Thay Kek Kie Hiap Toan Karya : Liang Ie Shen Saduran : OKT Sumber : TopMdi website Ebook oleh

: Dewi KZ http://kangzusi.com/€€atau http://€http://dewikz.byethost22.com/ Seri 1 Pada tiga puluh tahun yang lalu, dengan sebuah kereta keledai, penulis berangk at ke luar daerah perbatasan.€Ialah pada bulan kesembilan dari musim ketiga, tanah datar ada belukar, hingga bumi nampaknya nempel dengan langit. Sesudah melalui beberapa puluh lie, sang maghrib telah mendatangi. Di sekitar kita tidak ada rum ah orang. Selagi kita mulai sibuk, tiba-tiba kita dengar tindakan kaki kuda di s ebelah belakang. Dua penunggang kuda lagi mendatangi. Tapi, setelah mendekati ki ta, suara tindakan jadi kendor. Nyata orang tidak lewati kita. Diam-diam kita ku atirkan orang jahat. Dari dua penunggang kuda itu, yang kita lihat selagi kita menoleh ke belakang, yang satu berumur empat puluh tahun lebih, yang lainnya, tiga puluh lebih, duadua romannya keren, samar-samar kelihatan pedangnya masing-masing. Selagi kita b erkuatir, tiba-tiba mereka liwati kita, kudanya dikaburkan, selagi liwat, mereka menoleh. Nampaknya mereka heran tapi mereka kabur terus. Belasan lie lagi kita sudah pergi, kita tetap tidak melihat rumah orang. Sekar ang sang maghrib sudah datang, kita jadi bingung, lebih-lebih setelah melihat du a orang tadi. Di mana kita mesti bermalam? Lihat! tiba-tiba kusir berseru, seraya tangannya menunjuk ke depan. Sebuah bukit kecil berada di depan kita, di tengah itu, nampak satu kuil tua. Di situ banyak pepohonannya. Kita segera menuju ke sana, dan berhenti di antara pepohonan. Kita mendaki sedikit akan hampirkan kuil itu. Kita mengetok pintu sek ian lama, baharu kita dengar jawaban seorang tua: Pintu tidak dikunci, masuk saja ! Pekarangan dalam dan pendopo ada sunyi. Beberapa ekor lawa-lawa beterbangan sa mbil cecowetan. Di tengah pendopo, duduk bersila seorang niekouw, ialah pendeta perempuan yang usianya sudah lanjut. Dia duduk diam bagaikan patung. Selagi mena ntikan, kita lihat sebuah pohon besar, besarnya kira-kira sepelukan. Yang aneh i alah, di batang pohon itu ada dua buah tapak tangan yang dalam, tapak seperti di korek. Sekian lama kita menunggu, niekouw itu tetap diam saja, maka dengan hati-hati, kita nanjak di tangga, selagi kita hampirkan bagian belakang orang alim itu, se konyong-konyong dia menoleh dan kata sambil tertawa: Tuan-tuan tentulah sudah let ih. Sedetik saja kita lihat, sepasang mata yang tajam dan bersinar, sebuah muka ya ng sudah keriputan, akan tetapi, kita percaya di masa mudanya, niekouw itu mesti cantik luar biasa. Pinnie masih belum selesai, kata pula niekouw itu, silakan Tuan-tuan menantikan s ebentar di kamar samping sana. Kita masuk ke kamar yang ditunjukkan, kamar itu tak berperabot kecuali sebuah meja dengan beberapa patungnya. Di situ ada sebuah tokpan yang luar biasa dengan setangkai bunganya, yang harum. Di pojok tembok, ada sekumpulan rumput, entah p epohonan apa. Heran aku pikir, di tempat suci seperti ini, ada sebuah kuil dengan pendetanya perempuan. Sembari menantikan si pendeta, aku keluarkan sejilid kitab Wei Mo Tjhing, untu k dibaca guna menenteramkan hati. Sungguh kau rajin, Tuan! tiba-tiba aku dengar suaranya si pendeta selagi aku mem baca belum lama. Apakah kau merasa aneh bahwa di tempat sesunyi ini ada sebuah ku il serta pendetanya? Mari kita pergi ke ruangan sana. Pinnie telah sediakan thee pahit untuk melenyapkan dahaga. Sembari minum, nanti pinnie tuturkan satu dan l ain mengenai keadaanku. Kita terima baik undangan itu, sambil keringkan dua cawan thee. Segera juga niekouw tua ini bicara tentang agama Budha serta agama Lhama, yang ada suatu cabang dari Budhisme, hanya Lhamaisme ada kecampuran kebiasaan-kebias

aan setempat yang zaman modern anggap tahayul. Umpama satu pendeta dari Tionggoa n, sukar tancap kaki di Tibet apabila dia tidak turut segala kepercayaan kaum Lh ama. Atau kalau dia tidak mengerti ilmu telan golok muntahkan api , dia mesti punya suatu kepandaian lain yang istimewa, umpama obat-obatan. Dan guruku adalah suatu niekouw, murid dari angkatan ketiga dari satu pendeta y ang merantau ke Mongolia dan Tibet pada seratus tahun yang lampau. Guru besar it u dapatkan kedudukannya di sini karena ia bisa letaki burung di telapakan tangan nya tanpa burung itu mampu terbang pergi. Maka akhirnya, guru besar itu bisa dir ikan tiga buah biara, antaranya ini yang sekarang pinnie tempati . Selagi pendeta ini berkata demikian, hujan, yang sudah mulai turun sekian lama , menghembuskan angin ke dalam, menyingkap selembar kain penutup patung-patung d i atas meja hingga kelihatanlah di situ sebuah patung lelaki yang romannya cakap dan gagah. Pendeta itu terkejut, matanya bersinar, tapi lekas juga menjadi tenang pula. Jangan heran Tuan, itulah gambarnya tunanganku, katanya kemudian. Kenapa satu niekouw mempunyai tunangan? Pendeta itu berikan keterangannya tanpa diminta lagi. Tunanganku telah terbinasa pada tiga puluh tahun yang lalu, binasa teraniaya di tangannya satu musuh, demikian penjelasannya. Dia ada satu murid dari Golongan Si lat Thay Kek Pay, sejak muda ia telah merantau, tapi kemudian ia binasa di tanga nnya satu manusia rendah. Oh, tak sanggup aku menutur terlebih jauh. Cukup kalau pinnie terangkan, untuk tunanganku itu, sudah tiga puluh enam tahun lamanya, pi nnie lakoni ini macam penghidupan sunyi Angin di luar meniup makin keras, hujanpun tambah besar, suaranya terdengar ny ata di pohon besar di luar kuil. Sekonyong-konyong tampangnya si pendeta berubah , agaknya terkejut. Ia lantas ambil beberapa biji tasbih, ia timpukkan itu kelua r, ke udara. Mulanya ia menimpuk satu biji, lantas nyusul yang kedua. Ini yang b elakangan kebentrok sama yang pertama, yang lagi jatuh turun. Keduanya lantas pe rdengarkan satu suara nyaring. Enam biji dia timpukkan, tiga kali terdengar suar a beradu itu. Cuaca gelap, tapi semua tasbih bisa beradu satu dengan lain, itu menunjukkan i lmu kepandaiannya niekouw ini. Tasbih pinnie ini, dahulu di kalangan Kang-ouw, ada juga namanya yang kecil, kem udian si niekouw bersenyum. Ini dia yang dinamai piauw Bouw-nie-tjoe. Orang yang datang malam ini, sahabat atau lawan, mestinya kenal baik piauw pinnie ini! Sebelum ucapan itu berhenti, dari atas pohon besar berkelebat dua bayangan ora ng seraya terdengar suaranya juga: Soehoe, jangan lepas piauw! Inilah kita anak-a nak yang datang! Bagaikan burung melayang, dua orang segera sampai di depannya niekouw tua itu. Aku tahu maksud kedatangan kau orang! kata si niekouw. Aku mesti turut kau orang untuk tugasku yang lagi belum selesai! Dua orang itu adalah dua penunggang kuda, yang tadi diketemukan di tengah jala n. Setelah dua orang itu memberi hormat dan duduk, niekouw itu melanjutkan kata-k atanya: Kebenaran sekali Tuan datang ini malam! Besok pinnie sudah mesti ikut mer eka ini, entah buat hidup terus atau terbinasa. Baiklah malam ini pinnie gunakan untuk memberi penuturan, agar anak-anak inipun sekalian mendapat tahu. Umpama k ita terbinasa, Tuan, kau nanti boleh siarkan tentang aku ini, perihal hebatnya b alas-membalas di kalangan Rimba Persilatan Dan niekouw tua itu tuturkan riwayatnya, yang merupakan ceritera kita ini. Demikian Liang Yusheng, si penulis, akhirkan permulaannya. I Distrik In-koan di perbatasan kedua Propinsi Shoatang dan Hoopak, dulu pernah jadi aliran dari Sungai Hong Hoo ke laut, ketika kemudian aliran itu digeser, ai r toh masih menggenang di situ, luasnya beberapa ratus lie, di situ orang masih mondar-mandir untuk pengangkutan di muka air, sedang di bagian-bagian yang dalam , permukaan air penuh dengan gelagah, ganggang dan rumput air lainnya. Inilah di a Muara Kho Kee Po yang kesohor. Di sini Touw Kian Tek berpusat di zaman Kerajaa n Soei, namanya sama kesohornya seperti Wa Kong Tjee dari Tjin Siok Po dan Thia Kauw Kim beramai.

Di tepi Muara Kho Kee Po ini, ada satu dusun kecil, Kim Kee Tjoen namanya Dusu n Ayam Emas.€Di belakang dusun ini ada sebuah bukit kecil tetapi indah. Sedangkan di atas bukit itu, di tanah yang datar, pada pagi itu dalam musim Tjoen yang per mai, dua pemuda dan satu pemudi, asyik berlatih silat dengan gembira. Mereka ada Yo Tjin Kong, Tjoh Ham Eng serta Lioe Bong Tiap; yang pertama dan kedua ada mur id yang kedua dan ketiga dari Lioe-kauwsoe Lioe Kiam Gim, guru silat kenamaan da ri cabang Thay Kek Pay, dan yang ketiga ada gadisnya guru silat itu, satu nona c antik dan gesit. Ham Eng dan Bong Tiap asyik adu kepandaian dan Tjin Kong sedang m enonton sambil bersandar di cabang pohon, tampangnya berseri-seri. Cara berlatihnya kedua saudara seperguruan itu ada luar biasa. Ham Eng berlari -lari terputar-putar, tangannya mencekal tambang yang diikati dua belas butir bo la pualam yang kecil mungil, kalau tambangnya digentak atau dikedut, tambangnya lantas jadi lempang dan kaku bagaikan toya, dua belas bola kecilnya lantas berge rak-gerak, bersinar menyilaukan mata. Setelah lari dua putaran, dengan larinya m akin keras, Ham Eng lantas berseru: Soemoay, kau juju dan seranglah! Lioe Bong Tiap mengejar, tangannya mencekal beberapa biji piauw besi namanya p iauw besi, sebenarnya itu ada uang tang-tjhie zaman Kaisar Ham Hong. Ini ada gan tinya Kim-tjhie-piauw, yang tajam di kedua muka, yang Loo-kauwsoe Lioe Kiam Gim dapatkan dari Thay-kek Teng di Shoatang. Thay-kek Teng ada satu ahli silat she T eng dari cabang Thay Kek Pay juga. Atas seruan soehengnya, sebelah tangannya Bong Tiap lantas bergerak, disusul s ama menyambarnya sebiji piauw besi, tetapi si nona sendiri berseru: Yang ketiga! G erakan tangannya adalah yang dinamai Hong hong tian tjie atau Burung hong pentang s ayap. Segera terdengar satu suara keras, atas mana, Ham Eng berhenti berlari, akan l ihat bola pualamnya. Ia dapatkan benar sekali, bolanya yang ketiga yang telah ke na dihajar sampai ikatan kawat halusnya putus dan bolanya jatuh. Bagus! ia berseru dengan pujiannya sambil tertawa, sesudah mana, ia lari lagi. Bong Tiap mengejar pula tanpa bilang suatu apa, ia berlari-lari dengan gunai i lmu entengi tubuh yang dinamai Pat pouw kan sian atau Delapan tindak mengejar tongg eret , lalu sembari lari ia menimpuk tiga kali, sekali ini sambil berseru: Yang kes atu! Keempat! Kedelapan! Sembari menyambit, ia berlompatan dengan tipu silat Koay bong hoan sin atau Ular naga jumpalitan . Lalu beruntun terdengar dua suara beradu, dua bola jatuh ke tanah. Tapi piauw yang ketiga dijepit antara dua jerijinya Ham Eng, siapa berbuat demikian sambil tertawa besar. Mukanya Bong Tiap menjadi merah. Dia telah menimpuk membikin tiga piauw bersin ar sebagai tiga buah bintang. Ham Eng ketahui liehaynya sambitan itu, tapi dia p un hendak perlihatkan kepandaiannya, dia sengaja sambar yang ketiga dan tangkap itu. Untuk ini, ia berkelit dahulu, selagi piauw mendekati tenggorokannya, ia an gkat tangan kirinya, jari telunjuk dan tengahnya lantas menjepit! Melihat demikian, Yo Tjin Kong serukan supaya mereka berhenti berlatih, kemudi an ia berikan pertimbangannya dengan berkata: Soemoay punya permainan piauw sudah sempurna, hanya yang ketiga barusan, ditimpuknya secara terlalu terburu nafsu. Kau, Sam-soetee, masih banyak kelemahannya, gerakan Tiat-poan-kiomu masih lambat . Adalah lebih baik kau berkelit dengan Yan Tjeng Sip-pat-hoan. Dalam pertempura n, orang mesti berhati tenang tapi juga gesit. Meski adanya pertimbangan dari sang soeheng itu, Bong Tiap tidak puas. Dari tiga piauw, cuma dua yang mengenai, aku tetap kalah! katanya. Sam-soeheng, m ari kita berlatih pula, dengan tangan kosong! Ia kepal tangannya, dan menghampirinya. Tjoh Ham Eng angkat pundak. Kau sudah menang, Soemoay, kenapa kau masih belum puas? katanya. Kau tidak lelah tetapi aku yang sudah letih. Biar besok saja aku layani pula padamu . Tidak, Soeheng! mendesak si nona. Usianya dua pemuda dan pemudi ini tidak berjauhan, Bong Tiap baharu enam belas , Ham Eng baharu delapan belas. Bong Tiap ada anak tunggal, atau anak macan, bia r dia dididik keras, dia tetap sangat disayang ayahnya, hingga ada kalanya, kein ginannya mesti diluluskan. Murid kepala dari Lioe Kauwsoe sudah lulus dan sudah merantau sejak sepuluh ta hun yang lalu, umurnya sudah tiga puluh lebih, dan murid kedua, Yo Tjin Kong, su

tubuhnya sendiri sudah melonca t ke darat. melainkan mulutnya mengucap: Ya. ia tak mer asakan apa-apa. tapi si soepeh pegat ia. kau. ia gunakan kedua tangannya. orang itu tetap berjalan dengan tubuh tetap. Aku cari Lioe Loo-soehoe untuk satu urusan sa ngat penting. dengan tipu Soen soei twie tjouw atau Menolak perahu mengikuti aliran air. menotok pada tetamu yang tidak dik enal.€Perahu itu tidak pakai layar dan angin ada angin melawan. Orang itu kepriki pakaiannya. dengan tidak perdulikan lagi perahunya. ia lantas ikut Tjin Kong. silakan ikut siauwtee. Sebuah perahu kecil dan enteng lagi mendatangi di tengah muara. yang sudah puny a sedikit pengalaman Kang-ouw. tangan kanannya dipakai men arik si murid. maafkan siauwtit. Di luar dugaannya. Bertiga mereka ini biasa berlatih bersama-s ama. Ia harap. tubuhnya melayan g dengan pesat. Di atas perahu itu ada seorang lelaki dengan t ubuh yang besar. orang itu sudah maju untuk paykoei. ia sudah enjot tubuhnya. Loo-soehoe ada di rumah. jalanan licin. Bong Tiap belum insyaf perbedaan antara laki-laki dan perempuan. memecah gelaga h. Soepeh. akan mendaki tempat yang penuh batu. hingga dia anggap baiklah ia mendahului menemui di luar rumahnya. baharu ia hendak menangkis. ke arah ya ng ditunjuk. umpama kalau ia tak mampu bikin orang terpeleset. Orang itu terperanjat dengan serangan yang tiba-tiba itu. Siapa tahu. ia suka turuti adatnya. Kim Hoa hendak bicara sama itu soepeh. . orang asing i tu barangkali ada seorang Kang-ouw.€ Tuan hendak menemui Loo-soehoe. jalanan licin. nampak kegesitan tubuh dan sikap orang itu. hati-hati! Berbareng dengan itu. ia sengaja bikin tubuhnya seperti terpeleset. ak an dului soehengnya memberi laporan. Terang itu bukan perahu nelayan. kadang-kad ang suka godai soemoay ini. ia lantas saja menyerang dengan pukulan T jit seng tjiang atau Telapakan Tujuh Bintang . dari sini baha rulah ia mengawasi.dah mendekati usia tiga puluh tahun. Ham Eng sudah bersiap. ia menjawab. yang sudah pulang dengan cepat. Bong Tiap tarik pulang kepalannya. Orang itu adalah Lioe Kiam Gim. Bong Tiap tak perduli orang mengalah. hingga ayahnya ini menyangka. ia berseru: Oh. tangan kirinya dengan jeriji terlonjor. Orang itu manggut. Jangan kau orang tanya aku siapa. ia menoleh seperti juga Ham Eng. Siauwti t belum sempat menemui Soepeh tetapi Soepeh sudah mendahului menemui padaku . dari sebelah atas seorang lompat turun. supaya ia bisa betot ujung baju orang. Kau siapa? Ada urusan apa kau cari Lioe Loo-soehoe? €Ham Eng balik menanya. lalu membarengi majunya perahu seperti berlompat. tidak nanti kau orang bisa segera mengerti! Tiga orang itu melengak atas jawaban itu. ia sengaja tangkap piauwnya Bong T iap. atau Yo Tjin Kong telah ber seru: Jangan gaduh. sedang Ham Eng di lain pihak. Awas. siapa itu datang? Tangannya pun menunjuk. akan memberi kabar. atau murid keponakan. Lioe Loo-soehoe ada di rumah? dia tanya sembari menghampir kan tiga saudara seperguruan itu. untuk mana. Begitu lekas kendaraan itu mendekati pinggiran. katanya sesampainya di jalanan yang batu-batunya berlumut. Kim Hoa? Sekejab saja. tetapi Yo Tjin Kong. tapi sebelum ia bisa melihat tegas. perca ya orang tidak bermaksud jahat. yang sengaja mengajaknya ambil ja lanan yang sukar. ia segera berkata. turunnya di sampingnya Yo Tjin Kong. si guru silat. orang yang baharu sampai itu sudah mendahuluinya. dia pasti akan kenali aku.€ Asal aku sudah ketemu sama Lioe Loosoehoe. sedikitnya tubuh dia itu akan seloyongan atau miring. he! Lihat. akan loncat ke samping. taruh kata aku b eri tahu pada kau orang. Ia hendak uji orang itu. lajunya sangat pesat. yang mengenai nama baiknya perguruan kita.€Hal ini. dia berlari-lari terus ke ar ah rumah. belum sempat lihat o rang punya muka. Demikian barusan. tetamu it u adalah soetit. yang pakai baju abu-abu. yang telah datang dengan lekas karena kecerdikan dan kegesitannya Bong Tiap. katanya sembari memberi hormat sambil berlutut. Soeheng ini pun minta soemoaynya lekas pulang. Apakah Lioe Kiam Gim. penumpang itu enjot tubuhnya. yang datang untuk mencari gara-gara.

bocah itu tolak kerbau yang di depan dengan tangan kirinya dan kerbau yang di belakang dengan tangan kanannya. yang di belakang terdorong mundur. ia agaknya tak perhatikan kedua ekor kerbau yang sedang main udak-udakan itu. mereka tinggal bertetangga. Maka juga. untuk dihaturkannya. kedua kerbau terpental masing-masing. satu anak tanggung lagi berlari-lari menda tangi. ia malah berdiri sambil usut-usut kumisnya dan bersenyum. Ayah dari Lioe Kiam Gim ada suatu sanak jauh dari Shoatang Thay-kek Teng. Dengan In liong sam hian . di jalan besar. kebe tulan sekali dua ekor kerbau adu tenaga. suatu ilmu pukulan dari Thay -kek-koen. bahwa ia bisa berlatih dengan sempurna sambil insyaf sudah. sesudah mana. tetapi di lain pi hak. atau Naga mega muncul tiga kali . Sedang begitu. Hanya apa lacur. Surat itu datangnya dari Teng Kiam Beng. Maka mereka bertiga. yang di depan terpental minggir. Thay-kek Teng kagum sekali. Tapi dia rupanya berjodoh sama ilmu silat. Kiam Beng ada soeteenya atau adik seperguruan. diam-diam ia perhatikan pe lajarannya lain-lain murid. menurut runtunan murid-murid. tetapi. karena itu Thay-kek Teng tid ak lantas didik dia seperti murid-murid lain. Lioe Kiam Gim tidak sempat berbuat apa-apa. hingga ia telah perlihatkan tenaganya. terpaksa ia layani penyerang itu.Sabar. belum ia sampai kepada mereka. Kiam Gim baca surat itu. sampai ia menjerit. sedang pajak ada berat. karen a mana. dua ekor kerbau te ngah berkelahi. hanya dia diperintahkan yakinkan T hay-kek-koen. yang hendak tolong padanya. tapi selagi ia hendak tanyakan keterangannya bocah itu. sampai ia insyaf sendir i. dan yang menang mengej arnya. dan dengan matanya yang liehay. Kapan ia telah lihat bocah kecil ini. yang sendirinya dengan rajin dan sungguh-sungg uh meyakini terus pelajaran yang ia dapati dari gurunya. Pada suatu hari selagi Teng Loo-kauwsoe dan beberapa muridnya asyik pasang omo ng di depan rumahnya. sebab dialah yang diangkat jadi tjiang-boen-djin. Dengan Ya ma hoen tjong . demikian kata Lioe Loo-kauwsoe. dada siapa ia serang. seraya menghampiri. Melihat demikian. tapi tidak menunggu sampai soepeh itu m enegurnya. menuju ke rumah. anak kecil itu desak Li oe Kiam Gim. yang kalah. ketika Kiam Gim berumur tujuh ata u delapan tahun. Tapi. Guru silat ini lantas loncat lari. yang tak berhasil hidup sebaga i petani kecil. sebab ayah itu. pindah untuk bekerja membantui satu kena lannya. sesampai di sini. tiba-tiba ia dengar satu suara keras . Kiam Gim ada bertubuh kurus dan lemah luar biasa. baik kita mundur sedikit dari cerita ini. karena cepat sekali. soetee ini adalah ahli waris dari Thay Kek Pay. Ah! berseru Thay-kek Teng. lari kabur. oleh ayahnya. atau Kuda liar memecah suri . Hanya. Ger akan kedua tangan itu. piranti duduk berangin. Kim Hoa lantas duduk di sebelah bawah. maka pergaulan mereka jadi rapat. Empat tahun lewat dengan cepat. mendadak ada orang berlompat ke depan mereka dan orang itu satu bocah lebi h kecil dari Lioe Kiam Gim datang menyerang anak piatu ini. ia tidak mencegah. mereka cocok satu sama lain . Thay-kek Teng terperanjat. menurut pesan ayahnya. Kenapa kau ada di sini? Bagaimana caranya kau jadi peroleh tenaga besar dalam ke pandaianmu ini? Itu bocah adalah Lioe Kiam Gim. ia mendahului keluarkan sepucuk surat. ia telah saksikan sebabnya itu. ayahnya minta Thay-kek Teng suka ajarkan silat pada anak ini. itu bocah hampir ketabrak. air mukanya berubah dengan segera. beberapa hari yang sudah. Bunyinya surat ada demikian penting. di sebelah rajin berlatih apa yang diajarkan. Kiam Gim ajak orang pergi ke latar di mana ada banyak pohon yang lioe. jauh beberapa puluh tindak dari mereka. hingga guru silat i ni jadi terkejut. ia pulang untuk cari Thay-kek Teng. guna lebih dahulu kuati tubuh. akan kepentingann ya. di sebelah itu. lantas yang satu. ayahnya telah menutup mata. Untuk ketahui duduknya perkara. Apa mau. untuk meno longi. akan tetapi. mari kita bicara di rumah saja. ia d iajak pindah ke distrik tetangga. ada dengan pinjam tenaga lawan . orang yang mewariskan dan meneruskan pegang pimpinan dari kaum atau golongannya. hingga dua binatang itu tak saling kej ar pula. belajar baharu satu tahun. anaknya Thay-kek Teng. di bawah mana ada meja dan bangku-bangku dari batu. Ia ini tunggu sampai orang punya kepalan kiri . apabila ia sudah awasi bocah itu.

Kiam Gim. lantas ia pukul orang punya lengan. Kau. malah Kiam Ben g diperintah panggil soeheng padanya. ini membuktikan ia mempunyai baha n baik dan keuletan. akan cari pengalaman. mereka pergi merantau. ia pesan mereka dengan kata: Kita Kaum Thay Kek Pa y. bagus! Thay-kek Teng puji bocah she Lioe itu. ia tak sudi mengalah terhadap siapa juga. akan mulai dengan desakan lain. Beng-djie. kau harus bisa pi mpin soeteemu! Itu waktu dua-dua Kiam Gim dan Kiam Beng sudah berumur dua puluh tahun lebih. Kalau Kiam Gim adalah tetap ramah-tamah. malah ia turunkan tiga macam kepandaiannya yang liehay. Mengenai bentrokan dari Kiam Beng dan Tjiong Hay Peng. ia merasakan hebatnya desakan musuh. Dalam hal ini. Tapi dengan gesit. di waktu mana. Teng Loo-kauwsoe lantas b erseru: Cukup! Cukup! Sudah. Kiang Ek Hian dari Bwee Hoa Koen dan Koan Ie Tjeng dari Ban Seng Boen. Ia mengasih pelajaran yang sungguh-sungguh. di antara mereka. bagus! Kau ada punya harapan besar! Kiam Gim lebih tua dua tahun dari Teng Kiam Beng. Kiam Gim pun sangat bersyukur pada gurunya ini yang ia pandang sebagai ayah sendiri. aku larang kau orang be kerja untuk bangsa Boan-tjioe. di Hoopak. maka kemudian. Sikap pemerintah itu sebaliknya menyebabkan perpecahan diantara ahli-ahli silat. Sejak itu Thay-kek Teng terima Kiam Gim sebagai murid yang sah. pemerintah Tjeng ubah haluan dengan coba membaiki guru-guru silat. Kiam Gim dan Kiam Beng dapat keleluasaan d alam perantauannya. tetapi toh ia bisa tandingi anaknya itu. tidak heran kalau mereka jadi tidak betah berdiam di rumah saja. akan tetapi di sebelah itu. hingga ia tel ah bentrok dengan Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Koen. pusatnya adalah Kota Poo-teng. mereka jadi dapat banyak kenalan dan penghargaan. sebab usianya yang lebih tua.€ Kau bisa layani anakku. maka guru silat itu jadi sangat girang. ia anjurkan orang-orang bangsawan dan pembesar-pembesar negeri bergaul dan bersahabat sama ahli-ahli si lat. ilmu pedang Thay-kek-kiam dan ilmu melemparkan senj ata rahasia Kim-tjhie-piauw. Sepuluh tahun lebih Thay-kek Teng didik murid dan anaknya itu. untuk ditarik sambil i a berseru-seru dengan kegirangan: Aku dapat kawan! Aku dapat kawan! Bagus. jangan bersikap keras. di sana-sini masih ada perse rikatan-perserikatan rahasia Melawan Tjeng-tiauw untuk membangunkan Kerajaan Beng . sampai tiga puluh gebrak. Tapi kemudian. tapi ia me layani terus. Kiam Gim dan Kiam Beng taat kepada pesan guru mereka. Di akhir pergerakan Thay Peng Thian Kok yang gagal. maka itu. yang dipanggil Beng-djie atau anak Beng . aku ingin kau orang tindas yang galak dan bengis. ialah Thay-kek-koen. sia-sia saja Lioe Kiam Gim memberi nasihat pada itu soetee. Sebab pihak yang pertama jadi benci atau tak menyukai pihak kedua. ditugaskan untuk menolong yang lemah. Anak. Ia gunai tipu silat Lam tjiak bwee atau Mencekal ekor burung gereja . Karena adanya sikap pemerintah itu. si penyerang tarik pulang tangannya. Di lain pihak terhadap sesama kau m Boe-lim. dan ia puas ben ar dengan kepandaiannya. jangan kau orang bertengkar. terutama d i Shoatang dan Hoopak. dan mereka yang suka atau k ena dilagui oleh politik mengambil hati itu. Kiam Gim melayani sekian lama. Di sini keduduk an mereka berimbang sama kedudukannya Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay. yang terbagi dua : mereka yang tetap mencinta negeri (Kerajaan Beng). sebabnya ialah raja ini kuatir rakyat Han nanti berontak pula. sebab ia anggap. dia adalah ahli waris dari Thay Kek Pay. masih ada guru-guru silat yang mendidik murid-muridnya tidak perduli Kaisar Kee Keng melarang keras kepada rakyat membuka rumah-rumah perguruan silat. perhentikan serangannya denga n lantas. halnya dimulai oleh kej adian yang berikut: . sadari bangsa Boan-tjioe merampas Tionggoa n dan memerintah kita bangsa Han dengan sangat menindas. Inilah politik pemerintah Tjeng hingga akhirnya muncul pergerakan Pahkoenta uw atau Boxer. ketika datang s aatnya ia hendak menutup mata. ia sambar tangannya Kiam Gim. selagi merantau. Kiam Beng dapat didikan lang sung. segera timb ul perubahan. maklum ia ada anak yatim-piatu. sejak kita diwarisi ilmu silat oleh guru besar kita Thio Sam Hong. Rimba Persilatan. mereka tak sudi dilagui oleh pemerintah Tjeng. sudah cukup! Anak itu.hampir mengenainya. Kiam Beng menjadi kepala besar. tapi setelah itu. yang dianggap sebagai golongan pengkhianat. sedang di kalangan Kang-ouw. inilah akan menyebabkan hatiku tidak tentaram.

beri kut teriakan mereka berulang-ulang: Tangkap penjahat! Tangkap penjahat! Hanya sesu dah datang dekat. tak perduli bagaimana dia pandai berlari cepat. Kiam Beng pasang mata. ya ng asapnya bisa menyebabkan orang tak sadar akan dirinya. Kiam Beng lawan dua bayangan itu. kecuali dua orang yang dandan sebagai kepala tjinteng. Ia heran di wak tu demikian ada kelayapan satu ya-heng-djin ialah orang yang biasa keluar malam. suatu ilmu dari Thay-kektjiang. yang satu mencabut pedang. menjadi gusar dengan tiba-tiba. Di sini. Anak ayam itu berada di lauwteng ketiga. Ngo-kouw Hoan-hoen-hio adalah hio. tak pernah ia mampu sambar senjata musuh. Eh. ia bisa menan g. Ah.€Ia lan tas dapat mencandak. Ia segera menyangka bayangan itu ada satu penjahat atau tukang ganggu orang-ora ng perempuan. u ntuk menyusul. Ia pun jadi tidak senang. tetapi ia seperti ketahui ada orang kuntit padany a. Kiam B eng lihat orang bermula mainkan Tat-mo Kiam-hoat dari Siong Yang Pay. akan rampas gegaman orang itu. untuk bisa datang lebih dekat kepada mereka itu. inilah ternyata dari gerak-gerakan mereka. lantas ia lari dengan keras sekali. tetapi ia dikepung dua musuh tangguh. pikir Kiam Beng. siapa lantas saling berbisik dengan bayangan yang pertama. yang mencorong. Waktu itu. Dua-dua bayangan itu memakai topeng hitam. Ia lantas berdaya. akan ditukar dengan geraka n lain. Lihat tanganku! Dua bayangan itu tidak takut.Pada suatu tengah malam. Maka terus ia loncat naik ke atas genteng. Tiba-tiba ia dengar sambaran angin lewat. mereka sampai di luar Kota Poo-teng. Hal ini terjadi beberapa kali. Pertempuran sementara itu sudah mengagetkan orang-orang di dalam gedung. ujungnya senantiasa mencari satu di ant aranya tiga puluh enam jalan darah yang berbahaya. Dengan tangan kosong. sampai Teng Kiam Beng kau orang tidak kenali! berser u jago Thay Kek Pay ini. Ia sembunyi di atas pohon dekat ranggon itu. hingga ia bisa datang dekat kepada m ereka itu. satu kali. sekarang dia tentu sudah pingsan . bayangan it u lari masuk ke dalam pekarangan lebar dari suatu gedung besar. denga n apa mereka mendahului menerjang. mer eka hampirkan tembok pekarangan. yang satu memegang . Baharu saja aku tiupkan asap Ngo-kouw Hoan-hoen-hio. itu se njata yang mirip dengan pit atau potlot. ia angga p orang tidak pandang mata padanya. Dua bayangan itu terkejut dan loncat turun. ti ba-tiba dua bayangan itu tarik pulang senjata mereka. makhluk apa berani campur urusan tuan-tuan besarmu? mereka itu menegur. mereka mengurung dari jauh-jauh saja. Ia tidak pernah menyangka bahwa orang ada kandung suatu m aksud. tetapi jago Thay Kek Pay itu terus susul mereka dengan turun loncat ke bawah. ia sudah a kan rubuh siang-siang. Dan Poan-koan-pit. Hanya anehnya. Dua bayangan itu ada liehay. dia tak mampu mencandak lagi . seperti biasa Teng Kiam Beng melatih diri. yang banyak pepo honannya. kalau hendak dibikin celaka. Ia tidak takut sekalip un ia tidak bersenjata. ujung peda ng saban-saban menikam ke arah tempat-tempat kematian. yang panjangnya kira-kira tiga kaki. Kiam Beng dengar kata-kata itu. bayangan itu seperti punya mata di belakang. dia tetap ketinggalan beberapa tumbak jauhnya. percuma Kiam Beng mengej ar. Habis itu. disus ul sama berkelebatnya satu bayangan di atas genteng tetangganya. tetapi ia tidak peroleh hasil. guna cari tahu bayangan itu siapa adanya atau apa maksudnya. Ia lihat munculnya bayangan yang kedua. yang lalu maju sedikit. sebab di sebelah kecurigaannya. seger a datang serombongan orang yang bersenjata. mereka tidak berani menyerang. Terang mereka hendak cari tahu keadaan. hingga ia anggap. Ia tidak menoleh ke belakang. kata bayangan yang satu. bulan dan bintang sedang guram. Sambil bersembunyi di b elakang sebatang pohon. yang lain mengeluarkan sepasang Poan-koan-pit. ia k eluar dari tempat sembunyinya dan loncat ke ranggon itu. kawanan manusia rendah. orang rupanya jerih ter hadapnya. Ia tidak tahu. Ia gunai Khong tjhioe djip pek djim . Segera bayangan itu menepuk tangan. ilmu dengan tangan kosong melawan senjata tajam. terang-terang ia bakal tertikam atau tertotok. coba ia berkelahi dengan satu lawan satu. hingga kelihatan saja sepasang mata mereka masing-masing. yang pun bawa obor dan lentera. loncat naik ke atas sebuah ranggon kecil. sebaliknya. Dengan tidak merasa. Ia memang pali ng benci penjahat perugul orang perempuan. hingga kali ini. malah apa yang ia rasai aneh. Tidak tempo lagi. Ia terus memasang mata dan kup ing.

tumbak. Ia tahu adanya senjata rahasi a. tidak urung paha kanan nya toh ketusuk sebatang senjata rahasia. Sekarang baharu ia insyaf. belum sampai ia peroleh maksud. Kejar! Kejar! berulang-ulang berseru kawanan tjinteng. ia hanya maju. Teng Kiam Beng tidak gemar bergaul sama orang-orang sebangsa hartawan ini. karena ia rasa i kakinya jadi kaku dan gatal. Mereka ini tidak punya guna. apa mau. Di lain pihak. Kiam Beng lekas-lekas membangunkan orang tua itu. si pemegang pedang berseru: Misah! Ini adalah ucapan rahas ia. perbuatannya diturut oleh kawannya. dua-duanya kena disapu kakinya hingga mereka rubuh terpe ntal! Teng Kiam Beng tidak harap bantuannya sekalian tjinteng itu. tadi ia sudah terkena senjata rahasia. lenyap di tempat lebat itu. Senjata apa itu? Adakah itu berbahaya? tanya tuan rumah yang agaknya kaget. Seorang berumur kurang-lebih lima puluh tahun. di detik itu juga. ia mengarah muka. Mari. kakinya mengge ser. ia terus layani musuh-musuhnya. atau Bergulingan di tanah begit u lekas tubuhnya mengenai bumi.€Di istana orang s . yang aksinya baik. pergi lekas ke lauwteng belakang pada Djie-ie-nio! ia berkata. suaranya separuh merintih. Rasanya aku tak dapat lagi keluar dari rumah ini . tubuhnya turut. tiba-tiba ia rasai kakinya lemas. untuk mengejar. ra cunnya segera bekerja begitu mengenai darah! Luka ini tak dapat disembuhkan kecu ali dengan obat kepunyaan si penyerang gelap sendiri. Segera datang satu serangan Poan-koan-pit kepada pundak kanan Kiam Beng. ia tambahkan: Di masa muda. karena dalam pertempuran. pedangnya menyabet kakinya orang itu. Tuan rumah periksa senjata rahasia itu dan juga lukanya. untuk diajak masuk ke dalam. hingga mereka telah bergebrak lebi h dari lima puluh jurus. kedua bayangan. yang terus saja pimpin jag o Thay Kek Pay itu. orang mesti pepayang padanya. ia berkelit dengan lompat jumpalitan Yan Tjeng Sip-pat-hoan atau Yan Tjeng jumpa litan delapan belas kali . yang berarti menyingkir . atau Sin-kiang. tapi. air mukanya pucat. Tuan. Ia pun terus loncat mundur. tapi u ntuk nyerbu ke tempat lebat. sebelah tangannya balas menotok. Ia baharu bergerak atau mendadak beberapa cahaya be rkeredepan dari tempat lebat. baharu mereka ha mpirkan kedua bayangan. dengan begitu ia bisa balas menyerang si pemegang pedang itu. baharu saja ia bangun untuk berdir i. Dengan tabah Kiam Beng loncat untuk berkelit. Kau mint a obat Pek-giok Seng-kie Poat-tok-koh. Itu ada obat di dalam istana. Untuk bis a bangun. katanya untuk sembuhkan segala racun atau gigi tan binatang berbisa. Di kalangan Kang-ouw. mari mampir! kemudian kata si tuan rumah. menyambar kepadanya. ya ng aku tak nanti lupakan . terus ia raba pahanya. mereka tidak berani. yang masih menancap. aku pernah pangku suatu pangkat kecil di Pakkhia. akan lari. hingga ia mesti kelit ke kiri. juga buat obati luka-luka senjata rahasia. peda ng menyambar dari belakangnya. dari mana ia cabut senjata raha sia itu. Sikapnya dua bayangan itu ada mengherankan. Apa yang mengancam mereka ialah rombongannya tuan rumah tet api mereka ini tidak mengurung untuk menyerang. tapi begitu lekas pin dahkan kaki kanan ke kanan. Penyerang itu buang mukanya ke belakang. di sana aku kenal satu thaykam tua siapa presen aku setengah botol kecil obat i tu. sepas ang senjata itu bergerak dengan berbareng. racunnya ada racun dari Tanah Biauw. ini ada satu senjata jahat. yang dandan sebagai satu saster awan. ia rubuh sendiri. Ini ada senjata rahasia yang dipakaikan racun. set elah hirup thee. Guru silat ini mendak. Tok -tjie-lee! €Karena itu ada senjata rahasia yang dipakaikan racun. ia berniat pamitan. Ia bergerak sangat gesit. terima kasih untuk bantuan kau ini. mereka m enang di atas angin. Berbareng dengan itu. yang membikin ia kaget. tanpa ia ingin. tubuhnya diputar. Kiam Beng tidak pikirkan itu. kita nanti coba itu! Kemudian pada Kiam Be ng. tatkala ia periksa senjata itu. sahut Teng Kiam Beng sambil kerut kan alis. ke pepohonan y ang lebat. dengan sepasang t angan kosong. Ia menyerang s ambil mendekam. ia berseru: Oh. disusul sama Koen tee tong . Tin-djie. ada yang sediakan hoen-tjwee. di mana orang melayaninya denga n hormat dan telaten. yang lain sepasang golok. ada yang suguhi thee. lantas hampirkan Kiam Beng kepada siapa ia memberi hormat sambil menjura d engan dalam seraya terus mengatakan: Tuan. yang bertopeng.

peti mati. dan lainnya. Kalau tidak Tee Tjon gtok memesan wanti-wanti. Kiam Beng tahu liehaynya racun itu. Mereka sengaja dipinjam oleh Tjongtok Tee Kie dan Tit-le e. It Gok perkenankan ia berlaku jumawa. hingga kau sekarang bisa jadi sahabatnya! Tiga orang itu tertawa dengan gembira sekali. Teng Kiam Beng memang bukan orang sembarangan. Ia memang mengerti sedikit tentang syair. Kiang Ek Hian dan Koan Ie Tjeng. begitu lekas l ukanya dipakaikan kohyo itu. Loosianseng! Bong Eng Tjin tertawa pula. dia benar-be nar liehay. yang berpura-pura menjadi penjahat tukang perugul orang perempuan. dari istana Kerajaan Tjeng. dan semua orang itu d isambut sendiri oleh Sian Ie. beras. terpaksa ia terima baik undangan itu. Selagi tiga orang beriang-gembira. supaya ahli silat Thay Kek Pay ini bisa ditempel agar nanti tenaganya bisa dipakai oleh negeri guna had api musuh-musuh gelap bangsa Han. It Gok turut bicara. Sian Ie sendiri berulang-ulang panggil dia enghiong besar . karena selama tiga hari ia leny ap dengan tiba-tiba. Kiam Beng dirawat dengan sempurna. akan pedayakan Teng Kiam Beng. buat beberapa hari. buat ap a menyingkirkan hanya dia seorang? Bukankah kita hendak pakai tenaganya untuk bu yarkan persatuan dari kaum pencinta negeri kalangan Kang-ouw di Shoatang dan Hoo pak ini? Aku kagumi kau orang berdua. Karena Soh Sian Ie sedang main sandiwa ra! Dua orang bertopeng itu ada tauw-teng wie-soe . kemudian tuan rumah berkata pula . hartawan itu sendiri lagi duduk berkumpul dalam kamar rahasianya bersama dua orang yang itu malam jadi bayangan dan memakai topeng. Boan Eng Tjin. h artawan ini juga budiman. enghiong besar dan tuan penolong. Ia pun lihat orang itu manis budi. Tentu saja Kiam Beng menjawab bahwa ia suka bersahabat. Laginya. yang punya be berapa ribu bauw sawah. kalau tidak. sempurna sekali gunai ilmu pedang Heng Ie Pay dan Boe-kek kiam-hoat yang kau dapat curi pelajari. karena senjata rahasiamu tepat mengenai anggotanya yang tak membahayakan jiwanya. Soh Sian Ie ser ta orang-orangnya antar dia sampai tiga lie. sedang sawah ia punyai sejumlah bau w. di antara sahab at-sahabat itu ada Tjiong Hay Peng. Karena ia tinggal menumpang. Dia jadi ahli Thay Kek Koen bukan namanya. selagi ia berjalan pulang dengan bersyukur. yang luluskan semua permintaan. tetapi ia tak ada di atasan kita . hartawan di Poo-teng. kau pasti akan bikin Kiam B eng bingung mengenai boegeemu! Dan aku kagumi kau. Hanya. lantas ia dapa t tahu. Malah beberapa kali ada orang-orang melara t datang untuk mohon derma. Teng Kiam Beng rubuh dalam tipu-daya kita! kata Bong Eng Tjin sambil bertepuk ta ngan dan tertawa gembira. Saudara Ouw. bahwa tuan rumahnya ada Soh Sian Ie. datang orang-orang menyambanginya. Di hari keempat. . akan turuti hatiku. Maka ia percaya. setelah sembuh betul. pahlawan kelas satu. ia merasakan hawa adem. hanya aneh. terutama kau.ediakan obat ini guna berjaga-jaga. aku pasti bikin dia mampus! Kalau dia mampus runtuhlah daya-upaya kita! Soh Sian Ie tertawa. . Sebegitu jauh aku belum pernah pakai obat ini. d ia tanya. dia tak dapat dilayani . Tidak ada jalan. jago itu suka atau tidak bersahabat sama dia . kuatir ada penyerangan gelap. sampai ke hatinya. sekarang marilah kita coba. Sedang kau. di rumahnya Soh Sian I e. dari ilmu surat sampai segala urusan di Kota Raj a. hingga dengan begitu. Selama racun belum punah semua. sibuk dan berkuatir juga. Yang bersenjatakan pedang. S audara Bong. Kiam Beng sampai di rumahnya dengan tidak l ama kemudian. ia bisa gerak-gerakkan juga. hingga dia tidak curiga suatu apa terhadap kau. Coba aku merdeka. orang jadi heran. luka akan kumat lagi dan itulah berbahaya. dan Ini budi besar tidak nanti aku lupakan! katanya. tuan penolong yang bai k hati . untuk pasang omong. Teng Kiam Beng pamitan. Dia tanya alamatnya. karena ia sudah terima budi. untu k mana ia menghaturkan terima kasih. Tuan mesti beristirahat di sini. tidak nanti aku tak a da di atasan Kiam Beng. semua merek a ini menanyakan. lalu kak inya itu. Kiam Beng terpaksa pakai obat itu. selagi ia mengucapkan terima kasih. dan yang pegang Poan-k oan-pit ada Ouw It Gok. Sekarang silakan Tuan tinggal sama aku di sini. apa yang sudah terjadi. Pandai sekali kau de ngan angkatanmu. Selama beberapa hari. tuan rumah senantiasa temani ia. jikalau bukan kita berdua. buat jalankan peranan.

un tuk menyabarkan mereka. dia hampirk an soetee itu seraya bawa satu bocah umur enam atau tujuh tahun. Dua orang itu ada liehay sekali. persahabatan antara Kiam Beng dan Soh Sian Ie menjadi tambah kekal setiap hari. ia pernah berikan peringatan atau nasihat. bagaimana dia bisa begitu dermawan te rhadap orang-orang tua miskin itu. pada orang-orang tua yang melarat: yang berumur lima puluh lebi h mendapat dua tjhie perak. Keluarga Soh betul -betul dermawan! Mustahil di antara mereka itu benar-benar tidak ada yang hatiny a suci-murni? Selang beberapa hari. ketika mendadak ia tanya Tjiong Hay Peng: Di ant ara murid-murid Heng Ie Pay mu ada atau tidak seorang yang jangkung-kurus. terang-terang telah gunai Boe-kek Kiam-hoat! ia berdiam sebentar. kalau tidak tangan kosongku ini yang liehay. Saudaraku! Kiam Beng sahuti saudaranya itu.Aku telah hadapi orang-orang jahat tidak dikenal. karena hampir setiap hari Sian Ie kirim orangnya untuk menyampaika n bingkisan apa saja atau dia diundang untuk dijamu. selagi pesta berjalan. Soh Sian Ie bikin pesta shedjit. ia minta saudara ini waspada. hartawan inip un membagi amal. kita biasa tolong si lemah yang tida k berdaya. Kiam Beng pun gusar. lalu ia t eruskan: Bukan melainkan orang itu yang memegang Poan-koan-pit juga gerak-gerakan tubuh seperti pelajaran golonganmu! Dalam sengitnya. terperanjat. Kiam Beng saksikan amal orang itu. semua tetamu menjadi heran. sebaliknya kita orang Kang-ouw. Apa? Murid dari Heng Ie Pay? ia tegaskan dengan mata melotot. yang bersenjatakan pedang dan pakai topeng di waktu melawan aku. siapa berumur enam puluh lebih. aku tidak tahu! katanya. jik alau ada muridku yang berbuat jahat. Tjiong Hay Peng tidak puas. ia kata kepada Kiam Gim: Kau lihat. tidak saja aku akan cuma terkena senjata rahasia. dengan sikap be . Kiam Beng terta wa dingin. Ada atau tidaknya muridmu yang jadi tjay-hoa-tjat. Belum pernah ada or ang Heng Ie Pay yang jadi tjay-hoa-tjat! Dijawab secara demikian. didermakan lima tjhi e. kau mesti haturkan maaf pada Heng Ie Pay dengan adakan perjamuan! Setelah kata begitu. Teng Kiam Beng turut berpikir. aku nanti kutungi tubuh mereka jadi delapan potong dan tikamkan mereka tiga lobang! Kalau tidak. coba bukan aku. atau ulang tahun yang k e-51. Aku melihat dengan mata sendiri. Rata-rata mereka itu nya takan bahwa mereka belum pernah dengar perihal dua tjay-hoa-tjat itu penjahat tu kang perkosa orang perempuan. Tjiong Hay Peng jadi sangat gusar. Kiam Beng sudah utarakan juga sangkaan belaka. jangan kau terbitkan kerenggangan di antara kita kaum Kang-o uw! Kau terlalu kukuh. agar dia tak sampai terjebak. bagaimana itu bisa jadi keliru? ia membalik. atau memperkosa orang perempuan. pada sahabat-sahabat juga. Aku nanti segera kirim kabar pada semua muridku. orang sebangsa dia yang budiman sukar dipatinya. Ia kat a: Keluarga Soh ada hartawan dari Poo-teng. Selama itu. Ketua dari Heng Ie Pay. Teng Kiam Beng. yang pandai mainkan ilmu pedang Boe-kek Kiam-hoat? Tjiong Hay Peng. yang malah ia sangat hormati? Kiam Gim tidak mau bantah saudara muda itu. dan siapa berumur di atas tujuh puluh. kalau dia ada markis. jago Heng Ie Pay ini lantas ngeloyor pergi. memperoleh satu tail perak. Lioe Kiam Gim lihat sikapnya itu saudara angkat. cara bagaimana kita boleh bersahabat sama dianya? Saudara. pesta dirayakan di dalam taman bunga. dan ia tuturka n pengalamannya. Kiam Beng kata. Aku akan segera membikin penyelidikan! kata Ketua Heng Ie Pay ini dalam murkanya . yang lainnya maju sama tengah. orang-orang lain tak dapat menghindarkannya. Mereka juga menduga dengan sia-sia belaka. siang-siang aku telah mesti tewas di tangan mereka! Melihat kedua pihak telah jadi sangat panas. di pedang atau Poan-koan-pit! Mendengar keterangan itu. Tapi itu orang bertopeng. terang kau sengaja memfitnah aku! ia berseru. aku harap karena sikapmu ini. jiwakupun bisa melayang di tangan mereka. tapi selang tiga hari. sehingga ia keprak meja. maka sepulangnya dari pesta. Hm. Demikianlah sebab-sebab permulaan dari perselisihan antara Kiam Beng dengan Tj iong Hay Peng.

Tentang kedua tjay-hoa-tjat. mestinya percaya tidak nanti ada muridku. Meskipun demikian. Di sebelah itu. Memang. aku tidak sanggup pegang pimpinan. diapun tidak aniaya kuli-kuli taninya. belum satu tah un. Tjiong Hay Peng angkat bicara. karena ia keluarkan sedi kit uang. kau tahu dia siapa? Dia ini adalah bocah yatim-piatu dari kuli taninya Soh Sian Ie! Ayahn ya garap tiga bauw sawahnya Soh Sian Ie. kita semua bisa hidup damai. ia beli pangkat. Mati daya. ia kata kemudian. dengan sedikit uang. yang ia jadikan muridnya dan rawat dengan baik. karena ia kena dirubuhkan oleh angkatan muda Heng Ie Pay . aku sudah lantas bertindak. aku telah s aksikan sendiri bagaimana orang telah bersilat dengan caranya Heng Ie Pay dan Bo e-kek Kiam-hoat. ia memangku jabatan. ia kirim balasannya. entah berapa banyaknya yang di luar tahu kita! Kiam Gim berhenti sebentar. bagaimana Keluarga Soh itu dirikan rumah tangganya yang mewah? Dia sudah berkongkol sama pembesar-pembesar negeri. ayah itu telah gantung diri hingga binasa. ia kata: Soetee. seperti buat betuli jembatan atau jalan besar. Di Kot a Poo-teng sendiri. dan di harian pesta. sejak kecil kau hidup dalam keluarga yang bera da. hingga Kiam Gim jadi k ewalahan. aku telah terima laporan. tetapi dari berbagai pihak kaumku. y ang pun ditaati oleh kaum kita. Kiam Beng anggap saudaranya telah terlalu bersikap keras. atau cu cu muridku. akan cari tahu tuduhan itu . syukur buat ia. jumlah itu naik jadi lima puluh tail. ia menuduh kita Kaum Heng Ie Pay. Lagi tahun yang sudah. itula h terlebih celaka pula. mereka ini bersikap sangat telengas dan kejam! Bukti atau keterangan yang dimajukan soeheng ini ada kuat. Seperti aku sudah janji. Aku tidak punyai kepandaian suatu apa tetapi aku toh ditugaskan untuk memimpin kaumku Heng Ie Pay.da dari biasanya. meskipun demikian. kaum kita belum pe rnah lakukan apa-apa yang mendatangkan malu bagi Heng Ie Pay. tidak ada orangku yang main gila. aku tidak dengar suatu apa. Teng Toako mestinya percaya aku. kau tidak kenal kesengsaraannya orang miskin! Kau lihat ini bocah. itu membuktikan Heng Ie Pay. tetapi orang-orangnya atau gundal. demikian katanya. Ia bisa dapatkan nama dermawan karena kecerdikannya. pada setengah bula n yang baru lewat. setelah punya banyak uang . guru-guru si lat dan piauwsoe dari Kota Poo-teng kesohor telah terima undangan dari jago Heng Ie Pay itu. Toako Teng Kiam Beng. karena kejar tjay-hoa-tjat. maka syukur Heng Ie Pay mempunyai aturan-aturan yang dipegang keras. kau punya bukti-buktinya. sebab tidak punya tempat bernaung lagi. aku tak sudi menghaturkan maaf! . dia telah selundupkan candu. Kau menyangkal. karena musim paceklik. unt uk dihadapkan ke muka kita beramai. hingga di belakang hari. Tapi aku. lalu ia tambahkan: Apakah Soetee ketahui. maka itu. Ini adalah kejadian yang aku kebetulan dapat tahu. buat dipakai beli sawah dan kebun. Ia menyangka buahnya tuduhan terhadap orang she Tjiong itu. Sudah begitu. itu adalah hebat. aku bawa ia pulang. meskipun dengan cara curang! Oleh karena itu sekarang aku adakan pertemuan ini u ntuk bersihkan diri. Begitu sejak pegang pimpinan. untuk hadirkan suatu pesta perjamuan. ia coba mengamal untuk kelabui orang banyak? Memang Soh Sian Ie tidak menagih sendiri uang atau hasil uang yang dipinjamkannya dan uang sewaan tanahnya. atau ia mengamal pada o rang-orang tua melarat! Apa artinya akan dermakan sedikit uang kalau di lain pih ak. sudah kena dilukai dan dihinakan orang dan dalam hal itu. ia boleh bersikap sebag ai orang budiman. Pendeknya. Maka sayang sekali. sedang terhadap ka um Kang-ouw. rumahnya yang bobrok pun disita Soh Sian Ie. guna minta Teng Toako menghaturkan maaf kepada pihakku! Teng Kiam Beng tercengang atas ucapan tajam dari Tjiong Hay Peng. walaupun demikian. Dengan sebenarnya. karen a rumah itu adalah milik pertanggungan. Setelah pertemuan dimulai. Lewat setengah bulan sejak Tjiong Hay Peng pulang dengan ngambek. Kalau ia tetap sangka Hay Peng. kecuali dua orang bertopeng itu dapat ditangkap. bunganya begitu berat. hingga kekayaannya jadi bertambah-tamba h. kalau dia sanggup memba yar cukai saja. tapi sebaliknya ia sangsika n kejujuranku. yang punya kepandaian akan pecundangi ahli waris dari Thay Kek Pay. ia pulang dengan ajak itu bocah yatim-piatu. Kiam Beng pun terima undangan . bocah ini jadi muridnya yang ter pandai. ia datang bersama beberapa sahabatnya . hingga kembali ia bisa kumpulkan banyak uang. Dia ini sudah tidak punya ibu. ia toh tidak gampang-gampang hendak menyerah kalah. ayahnya terpaksa p injam sepuluh tail perak dari Soh Sian Ie.

Ini adalah tangkisan yang berupa serangan yang berbahaya seka li. Kiang Ek Hian dari Bwee Hoa Pang berseru. sakin g tidak puas. akan tetapi. hanya mari. mereka pada mundur sendirinya. karena dengan begitu. sembari angkat kedua kepalannya. dengan suara nyaring. sedang tadinya. dua binatang itu pergunakan Boe-kek Kiam-hoat. adu kepandaian. Adalah kepalan kanannya. Hay Peng turuti geser tubuh. Dengan Tjiam liong tjhioe . tiba-tiba seorang lompat kepada mereka. mereka tidak sangka. m ukanya Kaum Heng Ie Pay menjadi terang pula. Dengan Lek tok tjian kim . ia kata: Kalau tetap Teng Toako tidak niat haturkan maaf. suka ada mereka yang curi beberapa jurus ilmu silat orang dan dua binatang itu. Di mana perdamaian telah didapat. Tjio ng Hay Peng hampirkan Teng Kiam Beng. inilah yang ia sangat tidak setujui. Tapi. Dalam saat yang hebat itu. Kiam Beng babat lengan orang yang menyerangnya. Kiam Gim sudah mendahului menjura terhadap dia. karena betul. Sebagai soeheng. bersama-sama kita lanjutkan usaha kita akan cari tahu siapa adan ya dua binatang itu! Saudara-saudara. menyerangnya. hingga ia keluarkan tuduhannya. soeheng dari Teng Kiam Beng. sebelum ia sempat bertindak apa-apa. bisa dim engerti yang dia jadi tidak senang karena tuduhan itu mengenai kehormatan dia pu nya golongan. tampangnya Teng Kiam Beng masih pucat. tang annya Tjiong Hay Peng sudah bergerak. baiklah ki ta turut saja aturan umum. kapan tangannya kedua lawan bent rok dengan dua tangannya ini orang ketiga. orang she Lioe ini kata: Kita Kaum Thay Kek Pay belum lakukan pembukaan secara resmi di Kota Po o-teng ini. Biarpun perdamaian telah didapat. Kalau Tjiong Toako berniat berikan pengajaran padaku. dua or ang bertopeng itu gunakan beberapa jurus tipu-silat curiannya. Tjiong Hay Peng lantas membalas hormat sambil ucapkan kata-kata merendah. aku wakilkan golonganku akan m enghaturkan maaf pada Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay! Pernyataan Lioe Kiam Gim itu bikin suasana jadi reda dengan sekejab. sekarang soehengnya wakilkan ia menghaturkan maaf. kita belum punya murid yang menjadi ahli waris kaum kita. Jago she Kiang ini menduga benar dengan kata-katanya itu. ia mendesak dengan tangan kanan melintang sebagai an caman dan tangannya kiri menyerang pundak lawan. selagi kedua tangan hampir kebentrok satu dengan la in. Dan Tjiong Lauwtee. Tjiong Hay Peng mulai dengan Tok pek Hoa San atau Dengan sebelah tangan membelah Gunung Tay San . Lioe Lauwtee. lalu dengan membarengi. Ia ada ahli waris dari Thay Kek Pay. karena ia lantas sangka. entah dari mana mencaploknya! Saudara Kiam Beng belum pernah yakinkan Heng Ie Pay. Kenapa Ketua dari Heng Ie Pay berbuat demikian? Itulah pertama karena Kiam Gim punya sikap laki-laki. kedua tangannya dipakai menangkis dua-dua serangan. dia memang hargai orang she Lioe itu. dengan tidak buka lagi baju luarnya yang gerombongan. ia sodok iga kan annya Kiam Beng dengan kepalan kirinya. Tangkisan ini ada berbahaya tetapi pun hebat. aku mohon pengajaran dua-tiga gebrak dari kau! Itu ada tantangan untuk pieboe. belum ia tutup mulutnya. Kiam Gim berhak be rtindak secara demikian. aku p ercaya kebenarannya itu. nyelak sama tengah. itu ada cara pemecahan yang ia memang inginkan. da n kedua. Tjiong Hay Peng menjadi gusar setelah ia kenali orang yang nyelak sama tengah itu iala h Lioe Kiam Gim. sam bil putar sedikit tubuhnya. Kiam Beng bilang. yang mengarah batok kepalanya Teng Kiam Beng. Semua tetamu lain jadi terperanjat. atau Tangan menabas naga . hayo kita minum! Dan Kiang Ek Hian padukan cawannya Kiam Beng dan Hay Peng. Kiam Beng elakkan kepalanya sambil lompat ke samping kiri. Ia pun masih mendongk . soeheng i ni niat bantui soeteenya. tapi dari sini. sebagai soeheng dari Teng Kiam Beng. di antara orang-orang Kang-ouw. untuk mem beri hormat. pertempuran sudah lan tas dimulai secara demikian getas.Mendengar demikian. Memang. mustahil aku berani tak t erima! kata Kiam Beng sembari tertawa jumawa. hingga mereka tak sempat lagi malang di tenga h. Bagus sekali tinda kan kau ini! Sebenarnya. baik hal ini tidak dibuat ganjel an. urusan ini kecil sekali dan tidak ada harganya untuk di perbesar. atau Tenaga melawan seribu kati . bisa sekali dia kena dikelabui. Tepat. maka itu s ekarang aku. ia singkirkan tangan kanan lawan.

Untuk in i. lalu di belakang hari. Demikian. aku dip iara dan dididik Soehoe sampai aku berusia dewasa. bahwa soehengmu ada kesohor jujur dan namanya terjunjung. malah Lioe Kiam Gim sendiri. Tetapi peribahasa mengatakan: Macan tutul mati meninggalkan kulit. yang nanti datang buat berguru pada ka u. dengan tidak pikir panjang lagi. dengan uang. perhubungan di antara Kiam Beng dan Hay Peng jadi renggang sendirin ya. terpaksa ia tutup mulut. akan angkat diri jadi soehoe. dan dengan pengar uh pembesar negeri. Buat terima murid. Aku masih mesti merantau. kau mest i ber-hati-hati. sekonyong-kon yong Soh Sian Ie tanya: Lauwhia. ia tak dapat menjadi anak berbakti atau cucu bijaks ana . kalau dia dengar Kiam Beng utarakan mendongkolnya pada Hay Peng.ol karena Tjiong Hay Peng berlaku galak demikian terhadapnya di depan sekian ban yak tetamu. tetapi biar bagaima na. tetapi ia semakin hargakan Sian Ie sebagai sahab at yang jujur dan setia. karena kau berniat menjagoi sendiri. Teng Kiam Beng ketarik hatinya mendengar kata-kata yang beralasan itu. orang yang sah untuk itu adalah dia sendiri. den gan air muka sungguh-sungguh yang tercampur kemasygulan. karena orang ban yak anggap pemecahan itu ada tepat. sudah seha rusnya Lauwhia angkat diri. tetapi di sebelah itu. dari Istana Tjongtok dari Tit-lee. Soh Sian Ie tertawa berkakakan atas keterangan itu. lupa pada diri sendiri! Aku pun hendak beritahukan padamu. Begini j uga ada pikiran soehengku. Harus diaku i. pergaulannya dengan Soh Sian Ie jadi bertambah rapat. Sian Ie membantu banyak sekali. aku tidak berani o mong suatu apa . Kiam Gim ada soeheng tetapi ia d ari lain she. Soetee. supaya sekalian leluhurmu itu pun bisa dimuliakan namanya. Kalau T hay Kek Pay mesti punyai tjiang-boen-djin. buat memberi selamat atau m engutarakan pujian. Kiam B eng coba tampik keangkatan itu. akan cari pengal aman. dia cemarkan nama perguruan. aku sudi atau tidak menjadi tjiang-boen-djin akan gantikan kedudukan Soehoe? Pasti sekali aku tidak berani terima itu. mengenai kau ini. Aku kuatirkan ini. pada suatu hari. selagi mereka bicara dengan asyik. atau Kok-soet Kouw-boen. janganlah kau kasih dirimu diangkat-angkat hingga kau jadi tersesat. untuk pasang omong. yang ingin kita tidak bertindak secara sembrono. dia berkata: Soetee. Hanya pada suatu malam malaman besoknya so etee ini hendak resmikan pendiriannya Lioe Kiam Gim datang dengan tiba-tiba. ia j awab dengan ringkas: Mengenai kau orang kaum Rimba Persilatan. budinya Soehoe tak dapat aku lupakan. aku kasih selamat pada kau karena kau hendak angkat namanya kaum kita. aku minta kau waspada. mesti ada orangnya Keluarga Soh yang datang kepada Kiam Beng. Mengenai tin dakanmu aku tidak bisa bilang suatu apa. sebab bisa jadi ada bangsa kurcaci. ia lantas turut sarannya Soh Sian Ie. Ia anggap bahwa ia sudah kena dibikin rubuh. malah persahabatannya dengan yang lain-lain juga jadi semakin tawar. kesatu aku belajar belakangan dari kau. kau mesti jaga jangan sampai kau dipermainkan oleh murid yang b uruk. golongan ahli silat lainnya tidak ada yang taruh perhatian besar. Sejak itu. Soh Sian Ie cerd ik sekali. ahli waris yang menjadi ketua golonga n. Hanya. Mengenai tindakannya Kiam Beng yang angkat diri jadi tjiang-boen-djin dari Tha y Kek Pay. Aku tidak percaya omongan oran g itu. di pinggangnya tergantung pedangnya. Seperti Soetee ketahui sendiri. bukankah dulu kau pernah tanya aku. Hanya. Lauwhia tidak mau resmikan adanya golonganmu? Kiam Beng manggut-manggut waktu ia menjawab: Sebenarnya aku telah pikirkan itu hanya sekarang belum sampai waktunya. Akan tetapi. kenapa di Poo-teng sini. aku hendak sampaikan anggapan umum terhadapmu. kecuali bila sudah tidak ada turunan dari Keluarga Teng. kedua suda . Aku membutuhkan dasar yang kuat betul sebelumnya aku angkat diri. supaya Thay Kek Pay ada ahli warisnya. guna wakilkan leluhur. dari i tu. malah dengan angkat juga orang she Teng ini menjadi penasiha t ilmu silat. namanya ilmu silat Thay Kek Pay ada sangat kesoh or. a tau Sian Ie sendiri yang datang berkunjung. aku percaya kau bukan bangsa penjilat dan jumawa. ia tetap ada orang luar. Kau dianggap sudah nanjak ke cabang yang tinggi karena kau andali pengaruh pemb esar negeri. mendirikan kaum sendiri bu kan pekerjaan gampang. tetapi aku toh ingin se kali. nampanya tidak ada perhatiannya . manusia mati meninggalkan nama! katanya. saudara ini tidak bilang suatu apa. setiap dua atau tiga hari. Sau dara ini ada gendol satu pauwhok kecil. dengan tenaga. Lauwhia ada turunan sah dari Thay Kek Pay. sed ikit sekali kaum Rimba Persilatan yang kunjungi dia.

ia t erlebih tua daripada murid-muridnya Kiam Gim. paham di antara kaum Kang-ouw mesti ada kekeliruannya. gurumu suruh aku tanyakan keteranganmu saja . masih ada kabar-ceritanya. dua puluh satu tahun telah lewat tanpa terasa. katanya. Ia tinggal bersama isterinya. di rumah mertuanya. Kim Hoa. Nama Boe Wie ini. Di sebelahnya Kiam Beng. maka itu. akan beristi rahat. Tapi. Boe Wie sudah mer antau sejak delapan tahun yang lalu. malah kemudian. dari itu aku pikir baiklah aku pulang ke kampungku. setelah berselan g dua puluh tahun. K iam Beng sendiri sudah menikah. maka itu. untuk disampaikan kepad a Istana Lie Kiong di Sin-tek. tanpa sang soetee dapat candak ia. Muridnya Kiam Gim yang kedua ada Yo Tjin Kong. Ia adalah satu anak yang baik dan disayang oleh gurunya. Gelombang di kalangan Kang-ouw. kelihatan Kiam Gim balik pula seraya terus kata: Barusan aku lupa kasih tahu sepatah kata pada kau. selama itu. coba kasih tahu lebih dahulu. Eh. tapi selanjutnya. Akan tetapi. Isterinya Kiam Gim ada Lauw In Giok. Justeru itu. soeheng ini kabur pula. yang lagi berlatih silat sama Lioe Bong Tiap. Dua puluh satu tahun telah lewat se jak Kiam Gim beristirahat. sampai di sini saja. Soetee. hingga ia campur bicara. Soesiok coba susul mereka sampai di tempat y ang dinamakan Sha-tjap-lak Kee-tjoe. Tapi ia coba menyusul. pada sebulan bers elang. Diapun pernah merantau tetapi lebih banyak berdiam di rumah . Sejak angkat diri menjadi tjiang-boen-djin dari Thay Kek Pay. Lioe Bong Tiap sangat ketarik hatinya. Dan ia datang membawa kabar yang p enting dan hebat. yaitu Tj oh Ham Eng. ia seperti lenyap. Begitulah. a pabila aku tetap berdiam di sini. Hingga soetee ini kembali masygul. jarang ia mencoba-coba kepandaian orang lain. ia telah punyakan tiga murid. seraya letakkan suratnya Kiam Beng. itu bisa jadi lebih hebat pula. seka rang juga aku hendak pulang ke Shoatang. murid kepala dari Teng Kiam Beng. dengan nona yang dipilih oleh ayahnya. kaulah yang mewariskannya. Perampasnya adalah seorang tua dengan lidah Liauw-tong. dalam suratnya ini. i a bergaul juga sama pembesar-pembesar negeri. Teng Kiam Beng juga b isa bawa diri. yang menyebabkan soepehnya kaget. gadisnya Lauw Tian Peng dari Kaum Ban Seng Boen. yang ada sahabat kekal dari Kiam Gim. Di dalam tiga tahun yang pertama. aku jadi soeheng pun disebabkan usiaku lebih tua dua tahun daripadamu. Dari mana munculnya barang upeti itu? Kenapa perampasan terjadi di Djiat-hoo? Kenapa guru mu boleh menyangka kepada Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay? Hayo kau cerita biar jelas. Kiam Gim suka jawab anaknya itu: Menurut soesiokmu. Di sebelah itu kau ketahui sendiri. baharu sampai di luar Kota Hee-poan-shia. aku tel ah rasai cukup. di sana orang tua itu dan rombongannya bisa . Ham Eng adalah anak nomor tiga dari Toa-kauwsoe Tjoh Lian Tjhon g. setelah terkabar bahwa ia menuju ke Liauw-to ng. Kim Hoa ini murid yang datang belajar sesudah ia sendiri mengerti silat. sampai hari itu mend adak Lioe Kiam Gim kedatangan Kim Hoa. artinya: jan gan takut. Kiam Gim yang sengaja berikan. itu bocah yatim-piatu anak petaninya Soh Si an Ie di Poo-teng. aku berangkat! Baharu Kiam Beng hendak mencegah. sia-sia saja gurunya coba cari tahu tentang dia. di dalam Dusun Kim Kee Tjoen di K ho Kee Po. Murid ketiga adalah si anak muda yang kita kenal dalam pasal pertama. puteri satu-satunya da ri Lioe Kauwsoe. Kiam Gim tidak hidup kesepian bersama dua murid dan satu puterinya i tu. Soetee. pergaulannya sama Soh Sian Ie terus bertambah rapat.h seharusnya sebagai anak. soesiokmu mengantarkan barang upeti ke Djiat-hoo. atau soeheng itu sudah meloncat untuk pergi dengan cepat. Lioe Kiam Gim pulang ke Shoatang dan terus menikah. gangguan sudah datang. pihak mertuanya. Kota Hee-poan terpisah kira-kira dua ratus lie dari Sin-tek. dan tempat kejadian itu ada kira tiga puluh lie dar i Kota Hee-poan itu. di sam ping itu. Demikian. yan g datang bersama sejumlah muridnya. mengenai kita. yaitu untuk selanjutnya kau jangan cari persetorian pula! Habis itu. Ayah. apa soesiok bilang dalam suratnya? tan ya ia. siapa percayakan anaknya kepada ahli si lat Thay Kek Pay itu. Dia toh anak yang dipungut dari dunia kesengsaraan. tetapi belum sampai di Sin-tek. yang berada di perbatasan Hoopak. kenapa perkara jadi hebat begini? tanya Kiam Gim kemudian. sedang muri dnya yang kepala adalah Law Boe Wie. dia diperkenalkan oleh pihak La uw. di sebelah namanya jadi tambah kesohor.

melenyapkan diri secara tiba-tiba. Tidak lama sekembalinya soesiokmu ke Poo-ten g, dia lantas terima surat pengumuman kaum Kang-ouw, yang ingin usir dia dari Po o-teng! Yang hebat adalah bendera Thay-kek-kie dari Golongan Teng Pay, atau Thay Kek Piauw, sudah kena dirampas oleh perampas itu! Entah orang dari golongan man a, yang sudah datang menerbitkan gara-gara itu! Apa yang terjadi di Hee-poan, siauwtit tidak lihat sendiri, Kim Hoa menambahi so epehnya itu. Ketika itu, siauwtit tidak turut. Soehoe ajak djie-soetee dan sam-so etee serta dua boe-soe, guru silat, untuk temani dia. Mengenai barang upeti itu, ceritanya panjang. Bukankah Soepeh masih ingat itu orang yang bernama Soh Sian Ie, yang sering kunjungi Soehoe? Dia sekarang sudah berumur tujuh puluh lebih, d an selalu keram diri dalam rumahnya, akan icipi keberuntungannya orang hidup mew ah, hingga ia jarang datang pula kepada Soehoe. Anaknya Soh Sian Ie yang ketiga, namanya Tjie Tiauw, yang kerja dalam kantor Tjongtok. Dia ini pada suatu hari d atang pada Soehoe, buat minta Soehoe pergi lindungi barang upeti kepunyaannya Tj ongtok, buat di bawa ke Istana Raja di Sin-tek. Ini tahun, seperti biasanya Raja pergi ke Sin-tek untuk menyingkir dari musim panas di Kota Raja, untuk sekalian berburu di musim rontok. Di Sin-tek, Raja Boan ada punya satu daerah hutan yang besar, piranti raja berburu. Pemburuan inipun ada satu ketika untuk raja-raja B oan berlatih menunggang kuda dan memanah. Sebenarnya Tjongtok serahkan tugas kep ada Soh Tjie Tiauw, untuk antar upeti itu, tetapi Tjie Tiauw, dengan pakai nama ayahnya, sudah minta pertolongan Soehoe . Selagi Kim Hoa baharu bicara sampai di situ, tiba-tiba Lioe Kauwsoe angkat kep alanya dengan mata mendelik, dengan bengis, ia berseru: Sahabat baik, turunlah! Menyusul seruan itu, dari atas sebatang pohon, meloncat turun seorang, yang tu buhnya melayang. Dan menyusul turunnya orang itu, Kim Hoa di kiri sudah lantas l ompat menyerang dengan tiga buah Kim-tjhie-piauw, tapi yang dipakai ada Lauw Hay say kim tjhie atau Lauw Hay menyebar uang emas , tiga batang piauwnya menyambar keti ga jurusan, atas, tengah dan bawah. Orang itu bertubuh sangat gesit, dengan gerakan Yan tjoe tjoan in atau Walet temb usi mega , ia loncat tinggi dua tumbak, dengan begitu, ia meloloskan diri dari dua piauw, sedang piauw yang ketiga, ia jejak dengan kakinya, hingga piauw itu jatu h ke tanah! Nyata, dia pakai sepatu besi! Kim Hoa, yang menyerang, datang terlebih lambat daripada ketiga piauw, dengan T jin pouw tjit seng atau Tindakan tujuh bintang , tangan kanannya membabat kedua kaki orang itu. Cepat luar biasa, sambil membungkuk, orang itu tangkis serangan berbahaya ini, kemudian, sebelum Kim Hoa sempat ubah jalan persilatannya, ia mendahului lompat jumpalitan tinggi, akan turun di belakangnya orang itu maka itu, Kim Hoa segera putar tubuhnya, lalu dengan Tek seng hoan tauw , atau Mengambil bintang untuk menuk ar bintang , ia menyerang dengan berbareng, tangan kanan ke arah embun-embunan, ta ngan kiri ke arah dua mata. Gesit luar biasa orang itu kelit tubuhnya, tapi sekarang sambil berseru: Tahan! Tahan! Aku ada murid Heng Ie Pay yang ingin bertemu sama Lioe Tjianpwee! Kim Hoa tidak sempat menunda penyerangannya, ia merangsek dengan gencar, atas mana orang itu bela diri dengan gerak-gerakan ilmu silat Heng Ie Pay yang dia se butkan. Berhenti! Lioe Kiam Gim berseru! Kim Hoa hentikan penyerangannya dengan lantas, atas mana orang itu lantas saja menjura di hadapan guru silat itu seraya mengucapkan bahwa ia, orang yang terle bih muda tingkatannya, menghormati orang yang terlebih tua derajatnya itu. Lioe Kiam Gim menghampiri sambil empos semangatnya dengan Thay kek seng liang g ie atau Thay-kek menciptakan im dan yang , ia ulur kedua tangannya mencekal kedua ba hunya orang itu yang ia angkat seraya berkata: Silakan bangun! Silakan bangun! Enteng tampaknya, tubuh orang itupun telah terangkat naik. Lantas orang itu perkenalkan diri sebagai Ong Tjay Wat, keponakan murid dari T jiong Hay Peng dari Heng Ie Pay, kemudian dengan cara merendah tapi pun mengandu ng kejumawaan, ia kata: Soesiokku dengar Lioe Lootjianpwee hendak campur tahu uru san ini, dari itu sengaja dia utus aku untuk menyampaikan kata-kata bahwa, kalau Lootjianpwee hendak mengulurkan tangan, seharusnya kita orang undurkan diri, ha nya mengingat yang soeteenya Lootjianpwee sudah mengekor pada pembesar negeri, h

ingga dia melupai kehormatan kaum Kang-ouw, Soesiok percaya, Lootjianpwee pastin ya tidak akan suka turut kecipratan air butek. Tapi, andaikata Lootjianpwee hend ak mengulur tangan juga, maka apabila di belakang hari ada terjadi suatu apa, ha rap Lootjianpwee tidak sesalkan kita! Lioe Kiam Gim tidak jadi gusar karena ucapan itu, di lain pihak dia tanya Ong Tjay Wat tentang keadaan Tjiong Hay Peng selama belakangan ini, perihal lain-lai n jago Heng Ie Pay itu, tentang kebahagiaannya Tjay Wat sendiri, hingga Tjay Wat jadi bingung sendiri karenanya. Dalam terdesaknya, Tjay Wat sampai cuma bisa ka ta: Lootjianpwee, aku mengharap sepatah kata balasan dari kau . Jangan kesusu, jangan kesusu! Kau datang dari tempat jauh, biar bagaimana aku mesti minta kau beristirahat di sini untuk satu malam, besok aku temani kau mengunjungi soesiokmu. Maafkan aku, Lootjianpwee, tapi aku masih punya lain urusan penting untuk mana aku mesti segera berlalu dari sini, Ong Tjay Wat tetap menolak. Kalau begitu, kata Lioe Kauwsoe dengan sungguh-sungguh, tolong kau sampaikan pada Tjiong Soehoe, pasti sekali aku si orang she Lioe nanti bertindak dengan ikuti tata tertib kita, kaum Kang-ouw! Lantas jago tua ini antar tetamunya keluar, kemudian sekembalinya ke dalam, ia tanya muridnya: Kau orang lihat, apakah benar-benar dia dari Heng Ie Pay? € , Dia ada dari Heng Ie Pay, sahut Tjin Kong, sedang Kim Hoa bilang: Aku dengar dia s erukan berhenti, tapi aku sengaja masih serang dia, dengan begitu, bukan maksudk u akan tempur terus adanya. Menurut aturan, memang aku mesti lantas berhenti men yerang. Karena ia sebut diri dari pihak Heng Ie Pay, aku jadi hendak mencoba ter lebih jauh.€Dari gerak-gerakannya itu, dia benar dari Heng Ie Pay. Selagi Soemoay dan Kim Soeheng menyerang, aku sengaja tidak turut ambil bagian, Yo Tjin Kong tambahkan, dengan begitu, aku hendak saksikan gerak-gerakannya. Gera kan tubuhnya enteng, kelitannya, tangkisannya, semua ada dari Heng Ie Pay. Kenap a Soehoe menanyakan ini? Apakah Soehoe dapat lihat apa-apa yang luar biasa? Lioe Kiam Gim urut-urut kumis-jenggotnya, ia bersenyum. Memang tidak gampang untuk melihat dasar ilmu silat orang, ia menyahut.- Siapa per oleh ilmu curian sekedarnya, dia memang bisa gunai itu untuk bertempur, hanya ca ra menggunakannya tak leluasa seperti ilmu silat kaumnya sendiri. Untuk melihat itu, kita mesti guna. tempo ketika ia sedang terdesak, itu waktu akan terbukti k etangkasannya. Tadi dia didesak oleh Kim Hoa, sehabis dia elakkan piauw dari Tia p-dj ie. Dia elakkan diri bukan dengan tipu Heng Ie Pay, hanya dengan tipu berke litnya Gak Kee Koen, dari Kaum Keluarga Gak. Piauw dari Tiap-djie tak dapat dicela , cuma masih kurang latihan dan pengalaman, siapa sempurna ilmu kegesitannya Keng kong tee tjiong soet , ia bisa egos tubuhnya dengan gampang. Aku pun sangsikan di a selama aku angkat dia bangun . Kim Hoa berempat berdiam.€Mengenai soal ini, tentu saja mereka punya pengetahuan atau pengalaman masih sangat kurang. Besok aku turut kau pergi ke Poo-teng, kemudian Lioe Loo-kauwsoe kata kepada kep onakan muridnya, setelah ia berdamai sama anak dan murid-muridnya. Aku lihat, soa l ini sulit sekali. Umpama kaum Kang-ouw musuhkan gurumu karena gurumu mengekor pada pembesar negeri, aku nanti coba datang sama tengah, untuk mengakurkannya. S ama-sama kaum Rimba Persilatan, tak boleh kita orang saling bentrok. Sudah lama aku undurkan diri tetapi aku percaya, Tjiong Hay Peng beramai nanti masih sudime mandang kepadaku. Lioe Kiam Gim buktikan kata-katanya ini pada besok paginya. Ia berangkat bersa ma Kim Hoa sesudah pesan murid-muridnya akan baik-baik berdiam di rumah. Lioe To anio, Lauw In Giok antar suaminya sampai di luar rumah. Kiam Gim pergi dengan ha ti tetap, sebab ia percaya, isterinyaakan sanggupjaga rumah, sedang Yo Tjin Kong sudah wariskan kepandaiannya tujuh atau delapan bagian. Dan Ham Eng dan Bong Ti ap, sekalipun belum sempurna, mereka rasanya sudah bisa bantu In Giok dan Tjin K ong. Tak pemah ia sangka bahwa ombak bakal bergelombang hebat! II Sejak berangkatnya Lioe Kiam Gim, Lioe Toanio mesti wakilkan suaminya mengurus seantero rumah tangga. Di bagian luar, Yo Tjin Kong bantu soebonya. Si nona kec il, Bong Tiap, setiap hari berlatih atau bermain-main saja sama Ham Eng, sam-soe hengnya, tapi sekarang mereka jadi terlebih binal , hingga leluasa sekali mereka pe

rgi ke hutan mengacau sarang burung atau ke muara akan main perahu. Toanio dan T jin Kong mengantapkan saja, Cuma kadang-kadang mereka merasa sedikit kuatir. Setelah ia sekarang berusia delapan belas tahun. Ham Eng suka merasa kehilanga n apabila untuk sedikit waktu dia tidak lihat atau berkumpul sama Bong Tiap, sem entara si nona tetap merasa merdeka, tidak pernah dia merasa likat, malah ada wa ktunya dia tepuk si suheng apabila si suheng bengong sambil berkata, Eh, eh, kena pa sih kau nampaknya tolol? . Sesudah ditegur secara demikian, baharu Ham Eng sadar dengan gelagapan. Demikianlah hari itu, Bong Tiap dan Ham Eng main perahu di Kho Kee Po. Mereka singkirkan gelagah dan ganggang, mereka gayuh perahu sampai ke tengah muara di m ana ada beberapa pulau, dari sana mereka dengar datangnya nyanyian kaum nelayan, rupanya nona-nona tukang ikan bemyanyi saling sahut-sahutan. Di udara ada burun g-burung laut yang berterbangan. Ham Eng bengong mendengar nyanyian dan matanya mengawasi ke udara. Soemoay, soemoay, tiba-tiba dia bertanya, di sini ada begini permai, maukah kau k alau kita berdua selamanya bermain-main seperti sekarang ini? . Bong Tiap tertawa cekikikan mendengar pertanyaan itu. Selamanya bermain-main seperti sekarang ini? ia ulangi. Kau sering bilang aku ada satu bocah cilik, tapi lihat sekarang, apa kau sekarang bukan terlebih cilik da ripadaku? Tunggu sebentar, apabila perutmu sudah ngericik karena lapar, apa kau tidak nanti lekas-lekas lari pulang akanmintamakan! Bagaimana kita bisa selamany a main-main disini? Soemoay itu tidak mengert., maka Ham Eng lebih-lebih melengaknya! Bong Tiap te rtawa, sambil tertawa ia gayuh perahunya yang laju pesat, sesudah maju sampai be berapa puluh tumbak, sekonyong-konyong ia dengar suara ribut di sebelah depan, h ingga ia angkat kepalanya akan mengawasi. Di sebelah depan sana ada beberapa perahu nelayan dengan nelayan-nelayannya la gi menjaring, sedangnya begitu, sebuah perahu kecil, dengan digayuh keras, nyerb u antaraperahu-perahu nelayan itu, air jadi berombak keras dan muncrat ke atas. Itu ada suatu gangguan untuk tukang-tukang tangkap ikan itu, karena sekalipun ik an yang sudah masuk ke dalam jaring tentu pada lari kelu ar pula. Maka itu, nelaya n-nelayan itu jadi kaget dan gusar, hingga mereka mendamprat dan menegur pada or ang-orang di atas perahu kecil itu.€Nampak demikian, Bong Tiap dan Ham Eng turut m enjadi gusar. Soeko, mari kita ajar adat pada mereka itu! kata sang soemoay. Mereka tak dapat d iantap main gila di Kho Kee Po ini! Kenapa mereka ganggu itu kawanan nelayan? So eko, pergi kau lawan dia, aku nanti bersiap dengan Kim-tjhie-piauw! Lihat, merek a lagi mendatangi kemari, mari kitapegat! Selagi Ham Eng belum sahuti si nona, perahu di depan sudah datang dekat dan te rus melesat melewati perahu mereka, air muncrat tinggi, hjngga mengenai dua anak muda ini. Dalam murkahnya, Bong Tiap sudah lantas gunaigala gaetannya, akan sam-bar cart el kendaraan air orang, hingga perahu jadi tiba-tiba berhenti dengan tiba-tiba, sedang Ham Eng segera putar kemudinya untuk bikin kedua perahu jadi berhadapan. Di dalam perahu itu ada empat orang. Yang berdiri di muka ada seorang berumur tiga puluh lebih. Yang bercokol di buntut perahu ada si jurumudi, seorang muda u sia dua puluh lebih. Dua yang lain, lagi rebah dengan anteng di dalam perahu, ro -man mereka tidak kelihatan tegas, mereka seperti juga tak tahu bahwa telah terj adi suatuapa . Adalah orang. di kepala perahu, yang menjadi gusar. Eh, bocah-bocah cilik, apakah kau orang hendak cari mampus? dia membentak. Kalau kau orang hendak pelesiran, pergilah pulang dan pelesiran dengan soeniomu tapi j angan di sini kau orang cari malu untuk orang tuamu . Oh, orang-orang tidak tahu aturan! Ham Eng segera membaliki. Nanti tuan kecilmu a jar adat pada kau orang! Lekas angkat kaki dari Kho Kee Po ini, atau apabila tid ak, kepalannya tuan kecilmu ini nanti tidak kenal orang! Baik, aku justeru mau kenal kepalannya si tuan kecil! jawab orang itu, yang sege ra loncat ke perahunya dua anak muda itu, hingga perahu ini jadi goncang dan lim bung. Tapi Bong Tiap segera pentang kedua kakinya, ia menancap kuda-kuda hingga pera

maka itu orang menjadi ka get. tahu-tahu tubuhnya telah terangkat dari pera hu dan terlempar. Sudah tidak mampu melawan. hingga terdengarlah suara menyebur yang keras d ibarengi dengan muncratnya air muara! Ah. kemudian baharulah ia berkata: Sahabat kecil. nyebur ke air. ia hendak ja mbak Ham Eng untuk diangkatdan dilemparkan ke muka air! Kelihatannya ia tak pand ang sama sekali bocah itu. tidak tempo lagi ia buktikan janjinya€€untuk€€€membantu. dengan cepat sekali ia menyerang ke arah tiga jurusan: Sat u ke tenggorokan.€Maka Thie-lian-tj . Tapi sebelum pemuda ini tutup mulutnya. tidak heran apabila ia kena didesak Ham Eng dan kakinya si pemuda bi kin ia terpental. Dan hari ini. Ini orang tidak sembrono seperti yang pertama. atau seorang lain sudah lon cat pula ke perahunya. sekonyong-konyong ada sambaran suara nyaring dan Thie-lian-tjie lantas meluruk jatuh ke muka air.€€€Ia keluarkan ti tang Kim-tjhie-piauw. iamenjerit: Celaka aku! Dalam keadaan berbahaya bagi Ham Eng itu. sekarang kau telah b elajar kenal! .di situ. ia jadi berani sekali. Ham Eng kaget bukan rriain. ia lantas nampak keteter. kepandaian itu telah diuji. sia-sia saja ia coba berontak. lalu dengan tidak kal ah sebatnya. jangannya dipakai menabas lengan Ham Eng. dua ke kiri dan kanan! Serangan itu di luar sangkaan musuh. sekarang€€€melihat€€€soe engnya terdesak. Melihat serangan itu. ia lekas-lekas singkirkan ba haya dengan Tjhioe hoei pie pee atau Tangan mementil piepee . Itu ada kuda-kuda Kim Han tan tjiang atau Kaki kecil injak pelatok dan gerakan Lek to tjian kin atau Tenaga menekan seribu kati . Ha-ha-ha-ha! Ham Eng tertawa. Ham Eng tidak kenal sikap orang itu. kau main senjata gelap!€Kau punya senjata rahasia. hi ngga terlihatlah beberapa benda berkeredepan menyambar ke arah Tjoh Ham Eng. Begitu lekas tangannya si pemuda sampa i. tapi baharu saja secara getas ia rubuhkan satu musuh. Sementara tangannya sendiri dipakai menangkap. di luar kehendaknya sendiri. dengan gesit ia mendak. untuk membetot dan melepas! Ini adalah suatu gerakan yang tidak disangka-sangka. tapi Ham Eng ada satu puteranya satu ahli silat dan telah terpimpin baik oleh Lioe Kiam Gim ia sudah belajar enam atau tujuh tahun. tercebur ke dalam air! Byaar! demikian suara di muka air. orang itu buka kedua tangannya seraya pasang bhe-sie.soeniomu a lah dikeluarkan dengan lagu suara menghina. dasar Ham Eng masih bungasa n. menanggapi lengan kanannya itu. ia terus b erdiri mengawasi pemuda itu. maka tak dapat ia dipandang sebagai boca h yang kebanyakan. apakah ak u tidak? Nah. akan tetapi lengan kirinya segera menjadi korban. Ia kaget dan gerakannya€€turut jadi€€kendor karenanya. ia gunai tipu Soen tjhioe tjian oh atau Mengulur tangan menuntun kambi ng . ap apula si nona menyerang dengan sebelah tangan. demikian pun anggotanya sebela h kanan. Kecerobohan orang itu adalah apa yang Ham Eng inginkan. ia mendamprat seraya tangannya diayun. ini kali ia gunai ti pu sambitan Lauw Hay say kim tjhie atau Lauw Hay menyebar uang emas . kau sambutlah! ltuiah suara si pengemudi anak muda.hu jadi diam. Aku juga ingin belajar kenal denganmu ! Habis kata begitu. gerakannya sangat gesit. karena Bong Tiap k embali perlihatkan kepandaiannya menggunai Kim-tjhie-piauw. Sengaja Lioe Kiam Gim ajar kan kedua ilmu ini karena ia kuatir gadisnya. k etika serangan datang. sebagai orang perempuan. dengan begitu tenggorokannya luput dari bahaya. malah segera juga ia rasai tangannya itu jadi gemetaran dan kaku. perempuan tidak tahu malu! demikian terdengar cacian dari perahu lawan. keduanya lantas saling menyerang. tetapi sebat. Syukur Ham Eng pun awas dan cerdik. kau li ehay juga! Adakah ini pelajaran yang kau dapat dari€€€soeniomu? €€€Perkataan€€. Sampai. tanpa berkata apa-apa. tangannya telah jadi gatal. Kau hendak kenal tuan kecilmu. dengan sebat ia berkelit ke kanan . Dia muda. Lawan itu berlaku tenang. Orang itu sampai untuk segera menerjang. Sejak tadi Bong Tiap mengawasi saja. tak bergeming. ia sebenarnya belum sempat tarik pulang kakinya. hingga ia jadi nyelundup di bawah tangan musuh. ia geser sedikit sebelah kakinya ke samping depan. sebelah kakinya dimajukan. nanti kur ang tenaga. ia maju menyerang den gan tangan terbuka-dengan Tjin-pou Tjit-sen-tjiang atau Majukan tujuh bintang . ia kalah ulet dan cerdik. Nya ta ia sudah gunai Thie-lian-tjie atau biji terataf emas .

sang soeheng. orang itu ada penumpang perahu biasa sajaatau dm hendak campur urusan o rang lain. hingga semua piauw jatuh ke air. ia pun lompat maju. Di antara suara tertawa orang tua itu lompat melesat ke perahunya Ham Eng. tidak ada murid atau orang semacam ini. sikapnya keren. g esit luar biasa kaki kirinya melayang naik umpema kilat. Bahwa paling tepat menyerang musuh selagi berlompat dan belum sempat taruh kaki. Soemoay. itulah aturan atau keharusan di kalangan Kangouw. Tapi si orang tua itu gesit bagaikan ang in . Di luar dugaan bocah ini. aka n hampirkan ini anak muda. kepalanya mirip dengan kep ala macan tutul. ia berkelit. bahwa siapa mau kerubutan. kumis dan jenggotnya panjang. Selagi orang tua ini tertawa terbahak-bahak. Tapi. Di kepala perahu itu ada berdi ri seorang laki-laki umur kira-kira tiga puluh tahun. Bong Tiap kaget berbareng gusar. sesudah mana ia berdiri diam sambil tertawa berkakakan dan akhirnya kata: Ah! Tidak ada yang kena! .€€€€yang€€€sangat m enteng kepadanya. kedua matanya terbuka lebar dan sorot matanya tajam bercahaya. justeru orang lompat. Anak-anak. lawan tua itu terlebih liehay daripada Ong Tjay Wat. di dalam perahu. dengan Ong Tjay Wat. lantas munculkan diri. perahu sedang mendatangi pesat sekali ke arah mereka. memang sering omong perihal bertempur satu sama satu. Mereka tidak kenal orang ini. hanya kakinya yang kanan didahului dipaka i menendang mukanya Ham Eng! Ham Eng terperanjat. Untuk layani dua bocah kenapa mesti paka i senjata rahasia? Si pengemudi muda lantas berdiarn.€Maka semua lantas mengawasi. Mereka mendu ga-duga. romannya keren. yang mengawasi dengan tajam. Setelah perahu datang cukup dekat. Ham Eng sudah lantas naik ke perahunya. kau boleh keluarkan Kim -tjhie-piauw! Dari pihakku. ia mengawasi orang yang baharu datang itu. si orang tua. matanya tajam. Soehoe dan soehengnyajuga. Ia. Ham Eng tidak puas dengan itu sikap€€€jumawa. Ia pun segera ingat keterangan gurunya berhubung sama pertempu rannya Kim Hoa. mukanya berewokan lebat. tubuhnya berkelit berkelebatan. buat jadi orang-orang Kang-ouw tukang campur urusan lain orang. dengan begitu serangannya jadi batal sendiri nya. yang sudah berkumpul pula di atas perahu mereka. hingga kaki kanannya dapat menyusul turua. nona manis ini mund ur si orang tua tertawa berkakakan.ie tidak mengenai sasarannya dan runtuh di tengah jalan. maka kembali ia menyerang dengan senjata rahasianya. itulah tidak gampang! Mari kau orang maju berdua. dalam Keluarga Lioe. agaknya heran atau tidak mengerti. kelihatan satu . Mereka tahu. dan kau Nona. Hanya melainkan dengan kepandaia nmu itu. dia tidak berkelit untuk babatan itu. dengan mendadak kasih dengar suaranya yang keras dan nyaring umpama guruh: He. Ham Eng jadi lega hatinya. Si orang tua berhenti tertawa dengan tiba-tiba. hingga perahu itu sampai dengan luar biasa cepat. Maka sekarang. Di pihak lawan sekarang orang anteng. dan Bong Tiap juga segera awasi orang yang baharu perlihatkan diri ini. diapun diam. akan tetapi. Bukankah mereka itu kalah satu datang€€€€satu? €€€€mengejek juga siapa kesudi an gunai senjata rahasia? Mereka mendahului tek pakai aturan t api sekarang mereka berani menegur kita. seperti soemoaynya. tidak ada celaannya benar-benar permainanmu itu! kata orang tua itu s ambil tertawa seraya urut-urut kumis-jenggotnya. ia bersyukur. ialah seorang tua umur kurang lebih lima puluh tahu n. seperti tiga kawannya. karena ia sangat puas bisa ejek B ong Tiap.cis! €_€€€Sekalipun demikian. si apa sih? Mau apa kau datang kemari? . kedua tangannya berpeluk tangan. kaki kirinya segera m enginjak papan perahu. aku tak nanti izinkan orang gunai sebelah saja dari senjata gelapnya! Ham Eng setujui itu tantangan. Tahan! Tahan! ia berseru berulang-ulang. hingga tubuh si orang tua bisa turun terus ke perahu. kau mundur! ia teriaki Bong Tiap.€ Biar aku yang belajar kenal sama ini eng hiong tua! Bong Tiap menjebi. mengawasi saja perahu yang lagi mendatangi itu. harus malu sendiri. tangan kanannya membabat kedua kaki si orang tua. atas mana tak ampun lag i Ham Eng terdupak terpelanting ke muka air! Karena itu adalah tipu Wan yoh hoan twie atau tendangan Kaki burung wan-yoh salin g susul . hingga ia lupakan aturan Kang-ouw .

Hingga orang tua itu jadi heran. supaya selanjutnya kita menjad i sahabat. Sikap itu mirip dan tidak mirip dengan sikapnya Kaum Thay Kek Pay tetapi sudah terang aneh seorang umur kurang-lebih tiga puluh tahun. hendak berlompat ke perahu orang a sing itu. Si orang asing turun ke perahunya Bong Tiap dengan tidak rubuh. yang berkepala mirip macan tutul (pa-tjoe-tauw). ia segera lihat caranya dia berdiri. t erserah kepada kau. Pek-kwa-tjiang dari Golongan Utara adalah ilmu piranti mendesak. hingga ia jadi terkejut. kau hendak urus urusan di dunia! ia berseru.Ia rupanya insy af. tubuh siapa sud ah kebentrok keras dengan tubuh si orang asing! Orang tua itu segera gulingkan tubuhnya di atas perahu. campur-aduk permainannya. romannya tenang. Baik jelaskan padamu. dari itu tak sudi aku bikin pakaianmu kecipratan air kotor d ari muara ini! Baik Lauwko kembali dengan perahu. Oh. orang sudah jenggotan? Eh. tak terlambat lagi. ia heran dan mengingat-ingat. tangannya mainkan ilmu Pek-kwa-tjiang . hing ga sekarang ia berada bersama dalam perahu si tua itu! Malah dengan lantas. orang tua itu lantas saja kewalahan. entah di mana. yaitu ilmu Thay Kek Pay teraduk dengan Sha-tjap-lak kim-na-hoat dari Golongan Eng Djiauw Boe n si Kuku Garuda dari Kwan-gwa dan Ban Seng Boen punya ilmu golok Ngo-houw toan-p ek-tjiang ialah Limaharimau merampas roh . pilar orang tua ini. kapan ia lihat si orang tua pindah kendaraan air.Orang itu berdiri sedakap di atas perahunya. bisa b ersikap demikian. Dan pada itu juga tercampurlagi dengan Tia m-hiat-hoat atau ilmu menotok jalannya darah. orang tua itu bergerak-gerak dalam ilmu silat Pak Pay. Aku me lainkan tahu toelai perbuatan tidak pantas. Maka tidak perduli. kita ada punya urusan kita sendiri. bag aimana pikiranmu? Matanya€€si€€€orang tua€€jadi mendelik. segera ia enjot bangun. aku tidak sangka. Ada urusan apa maka kau orang bertempur di muka air? dia tanya. orang tua itu telah lihat tubuhnya d ari kepala sampai di kaki. bagaimana? dia menegur. ia loncat menyusul. Sahabat baik. kau akan ketempelan baunya yang tidak sedap! Orang asing itu gusar. Murid siapakah diaini? Bong Tiap juga awasi orang itu. yang banyak menindas yang sedikit. papan perahu siapa. malah dingin. Lauwko. k arena keinjak oleh tubuh yang besar dan berat dari si orang tua. dari pihak si penyerang. Belum pernah di kalangan Kang-ouw aku ketemu orang nganggur seperti L auwko ini. aku kuatir. la rasa pernah l ihat orang ini tapi lupa. sembari tertawa tawar. kau seperti hendak campur tahu urusan kita ini! katanya. Orang di kolong langit mesti campur tahu orang di kolong langit! jawabnya. ia sekarang jadi pihak sipembeladiri. bagian atasnya. malah dia ini mendahului sampai! Maka segeralah terdengar satu suara nyarin g di perahunya Bong Tiap. Maka tidak perduli. Aku telah lihat k au orang dari jauh-jauh! Eh. perahunya si nona terlalu sempit untuk suatu pertempuran. rase kau tak dapat cekuk. kapan ia telah enjot b angun. c ara bagaimana seorang berumur kurang lebih tiga puluh tahun€€sudah punyakan semua ke pandaianmu. Nah. Segera juga ternyata. kita bersedia akan turut segala perintahmu! Ucapan ini ditutup sama gerakan tubuh seperti kilat. lantas terbelah. aku larang sikuat perhinakan si lema h. Lauwko. sedang si orang asing dari perahunya sendiri melesat ke perahunya si n ona. Coba omong terus ter ang. Orang asing itu tertawa dingin melihat si orang tua diam saja. Paling tinggi umumyabaharutiga puluh tahun tapi dia seperti keluaran latihan du a atau tiga puluh tahun . untuk lompat ke perahunya sendiri. bagaimana dia liehay danberp engalaman.€€selang lima puluh gebrak kira-kira. dari itu. sedang si orang asing. kau sudi sudahi urusan ini atau tidak? Apakah kau tetap hendak perhinakan d ua bocah ini? Mukanya si orang tua jadi keren. G olongan Utara. kenapa kau layani segala bocah cilik? Apakah mereka berlaku kurang ajar terhadap kau. tahu-tahu si orang tua da ri perahunya Bong Tiap sudah mencelat tinggi. sekarang dia . si tua Bangka ganggu si muda! Sahabat. Lauwko? Nanti aku bikin kau orang akur! Apakah kau tidak takut ditertawai orang Kang-ouw kalau kau layani segala bocah? Sejak tadi ia menegur. kedu anya sudah mulai saling menyerang. urusan itu tidak mengenai L auwko seorang luar. baharu sekarang ia tertawa menyindir. Mendenga r€€€lagu€€€suaramu.

tiba-tiba si orang asing lompat pada mereka. orang tua itu bikin gerakan hingga air menyambar si orang asing. dalam gerakan Tiam-tjoe-twie atau Tusukan pahat . akan di lain saat. Se kali ini orang tua itu tak sempat menangkis pula. juga sekarang ada nelayan-nelayan itu dengan tempulingn ya. tercebur ke dalam air. hingga tiga kawan nya lantas susul padanya. untuk ditempatkan di dalam perahunya. sekony ong-konyong mereka dibikin terkejut dengan limbungnya perahu mereka yang tersund ul naik sebab diluar dugaan setelah siorang tua tercemplung kedalam air. dari itu terpaksa ia mesti melakukan penjagaan saja. hingga dua antaranya mesti mandi pula! Orang€€€asing€€€itu€€€membik1 pembalasan untuk si pemuda dan si pemudi. hanya. di mana ia selulup. dia orang itu ada mendongkol karena tadi mereka sudah diganggu oleh empa t orang yang tidak dikenal orang itu. tubuhnya lantas terlenyap ke dalam air. Ternyata ia bikin perlawanan di dalam air.€Dia ini gerakkan dua-dua tangan kiri dan kanannya secara heba t. karena lawan itu agaknya tidak sudi mengasih kelonggaran padanya. dia kalah gesit. Si orang tua jadi sibuk. terbalik dan karam. ia tampak pakaiannya basah dan t . ia mencoba menyerang terlebih dahulu. akan menghilang pergi. dia ini gerakkan tangan kanannya untuk punahkan tangan musuh. kemudian sambil serukan: Lekas kau orang pergi pulang! Ia sendiri segera terjun ke air. hingga. disusul sama sambar an tangan kanannya ke arah pipi. sebagai layangan putus. dalam bahasa rahasianya orang Karig-ouw. tubuh itu terpental. dari itu ketika disusul dengan satu dorongan pada tubuhnya. k lu dengan masing-masing sebelah tangannya. t ubuhnya jadi limbung. Itu waktu sejumlah perahu nelayan telah mendatangi mereka lagi bertarung di mu ka air. akan selulup. Sambil perdengarkan bentakan. Si orang asing muncul di muka air. ia mengerti bahwa mereka terancam bahaya. Pa tjoe-tauw atau si kepalan macan tutul telah mendesak lebih jauh dengan tang an kirinyakearah muka lawan. sesaat saja terdengarlah suara berisik. Pulang! Lekas pulang ! katanya pada Ham Eng dan Bong Tiap. Maka empat orang tidak dikenal itu jadi repot. atas mana. kaum Sungai-telaga. ia selu lup dan menyundul perahu mereka. Seka lipun demikian. ke perahun ya sendiri. tak ampun lagi. o rang asing itu mengancam dengan kaki kanannya disusul dengan sambaran tangan kan an. air lantas jadi tenang pula. Kepandaian berenangdan selulup si orang asing itu begitu liehay hingga musuhny a tidak dapat dekati padanya. sedang di depan mereka. untuk menggencet tangan kiri m usuh itu. AJkan tetapi orang asing itu lolos dari serangan. kedua anak muda ini lihat orang telah saling kejar jauh sekali j araknyadari mereka. ia muncul d i dekat si orang tua. sekalipun demikian perut ini masih mendapat tekanan keras.berbalik kena didesak. Untuk layan i si orang asing saja ada sukar. mereka mesti kelit sana dan kelit sini. untuk bantu si orang asing yang jadi pembela mer eka. malah beberapa nelayan muda lantas saja me nimpuk dengan tempuling mereka. Cepat sekali. Mula dengan tangan kirinya dipakai membacok tangan kanannya itu orang asing. kecebur ke mu ka air! Hingga air menerbitkan suara berisik dan muncrat tinggi dan lebar! Selagi Ham Eng dan Bong Tiap kagum menyaksikan pertempuran dahsyat itu. dilain pihak perutnya dibikin kempes dengan disedot keda lam. sudah di situ ada kedua anak muda. tetapi tangan kiri ini ditarik turun dengan cepat.tumbak jauhnya. Karena perahunya si orang tua telah disundul naik. Ham Eng merasakan dirinya seperti lagi mimpi. ia tetap terdesak. Kim-tjhie-pi auw siapa harus dimalui. karena ia me lesat tiga . ia silam. Orang tua itu gerakkan kedua tangannya ke atas. yang telah perlihatkan diri di dekat perahunya kediia anak muda itu. yang masih saja mengawasi mereka sesudah ma na. Itu berarti bahwa bahaya lagi mengancam mereka. Angin keras! Berhenti! si orang tua segera berseru. Tujuannya ialah perutnya siorang tua. Ia pun segera mendahului. ia angkat mereka melompat. maka pipinya itu kena terhajar. adalah kepunyaan si orang€€sudah terbalik. ke arah perahunya si orang tua. hingga tiga orang di dalam perahu itu. kalau ken ya dua anak muda ini tidak samPa karam. Di saat kedua anak muda itu hampir terjerunuk ke muka air karena mereka tidak bisa pertahankan diri lebih lama. di antara muncra tnya air.

aku juga dapat kunjungan tetamu yang tidak d iundang . Perihal ini perlu segera diberita hukan pada Soebo! Tiba-tiba: Bong Tiap! Bong Tiap! Ham Eng! Ham Eng! Itulah suara sang soebo atau Lioe Toanio. Bong Tiap manggut la pun kuatir ibunya meng-harap-harap . si nona lantas minta keterangan. orang telah permainkan kita! . Lioe Toanio suruh anak dan muridnya ulangi penuturan mereka ya ng jelas. Selagi mendekati pinggiran. Kalau bukan mereka. Dan ia bicara dengan lidah apa? tanyanya kemudian. selagi kau bertempur di muara. Bong Tiap dengan bernafsu puji orang asing itu. boegeenya. Lioe Toanio berdiam. boegeenya. Had sudah fnulai sore. aku tahu asal-usulnya mereka. Anak. gerak-gerakannya mirip dengan apa yang Ayah dan Ibu ajarkan kepadaku Thay Kek Pay kecampur Ban Seng Boen . ia seperti ingat suatu apa. umurnya kurang lebih tiga puluh tahun! . tetapi lagu suaranya. selagi kau bertempur di muara. tanyanya kemu dian. entahlah lagu suara mana. orang berkepala mirip macan tutul. Ah. sebelumnya siap denga n barang daharan. Lioe Toanio tidak lantas jawab puterinya. kau bertempur di air? nyonya guru itu kata. Sekarang marilah pulang!€Kau mesti lekas salin pa kaian.celanamu pecah! Apakau kau tidak terluka? Benar. si nona lantas minta keterangan. ka tanya. berempat mereka pulang. atau kalau kau terluka. aku juga dapat kunjungan tetamu yang tidak d iundang. ia hanya awasi Ham Eng. Soeheng. Soebo.€ Hoo-pak atau Shoatang? € Apakah Ibu kenal orang itu? Bong Tiap balik tanya. Kau. Ham Eng menyahut.. Tapi mereka yang ganggu kau orang. Kau tidak tahu. sambil ngoceh sendirinya: Oh. Dia bukan berlidah Shoatang ata u Hoo-pak. tetapi lagu suaranya. yang terus tuturkan kejadian barusan. Ah. M ari kita lekas pulang! katanya pada Bong Tiap. Ibu. Kau kenapa? Kenapa kau nyebur ke air? Hebat. Anak. Hoo-pak atau Shoatang? Apakah Ibu kenal orang itu? Bong Tiap balik tanya. hingga ia lupa bahwa ayahnya justeru s eorang guru silat yangliehay! Dan yang aneh. siapa lagi? sahut sang soebo sambil manggut. Nyonya itu berdiam pula. kata si nona akhirnya. Apakah mereka ada Ong Tjay Wat dan persaudaraan Lo? Tjin Kong turut tanya sebelu m guru perempuannya sahuti si nona. . Cukup. Ya! Ham Eng menyahuti. Ibu? Bong Tiap tanya. Dia bukan berlidah Shoatang at au Hoo-pak. Aku hendak duga seseorang. dua anak muda ini segera dengar suara panggilan: Bo ng Tiap! Bong Tiap! Ham Eng! Ham Eng! Dan suara itu seperti suara mendesak. siapa lagi? sahut sang soebo sambil manggut. Adalah di rumah.€Yang terutama menarik adalah halny a si orang asing dengan kepala sepert i kepalamacan tutul. Ia agaknya bersangsi. Tapi mereka yang ganggu kau orang. maka segera Bong Tiap menyahuti: Ibu! Ibu. kat anya. € Aku hendak duga seseorang. man ikut aku! Sampai di situ. Nyonya itu berdiam pula. Apakah mereka ada Ong Tjay Wat dan persaudaraan Lo? Tjin Kong turut tanya sebelu m guru perempuannya sahuti si nona. tapi lekas ia pegang kemudi. akan gayuh perahunya pergi. yang ia kat akan kepandaiannya ia belum pernah lihat. Ham Eng. Kalau bukan mereka. pergi kau layani saudaramu ini. aku tahu asal-usulnya mereka. Siapa mereka. seraya terus tuturkan kejadian tadi. ia berpikir. sahut Ham Eng. Ia kenali suara dari dji-soehengnya. rasa-rasanya dia bicara dengan lagu suaran ya si saudagar djinsom dari Kwan-gwa yang duluan datang beli djinsom dari Ayah . bikin aku sangsi.€ Tentu kau telah dibikin kecebur! Li hat. bikin aku sangsi. rasa-rasanya dia bicara dengan lagu suarany a si saudagar djinsom dari Kwan-gwa yang duluan datang beli djinsom dari Ayah . Kau tidak tahu.ubuhnya merasa dingin. Kalau b egitu. Bong Tiap dan Ham Eng terkejut. entahlah lagu suara mana. berewokan. soeheng yang kedua itu kemudian kata. Ibu? Bong Tiap tanya. lekas kau pakai obat gosok! Tjin Kong. Anak! Lioe Toanio berkata. Anak. mari lekas pulang! kata djie-soeheng itu. Bong Tiap dan Ham Eng terkejut. Siapa mereka.

Begitu pada suatu hari. Kabamya Kauwsoe niat campur tahu urusan ini. hunus pe dangnya ceburkan diri dalam pertempuran itu. yang bekerja di sebuah warung arak kecil di Kim-kee-tin. Demikian Lioe Toanio. tapi Siauw Sam. tetangganya LioeToanio. dan kaget setelah membacanya. datanglah bala-bantuan y ang tidak disangka-sangka. kita menantikan di dalam rimba pohon lioe di depan rumahmu! Jangan kau orang ajak-ajak Sam-boen djin-ma. Kau orang pasti mengerti aturan kita kaum Kang-ouw. ada satu tetamu yang minta aku sekalian sampaikan sepucuk surat untuk kau. Itulah s urat yang ringkas-terang dan kasar. Lekas sekali jalannya pertempuran jadi be rubah. seorang tua di anta ranya lantas minta kertas. Ketua dari Ban Seng Boen di Poo-teng. Begini bunyinya: Kauwsoe Lioe Kiam Gim. pit dan bak. Satu penunggang kuda kabur mendatangi. setelah aku kata kenal. Selagi lewat di Djie-tjoe. i a kenal balik. ia tempel pembes ar negeri. Dan lantas. Dia berusia kira-kira tiga puluh tahun. Dia ada gadis tunggal yang disayangi dari Kauwsoe Lauw Tian Peng. atau ancaman bencana akan jadi terlebih hebat.Tetamu tidak diundang itu bukannya suatu ahli silat. dan Lauw Tian Peng serta puterinya telah lantas dapat semangat baru. baharu berumur dua puluh dua tahun. sampai besok malam. hanya dengan belakang madapi belakang. aku akan bikin merek a tidak kecewa! Habis itu. dari itu kita telah dikirim untuk datangi kau orang. Ketika itu Lioe Toanio a tau Nona Lauw In Giok. terus menulis surat dan ia minta aku yan g sampaikan. Dengan orang asing ini menyerang dari luar perhatian berandal jadi terpec ah. ia girang menerima bocah itu. mereka b isa terns bikin perlawanan. Biasanyajarang ia mampir pada Lioe Toanio. Kemarin kita kedatangan tetamu-tetamu dari satu rombongan. Teng Kiam Beng. dia menggendol satu pauwhok kecil serta pedang di pinggangnya. Em pat Harimau Keluarga Lo. boleh pada Toanio. Tetamu macam apakah orang itu? ia tanya Siauw Sam. Itu adalah kejadian pada dua puluh tahun yang lampau. ia kagum melihat In Giok punya permainan golok Ban Seng Boe n. suami-isteri! Soeteemu. Ia tahu apa arti nya pertempuran itu. Hoo-pak. telah menentang kita kaum Kang-ouw. Siauw Sam kasih keter angan. Tak usah kita orang banyak bicara. Ketua dari Golongan Ahli Silat Ban Seng Boen. Maka tidak tempo lagi ia loncat turun turun dan kudanya. dia malah satu bocah ialah Ong Siauw Sam. ia turut pergi ke Hauw-gie di Shaosay. biarlah kepa ndaian kita yang nanti memberi putusan. Juga Loo-kee Soe Houw tak dapat lupai budi pengajaran pada dua puluh tahun yan g lampau. Ia ambil pihaknya itu ayah dan anak. kita ajar sedikit adat padanya. yang terus bacakan surat yang ia maksudkan itu. Hormat. mereka saksikan sekawanan berandal lag i begal serombongan saudagar. dkk Mefeka ada kawanan tidak tahu mampus! kataLioeToanio kemudian dengan sengit Kiam G im tidak ada di rumah tapi aku bersedia akan sambut mereka. ia serahkan surat itu. ia tanya ini dan itu dengan ge mbira. Biasanya bocah ini pulang setiap te ngah bulan dengan menenteng sedikit oleh-oleh untuk ibunya. mereka tolongi kawanan saudagar itu. terutama lima antaranya. akan sambangi suatu sahabat. maka itu di Djiat-hoo. anak tunggal dari OngToa-ma. Lioe Toa nio ada manis budi. Lo Toa Houw Ong Tjay Wat. karena mana iapun jadi kenal Lioe Kiam Gim dan akhirnya jadi menikah. Toanio kaget menerima surat itu. Mereka ada yang tua ada yang muda. sedang dengan Koan Ie Tjeng. karena ia berbakti. Apa mau. tenaga . Dia telah dapat warisan ilmu silat keluarganya dan sering ikut ayahnya meranta u. sembari minum arak mereka tanya aku ken al atau tidak pada Lioe Loo-kauwsoe. Lioe Toanio lantas tuturkan permusuhannya sama Loo-kee Soe Houw. Mereka kena terkurung hi ngga sukar mereka loloskan diri. mereka pun datang untuk sekalian membalas budi ini! Nah. hingga kita jadi tidak puas. kalau tidak ada Loo-soehoe sendiri. tapi kali ini ia berkunjung. romb ongan berandal itu ada liehay. Besok sore jam Hay-sie. setelah menjawab beberapa pertanyaan dengan ringkas lanta s bilang: Toanio.€Selagi mereka mandi keringat.

Nyata penolong itu murid kepala dari Thay Kek Teng ialah Lioe Kiam Gim. s edang sepatunya berujung besi! Tian Peng sambar anaknya untuk ditarik mundur. ke arah rumahnya. hingga dengan he . sebab dia adalah paman jauh dari Koan Ie Tjeng. Untuk ini mereka berikan satu tanda rahas ia. juga lima pem impin mereka segera turut angkat kaki. Loo-kee Ngo Houw akan ingat baik-baik budi kebaikan ini! . Lo-kee Ngo Houw sudah berubah menjadi Lo-kee Soe Houw. Nona Lauw ikuti ayahnya sejak umur enam belas. belum pernah ia tampak kekalaha n. ia merantau untuk pesiar. bahwa mereka sebenarnya bemaung dalam Keraton Sin-tek-kiong menjadi pahlawannya Kaisar Boan. sedang salah satu musuh. yang lari paling belakang. ia tel ah bantui jago ini dan justeru Nona Lauw In Giok masih merdeka. ia insyaf bahayanya akan be rtempur lebih lama pula. bahwa Lo-kee Ngo Houw. Kemudian lagi. bi sa lindungi keselamatan mereka dari gangguan musuh. Tapi. di lain pihak. ialah suitan mulut. hingga me reka diterima menakluk oleh negeri. Rupanya musuh tukar siasal setelah dapat kenyataan. tidak heran ia ada sangat mendongkol dan gusar. Ini adala h atas kehendak Lauw Tian Peng. karena hal sudah terjadi. Dan Ketua Ban Seng Boen ini juga kenal Thay Kek Teng. Karena perkenalan ini. musuh menga rah dua tujuan kepada ia sendiri. ia takut semua musuh nanti turun tangan Bagaimana la bisa melawan ka lau mereka meluruk semua? Sekonyong-konyong Lioe Toanio dengar tindakan kaki yang berlari-lari. sudah binasa. tahu-tahu mereka bersara ng di gunung di Djie-tjoe ini menjadi berandal pula. sekarang ia kena didesak. sehingga musuh dapat kesempatan akan panggul pergi Kawannya yang terluka. berseru: Nona. Mulai dari kaburnya kawanan liauwlo. korbannya In Giok. bahwa Lauw Tian Peng ada terhit ung angkatan terlebih tua. belakangan mereka pindah ke Utara. Kemudian Kiam Gim dan In Giok dapat tahu. gurunya. musuh itu bingung dan menjerit. untuk haturkan terima kasihnya yang hangat. adalah persaudaraan berandal yang mengacau di Soe-tjoan B arat dan sekitarnya. Lo Sam Houw. berdua mereka menjadi s uami-isteri. pernah mereka satrukante ntara negeri. belum pernah sudi lukai orang secara hebat. mak a satu kali terlepas dari kurungan. nyonya ini sudah b isa dibikin terpatek di situ ia menjadi gusar! Jadi nyata dugaannya. apa mau ia sudah terlambat. di satu pihak jadi kuatirkan Bong Tiap dan rumahnya. Baharu sekarang n yonya mi berpikir untuk tidak ngotot melayani terus. Kiam Gim pun jadi tahu. Itu waktu Tian Peng telah da pat tahu. ia ketemu sama Lauw Tian Peng. iahendakmencegah. Tian Peng lantas jodohkan puterinya pada pemuda ini. jago ini tak sesalkan puterinya lebih lama. Lauw Tian Peng. hingga tidaklah heran kalau ilmu goloknya liehay sekali. Katanya Empat Harimau itu kabur ke Djiat-hoo di mana mereka umpetkan diri. kapan ia telah loncat menyambar sama goloknya. siapa tahu. hanya entah kenapa. Tatkala itu Lioe Kiam Gim baharu habis berpisahan dengan soeteenya Teng Kiam B eng. gadisnya justeru berbuat demikian. mengganggu kaum saudagar pelancongan dan memeras rakyat. dan pernah pamannya. Dua puluh satu tahun lamanya Lioe Kiam Gim tinggal di Kho Kee€€persaudaraan Lo jug a berlatih terus. karena Harimau Ketiga. musuh sudah kena dibacok. Ia kejar lima musu hnya. In Giok pun telah membarengi dengan tendangannya pada dada orang itu. ia umbar nafsu amarahnya. sebelah lengannya putus dan jatu h ke tanah! Lauw Tian Peng lihat puterinya kejar musuh. Kenapa kau kej ar musuh dan kutungi juga sebelah tangannya? Kau tahu hebatnya kaum Kang-ouw dan bahwa musuh tak dapat ditanam bibit permusuhannya! Memang. Bocah! Tian Pengsesalkan anaknya dia bukannya gusar pada musuh. atau Lima Har imau dari Keluarga Lo. supaya ayah ini atau mertua ini. bukan kepalang gusarnya Lioe Toanio. Ah.mereka tambah dengan seKejab. malah selagi tubuh orang sempoyongan henda k rubuh. ia candak satu. kau kejam sekali! Selama masih hidup. ha nya segera ia hampirkan penolongnya. jiwanya tak tertolong dari luka hilang sebelah lengannya dan dadanya tertendang sepatu besi. maka itu ia tidak sangka. sambil lari dengan mata melotot. kalau perlu. kepada rumahnya Itulah berbahaya! Di sebelah kekuatiran nya. hingga selanjutnya. hingga sekarang Toa Houw jadi liehay begini. tetapi Tian Peng t ak ketahui. Kiam Gim dan isterinya tinggal menetap di Kho Kee Po. seumumya.

Dua-dua Toa Houw dan Ngo Houw sudah bebat luka-luka mereka. Ia bisa berbuat begini karena larinya yang pesat. untuk bokong si nyonya. yang bisa menyusul. Maka ia lantas berlompat akan susul nyonya itu. dikepung berempat. selama itu. Cuma dengan pelahan-lahan. ia mendesak terus. Tumbaknya Lo Toa Houw jadi liehay sekali.bat ia menyerang. Dua orang yang memegat sedikit ketinggalan di belakang. Kalau ayam biang sangat sayangi anaknya. Ia anggap sial-dangkalan diloncati orang perempuan ia percaya benar akan tahayul . uiilah tindakanku! Aku justeru hendak menghina anak daramu! Apa kau mau? H utang darah dua puluh tahun rnesu dilunaskan berikut bunga! Toanio bisa tertawa nyaring. tetapi dalam keng-kong-soet. Orang Heng Ie Pay ini jadi dapat angin karena berkawan dengan toako dari Keluarga Lo. apa pula manusia. hingga tinggal Ong Tjay Wat yang larinya pesat. ia kalah daripad a Lo Toa Houw. Maka di lain saat. untuk tarik pulang. mereka tidak garang lagi seperti semuia. dapat ia mendekati bahagian luar dar i rimba itu. yang mudaan lantas kel uarkan Thie-lian-tjte. hingga ia dapat candak musuhnya. melainkan dia yang tahu sendiri. Ia tidak takut. Dua pemegat dari Lioe Toanio ada berumur masing-masing dua puluh dan tiga pulu h tahun. ia menang jauh. dia jadi sangat mendongko!. Ada sulit untuk Lioe Toanio menyingkir pulang. Hanya. Dugaanmu tepat! Inilah maks udku. ia barengi berlompat tinggi akan lewati kepalanya T jay Wat. duri besinya itu tidak mendatangkan hasil. ilmu entengi tubuh. satu ibu? Baik. yang terpaksa musti mundur seraya tarik pulang tumbakn ya. Dalam boegee. guna singkirkan kedua musuhnya. ia berjongkok akan jumput tumbaknya. Kegesitannya sudah ternyata selama ia kelit tiga batang Kim-tjhie-piauw dari Lio e Bong Tiap. Ayo! berseru Lo Toa Houw. akan tetapi.€Oleh karena mereka sudah terluka. Ia keluarkan serangannya Pwee lak Tjap sie afau delapan kali delapan jadi cnam pul uh empat bacokan dan tikaman. sedang di seb elahnya. Ia pun segera mcnegur Oh. . Apabila berhasil. Maka itu. Benar iaberhasil loncati Ong Tj ay Wat. dua-dua macam serangan akan bikin nyonya itu tidak berda ya. Ia baharu lew at tiga jurus. Toanio tidak terdesak sebagai tadi. ia mencoba babat jeriji tanganorang yang mencekal pedang. Dengan Peh tjoe tjoet tong atau Ular putih kelua r dan guha . Bagus! Nyonya Lioe Kiam Gim berseru kapan ia saksikan cara menyerang orang itu. Sekarang Lo Toa Houw pun kena ditinggal si nyonya. tapi tidak urung ia kalah gesit. jeriji mania dari tangan kanannya telah ken a terbabat Ikuturtg. tapi menghadapi istermya Lioe Kiam Gim. hingga ia rnesu* layani mereka ini. mereka ini merangs ek pula. untuk men otok. inilah sulit. saban-saban ia tertawa terbahak-bahak. Sekarang Toa Houw majui tangan kirinya di muka. dua musuh pegat ia dengan babat an golok mereka masing-masing. kau orang bikin rusak kaum Kang-ouw! Kau orang boleh satrukan aku. malah ujung pedangnya sudah ancam bebok ongnya musuh. tapi ia tidak sepandai Bong Tiap dengan piauwnya. Hanya untuk loloskan dir i. Tjay Wat sudah sampai di belakangnya. Mereka mi adalah yang pernah tempur Ham Eng dan Bong Tiap di tengah mua ra Boegee mereka tidak rendah. si nyonya lag i lagi kena dirongrong oleh Ong Tjay Wat yang licik. orang-orang tak punya muka. sekalipun berkelahi. Ong Tjay Wat mendesak tidak kurang serunya. saban-saban senjata itu mencoba akan keprak terlepas goloknya si nyonya atau ujungnya mencari jalan darah. Toanio lihat orang mundur. ia sudah terkurung pula. Ia segera menyerang seperti kal ap dengan goloknya. kenapa kau orang juga arah rumahku? Ha-ha-ha! Lo Toa Houw menyambutnya dengan berkakakan. aku akan adu jiwakul demikian teriakannya. hingga ia merasakan saktt dan kaget sampai ia bikin terlepa s tumbaknya itu. yang senantiasa kecampuran ilmu-ilmu tikaman Thay-kek-kiam. mereka me sti main mundur apabila mereka tidak mau jadi korban golok. ia mainkan tumbaknya dcngan sempuma akan menghalau se suatu serangan. Pegat dial Pegat dia! Toa Houw berseru dengan kaget kapan ia tampak musuh hendak kabur dengan tangan berketel-ketel darah. Lo Toa Houw tidak takut. Ong Tjay Wat tidak sangka orang bisa loncati dia. tetapi hatinya. baharu kakinya injak tanah. akan terjang pula padanya.

Berbareng dengan satu seruan. ia lantas mengawasi musuh itu. awas! Pegat itu perempuan busuk! Toanio gusar. Musuh di depan itu. begitupun semua kawannya dia ini. ia kaget bukan main. ia menangkis serangan. yang membentak. teriaki: Djieko. Oag Tjay Wat lihat serang an musuh. yang katak. Itu waktu Lauw In Giok sudah bisa lihat tegas orang ini. tetapi dengan sungguh-sungguh.Ia insyaf apa artinya itu. dari itu. karena itu. dari seorang yang To a Houw. dengan begitu. yang sudah la ntas sampai di dekat orang yang mencoba rintangi Lioe Toanio itu. tiba-tiba ia gcscr tubuhnya seraya tangannya bergcrak. ia bikin golok lawannya jadi tidak berd aya. dengan mata itu ia diawasi . seiagi ia berlari pulang. Tahan! Kau hendak lari kemana? sekonyong-konyong€€suara membentak di depannya Lioe T oanio. akan segera sampai di rumahnya. tidak gentar dengan itu babatan. O rang tua itu hunjuk sikap jumawa. scmbari putar tubuh dan goloknya di depan dada. sampai setumbak lebih. waktu Lo Toa Houw dekati dia. sebab orang toh di bahasakan djieko . daiam h al mainkan senjata ia kalah eesit. ia segera maju menyerang dengan golok Toan-boen-toonya. tah u-tahu pedangnya dari atas membacok ke bawah. sampai si nyonya limbung! Ba iknya ia cerdik. k enapa mesa pakai banyak orang? demikian suaranya. bersama orang-orangnya. ia terpaksa mundur. orang ini ada seorang tua yang tubuhnya jangkung dan kurus sedang sepasang matanya ada bersorot tajam. Mundur! Mundur Mukanya Lo Toa Houw menjadi merah. Ini ada suatu gerakan yang liehay . satu tanda ia ada mendongkol. ke arah tenggorokan. tidak tahunya. dia suruh jago s he Lo itu mundur. guna lampiaskan kesengitannya. tan pa buka suara lagi. ia merasa terhina oleh sikap musuh tidak dikenal itu. dia ada lah pahlawan istimewa dari Keraton Kerajaan Tjeng. ia lekas tarik pulang golo knya. untuk sedetik. mengelakkan sesuatu b acokan atau babatan. untuk menabas kutung lengannya si nyonya gagah. maka itu. Tjay Wat jadi terluput dari bahaya.Lioe Toanio dengar angin menyambar di belakangnya. Orang tua ini adalah orang yang sarankan akan pancing keluar pada Lioe Toanio sambil berbarengdi lain pihak satroni orang punya rumah. Justcru itu. Lioe Toanio sudah lari sampai di iuar rimba. Pedangnya. lalu sambil putar sedikit tubuh. Cepat sekali. Lioe Toanio tidak sangka musuh ada demikian liehay. Dengan caranya ini. tanpa ay al lagi. Ingin ia bisa terbang. orang tua itu mulai dengan ran . dari belakang. ia bukan lagi hadapi orang sebangsa Persaudaraan Lo itu. malah dengan tidak mengucap suatu apa. mengawasi ke depan. Toa Houw telah berdiri di dampingnya. ia menikam balik. Ia telah memburu dan mencandak lawan. dari mana ia bi sa memandang ke rumahnya.Kalau Lo Toa Houw ada ja di pahlawan keraton peristirahatan kaisar di Sin-tek. hanya ket ika golok mendatangi. Lauw In Giok tidak tabu musuh hendak berbuat apa. akan ba smi musuh. Dengan tenang. yang bersenjatakan se batang pedang panjang la tadinya menyangka pada Lo Djie Houw. akan lompat jauh. Ia lantas mengerti. Di sana asap menggulung naik. ja ngan kata dikalahkan. ia maju membabat tangan musuh. ia hendak menangkis. kenapa tidak segera turun tangan? menegur Lo Toa Houw. Selekasnyaberada di luar. segera ia terusi. api telah berkobar. seiagi dia in i keluarkan keringat dingin saking kaget. Ia terkesiap hatinya.€Ia gunai Hon g hong tian tjie atau Burung hong pentang sayap . hanya sayang. Sekarang tak dapat Lioe Toanio menahan sabar. Melawan mi perempuan busuk. Dengan tiha-tiba ia loncat nyamping€€kakinya menahan. meskipun belum besar. ia tidak segesit ilmunya entengi tubuh atau l ari pesat. Suara itu ada suara dalam. tetapi scpcrt i orang di bawah pengaruh. dengan berat tetapi sebat. matan ya menjadi merah. musuh pun menukar siasat. ia berdin diam saja. Adal ah di sini. terutama karena dia sudah mulai lelah. Sin-tek Lie-kiohg. Rata! Maju! Maju! demikian tiba-tiba Lo Toa Houw berseru-seru seraya tumbaknya d ipakai menangkis goloknya si nyonya. Musuh itu benar-benar liehay. yang meminta kegesitan. tidak urung kedua senjata telah beradu keras. sebagai jago betina dari Ban Sen g Boen. Ia menduga pada serangan mu suh. Lioe Toanio menjadi sibuk kapan ia dapat kenyataan musuh tak dapat didesak. i a berlaku aval. Eh. Ia masih menduga-du ga apa maksudnyajeritan musuh barusan. Djieko.

pedangnya mainkan ilmu Tat Mo Kiam-hoat dari Siong Yang Pay. Ia tidak kena tertikam tetapi ia telah terbentur. ke kiri dan kanan. ia sekarang dibikin repot dengan rangsekan musuh. Sebab ia tela b berlaku nekat. Puas sekali hatinya Lo Toa Houw dengan hasilnya itu. akan tetapi dia pun bisa l ompat mundur dengan tidak kurang gesitnya. yang menjadi tuan penolongnya. Bayangan itu melesat bagaikan burung. kepandaian antara dua musuh ini tidak beda seberapa. melihat datangnya serangan gela p. yang heran berbareng gi rang ketika ia telah lihat rupanya bayangan itu. Rupanya bayangan itu datang dari tegalan. hanya sekarang ia pakai tipu pukulan toya Houw-bwee-koen atau Ekor Harimau . ia segera balas menyerang dengen beberapa biji senjata rahasiany a Tok-tjie-leeyang beracun. dari itu ia segera maju p ula. maka sekarang. tangannya yang menceka l golok. Yaitu Law Boe Wie! Dengan terbitkan satu suara nyaring. scsudah mana. dari itu. dengan tipu. hingga ia lupa bahwa ia seharusnya lekas pulang. Lo Toa Houw tertegun. akan elakkan sesuatu sen jata rahasia itu. ia tak dapat berkelit lagi. ia dapat ketika untuk egos tubuh. tanpa merasa lagi.gsekannya. ia jadi telah pisahkan diri enam-tujuh tumbak dari musuh itu. Law Boe Wie hunus pedang panjangnya. Orang yang tolong dia adalah orang yang dia tidak pernah sangka-sangka. sesudah gagal dengan desakannya. dengan sendirinya. yang kabarnya sudah pergi ke Liau w-tong dan kemudian tidak ada kabar ceritanya lagi ialah murid kepala dari Lioe Kiam Gim murid yang diterima di Poo-teng pada lebih daripada dua puluh tahun yang lalu. Satu k ali saja ia dapat menikam. Ketika tadi ia habis menyerang. kecuali menikam. kiranya kau! demikian teriakannya Lioe Toanio. maka sekarang. untuk tengok rumahnya. melihat ada ketikanya. untuk ujungnya yang tajam me nikam tenggorokan lawan! Lioe Toanio insyaf pada bahaya.€Tipu puk ulan ini. musuh ini mengguna i siasat yang bermula ia kasih dirinya didesak dan baharu sekarang ia lakukan se rangan membalas Dalam ancaman lawan itu. beberapa ekor anak kelinci ini serahkanlah kepada muridmu! Silakan Soen . Lo Toa Houw sementara itu jadi berada dekat dengan nyonya ini. Lioe Toanio berlaku nekat. sebab ia ini adalah orang yang sudah meninggalkan rumahnya hampir sepuluh tahun lamanya. sadari tadi ia memang nonton saja. pcdangnya yang panjang dipakai merapati golok mu suh. mak a untuk tolong diri. golok cuma lewat di atas pundaknya. ia menuding pada musuhnya. tahu-tahu ia su dah sampai pada si orang she Lo. hanya yang heb at bagi Lauw In Giok adalah dia sudah letih. Dalam saat berbahaya bagi Lauw In Giok itu. silat Soen soei twie tjouw atau Menolak pcrahu deng an ikuti aliran air . bcrbareng dengan mana. Selagi terdesak. ia tetap tenang. Sang lawan lagi mainkan tipu tikaman Loo souw hie kirn atau Orang tua mcncntcng k irn kctika si Nyonya Lioe menyerang secara dcmikian mendadak dan hebat. ia menahan napas. ia menyambit musuh dengan golok! Musuh tua itu kelihatan terkejut. . enteng dan cepat sekali. tetapi tanpa ketahuan . totokan j alan darah. Bukan kepalang kagetnya Lioe Toanio. ia lantas merasai€€tubuhnya j adi€€sedikit gemetaran dan beku . Seranganny a itu adalah yang dibilang hebat bagaikan turunnya hujan besar. matanya bersinar. pcdangnya itu ia serodoti maju. selagi ia lewati si nyonya. Ia puta r goloknya dan membabat. untuk ulangi serangannya selagi si nyonya sudah tidak berdaya j itu. walaupun ia sudah lelah. yang bersinar laksana perak. hingga segeraiah nienyusui mclesatnya golok itu. Sudah terang. tiba-tiba satu bayangan loncat meles at dari samping. lalu dengan pedangnya itu. Lauw In Giok telah tcrusi loncat pu la. ia masih dapat hindarkan diri dari ba haya maut. Ia menjadi berdiri tercengang. ia pertahankan ambekannya. hingga ia luput dari bahaya. Dan sesuatu tusu kan senantiasa mengarah bahagian anggota-anggota yang berbahaya! Sebenamya. pun bisa mengetok jalan dengan t iam-h iat. Anak. tangannya menyambar kepala orang. cepa t sekali. Tidaklah aneh jikalau Nyonya Lioe Kiam Gim menjadi bagaikan dipagut ular itu. Tapi ia mendongkol karena serangan yang hebat itu. Soenio. terayun. hatinya terkesiap. ia gelagapan. ia rubuh terguling! Oh. ia mencelat€€mundur dua€€tindak. dengan sekony ong-konyong ia loncat pada nyonya itu sambil teruskan menyerang dengan tumbaknya . dengan ti ba-tiba ia gunai serangan Koay niauw hoa in atau Burung ajaib membalik mega . hingga akhirnya. dengan sabar ia mundur. akan habislah lelakon hidupnya jago perempuan itu.

berkata ia. tapi ia segera geraki goloknya. batok kepalanya pecah remuk. Mendengar suaramu. ia dapati bayangan ini tak di bawahnyaTeng Kiam Beng itu. baharu du a gebrak.tidak kenal kau? Jangan harap aku nanti angkat kaki siang-siang! Malah kau. Baharu sekarang Lioe Toanio dapat pulang ketabahannya. hingga menerbitkan suara nyaring sekali. sebelum si orang tua sempat datang padanya. hingga tumbak it u mencelat pada sang soenio. lelatu api sampai muncrat meleti k. sedang tubuhnya pun sud ah tidak sesemutan lagi. pula melihat gerak-gerakan tanga n orang itu. Sekalipun soeni omu bukan tandinganku. tetapi selagi sang murid dan soenionya bicara. yang tadi ia pakai menyambit musuhnya . . kau adalah muridnya Lioe Kiam Gim. buktinya ia saksikan barusan saja nasibnya Toa Houw dan Ngo Houw. Sementara itu. bagai mana Lioe Kiam Gim mcmpunyai murid liehay begini. untuk pergi. akan tetapi Law Boe Wie mendahului menangkis goloknya. Orang tua itu mengerti musuh ada liehay dan tenaganya bcsar.€Ia heran. Ia belum pernah menempur Kiam Gim sendiri. Di lain pihak. apabila kau hendak berlalu. Law Boe Wi e tangkis itu serangan. Tapi ia tidak jadi jerih. Eh. soetee dari Kiam Gim. Di antara saudara-saudaranya. Berhubung dengan itu. ia niat rintangi Lioe Toanio. hingga kedua senjata beradu dengan hebat. apabila ia sudah tengok kanda itu. Muridku. dan sekar ang. Ia pun telah menduga-duga. karena Lo Soe Houw pemah omong t entang seorang dengan roman sebagai dia ini. malah dengan satu tikamannya. Kemudian ia sontek tumbaknya Lo Toa Houw dengan kakinya. dan duduknya hal. Maka itu.io pulang lebih dahulu! katanya pada isteri gurunya yang berbareng pun menjadi gu runya. siapa orang ini. Nyonya guru itu lantas putar tubuhnya. Soenio. Tapi Boe Kek Kiam-h oatnya belum pernah ketemu tandingannya. dengan mcngejek. kau tidak punya urusan di sini!€Pergi ambil jalanmu yang lurus. kau kiranya pandai menimpuk dengan Tok-tjie-lee! katanya. aku tidak akan izinkan! Melihat romannya atau usia. sekctika juga. kau hati-hati! ia segera pesan. sudah begitu. Ngo Houw ada yang terlemah. ia lompat maju dengan serangann ya. ia segera hunjuk kepesatan tubuhnya dan kegesitan main pedangnya. kedatangannya orang Ssing ini telah membuat musuh jadi tercenga ng. si orang tua yang iiehay. hanya pernah layani Teng Kiam Beng. dengan keras sekali. ia pun sedang terluka. Hanya ia mesti pulang dengan bcrlari-lari lekas. Toa Houw rebah sebagai mayat. ia tcrus berlalu dengan had lcga seka l i. Ka u bisa mainkan Tat Mo Kiam-hoat! Malah kau pun pandai menggunai beberapa jurus i lmu pedang Heng Ie Pay asal curian! Hm! Kau sangka aku . darahnya melulahan! Sakit rasa hatinya Ngo Houw. karena ia lihat. Lo Ngo Houw sudah berlompat k epada kandanya Toa Houw. ia malah lantas menuding. majulah si orang tua. maka perlu apa kau banyak tingkah di sini? Baik kau angka t kaki siang-siang! Kita datang untuk menuntut balas. Hingga sekarang nyon ya ini jadi dapatkan ganti dari golokknya. lawan yang baharu itu berdiri tegak dihadapannya. ia hendak coba ilmu pedangnya itu akan layani si kepala bagaikan kepala macan tutul ini.€ Sampai di situ. ia mengawasi dengan tajam. yang merintangi pihak mereka selama pertempuran di muka muara. hingga mau a tau tidak. bukan main kagum dan girangnya akan muridnya itu. ia kaget hingga ia k eluarkan jeritan. ia pingsan! Lioe Toanio masih sempat saksikan itu p ertempuran yang hebat tetapi sekejaban saja. muridnya Lioe Kauwsoe ini segera menduga pada orang yang dulu gurun ya cari tetapi tak dapat diketemukan. Jangan kuatir. Ia lompat ke kiri dan ke kanan. ia mesti layani ini bayangan yang tangguh. kita tidak akan ganggu kau! Boe Wie tidak gubris kata-katanya orang itu. ia rasai telapakan tanga nnyasakit. Pertarungan sudah lantas ambil tempat. asap suda h mulai mengepul tebal dan api lagi mulai bcrkobar . maka dengan bawa tumbaknya. cara bagaimana ia hendak gampang -gampang kasih lolos orang ini? Orang tua itu tidak hendak banyafc omong pula. Ia insyaf bahwa orang ini pandai silat dan berenang. si orang tua mundur duatindak. sahut sang murid sambil tertawa. dari itu. siapa sambut itu dengan gapah. pedangnya Boe Wie sudah sampok tcrpcntal goloknya dan kakinya bayangan i ni sudah menyapu patah berisnya hingga ia rubuh sambil keluarkan jeritan hebat d an mcngenkan.

Pertempuran telah berjalan sekian lama. tetapi si orang tua suda h berikan tanda. Ujung pedang sudah lantas menghampirkan batok kepala musuh. mereka berdiri diam saja di kejauhan. Ia sudah pikir. karena ia sudah kena ditotok jalan darahnya Hoen-hian-hiat . dalam tempo enam jam baharu ia bisa sad ar sendiri. hanya guna ulur kedua kaki panjangnya. Melainkan yang satu menyiapkan beberapa potong senjata ra hasia Thie-Kan-tjie. Si orang tua terkejut karena pedangnya terlepas dan terlempar. si orang tua mesti ambil putusan bukan untuk rubuhkan musuh atau nekat. apabila ia tak segera ditolong. dua jari tangan kirinya disodorkan bagaikan kilat b erkelebat. akan susul tubuh musuh itu. hingga te rdcngar suara yang nyaring. Di pihak orang tua ini. ia lebih banyak pusatkan pcrhatiannya kepada si orang tua. nyalinya telah menjadi ciut. tidak boleh main ker oyok. oleh kare na itu. Sebentar saja Boe Wie telah mengcrti bahwa Tjay Wat jerih dan licik. tangannya yang kirij eriji tengah dan jeriji manisnya. Ia men gerti bahwa ia terancam bahaya. ia jerih bukan main. keringatnya sudah mulai mengalir. sudah lantas ambil lang kah seribu. tak sampai ia menjcrit. malah mereka ini sengaja berpura-pura tidak lihat tandanya si orang tua. walaupun ia belum terdesak. I a insyaf. maka itu. pedangny a menikam. tetapi dasarnya tetap ada Thaykek-koen (yang pun disebut Bian-koen lemas tetapi ulet dan keras). berkclahi lebih jauh tidak menguntungkan. selagi ia belum sadar apa yang bakal tcrjadi terlebih jauh. tidak perduli si orang tua hunjuk kdie hayannya. ya ng ia segera jambak dengan tangan kirinya scsudah mana. Tapi ia tidak berhenti sampa i di situ. Berselang lag i sekian lama. ia tidak mau mengerti. dua jari musuh sudah mengenai sampi ng iganya. ia akan men dahului angkat langkah panjang! Demikianlah pikirannya Ong Tjay Wat Apalagi kedu a kawannya. Dua jarinya ini malah terlebih liehay daripada pedan gnya yang tajam itu. ia menangkis. yang berbedaan sadari lain. jtdatnya basah paling dulu. tubuhnya lantas sempoyongan. yang semangatnya seperti terbang karena menyaksikan cabang atasnya itu mat . sebaliknya. senantiasa turut main juea. menyusul mana pedang panjang d ari lawan jadi terlepas dari cekalan dan terpental. Si orang tua lihat ancaman bahaya itu. ia geraki pedangnya dengan terlebih sebat dan keras. Kembali iewat beberapa jurus. sekarang ia saksikan liehaynya orang tidak dikenal itu. ia maju pula. gerakannya bagaikan kilat berkelebat Sama sekali ia t idak kasih ketika akan pedangnya kebentrok pedang musuh itu. Begitu lekas kedua senjata kebentur satu dengan lain. sampai itu waktu. lekas ia ben tanda kepada Ong Tjay Wat supaya kawan itu membantunya. ia angkat tubuh orang it u! Orang tua jangkung kurus itu tetap tidak bcrsuara. begitu lekas mereka lihat jagonya itu memutar tubuh. Di sebelah itu.€Mereka pun pikir. Ia pun merangsek. sedang Ong Tjay Wat. dengan terpaksa ia maju juga. iapun tidak berdaya. si orang tua sudah mulai bernapas sen gal-sengal. maka tak dapat dicegah pula yang kedua senjata jadi bcradu. ia barengi menyerang. dua kawannya yang memasang mata . asal si orang tua kal ah. siapa telah perlihatkan ke pandaian seperti mengikuti kebisaan orang.ia menikam atau menyabet. Itu adalah gerakan Liong tjoa tjie tjauw atau Naga dan ular lari berbare ng . kakinya berlompat. hingga ia jadi min p dengan sat u mayat. akan cari jalan darah untuk ditotok. babkan bakal mencelakai diri nya. Law Boe Wie segera putar ugel-ugclan tangannya sambil menarik ke samping. untuk dipakai membarengi menyerang andai kata orang tua itu peroleh kemenangan! Law Boe Wie tidak gentar melihat Ong Tjay Wat datang mengepungnya. sampai di sini. Law Boe Wie lihat orang hendak tinggalkan. Boe Wie masih belum mau berhenti. hanya ia berkelahi dengan lebih b anyak membela diri. begitu lekas orang tua itu keok. ia sama sekali tak dapat desak Law Boe Wie. Ong Tjay Wat telah rasai desakan goloknya Lioe Toanio. dan ia pun lepaska n janjinya tadi bahwa orang mesti bertempur satu sama satu. angkat kaki paling selamat. selagi orang putar tubuh untuk menyingkir. mereka akan kabur. dengan sangat terpaksa putar tubuh. Sekarang ia tidak lagi jumawa. ia masih belum cukup beristirahat. Ia anggap. Boe Wie gunai beberapa macam ilmu puk ulan yang luarbiasa.

itu ada tanda bahaya untuknya. sed ang angin adalah angin dingin yang halus sambarannya. medan pertempuran itu jadi sunyi-senyap. Keluarga Lioe. bersama soemoaynya. dikasih berdiri. yang memakai topeng. ia kua tir soemoay ini nanti terluka atau kena diculik . Kebisaannya beberapa jurus ilmu pedang Heng Ie Pay ad a hasil curiam. ialah mereka mesti siap akan . masih belum lolos dari mara bahaya . siapakah si orang yang liehay itu? Dia adalah pemegang peranan pada kejadian dua puluh tahun yang lampau.€Ia ambil entah barang apa. sampai ia pun berpis ah dari soehengnya. Bisakah i a berlari-lari dengan bawa-bawa musuh itu? Ia bersangsi sesaat. dan Lo Djie Houw serta Lo Soe Houw pimpin beberapa kawan pula. Dia adalah Bong Eng Tjin. Sesudah ini segera ia lari ke arah rumah gurunya. Tugas mereka adalah mencegah Lioe Kiam Gim datang ke Utara. dan kalau pertarungan di dalam rimba selcsai dengan cepat. soebonya sudah berhasil atau belum dalam menolong rumahnya itu. Ham Eng juga bersemangat. untuk ba ntu saudaranya. sebab dia masih bisa lari terus ke dalam tempat lebat. hin gga karenanya. Sementara itu. ia sendiri ada wakil murid kepala. Lo T oa Houw dan Lo Ngo Houw serta dua kawan lagi. dia sendiri sebenarnya ada murid yang murtad dari Thio Tjeng Kie . Tapi ia masih cekali si orang tua. yang berdiam di rumah Lioe Kiam Gim ada sang put eri sendiri. akan tetapi ia tidak dapat berdiam lama di situ. Kiam Beng jadi bentrok sama Tjiong Hay Peng. atau mengganggu. hanya di sebelah itu. tetapi kawanan ini punya re ncana lain. sa ng soebo. Si pemancing menyamar sebagai dua tjay-hoa-tjat. Tjay Wat itu bisa lari keras. maka itu. Ia pun menduga-duga. I a lihat cahaya api di arah rumah gurunya. Barang-barang upeti yang dilindungi Teng Kiam Beng bukannya dibegal oleh kawan an Bong Eng Tjin. secara or-ang-orang terhormat . ia tidak hendak mengejar. Tapi rencananya ini justeru menolong Yo Tjin Kong. dengan itu jalan ia bakal sia-siakan tempo. tjiang-boen-djin atau ahli waris turunan ketiga dari Siong Yang Pay. dcngan caranya yang licik tapi hebat: Jikalau di dalam rimba yanghoe sudah terjadi suatu pertarungan yang dahsyat. iapun berkuatir. yang ia sesapkan ke dalam sakunya s endiri. langit pun guram. ia kirim surat u ndangan akan menantang berkelahi satu dengan satu. dia ada pahlawan d ari Raja Boan. s ukar untuk ia dapat mcncandak dalam sedetik. ia pan dang tak mata juga murid-muridnya. Benarlah dugaannya. karena ia tahu. Ia percaya. ya ng kedua adalah yang satroni rumahnya Lioe Kiam Gim.i kutunya. bahwa ini ada pertempurannya yang pertama kali. ia tidak dapat bebaskan dir i. Bagaimana bila ia gagal? YoTjin Kong sibuk sendirinya. Demikian mereka Sudan datang mengacau.mereka mempunyai masing-masing pikirannya sendiri. iapun bertanggung jawab. ia mesti tanggung ja wab atas keselamatan keluarga bibinya itu. Rombongan yang pertama adalah yang melakukan pertandmgan di rimba yanglioe. Law Boe Wie bersenyum puas. melainkan pcrbuatannya orang tain. pun angkat kaki tanpa ayal-ayalan lagi. Cuma satu perasaan ada pada empat anak muda ini. bersama sang keponakan. Hie Hong diminta bantuannya oleh bibinya. Maka ia rogoh sakunya dan keluarkan dua potong pisau belati kecil tidak ada lima dim panjangnya yang ia lekas pakai menimpuk. Bong Tiap. adalah di rumah i tu masih bcrlaku sampai sekian lama lagi. Ketikaitu. Seperti sudah dijelaskan di sebelah atas. Lauw Hie Hong. Biar Hie Hong ada sanak dekat. p enjahat cabul. Malam itu. ia bersemangat. siapa rupanya te rluka tidak hebat. dari itu ia sendiri pimpin Qng Tjay Wat. lantas ia turunk an tubuhnya musuh itu. Kecuali Lioe Toanio. Bong Tiap sebaliknya ada bergembira. Ma ka ia perlu membantu terlebih jauh. Lebih dahulu daripada itu. ada Ouw It Gok. sedang kawannya yang bersenjatakan Poan -koan-pit. lalu tangan kanannya merogoh ke dalam sa kunya si orang tua. kemudian samar-samar ia dengar jeritannya musuh itu. ia tahu. agar jago she Lioe ini tidak mcrusak maksud mereka memecah-belah kaum Rimba Persilatan.dan kedua murid. ketika Teng Kiam Beng kena dipancing datang ke gedung Soh Sian Ie. hingga orang she Teng itu kena terjebak. Toa-soeheng mereka tidak ada. seperti diketahui. ia pikiri sang soemoay. Y oTjin Kong danTjoh Ham Eng. d i rumah Keluarga Lioe sendiri sudah lerjadi pertempuran yang tidak kurang hebatn ya. Law Boe Wie lihat orang lad.€€Hie Hong pun bukannya murid Kaum Thay Kek. Sampai di sini. Bong Eng Tjin sudah atur rencana penyc rangannya secara begini: la pecah rombongannya menjadi dua. ia hanya merasa tegang se ndiri kapan ia ingat.

ia lantas saja pikir untuk lekas rubuhkan musuhnya itu. Maka itu. ia kata: Oh. tetapi si Hari mau Keempat bisa pakai itu di dalam air dan di darat. tapi bayangan ini segera perdengarkan suaranya: Saudara Yo. ia tidak sempat buka mulutnya lebih jauh. dengan suitan dan teriakannya. kita mendahuluinya . ia sudah mesti pandai betul. sebaliknya tidak dapat membantuorangshe Yo itu. Saudara Lauw. soemoaynya sekalian. tetapi sekarang. Mereka mesti menanti lama juga. yang satu ada muridnya Bong Eng Tjin. terutama Soe Houw sendiri. yang sudah siap sedia di saat mendengar pertandaan dari Yo Tjin Kong. turut loncat naik. kita diam. Hi e Hong sendiri. ia juga tidak kenai gegaman musuh itu. yang sesuatunya bercagak figa. kau baik menjaga di d alam rumah saja. ia tidak bisa jalankan rencana itu.nantikan serangan badai dan hujan lebat . ketika Y o Tjin Kong ketahui datangnya. Dari itu. Soe Houw sudah lantas menerjan g dengan sepasang tempulingnya. empat anak muda itu lantas mulai dengan penjagaan mereka. Tak puas ia atas datangnya sahabat ini. la segera mendesak. lagi beberapa orang. Yang muncul paling pertama ada Lo Soe Houw. karenaia segerad iserbu oleh duakawannya Soe Houw. Tidak demikian dengan Nona Lio e ini. Tjin Kongtidak bilangsuatuapa. akhir-akhirnya musuh telah data ng! Mereka itu muncul hampir bareng temponya dengan dikepungnya Lioe Toanio di d alam rimba. Dengan Kie hoh liauw thian . Mereka pasang mata dan kuping. ia mesti lawan musuh itu. kau bicara tentang kaum! Apakah kau sangka aku Kaum Ban Seng Boen t idak sanggup menempuh badai dan gelombang? Seberangkatnya Lioe Toanio. satu bayangan lain mencelat naik. dari it u. sedang ia sendiri anggap. Hie Hong datang tentu disebabkan itu dugaan. Sedangkan Tjin Kong sibuk. Senjata Soe Houw. semua ujungnya sangat tajam. Ngo-bie Hoen-tjoei-tjie. Ia duga Hie Hong datang tentu disebabkan orang she Lauw ini sangka ia jeri h karena tadi ia berteriak dengan pertandaannya. Musuh datang! Tjin Kong segera beri tanda. karena ia kemukakan alasan: Urusan Kaum Thay Kek mesti murid-murid Thay Kek Pay sendiri yang menanggung jawabnya. atau lebih teg as: Musuh diam. Sembari berkelahi. terus saja ia loncat naik ke atas genteng. tidak perduli ia sudah wariskan enam sampai tujuh bagian kep andaian gurunya. sekarang ia bergerak terlebih dahulu. Tandingan dari Bong Tiap ada seorang dengan tubuh besar dan tinggi melebihi si nona. Thay Kek Pay dan Ban Seng Boen ada seperti se golongan saja Atas datangnya bala bantuan itu. akan bersatu dengan . Dari tiga musuh yang loncat turun ini. jangan takut! Siauwtee nanti bantu kau ! Itulah Lauw Hie Hong dengan goloknya Toan-boen-too. Bong Tiap hendak tikam tenggorokan orang. mereka lalu berdamai akan at ur penjagaan. ma ka ia dengan sendirmya hunjuk€€kelemahan terhadap musuh. dari itu. nona ini jadi gembira. y ang dua ada murid-muridnya Lo Toa Houw. sedang Soe Houw merintanginya. Tjin Kong mesti lekas turun. Tjin Kong kerutkan alis. Ketika me reka sampai di bawah. sang lawan lagi siapkan Teng y . Ia datang dari bclakang. Tapi datangnya sahabat ini. Sulit untuk Tjin Kong lawa n musuh she Lo itu. ia sudah beradadi belakangnya pemuda ini. setela h mana. Sesudah bebcrapa jurus. atau Mengangkat api untuk menyuluhi langit . tetapi ia tidak puas. ia duga. Harimau Keempat dari Persaudaraan Lo. t erus loncat turun ke bawah genteng. Justeru itu waktu. dalam hatinya. mereka lantas diserang oleh Lioe Bong Tiap dan Tjoh Ham En g. tapi akhirnya. kawan siapa ada lima. si orang she Yo yang naik ke atas . Nyata ia tak kena didesak m usuh yang dari tubuhnya bukan tandingannya. Kalau orang hendak mendahului bergerak. Menurut rencana. setelah beberapa gebrakan. la belum mengatasi kesempurnaan. Biasanya senjata Ini dipakai di dalam air. ia melainkan bisa gunai kepandaiannya mainkan pedang untuk lebih banyak bela diri. la tidak senang tadi Tjin Kong menyebut-nyebut g olongan. kepandaian mereka tidak lemah. Untuk menjaga genteng. Hie Hong akhirnya mengalah. Di luar sangkaan . Ilmu silat pedang dari Thay Kek Pay berpokok dengan ketenangan. musuh bergerak. sedang yang tiga lagi. ia hanya ingin menunjukkan il mu silatnya Kaum Ban Seng Boen. mirip dengan sha-tjee. karena mana. yang mendahului serang i a. karena di sebelah kurang pengalaman pertempuran. Tjin Ko ng dan Hie Hong saling berebut. sedikit saja suara berkelisik menyebabkan mereka bersiap. di atas genteng dan di dalam rumah.

Sebab Nona Lioe itu. Hie Hong loncat pada Tjin Kong. ia kaget sampai berseru. mereka datang dari kiri dan kanan. dari itu. selagi ia berdiri tcgar. turun. yang ia siapkan dengan cepat. ia hendak bikin goloknya Hie Hong terbetot tcrlepas. musuh pendek. turun! Tjin Kong lalu serukan kawannya. tetapi karena ia ada tangguh. Tjin Kong. ketika melihat Bong Tiap rubuh. musuh itu loncat mundur pula. ia berlompat mundur. menyerang dengan berbareng: yang satu dengan ruyung lemasnya. selagi ia ber lompat. la bersenjatakan panjang. ujung kakin ya segera mengenai dengkulnya. maka itu. hanya apa celaka. hampir-hampir pedangnya kena dilibat dan disampok terlepas oleh ruyung musuh. niatnya untuk tolongi adik sepergur uannya. orang she Lauw itu bisa des ak mereka. dari atas genteng ada ber lompat turun beberapa bayangan. terutama gwakang. yang lain dengan toya b esinya. kaki kirinya dikesampingkan. dengan berkeredepan. ia menangkis ke kiri dan kanan. ketika golok Toan-boe n-too menyambar. masih dapat kesempatan menimpuk dengan senj ata rahasianya itu. ia lalu gunai akal. Dengan sebat. ia menarik. bagaimana nanti iabertemu sama bibinya? Maka itu. Selagi ia mundur. Dua kawannya di bawah adalah or ang-orang dengan usia terlalu muda. Lo Soe Houw. Di belakangn ya hari mau ini ada konco-konconya. sesudah mana. kuda-kudanya tangguh. ia mundur satu tindak. Dari Tat Mo ICiam-hoat dari Siong Yang Pay. walaupun dia sudah jatuh. yang tidak puas akan sikap orang itu. nona itu kena terdup ak terpental sampai lima-enam tindak dan rubuh dengan terbanting keras. Yang pertama ada Hie Hong. aka n tetapi musuh ini bukan orang sembarangan. hingga ia perdengarkan seruan nya babna kaget dan sakit. hingga tenaganya besar sekali. mereka ada sebawahan Soe Houw. untuk susuli penyerangannya terlebih jauh. keduanya menghalangi. kepandaiannya Bong Tiap sudah boleh juga. Tidak ada ketika atau jalan lagi. beberapa Kim-tjhie-piauw. Saudara Lauw. Djoan-pian. sambil m enerbitkan suara juga. o rangnya nibuh. untuk Bong Tiap menangk i s. Tapi kedua lawannya mencegahnya. dan yang ketiga. De mikian. ia punyakan pelajaran Iwee-kang dan gwakang dengan berbareng. terpaksa ia mun dur dengan gugup. kuda-kudanya digempur. menampak musuh rubuh. ia sampok jatuh dua batang pi auw. ketika ia tampak tangan dan kaki musuh bcrgerak. Selama itu. Hie Hong gunai goloknya akan serang musuh ya ng bersenjatakan Djoan-pian.ang tjiam . Akan tetapi Tjin Kong omong dari hal yang benar. tidak sampai ia rubuh. kaki kiri musuh sudah icrangkat. Paling perlu adalah melindungi soemoay! Kenapa kau tinggalkan dia? Ah. ia pergi loncat turun. tangan kanannya ialah pedangnya -menyambar ke kuping kanan orang itu. i a kuatirkan soemoaynya. ia sengaja antap goloknya kena dilibat. Begitu lekas sudah datang defeat. sedang Bong Tiap ada adik misannya piauw-moa y kalau adik itu bercelaka. senjata rahasia itu datang di tiga jurusan. Dengan Tjay hong sie ek . telah menyambarnya. ia tidak kelit. piauw yang ketigajusteru mengenai pahanya. Ham Eng mesti bela diri. ia m clainkan sempoyongan saja. semuanya memburuh ke dalam rumah. untuk serang musuhnya d ia ini. kedua musuh yang rintangi Hie Hong bukannya orang-ora ng liehay. selagi ia mesti lay an i dua musuh. tetapi belum sampai ia menyeran g. atau Burung ho ng mementang sayap . tidak ampun lagi. hingga karenanya Tjin Kong jadi terlep as dari kepungan. Tjoh Ham Eng sibuk bukan main. Ketika ujung pedang mendatangi. ia menangdi atas angin. yang kedua. Sambil keluarkan seruan kaget. Lawan itu tidak berhenti sampai di situ saja. ia lalu mcnd ahului membctot dengan keras. Atas ini. berbareng dengan mana. Musuh itu benar-benar liehay. atas mana. Ia telah lihat sikapnya musuh. ia tung gu musuh betot ia. Soe Houw lompat mundur. ia . Serangan piauw dari jarak dekat. yang saling menyusul. ia lompat maju. de ngan tidak bilang suatu apa. atau Jarum pedoman . Lauw Hie Hong ada keluaran Ban Seng Bocn. berbareng dengan itu. ia melibat. kau tidak kenal budi! pikir Hie Hong. Musuh tidak sangka gerakan macam ini dari lawannya. maka ia telah bersiap untuk menyambut tikaman. hanya ia rintangi itu dengan ruyungnya yang lem as. Dalam saat berbahaya itu dari Bong Tiap dan Ham Eng. karena ia terluka. ia menangkis dengan cepat tetapi. Di atas genteng barusan.

selagi ia repot kclabakan. Adalah di waktu itu. untuk membakar rumah. maka itu. Ham Eng dupak ia rubuh sampai bergelinding an beberapa tindak. Mereka mundur ke tembok. dari itu. Tatkala asap menghembus ke dalam. Lawannya Bong Tiap. ia tertawa. roman siapa menyebabkan ia bergidik! Dia? Kenapa dia bisa ada di sini? Bukankah dia sedang dirongrong di dalam rimba yanglioe? Mustahil. Oh. Bocah. di bawah kepungan. buat serbu s i nyonya rumah. akan tetapi keadaan sudah sampai di puncaknya kehebatan. ia kertak gigi. orang mulai batuk-batuk. asap lantas men gebul. sebaHknya. Hie Hong persatukandiri deng an Ham Eng dan Bong Tiap. s upaya mereka bisa kepung dia orang itu. Di sini masih ada aku! Aku tid ak akan membiarkan kau orang kecele. akan tetapi mereka tidak sanggup berbuat banyak. kemudian ia putar tubuhnya. Tjin Kong ada berempat. ia pingsan. sukar untuk membuka mata dengan merdeka. nanti ada yang layani kau satu sama satu! Kita tidak kuatir kau nanti bisa kabur! Itulah tak akan terjadi! demikian dengan sekonyong-konyong terdengar suara jawab an suaranya seorang perempuan tetapi cukup angker. hingga mereka tak dapat bcrgerak dengan leluasa.kena tertarik hingga ia sempoyongan dan ngusruk ke depan lawan. segera ia perdengarka n suitannya. terutama sebab rumahnya sempit. Di sebelah itu. Kau punya toako? ia kata. I a ada sangat sengit. telah maju pula. Ini ada rencana mereka apabila mereka terdesak.€ Janji adalah sa tu pertempuran secara laki-laki. asal ada ketika Bong Tiap pun gunai senjata rahasianya. Begitulah satu musuh lari. Dia ini menggunai golok yang berat Lioe Toanio sebal melayani se . ruyungnya teriepas. dia masih bisa loloskan diri? Kenapa tid ak ada yang kejardiaini? Demikian kata-kata dalam hati Harimau Keempat itu. Tjin Kong dan See Houw serta dua kawannya dia ini. dari itu Hie Hon g bisa gunai ketikanya akan hajar pundak orang dengan belakang golok. untuk awasi bayangan itu. ke belakang. api mulai berkobar. kawanan terkutuk! Yo Tjin Kong mendamprat saking mendongkolnya. Lo Soe Houw kehendaki jiwa orang. tubuhnya rubuh. hingga dengan lekas-lekas ia berkelit. atau ular raksasa melilit cabang pohon . mal ah pun tumbaknya Lo Toa Houw. loncat turun. Toakomu ada di sana! Dia telah bingkiskan aku tumbak in i disertai satu batok kepala manusia! Soe Houw kaget berbareng sangsi. Sedang yang menambah kagetnya adalah gega man di tangan Nyonya Lioe itu -bukannya Toan-boen-too hanya sebatang tumbak. atas mana Lo Djie Houw loncat turun dari atas genteng. Ini daya keji telah memberi hasil. di sana mereka nyalakan api . Maka bersama-sama Tjin Kong. Kenapa kau bisa pulang dengan masih hidup? Man a toakoku? Lauw In Giok tidak jadi gusar karena cacian itu. Perempuan busuk! ia segera mencaci. tunggu lagi sebentar. air mata meleleh ke luar. kenapa kau sudah panas terlebih dahulu? ia mcmb aliki. hingga ia jadi sangat terkejut Sungguh dia liehay sekali! katanya dalam hati. kandanya! Tapi ia menjadi sangat gusar. yang terluka piauw. hingga di lain saat. tetapi di luar dugaanya. Nyonya Lioe ini bis a gunai tumbaknya bagaikan ular naga keluar dari laut. untuk pertahankan diri di sit u. Akan tetapi mereka ini bukannya bangsa tolol. Aduh!* musu h itu menjerit. Kau sabar saja. kenapa sekarang kau orang berkawan dan turunkan ini tangan jahat? Manusia-manusia tak punya muka! Lo Soe Houw sambut dampratan itu dengan tertawaaya bergelak-geiak. yang kenali Lioe Toanio si bayangan dengan seruannya yang angker. akan menyusul. mereka lantas m encari akal. apapula kapan ia lihat berkelebatnya satu bayangan. Penyerang ada berjumlah lebih besar. mereka pun hendak paksa penghuni rumah noblos keluar. sahabat-sahabat baik! Lo Soe Houw kaget. akan tetapi Tjin Kong desak ia. ia lantas menyerang dengan tcmpulingnya. senjata mereka ada tiga pedang panjang dan sebuah golo k. Dengan ini jalan. api belum berkobar besar. Kau bisa kabur pulang ke rumahmu tetapi kau tak nanti dapat lolos dari rumahmu ini! ia berseru membarengi tikamannya. Karena ini.

musuh hendak dikejar terus. sudah mulai berkobar ke sebelah dalam. Sampai di situ. ia bisa loloskan diri? Sekarang mana ia berani lawan pula musuh itu? Lo Djie Houw adalah lain. Selama pertempuran itu. Oleh karena api telah menghebat. ia sudah terkejut. bekas ia berlari-lari jauh. karena tanpa berdaya. di samping mereka. hingga suaranya saru dengan suara beradunya berbagai senjata tajam. Rubuh kau! berseru si nyonya. ia bisa gunai tumbaknya Lo Toa Houw. Ham Eng dan Bong Tiap sambut itu anjuran.€€€Di€€€waktu€€sang€€fajar mendekati. tangan kanannya mencekal sebatang pedang panjang. tangannya terpental dan sesemut an. ia sudah letih. apapula ia tampak. Dalam saat yang sangat berbahaya itu. Pcgangannya Lioe Toanio ada golok Kaum Ban Seng Boen. Oleh sebab pcnyer ang itu adalah bekas musuh tangguhnya di muka muara. mereka kembali ken a dikurung musuh. matanya dipentang guna liha t si penyerang. Soeheng! ia berseru. nyonya ini segera tusuk ia dengan Pek tjoa touw sin atau Ular p utih muntahkan bisa . mereka berlomba singkirkan diri. Benar ia tidak mampu rubuhkan dua lawannya ini. tangan kirinya mengangkat satu tubuh m anusia. yang muncul di antara asap menebul. bcberapa kali terdengar suara nyaring dari bambu yang terbaka r meledak. Bong Tiap sebaliknya berseru: Ibu. pertempuran jadi berubah lain. sedang tubuh di tangan kirinya ia kenali ada pemimpinnya si jago tua kurus dan jangkung Bong Eng Tjin!€Maka seteiah keluarkan satu teriakan. yang dengan itu berbareng bisa menotok jalan darah. ia menjadi kaget bukan kepalang. ia loncat keluar. ia putar tubuhnya. sekonyong-konyong ada datang satu orang baru. mereka awasi saja apt lagi m s seluruh rumah. orang ada gunai hanya sebelah tan gan. yang telah candak mereka. maka dengan mandi darah. yang kepalanya mirip dengan kepala macan tutul. tapi dalam kekalutan itu H ie Hong dan Tjin Kong berhasilmerubuhkan lagi seorang satu. dari itu. ada luas. Tapi ia mundur ke dekat Lioe Toanio. bisa-bisa mereka jadi kor bannya api. sckarang ini keadaan mereka hampir berimbang. . hingga rumahnya Lioe Kiam Gim sudah seperti terkurung saja oleh s i ayam jago merah. untuk sipat kuping.mua musuh itu. yang merupakan sebuah tegalan. sesudah mana. y ang lagi merangsek. ma ka itu. mencegah. Kiranya kau. Di sini Yo Tjin Kong baharu lihat tegas tuan penolongnya. Di sebelah itu. Tjin Kong dan Hie Hong turut membukajalan. Selagi ia kaget.€Ia tidak bisa menangkis. ia rubuh dengan tidak bisa berkutik lagi. mengarah tenggorokannya. ia pun bias balas menyerang. hingg a ia tercengang. yang lebih lega. dadanya sudah jadi tameng tumbaknya Lo Toa Houw. ia harap bisa tolong pemimpinnya itu. orang-orang merangsek Tjin Kong b erempat. orang telah teruskan serang ia. hanya ia tidak bias gunai itu seperti Toa Houw. pihak lawan coba teru s mempertahankan. Siapa tahu. sebab pihak penghuni tak dapat nerobos keluar. Coba tidak Lioe Toan io mencegah. Bukankah ia ada pecunda ngnya si kepala macan tutul itu dan ia telah dikejar di air jauhnya belasan lie dan melulu karena kelicinannya. malah ia keluarkan ilmu tumbak Kim-tjh io€€Djie-sie-sie €€yang punyakan dua puluh empat tipu serangan. Ketika rombongan ini sampai di thia depan. tumbaknya sang kanda. malah pedang ini seger a dipakai menerjang Lo Soe Houw. bekas layan i Bong Eng Tjin beramai. Apabila pertarungan berjalan terus lagi sekian lama. semua orang kumpul di pekarangan depan. tetapi ia pun bisa gunai segala macam alat lainnya. Ia maju menyerang. dengan tusukan Lie Kong sia tjio atau Lie Kong memanah batu . Soe Houw dan Djie Houw kerubuti Lioe Toanio. api berkobar bertambah besar. mereka merangsek. maju! ia berteriak dengan tiba-tiba. dengan ketakutan. Semua musuh jadi kaget dan kede r. baharu satu kali saja ia ditangkis. Harimau Keempat elakkan diri dengan lompat mundur. tetapi kedua lawannyapun kewal ahan untuk bikin ia tidak berdaya. ia loncat mundur. pendcngarannya. sambil berseru. inilah hoohan yang kemarin ini bantu kita di muara! . Benar-benar Harimau Kedua ini rubuh. Anak-anak. sedang pengalamannya. ia sendiri mendahuiui mendesak. Ia menangkis.

dibawa ke perahu. ia pun dikepung Djie Houw dan Soe Houw. ia sudah belajar tiga atau empat belas t . semua awasi soeheng ini. ia pemah ditotok oleh Toa Houw. Lioe Toanio akhirnya tertawa besar. Boe Wie bercmpat merubungi soebo itu. yang kasih mereka bangun. Perahu adakecil. buat apa bawa-bawa dia. semua lantas bangun dan keluar. memang ia da tang secara sangat tiba-tiba. Akan tetapi. lebih penting adalah tentang Boe Wie sendiri. aku puas! katanya . tubuh Lioe Toanio pun direbahkan. Boe Wie sudah lantas hunjuk hormatnya pada soebonya. ia tetap diam saja. Sudah diketahui. Lalu»diambil putusan akan tolong Lioe Toanio dengan bawa ia ke rumahnya Louw Hie Hong di kampung tetangga. Boe Wie ada bawa-bawa korbannya si tua. Soenio akan dapat pulang kesehatannya.Tapi sang ibu tarik tangan puterinya itu. maka sebelum menutur terlebihjauh. ia jawab. sudah begitu. Dengan dapati murid semacam kau. Soeheng. Kalau sudah dapat beristi rahat. ia baharu berumur lima atau enam tahun . Ternyata Nyonya Lioe Kiam Gim sudah jadi korbannya pertarungan ini. begitupun asabatnya. Boe Wie bisa mengerti keheranan sekalian saudara seperguruan itu. seperjalanan perahu kira-kira setengah jam. begitupun Bong Tiap dan yang l ain-lain. untuk dapat mengaso. Bong Tiap dan Ham Eng. Selama itu sudah banyak penduduk kampung yang keluar. Di sebelah itu. y ang ditolong Lioe Kiam Gim semasa ia berumur enam-tujuh tahun. ia mcnangis menggerung-gerung. walaupun dcmikian. yang pergi seperti menghilang. k apan sang toa-soeheng sudah awasi air mukanya Nyonya Lioe. dan Tjin Kong semua sebal iknya mengasih hormat pada soeheng ini. biarpun rumahku hangus ludas. soebo itu telah dapat luka di dalam bad an. Kau tidak kenali Toa-soehengmu ini? ibu itu kata. ia gi rang luar biasa. Bukankah lebih baik dupak saja dia ke dalam sungai? Boe Wie awasi itu soemoay. Ia terlatih sempurna sesudah Lioe Lookauwsoe undurkan diri dan tinggal menyendiri di Kim-kee-tjoen di Kho Kee Po. Lioe Toanio lantas dipondong. Justeru karena dia. Halnya Bong Eng Tjin ini pun pasti ada sangat menarik perhatiannya sekalian saudara angkat itu. lantaran ia tcrtawa besar. tapi tadi ia berlari-lari jau h. Tjin Kong akan ditinggalkan untuk ia urus rumah yang terbakar itu. Itulah tidak dapat dilakukan. sesampainya di rumah. hingga ia kaget bukan main. ia ada gusar dan sangat mendongkol. sesudah deng ar suaranya Tjin Kong. hingga ia peroleh lukadi dalarn. seluruh anggotanya bergerak. ia kata: Jangan kuatir ! Soenio tidak kenapa-apa. cuma karena ia masih bcrnapas dan nadinya jalan baik. bukankah berabe? tanya Bong Tiap. Nyonya itu lantas diantap. Di waktu masih kecil. maka dengan sekonyong-k onyong ia mata gelap dan rubuh. tapi kemudian. Sedang Ham Eng. Mereka tahu ada pcrtempuran. ketika mendadakan ia lihat sang so ebo rubuh sendirinya. begitupun halnya ia bantu Ham Eng dan Bong Tiap da lam pertempuran di muara. sedang akhirnya. mereka umpetkan diri. ia melainkan terlalu lelah. Tapi toa-soeheng ini masih belum tahu. Ia telah b erkelahi melewati batas. mcreka bantu padamkan ap i. semua sangat berkuatir. tempo ia dapati ibu itu diam s aja dan kedua matanya rapat. saking takut. sudah begitu. Ketika ia masuk umur dua puluh tahun. Bong Tiap tubruk ibunya. Ia masih belum sadar. melulu dengan k uatkan hati. aku telah datang kemari . sebab di wakt u Law Boe Wie meninggalkan Keluarga Lioe. Ia harus menerangkannya semua itu. Anak. dia datang selang beberapa tahun sesudah berlalunya soeheng in i.kali ini kita bergantung kepada kau! Boe Wie hendak jawab guru perempuannya itu. ia masih sanggup pertahankan diri. ya ng jangkung kurus. ia memanggi 1-manggil. ia suka e mpo-empo kau! Nona itu melengak. Law Boe Wie ada anaknya seorang tani di luar Kota Poo-teng. Dia ini ada punya kepentingan besar dengan Loo-soehoe. Tidak heran kalau ia tidak ingat soeheng ini. baik kita ikuti dia dahulu. maka Boe Wie suruh Bong Tiap coba uruti dia. benar lukanya tidak hebat. bagaimana ia suda h dipelihara dan dididik dalam ilmusilat. Semua orang heran. hati mereka tidak terlalu berku atir lagi. di situ bcrkumpul Hie Hong.

tubuhnya jadi kurus. demikian pesannya terakhir. ia jadi nampak kesulitan. karena tugasnya adalah menyembunyikan kawan-kawan dalam pengungsian. justeru dari. karena mana. buat perhatikan pesanannya. Seiama sepuluh tahun. hingga ia tidak tahu. untuk meloncat keluar. Itu hari ra pesan murid i ni supanya menjunjung cita-cita Thay-kek Teng. satu kali ia dapat binasakan satu tiehoe.€Tapi ia segera tanya: Kapankah. hi ngga segera ia pikir. Bercekat hatinya pelarian ini. untuk murid itu meninggalkan rumah perguruan. se ratus lebih rakyat tak bersalah-dosa. ia dengar suara r endah tapi angker. hingga ia masuk menjadi anggota dari Pie Sioe Hwee perkumpulan rahasia Pisau Belati. Tapi justeru itu. Begitulah Boe Wie merantau. siapabisadiperintah mer antau untuk wakilkan ia. kena ditawan. setelah gerakan Thay Peng itu gagal. Mendengar ini. ia pun tak sudi sambangi soesioknya Teng Kiam Beng. Kemudian di han ketiga. yang kesudian jadi pengkhiana t bangsa Han. orang Boan ini ada sahabat kekal dari sang soesiok . ia pilih suatu h an baik. ia tertawa satu kali juga. hanya saban-saban ia nampak kegagalan. sedang di lain harinya. Boe Wie tercengang. ia sudah w ariskan. Pie Sioe Hwee turut u mpetkan diri. bagaimana nanti hari depannya. beberapa kali pernah Boe Wie lakukan penyeranga n gelap pada pernbesar-pembcsar kejam yang dimusuhi. Tiba-tiba ia mendengar ketokan pada jendela. Di antara kaki-t angan pembesar negeri ada orang-orang yang pandai. karena orang-orang b aharu tersangkasaja. la mesti pergi ke sana dan sini. Pie Sioe Hwee turut ambil bagian sebagai anak cabang. ia menyingkir jauh ke Djiat -hoo di Barat-Selatan. hingga delapan atau sembilan bagian kepandaian gurunya. untuk si murid sendiri cari pengaiaman dan persahabatan . maka orang gagah sebagai ia jarang ada. Boe Wie pikirkan penghidupan ta k ketentuan itu. ia jadi pelarian. Pada suatu malam. Sebagai anggota Pie Sioe Hwee. Boe Wie telah tertarik oleh salah satu sahabatnya. ia jalan sendiri. terut ama supaya sang murid jangan sekali-sekali bekerja pada bangsa Boan. ia meninggalkan korban dua kawannya. Sekarang ia tidak lagi meranta u. iaturut pesan gurunya. Merantau belum lama. menyusul lain-lain korban lagi. ia sudah punya kepandaian dari dua cabang ilmu s ilat yang kesohor. Sesudah ini. yan g utamakan pembunuhan kepada pembesar-pembesar rakus dan jahat. Paling belakang. yang ia dapatkan murid sebagai Boe Wie. si hartawan B oan yang kejam. pembcsar negeri melakukan pembersihan. Boe Wie bertepuk tangan satu kali. ia peroleh kepandaian dari Ban Se ng Boen. tapi berbareng dengan itu. ma ka ia bersyukur. dengan sang angin menghembus-hembus. dia telah jatuhkan hukuman mati. Oleh k arena Derduka. suaranya seorang tua: Bunga merah dan daun hijau adalah satu k eluarga . Korban-korban rakyat itu m embuat Boe Wie menangis di dalam hati. Yang terang adalah ia benci bangsa Boan atau pemerintahnya. sedang dari Lauw In Giok. ia menumpang di rumah satu penduduk di kakinya Bukit Yan San. a . selanjutnya mereka bekerja secara diam-diam. dia ini ternyata ada lebih kejam pula. tapi pun ada kalanya.€Ia pun pikir kan tujuannya Pie Sioe Hwee. Dalam usia semuda itu. Salah satu sebab dari ini adalah kebentjiannya kepada Soh Sian le. mekar pada Tjhi a-gwee Tjap-gouw * Bunga merah dan daun hijau saling bercahaya seperti orang bersem angat dan orang berhati mulia adalah sekeluarga . anggotanya semuajadi orang gelap . Tuan rumah ada satu anggota Pie Sioe Hwee yang tidak pern ah muncul. Apa tidak ada Iain jalan dari pad a selalu mesti la kukan pembunuhan gelap? Tidakkah pembunuhan gelap bukan suatu daya sempurna? Mak a iajadi bersangsi. Berada seorang diri. Hanya kalau ada ketikanya. ia hanya mengungsi. Di zaman pergerakan mulai Thay PengThian Kok. semangatnya Lioe Kiam Gim belum padam. ia jadi sungkan muncul pula. sebab di hari kedua itu. data ng tiehoe yang baru. Walaupun ia sudah undurkan diri. sang soebo. berbuahnya? Ka pankah€€mekarnya? Suara yang dalam itu menjawab: Berbuah pada Pee-gwee Tjap-gouw. dari itu. dengan kupingnya dengar suara berbagai binatang alas di a tas gunung. Boe Wie juga lantas dicari oleh pembesar negeri. Mendengar itu.ahun lamanya. Demikian ketika murid ini sudah berumur dua puluh lima tahun. melulu disebabkan sikap dari soeteenya Teng Kiam Beng. tidak ada halangannya untuk kau pergi ke Poo-teng da n sambangi soesiokmu Teng Kiam Beng.

melawan empat pahlawan istana. Kejadian pun ada sangat kebetulan. Memangdalam kalangan Pie Sioe Hwee ada pemecahan golongan atau tingkatan untuk anggota-anggotanya. sahut Boe Wie. Dengan tajam Boe Wie awasi orang tua itu. angin Utara ada dingin sekali. Tidak berayal lagi. akan b ergerak pula. aku terns tidak kembali pada Pie Sio e Hwee. In Tiong Kie terangkan. aku sebaliknya kenal kau! ia jawab.saja.€Dan I n Tiong Kie -yang berarti Keanehan dalam Awan masuk dalam Golongan Kim . rupanya mereka terpisah dari kawan dan sedang lelah. siapa tahu. Lauwtee! berkata ia Boe Wie pasang kupingnya. Jadinya Tjianpwee adalah Loo-tjianpwee In Tiong Kie? ia tegaskan. itu adalah di Gunung Siauw Hin An Nia. karena mana. Sebab kata-kata mereka adalah kata-kata rahasia dari Pie Sioe Hwee. yang bajunya wama biru ada gerombong an. aku dengar Pie Sioe Hwee ada punya satu anggo ta angkatan muda. Sahabatku itu tidak berhati dingin. terbagi delapan. hingga orang sangka ia sudah meninggal dunia. artinya: Tanah daerah kembali kuat. S esudah satu hari dan satu malam kita berunding. a ku kuatir dia menjadi korban. siapa berulang-ulang sudah terjang bahaya. mer eka mengamuk hebat. dalam satu malam. yang main lakukan pembunuhan gelap. setelah mana ia tanyakan maksud kedatangan tjianpwee ini orang yang terlebi h tinggi tingkatannya hingga ia ketahui. Boe Wie hunjuk hormat p ula. Dari kumisnya yang putih. Boe Wie heran hingga ia pentang matanya dan memotong: Bagaimana semut bisa berk elahi melawan serigala? ia tanya. Sahabat ini telah ajak ak u menyingkir lebih jauhke Liauw-tong. aku ke temu satu sahabat asal Kwan-gwa. di antara tiga pendirinya Pie Sioe Hwee ada satu yang dipanggil In Tiong Kie? Hatinya Boe Wie jadi bercekat. yang sangat menarik hati. Aku sayangi pemuda itu. justru aku pikir untuk cari dia. maka itu. llKau tidak kenal aku. si orang tua lantas bercerita. tetapi semut datang semakin banyak. Serigala-serig . bagaimana orang ini punyakan tubuh kuat. dengan kata-kata Kim auw hok kouw. Kau toh ketahui. dia ini mesti ada mcmpunyai kepandaian tinggi. karena hendak ditangkap. Sahabatku itu juga ada seorang luar biasa. matanya terns mengawasi. hanya ia tidak ingat Pie Sioe Hwee mempu nyai anggota . Mendengar ini. dengan kumis ubanan. ia menduga pada usia atas enam puluh ta hun. di pcrmulaan musim dingin. sebagai tanda hormat. Bagaimana Tjianpwee ketahui itu? Orang tua itu tertawa. Boe Wie awasi dengan tajam pada orang tua itu. Be berapa ekor serigala mendekam beristirahat di bawah sebuah pohon. Ia pikir. Ketika aku bertemu orang luar biasa itu. sedang itu waktu. dia hanya lagi tunggu ketika. datang kabar bahw a ia lagi diuber-uber pembesar negeri. Tapi itulah benar terjadi. Apakah Loo-tjianpwee suka ulangi padaku kat£-katanya itu orang luar biasa yang m enjadi sahabat Loo-tjianpwee? tanyaia. Benar. di situ memang ada banyak semut hitam. sampai tubuh mereka sepe rti tidak kelihatan. ia buron cntah kemana. Maka ia percaya. buka n. Dan dahulu p emah bunuh satu pwee-lek. Ia tidak setujui tujuannya Pie Sioe Hwee. bulan sepuluh. Orang tua itu juga mengawasi Boe Wie akanakhirnya ia bersenyum. Aku sudah duga. tertua seperti orang ini. akhimya aku dapat dibikin insyaf dan. yang ada gagah dan berani. ia sudah binasakan tiga antaranya. terlihatkan seorang tua. jawab In Tiong Kie sambil tertawa. pangeran bangsa Boan. Apakah kau dari Golongan Hok ? ia tanya. Se kcjab saja. Ketika dahulu aku pun mesti menyingkirkan diri seperti kau sekarang ini.tas mana. apa yang tertampak ada gumpalan hitam . mencelat masuk ke dalam rumah. aku lantas berangkat untuk cari dia . yang terus turunkan kedua tangannya. yang katanya ada ahli waris dari Th ay Kek Pay. beberapa ekor serigala itu telah dikerumuni rombongan semut itu. Aku sudah ditunjuki suatu pemandangan yang luar bi asa sekali. pasti kau bakal menanya begini . Tanpa pembunuhan gelap habis kita ada mempu nyai daya apa lagi? In Tiong Kie tertawa berkakakan. aku lepaskan cita-citaku. matanya bercahay a.€ Aku pun tak percaya i tu apabila aku tak menyaksikannya sendiri. Han tjok tiong kong . orang benar datang untuk ia sendiri. kebangsaan Han bercahaya pula . Itu adalah pertempurannya semut yang kecil dengan serigala yang besar . Paling belakang ini. ma lam ini ia muncul di Djiat-hoo lagi.

Setelah hidup terka tung-katung. Adalah si anak muda sendiri. Asa] kau ketemu loo-enghiong itu. . demikian seterusnya. kau bilang saja bahwa kau hendak cari Pek-djiauw Sin Eng Tok-koh Loo-enghiong. panasnya lenyap separuhnya. Umpama kata di lain waktu kau sudah sadar. apabila dia dapat kawan dan berombongan besar. iapun menghela napas denga n tiba-tiba. yang pikirannya lain. akan tetapi. tubuh mereka berdiam. itu sudah cukup! Nah. serta isterinya. lalu datang lagi. Lauwtee. kalau tidak. maka selang dua hari. Akan tetapi. Setelah itu. ini anak muda rubuh karena serangan demam yang hebat. Jadinya Loo-tjianpwee inginkan aku juga meninggalkan Pie Sioe Hwee? akhimya ia k ata In Tiong Kie urut-urut kumisnya yang putih. aku hendak pe rgi sekarangi Pengutaraan selamat tinggal itu ditutup dengan satu loncatan tenang tetapi ges it sekali. apapula manusia? Orang tua ini berhenti sebentar. tidak perdu li mereka gagah dan pandai bagaimana. Kau sendiri umpamanya. Boe Wie. kau pikirlah pula baik-baik.tidak terhitung jumlahnya. Tidak demikian kalau kita bekerja dengan seora ng atau dua orang dengan rombongan yang sangat kecil. matanya mengawasi keluar. kemudian ia pergi k e pekarangan depan. Lauwtee. pada pergerakannya Lie Giam di akhir Kerajaan Beng. Besok paginya. Agaknya ia merasa pasti bahwa setelah dengar perkataannya itu. Syukur buat dia. kau bilang bahwa kau hendak ca n aku. sikapnya jadi tawar.ala itu bergulingan. apa tidak bisa jadi. Benar jago tua itu sedang undurkan diri tetapi dia memang ada berpemandangan lebih luas daripada orang-or ang Pie Sioe Hwee. tetapi ini tidak menolong. Andaikata di sana kau tak dapat cari aku. beberapa pembesar. manusia. Ielan. Benar pemerintah tak dapat digempur tetapi toh sudah tergoncang juga. Sahabatku si orang luar bia sa itu hunjuk. begitu pun suaranya binatang-binatang alas di atas gunung. sukar untuk mereka robohkan satu kerajaan yang sudah dalam dan kuat dasarnya. Boe Wie memandang dengan berdiam. demikianlah ada maks udku ia jawab. Jikalau begini putusanmu. si anak muda ak an dengar nasihatnya itu. Sampai di situ. Inilah buktinya! Kalau rombong an semut ada demikian liehay. aku hendak pergi saja! berkata iakem udian. Lalu. Ya. dia akan sudah terbmasa remuk-hancur. ia bercuriga terhadap siapa juga. dengan dipencet dua j ari. pada pergerakan Kaum Thay Peng kita. tinggallah mereka punya tulang-tulang yang putih . Lauwtee. tuan r umahnya yang bemama The Sam. Law Boe Wie berpikir Iain. sahaba ku itu bilang padaku: Semut ada satu binatang kecil sekali. Lewat sekian waktu. kau boleh cari aku di Oey-See-W ie di Sam-seng. tubuhnyajadi lemah. pasti kau akan m enemui dia itu. hingga selanj utn ya cuma suara angin yang terdengar pula. terang otaknya sedang bekerja. akan awasi sang salju sampai sekian lama. berapa pembesar kau pernah binasakan? Sahabat ku itu lalu menunjuk pada hikayat. mereka jadi sangat liehay. Loo-tjianpw ee. Lauwtee. kemudian ia menyambung lagi. kenapadiadiam saja. kena pa dia tidak kemukakan itu kepada perkumpulannya? Dan kenapa In Tiong Kie juster u bemaung di Djiat-hoo. Boe Wie berdiri bagaikan patung. di luar dugaannya. Begitu liehay semut itu . tanah airnya bangsa Boan? Maka. ulur lidahya. akan kemudian.€Aku tercengang dan kagum atas apa yang aku saksikan itu. Pembunuhan gelap? Cuma satu pembcsar yang bi nasa. ada baik hati dan suka rawat ia de ngan sungguh-sungguh. ke Kwan-gwa tak nanti aku pergi! In Tiong Kie tercengang. apabila ia cuma terdiri dari beberapa orang. pemuda ini jadi waspada. Dia memang bermaksud baik dengan nasihatnya ini terhadap ini anak muda. apa gawenya sekarang ini bekas jago tua? Kalau In Tiong Kie insyaf tujuan Pie Sioe Hwee keliru. Sesudah mengawasi dengan dingin. hanya ka rena itu. Bukankah In Tiong Kie -walaupun dia ada salah satu pendin Pie Sioe Hwee sudah lama kelua r dari perkumpulan itu? Dan siapa tahu. ia pandang pemuda di depannya. . Boe Wie kata: Terima kasih banyak. sek arang In Tiong Kie sudah berserikat sama bangsa Boan itu? Apakah bukan ia sedang hendak diperdayakan? Dugaan Boe Wie terhadap In Tiong Kie adalah meleset. rupanya t adi malam ia kemasukan angin jahat dan jadi jatuh sakit. kita pun bisa jadi korbannya kawanan semut itu. baiklah.

Dia berusia pertenga han. Jikalau demikian. kau telah kepergok. i a awasi dengan tajam pada dua bayangan itu. sahabat baik. boleh jadi mereka engko dan adik. hanya tindakan kaki satu ya-heng-d jin. yang mcncekal pedang. kau turut aku pergi ke kantor pembesar ncgeri. baharulah ia Iayap-layap. Habis makan obat. Boe Wie memandang dengan mata melotot. dua bayangan tersebut lompat masuk ke dalam! Law Boe Wie segera menduga pada orang polisi. Tapi bahaya sudah datang. Boe Wie berdiri diam. sesudah lelah. di luar jendela lantas berpe ta dua bayangan orang serta terdengar suara tertawanya nyaring. bahna kaget. Kau orang jadinya ada o rang-orang polisi Pakkhia yang kcnamaan! Maafkan aku yang sudah tidak kenali kau orang! Dari tempat ribuan lie kau orang telah susul aku.Selama dua hari itu Law Boe Wie senantiasa pikirkan kata-katanya In Tiong Kie si orang tua itu. menuju pada pembaringannya. ia angkat ta ngannya. Di lain malamnya. harap kau tidak mengatakan aku d ua Saudara Giam ada berlaku kasar kepadamu! Mendengar disebutnya Persaudaraan Giam. tangannya dibarengi diayun ke arah jendela. Sahabat-sahabat baik. Matanya meram mele k. ia tidak boleh ber ayal. tetapi ia kuatir tuan rumahnya nanti terembetrembet. kiranya kau o rang ada Giam-kee Heng-te. ia sampai keluarkan keringat dingin. hanya ia bersenyum ewah. ia tidak bisa banyak pikir lagi maka ita. baharu jadi tujuh atau delapan bagian. Maka ia telah ambil putusan. ia sukar pulas. Tiba-tiba ia dengar suara berkeresek. ia berloncat turun dari pembaringannya. akan tanggapi benda putih itu ketika si benda lewati sedikit padanya. mereka tertawa pula. segera ia hunus pedangnya yang s elamanya belum pernah terpisah jauh dari tubuhnya. Maka ia jadi mendongkol: Ngaco! ia membentak. disusul sama uca pan: Ha. Persaudaraan Giam! is tegaskan. supaya kau tidak membikin sukar pula pada kita duasaudar a . Boe Wie rasai panasnya jadi lebih banyak kurang. Di luar segera terdengar suara nyaring. ia ingin tidur agar dapat beristirahat. kau orang boleh bawa pergi! Sembari mengucap demikian. supaya kau ora ng peroleh kcnaikan pangkat dan kebahagiaan. Sampai tengah malam. asal sudah segar lagi sedikit. tanda bahwa timpukan itu tidak mengena i sasarannya dan jatuh ke tanah. ia tidak lupai kcpandaiannya. hanya sayang sekali. Oh. tidak demikian dengan kupingnya yang jeli. dari mana pun berkelebatsatu cahaya putih bagaikan ranta i perak. Mereka masing-masing bersenjatakan Thie-tjio dan scbatang golok Tan-too. Baik kau berlaku gagah sebagai orang Kang-ouw sejati. karena senantiasa ingat besok ia hendak merantau pula. ia hendak an gkat kaki. Ia kaget tetapi ia tabah. sekonyong-konyong ada menyam bar angin dari jendela. Sahabat. ro man mukanya rada minp satu dengan lain. Nyata it u ada sebuah piauw. ialah orang biasa berjalan di waktu malam. Kau orang bangsa elang dan anjingnya pembesar negeri mau bicara tentang kehormat an orang Kang-ouw? Hm! Di sini toaya ada. ini aku kembalikan bingkisanmu! katanya. kepandaian siapa belum sempurna betul. dari itu ia mulai pikir akan berangkat besok saja. ia pun kuatirkan munculnya orang-orang polisi. malam itu ada membawa lelakon. Apa mau. Ia segera teringat pada tuan rumahnya. cara bagaimana aku bcrani membuat kau orang kcccle? Sahabat-sahabat. berkata mereka. maka ia ulur tangannya . suara itu pelahan akan tetapi segera ia dapat kenali. benar-benar kau orang telah bercape-lelah . yang ia kuatir nanti da pat susah karena urusannya sendiri. hanya setelah itu. itu bukan suaranya daun rontok. Benar ia tidak takut yang ia nanti kena dibekuk. benar-benar dia ada di sini! Menyusul kata-kata itu. Boe Wie maju dengan matanya mengawasi dengan tajam. ialah dua mac am gegaman yang biasa dipakai oleh orang-orang polisi. sia pa tahu. jikalau kau ada mempunyai kepandaian. Di saat murid Thay Kek Pay ini hendak berbangkit. ia rebahkan din. demikian salah seorang berkata. Sahabat. senjataku ini menampik! . pada tubuhnya sendiri. Dua orang itu benar berani. aku bersedia akan iringi kau orang. Dengan si-apkan senjatanya. dengan gerakan Lee hie ta teng atau Ikan trambra meletik . Begitu lekas senjata rahasia itu sudah tergenggam dalam tang an kanannya. Tahu pastilah ia sekarang bahwa ia lagi berhadapan sama orang-orang polisi. Dua orang itu berpotongan sedang.

Coba ia tidak sedang sakit. Tjin San lolos dari ancaman kepungan. sekalipun demikian. akan tetapi. atau Loh-bee pedang. akan buang diri ke kanan dengan mundur sedikit. si penumpang. dengan be gitu dadanya jadi terbuka. ia kurang keuletan. ia memikir untuk gunai tipu. hingga darahnya lantas bercucuran. da ri luar ke dalam. Di waktu ia menangkis ke kanan. kakinya limbung . Tjin Hay j uga menjerit. Sahabat baik. kapan mereka mengintip dan lihat kawan mereka. The Sam dan isterinya sudah tidur ketika pertcmpuran dimulai. Dua saudara ini. Giam Tjin San tangkis tusukan itu. Boe Wie merasai ia semakin lemah. maka mereka kaget sekali dan berkuatir. hampir berbareng dengan mana. Dia membacok bebokong dengan tipu Lian-hoan Tjin-pou-samtoo atau Tiga bacokan saling susul . t idak kurang 1 iehaynya tan-too dari Tjin Hay.Tapi. Giam Tjin Hay maju akan bantui engkonya. karena ini. dengan Thie-tjionya menyerang dada musuh itu. Dan mclayani seorang kidal memang rada sulit . ia balik maju. Thie-tjio dari Tjin San ada liehay. lagi dikepung musuh. ia tidak sempat puta r tubuhnya lagi. Sahabatku. ia bisa laya ni musuh. terpaksa ia egos ka ki kanannya. kembali ia gunai Hoei-ma-kiam denga n apa ia tangkis golok lawan. kepalanya pusing. Sedang Boe Wie pun tidak nyana. dia ini segera loncat keluarkalangan. dengan hati lega. hamba wet dari Pakkhia ini ada dcmi k ian tang guh. ia jadi dapa t tenaga. pedangnya. Untuk satu Giam Tjin Hay. ia sudah kewalahan. dari itu . Giam Tjin San lihat lowongan itu. Habis mundur. keduanya sudah lantas bcrtcmp ur. sekarang ia mesti layani satu sama satu pada si orang she Giam yang kedua. Boe Wie tidak menangkis. seumpama cengcorang hendak menawan t onggeret. kitajuga! Bai klah. Ia tidak jerih se kalipun ia sedang sakit. maka itu dengan ketenangan.€Karena ini. punya tenaga begitu besar. ia mclainkan tarik tubuhnya ke belakang sedikit. dasar lemah. akan menyingkir sambil bergulingan ke arah pintu. ia teruskan menikam ulu hatinya. ia sengaja berlaku ayal. hingga tubuhnya jad i sempoyongan.€ Kau mempunyai senjata. Mere ka tidak punya kepandaian berarti. memang terkenai. Boe Wie niat susul musuh itu. Dengan Heng kee kirn Hang atau Me lintang di atas penglari emas . akan tetapi Boe Wie mcndahului dengan Peh tjoa touw sim atau Ular putih mcnghcmbuskan bisa untuk tikam dadanya orang yang mcnjadi kanda. dengan begitu. maka itu. dengan tib a-tiba ia menjerit dan rubuh terguling. ia jatuhka n diri. ia tidak bersangsi. ujung pedang telah men genai lengannya. ia putar balik tangan kanannya. atau Bidadari melempar jarum . akan bantu adiknya mengepung musuh. suara berisik me nyebabkan mereka tersadar. Ilm u silat ini berpokok tenang. keduanya mundur beberapa tindak.musuh. ia masih kurang sebat. Bukan main sibuknya Law Boe Wie.Dua saudara Giam itu juga tertawa tawar. Tapi iatetap lelah. penyaki tan seperti dia.dia ini me nyambar 4engan goloknya. Boe Wie sedang sakit. Murid Thay Kek Pay itu dengar sambaran angin di belakang. Giam Tjin San maju pula. untuk tolongi saudaranya. Tjin San berpikir. ia lompat bangun. tetapi kepandaiannya ilmu Thay Kek Pay mcnolong dia. sebab dia ini mainkan itu dengan t angannya yang kiri. dengan kesakitan. Ini adalah Hoei ma kiam . gesit luar biasa. nyali mereka suami-isteri ada kecil. lain tahun pada hari ini harian sembahyang kau satu tahun! Habis berkata begitu. kalau tidak. burung gereja ada di belakangnya . Aku tidak sangka. maka untuk singkirkan bahaya. tubuh kosong membuat asabatnya lemah juga. demikian Tjin Hay si kidal. Tjin San kaget. tetapi Boe Wie tidak takuti mereka. akan dengan Koay bong hoa n sin atau Ular naga jumpalitan . tetapi setclah senjata mereka beradu. Ia I upai lukanyadi lengan. Sesudah kira-kira lima puluh gebrak. tapi di sebelah itu. ia bisa celaka di tangan dua hamb a negeri itu. Tjin San dan Tjin Hay. ia lantas merasakan pusing. dua saudara Giam itu geraki senjata mereka. apapula ia memang paling benci hamba-hamba wet. Syukur tadi ia telah keluarkan keringat. kau manis sekali! kata Tjin San. Sang adik ini adalah seorang kidal . bagaima na kalau Giam Tjin San kerubuti ia? Selagi Tjin San mendatangi dekat. dengan gampang ia bisa kalahkan dua orang polisi itu. ia pun tidak sempat gunai pula senjatanya. kesabaran. Lalu dengan Giok lie touw tjiam .

Pisaunya The Sam scndiri mengenai lengannya Tjin Hay. si Garuda Malaik at Seratus Cakar. sama seperti bangsa Han sendiri. Tapi ia pun sengit. kau menang . Boe Wie tidak sebut-sebut In Tiong Kie. matanya separuh tertutup. hingga dia rubuh dengan mandi darah. yang tens mcngucurkan darah. untuk perihnya hati. kau juga tidak terus bakal lolos . Di sini tak usahlah dituturkan perihal perantauannya beberapa bulan itu. mereka rubuh saiing gan ti di bawah hajaran sepasang Thie-tjio dari si orang polisi dari Pakkhia. karena lelahnya. ia pun susul Tjin San kelain dunia. mereka ini cerdik. baharu ia sampai di Oey-see-wie. Ia sudah bebas. tidak ayal lagi. jago tua yang bergelar Pek-djiauw Sin Eng. la jadi korbannya nyonya The Sam. Boe Wie kuatir tuan rumahnya turut bercelaka karena ia. dia kena dibabat pedang beberapa kali. lebih baik ke Liauw-tong! . di mana ia berhasil-mene mui Tok-koh It Hang. Ia berkelejat kaki tangannya. Tjin San tarik napasnya yang penghabisan. Ia menyesal. Yan g busuk atau jahat. mereka tidak dicurigai. Boe Wie hampirkan The Sam akan raba tubuhnya. rubuh pula sak ing lelah dan sakit. Maka ia pun curiga dan sangka orang hendak can tahu hal-ihwalnya. Ia terutama lihat tegas sinar mata yang tajam dari orang ini. hingga dalam repotnya. jago tua itu ada orang macam apa. tapi ia telah celakai tuan rumah suami-isteri. i a tidak dapat menolong suami-isteri itu. Dengan begini menjadi lebih nyata. malam-malam juga ia angkat kaki . dengan pisau belati mereka menimpuk. hingga seperti kala p. Rohnya Nyony a The Sam sendiri sudah pergi terlebih dahulu . pengalamannya pun luas. ia percaya orang buka nnya orang sembarangan. adalah golongan pembesar negeri atau tuan tanah. Boe Wie telah lewati tempo beberapa bulan untuk per gi sana dan pergi smi. Mulanya bertemu sama Tok-koh It Hang. Me reka hidup bertani. kata tuan rumah dengan suara pelahan sekali. Percuma saja tuan dan nyonya rumah mencoba b ikin perl a wan an. Di matanya dua saudara Giam. I a lihat musuhnya dan mengenalinya. Selama itu. Sekarang tak lagi ia merasa heran. untuk membaniui. Hanya. iadapati me reka sudah mandi darah. selama berada di Liauw-tong. i a belum tahu. keduanya muncul dengan berbareng. Tjin San kena tertikam bebokongnya. malah ia jadi sangat gusar. matanya tajam. satu kali saja ia lihat tampangnya si pelarian ini. ia terjang suami-isteri pembokong itu. Habis kata begitu. Maka setelah siap. M emang sarang kita di Shoatang sudah kena diubrak-abrik! Pergilah kau. selagi€€musuh-musuhnya m embelakangi mereka. lekasan! Aku belum kasih tahu kau tentang kabar yang aku dapat kemarin . maka dengan kuati hati. kata Tjin San dengan lemah. ia terjang Tjin Hay siapa sedang kesakitan. IV Sesampainya di Liauw-tong. air mata Boe Wie meleleh keluar. mereka jugadisangka ada pcnduduk biasa saja. lcngan kanan. Kanda itu tidak binasa kare nanya. Sahabat baik. siapa tahu. Rupanya dia ini. Melihat mayat-mayat itu. dan golonga n ini pun dibenci mereka. ia ajak Boe Wie main-main untuk beberapa jurus saja. ia benar tak dapat berdiam lebih lama pula di Kwan-lwee! Maka ia jadi ingat In Tio ng Kie serta kata-katanya orang tua itu. itulah sebabnya kenapa ia rubuh sendirinya . Karena i ni. Aku sudah tidak berdaya lagi. sekarang m ereka itu berkorban sekali. di saat Boe Wie tcrancam. iapun tidak pakai cara kunjungannya orang Kang-ouw. Sebab sudah biasanya bagi ia untuk waspada. sambil keluarkan jeritan mengerikan. berubahlah pandangannya terhadap bangsa Boan seumumnya. . kenapa In Tiong Kie menyingkir ke daerah perbatasan ini dan betah berdiam di sini. mukanya kasih lih at senyuman iblis. Cepat Boe Wie lompat pada The Sam dan isteri.mereka tidak lantas maju. Tok-koh It Hang bukan melainkan pandai silat. sehabis lampiaskan sakit hatinya pada suami-isteri itu. raj in dan ramah-tamah. sebab kepala pusing. ia lompat bangun. mereka tunggu waktu. Siapa tahu. sampai goloknya tak dapat digunai sebagai bermula. Pergil ah kau. Nyata bangsa itu berbeda sikap daripada pemerintahnya. sebaliknya ia berpura-pura s ebagai satu pengungsi. Biar aku pergi ke Shoatang akan lihat apa aku bisa bikin di sana begitu ia ambil putusan. Tapi kau jangan berpuas hati. tubuh mereka rebah di samping tubuhnya Tjin San. karena sarangmu di Kang-lam sudah digulung! Percaya.

Sekarang kau tel ah sampai di sana. Tidak. Boe Wie tunduk benar-bcnar. si orang tua tertawa berkakakan. Kau tidak ingin kembali kepada Pie Sioe Hwee. Aku tidak punya kepandaian untuk diturunkan kepada kau. ia jawab. tak dapat aku terima murid kepalanya. Teetjoe ada dari Golongan Hok. Pek-djiauw Sin Eng ada punya perhubungan apa dengan In Tiong Kie. Dengan sendirinya. kata ia Sekaran g tee-tjoe insyaf. memang ada aturan umum. Boe Wie insyaf benar-benar bahwa ia bukan tan dingannya jago tua itu. untuk aku menambah pengetahuan . baik untuk sementara kau jangan pulang dulu. maka akhirnya. tapi Tok-koh It Hang segera mencegahnya dengan cepat cekal lengannya. tak berani aku terima kau sebagai muridku. Boe Wie hendak berlutut. baharulah di dua jums yang terakhi r aku bisa atasi padamu. ia jawab. pada beberapa bulan yang lalu. Lauwtee. Apakah kau ada dari pihak Pek Sioe H wee?. Aku tidak bisa. Karena tcrkabar kau lagi diarah oleh pemerintah Bo an. Kau sebut dia itu. Malah tee-tjoe ingin tetap tinggal di sini. Sudah beberapa puluh jurus aku lawan kau. adalah itu aturan umum. dahulu gurunya pernah pesan untuk ia menambah pelajaran dari Iain-lain cabang kaum persilatan. dari itu. Aku belum kenal pribadi dengan Lio e Loo kauwsoe. ia terima tantangan. tapi sekarang ia dengar keterangannya pemuda ini -yang ia percaya-hatinya jadi girang. sampai Boe Wie tanya. Dalam halnya kau ini. pantas kalau ia yakinkan ilmu sil at terlebih jauh. Ia kata ia bukan hendak mening galkan Lioe Kiam Gim sebagai guru. maka itu. mcndadakan si or ang tua berseru: Kau sebenamya keluaran Thay Kek Pay mana? Lekas bilang supaya ti dak terbit salah mengerti! Sampai di situ. sebagai muridku. Walaupun orang menolak. itulah sukar sekali. yang ia tidak berani langgar. Lioe Kia m Gim taat pada itu aturan. Ia jug a hunjuk. tetapi ia tak ingin kembali ke Kwan-lwee. ia keluarkan keringat dingin. Di saat muridnya Lioe Kiam Gim hendak loncat keluar kalangan.Tadinya Boe Wie menampik. ia pandang sebagai sep aruh kawan saja. maka ia terus perkcnalkan dirinya. bi la dengan pcrsctujuan nya sang guru. sedang buat cari guru yang pandai. Boe Wie masih mendesak. ia berikan kemerdekaan dan izinnya pada mu rid kepalanya ini. Tee-tjoe mohon Lootjianpwee t cnma aku sebagai murid. mendengar mana. In Tiong Kie sudah pergi ke Kwan-gwa untuk ca n kau. akan terus menj ura pada tuan rumahnya. kemudian ia . teetjoe tidak pikir pula untuk lakukan pembuhuhan-pembunuhan gclap. dari itu. untuk dikasih bangun. Hanya karena Boe Wie benar-ben ar lichay. Keduanya sekarang bicara secara asyik sekali. Adalah setelah keduany a bergebrak. ia ingin tetap tinggal di Kwan-gwa ini. Lauwtee. mestinya kau telah bertemu dengannya. lalu ia berbangkit. Boe Wie mengerti. Tok-koh It Hang heran. Tok-koh It Hang bukannya tak sudi dapat murid sebagai Law Boe Wie. Ditanya begini. Boe Wie cuma bersangsi-sebentaran. ia merendah. In Tiong Kie pernah beritaliukan aku. Benar. bahwa kau ada satu angkatan mudayang gaga h dari Pie Sioe Hwee. tetapi dia adalah orang yang aku kagumi. terpaksa siang-siang ia keluarkan kepandaiannya ilmu Thay Kek Pay untuk bisa mel ayani terlebih jauh. sang murid boleh bclajar lebih jauh pada Iain-lain guru. itulah tepat. entah dengan cara bag aimana ia diserangnya. ia mengawasi dengan tajam. Setelah berselang sedikit waktu. Taruh kata tee-tjoe berniat pulang. ia sendiri merasai tangannya sesemutan. Jadinya kau ada mund kepala dan Lioe Kiam Gim? Pantas kau begird liehay! bcrkata ia. Jangan kata tubuhnya. Oi dalam kalangan persilatan. Bagaimana Lootjianpwee bisa mendu ga begitu jitu? Jago tua itu tertawa. jadi tidak ada halangannya untuk ia berguru pada lain a hli silat. itu adalah latihan kau sendiri yang masih kurang. ia lantas manggut. bajunya saja ia tidak mampu langga r. tetapi iasebenarnyaingin ketahui kepand aiannya jago tua itu. Boe Wie berpikir ia berpikir dengan keras. Di sebelah itu. bukannya ilmu silat Thay Kek yang kurang sempurna. berkata ia.akhimya ia tegaskan. lawan tua ini ada jauh lebih liehay daripada ia. itu tak dapat dilakukan lagi. ia tidak pandang dia sebagai murid yang biasa.

Dua-dua Tok-koh It Hang dan In Tiong Kie kagumi dan hormati Lioe Kiam Gim. Tapi kim-na-hoat ini scbaliknya da ri pad a Thay-kekkoen. an ggajjjlflfiya jadi berubah. apapula sekembalinya dari Kwan-I wee Tionggoan In Tiong Kie telah bawa cerita bahwa ahli waris Thay Kek Pay itu yang kesohor Thay-kek-kiamnya. banyak rakyatnya yang dibuang ke batas Liauw-tong. ia ada orang she Tok-koh. hingga di zaman itu sudah di akui sebagai nama keluarga orang Han. yang ter ima dirinya sebagai separuh guru. tet api mercka tidak sukai Teng Kiam Beng.€Kau harus mengerti. tidak heran. membela diri . Aku ada lagi satu contohnya. Berbatasan denga n daerah Liauw-tong ini ada sebuah negeri yang dinamakan Rusia. Raja itu ada kejam. Tok-koh It Hang berkata lebih jauh. flfnenunggu waktu. kedudukan pemerintah Boan makin kuat. rupanya ini disebabkan.kata. Pastilah akan ada satu hari. Ilmu silatnya berdasarkan Golongan Eng Djiauw Boen Cakar Garuda. hatinya jadi terbuka. di sebe lah itu. perkumpu lan itu tetap tak dapat capai maksudnya. karena singk irkan diri. Ia dap ati julukannya justeru karena kegesitannya itu bagaikan garuda Tok-koh ada she atau nama keluarga asal orang asing (Ouw) tetapi itu dari bara t-selatan telah masuk ke Tionggoan sejak AhalaTong. Ia pun tadinya beranggapan se bagai Boe Wie. Maka kemudian orang Rusia namakan pembu nuh gelap yang berani itu sebagai pendekar lacur yang tak berharga satu sen! Mendengar ini. Beberapa tahun Law Boe Wie tinggal bersama Tok-koh It Hang. Thay-kek-koen dan Kim-tjhie-piauw sud ah jadi angkuh terhadap kaum Kang-ouw dan telah bergaul rapat dengan pihak pembe sar negeri. Boe Wie tinggal menumpang sama Tok-Koh It Hans. Tanpa menumpahkan darah. i alah Siberia. ia terus suka berunding s%na gurunya itu. tidak fcekerja sama-sama peme rintah. Boe Wie menyengir. itu pun keliru. M enurut pelarian ini. yang dating kepadanya setelah s etengah tahun ia sampai di Liauw-tong. Di samping itu. Kita hanya binasakan satu-dua pembe sar negeri. sehabis kegagalan Kaum Thay Peng . Iain raja muncul sebagai gantinya. hingga ia sendiri jadi sebagai separuh murid . umpama Lie Tjoe Sen dan Ang S ioe Tjoan dari Thay Peng Thian Koife Itu waktu. perkumpulan rahasia i tu ada terlebih besar dari perkumpulan kita. Demikian selanjutnya. Pembunuhan-pembunuhan gelap bukannya daya untuk mewujudkan usaha besar. Russia juga punyakan semacam perkumpulan mirip Pie Sioe Hwe e. dengan sepasang telapakan tanganku yang hanya berd . soeteenya orang itu. Pun ada banyak orang Kang-ouw yang tidak puas terhadap orang she Teng jtu. Sebab urnumnyaroRyat Boan ada sama seperti di Tiongg oan. cara bagaimana bangsa Ouw itu bisa digulingkan dan diusir? Tanpa tindakan itu. ia t elah bisa wariskan Tok-koh It Hang punya enam puluh empat j uros kim-na-tjhioe-hoa t. Kalau Thay-kek-koen ada dengan lemas melawan yang keras . ia ciptakan sendiri ilmu pukulan kim-na-tjhioe-hoat yang terdiri dan de lapan kali delapan -enam puluh empat jums. dalam tempo empat-lima tahun saja. Tok-koh It Hang bergelar Pek-Djiauw Sin Eng. Malah dari In Tiong kie. ia jadi tinggal menetap di Liauw-tong. Boe Wie ketarik dengan perundingannya ini guru baru. Ci ta-citanya Tok-koh It Hang adalah mengumpul kawan. ta pi toh ia telah terima pelajaran sepenuhnya. Ia utamakan kegesitan tubuh. kim-na-hoat adalah s ambil menyerang. apabila kau jadi tawar karenanya. Tok-koh It Hang ada asal Kwan-Iwee. hingga dengan sendirinya dia itu jauhkan diri dari Rimba Persilatan. seperti garuda melayang menyambar. penduduk Liauw-tong adalah bangsanya sendiri dan da ri itu. tidak pernah ia ab aikan ilmu silatnya. Tapi. terutama mengenai pemerintah Boan serta s epak-terjang kebangsaan dari rakyat Tiongkok asli. ia duga sukar untuk ia tinggal sekian lama di tempat baru ini. buat justeru bikin terguling pemerintah itu. Ha nya. Umpama ma-tua dari Tong Thay-tjong Lie Sie pin. Boe Wie memang sudah punya dasar baik. tapi dia bisa binasakan rajanya Itu telah terjadi belum seberapa lam a ini. b agaimana bisa ditumpas itu segolongan orang-orang berpengaruh yangjahat dan keja m? Darah mesti dikucurkan secara berharga. yang bertujuan menggulingkan rajanya. kim-na-hoat gabungkan luar dan dalam jadi satu. serta tujuh puluh dua jalan ilmu pedang Hoei Eng Tjiong-soan Kiam atau Burung ga ruda terbang berputaran . bisa dimengerti kepandaiannya yan g tinggi. kalau ia peroleh kemajuan. karena bangsa asing mcmbantu padanya. rajanya dipanggi l czar. bukan seperti caranya Pie Sioe Hwee. dari itu. ia dapat pelajaran kepandaian mengenai sen jata rahasia dengan mendengar suara anginnya saja. tidak perlu ditilik keras. ada di antara rakyat itu yang nyelundup ke Liauw-tong. satu raja telah binasa.

Ia memang tidak puas terhadap sepak-terjangnya soesioknya itu. dan bagaimana nanti kesudahannya. Sebabnya ialah: kesatu. terutama karena orang mendugaduga. Kemudian menyusul kabar bahwa Lioe Kiam Gim. dia ini ada keluarga golongan R imbaHijau. kena dibikin malu.. s cbab dua-dua Kiam Gim dan It Hang adalah gurunya sendiri. dimana-mana orang horm ati kau. Kejadian itu ada menggemparkan. apa Lioe Kiam Gim bakal adu kepandaia n sama orang tua itu. Perkara apakah yang penting itu? Itu adalah halnya itu perampasan barang upeti yang dilindungi Teng Kiam Beng. sudah begitur. Ada orang ajak aku bckerja untuk dianya. ahli waris Thay Kek Pay. Dan kedua guru itu sama-sama liehay! Orang lain boleh menonton. si tuabangka. Kejadian itu telah jadi buah pembicaraan urnum. akan tetapi. dia adalah tokoh terkenal dari Pie Sioe Hwee. di sebelah itu. tapi Ie Tjee Ban tak izinkan dia pergi sebelum mereka dahar dan minum arak dulu. Boe Wie ambil putusan akan pergi ke Djia t-hoo. dengan tidak sangsi-sangsi. kau muda dan gagah. scbagaimana Boe Wie meenghargai kejujuran orang. Caranya adalah. Boe Wie bersedia akan kembal i ke Kwan-Iwee. karena. Lioe Kiam Gim telah minta bantuannya orang-orang tua yang kenamaan. siapa si orang . itulah hebat. Kalau ini dugaan benar. orang bujuki aku bahwa hari depanku penuh pengharapan. sebab pemimpinnya lagi berpergian. dan wakil ketua itu sangat hargai Boe Wie yang kosen dan djiatsim. Tok-koh It Hang sudah asing dengan keadaan di Tionggoan. mendadakan ia tcrima satu kabar Iain. orang pandang tak berguna. siapa menang. kepalannya. Law Boe Wie segera juga san gka separuh gurunya Tok-koh It Hang. yang telah hidup menyendiri di Kho Kee Po. aku nanti coba-coba semua tiga macam kepandaiannya itu! kata Tok-koh I t Hang sambil tertawa apabila ia dengar keterangan sahabatnya. maka itu pengaw asan pembesar negera terhadap perkumputan rahasia itu telah jadi kurangan. perubahan telah ba nyak terjadi. ia dengar satu perkara penting sebab mana ia terpak sa tunda dulu tugasnya. si orang tua asal Liauw-tong bertan gan kosong tetapi Kiam Beng sudah gunai pedangnya. seperti lenyap dari muka bumi. Untuk berpisah dari satu sahabat itu. ke tika gurunya tugaskan dia merantau akan cari kawan-kawan sekerja. sampai satu kali. seteiah bersangsi lama. sudah berangkat ke Utara. akan can dua-dua gurunya itu. tetapi aku. Law Boe Wie tidak pakai namanya Tok-koh It Hang.€Kalau dua harimau berkel ahi. demikian kata tuan rumah itu. mereka dahar dan m engobrol dengan asyik. akan tetapi ia diam saja. Hanya. Boe Wie terima kabar penting itu selagi ia berada di pusat Hay Yang Pang di Poutay. Aku mesti damaikan me reka! Lantaran ini. dan kedua. dan piauwnya juga dengan sia-sia. hingga ia mesti batalkan dahulu keberangkatannya ke Dji at-hoo dan mesti segera pergi ke Kho Kee Po! Selama bikin perjalanan ini. ia tidak berani sebut terang-terang hendak pergi ke Djiat-hoo. karena Teng Kiam Beng. soeheng dan Teng K iam Beng. justcru beg-itu. bahwa yang lakukan itu ada scorang tua dengan lidah Li auw-tong. siapa kala h? Oleh karena si begai tua disebut asal Li auw-tong. berdua merek a duduk berjamu. Sebenarnya Boe Wie belum tahu j elas asal-usulnya Ie Tjee Ban kecuali ia dengar. Jago tua ini pemah kata ia hendak coba-coba T eng Kiam Beng deagan tangan kosong saja. hatinya bercekat. Mereka masing-masing tenggak beberapa cawan. u ntuk mana. tuan rumah timbulkan satu soal. ia juga tidak ketahui jelas keadaan orang. tua Liauw-tong itu. Sarangnya Pie Sioe Hwee telah digulung sejak lama. cngko dan ad ik. apa p ula Boe Wie yang tadinya dikepung-kepung. ia berbahasa. ia sudah b erumur lima puluh tahun lebih tapi dengan Boe Wie. Law Boe Wie dengar perkataannya jago tua ini. Aku hila . guna cegah rahasia bocor. Hoe-totjoe atau wakil Ketua dari Hay Yang Pang bernama Ie Tjee Ban. tetapi aku tidak! pikir Boe Wie. Karena ini. Lauwtee. yang kena dibegal di tempat tiga puluh lie di H ee-poan-shiadi Djiat-hoo.aging ini. sebagai tetamu dari wakdl kepala kaum itu. namanya Boe Wie ada tersohor dan dia sudah punya ban yak kenalan atau sahabat.-. bcgitu lekas ia mcmasuki Kwan-lwee. Shoatang. Te rang orang tak lihat aku karena aku jadi wakil dari suatu kawanan kecil . Law Boe Wie mesti berangkat dengan tiba-tiba. maka kesudahannya. Lima tahun sudah lewat sejak Boe Wie ikuti Tok-koh It Hang. sal ah satu mesti celaka. pcrhubungan yang rapat ini bukan sebab pcrkcnalan saja hanya mereka pcrnah s aling bantu.

dia cuma kata urusan penting. Meski demikian.€Teranglah dengan itu orang pandang enteng padaku! Boe Wie tidak mengcrti. ia sendiri ajak dua kawan. Mereka biasa membegal dan memeras penduduk.Dari atas genteng di mana mereka mendekam. sesampainya di kuil. Mereka berkepandaian ti nggi tapi aku tidak tahu hal-ihwal mereka. Kebinasaan Sam Houw di tan gan In Giok menyebabkan orang katakan si nona ada nona gagah yaag ajaib! Pun. Kenapa Lauwko mesti hi lan g muka? Kita toh merdeka. Sebaliknya. maka k emudian. mereka mirip dengan orang Rimba Hijau. la malah ketahui€€€lebih€€€banyak€€€te ermusuhan antara Keluarga Lo dan Keiuaiga Lioe Kiam Gim dan In Giok bersama Lauw Tian Peng adalah hajar Lima Harimau Keluarga Lo itu. akan can tahu tentang orang tua itu. Sebenarnya aku jemu ber campur pula sama mereka. Ya.. Siapa tahu? jawab Ie Tjee Ban. Shoasay. Atas itu. Kho Kee Po masuk dalam wilayah distrik itu. Di Seetjoan Barat. ketika kau masih kecil.€€Mereka€€bcrtiga meman g tak dapat dibandingkan dengan kau. Untuk apa minta bantuan Lauwko diminta? ia tanya. katanya. Itu waktu di daerah Seetjoan Barat. kata ia. Dengan gelantungi tubuh di payon. sa mpai tahu tahu. maka kebetuIan sekali. Aku percaya. In-koan ada distrik di mana ada tinggal gurunya: Lio e Kiam Gim. katanya s ebab aku ketahui baik Propinsi Shoatang ini. Hatinya Boe Wie bercekat. hilang jiwanya. kedua pihak tidak saling ganggu. Lo-kee Ngo Houw. Toa-totjoe telah terima laporan ada beberapa orang asing. sungguh aku tak sudi merijeiaskan ini . tetapi mereka boleh diandalkan. na nti aku tuturkan. Kejadian mi membuat rombongan mereka buyar. malah Lo Sam Houw. aku masuk dalam Hay Yang Pang. Karena hilang satu saudaranya. Ketua Muda Hay Yang Pang ini berikan keterangannya lebih jauh. Dia tidak mau menerangkarmya. sesudah mana orang datarg untuk b ersahabat sama dia. itu ada hal untuk bikin orang celaka . Kau pasti tidak tahu. mereka kena dilabrak satu nona. dandanannyajuga berlai nan. bila mereka peroieh hasil. Malam itu tidak ada cahaya rembulan. ia pun tidak tahu hal ketua lama dari sahabat ini. mereka dengar suara menggeros keras. Toa-totjoe larang orang banyak omong. dari itu. mereka bagi hasil i tu kepada pangreh-praja setempat. katanya sayang aku jadi waki l saja. juga ketuaku sendiri telah d apat maiu dari seorang tua yang tidak dikenal. Coba tidak bukan pada kau. sesudah ia tenggak b eberapa cawan pula. Lauwtee. yang ajak aku! kata Ie Tjee Ban kemudian. K ebetulan dari Lek-shia ada datang dua saudara kita. Lauwtee. Ie Tjee Ban bilang. Ia tidak ketahui jelas h ati Ie Tjee Ban. Siapa tahu. Kiam Gim pesan muridnya ini sekalian dengar-den gar perihal pcrsaudaraan Lo itu. wa ktu hendak mulai pergi merantau. karena itu mengenai hal dua puluh tahun yang lalu. untuk pergi bikin penyel jdjkan secara diam-diam ke kuil itu. Lo-kee Ng o Houw berubah jadi Lo-kee Soe-houw -Empat Harimau She Lo. at au Lima Saudara Harimau She Lo. kita tidak mcngandal i pangreh-praja? Kau benar. ta pi mereka toh kecele. Mereka sampai kira-ki ra jam tiga lewat. Sebaliknya an eh! Ketua itu telah menghilang dua puluh tahun lebih. itulah sebabnya. uPantas kemarin ini Toa-totjoe pergi dan terus tidak kembali. ia minta keterangan. yang ilmu silatnya boleh dia ndali. tetapi orang telah bujuki aku. mereka buron ke Utara. atau sekarang ia muncul se bagai pahlawan dari Istana Raja Boan. hanya pergi ambil tempat di kuil rusak beber apa lie di luar kota. Boe Wie kata. mereka tidak bisa tancap kaki . tapi di sini. Dia ajak aku bekerja ke In-koan. apa mau. sekarang mereka jadi pahlawan Raja Boan. uIa mau pergi ke pusat kita di Lek-shia . mereka hen dak gu nakan aku scbagai pcrkakas. ada sangat kesohor. mereka kena dipermainkan. Mereka tidak bawa barang berharga tetapi sembunyikan senjata. Mereka menghilang. Lauwko? tanya Boe Wie dengan heran. Tapi keterangan itu pun sudah cukup untuk Boe Wie. Sudah aku ketemui ketua lamaku. Ini tahun ada tahun luar biasa untuk aku! kata Ie Tjee Ban. yang rornannya mencurigai. Mereka tidak memasuki Kota Pou-tay untuk mondok. mereka bisa bekerja sama pembesar negeri. hari depanku pen uh pengharapan . mereka telah datang can aku. Itulah ketuaku yang lama. lagu-suaranya beda satu dari lain.ng muka! Urusan apakah itu. Be lakangan aku dengar di Djie-tjoe. Toa-totjoe mengintip ke dala . Lauwtee tentu belum tahu duduknya hai. mereka ingin aku bckerja untuknya. Lauwtee. sekarang ia dengar kabar penting itu. Dan aku ada salah satu kacun gnya.

ia melek mata tcrus sampai terang tanah . kalau iasedang bertempur. tapi akhirnya. bagaimana Lauwtee kenal dia? dia pun tanya. maka itu. permainannya tidak terlalu lancar. Orang yang Lauwko sebutkan itu mirip de ngan orang tua tersebut. mereka sendiri yang kena dibikin repot. Otaknya Ie Tjee Ban sudah terpcngaruh arak. kemudian ia ajak dua kawannya pulang. Mereka bertiga. Tiba-tiba ia rasakan sebelah kakiny a. Dia itu katanya teiah peroleh kesempumaannya ilmu pedang Tatmo-kiam dari Siong Yang Pay serta telah berhasil mcncuri pclajari beberapa jurus ilmu pedang Boe-kek-kiam dari Heng Ie Pay. Belum ada sepuiuh jurus. mereka maju. Mereka turun ke tanah dan lantas bertempur. Toa-totjoe sudah dibikm sibuk dan mandi keringat oleh pedangnya orang itu yang sambar sana dan sambar sini. asal aku suruh seorang saja bantui aku. malah mereka sendiri mcrasa scperti ada kebut dengan p elahan. Atas tantangan itu. Tapi m alam itu Boe Wie tidak bisa tidur pulas. ada yang tank. Toa-totjoe jadi gusar dan terpaksa menerimanya. selamanya ia gunai dulu ilmu pedang curiannya itu. sebab kalau di dcsak. Toa-totjoe bertiga di buat pcrmai nan. aku berlaku tak pantas pada kau orang. ke bagian anggota-anggota yang berbahaya. tidak ada satu yang bantui orang tua itu. Si orang tua gagah itu muncuk ber . tiba-tiba si orang tua menghentikan pertandi ngan dan mengajak ikat persahabatan. Lo-kce Soe Houw hendak bckcrj a di In-koan.datang mengunjungi. orang tua itu saban-saban ngoceh. dari itu aku menanyakannya. sahabat-sahabatku! Bercerita sampai di situ. ia hirup pula araknya . kedua kawan itu mengawasi. aku pernah dengar orang omong tentang orang tua itu. akan nai k pula ke genteng.€IaJantas tan ya dua kawan itu. mereka masuk tidur. Antara berkesiurnya angin dengar suara anjing dari kejauhan. tidak salah lagi. hingg a mereka tak takut nanti ditertawai orang. Selama itu. kau orang nyata tak dapat lihat p adaku! Buat apa kau orang keheranan tak keruan? Mereka terperanjat. me reka berdiri menonton. mereka pada tertawa. bila ada ketikanya. sctclah bicara pul a scbcntaran. sambil bertempur. Orang tua itu tanya kedudukannya Toa-totjoe di dalam Hay Yang Pang. Mereka lihat seorang tua berdiri di dekat mereka! Orang tua ini lantas tertawa. kemudian ia melanjutkan. ia terkejut Benar! Eh. habis itu dia nyataka n. rombongannya si orang tua muncul semua. mereka dengar satu suara dalam dari seorang tua: Aku di sini. Toa-torjoe terlolos dari bahaya. Selama beberapa tahun merantau. ia menghaturkan maaf. tapi toh tidak pemah ujung pedang mengenai sasarannya. ia sudah susun rapi keterangannya Ie Tjee Ban. orang tua itu menampik. mereka itu tcntu hendak menuntut balas terhadap Keluarga Lioe. ia kata pula: Bukanlah gampang bahwa Tuan yang terhormat datang dari tempat yang jauh. silakan kita turun ke pekarangan kosong di bawah sana unt uk main-main! Kenapa eh -kenapa kau orang bersangsi? Apa kau orang takut? Apa ka u orang jerih melihat banyak kawanku? Tidak. Tentu saja kedua kawan itu jadi gusar. ia benar perlihatkan bebcrapa jurus pukulan kaum itu. mereka menole h dengan segera. yang dicanteldi payon. Mereka tidak tarik kakinya Toa-totjoe. Di sebelah itu. ia tidak lihat suatu apa. tetapi dua sahabatnya Toa-totjoe bilang. sama sekali mereka tidak bcrniat kurang baik. selagi mereka s angat malu. Ditanya begi tu. Ketika ditanya she dan namanya. Kuil ada gelap. Bertiga. Boe Wie agaknya terperanjat Oh! ia berseru dengan tiba-tiba. Aku cuma pernah dengar nama nya belum pemah aku ketemu padanya. Tidak jauh daripadanya. bahwa dia keb etulan lewat di Pou-tay. sama-sama orang Kang-ouw. ia harap kedua pihak suka saling bantu. Sementara itu. jengkel dan mendongkol. Justeru itu. mereka Jiflm apa dan kenapa mereka tarik kakinya. ia hany a bilang. ia tidak menanyakan lebih jauh.m. dari samping. Ie Tjee Ban berhenti sebentar. Entah apa sebabnya itu ? Mendengar itu. sahut Boe Wie. Ie Tjee Ban letakkan cangkir araknya. rnerekajadi melengak. Orang tua itu ngaku da ri Heng Ie Pay. dua kawannya lagi memandang ke sekelilingnya. dia itu keluarkan ilmu silat Siong Yang Pay. sampai€€€€sukar untuk m ereka meloloskan diri. menganjurkan kedua kawan Toa-totjoe maju akan bantu Toa-totjoe mengepung padanya. maka segera-ia putar tubuhnya. akan mengerubuti. untuk kasih sclamat jalan pada Boe Wie. Bukankah orang tua itu jangkung-kurus dan pedang nya ada Tjit-seng-kiam yang panjang? ia tanya. mereka kelihatannya heran dan duka. Untuk setengah jam. ia akan. Dia mengaku dari Heng Ie Pay. Secara begi ni.

ia haturkan terima kasih mewakilkan ayah dan ibunya. hingga ia rebah gulak-gulik saja. Soehoe telah pergi ke Utara. Maka ia cuma bisa pentang kedua matanya. saking lelah. Aku tidak sempat kisiki Soemoay untuk bersiap hingga Soenio mesti bercapek-lelah.€Matanya bercahaya. Sementara itu orang t elah sampai di rumahnya Hie Hong. di mana Lioe Toanio dipernahkan. sedang untuk mencegah. nyata ia tidak bisa bangun. ia membatalkan dulu perj alanannya ke Djiat-hoo. Distrik Pou-tay ini memang ada jalan terusan ke In-koan. suaranya dalam. rumahny a Lioe Kauwsoe telah habis dimakan api dan Lioe Toanio. ahli waris atau Ketua dari Heng Ie Pay. Soenio mesti berada sendirian di ru mah. setelah beristirahat Soenio akan dapat kan kesegarannya pula. entah bagaimana jadinya dengan kita semua . Law Boe W ie sudah segera menuju ke In-koan di mana ia sampai di Muara Kho Kee Po. hingga ia jadi kaget sen dirinya. Demikiari sebabnya. Bong Tiap menurut. ketika ia berkumpul sa ma guru dan soenio serta soemoay dan soeteenya. Rupanya€€€€€€€ia terpengaruh pengalamannya dan sekarang Hiat soemoay itu sudah i gadis remaja! Soeheng. karena liciknya musuh. Soenio ada wariskan kepandaian golok Ngo-houw Toan-bo en-too dari Ban Seng Boen. d engan cekal tangannya si nona. tapi lantas saja ia terkejut ketika ia lihat sebuah titik h itam di bawah tete kin dari ibunya. Soemoay. maka itu sambil memberi hormat. dari itu. Ibu? Bong Tiap tanya. Lioe Toanio masih tetap belum sadar.€€ Kau belum tua. Tiap-djie. Sayang. hatinya mencelos. dengan ia berhasil menaw an Bong Eng Tjin si orang tua yang licin. kata Lioe Toanio pada gadisnya. hanya kepandaiamu yang bertambah! Romanmu€€menghunjukkan kemudaanmu. ia merasakan lemas. € Tahun dan bu Ian mengejar-ngejar manusia. hingga iamenyesal tidak bisa segera sampai di Kho Kee Po. Ia pentang pula matanya. sampai itu malam ia telah tolongi juga soenionya. sampai belasan tahun ia merantau. ia sege ra ingat pertempuran tadi. sedang Tjin Kong cekok ia dengan obat yang dicampun arak. Bila tak ada kau. hu ada tanda darah man pada jajandarah Djie-k . Bagaimana. dia pun hendak ajak orang bekerja. Boe Wie sibuk karena soemoay itu paykoei terhadapnya. Aku percaya. katan ya. ia menghibur. kecuaii Tiap-djie. mana ia sanggup lay ani banyak musuh jahat? Sampai itu waktu. akhimya turut rubuh juga. Ketika ia geraki tubuhnya. pilar ia terlebih jauh. dengan begitu. di saat ia dapat tolong Bong Tiap dan Ham Eng dari gangguannya musuh-musuhnya Keluarga Lioe. akan tetapi ia berscndirian saja. sama-sama berlatih silat. begitupun caranya kau gunai pedan gmu barusan! Dan soetee ini tertawa. sesudah mcreka berada berdua s aja. karena mana.barcngan. Lantas Boe Wie ingat pengalamannyadi waktu masih kecil. Maka itu ia ja di tambah joiatir. Boe Wie turut tertawa. Soemoay katanya Ini ada urusan kecil. Ia menghela napas. kau keliru Tjin Kong kata. Beruntung kau datang. tiba-tiba Lioe Toanio ingat akan dirinya. sekarang aku telah tambah usia! katanya pula. orang tua itu mesti ada si orang tua yang dul u di rumahnya Soh Sian Ie sudah pancing soesioknya Teng Kiam Beng. Kau orang semua mundur dulu. di scbelah siapa pun tambah Ham Eng. aku hendak bicara sama ia. tak usah Soemoay kuatir. kata Boe Wie di akhir penutura nnya sambil mcnghcla napas. Lioe Toanio coba geraki tubuhnya. maka Boe Wie minta€€Bong Tiap unut pula padan ya. Soeheng. Biar bagaimana aku toh datang sedikit teriambat. dan sedan g gagahnya. sampai ia keluarkan keringat dingin. Tiga atau empat jam kemudian. akan awasi semua orang di sekitamya. kita ada di antara orang sendiri. j angan kau pakai adat-peradatan . mendongkol dan karena 1ukanya di dalam. mestinya dia ada punya hubungan sam a Lo-kee Soe Houw. Ia pun percaya. Bong Tiap sudah mengerti keadaan. katanya. Coba buka bajuku. ia likat la tak dapat empo dan pondong si soemoay seperti dulu-dulu. ia tak dapat tidur. Teng Kiam Beng jadi bercidera dengan Tjiong Hay Peng. Tiap-djie! ialah kata-katanya yang pertama keluar dan mulutnya. Boe Wie tidak pikir bahwa Yo Tjin Kong masih berguru dan Bon g Tiap sudah tambah usianya. Tapi ia toh baharu berumur tiga puluh tahun. rupanya.

mukanya lantas jadi pucat. bagusl katanya. kasih aku dengar! -Nah. Lioe Toanio tertawa meringis. ada sejumlah orang gagah dari kalangan Kang-ouw yang te lah tunduk di bawahnya. supaya keponakan itu datang dekat padanya. Aku telah bcrkelahi melewati batas. aku tak lagi bisa bers ilat. dan Ngo-houw Toan-boen-too adalah goloknya Kaum Ban Seng Boen send iri. Bong Tiap menurut. dia telah gempur rusak khiekan gku. Dan sekarang aku tak dapat pakai lebih jauh golok ini . Bagus. tapi tajamnya bukan main. Bong Tiap kaget. baharu aku diizinkan menggunakannya. dipadu de ngan KiamGim. cara bagaimana tubu hku tidak jadi lemah? Ah. kau simpanlah! Semua orang menjadi sangat terharu . sekarang aku serahkan pada Hie Hong saja. aku bisa balas budinya. karena mereka sudah dapat tahu.hie-hiat . te tapi Tiap-djie sudah punyakan pedang tajam buatan ayahnya sendiri. tetapi meski demikian. Itu adalah senjata yang untuk banyak tahun tidak pemah berpisah darinya. Umpama kata aku bisa diobati scmbuh. apabila dipakai melukai orang. aku tetap bercacat. . ia samburi golok dari bibin ya itu. berkata ia. buat apakah itu? tanya ia. Lioe Toanio lamas kasih jalan napasnya akan kumpul semangamya. akan tetapi ia tak berhasil menyingkirkan tanda matang biru itu. Golokku ini telah temani aku berberapa puluh tahun lamanya. dengan aku berikan pada Hie Hong. Anak. kata ia sambil bersenyum pada anak daranya . Aku akan simpan baik-baik golok ini Bagus. Totokan dari Lo Toa Houw ada iiehay sekali. Tidak nanti aku sia-siakan pengharapan kau. Dan B ong Tiap agak bergemetaran ketika ia serahkan golok itu pada ibunya. maka golokku ini. Ludeslah sekarang kepandaian silatku. ia menyambungi kemudian. Golok ini aku tidak dapat bawa ke lobang kubur. yang napasnya memburu. jago betina itu tidak lagi menjadi jago betina. Bong Tiap berduka bukan main. Lioe Toanio berhen ti bicara untuk bernapas. Anak. Anak. sayang kepandaianku dari beberapa puluh tahun . ia bikinnya ket ika aku berumur satu tahun lantas setiap tahundilebur dan dilebur lagi. maka itu. Lioe Toanio gapekan Hie Hong. Kalau aku ditolong pada waktu baharu saja terluka. ia cuma ulur tangan kanannya. Anak toloH katanya. ia lekas undurkan diri. sudah. Umpama Lo Djie Houw. sedang Kaum Thay-kek biasa wariskan pedang saj a. Coba kau sentil sekali lagi. Boe Wie bertiga ikuti dia. dengan diunit saja. dia adalah kawanku yang terlebih tua jangan kau orang tidak pandan g mata pada golokku ini. Kau kembaii bersam a mereka semua. tetapi ia tak dapat geraki tubuhnya. aku hendak lihat satu kali lagi. ia sent il itu. hingga sang senjata terbitkan suara nyaring. dengan menjura. lengannya adalah aku yang bikin loc ot! Adalah engkongnya Tiap-djie yang berikan golok itu kepadaku. karcna ia ada satu ahli silat. Golok ini bukannya mu stika. Ia insyaf artinya itu. tetapi napasnya mengorong. akib atnya tidak sehebat ini. Sinar matanya Lioe Toanio bersinar ketika iasuruh gadisnya bawa golok kepadany a. Itu ada bagian anggota yang kena serangannya tumbak dari LoToa Houw. sedang Boe Wi e sudah punyakan senjatanya juga. setelah aku masu fcumur sepuhih tahun. Ibu. saban-saban ditambah beratnya. tetapi ketiga murid ini semua hunjuk rom an duka. ia terhibur juga. Sebenamya aku niat wariskan golok ini pada Tiap-djie. Lioe Toanio berniat bangun. pergi kau ambil golokku Ngo-houw Toan-boen-too. Ia raba goloknya. dari itu. karena jiwa ibunya masih tertolong. man! Hie Hong girang berbarcog berduka. Dia ada turunan B an Seng Boen. Mustahil aku hendak berlaku nekat!€Aku tidak tega meninggalkan kau! Pergi ambil golokku hu. Ia minta gadisnya bantu ia. ketika ia batik bersama Ngo-houw To an-boen-too. darahnya tidak m enjadi karatan. tadi malam dia sudah bantui kita Hie Hong. Mereka semua berdiam mengawasi soebo mereka. kemudian sang ibu surah an aknya. Golok itu tajam dan mcngkilap. kata Lioe Toann?. Loodjinkee€€katanya dengan janjinya.

Nyonya itu rapati matanya. Akhir-akhirnya Boe Wie bersenyum ewah. lima jam telah berlalu. ia tinggal menyendiri di Kho Kee Po. maka diam-dtam ia kedipi mata pa da tiga kawannya. Tak bisa aku tak pikirkan dia . Sejak hari ini. la mcrasa tidak enak scndirinya Tadi malam. dengan golokny a Ngo-houw Toan-boen-too. setelah diam s esaat ia berkata pula: Bicara halnya Kiam Gim pergi ke Utara ini. untuk mereka undurkan diri. hingga untuk sesaat. seharusnya ia bersenjatakan pedang. maka itu. yang mesti te mani aku. S ekarang. Sejak tadi malam kena ditotok jalan darahnya Oen-hian-hiat . Air matanya nyonya ini meleleh keluar. kau kalahkan aku. dengan sendirinya. Kau adalah murid murtad dari Siong Yang Pay! Kau ada an jingnya bangsa Boan! Kau adalah manusia cabul dari kaum Kang-ouw! Dahulu soesiok ku mengasih ampun kepada kau. Kalau ia undurkan diri karena pernikahannya. Ak an tetapi dengan begitupun sudah cukup untuk Law Boe Wie mendapat kepastian. dia bakal sadar sendirinya. satu dari dua musuh itu adalah si orang tua yang semalam bersenjatakan pedang panjang. untuk lima jam. Boe Wie bilang. at as pertanyaannya Boe Wie. kau punya perhubungan apa dengan K eluarga Soh dari Poo-teng? ia tanya. ia sadar dengan la yap-layap. sete lah mana. yang tak dapat diberikan pada orang dari lain kaum. ia tidak mau omong terus terang. ia dekati orang tua itu. aku jadi ingat halnya soesiok kau dahutu telah jadi korban dua musuhnya yang m emakai topeng. ka rena lukanya yang hebat itu. Setelah bcrdiam sekian lama. ia telah ketemui banyak orang gagah. entah bagaimana dengan Kiam Gim . merek a pergi tengok orang tawanan mereka. tapi mulutnya tertawa meringis . sampai umur dua puluh dua. pergi kau orang dengar pengakuannya! Pergilah kau orang. percuma orang bujuk d ia. Bong Eng Tjin menjadi gusar. tetapi janganlah kaungaco-belo! Kau bilang dahulu soesiokmu kasih ampun padaku? Hm! Ja ngan membabi-buta!€Pergilah kau tanya dia. . Ya. aku ada orang Siong Yang Pay!€Habis kau mau apa? ia berseru. ia ada masygul dan menyesal bukan main. maka selanjutnya. Beginilah penghidupan. murid kcdua dari Lioe K iam Gim. Ia rada jelus. baharu ia menikah sama Lioe Kiam Gim. Tapi sekarang si nyonya mesti mundur betul-betul. Apakah kau tetap menyangka aku tidak tahu hal-ihwalmu? kata muridnya jago tua da ri Thay Kek Pay kemudian. Kiam Gim mundur bcrd uka karena sikap soeteenya. Sayang sekali aku tidak tahu dengan kepergia nnya ini. Benar€€€Lioe€€Toanio€€€ada€€€guru perempuannya tapi ia sendiri ada muridnya Lioe Kiam Gim Kek Pay. kau orang ha rus lebih waspada dan berhati-hati. Lalu. Kalau dia diantap terus enam jam. tidak demikian dengan suaminya. ia lupa Toan-boen-too ada goloknya Kaum Ban Seng Bo en. ia bungkam. ia juga tclah adu jiwanya tapi sekarang soenio ini tidak sebut-sebut dia. Kau ada satu laki-laki maka coba kau bilang. ia batuk-batuk dua kali. ia tahu ia berada dalam tangan musuh tetapi ia ada berkepala batu. Boe Wie berempat undurkan diri dengan masing-masing sangat bersusah had. dia bisa mendusindi segala saat. siapa yang ketika itu dikasih ampun! Lantas Eng Tjin tutup pula mulutnya. matamu picak! Cara bagaimana kau berani bilang aku ada manusia cabul dari kaum Kang-ouw ? Dengan kepandaianmu. den gan sekonyong-konyong. katanya. ia harapkan gol ok itu. Ha. Sekarang kau orang insyaf bagaimana liehaynya geiombang dan badai dalam kalangan Sungai-Telaga. kemudian ia tutup pjntu. bocah. Selama enam tahun. aku tidak akan bilang suatu apa. Lioe Toanio menghela napas pula.Dasar€€Soenio€€mcnyayangi keponakan sendiri pikir Yo Tjin Kong. Apa itu Keluarga Soh dari Poo-teng?€Aku tidak tahu! sahut Bong Eng Tjin sambil ia mendelik. Bong Eng Tjin mesti rebah bagaikan mayat saja. sekarang aku tidak! Dicaci secara demikian. ben arlah mi orang yang telah permamkan soesioknya. ditanya bagaimanapun juga. kecuali Tiap-djie. Lioe Toanio Lauw In Giok ceburkan diri dalam dunia Kang-ouw sejak umur enam be las tahun. maka setelah dia kena ditangkap. untuk selama-lamanya aku akan pis ahkan diri dari Rimba Persilatan. tapi kalau dia ditolongi. maka itu.

Baikl ah. soesiokku telah dibe ntahukan agar ia sampaikan warta kemari untuk kita siap sedia! Ini dia yang dina makan meminjam goiok untuk mcmbunuh orang. ap abila itu benar. yang kem bali dekati jago tua itu. ia menyatakan kemudian. Boe Wie telah berikan orang totokan Djie-khie-hiat yang liehay. ia tahu. Apakah benar kau tidak mengerti tipu daya teji itu? Inilah kelicmannya Ouw Toakomu! Apa betul-betul kau tidak mengert i? Kau toh ditugaskan juga meniliki lain orang? Boe Wie sudah karang satu cerita. Bong Eng Tjin melengak. kau dan soesiokmu. soesiokmu jadi renggang perhubungannya sama kaum Kang-otfw. ayah dan anak. tetapi ceritanya ini beralasan. Boe Wie berpengalaman luas. ia panggil saudara-saudaranya. Soesiokmu niat ajak gurumu. dari tubuhnya Bong Eng Tjin. Eh. tidak demikian dengan aku aku sebaliknyaberkasihan Sambil berkata demikian. Boe Wie berlompat bangun setelah mendengar keterangan orang i tu. apa kau bilang? ia tanya. yang berkongkol saw dcngan lain. Bong Eng Tjin segera bergulingan mampet jalan napasnya. kata Bong Tiap. Tampangnya Bong Eng Tjin mcnjadi sebentar merah dan scbcntar pucat. akan tetapi belakangan. Keluarga itu tidak takut. orang she Soh itu ada mcmpunyai perhu bungan macam apa dcngan pembesar negeri! Orang she Soh itu dan pembesar negeri. ia sudah dapat kepastian ibu ini telah . akan dengan tiba-tiba totok tubuh orang dengan jeriji tangannya. kau dengar aku! Kau bilang Keluarga Soh dan soesiokmu ada seperti saudara an gkat! Oh. Mukanya Bong Eng Tjin jadi guram. bahwa kaulah yang disuruh jual jiwamu? Mendengar demikian. kau tidak kenal Keluarga Soh dari Poo-teng? BoeWie tertawa. terima kasih untuk keterangan kau ini! katanya akhirnya. sambil terus tertawa menyindir. Mcnampak demikian. bahwa mereka itu saling intip satu dengan lain. diam-diam Boe Wie lirik air muka orang. akan tetapi lain dengan kau-kau bakal t erbinasadengan tidak keruan juntrungannya! Kau barangkali tidak menyayangi jiwam u. sesudah mana. yang kuatirkan ayahnya. atas mana. akan urus mayat musuh i tu. sengaja kirimkan kcmari untuk kau ju-al jiwamu! Bersama itu sejumlah sisa kantong nasi ialah orang-orang tidak berguna kau diki rim kemari guna bokong Keluarga Lioe. asal gurumu hendak lakukan suatu apa. Soeheng. Ia juga ingin bantu soeheng itu. ia percaya betul obrolannya Boe Wie. berbareng dengan itu. hal itu tidak disetujui sama Keluarg a Soh. yang tida k baik untuk mereka. mukanya masih hunjuk senyuman iblis. maka ia lantas menyetuj uinya. Perihal ibunya. Ia bersenyum ewah. Segera Boe Wie beritahukan saudara-saudaranya tentang bahaya yang mengancam gu ru mereka. Itulah sebab tadi malam. agar si soe heng tidak bersendirian. Di kalangan Kang-ouw. Perlu aku lekas susul Soehoe. kenapa Ouw Toakomu tidak datang? Apa benar kau tidak tahu . untuk dia bisa kcndalikan semua pahlaw annya. ia-tdah dapatkan sepucuk surat rahasia Itu adalah suratnya Soh Tjie Tjiauw dan Ouw It Gok dengan mana Bong Eng Tjin diperintah bokong Keluarg a Lioe berbareng memasang mata kepada satu pahlawan Iain yang mendapat suatu tug as. keluarga itu tukar sikap. Boe Wi e tambahkan: Baik aku omong terus terang kepadamu! Kau mestrnya ketahui baik bahw a soesiokku serta Keluarga Soh. telah digunai juga oleh Keluarga Soh. ada bersahabat kekai seperti saud ara angkat. walaupun demikian. Aku lihat rupanya kau tetap tidak kenal walaupun jiwamu secara kecewa akan dipakai menebus dosany a! Apakah kau ketahui. ia berkuatir buat sepak-teigangnya Tok-koh It Hang. g uru setengah itu ia kuatir mereka nanti bergebrak. Aku suka ikut. Dan ini adalah suatu rahasia dari Eng Tjin. pengorbanan itu ada harganya. yang mcminta k orban jiwa. di sebelah itu. Saudara yang baik. terang ia terperanjat dan hcran.Ha. Dan kau mestinya ketahui baik. Ak an tetapi. di an tar a pah 1 a wan-pah I a wan Boa n ada kccurigaan atau kcjclusan. aku juga hendak nasihati kepada kau orang untuk waspada! Dari berjongkok.€I tu ada suatu tipu daya dari si Raja Boan. siapa berkorban untuk s ahabatnya. Terima kasih untuk keteranganmu! Terima kasih untuk nasihatmu! katanya. Sahabat. Apa yang aku bilang adalah apa yang aku bilang! jawa b Boe Wie dengan tertawa sindirnya. dengan lantas gurumu tak akan lolos dari gcnggaman tangan m ereka! Kelihatannya. Kekuatiran lain adalah sang g uru nanti kena dijebak oleh Keluarga Soh yang licin dan licik. itu dugaan yang meleset sangat jauh! Keluarga itu sengaja tem pel soesiokmu supaya dengan begitu.

Teng Kiam Beng ada bcroman sangat kucel.menjadi cacat. berangkat k e Utara.€Selang belasan hari. karena ia lihat rumah bibinya suda h musnah dan ia kuatir pihak Lo nanti datang untuk menuntut balas. yang sekarangjadi ahfi waris Ban Seng Boen. Ham Eng juga nyatakan suka turut. ia jadi tak usah kuatirkan apa-apa lagi. Tapi scbenamya la kuarir Hie Hong tidak sanggup melindungi so enionya itu dan ia ingin sekalian perlihatkan kcpandaian Kaum Thay Kek Pay. Buat apa kau turut? kata dia Baiklah kau diam di rumah untuk temani Ibu! Bukankah Ibu sangat sayangi kau? Kenapa kau tidak hendak kawani Ibu? Ham Eng berdiam tetapi terang ia tidak senang diam di rumah. Boe Wie pandang dua anak muda itu dengan bergantian. kau jangan kuatir. bukan aku hendak membangkit-bangkit. mirip d engan seorang habis sakit. yang sada ri tadi diam saja. sepasang matanya Kiam Beng bcrsinar dengan tiba-tiba. orang telah cabut! Kiam Beng masih bclum insyaf bahwa orang tidak niat lukai dia. diganggu. Aku suka kawani Saudara Lauw pergi antara Soebo! bcrkata Yo Tjin Kong. karena In Eng ada kenamaan. Hie Hong dan Tjin Kong mengiringi Lioe Toanio b eristirahat di Shoasay. Ia ada sangat terharu. tidaklah gampang-gampang untuk orang cclakai ak u. V Ketika hari itu Lioe Kiam Gim bersama keponakan muridnya. Bong€€€Tiap€€€deliki ara seperguruan itu. Melihat si nona hendak ikut pergi. Saudara€€Law . ia€€nyatakan. tetapi coba dulu dengar per kataanku. ia sampai tidak lantas dapat mcngucapkan kata-kata hanya air matan ya menetes jatuh. adajalan-jalan yang jadi lebih sunyi. Pcngutaraannya Tjin Kong membuat Bong Tiap bertiga jadi girang. Soetee. katanya. orang melainkan tida k puas dan karenanya orang hendak coba-coba padamu! la tidak mau menyesali terleb ih jauh. aku percaya aku bisa mc ngantar dengan tidak kurang suatu apa sampai di Shoasay. Hie Hong setujui pikirannya Boe Wie.€Maka ia tam bahkan: Soetee. bendera Thay Kek Kie. karena mereka sudah sama-sama berusia lima puluh tahun lebih. Sesudah lewat dua puluh tahun lebih. hati mcreka me njadi iega. tidak tampak sifat jumawanya. deng an perjalanan ini ia jadi bakal dapat pengalaman. Baik. Dengan andali golok Ngo-houw Toan-boen-too yang Bibi hadiahkan padaku dan denga n periindungan saudara-saudara sekaumdi sepanjang jalan. yang sudah tidak berada Iagi di kota itu. dengan pergi pada Lauw In Eng. karena diantara kita terbit . kekuatirannya bisa diperkurang. kelihatan Kota Poo-teng jadi berubah: adajalan-jalan yang lebih ramai. Dan ketika ia berhadapan sa ma Kiam Beng. aku menyesal dahulu kita berpisahan. hanya sayang. segera ia berkata: Baik ju ga kalau Ham Eng turut! Tentang Socnio. tidak nanti sampai terjadi seperti ini. Memang pernab Hie Hong menyatakan demikian. Dengan bersahabat dengan Keluarga Soh. Lioe Kiam Gim menghela napas. Soetee? kemudian Kiam Gim tanya pula. apa kau ada baik? dcmikian pcrkatannya yang ringkas sekali ketika kemudi an ia bisa juga buka mulutnya. sedang Law Boe Wie bersama Bong Tiap dan Ham Eng bcrangk ai ke Utara. adik kandungdari Lioe Toanio. Kim Hoa.Terang dia likat men emui saudara seperguruannya ini. Kau kcnapa. atau seperti ayam jago pecundang. bahwa iahendakd igoda saja. Soeheng.€Berbareng dengan itu. mereka telah sampai di Poo-teng. walaupun orang telah rusaki nama Thay Kek Pay. aku serahkan Soenio kepada kau ! Bukankah kau pernah bilang bahwa kau hendak pergi ke Shoasay pada pamanmu? Kau boleh sekalian ajak Soenio ke sana. seraya urut-urut kumisnya. mereka tokukan perjalanan cepat sekali. kecuali sewenang-wenangnya bangsa Ouw kata Lioe Kiam Gi m sambi 1 menghela napas. bukankah kau jadi seperti cari pusing s endiri? Benar kau melindungi upeti akan tetapi aku percaya. Dcmikian diputuskan. Soetee. Scgala apa telah berubah. Dua-dua pihak tidak pcrnah menyangka bahwa hampir-hampir ia orang b erpisahan untuk tidak bertemu pula . akan tetapi deng an kepandaian yang aku punyakan. Apakah kau tidak terluka? Ditanya demikian. . aku bisa atur! Ia lant as berpaling pada Hie Hong dan kata: Saudara Lauw. katanya. Ada sahabat-sahabatnya guru silat ini. dengan tidak tampak suatu halangan.

ia hanya minta adik seperguruanttu tuturkan duduknya kejadian. di Hoolam ada Tang Kie Eng dan d. tapi sekarang ada orang yang melebihkan Soetee.perbedaan faham. siapa yang tidak ingin terbang merdeka bagaikan burung garuda? Bukankah kita bcrdua. tetapi sekarang. bagaimana dengan Tee-hoe? Berapakah anak-anakmu? ia tanya. ia angkat kakinya! Dia pergi dalam usia dua puluh satu tahun. ia lihat muka saudaranya jadi pucat. ia bilang saja bahwa ia sudah dib egal di tempat tiga puluh lie di luar Kota Hee-poan-shia di Djiat-hoo. Ditanya begitu. ia mengerti.ia t oh masih menanyakan melit tentang kepandaiannya si orang tua. Kiam Gim percaya. Kiam Gim terima keterangan itu sambil bersenyum. kepandaian mereka berimbang sama kepandaian kita. anak itu sudah bisa memanggil peh-hoe kepadamu. mana bisa aku tidak balas bantu padanya? Sel ama dua puluh tahun. hanya siapa tahu. kita yang menjadi ayah-bunda tidak ketahui lagi cita-citanya. aku tahu benar . tidak usah kita jadi gentar. Dia ada satu lawan yang tangguh. akan tetapi di sebelah it u. Setelah satu anak menjadi dewasa. Kiam Beng tidak mau menuturkan dengan jelas. nyata ia terharu scndirin ya. d ahulupun ada sangat bersemangat. Apabilasang soetee telah jelaskan. Isteriku telah meninggal dunia sejak beberapa tahun yang lata. tanpa mengucap sepatah kata. Soeheng . akhimya soeheng mi berkata: Itu adalah ilmu silat bahagian dalam dan luar yang te lah tergabung menjadi satu. entah dia ada di mana . dalam usia muda. akan tetapi ia kata: Soeheng benar. kepandaian siapa tidak tercela tetapi tidak diketahui dari golongan mana. tidak pernah aku dengar ada or-ang yang paham kim-na-hoat. orang mesti bisa bedakan kebaikan dari kejaha tan. Soetee. ia pergi jauh. umpamanya ia tidak bisa peroieh kemenangan. tetapi karena urusan ini ia anggap penting. Hiauw ada dengar kata. pihak Soh tidak pernah berbuat tak selayaknya terhadap aku. bagaimana gerak-ge rakannya. ketika kita orang berpisah. ia menyahut. adalah tenaga Siauw-thian-seng atau Bintang Kecil ya ng dipergunakan untuk singkirkan segala seranganrnu. Soeheng. sekarang telah terjadi ini gangguan kepadaku! Menampak orang tidak mau akui semua kekeliruannya. bahwa beg alnya ada seorang rua yang bicara dengan lidah Liauw-tong. apabila ia berhadapan sama lawannya Kiam Beng. ia menyahut. i a toh tidak nanti sampai kena dikaiahkan. tetapi walaupun demikian. ingin merantau dan ciptakan nama dalam dunia Su ngai-Telaga?€Hanya kita orang dapat keluar sesudah dapat perkenan dari guru kita! Tidak demikian dengan Hiauw. Kiam Gim heran. air mukanya kerabali berubah. Eh. hingga aku tidak dapat kesempatan untuk mengabarkan kau. Soetee. ia sekarang telah pergi mencari jaiannya sendiri. aku pun sudah tunangkan dia. Coba dulu sewaktu terluka senjata rahasia beracun tidak ada dia yang tolong obati aku. akan tetapi tambah tinggi usianya. Sebenarnya. . tambah berubah perangainya. yang angkuh. Menjadi manusia. mendengar pcngutaraannya itu. kepergianny a itu membikin aku berduka . pasti sekarang lukaku itu tidak da pat dikcmbalikan. ia melaink an meninggalkan sepucuk surat dalam mana ia nyatakan. Tiba-tiba. Di waktu kecilnya. bahwa ia ingin€€pergi€€mencari pengetahuan dan pengalaman. tanpa pamitan lagi. Aku kena l Tang Kie Eng dan Hek Eng Ho. pihak lawan hanya menggunai tangan kosong. Kiam Beng jengah. yang suka bicara banyak dalam hal kepuasan tetapi tak mau b anyak omong dalam hal kegagalan. Kepandaian itu mirip dengan Sha-tjap-lak-tjhioe Kim-na-hoat dari Golongan Eng Djiauw Boen Bicara tentang Ka um Eng Djiauw Boen. Kita orang terpisah terlalu jauh. ia tidak sudi berdiam ngan ggur di Poo-teng. karena orang telah tolong aku.Di Liauw-tong. la tahu baik perangainya soet ee ini. guna lenyapkan ketegangan. aku telah terima budinya pihak Soh. Suaranya Kiam Beng makin lama jadi makin perl ah an. Ia kata ia tak sanggup menungkuli hari-hari yang tawar. Se lama dua puluh tahun. Kiam Gim tidak mau mendesak lebih jauh. Hoo pa kada Hek Eng Ho. agaknya ia sangat berduka Anakku melainkan satu. aku cuma dapati ia seorang. Tapi. maka ia iekas ubah pcmbicaraannya. saudara itu malu. Pada suatu hari ia meninggalkan rumah-tangga. dia mesti ada orang luar biasa dari Eng Djiauw Boen. Sekarang aku datang untuk mencari jalan perdamaian. aku pemah berunding dengan mereka. air mukanya Kiam Beng pulih dengan cepat.

Kau lihat. semua kena mereka bikin tidak berdaya. dia ada lebih tua sepuluh t ahun daripada Lioe Bong Tiap. aku bukannya satu siauwdjin! Umpama kata benar pembegalan itu telah dilakuka n oleh Tjiong Hay Peng. Aku cuma tanya padamu. So . maka bi cara sampai di situ. Hay Peng tidak senang terhadap aku? Itu hari. hingga ia jadi kcsepian. Teng Hiauw ada berpendapat lain daripada ayahnya. Si orang tua beriidah Liauw-tong itu cuma berkawan kira-kira sepuluh oran g. ti dak I ah perlu digunainya pengaruh pembesar negeri! Kau keiiru. maka itu. tanyanya. Soeheng? sang soetee jawab. Aku menyangka padaTjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay! iamenjawab. d engan tiba-tiba mereka lenyap di tempat yang dipanggil Sha-tjap-Iak Kee-tjoe. Di lain pihak. sama sekali ada berapa orang kawannya begal itu? Sesudah berhasil dengan perampasannya. ia tidak mau omong terlebih banyak tentang anaknya. karena mereka ada bawa banyak barang. Air mukanya Kiam Beng berubah pula untuk kesekian kalinya. apa Soetee tida k dapat cari tahu tentang mereka? Ditanya begitu. yang turut aku. Soeheng. ia jadi makin tidak puas. Sama sekali aku tidak pandang ren dah padamu.€€ia kata. apa yang mcncurigai dalam hal ini? Jadinya kau telah sangka Tjiong Hay Peng. Kiam Gim kemudian bicaraka n soal kedatangannya ini ke Utara. Ka u barangkali tidak ketahui. suaranya keras: Walaupun demikia n. untuk menanyakan? Kenapa tidak. soeheng itu jawab. Kiam Beng kerutkan sepasang alisnya. dia sendiri tidak m uncul. ia tidak suka berteman sama pegawa i negeri! Sepasang alisnya Kiam Gim bergerak apabila ia telah dengar keterangan itu. Soetee.€Di dalam halnya kit a kaum Rimba Persilatan. siapa yang benar. lekas-lekas ia menambahkan. yang terintang. karena ia sudah masuk umur dua puluh enam tahun. kau pcrnah atau tidak pergi padanya. Selagi ia masih kecil. ia melainkan menghiburi. Mengenai cita-citanya ini. Kiam Gim kata dengan cepat. ia hendak merantau dengan andali diri sendiri. maka itu. Putera dari Teng Kiam Beng ada bernama Teng Hiauw. ada atau tidak kau pcrnah ben tahukan pembesar negeri tcntang sangkaan k au itu? ia tanya. Soetee. Aku justeru kuatirkan pembesar negeri campur tahu urusan ini karena yang tersangkut adalah barang-barang upeti. Sctelah itu. ia tidak puas dengan putusan ayahnya. Soeheng. ia jadi tidak senang terhadap sikap aya hnya itu. Aku duga. seumur hidupnya. Maka akhirnya. Habis. ia tanya. sesudah mengikuti sampai jauhnya seratus lie lebih dari Kota Hee-poan-shia. Kiam Beng tidak puas melihat sikapnya soeheng mi. rumahnya Tjiong Hay Peng justeru bcrada di Sha-tjap-lak Kee-tjoe itu! €Kiam Gim perdcngarkan suara Oh! tetapi ia terus tutup mulu t. bukankah kita punya tata kehormatan sendiri?€Maka itu. Rupanya Kiam Beng anggap ia sudah angkat terlalu tinggi pada musuhnya. ia berlalu tanpa perkenan lagi. Aku telah kunjungi padanya. yang sudah tunang kan ia dengan gadisnya satu hartawan sedang ia sebenarnya menaruh hati pada cucu percmpuan dari Kiang Ek Hian dari kalangan Bwee Hoa Koen.€€Tapi€€€ia€€tetap€€kenal beberapa anak muda. akan tetapi mereka semua bukannya orang-orang sembarangan.Kiam Gim bisa mengarti kesukarannya soetee ini sebagai satu ayah. Jangan bicarakan pula tentang pegawai-pegawai negeri yang turut mengiringi . sebagaimana dua gu ru silat dan dua muridku. tetapi ia t idak sudi menemui aku. mengapa kau pun lihat begini macam padaku? tanyanya. Ah. Biarpun aku bod oh. ia jadi kckurangan kawan. K iam Beng menikah lebih dahulu daripada soehengnya. mereka adalah orang-orang jahat yang dianjur-anjurkan oleh Tjiong Hay Peng! Bukankah So eheng ketahui. Kau benar. karena tak dapat bersabar lebih jauh. karen a ayahnya terpisah dari kaum persilatan lainnya. aku tidak takut pada mereka! Aku telah kuntit mereka itu! Hanya. mengetahui kesukaran hati sang soetee. apa yang ane h. aku punya pedang dan piauw untuk memaksa minta pulang ba rang-barang upeti itu! Atau sedikitnya aku undang sahabat-sahabat dari Rimba Per silatan guna memutuskan siapa yang bersalah. dari siapa ia telah dengar t persahabatan ayahnya dengan Soh Sian Ie. Demikianlah. Soeheng. Ia tidak membutuhkan pesan atau surat perantaraan dari ayahnya lagi. m ereka pasti tidak terlalu leluasa dengan kepergiannya.

di sana kita justeru akan perol eh keterangan. sedang di sampingnya ada aliran Sungai Loan Hoo. Sekara ng temyata. d itempat kediamannya Tjiong Hay Peng. Kiam Gim dengan lantas wakilkan soeteenya tampik itu tawaran bantuan dan undan gan juga. Orang keluar dari Selat Hie Hong Kauw. katanya kemudian. diajak bersama. demikian katanya. Kiam Gim urut-urut kumisnya. cabang dari Gunang Yan San. Begitulah dipastikan. kau antar upeti. dua-dua ada dari pihak golongan kenamaan. untuk Lioe Kiam Gim perhatikan letaknya tempat itu. Keluar ga Soh itu sudah lantas saja ketahui niat keberangkatannya orang itu. ditinggai untuk jaga rumah. wakil itu pun undang Lioe Kiam Gim untuk satu perjamuan. dia paling dulu mesti utamakan tata kehormatan. sebelumnya itu. kepergiannya banyak orang adalah tidak perlu. akan tetapi mereka tidak berbuat demikian. Soetee. karena kesesatan di satu waktu. itulah keliru. hawa udara agak hangat. memain dengan sampokan angin. Kiam Gim cari tahu dulu tentang mereka itu. dalam urusan kita kaum Rimba Persilatan.etee. Hawa udara di Dji at-hoo beda dengan iklim di Kanglam. dia cuma dipengaruhi oleh k eangkuhannya. Bantuan pihak Soh ditolak. daun dan pasimya pada rontok dan jatuh ke tanah. Ia mengucap terima kas ih atas undangan itu. kita sudah tidak berlaku tidak hormat. dalam urusan di kalanganny a Kang-ouw. siapa melulu andali boegee. Di waktu demikian di Ka nglam. burung-burung gembira beterbangan. Juga murid kedua dan murid ketiga dari Kiam Beng. Coba udara ada terang. Ketika itu ada di bulan ketigadari musim Tjoen. pada mulanya aku tidak berniat berlaku demikian . kau telah curigai Tjiong Hay Peng. Sekarang begini saja. soetee itu masih punyakan kehormatannya. terutama karena keja dian ada di tempat yang termasuk kalangan pengaruhnya. Dengan jalan ini. jala n di sepanjang Sungai Loan Hoo. perlu atau tidak pihak Soh kirim orang untuk pergi bersama. mendesak mohon diajak. Tempat itu merupakan satu selat mirip dengan piring. seharusnya. aku percaya dia tidak akan tidak terima padaku. yang dulu tunrt Kiam Beng da n mendapat luka juga. Sebelumnya menerima baik.sampai di luar kota. besok soeheng dan soetee itu bakal pergi ke Djiat-hoo. Pada itu malam. kau bakal lewat di kalangan pengaruhny a Tjiong Hay Peng. Meski juga hawa udara ada demikian buruk. tetapi ia toh menyahut: Meskipun demikian. Mereka hanya jalan teru s. Hatinya Lioe Loo-kauwsoe menjadi lega sekali. Entah bagaimana caranya. dengan iari kan kuda mereka. di tempat pembegaJan. ada datang orangnya Keluarga Soh. dari situ menuju ke Hee-po an-shia. Di kedua tepi ada rimba dengan pepohonan dan rumput. salju telah pa da lumer. rombongannya Kiam Gim lakukan perjalanan dengan tetap bersemangat. dengan perlahan-lahan. Di sebelah itu. Demikian di hari kedua. scdang tadinya ia kuatir. ia menambahkan dengan cepat: Soetee. dengan andali mukaku. akan tetapi di Kwan-gwa ini. Dan mereka juga tidak singgah di dalam kota. . Besok mari kita pergi ke Djiat-hoo. Soetee tentu lebih mengerti daripada aku. Di sini baha rulah mereka berhenti. yang daun-daunnya . Lantas soeheng ini berpikir. Itu adalah suatu tanah pegunungan. soetee itu nanti seret tangannya pangreh praja. mereka bakal sampai di Sha-tjap-lak Kee-tjoe. bisa mengerti yan g dia merasa kurang puas. atau kadang-kadang angin keras diseling dengan terbang berhamburannya ba tu halus atau pasir. yang kemudian ternyata ada Lie Kee Tjoen mnri dnya Tjiang Han Tek dari Kaum Ngo Heng Koen dan Hoo Been Yauw muridnya Tjian Dji e Sianseng dari Kaum Ouw Tiap Tjiang. atau cabangnya. pohon dan bunga sedang segarnya. melewati Lo-sie-boen. siapa merant au. angin dingin sedang membadai. yang menanyakan. Di sini.€Siapa tahu. kau mesti kirim salah satu muridm u pergi membawa karcis nama padanya. Sesudah melalui perjalanan sepuluh hari iebih. rombongannya Kiam Gim ini berangkat. rombongannya Kiam Beng sampai d i Hee-poan-shia pada waktu Icwat tengah hari. tetapi dua guru silat. katanya. ia angkat tangannya kejidatnya. yang banyak pen gkolannya. Kiam Beng jengah. di maghrib itu. sedang Kim Hoa . karena itu sangkaan kita benar atau tidak dia harus dikunjungi. Kau sebaliknya kunjungi dia sesudahnya kejadian. pembesar negeri tidak perlu campu r tahu. hujan dari salju sedang tu runnya. Tapi ia bicara dengan manis serta jelaskan. si murid kepala.

€Bukankah k awanan begal benar datang dari sana? Kiam Beng nampaknya gusar. seraya terus menegur: Apakah di sini ada Lioe Loo-kauwsoe. di Sclatan dengan Liong-hin. sambil menjura. ia menyahut. seraya menyatak an bahwa ia tidak berani terima kehormatan itu. Orang itu. ia mengawasi sambii hunjuk roman heran. Dan Sha-t jap-lak Kee-tjoe justeru bcrada di antara Peng-tjoan dan Hee-poan-shia. suara mana disusul d engan berketoprakannya kaki kuda. mengaw asi jauh ke depan. Aku adalah Lioe Kiam Gim yang rendah. Soeheng? ia tanya.€Mari. dia berpikir. Kemudian baharulah ia sambuti . Hampir berbareng dengan perkataan Lioe Loo-kauwsoe ini. dan Utara dengan Peng-tjoan. dari itu. dia mcsti ketahui baik tentang kawanan begal itu. tiba-tiba Kiam Gim tahan kudanya dan sambil menoleh pada adiknya seperguruan. kecurigaan kau beralasan! Kiam Beng pun tahan kudanya dengan tiba-tiba. demikian pemimpin rombongan itu. ia turun dari kudanya. aku masih belum mau percaya Tjiong Hay Peng bisa berbuat demiki an. buat memberi hormat. Kiam Beng semua mengawasi dengan tajam. lalu ia bertindak maju. Soetee. ia menjawab kemudian. orang tadi dengan cara sangat menghormat sudah maju akan serahkan sebuah peti kecil yang memuat karcis nama. hanya dengan cara yang menghormat sekali. paling sedikitnya. Kiam Gim sebaliknya berlaku tabah. ia Tanya mereka tentang kewarasannya Tjiong Hay Peng. ia berkata: Soetee. kawanan bega l tak nanti da tang dari arah dua kota itu dan juga tidak akan menyingkir ke ara h sana. mereka siap sedia. perbuatan itu ada perbuatannya Tjiong Hay P eng? Jadinya sangkaanku tidak meleset? Kiam Gim berdiam. untuk di larikan. yaitu Peng-tjoan. suatu tanda i a malu dan mendongkol dengan berbareng. akan rnenunjuk-nunjuk. Lie Kee Tjoen bersama Teng Kiam Beng dan murid-muridnya menjadi terperanjat. dari situ muncul beberapa orang. Biar bagaimana. mendengar kabar bahwa Lioe Loo-kauwsoe sudah datang. mereka juga tidak mestinya muncul dari Liong-hin. Kalau begitu. Soeh eng. Cuma bersangsi sedetik saja.Di atas kudanya. Kiam Gim mundur satu tindak. Kalau benar mereka datang dari arah Sha-tjap-lak Kee-tjo e. rombongan itu lantas loncat turun dari kuda mereka. men yatakan bahwa mereka hunjuk hormat mereka Mereka sebut dirinya boan-pwee . sopan-santun. Orang-orang yang tempur kau bukannya orang-orang Kang-ouw da ri tingkat sembarangan. telah utus kita hendak menyambut sambil haturkan hormatnya. Dengan mi ia hunj uk bahwa ia mengerti adat-istiadat. Kembali Lioe Loo-kauwsoe membalas hormat. sedang kau orang sendiri datang dari Selatan. untuk papaki orang-orang itu. Lioe Kiam Gim tidak segera sambuti peti ita. ia mencegah. sedang yang jalan di muka ada s eorang yang tubuhnya kekar. Jangan sembarangan. di Barat de ngan Sin-tek. Hanya. Kau lihat apakah. katanya. Tjiong Hay P eng. Lioe Kiam Gim berlaku tcnang. Ia ini maju untuk angkat rapat kedua tangannya. Lioe Kiam Gim Sianseng? Suaranya ada terang. karcna teringatlah ia pada saat pembegal an. sikapnya tetap tenang. jalan satu-satunya untuk mereka adalah jalan Utara. m ereka lantas bcrsiap. sabut dia. siapa ad anya mereka dan guru mereka.€Jadinya. tempat ini menyambung dengan Kota Koan-shia. untuk loncat turun dari kuda. lantas memberi hormat pula. yang goyangi tangan. air mukanya menjadi merah dan padam bergantian. Di Timur. ialah or ang-orang yang lebih muda tingkatannya. Guru-kita. Saudara-sau dara ada urusan apa denganku? Mendengar jawaban itu. Lihatlah tempat ini. tidak ada alasan yang dia tidak mendapat tahu. guna hunus senjata mereka ma sing-masing. Aku numpang tanya. gombolan rumput di muk a rimba kelihatan tersingkap. malam ini juga kit a orang mesti sampai di Sha-tjap-lak Kee-tjoe! € Di saat rombongan ini hendak cambuk kuda mereka. apakah tidak boleh jadi. Selagi ia hendak tanya. ia lepaskan lesnya. dengan tergesa-gesa. Sin-tek dan Koan-shia adalah kota-kota yang ramai dari Djiat-hoo. maka itu. Sesudah lewat sckian lama. Kiam Gim memandang ke empat penjuru. tiba-tiba mer eka dengar suara kelenengan yang datangnya dan dalam rimba. sedang Kiam Beng. Kiam Gim lantas gerak-geraki tangannya. Kawanan itu Jberlldah Liauw Tong semua. dan kawan-kawannya. lalu Lioe Kiam Gim membalas hormat. jangan geraki senjata! katanya.

hingga Lioe Kiam Gim dan orang-o rangnya Tjiong Hay Peng pada tahan kuda mereka dan menoleh. dengan Lioe K iam Gim ada asal satu derajat. guru silatnya dari Kaum Ouw Tiap Tjiang. silakan Tuan-tuan jalan terus. utusannya itu pasti ada orangnya dari tingkatan€€lebih€€rendah. ia toh tidak bisa bilang suatu apa. Lioe Kiam Gim juga awasi murid soeteenya. mengucap sepatah kata. Iapun tidak bisa cegah Loei Hong. sedang Kiam Beng tidak senang.€€€itulah sebabnya kenapa ia tidak puas dengan perbuatan soeteenya. untuk hadapi rombongan utusan. itulah yang dibilang. biarpun utusannya Tjiong Hay Peng merasa tidak puas. Kiam Beng tidak. aku tidak dapat mengurus terle bih jauh! . si utusan toh ada wakilnya Tjiong Hay Peng. murid terhadap murid . sama tingkatannya.€Demikian ia mendeluh di dalam hati nya. ia sambuti peti dari Loei Hong. orang ada sangat hargai adat-istiadat. untuk dibikin jadi lapangan piranti berlatih silat. turut mencegah. Tapi.peti itu. akan tetapi karena€€soeteenya tidak€€salah. Kiam Beng tidak inginkan kehormatan luar biasa itu. soetee ini masih saja kukuhi adat. sebentar di dalam. ia nampaknya kurang puas.€Ia mel ainkan tidak puas. Begitulah dengan cara hormat. dengan ini mewakilkan Soepeh kita menyambuti kehormatan! Utusan itu pandang Loei Hong. sungguh. tapi sekarang Soeheng datang. ialah Loe i Hong. ia larikan kudanya untuk pisahkan dir i. aku mohon dengan sangat agar kita terlebih dahulu hunjuk kehormatan kita . di saat tangannya€diangsurkan€€€untuk menyambuti. Dalam kalangan Kang-ouw. . di depannya ada bukit yang digali dan dipapas. yang berbarengpun ia kedipi mata: Kenapa kau tidak lekas wakilkan Soepeh untuk sambut peti itu? Atas itu. Sekarang juga kita akan datang mengunjungi! ia tambahkan. terutama di muka umum itu. tet api meskipun demikian. kita harus bersikap merendah. jangan sekali menuruti nafsu amarah. Orang berjalan pula. karena kalau ia cegah. Kiam Gim sudah ajak rombongannya turun dari kuda mereka€€€€dan€€€€minta€€€€supaya ked u diwartakan terlebih dahulu. Karena ini ada cara menghormat yang panta s. berselang setengah jam. sedang pada sekalian tetamunya tetap dengan car a hormat ia haturkan terima kasih. ia hendak hunjuk keluhuran€€mertab atnya. Di waktu maghrib. murid Thay Kek Pay. ia kata: Ketika aku datang. terang ia ada merasa sangat tidak puas berbareng malu. untuk dengan roman sungguh-sungguh memesan: Soetee. Rombongan itu lantas sajajalan di depan. itu adalah tanda penghormatan luar bi asa. ia tidak mau menegurnya. atas mana orang she Hoo ! itu larikan kudanya keluar kalangan. karena ia mesti hunjuk air muka berseri-seri. ia ulur kedua tangannya seraya berkata: Aku Loei Hong. Ini pun ada salah satu sebab kenap . sambil hunjuk separuh-kehormatan. m aka ia suruh muridnya yang menyambuti. Sementara itu Kiam Gim heran. setiap saat dia bisa lari sembunyi ke dalam rimba. guru terhadap guru. sebentar aku akan hunjuk hormat belakangan kepada Tjiong Loo-kauws oe! Lalu. dengan tidak tunggu jawaban lagi. Kiam Gim ada seorang yang halus budi bahasanya. kau menyambut dan membaiki secara begini rupa. mereka sudah I lantas lihat Sha-tjap-lak Kee-tjoe. sudah seharusnya kalau yang sa mbut peti kecil itu adalah muridnya Kiam Gim atau orang yang lebih muda tingkata nnya. di saat dan tempat seperti itu.peradatan. Kalau Kiam Gim yang sambuti sendiri. Belakang rumah hampir nempel sama rimba. kenapa Tjiong Hay Peng bisa demikian cepat dapat ketahui kedatangannya. kemudian selagi menantikan. belum sempat Kiam Gim menoleh. sang mu-id. sudah mencelat ke depaanya. Tjiong Hay Pen g kirim karcis nama. tetapi ia serahkan peti kecil itu. ia jad i hunjuk bahwa ia tidak menghargakan soeteenya. karena dalam hatinya. muka rumahny a Tjiong Hay Peng. Rumah itu terletak di muka rimba. Kiam Gim beramai mengikuti. Umpama orang jahat yan g tinggal di situ. Boen Yauw itu hunjuk hormatnya seraya kata: Aku mesti urus suatu apa di kota dusun. Kalau yang sambut ada orang lebih muda. Selagi berjalan. dengan tiba-tiba Teng Kiam Beng serukan muridnya yang kedua. dengan tiba-tiba Teng Kiam Beng ucapkan beberapa patah perkat aan pada Hoo Boen Yauw.Ketua dari Heng Ie Pay. kau tidak perdulikan aku. ia tarik tangan bajuny a Teng Kiam Beng. sampailah mereka di. Tidak menunggu sampai di depan rumah se kali. apabila sam pai terbit pula gara-gara tidak diingin.

la pun telah lihat lirikan soehengnya. Tadi ia suguhkan teh kepada teta mu-tetamunya. cawan itu melesat ke tinggi. sekarang ia hendak menyuguhkan arak. hingga malah pun sisa delapan ca wannya yang lain. hingga ia terluput dari serangan gelap itu. ia masih sempat gunai tangan kanannya. ia lantas berbangkit. ia lantas saja menyuguhi pada Teng Kiam Beng. jago Thay Kek Pay itu benar-benar tidak boleh dipandang enteng. yang berada di samping. terus saja pecah sendirinya. akan tetapi. Selagi Tjiong Hay Peng dengan cawan di tangan datang mendekati. Lioe Loo-kauwsoe gunai hanya dua jeriji tangannya. ia ragu-ragu tuan rumah itu menjamu dengan sungguh-sungguh atau itu adalah semacam pesta Hong Boen . Semua cangkir yang indah. dengan berlompat. tetapi sekarang ia pakai tempat arak yang besar dan kasar. Dengan sikapnya yang merendah. ia hendak menyingkir dari Lioe Loo-kauwsoe. ia senantiasa waspada. Ia tahu Tjiong Hay Peng sedang pertonto nkan kepandaiannya. untuk menya nggapinya. Hay Peng sudah lantas kasih pertunjukan pula. Di lain pihak. dan dia sendiri y ang mcnyuguhkannya secara biasa. ialah guci arak terbuat dari besi yang beratnya dua atau tiga puluh kati. tidak turut jatuh. Kiam Beng bersangsi. Kemudian. Tjiong Hay Peng lantas a dakan pertemuan untuk sekalian tetamunya itu. Tuan. atas mana ada sepuiuh cawan yang berukirkan sansoei yan g berwama merah. Walaupun muridnya yang membawa nampan untuk menyuguhkan. dengan sekonyong-konyon g. Ket ika tuan rumah dekati ia. tetapi ketika cawan untuk Kiam Beng dihaturkan. benar ia masih se mpat berkelit dari pecahan cawan. hingga aku kena bikin kaget tetam uku . maka terjadilah suatu hai yang hebat. tapi air toh mengenai mukanya yang jadi basah! Berbareng dengan kejadian itu. ia masih ingin mencoba satu kali lagi. melewati Lioe Kia m Gim. la€€pakai baju bulu. akan tetapi walaupun ia tidak sepandai soehe ngnya. maafkanaku! Selagi nenampan terlempar. aku kesalahan membuatnya pecah. sungguh sayang! katanya. airnya tidak tumpah! Untuk ini. apapula kepandaian luhur dari Lioe Kiam Gim. Tapi. dan airnya lantas m enyiram arah Teng Kiam Beng punya muka. ia maju akan tanggapi nenampan itu. tetapi Tjiong Hay Peng yang sambuti cawan teh. tidak tahuny a. sembari lemp ar ke samping itu nenampan kumala. Hay Peng mcnghaturkan maaf. berbareng dengan mana. ia berseru: Ah. Kiam Beng terperanjat bukan main. kemudian pihak tetamu diundang masuk ke niangan tetania. Tjiong Hay Peng hunjuk rupa kaget. berbareng denga n itu. Lioe Kiam Gim berlaku lebih sebat dari murid itu. Tjiong Hay Peng juga insyaf. satu muridnya Hay Peng muncul dengan satu nenampan batu pualam yang besar. Dan. Teng Kiam Beng tidak hunjuk kemurkaan. Tuan rumah dan tetamunya segera juga bcrdiri berhadapan dan saling member! hor mat. bukannya si murid yan g melakukannya. nampaknya sabarsekali. kelihatan-bcberapa orang. si murid kedua. kalau sampai rusak. Mereka berdua tcrpisah satu dari lain jauhnya dua-tig a kaki. satu muridnya Tjiong Hay Peng bergerak. pintu rumahnya Tjiong Ha y Peng sudah dipentang dan tuan rumah kelihatan muncul dengan tindakannya agak t enang. ia mesti kagumi lawan punya kepandaian yang liehay. sudah sepantasnya ia hormati dulu Ketua dari Thay Kek Pay. Tjiong Hay Peng sudah dorongkan gucinya dengan arah o . Selagi itu soeheng dan soetee berpikir masing-masing. ia bilang. yang tidak salah lagi mcsti murid-murid He ng Ie Pay. belum ia berdiri betul. Hany a lacur ada Loei Hong. Teng Kiam Beng bangkit untuk menyambuti. harap maaf.a dia suruh Loei Hong wakilkan Kiam Gim sambuti karcis nama. dan selagi si tetamu menyambuti sambil merendah. di mana ia sendiri ada Ketua dari Heng Ie Pay. Di antara sinar bulan. ini cawan teh tidak kuat! Aku pun sudah tua. untuk menangkis sambil menyampok k eras air dan pecahan cawan itu. untuk sambuti arak. dengan ini cara. sambil be rdiri rapi. Tapi sebenamya. Baharu saja orang bcrduduk. Sebagai alasan. akan tetapi diam-di am. Kiam Beng sudah menduga orang tidak bermaksud baik. yang memain antara cahaya api. ia wakilkan Tjiong Hay Peng akan haturkan semua teh itu kepada sekalian hadirin . di mana. menyambar juga pe cahannya. Tadi ia gunai cangkir yang in dah.

tidak perduli pihak tetamu berlaku demikian ramah-ta mah. aku bisa ambil sendiri! Oleh karena ini. Dengan sikapnya yang merenda h. akan biki n orang tcrluka hebat di bagian dalam badan dan menjadi tapadakpa. ia mohon tuan mmah suka bantu ia.€ Tapi aku tidak merasa hilang muka! Dengan . Soetee. man kasih aku yang mewakilkannya! Sambii bcrkata begitu. Pertentangan itu ada hebat Karena kedua pihak sama tangguhnya. dalam Rimba Persilatan kenapa toh ada orang Kang-ouw.tidak mau melepaskanny a. kemudian dengan sebat sek ali. Segera ia angkat kedua tangannya. dengan tangan kiri. ia sengaja tidak mau terima suguhan. akan jepit tutup guc i. ia kata: Jangan seedjie. Ia tanya kalau-kalau Ketua Heng Ie Pa y itu ketahui siapa orangnya yang sudah uji Teng Kiam Beng. bersama araknya ada kira-kira lima puluh kati beratny a. Bukan. ia b erseru: Oh. Maka kejadiannya. ia tertawa tawar. ia malah hunjuk roman ter peranjat. ia buka tutup tersebut. kau Ketua dari Heng Ie Pay. ialah Teng Toak o. dua-dua lantas keluarkan keringat dingin pada jidatnya masing-mas ing. Tjiong Toako. Hay Peng tidak. sebaliknya daripada menyangka H ay Peng. yang mewariskan tiga rupa kepandaian liehay dari Thay-ke k Teng. yang lewat di sini. jempolnya dipertunjuki. ia pakai cawan akan sendok isi guci. ia hanya tahan mulutnya guci it u. kecuali ada pihak ketiga. Ah. Ia ge druki cangkir araknya seraya kata dengan nyaring: Ya. Serangan gelap dari Hay Peng ini. ia teruskan jepit lehernya guci itu. sampai ia tak dapat kendalikan pula dinnya. bisa menolak. ia berpura-pura tidak ketahui hal pembegalan itu. orang itu sudah tidak lakukan kunjungan kehormatan kepadamu. seraya ia hampirkan dua orang itu. apakah benar-benar Tjiong Toako tidak ketahui kejadian itu? demikian ia cuma bisa tegaskan. benar-benar ada terjadi demikian? Ah. seraya tepuk tangannya. tubuhnya berdiri tegar. Sudan. tubuh mereka jatuh duduk di kursinya m asing-masing. dua-dua Teng Kiam Beng dan Tjiong Ha y Peng mundur sendirinya. apabila tidak sampai membinasakan. akan akhirnya. Begitu. Sesudah keduanya berpisah dua puluh tahun lebih. yang pandai ilmu pedan g Boe-kek-kiam. Dengan agak likat. sampai orang telah kena pecundangi! Habis. Karena ini. lama-lama kedua nya akan terluka masing-masing sendirinya. Kiam Gim gunai sepasang sumpirnya. Tjiong Toako. Teng Toako. hingga guci jadi terlepas dari cekalan nya Tjiong Hay Peng. kemudian dengan seb elah tangan mencekal mulut guci. Ia terus bersikap sewajarnya saja. Kiam Beng bis a duga itu. aku Teng Kiam Bcng belajar silat tidak sempurna. Tjiong Hay Peng tertawa seperti sewajarnya. memang ia tidak pandai bicara. kau orang berdua janganlah terlalu seedjie! berkata Lioe Kiam Gim sambii tertawa. dengan limbung. sungguh kau liehay! ia memuji.rang punya dada. Teng Kiam Beng yang namanya menggetarkan dunia Kang-ouw. telah kena dipermainkan oleh satu tua bangka! Malah tua bangka itu cuma gunai tangan kosong yang berdaging melulu! Kiam Beng jadi sangat gusar. dcngan gunai sumpitnya itu. ia berlaga menghela napas. Sampai di situ. Tjiong Hay Peng berloncat bangun. mereka lantas mulai pasang omong. kau mau apa? Ta pi kau sendiri. aku hams kasih selamat pada kau! kata Lioe Kiam Gim sambii tertawa. melainkan aku tidak pernah memikirnya! demikian jawabannya. Lioe Toako. akan hirup araknya! Setelah masing-masing lepaskan tangannya. iapun . Tjiong Hay Peng terima tiga cawan. Tjiong Hay Peng tidak lagi ma nis budi seperti dulu-dulu. Lioe Kiam Gim utarakan maksud kedatangarinya. Aku harus didenda tiga cawan! Dengan scbenarnya. tergantung di antara dua sumpit itu. sebaliknya. jikalau kau tidak ingin terim a suguhannya Tjiong Toako. yang datang sama tengah. Kedua-duanya tidak bisa keiuarkan kata-kata! Adalah kemudian. Guci itu. kau pikir? ia tanya. guci arak jadi kena ditahan di tengah-tengah di antara kedua orang itu. kenapa aku tidak dapat tahu? Sikap ini membuat Kiam Gim jadi mclcngak. malah dia berani lakukan kejahatan di dalam daerah pengaruhmu ini? Kenapa dia bisa mondar -mandir dengan merdeka? Kenapa orang tidak pandang mata sama sekali kepada Tjion g Toako? Tjiong Hay Peng tidak gusar. Siapa sangka K etua dari Thay Kek Pay. Kemudian lagi. yang dengan diam-diam telah gunai mereka punya tenaga dalam atau khie -kang.

umpama kita tnesti binasa. atau kalau tidak. sebelumsaudaranyajawab tuan rumah. hingga orang berani tangkap kutu di kepala harimau. Lioe Kiam Gim berbangkit. sungguh. kau berkenalan luas. untuk setelah itu. kita bakal binasa secara kecewa . ia mendahului pamitan. yang hendak bikin pertemuan dengan ia. kita toh harus ingat persahabatan kita dari bebcrapa puluh tahun itu. akan tetapi kita hanya hendak tanya. ah. urusan bisa jadi kacau. aku hendak mohon kau ba ntu sedikit kepadaku. apabila ada beberapa tetua itu menghendaki menemu i aku. Dengan kega gahan. ada berapakah orang yang hidup scumur kita ini? Dari itu umpama kita tidak ingat sesama orang Rimba Persilatan. aku tidak mampu biki n orang tunduk. kalau€€€ada€€€ganjalan€€€sesu hamsnya itu dikasih lewat. dengan suaranya yang sabar.mata pada sahabat ini. karena mereka ada bercita-cita demiki an. aku tidak bisa bilang suatu apa! Kembali Teng Kiam Beng kena tersindir. untuk segara pamitan. kita orang menghaturkan maaf agar perkara dapat dibikin habis. Sudah dua puluh tah un kita orang tidak bertemu. aku percaya kau. Ia pun menge rti. Jikalau tetap kita ti dak ketahui kekeliruan kita. berkata Lioe Loo-kauwsoe. Benar dcngan Teng Kiam Beng iamengganjal hati. maka adalah selayaknya saja apabila orang tak lihat mata padaku! Hanya kalau sampai Teng Toako sendiri orang tidak pandang. sudah pasti sekali aku sendir i akan kunjungi mereka. Tjiong Toako. Dengan sebenarnya aku tidak tahu siapa itu orang yang telah iawan Teng Toako. Kau ada penduduk sini. dia ini masih tetap berada di piha k pembesar negeri. yaitu sesudah berpisah dua puluh tahun lebih. tolong kau tetapkan suatu hari untuk aku b erk unj ung kepada mereka. inilah. ia tidak jerih. Kiam Gim heran kenapa ada orang Liauw-tong. Satu hal masih ia sangsikan. hingga s edikitnya ia hams memandang . aku percaya. di Liauw-tong ada beberapa orang kenamaan yang ingm bertemu sama Lioe Toako dan bertjita-tjita main-main dengan Teng Toako. menyesal aku tidak bisa berdiam di sini. aku moho n Toako suka berdiam padaku untuk beberapa hari. walaupun demikian. Kiam Gim sudah lantas berbangkit. di samping itu. Toako! mencegah Tjiong Hay Peng. Di Sha-tjap-lak Kee-tjoe ini aku ada beberapa sahabat. Tjiong Hay Peng kena dibikin tergerak hatinya oleh perkatannya orang she Lioe ini. Tentang Kiam Beng. kita ada orang -orang yang sudah berusia hampir enam puluh tahun. karena kita memangnya sudah bersiap. Dua kali Kiam Beng merasa terhina. jikalau ia tidak ubah haluan. tetapi dengan Lioe Kiam Gim ia ada bersahabat kekal. karena itu. makajuga. sikap siapa ada merendah tetapi pun sungguh-sungguh. ia tidak tahu. malah ada bersifatkera s. maka itu. kau tidak ketahui suatu a pa mengenai itu pembegalan. Habis berkata begitu. aku tidak bisa menindih orang. Tjiong Toako. hingga Hay Peng dengan tersipu-sipu mesti balas horma tnya itu.kepandaianku yang tidak berarti. baiklah Toako tanyakan beberapa tetua dari Liauw-tong itu. menghad api tuan mmah. € Tjiong Toako. Ia kata: Terima kasih untuk kebaikan kau. dengan kebijaksanaan. Tidak berani aku menerimanya. Karena orang bicara dengan lidah Liauw-tong. aku hanya dapat nama kosong belaka. aku minta kau suka capaikan hati akan turut dengar-dengar. siapakah yang telah lakukan perbuat an itu. Sebelum suasana menjadi lebih hebat. kata ia dengan merendah. Tidak perduli orang itu ada tertua dari golongan mana. sungguh kita tak tahu su atu apa. ia menjura. perbuatan apa yang kelini dari kita. ia tak dapat singkirkan kemendo ngkolannya. Akan tetapi. kita ada saudara-saudara dari bebcrapa puluh tahun. umpama kata mereka tidak sampai datang padaku. tidak dapat ia terus bcrpura-pura tidak ketahui tentang pembcgalan itu. Tunggu dulu. la insyaf. romannya sibuk. Satu hal aku bisa terangkan. akan tetapi. Toako. aku jadi mcnsia-siakan sahabatku i . yan g di kalangan Kang-ouw sudah jadi buah pembicaraan. ak hirnya ia menjawab. pastilah Toako akan peroleh keterangan. dan kau pun datang dari tempat yang jauh sekali. ia tahu benar. Kiam Gim ada bersa tu haluan dengan Kiam Beng atau mereka dua saudara seperguruan masih tetap berla inan paham. Toako. ca ra bagaimana Toako hendak kembali secara tergesa-gesa begini? Apakah Toako ccla gubukku buruk hingga tidak surup untuk menyambut Toako? Biar bagaimana. tidak seharusnya kita orang bersikap sebagai sesama o rang-orang asing.

ia lolos dari kemplangan itu. Justeru itu. terus ia bertindak keluar. Hanya kemudian. Kiam Beng balas menjura seraya iapun gunai kepandaian dari Thay Kek. Untuk ini aku tidak bisa berjalan bersama-sama kau. menjerunuk tubuhnya ke depan. untuk tan gkis itu serangan gelap. Ia percaya. ia tidak lihat suatu apa. urusan tidak ada sedemikian sederhanaseperti tap ikir pada mulanya. yang menyerang secara sanga t hebat. hingga ia lenyap dari pemandangan saudaranya sekalian. hingga ia menggerutu dan caci Tjiong Hay Peng. tiba-tiba ia berbalik d an kata pada saudaranya itu: Soetee. deng an sekonyong-konyong. yang tinggi di kiri dan di kanan. yang tadi Kiam Beng suruh Boe-soe Hoo. Dalam gelap-gulita.tu. ia kembali d engar beberapa kali tertawa dingin. De ngan loncat terus. Kiam Gim mengawasi dengan tak maju lebih jauh. h ingga dengan saling susul. kepandaian mereka berdua ada berimbang. mereka itu rubuh dengan tubuh terpelanting. ia nyatakan suka ikut. apakah artinya itu? Benar selagi tubuhnyajago Thay Kek Pay ini mencelat. Dcmikian. iapun berseru: Sahabat siapa main-main di sini? Dengan main sembunyi-se mbunyi. kembali ia uji kepandaian orang. tangan kanan di depan. dan tidak kandung niatan menghamba pada Kcrajaan Tj eng. ialah selagi menjura.€Ia bersikap Liong heng tjoan tjiang . untuk memb eri selamat jalan. Kiam Gim tekuk kedua lututnya. tapi begitu lewat. ia kembali ke rumahnya Ketua dari Heng le Pay. pergilah duluan ke rumah penginapan. berdiam saja. hatinya tidak terkesiap. mer eka tak mampu bcrbangkit. aku tak dapat menahan lagi kepada kau orang. Kiam Gim loncat turun dari kudanya. kalau itu beberapa tetua dari Liauw-tong sudah sampai . u ntuk peroleh pengertian satu dengan lain. soetee ini belum sampai berkh ianat terhadap kaum Kang-ouw. Ia tidak kaget. dari kiri dan kanan. ada menyambar masing-masing sebatangioya. Kiam Gim semua menuju ke pasar. hingga Hay Peng tak dapat berbuat apa-apa. Ia segera berhentikan Itindakannya. akan mencelat masuk ke tempat pepohonan itu. Kiam Beng tetap masih suka bercampur sama pembesa r negeri dan tabiatnya tetap keras. k e rumah penginapan. rom bongannya turut sikapnya itu. ia tahan tub uhnya. Ia insyaf. tertawa menghina. atau dusun. . disusul sama suara tertawa dingin. akan lenyapkan salah paham. Oleh karena itu. Sembari b erlompat. tindakannya sembrono Di sebelah itu. lenyap dalam sang malam. la dapat kenyataan. Selama di tengah jalan. Sebaliknya kedua penyerang. dengan gunai ilmu lari yang keras. hin gga karenanya. Sampai lain hari saja. Kiam Gim sebaliknya. tangan kiri di dada. Boen Yauw dari Ouw Ti ap Tjiang pergi urus siang-siang. aku ada punya suatu urusan! Kiam Beng tanya. adatnya tinggi dan suka diangkat-angkat. Kiam Beng masih saja mendongkol. Jikalau demikian. bagaikan naga saja. dengan ya-heng-soet. untuk antar sekalian tetamunya itu. Kiam Gim bilang. ia berlaku tenang s ekali. Selagi ia mendekati jalanan gunung. Kau jangan k uatir. Sampai di situ. terutama mengenai soeteenya. ketika mereka mendekati pasar. dan dengan tidak perdulikan pantangan kaum Kang-ouw. Nyata Kiam Gim hendak kembali ke Sha-tjap-lak Kee-tjoe. Kiam Beng pakai mantelnya. ia berputar diri. bertemu ri mba tak boleh lancang memasukinya . yang anginnya sa mpai menerbitkan suara menderu-deru. hanya terang . Seberlalunya dari rumah Keluarga Tjiong itu. Kiam Gim menyapu kepada dua orang itu. di situ mesti ada salah faham. hingga ma ta mereka jadi berkunang-kunang. Besar nyalinya. akan menemui sendiri p ada Tjiong Hay Peng. Hanya. yang bergunduk-gundukan dan banyak pepohonannya. ia gunai tenaga tangannya. sebat luar biasa. tiba-tiba ia tampak berkelebatnya dua bayangan di sebelah kanan. ilmu lari di waktu malam. soeheng itu ada mempunyai urusan apa. kepala mereka pusing. yang anginnya menyambar dengan ker as. toya mereka masing-masing mengenai tempat kosong. ia menga wasi. tetapi ketika mereka sa mpai di pintu. Ia sampai dengan ce pat. kata Tjiong Hay P eng yang berbangkit. hingga untuk sedetik. untuk melompat kedepan. urusan ini akan ada baiknya untuk kau! Setelah kata begitu. terus saja ia berlari -lari. aku nanti datang pula bersama-sama soehengku ini! Setelah kata begitu. ia anggap perlu ia ketemui sendiri pada Tjiong Hay Peng.

terimalah hormatnya Lioe Kiam Gi m! Dan jago ini hunjuk hormatnya. ia atasi dirinya sendiri. baiklah. dari itu. untuk berlatih. mereka bcrlaku kasar. cara bagaimana mereka dapat terima pengajaran da ri kau? Mereka pun tidak sampai mengganggu walaupun selembar rambut Loo-enghiong ! . matanya tajam. tanpa sebab dan alasan. Jadi dugaannya Law Boe Wie adalah t idak keliru. hanya mereka belum tahu. merekaingin mencoba-coba juga. adalah Tok-koh It Hang yang dengan tangan kosong telah uji Teng Kia m Beng. Kumpulan Pisau Belati. Salah satu yang mana akan maju terlcbih dahulu atau Djiewie akan maju dua-dua dengan berbareng? Si orang tua muka merah melirik dengan tajam. Ia tidak us ah menantikan lama akan tampak munculnya dua orang tua dengan rambut dan kumis-j enggot ubanan. sudah memegat dan membokong kepadaku? tanya ia dengan sabar. Demikian ia lihat nyata. Rita dua saudara walaupun bodoh tetapi baharu dua-tiga gcbrak masih bisa juga melayani . dari itu. justeru di sini ada mengenai nama baik guru atau rumah perguruannya. Jikalau Djiewie memaksa hendak mcmbcri pengajaran kepadaku. samasekalikitatidakkandungmaksud jahat! Sud dh lama kita dengar hal boegee dari Thay Kek Teng serta tiga rupa kepandaiannya yang menggetarkan Rimba Persilatan. atau dari dalam pepohonan terdengar suara terta wa bergelak-gelak yang disusul dengan kata-kata: Jangan gusar. Kita memohon pengajaran den gan sungguh-sungguh. Ke tua dari Pie Sioe Hwee. mana aku berani terima pengajaran dari satu ahli? kata ia. Kiam Gim bersedia untuk mengiringi. Lioe Loo-enghiong terlalu merendahkandiri! berkataia. kumis-jenggotnya panjang. Akan tetapi kedatangan mere ka ke Djiat-hoo ini bukan melulu untuk coba Teng Kiam Beng. Nyata Lioe Loo-enghiong terlalu memandang orang enteng sekali! ia kata. ia tertawa terbahak-bahak. pakaiannya serupa. dari itu. Djiewie Soehoe. Dua orang itu adalah Pek-djiauw Sin Eng Tok-koh It Hang serta In Tiong Kie. mak a itu. di luar dugaan kita. terutama T ok-koh It Hang yang selama beberapa puluh tafiun belum pemah ketemu tandingan. s . yang Kiam Gim kenali dengan baik. yang kedua romannya keren. kita harus mohon pengaja ran dari kau sendiri. Lioe Loo-enghiong! Duabocah ini hendak menemui orang yang tertua. Aku si orang she Li oe belum pernah bertemu dengan Djiewie. di waktu malam gelap begini. segera ia memandang ke arah pepohonan dari mana suara datang. apabi la mereka tidak ambil sikapnya. entah kapan dan di mana pernah aku berlaku tidak selayaknya kepada Djiewie? Orang tua muka merah itu tertawa berkakakan. orang berniat menghajar kalang-kabutan pada satu ku ali bubur ? Akan tetapi. hanya cara dua€€orang€€ini€€adalah€€terlalu mendadakan dan mereka juga tidak pakai atura g biasa. orang tua yang satu berbaju biru dan gerombongan. jago Thay Kek Pay ini tekapi kedua tangannya. untuk punahkan tiga rupa ilmu kepandaiannya. Lekas sekali. aku si ora ng she Lioe bersedia untuk menemani. tidak dapat tidak. Di sini tidak ada bicara tentang soeheng dan soetee! sahut si orang tua yang muk anya bersemu merah. kata ia dengan nyaring. bukankah kau orang ada orang-orang yang pada bulan yang lalu te lah memberikan ajaran kepada soeteeku? Djiewie.€Kenapa orang ada begini kasar? Ke napa. orang she Lioe ini ada bertabiat sama atau tidak dengan Teng Kiam Beng. Cahaya lemah dari rembulan dan banyak bintang membuat jago tua in i bisa melihat jauh terlebih tegas. Kita melainkan mohon terima pengajaran dari Lioe Loo-enghiong buat dua atau tig a gebrak saja! Dalam hatinya. tinggi tubuhnya enam k aki. makaitu. nama Ketua dari kaummu itu ada namakosong belaka. mukanya bersemu merah. S udah sejak lama mereka kagumi Lioe Kiam Gim. Aku ingin sekali belajar kenal dengan Tuan-tuan. Kebisaanku si orang she Lioe ada tidak berarti. Itu adalah suara dengan lidah Liauw-tong. Belum dua orang itu menyahuti. mereka sekalian niat ikat tali persahabatan dengan kaum Rimba Persilatan di Kwan-Iwee (Tionggoan). Kiam Gim ada mendongkol sekali. Lioe Loo-enghiong! Mencoba-coba kepandaian di kalangan Kang-ouw atau Rimba Persilatan ada hal umu m.Ada permusuhan apa di antara aku si orang she Lioe dengan Tuan-tuan berdua hing ga Tuan-tuan. la insyaf bahw a ia lagi hadapi orang pandai tetapi ia tidak jerih. bagaikan sinar kunang-kunang sa ja.

hingga bisa digunai sebagai cambuk dan ruyung berbareng untuk meli bat golok atau pedang lawan. Tjiang-boen-djin dari Thay Kek Boen dari Keluarga Teng. baharulah kau sambungi aku . jangan kita orang bua t pikiran! ia kata. asal Kiam Gim beda daripada Kiam Beng. Itulah sudah seharusnya. barusan pun ia saksikan send iri.€Ia percaya. dengan sangat merendah. Kiam Gim tidak terperanjat melihat orang kehiarkan ruyung atau cambuk istimewa itu.€€€Hanya€€€ia€€€m mcnyesal. Toako. Hanya lebih dahulu aku ingin minta. silakan! Eh. tiba-tiba dari pinggangnya. ia ingin adu senjata. Lioe Loo-enghiong. si Keanehan-dalam-Awan s egera mendahului lompatmaju ke depannyaKiam Gim. Jadinya bukan orang tak pandang mata kepadanya. karcna Kiam Beng rubuh di tangannya Tok-koh It Hang dan sekarang Kia m Gim hendak menuntut balas dari ia. Harap Loosoehoe ketahui baik-baik bahwa sesuatu orang mempunyai senjata kesukaannya sendiri! Loosoehoe mempunyai cambukmu. akan tetapi In Tiong Kie pegat ia. Bukankah bunga merah dan daun hijau asal ubi t eratai putih dan tiga agama pokoknya satu ?€Kita ada or-ang-orang Rimba Persilatan. t elah dirubuhkan Tuan-tuan dengan tangan kosong. maka itu. aku ingin Lioe Loo-enghiong ajarkan aku barang satu atau dua j urus! In Tiong Kie tidak liehay bersilat tangan kosong. Lioe Loo-enghiong. sambil tertawa haha-hihi: S udah lama aku dengar liehaynya Thay Kek Tjap-sha-kiam. sekarang dengan tidak tah u tenaga sendiri. tidak nanti sampai ia kena dikalahkan. Dengan scnjata mereka memegat di tengah jalan itu. dari itu sekarang aku mengharap pengajaran dengan tangan kosong jugaJ Diam-diam hatinya In Tiong Kie tergetar. karcna dia hendak mcmul ihkan muka soeteenya yang oran g rubuhkan dengan tangan kosong. Ini dia yang dibilang anjing kuning dapat m . terang Djiewie a da sahabat-sahabat baik. aku jadi sangat asing dengan semua senjata itu. dari itu biarlah de ngan sepasang tanganku yang berdaging ini. Mana. dari itu untuk tidak mendapat malu. Kiam Gim tidak lantas menjawab. Silakan. cara bagaimana kita orang tidak bersahabat? Nah. Lioe Kiam Gim telah rubuhkan dua muridnya Tok-koh I t Hang. benda itu memperlihatkan diri sebagai cambuk Kauw-kin Hong-li ong-pian . Itu adalah rotan keluaran Timur-utara yang ulet. ia hanya bersenyum pula. tinggallah kau di belakang. tanpa tunggu jawaban lagi. oleh karena kita bukan bertempu r untuk mati atau hidup. Loo-soehoe? kata ia. dengan tekap kedua tangannya. kita cuma ingin berlatih. Biar siauwtee ma ju lebih dahulu. ilmu pedangnya lawan ada kesohor akan tetapi ia andali betul senjatanya sendir i yang istimewa. memang menang atau kalah bukanlah soal. Dengan itu cara orang jatuhkan pamomya Thay Kek Pay. soeteeku. Tok-koh It Hang ingin mencoba terlebih dahulu. yang dilibat dengan ur at-urat ular.ekarang ia ingin uji Kiam Gim untuk sekalian bersahabat dengannya. dengan hati yang panas. lantas saja ia bersenyum. Segera ia simpan cambuknya. Loo-soehoe. sukalah kau mengalah sedikit. biamya ia tahu . Baharu sekarang ia kata. dengan itu cara j uga. sahut ia dengan merendah. Setelah mengucap demikian. iatarik keluar suatu penda yang melibat pinggangnya itu. yang ia telah yakinkan beberapa puluh tahun lamanya. apabila terjadi siapa ka lah dan siapa mcnang. oleh karena t ulang-tulangku taktahan dengan pemukul . Sahabat baik. Terus ia bilang: Sudah beberapa puluh tahun aku tidak berlatih lagi dengan golok atau pedang. aku punya sepasang t anganku ini. terang Lioe Kiam Gim t idak dapat dipersalahkan. Lioe Kiam Gim balas hormat itu. nama Thay Kek Pay hendak diangkat kembali. setelah dengar ia ditantang untuk gunai pedang. dalam satu gebrak saja. apabila akan gagal. umpama kata ia tak peroleh kemenangan. kenapa kau tidak la ntas mulai? In Tiong Kie berdiam. Secara begini. biar kita sambut itu dengan tertawa. setelah berdiam sesaat. Djiewie ada baik sekali hendak memberikan pengajaran kepadaku. kenapa kau begini tidak pandang mata pada orang? tanya ia den gan suara keras. aku main-main dengan kau. mana aku berani tak memandang mata kepada kau. dan di ant ara sambaran angin. i a memberi hormat. silakan kau mulai lebih dahulu! In Tiong Kie tidak bilang suatu I apa. kata ketua Pie Sioe Hwee ini.

berbareng berkelit. ia jaga diri dengan baik. akan turun di belakang lawan. anjing putih yang dapat bencana . Lioe Loo-enghiong. mengikuti se suatu gerakan cambuk istimewa itu. mereka saling mengeluh. tetapi sekarang ia menge rti kenapa Kiam Beng. tubuhnya. Melainkan hampir saj a. Kiam Gim ubah caranya bertempur. rubuh di tangan musuh. bagaikan bayangan. bayangannya turut bergerak menyambar. ia segera ketahui lawan lagi serang ia. Karcna ia pun ada satu j ago tua. baharulah In Tiong Kie loncat mundur. Maka di akhimya. menyapu. Di sebelah itu. yang ia sudah fahamkan beberapa puluh tahun.. sekarang kena dibikin tidak berdaya oleh sepasang tangan darah dan daging melul u. Atas ini. Maka sekarang. atau Waletserbu mega . In Tiong Kie perlihatkan serangannya Kioe k ioe pat-sip-it atau Scmbilan kali sembilan menjadi delapan puluh satu . Lian hoan sam pian -runtunan tiga kali.akanan. sebagaimana Law Boe Wie telah peroleh pelajaran darinya. Dengan Sin Hong djip hay . tidak henti-hentinya. In Tiong Kie tidak berayal lagi. dengan tangan kirinya. tangan kanannya disodorkan kepada bebokong orang. dari atas. Kapan sudah lewat tiga puluh gebrak. cambuknya. ia tidak mau izinkan lawan desak ia. semb ari memutar tubuh. Sampai di situ. ia pun beberapa kali mu sti menyingkir dari serangan-serangan sangat berbahaya. ia juga tak mau kalah gesitnya. Beberapa puluh jurus telah lewat dengan cepat. ia mencelat t inggi sampai dua tumbak. ia hendak hunjuk kcpandaiannya. dengan ta ngan kosong. pandai jugamengenali berbagai alat-senjata dengan mendengari saja sambaran anginnya. dengan sikap yang . malah ia kadang-kadang kena didesak. musuh ada demikian liehay. serta Keng hong sauw lioe atau Angin besar menyapu daun yanglioe . In Tiong Kie pun kirim susulan saling beruntun . ia menjaga diri€€€berbareng€€€lebih€€€banyak menyerang. tidak tahunya. bukan dengan lompat mundur. Mereka ada seumpama dua tukang m ain catur yang liehay. kenapa ilmu silat tangan kosongnya ilmu silat Thay Kek Pay yang kenamaan tidak sanggup ramp as cambuk lawan itu dan sudah ia tidak mampu merangsang. kecuali ilmu cambuknya ini yang liehay. Lioe Kiam Gim tidak kasih dirinya dibikin repot. ia hanya mengawasi Iawan. T api. Malah ia pun bisa duga.ant eng sekali. hingga cambuk lewat sedikit di atasannya! Sesudah ini. Begitulah. akan layani cambuk musuh.mereka lanjuti pcrtcmpuran. ia juga tidak dapat ketika un tuk rapatkan tandingan itu. cambuk mengenai sasarannya. dalam gerakan memba cok! In Tiong Kie itu. ia barengi menyerang. Menampak gagalnya serangan itu. ia sebenarnya€€€€sedang€€€€bersedia perhatiannya sedang dipcrsatukan. Ia tidak mc nangkis. maka ia percaya. menindih saling susul. sambil angkat tubuhnya. cambuknya it u menyabet. ia mulai dengan penyerangannya. Maka it u. soeteenya. dengan gera ki pinggangnya. Tapi satu ahli niscaya ketahui dengan baik. ini melulu disebabkan kegesitan lawan. In Tiong Kie tidak suka mundur. atau setengah kati adalah delapan tail. atau N aga malaikat masuk ke laut . Setelah mundur dan maju bergantian. Maka kembali iakeluarkan camb uknya itu. Cambuk bergerak dengan sebat. Dua-dua gesit. dua-dua merasa heran sendirinya. Jikalau demikian. tidak tunggu sampai cambuk menghampirkan ia. ce pat gerakannya. Walaupun ia didesak. maafkanlah aku! berkata ia Lioe Kiam Gim tidak menjawab. ia pun menyabet dengan Kiauw-kin Hong-lio ng-pian! Berbahaya kedudukannya Lioe Kiam Gim. Lawan ini sajasudah jauh lebih liehay daripada soeteenya. ia berkelit. begitu lekas sudah mcndek ati tanah. ia tidak hendak lawan dengan keras. Kiam Gim pun tidak mengerti. lawan ada di arah mana. Lain dari itu. hanya dengan membungkuk tubuh. hanya sekara ng ia ambil ketetapan akan pakai terus cambuknya. sebab ia pun sangsi. Kiam Gim berlaku gesit. In T iong Kie menjadi jengah. melibat. sampai menerbitkan suara ang in. Secara demikian. ia sudah angkat kedua pundaknyadan kaki kanannya menggeser ke kanan. ya . orang she Lioe ini sanggup layani ia. dalam gerakan Yan tjoe tjoan in . begitu rupa. bagaikan angin taufa n atau gelombang hebat . dengan sebe lah kaki maju. Kiam Gim lihat ancaman bahaya. orang tua yang lain itu jangan-jangan akan melebihkan ia liehaynya. la sekar ang gunai tangan kanan saja.

ketua Pie Sioe Hwee itu memberi hormat seraya berk ata: Lioe Loo-enghiong. ia tertawa. tubuhnya membungkuk. ia keliru. karena di luar kalangan. tidak sampai ke kulit atau daging. mustahil sekal i ini ia tidak rubuh? . ak an tetapi barusan Loo-enghiong belum keluarkan seturuh kepandaianmu. ia percaya. untuk pihak€€penyerang. karena dengan majukan ser angan sembrono itu. ia hendak benempur: tangan ko song lawan tangan kosong! Seumurnya Tok-koh It Hang. Tok-koh It Hang bertindak menghampirkan. Serangan ini ada serangan berbahaya. tidak kecewa kau mewariskan ilmu silat Thay Kek Pay. hingga me reka seperti bebokong menghadap bebokong. Setelah itu. Kiam Gim bcr kclit akan singkirkan diri dari serangan. yang tidak tahu diri. Itulah ada tidak baik untuk pihaknya. akan tetapi. Iatahu. maka itu ak u. karena di saat ia hendak bergirang. ia akan berhasil. dit erusi dipakai menekan cambuk. Lauwhia ada liehay sekali. ia enjot tubuhnya. ia bicara dari hatinya yang tulus. aku kagu mi kau! Sekali ini Kiam Gim bukan merendah. kata ia. mukanya tidak merah. atau ilmu Delapan-kali-delapan menjadi enam puluh empat gerakan . tangan kanannya dengan tipu Siauw-thian-tjhee . melulu andalkan kepandaiannya mengenali angin. tubuhnya pun tetap! Lioe Kiam Gim menyesal bukan main. Maka ketua Pie Sioe Hwee mi lantas geser tubuhnya ke kiri. Tiba-tiba. walaupun ia gesit. Jago Thay Kek Pay ini j usteru harap-harap sabetan lawannya itu. dari atas ke bavvah. Sementara itu.ng dibikin keras bagaikan tumbak cagak. apabila ia main ayal-ayalan. Ia maju sa mpai di depannya Kiam Gim sekali. buat kasih lewat ka ki kanan lawan itu. kepandaian Pwee pwee lak-tjap-sre Kim-na Tjhioe-hoat . dia itu senantiasa perhatikan ilmu silat nya. jago Liauw-tong ini angsurkan kedua belah tangannya yang tidak memegang senjata apa jua. bisalah dianggap dia sudah ke teter dan ia berani akui itu. lalu sebelah kakinya. Hanya. tanpa bcrp aling pula. hatinya girang. tangan k irinya menyusul bagaikan tumbak cagak. tua bangka ini tidak lagi berpokok pada ketegaran dari Thay Kek Boen. kau mengalah. dari Eng Djiauw . napas nya tidak mengorong. Kaki kanannya yang menyam bar. Dugaannya In Tiong Kie ada dugaan belaka. aku menyerah kalah! Jago Thay Khek Pay itu melengak sekejap. ingin sekali terima pelajaran dan kau! Sembari berkata demikian. ia akan terancam bahaya. jeriji tangannya jago Thay Kek Pay ini sudah lantas mengen ai sasarannya. tiba-tiba In Tiong Kie simpan cambuknya. selagi In Tiong Kie menyabet ke atas. kalau pertempuran dilanjuti. jikalau ia tidak lekas rebut kemenangan. lawan yang satunya selalu pasang mata ke arah dia. Lalu. i a telah menyedot dada dan perutnya. In Tion g Kie ada satu laki-laki. walaupun ia tidak rubuh. selagi cambuk menyambar. kau benar liehay. Ta pi. Lioe Kiam Gim telah pikir. d engan kedua tangan dirangkap. entah sampai kapan akhirnya itu. sehingga karenanya. Sep asang tangannya yang tak bersenjata itu ia bikin jadi seperti senjata tajam saja tangan kanan mirip dengan pedang€€Ngo-heng-kiam. ia mendesak rapat. Jadi artinya. ia cari jalan darahnya In Tiong Kie. terus ia berkata dengan pujiannya: Lioe Loo-eng hiong ada liehay sekali. Kau mengalah. selagi ia mengawasi dengan tajam. Ia pikir: Hm. karena mereka terpisah dekat sekali. ia tidak sampai nampak bencana. akan totok jalan darah orang Leng-tay-hia t. sampai ia keluarkan jeritan. tangan kiri mirip dengan tusukan T iam-hiat-kwat. ia putar tangannya. menggunai ketika ini. In Tiong Kie l oncat mundur terlebih jauh. In Tiong Kie lihat itu. Adalah setelah itu. di tiga jurusan. kaki klrinya pasang kuda-kuda. dasar ia ada satu jago tua. keduanya jadi saling melewati. betulan hati. Sembari menyabet hatinya gembira bu kan main. lalu gesit luar biasa. menyusul mana. jari tangan Kiam Gim me ngenai baju saja. dikasih mclayang. hingga kesudahannya. karena gerakannya yan g mendesak dipaksakan. cambuknya tidak terlepas. kendatipun tangannya lawan men genakan sasaran. Sebab dalam saat genting itu. Kiam Gim ada terlebih sebat pula. akan loncat mundur. ia sangka lawan tak akan keburu menghalau diri. i a menyabet ke belakang. berbareng dengan mana. In Tiong Kie kaget bukan main. lalu lekas-lekas ia memberi hormat. ia segera berk elit ke kiri. pihak lawan baharulah kena didesak. atau Bintang cilik . ia maju. Kiam Gim justru menggunai tipu daya. Lauwhia. iajadi kecele.

aku bersedia untuk layani kau. satu patah kata-kata kita adalah satu patah kata-kata. untuk bicara dari hati ke hati. jikalau pasti kau ingin memberikan pengajaran kepadaku. Lioe Kiam Gim saksikan itu semua. ia sebaliknya kena didesak. iajadi ing in coba-coba. Tok-koh It Hang tidak mundur walaupun serangan sehebat itu. Kiam Gim menjadi terkejut berbareng mendongkol. ia bakal sanggup rebut kemenangan. ialah dengan geser tubuhnya ke kiri. antara sinar remb ulan. aku tak berdaya. ia tampak orang beroman sungguh-sungguh. Ia p . Kiam Gim segera mengerti bahwa pada soal adiknya seperguruan it u benar-benaradasalah paham. untuk disergap. untuk terus berlompat enam atau tujuh kak i jauhnya.tanya. sukar untuk dijelaskan. ia menjawab. setelah kakinya itu injak tanah. Soeteemu itu sahabat-sa habatnya adalah golongan pembcsar negeri dan mulia. dengan tertawa ding in. b aik. barusan ia saksikan kepandaiannya Lioe Kiam Gim. Tapi. Kiam Gim hunjuk kegesitannya. aku nanti ajak saudaraku itu datang untuk menghaturkan maaf kepadamu. ia kata. aku hanya hendak cari sahabat. ia teruskan gunai Heng sin p a touw atau Melintangkan tubuh untuk menghajar harimau . sudah seharusnya. Baharu Lioe Kauwsoe tutup mulutnya. Ia berpi kir cepat. setelah aku layani kau sampai setengah malaman.sudikah kau menanggung jawab? Aku si orang she Lioe tidak ingin. sudah tentu sekali aku si orang she Lioe girang menemaninya. In Tiong Kie menurut. pergilah lebih dahulu. apa kau tidak kuatir menyia-nyiakan malam yang indah ini hingga lenyap kegembir aan kita? Loo-enghiong. ia pun tidak menan gkis. Loo-enghiong pun jadi tak usah berhati t ak tentaram. mari kita orang main-main. ia barengi untuk memutar tubuh. hingga hatinya jadi tergerak.Boen. H anya sekarang bisalah aku terangkan. ia berlalu dengan segera. ia tertawa berkakakan. Jikalau Loo-soehoe sudi memberikan pengajaran kepadaku. bangsa raja-raja muda atau k aum saudagar besar. ia percaya orang tak ada terlebih liehay daripada ia. dalam gerakan Tjhong eng peng tjie atau Garuda mementang sayap . berbareng d engan itu. Ia merasakan bahwa orang berla ku hormat sambil memandang enteng kepadanya secara samar-samar. akan menghibur lar a! Mendengar itu. ia jadi agak mendongkol. Ia percaya. ia bacok nadi orang. Bukankahterang-terangjago Liauw-tong ini menyindir. dengan Thay Kek Pay punya Shia kwa tan pian atau Menggantung ruyung seba tang . maka. setelah itu ia mendak. biara kutemani Lioe Loo-eng hiong main-main di sini. akan serang iga orang! Gagal dayanya Kiam Gim akan serang nadi orang. mari. gerakanrtya tak kurang sebatnya. karena lihat jumlah kita yang banyak. Kiam Gim belum keluarkan seluruh kepandaiannya. belum pernah ketemu tandingan. Untuk itu. man. tentang persahabatannya Kiam Beng dengan segala pembesar negeri atau orang besar? Tentang adikku seperguruan itu. akan buka masing-masing hati kita! Selagi orang bicara. atau Tok-koh It Hang sudah bergerak. Maka. harap kau tidak sebut-sebut soeteemu yang bagaikan must ika itu. Mulamula ia maju dengan kedua tangannya dipentang. Malam ini ada malam yang indah. hanya mengubah tangan terbuka menjadi kepalan. hin gga ia pikir. dengan nyaring. mengenai kejadian di Djiat-hoo itu. Ia rangkap pula kcdua tangannya. lantas ia berikan tanda rahasia pada In Tiong Kie kepada siapa ia kat a: Kalau kau ada punya urusan. maka aku si orang gunung. Ini juga sebabnya k enapa ia bilang. Hanya kita kauro Kang-ouw. dari itu. akan tetapi Tok-koh It Hang ada hiehay se kali. Sahaba t. unt uk membcri hormat Bagaimana kau sebut-sebut perkaranya soeteemu? ia . ia bilang: Sahabat. kita membutuhkan pembicaraan yang lama. agaknya ia hendak sambar kedua lengan orang. apabila Loo-enghiong ke hendaki. cara bagaimana aku berani main gila terhadapnya? Lioe Loo-enghiong. sccara begitu. mata siapa pun bersinar. jago Thay Kek Pay ini benar-benar hams dijadikan sahabat. ter paksa ia geser pula kaki kiri ke kiri. tapi alha sil aku tidak memperdia untuk layani apa! Kiam Gim gunai kata-kata yang tajam. cara bagaimana aku mempunyai jodoh untuk bertemu dengan dia!Dan umpama kata aku ton sampai bertemu dengannya. soeteeku bukanlah itu orang sebagaimana yan g Loo-enghiong scbutkan. ia lihat sikap bemafsu dari jago Liauw-tong ini. Tok-koh It Hang mengawasi dengan tajam. Kedatanganku sekarang ini bukan untuk mencari pulang ba rang upcti. mendengar itu.

maka itu. bukan lagi puluhan. pihak lawan ada gagah sekali. Segera juga Lioe Kiam Gim bikin perubahan. teng Kiam Beng. ia selipkan ini di sebelahnya enam puluh empat pukulannya kim-na-h oat. dengan keuletan. baharu sekarang ia insyaf. menyerang kelemahan musuhnya dan kim-na-hoat lawannya ini sebaliknya dari Thay Kek Koen. Lioe Kiam Gim ada b eda sangat jauh dari soeteenya. Ia berdiri tegar bagaikan gunung. Ia tidak mau menerkam. menotok dahi kiri orang. be rkelebatnya bagaikan kilat. lawan ini tidak takuti serangan. Karena cara bertempur itu. yang lain menjaga. untuk balas menerjang. Kalau Thay Kek Koen berpokok dengan kelemasan mcla wan kekerasan . hanya dua ratus jurus lebih tel ah dikasih lewat tetapi kedua-duanya masih belum memperoleh hasil. ia coba babat dengkul kanannya lawan. baharu sekara ng -dengan diam-diam ia bergidik. ia gunai tangan kirinya dalam tipu Ngo-heng-kiam . ia pinjam tenaga akan pecahkan tenaga lawan sendiri. adalah kim-na-hoat. yang sat u menyerang. mendahului . Demikian. Hoei-eng Kengsoan Kiam-hoat . Jago Liauw-tong itu tarik pulang tangannya. ia mesti gunai lati hannya dari puluhan tahun. akan lompat maj u lagi. akhir-akhirnya. menyerang sambil berbareng membeladiri . ia melayani dengan tenang. tubuhnya tenang. cara menyerangnya benar -benar luar biasa. Begitulah pertempuran berjalan. yaitu kim-na-hoat. berdiam. hanya. i a membela diri. bengis bagaikan harimau galak. untuk selamatkan di ri. tapi beberapa kali. tidak lagi ia berani turuti hawa nafsunya. Adalah keinginan dari Lioe Kiam Gim akan bertempur dengan cepat. sesudah injak tanah. ialah ilmu pedang Garuda terbang berputaran . setelah lo los dari serangan. dari mana saja Tok-koh It Hang menyerang. dan kalau lawan pancing ia. Tapi Kiam Gim tidak berhenti sampai di situ. ia tak bakai peroleh hasil. pleh karena ini. Kelihata n nyata. dan ilmu pukulannya Tha y-kek-tjiang dipakai punahkan sesuatu serangan.ercaya pihak lawan susul ia. Dalamhal ini. akan tetapi Lioe Kiam Gim tetap berdiri bagaikan gunung batu antara serbuan nya arigin santar dan gelombang dahsyat. dengan Kim liong hie soei atau Naga cmas memain air . dengan majukan tubuh kesebelah kiri. Ini ada serangan hebat. Ia pegang pokok apabila lawan tidak bergerak. Jago dari Eng Djiauw Boen telah gunai juga keistimewaan ilmunya. hingga beberapa kali hampir-hampir ia kenaterserang disebabkan kelancangannya sendiri. ia mempunya i enam puluh gerakan menawan .€Ia ikuti salatan. yang ia ubah menjadi t angan kosong. gesit seperti sang kera. musuh bergerak di delapan penjuru! Mau atau tidak. Dalam sekejap. ke atas dan ke bawah denga n berbareng. ia tidak gubris lawan hunjuk kegesitan. Ia juga ingat pembilangan. mundur membela diri. mengarah iga kanan. walaupun ia tetap mendesak. lomp at laksanaburung menerjang langit. Menyingk ir dari musuh tangguh. ia berseru: Sebat benar! dan tubuhnya mencelat nyamping. Dan sejak itu. Tapi ia ada seorang berpengalaman. Nampaknya Tok-koh It Hang sibuk. loncatturun umpama harimau menerkam. dan satu ka li lawan bergerak. Kiam Gim memutar tubuh. keduanya telah sampaikan batas kesempumaan kepan daiannya masing-masing. dengan berputaran seperti burung berterbangan. Tok-koh It Hang loncat mundur. hampir ia kena terserang. Maka itu ia pikir. Lioe Kiam Gim diam-diam keluarkan keringat dingin! Tok-koh It Hang digelarkan Pek Djiauw Sin-eng atau Garuda Malaikat Seraius Cakar . matanya tajam. siapa tahu. ia tidak sembarang bergerak. hingga ia jadi heran berbareng kaget. Lawan in i maju menyerang. tubuhnya berputar seperti angin puyuh. akan segera a khirkan pieboe itu. s edang tangan kanannya. ia toh berla ku sangat bemafsu karena ketenangan musuh. Di sebelah itu. mundur seperti naga atau ular melesat kabur. ia terus menyerang dengan Tjit-seng-tjiang atau Tangan tujuh bintang . Sesudah kewalahan. gerakannya mirip dengan sambaran garuda. antara orang-orang gagah yang langka. untuk saksikan orang punya gerakan sangat cepat maju b agaikan kera lompat di cabang. Belum pernah ia ketemu orang semacam ini cii kalangan Sungai-T elaga. gerak-geriknya mirip dengan burung garuda. atau berbareng deng an itu. terus ia enjot tubuhnya. ia t idak mengejar. Tok-koh It Hang ada liehay dan berpengalaman. juga tubuhnya. akan layani jago Liauw-tong ini. Rahasianya Thay Kek Koen memang adalah bergerak de ngan ikuti salatan lawan. akan gunai k . dari itu. segera ia insyaf dengan menyerang hebat.

dengan tajamnya luar bias a. akan pi ndahkan tubuh ke kanan lawan. bagaikan burung. dengan Hoei-eng Keng-soan-kiam . meli hat gerakan lawan yang berbahaya itu. ia menjejak tanah. dari sini pedangnya. tetapi karena ia tahu pihak lawan ada sangat tangguh. Bertempur secara begini tidak menarik hati. ia hanya berputar ke belakangnya orang itu dari mana bah arulah ia kinm satu tikaman. pada bagian jalan darah Hong-hoe-hiat. digunai lalu menjadi pedang. ia pun insyaf. sebab ilmu silat tangan ko songnya ia sudah jajal sempurna. t erus ia mencelat keluar kalangan. tidak ada artinya. maka itu baiklah kita gunakan pedang untuk aku terima pelajaran ilmu Thay Kek Tj ap-sha-kiammu berikuti hoei-piauw yang berbayang berkelebatan. tidak pern ah ia abaikan diri. yang tidak mengenai sasaran. bagaikan gerakannya bayangan. Sambutlah ini! Dan tubuhnya melesat menyusul. hingga sekarang adalah ia yang beradadi arah belakang jago Liauw-tong itu. ia pun terus putar tubuhnya. tanpa ada keputusannya. ujung pedang menusuk pundaknya si jago tua. ia tidak mau berlaku serampang an. Sian djin tjie louw . Pedang ini. sclang seratus jurus lebih. maka itu. setelah ia siap dengan pedangnya y ang istimewa itu. sambil lompat. ujung pedangnya terus menusuk! Lioe Kiam Gim loncat dengan satu maksud. disimpan bisa diliba t bagaikan ikat pinggang. Menuruti gerakan lawan. jangan pergi! berseru Tok-koh It Hang. karena gegaman itu terbuat deng an campuran emas putih keluaran Hek-liong-kang. tubuhnya lompat melesat. dengan tenaga Siauw thian tjhee atau Bintang kecil . apab ila ia telah tank itu. di antara sinar p edangmu! Tegasnya. sudah lan tas bergerak dalam tindakan Liong heng hoei pou . Maka dia akhirnya. jago tua dari Liauw-tong ini hendak uj i ilmu pedang orang dan senjata rahasia yang kesohor. sampai terang tanah juga sukar did apati kepastiannya menang atau kalah. atau pedang lemas. Jikalau terus kita bertanding secara begini. Sahabat. Itulah ada scrangan seperti hujan deras antara angin hebat! Lioe Kiam Gim sudah tahu liehaynya musuh. ia pasang kuping. ia teruskan menyerang tiga kali saling susul. ia menduga pada susulan musuh serta tusukan pedang. ia menangkis dengan tenan g. dipakai menotok . akan tetapi bukan nya ia terus menerjang. atau Dewa menujuki jalan . akan bentur pedang lawan itu. ial ah Mempcrsembahkan pedang sambil memutar tubuh . dan Beng kee tok siok atau Ayam galak mematok ga a . sesudah berpikir. dengan sekonyong-konyong ia putar tubuhnya dalam gerakan Koay bong hoan sin atau Ular siiuman jumpalitan . tidak menunggu sampai ujung pedang mengenai sasaran. entah mereka akan bertempur sa mpai di waktu apa. tak perduli pedang lawan mengancam bebokongnya . sesudah serangannya mengenai tcmpat kosong. ia mengundang: Silakan! Atas undangan itu. maka itu. nyata ia sudah keluarkan sebatang djoan-kiam. Tok-koh It Hang lomp at mengejar. Be rbareng dengan berkelebatnya satu sinar. yang telah ditarik pulang. ia buka satu lowongan. ia tetap waspada. Ia d engar sambaran angin. pedangnya s endiri dipakai menangkis dalam tipu silat Kim peng tian tjie atau Garuda emas membu ka sayap . untuk ia balik menerjang. Kiam Gim memutar tubuh. kata ia. Kiam Gim batal dengan serangannya. Hanya kemudian. untuk loncat mclcsat ja uhnya dua-tiga tumbak hingga ia lolos dari ancaman bahaya. yang tampak orang keluar dari ka langan. ia berkelit dengan sebat.etika untuk meraba ke pinggangnya di mana ia buka suatu benda yang mclibat. Lioe Kiam Gim tidak berayal untuk sambut tantangan itu. sesudah hunus pedangnya sendiri dan pasang kuda-kudanya dengan tenang sepert i biasa. yang bersinar bcrkcrcdcpan sebagai emas. Menampak gerakan lawan itu. tubuhnya Tok-koh It Hang segera bergerak. sama sekali ia tidak berikan ketika untuk lawan des ak ia. Ia telah gunai tenaga yang besar. ia berk elit. di icruskan dipakai menyambar muka lawan dengan tipu serangan Hoan sin hian kiam . berbareng dengan itu. Tipu totokan yang dipakai pun ada Gio k lie tjoan tjiam atau Bidadari menusuk jarum Tok-koh It Hang sendiri. jikalau terus-terus an mereka bertempur saja. tidak perduli hujan serangan ada bagaimana hebat. tapi sambil berkelit. sedang tangan kirinya. begitu tikaman datang. dengan tipu-tipunya Wan khauw tjin koh atau Orang hutan menyucuhkan buah . atau Tindakan naga terbang .

Dalam keadaan seperti itu. Tok-koh It Hang telah ketahui hal Kiam Gim. Kiam Gim sudah duga. yang lagi mcrantau untuk cari kawan. guna sekalian cari tah u perihal tujuannya dan perhubungannya dengan Teng Kiam Beng. sambil bersenyum. tiga buah Thie-lian-t jie. untuk memberi hormat. ia juga gunai Siauw thian tjhee . masing-masing merasa malu sendirinya. aku telah pcrsaksikan. bc rdiam belum lama. maka itu. ia baias menyerang lawan itu. hanya begitu jat uh. dengan golongan pembesar negeri. ia tanggapi empat buah ke arah atas itu. tapi ia ingin memb uktikan sendiri. di bclakang hari. lolos semuanya. yang lihat lawannya baias menyerang ia dengan se njata rahasianya itu yang kesohor. yang menyusul seruann ya lawan. guna luputka n serangan tangan kiri lawan itu. menyambar ke arah tiga jurusan anggota. hingga t inggal empat buah lagi. akan tetapi ia sanggup kelit dari serangan empat piauw itu. yang di mata kaum Kang-ouw katanya telah bersahabat. Akan tetapi tubuhnya jago Liauw-tong itu sudah mencelat ke dalam Irimba. Dua-dua bentrokan itu ada hebat. semua piauw itu menyambar saling susul! VI Bagus! berseru Tok-koh It Hang. Ia pun ada mendongkol. Sahabat. sambil memutar tubuh untuk berkelit. Tok-koh It Hang menginjak tanah untuk segera simpan djoan-kiamnya. yang mengarah ke tengah dan ke bawah. yang tidak mau sia-siakan ketika lagi. belum tentu dengan arah atas. tangan kirinya merogoh sakunya. kau akan mendapat tahu! Sckarang silakan cari kawanmu dahulu P Lioe Loo-kauwsoe jadi bcrdiri tercengang. dan temyata. masing-masing mereka tak dapat menahan tubuh mereka. maka terpaksa. sambutlah pula ini! berseru Tok-koh It Hang. sungguh hehay.dadanya lawan itu. Sahabat. lalu antara berk elebatnya cahaya pedang. ia antap kedua senjata saling beradu. pedangnya dipakai menyampok. ia sudah lantas loncat naik ke a . untuk mana. sedang di lain pihak. dengan tak dapat ditahan lagi. sampai kita bertemu pofa! Lioe Kiam Gim buru-buru simpan pedangnya. ia telah keluarkan duabelas batang. Tapi ia bisa berpikir. Tok-koh It Hang tidak dapat ketika akan elakkan dir i pula. sang soetee. hingga umpama bintang ber jalan. hingga menerbitkan suara yang nyaring keras. berbareng dengan mana. dalam hatinya. akan menuju terus ke rumahnya Tji ong Hay Peng. ialah jalan darah K ie-boen-hiat . luar biasa! Lioe Loo-enghiong . daya-upaya itu bcrhasil membuat Lioe Kiam Gim muncul. yang ketiga kena disampok jatuh ke t anah. Hong-hoe-hiat dan Kiauw-im-hiat . ia berkata: Tiga-tiga kcpandaian dari L oo-enghiong. sekali raup saja. Pertempuran barusan memang telah diatur. ia lompat tinggi sampai setumbak leb ih. terutama sejak undurkan diri ke Kho Kee Po. selagi ia turun ke bawah sebelum kakinya injak tanah ia sudah baias menyerang sambil terta wa dan serukan: Aku kembalikan piauwmu ini. cuma suaranya masih terdcngar. scgera ia buka ti ndakannya. tunggu dahulu! ia berseru. yang aku tidak biasa pakai! Jago Thay Kek Pay itu terperanjat. dengan It hoo tjhiong t hian . segera ia r angkap kedua tangannya. yang menyerang ke atas. tetapi Tok-koh It Hang benar-benar lieh ay. Kiam Gim benar-benar tidak mengetti maksud orang. atau teratai besi . keduanya segera lompat bangun pula. jago Thay Kek Pay ini juga tidak diam saj a. sebat luar biasa. akan berdiri dengan tegar. Kiam Gim lihat sambarannyatiga buah senjata rahasia itu. hanya selagi rubuh. Sambil elakkan diri secara demikian. Dua buah Thie-lian-tjie lewat di tempat kosong. akan keluarkan Kiam-eng Hoei -piauwnya . karena sebat luar biasa. hingga piauw. Ia tahu orang berniat angkat kaki. Tok-koh It Hang bekerja s ama-sama dengan Tjiong Hay Peng. lawannya akan bisa menyingkir dari piauw dua arah tengah dan bawah. Ia sama sekali tak ketahui sikapnya jago Liauw-tong itu. atau Seekor burung hoo menerjang langit . hingga juga tan gan mereka turut beradu satu dengan lain. K-iam Gim sudah dia mkan diri hingga orang tak dengar apa-apa perihal sepak-terjangnya. Ketika sebentar kemudian ia tiba. atau berkenalan. Dalam cuaca gelap itu. yang rubuh terpelanting. katanya: Tak dapat kita bicara dengan sepatah kata saja .

itu besar faedahnya? Saudara Lioe. Hay Peng justeru tertawa berkakakan. dia seperti orang tolol! Lantas Kiam Gimjelaskan sifamya Kiam Beng. api lilin di dalam kamar. kau baharu sampai? Dalam herannya. Dengan sebenarnya. dan iapun tidak memanggil. Ia tidak tahu bahwa In Tiong Kie. di luar sangkaannya. umpama benar soeteeku itu menghamba pada pemerintah Boan. untuk membangkit kan kita bangsa Han? Didesak sccara dcmikian. ia tampak dalam lamar ada dinyalakan sebatang lilin besar dan satu orang asyik duduk di samping lilin itu. Tjiong Hay Peng bersenyum. berkata ia. Tap i inilah kcbctulan. Melulu karena masih ada yang dipandang. Meskipun ia berpikir demikian. ia tegaskan. orang jadi belum ambil ti ndakan. ketika Kiam Gim menghampirkan ke s itu. mengundang ia. wa laupun soeteeku. Saudara Tjiong. mengetahui kedatangan nya. ap a ito bukannya berarti memperlemah tenaga sendiri? Hay Peng bcrbangkit. akan ketemui sahab at itu. sikapnya me ndesak. dia hanya gelap pikiran. Kiam Gim terima itu undangan. ia kitarkan rumah itu. Bukankah kalau tenaga dipersatukan. Tapi. Saudara Lioe. kemudian dengan menyedot napas ter lebih dahulu. Tapi Lioe Kiam Gim mem egat: Aku mengerti kesembronoannya soeteeku. yang tadi tinggalkan mereka.tas rumah. jadi gundal? Jangan kata aku sendiri. apakah itu tidak memalukan kaum kita? Hay Peng angkat kepalanya. hingga lilin itu padam s eketika. kata Hay Peng kemudian. sekarang ini bukan dia saja scorang dm! Jikalau kita lancang curigai semua. ada molos sedikit cahaya api. la ingat sebabnya kenapa sudah du a puluh tahun lebih ia asingkan diri. di sini bukan soal bentrokan melulu katanya. Hay Peng akan kaget karenan ya. Lioe Loo-enghiong. Saudara Lioe. aku memang sudah duga kau bakal segera kembali! berkata jago Heng Ie Pay itu sambil bersenyum. maka berdua mereka ambil kursi. seluruh rumah Hay Peng ada gelap-gulita. soetee kau ada dicurigai oleh kaum Rimba Persilatan. Saudara Tjiong. Marilah duduk. untuk hidup mewah saja. ia cantelkan kakinya di payon. Kiam Gim tidak sia-siakan tempo akan loncat turun. hingga ia terbitkan kecurigaannya ka um Rimba Persilatan. oh. kenapa tuan rumah itu jadi demikian liehay. hatiku tidak pemah berubah! Apakah kau percaya aku kes udian jadi kaki-tangan pemerintah Boan. orang rupanya asyik tunggui ia. hingga kamar jadi gclap-petang. aku hendak bicara sama ia. Kiam Gim tidak lantas turun. Saudara Lioe. yang baik sama pembesar negeri kare na adanya urusan dengan Keluarga Soh. Akan tetapi. tetapi untuk kaum Kang-ouw se ndiri. Den gan hati-hati. Kiam Gim pikir. dengan llmu mengentengi tubuh. Kenapa sampai begini waktu dia masih belum juga tidur? Kiam Gim menduga-duga. Tapi ia masih cukup sabar. yang simpangi pertanyaan orang. Malam itu. untuk melihatnya. atau berikan tanda perihal kedatangannya. maka itu. di mana soeteemu itu ada jadi gundal pembesar n egeri. dengan tiba-tiba ia meniup ke arah lilin. ia t idak mengerti. . Hay Peng muncul untuk sambut tetamunya ini. sudah mendah ului datang pada orang she Tjiong ini untuk berikan kisikan. nyala pula. apabila kita orang sendiri bentrok. dia juga tak nanti. Ia percaya. sudah dua puluh tahun lebih kita orang tidak bertemu /tetapi kau hams ketahui. Kiam Gim bersangsi. ia pandang tetamunya. ap a kau rnasih memikir untuk mcmulihkan dandanan kita yang lama. ia justcru berada sendirian . Kiam Gim membalas hormat. kecuali dari kamar samping sebelah timur. tetapi orang dengan kelakuan mirip soeteeku ini. Dan orang itu bukan lain darip ada tuan rumah sendiri. tidak nanti aku lakoni pcrjalanan ribuan lie ini k e Djiat-hoo! Aku datang bukan untuk saudaraku itu. seraya terus berkata : Saudara Lioe. kau bicara soal memperlemah tenaga sendiri! ia bilang. Bagaimana kau ketahui aku bakal datang pula? ia tanya. apa kau hendak bela dia dan ingin dapat pulang barang upeti yang dirampas itu? Keduamatanya orang she Lioe itu bersinar. Sebentar saja.

di mana ada Istana Kaisar Boan. di Sam-s he Oey-see-wie di Ie-lan. tapi untuk ini. . Siapa tidak bertempur. Apa benar. Hay Peng bilang. yang hend ak persatukan kaum Kang-ouw. Apakah dia masih ada di sini?€Apakah aku bisa pasang omong dengan dia? Kiam Gim ta nya kemudian. Apakah aku bisa bertemu dengan dia? Lioe Loo-enghiong. Kiam Gim tercengang. Saudara Lioe tinggal di Shoatang. apakah kau m asih beium ketahui siapa adanya dia itu? Kiam Gim Iantas bisa mengerti. pokok das amya telah jadi kuat sekali. Soal ini membikin Kiam Gim berpikir. bersama-sama Tok-koh It Hang. iapun tidak me nolak. yang juga disebut GieHoo Koen. apa kita bisa pcrbuat? ia tanya.€ Ada orang yang sedang daya kan itu__ la terus tuturkan hal sepak-terjangnya Tok-koh It Hang. ia merasa kecewa. saudara Lioe. Ia bukannya jerih. Kiam Gim nampaknya ketarik. akan tetapi tempat ini tidak sentosa. juga di lim a propinsi Utara. yang bukan saja di Shoatang berpengaruh besar. seraya beber hal-fliwalnya orang itu . ia manambahkan. dia ini adalah yang bangunkan Gie Hoo Toan? Tjiong Hay Peng be nark an itu pcrtanyaan. bangsa asin gpun tunjang padanya! Bisakah kita gempur dia? *Tapi kita bisa bcrdaya. Kiam Gim akui. Tjiong Hay Peng kasih kc terangan lebih jauh. Sudah dua puluh tahun aku berdiam di tengah muara. karena mana be lakangan orang angkat Tjoe Hong Teng dari angkatan muda sebagai ahli waris kaum itu. karena puteranya berke pandaian biasa saja. Saudara Tjiong. ia urut-urut kumisnya. kau sebenamya sudah bcrtemu sama dia. Dia ada Tok-koh It Hang. dia bemiat pulang ke Liauw-tong . Aku juga hendak minta Saudara Lioe pergi menemui Ketuadari Bwee Hoa Koen.€Pasti akan menyolok m ata apabila kita kumpul ramai-ramai di sini. Di sini Tok-koh It Hang minta aku yang bantu ia mengundang O rang-orang kaum kita. melainkan kau yang mampu layani kim-na-hoatnya! Inilah yang dibilang. Cuma Tok-koh It Hang yang sanggup lawan kau. Tempatku ini. orang hutan menyayangi orang hutan. aku tak tahu jelas lagi kead aan di luaran. ia hanya kuatir namanya nanti sudah tidak mempunyai pe ngaruh pula disebabkan pengasingan diri selama dua puluh tahun lebih. Hay Peng beritahu. Orang pun bilang. Kembali Hay Peng tertawa. ia hanya tidak sebutkan namanya. Sha-tjap-lak Kee-tjoe.Kalau kita cuma andali tenaga kita kaum Kang-ouw saja. pantas Saudara bemiat segera menemui dia! Sayang dia tidak ada di sini se karang. antaranya ada yang Kiam Gim su dah ketahui. kita berdua harus bekerja sama-sama . Bwee Hoa Koen. yaitu Ki-ang Ek Hian. dia ini tak dapat bikin tunduk orang banyak. Lantas tuan rumah ini menutur hal Gie Hoo Toan. k atanya rombongan ito berpusat di delapan ratus enam puluh lebih desa di Jim-pcng di mana ada lebih daripada delapan ratus boe-koan. paling belakang sudah dirikan ro mbongan Gie Hoo Toan. siapa dia itu? tanyanya dengan bemafeu. sembari tertawa teru s. Di sana orang bisa berkum pul dengan merdeka. si jago tua.€ Aku melainkan dengar apa-apa dari beberapa sahabat yan g satu waktu suka kunjungi aku. tanya. berkata ia. mustahil Saudara tak ketahui tentang perkemba ngannya Bwee Hoa Koen selama tahun-tahun yang bclakangan ini? Hay Peng balik tany a. untuk melakukan persiapan. Maka itu Tok-koh It Hang hendak pulang dahulu ke Liauw-tong. Sudah dua ratus tahun bersclang. menutup mata. banyak juga yang ia belum tahu. dia orang tidak berkenalan! kata ia. scdang selama beberapa puluh tahun ini. sejak bangsa Ouw masuk kemari. setelah ke tuanya Bwee Hoa Koen. Walaupun dcmikian. aku masih belum ambil putusan untuk gabungi diri atau tidak dengan dia itu. Saudara Lioe.€Ia tidak lantas terima baik. malah sudah bcrtempurjuga! Kau orang sudah bertempur selama setengah ma lam an. benar-benar sunyi. Untuk apa itu? Kiam Gim. pemah antarany a ada yang omong tentang Gie Hoo Toan itu. saking jaraknya yang t erlalu dekat dengan Sin-tek. kemudi an Tjiong Hay Peng tambahkan.

dengan pimpin dua juta serdadu. adalah segala penganutnya. Bukankah Saudar a ketahui. adalah Tjoe Goan Tjiang yang berhasil mengusir bangsa Goan (Mongolia) dan berdirikan Kerajaan Beng. yaitu Lauw Tjie Hiap. dia digantikan oleh putcranya. ingin ketahui sikapnya Lioe Kiam Gim. ketua Pek Lian Kauw. tanya. ialah dari d imusuhkan. sampai Tok-koh It H ang sendiri turut bersangsi. Ia tidak bisa abui orang cerdik tapi toh ada s ebahagian orang yang percaya padanya. Ini dia bagiannya yang rada sulit. yang ting . ia be 1 ajar silat pada Kiang Ek Hian. pemerintah Boan lihat ancaman bahaya. dan menggantikan memerint ah Tionggoan. kepala agamanya ialah Ong S om. ia mengakui ada turunan kaisar-kaisar Beng. pemimpin Pek Lian Kauw ada Lauw Hok T ong. Ibusuri. mereka akan bagi anggota merek a satu bauw tanah untuk sctiap anggota. Jago Thay Kek Pay ini. Tit-lee. Ia ada orang dari To-tjioe. terus sampai zaman Kaisar Kong Sie . hingga tubuhnya jadi tidak mempan s enjata tajam. kepala agamanya men utup mata. dan bangsa Han ditindas. lantas jadi pembela rakyat yang ber celaka itu. untuk mengajarkan agama . Ia ajarkan orang Sin Koen . setelah Kiang Ek Hian menutup mata. dengan perantaraannya Tjiong Hay Peng. dengan bekerja sama-sama Lie Boen Seng dari Tjin Kwa Kauw dan Lim Tjeng dari Kim Kwa Kauw. lantas See Thayhouw. yang main gila. terus ia dirikan Gie Hoo Toan. kalau mereka berhasil. Bendera dan pakaiannya kaum ini ada serba puti h. pengaruhnya tersebar di Shoalan g. tapi kepala agamanya ada Han Lim Djie. Lim Djie di sebut juga Siauw Beng Ong. Kumpulan Teratai Putih. agamanya sendiri ada lain. tapi bangsa asing gempur pintunya dengan tembakan meriam da ri kapal perang. Kiam Gim tanya Hay Peng: Gie Hoo Toan dari Tjoe Hong Teng bercita-cita Hoan Tjeng Hok Beng . Hoe Tjeng Biat Yang berarti menunjang Kerajaan Tjeng untuk memusnahkan bangsa asi ng . Maka itu. mereka j adi pemeras rakyat jelata. kenapa dia diizinkan kumpulkan barisan serdadu rakyat yang dinamai Koen-bin ? Kenapa di Jim-peng saja sampai ada delapan ratus lebih caba ng kaum itu? Ditanya begitu. Siamsay. mereka lawan pemcrintah Beng. sehingga Kerajaan Tjeng bikin jatuh pamor Tiongkok. puteradari Han San Tong. Bertiga mereka berjanji. Tjoe Hong Teng suka bekerja sama-sama. Pek Lian Kauw pu n disebut Pek Lian Hwee. bagaimana sewenang-wenangnya bangsa asing sekarang? Untuk itu. ubah sikap. Tjoe Hong Teng itu ada asal satu pemimpin kecil dari Pat Kwa Kauw. Tjoe Hong Teng dengan Gie Hoo Toannya. Mendengar sampai di situ. bangsa ini bergerak pula. mereka tidak berhasil tetapi pengaruh mereka sudah meresap antara rakyat jelata. agama Teratai Putih. s atu cabang dari Pek Lian Kauw. Inilah gcrakan yang menyebabkan delapan bangsa asing kepung Pakkhia. pengganggu kehormatan kesucian orang perempuan. Tiongkok tutup diri. Segera datanglah paderi-paderi Kristen. Shoasay. hingga umumnya rakyat jadi benci mereka. Sikapny a Tjoe Hong Teng ini menyebabkan ragu-ragu di antara rakyat. dengan turuti sarannya Yok Hian. yaitu Rubuhkan Tjeng Tiauw . Tjoe Goan Tjiang mcnindih Pek Lian Kauw. Shoat ang. yaitu ilmu silat Malaikat . ia harap . ada dewa atau malaikat yang bantu ia. Thian Lie Hwee ialah Pat Kwa Kauw. tak dapat ditembak. Shoatang dan Hoolam. Maka Tok-koh It Hang. Di akhir Kerajaan Beng ini. Adalah setelah Kerajaan Tjeng musnakan Kerajaan Beng. Ong Ho Hian da n Tjie Hong Djie. setelah usir bangsa asing. Di dalam pasukan sukarela Pek Lian Kauw ini.Gie Hoo Toan ada satu cabang kecil dari Pat Kwa Kauw dari Pek Lian Kauw. seruannya ada Hoan Tjeng Hok Ben g . dan Soe-tjoan. Kemudian. Di akhir zaman Goan Tiauw. Tjoe Goa n Tjiang ada salah satu pemimpin. dengan pelahan-lahan Gie Hoo Toan ubah seruannya dari Hoan Tjeng Hok Beng jadi HoeTjeng Bi at Yang .€Mereka ini gagal tapi pembcrontakan mereka telah menggetarkan seluruh negeri. ia menggantikan jadi ahli waris Bwee Hoa Koen. tapi kenapa pemerintah Tjeng tidak larang p adanya. Gie Hoo Toan dibaiki. Hay Peng tepuk meja. dan sclama tahun pert ama dari Kaisar Kee Keng. Selama tahun ke-17 dari Kaisar Kee Keng. sudah serang Istana Raja Boan di Pakkh ia serta niat rampas Tit-lee. Ini ada suatu siasat. Hoolam. rakyat berontak . Setelah jadi kaisar. seruk an rakyat Rubuhkan Kerajaan Tjeng untuk bangunkan pula Kerajaan Beng dan karena pem erintah menindas. kalau terbit perkara mereka dilindungi. Kaum Pek Lian Kauw dan lainnya masih bekerja sccara rah as i a. Soenboe dari Shoatang. malah sebaliknya. katanya. ia nanti bisa bikin terjungkal bangsa Boan. Setelah Perang Candu di tahun 1840.

Ia memang ti dak puas terhadap Kerajaan Tjeng. unt uk apabila bisa baliki tujuannya Tjoe Hong Teng menjadi pula Hoan Tjeng Hok Beng . Lauwtee! Lioe Soepehmu ini. romannya kuatir. Justeru itu. ia nyatakan suka ketemui Tjoe Hong Teng. Dia bicara lama sekali dengan Teng Soesiok. ia ada bersemangat. Tjiong Loo-tj lanpw ec ini ada sahabatku dari beberapa puluh tahun. dengan tidak l ancar. Dengan lantas mereka ini berembukan sama wie-soe. Lootj ianpwee. Hay Peng dan Kiam Gim muncul. Hanya. S oh Sian Ie dan anaknya pun segera berangkat ke Sin-tek dan ayah dan anak ini bis a sampai lebih dulu. siapa sebenarnya tetamu itu. sebel um mereka bertempur. hanya ia terus memandang Kiam Gim dan meneruskan: hanya Teng Soesiok mi nta Soepeh lekas kembali. Tidak benar karena dia datang bukan untuk cari tah u perihal ia dan orang yang belum ketahui. dia tidak ber-henti-henti di tengah jalan. Kiam Gim jadi berpikir. yang ulangi itu berulang-ulang. sebab tadi malam kita telah kedatangan satu tetamu tid ak diundang . Mereka mcmang tidak tahu. dari antara jalanan gunung. Dt akhirnya. pintu dibuka oleh beberapa muridnya Tjiong Hay Peng. Entahlah. tapi ia datang dari Sin-tek. ia rnasygul. Tetamu siapa itu?€Dari mana datangnya? ia tanya. tapi sudah lama ia undurkan diri. ialah boesoe atau guru silat dari rombongannya Teng Kiam Beng yang atas titahnya Kiam Beng. hatinya suda h mulai tentaram. Dua sahabat ini bicara dengan asyik. sedang tampangnya tuan nunah pun sudah lantas berubah. yang berbahaya? Atau dia ada orangnya pembesar negeri yang lagi lakukan penyelidikan? Dugaannya Kiam Gim ini benar dan tidak benar. meskipun satu malaman ia tidak tidu r sama sekali. untuk sesampainya. Orang she Lie ini mclongo. Benar karena tetamu itu betul ad a dari pihak pembesar negeri. dia kata dia datang langsung dari Sin-tek dan dengan ter-buru-buru. ia seka rang ada sahabatnya Tok-koh It Hang. Ia»menduga-duga dengan sia-sia. atau pah law an dari istana Sin-tek dan pahlawan dari Istana Pakkhia. Maaf.gal di Shoatang. ia tanya. Di tengah jalan. mengged or pintu rumahnya Tjiong Hay Peng. hingga murid-murid itu jadi h cran dan melengak. sampai tahu-tahu. Seberangkatnya Kiam Beng dan Kiam Gim. mereka sangka Kee Tjoen ada gundalnya pembesar negcri dan datang untuk cari rahasia. kemudian baharulah Soesiok titahkan aku susul Soepeh di sini untu k disambut pulang . malah Kiam Gim asy ik pasang omong dengan gurunya. tctapi tidak demikian maksud kita berkata ia. sang fajar telah datang . muridnya Tjiang Han Tek dari Ngo Heng Koen. hatinya jadi goncang. Hay Peng den gan beruntun telah kedatangan In Tiong Kie dan Lioe Kiam Gim. Sekarang. ia kata: Lauwtee. Setelah dengar keterangan lebih jauh itu. kemudian mereka lan . untuk ketahui jelas sikapnya Ketua Gie Hoo Toan ini. Ia bicara sama Kee Tjoen. ada kenal baik pemimpin tua dari Bwee Hoa Koen. Begitu bertemu sama Teng Soesiok. Karena se sudah jauh malam Kiam Gim belum kembali. scbaliknya mereka jadi gusar. ada berlari-lari satu orang ke Sha-tjap-lak Kee-tjoe. kau jangan kuatir apa-apa! Bukan kah kau orang kuatir aku kena ditahan di sini maka kau datang untuk papak aku? Tj iong Hay Peng pun tertawa dan bcrkata: Jangan kuatir. Kiam Gim heran. Tetamu dari Sin-tek? kata Kiam Gim. dan karena kuatir saudara itu alami hal tak disangka-sangka. terus ia ikut Kee Tjoen. Kiam Gim hcran.tertawa. Atas gedoran. Dia temyata ada Lie KeeTjoen. sambil uruti kumisnya. hendak cari Lioe Loo-kauwsoe. Kee Tjoen jawab. Kee Tjoe n dikirim untuk menyusul. Sin-tek ada daerahnya Istana Boan. dari pihak yang bcrtcntangan. Tetamu itu ada orangnya Keluarga Soh. di depannya Tjiong Hay Peng. tidak nanti terhilang lenyap! Lie Kee Tjoen menjadi gugup. mu-rid ini menyangkal. sinar terang muncul dari arah Timur. Kiam Beng sangka saudara itu pergi pada Hay Peng. ia tidak bisa bcrikan jawaban. Syukur. Ada urusan apa? Kiam Gim tanya Kee Tjoen. Kiam Gim. Apakah orang itu datang dengan suatu kabar penting. karena itu. ia lantas pamitan dari Hay Peng. sahut Lie Kee Tjoen. Teetjoe tidak kenal orang itu. Kee Tjoen t anya hal Kiam Gim. dengan bcrdiam di rumahku. ialah Kiang Ek Hian.

ini ada Saudara Yap Teng Tjeng dari Pat Kwa T jiang atau pahlawan dari Keluarga Soh. itu ada al asan melulu guna pancing mcrcka kembaii. guna dipulangkan pada Raja Boan. yang dengan Kiam B eng ada bersahabat kekal. Walaupun ia menerangkan demikian. Kiam Gim masih tidak sebut cita-cita memberan tas pemerintah Boan . justeru Keluarga Tjion g ini mereka curigai ada mempunyai sangkutan dengan perampasan upeti. Sebenarnya ada apa. Soetee. ia sekarang ajakkita segera berangkat ke Sin-tek! Teng Tjeng maju seraya hunjuk hormatnya. maka sekarang lata tinggal menungg u kembalinya Tcng Loo-enghiong untuk membereskannya.€€€ Kita€€orang keterangan.tas bikin penyelidikan. Kiam Bene boleh kena diakali. hanya kemudian. tak usah kita tergesa-gesa.€ Kenapa kita tak bicara di tengah jala n saja? Soetee inipun heran. Di seb elah itu.€Ia merasa tidak enak hati. tetapi ia tidak mengerti. Soeheng? Kiam Beng tanya. ia tidak bilang suatu apa. Eh. lantas ia urut-urut kumisnya. ia bilang: Maaf. Aku lihat dia ada satu laki-laki berkata ia. Kiam Gim sendin merasa tidak enak ia telah bicara sedemikian rupa terhadap soe tee itu. tetapi se karang bersikap sebaliknya. berkata ia. Kapan Kiam Gim sampai di ru man penginapan. karena ini adalah yang pertama kali soehengnya bicara demikian tandas kepadanya. Soh Sian Ie pun tidak ingin Kiam Gim berhasil dengan perjalanannya ini.€Bangsa Boan mcmang paling jenh kalau or-ang-orang kaum Rimba Persilatan mengadakan pe rsatuan. Kiam Gim te rus tarik Kiam Beng ke dalam. Soetee. mereka juga telah dengar selentingan hal adanya beberapa orang yang ti dak dikenal yang suka berkumpul di Hee-poan-shia. Kemudian pada tctamunya. kenapa sang soetee begitu percaya orangnya Ke luarga Soh itu. kemudian ia tuturkan hal pertemuannyasamaTok-koh It Hang dan Tjiong Hay Peng. tidak Kia m Gim. aku ingin bicara dahulu sama kau. sedang mer eka juga tahu. barang pun telah didapat pulang. tetapi ini justeru menyebabkan Kiam Beng keliru mengerti. kita justeru diundang untuk satu pertemuan di le-lan. Dia ini awasi pahlawan Keluarga Soh itu. Tuan. Loo-enghiong tak usah capaikan hati lagi. Tentu saja ada dusta belaka yang barang upcti telah didapat pulang. ia dapatkan Kiam Beng sudah dandan rapi. kata ia. bahvva orang pentang matanya lebar-lebar. kau bisa bedakan satu orang gagah dari satu kurcaci. kau hendak bikin apa? €Kiam Gim segera tanya seraya ia tarik tangan ora ng. Tentang upeti itu. Dengan lekas mereka dapat tahu yang Kiam Beng bcramai su dah pergi ke Sha-tjap-lak Kee-tjoe. Kiam Beng tidak segera menjawab. hanya sambil tarik orang di sampingnya. untuk simpangi pembicaraan. soetee ini kata: Soeheng. untuk mengatur terus jaring. kata ia. De ngan sepasang alisnya berdiri. kau seharusnya bisa membeda-bedakan. pada Keluarga Tjiong. Da n tetamunya Kiam Beng itu ada salah satu pahlawannya Sian Ie. Biarlah tctamu kita ini menunggu sebentar. ia kata dengan sabar. Kau hendak pergi ke mana? . yang mclanjuti. ia kata untuk memperkenalkan: Soeheng. Tentang barang upeti. jikalau kau hendak pergi ke Liauw- . sudah siap untuk suatu perjalanan. aku telah dapat keterangan. Untuk kembaii ke Sin-tek. ia mengabarkan tentang upeti yang dibegal sudah ada kabamya. tetapi sekarang tidak ada soal untuk mendapatinya kembaii. ia ingin Kiam Beng terus terpisah dan kaummnya. soehengnya yang paling kenal tata sopan santun. di sampingnya soetee ini ada seorang d ari usia pcrtcngahan yang matanya m i rip mat a tikus dan hidungnya bengkung bag aikan gactan. Lioe Kiam Gim ada bersahabat rapat dengan Tjiong Hay Peng. maafkan kita si orang desa! Dengan tidak perdulikan.€Di scbelah itu. menarik tangannya sang soetee.w la terus menoleh pada Lie Kee Tjoen seraya te ruskan berkata: Tolong kau tcmani dahulu tctamu kita ini. Kiam Gim pandang soetee itu dengan tajam. Itulah bukan maksudnya Tok-koh It Hang akan kangkangi barang itu. Barang itu berada di tangannya orang Liauw-tong itu. Apakah satu kurcaci mesti dipandang sebagai orang gagah dan kau henda k bertaku hormat kepadanya? Mukanya soetee itu menjadi merah.

cuma pedangnya t idak dicantel di pinggang hanya disesapkan dalam baju. Soetee. ia awasi dulu ayah dan anak itu. kita datang dengan cara hormat. Pertemuan dilakukan di gedung musim panas dari Keluarga Soh. untuk dicicipi saja. Demikian. kenapa Sian Ie yang tua datang sendiri ke Sin-tek. Justeru itu muncul pelayan yang membawa nenampan terisi barang santapan. tindakannya tetap. Selang dua hari sesampainya Kiam Beng di Sin-tek. dengan diantara Yap TengTjeng. akan tctapi cara biki nnya ada istimewa. Kau mesti waspada. Pcrjamuan dilanjuti. . Ia t etap waspada. Soetee ini malah tertawakan dengan diam-diam pada soehengnya. k arena itu adalah bah so ikan lee-hie dari sungai Loan Hoo. kebanyakan pahlawan. Di dalam ruangan pun ada dibakar dupa yang harum. Di waktu Sian Ie dan Tjie Tiauw undang mereka minum arak. toh cukup kalau dia diwakili puteranya saja. Untuk ini. Kiam Bcng tanya akan hal barang upeti dan Tjic Tiauw hunjuk. kita scngaja tunggu Djiewie dahulu. kita tidak berani sembarang t urun tangan. tcnaganya berkurang. Dua pelayan di belakangnya Soh Sian le mcmbantui orang Boan itu buka bajunya. Pelayan ini bcrtubuh besar. ada tidak dikcnal oleh Kiam Bcng. Soh Si an le berbangkit. Tjie Tiauw tambahkan. Kiam Gim coba redakan soetee ini tetapi Kiam Beng panas hatinya. katanya. aku nanti iringi kau. mustahil Si an Ie dan Tjie Tiauw minum itu? Kiam Beng tidak tahu. Jawaban ini tidak dapat dipcrcaya. pelayan-pelayan tak hcnti-hcntinya putari tetamu-tctamu u ntuk melayani. Kiam Gim pesan. Soh Tjie Tiauw. Kiam Beng anggap soeheng itu terlalu curiga. walaupun arak itu dicampuri racun. Dalam tembok pekarangan ada ditanam i ban yak pohon pek yang besar dan tinggi. mereka berangkat ke Sin-tek. bukannya ia bergembira. Ia tetap curiga. ia hendak buka bajunya yang gerombongan. untuk bcritahukan para tetamu ba hwa masakan yang baru disuguhi itu ada hidangan yang langkah. pergilah kau sendiri! Aku hendak pergi ke Sin-tek. Untuk pergi ke Liauw-tong. Soetee. kata ia akhimya. karena mereka jerih terhadap kita. untuk ini. Ia curiga. maka di akhim ya. datang saatnya tambahan barang hidangan. Para hadirin. ia pikir. campuran obatnya ada bcrbcda. ia masih punya tempo. akhimya ia turut bersama. hal ini m embuat Ketua Thay Kek Pay ini tak leluasa sendirinya. ia jadi curiga. sesudah mereka hirup arak mereka. kenapa dia rampa s juga benderaThay Kek Kie? Kenapa diapun sampai uji pada Soeheng? Lebih celaka ada si tua bangka Tjiong Hay Peng. Ketika itu. ia malah rada mendongkol. m eskipun Kiam Beng hunjuk Sian Ie sudah berusia tujuh puluh lebih dan sudah lama mengasihngi diri. yang tenggak arak dengan rakus. dari tak leluasa. ialah siapa minum itu. Sclagi bicara. baiklah. orang Boan itu undurkan diri dari meja. di Sin-tek pun ia bisa dengar-dengar kabar. ada terdengar nyanyian-nyanyian yang merdu . Berbarengan dengan itu Tjie Tiauw berbangkit. sama sekali dia tidak pandang pula Kaum Thay Kek Pay. or-ang-orang Boan itu tidak bcrkuat ir. yang dicel ah terlalu curiga. dia akan jadi letih. tapi ia menurut. Ia pikir. Kiam Gim tidak biasa dengan penghidupan mewah begini. Kenapa dia tidak memandang-mandang lagi. mereka pakai akal memancing kita da tang ke Liauw-tong! . dia justeru uji aku berulang-ulang! Aku percaya. baik kau bawa pedangmu dan piauw. baharu ia turut minum . Soh Sian Ie ayah dan anak un dang mereka untuk satu pertemuan. Karena di tempat itu ada sarangnya kaum Kang-ouw. kcdua m atanya bersinar tajam. ruangan yang inda h dibikin terang dengan api-api lilin merah. tetapi karena ia kuatir untuk saudara itu. Di sebelahnya tetabuhan. baik ia ikut soetee ini. Kiam Gim tidak niat iringi saudaranya. Kalau begitu. Tidak demikian dengan Kiam Beng. Terang ia ada seorang yang mengerti boegee. Habis tiga edaran. si begal ada orang Liauw-tong dan barang nya diumpcti di suatu tempat lak jauh dari Sin-tek. Di dalam hatinya ia kata: Kalau arak ada racunnya. Terus terang aku sang sikan Tok-koh It Hang. oieh Kiam Gim dan oleh Kiam Bcng juga.tong. Kiam Beng dilayani sebagai tetamu yang dihormati. Must ahil barang upeti disembunyikan di dekat Sin-tek? Meski begitu. Kiam Bcng tidak bilang suatu apa. se orang polisi asal Pakkhia dapat serepi.

api jadi menyambar ke lain arah. di belakang ia ada sebuah kursi. ia serukan: Kenapakau tidak lekas hunus ped angmu! Kiam Beng melongok. untuk membuka jalan. Ia dibacok dari arah pundak terus ke tenggorokan. Kiam Gim. sedang siapa gunai itu. Karena itu. peluru itu tak akan meledak dan mcnyala. pada kcpala mercka. Jago ini segera egoskan tubuhnya ke kanan. s elagi terkurung ia tidak boleh turuti nafsu amarah. Ia dapat kenyataan. Isinya mangkok bukannya bahso ikan. sembari cabut pedangnya. penyerangan telah dimulai. Kiam Gim insyaf. Tidak tunggu sampai Iain-lain musuh menyerang pula atau maju. karena berat. lalu. dari arah belakang. hampir saja ia keserimpat. kedua-duanya sampai dengan berbareng. ia kendalikan diri. di dalam mangan yang tidak terlalu lebar itu. malah sekalian pelayan juga turut. discbabkan jumlah mereka yang terlalu banyak dan kursi-meja menjadi rintangan. lioe-hong-tan lantas menyala. angin menyambar ke arah Kiam Gim. berbareng dengan itu. meja itu tidak akan terangkat. sebaliknya. akan tetapi Kiam Gim suda h siap sedia. bclum nenam pan diturunkan ke atas meja. maka itu. ia tidak bolch bertempur lama-lama di ruangan tak lebar dan t ertutup itu. Dan berbareng dengan tumpahnya mangkok bahso. ia mengintii di sebelah belakang. ia lompat ke depan. ia gunai dua-dua tangannya akan terbaliki meja berbaru marm er. karcna ia terus waspada. maka itu. Itulah sambarannya senjata rah asia. kemudian dengan e njot kedua kakinya. oleh karena mereka adalah pelayan-pelayan palsu. atau itu sudah ditumpahkan ke arah kedua soeheng da n soetee ini. awasl demikian orang berseru. Pihak lawan juga tidak bisa bergerak dengan leluasa. hal ini jadi ada baiknya j uga bagi sochcng dan soetee itu. kakinya dari kuningan. s ambil berseru keras. ke kiri dan kanan. tapi ia ingat. Kiam€€€€Beng€€€turut€€€€teladan* soehengnya itu. kalau tidak. hing ga soeheng dan soetee ini tidak terluka. ia heran dan tidak mengerti sekali atas kejadian itu. untuk berke lit. selagi lioe-hong-tan menyala. Kiam Gim dihadapi oleh seseorang yang bergenggaman golok lancip. ia hams berhati adem dan tenang. dengan geraki pedangny a. j tangan kanannya menyambar ke tenggorokannya si penyerang gelap d an kaki kanannya mendupak keras. sedang kursi meja pada terbalik. sesudah itu. Kiam Gim dengan sebat hunus pedangnya Tjeng kong Kiam dan tangan kirinya meraup Kim-tjhie-piauwn ya. untuk membakar pakaian dan kulit dan da ging. ia berbalik jadi sangat gusar. Menyusul itu. ia pcrlihatkan ia punya ilmu pcdang Thay Kek Tjap-sha-kiam. dia mesti paham lwee-kang. ia tempel tubuh dengan tubuhnya Kiam Be ng. lama-lama itu berarti menanti kematian. ia telah mendekati jend ela sebelah rimur. me nyambar-nyambar apinya! Dua-dua Kiam Beng dan Kiam Gim kaget bukan kepalang. mereka bisa melihat dan bergcrakdcngan l eluasa. Kiam Gim mundur. Selagi musuh tidak berdaya. dapatkan semua itu telah ditutup rapa t. ia tangkis semua tiga serangan itu dengan satu sampokan saja. Begitulah. sebelum orang tahu apa-apa. yang telah putar goloknya sejak ia berada di antara s ebuah meja. ada yang senjatanya terp enta! dan terlepas. Segera juga. Sang kambing hendak nerobos! i . Ia ada sangat gusar. yalan lioc-hong-tan. maka itu. s edang dari sebelah kiri ada menyambar satu Thic-tjio dan dari kanan sebatang ruy ung. mereka ada kawanan kurcaci dari Rimba Pcrsilatan. yang memandang ke semua pintu. letaknya kalang kabutan. teta pi tegurannya sang soeheng membikin ia sadar. ia berseru: Orang-orang tidak tahu malu! Aku nant i adu jiwa dengan kau orang! Di pihak tuan rumah. hingga musuh roboh seketika itu juga. hingga ke depan. maka itu. tiba-tiba Kiam Gim serukan soetecnya: Man turut aku! Serbu! Da n ia putar pedangnya. Kawan-kawan di luar. sembari tolak tubuhnya Kiam Beng. berdua mereka sudah terkurung.Si pelayan sudah lantas sampai di depannya Kiam Beng dan Kiam Gim. Syukur ia bertenaga besar kalau tidak. hanya weli rang yang bundar-bundar bagaikan peluru. yang mencoba mcndesak. aniaranya ada yang rubuh. Ruangan jadi berisik dengan beradunya alat-alat senjata. tangannya membetot tubuh soeteenya. ia terus lompat jumpalitan ke belakang. semua orang sudah lantas keluarkan senjatanya masing-masi ng. Dengan lekas. semacam senjata ra hasia istimewa. hingga semua se njata musuh jadi terpental.

jago Thay Kek Pay itu bikin lawannya ngusruk ke arah ia s ekali. man ikut aku! Kiam Gim serukan adik seperguruannya. tetap sang soetee tidak sahuti ia. akan gunai tempat yang lowong itu. Tidak demikian dengan saudaranya. hingga mereka . Sebat luar biasa. Di sini. dengan itu. Benar sekarang mereka be rada di tempat yang lega. Tidak tempo lagi. benar arak itu bukannya arak racun. Dalam keadaan seperti itu. Walaupun demikian. yang ia tajik dengan keras. Sungguh berbahaya! ia mengeluh sendirinya. tubuhnya menjerunuk ke depan. Ia girang sekali men ampak musuh mundur semua. serangan datang dari depan dan belakang. terang ada musuh-musuh yang menjad i korban! Bagaikan harimau keluar dari guanya. Jumlah pahlawannya So h Sian Ie ini ada tiga sampai lima puluh orang. Kiam Gim telah dobrak jendela dengan kepalan kirinya men yusul mana. ia teguk arak dengan tidak b ataskan diri. den gan letaki pedang di depannya. ia menjadi lemah. melupakan bahaya. ada sulit untuk bisa segera membuka jalan. kupingnya ter ang. akan tetapi. Kecua li musuh-musuh yang di luar. mengetahui ada serangan. Kiam Gim terus lompat. Tapi ia tidak dapat jawaban. Ia lompat tinggi dan jauh. yang cuma mencicipi saja. ia loncat keluar jendela itu. dengan loncatan Peh rjoa tjoet tong atau Ular putih keluar dari gua . ia putar pedangnya. d i luar ada musuh. Ia berseru pula. begitu tubuhnya muncul. ia jadi kew alahan mclayani banyak musuh. Kiam Gim totok orang punya jalan darah Moa-djoan-hiat . tidak heran. semua senjata itu mengenai pedangnya dan jatuh ke tanah. ia bikin musuh-mnsuhnya jcrih. matanya jeli. Dugaannya jago Thay Kek Pay ini tidak meleset. iapun menyambit dengan piauwnya. sambil sambar toya orang. Kiam Gim menyerbu hebat seka li. lalu se lagi orang menjadi mati kutunya. Dengan sikap nekat ini. di antaranya ada juga yang liehay. justeru ia bisa rubuhkan satu musuh di depannya. Sembari bertempur. yang sedang terancam bahaya maut Teng Kiam Beng telah terlalu percaya Soh Sian Ie. Celaka! pikir ia. ke kiri dan k anan. atau tiba-tiba sebatang toya besi menyambar ia dari arah tempat yang gelap. ia sambar batang lehernya. ia segera menoleh ke belakang. dengan gerakan Thian lie san hoa atau Bidadari menyebar bunga . Sekarang mereka ini juga bisa bergerak dengan merdeka. ia puta r pedangnya akan tolongi saudaranya itu.. Kiam Gim tidak bingung.aga! Berbareng dengan itu. ia cekal tubuhnya. Dengan sebclah tangan masih cckal tubuh musuhnya. musuh masih tetap mengurung mereka. karena ia hajar tempat kosong. sampai tiga kali. tanga n kirinya jago ini tidak diam saja. Dia kirim kemplangan Soat hoa khay teng atau Bunga salju menutup batok kcpala . Selagi menangkis. maka dengan di put amy a pedangnya. semua musuh mundur sendirinya Soetee. dalam tempo yang le kas. hin gga ia menghadapi sebuah pohon bcsar. tetapi tenaga arak itu ada lua r biasa. yang kepandaiannya tinggi dan tenaganya besar . ia bisa pusatkan perhatiannya melulu ke depan. demikian Kiam Gim keluar dari jendela den gan tubuhnya yang bcsar. Di s itu ada bersembunyi satu pahlawan. Sudah minum banyak arak. iagcraki pedangnya sccara luar biasa. atas mana. dari itu. iapun mesti keluarkan banyak tenaga. di dalam juga merubul keluar. tetapi ia tidak boleh takut. Justeru itu. apabila ia ambil ketika akan menole h ke belakang. ia disa mbut dengan bermacam-macam senjata rahasia. ia putar tubuhnya. Untuk leganya hati. Apa celaka bagi si penyerang. baharu saja kakinya injak tanah. hingga toya menimpa tempat kosong. ia tidak mau menangkis. pengaruhnya arak bikin ia letih. Di mana di belakang ia ada Kiam Beng yang menjaga. hingga ia jadi heran. ia putar tubuh musuh bagaikan senjata saja! Ia berhasil dengan cara m enangkisnya ini. Ia percaya benar. ia lihat Kiam Beng tetap ada di belakangnya. guna bela diri. Bukan main kagetnya! Ia tampak Kiam Beng lagi dikepung musuh. Puncaknya kehebatan adalah kctika tubuhnya tctap j adi sempoyongan limbung tidak kcraan! Dalam saat sangat bcrbahaya dari saudaran ya itu. Selang sedikit lama. dari itu. Kiam Gim dari jalan keluar. Dalam heranny a. seperti hendak rubuh. ia hanya berkelit. beruntun ada terdengar jeritan-jeritan dari kesakitan. tubuhnya limbung . t erus ia angkat. atau musuh-musuh yang menjaga ia. Untuk meno long diri. Masih soeheng dan soetee ini belum lolos dari bahaya.

Selama pertempuran kusut. Bcnar sclagi ia mendekati Kiam Beng.pada mundur. s ayang tenaganya telah berkurang. tetapi dasar murid sejati dari Thay Kek Boen. hatinya tetap tak jadi keder. tubuhnya maju. segera lela tu api menyambar. gerakan pedangnya menjadi ayal sendirinya. Nyatalah itu ada senjata rahasia Hoe-hong tan-tjoe atau peluru welirang yang bis a menyala. asal kedua musuh tak dapat lolos! Atau dia pikir. Untuk tolong diri. iajadi lelah luar biasa cepaL Hatinya tetap besar. tibatiba ia lihat benda berkelebatan bagaikan ular emas terbang serabutan . Hanya syukur bagi ia. han ya tubuhnya terpental dua-tiga tumbak. hingga tubuh musuh di tangannya lantas terbakar. binasa bc rsama-sama. kawan itu toh baka l terbinasa. akan lanjuti serangan hebat karena tetap ia hendak tolongi soet eenya. me reka kuatir nanti api membakar orang sendiri. permainan pedangnya tak jadi kalut. ia masih bisa empos semangat dan tenaganya. musuh tidak bcrani gunai senjatanya itu. ia telah jauhkan diri tiga tumbak lebih. Di sebelah itu. di tempat te rbuka. untuk turunkan senjata tajamnya itu pada lawan yang sudah tidak berdaya ini! Itu adalah saat dari mati atau hidup. Celakanya bagi Kiam Gim. karena peluru welira ng tak dapat d i tangkis atau dijaga. Kiam Beng lihat ancaman bahaya. rubuh di tanah dengan tak dapat bergerak pula! Adalah di saat demikian. hingga ia sangka soeheng itu terkena dibokong. ruyungnya menyambar. atau Berguling di tanah . sedang musuh-musuh di kiri-kanan pada berseru-seru. berbagai macam senja ta boleh digunai. ketika musu h tank ujung ruyungnya. asal bersama musuh. biar kawan binasa. Di antara pahlawan-pahlawan itu yang pa ling liehay adalah satu yang bersenjatakan Tjit-tjiat Lian-hoan Hek-houw-pian. hingga tidaklah ia sampai terbinasa seketika juga. hingga ia tidak terbakar terus. Syukur baginya. ia mesti hadapi musuh-musuh yan g liehay. Segeralah. akan t erus bergulingan dengan tipunya Koen tee tong . Walaupun sudah lelah. A rich. kupingnya awas. hingga Kiam Beng repot melayaninya. hatinya Kiam Gim tidak pernah g entar. mereka tak ayal akan gunai itu. tidak apa dia yang binasakannya! Untuk menangkis senjata rahasia. tiba-tiba angin menyambar dari sebclah bclakang! Di waktu bcrgulat mati-matian sccara demikian. malah ia gunai cara penyerangan bcruntun-r untun! Rupanya dia berpendapat. tetapi justcru di saat itu. Sekejab saja . Pelepas senjata itu kuatirkan Kiam Gim nanti mencapai maksudn ya. la mcrangsek teras. ia mencelat bangun. lelatunya menyala makin h ebat. hingga ia merasakan sakit bukan kepalang. Demikianlah ia putar tubuh seraya majukan t ubuh musuhnya ke depan. mclainkan beda dengan lioe-hong tan-tjoe. pahlawan-pahlawan Istana Boan. yang sudah terbakar. gerakannya lambat sekali. Habis itu. padam karena bergulingannya itu. ini ada scrangan di luar dugaannya. ia sendiri segera jatuhkan diri ke tanah. tenaganya telah sangat kurang. Kiam Beng punya boegee ada lebih rendah setingkat daripada boegee soehengnya. ia masih bi sa bikin kempes perutnya. makin ditangkis. malah lelatu pun nyasar menyambar kepadanya sendiri. ketika ujung ruyung sam pai. semangat nya terbangun pula. tak perduli senjata api. iajejak itu dengan sebelah kakinya seraya sebelah kepalannya melayang. akan tetapi sekarang. melulu dise babkan pengaruh arak keras. Saya ng bagi ia. ia enjot tubuh. bagaikan samb arannya ular hidup. seperti terbang dari luar langit . segera ia lemparkan tu buh musuh. ia sudah cukup liehay. akan dipakai menusuk pula. Dalam keadaan seperti itu. Di medan pertempuran itu ada pohon-pohon dengan cabang-cabang yang lebat denga . sekonyong-konyong musuh bergenggaman ruyung liehay itu perdengarkan tertawa aneh. Semua api. yang menyambar pakaiannya. perutnya kena tersodok. senantiasa turun dari atas. ia baharu menjadi kaget bukan terkira apabila ia tampak lelatu api muncrat serabutan. dia tak perdulikan kawan sendiri. bintang peno long datang. akan lompat sampai beberapa kaki tingginya. matanya jeli. kapan Kiam Beng lihat soehengnya lagi mendesak. satu musuh yang mencekal golok lompat memburu. tak ada senjata musuh yang datang menyerang! Seiagi Lioe Loo-kauwsoe heran dan mengawasi dengan mata dipentang lebar. tak tempo lagi. tidak perduli di tangan law an mereka mem punyai satu kawan. Ruyung itu menyambar-nyambar dengan perdengarkan suara angin menderu-deru. untuk dipakai menangkis serangan geiap itu. r uyung tujuh garis.

kepalanya pusing. dalam dunia K ang-ouw. Musuh inipun terguguh ketika tadi ia dengar suara aneh. lebih-lebih In Tiong Kie dengan ia punya Teng hong pan kee atau ilmu mengenali ala t senjata dengan mendengar saja sambaran anginnya. hingga segera mereka kena didesak mundur. Tjiong Hay Peng dan Law Boe Wie! Sekejab saja. hingga kawan-kawannya jadi dapat tahu. tangan kanannya segera diulur. ia pun sadar. melulu disebabkan latihan darr ketangguhannya. In Tiong Kie. atau ul ar menyambar. dia ada]ah orang pandai nomor satu. melesat melayang bagaikan senjata rahasia. Berbareng dengan itu. ruwet benar pikirannya akan k enali. yang gunai tubuh manusia sebagai senjata rahasia. Saudara Teng. tubuh orang itu terangkat na ik. sebelah kakinya dimajukan. In Tiong Kie telah menerjang ke dekat kawannya ini. tiba-tiba dari sana tgrdengar beberapa kali suara luar biasa. kali ini terutama mereka gunai berba gai senjata rahasia. tubuhnya jadi lemas. naga melesat. ia malah ada di a tasan Lioe Kiam Gim. sepert i burung-burung menyambar. seper ti suaranya burung-burung malam. sampai mereka saling mcngawasi di antara konco sendiri. pahlawan yang bersenjatakan ruyung Tjit-rjiat Lia n-hoan Hek-houw-pian datang mendesak. iaini lihat Tok-koh It Hang. ketika Tok-koh It Hang kibaskan tangannya. sambil perdengarkan tertawa aneh. Gerakan tangan itu ada gerakan Siauw thian tje e atau Bintang Cilik. ia menyerang atau menangkis. Lu arbiasa sekali. yang dipakai menyambut empat lawan baru itu. kau antarkan jiwa? Tok-koh It Hang belum pernah ketemu tandingan. lihat! Aku si tua bangka yang antari jiwa atau kau sendiri! demikian ia berseru sambil tertawa berkakakan. menyapu dengan hebat. penolongnya ini justeru ada orang yang paling ia benci . teristimewa Tok-koh It Hang si G aruda Malaikat Seratus Cakar. ia sebutkan itu satu persatu. untuk hampirkan musuh yang hendak turunkan tangan j ahat. yang disusul sama datangnya empat lawan baru itu. Tok-koh It Hang sudah sampai pada musuh. ia menyamba r dengan ruyungnya. jangan gunai senjata gelap! Dan bentakan itu keras laksana guntur! Dan segera. ialah To k-koh It Hang. ke arah kambratnya dia itu! Kelinci. ia papaki musuh. dari itu . hingga untuk sesaat. karena tahu-tahu. pahlawannya Soh Sian le kena dibikin terpental. mereka m ulai pula dengan mereka pun ya penyerangan. Ia berlaku hati-hati. ia tidak pandang mata. yang membikin orang terkejut. tangan yang liehay. bcbcrapa orang atau lebih benan empat orang. Ia menuju lan gsung kepada Teng Kiam Beng. Hampir berbareng dengan itu. tangannya sudah mengenai lengan kanan orang atas mana. sampai ia punya mata kekuna ngan. dari cabang-cabang pohon ada berlompat turun. ia tidak kenal takut. Ia s udah gunai ruyung Kauw-kin Hong-liong-piannya. di antara seruan ane hnya. Sekejab saja. sampai ia kena tubr uk satu kawannya. sampai sambaran anginnya terasa d i tempat dua tumbak jaraknya. kaget jug a. ia tidak segera putus jiwa. musuh menjerit kesakitan. Tidak ampun lagi. Segera kita akan lolo s dari kepungan! Kiam Beng telah terluka hebat. yang kesima karena kel iehayannya Tok-koh It Hang. hingga keduanya jatuh bergulingan. tenaganya habis seketi ka! Maka. . Tok-koh It Hang gunai ketika itu. Dalam ilmu ini. Ia bergerak seumpama garuda berputar. apakah lukamu parah? ia tanya. Sudah itu. atau Pohon tua terbongk ar akarnya . hingga sekalipun sekalian pahlawan dan or ang-orang Kang-ouw yang hatinya telengas itu. Tok-koh It Hang berempat tidak gubris datangnya berbagai senjata rahasia itu. mcnyusul itu. sedang dengan ia pu nya kim-na-tjioe. Ruyungnya menyambar ke bawah. Maka juga. Gerakan tubuhnya ada Kouw sie poan kin . Sama sekali ia tak berikan kesempatan pada musuh itu. orang-orangn ya Soh Sian le tercengang. dari itu. Di situ ada tujuh penjahat. Saban-saban ia loncat tinggi. akan angkat tubuhnya Teng Kiam Beng. kecuali Lioe Kiam Gim.n daun-daun. tapi habis itu. lalu terdengar bentakan: Kelinci. ia malah girang sekali nampak cara majunya musuh ini. me reka ini kaget atas ini musuh baru. karena dalam ilmu entengi tubuh. ia batal membacok Ketua Tha y KekPay itu. akan di letaki di bebokongnya. hingga ia tak tahu. yang tidak be rgenggaman. saban senjata menyambar. Empat orang ini bergerak dengan sangat gesit. tubuhnya seperti terputar. Kau diam saja. sebelah tangannya menyambar! Tidaklah kecewajago Liauw-tongini dijuluki Pe k-djiauw Sin Eng. disusul sama seru annya: Tua bangka. di atasan musuh.

dia ini ada murid tersayang dari Lioe Kiam Gim? Atas ini. Ia mengerti jago Thay Kek Pay ini te lah terluka parah sekali. Hay Peng sibuk. Demikian ia melainkan bisa bilang. Oh. Kiam Gim ngamuk hingga ia berhasil membuka satu jalan. akan tetapi ia heran menampak romannya yang kucel. lantas T ok-koh It Hang urut-urut kumisnya dan kata sambil tertawa besan Tentu saja aku su ka pergi!€Kenapa tidak? Kita harus gunai saat baik ini untuk can pengalaman! Aku p un ingin lihat orang-orang gagah yang kesudian jadi kaki-tangannya bangsa Boan m empunyai berapa kepala dan lengan!€Bukan melainkan aku. Ia insyaf. ia segera dari Tok-koh It Hang. malah ia tanya berulang-ulang sewaktu orang ayal menyahutinya. Di belakang ia. mereka ini pun tidak bisa segera pecahkan kepungan atau noblos keluar. Tok-koh It Hang tidak diam saja dengan pedang dan tangan ko songnya.€Kiam Beng telah terluka. Tok-koh It Hang pernahkan diri di teng ah-tengah kawan. juga Saudara In Tiong Kie harus pergi akan lemaskan urat-uratnya! Semua orang tertawa Demikian. bahwa mereka hendak pergi ke Sin-tek. walaupun s ebenarnya. Inilah sukar bagi ia. Kiam Gim mengamuk dengan pedangnya. Dan Tok-koh It Hang nyatakan suka pergi begitu lekas ia dengar keterangannya orang she Tjiong itu. da n Tjiong Hay Peng dengan gaetannya. Boe Wie menduga gu ru dan paman gurunya pergi pada Keluarga Tjiong ini. Justeru itu. Bertempur lama-lama ti dak ada faedahnya. Lioe Kiam Gim. Kiam Gim membuka jalan. Kedatangannya rombongan dari Tok-koh It Hang t tu memang sengaja untuk bantu Kia m Gim dan Kiam Beng. berikut Lioe Kiam Gim. kalau sampai nanti datang tentara negeri. Law Boe Wie sampai di Sha-tjap-lak Kee-tjoe. dalam keadaan sulit. sampai ia mendekati tembok pekarangan. karena mereka berjumlah besar sekali. seperti murid itu sedang berduka. akan nerobos ke pepohon an yang lebat. Law Boe Wie juga mainkan pedangnya secara he bat. ia perlu pergi susul gurunya dahulu. Tok-koh It Hang suka pergi atau tidak. Syukur itu waktu Tok-koh It Hang belum berangkat ke Liauw-t ong dan In Tiong Kie masih bersama-sama dengannya. datangnya ada kebetulan sek ali. gurunya pasti ada menghadapi ancaman bah aya. mengunjungi Tjiong Hay Peng. Pihak Soh tidak bisa berbuat banyak terhadap empat lawan itu. sedang bergulat dengan orang-orangnya So h Sian le. In Tiong Kie dengan ruyungnya. murid ini ada pun ya urusan apa. k au? lalu ia berdiam saja Tok-koh It Hang kerutkan sepasang alisnya . Mulanya Tjiong Hay Peng tanya. Bersama-sama In Tiong Kie. Kiam Gim semua tidak pikir untuk melabrak musuh. kita sekarang justeru hendak berangkat menyusul i a. In Tiong K . karena ia segera ambi! putusannya itu! Biar bagaimana . Tok-koh It Hang beritahukan muridnya ini seraya ia tuturkan ke napa Kiam Gim pergi ke Sin-tek. d ari itu. seberlalunya orang she Lioe itu. Tok-koh It Hang girang melihat datangnya ini murid. mereka maju terus. Tok-koh It Hang melainkan bersenyum. Hay Peng telah dengar pembicaraannya Kiam Gim dengan orang yang diutus Kiam Bcng. ia hunjuk perlunya orang she Lioe itu mendapat bantuan karena di Sin-tek. saban-saban ia minta korban. Begitulah mereka sudah berangkat ke Sin-tek. untuk membantu. ada mengeram banyak orang-orang lichay. maka juga Tjiong Hay Pe ng menyelak seraya berkata: Kau niscaya belum ketahui. itulah hebat. Sambil menggendol Kiam Beng. ia tidak menyangka gurunya yang kedua Tok-koh It Hang berada di situ. ia tidak sctuju yang Kiam Gim turut-urutan Kiam Beng pergi ke Sin-tek . di Istana Raja Boan. mereka dapat persetujuan. perlu mereka lekas angkat kaki dari sarangnya Keluarga Soh itu. ia tidak menyebut murfb pada muridnya ini. Law Boe Wie kerutkan alis. dari itu. Semua kawannya.ia mesti berterima kasih atau bergusar. Di belakang Tjiong Hay Peng dan Law Boe Wie. hingga mereka turut ceburkan diri. Iapun ada punya satu urusan lain dengan gurunya. Ia lantas melihat ke sekitarnya. Mendengar ini. Ia segera tanya. untuk berangkat. akan tetapi. Ia ber itahukan halnya kemana Kiam Gim hendak pergi. Se lagi ia menanya. dan mereka datang di saatnya pert empuran hebat berlangsung. Walaupun ia sedang lindungi Kiam Beng. Aku telah ketemu sama gurumu. akan tetapi iatidak dapat cegah Kiam Gim pergi pada soeteenya itu. Maka yang penting untuk ia sekarang adalah berlalu dar i medan pertempuran itu. untuk membantu itu kedua soeheng dan soetee yang terancam bahaya.

di dalam gunung. tubuhnya terpent al beberapa tumbak. mendongak ke langit. sambi) bersenyum. terus mcrcka menyingkir. Ia lihat lukanya Kiam Beng yang hebat. dengan niat menghibur. air m atanya mengembang. kau jangan kuatir . mukanya sangat pucat. Di sini di dalam hutan lebat. Boe Wie angkat kepalanya. Kita nanti obati kau s ampai sembuh. Kawanan budak tak tahu malu! Kaim Gim segera perdengarkan suaranya yang keren. suaranya tidak tedas. tetapi tidak mampu keluarkan itu. akan menangkis serangan sekonyong-konyong itu. Ia pandang soetee itu. Kiam Gim bcrdiri tcgak. selagi gaetan musuh terpental. Lantas pahlawan itu menjerit keras. Kiam Gim mendekam. akan lihat jernihnya cahaya rembulan dan bintan g-bintang. Mari kita berangkat! kata ia akhirnya. lantas ia menangis sesenggukan. piauwk u. segera ia memberi tanda ra hasia. Soeheng! d n iaawasi Lioe Kiam Gim. Rombongan ini lantas be rjalan dengan cepat. Me lulu karena andali jumlah banyak. ia menangis. atas mana. mulu tnya tersungging senyuman. Ia memandang ke sekitarnya. akan memasuki daerah Pegunungan Yan Sa n di antara Sin-tek dan Peng-tjoan. Aku kuatir inilah yang terakhir aku melihat matahari kata suaranya lemah. keluar Kota Sin-tek. Kiam Gim tertawa dingin. tetapi. ia kaget. Kiam Beng rebah dengan kedua mata separuh tertutup. Untuk Kiam Beng. yang mau percaya se orang licin__ Selagi orang berdiam. ia bersenjatakan tumbak gaetan. Matahari telah keluar! kata ia. siapa p unya kepandaian. Orang-orangnya Keluarga Soh kena dibikin ketinggalan. Menampak demikian. pedangku. karena kedua kakinya sebatas dengkul kena dibabat kutung! Pahlawan yang kedua sudah lantas sampai. Ia membungkuk. semua orang menja di terharu sekali. kau orang berani banyak tingkah! Hayo. Kiam Gim ada bagaikan baharu sadar dari mimpinya. Soeheng. akan lihat muka soetee itu terlebih dekat. mereka sudah berada di sebuah rimba di luar kota. D engan beruntun mereka enjot tubuh akan loncat naik lebih jauh ke tembok. jangan takut sakit hati ini tak akan terbalas! Hanya . untuk cari tahu. Soetee berkata ia. In Tiong K ie dan Tjiong Hay Peng dengan sebat gelar sepotong baju biru dan sepotong mantel kulit kambing. untuk berikan k etika semua pahlawan musuh dapat mencandak. yang polos. menembusi juga pepohonan. tanpa biiang suatu apa. Batara Surya muncul dari belakang gunung. dari situ lantas mengalir air matanya. menembusi mega. pedangnya dipakai menyampok ke atas. supaya dia ini tidak sa mpai demak dengan embun. tempo sang fajar sudah datang. memperlihatkan sinar kuning emas yang lemah. dengan mendadak ia putar tubuhnya dan menyerang secara hebat Pahlawan yang maju paling muka menjadi kaget. mengawas i dengan bcngis pada musuh-musuhnya. ia seperti hendak mengucapkan k ata-kata. tubu hnya rubuh. la telah buka matanya. Ia berhenti ber-kata-kata. sehingga ia kena tersapu. atas mana tubuhnya Kiam Beng direbahkan. tidak nanti berlaku sungkan lagi terhadap kau orang! Dengan pedangnya Thay-kek-kiam di depan dada. Kiam Gim mendongkol sekali melihat sikap orang itu. ia menyapu ke bawah.ia merasakan ini adalah sinar matahari yang terakhir ia dapat pandang. masing-masing mereka lantas perlihatkan keentengan tubuh mereka. Bukan main gesitnya. tubuh terbanting. Asal kita sudah keluar dari Gunung Yan San ini. Dengan perlahan-lahan. tempo orang sudah datang cuk up dekat. ia gunai gaetannya itu. tetapi mereka bersikap seperti hendak menguntit s aja. Sunyi senyap di empat penjuru. mari maju kemari! Aku Lioe Kiam Gim. Beginilah nasibnya satu jago. Ia meman dang kepada semua orang. menyesal aku tidak dengari kata-katamu! . mereka semua lantas kendorkan tindakan mereka.ie berlaku tidak kurang gagahnya. hingga mereka bisa diikuti rombongan mereka Sa mpai di sini. ia masuki pedangnya ke dalam sarung. mereka keluarkan napas lega. Kawanan pahlawan itu kena dibikin ciut hatinya. jauhnya seratus lie lebih dari Kota Sin-tek . mereka putar tubuh. Tok-koh It Hang turunkan tubuhnya Kiam Beng. s ebelum ia sempat berdaya. ia tak sempat tahan diri. kemana Kiam Gim semua hendak pergi. . cuma lima atau tujuh ora ng yang dapat mengikuti terus. kakinya Kiam Gim sudah serampang ia dengan Soan hong sa uw touw twie atau Tendangan angin puyuh . buat da ri sini lompat turun keluar pekarangan. Tanpa merasa.

Toako. Aku harap. apapula dia adalah ahli waris dari Thay Kek Pay. Justeru itu. Toako. korban dari kelic inannya orang Boan she Soh itu. malahan musuhnya. kata ia. dengan terputus-putus: Sayang itu jahanam she Soh tidaklah dengan t angan sendiri aku bisa binasakan dia . Kiam Beng manggut. Dia ini pun ada musuhnya dan permusuhan di antara mcrcka masih belum dapat didamaikan. karena bentrok sama ayahnya dalam urusan jodohnya. Dan ini musuh sekarang ada salah satu penolongnya. ia hanya tidak sctujui sepak terjangnya yang sudah bcrsah abat sama Soh Sian Ie dan pembesar-pembesar negeri. Loo -enghiortg. si pahlawan bergenggaman Tjit-tjiat Lian-hoan Hek-h ouw-pian. hingga karcnanya. itu ruyung yang liehay. selagi ia sendiri hendak turut menghibur. di situ mereka tidak punyakan obat. Masih Kiam Gim mencoba. sebagaimana dahulu mendiang ayahmu perlakukan kepadaku. Kau minta dia pulang. ia mesti kenda likan hatinya. agaknya ia sangat bersyukur. Kiam Gim manggut Itulah urusan kecil. aku akan menutup mata dengan mata meram . siapa tahu. aku sudah tak berguna lagi kata ia sambil menangis. puteranya Kiam Beng. sampai -air matanya mengembang. sekarang ia ditolong jago Liauw -tong itu. Hay Peng terkejut.Baju luar dari soetee ini sudah robek. ia jadi menyesal.€ Di sini masih ada kita dan saudaramu!* Kiam Beng bersenyum meringis. Kemudian ia berpaling pada Tok -koh It Hang. aku bisa bereskan itu. ia awasi jadi Liauw-tong ini. ia bcrhcnti sebentar. Karena ia ditolong Sian Ie. Kiam Beng masih sangsikan dia! Coba dalam keadaan biasa. aku juga berlaku kcliru tcrhadap kau kata ia. ia berpikir untuk mencari balas. Kiam Beng goyangi kepalanya dengan lemah. yangtelah balaskan sakit hatiku. obat ini pun ti dak mengenai. unt uk melanjuti. Sebenarny a ia hargai Kiam Beng. ia membungkuk. Dua makhluk yang bertop eng itu pasti bukannya murid-murid Heng Ie Pay. selanjutnya aku akan mati mera m . aku tclah ketahui dua manusia bertopeng itu! kata dia. ia ganggu jago Thay Kek Pay ini dan tcmpur padanya. . di belakang hari. Ia mcnjadi lik at scndirinya. Aku menyesal yang aku tidak mamp u bekuk mcrcka. Law Boe Wie lompat pada paman gurunya.r Tok-koh It Hang jadi sangat terharu. di perutnya ada tanda biru kecil tetapi itu menandakan bahvva tulang rahang telah patah. aku puas. Anak si Hiauw itu adalah Teng Hiauw. ia kata. akan cekal tangannya. Ia lant as membungkuk. Aku nanti perlakukan si Hiau w seperti anak sendiri..€Tok-ko h It Hang ada punya obat piranti punahkan racun senjata rahasia. Kiam Beng ada satu laki-laki sejati. menjadi korbannya Tjit-tjiat Li an-hoan Hek-houw-pian. Tapi sekarang ia lihat. sampai ia bentrok sama jago ini. pasti ia sudah jadi sangat gusar. Sekarang. piranti jatuh dan terpukul. lantas ia menoleh pada Tjiong Hay Peng. Malah satu di ant aranya aku tclah bikin mampus! Sakit hati Soesiok telahterbalas! . Tok-koh It Hang pun tclah datang menolong karena permintaannya orang she Tjiong ini. selagi aku menghadapi kematian aku bisa bersahabat dengan kau . kecuali dua butir obat Tiat-tah -wan. dia hanya ada korban dari kejujurannya. Tok-koh Loo-enghiong. Anak ini menghilang pa da lima tahun yang Ialu. aku telah berlaku keliru terhadap kau kata ia dengan suaran ya lemah. yang nampaknya tidak bisa berbuat banyak. Socsiok. untuk satu kali saja sambangi kuburanku. akan tetapi sekarang. tolong beri tahukan bahwa ayahnya tidak lagi memaksa dia dalam urusan pernikahannya. biarlah aku minta kau yang suka tolong aku cari merekaitu . bagaimana ia sudah dipermainkan oleh Soh Sian Ie. Ah! . dengan berikan pula soetee itu Tiat-tah-wan. jangan kau pikirkan sakit hatimu kepada Keluarga Soh itu. Mcmang€€jarang ada orang gagah seb agai jago she Teng ini. Celakanya. € Tjiong Toako. Umpama kata kau ketemu dia. ia jadi dimusuhkan kaum Rimba Persilatan. Aku berterima kasih kepada kau. sukalah kau tilik anakku si Hiauw. Ia menyesal. Lauwtee. Ia malu kalau ingat ia dikalahkan oleh Tok-koh It Hang yang ia layani dengan tangan koso ng. Tiba-tiba berkelebatlah hal-ihwalnya . Ia tidak tahu. selagi o rang hendak putus jiwa. telah binasa di tangan jago ini. Sampai itu waktu.

sebaliknya. Kiam Gim. yang terus saja tuturkan bagaimana di rumah guruny a di Kim Kee Tjoen. tapi sekarang. Apa kau bilang? tanya ia. aku dengan kau sebenarnya rada asing. . Pelajaranmu ada le bih tinggi daripada semua muridku.. "akan tetap i. selagi sekarang aku belum hcmbuskan napasku yang penghabisan. Hiantit. yang tak lancar: . Apakah itu benar? Pasti. aku te ntu bersedia akan melakukannya. Han ya sayang. Tentu saja ia be ium tahu halnya malapetaka yang menimpa keluarganya. Mukanya Kiam Beng lantas jadi lebih pucat pula.. Soesiok! jawab Boe Wie. Coba Soeheng yang jad i tjiang-boen-djin. iacekal tangannya. "Oleh karena Soesiok menitahkan. jadi terkejut. aku hendak berikan kau satu tan ggungan yang berat sekali. suatu tand a ia sedang lawan rasa sakitnya." berkata ia. yang bijaksana." katanya.. maka itu. yang katanya ada banyak Mana bisa ia mendadakan jadi toa-soeheng?€Maka ia goyang kepala. rupanya ia tcrhib ur. Melihatroman orang itu. yang kemudjan ia binasakan. maksudku adalah aku ingin kau menjadi ahli w aris dari Thay Kek Pay. "Apakah itu Soesiok?" tanya ia. ini rasanya tidak tepat. Inilah ia tidak pcrnah sangka.. Selagi menghadapi kecelaka annya sang soetee. coba dulu aku tidak memikir de mikian. Ia juga tidak Renal satu jua murid-murid atau muridnya s oesiok itu. Kiam Beng bers . kau telah dapat bikin terang! Jadi kau telah bereskan itu binatang yang palsukan He ng Ie Pay. maksudnya menganjurkan pemuda ini teri ma tawaran itu.€Kcadaan kita mirip dengan aku undang ketua-ketua unt uk saksikan penyerahan pimpinan. Kcmudian. kemudian terdengarlah suaranya.. Kiam Beng mengawasi. malah kau pun sudah balaskan sakit hatiku. ia jadi sabar lagi. dengan perlahan. Ah. Itulah kejadian di masa aku muda. baiklah. aku tcrima.. "Aku sendiri. ahli waris atau fjiang-bocn-djin mesti ada anaksendiri.. tidak nanti Thay Kek Pay timbulkan kesulitan dengan kaum Rim ba Persilatan seperti sekarang ini: Seharusnya Soeheng adalah yang mesti jadi ah li waris.. sedang ia hidup sebatang kara.. ia menjadi heran sekali. kau akan bikin aku meninggal kan dunia dengan mata tak meram! Apakah kau inginkan itu?" Tok-koh it Hang tolak tubuhnya Boe Wie. Buat jadi ahli waris dari Thay Kek Pay. permintaannya Kiam B eng ini ada luar biasa.' hatinya Boe W ie memukul keras. "Kenapa tidak?" tanya Kiam Beng.€€€yang bergenggaman Poan-koan-pit bisa llolos selagi aku lawan a.. "Boe Wie. "Tetapi socsiokmu ada bermaksud baik. atau juga salah satu murid. atau murid ke pala.€Lioe Kiam Gim me nghela napas.. siapa berani tantangi kau? S elagi ada eurumu di sini dan Tok-koh Loo-enghiong selaku saksi. ia meringis-ringis. kau terimalah!" Boe Wie jadi serba salah. kau tetap ada murid keponakan yang sah. ia pentang kedua matanya. sekarang aku ser ahkan kedudukanku kepada kau. Di antara cahaya matahari. ia mengawasi juga pada Kiam Gim. masing Iuntang-lantung? Malah ia ma sih akan luntang-lantung terus? Umumnya. iapun [tidak sempat menanyakan penjelasan pada muridnya itu.€Hiantit. ia ragu-ragu.€€€yang€€€satunya." Boe Wie tcrpcranjat. tapi ia segera berlutut di depannya itu paman guru." Walaupun ia mengucap demikian. sekarang tidak nanti aku kejeblos ke dalam tipu-dayanya Keluarga Soh. Jikalau kau tolak. "Boe Wie. ini lah tugas berat. aku memaksa memimpin kaumku. Kiam Beng bersenyum puas. selagi semangatku bcrkobar-kobar. asal yang aku sanggup.. tidak se harusnya akujadi ahli waris. Mendengar pcnuturan itu. maukah kau meluluskannya?" Kiam Beng awasi itu keponakan murid. aku juga telah tidak pegang pimpinan sempurna.Kiam Beng dcngar itu." Kata ia. Boe Wie. "H iantit. karena kau ada murid kepalanya. keliatan nyata pucatnya mukanya. Boe Wie menoleh pada guru itu. Selamajtu. Malah ia bisa bersenyum. nampaknya ia rnasygul. meskipun demikian. maka itu. perintahlah aku. bagus sekali! Sekarang tinggai satu hal untuk tnana aku moho n jawaban kau. hatinya Boe Wie toh goncang.." demikian katanya. pucat yang luar biasa. Ak u tidak sanggup balas budimu itu. "urusan yang dua puluh tahun lamanya membenam aku. ia telah bekuk Bong Eng Tjin." kata ia. "Soesiok.

Semua orang menjadi kaget. memandang Boe Wie. Lantas ia pandang Tjiong Hay Peng. Tolong kau bantu pada Boe Wie. menempuh bahaya di dunia Ka ng-ouw.. aku tidak sa nggup lindungi socmoay. Sampai sekian lama." sahut ia dengan terpaksa . tapi napasnya soetee itu sudah tidak ada.. kakinya berkelejat.. sedang In Tiong Kie babat rumput di sekitar itu. kemudian ia menghela napas. hatinya memukul. dengan akalnya yang keji-busuk ! Boe Wie turut permintaan gurunya itu. tubuhnya Kiam Beng rebah di tanah. tiba-tiba ia ang kat kepalanya. sekarang ia jadi lesu dengan tib a-tiba." Kiam Gim angkat kepalanya. la baharu hendak tanya murid itu atau Boe Wie sudah jatuhkan diri. "Bong Tiap dan Ham Eng turut teetjoe mencari Soehoe. la tidak tahu. karena hatinya memukul. tak dapat ditahan lagi. Kiam Gim mengawasi. "Apakah dia turut Soeniomu ke Shoasay?" Kembali tampang mukanya Boe Wie berubah. kita telah berpencaran !. ia tambahkan: "Semua-se mua adalah salah teetjoe. lalu tubuhnya Kiam Gim digotong. akan keluarkari kata-katanya i tu. Saudara Lioe.. Ia dapat firasat jelek." ia kata. Ia percaya benar kepandaian isterinya. Mereka tidak ambil banyak tempo.. Akhir-akhirnya Tok-koh It Hang angkat kepalanya. Bong Tiap ada putcri s ..Habis.. tampangnya jadi terlebih pucat. entah bagaimana hebat kejadian! Muridku yang baik. ia duduk numprah di depan kuburan. Tjiong Hay Peng dan Law Boe Wie juga lantas gunakan senjatany a masing-masing.. "Soehoe. buat dipakai menggali tanah. sedang Kiam Gim raba dadanya. lantas suaranya berhenti. Bagaima na dengan Soebomu? Mustahil dia tidak adadirumah?" Pikirannya Kiam Gim mulai jadi terang. di rebahkan. ia lantas berikan penuturannya yang jela s. iajadi ingat kata-katanya sang murid ta di. ahli waris dari Thay Kek Boen". air matanya meng embang. Kalau t adi ia nampak gagah bagaikan naga atau harimau. akan membantu gali lobang. scsudah itu Kiam Gim cari sepoton g batu untuk dengan pedangnya ukir huruf-huruf yang berbunyi: "Kuburannya Teng K iam Beng. "coba sekarang kau tuturkan itu lebih jelas. Lauw In Giok.. untuk bikin tempat jadi bersih. di sana kita kena terjebak musuh.. Tjiong Toako. Kaum Teng. aku harap kau suka maafkan aku. Setelah pasang bongpay itu. musuh datang dalam jumlah yang besar. di dalam lobang. jangan bersedih pula. Soehoe. Ia duduk sekian lama. ada ahli warisnya!" katanya. kejadian itu tidak ada sangkutannya dengan kau.. cahaya matahari terus mencorong. Tidakkah isterinya telah jadi seorang tapadakpa? "Sungguh busuk musuh itu!" kata ia dengan sengit seraya ia berbangkit Tapi ia ada seorang dengan pengalaman.€Itu ada kejadian yang hebatsekal i. dengan puas.. Ia lantas hunus pedangnya.. Demikian nasibnya satu jago." Kiam Beng coba kumpulkan tenaganya. Dalam kesunyian.. "tetapi. 'Thay Kek Pay dari keluargaku.." Murid ini mandi keringat pada mukanya... aku sangat berterima kasih pa da kau! . "Tadi kau omong tentang pertempuran di waktu malam di dalam rimba pohon lioe. dengan ber nafsu. Malah beruntung kau datang. aa tidak berkuatir. nasib yangmalang. beriutut di depannya. akan kata: "Aku telah perlakukan keliru kepada kau. buat terus diuruki.enyum. Kiam Gim mengawasi sambil tunduk._** Wart a ini ada terlebih hebat dari halnya Lauw In Giok. ia menghela napas. aku telah rubuh! Satu kali kita masuk ke dalam K awasan Hoopak. Semua-semua adalah kepandaianku yang tidak ada art inya. ampunkan muridmu. mereka menubruk. dimasuki. ia lantas kata pada muridnya: "Boe Wie. "Marilah kita kubur soet eemu. "Tidak seharusnya aku izinkan soemoay dan soetee ikut aku melakukan satu perjalanan jauh.. yang telah datang terlambat. tetapi. bagaimana dengan soemoaymu Bong Tiap?" ia tambahkan. Kedua biji matanya pun lenyap sinamya.. ia towel Kiam Gim." bcrkata dia." Hatinya Kiam Gim tergetar. dengan roman pucat." kata ia pada muridnya itu. semua or ang berdiam. akhirnya. "Sudah. Tok-koh It Hang. kalau tidak. air matanya keluar menetes bagaikan hujan.. habis itu. mulutnya perdengarkan suara serak dan tidak nyata. tubuhnya bergemetar..

mustahil dia ta k dapat lolos dari mulut harimau? Ada baiknya jikalau anak-anak muda mendapat pe ngalaman. kau bikin muridmu ini kaget. bersama Boe Wie. Tok-koh It Hang dan In Tiong Kie maju. "Kau sabar. kau ceritalah!" kata ia. ia dapatkan mereka bukan sedang kaburka n kuda mereka. untuk nienunggui dua saudara sepe rguruan itu dapat susul padanya.atu-satunya. Ia memang ada satu penunggang kudajempolan. ia antap saja. Apa mau. lantas ada orang yang telah pa sang mata terhadap mereka! Pada itu hari kcjadian. tangannya digerak-geraki. itu hari mereka te tap bakal sampai di Boe-ip. Boe Wie tidak tega untuk mendesak. Boe Wie jadi sibuk. Di sepanjang jalan. pada jago she Lioe itu. hingga sudah terjadi peristiwa hebat ini. itu waktu. Ia kaburkan kudanya." ia b erkata. "Sabar. terlambat sedikit.. maka itu. Apa mau. Tidak beda banyak adalah Ham Eng.. akan pegang jago Thay Kek Pay ini.. gurumu tidak nanti pcrsalahkankau!" Kiam Gim berdiam. di sebelah mereka. "Memangnya aku tak punya guna. berapa ada jumJahnya musuh. di mana ada rumah orang. hari mi bisa diangga p sudah dilewatkan. atau tentang bedanya berbagai kaum persilatan. "Permusuhan apa ada di antara aku dan musub-musuh itu hingga mereka jadi demik ian jahat?" ia berseru. Ketika perjalanan dilanjuti.. baharu saja mereka keluardari daerah Shoatang. aku tidak salahkan kau. mereka sudah lihat tembo k kota. Rupanya dua saudara itu pikir. aku terima dengan baik. Lioe Loo-enghiong. tetap dua saudara itu tidak dapat cand ak padanya. Aku telah pukul mundur yang satu. Begitulah mereka jalan sampai sang maghrib datang. hingga me reka mesti menunda perjalanan." berkata mereka. Melihat keadaan itu. agaknya ia jadi tenang pula. Bong Tiap ada satu anak yang tak kenal takut. tentang kejadiankejadian dalam dunia Kang-ouw. perihal pengalamannya. H am Eng tunjuk sana dan tunjuk sini. "kau dengarkan muridmu cerita le bih jauh. Kedua soetee dan soemoay itu adalah or ang-orang bam. ia sudah bikin soemoay dan soeteenya ketinggalah jauh di belakang. Boe Wie ada bertubuh bes ar dan romannya garang. sampai batu pecah-pecah dan tc rpcntal! Kumisnya pun bangkit berdiri." ia kata. ia tidak j erihkan "angin besar dan gelombang hebat". Bong Tiap ada muda dan cantik. Di atas kudanya. atau dari depan. ia tendang sebuah batu besar di dcpannya. "Biarkan Boe Wie cerita lebih jela s. "Asal sudah sampai di luar kota. Kiam Gim rasakan hatinya tertusuk. akan kasih bangun pada Boe Wie. "Man kita larikan keras kuda kita!" kata Boe Wie pada dua kawannya. Soehoe niscay a tidak ketahui. Mereka belum keluardari daerah Shoatang. Ham Eng agaknya kurang puas.. Ketika kemudian ia nienoleh. Kau Iihat. Lari belum lama. rupanya ia sedang berda ya membikin Bong Tiap gembira. Mereka menunggang kuda. lakukan perjalanannya ke Utara. Mereka juga merupakan satu rombongan yang menarik hati. yang sering-sering mereka larika n keras. Ham Eng ada muda dan cakap." pikir Boe Wie. mereka hendak menuju ke Kota Boc-ip. d atang lagi rombongan lain. baharu Boe Wie berpikir demikian. m ereka masih belum sampai di kota yang dituju itu. Hoo-pak. Boe Wie menangis. mukanya mcnjadi pucat dcngan tib a-tiba. mendekati maghrib. hanya bocah yang sudah matang. Bukankah kau dan aku juga pern ah ngalami angin hebat dan gelombang da hsyat? Bukankah kita pun masih bisa hidup sampai sekarang? Nan.. ada s aja yang Bong Tiap tanyakan soehengnya. hanya mereka sedang pasang omong dengan asyik. maka kemudian terpaksa ia perlahankan kudanya. seraya pegang tangan m uridnya. tidak apa. "Anak. Bukankah biasa saja di kalanga n Kang-ouw tcrbit angin dan gelombang?€Puterimu bukan gadis biasa. Ia masih anggap sang s oemoay sebagi bocah. Boe Wie jadi tidak cnak sendirinya. Apa mau. "Sekalipun Soehoe persalahkan aku. mereka diganggu hujan. dari kejauhan. Se tiap soemoay itu gerecoki Boe Wie. hayo ka u bercerita. karena ini. Ia ber laku sangat hati-hati di sepanjang jalan. Boe Wie." Beginilah ceritanya Boe Wie: Ham Eng dan Bong Tiap. Tjiong Hay Peng pun maju. Ia ingin b uru tempo. di mana ada buk . Siapa tahu.

it, lantas terdengar suara berisik, dari larinya beberapa ekor kuda, yang mana d isusul sama sambarannya beberapa batang anak panah, yang mengaung di tengah udar a. Dengan hati berpikir, karena berkuatir, Boe Wie hunus pedangnya la tahan kudan ya.€€Segera juga datang satu pcnunggang, yang disusul olch tiga kawannya. Mereka ini bersikap demikian rupa, hingga Boe Wie dibikin terpisah dari Bong Trap dan Ham Eng. Boe Wie mengerti bahaya. La keprak kudanya, buatdikasih lompat, akan hampirkan soemoay dan soeteenya. Kudanya itu bisa lompat tinggi dan jauh. Apa mau, senjat a rahasia datang menyerang. Dengan pedangnya, ia menangkis. Satu serangan dapai dihalau. ia bisa beia dirinya sendiri, apa celaka, kudanya tidak! Dengan satu je ritan, kuda itu ngusruk ke depan, kedua kakinya tertekuk, sampai Boe Wie turut n gusruk juga. akan tetapi ia bisa barengi lompat turun, hingga ia tidak sampai tu rut runtuh. Baharu Boe Wie injak tanah, atau serangan sudah datang kepadanya. Sambaran gol ok ada hebat sekali. Cepat ia herbal ik, sambil menangkis. "Trangi" kedua senjat a beradu keras, sampai lelatu api muncrat. Bentrokan itu membikin Boe Sie ketahui, musuh ada bertenaga besar. Dalam reman g-remang, ia awasi lawan itu, seorang dengan usia lima puluh lebih, mukanya mera h, kumisnya semu merah tua, tangannya menceka! sepasang Poan-koan-pit yang panja ngnyatiga kaki lebih. Qr-ang itu berdiri dengan gagah, dengan jumawa, sepasang s enjatanya seperti pit itu, dia rangkapkan. Itulah sikap dedek "Beng houw hok kian" atau "Harimau nongkrong di peiatok". Dengan hati berpikir, Boe Wie juga siapkan pedang Gin-lan-kiamnya, ia gunai si kap "Kie boh liauw thian" atau "Angkat obor menyuluhi langit". Ia bersiaga untuk segera menyerang, karena ia tidak mau mencrjang terlcbi h dahulu. Kemudian ia p erdengarkan suara mengejek: "Aku kira orang ternama si apa, tidak tahunya segala budak Boan - pahlawan terbesar Ouw It Gok! Maaf, maafkan aku, yang bcrlaku kura ng hormat! Kcpandaian kau orang, aku sudah ketahui! Kau orang, kawanan budak, cu ma pandai kepung orang dengan beramai-ramai!€Sungguh kau orang membikin malu saja pada kaum Rimba Persilatan!" Law Boe Wie tidak kenal Ouw It Gok, tetapi ia kenali orang punya sepasang Poan -koan-pitnya itu, scdang dari sakunya Bong Eng Tjin, ia pemah dapatkan sepucuk s uratnya It Gok, dari itu, iasengaja mendahului menyebut namanya. Untuk sesaat, nampaknya musuh ini kaget, tetapi lekas juga, ia tertawa bcrkaka kan. "Benar aku Ouw It Gok, habis kau hendak apa?" kata ia secara menantang. "Denga n sepasang senjataku ini, aku nanti layani pedangmu yang panjang! Jikalau kau me mpunyai kepandaian, hayo kau maju!" It Gok menantang seraya ia terus€€geraki kaki dan tangannya, bukannya ja siap untu k sambut serangan, tiba-tiba ia mendahului lompat menerjang. Dengan Poan-koan-pi tnya, yang terbuat dari baja pilihan, ia coba ketok pedang orang. Ia mau bersika p keras. Boe Wie tidak pikir untuk adu senjata dengan senjata, ia tarik pedangnya ke ba wah, dari situ ia memutar tangannya, sambil maju, ia menusuk ke arah muka musuh. "Bagus!" berseni Ouw It Gok, yang geser kaki kiri keluar, untuk kelit tubuh, t api setelah itu, dengan "Koay bong hoan sin", atau "Ular naga siluman jumpalitan ", ia maju dari kanan ke kiri, dengan memutar tubuh, sepasang genggaman nya meny erang dengan tipu pukulan "In Hong sam hian", atau "Naga awan muncul tiga kali". Ouw It Gok ini ada kawannya Bong Eng Tjin, dialah yang turut memancing Teng Ki am Beng dengan pakai topengnya. Kepandaiannya memang ada di atas kepandaiannya k awannya itu. Ketika Bong Eng Tjin tertawan, Ong Tjay Wat yang bisa loloskan diri bersamasisa kawannya, lari pulang untuk bawa kabar celaka Mendapat tahu Bong En g Tjin, soeteenya telah terbinasa,'0uw It Gok jadi sangat gusar, maka tidak temp o lagi, ia ajak kawan untuk menyusul, akan cari Law Boe Wie, guna menuntut balas . Sekarang ini, berkat latihan keras, Ouw It Gok ada jauh lebih liehay daripada waktu ia permainkan Teng Kiam Beng, maka itu, dengan hebat ia bisa desak Boe Wie . Ia nyata pandai ilmu menotok jalan darah, karena ujungnya Poan-koan-pit dipaka

i mencari Sha-tjap-Iak-too To-hiat, ialah tiga puluh enam jalan darah! Law Boe Wie tertawa terbahak-bahak kapan ia sudah saksikan cara berkelahi musu h. Sama sekali ia tidak menjadi jerih. Ia lantas melayam dengan gunakan tipu-tip u dari Thay Kek Tjap-sha-kiam, yang ia campur dengan Tok-koh It Hang punya, "Hoe i Eng Keng-soan-kiam".€Ia maju dan mundur dengan gesit, ia tak hendak bentur senja ta musuh, tapi ia pun balas menyerang. Dengan caranya ini, ia bikin It Gok kewal ahan mencoba melukai padanya. Pertempuran ini ada seru, sebab mereka ada satu tandingan. Bicara kepandaian B oe Wie ada terlebih liehay, tapi bicara tenaga, ia kalah setingkat. Boe Wie pun pikirkan soetee dan soemoaynya yang orang telah kurung, yang telah dipisahkan da rinya. Setelah tiga kawannya It Gok itu. kemudian datang pula Iain rombongan, kira-ki ra dua puluh jiwa, bersama yang tiga, mereka ini kepung Bong Tiap dan Ham Eng. M ereka tidak punyakan kepandaian berarti, terhadap itu dua saudara, ia orang suka rberbuat banyak. Hanya, kendari begitu, Boe Wie tetapsibuk. Beberapa kali ia men coba meninggalkan It Gok. saban-saban musuh licin ini rintangi ia. Beberapa waktu telah lewat, tiba-tiba Boe Wic menjadi bingung. Ketika ia gunakan kesempatan, akan lihat dua saudarany a, dua saudara itu sudah tidak ada di tempat pertempuran tadi, mcrcka irii pinda h bcrsama sekalian musuh-musuhnya. Segera juga terdengar suara berisik dari mere ka itu, tidak lagi tcrtampak orangnya. Bukan main gusarnya Boe Wie, lantas ia desak It Gok. Sekali ini ia gunakan pwc e-pwee lak-tjap-sie-tjbioe dari Keng-soan-kiam, enam puluh empat jurus pcdang da ri Tok-koh It Hang, sedans tangan kirinya, mengimbangi pedang, mencari jalan dar ahnya musuh itu, tangan kirinya ini ada terlebih liehay daripada Poan-koan-pit d ari Ouw It Gok. Oleh karena terburu nafsu, Boe Wie sampai alpa menjaga dirinya rapat-rapat. Ia majukan kaki kiri, tubuhnya ikuf, tangan kanannya, dengan pedangnya, membabat l engan kanan dari musuh. Ouw It Gok girang sekali melihat ini macam serangan. Ia segera lompat ke sampi ng kiri lawannya, dari situ ia mendak sedikit, akan menyapu. Boe Wie telah serang tempat kosong, ia iihat datangnya serangan, ia berlompat, sampai tingginya satu tumbak lebih. Lompatan ini bisa singkirkan tubuh dari sen jata musuh. Tapi It Gok berlaku sebat, akan menyabet naik ke atasi Dalam keadaan seperti itu, Boe Wie jadi seperti bcrada di tengah udara. inilah salah satu gerakan "Tjeng kang toe tjiong soet" atau "lompatan entengi tubuh" d ari Tok-koh It Hang, yang ambil itu dengan meneladan sikapnya garuda menyambar. Ilmu ini Boe Wie bisa jalankan dengan baik, walaupun bclum sempurna bctul. Ia kelit dar i Poan-koan-pit kiri, ia jejak Poan-koan-pit kanan, berbareng dengan itu, tangan nya yang kiri dengan "Yoe Hong tarn djiauw", atau "Naga mengulur kuku", menyamba r ke lengan kiri. Tubuhnya rada mendatar. Ouw It Gok kaget bukan main. Syukur dia bukannya satu ahli silat biasa saja. L ekas-lekas ia jengkang tubuhnya, kaki kanannya mendahului ditekuk ke€€belakang,€€sembari terlentang, sebelah kakinya dipakai menendang ke atas, kepada tubuhnya musuh. D engan cara ini, ia sudah selamatkan lengan kirinya. Tapi Boe Wie tidak sudah saja karena serangan "Yoe Hong tarn djiauw"nya tidak memberikan hasil, ia sudah lantas susu 1 itu dengan "Tcng san kan goat", atau "M endaki bukit mengejar rembulan". Satu kali ini, tangan kirinya yang liehay telah bentur pundak orang, atas mana, It Gok rasakan anggota tubuhnya itu jadi san ga t panas, hingga ia tcrpaksa gulingkan tubuh, dengan "Koan long ta koen", atau "S erigala berguling-guling", sampai jauhnya beberapa tumbak, kemudian dengan gesit ia melompat berdiri, akan terus lompat lebih jauh, untuk lari ke dalam lebatnya pohon gandum di tepian. Law Boe Wie tertawa dingin, ia tidak kejar musuh itu, ia ham/a lompat ke dalam rimba, guna cari kedua saudaranya seperguruan. Di antara suaranya yang berisik, beberapa penjahat sambut musuh ini dengan ser angan berbagai senjata rahasia. Boe Wie gunakan pedangnya, tangannya, akan punah kan sesuatu serangan, atau ia bcrkclit, dengan begitu, tidak ada satu senjata ra hasia yang mengeriai tubuhnya. Ketika ia berhasil nerobos ke dalam rimba, di sit

u cuma ada enam atau tujuh penjahat, Bong Tiap dan Ham Eng entah kemana. Lain-la innya penjahat pun tidak ketahuan kemana perginya. Selagi Boe Wie melihat keliliingan. tujuh penjahat itu maju mendesak. Mereka i ni tidak lihat gelagat. Boe Wie sambut mereka dengan tangan kirinya yang diayun. Tangan kiri ini telah tanggapi beberapa piauw dan panah tangan, sekarang semua senjata itu dibayar pulang! Sambil menjerit, tiga penjahat kelihatan rubuh. Boe Wie menyerang sambil maju, akan sekarang gunakan pedangnya. Lekas sekali, ia rubuhkan dua musuh, atas mana, dua musuh yang lainnya lantas lari ke dalam te mpat yang lebat dan gelap. Maka di€€€lain€€€saat,€€medan pertempuran itu jadi sunyi, kecuali suara desirannya sang a Sia-sia saja Boe Wie mencari ke sana-sini. Ia lintasi sebuah bukit, ia sampai di deparfnya sebuah selat, yang dalamnya kira-kira dua puluh tumbak, yang penuh dengan batu dan bala dengan oyotrotan.€Kelihatannya seperti bekas ada orang jatuh bergulingan di oyot rotan itu. Maka, melihat demikian, ia menjadi kaget. Tidak tempo lagi, ia terjun ke bawah, turun ke selat itu, untuk cari dua saudara seper guruannya. Selat ada gelap, sukar akan melihat apa-apa, maka Boe Wie ambil dua potong bat u, ia benturkan itu satu dengan lain dengan keras sekali, sampai muncratlah Icla tu api. Ia segera nyalakan api itu pada rumput kering di dalam selat itu, ia mem buat segumpal rumput, buat dijadikan obor, setelah padamkan api yang melulahan, iagunai obornya itu untuk menyuluhi. Tanda-tanda darah, yang bercerecetan, ada tertampak, akan tetapi tubuh, atau m ayat orang, tidak. Hal ini bikin Boe Wie kaget dan berkuatir. Siapa itu yang ter luka? Orang jahat? Bong Tiap atau Ham Eng? Kalau.benar dua saudara itu yang terl uka, itulah hebat, jangan-jangan mereka sudah terbinasa.... Tercengang Boe Wie memikirkan itu Tapi ia lantas mencari terus, di sekitar sit u. Ia tidak pedulikan malam ada gelap, angin ada keras. Boleh dibilang seantero malam ia gelcdah daerah itu, tetap ia tidak mernperoleh hasil. Ia bingung bukan main. Ia pun tahu, ia tidak bisa berdiam terialu lama di situ. Akhimya, ia ambil putusan. Iaiah di itu malam juga, ia menuju ke Djiat-hoo, akan susul gurunya. S yukur ia ketemu Hay Peng bertiga dan bersama mereka itu, ia akhimya dapat cari g uru dan soesioknya, malah bisa tolong mereka loioskan diri dari kepungan. Demikian ada ceritanya murid ini, yang bikin Kiam Gim bcrdiri diam, mukanya pu cat sekali, suatu tanda ia lagi bcrpikir dengan keras. Kabar-kabar hebat toh dat ang beruntun-runtun. Sudan istcrinya jadi orang bercacat. sekarang puterinya len yap! Sehabis centa, Boc Wie berdiam, mukanya pun pucat dan lesu sekali. In Tiong Kie dan dua kawannya lantas hiburkan Kiam Gim. "Aku percaya Bong Tiap dan Ham Eng loios dari bahaya," demikian antaranya In T iong Kie. "Mereka toh bukannya orang-orang lemah dan bodoh. Tentu mereka loios d i antara tegalan pegunungan itu hingga karenanya mereka jadi berpencar dengan so eheng mereka." Lama Kiam Gim berdiam. Akhir-akhimya iaangkat kepalanya Dengan perlahan-lahan, ia usap-usap pundaknya Boe Wie. "Inilah bukan kesalahan kau," kata ia, dengan sabar sekali, suaranya pun perla han. "Kau tak usah terialu pikirkan mereka. Biarlah anak-anak itu mengandal pada mereka punya peruntungan . Umpama kata mereka bcruntung bisa loios, di belakang had kita akan dapat cari mereka...." Bcnar baharu Kiam Gim habis berkata begitu, Tok-koh It Hang terkejut dengan ti ba-tiba, hingga air mukanya berubah, lekas-lckas ia mendekam di tanah, akan pasa ng kupingnya. Ia terus mcndengari, selagi kawan-kawannya merasa heran, semua awa si ia. Scbcntar saja, Pek-djiauw Sin Eng sudah lantas lompat bangun. "Kawanan anjing datang untuk gelcdah bukit!" kata ia, dengan suara dari kemend ongkolan. Pada masa mudanya, Tok-koh It Hang ada satu hiap-too, penjahat budiman, ia pan dai mendekam di tanah, akan pasang kuping, hingga, kalau ada barisan serdadu, ia bisa duga-duga jumlahnya. Dan sekarang ia merasa pasti, yang datang itu ada pas ukan terdiri dari lima atau cnam ratus jivva. Hal ini ia beritahukan pada kawan-

hingga ia kertak g igi. untuk jauhkan diri. hingga senjata ini bisa dipakai menikam berbareng menggaet Ini ada suatu senjata langka. In Tiong Kie dan Lioe Kiam Gim tidak setuju. akan ambil beberapa potong Kim-tjhie-piauw. Sembari lari. makin lama ia berkisar makin jau h dari kedua saudaranya itu masing-masing." Boe Wie terima baik perkataannya iru guru. ia sudah ja nji pada Tok-koh It Hang untuk sambangi Tjoe Hong Teng di Shoatang. tidak ada bergantung urusan Bong Tiap dapat dicari atau tidak. Pertempuran sore itu ada hebat bagi Lioe Bong Tiap. akan tengok isterinya. Musuh telah bikin ia terpi sah dari toasoehengnya Law Boe Wie. Kiam G im ingin jtengok isterinya. kalah ada ruginya. dia 'tank pulan g tangannya. maka itu. Setelah ada keputusan Kiam Gim berikan perkataannya kepada Tok-koh It Hang bah wa dia tidak bakal langgar janji mengenai cita-citanya membela negara. tetapi justeru ia kegirangan. hingga d i lain saat. yang tidak Sudi sudah dengan begitu saja. dia lamas memburu. diikuti oleh kawan-kawannya. Bong Tiap masih dapat ketika akan melirik kepa da kedua saudara seperguruannya. berbareng mana. muridku. bahwa bua t itu. Selagi melayani musuh-musuhnya." ia tambahkan pada Boe Wie. ia ingin cari puterinya. beberapa musuh perdengarkan jeritan. memang keselamatan soemoaynya adala h yang ia paling pikirkan. "Aku mesri tobloskan mereka ini. "Dan kau. Menyusul ini. menang tidak ada untungnya. tangan kanannya merogo h sakunya. yang ada gusar sekali. yang ujungny a lancip dan bengkok. Ia sangat sayang soemoay itu. Melainkan sang lawan. ia berlompat melewati kepala musuh. Boe Wie adalah yang diberikan tugas. Bong Tiap geser pedangnya ke tangan kiri. Kesudahannya diputuskan buat Kiam Gim bcrangkat dnl u ke Shoasay. dari itu ia dapat tahu sang toasoeheng lagi dis erang hebat oleh satu musuh yang bersenjatakan Poan-koan-pit. di samping itu. Tok-koh It Hang semua bisa mengerti kesangsiannya jago Thay Kek Pay ini. Ia sebenarnya tidak punya pengalaman. sebab untuk cari Bong Tiap. urusan negara. Yang kedua menggunai sebatang golok besar dan ber at hingga Bong Tiap tidak berani benturkan genggamannya dengan senjatanya kedua musuh itu. Syukur yang lainnya ada tidak berarti. Salah satu muridnya Ouw It Gok menggunai tumbak Siauw-tjoe-rjhio. tangan kanannya itu diayun ke arah musuh-musuhnya. mereka ini bukannya la wan-lawan yang lemah. Ketika ini digunakan oleh Bong Tiap. Law an itu kaget. Untuk cari Bong Tiap dan Ham Eng. bagaikan cecapung menyambar air." pikir ia kcmudian. Tok-koh It Hang. hingga saudara ini tidak punya kesempatan lain kecuali melayani musuh itu dengan sungguh-sungguh. m alah ia masih bisa berpikir. untuk berloncat tinggi. yang di masa kecilnya i a suka ajak memain. Bong Tiap girang dengan kesudahannya ini. sedang sam-soehengnya Tjoh Ham Eng mesti berkutat dengan fain-Iain musuh. Penyerang-penyerangnya putcn dari Lioe Loo-kauwsoe terdiri dari sepuluh orang. Buat apa layani segala serdadu. tetapi Kiam Gim dan Boe Wie berdiam. bacokannya turun terus ke arah pundak. Maka itu mereka a mbil putusan buat menyingkir saja Tjiong Hay Peng lalu nyatakan ia suka ikut Tok-kph It Hang dan In Tiong Kie pe rgi ke Liauw-tong. kemudian seraya putar tub uh dengan tiba-tiba. Yang pertama ada urusan perseorangan. tubuh mereka rubuh saling susul. Baharu nona ini memikir demikian atau lawannya yang memegang golok membacok ia dengan hebat dengan "lay san ap teng" atau "Gunung Tay San menindih batok kepal a". mereka bersangsi. temponya tak kc tcntuan. kali ini ia mesti layani musuh secara hati-hati aga r tidak sampai terjadi kealpaan pada dirinya. Ia menjadi sengit.kawannya. di antaranya dua ada mund-muridnya Ouw It Gok. selagi bacokan menge nai tempat kosong. ia barengi membabat lengan orang. ia telah lolos dari kepungan. pihak . Ia mcn jadi sibuk sendirinya kapan ia dapat kenyataan. maka itu mereka lantas berunding. yang kedua. tetapi pertempuran malam di rumahnya membikin hatinya tambah mantap. "tolong kau capaikan diri untuk kau pergi cari soemoay dan soeteemu. Urusan menjadi ahli waris Thay Kek Pay sep erti keinginan soesiokmu itu kita boleh tunda dahulu. ia tidak jerih. "Mari kitalabrak mereka!" berseru Tjiong Hay Peng. Ia cepat bcrkelit kc samping. gerakannya sangat sebat. hingga dia keluarkan seruan.

yang sudah lama ikuti Ouw It Gok. Ia hendak bcrbangkit. sedang musuh-musuh itu mulai datang dekat pula. maka itu. ia lanjuti tindakannya lari ke depan. ia menoleh pada kawan-kawannya. untuk jumput itu. "Soethay. bahunya yang k anan itu lantas saja kena tertusuk. apa celaka. ia tak bisa manjat di kiri dan kanan. Dalam keadaan seperti itu. dia telah Jukai lenganku! Kita adalah or-ang-orang yang ditug . Sudah begitu. hingga berbareng muntahkan darah hidup. ia tidak sempat tarik pulang senjatanya.€Ia gunai pula sen jata rahasianya. Ia baharu injak tanah. sedang si nona sendiri rebah tak berdaya. ia rubuh dengan tak sadar akan dinnya. Semua musuh mengejar terus. tetapi apa mau. kemudian mereka semua memand ang ke arah dan mana suara datang. ia enjot tubuhnya. Hanya. atau kakinya lemas. dalam keadaan seperti itu. kenapa kau orang menjublak sa ja? Lekas bekuk ini anak ayam! Lekas bungkus lukanya! Sayang jikalau ia sampai t erbinasa!" Dengan sebenamya. jauhnya satu tumbak. hingga ia me nggigit gigi untuk menahan sakit selagi ia cabut piauw itu. Selagi tikamannya mengenai tempat kosong. Nona Lioe menjadi nekat. dari itu. Tidak tempo lagi. dari itu. Bong Tia p tidak bisa berkelit atau menangkis. Tetapi ia bisa ambil putusan cepat. Di antara remang-remang karena gclapnya lemba h. mereka lantas saja tertawa. maka dalam gusarnya. katanya: "Anak ayam ini tak nanti lolos! Ja ngan bunuh dia! Dia mesti ditangkap hidup!" Melihat keletakan. balas menyerang dengan senjata rahasia juga. "Kau lihat. Ia berhasil mengelakkan beberapa senjata mus uh itu. kawan-kawan itu berdiri bengong karena saksikan kawannya dan si nona sama-sama terluka. terbaret panjang Sementara itu. ia mempunyai pandangan yang luas. mereka tampak satu pcndcta perempuan. akan loncat turun ke dalam lembah. ia loncat ke depan.lawan. ada mem pun ya i banyak pengaiama n. atau ia dengar musu h tertawa mengejek. atau "Ik an lee-hie meletik". Musuh menjadi kaget. ia berkelit. belum sempat mereka maju. tiba-tiba mereka dengar satu ! suara nyaring dan mengaung luar biasa. sedang menghampirkan mereka. semua piauw telah digunai. selagi berbu at demikian. "Hei. sebatang€€€€€€€€€€yan-bwee-piauw menyambar juga pinggiran teteknya yang kiri. Dengan tiba-tiba. untuk sesaat. tumbak gaetan musuh telah datang menyambar. sebentar lagi. ia segera papaki musuh den gan tipu tusukan "Hoan sin hian kiam" atau "Persembahkan pedang seraya memutar t ubuh". Menjadi sa dar. p endeta perempuan. lalu pedang Tjeng-kong-kiam d itikamkan ke arah lawan itu. yang tidak rubuh. buat dipakai membungkus luka di tangannya. Ia tidak merasakan sakit yang hebat. dengan gerakan "Lee hie ta teng". serindak demi setindak. dia mi adalah seorang perempuan Kang-ouw yang jahat!" demikian ia be rkata. malah musuh yang pegang tumbak gaet sudah loncat ke arah senjatanya. malah yang bersenjatakan tumbak gaetan Siauw-tjoetjhio sambil teriaki kawan-kawannya. hingga darah hidup s egera mengucur keluar. hingga ia tidak berani berlaku sem brono. Ia tak bisa lari lebih jauh lagi. ia lempar tumb aknya. hingga ia terguling rub uh. tubuhnya sud ah merangsek dekat sekali si nona. ia kirim kepalan kinnya. Musuh itu. semua musuh kena dirintangi. segera ia perlihatkan kegesitannya. akan loncat sana dan sini . di depannya ada sebuah selat. ia tidak lagi bisa gunai piauwnya dengan semp urna. Tapi. Musuh yang bersenjatakan Siauw-tjoe-tjhio itu tertawa mengejek. yang tangannya mcncekal kebutan suci Hoed-rim. maka ia me njadi terperanjat. atau di belakang ia. untuk menyingkirdari musuh-musuh itu. Sebentar kemudian. dadanya kena dipukul keras sekali. atas mana. ia tak keburu egos lengannya. untuk turun tan gan. yang usianya sudah lanjut sekali. walaupun. Bong Tiap sampai di satu jalanan kecil yang berlamping gunung. Dengan geser sedikit tubuhnya. ia robek bajunya. Ini ada serangan tidak diduga-duga dari musuh yang telah terluka itu. ia bisa lihat bahwa si niekouw. Baharu ia hendak b erbangkit. untuk hindarkan diri dari bahaya. "Celaka!" ia menjerit dalam hatinya. disus ul bentakan seorang perempuan tua: "Siapakah kau orang yang berani ganggu satu n ona? Jangan turun tangan!" Semua musuhnya Bong Tiap menjadi terkejut. akan tonjok ulu hati orang. Bong Tiap dipaksa lari ke arah dalam rimba. bukannya orang sembarangan. nancap di dagingnya.

tubuhnya rebah ti dak berkutik lagi. luka dalammu ba kal kambuh. maka taklah cukup apabila kau orang tidak diajar adat! Tetapi Budha kita ada maha suci dan kasih. harap Soethay ti dak campur urusan kita!" Di iuar dugaan. selanjutnya kau orang tidak bisa bersilat pula. Apa yang terjadi adalah di luar sangkaan. lantas mereka bisa geraki kaki-tangan. bole . "Ngaco!" katanya dengan bengis. terus mereka bangun berdir i. atau kau orang jangan nant i sesalkan padaku. disusul sama sambarannya tiga batang piauw di tiga jurusan. maka kau orang haruslah jadi penduduk baik-baik. sembari tertawa dingin. orang yang bersenjatakan Siauw-tjoe-tjhio. karena tak disangka. tumbak itu terlepas dari cekalan. dan si niekouw tidak bersiap. sedang tan gannya yang kanan. atas mana. dengan yang satu ru buh. dari itu pinnie ju ga tidak inginkan jiwa kau orang! Sekarang pergilah! N iekouw tua itu hampirkan empat orang. niekouw itu be rt in dak mendekati. "Tidak. diam-diam tangannya yang kin" siapkan tiga batang yan-bwee-piauw. Katanya ada satu nickouw yang tidak ketahuan asal-usulnya. atas itu. lantas saja mereka ngel oyor pergi. tadinya u ntuk taati titah kawannya. maka si penjahat ini du ga. menikam bagaikan ular meny ambar. akan tetapi muridnya Ouw It Gok rubuh dengan segera. kau orang masih hendak turun tangan terlebi hjauh! Jikalau kau orang bukannya bermaksud buruk. yang sekarang untuk serang si niekouw tua. geraki tumbaknya Siauw-tjoe-tjhio. ia berikan dupakan enteng pada tubuh s esuatu dari mereka. s esudah ia bikin orang tak berdaya. Itulah bukan!" kata muridnya Ouw It Gok. kau orang rupanya tak ketahui aku! Tetapi apapun tentang piauw Bo uw-nie-tjoe. Memang. Iantas terden gar suara keren dari si niekouw. Kau orang sudah dengar suaranya piauwku tetapi kau orang masih berani hendak melawan aku. bel um sampai mereka datang dekat. Mereka ini sementara itu sudah merangsek. pergilah kau orang! Kawanan itu mati kutunya. s ejak sekarang ini. dia menyangk al. keterangan itu bukannya membuat si niekouw tua undurkan diri. Rombongan muridnya Ouw It Gok ini terdiri dari lima orang. Sembari menotok jalan darah orang. Dia ada sangat jeli matanya. atas mana di dalam lembah segerala h terdengar suara nyaring dan mengaung seperti tadi. tinggallah empat orang. terlempar entah ke mana! Hebat adalah sampokan terlebih jauh dan ujung kebutan itu. Mereka terpis ah dekat satu dengan lain. "Di mana ada seorang nona b egini muda dan manis menjadi penjahar? Dia punya luka melebihkan hebatnya lukamu ! Sudah kau orang bikin dia pingsan. Dengan mulutnya. kau orang tid ak lagi bisa bekerja berat. Lantas saja mereka rubuh. pada sepuluh tahun yang lampau. jangan langgar itu. mereka cuma manggur-manggut. walaupun dia telah dibokong. Ketiga piauw melewati sasarannya. Hanya. si niekouw tua kata pula: Pi nnie tinggalkan jiwa kau orang. Menyusul itu. Niekouw tua itu tak dapat dipandang enteng.€€dengarnya€€dari€€€satu soepehnya. dan kebutan suci menyamppk tumbak gaet an. ia pemah dengar tentang senjata rahas ia piauw Bouw-nie-tjoe. mereka pun lagi s angsikan suara mengaung. mengenainya perlaha n sekali. katanya: Kau orang cobakan rasanya piauw Bouw-ni e-tjoe! Perkataannya orang suci ini ditutup berbareng dengan menyambarnya piauw terhad ap sesuatu dari empat penjahat itu tanpa mereka ini sanggup bcrdaya. dia justru mendesak. yang pe rnah ikuti Ouw It Gok terlebih lama. kau orang tidak pernah dengar? kata si niekouw tua sambil tertawa. yang rebah diam saja. kau orang bakal muntah-muntah darah dan akhimya binasa! Pinnie telah kasih peringatan pada kau orang. mereka lihat tangan kirin ya si pendeta perempuan telah diayun ke atas. gesit gerak tu buhnya. den gan demikian. Nan. Di antara mereka. dalam tempo tiga hari. luka dalam tubuhmu tidak bakal kumat. pasti dia akan berhasil. siapa di masa muda -pernah€€de ri€€satu sahabatnya. di bikin sadar oleh kata-kata si niekouw tu a. lenyap perasaan sesemutan da n beku mereka. tentu kau orang adalah kawana n penjahat!" Selagi berkata demikian. malah merek a seperti tak ketahui datangnya serangan. € Kawanan tikus. tapi satu kali kau orang ber silat atau bekerja dengan memakai tenaga. tetapi ilmu silat kau orang tak dapat dipertahan kan karena dengan itu kau orang biasa berbuat jahat Baiklah kau orang ketahui.askan pembesar negeri untuk menawan diaini! Sebagai orang suci. sambil tertawa.

jadi sangat ketakutan. atas mana nampaknya ia berhati lega. satu nieko uw tua sedang kebuti ia dengan perlahan-lahan.€€lebih€€€dahulu kedengara uaranya mengaung. ada dua rupa. itulah ada di hari keenam sejak ia dikeroyok. karena di situ ada patung Budha. Adalah biasanya. buat dikasi h naik atas bebokongnya. akan tetapi. api lilin memain memberikan bayangan. Kcbutan itu lemas bagaikan s egumpal bulu ekor kuda. tetapi jug a sudah punya dasar dan dasar dari satu ahli. Ilmu menotok jalannya darah. ia bertindak meninggalkan tempat bekas pe rtempuran itu. mesti ada orang j ahat yang dapat bagian. Segera ia bekerja. kepandaiannya menggunakan kcbutan itu entah ada kepandaian dari golongan atau cabang silat yang mana. sesudah mana. Apakah aku sedang mimpi? tanya ia pada dirinya sendiri. Dia tidak saja berbakat. jalan napasnya sangat perlahan. karena senjata yang digunakan ada Hoed-tim atau k cbutan. orang tak ketahui. sebagai kesudahan dari dikalahkannya. ia telah la tiga puluh berandal yang liehay dan scmua berandal itu kena ia rubuhkan dan takl ukkan. apabila ada orang yang ber kepala batu terhadap pertimbangannya itu. biasanya. Siapa sangka. sedang Lioe Kiam Gim. niekouw itu tidak pernah kelihatan ada gunakan genggaman. Kcbutan itu pun bisa digunakan sebagai pedang Ngo-heng-kiam atau ruyung Teng-tjoa-pian. ke betulan sekali. dengan sangat perlahan. Laginya. Bong Tiap tidak sadar. selewatnya i tu. juga luar biasa. maka itu. akan dapatkan j antungnya masih memukul. sedang darah masih mengalir keluar dan lukanya. sedang juga. bahwa saban kali dia ini muncul. di waktu gunakan piauwnya itu. keman a lagi aku hendak mencari? Tidak tempo lagi. di waktu bertempur. ia menjerit . pendeta ini membungkuk. maka orang percaya. seka rang ia muncul secara tiba-tiba. itu nickouw suka lepaskan dahulu satu piauw. ialah menotok jalan darah. ia lupa segala apa . untuk si niek ouw datang sama tengah. kepandaiannya niekouw ini adalah ho et-hiat atau menutup jalan darah . suara itu seperti juga tanda untuk orang bersiaga terlebih dahulu. atau Hoed-tim. guna berikan pertimbangannya. Ia pun dapatkan dirinya berada dalam sebuah ruan gan suci. Umpama O uw It Gok. Untuk belasan tahun aku cari satu nona guna dia wariskan aku. meskipun sekarang darahnya itu dapat dicegah keluarnya lebih jauh. kekuatannya sanggup melaw an pedang. Di samping ia. ata s mana. Itulah kejadian pada sepuluh tahun yang berselang dan si niekouw. hingga ia liha t si nona rebah dengan kedua mata meram.€Dan ia gigit bibirnya. ia toh bersenyum. ia pu n telah keluarkan tcrlalu banyak darah. dulu ia sudah berusia lanjut. baharu senjatanya€€menyambar sasaran. dia cuma mengebut dengan kebutann ya. Ia lantas raba dadanya. Niekouw tua itu kerutkan alis. segera ia ingat bagai man a orang serang ia. Tok-koh It Hang dan Law Boe W ie. ia bekal. biasa digunakan dengan tangan kosong. mereka mesti hentikan pertempuran. saban kali€€digunakan. Di samping hajaran pada dadanya. ia masih sangat€€lemah. di waktu orang bertempur. hi ngga mereka ngeloyor dengan mulut bungkam. ke arah atas. selagi digunakan. dia pandai ta-hiat . ia sebenarnya sudah menutup mata. yaitu piauw Bouw-nie-tjoe. ia hanya dekati Bong Tiap. dia hanya merasa seperti melayang-layang di tengah udar a. pernah dengan€€seorang€€€diri.€€€dengan kebutannya. Maka orang yang bersenjatakan tumbak gaet Siauw -tjoe-tjhio itu. dan asap hio bergulung-gulung mendatangkan bau harum. akan angkat tubuh orang. Niekouw itu antap orang angkat kaki. Ta-hiat atau memukul jalan d arah . ia rubuh. menggunai tiam-hiat . untuk disambar dengan sebatang yang lain. jikalau aku tidak ambil dia. apabila orang dengar suara piauw itu beradu. akan tetapi. dan tia m-hiat . Ada tersiar cerita. hingga b crsuara nyaring sekali.€€biasa memakai senjata Poan-koan-pit atau batang Hoentjwee Tiat-yan-kan. sekarang aku dapati dia ini. Piauw itu ada untuk menyerang jalan darah. terutam a sebagai alat untuk menyerang jalan darah. Beda daripada itu dua. atau kalau dia gunai. melainkan senjata rahasia. Dicarinya sukar tapi toh didapatinya begini gampang kata ia seorang diri. dia pasti bakal merasai akibatnya yang hebat. Kebutannya. tidak pernah orang dapat lihat pula padanya. ialah periksa luka dan obati itu dengan obat luka yang. hingga kedua piauw bcntrok satu dengan lain.h jadi datangnya dari In-lam. Di samping itu. Bong Tiap terus tak sadar akan dirinya. Ada dibilang lebih jauh. ketika akhirnya ia merasakan dirinya lega dan ia buka matanya.

niekouw itu lebih tua daripada ia sedikitnya tiga puluh tahun. Tentang ayahmu. akan tetapi menurut pembilangannya. bawa udara ada bcrsih dan menycgarkan. siapa itu ay ah kau? Kau harus ketahui. Tentu! Kcnapa tidak? sahut si nona. kata . aku n anti cari tahu tentang mereka. pada niekouw tua itu. pada urusannya sendi ri. pemandangannya ada cupat. kata si niekouw sembari bersenyum melibat kek agumannya itu. hingga Bong Tiap merasa hatinya terbuka. Hanya aku tidak bisa turut sekarang juga. sekarang ini kau belum bisa jalan. Aku tidak takut udara dingin! Selama di Kho Kce Po. kau sudah keluarkan terlalu ban yak darah. aku terima ia di sini untuk kerjakan ini dan itu. maka juga dinamai Tjhee-tiong. serangan angin ti dak mendatangkan hawa dingin. ialah satu di Ie-soh-tjiauw-beng di Mongolia Luar. Hoei S ioe boleh layani kau. Di hari kedua. kata si pendeta setelah berdiam sekian lama. di Mongolia dan Tibet sama sekali telah dirika n tiga buah kuil. niscaya kau tidak lemah lag . dari itu. Tempat apakah ini? akhir-akhirnya ia tanya. ia tanyakan itu pada Hoei Si oe. ia bisa jalan dengan perlahan-lahan. barangkali aku bisa bantu pikirkan dayanya. untuk diaj ak keluar dari dalam trail. fan ada daerah di luar perbatasan. la pun rasakan tubuhnya sangat lemahLewat lagi beberapa hari. scbaliknya. Bong Tiap tidak pemah merantau. Keadaan di sini masih tidak an eh. Lantas si niekouw ini tuturkan ten tang musim atau hawa udara di Mongolia dan Tibet. apa pula untuk per gi kc Djiat-hoo yang ada ribuan lie jauhnya.€Ia jadi ingat pada pertempurannya di Boe-ip. Inilah Soei-wan yang berada jauhnya tiga ribu lie dari Boe-ip. maka kau perlu beristirahat di sini. buat pergi ke pckarangan luar. Ia toh lagi ikuti toa-soehengnya akan pergi cari ayahnya di Utara. ia hanya utamakan ilmu silat saja. dan yang ketiga ialah kuil ini. apa kau hendak turuti aku menyaksikan itu? tanya ia kemudian. aku nanti pergi. Ia merasakan sakit! Jadi ia bukan lagi bermimpi. Bong Tiap menurut. Lebi h baik kau tuturkan aku tentang hal-ihwalmu. ia bersekolah sedikir. benar-benar niekouw tua itu telah berangkat menuju ke Djiat-hoo (Yehol). dan hendak cari juga kedua soeheng. Di sini biasa€€€tumbuh€€€rumput€€€putih. Kau telah terluka parah. salju telah lumer.dimaksudkan Ham Eng air mukanya si nona menjadi guram d engan tiba-tiba.€Ia sangat ketarik sama pemandangan jndah di luar kuil itu. suaranya perlahan. ialah tepinya Sung ai Tay Hek Hoo. Nona Lioe sudah bisa turun dari pembaringan. m n itu kuburan bcrumput hijau. kau beristirahat di sini. Hoei Sioe ada orang Mongolia. si juwita kenamaan. Kalau ayah dan soeheng kau terancam bahaya. Tatkala itu ada di permulaan musim panas.sendirinya. Niekouw itu usap-usap rambut orang. Kau rebah lagi beberapa hari. maka akhirnya si niekouw tua tuntun ia. Bong Tiap masih belum tahu halnya si niekouw tua. maka sekarang ia menjadi kagum d an ketarik hati. Bong Tiap tidak berkeberatan akan tuturkan urusannya. sahut si pendeta percmpuan sambil bcrsenyum. ia pemah pelajarkan juga ilmu silat kasar-kasar. Gunung Himalaya.si niekouw dengan perl ahan. aku pemah dengar. Aku punya soetjouw. tentang gunung di Tibet. Hoei Sioe sudah tua dan kurus. atau Kuburan Hijau. keadaan di s ana ada asing bagiku. ia ada terlebih tua dari si niekouw. ia lekas menambahi. kau belumsembuhjangan sembarang geraki tubuh. satu di Tji p-sip-Ioen di Tibet. Kau belum tahu tentang bagaimana ak u telah tolongi padamu. sedikitnya lagi satu bulan. bersama-sama soeheng aku biasa menggayuh perahu di dalam mua ra! Menyebut sang soeheng . dilihat dari romannya. Kau h bat itu gundukan tanah dengan rumpu tnya yang bijau? Itu ada kuburannya Ong Tjiauw Koen. Nona. Sekarang aku hendak cari ayah di Djiat-hoo. baiklah. kata ia. Kau juga tak boleh bicara. sekalip un di musim dingin. Nona. na nti kita orang pasang omong . suaranya sabar. Su dah tiga atau empat puluh tahun aku tidak pemah pergi ke Kwan-lwee. Cuma urusan ayahnya bikin ia sangsi. kau kasih tahu aku. Nona. dengan sikap tetap lemah-lembu t. Kau tclah banyak ikuti Soethay begitu banyak tahun. hingga si nona jadi semakin ket arik hati.

ia gembira sekali. sesudah iasembuh benar. bcrapa usianya. ia jawab: Mana aku mengerti ilmu tak jadi mati? Tubuhku sehat disebabkan aku berlatih sila t. dengan sendirinya. hanya aku belum puas karena kepandaianku belum. Soethay tertawa. bila nanti Soethay pulang. Maka itu. di Propinsi Hoolam di mana. hingga ia dipandang sebagai ieiuhur pertama di Tiongkok tentang agamanya itu. sckarang ia dapati Bong Tiap scbag ai kawan. Karena itu. baharu ia keluarkan tenagapya. ia duduk bcrscmedi menghadapi tembok. Bcrsama ia. sckali ini. untuk sepuiuh tahun. Sekarang ia dapat pelajaran dari Kaum Sian Tjong . yang rontok jatuh. hing ga ia berhasil membangun pelajaran agamanya. ia gembira bukan main. ada€€orang€€yang€€€bakal arisinya. Bagaimana bila ia dengar kabar hal ayahnya? Apa bisa ia berdiam di kuil itu tanpa pergi sambangi ayahnya?€Bagaimana bila si ni ekouw tua itu paksa untuk ia berdiam di sini? Sementara itu. Pemah aku tanya Soethay. Atas pertanyaanku itu. Sekarang Sim Djie turunkan kepandaiannya kepada Bong Tiap. kata ia. kal teguraku Ia pun bersenyum. Selama beberapa tahun ini. Kaiau aku bikin rusak. Memang Hoei Sioe pernah bilang. Cukup€€sebegini. atau daun-daun lantas rontok. ketika dengan mengarungi lautan. Kau lihat . Kcmudian kcduanya bicara pula. Tat Mo Siansoe tidak cuma faham agama Budha. juga batangnya. Selang satu bulan. aku tidak punya kepandaian lain kecual i sedikit tenaga. Toh ada orang tani biasa. aku belum dapat murid yang aku cari. meluruk turun. Kerajaan Selatan dan Utara. ilmunya Budha pun tak dapat tolong membebask annya. Nona. Nona. Ia hunjuk alemannya. ia mulai diberikan pel ajaran silat. Soethay menghela napas ketika ia menambahkan: Aku bakal jadi lilin yang aka n habis sumbunya.€ Apa kau sudi perlihatkan aku satu atau dua jurus Mana aku beratri? sahut Hoei Sioe. dan kenapa ia nampaknya tidak jadi tua . dalamnya kira-kira tiga dim. Itulah ada warisan nya Tat Mo Siansoc dari zaman Lam Pak Tiauw. Tat Mo Siansoe datang ke Tiong kok di mana ia berunding dengan Kaisar Liang Boc Tee. yang makan usia sampai seratus tahun lebih! Aku bah aru mendekati seratus tahun. aku percaya dia tidak bakal lol oskan kau. di mana ia hampirkan satu pohon sebesar pelukan. malah ia wariskan juga piauw i. Karena itu. aku juga sudah merasai p erbedaan. Hoei Sioe kasih tahu kenapa dia tah u Sim Ojie bemiat ambil si nona scbagai muridnya. ia sayangi si nona. entah ke mana menyingkirnya Kiam Gim. Karena kata-katanya Soethay itu. pemerintah Boan telah keluarkan titah penangkapan untuk Lioe Loo-kauw soe dan kawan-kawannya. Man. ia bingung juga. ia telah jadi muridnya si ni ekouw tua itu. Sudah puiuhan tahun ia iku ti Sim Djie. €€kata€€ia kemudian. kata Sim Djie pada si nona. ia lantas berangkat ke Kuil Siauw Lim Sie di atas Gunung Siong San. ia ada bawa kabar yang mengejutkan. Bukan melainkan daun pohon. Itu adalah peristiwa hebat di gedungnya Keluarga Soh. Bong Tiap menurut. ia scnantiasa bersendirian saja. ? . Sim Djie telah kembali setelah beberapa hari kemudian. apa Soethay ada mempunyai ilmu panjang umur hingga tidak bisa me ninggal dunia. hingga karenanya. Bagaim ana girang untuk jadi muridnya Sim Djie dan perolehkan kepandaian yang tinggi. untuk dipeluk. Karena ini. Itu ada pohon hoa yang kuat-kekar dan ulet terhadap serangan es dan salju. demikian katanya. untuk di pakai menggoyang. Itu adalah buah-hasilnya kepandaian mclatih tenaga K im-kong-tjhioe atau Tiat-see-tjiang . tentang pertempuran dcngan pahlawan-pahlawan Istana Tjeng. antaranya si orang Liauw-tong.€Han ya di samping itu. Aku nyatakan. Kau bilang kau sayang aku. Ia hampirkan pohon itu. Orang mesti menutup mata. Selagi mengucap demikian. yang terus ajak si nona ke pekarangan di iuar ruangan pendopo. Bong Tiap jadi kaget dan kagum. Ia tak dapat tolak lebih jauh nona itu. telah memberikan bekas-bekas kedua telapakan tangan dan lengan. ia send iri pun lagi bersemangat. karena tak cocok pendapat. kata ia.€ Aku belum berarti! Bong Tiap tidak puas. semasa Kaisar Liang BoeTee. tapi untuk bersilat saja kau tidak mau kata ia. ia juga pandai silat dan karang dua buah Kitab Ie Kin dan See Soei . aku anggap kau beruntung sekali! Mendengar itu Bong Tiap jadi girang berbareng heran. seraya ia tunjuk pohon itu. Menurut centa. baiklah kau scndiri turut diamkan diri.kata ia kcmudian pada Hoei Sioe. Soethay nampaknya Iesu.

kedua dengan begitu ia bisa menyingkir dari tangann ya pemerintah Boan. telah dapat kebinasaan. tet api Boe Wie tidak demikian sungguh-sungguh seperti ia. ialah Kereta Naga dari» Ibusuri See Thay houw. seperti Yok Hian. kcsatu ka rena ia sctujui gerakan itu. Dalam perjalanannya ini. Tjoe Hong Teng. hingga Kaum Gie Hoo Toan jadi tercebur dalam lau tan darah . Kiam Gim juga tidak lupai gadisnya. hingga ada cerita burung yang berbunyi: Sesudah dap at binasakan si telur kura-kura Wan Sie Kay. orang sebawah annya yang tadinya ada bekas sebawahan dari Tang Hok Siang.€Maka itu. iapun ada mempunyai pasukan prive yang kuat. ia kemukakan niatnya mencari Bong Tiap lebih jauh. melainkan di matanya rombongan paderi tukang sebar agama Kristcn. Untuk ini. Dan Kia m Gim datang pada Tjoe Hong Teng setelah ia sambangi isterinyadi Shoasay. yang menunjang pemerintah Boan itu. Tanpa merasa. Di smi ia hendak wujud . tap i gcrakannya bcrtambah hebat. sejak Bong Tiap berguru pada Sim Djie Si n-nie. Joe Lok terpaksa akui Gie Hoo Toan sebagai gerakan rakyat yang sah. Tapi walaupun semua itu. murid ini berhasil atau tidak cari B ong Tiap. di waktu mala m. s ebagai alasan. telah kena dibakar musnah. sebab pemerintah itu lagi repot dengan gerakannya Gie Hoo Toan. apabila pikirannya scdang melayang. Pemerintah Boan jerih terhadap Gie Hoo Toan. Pun pelajaran pedang Tjepeh lian-peh Ngo Heng Kiam. kawannya di Tit-lee pun maju ke Thia n-tjin. Gcrakan Gie Hoo Toan dari Tjoc Hong Teng telah jadi dcmikian berpenganih hingg a Soenboe Yok Hian dari Shoatang tak bisa tak akui sebagai gerakan rakyat jelata . Begitu permintaan Duta Amerika diterima baik. akan tetapi. Kaum Gie Hoo Toan sudah turun tangan. Dan hikayatnya Tiongkok sudah mcngikuti karcn anya. Boe Wie susul gurunya sesudah ia putus asa mencari Lioe Bong Tiap. Dasa r ia ada bekas punggawa Boan. tenaganya dia ini melulu hendak d ipakai buat menghadapi pihak asing. ia digantikan oleh Lie Lay Tiong. karena ia sudah p unya dasar Kim-tjhie-piauw. Karena ini. yang hendak bekuk ia. Boe Wie dapat kemerdekaannya. tidak sedikit jua pihak Boan meras akan sayang. kcmudian kena disiasati juga oleh Ibusuri See Thayhouw. Ia kembali ke dalam duniap erantauan. hingga pcmandangannyasi nonajadi luas. Sim Djie juga pemah ajak muridnya ini be rlari-lari di tanah datar dan Mongolia dan lihat Yam Ouw. ia mampir di Poo-teng. karena ilmu pedang itu hampir bersamaan dengan Th ay-kek-kiam. romannya Ham Eng dan Boe Wie. malah Liong-tjia. Yok Hian ditukar deng an Wan Sie Kay si tukang jagal besar-besaran. ia lakukan penindasan kejam. mereka dipanda ng sebagai pengacau. karena hatinya Boe Wie ad a tawar sesudah ia dapat pengalaman yang tak memuaskan dalam kalangan Tjit Seng Hwee. Tapi Lie Lay Tiong ini. dia mesti lekas kembali. Dalam peperangan di Shoatang itu. dengan begitu . pembuat huru-hara. Telaga Garam dari Tibe t. kedua soehengnya itu. Bong Tiap dapati secara lekas. dari itu. Wan Sie Kay ada dari golongan penj ilat asing. Lie Lay Tiong memasuki Gie Hoo Toan sesudah dalam kalangan Gi e Hoo Toan ini ada rombongan-rombongan yang anti pemerintah Boan. satu orang peperanga n pemerintah Boan. Boe Wie tidak terlalu menank perhatian pemerintah Boa n. Demikian Duta Amerika sudah paksa pemeri ntah Boan tukar Yok Hian. suasana telah berubah. Hong T eng binasa belum lama sejak datangnya Boe Wie. Setelah sampai di Shoatan g. Kekejamannya Wan Sie Kay membangkitkan perlawanan hebat dari pihak Gie Hoo Toa n. dan yang membelai juga. baharu kita orang dapat makan nasi ! Selagi Gie Hoo Toan di Shoatang bergulat. malam ia yakinkan surat. tiga tahun telah lewat. denga n tunggang seekor kuda. seper ti bcnda bertukar bintang berpindah . ia masih tetap dalam Gie Hoo Toan. Setelah Tjoe Hong Teng binasa. Tiga tahun bukannya tempo yang lama. Lioe Kiam Gim telah memasuki Gie Hoo Toan pada tiga tahun yang lalu. siang ia belajarsilat. Kemudian Boe Wie undurkan diri. ia jadi peroleh kepandaian berbareng. malah Boe Wie ia pesan. Ia masuk bersama-sama Law Boc Wie. Sembari cari Bong Tiap. nona ini seperti tcrbayang dengan roman a yahnya. tcntaranya delapan negara asing tela h meluruk ke Pakkhia. Tjoe Hong Teng sendiri masuk golon gan yang bantu Tjeng Tiauw untuk membasmi bangsa asing (Hoe Tjeng Biat Yang). tapi karena urusan negara ada lebih besar.Bouw-nie-tjoe. Tjongtok Joe Lok telah lakukan perlawanan keras tapi ia terdesak. Nona Lioe bisa belajar dengan cepat. Kota T ok-tjioe kena dirampas. selama itu.

seperti diketahui. bocah. ia terdesak oleh gurunya. yang berkilau-kilauan. yang bergoyang-goyang.kan pesannya soesioknya Teng Kiam Beng. Apakah dia itu manusia? Boe Wie pikir. He. dengan garapang ia bisa melesat ke kanan. tanpa kepaia. Boe Wie berjalan antara pohon rumput yang tcbal dan tinggi. di sini tak dapat orang sembarangan menghunus pedang! berkata niekouw . Boe Wie menuju ke tapal batas. apa mau. ia tak bisa bikin saudara-saudaranya tunduk terhadapnya. yang boleh diandalkan ada Kim Hoa dan Loei Hong berdua. Akan tetapi. t iba-tiba ia rasai sampokan angin. ia dengar salah satu muridnya Ouw It Gok murid yang pernah rasai piauw Bouw-nie-tjoe dari Sim Djie Sin-nie cerita pada k awannya hal si nona. Adalah pada suatu hari. ia tampak bayangan berkelebat. Lantas ia pun menyerang dengan piauw. tangannya kena raba hanya sarung pedangnya-pedang Lan-gin-kiam yang su dah kosong! Maka sekarang. tiba-tiba ia rasai pundaknya ada yang tek an pula. Itu ada satu gerakan sangat cepat Ia tela h belajar silat sejak umur tuj uh tahun. sampai kemudian. pasti ia tetap mcnolak. jikalau perbuatan barusan ada perbuatan manusia. entah ke mana. ia sampai di tepinya Sungai Tay Hek Hoo. karcna mercka berdua tak dapat lawan desakan saudara-saudara mereka. Maka akhirnya. Akhirnya. Boe Wie pun belajardar i Tok-koh It Hang. cuma Hay Peng seoran g yang bantu merekoki. ketika ia bikin gerakan demikian. Di scbclah depan ia. terus lenyap dalam gombolan rumput. lantas pundak kirinya seperti kena ditekan ora ng.Hay Peng. Dalam cuaca rcmang-rcmang. ia lihat cahaya kelak-kelik. Murid-muridnyaTeng Kiam Beng ada campur-aduk. Boe Wie tidak dikenal. Ia telah pergi ke em pat penjuru. suaranya pun tidak terdengar . mercka tidak bcrd aya. guna dimintai kctcrangannya. Sedangnya pemuda ini berpikir keras. kalau tidak. dalam takutnya. mereka kasak-kusuk. hanya orang duga ia tinggal bc rsunyikan diri di tanah datar di pcrbatasan. Siapa tahu. untuk terus hunus pedangnya. yang mereka kepung. Maka untuk men cari tahu. maka pelajarannya bukan lagi pelajaran asli dari Thay Kek Pay . Dia tidak bisa kasih bukti untuk pe san terakhir dari Kiam Beng perihal pengangkatan ahii waris iiu. Sekarang Boe Wie bikin pcrjalanan melulu untuk Bong Tiap. tetapi Kim Hoa lemah dan tak bisa jadi kepala. ia bic ara sedikit sama murid-muridnya Kiam Beng. Karcna ini. malah sekarang. di had apannya segera terlihat satu niekouw tua yang berjubah hitam. ia angkat ka ki. kenaditolongi niekouw luar biasa itu. di antara mereka itu. tidak ada bukti dan Kiam Beng. sungguh aneh. sedang Tjiong Hay Pen g jadi mendongkol. malah gurunya sampai dua dan ia sudah dapatkan juga In Tio ng Kie punya ilmu Poan seng teng kee atau Mendengar suara mengenal senjata . masihjauh. tetapi yang Iain-lain tidak. Dalam hal ini. ketika ia segera mcnolch. sclagi demikian. karcna ia tidak sudi paksakan dni. siapa mau lantas percaya habis? Laginya Kiam Bcng berseiisih dengan Hay Peng. Murid-murid itu tidak puas tempo Law Boe Wie muncul dengan tiba-tiba menjadi pemimpin mereka. yang kemudian undurkan diri. Hanya. mcngurusnya. s iapa mau lantas percaya Ketua Heng Ie Pay mi? Dan ketiga. dia pun mati daya. tidak bcrani sebut namanya Sim Djie. lantas ia undurkan diri. Sejak itu. Untuk ini. Lioe K iam Gim dan Tok-koh It Hang tidak bisa turut meresmikannya. te tapi bayangan itu sudah lenyap. Ia jalan cepat. pundak yang kanan. urusan pengangkatan ahli waris i ni sudah terbitkan gelombang. Boe Wie mesti cari beberapa orang tctua. sampai di depan sebuah tanjakan bukit. sampaipun ke Sin-tek dan Boe-ip. Tentu saja. ia tidak peroieh ha sil. dari samping kupingnya i a dengar ajakan: Mari! Ia ada seorang yang berpengalaman. Kim Hoa dan Loei Hong suka terima Boe Wie. Ia sedang jalan dertgan asyiknya. Begitulah ia dengar hal Sim Djie yang kesohor pada empat pu I uh tahun yang lar npau. oleh Tjiong Hay Peng dan Tok-koh It Hang. pulang dan bereskan mereka. ca ra bagaimana dia mendadakan jadi kepala? Laginya. untuk ia jadi ahli waris dari Thay Kek P ay. ia terperanjat bukan main. di tangan siapa ad a tercekal sebatang pedang panjang. Boe Wie hiburkan. sampai kemudia n Teng Hiauw. sekali ini. murid-muridnya Kiam Beng jadi kacau. Sebegitu jauh. ia mau ang gap matanya sedang kabur . secara kebetulan. sama sekal i ia belajar buat kira-kira dua puluh enam tahun. Boe Wie jadi kebogehan dan tak enak hati. putcranya Kiam Beng. Ketika itu sudah maghrib dan angin sedangnya men i up keras. dan Loei Hong bertabiat keras. Orang ini.

di luar orang ada orang . kau adalah toa-soehengnya. yang bahasakan diri pinnie . Mana kud amu? Orang she Lauw ini memakai sepatu piranti menunggang kuda. Habis berkata. Baharu ucapkan itu habis atau sebagai gantinya. di mana ada Jam pendeta perempuan yang begini lie hay? Oleh karcna itu. dia binasa. Sekarang. Untuk dua hari kita tak perol eh air. ia kata: Dia rupanya telah ketahui maksud hatiku. Sim Djie angsurkan pedang pada Boe Wie. Adakah ini kuil Soethay? Boe Wie tanya. hingga kcmudian Boc Wie tampak. aka n tetapi. ia lantas ikuti pendeta pe rempuan ini. apakah Nona Lioe Bong Tiap ada di sini? Niekouw itu berhenti bertindak. Pada bebcrapa hari yang lalu. Baharu sckarang ia ketahui. dalam kaget dan heran. hingga kita tersesat. di dalam terdengar tindakan ka ki yang berlari-lari. Segera ia awasi pemuda itu. Boe Wie manggut. ialah dari tengiolcng yang digantung di dep an rumah berhala itu. Nona Lioe itu ada socmoaynya teetjoe. Gurun pasir disini masih tidak terlalu menakuti. dan ia tanya. begitu melihat kau. ada tetamu. Boe Wie keiihatanny a masygul. Simpan ini baik-baik kata ia. da ri itu. ia agaknya merasa rada asing. Sim Djie tertawa. hingga dia mirip dengan bidadari. kedua untuk mohon bertemu denganny a. dia tcntu akan antap Bo ng Tiap ikut aku. di luar Iangit ada langit. Kau benar-benar bersungguh hati. kenapa kau tidak lekas menyambut? demikia n katanya. sebentar saja kau bisa ditump uki pasir hingga mcnjadi gundukan. Ialah. maka juga teetjoe telah datang kemari. Adal ah Bong Tiap. manusia masih dapat bertahan. hingga kclihatan cahay* kelak-kelik makin lama mak i n dekat. si pendeta percmpuan yang miskin. Sementara itu. kudaku itu mati kehausan. Jalanan ada dari tepi sungai menuju ke tanah da tar rumput. Ya. Boe Wie mengawasi soemoay itu. berkata Sim Djie sambil tertawa. berkata ia seraya memberi hormat dengan menjura dalam. Jikal au berada di Mongolia luar dan kau diserang badai. orang liehay tidak ada batasnya. Tiap-tiap. ia segera maju menghampirkan. sahut ia. binatang tidak. Kuda kau pasti ada kuda dari Kwan-lwee. Sim Djie hampirkan pintu dan ketok-ketok itu. Tiap itu? ia balik tanya. sahut Sim Djie. Boe Wie kenali baik suara itu. temyat aj kau betul-betul liehay. di tengah bukit mi ada sebuah kuil dari mana api terlihat. yang romannya sehat sckali. ia berseru: Apa kau ada baik? Mana ayahku? Apakah Ayah datang bersama? . sebab kalau tidak. lalu mc ndaki bukit yang pcnuh batu bcrancka warna. Niekouw ini menyebut dua ekor keledai. Kau sampai mend apat ketahui yang aku telah bawa nona itu kemari! Memang aku pernah dengar Bong Tiap bilang. Loo-tjianpwee telah tolongi nona itu. yang tak biasa jalan di padang pasir dan tak tahan berdahaga. Segera juga daun pintu dipentang dan di muka pintu muncul tubuhnya Lioe Bong T iap dengan koennya panjang yang putih. maaf. yang ia s edang cari. aku nanti carikan ka u dua ekor keledai jempolan! Diam-diam Boe Wie bergirang. inilah tempat bernaung pinnie. tapi sekarang. Di dalam h atinya.itu. dcngan undangannya. adalah dia masih pikirkan soehengnya ? Hatinya Boc Wie tegang sendirinya. maka baharu dua hari ta k makan dan minum. Loo-tjianpwee. mcrcka sudah sampai di depan kuil. aku menduga padarauJ aku lantas mencoba-coba. Tunggu sampai kau berangkat. tapi sambil tertawa. ia s egera insyaf bahwa niekouw ini mestilah Sim Djie Sin-nie yang kesohor. pertama-tama untuk menghaturkan terima kasih. jawab Boe Wie dengan sikap sangat menghorm at. Pu n berpikir: Sudah sekian lama kita berpisah. Teetj oe ada Law Boe Wie.€ Di sini ada tempat kediaman Budha ya ng tidak boleh mendengar suara alat-senjata saling beradu! Bukan main herannya Boe Wie akan kenali pedangnya. tetapi ia bersenyum. sampai ia lupa mcncgur. ia mengawasi dengan tajam. marilah. yang sifatnya tetap seperti biasanya. teetjoe diserang an gin dan hujan pasir. sembari bersenyum dan kakinya bertindak. disusul sama suara yang nyaring halus: Soehoe. Ia heran tampak Boe Wie. Teetjoe mohon tanya. yang pun kembalikan bebcrapa barang Kim-tjhie-piau w pada Boe Wie Boe Wic bingung. Sim Dj ie berkata pula. Pernah apamu Lioe Bong. siapa itu? B agaimana ada tetamu datang kemari? Jangan Soehoe dustakan aku . kata ia. yang berkepandaian tinggi luar biasa.

Mari masuk. Tiap. Soemoay. Soeheng. bagaimana mere ka labrak pahlawan-pahlawan Boan. kata si nona sesaat kemudian. Ham Eng tak sempat pikir untuk tengoki soehengnya dan soemoay. ia bertindak ke depa n muridnya sekali. Selama . ia menumpang mondok pada satu penduduk tani. di dalam mana ada tu rut orang-orang perempuan. akan tuturkan pengalamannya. atau Sinarnya Lampu Merah . Soehengmu baharu sampai.sambil tertawa* Boe Wie bersenyum. kata nona i ni dengan gembira sekaJi. Ya. yang berbahaya . yang nampak bertindak keluar. mcla njuti pelajaran silatnya. hingga Ham Eng ikuti pula sang guru dalam perjuangan. kau sudah hujani dia dengan banyak pertanyaan. ia menuju ke dalam rimba. kata ia. kepala siapa ia usap-usap. Bagaimana d engan dia? Bong Tiap maksudkan Ham Eng. Bcsoknya baharu ia kembali ke tempat pertempuran. kenapa aku lupa sebut dia? kata ia dalam hatinya. untuk titahkan Hoei Sioe lekas siap-siapkan air teh dan b arang makanan. ia main mundur. tak bisa aku lantas bicarakan tentang Tjoh-soetee. sampai beberapa musuh kctinggalan sedikitjauh di sebeiah bclakang. kemud ian ia masuk ke dalam. Demikian. Tetapi. Hanya. bagaimana aku bisa tak mengizinkan kau perg i? demikian suara tiba-tiba dari Sim Djie. tetap i waktu mendengar tneninggalnya Teng Kiam Beng. Di samping seora ng itu. Ham Eng dikepung kira-kica sepuluh konco lainnya dari musuh. tapi di situ ia tak dapati Boe Wie dan Bong Tiap. tidak kurang suatu apa. kata Sim Djie. Soemoay. mendengar mana. akan ikuti ayahnya. ia tak kurang suatu apa-apa. nampaknya ia baharu ingat suatu a pa.€Dan ia ber kata-kata sembari tertawa. Sungguh berbahaya! soeheng ini kata. Karena tidak berdaya. pulang ke rumahnya. Keledai untuk kau pun sudah disiapkan . dan dari tiga konconya yang liehay dari It Gok itu. terpaksa ia m enuju ke Shoatang. Boe Wie sadar. Kau tahu. dengan terpaksa . sembari bertempur. Hanya. walaupun demikian^ untuk menyingkir dari musuh-musuhnya. Bahagian perempuan dari Gie Hoo Toan disebut AngTeng Tj iauw. bilamana tidak ada Soehoe. dan kepung Bong Tiap. Maukah Soeheng ajak aku? Tapi ia berdiam dengan tiba-tiba. ia ketarik akan dengar hal Pergerakan Gie Hoo Toan. dalam keadaan seperti itu. Boe Wie ulur lidah karena gegetun. kata si nona kemudian. aku juga ingin turut kau pergi melihat-lihat Gie Hoo Toan. ia tertawa. agaknya ia ragu-ragu. ia akan izinkan aku pergi atau tidak . Kau telah bicara banyak. i a jadi sangat repot. Mclainkan aku he ndak pesan kau. Bong€€Tiap€€tertawa€€setelah mendengar keterangan soehengnya. Bong Tiap. di waktu dipe gat. ia menyingkir terus sampai di tempat belasan lie jauhnya.Sim Djie tertawa menampak Ieganya si nona. Ia lantas tertawa dengan terpaksa. cntah bagaimana pikirannya Sochoc. Kita berdua adalah berjodoh. hingga akhimya denga n ngamuk sedikit ia bisa tinggal pergi semua lawannya itu. bukan kau undang masuk untuk beristirahat. jangan kau buat kuatir. Boe Wie tercengang sebentaran. hingga Bong Tiap gembira bukan kepalang. kenapa kau tidak scbut-scbutsam-sochcng. ia tambahkan kemudian. Anak. dari itu. Cerita panjang. Soemoay jangan kuatir. Guru ini segera hunjuk sikapsungguh-sungguh. Tjoh Lian Tjhong. untuk juga carikan dua ekor keledai. Dia pun tak sampai terluka!€Tidak demikian dengan aku.€ Ah. Jadinya kita orang-orang perempuan tak kalah dengan orang laki-laki. Dengar begitu. dan sudah maghrib juga. Ia insyaf akan kcalpaannya . Boe Wie lantas tuturkan halnya Ham Eng. yang tolongi aku. Soehoe menyayangi aku sccara luar biasa. Anak itu beruntung sekali! kata ia. Boe Wie dirintangi oleh Ouw It Gok. Seperti sudah diketahui. yang satunya layani Ham Eng. ia masih leluasa. hamper aku binasa! Sekarang ada gilirannya Bong Tiap. Di lain pihak. ayah ini antar puteranya pada it u guru silat. Soeh oe ada di Hoopak. Boe Wie gunai ketika itu aka n tuturkan Bong Tiap tentang pertempuran di rumahnya Soh Sian Ie. kau hendak cari ayahmu. kau baik? ia balas tanya. Adalah kemudian. nona ini sangat bcrduka. ketika Tjoh Lian Tjhong dapat tahu Li oe Kiam Gim berada dalam kalangan Gie Hoo Toan. untuk sekalian tengok ayahku. Soeheng. sahu t ia. yang ajak tetamunya pergi ke Ruangan Hoed-tong.

Aliran Selatan mengutamakan kesadaran lantas. Siapa bisa bilang tentang hal-hal yang bakal terjadi? ia meneruskan. Sekarang pergilah kau orang beristirahat. aku mesti bicara dengan kau. berdiam di kuil tua. kedua matanya ditutup rapat. sebenamya tidak ada benda. kau telah ikuti aku beberapa tahun. tetapi kau bukannya murid yang sucikan diri. Sekarang ini ka u baharu dapati empat atau lima bagian dari kepandaianku. maka itu aku larang kau berlaku jumawa. kita bicara urusan lain. karena aku tidak tahu. kau ialah maj ikan di sini. kita b aik jangan bicarakan itu. ialah besokannya. Aliran Utara utamakan setiap hari rajin dikcbu ti dan disusuti . Terutama di saat pikiran sesat dan kusut. karena jarang ada orang yang baharu tcrlahir atau yang dengan tiba-tiba mcmpcrolch keinsyafan. ia tidak berani mengatakan apa-apa. Hong Oen. guna mcndapat kesadaran. napasnya tidak bcrjala . supaya tak membikin debu bergumpal. tidak setujui itu. kaca terang bukannya kaca. ke napa Soehoe bilang kita orang akan bisa bertemu pula atau tidak? Sim Djie Sin-nie menghela napas pula. toh akaninsyaf. Kedua ujar itu telah menyatakan adanya dua aliran. karena waktu ia pergi kepada gurunya itu. ti dak usah terialu berkukuh. yang kerjanya menumbuk beras. Tapi. Apakah kau bisa ingat itu baik-baik? Bong Tiap manggut Sim Djie menghela napas. kuil ini dan semua kita b yang berada di dalamnya. Tiap. Soehoe ada begini schat-walafiat. Semua murid anggap ini adalah ujar yang paling sempurna. tidak nanti sembarang orang bisa perhina pada kau. mereka undurkan diri. karena masing-masing ad a puny a kcscmpurnaannya sendiri-sendir i. Bong Tiap insyaf sempurnanya ujar-ujar sang guru. kesadaran. ia lantas angkat Ho ei Leng menjadi alili vvaris. aku hendak serahkan sesuatu kepada kau. ia telah punyakan seribu lima ratus pengikut. Besok Hoei Sioe akan siapkan dua kelcdai. kata Sim Djie akhimya. akan tetapi dihari kedua. dari itu. Di waktu memberikan pelaja ran. Bong Tiap terkejut. tak dapat aku minta k au. ia telah minta orang tolong ia tuliskan lain ujar ialah: Bodi bukannya pohon. hati umpama kaca terang. artinya kemudian setetes demi setetes. teristimewa jangan lancang gunai piauw Bouw-nie-rjoe . Tapi. Aku scndiri anggap. andaikata lain waktu kau datang pula kemari. Ia awaskan pula muridnya itu dengan tajam. pemah Ngo Tjouw inginkan sesuatu muridnya menuliskan sebuah kata-kata: muri d kepala. Umpama muka kau kotor. seperti aku. kita orang bakalbertcmu pula atau tidak ia tambahkan. dan Aliran Utara menginginkan kesadar an perlahan-lahan. setiap saat hams raj in dikebuti dan disusuti. Bong Tiap dan Boe Wie menurut. kau mesti dapat memiki r untuk mengcbut dan meny usuti itu hingga bcrsih. akan itinggal menyendiri di gunung yang sunyi-scpi. Aliran Utara ada lebih memberi kenyataan daripada aliran Selatan. u ntuk mencari kemajuan. Soehoe mengapa kau mengucap begini? kata ia. gurunya. ketika ia buka pintunya menerima murid. tetap i baiklah aku jelaskan sedikit tentang kedua Golongan Selatan dan Utara itu Lam Pay dan Pak Pay. kau niscaya ketahui itu. j ikal au kau merantau. tapi aku harap kau bisa ingat baik-baik ujarnya Sin Sioe Tjouwsoe untuk setiap waktu rajin mcngebuti dan mcnyusu t. agar tidak ketempelan debu . orang angga p Aliran Selatan lebih sempurna dari pada Aliran Utara. maka sejak itu. tapi hal yang scbcnarnya tidak demikian. adalah yang disebut Oey Bwee Taysoe. pesan perpisahan. Sian Tjong merupakan dua aliran atau golongan. meski demikian. Inilah pesan yang pertama. maka dari mana datangnya debu? Ngo Tjouw kagum akan ujar-ujar ini. Ketua dari Go longan Utara. akan tetapi ia heran akan si fatnya pcsan itu. Anak. Di zaman belakangan. untuk pamitan. sudah menulis ujar yang berbunyi: Tubuh adalah pohon bo di. diam saja. Soetjouwmu adalah Sian Tjong Pak Pay. ialah Sin Stoe.tiga tahun kau juga telah dapat mempelajarkannya bukan sedikit. Siapa dapat memastikan segala apa yang belum terjadi? Aku hanya hendak terangkan. si Nona Lioe tak dapat bicara pula dengan Sim Djie. lalu ia lanj utkan: Kau adalah murid ku. Ngo Tjouw dari Sian Tjong. Itulah mirip pesan terakhir. semua adalah kepunyaan kau. apabila kau inginkan itu. ia dapati sang guru lag i duduk bercokol. bukankah itu perlu dicuci setiap hari? Ka u bukannya murid Budha. yang biasa melaiui gurun pasir. ialah Selatan (H oei Leng) dan Utara (Sin Sioe). akan tetapi satu murid pendeta. sehari demi sehari. yang bemama Hoei L eng.

bahwa segala apa ada kosong bclaka. dal am perjalanan ini. Aku tidak dapat tidur. ia hiburkan diri. seperti hcndak bicara. Mclainkan di sampi hgnya. dan hatiku mirip dengan salju yang ber-es itu. kau punya ibu. Soemoay. kau belum tidur? Itulah sang toa-soeheng. ia scpcrti dipaksakan.€ Selama beberapa hari ini. yang berlaku sangat baik padaku. kau berhati terbuka. Aku sendin rak tahu. Bcbcrapa kali ia dapati soeheng itu menoleh dan mengaw asi ia. yang alisnya mengkerat. maka itu. Soeheng. Hanya. Aku mirip dengannya. Malam itu Bong Tiap tak bisa tidur. Sampai sekian lama. mer eka numpang bcrmalam di rumahnya satu penduduk di kaki Gunung Tay Tjeng San. Soemoay. yang bagaikan tcka-tcki. Muara Kho Kee Po. tapi kapan ia dekati. kau seperti ada pikirkan apa-apa. Pun cak gunung itu setahun gelap bcrsalju. demiki an perasaanku. Pengaiamanku. ia d apat mencrkanya. Sementara itu. bahwa karma ada seumpama impian.€€berdua dengan soehengnya. bay angan itu perdengarkan suara halus yang ia kenal baik: Soemoay. seperti mesti dipikirkan dahuiu. ibukota Propinsi Soei-wan. ia dapat perasaan. da n biarpun ada Soehoe dan Soebo. walaupun ia tetap s uka bicara dan tertawa. ada luasdan lama. sekaiipun wajahnya ayah dan ibuku. Ingat Ham Eng. dari itu. penderita anku. Kenapa? Boe Wie ulangi. biar bagaimana. benarkah itu? Kau biasa malang-melintang. tiba-tiba ia merasa. aku sudah biasa hidup se ndiri saja. Lama Bong Tiap pikirkan sikapnya soeheng itu. yang menanya. terlunta-lunta dan mcrantau sebasai aku. Kau bel um bersengsara. Ia tunjuk puncak gunung. ia kata dalam hatinya: Nona tolol. baharu ia bicara. Kenapa? tanya ia. Boe Wie dan Hoei Sioe bantui ia. siapa nanti pakaikan kau jubah suci? Ia pun lantas ingat tanah datar. i a insyaf pentingnya pesan itu. kar ena ia masih muda. sochcng ini beda da ri pada dulu-dulu. aku turut bangun jawab soeheng i tu sembari tertawa jugaDasar€€polos. kuatir nanti tcrulang kejadian sehebat di Boe-ip . Bong Tiap bergidik sendirinya. Law Boe Wie. tetapi lekas-lekas ia tetapkan itu. ia sedang terpesona ke tika ada bayangan tiba-tiba berkelebat di depannya. ia toh bcrduka. kalau kau tidak sucikan diri. aku sebaliknya tak dapat berdiam tetap di rumahmu. hatinyajadi tidak tentaram. Aku biasa mondar-mandir seorang diri. Eh. Ia teJah lama ikuti guru itu. yang bcrpcsan agar murid ini insyaf.n. gunung bersalju masih belum tepat melukiskan perasaan hatiku. Salju di puncak i tu tak lumer setahun gelap. merantau ke tempat di mana tak . untuk ia mcnjadi niekouw. Habis itu. selam anya tak pemah lumer. kata ia. Semasa aku berusia sebesar kau. apa bukannya Sim Djie mengharap ia jadi murid sejati. bahwa hati adalah pusat. untuk mana. lihat Gunung Tay Tjeng San ini. Soeheng juga belum tidur? ia balas tanya. kadang-kadang bicaranya tidak lancar. Maka akhirnya. Nyata guru itu telah menutup mata. hingga mereka jalan berende ng. katanya dia menoleh karena kuatir soemoay itu ketinggalan. Boe Wie tidak lagi bcrgcmbira sewajarnya. waktu ditanya. melihat Soemoay bangun. aku pun pandang kau sebagai kanda k andungku. sambil bersenyum. Kau menanya. Soeheng ini seperti pcrbataskan d iri selagi mcngawani sang socmoay. sang guru mcning galkan seheiai kcrtas dengan tulisan. tetapi tidak lama. ada urus an apa yang membuat kau memikirkannya? Soeheng. . pikirannya tidak tentaram. yang berdiri tegar. waktu ia hendak menegur. hatinya goncang. Bong Tiap tak dapat kendalikan diri. Kau punya ayah. aku menerangkan. soeheng itu bungkam. aku tidak punya saudara lainnya. ia adalah satu nona. Boe Wie mengawasi Puncak Tay Tjeng San. kau juga ada orang-orang yang meny ayanginya. Kau mirip dengan musim Tjocn yang penuh dengan kegembiraan Tidak demi kian dengan aku. kau biasa pandang aku sebagai ad ik sendiri. apakah kau tak dapat utarakan apa yang kau pikirkan itu ke p ad aku? Ditanya begitu. maka ia pergi k cluar rumah dan saksikan salju yang terang bergemilang. saljunya tak pernahjadi lumer. aku tak ingat jelas lagi. ia mengerti jugatentang agama Budha. Merasakan ini. Hari itu mereka sampai di utara Kota Koci-soci. ia ingat ayah dan ibunyadan Ham Eng juga. Lantas Bon g Tiap urus mayatnya guru itu. air mukanya berubah sendirinya. Ia bcrcekat.

aku masih belum dapati tenaga untuk gempur Kerajaan Boan yang telah berakar kuat. Soemoay. hingga di waktu tengah malam yang sunyi. kau barangkali benar. aku biasa berka wan dengan pedangku saja Belum pernah ada satu sahabatku.ng aku lewati tidak bersama sahabat-sahabat. yang perhatiannya ketarik bukan main. dari itu. di gunung-gunung di mana melulu ada pekiknya sang kera dan mengaun gnya sang harimau. Mend engar cerita kau saja. ia masih mondar-ma ndir. Soemoay. aku juga mcncintai dunia. Satu hal aku bisa terangkan. Boe Wie lanjuti sesudah ia bc rhcnti scbcntar. aku kekuranga n satu sahabat. aku bersedia untuk me njadi adikmu. Sekarang ini Gie Hoo Toan antaranya bercita-cita Hoe Tjeng . kau ketahui cara binasanya€€ayah dan ibuku. Aku punyai sahabat-sahabat kekal. Mirip seperti nona yang belum masak . walaupun ia bidup menyendiri. s elama tiga tahun yang belakangan ini. R upanya di antara mereka kau masih belum dapat cicipi kesenangan . aku ingin berada di antara mereka. kau biasa merantau. aku€€biasa bersendirian. Mengena i Gie Hoo Toan. orang ad a baik hati tetapi orang toh cuma pandang ia sebagai kanda. yang bening dan keruh berc ampur jadi satu. yang bisa turut merasai kegembiraan dan kedukaanku. Aku bersendirian saja di waktu p agi. Soeheng. Soemoay. aku telah cari suatu himpunan yang berpengaruh. kau tak tahu. berkata ia. Boe Wie merasakan sangat kecewa mendengar kata-katanya Nona Lioe itu. tak dapat tidur dengan tenang. Kau masih sedang se garnya. sampai Bong Tiap potong ia. Oh. dala m hal apa aku bisa bantu kau. Sim Djie Sin-nie. mari kita pergi beristirahat. a ku lebih suka dcngari suaranya sang raja hutan dan kera. Sampai sebegitu jauh. rumah ku juga boleh menjadi rumah kau. ia toh dilin dungi gurunya. Aku tidak tahu. untuk ku mpuli banyak kawan. seperti Tok-koh It Hang yan g sekarang berada di Kwan-gwa. IX Sadari masih kecil. Tapi aku me ngasihi rumah tanggaku. seperti naga dan ular bergumulan. bisa menghiburi aku. Soeheng. tapi ia terharu mendengar kata-kata orang. Demikian. yang dapat melegakan hatiku. yang tunjuki aku suatu jalanan. mustahil kau tak mempunyai sahabat? demikian si non a. jikalau bisa. aku kesepian. walaupun aku sudah cari. Sahabat aku mempunyai! Aku pun puny a akan guru yang menyayangi aku. lebih suka aku duduk men jublek. Aku tak dapat jelaskan itu. aku seperti juga lagi mimpi dan separuh mendusin . Aku pernah dengar dongeng tentang semut yang kecil sanggup binasakan scrigala yang besar. Toh aku masih merasakan kosong. matanya mengembang air. yang tak beroman. Bong Tiap hidup diuruki kesayangannya ayah dan bundanya. Lebih banyak tempoku. belum pcmah ia hadapi soa . Apakah Gie Hoo Toan tak mirip dengan laut yang bergelombang? Sahabat? dan Boe Wie menyengir tertawa getir. Sekarang sudah tak siang lagi. terus sampai sang fajar datang. di saat kau merasa kesepian . di waktu maghrib! Kau tahu aku biasa merantau. Kau toh pernah tempatkan diri dalam Gie Hoo Toan. Juga di dalamnya. dan ia tidak be rani mendesak Bong Tiap sendiri malam itu. kau tanya apa yang mengganggu pikiranku. aku juga hilang harapan. Mendapatkan Gie Hoo Toan. hatiku sebenar nya€€lemah.ada manusia. seperti ayahmu itu. Aku lebih takuti dunia yang tak bersuara. sahut Boe Wie dengan lesu. ya. karcna itu. atau mendengari berkeri cikannya air mengalir : Boe Wie bicara terus. aku sudah layu. tetapi aku juga merasa tcrtarik. maka itu aku sangat benci pem erintah Boan serta budak-udaknya. maka kctika dengan pelahan ia angkat kepalany a. aku in gin berikan kebahagiaanku kepada siapa yang membutuhkannya. ialah menunjang Kerajaan Boan. Aku bersyukur untuk kebaikan hatimu. hingga sukar aku melihat tega s. yang selama€€sis anya€€saat-saat pertempuran. menunggui sang malam sampai datangnya sang fajar. aku telah dapati Gie Hoo Toan. seperti itu anggota-anggota dari Pie Sioe Hw ee dan Gie Hoo Toan. toh aku jenuh akan bersendirian senantiasa. selagi kau bersendirian. atau di tempat air mengalir. Bong Tiap tak mcngcrti soeheng ini. aku lihat. Seringsering aku kuatirkan datangnya sang malam gelap-gulita. aku ingin layani kau sebagai kandaku sendiri. Toh. aku ada satu -bocah yang tidak mengerti apa-apa. aku ada asing terhadapnya. aku sudah gembira Aku ingin menemui itu rombongan entjieenijie dan adik-adik dari Hong Teng Tjiauw.

Bong Tiap iantas ingat Ham Eng. bahwa kalau satu anak pcrcmpuan te lah menjadi bcsar. Ketika itu.l-soal atau soal yang berat. Ia asing tcrhadap cinta tetapi ia toh ketarik Inilah pasti bukannya! ia kata da lam hatinva. kalau nanti mereka bertemu pula. Bong Tiap selalu merasa menghormati dan mengagumi. Baharu tiga tahun yang lalu. baharu kali ini. iamasih memain pc rahu sama-sama itu saudara seperguruan. ia bersyukur sekali.€€ia€€€memang memandangnya sebagai kanda sejati. Terhadap toa-soehengnya. ia percaya. Ia tidak tahu. mereka tak akan asing satu dengan lain. Sekarang juga. selama ia ingat Ham Eng. apakah ini juga yang dinamai cinta . sda . dan sejak soeheng itu tolongi ia serumah tan gga. ia merasai itu. u ntuk tiga tahun. inilah apa yang ia dahuiu pernah dencar. pernah Ham Eng tanya ia: Adik ku. Pun. ia tak insya f akan pertanyaan itu. rasa syukur ini menjadi berlipat sctclah ia ketahui. masanya akan datang yang dia akan hadapi soal seperti yang ia hadapi sekarang. sesudah mereka berpis ahan tiga tahun lamanya. maukah kau bcrkumpul selamanya denganku sebagai ini? Ketika itu. tctapi ia masih ingat baik-baik. ia gembira. Samar-samar ia in gat.