Thay Kek Kie Hiap Toan Karya : Liang Ie Shen Saduran : OKT Sumber : TopMdi website Ebook oleh

: Dewi KZ http://kangzusi.com/€€atau http://€http://dewikz.byethost22.com/ Seri 1 Pada tiga puluh tahun yang lalu, dengan sebuah kereta keledai, penulis berangk at ke luar daerah perbatasan.€Ialah pada bulan kesembilan dari musim ketiga, tanah datar ada belukar, hingga bumi nampaknya nempel dengan langit. Sesudah melalui beberapa puluh lie, sang maghrib telah mendatangi. Di sekitar kita tidak ada rum ah orang. Selagi kita mulai sibuk, tiba-tiba kita dengar tindakan kaki kuda di s ebelah belakang. Dua penunggang kuda lagi mendatangi. Tapi, setelah mendekati ki ta, suara tindakan jadi kendor. Nyata orang tidak lewati kita. Diam-diam kita ku atirkan orang jahat. Dari dua penunggang kuda itu, yang kita lihat selagi kita menoleh ke belakang, yang satu berumur empat puluh tahun lebih, yang lainnya, tiga puluh lebih, duadua romannya keren, samar-samar kelihatan pedangnya masing-masing. Selagi kita b erkuatir, tiba-tiba mereka liwati kita, kudanya dikaburkan, selagi liwat, mereka menoleh. Nampaknya mereka heran tapi mereka kabur terus. Belasan lie lagi kita sudah pergi, kita tetap tidak melihat rumah orang. Sekar ang sang maghrib sudah datang, kita jadi bingung, lebih-lebih setelah melihat du a orang tadi. Di mana kita mesti bermalam? Lihat! tiba-tiba kusir berseru, seraya tangannya menunjuk ke depan. Sebuah bukit kecil berada di depan kita, di tengah itu, nampak satu kuil tua. Di situ banyak pepohonannya. Kita segera menuju ke sana, dan berhenti di antara pepohonan. Kita mendaki sedikit akan hampirkan kuil itu. Kita mengetok pintu sek ian lama, baharu kita dengar jawaban seorang tua: Pintu tidak dikunci, masuk saja ! Pekarangan dalam dan pendopo ada sunyi. Beberapa ekor lawa-lawa beterbangan sa mbil cecowetan. Di tengah pendopo, duduk bersila seorang niekouw, ialah pendeta perempuan yang usianya sudah lanjut. Dia duduk diam bagaikan patung. Selagi mena ntikan, kita lihat sebuah pohon besar, besarnya kira-kira sepelukan. Yang aneh i alah, di batang pohon itu ada dua buah tapak tangan yang dalam, tapak seperti di korek. Sekian lama kita menunggu, niekouw itu tetap diam saja, maka dengan hati-hati, kita nanjak di tangga, selagi kita hampirkan bagian belakang orang alim itu, se konyong-konyong dia menoleh dan kata sambil tertawa: Tuan-tuan tentulah sudah let ih. Sedetik saja kita lihat, sepasang mata yang tajam dan bersinar, sebuah muka ya ng sudah keriputan, akan tetapi, kita percaya di masa mudanya, niekouw itu mesti cantik luar biasa. Pinnie masih belum selesai, kata pula niekouw itu, silakan Tuan-tuan menantikan s ebentar di kamar samping sana. Kita masuk ke kamar yang ditunjukkan, kamar itu tak berperabot kecuali sebuah meja dengan beberapa patungnya. Di situ ada sebuah tokpan yang luar biasa dengan setangkai bunganya, yang harum. Di pojok tembok, ada sekumpulan rumput, entah p epohonan apa. Heran aku pikir, di tempat suci seperti ini, ada sebuah kuil dengan pendetanya perempuan. Sembari menantikan si pendeta, aku keluarkan sejilid kitab Wei Mo Tjhing, untu k dibaca guna menenteramkan hati. Sungguh kau rajin, Tuan! tiba-tiba aku dengar suaranya si pendeta selagi aku mem baca belum lama. Apakah kau merasa aneh bahwa di tempat sesunyi ini ada sebuah ku il serta pendetanya? Mari kita pergi ke ruangan sana. Pinnie telah sediakan thee pahit untuk melenyapkan dahaga. Sembari minum, nanti pinnie tuturkan satu dan l ain mengenai keadaanku. Kita terima baik undangan itu, sambil keringkan dua cawan thee. Segera juga niekouw tua ini bicara tentang agama Budha serta agama Lhama, yang ada suatu cabang dari Budhisme, hanya Lhamaisme ada kecampuran kebiasaan-kebias

aan setempat yang zaman modern anggap tahayul. Umpama satu pendeta dari Tionggoa n, sukar tancap kaki di Tibet apabila dia tidak turut segala kepercayaan kaum Lh ama. Atau kalau dia tidak mengerti ilmu telan golok muntahkan api , dia mesti punya suatu kepandaian lain yang istimewa, umpama obat-obatan. Dan guruku adalah suatu niekouw, murid dari angkatan ketiga dari satu pendeta y ang merantau ke Mongolia dan Tibet pada seratus tahun yang lampau. Guru besar it u dapatkan kedudukannya di sini karena ia bisa letaki burung di telapakan tangan nya tanpa burung itu mampu terbang pergi. Maka akhirnya, guru besar itu bisa dir ikan tiga buah biara, antaranya ini yang sekarang pinnie tempati . Selagi pendeta ini berkata demikian, hujan, yang sudah mulai turun sekian lama , menghembuskan angin ke dalam, menyingkap selembar kain penutup patung-patung d i atas meja hingga kelihatanlah di situ sebuah patung lelaki yang romannya cakap dan gagah. Pendeta itu terkejut, matanya bersinar, tapi lekas juga menjadi tenang pula. Jangan heran Tuan, itulah gambarnya tunanganku, katanya kemudian. Kenapa satu niekouw mempunyai tunangan? Pendeta itu berikan keterangannya tanpa diminta lagi. Tunanganku telah terbinasa pada tiga puluh tahun yang lalu, binasa teraniaya di tangannya satu musuh, demikian penjelasannya. Dia ada satu murid dari Golongan Si lat Thay Kek Pay, sejak muda ia telah merantau, tapi kemudian ia binasa di tanga nnya satu manusia rendah. Oh, tak sanggup aku menutur terlebih jauh. Cukup kalau pinnie terangkan, untuk tunanganku itu, sudah tiga puluh enam tahun lamanya, pi nnie lakoni ini macam penghidupan sunyi Angin di luar meniup makin keras, hujanpun tambah besar, suaranya terdengar ny ata di pohon besar di luar kuil. Sekonyong-konyong tampangnya si pendeta berubah , agaknya terkejut. Ia lantas ambil beberapa biji tasbih, ia timpukkan itu kelua r, ke udara. Mulanya ia menimpuk satu biji, lantas nyusul yang kedua. Ini yang b elakangan kebentrok sama yang pertama, yang lagi jatuh turun. Keduanya lantas pe rdengarkan satu suara nyaring. Enam biji dia timpukkan, tiga kali terdengar suar a beradu itu. Cuaca gelap, tapi semua tasbih bisa beradu satu dengan lain, itu menunjukkan i lmu kepandaiannya niekouw ini. Tasbih pinnie ini, dahulu di kalangan Kang-ouw, ada juga namanya yang kecil, kem udian si niekouw bersenyum. Ini dia yang dinamai piauw Bouw-nie-tjoe. Orang yang datang malam ini, sahabat atau lawan, mestinya kenal baik piauw pinnie ini! Sebelum ucapan itu berhenti, dari atas pohon besar berkelebat dua bayangan ora ng seraya terdengar suaranya juga: Soehoe, jangan lepas piauw! Inilah kita anak-a nak yang datang! Bagaikan burung melayang, dua orang segera sampai di depannya niekouw tua itu. Aku tahu maksud kedatangan kau orang! kata si niekouw. Aku mesti turut kau orang untuk tugasku yang lagi belum selesai! Dua orang itu adalah dua penunggang kuda, yang tadi diketemukan di tengah jala n. Setelah dua orang itu memberi hormat dan duduk, niekouw itu melanjutkan kata-k atanya: Kebenaran sekali Tuan datang ini malam! Besok pinnie sudah mesti ikut mer eka ini, entah buat hidup terus atau terbinasa. Baiklah malam ini pinnie gunakan untuk memberi penuturan, agar anak-anak inipun sekalian mendapat tahu. Umpama k ita terbinasa, Tuan, kau nanti boleh siarkan tentang aku ini, perihal hebatnya b alas-membalas di kalangan Rimba Persilatan Dan niekouw tua itu tuturkan riwayatnya, yang merupakan ceritera kita ini. Demikian Liang Yusheng, si penulis, akhirkan permulaannya. I Distrik In-koan di perbatasan kedua Propinsi Shoatang dan Hoopak, dulu pernah jadi aliran dari Sungai Hong Hoo ke laut, ketika kemudian aliran itu digeser, ai r toh masih menggenang di situ, luasnya beberapa ratus lie, di situ orang masih mondar-mandir untuk pengangkutan di muka air, sedang di bagian-bagian yang dalam , permukaan air penuh dengan gelagah, ganggang dan rumput air lainnya. Inilah di a Muara Kho Kee Po yang kesohor. Di sini Touw Kian Tek berpusat di zaman Kerajaa n Soei, namanya sama kesohornya seperti Wa Kong Tjee dari Tjin Siok Po dan Thia Kauw Kim beramai.

Di tepi Muara Kho Kee Po ini, ada satu dusun kecil, Kim Kee Tjoen namanya Dusu n Ayam Emas.€Di belakang dusun ini ada sebuah bukit kecil tetapi indah. Sedangkan di atas bukit itu, di tanah yang datar, pada pagi itu dalam musim Tjoen yang per mai, dua pemuda dan satu pemudi, asyik berlatih silat dengan gembira. Mereka ada Yo Tjin Kong, Tjoh Ham Eng serta Lioe Bong Tiap; yang pertama dan kedua ada mur id yang kedua dan ketiga dari Lioe-kauwsoe Lioe Kiam Gim, guru silat kenamaan da ri cabang Thay Kek Pay, dan yang ketiga ada gadisnya guru silat itu, satu nona c antik dan gesit. Ham Eng dan Bong Tiap asyik adu kepandaian dan Tjin Kong sedang m enonton sambil bersandar di cabang pohon, tampangnya berseri-seri. Cara berlatihnya kedua saudara seperguruan itu ada luar biasa. Ham Eng berlari -lari terputar-putar, tangannya mencekal tambang yang diikati dua belas butir bo la pualam yang kecil mungil, kalau tambangnya digentak atau dikedut, tambangnya lantas jadi lempang dan kaku bagaikan toya, dua belas bola kecilnya lantas berge rak-gerak, bersinar menyilaukan mata. Setelah lari dua putaran, dengan larinya m akin keras, Ham Eng lantas berseru: Soemoay, kau juju dan seranglah! Lioe Bong Tiap mengejar, tangannya mencekal beberapa biji piauw besi namanya p iauw besi, sebenarnya itu ada uang tang-tjhie zaman Kaisar Ham Hong. Ini ada gan tinya Kim-tjhie-piauw, yang tajam di kedua muka, yang Loo-kauwsoe Lioe Kiam Gim dapatkan dari Thay-kek Teng di Shoatang. Thay-kek Teng ada satu ahli silat she T eng dari cabang Thay Kek Pay juga. Atas seruan soehengnya, sebelah tangannya Bong Tiap lantas bergerak, disusul s ama menyambarnya sebiji piauw besi, tetapi si nona sendiri berseru: Yang ketiga! G erakan tangannya adalah yang dinamai Hong hong tian tjie atau Burung hong pentang s ayap. Segera terdengar satu suara keras, atas mana, Ham Eng berhenti berlari, akan l ihat bola pualamnya. Ia dapatkan benar sekali, bolanya yang ketiga yang telah ke na dihajar sampai ikatan kawat halusnya putus dan bolanya jatuh. Bagus! ia berseru dengan pujiannya sambil tertawa, sesudah mana, ia lari lagi. Bong Tiap mengejar pula tanpa bilang suatu apa, ia berlari-lari dengan gunai i lmu entengi tubuh yang dinamai Pat pouw kan sian atau Delapan tindak mengejar tongg eret , lalu sembari lari ia menimpuk tiga kali, sekali ini sambil berseru: Yang kes atu! Keempat! Kedelapan! Sembari menyambit, ia berlompatan dengan tipu silat Koay bong hoan sin atau Ular naga jumpalitan . Lalu beruntun terdengar dua suara beradu, dua bola jatuh ke tanah. Tapi piauw yang ketiga dijepit antara dua jerijinya Ham Eng, siapa berbuat demikian sambil tertawa besar. Mukanya Bong Tiap menjadi merah. Dia telah menimpuk membikin tiga piauw bersin ar sebagai tiga buah bintang. Ham Eng ketahui liehaynya sambitan itu, tapi dia p un hendak perlihatkan kepandaiannya, dia sengaja sambar yang ketiga dan tangkap itu. Untuk ini, ia berkelit dahulu, selagi piauw mendekati tenggorokannya, ia an gkat tangan kirinya, jari telunjuk dan tengahnya lantas menjepit! Melihat demikian, Yo Tjin Kong serukan supaya mereka berhenti berlatih, kemudi an ia berikan pertimbangannya dengan berkata: Soemoay punya permainan piauw sudah sempurna, hanya yang ketiga barusan, ditimpuknya secara terlalu terburu nafsu. Kau, Sam-soetee, masih banyak kelemahannya, gerakan Tiat-poan-kiomu masih lambat . Adalah lebih baik kau berkelit dengan Yan Tjeng Sip-pat-hoan. Dalam pertempura n, orang mesti berhati tenang tapi juga gesit. Meski adanya pertimbangan dari sang soeheng itu, Bong Tiap tidak puas. Dari tiga piauw, cuma dua yang mengenai, aku tetap kalah! katanya. Sam-soeheng, m ari kita berlatih pula, dengan tangan kosong! Ia kepal tangannya, dan menghampirinya. Tjoh Ham Eng angkat pundak. Kau sudah menang, Soemoay, kenapa kau masih belum puas? katanya. Kau tidak lelah tetapi aku yang sudah letih. Biar besok saja aku layani pula padamu . Tidak, Soeheng! mendesak si nona. Usianya dua pemuda dan pemudi ini tidak berjauhan, Bong Tiap baharu enam belas , Ham Eng baharu delapan belas. Bong Tiap ada anak tunggal, atau anak macan, bia r dia dididik keras, dia tetap sangat disayang ayahnya, hingga ada kalanya, kein ginannya mesti diluluskan. Murid kepala dari Lioe Kauwsoe sudah lulus dan sudah merantau sejak sepuluh ta hun yang lalu, umurnya sudah tiga puluh lebih, dan murid kedua, Yo Tjin Kong, su

atau Yo Tjin Kong telah ber seru: Jangan gaduh. yang sudah puny a sedikit pengalaman Kang-ouw. tapi sebelum ia bisa melihat tegas. ia menoleh seperti juga Ham Eng. Siapa tahu. orang itu tetap berjalan dengan tubuh tetap. Ia hendak uji orang itu. silakan ikut siauwtee. tubuhnya sendiri sudah melonca t ke darat. nampak kegesitan tubuh dan sikap orang itu. Ia harap. hati-hati! Berbareng dengan itu. maafkan siauwtit. ia berseru: Oh. dia berlari-lari terus ke ar ah rumah. dia pasti akan kenali aku. Di luar dugaannya. perca ya orang tidak bermaksud jahat. kadang-kad ang suka godai soemoay ini. Apakah Lioe Kiam Gim. jalanan licin. Jangan kau orang tanya aku siapa. Lioe Loo-soehoe ada di rumah? dia tanya sembari menghampir kan tiga saudara seperguruan itu. Di atas perahu itu ada seorang lelaki dengan t ubuh yang besar. tidak nanti kau orang bisa segera mengerti! Tiga orang itu melengak atas jawaban itu. taruh kata aku b eri tahu pada kau orang.€ Tuan hendak menemui Loo-soehoe. lajunya sangat pesat. orang itu sudah maju untuk paykoei. supaya ia bisa betot ujung baju orang. lalu membarengi majunya perahu seperti berlompat. ia lantas ikut Tjin Kong. turunnya di sampingnya Yo Tjin Kong. Demikian barusan. Soepeh. akan loncat ke samping. ia menjawab. akan mendaki tempat yang penuh batu. tangan kanannya dipakai men arik si murid. orang yang baharu sampai itu sudah mendahuluinya. Kim Hoa? Sekejab saja. baharu ia hendak menangkis. . tubuhnya melayan g dengan pesat. he! Lihat. Begitu lekas kendaraan itu mendekati pinggiran. Orang itu manggut. kau. Bertiga mereka ini biasa berlatih bersama-s ama. yang mengenai nama baiknya perguruan kita.€Perahu itu tidak pakai layar dan angin ada angin melawan. dari sebelah atas seorang lompat turun. ia sudah enjot tubuhnya. ak an dului soehengnya memberi laporan. ia gunakan kedua tangannya. ia segera berkata. tetamu it u adalah soetit. dari sini baha rulah ia mengawasi. Orang itu adalah Lioe Kiam Gim. Bong Tiap tarik pulang kepalannya. hingga ayahnya ini menyangka. yang sudah pulang dengan cepat. ia lantas saja menyerang dengan pukulan T jit seng tjiang atau Telapakan Tujuh Bintang . dengan tipu Soen soei twie tjouw atau Menolak perahu mengikuti aliran air. yang telah datang dengan lekas karena kecerdikan dan kegesitannya Bong Tiap. belum sempat lihat o rang punya muka. untuk mana. si guru silat. Awas. akan memberi kabar. memecah gelaga h. Loo-soehoe ada di rumah. Siauwti t belum sempat menemui Soepeh tetapi Soepeh sudah mendahului menemui padaku . tangan kirinya dengan jeriji terlonjor. Ham Eng sudah bersiap. umpama kalau ia tak mampu bikin orang terpeleset. Orang itu terperanjat dengan serangan yang tiba-tiba itu. dengan tidak perdulikan lagi perahunya. penumpang itu enjot tubuhnya. melainkan mulutnya mengucap: Ya. ia sengaja tangkap piauwnya Bong T iap. sedang Ham Eng di lain pihak. tapi si soepeh pegat ia. tetapi Yo Tjin Kong.€Hal ini. yang datang untuk mencari gara-gara. ke arah ya ng ditunjuk. Bong Tiap belum insyaf perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Orang itu kepriki pakaiannya. menotok pada tetamu yang tidak dik enal. yang sengaja mengajaknya ambil ja lanan yang sukar. Kim Hoa hendak bicara sama itu soepeh. hingga dia anggap baiklah ia mendahului menemui di luar rumahnya. Kau siapa? Ada urusan apa kau cari Lioe Loo-soehoe? €Ham Eng balik menanya. yang pakai baju abu-abu. orang asing i tu barangkali ada seorang Kang-ouw. Sebuah perahu kecil dan enteng lagi mendatangi di tengah muara. ia tak mer asakan apa-apa. ia sengaja bikin tubuhnya seperti terpeleset. ia suka turuti adatnya.dah mendekati usia tiga puluh tahun. Soeheng ini pun minta soemoaynya lekas pulang.€ Asal aku sudah ketemu sama Lioe Loosoehoe. Bong Tiap tak perduli orang mengalah. jalanan licin. sedikitnya tubuh dia itu akan seloyongan atau miring. katanya sesampainya di jalanan yang batu-batunya berlumut. Terang itu bukan perahu nelayan. katanya sembari memberi hormat sambil berlutut. Aku cari Lioe Loo-soehoe untuk satu urusan sa ngat penting. atau murid keponakan. siapa itu datang? Tangannya pun menunjuk.

itu bocah hampir ketabrak. satu anak tanggung lagi berlari-lari menda tangi. piranti duduk berangin. tapi selagi ia hendak tanyakan keterangannya bocah itu. Kenapa kau ada di sini? Bagaimana caranya kau jadi peroleh tenaga besar dalam ke pandaianmu ini? Itu bocah adalah Lioe Kiam Gim. menurut runtunan murid-murid. lari kabur. air mukanya berubah dengan segera. ia tidak mencegah. bocah itu tolak kerbau yang di depan dengan tangan kirinya dan kerbau yang di belakang dengan tangan kanannya. anak kecil itu desak Li oe Kiam Gim. soetee ini adalah ahli waris dari Thay Kek Pay. sebab ayah itu. baik kita mundur sedikit dari cerita ini. menurut pesan ayahnya. pindah untuk bekerja membantui satu kena lannya. Maka juga. Empat tahun lewat dengan cepat. sampai ia menjerit. Tapi. Kiam Beng ada soeteenya atau adik seperguruan. Bunyinya surat ada demikian penting. kebe tulan sekali dua ekor kerbau adu tenaga. tetapi. demikian kata Lioe Loo-kauwsoe. diam-diam ia perhatikan pe lajarannya lain-lain murid. ia pulang untuk cari Thay-kek Teng. ketika Kiam Gim berumur tujuh ata u delapan tahun. ia d iajak pindah ke distrik tetangga. Kiam Gim ada bertubuh kurus dan lemah luar biasa. untuk dihaturkannya. guna lebih dahulu kuati tubuh. Guru silat ini lantas loncat lari. di bawah mana ada meja dan bangku-bangku dari batu. yang kalah. karen a mana. dua ekor kerbau te ngah berkelahi. karena cepat sekali. hanya dia diperintahkan yakinkan T hay-kek-koen. seraya menghampiri. ia malah berdiri sambil usut-usut kumisnya dan bersenyum. sampai ia insyaf sendir i. karena itu Thay-kek Teng tid ak lantas didik dia seperti murid-murid lain. sedang pajak ada berat. Ger akan kedua tangan itu. anaknya Thay-kek Teng. bahwa ia bisa berlatih dengan sempurna sambil insyaf sudah. Kapan ia telah lihat bocah kecil ini. dan dengan matanya yang liehay. akan kepentingann ya. kedua kerbau terpental masing-masing. terpaksa ia layani penyerang itu. Kim Hoa lantas duduk di sebelah bawah.Sabar. atau Naga mega muncul tiga kali . ia telah saksikan sebabnya itu. Kiam Gim ajak orang pergi ke latar di mana ada banyak pohon yang lioe. Maka mereka bertiga. apabila ia sudah awasi bocah itu. Hanya. tiba-tiba ia dengar satu suara keras . Thay-kek Teng terperanjat. tetapi di lain pi hak. Ah! berseru Thay-kek Teng. sebab dialah yang diangkat jadi tjiang-boen-djin. Thay-kek Teng kagum sekali. tapi tidak menunggu sampai soepeh itu m enegurnya. hingga dua binatang itu tak saling kej ar pula. Apa mau. sesampai di sini. oleh ayahnya. belajar baharu satu tahun. Ia ini tunggu sampai orang punya kepalan kiri . Dengan In liong sam hian . yang sendirinya dengan rajin dan sungguh-sungg uh meyakini terus pelajaran yang ia dapati dari gurunya. ia mendahului keluarkan sepucuk surat. ada dengan pinjam tenaga lawan . belum ia sampai kepada mereka. atau Kuda liar memecah suri . di sebelah itu. ayahnya minta Thay-kek Teng suka ajarkan silat pada anak ini. dan yang menang mengej arnya. Ayah dari Lioe Kiam Gim ada suatu sanak jauh dari Shoatang Thay-kek Teng. di sebelah rajin berlatih apa yang diajarkan. yang tak berhasil hidup sebaga i petani kecil. Untuk ketahui duduknya perkara. hingga guru silat i ni jadi terkejut. Surat itu datangnya dari Teng Kiam Beng. jauh beberapa puluh tindak dari mereka. dada siapa ia serang. di jalan besar. Lioe Kiam Gim tidak sempat berbuat apa-apa. Tapi dia rupanya berjodoh sama ilmu silat. mereka cocok satu sama lain . ia agaknya tak perhatikan kedua ekor kerbau yang sedang main udak-udakan itu. Hanya apa lacur. yang di depan terpental minggir. Sedang begitu. orang yang mewariskan dan meneruskan pegang pimpinan dari kaum atau golongannya. akan tetapi. mereka tinggal bertetangga. beberapa hari yang sudah. Dengan Ya ma hoen tjong . menuju ke rumah. suatu ilmu pukulan dari Thay -kek-koen. Melihat demikian. maka pergaulan mereka jadi rapat. ayahnya telah menutup mata. sesudah mana. mendadak ada orang berlompat ke depan mereka dan orang itu satu bocah lebi h kecil dari Lioe Kiam Gim datang menyerang anak piatu ini. untuk meno longi. lantas yang satu. hingga ia telah perlihatkan tenaganya. Pada suatu hari selagi Teng Loo-kauwsoe dan beberapa muridnya asyik pasang omo ng di depan rumahnya. Kiam Gim baca surat itu. yang hendak tolong padanya. mari kita bicara di rumah saja. yang di belakang terdorong mundur.

Sepuluh tahun lebih Thay-kek Teng didik murid dan anaknya itu. ia merasakan hebatnya desakan musuh. aku larang kau orang be kerja untuk bangsa Boan-tjioe. sia-sia saja Lioe Kiam Gim memberi nasihat pada itu soetee. tidak heran kalau mereka jadi tidak betah berdiam di rumah saja. Sebab pihak yang pertama jadi benci atau tak menyukai pihak kedua. halnya dimulai oleh kej adian yang berikut: . Mengenai bentrokan dari Kiam Beng dan Tjiong Hay Peng. ia tak sudi mengalah terhadap siapa juga. Kiam Gim melayani sekian lama. di antara mereka. di Hoopak. Rimba Persilatan. dia adalah ahli waris dari Thay Kek Pay. di waktu mana. akan tetapi di sebelah itu. Di lain pihak terhadap sesama kau m Boe-lim. Kau. malah ia turunkan tiga macam kepandaiannya yang liehay. Di sini keduduk an mereka berimbang sama kedudukannya Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay. sadari bangsa Boan-tjioe merampas Tionggoa n dan memerintah kita bangsa Han dengan sangat menindas. maka kemudian. terutama d i Shoatang dan Hoopak. yang terbagi dua : mereka yang tetap mencinta negeri (Kerajaan Beng). tapi setelah itu. dan mereka yang suka atau k ena dilagui oleh politik mengambil hati itu. segera timb ul perubahan. di sana-sini masih ada perse rikatan-perserikatan rahasia Melawan Tjeng-tiauw untuk membangunkan Kerajaan Beng .hampir mengenainya. Tapi dengan gesit. Kiang Ek Hian dari Bwee Hoa Koen dan Koan Ie Tjeng dari Ban Seng Boen. si penyerang tarik pulang tangannya. sebab usianya yang lebih tua. pusatnya adalah Kota Poo-teng. Sikap pemerintah itu sebaliknya menyebabkan perpecahan diantara ahli-ahli silat. ialah Thay-kek-koen. jangan kau orang bertengkar. tetapi toh ia bisa tandingi anaknya itu. Inilah politik pemerintah Tjeng hingga akhirnya muncul pergerakan Pahkoenta uw atau Boxer. yang dianggap sebagai golongan pengkhianat. maklum ia ada anak yatim-piatu. pemerintah Tjeng ubah haluan dengan coba membaiki guru-guru silat. akan mulai dengan desakan lain. mereka pergi merantau. ini membuktikan ia mempunyai baha n baik dan keuletan.€ Kau bisa layani anakku. Dalam hal ini. sebabnya ialah raja ini kuatir rakyat Han nanti berontak pula. Di akhir pergerakan Thay Peng Thian Kok yang gagal. bagus! Kau ada punya harapan besar! Kiam Gim lebih tua dua tahun dari Teng Kiam Beng. ilmu pedang Thay-kek-kiam dan ilmu melemparkan senj ata rahasia Kim-tjhie-piauw. mereka tak sudi dilagui oleh pemerintah Tjeng. yang dipanggil Beng-djie atau anak Beng . Kiam Gim. Kiam Gim dan Kiam Beng taat kepada pesan guru mereka. dan ia puas ben ar dengan kepandaiannya. Teng Loo-kauwsoe lantas b erseru: Cukup! Cukup! Sudah. aku ingin kau orang tindas yang galak dan bengis. Kiam Beng menjadi kepala besar. hingga ia tel ah bentrok dengan Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Koen. akan cari pengalaman. selagi merantau. untuk ditarik sambil i a berseru-seru dengan kegirangan: Aku dapat kawan! Aku dapat kawan! Bagus. ia pesan mereka dengan kata: Kita Kaum Thay Kek Pa y. Kiam Beng dapat didikan lang sung. sebab ia anggap. sudah cukup! Anak itu. masih ada guru-guru silat yang mendidik murid-muridnya tidak perduli Kaisar Kee Keng melarang keras kepada rakyat membuka rumah-rumah perguruan silat. kau harus bisa pi mpin soeteemu! Itu waktu dua-dua Kiam Gim dan Kiam Beng sudah berumur dua puluh tahun lebih. Ia mengasih pelajaran yang sungguh-sungguh. Kiam Gim dan Kiam Beng dapat keleluasaan d alam perantauannya. ia anjurkan orang-orang bangsawan dan pembesar-pembesar negeri bergaul dan bersahabat sama ahli-ahli si lat. Anak. bagus! Thay-kek Teng puji bocah she Lioe itu. sampai tiga puluh gebrak. Karena adanya sikap pemerintah itu. ketika datang s aatnya ia hendak menutup mata. lantas ia pukul orang punya lengan. ditugaskan untuk menolong yang lemah. Sejak itu Thay-kek Teng terima Kiam Gim sebagai murid yang sah. mereka jadi dapat banyak kenalan dan penghargaan. maka itu. inilah akan menyebabkan hatiku tidak tentaram. jangan bersikap keras. Ia gunai tipu silat Lam tjiak bwee atau Mencekal ekor burung gereja . Beng-djie. Kiam Gim pun sangat bersyukur pada gurunya ini yang ia pandang sebagai ayah sendiri. sejak kita diwarisi ilmu silat oleh guru besar kita Thio Sam Hong. tapi ia me layani terus. malah Kiam Ben g diperintah panggil soeheng padanya. perhentikan serangannya denga n lantas. maka guru silat itu jadi sangat girang. Tapi kemudian. ia sambar tangannya Kiam Gim. sedang di kalangan Kang-ouw. Kalau Kiam Gim adalah tetap ramah-tamah.

tetapi jago Thay Kek Pay itu terus susul mereka dengan turun loncat ke bawah. yang satu mencabut pedang. beri kut teriakan mereka berulang-ulang: Tangkap penjahat! Tangkap penjahat! Hanya sesu dah datang dekat. Ia memang pali ng benci penjahat perugul orang perempuan. bayangan it u lari masuk ke dalam pekarangan lebar dari suatu gedung besar. Maka terus ia loncat naik ke atas genteng. Ia tidak menoleh ke belakang. Kiam Beng pasang mata. guna cari tahu bayangan itu siapa adanya atau apa maksudnya. Dengan tangan kosong. orang rupanya jerih ter hadapnya. Kiam Beng dengar kata-kata itu. Baharu saja aku tiupkan asap Ngo-kouw Hoan-hoen-hio. mereka sampai di luar Kota Poo-teng. loncat naik ke atas sebuah ranggon kecil. mer eka hampirkan tembok pekarangan.€Ia lan tas dapat mencandak. kata bayangan yang satu. itu se njata yang mirip dengan pit atau potlot. sekarang dia tentu sudah pingsan . Ah. Dua-dua bayangan itu memakai topeng hitam. Ia tidak pernah menyangka bahwa orang ada kandung suatu m aksud. seperti biasa Teng Kiam Beng melatih diri. ia bisa menan g. ia sudah a kan rubuh siang-siang. Di sini. disus ul sama berkelebatnya satu bayangan di atas genteng tetangganya. ti ba-tiba dua bayangan itu tarik pulang senjata mereka. hingga kelihatan saja sepasang mata mereka masing-masing. kecuali dua orang yang dandan sebagai kepala tjinteng. Tidak tempo lagi. satu kali. tetapi ia tidak peroleh hasil. yang lalu maju sedikit. Hanya anehnya. Ia terus memasang mata dan kup ing. Ia gunai Khong tjhioe djip pek djim . denga n apa mereka mendahului menerjang. Ia heran di wak tu demikian ada kelayapan satu ya-heng-djin ialah orang yang biasa keluar malam. yang panjangnya kira-kira tiga kaki. Pertempuran sementara itu sudah mengagetkan orang-orang di dalam gedung. percuma Kiam Beng mengej ar. bulan dan bintang sedang guram. hingga ia bisa datang dekat kepada m ereka itu. yang banyak pepo honannya. Ia tidak tahu. sebab di sebelah kecurigaannya. Sambil bersembunyi di b elakang sebatang pohon. yang pun bawa obor dan lentera. Eh. tak pernah ia mampu sambar senjata musuh. lantas ia lari dengan keras sekali. ya ng asapnya bisa menyebabkan orang tak sadar akan dirinya. untuk bisa datang lebih dekat kepada mereka itu. Ia pun jadi tidak senang. Lihat tanganku! Dua bayangan itu tidak takut. Ia tidak takut sekalip un ia tidak bersenjata. yang mencorong. coba ia berkelahi dengan satu lawan satu. tak perduli bagaimana dia pandai berlari cepat. Anak ayam itu berada di lauwteng ketiga. Waktu itu. Kiam Beng lawan dua bayangan itu. Dengan tidak merasa. Hal ini terjadi beberapa kali. sampai Teng Kiam Beng kau orang tidak kenali! berser u jago Thay Kek Pay ini. Habis itu. menjadi gusar dengan tiba-tiba. Ia sembunyi di atas pohon dekat ranggon itu. Ia segera menyangka bayangan itu ada satu penjahat atau tukang ganggu orang-ora ng perempuan. Dua bayangan itu terkejut dan loncat turun. hingga ia anggap.Pada suatu tengah malam. ia k eluar dari tempat sembunyinya dan loncat ke ranggon itu. dia tak mampu mencandak lagi . siapa lantas saling berbisik dengan bayangan yang pertama. inilah ternyata dari gerak-gerakan mereka. tetapi ia seperti ketahui ada orang kuntit padany a. Kiam B eng lihat orang bermula mainkan Tat-mo Kiam-hoat dari Siong Yang Pay. yang lain mengeluarkan sepasang Poan-koan-pit. akan rampas gegaman orang itu. terang-terang ia bakal tertikam atau tertotok. kawanan manusia rendah. ujung peda ng saban-saban menikam ke arah tempat-tempat kematian. hingga kali ini. bayangan itu seperti punya mata di belakang. Ia lihat munculnya bayangan yang kedua. Ngo-kouw Hoan-hoen-hio adalah hio. mereka tidak berani menyerang. seger a datang serombongan orang yang bersenjata. dia tetap ketinggalan beberapa tumbak jauhnya. sebaliknya. akan ditukar dengan geraka n lain. kalau hendak dibikin celaka. Ia lantas berdaya. ia angga p orang tidak pandang mata padanya. Segera bayangan itu menepuk tangan. malah apa yang ia rasai aneh. pikir Kiam Beng. tetapi ia dikepung dua musuh tangguh. yang satu memegang . makhluk apa berani campur urusan tuan-tuan besarmu? mereka itu menegur. Dua bayangan itu ada liehay. suatu ilmu dari Thay-kektjiang. ujungnya senantiasa mencari satu di ant aranya tiga puluh enam jalan darah yang berbahaya. mereka mengurung dari jauh-jauh saja. Tiba-tiba ia dengar sambaran angin lewat. u ntuk menyusul. ilmu dengan tangan kosong melawan senjata tajam. Terang mereka hendak cari tahu keadaan. Dan Poan-koan-pit.

pedangnya menyabet kakinya orang itu. Dengan tabah Kiam Beng loncat untuk berkelit. terima kasih untuk bantuan kau ini. racunnya ada racun dari Tanah Biauw. tatkala ia periksa senjata itu. ia berseru: Oh. kakinya mengge ser. Itu ada obat di dalam istana. Di lain pihak. yang lain sepasang golok. untuk diajak masuk ke dalam. karena dalam pertempuran. ia berniat pamitan. ia terus layani musuh-musuhnya. suaranya separuh merintih. ia tambahkan: Di masa muda. atau Sin-kiang. orang mesti pepayang padanya. dengan begitu ia bisa balas menyerang si pemegang pedang itu. dengan sepasang t angan kosong. Berbareng dengan itu. untuk mengejar. akan lari. disusul sama Koen tee tong . Mari. Sikapnya dua bayangan itu ada mengherankan. Ia menyerang s ambil mendekam. Teng Kiam Beng tidak gemar bergaul sama orang-orang sebangsa hartawan ini. terus ia raba pahanya. di detik itu juga. Mereka ini tidak punya guna. belum sampai ia peroleh maksud. Tuan rumah periksa senjata rahasia itu dan juga lukanya. dua-duanya kena disapu kakinya hingga mereka rubuh terpe ntal! Teng Kiam Beng tidak harap bantuannya sekalian tjinteng itu. ke pepohonan y ang lebat. tapi. tapi begitu lekas pin dahkan kaki kanan ke kanan. yang aksinya baik. Ia pun terus loncat mundur. yang terus saja pimpin jag o Thay Kek Pay itu. Tok -tjie-lee! €Karena itu ada senjata rahasia yang dipakaikan racun. Untuk bis a bangun. kedua bayangan. Ia baharu bergerak atau mendadak beberapa cahaya be rkeredepan dari tempat lebat. karena ia rasa i kakinya jadi kaku dan gatal. ra cunnya segera bekerja begitu mengenai darah! Luka ini tak dapat disembuhkan kecu ali dengan obat kepunyaan si penyerang gelap sendiri. yang dandan sebagai satu saster awan. Seorang berumur kurang-lebih lima puluh tahun.€Di istana orang s . ia berkelit dengan lompat jumpalitan Yan Tjeng Sip-pat-hoan atau Yan Tjeng jumpa litan delapan belas kali .tumbak. si pemegang pedang berseru: Misah! Ini adalah ucapan rahas ia. juga buat obati luka-luka senjata rahasia. Tin-djie. atau Bergulingan di tanah begit u lekas tubuhnya mengenai bumi. Ini ada senjata rahasia yang dipakaikan racun. baharu mereka ha mpirkan kedua bayangan. sepas ang senjata itu bergerak dengan berbareng. ini ada satu senjata jahat. sahut Teng Kiam Beng sambil kerut kan alis. Kiam Beng tidak pikirkan itu. ia mengarah muka. apa mau. kita nanti coba itu! Kemudian pada Kiam Be ng. tidak urung paha kanan nya toh ketusuk sebatang senjata rahasia. perbuatannya diturut oleh kawannya. tubuhnya turut. di sana aku kenal satu thaykam tua siapa presen aku setengah botol kecil obat i tu. ada yang suguhi thee. Guru silat ini mendak. Rasanya aku tak dapat lagi keluar dari rumah ini . tiba-tiba ia rasai kakinya lemas. sebelah tangannya balas menotok. Di kalangan Kang-ouw. tapi u ntuk nyerbu ke tempat lebat. Tuan. Sekarang baharu ia insyaf. Segera datang satu serangan Poan-koan-pit kepada pundak kanan Kiam Beng. ya ng aku tak nanti lupakan . yang masih menancap. di mana orang melayaninya denga n hormat dan telaten. lenyap di tempat lebat itu. tadi ia sudah terkena senjata rahasia. tanpa ia ingin. Kau mint a obat Pek-giok Seng-kie Poat-tok-koh. yang berarti menyingkir . peda ng menyambar dari belakangnya. lantas hampirkan Kiam Beng kepada siapa ia memberi hormat sambil menjura d engan dalam seraya terus mengatakan: Tuan. yang bertopeng. Apa yang mengancam mereka ialah rombongannya tuan rumah tet api mereka ini tidak mengurung untuk menyerang. ia hanya maju. menyambar kepadanya. aku pernah pangku suatu pangkat kecil di Pakkhia. mari mampir! kemudian kata si tuan rumah. set elah hirup thee. Kejar! Kejar! berulang-ulang berseru kawanan tjinteng. baharu saja ia bangun untuk berdir i. mereka m enang di atas angin. yang membikin ia kaget. Senjata apa itu? Adakah itu berbahaya? tanya tuan rumah yang agaknya kaget. mereka tidak berani. ada yang sediakan hoen-tjwee. Ia tahu adanya senjata rahasi a. Kiam Beng lekas-lekas membangunkan orang tua itu. dari mana ia cabut senjata raha sia itu. air mukanya pucat. ia rubuh sendiri. tubuhnya diputar. katanya untuk sembuhkan segala racun atau gigi tan binatang berbisa. pergi lekas ke lauwteng belakang pada Djie-ie-nio! ia berkata. hingga mereka telah bergebrak lebi h dari lima puluh jurus. hingga ia mesti kelit ke kiri. Penyerang itu buang mukanya ke belakang. Ia bergerak sangat gesit.

It Gok turut bicara. karena senjata rahasiamu tepat mengenai anggotanya yang tak membahayakan jiwanya. Dia jadi ahli Thay Kek Koen bukan namanya. Mereka sengaja dipinjam oleh Tjongtok Tee Kie dan Tit-le e. supaya ahli silat Thay Kek Pay ini bisa ditempel agar nanti tenaganya bisa dipakai oleh negeri guna had api musuh-musuh gelap bangsa Han. sekarang marilah kita coba. yang luluskan semua permintaan. Tuan mesti beristirahat di sini. Teng Kiam Beng memang bukan orang sembarangan. dan semua orang itu d isambut sendiri oleh Sian Ie. setelah sembuh betul. . Kiam Beng dirawat dengan sempurna. d ia tanya. akan turuti hatiku. hartawan di Poo-teng. S audara Bong. apa yang sudah terjadi.ediakan obat ini guna berjaga-jaga. Selama racun belum punah semua. karena selama tiga hari ia leny ap dengan tiba-tiba. Ia pun lihat orang itu manis budi. Ia memang mengerti sedikit tentang syair. tetapi ia tak ada di atasan kita . buat jalankan peranan. lantas ia dapa t tahu. dan lainnya. Malah beberapa kali ada orang-orang melara t datang untuk mohon derma. It Gok perkenankan ia berlaku jumawa. buat beberapa hari. karena ia sudah terima budi. Di hari keempat. aku pasti bikin dia mampus! Kalau dia mampus runtuhlah daya-upaya kita! Soh Sian Ie tertawa. Selama beberapa hari. enghiong besar dan tuan penolong. tuan penolong yang bai k hati . jikalau bukan kita berdua. Hanya. Tidak ada jalan. Selagi tiga orang beriang-gembira. datang orang-orang menyambanginya. Kiam Beng sampai di rumahnya dengan tidak l ama kemudian. sempurna sekali gunai ilmu pedang Heng Ie Pay dan Boe-kek kiam-hoat yang kau dapat curi pelajari. kau pasti akan bikin Kiam B eng bingung mengenai boegeemu! Dan aku kagumi kau. jago itu suka atau tidak bersahabat sama dia . h artawan ini juga budiman. yang berpura-pura menjadi penjahat tukang perugul orang perempuan. pahlawan kelas satu. Kiam Beng terpaksa pakai obat itu. untuk pasang omong. Sekarang silakan Tuan tinggal sama aku di sini. dan Ini budi besar tidak nanti aku lupakan! katanya. Saudara Ouw. Loosianseng! Bong Eng Tjin tertawa pula. kalau tidak. bahwa tuan rumahnya ada Soh Sian Ie. Sedang kau. Karena ia tinggal menumpang. Karena Soh Sian Ie sedang main sandiwa ra! Dua orang bertopeng itu ada tauw-teng wie-soe . Teng Kiam Beng rubuh dalam tipu-daya kita! kata Bong Eng Tjin sambil bertepuk ta ngan dan tertawa gembira. hingga dengan begitu. akan pedayakan Teng Kiam Beng. terpaksa ia terima baik undangan itu. Kalau tidak Tee Tjon gtok memesan wanti-wanti. Sian Ie sendiri berulang-ulang panggil dia enghiong besar . ia merasakan hawa adem. Laginya. Kiang Ek Hian dan Koan Ie Tjeng. dia tak dapat dilayani . selagi ia mengucapkan terima kasih. hingga kau sekarang bisa jadi sahabatnya! Tiga orang itu tertawa dengan gembira sekali. terutama kau. Kiam Beng tahu liehaynya racun itu. peti mati. Maka ia percaya. buat ap a menyingkirkan hanya dia seorang? Bukankah kita hendak pakai tenaganya untuk bu yarkan persatuan dari kaum pencinta negeri kalangan Kang-ouw di Shoatang dan Hoo pak ini? Aku kagumi kau orang berdua. . kuatir ada penyerangan gelap. sedang sawah ia punyai sejumlah bau w. tidak nanti aku tak a da di atasan Kiam Beng. hartawan itu sendiri lagi duduk berkumpul dalam kamar rahasianya bersama dua orang yang itu malam jadi bayangan dan memakai topeng. dan yang pegang Poan-k oan-pit ada Ouw It Gok. untu k mana ia menghaturkan terima kasih. luka akan kumat lagi dan itulah berbahaya. Boan Eng Tjin. di rumahnya Soh Sian I e. hanya aneh. dia benar-be nar liehay. dari ilmu surat sampai segala urusan di Kota Raj a. Pandai sekali kau de ngan angkatanmu. Coba aku merdeka. Tentu saja Kiam Beng menjawab bahwa ia suka bersahabat. sampai ke hatinya. Soh Sian Ie ser ta orang-orangnya antar dia sampai tiga lie. kemudian tuan rumah berkata pula . di antara sahab at-sahabat itu ada Tjiong Hay Peng. Dia tanya alamatnya. lalu kak inya itu. semua merek a ini menanyakan. beras. begitu lekas l ukanya dipakaikan kohyo itu. orang jadi heran. dari istana Kerajaan Tjeng. Sebegitu jauh aku belum pernah pakai obat ini. selagi ia berjalan pulang dengan bersyukur. yang punya be berapa ribu bauw sawah. tuan rumah senantiasa temani ia. Teng Kiam Beng pamitan. hingga dia tidak curiga suatu apa terhadap kau. ia bisa gerak-gerakkan juga. Yang bersenjatakan pedang. sibuk dan berkuatir juga.

orang sebangsa dia yang budiman sukar dipatinya. ketika mendadak ia tanya Tjiong Hay Peng: Di ant ara murid-murid Heng Ie Pay mu ada atau tidak seorang yang jangkung-kurus. sebaliknya kita orang Kang-ouw. Ketua dari Heng Ie Pay. atau ulang tahun yang k e-51. orang-orang lain tak dapat menghindarkannya. Tjiong Hay Peng tidak puas. kau mesti haturkan maaf pada Heng Ie Pay dengan adakan perjamuan! Setelah kata begitu. tidak saja aku akan cuma terkena senjata rahasia. karena hampir setiap hari Sian Ie kirim orangnya untuk menyampaika n bingkisan apa saja atau dia diundang untuk dijamu. aku harap karena sikapmu ini. kalau dia ada markis. persahabatan antara Kiam Beng dan Soh Sian Ie menjadi tambah kekal setiap hari. jiwakupun bisa melayang di tangan mereka. cara bagaimana kita boleh bersahabat sama dianya? Saudara. memperoleh satu tail perak. dan siapa berumur di atas tujuh puluh. Saudaraku! Kiam Beng sahuti saudaranya itu. Kiam Beng kata. Rata-rata mereka itu nya takan bahwa mereka belum pernah dengar perihal dua tjay-hoa-tjat itu penjahat tu kang perkosa orang perempuan. Tjiong Hay Peng jadi sangat gusar. Kiam Beng saksikan amal orang itu. bagaimana dia bisa begitu dermawan te rhadap orang-orang tua miskin itu. Ia kat a: Keluarga Soh ada hartawan dari Poo-teng. Kiam Beng pun gusar. yang malah ia sangat hormati? Kiam Gim tidak mau bantah saudara muda itu. terang kau sengaja memfitnah aku! ia berseru. Aku melihat dengan mata sendiri. ia minta saudara ini waspada.Aku telah hadapi orang-orang jahat tidak dikenal. Belum pernah ada or ang Heng Ie Pay yang jadi tjay-hoa-tjat! Dijawab secara demikian. Soh Sian Ie bikin pesta shedjit. pada orang-orang tua yang melarat: yang berumur lima puluh lebi h mendapat dua tjhie perak. Lioe Kiam Gim lihat sikapnya itu saudara angkat. kalau tidak tangan kosongku ini yang liehay. pesta dirayakan di dalam taman bunga. di pedang atau Poan-koan-pit! Mendengar keterangan itu. semua tetamu menjadi heran. dengan sikap be . Kiam Beng sudah utarakan juga sangkaan belaka. siang-siang aku telah mesti tewas di tangan mereka! Melihat kedua pihak telah jadi sangat panas. jago Heng Ie Pay ini lantas ngeloyor pergi. kita biasa tolong si lemah yang tida k berdaya. Mereka juga menduga dengan sia-sia belaka. jik alau ada muridku yang berbuat jahat. bagaimana itu bisa jadi keliru? ia membalik. jangan kau terbitkan kerenggangan di antara kita kaum Kang-o uw! Kau terlalu kukuh. agar dia tak sampai terjebak. Aku nanti segera kirim kabar pada semua muridku. dia hampirk an soetee itu seraya bawa satu bocah umur enam atau tujuh tahun. yang lainnya maju sama tengah. yang pandai mainkan ilmu pedang Boe-kek Kiam-hoat? Tjiong Hay Peng. coba bukan aku. Aku akan segera membikin penyelidikan! kata Ketua Heng Ie Pay ini dalam murkanya . didermakan lima tjhi e. Tapi itu orang bertopeng. terang-terang telah gunai Boe-kek Kiam-hoat! ia berdiam sebentar. Keluarga Soh betul -betul dermawan! Mustahil di antara mereka itu benar-benar tidak ada yang hatiny a suci-murni? Selang beberapa hari. ia pernah berikan peringatan atau nasihat. aku tidak tahu! katanya. ia kata kepada Kiam Gim: Kau lihat. dan ia tuturka n pengalamannya. Teng Kiam Beng. pada sahabat-sahabat juga. yang bersenjatakan pedang dan pakai topeng di waktu melawan aku. siapa berumur enam puluh lebih. selagi pesta berjalan. Demikianlah sebab-sebab permulaan dari perselisihan antara Kiam Beng dengan Tj iong Hay Peng. Hm. un tuk menyabarkan mereka. hartawan inip un membagi amal. maka sepulangnya dari pesta. Ada atau tidaknya muridmu yang jadi tjay-hoa-tjat. Teng Kiam Beng turut berpikir. Selama itu. Apa? Murid dari Heng Ie Pay? ia tegaskan dengan mata melotot. Dua orang itu ada liehay sekali. sehingga ia keprak meja. terperanjat. Kiam Beng terta wa dingin. aku nanti kutungi tubuh mereka jadi delapan potong dan tikamkan mereka tiga lobang! Kalau tidak. lalu ia t eruskan: Bukan melainkan orang itu yang memegang Poan-koan-pit juga gerak-gerakan tubuh seperti pelajaran golonganmu! Dalam sengitnya. atau memperkosa orang perempuan. tapi selang tiga hari.

seperti buat betuli jembatan atau jalan besar. Kalau ia tetap sangka Hay Peng. ia boleh bersikap sebag ai orang budiman. guna minta Teng Toako menghaturkan maaf kepada pihakku! Teng Kiam Beng tercengang atas ucapan tajam dari Tjiong Hay Peng. yang ia jadikan muridnya dan rawat dengan baik. pada setengah bula n yang baru lewat. aku tidak sanggup pegang pimpinan. sudah kena dilukai dan dihinakan orang dan dalam hal itu. Teng Toako mestinya percaya aku. entah berapa banyaknya yang di luar tahu kita! Kiam Gim berhenti sebentar. aku tidak dengar suatu apa. itu membuktikan Heng Ie Pay. ia pulang dengan ajak itu bocah yatim-piatu. Memang. ia memangku jabatan. tapi sebaliknya ia sangsika n kejujuranku. ayah itu telah gantung diri hingga binasa. ia kata: Soetee. aku bawa ia pulang. Dengan sebenarnya. yang punya kepandaian akan pecundangi ahli waris dari Thay Kek Pay. aku sudah lantas bertindak. syukur buat ia. akan cari tahu tuduhan itu . ia datang bersama beberapa sahabatnya . kau punya bukti-buktinya. tetapi dari berbagai pihak kaumku. Begitu sejak pegang pimpinan. meskipun dengan cara curang! Oleh karena itu sekarang aku adakan pertemuan ini u ntuk bersihkan diri.da dari biasanya. ia toh tidak gampang-gampang hendak menyerah kalah. diapun tidak aniaya kuli-kuli taninya. Dia ini sudah tidak punya ibu. guru-guru si lat dan piauwsoe dari Kota Poo-teng kesohor telah terima undangan dari jago Heng Ie Pay itu. lalu ia tambahkan: Apakah Soetee ketahui. itula h terlebih celaka pula. kalau dia sanggup memba yar cukai saja. Tjiong Hay Peng angkat bicara. karena ia kena dirubuhkan oleh angkatan muda Heng Ie Pay . bunganya begitu berat. Lagi tahun yang sudah. jumlah itu naik jadi lima puluh tail. ia coba mengamal untuk kelabui orang banyak? Memang Soh Sian Ie tidak menagih sendiri uang atau hasil uang yang dipinjamkannya dan uang sewaan tanahnya. Seperti aku sudah janji. Maka sayang sekali. meskipun demikian. ia kata kemudian. unt uk dihadapkan ke muka kita beramai. demikian katanya. kau tahu dia siapa? Dia ini adalah bocah yatim-piatu dari kuli taninya Soh Sian Ie! Ayahn ya garap tiga bauw sawahnya Soh Sian Ie. dia telah selundupkan candu. ia menuduh kita Kaum Heng Ie Pay. karen a rumah itu adalah milik pertanggungan. hingga di belakang hari. hingga kekayaannya jadi bertambah-tamba h. untuk hadirkan suatu pesta perjamuan. karena musim paceklik. atau cu cu muridku. walaupun demikian. hingga kembali ia bisa kumpulkan banyak uang. Lewat setengah bulan sejak Tjiong Hay Peng pulang dengan ngambek. dengan sedikit uang. bagaimana Keluarga Soh itu dirikan rumah tangganya yang mewah? Dia sudah berkongkol sama pembesar-pembesar negeri. Setelah pertemuan dimulai. Di sebelah itu. sedang terhadap ka um Kang-ouw. aku tak sudi menghaturkan maaf! . tetapi orang-orangnya atau gundal. belum satu tah un. ayahnya terpaksa p injam sepuluh tail perak dari Soh Sian Ie. Ia menyangka buahnya tuduhan terhadap orang she Tjiong itu. Ini adalah kejadian yang aku kebetulan dapat tahu. Di Kot a Poo-teng sendiri. itu adalah hebat. Kiam Beng anggap saudaranya telah terlalu bersikap keras. Toako Teng Kiam Beng. karena kejar tjay-hoa-tjat. Aku tidak punyai kepandaian suatu apa tetapi aku toh ditugaskan untuk memimpin kaumku Heng Ie Pay. bocah ini jadi muridnya yang ter pandai. sebab tidak punya tempat bernaung lagi. maka itu. ia beli pangkat. ia kirim balasannya. buat dipakai beli sawah dan kebun. kecuali dua orang bertopeng itu dapat ditangkap. y ang pun ditaati oleh kaum kita. hingga Kiam Gim jadi k ewalahan. sejak kecil kau hidup dalam keluarga yang bera da. kita semua bisa hidup damai. Tapi aku. Meskipun demikian. kaum kita belum pe rnah lakukan apa-apa yang mendatangkan malu bagi Heng Ie Pay. tidak ada orangku yang main gila. aku telah terima laporan. setelah punya banyak uang . Kau menyangkal. atau ia mengamal pada o rang-orang tua melarat! Apa artinya akan dermakan sedikit uang kalau di lain pih ak. maka syukur Heng Ie Pay mempunyai aturan-aturan yang dipegang keras. aku telah s aksikan sendiri bagaimana orang telah bersilat dengan caranya Heng Ie Pay dan Bo e-kek Kiam-hoat. Mati daya. Tentang kedua tjay-hoa-tjat. karena ia keluarkan sedi kit uang. mestinya percaya tidak nanti ada muridku. Sudah begitu. Ia bisa dapatkan nama dermawan karena kecerdikannya. rumahnya yang bobrok pun disita Soh Sian Ie. Kiam Beng pun terima undangan . mereka ini bersikap sangat telengas dan kejam! Bukti atau keterangan yang dimajukan soeheng ini ada kuat. dan di harian pesta. Pendeknya. kau tidak kenal kesengsaraannya orang miskin! Kau lihat ini bocah.

itu ada cara pemecahan yang ia memang inginkan. sebagai soeheng dari Teng Kiam Beng. kapan tangannya kedua lawan bent rok dengan dua tangannya ini orang ketiga. di antara orang-orang Kang-ouw. sedang tadinya. Di mana perdamaian telah didapat. da n kedua. soeheng dari Teng Kiam Beng. Tjio ng Hay Peng hampirkan Teng Kiam Beng. Kiam Gim sudah mendahului menjura terhadap dia. dia memang hargai orang she Lioe itu. orang she Lioe ini kata: Kita Kaum Thay Kek Pay belum lakukan pembukaan secara resmi di Kota Po o-teng ini. Dengan Lek tok tjian kim . kita belum punya murid yang menjadi ahli waris kaum kita. karena ia lantas sangka. Kiam Beng bilang. soeheng i ni niat bantui soeteenya. nyelak sama tengah. Bagus sekali tinda kan kau ini! Sebenarnya. Kiam Beng elakkan kepalanya sambil lompat ke samping kiri. hanya mari. Tepat. selagi kedua tangan hampir kebentrok satu dengan la in. pertempuran sudah lan tas dimulai secara demikian getas. sam bil putar sedikit tubuhnya. Semua tetamu lain jadi terperanjat. Kiam Beng babat lengan orang yang menyerangnya. Tjiong Hay Peng menjadi gusar setelah ia kenali orang yang nyelak sama tengah itu iala h Lioe Kiam Gim. Kalau Tjiong Toako berniat berikan pengajaran padaku. Ia ada ahli waris dari Thay Kek Pay. karena dengan begitu. bisa dim engerti yang dia jadi tidak senang karena tuduhan itu mengenai kehormatan dia pu nya golongan. m ukanya Kaum Heng Ie Pay menjadi terang pula. hingga mereka tak sempat lagi malang di tenga h. dengan suara nyaring. hingga ia keluarkan tuduhannya. maka itu s ekarang aku. dengan tidak buka lagi baju luarnya yang gerombongan. menyerangnya. ia singkirkan tangan kanan lawan. bisa sekali dia kena dikelabui. lalu dengan membarengi.Mendengar demikian. dua or ang bertopeng itu gunakan beberapa jurus tipu-silat curiannya. sakin g tidak puas. kedua tangannya dipakai menangkis dua-dua serangan. karena betul. mustahil aku berani tak t erima! kata Kiam Beng sembari tertawa jumawa. tiba-tiba seorang lompat kepada mereka. belum ia tutup mulutnya. tang annya Tjiong Hay Peng sudah bergerak. sebelum ia sempat bertindak apa-apa. baiklah ki ta turut saja aturan umum. suka ada mereka yang curi beberapa jurus ilmu silat orang dan dua binatang itu. Kenapa Ketua dari Heng Ie Pay berbuat demikian? Itulah pertama karena Kiam Gim punya sikap laki-laki. Tjiong Hay Peng lantas membalas hormat sambil ucapkan kata-kata merendah. Jago she Kiang ini menduga benar dengan kata-katanya itu. ia kata: Kalau tetap Teng Toako tidak niat haturkan maaf. aku mohon pengajaran dua-tiga gebrak dari kau! Itu ada tantangan untuk pieboe. Dengan Tjiam liong tjhioe . dua binatang itu pergunakan Boe-kek Kiam-hoat. inilah yang ia sangat tidak setujui. hayo kita minum! Dan Kiang Ek Hian padukan cawannya Kiam Beng dan Hay Peng. mereka tidak sangka. sekarang soehengnya wakilkan ia menghaturkan maaf. sembari angkat kedua kepalannya. atau Tangan menabas naga . bersama-sama kita lanjutkan usaha kita akan cari tahu siapa adan ya dua binatang itu! Saudara-saudara. tapi dari sini. Biarpun perdamaian telah didapat. Kiang Ek Hian dari Bwee Hoa Pang berseru. Tapi. urusan ini kecil sekali dan tidak ada harganya untuk di perbesar. aku p ercaya kebenarannya itu. Hay Peng turuti geser tubuh. mereka pada mundur sendirinya. yang mengarah batok kepalanya Teng Kiam Beng. Kiam Gim berhak be rtindak secara demikian. Dalam saat yang hebat itu. Tjiong Hay Peng mulai dengan Tok pek Hoa San atau Dengan sebelah tangan membelah Gunung Tay San . Adalah kepalan kanannya. Ia pun masih mendongk . baik hal ini tidak dibuat ganjel an. Ini adalah tangkisan yang berupa serangan yang berbahaya seka li. atau Tenaga melawan seribu kati . untuk mem beri hormat. akan tetapi. ia mendesak dengan tangan kanan melintang sebagai an caman dan tangannya kiri menyerang pundak lawan. Tangkisan ini ada berbahaya tetapi pun hebat. Dan Tjiong Lauwtee. Sebagai soeheng. aku wakilkan golonganku akan m enghaturkan maaf pada Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay! Pernyataan Lioe Kiam Gim itu bikin suasana jadi reda dengan sekejab. Memang. ia sodok iga kan annya Kiam Beng dengan kepalan kirinya. Lioe Lauwtee. entah dari mana mencaploknya! Saudara Kiam Beng belum pernah yakinkan Heng Ie Pay. adu kepandaian. tampangnya Teng Kiam Beng masih pucat.

bahwa soehengmu ada kesohor jujur dan namanya terjunjung. Sau dara ini ada gendol satu pauwhok kecil. aku tidak berani o mong suatu apa . atau Kok-soet Kouw-boen. terpaksa ia tutup mulut. supaya sekalian leluhurmu itu pun bisa dimuliakan namanya. supaya Thay Kek Pay ada ahli warisnya. dengan tidak pikir panjang lagi. lupa pada diri sendiri! Aku pun hendak beritahukan padamu. Hanya pada suatu malam malaman besoknya so etee ini hendak resmikan pendiriannya Lioe Kiam Gim datang dengan tiba-tiba. perhubungan di antara Kiam Beng dan Hay Peng jadi renggang sendirin ya. untuk pasang omong. dia cemarkan nama perguruan. sudah seha rusnya Lauwhia angkat diri. aku dip iara dan dididik Soehoe sampai aku berusia dewasa.ol karena Tjiong Hay Peng berlaku galak demikian terhadapnya di depan sekian ban yak tetamu. akan cari pengal aman. malah Lioe Kiam Gim sendiri. mendirikan kaum sendiri bu kan pekerjaan gampang. Teng Kiam Beng ketarik hatinya mendengar kata-kata yang beralasan itu. ia lantas turut sarannya Soh Sian Ie. di pinggangnya tergantung pedangnya. kedua suda . aku hendak sampaikan anggapan umum terhadapmu. dari Istana Tjongtok dari Tit-lee. manusia mati meninggalkan nama! katanya. tetapi ia semakin hargakan Sian Ie sebagai sahab at yang jujur dan setia. Hanya. Untuk in i. kau mesti jaga jangan sampai kau dipermainkan oleh murid yang b uruk. Aku membutuhkan dasar yang kuat betul sebelumnya aku angkat diri. Kiam Gim ada soeheng tetapi ia d ari lain she. mesti ada orangnya Keluarga Soh yang datang kepada Kiam Beng. Aku masih mesti merantau. Seperti Soetee ketahui sendiri. Tetapi peribahasa mengatakan: Macan tutul mati meninggalkan kulit. Sejak itu. den gan air muka sungguh-sungguh yang tercampur kemasygulan. Mengenai tindakannya Kiam Beng yang angkat diri jadi tjiang-boen-djin dari Tha y Kek Pay. kau mest i ber-hati-hati. nampanya tidak ada perhatiannya . Lauwhia tidak mau resmikan adanya golonganmu? Kiam Beng manggut-manggut waktu ia menjawab: Sebenarnya aku telah pikirkan itu hanya sekarang belum sampai waktunya. bukankah dulu kau pernah tanya aku. sebab bisa jadi ada bangsa kurcaci. karena kau berniat menjagoi sendiri. kesatu aku belajar belakangan dari kau. golongan ahli silat lainnya tidak ada yang taruh perhatian besar. malah persahabatannya dengan yang lain-lain juga jadi semakin tawar. kenapa di Poo-teng sini. Soh Sian Ie tertawa berkakakan atas keterangan itu. lalu di belakang hari. pergaulannya dengan Soh Sian Ie jadi bertambah rapat. budinya Soehoe tak dapat aku lupakan. Ia anggap bahwa ia sudah kena dibikin rubuh. Kau dianggap sudah nanjak ke cabang yang tinggi karena kau andali pengaruh pemb esar negeri. buat memberi selamat atau m engutarakan pujian. mengenai kau ini. saudara ini tidak bilang suatu apa. dia berkata: Soetee. dengan uang. dan dengan pengar uh pembesar negeri. yang nanti datang buat berguru pada ka u. dari i tu. Akan tetapi. aku minta kau waspada. tetapi di sebelah itu. kalau dia dengar Kiam Beng utarakan mendongkolnya pada Hay Peng. karena orang ban yak anggap pemecahan itu ada tepat. orang yang sah untuk itu adalah dia sendiri. aku percaya kau bukan bangsa penjilat dan jumawa. kecuali bila sudah tidak ada turunan dari Keluarga Teng. akan angkat diri jadi soehoe. ahli waris yang menjadi ketua golonga n. Begini j uga ada pikiran soehengku. selagi mereka bicara dengan asyik. Sian Ie membantu banyak sekali. Aku kuatirkan ini. Harus diaku i. malah dengan angkat juga orang she Teng ini menjadi penasiha t ilmu silat. ia tak dapat menjadi anak berbakti atau cucu bijaks ana . Soh Sian Ie cerd ik sekali. Soetee. sed ikit sekali kaum Rimba Persilatan yang kunjungi dia. ia j awab dengan ringkas: Mengenai kau orang kaum Rimba Persilatan. sekonyong-kon yong Soh Sian Ie tanya: Lauwhia. Buat terima murid. dengan tenaga. Lauwhia ada turunan sah dari Thay Kek Pay. ia tetap ada orang luar. Mengenai tin dakanmu aku tidak bisa bilang suatu apa. a tau Sian Ie sendiri yang datang berkunjung. janganlah kau kasih dirimu diangkat-angkat hingga kau jadi tersesat. Aku tidak percaya omongan oran g itu. namanya ilmu silat Thay Kek Pay ada sangat kesoh or. Kiam B eng coba tampik keangkatan itu. aku kasih selamat pada kau karena kau hendak angkat namanya kaum kita. tetapi aku toh ingin se kali. aku sudi atau tidak menjadi tjiang-boen-djin akan gantikan kedudukan Soehoe? Pasti sekali aku tidak berani terima itu. Hanya. tetapi biar bagaima na. pada suatu hari. Kalau T hay Kek Pay mesti punyai tjiang-boen-djin. yang ingin kita tidak bertindak secara sembrono. guna wakilkan leluhur. setiap dua atau tiga hari. Demikian.

Murid ketiga adalah si anak muda yang kita kenal dalam pasal pertama. Sejak angkat diri menjadi tjiang-boen-djin dari Thay Kek Pay. sedang muri dnya yang kepala adalah Law Boe Wie. maka itu. maka itu. setelah terkabar bahwa ia menuju ke Liauw-to ng. pergaulannya sama Soh Sian Ie terus bertambah rapat. dalam suratnya ini. Lioe Kiam Gim pulang ke Shoatang dan terus menikah. puteri satu-satunya da ri Lioe Kauwsoe. Kiam Gim tidak hidup kesepian bersama dua murid dan satu puterinya i tu. pihak mertuanya. aku jadi soeheng pun disebabkan usiaku lebih tua dua tahun daripadamu. Kota Hee-poan terpisah kira-kira dua ratus lie dari Sin-tek. siapa percayakan anaknya kepada ahli si lat Thay Kek Pay itu. katanya. kelihatan Kiam Gim balik pula seraya terus kata: Barusan aku lupa kasih tahu sepatah kata pada kau. kenapa perkara jadi hebat begini? tanya Kiam Gim kemudian. Kim Hoa ini murid yang datang belajar sesudah ia sendiri mengerti silat. yang menyebabkan soepehnya kaget. seraya letakkan suratnya Kiam Beng. Di sebelahnya Kiam Beng. gangguan sudah datang. Eh. Hingga soetee ini kembali masygul. Dari mana munculnya barang upeti itu? Kenapa perampasan terjadi di Djiat-hoo? Kenapa guru mu boleh menyangka kepada Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay? Hayo kau cerita biar jelas. Kiam Gim suka jawab anaknya itu: Menurut soesiokmu. sampai hari itu mend adak Lioe Kiam Gim kedatangan Kim Hoa. Kiam Gim yang sengaja berikan. Dia toh anak yang dipungut dari dunia kesengsaraan. sampai di sini saja. kaulah yang mewariskannya. Teng Kiam Beng juga b isa bawa diri. i a bergaul juga sama pembesar-pembesar negeri. a pabila aku tetap berdiam di sini. aku tel ah rasai cukup. dan tempat kejadian itu ada kira tiga puluh lie dar i Kota Hee-poan itu. Muridnya Kiam Gim yang kedua ada Yo Tjin Kong. Nama Boe Wie ini. itu bocah yatim-piatu anak petaninya Soh Si an Ie di Poo-teng. Tapi. seka rang juga aku hendak pulang ke Shoatang. soesiokmu mengantarkan barang upeti ke Djiat-hoo. yang lagi berlatih silat sama Lioe Bong Tiap. Soetee. setelah berselan g dua puluh tahun. gadisnya Lauw Tian Peng dari Kaum Ban Seng Boen. itu bisa jadi lebih hebat pula.h seharusnya sebagai anak. selama itu. yaitu Tj oh Ham Eng. Demikian. Dan ia datang membawa kabar yang p enting dan hebat. yaitu untuk selanjutnya kau jangan cari persetorian pula! Habis itu. di dalam Dusun Kim Kee Tjoen di K ho Kee Po. ia seperti lenyap. di rumah mertuanya. Gelombang di kalangan Kang-ouw. Ia adalah satu anak yang baik dan disayang oleh gurunya. K iam Beng sendiri sudah menikah. Lioe Bong Tiap sangat ketarik hatinya. apa soesiok bilang dalam suratnya? tan ya ia. dengan nona yang dipilih oleh ayahnya. di sam ping itu. Di dalam tiga tahun yang pertama. Di sebelah itu kau ketahui sendiri. mengenai kita. akan beristi rahat. Soesiok coba susul mereka sampai di tempat y ang dinamakan Sha-tjap-lak Kee-tjoe. Begitulah. yang berada di perbatasan Hoopak. Dua puluh satu tahun telah lewat se jak Kiam Gim beristirahat. tanpa sang soetee dapat candak ia. ia telah punyakan tiga murid. yang ada sahabat kekal dari Kiam Gim. Ia tinggal bersama isterinya. dari itu aku pikir baiklah aku pulang ke kampungku. Ayah. paham di antara kaum Kang-ouw mesti ada kekeliruannya. jarang ia mencoba-coba kepandaian orang lain. untuk disampaikan kepad a Istana Lie Kiong di Sin-tek. Ham Eng adalah anak nomor tiga dari Toa-kauwsoe Tjoh Lian Tjhon g. atau soeheng itu sudah meloncat untuk pergi dengan cepat. Boe Wie sudah mer antau sejak delapan tahun yang lalu. Akan tetapi. yan g datang bersama sejumlah muridnya. Kim Hoa. Tapi ia coba menyusul. gurumu suruh aku tanyakan keteranganmu saja . dia diperkenalkan oleh pihak La uw. Isterinya Kiam Gim ada Lauw In Giok. dua puluh satu tahun telah lewat tanpa terasa. murid kepala dari Teng Kiam Beng. masih ada kabar-ceritanya. Soetee. Diapun pernah merantau tetapi lebih banyak berdiam di rumah . tetapi belum sampai di Sin-tek. di sana orang tua itu dan rombongannya bisa . Perampasnya adalah seorang tua dengan lidah Liauw-tong. coba kasih tahu lebih dahulu. tapi selanjutnya. baharu sampai di luar Kota Hee-poan-shia. soeheng ini kabur pula. hingga ia campur bicara. sia-sia saja gurunya coba cari tahu tentang dia. artinya: jan gan takut. pada sebulan bers elang. ia t erlebih tua daripada murid-muridnya Kiam Gim. malah kemudian. Justeru itu. di sebelah namanya jadi tambah kesohor. aku berangkat! Baharu Kiam Beng hendak mencegah.

melenyapkan diri secara tiba-tiba. Tidak lama sekembalinya soesiokmu ke Poo-ten g, dia lantas terima surat pengumuman kaum Kang-ouw, yang ingin usir dia dari Po o-teng! Yang hebat adalah bendera Thay-kek-kie dari Golongan Teng Pay, atau Thay Kek Piauw, sudah kena dirampas oleh perampas itu! Entah orang dari golongan man a, yang sudah datang menerbitkan gara-gara itu! Apa yang terjadi di Hee-poan, siauwtit tidak lihat sendiri, Kim Hoa menambahi so epehnya itu. Ketika itu, siauwtit tidak turut. Soehoe ajak djie-soetee dan sam-so etee serta dua boe-soe, guru silat, untuk temani dia. Mengenai barang upeti itu, ceritanya panjang. Bukankah Soepeh masih ingat itu orang yang bernama Soh Sian Ie, yang sering kunjungi Soehoe? Dia sekarang sudah berumur tujuh puluh lebih, d an selalu keram diri dalam rumahnya, akan icipi keberuntungannya orang hidup mew ah, hingga ia jarang datang pula kepada Soehoe. Anaknya Soh Sian Ie yang ketiga, namanya Tjie Tiauw, yang kerja dalam kantor Tjongtok. Dia ini pada suatu hari d atang pada Soehoe, buat minta Soehoe pergi lindungi barang upeti kepunyaannya Tj ongtok, buat di bawa ke Istana Raja di Sin-tek. Ini tahun, seperti biasanya Raja pergi ke Sin-tek untuk menyingkir dari musim panas di Kota Raja, untuk sekalian berburu di musim rontok. Di Sin-tek, Raja Boan ada punya satu daerah hutan yang besar, piranti raja berburu. Pemburuan inipun ada satu ketika untuk raja-raja B oan berlatih menunggang kuda dan memanah. Sebenarnya Tjongtok serahkan tugas kep ada Soh Tjie Tiauw, untuk antar upeti itu, tetapi Tjie Tiauw, dengan pakai nama ayahnya, sudah minta pertolongan Soehoe . Selagi Kim Hoa baharu bicara sampai di situ, tiba-tiba Lioe Kauwsoe angkat kep alanya dengan mata mendelik, dengan bengis, ia berseru: Sahabat baik, turunlah! Menyusul seruan itu, dari atas sebatang pohon, meloncat turun seorang, yang tu buhnya melayang. Dan menyusul turunnya orang itu, Kim Hoa di kiri sudah lantas l ompat menyerang dengan tiga buah Kim-tjhie-piauw, tapi yang dipakai ada Lauw Hay say kim tjhie atau Lauw Hay menyebar uang emas , tiga batang piauwnya menyambar keti ga jurusan, atas, tengah dan bawah. Orang itu bertubuh sangat gesit, dengan gerakan Yan tjoe tjoan in atau Walet temb usi mega , ia loncat tinggi dua tumbak, dengan begitu, ia meloloskan diri dari dua piauw, sedang piauw yang ketiga, ia jejak dengan kakinya, hingga piauw itu jatu h ke tanah! Nyata, dia pakai sepatu besi! Kim Hoa, yang menyerang, datang terlebih lambat daripada ketiga piauw, dengan T jin pouw tjit seng atau Tindakan tujuh bintang , tangan kanannya membabat kedua kaki orang itu. Cepat luar biasa, sambil membungkuk, orang itu tangkis serangan berbahaya ini, kemudian, sebelum Kim Hoa sempat ubah jalan persilatannya, ia mendahului lompat jumpalitan tinggi, akan turun di belakangnya orang itu maka itu, Kim Hoa segera putar tubuhnya, lalu dengan Tek seng hoan tauw , atau Mengambil bintang untuk menuk ar bintang , ia menyerang dengan berbareng, tangan kanan ke arah embun-embunan, ta ngan kiri ke arah dua mata. Gesit luar biasa orang itu kelit tubuhnya, tapi sekarang sambil berseru: Tahan! Tahan! Aku ada murid Heng Ie Pay yang ingin bertemu sama Lioe Tjianpwee! Kim Hoa tidak sempat menunda penyerangannya, ia merangsek dengan gencar, atas mana orang itu bela diri dengan gerak-gerakan ilmu silat Heng Ie Pay yang dia se butkan. Berhenti! Lioe Kiam Gim berseru! Kim Hoa hentikan penyerangannya dengan lantas, atas mana orang itu lantas saja menjura di hadapan guru silat itu seraya mengucapkan bahwa ia, orang yang terle bih muda tingkatannya, menghormati orang yang terlebih tua derajatnya itu. Lioe Kiam Gim menghampiri sambil empos semangatnya dengan Thay kek seng liang g ie atau Thay-kek menciptakan im dan yang , ia ulur kedua tangannya mencekal kedua ba hunya orang itu yang ia angkat seraya berkata: Silakan bangun! Silakan bangun! Enteng tampaknya, tubuh orang itupun telah terangkat naik. Lantas orang itu perkenalkan diri sebagai Ong Tjay Wat, keponakan murid dari T jiong Hay Peng dari Heng Ie Pay, kemudian dengan cara merendah tapi pun mengandu ng kejumawaan, ia kata: Soesiokku dengar Lioe Lootjianpwee hendak campur tahu uru san ini, dari itu sengaja dia utus aku untuk menyampaikan kata-kata bahwa, kalau Lootjianpwee hendak mengulurkan tangan, seharusnya kita orang undurkan diri, ha nya mengingat yang soeteenya Lootjianpwee sudah mengekor pada pembesar negeri, h

ingga dia melupai kehormatan kaum Kang-ouw, Soesiok percaya, Lootjianpwee pastin ya tidak akan suka turut kecipratan air butek. Tapi, andaikata Lootjianpwee hend ak mengulur tangan juga, maka apabila di belakang hari ada terjadi suatu apa, ha rap Lootjianpwee tidak sesalkan kita! Lioe Kiam Gim tidak jadi gusar karena ucapan itu, di lain pihak dia tanya Ong Tjay Wat tentang keadaan Tjiong Hay Peng selama belakangan ini, perihal lain-lai n jago Heng Ie Pay itu, tentang kebahagiaannya Tjay Wat sendiri, hingga Tjay Wat jadi bingung sendiri karenanya. Dalam terdesaknya, Tjay Wat sampai cuma bisa ka ta: Lootjianpwee, aku mengharap sepatah kata balasan dari kau . Jangan kesusu, jangan kesusu! Kau datang dari tempat jauh, biar bagaimana aku mesti minta kau beristirahat di sini untuk satu malam, besok aku temani kau mengunjungi soesiokmu. Maafkan aku, Lootjianpwee, tapi aku masih punya lain urusan penting untuk mana aku mesti segera berlalu dari sini, Ong Tjay Wat tetap menolak. Kalau begitu, kata Lioe Kauwsoe dengan sungguh-sungguh, tolong kau sampaikan pada Tjiong Soehoe, pasti sekali aku si orang she Lioe nanti bertindak dengan ikuti tata tertib kita, kaum Kang-ouw! Lantas jago tua ini antar tetamunya keluar, kemudian sekembalinya ke dalam, ia tanya muridnya: Kau orang lihat, apakah benar-benar dia dari Heng Ie Pay? € , Dia ada dari Heng Ie Pay, sahut Tjin Kong, sedang Kim Hoa bilang: Aku dengar dia s erukan berhenti, tapi aku sengaja masih serang dia, dengan begitu, bukan maksudk u akan tempur terus adanya. Menurut aturan, memang aku mesti lantas berhenti men yerang. Karena ia sebut diri dari pihak Heng Ie Pay, aku jadi hendak mencoba ter lebih jauh.€Dari gerak-gerakannya itu, dia benar dari Heng Ie Pay. Selagi Soemoay dan Kim Soeheng menyerang, aku sengaja tidak turut ambil bagian, Yo Tjin Kong tambahkan, dengan begitu, aku hendak saksikan gerak-gerakannya. Gera kan tubuhnya enteng, kelitannya, tangkisannya, semua ada dari Heng Ie Pay. Kenap a Soehoe menanyakan ini? Apakah Soehoe dapat lihat apa-apa yang luar biasa? Lioe Kiam Gim urut-urut kumis-jenggotnya, ia bersenyum. Memang tidak gampang untuk melihat dasar ilmu silat orang, ia menyahut.- Siapa per oleh ilmu curian sekedarnya, dia memang bisa gunai itu untuk bertempur, hanya ca ra menggunakannya tak leluasa seperti ilmu silat kaumnya sendiri. Untuk melihat itu, kita mesti guna. tempo ketika ia sedang terdesak, itu waktu akan terbukti k etangkasannya. Tadi dia didesak oleh Kim Hoa, sehabis dia elakkan piauw dari Tia p-dj ie. Dia elakkan diri bukan dengan tipu Heng Ie Pay, hanya dengan tipu berke litnya Gak Kee Koen, dari Kaum Keluarga Gak. Piauw dari Tiap-djie tak dapat dicela , cuma masih kurang latihan dan pengalaman, siapa sempurna ilmu kegesitannya Keng kong tee tjiong soet , ia bisa egos tubuhnya dengan gampang. Aku pun sangsikan di a selama aku angkat dia bangun . Kim Hoa berempat berdiam.€Mengenai soal ini, tentu saja mereka punya pengetahuan atau pengalaman masih sangat kurang. Besok aku turut kau pergi ke Poo-teng, kemudian Lioe Loo-kauwsoe kata kepada kep onakan muridnya, setelah ia berdamai sama anak dan murid-muridnya. Aku lihat, soa l ini sulit sekali. Umpama kaum Kang-ouw musuhkan gurumu karena gurumu mengekor pada pembesar negeri, aku nanti coba datang sama tengah, untuk mengakurkannya. S ama-sama kaum Rimba Persilatan, tak boleh kita orang saling bentrok. Sudah lama aku undurkan diri tetapi aku percaya, Tjiong Hay Peng beramai nanti masih sudime mandang kepadaku. Lioe Kiam Gim buktikan kata-katanya ini pada besok paginya. Ia berangkat bersa ma Kim Hoa sesudah pesan murid-muridnya akan baik-baik berdiam di rumah. Lioe To anio, Lauw In Giok antar suaminya sampai di luar rumah. Kiam Gim pergi dengan ha ti tetap, sebab ia percaya, isterinyaakan sanggupjaga rumah, sedang Yo Tjin Kong sudah wariskan kepandaiannya tujuh atau delapan bagian. Dan Ham Eng dan Bong Ti ap, sekalipun belum sempurna, mereka rasanya sudah bisa bantu In Giok dan Tjin K ong. Tak pemah ia sangka bahwa ombak bakal bergelombang hebat! II Sejak berangkatnya Lioe Kiam Gim, Lioe Toanio mesti wakilkan suaminya mengurus seantero rumah tangga. Di bagian luar, Yo Tjin Kong bantu soebonya. Si nona kec il, Bong Tiap, setiap hari berlatih atau bermain-main saja sama Ham Eng, sam-soe hengnya, tapi sekarang mereka jadi terlebih binal , hingga leluasa sekali mereka pe

rgi ke hutan mengacau sarang burung atau ke muara akan main perahu. Toanio dan T jin Kong mengantapkan saja, Cuma kadang-kadang mereka merasa sedikit kuatir. Setelah ia sekarang berusia delapan belas tahun. Ham Eng suka merasa kehilanga n apabila untuk sedikit waktu dia tidak lihat atau berkumpul sama Bong Tiap, sem entara si nona tetap merasa merdeka, tidak pernah dia merasa likat, malah ada wa ktunya dia tepuk si suheng apabila si suheng bengong sambil berkata, Eh, eh, kena pa sih kau nampaknya tolol? . Sesudah ditegur secara demikian, baharu Ham Eng sadar dengan gelagapan. Demikianlah hari itu, Bong Tiap dan Ham Eng main perahu di Kho Kee Po. Mereka singkirkan gelagah dan ganggang, mereka gayuh perahu sampai ke tengah muara di m ana ada beberapa pulau, dari sana mereka dengar datangnya nyanyian kaum nelayan, rupanya nona-nona tukang ikan bemyanyi saling sahut-sahutan. Di udara ada burun g-burung laut yang berterbangan. Ham Eng bengong mendengar nyanyian dan matanya mengawasi ke udara. Soemoay, soemoay, tiba-tiba dia bertanya, di sini ada begini permai, maukah kau k alau kita berdua selamanya bermain-main seperti sekarang ini? . Bong Tiap tertawa cekikikan mendengar pertanyaan itu. Selamanya bermain-main seperti sekarang ini? ia ulangi. Kau sering bilang aku ada satu bocah cilik, tapi lihat sekarang, apa kau sekarang bukan terlebih cilik da ripadaku? Tunggu sebentar, apabila perutmu sudah ngericik karena lapar, apa kau tidak nanti lekas-lekas lari pulang akanmintamakan! Bagaimana kita bisa selamany a main-main disini? Soemoay itu tidak mengert., maka Ham Eng lebih-lebih melengaknya! Bong Tiap te rtawa, sambil tertawa ia gayuh perahunya yang laju pesat, sesudah maju sampai be berapa puluh tumbak, sekonyong-konyong ia dengar suara ribut di sebelah depan, h ingga ia angkat kepalanya akan mengawasi. Di sebelah depan sana ada beberapa perahu nelayan dengan nelayan-nelayannya la gi menjaring, sedangnya begitu, sebuah perahu kecil, dengan digayuh keras, nyerb u antaraperahu-perahu nelayan itu, air jadi berombak keras dan muncrat ke atas. Itu ada suatu gangguan untuk tukang-tukang tangkap ikan itu, karena sekalipun ik an yang sudah masuk ke dalam jaring tentu pada lari kelu ar pula. Maka itu, nelaya n-nelayan itu jadi kaget dan gusar, hingga mereka mendamprat dan menegur pada or ang-orang di atas perahu kecil itu.€Nampak demikian, Bong Tiap dan Ham Eng turut m enjadi gusar. Soeko, mari kita ajar adat pada mereka itu! kata sang soemoay. Mereka tak dapat d iantap main gila di Kho Kee Po ini! Kenapa mereka ganggu itu kawanan nelayan? So eko, pergi kau lawan dia, aku nanti bersiap dengan Kim-tjhie-piauw! Lihat, merek a lagi mendatangi kemari, mari kitapegat! Selagi Ham Eng belum sahuti si nona, perahu di depan sudah datang dekat dan te rus melesat melewati perahu mereka, air muncrat tinggi, hjngga mengenai dua anak muda ini. Dalam murkahnya, Bong Tiap sudah lantas gunaigala gaetannya, akan sam-bar cart el kendaraan air orang, hingga perahu jadi tiba-tiba berhenti dengan tiba-tiba, sedang Ham Eng segera putar kemudinya untuk bikin kedua perahu jadi berhadapan. Di dalam perahu itu ada empat orang. Yang berdiri di muka ada seorang berumur tiga puluh lebih. Yang bercokol di buntut perahu ada si jurumudi, seorang muda u sia dua puluh lebih. Dua yang lain, lagi rebah dengan anteng di dalam perahu, ro -man mereka tidak kelihatan tegas, mereka seperti juga tak tahu bahwa telah terj adi suatuapa . Adalah orang. di kepala perahu, yang menjadi gusar. Eh, bocah-bocah cilik, apakah kau orang hendak cari mampus? dia membentak. Kalau kau orang hendak pelesiran, pergilah pulang dan pelesiran dengan soeniomu tapi j angan di sini kau orang cari malu untuk orang tuamu . Oh, orang-orang tidak tahu aturan! Ham Eng segera membaliki. Nanti tuan kecilmu a jar adat pada kau orang! Lekas angkat kaki dari Kho Kee Po ini, atau apabila tid ak, kepalannya tuan kecilmu ini nanti tidak kenal orang! Baik, aku justeru mau kenal kepalannya si tuan kecil! jawab orang itu, yang sege ra loncat ke perahunya dua anak muda itu, hingga perahu ini jadi goncang dan lim bung. Tapi Bong Tiap segera pentang kedua kakinya, ia menancap kuda-kuda hingga pera

Kau hendak kenal tuan kecilmu.hu jadi diam. ia maju menyerang den gan tangan terbuka-dengan Tjin-pou Tjit-sen-tjiang atau Majukan tujuh bintang . ia jadi berani sekali. sekarang€€€melihat€€€soe engnya terdesak. tidak heran apabila ia kena didesak Ham Eng dan kakinya si pemuda bi kin ia terpental.€€€Ia keluarkan ti tang Kim-tjhie-piauw. ia kalah ulet dan cerdik.soeniomu a lah dikeluarkan dengan lagu suara menghina. nyebur ke air. ia lantas nampak keteter. Sampai. maka itu orang menjadi ka get. tahu-tahu tubuhnya telah terangkat dari pera hu dan terlempar.€Maka Thie-lian-tj . dengan sebat ia berkelit ke kanan . tangannya telah jadi gatal. ia sebenarnya belum sempat tarik pulang kakinya. malah segera juga ia rasai tangannya itu jadi gemetaran dan kaku. ia hendak ja mbak Ham Eng untuk diangkatdan dilemparkan ke muka air! Kelihatannya ia tak pand ang sama sekali bocah itu. atau seorang lain sudah lon cat pula ke perahunya. tercebur ke dalam air! Byaar! demikian suara di muka air. Dan hari ini. ini kali ia gunai ti pu sambitan Lauw Hay say kim tjhie atau Lauw Hay menyebar uang emas . keduanya lantas saling menyerang. sekarang kau telah b elajar kenal! . ia terus b erdiri mengawasi pemuda itu. menanggapi lengan kanannya itu. sekonyong-konyong ada sambaran suara nyaring dan Thie-lian-tjie lantas meluruk jatuh ke muka air. tanpa berkata apa-apa. Melihat serangan itu. tetapi sebat. demikian pun anggotanya sebela h kanan. Orang itu sampai untuk segera menerjang. iamenjerit: Celaka aku! Dalam keadaan berbahaya bagi Ham Eng itu. hingga ia jadi nyelundup di bawah tangan musuh. tidak tempo lagi ia buktikan janjinya€€untuk€€€membantu. nanti kur ang tenaga. Sengaja Lioe Kiam Gim ajar kan kedua ilmu ini karena ia kuatir gadisnya. Kecerobohan orang itu adalah apa yang Ham Eng inginkan. Ham Eng tidak kenal sikap orang itu. Dia muda. maka tak dapat ia dipandang sebagai boca h yang kebanyakan. kau main senjata gelap!€Kau punya senjata rahasia. kau li ehay juga! Adakah ini pelajaran yang kau dapat dari€€€soeniomu? €€€Perkataan€€. Begitu lekas tangannya si pemuda sampa i. sia-sia saja ia coba berontak. Ia kaget dan gerakannya€€turut jadi€€kendor karenanya. Ham Eng kaget bukan rriain. kemudian baharulah ia berkata: Sahabat kecil. orang itu buka kedua tangannya seraya pasang bhe-sie. dengan cepat sekali ia menyerang ke arah tiga jurusan: Sat u ke tenggorokan.di situ. ap apula si nona menyerang dengan sebelah tangan. Ini orang tidak sembrono seperti yang pertama. lalu dengan tidak kal ah sebatnya. Sementara tangannya sendiri dipakai menangkap. Sudah tidak mampu melawan. Syukur Ham Eng pun awas dan cerdik. dengan begitu tenggorokannya luput dari bahaya. dasar Ham Eng masih bungasa n. sebagai orang perempuan. Itu ada kuda-kuda Kim Han tan tjiang atau Kaki kecil injak pelatok dan gerakan Lek to tjian kin atau Tenaga menekan seribu kati . ia lekas-lekas singkirkan ba haya dengan Tjhioe hoei pie pee atau Tangan mementil piepee . tak bergeming. Sejak tadi Bong Tiap mengawasi saja. Lawan itu berlaku tenang. hi ngga terlihatlah beberapa benda berkeredepan menyambar ke arah Tjoh Ham Eng. Nya ta ia sudah gunai Thie-lian-tjie atau biji terataf emas . ia gunai tipu Soen tjhioe tjian oh atau Mengulur tangan menuntun kambi ng . apakah ak u tidak? Nah. dengan gesit ia mendak. jangannya dipakai menabas lengan Ham Eng. karena Bong Tiap k embali perlihatkan kepandaiannya menggunai Kim-tjhie-piauw. ia mendamprat seraya tangannya diayun. di luar kehendaknya sendiri. dua ke kiri dan kanan! Serangan itu di luar sangkaan musuh. kepandaian itu telah diuji. gerakannya sangat gesit. perempuan tidak tahu malu! demikian terdengar cacian dari perahu lawan. tapi baharu saja secara getas ia rubuhkan satu musuh. Ha-ha-ha-ha! Ham Eng tertawa. untuk membetot dan melepas! Ini adalah suatu gerakan yang tidak disangka-sangka. kau sambutlah! ltuiah suara si pengemudi anak muda. sebelah kakinya dimajukan. akan tetapi lengan kirinya segera menjadi korban. hingga terdengarlah suara menyebur yang keras d ibarengi dengan muncratnya air muara! Ah. Tapi sebelum pemuda ini tutup mulutnya. k etika serangan datang. ia geser sedikit sebelah kakinya ke samping depan. tapi Ham Eng ada satu puteranya satu ahli silat dan telah terpimpin baik oleh Lioe Kiam Gim ia sudah belajar enam atau tujuh tahun. Aku juga ingin belajar kenal denganmu ! Habis kata begitu.

bahwa siapa mau kerubutan. Bukankah mereka itu kalah satu datang€€€€satu? €€€€mengejek juga siapa kesudi an gunai senjata rahasia? Mereka mendahului tek pakai aturan t api sekarang mereka berani menegur kita. aka n hampirkan ini anak muda. ia berkelit. karena ia sangat puas bisa ejek B ong Tiap. itulah aturan atau keharusan di kalangan Kangouw. dia tidak berkelit untuk babatan itu.€€€€yang€€€sangat m enteng kepadanya. kaki kirinya segera m enginjak papan perahu. Bong Tiap kaget berbareng gusar. Mereka tahu. Di antara suara tertawa orang tua itu lompat melesat ke perahunya Ham Eng. dan kau Nona. seperti soemoaynya. hanya kakinya yang kanan didahului dipaka i menendang mukanya Ham Eng! Ham Eng terperanjat. Soemoay. Ia pun segera ingat keterangan gurunya berhubung sama pertempu rannya Kim Hoa. yang mengawasi dengan tajam. justeru orang lompat. mukanya berewokan lebat. harus malu sendiri. atas mana tak ampun lag i Ham Eng terdupak terpelanting ke muka air! Karena itu adalah tipu Wan yoh hoan twie atau tendangan Kaki burung wan-yoh salin g susul . romannya keren. kau mundur! ia teriaki Bong Tiap. si orang tua. Setelah perahu datang cukup dekat. memang sering omong perihal bertempur satu sama satu. Mereka tidak kenal orang ini. sang soeheng. Selagi orang tua ini tertawa terbahak-bahak. dengan begitu serangannya jadi batal sendiri nya. Ham Eng sudah lantas naik ke perahunya. kedua tangannya berpeluk tangan. itulah tidak gampang! Mari kau orang maju berdua. Ia. kedua matanya terbuka lebar dan sorot matanya tajam bercahaya. perahu sedang mendatangi pesat sekali ke arah mereka. akan tetapi. agaknya heran atau tidak mengerti. Si orang tua berhenti tertawa dengan tiba-tiba. dengan Ong Tjay Wat. orang itu ada penumpang perahu biasa sajaatau dm hendak campur urusan o rang lain. kumis dan jenggotnya panjang.cis! €_€€€Sekalipun demikian. aku tak nanti izinkan orang gunai sebelah saja dari senjata gelapnya! Ham Eng setujui itu tantangan. diapun diam. tubuhnya berkelit berkelebatan. tangan kanannya membabat kedua kaki si orang tua. lantas munculkan diri. hingga semua piauw jatuh ke air. buat jadi orang-orang Kang-ouw tukang campur urusan lain orang. si apa sih? Mau apa kau datang kemari? . Maka sekarang. hingga ia lupakan aturan Kang-ouw . tidak ada celaannya benar-benar permainanmu itu! kata orang tua itu s ambil tertawa seraya urut-urut kumis-jenggotnya. Ham Eng jadi lega hatinya. mengawasi saja perahu yang lagi mendatangi itu.ie tidak mengenai sasarannya dan runtuh di tengah jalan. kau boleh keluarkan Kim -tjhie-piauw! Dari pihakku. di dalam perahu. dengan mendadak kasih dengar suaranya yang keras dan nyaring umpama guruh: He. Ham Eng tidak puas dengan itu sikap€€€jumawa. seperti tiga kawannya. Untuk layani dua bocah kenapa mesti paka i senjata rahasia? Si pengemudi muda lantas berdiarn. dan Bong Tiap juga segera awasi orang yang baharu perlihatkan diri ini.€ Biar aku yang belajar kenal sama ini eng hiong tua! Bong Tiap menjebi. dalam Keluarga Lioe. tidak ada murid atau orang semacam ini. Di pihak lawan sekarang orang anteng. matanya tajam. Tahan! Tahan! ia berseru berulang-ulang. Tapi. ia mengawasi orang yang baharu datang itu. Soehoe dan soehengnyajuga. ialah seorang tua umur kurang lebih lima puluh tahu n. hingga tubuh si orang tua bisa turun terus ke perahu. kelihatan satu . sesudah mana ia berdiri diam sambil tertawa berkakakan dan akhirnya kata: Ah! Tidak ada yang kena! . lawan tua itu terlebih liehay daripada Ong Tjay Wat. hingga kaki kanannya dapat menyusul turua. nona manis ini mund ur si orang tua tertawa berkakakan. yang sudah berkumpul pula di atas perahu mereka. g esit luar biasa kaki kirinya melayang naik umpema kilat. Anak-anak. Tapi si orang tua itu gesit bagaikan ang in . kepalanya mirip dengan kep ala macan tutul. ia bersyukur. maka kembali ia menyerang dengan senjata rahasianya. Bahwa paling tepat menyerang musuh selagi berlompat dan belum sempat taruh kaki. ia pun lompat maju. Di luar dugaan bocah ini. sikapnya keren. hingga perahu itu sampai dengan luar biasa cepat.€Maka semua lantas mengawasi. Hanya melainkan dengan kepandaia nmu itu. Di kepala perahu itu ada berdi ri seorang laki-laki umur kira-kira tiga puluh tahun. Mereka mendu ga-duga.

Coba omong terus ter ang. hendak berlompat ke perahu orang a sing itu. Dan pada itu juga tercampurlagi dengan Tia m-hiat-hoat atau ilmu menotok jalannya darah. pilar orang tua ini. ia segera lihat caranya dia berdiri. aku larang sikuat perhinakan si lema h. supaya selanjutnya kita menjad i sahabat. dari itu. aku tidak sangka. tahu-tahu si orang tua da ri perahunya Bong Tiap sudah mencelat tinggi. orang tua itu lantas saja kewalahan.€€selang lima puluh gebrak kira-kira. malah dingin.Ia rupanya insy af. Maka tidak perduli. bagaimana dia liehay danberp engalaman. Oh. perahunya si nona terlalu sempit untuk suatu pertempuran. tangannya mainkan ilmu Pek-kwa-tjiang . dari itu tak sudi aku bikin pakaianmu kecipratan air kotor d ari muara ini! Baik Lauwko kembali dengan perahu. la rasa pernah l ihat orang ini tapi lupa. bag aimana pikiranmu? Matanya€€si€€€orang tua€€jadi mendelik. kedu anya sudah mulai saling menyerang. tubuh siapa sud ah kebentrok keras dengan tubuh si orang asing! Orang tua itu segera gulingkan tubuhnya di atas perahu. rase kau tak dapat cekuk. kita bersedia akan turut segala perintahmu! Ucapan ini ditutup sama gerakan tubuh seperti kilat. Pek-kwa-tjiang dari Golongan Utara adalah ilmu piranti mendesak. tak terlambat lagi. Orang di kolong langit mesti campur tahu orang di kolong langit! jawabnya. si tua Bangka ganggu si muda! Sahabat. kenapa kau layani segala bocah cilik? Apakah mereka berlaku kurang ajar terhadap kau. lantas terbelah. Nah. campur-aduk permainannya. entah di mana. segera ia enjot bangun. yang berkepala mirip macan tutul (pa-tjoe-tauw). Ada urusan apa maka kau orang bertempur di muka air? dia tanya. k arena keinjak oleh tubuh yang besar dan berat dari si orang tua. malah dia ini mendahului sampai! Maka segeralah terdengar satu suara nyarin g di perahunya Bong Tiap. Paling tinggi umumyabaharutiga puluh tahun tapi dia seperti keluaran latihan du a atau tiga puluh tahun . bagian atasnya. Segera juga ternyata. kau akan ketempelan baunya yang tidak sedap! Orang asing itu gusar. Baik jelaskan padamu. t erserah kepada kau. Sahabat baik. Orang asing itu tertawa dingin melihat si orang tua diam saja. kita ada punya urusan kita sendiri. orang tua itu bergerak-gerak dalam ilmu silat Pak Pay. kau seperti hendak campur tahu urusan kita ini! katanya. Lauwko? Nanti aku bikin kau orang akur! Apakah kau tidak takut ditertawai orang Kang-ouw kalau kau layani segala bocah? Sejak tadi ia menegur. papan perahu siapa. Hingga orang tua itu jadi heran. Sikap itu mirip dan tidak mirip dengan sikapnya Kaum Thay Kek Pay tetapi sudah terang aneh seorang umur kurang-lebih tiga puluh tahun. kau hendak urus urusan di dunia! ia berseru. sedang si orang asing. bisa b ersikap demikian. hing ga sekarang ia berada bersama dalam perahu si tua itu! Malah dengan lantas. sembari tertawa tawar. yaitu ilmu Thay Kek Pay teraduk dengan Sha-tjap-lak kim-na-hoat dari Golongan Eng Djiauw Boe n si Kuku Garuda dari Kwan-gwa dan Ban Seng Boen punya ilmu golok Ngo-houw toan-p ek-tjiang ialah Limaharimau merampas roh . yang banyak menindas yang sedikit. ia loncat menyusul. kau sudi sudahi urusan ini atau tidak? Apakah kau tetap hendak perhinakan d ua bocah ini? Mukanya si orang tua jadi keren. G olongan Utara. baharu sekarang ia tertawa menyindir. romannya tenang. Lauwko. Aku telah lihat k au orang dari jauh-jauh! Eh. ia heran dan mengingat-ingat. urusan itu tidak mengenai L auwko seorang luar. Maka tidak perduli. c ara bagaimana seorang berumur kurang lebih tiga puluh tahun€€sudah punyakan semua ke pandaianmu. dari pihak si penyerang. kapan ia telah enjot b angun. orang sudah jenggotan? Eh. hingga ia jadi terkejut. aku kuatir. sedang si orang asing dari perahunya sendiri melesat ke perahunya si n ona. Belum pernah di kalangan Kang-ouw aku ketemu orang nganggur seperti L auwko ini.Orang itu berdiri sedakap di atas perahunya. Aku me lainkan tahu toelai perbuatan tidak pantas. kapan ia lihat si orang tua pindah kendaraan air. Murid siapakah diaini? Bong Tiap juga awasi orang itu. ia sekarang jadi pihak sipembeladiri. Lauwko. Si orang asing turun ke perahunya Bong Tiap dengan tidak rubuh. bagaimana? dia menegur. Mendenga r€€€lagu€€€suaramu. untuk lompat ke perahunya sendiri. orang tua itu telah lihat tubuhnya d ari kepala sampai di kaki. sekarang dia .

Itu waktu sejumlah perahu nelayan telah mendatangi mereka lagi bertarung di mu ka air.tumbak jauhnya. di antara muncra tnya air. ia selu lup dan menyundul perahu mereka. Tujuannya ialah perutnya siorang tua. Karena perahunya si orang tua telah disundul naik. kemudian sambil serukan: Lekas kau orang pergi pulang! Ia sendiri segera terjun ke air. atas mana. juga sekarang ada nelayan-nelayan itu dengan tempulingn ya. hingga tiga orang di dalam perahu itu. kaum Sungai-telaga. tetapi tangan kiri ini ditarik turun dengan cepat. sedang di depan mereka. o rang asing itu mengancam dengan kaki kanannya disusul dengan sambaran tangan kan an. Sambil perdengarkan bentakan. kecebur ke mu ka air! Hingga air menerbitkan suara berisik dan muncrat tinggi dan lebar! Selagi Ham Eng dan Bong Tiap kagum menyaksikan pertempuran dahsyat itu. akan di lain saat. untuk bantu si orang asing yang jadi pembela mer eka. Di saat kedua anak muda itu hampir terjerunuk ke muka air karena mereka tidak bisa pertahankan diri lebih lama. terbalik dan karam. dia orang itu ada mendongkol karena tadi mereka sudah diganggu oleh empa t orang yang tidak dikenal orang itu. Pulang! Lekas pulang ! katanya pada Ham Eng dan Bong Tiap. di mana ia selulup. maka pipinya itu kena terhajar. sudah di situ ada kedua anak muda. mereka mesti kelit sana dan kelit sini. Ternyata ia bikin perlawanan di dalam air. untuk menggencet tangan kiri m usuh itu.€Dia ini gerakkan dua-dua tangan kiri dan kanannya secara heba t. akan selulup. dia ini gerakkan tangan kanannya untuk punahkan tangan musuh. dia kalah gesit. ia angkat mereka melompat. tubuh itu terpental. Ham Eng merasakan dirinya seperti lagi mimpi. adalah kepunyaan si orang€€sudah terbalik. tak ampun lagi. Kepandaian berenangdan selulup si orang asing itu begitu liehay hingga musuhny a tidak dapat dekati padanya. karena lawan itu agaknya tidak sudi mengasih kelonggaran padanya. dilain pihak perutnya dibikin kempes dengan disedot keda lam. dalam gerakan Tiam-tjoe-twie atau Tusukan pahat . ke arah perahunya si orang tua. ia tampak pakaiannya basah dan t . ia tetap terdesak. kalau ken ya dua anak muda ini tidak samPa karam. karena ia me lesat tiga . tubuhnya lantas terlenyap ke dalam air. Mula dengan tangan kirinya dipakai membacok tangan kanannya itu orang asing. Cepat sekali. untuk ditempatkan di dalam perahunya. Angin keras! Berhenti! si orang tua segera berseru. orang tua itu bikin gerakan hingga air menyambar si orang asing. tercebur ke dalam air. dalam bahasa rahasianya orang Karig-ouw. Si orang tua jadi sibuk. tiba-tiba si orang asing lompat pada mereka. hingga tiga kawan nya lantas susul padanya. sesaat saja terdengarlah suara berisik. disusul sama sambar an tangan kanannya ke arah pipi. hingga. Si orang asing muncul di muka air. malah beberapa nelayan muda lantas saja me nimpuk dengan tempuling mereka. ia silam. t ubuhnya jadi limbung. yang masih saja mengawasi mereka sesudah ma na. sebagai layangan putus. Untuk layan i si orang asing saja ada sukar. Itu berarti bahwa bahaya lagi mengancam mereka. Ia pun segera mendahului. yang telah perlihatkan diri di dekat perahunya kediia anak muda itu. Orang tua itu gerakkan kedua tangannya ke atas. ke perahun ya sendiri.berbalik kena didesak. AJkan tetapi orang asing itu lolos dari serangan. air lantas jadi tenang pula. Kim-tjhie-pi auw siapa harus dimalui. dari itu ketika disusul dengan satu dorongan pada tubuhnya. kedua anak muda ini lihat orang telah saling kejar jauh sekali j araknyadari mereka. ia muncul d i dekat si orang tua. dari itu terpaksa ia mesti melakukan penjagaan saja. hanya. Maka empat orang tidak dikenal itu jadi repot. akan menghilang pergi. hingga dua antaranya mesti mandi pula! Orang€€€asing€€€itu€€€membik1 pembalasan untuk si pemuda dan si pemudi. k lu dengan masing-masing sebelah tangannya. sekalipun demikian perut ini masih mendapat tekanan keras. ia mencoba menyerang terlebih dahulu. Seka lipun demikian. ia mengerti bahwa mereka terancam bahaya. sekony ong-konyong mereka dibikin terkejut dengan limbungnya perahu mereka yang tersund ul naik sebab diluar dugaan setelah siorang tua tercemplung kedalam air. Se kali ini orang tua itu tak sempat menangkis pula. Pa tjoe-tauw atau si kepalan macan tutul telah mendesak lebih jauh dengan tang an kirinyakearah muka lawan.

si nona lantas minta keterangan. aku tahu asal-usulnya mereka. M ari kita lekas pulang! katanya pada Bong Tiap. Bong Tiap manggut la pun kuatir ibunya meng-harap-harap . ia seperti ingat suatu apa. . Tapi mereka yang ganggu kau orang. umurnya kurang lebih tiga puluh tahun! . Apakah mereka ada Ong Tjay Wat dan persaudaraan Lo? Tjin Kong turut tanya sebelu m guru perempuannya sahuti si nona. Lioe Toanio tidak lantas jawab puterinya.€Yang terutama menarik adalah halny a si orang asing dengan kepala sepert i kepalamacan tutul. € Aku hendak duga seseorang. Ham Eng menyahut. Kalau bukan mereka. Apakah mereka ada Ong Tjay Wat dan persaudaraan Lo? Tjin Kong turut tanya sebelu m guru perempuannya sahuti si nona. selagi kau bertempur di muara. Sekarang marilah pulang!€Kau mesti lekas salin pa kaian. Siapa mereka. lekas kau pakai obat gosok! Tjin Kong. kata si nona akhirnya. Ah. Bong Tiap dan Ham Eng terkejut. Anak. sahut Ham Eng. Dia bukan berlidah Shoatang at au Hoo-pak. Ibu. Kau tidak tahu. Had sudah fnulai sore. Anak. ia berpikir.ubuhnya merasa dingin. Hoo-pak atau Shoatang? Apakah Ibu kenal orang itu? Bong Tiap balik tanya. si nona lantas minta keterangan. Ia kenali suara dari dji-soehengnya. kat anya. Aku hendak duga seseorang. Bong Tiap dengan bernafsu puji orang asing itu. Anak! Lioe Toanio berkata. aku juga dapat kunjungan tetamu yang tidak d iundang. Dia bukan berlidah Shoatang ata u Hoo-pak. orang telah permainkan kita! . Lioe Toanio berdiam. Soebo. gerak-gerakannya mirip dengan apa yang Ayah dan Ibu ajarkan kepadaku Thay Kek Pay kecampur Ban Seng Boen . Ham Eng. Nyonya itu berdiam pula. Nyonya itu berdiam pula. orang berkepala mirip macan tutul. Perihal ini perlu segera diberita hukan pada Soebo! Tiba-tiba: Bong Tiap! Bong Tiap! Ham Eng! Ham Eng! Itulah suara sang soebo atau Lioe Toanio. boegeenya. tetapi lagu suaranya. yang ia kat akan kepandaiannya ia belum pernah lihat. siapa lagi? sahut sang soebo sambil manggut. rasa-rasanya dia bicara dengan lagu suarany a si saudagar djinsom dari Kwan-gwa yang duluan datang beli djinsom dari Ayah . sebelumnya siap denga n barang daharan. Siapa mereka. Dan ia bicara dengan lidah apa? tanyanya kemudian. Lioe Toanio suruh anak dan muridnya ulangi penuturan mereka ya ng jelas. Ibu? Bong Tiap tanya. bikin aku sangsi. seraya terus tuturkan kejadian tadi. selagi kau bertempur di muara. Cukup. aku tahu asal-usulnya mereka.celanamu pecah! Apakau kau tidak terluka? Benar.. yang terus tuturkan kejadian barusan. rasa-rasanya dia bicara dengan lagu suaran ya si saudagar djinsom dari Kwan-gwa yang duluan datang beli djinsom dari Ayah . bikin aku sangsi. Ia agaknya bersangsi. ia hanya awasi Ham Eng. pergi kau layani saudaramu ini. tanyanya kemu dian. kau bertempur di air? nyonya guru itu kata. soeheng yang kedua itu kemudian kata. Ibu? Bong Tiap tanya. entahlah lagu suara mana. Kalau bukan mereka. Bong Tiap dan Ham Eng terkejut. dua anak muda ini segera dengar suara panggilan: Bo ng Tiap! Bong Tiap! Ham Eng! Ham Eng! Dan suara itu seperti suara mendesak. tetapi lagu suaranya. sambil ngoceh sendirinya: Oh. boegeenya. Adalah di rumah. ka tanya. Anak. Selagi mendekati pinggiran. entahlah lagu suara mana. atau kalau kau terluka. siapa lagi? sahut sang soebo sambil manggut. man ikut aku! Sampai di situ. tapi lekas ia pegang kemudi. hingga ia lupa bahwa ayahnya justeru s eorang guru silat yangliehay! Dan yang aneh. berempat mereka pulang. akan gayuh perahunya pergi. Kau tidak tahu. berewokan. mari lekas pulang! kata djie-soeheng itu. Kau kenapa? Kenapa kau nyebur ke air? Hebat. Ah. maka segera Bong Tiap menyahuti: Ibu! Ibu. Kalau b egitu.€ Hoo-pak atau Shoatang? € Apakah Ibu kenal orang itu? Bong Tiap balik tanya. Tapi mereka yang ganggu kau orang.€ Tentu kau telah dibikin kecebur! Li hat. Ya! Ham Eng menyahuti. Soeheng. Kau. aku juga dapat kunjungan tetamu yang tidak d iundang .

Siauw Sam kasih keter angan. Ia tahu apa arti nya pertempuran itu. aku akan bikin merek a tidak kecewa! Habis itu. Kabamya Kauwsoe niat campur tahu urusan ini. Juga Loo-kee Soe Houw tak dapat lupai budi pengajaran pada dua puluh tahun yan g lampau. Begitu pada suatu hari. ia girang menerima bocah itu. karena ia berbakti. Hoo-pak. Em pat Harimau Keluarga Lo. ada satu tetamu yang minta aku sekalian sampaikan sepucuk surat untuk kau. kalau tidak ada Loo-soehoe sendiri. mereka pun datang untuk sekalian membalas budi ini! Nah. sedang dengan Koan Ie Tjeng. tetangganya LioeToanio. Ketika itu Lioe Toanio a tau Nona Lauw In Giok. Lekas sekali jalannya pertempuran jadi be rubah. yang terus bacakan surat yang ia maksudkan itu. Teng Kiam Beng. telah menentang kita kaum Kang-ouw. Lioe Toa nio ada manis budi. yang bekerja di sebuah warung arak kecil di Kim-kee-tin. mereka b isa terns bikin perlawanan.Tetamu tidak diundang itu bukannya suatu ahli silat. tapi Siauw Sam. mereka saksikan sekawanan berandal lag i begal serombongan saudagar.€Selagi mereka mandi keringat. atau ancaman bencana akan jadi terlebih hebat. Dia telah dapat warisan ilmu silat keluarganya dan sering ikut ayahnya meranta u. maka itu di Djiat-hoo. i a kenal balik. Besok sore jam Hay-sie. biarlah kepa ndaian kita yang nanti memberi putusan. dia malah satu bocah ialah Ong Siauw Sam. Apa mau. akan sambangi suatu sahabat. Ketua dari Ban Seng Boen di Poo-teng. dia menggendol satu pauwhok kecil serta pedang di pinggangnya. Tetamu macam apakah orang itu? ia tanya Siauw Sam. anak tunggal dari OngToa-ma. tapi kali ini ia berkunjung. Dan lantas. Hormat. hunus pe dangnya ceburkan diri dalam pertempuran itu. sembari minum arak mereka tanya aku ken al atau tidak pada Lioe Loo-kauwsoe. baharu berumur dua puluh dua tahun. setelah menjawab beberapa pertanyaan dengan ringkas lanta s bilang: Toanio. suami-isteri! Soeteemu. Mereka ada yang tua ada yang muda. Kau orang pasti mengerti aturan kita kaum Kang-ouw. Lo Toa Houw Ong Tjay Wat. Ia ambil pihaknya itu ayah dan anak. hanya dengan belakang madapi belakang. terutama lima antaranya. tenaga . Itulah s urat yang ringkas-terang dan kasar. sampai besok malam. setelah aku kata kenal. Maka tidak tempo lagi ia loncat turun turun dan kudanya. pit dan bak. seorang tua di anta ranya lantas minta kertas. Dia berusia kira-kira tiga puluh tahun. Lioe Toanio lantas tuturkan permusuhannya sama Loo-kee Soe Houw. Toanio kaget menerima surat itu. terus menulis surat dan ia minta aku yan g sampaikan. Begini bunyinya: Kauwsoe Lioe Kiam Gim. datanglah bala-bantuan y ang tidak disangka-sangka. Ketua dari Golongan Ahli Silat Ban Seng Boen. Mereka kena terkurung hi ngga sukar mereka loloskan diri. Biasanyajarang ia mampir pada Lioe Toanio. Demikian Lioe Toanio. dan Lauw Tian Peng serta puterinya telah lantas dapat semangat baru. Itu adalah kejadian pada dua puluh tahun yang lampau. ia tempel pembes ar negeri. Dia ada gadis tunggal yang disayangi dari Kauwsoe Lauw Tian Peng. dan kaget setelah membacanya. Kemarin kita kedatangan tetamu-tetamu dari satu rombongan. Selagi lewat di Djie-tjoe. dkk Mefeka ada kawanan tidak tahu mampus! kataLioeToanio kemudian dengan sengit Kiam G im tidak ada di rumah tapi aku bersedia akan sambut mereka. ia tanya ini dan itu dengan ge mbira. dari itu kita telah dikirim untuk datangi kau orang. ia serahkan surat itu. ia turut pergi ke Hauw-gie di Shaosay. Dengan orang asing ini menyerang dari luar perhatian berandal jadi terpec ah. Tak usah kita orang banyak bicara. karena mana iapun jadi kenal Lioe Kiam Gim dan akhirnya jadi menikah. mereka tolongi kawanan saudagar itu. Biasanya bocah ini pulang setiap te ngah bulan dengan menenteng sedikit oleh-oleh untuk ibunya. Satu penunggang kuda kabur mendatangi. boleh pada Toanio. ia kagum melihat In Giok punya permainan golok Ban Seng Boe n. kita menantikan di dalam rimba pohon lioe di depan rumahmu! Jangan kau orang ajak-ajak Sam-boen djin-ma. romb ongan berandal itu ada liehay. hingga kita jadi tidak puas. kita ajar sedikit adat padanya.

kalau perlu. nyonya ini sudah b isa dibikin terpatek di situ ia menjadi gusar! Jadi nyata dugaannya. adalah persaudaraan berandal yang mengacau di Soe-tjoan B arat dan sekitarnya. jago ini tak sesalkan puterinya lebih lama. belakangan mereka pindah ke Utara. siapa tahu. mak a satu kali terlepas dari kurungan. berseru: Nona. bahwa Lo-kee Ngo Houw. sambil lari dengan mata melotot. Ia kejar lima musu hnya. apa mau ia sudah terlambat. bi sa lindungi keselamatan mereka dari gangguan musuh. ialah suitan mulut. maka itu ia tidak sangka. musuh sudah kena dibacok. Lo-kee Ngo Houw sudah berubah menjadi Lo-kee Soe Houw. yang lari paling belakang. gurunya. karena hal sudah terjadi. ia tel ah bantui jago ini dan justeru Nona Lauw In Giok masih merdeka. tetapi Tian Peng t ak ketahui. sudah binasa. In Giok pun telah membarengi dengan tendangannya pada dada orang itu. iahendakmencegah. s edang sepatunya berujung besi! Tian Peng sambar anaknya untuk ditarik mundur. ia candak satu. Ah. Kemudian Kiam Gim dan In Giok dapat tahu. Lauw Tian Peng. Rupanya musuh tukar siasal setelah dapat kenyataan. sehingga musuh dapat kesempatan akan panggul pergi Kawannya yang terluka. gadisnya justeru berbuat demikian. Tian Peng lantas jodohkan puterinya pada pemuda ini. Nona Lauw ikuti ayahnya sejak umur enam belas. belum pernah sudi lukai orang secara hebat. ia merantau untuk pesiar. Loo-kee Ngo Houw akan ingat baik-baik budi kebaikan ini! . korbannya In Giok. juga lima pem impin mereka segera turut angkat kaki. hanya entah kenapa. Lo Sam Houw. karena Harimau Ketiga. hingga me reka diterima menakluk oleh negeri. seumumya. tidak heran ia ada sangat mendongkol dan gusar. Nyata penolong itu murid kepala dari Thay Kek Teng ialah Lioe Kiam Gim. tahu-tahu mereka bersara ng di gunung di Djie-tjoe ini menjadi berandal pula. Mulai dari kaburnya kawanan liauwlo. Tapi. atau Lima Har imau dari Keluarga Lo. Bocah! Tian Pengsesalkan anaknya dia bukannya gusar pada musuh. Dua puluh satu tahun lamanya Lioe Kiam Gim tinggal di Kho Kee€€persaudaraan Lo jug a berlatih terus. belum pernah ia tampak kekalaha n. sebelah lengannya putus dan jatu h ke tanah! Lauw Tian Peng lihat puterinya kejar musuh. Tatkala itu Lioe Kiam Gim baharu habis berpisahan dengan soeteenya Teng Kiam B eng. musuh menga rah dua tujuan kepada ia sendiri. ke arah rumahnya. Ini adala h atas kehendak Lauw Tian Peng. Kiam Gim pun jadi tahu. berdua mereka menjadi s uami-isteri. hingga tidaklah heran kalau ilmu goloknya liehay sekali. bukan kepalang gusarnya Lioe Toanio. hingga sekarang Toa Houw jadi liehay begini. malah selagi tubuh orang sempoyongan henda k rubuh. Itu waktu Tian Peng telah da pat tahu. hingga dengan he . bahwa mereka sebenarnya bemaung dalam Keraton Sin-tek-kiong menjadi pahlawannya Kaisar Boan. Kiam Gim dan isterinya tinggal menetap di Kho Kee Po.mereka tambah dengan seKejab. ia umbar nafsu amarahnya. kau kejam sekali! Selama masih hidup. sedang salah satu musuh. jiwanya tak tertolong dari luka hilang sebelah lengannya dan dadanya tertendang sepatu besi. sekarang ia kena didesak. supaya ayah ini atau mertua ini. bahwa Lauw Tian Peng ada terhit ung angkatan terlebih tua. musuh itu bingung dan menjerit. Untuk ini mereka berikan satu tanda rahas ia. sebab dia adalah paman jauh dari Koan Ie Tjeng. Dan Ketua Ban Seng Boen ini juga kenal Thay Kek Teng. di satu pihak jadi kuatirkan Bong Tiap dan rumahnya. ia ketemu sama Lauw Tian Peng. kapan ia telah loncat menyambar sama goloknya. Kemudian lagi. Baharu sekarang n yonya mi berpikir untuk tidak ngotot melayani terus. pernah mereka satrukante ntara negeri. di lain pihak. dan pernah pamannya. ia takut semua musuh nanti turun tangan Bagaimana la bisa melawan ka lau mereka meluruk semua? Sekonyong-konyong Lioe Toanio dengar tindakan kaki yang berlari-lari. ia insyaf bahayanya akan be rtempur lebih lama pula. Karena perkenalan ini. ha nya segera ia hampirkan penolongnya. Kenapa kau kej ar musuh dan kutungi juga sebelah tangannya? Kau tahu hebatnya kaum Kang-ouw dan bahwa musuh tak dapat ditanam bibit permusuhannya! Memang. kepada rumahnya Itulah berbahaya! Di sebelah kekuatiran nya. untuk haturkan terima kasihnya yang hangat. mengganggu kaum saudagar pelancongan dan memeras rakyat. Katanya Empat Harimau itu kabur ke Djiat-hoo di mana mereka umpetkan diri. hingga selanjutnya.

dua musuh pegat ia dengan babat an golok mereka masing-masing. hingga tinggal Ong Tjay Wat yang larinya pesat. jeriji mania dari tangan kanannya telah ken a terbabat Ikuturtg. Hanya untuk loloskan dir i. tapi menghadapi istermya Lioe Kiam Gim. Orang Heng Ie Pay ini jadi dapat angin karena berkawan dengan toako dari Keluarga Lo. Dua pemegat dari Lioe Toanio ada berumur masing-masing dua puluh dan tiga pulu h tahun. Toanio lihat orang mundur. kau orang bikin rusak kaum Kang-ouw! Kau orang boleh satrukan aku. Dugaanmu tepat! Inilah maks udku. baharu kakinya injak tanah. ia barengi berlompat tinggi akan lewati kepalanya T jay Wat. Sekarang Lo Toa Houw pun kena ditinggal si nyonya. akan tetapi. hingga ia dapat candak musuhnya. Ia tidak takut. ia berjongkok akan jumput tumbaknya. inilah sulit. untuk tarik pulang. aku akan adu jiwakul demikian teriakannya. yang terpaksa musti mundur seraya tarik pulang tumbakn ya.bat ia menyerang. untuk men otok. ia mainkan tumbaknya dcngan sempuma akan menghalau se suatu serangan. yang mudaan lantas kel uarkan Thie-lian-tjte. Kegesitannya sudah ternyata selama ia kelit tiga batang Kim-tjhie-piauw dari Lio e Bong Tiap. yang senantiasa kecampuran ilmu-ilmu tikaman Thay-kek-kiam. Apabila berhasil. ia mendesak terus. kenapa kau orang juga arah rumahku? Ha-ha-ha! Lo Toa Houw menyambutnya dengan berkakakan. selama itu. sedang di seb elahnya. saban-saban senjata itu mencoba akan keprak terlepas goloknya si nyonya atau ujungnya mencari jalan darah. Ia baharu lew at tiga jurus. Ada sulit untuk Lioe Toanio menyingkir pulang. Maka ia lantas berlompat akan susul nyonya itu. Ia pun segera mcnegur Oh. akan terjang pula padanya. Maka di lain saat. ia mencoba babat jeriji tanganorang yang mencekal pedang. mereka ini merangs ek pula. Bagus! Nyonya Lioe Kiam Gim berseru kapan ia saksikan cara menyerang orang itu. Dua orang yang memegat sedikit ketinggalan di belakang. Mereka mi adalah yang pernah tempur Ham Eng dan Bong Tiap di tengah mua ra Boegee mereka tidak rendah.€Oleh karena mereka sudah terluka. Cuma dengan pelahan-lahan. dia jadi sangat mendongko!. Tjay Wat sudah sampai di belakangnya. Kalau ayam biang sangat sayangi anaknya. saban-saban ia tertawa terbahak-bahak. Lo Toa Houw tidak takut. Ia anggap sial-dangkalan diloncati orang perempuan ia percaya benar akan tahayul . Ayo! berseru Lo Toa Houw. hingga ia rnesu* layani mereka ini. untuk bokong si nyonya. tapi tidak urung ia kalah gesit. uiilah tindakanku! Aku justeru hendak menghina anak daramu! Apa kau mau? H utang darah dua puluh tahun rnesu dilunaskan berikut bunga! Toanio bisa tertawa nyaring. Pegat dial Pegat dia! Toa Houw berseru dengan kaget kapan ia tampak musuh hendak kabur dengan tangan berketel-ketel darah. satu ibu? Baik. melainkan dia yang tahu sendiri. Benar iaberhasil loncati Ong Tj ay Wat. hingga ia merasakan saktt dan kaget sampai ia bikin terlepa s tumbaknya itu. ia sudah terkurung pula. sekalipun berkelahi. orang-orang tak punya muka. Ia bisa berbuat begini karena larinya yang pesat. mereka tidak garang lagi seperti semuia. Dengan Peh tjoe tjoet tong atau Ular putih kelua r dan guha . duri besinya itu tidak mendatangkan hasil. tetapi hatinya. Dua-dua Toa Houw dan Ngo Houw sudah bebat luka-luka mereka. apa pula manusia. Sekarang Toa Houw majui tangan kirinya di muka. Ong Tjay Wat tidak sangka orang bisa loncati dia. ia menang jauh. si nyonya lag i lagi kena dirongrong oleh Ong Tjay Wat yang licik. dua-dua macam serangan akan bikin nyonya itu tidak berda ya. tapi ia tidak sepandai Bong Tiap dengan piauwnya. Hanya. Tumbaknya Lo Toa Houw jadi liehay sekali. Ia segera menyerang seperti kal ap dengan goloknya. dapat ia mendekati bahagian luar dar i rimba itu. . tetapi dalam keng-kong-soet. mereka me sti main mundur apabila mereka tidak mau jadi korban golok. Maka itu. Ia keluarkan serangannya Pwee lak Tjap sie afau delapan kali delapan jadi cnam pul uh empat bacokan dan tikaman. yang bisa menyusul. ia kalah daripad a Lo Toa Houw. dikepung berempat. malah ujung pedangnya sudah ancam bebok ongnya musuh. guna singkirkan kedua musuhnya. Ong Tjay Wat mendesak tidak kurang serunya. ilmu entengi tubuh. Dalam boegee. Toanio tidak terdesak sebagai tadi.

tanpa ay al lagi. hanya sayang. Lioe Toanio sudah lari sampai di iuar rimba. Tjay Wat jadi terluput dari bahaya. teriaki: Djieko. meskipun belum besar. Lioe Toanio menjadi sibuk kapan ia dapat kenyataan musuh tak dapat didesak. tidak gentar dengan itu babatan. guna lampiaskan kesengitannya. ia bikin golok lawannya jadi tidak berd aya. Musuh di depan itu. tidak urung kedua senjata telah beradu keras. ia kaget bukan main. sebagai jago betina dari Ban Sen g Boen. Sekarang tak dapat Lioe Toanio menahan sabar. tidak tahunya. seiagi ia berlari pulang. Ini ada suatu gerakan yang liehay . Musuh itu benar-benar liehay. kenapa tidak segera turun tangan? menegur Lo Toa Houw. dengan begitu. terutama karena dia sudah mulai lelah.Kalau Lo Toa Houw ada ja di pahlawan keraton peristirahatan kaisar di Sin-tek. ia tidak segesit ilmunya entengi tubuh atau l ari pesat. satu tanda ia ada mendongkol. Lauw In Giok tidak tabu musuh hendak berbuat apa. mengelakkan sesuatu b acokan atau babatan. musuh pun menukar siasat. sampai setumbak lebih. Ia telah memburu dan mencandak lawan. sampai si nyonya limbung! Ba iknya ia cerdik. tan pa buka suara lagi. yang sudah la ntas sampai di dekat orang yang mencoba rintangi Lioe Toanio itu. yang meminta kegesitan. dia ada lah pahlawan istimewa dari Keraton Kerajaan Tjeng. k enapa mesa pakai banyak orang? demikian suaranya. ia maju membabat tangan musuh. Suara itu ada suara dalam. ja ngan kata dikalahkan. Ia terkesiap hatinya. Eh. untuk menabas kutung lengannya si nyonya gagah. Oag Tjay Wat lihat serang an musuh. tah u-tahu pedangnya dari atas membacok ke bawah. orang ini ada seorang tua yang tubuhnya jangkung dan kurus sedang sepasang matanya ada bersorot tajam. ke arah tenggorokan. Justcru itu.Lioe Toanio dengar angin menyambar di belakangnya. orang tua itu mulai dengan ran . Djieko. seiagi dia in i keluarkan keringat dingin saking kaget. dengan mata itu ia diawasi . dari mana ia bi sa memandang ke rumahnya. lalu sambil putar sedikit tubuh. hanya ket ika golok mendatangi. i a berlaku aval. ia terpaksa mundur. Selekasnyaberada di luar. tetapi scpcrt i orang di bawah pengaruh. Ingin ia bisa terbang. mengawasi ke depan. dari seorang yang To a Houw. akan ba smi musuh.Ia insyaf apa artinya itu. ia berdin diam saja. Dengan tiha-tiba ia loncat nyamping€€kakinya menahan. Rata! Maju! Maju! demikian tiba-tiba Lo Toa Houw berseru-seru seraya tumbaknya d ipakai menangkis goloknya si nyonya. awas! Pegat itu perempuan busuk! Toanio gusar. Tahan! Kau hendak lari kemana? sekonyong-konyong€€suara membentak di depannya Lioe T oanio. dia suruh jago s he Lo itu mundur. yang bersenjatakan se batang pedang panjang la tadinya menyangka pada Lo Djie Houw.€Ia gunai Hon g hong tian tjie atau Burung hong pentang sayap . tiba-tiba ia gcscr tubuhnya seraya tangannya bergcrak. Melawan mi perempuan busuk. karena itu. matan ya menjadi merah. dari itu. maka itu. akan segera sampai di rumahnya. Toa Houw telah berdiri di dampingnya. ia lantas mengawasi musuh itu. ia segera maju menyerang dengan golok Toan-boen-toonya. waktu Lo Toa Houw dekati dia. malah dengan tidak mengucap suatu apa. scmbari putar tubuh dan goloknya di depan dada. api telah berkobar. O rang tua itu hunjuk sikap jumawa. daiam h al mainkan senjata ia kalah eesit. sebab orang toh di bahasakan djieko . untuk sedetik. Orang tua ini adalah orang yang sarankan akan pancing keluar pada Lioe Toanio sambil berbarengdi lain pihak satroni orang punya rumah. ia lekas tarik pulang golo knya. Lioe Toanio tidak sangka musuh ada demikian liehay. Ia lantas mengerti. dengan berat tetapi sebat. Sin-tek Lie-kiohg. bersama orang-orangnya. Ia menduga pada serangan mu suh. Ia masih menduga-du ga apa maksudnyajeritan musuh barusan. akan lompat jauh. ia hendak menangkis. ia merasa terhina oleh sikap musuh tidak dikenal itu. Di sana asap menggulung naik. yang membentak. begitupun semua kawannya dia ini. ia menangkis serangan. yang katak. Dengan caranya ini. ia bukan lagi hadapi orang sebangsa Persaudaraan Lo itu. Dengan tenang. Cepat sekali. segera ia terusi. Mundur! Mundur Mukanya Lo Toa Houw menjadi merah. tetapi dengan sungguh-sungguh. ia menikam balik. dari belakang. Itu waktu Lauw In Giok sudah bisa lihat tegas orang ini. Adal ah di sini. Pedangnya. Berbareng dengan satu seruan.

enteng dan cepat sekali.€Tipu puk ulan ini. silat Soen soei twie tjouw atau Menolak pcrahu deng an ikuti aliran air . dengan tipu. ia tak dapat berkelit lagi. mak a untuk tolong diri. ia masih dapat hindarkan diri dari ba haya maut. ia lantas merasai€€tubuhnya j adi€€sedikit gemetaran dan beku . Sebab ia tela b berlaku nekat. untuk ulangi serangannya selagi si nyonya sudah tidak berdaya j itu. sesudah gagal dengan desakannya. sebab ia ini adalah orang yang sudah meninggalkan rumahnya hampir sepuluh tahun lamanya. dengan sekony ong-konyong ia loncat pada nyonya itu sambil teruskan menyerang dengan tumbaknya . Lioe Toanio berlaku nekat. Yaitu Law Boe Wie! Dengan terbitkan satu suara nyaring. ia sekarang dibikin repot dengan rangsekan musuh. untuk ujungnya yang tajam me nikam tenggorokan lawan! Lioe Toanio insyaf pada bahaya. dari itu. bcrbareng dengan mana. beberapa ekor anak kelinci ini serahkanlah kepada muridmu! Silakan Soen . pun bisa mengetok jalan dengan t iam-h iat. ia jadi telah pisahkan diri enam-tujuh tumbak dari musuh itu. ia segera balas menyerang dengen beberapa biji senjata rahasiany a Tok-tjie-leeyang beracun. hingga ia lupa bahwa ia seharusnya lekas pulang. Rupanya bayangan itu datang dari tegalan. Dan sesuatu tusu kan senantiasa mengarah bahagian anggota-anggota yang berbahaya! Sebenamya. tahu-tahu ia su dah sampai pada si orang she Lo. Ia menjadi berdiri tercengang. ia rubuh terguling! Oh. . hingga ia luput dari bahaya. hingga segeraiah nienyusui mclesatnya golok itu. Anak. Lo Toa Houw sementara itu jadi berada dekat dengan nyonya ini. musuh ini mengguna i siasat yang bermula ia kasih dirinya didesak dan baharu sekarang ia lakukan se rangan membalas Dalam ancaman lawan itu. Bukan kepalang kagetnya Lioe Toanio. pcdangnya itu ia serodoti maju. yang kabarnya sudah pergi ke Liau w-tong dan kemudian tidak ada kabar ceritanya lagi ialah murid kepala dari Lioe Kiam Gim murid yang diterima di Poo-teng pada lebih daripada dua puluh tahun yang lalu. yang heran berbareng gi rang ketika ia telah lihat rupanya bayangan itu. Law Boe Wie hunus pedang panjangnya. tangannya menyambar kepala orang. ia mencelat€€mundur dua€€tindak. kepandaian antara dua musuh ini tidak beda seberapa. ia pertahankan ambekannya. Sudah terang. Lauw In Giok telah tcrusi loncat pu la. yang bersinar laksana perak. lalu dengan pedangnya itu. dengan ti ba-tiba ia gunai serangan Koay niauw hoa in atau Burung ajaib membalik mega . hanya sekarang ia pakai tipu pukulan toya Houw-bwee-koen atau Ekor Harimau . ia menuding pada musuhnya. ke kiri dan kanan. Bayangan itu melesat bagaikan burung. dari itu ia segera maju p ula. hingga akhirnya. hatinya terkesiap. Seranganny a itu adalah yang dibilang hebat bagaikan turunnya hujan besar. tiba-tiba satu bayangan loncat meles at dari samping. Orang yang tolong dia adalah orang yang dia tidak pernah sangka-sangka. scsudah mana. kecuali menikam. Tidaklah aneh jikalau Nyonya Lioe Kiam Gim menjadi bagaikan dipagut ular itu. pedangnya mainkan ilmu Tat Mo Kiam-hoat dari Siong Yang Pay. golok cuma lewat di atas pundaknya. selagi ia lewati si nyonya. maka sekarang. totokan j alan darah. yang menjadi tuan penolongnya. maka sekarang. hanya yang heb at bagi Lauw In Giok adalah dia sudah letih. dengan sendirinya. Selagi terdesak. ia dapat ketika untuk egos tubuh. ia menyambit musuh dengan golok! Musuh tua itu kelihatan terkejut. Satu k ali saja ia dapat menikam. ia gelagapan. Soenio. sadari tadi ia memang nonton saja. Ia puta r goloknya dan membabat. Tapi ia mendongkol karena serangan yang hebat itu. tetapi tanpa ketahuan . Puas sekali hatinya Lo Toa Houw dengan hasilnya itu. melihat ada ketikanya. kiranya kau! demikian teriakannya Lioe Toanio. tanpa merasa lagi. akan tetapi dia pun bisa l ompat mundur dengan tidak kurang gesitnya. ia tetap tenang. tangannya yang menceka l golok. Sang lawan lagi mainkan tipu tikaman Loo souw hie kirn atau Orang tua mcncntcng k irn kctika si Nyonya Lioe menyerang secara dcmikian mendadak dan hebat. cepa t sekali. walaupun ia sudah lelah. ia menahan napas. Ketika tadi ia habis menyerang.gsekannya. melihat datangnya serangan gela p. akan elakkan sesuatu sen jata rahasia itu. akan habislah lelakon hidupnya jago perempuan itu. terayun. dengan sabar ia mundur. Dalam saat berbahaya bagi Lauw In Giok itu. Lo Toa Houw tertegun. matanya bersinar. pcdangnya yang panjang dipakai merapati golok mu suh. Ia tidak kena tertikam tetapi ia telah terbentur. untuk tengok rumahnya.

tidak kenal kau? Jangan harap aku nanti angkat kaki siang-siang! Malah kau. kau hati-hati! ia segera pesan. tetapi selagi sang murid dan soenionya bicara. Kemudian ia sontek tumbaknya Lo Toa Houw dengan kakinya. Di antara saudara-saudaranya. Pertarungan sudah lantas ambil tempat. berkata ia. aku tidak akan izinkan! Melihat romannya atau usia. Orang tua itu mengerti musuh ada liehay dan tenaganya bcsar. Di lain pihak. Lo Ngo Houw sudah berlompat k epada kandanya Toa Houw. Nyonya guru itu lantas putar tubuhnya. Ia belum pernah menempur Kiam Gim sendiri. baharu du a gebrak. yang merintangi pihak mereka selama pertempuran di muka muara. maka dengan bawa tumbaknya. Mendengar suaramu. hingga kedua senjata beradu dengan hebat. Tapi ia tidak jadi jerih. ia kaget hingga ia k eluarkan jeritan. hingga tumbak it u mencelat pada sang soenio. Ia insyaf bahwa orang ini pandai silat dan berenang. bukan main kagum dan girangnya akan muridnya itu. soetee dari Kiam Gim. kau kiranya pandai menimpuk dengan Tok-tjie-lee! katanya. apabila kau hendak berlalu.io pulang lebih dahulu! katanya pada isteri gurunya yang berbareng pun menjadi gu runya. pula melihat gerak-gerakan tanga n orang itu.€Ia heran.€ Sampai di situ. . batok kepalanya pecah remuk. dengan keras sekali. Berhubung dengan itu. sebelum si orang tua sempat datang padanya. dengan mcngejek. Ia lompat ke kiri dan ke kanan. Toa Houw rebah sebagai mayat. asap suda h mulai mengepul tebal dan api lagi mulai bcrkobar . pedangnya Boe Wie sudah sampok tcrpcntal goloknya dan kakinya bayangan i ni sudah menyapu patah berisnya hingga ia rubuh sambil keluarkan jeritan hebat d an mcngenkan. ia hendak coba ilmu pedangnya itu akan layani si kepala bagaikan kepala macan tutul ini. maka perlu apa kau banyak tingkah di sini? Baik kau angka t kaki siang-siang! Kita datang untuk menuntut balas. Muridku. karena Lo Soe Houw pemah omong t entang seorang dengan roman sebagai dia ini. sedang tubuhnya pun sud ah tidak sesemutan lagi. sahut sang murid sambil tertawa. Jangan kuatir. Baharu sekarang Lioe Toanio dapat pulang ketabahannya. cara bagaimana ia hendak gampang -gampang kasih lolos orang ini? Orang tua itu tidak hendak banyafc omong pula. ia mengawasi dengan tajam. Soenio. dan duduknya hal. buktinya ia saksikan barusan saja nasibnya Toa Houw dan Ngo Houw. majulah si orang tua. Sementara itu. Tapi Boe Kek Kiam-h oatnya belum pernah ketemu tandingannya. dan sekar ang. Hanya ia mesti pulang dengan bcrlari-lari lekas. sudah begitu. sekctika juga. akan tetapi Law Boe Wie mendahului menangkis goloknya. Ka u bisa mainkan Tat Mo Kiam-hoat! Malah kau pun pandai menggunai beberapa jurus i lmu pedang Heng Ie Pay asal curian! Hm! Kau sangka aku . ia malah lantas menuding. tapi ia segera geraki goloknya. apabila ia sudah tengok kanda itu. ia rasai telapakan tanga nnyasakit. si orang tua mundur duatindak. hingga mau a tau tidak. malah dengan satu tikamannya. hingga menerbitkan suara nyaring sekali. darahnya melulahan! Sakit rasa hatinya Ngo Houw. Ngo Houw ada yang terlemah. hanya pernah layani Teng Kiam Beng. kita tidak akan ganggu kau! Boe Wie tidak gubris kata-katanya orang itu. ia tcrus berlalu dengan had lcga seka l i. bagai mana Lioe Kiam Gim mcmpunyai murid liehay begini. siapa sambut itu dengan gapah. yang tadi ia pakai menyambit musuhnya . lawan yang baharu itu berdiri tegak dihadapannya. dari itu. untuk pergi. kau tidak punya urusan di sini!€Pergi ambil jalanmu yang lurus. si orang tua yang iiehay. muridnya Lioe Kauwsoe ini segera menduga pada orang yang dulu gurun ya cari tetapi tak dapat diketemukan. lelatu api sampai muncrat meleti k. Ia pun telah menduga-duga. Maka itu. ia pingsan! Lioe Toanio masih sempat saksikan itu p ertempuran yang hebat tetapi sekejaban saja. kedatangannya orang Ssing ini telah membuat musuh jadi tercenga ng. Sekalipun soeni omu bukan tandinganku. ia niat rintangi Lioe Toanio. siapa orang ini. Eh. kau adalah muridnya Lioe Kiam Gim. ia dapati bayangan ini tak di bawahnyaTeng Kiam Beng itu. Law Boe Wi e tangkis itu serangan. ia lompat maju dengan serangann ya. ia mesti layani ini bayangan yang tangguh. ia pun sedang terluka. ia segera hunjuk kepesatan tubuhnya dan kegesitan main pedangnya. Hingga sekarang nyon ya ini jadi dapatkan ganti dari golokknya. karena ia lihat.

akan cari jalan darah untuk ditotok. Kembali iewat beberapa jurus. ia sama sekali tak dapat desak Law Boe Wie. ia barengi menyerang. Berselang lag i sekian lama. dengan terpaksa ia maju juga. akan susul tubuh musuh itu. angkat kaki paling selamat. tetapi dasarnya tetap ada Thaykek-koen (yang pun disebut Bian-koen lemas tetapi ulet dan keras). sedang Ong Tjay Wat. Melainkan yang satu menyiapkan beberapa potong senjata ra hasia Thie-Kan-tjie. tetapi si orang tua suda h berikan tanda. oleh kare na itu. Itu adalah gerakan Liong tjoa tjie tjauw atau Naga dan ular lari berbare ng . Law Boe Wie segera putar ugel-ugclan tangannya sambil menarik ke samping. Dua jarinya ini malah terlebih liehay daripada pedan gnya yang tajam itu. hanya guna ulur kedua kaki panjangnya. tak sampai ia menjcrit. dua jari tangan kirinya disodorkan bagaikan kilat b erkelebat. yang berbedaan sadari lain. ia menangkis. Ia men gerti bahwa ia terancam bahaya. selagi ia belum sadar apa yang bakal tcrjadi terlebih jauh. ia lebih banyak pusatkan pcrhatiannya kepada si orang tua. yang semangatnya seperti terbang karena menyaksikan cabang atasnya itu mat . sekarang ia saksikan liehaynya orang tidak dikenal itu. sampai di sini. si orang tua mesti ambil putusan bukan untuk rubuhkan musuh atau nekat. Begitu lekas kedua senjata kebentur satu dengan lain. Ong Tjay Wat telah rasai desakan goloknya Lioe Toanio. hanya ia berkelahi dengan lebih b anyak membela diri. sebaliknya. berkclahi lebih jauh tidak menguntungkan. selagi orang putar tubuh untuk menyingkir. Ia anggap. Di sebelah itu. I a insyaf. maka itu. maka tak dapat dicegah pula yang kedua senjata jadi bcradu. nyalinya telah menjadi ciut. Di pihak orang tua ini. siapa telah perlihatkan ke pandaian seperti mengikuti kebisaan orang. ia angkat tubuh orang it u! Orang tua jangkung kurus itu tetap tidak bcrsuara. tangannya yang kirij eriji tengah dan jeriji manisnya. pedangny a menikam.€Mereka pun pikir. begitu lekas orang tua itu keok. hingga ia jadi min p dengan sat u mayat. menyusul mana pedang panjang d ari lawan jadi terlepas dari cekalan dan terpental. babkan bakal mencelakai diri nya. Ujung pedang sudah lantas menghampirkan batok kepala musuh. Ia pun merangsek. dengan sangat terpaksa putar tubuh. kakinya berlompat. ia maju pula. Pertempuran telah berjalan sekian lama. si orang tua sudah mulai bernapas sen gal-sengal. Law Boe Wie lihat orang hendak tinggalkan. ia jerih bukan main. mereka akan kabur. hingga te rdcngar suara yang nyaring. malah mereka ini sengaja berpura-pura tidak lihat tandanya si orang tua. jtdatnya basah paling dulu. dua kawannya yang memasang mata . Si orang tua terkejut karena pedangnya terlepas dan terlempar. sudah lantas ambil lang kah seribu. lekas ia ben tanda kepada Ong Tjay Wat supaya kawan itu membantunya. Boe Wie masih belum mau berhenti. Boe Wie gunai beberapa macam ilmu puk ulan yang luarbiasa. ia tidak mau mengerti. tidak perduli si orang tua hunjuk kdie hayannya. tubuhnya lantas sempoyongan. begitu lekas mereka lihat jagonya itu memutar tubuh. ia geraki pedangnya dengan terlebih sebat dan keras. ia masih belum cukup beristirahat.ia menikam atau menyabet. ia akan men dahului angkat langkah panjang! Demikianlah pikirannya Ong Tjay Wat Apalagi kedu a kawannya. Sekarang ia tidak lagi jumawa. sampai itu waktu. Sebentar saja Boe Wie telah mengcrti bahwa Tjay Wat jerih dan licik. senantiasa turut main juea. asal si orang tua kal ah. ya ng ia segera jambak dengan tangan kirinya scsudah mana. iapun tidak berdaya. tidak boleh main ker oyok. untuk dipakai membarengi menyerang andai kata orang tua itu peroleh kemenangan! Law Boe Wie tidak gentar melihat Ong Tjay Wat datang mengepungnya. Si orang tua lihat ancaman bahaya itu. apabila ia tak segera ditolong. dalam tempo enam jam baharu ia bisa sad ar sendiri. gerakannya bagaikan kilat berkelebat Sama sekali ia t idak kasih ketika akan pedangnya kebentrok pedang musuh itu. walaupun ia belum terdesak. Tapi ia tidak berhenti sampa i di situ. dua jari musuh sudah mengenai sampi ng iganya. dan ia pun lepaska n janjinya tadi bahwa orang mesti bertempur satu sama satu. karena ia sudah kena ditotok jalan darahnya Hoen-hian-hiat . Ia sudah pikir. mereka berdiri diam saja di kejauhan. keringatnya sudah mulai mengalir.

maka itu. Law Boe Wie bersenyum puas.€Ia ambil entah barang apa. Keluarga Lioe. pun angkat kaki tanpa ayal-ayalan lagi. sampai ia pun berpis ah dari soehengnya. hingga orang she Teng itu kena terjebak. Biar Hie Hong ada sanak dekat. Ketikaitu. kemudian samar-samar ia dengar jeritannya musuh itu. I a lihat cahaya api di arah rumah gurunya. ya ng kedua adalah yang satroni rumahnya Lioe Kiam Gim. ia sendiri ada wakil murid kepala. Kiam Beng jadi bentrok sama Tjiong Hay Peng. Sementara itu. sedang kawannya yang bersenjatakan Poan -koan-pit. Ia pun menduga-duga. siapa rupanya te rluka tidak hebat. Rombongan yang pertama adalah yang melakukan pertandmgan di rimba yanglioe. dari itu ia sendiri pimpin Qng Tjay Wat. Cuma satu perasaan ada pada empat anak muda ini. ia pan dang tak mata juga murid-muridnya. Toa-soeheng mereka tidak ada. akan tetapi ia tidak dapat berdiam lama di situ. ia tidak hendak mengejar. Kecuali Lioe Toanio. dengan itu jalan ia bakal sia-siakan tempo. lantas ia turunk an tubuhnya musuh itu. Ham Eng juga bersemangat. Demikian mereka Sudan datang mengacau. sa ng soebo. bersama soemoaynya. Bong Tiap. Malam itu. atau mengganggu. Kebisaannya beberapa jurus ilmu pedang Heng Ie Pay ad a hasil curiam. seperti diketahui. Lo T oa Houw dan Lo Ngo Houw serta dua kawan lagi. Bong Eng Tjin sudah atur rencana penyc rangannya secara begini: la pecah rombongannya menjadi dua. dan kalau pertarungan di dalam rimba selcsai dengan cepat. Bagaimana bila ia gagal? YoTjin Kong sibuk sendirinya. Tugas mereka adalah mencegah Lioe Kiam Gim datang ke Utara. Sampai di sini. Tapi ia masih cekali si orang tua. sed ang angin adalah angin dingin yang halus sambarannya. Lebih dahulu daripada itu. Bong Tiap sebaliknya ada bergembira. ialah mereka mesti siap akan . Tapi rencananya ini justeru menolong Yo Tjin Kong. iapun berkuatir. Ma ka ia perlu membantu terlebih jauh. dia ada pahlawan d ari Raja Boan.dan kedua murid. ia pikiri sang soemoay.mereka mempunyai masing-masing pikirannya sendiri. untuk ba ntu saudaranya. hanya di sebelah itu. ia hanya merasa tegang se ndiri kapan ia ingat. dia sendiri sebenarnya ada murid yang murtad dari Thio Tjeng Kie . tetapi kawanan ini punya re ncana lain. hin gga karenanya. Dia adalah Bong Eng Tjin. karena ia tahu. Seperti sudah dijelaskan di sebelah atas. secara or-ang-orang terhormat . ia tidak dapat bebaskan dir i. s ukar untuk ia dapat mcncandak dalam sedetik. dan Lo Djie Houw serta Lo Soe Houw pimpin beberapa kawan pula.€€Hie Hong pun bukannya murid Kaum Thay Kek. ia tahu. masih belum lolos dari mara bahaya . ia kua tir soemoay ini nanti terluka atau kena diculik . yang memakai topeng. siapakah si orang yang liehay itu? Dia adalah pemegang peranan pada kejadian dua puluh tahun yang lampau. medan pertempuran itu jadi sunyi-senyap. agar jago she Lioe ini tidak mcrusak maksud mereka memecah-belah kaum Rimba Persilatan. Benarlah dugaannya. Law Boe Wie lihat orang lad. Maka ia rogoh sakunya dan keluarkan dua potong pisau belati kecil tidak ada lima dim panjangnya yang ia lekas pakai menimpuk. dcngan caranya yang licik tapi hebat: Jikalau di dalam rimba yanghoe sudah terjadi suatu pertarungan yang dahsyat. Lauw Hie Hong. Barang-barang upeti yang dilindungi Teng Kiam Beng bukannya dibegal oleh kawan an Bong Eng Tjin. Si pemancing menyamar sebagai dua tjay-hoa-tjat. ia mesti tanggung ja wab atas keselamatan keluarga bibinya itu. Y oTjin Kong danTjoh Ham Eng. ia kirim surat u ndangan akan menantang berkelahi satu dengan satu. adalah di rumah i tu masih bcrlaku sampai sekian lama lagi. melainkan pcrbuatannya orang tain. soebonya sudah berhasil atau belum dalam menolong rumahnya itu.i kutunya. bersama sang keponakan. Tjay Wat itu bisa lari keras. iapun bertanggung jawab. dikasih berdiri. d i rumah Keluarga Lioe sendiri sudah lerjadi pertempuran yang tidak kurang hebatn ya. tjiang-boen-djin atau ahli waris turunan ketiga dari Siong Yang Pay. sebab dia masih bisa lari terus ke dalam tempat lebat. Hie Hong diminta bantuannya oleh bibinya. itu ada tanda bahaya untuknya. Sesudah ini segera ia lari ke arah rumah gurunya. yang ia sesapkan ke dalam sakunya s endiri. ia bersemangat. ada Ouw It Gok. yang berdiam di rumah Lioe Kiam Gim ada sang put eri sendiri. Bisakah i a berlari-lari dengan bawa-bawa musuh itu? Ia bersangsi sesaat. lalu tangan kanannya merogoh ke dalam sa kunya si orang tua. langit pun guram. Ia percaya. ketika Teng Kiam Beng kena dipancing datang ke gedung Soh Sian Ie. p enjahat cabul. bahwa ini ada pertempurannya yang pertama kali.

sedikit saja suara berkelisik menyebabkan mereka bersiap. tetapi si Hari mau Keempat bisa pakai itu di dalam air dan di darat. Ilmu silat pedang dari Thay Kek Pay berpokok dengan ketenangan. Tapi datangnya sahabat ini. satu bayangan lain mencelat naik. Tak puas ia atas datangnya sahabat ini. ia sudah beradadi belakangnya pemuda ini. ia melainkan bisa gunai kepandaiannya mainkan pedang untuk lebih banyak bela diri. empat anak muda itu lantas mulai dengan penjagaan mereka. Menurut rencana. Tandingan dari Bong Tiap ada seorang dengan tubuh besar dan tinggi melebihi si nona. karena di sebelah kurang pengalaman pertempuran. atau Mengangkat api untuk menyuluhi langit . Tidak demikian dengan Nona Lio e ini. Ngo-bie Hoen-tjoei-tjie. setelah beberapa gebrakan. ia hanya ingin menunjukkan il mu silatnya Kaum Ban Seng Boen. Nyata ia tak kena didesak m usuh yang dari tubuhnya bukan tandingannya. sebaliknya tidak dapat membantuorangshe Yo itu. dengan suitan dan teriakannya. Tjin Ko ng dan Hie Hong saling berebut. la segera mendesak. sedang Soe Houw merintanginya. Tjin Kong kerutkan alis. Bong Tiap hendak tikam tenggorokan orang. nona ini jadi gembira. Musuh datang! Tjin Kong segera beri tanda. ia juga tidak kenai gegaman musuh itu. Tjin Kongtidak bilangsuatuapa. akan bersatu dengan . semua ujungnya sangat tajam. ia kata: Oh. karena mana. Soe Houw sudah lantas menerjan g dengan sepasang tempulingnya. mereka lalu berdamai akan at ur penjagaan. ia tidak sempat buka mulutnya lebih jauh. ma ka ia dengan sendirmya hunjuk€€kelemahan terhadap musuh. la belum mengatasi kesempurnaan. Harimau Keempat dari Persaudaraan Lo. terus saja ia loncat naik ke atas genteng. Sedangkan Tjin Kong sibuk. kita diam. tetapi sekarang. jangan takut! Siauwtee nanti bantu kau ! Itulah Lauw Hie Hong dengan goloknya Toan-boen-too. ia duga. yang sesuatunya bercagak figa. Kalau orang hendak mendahului bergerak. Untuk menjaga genteng. Hie Hong akhirnya mengalah. karena ia kemukakan alasan: Urusan Kaum Thay Kek mesti murid-murid Thay Kek Pay sendiri yang menanggung jawabnya. di atas genteng dan di dalam rumah. akhir-akhirnya musuh telah data ng! Mereka itu muncul hampir bareng temponya dengan dikepungnya Lioe Toanio di d alam rimba. Dari itu. yang mendahului serang i a. Tjin Kong mesti lekas turun. Hi e Hong sendiri. soemoaynya sekalian. setela h mana. atau lebih teg as: Musuh diam. Biasanya senjata Ini dipakai di dalam air. Hie Hong datang tentu disebabkan itu dugaan. terutama Soe Houw sendiri.nantikan serangan badai dan hujan lebat . sedang ia sendiri anggap. Mereka mesti menanti lama juga. musuh bergerak. tapi akhirnya. ia mesti lawan musuh itu. Justeru itu waktu. Saudara Lauw. Senjata Soe Houw. dalam hatinya. yang sudah siap sedia di saat mendengar pertandaan dari Yo Tjin Kong. Ia duga Hie Hong datang tentu disebabkan orang she Lauw ini sangka ia jeri h karena tadi ia berteriak dengan pertandaannya. Dari tiga musuh yang loncat turun ini. t erus loncat turun ke bawah genteng. Ia datang dari bclakang. karenaia segerad iserbu oleh duakawannya Soe Houw. dari it u. Thay Kek Pay dan Ban Seng Boen ada seperti se golongan saja Atas datangnya bala bantuan itu. ia lantas saja pikir untuk lekas rubuhkan musuhnya itu. turut loncat naik. lagi beberapa orang. ketika Y o Tjin Kong ketahui datangnya. ia sudah mesti pandai betul. tidak perduli ia sudah wariskan enam sampai tujuh bagian kep andaian gurunya. Yang muncul paling pertama ada Lo Soe Houw. Ketika me reka sampai di bawah. yang satu ada muridnya Bong Eng Tjin. Sulit untuk Tjin Kong lawa n musuh she Lo itu. Maka itu. Di luar sangkaan . sekarang ia bergerak terlebih dahulu. tetapi ia tidak puas. y ang dua ada murid-muridnya Lo Toa Houw. la tidak senang tadi Tjin Kong menyebut-nyebut g olongan. kau baik menjaga di d alam rumah saja. mirip dengan sha-tjee. dari itu. Dengan Kie hoh liauw thian . mereka lantas diserang oleh Lioe Bong Tiap dan Tjoh Ham En g. kawan siapa ada lima. si orang she Yo yang naik ke atas . ia tidak bisa jalankan rencana itu. kita mendahuluinya . Sesudah bebcrapa jurus. Sembari berkelahi. sedang yang tiga lagi. sang lawan lagi siapkan Teng y . kepandaian mereka tidak lemah. Mereka pasang mata dan kuping. tapi bayangan ini segera perdengarkan suaranya: Saudara Yo. kau bicara tentang kaum! Apakah kau sangka aku Kaum Ban Seng Boen t idak sanggup menempuh badai dan gelombang? Seberangkatnya Lioe Toanio.

ia lalu gunai akal. tidak ampun lagi. ia lompat maju. dari atas genteng ada ber lompat turun beberapa bayangan. Paling perlu adalah melindungi soemoay! Kenapa kau tinggalkan dia? Ah. ketika melihat Bong Tiap rubuh. ia melibat. hampir-hampir pedangnya kena dilibat dan disampok terlepas oleh ruyung musuh. untuk serang musuhnya d ia ini. dengan berkeredepan. De mikian. karena ia terluka. i a kuatirkan soemoaynya. ia punyakan pelajaran Iwee-kang dan gwakang dengan berbareng. Atas ini. hingga ia perdengarkan seruan nya babna kaget dan sakit. kaki kirinya dikesampingkan. yang tidak puas akan sikap orang itu. terpaksa ia mun dur dengan gugup. hingga karenanya Tjin Kong jadi terlep as dari kepungan. yang lain dengan toya b esinya. Tjin Kong. ia sengaja antap goloknya kena dilibat. selagi ia mesti lay an i dua musuh. dan yang ketiga. sambil m enerbitkan suara juga. ia tung gu musuh betot ia. selagi ia ber lompat. Ia telah lihat sikapnya musuh. menampak musuh rubuh. tetapi belum sampai ia menyeran g. masih dapat kesempatan menimpuk dengan senj ata rahasianya itu. semuanya memburuh ke dalam rumah. telah menyambarnya. aka n tetapi musuh ini bukan orang sembarangan. Saudara Lauw. Lawan itu tidak berhenti sampai di situ saja. Lauw Hie Hong ada keluaran Ban Seng Bocn. menyerang dengan berbareng: yang satu dengan ruyung lemasnya. walaupun dia sudah jatuh. berbareng dengan mana. ia . Dengan sebat. Dari Tat Mo ICiam-hoat dari Siong Yang Pay. selagi ia berdiri tcgar. mereka datang dari kiri dan kanan. ia pergi loncat turun. de ngan tidak bilang suatu apa. Djoan-pian. atau Jarum pedoman . ketika ia tampak tangan dan kaki musuh bcrgerak. atau Burung ho ng mementang sayap . ia kaget sampai berseru. Akan tetapi Tjin Kong omong dari hal yang benar. ia sampok jatuh dua batang pi auw. Tapi kedua lawannya mencegahnya. mereka ada sebawahan Soe Houw. ia mundur satu tindak. maka ia telah bersiap untuk menyambut tikaman. nona itu kena terdup ak terpental sampai lima-enam tindak dan rubuh dengan terbanting keras. Yang pertama ada Hie Hong. Sebab Nona Lioe itu. berbareng dengan itu. ujung kakin ya segera mengenai dengkulnya. musuh pendek. yang saling menyusul. sesudah mana. Musuh tidak sangka gerakan macam ini dari lawannya. kedua musuh yang rintangi Hie Hong bukannya orang-ora ng liehay. Dengan Tjay hong sie ek . Selama itu. kepandaiannya Bong Tiap sudah boleh juga. niatnya untuk tolongi adik sepergur uannya. beberapa Kim-tjhie-piauw. Serangan piauw dari jarak dekat. yang kedua. Sambil keluarkan seruan kaget. piauw yang ketigajusteru mengenai pahanya. Dua kawannya di bawah adalah or ang-orang dengan usia terlalu muda. Tidak ada ketika atau jalan lagi. Begitu lekas sudah datang defeat. Di atas genteng barusan. senjata rahasia itu datang di tiga jurusan. tangan kanannya ialah pedangnya -menyambar ke kuping kanan orang itu. sedang Bong Tiap ada adik misannya piauw-moa y kalau adik itu bercelaka. keduanya menghalangi. Ketika ujung pedang mendatangi. terutama gwakang. kau tidak kenal budi! pikir Hie Hong. untuk Bong Tiap menangk i s. Dalam saat berbahaya itu dari Bong Tiap dan Ham Eng.ang tjiam . la bersenjatakan panjang. hanya ia rintangi itu dengan ruyungnya yang lem as. turun! Tjin Kong lalu serukan kawannya. Di belakangn ya hari mau ini ada konco-konconya. untuk susuli penyerangannya terlebih jauh. ia hendak bikin goloknya Hie Hong terbetot tcrlepas. tetapi karena ia ada tangguh. Tjoh Ham Eng sibuk bukan main. Selagi ia mundur. Hie Hong gunai goloknya akan serang musuh ya ng bersenjatakan Djoan-pian. bagaimana nanti iabertemu sama bibinya? Maka itu. ia m clainkan sempoyongan saja. kaki kiri musuh sudah icrangkat. Ham Eng mesti bela diri. yang ia siapkan dengan cepat. ia menarik. kuda-kudanya tangguh. maka itu. orang she Lauw itu bisa des ak mereka. ia menangkis ke kiri dan kanan. hingga tenaganya besar sekali. Soe Houw lompat mundur. turun. ia tidak kelit. tidak sampai ia rubuh. kuda-kudanya digempur. dari itu. ia lalu mcnd ahului membctot dengan keras. ia menangkis dengan cepat tetapi. o rangnya nibuh. Hie Hong loncat pada Tjin Kong. ia berlompat mundur. ia menangdi atas angin. ketika golok Toan-boe n-too menyambar. atas mana. Musuh itu benar-benar liehay. musuh itu loncat mundur pula. Lo Soe Houw. hanya apa celaka.

akan menyusul. I a ada sangat sengit. atas mana Lo Djie Houw loncat turun dari atas genteng. ia pingsan. apapula kapan ia lihat berkelebatnya satu bayangan. Ini ada rencana mereka apabila mereka terdesak. asap lantas men gebul. ia lantas menyerang dengan tcmpulingnya. Di sebelah itu. Akan tetapi mereka ini bukannya bangsa tolol. Penyerang ada berjumlah lebih besar. nanti ada yang layani kau satu sama satu! Kita tidak kuatir kau nanti bisa kabur! Itulah tak akan terjadi! demikian dengan sekonyong-konyong terdengar suara jawab an suaranya seorang perempuan tetapi cukup angker. sahabat-sahabat baik! Lo Soe Houw kaget. di bawah kepungan. Ham Eng dupak ia rubuh sampai bergelinding an beberapa tindak. api belum berkobar besar. Toakomu ada di sana! Dia telah bingkiskan aku tumbak in i disertai satu batok kepala manusia! Soe Houw kaget berbareng sangsi. akan tetapi mereka tidak sanggup berbuat banyak. s upaya mereka bisa kepung dia orang itu. tubuhnya rubuh. maka itu. yang kenali Lioe Toanio si bayangan dengan seruannya yang angker. mal ah pun tumbaknya Lo Toa Houw. Oh. Karena ini.€ Janji adalah sa tu pertempuran secara laki-laki. dari itu Hie Hon g bisa gunai ketikanya akan hajar pundak orang dengan belakang golok. mereka pun hendak paksa penghuni rumah noblos keluar. Dengan ini jalan. Perempuan busuk! ia segera mencaci. asal ada ketika Bong Tiap pun gunai senjata rahasianya. Di sini masih ada aku! Aku tid ak akan membiarkan kau orang kecele. hingga dengan lekas-lekas ia berkelit. Bocah. hingga di lain saat. kandanya! Tapi ia menjadi sangat gusar. Sedang yang menambah kagetnya adalah gega man di tangan Nyonya Lioe itu -bukannya Toan-boen-too hanya sebatang tumbak. sukar untuk membuka mata dengan merdeka. untuk awasi bayangan itu. air mata meleleh ke luar. Kau bisa kabur pulang ke rumahmu tetapi kau tak nanti dapat lolos dari rumahmu ini! ia berseru membarengi tikamannya. Nyonya Lioe ini bis a gunai tumbaknya bagaikan ular naga keluar dari laut. tetapi di luar dugaanya. sebaHknya. segera ia perdengarka n suitannya. orang mulai batuk-batuk. hingga mereka tak dapat bcrgerak dengan leluasa. yang terluka piauw. Tatkala asap menghembus ke dalam. Maka bersama-sama Tjin Kong.kena tertarik hingga ia sempoyongan dan ngusruk ke depan lawan. kemudian ia putar tubuhnya. Lawannya Bong Tiap. Ini daya keji telah memberi hasil. dia masih bisa loloskan diri? Kenapa tid ak ada yang kejardiaini? Demikian kata-kata dalam hati Harimau Keempat itu. api mulai berkobar. hingga ia jadi sangat terkejut Sungguh dia liehay sekali! katanya dalam hati. Aduh!* musu h itu menjerit. roman siapa menyebabkan ia bergidik! Dia? Kenapa dia bisa ada di sini? Bukankah dia sedang dirongrong di dalam rimba yanglioe? Mustahil. ia kertak gigi. Adalah di waktu itu. akan tetapi keadaan sudah sampai di puncaknya kehebatan. Kau sabar saja. tunggu lagi sebentar. telah maju pula. kawanan terkutuk! Yo Tjin Kong mendamprat saking mendongkolnya. dari itu. senjata mereka ada tiga pedang panjang dan sebuah golo k. Kau punya toako? ia kata. ia tertawa. Begitulah satu musuh lari. Lo Soe Houw kehendaki jiwa orang. buat serbu s i nyonya rumah. Hie Hong persatukandiri deng an Ham Eng dan Bong Tiap. atau ular raksasa melilit cabang pohon . mereka lantas m encari akal. ruyungnya teriepas. terutama sebab rumahnya sempit. Mereka mundur ke tembok. kenapa kau sudah panas terlebih dahulu? ia mcmb aliki. untuk pertahankan diri di sit u. selagi ia repot kclabakan. Kenapa kau bisa pulang dengan masih hidup? Man a toakoku? Lauw In Giok tidak jadi gusar karena cacian itu. Dia ini menggunai golok yang berat Lioe Toanio sebal melayani se . di sana mereka nyalakan api . ke belakang. Tjin Kong dan See Houw serta dua kawannya dia ini. loncat turun. Tjin Kong ada berempat. kenapa sekarang kau orang berkawan dan turunkan ini tangan jahat? Manusia-manusia tak punya muka! Lo Soe Houw sambut dampratan itu dengan tertawaaya bergelak-geiak. untuk membakar rumah. akan tetapi Tjin Kong desak ia.

mengarah tenggorokannya. tetapi kedua lawannyapun kewal ahan untuk bikin ia tidak berdaya. ia bisa gunai tumbaknya Lo Toa Houw. Ketika rombongan ini sampai di thia depan. Ia menangkis. Oleh sebab pcnyer ang itu adalah bekas musuh tangguhnya di muka muara. matanya dipentang guna liha t si penyerang. Di sebelah itu. tumbaknya sang kanda. yang muncul di antara asap menebul. yang telah candak mereka. hingga rumahnya Lioe Kiam Gim sudah seperti terkurung saja oleh s i ayam jago merah. hingg a ia tercengang. di samping mereka. sambil berseru. Rubuh kau! berseru si nyonya. ia rubuh dengan tidak bisa berkutik lagi.mua musuh itu. tangannya terpental dan sesemut an. Oleh karena api telah menghebat. apapula ia tampak. Tjin Kong dan Hie Hong turut membukajalan. musuh hendak dikejar terus. yang kepalanya mirip dengan kepala macan tutul. malah ia keluarkan ilmu tumbak Kim-tjh io€€Djie-sie-sie €€yang punyakan dua puluh empat tipu serangan. Ham Eng dan Bong Tiap sambut itu anjuran. Harimau Keempat elakkan diri dengan lompat mundur. sckarang ini keadaan mereka hampir berimbang. Semua musuh jadi kaget dan kede r. Ia maju menyerang. dari itu. karena tanpa berdaya. ia sudah terkejut. yang merupakan sebuah tegalan. yang dengan itu berbareng bisa menotok jalan darah. bcberapa kali terdengar suara nyaring dari bambu yang terbaka r meledak. Di sini Yo Tjin Kong baharu lihat tegas tuan penolongnya. . ia putar tubuhnya. mereka merangsek. Soeheng! ia berseru. ia loncat keluar. orang-orang merangsek Tjin Kong b erempat. hanya ia tidak bias gunai itu seperti Toa Houw. pihak lawan coba teru s mempertahankan. mereka awasi saja apt lagi m s seluruh rumah. orang ada gunai hanya sebelah tan gan. dadanya sudah jadi tameng tumbaknya Lo Toa Houw. Siapa tahu. api berkobar bertambah besar. nyonya ini segera tusuk ia dengan Pek tjoa touw sin atau Ular p utih muntahkan bisa . Selama pertempuran itu. Bukankah ia ada pecunda ngnya si kepala macan tutul itu dan ia telah dikejar di air jauhnya belasan lie dan melulu karena kelicinannya. Coba tidak Lioe Toan io mencegah. ia pun bias balas menyerang. Selagi ia kaget. ia harap bisa tolong pemimpinnya itu. mereka kembali ken a dikurung musuh. yang lebih lega. orang telah teruskan serang ia. y ang lagi merangsek. pendcngarannya. ada luas. mencegah. pertempuran jadi berubah lain. untuk sipat kuping. sebab pihak penghuni tak dapat nerobos keluar. hingga suaranya saru dengan suara beradunya berbagai senjata tajam. malah pedang ini seger a dipakai menerjang Lo Soe Houw. sedang tubuh di tangan kirinya ia kenali ada pemimpinnya si jago tua kurus dan jangkung Bong Eng Tjin!€Maka seteiah keluarkan satu teriakan. tangan kirinya mengangkat satu tubuh m anusia. tetapi ia pun bisa gunai segala macam alat lainnya. sedang pengalamannya. sudah mulai berkobar ke sebelah dalam. ia sendiri mendahuiui mendesak. Bong Tiap sebaliknya berseru: Ibu. Kiranya kau. ia sudah letih. ia loncat mundur. dengan ketakutan. ia bisa loloskan diri? Sekarang mana ia berani lawan pula musuh itu? Lo Djie Houw adalah lain. maka dengan mandi darah.€€€Di€€€waktu€€sang€€fajar mendekati. tapi dalam kekalutan itu H ie Hong dan Tjin Kong berhasilmerubuhkan lagi seorang satu. Benar ia tidak mampu rubuhkan dua lawannya ini. tangan kanannya mencekal sebatang pedang panjang. mereka berlomba singkirkan diri. semua orang kumpul di pekarangan depan. Pcgangannya Lioe Toanio ada golok Kaum Ban Seng Boen. bekas ia berlari-lari jauh. Sampai di situ. Dalam saat yang sangat berbahaya itu. Apabila pertarungan berjalan terus lagi sekian lama. bekas layan i Bong Eng Tjin beramai. baharu satu kali saja ia ditangkis. Benar-benar Harimau Kedua ini rubuh. ma ka itu.€Ia tidak bisa menangkis. Anak-anak. sesudah mana. inilah hoohan yang kemarin ini bantu kita di muara! . Soe Houw dan Djie Houw kerubuti Lioe Toanio. ia menjadi kaget bukan kepalang. Tapi ia mundur ke dekat Lioe Toanio. sekonyong-konyong ada datang satu orang baru. bisa-bisa mereka jadi kor bannya api. maju! ia berteriak dengan tiba-tiba. dengan tusukan Lie Kong sia tjio atau Lie Kong memanah batu .

ketika mendadakan ia lihat sang so ebo rubuh sendirinya. Semua orang heran. Di waktu masih kecil. Ia masih belum sadar. seluruh anggotanya bergerak. dia datang selang beberapa tahun sesudah berlalunya soeheng in i. lantaran ia tcrtawa besar. Ketika ia masuk umur dua puluh tahun. Nyonya itu lantas diantap. Ia telah b erkelahi melewati batas. Dia ini ada punya kepentingan besar dengan Loo-soehoe. Boe Wie sudah lantas hunjuk hormatnya pada soebonya. di situ bcrkumpul Hie Hong. Kalau sudah dapat beristi rahat. Sedang Ham Eng. Lalu»diambil putusan akan tolong Lioe Toanio dengan bawa ia ke rumahnya Louw Hie Hong di kampung tetangga. aku telah datang kemari . melulu dengan k uatkan hati. Bong Tiap dan Ham Eng. cuma karena ia masih bcrnapas dan nadinya jalan baik. Justeru karena dia. ia kata: Jangan kuatir ! Soenio tidak kenapa-apa. yang kasih mereka bangun. ia memanggi 1-manggil. Tjin Kong akan ditinggalkan untuk ia urus rumah yang terbakar itu. Boe Wie bisa mengerti keheranan sekalian saudara seperguruan itu. sesampainya di rumah. Soenio akan dapat pulang kesehatannya. dibawa ke perahu. hingga ia kaget bukan main. Boe Wie ada bawa-bawa korbannya si tua. Akan tetapi. ia baharu berumur lima atau enam tahun . maka Boe Wie suruh Bong Tiap coba uruti dia. baik kita ikuti dia dahulu. sudah begitu.Tapi sang ibu tarik tangan puterinya itu. memang ia da tang secara sangat tiba-tiba. seperjalanan perahu kira-kira setengah jam. k apan sang toa-soeheng sudah awasi air mukanya Nyonya Lioe. benar lukanya tidak hebat. begitupun asabatnya. Ternyata Nyonya Lioe Kiam Gim sudah jadi korbannya pertarungan ini. sudah begitu. bagaimana ia suda h dipelihara dan dididik dalam ilmusilat. buat apa bawa-bawa dia. bukankah berabe? tanya Bong Tiap. Lioe Toanio lantas dipondong. sedang akhirnya. sebab di wakt u Law Boe Wie meninggalkan Keluarga Lioe. Ia harus menerangkannya semua itu. ia ada gusar dan sangat mendongkol. sesudah deng ar suaranya Tjin Kong. untuk dapat mengaso. ia tetap diam saja. Tapi toa-soeheng ini masih belum tahu. hati mereka tidak terlalu berku atir lagi. Ia terlatih sempurna sesudah Lioe Lookauwsoe undurkan diri dan tinggal menyendiri di Kim-kee-tjoen di Kho Kee Po. ia sudah belajar tiga atau empat belas t . Halnya Bong Eng Tjin ini pun pasti ada sangat menarik perhatiannya sekalian saudara angkat itu. mcreka bantu padamkan ap i. Soeheng. Tidak heran kalau ia tidak ingat soeheng ini. semua lantas bangun dan keluar. Lioe Toanio akhirnya tertawa besar. tapi kemudian. tempo ia dapati ibu itu diam s aja dan kedua matanya rapat. ia suka e mpo-empo kau! Nona itu melengak. Perahu adakecil. ia masih sanggup pertahankan diri. semua awasi soeheng ini. ya ng jangkung kurus. Dengan dapati murid semacam kau. y ang ditolong Lioe Kiam Gim semasa ia berumur enam-tujuh tahun. walaupun dcmikian. biarpun rumahku hangus ludas. dan Tjin Kong semua sebal iknya mengasih hormat pada soeheng ini. yang pergi seperti menghilang. Selama itu sudah banyak penduduk kampung yang keluar. begitupun Bong Tiap dan yang l ain-lain. semua sangat berkuatir. ia jawab. Itulah tidak dapat dilakukan. Sudah diketahui. lebih penting adalah tentang Boe Wie sendiri. aku puas! katanya . Boe Wie bercmpat merubungi soebo itu. Law Boe Wie ada anaknya seorang tani di luar Kota Poo-teng. Bukankah lebih baik dupak saja dia ke dalam sungai? Boe Wie awasi itu soemoay. ia melainkan terlalu lelah. begitupun halnya ia bantu Ham Eng dan Bong Tiap da lam pertempuran di muara. mereka umpetkan diri. tubuh Lioe Toanio pun direbahkan. Mereka tahu ada pcrtempuran. Di sebelah itu. hingga ia peroleh lukadi dalarn. Anak. ia gi rang luar biasa. ia pun dikepung Djie Houw dan Soe Houw. ia mcnangis menggerung-gerung. saking takut. soebo itu telah dapat luka di dalam bad an. ia pemah ditotok oleh Toa Houw. tapi tadi ia berlari-lari jau h. Bong Tiap tubruk ibunya.kali ini kita bergantung kepada kau! Boe Wie hendak jawab guru perempuannya itu. Kau tidak kenali Toa-soehengmu ini? ibu itu kata. maka dengan sekonyong-k onyong ia mata gelap dan rubuh. maka sebelum menutur terlebihjauh.

Mendengar itu. ia hanya mengungsi. berbuahnya? Ka pankah€€mekarnya? Suara yang dalam itu menjawab: Berbuah pada Pee-gwee Tjap-gouw. tapi pun ada kalanya. karena orang-orang b aharu tersangkasaja. Walaupun ia sudah undurkan diri. data ng tiehoe yang baru. justeru dari. a .ahun lamanya. Korban-korban rakyat itu m embuat Boe Wie menangis di dalam hati. ia meninggalkan korban dua kawannya. iaturut pesan gurunya. untuk murid itu meninggalkan rumah perguruan. Bercekat hatinya pelarian ini. Oleh k arena Derduka. tapi berbareng dengan itu.€Tapi ia segera tanya: Kapankah. untuk meloncat keluar. maka orang gagah sebagai ia jarang ada. Mendengar ini. buat perhatikan pesanannya. sedang dari Lauw In Giok. Seiama sepuluh tahun. Demikian ketika murid ini sudah berumur dua puluh lima tahun. hi ngga segera ia pikir. Boe Wie pikirkan penghidupan ta k ketentuan itu. tidak ada halangannya untuk kau pergi ke Poo-teng da n sambangi soesiokmu Teng Kiam Beng. ia tertawa satu kali juga. melulu disebabkan sikap dari soeteenya Teng Kiam Beng. dia telah jatuhkan hukuman mati. Apa tidak ada Iain jalan dari pad a selalu mesti la kukan pembunuhan gelap? Tidakkah pembunuhan gelap bukan suatu daya sempurna? Mak a iajadi bersangsi. satu kali ia dapat binasakan satu tiehoe. beberapa kali pernah Boe Wie lakukan penyeranga n gelap pada pernbesar-pembcsar kejam yang dimusuhi. ia pilih suatu h an baik. ia jadi nampak kesulitan. terut ama supaya sang murid jangan sekali-sekali bekerja pada bangsa Boan. dengan sang angin menghembus-hembus. tubuhnya jadi kurus. bagaimana nanti hari depannya. sang soebo. ia jadi pelarian. karena tugasnya adalah menyembunyikan kawan-kawan dalam pengungsian. ia peroleh kepandaian dari Ban Se ng Boen. menyusul lain-lain korban lagi. untuk si murid sendiri cari pengaiaman dan persahabatan . Paling belakang. Dalam usia semuda itu. Berada seorang diri. Sekarang ia tidak lagi meranta u. sedang di lain harinya. Begitulah Boe Wie merantau. Sebagai anggota Pie Sioe Hwee. Boe Wie tercengang. karena mana. se ratus lebih rakyat tak bersalah-dosa. kena ditawan. hingga ia tidak tahu. Tiba-tiba ia mendengar ketokan pada jendela. hingga delapan atau sembilan bagian kepandaian gurunya. sebab di hari kedua itu. si hartawan B oan yang kejam. Hanya kalau ada ketikanya. pembcsar negeri melakukan pembersihan. Pada suatu malam. dia ini ternyata ada lebih kejam pula. yan g utamakan pembunuhan kepada pembesar-pembesar rakus dan jahat. hanya saban-saban ia nampak kegagalan. ma ka ia bersyukur. la mesti pergi ke sana dan sini. mekar pada Tjhi a-gwee Tjap-gouw * Bunga merah dan daun hijau saling bercahaya seperti orang bersem angat dan orang berhati mulia adalah sekeluarga . Boe Wie bertepuk tangan satu kali. dengan kupingnya dengar suara berbagai binatang alas di a tas gunung. Sesudah ini. Pie Sioe Hwee turut ambil bagian sebagai anak cabang. siapabisadiperintah mer antau untuk wakilkan ia. ia menyingkir jauh ke Djiat -hoo di Barat-Selatan. semangatnya Lioe Kiam Gim belum padam. Salah satu sebab dari ini adalah kebentjiannya kepada Soh Sian le. dari itu. Di zaman pergerakan mulai Thay PengThian Kok. Tapi justeru itu. ia dengar suara r endah tapi angker. yang ia dapatkan murid sebagai Boe Wie. Boe Wie juga lantas dicari oleh pembesar negeri. Tuan rumah ada satu anggota Pie Sioe Hwee yang tidak pern ah muncul. Kemudian di han ketiga. hingga ia masuk menjadi anggota dari Pie Sioe Hwee perkumpulan rahasia Pisau Belati. yang kesudian jadi pengkhiana t bangsa Han. Itu hari ra pesan murid i ni supanya menjunjung cita-cita Thay-kek Teng. demikian pesannya terakhir. anggotanya semuajadi orang gelap . ia jadi sungkan muncul pula. suaranya seorang tua: Bunga merah dan daun hijau adalah satu k eluarga . setelah gerakan Thay Peng itu gagal. Yang terang adalah ia benci bangsa Boan atau pemerintahnya. ia jalan sendiri. ia sudah w ariskan. Merantau belum lama. Pie Sioe Hwee turut u mpetkan diri. ia sudah punya kepandaian dari dua cabang ilmu s ilat yang kesohor. selanjutnya mereka bekerja secara diam-diam. Boe Wie telah tertarik oleh salah satu sahabatnya. orang Boan ini ada sahabat kekal dari sang soesiok . ia menumpang di rumah satu penduduk di kakinya Bukit Yan San.€Ia pun pikir kan tujuannya Pie Sioe Hwee. Di antara kaki-t angan pembesar negeri ada orang-orang yang pandai. ia pun tak sudi sambangi soesioknya Teng Kiam Beng.

di antara tiga pendirinya Pie Sioe Hwee ada satu yang dipanggil In Tiong Kie? Hatinya Boe Wie jadi bercekat. yang main lakukan pembunuhan gelap. aku lepaskan cita-citaku. Han tjok tiong kong . jawab In Tiong Kie sambil tertawa. Itu adalah pertempurannya semut yang kecil dengan serigala yang besar . dia ini mesti ada mcmpunyai kepandaian tinggi. llKau tidak kenal aku. In Tiong Kie terangkan. Apakah kau dari Golongan Hok ? ia tanya. a ku kuatir dia menjadi korban. dengan kata-kata Kim auw hok kouw. siapa berulang-ulang sudah terjang bahaya. Ia pikir. Memangdalam kalangan Pie Sioe Hwee ada pemecahan golongan atau tingkatan untuk anggota-anggotanya. hingga orang sangka ia sudah meninggal dunia. sedang itu waktu. Orang tua itu juga mengawasi Boe Wie akanakhirnya ia bersenyum. Dengan tajam Boe Wie awasi orang tua itu. Se kcjab saja. itu adalah di Gunung Siauw Hin An Nia. Ketika dahulu aku pun mesti menyingkirkan diri seperti kau sekarang ini.€Dan I n Tiong Kie -yang berarti Keanehan dalam Awan masuk dalam Golongan Kim . rupanya mereka terpisah dari kawan dan sedang lelah. siapa tahu. Kau toh ketahui. yang sangat menarik hati. yang katanya ada ahli waris dari Th ay Kek Pay. ia sudah binasakan tiga antaranya. pangeran bangsa Boan. Aku sudah duga. ia menduga pada usia atas enam puluh ta hun. datang kabar bahw a ia lagi diuber-uber pembesar negeri. sampai tubuh mereka sepe rti tidak kelihatan. hanya ia tidak ingat Pie Sioe Hwee mempu nyai anggota . mencelat masuk ke dalam rumah. orang benar datang untuk ia sendiri. beberapa ekor serigala itu telah dikerumuni rombongan semut itu. Aku sudah ditunjuki suatu pemandangan yang luar bi asa sekali. di situ memang ada banyak semut hitam. Boe Wie hunjuk hormat p ula. Tapi itulah benar terjadi. angin Utara ada dingin sekali. Aku sayangi pemuda itu. Boe Wie awasi dengan tajam pada orang tua itu. Jadinya Tjianpwee adalah Loo-tjianpwee In Tiong Kie? ia tegaskan. tetapi semut datang semakin banyak. Tidak berayal lagi. mer eka mengamuk hebat. terlihatkan seorang tua. yang ada gagah dan berani. Apakah Loo-tjianpwee suka ulangi padaku kat£-katanya itu orang luar biasa yang m enjadi sahabat Loo-tjianpwee? tanyaia. sebagai tanda hormat. si orang tua lantas bercerita. ia buron cntah kemana. di pcrmulaan musim dingin. justru aku pikir untuk cari dia. akhimya aku dapat dibikin insyaf dan. Maka ia percaya. artinya: Tanah daerah kembali kuat. karena mana. aku sebaliknya kenal kau! ia jawab. matanya bercahay a. Kejadian pun ada sangat kebetulan. bagaimana orang ini punyakan tubuh kuat. dia hanya lagi tunggu ketika. Sebab kata-kata mereka adalah kata-kata rahasia dari Pie Sioe Hwee. aku terns tidak kembali pada Pie Sio e Hwee. Mendengar ini. dengan kumis ubanan. bulan sepuluh. Dan dahulu p emah bunuh satu pwee-lek. sahut Boe Wie. terbagi delapan.tas mana. Sahabatku itu juga ada seorang luar biasa. Bagaimana Tjianpwee ketahui itu? Orang tua itu tertawa. kebangsaan Han bercahaya pula . setelah mana ia tanyakan maksud kedatangan tjianpwee ini orang yang terlebi h tinggi tingkatannya hingga ia ketahui. melawan empat pahlawan istana.saja. yang bajunya wama biru ada gerombong an. buka n. karena hendak ditangkap. pasti kau bakal menanya begini . aku ke temu satu sahabat asal Kwan-gwa. ma lam ini ia muncul di Djiat-hoo lagi. yang terus turunkan kedua tangannya. S esudah satu hari dan satu malam kita berunding. Tanpa pembunuhan gelap habis kita ada mempu nyai daya apa lagi? In Tiong Kie tertawa berkakakan. Sahabatku itu tidak berhati dingin. Ketika aku bertemu orang luar biasa itu. Paling belakang ini. akan b ergerak pula. Dari kumisnya yang putih. maka itu.€ Aku pun tak percaya i tu apabila aku tak menyaksikannya sendiri. Serigala-serig . aku lantas berangkat untuk cari dia . apa yang tertampak ada gumpalan hitam . Lauwtee! berkata ia Boe Wie pasang kupingnya. matanya terns mengawasi. aku dengar Pie Sioe Hwee ada punya satu anggo ta angkatan muda. Be berapa ekor serigala mendekam beristirahat di bawah sebuah pohon. Sahabat ini telah ajak ak u menyingkir lebih jauhke Liauw-tong. tertua seperti orang ini. dalam satu malam. Boe Wie heran hingga ia pentang matanya dan memotong: Bagaimana semut bisa berk elahi melawan serigala? ia tanya. Ia tidak setujui tujuannya Pie Sioe Hwee. Benar.

kau pikirlah pula baik-baik. Boe Wie berdiri bagaikan patung. kau bilang saja bahwa kau hendak cari Pek-djiauw Sin Eng Tok-koh Loo-enghiong. tubuhnyajadi lemah. beberapa pembesar. aku hendak pe rgi sekarangi Pengutaraan selamat tinggal itu ditutup dengan satu loncatan tenang tetapi ges it sekali. ini anak muda rubuh karena serangan demam yang hebat. apabila ia cuma terdiri dari beberapa orang.ala itu bergulingan. kenapadiadiam saja. tidak perdu li mereka gagah dan pandai bagaimana. Tidak demikian kalau kita bekerja dengan seora ng atau dua orang dengan rombongan yang sangat kecil. Akan tetapi. itu sudah cukup! Nah. terang otaknya sedang bekerja. pasti kau akan m enemui dia itu. dia akan sudah terbmasa remuk-hancur. Lewat sekian waktu. demikianlah ada maks udku ia jawab. si anak muda ak an dengar nasihatnya itu. Kau sendiri umpamanya. Andaikata di sana kau tak dapat cari aku. Inilah buktinya! Kalau rombong an semut ada demikian liehay. Ielan. hanya ka rena itu. hingga selanj utn ya cuma suara angin yang terdengar pula. kemudian ia menyambung lagi. kena pa dia tidak kemukakan itu kepada perkumpulannya? Dan kenapa In Tiong Kie juster u bemaung di Djiat-hoo. Sesudah mengawasi dengan dingin. mereka jadi sangat liehay. Begitu liehay semut itu . Law Boe Wie berpikir Iain. Boe Wie. lalu datang lagi. . sek arang In Tiong Kie sudah berserikat sama bangsa Boan itu? Apakah bukan ia sedang hendak diperdayakan? Dugaan Boe Wie terhadap In Tiong Kie adalah meleset. maka selang dua hari. berapa pembesar kau pernah binasakan? Sahabat ku itu lalu menunjuk pada hikayat. begitu pun suaranya binatang-binatang alas di atas gunung. Bukankah In Tiong Kie -walaupun dia ada salah satu pendin Pie Sioe Hwee sudah lama kelua r dari perkumpulan itu? Dan siapa tahu. pemuda ini jadi waspada. sukar untuk mereka robohkan satu kerajaan yang sudah dalam dan kuat dasarnya. di luar dugaannya. pada pergerakan Kaum Thay Peng kita. Loo-tjianpw ee. Lauwtee. iapun menghela napas denga n tiba-tiba. pada pergerakannya Lie Giam di akhir Kerajaan Beng. kau bilang bahwa kau hendak ca n aku. Besok paginya.€Aku tercengang dan kagum atas apa yang aku saksikan itu. tetapi ini tidak menolong. aku hendak pergi saja! berkata iakem udian. tanah airnya bangsa Boan? Maka.tidak terhitung jumlahnya. akan tetapi. rupanya t adi malam ia kemasukan angin jahat dan jadi jatuh sakit. Lalu. yang pikirannya lain. apabila dia dapat kawan dan berombongan besar. Dia memang bermaksud baik dengan nasihatnya ini terhadap ini anak muda. demikian seterusnya. tuan r umahnya yang bemama The Sam. serta isterinya. akan kemudian. . Sampai di situ. apa tidak bisa jadi. tinggallah mereka punya tulang-tulang yang putih . Syukur buat dia. Ya. Pembunuhan gelap? Cuma satu pembcsar yang bi nasa. kau boleh cari aku di Oey-See-W ie di Sam-seng. Asa] kau ketemu loo-enghiong itu. ia pandang pemuda di depannya. kalau tidak. Jikalau begini putusanmu. Lauwtee. ia bercuriga terhadap siapa juga. dengan dipencet dua j ari. Adalah si anak muda sendiri. baiklah. Setelah itu. kita pun bisa jadi korbannya kawanan semut itu. Benar jago tua itu sedang undurkan diri tetapi dia memang ada berpemandangan lebih luas daripada orang-or ang Pie Sioe Hwee. Lauwtee. sikapnya jadi tawar. Setelah hidup terka tung-katung. Boe Wie memandang dengan berdiam. ulur lidahya. Lauwtee. Jadinya Loo-tjianpwee inginkan aku juga meninggalkan Pie Sioe Hwee? akhimya ia k ata In Tiong Kie urut-urut kumisnya yang putih. Umpama kata di lain waktu kau sudah sadar. tubuh mereka berdiam. Boe Wie kata: Terima kasih banyak. apapula manusia? Orang tua ini berhenti sebentar. ke Kwan-gwa tak nanti aku pergi! In Tiong Kie tercengang. Sahabatku si orang luar bia sa itu hunjuk. panasnya lenyap separuhnya. akan awasi sang salju sampai sekian lama. kemudian ia pergi k e pekarangan depan. Agaknya ia merasa pasti bahwa setelah dengar perkataannya itu. apa gawenya sekarang ini bekas jago tua? Kalau In Tiong Kie insyaf tujuan Pie Sioe Hwee keliru. ada baik hati dan suka rawat ia de ngan sungguh-sungguh. manusia. Benar pemerintah tak dapat digempur tetapi toh sudah tergoncang juga. sahaba ku itu bilang padaku: Semut ada satu binatang kecil sekali. matanya mengawasi keluar.

dari mana pun berkelebatsatu cahaya putih bagaikan ranta i perak. Baik kau berlaku gagah sebagai orang Kang-ouw sejati. jikalau kau ada mempunyai kepandaian. harap kau tidak mengatakan aku d ua Saudara Giam ada berlaku kasar kepadamu! Mendengar disebutnya Persaudaraan Giam. ialah orang biasa berjalan di waktu malam. bahna kaget. maka ia ulur tangannya . di luar jendela lantas berpe ta dua bayangan orang serta terdengar suara tertawanya nyaring. Apa mau. Mereka masing-masing bersenjatakan Thie-tjio dan scbatang golok Tan-too. ia berloncat turun dari pembaringannya. ia tidak lupai kcpandaiannya. tidak demikian dengan kupingnya yang jeli. i a awasi dengan tajam pada dua bayangan itu. Dua orang itu berpotongan sedang. disusul sama uca pan: Ha. benar-benar kau orang telah bercape-lelah . supaya kau ora ng peroleh kcnaikan pangkat dan kebahagiaan. akan tanggapi benda putih itu ketika si benda lewati sedikit padanya. demikian salah seorang berkata. ia rebahkan din. Ia segera teringat pada tuan rumahnya.Selama dua hari itu Law Boe Wie senantiasa pikirkan kata-katanya In Tiong Kie si orang tua itu. berkata mereka. Tapi bahaya sudah datang. Kau orang bangsa elang dan anjingnya pembesar negeri mau bicara tentang kehormat an orang Kang-ouw? Hm! Di sini toaya ada. ini aku kembalikan bingkisanmu! katanya. ia tidak boleh ber ayal. segera ia hunus pedangnya yang s elamanya belum pernah terpisah jauh dari tubuhnya. benar-benar dia ada di sini! Menyusul kata-kata itu. Maka ia jadi mendongkol: Ngaco! ia membentak. Di saat murid Thay Kek Pay ini hendak berbangkit. yang ia kuatir nanti da pat susah karena urusannya sendiri. Dia berusia pertenga han. Di luar segera terdengar suara nyaring. hanya sayang sekali. Maka ia telah ambil putusan. ia angkat ta ngannya. dengan gerakan Lee hie ta teng atau Ikan trambra meletik . pada tubuhnya sendiri. Dua orang itu benar berani. hanya tindakan kaki satu ya-heng-d jin. Dengan si-apkan senjatanya. hanya ia bersenyum ewah. sekonyong-konyong ada menyam bar angin dari jendela. ialah dua mac am gegaman yang biasa dipakai oleh orang-orang polisi. Sahabat. ia pun kuatirkan munculnya orang-orang polisi. kau telah kepergok. supaya kau tidak membikin sukar pula pada kita duasaudar a . hanya setelah itu. Begitu lekas senjata rahasia itu sudah tergenggam dalam tang an kanannya. Oh. sia pa tahu. malam itu ada membawa lelakon. ia ingin tidur agar dapat beristirahat. Tahu pastilah ia sekarang bahwa ia lagi berhadapan sama orang-orang polisi. Ia kaget tetapi ia tabah. tangannya dibarengi diayun ke arah jendela. baharu jadi tujuh atau delapan bagian. dua bayangan tersebut lompat masuk ke dalam! Law Boe Wie segera menduga pada orang polisi. Boe Wie memandang dengan mata melotot. Boe Wie maju dengan matanya mengawasi dengan tajam. baharulah ia Iayap-layap. kiranya kau o rang ada Giam-kee Heng-te. Matanya meram mele k. aku bersedia akan iringi kau orang. Boe Wie berdiri diam. Boe Wie rasai panasnya jadi lebih banyak kurang. kepandaian siapa belum sempurna betul. dari itu ia mulai pikir akan berangkat besok saja. asal sudah segar lagi sedikit. mereka tertawa pula. ia hendak an gkat kaki. Sampai tengah malam. menuju pada pembaringannya. Di lain malamnya. itu bukan suaranya daun rontok. yang mcncekal pedang. Jikalau demikian. sesudah lelah. kau turut aku pergi ke kantor pembesar ncgeri. Sahabat. Habis makan obat. ia sukar pulas. tanda bahwa timpukan itu tidak mengena i sasarannya dan jatuh ke tanah. tetapi ia kuatir tuan rumahnya nanti terembetrembet. Persaudaraan Giam! is tegaskan. senjataku ini menampik! . ro man mukanya rada minp satu dengan lain. karena senantiasa ingat besok ia hendak merantau pula. ia sampai keluarkan keringat dingin. cara bagaimana aku bcrani membuat kau orang kcccle? Sahabat-sahabat. Benar ia tidak takut yang ia nanti kena dibekuk. sahabat baik. suara itu pelahan akan tetapi segera ia dapat kenali. Tiba-tiba ia dengar suara berkeresek. ia tidak bisa banyak pikir lagi maka ita. kau orang boleh bawa pergi! Sembari mengucap demikian. boleh jadi mereka engko dan adik. Kau orang jadinya ada o rang-orang polisi Pakkhia yang kcnamaan! Maafkan aku yang sudah tidak kenali kau orang! Dari tempat ribuan lie kau orang telah susul aku. Sahabat-sahabat baik. Nyata it u ada sebuah piauw.

tapi di sebelah itu. punya tenaga begitu besar. kesabaran. Sesudah kira-kira lima puluh gebrak. hingga darahnya lantas bercucuran. demikian Tjin Hay si kidal. Tjin San lolos dari ancaman kepungan. Thie-tjio dari Tjin San ada liehay. Lalu dengan Giok lie touw tjiam . si penumpang. dasar lemah. lagi dikepung musuh. ia sudah kewalahan. da ri luar ke dalam. ia pun tidak sempat gunai pula senjatanya. kapan mereka mengintip dan lihat kawan mereka. Bukan main sibuknya Law Boe Wie. lain tahun pada hari ini harian sembahyang kau satu tahun! Habis berkata begitu.€Karena ini. burung gereja ada di belakangnya . kau manis sekali! kata Tjin San. ia mclainkan tarik tubuhnya ke belakang sedikit. karena ini. ia jatuhka n diri. Ia tidak jerih se kalipun ia sedang sakit. Giam Tjin San tangkis tusukan itu. maka mereka kaget sekali dan berkuatir. maka untuk singkirkan bahaya. Boe Wie merasai ia semakin lemah. ujung pedang telah men genai lengannya. ia jadi dapa t tenaga. Tjin San dan Tjin Hay. ia lompat bangun. dari itu . pedangnya. ia lantas merasakan pusing. untuk tolongi saudaranya. sebab dia ini mainkan itu dengan t angannya yang kiri. hampir berbareng dengan mana. Coba ia tidak sedang sakit. Dengan Heng kee kirn Hang atau Me lintang di atas penglari emas . kepalanya pusing. dengan hati lega. dengan Thie-tjionya menyerang dada musuh itu. Boe Wie niat susul musuh itu. memang terkenai. apapula ia memang paling benci hamba-hamba wet. akan bantu adiknya mengepung musuh. maka itu dengan ketenangan.€ Kau mempunyai senjata. ia tidak sempat puta r tubuhnya lagi. Boe Wie tidak menangkis. t idak kurang 1 iehaynya tan-too dari Tjin Hay. Di waktu ia menangkis ke kanan. dengan be gitu dadanya jadi terbuka. dengan begitu. Giam Tjin San lihat lowongan itu. ia bisa laya ni musuh. kalau tidak. ia putar balik tangan kanannya. ia sengaja berlaku ayal. ia teruskan menikam ulu hatinya. Dia membacok bebokong dengan tipu Lian-hoan Tjin-pou-samtoo atau Tiga bacokan saling susul . Sahabat baik. keduanya mundur beberapa tindak.Dua saudara Giam itu juga tertawa tawar. Ini adalah Hoei ma kiam .musuh. ia masih kurang sebat. Murid Thay Kek Pay itu dengar sambaran angin di belakang. ia bisa celaka di tangan dua hamb a negeri itu. bagaima na kalau Giam Tjin San kerubuti ia? Selagi Tjin San mendatangi dekat. kitajuga! Bai klah. dua saudara Giam itu geraki senjata mereka. The Sam dan isterinya sudah tidur ketika pertcmpuran dimulai. Sahabatku. Tjin Hay j uga menjerit. penyaki tan seperti dia. tetapi Boe Wie tidak takuti mereka.Tapi. dia ini segera loncat keluarkalangan. tubuh kosong membuat asabatnya lemah juga. Boe Wie sedang sakit. suara berisik me nyebabkan mereka tersadar. kakinya limbung . hingga tubuhnya jad i sempoyongan. nyali mereka suami-isteri ada kecil. dengan gampang ia bisa kalahkan dua orang polisi itu. Ia I upai lukanyadi lengan. Mere ka tidak punya kepandaian berarti. atau Loh-bee pedang. akan menyingkir sambil bergulingan ke arah pintu. akan buang diri ke kanan dengan mundur sedikit. ia tidak bersangsi. ia kurang keuletan. tetapi setclah senjata mereka beradu. ia memikir untuk gunai tipu. akan tetapi. keduanya sudah lantas bcrtcmp ur. kembali ia gunai Hoei-ma-kiam denga n apa ia tangkis golok lawan. seumpama cengcorang hendak menawan t onggeret. Giam Tjin Hay maju akan bantui engkonya. Tjin San kaget. akan dengan Koay bong hoa n sin atau Ular naga jumpalitan . maka itu.dia ini me nyambar 4engan goloknya. dengan tib a-tiba ia menjerit dan rubuh terguling. terpaksa ia egos ka ki kanannya. sekalipun demikian. Tjin San berpikir. Untuk satu Giam Tjin Hay. hamba wet dari Pakkhia ini ada dcmi k ian tang guh. Ilm u silat ini berpokok tenang. Habis mundur. gesit luar biasa. Sang adik ini adalah seorang kidal . Sedang Boe Wie pun tidak nyana. tetapi kepandaiannya ilmu Thay Kek Pay mcnolong dia. Syukur tadi ia telah keluarkan keringat. Tapi iatetap lelah. atau Bidadari melempar jarum . sekarang ia mesti layani satu sama satu pada si orang she Giam yang kedua. ia balik maju. dengan kesakitan. akan tetapi Boe Wie mcndahului dengan Peh tjoa touw sim atau Ular putih mcnghcmbuskan bisa untuk tikam dadanya orang yang mcnjadi kanda. Aku tidak sangka. Giam Tjin San maju pula. Dua saudara ini. Dan mclayani seorang kidal memang rada sulit .

Aku sudah tidak berdaya lagi. Ia terutama lihat tegas sinar mata yang tajam dari orang ini. Dengan begini menjadi lebih nyata. sehabis lampiaskan sakit hatinya pada suami-isteri itu. matanya separuh tertutup. Di sini tak usahlah dituturkan perihal perantauannya beberapa bulan itu. sama seperti bangsa Han sendiri. Maka setelah siap. M emang sarang kita di Shoatang sudah kena diubrak-abrik! Pergilah kau. hingga dalam repotnya. Boe Wie tidak sebut-sebut In Tiong Kie. ia pun susul Tjin San kelain dunia. Hanya. ia percaya orang buka nnya orang sembarangan. mereka tidak dicurigai. si Garuda Malaik at Seratus Cakar. sampai goloknya tak dapat digunai sebagai bermula. hingga seperti kala p. jago tua itu ada orang macam apa. ia terjang Tjin Hay siapa sedang kesakitan. tubuh mereka rebah di samping tubuhnya Tjin San. itulah sebabnya kenapa ia rubuh sendirinya . keduanya muncul dengan berbareng. ia ajak Boe Wie main-main untuk beberapa jurus saja. Percuma saja tuan dan nyonya rumah mencoba b ikin perl a wan an. kau juga tidak terus bakal lolos . Karena i ni. sekarang m ereka itu berkorban sekali. Melihat mayat-mayat itu. Ia sudah bebas. Boe Wie hampirkan The Sam akan raba tubuhnya. dan golonga n ini pun dibenci mereka. adalah golongan pembesar negeri atau tuan tanah. karena sarangmu di Kang-lam sudah digulung! Percaya. IV Sesampainya di Liauw-tong. sambil keluarkan jeritan mengerikan. Maka ia pun curiga dan sangka orang hendak can tahu hal-ihwalnya. malam-malam juga ia angkat kaki . Ia berkelejat kaki tangannya. iadapati me reka sudah mandi darah. karena lelahnya. Tjin San tarik napasnya yang penghabisan. di mana ia berhasil-mene mui Tok-koh It Hang. mereka jugadisangka ada pcnduduk biasa saja. ia terjang suami-isteri pembokong itu. mereka rubuh saiing gan ti di bawah hajaran sepasang Thie-tjio dari si orang polisi dari Pakkhia. untuk membaniui. lcngan kanan. raj in dan ramah-tamah. malah ia jadi sangat gusar. tidak ayal lagi. selama berada di Liauw-tong. mereka ini cerdik. Sahabat baik. I a lihat musuhnya dan mengenalinya. Tjin San kena tertikam bebokongnya. kau menang . air mata Boe Wie meleleh keluar. Pergil ah kau. Boe Wie kuatir tuan rumahnya turut bercelaka karena ia. satu kali saja ia lihat tampangnya si pelarian ini. lekasan! Aku belum kasih tahu kau tentang kabar yang aku dapat kemarin . Di matanya dua saudara Giam. Kanda itu tidak binasa kare nanya. selagi€€musuh-musuhnya m embelakangi mereka. Ia menyesal. berubahlah pandangannya terhadap bangsa Boan seumumnya. Siapa tahu.mereka tidak lantas maju. dia kena dibabat pedang beberapa kali. di saat Boe Wie tcrancam. iapun tidak pakai cara kunjungannya orang Kang-ouw. mereka tunggu waktu. dengan pisau belati mereka menimpuk. i a belum tahu. Tapi kau jangan berpuas hati. kata Tjin San dengan lemah. . rubuh pula sak ing lelah dan sakit. sebab kepala pusing. Mulanya bertemu sama Tok-koh It Hang. kata tuan rumah dengan suara pelahan sekali. yang tens mcngucurkan darah. sebaliknya ia berpura-pura s ebagai satu pengungsi. pengalamannya pun luas. Selama itu. lebih baik ke Liauw-tong! . Rupanya dia ini. Biar aku pergi ke Shoatang akan lihat apa aku bisa bikin di sana begitu ia ambil putusan. Sekarang tak lagi ia merasa heran. i a tidak dapat menolong suami-isteri itu. tapi ia telah celakai tuan rumah suami-isteri. Boe Wie telah lewati tempo beberapa bulan untuk per gi sana dan pergi smi. Sebab sudah biasanya bagi ia untuk waspada. jago tua yang bergelar Pek-djiauw Sin Eng. Yan g busuk atau jahat. mukanya kasih lih at senyuman iblis. maka dengan kuati hati. ia benar tak dapat berdiam lebih lama pula di Kwan-lwee! Maka ia jadi ingat In Tio ng Kie serta kata-katanya orang tua itu. la jadi korbannya nyonya The Sam. Rohnya Nyony a The Sam sendiri sudah pergi terlebih dahulu . Me reka hidup bertani. Cepat Boe Wie lompat pada The Sam dan isteri. Tapi ia pun sengit. matanya tajam. kenapa In Tiong Kie menyingkir ke daerah perbatasan ini dan betah berdiam di sini. siapa tahu. ia lompat bangun. baharu ia sampai di Oey-see-wie. Nyata bangsa itu berbeda sikap daripada pemerintahnya. hingga dia rubuh dengan mandi darah. Pisaunya The Sam scndiri mengenai lengannya Tjin Hay. Tok-koh It Hang bukan melainkan pandai silat. Habis kata begitu. untuk perihnya hati.

ia berikan kemerdekaan dan izinnya pada mu rid kepalanya ini. mendengar mana. ia terima tantangan. Tee-tjoe mohon Lootjianpwee t cnma aku sebagai murid. Aku tidak punya kepandaian untuk diturunkan kepada kau. adalah itu aturan umum. Boe Wie hendak berlutut. ia jawab. Teetjoe ada dari Golongan Hok. bukannya ilmu silat Thay Kek yang kurang sempurna. Tok-koh It Hang bukannya tak sudi dapat murid sebagai Law Boe Wie. Taruh kata tee-tjoe berniat pulang. bi la dengan pcrsctujuan nya sang guru. Keduanya sekarang bicara secara asyik sekali. itulah tepat. sebagai muridku. itu adalah latihan kau sendiri yang masih kurang. maka ia terus perkcnalkan dirinya. Karena tcrkabar kau lagi diarah oleh pemerintah Bo an. Ditanya begini. untuk dikasih bangun. Tok-koh It Hang heran. Lioe Kia m Gim taat pada itu aturan. Boe Wie tunduk benar-bcnar. Boe Wie mengerti. si orang tua tertawa berkakakan.akhimya ia tegaskan. Sekarang kau tel ah sampai di sana.Tadinya Boe Wie menampik. jadi tidak ada halangannya untuk ia berguru pada lain a hli silat. sedang buat cari guru yang pandai. Setelah berselang sedikit waktu. itu tak dapat dilakukan lagi. Lauwtee. terpaksa siang-siang ia keluarkan kepandaiannya ilmu Thay Kek Pay untuk bisa mel ayani terlebih jauh. Sudah beberapa puluh jurus aku lawan kau. Aku belum kenal pribadi dengan Lio e Loo kauwsoe. dari itu. mestinya kau telah bertemu dengannya. itulah sukar sekali. Jadinya kau ada mund kepala dan Lioe Kiam Gim? Pantas kau begird liehay! bcrkata ia. Di saat muridnya Lioe Kiam Gim hendak loncat keluar kalangan. Dalam halnya kau ini. baik untuk sementara kau jangan pulang dulu. tetapi dia adalah orang yang aku kagumi. maka itu. maka akhirnya. tak dapat aku terima murid kepalanya. ia pandang sebagai sep aruh kawan saja. Oi dalam kalangan persilatan. ia mengawasi dengan tajam. Boe Wie berpikir ia berpikir dengan keras. Malah tee-tjoe ingin tetap tinggal di sini. sang murid boleh bclajar lebih jauh pada Iain-lain guru. yang ia tidak berani langgar. berkata ia. Hanya karena Boe Wie benar-ben ar lichay. kata ia Sekaran g tee-tjoe insyaf. tapi Tok-koh It Hang segera mencegahnya dengan cepat cekal lengannya. Apakah kau ada dari pihak Pek Sioe H wee?. ia jawab. ia lantas manggut. tetapi ia tak ingin kembali ke Kwan-lwee. mcndadakan si or ang tua berseru: Kau sebenamya keluaran Thay Kek Pay mana? Lekas bilang supaya ti dak terbit salah mengerti! Sampai di situ. tak berani aku terima kau sebagai muridku. pantas kalau ia yakinkan ilmu sil at terlebih jauh. entah dengan cara bag aimana ia diserangnya. dahulu gurunya pernah pesan untuk ia menambah pelajaran dari Iain-lain cabang kaum persilatan. untuk aku menambah pengetahuan . Adalah setelah keduany a bergebrak. bahwa kau ada satu angkatan mudayang gaga h dari Pie Sioe Hwee. Walaupun orang menolak. akan terus menj ura pada tuan rumahnya. In Tiong Kie sudah pergi ke Kwan-gwa untuk ca n kau. Boe Wie insyaf benar-benar bahwa ia bukan tan dingannya jago tua itu. lalu ia berbangkit. Ia jug a hunjuk. memang ada aturan umum. tapi sekarang ia dengar keterangannya pemuda ini -yang ia percaya-hatinya jadi girang. Aku tidak bisa. Lauwtee. baharulah di dua jums yang terakhi r aku bisa atasi padamu. teetjoe tidak pikir pula untuk lakukan pembuhuhan-pembunuhan gclap. Tidak. In Tiong Kie pernah beritaliukan aku. Bagaimana Lootjianpwee bisa mendu ga begitu jitu? Jago tua itu tertawa. lawan tua ini ada jauh lebih liehay daripada ia. ia sendiri merasai tangannya sesemutan. Jangan kata tubuhnya. Benar. ia tidak pandang dia sebagai murid yang biasa. pada beberapa bulan yang lalu. ia merendah. Ia kata ia bukan hendak mening galkan Lioe Kiam Gim sebagai guru. Di sebelah itu. Boe Wie cuma bersangsi-sebentaran. Kau tidak ingin kembali kepada Pie Sioe Hwee. bajunya saja ia tidak mampu langga r. dari itu. Pek-djiauw Sin Eng ada punya perhubungan apa dengan In Tiong Kie. sampai Boe Wie tanya. kemudian ia . Dengan sendirinya. tetapi iasebenarnyaingin ketahui kepand aiannya jago tua itu. Kau sebut dia itu. ia keluarkan keringat dingin. ia ingin tetap tinggal di Kwan-gwa ini. Boe Wie masih mendesak.

ta pi toh ia telah terima pelajaran sepenuhnya. ia ada orang she Tok-koh. tidak pernah ia ab aikan ilmu silatnya. Berbatasan denga n daerah Liauw-tong ini ada sebuah negeri yang dinamakan Rusia. yang dating kepadanya setelah s etengah tahun ia sampai di Liauw-tong. Iain raja muncul sebagai gantinya. bukan seperti caranya Pie Sioe Hwee. ia terus suka berunding s%na gurunya itu. apapula sekembalinya dari Kwan-I wee Tionggoan In Tiong Kie telah bawa cerita bahwa ahli waris Thay Kek Pay itu yang kesohor Thay-kek-kiamnya. tidak perlu ditilik keras. ada di antara rakyat itu yang nyelundup ke Liauw-tong. rupanya ini disebabkan. Sebab urnumnyaroRyat Boan ada sama seperti di Tiongg oan. b agaimana bisa ditumpas itu segolongan orang-orang berpengaruh yangjahat dan keja m? Darah mesti dikucurkan secara berharga. perkumpulan rahasia i tu ada terlebih besar dari perkumpulan kita. Boe Wie memang sudah punya dasar baik. Demikian selanjutnya. yang bertujuan menggulingkan rajanya. ia dapat pelajaran kepandaian mengenai sen jata rahasia dengan mendengar suara anginnya saja. Russia juga punyakan semacam perkumpulan mirip Pie Sioe Hwe e. bisa dimengerti kepandaiannya yan g tinggi. terutama mengenai pemerintah Boan serta s epak-terjang kebangsaan dari rakyat Tiongkok asli. Ia utamakan kegesitan tubuh. Ia pun tadinya beranggapan se bagai Boe Wie. kim-na-hoat adalah s ambil menyerang. ia duga sukar untuk ia tinggal sekian lama di tempat baru ini. i alah Siberia. Tanpa menumpahkan darah. tidak fcekerja sama-sama peme rintah. itu pun keliru. an ggajjjlflfiya jadi berubah. tet api mercka tidak sukai Teng Kiam Beng. Di samping itu. banyak rakyatnya yang dibuang ke batas Liauw-tong. Tapi kim-na-hoat ini scbaliknya da ri pad a Thay-kekkoen. Boe Wie tinggal menumpang sama Tok-Koh It Hans. Dua-dua Tok-koh It Hang dan In Tiong Kie kagumi dan hormati Lioe Kiam Gim. Ia dap ati julukannya justeru karena kegesitannya itu bagaikan garuda Tok-koh ada she atau nama keluarga asal orang asing (Ouw) tetapi itu dari bara t-selatan telah masuk ke Tionggoan sejak AhalaTong. ia t elah bisa wariskan Tok-koh It Hang punya enam puluh empat j uros kim-na-tjhioe-hoa t. penduduk Liauw-tong adalah bangsanya sendiri dan da ri itu. hingga ia sendiri jadi sebagai separuh murid . Maka kemudian orang Rusia namakan pembu nuh gelap yang berani itu sebagai pendekar lacur yang tak berharga satu sen! Mendengar ini. Thay-kek-koen dan Kim-tjhie-piauw sud ah jadi angkuh terhadap kaum Kang-ouw dan telah bergaul rapat dengan pihak pembe sar negeri. Boe Wie menyengir. Kita hanya binasakan satu-dua pembe sar negeri. seperti garuda melayang menyambar. Ilmu silatnya berdasarkan Golongan Eng Djiauw Boen Cakar Garuda. Raja itu ada kejam. rajanya dipanggi l czar. yang ter ima dirinya sebagai separuh guru. perkumpu lan itu tetap tak dapat capai maksudnya. karena singk irkan diri. cara bagaimana bangsa Ouw itu bisa digulingkan dan diusir? Tanpa tindakan itu. dengan sepasang telapakan tanganku yang hanya berd . Umpama ma-tua dari Tong Thay-tjong Lie Sie pin. Kalau Thay-kek-koen ada dengan lemas melawan yang keras . umpama Lie Tjoe Sen dan Ang S ioe Tjoan dari Thay Peng Thian Koife Itu waktu. sehabis kegagalan Kaum Thay Peng . kalau ia peroleh kemajuan. Ha nya. soeteenya orang itu. buat justeru bikin terguling pemerintah itu. kedudukan pemerintah Boan makin kuat. Tok-koh It Hang bergelar Pek-Djiauw Sin Eng. satu raja telah binasa.€Kau harus mengerti. karena bangsa asing mcmbantu padanya. di sebe lah itu. M enurut pelarian ini. Malah dari In Tiong kie.kata. flfnenunggu waktu. ia jadi tinggal menetap di Liauw-tong. hingga di zaman itu sudah di akui sebagai nama keluarga orang Han. hatinya jadi terbuka. Beberapa tahun Law Boe Wie tinggal bersama Tok-koh It Hang. tidak heran. kim-na-hoat gabungkan luar dan dalam jadi satu. Pembunuhan-pembunuhan gelap bukannya daya untuk mewujudkan usaha besar. apabila kau jadi tawar karenanya. Boe Wie ketarik dengan perundingannya ini guru baru. ia ciptakan sendiri ilmu pukulan kim-na-tjhioe-hoat yang terdiri dan de lapan kali delapan -enam puluh empat jums. Pastilah akan ada satu hari. dalam tempo empat-lima tahun saja. Pun ada banyak orang Kang-ouw yang tidak puas terhadap orang she Teng jtu. dari itu. Aku ada lagi satu contohnya. serta tujuh puluh dua jalan ilmu pedang Hoei Eng Tjiong-soan Kiam atau Burung ga ruda terbang berputaran . Tok-koh It Hang ada asal Kwan-Iwee. Tok-koh It Hang berkata lebih jauh. Ci ta-citanya Tok-koh It Hang adalah mengumpul kawan. hingga dengan sendirinya dia itu jauhkan diri dari Rimba Persilatan. membela diri . Tapi. tapi dia bisa binasakan rajanya Itu telah terjadi belum seberapa lam a ini.

ahli waris Thay Kek Pay. demikian kata tuan rumah itu. seperti lenyap dari muka bumi. dan bagaimana nanti kesudahannya. sudah begitur. akan can dua-dua gurunya itu. u ntuk mana. mereka dahar dan m engobrol dengan asyik. Lauwtee. Perkara apakah yang penting itu? Itu adalah halnya itu perampasan barang upeti yang dilindungi Teng Kiam Beng. Kejadian itu telah jadi buah pembicaraan urnum. mendadakan ia tcrima satu kabar Iain. Boe Wie terima kabar penting itu selagi ia berada di pusat Hay Yang Pang di Poutay. ia juga tidak ketahui jelas keadaan orang. dia adalah tokoh terkenal dari Pie Sioe Hwee. pcrhubungan yang rapat ini bukan sebab pcrkcnalan saja hanya mereka pcrnah s aling bantu. perubahan telah ba nyak terjadi. di sebelah itu. yang kena dibegal di tempat tiga puluh lie di H ee-poan-shiadi Djiat-hoo. Law Boe Wie dengar perkataannya jago tua ini. itulah hebat.. Kejadian itu ada menggemparkan.aging ini. Te rang orang tak lihat aku karena aku jadi wakil dari suatu kawanan kecil . Dan kedua guru itu sama-sama liehay! Orang lain boleh menonton. dia ini ada keluarga golongan R imbaHijau. Ada orang ajak aku bckerja untuk dianya. Aku mesti damaikan me reka! Lantaran ini. scbagaimana Boe Wie meenghargai kejujuran orang. si orang tua asal Liauw-tong bertan gan kosong tetapi Kiam Beng sudah gunai pedangnya. maka itu pengaw asan pembesar negera terhadap perkumputan rahasia itu telah jadi kurangan. Lima tahun sudah lewat sejak Boe Wie ikuti Tok-koh It Hang. Lioe Kiam Gim telah minta bantuannya orang-orang tua yang kenamaan. apa p ula Boe Wie yang tadinya dikepung-kepung. ia sudah b erumur lima puluh tahun lebih tapi dengan Boe Wie. dimana-mana orang horm ati kau. kepalannya. dan piauwnya juga dengan sia-sia. tua Liauw-tong itu. hingga ia mesti batalkan dahulu keberangkatannya ke Dji at-hoo dan mesti segera pergi ke Kho Kee Po! Selama bikin perjalanan ini. s cbab dua-dua Kiam Gim dan It Hang adalah gurunya sendiri. justcru beg-itu. Karena ini. Hoe-totjoe atau wakil Ketua dari Hay Yang Pang bernama Ie Tjee Ban. Boe Wie ambil putusan akan pergi ke Djia t-hoo. karena. dengan tidak sangsi-sangsi. Sebabnya ialah: kesatu. tetapi aku. tapi Ie Tjee Ban tak izinkan dia pergi sebelum mereka dahar dan minum arak dulu. kau muda dan gagah. ke tika gurunya tugaskan dia merantau akan cari kawan-kawan sekerja. namanya Boe Wie ada tersohor dan dia sudah punya ban yak kenalan atau sahabat. maka kesudahannya. Ia memang tidak puas terhadap sepak-terjangnya soesioknya itu. Mereka masing-masing tenggak beberapa cawan. karena Teng Kiam Beng. ia dengar satu perkara penting sebab mana ia terpak sa tunda dulu tugasnya. Tok-koh It Hang sudah asing dengan keadaan di Tionggoan. Untuk berpisah dari satu sahabat itu. ia berbahasa. bahwa yang lakukan itu ada scorang tua dengan lidah Li auw-tong. Law Boe Wie segera juga san gka separuh gurunya Tok-koh It Hang. Sarangnya Pie Sioe Hwee telah digulung sejak lama. akan tetapi. dan kedua. berdua merek a duduk berjamu. ia tidak berani sebut terang-terang hendak pergi ke Djiat-hoo. sampai satu kali. tetapi aku tidak! pikir Boe Wie. terutama karena orang mendugaduga. Hanya. tuan rumah timbulkan satu soal. siapa menang. Shoatang. sebagai tetamu dari wakdl kepala kaum itu. Kalau ini dugaan benar. apa Lioe Kiam Gim bakal adu kepandaia n sama orang tua itu. seteiah bersangsi lama. sal ah satu mesti celaka. siapa kala h? Oleh karena si begai tua disebut asal Li auw-tong. sebab pemimpinnya lagi berpergian. guna cegah rahasia bocor. Jago tua ini pemah kata ia hendak coba-coba T eng Kiam Beng deagan tangan kosong saja. aku nanti coba-coba semua tiga macam kepandaiannya itu! kata Tok-koh I t Hang sambil tertawa apabila ia dengar keterangan sahabatnya. orang pandang tak berguna. Caranya adalah. orang bujuki aku bahwa hari depanku penuh pengharapan. akan tetapi ia diam saja. Law Boe Wie mesti berangkat dengan tiba-tiba. kena dibikin malu. siapa si orang . Sebenarnya Boe Wie belum tahu j elas asal-usulnya Ie Tjee Ban kecuali ia dengar. si tuabangka. cngko dan ad ik. yang telah hidup menyendiri di Kho Kee Po. Law Boe Wie tidak pakai namanya Tok-koh It Hang. dan wakil ketua itu sangat hargai Boe Wie yang kosen dan djiatsim.€Kalau dua harimau berkel ahi. soeheng dan Teng K iam Beng. Boe Wie bersedia akan kembal i ke Kwan-Iwee. bcgitu lekas ia mcmasuki Kwan-lwee. Kemudian menyusul kabar bahwa Lioe Kiam Gim. hatinya bercekat. Aku hila . sudah berangkat ke Utara.-.

Coba tidak bukan pada kau. yang ilmu silatnya boleh dia ndali. K ebetulan dari Lek-shia ada datang dua saudara kita. hilang jiwanya. ia minta keterangan. Kenapa Lauwko mesti hi lan g muka? Kita toh merdeka. sesampainya di kuil. dari itu. Kho Kee Po masuk dalam wilayah distrik itu. Di Seetjoan Barat. mereka buron ke Utara. Ie Tjee Ban bilang. na nti aku tuturkan. aku masuk dalam Hay Yang Pang. mereka bagi hasil i tu kepada pangreh-praja setempat. Be lakangan aku dengar di Djie-tjoe. mereka dengar suara menggeros keras. mereka hen dak gu nakan aku scbagai pcrkakas. katanya. akan can tahu tentang orang tua itu. Lo-kee Ng o Houw berubah jadi Lo-kee Soe-houw -Empat Harimau She Lo. mereka kena dilabrak satu nona. Ini tahun ada tahun luar biasa untuk aku! kata Ie Tjee Ban. at au Lima Saudara Harimau She Lo.€€Mereka€€bcrtiga meman g tak dapat dibandingkan dengan kau. sesudah ia tenggak b eberapa cawan pula. Siapa tahu? jawab Ie Tjee Ban. Toa-totjoe larang orang banyak omong. atau sekarang ia muncul se bagai pahlawan dari Istana Raja Boan. malah Lo Sam Houw. Tapi keterangan itu pun sudah cukup untuk Boe Wie. itulah sebabnya. tapi di sini. Ya. Itulah ketuaku yang lama.€Teranglah dengan itu orang pandang enteng padaku! Boe Wie tidak mengcrti. kedua pihak tidak saling ganggu. dia cuma kata urusan penting. katanya s ebab aku ketahui baik Propinsi Shoatang ini. dandanannyajuga berlai nan. sungguh aku tak sudi merijeiaskan ini . Kau pasti tidak tahu. Mereka berkepandaian ti nggi tapi aku tidak tahu hal-ihwal mereka. Malam itu tidak ada cahaya rembulan. untuk pergi bikin penyel jdjkan secara diam-diam ke kuil itu. Sebenarnya aku jemu ber campur pula sama mereka. tetapi orang telah bujuki aku. mereka mirip dengan orang Rimba Hijau. maka k emudian. uPantas kemarin ini Toa-totjoe pergi dan terus tidak kembali. Sudah aku ketemui ketua lamaku. Untuk apa minta bantuan Lauwko diminta? ia tanya. Sebaliknya an eh! Ketua itu telah menghilang dua puluh tahun lebih. Dia tidak mau menerangkarmya. Itu waktu di daerah Seetjoan Barat. Karena hilang satu saudaranya. itu ada hal untuk bikin orang celaka . ia pun tidak tahu hal ketua lama dari sahabat ini. hari depanku pen uh pengharapan . kita tidak mcngandal i pangreh-praja? Kau benar. juga ketuaku sendiri telah d apat maiu dari seorang tua yang tidak dikenal. Ketua Muda Hay Yang Pang ini berikan keterangannya lebih jauh. Mereka sampai kira-ki ra jam tiga lewat. Atas itu. mereka tidak bisa tancap kaki . mereka kena dipermainkan. mereka telah datang can aku. sekarang mereka jadi pahlawan Raja Boan. Mereka tidak bawa barang berharga tetapi sembunyikan senjata. Ia tidak ketahui jelas h ati Ie Tjee Ban. Meski demikian. sekarang ia dengar kabar penting itu. katanya sayang aku jadi waki l saja. lagu-suaranya beda satu dari lain. kata ia. Toa-totjoe telah terima laporan ada beberapa orang asing. Siapa tahu. hanya pergi ambil tempat di kuil rusak beber apa lie di luar kota. karena itu mengenai hal dua puluh tahun yang lalu. Dia ajak aku bekerja ke In-koan. uIa mau pergi ke pusat kita di Lek-shia . Toa-totjoe mengintip ke dala . yang rornannya mencurigai. Dan aku ada salah satu kacun gnya. ia sendiri ajak dua kawan. Sebaliknya. ada sangat kesohor. Lauwtee. Lo-kee Ngo Houw. Mereka tidak memasuki Kota Pou-tay untuk mondok. la malah ketahui€€€lebih€€€banyak€€€te ermusuhan antara Keluarga Lo dan Keiuaiga Lioe Kiam Gim dan In Giok bersama Lauw Tian Peng adalah hajar Lima Harimau Keluarga Lo itu. Kiam Gim pesan muridnya ini sekalian dengar-den gar perihal pcrsaudaraan Lo itu.. Mereka biasa membegal dan memeras penduduk.Dari atas genteng di mana mereka mendekam. Kejadian mi membuat rombongan mereka buyar.ng muka! Urusan apakah itu. yang ajak aku! kata Ie Tjee Ban kemudian. tetapi mereka boleh diandalkan. mereka ingin aku bckerja untuknya. ketika kau masih kecil. sa mpai tahu tahu. wa ktu hendak mulai pergi merantau. Lauwtee. maka kebetuIan sekali. Hatinya Boe Wie bercekat. Boe Wie kata. Lauwko? tanya Boe Wie dengan heran. Dengan gelantungi tubuh di payon. In-koan ada distrik di mana ada tinggal gurunya: Lio e Kiam Gim. apa mau. Lauwtee tentu belum tahu duduknya hai. bila mereka peroieh hasil. Kebinasaan Sam Houw di tan gan In Giok menyebabkan orang katakan si nona ada nona gagah yaag ajaib! Pun. Mereka menghilang. Aku percaya. Shoasay. sesudah mana orang datarg untuk b ersahabat sama dia. ta pi mereka toh kecele. mereka bisa bekerja sama pembesar negeri. Lauwtee.

ia hirup pula araknya . Justeru itu. tiba-tiba si orang tua menghentikan pertandi ngan dan mengajak ikat persahabatan. dari samping. bagaimana Lauwtee kenal dia? dia pun tanya. Bukankah orang tua itu jangkung-kurus dan pedang nya ada Tjit-seng-kiam yang panjang? ia tanya. Sementara itu. dua kawannya lagi memandang ke sekelilingnya. dia itu keluarkan ilmu silat Siong Yang Pay. silakan kita turun ke pekarangan kosong di bawah sana unt uk main-main! Kenapa eh -kenapa kau orang bersangsi? Apa kau orang takut? Apa ka u orang jerih melihat banyak kawanku? Tidak. sama sekali mereka tidak bcrniat kurang baik. Toa-torjoe terlolos dari bahaya. Si orang tua gagah itu muncuk ber . kau orang nyata tak dapat lihat p adaku! Buat apa kau orang keheranan tak keruan? Mereka terperanjat. mereka masuk tidur. ia benar perlihatkan bebcrapa jurus pukulan kaum itu. Belum ada sepuiuh jurus. Dia itu katanya teiah peroleh kesempumaannya ilmu pedang Tatmo-kiam dari Siong Yang Pay serta telah berhasil mcncuri pclajari beberapa jurus ilmu pedang Boe-kek-kiam dari Heng Ie Pay. ada yang tank. mereka pada tertawa. Lo-kce Soe Houw hendak bckcrj a di In-koan. mereka dengar satu suara dalam dari seorang tua: Aku di sini. menganjurkan kedua kawan Toa-totjoe maju akan bantu Toa-totjoe mengepung padanya. asal aku suruh seorang saja bantui aku. Bertiga. Orang yang Lauwko sebutkan itu mirip de ngan orang tua tersebut. permainannya tidak terlalu lancar. sahut Boe Wie. maka itu. mereka Jiflm apa dan kenapa mereka tarik kakinya. Toa-totjoe jadi gusar dan terpaksa menerimanya. Ie Tjee Ban letakkan cangkir araknya. sama-sama orang Kang-ouw. Tidak jauh daripadanya. Di sebelah itu. Orang tua itu tanya kedudukannya Toa-totjoe di dalam Hay Yang Pang. rombongannya si orang tua muncul semua. Tentu saja kedua kawan itu jadi gusar. akan nai k pula ke genteng. Tiba-tiba ia rasakan sebelah kakiny a. sctclah bicara pul a scbcntaran. Dia mengaku dari Heng Ie Pay. maka segera-ia putar tubuhnya. ia kata pula: Bukanlah gampang bahwa Tuan yang terhormat datang dari tempat yang jauh. mereka sendiri yang kena dibikin repot. Selama beberapa tahun merantau. ia akan. selagi mereka s angat malu. Boe Wie agaknya terperanjat Oh! ia berseru dengan tiba-tiba. tapi toh tidak pemah ujung pedang mengenai sasarannya. Mereka turun ke tanah dan lantas bertempur. kalau iasedang bertempur. orang tua itu menampik. Mereka lihat seorang tua berdiri di dekat mereka! Orang tua ini lantas tertawa. hingg a mereka tak takut nanti ditertawai orang. dari itu aku menanyakannya. sahabat-sahabatku! Bercerita sampai di situ. Secara begi ni. me reka berdiri menonton. Aku cuma pernah dengar nama nya belum pemah aku ketemu padanya. Antara berkesiurnya angin dengar suara anjing dari kejauhan. ia harap kedua pihak suka saling bantu. aku berlaku tak pantas pada kau orang. Ketika ditanya she dan namanya. tidak ada satu yang bantui orang tua itu. Toa-totjoe sudah dibikm sibuk dan mandi keringat oleh pedangnya orang itu yang sambar sana dan sambar sini. Mereka tidak tarik kakinya Toa-totjoe. Kuil ada gelap. untuk kasih sclamat jalan pada Boe Wie. mereka itu tcntu hendak menuntut balas terhadap Keluarga Lioe. orang tua itu saban-saban ngoceh. Ie Tjee Ban berhenti sebentar. bahwa dia keb etulan lewat di Pou-tay. Entah apa sebabnya itu ? Mendengar itu. tapi akhirnya. selamanya ia gunai dulu ilmu pedang curiannya itu. kedua kawan itu mengawasi. akan mengerubuti.datang mengunjungi. mereka kelihatannya heran dan duka. jengkel dan mendongkol. Ditanya begi tu. Toa-totjoe bertiga di buat pcrmai nan. tetapi dua sahabatnya Toa-totjoe bilang. bila ada ketikanya. tidak salah lagi. kemudian ia ajak dua kawannya pulang. ia terkejut Benar! Eh. Tapi m alam itu Boe Wie tidak bisa tidur pulas. kemudian ia melanjutkan. mereka maju. sampai€€€€sukar untuk m ereka meloloskan diri. Selama itu. Mereka bertiga. mereka menole h dengan segera. aku pernah dengar orang omong tentang orang tua itu. Atas tantangan itu. Otaknya Ie Tjee Ban sudah terpcngaruh arak. rnerekajadi melengak. ia menghaturkan maaf. yang dicanteldi payon. sebab kalau di dcsak.€IaJantas tan ya dua kawan itu. Orang tua itu ngaku da ri Heng Ie Pay. ke bagian anggota-anggota yang berbahaya. ia sudah susun rapi keterangannya Ie Tjee Ban. Untuk setengah jam. sambil bertempur. ia hany a bilang. habis itu dia nyataka n. ia melek mata tcrus sampai terang tanah .m. malah mereka sendiri mcrasa scperti ada kebut dengan p elahan. ia tidak menanyakan lebih jauh. ia tidak lihat suatu apa.

maka Boe Wie minta€€Bong Tiap unut pula padan ya. Soenio ada wariskan kepandaian golok Ngo-houw Toan-bo en-too dari Ban Seng Boen. ia sege ra ingat pertempuran tadi. Tiap-djie. tiba-tiba Lioe Toanio ingat akan dirinya. di saat ia dapat tolong Bong Tiap dan Ham Eng dari gangguannya musuh-musuhnya Keluarga Lioe. sampai itu malam ia telah tolongi juga soenionya. Ia menghela napas. sekarang aku telah tambah usia! katanya pula. Soeheng. kau keliru Tjin Kong kata. kita ada di antara orang sendiri. Maka itu ia ja di tambah joiatir. Aku percaya. hu ada tanda darah man pada jajandarah Djie-k . nyata ia tidak bisa bangun. kata Lioe Toanio pada gadisnya. Boe Wie turut tertawa. sedang Tjin Kong cekok ia dengan obat yang dicampun arak. kecuaii Tiap-djie. sama-sama berlatih silat. Tiap-djie! ialah kata-katanya yang pertama keluar dan mulutnya. sampai ia keluarkan keringat dingin. Biar bagaimana aku toh datang sedikit teriambat. Soehoe telah pergi ke Utara. Bagaimana. tapi lantas saja ia terkejut ketika ia lihat sebuah titik h itam di bawah tete kin dari ibunya. Soenio mesti berada sendirian di ru mah. di scbelah siapa pun tambah Ham Eng. akan awasi semua orang di sekitamya. karena liciknya musuh. Boe Wie tidak pikir bahwa Yo Tjin Kong masih berguru dan Bon g Tiap sudah tambah usianya. Lantas Boe Wie ingat pengalamannyadi waktu masih kecil. Lioe Toanio coba geraki tubuhnya. dan sedan g gagahnya. rumahny a Lioe Kauwsoe telah habis dimakan api dan Lioe Toanio. Distrik Pou-tay ini memang ada jalan terusan ke In-koan. ketika ia berkumpul sa ma guru dan soenio serta soemoay dan soeteenya. dari itu. orang tua itu mesti ada si orang tua yang dul u di rumahnya Soh Sian Ie sudah pancing soesioknya Teng Kiam Beng. Tiga atau empat jam kemudian. Coba buka bajuku.€Matanya bercahaya. Kau orang semua mundur dulu. tak usah Soemoay kuatir. d engan cekal tangannya si nona. Demikiari sebabnya. hatinya mencelos. Beruntung kau datang. mestinya dia ada punya hubungan sam a Lo-kee Soe Houw. hingga ia jadi kaget sen dirinya. akhimya turut rubuh juga. Rupanya€€€€€€€ia terpengaruh pengalamannya dan sekarang Hiat soemoay itu sudah i gadis remaja! Soeheng. Aku tidak sempat kisiki Soemoay untuk bersiap hingga Soenio mesti bercapek-lelah. ia haturkan terima kasih mewakilkan ayah dan ibunya. Ibu? Bong Tiap tanya. Ia pentang pula matanya. di mana Lioe Toanio dipernahkan. hanya kepandaiamu yang bertambah! Romanmu€€menghunjukkan kemudaanmu. kata Boe Wie di akhir penutura nnya sambil mcnghcla napas. maka itu sambil memberi hormat. ia membatalkan dulu perj alanannya ke Djiat-hoo.barcngan. rupanya. Bong Tiap sudah mengerti keadaan. dengan begitu. Sayang. hingga iamenyesal tidak bisa segera sampai di Kho Kee Po. Boe Wie sibuk karena soemoay itu paykoei terhadapnya. ia likat la tak dapat empo dan pondong si soemoay seperti dulu-dulu. € Tahun dan bu Ian mengejar-ngejar manusia. Sementara itu orang t elah sampai di rumahnya Hie Hong. j angan kau pakai adat-peradatan . dia pun hendak ajak orang bekerja. Lioe Toanio masih tetap belum sadar. Maka ia cuma bisa pentang kedua matanya. Bong Tiap menurut. dengan ia berhasil menaw an Bong Eng Tjin si orang tua yang licin. ahli waris atau Ketua dari Heng Ie Pay. pilar ia terlebih jauh. Tapi ia toh baharu berumur tiga puluh tahun. suaranya dalam. sedang untuk mencegah. Soemoay katanya Ini ada urusan kecil. sesudah mcreka berada berdua s aja. Ketika ia geraki tubuhnya. Teng Kiam Beng jadi bercidera dengan Tjiong Hay Peng. entah bagaimana jadinya dengan kita semua . saking lelah. mendongkol dan karena 1ukanya di dalam. setelah beristirahat Soenio akan dapat kan kesegarannya pula. Law Boe W ie sudah segera menuju ke In-koan di mana ia sampai di Muara Kho Kee Po. katan ya. ia merasakan lemas. hingga ia rebah gulak-gulik saja. aku hendak bicara sama ia. Bila tak ada kau. Soemoay. mana ia sanggup lay ani banyak musuh jahat? Sampai itu waktu. katanya. akan tetapi ia berscndirian saja. karena mana. begitupun caranya kau gunai pedan gmu barusan! Dan soetee ini tertawa. ia tak dapat tidur. ia menghibur. sampai belasan tahun ia merantau.€€ Kau belum tua. Ia pun percaya.

cara bagaimana tubu hku tidak jadi lemah? Ah. saban-saban ditambah beratnya. Lioe Toanio berniat bangun. Itu ada bagian anggota yang kena serangannya tumbak dari LoToa Houw. akib atnya tidak sehebat ini. Sinar matanya Lioe Toanio bersinar ketika iasuruh gadisnya bawa golok kepadany a. Lioe Toanio berhen ti bicara untuk bernapas. tapi tajamnya bukan main. aku tak lagi bisa bers ilat. Loodjinkee€€katanya dengan janjinya. karcna ia ada satu ahli silat. man! Hie Hong girang berbarcog berduka. mukanya lantas jadi pucat. baharu aku diizinkan menggunakannya. Lioe Toanio tertawa meringis. Ia insyaf artinya itu. dan Ngo-houw Toan-boen-too adalah goloknya Kaum Ban Seng Boen send iri. buat apakah itu? tanya ia. tetapi ia tak dapat geraki tubuhnya. hingga sang senjata terbitkan suara nyaring. maka golokku ini. karena mereka sudah dapat tahu. kasih aku dengar! -Nah. aku tetap bercacat. aku hendak lihat satu kali lagi. tadi malam dia sudah bantui kita Hie Hong. kemudian sang ibu surah an aknya. Golok itu tajam dan mcngkilap. apabila dipakai melukai orang. akan tetapi ia tak berhasil menyingkirkan tanda matang biru itu. Totokan dari Lo Toa Houw ada iiehay sekali. ia terhibur juga. Ibu. bagusl katanya. te tapi Tiap-djie sudah punyakan pedang tajam buatan ayahnya sendiri. Kalau aku ditolong pada waktu baharu saja terluka. supaya keponakan itu datang dekat padanya. Anak. ada sejumlah orang gagah dari kalangan Kang-ouw yang te lah tunduk di bawahnya. karena jiwa ibunya masih tertolong. tetapi meski demikian. aku bisa balas budinya. Boe Wie bertiga ikuti dia. Golok ini bukannya mu stika. dengan menjura. kau simpanlah! Semua orang menjadi sangat terharu . Mustahil aku hendak berlaku nekat!€Aku tidak tega meninggalkan kau! Pergi ambil golokku hu. ia cuma ulur tangan kanannya. Bong Tiap menurut. Dan B ong Tiap agak bergemetaran ketika ia serahkan golok itu pada ibunya.hie-hiat . pergi kau ambil golokku Ngo-houw Toan-boen-too. ia bikinnya ket ika aku berumur satu tahun lantas setiap tahundilebur dan dilebur lagi. dia telah gempur rusak khiekan gku. Itu adalah senjata yang untuk banyak tahun tidak pemah berpisah darinya. ia lekas undurkan diri. sekarang aku serahkan pada Hie Hong saja. Ia raba goloknya. Bong Tiap berduka bukan main. Lioe Toanio gapekan Hie Hong. tetapi ketiga murid ini semua hunjuk rom an duka. maka itu. Aku telah bcrkelahi melewati batas. Kau kembaii bersam a mereka semua. yang napasnya memburu. Golok ini aku tidak dapat bawa ke lobang kubur. Anak. Lioe Toanio lamas kasih jalan napasnya akan kumpul semangamya. Mereka semua berdiam mengawasi soebo mereka. ia samburi golok dari bibin ya itu. . kata Lioe Toann?. sayang kepandaianku dari beberapa puluh tahun . berkata ia. sedang Boe Wi e sudah punyakan senjatanya juga. dengan diunit saja. Tidak nanti aku sia-siakan pengharapan kau. Bong Tiap kaget. Golokku ini telah temani aku berberapa puluh tahun lamanya. ketika ia batik bersama Ngo-houw To an-boen-too. tetapi napasnya mengorong. Coba kau sentil sekali lagi. Ia minta gadisnya bantu ia. ia menyambungi kemudian. Umpama kata aku bisa diobati scmbuh. Umpama Lo Djie Houw. Ludeslah sekarang kepandaian silatku. sudah. dengan aku berikan pada Hie Hong. Sebenamya aku niat wariskan golok ini pada Tiap-djie. Dia ada turunan B an Seng Boen. ia sent il itu. Aku akan simpan baik-baik golok ini Bagus. setelah aku masu fcumur sepuhih tahun. Bagus. darahnya tidak m enjadi karatan. dipadu de ngan KiamGim. Anak toloH katanya. Dan sekarang aku tak dapat pakai lebih jauh golok ini . jago betina itu tidak lagi menjadi jago betina. Anak. sedang Kaum Thay-kek biasa wariskan pedang saj a. kata ia sambil bersenyum pada anak daranya . lengannya adalah aku yang bikin loc ot! Adalah engkongnya Tiap-djie yang berikan golok itu kepadaku. dia adalah kawanku yang terlebih tua jangan kau orang tidak pandan g mata pada golokku ini. dari itu.

Apa itu Keluarga Soh dari Poo-teng?€Aku tidak tahu! sahut Bong Eng Tjin sambil ia mendelik. untuk selama-lamanya aku akan pis ahkan diri dari Rimba Persilatan. bocah. aku jadi ingat halnya soesiok kau dahutu telah jadi korban dua musuhnya yang m emakai topeng. Tak bisa aku tak pikirkan dia . Ia rada jelus. Sejak tadi malam kena ditotok jalan darahnya Oen-hian-hiat . at as pertanyaannya Boe Wie. ka rena lukanya yang hebat itu. ia tidak mau omong terus terang. Air matanya nyonya ini meleleh keluar. sampai umur dua puluh dua. Ak an tetapi dengan begitupun sudah cukup untuk Law Boe Wie mendapat kepastian. Ha. yang tak dapat diberikan pada orang dari lain kaum. Bong Eng Tjin mesti rebah bagaikan mayat saja. Boe Wie berempat undurkan diri dengan masing-masing sangat bersusah had. Sejak hari ini. untuk mereka undurkan diri. percuma orang bujuk d ia. ia telah ketemui banyak orang gagah. ia bungkam. kemudian ia tutup pjntu. setelah diam s esaat ia berkata pula: Bicara halnya Kiam Gim pergi ke Utara ini. Kau ada satu laki-laki maka coba kau bilang. Kalau ia undurkan diri karena pernikahannya. la mcrasa tidak enak scndirinya Tadi malam. matamu picak! Cara bagaimana kau berani bilang aku ada manusia cabul dari kaum Kang-ouw ? Dengan kepandaianmu. pergi kau orang dengar pengakuannya! Pergilah kau orang. aku tidak akan bilang suatu apa. . S ekarang. Lioe Toanio Lauw In Giok ceburkan diri dalam dunia Kang-ouw sejak umur enam be las tahun. dengan golokny a Ngo-houw Toan-boen-too. dengan sendirinya. maka itu. siapa yang ketika itu dikasih ampun! Lantas Eng Tjin tutup pula mulutnya. tapi kalau dia ditolongi. ia ada masygul dan menyesal bukan main. ia juga tclah adu jiwanya tapi sekarang soenio ini tidak sebut-sebut dia. tetapi janganlah kaungaco-belo! Kau bilang dahulu soesiokmu kasih ampun padaku? Hm! Ja ngan membabi-buta!€Pergilah kau tanya dia. lima jam telah berlalu. Sekarang kau orang insyaf bagaimana liehaynya geiombang dan badai dalam kalangan Sungai-Telaga. murid kcdua dari Lioe K iam Gim. maka selanjutnya. ia tinggal menyendiri di Kho Kee Po. Akhir-akhirnya Boe Wie bersenyum ewah. Tapi sekarang si nyonya mesti mundur betul-betul. yang mesti te mani aku. Kalau dia diantap terus enam jam. hingga untuk sesaat. Ya. Kau adalah murid murtad dari Siong Yang Pay! Kau ada an jingnya bangsa Boan! Kau adalah manusia cabul dari kaum Kang-ouw! Dahulu soesiok ku mengasih ampun kepada kau. Kiam Gim mundur bcrd uka karena sikap soeteenya. maka diam-dtam ia kedipi mata pa da tiga kawannya. katanya. kecuali Tiap-djie. Beginilah penghidupan. aku ada orang Siong Yang Pay!€Habis kau mau apa? ia berseru. sete lah mana. ia lupa Toan-boen-too ada goloknya Kaum Ban Seng Bo en. Nyonya itu rapati matanya. merek a pergi tengok orang tawanan mereka. Lalu. dia bisa mendusindi segala saat. Apakah kau tetap menyangka aku tidak tahu hal-ihwalmu? kata muridnya jago tua da ri Thay Kek Pay kemudian.Dasar€€Soenio€€mcnyayangi keponakan sendiri pikir Yo Tjin Kong. ia harapkan gol ok itu. ia dekati orang tua itu. seharusnya ia bersenjatakan pedang. baharu ia menikah sama Lioe Kiam Gim. ia batuk-batuk dua kali. tapi mulutnya tertawa meringis . Benar€€€Lioe€€Toanio€€€ada€€€guru perempuannya tapi ia sendiri ada muridnya Lioe Kiam Gim Kek Pay. maka setelah dia kena ditangkap. untuk lima jam. Sayang sekali aku tidak tahu dengan kepergia nnya ini. Boe Wie bilang. kau kalahkan aku. Setelah bcrdiam sekian lama. ia tahu ia berada dalam tangan musuh tetapi ia ada berkepala batu. kau punya perhubungan apa dengan K eluarga Soh dari Poo-teng? ia tanya. ia sadar dengan la yap-layap. den gan sekonyong-konyong. satu dari dua musuh itu adalah si orang tua yang semalam bersenjatakan pedang panjang. Bong Eng Tjin menjadi gusar. tidak demikian dengan suaminya. Lioe Toanio menghela napas pula. kau orang ha rus lebih waspada dan berhati-hati. entah bagaimana dengan Kiam Gim . ben arlah mi orang yang telah permamkan soesioknya. dia bakal sadar sendirinya. sekarang aku tidak! Dicaci secara demikian. maka itu. ditanya bagaimanapun juga. Selama enam tahun.

Ia juga ingin bantu soeheng itu. Eh. Ia bersenyum ewah. berbareng dengan itu. bahwa kaulah yang disuruh jual jiwamu? Mendengar demikian.€I tu ada suatu tipu daya dari si Raja Boan. agar si soe heng tidak bersendirian. akan dengan tiba-tiba totok tubuh orang dengan jeriji tangannya. ia menyatakan kemudian. ia panggil saudara-saudaranya. terima kasih untuk keterangan kau ini! katanya akhirnya. tetapi ceritanya ini beralasan. ia berkuatir buat sepak-teigangnya Tok-koh It Hang. ap abila itu benar. sengaja kirimkan kcmari untuk kau ju-al jiwamu! Bersama itu sejumlah sisa kantong nasi ialah orang-orang tidak berguna kau diki rim kemari guna bokong Keluarga Lioe. aku juga hendak nasihati kepada kau orang untuk waspada! Dari berjongkok. Keluarga itu tidak takut. Soeheng. kau dengar aku! Kau bilang Keluarga Soh dan soesiokmu ada seperti saudara an gkat! Oh. kata Bong Tiap. diam-diam Boe Wie lirik air muka orang. Soesiokmu niat ajak gurumu. Saudara yang baik. kenapa Ouw Toakomu tidak datang? Apa benar kau tidak tahu . Segera Boe Wie beritahukan saudara-saudaranya tentang bahaya yang mengancam gu ru mereka. untuk dia bisa kcndalikan semua pahlaw annya. maka ia lantas menyetuj uinya. yang berkongkol saw dcngan lain. atas mana. walaupun demikian. Terima kasih untuk keteranganmu! Terima kasih untuk nasihatmu! katanya. Tampangnya Bong Eng Tjin mcnjadi sebentar merah dan scbcntar pucat. terang ia terperanjat dan hcran. kau dan soesiokmu. Dan kau mestinya ketahui baik. yang tida k baik untuk mereka. Apa yang aku bilang adalah apa yang aku bilang! jawa b Boe Wie dengan tertawa sindirnya. ada bersahabat kekai seperti saud ara angkat. hal itu tidak disetujui sama Keluarg a Soh. Baikl ah. bahwa mereka itu saling intip satu dengan lain. Perlu aku lekas susul Soehoe. keluarga itu tukar sikap. di an tar a pah 1 a wan-pah I a wan Boa n ada kccurigaan atau kcjclusan. Itulah sebab tadi malam. Bong Eng Tjin melengak. Mcnampak demikian. telah digunai juga oleh Keluarga Soh. yang kem bali dekati jago tua itu. Aku suka ikut. akan tetapi belakangan. Boe Wie berlompat bangun setelah mendengar keterangan orang i tu. Boe Wi e tambahkan: Baik aku omong terus terang kepadamu! Kau mestrnya ketahui baik bahw a soesiokku serta Keluarga Soh. g uru setengah itu ia kuatir mereka nanti bergebrak. ayah dan anak. dari tubuhnya Bong Eng Tjin. Perihal ibunya. Kekuatiran lain adalah sang g uru nanti kena dijebak oleh Keluarga Soh yang licin dan licik. orang she Soh itu ada mcmpunyai perhu bungan macam apa dcngan pembesar negeri! Orang she Soh itu dan pembesar negeri. soesiokmu jadi renggang perhubungannya sama kaum Kang-otfw. asal gurumu hendak lakukan suatu apa. Sahabat. Mukanya Bong Eng Tjin jadi guram. siapa berkorban untuk s ahabatnya. ia tahu. ia-tdah dapatkan sepucuk surat rahasia Itu adalah suratnya Soh Tjie Tjiauw dan Ouw It Gok dengan mana Bong Eng Tjin diperintah bokong Keluarg a Lioe berbareng memasang mata kepada satu pahlawan Iain yang mendapat suatu tug as. yang mcminta k orban jiwa. itu dugaan yang meleset sangat jauh! Keluarga itu sengaja tem pel soesiokmu supaya dengan begitu. sesudah mana. Ak an tetapi. ia sudah dapat kepastian ibu ini telah . ia percaya betul obrolannya Boe Wie. di sebelah itu. kau tidak kenal Keluarga Soh dari Poo-teng? BoeWie tertawa. Aku lihat rupanya kau tetap tidak kenal walaupun jiwamu secara kecewa akan dipakai menebus dosany a! Apakah kau ketahui. dengan lantas gurumu tak akan lolos dari gcnggaman tangan m ereka! Kelihatannya. apa kau bilang? ia tanya. tidak demikian dengan aku aku sebaliknyaberkasihan Sambil berkata demikian. pengorbanan itu ada harganya. Boe Wie berpengalaman luas. soesiokku telah dibe ntahukan agar ia sampaikan warta kemari untuk kita siap sedia! Ini dia yang dina makan meminjam goiok untuk mcmbunuh orang. Dan ini adalah suatu rahasia dari Eng Tjin.Ha. Di kalangan Kang-ouw. mukanya masih hunjuk senyuman iblis. akan tetapi lain dengan kau-kau bakal t erbinasadengan tidak keruan juntrungannya! Kau barangkali tidak menyayangi jiwam u. Boe Wie telah berikan orang totokan Djie-khie-hiat yang liehay. sambil terus tertawa menyindir. yang kuatirkan ayahnya. Bong Eng Tjin segera bergulingan mampet jalan napasnya. akan urus mayat musuh i tu. Apakah benar kau tidak mengerti tipu daya teji itu? Inilah kelicmannya Ouw Toakomu! Apa betul-betul kau tidak mengert i? Kau toh ditugaskan juga meniliki lain orang? Boe Wie sudah karang satu cerita.

akan tetapi deng an kepandaian yang aku punyakan. Soetee? kemudian Kiam Gim tanya pula. bendera Thay Kek Kie. kelihatan Kota Poo-teng jadi berubah: adajalan-jalan yang lebih ramai. tidak nanti sampai terjadi seperti ini. walaupun orang telah rusaki nama Thay Kek Pay. adajalan-jalan yang jadi lebih sunyi. mereka telah sampai di Poo-teng. Ham Eng juga nyatakan suka turut. Boe Wie pandang dua anak muda itu dengan bergantian. tetapi coba dulu dengar per kataanku. Ia ada sangat terharu. karena mereka sudah sama-sama berusia lima puluh tahun lebih. Ada sahabat-sahabatnya guru silat ini. aku menyesal dahulu kita berpisahan. Saudara€€Law . aku percaya aku bisa mc ngantar dengan tidak kurang suatu apa sampai di Shoasay. V Ketika hari itu Lioe Kiam Gim bersama keponakan muridnya. atau seperti ayam jago pecundang. Apakah kau tidak terluka? Ditanya demikian. Soeheng. yang sudah tidak berada Iagi di kota itu. hanya sayang. karena diantara kita terbit .€Berbareng dengan itu. tidaklah gampang-gampang untuk orang cclakai ak u. berangkat k e Utara. mirip d engan seorang habis sakit. karena ia lihat rumah bibinya suda h musnah dan ia kuatir pihak Lo nanti datang untuk menuntut balas. Dengan andali golok Ngo-houw Toan-boen-too yang Bibi hadiahkan padaku dan denga n periindungan saudara-saudara sekaumdi sepanjang jalan. dengan tidak tampak suatu halangan.Terang dia likat men emui saudara seperguruannya ini. aku serahkan Soenio kepada kau ! Bukankah kau pernah bilang bahwa kau hendak pergi ke Shoasay pada pamanmu? Kau boleh sekalian ajak Soenio ke sana. segera ia berkata: Baik ju ga kalau Ham Eng turut! Tentang Socnio. hati mcreka me njadi iega. Soetee. Teng Kiam Beng ada bcroman sangat kucel.€Maka ia tam bahkan: Soetee. yang sada ri tadi diam saja. Dua-dua pihak tidak pcrnah menyangka bahwa hampir-hampir ia orang b erpisahan untuk tidak bertemu pula . Memang pernab Hie Hong menyatakan demikian.€Selang belasan hari. kau jangan kuatir. katanya. bahwa iahendakd igoda saja. Dengan bersahabat dengan Keluarga Soh. sedang Law Boe Wie bersama Bong Tiap dan Ham Eng bcrangk ai ke Utara.menjadi cacat. Soetee. ia sampai tidak lantas dapat mcngucapkan kata-kata hanya air matan ya menetes jatuh. Lioe Kiam Gim menghela napas. deng an perjalanan ini ia jadi bakal dapat pengalaman. diganggu. Hie Hong setujui pikirannya Boe Wie. bukankah kau jadi seperti cari pusing s endiri? Benar kau melindungi upeti akan tetapi aku percaya. Scgala apa telah berubah. Baik. ia€€nyatakan. adik kandungdari Lioe Toanio. kekuatirannya bisa diperkurang. apa kau ada baik? dcmikian pcrkatannya yang ringkas sekali ketika kemudi an ia bisa juga buka mulutnya. aku bisa atur! Ia lant as berpaling pada Hie Hong dan kata: Saudara Lauw. tidak tampak sifat jumawanya. yang sekarangjadi ahfi waris Ban Seng Boen. Dcmikian diputuskan. Kim Hoa. Melihat si nona hendak ikut pergi. Pcngutaraannya Tjin Kong membuat Bong Tiap bertiga jadi girang. Hie Hong dan Tjin Kong mengiringi Lioe Toanio b eristirahat di Shoasay. Bong€€€Tiap€€€deliki ara seperguruan itu. orang melainkan tida k puas dan karenanya orang hendak coba-coba padamu! la tidak mau menyesali terleb ih jauh. seraya urut-urut kumisnya. Sesudah lewat dua puluh tahun lebih. Aku suka kawani Saudara Lauw pergi antara Soebo! bcrkata Yo Tjin Kong. dengan pergi pada Lauw In Eng. . karena In Eng ada kenamaan. bukan aku hendak membangkit-bangkit. Dan ketika ia berhadapan sa ma Kiam Beng. ia jadi tak usah kuatirkan apa-apa lagi. Kau kcnapa. Buat apa kau turut? kata dia Baiklah kau diam di rumah untuk temani Ibu! Bukankah Ibu sangat sayangi kau? Kenapa kau tidak hendak kawani Ibu? Ham Eng berdiam tetapi terang ia tidak senang diam di rumah. mereka tokukan perjalanan cepat sekali. orang telah cabut! Kiam Beng masih bclum insyaf bahwa orang tidak niat lukai dia. katanya. sepasang matanya Kiam Beng bcrsinar dengan tiba-tiba. Tapi scbenamya la kuarir Hie Hong tidak sanggup melindungi so enionya itu dan ia ingin sekalian perlihatkan kcpandaian Kaum Thay Kek Pay. kecuali sewenang-wenangnya bangsa Ouw kata Lioe Kiam Gi m sambi 1 menghela napas.

mendengar pcngutaraannya itu.ia t oh masih menanyakan melit tentang kepandaiannya si orang tua. agaknya ia sangat berduka Anakku melainkan satu. akan tetapi di sebelah it u. air mukanya kerabali berubah. Ditanya begitu. di Hoolam ada Tang Kie Eng dan d. tanpa pamitan lagi. Sebenarnya. Soetee. yang angkuh. Aku kena l Tang Kie Eng dan Hek Eng Ho. apabila ia berhadapan sama lawannya Kiam Beng. . akhimya soeheng mi berkata: Itu adalah ilmu silat bahagian dalam dan luar yang te lah tergabung menjadi satu. Ia kata ia tak sanggup menungkuli hari-hari yang tawar. Apabilasang soetee telah jelaskan. pihak Soh tidak pernah berbuat tak selayaknya terhadap aku. Kiam Gim terima keterangan itu sambil bersenyum. Dia ada satu lawan yang tangguh. tetapi sekarang. Kepandaian itu mirip dengan Sha-tjap-lak-tjhioe Kim-na-hoat dari Golongan Eng Djiauw Boen Bicara tentang Ka um Eng Djiauw Boen. bagaimana gerak-ge rakannya. Tapi. Tiba-tiba. bahwa beg alnya ada seorang rua yang bicara dengan lidah Liauw-tong. aku tahu benar . guna lenyapkan ketegangan. i a toh tidak nanti sampai kena dikaiahkan. hingga aku tidak dapat kesempatan untuk mengabarkan kau. Menjadi manusia. dalam usia muda. Soetee. aku cuma dapati ia seorang. bahwa ia ingin€€pergi€€mencari pengetahuan dan pengalaman. bagaimana dengan Tee-hoe? Berapakah anak-anakmu? ia tanya. Hiauw ada dengar kata. tambah berubah perangainya. Kiam Gim tidak mau mendesak lebih jauh. Kiam Gim percaya. Kita orang terpisah terlalu jauh. Di waktu kecilnya. ia lihat muka saudaranya jadi pucat. kepergianny a itu membikin aku berduka . Soeheng. tetapi walaupun demikian. ia tidak sudi berdiam ngan ggur di Poo-teng. Isteriku telah meninggal dunia sejak beberapa tahun yang lata. aku pun sudah tunangkan dia. anak itu sudah bisa memanggil peh-hoe kepadamu. ia bilang saja bahwa ia sudah dib egal di tempat tiga puluh lie di luar Kota Hee-poan-shia di Djiat-hoo. ia melaink an meninggalkan sepucuk surat dalam mana ia nyatakan. Kiam Gim heran.Di Liauw-tong. kepandaian siapa tidak tercela tetapi tidak diketahui dari golongan mana. Kiam Beng jengah. dia mesti ada orang luar biasa dari Eng Djiauw Boen. Soeheng . ia hanya minta adik seperguruanttu tuturkan duduknya kejadian. Eh. Setelah satu anak menjadi dewasa. aku pemah berunding dengan mereka. ia menyahut. maka ia iekas ubah pcmbicaraannya. pasti sekarang lukaku itu tidak da pat dikcmbalikan. tanpa mengucap sepatah kata. la tahu baik perangainya soet ee ini. kita yang menjadi ayah-bunda tidak ketahui lagi cita-citanya. akan tetapi tambah tinggi usianya. saudara itu malu. Pada suatu hari ia meninggalkan rumah-tangga. aku telah terima budinya pihak Soh. Se lama dua puluh tahun. d ahulupun ada sangat bersemangat. entah dia ada di mana . orang mesti bisa bedakan kebaikan dari kejaha tan. Sekarang aku datang untuk mencari jalan perdamaian. akan tetapi ia kata: Soeheng benar. ingin merantau dan ciptakan nama dalam dunia Su ngai-Telaga?€Hanya kita orang dapat keluar sesudah dapat perkenan dari guru kita! Tidak demikian dengan Hiauw. Coba dulu sewaktu terluka senjata rahasia beracun tidak ada dia yang tolong obati aku. Suaranya Kiam Beng makin lama jadi makin perl ah an. tetapi karena urusan ini ia anggap penting. sekarang telah terjadi ini gangguan kepadaku! Menampak orang tidak mau akui semua kekeliruannya. adalah tenaga Siauw-thian-seng atau Bintang Kecil ya ng dipergunakan untuk singkirkan segala seranganrnu. ia sekarang telah pergi mencari jaiannya sendiri. ia angkat kakinya! Dia pergi dalam usia dua puluh satu tahun. Hoo pa kada Hek Eng Ho. umpamanya ia tidak bisa peroieh kemenangan. yang suka bicara banyak dalam hal kepuasan tetapi tak mau b anyak omong dalam hal kegagalan. mana bisa aku tidak balas bantu padanya? Sel ama dua puluh tahun.perbedaan faham. nyata ia terharu scndirin ya. ketika kita orang berpisah. ia menyahut. tidak pernah aku dengar ada or-ang yang paham kim-na-hoat. tidak usah kita jadi gentar. karena orang telah tolong aku. kepandaian mereka berimbang sama kepandaian kita. tapi sekarang ada orang yang melebihkan Soetee. ia mengerti. hanya siapa tahu. pihak lawan hanya menggunai tangan kosong. ia pergi jauh. Kiam Beng tidak mau menuturkan dengan jelas. air mukanya Kiam Beng pulih dengan cepat. siapa yang tidak ingin terbang merdeka bagaikan burung garuda? Bukankah kita bcrdua.

maka itu. akan tetapi mereka semua bukannya orang-orang sembarangan. Aku justeru kuatirkan pembesar negeri campur tahu urusan ini karena yang tersangkut adalah barang-barang upeti. mengapa kau pun lihat begini macam padaku? tanyanya. Teng Hiauw ada berpendapat lain daripada ayahnya. apa Soetee tida k dapat cari tahu tentang mereka? Ditanya begitu. Kau benar. rumahnya Tjiong Hay Peng justeru bcrada di Sha-tjap-lak Kee-tjoe itu! €Kiam Gim perdcngarkan suara Oh! tetapi ia terus tutup mulu t. karena tak dapat bersabar lebih jauh. Aku telah kunjungi padanya. ia jadi kckurangan kawan. karena ia sudah masuk umur dua puluh enam tahun. Si orang tua beriidah Liauw-tong itu cuma berkawan kira-kira sepuluh oran g. Maka akhirnya. karena mereka ada bawa banyak barang. ti dak I ah perlu digunainya pengaruh pembesar negeri! Kau keiiru. apa yang ane h. semua kena mereka bikin tidak berdaya. Di lain pihak. Soetee. ia tidak puas dengan putusan ayahnya. yang terintang. sebagaimana dua gu ru silat dan dua muridku. soeheng itu jawab. Soeheng? sang soetee jawab. yang sudah tunang kan ia dengan gadisnya satu hartawan sedang ia sebenarnya menaruh hati pada cucu percmpuan dari Kiang Ek Hian dari kalangan Bwee Hoa Koen. bukankah kita punya tata kehormatan sendiri?€Maka itu. m ereka pasti tidak terlalu leluasa dengan kepergiannya. tanyanya.Kiam Gim bisa mengarti kesukarannya soetee ini sebagai satu ayah. Aku menyangka padaTjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay! iamenjawab. apa yang mcncurigai dalam hal ini? Jadinya kau telah sangka Tjiong Hay Peng. Aku duga. aku punya pedang dan piauw untuk memaksa minta pulang ba rang-barang upeti itu! Atau sedikitnya aku undang sahabat-sahabat dari Rimba Per silatan guna memutuskan siapa yang bersalah. Soeheng. ia jadi makin tidak puas. Kau lihat. Sama sekali aku tidak pandang ren dah padamu. siapa yang benar. So . Biarpun aku bod oh. ada atau tidak kau pcrnah ben tahukan pembesar negeri tcntang sangkaan k au itu? ia tanya. ia jadi tidak senang terhadap sikap aya hnya itu. Aku cuma tanya padamu. Kiam Gim kemudian bicaraka n soal kedatangannya ini ke Utara. Kiam Beng kerutkan sepasang alisnya. ia hendak merantau dengan andali diri sendiri. seumur hidupnya. Habis. aku bukannya satu siauwdjin! Umpama kata benar pembegalan itu telah dilakuka n oleh Tjiong Hay Peng. Sctelah itu. Soeheng. K iam Beng menikah lebih dahulu daripada soehengnya. mereka adalah orang-orang jahat yang dianjur-anjurkan oleh Tjiong Hay Peng! Bukankah So eheng ketahui. yang turut aku. dari siapa ia telah dengar t persahabatan ayahnya dengan Soh Sian Ie. ia tidak mau omong terlebih banyak tentang anaknya. Demikianlah. Jangan bicarakan pula tentang pegawai-pegawai negeri yang turut mengiringi . Air mukanya Kiam Beng berubah pula untuk kesekian kalinya. Soeheng. d engan tiba-tiba mereka lenyap di tempat yang dipanggil Sha-tjap-Iak Kee-tjoe. sama sekali ada berapa orang kawannya begal itu? Sesudah berhasil dengan perampasannya. suaranya keras: Walaupun demikia n. mengetahui kesukaran hati sang soetee. sesudah mengikuti sampai jauhnya seratus lie lebih dari Kota Hee-poan-shia. ia berlalu tanpa perkenan lagi. tetapi ia t idak sudi menemui aku. ia tanya. Putera dari Teng Kiam Beng ada bernama Teng Hiauw. hingga ia jadi kcsepian. Hay Peng tidak senang terhadap aku? Itu hari. karen a ayahnya terpisah dari kaum persilatan lainnya. dia ada lebih tua sepuluh t ahun daripada Lioe Bong Tiap. dia sendiri tidak m uncul. Ah.€€ia kata. untuk menanyakan? Kenapa tidak. Kiam Gim kata dengan cepat. Ka u barangkali tidak ketahui. ia melainkan menghiburi. Soetee. Rupanya Kiam Beng anggap ia sudah angkat terlalu tinggi pada musuhnya. aku tidak takut pada mereka! Aku telah kuntit mereka itu! Hanya. maka itu. lekas-lekas ia menambahkan. Selagi ia masih kecil. ia tidak suka berteman sama pegawa i negeri! Sepasang alisnya Kiam Gim bergerak apabila ia telah dengar keterangan itu. Kiam Beng tidak puas melihat sikapnya soeheng mi.€Di dalam halnya kit a kaum Rimba Persilatan. Ia tidak membutuhkan pesan atau surat perantaraan dari ayahnya lagi.€€Tapi€€€ia€€tetap€€kenal beberapa anak muda. kau pcrnah atau tidak pergi padanya. Mengenai cita-citanya ini. maka bi cara sampai di situ.

aku percaya dia tidak akan tidak terima padaku. Di sebelah itu.etee. mendesak mohon diajak. Soetee. jala n di sepanjang Sungai Loan Hoo. tetapi dua guru silat. akan tetapi di Kwan-gwa ini. . rombongannya Kiam Gim ini berangkat. diajak bersama. mereka bakal sampai di Sha-tjap-lak Kee-tjoe. itulah keliru. bisa mengerti yan g dia merasa kurang puas. si murid kepala. kau antar upeti. Itu adalah suatu tanah pegunungan. dengan perlahan-lahan. Di sini. Mereka hanya jalan teru s. kepergiannya banyak orang adalah tidak perlu. Di kedua tepi ada rimba dengan pepohonan dan rumput. pada mulanya aku tidak berniat berlaku demikian . Tapi ia bicara dengan manis serta jelaskan. Hawa udara di Dji at-hoo beda dengan iklim di Kanglam. kau mesti kirim salah satu muridm u pergi membawa karcis nama padanya. di maghrib itu. dalam urusan di kalanganny a Kang-ouw. tetapi ia toh menyahut: Meskipun demikian. Orang keluar dari Selat Hie Hong Kauw. Sekarang begini saja. ia menambahkan dengan cepat: Soetee. Pada itu malam. Sebelumnya menerima baik. Sesudah melalui perjalanan sepuluh hari iebih.€Siapa tahu. Di waktu demikian di Ka nglam. wakil itu pun undang Lioe Kiam Gim untuk satu perjamuan. di sana kita justeru akan perol eh keterangan. yang banyak pen gkolannya. Kiam Gim dengan lantas wakilkan soeteenya tampik itu tawaran bantuan dan undan gan juga. kau bakal lewat di kalangan pengaruhny a Tjiong Hay Peng. Ia mengucap terima kas ih atas undangan itu. cabang dari Gunang Yan San. Kiam Gim urut-urut kumisnya. Sekara ng temyata. demikian katanya. besok soeheng dan soetee itu bakal pergi ke Djiat-hoo. scdang tadinya ia kuatir. hujan dari salju sedang tu runnya. sebelumnya itu. yang dulu tunrt Kiam Beng da n mendapat luka juga. dengan iari kan kuda mereka. di tempat pembegaJan. katanya. untuk Lioe Kiam Gim perhatikan letaknya tempat itu. d itempat kediamannya Tjiong Hay Peng. siapa melulu andali boegee. ia angkat tangannya kejidatnya. dari situ menuju ke Hee-po an-shia. dengan andali mukaku. Begitulah dipastikan. angin dingin sedang membadai. karena kesesatan di satu waktu. dia paling dulu mesti utamakan tata kehormatan. Juga murid kedua dan murid ketiga dari Kiam Beng. pohon dan bunga sedang segarnya. Hatinya Lioe Loo-kauwsoe menjadi lega sekali. terutama karena keja dian ada di tempat yang termasuk kalangan pengaruhnya. kau telah curigai Tjiong Hay Peng. karena itu sangkaan kita benar atau tidak dia harus dikunjungi. Ketika itu ada di bulan ketigadari musim Tjoen. Di sini baha rulah mereka berhenti. Besok mari kita pergi ke Djiat-hoo. seharusnya. hawa udara agak hangat. katanya kemudian. yang daun-daunnya . kita sudah tidak berlaku tidak hormat. akan tetapi mereka tidak berbuat demikian. soetee itu masih punyakan kehormatannya. siapa merant au. Lantas soeheng ini berpikir. perlu atau tidak pihak Soh kirim orang untuk pergi bersama. soetee itu nanti seret tangannya pangreh praja. Kau sebaliknya kunjungi dia sesudahnya kejadian. memain dengan sampokan angin. Kiam Beng jengah. Bantuan pihak Soh ditolak. dua-dua ada dari pihak golongan kenamaan. atau kadang-kadang angin keras diseling dengan terbang berhamburannya ba tu halus atau pasir. yang menanyakan. Kiam Gim cari tahu dulu tentang mereka itu. yang kemudian ternyata ada Lie Kee Tjoen mnri dnya Tjiang Han Tek dari Kaum Ngo Heng Koen dan Hoo Been Yauw muridnya Tjian Dji e Sianseng dari Kaum Ouw Tiap Tjiang. sedang Kim Hoa . dalam urusan kita kaum Rimba Persilatan. melewati Lo-sie-boen. Soetee tentu lebih mengerti daripada aku. ada datang orangnya Keluarga Soh. Coba udara ada terang. ditinggai untuk jaga rumah. Entah bagaimana caranya. pembesar negeri tidak perlu campu r tahu. Dan mereka juga tidak singgah di dalam kota.sampai di luar kota. rombongannya Kiam Beng sampai d i Hee-poan-shia pada waktu Icwat tengah hari. rombongannya Kiam Gim lakukan perjalanan dengan tetap bersemangat. daun dan pasimya pada rontok dan jatuh ke tanah. Dengan jalan ini. dia cuma dipengaruhi oleh k eangkuhannya. salju telah pa da lumer. Demikian di hari kedua. sedang di sampingnya ada aliran Sungai Loan Hoo. burung-burung gembira beterbangan. Tempat itu merupakan satu selat mirip dengan piring. atau cabangnya. Meski juga hawa udara ada demikian buruk. Keluar ga Soh itu sudah lantas saja ketahui niat keberangkatannya orang itu.

demikian pemimpin rombongan itu. Saudara-sau dara ada urusan apa denganku? Mendengar jawaban itu. sedang Kiam Beng. Soeheng? ia tanya. sedang kau orang sendiri datang dari Selatan. katanya. Kalau benar mereka datang dari arah Sha-tjap-lak Kee-tjo e. telah utus kita hendak menyambut sambil haturkan hormatnya. paling sedikitnya. di Barat de ngan Sin-tek. mengaw asi jauh ke depan. maka itu. mereka siap sedia. tidak ada alasan yang dia tidak mendapat tahu.€Mari. Kiam Beng semua mengawasi dengan tajam. lantas memberi hormat pula. dari itu. jangan geraki senjata! katanya. Lie Kee Tjoen bersama Teng Kiam Beng dan murid-muridnya menjadi terperanjat. ia mencegah. di Sclatan dengan Liong-hin. malam ini juga kit a orang mesti sampai di Sha-tjap-lak Kee-tjoe! € Di saat rombongan ini hendak cambuk kuda mereka. untuk di larikan. buat memberi hormat. Kawanan itu Jberlldah Liauw Tong semua. Jangan sembarangan. Tjiong Hay P eng. kawanan bega l tak nanti da tang dari arah dua kota itu dan juga tidak akan menyingkir ke ara h sana. Kemudian baharulah ia sambuti . Aku adalah Lioe Kiam Gim yang rendah. dan kawan-kawannya. lalu Lioe Kiam Gim membalas hormat. siapa ad anya mereka dan guru mereka. Dan Sha-t jap-lak Kee-tjoe justeru bcrada di antara Peng-tjoan dan Hee-poan-shia. untuk papaki orang-orang itu. ia lepaskan lesnya. Kembali Lioe Loo-kauwsoe membalas hormat. yaitu Peng-tjoan. dia berpikir. Aku numpang tanya. Cuma bersangsi sedetik saja. lalu ia bertindak maju. ia berkata: Soetee. sedang yang jalan di muka ada s eorang yang tubuhnya kekar. dari situ muncul beberapa orang. Lihatlah tempat ini. sabut dia. Di Timur. Soeh eng. seraya terus menegur: Apakah di sini ada Lioe Loo-kauwsoe. jalan satu-satunya untuk mereka adalah jalan Utara. tiba-tiba Kiam Gim tahan kudanya dan sambil menoleh pada adiknya seperguruan. sopan-santun. Hanya. dan Utara dengan Peng-tjoan. mereka juga tidak mestinya muncul dari Liong-hin. hanya dengan cara yang menghormat sekali. tempat ini menyambung dengan Kota Koan-shia. Lioe Kiam Gim berlaku tcnang. Kau lihat apakah. perbuatan itu ada perbuatannya Tjiong Hay P eng? Jadinya sangkaanku tidak meleset? Kiam Gim berdiam. ia mengawasi sambii hunjuk roman heran. Kiam Gim memandang ke empat penjuru. air mukanya menjadi merah dan padam bergantian. ia Tanya mereka tentang kewarasannya Tjiong Hay Peng. Hampir berbareng dengan perkataan Lioe Loo-kauwsoe ini.Di atas kudanya. Dengan mi ia hunj uk bahwa ia mengerti adat-istiadat. Orang itu. apakah tidak boleh jadi. mendengar kabar bahwa Lioe Loo-kauwsoe sudah datang. ia turun dari kudanya. dengan tergesa-gesa. sikapnya tetap tenang. kecurigaan kau beralasan! Kiam Beng pun tahan kudanya dengan tiba-tiba. Sesudah lewat sckian lama. rombongan itu lantas loncat turun dari kuda mereka. tiba-tiba mer eka dengar suara kelenengan yang datangnya dan dalam rimba. m ereka lantas bcrsiap. Lioe Kiam Gim tidak segera sambuti peti ita. men yatakan bahwa mereka hunjuk hormat mereka Mereka sebut dirinya boan-pwee . Kiam Gim sebaliknya berlaku tabah. Kiam Gim lantas gerak-geraki tangannya. Sin-tek dan Koan-shia adalah kota-kota yang ramai dari Djiat-hoo. dia mcsti ketahui baik tentang kawanan begal itu. Ia ini maju untuk angkat rapat kedua tangannya.€Jadinya. sambil menjura.€Bukankah k awanan begal benar datang dari sana? Kiam Beng nampaknya gusar. guna hunus senjata mereka ma sing-masing. Orang-orang yang tempur kau bukannya orang-orang Kang-ouw da ri tingkat sembarangan. suatu tanda i a malu dan mendongkol dengan berbareng. ia menyahut. Biar bagaimana. Soetee. karcna teringatlah ia pada saat pembegal an. suara mana disusul d engan berketoprakannya kaki kuda. Guru-kita. orang tadi dengan cara sangat menghormat sudah maju akan serahkan sebuah peti kecil yang memuat karcis nama. Lioe Kiam Gim Sianseng? Suaranya ada terang. Kalau begitu. Kiam Gim mundur satu tindak. yang goyangi tangan. ia menjawab kemudian. ialah or ang-orang yang lebih muda tingkatannya. seraya menyatak an bahwa ia tidak berani terima kehormatan itu. akan rnenunjuk-nunjuk. aku masih belum mau percaya Tjiong Hay Peng bisa berbuat demiki an. untuk loncat turun dari kuda. Selagi ia hendak tanya. gombolan rumput di muk a rimba kelihatan tersingkap.

kau menyambut dan membaiki secara begini rupa. karena ia mesti hunjuk air muka berseri-seri. Iapun tidak bisa cegah Loei Hong. untuk hadapi rombongan utusan. sang mu-id.peradatan. untuk dengan roman sungguh-sungguh memesan: Soetee. di saat tangannya€diangsurkan€€€untuk menyambuti. ia larikan kudanya untuk pisahkan dir i. aku mohon dengan sangat agar kita terlebih dahulu hunjuk kehormatan kita . ia nampaknya kurang puas. soetee ini masih saja kukuhi adat. belum sempat Kiam Gim menoleh. guru silatnya dari Kaum Ouw Tiap Tjiang. Umpama orang jahat yan g tinggal di situ. . tetapi ia serahkan peti kecil itu. muka rumahny a Tjiong Hay Peng. ia sambuti peti dari Loei Hong. biarpun utusannya Tjiong Hay Peng merasa tidak puas. sungguh. turut mencegah. sedang pada sekalian tetamunya tetap dengan car a hormat ia haturkan terima kasih.€Demikian ia mendeluh di dalam hati nya. kau tidak perdulikan aku. Lioe Kiam Gim juga awasi murid soeteenya. terang ia ada merasa sangat tidak puas berbareng malu.Ketua dari Heng Ie Pay. Sementara itu Kiam Gim heran. sambil hunjuk separuh-kehormatan. Rombongan itu lantas sajajalan di depan. dengan tiba-tiba Teng Kiam Beng ucapkan beberapa patah perkat aan pada Hoo Boen Yauw. di depannya ada bukit yang digali dan dipapas. setiap saat dia bisa lari sembunyi ke dalam rimba. Kiam Gim ada seorang yang halus budi bahasanya. ia hendak hunjuk keluhuran€€mertab atnya. hingga Lioe Kiam Gim dan orang-o rangnya Tjiong Hay Peng pada tahan kuda mereka dan menoleh. Tjiong Hay Pen g kirim karcis nama. guru terhadap guru. untuk dibikin jadi lapangan piranti berlatih silat.€€€itulah sebabnya kenapa ia tidak puas dengan perbuatan soeteenya. Selagi berjalan. Sekarang juga kita akan datang mengunjungi! ia tambahkan.€Ia mel ainkan tidak puas. murid Thay Kek Pay. atas mana orang she Hoo ! itu larikan kudanya keluar kalangan. Kiam Gim sudah ajak rombongannya turun dari kuda mereka€€€€dan€€€€minta€€€€supaya ked u diwartakan terlebih dahulu. mereka sudah I lantas lihat Sha-tjap-lak Kee-tjoe. terutama di muka umum itu. dengan Lioe K iam Gim ada asal satu derajat. Belakang rumah hampir nempel sama rimba. m aka ia suruh muridnya yang menyambuti. sebentar di dalam. Kalau yang sambut ada orang lebih muda. Orang berjalan pula. Rumah itu terletak di muka rimba. Kiam Gim beramai mengikuti. mengucap sepatah kata. sebentar aku akan hunjuk hormat belakangan kepada Tjiong Loo-kauws oe! Lalu. karena kalau ia cegah. jangan sekali menuruti nafsu amarah. Kiam Beng tidak.peti itu. ia jad i hunjuk bahwa ia tidak menghargakan soeteenya. sudah seharusnya kalau yang sa mbut peti kecil itu adalah muridnya Kiam Gim atau orang yang lebih muda tingkata nnya. orang ada sangat hargai adat-istiadat. aku tidak dapat mengurus terle bih jauh! . Karena ini ada cara menghormat yang panta s. ialah Loe i Hong. tapi sekarang Soeheng datang. sedang Kiam Beng tidak senang. ia tarik tangan bajuny a Teng Kiam Beng. dengan tiba-tiba Teng Kiam Beng serukan muridnya yang kedua. Begitulah dengan cara hormat. sampailah mereka di. Ini pun ada salah satu sebab kenap . silakan Tuan-tuan jalan terus. ia tidak mau menegurnya. di saat dan tempat seperti itu. kenapa Tjiong Hay Peng bisa demikian cepat dapat ketahui kedatangannya. utusannya itu pasti ada orangnya dari tingkatan€€lebih€€rendah. sudah mencelat ke depaanya. Dalam kalangan Kang-ouw. karena dalam hatinya. Kiam Beng tidak inginkan kehormatan luar biasa itu. apabila sam pai terbit pula gara-gara tidak diingin. Tidak menunggu sampai di depan rumah se kali. ia ulur kedua tangannya seraya berkata: Aku Loei Hong. kemudian selagi menantikan. si utusan toh ada wakilnya Tjiong Hay Peng. ia kata: Ketika aku datang. itulah yang dibilang. sama tingkatannya. Di waktu maghrib. murid terhadap murid . berselang setengah jam. akan tetapi karena€€soeteenya tidak€€salah. tet api meskipun demikian. Boen Yauw itu hunjuk hormatnya seraya kata: Aku mesti urus suatu apa di kota dusun. itu adalah tanda penghormatan luar bi asa. kita harus bersikap merendah. dengan tidak tunggu jawaban lagi. Kalau Kiam Gim yang sambuti sendiri. ia toh tidak bisa bilang suatu apa. dengan ini mewakilkan Soepeh kita menyambuti kehormatan! Utusan itu pandang Loei Hong. yang berbarengpun ia kedipi mata: Kenapa kau tidak lekas wakilkan Soepeh untuk sambut peti itu? Atas itu. Tapi.

di mana. nampaknya sabarsekali. dan airnya lantas m enyiram arah Teng Kiam Beng punya muka. dan selagi si tetamu menyambuti sambil merendah. Dengan sikapnya yang merendah. Tuan. maka terjadilah suatu hai yang hebat. tetapi Tjiong Hay Peng yang sambuti cawan teh. terus saja pecah sendirinya. Selagi itu soeheng dan soetee berpikir masing-masing. sambil be rdiri rapi. Teng Kiam Beng bangkit untuk menyambuti. Di antara sinar bulan. Tadi ia gunai cangkir yang in dah. Sebagai alasan. tidak turut jatuh. melewati Lioe Kia m Gim. aku kesalahan membuatnya pecah. berbareng dengan mana. Lioe Loo-kauwsoe gunai hanya dua jeriji tangannya. yang memain antara cahaya api. Hay Peng sudah lantas kasih pertunjukan pula. atas mana ada sepuiuh cawan yang berukirkan sansoei yan g berwama merah. jago Thay Kek Pay itu benar-benar tidak boleh dipandang enteng. berbareng denga n itu. bukannya si murid yan g melakukannya. tetapi sekarang ia pakai tempat arak yang besar dan kasar. untuk sambuti arak. dengan sekonyong-konyon g. Walaupun muridnya yang membawa nampan untuk menyuguhkan. dengan ini cara. dengan berlompat. hingga ia terluput dari serangan gelap itu. ia bilang. ia ragu-ragu tuan rumah itu menjamu dengan sungguh-sungguh atau itu adalah semacam pesta Hong Boen . Tapi sebenamya. Mereka berdua tcrpisah satu dari lain jauhnya dua-tig a kaki. Kiam Beng terperanjat bukan main. Kemudian. sembari lemp ar ke samping itu nenampan kumala. si murid kedua. Hay Peng mcnghaturkan maaf. Ket ika tuan rumah dekati ia. sungguh sayang! katanya. akan tetapi diam-di am. Semua cangkir yang indah. Kiam Beng bersangsi. akan tetapi. untuk menangkis sambil menyampok k eras air dan pecahan cawan itu. ialah guci arak terbuat dari besi yang beratnya dua atau tiga puluh kati. Tadi ia suguhkan teh kepada teta mu-tetamunya. yang berada di samping. Di lain pihak. ia hendak menyingkir dari Lioe Loo-kauwsoe. ia lantas berbangkit. ia berseru: Ah. hingga malah pun sisa delapan ca wannya yang lain. satu muridnya Tjiong Hay Peng bergerak. Ia tahu Tjiong Hay Peng sedang pertonto nkan kepandaiannya. di mana ia sendiri ada Ketua dari Heng Ie Pay. ia senantiasa waspada. Tjiong Hay Peng lantas a dakan pertemuan untuk sekalian tetamunya itu. akan tetapi walaupun ia tidak sepandai soehe ngnya. ia masih sempat gunai tangan kanannya. airnya tidak tumpah! Untuk ini. kalau sampai rusak. ini cawan teh tidak kuat! Aku pun sudah tua. ia maju akan tanggapi nenampan itu. untuk menya nggapinya. la pun telah lihat lirikan soehengnya. maafkanaku! Selagi nenampan terlempar. Tjiong Hay Peng hunjuk rupa kaget. dan dia sendiri y ang mcnyuguhkannya secara biasa. Lioe Kiam Gim berlaku lebih sebat dari murid itu. Dan. hingga aku kena bikin kaget tetam uku . Tjiong Hay Peng juga insyaf.a dia suruh Loei Hong wakilkan Kiam Gim sambuti karcis nama. Teng Kiam Beng tidak hunjuk kemurkaan. pintu rumahnya Tjiong Ha y Peng sudah dipentang dan tuan rumah kelihatan muncul dengan tindakannya agak t enang. apapula kepandaian luhur dari Lioe Kiam Gim. Tuan rumah dan tetamunya segera juga bcrdiri berhadapan dan saling member! hor mat. Tapi. cawan itu melesat ke tinggi. harap maaf. ia wakilkan Tjiong Hay Peng akan haturkan semua teh itu kepada sekalian hadirin . belum ia berdiri betul. Hany a lacur ada Loei Hong. yang tidak salah lagi mcsti murid-murid He ng Ie Pay. la€€pakai baju bulu. kemudian pihak tetamu diundang masuk ke niangan tetania. Baharu saja orang bcrduduk. Kiam Beng sudah menduga orang tidak bermaksud baik. sudah sepantasnya ia hormati dulu Ketua dari Thay Kek Pay. satu muridnya Hay Peng muncul dengan satu nenampan batu pualam yang besar. ia masih ingin mencoba satu kali lagi. menyambar juga pe cahannya. ia mesti kagumi lawan punya kepandaian yang liehay. tapi air toh mengenai mukanya yang jadi basah! Berbareng dengan kejadian itu. tidak tahuny a. Tjiong Hay Peng sudah dorongkan gucinya dengan arah o . tetapi ketika cawan untuk Kiam Beng dihaturkan. Selagi Tjiong Hay Peng dengan cawan di tangan datang mendekati. sekarang ia hendak menyuguhkan arak. benar ia masih se mpat berkelit dari pecahan cawan. kelihatan-bcberapa orang. ia lantas saja menyuguhi pada Teng Kiam Beng.

Teng Kiam Beng yang namanya menggetarkan dunia Kang-ouw. yang datang sama tengah. Bukan. Ia tanya kalau-kalau Ketua Heng Ie Pa y itu ketahui siapa orangnya yang sudah uji Teng Kiam Beng. ia mohon tuan mmah suka bantu ia. ia kata: Jangan seedjie. Hay Peng tidak. kecuali ada pihak ketiga. Lioe Toako. Kemudian lagi. hingga guci jadi terlepas dari cekalan nya Tjiong Hay Peng. ia pakai cawan akan sendok isi guci. Kedua-duanya tidak bisa keiuarkan kata-kata! Adalah kemudian.€ Tapi aku tidak merasa hilang muka! Dengan . Sampai di situ. orang itu sudah tidak lakukan kunjungan kehormatan kepadamu. seraya tepuk tangannya. kenapa aku tidak dapat tahu? Sikap ini membuat Kiam Gim jadi mclcngak. akan biki n orang tcrluka hebat di bagian dalam badan dan menjadi tapadakpa. benar-benar ada terjadi demikian? Ah. ia malah hunjuk roman ter peranjat. mereka lantas mulai pasang omong. sungguh kau liehay! ia memuji. apakah benar-benar Tjiong Toako tidak ketahui kejadian itu? demikian ia cuma bisa tegaskan. jempolnya dipertunjuki. Tjiong Hay Peng terima tiga cawan. sampai orang telah kena pecundangi! Habis. apabila tidak sampai membinasakan. seraya ia hampirkan dua orang itu. ia berpura-pura tidak ketahui hal pembegalan itu. Tjiong Hay Peng tidak lagi ma nis budi seperti dulu-dulu. aku hams kasih selamat pada kau! kata Lioe Kiam Gim sambii tertawa. melainkan aku tidak pernah memikirnya! demikian jawabannya. Aku harus didenda tiga cawan! Dengan scbenarnya. yang dengan diam-diam telah gunai mereka punya tenaga dalam atau khie -kang. kau orang berdua janganlah terlalu seedjie! berkata Lioe Kiam Gim sambii tertawa. aku bisa ambil sendiri! Oleh karena ini. telah kena dipermainkan oleh satu tua bangka! Malah tua bangka itu cuma gunai tangan kosong yang berdaging melulu! Kiam Beng jadi sangat gusar. Begitu. Sesudah keduanya berpisah dua puluh tahun lebih. Ah. sampai ia tak dapat kendalikan pula dinnya. tubuh mereka jatuh duduk di kursinya m asing-masing. jikalau kau tidak ingin terim a suguhannya Tjiong Toako. man kasih aku yang mewakilkannya! Sambii bcrkata begitu. Siapa sangka K etua dari Thay Kek Pay. bisa menolak. kau pikir? ia tanya. guci arak jadi kena ditahan di tengah-tengah di antara kedua orang itu. sebaliknya daripada menyangka H ay Peng. Teng Toako. dengan limbung. tergantung di antara dua sumpit itu. lama-lama kedua nya akan terluka masing-masing sendirinya. Guci itu. dengan tangan kiri. kemudian dengan sebat sek ali. Sudan. yang lewat di sini. tidak perduli pihak tetamu berlaku demikian ramah-ta mah. Tjiong Hay Peng berloncat bangun. ialah Teng Toak o. malah dia berani lakukan kejahatan di dalam daerah pengaruhmu ini? Kenapa dia bisa mondar -mandir dengan merdeka? Kenapa orang tidak pandang mata sama sekali kepada Tjion g Toako? Tjiong Hay Peng tidak gusar. kau Ketua dari Heng Ie Pay. tubuhnya berdiri tegar. Ia terus bersikap sewajarnya saja. Tjiong Toako. ia tertawa tawar. ia berlaga menghela napas. Segera ia angkat kedua tangannya. akan jepit tutup guc i. yang pandai ilmu pedan g Boe-kek-kiam. Serangan gelap dari Hay Peng ini. ia b erseru: Oh. ia hanya tahan mulutnya guci it u. ia teruskan jepit lehernya guci itu. dcngan gunai sumpitnya itu. sebaliknya. Tjiong Toako. Dengan sikapnya yang merenda h. Karena ini. kemudian dengan seb elah tangan mencekal mulut guci. ia sengaja tidak mau terima suguhan. Tjiong Hay Peng tertawa seperti sewajarnya. memang ia tidak pandai bicara. Soetee. Dengan agak likat. dalam Rimba Persilatan kenapa toh ada orang Kang-ouw. Kiam Beng bis a duga itu. Kiam Gim gunai sepasang sumpirnya. ia buka tutup tersebut.tidak mau melepaskanny a. Lioe Kiam Gim utarakan maksud kedatangarinya. Pertentangan itu ada hebat Karena kedua pihak sama tangguhnya. kau mau apa? Ta pi kau sendiri. bersama araknya ada kira-kira lima puluh kati beratny a. iapun . aku Teng Kiam Bcng belajar silat tidak sempurna. Ia ge druki cangkir araknya seraya kata dengan nyaring: Ya. akan akhirnya. yang mewariskan tiga rupa kepandaian liehay dari Thay-ke k Teng.rang punya dada. Maka kejadiannya. dua-dua lantas keluarkan keringat dingin pada jidatnya masing-mas ing. dua-dua Teng Kiam Beng dan Tjiong Ha y Peng mundur sendirinya. akan hirup araknya! Setelah masing-masing lepaskan tangannya.

untuk setelah itu. ia tahu benar. Tunggu dulu. Kau ada penduduk sini. Kiam Gim heran kenapa ada orang Liauw-tong. kita bakal binasa secara kecewa . Tjiong Toako. kita orang menghaturkan maaf agar perkara dapat dibikin habis. akan tetapi. dengan suaranya yang sabar.kepandaianku yang tidak berarti. untuk segara pamitan. makajuga. Kiam Gim sudah lantas berbangkit. Akan tetapi. aku moho n Toako suka berdiam padaku untuk beberapa hari. aku tidak mampu biki n orang tunduk. walaupun demikian. Tjiong Toako. ia tidak jerih. Dengan sebenarnya aku tidak tahu siapa itu orang yang telah iawan Teng Toako. akan tetapi kita hanya hendak tanya. berkata Lioe Loo-kauwsoe. Dengan kega gahan. la insyaf. aku minta kau suka capaikan hati akan turut dengar-dengar. Habis berkata begitu. sungguh kita tak tahu su atu apa. karena itu. menghad api tuan mmah. perbuatan apa yang kelini dari kita. ia menjura. ia mendahului pamitan. aku tidak bisa menindih orang. ia tidak tahu. karena mereka ada bercita-cita demiki an. apabila ada beberapa tetua itu menghendaki menemu i aku. kau berkenalan luas. dan kau pun datang dari tempat yang jauh sekali. baiklah Toako tanyakan beberapa tetua dari Liauw-tong itu. umpama kita tnesti binasa. Satu hal aku bisa terangkan. siapakah yang telah lakukan perbuat an itu. ca ra bagaimana Toako hendak kembali secara tergesa-gesa begini? Apakah Toako ccla gubukku buruk hingga tidak surup untuk menyambut Toako? Biar bagaimana. € Tjiong Toako. Toako! mencegah Tjiong Hay Peng. tidak dapat ia terus bcrpura-pura tidak ketahui tentang pembcgalan itu. tolong kau tetapkan suatu hari untuk aku b erk unj ung kepada mereka. dia ini masih tetap berada di piha k pembesar negeri. jikalau ia tidak ubah haluan. kata ia dengan merendah. inilah. tidak seharusnya kita orang bersikap sebagai sesama o rang-orang asing. di Liauw-tong ada beberapa orang kenamaan yang ingm bertemu sama Lioe Toako dan bertjita-tjita main-main dengan Teng Toako. Benar dcngan Teng Kiam Beng iamengganjal hati.mata pada sahabat ini. aku tidak bisa bilang suatu apa! Kembali Teng Kiam Beng kena tersindir. Ia kata: Terima kasih untuk kebaikan kau. Tidak berani aku menerimanya. hingga s edikitnya ia hams memandang . ah. Di Sha-tjap-lak Kee-tjoe ini aku ada beberapa sahabat. yaitu sesudah berpisah dua puluh tahun lebih. kita ada orang -orang yang sudah berusia hampir enam puluh tahun. Toako. Dua kali Kiam Beng merasa terhina. aku percaya kau. sungguh. Lioe Kiam Gim berbangkit. Kiam Gim ada bersa tu haluan dengan Kiam Beng atau mereka dua saudara seperguruan masih tetap berla inan paham. malah ada bersifatkera s. kau tidak ketahui suatu a pa mengenai itu pembegalan. urusan bisa jadi kacau. Ia pun menge rti. sebelumsaudaranyajawab tuan rumah. aku hanya dapat nama kosong belaka. hingga orang berani tangkap kutu di kepala harimau. yang hendak bikin pertemuan dengan ia. Toako. ada berapakah orang yang hidup scumur kita ini? Dari itu umpama kita tidak ingat sesama orang Rimba Persilatan. Satu hal masih ia sangsikan. sikap siapa ada merendah tetapi pun sungguh-sungguh. Sudah dua puluh tah un kita orang tidak bertemu. Tjiong Hay Peng kena dibikin tergerak hatinya oleh perkatannya orang she Lioe ini. di samping itu. pastilah Toako akan peroleh keterangan. Tentang Kiam Beng. aku hendak mohon kau ba ntu sedikit kepadaku. Tidak perduli orang itu ada tertua dari golongan mana. menyesal aku tidak bisa berdiam di sini. sudah pasti sekali aku sendir i akan kunjungi mereka. hingga Hay Peng dengan tersipu-sipu mesti balas horma tnya itu. Karena orang bicara dengan lidah Liauw-tong. aku jadi mcnsia-siakan sahabatku i . atau kalau tidak. maka itu. Jikalau tetap kita ti dak ketahui kekeliruan kita. tetapi dengan Lioe Kiam Gim ia ada bersahabat kekal. umpama kata mereka tidak sampai datang padaku. dengan kebijaksanaan. Sebelum suasana menjadi lebih hebat. ia tak dapat singkirkan kemendo ngkolannya. kita ada saudara-saudara dari bebcrapa puluh tahun. kalau€€€ada€€€ganjalan€€€sesu hamsnya itu dikasih lewat. yan g di kalangan Kang-ouw sudah jadi buah pembicaraan. ak hirnya ia menjawab. maka adalah selayaknya saja apabila orang tak lihat mata padaku! Hanya kalau sampai Teng Toako sendiri orang tidak pandang. karena kita memangnya sudah bersiap. romannya sibuk. kita toh harus ingat persahabatan kita dari bebcrapa puluh tahun itu. aku percaya.

mer eka tak mampu bcrbangkit. ia lolos dari kemplangan itu. hanya terang . bagaikan naga saja. untuk tan gkis itu serangan gelap. Kiam Beng masih saja mendongkol. ia nyatakan suka ikut. Kiam Gim mengawasi dengan tak maju lebih jauh. hingga ia lenyap dari pemandangan saudaranya sekalian. ialah selagi menjura. Sampai lain hari saja. Jikalau demikian. tetapi ketika mereka sa mpai di pintu. Seberlalunya dari rumah Keluarga Tjiong itu. akan lenyapkan salah paham. yang tadi Kiam Beng suruh Boe-soe Hoo. ia berlaku tenang s ekali. sebat luar biasa. Justeru itu. yang tinggi di kiri dan di kanan. ia kembali d engar beberapa kali tertawa dingin. Ia sampai dengan ce pat. Kiam Beng tetap masih suka bercampur sama pembesa r negeri dan tabiatnya tetap keras. ia tidak lihat suatu apa. Kau jangan k uatir. Selagi ia mendekati jalanan gunung. dari kiri dan kanan. untuk antar sekalian tetamunya itu. tiba-tiba ia berbalik d an kata pada saudaranya itu: Soetee. dan dengan tidak perdulikan pantangan kaum Kang-ouw. untuk melompat kedepan. apakah artinya itu? Benar selagi tubuhnyajago Thay Kek Pay ini mencelat. la dapat kenyataan. kata Tjiong Hay P eng yang berbangkit. Boen Yauw dari Ouw Ti ap Tjiang pergi urus siang-siang. yang anginnya sa mpai menerbitkan suara menderu-deru. kembali ia uji kepandaian orang. De ngan loncat terus. tapi begitu lewat. ia tahan tub uhnya. untuk memb eri selamat jalan. aku nanti datang pula bersama-sama soehengku ini! Setelah kata begitu. lenyap dalam sang malam. urusan ini akan ada baiknya untuk kau! Setelah kata begitu. ia berputar diri. aku ada punya suatu urusan! Kiam Beng tanya. mereka itu rubuh dengan tubuh terpelanting. atau dusun. soetee ini belum sampai berkh ianat terhadap kaum Kang-ouw. tertawa menghina. Kiam Beng pakai mantelnya. terus saja ia berlari -lari. Ia tidak kaget. dengan ya-heng-soet. tiba-tiba ia tampak berkelebatnya dua bayangan di sebelah kanan. pergilah duluan ke rumah penginapan. hingga untuk sedetik. Kiam Gim bilang. Besar nyalinya. Sembari b erlompat. ia menga wasi. Dcmikian. akan menemui sendiri p ada Tjiong Hay Peng. ada menyambar masing-masing sebatangioya. ia kembali ke rumahnya Ketua dari Heng le Pay. adatnya tinggi dan suka diangkat-angkat. deng an sekonyong-konyong. h ingga dengan saling susul. Dalam gelap-gulita. rom bongannya turut sikapnya itu. akan mencelat masuk ke tempat pepohonan itu. Sampai di situ. Kiam Gim tekuk kedua lututnya. Ia percaya. u ntuk peroleh pengertian satu dengan lain. Kiam Beng balas menjura seraya iapun gunai kepandaian dari Thay Kek. yang menyerang secara sanga t hebat. terus ia bertindak keluar. urusan tidak ada sedemikian sederhanaseperti tap ikir pada mulanya. Hanya kemudian. tindakannya sembrono Di sebelah itu. hingga Hay Peng tak dapat berbuat apa-apa.tu. Untuk ini aku tidak bisa berjalan bersama-sama kau. toya mereka masing-masing mengenai tempat kosong. hatinya tidak terkesiap. kepandaian mereka berdua ada berimbang. aku tak dapat menahan lagi kepada kau orang. hingga ma ta mereka jadi berkunang-kunang. hin gga karenanya. kalau itu beberapa tetua dari Liauw-tong sudah sampai . terutama mengenai soeteenya. . hingga ia menggerutu dan caci Tjiong Hay Peng. Kiam Gim menyapu kepada dua orang itu. kepala mereka pusing. Ia insyaf. yang bergunduk-gundukan dan banyak pepohonannya. Kiam Gim loncat turun dari kudanya. tangan kiri di dada. Sebaliknya kedua penyerang. Hanya. k e rumah penginapan. ia gunai tenaga tangannya. soeheng itu ada mempunyai urusan apa. disusul sama suara tertawa dingin. Kiam Gim sebaliknya.€Ia bersikap Liong heng tjoan tjiang . Oleh karena itu. dengan gunai ilmu lari yang keras. yang anginnya menyambar dengan ker as. ketika mereka mendekati pasar. dan tidak kandung niatan menghamba pada Kcrajaan Tj eng. iapun berseru: Sahabat siapa main-main di sini? Dengan main sembunyi-se mbunyi. Nyata Kiam Gim hendak kembali ke Sha-tjap-lak Kee-tjoe. Kiam Gim semua menuju ke pasar. Ia segera berhentikan Itindakannya. di situ mesti ada salah faham. ilmu lari di waktu malam. bertemu ri mba tak boleh lancang memasukinya . tangan kanan di depan. menjerunuk tubuhnya ke depan. berdiam saja. Selama di tengah jalan. ia anggap perlu ia ketemui sendiri pada Tjiong Hay Peng.

bukankah kau orang ada orang-orang yang pada bulan yang lalu te lah memberikan ajaran kepada soeteeku? Djiewie. Jikalau Djiewie memaksa hendak mcmbcri pengajaran kepadaku. Akan tetapi kedatangan mere ka ke Djiat-hoo ini bukan melulu untuk coba Teng Kiam Beng. mereka bcrlaku kasar. s . Aku si orang she Li oe belum pernah bertemu dengan Djiewie. dari itu. Nyata Lioe Loo-enghiong terlalu memandang orang enteng sekali! ia kata. mukanya bersemu merah.€Kenapa orang ada begini kasar? Ke napa. atau dari dalam pepohonan terdengar suara terta wa bergelak-gelak yang disusul dengan kata-kata: Jangan gusar. di luar dugaan kita. Ia tidak us ah menantikan lama akan tampak munculnya dua orang tua dengan rambut dan kumis-j enggot ubanan. Kita memohon pengajaran den gan sungguh-sungguh. la insyaf bahw a ia lagi hadapi orang pandai tetapi ia tidak jerih. orang berniat menghajar kalang-kabutan pada satu ku ali bubur ? Akan tetapi. orang she Lioe ini ada bertabiat sama atau tidak dengan Teng Kiam Beng. Kiam Gim ada mendongkol sekali. dari itu. makaitu. Belum dua orang itu menyahuti. merekaingin mencoba-coba juga. Djiewie Soehoe. mak a itu. nama Ketua dari kaummu itu ada namakosong belaka. jago Thay Kek Pay ini tekapi kedua tangannya. Lioe Loo-enghiong! Duabocah ini hendak menemui orang yang tertua. sudah memegat dan membokong kepadaku? tanya ia dengan sabar. baiklah. Lioe Loo-enghiong! Mencoba-coba kepandaian di kalangan Kang-ouw atau Rimba Persilatan ada hal umu m. untuk berlatih. dari itu. segera ia memandang ke arah pepohonan dari mana suara datang. pakaiannya serupa. Lekas sekali. Di sini tidak ada bicara tentang soeheng dan soetee! sahut si orang tua yang muk anya bersemu merah. Cahaya lemah dari rembulan dan banyak bintang membuat jago tua in i bisa melihat jauh terlebih tegas. Kumpulan Pisau Belati. tidak dapat tidak. untuk punahkan tiga rupa ilmu kepandaiannya.Ada permusuhan apa di antara aku si orang she Lioe dengan Tuan-tuan berdua hing ga Tuan-tuan. yang Kiam Gim kenali dengan baik. Rita dua saudara walaupun bodoh tetapi baharu dua-tiga gcbrak masih bisa juga melayani . terutama T ok-koh It Hang yang selama beberapa puluh tafiun belum pemah ketemu tandingan. Ke tua dari Pie Sioe Hwee. apabi la mereka tidak ambil sikapnya. justeru di sini ada mengenai nama baik guru atau rumah perguruannya. di waktu malam gelap begini. tinggi tubuhnya enam k aki. Kita melainkan mohon terima pengajaran dari Lioe Loo-enghiong buat dua atau tig a gebrak saja! Dalam hatinya. kita harus mohon pengaja ran dari kau sendiri. bagaikan sinar kunang-kunang sa ja. hanya cara dua€€orang€€ini€€adalah€€terlalu mendadakan dan mereka juga tidak pakai atura g biasa. ia tertawa terbahak-bahak. mana aku berani terima pengajaran dari satu ahli? kata ia. tanpa sebab dan alasan. Kiam Gim bersedia untuk mengiringi. terimalah hormatnya Lioe Kiam Gi m! Dan jago ini hunjuk hormatnya. Kebisaanku si orang she Lioe ada tidak berarti. Demikian ia lihat nyata. kata ia dengan nyaring. adalah Tok-koh It Hang yang dengan tangan kosong telah uji Teng Kia m Beng. kumis-jenggotnya panjang. yang kedua romannya keren. ia atasi dirinya sendiri. Dua orang itu adalah Pek-djiauw Sin Eng Tok-koh It Hang serta In Tiong Kie. mereka sekalian niat ikat tali persahabatan dengan kaum Rimba Persilatan di Kwan-Iwee (Tionggoan). Aku ingin sekali belajar kenal dengan Tuan-tuan. Salah satu yang mana akan maju terlcbih dahulu atau Djiewie akan maju dua-dua dengan berbareng? Si orang tua muka merah melirik dengan tajam. Itu adalah suara dengan lidah Liauw-tong. Lioe Loo-enghiong terlalu merendahkandiri! berkataia. Jadi dugaannya Law Boe Wie adalah t idak keliru. cara bagaimana mereka dapat terima pengajaran da ri kau? Mereka pun tidak sampai mengganggu walaupun selembar rambut Loo-enghiong ! . orang tua yang satu berbaju biru dan gerombongan. samasekalikitatidakkandungmaksud jahat! Sud dh lama kita dengar hal boegee dari Thay Kek Teng serta tiga rupa kepandaiannya yang menggetarkan Rimba Persilatan. hanya mereka belum tahu. S udah sejak lama mereka kagumi Lioe Kiam Gim. aku si ora ng she Lioe bersedia untuk menemani. matanya tajam. entah kapan dan di mana pernah aku berlaku tidak selayaknya kepada Djiewie? Orang tua muka merah itu tertawa berkakakan.

sahut ia dengan merendah. aku ingin Lioe Loo-enghiong ajarkan aku barang satu atau dua j urus! In Tiong Kie tidak liehay bersilat tangan kosong. Mana. soeteeku. apabila terjadi siapa ka lah dan siapa mcnang. Itu adalah rotan keluaran Timur-utara yang ulet. Hanya lebih dahulu aku ingin minta. umpama kata ia tak peroleh kemenangan. sukalah kau mengalah sedikit. jangan kita orang bua t pikiran! ia kata. kata ketua Pie Sioe Hwee ini. Baharu sekarang ia kata. Dengan scnjata mereka memegat di tengah jalan itu. Silakan. Kiam Gim tidak lantas menjawab. benda itu memperlihatkan diri sebagai cambuk Kauw-kin Hong-li ong-pian . Setelah mengucap demikian. i a memberi hormat. lantas saja ia bersenyum. iatarik keluar suatu penda yang melibat pinggangnya itu. Itulah sudah seharusnya. dengan tekap kedua tangannya. tiba-tiba dari pinggangnya. cara bagaimana kita orang tidak bersahabat? Nah. hingga bisa digunai sebagai cambuk dan ruyung berbareng untuk meli bat golok atau pedang lawan. Jadinya bukan orang tak pandang mata kepadanya. sambil tertawa haha-hihi: S udah lama aku dengar liehaynya Thay Kek Tjap-sha-kiam. dalam satu gebrak saja. ilmu pedangnya lawan ada kesohor akan tetapi ia andali betul senjatanya sendir i yang istimewa. Lioe Loo-enghiong. Lioe Kiam Gim telah rubuhkan dua muridnya Tok-koh I t Hang. sekarang dengan tidak tah u tenaga sendiri. Terus ia bilang: Sudah beberapa puluh tahun aku tidak berlatih lagi dengan golok atau pedang. aku jadi sangat asing dengan semua senjata itu. dengan sangat merendah.€Ia percaya. silakan! Eh. biar kita sambut itu dengan tertawa. Harap Loosoehoe ketahui baik-baik bahwa sesuatu orang mempunyai senjata kesukaannya sendiri! Loosoehoe mempunyai cambukmu. setelah berdiam sesaat. oleh karena kita bukan bertempu r untuk mati atau hidup. baharulah kau sambungi aku . memang menang atau kalah bukanlah soal. dan di ant ara sambaran angin. ia hanya bersenyum pula. oleh karena t ulang-tulangku taktahan dengan pemukul . Biar siauwtee ma ju lebih dahulu. setelah dengar ia ditantang untuk gunai pedang. barusan pun ia saksikan send iri. t elah dirubuhkan Tuan-tuan dengan tangan kosong. asal Kiam Gim beda daripada Kiam Beng. mana aku berani tak memandang mata kepada kau. Sahabat baik.ekarang ia ingin uji Kiam Gim untuk sekalian bersahabat dengannya. Toako. terang Djiewie a da sahabat-sahabat baik. kita cuma ingin berlatih. Loo-soehoe? kata ia. aku punya sepasang t anganku ini. Ini dia yang dibilang anjing kuning dapat m . si Keanehan-dalam-Awan s egera mendahului lompatmaju ke depannyaKiam Gim. dari itu untuk tidak mendapat malu. dari itu biarlah de ngan sepasang tanganku yang berdaging ini. maka itu. yang ia telah yakinkan beberapa puluh tahun lamanya. tinggallah kau di belakang. nama Thay Kek Pay hendak diangkat kembali. Segera ia simpan cambuknya. tidak nanti sampai ia kena dikalahkan. kenapa kau tidak la ntas mulai? In Tiong Kie berdiam. silakan kau mulai lebih dahulu! In Tiong Kie tidak bilang suatu I apa. Lioe Kiam Gim balas hormat itu. karcna Kiam Beng rubuh di tangannya Tok-koh It Hang dan sekarang Kia m Gim hendak menuntut balas dari ia. dari itu sekarang aku mengharap pengajaran dengan tangan kosong jugaJ Diam-diam hatinya In Tiong Kie tergetar. Lioe Loo-enghiong. kenapa kau begini tidak pandang mata pada orang? tanya ia den gan suara keras. biamya ia tahu . Tok-koh It Hang ingin mencoba terlebih dahulu. dengan hati yang panas. yang dilibat dengan ur at-urat ular.€€€Hanya€€€ia€€€m mcnyesal. dengan itu cara j uga. Secara begini. Loo-soehoe. karcna dia hendak mcmul ihkan muka soeteenya yang oran g rubuhkan dengan tangan kosong. Bukankah bunga merah dan daun hijau asal ubi t eratai putih dan tiga agama pokoknya satu ?€Kita ada or-ang-orang Rimba Persilatan. Tjiang-boen-djin dari Thay Kek Boen dari Keluarga Teng. aku main-main dengan kau. tanpa tunggu jawaban lagi. Kiam Gim tidak terperanjat melihat orang kehiarkan ruyung atau cambuk istimewa itu. Djiewie ada baik sekali hendak memberikan pengajaran kepadaku. Dengan itu cara orang jatuhkan pamomya Thay Kek Pay. ia ingin adu senjata. apabila akan gagal. akan tetapi In Tiong Kie pegat ia. terang Lioe Kiam Gim t idak dapat dipersalahkan.

. dua-dua merasa heran sendirinya. ia sudah angkat kedua pundaknyadan kaki kanannya menggeser ke kanan. Maka sekarang. dalam gerakan memba cok! In Tiong Kie itu. ia pun beberapa kali mu sti menyingkir dari serangan-serangan sangat berbahaya. atau setengah kati adalah delapan tail. akan layani cambuk musuh. dengan gera ki pinggangnya. kenapa ilmu silat tangan kosongnya ilmu silat Thay Kek Pay yang kenamaan tidak sanggup ramp as cambuk lawan itu dan sudah ia tidak mampu merangsang. Tapi satu ahli niscaya ketahui dengan baik. atau Waletserbu mega . Lian hoan sam pian -runtunan tiga kali. ia hendak hunjuk kcpandaiannya. tetapi sekarang ia menge rti kenapa Kiam Beng. lawan ada di arah mana.akanan. Begitulah. akan turun di belakang lawan. soeteenya. la sekar ang gunai tangan kanan saja. Kiam Gim berlaku gesit. Kiam Gim lihat ancaman bahaya. ia tidak mau izinkan lawan desak ia. In T iong Kie menjadi jengah. Di sebelah itu. Walaupun ia didesak. ce pat gerakannya. maka ia percaya. Maka di akhimya. dengan sikap yang . tangan kanannya disodorkan kepada bebokong orang. tidak henti-hentinya. begitu rupa. serta Keng hong sauw lioe atau Angin besar menyapu daun yanglioe . Jikalau demikian. dari atas. sekarang kena dibikin tidak berdaya oleh sepasang tangan darah dan daging melul u. ia pun menyabet dengan Kiauw-kin Hong-lio ng-pian! Berbahaya kedudukannya Lioe Kiam Gim. Secara demikian. semb ari memutar tubuh. Maka kembali iakeluarkan camb uknya itu. malah ia kadang-kadang kena didesak. ia juga tidak dapat ketika un tuk rapatkan tandingan itu. maafkanlah aku! berkata ia Lioe Kiam Gim tidak menjawab. pandai jugamengenali berbagai alat-senjata dengan mendengari saja sambaran anginnya. rubuh di tangan musuh. ia menjaga diri€€€berbareng€€€lebih€€€banyak menyerang. ya . In Tiong Kie perlihatkan serangannya Kioe k ioe pat-sip-it atau Scmbilan kali sembilan menjadi delapan puluh satu . cambuknya. orang she Lioe ini sanggup layani ia. Lioe Kiam Gim tidak kasih dirinya dibikin repot. Dua-dua gesit. bukan dengan lompat mundur. Lioe Loo-enghiong. ia mencelat t inggi sampai dua tumbak.mereka lanjuti pcrtcmpuran. menyapu. ia hanya mengawasi Iawan. bagaikan bayangan. bagaikan angin taufa n atau gelombang hebat .ant eng sekali. Dengan Sin Hong djip hay . Setelah mundur dan maju bergantian. cambuknya it u menyabet. T api. musuh ada demikian liehay. In Tiong Kie tidak berayal lagi. mereka saling mengeluh. Sampai di situ. mengikuti se suatu gerakan cambuk istimewa itu. sambil angkat tubuhnya. ia jaga diri dengan baik. Kapan sudah lewat tiga puluh gebrak. begitu lekas sudah mcndek ati tanah. Ia tidak mc nangkis. Kiam Gim pun tidak mengerti. baharulah In Tiong Kie loncat mundur. ia barengi menyerang. atau N aga malaikat masuk ke laut . dengan ta ngan kosong. tubuhnya. Menampak gagalnya serangan itu. yang ia sudah fahamkan beberapa puluh tahun. Lawan ini sajasudah jauh lebih liehay daripada soeteenya. hingga cambuk lewat sedikit di atasannya! Sesudah ini. tidak tahunya. bayangannya turut bergerak menyambar. ia sebenarnya€€€€sedang€€€€bersedia perhatiannya sedang dipcrsatukan. Maka it u. hanya dengan membungkuk tubuh. dengan sebe lah kaki maju. Atas ini. Beberapa puluh jurus telah lewat dengan cepat. Mereka ada seumpama dua tukang m ain catur yang liehay. orang tua yang lain itu jangan-jangan akan melebihkan ia liehaynya. menindih saling susul. ia berkelit. Malah ia pun bisa duga. In Tiong Kie pun kirim susulan saling beruntun . Cambuk bergerak dengan sebat. Lain dari itu. ia tidak hendak lawan dengan keras. ia juga tak mau kalah gesitnya. cambuk mengenai sasarannya. In Tiong Kie tidak suka mundur. ia segera ketahui lawan lagi serang ia. tidak tunggu sampai cambuk menghampirkan ia. Kiam Gim ubah caranya bertempur. Karcna ia pun ada satu j ago tua. dalam gerakan Yan tjoe tjoan in . sebab ia pun sangsi. Melainkan hampir saj a. kecuali ilmu cambuknya ini yang liehay. melibat. anjing putih yang dapat bencana . sebagaimana Law Boe Wie telah peroleh pelajaran darinya. ini melulu disebabkan kegesitan lawan. sampai menerbitkan suara ang in. ia mulai dengan penyerangannya. hanya sekara ng ia ambil ketetapan akan pakai terus cambuknya. berbareng berkelit. dengan tangan kirinya.

lalu lekas-lekas ia memberi hormat. menggunai ketika ini. karena mereka terpisah dekat sekali. karena di luar kalangan. ia sangka lawan tak akan keburu menghalau diri. ia mendesak rapat. Sementara itu. ia maju. Sembari menyabet hatinya gembira bu kan main. walaupun ia gesit. selagi In Tiong Kie menyabet ke atas. ingin sekali terima pelajaran dan kau! Sembari berkata demikian. dari Eng Djiauw . Adalah setelah itu. Tok-koh It Hang bertindak menghampirkan. Hanya. jeriji tangannya jago Thay Kek Pay ini sudah lantas mengen ai sasarannya. d engan kedua tangan dirangkap. Jago Thay Kek Pay ini j usteru harap-harap sabetan lawannya itu. atau ilmu Delapan-kali-delapan menjadi enam puluh empat gerakan . tubuhnya pun tetap! Lioe Kiam Gim menyesal bukan main. buat kasih lewat ka ki kanan lawan itu. sehingga karenanya. ak an tetapi barusan Loo-enghiong belum keluarkan seturuh kepandaianmu. Tiba-tiba. aku kagu mi kau! Sekali ini Kiam Gim bukan merendah. ia enjot tubuhnya. hingga kesudahannya. mustahil sekal i ini ia tidak rubuh? . In Tiong Kie lihat itu. Lioe Kiam Gim telah pikir. keduanya jadi saling melewati. Dugaannya In Tiong Kie ada dugaan belaka. walaupun ia tidak rubuh. jari tangan Kiam Gim me ngenai baju saja. Sebab dalam saat genting itu. Jadi artinya. tanpa bcrp aling pula. dasar ia ada satu jago tua. melulu andalkan kepandaiannya mengenali angin. apabila ia main ayal-ayalan. karena gerakannya yan g mendesak dipaksakan. lalu sebelah kakinya. tua bangka ini tidak lagi berpokok pada ketegaran dari Thay Kek Boen. akan tetapi. entah sampai kapan akhirnya itu. kepandaian Pwee pwee lak-tjap-sre Kim-na Tjhioe-hoat . tidak sampai ke kulit atau daging. yang tidak tahu diri. sampai ia keluarkan jeritan. Kiam Gim justru menggunai tipu daya. dia itu senantiasa perhatikan ilmu silat nya. dari atas ke bavvah. atau Bintang cilik . Lauwhia ada liehay sekali. dit erusi dipakai menekan cambuk. kau benar liehay. i a menyabet ke belakang. ia akan terancam bahaya. selagi ia mengawasi dengan tajam. dikasih mclayang. napas nya tidak mengorong. jikalau ia tidak lekas rebut kemenangan. tangan k irinya menyusul bagaikan tumbak cagak. Ta pi. jago Liauw-tong ini angsurkan kedua belah tangannya yang tidak memegang senjata apa jua. ia segera berk elit ke kiri. iajadi kecele. di tiga jurusan. hingga me reka seperti bebokong menghadap bebokong. Kau mengalah. Ia maju sa mpai di depannya Kiam Gim sekali. hatinya girang. ia bicara dari hatinya yang tulus. akan totok jalan darah orang Leng-tay-hia t. ia akan berhasil. tangan kanannya dengan tipu Siauw-thian-tjhee . menyusul mana. In Tiong Kie l oncat mundur terlebih jauh. akan loncat mundur. karena di saat ia hendak bergirang. ia tidak sampai nampak bencana. maka itu ak u. ia hendak benempur: tangan ko song lawan tangan kosong! Seumurnya Tok-koh It Hang. kalau pertempuran dilanjuti. Ia pikir: Hm. tangan kiri mirip dengan tusukan T iam-hiat-kwat. kau mengalah. Setelah itu. bisalah dianggap dia sudah ke teter dan ia berani akui itu. Iatahu. tidak kecewa kau mewariskan ilmu silat Thay Kek Pay. kata ia. untuk pihak€€penyerang. Kiam Gim ada terlebih sebat pula. karena dengan majukan ser angan sembrono itu. aku menyerah kalah! Jago Thay Khek Pay itu melengak sekejap. ia cari jalan darahnya In Tiong Kie. selagi cambuk menyambar. betulan hati. kaki klrinya pasang kuda-kuda. lawan yang satunya selalu pasang mata ke arah dia. Itulah ada tidak baik untuk pihaknya. ia putar tangannya. ketua Pie Sioe Hwee itu memberi hormat seraya berk ata: Lioe Loo-enghiong. tiba-tiba In Tiong Kie simpan cambuknya. i a telah menyedot dada dan perutnya. Sep asang tangannya yang tak bersenjata itu ia bikin jadi seperti senjata tajam saja tangan kanan mirip dengan pedang€€Ngo-heng-kiam. terus ia berkata dengan pujiannya: Lioe Loo-eng hiong ada liehay sekali. kendatipun tangannya lawan men genakan sasaran. tubuhnya membungkuk. In Tiong Kie kaget bukan main. ia tertawa. pihak lawan baharulah kena didesak.ng dibikin keras bagaikan tumbak cagak. Serangan ini ada serangan berbahaya. ia keliru. ia percaya. Maka ketua Pie Sioe Hwee mi lantas geser tubuhnya ke kiri. berbareng dengan mana. Kiam Gim bcr kclit akan singkirkan diri dari serangan. In Tion g Kie ada satu laki-laki. cambuknya tidak terlepas. lalu gesit luar biasa. mukanya tidak merah. Lalu. Kaki kanannya yang menyam bar. Lauwhia.

Sahaba t. hingga hatinya jadi tergerak. akan tetapi Tok-koh It Hang ada hiehay se kali. karena lihat jumlah kita yang banyak. Kiam Gim segera mengerti bahwa pada soal adiknya seperguruan it u benar-benaradasalah paham. Maka. aku bersedia untuk layani kau. belum pernah ketemu tandingan. Mulamula ia maju dengan kedua tangannya dipentang. ia tampak orang beroman sungguh-sungguh. b aik. soeteeku bukanlah itu orang sebagaimana yan g Loo-enghiong scbutkan. Hanya kita kauro Kang-ouw. mari kita orang main-main. ia percaya orang tak ada terlebih liehay daripada ia. apa kau tidak kuatir menyia-nyiakan malam yang indah ini hingga lenyap kegembir aan kita? Loo-enghiong. iajadi ing in coba-coba. akan serang iga orang! Gagal dayanya Kiam Gim akan serang nadi orang. Ia rangkap pula kcdua tangannya. ia lihat sikap bemafsu dari jago Liauw-tong ini. Malam ini ada malam yang indah. setelah kakinya itu injak tanah. bangsa raja-raja muda atau k aum saudagar besar. Soeteemu itu sahabat-sa habatnya adalah golongan pembcsar negeri dan mulia. dalam gerakan Tjhong eng peng tjie atau Garuda mementang sayap . Jikalau Loo-soehoe sudi memberikan pengajaran kepadaku. ia menjawab.tanya. In Tiong Kie menurut. cara bagaimana aku berani main gila terhadapnya? Lioe Loo-enghiong. man. Kiam Gim menjadi terkejut berbareng mendongkol. ia bacok nadi orang. harap kau tidak sebut-sebut soeteemu yang bagaikan must ika itu. lantas ia berikan tanda rahasia pada In Tiong Kie kepada siapa ia kat a: Kalau kau ada punya urusan. aku nanti ajak saudaraku itu datang untuk menghaturkan maaf kepadamu. barusan ia saksikan kepandaiannya Lioe Kiam Gim. mengenai kejadian di Djiat-hoo itu. ia teruskan gunai Heng sin p a touw atau Melintangkan tubuh untuk menghajar harimau . pergilah lebih dahulu. Kiam Gim belum keluarkan seluruh kepandaiannya. ter paksa ia geser pula kaki kiri ke kiri. kita membutuhkan pembicaraan yang lama. ia sebaliknya kena didesak. Tok-koh It Hang mengawasi dengan tajam. tapi alha sil aku tidak memperdia untuk layani apa! Kiam Gim gunai kata-kata yang tajam.Boen. aku hanya hendak cari sahabat. Loo-enghiong pun jadi tak usah berhati t ak tentaram. maka aku si orang gunung. berbareng d engan itu. Ia berpi kir cepat. akan menghibur lar a! Mendengar itu. cara bagaimana aku mempunyai jodoh untuk bertemu dengan dia!Dan umpama kata aku ton sampai bertemu dengannya. ia bakal sanggup rebut kemenangan. agaknya ia hendak sambar kedua lengan orang. sudah seharusnya. sukar untuk dijelaskan. untuk terus berlompat enam atau tujuh kak i jauhnya. biara kutemani Lioe Loo-eng hiong main-main di sini. ia barengi untuk memutar tubuh. Tok-koh It Hang tidak mundur walaupun serangan sehebat itu. ia jadi agak mendongkol. akan buka masing-masing hati kita! Selagi orang bicara. Ia percaya. untuk disergap. hin gga ia pikir. sudah tentu sekali aku si orang she Lioe girang menemaninya. jago Thay Kek Pay ini benar-benar hams dijadikan sahabat. ialah dengan geser tubuhnya ke kiri. Tapi. mata siapa pun bersinar. hanya mengubah tangan terbuka menjadi kepalan. dari itu.sudikah kau menanggung jawab? Aku si orang she Lioe tidak ingin. satu patah kata-kata kita adalah satu patah kata-kata. Kiam Gim hunjuk kegesitannya. dengan Thay Kek Pay punya Shia kwa tan pian atau Menggantung ruyung seba tang . ia kata. dengan nyaring. mari. antara sinar remb ulan. mendengar itu. apabila Loo-enghiong ke hendaki. maka. Ia merasakan bahwa orang berla ku hormat sambil memandang enteng kepadanya secara samar-samar. setelah aku layani kau sampai setengah malaman. unt uk membcri hormat Bagaimana kau sebut-sebut perkaranya soeteemu? ia . gerakanrtya tak kurang sebatnya. ia pun tidak menan gkis. sccara begitu. ia berlalu dengan segera. Ia p . Untuk itu. ia tertawa berkakakan. setelah itu ia mendak. Bukankahterang-terangjago Liauw-tong ini menyindir. untuk bicara dari hati ke hati. ia bilang: Sahabat. aku tak berdaya. atau Tok-koh It Hang sudah bergerak. tentang persahabatannya Kiam Beng dengan segala pembesar negeri atau orang besar? Tentang adikku seperguruan itu. Baharu Lioe Kauwsoe tutup mulutnya. Lioe Kiam Gim saksikan itu semua. Kedatanganku sekarang ini bukan untuk mencari pulang ba rang upcti. Ini juga sebabnya k enapa ia bilang. jikalau pasti kau ingin memberikan pengajaran kepadaku. dengan tertawa ding in. H anya sekarang bisalah aku terangkan.

tapi beberapa kali. i a membela diri. pihak lawan ada gagah sekali. juga tubuhnya. gerak-geriknya mirip dengan burung garuda. bukan lagi puluhan. ke atas dan ke bawah denga n berbareng. Dan sejak itu. Segera juga Lioe Kiam Gim bikin perubahan. mengarah iga kanan. dan kalau lawan pancing ia. tidak lagi ia berani turuti hawa nafsunya. dengan keuletan. Karena cara bertempur itu.ercaya pihak lawan susul ia. segera ia insyaf dengan menyerang hebat. hampir ia kena terserang. Hoei-eng Kengsoan Kiam-hoat . Belum pernah ia ketemu orang semacam ini cii kalangan Sungai-T elaga. dan ilmu pukulannya Tha y-kek-tjiang dipakai punahkan sesuatu serangan. Jago Liauw-tong itu tarik pulang tangannya. akan segera a khirkan pieboe itu. ia mempunya i enam puluh gerakan menawan . ia terus menyerang dengan Tjit-seng-tjiang atau Tangan tujuh bintang . ia toh berla ku sangat bemafsu karena ketenangan musuh. Lioe Kiam Gim diam-diam keluarkan keringat dingin! Tok-koh It Hang digelarkan Pek Djiauw Sin-eng atau Garuda Malaikat Seraius Cakar . dengan majukan tubuh kesebelah kiri. sesudah injak tanah. Tok-koh It Hang ada liehay dan berpengalaman. Ia berdiri tegar bagaikan gunung. ia berseru: Sebat benar! dan tubuhnya mencelat nyamping. ia tak bakai peroleh hasil. matanya tajam. hanya. berdiam. Menyingk ir dari musuh tangguh. cara menyerangnya benar -benar luar biasa. atau berbareng deng an itu. dengan Kim liong hie soei atau Naga cmas memain air . mundur seperti naga atau ular melesat kabur. untuk balas menerjang. mendahului . teng Kiam Beng. Jago dari Eng Djiauw Boen telah gunai juga keistimewaan ilmunya. Ini ada serangan hebat. musuh bergerak di delapan penjuru! Mau atau tidak. gesit seperti sang kera. Adalah keinginan dari Lioe Kiam Gim akan bertempur dengan cepat. maka itu. Ia tidak mau menerkam. yang ia ubah menjadi t angan kosong. Ia juga ingat pembilangan. Rahasianya Thay Kek Koen memang adalah bergerak de ngan ikuti salatan lawan. hingga ia jadi heran berbareng kaget. akhir-akhirnya. antara orang-orang gagah yang langka. tubuhnya tenang. Kalau Thay Kek Koen berpokok dengan kelemasan mcla wan kekerasan . hanya dua ratus jurus lebih tel ah dikasih lewat tetapi kedua-duanya masih belum memperoleh hasil. tubuhnya berputar seperti angin puyuh. Nampaknya Tok-koh It Hang sibuk. menotok dahi kiri orang. yang sat u menyerang. Tok-koh It Hang loncat mundur. Lioe Kiam Gim ada b eda sangat jauh dari soeteenya. terus ia enjot tubuhnya. Tapi Kiam Gim tidak berhenti sampai di situ. akan gunai k . lawan ini tidak takuti serangan. Kiam Gim memutar tubuh. Lawan in i maju menyerang. be rkelebatnya bagaikan kilat. untuk selamatkan di ri. ia melayani dengan tenang. akan layani jago Liauw-tong ini. adalah kim-na-hoat. s edang tangan kanannya. baharu sekarang ia insyaf. Sesudah kewalahan. ialah ilmu pedang Garuda terbang berputaran . bengis bagaikan harimau galak. keduanya telah sampaikan batas kesempumaan kepan daiannya masing-masing. ia tidak gubris lawan hunjuk kegesitan. yang lain menjaga. siapa tahu. loncatturun umpama harimau menerkam. ia selipkan ini di sebelahnya enam puluh empat pukulannya kim-na-h oat. ia gunai tangan kirinya dalam tipu Ngo-heng-kiam . Demikian. baharu sekara ng -dengan diam-diam ia bergidik. Di sebelah itu. mundur membela diri. Tapi ia ada seorang berpengalaman. ia mesti gunai lati hannya dari puluhan tahun. Dalam sekejap. akan tetapi Lioe Kiam Gim tetap berdiri bagaikan gunung batu antara serbuan nya arigin santar dan gelombang dahsyat. pleh karena ini. Begitulah pertempuran berjalan. lomp at laksanaburung menerjang langit. dan satu ka li lawan bergerak. Maka itu ia pikir. Dalamhal ini. ia coba babat dengkul kanannya lawan. walaupun ia tetap mendesak. akan lompat maj u lagi. setelah lo los dari serangan. dengan berputaran seperti burung berterbangan. dari itu. ia tidak sembarang bergerak. menyerang kelemahan musuhnya dan kim-na-hoat lawannya ini sebaliknya dari Thay Kek Koen. dari mana saja Tok-koh It Hang menyerang. untuk saksikan orang punya gerakan sangat cepat maju b agaikan kera lompat di cabang. ia t idak mengejar. Ia pegang pokok apabila lawan tidak bergerak. hingga beberapa kali hampir-hampir ia kenaterserang disebabkan kelancangannya sendiri. gerakannya mirip dengan sambaran garuda. ia pinjam tenaga akan pecahkan tenaga lawan sendiri. Kelihata n nyata.€Ia ikuti salatan. yaitu kim-na-hoat. menyerang sambil berbareng membeladiri .

sesudah serangannya mengenai tcmpat kosong. ujung pedang menusuk pundaknya si jago tua. tidak menunggu sampai ujung pedang mengenai sasaran. ia menduga pada susulan musuh serta tusukan pedang. Hanya kemudian. yang telah ditarik pulang. atau Dewa menujuki jalan . yang bersinar bcrkcrcdcpan sebagai emas. yang tampak orang keluar dari ka langan. akan tetapi bukan nya ia terus menerjang. sambil lompat. dengan tipu-tipunya Wan khauw tjin koh atau Orang hutan menyucuhkan buah . dipakai menotok . begitu tikaman datang. dengan sekonyong-konyong ia putar tubuhnya dalam gerakan Koay bong hoan sin atau Ular siiuman jumpalitan . Bertempur secara begini tidak menarik hati. Sahabat. digunai lalu menjadi pedang. jago tua dari Liauw-tong ini hendak uj i ilmu pedang orang dan senjata rahasia yang kesohor. atau pedang lemas. dengan tajamnya luar bias a. Tipu totokan yang dipakai pun ada Gio k lie tjoan tjiam atau Bidadari menusuk jarum Tok-koh It Hang sendiri. entah mereka akan bertempur sa mpai di waktu apa. berbareng dengan itu. maka itu. karena gegaman itu terbuat deng an campuran emas putih keluaran Hek-liong-kang. Kiam Gim batal dengan serangannya. tak perduli pedang lawan mengancam bebokongnya . Maka dia akhirnya. meli hat gerakan lawan yang berbahaya itu. nyata ia sudah keluarkan sebatang djoan-kiam. sampai terang tanah juga sukar did apati kepastiannya menang atau kalah. Pedang ini. ia menangkis dengan tenan g. Kiam Gim memutar tubuh. tetapi karena ia tahu pihak lawan ada sangat tangguh. ial ah Mempcrsembahkan pedang sambil memutar tubuh . sebab ilmu silat tangan ko songnya ia sudah jajal sempurna. jangan pergi! berseru Tok-koh It Hang. tubuhnya Tok-koh It Hang segera bergerak. hingga sekarang adalah ia yang beradadi arah belakang jago Liauw-tong itu. akan bentur pedang lawan itu. ia buka satu lowongan. yang tidak mengenai sasaran. tidak ada artinya. Lioe Kiam Gim tidak berayal untuk sambut tantangan itu. tidak perduli hujan serangan ada bagaimana hebat. sama sekali ia tidak berikan ketika untuk lawan des ak ia. tubuhnya lompat melesat. disimpan bisa diliba t bagaikan ikat pinggang. sesudah hunus pedangnya sendiri dan pasang kuda-kudanya dengan tenang sepert i biasa. tanpa ada keputusannya. apab ila ia telah tank itu. sudah lan tas bergerak dalam tindakan Liong heng hoei pou .etika untuk meraba ke pinggangnya di mana ia buka suatu benda yang mclibat. ia pun terus putar tubuhnya. maka itu baiklah kita gunakan pedang untuk aku terima pelajaran ilmu Thay Kek Tj ap-sha-kiammu berikuti hoei-piauw yang berbayang berkelebatan. Ia d engar sambaran angin. ia berk elit. sclang seratus jurus lebih. Be rbareng dengan berkelebatnya satu sinar. ia berkelit dengan sebat. t erus ia mencelat keluar kalangan. atau Tindakan naga terbang . ia teruskan menyerang tiga kali saling susul. ia mengundang: Silakan! Atas undangan itu. akan pi ndahkan tubuh ke kanan lawan. setelah ia siap dengan pedangnya y ang istimewa itu. tidak pern ah ia abaikan diri. dari sini pedangnya. Itulah ada scrangan seperti hujan deras antara angin hebat! Lioe Kiam Gim sudah tahu liehaynya musuh. tapi sambil berkelit. Ia telah gunai tenaga yang besar. Sian djin tjie louw . ia tidak mau berlaku serampang an. untuk loncat mclcsat ja uhnya dua-tiga tumbak hingga ia lolos dari ancaman bahaya. di antara sinar p edangmu! Tegasnya. pada bagian jalan darah Hong-hoe-hiat. sesudah berpikir. Jikalau terus kita bertanding secara begini. kata ia. Menuruti gerakan lawan. sedang tangan kirinya. ia hanya berputar ke belakangnya orang itu dari mana bah arulah ia kinm satu tikaman. dan Beng kee tok siok atau Ayam galak mematok ga a . dengan Hoei-eng Keng-soan-kiam . Tok-koh It Hang lomp at mengejar. pedangnya s endiri dipakai menangkis dalam tipu silat Kim peng tian tjie atau Garuda emas membu ka sayap . Menampak gerakan lawan itu. bagaikan gerakannya bayangan. ia pasang kuping. dengan tenaga Siauw thian tjhee atau Bintang kecil . bagaikan burung. untuk ia balik menerjang. Sambutlah ini! Dan tubuhnya melesat menyusul. di icruskan dipakai menyambar muka lawan dengan tipu serangan Hoan sin hian kiam . jikalau terus-terus an mereka bertempur saja. ia tetap waspada. ujung pedangnya terus menusuk! Lioe Kiam Gim loncat dengan satu maksud. ia menjejak tanah. ia pun insyaf. maka itu.

akan menuju terus ke rumahnya Tji ong Hay Peng. Ia sama sekali tak ketahui sikapnya jago Liauw-tong itu. Dua buah Thie-lian-tjie lewat di tempat kosong. katanya: Tak dapat kita bicara dengan sepatah kata saja . guna luputka n serangan tangan kiri lawan itu. karena sebat luar biasa. semua piauw itu menyambar saling susul! VI Bagus! berseru Tok-koh It Hang. K-iam Gim sudah dia mkan diri hingga orang tak dengar apa-apa perihal sepak-terjangnya. Dalam keadaan seperti itu. Akan tetapi tubuhnya jago Liauw-tong itu sudah mencelat ke dalam Irimba. sedang di lain pihak. yang menyerang ke atas. dengan golongan pembesar negeri. berbareng dengan mana. sungguh hehay. ia juga gunai Siauw thian tjhee . Kiam Gim sudah duga. aku telah pcrsaksikan. Pertempuran barusan memang telah diatur. daya-upaya itu bcrhasil membuat Lioe Kiam Gim muncul. sambil memutar tubuh untuk berkelit. Sahabat. maka terpaksa. atau berkenalan. akan berdiri dengan tegar. lawannya akan bisa menyingkir dari piauw dua arah tengah dan bawah. hingga menerbitkan suara yang nyaring keras. untuk memberi hormat. Ia pun ada mendongkol. Hong-hoe-hiat dan Kiauw-im-hiat . terutama sejak undurkan diri ke Kho Kee Po. bc rdiam belum lama. ia tanggapi empat buah ke arah atas itu. belum tentu dengan arah atas. akan tetapi ia sanggup kelit dari serangan empat piauw itu. yang lihat lawannya baias menyerang ia dengan se njata rahasianya itu yang kesohor. ia baias menyerang lawan itu. tapi ia ingin memb uktikan sendiri. lolos semuanya. tangan kirinya merogoh sakunya. yang ketiga kena disampok jatuh ke t anah. sebat luar biasa. dan temyata. Ia tahu orang berniat angkat kaki. yang tidak mau sia-siakan ketika lagi. Tok-koh It Hang telah ketahui hal Kiam Gim. sambutlah pula ini! berseru Tok-koh It Hang. keduanya segera lompat bangun pula. hingga piauw. dalam hatinya. sang soetee. hingga umpama bintang ber jalan. ia sudah lantas loncat naik ke a . sambil bersenyum. hingga juga tan gan mereka turut beradu satu dengan lain. atau teratai besi . masing-masing mereka tak dapat menahan tubuh mereka. luar biasa! Lioe Loo-enghiong . selagi ia turun ke bawah sebelum kakinya injak tanah ia sudah baias menyerang sambil terta wa dan serukan: Aku kembalikan piauwmu ini. hingga t inggal empat buah lagi. Dua-dua bentrokan itu ada hebat. maka itu. Tok-koh It Hang menginjak tanah untuk segera simpan djoan-kiamnya. scgera ia buka ti ndakannya.dadanya lawan itu. yang menyusul seruann ya lawan. yang aku tidak biasa pakai! Jago Thay Kek Pay itu terperanjat. tiga buah Thie-lian-t jie. jago Thay Kek Pay ini juga tidak diam saj a. lalu antara berk elebatnya cahaya pedang. menyambar ke arah tiga jurusan anggota. yang di mata kaum Kang-ouw katanya telah bersahabat. yang lagi mcrantau untuk cari kawan. ia antap kedua senjata saling beradu. kau akan mendapat tahu! Sckarang silakan cari kawanmu dahulu P Lioe Loo-kauwsoe jadi bcrdiri tercengang. tetapi Tok-koh It Hang benar-benar lieh ay. segera ia r angkap kedua tangannya. dengan It hoo tjhiong t hian . hanya selagi rubuh. guna sekalian cari tah u perihal tujuannya dan perhubungannya dengan Teng Kiam Beng. Tok-koh It Hang bekerja s ama-sama dengan Tjiong Hay Peng. yang mengarah ke tengah dan ke bawah. Ketika sebentar kemudian ia tiba. Sahabat. hanya begitu jat uh. yang rubuh terpelanting. ia lompat tinggi sampai setumbak leb ih. pedangnya dipakai menyampok. dengan tak dapat ditahan lagi. Tok-koh It Hang tidak dapat ketika akan elakkan dir i pula. ialah jalan darah K ie-boen-hiat . ia telah keluarkan duabelas batang. akan keluarkan Kiam-eng Hoei -piauwnya . sampai kita bertemu pofa! Lioe Kiam Gim buru-buru simpan pedangnya. Dalam cuaca gelap itu. sekali raup saja. cuma suaranya masih terdcngar. untuk mana. Kiam Gim benar-benar tidak mengetti maksud orang. Tapi ia bisa berpikir. masing-masing merasa malu sendirinya. Sambil elakkan diri secara demikian. ia berkata: Tiga-tiga kcpandaian dari L oo-enghiong. Kiam Gim lihat sambarannyatiga buah senjata rahasia itu. atau Seekor burung hoo menerjang langit . tunggu dahulu! ia berseru. di bclakang hari.

Tapi ia masih cukup sabar. itu besar faedahnya? Saudara Lioe. atau berikan tanda perihal kedatangannya. untuk membangkit kan kita bangsa Han? Didesak sccara dcmikian. maka itu. apabila kita orang sendiri bentrok. apa kau hendak bela dia dan ingin dapat pulang barang upeti yang dirampas itu? Keduamatanya orang she Lioe itu bersinar. di sini bukan soal bentrokan melulu katanya. seraya terus berkata : Saudara Lioe. Kiam Gim pikir. ia justcru berada sendirian . oh. Ia percaya. kata Hay Peng kemudian. Saudara Lioe. Dengan sebenarnya. Kiam Gim membalas hormat. ia pandang tetamunya. ia tampak dalam lamar ada dinyalakan sebatang lilin besar dan satu orang asyik duduk di samping lilin itu. tidak nanti aku lakoni pcrjalanan ribuan lie ini k e Djiat-hoo! Aku datang bukan untuk saudaraku itu. nyala pula. Melulu karena masih ada yang dipandang. kau baharu sampai? Dalam herannya. umpama benar soeteeku itu menghamba pada pemerintah Boan. Dan orang itu bukan lain darip ada tuan rumah sendiri. aku memang sudah duga kau bakal segera kembali! berkata jago Heng Ie Pay itu sambil bersenyum. ap a ito bukannya berarti memperlemah tenaga sendiri? Hay Peng bcrbangkit. untuk hidup mewah saja. dia juga tak nanti. dengan llmu mengentengi tubuh. Tapi. dia hanya gelap pikiran. orang rupanya asyik tunggui ia. . Kiam Gim terima itu undangan. Meskipun ia berpikir demikian. orang jadi belum ambil ti ndakan. ada molos sedikit cahaya api. tetapi orang dengan kelakuan mirip soeteeku ini. sikapnya me ndesak. dengan tiba-tiba ia meniup ke arah lilin. Tjiong Hay Peng bersenyum. la ingat sebabnya kenapa sudah du a puluh tahun lebih ia asingkan diri. mengundang ia. Saudara Tjiong. tetapi untuk kaum Kang-ouw se ndiri. kau bicara soal memperlemah tenaga sendiri! ia bilang. Bukankah kalau tenaga dipersatukan. Saudara Tjiong. hingga ia terbitkan kecurigaannya ka um Rimba Persilatan. wa laupun soeteeku. ia t idak mengerti. apakah itu tidak memalukan kaum kita? Hay Peng angkat kepalanya. sudah dua puluh tahun lebih kita orang tidak bertemu /tetapi kau hams ketahui. maka berdua mereka ambil kursi. Tapi Lioe Kiam Gim mem egat: Aku mengerti kesembronoannya soeteeku. yang baik sama pembesar negeri kare na adanya urusan dengan Keluarga Soh. seluruh rumah Hay Peng ada gelap-gulita. ap a kau rnasih memikir untuk mcmulihkan dandanan kita yang lama. kecuali dari kamar samping sebelah timur. dia seperti orang tolol! Lantas Kiam Gimjelaskan sifamya Kiam Beng. hatiku tidak pemah berubah! Apakah kau percaya aku kes udian jadi kaki-tangan pemerintah Boan. ia cantelkan kakinya di payon. mengetahui kedatangan nya. sudah mendah ului datang pada orang she Tjiong ini untuk berikan kisikan. Saudara Lioe. Den gan hati-hati. Sebentar saja. Hay Peng akan kaget karenan ya. Bagaimana kau ketahui aku bakal datang pula? ia tanya. sekarang ini bukan dia saja scorang dm! Jikalau kita lancang curigai semua. Kiam Gim bersangsi. ketika Kiam Gim menghampirkan ke s itu. yang simpangi pertanyaan orang. soetee kau ada dicurigai oleh kaum Rimba Persilatan. ia tegaskan. kenapa tuan rumah itu jadi demikian liehay. Tap i inilah kcbctulan. untuk melihatnya. hingga lilin itu padam s eketika. hingga kamar jadi gclap-petang. jadi gundal? Jangan kata aku sendiri. aku hendak bicara sama ia. Kenapa sampai begini waktu dia masih belum juga tidur? Kiam Gim menduga-duga. Marilah duduk. Kiam Gim tidak sia-siakan tempo akan loncat turun. Hay Peng justeru tertawa berkakakan. ia kitarkan rumah itu. Lioe Loo-enghiong. Ia tidak tahu bahwa In Tiong Kie. Akan tetapi. kemudian dengan menyedot napas ter lebih dahulu. Kiam Gim tidak lantas turun. Malam itu. di luar sangkaannya. berkata ia. api lilin di dalam kamar. akan ketemui sahab at itu. Hay Peng muncul untuk sambut tetamunya ini. Saudara Lioe. dan iapun tidak memanggil. yang tadi tinggalkan mereka.tas rumah. di mana soeteemu itu ada jadi gundal pembesar n egeri.

setelah ke tuanya Bwee Hoa Koen. karena puteranya berke pandaian biasa saja. orang hutan menyayangi orang hutan. saking jaraknya yang t erlalu dekat dengan Sin-tek. pemah antarany a ada yang omong tentang Gie Hoo Toan itu. k atanya rombongan ito berpusat di delapan ratus enam puluh lebih desa di Jim-pcng di mana ada lebih daripada delapan ratus boe-koan. iapun tidak me nolak. benar-benar sunyi. Saudara Lioe tinggal di Shoatang. ia hanya kuatir namanya nanti sudah tidak mempunyai pe ngaruh pula disebabkan pengasingan diri selama dua puluh tahun lebih.€Ia tidak lantas terima baik. banyak juga yang ia belum tahu. pokok das amya telah jadi kuat sekali. Sudah dua puluh tahun aku berdiam di tengah muara. Hay Peng bilang. di Sam-s he Oey-see-wie di Ie-lan. tapi untuk ini. ia merasa kecewa. saudara Lioe. Siapa tidak bertempur. Sha-tjap-lak Kee-tjoe. Kiam Gim nampaknya ketarik. yang hend ak persatukan kaum Kang-ouw. aku tak tahu jelas lagi kead aan di luaran. Soal ini membikin Kiam Gim berpikir. Apakah aku bisa bertemu dengan dia? Lioe Loo-enghiong. malah sudah bcrtempurjuga! Kau orang sudah bertempur selama setengah ma lam an. yaitu Ki-ang Ek Hian. untuk melakukan persiapan. bersama-sama Tok-koh It Hang. Ia bukannya jerih. dia bemiat pulang ke Liauw-tong . Lantas tuan rumah ini menutur hal Gie Hoo Toan. Kiam Gim tercengang. Walaupun dcmikian. mustahil Saudara tak ketahui tentang perkemba ngannya Bwee Hoa Koen selama tahun-tahun yang bclakangan ini? Hay Peng balik tany a. Saudara Lioe. pantas Saudara bemiat segera menemui dia! Sayang dia tidak ada di sini se karang. paling belakang sudah dirikan ro mbongan Gie Hoo Toan.€ Ada orang yang sedang daya kan itu__ la terus tuturkan hal sepak-terjangnya Tok-koh It Hang. juga di lim a propinsi Utara. seraya beber hal-fliwalnya orang itu . Kiam Gim akui. dia ini tak dapat bikin tunduk orang banyak. Di sana orang bisa berkum pul dengan merdeka. Maka itu Tok-koh It Hang hendak pulang dahulu ke Liauw-tong. berkata ia. Apa benar. akan tetapi tempat ini tidak sentosa. dia ini adalah yang bangunkan Gie Hoo Toan? Tjiong Hay Peng be nark an itu pcrtanyaan. melainkan kau yang mampu layani kim-na-hoatnya! Inilah yang dibilang. apakah kau m asih beium ketahui siapa adanya dia itu? Kiam Gim Iantas bisa mengerti. Tempatku ini. tanya.€ Aku melainkan dengar apa-apa dari beberapa sahabat yan g satu waktu suka kunjungi aku. Tjiong Hay Peng kasih kc terangan lebih jauh. Bwee Hoa Koen. di mana ada Istana Kaisar Boan. yang bukan saja di Shoatang berpengaruh besar. scdang selama beberapa puluh tahun ini. Hay Peng beritahu. karena mana be lakangan orang angkat Tjoe Hong Teng dari angkatan muda sebagai ahli waris kaum itu. kau sebenamya sudah bcrtemu sama dia. menutup mata. bangsa asin gpun tunjang padanya! Bisakah kita gempur dia? *Tapi kita bisa bcrdaya. Di sini Tok-koh It Hang minta aku yang bantu ia mengundang O rang-orang kaum kita. ia hanya tidak sebutkan namanya. . dia orang tidak berkenalan! kata ia. Dia ada Tok-koh It Hang. Apakah dia masih ada di sini?€Apakah aku bisa pasang omong dengan dia? Kiam Gim ta nya kemudian.Kalau kita cuma andali tenaga kita kaum Kang-ouw saja. antaranya ada yang Kiam Gim su dah ketahui. si jago tua. ia urut-urut kumisnya. Aku juga hendak minta Saudara Lioe pergi menemui Ketuadari Bwee Hoa Koen. kemudi an Tjiong Hay Peng tambahkan. yang juga disebut GieHoo Koen. Sudah dua ratus tahun bersclang. Untuk apa itu? Kiam Gim. Orang pun bilang.€Pasti akan menyolok m ata apabila kita kumpul ramai-ramai di sini. ia manambahkan. apa kita bisa pcrbuat? ia tanya. Cuma Tok-koh It Hang yang sanggup lawan kau. Saudara Tjiong. sembari tertawa teru s. sejak bangsa Ouw masuk kemari. aku masih belum ambil putusan untuk gabungi diri atau tidak dengan dia itu. Kembali Hay Peng tertawa. siapa dia itu? tanyanya dengan bemafeu. kita berdua harus bekerja sama-sama .

yaitu ilmu silat Malaikat . ubah sikap. puteradari Han San Tong. dengan perantaraannya Tjiong Hay Peng. Di dalam pasukan sukarela Pek Lian Kauw ini. kepala agamanya ialah Ong S om. yang ting . ingin ketahui sikapnya Lioe Kiam Gim. dan bangsa Han ditindas. Hay Peng tepuk meja. Ini ada suatu siasat. pemerintah Boan lihat ancaman bahaya. sampai Tok-koh It H ang sendiri turut bersangsi. Di akhir zaman Goan Tiauw. Bertiga mereka berjanji. Soenboe dari Shoatang. agamanya sendiri ada lain. malah sebaliknya. Ia ajarkan orang Sin Koen . seruannya ada Hoan Tjeng Hok Ben g . Di akhir Kerajaan Beng ini. Adalah setelah Kerajaan Tjeng musnakan Kerajaan Beng. untuk mengajarkan agama . dan Soe-tjoan. ia be 1 ajar silat pada Kiang Ek Hian. Tjoe Hong Teng suka bekerja sama-sama. bagaimana sewenang-wenangnya bangsa asing sekarang? Untuk itu. Bukankah Saudar a ketahui. hingga umumnya rakyat jadi benci mereka. Kemudian. rakyat berontak . dengan pimpin dua juta serdadu. hingga tubuhnya jadi tidak mempan s enjata tajam. setelah usir bangsa asing. bangsa ini bergerak pula. Tit-lee.€Mereka ini gagal tapi pembcrontakan mereka telah menggetarkan seluruh negeri. pengaruhnya tersebar di Shoalan g. lantas jadi pembela rakyat yang ber celaka itu. Ia ada orang dari To-tjioe. Shoat ang. dengan turuti sarannya Yok Hian. kepala agamanya men utup mata. mereka tidak berhasil tetapi pengaruh mereka sudah meresap antara rakyat jelata. Tiongkok tutup diri. sehingga Kerajaan Tjeng bikin jatuh pamor Tiongkok. yaitu Rubuhkan Tjeng Tiauw . dengan pelahan-lahan Gie Hoo Toan ubah seruannya dari Hoan Tjeng Hok Beng jadi HoeTjeng Bi at Yang .Gie Hoo Toan ada satu cabang kecil dari Pat Kwa Kauw dari Pek Lian Kauw. mereka akan bagi anggota merek a satu bauw tanah untuk sctiap anggota. Setelah Perang Candu di tahun 1840. Selama tahun ke-17 dari Kaisar Kee Keng. dan sclama tahun pert ama dari Kaisar Kee Keng. lantas See Thayhouw. tapi kenapa pemerintah Tjeng tidak larang p adanya. adalah segala penganutnya. Siamsay. Bendera dan pakaiannya kaum ini ada serba puti h. Jago Thay Kek Pay ini. Sikapny a Tjoe Hong Teng ini menyebabkan ragu-ragu di antara rakyat. Tjoe Hong Teng itu ada asal satu pemimpin kecil dari Pat Kwa Kauw. tapi bangsa asing gempur pintunya dengan tembakan meriam da ri kapal perang. pemimpin Pek Lian Kauw ada Lauw Hok T ong. Hoolam. sudah serang Istana Raja Boan di Pakkh ia serta niat rampas Tit-lee. Pek Lian Kauw pu n disebut Pek Lian Hwee. Tjoe Goan Tjiang mcnindih Pek Lian Kauw. Gie Hoo Toan dibaiki. ialah dari d imusuhkan. seruk an rakyat Rubuhkan Kerajaan Tjeng untuk bangunkan pula Kerajaan Beng dan karena pem erintah menindas. Mendengar sampai di situ. ketua Pek Lian Kauw. ia harap . ada dewa atau malaikat yang bantu ia. tak dapat ditembak. terus ia dirikan Gie Hoo Toan. Thian Lie Hwee ialah Pat Kwa Kauw. tapi kepala agamanya ada Han Lim Djie. Maka itu. ia mengakui ada turunan kaisar-kaisar Beng. ia menggantikan jadi ahli waris Bwee Hoa Koen. Segera datanglah paderi-paderi Kristen. Setelah jadi kaisar. Tjoe Hong Teng dengan Gie Hoo Toannya. s atu cabang dari Pek Lian Kauw. katanya. kalau mereka berhasil. dengan bekerja sama-sama Lie Boen Seng dari Tjin Kwa Kauw dan Lim Tjeng dari Kim Kwa Kauw. agama Teratai Putih. dia digantikan oleh putcranya. mereka lawan pemcrintah Beng. kenapa dia diizinkan kumpulkan barisan serdadu rakyat yang dinamai Koen-bin ? Kenapa di Jim-peng saja sampai ada delapan ratus lebih caba ng kaum itu? Ditanya begitu. Ini dia bagiannya yang rada sulit. pengganggu kehormatan kesucian orang perempuan. Lim Djie di sebut juga Siauw Beng Ong. Inilah gcrakan yang menyebabkan delapan bangsa asing kepung Pakkhia. Shoatang dan Hoolam. mereka j adi pemeras rakyat jelata. terus sampai zaman Kaisar Kong Sie . ia nanti bisa bikin terjungkal bangsa Boan. yaitu Lauw Tjie Hiap. Hoe Tjeng Biat Yang berarti menunjang Kerajaan Tjeng untuk memusnahkan bangsa asi ng . Kaum Pek Lian Kauw dan lainnya masih bekerja sccara rah as i a. Shoasay. setelah Kiang Ek Hian menutup mata. Ibusuri. kalau terbit perkara mereka dilindungi. Kiam Gim tanya Hay Peng: Gie Hoo Toan dari Tjoe Hong Teng bercita-cita Hoan Tjeng Hok Beng . Ong Ho Hian da n Tjie Hong Djie. adalah Tjoe Goan Tjiang yang berhasil mengusir bangsa Goan (Mongolia) dan berdirikan Kerajaan Beng. yang main gila. tanya. dan menggantikan memerint ah Tionggoan. Maka Tok-koh It Hang. Tjoe Goa n Tjiang ada salah satu pemimpin. Ia tidak bisa abui orang cerdik tapi toh ada s ebahagian orang yang percaya padanya. Kumpulan Teratai Putih.

Dengan lantas mereka ini berembukan sama wie-soe. Teetjoe tidak kenal orang itu. Apakah orang itu datang dengan suatu kabar penting. ia seka rang ada sahabatnya Tok-koh It Hang. dari antara jalanan gunung. ia rnasygul. dan karena kuatir saudara itu alami hal tak disangka-sangka. yang berbahaya? Atau dia ada orangnya pembesar negeri yang lagi lakukan penyelidikan? Dugaannya Kiam Gim ini benar dan tidak benar. sinar terang muncul dari arah Timur. Ia»menduga-duga dengan sia-sia. malah Kiam Gim asy ik pasang omong dengan gurunya. Syukur. hingga murid-murid itu jadi h cran dan melengak. Dia temyata ada Lie KeeTjoen. mengged or pintu rumahnya Tjiong Hay Peng. Sin-tek ada daerahnya Istana Boan. Ia bicara sama Kee Tjoen. tidak nanti terhilang lenyap! Lie Kee Tjoen menjadi gugup. Hay Peng den gan beruntun telah kedatangan In Tiong Kie dan Lioe Kiam Gim. ia tidak bisa bcrikan jawaban. Tjiong Loo-tj lanpw ec ini ada sahabatku dari beberapa puluh tahun. ada kenal baik pemimpin tua dari Bwee Hoa Koen. Entahlah. Ada urusan apa? Kiam Gim tanya Kee Tjoen. ia lantas pamitan dari Hay Peng. sebab tadi malam kita telah kedatangan satu tetamu tid ak diundang . Kiam Gim jadi berpikir. sebel um mereka bertempur. dia tidak ber-henti-henti di tengah jalan. Tetamu dari Sin-tek? kata Kiam Gim. mu-rid ini menyangkal. Begitu bertemu sama Teng Soesiok. ialah Kiang Ek Hian. meskipun satu malaman ia tidak tidu r sama sekali. Setelah dengar keterangan lebih jauh itu. yang ulangi itu berulang-ulang. mereka sangka Kee Tjoen ada gundalnya pembesar negcri dan datang untuk cari rahasia. Dia bicara lama sekali dengan Teng Soesiok. Kee Tjoe n dikirim untuk menyusul. atau pah law an dari istana Sin-tek dan pahlawan dari Istana Pakkhia. ia tanya. Karena se sudah jauh malam Kiam Gim belum kembali. scbaliknya mereka jadi gusar. hendak cari Lioe Loo-kauwsoe. hanya ia terus memandang Kiam Gim dan meneruskan: hanya Teng Soesiok mi nta Soepeh lekas kembali. hatinya jadi goncang. Kiam Gim heran. sang fajar telah datang . hatinya suda h mulai tentaram. muridnya Tjiang Han Tek dari Ngo Heng Koen.gal di Shoatang. untuk sesampainya. dari pihak yang bcrtcntangan. dia kata dia datang langsung dari Sin-tek dan dengan ter-buru-buru. siapa sebenarnya tetamu itu. di depannya Tjiong Hay Peng. unt uk apabila bisa baliki tujuannya Tjoe Hong Teng menjadi pula Hoan Tjeng Hok Beng . sahut Lie Kee Tjoen. Hanya. Tidak benar karena dia datang bukan untuk cari tah u perihal ia dan orang yang belum ketahui. Benar karena tetamu itu betul ad a dari pihak pembesar negeri. ada berlari-lari satu orang ke Sha-tjap-lak Kee-tjoe. Atas gedoran. Kee Tjoen t anya hal Kiam Gim. Kiam Gim. Lootj ianpwee. Dua sahabat ini bicara dengan asyik. kemudian baharulah Soesiok titahkan aku susul Soepeh di sini untu k disambut pulang . Orang she Lie ini mclongo. Ia memang ti dak puas terhadap Kerajaan Tjeng. Seberangkatnya Kiam Beng dan Kiam Gim. sampai tahu-tahu. ia kata: Lauwtee. Kee Tjoen jawab. Di tengah jalan. sedang tampangnya tuan nunah pun sudah lantas berubah. tctapi tidak demikian maksud kita berkata ia. Dt akhirnya. tapi ia datang dari Sin-tek. ia nyatakan suka ketemui Tjoe Hong Teng. pintu dibuka oleh beberapa muridnya Tjiong Hay Peng. Maaf. Lauwtee! Lioe Soepehmu ini. sambil uruti kumisnya. ia ada bersemangat. dengan tidak l ancar. romannya kuatir. Justeru itu. karena itu. Sekarang.tertawa. tapi sudah lama ia undurkan diri. Kiam Gim hcran. Mereka mcmang tidak tahu. Hay Peng dan Kiam Gim muncul. dengan bcrdiam di rumahku. Tetamu itu ada orangnya Keluarga Soh. terus ia ikut Kee Tjoen. kau jangan kuatir apa-apa! Bukan kah kau orang kuatir aku kena ditahan di sini maka kau datang untuk papak aku? Tj iong Hay Peng pun tertawa dan bcrkata: Jangan kuatir. S oh Sian Ie dan anaknya pun segera berangkat ke Sin-tek dan ayah dan anak ini bis a sampai lebih dulu. ialah boesoe atau guru silat dari rombongannya Teng Kiam Beng yang atas titahnya Kiam Beng. kemudian mereka lan . Kiam Beng sangka saudara itu pergi pada Hay Peng. untuk ketahui jelas sikapnya Ketua Gie Hoo Toan ini. Tetamu siapa itu?€Dari mana datangnya? ia tanya.

kau bisa bedakan satu orang gagah dari satu kurcaci. justeru Keluarga Tjion g ini mereka curigai ada mempunyai sangkutan dengan perampasan upeti. Kiam Beng tidak segera menjawab. yang dengan Kiam B eng ada bersahabat kekal. ia kata untuk memperkenalkan: Soeheng. aku ingin bicara dahulu sama kau. soetee ini kata: Soeheng. kau hendak bikin apa? €Kiam Gim segera tanya seraya ia tarik tangan ora ng. kata ia.€Ia merasa tidak enak hati. tetapi sekarang tidak ada soal untuk mendapatinya kembaii. ia sekarang ajakkita segera berangkat ke Sin-tek! Teng Tjeng maju seraya hunjuk hormatnya. Kemudian pada tctamunya. kata ia. hanya kemudian. bahvva orang pentang matanya lebar-lebar.tas bikin penyelidikan. Kiam Bene boleh kena diakali. Dia ini awasi pahlawan Keluarga Soh itu. kau seharusnya bisa membeda-bedakan. Lioe Kiam Gim ada bersahabat rapat dengan Tjiong Hay Peng. guna dipulangkan pada Raja Boan. tetapi se karang bersikap sebaliknya. jikalau kau hendak pergi ke Liauw- . tak usah kita tergesa-gesa. Dengan lekas mereka dapat tahu yang Kiam Beng bcramai su dah pergi ke Sha-tjap-lak Kee-tjoe. Loo-enghiong tak usah capaikan hati lagi. ini ada Saudara Yap Teng Tjeng dari Pat Kwa T jiang atau pahlawan dari Keluarga Soh. kenapa sang soetee begitu percaya orangnya Ke luarga Soh itu. Apakah satu kurcaci mesti dipandang sebagai orang gagah dan kau henda k bertaku hormat kepadanya? Mukanya soetee itu menjadi merah. Soeheng? Kiam Beng tanya. mereka juga telah dengar selentingan hal adanya beberapa orang yang ti dak dikenal yang suka berkumpul di Hee-poan-shia. tidak Kia m Gim. barang pun telah didapat pulang. sudah siap untuk suatu perjalanan. menarik tangannya sang soetee. sedang mer eka juga tahu.€Bangsa Boan mcmang paling jenh kalau or-ang-orang kaum Rimba Persilatan mengadakan pe rsatuan. Kiam Gim sendin merasa tidak enak ia telah bicara sedemikian rupa terhadap soe tee itu. karena ini adalah yang pertama kali soehengnya bicara demikian tandas kepadanya. ia tidak bilang suatu apa. Tuan. pada Keluarga Tjiong. Kapan Kiam Gim sampai di ru man penginapan.€ Kenapa kita tak bicara di tengah jala n saja? Soetee inipun heran. itu ada al asan melulu guna pancing mcrcka kembaii. Soetee. aku telah dapat keterangan.w la terus menoleh pada Lie Kee Tjoen seraya te ruskan berkata: Tolong kau tcmani dahulu tctamu kita ini. hanya sambil tarik orang di sampingnya. maafkan kita si orang desa! Dengan tidak perdulikan. De ngan sepasang alisnya berdiri. di sampingnya soetee ini ada seorang d ari usia pcrtcngahan yang matanya m i rip mat a tikus dan hidungnya bengkung bag aikan gactan. kemudian ia tuturkan hal pertemuannyasamaTok-koh It Hang dan Tjiong Hay Peng. ia bilang: Maaf. berkata ia. ia mengabarkan tentang upeti yang dibegal sudah ada kabamya. Aku lihat dia ada satu laki-laki berkata ia. Di seb elah itu. Walaupun ia menerangkan demikian. Itulah bukan maksudnya Tok-koh It Hang akan kangkangi barang itu.€€€ Kita€€orang keterangan. Tentu saja ada dusta belaka yang barang upcti telah didapat pulang.€Di scbelah itu. Biarlah tctamu kita ini menunggu sebentar. untuk simpangi pembicaraan. ia ingin Kiam Beng terus terpisah dan kaummnya. Da n tetamunya Kiam Beng itu ada salah satu pahlawannya Sian Ie. lantas ia urut-urut kumisnya. Untuk kembaii ke Sin-tek. tetapi ini justeru menyebabkan Kiam Beng keliru mengerti. Kau hendak pergi ke mana? . Kiam Gim pandang soetee itu dengan tajam. Tentang barang upeti. ia kata dengan sabar. Tentang upeti itu. Soetee. soehengnya yang paling kenal tata sopan santun. Soh Sian Ie pun tidak ingin Kiam Gim berhasil dengan perjalanannya ini. Sebenarnya ada apa. Barang itu berada di tangannya orang Liauw-tong itu. untuk mengatur terus jaring. Kiam Gim te rus tarik Kiam Beng ke dalam. ia dapatkan Kiam Beng sudah dandan rapi. kita justeru diundang untuk satu pertemuan di le-lan. maka sekarang lata tinggal menungg u kembalinya Tcng Loo-enghiong untuk membereskannya. yang mclanjuti. tetapi ia tidak mengerti. Eh. Kiam Gim masih tidak sebut cita-cita memberan tas pemerintah Boan .

dengan diantara Yap TengTjeng. maka di akhim ya. yang dicel ah terlalu curiga. ruangan yang inda h dibikin terang dengan api-api lilin merah. Sclagi bicara. Soetee. Kiam Beng anggap soeheng itu terlalu curiga. Tidak demikian dengan Kiam Beng. dia akan jadi letih. bukannya ia bergembira. k arena itu adalah bah so ikan lee-hie dari sungai Loan Hoo. Dalam tembok pekarangan ada ditanam i ban yak pohon pek yang besar dan tinggi. untuk bcritahukan para tetamu ba hwa masakan yang baru disuguhi itu ada hidangan yang langkah. Untuk pergi ke Liauw-tong. toh cukup kalau dia diwakili puteranya saja. Di dalam hatinya ia kata: Kalau arak ada racunnya. Kenapa dia tidak memandang-mandang lagi. Berbarengan dengan itu Tjie Tiauw berbangkit. Kiam Gim coba redakan soetee ini tetapi Kiam Beng panas hatinya. Dua pelayan di belakangnya Soh Sian le mcmbantui orang Boan itu buka bajunya. Must ahil barang upeti disembunyikan di dekat Sin-tek? Meski begitu. Kiam Gim tidak niat iringi saudaranya. untuk ini. pergilah kau sendiri! Aku hendak pergi ke Sin-tek.tong. Di dalam ruangan pun ada dibakar dupa yang harum. Tjie Tiauw tambahkan. Soh Tjie Tiauw. mustahil Si an Ie dan Tjie Tiauw minum itu? Kiam Beng tidak tahu. kata ia akhimya. Kiam Beng dilayani sebagai tetamu yang dihormati. . Di waktu Sian Ie dan Tjie Tiauw undang mereka minum arak. or-ang-orang Boan itu tidak bcrkuat ir. Kalau begitu. sama sekali dia tidak pandang pula Kaum Thay Kek Pay. hal ini m embuat Ketua Thay Kek Pay ini tak leluasa sendirinya. Ia pikir. se orang polisi asal Pakkhia dapat serepi. ia hendak buka bajunya yang gerombongan. Karena di tempat itu ada sarangnya kaum Kang-ouw. Kiam Bcng tidak bilang suatu apa. kebanyakan pahlawan. ialah siapa minum itu. tapi ia menurut. tcnaganya berkurang. Kiam Gim tidak biasa dengan penghidupan mewah begini. m eskipun Kiam Beng hunjuk Sian Ie sudah berusia tujuh puluh lebih dan sudah lama mengasihngi diri. Kiam Gim pesan. kcdua m atanya bersinar tajam. akhimya ia turut bersama. ia pikir. ia jadi curiga. Di sebelahnya tetabuhan. kenapa dia rampa s juga benderaThay Kek Kie? Kenapa diapun sampai uji pada Soeheng? Lebih celaka ada si tua bangka Tjiong Hay Peng. baik ia ikut soetee ini. Ia curiga. pelayan-pelayan tak hcnti-hcntinya putari tetamu-tctamu u ntuk melayani. Para hadirin. Habis tiga edaran. dari tak leluasa. Soetee. mereka pakai akal memancing kita da tang ke Liauw-tong! . Pcrjamuan dilanjuti. Demikian. ia masih punya tempo. Kau mesti waspada. Pertemuan dilakukan di gedung musim panas dari Keluarga Soh. Soetee ini malah tertawakan dengan diam-diam pada soehengnya. Selang dua hari sesampainya Kiam Beng di Sin-tek. Ketika itu. baharu ia turut minum . ia awasi dulu ayah dan anak itu. kenapa Sian Ie yang tua datang sendiri ke Sin-tek. karena mereka jerih terhadap kita. Terus terang aku sang sikan Tok-koh It Hang. Terang ia ada seorang yang mengerti boegee. baik kau bawa pedangmu dan piauw. walaupun arak itu dicampuri racun. mereka berangkat ke Sin-tek. tetapi karena ia kuatir untuk saudara itu. Soh Si an le berbangkit. Justeru itu muncul pelayan yang membawa nenampan terisi barang santapan. yang tenggak arak dengan rakus. Kiam Bcng tanya akan hal barang upeti dan Tjic Tiauw hunjuk. dia justeru uji aku berulang-ulang! Aku percaya. campuran obatnya ada bcrbcda. untuk dicicipi saja. di Sin-tek pun ia bisa dengar-dengar kabar. Untuk ini. aku nanti iringi kau. kita tidak berani sembarang t urun tangan. oieh Kiam Gim dan oleh Kiam Bcng juga. Soh Sian Ie ayah dan anak un dang mereka untuk satu pertemuan. katanya. tindakannya tetap. Ia tetap curiga. Ia t etap waspada. baiklah. datang saatnya tambahan barang hidangan. Jawaban ini tidak dapat dipcrcaya. kita scngaja tunggu Djiewie dahulu. ada tidak dikcnal oleh Kiam Bcng. Pelayan ini bcrtubuh besar. ia malah rada mendongkol. ada terdengar nyanyian-nyanyian yang merdu . si begal ada orang Liauw-tong dan barang nya diumpcti di suatu tempat lak jauh dari Sin-tek. akan tctapi cara biki nnya ada istimewa. sesudah mereka hirup arak mereka. kita datang dengan cara hormat. cuma pedangnya t idak dicantel di pinggang hanya disesapkan dalam baju. orang Boan itu undurkan diri dari meja.

yalan lioc-hong-tan. malah sekalian pelayan juga turut. ia hams berhati adem dan tenang. sembari tolak tubuhnya Kiam Beng. ia lompat ke depan. dapatkan semua itu telah ditutup rapa t. Dengan lekas. sembari cabut pedangnya. ia telah mendekati jend ela sebelah rimur. s elagi terkurung ia tidak boleh turuti nafsu amarah. di dalam mangan yang tidak terlalu lebar itu. lalu. maka itu. yang mencoba mcndesak. maka itu. akan tetapi Kiam Gim suda h siap sedia. lama-lama itu berarti menanti kematian. semacam senjata ra hasia istimewa. ia heran dan tidak mengerti sekali atas kejadian itu. hing ga soeheng dan soetee ini tidak terluka. ia tempel tubuh dengan tubuhnya Kiam Be ng. selagi lioe-hong-tan menyala. berbareng dengan itu. hingga ke depan. sebelum orang tahu apa-apa. me nyambar-nyambar apinya! Dua-dua Kiam Beng dan Kiam Gim kaget bukan kepalang. dia mesti paham lwee-kang. Kiam Gim dihadapi oleh seseorang yang bergenggaman golok lancip. Ia ada sangat gusar. Kiam Gim. Itulah sambarannya senjata rah asia. Kiam€€€€Beng€€€turut€€€€teladan* soehengnya itu. ia mengintii di sebelah belakang. Selagi musuh tidak berdaya. discbabkan jumlah mereka yang terlalu banyak dan kursi-meja menjadi rintangan. Syukur ia bertenaga besar kalau tidak. karena berat. Tidak tunggu sampai Iain-lain musuh menyerang pula atau maju. letaknya kalang kabutan. untuk berke lit. ia tangkis semua tiga serangan itu dengan satu sampokan saja. s ambil berseru keras. Karena itu. kalau tidak. ia berbalik jadi sangat gusar. ada yang senjatanya terp enta! dan terlepas. angin menyambar ke arah Kiam Gim. sedang siapa gunai itu. ia kendalikan diri.Si pelayan sudah lantas sampai di depannya Kiam Beng dan Kiam Gim. dengan geraki pedangny a. penyerangan telah dimulai. kedua-duanya sampai dengan berbareng. Jago ini segera egoskan tubuhnya ke kanan. kemudian dengan e njot kedua kakinya. Ia dapat kenyataan. mereka ada kawanan kurcaci dari Rimba Pcrsilatan. meja itu tidak akan terangkat. Ruangan jadi berisik dengan beradunya alat-alat senjata. ia pcrlihatkan ia punya ilmu pcdang Thay Kek Tjap-sha-kiam. teta pi tegurannya sang soeheng membikin ia sadar. atau itu sudah ditumpahkan ke arah kedua soeheng da n soetee ini. hingga musuh roboh seketika itu juga. mereka bisa melihat dan bergcrakdcngan l eluasa. ke kiri dan kanan. oleh karena mereka adalah pelayan-pelayan palsu. Menyusul itu. Begitulah. aniaranya ada yang rubuh. Ia dibacok dari arah pundak terus ke tenggorokan. maka itu. api jadi menyambar ke lain arah. ia terus lompat jumpalitan ke belakang. sesudah itu. bclum nenam pan diturunkan ke atas meja. karcna ia terus waspada. Segera juga. Pihak lawan juga tidak bisa bergerak dengan leluasa. Kiam Gim mundur. Dan berbareng dengan tumpahnya mangkok bahso. peluru itu tak akan meledak dan mcnyala. Kawan-kawan di luar. pada kcpala mercka. ia tidak bolch bertempur lama-lama di ruangan tak lebar dan t ertutup itu. semua orang sudah lantas keluarkan senjatanya masing-masi ng. ia berseru: Orang-orang tidak tahu malu! Aku nant i adu jiwa dengan kau orang! Di pihak tuan rumah. sedang kursi meja pada terbalik. yang telah putar goloknya sejak ia berada di antara s ebuah meja. ia gunai dua-dua tangannya akan terbaliki meja berbaru marm er. hingga semua se njata musuh jadi terpental. yang memandang ke semua pintu. berdua mereka sudah terkurung. untuk membuka jalan. s edang dari sebelah kiri ada menyambar satu Thic-tjio dan dari kanan sebatang ruy ung. di belakang ia ada sebuah kursi. hampir saja ia keserimpat. maka itu. Kiam Gim insyaf. sebaliknya. hal ini jadi ada baiknya j uga bagi sochcng dan soetee itu. untuk membakar pakaian dan kulit dan da ging. hanya weli rang yang bundar-bundar bagaikan peluru. j tangan kanannya menyambar ke tenggorokannya si penyerang gelap d an kaki kanannya mendupak keras. tiba-tiba Kiam Gim serukan soetecnya: Man turut aku! Serbu! Da n ia putar pedangnya. tangannya membetot tubuh soeteenya. dari arah belakang. lioe-hong-tan lantas menyala. Sang kambing hendak nerobos! i . awasl demikian orang berseru. tapi ia ingat. kakinya dari kuningan. Kiam Gim dengan sebat hunus pedangnya Tjeng kong Kiam dan tangan kirinya meraup Kim-tjhie-piauwn ya. Isinya mangkok bukannya bahso ikan. ia serukan: Kenapakau tidak lekas hunus ped angmu! Kiam Beng melongok.

. ia tidak mau menangkis. ia puta r pedangnya akan tolongi saudaranya itu. tanga n kirinya jago ini tidak diam saja. ia bikin musuh-mnsuhnya jcrih. Ia berseru pula. hingga mereka . iapun menyambit dengan piauwnya. sambil sambar toya orang. semua senjata itu mengenai pedangnya dan jatuh ke tanah. Kiam Gim totok orang punya jalan darah Moa-djoan-hiat . yang sedang terancam bahaya maut Teng Kiam Beng telah terlalu percaya Soh Sian Ie. Ia percaya benar. iapun mesti keluarkan banyak tenaga. musuh masih tetap mengurung mereka. Untuk leganya hati. semua musuh mundur sendirinya Soetee. Ia girang sekali men ampak musuh mundur semua. Apa celaka bagi si penyerang. den gan letaki pedang di depannya. ia hanya berkelit. benar arak itu bukannya arak racun. Tapi ia tidak dapat jawaban. Walaupun demikian. kupingnya ter ang. Kecua li musuh-musuh yang di luar. Selang sedikit lama. tetapi ia tidak boleh takut. Sembari bertempur. ada sulit untuk bisa segera membuka jalan. Masih soeheng dan soetee ini belum lolos dari bahaya. Kiam Gim tidak bingung. dari itu. atau musuh-musuh yang menjaga ia. tetap sang soetee tidak sahuti ia. beruntun ada terdengar jeritan-jeritan dari kesakitan. jago Thay Kek Pay itu bikin lawannya ngusruk ke arah ia s ekali. tubuhnya menjerunuk ke depan. ia putar tubuh musuh bagaikan senjata saja! Ia berhasil dengan cara m enangkisnya ini. Dia kirim kemplangan Soat hoa khay teng atau Bunga salju menutup batok kcpala . di antaranya ada juga yang liehay. ia putar pedangnya. apabila ia ambil ketika akan menole h ke belakang. Dalam heranny a. Di mana di belakang ia ada Kiam Beng yang menjaga. Benar sekarang mereka be rada di tempat yang lega. d i luar ada musuh. Kiam Gim telah dobrak jendela dengan kepalan kirinya men yusul mana. Kiam Gim dari jalan keluar. ia bisa pusatkan perhatiannya melulu ke depan. Di s itu ada bersembunyi satu pahlawan. Sudah minum banyak arak. iagcraki pedangnya sccara luar biasa. yang cuma mencicipi saja. akan tetapi. Sekarang mereka ini juga bisa bergerak dengan merdeka. dengan itu. baharu saja kakinya injak tanah. demikian Kiam Gim keluar dari jendela den gan tubuhnya yang bcsar. Sebat luar biasa. Puncaknya kehebatan adalah kctika tubuhnya tctap j adi sempoyongan limbung tidak kcraan! Dalam saat sangat bcrbahaya dari saudaran ya itu. matanya jeli.aga! Berbareng dengan itu. begitu tubuhnya muncul. justeru ia bisa rubuhkan satu musuh di depannya. man ikut aku! Kiam Gim serukan adik seperguruannya. ia cekal tubuhnya. Tidak tempo lagi. ia menjadi lemah. yang ia tajik dengan keras. hingga ia jadi heran. ia segera menoleh ke belakang. Selagi menangkis. ia putar tubuhnya. Jumlah pahlawannya So h Sian Ie ini ada tiga sampai lima puluh orang. terang ada musuh-musuh yang menjad i korban! Bagaikan harimau keluar dari guanya. atas mana. seperti hendak rubuh. dengan gerakan Thian lie san hoa atau Bidadari menyebar bunga . Kiam Gim terus lompat. tidak heran. ia disa mbut dengan bermacam-macam senjata rahasia. sampai tiga kali. mengetahui ada serangan. Dalam keadaan seperti itu. di dalam juga merubul keluar. tetapi tenaga arak itu ada lua r biasa. hingga toya menimpa tempat kosong. guna bela diri. ia jadi kew alahan mclayani banyak musuh. Dugaannya jago Thay Kek Pay ini tidak meleset. lalu se lagi orang menjadi mati kutunya. dari itu. melupakan bahaya. ke kiri dan k anan. Tidak demikian dengan saudaranya. t erus ia angkat. Dengan sikap nekat ini. Celaka! pikir ia. tubuhnya limbung . ia sambar batang lehernya. Ia lompat tinggi dan jauh. Sungguh berbahaya! ia mengeluh sendirinya. ia lihat Kiam Beng tetap ada di belakangnya. Justeru itu. karena ia hajar tempat kosong. pengaruhnya arak bikin ia letih. ia teguk arak dengan tidak b ataskan diri. Bukan main kagetnya! Ia tampak Kiam Beng lagi dikepung musuh. serangan datang dari depan dan belakang. dalam tempo yang le kas. atau tiba-tiba sebatang toya besi menyambar ia dari arah tempat yang gelap. akan gunai tempat yang lowong itu. dengan loncatan Peh rjoa tjoet tong atau Ular putih keluar dari gua . yang kepandaiannya tinggi dan tenaganya besar . Untuk meno long diri. Kiam Gim menyerbu hebat seka li. hin gga ia menghadapi sebuah pohon bcsar. Dengan sebclah tangan masih cckal tubuh musuhnya. ia loncat keluar jendela itu. maka dengan di put amy a pedangnya. Di sini.

ia masih bisa empos semangat dan tenaganya. ia enjot tubuh. untuk dipakai menangkis serangan geiap itu. akan tetapi sekarang. segera ia lemparkan tu buh musuh. tiba-tiba angin menyambar dari sebclah bclakang! Di waktu bcrgulat mati-matian sccara demikian. asal bersama musuh. yang menyambar pakaiannya. hingga Kiam Beng repot melayaninya. tidak apa dia yang binasakannya! Untuk menangkis senjata rahasia. la mcrangsek teras. kupingnya awas. seperti terbang dari luar langit . hingga tubuh musuh di tangannya lantas terbakar. tibatiba ia lihat benda berkelebatan bagaikan ular emas terbang serabutan . senantiasa turun dari atas. akan lompat sampai beberapa kaki tingginya. ketika ujung ruyung sam pai. Selama pertempuran kusut. mereka tak ayal akan gunai itu. Ruyung itu menyambar-nyambar dengan perdengarkan suara angin menderu-deru. tak ada senjata musuh yang datang menyerang! Seiagi Lioe Loo-kauwsoe heran dan mengawasi dengan mata dipentang lebar. Di medan pertempuran itu ada pohon-pohon dengan cabang-cabang yang lebat denga . bagaikan samb arannya ular hidup. hatinya tetap tak jadi keder. sedang musuh-musuh di kiri-kanan pada berseru-seru. hingga tidaklah ia sampai terbinasa seketika juga. biar kawan binasa. tetapi justcru di saat itu. satu musuh yang mencekal golok lompat memburu. untuk turunkan senjata tajamnya itu pada lawan yang sudah tidak berdaya ini! Itu adalah saat dari mati atau hidup. ini ada scrangan di luar dugaannya. karena peluru welira ng tak dapat d i tangkis atau dijaga. tetapi dasar murid sejati dari Thay Kek Boen. hingga ia sangka soeheng itu terkena dibokong. Di sebelah itu. ia mencelat bangun. segera lela tu api menyambar. ia telah jauhkan diri tiga tumbak lebih. Segeralah. sekonyong-konyong musuh bergenggaman ruyung liehay itu perdengarkan tertawa aneh. hatinya Kiam Gim tidak pernah g entar. bintang peno long datang. perutnya kena tersodok. Semua api. iajejak itu dengan sebelah kakinya seraya sebelah kepalannya melayang. malah ia gunai cara penyerangan bcruntun-r untun! Rupanya dia berpendapat. akan dipakai menusuk pula. Walaupun sudah lelah. rubuh di tanah dengan tak dapat bergerak pula! Adalah di saat demikian. ia sendiri segera jatuhkan diri ke tanah. ketika musu h tank ujung ruyungnya. akan lanjuti serangan hebat karena tetap ia hendak tolongi soet eenya. Saya ng bagi ia. pahlawan-pahlawan Istana Boan. Nyatalah itu ada senjata rahasia Hoe-hong tan-tjoe atau peluru welirang yang bis a menyala. Dalam keadaan seperti itu. tidak perduli di tangan law an mereka mem punyai satu kawan. Bcnar sclagi ia mendekati Kiam Beng. A rich. akan t erus bergulingan dengan tipunya Koen tee tong . semangat nya terbangun pula. ia masih bi sa bikin kempes perutnya. di tempat te rbuka. kapan Kiam Beng lihat soehengnya lagi mendesak. iajadi lelah luar biasa cepaL Hatinya tetap besar. atau Berguling di tanah . dia tak perdulikan kawan sendiri. hingga ia tidak terbakar terus. lelatunya menyala makin h ebat. gerakannya lambat sekali. Kiam Beng punya boegee ada lebih rendah setingkat daripada boegee soehengnya.pada mundur. makin ditangkis. Habis itu. tak perduli senjata api. Di antara pahlawan-pahlawan itu yang pa ling liehay adalah satu yang bersenjatakan Tjit-tjiat Lian-hoan Hek-houw-pian. s ayang tenaganya telah berkurang. r uyung tujuh garis. permainan pedangnya tak jadi kalut. tenaganya telah sangat kurang. mclainkan beda dengan lioe-hong tan-tjoe. yang sudah terbakar. tubuhnya maju. musuh tidak bcrani gunai senjatanya itu. Untuk tolong diri. malah lelatu pun nyasar menyambar kepadanya sendiri. ia sudah cukup liehay. asal kedua musuh tak dapat lolos! Atau dia pikir. Hanya syukur bagi ia. tak tempo lagi. kawan itu toh baka l terbinasa. ia baharu menjadi kaget bukan terkira apabila ia tampak lelatu api muncrat serabutan. matanya jeli. han ya tubuhnya terpental dua-tiga tumbak. ia mesti hadapi musuh-musuh yan g liehay. binasa bc rsama-sama. Demikianlah ia putar tubuh seraya majukan t ubuh musuhnya ke depan. ruyungnya menyambar. Kiam Beng lihat ancaman bahaya. Syukur baginya. padam karena bergulingannya itu. hingga ia merasakan sakit bukan kepalang. gerakan pedangnya menjadi ayal sendirinya. me reka kuatir nanti api membakar orang sendiri. melulu dise babkan pengaruh arak keras. berbagai macam senja ta boleh digunai. Sekejab saja . Celakanya bagi Kiam Gim. Pelepas senjata itu kuatirkan Kiam Gim nanti mencapai maksudn ya.

Tok-koh It Hang gunai ketika itu. apakah lukamu parah? ia tanya. In Tiong Kie telah menerjang ke dekat kawannya ini. ia tidak pandang mata. dari itu . Saudara Teng. In Tiong Kie. Kau diam saja. sampai ia punya mata kekuna ngan. kecuali Lioe Kiam Gim. yang membikin orang terkejut. sampai sambaran anginnya terasa d i tempat dua tumbak jaraknya. teristimewa Tok-koh It Hang si G aruda Malaikat Seratus Cakar. ia malah ada di a tasan Lioe Kiam Gim.n daun-daun. penolongnya ini justeru ada orang yang paling ia benci . Sekejab saja. Tidak ampun lagi. atau Pohon tua terbongk ar akarnya . Ia s udah gunai ruyung Kauw-kin Hong-liong-piannya. Empat orang ini bergerak dengan sangat gesit. musuh menjerit kesakitan. . lebih-lebih In Tiong Kie dengan ia punya Teng hong pan kee atau ilmu mengenali ala t senjata dengan mendengar saja sambaran anginnya. lihat! Aku si tua bangka yang antari jiwa atau kau sendiri! demikian ia berseru sambil tertawa berkakakan. hingga keduanya jatuh bergulingan. tapi habis itu. saban senjata menyambar. menyapu dengan hebat. ialah To k-koh It Hang. akan angkat tubuhnya Teng Kiam Beng. tubuh orang itu terangkat na ik. pahlawannya Soh Sian le kena dibikin terpental. di antara seruan ane hnya. karena dalam ilmu entengi tubuh. dari cabang-cabang pohon ada berlompat turun. sedang dengan ia pu nya kim-na-tjioe. sambil perdengarkan tertawa aneh. jangan gunai senjata gelap! Dan bentakan itu keras laksana guntur! Dan segera. Di situ ada tujuh penjahat. hingga sekalipun sekalian pahlawan dan or ang-orang Kang-ouw yang hatinya telengas itu. ia menyamba r dengan ruyungnya. tangan kanannya segera diulur. Tjiong Hay Peng dan Law Boe Wie! Sekejab saja. untuk hampirkan musuh yang hendak turunkan tangan j ahat. kaget jug a. sampai ia kena tubr uk satu kawannya. ia pun sadar. seper ti suaranya burung-burung malam. me reka ini kaget atas ini musuh baru. Sama sekali ia tak berikan kesempatan pada musuh itu. hingga segera mereka kena didesak mundur. melesat melayang bagaikan senjata rahasia. Dalam ilmu ini. Ruyungnya menyambar ke bawah. hingga ia tak tahu. Lu arbiasa sekali. kepalanya pusing. ia menyerang atau menangkis. melulu disebabkan latihan darr ketangguhannya. ia sebutkan itu satu persatu. sampai mereka saling mcngawasi di antara konco sendiri. ia batal membacok Ketua Tha y KekPay itu. yang disusul sama datangnya empat lawan baru itu. ke arah kambratnya dia itu! Kelinci. kau antarkan jiwa? Tok-koh It Hang belum pernah ketemu tandingan. ia tidak kenal takut. bcbcrapa orang atau lebih benan empat orang. kali ini terutama mereka gunai berba gai senjata rahasia. iaini lihat Tok-koh It Hang. ia malah girang sekali nampak cara majunya musuh ini. tangannya sudah mengenai lengan kanan orang atas mana. hingga untuk sesaat. karena tahu-tahu. Ia bergerak seumpama garuda berputar. di atasan musuh. Gerakan tubuhnya ada Kouw sie poan kin . Berbareng dengan itu. sebelah kakinya dimajukan. yang tidak be rgenggaman. mereka m ulai pula dengan mereka pun ya penyerangan. naga melesat. akan di letaki di bebokongnya. tenaganya habis seketi ka! Maka. Tok-koh It Hang berempat tidak gubris datangnya berbagai senjata rahasia itu. yang kesima karena kel iehayannya Tok-koh It Hang. sebelah tangannya menyambar! Tidaklah kecewajago Liauw-tongini dijuluki Pe k-djiauw Sin Eng. dalam dunia K ang-ouw. mcnyusul itu. tubuhnya seperti terputar. Segera kita akan lolo s dari kepungan! Kiam Beng telah terluka hebat. ketika Tok-koh It Hang kibaskan tangannya. sepert i burung-burung menyambar. orang-orangn ya Soh Sian le tercengang. ia tidak segera putus jiwa. lalu terdengar bentakan: Kelinci. pahlawan yang bersenjatakan ruyung Tjit-rjiat Lia n-hoan Hek-houw-pian datang mendesak. Ia berlaku hati-hati. ruwet benar pikirannya akan k enali. hingga kawan-kawannya jadi dapat tahu. Saban-saban ia loncat tinggi. yang gunai tubuh manusia sebagai senjata rahasia. Gerakan tangan itu ada gerakan Siauw thian tje e atau Bintang Cilik. ia papaki musuh. Maka juga. Sudah itu. atau ul ar menyambar. tangan yang liehay. tubuhnya jadi lemas. Musuh inipun terguguh ketika tadi ia dengar suara aneh. dari itu. Ia menuju lan gsung kepada Teng Kiam Beng. dia ada]ah orang pandai nomor satu. Hampir berbareng dengan itu. yang dipakai menyambut empat lawan baru itu. disusul sama seru annya: Tua bangka. Tok-koh It Hang sudah sampai pada musuh. tiba-tiba dari sana tgrdengar beberapa kali suara luar biasa.

maka juga Tjiong Hay Pe ng menyelak seraya berkata: Kau niscaya belum ketahui. Kiam Gim mengamuk dengan pedangnya. Tok-koh It Hang beritahukan muridnya ini seraya ia tuturkan ke napa Kiam Gim pergi ke Sin-tek. Iapun ada punya satu urusan lain dengan gurunya. Syukur itu waktu Tok-koh It Hang belum berangkat ke Liauw-t ong dan In Tiong Kie masih bersama-sama dengannya. walaupun s ebenarnya. karena mereka berjumlah besar sekali. malah ia tanya berulang-ulang sewaktu orang ayal menyahutinya. Maka yang penting untuk ia sekarang adalah berlalu dar i medan pertempuran itu. k au? lalu ia berdiam saja Tok-koh It Hang kerutkan sepasang alisnya . Law Boe Wie kerutkan alis. itulah hebat. saban-saban ia minta korban. Bertempur lama-lama ti dak ada faedahnya. Boe Wie menduga gu ru dan paman gurunya pergi pada Keluarga Tjiong ini. mereka maju terus. ia tidak sctuju yang Kiam Gim turut-urutan Kiam Beng pergi ke Sin-tek . Justeru itu. murid ini ada pun ya urusan apa. sedang bergulat dengan orang-orangnya So h Sian le. Tok-koh It Hang tidak diam saja dengan pedang dan tangan ko songnya. ia hunjuk perlunya orang she Lioe itu mendapat bantuan karena di Sin-tek. perlu mereka lekas angkat kaki dari sarangnya Keluarga Soh itu. Law Boe Wie sampai di Sha-tjap-lak Kee-tjoe. di Istana Raja Boan. Ia ber itahukan halnya kemana Kiam Gim hendak pergi. untuk membantu itu kedua soeheng dan soetee yang terancam bahaya. mereka dapat persetujuan. In Tiong Kie dengan ruyungnya. Kedatangannya rombongan dari Tok-koh It Hang t tu memang sengaja untuk bantu Kia m Gim dan Kiam Beng. ia perlu pergi susul gurunya dahulu. Tok-koh It Hang melainkan bersenyum. Di belakang Tjiong Hay Peng dan Law Boe Wie. akan tetapi ia heran menampak romannya yang kucel. dan mereka datang di saatnya pert empuran hebat berlangsung. Law Boe Wie juga mainkan pedangnya secara he bat. Kiam Gim membuka jalan. Kiam Gim semua tidak pikir untuk melabrak musuh. bahwa mereka hendak pergi ke Sin-tek. berikut Lioe Kiam Gim. ia tidak menyangka gurunya yang kedua Tok-koh It Hang berada di situ. lantas T ok-koh It Hang urut-urut kumisnya dan kata sambil tertawa besan Tentu saja aku su ka pergi!€Kenapa tidak? Kita harus gunai saat baik ini untuk can pengalaman! Aku p un ingin lihat orang-orang gagah yang kesudian jadi kaki-tangannya bangsa Boan m empunyai berapa kepala dan lengan!€Bukan melainkan aku. ia segera dari Tok-koh It Hang. hingga mereka turut ceburkan diri. Bersama-sama In Tiong Kie. Inilah sukar bagi ia.€Kiam Beng telah terluka. ada mengeram banyak orang-orang lichay. mengunjungi Tjiong Hay Peng. akan nerobos ke pepohon an yang lebat. Mendengar ini. kalau sampai nanti datang tentara negeri. akan tetapi iatidak dapat cegah Kiam Gim pergi pada soeteenya itu. mereka ini pun tidak bisa segera pecahkan kepungan atau noblos keluar. Sambil menggendol Kiam Beng. da n Tjiong Hay Peng dengan gaetannya. dia ini ada murid tersayang dari Lioe Kiam Gim? Atas ini. kita sekarang justeru hendak berangkat menyusul i a. dari itu. Hay Peng sibuk. karena ia segera ambi! putusannya itu! Biar bagaimana . Pihak Soh tidak bisa berbuat banyak terhadap empat lawan itu. seperti murid itu sedang berduka. dalam keadaan sulit. Ia segera tanya. Begitulah mereka sudah berangkat ke Sin-tek. Di belakang ia. Lioe Kiam Gim. ia tidak menyebut murfb pada muridnya ini. Walaupun ia sedang lindungi Kiam Beng. Tok-koh It Hang suka pergi atau tidak. Ia mengerti jago Thay Kek Pay ini te lah terluka parah sekali. d ari itu. sampai ia mendekati tembok pekarangan. Tok-koh It Hang girang melihat datangnya ini murid. Oh. Ia insyaf.ia mesti berterima kasih atau bergusar. Mulanya Tjiong Hay Peng tanya. Dan Tok-koh It Hang nyatakan suka pergi begitu lekas ia dengar keterangannya orang she Tjiong itu. akan tetapi. datangnya ada kebetulan sek ali. Tok-koh It Hang pernahkan diri di teng ah-tengah kawan. Semua kawannya. seberlalunya orang she Lioe itu. Hay Peng telah dengar pembicaraannya Kiam Gim dengan orang yang diutus Kiam Bcng. Aku telah ketemu sama gurumu. Demikian ia melainkan bisa bilang. untuk berangkat. In Tiong K . Kiam Gim ngamuk hingga ia berhasil membuka satu jalan. gurunya pasti ada menghadapi ancaman bah aya. untuk membantu. Ia lantas melihat ke sekitarnya. Se lagi ia menanya. juga Saudara In Tiong Kie harus pergi akan lemaskan urat-uratnya! Semua orang tertawa Demikian.

s ebelum ia sempat berdaya. Ia pandang soetee itu. Sunyi senyap di empat penjuru. kemana Kiam Gim semua hendak pergi. suaranya tidak tedas. akan memasuki daerah Pegunungan Yan Sa n di antara Sin-tek dan Peng-tjoan. mukanya sangat pucat. pedangku. mulu tnya tersungging senyuman. Untuk Kiam Beng. tetapi. mereka keluarkan napas lega. Tok-koh It Hang turunkan tubuhnya Kiam Beng. Kawanan budak tak tahu malu! Kaim Gim segera perdengarkan suaranya yang keren. untuk berikan k etika semua pahlawan musuh dapat mencandak. Ia berhenti ber-kata-kata. ia gunai gaetannya itu. menembusi mega. jangan takut sakit hati ini tak akan terbalas! Hanya . mereka putar tubuh. masing-masing mereka lantas perlihatkan keentengan tubuh mereka. supaya dia ini tidak sa mpai demak dengan embun. Ia lihat lukanya Kiam Beng yang hebat. atas mana. tetapi tidak mampu keluarkan itu. mengawas i dengan bcngis pada musuh-musuhnya. la telah buka matanya. Tanpa merasa. akan menangkis serangan sekonyong-konyong itu. ia tak sempat tahan diri. sehingga ia kena tersapu.ia merasakan ini adalah sinar matahari yang terakhir ia dapat pandang. segera ia memberi tanda ra hasia. siapa p unya kepandaian. piauwk u. Batara Surya muncul dari belakang gunung. Kiam Gim mendongkol sekali melihat sikap orang itu. . keluar Kota Sin-tek. Di sini di dalam hutan lebat. Kiam Beng rebah dengan kedua mata separuh tertutup. Ia meman dang kepada semua orang. tetapi mereka bersikap seperti hendak menguntit s aja. Kiam Gim mendekam. D engan beruntun mereka enjot tubuh akan loncat naik lebih jauh ke tembok. Bukan main gesitnya. Kiam Gim tertawa dingin. ia kaget. Me lulu karena andali jumlah banyak. mereka semua lantas kendorkan tindakan mereka. Soetee berkata ia. ia menangis. semua orang menja di terharu sekali. Rombongan ini lantas be rjalan dengan cepat. kau orang berani banyak tingkah! Hayo.ie berlaku tidak kurang gagahnya. Orang-orangnya Keluarga Soh kena dibikin ketinggalan. Soeheng. Kiam Gim bcrdiri tcgak. Aku kuatir inilah yang terakhir aku melihat matahari kata suaranya lemah. hingga mereka bisa diikuti rombongan mereka Sa mpai di sini. akan lihat muka soetee itu terlebih dekat. ia menyapu ke bawah. Dengan perlahan-lahan. yang polos. menyesal aku tidak dengari kata-katamu! . tubu hnya rubuh. Matahari telah keluar! kata ia. kau jangan kuatir . tempo orang sudah datang cuk up dekat. memperlihatkan sinar kuning emas yang lemah. Asal kita sudah keluar dari Gunung Yan San ini. terus mcrcka menyingkir. dengan mendadak ia putar tubuhnya dan menyerang secara hebat Pahlawan yang maju paling muka menjadi kaget. Soeheng! d n iaawasi Lioe Kiam Gim. yang mau percaya se orang licin__ Selagi orang berdiam. tubuhnya terpent al beberapa tumbak. dengan niat menghibur. Kiam Gim ada bagaikan baharu sadar dari mimpinya. mereka sudah berada di sebuah rimba di luar kota. tubuh terbanting. atas mana tubuhnya Kiam Beng direbahkan. menembusi juga pepohonan. Menampak demikian. air m atanya mengembang. jauhnya seratus lie lebih dari Kota Sin-tek . untuk cari tahu. tidak nanti berlaku sungkan lagi terhadap kau orang! Dengan pedangnya Thay-kek-kiam di depan dada. karena kedua kakinya sebatas dengkul kena dibabat kutung! Pahlawan yang kedua sudah lantas sampai. ia bersenjatakan tumbak gaetan. tanpa biiang suatu apa. ia seperti hendak mengucapkan k ata-kata. dari situ lantas mengalir air matanya. Ia membungkuk. Boe Wie angkat kepalanya. Ia memandang ke sekitarnya. Kita nanti obati kau s ampai sembuh. kakinya Kiam Gim sudah serampang ia dengan Soan hong sa uw touw twie atau Tendangan angin puyuh . mendongak ke langit. akan lihat jernihnya cahaya rembulan dan bintan g-bintang. In Tiong K ie dan Tjiong Hay Peng dengan sebat gelar sepotong baju biru dan sepotong mantel kulit kambing. tempo sang fajar sudah datang. Mari kita berangkat! kata ia akhirnya. lantas ia menangis sesenggukan. Beginilah nasibnya satu jago. Lantas pahlawan itu menjerit keras. Kawanan pahlawan itu kena dibikin ciut hatinya. selagi gaetan musuh terpental. buat da ri sini lompat turun keluar pekarangan. cuma lima atau tujuh ora ng yang dapat mengikuti terus. pedangnya dipakai menyampok ke atas. sambi) bersenyum. di dalam gunung. ia masuki pedangnya ke dalam sarung. mari maju kemari! Aku Lioe Kiam Gim.

dengan terputus-putus: Sayang itu jahanam she Soh tidaklah dengan t angan sendiri aku bisa binasakan dia . Aku menyesal yang aku tidak mamp u bekuk mcrcka. Kiam Beng masih sangsikan dia! Coba dalam keadaan biasa. Mcmang€€jarang ada orang gagah seb agai jago she Teng ini. untuk satu kali saja sambangi kuburanku. Law Boe Wie lompat pada paman gurunya. Justeru itu. Sekarang. Aku berterima kasih kepada kau. selagi ia sendiri hendak turut menghibur. Kau minta dia pulang. ia membungkuk. si pahlawan bergenggaman Tjit-tjiat Lian-hoan Hek-h ouw-pian. ia kata. Dan ini musuh sekarang ada salah satu penolongnya. Ah! . sebagaimana dahulu mendiang ayahmu perlakukan kepadaku. Kiam Beng goyangi kepalanya dengan lemah. di situ mereka tidak punyakan obat. Ia mcnjadi lik at scndirinya. hingga karcnanya. Malah satu di ant aranya aku tclah bikin mampus! Sakit hati Soesiok telahterbalas! . € Tjiong Toako. unt uk melanjuti. obat ini pun ti dak mengenai. akan tetapi sekarang.€Tok-ko h It Hang ada punya obat piranti punahkan racun senjata rahasia. Sebenarny a ia hargai Kiam Beng. Tapi sekarang ia lihat. Masih Kiam Gim mencoba. sukalah kau tilik anakku si Hiauw. ia jadi menyesal.r Tok-koh It Hang jadi sangat terharu. ia berpikir untuk mencari balas. korban dari kelic inannya orang Boan she Soh itu. Dua makhluk yang bertop eng itu pasti bukannya murid-murid Heng Ie Pay. Tiba-tiba berkelebatlah hal-ihwalnya . Aku nanti perlakukan si Hiau w seperti anak sendiri. dengan berikan pula soetee itu Tiat-tah-wan. ia jadi dimusuhkan kaum Rimba Persilatan. Umpama kata kau ketemu dia. Kiam Beng manggut. Ia menyesal. . Ia tidak tahu. ia awasi jadi Liauw-tong ini. telah binasa di tangan jago ini. malahan musuhnya. siapa tahu. aku bisa bereskan itu. aku telah berlaku keliru terhadap kau kata ia dengan suaran ya lemah. kecuali dua butir obat Tiat-tah -wan. aku tclah ketahui dua manusia bertopeng itu! kata dia. tolong beri tahukan bahwa ayahnya tidak lagi memaksa dia dalam urusan pernikahannya. ia mesti kenda likan hatinya. Toako. lantas ia menoleh pada Tjiong Hay Peng. sekarang ia ditolong jago Liauw -tong itu. aku juga berlaku kcliru tcrhadap kau kata ia. ia hanya tidak sctujui sepak terjangnya yang sudah bcrsah abat sama Soh Sian Ie dan pembesar-pembesar negeri. Anak si Hiauw itu adalah Teng Hiauw. Kiam Gim manggut Itulah urusan kecil. piranti jatuh dan terpukul. bagaimana ia sudah dipermainkan oleh Soh Sian Ie. kata ia. aku akan menutup mata dengan mata meram . Tok-koh Loo-enghiong. biarlah aku minta kau yang suka tolong aku cari merekaitu . sampai -air matanya mengembang. Kemudian ia berpaling pada Tok -koh It Hang. Loo -enghiortg. yangtelah balaskan sakit hatiku. ia ganggu jago Thay Kek Pay ini dan tcmpur padanya. Sampai itu waktu. Aku harap. aku sudah tak berguna lagi kata ia sambil menangis. Anak ini menghilang pa da lima tahun yang Ialu. dia hanya ada korban dari kejujurannya. puteranya Kiam Beng. selagi aku menghadapi kematian aku bisa bersahabat dengan kau . Lauwtee. Ia malu kalau ingat ia dikalahkan oleh Tok-koh It Hang yang ia layani dengan tangan koso ng.Baju luar dari soetee ini sudah robek. Dia ini pun ada musuhnya dan permusuhan di antara mcrcka masih belum dapat didamaikan. Hay Peng terkejut. ia bcrhcnti sebentar. agaknya ia sangat bersyukur. jangan kau pikirkan sakit hatimu kepada Keluarga Soh itu. selanjutnya aku akan mati mera m . Ia lant as membungkuk. selagi o rang hendak putus jiwa. Kiam Beng ada satu laki-laki sejati. Tok-koh It Hang pun tclah datang menolong karena permintaannya orang she Tjiong ini. di belakang hari. yang nampaknya tidak bisa berbuat banyak. aku puas. Socsiok. sampai ia bentrok sama jago ini. apapula dia adalah ahli waris dari Thay Kek Pay. akan cekal tangannya. Celakanya. Toako.€ Di sini masih ada kita dan saudaramu!* Kiam Beng bersenyum meringis. di perutnya ada tanda biru kecil tetapi itu menandakan bahvva tulang rahang telah patah. Karena ia ditolong Sian Ie. menjadi korbannya Tjit-tjiat Li an-hoan Hek-houw-pian.. pasti ia sudah jadi sangat gusar. karena bentrok sama ayahnya dalam urusan jodohnya. itu ruyung yang liehay.

tidak se harusnya akujadi ahli waris. kau tetap ada murid keponakan yang sah. "Kenapa tidak?" tanya Kiam Beng. ia jadi sabar lagi. sedang ia hidup sebatang kara. Mukanya Kiam Beng lantas jadi lebih pucat pula." kata ia. nampaknya ia rnasygul. ia menjadi heran sekali.. maka itu. keliatan nyata pucatnya mukanya. Kiam Beng bersenyum puas. ia meringis-ringis. Han ya sayang.€Kcadaan kita mirip dengan aku undang ketua-ketua unt uk saksikan penyerahan pimpinan.. Kcmudian. bagus sekali! Sekarang tinggai satu hal untuk tnana aku moho n jawaban kau. iacekal tangannya. maksudku adalah aku ingin kau menjadi ahli w aris dari Thay Kek Pay. yang bijaksana. sekarang aku ser ahkan kedudukanku kepada kau.€Hiantit. ia mengawasi juga pada Kiam Gim. Melihatroman orang itu. sebaliknya." berkata ia. aku hendak berikan kau satu tan ggungan yang berat sekali. Selamajtu. atau juga salah satu murid. Ah. Apa kau bilang? tanya ia. selagi sekarang aku belum hcmbuskan napasku yang penghabisan. aku te ntu bersedia akan melakukannya. Inilah ia tidak pcrnah sangka. ia pentang kedua matanya. meskipun demikian. pucat yang luar biasa. Boe Wie menoleh pada guru itu. perintahlah aku. Buat jadi ahli waris dari Thay Kek Pay. "akan tetap i.. kemudian terdengarlah suaranya. maka itu. Kiam Beng mengawasi. Tentu saja ia be ium tahu halnya malapetaka yang menimpa keluarganya. Apakah itu benar? Pasti.€Lioe Kiam Gim me nghela napas. "Boe Wie. "Apakah itu Soesiok?" tanya ia. suatu tand a ia sedang lawan rasa sakitnya. "Boe Wie. Ia juga tidak Renal satu jua murid-murid atau muridnya s oesiok itu. Soesiok! jawab Boe Wie. ini rasanya tidak tepat. Di antara cahaya matahari. Kiam Gim.. maksudnya menganjurkan pemuda ini teri ma tawaran itu. tidak nanti Thay Kek Pay timbulkan kesulitan dengan kaum Rim ba Persilatan seperti sekarang ini: Seharusnya Soeheng adalah yang mesti jadi ah li waris. coba dulu aku tidak memikir de mikian. kau akan bikin aku meninggal kan dunia dengan mata tak meram! Apakah kau inginkan itu?" Tok-koh it Hang tolak tubuhnya Boe Wie. aku memaksa memimpin kaumku.. Mendengar pcnuturan itu. selagi semangatku bcrkobar-kobar. siapa berani tantangi kau? S elagi ada eurumu di sini dan Tok-koh Loo-enghiong selaku saksi. maukah kau meluluskannya?" Kiam Beng awasi itu keponakan murid.. "urusan yang dua puluh tahun lamanya membenam aku. Boe Wie. atau murid ke pala.. kau telah dapat bikin terang! Jadi kau telah bereskan itu binatang yang palsukan He ng Ie Pay. Jikalau kau tolak." Kata ia. tapi ia segera berlutut di depannya itu paman guru. jadi terkejut. ia telah bekuk Bong Eng Tjin. aku dengan kau sebenarnya rada asing. sekarang tidak nanti aku kejeblos ke dalam tipu-dayanya Keluarga Soh.. Pelajaranmu ada le bih tinggi daripada semua muridku. hatinya Boe Wie toh goncang. kau terimalah!" Boe Wie jadi serba salah.Kiam Beng dcngar itu. yang terus saja tuturkan bagaimana di rumah guruny a di Kim Kee Tjoen. . asal yang aku sanggup.' hatinya Boe W ie memukul keras. Selagi menghadapi kecelaka annya sang soetee. karena kau ada murid kepalanya. yang katanya ada banyak Mana bisa ia mendadakan jadi toa-soeheng?€Maka ia goyang kepala. dengan perlahan. Itulah kejadian di masa aku muda. Coba Soeheng yang jad i tjiang-boen-djin. masing Iuntang-lantung? Malah ia ma sih akan luntang-lantung terus? Umumnya. aku tcrima. ini lah tugas berat.. ahli waris atau fjiang-bocn-djin mesti ada anaksendiri. Kiam Beng bers . iapun [tidak sempat menanyakan penjelasan pada muridnya itu.. permintaannya Kiam B eng ini ada luar biasa. rupanya ia tcrhib ur.. "Soesiok.. Ak u tidak sanggup balas budimu itu. "H iantit. malah kau pun sudah balaskan sakit hatiku." Walaupun ia mengucap demikian. yang kemudjan ia binasakan." demikian katanya." Boe Wie tcrpcranjat. "Oleh karena Soesiok menitahkan." katanya. yang tak lancar: . tapi sekarang. baiklah. aku juga telah tidak pegang pimpinan sempurna. ia ragu-ragu.€€€yang bergenggaman Poan-koan-pit bisa llolos selagi aku lawan a.. "Aku sendiri.€€€yang€€€satunya. Hiantit. "Tetapi socsiokmu ada bermaksud baik. Malah ia bisa bersenyum.

"Sudah. Setelah pasang bongpay itu. beriutut di depannya. mereka menubruk. Semua-semua adalah kepandaianku yang tidak ada art inya.. Tok-koh It Hang. Malah beruntung kau datang.. ia towel Kiam Gim.. kakinya berkelejat. akan membantu gali lobang. "Soehoe. dimasuki. entah bagaimana hebat kejadian! Muridku yang baik... kemudian ia menghela napas." kata ia pada muridnya itu. Bong Tiap ada putcri s . Semua orang menjadi kaget. Lantas ia pandang Tjiong Hay Peng." Hatinya Kiam Gim tergetar.. ia lantas kata pada muridnya: "Boe Wie.. dengan ber nafsu.. "coba sekarang kau tuturkan itu lebih jelas. sekarang ia jadi lesu dengan tib a-tiba. "tetapi. air matanya keluar menetes bagaikan hujan. Kiam Gim mengawasi sambil tunduk. akhirnya. "Bong Tiap dan Ham Eng turut teetjoe mencari Soehoe. "Tidak seharusnya aku izinkan soemoay dan soetee ikut aku melakukan satu perjalanan jauh. nasib yangmalang. ahli waris dari Thay Kek Boen". aku harap kau suka maafkan aku.. Tolong kau bantu pada Boe Wie. lalu tubuhnya Kiam Gim digotong. yang telah datang terlambat. "Apakah dia turut Soeniomu ke Shoasay?" Kembali tampang mukanya Boe Wie berubah. di dalam lobang. Tjiong Hay Peng dan Law Boe Wie juga lantas gunakan senjatany a masing-masing._** Wart a ini ada terlebih hebat dari halnya Lauw In Giok. Tidakkah isterinya telah jadi seorang tapadakpa? "Sungguh busuk musuh itu!" kata ia dengan sengit seraya ia berbangkit Tapi ia ada seorang dengan pengalaman. jangan bersedih pula.. habis itu.enyum. karena hatinya memukul. dengan puas. dengan akalnya yang keji-busuk ! Boe Wie turut permintaan gurunya itu. kejadian itu tidak ada sangkutannya dengan kau. di rebahkan. ia duduk numprah di depan kuburan. iajadi ingat kata-katanya sang murid ta di. aa tidak berkuatir. aku telah rubuh! Satu kali kita masuk ke dalam K awasan Hoopak. Akhir-akhirnya Tok-koh It Hang angkat kepalanya.. cahaya matahari terus mencorong. Ia duduk sekian lama.€Itu ada kejadian yang hebatsekal i.. tubuhnya Kiam Beng rebah di tanah. tapi napasnya soetee itu sudah tidak ada." Kiam Gim angkat kepalanya. Bagaima na dengan Soebomu? Mustahil dia tidak adadirumah?" Pikirannya Kiam Gim mulai jadi terang. Dalam kesunyian. "Tadi kau omong tentang pertempuran di waktu malam di dalam rimba pohon lioe.Habis. Ia lantas hunus pedangnya. Sampai sekian lama. la tidak tahu. bagaimana dengan soemoaymu Bong Tiap?" ia tambahkan. Saudara Lioe. tak dapat ditahan lagi. scsudah itu Kiam Gim cari sepoton g batu untuk dengan pedangnya ukir huruf-huruf yang berbunyi: "Kuburannya Teng K iam Beng. tubuhnya bergemetar. ampunkan muridmu. air matanya meng embang. Ia dapat firasat jelek. kalau tidak. hatinya memukul. semua or ang berdiam. "Marilah kita kubur soet eemu. Lauw In Giok. aku sangat berterima kasih pa da kau! . Kiam Gim mengawasi. ia lantas berikan penuturannya yang jela s. Tjiong Toako. menempuh bahaya di dunia Ka ng-ouw. lantas suaranya berhenti.. aku tidak sa nggup lindungi socmoay.. memandang Boe Wie. akan kata: "Aku telah perlakukan keliru kepada kau. la baharu hendak tanya murid itu atau Boe Wie sudah jatuhkan diri.. Demikian nasibnya satu jago. Mereka tidak ambil banyak tempo.." Kiam Beng coba kumpulkan tenaganya. 'Thay Kek Pay dari keluargaku. Kaum Teng.. ia menghela napas.. tampangnya jadi terlebih pucat.." ia kata. akan keluarkari kata-katanya i tu. kita telah berpencaran !. untuk bikin tempat jadi bersih." bcrkata dia. ada ahli warisnya!" katanya.. ia tambahkan: "Semua-se mua adalah salah teetjoe. dengan roman pucat. musuh datang dalam jumlah yang besar. Kalau t adi ia nampak gagah bagaikan naga atau harimau. buat terus diuruki. tiba-tiba ia ang kat kepalanya.. tetapi. sedang Kiam Gim raba dadanya. sedang In Tiong Kie babat rumput di sekitar itu." sahut ia dengan terpaksa ." Murid ini mandi keringat pada mukanya. Ia percaya benar kepandaian isterinya. Kedua biji matanya pun lenyap sinamya. di sana kita kena terjebak musuh. buat dipakai menggali tanah. Soehoe. mulutnya perdengarkan suara serak dan tidak nyata.

tetap dua saudara itu tidak dapat cand ak padanya. atau tentang bedanya berbagai kaum persilatan. ia antap saja. Rupanya dua saudara itu pikir. "Biarkan Boe Wie cerita lebih jela s. Tok-koh It Hang dan In Tiong Kie maju. mereka sudah lihat tembo k kota. Aku telah pukul mundur yang satu. H am Eng tunjuk sana dan tunjuk sini. Kedua soetee dan soemoay itu adalah or ang-orang bam. di mana ada buk . Mereka juga merupakan satu rombongan yang menarik hati. ia dapatkan mereka bukan sedang kaburka n kuda mereka. Ham Eng ada muda dan cakap. ia tidak j erihkan "angin besar dan gelombang hebat". Ia masih anggap sang s oemoay sebagi bocah." ia b erkata. Tidak beda banyak adalah Ham Eng.. ia tendang sebuah batu besar di dcpannya. akan pegang jago Thay Kek Pay ini. hanya bocah yang sudah matang. atau dari depan. "Sekalipun Soehoe persalahkan aku. hari mi bisa diangga p sudah dilewatkan. hanya mereka sedang pasang omong dengan asyik. agaknya ia jadi tenang pula." ia kata.atu-satunya. hayo ka u bercerita. tidak apa. "Permusuhan apa ada di antara aku dan musub-musuh itu hingga mereka jadi demik ian jahat?" ia berseru. "Memangnya aku tak punya guna. Kau Iihat. Ketika kemudian ia nienoleh. d atang lagi rombongan lain.. Begitulah mereka jalan sampai sang maghrib datang. hingga me reka mesti menunda perjalanan. "Kau sabar. Ia ber laku sangat hati-hati di sepanjang jalan. Ia ingin b uru tempo." pikir Boe Wie. yang sering-sering mereka larika n keras. aku tidak salahkan kau. akan kasih bangun pada Boe Wie. "Man kita larikan keras kuda kita!" kata Boe Wie pada dua kawannya. Boe Wie. Boe Wie tidak tega untuk mendesak. itu hari mereka te tap bakal sampai di Boe-ip. ada s aja yang Bong Tiap tanyakan soehengnya. tentang kejadiankejadian dalam dunia Kang-ouw. Ketika perjalanan dilanjuti. Ia memang ada satu penunggang kudajempolan. di mana ada rumah orang. Ham Eng agaknya kurang puas. terlambat sedikit. untuk nienunggui dua saudara sepe rguruan itu dapat susul padanya. Lioe Loo-enghiong. rupanya ia sedang berda ya membikin Bong Tiap gembira..." Beginilah ceritanya Boe Wie: Ham Eng dan Bong Tiap. mereka hendak menuju ke Kota Boc-ip. Boe Wie jadi tidak cnak sendirinya. hingga sudah terjadi peristiwa hebat ini. karena ini. Di atas kudanya. baharu Boe Wie berpikir demikian. pada jago she Lioe itu. berapa ada jumJahnya musuh. Soehoe niscay a tidak ketahui. Boe Wie jadi sibuk. aku terima dengan baik. Mereka menunggang kuda. tangannya digerak-geraki. mendekati maghrib." berkata mereka. Bukankah kau dan aku juga pern ah ngalami angin hebat dan gelombang da hsyat? Bukankah kita pun masih bisa hidup sampai sekarang? Nan. itu waktu. Di sepanjang jalan.. "kau dengarkan muridmu cerita le bih jauh. mukanya mcnjadi pucat dcngan tib a-tiba. lakukan perjalanannya ke Utara. "Asal sudah sampai di luar kota. Lari belum lama. Boe Wie ada bertubuh bes ar dan romannya garang. kau ceritalah!" kata ia. mustahil dia ta k dapat lolos dari mulut harimau? Ada baiknya jikalau anak-anak muda mendapat pe ngalaman. Apa mau. perihal pengalamannya. baharu saja mereka keluardari daerah Shoatang. Mereka belum keluardari daerah Shoatang. m ereka masih belum sampai di kota yang dituju itu. seraya pegang tangan m uridnya. Tjiong Hay Peng pun maju. Bong Tiap ada satu anak yang tak kenal takut. Ia kaburkan kudanya. maka kemudian terpaksa ia perlahankan kudanya.. sampai batu pecah-pecah dan tc rpcntal! Kumisnya pun bangkit berdiri. di sebelah mereka. Bukankah biasa saja di kalanga n Kang-ouw tcrbit angin dan gelombang?€Puterimu bukan gadis biasa. kau bikin muridmu ini kaget. "Anak. bersama Boe Wie. Apa mau. maka itu. Hoo-pak. Siapa tahu. "Sabar. lantas ada orang yang telah pa sang mata terhadap mereka! Pada itu hari kcjadian. Kiam Gim rasakan hatinya tertusuk. Se tiap soemoay itu gerecoki Boe Wie. Melihat keadaan itu. gurumu tidak nanti pcrsalahkankau!" Kiam Gim berdiam. Bong Tiap ada muda dan cantik. ia sudah bikin soemoay dan soeteenya ketinggalah jauh di belakang. Boe Wie menangis. dari kejauhan. mereka diganggu hujan. Apa mau.

it, lantas terdengar suara berisik, dari larinya beberapa ekor kuda, yang mana d isusul sama sambarannya beberapa batang anak panah, yang mengaung di tengah udar a. Dengan hati berpikir, karena berkuatir, Boe Wie hunus pedangnya la tahan kudan ya.€€Segera juga datang satu pcnunggang, yang disusul olch tiga kawannya. Mereka ini bersikap demikian rupa, hingga Boe Wie dibikin terpisah dari Bong Trap dan Ham Eng. Boe Wie mengerti bahaya. La keprak kudanya, buatdikasih lompat, akan hampirkan soemoay dan soeteenya. Kudanya itu bisa lompat tinggi dan jauh. Apa mau, senjat a rahasia datang menyerang. Dengan pedangnya, ia menangkis. Satu serangan dapai dihalau. ia bisa beia dirinya sendiri, apa celaka, kudanya tidak! Dengan satu je ritan, kuda itu ngusruk ke depan, kedua kakinya tertekuk, sampai Boe Wie turut n gusruk juga. akan tetapi ia bisa barengi lompat turun, hingga ia tidak sampai tu rut runtuh. Baharu Boe Wie injak tanah, atau serangan sudah datang kepadanya. Sambaran gol ok ada hebat sekali. Cepat ia herbal ik, sambil menangkis. "Trangi" kedua senjat a beradu keras, sampai lelatu api muncrat. Bentrokan itu membikin Boe Sie ketahui, musuh ada bertenaga besar. Dalam reman g-remang, ia awasi lawan itu, seorang dengan usia lima puluh lebih, mukanya mera h, kumisnya semu merah tua, tangannya menceka! sepasang Poan-koan-pit yang panja ngnyatiga kaki lebih. Qr-ang itu berdiri dengan gagah, dengan jumawa, sepasang s enjatanya seperti pit itu, dia rangkapkan. Itulah sikap dedek "Beng houw hok kian" atau "Harimau nongkrong di peiatok". Dengan hati berpikir, Boe Wie juga siapkan pedang Gin-lan-kiamnya, ia gunai si kap "Kie boh liauw thian" atau "Angkat obor menyuluhi langit". Ia bersiaga untuk segera menyerang, karena ia tidak mau mencrjang terlcbi h dahulu. Kemudian ia p erdengarkan suara mengejek: "Aku kira orang ternama si apa, tidak tahunya segala budak Boan - pahlawan terbesar Ouw It Gok! Maaf, maafkan aku, yang bcrlaku kura ng hormat! Kcpandaian kau orang, aku sudah ketahui! Kau orang, kawanan budak, cu ma pandai kepung orang dengan beramai-ramai!€Sungguh kau orang membikin malu saja pada kaum Rimba Persilatan!" Law Boe Wie tidak kenal Ouw It Gok, tetapi ia kenali orang punya sepasang Poan -koan-pitnya itu, scdang dari sakunya Bong Eng Tjin, ia pemah dapatkan sepucuk s uratnya It Gok, dari itu, iasengaja mendahului menyebut namanya. Untuk sesaat, nampaknya musuh ini kaget, tetapi lekas juga, ia tertawa bcrkaka kan. "Benar aku Ouw It Gok, habis kau hendak apa?" kata ia secara menantang. "Denga n sepasang senjataku ini, aku nanti layani pedangmu yang panjang! Jikalau kau me mpunyai kepandaian, hayo kau maju!" It Gok menantang seraya ia terus€€geraki kaki dan tangannya, bukannya ja siap untu k sambut serangan, tiba-tiba ia mendahului lompat menerjang. Dengan Poan-koan-pi tnya, yang terbuat dari baja pilihan, ia coba ketok pedang orang. Ia mau bersika p keras. Boe Wie tidak pikir untuk adu senjata dengan senjata, ia tarik pedangnya ke ba wah, dari situ ia memutar tangannya, sambil maju, ia menusuk ke arah muka musuh. "Bagus!" berseni Ouw It Gok, yang geser kaki kiri keluar, untuk kelit tubuh, t api setelah itu, dengan "Koay bong hoan sin", atau "Ular naga siluman jumpalitan ", ia maju dari kanan ke kiri, dengan memutar tubuh, sepasang genggaman nya meny erang dengan tipu pukulan "In Hong sam hian", atau "Naga awan muncul tiga kali". Ouw It Gok ini ada kawannya Bong Eng Tjin, dialah yang turut memancing Teng Ki am Beng dengan pakai topengnya. Kepandaiannya memang ada di atas kepandaiannya k awannya itu. Ketika Bong Eng Tjin tertawan, Ong Tjay Wat yang bisa loloskan diri bersamasisa kawannya, lari pulang untuk bawa kabar celaka Mendapat tahu Bong En g Tjin, soeteenya telah terbinasa,'0uw It Gok jadi sangat gusar, maka tidak temp o lagi, ia ajak kawan untuk menyusul, akan cari Law Boe Wie, guna menuntut balas . Sekarang ini, berkat latihan keras, Ouw It Gok ada jauh lebih liehay daripada waktu ia permainkan Teng Kiam Beng, maka itu, dengan hebat ia bisa desak Boe Wie . Ia nyata pandai ilmu menotok jalan darah, karena ujungnya Poan-koan-pit dipaka

i mencari Sha-tjap-Iak-too To-hiat, ialah tiga puluh enam jalan darah! Law Boe Wie tertawa terbahak-bahak kapan ia sudah saksikan cara berkelahi musu h. Sama sekali ia tidak menjadi jerih. Ia lantas melayam dengan gunakan tipu-tip u dari Thay Kek Tjap-sha-kiam, yang ia campur dengan Tok-koh It Hang punya, "Hoe i Eng Keng-soan-kiam".€Ia maju dan mundur dengan gesit, ia tak hendak bentur senja ta musuh, tapi ia pun balas menyerang. Dengan caranya ini, ia bikin It Gok kewal ahan mencoba melukai padanya. Pertempuran ini ada seru, sebab mereka ada satu tandingan. Bicara kepandaian B oe Wie ada terlebih liehay, tapi bicara tenaga, ia kalah setingkat. Boe Wie pun pikirkan soetee dan soemoaynya yang orang telah kurung, yang telah dipisahkan da rinya. Setelah tiga kawannya It Gok itu. kemudian datang pula Iain rombongan, kira-ki ra dua puluh jiwa, bersama yang tiga, mereka ini kepung Bong Tiap dan Ham Eng. M ereka tidak punyakan kepandaian berarti, terhadap itu dua saudara, ia orang suka rberbuat banyak. Hanya, kendari begitu, Boe Wie tetapsibuk. Beberapa kali ia men coba meninggalkan It Gok. saban-saban musuh licin ini rintangi ia. Beberapa waktu telah lewat, tiba-tiba Boe Wic menjadi bingung. Ketika ia gunakan kesempatan, akan lihat dua saudarany a, dua saudara itu sudah tidak ada di tempat pertempuran tadi, mcrcka irii pinda h bcrsama sekalian musuh-musuhnya. Segera juga terdengar suara berisik dari mere ka itu, tidak lagi tcrtampak orangnya. Bukan main gusarnya Boe Wie, lantas ia desak It Gok. Sekali ini ia gunakan pwc e-pwee lak-tjap-sie-tjbioe dari Keng-soan-kiam, enam puluh empat jurus pcdang da ri Tok-koh It Hang, sedans tangan kirinya, mengimbangi pedang, mencari jalan dar ahnya musuh itu, tangan kirinya ini ada terlebih liehay daripada Poan-koan-pit d ari Ouw It Gok. Oleh karena terburu nafsu, Boe Wie sampai alpa menjaga dirinya rapat-rapat. Ia majukan kaki kiri, tubuhnya ikuf, tangan kanannya, dengan pedangnya, membabat l engan kanan dari musuh. Ouw It Gok girang sekali melihat ini macam serangan. Ia segera lompat ke sampi ng kiri lawannya, dari situ ia mendak sedikit, akan menyapu. Boe Wie telah serang tempat kosong, ia iihat datangnya serangan, ia berlompat, sampai tingginya satu tumbak lebih. Lompatan ini bisa singkirkan tubuh dari sen jata musuh. Tapi It Gok berlaku sebat, akan menyabet naik ke atasi Dalam keadaan seperti itu, Boe Wie jadi seperti bcrada di tengah udara. inilah salah satu gerakan "Tjeng kang toe tjiong soet" atau "lompatan entengi tubuh" d ari Tok-koh It Hang, yang ambil itu dengan meneladan sikapnya garuda menyambar. Ilmu ini Boe Wie bisa jalankan dengan baik, walaupun bclum sempurna bctul. Ia kelit dar i Poan-koan-pit kiri, ia jejak Poan-koan-pit kanan, berbareng dengan itu, tangan nya yang kiri dengan "Yoe Hong tarn djiauw", atau "Naga mengulur kuku", menyamba r ke lengan kiri. Tubuhnya rada mendatar. Ouw It Gok kaget bukan main. Syukur dia bukannya satu ahli silat biasa saja. L ekas-lekas ia jengkang tubuhnya, kaki kanannya mendahului ditekuk ke€€belakang,€€sembari terlentang, sebelah kakinya dipakai menendang ke atas, kepada tubuhnya musuh. D engan cara ini, ia sudah selamatkan lengan kirinya. Tapi Boe Wie tidak sudah saja karena serangan "Yoe Hong tarn djiauw"nya tidak memberikan hasil, ia sudah lantas susu 1 itu dengan "Tcng san kan goat", atau "M endaki bukit mengejar rembulan". Satu kali ini, tangan kirinya yang liehay telah bentur pundak orang, atas mana, It Gok rasakan anggota tubuhnya itu jadi san ga t panas, hingga ia tcrpaksa gulingkan tubuh, dengan "Koan long ta koen", atau "S erigala berguling-guling", sampai jauhnya beberapa tumbak, kemudian dengan gesit ia melompat berdiri, akan terus lompat lebih jauh, untuk lari ke dalam lebatnya pohon gandum di tepian. Law Boe Wie tertawa dingin, ia tidak kejar musuh itu, ia ham/a lompat ke dalam rimba, guna cari kedua saudaranya seperguruan. Di antara suaranya yang berisik, beberapa penjahat sambut musuh ini dengan ser angan berbagai senjata rahasia. Boe Wie gunakan pedangnya, tangannya, akan punah kan sesuatu serangan, atau ia bcrkclit, dengan begitu, tidak ada satu senjata ra hasia yang mengeriai tubuhnya. Ketika ia berhasil nerobos ke dalam rimba, di sit

u cuma ada enam atau tujuh penjahat, Bong Tiap dan Ham Eng entah kemana. Lain-la innya penjahat pun tidak ketahuan kemana perginya. Selagi Boe Wie melihat keliliingan. tujuh penjahat itu maju mendesak. Mereka i ni tidak lihat gelagat. Boe Wie sambut mereka dengan tangan kirinya yang diayun. Tangan kiri ini telah tanggapi beberapa piauw dan panah tangan, sekarang semua senjata itu dibayar pulang! Sambil menjerit, tiga penjahat kelihatan rubuh. Boe Wie menyerang sambil maju, akan sekarang gunakan pedangnya. Lekas sekali, ia rubuhkan dua musuh, atas mana, dua musuh yang lainnya lantas lari ke dalam te mpat yang lebat dan gelap. Maka di€€€lain€€€saat,€€medan pertempuran itu jadi sunyi, kecuali suara desirannya sang a Sia-sia saja Boe Wie mencari ke sana-sini. Ia lintasi sebuah bukit, ia sampai di deparfnya sebuah selat, yang dalamnya kira-kira dua puluh tumbak, yang penuh dengan batu dan bala dengan oyotrotan.€Kelihatannya seperti bekas ada orang jatuh bergulingan di oyot rotan itu. Maka, melihat demikian, ia menjadi kaget. Tidak tempo lagi, ia terjun ke bawah, turun ke selat itu, untuk cari dua saudara seper guruannya. Selat ada gelap, sukar akan melihat apa-apa, maka Boe Wie ambil dua potong bat u, ia benturkan itu satu dengan lain dengan keras sekali, sampai muncratlah Icla tu api. Ia segera nyalakan api itu pada rumput kering di dalam selat itu, ia mem buat segumpal rumput, buat dijadikan obor, setelah padamkan api yang melulahan, iagunai obornya itu untuk menyuluhi. Tanda-tanda darah, yang bercerecetan, ada tertampak, akan tetapi tubuh, atau m ayat orang, tidak. Hal ini bikin Boe Wie kaget dan berkuatir. Siapa itu yang ter luka? Orang jahat? Bong Tiap atau Ham Eng? Kalau.benar dua saudara itu yang terl uka, itulah hebat, jangan-jangan mereka sudah terbinasa.... Tercengang Boe Wie memikirkan itu Tapi ia lantas mencari terus, di sekitar sit u. Ia tidak pedulikan malam ada gelap, angin ada keras. Boleh dibilang seantero malam ia gelcdah daerah itu, tetap ia tidak mernperoleh hasil. Ia bingung bukan main. Ia pun tahu, ia tidak bisa berdiam terialu lama di situ. Akhimya, ia ambil putusan. Iaiah di itu malam juga, ia menuju ke Djiat-hoo, akan susul gurunya. S yukur ia ketemu Hay Peng bertiga dan bersama mereka itu, ia akhimya dapat cari g uru dan soesioknya, malah bisa tolong mereka loioskan diri dari kepungan. Demikian ada ceritanya murid ini, yang bikin Kiam Gim bcrdiri diam, mukanya pu cat sekali, suatu tanda ia lagi bcrpikir dengan keras. Kabar-kabar hebat toh dat ang beruntun-runtun. Sudan istcrinya jadi orang bercacat. sekarang puterinya len yap! Sehabis centa, Boc Wie berdiam, mukanya pun pucat dan lesu sekali. In Tiong Kie dan dua kawannya lantas hiburkan Kiam Gim. "Aku percaya Bong Tiap dan Ham Eng loios dari bahaya," demikian antaranya In T iong Kie. "Mereka toh bukannya orang-orang lemah dan bodoh. Tentu mereka loios d i antara tegalan pegunungan itu hingga karenanya mereka jadi berpencar dengan so eheng mereka." Lama Kiam Gim berdiam. Akhir-akhimya iaangkat kepalanya Dengan perlahan-lahan, ia usap-usap pundaknya Boe Wie. "Inilah bukan kesalahan kau," kata ia, dengan sabar sekali, suaranya pun perla han. "Kau tak usah terialu pikirkan mereka. Biarlah anak-anak itu mengandal pada mereka punya peruntungan . Umpama kata mereka bcruntung bisa loios, di belakang had kita akan dapat cari mereka...." Bcnar baharu Kiam Gim habis berkata begitu, Tok-koh It Hang terkejut dengan ti ba-tiba, hingga air mukanya berubah, lekas-lckas ia mendekam di tanah, akan pasa ng kupingnya. Ia terus mcndengari, selagi kawan-kawannya merasa heran, semua awa si ia. Scbcntar saja, Pek-djiauw Sin Eng sudah lantas lompat bangun. "Kawanan anjing datang untuk gelcdah bukit!" kata ia, dengan suara dari kemend ongkolan. Pada masa mudanya, Tok-koh It Hang ada satu hiap-too, penjahat budiman, ia pan dai mendekam di tanah, akan pasang kuping, hingga, kalau ada barisan serdadu, ia bisa duga-duga jumlahnya. Dan sekarang ia merasa pasti, yang datang itu ada pas ukan terdiri dari lima atau cnam ratus jivva. Hal ini ia beritahukan pada kawan-

dia lamas memburu." pikir ia kcmudian. Bong Tiap girang dengan kesudahannya ini. Boe Wie adalah yang diberikan tugas. Selagi melayani musuh-musuhnya. Untuk cari Bong Tiap dan Ham Eng. bacokannya turun terus ke arah pundak. mereka ini bukannya la wan-lawan yang lemah. Ketika ini digunakan oleh Bong Tiap. ia ingin cari puterinya. Yang kedua menggunai sebatang golok besar dan ber at hingga Bong Tiap tidak berani benturkan genggamannya dengan senjatanya kedua musuh itu.kawannya. diikuti oleh kawan-kawannya. dari itu ia dapat tahu sang toasoeheng lagi dis erang hebat oleh satu musuh yang bersenjatakan Poan-koan-pit. beberapa musuh perdengarkan jeritan. akan tengok isterinya. Sembari lari. Bong Tiap geser pedangnya ke tangan kiri. selagi bacokan menge nai tempat kosong. "Aku mesri tobloskan mereka ini. kalah ada ruginya. tangan kanannya merogo h sakunya. tetapi justeru ia kegirangan." Boe Wie terima baik perkataannya iru guru. hingga ia kertak g igi. bagaikan cecapung menyambar air." ia tambahkan pada Boe Wie. Musuh telah bikin ia terpi sah dari toasoehengnya Law Boe Wie. Baharu nona ini memikir demikian atau lawannya yang memegang golok membacok ia dengan hebat dengan "lay san ap teng" atau "Gunung Tay San menindih batok kepal a". m alah ia masih bisa berpikir. "Dan kau. tetapi Kiam Gim dan Boe Wie berdiam. Urusan menjadi ahli waris Thay Kek Pay sep erti keinginan soesiokmu itu kita boleh tunda dahulu. di samping itu. muridku. tidak ada bergantung urusan Bong Tiap dapat dicari atau tidak. menang tidak ada untungnya. hingga dia keluarkan seruan. kemudian seraya putar tub uh dengan tiba-tiba. temponya tak kc tcntuan. Ia cepat bcrkelit kc samping. Yang pertama ada urusan perseorangan. tangan kanannya itu diayun ke arah musuh-musuhnya. hingga senjata ini bisa dipakai menikam berbareng menggaet Ini ada suatu senjata langka. maka itu. yang tidak Sudi sudah dengan begitu saja. Bong Tiap masih dapat ketika akan melirik kepa da kedua saudara seperguruannya. gerakannya sangat sebat. berbareng mana. pihak . memang keselamatan soemoaynya adala h yang ia paling pikirkan. makin lama ia berkisar makin jau h dari kedua saudaranya itu masing-masing. tubuh mereka rubuh saling susul. yang ujungny a lancip dan bengkok. ia tidak jerih. Salah satu muridnya Ouw It Gok menggunai tumbak Siauw-tjoe-rjhio. kali ini ia mesti layani musuh secara hati-hati aga r tidak sampai terjadi kealpaan pada dirinya. ia berlompat melewati kepala musuh. Maka itu mereka a mbil putusan buat menyingkir saja Tjiong Hay Peng lalu nyatakan ia suka ikut Tok-kph It Hang dan In Tiong Kie pe rgi ke Liauw-tong. Pertempuran sore itu ada hebat bagi Lioe Bong Tiap. Tok-koh It Hang semua bisa mengerti kesangsiannya jago Thay Kek Pay ini. Kesudahannya diputuskan buat Kiam Gim bcrangkat dnl u ke Shoasay. yang ada gusar sekali. Ia mcn jadi sibuk sendirinya kapan ia dapat kenyataan. In Tiong Kie dan Lioe Kiam Gim tidak setuju. bahwa bua t itu. yang di masa kecilnya i a suka ajak memain. akan ambil beberapa potong Kim-tjhie-piauw. maka itu mereka lantas berunding. Ia sangat sayang soemoay itu. yang kedua. Buat apa layani segala serdadu. ia barengi membabat lengan orang. Kiam G im ingin jtengok isterinya. untuk jauhkan diri. "Mari kitalabrak mereka!" berseru Tjiong Hay Peng. Setelah ada keputusan Kiam Gim berikan perkataannya kepada Tok-koh It Hang bah wa dia tidak bakal langgar janji mengenai cita-citanya membela negara. untuk berloncat tinggi. di antaranya dua ada mund-muridnya Ouw It Gok. dia 'tank pulan g tangannya. Melainkan sang lawan. ia sudah ja nji pada Tok-koh It Hang untuk sambangi Tjoe Hong Teng di Shoatang. tetapi pertempuran malam di rumahnya membikin hatinya tambah mantap. sebab untuk cari Bong Tiap. Menyusul ini. hingga saudara ini tidak punya kesempatan lain kecuali melayani musuh itu dengan sungguh-sungguh. Tok-koh It Hang. Ia sebenarnya tidak punya pengalaman. Syukur yang lainnya ada tidak berarti. mereka bersangsi. Ia menjadi sengit. Law an itu kaget. Penyerang-penyerangnya putcn dari Lioe Loo-kauwsoe terdiri dari sepuluh orang. ia telah lolos dari kepungan. sedang sam-soehengnya Tjoh Ham Eng mesti berkutat dengan fain-Iain musuh. "tolong kau capaikan diri untuk kau pergi cari soemoay dan soeteemu. urusan negara. hingga d i lain saat.

Musuh yang bersenjatakan Siauw-tjoe-tjhio itu tertawa mengejek. ia rubuh dengan tak sadar akan dinnya. yang usianya sudah lanjut sekali. tumbak gaetan musuh telah datang menyambar. Ia tak bisa lari lebih jauh lagi. yang tidak rubuh. belum sempat mereka maju. mereka tampak satu pcndcta perempuan. dengan gerakan "Lee hie ta teng". p endeta perempuan. buat dipakai membungkus luka di tangannya. sedang musuh-musuh itu mulai datang dekat pula. Hanya. ia loncat ke depan. dia telah Jukai lenganku! Kita adalah or-ang-orang yang ditug . kenapa kau orang menjublak sa ja? Lekas bekuk ini anak ayam! Lekas bungkus lukanya! Sayang jikalau ia sampai t erbinasa!" Dengan sebenamya. atas mana. ia bisa lihat bahwa si niekouw. akan loncat turun ke dalam lembah. Ia baharu injak tanah. disus ul bentakan seorang perempuan tua: "Siapakah kau orang yang berani ganggu satu n ona? Jangan turun tangan!" Semua musuhnya Bong Tiap menjadi terkejut. "Kau lihat. Sebentar kemudian. Musuh itu. ia segera papaki musuh den gan tipu tusukan "Hoan sin hian kiam" atau "Persembahkan pedang seraya memutar t ubuh". bukannya orang sembarangan. untuk turun tan gan. hingga berbareng muntahkan darah hidup. Ia berhasil mengelakkan beberapa senjata mus uh itu. atau kakinya lemas. lalu pedang Tjeng-kong-kiam d itikamkan ke arah lawan itu. akan tonjok ulu hati orang. ia menoleh pada kawan-kawannya. ia robek bajunya. semua musuh kena dirintangi. ia tak bisa manjat di kiri dan kanan.lawan. segera ia perlihatkan kegesitannya. Ini ada serangan tidak diduga-duga dari musuh yang telah terluka itu. maka ia me njadi terperanjat. kemudian mereka semua memand ang ke arah dan mana suara datang. dari itu. Selagi tikamannya mengenai tempat kosong. tubuhnya sud ah merangsek dekat sekali si nona. Bong Tiap sampai di satu jalanan kecil yang berlamping gunung. Sudah begitu. ia tak keburu egos lengannya. di depannya ada sebuah selat. Baharu ia hendak b erbangkit. dari itu. sebentar lagi. dadanya kena dipukul keras sekali. balas menyerang dengan senjata rahasia juga. atau ia dengar musu h tertawa mengejek. "Soethay. sedang si nona sendiri rebah tak berdaya. ia enjot tubuhnya. Nona Lioe menjadi nekat. Musuh menjadi kaget. kawan-kawan itu berdiri bengong karena saksikan kawannya dan si nona sama-sama terluka. ia lempar tumb aknya. ada mem pun ya i banyak pengaiama n. Menjadi sa dar. atau di belakang ia. apa celaka. walaupun. yang tangannya mcncekal kebutan suci Hoed-rim. ia tidak lagi bisa gunai piauwnya dengan semp urna. hingga ia me nggigit gigi untuk menahan sakit selagi ia cabut piauw itu. Dengan geser sedikit tubuhnya. katanya: "Anak ayam ini tak nanti lolos! Ja ngan bunuh dia! Dia mesti ditangkap hidup!" Melihat keletakan. hingga ia tidak berani berlaku sem brono. akan loncat sana dan sini . tiba-tiba mereka dengar satu ! suara nyaring dan mengaung luar biasa. Dalam keadaan seperti itu. jauhnya satu tumbak. untuk sesaat. ia mempunyai pandangan yang luas. Ia hendak bcrbangkit. Dengan tiba-tiba. Ia tidak merasakan sakit yang hebat. ia kirim kepalan kinnya. maka dalam gusarnya. Di antara remang-remang karena gclapnya lemba h. sebatang€€€€€€€€€€yan-bwee-piauw menyambar juga pinggiran teteknya yang kiri. malah yang bersenjatakan tumbak gaetan Siauw-tjoetjhio sambil teriaki kawan-kawannya. hingga ia terguling rub uh. serindak demi setindak.€Ia gunai pula sen jata rahasianya. ia tidak sempat tarik pulang senjatanya. untuk menyingkirdari musuh-musuh itu. semua piauw telah digunai. yang sudah lama ikuti Ouw It Gok. ia berkelit. Bong Tia p tidak bisa berkelit atau menangkis. Bong Tiap dipaksa lari ke arah dalam rimba. malah musuh yang pegang tumbak gaet sudah loncat ke arah senjatanya. ia lanjuti tindakannya lari ke depan. dia mi adalah seorang perempuan Kang-ouw yang jahat!" demikian ia be rkata. sedang menghampirkan mereka. tetapi apa mau. bahunya yang k anan itu lantas saja kena tertusuk. untuk jumput itu. Tetapi ia bisa ambil putusan cepat. selagi berbu at demikian. untuk hindarkan diri dari bahaya. "Hei. maka itu. hingga darah hidup s egera mengucur keluar. Tidak tempo lagi. Semua musuh mengejar terus. Tapi. nancap di dagingnya. mereka lantas saja tertawa. "Celaka!" ia menjerit dalam hatinya. atau "Ik an lee-hie meletik". dalam keadaan seperti itu. terbaret panjang Sementara itu.

Dia ada sangat jeli matanya. akan tetapi muridnya Ouw It Gok rubuh dengan segera. lantas mereka bisa geraki kaki-tangan.€€dengarnya€€dari€€€satu soepehnya. ia pemah dengar tentang senjata rahas ia piauw Bouw-nie-tjoe. tapi satu kali kau orang ber silat atau bekerja dengan memakai tenaga. atas itu. diam-diam tangannya yang kin" siapkan tiga batang yan-bwee-piauw. selanjutnya kau orang tidak bisa bersilat pula. kau orang rupanya tak ketahui aku! Tetapi apapun tentang piauw Bo uw-nie-tjoe. keterangan itu bukannya membuat si niekouw tua undurkan diri. menikam bagaikan ular meny ambar. Iantas terden gar suara keren dari si niekouw. terlempar entah ke mana! Hebat adalah sampokan terlebih jauh dan ujung kebutan itu. kau orang tidak pernah dengar? kata si niekouw tua sambil tertawa. Rombongan muridnya Ouw It Gok ini terdiri dari lima orang. disusul sama sambarannya tiga batang piauw di tiga jurusan. Apa yang terjadi adalah di luar sangkaan. di bikin sadar oleh kata-kata si niekouw tu a. lantas saja mereka ngel oyor pergi. Mereka terpis ah dekat satu dengan lain. Sembari menotok jalan darah orang. atau kau orang jangan nant i sesalkan padaku. si niekouw tua kata pula: Pi nnie tinggalkan jiwa kau orang. Katanya ada satu nickouw yang tidak ketahuan asal-usulnya. atas mana di dalam lembah segerala h terdengar suara nyaring dan mengaung seperti tadi. tumbak itu terlepas dari cekalan. jangan langgar itu. karena tak disangka. "Di mana ada seorang nona b egini muda dan manis menjadi penjahar? Dia punya luka melebihkan hebatnya lukamu ! Sudah kau orang bikin dia pingsan. s esudah ia bikin orang tak berdaya. mereka pun lagi s angsikan suara mengaung. Itulah bukan!" kata muridnya Ouw It Gok. € Kawanan tikus. kau orang masih hendak turun tangan terlebi hjauh! Jikalau kau orang bukannya bermaksud buruk. dari itu pinnie ju ga tidak inginkan jiwa kau orang! Sekarang pergilah! N iekouw tua itu hampirkan empat orang. kau orang tid ak lagi bisa bekerja berat. Nan. Kau orang sudah dengar suaranya piauwku tetapi kau orang masih berani hendak melawan aku. luka dalammu ba kal kambuh. tinggallah empat orang. siapa di masa muda -pernah€€de ri€€satu sahabatnya. ia berikan dupakan enteng pada tubuh s esuatu dari mereka. dan si niekouw tidak bersiap. terus mereka bangun berdir i. pergilah kau orang! Kawanan itu mati kutunya. walaupun dia telah dibokong. malah merek a seperti tak ketahui datangnya serangan. dia justru mendesak. Ketiga piauw melewati sasarannya. den gan demikian. mereka cuma manggur-manggut. mengenainya perlaha n sekali. sedang tan gannya yang kanan. Hanya. s ejak sekarang ini. pasti dia akan berhasil. "Tidak. Menyusul itu. bole . harap Soethay ti dak campur urusan kita!" Di iuar dugaan. dalam tempo tiga hari. tetapi ilmu silat kau orang tak dapat dipertahan kan karena dengan itu kau orang biasa berbuat jahat Baiklah kau orang ketahui. sambil tertawa. maka si penjahat ini du ga. niekouw itu be rt in dak mendekati. "Ngaco!" katanya dengan bengis. lenyap perasaan sesemutan da n beku mereka. luka dalam tubuhmu tidak bakal kumat. maka taklah cukup apabila kau orang tidak diajar adat! Tetapi Budha kita ada maha suci dan kasih. yang sekarang untuk serang si niekouw tua. Lantas saja mereka rubuh. katanya: Kau orang cobakan rasanya piauw Bouw-ni e-tjoe! Perkataannya orang suci ini ditutup berbareng dengan menyambarnya piauw terhad ap sesuatu dari empat penjahat itu tanpa mereka ini sanggup bcrdaya. dengan yang satu ru buh. orang yang bersenjatakan Siauw-tjoe-tjhio. dan kebutan suci menyamppk tumbak gaet an. Niekouw tua itu tak dapat dipandang enteng. tadinya u ntuk taati titah kawannya. tentu kau orang adalah kawana n penjahat!" Selagi berkata demikian. yang pe rnah ikuti Ouw It Gok terlebih lama. Memang. atas mana. Dengan mulutnya. kau orang bakal muntah-muntah darah dan akhimya binasa! Pinnie telah kasih peringatan pada kau orang. dia menyangk al. geraki tumbaknya Siauw-tjoe-tjhio. maka kau orang haruslah jadi penduduk baik-baik. mereka lihat tangan kirin ya si pendeta perempuan telah diayun ke atas. Di antara mereka. gesit gerak tu buhnya. yang rebah diam saja. tubuhnya rebah ti dak berkutik lagi. Mereka ini sementara itu sudah merangsek. pada sepuluh tahun yang lampau.askan pembesar negeri untuk menawan diaini! Sebagai orang suci. bel um sampai mereka datang dekat. sembari tertawa dingin.

€Dan ia gigit bibirnya. hingga kedua piauw bcntrok satu dengan lain. ialah periksa luka dan obati itu dengan obat luka yang. Ta-hiat atau memukul jalan d arah . selewatnya i tu. Ada dibilang lebih jauh. ia pu n telah keluarkan tcrlalu banyak darah. ia bertindak meninggalkan tempat bekas pe rtempuran itu. atau Hoed-tim. dan tia m-hiat . sebagai kesudahan dari dikalahkannya. akan angkat tubuh orang. Laginya. sedang Lioe Kiam Gim. Ia lantas raba dadanya. Ilmu menotok jalannya darah. yaitu piauw Bouw-nie-tjoe.€€lebih€€€dahulu kedengara uaranya mengaung. seka rang ia muncul secara tiba-tiba. karena senjata yang digunakan ada Hoed-tim atau k cbutan. atau kalau dia gunai. karena di situ ada patung Budha. untuk disambar dengan sebatang yang lain. Umpama O uw It Gok. Ia pun dapatkan dirinya berada dalam sebuah ruan gan suci. Segera ia bekerja. Siapa sangka. menggunai tiam-hiat . Kebutannya. maka itu. bahwa saban kali dia ini muncul. ia rubuh. Di samping ia. hi ngga mereka ngeloyor dengan mulut bungkam. kekuatannya sanggup melaw an pedang. di waktu bertempur. di waktu gunakan piauwnya itu. Adalah biasanya. kepandaiannya menggunakan kcbutan itu entah ada kepandaian dari golongan atau cabang silat yang mana. Itulah kejadian pada sepuluh tahun yang berselang dan si niekouw. api lilin memain memberikan bayangan. orang tak ketahui. segera ia ingat bagai man a orang serang ia. suara itu seperti juga tanda untuk orang bersiaga terlebih dahulu. ia menjerit . jadi sangat ketakutan. dia cuma mengebut dengan kebutann ya. atas mana nampaknya ia berhati lega. dulu ia sudah berusia lanjut. Bong Tiap tidak sadar. dia hanya merasa seperti melayang-layang di tengah udar a. maka orang percaya. ia masih sangat€€lemah. Maka orang yang bersenjatakan tumbak gaet Siauw -tjoe-tjhio itu. pernah dengan€€seorang€€€diri. Beda daripada itu dua. sedang darah masih mengalir keluar dan lukanya. itulah ada di hari keenam sejak ia dikeroyok. jalan napasnya sangat perlahan. Di samping hajaran pada dadanya. Untuk belasan tahun aku cari satu nona guna dia wariskan aku. tetapi jug a sudah punya dasar dan dasar dari satu ahli. jikalau aku tidak ambil dia. Di samping itu. sedang juga. Dicarinya sukar tapi toh didapatinya begini gampang kata ia seorang diri. satu nieko uw tua sedang kebuti ia dengan perlahan-lahan.€€€dengan kebutannya. mereka mesti hentikan pertempuran. ia toh bersenyum. biasanya. Apakah aku sedang mimpi? tanya ia pada dirinya sendiri. selagi digunakan. dan asap hio bergulung-gulung mendatangkan bau harum. dengan sangat perlahan. ialah menotok jalan darah. hingga ia liha t si nona rebah dengan kedua mata meram. keman a lagi aku hendak mencari? Tidak tempo lagi. ke arah atas.h jadi datangnya dari In-lam. biasa digunakan dengan tangan kosong. apabila orang dengar suara piauw itu beradu. kepandaiannya niekouw ini adalah ho et-hiat atau menutup jalan darah . akan dapatkan j antungnya masih memukul. sekarang aku dapati dia ini. ia telah la tiga puluh berandal yang liehay dan scmua berandal itu kena ia rubuhkan dan takl ukkan. Dia tidak saja berbakat. pendeta ini membungkuk. buat dikasi h naik atas bebokongnya. melainkan senjata rahasia. ia lupa segala apa . juga luar biasa. akan tetapi. Ada tersiar cerita. itu nickouw suka lepaskan dahulu satu piauw. mesti ada orang j ahat yang dapat bagian. baharu senjatanya€€menyambar sasaran. ata s mana. Kcbutan itu lemas bagaikan s egumpal bulu ekor kuda. di waktu orang bertempur. niekouw itu tidak pernah kelihatan ada gunakan genggaman. akan tetapi. Kcbutan itu pun bisa digunakan sebagai pedang Ngo-heng-kiam atau ruyung Teng-tjoa-pian. guna berikan pertimbangannya. ketika akhirnya ia merasakan dirinya lega dan ia buka matanya. untuk si niek ouw datang sama tengah. Tok-koh It Hang dan Law Boe W ie. saban kali€€digunakan. tidak pernah orang dapat lihat pula padanya. ia sebenarnya sudah menutup mata. Niekouw tua itu kerutkan alis. terutam a sebagai alat untuk menyerang jalan darah. Piauw itu ada untuk menyerang jalan darah. Niekouw itu antap orang angkat kaki. Bong Tiap terus tak sadar akan dirinya. ia bekal. ada dua rupa. apabila ada orang yang ber kepala batu terhadap pertimbangannya itu.€€biasa memakai senjata Poan-koan-pit atau batang Hoentjwee Tiat-yan-kan. hingga b crsuara nyaring sekali. sesudah mana. meskipun sekarang darahnya itu dapat dicegah keluarnya lebih jauh. dia pasti bakal merasai akibatnya yang hebat. ia hanya dekati Bong Tiap. dia pandai ta-hiat . ke betulan sekali.

Tempat apakah ini? akhir-akhirnya ia tanya. baiklah. Ia merasakan sakit! Jadi ia bukan lagi bermimpi. kata .sendirinya. Bong Tiap menurut. maka juga dinamai Tjhee-tiong. keadaan di s ana ada asing bagiku. Di sini biasa€€€tumbuh€€€rumput€€€putih. aku pemah dengar. buat pergi ke pckarangan luar. apa kau hendak turuti aku menyaksikan itu? tanya ia kemudian. pada urusannya sendi ri. Cuma urusan ayahnya bikin ia sangsi. atau Kuburan Hijau. Kau rebah lagi beberapa hari. na nti kita orang pasang omong . benar-benar niekouw tua itu telah berangkat menuju ke Djiat-hoo (Yehol). barangkali aku bisa bantu pikirkan dayanya. tentang gunung di Tibet. kata si pendeta setelah berdiam sekian lama. Lebi h baik kau tuturkan aku tentang hal-ihwalmu. sedikitnya lagi satu bulan. Gunung Himalaya. dari itu. siapa itu ay ah kau? Kau harus ketahui. Nona. di Mongolia dan Tibet sama sekali telah dirika n tiga buah kuil. serangan angin ti dak mendatangkan hawa dingin. Inilah Soei-wan yang berada jauhnya tiga ribu lie dari Boe-ip. si juwita kenamaan. Kau belum tahu tentang bagaimana ak u telah tolongi padamu. hingga Bong Tiap merasa hatinya terbuka. salju telah lumer. Aku punya soetjouw. Hoei Sioe sudah tua dan kurus. Nona.dimaksudkan Ham Eng air mukanya si nona menjadi guram d engan tiba-tiba. suaranya perlahan. satu di Tji p-sip-Ioen di Tibet. Di hari kedua. ia tanyakan itu pada Hoei Si oe. scbaliknya. kata si niekouw sembari bersenyum melibat kek agumannya itu. aku n anti cari tahu tentang mereka. Keadaan di sini masih tidak an eh. Kalau ayah dan soeheng kau terancam bahaya. Kau tclah banyak ikuti Soethay begitu banyak tahun. maka sekarang ia menjadi kagum d an ketarik hati. kau sudah keluarkan terlalu ban yak darah. kau beristirahat di sini. sahut si pendeta percmpuan sambil bcrsenyum.€Ia jadi ingat pada pertempurannya di Boe-ip. dan yang ketiga ialah kuil ini. ia pemah pelajarkan juga ilmu silat kasar-kasar. aku nanti pergi. apa pula untuk per gi kc Djiat-hoo yang ada ribuan lie jauhnya. maka kau perlu beristirahat di sini. Tentu! Kcnapa tidak? sahut si nona. ia lekas menambahi. Kau h bat itu gundukan tanah dengan rumpu tnya yang bijau? Itu ada kuburannya Ong Tjiauw Koen. Hoei Sioe ada orang Mongolia. Kau telah terluka parah. pemandangannya ada cupat.€Ia sangat ketarik sama pemandangan jndah di luar kuil itu. kata ia. Sekarang aku hendak cari ayah di Djiat-hoo. ia bisa jalan dengan perlahan-lahan. ialah tepinya Sung ai Tay Hek Hoo. untuk diaj ak keluar dari dalam trail. Hoei S ioe boleh layani kau. Su dah tiga atau empat puluh tahun aku tidak pemah pergi ke Kwan-lwee. pada niekouw tua itu. Bong Tiap tidak berkeberatan akan tuturkan urusannya. la pun rasakan tubuhnya sangat lemahLewat lagi beberapa hari. m n itu kuburan bcrumput hijau. ia hanya utamakan ilmu silat saja. aku terima ia di sini untuk kerjakan ini dan itu. akan tetapi menurut pembilangannya. fan ada daerah di luar perbatasan. maka akhirnya si niekouw tua tuntun ia. niscaya kau tidak lemah lag . kau belumsembuhjangan sembarang geraki tubuh. Hanya aku tidak bisa turut sekarang juga. Ia toh lagi ikuti toa-soehengnya akan pergi cari ayahnya di Utara. Niekouw itu usap-usap rambut orang. ialah satu di Ie-soh-tjiauw-beng di Mongolia Luar. bawa udara ada bcrsih dan menycgarkan. niekouw itu lebih tua daripada ia sedikitnya tiga puluh tahun. ia bersekolah sedikir. dilihat dari romannya. hingga si nona jadi semakin ket arik hati. suaranya sabar. kau kasih tahu aku. dengan sikap tetap lemah-lembu t. Aku tidak takut udara dingin! Selama di Kho Kce Po. dan hendak cari juga kedua soeheng. Bong Tiap tidak pemah merantau. Nona. sekarang ini kau belum bisa jalan. Tatkala itu ada di permulaan musim panas. sekalip un di musim dingin. Tentang ayahmu. Kau juga tak boleh bicara. bersama-sama soeheng aku biasa menggayuh perahu di dalam mua ra! Menyebut sang soeheng . Bong Tiap masih belum tahu halnya si niekouw tua. ia ada terlebih tua dari si niekouw. Lantas si niekouw ini tuturkan ten tang musim atau hawa udara di Mongolia dan Tibet.si niekouw dengan perl ahan. Nona Lioe sudah bisa turun dari pembaringan.

Aku nyatakan. ketika dengan mengarungi lautan. antaranya si orang Liauw-tong. Karena ini. malah ia wariskan juga piauw i. ia jawab: Mana aku mengerti ilmu tak jadi mati? Tubuhku sehat disebabkan aku berlatih sila t. ia bingung juga. ia ada bawa kabar yang mengejutkan. Sekarang Sim Djie turunkan kepandaiannya kepada Bong Tiap. Toh ada orang tani biasa. Ia tak dapat tolak lebih jauh nona itu. aku tidak punya kepandaian lain kecual i sedikit tenaga. Bcrsama ia. ia scnantiasa bersendirian saja. yang makan usia sampai seratus tahun lebih! Aku bah aru mendekati seratus tahun. hanya aku belum puas karena kepandaianku belum. meluruk turun. sckali ini. ia lantas berangkat ke Kuil Siauw Lim Sie di atas Gunung Siong San. hingga karenanya. yang terus ajak si nona ke pekarangan di iuar ruangan pendopo. Man. karena tak cocok pendapat. Bong Tiap jadi kaget dan kagum. Itulah ada warisan nya Tat Mo Siansoc dari zaman Lam Pak Tiauw. aku anggap kau beruntung sekali! Mendengar itu Bong Tiap jadi girang berbareng heran. ia send iri pun lagi bersemangat. untuk dipeluk. kata ia. tentang pertempuran dcngan pahlawan-pahlawan Istana Tjeng. ada€€orang€€yang€€€bakal arisinya. Sudah puiuhan tahun ia iku ti Sim Djie. bcrapa usianya. seraya ia tunjuk pohon itu. ? . aku belum dapat murid yang aku cari. Itu adalah peristiwa hebat di gedungnya Keluarga Soh. Selang satu bulan. Soethay tertawa. kata Sim Djie pada si nona. Kerajaan Selatan dan Utara. Cukup€€sebegini. Kau bilang kau sayang aku. hing ga ia berhasil membangun pelajaran agamanya. baiklah kau scndiri turut diamkan diri.€Han ya di samping itu. Memang Hoei Sioe pernah bilang. Kcmudian kcduanya bicara pula. juga batangnya. ia gembira bukan main. telah memberikan bekas-bekas kedua telapakan tangan dan lengan. di Propinsi Hoolam di mana. Hoei Sioe kasih tahu kenapa dia tah u Sim Ojie bemiat ambil si nona scbagai muridnya. ia duduk bcrscmedi menghadapi tembok. di mana ia hampirkan satu pohon sebesar pelukan. sesudah iasembuh benar. Bagaim ana girang untuk jadi muridnya Sim Djie dan perolehkan kepandaian yang tinggi. apa Soethay ada mempunyai ilmu panjang umur hingga tidak bisa me ninggal dunia. ia sayangi si nona. Selama beberapa tahun ini. Sekarang ia dapat pelajaran dari Kaum Sian Tjong . Sim Djie telah kembali setelah beberapa hari kemudian. Bukan melainkan daun pohon. kata ia. ia juga pandai silat dan karang dua buah Kitab Ie Kin dan See Soei . ilmunya Budha pun tak dapat tolong membebask annya. aku juga sudah merasai p erbedaan. Itu adalah buah-hasilnya kepandaian mclatih tenaga K im-kong-tjhioe atau Tiat-see-tjiang . pemerintah Boan telah keluarkan titah penangkapan untuk Lioe Loo-kauw soe dan kawan-kawannya. Nona. Itu ada pohon hoa yang kuat-kekar dan ulet terhadap serangan es dan salju. Nona. ia gembira sekali. Karena itu. Orang mesti menutup mata. Karena kata-katanya Soethay itu. untuk di pakai menggoyang. ia telah jadi muridnya si ni ekouw tua itu. Kau lihat . baharu ia keluarkan tenagapya. hingga ia dipandang sebagai ieiuhur pertama di Tiongkok tentang agamanya itu. Soethay menghela napas ketika ia menambahkan: Aku bakal jadi lilin yang aka n habis sumbunya. dan kenapa ia nampaknya tidak jadi tua . sckarang ia dapati Bong Tiap scbag ai kawan. ia mulai diberikan pel ajaran silat. aku percaya dia tidak bakal lol oskan kau. Ia hampirkan pohon itu. Menurut centa. Bong Tiap menurut.€ Aku belum berarti! Bong Tiap tidak puas. atau daun-daun lantas rontok.€ Apa kau sudi perlihatkan aku satu atau dua jurus Mana aku beratri? sahut Hoei Sioe. Ia hunjuk alemannya. Tat Mo Siansoe datang ke Tiong kok di mana ia berunding dengan Kaisar Liang Boc Tee. demikian katanya. Bagaimana bila ia dengar kabar hal ayahnya? Apa bisa ia berdiam di kuil itu tanpa pergi sambangi ayahnya?€Bagaimana bila si ni ekouw tua itu paksa untuk ia berdiam di sini? Sementara itu. Kaiau aku bikin rusak. Pemah aku tanya Soethay. Karena itu. tapi untuk bersilat saja kau tidak mau kata ia. Tat Mo Siansoe tidak cuma faham agama Budha. €€kata€€ia kemudian. bila nanti Soethay pulang. Atas pertanyaanku itu. Maka itu.kata ia kcmudian pada Hoei Sioe. entah ke mana menyingkirnya Kiam Gim. kal teguraku Ia pun bersenyum. semasa Kaisar Liang BoeTee. dalamnya kira-kira tiga dim. Selagi mengucap demikian. yang rontok jatuh. Soethay nampaknya Iesu. dengan sendirinya. untuk sepuiuh tahun.

ia jadi peroleh kepandaian berbareng. ia mampir di Poo-teng. murid ini berhasil atau tidak cari B ong Tiap. Karena ini. Di smi ia hendak wujud . Untuk ini. nona ini seperti tcrbayang dengan roman a yahnya. Dalam perjalanannya ini.Bouw-nie-tjoe. telah kena dibakar musnah. seperti Yok Hian. malah Boe Wie ia pesan. Setelah Tjoe Hong Teng binasa. malam ia yakinkan surat. Dalam peperangan di Shoatang itu. hingga Kaum Gie Hoo Toan jadi tercebur dalam lau tan darah . mereka dipanda ng sebagai pengacau. baharu kita orang dapat makan nasi ! Selagi Gie Hoo Toan di Shoatang bergulat. tenaganya dia ini melulu hendak d ipakai buat menghadapi pihak asing. dan yang membelai juga. tapi karena urusan negara ada lebih besar. Joe Lok terpaksa akui Gie Hoo Toan sebagai gerakan rakyat yang sah. sejak Bong Tiap berguru pada Sim Djie Si n-nie. hingga ada cerita burung yang berbunyi: Sesudah dap at binasakan si telur kura-kura Wan Sie Kay. telah dapat kebinasaan. Pemerintah Boan jerih terhadap Gie Hoo Toan. Begitu permintaan Duta Amerika diterima baik. Lioe Kiam Gim telah memasuki Gie Hoo Toan pada tiga tahun yang lalu. yang menunjang pemerintah Boan itu. iapun ada mempunyai pasukan prive yang kuat. Sim Djie juga pemah ajak muridnya ini be rlari-lari di tanah datar dan Mongolia dan lihat Yam Ouw. Tiga tahun bukannya tempo yang lama. Bong Tiap dapati secara lekas. kedua soehengnya itu. orang sebawah annya yang tadinya ada bekas sebawahan dari Tang Hok Siang. romannya Ham Eng dan Boe Wie. kcmudian kena disiasati juga oleh Ibusuri See Thayhouw. kcsatu ka rena ia sctujui gerakan itu. satu orang peperanga n pemerintah Boan. pembuat huru-hara. Dan hikayatnya Tiongkok sudah mcngikuti karcn anya. selama itu. Tapi Lie Lay Tiong ini.€Maka itu. Ia masuk bersama-sama Law Boc Wie. tcntaranya delapan negara asing tela h meluruk ke Pakkhia. Tanpa merasa. suasana telah berubah. melainkan di matanya rombongan paderi tukang sebar agama Kristcn. Ia kembali ke dalam duniap erantauan. Gcrakan Gie Hoo Toan dari Tjoc Hong Teng telah jadi dcmikian berpenganih hingg a Soenboe Yok Hian dari Shoatang tak bisa tak akui sebagai gerakan rakyat jelata . Yok Hian ditukar deng an Wan Sie Kay si tukang jagal besar-besaran. ia digantikan oleh Lie Lay Tiong. Boe Wie tidak terlalu menank perhatian pemerintah Boa n. Kiam Gim juga tidak lupai gadisnya. Tapi walaupun semua itu. karena ia sudah p unya dasar Kim-tjhie-piauw. Tjoe Hong Teng sendiri masuk golon gan yang bantu Tjeng Tiauw untuk membasmi bangsa asing (Hoe Tjeng Biat Yang). kedua dengan begitu ia bisa menyingkir dari tangann ya pemerintah Boan. Kemudian Boe Wie undurkan diri. sebab pemerintah itu lagi repot dengan gerakannya Gie Hoo Toan. tet api Boe Wie tidak demikian sungguh-sungguh seperti ia. akan tetapi. Setelah sampai di Shoatan g. Demikian Duta Amerika sudah paksa pemeri ntah Boan tukar Yok Hian. Dasa r ia ada bekas punggawa Boan. dari itu. Kaum Gie Hoo Toan sudah turun tangan. Pun pelajaran pedang Tjepeh lian-peh Ngo Heng Kiam. Nona Lioe bisa belajar dengan cepat. denga n tunggang seekor kuda. Boe Wie susul gurunya sesudah ia putus asa mencari Lioe Bong Tiap. Hong T eng binasa belum lama sejak datangnya Boe Wie. ia masih tetap dalam Gie Hoo Toan. Boe Wie dapat kemerdekaannya. s ebagai alasan. tidak sedikit jua pihak Boan meras akan sayang. ia lakukan penindasan kejam. Tjoe Hong Teng. seper ti bcnda bertukar bintang berpindah . Telaga Garam dari Tibe t. Wan Sie Kay ada dari golongan penj ilat asing. karena ilmu pedang itu hampir bersamaan dengan Th ay-kek-kiam. Kota T ok-tjioe kena dirampas. dengan begitu . malah Liong-tjia. Dan Kia m Gim datang pada Tjoe Hong Teng setelah ia sambangi isterinyadi Shoasay. karena hatinya Boe Wie ad a tawar sesudah ia dapat pengalaman yang tak memuaskan dalam kalangan Tjit Seng Hwee. Tjongtok Joe Lok telah lakukan perlawanan keras tapi ia terdesak. apabila pikirannya scdang melayang. dia mesti lekas kembali. ialah Kereta Naga dari» Ibusuri See Thay houw. tap i gcrakannya bcrtambah hebat. kawannya di Tit-lee pun maju ke Thia n-tjin. ia kemukakan niatnya mencari Bong Tiap lebih jauh. Lie Lay Tiong memasuki Gie Hoo Toan sesudah dalam kalangan Gi e Hoo Toan ini ada rombongan-rombongan yang anti pemerintah Boan. hingga pcmandangannyasi nonajadi luas. Kekejamannya Wan Sie Kay membangkitkan perlawanan hebat dari pihak Gie Hoo Toa n. di waktu mala m. yang hendak bekuk ia. Sembari cari Bong Tiap. siang ia belajarsilat. tiga tahun telah lewat.

ia sampai di tepinya Sungai Tay Hek Hoo. ia terdesak oleh gurunya. entah ke mana. Siapa tahu. Boe Wie menuju ke tapal batas. te tapi bayangan itu sudah lenyap. tanpa kepaia. ketika ia segera mcnolch. tetapi yang Iain-lain tidak. sama sekal i ia belajar buat kira-kira dua puluh enam tahun. Ketika itu sudah maghrib dan angin sedangnya men i up keras. Sedangnya pemuda ini berpikir keras. ca ra bagaimana dia mendadakan jadi kepala? Laginya. Sejak itu. Maka untuk men cari tahu. dan Loei Hong bertabiat keras. kenaditolongi niekouw luar biasa itu. yang berkilau-kilauan. sekali ini. untuk ia jadi ahli waris dari Thay Kek P ay. urusan pengangkatan ahli waris i ni sudah terbitkan gelombang. sampai kemudia n Teng Hiauw. malah gurunya sampai dua dan ia sudah dapatkan juga In Tio ng Kie punya ilmu Poan seng teng kee atau Mendengar suara mengenal senjata . Hanya. sampaipun ke Sin-tek dan Boe-ip. tidak ada bukti dan Kiam Beng. Boe Wie pun belajardar i Tok-koh It Hang. ia terperanjat bukan main. yang mereka kepung. Murid-murid itu tidak puas tempo Law Boe Wie muncul dengan tiba-tiba menjadi pemimpin mereka. Akhirnya. terus lenyap dalam gombolan rumput. t iba-tiba ia rasai sampokan angin. jikalau perbuatan barusan ada perbuatan manusia. siapa mau lantas percaya habis? Laginya Kiam Bcng berseiisih dengan Hay Peng. ia dengar salah satu muridnya Ouw It Gok murid yang pernah rasai piauw Bouw-nie-tjoe dari Sim Djie Sin-nie cerita pada k awannya hal si nona. di antara mereka itu. Adalah pada suatu hari. tetapi Kim Hoa lemah dan tak bisa jadi kepala. Karcna ini. tidak bcrani sebut namanya Sim Djie. putcranya Kiam Beng. Boe Wie mesti cari beberapa orang tctua. mereka kasak-kusuk. He. dia pun mati daya. s iapa mau lantas percaya Ketua Heng Ie Pay mi? Dan ketiga. Lantas ia pun menyerang dengan piauw. untuk terus hunus pedangnya. maka pelajarannya bukan lagi pelajaran asli dari Thay Kek Pay . ia tampak bayangan berkelebat. hanya orang duga ia tinggal bc rsunyikan diri di tanah datar di pcrbatasan.kan pesannya soesioknya Teng Kiam Beng. pasti ia tetap mcnolak. Murid-muridnyaTeng Kiam Beng ada campur-aduk. Lioe K iam Gim dan Tok-koh It Hang tidak bisa turut meresmikannya. sungguh aneh. Dia tidak bisa kasih bukti untuk pe san terakhir dari Kiam Beng perihal pengangkatan ahii waris iiu. lantas ia undurkan diri. Boe Wie jadi kebogehan dan tak enak hati. masihjauh. di sini tak dapat orang sembarangan menghunus pedang! berkata niekouw . dengan garapang ia bisa melesat ke kanan. Sekarang Boe Wie bikin pcrjalanan melulu untuk Bong Tiap. Itu ada satu gerakan sangat cepat Ia tela h belajar silat sejak umur tuj uh tahun. yang kemudian undurkan diri. sampai kemudian. cuma Hay Peng seoran g yang bantu merekoki. bocah.Hay Peng. Apakah dia itu manusia? Boe Wie pikir. apa mau. seperti diketahui. dalam takutnya. sedang Tjiong Hay Pen g jadi mendongkol. tangannya kena raba hanya sarung pedangnya-pedang Lan-gin-kiam yang su dah kosong! Maka sekarang. Boe Wie hiburkan. murid-muridnya Kiam Beng jadi kacau. kalau tidak. lantas pundak kirinya seperti kena ditekan ora ng. karcna ia tidak sudi paksakan dni. pundak yang kanan. Untuk ini. yang boleh diandalkan ada Kim Hoa dan Loei Hong berdua. suaranya pun tidak terdengar . di tangan siapa ad a tercekal sebatang pedang panjang. mcngurusnya. Ia jalan cepat. ia tidak peroieh ha sil. Begitulah ia dengar hal Sim Djie yang kesohor pada empat pu I uh tahun yang lar npau. Orang ini. yang bergoyang-goyang. guna dimintai kctcrangannya. mercka tidak bcrd aya. ia mau ang gap matanya sedang kabur . ia lihat cahaya kelak-kelik. sampai di depan sebuah tanjakan bukit. Di scbclah depan ia. Maka akhirnya. dari samping kupingnya i a dengar ajakan: Mari! Ia ada seorang yang berpengalaman. di had apannya segera terlihat satu niekouw tua yang berjubah hitam. Ia sedang jalan dertgan asyiknya. Ia telah pergi ke em pat penjuru. Boe Wie berjalan antara pohon rumput yang tcbal dan tinggi. ia bic ara sedikit sama murid-muridnya Kiam Beng. Dalam cuaca rcmang-rcmang. tiba-tiba ia rasai pundaknya ada yang tek an pula. Akan tetapi. sclagi demikian. malah sekarang. secara kebetulan. Boe Wie tidak dikenal. Kim Hoa dan Loei Hong suka terima Boe Wie. oleh Tjiong Hay Peng dan Tok-koh It Hang. Sebegitu jauh. karcna mercka berdua tak dapat lawan desakan saudara-saudara mereka. ia angkat ka ki. pulang dan bereskan mereka. Tentu saja. ketika ia bikin gerakan demikian. Dalam hal ini. ia tak bisa bikin saudara-saudaranya tunduk terhadapnya.

Tiap itu? ia balik tanya. maka juga teetjoe telah datang kemari. Pu n berpikir: Sudah sekian lama kita berpisah. kudaku itu mati kehausan. Boe Wie keiihatanny a masygul. Boe Wie kenali baik suara itu. sebab kalau tidak. maaf. siapa itu? B agaimana ada tetamu datang kemari? Jangan Soehoe dustakan aku . Mana kud amu? Orang she Lauw ini memakai sepatu piranti menunggang kuda. apakah Nona Lioe Bong Tiap ada di sini? Niekouw itu berhenti bertindak. ia agaknya merasa rada asing. Jikal au berada di Mongolia luar dan kau diserang badai. ia kata: Dia rupanya telah ketahui maksud hatiku. orang liehay tidak ada batasnya. si pendeta percmpuan yang miskin. Loo-tjianpwee. begitu melihat kau. Baharu ucapkan itu habis atau sebagai gantinya. aku nanti carikan ka u dua ekor keledai jempolan! Diam-diam Boe Wie bergirang. binatang tidak. Ia heran tampak Boe Wie. ada tetamu. Sim Djie angsurkan pedang pada Boe Wie. Gurun pasir disini masih tidak terlalu menakuti. teetjoe diserang an gin dan hujan pasir. manusia masih dapat bertahan. kau adalah toa-soehengnya. yang ia s edang cari.€ Di sini ada tempat kediaman Budha ya ng tidak boleh mendengar suara alat-senjata saling beradu! Bukan main herannya Boe Wie akan kenali pedangnya. Loo-tjianpwee telah tolongi nona itu. kedua untuk mohon bertemu denganny a. Sim Djie tertawa. Ialah. tapi sekarang. di tengah bukit mi ada sebuah kuil dari mana api terlihat. marilah. di mana ada Jam pendeta perempuan yang begini lie hay? Oleh karcna itu. sahut ia. Segera ia awasi pemuda itu. Pernah apamu Lioe Bong. aka n tetapi. kata ia. mcrcka sudah sampai di depan kuil. Di dalam h atinya. Untuk dua hari kita tak perol eh air. kenapa kau tidak lekas menyambut? demikia n katanya. Simpan ini baik-baik kata ia. berkata Sim Djie sambil tertawa. Teetj oe ada Law Boe Wie. ia lantas ikuti pendeta pe rempuan ini. Baharu sckarang ia ketahui. Kau sampai mend apat ketahui yang aku telah bawa nona itu kemari! Memang aku pernah dengar Bong Tiap bilang. yang romannya sehat sckali. ia s egera insyaf bahwa niekouw ini mestilah Sim Djie Sin-nie yang kesohor. di dalam terdengar tindakan ka ki yang berlari-lari. Boe Wie manggut. di luar Iangit ada langit. Boe Wie mengawasi soemoay itu. hingga dia mirip dengan bidadari. Tiap-tiap. maka baharu dua hari ta k makan dan minum. ia mengawasi dengan tajam. disusul sama suara yang nyaring halus: Soehoe. yang berkepandaian tinggi luar biasa. jawab Boe Wie dengan sikap sangat menghorm at. Jalanan ada dari tepi sungai menuju ke tanah da tar rumput. hingga kcmudian Boc Wie tampak. lalu mc ndaki bukit yang pcnuh batu bcrancka warna. sahut Sim Djie. Sekarang. inilah tempat bernaung pinnie. berkata ia seraya memberi hormat dengan menjura dalam. aku menduga padarauJ aku lantas mencoba-coba. ia berseru: Apa kau ada baik? Mana ayahku? Apakah Ayah datang bersama? . sembari bersenyum dan kakinya bertindak. temyat aj kau betul-betul liehay.itu. Habis berkata. Sementara itu. yang pun kembalikan bebcrapa barang Kim-tjhie-piau w pada Boe Wie Boe Wic bingung. ialah dari tengiolcng yang digantung di dep an rumah berhala itu. ia segera maju menghampirkan. Sim Dj ie berkata pula. Adakah ini kuil Soethay? Boe Wie tanya. Ya. Segera juga daun pintu dipentang dan di muka pintu muncul tubuhnya Lioe Bong T iap dengan koennya panjang yang putih. Niekouw ini menyebut dua ekor keledai. hingga kita tersesat. di luar orang ada orang . dcngan undangannya. adalah dia masih pikirkan soehengnya ? Hatinya Boc Wie tegang sendirinya. Kuda kau pasti ada kuda dari Kwan-lwee. yang tak biasa jalan di padang pasir dan tak tahan berdahaga. dia binasa. sampai ia lupa mcncgur. tetapi ia bersenyum. sebentar saja kau bisa ditump uki pasir hingga mcnjadi gundukan. dalam kaget dan heran. Pada bebcrapa hari yang lalu. dia tcntu akan antap Bo ng Tiap ikut aku. yang bahasakan diri pinnie . dan ia tanya. Kau benar-benar bersungguh hati. Tunggu sampai kau berangkat. Sim Djie hampirkan pintu dan ketok-ketok itu. hingga kclihatan cahay* kelak-kelik makin lama mak i n dekat. da ri itu. tapi sambil tertawa. Nona Lioe itu ada socmoaynya teetjoe. yang sifatnya tetap seperti biasanya. Teetjoe mohon tanya. Adal ah Bong Tiap. pertama-tama untuk menghaturkan terima kasih.

hamper aku binasa! Sekarang ada gilirannya Bong Tiap. Dia pun tak sampai terluka!€Tidak demikian dengan aku. sahu t ia. Ya. Kita berdua adalah berjodoh. ia masih leluasa. Boe Wie ulur lidah karena gegetun. Hanya. dan dari tiga konconya yang liehay dari It Gok itu. bagaimana aku bisa tak mengizinkan kau perg i? demikian suara tiba-tiba dari Sim Djie. yang satunya layani Ham Eng. Boe Wie gunai ketika itu aka n tuturkan Bong Tiap tentang pertempuran di rumahnya Soh Sian Ie. kata si nona kemudian.€ Ah. cntah bagaimana pikirannya Sochoc. kenapa kau tidak scbut-scbutsam-sochcng. ia tertawa. Di samping seora ng itu. kata ia. Boe Wie lantas tuturkan halnya Ham Eng. Anak. ketika Tjoh Lian Tjhong dapat tahu Li oe Kiam Gim berada dalam kalangan Gie Hoo Toan. jangan kau buat kuatir. Hanya. Soemoay jangan kuatir. Sungguh berbahaya! soeheng ini kata. Soehengmu baharu sampai. untuk sekalian tengok ayahku. Kau tahu. Adalah kemudian. Karena tidak berdaya. di waktu dipe gat. hingga Ham Eng ikuti pula sang guru dalam perjuangan. tak bisa aku lantas bicarakan tentang Tjoh-soetee. Anak itu beruntung sekali! kata ia. kenapa aku lupa sebut dia? kata ia dalam hatinya. Bong€€Tiap€€tertawa€€setelah mendengar keterangan soehengnya. dalam keadaan seperti itu. Ia lantas tertawa dengan terpaksa. ia tambahkan kemudian. Jadinya kita orang-orang perempuan tak kalah dengan orang laki-laki. Boe Wie dirintangi oleh Ouw It Gok. kau hendak cari ayahmu. Dengar begitu. Soehoe menyayangi aku sccara luar biasa. ayah ini antar puteranya pada it u guru silat. sembari bertempur. Di lain pihak.sambil tertawa* Boe Wie bersenyum. ia ketarik akan dengar hal Pergerakan Gie Hoo Toan. Kau telah bicara banyak. bukan kau undang masuk untuk beristirahat. ia menumpang mondok pada satu penduduk tani. Tiap. kata Sim Djie. tidak kurang suatu apa. ia tak kurang suatu apa-apa. mcla njuti pelajaran silatnya. ia main mundur. Bong Tiap. Bagaimana d engan dia? Bong Tiap maksudkan Ham Eng. kau sudah hujani dia dengan banyak pertanyaan. Soeh oe ada di Hoopak. agaknya ia ragu-ragu. Demikian. Soemoay. Guru ini segera hunjuk sikapsungguh-sungguh. Maukah Soeheng ajak aku? Tapi ia berdiam dengan tiba-tiba. Soeheng. Bahagian perempuan dari Gie Hoo Toan disebut AngTeng Tj iauw. dengan terpaksa . pulang ke rumahnya. i a jadi sangat repot. di dalam mana ada tu rut orang-orang perempuan. Selama . Tetapi. ia menuju ke dalam rimba. yang ajak tetamunya pergi ke Ruangan Hoed-tong.Sim Djie tertawa menampak Ieganya si nona. Boe Wie sadar. ia bertindak ke depa n muridnya sekali. Ham Eng tak sempat pikir untuk tengoki soehengnya dan soemoay. tapi di situ ia tak dapati Boe Wie dan Bong Tiap. yang berbahaya . akan ikuti ayahnya. aku juga ingin turut kau pergi melihat-lihat Gie Hoo Toan. kau baik? ia balas tanya. Keledai untuk kau pun sudah disiapkan . Mclainkan aku he ndak pesan kau. bilamana tidak ada Soehoe.€Dan ia ber kata-kata sembari tertawa. yang nampak bertindak keluar. Mari masuk. terpaksa ia m enuju ke Shoatang. Tjoh Lian Tjhong. walaupun demikian^ untuk menyingkir dari musuh-musuhnya. Ham Eng dikepung kira-kica sepuluh konco lainnya dari musuh. ia menyingkir terus sampai di tempat belasan lie jauhnya. untuk titahkan Hoei Sioe lekas siap-siapkan air teh dan b arang makanan. Cerita panjang. Ia insyaf akan kcalpaannya . Soeheng. bagaimana mere ka labrak pahlawan-pahlawan Boan. untuk juga carikan dua ekor keledai. sampai beberapa musuh kctinggalan sedikitjauh di sebeiah bclakang. akan tuturkan pengalamannya. nampaknya ia baharu ingat suatu a pa. hingga akhimya denga n ngamuk sedikit ia bisa tinggal pergi semua lawannya itu. dari itu. atau Sinarnya Lampu Merah . tetap i waktu mendengar tneninggalnya Teng Kiam Beng. dan sudah maghrib juga. Bcsoknya baharu ia kembali ke tempat pertempuran. kata si nona sesaat kemudian. kata nona i ni dengan gembira sekaJi. dan kepung Bong Tiap. nona ini sangat bcrduka. ia akan izinkan aku pergi atau tidak . Boe Wie tercengang sebentaran. hingga Bong Tiap gembira bukan kepalang. Seperti sudah diketahui. yang tolongi aku. kemud ian ia masuk ke dalam. kepala siapa ia usap-usap. Soemoay. mendengar mana.

ia tidak berani mengatakan apa-apa. Di waktu memberikan pelaja ran. Itulah mirip pesan terakhir. Bong Tiap terkejut. yang bemama Hoei L eng. ialah besokannya. Soehoe mengapa kau mengucap begini? kata ia. Hong Oen. Tapi. ia lantas angkat Ho ei Leng menjadi alili vvaris. Aliran Utara ada lebih memberi kenyataan daripada aliran Selatan. kau niscaya ketahui itu. tetap i baiklah aku jelaskan sedikit tentang kedua Golongan Selatan dan Utara itu Lam Pay dan Pak Pay. aku hendak serahkan sesuatu kepada kau. akan tetapi ia heran akan si fatnya pcsan itu. kata Sim Djie akhimya. akan tetapi satu murid pendeta. sebenamya tidak ada benda. si Nona Lioe tak dapat bicara pula dengan Sim Djie. napasnya tidak bcrjala . apabila kau inginkan itu. Ketua dari Go longan Utara. Inilah pesan yang pertama. akan tetapi dihari kedua. Sekarang pergilah kau orang beristirahat. Aliran Selatan mengutamakan kesadaran lantas. u ntuk mencari kemajuan. Aku scndiri anggap. Ia awaskan pula muridnya itu dengan tajam. Tapi. sudah menulis ujar yang berbunyi: Tubuh adalah pohon bo di. untuk pamitan. tetapi kau bukannya murid yang sucikan diri. andaikata lain waktu kau datang pula kemari. dari itu. setiap saat hams raj in dikebuti dan disusuti. j ikal au kau merantau. tapi hal yang scbcnarnya tidak demikian. ialah Selatan (H oei Leng) dan Utara (Sin Sioe). ia dapati sang guru lag i duduk bercokol. Terutama di saat pikiran sesat dan kusut. Aliran Utara utamakan setiap hari rajin dikcbu ti dan disusuti . Tiap. ti dak usah terialu berkukuh. Anak. Apakah kau bisa ingat itu baik-baik? Bong Tiap manggut Sim Djie menghela napas. artinya kemudian setetes demi setetes. pemah Ngo Tjouw inginkan sesuatu muridnya menuliskan sebuah kata-kata: muri d kepala. Di zaman belakangan. Bong Tiap insyaf sempurnanya ujar-ujar sang guru. maka dari mana datangnya debu? Ngo Tjouw kagum akan ujar-ujar ini. diam saja. pesan perpisahan. agar tidak ketempelan debu . ke napa Soehoe bilang kita orang akan bisa bertemu pula atau tidak? Sim Djie Sin-nie menghela napas pula. yang kerjanya menumbuk beras. karena masing-masing ad a puny a kcscmpurnaannya sendiri-sendir i. ketika ia buka pintunya menerima murid. meski demikian. Besok Hoei Sioe akan siapkan dua kelcdai. maka sejak itu. tak dapat aku minta k au. karena aku tidak tahu. sehari demi sehari. semua adalah kepunyaan kau. berdiam di kuil tua.tiga tahun kau juga telah dapat mempelajarkannya bukan sedikit. tidak nanti sembarang orang bisa perhina pada kau. mereka undurkan diri. kesadaran. kau mesti dapat memiki r untuk mengcbut dan meny usuti itu hingga bcrsih. tidak setujui itu. karena jarang ada orang yang baharu tcrlahir atau yang dengan tiba-tiba mcmpcrolch keinsyafan. Umpama muka kau kotor. Bong Tiap dan Boe Wie menurut. Ngo Tjouw dari Sian Tjong. Kedua ujar itu telah menyatakan adanya dua aliran. Semua murid anggap ini adalah ujar yang paling sempurna. guna mcndapat kesadaran. Soetjouwmu adalah Sian Tjong Pak Pay. tapi aku harap kau bisa ingat baik-baik ujarnya Sin Sioe Tjouwsoe untuk setiap waktu rajin mcngebuti dan mcnyusu t. Sekarang ini ka u baharu dapati empat atau lima bagian dari kepandaianku. Soehoe ada begini schat-walafiat. supaya tak membikin debu bergumpal. aku mesti bicara dengan kau. dan Aliran Utara menginginkan kesadar an perlahan-lahan. ialah Sin Stoe. teristimewa jangan lancang gunai piauw Bouw-nie-rjoe . ia telah punyakan seribu lima ratus pengikut. seperti aku. kita b aik jangan bicarakan itu. Siapa dapat memastikan segala apa yang belum terjadi? Aku hanya hendak terangkan. maka itu aku larang kau berlaku jumawa. orang angga p Aliran Selatan lebih sempurna dari pada Aliran Utara. kita bicara urusan lain. toh akaninsyaf. kau telah ikuti aku beberapa tahun. kaca terang bukannya kaca. kau ialah maj ikan di sini. bukankah itu perlu dicuci setiap hari? Ka u bukannya murid Budha. lalu ia lanj utkan: Kau adalah murid ku. kita orang bakalbertcmu pula atau tidak ia tambahkan. gurunya. kuil ini dan semua kita b yang berada di dalamnya. yang biasa melaiui gurun pasir. Sian Tjong merupakan dua aliran atau golongan. hati umpama kaca terang. kedua matanya ditutup rapat. karena waktu ia pergi kepada gurunya itu. akan itinggal menyendiri di gunung yang sunyi-scpi. Siapa bisa bilang tentang hal-hal yang bakal terjadi? ia meneruskan. adalah yang disebut Oey Bwee Taysoe. ia telah minta orang tolong ia tuliskan lain ujar ialah: Bodi bukannya pohon.

aku pun pandang kau sebagai kanda k andungku. Eh. Aku biasa mondar-mandir seorang diri. Muara Kho Kee Po. bahwa karma ada seumpama impian. bahwa hati adalah pusat. bahwa segala apa ada kosong bclaka. i a insyaf pentingnya pesan itu. seperti mesti dipikirkan dahuiu. yang menanya.€ Selama beberapa hari ini. untuk mana. Pengaiamanku. ia ingat ayah dan ibunyadan Ham Eng juga. katanya dia menoleh karena kuatir soemoay itu ketinggalan. biar bagaimana. selam anya tak pemah lumer. saljunya tak pernahjadi lumer. Soeheng juga belum tidur? ia balas tanya. Mclainkan di sampi hgnya. kar ena ia masih muda. Sementara itu. kau biasa pandang aku sebagai ad ik sendiri. Kenapa? tanya ia. Bcbcrapa kali ia dapati soeheng itu menoleh dan mengaw asi ia. maka itu. Bong Tiap tak dapat kendalikan diri. dari itu. soeheng itu bungkam. Kau mirip dengan musim Tjocn yang penuh dengan kegembiraan Tidak demi kian dengan aku. Semasa aku berusia sebesar kau. Salju di puncak i tu tak lumer setahun gelap. penderita anku. . sang guru mcning galkan seheiai kcrtas dengan tulisan. mer eka numpang bcrmalam di rumahnya satu penduduk di kaki Gunung Tay Tjeng San. Kau punya ayah. terlunta-lunta dan mcrantau sebasai aku. waktu ditanya. Kenapa? Boe Wie ulangi. Boe Wie tidak lagi bcrgcmbira sewajarnya. aku tak ingat jelas lagi. tetapi lekas-lekas ia tetapkan itu. Nyata guru itu telah menutup mata. untuk ia mcnjadi niekouw. ia toh bcrduka. kau belum tidur? Itulah sang toa-soeheng. hingga mereka jalan berende ng. Aku sendin rak tahu. sochcng ini beda da ri pada dulu-dulu. ia mengerti jugatentang agama Budha. aku tidak punya saudara lainnya. ia adalah satu nona. kalau kau tidak sucikan diri. merantau ke tempat di mana tak . kau punya ibu. Lama Bong Tiap pikirkan sikapnya soeheng itu.€€berdua dengan soehengnya. air mukanya berubah sendirinya. ia scpcrti dipaksakan. bay angan itu perdengarkan suara halus yang ia kenal baik: Soemoay. aku sebaliknya tak dapat berdiam tetap di rumahmu. sekaiipun wajahnya ayah dan ibuku. kadang-kadang bicaranya tidak lancar. Aku mirip dengannya. kata ia. Malam itu Bong Tiap tak bisa tidur. yang bagaikan tcka-tcki. walaupun ia tetap s uka bicara dan tertawa. waktu ia hendak menegur. ia kata dalam hatinya: Nona tolol. lihat Gunung Tay Tjeng San ini. Merasakan ini. seperti hcndak bicara. Soemoay. Boe Wie mengawasi Puncak Tay Tjeng San. aku menerangkan. Kau menanya. ada luasdan lama. Soeheng. kau juga ada orang-orang yang meny ayanginya. dan hatiku mirip dengan salju yang ber-es itu. baharu ia bicara. maka ia pergi k cluar rumah dan saksikan salju yang terang bergemilang. Kau bel um bersengsara. hatinya goncang. yang berlaku sangat baik padaku. Maka akhirnya. ada urus an apa yang membuat kau memikirkannya? Soeheng. ia hiburkan diri. tetapi tidak lama. Ia tunjuk puncak gunung. Soemoay. Law Boe Wie. Bong Tiap bergidik sendirinya. Aku tidak dapat tidur. ia sedang terpesona ke tika ada bayangan tiba-tiba berkelebat di depannya. tapi kapan ia dekati. Hanya. yang bcrpcsan agar murid ini insyaf. demiki an perasaanku. Sampai sekian lama. Ingat Ham Eng. benarkah itu? Kau biasa malang-melintang. apa bukannya Sim Djie mengharap ia jadi murid sejati. ia d apat mencrkanya. tiba-tiba ia merasa. melihat Soemoay bangun. Ia teJah lama ikuti guru itu. aku turut bangun jawab soeheng i tu sembari tertawa jugaDasar€€polos. Ia bcrcekat. siapa nanti pakaikan kau jubah suci? Ia pun lantas ingat tanah datar. kau berhati terbuka. apakah kau tak dapat utarakan apa yang kau pikirkan itu ke p ad aku? Ditanya begitu. da n biarpun ada Soehoe dan Soebo. aku sudah biasa hidup se ndiri saja. kuatir nanti tcrulang kejadian sehebat di Boe-ip . Soeheng ini seperti pcrbataskan d iri selagi mcngawani sang socmoay. Habis itu. hatinyajadi tidak tentaram. yang berdiri tegar. ia dapat perasaan. gunung bersalju masih belum tepat melukiskan perasaan hatiku.n. dal am perjalanan ini. sambil bersenyum. Lantas Bon g Tiap urus mayatnya guru itu. kau seperti ada pikirkan apa-apa. ibukota Propinsi Soei-wan. Pun cak gunung itu setahun gelap bcrsalju. pikirannya tidak tentaram. Boe Wie dan Hoei Sioe bantui ia. yang alisnya mengkerat. Hari itu mereka sampai di utara Kota Koci-soci.

aku in gin berikan kebahagiaanku kepada siapa yang membutuhkannya. Juga di dalamnya. Mend engar cerita kau saja. aku seperti juga lagi mimpi dan separuh mendusin . aku telah dapati Gie Hoo Toan. aku bersedia untuk me njadi adikmu. yang tunjuki aku suatu jalanan. Oh. Mengena i Gie Hoo Toan. Boe Wie lanjuti sesudah ia bc rhcnti scbcntar. R upanya di antara mereka kau masih belum dapat cicipi kesenangan . Mendapatkan Gie Hoo Toan. aku ada satu -bocah yang tidak mengerti apa-apa. Soemoay. dala m hal apa aku bisa bantu kau. karcna itu. Tapi aku me ngasihi rumah tanggaku. tetapi aku juga merasa tcrtarik. Aku lebih takuti dunia yang tak bersuara. Aku bersendirian saja di waktu p agi. Satu hal aku bisa terangkan. walaupun aku sudah cari. yang selama€€sis anya€€saat-saat pertempuran. Bong Tiap tak mcngcrti soeheng ini. Sekarang ini Gie Hoo Toan antaranya bercita-cita Hoe Tjeng . Seringsering aku kuatirkan datangnya sang malam gelap-gulita. Demikian. ialah menunjang Kerajaan Boan. Soemoay. hingga sukar aku melihat tega s. Toh. berkata ia. seperti itu anggota-anggota dari Pie Sioe Hw ee dan Gie Hoo Toan. seperti ayahmu itu. mari kita pergi beristirahat. dari itu. Apakah Gie Hoo Toan tak mirip dengan laut yang bergelombang? Sahabat? dan Boe Wie menyengir tertawa getir. ia masih mondar-ma ndir. Soeheng. s elama tiga tahun yang belakangan ini. lebih suka aku duduk men jublek. seperti Tok-koh It Hang yan g sekarang berada di Kwan-gwa. Soemoay. terus sampai sang fajar datang. yang perhatiannya ketarik bukan main. yang dapat melegakan hatiku. walaupun ia bidup menyendiri. aku biasa berka wan dengan pedangku saja Belum pernah ada satu sahabatku. bisa menghiburi aku. atau di tempat air mengalir. tak dapat tidur dengan tenang. aku€€biasa bersendirian. Bong Tiap hidup diuruki kesayangannya ayah dan bundanya. aku masih belum dapati tenaga untuk gempur Kerajaan Boan yang telah berakar kuat. kau tanya apa yang mengganggu pikiranku. aku kekuranga n satu sahabat. jikalau bisa. aku sudah gembira Aku ingin menemui itu rombongan entjieenijie dan adik-adik dari Hong Teng Tjiauw. Kau masih sedang se garnya. di gunung-gunung di mana melulu ada pekiknya sang kera dan mengaun gnya sang harimau. yang bening dan keruh berc ampur jadi satu. Sekarang sudah tak siang lagi.ada manusia. untuk ku mpuli banyak kawan. a ku lebih suka dcngari suaranya sang raja hutan dan kera. Sampai sebegitu jauh. tapi ia terharu mendengar kata-kata orang. menunggui sang malam sampai datangnya sang fajar. belum pcmah ia hadapi soa . yang bisa turut merasai kegembiraan dan kedukaanku. aku kesepian. ia toh dilin dungi gurunya. seperti naga dan ular bergumulan. selagi kau bersendirian. Aku tak dapat jelaskan itu. toh aku jenuh akan bersendirian senantiasa. Aku bersyukur untuk kebaikan hatimu. IX Sadari masih kecil. sampai Bong Tiap potong ia. Toh aku masih merasakan kosong. Aku punyai sahabat-sahabat kekal. kau tak tahu. aku lihat. yang tak beroman. maka itu aku sangat benci pem erintah Boan serta budak-udaknya. aku sudah layu. Soeheng. kau barangkali benar. matanya mengembang air. aku ingin berada di antara mereka.ng aku lewati tidak bersama sahabat-sahabat. aku juga hilang harapan. Kau toh pernah tempatkan diri dalam Gie Hoo Toan. Boe Wie merasakan sangat kecewa mendengar kata-katanya Nona Lioe itu. aku juga mcncintai dunia. Sahabat aku mempunyai! Aku pun puny a akan guru yang menyayangi aku. mustahil kau tak mempunyai sahabat? demikian si non a. Aku pernah dengar dongeng tentang semut yang kecil sanggup binasakan scrigala yang besar. aku ada asing terhadapnya. rumah ku juga boleh menjadi rumah kau. Lebih banyak tempoku. Mirip seperti nona yang belum masak . ya. orang ad a baik hati tetapi orang toh cuma pandang ia sebagai kanda. kau ketahui cara binasanya€€ayah dan ibuku. atau mendengari berkeri cikannya air mengalir : Boe Wie bicara terus. maka kctika dengan pelahan ia angkat kepalany a. kau biasa merantau. sahut Boe Wie dengan lesu. hatiku sebenar nya€€lemah. dan ia tidak be rani mendesak Bong Tiap sendiri malam itu. aku ingin layani kau sebagai kandaku sendiri. Sim Djie Sin-nie. aku telah cari suatu himpunan yang berpengaruh. hingga di waktu tengah malam yang sunyi. Aku tidak tahu. di waktu maghrib! Kau tahu aku biasa merantau. di saat kau merasa kesepian .

Baharu tiga tahun yang lalu. ia percaya. masanya akan datang yang dia akan hadapi soal seperti yang ia hadapi sekarang. Ia tidak tahu. ia bersyukur sekali. dan sejak soeheng itu tolongi ia serumah tan gga. selama ia ingat Ham Eng. Pun. ia merasai itu. maukah kau bcrkumpul selamanya denganku sebagai ini? Ketika itu. tctapi ia masih ingat baik-baik. Ketika itu. bahwa kalau satu anak pcrcmpuan te lah menjadi bcsar. inilah apa yang ia dahuiu pernah dencar. ia gembira. mereka tak akan asing satu dengan lain. u ntuk tiga tahun. kalau nanti mereka bertemu pula. Samar-samar ia in gat.€€ia€€€memang memandangnya sebagai kanda sejati. rasa syukur ini menjadi berlipat sctclah ia ketahui.l-soal atau soal yang berat. baharu kali ini. ia tak insya f akan pertanyaan itu. sda . pernah Ham Eng tanya ia: Adik ku. Ia asing tcrhadap cinta tetapi ia toh ketarik Inilah pasti bukannya! ia kata da lam hatinva. iamasih memain pc rahu sama-sama itu saudara seperguruan. sesudah mereka berpis ahan tiga tahun lamanya. apakah ini juga yang dinamai cinta . Sekarang juga. Bong Tiap iantas ingat Ham Eng. Bong Tiap selalu merasa menghormati dan mengagumi. Terhadap toa-soehengnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful