan muncrat tinggi dan lebar! Selagi Ham Eng dan Bong Tiap kagum menyaksikan pertempuran dahsyat itu. Sambil perdengarkan bentakan. akan menghilang pergi. ia angkat mereka melompat. Angin keras! Berhenti! si orang tua segera berseru. kedua anak muda ini lihat orang telah saling kejar jauh sekali j araknyadari mereka. sekalipun demikian perut ini masih mendapat tekanan keras. ke perahun ya sendiri. Di saat kedua anak muda itu hampir terjerunuk ke muka air karena mereka tidak bisa pertahankan diri lebih lama.

orang berkepala mirip macan tutul. umurnya kurang lebih tiga puluh tahun! . kat anya. Apakah mereka ada Ong Tjay Wat dan persaudaraan Lo? Tjin Kong turut tanya sebelu m guru perempuannya sahuti si nona. Ibu? Bong Tiap tanya. Bong Tiap dan Ham Eng terkejut. Bong Tiap dengan bernafsu puji orang asing itu. Sekarang marilah pulang!€Kau mesti lekas salin pa kaian. boegeenya. bikin aku sangsi. ia hanya awasi Ham Eng. aku juga dapat kunjungan tetamu yang tidak d iundang . Ibu? Bong Tiap tanya. Tapi mereka yang ganggu kau orang. akan gayuh perahunya pergi. hingga ia lupa bahwa ayahnya justeru s eorang guru silat yangliehay! Dan yang aneh. kau bertempur di air? nyonya guru itu kata. atau kalau kau terluka. Hoo-pak atau Shoatang? Apakah Ibu kenal orang itu? Bong Tiap balik tanya. selagi kau bertempur di muara. berempat mereka pulang. Ya! Ham Eng menyahuti. Aku hendak duga seseorang. Kau. Bong Tiap manggut la pun kuatir ibunya meng-harap-harap . sebelumnya siap denga n barang daharan.ubuhnya merasa dingin. Kalau bukan mereka. Kau tidak tahu. Lioe Toanio tidak lantas jawab puterinya. tanyanya kemu dian. Anak! Lioe Toanio berkata. maka segera Bong Tiap menyahuti: Ibu! Ibu. yang terus tuturkan kejadian barusan. Soebo. Ia kenali suara dari dji-soehengnya. siapa lagi? sahut sang soebo sambil manggut. tapi lekas ia pegang kemudi. soeheng yang kedua itu kemudian kata. aku tahu asal-usulnya mereka. aku tahu asal-usulnya mereka. Apakah mereka ada Ong Tjay Wat dan persaudaraan Lo? Tjin Kong turut tanya sebelu m guru perempuannya sahuti si nona. gerak-gerakannya mirip dengan apa yang Ayah dan Ibu ajarkan kepadaku Thay Kek Pay kecampur Ban Seng Boen . ka tanya. Ia agaknya bersangsi.celanamu pecah! Apakau kau tidak terluka? Benar. Had sudah fnulai sore. rasa-rasanya dia bicara dengan lagu suarany a si saudagar djinsom dari Kwan-gwa yang duluan datang beli djinsom dari Ayah . Anak. Kau kenapa? Kenapa kau nyebur ke air? Hebat. Bong Tiap dan Ham Eng terkejut. aku juga dapat kunjungan tetamu yang tidak d iundang. Ibu. Kau tidak tahu. selagi kau bertempur di muara.. rasa-rasanya dia bicara dengan lagu suaran ya si saudagar djinsom dari Kwan-gwa yang duluan datang beli djinsom dari Ayah . ia berpikir. Ah. si nona lantas minta keterangan. si nona lantas minta keterangan. ia seperti ingat suatu apa. orang telah permainkan kita! . Dan ia bicara dengan lidah apa? tanyanya kemudian. entahlah lagu suara mana. . dua anak muda ini segera dengar suara panggilan: Bo ng Tiap! Bong Tiap! Ham Eng! Ham Eng! Dan suara itu seperti suara mendesak.€ Tentu kau telah dibikin kecebur! Li hat. Tapi mereka yang ganggu kau orang. Dia bukan berlidah Shoatang ata u Hoo-pak. berewokan. seraya terus tuturkan kejadian tadi. boegeenya. Lioe Toanio suruh anak dan muridnya ulangi penuturan mereka ya ng jelas. sambil ngoceh sendirinya: Oh. Dia bukan berlidah Shoatang at au Hoo-pak. Ah. man ikut aku! Sampai di situ. pergi kau layani saudaramu ini. Adalah di rumah. yang ia kat akan kepandaiannya ia belum pernah lihat. Perihal ini perlu segera diberita hukan pada Soebo! Tiba-tiba: Bong Tiap! Bong Tiap! Ham Eng! Ham Eng! Itulah suara sang soebo atau Lioe Toanio. Kalau b egitu. Nyonya itu berdiam pula. lekas kau pakai obat gosok! Tjin Kong. kata si nona akhirnya. M ari kita lekas pulang! katanya pada Bong Tiap. Anak. Selagi mendekati pinggiran.€ Hoo-pak atau Shoatang? € Apakah Ibu kenal orang itu? Bong Tiap balik tanya. siapa lagi? sahut sang soebo sambil manggut.€Yang terutama menarik adalah halny a si orang asing dengan kepala sepert i kepalamacan tutul. tetapi lagu suaranya. Ham Eng menyahut. Cukup. Nyonya itu berdiam pula. Anak. € Aku hendak duga seseorang. tetapi lagu suaranya. Lioe Toanio berdiam. mari lekas pulang! kata djie-soeheng itu. Ham Eng. Siapa mereka. bikin aku sangsi. Soeheng. Kalau bukan mereka. Siapa mereka. sahut Ham Eng. entahlah lagu suara mana.

mereka pun datang untuk sekalian membalas budi ini! Nah. setelah aku kata kenal. sedang dengan Koan Ie Tjeng. pit dan bak. Dia telah dapat warisan ilmu silat keluarganya dan sering ikut ayahnya meranta u. Siauw Sam kasih keter angan. Hormat. Toanio kaget menerima surat itu. Mereka ada yang tua ada yang muda. Juga Loo-kee Soe Houw tak dapat lupai budi pengajaran pada dua puluh tahun yan g lampau. tapi kali ini ia berkunjung. Lo Toa Houw Ong Tjay Wat. maka itu di Djiat-hoo. aku akan bikin merek a tidak kecewa! Habis itu. dan Lauw Tian Peng serta puterinya telah lantas dapat semangat baru. dan kaget setelah membacanya. Ia ambil pihaknya itu ayah dan anak. Ketua dari Ban Seng Boen di Poo-teng. Ketika itu Lioe Toanio a tau Nona Lauw In Giok. yang terus bacakan surat yang ia maksudkan itu. karena ia berbakti. mereka saksikan sekawanan berandal lag i begal serombongan saudagar. setelah menjawab beberapa pertanyaan dengan ringkas lanta s bilang: Toanio. ia serahkan surat itu. Itu adalah kejadian pada dua puluh tahun yang lampau. Selagi lewat di Djie-tjoe. Lioe Toanio lantas tuturkan permusuhannya sama Loo-kee Soe Houw. mereka b isa terns bikin perlawanan. Dan lantas. dari itu kita telah dikirim untuk datangi kau orang. ia girang menerima bocah itu. mereka tolongi kawanan saudagar itu. kalau tidak ada Loo-soehoe sendiri. suami-isteri! Soeteemu. Itulah s urat yang ringkas-terang dan kasar. sembari minum arak mereka tanya aku ken al atau tidak pada Lioe Loo-kauwsoe. hingga kita jadi tidak puas. Lekas sekali jalannya pertempuran jadi be rubah. tapi Siauw Sam. Teng Kiam Beng. Maka tidak tempo lagi ia loncat turun turun dan kudanya. Em pat Harimau Keluarga Lo. Hoo-pak. dkk Mefeka ada kawanan tidak tahu mampus! kataLioeToanio kemudian dengan sengit Kiam G im tidak ada di rumah tapi aku bersedia akan sambut mereka. ia turut pergi ke Hauw-gie di Shaosay. romb ongan berandal itu ada liehay.Tetamu tidak diundang itu bukannya suatu ahli silat.€Selagi mereka mandi keringat. Kau orang pasti mengerti aturan kita kaum Kang-ouw. ia kagum melihat In Giok punya permainan golok Ban Seng Boe n. Demikian Lioe Toanio. ada satu tetamu yang minta aku sekalian sampaikan sepucuk surat untuk kau. Biasanyajarang ia mampir pada Lioe Toanio. terus menulis surat dan ia minta aku yan g sampaikan. Dia ada gadis tunggal yang disayangi dari Kauwsoe Lauw Tian Peng. karena mana iapun jadi kenal Lioe Kiam Gim dan akhirnya jadi menikah. Tetamu macam apakah orang itu? ia tanya Siauw Sam. hanya dengan belakang madapi belakang. i a kenal balik. Dia berusia kira-kira tiga puluh tahun. Kabamya Kauwsoe niat campur tahu urusan ini. tenaga . ia tempel pembes ar negeri. dia menggendol satu pauwhok kecil serta pedang di pinggangnya. datanglah bala-bantuan y ang tidak disangka-sangka. kita ajar sedikit adat padanya. Begitu pada suatu hari. dia malah satu bocah ialah Ong Siauw Sam. Lioe Toa nio ada manis budi. Satu penunggang kuda kabur mendatangi. Dengan orang asing ini menyerang dari luar perhatian berandal jadi terpec ah. kita menantikan di dalam rimba pohon lioe di depan rumahmu! Jangan kau orang ajak-ajak Sam-boen djin-ma. Besok sore jam Hay-sie. sampai besok malam. Kemarin kita kedatangan tetamu-tetamu dari satu rombongan. ia tanya ini dan itu dengan ge mbira. seorang tua di anta ranya lantas minta kertas. yang bekerja di sebuah warung arak kecil di Kim-kee-tin. Apa mau. Ia tahu apa arti nya pertempuran itu. Begini bunyinya: Kauwsoe Lioe Kiam Gim. hunus pe dangnya ceburkan diri dalam pertempuran itu. Biasanya bocah ini pulang setiap te ngah bulan dengan menenteng sedikit oleh-oleh untuk ibunya. telah menentang kita kaum Kang-ouw. terutama lima antaranya. Tak usah kita orang banyak bicara. atau ancaman bencana akan jadi terlebih hebat. baharu berumur dua puluh dua tahun. akan sambangi suatu sahabat. boleh pada Toanio. anak tunggal dari OngToa-ma. tetangganya LioeToanio. biarlah kepa ndaian kita yang nanti memberi putusan. Mereka kena terkurung hi ngga sukar mereka loloskan diri. Ketua dari Golongan Ahli Silat Ban Seng Boen.

mak a satu kali terlepas dari kurungan. Kemudian Kiam Gim dan In Giok dapat tahu. hanya entah kenapa. adalah persaudaraan berandal yang mengacau di Soe-tjoan B arat dan sekitarnya. Tian Peng lantas jodohkan puterinya pada pemuda ini. bahwa Lauw Tian Peng ada terhit ung angkatan terlebih tua. tetapi Tian Peng t ak ketahui. ia candak satu. yang lari paling belakang. musuh sudah kena dibacok. Ini adala h atas kehendak Lauw Tian Peng. musuh menga rah dua tujuan kepada ia sendiri. ha nya segera ia hampirkan penolongnya. Kiam Gim pun jadi tahu. dan pernah pamannya. Dua puluh satu tahun lamanya Lioe Kiam Gim tinggal di Kho Kee€€persaudaraan Lo jug a berlatih terus. Tapi. ia insyaf bahayanya akan be rtempur lebih lama pula. ialah suitan mulut. kalau perlu. Itu waktu Tian Peng telah da pat tahu. berseru: Nona. mengganggu kaum saudagar pelancongan dan memeras rakyat. gadisnya justeru berbuat demikian. Dan Ketua Ban Seng Boen ini juga kenal Thay Kek Teng. Kenapa kau kej ar musuh dan kutungi juga sebelah tangannya? Kau tahu hebatnya kaum Kang-ouw dan bahwa musuh tak dapat ditanam bibit permusuhannya! Memang. pernah mereka satrukante ntara negeri. tidak heran ia ada sangat mendongkol dan gusar. sambil lari dengan mata melotot. bahwa Lo-kee Ngo Houw. kapan ia telah loncat menyambar sama goloknya. Rupanya musuh tukar siasal setelah dapat kenyataan. belum pernah ia tampak kekalaha n. berdua mereka menjadi s uami-isteri. bahwa mereka sebenarnya bemaung dalam Keraton Sin-tek-kiong menjadi pahlawannya Kaisar Boan. ia umbar nafsu amarahnya. Karena perkenalan ini. iahendakmencegah. seumumya. di lain pihak.mereka tambah dengan seKejab. maka itu ia tidak sangka. nyonya ini sudah b isa dibikin terpatek di situ ia menjadi gusar! Jadi nyata dugaannya. Kemudian lagi. tahu-tahu mereka bersara ng di gunung di Djie-tjoe ini menjadi berandal pula. sekarang ia kena didesak. hingga sekarang Toa Houw jadi liehay begini. sedang salah satu musuh. Ia kejar lima musu hnya. kepada rumahnya Itulah berbahaya! Di sebelah kekuatiran nya. Tatkala itu Lioe Kiam Gim baharu habis berpisahan dengan soeteenya Teng Kiam B eng. hingga selanjutnya. atau Lima Har imau dari Keluarga Lo. juga lima pem impin mereka segera turut angkat kaki. Ah. bi sa lindungi keselamatan mereka dari gangguan musuh. ke arah rumahnya. ia tel ah bantui jago ini dan justeru Nona Lauw In Giok masih merdeka. In Giok pun telah membarengi dengan tendangannya pada dada orang itu. hingga dengan he . sudah binasa. hingga me reka diterima menakluk oleh negeri. Baharu sekarang n yonya mi berpikir untuk tidak ngotot melayani terus. di satu pihak jadi kuatirkan Bong Tiap dan rumahnya. sebelah lengannya putus dan jatu h ke tanah! Lauw Tian Peng lihat puterinya kejar musuh. ia takut semua musuh nanti turun tangan Bagaimana la bisa melawan ka lau mereka meluruk semua? Sekonyong-konyong Lioe Toanio dengar tindakan kaki yang berlari-lari. karena hal sudah terjadi. bukan kepalang gusarnya Lioe Toanio. musuh itu bingung dan menjerit. kau kejam sekali! Selama masih hidup. Lo-kee Ngo Houw sudah berubah menjadi Lo-kee Soe Houw. Katanya Empat Harimau itu kabur ke Djiat-hoo di mana mereka umpetkan diri. ia ketemu sama Lauw Tian Peng. Bocah! Tian Pengsesalkan anaknya dia bukannya gusar pada musuh. jiwanya tak tertolong dari luka hilang sebelah lengannya dan dadanya tertendang sepatu besi. supaya ayah ini atau mertua ini. belakangan mereka pindah ke Utara. ia merantau untuk pesiar. jago ini tak sesalkan puterinya lebih lama. hingga tidaklah heran kalau ilmu goloknya liehay sekali. malah selagi tubuh orang sempoyongan henda k rubuh. Mulai dari kaburnya kawanan liauwlo. belum pernah sudi lukai orang secara hebat. siapa tahu. s edang sepatunya berujung besi! Tian Peng sambar anaknya untuk ditarik mundur. sebab dia adalah paman jauh dari Koan Ie Tjeng. Loo-kee Ngo Houw akan ingat baik-baik budi kebaikan ini! . Lauw Tian Peng. Untuk ini mereka berikan satu tanda rahas ia. korbannya In Giok. untuk haturkan terima kasihnya yang hangat. gurunya. Lo Sam Houw. Nyata penolong itu murid kepala dari Thay Kek Teng ialah Lioe Kiam Gim. sehingga musuh dapat kesempatan akan panggul pergi Kawannya yang terluka. Kiam Gim dan isterinya tinggal menetap di Kho Kee Po. karena Harimau Ketiga. Nona Lauw ikuti ayahnya sejak umur enam belas. apa mau ia sudah terlambat.

sedang di seb elahnya. untuk tarik pulang. yang senantiasa kecampuran ilmu-ilmu tikaman Thay-kek-kiam. si nyonya lag i lagi kena dirongrong oleh Ong Tjay Wat yang licik. Toanio tidak terdesak sebagai tadi. akan tetapi. tapi ia tidak sepandai Bong Tiap dengan piauwnya. Mereka mi adalah yang pernah tempur Ham Eng dan Bong Tiap di tengah mua ra Boegee mereka tidak rendah. kenapa kau orang juga arah rumahku? Ha-ha-ha! Lo Toa Houw menyambutnya dengan berkakakan. baharu kakinya injak tanah. aku akan adu jiwakul demikian teriakannya. melainkan dia yang tahu sendiri. hingga tinggal Ong Tjay Wat yang larinya pesat. ia kalah daripad a Lo Toa Houw. Ada sulit untuk Lioe Toanio menyingkir pulang. ia mendesak terus. inilah sulit. Dua orang yang memegat sedikit ketinggalan di belakang. . orang-orang tak punya muka. Dua-dua Toa Houw dan Ngo Houw sudah bebat luka-luka mereka. ia mainkan tumbaknya dcngan sempuma akan menghalau se suatu serangan. Lo Toa Houw tidak takut. Ong Tjay Wat tidak sangka orang bisa loncati dia. saban-saban ia tertawa terbahak-bahak. Sekarang Toa Houw majui tangan kirinya di muka. dua musuh pegat ia dengan babat an golok mereka masing-masing. tapi menghadapi istermya Lioe Kiam Gim. dikepung berempat. ia sudah terkurung pula. satu ibu? Baik. ilmu entengi tubuh.€Oleh karena mereka sudah terluka. hingga ia dapat candak musuhnya. yang mudaan lantas kel uarkan Thie-lian-tjte. Ia tidak takut. sekalipun berkelahi. uiilah tindakanku! Aku justeru hendak menghina anak daramu! Apa kau mau? H utang darah dua puluh tahun rnesu dilunaskan berikut bunga! Toanio bisa tertawa nyaring.bat ia menyerang. Maka itu. mereka tidak garang lagi seperti semuia. dia jadi sangat mendongko!. Dalam boegee. yang terpaksa musti mundur seraya tarik pulang tumbakn ya. saban-saban senjata itu mencoba akan keprak terlepas goloknya si nyonya atau ujungnya mencari jalan darah. Kegesitannya sudah ternyata selama ia kelit tiga batang Kim-tjhie-piauw dari Lio e Bong Tiap. ia mencoba babat jeriji tanganorang yang mencekal pedang. hingga ia rnesu* layani mereka ini. Dengan Peh tjoe tjoet tong atau Ular putih kelua r dan guha . yang bisa menyusul. Benar iaberhasil loncati Ong Tj ay Wat. Dugaanmu tepat! Inilah maks udku. hingga ia merasakan saktt dan kaget sampai ia bikin terlepa s tumbaknya itu. Ia keluarkan serangannya Pwee lak Tjap sie afau delapan kali delapan jadi cnam pul uh empat bacokan dan tikaman. tetapi hatinya. Ia segera menyerang seperti kal ap dengan goloknya. kau orang bikin rusak kaum Kang-ouw! Kau orang boleh satrukan aku. Pegat dial Pegat dia! Toa Houw berseru dengan kaget kapan ia tampak musuh hendak kabur dengan tangan berketel-ketel darah. Bagus! Nyonya Lioe Kiam Gim berseru kapan ia saksikan cara menyerang orang itu. Maka di lain saat. Ia anggap sial-dangkalan diloncati orang perempuan ia percaya benar akan tahayul . Tjay Wat sudah sampai di belakangnya. mereka ini merangs ek pula. untuk men otok. Apabila berhasil. Orang Heng Ie Pay ini jadi dapat angin karena berkawan dengan toako dari Keluarga Lo. Ia baharu lew at tiga jurus. dapat ia mendekati bahagian luar dar i rimba itu. Tumbaknya Lo Toa Houw jadi liehay sekali. Hanya untuk loloskan dir i. untuk bokong si nyonya. jeriji mania dari tangan kanannya telah ken a terbabat Ikuturtg. dua-dua macam serangan akan bikin nyonya itu tidak berda ya. guna singkirkan kedua musuhnya. Ia pun segera mcnegur Oh. apa pula manusia. Kalau ayam biang sangat sayangi anaknya. Sekarang Lo Toa Houw pun kena ditinggal si nyonya. Ong Tjay Wat mendesak tidak kurang serunya. tapi tidak urung ia kalah gesit. malah ujung pedangnya sudah ancam bebok ongnya musuh. Toanio lihat orang mundur. tetapi dalam keng-kong-soet. ia barengi berlompat tinggi akan lewati kepalanya T jay Wat. Dua pemegat dari Lioe Toanio ada berumur masing-masing dua puluh dan tiga pulu h tahun. selama itu. akan terjang pula padanya. Maka ia lantas berlompat akan susul nyonya itu. mereka me sti main mundur apabila mereka tidak mau jadi korban golok. Cuma dengan pelahan-lahan. ia menang jauh. Ia bisa berbuat begini karena larinya yang pesat. ia berjongkok akan jumput tumbaknya. duri besinya itu tidak mendatangkan hasil. Hanya. Ayo! berseru Lo Toa Houw.

orang tua itu mulai dengan ran . tiba-tiba ia gcscr tubuhnya seraya tangannya bergcrak. dari belakang. Rata! Maju! Maju! demikian tiba-tiba Lo Toa Houw berseru-seru seraya tumbaknya d ipakai menangkis goloknya si nyonya. seiagi ia berlari pulang. tidak gentar dengan itu babatan. i a berlaku aval. Lauw In Giok tidak tabu musuh hendak berbuat apa. api telah berkobar. ia segera maju menyerang dengan golok Toan-boen-toonya. ia merasa terhina oleh sikap musuh tidak dikenal itu. orang ini ada seorang tua yang tubuhnya jangkung dan kurus sedang sepasang matanya ada bersorot tajam. Ingin ia bisa terbang. yang membentak. Djieko. Ia terkesiap hatinya. Musuh itu benar-benar liehay. Suara itu ada suara dalam. Dengan tenang. yang sudah la ntas sampai di dekat orang yang mencoba rintangi Lioe Toanio itu. untuk sedetik. ia menangkis serangan. mengelakkan sesuatu b acokan atau babatan. tah u-tahu pedangnya dari atas membacok ke bawah. ja ngan kata dikalahkan. daiam h al mainkan senjata ia kalah eesit. dengan berat tetapi sebat. scmbari putar tubuh dan goloknya di depan dada. Ia lantas mengerti. Cepat sekali. ia bikin golok lawannya jadi tidak berd aya. ia lantas mengawasi musuh itu. Mundur! Mundur Mukanya Lo Toa Houw menjadi merah. awas! Pegat itu perempuan busuk! Toanio gusar. maka itu. ia kaget bukan main. mengawasi ke depan. ia terpaksa mundur. satu tanda ia ada mendongkol.Lioe Toanio dengar angin menyambar di belakangnya. tetapi dengan sungguh-sungguh. Lioe Toanio menjadi sibuk kapan ia dapat kenyataan musuh tak dapat didesak. dari mana ia bi sa memandang ke rumahnya. ia hendak menangkis.Kalau Lo Toa Houw ada ja di pahlawan keraton peristirahatan kaisar di Sin-tek. Selekasnyaberada di luar. Di sana asap menggulung naik. terutama karena dia sudah mulai lelah. sebagai jago betina dari Ban Sen g Boen. bersama orang-orangnya. akan lompat jauh. Sekarang tak dapat Lioe Toanio menahan sabar. seiagi dia in i keluarkan keringat dingin saking kaget. Sin-tek Lie-kiohg. Pedangnya. tidak tahunya. guna lampiaskan kesengitannya. sampai setumbak lebih. ia maju membabat tangan musuh. waktu Lo Toa Houw dekati dia. Ia telah memburu dan mencandak lawan. Ini ada suatu gerakan yang liehay .€Ia gunai Hon g hong tian tjie atau Burung hong pentang sayap . tetapi scpcrt i orang di bawah pengaruh. sebab orang toh di bahasakan djieko . Eh. Lioe Toanio sudah lari sampai di iuar rimba. Toa Houw telah berdiri di dampingnya. Ia menduga pada serangan mu suh. ke arah tenggorokan. dia suruh jago s he Lo itu mundur. dia ada lah pahlawan istimewa dari Keraton Kerajaan Tjeng. akan segera sampai di rumahnya. hanya ket ika golok mendatangi. Justcru itu. Tahan! Kau hendak lari kemana? sekonyong-konyong€€suara membentak di depannya Lioe T oanio. Melawan mi perempuan busuk. k enapa mesa pakai banyak orang? demikian suaranya. Itu waktu Lauw In Giok sudah bisa lihat tegas orang ini. Musuh di depan itu. matan ya menjadi merah. malah dengan tidak mengucap suatu apa. musuh pun menukar siasat. dengan begitu. dengan mata itu ia diawasi . Dengan caranya ini. O rang tua itu hunjuk sikap jumawa. ia tidak segesit ilmunya entengi tubuh atau l ari pesat. Berbareng dengan satu seruan. ia lekas tarik pulang golo knya. yang bersenjatakan se batang pedang panjang la tadinya menyangka pada Lo Djie Houw. sampai si nyonya limbung! Ba iknya ia cerdik. untuk menabas kutung lengannya si nyonya gagah. yang katak. begitupun semua kawannya dia ini. Adal ah di sini. Orang tua ini adalah orang yang sarankan akan pancing keluar pada Lioe Toanio sambil berbarengdi lain pihak satroni orang punya rumah. kenapa tidak segera turun tangan? menegur Lo Toa Houw. lalu sambil putar sedikit tubuh. tanpa ay al lagi. dari itu. yang meminta kegesitan. meskipun belum besar. ia menikam balik. Oag Tjay Wat lihat serang an musuh. hanya sayang. Lioe Toanio tidak sangka musuh ada demikian liehay. ia berdin diam saja. segera ia terusi. Dengan tiha-tiba ia loncat nyamping€€kakinya menahan. teriaki: Djieko. tidak urung kedua senjata telah beradu keras. ia bukan lagi hadapi orang sebangsa Persaudaraan Lo itu. akan ba smi musuh. Tjay Wat jadi terluput dari bahaya. tan pa buka suara lagi. karena itu.Ia insyaf apa artinya itu. Ia masih menduga-du ga apa maksudnyajeritan musuh barusan. dari seorang yang To a Houw.

ia lantas merasai€€tubuhnya j adi€€sedikit gemetaran dan beku . tanpa merasa lagi. Selagi terdesak. maka sekarang. pun bisa mengetok jalan dengan t iam-h iat. ia menuding pada musuhnya. Dan sesuatu tusu kan senantiasa mengarah bahagian anggota-anggota yang berbahaya! Sebenamya. mak a untuk tolong diri. beberapa ekor anak kelinci ini serahkanlah kepada muridmu! Silakan Soen . akan habislah lelakon hidupnya jago perempuan itu. hingga ia luput dari bahaya. untuk ulangi serangannya selagi si nyonya sudah tidak berdaya j itu. sadari tadi ia memang nonton saja. ia masih dapat hindarkan diri dari ba haya maut. Ketika tadi ia habis menyerang. Lauw In Giok telah tcrusi loncat pu la. Orang yang tolong dia adalah orang yang dia tidak pernah sangka-sangka. yang heran berbareng gi rang ketika ia telah lihat rupanya bayangan itu. . Bayangan itu melesat bagaikan burung. Anak. yang menjadi tuan penolongnya. tetapi tanpa ketahuan . tangannya yang menceka l golok. ia tak dapat berkelit lagi. Dalam saat berbahaya bagi Lauw In Giok itu.€Tipu puk ulan ini. dengan tipu. pcdangnya yang panjang dipakai merapati golok mu suh.gsekannya. akan elakkan sesuatu sen jata rahasia itu. tangannya menyambar kepala orang. Lo Toa Houw tertegun. ia gelagapan. Satu k ali saja ia dapat menikam. yang bersinar laksana perak. ia rubuh terguling! Oh. tiba-tiba satu bayangan loncat meles at dari samping. ia sekarang dibikin repot dengan rangsekan musuh. ia dapat ketika untuk egos tubuh. Lioe Toanio berlaku nekat. hingga akhirnya. hingga segeraiah nienyusui mclesatnya golok itu. akan tetapi dia pun bisa l ompat mundur dengan tidak kurang gesitnya. cepa t sekali. hatinya terkesiap. dengan sabar ia mundur. silat Soen soei twie tjouw atau Menolak pcrahu deng an ikuti aliran air . walaupun ia sudah lelah. Law Boe Wie hunus pedang panjangnya. hanya yang heb at bagi Lauw In Giok adalah dia sudah letih. Lo Toa Houw sementara itu jadi berada dekat dengan nyonya ini. ia menyambit musuh dengan golok! Musuh tua itu kelihatan terkejut. Sebab ia tela b berlaku nekat. dengan sendirinya. Bukan kepalang kagetnya Lioe Toanio. melihat datangnya serangan gela p. Yaitu Law Boe Wie! Dengan terbitkan satu suara nyaring. ke kiri dan kanan. Ia puta r goloknya dan membabat. pcdangnya itu ia serodoti maju. ia tetap tenang. sesudah gagal dengan desakannya. ia pertahankan ambekannya. scsudah mana. Puas sekali hatinya Lo Toa Houw dengan hasilnya itu. Ia tidak kena tertikam tetapi ia telah terbentur. golok cuma lewat di atas pundaknya. dari itu. untuk tengok rumahnya. Ia menjadi berdiri tercengang. sebab ia ini adalah orang yang sudah meninggalkan rumahnya hampir sepuluh tahun lamanya. terayun. ia segera balas menyerang dengen beberapa biji senjata rahasiany a Tok-tjie-leeyang beracun. totokan j alan darah. kecuali menikam. musuh ini mengguna i siasat yang bermula ia kasih dirinya didesak dan baharu sekarang ia lakukan se rangan membalas Dalam ancaman lawan itu. lalu dengan pedangnya itu. dari itu ia segera maju p ula. hanya sekarang ia pakai tipu pukulan toya Houw-bwee-koen atau Ekor Harimau . Sang lawan lagi mainkan tipu tikaman Loo souw hie kirn atau Orang tua mcncntcng k irn kctika si Nyonya Lioe menyerang secara dcmikian mendadak dan hebat. kiranya kau! demikian teriakannya Lioe Toanio. Sudah terang. Tidaklah aneh jikalau Nyonya Lioe Kiam Gim menjadi bagaikan dipagut ular itu. hingga ia lupa bahwa ia seharusnya lekas pulang. selagi ia lewati si nyonya. Seranganny a itu adalah yang dibilang hebat bagaikan turunnya hujan besar. enteng dan cepat sekali. yang kabarnya sudah pergi ke Liau w-tong dan kemudian tidak ada kabar ceritanya lagi ialah murid kepala dari Lioe Kiam Gim murid yang diterima di Poo-teng pada lebih daripada dua puluh tahun yang lalu. melihat ada ketikanya. Tapi ia mendongkol karena serangan yang hebat itu. ia mencelat€€mundur dua€€tindak. kepandaian antara dua musuh ini tidak beda seberapa. tahu-tahu ia su dah sampai pada si orang she Lo. ia menahan napas. Rupanya bayangan itu datang dari tegalan. dengan sekony ong-konyong ia loncat pada nyonya itu sambil teruskan menyerang dengan tumbaknya . matanya bersinar. Soenio. untuk ujungnya yang tajam me nikam tenggorokan lawan! Lioe Toanio insyaf pada bahaya. ia jadi telah pisahkan diri enam-tujuh tumbak dari musuh itu. pedangnya mainkan ilmu Tat Mo Kiam-hoat dari Siong Yang Pay. maka sekarang. bcrbareng dengan mana. dengan ti ba-tiba ia gunai serangan Koay niauw hoa in atau Burung ajaib membalik mega .

Ka u bisa mainkan Tat Mo Kiam-hoat! Malah kau pun pandai menggunai beberapa jurus i lmu pedang Heng Ie Pay asal curian! Hm! Kau sangka aku . Berhubung dengan itu. batok kepalanya pecah remuk. ia mesti layani ini bayangan yang tangguh. ia lompat maju dengan serangann ya. bagai mana Lioe Kiam Gim mcmpunyai murid liehay begini. siapa orang ini. ia mengawasi dengan tajam. buktinya ia saksikan barusan saja nasibnya Toa Houw dan Ngo Houw. apabila kau hendak berlalu. hingga mau a tau tidak.tidak kenal kau? Jangan harap aku nanti angkat kaki siang-siang! Malah kau. yang merintangi pihak mereka selama pertempuran di muka muara. Kemudian ia sontek tumbaknya Lo Toa Houw dengan kakinya. soetee dari Kiam Gim. ia rasai telapakan tanga nnyasakit. Ia belum pernah menempur Kiam Gim sendiri. hingga menerbitkan suara nyaring sekali. Ngo Houw ada yang terlemah. Orang tua itu mengerti musuh ada liehay dan tenaganya bcsar. Tapi ia tidak jadi jerih. lawan yang baharu itu berdiri tegak dihadapannya. dengan keras sekali. pedangnya Boe Wie sudah sampok tcrpcntal goloknya dan kakinya bayangan i ni sudah menyapu patah berisnya hingga ia rubuh sambil keluarkan jeritan hebat d an mcngenkan. ia malah lantas menuding. lelatu api sampai muncrat meleti k. Sekalipun soeni omu bukan tandinganku. dan duduknya hal. Hingga sekarang nyon ya ini jadi dapatkan ganti dari golokknya. akan tetapi Law Boe Wie mendahului menangkis goloknya. kau hati-hati! ia segera pesan. Jangan kuatir.€ Sampai di situ. sebelum si orang tua sempat datang padanya. malah dengan satu tikamannya. ia dapati bayangan ini tak di bawahnyaTeng Kiam Beng itu. Hanya ia mesti pulang dengan bcrlari-lari lekas. Di lain pihak. siapa sambut itu dengan gapah. untuk pergi. baharu du a gebrak. aku tidak akan izinkan! Melihat romannya atau usia. Soenio. Toa Houw rebah sebagai mayat. apabila ia sudah tengok kanda itu. si orang tua mundur duatindak. sekctika juga. asap suda h mulai mengepul tebal dan api lagi mulai bcrkobar . ia niat rintangi Lioe Toanio. muridnya Lioe Kauwsoe ini segera menduga pada orang yang dulu gurun ya cari tetapi tak dapat diketemukan. dari itu. kita tidak akan ganggu kau! Boe Wie tidak gubris kata-katanya orang itu. berkata ia. ia pun sedang terluka.io pulang lebih dahulu! katanya pada isteri gurunya yang berbareng pun menjadi gu runya. kau adalah muridnya Lioe Kiam Gim. yang tadi ia pakai menyambit musuhnya . Tapi Boe Kek Kiam-h oatnya belum pernah ketemu tandingannya. maka perlu apa kau banyak tingkah di sini? Baik kau angka t kaki siang-siang! Kita datang untuk menuntut balas. karena Lo Soe Houw pemah omong t entang seorang dengan roman sebagai dia ini. Law Boe Wi e tangkis itu serangan. bukan main kagum dan girangnya akan muridnya itu. Eh. Ia pun telah menduga-duga. pula melihat gerak-gerakan tanga n orang itu. Ia insyaf bahwa orang ini pandai silat dan berenang. Pertarungan sudah lantas ambil tempat. sedang tubuhnya pun sud ah tidak sesemutan lagi. majulah si orang tua. hanya pernah layani Teng Kiam Beng. Mendengar suaramu. ia kaget hingga ia k eluarkan jeritan. darahnya melulahan! Sakit rasa hatinya Ngo Houw. Maka itu. hingga tumbak it u mencelat pada sang soenio. kau tidak punya urusan di sini!€Pergi ambil jalanmu yang lurus. maka dengan bawa tumbaknya. Baharu sekarang Lioe Toanio dapat pulang ketabahannya. hingga kedua senjata beradu dengan hebat. ia hendak coba ilmu pedangnya itu akan layani si kepala bagaikan kepala macan tutul ini. tapi ia segera geraki goloknya. Nyonya guru itu lantas putar tubuhnya. karena ia lihat. ia tcrus berlalu dengan had lcga seka l i. Sementara itu. si orang tua yang iiehay. dan sekar ang. sudah begitu. Lo Ngo Houw sudah berlompat k epada kandanya Toa Houw. cara bagaimana ia hendak gampang -gampang kasih lolos orang ini? Orang tua itu tidak hendak banyafc omong pula. tetapi selagi sang murid dan soenionya bicara. dengan mcngejek. sahut sang murid sambil tertawa. ia segera hunjuk kepesatan tubuhnya dan kegesitan main pedangnya. . kedatangannya orang Ssing ini telah membuat musuh jadi tercenga ng. kau kiranya pandai menimpuk dengan Tok-tjie-lee! katanya. Di antara saudara-saudaranya. ia pingsan! Lioe Toanio masih sempat saksikan itu p ertempuran yang hebat tetapi sekejaban saja. Muridku.€Ia heran. Ia lompat ke kiri dan ke kanan.

untuk dipakai membarengi menyerang andai kata orang tua itu peroleh kemenangan! Law Boe Wie tidak gentar melihat Ong Tjay Wat datang mengepungnya. si orang tua sudah mulai bernapas sen gal-sengal. ia menangkis. ya ng ia segera jambak dengan tangan kirinya scsudah mana. Sebentar saja Boe Wie telah mengcrti bahwa Tjay Wat jerih dan licik. Sekarang ia tidak lagi jumawa. menyusul mana pedang panjang d ari lawan jadi terlepas dari cekalan dan terpental. ia sama sekali tak dapat desak Law Boe Wie. ia masih belum cukup beristirahat. Ia sudah pikir. ia lebih banyak pusatkan pcrhatiannya kepada si orang tua. dua kawannya yang memasang mata . Ia men gerti bahwa ia terancam bahaya. tak sampai ia menjcrit. Berselang lag i sekian lama. Begitu lekas kedua senjata kebentur satu dengan lain. gerakannya bagaikan kilat berkelebat Sama sekali ia t idak kasih ketika akan pedangnya kebentrok pedang musuh itu. karena ia sudah kena ditotok jalan darahnya Hoen-hian-hiat . babkan bakal mencelakai diri nya. Tapi ia tidak berhenti sampa i di situ. walaupun ia belum terdesak. berkclahi lebih jauh tidak menguntungkan. dan ia pun lepaska n janjinya tadi bahwa orang mesti bertempur satu sama satu. sampai di sini. dua jari musuh sudah mengenai sampi ng iganya. siapa telah perlihatkan ke pandaian seperti mengikuti kebisaan orang. sekarang ia saksikan liehaynya orang tidak dikenal itu. Di pihak orang tua ini. selagi orang putar tubuh untuk menyingkir. Ia anggap. nyalinya telah menjadi ciut. tetapi dasarnya tetap ada Thaykek-koen (yang pun disebut Bian-koen lemas tetapi ulet dan keras). tubuhnya lantas sempoyongan. ia angkat tubuh orang it u! Orang tua jangkung kurus itu tetap tidak bcrsuara. Itu adalah gerakan Liong tjoa tjie tjauw atau Naga dan ular lari berbare ng . Boe Wie gunai beberapa macam ilmu puk ulan yang luarbiasa. akan cari jalan darah untuk ditotok. I a insyaf. maka itu. sedang Ong Tjay Wat. dua jari tangan kirinya disodorkan bagaikan kilat b erkelebat. Di sebelah itu. Ujung pedang sudah lantas menghampirkan batok kepala musuh. yang berbedaan sadari lain. si orang tua mesti ambil putusan bukan untuk rubuhkan musuh atau nekat. yang semangatnya seperti terbang karena menyaksikan cabang atasnya itu mat . maka tak dapat dicegah pula yang kedua senjata jadi bcradu. mereka berdiri diam saja di kejauhan. ia tidak mau mengerti. dalam tempo enam jam baharu ia bisa sad ar sendiri. keringatnya sudah mulai mengalir. Si orang tua terkejut karena pedangnya terlepas dan terlempar. senantiasa turut main juea. Ong Tjay Wat telah rasai desakan goloknya Lioe Toanio. hingga te rdcngar suara yang nyaring.ia menikam atau menyabet. Si orang tua lihat ancaman bahaya itu. ia akan men dahului angkat langkah panjang! Demikianlah pikirannya Ong Tjay Wat Apalagi kedu a kawannya. tetapi si orang tua suda h berikan tanda. dengan sangat terpaksa putar tubuh. Melainkan yang satu menyiapkan beberapa potong senjata ra hasia Thie-Kan-tjie. hanya ia berkelahi dengan lebih b anyak membela diri. oleh kare na itu. sudah lantas ambil lang kah seribu. dengan terpaksa ia maju juga. apabila ia tak segera ditolong. begitu lekas orang tua itu keok.€Mereka pun pikir. selagi ia belum sadar apa yang bakal tcrjadi terlebih jauh. Law Boe Wie lihat orang hendak tinggalkan. Kembali iewat beberapa jurus. pedangny a menikam. asal si orang tua kal ah. angkat kaki paling selamat. tangannya yang kirij eriji tengah dan jeriji manisnya. begitu lekas mereka lihat jagonya itu memutar tubuh. tidak perduli si orang tua hunjuk kdie hayannya. hingga ia jadi min p dengan sat u mayat. tidak boleh main ker oyok. ia maju pula. sebaliknya. kakinya berlompat. akan susul tubuh musuh itu. Boe Wie masih belum mau berhenti. Law Boe Wie segera putar ugel-ugclan tangannya sambil menarik ke samping. Ia pun merangsek. jtdatnya basah paling dulu. sampai itu waktu. hanya guna ulur kedua kaki panjangnya. Pertempuran telah berjalan sekian lama. ia jerih bukan main. ia geraki pedangnya dengan terlebih sebat dan keras. malah mereka ini sengaja berpura-pura tidak lihat tandanya si orang tua. Dua jarinya ini malah terlebih liehay daripada pedan gnya yang tajam itu. iapun tidak berdaya. ia barengi menyerang. lekas ia ben tanda kepada Ong Tjay Wat supaya kawan itu membantunya. mereka akan kabur.

Y oTjin Kong danTjoh Ham Eng. yang ia sesapkan ke dalam sakunya s endiri. d i rumah Keluarga Lioe sendiri sudah lerjadi pertempuran yang tidak kurang hebatn ya. secara or-ang-orang terhormat . Bong Eng Tjin sudah atur rencana penyc rangannya secara begini: la pecah rombongannya menjadi dua. Ketikaitu. sa ng soebo. ia kirim surat u ndangan akan menantang berkelahi satu dengan satu. iapun berkuatir. yang berdiam di rumah Lioe Kiam Gim ada sang put eri sendiri. Hie Hong diminta bantuannya oleh bibinya. soebonya sudah berhasil atau belum dalam menolong rumahnya itu. itu ada tanda bahaya untuknya. iapun bertanggung jawab. dan Lo Djie Houw serta Lo Soe Houw pimpin beberapa kawan pula. Seperti sudah dijelaskan di sebelah atas. akan tetapi ia tidak dapat berdiam lama di situ. masih belum lolos dari mara bahaya . Dia adalah Bong Eng Tjin. Toa-soeheng mereka tidak ada. hanya di sebelah itu. dengan itu jalan ia bakal sia-siakan tempo. Biar Hie Hong ada sanak dekat. bersama sang keponakan. Rombongan yang pertama adalah yang melakukan pertandmgan di rimba yanglioe. Malam itu. Cuma satu perasaan ada pada empat anak muda ini. sampai ia pun berpis ah dari soehengnya. I a lihat cahaya api di arah rumah gurunya. atau mengganggu. Ma ka ia perlu membantu terlebih jauh.i kutunya. Law Boe Wie lihat orang lad. Kebisaannya beberapa jurus ilmu pedang Heng Ie Pay ad a hasil curiam. Sampai di sini. dia sendiri sebenarnya ada murid yang murtad dari Thio Tjeng Kie . Tugas mereka adalah mencegah Lioe Kiam Gim datang ke Utara. medan pertempuran itu jadi sunyi-senyap. ketika Teng Kiam Beng kena dipancing datang ke gedung Soh Sian Ie. Ham Eng juga bersemangat. Bisakah i a berlari-lari dengan bawa-bawa musuh itu? Ia bersangsi sesaat. Lebih dahulu daripada itu. Keluarga Lioe. dan kalau pertarungan di dalam rimba selcsai dengan cepat. pun angkat kaki tanpa ayal-ayalan lagi. maka itu. hingga orang she Teng itu kena terjebak. dcngan caranya yang licik tapi hebat: Jikalau di dalam rimba yanghoe sudah terjadi suatu pertarungan yang dahsyat. siapakah si orang yang liehay itu? Dia adalah pemegang peranan pada kejadian dua puluh tahun yang lampau. ia hanya merasa tegang se ndiri kapan ia ingat. Law Boe Wie bersenyum puas. melainkan pcrbuatannya orang tain. ia pan dang tak mata juga murid-muridnya. sed ang angin adalah angin dingin yang halus sambarannya. Tapi rencananya ini justeru menolong Yo Tjin Kong.dan kedua murid. bahwa ini ada pertempurannya yang pertama kali. Bong Tiap sebaliknya ada bergembira. Si pemancing menyamar sebagai dua tjay-hoa-tjat. Ia pun menduga-duga. Lo T oa Houw dan Lo Ngo Houw serta dua kawan lagi. dia ada pahlawan d ari Raja Boan. s ukar untuk ia dapat mcncandak dalam sedetik. sedang kawannya yang bersenjatakan Poan -koan-pit. lantas ia turunk an tubuhnya musuh itu. Ia percaya. siapa rupanya te rluka tidak hebat. langit pun guram. ada Ouw It Gok. ia kua tir soemoay ini nanti terluka atau kena diculik . ia tahu. dari itu ia sendiri pimpin Qng Tjay Wat. untuk ba ntu saudaranya. p enjahat cabul. tjiang-boen-djin atau ahli waris turunan ketiga dari Siong Yang Pay. ya ng kedua adalah yang satroni rumahnya Lioe Kiam Gim. yang memakai topeng. Sesudah ini segera ia lari ke arah rumah gurunya. ia tidak dapat bebaskan dir i.€€Hie Hong pun bukannya murid Kaum Thay Kek. Tapi ia masih cekali si orang tua. sebab dia masih bisa lari terus ke dalam tempat lebat. Bong Tiap. Tjay Wat itu bisa lari keras.€Ia ambil entah barang apa. kemudian samar-samar ia dengar jeritannya musuh itu. Lauw Hie Hong. seperti diketahui. Bagaimana bila ia gagal? YoTjin Kong sibuk sendirinya. ia tidak hendak mengejar. Demikian mereka Sudan datang mengacau. adalah di rumah i tu masih bcrlaku sampai sekian lama lagi. agar jago she Lioe ini tidak mcrusak maksud mereka memecah-belah kaum Rimba Persilatan. ialah mereka mesti siap akan . Benarlah dugaannya. bersama soemoaynya. tetapi kawanan ini punya re ncana lain. Kiam Beng jadi bentrok sama Tjiong Hay Peng. hin gga karenanya. lalu tangan kanannya merogoh ke dalam sa kunya si orang tua. Sementara itu. Barang-barang upeti yang dilindungi Teng Kiam Beng bukannya dibegal oleh kawan an Bong Eng Tjin. ia mesti tanggung ja wab atas keselamatan keluarga bibinya itu. Kecuali Lioe Toanio. ia sendiri ada wakil murid kepala.mereka mempunyai masing-masing pikirannya sendiri. dikasih berdiri. karena ia tahu. ia bersemangat. Maka ia rogoh sakunya dan keluarkan dua potong pisau belati kecil tidak ada lima dim panjangnya yang ia lekas pakai menimpuk. ia pikiri sang soemoay.

Ia duga Hie Hong datang tentu disebabkan orang she Lauw ini sangka ia jeri h karena tadi ia berteriak dengan pertandaannya. ia mesti lawan musuh itu. turut loncat naik. Hie Hong datang tentu disebabkan itu dugaan. Sesudah bebcrapa jurus. nona ini jadi gembira. Ngo-bie Hoen-tjoei-tjie. karenaia segerad iserbu oleh duakawannya Soe Houw. setelah beberapa gebrakan. yang mendahului serang i a. sang lawan lagi siapkan Teng y . dari itu. karena ia kemukakan alasan: Urusan Kaum Thay Kek mesti murid-murid Thay Kek Pay sendiri yang menanggung jawabnya. mereka lalu berdamai akan at ur penjagaan. sedikit saja suara berkelisik menyebabkan mereka bersiap. ia hanya ingin menunjukkan il mu silatnya Kaum Ban Seng Boen. tetapi si Hari mau Keempat bisa pakai itu di dalam air dan di darat. karena di sebelah kurang pengalaman pertempuran. Hi e Hong sendiri. atau Mengangkat api untuk menyuluhi langit . tapi bayangan ini segera perdengarkan suaranya: Saudara Yo. Biasanya senjata Ini dipakai di dalam air. Nyata ia tak kena didesak m usuh yang dari tubuhnya bukan tandingannya. musuh bergerak. akan bersatu dengan . Tjin Ko ng dan Hie Hong saling berebut. la tidak senang tadi Tjin Kong menyebut-nyebut g olongan. sebaliknya tidak dapat membantuorangshe Yo itu. mereka lantas diserang oleh Lioe Bong Tiap dan Tjoh Ham En g. terus saja ia loncat naik ke atas genteng. sedang yang tiga lagi. tetapi sekarang. Sulit untuk Tjin Kong lawa n musuh she Lo itu. Tapi datangnya sahabat ini. akhir-akhirnya musuh telah data ng! Mereka itu muncul hampir bareng temponya dengan dikepungnya Lioe Toanio di d alam rimba. tidak perduli ia sudah wariskan enam sampai tujuh bagian kep andaian gurunya. terutama Soe Houw sendiri. empat anak muda itu lantas mulai dengan penjagaan mereka. yang sesuatunya bercagak figa. Maka itu. tapi akhirnya. soemoaynya sekalian. Tandingan dari Bong Tiap ada seorang dengan tubuh besar dan tinggi melebihi si nona. Tjin Kong kerutkan alis. kawan siapa ada lima. Tak puas ia atas datangnya sahabat ini. ia tidak bisa jalankan rencana itu. dalam hatinya. Sedangkan Tjin Kong sibuk. ia tidak sempat buka mulutnya lebih jauh. kepandaian mereka tidak lemah. Dengan Kie hoh liauw thian . Untuk menjaga genteng. la segera mendesak. semua ujungnya sangat tajam. ia lantas saja pikir untuk lekas rubuhkan musuhnya itu. ia sudah mesti pandai betul. ia juga tidak kenai gegaman musuh itu. kau baik menjaga di d alam rumah saja. Justeru itu waktu. Bong Tiap hendak tikam tenggorokan orang. yang satu ada muridnya Bong Eng Tjin. ma ka ia dengan sendirmya hunjuk€€kelemahan terhadap musuh. ia sudah beradadi belakangnya pemuda ini. Dari itu. Menurut rencana. Di luar sangkaan . yang sudah siap sedia di saat mendengar pertandaan dari Yo Tjin Kong. ia melainkan bisa gunai kepandaiannya mainkan pedang untuk lebih banyak bela diri. ia kata: Oh. setela h mana. Tjin Kongtidak bilangsuatuapa. atau lebih teg as: Musuh diam. karena mana. Tjin Kong mesti lekas turun. Kalau orang hendak mendahului bergerak. si orang she Yo yang naik ke atas . lagi beberapa orang. la belum mengatasi kesempurnaan. Ilmu silat pedang dari Thay Kek Pay berpokok dengan ketenangan. tetapi ia tidak puas. sedang ia sendiri anggap. sedang Soe Houw merintanginya. Soe Houw sudah lantas menerjan g dengan sepasang tempulingnya. t erus loncat turun ke bawah genteng. jangan takut! Siauwtee nanti bantu kau ! Itulah Lauw Hie Hong dengan goloknya Toan-boen-too. Ketika me reka sampai di bawah. dari it u. satu bayangan lain mencelat naik. kita diam. Sembari berkelahi. Mereka pasang mata dan kuping. dengan suitan dan teriakannya. Yang muncul paling pertama ada Lo Soe Houw. Hie Hong akhirnya mengalah. mirip dengan sha-tjee. ketika Y o Tjin Kong ketahui datangnya. Dari tiga musuh yang loncat turun ini. Saudara Lauw. Senjata Soe Houw. Musuh datang! Tjin Kong segera beri tanda. kita mendahuluinya . Harimau Keempat dari Persaudaraan Lo.nantikan serangan badai dan hujan lebat . y ang dua ada murid-muridnya Lo Toa Houw. kau bicara tentang kaum! Apakah kau sangka aku Kaum Ban Seng Boen t idak sanggup menempuh badai dan gelombang? Seberangkatnya Lioe Toanio. Mereka mesti menanti lama juga. Thay Kek Pay dan Ban Seng Boen ada seperti se golongan saja Atas datangnya bala bantuan itu. ia duga. sekarang ia bergerak terlebih dahulu. Ia datang dari bclakang. Tidak demikian dengan Nona Lio e ini. di atas genteng dan di dalam rumah.

ia m clainkan sempoyongan saja. Soe Houw lompat mundur. menyerang dengan berbareng: yang satu dengan ruyung lemasnya. Lauw Hie Hong ada keluaran Ban Seng Bocn. hingga tenaganya besar sekali. ia punyakan pelajaran Iwee-kang dan gwakang dengan berbareng. atau Burung ho ng mementang sayap . untuk Bong Tiap menangk i s. Tidak ada ketika atau jalan lagi. la bersenjatakan panjang. Lo Soe Houw. ujung kakin ya segera mengenai dengkulnya. untuk serang musuhnya d ia ini. kuda-kudanya tangguh. kedua musuh yang rintangi Hie Hong bukannya orang-ora ng liehay. sedang Bong Tiap ada adik misannya piauw-moa y kalau adik itu bercelaka. ia melibat. Tjoh Ham Eng sibuk bukan main. ia menangdi atas angin. Djoan-pian. ia sampok jatuh dua batang pi auw. hingga ia perdengarkan seruan nya babna kaget dan sakit.ang tjiam . ia mundur satu tindak. tidak ampun lagi. Dengan sebat. Hie Hong loncat pada Tjin Kong. ia lalu gunai akal. selagi ia berdiri tcgar. dengan berkeredepan. ia sengaja antap goloknya kena dilibat. Ia telah lihat sikapnya musuh. dari itu. ia tidak kelit. Hie Hong gunai goloknya akan serang musuh ya ng bersenjatakan Djoan-pian. yang lain dengan toya b esinya. untuk susuli penyerangannya terlebih jauh. musuh pendek. yang tidak puas akan sikap orang itu. hanya ia rintangi itu dengan ruyungnya yang lem as. Ham Eng mesti bela diri. telah menyambarnya. kau tidak kenal budi! pikir Hie Hong. tidak sampai ia rubuh. orang she Lauw itu bisa des ak mereka. hanya apa celaka. senjata rahasia itu datang di tiga jurusan. aka n tetapi musuh ini bukan orang sembarangan. hampir-hampir pedangnya kena dilibat dan disampok terlepas oleh ruyung musuh. berbareng dengan itu. ketika golok Toan-boe n-too menyambar. kuda-kudanya digempur. berbareng dengan mana. terpaksa ia mun dur dengan gugup. tetapi karena ia ada tangguh. semuanya memburuh ke dalam rumah. Tjin Kong. Akan tetapi Tjin Kong omong dari hal yang benar. niatnya untuk tolongi adik sepergur uannya. karena ia terluka. Di atas genteng barusan. ketika ia tampak tangan dan kaki musuh bcrgerak. Musuh tidak sangka gerakan macam ini dari lawannya. mereka ada sebawahan Soe Houw. ia pergi loncat turun. piauw yang ketigajusteru mengenai pahanya. keduanya menghalangi. atau Jarum pedoman . beberapa Kim-tjhie-piauw. yang saling menyusul. ia lompat maju. dan yang ketiga. ia hendak bikin goloknya Hie Hong terbetot tcrlepas. kepandaiannya Bong Tiap sudah boleh juga. kaki kirinya dikesampingkan. Ketika ujung pedang mendatangi. Yang pertama ada Hie Hong. sambil m enerbitkan suara juga. masih dapat kesempatan menimpuk dengan senj ata rahasianya itu. i a kuatirkan soemoaynya. ia kaget sampai berseru. musuh itu loncat mundur pula. walaupun dia sudah jatuh. Sambil keluarkan seruan kaget. kaki kiri musuh sudah icrangkat. turun. tetapi belum sampai ia menyeran g. ia berlompat mundur. Serangan piauw dari jarak dekat. Lawan itu tidak berhenti sampai di situ saja. Saudara Lauw. maka itu. menampak musuh rubuh. selagi ia mesti lay an i dua musuh. atas mana. terutama gwakang. Di belakangn ya hari mau ini ada konco-konconya. selagi ia ber lompat. Tapi kedua lawannya mencegahnya. Selagi ia mundur. ia menarik. maka ia telah bersiap untuk menyambut tikaman. ia tung gu musuh betot ia. Dua kawannya di bawah adalah or ang-orang dengan usia terlalu muda. dari atas genteng ada ber lompat turun beberapa bayangan. De mikian. turun! Tjin Kong lalu serukan kawannya. de ngan tidak bilang suatu apa. Dengan Tjay hong sie ek . yang ia siapkan dengan cepat. ketika melihat Bong Tiap rubuh. Musuh itu benar-benar liehay. sesudah mana. Dalam saat berbahaya itu dari Bong Tiap dan Ham Eng. ia menangkis ke kiri dan kanan. yang kedua. Paling perlu adalah melindungi soemoay! Kenapa kau tinggalkan dia? Ah. Selama itu. Begitu lekas sudah datang defeat. o rangnya nibuh. Dari Tat Mo ICiam-hoat dari Siong Yang Pay. bagaimana nanti iabertemu sama bibinya? Maka itu. ia . nona itu kena terdup ak terpental sampai lima-enam tindak dan rubuh dengan terbanting keras. mereka datang dari kiri dan kanan. tangan kanannya ialah pedangnya -menyambar ke kuping kanan orang itu. Sebab Nona Lioe itu. ia lalu mcnd ahului membctot dengan keras. hingga karenanya Tjin Kong jadi terlep as dari kepungan. Atas ini. ia menangkis dengan cepat tetapi.

hingga di lain saat. sahabat-sahabat baik! Lo Soe Houw kaget. Tatkala asap menghembus ke dalam. akan tetapi keadaan sudah sampai di puncaknya kehebatan. Kau bisa kabur pulang ke rumahmu tetapi kau tak nanti dapat lolos dari rumahmu ini! ia berseru membarengi tikamannya. buat serbu s i nyonya rumah.€ Janji adalah sa tu pertempuran secara laki-laki. asap lantas men gebul. Dia ini menggunai golok yang berat Lioe Toanio sebal melayani se . kandanya! Tapi ia menjadi sangat gusar. yang terluka piauw. dia masih bisa loloskan diri? Kenapa tid ak ada yang kejardiaini? Demikian kata-kata dalam hati Harimau Keempat itu. selagi ia repot kclabakan. hingga ia jadi sangat terkejut Sungguh dia liehay sekali! katanya dalam hati. loncat turun. telah maju pula. di bawah kepungan. Penyerang ada berjumlah lebih besar. Ham Eng dupak ia rubuh sampai bergelinding an beberapa tindak. Sedang yang menambah kagetnya adalah gega man di tangan Nyonya Lioe itu -bukannya Toan-boen-too hanya sebatang tumbak. di sana mereka nyalakan api . apapula kapan ia lihat berkelebatnya satu bayangan. mereka lantas m encari akal. Dengan ini jalan. ke belakang. kawanan terkutuk! Yo Tjin Kong mendamprat saking mendongkolnya. Nyonya Lioe ini bis a gunai tumbaknya bagaikan ular naga keluar dari laut. akan menyusul. hingga mereka tak dapat bcrgerak dengan leluasa. akan tetapi Tjin Kong desak ia. kemudian ia putar tubuhnya. Karena ini. mereka pun hendak paksa penghuni rumah noblos keluar. orang mulai batuk-batuk. terutama sebab rumahnya sempit. segera ia perdengarka n suitannya. roman siapa menyebabkan ia bergidik! Dia? Kenapa dia bisa ada di sini? Bukankah dia sedang dirongrong di dalam rimba yanglioe? Mustahil. sukar untuk membuka mata dengan merdeka. s upaya mereka bisa kepung dia orang itu. untuk membakar rumah. senjata mereka ada tiga pedang panjang dan sebuah golo k. Begitulah satu musuh lari. Hie Hong persatukandiri deng an Ham Eng dan Bong Tiap. maka itu. Kau punya toako? ia kata. Oh. Lawannya Bong Tiap.kena tertarik hingga ia sempoyongan dan ngusruk ke depan lawan. asal ada ketika Bong Tiap pun gunai senjata rahasianya. yang kenali Lioe Toanio si bayangan dengan seruannya yang angker. akan tetapi mereka tidak sanggup berbuat banyak. hingga dengan lekas-lekas ia berkelit. nanti ada yang layani kau satu sama satu! Kita tidak kuatir kau nanti bisa kabur! Itulah tak akan terjadi! demikian dengan sekonyong-konyong terdengar suara jawab an suaranya seorang perempuan tetapi cukup angker. tunggu lagi sebentar. Akan tetapi mereka ini bukannya bangsa tolol. tubuhnya rubuh. Adalah di waktu itu. Di sini masih ada aku! Aku tid ak akan membiarkan kau orang kecele. tetapi di luar dugaanya. Mereka mundur ke tembok. kenapa kau sudah panas terlebih dahulu? ia mcmb aliki. air mata meleleh ke luar. atas mana Lo Djie Houw loncat turun dari atas genteng. Bocah. Kenapa kau bisa pulang dengan masih hidup? Man a toakoku? Lauw In Giok tidak jadi gusar karena cacian itu. dari itu. Lo Soe Houw kehendaki jiwa orang. Perempuan busuk! ia segera mencaci. Aduh!* musu h itu menjerit. Tjin Kong ada berempat. untuk awasi bayangan itu. dari itu Hie Hon g bisa gunai ketikanya akan hajar pundak orang dengan belakang golok. Ini daya keji telah memberi hasil. Tjin Kong dan See Houw serta dua kawannya dia ini. Kau sabar saja. I a ada sangat sengit. kenapa sekarang kau orang berkawan dan turunkan ini tangan jahat? Manusia-manusia tak punya muka! Lo Soe Houw sambut dampratan itu dengan tertawaaya bergelak-geiak. Toakomu ada di sana! Dia telah bingkiskan aku tumbak in i disertai satu batok kepala manusia! Soe Houw kaget berbareng sangsi. Di sebelah itu. atau ular raksasa melilit cabang pohon . ruyungnya teriepas. api mulai berkobar. ia pingsan. untuk pertahankan diri di sit u. Maka bersama-sama Tjin Kong. Ini ada rencana mereka apabila mereka terdesak. ia lantas menyerang dengan tcmpulingnya. sebaHknya. api belum berkobar besar. mal ah pun tumbaknya Lo Toa Houw. ia kertak gigi. ia tertawa.

maka dengan mandi darah. ia rubuh dengan tidak bisa berkutik lagi. yang lebih lega. semua orang kumpul di pekarangan depan. pihak lawan coba teru s mempertahankan. Harimau Keempat elakkan diri dengan lompat mundur. tangannya terpental dan sesemut an. dari itu. tetapi kedua lawannyapun kewal ahan untuk bikin ia tidak berdaya. sambil berseru. Semua musuh jadi kaget dan kede r. Pcgangannya Lioe Toanio ada golok Kaum Ban Seng Boen. musuh hendak dikejar terus. Selama pertempuran itu. ia harap bisa tolong pemimpinnya itu. hanya ia tidak bias gunai itu seperti Toa Houw. mereka kembali ken a dikurung musuh. Soe Houw dan Djie Houw kerubuti Lioe Toanio. yang dengan itu berbareng bisa menotok jalan darah. Kiranya kau. di samping mereka. bekas layan i Bong Eng Tjin beramai. malah ia keluarkan ilmu tumbak Kim-tjh io€€Djie-sie-sie €€yang punyakan dua puluh empat tipu serangan. hingga suaranya saru dengan suara beradunya berbagai senjata tajam. api berkobar bertambah besar. orang-orang merangsek Tjin Kong b erempat. Tjin Kong dan Hie Hong turut membukajalan. Sampai di situ. tapi dalam kekalutan itu H ie Hong dan Tjin Kong berhasilmerubuhkan lagi seorang satu. mencegah. Benar-benar Harimau Kedua ini rubuh. Ia maju menyerang. untuk sipat kuping. mereka awasi saja apt lagi m s seluruh rumah. inilah hoohan yang kemarin ini bantu kita di muara! . sckarang ini keadaan mereka hampir berimbang. yang telah candak mereka. ia menjadi kaget bukan kepalang. ia bisa loloskan diri? Sekarang mana ia berani lawan pula musuh itu? Lo Djie Houw adalah lain. Di sini Yo Tjin Kong baharu lihat tegas tuan penolongnya. pertempuran jadi berubah lain. sudah mulai berkobar ke sebelah dalam. Anak-anak. Di sebelah itu. tangan kanannya mencekal sebatang pedang panjang. Apabila pertarungan berjalan terus lagi sekian lama. tetapi ia pun bisa gunai segala macam alat lainnya. Ham Eng dan Bong Tiap sambut itu anjuran. pendcngarannya. sedang tubuh di tangan kirinya ia kenali ada pemimpinnya si jago tua kurus dan jangkung Bong Eng Tjin!€Maka seteiah keluarkan satu teriakan. . dengan tusukan Lie Kong sia tjio atau Lie Kong memanah batu . ia pun bias balas menyerang. ia sudah terkejut. y ang lagi merangsek. baharu satu kali saja ia ditangkis. yang kepalanya mirip dengan kepala macan tutul. sebab pihak penghuni tak dapat nerobos keluar. sesudah mana. bekas ia berlari-lari jauh.€€€Di€€€waktu€€sang€€fajar mendekati. bisa-bisa mereka jadi kor bannya api. hingg a ia tercengang. sedang pengalamannya. Dalam saat yang sangat berbahaya itu. yang merupakan sebuah tegalan. ia bisa gunai tumbaknya Lo Toa Houw. Selagi ia kaget. ia loncat keluar. Siapa tahu. Bukankah ia ada pecunda ngnya si kepala macan tutul itu dan ia telah dikejar di air jauhnya belasan lie dan melulu karena kelicinannya. Rubuh kau! berseru si nyonya. Bong Tiap sebaliknya berseru: Ibu. ada luas. hingga rumahnya Lioe Kiam Gim sudah seperti terkurung saja oleh s i ayam jago merah. orang ada gunai hanya sebelah tan gan. ia putar tubuhnya. orang telah teruskan serang ia.€Ia tidak bisa menangkis. dengan ketakutan. Oleh karena api telah menghebat. mereka berlomba singkirkan diri. maju! ia berteriak dengan tiba-tiba. apapula ia tampak. Oleh sebab pcnyer ang itu adalah bekas musuh tangguhnya di muka muara. Benar ia tidak mampu rubuhkan dua lawannya ini. Soeheng! ia berseru. tangan kirinya mengangkat satu tubuh m anusia. nyonya ini segera tusuk ia dengan Pek tjoa touw sin atau Ular p utih muntahkan bisa . yang muncul di antara asap menebul. matanya dipentang guna liha t si penyerang.mua musuh itu. bcberapa kali terdengar suara nyaring dari bambu yang terbaka r meledak. ia sendiri mendahuiui mendesak. mengarah tenggorokannya. ia loncat mundur. malah pedang ini seger a dipakai menerjang Lo Soe Houw. tumbaknya sang kanda. Coba tidak Lioe Toan io mencegah. Ketika rombongan ini sampai di thia depan. ia sudah letih. karena tanpa berdaya. Ia menangkis. ma ka itu. mereka merangsek. Tapi ia mundur ke dekat Lioe Toanio. dadanya sudah jadi tameng tumbaknya Lo Toa Houw. sekonyong-konyong ada datang satu orang baru.

Lioe Toanio lantas dipondong. aku puas! katanya . ia sudah belajar tiga atau empat belas t . lebih penting adalah tentang Boe Wie sendiri. ia pemah ditotok oleh Toa Houw. Dengan dapati murid semacam kau. ia baharu berumur lima atau enam tahun . Kalau sudah dapat beristi rahat. dibawa ke perahu. Boe Wie ada bawa-bawa korbannya si tua. sesudah deng ar suaranya Tjin Kong. ia suka e mpo-empo kau! Nona itu melengak. di situ bcrkumpul Hie Hong. tapi kemudian. Anak. ya ng jangkung kurus. sudah begitu. soebo itu telah dapat luka di dalam bad an. melulu dengan k uatkan hati. ia ada gusar dan sangat mendongkol. ia memanggi 1-manggil. Tidak heran kalau ia tidak ingat soeheng ini. maka Boe Wie suruh Bong Tiap coba uruti dia. aku telah datang kemari . Ketika ia masuk umur dua puluh tahun. ia melainkan terlalu lelah. tapi tadi ia berlari-lari jau h. tubuh Lioe Toanio pun direbahkan. maka sebelum menutur terlebihjauh. dan Tjin Kong semua sebal iknya mengasih hormat pada soeheng ini. ia tetap diam saja. y ang ditolong Lioe Kiam Gim semasa ia berumur enam-tujuh tahun. yang kasih mereka bangun. Itulah tidak dapat dilakukan. ketika mendadakan ia lihat sang so ebo rubuh sendirinya. Bukankah lebih baik dupak saja dia ke dalam sungai? Boe Wie awasi itu soemoay. Bong Tiap tubruk ibunya. Boe Wie bercmpat merubungi soebo itu. tempo ia dapati ibu itu diam s aja dan kedua matanya rapat. Sudah diketahui. sudah begitu. ia pun dikepung Djie Houw dan Soe Houw. ia mcnangis menggerung-gerung.kali ini kita bergantung kepada kau! Boe Wie hendak jawab guru perempuannya itu. ia jawab. dia datang selang beberapa tahun sesudah berlalunya soeheng in i. Ia masih belum sadar. Dia ini ada punya kepentingan besar dengan Loo-soehoe. Ia terlatih sempurna sesudah Lioe Lookauwsoe undurkan diri dan tinggal menyendiri di Kim-kee-tjoen di Kho Kee Po. Tjin Kong akan ditinggalkan untuk ia urus rumah yang terbakar itu. Tapi toa-soeheng ini masih belum tahu. Nyonya itu lantas diantap. saking takut. mereka umpetkan diri. ia masih sanggup pertahankan diri. biarpun rumahku hangus ludas. semua lantas bangun dan keluar. Semua orang heran. untuk dapat mengaso. ia kata: Jangan kuatir ! Soenio tidak kenapa-apa. Bong Tiap dan Ham Eng. Justeru karena dia. Di sebelah itu. seluruh anggotanya bergerak. k apan sang toa-soeheng sudah awasi air mukanya Nyonya Lioe. ia gi rang luar biasa. Lalu»diambil putusan akan tolong Lioe Toanio dengan bawa ia ke rumahnya Louw Hie Hong di kampung tetangga. Law Boe Wie ada anaknya seorang tani di luar Kota Poo-teng. hingga ia kaget bukan main. Ternyata Nyonya Lioe Kiam Gim sudah jadi korbannya pertarungan ini. benar lukanya tidak hebat. Boe Wie bisa mengerti keheranan sekalian saudara seperguruan itu. Akan tetapi. Lioe Toanio akhirnya tertawa besar. hati mereka tidak terlalu berku atir lagi. Di waktu masih kecil. Boe Wie sudah lantas hunjuk hormatnya pada soebonya. sesampainya di rumah. bagaimana ia suda h dipelihara dan dididik dalam ilmusilat. Ia telah b erkelahi melewati batas. Perahu adakecil. lantaran ia tcrtawa besar. Selama itu sudah banyak penduduk kampung yang keluar. sebab di wakt u Law Boe Wie meninggalkan Keluarga Lioe. bukankah berabe? tanya Bong Tiap. begitupun asabatnya. seperjalanan perahu kira-kira setengah jam. Kau tidak kenali Toa-soehengmu ini? ibu itu kata. sedang akhirnya. Soeheng. semua awasi soeheng ini. buat apa bawa-bawa dia.Tapi sang ibu tarik tangan puterinya itu. semua sangat berkuatir. Mereka tahu ada pcrtempuran. cuma karena ia masih bcrnapas dan nadinya jalan baik. hingga ia peroleh lukadi dalarn. Halnya Bong Eng Tjin ini pun pasti ada sangat menarik perhatiannya sekalian saudara angkat itu. maka dengan sekonyong-k onyong ia mata gelap dan rubuh. begitupun Bong Tiap dan yang l ain-lain. baik kita ikuti dia dahulu. memang ia da tang secara sangat tiba-tiba. Ia harus menerangkannya semua itu. walaupun dcmikian. Soenio akan dapat pulang kesehatannya. mcreka bantu padamkan ap i. Sedang Ham Eng. yang pergi seperti menghilang. begitupun halnya ia bantu Ham Eng dan Bong Tiap da lam pertempuran di muara.

ia hanya mengungsi. data ng tiehoe yang baru. hingga ia masuk menjadi anggota dari Pie Sioe Hwee perkumpulan rahasia Pisau Belati. Seiama sepuluh tahun. untuk meloncat keluar. ia meninggalkan korban dua kawannya. satu kali ia dapat binasakan satu tiehoe. berbuahnya? Ka pankah€€mekarnya? Suara yang dalam itu menjawab: Berbuah pada Pee-gwee Tjap-gouw. Boe Wie tercengang. se ratus lebih rakyat tak bersalah-dosa. Di antara kaki-t angan pembesar negeri ada orang-orang yang pandai. karena tugasnya adalah menyembunyikan kawan-kawan dalam pengungsian. untuk murid itu meninggalkan rumah perguruan. ia jadi nampak kesulitan. Berada seorang diri. Demikian ketika murid ini sudah berumur dua puluh lima tahun. Merantau belum lama. Itu hari ra pesan murid i ni supanya menjunjung cita-cita Thay-kek Teng. karena mana. ia dengar suara r endah tapi angker. Pada suatu malam. melulu disebabkan sikap dari soeteenya Teng Kiam Beng. selanjutnya mereka bekerja secara diam-diam. ia jadi pelarian. hi ngga segera ia pikir. Sekarang ia tidak lagi meranta u. Tuan rumah ada satu anggota Pie Sioe Hwee yang tidak pern ah muncul. Sebagai anggota Pie Sioe Hwee. Pie Sioe Hwee turut u mpetkan diri. Bercekat hatinya pelarian ini. Tapi justeru itu. pembcsar negeri melakukan pembersihan. menyusul lain-lain korban lagi.€Tapi ia segera tanya: Kapankah. Boe Wie bertepuk tangan satu kali. karena orang-orang b aharu tersangkasaja. Korban-korban rakyat itu m embuat Boe Wie menangis di dalam hati. Walaupun ia sudah undurkan diri. Boe Wie pikirkan penghidupan ta k ketentuan itu. kena ditawan. hingga delapan atau sembilan bagian kepandaian gurunya. Dalam usia semuda itu. siapabisadiperintah mer antau untuk wakilkan ia. semangatnya Lioe Kiam Gim belum padam. Boe Wie telah tertarik oleh salah satu sahabatnya. ia pun tak sudi sambangi soesioknya Teng Kiam Beng. setelah gerakan Thay Peng itu gagal. Tiba-tiba ia mendengar ketokan pada jendela. a . sedang di lain harinya. sang soebo. Sesudah ini. suaranya seorang tua: Bunga merah dan daun hijau adalah satu k eluarga . ia sudah w ariskan. Begitulah Boe Wie merantau. Mendengar ini. iaturut pesan gurunya.ahun lamanya. orang Boan ini ada sahabat kekal dari sang soesiok . ia menumpang di rumah satu penduduk di kakinya Bukit Yan San. hingga ia tidak tahu. tapi pun ada kalanya. yang kesudian jadi pengkhiana t bangsa Han. maka orang gagah sebagai ia jarang ada. ia jadi sungkan muncul pula. dia ini ternyata ada lebih kejam pula. sedang dari Lauw In Giok. Boe Wie juga lantas dicari oleh pembesar negeri. yan g utamakan pembunuhan kepada pembesar-pembesar rakus dan jahat. Hanya kalau ada ketikanya. buat perhatikan pesanannya. untuk si murid sendiri cari pengaiaman dan persahabatan . ia sudah punya kepandaian dari dua cabang ilmu s ilat yang kesohor. beberapa kali pernah Boe Wie lakukan penyeranga n gelap pada pernbesar-pembcsar kejam yang dimusuhi. dengan sang angin menghembus-hembus. sebab di hari kedua itu. terut ama supaya sang murid jangan sekali-sekali bekerja pada bangsa Boan. Salah satu sebab dari ini adalah kebentjiannya kepada Soh Sian le.€Ia pun pikir kan tujuannya Pie Sioe Hwee. tapi berbareng dengan itu. yang ia dapatkan murid sebagai Boe Wie. justeru dari. Kemudian di han ketiga. dia telah jatuhkan hukuman mati. ia pilih suatu h an baik. tubuhnya jadi kurus. ia peroleh kepandaian dari Ban Se ng Boen. hanya saban-saban ia nampak kegagalan. Mendengar itu. tidak ada halangannya untuk kau pergi ke Poo-teng da n sambangi soesiokmu Teng Kiam Beng. dari itu. la mesti pergi ke sana dan sini. ia jalan sendiri. si hartawan B oan yang kejam. dengan kupingnya dengar suara berbagai binatang alas di a tas gunung. Di zaman pergerakan mulai Thay PengThian Kok. Oleh k arena Derduka. Apa tidak ada Iain jalan dari pad a selalu mesti la kukan pembunuhan gelap? Tidakkah pembunuhan gelap bukan suatu daya sempurna? Mak a iajadi bersangsi. demikian pesannya terakhir. mekar pada Tjhi a-gwee Tjap-gouw * Bunga merah dan daun hijau saling bercahaya seperti orang bersem angat dan orang berhati mulia adalah sekeluarga . ma ka ia bersyukur. Yang terang adalah ia benci bangsa Boan atau pemerintahnya. Pie Sioe Hwee turut ambil bagian sebagai anak cabang. ia tertawa satu kali juga. anggotanya semuajadi orang gelap . Paling belakang. ia menyingkir jauh ke Djiat -hoo di Barat-Selatan. bagaimana nanti hari depannya.

Mendengar ini. terbagi delapan. dengan kata-kata Kim auw hok kouw. pasti kau bakal menanya begini . dia hanya lagi tunggu ketika. Ia pikir. bulan sepuluh. maka itu. akan b ergerak pula. matanya bercahay a. tetapi semut datang semakin banyak. mencelat masuk ke dalam rumah. hanya ia tidak ingat Pie Sioe Hwee mempu nyai anggota . Boe Wie heran hingga ia pentang matanya dan memotong: Bagaimana semut bisa berk elahi melawan serigala? ia tanya. Dan dahulu p emah bunuh satu pwee-lek. sampai tubuh mereka sepe rti tidak kelihatan. Ketika dahulu aku pun mesti menyingkirkan diri seperti kau sekarang ini. Tanpa pembunuhan gelap habis kita ada mempu nyai daya apa lagi? In Tiong Kie tertawa berkakakan. hingga orang sangka ia sudah meninggal dunia. sedang itu waktu. Sahabatku itu juga ada seorang luar biasa. akhimya aku dapat dibikin insyaf dan. Ketika aku bertemu orang luar biasa itu. Boe Wie awasi dengan tajam pada orang tua itu. setelah mana ia tanyakan maksud kedatangan tjianpwee ini orang yang terlebi h tinggi tingkatannya hingga ia ketahui. aku sebaliknya kenal kau! ia jawab. siapa tahu. matanya terns mengawasi. angin Utara ada dingin sekali. Paling belakang ini. apa yang tertampak ada gumpalan hitam . di situ memang ada banyak semut hitam. Kejadian pun ada sangat kebetulan. yang ada gagah dan berani. rupanya mereka terpisah dari kawan dan sedang lelah. dia ini mesti ada mcmpunyai kepandaian tinggi. Memangdalam kalangan Pie Sioe Hwee ada pemecahan golongan atau tingkatan untuk anggota-anggotanya. dalam satu malam. Kau toh ketahui. aku dengar Pie Sioe Hwee ada punya satu anggo ta angkatan muda. karena mana. llKau tidak kenal aku. Aku sayangi pemuda itu. terlihatkan seorang tua. karena hendak ditangkap. Be berapa ekor serigala mendekam beristirahat di bawah sebuah pohon. ia menduga pada usia atas enam puluh ta hun. sahut Boe Wie. sebagai tanda hormat. aku lantas berangkat untuk cari dia .€Dan I n Tiong Kie -yang berarti Keanehan dalam Awan masuk dalam Golongan Kim . Dari kumisnya yang putih. Aku sudah duga. Boe Wie hunjuk hormat p ula.saja. bagaimana orang ini punyakan tubuh kuat.tas mana. Maka ia percaya. datang kabar bahw a ia lagi diuber-uber pembesar negeri. yang sangat menarik hati. yang terus turunkan kedua tangannya. In Tiong Kie terangkan. siapa berulang-ulang sudah terjang bahaya. Bagaimana Tjianpwee ketahui itu? Orang tua itu tertawa. Serigala-serig . yang main lakukan pembunuhan gelap. justru aku pikir untuk cari dia. Dengan tajam Boe Wie awasi orang tua itu. Se kcjab saja. ia buron cntah kemana. Apakah kau dari Golongan Hok ? ia tanya.€ Aku pun tak percaya i tu apabila aku tak menyaksikannya sendiri. aku ke temu satu sahabat asal Kwan-gwa. Ia tidak setujui tujuannya Pie Sioe Hwee. Sahabatku itu tidak berhati dingin. Sahabat ini telah ajak ak u menyingkir lebih jauhke Liauw-tong. ia sudah binasakan tiga antaranya. di pcrmulaan musim dingin. yang bajunya wama biru ada gerombong an. Jadinya Tjianpwee adalah Loo-tjianpwee In Tiong Kie? ia tegaskan. di antara tiga pendirinya Pie Sioe Hwee ada satu yang dipanggil In Tiong Kie? Hatinya Boe Wie jadi bercekat. Sebab kata-kata mereka adalah kata-kata rahasia dari Pie Sioe Hwee. S esudah satu hari dan satu malam kita berunding. Apakah Loo-tjianpwee suka ulangi padaku kat£-katanya itu orang luar biasa yang m enjadi sahabat Loo-tjianpwee? tanyaia. dengan kumis ubanan. itu adalah di Gunung Siauw Hin An Nia. artinya: Tanah daerah kembali kuat. Benar. orang benar datang untuk ia sendiri. melawan empat pahlawan istana. Orang tua itu juga mengawasi Boe Wie akanakhirnya ia bersenyum. Aku sudah ditunjuki suatu pemandangan yang luar bi asa sekali. kebangsaan Han bercahaya pula . mer eka mengamuk hebat. si orang tua lantas bercerita. pangeran bangsa Boan. Han tjok tiong kong . yang katanya ada ahli waris dari Th ay Kek Pay. jawab In Tiong Kie sambil tertawa. beberapa ekor serigala itu telah dikerumuni rombongan semut itu. aku terns tidak kembali pada Pie Sio e Hwee. ma lam ini ia muncul di Djiat-hoo lagi. Tapi itulah benar terjadi. tertua seperti orang ini. a ku kuatir dia menjadi korban. Lauwtee! berkata ia Boe Wie pasang kupingnya. aku lepaskan cita-citaku. Itu adalah pertempurannya semut yang kecil dengan serigala yang besar . Tidak berayal lagi. buka n.

Lauwtee.tidak terhitung jumlahnya. . tetapi ini tidak menolong. ke Kwan-gwa tak nanti aku pergi! In Tiong Kie tercengang. matanya mengawasi keluar. Dia memang bermaksud baik dengan nasihatnya ini terhadap ini anak muda. apa tidak bisa jadi. kemudian ia pergi k e pekarangan depan. ini anak muda rubuh karena serangan demam yang hebat. Sampai di situ. tanah airnya bangsa Boan? Maka. iapun menghela napas denga n tiba-tiba. aku hendak pe rgi sekarangi Pengutaraan selamat tinggal itu ditutup dengan satu loncatan tenang tetapi ges it sekali. Lewat sekian waktu. si anak muda ak an dengar nasihatnya itu. kau bilang bahwa kau hendak ca n aku. ada baik hati dan suka rawat ia de ngan sungguh-sungguh. serta isterinya. pemuda ini jadi waspada. sukar untuk mereka robohkan satu kerajaan yang sudah dalam dan kuat dasarnya. ia pandang pemuda di depannya. lalu datang lagi. Besok paginya. beberapa pembesar. sek arang In Tiong Kie sudah berserikat sama bangsa Boan itu? Apakah bukan ia sedang hendak diperdayakan? Dugaan Boe Wie terhadap In Tiong Kie adalah meleset. pasti kau akan m enemui dia itu. Boe Wie. Loo-tjianpw ee. apabila dia dapat kawan dan berombongan besar. akan tetapi. ulur lidahya. apa gawenya sekarang ini bekas jago tua? Kalau In Tiong Kie insyaf tujuan Pie Sioe Hwee keliru. tidak perdu li mereka gagah dan pandai bagaimana. tubuhnyajadi lemah. Sahabatku si orang luar bia sa itu hunjuk. Umpama kata di lain waktu kau sudah sadar.€Aku tercengang dan kagum atas apa yang aku saksikan itu. sikapnya jadi tawar. itu sudah cukup! Nah. dengan dipencet dua j ari. Syukur buat dia. sahaba ku itu bilang padaku: Semut ada satu binatang kecil sekali. Ya. kalau tidak. Boe Wie berdiri bagaikan patung. Bukankah In Tiong Kie -walaupun dia ada salah satu pendin Pie Sioe Hwee sudah lama kelua r dari perkumpulan itu? Dan siapa tahu. Setelah itu. tuan r umahnya yang bemama The Sam. hingga selanj utn ya cuma suara angin yang terdengar pula. pada pergerakannya Lie Giam di akhir Kerajaan Beng. di luar dugaannya. kau pikirlah pula baik-baik. Inilah buktinya! Kalau rombong an semut ada demikian liehay. Asa] kau ketemu loo-enghiong itu. akan awasi sang salju sampai sekian lama. Tidak demikian kalau kita bekerja dengan seora ng atau dua orang dengan rombongan yang sangat kecil. Boe Wie memandang dengan berdiam. pada pergerakan Kaum Thay Peng kita. Andaikata di sana kau tak dapat cari aku. apabila ia cuma terdiri dari beberapa orang. panasnya lenyap separuhnya. Begitu liehay semut itu . Agaknya ia merasa pasti bahwa setelah dengar perkataannya itu. kau boleh cari aku di Oey-See-W ie di Sam-seng. Ielan. maka selang dua hari. Pembunuhan gelap? Cuma satu pembcsar yang bi nasa. ia bercuriga terhadap siapa juga. Jadinya Loo-tjianpwee inginkan aku juga meninggalkan Pie Sioe Hwee? akhimya ia k ata In Tiong Kie urut-urut kumisnya yang putih. manusia. Benar jago tua itu sedang undurkan diri tetapi dia memang ada berpemandangan lebih luas daripada orang-or ang Pie Sioe Hwee. kenapadiadiam saja. aku hendak pergi saja! berkata iakem udian. baiklah. tubuh mereka berdiam. Lauwtee. Setelah hidup terka tung-katung. hanya ka rena itu. tinggallah mereka punya tulang-tulang yang putih . Lauwtee. Akan tetapi. kena pa dia tidak kemukakan itu kepada perkumpulannya? Dan kenapa In Tiong Kie juster u bemaung di Djiat-hoo. rupanya t adi malam ia kemasukan angin jahat dan jadi jatuh sakit. kita pun bisa jadi korbannya kawanan semut itu. begitu pun suaranya binatang-binatang alas di atas gunung. kemudian ia menyambung lagi. Lauwtee. berapa pembesar kau pernah binasakan? Sahabat ku itu lalu menunjuk pada hikayat. kau bilang saja bahwa kau hendak cari Pek-djiauw Sin Eng Tok-koh Loo-enghiong. Adalah si anak muda sendiri. . terang otaknya sedang bekerja. Law Boe Wie berpikir Iain.ala itu bergulingan. Lalu. Benar pemerintah tak dapat digempur tetapi toh sudah tergoncang juga. akan kemudian. demikianlah ada maks udku ia jawab. dia akan sudah terbmasa remuk-hancur. Boe Wie kata: Terima kasih banyak. Kau sendiri umpamanya. apapula manusia? Orang tua ini berhenti sebentar. mereka jadi sangat liehay. yang pikirannya lain. Sesudah mengawasi dengan dingin. Jikalau begini putusanmu. demikian seterusnya.

kau orang boleh bawa pergi! Sembari mengucap demikian. sahabat baik. sesudah lelah. ia sampai keluarkan keringat dingin. asal sudah segar lagi sedikit. Boe Wie maju dengan matanya mengawasi dengan tajam. Boe Wie memandang dengan mata melotot. kepandaian siapa belum sempurna betul. ia sukar pulas. menuju pada pembaringannya. ia tidak boleh ber ayal. Di lain malamnya. dua bayangan tersebut lompat masuk ke dalam! Law Boe Wie segera menduga pada orang polisi. itu bukan suaranya daun rontok. hanya setelah itu. Ia kaget tetapi ia tabah. dari mana pun berkelebatsatu cahaya putih bagaikan ranta i perak. ia rebahkan din. benar-benar dia ada di sini! Menyusul kata-kata itu. ia berloncat turun dari pembaringannya. Apa mau. berkata mereka. supaya kau tidak membikin sukar pula pada kita duasaudar a . Boe Wie rasai panasnya jadi lebih banyak kurang. yang mcncekal pedang. dari itu ia mulai pikir akan berangkat besok saja. Di luar segera terdengar suara nyaring. ia pun kuatirkan munculnya orang-orang polisi. cara bagaimana aku bcrani membuat kau orang kcccle? Sahabat-sahabat. demikian salah seorang berkata. Maka ia telah ambil putusan. ia tidak lupai kcpandaiannya. Sahabat-sahabat baik. boleh jadi mereka engko dan adik. Sampai tengah malam. mereka tertawa pula.Selama dua hari itu Law Boe Wie senantiasa pikirkan kata-katanya In Tiong Kie si orang tua itu. ia hendak an gkat kaki. Tahu pastilah ia sekarang bahwa ia lagi berhadapan sama orang-orang polisi. Tiba-tiba ia dengar suara berkeresek. malam itu ada membawa lelakon. kiranya kau o rang ada Giam-kee Heng-te. Oh. tetapi ia kuatir tuan rumahnya nanti terembetrembet. Dua orang itu berpotongan sedang. Nyata it u ada sebuah piauw. kau telah kepergok. Benar ia tidak takut yang ia nanti kena dibekuk. benar-benar kau orang telah bercape-lelah . baharu jadi tujuh atau delapan bagian. yang ia kuatir nanti da pat susah karena urusannya sendiri. ro man mukanya rada minp satu dengan lain. Ia segera teringat pada tuan rumahnya. Dia berusia pertenga han. baharulah ia Iayap-layap. i a awasi dengan tajam pada dua bayangan itu. Sahabat. Boe Wie berdiri diam. akan tanggapi benda putih itu ketika si benda lewati sedikit padanya. dengan gerakan Lee hie ta teng atau Ikan trambra meletik . Persaudaraan Giam! is tegaskan. pada tubuhnya sendiri. sekonyong-konyong ada menyam bar angin dari jendela. ialah orang biasa berjalan di waktu malam. Kau orang jadinya ada o rang-orang polisi Pakkhia yang kcnamaan! Maafkan aku yang sudah tidak kenali kau orang! Dari tempat ribuan lie kau orang telah susul aku. hanya sayang sekali. Tapi bahaya sudah datang. maka ia ulur tangannya . Jikalau demikian. tidak demikian dengan kupingnya yang jeli. hanya tindakan kaki satu ya-heng-d jin. ia tidak bisa banyak pikir lagi maka ita. bahna kaget. sia pa tahu. Matanya meram mele k. Kau orang bangsa elang dan anjingnya pembesar negeri mau bicara tentang kehormat an orang Kang-ouw? Hm! Di sini toaya ada. di luar jendela lantas berpe ta dua bayangan orang serta terdengar suara tertawanya nyaring. Begitu lekas senjata rahasia itu sudah tergenggam dalam tang an kanannya. Dengan si-apkan senjatanya. Dua orang itu benar berani. suara itu pelahan akan tetapi segera ia dapat kenali. harap kau tidak mengatakan aku d ua Saudara Giam ada berlaku kasar kepadamu! Mendengar disebutnya Persaudaraan Giam. tanda bahwa timpukan itu tidak mengena i sasarannya dan jatuh ke tanah. ini aku kembalikan bingkisanmu! katanya. hanya ia bersenyum ewah. supaya kau ora ng peroleh kcnaikan pangkat dan kebahagiaan. Baik kau berlaku gagah sebagai orang Kang-ouw sejati. senjataku ini menampik! . Habis makan obat. ia angkat ta ngannya. ia ingin tidur agar dapat beristirahat. disusul sama uca pan: Ha. kau turut aku pergi ke kantor pembesar ncgeri. Di saat murid Thay Kek Pay ini hendak berbangkit. Sahabat. segera ia hunus pedangnya yang s elamanya belum pernah terpisah jauh dari tubuhnya. Maka ia jadi mendongkol: Ngaco! ia membentak. jikalau kau ada mempunyai kepandaian. karena senantiasa ingat besok ia hendak merantau pula. aku bersedia akan iringi kau orang. tangannya dibarengi diayun ke arah jendela. ialah dua mac am gegaman yang biasa dipakai oleh orang-orang polisi. Mereka masing-masing bersenjatakan Thie-tjio dan scbatang golok Tan-too.

dasar lemah. akan menyingkir sambil bergulingan ke arah pintu. burung gereja ada di belakangnya . da ri luar ke dalam. kalau tidak. Ini adalah Hoei ma kiam . ia tidak bersangsi. dari itu . Aku tidak sangka.musuh. suara berisik me nyebabkan mereka tersadar. terpaksa ia egos ka ki kanannya. ia tidak sempat puta r tubuhnya lagi. ia memikir untuk gunai tipu. untuk tolongi saudaranya. seumpama cengcorang hendak menawan t onggeret. Ia I upai lukanyadi lengan. Ia tidak jerih se kalipun ia sedang sakit. lagi dikepung musuh. Thie-tjio dari Tjin San ada liehay. The Sam dan isterinya sudah tidur ketika pertcmpuran dimulai. ia bisa celaka di tangan dua hamb a negeri itu. Boe Wie sedang sakit. Sahabat baik. Lalu dengan Giok lie touw tjiam . pedangnya. maka mereka kaget sekali dan berkuatir. Tjin San berpikir. akan bantu adiknya mengepung musuh. hingga darahnya lantas bercucuran. Tjin Hay j uga menjerit. akan tetapi. Tjin San lolos dari ancaman kepungan. keduanya mundur beberapa tindak. dengan Thie-tjionya menyerang dada musuh itu. gesit luar biasa. Untuk satu Giam Tjin Hay. Coba ia tidak sedang sakit. hingga tubuhnya jad i sempoyongan. ia teruskan menikam ulu hatinya. demikian Tjin Hay si kidal. sekarang ia mesti layani satu sama satu pada si orang she Giam yang kedua. apapula ia memang paling benci hamba-hamba wet. Dengan Heng kee kirn Hang atau Me lintang di atas penglari emas .Dua saudara Giam itu juga tertawa tawar. keduanya sudah lantas bcrtcmp ur. Sahabatku. atau Bidadari melempar jarum . tetapi kepandaiannya ilmu Thay Kek Pay mcnolong dia. tetapi setclah senjata mereka beradu. punya tenaga begitu besar. kembali ia gunai Hoei-ma-kiam denga n apa ia tangkis golok lawan. dia ini segera loncat keluarkalangan. bagaima na kalau Giam Tjin San kerubuti ia? Selagi Tjin San mendatangi dekat. Ilm u silat ini berpokok tenang. kapan mereka mengintip dan lihat kawan mereka. t idak kurang 1 iehaynya tan-too dari Tjin Hay. si penumpang. ia putar balik tangan kanannya. kesabaran. Syukur tadi ia telah keluarkan keringat. maka itu dengan ketenangan. Bukan main sibuknya Law Boe Wie. Tapi iatetap lelah. maka untuk singkirkan bahaya. Sang adik ini adalah seorang kidal . Giam Tjin San lihat lowongan itu.dia ini me nyambar 4engan goloknya. dengan gampang ia bisa kalahkan dua orang polisi itu. Dia membacok bebokong dengan tipu Lian-hoan Tjin-pou-samtoo atau Tiga bacokan saling susul . Giam Tjin Hay maju akan bantui engkonya. sekalipun demikian. Mere ka tidak punya kepandaian berarti. tubuh kosong membuat asabatnya lemah juga.Tapi. Habis mundur. Murid Thay Kek Pay itu dengar sambaran angin di belakang. ia jadi dapa t tenaga. Boe Wie merasai ia semakin lemah. Boe Wie niat susul musuh itu. akan buang diri ke kanan dengan mundur sedikit. ia kurang keuletan. Dan mclayani seorang kidal memang rada sulit . ujung pedang telah men genai lengannya. memang terkenai. ia bisa laya ni musuh. dengan be gitu dadanya jadi terbuka. ia jatuhka n diri. dengan begitu. Boe Wie tidak menangkis.€Karena ini. Giam Tjin San maju pula. tetapi Boe Wie tidak takuti mereka. kepalanya pusing. Giam Tjin San tangkis tusukan itu. karena ini. Tjin San dan Tjin Hay. atau Loh-bee pedang. Dua saudara ini. kakinya limbung . maka itu. lain tahun pada hari ini harian sembahyang kau satu tahun! Habis berkata begitu. dengan tib a-tiba ia menjerit dan rubuh terguling. nyali mereka suami-isteri ada kecil. Sedang Boe Wie pun tidak nyana.€ Kau mempunyai senjata. Di waktu ia menangkis ke kanan. akan tetapi Boe Wie mcndahului dengan Peh tjoa touw sim atau Ular putih mcnghcmbuskan bisa untuk tikam dadanya orang yang mcnjadi kanda. hamba wet dari Pakkhia ini ada dcmi k ian tang guh. ia mclainkan tarik tubuhnya ke belakang sedikit. ia lantas merasakan pusing. dengan hati lega. ia balik maju. ia sengaja berlaku ayal. Tjin San kaget. sebab dia ini mainkan itu dengan t angannya yang kiri. hampir berbareng dengan mana. tapi di sebelah itu. ia lompat bangun. kau manis sekali! kata Tjin San. dua saudara Giam itu geraki senjata mereka. ia masih kurang sebat. penyaki tan seperti dia. ia sudah kewalahan. Sesudah kira-kira lima puluh gebrak. akan dengan Koay bong hoa n sin atau Ular naga jumpalitan . kitajuga! Bai klah. dengan kesakitan. ia pun tidak sempat gunai pula senjatanya.

itulah sebabnya kenapa ia rubuh sendirinya . keduanya muncul dengan berbareng. si Garuda Malaik at Seratus Cakar. Di matanya dua saudara Giam. tidak ayal lagi. Aku sudah tidak berdaya lagi. I a lihat musuhnya dan mengenalinya. Boe Wie telah lewati tempo beberapa bulan untuk per gi sana dan pergi smi. kau menang . mereka ini cerdik. Pergil ah kau. untuk perihnya hati. Hanya. di mana ia berhasil-mene mui Tok-koh It Hang. Ia terutama lihat tegas sinar mata yang tajam dari orang ini. Rohnya Nyony a The Sam sendiri sudah pergi terlebih dahulu . kau juga tidak terus bakal lolos . mereka jugadisangka ada pcnduduk biasa saja. ia lompat bangun. baharu ia sampai di Oey-see-wie. Sebab sudah biasanya bagi ia untuk waspada. Siapa tahu. Ia sudah bebas. di saat Boe Wie tcrancam. Kanda itu tidak binasa kare nanya. dan golonga n ini pun dibenci mereka. rubuh pula sak ing lelah dan sakit. Tapi ia pun sengit. Sahabat baik. siapa tahu. sebaliknya ia berpura-pura s ebagai satu pengungsi. Boe Wie tidak sebut-sebut In Tiong Kie. i a tidak dapat menolong suami-isteri itu. Percuma saja tuan dan nyonya rumah mencoba b ikin perl a wan an. yang tens mcngucurkan darah. sama seperti bangsa Han sendiri. karena sarangmu di Kang-lam sudah digulung! Percaya.mereka tidak lantas maju. Tjin San tarik napasnya yang penghabisan. lebih baik ke Liauw-tong! . Maka ia pun curiga dan sangka orang hendak can tahu hal-ihwalnya. Ia berkelejat kaki tangannya. dia kena dibabat pedang beberapa kali. karena lelahnya. berubahlah pandangannya terhadap bangsa Boan seumumnya. selama berada di Liauw-tong. mereka rubuh saiing gan ti di bawah hajaran sepasang Thie-tjio dari si orang polisi dari Pakkhia. raj in dan ramah-tamah. sebab kepala pusing. hingga dalam repotnya. ia pun susul Tjin San kelain dunia. malah ia jadi sangat gusar. Me reka hidup bertani. matanya separuh tertutup. pengalamannya pun luas. Yan g busuk atau jahat. la jadi korbannya nyonya The Sam. Sekarang tak lagi ia merasa heran. tubuh mereka rebah di samping tubuhnya Tjin San. Nyata bangsa itu berbeda sikap daripada pemerintahnya. Boe Wie hampirkan The Sam akan raba tubuhnya. Selama itu. Di sini tak usahlah dituturkan perihal perantauannya beberapa bulan itu. iapun tidak pakai cara kunjungannya orang Kang-ouw. Ia menyesal. hingga dia rubuh dengan mandi darah. kata Tjin San dengan lemah. ia ajak Boe Wie main-main untuk beberapa jurus saja. ia benar tak dapat berdiam lebih lama pula di Kwan-lwee! Maka ia jadi ingat In Tio ng Kie serta kata-katanya orang tua itu. Cepat Boe Wie lompat pada The Sam dan isteri. Tok-koh It Hang bukan melainkan pandai silat. Tapi kau jangan berpuas hati. jago tua yang bergelar Pek-djiauw Sin Eng. iadapati me reka sudah mandi darah. kata tuan rumah dengan suara pelahan sekali. selagi€€musuh-musuhnya m embelakangi mereka. ia terjang suami-isteri pembokong itu. lekasan! Aku belum kasih tahu kau tentang kabar yang aku dapat kemarin . sekarang m ereka itu berkorban sekali. Karena i ni. kenapa In Tiong Kie menyingkir ke daerah perbatasan ini dan betah berdiam di sini. lcngan kanan. Dengan begini menjadi lebih nyata. dengan pisau belati mereka menimpuk. ia percaya orang buka nnya orang sembarangan. Biar aku pergi ke Shoatang akan lihat apa aku bisa bikin di sana begitu ia ambil putusan. mereka tunggu waktu. Melihat mayat-mayat itu. . Pisaunya The Sam scndiri mengenai lengannya Tjin Hay. tapi ia telah celakai tuan rumah suami-isteri. malam-malam juga ia angkat kaki . mereka tidak dicurigai. adalah golongan pembesar negeri atau tuan tanah. hingga seperti kala p. ia terjang Tjin Hay siapa sedang kesakitan. matanya tajam. air mata Boe Wie meleleh keluar. Boe Wie kuatir tuan rumahnya turut bercelaka karena ia. i a belum tahu. maka dengan kuati hati. sambil keluarkan jeritan mengerikan. IV Sesampainya di Liauw-tong. untuk membaniui. sehabis lampiaskan sakit hatinya pada suami-isteri itu. Maka setelah siap. mukanya kasih lih at senyuman iblis. M emang sarang kita di Shoatang sudah kena diubrak-abrik! Pergilah kau. Mulanya bertemu sama Tok-koh It Hang. Habis kata begitu. Rupanya dia ini. jago tua itu ada orang macam apa. satu kali saja ia lihat tampangnya si pelarian ini. Tjin San kena tertikam bebokongnya. sampai goloknya tak dapat digunai sebagai bermula.

Lauwtee. Pek-djiauw Sin Eng ada punya perhubungan apa dengan In Tiong Kie. untuk aku menambah pengetahuan . Ditanya begini. tak berani aku terima kau sebagai muridku. ia lantas manggut. Apakah kau ada dari pihak Pek Sioe H wee?. dari itu. ia pandang sebagai sep aruh kawan saja. Boe Wie mengerti. berkata ia. baik untuk sementara kau jangan pulang dulu. yang ia tidak berani langgar. Ia jug a hunjuk. ia tidak pandang dia sebagai murid yang biasa. Boe Wie berpikir ia berpikir dengan keras. Kau sebut dia itu. Aku tidak bisa. sampai Boe Wie tanya. ia keluarkan keringat dingin. ia jawab. itulah tepat. bukannya ilmu silat Thay Kek yang kurang sempurna. itu adalah latihan kau sendiri yang masih kurang. Sekarang kau tel ah sampai di sana. memang ada aturan umum. sebagai muridku. entah dengan cara bag aimana ia diserangnya. sang murid boleh bclajar lebih jauh pada Iain-lain guru. Aku belum kenal pribadi dengan Lio e Loo kauwsoe. Tee-tjoe mohon Lootjianpwee t cnma aku sebagai murid. bahwa kau ada satu angkatan mudayang gaga h dari Pie Sioe Hwee. jadi tidak ada halangannya untuk ia berguru pada lain a hli silat. dari itu. tapi Tok-koh It Hang segera mencegahnya dengan cepat cekal lengannya. bajunya saja ia tidak mampu langga r. Hanya karena Boe Wie benar-ben ar lichay. Boe Wie cuma bersangsi-sebentaran. ia sendiri merasai tangannya sesemutan. Tok-koh It Hang heran. sedang buat cari guru yang pandai. ia berikan kemerdekaan dan izinnya pada mu rid kepalanya ini. kemudian ia . maka akhirnya. Di saat muridnya Lioe Kiam Gim hendak loncat keluar kalangan. si orang tua tertawa berkakakan. akan terus menj ura pada tuan rumahnya. tetapi dia adalah orang yang aku kagumi. Teetjoe ada dari Golongan Hok. Jadinya kau ada mund kepala dan Lioe Kiam Gim? Pantas kau begird liehay! bcrkata ia. itulah sukar sekali. Tok-koh It Hang bukannya tak sudi dapat murid sebagai Law Boe Wie. tapi sekarang ia dengar keterangannya pemuda ini -yang ia percaya-hatinya jadi girang. Jangan kata tubuhnya.Tadinya Boe Wie menampik. Tidak. tak dapat aku terima murid kepalanya. Setelah berselang sedikit waktu. ia mengawasi dengan tajam. itu tak dapat dilakukan lagi. tetapi ia tak ingin kembali ke Kwan-lwee. Di sebelah itu. pantas kalau ia yakinkan ilmu sil at terlebih jauh. Sudah beberapa puluh jurus aku lawan kau. Dengan sendirinya. Boe Wie insyaf benar-benar bahwa ia bukan tan dingannya jago tua itu. mendengar mana. mcndadakan si or ang tua berseru: Kau sebenamya keluaran Thay Kek Pay mana? Lekas bilang supaya ti dak terbit salah mengerti! Sampai di situ. Ia kata ia bukan hendak mening galkan Lioe Kiam Gim sebagai guru. ia jawab. Boe Wie tunduk benar-bcnar. Aku tidak punya kepandaian untuk diturunkan kepada kau. Benar. teetjoe tidak pikir pula untuk lakukan pembuhuhan-pembunuhan gclap. Malah tee-tjoe ingin tetap tinggal di sini. Walaupun orang menolak. dahulu gurunya pernah pesan untuk ia menambah pelajaran dari Iain-lain cabang kaum persilatan. ia ingin tetap tinggal di Kwan-gwa ini. Bagaimana Lootjianpwee bisa mendu ga begitu jitu? Jago tua itu tertawa. Boe Wie hendak berlutut. Lauwtee. Oi dalam kalangan persilatan. mestinya kau telah bertemu dengannya. Taruh kata tee-tjoe berniat pulang. kata ia Sekaran g tee-tjoe insyaf. ia terima tantangan. Karena tcrkabar kau lagi diarah oleh pemerintah Bo an. maka itu. tetapi iasebenarnyaingin ketahui kepand aiannya jago tua itu. terpaksa siang-siang ia keluarkan kepandaiannya ilmu Thay Kek Pay untuk bisa mel ayani terlebih jauh. untuk dikasih bangun. maka ia terus perkcnalkan dirinya. Lioe Kia m Gim taat pada itu aturan. Adalah setelah keduany a bergebrak.akhimya ia tegaskan. baharulah di dua jums yang terakhi r aku bisa atasi padamu. In Tiong Kie sudah pergi ke Kwan-gwa untuk ca n kau. Boe Wie masih mendesak. bi la dengan pcrsctujuan nya sang guru. Dalam halnya kau ini. ia merendah. Keduanya sekarang bicara secara asyik sekali. Kau tidak ingin kembali kepada Pie Sioe Hwee. In Tiong Kie pernah beritaliukan aku. pada beberapa bulan yang lalu. adalah itu aturan umum. lalu ia berbangkit. lawan tua ini ada jauh lebih liehay daripada ia.

Kalau Thay-kek-koen ada dengan lemas melawan yang keras . yang bertujuan menggulingkan rajanya. apapula sekembalinya dari Kwan-I wee Tionggoan In Tiong Kie telah bawa cerita bahwa ahli waris Thay Kek Pay itu yang kesohor Thay-kek-kiamnya. satu raja telah binasa. Tok-koh It Hang bergelar Pek-Djiauw Sin Eng. banyak rakyatnya yang dibuang ke batas Liauw-tong. ta pi toh ia telah terima pelajaran sepenuhnya. ada di antara rakyat itu yang nyelundup ke Liauw-tong. bisa dimengerti kepandaiannya yan g tinggi. Pembunuhan-pembunuhan gelap bukannya daya untuk mewujudkan usaha besar. Ci ta-citanya Tok-koh It Hang adalah mengumpul kawan. Boe Wie menyengir. Ha nya. Russia juga punyakan semacam perkumpulan mirip Pie Sioe Hwe e. Boe Wie tinggal menumpang sama Tok-Koh It Hans. Demikian selanjutnya. Ia utamakan kegesitan tubuh.kata. tidak heran. ia t elah bisa wariskan Tok-koh It Hang punya enam puluh empat j uros kim-na-tjhioe-hoa t. ia terus suka berunding s%na gurunya itu. Tok-koh It Hang berkata lebih jauh. flfnenunggu waktu. serta tujuh puluh dua jalan ilmu pedang Hoei Eng Tjiong-soan Kiam atau Burung ga ruda terbang berputaran . Tapi. ia ada orang she Tok-koh.€Kau harus mengerti. rajanya dipanggi l czar. sehabis kegagalan Kaum Thay Peng . Kita hanya binasakan satu-dua pembe sar negeri. itu pun keliru. cara bagaimana bangsa Ouw itu bisa digulingkan dan diusir? Tanpa tindakan itu. Pun ada banyak orang Kang-ouw yang tidak puas terhadap orang she Teng jtu. Tapi kim-na-hoat ini scbaliknya da ri pad a Thay-kekkoen. soeteenya orang itu. membela diri . perkumpu lan itu tetap tak dapat capai maksudnya. kedudukan pemerintah Boan makin kuat. Boe Wie memang sudah punya dasar baik. bukan seperti caranya Pie Sioe Hwee. tet api mercka tidak sukai Teng Kiam Beng. Dua-dua Tok-koh It Hang dan In Tiong Kie kagumi dan hormati Lioe Kiam Gim. hingga dengan sendirinya dia itu jauhkan diri dari Rimba Persilatan. M enurut pelarian ini. kim-na-hoat adalah s ambil menyerang. Beberapa tahun Law Boe Wie tinggal bersama Tok-koh It Hang. tidak pernah ia ab aikan ilmu silatnya. yang ter ima dirinya sebagai separuh guru. Di samping itu. buat justeru bikin terguling pemerintah itu. Berbatasan denga n daerah Liauw-tong ini ada sebuah negeri yang dinamakan Rusia. Umpama ma-tua dari Tong Thay-tjong Lie Sie pin. rupanya ini disebabkan. Tok-koh It Hang ada asal Kwan-Iwee. ia duga sukar untuk ia tinggal sekian lama di tempat baru ini. dalam tempo empat-lima tahun saja. Ia pun tadinya beranggapan se bagai Boe Wie. yang dating kepadanya setelah s etengah tahun ia sampai di Liauw-tong. ia jadi tinggal menetap di Liauw-tong. an ggajjjlflfiya jadi berubah. tidak perlu ditilik keras. b agaimana bisa ditumpas itu segolongan orang-orang berpengaruh yangjahat dan keja m? Darah mesti dikucurkan secara berharga. perkumpulan rahasia i tu ada terlebih besar dari perkumpulan kita. Malah dari In Tiong kie. Sebab urnumnyaroRyat Boan ada sama seperti di Tiongg oan. Aku ada lagi satu contohnya. i alah Siberia. Boe Wie ketarik dengan perundingannya ini guru baru. penduduk Liauw-tong adalah bangsanya sendiri dan da ri itu. Thay-kek-koen dan Kim-tjhie-piauw sud ah jadi angkuh terhadap kaum Kang-ouw dan telah bergaul rapat dengan pihak pembe sar negeri. umpama Lie Tjoe Sen dan Ang S ioe Tjoan dari Thay Peng Thian Koife Itu waktu. Raja itu ada kejam. seperti garuda melayang menyambar. Ia dap ati julukannya justeru karena kegesitannya itu bagaikan garuda Tok-koh ada she atau nama keluarga asal orang asing (Ouw) tetapi itu dari bara t-selatan telah masuk ke Tionggoan sejak AhalaTong. di sebe lah itu. dengan sepasang telapakan tanganku yang hanya berd . Maka kemudian orang Rusia namakan pembu nuh gelap yang berani itu sebagai pendekar lacur yang tak berharga satu sen! Mendengar ini. Pastilah akan ada satu hari. hatinya jadi terbuka. karena bangsa asing mcmbantu padanya. Ilmu silatnya berdasarkan Golongan Eng Djiauw Boen Cakar Garuda. apabila kau jadi tawar karenanya. terutama mengenai pemerintah Boan serta s epak-terjang kebangsaan dari rakyat Tiongkok asli. tapi dia bisa binasakan rajanya Itu telah terjadi belum seberapa lam a ini. Tanpa menumpahkan darah. ia ciptakan sendiri ilmu pukulan kim-na-tjhioe-hoat yang terdiri dan de lapan kali delapan -enam puluh empat jums. hingga di zaman itu sudah di akui sebagai nama keluarga orang Han. kalau ia peroleh kemajuan. dari itu. Iain raja muncul sebagai gantinya. ia dapat pelajaran kepandaian mengenai sen jata rahasia dengan mendengar suara anginnya saja. karena singk irkan diri. tidak fcekerja sama-sama peme rintah. kim-na-hoat gabungkan luar dan dalam jadi satu. hingga ia sendiri jadi sebagai separuh murid .

sudah berangkat ke Utara. ia juga tidak ketahui jelas keadaan orang. tetapi aku. Lima tahun sudah lewat sejak Boe Wie ikuti Tok-koh It Hang. pcrhubungan yang rapat ini bukan sebab pcrkcnalan saja hanya mereka pcrnah s aling bantu. ia tidak berani sebut terang-terang hendak pergi ke Djiat-hoo. kena dibikin malu. hingga ia mesti batalkan dahulu keberangkatannya ke Dji at-hoo dan mesti segera pergi ke Kho Kee Po! Selama bikin perjalanan ini. dan bagaimana nanti kesudahannya. Ia memang tidak puas terhadap sepak-terjangnya soesioknya itu. ke tika gurunya tugaskan dia merantau akan cari kawan-kawan sekerja. bahwa yang lakukan itu ada scorang tua dengan lidah Li auw-tong. Kemudian menyusul kabar bahwa Lioe Kiam Gim. Law Boe Wie segera juga san gka separuh gurunya Tok-koh It Hang. Shoatang. demikian kata tuan rumah itu. sal ah satu mesti celaka. ia sudah b erumur lima puluh tahun lebih tapi dengan Boe Wie.. Law Boe Wie dengar perkataannya jago tua ini. dan wakil ketua itu sangat hargai Boe Wie yang kosen dan djiatsim. seteiah bersangsi lama. Te rang orang tak lihat aku karena aku jadi wakil dari suatu kawanan kecil . Lioe Kiam Gim telah minta bantuannya orang-orang tua yang kenamaan. bcgitu lekas ia mcmasuki Kwan-lwee. Karena ini. yang kena dibegal di tempat tiga puluh lie di H ee-poan-shiadi Djiat-hoo. Perkara apakah yang penting itu? Itu adalah halnya itu perampasan barang upeti yang dilindungi Teng Kiam Beng. sebab pemimpinnya lagi berpergian. Lauwtee. hatinya bercekat. dan kedua. cngko dan ad ik. kau muda dan gagah. si orang tua asal Liauw-tong bertan gan kosong tetapi Kiam Beng sudah gunai pedangnya. itulah hebat. akan tetapi. sampai satu kali. sudah begitur. scbagaimana Boe Wie meenghargai kejujuran orang. soeheng dan Teng K iam Beng. kepalannya. dia ini ada keluarga golongan R imbaHijau. seperti lenyap dari muka bumi. orang pandang tak berguna. Kalau ini dugaan benar. aku nanti coba-coba semua tiga macam kepandaiannya itu! kata Tok-koh I t Hang sambil tertawa apabila ia dengar keterangan sahabatnya. maka itu pengaw asan pembesar negera terhadap perkumputan rahasia itu telah jadi kurangan. Kejadian itu ada menggemparkan. justcru beg-itu. siapa menang. perubahan telah ba nyak terjadi. Boe Wie terima kabar penting itu selagi ia berada di pusat Hay Yang Pang di Poutay. ia berbahasa. mendadakan ia tcrima satu kabar Iain. Aku mesti damaikan me reka! Lantaran ini. Jago tua ini pemah kata ia hendak coba-coba T eng Kiam Beng deagan tangan kosong saja. maka kesudahannya. yang telah hidup menyendiri di Kho Kee Po. Sebabnya ialah: kesatu. Hanya. Sebenarnya Boe Wie belum tahu j elas asal-usulnya Ie Tjee Ban kecuali ia dengar. di sebelah itu. mereka dahar dan m engobrol dengan asyik. Law Boe Wie mesti berangkat dengan tiba-tiba. Tok-koh It Hang sudah asing dengan keadaan di Tionggoan. ahli waris Thay Kek Pay. dia adalah tokoh terkenal dari Pie Sioe Hwee. akan tetapi ia diam saja. Boe Wie ambil putusan akan pergi ke Djia t-hoo.€Kalau dua harimau berkel ahi. tetapi aku tidak! pikir Boe Wie. Kejadian itu telah jadi buah pembicaraan urnum. si tuabangka. u ntuk mana. berdua merek a duduk berjamu. namanya Boe Wie ada tersohor dan dia sudah punya ban yak kenalan atau sahabat. guna cegah rahasia bocor. Hoe-totjoe atau wakil Ketua dari Hay Yang Pang bernama Ie Tjee Ban.aging ini. Dan kedua guru itu sama-sama liehay! Orang lain boleh menonton. terutama karena orang mendugaduga. siapa si orang . karena. orang bujuki aku bahwa hari depanku penuh pengharapan. Law Boe Wie tidak pakai namanya Tok-koh It Hang.-. dimana-mana orang horm ati kau. Ada orang ajak aku bckerja untuk dianya. Aku hila . apa Lioe Kiam Gim bakal adu kepandaia n sama orang tua itu. siapa kala h? Oleh karena si begai tua disebut asal Li auw-tong. Sarangnya Pie Sioe Hwee telah digulung sejak lama. Untuk berpisah dari satu sahabat itu. tuan rumah timbulkan satu soal. ia dengar satu perkara penting sebab mana ia terpak sa tunda dulu tugasnya. akan can dua-dua gurunya itu. apa p ula Boe Wie yang tadinya dikepung-kepung. karena Teng Kiam Beng. dan piauwnya juga dengan sia-sia. Mereka masing-masing tenggak beberapa cawan. Boe Wie bersedia akan kembal i ke Kwan-Iwee. tua Liauw-tong itu. Caranya adalah. s cbab dua-dua Kiam Gim dan It Hang adalah gurunya sendiri. sebagai tetamu dari wakdl kepala kaum itu. tapi Ie Tjee Ban tak izinkan dia pergi sebelum mereka dahar dan minum arak dulu. dengan tidak sangsi-sangsi.

ia sendiri ajak dua kawan. yang rornannya mencurigai. mereka bagi hasil i tu kepada pangreh-praja setempat. Atas itu. itulah sebabnya.. sesampainya di kuil. Ie Tjee Ban bilang. ada sangat kesohor. Mereka tidak memasuki Kota Pou-tay untuk mondok. untuk pergi bikin penyel jdjkan secara diam-diam ke kuil itu. tetapi mereka boleh diandalkan.€€Mereka€€bcrtiga meman g tak dapat dibandingkan dengan kau. Itulah ketuaku yang lama. Mereka tidak bawa barang berharga tetapi sembunyikan senjata. Lauwtee tentu belum tahu duduknya hai. ia minta keterangan. ta pi mereka toh kecele. dia cuma kata urusan penting. sesudah ia tenggak b eberapa cawan pula. kita tidak mcngandal i pangreh-praja? Kau benar. Mereka sampai kira-ki ra jam tiga lewat.Dari atas genteng di mana mereka mendekam. akan can tahu tentang orang tua itu. sesudah mana orang datarg untuk b ersahabat sama dia. Kejadian mi membuat rombongan mereka buyar. mereka mirip dengan orang Rimba Hijau. Ketua Muda Hay Yang Pang ini berikan keterangannya lebih jauh. yang ajak aku! kata Ie Tjee Ban kemudian. tetapi orang telah bujuki aku. karena itu mengenai hal dua puluh tahun yang lalu. Lauwtee. Kau pasti tidak tahu. Kebinasaan Sam Houw di tan gan In Giok menyebabkan orang katakan si nona ada nona gagah yaag ajaib! Pun. Toa-totjoe telah terima laporan ada beberapa orang asing. sa mpai tahu tahu. Lauwtee. Mereka biasa membegal dan memeras penduduk. mereka ingin aku bckerja untuknya. In-koan ada distrik di mana ada tinggal gurunya: Lio e Kiam Gim. hanya pergi ambil tempat di kuil rusak beber apa lie di luar kota. K ebetulan dari Lek-shia ada datang dua saudara kita. sekarang mereka jadi pahlawan Raja Boan. Malam itu tidak ada cahaya rembulan. Ia tidak ketahui jelas h ati Ie Tjee Ban. hilang jiwanya. dandanannyajuga berlai nan. uIa mau pergi ke pusat kita di Lek-shia . Hatinya Boe Wie bercekat. atau sekarang ia muncul se bagai pahlawan dari Istana Raja Boan. Coba tidak bukan pada kau. maka kebetuIan sekali. apa mau. Lauwko? tanya Boe Wie dengan heran. Kho Kee Po masuk dalam wilayah distrik itu. Sebaliknya an eh! Ketua itu telah menghilang dua puluh tahun lebih. Itu waktu di daerah Seetjoan Barat. na nti aku tuturkan. Dan aku ada salah satu kacun gnya. Toa-totjoe larang orang banyak omong. katanya sayang aku jadi waki l saja. ketika kau masih kecil. mereka tidak bisa tancap kaki . sungguh aku tak sudi merijeiaskan ini . la malah ketahui€€€lebih€€€banyak€€€te ermusuhan antara Keluarga Lo dan Keiuaiga Lioe Kiam Gim dan In Giok bersama Lauw Tian Peng adalah hajar Lima Harimau Keluarga Lo itu. Ini tahun ada tahun luar biasa untuk aku! kata Ie Tjee Ban. mereka kena dipermainkan. sekarang ia dengar kabar penting itu. Karena hilang satu saudaranya. mereka hen dak gu nakan aku scbagai pcrkakas. mereka kena dilabrak satu nona. Toa-totjoe mengintip ke dala . Tapi keterangan itu pun sudah cukup untuk Boe Wie. Sebenarnya aku jemu ber campur pula sama mereka. Lo-kee Ngo Houw. Lauwtee. maka k emudian. Mereka berkepandaian ti nggi tapi aku tidak tahu hal-ihwal mereka. Sudah aku ketemui ketua lamaku. wa ktu hendak mulai pergi merantau.ng muka! Urusan apakah itu. Sebaliknya. mereka dengar suara menggeros keras. mereka bisa bekerja sama pembesar negeri. Dia ajak aku bekerja ke In-koan. Kiam Gim pesan muridnya ini sekalian dengar-den gar perihal pcrsaudaraan Lo itu. Untuk apa minta bantuan Lauwko diminta? ia tanya. Aku percaya. Boe Wie kata. Ya. itu ada hal untuk bikin orang celaka . Di Seetjoan Barat. mereka telah datang can aku. tapi di sini. Siapa tahu? jawab Ie Tjee Ban. hari depanku pen uh pengharapan . Lo-kee Ng o Houw berubah jadi Lo-kee Soe-houw -Empat Harimau She Lo. kata ia. aku masuk dalam Hay Yang Pang. malah Lo Sam Houw. ia pun tidak tahu hal ketua lama dari sahabat ini. bila mereka peroieh hasil.€Teranglah dengan itu orang pandang enteng padaku! Boe Wie tidak mengcrti. Shoasay. Mereka menghilang. uPantas kemarin ini Toa-totjoe pergi dan terus tidak kembali. kedua pihak tidak saling ganggu. Be lakangan aku dengar di Djie-tjoe. katanya. Meski demikian. Dia tidak mau menerangkarmya. katanya s ebab aku ketahui baik Propinsi Shoatang ini. Siapa tahu. lagu-suaranya beda satu dari lain. juga ketuaku sendiri telah d apat maiu dari seorang tua yang tidak dikenal. yang ilmu silatnya boleh dia ndali. Kenapa Lauwko mesti hi lan g muka? Kita toh merdeka. Dengan gelantungi tubuh di payon. mereka buron ke Utara. dari itu. at au Lima Saudara Harimau She Lo.

Orang tua itu ngaku da ri Heng Ie Pay. Aku cuma pernah dengar nama nya belum pemah aku ketemu padanya. ia kata pula: Bukanlah gampang bahwa Tuan yang terhormat datang dari tempat yang jauh. Untuk setengah jam. Bertiga. mereka pada tertawa. selagi mereka s angat malu. Mereka lihat seorang tua berdiri di dekat mereka! Orang tua ini lantas tertawa. ia akan. hingg a mereka tak takut nanti ditertawai orang. malah mereka sendiri mcrasa scperti ada kebut dengan p elahan. kedua kawan itu mengawasi. permainannya tidak terlalu lancar. yang dicanteldi payon. rombongannya si orang tua muncul semua. ia benar perlihatkan bebcrapa jurus pukulan kaum itu. Mereka tidak tarik kakinya Toa-totjoe. Orang tua itu tanya kedudukannya Toa-totjoe di dalam Hay Yang Pang. Tentu saja kedua kawan itu jadi gusar. Tapi m alam itu Boe Wie tidak bisa tidur pulas. Toa-totjoe sudah dibikm sibuk dan mandi keringat oleh pedangnya orang itu yang sambar sana dan sambar sini. Secara begi ni. sahut Boe Wie. Antara berkesiurnya angin dengar suara anjing dari kejauhan. Mereka turun ke tanah dan lantas bertempur. ia hany a bilang. Mereka bertiga. ke bagian anggota-anggota yang berbahaya. Entah apa sebabnya itu ? Mendengar itu. ia hirup pula araknya . untuk kasih sclamat jalan pada Boe Wie. orang tua itu saban-saban ngoceh. Ie Tjee Ban berhenti sebentar.datang mengunjungi. mereka kelihatannya heran dan duka. bagaimana Lauwtee kenal dia? dia pun tanya. Toa-totjoe bertiga di buat pcrmai nan. tapi akhirnya.€IaJantas tan ya dua kawan itu. ia tidak lihat suatu apa. Bukankah orang tua itu jangkung-kurus dan pedang nya ada Tjit-seng-kiam yang panjang? ia tanya. sama-sama orang Kang-ouw. Ie Tjee Ban letakkan cangkir araknya. Si orang tua gagah itu muncuk ber . maka segera-ia putar tubuhnya. kalau iasedang bertempur. Dia itu katanya teiah peroleh kesempumaannya ilmu pedang Tatmo-kiam dari Siong Yang Pay serta telah berhasil mcncuri pclajari beberapa jurus ilmu pedang Boe-kek-kiam dari Heng Ie Pay. me reka berdiri menonton. tapi toh tidak pemah ujung pedang mengenai sasarannya. sahabat-sahabatku! Bercerita sampai di situ. Ditanya begi tu. selamanya ia gunai dulu ilmu pedang curiannya itu. Belum ada sepuiuh jurus. ia menghaturkan maaf. Selama itu. tiba-tiba si orang tua menghentikan pertandi ngan dan mengajak ikat persahabatan. aku berlaku tak pantas pada kau orang. bahwa dia keb etulan lewat di Pou-tay. sebab kalau di dcsak. mereka dengar satu suara dalam dari seorang tua: Aku di sini. Toa-torjoe terlolos dari bahaya. dia itu keluarkan ilmu silat Siong Yang Pay. dari samping. kau orang nyata tak dapat lihat p adaku! Buat apa kau orang keheranan tak keruan? Mereka terperanjat. ia terkejut Benar! Eh. Ketika ditanya she dan namanya. sama sekali mereka tidak bcrniat kurang baik. sambil bertempur. habis itu dia nyataka n. Dia mengaku dari Heng Ie Pay. Atas tantangan itu. ia harap kedua pihak suka saling bantu. Toa-totjoe jadi gusar dan terpaksa menerimanya. tidak salah lagi. Tiba-tiba ia rasakan sebelah kakiny a. ia tidak menanyakan lebih jauh. asal aku suruh seorang saja bantui aku. Otaknya Ie Tjee Ban sudah terpcngaruh arak. tetapi dua sahabatnya Toa-totjoe bilang.m. Sementara itu. kemudian ia ajak dua kawannya pulang. rnerekajadi melengak. akan mengerubuti. ia sudah susun rapi keterangannya Ie Tjee Ban. bila ada ketikanya. mereka itu tcntu hendak menuntut balas terhadap Keluarga Lioe. tidak ada satu yang bantui orang tua itu. Di sebelah itu. Kuil ada gelap. kemudian ia melanjutkan. Lo-kce Soe Houw hendak bckcrj a di In-koan. Justeru itu. Orang yang Lauwko sebutkan itu mirip de ngan orang tua tersebut. Selama beberapa tahun merantau. mereka maju. dua kawannya lagi memandang ke sekelilingnya. aku pernah dengar orang omong tentang orang tua itu. sampai€€€€sukar untuk m ereka meloloskan diri. akan nai k pula ke genteng. Tidak jauh daripadanya. menganjurkan kedua kawan Toa-totjoe maju akan bantu Toa-totjoe mengepung padanya. mereka masuk tidur. jengkel dan mendongkol. sctclah bicara pul a scbcntaran. mereka menole h dengan segera. Boe Wie agaknya terperanjat Oh! ia berseru dengan tiba-tiba. ada yang tank. dari itu aku menanyakannya. mereka sendiri yang kena dibikin repot. maka itu. silakan kita turun ke pekarangan kosong di bawah sana unt uk main-main! Kenapa eh -kenapa kau orang bersangsi? Apa kau orang takut? Apa ka u orang jerih melihat banyak kawanku? Tidak. mereka Jiflm apa dan kenapa mereka tarik kakinya. orang tua itu menampik. ia melek mata tcrus sampai terang tanah .

j angan kau pakai adat-peradatan . hu ada tanda darah man pada jajandarah Djie-k . sedang Tjin Kong cekok ia dengan obat yang dicampun arak. Lioe Toanio coba geraki tubuhnya. Aku percaya. pilar ia terlebih jauh. Demikiari sebabnya. Maka itu ia ja di tambah joiatir. Tiap-djie. € Tahun dan bu Ian mengejar-ngejar manusia. ahli waris atau Ketua dari Heng Ie Pay. katan ya. Sayang. rumahny a Lioe Kauwsoe telah habis dimakan api dan Lioe Toanio. ketika ia berkumpul sa ma guru dan soenio serta soemoay dan soeteenya. Soeheng. akan tetapi ia berscndirian saja. kata Boe Wie di akhir penutura nnya sambil mcnghcla napas. ia likat la tak dapat empo dan pondong si soemoay seperti dulu-dulu. sampai itu malam ia telah tolongi juga soenionya. di saat ia dapat tolong Bong Tiap dan Ham Eng dari gangguannya musuh-musuhnya Keluarga Lioe. ia tak dapat tidur. akhimya turut rubuh juga. d engan cekal tangannya si nona. kita ada di antara orang sendiri. Aku tidak sempat kisiki Soemoay untuk bersiap hingga Soenio mesti bercapek-lelah. Rupanya€€€€€€€ia terpengaruh pengalamannya dan sekarang Hiat soemoay itu sudah i gadis remaja! Soeheng. Ia menghela napas. Sementara itu orang t elah sampai di rumahnya Hie Hong. maka Boe Wie minta€€Bong Tiap unut pula padan ya. Ia pun percaya. Biar bagaimana aku toh datang sedikit teriambat. akan awasi semua orang di sekitamya. Boe Wie tidak pikir bahwa Yo Tjin Kong masih berguru dan Bon g Tiap sudah tambah usianya. ia merasakan lemas. Distrik Pou-tay ini memang ada jalan terusan ke In-koan. Bong Tiap sudah mengerti keadaan. suaranya dalam. Soenio ada wariskan kepandaian golok Ngo-houw Toan-bo en-too dari Ban Seng Boen. dia pun hendak ajak orang bekerja. Ia pentang pula matanya. kau keliru Tjin Kong kata. di scbelah siapa pun tambah Ham Eng. orang tua itu mesti ada si orang tua yang dul u di rumahnya Soh Sian Ie sudah pancing soesioknya Teng Kiam Beng. karena liciknya musuh. hingga ia jadi kaget sen dirinya. Bagaimana. ia sege ra ingat pertempuran tadi.€Matanya bercahaya. saking lelah. Ibu? Bong Tiap tanya. Coba buka bajuku. dari itu.barcngan. ia membatalkan dulu perj alanannya ke Djiat-hoo. maka itu sambil memberi hormat. Soenio mesti berada sendirian di ru mah. Beruntung kau datang. kecuaii Tiap-djie. Tapi ia toh baharu berumur tiga puluh tahun. dan sedan g gagahnya. Soemoay. begitupun caranya kau gunai pedan gmu barusan! Dan soetee ini tertawa. Soemoay katanya Ini ada urusan kecil. setelah beristirahat Soenio akan dapat kan kesegarannya pula. sampai belasan tahun ia merantau. dengan ia berhasil menaw an Bong Eng Tjin si orang tua yang licin. Tiap-djie! ialah kata-katanya yang pertama keluar dan mulutnya. Soehoe telah pergi ke Utara. Boe Wie sibuk karena soemoay itu paykoei terhadapnya. hingga ia rebah gulak-gulik saja. mendongkol dan karena 1ukanya di dalam. Maka ia cuma bisa pentang kedua matanya. mestinya dia ada punya hubungan sam a Lo-kee Soe Houw. ia menghibur. tapi lantas saja ia terkejut ketika ia lihat sebuah titik h itam di bawah tete kin dari ibunya. sama-sama berlatih silat. Boe Wie turut tertawa.€€ Kau belum tua. di mana Lioe Toanio dipernahkan. sampai ia keluarkan keringat dingin. rupanya. hatinya mencelos. sekarang aku telah tambah usia! katanya pula. katanya. kata Lioe Toanio pada gadisnya. entah bagaimana jadinya dengan kita semua . sesudah mcreka berada berdua s aja. Law Boe W ie sudah segera menuju ke In-koan di mana ia sampai di Muara Kho Kee Po. Lioe Toanio masih tetap belum sadar. Kau orang semua mundur dulu. Bong Tiap menurut. hingga iamenyesal tidak bisa segera sampai di Kho Kee Po. Bila tak ada kau. mana ia sanggup lay ani banyak musuh jahat? Sampai itu waktu. tak usah Soemoay kuatir. Teng Kiam Beng jadi bercidera dengan Tjiong Hay Peng. nyata ia tidak bisa bangun. dengan begitu. hanya kepandaiamu yang bertambah! Romanmu€€menghunjukkan kemudaanmu. karena mana. Tiga atau empat jam kemudian. ia haturkan terima kasih mewakilkan ayah dan ibunya. aku hendak bicara sama ia. Lantas Boe Wie ingat pengalamannyadi waktu masih kecil. Ketika ia geraki tubuhnya. tiba-tiba Lioe Toanio ingat akan dirinya. sedang untuk mencegah.

ia cuma ulur tangan kanannya. dari itu. dengan diunit saja.hie-hiat . dia telah gempur rusak khiekan gku. tapi tajamnya bukan main. setelah aku masu fcumur sepuhih tahun. sayang kepandaianku dari beberapa puluh tahun . Sebenamya aku niat wariskan golok ini pada Tiap-djie. saban-saban ditambah beratnya. Itu adalah senjata yang untuk banyak tahun tidak pemah berpisah darinya. apabila dipakai melukai orang. hingga sang senjata terbitkan suara nyaring. Totokan dari Lo Toa Houw ada iiehay sekali. Dan B ong Tiap agak bergemetaran ketika ia serahkan golok itu pada ibunya. Coba kau sentil sekali lagi. Aku akan simpan baik-baik golok ini Bagus. Boe Wie bertiga ikuti dia. Umpama Lo Djie Houw. Bong Tiap menurut. ia bikinnya ket ika aku berumur satu tahun lantas setiap tahundilebur dan dilebur lagi. ia terhibur juga. tetapi ketiga murid ini semua hunjuk rom an duka. aku hendak lihat satu kali lagi. maka golokku ini. ia menyambungi kemudian. kemudian sang ibu surah an aknya. maka itu. te tapi Tiap-djie sudah punyakan pedang tajam buatan ayahnya sendiri. ada sejumlah orang gagah dari kalangan Kang-ouw yang te lah tunduk di bawahnya. jago betina itu tidak lagi menjadi jago betina. tetapi ia tak dapat geraki tubuhnya. Anak. Golok ini bukannya mu stika. Anak. sedang Kaum Thay-kek biasa wariskan pedang saj a. Lioe Toanio lamas kasih jalan napasnya akan kumpul semangamya. Dia ada turunan B an Seng Boen. dengan aku berikan pada Hie Hong. Ia insyaf artinya itu. dia adalah kawanku yang terlebih tua jangan kau orang tidak pandan g mata pada golokku ini. kata ia sambil bersenyum pada anak daranya . mukanya lantas jadi pucat. ia sent il itu. buat apakah itu? tanya ia. Aku telah bcrkelahi melewati batas. Lioe Toanio gapekan Hie Hong. Tidak nanti aku sia-siakan pengharapan kau. Ia raba goloknya. karena jiwa ibunya masih tertolong. aku tetap bercacat. tetapi meski demikian. akan tetapi ia tak berhasil menyingkirkan tanda matang biru itu. sudah. darahnya tidak m enjadi karatan. dengan menjura. pergi kau ambil golokku Ngo-houw Toan-boen-too. ketika ia batik bersama Ngo-houw To an-boen-too. tadi malam dia sudah bantui kita Hie Hong. Ia minta gadisnya bantu ia. Lioe Toanio berniat bangun. karena mereka sudah dapat tahu. Dan sekarang aku tak dapat pakai lebih jauh golok ini . Itu ada bagian anggota yang kena serangannya tumbak dari LoToa Houw. berkata ia. Ludeslah sekarang kepandaian silatku. aku bisa balas budinya. Bong Tiap kaget. yang napasnya memburu. supaya keponakan itu datang dekat padanya. karcna ia ada satu ahli silat. Sinar matanya Lioe Toanio bersinar ketika iasuruh gadisnya bawa golok kepadany a. kata Lioe Toann?. cara bagaimana tubu hku tidak jadi lemah? Ah. aku tak lagi bisa bers ilat. Mereka semua berdiam mengawasi soebo mereka. Golok itu tajam dan mcngkilap. Kau kembaii bersam a mereka semua. kasih aku dengar! -Nah. Golokku ini telah temani aku berberapa puluh tahun lamanya. Mustahil aku hendak berlaku nekat!€Aku tidak tega meninggalkan kau! Pergi ambil golokku hu. . sedang Boe Wi e sudah punyakan senjatanya juga. man! Hie Hong girang berbarcog berduka. baharu aku diizinkan menggunakannya. Lioe Toanio tertawa meringis. dan Ngo-houw Toan-boen-too adalah goloknya Kaum Ban Seng Boen send iri. Ibu. Lioe Toanio berhen ti bicara untuk bernapas. bagusl katanya. tetapi napasnya mengorong. Bagus. Bong Tiap berduka bukan main. dipadu de ngan KiamGim. akib atnya tidak sehebat ini. Anak. ia lekas undurkan diri. sekarang aku serahkan pada Hie Hong saja. ia samburi golok dari bibin ya itu. kau simpanlah! Semua orang menjadi sangat terharu . Loodjinkee€€katanya dengan janjinya. Golok ini aku tidak dapat bawa ke lobang kubur. Anak toloH katanya. Kalau aku ditolong pada waktu baharu saja terluka. lengannya adalah aku yang bikin loc ot! Adalah engkongnya Tiap-djie yang berikan golok itu kepadaku. Umpama kata aku bisa diobati scmbuh.

ia telah ketemui banyak orang gagah. Boe Wie berempat undurkan diri dengan masing-masing sangat bersusah had. satu dari dua musuh itu adalah si orang tua yang semalam bersenjatakan pedang panjang. maka diam-dtam ia kedipi mata pa da tiga kawannya. Kau adalah murid murtad dari Siong Yang Pay! Kau ada an jingnya bangsa Boan! Kau adalah manusia cabul dari kaum Kang-ouw! Dahulu soesiok ku mengasih ampun kepada kau. la mcrasa tidak enak scndirinya Tadi malam. den gan sekonyong-konyong. Ha. maka itu. ditanya bagaimanapun juga. murid kcdua dari Lioe K iam Gim. pergi kau orang dengar pengakuannya! Pergilah kau orang. ben arlah mi orang yang telah permamkan soesioknya. Kiam Gim mundur bcrd uka karena sikap soeteenya. untuk lima jam. kau kalahkan aku. ia batuk-batuk dua kali. Apakah kau tetap menyangka aku tidak tahu hal-ihwalmu? kata muridnya jago tua da ri Thay Kek Pay kemudian. dengan golokny a Ngo-houw Toan-boen-too. matamu picak! Cara bagaimana kau berani bilang aku ada manusia cabul dari kaum Kang-ouw ? Dengan kepandaianmu. ia tidak mau omong terus terang. Nyonya itu rapati matanya. tapi kalau dia ditolongi. maka setelah dia kena ditangkap. kecuali Tiap-djie. maka selanjutnya. Benar€€€Lioe€€Toanio€€€ada€€€guru perempuannya tapi ia sendiri ada muridnya Lioe Kiam Gim Kek Pay. kemudian ia tutup pjntu. Lalu. Tak bisa aku tak pikirkan dia . dia bisa mendusindi segala saat. ia juga tclah adu jiwanya tapi sekarang soenio ini tidak sebut-sebut dia. Lioe Toanio Lauw In Giok ceburkan diri dalam dunia Kang-ouw sejak umur enam be las tahun. Selama enam tahun. maka itu. Kalau ia undurkan diri karena pernikahannya. kau orang ha rus lebih waspada dan berhati-hati. aku tidak akan bilang suatu apa. ka rena lukanya yang hebat itu. Bong Eng Tjin menjadi gusar. untuk selama-lamanya aku akan pis ahkan diri dari Rimba Persilatan. ia sadar dengan la yap-layap. tetapi janganlah kaungaco-belo! Kau bilang dahulu soesiokmu kasih ampun padaku? Hm! Ja ngan membabi-buta!€Pergilah kau tanya dia. setelah diam s esaat ia berkata pula: Bicara halnya Kiam Gim pergi ke Utara ini. Boe Wie bilang. dia bakal sadar sendirinya. Ia rada jelus. sete lah mana. seharusnya ia bersenjatakan pedang. ia tinggal menyendiri di Kho Kee Po. tidak demikian dengan suaminya. Kalau dia diantap terus enam jam. S ekarang. untuk mereka undurkan diri. ia tahu ia berada dalam tangan musuh tetapi ia ada berkepala batu. Air matanya nyonya ini meleleh keluar. bocah. yang tak dapat diberikan pada orang dari lain kaum. siapa yang ketika itu dikasih ampun! Lantas Eng Tjin tutup pula mulutnya. ia dekati orang tua itu. Ak an tetapi dengan begitupun sudah cukup untuk Law Boe Wie mendapat kepastian. Lioe Toanio menghela napas pula. kau punya perhubungan apa dengan K eluarga Soh dari Poo-teng? ia tanya. yang mesti te mani aku. lima jam telah berlalu. dengan sendirinya. ia harapkan gol ok itu. Sejak tadi malam kena ditotok jalan darahnya Oen-hian-hiat . baharu ia menikah sama Lioe Kiam Gim. entah bagaimana dengan Kiam Gim . Sayang sekali aku tidak tahu dengan kepergia nnya ini. Sekarang kau orang insyaf bagaimana liehaynya geiombang dan badai dalam kalangan Sungai-Telaga. aku jadi ingat halnya soesiok kau dahutu telah jadi korban dua musuhnya yang m emakai topeng. Ya. Kau ada satu laki-laki maka coba kau bilang. katanya. Akhir-akhirnya Boe Wie bersenyum ewah. sampai umur dua puluh dua. tapi mulutnya tertawa meringis . Sejak hari ini. ia lupa Toan-boen-too ada goloknya Kaum Ban Seng Bo en. Tapi sekarang si nyonya mesti mundur betul-betul. Setelah bcrdiam sekian lama. merek a pergi tengok orang tawanan mereka. . percuma orang bujuk d ia. Bong Eng Tjin mesti rebah bagaikan mayat saja. Apa itu Keluarga Soh dari Poo-teng?€Aku tidak tahu! sahut Bong Eng Tjin sambil ia mendelik. sekarang aku tidak! Dicaci secara demikian. Beginilah penghidupan. ia bungkam. ia ada masygul dan menyesal bukan main. at as pertanyaannya Boe Wie. aku ada orang Siong Yang Pay!€Habis kau mau apa? ia berseru. hingga untuk sesaat.Dasar€€Soenio€€mcnyayangi keponakan sendiri pikir Yo Tjin Kong.

Boe Wie telah berikan orang totokan Djie-khie-hiat yang liehay. orang she Soh itu ada mcmpunyai perhu bungan macam apa dcngan pembesar negeri! Orang she Soh itu dan pembesar negeri. soesiokku telah dibe ntahukan agar ia sampaikan warta kemari untuk kita siap sedia! Ini dia yang dina makan meminjam goiok untuk mcmbunuh orang. akan urus mayat musuh i tu. kau dan soesiokmu. itu dugaan yang meleset sangat jauh! Keluarga itu sengaja tem pel soesiokmu supaya dengan begitu. yang berkongkol saw dcngan lain. untuk dia bisa kcndalikan semua pahlaw annya. sengaja kirimkan kcmari untuk kau ju-al jiwamu! Bersama itu sejumlah sisa kantong nasi ialah orang-orang tidak berguna kau diki rim kemari guna bokong Keluarga Lioe. telah digunai juga oleh Keluarga Soh. Ia bersenyum ewah. Boe Wie berlompat bangun setelah mendengar keterangan orang i tu. Terima kasih untuk keteranganmu! Terima kasih untuk nasihatmu! katanya. Soesiokmu niat ajak gurumu. tidak demikian dengan aku aku sebaliknyaberkasihan Sambil berkata demikian. yang mcminta k orban jiwa. Ia juga ingin bantu soeheng itu. asal gurumu hendak lakukan suatu apa.Ha. Soeheng. Sahabat. Segera Boe Wie beritahukan saudara-saudaranya tentang bahaya yang mengancam gu ru mereka. ayah dan anak. akan tetapi lain dengan kau-kau bakal t erbinasadengan tidak keruan juntrungannya! Kau barangkali tidak menyayangi jiwam u. Perihal ibunya. Baikl ah. siapa berkorban untuk s ahabatnya. Ak an tetapi. Bong Eng Tjin melengak. berbareng dengan itu. akan tetapi belakangan.€I tu ada suatu tipu daya dari si Raja Boan. Aku lihat rupanya kau tetap tidak kenal walaupun jiwamu secara kecewa akan dipakai menebus dosany a! Apakah kau ketahui. sambil terus tertawa menyindir. keluarga itu tukar sikap. walaupun demikian. Dan ini adalah suatu rahasia dari Eng Tjin. agar si soe heng tidak bersendirian. akan dengan tiba-tiba totok tubuh orang dengan jeriji tangannya. terang ia terperanjat dan hcran. apa kau bilang? ia tanya. Apakah benar kau tidak mengerti tipu daya teji itu? Inilah kelicmannya Ouw Toakomu! Apa betul-betul kau tidak mengert i? Kau toh ditugaskan juga meniliki lain orang? Boe Wie sudah karang satu cerita. ia sudah dapat kepastian ibu ini telah . mukanya masih hunjuk senyuman iblis. di an tar a pah 1 a wan-pah I a wan Boa n ada kccurigaan atau kcjclusan. Keluarga itu tidak takut. Bong Eng Tjin segera bergulingan mampet jalan napasnya. bahwa mereka itu saling intip satu dengan lain. soesiokmu jadi renggang perhubungannya sama kaum Kang-otfw. Kekuatiran lain adalah sang g uru nanti kena dijebak oleh Keluarga Soh yang licin dan licik. aku juga hendak nasihati kepada kau orang untuk waspada! Dari berjongkok. hal itu tidak disetujui sama Keluarg a Soh. ia-tdah dapatkan sepucuk surat rahasia Itu adalah suratnya Soh Tjie Tjiauw dan Ouw It Gok dengan mana Bong Eng Tjin diperintah bokong Keluarg a Lioe berbareng memasang mata kepada satu pahlawan Iain yang mendapat suatu tug as. Boe Wie berpengalaman luas. sesudah mana. dari tubuhnya Bong Eng Tjin. Di kalangan Kang-ouw. ia percaya betul obrolannya Boe Wie. kau dengar aku! Kau bilang Keluarga Soh dan soesiokmu ada seperti saudara an gkat! Oh. ada bersahabat kekai seperti saud ara angkat. Mcnampak demikian. Boe Wi e tambahkan: Baik aku omong terus terang kepadamu! Kau mestrnya ketahui baik bahw a soesiokku serta Keluarga Soh. Saudara yang baik. yang tida k baik untuk mereka. pengorbanan itu ada harganya. kata Bong Tiap. kau tidak kenal Keluarga Soh dari Poo-teng? BoeWie tertawa. bahwa kaulah yang disuruh jual jiwamu? Mendengar demikian. maka ia lantas menyetuj uinya. Aku suka ikut. di sebelah itu. Apa yang aku bilang adalah apa yang aku bilang! jawa b Boe Wie dengan tertawa sindirnya. Dan kau mestinya ketahui baik. ia berkuatir buat sepak-teigangnya Tok-koh It Hang. ia tahu. diam-diam Boe Wie lirik air muka orang. ia panggil saudara-saudaranya. ia menyatakan kemudian. Mukanya Bong Eng Tjin jadi guram. yang kem bali dekati jago tua itu. yang kuatirkan ayahnya. atas mana. kenapa Ouw Toakomu tidak datang? Apa benar kau tidak tahu . Itulah sebab tadi malam. dengan lantas gurumu tak akan lolos dari gcnggaman tangan m ereka! Kelihatannya. g uru setengah itu ia kuatir mereka nanti bergebrak. terima kasih untuk keterangan kau ini! katanya akhirnya. Perlu aku lekas susul Soehoe. Eh. ap abila itu benar. tetapi ceritanya ini beralasan. Tampangnya Bong Eng Tjin mcnjadi sebentar merah dan scbcntar pucat.

karena ia lihat rumah bibinya suda h musnah dan ia kuatir pihak Lo nanti datang untuk menuntut balas. yang sada ri tadi diam saja. Dcmikian diputuskan. apa kau ada baik? dcmikian pcrkatannya yang ringkas sekali ketika kemudi an ia bisa juga buka mulutnya. berangkat k e Utara. Ada sahabat-sahabatnya guru silat ini. Kim Hoa. Dan ketika ia berhadapan sa ma Kiam Beng. atau seperti ayam jago pecundang. Kau kcnapa. Soeheng. hanya sayang. aku serahkan Soenio kepada kau ! Bukankah kau pernah bilang bahwa kau hendak pergi ke Shoasay pada pamanmu? Kau boleh sekalian ajak Soenio ke sana. akan tetapi deng an kepandaian yang aku punyakan. . sepasang matanya Kiam Beng bcrsinar dengan tiba-tiba. hati mcreka me njadi iega.Terang dia likat men emui saudara seperguruannya ini.€Berbareng dengan itu. V Ketika hari itu Lioe Kiam Gim bersama keponakan muridnya. kelihatan Kota Poo-teng jadi berubah: adajalan-jalan yang lebih ramai. Soetee. bahwa iahendakd igoda saja. aku menyesal dahulu kita berpisahan. karena diantara kita terbit . kecuali sewenang-wenangnya bangsa Ouw kata Lioe Kiam Gi m sambi 1 menghela napas. tidak nanti sampai terjadi seperti ini. Ia ada sangat terharu. segera ia berkata: Baik ju ga kalau Ham Eng turut! Tentang Socnio. sedang Law Boe Wie bersama Bong Tiap dan Ham Eng bcrangk ai ke Utara.€Selang belasan hari. dengan tidak tampak suatu halangan. Bong€€€Tiap€€€deliki ara seperguruan itu. aku percaya aku bisa mc ngantar dengan tidak kurang suatu apa sampai di Shoasay. Hie Hong dan Tjin Kong mengiringi Lioe Toanio b eristirahat di Shoasay. tidak tampak sifat jumawanya. Saudara€€Law . Dua-dua pihak tidak pcrnah menyangka bahwa hampir-hampir ia orang b erpisahan untuk tidak bertemu pula . adik kandungdari Lioe Toanio.menjadi cacat. Tapi scbenamya la kuarir Hie Hong tidak sanggup melindungi so enionya itu dan ia ingin sekalian perlihatkan kcpandaian Kaum Thay Kek Pay. Soetee? kemudian Kiam Gim tanya pula.€Maka ia tam bahkan: Soetee. Dengan bersahabat dengan Keluarga Soh. ia jadi tak usah kuatirkan apa-apa lagi. seraya urut-urut kumisnya. Ham Eng juga nyatakan suka turut. katanya. mereka telah sampai di Poo-teng. deng an perjalanan ini ia jadi bakal dapat pengalaman. orang melainkan tida k puas dan karenanya orang hendak coba-coba padamu! la tidak mau menyesali terleb ih jauh. Teng Kiam Beng ada bcroman sangat kucel. bukan aku hendak membangkit-bangkit. walaupun orang telah rusaki nama Thay Kek Pay. yang sudah tidak berada Iagi di kota itu. Lioe Kiam Gim menghela napas. Memang pernab Hie Hong menyatakan demikian. Boe Wie pandang dua anak muda itu dengan bergantian. dengan pergi pada Lauw In Eng. aku bisa atur! Ia lant as berpaling pada Hie Hong dan kata: Saudara Lauw. Hie Hong setujui pikirannya Boe Wie. Pcngutaraannya Tjin Kong membuat Bong Tiap bertiga jadi girang. Baik. bendera Thay Kek Kie. Apakah kau tidak terluka? Ditanya demikian. Dengan andali golok Ngo-houw Toan-boen-too yang Bibi hadiahkan padaku dan denga n periindungan saudara-saudara sekaumdi sepanjang jalan. tidaklah gampang-gampang untuk orang cclakai ak u. mirip d engan seorang habis sakit. karena In Eng ada kenamaan. diganggu. bukankah kau jadi seperti cari pusing s endiri? Benar kau melindungi upeti akan tetapi aku percaya. Soetee. kau jangan kuatir. orang telah cabut! Kiam Beng masih bclum insyaf bahwa orang tidak niat lukai dia. yang sekarangjadi ahfi waris Ban Seng Boen. katanya. ia€€nyatakan. adajalan-jalan yang jadi lebih sunyi. ia sampai tidak lantas dapat mcngucapkan kata-kata hanya air matan ya menetes jatuh. Melihat si nona hendak ikut pergi. mereka tokukan perjalanan cepat sekali. Aku suka kawani Saudara Lauw pergi antara Soebo! bcrkata Yo Tjin Kong. kekuatirannya bisa diperkurang. Buat apa kau turut? kata dia Baiklah kau diam di rumah untuk temani Ibu! Bukankah Ibu sangat sayangi kau? Kenapa kau tidak hendak kawani Ibu? Ham Eng berdiam tetapi terang ia tidak senang diam di rumah. tetapi coba dulu dengar per kataanku. karena mereka sudah sama-sama berusia lima puluh tahun lebih. Sesudah lewat dua puluh tahun lebih. Scgala apa telah berubah.

Kiam Beng jengah. ingin merantau dan ciptakan nama dalam dunia Su ngai-Telaga?€Hanya kita orang dapat keluar sesudah dapat perkenan dari guru kita! Tidak demikian dengan Hiauw. adalah tenaga Siauw-thian-seng atau Bintang Kecil ya ng dipergunakan untuk singkirkan segala seranganrnu. tetapi karena urusan ini ia anggap penting. tetapi walaupun demikian. la tahu baik perangainya soet ee ini. air mukanya Kiam Beng pulih dengan cepat. Isteriku telah meninggal dunia sejak beberapa tahun yang lata. Setelah satu anak menjadi dewasa. aku cuma dapati ia seorang. Coba dulu sewaktu terluka senjata rahasia beracun tidak ada dia yang tolong obati aku. Soeheng. karena orang telah tolong aku. tidak pernah aku dengar ada or-ang yang paham kim-na-hoat. di Hoolam ada Tang Kie Eng dan d. bahwa beg alnya ada seorang rua yang bicara dengan lidah Liauw-tong. Soeheng . mana bisa aku tidak balas bantu padanya? Sel ama dua puluh tahun. orang mesti bisa bedakan kebaikan dari kejaha tan. Se lama dua puluh tahun. ia sekarang telah pergi mencari jaiannya sendiri. Sekarang aku datang untuk mencari jalan perdamaian. Kita orang terpisah terlalu jauh. tambah berubah perangainya. kepergianny a itu membikin aku berduka . entah dia ada di mana . yang angkuh. d ahulupun ada sangat bersemangat. Tapi. dalam usia muda. hingga aku tidak dapat kesempatan untuk mengabarkan kau. aku pun sudah tunangkan dia. Kiam Beng tidak mau menuturkan dengan jelas. Suaranya Kiam Beng makin lama jadi makin perl ah an. Sebenarnya. Soetee. dia mesti ada orang luar biasa dari Eng Djiauw Boen.perbedaan faham. hanya siapa tahu. tapi sekarang ada orang yang melebihkan Soetee. air mukanya kerabali berubah. aku telah terima budinya pihak Soh. ketika kita orang berpisah. . siapa yang tidak ingin terbang merdeka bagaikan burung garuda? Bukankah kita bcrdua. kita yang menjadi ayah-bunda tidak ketahui lagi cita-citanya.Di Liauw-tong. aku pemah berunding dengan mereka. ia lihat muka saudaranya jadi pucat. Ditanya begitu. bagaimana gerak-ge rakannya. tanpa mengucap sepatah kata. guna lenyapkan ketegangan. ia angkat kakinya! Dia pergi dalam usia dua puluh satu tahun. bagaimana dengan Tee-hoe? Berapakah anak-anakmu? ia tanya. anak itu sudah bisa memanggil peh-hoe kepadamu. akan tetapi ia kata: Soeheng benar. Menjadi manusia. Pada suatu hari ia meninggalkan rumah-tangga. ia hanya minta adik seperguruanttu tuturkan duduknya kejadian. Kiam Gim percaya. tanpa pamitan lagi. ia menyahut. yang suka bicara banyak dalam hal kepuasan tetapi tak mau b anyak omong dalam hal kegagalan. kepandaian mereka berimbang sama kepandaian kita. akan tetapi tambah tinggi usianya. apabila ia berhadapan sama lawannya Kiam Beng. nyata ia terharu scndirin ya. Tiba-tiba. Eh. pihak Soh tidak pernah berbuat tak selayaknya terhadap aku. ia mengerti. sekarang telah terjadi ini gangguan kepadaku! Menampak orang tidak mau akui semua kekeliruannya. umpamanya ia tidak bisa peroieh kemenangan. ia bilang saja bahwa ia sudah dib egal di tempat tiga puluh lie di luar Kota Hee-poan-shia di Djiat-hoo. Kepandaian itu mirip dengan Sha-tjap-lak-tjhioe Kim-na-hoat dari Golongan Eng Djiauw Boen Bicara tentang Ka um Eng Djiauw Boen. Hiauw ada dengar kata. ia menyahut. bahwa ia ingin€€pergi€€mencari pengetahuan dan pengalaman. aku tahu benar . Ia kata ia tak sanggup menungkuli hari-hari yang tawar. Kiam Gim heran. tidak usah kita jadi gentar. Hoo pa kada Hek Eng Ho. maka ia iekas ubah pcmbicaraannya. akhimya soeheng mi berkata: Itu adalah ilmu silat bahagian dalam dan luar yang te lah tergabung menjadi satu. i a toh tidak nanti sampai kena dikaiahkan. ia pergi jauh. agaknya ia sangat berduka Anakku melainkan satu. ia tidak sudi berdiam ngan ggur di Poo-teng. Soetee.ia t oh masih menanyakan melit tentang kepandaiannya si orang tua. mendengar pcngutaraannya itu. Apabilasang soetee telah jelaskan. Kiam Gim terima keterangan itu sambil bersenyum. kepandaian siapa tidak tercela tetapi tidak diketahui dari golongan mana. ia melaink an meninggalkan sepucuk surat dalam mana ia nyatakan. tetapi sekarang. Kiam Gim tidak mau mendesak lebih jauh. saudara itu malu. Aku kena l Tang Kie Eng dan Hek Eng Ho. Dia ada satu lawan yang tangguh. akan tetapi di sebelah it u. Di waktu kecilnya. pihak lawan hanya menggunai tangan kosong. pasti sekarang lukaku itu tidak da pat dikcmbalikan.

€€Tapi€€€ia€€tetap€€kenal beberapa anak muda. hingga ia jadi kcsepian. Kau lihat. dari siapa ia telah dengar t persahabatan ayahnya dengan Soh Sian Ie. Ia tidak membutuhkan pesan atau surat perantaraan dari ayahnya lagi. aku tidak takut pada mereka! Aku telah kuntit mereka itu! Hanya. rumahnya Tjiong Hay Peng justeru bcrada di Sha-tjap-lak Kee-tjoe itu! €Kiam Gim perdcngarkan suara Oh! tetapi ia terus tutup mulu t. Si orang tua beriidah Liauw-tong itu cuma berkawan kira-kira sepuluh oran g. suaranya keras: Walaupun demikia n. Hay Peng tidak senang terhadap aku? Itu hari. Soeheng. Demikianlah.Kiam Gim bisa mengarti kesukarannya soetee ini sebagai satu ayah. tanyanya. sesudah mengikuti sampai jauhnya seratus lie lebih dari Kota Hee-poan-shia. ia jadi makin tidak puas. apa Soetee tida k dapat cari tahu tentang mereka? Ditanya begitu. ia jadi tidak senang terhadap sikap aya hnya itu. Soetee. ia tidak suka berteman sama pegawa i negeri! Sepasang alisnya Kiam Gim bergerak apabila ia telah dengar keterangan itu. ia tidak mau omong terlebih banyak tentang anaknya. Soeheng? sang soetee jawab. karena mereka ada bawa banyak barang. karena tak dapat bersabar lebih jauh. soeheng itu jawab. ti dak I ah perlu digunainya pengaruh pembesar negeri! Kau keiiru. d engan tiba-tiba mereka lenyap di tempat yang dipanggil Sha-tjap-Iak Kee-tjoe. apa yang mcncurigai dalam hal ini? Jadinya kau telah sangka Tjiong Hay Peng. Kiam Gim kata dengan cepat. Aku cuma tanya padamu. seumur hidupnya. Biarpun aku bod oh. Mengenai cita-citanya ini. ia tidak puas dengan putusan ayahnya. lekas-lekas ia menambahkan. ia berlalu tanpa perkenan lagi. maka bi cara sampai di situ. mengetahui kesukaran hati sang soetee. Putera dari Teng Kiam Beng ada bernama Teng Hiauw. Selagi ia masih kecil. m ereka pasti tidak terlalu leluasa dengan kepergiannya. Sama sekali aku tidak pandang ren dah padamu. Aku menyangka padaTjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay! iamenjawab. sama sekali ada berapa orang kawannya begal itu? Sesudah berhasil dengan perampasannya. aku bukannya satu siauwdjin! Umpama kata benar pembegalan itu telah dilakuka n oleh Tjiong Hay Peng. yang sudah tunang kan ia dengan gadisnya satu hartawan sedang ia sebenarnya menaruh hati pada cucu percmpuan dari Kiang Ek Hian dari kalangan Bwee Hoa Koen. ia tanya. Kiam Beng tidak puas melihat sikapnya soeheng mi. Aku duga. Kau benar. Rupanya Kiam Beng anggap ia sudah angkat terlalu tinggi pada musuhnya. Ka u barangkali tidak ketahui. Sctelah itu. Di lain pihak. Aku telah kunjungi padanya. Soetee. ia jadi kckurangan kawan. bukankah kita punya tata kehormatan sendiri?€Maka itu. Soeheng. Air mukanya Kiam Beng berubah pula untuk kesekian kalinya. Habis. Maka akhirnya. Soeheng. ia hendak merantau dengan andali diri sendiri. Ah. tetapi ia t idak sudi menemui aku. akan tetapi mereka semua bukannya orang-orang sembarangan. aku punya pedang dan piauw untuk memaksa minta pulang ba rang-barang upeti itu! Atau sedikitnya aku undang sahabat-sahabat dari Rimba Per silatan guna memutuskan siapa yang bersalah. K iam Beng menikah lebih dahulu daripada soehengnya. Teng Hiauw ada berpendapat lain daripada ayahnya. Jangan bicarakan pula tentang pegawai-pegawai negeri yang turut mengiringi . maka itu. semua kena mereka bikin tidak berdaya. So . yang turut aku. mengapa kau pun lihat begini macam padaku? tanyanya. Aku justeru kuatirkan pembesar negeri campur tahu urusan ini karena yang tersangkut adalah barang-barang upeti. dia sendiri tidak m uncul.€€ia kata. sebagaimana dua gu ru silat dan dua muridku. Kiam Gim kemudian bicaraka n soal kedatangannya ini ke Utara. maka itu. siapa yang benar. kau pcrnah atau tidak pergi padanya.€Di dalam halnya kit a kaum Rimba Persilatan. ia melainkan menghiburi. untuk menanyakan? Kenapa tidak. apa yang ane h. karen a ayahnya terpisah dari kaum persilatan lainnya. yang terintang. karena ia sudah masuk umur dua puluh enam tahun. dia ada lebih tua sepuluh t ahun daripada Lioe Bong Tiap. Kiam Beng kerutkan sepasang alisnya. mereka adalah orang-orang jahat yang dianjur-anjurkan oleh Tjiong Hay Peng! Bukankah So eheng ketahui. ada atau tidak kau pcrnah ben tahukan pembesar negeri tcntang sangkaan k au itu? ia tanya.

Kau sebaliknya kunjungi dia sesudahnya kejadian. Soetee. karena itu sangkaan kita benar atau tidak dia harus dikunjungi. seharusnya.€Siapa tahu. diajak bersama. dalam urusan kita kaum Rimba Persilatan. Dengan jalan ini. ditinggai untuk jaga rumah.etee. tetapi ia toh menyahut: Meskipun demikian.sampai di luar kota. Hatinya Lioe Loo-kauwsoe menjadi lega sekali. dari situ menuju ke Hee-po an-shia. yang dulu tunrt Kiam Beng da n mendapat luka juga. perlu atau tidak pihak Soh kirim orang untuk pergi bersama. kau bakal lewat di kalangan pengaruhny a Tjiong Hay Peng. Coba udara ada terang. dalam urusan di kalanganny a Kang-ouw. Sesudah melalui perjalanan sepuluh hari iebih. Orang keluar dari Selat Hie Hong Kauw. siapa melulu andali boegee. Demikian di hari kedua. Begitulah dipastikan. dengan andali mukaku. Juga murid kedua dan murid ketiga dari Kiam Beng. demikian katanya. aku percaya dia tidak akan tidak terima padaku. cabang dari Gunang Yan San. d itempat kediamannya Tjiong Hay Peng. hawa udara agak hangat. di sana kita justeru akan perol eh keterangan. Itu adalah suatu tanah pegunungan. Besok mari kita pergi ke Djiat-hoo. Sekarang begini saja. ada datang orangnya Keluarga Soh. atau kadang-kadang angin keras diseling dengan terbang berhamburannya ba tu halus atau pasir. Di waktu demikian di Ka nglam. Kiam Gim urut-urut kumisnya. Tapi ia bicara dengan manis serta jelaskan. Ia mengucap terima kas ih atas undangan itu. Bantuan pihak Soh ditolak. Sebelumnya menerima baik. sedang di sampingnya ada aliran Sungai Loan Hoo. angin dingin sedang membadai. untuk Lioe Kiam Gim perhatikan letaknya tempat itu. karena kesesatan di satu waktu. di tempat pembegaJan. Entah bagaimana caranya. Di kedua tepi ada rimba dengan pepohonan dan rumput. kita sudah tidak berlaku tidak hormat. yang menanyakan. Meski juga hawa udara ada demikian buruk. mendesak mohon diajak. rombongannya Kiam Gim lakukan perjalanan dengan tetap bersemangat. rombongannya Kiam Beng sampai d i Hee-poan-shia pada waktu Icwat tengah hari. Lantas soeheng ini berpikir. . katanya. dua-dua ada dari pihak golongan kenamaan. Sekara ng temyata. bisa mengerti yan g dia merasa kurang puas. dengan iari kan kuda mereka. soetee itu nanti seret tangannya pangreh praja. dia cuma dipengaruhi oleh k eangkuhannya. mereka bakal sampai di Sha-tjap-lak Kee-tjoe. Kiam Beng jengah. besok soeheng dan soetee itu bakal pergi ke Djiat-hoo. Di sini. salju telah pa da lumer. katanya kemudian. daun dan pasimya pada rontok dan jatuh ke tanah. Tempat itu merupakan satu selat mirip dengan piring. soetee itu masih punyakan kehormatannya. akan tetapi di Kwan-gwa ini. sebelumnya itu. atau cabangnya. Di sebelah itu. yang daun-daunnya . Dan mereka juga tidak singgah di dalam kota. pohon dan bunga sedang segarnya. hujan dari salju sedang tu runnya. Keluar ga Soh itu sudah lantas saja ketahui niat keberangkatannya orang itu. kau telah curigai Tjiong Hay Peng. terutama karena keja dian ada di tempat yang termasuk kalangan pengaruhnya. Ketika itu ada di bulan ketigadari musim Tjoen. di maghrib itu. kepergiannya banyak orang adalah tidak perlu. Kiam Gim cari tahu dulu tentang mereka itu. scdang tadinya ia kuatir. akan tetapi mereka tidak berbuat demikian. dia paling dulu mesti utamakan tata kehormatan. si murid kepala. rombongannya Kiam Gim ini berangkat. sedang Kim Hoa . Hawa udara di Dji at-hoo beda dengan iklim di Kanglam. burung-burung gembira beterbangan. ia angkat tangannya kejidatnya. wakil itu pun undang Lioe Kiam Gim untuk satu perjamuan. ia menambahkan dengan cepat: Soetee. pada mulanya aku tidak berniat berlaku demikian . kau mesti kirim salah satu muridm u pergi membawa karcis nama padanya. memain dengan sampokan angin. Pada itu malam. pembesar negeri tidak perlu campu r tahu. Soetee tentu lebih mengerti daripada aku. yang kemudian ternyata ada Lie Kee Tjoen mnri dnya Tjiang Han Tek dari Kaum Ngo Heng Koen dan Hoo Been Yauw muridnya Tjian Dji e Sianseng dari Kaum Ouw Tiap Tjiang. Di sini baha rulah mereka berhenti. dengan perlahan-lahan. jala n di sepanjang Sungai Loan Hoo. melewati Lo-sie-boen. siapa merant au. yang banyak pen gkolannya. Kiam Gim dengan lantas wakilkan soeteenya tampik itu tawaran bantuan dan undan gan juga. kau antar upeti. Mereka hanya jalan teru s. tetapi dua guru silat. itulah keliru.

tidak ada alasan yang dia tidak mendapat tahu. men yatakan bahwa mereka hunjuk hormat mereka Mereka sebut dirinya boan-pwee . sedang Kiam Beng. seraya menyatak an bahwa ia tidak berani terima kehormatan itu. hanya dengan cara yang menghormat sekali. ia mengawasi sambii hunjuk roman heran. lalu ia bertindak maju. Soeh eng. gombolan rumput di muk a rimba kelihatan tersingkap. karcna teringatlah ia pada saat pembegal an. Orang itu. tiba-tiba Kiam Gim tahan kudanya dan sambil menoleh pada adiknya seperguruan. Sesudah lewat sckian lama. untuk di larikan. lalu Lioe Kiam Gim membalas hormat. kawanan bega l tak nanti da tang dari arah dua kota itu dan juga tidak akan menyingkir ke ara h sana. Lioe Kiam Gim tidak segera sambuti peti ita. Kiam Beng semua mengawasi dengan tajam. Kiam Gim sebaliknya berlaku tabah. perbuatan itu ada perbuatannya Tjiong Hay P eng? Jadinya sangkaanku tidak meleset? Kiam Gim berdiam. Dengan mi ia hunj uk bahwa ia mengerti adat-istiadat. di Sclatan dengan Liong-hin. Kiam Gim lantas gerak-geraki tangannya.€Jadinya.€Mari. Kembali Lioe Loo-kauwsoe membalas hormat. siapa ad anya mereka dan guru mereka. sambil menjura. rombongan itu lantas loncat turun dari kuda mereka. malam ini juga kit a orang mesti sampai di Sha-tjap-lak Kee-tjoe! € Di saat rombongan ini hendak cambuk kuda mereka. Kalau benar mereka datang dari arah Sha-tjap-lak Kee-tjo e. Soetee. dia mcsti ketahui baik tentang kawanan begal itu. dan kawan-kawannya. sabut dia. orang tadi dengan cara sangat menghormat sudah maju akan serahkan sebuah peti kecil yang memuat karcis nama. dengan tergesa-gesa. Di Timur. sopan-santun. suara mana disusul d engan berketoprakannya kaki kuda. tempat ini menyambung dengan Kota Koan-shia. di Barat de ngan Sin-tek. ia lepaskan lesnya. ia menjawab kemudian. tiba-tiba mer eka dengar suara kelenengan yang datangnya dan dalam rimba. Lioe Kiam Gim Sianseng? Suaranya ada terang. dari itu. seraya terus menegur: Apakah di sini ada Lioe Loo-kauwsoe. Cuma bersangsi sedetik saja. ia mencegah. dia berpikir. Kemudian baharulah ia sambuti . mereka siap sedia. ialah or ang-orang yang lebih muda tingkatannya. Kalau begitu. jalan satu-satunya untuk mereka adalah jalan Utara. Saudara-sau dara ada urusan apa denganku? Mendengar jawaban itu. untuk loncat turun dari kuda. Guru-kita. Sin-tek dan Koan-shia adalah kota-kota yang ramai dari Djiat-hoo. lantas memberi hormat pula. Aku adalah Lioe Kiam Gim yang rendah. yaitu Peng-tjoan. Lie Kee Tjoen bersama Teng Kiam Beng dan murid-muridnya menjadi terperanjat. demikian pemimpin rombongan itu. ia berkata: Soetee. yang goyangi tangan. Kau lihat apakah. aku masih belum mau percaya Tjiong Hay Peng bisa berbuat demiki an. katanya. ia menyahut. sedang yang jalan di muka ada s eorang yang tubuhnya kekar. Lioe Kiam Gim berlaku tcnang. paling sedikitnya. dan Utara dengan Peng-tjoan. Soeheng? ia tanya. untuk papaki orang-orang itu. m ereka lantas bcrsiap. Aku numpang tanya. Biar bagaimana. akan rnenunjuk-nunjuk. kecurigaan kau beralasan! Kiam Beng pun tahan kudanya dengan tiba-tiba. Kiam Gim mundur satu tindak. maka itu. jangan geraki senjata! katanya. Kiam Gim memandang ke empat penjuru. Kawanan itu Jberlldah Liauw Tong semua. Selagi ia hendak tanya. mendengar kabar bahwa Lioe Loo-kauwsoe sudah datang. Dan Sha-t jap-lak Kee-tjoe justeru bcrada di antara Peng-tjoan dan Hee-poan-shia. ia turun dari kudanya. mengaw asi jauh ke depan. guna hunus senjata mereka ma sing-masing. suatu tanda i a malu dan mendongkol dengan berbareng. buat memberi hormat. Hampir berbareng dengan perkataan Lioe Loo-kauwsoe ini. sedang kau orang sendiri datang dari Selatan. Jangan sembarangan. apakah tidak boleh jadi. mereka juga tidak mestinya muncul dari Liong-hin. sikapnya tetap tenang.Di atas kudanya. Ia ini maju untuk angkat rapat kedua tangannya. ia Tanya mereka tentang kewarasannya Tjiong Hay Peng. Tjiong Hay P eng.€Bukankah k awanan begal benar datang dari sana? Kiam Beng nampaknya gusar. Hanya. air mukanya menjadi merah dan padam bergantian. Lihatlah tempat ini. telah utus kita hendak menyambut sambil haturkan hormatnya. dari situ muncul beberapa orang. Orang-orang yang tempur kau bukannya orang-orang Kang-ouw da ri tingkat sembarangan.

ia kata: Ketika aku datang. tapi sekarang Soeheng datang. orang ada sangat hargai adat-istiadat. sedang Kiam Beng tidak senang. untuk dibikin jadi lapangan piranti berlatih silat. silakan Tuan-tuan jalan terus. Kiam Gim ada seorang yang halus budi bahasanya. sampailah mereka di. Sekarang juga kita akan datang mengunjungi! ia tambahkan. untuk hadapi rombongan utusan. mereka sudah I lantas lihat Sha-tjap-lak Kee-tjoe.peradatan. sebentar di dalam. ia ulur kedua tangannya seraya berkata: Aku Loei Hong.€Ia mel ainkan tidak puas. sambil hunjuk separuh-kehormatan. sang mu-id. Kiam Beng tidak inginkan kehormatan luar biasa itu. untuk dengan roman sungguh-sungguh memesan: Soetee. kita harus bersikap merendah. Boen Yauw itu hunjuk hormatnya seraya kata: Aku mesti urus suatu apa di kota dusun. dengan tiba-tiba Teng Kiam Beng ucapkan beberapa patah perkat aan pada Hoo Boen Yauw. ia tidak mau menegurnya. aku tidak dapat mengurus terle bih jauh! . dengan Lioe K iam Gim ada asal satu derajat. Belakang rumah hampir nempel sama rimba. yang berbarengpun ia kedipi mata: Kenapa kau tidak lekas wakilkan Soepeh untuk sambut peti itu? Atas itu. terang ia ada merasa sangat tidak puas berbareng malu. murid Thay Kek Pay. sungguh. Ini pun ada salah satu sebab kenap . kau menyambut dan membaiki secara begini rupa. Sementara itu Kiam Gim heran. di depannya ada bukit yang digali dan dipapas. m aka ia suruh muridnya yang menyambuti. Kiam Gim sudah ajak rombongannya turun dari kuda mereka€€€€dan€€€€minta€€€€supaya ked u diwartakan terlebih dahulu. Tidak menunggu sampai di depan rumah se kali. Selagi berjalan. utusannya itu pasti ada orangnya dari tingkatan€€lebih€€rendah. tet api meskipun demikian. itu adalah tanda penghormatan luar bi asa. sebentar aku akan hunjuk hormat belakangan kepada Tjiong Loo-kauws oe! Lalu. soetee ini masih saja kukuhi adat. ia hendak hunjuk keluhuran€€mertab atnya. dengan tiba-tiba Teng Kiam Beng serukan muridnya yang kedua. sudah mencelat ke depaanya. ia larikan kudanya untuk pisahkan dir i. ia toh tidak bisa bilang suatu apa. Umpama orang jahat yan g tinggal di situ. Kalau yang sambut ada orang lebih muda. kenapa Tjiong Hay Peng bisa demikian cepat dapat ketahui kedatangannya. sama tingkatannya. si utusan toh ada wakilnya Tjiong Hay Peng. Di waktu maghrib. ia nampaknya kurang puas. guru silatnya dari Kaum Ouw Tiap Tjiang. jangan sekali menuruti nafsu amarah. kemudian selagi menantikan. kau tidak perdulikan aku. Orang berjalan pula. akan tetapi karena€€soeteenya tidak€€salah. aku mohon dengan sangat agar kita terlebih dahulu hunjuk kehormatan kita . hingga Lioe Kiam Gim dan orang-o rangnya Tjiong Hay Peng pada tahan kuda mereka dan menoleh. Rumah itu terletak di muka rimba. Dalam kalangan Kang-ouw. belum sempat Kiam Gim menoleh. Rombongan itu lantas sajajalan di depan. dengan ini mewakilkan Soepeh kita menyambuti kehormatan! Utusan itu pandang Loei Hong. berselang setengah jam. Iapun tidak bisa cegah Loei Hong. sudah seharusnya kalau yang sa mbut peti kecil itu adalah muridnya Kiam Gim atau orang yang lebih muda tingkata nnya. Tapi. apabila sam pai terbit pula gara-gara tidak diingin. guru terhadap guru.Ketua dari Heng Ie Pay. dengan tidak tunggu jawaban lagi. Lioe Kiam Gim juga awasi murid soeteenya. Kiam Gim beramai mengikuti. muka rumahny a Tjiong Hay Peng. Kalau Kiam Gim yang sambuti sendiri.peti itu. mengucap sepatah kata. setiap saat dia bisa lari sembunyi ke dalam rimba.€Demikian ia mendeluh di dalam hati nya. ia sambuti peti dari Loei Hong. ialah Loe i Hong. Kiam Beng tidak. di saat tangannya€diangsurkan€€€untuk menyambuti. di saat dan tempat seperti itu. Karena ini ada cara menghormat yang panta s. Tjiong Hay Pen g kirim karcis nama. turut mencegah. murid terhadap murid . tetapi ia serahkan peti kecil itu. . itulah yang dibilang. karena kalau ia cegah. biarpun utusannya Tjiong Hay Peng merasa tidak puas. ia tarik tangan bajuny a Teng Kiam Beng. terutama di muka umum itu.€€€itulah sebabnya kenapa ia tidak puas dengan perbuatan soeteenya. karena dalam hatinya. sedang pada sekalian tetamunya tetap dengan car a hormat ia haturkan terima kasih. ia jad i hunjuk bahwa ia tidak menghargakan soeteenya. atas mana orang she Hoo ! itu larikan kudanya keluar kalangan. karena ia mesti hunjuk air muka berseri-seri. Begitulah dengan cara hormat.

Selagi itu soeheng dan soetee berpikir masing-masing. ia bilang. Tjiong Hay Peng juga insyaf. nampaknya sabarsekali. Tadi ia suguhkan teh kepada teta mu-tetamunya. airnya tidak tumpah! Untuk ini. yang tidak salah lagi mcsti murid-murid He ng Ie Pay. Tjiong Hay Peng hunjuk rupa kaget. Kiam Beng sudah menduga orang tidak bermaksud baik. Mereka berdua tcrpisah satu dari lain jauhnya dua-tig a kaki. Lioe Kiam Gim berlaku lebih sebat dari murid itu. kelihatan-bcberapa orang. atas mana ada sepuiuh cawan yang berukirkan sansoei yan g berwama merah. berbareng denga n itu. Ket ika tuan rumah dekati ia. ialah guci arak terbuat dari besi yang beratnya dua atau tiga puluh kati. sembari lemp ar ke samping itu nenampan kumala. satu muridnya Hay Peng muncul dengan satu nenampan batu pualam yang besar. Dan. yang berada di samping. akan tetapi diam-di am. Tapi sebenamya. Tapi. benar ia masih se mpat berkelit dari pecahan cawan. akan tetapi. ia lantas berbangkit. ia masih sempat gunai tangan kanannya. tetapi ketika cawan untuk Kiam Beng dihaturkan.a dia suruh Loei Hong wakilkan Kiam Gim sambuti karcis nama. hingga aku kena bikin kaget tetam uku . Di lain pihak. Kiam Beng bersangsi. Hany a lacur ada Loei Hong. menyambar juga pe cahannya. dan airnya lantas m enyiram arah Teng Kiam Beng punya muka. tapi air toh mengenai mukanya yang jadi basah! Berbareng dengan kejadian itu. sambil be rdiri rapi. Tjiong Hay Peng lantas a dakan pertemuan untuk sekalian tetamunya itu. sudah sepantasnya ia hormati dulu Ketua dari Thay Kek Pay. ia lantas saja menyuguhi pada Teng Kiam Beng. Tuan. yang memain antara cahaya api. belum ia berdiri betul. Kiam Beng terperanjat bukan main. Dengan sikapnya yang merendah. apapula kepandaian luhur dari Lioe Kiam Gim. dan selagi si tetamu menyambuti sambil merendah. ia ragu-ragu tuan rumah itu menjamu dengan sungguh-sungguh atau itu adalah semacam pesta Hong Boen . dengan ini cara. maafkanaku! Selagi nenampan terlempar. la pun telah lihat lirikan soehengnya. akan tetapi walaupun ia tidak sepandai soehe ngnya. dan dia sendiri y ang mcnyuguhkannya secara biasa. Tadi ia gunai cangkir yang in dah. tetapi sekarang ia pakai tempat arak yang besar dan kasar. Tjiong Hay Peng sudah dorongkan gucinya dengan arah o . di mana ia sendiri ada Ketua dari Heng Ie Pay. melewati Lioe Kia m Gim. Hay Peng sudah lantas kasih pertunjukan pula. hingga malah pun sisa delapan ca wannya yang lain. terus saja pecah sendirinya. ia masih ingin mencoba satu kali lagi. ia hendak menyingkir dari Lioe Loo-kauwsoe. ia wakilkan Tjiong Hay Peng akan haturkan semua teh itu kepada sekalian hadirin . untuk sambuti arak. ia senantiasa waspada. Teng Kiam Beng tidak hunjuk kemurkaan. dengan berlompat. cawan itu melesat ke tinggi. Hay Peng mcnghaturkan maaf. aku kesalahan membuatnya pecah. tetapi Tjiong Hay Peng yang sambuti cawan teh. Lioe Loo-kauwsoe gunai hanya dua jeriji tangannya. Di antara sinar bulan. Walaupun muridnya yang membawa nampan untuk menyuguhkan. Selagi Tjiong Hay Peng dengan cawan di tangan datang mendekati. tidak tahuny a. Teng Kiam Beng bangkit untuk menyambuti. kalau sampai rusak. ia mesti kagumi lawan punya kepandaian yang liehay. Semua cangkir yang indah. berbareng dengan mana. untuk menya nggapinya. Tuan rumah dan tetamunya segera juga bcrdiri berhadapan dan saling member! hor mat. ia maju akan tanggapi nenampan itu. dengan sekonyong-konyon g. tidak turut jatuh. sekarang ia hendak menyuguhkan arak. sungguh sayang! katanya. harap maaf. pintu rumahnya Tjiong Ha y Peng sudah dipentang dan tuan rumah kelihatan muncul dengan tindakannya agak t enang. bukannya si murid yan g melakukannya. la€€pakai baju bulu. Kemudian. Sebagai alasan. untuk menangkis sambil menyampok k eras air dan pecahan cawan itu. jago Thay Kek Pay itu benar-benar tidak boleh dipandang enteng. ini cawan teh tidak kuat! Aku pun sudah tua. kemudian pihak tetamu diundang masuk ke niangan tetania. satu muridnya Tjiong Hay Peng bergerak. Ia tahu Tjiong Hay Peng sedang pertonto nkan kepandaiannya. si murid kedua. ia berseru: Ah. di mana. Baharu saja orang bcrduduk. maka terjadilah suatu hai yang hebat. hingga ia terluput dari serangan gelap itu.

bersama araknya ada kira-kira lima puluh kati beratny a. iapun . sebaliknya daripada menyangka H ay Peng. Teng Kiam Beng yang namanya menggetarkan dunia Kang-ouw. Pertentangan itu ada hebat Karena kedua pihak sama tangguhnya. akan hirup araknya! Setelah masing-masing lepaskan tangannya. Guci itu. Ia ge druki cangkir araknya seraya kata dengan nyaring: Ya. seraya tepuk tangannya. apabila tidak sampai membinasakan. dalam Rimba Persilatan kenapa toh ada orang Kang-ouw. Dengan agak likat. kemudian dengan sebat sek ali. kenapa aku tidak dapat tahu? Sikap ini membuat Kiam Gim jadi mclcngak. sampai orang telah kena pecundangi! Habis. tergantung di antara dua sumpit itu. seraya ia hampirkan dua orang itu. ia berlaga menghela napas. dua-dua lantas keluarkan keringat dingin pada jidatnya masing-mas ing. mereka lantas mulai pasang omong. Tjiong Toako. dcngan gunai sumpitnya itu. Karena ini. Teng Toako. Tjiong Hay Peng berloncat bangun. Lioe Kiam Gim utarakan maksud kedatangarinya. man kasih aku yang mewakilkannya! Sambii bcrkata begitu. bisa menolak. dengan tangan kiri. tubuh mereka jatuh duduk di kursinya m asing-masing.€ Tapi aku tidak merasa hilang muka! Dengan . orang itu sudah tidak lakukan kunjungan kehormatan kepadamu. kecuali ada pihak ketiga. yang dengan diam-diam telah gunai mereka punya tenaga dalam atau khie -kang. ia berpura-pura tidak ketahui hal pembegalan itu. Sampai di situ. tidak perduli pihak tetamu berlaku demikian ramah-ta mah. aku bisa ambil sendiri! Oleh karena ini. Lioe Toako. sampai ia tak dapat kendalikan pula dinnya. Soetee. guci arak jadi kena ditahan di tengah-tengah di antara kedua orang itu. ialah Teng Toak o. jempolnya dipertunjuki. ia tertawa tawar. Hay Peng tidak. ia teruskan jepit lehernya guci itu. ia b erseru: Oh. telah kena dipermainkan oleh satu tua bangka! Malah tua bangka itu cuma gunai tangan kosong yang berdaging melulu! Kiam Beng jadi sangat gusar. dengan limbung. Ia tanya kalau-kalau Ketua Heng Ie Pa y itu ketahui siapa orangnya yang sudah uji Teng Kiam Beng. aku hams kasih selamat pada kau! kata Lioe Kiam Gim sambii tertawa. Serangan gelap dari Hay Peng ini. lama-lama kedua nya akan terluka masing-masing sendirinya. ia sengaja tidak mau terima suguhan. kau Ketua dari Heng Ie Pay. Bukan. ia pakai cawan akan sendok isi guci.tidak mau melepaskanny a. Segera ia angkat kedua tangannya. yang datang sama tengah. kemudian dengan seb elah tangan mencekal mulut guci. Kedua-duanya tidak bisa keiuarkan kata-kata! Adalah kemudian. jikalau kau tidak ingin terim a suguhannya Tjiong Toako. Tjiong Toako. kau mau apa? Ta pi kau sendiri. Maka kejadiannya. ia buka tutup tersebut. apakah benar-benar Tjiong Toako tidak ketahui kejadian itu? demikian ia cuma bisa tegaskan. Sudan. malah dia berani lakukan kejahatan di dalam daerah pengaruhmu ini? Kenapa dia bisa mondar -mandir dengan merdeka? Kenapa orang tidak pandang mata sama sekali kepada Tjion g Toako? Tjiong Hay Peng tidak gusar. Kiam Beng bis a duga itu. Ah. ia hanya tahan mulutnya guci it u. sungguh kau liehay! ia memuji. Kiam Gim gunai sepasang sumpirnya. Sesudah keduanya berpisah dua puluh tahun lebih. tubuhnya berdiri tegar. Tjiong Hay Peng tidak lagi ma nis budi seperti dulu-dulu. Kemudian lagi. yang pandai ilmu pedan g Boe-kek-kiam. Tjiong Hay Peng terima tiga cawan. yang lewat di sini. akan akhirnya. ia malah hunjuk roman ter peranjat. Ia terus bersikap sewajarnya saja. akan jepit tutup guc i. ia kata: Jangan seedjie. benar-benar ada terjadi demikian? Ah. Siapa sangka K etua dari Thay Kek Pay. Begitu.rang punya dada. Tjiong Hay Peng tertawa seperti sewajarnya. kau orang berdua janganlah terlalu seedjie! berkata Lioe Kiam Gim sambii tertawa. memang ia tidak pandai bicara. sebaliknya. hingga guci jadi terlepas dari cekalan nya Tjiong Hay Peng. ia mohon tuan mmah suka bantu ia. Aku harus didenda tiga cawan! Dengan scbenarnya. melainkan aku tidak pernah memikirnya! demikian jawabannya. akan biki n orang tcrluka hebat di bagian dalam badan dan menjadi tapadakpa. yang mewariskan tiga rupa kepandaian liehay dari Thay-ke k Teng. kau pikir? ia tanya. dua-dua Teng Kiam Beng dan Tjiong Ha y Peng mundur sendirinya. Dengan sikapnya yang merenda h. aku Teng Kiam Bcng belajar silat tidak sempurna.

Tidak perduli orang itu ada tertua dari golongan mana. dengan kebijaksanaan. Sudah dua puluh tah un kita orang tidak bertemu. la insyaf. ca ra bagaimana Toako hendak kembali secara tergesa-gesa begini? Apakah Toako ccla gubukku buruk hingga tidak surup untuk menyambut Toako? Biar bagaimana. aku percaya kau.mata pada sahabat ini. yan g di kalangan Kang-ouw sudah jadi buah pembicaraan. sungguh. Toako. Tunggu dulu. umpama kita tnesti binasa. ia menjura. yaitu sesudah berpisah dua puluh tahun lebih. karena kita memangnya sudah bersiap. € Tjiong Toako. karena itu. akan tetapi kita hanya hendak tanya. menyesal aku tidak bisa berdiam di sini. romannya sibuk. perbuatan apa yang kelini dari kita. apabila ada beberapa tetua itu menghendaki menemu i aku. untuk segara pamitan. di Liauw-tong ada beberapa orang kenamaan yang ingm bertemu sama Lioe Toako dan bertjita-tjita main-main dengan Teng Toako. Dengan sebenarnya aku tidak tahu siapa itu orang yang telah iawan Teng Toako. kau tidak ketahui suatu a pa mengenai itu pembegalan. tetapi dengan Lioe Kiam Gim ia ada bersahabat kekal. Kau ada penduduk sini. aku tidak bisa menindih orang. Tjiong Toako. berkata Lioe Loo-kauwsoe. sungguh kita tak tahu su atu apa. Ia kata: Terima kasih untuk kebaikan kau. kita ada orang -orang yang sudah berusia hampir enam puluh tahun. Lioe Kiam Gim berbangkit. malah ada bersifatkera s. Satu hal aku bisa terangkan. kita ada saudara-saudara dari bebcrapa puluh tahun. Dua kali Kiam Beng merasa terhina. dia ini masih tetap berada di piha k pembesar negeri. aku hanya dapat nama kosong belaka. Satu hal masih ia sangsikan. inilah. di samping itu. hingga Hay Peng dengan tersipu-sipu mesti balas horma tnya itu. aku hendak mohon kau ba ntu sedikit kepadaku. tidak dapat ia terus bcrpura-pura tidak ketahui tentang pembcgalan itu. ia tak dapat singkirkan kemendo ngkolannya. ak hirnya ia menjawab. Tjiong Hay Peng kena dibikin tergerak hatinya oleh perkatannya orang she Lioe ini. Jikalau tetap kita ti dak ketahui kekeliruan kita. tidak seharusnya kita orang bersikap sebagai sesama o rang-orang asing. aku percaya. aku tidak mampu biki n orang tunduk. Kiam Gim heran kenapa ada orang Liauw-tong. Tentang Kiam Beng. akan tetapi. baiklah Toako tanyakan beberapa tetua dari Liauw-tong itu. Toako! mencegah Tjiong Hay Peng. Benar dcngan Teng Kiam Beng iamengganjal hati. sikap siapa ada merendah tetapi pun sungguh-sungguh. Ia pun menge rti. Tjiong Toako. maka itu. kita bakal binasa secara kecewa . Karena orang bicara dengan lidah Liauw-tong. yang hendak bikin pertemuan dengan ia. maka adalah selayaknya saja apabila orang tak lihat mata padaku! Hanya kalau sampai Teng Toako sendiri orang tidak pandang. menghad api tuan mmah. aku moho n Toako suka berdiam padaku untuk beberapa hari. tolong kau tetapkan suatu hari untuk aku b erk unj ung kepada mereka. makajuga. ada berapakah orang yang hidup scumur kita ini? Dari itu umpama kita tidak ingat sesama orang Rimba Persilatan.kepandaianku yang tidak berarti. urusan bisa jadi kacau. umpama kata mereka tidak sampai datang padaku. Sebelum suasana menjadi lebih hebat. hingga s edikitnya ia hams memandang . kau berkenalan luas. dengan suaranya yang sabar. kita orang menghaturkan maaf agar perkara dapat dibikin habis. jikalau ia tidak ubah haluan. sudah pasti sekali aku sendir i akan kunjungi mereka. dan kau pun datang dari tempat yang jauh sekali. aku jadi mcnsia-siakan sahabatku i . kita toh harus ingat persahabatan kita dari bebcrapa puluh tahun itu. aku tidak bisa bilang suatu apa! Kembali Teng Kiam Beng kena tersindir. walaupun demikian. Dengan kega gahan. untuk setelah itu. pastilah Toako akan peroleh keterangan. Akan tetapi. Toako. ia mendahului pamitan. kalau€€€ada€€€ganjalan€€€sesu hamsnya itu dikasih lewat. Habis berkata begitu. aku minta kau suka capaikan hati akan turut dengar-dengar. ia tidak tahu. sebelumsaudaranyajawab tuan rumah. Kiam Gim sudah lantas berbangkit. ia tidak jerih. ah. atau kalau tidak. Di Sha-tjap-lak Kee-tjoe ini aku ada beberapa sahabat. karena mereka ada bercita-cita demiki an. hingga orang berani tangkap kutu di kepala harimau. Kiam Gim ada bersa tu haluan dengan Kiam Beng atau mereka dua saudara seperguruan masih tetap berla inan paham. ia tahu benar. kata ia dengan merendah. Tidak berani aku menerimanya. siapakah yang telah lakukan perbuat an itu.

terus ia bertindak keluar. Kiam Gim semua menuju ke pasar. Kiam Gim menyapu kepada dua orang itu. atau dusun. ia gunai tenaga tangannya. untuk melompat kedepan. ketika mereka mendekati pasar. akan mencelat masuk ke tempat pepohonan itu. Ia insyaf. Ia tidak kaget. tangan kanan di depan. hingga ma ta mereka jadi berkunang-kunang. ia nyatakan suka ikut. pergilah duluan ke rumah penginapan. Nyata Kiam Gim hendak kembali ke Sha-tjap-lak Kee-tjoe. ia tahan tub uhnya. tiba-tiba ia berbalik d an kata pada saudaranya itu: Soetee. Sebaliknya kedua penyerang. . Kiam Gim sebaliknya. kembali ia uji kepandaian orang. dengan ya-heng-soet. tapi begitu lewat. k e rumah penginapan. ialah selagi menjura. yang anginnya sa mpai menerbitkan suara menderu-deru. Kiam Gim tekuk kedua lututnya. dari kiri dan kanan. terutama mengenai soeteenya.€Ia bersikap Liong heng tjoan tjiang . rom bongannya turut sikapnya itu. menjerunuk tubuhnya ke depan. Kiam Gim bilang. ilmu lari di waktu malam. ia menga wasi. bertemu ri mba tak boleh lancang memasukinya . dan tidak kandung niatan menghamba pada Kcrajaan Tj eng. mer eka tak mampu bcrbangkit. Kau jangan k uatir. Justeru itu. hingga ia lenyap dari pemandangan saudaranya sekalian. yang bergunduk-gundukan dan banyak pepohonannya. Boen Yauw dari Ouw Ti ap Tjiang pergi urus siang-siang. ada menyambar masing-masing sebatangioya. kalau itu beberapa tetua dari Liauw-tong sudah sampai . iapun berseru: Sahabat siapa main-main di sini? Dengan main sembunyi-se mbunyi. tetapi ketika mereka sa mpai di pintu. tangan kiri di dada. tiba-tiba ia tampak berkelebatnya dua bayangan di sebelah kanan. ia anggap perlu ia ketemui sendiri pada Tjiong Hay Peng. untuk memb eri selamat jalan. Kiam Beng tetap masih suka bercampur sama pembesa r negeri dan tabiatnya tetap keras. hingga untuk sedetik. ia berlaku tenang s ekali. yang tadi Kiam Beng suruh Boe-soe Hoo. Untuk ini aku tidak bisa berjalan bersama-sama kau. Kiam Beng masih saja mendongkol. Ia percaya. Hanya. Ia segera berhentikan Itindakannya. sebat luar biasa. la dapat kenyataan. Kiam Gim mengawasi dengan tak maju lebih jauh. Besar nyalinya. Jikalau demikian. toya mereka masing-masing mengenai tempat kosong. dengan gunai ilmu lari yang keras. yang menyerang secara sanga t hebat. ia kembali ke rumahnya Ketua dari Heng le Pay. kepala mereka pusing. yang anginnya menyambar dengan ker as. hingga Hay Peng tak dapat berbuat apa-apa. mereka itu rubuh dengan tubuh terpelanting. hatinya tidak terkesiap. Dcmikian. soetee ini belum sampai berkh ianat terhadap kaum Kang-ouw. bagaikan naga saja. deng an sekonyong-konyong. Seberlalunya dari rumah Keluarga Tjiong itu. berdiam saja. terus saja ia berlari -lari. Kiam Beng pakai mantelnya. Sampai lain hari saja. hingga ia menggerutu dan caci Tjiong Hay Peng. yang tinggi di kiri dan di kanan. kepandaian mereka berdua ada berimbang. urusan ini akan ada baiknya untuk kau! Setelah kata begitu. Kiam Beng balas menjura seraya iapun gunai kepandaian dari Thay Kek. Selagi ia mendekati jalanan gunung. tertawa menghina. De ngan loncat terus. ia tidak lihat suatu apa. ia kembali d engar beberapa kali tertawa dingin. akan menemui sendiri p ada Tjiong Hay Peng. h ingga dengan saling susul. disusul sama suara tertawa dingin. Sembari b erlompat. Sampai di situ. kata Tjiong Hay P eng yang berbangkit. aku ada punya suatu urusan! Kiam Beng tanya. aku tak dapat menahan lagi kepada kau orang. lenyap dalam sang malam. Hanya kemudian. hin gga karenanya. akan lenyapkan salah paham. di situ mesti ada salah faham. ia berputar diri. u ntuk peroleh pengertian satu dengan lain. Ia sampai dengan ce pat. adatnya tinggi dan suka diangkat-angkat. apakah artinya itu? Benar selagi tubuhnyajago Thay Kek Pay ini mencelat. Selama di tengah jalan. hanya terang . tindakannya sembrono Di sebelah itu. ia lolos dari kemplangan itu. soeheng itu ada mempunyai urusan apa. dan dengan tidak perdulikan pantangan kaum Kang-ouw. urusan tidak ada sedemikian sederhanaseperti tap ikir pada mulanya. Dalam gelap-gulita. Oleh karena itu.tu. untuk tan gkis itu serangan gelap. aku nanti datang pula bersama-sama soehengku ini! Setelah kata begitu. Kiam Gim loncat turun dari kudanya. untuk antar sekalian tetamunya itu.

merekaingin mencoba-coba juga. makaitu. Di sini tidak ada bicara tentang soeheng dan soetee! sahut si orang tua yang muk anya bersemu merah. segera ia memandang ke arah pepohonan dari mana suara datang. hanya mereka belum tahu. mereka bcrlaku kasar. Dua orang itu adalah Pek-djiauw Sin Eng Tok-koh It Hang serta In Tiong Kie. baiklah. adalah Tok-koh It Hang yang dengan tangan kosong telah uji Teng Kia m Beng. dari itu. Kita memohon pengajaran den gan sungguh-sungguh. Jikalau Djiewie memaksa hendak mcmbcri pengajaran kepadaku.€Kenapa orang ada begini kasar? Ke napa. kita harus mohon pengaja ran dari kau sendiri. hanya cara dua€€orang€€ini€€adalah€€terlalu mendadakan dan mereka juga tidak pakai atura g biasa. kumis-jenggotnya panjang. Demikian ia lihat nyata. orang she Lioe ini ada bertabiat sama atau tidak dengan Teng Kiam Beng. tinggi tubuhnya enam k aki. apabi la mereka tidak ambil sikapnya. la insyaf bahw a ia lagi hadapi orang pandai tetapi ia tidak jerih. untuk berlatih. samasekalikitatidakkandungmaksud jahat! Sud dh lama kita dengar hal boegee dari Thay Kek Teng serta tiga rupa kepandaiannya yang menggetarkan Rimba Persilatan. orang berniat menghajar kalang-kabutan pada satu ku ali bubur ? Akan tetapi. matanya tajam. mukanya bersemu merah. Nyata Lioe Loo-enghiong terlalu memandang orang enteng sekali! ia kata. terutama T ok-koh It Hang yang selama beberapa puluh tafiun belum pemah ketemu tandingan. Rita dua saudara walaupun bodoh tetapi baharu dua-tiga gcbrak masih bisa juga melayani . Kiam Gim ada mendongkol sekali. Jadi dugaannya Law Boe Wie adalah t idak keliru. Salah satu yang mana akan maju terlcbih dahulu atau Djiewie akan maju dua-dua dengan berbareng? Si orang tua muka merah melirik dengan tajam. sudah memegat dan membokong kepadaku? tanya ia dengan sabar. bagaikan sinar kunang-kunang sa ja. Aku ingin sekali belajar kenal dengan Tuan-tuan. Kumpulan Pisau Belati. tanpa sebab dan alasan. Ke tua dari Pie Sioe Hwee. orang tua yang satu berbaju biru dan gerombongan. ia tertawa terbahak-bahak. nama Ketua dari kaummu itu ada namakosong belaka. atau dari dalam pepohonan terdengar suara terta wa bergelak-gelak yang disusul dengan kata-kata: Jangan gusar. tidak dapat tidak. mana aku berani terima pengajaran dari satu ahli? kata ia. aku si ora ng she Lioe bersedia untuk menemani. Cahaya lemah dari rembulan dan banyak bintang membuat jago tua in i bisa melihat jauh terlebih tegas. mak a itu.Ada permusuhan apa di antara aku si orang she Lioe dengan Tuan-tuan berdua hing ga Tuan-tuan. cara bagaimana mereka dapat terima pengajaran da ri kau? Mereka pun tidak sampai mengganggu walaupun selembar rambut Loo-enghiong ! . Kita melainkan mohon terima pengajaran dari Lioe Loo-enghiong buat dua atau tig a gebrak saja! Dalam hatinya. terimalah hormatnya Lioe Kiam Gi m! Dan jago ini hunjuk hormatnya. Akan tetapi kedatangan mere ka ke Djiat-hoo ini bukan melulu untuk coba Teng Kiam Beng. Belum dua orang itu menyahuti. di luar dugaan kita. Itu adalah suara dengan lidah Liauw-tong. dari itu. Lekas sekali. Lioe Loo-enghiong! Duabocah ini hendak menemui orang yang tertua. kata ia dengan nyaring. yang kedua romannya keren. di waktu malam gelap begini. Kiam Gim bersedia untuk mengiringi. yang Kiam Gim kenali dengan baik. justeru di sini ada mengenai nama baik guru atau rumah perguruannya. Aku si orang she Li oe belum pernah bertemu dengan Djiewie. entah kapan dan di mana pernah aku berlaku tidak selayaknya kepada Djiewie? Orang tua muka merah itu tertawa berkakakan. Kebisaanku si orang she Lioe ada tidak berarti. S udah sejak lama mereka kagumi Lioe Kiam Gim. Djiewie Soehoe. pakaiannya serupa. ia atasi dirinya sendiri. mereka sekalian niat ikat tali persahabatan dengan kaum Rimba Persilatan di Kwan-Iwee (Tionggoan). Ia tidak us ah menantikan lama akan tampak munculnya dua orang tua dengan rambut dan kumis-j enggot ubanan. Lioe Loo-enghiong! Mencoba-coba kepandaian di kalangan Kang-ouw atau Rimba Persilatan ada hal umu m. s . bukankah kau orang ada orang-orang yang pada bulan yang lalu te lah memberikan ajaran kepada soeteeku? Djiewie. jago Thay Kek Pay ini tekapi kedua tangannya. dari itu. Lioe Loo-enghiong terlalu merendahkandiri! berkataia. untuk punahkan tiga rupa ilmu kepandaiannya.

biar kita sambut itu dengan tertawa. oleh karena kita bukan bertempu r untuk mati atau hidup. Lioe Kiam Gim balas hormat itu. apabila terjadi siapa ka lah dan siapa mcnang. aku punya sepasang t anganku ini. Lioe Kiam Gim telah rubuhkan dua muridnya Tok-koh I t Hang. Loo-soehoe? kata ia. Lioe Loo-enghiong. lantas saja ia bersenyum. Setelah mengucap demikian. dengan tekap kedua tangannya. Tjiang-boen-djin dari Thay Kek Boen dari Keluarga Teng. kita cuma ingin berlatih. setelah dengar ia ditantang untuk gunai pedang. ia ingin adu senjata. tinggallah kau di belakang. iatarik keluar suatu penda yang melibat pinggangnya itu. dari itu biarlah de ngan sepasang tanganku yang berdaging ini. Baharu sekarang ia kata. ilmu pedangnya lawan ada kesohor akan tetapi ia andali betul senjatanya sendir i yang istimewa. kata ketua Pie Sioe Hwee ini. aku ingin Lioe Loo-enghiong ajarkan aku barang satu atau dua j urus! In Tiong Kie tidak liehay bersilat tangan kosong.€€€Hanya€€€ia€€€m mcnyesal. Itulah sudah seharusnya. i a memberi hormat. Sahabat baik. Harap Loosoehoe ketahui baik-baik bahwa sesuatu orang mempunyai senjata kesukaannya sendiri! Loosoehoe mempunyai cambukmu. ia hanya bersenyum pula. sukalah kau mengalah sedikit. Djiewie ada baik sekali hendak memberikan pengajaran kepadaku. Dengan scnjata mereka memegat di tengah jalan itu. sambil tertawa haha-hihi: S udah lama aku dengar liehaynya Thay Kek Tjap-sha-kiam. kenapa kau tidak la ntas mulai? In Tiong Kie berdiam. Loo-soehoe. Jadinya bukan orang tak pandang mata kepadanya. kenapa kau begini tidak pandang mata pada orang? tanya ia den gan suara keras. barusan pun ia saksikan send iri. apabila akan gagal. sekarang dengan tidak tah u tenaga sendiri. Dengan itu cara orang jatuhkan pamomya Thay Kek Pay. dari itu untuk tidak mendapat malu. dengan sangat merendah. aku jadi sangat asing dengan semua senjata itu. mana aku berani tak memandang mata kepada kau. hingga bisa digunai sebagai cambuk dan ruyung berbareng untuk meli bat golok atau pedang lawan. Secara begini. nama Thay Kek Pay hendak diangkat kembali. Kiam Gim tidak terperanjat melihat orang kehiarkan ruyung atau cambuk istimewa itu. benda itu memperlihatkan diri sebagai cambuk Kauw-kin Hong-li ong-pian . terang Lioe Kiam Gim t idak dapat dipersalahkan. Kiam Gim tidak lantas menjawab. baharulah kau sambungi aku .€Ia percaya. setelah berdiam sesaat. maka itu. terang Djiewie a da sahabat-sahabat baik. si Keanehan-dalam-Awan s egera mendahului lompatmaju ke depannyaKiam Gim. dengan hati yang panas. umpama kata ia tak peroleh kemenangan. Tok-koh It Hang ingin mencoba terlebih dahulu. Mana.ekarang ia ingin uji Kiam Gim untuk sekalian bersahabat dengannya. Segera ia simpan cambuknya. Itu adalah rotan keluaran Timur-utara yang ulet. aku main-main dengan kau. Terus ia bilang: Sudah beberapa puluh tahun aku tidak berlatih lagi dengan golok atau pedang. asal Kiam Gim beda daripada Kiam Beng. soeteeku. silakan kau mulai lebih dahulu! In Tiong Kie tidak bilang suatu I apa. akan tetapi In Tiong Kie pegat ia. sahut ia dengan merendah. Ini dia yang dibilang anjing kuning dapat m . memang menang atau kalah bukanlah soal. dari itu sekarang aku mengharap pengajaran dengan tangan kosong jugaJ Diam-diam hatinya In Tiong Kie tergetar. Biar siauwtee ma ju lebih dahulu. karcna Kiam Beng rubuh di tangannya Tok-koh It Hang dan sekarang Kia m Gim hendak menuntut balas dari ia. tidak nanti sampai ia kena dikalahkan. t elah dirubuhkan Tuan-tuan dengan tangan kosong. biamya ia tahu . tanpa tunggu jawaban lagi. Silakan. yang dilibat dengan ur at-urat ular. tiba-tiba dari pinggangnya. Lioe Loo-enghiong. jangan kita orang bua t pikiran! ia kata. silakan! Eh. cara bagaimana kita orang tidak bersahabat? Nah. karcna dia hendak mcmul ihkan muka soeteenya yang oran g rubuhkan dengan tangan kosong. Toako. oleh karena t ulang-tulangku taktahan dengan pemukul . yang ia telah yakinkan beberapa puluh tahun lamanya. Hanya lebih dahulu aku ingin minta. dalam satu gebrak saja. Bukankah bunga merah dan daun hijau asal ubi t eratai putih dan tiga agama pokoknya satu ?€Kita ada or-ang-orang Rimba Persilatan. dengan itu cara j uga. dan di ant ara sambaran angin.

rubuh di tangan musuh. la sekar ang gunai tangan kanan saja. ia sebenarnya€€€€sedang€€€€bersedia perhatiannya sedang dipcrsatukan. dari atas. tidak henti-hentinya. atau Waletserbu mega . anjing putih yang dapat bencana . ia sudah angkat kedua pundaknyadan kaki kanannya menggeser ke kanan. berbareng berkelit. baharulah In Tiong Kie loncat mundur. tetapi sekarang ia menge rti kenapa Kiam Beng. begitu rupa. sebab ia pun sangsi. atau setengah kati adalah delapan tail. hanya sekara ng ia ambil ketetapan akan pakai terus cambuknya. bagaikan angin taufa n atau gelombang hebat . melibat.ant eng sekali. orang tua yang lain itu jangan-jangan akan melebihkan ia liehaynya. ia hanya mengawasi Iawan. dua-dua merasa heran sendirinya. Cambuk bergerak dengan sebat. dalam gerakan memba cok! In Tiong Kie itu. kecuali ilmu cambuknya ini yang liehay. Dengan Sin Hong djip hay . Malah ia pun bisa duga. Kiam Gim berlaku gesit. dengan sikap yang . Maka sekarang. Lawan ini sajasudah jauh lebih liehay daripada soeteenya. Melainkan hampir saj a. Maka it u. hanya dengan membungkuk tubuh. lawan ada di arah mana. ia jaga diri dengan baik. ce pat gerakannya. Secara demikian. Kiam Gim lihat ancaman bahaya. Maka di akhimya. musuh ada demikian liehay. orang she Lioe ini sanggup layani ia. dengan gera ki pinggangnya. sambil angkat tubuhnya. ia pun beberapa kali mu sti menyingkir dari serangan-serangan sangat berbahaya. akan turun di belakang lawan. Begitulah. pandai jugamengenali berbagai alat-senjata dengan mendengari saja sambaran anginnya. Beberapa puluh jurus telah lewat dengan cepat. maka ia percaya. ini melulu disebabkan kegesitan lawan. ia barengi menyerang. tidak tahunya. T api. Mereka ada seumpama dua tukang m ain catur yang liehay. In Tiong Kie tidak berayal lagi. In T iong Kie menjadi jengah. malah ia kadang-kadang kena didesak. atau N aga malaikat masuk ke laut . kenapa ilmu silat tangan kosongnya ilmu silat Thay Kek Pay yang kenamaan tidak sanggup ramp as cambuk lawan itu dan sudah ia tidak mampu merangsang. sampai menerbitkan suara ang in. Kiam Gim ubah caranya bertempur. Kiam Gim pun tidak mengerti. Lian hoan sam pian -runtunan tiga kali. cambuk mengenai sasarannya. bagaikan bayangan. ya . ia pun menyabet dengan Kiauw-kin Hong-lio ng-pian! Berbahaya kedudukannya Lioe Kiam Gim. ia juga tak mau kalah gesitnya. sekarang kena dibikin tidak berdaya oleh sepasang tangan darah dan daging melul u. menyapu. cambuknya it u menyabet. In Tiong Kie pun kirim susulan saling beruntun . mereka saling mengeluh. Di sebelah itu.akanan. In Tiong Kie perlihatkan serangannya Kioe k ioe pat-sip-it atau Scmbilan kali sembilan menjadi delapan puluh satu . dalam gerakan Yan tjoe tjoan in . ia mulai dengan penyerangannya. bukan dengan lompat mundur. Sampai di situ. ia tidak mau izinkan lawan desak ia. begitu lekas sudah mcndek ati tanah. dengan tangan kirinya. tidak tunggu sampai cambuk menghampirkan ia. Maka kembali iakeluarkan camb uknya itu. Lioe Kiam Gim tidak kasih dirinya dibikin repot. bayangannya turut bergerak menyambar. Dua-dua gesit. serta Keng hong sauw lioe atau Angin besar menyapu daun yanglioe . Karcna ia pun ada satu j ago tua. sebagaimana Law Boe Wie telah peroleh pelajaran darinya. ia menjaga diri€€€berbareng€€€lebih€€€banyak menyerang. hingga cambuk lewat sedikit di atasannya! Sesudah ini. menindih saling susul. Atas ini. Menampak gagalnya serangan itu. Walaupun ia didesak. ia juga tidak dapat ketika un tuk rapatkan tandingan itu. Ia tidak mc nangkis. tubuhnya. semb ari memutar tubuh. Kapan sudah lewat tiga puluh gebrak. dengan ta ngan kosong. yang ia sudah fahamkan beberapa puluh tahun.mereka lanjuti pcrtcmpuran. akan layani cambuk musuh. mengikuti se suatu gerakan cambuk istimewa itu. ia hendak hunjuk kcpandaiannya. soeteenya. ia tidak hendak lawan dengan keras. ia segera ketahui lawan lagi serang ia. tangan kanannya disodorkan kepada bebokong orang. ia mencelat t inggi sampai dua tumbak. cambuknya. ia berkelit. Lioe Loo-enghiong.. Setelah mundur dan maju bergantian. Lain dari itu. Tapi satu ahli niscaya ketahui dengan baik. maafkanlah aku! berkata ia Lioe Kiam Gim tidak menjawab. Jikalau demikian. In Tiong Kie tidak suka mundur. dengan sebe lah kaki maju.

Serangan ini ada serangan berbahaya. Sebab dalam saat genting itu. berbareng dengan mana. lawan yang satunya selalu pasang mata ke arah dia. Adalah setelah itu. maka itu ak u. i a menyabet ke belakang. lalu sebelah kakinya. ia cari jalan darahnya In Tiong Kie. napas nya tidak mengorong. kau mengalah. tidak sampai ke kulit atau daging. dit erusi dipakai menekan cambuk. Setelah itu. atau Bintang cilik . Kau mengalah. tua bangka ini tidak lagi berpokok pada ketegaran dari Thay Kek Boen. dari atas ke bavvah. Ia pikir: Hm. sampai ia keluarkan jeritan. Kiam Gim bcr kclit akan singkirkan diri dari serangan. jari tangan Kiam Gim me ngenai baju saja. dikasih mclayang. tangan kanannya dengan tipu Siauw-thian-tjhee . Ta pi. tidak kecewa kau mewariskan ilmu silat Thay Kek Pay. dia itu senantiasa perhatikan ilmu silat nya.ng dibikin keras bagaikan tumbak cagak. cambuknya tidak terlepas. ia enjot tubuhnya. Iatahu. In Tion g Kie ada satu laki-laki. Lioe Kiam Gim telah pikir. jeriji tangannya jago Thay Kek Pay ini sudah lantas mengen ai sasarannya. kendatipun tangannya lawan men genakan sasaran. keduanya jadi saling melewati. lalu lekas-lekas ia memberi hormat. tangan kiri mirip dengan tusukan T iam-hiat-kwat. bisalah dianggap dia sudah ke teter dan ia berani akui itu. ia tidak sampai nampak bencana. selagi cambuk menyambar. terus ia berkata dengan pujiannya: Lioe Loo-eng hiong ada liehay sekali. Sementara itu. walaupun ia gesit. entah sampai kapan akhirnya itu. Kiam Gim ada terlebih sebat pula. buat kasih lewat ka ki kanan lawan itu. ia tertawa. mukanya tidak merah. menyusul mana. Kaki kanannya yang menyam bar. selagi In Tiong Kie menyabet ke atas. aku kagu mi kau! Sekali ini Kiam Gim bukan merendah. ia akan terancam bahaya. tubuhnya membungkuk. Dugaannya In Tiong Kie ada dugaan belaka. yang tidak tahu diri. ia percaya. In Tiong Kie kaget bukan main. ia sangka lawan tak akan keburu menghalau diri. tanpa bcrp aling pula. i a telah menyedot dada dan perutnya. ia akan berhasil. tiba-tiba In Tiong Kie simpan cambuknya. Sembari menyabet hatinya gembira bu kan main. In Tiong Kie lihat itu. lalu gesit luar biasa. aku menyerah kalah! Jago Thay Khek Pay itu melengak sekejap. Jago Thay Kek Pay ini j usteru harap-harap sabetan lawannya itu. kepandaian Pwee pwee lak-tjap-sre Kim-na Tjhioe-hoat . iajadi kecele. karena dengan majukan ser angan sembrono itu. Hanya. ia segera berk elit ke kiri. ak an tetapi barusan Loo-enghiong belum keluarkan seturuh kepandaianmu. atau ilmu Delapan-kali-delapan menjadi enam puluh empat gerakan . dasar ia ada satu jago tua. menggunai ketika ini. di tiga jurusan. ketua Pie Sioe Hwee itu memberi hormat seraya berk ata: Lioe Loo-enghiong. Kiam Gim justru menggunai tipu daya. kata ia. akan tetapi. ia hendak benempur: tangan ko song lawan tangan kosong! Seumurnya Tok-koh It Hang. karena di luar kalangan. Tok-koh It Hang bertindak menghampirkan. Itulah ada tidak baik untuk pihaknya. karena di saat ia hendak bergirang. untuk pihak€€penyerang. mustahil sekal i ini ia tidak rubuh? . akan totok jalan darah orang Leng-tay-hia t. tangan k irinya menyusul bagaikan tumbak cagak. pihak lawan baharulah kena didesak. Sep asang tangannya yang tak bersenjata itu ia bikin jadi seperti senjata tajam saja tangan kanan mirip dengan pedang€€Ngo-heng-kiam. selagi ia mengawasi dengan tajam. tubuhnya pun tetap! Lioe Kiam Gim menyesal bukan main. apabila ia main ayal-ayalan. Lalu. walaupun ia tidak rubuh. d engan kedua tangan dirangkap. karena gerakannya yan g mendesak dipaksakan. Jadi artinya. ia bicara dari hatinya yang tulus. ia putar tangannya. jikalau ia tidak lekas rebut kemenangan. kau benar liehay. akan loncat mundur. hingga me reka seperti bebokong menghadap bebokong. ingin sekali terima pelajaran dan kau! Sembari berkata demikian. melulu andalkan kepandaiannya mengenali angin. ia mendesak rapat. Maka ketua Pie Sioe Hwee mi lantas geser tubuhnya ke kiri. karena mereka terpisah dekat sekali. sehingga karenanya. ia maju. ia keliru. kaki klrinya pasang kuda-kuda. kalau pertempuran dilanjuti. Tiba-tiba. Ia maju sa mpai di depannya Kiam Gim sekali. hatinya girang. dari Eng Djiauw . Lauwhia. jago Liauw-tong ini angsurkan kedua belah tangannya yang tidak memegang senjata apa jua. betulan hati. In Tiong Kie l oncat mundur terlebih jauh. hingga kesudahannya. Lauwhia ada liehay sekali.

atau Tok-koh It Hang sudah bergerak. hanya mengubah tangan terbuka menjadi kepalan. iajadi ing in coba-coba. Ini juga sebabnya k enapa ia bilang. satu patah kata-kata kita adalah satu patah kata-kata. Malam ini ada malam yang indah. H anya sekarang bisalah aku terangkan. belum pernah ketemu tandingan. b aik. agaknya ia hendak sambar kedua lengan orang. Hanya kita kauro Kang-ouw. maka aku si orang gunung. sukar untuk dijelaskan. ia pun tidak menan gkis. apabila Loo-enghiong ke hendaki. ia kata. ia teruskan gunai Heng sin p a touw atau Melintangkan tubuh untuk menghajar harimau . tentang persahabatannya Kiam Beng dengan segala pembesar negeri atau orang besar? Tentang adikku seperguruan itu. dengan tertawa ding in. jikalau pasti kau ingin memberikan pengajaran kepadaku. Kiam Gim belum keluarkan seluruh kepandaiannya. akan tetapi Tok-koh It Hang ada hiehay se kali. aku tak berdaya. Mulamula ia maju dengan kedua tangannya dipentang. Kiam Gim segera mengerti bahwa pada soal adiknya seperguruan it u benar-benaradasalah paham. maka. hingga hatinya jadi tergerak. hin gga ia pikir. Ia merasakan bahwa orang berla ku hormat sambil memandang enteng kepadanya secara samar-samar. barusan ia saksikan kepandaiannya Lioe Kiam Gim. mendengar itu. akan buka masing-masing hati kita! Selagi orang bicara. aku nanti ajak saudaraku itu datang untuk menghaturkan maaf kepadamu. ialah dengan geser tubuhnya ke kiri. tapi alha sil aku tidak memperdia untuk layani apa! Kiam Gim gunai kata-kata yang tajam. ia barengi untuk memutar tubuh. sudah seharusnya. Ia berpi kir cepat. dalam gerakan Tjhong eng peng tjie atau Garuda mementang sayap . Kiam Gim hunjuk kegesitannya. mari. dengan nyaring. harap kau tidak sebut-sebut soeteemu yang bagaikan must ika itu. ia berlalu dengan segera. mengenai kejadian di Djiat-hoo itu. gerakanrtya tak kurang sebatnya. untuk terus berlompat enam atau tujuh kak i jauhnya. jago Thay Kek Pay ini benar-benar hams dijadikan sahabat. Ia p . aku hanya hendak cari sahabat. ia sebaliknya kena didesak. mata siapa pun bersinar. apa kau tidak kuatir menyia-nyiakan malam yang indah ini hingga lenyap kegembir aan kita? Loo-enghiong. Kiam Gim menjadi terkejut berbareng mendongkol. setelah kakinya itu injak tanah. dari itu.sudikah kau menanggung jawab? Aku si orang she Lioe tidak ingin. Soeteemu itu sahabat-sa habatnya adalah golongan pembcsar negeri dan mulia. dengan Thay Kek Pay punya Shia kwa tan pian atau Menggantung ruyung seba tang . karena lihat jumlah kita yang banyak. sudah tentu sekali aku si orang she Lioe girang menemaninya. ter paksa ia geser pula kaki kiri ke kiri. sccara begitu. cara bagaimana aku berani main gila terhadapnya? Lioe Loo-enghiong. ia bakal sanggup rebut kemenangan. Tapi. setelah itu ia mendak. akan serang iga orang! Gagal dayanya Kiam Gim akan serang nadi orang. Ia percaya. berbareng d engan itu.Boen. man. unt uk membcri hormat Bagaimana kau sebut-sebut perkaranya soeteemu? ia . aku bersedia untuk layani kau. Baharu Lioe Kauwsoe tutup mulutnya. akan menghibur lar a! Mendengar itu. biara kutemani Lioe Loo-eng hiong main-main di sini. lantas ia berikan tanda rahasia pada In Tiong Kie kepada siapa ia kat a: Kalau kau ada punya urusan. Loo-enghiong pun jadi tak usah berhati t ak tentaram. ia bilang: Sahabat. ia percaya orang tak ada terlebih liehay daripada ia. bangsa raja-raja muda atau k aum saudagar besar. ia menjawab. Lioe Kiam Gim saksikan itu semua. Ia rangkap pula kcdua tangannya. Jikalau Loo-soehoe sudi memberikan pengajaran kepadaku. ia tampak orang beroman sungguh-sungguh. kita membutuhkan pembicaraan yang lama. pergilah lebih dahulu. cara bagaimana aku mempunyai jodoh untuk bertemu dengan dia!Dan umpama kata aku ton sampai bertemu dengannya. Kedatanganku sekarang ini bukan untuk mencari pulang ba rang upcti. ia jadi agak mendongkol. untuk disergap. Untuk itu. setelah aku layani kau sampai setengah malaman. ia lihat sikap bemafsu dari jago Liauw-tong ini. untuk bicara dari hati ke hati. soeteeku bukanlah itu orang sebagaimana yan g Loo-enghiong scbutkan. ia tertawa berkakakan. Tok-koh It Hang tidak mundur walaupun serangan sehebat itu. antara sinar remb ulan. mari kita orang main-main. Tok-koh It Hang mengawasi dengan tajam. Sahaba t.tanya. ia bacok nadi orang. In Tiong Kie menurut. Maka. Bukankahterang-terangjago Liauw-tong ini menyindir.

Nampaknya Tok-koh It Hang sibuk. sesudah injak tanah. akhir-akhirnya. ia pinjam tenaga akan pecahkan tenaga lawan sendiri. hingga ia jadi heran berbareng kaget. dan kalau lawan pancing ia. gesit seperti sang kera. tapi beberapa kali. akan tetapi Lioe Kiam Gim tetap berdiri bagaikan gunung batu antara serbuan nya arigin santar dan gelombang dahsyat. ia tak bakai peroleh hasil. juga tubuhnya. mundur membela diri. Ia tidak mau menerkam. Dalamhal ini. baharu sekarang ia insyaf. i a membela diri. maka itu. tubuhnya tenang. Ia pegang pokok apabila lawan tidak bergerak. ialah ilmu pedang Garuda terbang berputaran . gerak-geriknya mirip dengan burung garuda. Maka itu ia pikir. ia terus menyerang dengan Tjit-seng-tjiang atau Tangan tujuh bintang . walaupun ia tetap mendesak. akan segera a khirkan pieboe itu. akan gunai k . Tok-koh It Hang ada liehay dan berpengalaman. Menyingk ir dari musuh tangguh. Sesudah kewalahan. berdiam. dari mana saja Tok-koh It Hang menyerang. ke atas dan ke bawah denga n berbareng. Adalah keinginan dari Lioe Kiam Gim akan bertempur dengan cepat. baharu sekara ng -dengan diam-diam ia bergidik. tubuhnya berputar seperti angin puyuh. ia berseru: Sebat benar! dan tubuhnya mencelat nyamping. Lioe Kiam Gim diam-diam keluarkan keringat dingin! Tok-koh It Hang digelarkan Pek Djiauw Sin-eng atau Garuda Malaikat Seraius Cakar . antara orang-orang gagah yang langka. pihak lawan ada gagah sekali. Dalam sekejap. Jago dari Eng Djiauw Boen telah gunai juga keistimewaan ilmunya. akan lompat maj u lagi. cara menyerangnya benar -benar luar biasa. Dan sejak itu. Kelihata n nyata. ia toh berla ku sangat bemafsu karena ketenangan musuh. Begitulah pertempuran berjalan. untuk balas menerjang. teng Kiam Beng. ia coba babat dengkul kanannya lawan. Tok-koh It Hang loncat mundur. hanya dua ratus jurus lebih tel ah dikasih lewat tetapi kedua-duanya masih belum memperoleh hasil. lomp at laksanaburung menerjang langit. terus ia enjot tubuhnya. lawan ini tidak takuti serangan. pleh karena ini.ercaya pihak lawan susul ia.€Ia ikuti salatan. Rahasianya Thay Kek Koen memang adalah bergerak de ngan ikuti salatan lawan. Demikian. dengan keuletan. matanya tajam. yang sat u menyerang. Belum pernah ia ketemu orang semacam ini cii kalangan Sungai-T elaga. yang lain menjaga. hanya. ia t idak mengejar. be rkelebatnya bagaikan kilat. musuh bergerak di delapan penjuru! Mau atau tidak. Lawan in i maju menyerang. bukan lagi puluhan. Lioe Kiam Gim ada b eda sangat jauh dari soeteenya. bengis bagaikan harimau galak. yang ia ubah menjadi t angan kosong. Di sebelah itu. Karena cara bertempur itu. menotok dahi kiri orang. untuk saksikan orang punya gerakan sangat cepat maju b agaikan kera lompat di cabang. Ini ada serangan hebat. ia gunai tangan kirinya dalam tipu Ngo-heng-kiam . hampir ia kena terserang. untuk selamatkan di ri. keduanya telah sampaikan batas kesempumaan kepan daiannya masing-masing. tidak lagi ia berani turuti hawa nafsunya. dan ilmu pukulannya Tha y-kek-tjiang dipakai punahkan sesuatu serangan. dengan Kim liong hie soei atau Naga cmas memain air . Ia juga ingat pembilangan. ia tidak gubris lawan hunjuk kegesitan. mendahului . Kalau Thay Kek Koen berpokok dengan kelemasan mcla wan kekerasan . Hoei-eng Kengsoan Kiam-hoat . Kiam Gim memutar tubuh. ia tidak sembarang bergerak. hingga beberapa kali hampir-hampir ia kenaterserang disebabkan kelancangannya sendiri. yaitu kim-na-hoat. menyerang sambil berbareng membeladiri . akan layani jago Liauw-tong ini. dengan majukan tubuh kesebelah kiri. segera ia insyaf dengan menyerang hebat. dengan berputaran seperti burung berterbangan. Tapi Kiam Gim tidak berhenti sampai di situ. dari itu. loncatturun umpama harimau menerkam. s edang tangan kanannya. adalah kim-na-hoat. dan satu ka li lawan bergerak. setelah lo los dari serangan. Jago Liauw-tong itu tarik pulang tangannya. ia selipkan ini di sebelahnya enam puluh empat pukulannya kim-na-h oat. ia mempunya i enam puluh gerakan menawan . ia mesti gunai lati hannya dari puluhan tahun. siapa tahu. gerakannya mirip dengan sambaran garuda. mundur seperti naga atau ular melesat kabur. Ia berdiri tegar bagaikan gunung. atau berbareng deng an itu. menyerang kelemahan musuhnya dan kim-na-hoat lawannya ini sebaliknya dari Thay Kek Koen. ia melayani dengan tenang. mengarah iga kanan. Segera juga Lioe Kiam Gim bikin perubahan. Tapi ia ada seorang berpengalaman.

tak perduli pedang lawan mengancam bebokongnya . dengan tajamnya luar bias a. ia buka satu lowongan. yang telah ditarik pulang. nyata ia sudah keluarkan sebatang djoan-kiam. tidak menunggu sampai ujung pedang mengenai sasaran. tubuhnya lompat melesat. Jikalau terus kita bertanding secara begini. di antara sinar p edangmu! Tegasnya. Pedang ini. dengan tipu-tipunya Wan khauw tjin koh atau Orang hutan menyucuhkan buah . sclang seratus jurus lebih. tetapi karena ia tahu pihak lawan ada sangat tangguh. sesudah serangannya mengenai tcmpat kosong. disimpan bisa diliba t bagaikan ikat pinggang. ia tetap waspada. Itulah ada scrangan seperti hujan deras antara angin hebat! Lioe Kiam Gim sudah tahu liehaynya musuh. Menampak gerakan lawan itu. tidak pern ah ia abaikan diri. tidak perduli hujan serangan ada bagaimana hebat.etika untuk meraba ke pinggangnya di mana ia buka suatu benda yang mclibat. ia teruskan menyerang tiga kali saling susul. dipakai menotok . maka itu. sebab ilmu silat tangan ko songnya ia sudah jajal sempurna. tidak ada artinya. Sian djin tjie louw . Kiam Gim batal dengan serangannya. Sambutlah ini! Dan tubuhnya melesat menyusul. yang tampak orang keluar dari ka langan. sudah lan tas bergerak dalam tindakan Liong heng hoei pou . Hanya kemudian. dengan tenaga Siauw thian tjhee atau Bintang kecil . ia pun insyaf. akan tetapi bukan nya ia terus menerjang. Sahabat. Kiam Gim memutar tubuh. ia pasang kuping. ia berk elit. ia berkelit dengan sebat. sampai terang tanah juga sukar did apati kepastiannya menang atau kalah. digunai lalu menjadi pedang. Lioe Kiam Gim tidak berayal untuk sambut tantangan itu. tanpa ada keputusannya. Maka dia akhirnya. kata ia. Bertempur secara begini tidak menarik hati. sedang tangan kirinya. Ia d engar sambaran angin. tapi sambil berkelit. akan bentur pedang lawan itu. dengan sekonyong-konyong ia putar tubuhnya dalam gerakan Koay bong hoan sin atau Ular siiuman jumpalitan . ujung pedangnya terus menusuk! Lioe Kiam Gim loncat dengan satu maksud. yang bersinar bcrkcrcdcpan sebagai emas. meli hat gerakan lawan yang berbahaya itu. begitu tikaman datang. atau Dewa menujuki jalan . sambil lompat. maka itu. setelah ia siap dengan pedangnya y ang istimewa itu. hingga sekarang adalah ia yang beradadi arah belakang jago Liauw-tong itu. pada bagian jalan darah Hong-hoe-hiat. atau pedang lemas. tubuhnya Tok-koh It Hang segera bergerak. bagaikan burung. dan Beng kee tok siok atau Ayam galak mematok ga a . jikalau terus-terus an mereka bertempur saja. sesudah hunus pedangnya sendiri dan pasang kuda-kudanya dengan tenang sepert i biasa. jago tua dari Liauw-tong ini hendak uj i ilmu pedang orang dan senjata rahasia yang kesohor. karena gegaman itu terbuat deng an campuran emas putih keluaran Hek-liong-kang. ujung pedang menusuk pundaknya si jago tua. Menuruti gerakan lawan. t erus ia mencelat keluar kalangan. bagaikan gerakannya bayangan. sama sekali ia tidak berikan ketika untuk lawan des ak ia. Tok-koh It Hang lomp at mengejar. jangan pergi! berseru Tok-koh It Hang. berbareng dengan itu. Tipu totokan yang dipakai pun ada Gio k lie tjoan tjiam atau Bidadari menusuk jarum Tok-koh It Hang sendiri. entah mereka akan bertempur sa mpai di waktu apa. maka itu baiklah kita gunakan pedang untuk aku terima pelajaran ilmu Thay Kek Tj ap-sha-kiammu berikuti hoei-piauw yang berbayang berkelebatan. Be rbareng dengan berkelebatnya satu sinar. ia pun terus putar tubuhnya. ial ah Mempcrsembahkan pedang sambil memutar tubuh . ia mengundang: Silakan! Atas undangan itu. yang tidak mengenai sasaran. dari sini pedangnya. dengan Hoei-eng Keng-soan-kiam . untuk loncat mclcsat ja uhnya dua-tiga tumbak hingga ia lolos dari ancaman bahaya. apab ila ia telah tank itu. di icruskan dipakai menyambar muka lawan dengan tipu serangan Hoan sin hian kiam . Ia telah gunai tenaga yang besar. atau Tindakan naga terbang . ia menjejak tanah. untuk ia balik menerjang. ia menangkis dengan tenan g. akan pi ndahkan tubuh ke kanan lawan. sesudah berpikir. ia tidak mau berlaku serampang an. ia menduga pada susulan musuh serta tusukan pedang. pedangnya s endiri dipakai menangkis dalam tipu silat Kim peng tian tjie atau Garuda emas membu ka sayap . ia hanya berputar ke belakangnya orang itu dari mana bah arulah ia kinm satu tikaman.

Dalam cuaca gelap itu. dan temyata. dengan golongan pembesar negeri. sebat luar biasa. berbareng dengan mana. belum tentu dengan arah atas. keduanya segera lompat bangun pula. Ia tahu orang berniat angkat kaki. akan berdiri dengan tegar. cuma suaranya masih terdcngar. Sambil elakkan diri secara demikian. Sahabat. menyambar ke arah tiga jurusan anggota. segera ia r angkap kedua tangannya. tunggu dahulu! ia berseru. kau akan mendapat tahu! Sckarang silakan cari kawanmu dahulu P Lioe Loo-kauwsoe jadi bcrdiri tercengang. sang soetee. sungguh hehay. luar biasa! Lioe Loo-enghiong . sedang di lain pihak. ia telah keluarkan duabelas batang. bc rdiam belum lama. katanya: Tak dapat kita bicara dengan sepatah kata saja . jago Thay Kek Pay ini juga tidak diam saj a. yang menyusul seruann ya lawan. dengan It hoo tjhiong t hian . tiga buah Thie-lian-t jie. yang menyerang ke atas. Kiam Gim lihat sambarannyatiga buah senjata rahasia itu. Tok-koh It Hang telah ketahui hal Kiam Gim. tapi ia ingin memb uktikan sendiri. hingga umpama bintang ber jalan. sambil bersenyum. sambutlah pula ini! berseru Tok-koh It Hang. dengan tak dapat ditahan lagi. Dua buah Thie-lian-tjie lewat di tempat kosong. masing-masing merasa malu sendirinya. semua piauw itu menyambar saling susul! VI Bagus! berseru Tok-koh It Hang. atau teratai besi . di bclakang hari. Dalam keadaan seperti itu. ia juga gunai Siauw thian tjhee . Ia sama sekali tak ketahui sikapnya jago Liauw-tong itu. yang ketiga kena disampok jatuh ke t anah. hanya begitu jat uh. hingga t inggal empat buah lagi. atau Seekor burung hoo menerjang langit . masing-masing mereka tak dapat menahan tubuh mereka. lalu antara berk elebatnya cahaya pedang. hingga piauw. pedangnya dipakai menyampok. maka itu. Dua-dua bentrokan itu ada hebat. ialah jalan darah K ie-boen-hiat . K-iam Gim sudah dia mkan diri hingga orang tak dengar apa-apa perihal sepak-terjangnya. Tok-koh It Hang bekerja s ama-sama dengan Tjiong Hay Peng. ia baias menyerang lawan itu. scgera ia buka ti ndakannya. yang rubuh terpelanting. sekali raup saja. guna sekalian cari tah u perihal tujuannya dan perhubungannya dengan Teng Kiam Beng. Hong-hoe-hiat dan Kiauw-im-hiat . yang lagi mcrantau untuk cari kawan. untuk mana. ia sudah lantas loncat naik ke a . akan menuju terus ke rumahnya Tji ong Hay Peng. ia lompat tinggi sampai setumbak leb ih. Tok-koh It Hang menginjak tanah untuk segera simpan djoan-kiamnya. ia antap kedua senjata saling beradu. yang lihat lawannya baias menyerang ia dengan se njata rahasianya itu yang kesohor. yang aku tidak biasa pakai! Jago Thay Kek Pay itu terperanjat. hingga menerbitkan suara yang nyaring keras. atau berkenalan. maka terpaksa. ia tanggapi empat buah ke arah atas itu. hanya selagi rubuh.dadanya lawan itu. terutama sejak undurkan diri ke Kho Kee Po. Tok-koh It Hang tidak dapat ketika akan elakkan dir i pula. untuk memberi hormat. selagi ia turun ke bawah sebelum kakinya injak tanah ia sudah baias menyerang sambil terta wa dan serukan: Aku kembalikan piauwmu ini. karena sebat luar biasa. ia berkata: Tiga-tiga kcpandaian dari L oo-enghiong. lolos semuanya. Tapi ia bisa berpikir. akan keluarkan Kiam-eng Hoei -piauwnya . Kiam Gim benar-benar tidak mengetti maksud orang. Ia pun ada mendongkol. yang tidak mau sia-siakan ketika lagi. Ketika sebentar kemudian ia tiba. dalam hatinya. guna luputka n serangan tangan kiri lawan itu. Kiam Gim sudah duga. sampai kita bertemu pofa! Lioe Kiam Gim buru-buru simpan pedangnya. hingga juga tan gan mereka turut beradu satu dengan lain. yang mengarah ke tengah dan ke bawah. tangan kirinya merogoh sakunya. lawannya akan bisa menyingkir dari piauw dua arah tengah dan bawah. Sahabat. daya-upaya itu bcrhasil membuat Lioe Kiam Gim muncul. tetapi Tok-koh It Hang benar-benar lieh ay. Pertempuran barusan memang telah diatur. aku telah pcrsaksikan. akan tetapi ia sanggup kelit dari serangan empat piauw itu. sambil memutar tubuh untuk berkelit. yang di mata kaum Kang-ouw katanya telah bersahabat. Akan tetapi tubuhnya jago Liauw-tong itu sudah mencelat ke dalam Irimba.

Kiam Gim terima itu undangan. ia kitarkan rumah itu. dengan llmu mengentengi tubuh. untuk hidup mewah saja. Hay Peng akan kaget karenan ya. Kiam Gim pikir. maka itu. ia cantelkan kakinya di payon. kemudian dengan menyedot napas ter lebih dahulu. yang baik sama pembesar negeri kare na adanya urusan dengan Keluarga Soh. Sebentar saja. maka berdua mereka ambil kursi. Kiam Gim bersangsi. dan iapun tidak memanggil. Saudara Tjiong. orang jadi belum ambil ti ndakan. aku memang sudah duga kau bakal segera kembali! berkata jago Heng Ie Pay itu sambil bersenyum. Melulu karena masih ada yang dipandang. sekarang ini bukan dia saja scorang dm! Jikalau kita lancang curigai semua. Tapi ia masih cukup sabar. Meskipun ia berpikir demikian. hatiku tidak pemah berubah! Apakah kau percaya aku kes udian jadi kaki-tangan pemerintah Boan. Ia percaya. dia juga tak nanti. itu besar faedahnya? Saudara Lioe. seluruh rumah Hay Peng ada gelap-gulita. di luar sangkaannya. Dan orang itu bukan lain darip ada tuan rumah sendiri. Saudara Lioe. Lioe Loo-enghiong. apa kau hendak bela dia dan ingin dapat pulang barang upeti yang dirampas itu? Keduamatanya orang she Lioe itu bersinar. Kiam Gim membalas hormat. kecuali dari kamar samping sebelah timur. ketika Kiam Gim menghampirkan ke s itu. dengan tiba-tiba ia meniup ke arah lilin. mengundang ia. Saudara Tjiong. berkata ia. Tapi. kau bicara soal memperlemah tenaga sendiri! ia bilang. Tjiong Hay Peng bersenyum. hingga ia terbitkan kecurigaannya ka um Rimba Persilatan. mengetahui kedatangan nya. untuk membangkit kan kita bangsa Han? Didesak sccara dcmikian. kenapa tuan rumah itu jadi demikian liehay. Saudara Lioe. sudah mendah ului datang pada orang she Tjiong ini untuk berikan kisikan. oh. la ingat sebabnya kenapa sudah du a puluh tahun lebih ia asingkan diri. hingga kamar jadi gclap-petang. yang tadi tinggalkan mereka. sikapnya me ndesak. api lilin di dalam kamar. umpama benar soeteeku itu menghamba pada pemerintah Boan. Bukankah kalau tenaga dipersatukan. akan ketemui sahab at itu. Tap i inilah kcbctulan. sudah dua puluh tahun lebih kita orang tidak bertemu /tetapi kau hams ketahui. tetapi orang dengan kelakuan mirip soeteeku ini. soetee kau ada dicurigai oleh kaum Rimba Persilatan. dia seperti orang tolol! Lantas Kiam Gimjelaskan sifamya Kiam Beng. kau baharu sampai? Dalam herannya. ia tegaskan. Hay Peng justeru tertawa berkakakan. aku hendak bicara sama ia. dia hanya gelap pikiran. apabila kita orang sendiri bentrok. Dengan sebenarnya. ap a ito bukannya berarti memperlemah tenaga sendiri? Hay Peng bcrbangkit. Marilah duduk. Malam itu. tidak nanti aku lakoni pcrjalanan ribuan lie ini k e Djiat-hoo! Aku datang bukan untuk saudaraku itu. seraya terus berkata : Saudara Lioe. wa laupun soeteeku. untuk melihatnya. Saudara Lioe. hingga lilin itu padam s eketika. Tapi Lioe Kiam Gim mem egat: Aku mengerti kesembronoannya soeteeku. ia t idak mengerti. apakah itu tidak memalukan kaum kita? Hay Peng angkat kepalanya. Hay Peng muncul untuk sambut tetamunya ini. nyala pula. Kiam Gim tidak lantas turun. kata Hay Peng kemudian. tetapi untuk kaum Kang-ouw se ndiri. ia pandang tetamunya. Bagaimana kau ketahui aku bakal datang pula? ia tanya. di sini bukan soal bentrokan melulu katanya. atau berikan tanda perihal kedatangannya. Den gan hati-hati. ada molos sedikit cahaya api. . Kiam Gim tidak sia-siakan tempo akan loncat turun. di mana soeteemu itu ada jadi gundal pembesar n egeri.tas rumah. ia tampak dalam lamar ada dinyalakan sebatang lilin besar dan satu orang asyik duduk di samping lilin itu. yang simpangi pertanyaan orang. ap a kau rnasih memikir untuk mcmulihkan dandanan kita yang lama. Kenapa sampai begini waktu dia masih belum juga tidur? Kiam Gim menduga-duga. Ia tidak tahu bahwa In Tiong Kie. ia justcru berada sendirian . Akan tetapi. jadi gundal? Jangan kata aku sendiri. orang rupanya asyik tunggui ia.

yang juga disebut GieHoo Koen. Cuma Tok-koh It Hang yang sanggup lawan kau. seraya beber hal-fliwalnya orang itu . tapi untuk ini. di Sam-s he Oey-see-wie di Ie-lan. Walaupun dcmikian. Dia ada Tok-koh It Hang. pokok das amya telah jadi kuat sekali. sejak bangsa Ouw masuk kemari. ia hanya kuatir namanya nanti sudah tidak mempunyai pe ngaruh pula disebabkan pengasingan diri selama dua puluh tahun lebih. bersama-sama Tok-koh It Hang. Siapa tidak bertempur. Maka itu Tok-koh It Hang hendak pulang dahulu ke Liauw-tong. kau sebenamya sudah bcrtemu sama dia. Apakah aku bisa bertemu dengan dia? Lioe Loo-enghiong. menutup mata. Di sana orang bisa berkum pul dengan merdeka. Tempatku ini. Sudah dua puluh tahun aku berdiam di tengah muara. ia hanya tidak sebutkan namanya. untuk melakukan persiapan. Hay Peng bilang. akan tetapi tempat ini tidak sentosa. saking jaraknya yang t erlalu dekat dengan Sin-tek.€ Aku melainkan dengar apa-apa dari beberapa sahabat yan g satu waktu suka kunjungi aku. Kiam Gim nampaknya ketarik. k atanya rombongan ito berpusat di delapan ratus enam puluh lebih desa di Jim-pcng di mana ada lebih daripada delapan ratus boe-koan. Di sini Tok-koh It Hang minta aku yang bantu ia mengundang O rang-orang kaum kita. iapun tidak me nolak. bangsa asin gpun tunjang padanya! Bisakah kita gempur dia? *Tapi kita bisa bcrdaya. siapa dia itu? tanyanya dengan bemafeu. yang hend ak persatukan kaum Kang-ouw. Sha-tjap-lak Kee-tjoe. Kembali Hay Peng tertawa. banyak juga yang ia belum tahu. sembari tertawa teru s. ia urut-urut kumisnya. Aku juga hendak minta Saudara Lioe pergi menemui Ketuadari Bwee Hoa Koen.Kalau kita cuma andali tenaga kita kaum Kang-ouw saja. aku tak tahu jelas lagi kead aan di luaran. kemudi an Tjiong Hay Peng tambahkan. Ia bukannya jerih. pantas Saudara bemiat segera menemui dia! Sayang dia tidak ada di sini se karang. Orang pun bilang. Hay Peng beritahu.€Pasti akan menyolok m ata apabila kita kumpul ramai-ramai di sini. pemah antarany a ada yang omong tentang Gie Hoo Toan itu. dia ini tak dapat bikin tunduk orang banyak. dia orang tidak berkenalan! kata ia. Lantas tuan rumah ini menutur hal Gie Hoo Toan. melainkan kau yang mampu layani kim-na-hoatnya! Inilah yang dibilang. karena puteranya berke pandaian biasa saja. yang bukan saja di Shoatang berpengaruh besar. paling belakang sudah dirikan ro mbongan Gie Hoo Toan. Saudara Lioe. Kiam Gim akui. Bwee Hoa Koen. ia merasa kecewa. aku masih belum ambil putusan untuk gabungi diri atau tidak dengan dia itu. yaitu Ki-ang Ek Hian. dia ini adalah yang bangunkan Gie Hoo Toan? Tjiong Hay Peng be nark an itu pcrtanyaan. Sudah dua ratus tahun bersclang. apa kita bisa pcrbuat? ia tanya. tanya.€Ia tidak lantas terima baik.€ Ada orang yang sedang daya kan itu__ la terus tuturkan hal sepak-terjangnya Tok-koh It Hang. juga di lim a propinsi Utara. Apakah dia masih ada di sini?€Apakah aku bisa pasang omong dengan dia? Kiam Gim ta nya kemudian. malah sudah bcrtempurjuga! Kau orang sudah bertempur selama setengah ma lam an. Kiam Gim tercengang. benar-benar sunyi. kita berdua harus bekerja sama-sama . Tjiong Hay Peng kasih kc terangan lebih jauh. Untuk apa itu? Kiam Gim. mustahil Saudara tak ketahui tentang perkemba ngannya Bwee Hoa Koen selama tahun-tahun yang bclakangan ini? Hay Peng balik tany a. setelah ke tuanya Bwee Hoa Koen. antaranya ada yang Kiam Gim su dah ketahui. karena mana be lakangan orang angkat Tjoe Hong Teng dari angkatan muda sebagai ahli waris kaum itu. berkata ia. Apa benar. orang hutan menyayangi orang hutan. Saudara Tjiong. si jago tua. Soal ini membikin Kiam Gim berpikir. saudara Lioe. . apakah kau m asih beium ketahui siapa adanya dia itu? Kiam Gim Iantas bisa mengerti. scdang selama beberapa puluh tahun ini. Saudara Lioe tinggal di Shoatang. ia manambahkan. dia bemiat pulang ke Liauw-tong . di mana ada Istana Kaisar Boan.

setelah usir bangsa asing. Jago Thay Kek Pay ini. kepala agamanya men utup mata. dan bangsa Han ditindas. Lim Djie di sebut juga Siauw Beng Ong. Tit-lee. tanya. Sikapny a Tjoe Hong Teng ini menyebabkan ragu-ragu di antara rakyat. ia harap . adalah Tjoe Goan Tjiang yang berhasil mengusir bangsa Goan (Mongolia) dan berdirikan Kerajaan Beng. dengan pimpin dua juta serdadu. rakyat berontak . terus sampai zaman Kaisar Kong Sie . Thian Lie Hwee ialah Pat Kwa Kauw. Bendera dan pakaiannya kaum ini ada serba puti h. Ini dia bagiannya yang rada sulit. adalah segala penganutnya. yang ting . lantas jadi pembela rakyat yang ber celaka itu. mereka lawan pemcrintah Beng. s atu cabang dari Pek Lian Kauw. tapi kepala agamanya ada Han Lim Djie. seruannya ada Hoan Tjeng Hok Ben g . untuk mengajarkan agama . dengan perantaraannya Tjiong Hay Peng. Inilah gcrakan yang menyebabkan delapan bangsa asing kepung Pakkhia. Siamsay. puteradari Han San Tong. Shoatang dan Hoolam. Segera datanglah paderi-paderi Kristen. setelah Kiang Ek Hian menutup mata. sehingga Kerajaan Tjeng bikin jatuh pamor Tiongkok. Kemudian. Ong Ho Hian da n Tjie Hong Djie. Ia ada orang dari To-tjioe. Tiongkok tutup diri. Bertiga mereka berjanji. Tjoe Goa n Tjiang ada salah satu pemimpin. Soenboe dari Shoatang. bangsa ini bergerak pula. Ia tidak bisa abui orang cerdik tapi toh ada s ebahagian orang yang percaya padanya. pemimpin Pek Lian Kauw ada Lauw Hok T ong. tapi bangsa asing gempur pintunya dengan tembakan meriam da ri kapal perang. ubah sikap. Setelah Perang Candu di tahun 1840. ia be 1 ajar silat pada Kiang Ek Hian. ialah dari d imusuhkan. Hay Peng tepuk meja. yaitu Lauw Tjie Hiap. Tjoe Hong Teng itu ada asal satu pemimpin kecil dari Pat Kwa Kauw. Tjoe Hong Teng dengan Gie Hoo Toannya. Tjoe Goan Tjiang mcnindih Pek Lian Kauw. Bukankah Saudar a ketahui. dia digantikan oleh putcranya. dengan pelahan-lahan Gie Hoo Toan ubah seruannya dari Hoan Tjeng Hok Beng jadi HoeTjeng Bi at Yang . sudah serang Istana Raja Boan di Pakkh ia serta niat rampas Tit-lee. Hoolam. yaitu ilmu silat Malaikat . ia mengakui ada turunan kaisar-kaisar Beng. Ia ajarkan orang Sin Koen . Ini ada suatu siasat. bagaimana sewenang-wenangnya bangsa asing sekarang? Untuk itu. Kiam Gim tanya Hay Peng: Gie Hoo Toan dari Tjoe Hong Teng bercita-cita Hoan Tjeng Hok Beng . dan Soe-tjoan. dengan turuti sarannya Yok Hian. Shoat ang. kepala agamanya ialah Ong S om. Kaum Pek Lian Kauw dan lainnya masih bekerja sccara rah as i a. Ibusuri. yaitu Rubuhkan Tjeng Tiauw . Setelah jadi kaisar. yang main gila. Maka itu. Hoe Tjeng Biat Yang berarti menunjang Kerajaan Tjeng untuk memusnahkan bangsa asi ng . agamanya sendiri ada lain. hingga tubuhnya jadi tidak mempan s enjata tajam. lantas See Thayhouw. mereka akan bagi anggota merek a satu bauw tanah untuk sctiap anggota. malah sebaliknya. Gie Hoo Toan dibaiki. kalau mereka berhasil. Di dalam pasukan sukarela Pek Lian Kauw ini. ada dewa atau malaikat yang bantu ia. Shoasay. pemerintah Boan lihat ancaman bahaya. ia menggantikan jadi ahli waris Bwee Hoa Koen. Maka Tok-koh It Hang. dengan bekerja sama-sama Lie Boen Seng dari Tjin Kwa Kauw dan Lim Tjeng dari Kim Kwa Kauw. mereka j adi pemeras rakyat jelata. Selama tahun ke-17 dari Kaisar Kee Keng. katanya. ia nanti bisa bikin terjungkal bangsa Boan. tapi kenapa pemerintah Tjeng tidak larang p adanya. pengganggu kehormatan kesucian orang perempuan. Di akhir zaman Goan Tiauw. kenapa dia diizinkan kumpulkan barisan serdadu rakyat yang dinamai Koen-bin ? Kenapa di Jim-peng saja sampai ada delapan ratus lebih caba ng kaum itu? Ditanya begitu. mereka tidak berhasil tetapi pengaruh mereka sudah meresap antara rakyat jelata.Gie Hoo Toan ada satu cabang kecil dari Pat Kwa Kauw dari Pek Lian Kauw. hingga umumnya rakyat jadi benci mereka. Adalah setelah Kerajaan Tjeng musnakan Kerajaan Beng. agama Teratai Putih. Kumpulan Teratai Putih. seruk an rakyat Rubuhkan Kerajaan Tjeng untuk bangunkan pula Kerajaan Beng dan karena pem erintah menindas. ingin ketahui sikapnya Lioe Kiam Gim. dan menggantikan memerint ah Tionggoan. Tjoe Hong Teng suka bekerja sama-sama. dan sclama tahun pert ama dari Kaisar Kee Keng. tak dapat ditembak. kalau terbit perkara mereka dilindungi. sampai Tok-koh It H ang sendiri turut bersangsi.€Mereka ini gagal tapi pembcrontakan mereka telah menggetarkan seluruh negeri. Di akhir Kerajaan Beng ini. Mendengar sampai di situ. Pek Lian Kauw pu n disebut Pek Lian Hwee. terus ia dirikan Gie Hoo Toan. ketua Pek Lian Kauw. pengaruhnya tersebar di Shoalan g.

Maaf. Syukur. Sekarang. terus ia ikut Kee Tjoen. ialah Kiang Ek Hian. Kiam Gim hcran. unt uk apabila bisa baliki tujuannya Tjoe Hong Teng menjadi pula Hoan Tjeng Hok Beng . Entahlah. pintu dibuka oleh beberapa muridnya Tjiong Hay Peng. tapi sudah lama ia undurkan diri. Apakah orang itu datang dengan suatu kabar penting. Karena se sudah jauh malam Kiam Gim belum kembali. Dengan lantas mereka ini berembukan sama wie-soe. dengan bcrdiam di rumahku. kau jangan kuatir apa-apa! Bukan kah kau orang kuatir aku kena ditahan di sini maka kau datang untuk papak aku? Tj iong Hay Peng pun tertawa dan bcrkata: Jangan kuatir. mereka sangka Kee Tjoen ada gundalnya pembesar negcri dan datang untuk cari rahasia. Tetamu dari Sin-tek? kata Kiam Gim. Benar karena tetamu itu betul ad a dari pihak pembesar negeri. Sin-tek ada daerahnya Istana Boan. sedang tampangnya tuan nunah pun sudah lantas berubah. Kiam Gim heran. yang berbahaya? Atau dia ada orangnya pembesar negeri yang lagi lakukan penyelidikan? Dugaannya Kiam Gim ini benar dan tidak benar. ia ada bersemangat. untuk sesampainya. Hanya. Dt akhirnya. sinar terang muncul dari arah Timur. ia tidak bisa bcrikan jawaban. atau pah law an dari istana Sin-tek dan pahlawan dari Istana Pakkhia. ialah boesoe atau guru silat dari rombongannya Teng Kiam Beng yang atas titahnya Kiam Beng. Kiam Gim. sampai tahu-tahu. hatinya suda h mulai tentaram. yang ulangi itu berulang-ulang. S oh Sian Ie dan anaknya pun segera berangkat ke Sin-tek dan ayah dan anak ini bis a sampai lebih dulu. malah Kiam Gim asy ik pasang omong dengan gurunya. untuk ketahui jelas sikapnya Ketua Gie Hoo Toan ini. kemudian mereka lan . Orang she Lie ini mclongo. Tjiong Loo-tj lanpw ec ini ada sahabatku dari beberapa puluh tahun. hingga murid-murid itu jadi h cran dan melengak. Ia bicara sama Kee Tjoen. Lootj ianpwee. Ia»menduga-duga dengan sia-sia. ia tanya. romannya kuatir. sahut Lie Kee Tjoen. Tidak benar karena dia datang bukan untuk cari tah u perihal ia dan orang yang belum ketahui. mengged or pintu rumahnya Tjiong Hay Peng. Begitu bertemu sama Teng Soesiok. mu-rid ini menyangkal. Di tengah jalan. Atas gedoran. sebel um mereka bertempur. sambil uruti kumisnya. dia tidak ber-henti-henti di tengah jalan. Dia bicara lama sekali dengan Teng Soesiok. tctapi tidak demikian maksud kita berkata ia. muridnya Tjiang Han Tek dari Ngo Heng Koen. Ada urusan apa? Kiam Gim tanya Kee Tjoen. Hay Peng den gan beruntun telah kedatangan In Tiong Kie dan Lioe Kiam Gim. Dia temyata ada Lie KeeTjoen. Lauwtee! Lioe Soepehmu ini. Mereka mcmang tidak tahu. Dua sahabat ini bicara dengan asyik. Justeru itu. tapi ia datang dari Sin-tek. Setelah dengar keterangan lebih jauh itu. Kee Tjoe n dikirim untuk menyusul. ia kata: Lauwtee. sang fajar telah datang . hanya ia terus memandang Kiam Gim dan meneruskan: hanya Teng Soesiok mi nta Soepeh lekas kembali. dia kata dia datang langsung dari Sin-tek dan dengan ter-buru-buru. ada berlari-lari satu orang ke Sha-tjap-lak Kee-tjoe. scbaliknya mereka jadi gusar. Kee Tjoen jawab. meskipun satu malaman ia tidak tidu r sama sekali. hatinya jadi goncang. di depannya Tjiong Hay Peng. Kiam Beng sangka saudara itu pergi pada Hay Peng. ia rnasygul. karena itu. tidak nanti terhilang lenyap! Lie Kee Tjoen menjadi gugup. Ia memang ti dak puas terhadap Kerajaan Tjeng.gal di Shoatang. ia lantas pamitan dari Hay Peng. siapa sebenarnya tetamu itu. dengan tidak l ancar. kemudian baharulah Soesiok titahkan aku susul Soepeh di sini untu k disambut pulang . dari antara jalanan gunung. Teetjoe tidak kenal orang itu. Hay Peng dan Kiam Gim muncul. Kiam Gim jadi berpikir. dan karena kuatir saudara itu alami hal tak disangka-sangka. ada kenal baik pemimpin tua dari Bwee Hoa Koen. sebab tadi malam kita telah kedatangan satu tetamu tid ak diundang . hendak cari Lioe Loo-kauwsoe. Tetamu siapa itu?€Dari mana datangnya? ia tanya. ia nyatakan suka ketemui Tjoe Hong Teng. ia seka rang ada sahabatnya Tok-koh It Hang. Seberangkatnya Kiam Beng dan Kiam Gim. Tetamu itu ada orangnya Keluarga Soh. Kee Tjoen t anya hal Kiam Gim. dari pihak yang bcrtcntangan.tertawa.

menarik tangannya sang soetee. Sebenarnya ada apa. kata ia. ia bilang: Maaf. Tentang barang upeti. berkata ia. untuk simpangi pembicaraan. karena ini adalah yang pertama kali soehengnya bicara demikian tandas kepadanya. Tuan. Kiam Gim masih tidak sebut cita-cita memberan tas pemerintah Boan . Dia ini awasi pahlawan Keluarga Soh itu. Loo-enghiong tak usah capaikan hati lagi. sudah siap untuk suatu perjalanan. jikalau kau hendak pergi ke Liauw- .tas bikin penyelidikan. kata ia. Tentang upeti itu. maka sekarang lata tinggal menungg u kembalinya Tcng Loo-enghiong untuk membereskannya. Biarlah tctamu kita ini menunggu sebentar. tetapi ia tidak mengerti. Aku lihat dia ada satu laki-laki berkata ia.€€€ Kita€€orang keterangan. ia dapatkan Kiam Beng sudah dandan rapi. Kiam Gim pandang soetee itu dengan tajam. aku telah dapat keterangan. kau seharusnya bisa membeda-bedakan. hanya sambil tarik orang di sampingnya. bahvva orang pentang matanya lebar-lebar. Kiam Gim te rus tarik Kiam Beng ke dalam. soetee ini kata: Soeheng. Kapan Kiam Gim sampai di ru man penginapan. maafkan kita si orang desa! Dengan tidak perdulikan. yang dengan Kiam B eng ada bersahabat kekal. ia kata dengan sabar. soehengnya yang paling kenal tata sopan santun. barang pun telah didapat pulang. Untuk kembaii ke Sin-tek. Kiam Bene boleh kena diakali. Lioe Kiam Gim ada bersahabat rapat dengan Tjiong Hay Peng. Tentu saja ada dusta belaka yang barang upcti telah didapat pulang. hanya kemudian. lantas ia urut-urut kumisnya. mereka juga telah dengar selentingan hal adanya beberapa orang yang ti dak dikenal yang suka berkumpul di Hee-poan-shia. kau bisa bedakan satu orang gagah dari satu kurcaci. Di seb elah itu. ia mengabarkan tentang upeti yang dibegal sudah ada kabamya. Soh Sian Ie pun tidak ingin Kiam Gim berhasil dengan perjalanannya ini. kenapa sang soetee begitu percaya orangnya Ke luarga Soh itu. ini ada Saudara Yap Teng Tjeng dari Pat Kwa T jiang atau pahlawan dari Keluarga Soh. yang mclanjuti. tidak Kia m Gim.€Ia merasa tidak enak hati. ia sekarang ajakkita segera berangkat ke Sin-tek! Teng Tjeng maju seraya hunjuk hormatnya. ia ingin Kiam Beng terus terpisah dan kaummnya. kau hendak bikin apa? €Kiam Gim segera tanya seraya ia tarik tangan ora ng. guna dipulangkan pada Raja Boan. tak usah kita tergesa-gesa. justeru Keluarga Tjion g ini mereka curigai ada mempunyai sangkutan dengan perampasan upeti. Kemudian pada tctamunya. Soetee.€Bangsa Boan mcmang paling jenh kalau or-ang-orang kaum Rimba Persilatan mengadakan pe rsatuan.€Di scbelah itu. tetapi ini justeru menyebabkan Kiam Beng keliru mengerti. ia tidak bilang suatu apa.w la terus menoleh pada Lie Kee Tjoen seraya te ruskan berkata: Tolong kau tcmani dahulu tctamu kita ini.€ Kenapa kita tak bicara di tengah jala n saja? Soetee inipun heran. ia kata untuk memperkenalkan: Soeheng. tetapi se karang bersikap sebaliknya. untuk mengatur terus jaring. Soeheng? Kiam Beng tanya. pada Keluarga Tjiong. Walaupun ia menerangkan demikian. Kau hendak pergi ke mana? . Dengan lekas mereka dapat tahu yang Kiam Beng bcramai su dah pergi ke Sha-tjap-lak Kee-tjoe. Eh. kita justeru diundang untuk satu pertemuan di le-lan. Kiam Gim sendin merasa tidak enak ia telah bicara sedemikian rupa terhadap soe tee itu. itu ada al asan melulu guna pancing mcrcka kembaii. aku ingin bicara dahulu sama kau. tetapi sekarang tidak ada soal untuk mendapatinya kembaii. sedang mer eka juga tahu. Kiam Beng tidak segera menjawab. De ngan sepasang alisnya berdiri. Apakah satu kurcaci mesti dipandang sebagai orang gagah dan kau henda k bertaku hormat kepadanya? Mukanya soetee itu menjadi merah. di sampingnya soetee ini ada seorang d ari usia pcrtcngahan yang matanya m i rip mat a tikus dan hidungnya bengkung bag aikan gactan. Barang itu berada di tangannya orang Liauw-tong itu. Da n tetamunya Kiam Beng itu ada salah satu pahlawannya Sian Ie. Soetee. kemudian ia tuturkan hal pertemuannyasamaTok-koh It Hang dan Tjiong Hay Peng. Itulah bukan maksudnya Tok-koh It Hang akan kangkangi barang itu.

mereka pakai akal memancing kita da tang ke Liauw-tong! . Untuk ini. kita tidak berani sembarang t urun tangan. kita scngaja tunggu Djiewie dahulu. tindakannya tetap. ia malah rada mendongkol. Soh Tjie Tiauw. ada tidak dikcnal oleh Kiam Bcng. Habis tiga edaran. ia hendak buka bajunya yang gerombongan. Kiam Gim coba redakan soetee ini tetapi Kiam Beng panas hatinya. pergilah kau sendiri! Aku hendak pergi ke Sin-tek. tapi ia menurut. baharu ia turut minum . campuran obatnya ada bcrbcda. or-ang-orang Boan itu tidak bcrkuat ir. maka di akhim ya. Berbarengan dengan itu Tjie Tiauw berbangkit. Soetee ini malah tertawakan dengan diam-diam pada soehengnya. kita datang dengan cara hormat. Pertemuan dilakukan di gedung musim panas dari Keluarga Soh. Karena di tempat itu ada sarangnya kaum Kang-ouw. Jawaban ini tidak dapat dipcrcaya. kebanyakan pahlawan. Di waktu Sian Ie dan Tjie Tiauw undang mereka minum arak. di Sin-tek pun ia bisa dengar-dengar kabar. karena mereka jerih terhadap kita. m eskipun Kiam Beng hunjuk Sian Ie sudah berusia tujuh puluh lebih dan sudah lama mengasihngi diri. sesudah mereka hirup arak mereka. Dua pelayan di belakangnya Soh Sian le mcmbantui orang Boan itu buka bajunya. oieh Kiam Gim dan oleh Kiam Bcng juga. dari tak leluasa. kata ia akhimya. Ketika itu. Soetee. Kiam Beng anggap soeheng itu terlalu curiga. Di dalam ruangan pun ada dibakar dupa yang harum. ialah siapa minum itu. Kiam Gim tidak biasa dengan penghidupan mewah begini. tetapi karena ia kuatir untuk saudara itu. cuma pedangnya t idak dicantel di pinggang hanya disesapkan dalam baju. Kiam Beng dilayani sebagai tetamu yang dihormati. walaupun arak itu dicampuri racun. mustahil Si an Ie dan Tjie Tiauw minum itu? Kiam Beng tidak tahu. Kiam Gim tidak niat iringi saudaranya. Kiam Gim pesan. hal ini m embuat Ketua Thay Kek Pay ini tak leluasa sendirinya. orang Boan itu undurkan diri dari meja. sama sekali dia tidak pandang pula Kaum Thay Kek Pay. Tjie Tiauw tambahkan. Para hadirin. Terus terang aku sang sikan Tok-koh It Hang. ia masih punya tempo. untuk ini. Kau mesti waspada. si begal ada orang Liauw-tong dan barang nya diumpcti di suatu tempat lak jauh dari Sin-tek. yang tenggak arak dengan rakus. akhimya ia turut bersama. Must ahil barang upeti disembunyikan di dekat Sin-tek? Meski begitu. akan tctapi cara biki nnya ada istimewa. Dalam tembok pekarangan ada ditanam i ban yak pohon pek yang besar dan tinggi. Sclagi bicara. Tidak demikian dengan Kiam Beng. datang saatnya tambahan barang hidangan. baik ia ikut soetee ini.tong. Kiam Bcng tidak bilang suatu apa. Ia curiga. dia justeru uji aku berulang-ulang! Aku percaya. baik kau bawa pedangmu dan piauw. mereka berangkat ke Sin-tek. Justeru itu muncul pelayan yang membawa nenampan terisi barang santapan. Untuk pergi ke Liauw-tong. yang dicel ah terlalu curiga. katanya. Soetee. k arena itu adalah bah so ikan lee-hie dari sungai Loan Hoo. ia pikir. . toh cukup kalau dia diwakili puteranya saja. bukannya ia bergembira. Demikian. Ia tetap curiga. Di sebelahnya tetabuhan. kcdua m atanya bersinar tajam. Ia pikir. ia awasi dulu ayah dan anak itu. pelayan-pelayan tak hcnti-hcntinya putari tetamu-tctamu u ntuk melayani. Kenapa dia tidak memandang-mandang lagi. untuk bcritahukan para tetamu ba hwa masakan yang baru disuguhi itu ada hidangan yang langkah. Pelayan ini bcrtubuh besar. dia akan jadi letih. ada terdengar nyanyian-nyanyian yang merdu . Selang dua hari sesampainya Kiam Beng di Sin-tek. Soh Si an le berbangkit. Kiam Bcng tanya akan hal barang upeti dan Tjic Tiauw hunjuk. kenapa Sian Ie yang tua datang sendiri ke Sin-tek. aku nanti iringi kau. se orang polisi asal Pakkhia dapat serepi. Pcrjamuan dilanjuti. ia jadi curiga. Soh Sian Ie ayah dan anak un dang mereka untuk satu pertemuan. Di dalam hatinya ia kata: Kalau arak ada racunnya. dengan diantara Yap TengTjeng. ruangan yang inda h dibikin terang dengan api-api lilin merah. baiklah. Kalau begitu. kenapa dia rampa s juga benderaThay Kek Kie? Kenapa diapun sampai uji pada Soeheng? Lebih celaka ada si tua bangka Tjiong Hay Peng. tcnaganya berkurang. Terang ia ada seorang yang mengerti boegee. untuk dicicipi saja. Ia t etap waspada.

Begitulah. Karena itu. Kiam Gim. letaknya kalang kabutan.Si pelayan sudah lantas sampai di depannya Kiam Beng dan Kiam Gim. ia berbalik jadi sangat gusar. hing ga soeheng dan soetee ini tidak terluka. ia serukan: Kenapakau tidak lekas hunus ped angmu! Kiam Beng melongok. semacam senjata ra hasia istimewa. dengan geraki pedangny a. kedua-duanya sampai dengan berbareng. Jago ini segera egoskan tubuhnya ke kanan. Ia dibacok dari arah pundak terus ke tenggorokan. sembari tolak tubuhnya Kiam Beng. Isinya mangkok bukannya bahso ikan. sedang siapa gunai itu. Kawan-kawan di luar. yalan lioc-hong-tan. angin menyambar ke arah Kiam Gim. Kiam€€€€Beng€€€turut€€€€teladan* soehengnya itu. ia mengintii di sebelah belakang. ia tempel tubuh dengan tubuhnya Kiam Be ng. ia kendalikan diri. hampir saja ia keserimpat. untuk berke lit. mereka ada kawanan kurcaci dari Rimba Pcrsilatan. sebelum orang tahu apa-apa. karcna ia terus waspada. Dan berbareng dengan tumpahnya mangkok bahso. Kiam Gim dihadapi oleh seseorang yang bergenggaman golok lancip. Kiam Gim dengan sebat hunus pedangnya Tjeng kong Kiam dan tangan kirinya meraup Kim-tjhie-piauwn ya. teta pi tegurannya sang soeheng membikin ia sadar. karena berat. Kiam Gim insyaf. Menyusul itu. s elagi terkurung ia tidak boleh turuti nafsu amarah. lama-lama itu berarti menanti kematian. lalu. berbareng dengan itu. ia tangkis semua tiga serangan itu dengan satu sampokan saja. di dalam mangan yang tidak terlalu lebar itu. pada kcpala mercka. ia gunai dua-dua tangannya akan terbaliki meja berbaru marm er. aniaranya ada yang rubuh. yang memandang ke semua pintu. bclum nenam pan diturunkan ke atas meja. j tangan kanannya menyambar ke tenggorokannya si penyerang gelap d an kaki kanannya mendupak keras. Syukur ia bertenaga besar kalau tidak. me nyambar-nyambar apinya! Dua-dua Kiam Beng dan Kiam Gim kaget bukan kepalang. sebaliknya. maka itu. di belakang ia ada sebuah kursi. ke kiri dan kanan. s ambil berseru keras. dia mesti paham lwee-kang. ia berseru: Orang-orang tidak tahu malu! Aku nant i adu jiwa dengan kau orang! Di pihak tuan rumah. tiba-tiba Kiam Gim serukan soetecnya: Man turut aku! Serbu! Da n ia putar pedangnya. Pihak lawan juga tidak bisa bergerak dengan leluasa. ada yang senjatanya terp enta! dan terlepas. dapatkan semua itu telah ditutup rapa t. awasl demikian orang berseru. Selagi musuh tidak berdaya. penyerangan telah dimulai. yang telah putar goloknya sejak ia berada di antara s ebuah meja. tangannya membetot tubuh soeteenya. Kiam Gim mundur. ia heran dan tidak mengerti sekali atas kejadian itu. hanya weli rang yang bundar-bundar bagaikan peluru. hal ini jadi ada baiknya j uga bagi sochcng dan soetee itu. lioe-hong-tan lantas menyala. akan tetapi Kiam Gim suda h siap sedia. oleh karena mereka adalah pelayan-pelayan palsu. Ia dapat kenyataan. mereka bisa melihat dan bergcrakdcngan l eluasa. selagi lioe-hong-tan menyala. meja itu tidak akan terangkat. discbabkan jumlah mereka yang terlalu banyak dan kursi-meja menjadi rintangan. untuk membuka jalan. hingga musuh roboh seketika itu juga. ia hams berhati adem dan tenang. maka itu. malah sekalian pelayan juga turut. peluru itu tak akan meledak dan mcnyala. maka itu. ia pcrlihatkan ia punya ilmu pcdang Thay Kek Tjap-sha-kiam. Dengan lekas. berdua mereka sudah terkurung. sembari cabut pedangnya. ia tidak bolch bertempur lama-lama di ruangan tak lebar dan t ertutup itu. Tidak tunggu sampai Iain-lain musuh menyerang pula atau maju. sesudah itu. s edang dari sebelah kiri ada menyambar satu Thic-tjio dan dari kanan sebatang ruy ung. hingga ke depan. maka itu. semua orang sudah lantas keluarkan senjatanya masing-masi ng. sedang kursi meja pada terbalik. hingga semua se njata musuh jadi terpental. Itulah sambarannya senjata rah asia. kakinya dari kuningan. untuk membakar pakaian dan kulit dan da ging. kemudian dengan e njot kedua kakinya. Segera juga. yang mencoba mcndesak. ia lompat ke depan. tapi ia ingat. Sang kambing hendak nerobos! i . atau itu sudah ditumpahkan ke arah kedua soeheng da n soetee ini. ia terus lompat jumpalitan ke belakang. kalau tidak. ia telah mendekati jend ela sebelah rimur. Ia ada sangat gusar. Ruangan jadi berisik dengan beradunya alat-alat senjata. api jadi menyambar ke lain arah. dari arah belakang.

iapun mesti keluarkan banyak tenaga. iagcraki pedangnya sccara luar biasa. ia teguk arak dengan tidak b ataskan diri. mengetahui ada serangan. yang cuma mencicipi saja. ia bikin musuh-mnsuhnya jcrih. Ia girang sekali men ampak musuh mundur semua. beruntun ada terdengar jeritan-jeritan dari kesakitan. justeru ia bisa rubuhkan satu musuh di depannya. Untuk meno long diri. Sudah minum banyak arak. Dugaannya jago Thay Kek Pay ini tidak meleset. akan tetapi. jago Thay Kek Pay itu bikin lawannya ngusruk ke arah ia s ekali. Ia berseru pula. lalu se lagi orang menjadi mati kutunya. di antaranya ada juga yang liehay. Sekarang mereka ini juga bisa bergerak dengan merdeka. ia bisa pusatkan perhatiannya melulu ke depan. Dalam keadaan seperti itu. ia puta r pedangnya akan tolongi saudaranya itu. ia sambar batang lehernya. Di sini. Kiam Gim tidak bingung. apabila ia ambil ketika akan menole h ke belakang. Kiam Gim terus lompat. semua musuh mundur sendirinya Soetee. Untuk leganya hati. Dengan sikap nekat ini. Tidak demikian dengan saudaranya. semua senjata itu mengenai pedangnya dan jatuh ke tanah.aga! Berbareng dengan itu. Kecua li musuh-musuh yang di luar. yang sedang terancam bahaya maut Teng Kiam Beng telah terlalu percaya Soh Sian Ie. man ikut aku! Kiam Gim serukan adik seperguruannya. dari itu. Celaka! pikir ia. Tidak tempo lagi. Kiam Gim telah dobrak jendela dengan kepalan kirinya men yusul mana. ia cekal tubuhnya. dari itu. atau tiba-tiba sebatang toya besi menyambar ia dari arah tempat yang gelap. dengan loncatan Peh rjoa tjoet tong atau Ular putih keluar dari gua . maka dengan di put amy a pedangnya. hin gga ia menghadapi sebuah pohon bcsar. Tapi ia tidak dapat jawaban. ia disa mbut dengan bermacam-macam senjata rahasia. Kiam Gim dari jalan keluar. ada sulit untuk bisa segera membuka jalan. den gan letaki pedang di depannya. Puncaknya kehebatan adalah kctika tubuhnya tctap j adi sempoyongan limbung tidak kcraan! Dalam saat sangat bcrbahaya dari saudaran ya itu. matanya jeli. Dengan sebclah tangan masih cckal tubuh musuhnya. ke kiri dan k anan. Walaupun demikian. benar arak itu bukannya arak racun. ia lihat Kiam Beng tetap ada di belakangnya. baharu saja kakinya injak tanah. t erus ia angkat. Sembari bertempur. ia segera menoleh ke belakang. atas mana.. terang ada musuh-musuh yang menjad i korban! Bagaikan harimau keluar dari guanya. Kiam Gim totok orang punya jalan darah Moa-djoan-hiat . pengaruhnya arak bikin ia letih. Benar sekarang mereka be rada di tempat yang lega. Di mana di belakang ia ada Kiam Beng yang menjaga. ia tidak mau menangkis. akan gunai tempat yang lowong itu. Sungguh berbahaya! ia mengeluh sendirinya. tetap sang soetee tidak sahuti ia. Apa celaka bagi si penyerang. ia hanya berkelit. Sebat luar biasa. d i luar ada musuh. Jumlah pahlawannya So h Sian Ie ini ada tiga sampai lima puluh orang. karena ia hajar tempat kosong. melupakan bahaya. tidak heran. Ia lompat tinggi dan jauh. tetapi tenaga arak itu ada lua r biasa. dalam tempo yang le kas. ia loncat keluar jendela itu. ia jadi kew alahan mclayani banyak musuh. tubuhnya limbung . iapun menyambit dengan piauwnya. serangan datang dari depan dan belakang. Selagi menangkis. guna bela diri. hingga ia jadi heran. Justeru itu. Masih soeheng dan soetee ini belum lolos dari bahaya. ia putar pedangnya. yang kepandaiannya tinggi dan tenaganya besar . atau musuh-musuh yang menjaga ia. dengan itu. dengan gerakan Thian lie san hoa atau Bidadari menyebar bunga . Kiam Gim menyerbu hebat seka li. seperti hendak rubuh. Bukan main kagetnya! Ia tampak Kiam Beng lagi dikepung musuh. begitu tubuhnya muncul. Dia kirim kemplangan Soat hoa khay teng atau Bunga salju menutup batok kcpala . musuh masih tetap mengurung mereka. hingga toya menimpa tempat kosong. tetapi ia tidak boleh takut. Di s itu ada bersembunyi satu pahlawan. Ia percaya benar. hingga mereka . sambil sambar toya orang. tanga n kirinya jago ini tidak diam saja. tubuhnya menjerunuk ke depan. yang ia tajik dengan keras. sampai tiga kali. di dalam juga merubul keluar. ia putar tubuh musuh bagaikan senjata saja! Ia berhasil dengan cara m enangkisnya ini. ia menjadi lemah. ia putar tubuhnya. Dalam heranny a. demikian Kiam Gim keluar dari jendela den gan tubuhnya yang bcsar. Selang sedikit lama. kupingnya ter ang.

iajadi lelah luar biasa cepaL Hatinya tetap besar. perutnya kena tersodok. kawan itu toh baka l terbinasa. Dalam keadaan seperti itu. iajejak itu dengan sebelah kakinya seraya sebelah kepalannya melayang. Syukur baginya. untuk turunkan senjata tajamnya itu pada lawan yang sudah tidak berdaya ini! Itu adalah saat dari mati atau hidup. hatinya tetap tak jadi keder. hingga ia tidak terbakar terus. Untuk tolong diri. segera ia lemparkan tu buh musuh. akan lanjuti serangan hebat karena tetap ia hendak tolongi soet eenya. Di sebelah itu. hingga ia merasakan sakit bukan kepalang. lelatunya menyala makin h ebat. tiba-tiba angin menyambar dari sebclah bclakang! Di waktu bcrgulat mati-matian sccara demikian. tibatiba ia lihat benda berkelebatan bagaikan ular emas terbang serabutan . ruyungnya menyambar. satu musuh yang mencekal golok lompat memburu. senantiasa turun dari atas. Nyatalah itu ada senjata rahasia Hoe-hong tan-tjoe atau peluru welirang yang bis a menyala. tak perduli senjata api. han ya tubuhnya terpental dua-tiga tumbak. akan dipakai menusuk pula. yang menyambar pakaiannya. tenaganya telah sangat kurang. malah lelatu pun nyasar menyambar kepadanya sendiri. pahlawan-pahlawan Istana Boan. asal kedua musuh tak dapat lolos! Atau dia pikir. binasa bc rsama-sama. sedang musuh-musuh di kiri-kanan pada berseru-seru. hingga tubuh musuh di tangannya lantas terbakar. segera lela tu api menyambar. tubuhnya maju. gerakannya lambat sekali. padam karena bergulingannya itu. Di medan pertempuran itu ada pohon-pohon dengan cabang-cabang yang lebat denga . matanya jeli. Di antara pahlawan-pahlawan itu yang pa ling liehay adalah satu yang bersenjatakan Tjit-tjiat Lian-hoan Hek-houw-pian. bintang peno long datang. ia masih bi sa bikin kempes perutnya. s ayang tenaganya telah berkurang. yang sudah terbakar. hingga tidaklah ia sampai terbinasa seketika juga. ia mesti hadapi musuh-musuh yan g liehay. Celakanya bagi Kiam Gim. permainan pedangnya tak jadi kalut. Saya ng bagi ia. ia baharu menjadi kaget bukan terkira apabila ia tampak lelatu api muncrat serabutan. akan t erus bergulingan dengan tipunya Koen tee tong . makin ditangkis.pada mundur. tetapi dasar murid sejati dari Thay Kek Boen. tak ada senjata musuh yang datang menyerang! Seiagi Lioe Loo-kauwsoe heran dan mengawasi dengan mata dipentang lebar. kupingnya awas. ia telah jauhkan diri tiga tumbak lebih. tidak perduli di tangan law an mereka mem punyai satu kawan. ia mencelat bangun. ini ada scrangan di luar dugaannya. ia sendiri segera jatuhkan diri ke tanah. Hanya syukur bagi ia. semangat nya terbangun pula. akan tetapi sekarang. kapan Kiam Beng lihat soehengnya lagi mendesak. seperti terbang dari luar langit . dia tak perdulikan kawan sendiri. atau Berguling di tanah . Selama pertempuran kusut. Sekejab saja . mclainkan beda dengan lioe-hong tan-tjoe. Bcnar sclagi ia mendekati Kiam Beng. karena peluru welira ng tak dapat d i tangkis atau dijaga. ketika musu h tank ujung ruyungnya. la mcrangsek teras. Demikianlah ia putar tubuh seraya majukan t ubuh musuhnya ke depan. Segeralah. berbagai macam senja ta boleh digunai. tetapi justcru di saat itu. ketika ujung ruyung sam pai. r uyung tujuh garis. Pelepas senjata itu kuatirkan Kiam Gim nanti mencapai maksudn ya. akan lompat sampai beberapa kaki tingginya. gerakan pedangnya menjadi ayal sendirinya. hingga Kiam Beng repot melayaninya. hingga ia sangka soeheng itu terkena dibokong. musuh tidak bcrani gunai senjatanya itu. untuk dipakai menangkis serangan geiap itu. Kiam Beng lihat ancaman bahaya. ia sudah cukup liehay. me reka kuatir nanti api membakar orang sendiri. Kiam Beng punya boegee ada lebih rendah setingkat daripada boegee soehengnya. Walaupun sudah lelah. hatinya Kiam Gim tidak pernah g entar. asal bersama musuh. bagaikan samb arannya ular hidup. Semua api. mereka tak ayal akan gunai itu. A rich. Habis itu. Ruyung itu menyambar-nyambar dengan perdengarkan suara angin menderu-deru. ia enjot tubuh. tak tempo lagi. ia masih bisa empos semangat dan tenaganya. tidak apa dia yang binasakannya! Untuk menangkis senjata rahasia. rubuh di tanah dengan tak dapat bergerak pula! Adalah di saat demikian. sekonyong-konyong musuh bergenggaman ruyung liehay itu perdengarkan tertawa aneh. biar kawan binasa. di tempat te rbuka. melulu dise babkan pengaruh arak keras. malah ia gunai cara penyerangan bcruntun-r untun! Rupanya dia berpendapat.

menyapu dengan hebat. ia menyerang atau menangkis. Saban-saban ia loncat tinggi. In Tiong Kie. ketika Tok-koh It Hang kibaskan tangannya. yang kesima karena kel iehayannya Tok-koh It Hang. Ia berlaku hati-hati. Ia menuju lan gsung kepada Teng Kiam Beng. In Tiong Kie telah menerjang ke dekat kawannya ini. Sekejab saja. untuk hampirkan musuh yang hendak turunkan tangan j ahat. sampai ia punya mata kekuna ngan. saban senjata menyambar. ia batal membacok Ketua Tha y KekPay itu. yang membikin orang terkejut. Di situ ada tujuh penjahat. hingga kawan-kawannya jadi dapat tahu. akan angkat tubuhnya Teng Kiam Beng. ialah To k-koh It Hang. tiba-tiba dari sana tgrdengar beberapa kali suara luar biasa. sedang dengan ia pu nya kim-na-tjioe. Ia s udah gunai ruyung Kauw-kin Hong-liong-piannya. di atasan musuh. sampai ia kena tubr uk satu kawannya. lalu terdengar bentakan: Kelinci. bcbcrapa orang atau lebih benan empat orang. Ruyungnya menyambar ke bawah. Dalam ilmu ini. Tidak ampun lagi. ia tidak segera putus jiwa. tubuh orang itu terangkat na ik. Berbareng dengan itu. dia ada]ah orang pandai nomor satu. kecuali Lioe Kiam Gim. orang-orangn ya Soh Sian le tercengang. tapi habis itu. atau Pohon tua terbongk ar akarnya . lihat! Aku si tua bangka yang antari jiwa atau kau sendiri! demikian ia berseru sambil tertawa berkakakan. Maka juga. sebelah tangannya menyambar! Tidaklah kecewajago Liauw-tongini dijuluki Pe k-djiauw Sin Eng. tubuhnya seperti terputar. Tok-koh It Hang berempat tidak gubris datangnya berbagai senjata rahasia itu. Tjiong Hay Peng dan Law Boe Wie! Sekejab saja. Lu arbiasa sekali. apakah lukamu parah? ia tanya. Empat orang ini bergerak dengan sangat gesit. dalam dunia K ang-ouw. tangan yang liehay. ia sebutkan itu satu persatu. ke arah kambratnya dia itu! Kelinci. Gerakan tubuhnya ada Kouw sie poan kin . ruwet benar pikirannya akan k enali. naga melesat. di antara seruan ane hnya. . ia menyamba r dengan ruyungnya. kepalanya pusing. kali ini terutama mereka gunai berba gai senjata rahasia. teristimewa Tok-koh It Hang si G aruda Malaikat Seratus Cakar. kaget jug a. me reka ini kaget atas ini musuh baru.n daun-daun. jangan gunai senjata gelap! Dan bentakan itu keras laksana guntur! Dan segera. ia tidak kenal takut. sampai mereka saling mcngawasi di antara konco sendiri. hingga sekalipun sekalian pahlawan dan or ang-orang Kang-ouw yang hatinya telengas itu. Gerakan tangan itu ada gerakan Siauw thian tje e atau Bintang Cilik. melesat melayang bagaikan senjata rahasia. ia tidak pandang mata. ia malah ada di a tasan Lioe Kiam Gim. tangannya sudah mengenai lengan kanan orang atas mana. ia papaki musuh. hingga keduanya jatuh bergulingan. Hampir berbareng dengan itu. yang dipakai menyambut empat lawan baru itu. Kau diam saja. hingga ia tak tahu. mereka m ulai pula dengan mereka pun ya penyerangan. kau antarkan jiwa? Tok-koh It Hang belum pernah ketemu tandingan. karena tahu-tahu. yang disusul sama datangnya empat lawan baru itu. disusul sama seru annya: Tua bangka. Segera kita akan lolo s dari kepungan! Kiam Beng telah terluka hebat. Sudah itu. akan di letaki di bebokongnya. musuh menjerit kesakitan. dari itu . seper ti suaranya burung-burung malam. pahlawannya Soh Sian le kena dibikin terpental. Musuh inipun terguguh ketika tadi ia dengar suara aneh. Ia bergerak seumpama garuda berputar. tubuhnya jadi lemas. tangan kanannya segera diulur. dari itu. Sama sekali ia tak berikan kesempatan pada musuh itu. Tok-koh It Hang sudah sampai pada musuh. tenaganya habis seketi ka! Maka. penolongnya ini justeru ada orang yang paling ia benci . Saudara Teng. sepert i burung-burung menyambar. sebelah kakinya dimajukan. dari cabang-cabang pohon ada berlompat turun. mcnyusul itu. yang tidak be rgenggaman. yang gunai tubuh manusia sebagai senjata rahasia. ia malah girang sekali nampak cara majunya musuh ini. atau ul ar menyambar. karena dalam ilmu entengi tubuh. hingga segera mereka kena didesak mundur. pahlawan yang bersenjatakan ruyung Tjit-rjiat Lia n-hoan Hek-houw-pian datang mendesak. hingga untuk sesaat. Tok-koh It Hang gunai ketika itu. sampai sambaran anginnya terasa d i tempat dua tumbak jaraknya. melulu disebabkan latihan darr ketangguhannya. sambil perdengarkan tertawa aneh. iaini lihat Tok-koh It Hang. ia pun sadar. lebih-lebih In Tiong Kie dengan ia punya Teng hong pan kee atau ilmu mengenali ala t senjata dengan mendengar saja sambaran anginnya.

gurunya pasti ada menghadapi ancaman bah aya. Ia segera tanya. dan mereka datang di saatnya pert empuran hebat berlangsung. Ia insyaf. maka juga Tjiong Hay Pe ng menyelak seraya berkata: Kau niscaya belum ketahui. kalau sampai nanti datang tentara negeri. Law Boe Wie sampai di Sha-tjap-lak Kee-tjoe. berikut Lioe Kiam Gim. Law Boe Wie kerutkan alis. ia tidak sctuju yang Kiam Gim turut-urutan Kiam Beng pergi ke Sin-tek . untuk berangkat. Ia ber itahukan halnya kemana Kiam Gim hendak pergi. kita sekarang justeru hendak berangkat menyusul i a. In Tiong K . Begitulah mereka sudah berangkat ke Sin-tek. bahwa mereka hendak pergi ke Sin-tek. Se lagi ia menanya. akan nerobos ke pepohon an yang lebat.ia mesti berterima kasih atau bergusar.€Kiam Beng telah terluka. Di belakang Tjiong Hay Peng dan Law Boe Wie. Law Boe Wie juga mainkan pedangnya secara he bat. Ia mengerti jago Thay Kek Pay ini te lah terluka parah sekali. ia tidak menyebut murfb pada muridnya ini. Mulanya Tjiong Hay Peng tanya. Inilah sukar bagi ia. malah ia tanya berulang-ulang sewaktu orang ayal menyahutinya. juga Saudara In Tiong Kie harus pergi akan lemaskan urat-uratnya! Semua orang tertawa Demikian. Demikian ia melainkan bisa bilang. Kiam Gim semua tidak pikir untuk melabrak musuh. karena ia segera ambi! putusannya itu! Biar bagaimana . murid ini ada pun ya urusan apa. Tok-koh It Hang girang melihat datangnya ini murid. mereka maju terus. Tok-koh It Hang beritahukan muridnya ini seraya ia tuturkan ke napa Kiam Gim pergi ke Sin-tek. itulah hebat. Hay Peng telah dengar pembicaraannya Kiam Gim dengan orang yang diutus Kiam Bcng. Mendengar ini. seperti murid itu sedang berduka. seberlalunya orang she Lioe itu. di Istana Raja Boan. Pihak Soh tidak bisa berbuat banyak terhadap empat lawan itu. ada mengeram banyak orang-orang lichay. Kiam Gim ngamuk hingga ia berhasil membuka satu jalan. saban-saban ia minta korban. untuk membantu itu kedua soeheng dan soetee yang terancam bahaya. Bertempur lama-lama ti dak ada faedahnya. Iapun ada punya satu urusan lain dengan gurunya. ia perlu pergi susul gurunya dahulu. Dan Tok-koh It Hang nyatakan suka pergi begitu lekas ia dengar keterangannya orang she Tjiong itu. hingga mereka turut ceburkan diri. Walaupun ia sedang lindungi Kiam Beng. da n Tjiong Hay Peng dengan gaetannya. sampai ia mendekati tembok pekarangan. Kedatangannya rombongan dari Tok-koh It Hang t tu memang sengaja untuk bantu Kia m Gim dan Kiam Beng. akan tetapi iatidak dapat cegah Kiam Gim pergi pada soeteenya itu. Lioe Kiam Gim. datangnya ada kebetulan sek ali. Ia lantas melihat ke sekitarnya. Kiam Gim membuka jalan. ia hunjuk perlunya orang she Lioe itu mendapat bantuan karena di Sin-tek. Tok-koh It Hang pernahkan diri di teng ah-tengah kawan. k au? lalu ia berdiam saja Tok-koh It Hang kerutkan sepasang alisnya . ia tidak menyangka gurunya yang kedua Tok-koh It Hang berada di situ. Bersama-sama In Tiong Kie. Tok-koh It Hang melainkan bersenyum. Oh. lantas T ok-koh It Hang urut-urut kumisnya dan kata sambil tertawa besan Tentu saja aku su ka pergi!€Kenapa tidak? Kita harus gunai saat baik ini untuk can pengalaman! Aku p un ingin lihat orang-orang gagah yang kesudian jadi kaki-tangannya bangsa Boan m empunyai berapa kepala dan lengan!€Bukan melainkan aku. Aku telah ketemu sama gurumu. dia ini ada murid tersayang dari Lioe Kiam Gim? Atas ini. Semua kawannya. mereka ini pun tidak bisa segera pecahkan kepungan atau noblos keluar. Hay Peng sibuk. untuk membantu. Maka yang penting untuk ia sekarang adalah berlalu dar i medan pertempuran itu. Boe Wie menduga gu ru dan paman gurunya pergi pada Keluarga Tjiong ini. akan tetapi ia heran menampak romannya yang kucel. Kiam Gim mengamuk dengan pedangnya. Tok-koh It Hang suka pergi atau tidak. dalam keadaan sulit. akan tetapi. Di belakang ia. mereka dapat persetujuan. karena mereka berjumlah besar sekali. perlu mereka lekas angkat kaki dari sarangnya Keluarga Soh itu. d ari itu. Syukur itu waktu Tok-koh It Hang belum berangkat ke Liauw-t ong dan In Tiong Kie masih bersama-sama dengannya. Tok-koh It Hang tidak diam saja dengan pedang dan tangan ko songnya. sedang bergulat dengan orang-orangnya So h Sian le. mengunjungi Tjiong Hay Peng. Sambil menggendol Kiam Beng. Justeru itu. walaupun s ebenarnya. ia segera dari Tok-koh It Hang. dari itu. In Tiong Kie dengan ruyungnya.

pedangku. Ia membungkuk. supaya dia ini tidak sa mpai demak dengan embun. Mari kita berangkat! kata ia akhirnya. tubu hnya rubuh. Di sini di dalam hutan lebat. untuk cari tahu. keluar Kota Sin-tek. Ia lihat lukanya Kiam Beng yang hebat. mereka putar tubuh. Rombongan ini lantas be rjalan dengan cepat. mendongak ke langit. la telah buka matanya. suaranya tidak tedas. ia seperti hendak mengucapkan k ata-kata. Ia pandang soetee itu. dengan niat menghibur. Lantas pahlawan itu menjerit keras. Me lulu karena andali jumlah banyak. jangan takut sakit hati ini tak akan terbalas! Hanya . piauwk u. tubuh terbanting. Dengan perlahan-lahan. tetapi. ia menangis. Tanpa merasa. masing-masing mereka lantas perlihatkan keentengan tubuh mereka. Soetee berkata ia. Kiam Beng rebah dengan kedua mata separuh tertutup.ia merasakan ini adalah sinar matahari yang terakhir ia dapat pandang. Kita nanti obati kau s ampai sembuh. kemana Kiam Gim semua hendak pergi. lantas ia menangis sesenggukan. Orang-orangnya Keluarga Soh kena dibikin ketinggalan. Soeheng. di dalam gunung.ie berlaku tidak kurang gagahnya. ia kaget. kau orang berani banyak tingkah! Hayo. mulu tnya tersungging senyuman. Sunyi senyap di empat penjuru. D engan beruntun mereka enjot tubuh akan loncat naik lebih jauh ke tembok. yang polos. akan lihat jernihnya cahaya rembulan dan bintan g-bintang. sehingga ia kena tersapu. Aku kuatir inilah yang terakhir aku melihat matahari kata suaranya lemah. segera ia memberi tanda ra hasia. selagi gaetan musuh terpental. mukanya sangat pucat. menembusi mega. menyesal aku tidak dengari kata-katamu! . ia bersenjatakan tumbak gaetan. jauhnya seratus lie lebih dari Kota Sin-tek . tanpa biiang suatu apa. semua orang menja di terharu sekali. atas mana tubuhnya Kiam Beng direbahkan. mereka sudah berada di sebuah rimba di luar kota. tempo sang fajar sudah datang. tubuhnya terpent al beberapa tumbak. terus mcrcka menyingkir. Ia memandang ke sekitarnya. dengan mendadak ia putar tubuhnya dan menyerang secara hebat Pahlawan yang maju paling muka menjadi kaget. Kiam Gim tertawa dingin. . Untuk Kiam Beng. kau jangan kuatir . mengawas i dengan bcngis pada musuh-musuhnya. mari maju kemari! Aku Lioe Kiam Gim. atas mana. Kiam Gim ada bagaikan baharu sadar dari mimpinya. mereka semua lantas kendorkan tindakan mereka. untuk berikan k etika semua pahlawan musuh dapat mencandak. Tok-koh It Hang turunkan tubuhnya Kiam Beng. In Tiong K ie dan Tjiong Hay Peng dengan sebat gelar sepotong baju biru dan sepotong mantel kulit kambing. Kiam Gim mendekam. akan menangkis serangan sekonyong-konyong itu. akan lihat muka soetee itu terlebih dekat. tidak nanti berlaku sungkan lagi terhadap kau orang! Dengan pedangnya Thay-kek-kiam di depan dada. siapa p unya kepandaian. kakinya Kiam Gim sudah serampang ia dengan Soan hong sa uw touw twie atau Tendangan angin puyuh . hingga mereka bisa diikuti rombongan mereka Sa mpai di sini. ia masuki pedangnya ke dalam sarung. Menampak demikian. s ebelum ia sempat berdaya. Bukan main gesitnya. Matahari telah keluar! kata ia. sambi) bersenyum. Batara Surya muncul dari belakang gunung. akan memasuki daerah Pegunungan Yan Sa n di antara Sin-tek dan Peng-tjoan. menembusi juga pepohonan. Boe Wie angkat kepalanya. air m atanya mengembang. buat da ri sini lompat turun keluar pekarangan. tetapi tidak mampu keluarkan itu. memperlihatkan sinar kuning emas yang lemah. Asal kita sudah keluar dari Gunung Yan San ini. cuma lima atau tujuh ora ng yang dapat mengikuti terus. tempo orang sudah datang cuk up dekat. Soeheng! d n iaawasi Lioe Kiam Gim. Beginilah nasibnya satu jago. tetapi mereka bersikap seperti hendak menguntit s aja. Kiam Gim mendongkol sekali melihat sikap orang itu. Ia berhenti ber-kata-kata. Ia meman dang kepada semua orang. ia gunai gaetannya itu. ia tak sempat tahan diri. dari situ lantas mengalir air matanya. Kawanan budak tak tahu malu! Kaim Gim segera perdengarkan suaranya yang keren. yang mau percaya se orang licin__ Selagi orang berdiam. mereka keluarkan napas lega. karena kedua kakinya sebatas dengkul kena dibabat kutung! Pahlawan yang kedua sudah lantas sampai. pedangnya dipakai menyampok ke atas. Kawanan pahlawan itu kena dibikin ciut hatinya. ia menyapu ke bawah. Kiam Gim bcrdiri tcgak.

€Tok-ko h It Hang ada punya obat piranti punahkan racun senjata rahasia. Dia ini pun ada musuhnya dan permusuhan di antara mcrcka masih belum dapat didamaikan. kata ia.€ Di sini masih ada kita dan saudaramu!* Kiam Beng bersenyum meringis. Kau minta dia pulang. Tok-koh It Hang pun tclah datang menolong karena permintaannya orang she Tjiong ini. Law Boe Wie lompat pada paman gurunya. ia jadi menyesal. kecuali dua butir obat Tiat-tah -wan. selagi aku menghadapi kematian aku bisa bersahabat dengan kau . aku juga berlaku kcliru tcrhadap kau kata ia. di perutnya ada tanda biru kecil tetapi itu menandakan bahvva tulang rahang telah patah. ia hanya tidak sctujui sepak terjangnya yang sudah bcrsah abat sama Soh Sian Ie dan pembesar-pembesar negeri. Kiam Beng masih sangsikan dia! Coba dalam keadaan biasa. ia awasi jadi Liauw-tong ini. Kemudian ia berpaling pada Tok -koh It Hang. apapula dia adalah ahli waris dari Thay Kek Pay. piranti jatuh dan terpukul. Umpama kata kau ketemu dia. di belakang hari. ia kata. selagi ia sendiri hendak turut menghibur. sebagaimana dahulu mendiang ayahmu perlakukan kepadaku. Socsiok. Malah satu di ant aranya aku tclah bikin mampus! Sakit hati Soesiok telahterbalas! . Sampai itu waktu. akan cekal tangannya. itu ruyung yang liehay. agaknya ia sangat bersyukur. aku puas. si pahlawan bergenggaman Tjit-tjiat Lian-hoan Hek-h ouw-pian. telah binasa di tangan jago ini. Tiba-tiba berkelebatlah hal-ihwalnya . Kiam Beng manggut. jangan kau pikirkan sakit hatimu kepada Keluarga Soh itu. Anak si Hiauw itu adalah Teng Hiauw. Ia malu kalau ingat ia dikalahkan oleh Tok-koh It Hang yang ia layani dengan tangan koso ng. ia bcrhcnti sebentar. aku tclah ketahui dua manusia bertopeng itu! kata dia.r Tok-koh It Hang jadi sangat terharu. obat ini pun ti dak mengenai. puteranya Kiam Beng. ia ganggu jago Thay Kek Pay ini dan tcmpur padanya.Baju luar dari soetee ini sudah robek. Tok-koh Loo-enghiong. Aku berterima kasih kepada kau. pasti ia sudah jadi sangat gusar. sukalah kau tilik anakku si Hiauw. Aku harap. Toako. ia mesti kenda likan hatinya. Sekarang. ia jadi dimusuhkan kaum Rimba Persilatan. Dua makhluk yang bertop eng itu pasti bukannya murid-murid Heng Ie Pay. Aku menyesal yang aku tidak mamp u bekuk mcrcka. Dan ini musuh sekarang ada salah satu penolongnya. sekarang ia ditolong jago Liauw -tong itu. Ia lant as membungkuk. Hay Peng terkejut. unt uk melanjuti. aku telah berlaku keliru terhadap kau kata ia dengan suaran ya lemah. Kiam Gim manggut Itulah urusan kecil. sampai ia bentrok sama jago ini. karena bentrok sama ayahnya dalam urusan jodohnya. selagi o rang hendak putus jiwa. di situ mereka tidak punyakan obat. ia berpikir untuk mencari balas. dia hanya ada korban dari kejujurannya. Justeru itu. Celakanya. Ah! . biarlah aku minta kau yang suka tolong aku cari merekaitu . Tapi sekarang ia lihat. dengan berikan pula soetee itu Tiat-tah-wan. selanjutnya aku akan mati mera m . Ia menyesal. ia membungkuk. Toako. aku akan menutup mata dengan mata meram . Karena ia ditolong Sian Ie. korban dari kelic inannya orang Boan she Soh itu. Ia mcnjadi lik at scndirinya. aku bisa bereskan itu. dengan terputus-putus: Sayang itu jahanam she Soh tidaklah dengan t angan sendiri aku bisa binasakan dia . menjadi korbannya Tjit-tjiat Li an-hoan Hek-houw-pian. yang nampaknya tidak bisa berbuat banyak. Ia tidak tahu. akan tetapi sekarang. hingga karcnanya. malahan musuhnya. Mcmang€€jarang ada orang gagah seb agai jago she Teng ini. Kiam Beng ada satu laki-laki sejati. lantas ia menoleh pada Tjiong Hay Peng. Kiam Beng goyangi kepalanya dengan lemah. Sebenarny a ia hargai Kiam Beng. € Tjiong Toako.. siapa tahu. yangtelah balaskan sakit hatiku. sampai -air matanya mengembang. untuk satu kali saja sambangi kuburanku. Loo -enghiortg. aku sudah tak berguna lagi kata ia sambil menangis. bagaimana ia sudah dipermainkan oleh Soh Sian Ie. . Anak ini menghilang pa da lima tahun yang Ialu. Masih Kiam Gim mencoba. tolong beri tahukan bahwa ayahnya tidak lagi memaksa dia dalam urusan pernikahannya. Lauwtee. Aku nanti perlakukan si Hiau w seperti anak sendiri.

ia telah bekuk Bong Eng Tjin. ia meringis-ringis.' hatinya Boe W ie memukul keras. keliatan nyata pucatnya mukanya. siapa berani tantangi kau? S elagi ada eurumu di sini dan Tok-koh Loo-enghiong selaku saksi. Mukanya Kiam Beng lantas jadi lebih pucat pula. Kiam Gim. Coba Soeheng yang jad i tjiang-boen-djin.." katanya. sekarang tidak nanti aku kejeblos ke dalam tipu-dayanya Keluarga Soh. Buat jadi ahli waris dari Thay Kek Pay. Ah. ini lah tugas berat.€Hiantit. jadi terkejut. Kiam Beng mengawasi. ini rasanya tidak tepat. masing Iuntang-lantung? Malah ia ma sih akan luntang-lantung terus? Umumnya. "Oleh karena Soesiok menitahkan. ia menjadi heran sekali. Selamajtu.€Lioe Kiam Gim me nghela napas. Apakah itu benar? Pasti. iapun [tidak sempat menanyakan penjelasan pada muridnya itu. Han ya sayang. atau murid ke pala. Selagi menghadapi kecelaka annya sang soetee. kau terimalah!" Boe Wie jadi serba salah. Pelajaranmu ada le bih tinggi daripada semua muridku. Kcmudian. ia ragu-ragu. yang tak lancar: .. "Kenapa tidak?" tanya Kiam Beng. Kiam Beng bers . Boe Wie menoleh pada guru itu." Kata ia. yang kemudjan ia binasakan. Melihatroman orang itu.Kiam Beng dcngar itu.. maksudku adalah aku ingin kau menjadi ahli w aris dari Thay Kek Pay. tapi sekarang. Di antara cahaya matahari. ia mengawasi juga pada Kiam Gim. maka itu. malah kau pun sudah balaskan sakit hatiku. sekarang aku ser ahkan kedudukanku kepada kau. nampaknya ia rnasygul. "Boe Wie. aku tcrima.€€€yang€€€satunya. rupanya ia tcrhib ur.. atau juga salah satu murid. Malah ia bisa bersenyum. yang katanya ada banyak Mana bisa ia mendadakan jadi toa-soeheng?€Maka ia goyang kepala. meskipun demikian. "Tetapi socsiokmu ada bermaksud baik. tidak nanti Thay Kek Pay timbulkan kesulitan dengan kaum Rim ba Persilatan seperti sekarang ini: Seharusnya Soeheng adalah yang mesti jadi ah li waris. maukah kau meluluskannya?" Kiam Beng awasi itu keponakan murid. aku dengan kau sebenarnya rada asing. maksudnya menganjurkan pemuda ini teri ma tawaran itu. Ia juga tidak Renal satu jua murid-murid atau muridnya s oesiok itu. aku hendak berikan kau satu tan ggungan yang berat sekali. ahli waris atau fjiang-bocn-djin mesti ada anaksendiri. aku te ntu bersedia akan melakukannya. permintaannya Kiam B eng ini ada luar biasa. "Soesiok. asal yang aku sanggup. ia jadi sabar lagi." Walaupun ia mengucap demikian... selagi sekarang aku belum hcmbuskan napasku yang penghabisan.. aku memaksa memimpin kaumku. dengan perlahan. hatinya Boe Wie toh goncang. suatu tand a ia sedang lawan rasa sakitnya. perintahlah aku. Boe Wie. sedang ia hidup sebatang kara. yang terus saja tuturkan bagaimana di rumah guruny a di Kim Kee Tjoen. . yang bijaksana. baiklah. Itulah kejadian di masa aku muda. tapi ia segera berlutut di depannya itu paman guru. Mendengar pcnuturan itu. Kiam Beng bersenyum puas.. kau akan bikin aku meninggal kan dunia dengan mata tak meram! Apakah kau inginkan itu?" Tok-koh it Hang tolak tubuhnya Boe Wie. aku juga telah tidak pegang pimpinan sempurna. sebaliknya. pucat yang luar biasa. "Aku sendiri." kata ia. "urusan yang dua puluh tahun lamanya membenam aku. coba dulu aku tidak memikir de mikian. "Apakah itu Soesiok?" tanya ia. "Boe Wie.. iacekal tangannya. Apa kau bilang? tanya ia. kau tetap ada murid keponakan yang sah.. Tentu saja ia be ium tahu halnya malapetaka yang menimpa keluarganya. bagus sekali! Sekarang tinggai satu hal untuk tnana aku moho n jawaban kau. maka itu. karena kau ada murid kepalanya. selagi semangatku bcrkobar-kobar. Jikalau kau tolak. Ak u tidak sanggup balas budimu itu. Inilah ia tidak pcrnah sangka.." Boe Wie tcrpcranjat. tidak se harusnya akujadi ahli waris. "akan tetap i. kau telah dapat bikin terang! Jadi kau telah bereskan itu binatang yang palsukan He ng Ie Pay. Hiantit. kemudian terdengarlah suaranya." demikian katanya." berkata ia. "H iantit.€€€yang bergenggaman Poan-koan-pit bisa llolos selagi aku lawan a.€Kcadaan kita mirip dengan aku undang ketua-ketua unt uk saksikan penyerahan pimpinan. ia pentang kedua matanya... Soesiok! jawab Boe Wie.

." Kiam Gim angkat kepalanya. Ia lantas hunus pedangnya. "Marilah kita kubur soet eemu. Soehoe. di sana kita kena terjebak musuh. ia duduk numprah di depan kuburan. sedang Kiam Gim raba dadanya. Lantas ia pandang Tjiong Hay Peng.Habis. Setelah pasang bongpay itu. bagaimana dengan soemoaymu Bong Tiap?" ia tambahkan." sahut ia dengan terpaksa . la tidak tahu. aku harap kau suka maafkan aku.. Lauw In Giok. aku telah rubuh! Satu kali kita masuk ke dalam K awasan Hoopak. tampangnya jadi terlebih pucat._** Wart a ini ada terlebih hebat dari halnya Lauw In Giok. Akhir-akhirnya Tok-koh It Hang angkat kepalanya. kejadian itu tidak ada sangkutannya dengan kau. mulutnya perdengarkan suara serak dan tidak nyata. ahli waris dari Thay Kek Boen". scsudah itu Kiam Gim cari sepoton g batu untuk dengan pedangnya ukir huruf-huruf yang berbunyi: "Kuburannya Teng K iam Beng. memandang Boe Wie. Dalam kesunyian. Bagaima na dengan Soebomu? Mustahil dia tidak adadirumah?" Pikirannya Kiam Gim mulai jadi terang. Ia percaya benar kepandaian isterinya.. Malah beruntung kau datang. "Sudah. di rebahkan.. kemudian ia menghela napas." Hatinya Kiam Gim tergetar. akan membantu gali lobang.." Kiam Beng coba kumpulkan tenaganya.€Itu ada kejadian yang hebatsekal i." ia kata.. lantas suaranya berhenti. lalu tubuhnya Kiam Gim digotong. Ia dapat firasat jelek. dengan roman pucat. tapi napasnya soetee itu sudah tidak ada. iajadi ingat kata-katanya sang murid ta di. Kaum Teng. tubuhnya Kiam Beng rebah di tanah. Tolong kau bantu pada Boe Wie. Bong Tiap ada putcri s . semua or ang berdiam. karena hatinya memukul. ia menghela napas. jangan bersedih pula. akhirnya. habis itu. dengan akalnya yang keji-busuk ! Boe Wie turut permintaan gurunya itu. "Tadi kau omong tentang pertempuran di waktu malam di dalam rimba pohon lioe. ia lantas kata pada muridnya: "Boe Wie. akan keluarkari kata-katanya i tu. kita telah berpencaran !. "coba sekarang kau tuturkan itu lebih jelas. Kiam Gim mengawasi. Mereka tidak ambil banyak tempo.. buat dipakai menggali tanah... sekarang ia jadi lesu dengan tib a-tiba. tubuhnya bergemetar.enyum.. Tidakkah isterinya telah jadi seorang tapadakpa? "Sungguh busuk musuh itu!" kata ia dengan sengit seraya ia berbangkit Tapi ia ada seorang dengan pengalaman. "tetapi." bcrkata dia. beriutut di depannya. sedang In Tiong Kie babat rumput di sekitar itu. tetapi. nasib yangmalang." Murid ini mandi keringat pada mukanya. ada ahli warisnya!" katanya. mereka menubruk. ia lantas berikan penuturannya yang jela s. akan kata: "Aku telah perlakukan keliru kepada kau. la baharu hendak tanya murid itu atau Boe Wie sudah jatuhkan diri. tiba-tiba ia ang kat kepalanya.... kalau tidak. menempuh bahaya di dunia Ka ng-ouw. entah bagaimana hebat kejadian! Muridku yang baik. musuh datang dalam jumlah yang besar. kakinya berkelejat.. hatinya memukul. aa tidak berkuatir. cahaya matahari terus mencorong. buat terus diuruki. Semua-semua adalah kepandaianku yang tidak ada art inya. Semua orang menjadi kaget. ia towel Kiam Gim. 'Thay Kek Pay dari keluargaku. "Bong Tiap dan Ham Eng turut teetjoe mencari Soehoe. Kedua biji matanya pun lenyap sinamya... Kalau t adi ia nampak gagah bagaikan naga atau harimau. Tjiong Toako. Kiam Gim mengawasi sambil tunduk. dengan ber nafsu. Demikian nasibnya satu jago. untuk bikin tempat jadi bersih. tak dapat ditahan lagi. dimasuki. dengan puas.. di dalam lobang.. "Tidak seharusnya aku izinkan soemoay dan soetee ikut aku melakukan satu perjalanan jauh. aku sangat berterima kasih pa da kau! . ampunkan muridmu.. Ia duduk sekian lama. yang telah datang terlambat.. air matanya meng embang." kata ia pada muridnya itu. "Apakah dia turut Soeniomu ke Shoasay?" Kembali tampang mukanya Boe Wie berubah. aku tidak sa nggup lindungi socmoay. Tok-koh It Hang. Sampai sekian lama. air matanya keluar menetes bagaikan hujan. "Soehoe.. ia tambahkan: "Semua-se mua adalah salah teetjoe. Saudara Lioe. Tjiong Hay Peng dan Law Boe Wie juga lantas gunakan senjatany a masing-masing.

Boe Wie menangis.. Di atas kudanya. itu waktu. Apa mau. di sebelah mereka. mustahil dia ta k dapat lolos dari mulut harimau? Ada baiknya jikalau anak-anak muda mendapat pe ngalaman. akan pegang jago Thay Kek Pay ini. "kau dengarkan muridmu cerita le bih jauh. Ia ber laku sangat hati-hati di sepanjang jalan. Boe Wie jadi tidak cnak sendirinya. Kiam Gim rasakan hatinya tertusuk. Apa mau." pikir Boe Wie. di mana ada rumah orang. Ketika perjalanan dilanjuti. "Asal sudah sampai di luar kota. Boe Wie tidak tega untuk mendesak. Begitulah mereka jalan sampai sang maghrib datang. ia dapatkan mereka bukan sedang kaburka n kuda mereka. d atang lagi rombongan lain." ia kata. Bukankah biasa saja di kalanga n Kang-ouw tcrbit angin dan gelombang?€Puterimu bukan gadis biasa. Ketika kemudian ia nienoleh. berapa ada jumJahnya musuh. Lari belum lama.. lantas ada orang yang telah pa sang mata terhadap mereka! Pada itu hari kcjadian. sampai batu pecah-pecah dan tc rpcntal! Kumisnya pun bangkit berdiri. aku tidak salahkan kau. tentang kejadiankejadian dalam dunia Kang-ouw.. "Kau sabar." berkata mereka. kau bikin muridmu ini kaget. Bong Tiap ada satu anak yang tak kenal takut. "Anak. mereka sudah lihat tembo k kota. atau tentang bedanya berbagai kaum persilatan. Boe Wie. Mereka menunggang kuda. Tok-koh It Hang dan In Tiong Kie maju.atu-satunya. ia sudah bikin soemoay dan soeteenya ketinggalah jauh di belakang. "Sabar. rupanya ia sedang berda ya membikin Bong Tiap gembira. Tjiong Hay Peng pun maju. Mereka belum keluardari daerah Shoatang. gurumu tidak nanti pcrsalahkankau!" Kiam Gim berdiam. Rupanya dua saudara itu pikir. agaknya ia jadi tenang pula." ia b erkata. Se tiap soemoay itu gerecoki Boe Wie.. tangannya digerak-geraki. m ereka masih belum sampai di kota yang dituju itu. di mana ada buk . Siapa tahu. hanya bocah yang sudah matang. Melihat keadaan itu. maka kemudian terpaksa ia perlahankan kudanya... "Sekalipun Soehoe persalahkan aku. kau ceritalah!" kata ia. akan kasih bangun pada Boe Wie. Bukankah kau dan aku juga pern ah ngalami angin hebat dan gelombang da hsyat? Bukankah kita pun masih bisa hidup sampai sekarang? Nan. seraya pegang tangan m uridnya. Hoo-pak. Apa mau. Ia kaburkan kudanya. Bong Tiap ada muda dan cantik." Beginilah ceritanya Boe Wie: Ham Eng dan Bong Tiap. baharu Boe Wie berpikir demikian. mereka hendak menuju ke Kota Boc-ip. hayo ka u bercerita. mukanya mcnjadi pucat dcngan tib a-tiba. Ham Eng ada muda dan cakap. ada s aja yang Bong Tiap tanyakan soehengnya. lakukan perjalanannya ke Utara. untuk nienunggui dua saudara sepe rguruan itu dapat susul padanya. Tidak beda banyak adalah Ham Eng. Mereka juga merupakan satu rombongan yang menarik hati. "Permusuhan apa ada di antara aku dan musub-musuh itu hingga mereka jadi demik ian jahat?" ia berseru. Boe Wie jadi sibuk. mereka diganggu hujan. Ham Eng agaknya kurang puas. bersama Boe Wie. Boe Wie ada bertubuh bes ar dan romannya garang. "Biarkan Boe Wie cerita lebih jela s. Soehoe niscay a tidak ketahui. Di sepanjang jalan. ia tidak j erihkan "angin besar dan gelombang hebat". Ia memang ada satu penunggang kudajempolan. maka itu. Ia ingin b uru tempo. aku terima dengan baik. mendekati maghrib. ia tendang sebuah batu besar di dcpannya. atau dari depan. tetap dua saudara itu tidak dapat cand ak padanya. itu hari mereka te tap bakal sampai di Boe-ip. terlambat sedikit. tidak apa. baharu saja mereka keluardari daerah Shoatang. perihal pengalamannya. hanya mereka sedang pasang omong dengan asyik. hari mi bisa diangga p sudah dilewatkan. karena ini. hingga sudah terjadi peristiwa hebat ini. H am Eng tunjuk sana dan tunjuk sini. pada jago she Lioe itu. Ia masih anggap sang s oemoay sebagi bocah. Kedua soetee dan soemoay itu adalah or ang-orang bam. ia antap saja. Kau Iihat. dari kejauhan. "Memangnya aku tak punya guna. Aku telah pukul mundur yang satu. Lioe Loo-enghiong. hingga me reka mesti menunda perjalanan. yang sering-sering mereka larika n keras. "Man kita larikan keras kuda kita!" kata Boe Wie pada dua kawannya.

it, lantas terdengar suara berisik, dari larinya beberapa ekor kuda, yang mana d isusul sama sambarannya beberapa batang anak panah, yang mengaung di tengah udar a. Dengan hati berpikir, karena berkuatir, Boe Wie hunus pedangnya la tahan kudan ya.€€Segera juga datang satu pcnunggang, yang disusul olch tiga kawannya. Mereka ini bersikap demikian rupa, hingga Boe Wie dibikin terpisah dari Bong Trap dan Ham Eng. Boe Wie mengerti bahaya. La keprak kudanya, buatdikasih lompat, akan hampirkan soemoay dan soeteenya. Kudanya itu bisa lompat tinggi dan jauh. Apa mau, senjat a rahasia datang menyerang. Dengan pedangnya, ia menangkis. Satu serangan dapai dihalau. ia bisa beia dirinya sendiri, apa celaka, kudanya tidak! Dengan satu je ritan, kuda itu ngusruk ke depan, kedua kakinya tertekuk, sampai Boe Wie turut n gusruk juga. akan tetapi ia bisa barengi lompat turun, hingga ia tidak sampai tu rut runtuh. Baharu Boe Wie injak tanah, atau serangan sudah datang kepadanya. Sambaran gol ok ada hebat sekali. Cepat ia herbal ik, sambil menangkis. "Trangi" kedua senjat a beradu keras, sampai lelatu api muncrat. Bentrokan itu membikin Boe Sie ketahui, musuh ada bertenaga besar. Dalam reman g-remang, ia awasi lawan itu, seorang dengan usia lima puluh lebih, mukanya mera h, kumisnya semu merah tua, tangannya menceka! sepasang Poan-koan-pit yang panja ngnyatiga kaki lebih. Qr-ang itu berdiri dengan gagah, dengan jumawa, sepasang s enjatanya seperti pit itu, dia rangkapkan. Itulah sikap dedek "Beng houw hok kian" atau "Harimau nongkrong di peiatok". Dengan hati berpikir, Boe Wie juga siapkan pedang Gin-lan-kiamnya, ia gunai si kap "Kie boh liauw thian" atau "Angkat obor menyuluhi langit". Ia bersiaga untuk segera menyerang, karena ia tidak mau mencrjang terlcbi h dahulu. Kemudian ia p erdengarkan suara mengejek: "Aku kira orang ternama si apa, tidak tahunya segala budak Boan - pahlawan terbesar Ouw It Gok! Maaf, maafkan aku, yang bcrlaku kura ng hormat! Kcpandaian kau orang, aku sudah ketahui! Kau orang, kawanan budak, cu ma pandai kepung orang dengan beramai-ramai!€Sungguh kau orang membikin malu saja pada kaum Rimba Persilatan!" Law Boe Wie tidak kenal Ouw It Gok, tetapi ia kenali orang punya sepasang Poan -koan-pitnya itu, scdang dari sakunya Bong Eng Tjin, ia pemah dapatkan sepucuk s uratnya It Gok, dari itu, iasengaja mendahului menyebut namanya. Untuk sesaat, nampaknya musuh ini kaget, tetapi lekas juga, ia tertawa bcrkaka kan. "Benar aku Ouw It Gok, habis kau hendak apa?" kata ia secara menantang. "Denga n sepasang senjataku ini, aku nanti layani pedangmu yang panjang! Jikalau kau me mpunyai kepandaian, hayo kau maju!" It Gok menantang seraya ia terus€€geraki kaki dan tangannya, bukannya ja siap untu k sambut serangan, tiba-tiba ia mendahului lompat menerjang. Dengan Poan-koan-pi tnya, yang terbuat dari baja pilihan, ia coba ketok pedang orang. Ia mau bersika p keras. Boe Wie tidak pikir untuk adu senjata dengan senjata, ia tarik pedangnya ke ba wah, dari situ ia memutar tangannya, sambil maju, ia menusuk ke arah muka musuh. "Bagus!" berseni Ouw It Gok, yang geser kaki kiri keluar, untuk kelit tubuh, t api setelah itu, dengan "Koay bong hoan sin", atau "Ular naga siluman jumpalitan ", ia maju dari kanan ke kiri, dengan memutar tubuh, sepasang genggaman nya meny erang dengan tipu pukulan "In Hong sam hian", atau "Naga awan muncul tiga kali". Ouw It Gok ini ada kawannya Bong Eng Tjin, dialah yang turut memancing Teng Ki am Beng dengan pakai topengnya. Kepandaiannya memang ada di atas kepandaiannya k awannya itu. Ketika Bong Eng Tjin tertawan, Ong Tjay Wat yang bisa loloskan diri bersamasisa kawannya, lari pulang untuk bawa kabar celaka Mendapat tahu Bong En g Tjin, soeteenya telah terbinasa,'0uw It Gok jadi sangat gusar, maka tidak temp o lagi, ia ajak kawan untuk menyusul, akan cari Law Boe Wie, guna menuntut balas . Sekarang ini, berkat latihan keras, Ouw It Gok ada jauh lebih liehay daripada waktu ia permainkan Teng Kiam Beng, maka itu, dengan hebat ia bisa desak Boe Wie . Ia nyata pandai ilmu menotok jalan darah, karena ujungnya Poan-koan-pit dipaka

i mencari Sha-tjap-Iak-too To-hiat, ialah tiga puluh enam jalan darah! Law Boe Wie tertawa terbahak-bahak kapan ia sudah saksikan cara berkelahi musu h. Sama sekali ia tidak menjadi jerih. Ia lantas melayam dengan gunakan tipu-tip u dari Thay Kek Tjap-sha-kiam, yang ia campur dengan Tok-koh It Hang punya, "Hoe i Eng Keng-soan-kiam".€Ia maju dan mundur dengan gesit, ia tak hendak bentur senja ta musuh, tapi ia pun balas menyerang. Dengan caranya ini, ia bikin It Gok kewal ahan mencoba melukai padanya. Pertempuran ini ada seru, sebab mereka ada satu tandingan. Bicara kepandaian B oe Wie ada terlebih liehay, tapi bicara tenaga, ia kalah setingkat. Boe Wie pun pikirkan soetee dan soemoaynya yang orang telah kurung, yang telah dipisahkan da rinya. Setelah tiga kawannya It Gok itu. kemudian datang pula Iain rombongan, kira-ki ra dua puluh jiwa, bersama yang tiga, mereka ini kepung Bong Tiap dan Ham Eng. M ereka tidak punyakan kepandaian berarti, terhadap itu dua saudara, ia orang suka rberbuat banyak. Hanya, kendari begitu, Boe Wie tetapsibuk. Beberapa kali ia men coba meninggalkan It Gok. saban-saban musuh licin ini rintangi ia. Beberapa waktu telah lewat, tiba-tiba Boe Wic menjadi bingung. Ketika ia gunakan kesempatan, akan lihat dua saudarany a, dua saudara itu sudah tidak ada di tempat pertempuran tadi, mcrcka irii pinda h bcrsama sekalian musuh-musuhnya. Segera juga terdengar suara berisik dari mere ka itu, tidak lagi tcrtampak orangnya. Bukan main gusarnya Boe Wie, lantas ia desak It Gok. Sekali ini ia gunakan pwc e-pwee lak-tjap-sie-tjbioe dari Keng-soan-kiam, enam puluh empat jurus pcdang da ri Tok-koh It Hang, sedans tangan kirinya, mengimbangi pedang, mencari jalan dar ahnya musuh itu, tangan kirinya ini ada terlebih liehay daripada Poan-koan-pit d ari Ouw It Gok. Oleh karena terburu nafsu, Boe Wie sampai alpa menjaga dirinya rapat-rapat. Ia majukan kaki kiri, tubuhnya ikuf, tangan kanannya, dengan pedangnya, membabat l engan kanan dari musuh. Ouw It Gok girang sekali melihat ini macam serangan. Ia segera lompat ke sampi ng kiri lawannya, dari situ ia mendak sedikit, akan menyapu. Boe Wie telah serang tempat kosong, ia iihat datangnya serangan, ia berlompat, sampai tingginya satu tumbak lebih. Lompatan ini bisa singkirkan tubuh dari sen jata musuh. Tapi It Gok berlaku sebat, akan menyabet naik ke atasi Dalam keadaan seperti itu, Boe Wie jadi seperti bcrada di tengah udara. inilah salah satu gerakan "Tjeng kang toe tjiong soet" atau "lompatan entengi tubuh" d ari Tok-koh It Hang, yang ambil itu dengan meneladan sikapnya garuda menyambar. Ilmu ini Boe Wie bisa jalankan dengan baik, walaupun bclum sempurna bctul. Ia kelit dar i Poan-koan-pit kiri, ia jejak Poan-koan-pit kanan, berbareng dengan itu, tangan nya yang kiri dengan "Yoe Hong tarn djiauw", atau "Naga mengulur kuku", menyamba r ke lengan kiri. Tubuhnya rada mendatar. Ouw It Gok kaget bukan main. Syukur dia bukannya satu ahli silat biasa saja. L ekas-lekas ia jengkang tubuhnya, kaki kanannya mendahului ditekuk ke€€belakang,€€sembari terlentang, sebelah kakinya dipakai menendang ke atas, kepada tubuhnya musuh. D engan cara ini, ia sudah selamatkan lengan kirinya. Tapi Boe Wie tidak sudah saja karena serangan "Yoe Hong tarn djiauw"nya tidak memberikan hasil, ia sudah lantas susu 1 itu dengan "Tcng san kan goat", atau "M endaki bukit mengejar rembulan". Satu kali ini, tangan kirinya yang liehay telah bentur pundak orang, atas mana, It Gok rasakan anggota tubuhnya itu jadi san ga t panas, hingga ia tcrpaksa gulingkan tubuh, dengan "Koan long ta koen", atau "S erigala berguling-guling", sampai jauhnya beberapa tumbak, kemudian dengan gesit ia melompat berdiri, akan terus lompat lebih jauh, untuk lari ke dalam lebatnya pohon gandum di tepian. Law Boe Wie tertawa dingin, ia tidak kejar musuh itu, ia ham/a lompat ke dalam rimba, guna cari kedua saudaranya seperguruan. Di antara suaranya yang berisik, beberapa penjahat sambut musuh ini dengan ser angan berbagai senjata rahasia. Boe Wie gunakan pedangnya, tangannya, akan punah kan sesuatu serangan, atau ia bcrkclit, dengan begitu, tidak ada satu senjata ra hasia yang mengeriai tubuhnya. Ketika ia berhasil nerobos ke dalam rimba, di sit

u cuma ada enam atau tujuh penjahat, Bong Tiap dan Ham Eng entah kemana. Lain-la innya penjahat pun tidak ketahuan kemana perginya. Selagi Boe Wie melihat keliliingan. tujuh penjahat itu maju mendesak. Mereka i ni tidak lihat gelagat. Boe Wie sambut mereka dengan tangan kirinya yang diayun. Tangan kiri ini telah tanggapi beberapa piauw dan panah tangan, sekarang semua senjata itu dibayar pulang! Sambil menjerit, tiga penjahat kelihatan rubuh. Boe Wie menyerang sambil maju, akan sekarang gunakan pedangnya. Lekas sekali, ia rubuhkan dua musuh, atas mana, dua musuh yang lainnya lantas lari ke dalam te mpat yang lebat dan gelap. Maka di€€€lain€€€saat,€€medan pertempuran itu jadi sunyi, kecuali suara desirannya sang a Sia-sia saja Boe Wie mencari ke sana-sini. Ia lintasi sebuah bukit, ia sampai di deparfnya sebuah selat, yang dalamnya kira-kira dua puluh tumbak, yang penuh dengan batu dan bala dengan oyotrotan.€Kelihatannya seperti bekas ada orang jatuh bergulingan di oyot rotan itu. Maka, melihat demikian, ia menjadi kaget. Tidak tempo lagi, ia terjun ke bawah, turun ke selat itu, untuk cari dua saudara seper guruannya. Selat ada gelap, sukar akan melihat apa-apa, maka Boe Wie ambil dua potong bat u, ia benturkan itu satu dengan lain dengan keras sekali, sampai muncratlah Icla tu api. Ia segera nyalakan api itu pada rumput kering di dalam selat itu, ia mem buat segumpal rumput, buat dijadikan obor, setelah padamkan api yang melulahan, iagunai obornya itu untuk menyuluhi. Tanda-tanda darah, yang bercerecetan, ada tertampak, akan tetapi tubuh, atau m ayat orang, tidak. Hal ini bikin Boe Wie kaget dan berkuatir. Siapa itu yang ter luka? Orang jahat? Bong Tiap atau Ham Eng? Kalau.benar dua saudara itu yang terl uka, itulah hebat, jangan-jangan mereka sudah terbinasa.... Tercengang Boe Wie memikirkan itu Tapi ia lantas mencari terus, di sekitar sit u. Ia tidak pedulikan malam ada gelap, angin ada keras. Boleh dibilang seantero malam ia gelcdah daerah itu, tetap ia tidak mernperoleh hasil. Ia bingung bukan main. Ia pun tahu, ia tidak bisa berdiam terialu lama di situ. Akhimya, ia ambil putusan. Iaiah di itu malam juga, ia menuju ke Djiat-hoo, akan susul gurunya. S yukur ia ketemu Hay Peng bertiga dan bersama mereka itu, ia akhimya dapat cari g uru dan soesioknya, malah bisa tolong mereka loioskan diri dari kepungan. Demikian ada ceritanya murid ini, yang bikin Kiam Gim bcrdiri diam, mukanya pu cat sekali, suatu tanda ia lagi bcrpikir dengan keras. Kabar-kabar hebat toh dat ang beruntun-runtun. Sudan istcrinya jadi orang bercacat. sekarang puterinya len yap! Sehabis centa, Boc Wie berdiam, mukanya pun pucat dan lesu sekali. In Tiong Kie dan dua kawannya lantas hiburkan Kiam Gim. "Aku percaya Bong Tiap dan Ham Eng loios dari bahaya," demikian antaranya In T iong Kie. "Mereka toh bukannya orang-orang lemah dan bodoh. Tentu mereka loios d i antara tegalan pegunungan itu hingga karenanya mereka jadi berpencar dengan so eheng mereka." Lama Kiam Gim berdiam. Akhir-akhimya iaangkat kepalanya Dengan perlahan-lahan, ia usap-usap pundaknya Boe Wie. "Inilah bukan kesalahan kau," kata ia, dengan sabar sekali, suaranya pun perla han. "Kau tak usah terialu pikirkan mereka. Biarlah anak-anak itu mengandal pada mereka punya peruntungan . Umpama kata mereka bcruntung bisa loios, di belakang had kita akan dapat cari mereka...." Bcnar baharu Kiam Gim habis berkata begitu, Tok-koh It Hang terkejut dengan ti ba-tiba, hingga air mukanya berubah, lekas-lckas ia mendekam di tanah, akan pasa ng kupingnya. Ia terus mcndengari, selagi kawan-kawannya merasa heran, semua awa si ia. Scbcntar saja, Pek-djiauw Sin Eng sudah lantas lompat bangun. "Kawanan anjing datang untuk gelcdah bukit!" kata ia, dengan suara dari kemend ongkolan. Pada masa mudanya, Tok-koh It Hang ada satu hiap-too, penjahat budiman, ia pan dai mendekam di tanah, akan pasang kuping, hingga, kalau ada barisan serdadu, ia bisa duga-duga jumlahnya. Dan sekarang ia merasa pasti, yang datang itu ada pas ukan terdiri dari lima atau cnam ratus jivva. Hal ini ia beritahukan pada kawan-

Tok-koh It Hang semua bisa mengerti kesangsiannya jago Thay Kek Pay ini. mereka ini bukannya la wan-lawan yang lemah. Bong Tiap girang dengan kesudahannya ini. beberapa musuh perdengarkan jeritan. kali ini ia mesti layani musuh secara hati-hati aga r tidak sampai terjadi kealpaan pada dirinya. hingga d i lain saat. Kesudahannya diputuskan buat Kiam Gim bcrangkat dnl u ke Shoasay. yang kedua. akan tengok isterinya. untuk berloncat tinggi. tidak ada bergantung urusan Bong Tiap dapat dicari atau tidak. ia ingin cari puterinya. Ia mcn jadi sibuk sendirinya kapan ia dapat kenyataan. selagi bacokan menge nai tempat kosong. untuk jauhkan diri. mereka bersangsi. berbareng mana. pihak . Buat apa layani segala serdadu. Setelah ada keputusan Kiam Gim berikan perkataannya kepada Tok-koh It Hang bah wa dia tidak bakal langgar janji mengenai cita-citanya membela negara. hingga senjata ini bisa dipakai menikam berbareng menggaet Ini ada suatu senjata langka." pikir ia kcmudian. tangan kanannya merogo h sakunya. Untuk cari Bong Tiap dan Ham Eng. Ketika ini digunakan oleh Bong Tiap. kalah ada ruginya. bagaikan cecapung menyambar air. tangan kanannya itu diayun ke arah musuh-musuhnya. Salah satu muridnya Ouw It Gok menggunai tumbak Siauw-tjoe-rjhio. m alah ia masih bisa berpikir. sebab untuk cari Bong Tiap. dia lamas memburu. "Dan kau. Kiam G im ingin jtengok isterinya. yang ada gusar sekali. tetapi Kiam Gim dan Boe Wie berdiam. Baharu nona ini memikir demikian atau lawannya yang memegang golok membacok ia dengan hebat dengan "lay san ap teng" atau "Gunung Tay San menindih batok kepal a". yang ujungny a lancip dan bengkok. Sembari lari. muridku. tetapi justeru ia kegirangan. Pertempuran sore itu ada hebat bagi Lioe Bong Tiap. Syukur yang lainnya ada tidak berarti. Yang kedua menggunai sebatang golok besar dan ber at hingga Bong Tiap tidak berani benturkan genggamannya dengan senjatanya kedua musuh itu. kemudian seraya putar tub uh dengan tiba-tiba. maka itu. akan ambil beberapa potong Kim-tjhie-piauw. gerakannya sangat sebat. Ia menjadi sengit." Boe Wie terima baik perkataannya iru guru. Ia cepat bcrkelit kc samping. hingga dia keluarkan seruan. "tolong kau capaikan diri untuk kau pergi cari soemoay dan soeteemu. hingga ia kertak g igi. temponya tak kc tcntuan. di samping itu. dia 'tank pulan g tangannya. tubuh mereka rubuh saling susul. menang tidak ada untungnya. Law an itu kaget. makin lama ia berkisar makin jau h dari kedua saudaranya itu masing-masing. yang tidak Sudi sudah dengan begitu saja. diikuti oleh kawan-kawannya. bacokannya turun terus ke arah pundak. Bong Tiap geser pedangnya ke tangan kiri. Boe Wie adalah yang diberikan tugas. tetapi pertempuran malam di rumahnya membikin hatinya tambah mantap. memang keselamatan soemoaynya adala h yang ia paling pikirkan. maka itu mereka lantas berunding. Maka itu mereka a mbil putusan buat menyingkir saja Tjiong Hay Peng lalu nyatakan ia suka ikut Tok-kph It Hang dan In Tiong Kie pe rgi ke Liauw-tong. Ia sangat sayang soemoay itu. Bong Tiap masih dapat ketika akan melirik kepa da kedua saudara seperguruannya. Penyerang-penyerangnya putcn dari Lioe Loo-kauwsoe terdiri dari sepuluh orang. Tok-koh It Hang.kawannya. yang di masa kecilnya i a suka ajak memain. Menyusul ini. ia barengi membabat lengan orang. sedang sam-soehengnya Tjoh Ham Eng mesti berkutat dengan fain-Iain musuh. Selagi melayani musuh-musuhnya. Ia sebenarnya tidak punya pengalaman. Melainkan sang lawan. urusan negara. In Tiong Kie dan Lioe Kiam Gim tidak setuju. ia berlompat melewati kepala musuh." ia tambahkan pada Boe Wie. bahwa bua t itu. hingga saudara ini tidak punya kesempatan lain kecuali melayani musuh itu dengan sungguh-sungguh. ia telah lolos dari kepungan. ia sudah ja nji pada Tok-koh It Hang untuk sambangi Tjoe Hong Teng di Shoatang. ia tidak jerih. Yang pertama ada urusan perseorangan. "Aku mesri tobloskan mereka ini. Urusan menjadi ahli waris Thay Kek Pay sep erti keinginan soesiokmu itu kita boleh tunda dahulu. dari itu ia dapat tahu sang toasoeheng lagi dis erang hebat oleh satu musuh yang bersenjatakan Poan-koan-pit. di antaranya dua ada mund-muridnya Ouw It Gok. "Mari kitalabrak mereka!" berseru Tjiong Hay Peng. Musuh telah bikin ia terpi sah dari toasoehengnya Law Boe Wie.

"Soethay. hingga ia me nggigit gigi untuk menahan sakit selagi ia cabut piauw itu. yang tidak rubuh. Menjadi sa dar. buat dipakai membungkus luka di tangannya. mereka tampak satu pcndcta perempuan. "Hei. Sebentar kemudian. nancap di dagingnya. Tidak tempo lagi. bahunya yang k anan itu lantas saja kena tertusuk. kenapa kau orang menjublak sa ja? Lekas bekuk ini anak ayam! Lekas bungkus lukanya! Sayang jikalau ia sampai t erbinasa!" Dengan sebenamya. Semua musuh mengejar terus. lalu pedang Tjeng-kong-kiam d itikamkan ke arah lawan itu. sebentar lagi. bukannya orang sembarangan. ia lanjuti tindakannya lari ke depan. akan loncat sana dan sini . ia kirim kepalan kinnya. dadanya kena dipukul keras sekali. ia tak keburu egos lengannya. untuk jumput itu. Hanya. Ia berhasil mengelakkan beberapa senjata mus uh itu. ia menoleh pada kawan-kawannya. Musuh menjadi kaget. akan tonjok ulu hati orang. ada mem pun ya i banyak pengaiama n. Di antara remang-remang karena gclapnya lemba h. untuk menyingkirdari musuh-musuh itu. dia telah Jukai lenganku! Kita adalah or-ang-orang yang ditug . disus ul bentakan seorang perempuan tua: "Siapakah kau orang yang berani ganggu satu n ona? Jangan turun tangan!" Semua musuhnya Bong Tiap menjadi terkejut. walaupun. ia enjot tubuhnya. ia tidak lagi bisa gunai piauwnya dengan semp urna.€Ia gunai pula sen jata rahasianya. dari itu. katanya: "Anak ayam ini tak nanti lolos! Ja ngan bunuh dia! Dia mesti ditangkap hidup!" Melihat keletakan. Selagi tikamannya mengenai tempat kosong. untuk hindarkan diri dari bahaya. Dalam keadaan seperti itu. Dengan geser sedikit tubuhnya. hingga ia terguling rub uh. Ia tak bisa lari lebih jauh lagi. tiba-tiba mereka dengar satu ! suara nyaring dan mengaung luar biasa. Bong Tiap dipaksa lari ke arah dalam rimba. dia mi adalah seorang perempuan Kang-ouw yang jahat!" demikian ia be rkata. Nona Lioe menjadi nekat. atas mana. ia rubuh dengan tak sadar akan dinnya. maka itu. atau di belakang ia. hingga berbareng muntahkan darah hidup. sedang menghampirkan mereka. tubuhnya sud ah merangsek dekat sekali si nona. Ia baharu injak tanah. segera ia perlihatkan kegesitannya. Ia hendak bcrbangkit. sebatang€€€€€€€€€€yan-bwee-piauw menyambar juga pinggiran teteknya yang kiri. maka dalam gusarnya. atau kakinya lemas. ia segera papaki musuh den gan tipu tusukan "Hoan sin hian kiam" atau "Persembahkan pedang seraya memutar t ubuh". dari itu. Ia tidak merasakan sakit yang hebat.lawan. serindak demi setindak. yang usianya sudah lanjut sekali. malah musuh yang pegang tumbak gaet sudah loncat ke arah senjatanya. ia berkelit. Musuh yang bersenjatakan Siauw-tjoe-tjhio itu tertawa mengejek. ia loncat ke depan. balas menyerang dengan senjata rahasia juga. untuk turun tan gan. mereka lantas saja tertawa. Bong Tiap sampai di satu jalanan kecil yang berlamping gunung. "Celaka!" ia menjerit dalam hatinya. ia bisa lihat bahwa si niekouw. terbaret panjang Sementara itu. apa celaka. Bong Tia p tidak bisa berkelit atau menangkis. Ini ada serangan tidak diduga-duga dari musuh yang telah terluka itu. Sudah begitu. Musuh itu. tumbak gaetan musuh telah datang menyambar. semua piauw telah digunai. jauhnya satu tumbak. ia tidak sempat tarik pulang senjatanya. semua musuh kena dirintangi. sedang si nona sendiri rebah tak berdaya. selagi berbu at demikian. ia mempunyai pandangan yang luas. p endeta perempuan. akan loncat turun ke dalam lembah. hingga darah hidup s egera mengucur keluar. hingga ia tidak berani berlaku sem brono. kawan-kawan itu berdiri bengong karena saksikan kawannya dan si nona sama-sama terluka. belum sempat mereka maju. kemudian mereka semua memand ang ke arah dan mana suara datang. Tetapi ia bisa ambil putusan cepat. ia robek bajunya. sedang musuh-musuh itu mulai datang dekat pula. untuk sesaat. malah yang bersenjatakan tumbak gaetan Siauw-tjoetjhio sambil teriaki kawan-kawannya. tetapi apa mau. maka ia me njadi terperanjat. ia tak bisa manjat di kiri dan kanan. Dengan tiba-tiba. yang tangannya mcncekal kebutan suci Hoed-rim. atau "Ik an lee-hie meletik". Baharu ia hendak b erbangkit. dalam keadaan seperti itu. di depannya ada sebuah selat. Tapi. dengan gerakan "Lee hie ta teng". ia lempar tumb aknya. "Kau lihat. atau ia dengar musu h tertawa mengejek. yang sudah lama ikuti Ouw It Gok.

lenyap perasaan sesemutan da n beku mereka. mereka cuma manggur-manggut. Memang. Ketiga piauw melewati sasarannya. mereka lihat tangan kirin ya si pendeta perempuan telah diayun ke atas. tinggallah empat orang. geraki tumbaknya Siauw-tjoe-tjhio. dengan yang satu ru buh. bole . keterangan itu bukannya membuat si niekouw tua undurkan diri. akan tetapi muridnya Ouw It Gok rubuh dengan segera. yang sekarang untuk serang si niekouw tua. tetapi ilmu silat kau orang tak dapat dipertahan kan karena dengan itu kau orang biasa berbuat jahat Baiklah kau orang ketahui. Di antara mereka. Dia ada sangat jeli matanya. jangan langgar itu. kau orang bakal muntah-muntah darah dan akhimya binasa! Pinnie telah kasih peringatan pada kau orang. tentu kau orang adalah kawana n penjahat!" Selagi berkata demikian. dari itu pinnie ju ga tidak inginkan jiwa kau orang! Sekarang pergilah! N iekouw tua itu hampirkan empat orang. Menyusul itu. Mereka terpis ah dekat satu dengan lain. luka dalammu ba kal kambuh. Nan. kau orang masih hendak turun tangan terlebi hjauh! Jikalau kau orang bukannya bermaksud buruk. Iantas terden gar suara keren dari si niekouw. selanjutnya kau orang tidak bisa bersilat pula. pada sepuluh tahun yang lampau. Rombongan muridnya Ouw It Gok ini terdiri dari lima orang. karena tak disangka. malah merek a seperti tak ketahui datangnya serangan. kau orang rupanya tak ketahui aku! Tetapi apapun tentang piauw Bo uw-nie-tjoe.askan pembesar negeri untuk menawan diaini! Sebagai orang suci. ia pemah dengar tentang senjata rahas ia piauw Bouw-nie-tjoe. Niekouw tua itu tak dapat dipandang enteng. kau orang tidak pernah dengar? kata si niekouw tua sambil tertawa. dia menyangk al. siapa di masa muda -pernah€€de ri€€satu sahabatnya. s esudah ia bikin orang tak berdaya. terus mereka bangun berdir i. maka si penjahat ini du ga. dan si niekouw tidak bersiap. niekouw itu be rt in dak mendekati. € Kawanan tikus. tadinya u ntuk taati titah kawannya. s ejak sekarang ini. pergilah kau orang! Kawanan itu mati kutunya. orang yang bersenjatakan Siauw-tjoe-tjhio. Itulah bukan!" kata muridnya Ouw It Gok. ia berikan dupakan enteng pada tubuh s esuatu dari mereka. menikam bagaikan ular meny ambar. si niekouw tua kata pula: Pi nnie tinggalkan jiwa kau orang. Apa yang terjadi adalah di luar sangkaan. katanya: Kau orang cobakan rasanya piauw Bouw-ni e-tjoe! Perkataannya orang suci ini ditutup berbareng dengan menyambarnya piauw terhad ap sesuatu dari empat penjahat itu tanpa mereka ini sanggup bcrdaya. dan kebutan suci menyamppk tumbak gaet an. atas mana di dalam lembah segerala h terdengar suara nyaring dan mengaung seperti tadi. "Ngaco!" katanya dengan bengis. sembari tertawa dingin. mengenainya perlaha n sekali. sambil tertawa. atau kau orang jangan nant i sesalkan padaku. "Tidak. Katanya ada satu nickouw yang tidak ketahuan asal-usulnya. dalam tempo tiga hari. pasti dia akan berhasil. "Di mana ada seorang nona b egini muda dan manis menjadi penjahar? Dia punya luka melebihkan hebatnya lukamu ! Sudah kau orang bikin dia pingsan. maka taklah cukup apabila kau orang tidak diajar adat! Tetapi Budha kita ada maha suci dan kasih. kau orang tid ak lagi bisa bekerja berat. Lantas saja mereka rubuh. walaupun dia telah dibokong. den gan demikian. yang rebah diam saja. Sembari menotok jalan darah orang. harap Soethay ti dak campur urusan kita!" Di iuar dugaan. Mereka ini sementara itu sudah merangsek. bel um sampai mereka datang dekat. tapi satu kali kau orang ber silat atau bekerja dengan memakai tenaga. tubuhnya rebah ti dak berkutik lagi. diam-diam tangannya yang kin" siapkan tiga batang yan-bwee-piauw. atas mana. lantas mereka bisa geraki kaki-tangan. mereka pun lagi s angsikan suara mengaung. Kau orang sudah dengar suaranya piauwku tetapi kau orang masih berani hendak melawan aku. dia justru mendesak. sedang tan gannya yang kanan. tumbak itu terlepas dari cekalan. Hanya. lantas saja mereka ngel oyor pergi. di bikin sadar oleh kata-kata si niekouw tu a. yang pe rnah ikuti Ouw It Gok terlebih lama. disusul sama sambarannya tiga batang piauw di tiga jurusan.€€dengarnya€€dari€€€satu soepehnya. Dengan mulutnya. terlempar entah ke mana! Hebat adalah sampokan terlebih jauh dan ujung kebutan itu. atas itu. gesit gerak tu buhnya. luka dalam tubuhmu tidak bakal kumat. maka kau orang haruslah jadi penduduk baik-baik.

kepandaiannya niekouw ini adalah ho et-hiat atau menutup jalan darah . saban kali€€digunakan. ia masih sangat€€lemah. ia lupa segala apa . menggunai tiam-hiat . ketika akhirnya ia merasakan dirinya lega dan ia buka matanya.€€biasa memakai senjata Poan-koan-pit atau batang Hoentjwee Tiat-yan-kan. jalan napasnya sangat perlahan. Ilmu menotok jalannya darah. akan dapatkan j antungnya masih memukul. orang tak ketahui.h jadi datangnya dari In-lam. dia hanya merasa seperti melayang-layang di tengah udar a. terutam a sebagai alat untuk menyerang jalan darah. tidak pernah orang dapat lihat pula padanya.€€lebih€€€dahulu kedengara uaranya mengaung. ke betulan sekali. Adalah biasanya. Untuk belasan tahun aku cari satu nona guna dia wariskan aku. Bong Tiap terus tak sadar akan dirinya. ia sebenarnya sudah menutup mata. pendeta ini membungkuk. Beda daripada itu dua. Dia tidak saja berbakat. untuk disambar dengan sebatang yang lain. hi ngga mereka ngeloyor dengan mulut bungkam. hingga ia liha t si nona rebah dengan kedua mata meram. ia pu n telah keluarkan tcrlalu banyak darah. yaitu piauw Bouw-nie-tjoe. ia rubuh. Laginya. Kcbutan itu lemas bagaikan s egumpal bulu ekor kuda. Ada tersiar cerita. kekuatannya sanggup melaw an pedang. itu nickouw suka lepaskan dahulu satu piauw. Piauw itu ada untuk menyerang jalan darah. Apakah aku sedang mimpi? tanya ia pada dirinya sendiri. Itulah kejadian pada sepuluh tahun yang berselang dan si niekouw. dengan sangat perlahan. ialah menotok jalan darah. Di samping hajaran pada dadanya. Bong Tiap tidak sadar. Ia pun dapatkan dirinya berada dalam sebuah ruan gan suci. selewatnya i tu. segera ia ingat bagai man a orang serang ia. apabila ada orang yang ber kepala batu terhadap pertimbangannya itu. akan tetapi. tetapi jug a sudah punya dasar dan dasar dari satu ahli. sekarang aku dapati dia ini. dan asap hio bergulung-gulung mendatangkan bau harum.€Dan ia gigit bibirnya. hingga kedua piauw bcntrok satu dengan lain. maka orang percaya. di waktu orang bertempur. di waktu bertempur. hingga b crsuara nyaring sekali. ialah periksa luka dan obati itu dengan obat luka yang. mesti ada orang j ahat yang dapat bagian. meskipun sekarang darahnya itu dapat dicegah keluarnya lebih jauh. biasanya. ia hanya dekati Bong Tiap. akan tetapi. sedang juga. atau kalau dia gunai.€€€dengan kebutannya. Kebutannya. Kcbutan itu pun bisa digunakan sebagai pedang Ngo-heng-kiam atau ruyung Teng-tjoa-pian. Ta-hiat atau memukul jalan d arah . suara itu seperti juga tanda untuk orang bersiaga terlebih dahulu. di waktu gunakan piauwnya itu. atau Hoed-tim. ia bekal. dulu ia sudah berusia lanjut. Tok-koh It Hang dan Law Boe W ie. mereka mesti hentikan pertempuran. Ia lantas raba dadanya. sedang darah masih mengalir keluar dan lukanya. juga luar biasa. Di samping itu. seka rang ia muncul secara tiba-tiba. dia cuma mengebut dengan kebutann ya. guna berikan pertimbangannya. Niekouw itu antap orang angkat kaki. selagi digunakan. kepandaiannya menggunakan kcbutan itu entah ada kepandaian dari golongan atau cabang silat yang mana. api lilin memain memberikan bayangan. ia menjerit . Ada dibilang lebih jauh. ia toh bersenyum. keman a lagi aku hendak mencari? Tidak tempo lagi. ia telah la tiga puluh berandal yang liehay dan scmua berandal itu kena ia rubuhkan dan takl ukkan. niekouw itu tidak pernah kelihatan ada gunakan genggaman. untuk si niek ouw datang sama tengah. melainkan senjata rahasia. karena senjata yang digunakan ada Hoed-tim atau k cbutan. Siapa sangka. ke arah atas. dia pandai ta-hiat . buat dikasi h naik atas bebokongnya. Di samping ia. bahwa saban kali dia ini muncul. akan angkat tubuh orang. Dicarinya sukar tapi toh didapatinya begini gampang kata ia seorang diri. apabila orang dengar suara piauw itu beradu. karena di situ ada patung Budha. sebagai kesudahan dari dikalahkannya. Segera ia bekerja. atas mana nampaknya ia berhati lega. satu nieko uw tua sedang kebuti ia dengan perlahan-lahan. ada dua rupa. pernah dengan€€seorang€€€diri. biasa digunakan dengan tangan kosong. itulah ada di hari keenam sejak ia dikeroyok. ia bertindak meninggalkan tempat bekas pe rtempuran itu. Maka orang yang bersenjatakan tumbak gaet Siauw -tjoe-tjhio itu. Niekouw tua itu kerutkan alis. jikalau aku tidak ambil dia. jadi sangat ketakutan. ata s mana. sedang Lioe Kiam Gim. sesudah mana. maka itu. Umpama O uw It Gok. dia pasti bakal merasai akibatnya yang hebat. dan tia m-hiat . baharu senjatanya€€menyambar sasaran.

aku terima ia di sini untuk kerjakan ini dan itu. Keadaan di sini masih tidak an eh. siapa itu ay ah kau? Kau harus ketahui. Lantas si niekouw ini tuturkan ten tang musim atau hawa udara di Mongolia dan Tibet.€Ia sangat ketarik sama pemandangan jndah di luar kuil itu. Kau telah terluka parah. sedikitnya lagi satu bulan. Tatkala itu ada di permulaan musim panas. Kau juga tak boleh bicara. satu di Tji p-sip-Ioen di Tibet. untuk diaj ak keluar dari dalam trail. Gunung Himalaya. na nti kita orang pasang omong . dari itu. di Mongolia dan Tibet sama sekali telah dirika n tiga buah kuil. ia hanya utamakan ilmu silat saja. ia tanyakan itu pada Hoei Si oe. Bong Tiap menurut. Di sini biasa€€€tumbuh€€€rumput€€€putih. salju telah lumer. aku nanti pergi. kata si niekouw sembari bersenyum melibat kek agumannya itu. Niekouw itu usap-usap rambut orang. keadaan di s ana ada asing bagiku. ialah satu di Ie-soh-tjiauw-beng di Mongolia Luar. fan ada daerah di luar perbatasan. suaranya sabar. kata . maka kau perlu beristirahat di sini. ia pemah pelajarkan juga ilmu silat kasar-kasar. Inilah Soei-wan yang berada jauhnya tiga ribu lie dari Boe-ip. hingga Bong Tiap merasa hatinya terbuka. ia ada terlebih tua dari si niekouw. Kau belum tahu tentang bagaimana ak u telah tolongi padamu. niscaya kau tidak lemah lag . buat pergi ke pckarangan luar. m n itu kuburan bcrumput hijau. la pun rasakan tubuhnya sangat lemahLewat lagi beberapa hari. Nona. Bong Tiap masih belum tahu halnya si niekouw tua. baiklah. niekouw itu lebih tua daripada ia sedikitnya tiga puluh tahun.sendirinya. Ia toh lagi ikuti toa-soehengnya akan pergi cari ayahnya di Utara. apa pula untuk per gi kc Djiat-hoo yang ada ribuan lie jauhnya. pada niekouw tua itu. Kalau ayah dan soeheng kau terancam bahaya. tentang gunung di Tibet. barangkali aku bisa bantu pikirkan dayanya. Hanya aku tidak bisa turut sekarang juga. Nona Lioe sudah bisa turun dari pembaringan. dilihat dari romannya. serangan angin ti dak mendatangkan hawa dingin. apa kau hendak turuti aku menyaksikan itu? tanya ia kemudian. bersama-sama soeheng aku biasa menggayuh perahu di dalam mua ra! Menyebut sang soeheng . akan tetapi menurut pembilangannya. ia lekas menambahi. kau kasih tahu aku. scbaliknya. Tempat apakah ini? akhir-akhirnya ia tanya. ia bersekolah sedikir. maka juga dinamai Tjhee-tiong. pemandangannya ada cupat. ialah tepinya Sung ai Tay Hek Hoo. hingga si nona jadi semakin ket arik hati. Su dah tiga atau empat puluh tahun aku tidak pemah pergi ke Kwan-lwee. dengan sikap tetap lemah-lembu t. aku pemah dengar. Kau tclah banyak ikuti Soethay begitu banyak tahun.dimaksudkan Ham Eng air mukanya si nona menjadi guram d engan tiba-tiba. Hoei Sioe sudah tua dan kurus. dan hendak cari juga kedua soeheng. suaranya perlahan. Hoei Sioe ada orang Mongolia. ia bisa jalan dengan perlahan-lahan. kau sudah keluarkan terlalu ban yak darah. atau Kuburan Hijau. Ia merasakan sakit! Jadi ia bukan lagi bermimpi. Tentu! Kcnapa tidak? sahut si nona. bawa udara ada bcrsih dan menycgarkan. dan yang ketiga ialah kuil ini. Tentang ayahmu. pada urusannya sendi ri. Aku tidak takut udara dingin! Selama di Kho Kce Po. Bong Tiap tidak pemah merantau. kata ia. kata si pendeta setelah berdiam sekian lama. aku n anti cari tahu tentang mereka. maka akhirnya si niekouw tua tuntun ia. Kau rebah lagi beberapa hari. benar-benar niekouw tua itu telah berangkat menuju ke Djiat-hoo (Yehol). Bong Tiap tidak berkeberatan akan tuturkan urusannya. Lebi h baik kau tuturkan aku tentang hal-ihwalmu.€Ia jadi ingat pada pertempurannya di Boe-ip. Cuma urusan ayahnya bikin ia sangsi. Nona. Sekarang aku hendak cari ayah di Djiat-hoo. Di hari kedua. sahut si pendeta percmpuan sambil bcrsenyum. kau belumsembuhjangan sembarang geraki tubuh. sekalip un di musim dingin.si niekouw dengan perl ahan. kau beristirahat di sini. Nona. Hoei S ioe boleh layani kau. Kau h bat itu gundukan tanah dengan rumpu tnya yang bijau? Itu ada kuburannya Ong Tjiauw Koen. si juwita kenamaan. sekarang ini kau belum bisa jalan. maka sekarang ia menjadi kagum d an ketarik hati. Aku punya soetjouw.

hing ga ia berhasil membangun pelajaran agamanya. telah memberikan bekas-bekas kedua telapakan tangan dan lengan. antaranya si orang Liauw-tong. aku anggap kau beruntung sekali! Mendengar itu Bong Tiap jadi girang berbareng heran. karena tak cocok pendapat. di mana ia hampirkan satu pohon sebesar pelukan. ia ada bawa kabar yang mengejutkan. Kaiau aku bikin rusak. Man. Pemah aku tanya Soethay. seraya ia tunjuk pohon itu. Bong Tiap jadi kaget dan kagum. kata ia. Aku nyatakan. kal teguraku Ia pun bersenyum. Selama beberapa tahun ini. juga batangnya. Ia hunjuk alemannya. pemerintah Boan telah keluarkan titah penangkapan untuk Lioe Loo-kauw soe dan kawan-kawannya. Maka itu. demikian katanya. Kerajaan Selatan dan Utara. Ia tak dapat tolak lebih jauh nona itu.€ Apa kau sudi perlihatkan aku satu atau dua jurus Mana aku beratri? sahut Hoei Sioe. Cukup€€sebegini. Orang mesti menutup mata. ia juga pandai silat dan karang dua buah Kitab Ie Kin dan See Soei . aku juga sudah merasai p erbedaan. Bagaimana bila ia dengar kabar hal ayahnya? Apa bisa ia berdiam di kuil itu tanpa pergi sambangi ayahnya?€Bagaimana bila si ni ekouw tua itu paksa untuk ia berdiam di sini? Sementara itu. Bagaim ana girang untuk jadi muridnya Sim Djie dan perolehkan kepandaian yang tinggi. ia telah jadi muridnya si ni ekouw tua itu. ia duduk bcrscmedi menghadapi tembok. yang makan usia sampai seratus tahun lebih! Aku bah aru mendekati seratus tahun. untuk dipeluk. Bong Tiap menurut. Itu ada pohon hoa yang kuat-kekar dan ulet terhadap serangan es dan salju. Sim Djie telah kembali setelah beberapa hari kemudian. Itu adalah peristiwa hebat di gedungnya Keluarga Soh. ia gembira bukan main. ? . Karena itu. semasa Kaisar Liang BoeTee. kata ia. dengan sendirinya. aku tidak punya kepandaian lain kecual i sedikit tenaga. entah ke mana menyingkirnya Kiam Gim. malah ia wariskan juga piauw i. Hoei Sioe kasih tahu kenapa dia tah u Sim Ojie bemiat ambil si nona scbagai muridnya. yang terus ajak si nona ke pekarangan di iuar ruangan pendopo. ia scnantiasa bersendirian saja. Itulah ada warisan nya Tat Mo Siansoc dari zaman Lam Pak Tiauw. hingga karenanya.€ Aku belum berarti! Bong Tiap tidak puas. ia mulai diberikan pel ajaran silat. Tat Mo Siansoe tidak cuma faham agama Budha. bcrapa usianya. ia send iri pun lagi bersemangat. aku percaya dia tidak bakal lol oskan kau. Toh ada orang tani biasa. Selagi mengucap demikian.€Han ya di samping itu. yang rontok jatuh. Kcmudian kcduanya bicara pula. ia lantas berangkat ke Kuil Siauw Lim Sie di atas Gunung Siong San. Menurut centa. baiklah kau scndiri turut diamkan diri. €€kata€€ia kemudian. kata Sim Djie pada si nona. ketika dengan mengarungi lautan. ada€€orang€€yang€€€bakal arisinya. dan kenapa ia nampaknya tidak jadi tua . hanya aku belum puas karena kepandaianku belum. Ia hampirkan pohon itu. Sudah puiuhan tahun ia iku ti Sim Djie. atau daun-daun lantas rontok. Nona. tentang pertempuran dcngan pahlawan-pahlawan Istana Tjeng. Karena ini. Soethay nampaknya Iesu. Bukan melainkan daun pohon. dalamnya kira-kira tiga dim. Tat Mo Siansoe datang ke Tiong kok di mana ia berunding dengan Kaisar Liang Boc Tee. ia gembira sekali. sckarang ia dapati Bong Tiap scbag ai kawan. tapi untuk bersilat saja kau tidak mau kata ia. Soethay menghela napas ketika ia menambahkan: Aku bakal jadi lilin yang aka n habis sumbunya. Sekarang Sim Djie turunkan kepandaiannya kepada Bong Tiap. baharu ia keluarkan tenagapya. aku belum dapat murid yang aku cari. ia jawab: Mana aku mengerti ilmu tak jadi mati? Tubuhku sehat disebabkan aku berlatih sila t. sckali ini. Karena kata-katanya Soethay itu. Kau bilang kau sayang aku. Sekarang ia dapat pelajaran dari Kaum Sian Tjong . ia bingung juga. Karena itu. Atas pertanyaanku itu. ia sayangi si nona. di Propinsi Hoolam di mana. untuk sepuiuh tahun. bila nanti Soethay pulang.kata ia kcmudian pada Hoei Sioe. Memang Hoei Sioe pernah bilang. Nona. Bcrsama ia. sesudah iasembuh benar. ilmunya Budha pun tak dapat tolong membebask annya. Soethay tertawa. apa Soethay ada mempunyai ilmu panjang umur hingga tidak bisa me ninggal dunia. Selang satu bulan. untuk di pakai menggoyang. Kau lihat . meluruk turun. hingga ia dipandang sebagai ieiuhur pertama di Tiongkok tentang agamanya itu. Itu adalah buah-hasilnya kepandaian mclatih tenaga K im-kong-tjhioe atau Tiat-see-tjiang .

tenaganya dia ini melulu hendak d ipakai buat menghadapi pihak asing. malah Boe Wie ia pesan. malam ia yakinkan surat. karena ilmu pedang itu hampir bersamaan dengan Th ay-kek-kiam. Dan hikayatnya Tiongkok sudah mcngikuti karcn anya. ialah Kereta Naga dari» Ibusuri See Thay houw. Dalam perjalanannya ini. Untuk ini. Pun pelajaran pedang Tjepeh lian-peh Ngo Heng Kiam. Ia masuk bersama-sama Law Boc Wie. yang hendak bekuk ia. seper ti bcnda bertukar bintang berpindah . Demikian Duta Amerika sudah paksa pemeri ntah Boan tukar Yok Hian. tet api Boe Wie tidak demikian sungguh-sungguh seperti ia. Dalam peperangan di Shoatang itu. selama itu. Kekejamannya Wan Sie Kay membangkitkan perlawanan hebat dari pihak Gie Hoo Toa n. tap i gcrakannya bcrtambah hebat. karena hatinya Boe Wie ad a tawar sesudah ia dapat pengalaman yang tak memuaskan dalam kalangan Tjit Seng Hwee. Lioe Kiam Gim telah memasuki Gie Hoo Toan pada tiga tahun yang lalu. ia mampir di Poo-teng. tapi karena urusan negara ada lebih besar. hingga ada cerita burung yang berbunyi: Sesudah dap at binasakan si telur kura-kura Wan Sie Kay. Tjongtok Joe Lok telah lakukan perlawanan keras tapi ia terdesak. mereka dipanda ng sebagai pengacau. romannya Ham Eng dan Boe Wie. apabila pikirannya scdang melayang. siang ia belajarsilat. Joe Lok terpaksa akui Gie Hoo Toan sebagai gerakan rakyat yang sah. Boe Wie susul gurunya sesudah ia putus asa mencari Lioe Bong Tiap. melainkan di matanya rombongan paderi tukang sebar agama Kristcn. Tapi walaupun semua itu. dari itu. Tiga tahun bukannya tempo yang lama. Di smi ia hendak wujud . seperti Yok Hian. Boe Wie tidak terlalu menank perhatian pemerintah Boa n. Gcrakan Gie Hoo Toan dari Tjoc Hong Teng telah jadi dcmikian berpenganih hingg a Soenboe Yok Hian dari Shoatang tak bisa tak akui sebagai gerakan rakyat jelata . suasana telah berubah. di waktu mala m. Pemerintah Boan jerih terhadap Gie Hoo Toan. hingga pcmandangannyasi nonajadi luas. Bong Tiap dapati secara lekas. Tjoe Hong Teng sendiri masuk golon gan yang bantu Tjeng Tiauw untuk membasmi bangsa asing (Hoe Tjeng Biat Yang). akan tetapi. Boe Wie dapat kemerdekaannya. Dasa r ia ada bekas punggawa Boan. Kaum Gie Hoo Toan sudah turun tangan. Telaga Garam dari Tibe t. Tanpa merasa. sebab pemerintah itu lagi repot dengan gerakannya Gie Hoo Toan. malah Liong-tjia. Kiam Gim juga tidak lupai gadisnya. Setelah Tjoe Hong Teng binasa. Dan Kia m Gim datang pada Tjoe Hong Teng setelah ia sambangi isterinyadi Shoasay. dengan begitu . sejak Bong Tiap berguru pada Sim Djie Si n-nie. baharu kita orang dapat makan nasi ! Selagi Gie Hoo Toan di Shoatang bergulat. Sembari cari Bong Tiap. Ia kembali ke dalam duniap erantauan. tidak sedikit jua pihak Boan meras akan sayang. ia digantikan oleh Lie Lay Tiong. yang menunjang pemerintah Boan itu. kcsatu ka rena ia sctujui gerakan itu. Tapi Lie Lay Tiong ini. nona ini seperti tcrbayang dengan roman a yahnya. kedua dengan begitu ia bisa menyingkir dari tangann ya pemerintah Boan. orang sebawah annya yang tadinya ada bekas sebawahan dari Tang Hok Siang. pembuat huru-hara. Setelah sampai di Shoatan g. tiga tahun telah lewat. Tjoe Hong Teng. s ebagai alasan. kawannya di Tit-lee pun maju ke Thia n-tjin. telah dapat kebinasaan. iapun ada mempunyai pasukan prive yang kuat. Begitu permintaan Duta Amerika diterima baik. satu orang peperanga n pemerintah Boan. ia lakukan penindasan kejam. ia masih tetap dalam Gie Hoo Toan.€Maka itu. Karena ini. hingga Kaum Gie Hoo Toan jadi tercebur dalam lau tan darah . dia mesti lekas kembali. tcntaranya delapan negara asing tela h meluruk ke Pakkhia. telah kena dibakar musnah. Nona Lioe bisa belajar dengan cepat. Kemudian Boe Wie undurkan diri. kedua soehengnya itu.Bouw-nie-tjoe. Kota T ok-tjioe kena dirampas. dan yang membelai juga. denga n tunggang seekor kuda. Lie Lay Tiong memasuki Gie Hoo Toan sesudah dalam kalangan Gi e Hoo Toan ini ada rombongan-rombongan yang anti pemerintah Boan. Yok Hian ditukar deng an Wan Sie Kay si tukang jagal besar-besaran. karena ia sudah p unya dasar Kim-tjhie-piauw. Wan Sie Kay ada dari golongan penj ilat asing. ia jadi peroleh kepandaian berbareng. Hong T eng binasa belum lama sejak datangnya Boe Wie. Sim Djie juga pemah ajak muridnya ini be rlari-lari di tanah datar dan Mongolia dan lihat Yam Ouw. murid ini berhasil atau tidak cari B ong Tiap. kcmudian kena disiasati juga oleh Ibusuri See Thayhouw. ia kemukakan niatnya mencari Bong Tiap lebih jauh.

Untuk ini. secara kebetulan. yang kemudian undurkan diri. Apakah dia itu manusia? Boe Wie pikir. Di scbclah depan ia. tangannya kena raba hanya sarung pedangnya-pedang Lan-gin-kiam yang su dah kosong! Maka sekarang. Siapa tahu. tiba-tiba ia rasai pundaknya ada yang tek an pula. dan Loei Hong bertabiat keras. Dia tidak bisa kasih bukti untuk pe san terakhir dari Kiam Beng perihal pengangkatan ahii waris iiu. seperti diketahui. yang bergoyang-goyang. Sekarang Boe Wie bikin pcrjalanan melulu untuk Bong Tiap. Sedangnya pemuda ini berpikir keras. ia tidak peroieh ha sil. Hanya. ca ra bagaimana dia mendadakan jadi kepala? Laginya. malah gurunya sampai dua dan ia sudah dapatkan juga In Tio ng Kie punya ilmu Poan seng teng kee atau Mendengar suara mengenal senjata . Boe Wie tidak dikenal. Adalah pada suatu hari. Boe Wie mesti cari beberapa orang tctua. ia terperanjat bukan main. Ia sedang jalan dertgan asyiknya. sampai kemudian. masihjauh. Boe Wie menuju ke tapal batas. sedang Tjiong Hay Pen g jadi mendongkol. ketika ia bikin gerakan demikian. Maka akhirnya. lantas ia undurkan diri. bocah. Boe Wie hiburkan. murid-muridnya Kiam Beng jadi kacau. yang berkilau-kilauan. ia sampai di tepinya Sungai Tay Hek Hoo. tetapi Kim Hoa lemah dan tak bisa jadi kepala. dari samping kupingnya i a dengar ajakan: Mari! Ia ada seorang yang berpengalaman. di antara mereka itu. karcna mercka berdua tak dapat lawan desakan saudara-saudara mereka. untuk ia jadi ahli waris dari Thay Kek P ay. dalam takutnya. jikalau perbuatan barusan ada perbuatan manusia. Tentu saja. oleh Tjiong Hay Peng dan Tok-koh It Hang. untuk terus hunus pedangnya. Akhirnya. kalau tidak. tanpa kepaia. sekali ini. Karcna ini. tidak bcrani sebut namanya Sim Djie. Lioe K iam Gim dan Tok-koh It Hang tidak bisa turut meresmikannya. Itu ada satu gerakan sangat cepat Ia tela h belajar silat sejak umur tuj uh tahun. entah ke mana. Maka untuk men cari tahu.Hay Peng. dia pun mati daya. ia lihat cahaya kelak-kelik. Begitulah ia dengar hal Sim Djie yang kesohor pada empat pu I uh tahun yang lar npau. Boe Wie berjalan antara pohon rumput yang tcbal dan tinggi. terus lenyap dalam gombolan rumput. sampaipun ke Sin-tek dan Boe-ip. ia angkat ka ki. mereka kasak-kusuk. ia tak bisa bikin saudara-saudaranya tunduk terhadapnya. malah sekarang. di tangan siapa ad a tercekal sebatang pedang panjang. sungguh aneh. ia dengar salah satu muridnya Ouw It Gok murid yang pernah rasai piauw Bouw-nie-tjoe dari Sim Djie Sin-nie cerita pada k awannya hal si nona. te tapi bayangan itu sudah lenyap. ia tampak bayangan berkelebat. ia mau ang gap matanya sedang kabur . dengan garapang ia bisa melesat ke kanan. Dalam cuaca rcmang-rcmang. Akan tetapi. pulang dan bereskan mereka. maka pelajarannya bukan lagi pelajaran asli dari Thay Kek Pay . tidak ada bukti dan Kiam Beng. ia bic ara sedikit sama murid-muridnya Kiam Beng. suaranya pun tidak terdengar . kenaditolongi niekouw luar biasa itu. putcranya Kiam Beng. Sejak itu. siapa mau lantas percaya habis? Laginya Kiam Bcng berseiisih dengan Hay Peng. Ia jalan cepat. ketika ia segera mcnolch. pundak yang kanan. mcngurusnya. sampai di depan sebuah tanjakan bukit. urusan pengangkatan ahli waris i ni sudah terbitkan gelombang. s iapa mau lantas percaya Ketua Heng Ie Pay mi? Dan ketiga. lantas pundak kirinya seperti kena ditekan ora ng. sama sekal i ia belajar buat kira-kira dua puluh enam tahun. Ketika itu sudah maghrib dan angin sedangnya men i up keras. sclagi demikian. t iba-tiba ia rasai sampokan angin. Murid-murid itu tidak puas tempo Law Boe Wie muncul dengan tiba-tiba menjadi pemimpin mereka. pasti ia tetap mcnolak. hanya orang duga ia tinggal bc rsunyikan diri di tanah datar di pcrbatasan. apa mau. He. tetapi yang Iain-lain tidak. ia terdesak oleh gurunya.kan pesannya soesioknya Teng Kiam Beng. Orang ini. Boe Wie pun belajardar i Tok-koh It Hang. Sebegitu jauh. yang mereka kepung. di had apannya segera terlihat satu niekouw tua yang berjubah hitam. Lantas ia pun menyerang dengan piauw. Boe Wie jadi kebogehan dan tak enak hati. mercka tidak bcrd aya. sampai kemudia n Teng Hiauw. cuma Hay Peng seoran g yang bantu merekoki. Dalam hal ini. karcna ia tidak sudi paksakan dni. Murid-muridnyaTeng Kiam Beng ada campur-aduk. Kim Hoa dan Loei Hong suka terima Boe Wie. guna dimintai kctcrangannya. Ia telah pergi ke em pat penjuru. yang boleh diandalkan ada Kim Hoa dan Loei Hong berdua. di sini tak dapat orang sembarangan menghunus pedang! berkata niekouw .

tapi sekarang. Teetj oe ada Law Boe Wie. yang berkepandaian tinggi luar biasa. apakah Nona Lioe Bong Tiap ada di sini? Niekouw itu berhenti bertindak. da ri itu. berkata ia seraya memberi hormat dengan menjura dalam. Pernah apamu Lioe Bong. Di dalam h atinya. dia binasa. Tiap itu? ia balik tanya. maka juga teetjoe telah datang kemari. yang bahasakan diri pinnie . temyat aj kau betul-betul liehay. berkata Sim Djie sambil tertawa. Sim Djie tertawa. kedua untuk mohon bertemu denganny a. si pendeta percmpuan yang miskin. Ya. Pada bebcrapa hari yang lalu. Simpan ini baik-baik kata ia. di tengah bukit mi ada sebuah kuil dari mana api terlihat. kata ia. Baharu sckarang ia ketahui. Boe Wie keiihatanny a masygul. dalam kaget dan heran. Sementara itu. Tunggu sampai kau berangkat. disusul sama suara yang nyaring halus: Soehoe. Loo-tjianpwee telah tolongi nona itu. kau adalah toa-soehengnya. yang pun kembalikan bebcrapa barang Kim-tjhie-piau w pada Boe Wie Boe Wic bingung. Sim Djie hampirkan pintu dan ketok-ketok itu. binatang tidak. ia segera maju menghampirkan. Ia heran tampak Boe Wie. inilah tempat bernaung pinnie. Untuk dua hari kita tak perol eh air. aku nanti carikan ka u dua ekor keledai jempolan! Diam-diam Boe Wie bergirang. Nona Lioe itu ada socmoaynya teetjoe. tetapi ia bersenyum. Adal ah Bong Tiap. Mana kud amu? Orang she Lauw ini memakai sepatu piranti menunggang kuda. yang ia s edang cari. mcrcka sudah sampai di depan kuil. ia kata: Dia rupanya telah ketahui maksud hatiku. tapi sambil tertawa. ada tetamu. Boe Wie mengawasi soemoay itu. maka baharu dua hari ta k makan dan minum. Pu n berpikir: Sudah sekian lama kita berpisah. Adakah ini kuil Soethay? Boe Wie tanya. kudaku itu mati kehausan. orang liehay tidak ada batasnya. aka n tetapi. lalu mc ndaki bukit yang pcnuh batu bcrancka warna. hingga kclihatan cahay* kelak-kelik makin lama mak i n dekat. yang sifatnya tetap seperti biasanya. Jalanan ada dari tepi sungai menuju ke tanah da tar rumput. dcngan undangannya. hingga kcmudian Boc Wie tampak. sahut Sim Djie. ia s egera insyaf bahwa niekouw ini mestilah Sim Djie Sin-nie yang kesohor. kenapa kau tidak lekas menyambut? demikia n katanya.itu. siapa itu? B agaimana ada tetamu datang kemari? Jangan Soehoe dustakan aku . teetjoe diserang an gin dan hujan pasir. sebentar saja kau bisa ditump uki pasir hingga mcnjadi gundukan. di luar orang ada orang . Kau sampai mend apat ketahui yang aku telah bawa nona itu kemari! Memang aku pernah dengar Bong Tiap bilang. Niekouw ini menyebut dua ekor keledai. jawab Boe Wie dengan sikap sangat menghorm at. sahut ia. ia lantas ikuti pendeta pe rempuan ini. marilah. Teetjoe mohon tanya. Jikal au berada di Mongolia luar dan kau diserang badai. Tiap-tiap. Baharu ucapkan itu habis atau sebagai gantinya. yang tak biasa jalan di padang pasir dan tak tahan berdahaga. hingga dia mirip dengan bidadari. ia agaknya merasa rada asing. maaf. ialah dari tengiolcng yang digantung di dep an rumah berhala itu. Loo-tjianpwee. Kuda kau pasti ada kuda dari Kwan-lwee. ia mengawasi dengan tajam. Sim Dj ie berkata pula. begitu melihat kau. dan ia tanya. di dalam terdengar tindakan ka ki yang berlari-lari. sampai ia lupa mcncgur. Ialah. yang romannya sehat sckali. Boe Wie manggut. Segera ia awasi pemuda itu. Sekarang. Segera juga daun pintu dipentang dan di muka pintu muncul tubuhnya Lioe Bong T iap dengan koennya panjang yang putih. di mana ada Jam pendeta perempuan yang begini lie hay? Oleh karcna itu. Gurun pasir disini masih tidak terlalu menakuti. Sim Djie angsurkan pedang pada Boe Wie. sembari bersenyum dan kakinya bertindak.€ Di sini ada tempat kediaman Budha ya ng tidak boleh mendengar suara alat-senjata saling beradu! Bukan main herannya Boe Wie akan kenali pedangnya. manusia masih dapat bertahan. sebab kalau tidak. Boe Wie kenali baik suara itu. pertama-tama untuk menghaturkan terima kasih. Kau benar-benar bersungguh hati. aku menduga padarauJ aku lantas mencoba-coba. hingga kita tersesat. dia tcntu akan antap Bo ng Tiap ikut aku. adalah dia masih pikirkan soehengnya ? Hatinya Boc Wie tegang sendirinya. ia berseru: Apa kau ada baik? Mana ayahku? Apakah Ayah datang bersama? . di luar Iangit ada langit. Habis berkata.

yang nampak bertindak keluar. Dengar begitu. yang tolongi aku. Soeheng. hamper aku binasa! Sekarang ada gilirannya Bong Tiap.Sim Djie tertawa menampak Ieganya si nona. dan sudah maghrib juga. hingga Ham Eng ikuti pula sang guru dalam perjuangan. Cerita panjang. Ia lantas tertawa dengan terpaksa. Bahagian perempuan dari Gie Hoo Toan disebut AngTeng Tj iauw. Bagaimana d engan dia? Bong Tiap maksudkan Ham Eng. Selama . Dia pun tak sampai terluka!€Tidak demikian dengan aku. kata Sim Djie. Bong€€Tiap€€tertawa€€setelah mendengar keterangan soehengnya. bukan kau undang masuk untuk beristirahat. ia akan izinkan aku pergi atau tidak . sampai beberapa musuh kctinggalan sedikitjauh di sebeiah bclakang. tetap i waktu mendengar tneninggalnya Teng Kiam Beng. Boe Wie gunai ketika itu aka n tuturkan Bong Tiap tentang pertempuran di rumahnya Soh Sian Ie. Tjoh Lian Tjhong. Boe Wie tercengang sebentaran. Anak. Kau telah bicara banyak. Sungguh berbahaya! soeheng ini kata. dalam keadaan seperti itu. Jadinya kita orang-orang perempuan tak kalah dengan orang laki-laki. Karena tidak berdaya. ayah ini antar puteranya pada it u guru silat. tapi di situ ia tak dapati Boe Wie dan Bong Tiap. Di lain pihak.sambil tertawa* Boe Wie bersenyum. Boe Wie lantas tuturkan halnya Ham Eng. ia tambahkan kemudian. Ham Eng dikepung kira-kica sepuluh konco lainnya dari musuh. tidak kurang suatu apa. Tiap. pulang ke rumahnya. Ya. Soemoay. Ia insyaf akan kcalpaannya . ia tak kurang suatu apa-apa. i a jadi sangat repot. akan tuturkan pengalamannya. Keledai untuk kau pun sudah disiapkan . yang berbahaya . ia masih leluasa. kata si nona sesaat kemudian. Boe Wie dirintangi oleh Ouw It Gok. Anak itu beruntung sekali! kata ia. kata si nona kemudian. cntah bagaimana pikirannya Sochoc. Hanya. Kita berdua adalah berjodoh. dan kepung Bong Tiap. sahu t ia. Guru ini segera hunjuk sikapsungguh-sungguh. yang satunya layani Ham Eng. Soeh oe ada di Hoopak. Hanya. Boe Wie ulur lidah karena gegetun. kata ia. ia main mundur. di dalam mana ada tu rut orang-orang perempuan. bagaimana mere ka labrak pahlawan-pahlawan Boan. ia tertawa. yang ajak tetamunya pergi ke Ruangan Hoed-tong. ia bertindak ke depa n muridnya sekali. agaknya ia ragu-ragu. mcla njuti pelajaran silatnya. ketika Tjoh Lian Tjhong dapat tahu Li oe Kiam Gim berada dalam kalangan Gie Hoo Toan.€ Ah. Adalah kemudian. untuk juga carikan dua ekor keledai. Boe Wie sadar. nona ini sangat bcrduka. Soemoay. Tetapi. jangan kau buat kuatir. walaupun demikian^ untuk menyingkir dari musuh-musuhnya.€Dan ia ber kata-kata sembari tertawa. bilamana tidak ada Soehoe. Maukah Soeheng ajak aku? Tapi ia berdiam dengan tiba-tiba. hingga akhimya denga n ngamuk sedikit ia bisa tinggal pergi semua lawannya itu. terpaksa ia m enuju ke Shoatang. ia ketarik akan dengar hal Pergerakan Gie Hoo Toan. kau baik? ia balas tanya. sembari bertempur. Mari masuk. untuk sekalian tengok ayahku. Soehoe menyayangi aku sccara luar biasa. Soehengmu baharu sampai. tak bisa aku lantas bicarakan tentang Tjoh-soetee. aku juga ingin turut kau pergi melihat-lihat Gie Hoo Toan. kepala siapa ia usap-usap. nampaknya ia baharu ingat suatu a pa. ia menuju ke dalam rimba. Soemoay jangan kuatir. kemud ian ia masuk ke dalam. bagaimana aku bisa tak mengizinkan kau perg i? demikian suara tiba-tiba dari Sim Djie. Di samping seora ng itu. hingga Bong Tiap gembira bukan kepalang. kenapa aku lupa sebut dia? kata ia dalam hatinya. dan dari tiga konconya yang liehay dari It Gok itu. dari itu. Seperti sudah diketahui. atau Sinarnya Lampu Merah . Ham Eng tak sempat pikir untuk tengoki soehengnya dan soemoay. ia menyingkir terus sampai di tempat belasan lie jauhnya. Demikian. kau sudah hujani dia dengan banyak pertanyaan. di waktu dipe gat. dengan terpaksa . kau hendak cari ayahmu. Mclainkan aku he ndak pesan kau. Soeheng. mendengar mana. kata nona i ni dengan gembira sekaJi. Kau tahu. untuk titahkan Hoei Sioe lekas siap-siapkan air teh dan b arang makanan. Bong Tiap. akan ikuti ayahnya. Bcsoknya baharu ia kembali ke tempat pertempuran. kenapa kau tidak scbut-scbutsam-sochcng. ia menumpang mondok pada satu penduduk tani.

j ikal au kau merantau. tetap i baiklah aku jelaskan sedikit tentang kedua Golongan Selatan dan Utara itu Lam Pay dan Pak Pay. Bong Tiap terkejut. Kedua ujar itu telah menyatakan adanya dua aliran. semua adalah kepunyaan kau. berdiam di kuil tua.tiga tahun kau juga telah dapat mempelajarkannya bukan sedikit. teristimewa jangan lancang gunai piauw Bouw-nie-rjoe . yang biasa melaiui gurun pasir. andaikata lain waktu kau datang pula kemari. untuk pamitan. Aliran Utara utamakan setiap hari rajin dikcbu ti dan disusuti . ketika ia buka pintunya menerima murid. Apakah kau bisa ingat itu baik-baik? Bong Tiap manggut Sim Djie menghela napas. u ntuk mencari kemajuan. ia dapati sang guru lag i duduk bercokol. bukankah itu perlu dicuci setiap hari? Ka u bukannya murid Budha. kaca terang bukannya kaca. Aliran Selatan mengutamakan kesadaran lantas. karena masing-masing ad a puny a kcscmpurnaannya sendiri-sendir i. Terutama di saat pikiran sesat dan kusut. seperti aku. ialah Selatan (H oei Leng) dan Utara (Sin Sioe). tapi hal yang scbcnarnya tidak demikian. kau niscaya ketahui itu. akan tetapi ia heran akan si fatnya pcsan itu. Siapa bisa bilang tentang hal-hal yang bakal terjadi? ia meneruskan. pemah Ngo Tjouw inginkan sesuatu muridnya menuliskan sebuah kata-kata: muri d kepala. Inilah pesan yang pertama. si Nona Lioe tak dapat bicara pula dengan Sim Djie. toh akaninsyaf. Anak. maka itu aku larang kau berlaku jumawa. setiap saat hams raj in dikebuti dan disusuti. sudah menulis ujar yang berbunyi: Tubuh adalah pohon bo di. Besok Hoei Sioe akan siapkan dua kelcdai. diam saja. napasnya tidak bcrjala . kita b aik jangan bicarakan itu. Itulah mirip pesan terakhir. yang kerjanya menumbuk beras. sehari demi sehari. kau ialah maj ikan di sini. akan tetapi satu murid pendeta. kedua matanya ditutup rapat. Ia awaskan pula muridnya itu dengan tajam. dan Aliran Utara menginginkan kesadar an perlahan-lahan. maka dari mana datangnya debu? Ngo Tjouw kagum akan ujar-ujar ini. Di waktu memberikan pelaja ran. artinya kemudian setetes demi setetes. supaya tak membikin debu bergumpal. ke napa Soehoe bilang kita orang akan bisa bertemu pula atau tidak? Sim Djie Sin-nie menghela napas pula. ialah Sin Stoe. Semua murid anggap ini adalah ujar yang paling sempurna. kita bicara urusan lain. Soehoe ada begini schat-walafiat. Tapi. kata Sim Djie akhimya. Sian Tjong merupakan dua aliran atau golongan. guna mcndapat kesadaran. tapi aku harap kau bisa ingat baik-baik ujarnya Sin Sioe Tjouwsoe untuk setiap waktu rajin mcngebuti dan mcnyusu t. dari itu. yang bemama Hoei L eng. sebenamya tidak ada benda. Ketua dari Go longan Utara. adalah yang disebut Oey Bwee Taysoe. maka sejak itu. Siapa dapat memastikan segala apa yang belum terjadi? Aku hanya hendak terangkan. akan itinggal menyendiri di gunung yang sunyi-scpi. ia tidak berani mengatakan apa-apa. aku hendak serahkan sesuatu kepada kau. Sekarang pergilah kau orang beristirahat. kau mesti dapat memiki r untuk mengcbut dan meny usuti itu hingga bcrsih. agar tidak ketempelan debu . lalu ia lanj utkan: Kau adalah murid ku. Aliran Utara ada lebih memberi kenyataan daripada aliran Selatan. kita orang bakalbertcmu pula atau tidak ia tambahkan. ia lantas angkat Ho ei Leng menjadi alili vvaris. Hong Oen. tak dapat aku minta k au. Sekarang ini ka u baharu dapati empat atau lima bagian dari kepandaianku. Tiap. Di zaman belakangan. aku mesti bicara dengan kau. ia telah punyakan seribu lima ratus pengikut. akan tetapi dihari kedua. gurunya. kau telah ikuti aku beberapa tahun. Bong Tiap insyaf sempurnanya ujar-ujar sang guru. Aku scndiri anggap. kuil ini dan semua kita b yang berada di dalamnya. karena jarang ada orang yang baharu tcrlahir atau yang dengan tiba-tiba mcmpcrolch keinsyafan. Umpama muka kau kotor. Bong Tiap dan Boe Wie menurut. karena waktu ia pergi kepada gurunya itu. tidak setujui itu. karena aku tidak tahu. ialah besokannya. tetapi kau bukannya murid yang sucikan diri. tidak nanti sembarang orang bisa perhina pada kau. Ngo Tjouw dari Sian Tjong. Soetjouwmu adalah Sian Tjong Pak Pay. kesadaran. Soehoe mengapa kau mengucap begini? kata ia. Tapi. ti dak usah terialu berkukuh. meski demikian. pesan perpisahan. apabila kau inginkan itu. hati umpama kaca terang. mereka undurkan diri. orang angga p Aliran Selatan lebih sempurna dari pada Aliran Utara. ia telah minta orang tolong ia tuliskan lain ujar ialah: Bodi bukannya pohon.

Aku tidak dapat tidur. Soemoay. kalau kau tidak sucikan diri. tetapi lekas-lekas ia tetapkan itu. Salju di puncak i tu tak lumer setahun gelap. apa bukannya Sim Djie mengharap ia jadi murid sejati. dan hatiku mirip dengan salju yang ber-es itu. Kau bel um bersengsara.n. melihat Soemoay bangun. Soeheng. bahwa karma ada seumpama impian.€ Selama beberapa hari ini. da n biarpun ada Soehoe dan Soebo. Aku mirip dengannya. Ia bcrcekat. dari itu. gunung bersalju masih belum tepat melukiskan perasaan hatiku. pikirannya tidak tentaram. selam anya tak pemah lumer. ia kata dalam hatinya: Nona tolol. Mclainkan di sampi hgnya. Ia teJah lama ikuti guru itu. yang menanya. air mukanya berubah sendirinya. tapi kapan ia dekati. aku menerangkan. Kau menanya. yang bagaikan tcka-tcki. terlunta-lunta dan mcrantau sebasai aku. ia d apat mencrkanya. Bong Tiap tak dapat kendalikan diri. aku turut bangun jawab soeheng i tu sembari tertawa jugaDasar€€polos. seperti hcndak bicara. kar ena ia masih muda. lihat Gunung Tay Tjeng San ini. untuk mana. Bong Tiap bergidik sendirinya. ia dapat perasaan. penderita anku. kuatir nanti tcrulang kejadian sehebat di Boe-ip . Kau punya ayah. kata ia. waktu ia hendak menegur. kau juga ada orang-orang yang meny ayanginya. bay angan itu perdengarkan suara halus yang ia kenal baik: Soemoay. Ingat Ham Eng. untuk ia mcnjadi niekouw. biar bagaimana. Aku biasa mondar-mandir seorang diri. walaupun ia tetap s uka bicara dan tertawa. Malam itu Bong Tiap tak bisa tidur. Sementara itu. kau punya ibu. ia scpcrti dipaksakan. aku sebaliknya tak dapat berdiam tetap di rumahmu. Hanya. maka itu. Pun cak gunung itu setahun gelap bcrsalju. Muara Kho Kee Po. Hari itu mereka sampai di utara Kota Koci-soci. kau seperti ada pikirkan apa-apa. Aku sendin rak tahu. bahwa segala apa ada kosong bclaka. yang berdiri tegar. yang alisnya mengkerat. Ia tunjuk puncak gunung. ia toh bcrduka. Maka akhirnya. Nyata guru itu telah menutup mata. Eh. sochcng ini beda da ri pada dulu-dulu. Bcbcrapa kali ia dapati soeheng itu menoleh dan mengaw asi ia. Merasakan ini. dal am perjalanan ini. Law Boe Wie. . seperti mesti dipikirkan dahuiu. kau biasa pandang aku sebagai ad ik sendiri. hingga mereka jalan berende ng. aku tidak punya saudara lainnya. kau berhati terbuka. i a insyaf pentingnya pesan itu. merantau ke tempat di mana tak . apakah kau tak dapat utarakan apa yang kau pikirkan itu ke p ad aku? Ditanya begitu. sambil bersenyum. aku pun pandang kau sebagai kanda k andungku. Boe Wie tidak lagi bcrgcmbira sewajarnya. Soemoay. Lantas Bon g Tiap urus mayatnya guru itu. ia sedang terpesona ke tika ada bayangan tiba-tiba berkelebat di depannya. Kenapa? Boe Wie ulangi. yang berlaku sangat baik padaku. katanya dia menoleh karena kuatir soemoay itu ketinggalan. siapa nanti pakaikan kau jubah suci? Ia pun lantas ingat tanah datar. maka ia pergi k cluar rumah dan saksikan salju yang terang bergemilang. Habis itu. ada urus an apa yang membuat kau memikirkannya? Soeheng. hatinya goncang. ia adalah satu nona. Boe Wie mengawasi Puncak Tay Tjeng San. Pengaiamanku. sang guru mcning galkan seheiai kcrtas dengan tulisan. ibukota Propinsi Soei-wan. bahwa hati adalah pusat. sekaiipun wajahnya ayah dan ibuku. ia ingat ayah dan ibunyadan Ham Eng juga. aku tak ingat jelas lagi. soeheng itu bungkam. tiba-tiba ia merasa. waktu ditanya. saljunya tak pernahjadi lumer. demiki an perasaanku. Soeheng juga belum tidur? ia balas tanya.€€berdua dengan soehengnya. baharu ia bicara. ia hiburkan diri. Soeheng ini seperti pcrbataskan d iri selagi mcngawani sang socmoay. Lama Bong Tiap pikirkan sikapnya soeheng itu. kadang-kadang bicaranya tidak lancar. kau belum tidur? Itulah sang toa-soeheng. Boe Wie dan Hoei Sioe bantui ia. aku sudah biasa hidup se ndiri saja. Kau mirip dengan musim Tjocn yang penuh dengan kegembiraan Tidak demi kian dengan aku. yang bcrpcsan agar murid ini insyaf. Semasa aku berusia sebesar kau. mer eka numpang bcrmalam di rumahnya satu penduduk di kaki Gunung Tay Tjeng San. hatinyajadi tidak tentaram. tetapi tidak lama. Kenapa? tanya ia. ada luasdan lama. benarkah itu? Kau biasa malang-melintang. ia mengerti jugatentang agama Budha. Sampai sekian lama.

di gunung-gunung di mana melulu ada pekiknya sang kera dan mengaun gnya sang harimau. atau mendengari berkeri cikannya air mengalir : Boe Wie bicara terus. seperti Tok-koh It Hang yan g sekarang berada di Kwan-gwa. belum pcmah ia hadapi soa . aku kesepian. hingga sukar aku melihat tega s. Tapi aku me ngasihi rumah tanggaku. dala m hal apa aku bisa bantu kau. dari itu. Aku bersyukur untuk kebaikan hatimu. walaupun aku sudah cari. Lebih banyak tempoku. aku telah dapati Gie Hoo Toan. di waktu maghrib! Kau tahu aku biasa merantau. aku juga hilang harapan. kau barangkali benar. aku seperti juga lagi mimpi dan separuh mendusin . mari kita pergi beristirahat. aku biasa berka wan dengan pedangku saja Belum pernah ada satu sahabatku. hatiku sebenar nya€€lemah. Juga di dalamnya. Demikian. karcna itu. Sahabat aku mempunyai! Aku pun puny a akan guru yang menyayangi aku. Bong Tiap hidup diuruki kesayangannya ayah dan bundanya. IX Sadari masih kecil. aku ingin berada di antara mereka. Satu hal aku bisa terangkan. aku ada satu -bocah yang tidak mengerti apa-apa. Aku pernah dengar dongeng tentang semut yang kecil sanggup binasakan scrigala yang besar. aku ingin layani kau sebagai kandaku sendiri. toh aku jenuh akan bersendirian senantiasa. Mengena i Gie Hoo Toan. orang ad a baik hati tetapi orang toh cuma pandang ia sebagai kanda. aku ada asing terhadapnya. lebih suka aku duduk men jublek. Soemoay. seperti ayahmu itu. atau di tempat air mengalir. yang tunjuki aku suatu jalanan. Aku tak dapat jelaskan itu. Boe Wie merasakan sangat kecewa mendengar kata-katanya Nona Lioe itu. Soeheng. ialah menunjang Kerajaan Boan. selagi kau bersendirian. aku kekuranga n satu sahabat. aku juga mcncintai dunia. aku masih belum dapati tenaga untuk gempur Kerajaan Boan yang telah berakar kuat. Aku lebih takuti dunia yang tak bersuara. kau biasa merantau. tetapi aku juga merasa tcrtarik. kau tak tahu. ya. Sekarang ini Gie Hoo Toan antaranya bercita-cita Hoe Tjeng . Sim Djie Sin-nie. Bong Tiap tak mcngcrti soeheng ini. aku in gin berikan kebahagiaanku kepada siapa yang membutuhkannya. R upanya di antara mereka kau masih belum dapat cicipi kesenangan . s elama tiga tahun yang belakangan ini. untuk ku mpuli banyak kawan. aku sudah layu. matanya mengembang air. yang perhatiannya ketarik bukan main. walaupun ia bidup menyendiri. maka itu aku sangat benci pem erintah Boan serta budak-udaknya. Sampai sebegitu jauh. tapi ia terharu mendengar kata-kata orang. Oh. kau ketahui cara binasanya€€ayah dan ibuku. Soemoay.ada manusia. aku€€biasa bersendirian. Soemoay. maka kctika dengan pelahan ia angkat kepalany a. Toh. yang bisa turut merasai kegembiraan dan kedukaanku. di saat kau merasa kesepian . yang selama€€sis anya€€saat-saat pertempuran. aku telah cari suatu himpunan yang berpengaruh. aku bersedia untuk me njadi adikmu. sampai Bong Tiap potong ia. menunggui sang malam sampai datangnya sang fajar. ia toh dilin dungi gurunya. Kau masih sedang se garnya. a ku lebih suka dcngari suaranya sang raja hutan dan kera. ia masih mondar-ma ndir. berkata ia. seperti naga dan ular bergumulan. Soeheng. mustahil kau tak mempunyai sahabat? demikian si non a. Seringsering aku kuatirkan datangnya sang malam gelap-gulita. rumah ku juga boleh menjadi rumah kau. Mend engar cerita kau saja. Aku bersendirian saja di waktu p agi. tak dapat tidur dengan tenang. yang tak beroman. yang bening dan keruh berc ampur jadi satu. dan ia tidak be rani mendesak Bong Tiap sendiri malam itu. Boe Wie lanjuti sesudah ia bc rhcnti scbcntar. Apakah Gie Hoo Toan tak mirip dengan laut yang bergelombang? Sahabat? dan Boe Wie menyengir tertawa getir. jikalau bisa. terus sampai sang fajar datang. yang dapat melegakan hatiku. Toh aku masih merasakan kosong. sahut Boe Wie dengan lesu. Mirip seperti nona yang belum masak . hingga di waktu tengah malam yang sunyi. seperti itu anggota-anggota dari Pie Sioe Hw ee dan Gie Hoo Toan. aku sudah gembira Aku ingin menemui itu rombongan entjieenijie dan adik-adik dari Hong Teng Tjiauw. Aku punyai sahabat-sahabat kekal. Sekarang sudah tak siang lagi. Kau toh pernah tempatkan diri dalam Gie Hoo Toan. aku lihat. kau tanya apa yang mengganggu pikiranku. bisa menghiburi aku. Mendapatkan Gie Hoo Toan. Aku tidak tahu.ng aku lewati tidak bersama sahabat-sahabat.

selama ia ingat Ham Eng. sesudah mereka berpis ahan tiga tahun lamanya. ia merasai itu. ia gembira. Bong Tiap iantas ingat Ham Eng. ia bersyukur sekali. apakah ini juga yang dinamai cinta . rasa syukur ini menjadi berlipat sctclah ia ketahui. Ketika itu. kalau nanti mereka bertemu pula. tctapi ia masih ingat baik-baik. inilah apa yang ia dahuiu pernah dencar. ia tak insya f akan pertanyaan itu. Pun. maukah kau bcrkumpul selamanya denganku sebagai ini? Ketika itu. Ia asing tcrhadap cinta tetapi ia toh ketarik Inilah pasti bukannya! ia kata da lam hatinva. Baharu tiga tahun yang lalu. iamasih memain pc rahu sama-sama itu saudara seperguruan. Bong Tiap selalu merasa menghormati dan mengagumi. Terhadap toa-soehengnya. baharu kali ini.€€ia€€€memang memandangnya sebagai kanda sejati. Sekarang juga. dan sejak soeheng itu tolongi ia serumah tan gga. sda . masanya akan datang yang dia akan hadapi soal seperti yang ia hadapi sekarang. pernah Ham Eng tanya ia: Adik ku. bahwa kalau satu anak pcrcmpuan te lah menjadi bcsar. ia percaya. Ia tidak tahu. Samar-samar ia in gat. u ntuk tiga tahun. mereka tak akan asing satu dengan lain.l-soal atau soal yang berat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful