P. 1
Thay Kek Kie Hiap Toan

Thay Kek Kie Hiap Toan

|Views: 128|Likes:
Dipublikasikan oleh Ridhuan Mha

More info:

Published by: Ridhuan Mha on Mar 05, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/29/2015

pdf

text

original

Thay Kek Kie Hiap Toan Karya : Liang Ie Shen Saduran : OKT Sumber : TopMdi website Ebook oleh

: Dewi KZ http://kangzusi.com/€€atau http://€http://dewikz.byethost22.com/ Seri 1 Pada tiga puluh tahun yang lalu, dengan sebuah kereta keledai, penulis berangk at ke luar daerah perbatasan.€Ialah pada bulan kesembilan dari musim ketiga, tanah datar ada belukar, hingga bumi nampaknya nempel dengan langit. Sesudah melalui beberapa puluh lie, sang maghrib telah mendatangi. Di sekitar kita tidak ada rum ah orang. Selagi kita mulai sibuk, tiba-tiba kita dengar tindakan kaki kuda di s ebelah belakang. Dua penunggang kuda lagi mendatangi. Tapi, setelah mendekati ki ta, suara tindakan jadi kendor. Nyata orang tidak lewati kita. Diam-diam kita ku atirkan orang jahat. Dari dua penunggang kuda itu, yang kita lihat selagi kita menoleh ke belakang, yang satu berumur empat puluh tahun lebih, yang lainnya, tiga puluh lebih, duadua romannya keren, samar-samar kelihatan pedangnya masing-masing. Selagi kita b erkuatir, tiba-tiba mereka liwati kita, kudanya dikaburkan, selagi liwat, mereka menoleh. Nampaknya mereka heran tapi mereka kabur terus. Belasan lie lagi kita sudah pergi, kita tetap tidak melihat rumah orang. Sekar ang sang maghrib sudah datang, kita jadi bingung, lebih-lebih setelah melihat du a orang tadi. Di mana kita mesti bermalam? Lihat! tiba-tiba kusir berseru, seraya tangannya menunjuk ke depan. Sebuah bukit kecil berada di depan kita, di tengah itu, nampak satu kuil tua. Di situ banyak pepohonannya. Kita segera menuju ke sana, dan berhenti di antara pepohonan. Kita mendaki sedikit akan hampirkan kuil itu. Kita mengetok pintu sek ian lama, baharu kita dengar jawaban seorang tua: Pintu tidak dikunci, masuk saja ! Pekarangan dalam dan pendopo ada sunyi. Beberapa ekor lawa-lawa beterbangan sa mbil cecowetan. Di tengah pendopo, duduk bersila seorang niekouw, ialah pendeta perempuan yang usianya sudah lanjut. Dia duduk diam bagaikan patung. Selagi mena ntikan, kita lihat sebuah pohon besar, besarnya kira-kira sepelukan. Yang aneh i alah, di batang pohon itu ada dua buah tapak tangan yang dalam, tapak seperti di korek. Sekian lama kita menunggu, niekouw itu tetap diam saja, maka dengan hati-hati, kita nanjak di tangga, selagi kita hampirkan bagian belakang orang alim itu, se konyong-konyong dia menoleh dan kata sambil tertawa: Tuan-tuan tentulah sudah let ih. Sedetik saja kita lihat, sepasang mata yang tajam dan bersinar, sebuah muka ya ng sudah keriputan, akan tetapi, kita percaya di masa mudanya, niekouw itu mesti cantik luar biasa. Pinnie masih belum selesai, kata pula niekouw itu, silakan Tuan-tuan menantikan s ebentar di kamar samping sana. Kita masuk ke kamar yang ditunjukkan, kamar itu tak berperabot kecuali sebuah meja dengan beberapa patungnya. Di situ ada sebuah tokpan yang luar biasa dengan setangkai bunganya, yang harum. Di pojok tembok, ada sekumpulan rumput, entah p epohonan apa. Heran aku pikir, di tempat suci seperti ini, ada sebuah kuil dengan pendetanya perempuan. Sembari menantikan si pendeta, aku keluarkan sejilid kitab Wei Mo Tjhing, untu k dibaca guna menenteramkan hati. Sungguh kau rajin, Tuan! tiba-tiba aku dengar suaranya si pendeta selagi aku mem baca belum lama. Apakah kau merasa aneh bahwa di tempat sesunyi ini ada sebuah ku il serta pendetanya? Mari kita pergi ke ruangan sana. Pinnie telah sediakan thee pahit untuk melenyapkan dahaga. Sembari minum, nanti pinnie tuturkan satu dan l ain mengenai keadaanku. Kita terima baik undangan itu, sambil keringkan dua cawan thee. Segera juga niekouw tua ini bicara tentang agama Budha serta agama Lhama, yang ada suatu cabang dari Budhisme, hanya Lhamaisme ada kecampuran kebiasaan-kebias

aan setempat yang zaman modern anggap tahayul. Umpama satu pendeta dari Tionggoa n, sukar tancap kaki di Tibet apabila dia tidak turut segala kepercayaan kaum Lh ama. Atau kalau dia tidak mengerti ilmu telan golok muntahkan api , dia mesti punya suatu kepandaian lain yang istimewa, umpama obat-obatan. Dan guruku adalah suatu niekouw, murid dari angkatan ketiga dari satu pendeta y ang merantau ke Mongolia dan Tibet pada seratus tahun yang lampau. Guru besar it u dapatkan kedudukannya di sini karena ia bisa letaki burung di telapakan tangan nya tanpa burung itu mampu terbang pergi. Maka akhirnya, guru besar itu bisa dir ikan tiga buah biara, antaranya ini yang sekarang pinnie tempati . Selagi pendeta ini berkata demikian, hujan, yang sudah mulai turun sekian lama , menghembuskan angin ke dalam, menyingkap selembar kain penutup patung-patung d i atas meja hingga kelihatanlah di situ sebuah patung lelaki yang romannya cakap dan gagah. Pendeta itu terkejut, matanya bersinar, tapi lekas juga menjadi tenang pula. Jangan heran Tuan, itulah gambarnya tunanganku, katanya kemudian. Kenapa satu niekouw mempunyai tunangan? Pendeta itu berikan keterangannya tanpa diminta lagi. Tunanganku telah terbinasa pada tiga puluh tahun yang lalu, binasa teraniaya di tangannya satu musuh, demikian penjelasannya. Dia ada satu murid dari Golongan Si lat Thay Kek Pay, sejak muda ia telah merantau, tapi kemudian ia binasa di tanga nnya satu manusia rendah. Oh, tak sanggup aku menutur terlebih jauh. Cukup kalau pinnie terangkan, untuk tunanganku itu, sudah tiga puluh enam tahun lamanya, pi nnie lakoni ini macam penghidupan sunyi Angin di luar meniup makin keras, hujanpun tambah besar, suaranya terdengar ny ata di pohon besar di luar kuil. Sekonyong-konyong tampangnya si pendeta berubah , agaknya terkejut. Ia lantas ambil beberapa biji tasbih, ia timpukkan itu kelua r, ke udara. Mulanya ia menimpuk satu biji, lantas nyusul yang kedua. Ini yang b elakangan kebentrok sama yang pertama, yang lagi jatuh turun. Keduanya lantas pe rdengarkan satu suara nyaring. Enam biji dia timpukkan, tiga kali terdengar suar a beradu itu. Cuaca gelap, tapi semua tasbih bisa beradu satu dengan lain, itu menunjukkan i lmu kepandaiannya niekouw ini. Tasbih pinnie ini, dahulu di kalangan Kang-ouw, ada juga namanya yang kecil, kem udian si niekouw bersenyum. Ini dia yang dinamai piauw Bouw-nie-tjoe. Orang yang datang malam ini, sahabat atau lawan, mestinya kenal baik piauw pinnie ini! Sebelum ucapan itu berhenti, dari atas pohon besar berkelebat dua bayangan ora ng seraya terdengar suaranya juga: Soehoe, jangan lepas piauw! Inilah kita anak-a nak yang datang! Bagaikan burung melayang, dua orang segera sampai di depannya niekouw tua itu. Aku tahu maksud kedatangan kau orang! kata si niekouw. Aku mesti turut kau orang untuk tugasku yang lagi belum selesai! Dua orang itu adalah dua penunggang kuda, yang tadi diketemukan di tengah jala n. Setelah dua orang itu memberi hormat dan duduk, niekouw itu melanjutkan kata-k atanya: Kebenaran sekali Tuan datang ini malam! Besok pinnie sudah mesti ikut mer eka ini, entah buat hidup terus atau terbinasa. Baiklah malam ini pinnie gunakan untuk memberi penuturan, agar anak-anak inipun sekalian mendapat tahu. Umpama k ita terbinasa, Tuan, kau nanti boleh siarkan tentang aku ini, perihal hebatnya b alas-membalas di kalangan Rimba Persilatan Dan niekouw tua itu tuturkan riwayatnya, yang merupakan ceritera kita ini. Demikian Liang Yusheng, si penulis, akhirkan permulaannya. I Distrik In-koan di perbatasan kedua Propinsi Shoatang dan Hoopak, dulu pernah jadi aliran dari Sungai Hong Hoo ke laut, ketika kemudian aliran itu digeser, ai r toh masih menggenang di situ, luasnya beberapa ratus lie, di situ orang masih mondar-mandir untuk pengangkutan di muka air, sedang di bagian-bagian yang dalam , permukaan air penuh dengan gelagah, ganggang dan rumput air lainnya. Inilah di a Muara Kho Kee Po yang kesohor. Di sini Touw Kian Tek berpusat di zaman Kerajaa n Soei, namanya sama kesohornya seperti Wa Kong Tjee dari Tjin Siok Po dan Thia Kauw Kim beramai.

Di tepi Muara Kho Kee Po ini, ada satu dusun kecil, Kim Kee Tjoen namanya Dusu n Ayam Emas.€Di belakang dusun ini ada sebuah bukit kecil tetapi indah. Sedangkan di atas bukit itu, di tanah yang datar, pada pagi itu dalam musim Tjoen yang per mai, dua pemuda dan satu pemudi, asyik berlatih silat dengan gembira. Mereka ada Yo Tjin Kong, Tjoh Ham Eng serta Lioe Bong Tiap; yang pertama dan kedua ada mur id yang kedua dan ketiga dari Lioe-kauwsoe Lioe Kiam Gim, guru silat kenamaan da ri cabang Thay Kek Pay, dan yang ketiga ada gadisnya guru silat itu, satu nona c antik dan gesit. Ham Eng dan Bong Tiap asyik adu kepandaian dan Tjin Kong sedang m enonton sambil bersandar di cabang pohon, tampangnya berseri-seri. Cara berlatihnya kedua saudara seperguruan itu ada luar biasa. Ham Eng berlari -lari terputar-putar, tangannya mencekal tambang yang diikati dua belas butir bo la pualam yang kecil mungil, kalau tambangnya digentak atau dikedut, tambangnya lantas jadi lempang dan kaku bagaikan toya, dua belas bola kecilnya lantas berge rak-gerak, bersinar menyilaukan mata. Setelah lari dua putaran, dengan larinya m akin keras, Ham Eng lantas berseru: Soemoay, kau juju dan seranglah! Lioe Bong Tiap mengejar, tangannya mencekal beberapa biji piauw besi namanya p iauw besi, sebenarnya itu ada uang tang-tjhie zaman Kaisar Ham Hong. Ini ada gan tinya Kim-tjhie-piauw, yang tajam di kedua muka, yang Loo-kauwsoe Lioe Kiam Gim dapatkan dari Thay-kek Teng di Shoatang. Thay-kek Teng ada satu ahli silat she T eng dari cabang Thay Kek Pay juga. Atas seruan soehengnya, sebelah tangannya Bong Tiap lantas bergerak, disusul s ama menyambarnya sebiji piauw besi, tetapi si nona sendiri berseru: Yang ketiga! G erakan tangannya adalah yang dinamai Hong hong tian tjie atau Burung hong pentang s ayap. Segera terdengar satu suara keras, atas mana, Ham Eng berhenti berlari, akan l ihat bola pualamnya. Ia dapatkan benar sekali, bolanya yang ketiga yang telah ke na dihajar sampai ikatan kawat halusnya putus dan bolanya jatuh. Bagus! ia berseru dengan pujiannya sambil tertawa, sesudah mana, ia lari lagi. Bong Tiap mengejar pula tanpa bilang suatu apa, ia berlari-lari dengan gunai i lmu entengi tubuh yang dinamai Pat pouw kan sian atau Delapan tindak mengejar tongg eret , lalu sembari lari ia menimpuk tiga kali, sekali ini sambil berseru: Yang kes atu! Keempat! Kedelapan! Sembari menyambit, ia berlompatan dengan tipu silat Koay bong hoan sin atau Ular naga jumpalitan . Lalu beruntun terdengar dua suara beradu, dua bola jatuh ke tanah. Tapi piauw yang ketiga dijepit antara dua jerijinya Ham Eng, siapa berbuat demikian sambil tertawa besar. Mukanya Bong Tiap menjadi merah. Dia telah menimpuk membikin tiga piauw bersin ar sebagai tiga buah bintang. Ham Eng ketahui liehaynya sambitan itu, tapi dia p un hendak perlihatkan kepandaiannya, dia sengaja sambar yang ketiga dan tangkap itu. Untuk ini, ia berkelit dahulu, selagi piauw mendekati tenggorokannya, ia an gkat tangan kirinya, jari telunjuk dan tengahnya lantas menjepit! Melihat demikian, Yo Tjin Kong serukan supaya mereka berhenti berlatih, kemudi an ia berikan pertimbangannya dengan berkata: Soemoay punya permainan piauw sudah sempurna, hanya yang ketiga barusan, ditimpuknya secara terlalu terburu nafsu. Kau, Sam-soetee, masih banyak kelemahannya, gerakan Tiat-poan-kiomu masih lambat . Adalah lebih baik kau berkelit dengan Yan Tjeng Sip-pat-hoan. Dalam pertempura n, orang mesti berhati tenang tapi juga gesit. Meski adanya pertimbangan dari sang soeheng itu, Bong Tiap tidak puas. Dari tiga piauw, cuma dua yang mengenai, aku tetap kalah! katanya. Sam-soeheng, m ari kita berlatih pula, dengan tangan kosong! Ia kepal tangannya, dan menghampirinya. Tjoh Ham Eng angkat pundak. Kau sudah menang, Soemoay, kenapa kau masih belum puas? katanya. Kau tidak lelah tetapi aku yang sudah letih. Biar besok saja aku layani pula padamu . Tidak, Soeheng! mendesak si nona. Usianya dua pemuda dan pemudi ini tidak berjauhan, Bong Tiap baharu enam belas , Ham Eng baharu delapan belas. Bong Tiap ada anak tunggal, atau anak macan, bia r dia dididik keras, dia tetap sangat disayang ayahnya, hingga ada kalanya, kein ginannya mesti diluluskan. Murid kepala dari Lioe Kauwsoe sudah lulus dan sudah merantau sejak sepuluh ta hun yang lalu, umurnya sudah tiga puluh lebih, dan murid kedua, Yo Tjin Kong, su

Loo-soehoe ada di rumah.€Hal ini. yang telah datang dengan lekas karena kecerdikan dan kegesitannya Bong Tiap. ia segera berkata. tubuhnya melayan g dengan pesat. ak an dului soehengnya memberi laporan. baharu ia hendak menangkis. Jangan kau orang tanya aku siapa. tapi si soepeh pegat ia.dah mendekati usia tiga puluh tahun. katanya sesampainya di jalanan yang batu-batunya berlumut. jalanan licin. hati-hati! Berbareng dengan itu. Orang itu adalah Lioe Kiam Gim. Bong Tiap belum insyaf perbedaan antara laki-laki dan perempuan. orang asing i tu barangkali ada seorang Kang-ouw. Di luar dugaannya. akan mendaki tempat yang penuh batu. Soepeh. Terang itu bukan perahu nelayan. ia berseru: Oh. belum sempat lihat o rang punya muka. lalu membarengi majunya perahu seperti berlompat. ke arah ya ng ditunjuk. Begitu lekas kendaraan itu mendekati pinggiran. si guru silat. perca ya orang tidak bermaksud jahat. ia menjawab. Bertiga mereka ini biasa berlatih bersama-s ama. he! Lihat. ia gunakan kedua tangannya. Bong Tiap tak perduli orang mengalah. tangan kirinya dengan jeriji terlonjor. orang itu sudah maju untuk paykoei. siapa itu datang? Tangannya pun menunjuk. ia tak mer asakan apa-apa. atau murid keponakan. yang mengenai nama baiknya perguruan kita.€ Tuan hendak menemui Loo-soehoe. ia lantas ikut Tjin Kong. Sebuah perahu kecil dan enteng lagi mendatangi di tengah muara. yang sudah pulang dengan cepat. akan loncat ke samping. menotok pada tetamu yang tidak dik enal. yang sengaja mengajaknya ambil ja lanan yang sukar. tubuhnya sendiri sudah melonca t ke darat. hingga dia anggap baiklah ia mendahului menemui di luar rumahnya. ia sengaja tangkap piauwnya Bong T iap. ia sudah enjot tubuhnya. penumpang itu enjot tubuhnya. Soeheng ini pun minta soemoaynya lekas pulang. yang sudah puny a sedikit pengalaman Kang-ouw. tetamu it u adalah soetit. Di atas perahu itu ada seorang lelaki dengan t ubuh yang besar. Kim Hoa? Sekejab saja. Siauwti t belum sempat menemui Soepeh tetapi Soepeh sudah mendahului menemui padaku . Orang itu kepriki pakaiannya. memecah gelaga h. jalanan licin. ia menoleh seperti juga Ham Eng. Kau siapa? Ada urusan apa kau cari Lioe Loo-soehoe? €Ham Eng balik menanya. kau. dia berlari-lari terus ke ar ah rumah. tetapi Yo Tjin Kong. hingga ayahnya ini menyangka. melainkan mulutnya mengucap: Ya. Ia harap. Siapa tahu. Lioe Loo-soehoe ada di rumah? dia tanya sembari menghampir kan tiga saudara seperguruan itu. ia suka turuti adatnya.€ Asal aku sudah ketemu sama Lioe Loosoehoe. Ia hendak uji orang itu. katanya sembari memberi hormat sambil berlutut. tidak nanti kau orang bisa segera mengerti! Tiga orang itu melengak atas jawaban itu. lajunya sangat pesat. tangan kanannya dipakai men arik si murid. nampak kegesitan tubuh dan sikap orang itu. yang datang untuk mencari gara-gara. Awas. Orang itu terperanjat dengan serangan yang tiba-tiba itu. Aku cari Lioe Loo-soehoe untuk satu urusan sa ngat penting. Apakah Lioe Kiam Gim. turunnya di sampingnya Yo Tjin Kong. untuk mana. sedikitnya tubuh dia itu akan seloyongan atau miring. dari sini baha rulah ia mengawasi. supaya ia bisa betot ujung baju orang. yang pakai baju abu-abu. Demikian barusan. orang yang baharu sampai itu sudah mendahuluinya. umpama kalau ia tak mampu bikin orang terpeleset. tapi sebelum ia bisa melihat tegas. Ham Eng sudah bersiap. ia sengaja bikin tubuhnya seperti terpeleset. dengan tipu Soen soei twie tjouw atau Menolak perahu mengikuti aliran air. Bong Tiap tarik pulang kepalannya. kadang-kad ang suka godai soemoay ini. sedang Ham Eng di lain pihak. silakan ikut siauwtee. maafkan siauwtit. dia pasti akan kenali aku. . ia lantas saja menyerang dengan pukulan T jit seng tjiang atau Telapakan Tujuh Bintang . akan memberi kabar. dengan tidak perdulikan lagi perahunya. Kim Hoa hendak bicara sama itu soepeh. atau Yo Tjin Kong telah ber seru: Jangan gaduh.€Perahu itu tidak pakai layar dan angin ada angin melawan. orang itu tetap berjalan dengan tubuh tetap. taruh kata aku b eri tahu pada kau orang. dari sebelah atas seorang lompat turun. Orang itu manggut.

yang di depan terpental minggir. Ah! berseru Thay-kek Teng. Thay-kek Teng kagum sekali. Sedang begitu. pindah untuk bekerja membantui satu kena lannya. kebe tulan sekali dua ekor kerbau adu tenaga. ia pulang untuk cari Thay-kek Teng. ia mendahului keluarkan sepucuk surat. hingga guru silat i ni jadi terkejut. Ger akan kedua tangan itu. menurut runtunan murid-murid. piranti duduk berangin. sebab ayah itu. belajar baharu satu tahun. tapi selagi ia hendak tanyakan keterangannya bocah itu. bahwa ia bisa berlatih dengan sempurna sambil insyaf sudah. untuk dihaturkannya. atau Kuda liar memecah suri . dada siapa ia serang. ayahnya telah menutup mata. Thay-kek Teng terperanjat. hingga dua binatang itu tak saling kej ar pula. Melihat demikian.Sabar. mereka cocok satu sama lain . sedang pajak ada berat. seraya menghampiri. tapi tidak menunggu sampai soepeh itu m enegurnya. Maka juga. anaknya Thay-kek Teng. yang tak berhasil hidup sebaga i petani kecil. ketika Kiam Gim berumur tujuh ata u delapan tahun. air mukanya berubah dengan segera. Pada suatu hari selagi Teng Loo-kauwsoe dan beberapa muridnya asyik pasang omo ng di depan rumahnya. ia tidak mencegah. suatu ilmu pukulan dari Thay -kek-koen. Lioe Kiam Gim tidak sempat berbuat apa-apa. demikian kata Lioe Loo-kauwsoe. di jalan besar. Dengan In liong sam hian . sesudah mana. yang sendirinya dengan rajin dan sungguh-sungg uh meyakini terus pelajaran yang ia dapati dari gurunya. akan kepentingann ya. tetapi. Bunyinya surat ada demikian penting. sampai ia menjerit. soetee ini adalah ahli waris dari Thay Kek Pay. atau Naga mega muncul tiga kali . hingga ia telah perlihatkan tenaganya. Hanya. Hanya apa lacur. Tapi dia rupanya berjodoh sama ilmu silat. sampai ia insyaf sendir i. oleh ayahnya. karena itu Thay-kek Teng tid ak lantas didik dia seperti murid-murid lain. Kiam Gim ada bertubuh kurus dan lemah luar biasa. ia agaknya tak perhatikan kedua ekor kerbau yang sedang main udak-udakan itu. Guru silat ini lantas loncat lari. menuju ke rumah. Ia ini tunggu sampai orang punya kepalan kiri . Apa mau. Tapi. jauh beberapa puluh tindak dari mereka. sebab dialah yang diangkat jadi tjiang-boen-djin. bocah itu tolak kerbau yang di depan dengan tangan kirinya dan kerbau yang di belakang dengan tangan kanannya. apabila ia sudah awasi bocah itu. Empat tahun lewat dengan cepat. baik kita mundur sedikit dari cerita ini. karen a mana. Kenapa kau ada di sini? Bagaimana caranya kau jadi peroleh tenaga besar dalam ke pandaianmu ini? Itu bocah adalah Lioe Kiam Gim. orang yang mewariskan dan meneruskan pegang pimpinan dari kaum atau golongannya. beberapa hari yang sudah. di bawah mana ada meja dan bangku-bangku dari batu. dua ekor kerbau te ngah berkelahi. menurut pesan ayahnya. ayahnya minta Thay-kek Teng suka ajarkan silat pada anak ini. yang kalah. ada dengan pinjam tenaga lawan . di sebelah rajin berlatih apa yang diajarkan. Kim Hoa lantas duduk di sebelah bawah. Maka mereka bertiga. Kiam Gim baca surat itu. mendadak ada orang berlompat ke depan mereka dan orang itu satu bocah lebi h kecil dari Lioe Kiam Gim datang menyerang anak piatu ini. ia malah berdiri sambil usut-usut kumisnya dan bersenyum. akan tetapi. yang di belakang terdorong mundur. Ayah dari Lioe Kiam Gim ada suatu sanak jauh dari Shoatang Thay-kek Teng. Kiam Beng ada soeteenya atau adik seperguruan. karena cepat sekali. yang hendak tolong padanya. Kiam Gim ajak orang pergi ke latar di mana ada banyak pohon yang lioe. dan dengan matanya yang liehay. sesampai di sini. itu bocah hampir ketabrak. diam-diam ia perhatikan pe lajarannya lain-lain murid. anak kecil itu desak Li oe Kiam Gim. mari kita bicara di rumah saja. maka pergaulan mereka jadi rapat. dan yang menang mengej arnya. mereka tinggal bertetangga. satu anak tanggung lagi berlari-lari menda tangi. untuk meno longi. ia telah saksikan sebabnya itu. terpaksa ia layani penyerang itu. guna lebih dahulu kuati tubuh. lari kabur. Kapan ia telah lihat bocah kecil ini. lantas yang satu. tetapi di lain pi hak. tiba-tiba ia dengar satu suara keras . Untuk ketahui duduknya perkara. Surat itu datangnya dari Teng Kiam Beng. di sebelah itu. belum ia sampai kepada mereka. hanya dia diperintahkan yakinkan T hay-kek-koen. Dengan Ya ma hoen tjong . ia d iajak pindah ke distrik tetangga. kedua kerbau terpental masing-masing.

si penyerang tarik pulang tangannya. Kiam Gim dan Kiam Beng taat kepada pesan guru mereka. yang terbagi dua : mereka yang tetap mencinta negeri (Kerajaan Beng). pemerintah Tjeng ubah haluan dengan coba membaiki guru-guru silat. maka kemudian. maklum ia ada anak yatim-piatu. Kau. aku ingin kau orang tindas yang galak dan bengis. sebab ia anggap. Teng Loo-kauwsoe lantas b erseru: Cukup! Cukup! Sudah. Kiam Beng menjadi kepala besar. terutama d i Shoatang dan Hoopak. selagi merantau. sejak kita diwarisi ilmu silat oleh guru besar kita Thio Sam Hong. dan mereka yang suka atau k ena dilagui oleh politik mengambil hati itu. Ia mengasih pelajaran yang sungguh-sungguh. ketika datang s aatnya ia hendak menutup mata.hampir mengenainya. jangan kau orang bertengkar. tapi ia me layani terus. Rimba Persilatan. perhentikan serangannya denga n lantas. Kiam Gim pun sangat bersyukur pada gurunya ini yang ia pandang sebagai ayah sendiri. dan ia puas ben ar dengan kepandaiannya. masih ada guru-guru silat yang mendidik murid-muridnya tidak perduli Kaisar Kee Keng melarang keras kepada rakyat membuka rumah-rumah perguruan silat. di antara mereka. akan mulai dengan desakan lain. jangan bersikap keras. ia merasakan hebatnya desakan musuh. malah Kiam Ben g diperintah panggil soeheng padanya. ini membuktikan ia mempunyai baha n baik dan keuletan. tetapi toh ia bisa tandingi anaknya itu. di waktu mana. mereka pergi merantau. Kalau Kiam Gim adalah tetap ramah-tamah. Di akhir pergerakan Thay Peng Thian Kok yang gagal. Sikap pemerintah itu sebaliknya menyebabkan perpecahan diantara ahli-ahli silat. di Hoopak. akan tetapi di sebelah itu. maka itu. Inilah politik pemerintah Tjeng hingga akhirnya muncul pergerakan Pahkoenta uw atau Boxer. Kiam Gim. tidak heran kalau mereka jadi tidak betah berdiam di rumah saja. sadari bangsa Boan-tjioe merampas Tionggoa n dan memerintah kita bangsa Han dengan sangat menindas. akan cari pengalaman. Sejak itu Thay-kek Teng terima Kiam Gim sebagai murid yang sah. Sepuluh tahun lebih Thay-kek Teng didik murid dan anaknya itu. di sana-sini masih ada perse rikatan-perserikatan rahasia Melawan Tjeng-tiauw untuk membangunkan Kerajaan Beng . Mengenai bentrokan dari Kiam Beng dan Tjiong Hay Peng. Dalam hal ini. Karena adanya sikap pemerintah itu. Kiam Beng dapat didikan lang sung. ia pesan mereka dengan kata: Kita Kaum Thay Kek Pa y. Sebab pihak yang pertama jadi benci atau tak menyukai pihak kedua. sia-sia saja Lioe Kiam Gim memberi nasihat pada itu soetee. Kiam Gim melayani sekian lama. Di lain pihak terhadap sesama kau m Boe-lim. pusatnya adalah Kota Poo-teng. ia sambar tangannya Kiam Gim. Kiang Ek Hian dari Bwee Hoa Koen dan Koan Ie Tjeng dari Ban Seng Boen. yang dianggap sebagai golongan pengkhianat. lantas ia pukul orang punya lengan. ditugaskan untuk menolong yang lemah. sudah cukup! Anak itu. Beng-djie. hingga ia tel ah bentrok dengan Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Koen. sedang di kalangan Kang-ouw. ia tak sudi mengalah terhadap siapa juga. bagus! Kau ada punya harapan besar! Kiam Gim lebih tua dua tahun dari Teng Kiam Beng. Anak. sampai tiga puluh gebrak. Di sini keduduk an mereka berimbang sama kedudukannya Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay. untuk ditarik sambil i a berseru-seru dengan kegirangan: Aku dapat kawan! Aku dapat kawan! Bagus. segera timb ul perubahan. tapi setelah itu. kau harus bisa pi mpin soeteemu! Itu waktu dua-dua Kiam Gim dan Kiam Beng sudah berumur dua puluh tahun lebih. mereka tak sudi dilagui oleh pemerintah Tjeng.€ Kau bisa layani anakku. maka guru silat itu jadi sangat girang. Tapi dengan gesit. ilmu pedang Thay-kek-kiam dan ilmu melemparkan senj ata rahasia Kim-tjhie-piauw. dia adalah ahli waris dari Thay Kek Pay. ia anjurkan orang-orang bangsawan dan pembesar-pembesar negeri bergaul dan bersahabat sama ahli-ahli si lat. sebab usianya yang lebih tua. Kiam Gim dan Kiam Beng dapat keleluasaan d alam perantauannya. mereka jadi dapat banyak kenalan dan penghargaan. inilah akan menyebabkan hatiku tidak tentaram. bagus! Thay-kek Teng puji bocah she Lioe itu. aku larang kau orang be kerja untuk bangsa Boan-tjioe. malah ia turunkan tiga macam kepandaiannya yang liehay. Ia gunai tipu silat Lam tjiak bwee atau Mencekal ekor burung gereja . Tapi kemudian. ialah Thay-kek-koen. yang dipanggil Beng-djie atau anak Beng . sebabnya ialah raja ini kuatir rakyat Han nanti berontak pula. halnya dimulai oleh kej adian yang berikut: .

yang pun bawa obor dan lentera. beri kut teriakan mereka berulang-ulang: Tangkap penjahat! Tangkap penjahat! Hanya sesu dah datang dekat. Ia gunai Khong tjhioe djip pek djim . Ia lihat munculnya bayangan yang kedua. Ia terus memasang mata dan kup ing. Kiam Beng dengar kata-kata itu. u ntuk menyusul. yang satu mencabut pedang. Anak ayam itu berada di lauwteng ketiga. tetapi ia tidak peroleh hasil. yang panjangnya kira-kira tiga kaki. denga n apa mereka mendahului menerjang. akan rampas gegaman orang itu. Ah. Tidak tempo lagi. dia tetap ketinggalan beberapa tumbak jauhnya. Dua bayangan itu ada liehay. lantas ia lari dengan keras sekali. Dua-dua bayangan itu memakai topeng hitam. sebab di sebelah kecurigaannya. Pertempuran sementara itu sudah mengagetkan orang-orang di dalam gedung. mereka tidak berani menyerang. pikir Kiam Beng. seger a datang serombongan orang yang bersenjata. untuk bisa datang lebih dekat kepada mereka itu. Ia tidak takut sekalip un ia tidak bersenjata. ia bisa menan g. kawanan manusia rendah. yang lalu maju sedikit. Ia pun jadi tidak senang. Hal ini terjadi beberapa kali. loncat naik ke atas sebuah ranggon kecil. bayangan itu seperti punya mata di belakang. sekarang dia tentu sudah pingsan . siapa lantas saling berbisik dengan bayangan yang pertama. kecuali dua orang yang dandan sebagai kepala tjinteng. disus ul sama berkelebatnya satu bayangan di atas genteng tetangganya. Baharu saja aku tiupkan asap Ngo-kouw Hoan-hoen-hio. Maka terus ia loncat naik ke atas genteng. coba ia berkelahi dengan satu lawan satu. yang satu memegang . Ia memang pali ng benci penjahat perugul orang perempuan. ujung peda ng saban-saban menikam ke arah tempat-tempat kematian. bayangan it u lari masuk ke dalam pekarangan lebar dari suatu gedung besar. Dua bayangan itu terkejut dan loncat turun. percuma Kiam Beng mengej ar. akan ditukar dengan geraka n lain. Ia segera menyangka bayangan itu ada satu penjahat atau tukang ganggu orang-ora ng perempuan. yang banyak pepo honannya. hingga ia bisa datang dekat kepada m ereka itu. bulan dan bintang sedang guram. hingga ia anggap. suatu ilmu dari Thay-kektjiang. Ia tidak menoleh ke belakang. itu se njata yang mirip dengan pit atau potlot. Ia heran di wak tu demikian ada kelayapan satu ya-heng-djin ialah orang yang biasa keluar malam. Dengan tidak merasa. tak pernah ia mampu sambar senjata musuh. Waktu itu. ti ba-tiba dua bayangan itu tarik pulang senjata mereka. Dan Poan-koan-pit. tetapi ia seperti ketahui ada orang kuntit padany a. ia angga p orang tidak pandang mata padanya. Lihat tanganku! Dua bayangan itu tidak takut. tak perduli bagaimana dia pandai berlari cepat. hingga kelihatan saja sepasang mata mereka masing-masing. Di sini. guna cari tahu bayangan itu siapa adanya atau apa maksudnya. ilmu dengan tangan kosong melawan senjata tajam. Eh. malah apa yang ia rasai aneh. yang mencorong. satu kali. orang rupanya jerih ter hadapnya. kalau hendak dibikin celaka. Ngo-kouw Hoan-hoen-hio adalah hio. tetapi ia dikepung dua musuh tangguh. Dengan tangan kosong. Ia tidak tahu. Segera bayangan itu menepuk tangan. Kiam B eng lihat orang bermula mainkan Tat-mo Kiam-hoat dari Siong Yang Pay. mer eka hampirkan tembok pekarangan. makhluk apa berani campur urusan tuan-tuan besarmu? mereka itu menegur.€Ia lan tas dapat mencandak. kata bayangan yang satu. tetapi jago Thay Kek Pay itu terus susul mereka dengan turun loncat ke bawah. inilah ternyata dari gerak-gerakan mereka. Kiam Beng pasang mata. Ia sembunyi di atas pohon dekat ranggon itu. mereka mengurung dari jauh-jauh saja. Habis itu. Kiam Beng lawan dua bayangan itu. yang lain mengeluarkan sepasang Poan-koan-pit. Ia lantas berdaya. Terang mereka hendak cari tahu keadaan. Hanya anehnya. Sambil bersembunyi di b elakang sebatang pohon. sampai Teng Kiam Beng kau orang tidak kenali! berser u jago Thay Kek Pay ini.Pada suatu tengah malam. ia k eluar dari tempat sembunyinya dan loncat ke ranggon itu. sebaliknya. terang-terang ia bakal tertikam atau tertotok. ujungnya senantiasa mencari satu di ant aranya tiga puluh enam jalan darah yang berbahaya. mereka sampai di luar Kota Poo-teng. Ia tidak pernah menyangka bahwa orang ada kandung suatu m aksud. hingga kali ini. Tiba-tiba ia dengar sambaran angin lewat. ya ng asapnya bisa menyebabkan orang tak sadar akan dirinya. menjadi gusar dengan tiba-tiba. dia tak mampu mencandak lagi . ia sudah a kan rubuh siang-siang. seperti biasa Teng Kiam Beng melatih diri.

Tin-djie. yang berarti menyingkir . ia terus layani musuh-musuhnya. kakinya mengge ser. baharu saja ia bangun untuk berdir i. Ia pun terus loncat mundur. ia rubuh sendiri. belum sampai ia peroleh maksud. di sana aku kenal satu thaykam tua siapa presen aku setengah botol kecil obat i tu. yang bertopeng. dari mana ia cabut senjata raha sia itu. ia hanya maju. sahut Teng Kiam Beng sambil kerut kan alis. orang mesti pepayang padanya. pergi lekas ke lauwteng belakang pada Djie-ie-nio! ia berkata. baharu mereka ha mpirkan kedua bayangan. kita nanti coba itu! Kemudian pada Kiam Be ng. Ia baharu bergerak atau mendadak beberapa cahaya be rkeredepan dari tempat lebat. tanpa ia ingin. Ini ada senjata rahasia yang dipakaikan racun. atau Bergulingan di tanah begit u lekas tubuhnya mengenai bumi. ia mengarah muka. disusul sama Koen tee tong . Mari. lenyap di tempat lebat itu. tiba-tiba ia rasai kakinya lemas. di mana orang melayaninya denga n hormat dan telaten. tubuhnya diputar. atau Sin-kiang. Senjata apa itu? Adakah itu berbahaya? tanya tuan rumah yang agaknya kaget. untuk mengejar. pedangnya menyabet kakinya orang itu. Ia bergerak sangat gesit. ini ada satu senjata jahat. yang terus saja pimpin jag o Thay Kek Pay itu. akan lari. tidak urung paha kanan nya toh ketusuk sebatang senjata rahasia. ke pepohonan y ang lebat. tadi ia sudah terkena senjata rahasia. Segera datang satu serangan Poan-koan-pit kepada pundak kanan Kiam Beng.€Di istana orang s . Sekarang baharu ia insyaf. yang masih menancap. juga buat obati luka-luka senjata rahasia. Tok -tjie-lee! €Karena itu ada senjata rahasia yang dipakaikan racun.tumbak. Kiam Beng tidak pikirkan itu. Itu ada obat di dalam istana. ia berniat pamitan. ia berkelit dengan lompat jumpalitan Yan Tjeng Sip-pat-hoan atau Yan Tjeng jumpa litan delapan belas kali . apa mau. Sikapnya dua bayangan itu ada mengherankan. mereka tidak berani. terus ia raba pahanya. untuk diajak masuk ke dalam. hingga ia mesti kelit ke kiri. Rasanya aku tak dapat lagi keluar dari rumah ini . sebelah tangannya balas menotok. tapi. racunnya ada racun dari Tanah Biauw. tapi begitu lekas pin dahkan kaki kanan ke kanan. katanya untuk sembuhkan segala racun atau gigi tan binatang berbisa. yang lain sepasang golok. tubuhnya turut. Teng Kiam Beng tidak gemar bergaul sama orang-orang sebangsa hartawan ini. dengan begitu ia bisa balas menyerang si pemegang pedang itu. ada yang sediakan hoen-tjwee. sepas ang senjata itu bergerak dengan berbareng. Di kalangan Kang-ouw. Dengan tabah Kiam Beng loncat untuk berkelit. Penyerang itu buang mukanya ke belakang. mereka m enang di atas angin. Guru silat ini mendak. Mereka ini tidak punya guna. Tuan rumah periksa senjata rahasia itu dan juga lukanya. peda ng menyambar dari belakangnya. aku pernah pangku suatu pangkat kecil di Pakkhia. ya ng aku tak nanti lupakan . Untuk bis a bangun. mari mampir! kemudian kata si tuan rumah. Kiam Beng lekas-lekas membangunkan orang tua itu. kedua bayangan. lantas hampirkan Kiam Beng kepada siapa ia memberi hormat sambil menjura d engan dalam seraya terus mengatakan: Tuan. Kau mint a obat Pek-giok Seng-kie Poat-tok-koh. yang membikin ia kaget. ia berseru: Oh. air mukanya pucat. Kejar! Kejar! berulang-ulang berseru kawanan tjinteng. karena ia rasa i kakinya jadi kaku dan gatal. ada yang suguhi thee. perbuatannya diturut oleh kawannya. yang dandan sebagai satu saster awan. karena dalam pertempuran. si pemegang pedang berseru: Misah! Ini adalah ucapan rahas ia. di detik itu juga. menyambar kepadanya. suaranya separuh merintih. Seorang berumur kurang-lebih lima puluh tahun. terima kasih untuk bantuan kau ini. Apa yang mengancam mereka ialah rombongannya tuan rumah tet api mereka ini tidak mengurung untuk menyerang. Ia tahu adanya senjata rahasi a. ra cunnya segera bekerja begitu mengenai darah! Luka ini tak dapat disembuhkan kecu ali dengan obat kepunyaan si penyerang gelap sendiri. tatkala ia periksa senjata itu. yang aksinya baik. Ia menyerang s ambil mendekam. hingga mereka telah bergebrak lebi h dari lima puluh jurus. set elah hirup thee. dua-duanya kena disapu kakinya hingga mereka rubuh terpe ntal! Teng Kiam Beng tidak harap bantuannya sekalian tjinteng itu. Di lain pihak. ia tambahkan: Di masa muda. Tuan. Berbareng dengan itu. tapi u ntuk nyerbu ke tempat lebat. dengan sepasang t angan kosong.

Malah beberapa kali ada orang-orang melara t datang untuk mohon derma. Karena ia tinggal menumpang. jago itu suka atau tidak bersahabat sama dia . Hanya. selagi ia mengucapkan terima kasih. . Dia jadi ahli Thay Kek Koen bukan namanya. Dia tanya alamatnya. Di hari keempat. untu k mana ia menghaturkan terima kasih. Selagi tiga orang beriang-gembira. apa yang sudah terjadi. dari istana Kerajaan Tjeng. yang berpura-pura menjadi penjahat tukang perugul orang perempuan. lantas ia dapa t tahu. untuk pasang omong. dan yang pegang Poan-k oan-pit ada Ouw It Gok. sempurna sekali gunai ilmu pedang Heng Ie Pay dan Boe-kek kiam-hoat yang kau dapat curi pelajari. S audara Bong. lalu kak inya itu. hingga kau sekarang bisa jadi sahabatnya! Tiga orang itu tertawa dengan gembira sekali. Coba aku merdeka. akan pedayakan Teng Kiam Beng. di rumahnya Soh Sian I e. terpaksa ia terima baik undangan itu. Mereka sengaja dipinjam oleh Tjongtok Tee Kie dan Tit-le e. Laginya. Sedang kau. Kiang Ek Hian dan Koan Ie Tjeng. buat jalankan peranan. Sekarang silakan Tuan tinggal sama aku di sini. pahlawan kelas satu. Kiam Beng sampai di rumahnya dengan tidak l ama kemudian. Kalau tidak Tee Tjon gtok memesan wanti-wanti. jikalau bukan kita berdua. hartawan di Poo-teng. supaya ahli silat Thay Kek Pay ini bisa ditempel agar nanti tenaganya bisa dipakai oleh negeri guna had api musuh-musuh gelap bangsa Han. Selama beberapa hari. semua merek a ini menanyakan. Ia memang mengerti sedikit tentang syair. Tentu saja Kiam Beng menjawab bahwa ia suka bersahabat. setelah sembuh betul. Tuan mesti beristirahat di sini. dan semua orang itu d isambut sendiri oleh Sian Ie. Selama racun belum punah semua. Maka ia percaya. tidak nanti aku tak a da di atasan Kiam Beng. dan Ini budi besar tidak nanti aku lupakan! katanya. Sebegitu jauh aku belum pernah pakai obat ini. Pandai sekali kau de ngan angkatanmu. tetapi ia tak ada di atasan kita . hartawan itu sendiri lagi duduk berkumpul dalam kamar rahasianya bersama dua orang yang itu malam jadi bayangan dan memakai topeng. begitu lekas l ukanya dipakaikan kohyo itu. d ia tanya. Soh Sian Ie ser ta orang-orangnya antar dia sampai tiga lie.ediakan obat ini guna berjaga-jaga. dia tak dapat dilayani . datang orang-orang menyambanginya. Ia pun lihat orang itu manis budi. buat ap a menyingkirkan hanya dia seorang? Bukankah kita hendak pakai tenaganya untuk bu yarkan persatuan dari kaum pencinta negeri kalangan Kang-ouw di Shoatang dan Hoo pak ini? Aku kagumi kau orang berdua. luka akan kumat lagi dan itulah berbahaya. akan turuti hatiku. Yang bersenjatakan pedang. Sian Ie sendiri berulang-ulang panggil dia enghiong besar . Teng Kiam Beng rubuh dalam tipu-daya kita! kata Bong Eng Tjin sambil bertepuk ta ngan dan tertawa gembira. hingga dia tidak curiga suatu apa terhadap kau. dari ilmu surat sampai segala urusan di Kota Raj a. sibuk dan berkuatir juga. Kiam Beng tahu liehaynya racun itu. sekarang marilah kita coba. bahwa tuan rumahnya ada Soh Sian Ie. h artawan ini juga budiman. Tidak ada jalan. karena selama tiga hari ia leny ap dengan tiba-tiba. peti mati. It Gok perkenankan ia berlaku jumawa. enghiong besar dan tuan penolong. aku pasti bikin dia mampus! Kalau dia mampus runtuhlah daya-upaya kita! Soh Sian Ie tertawa. Boan Eng Tjin. kemudian tuan rumah berkata pula . Saudara Ouw. beras. kuatir ada penyerangan gelap. It Gok turut bicara. tuan penolong yang bai k hati . orang jadi heran. buat beberapa hari. Kiam Beng dirawat dengan sempurna. karena ia sudah terima budi. kau pasti akan bikin Kiam B eng bingung mengenai boegeemu! Dan aku kagumi kau. sedang sawah ia punyai sejumlah bau w. kalau tidak. hanya aneh. dia benar-be nar liehay. . ia merasakan hawa adem. yang luluskan semua permintaan. dan lainnya. terutama kau. ia bisa gerak-gerakkan juga. Karena Soh Sian Ie sedang main sandiwa ra! Dua orang bertopeng itu ada tauw-teng wie-soe . Kiam Beng terpaksa pakai obat itu. Teng Kiam Beng pamitan. sampai ke hatinya. karena senjata rahasiamu tepat mengenai anggotanya yang tak membahayakan jiwanya. di antara sahab at-sahabat itu ada Tjiong Hay Peng. Loosianseng! Bong Eng Tjin tertawa pula. yang punya be berapa ribu bauw sawah. hingga dengan begitu. selagi ia berjalan pulang dengan bersyukur. tuan rumah senantiasa temani ia. Teng Kiam Beng memang bukan orang sembarangan.

di pedang atau Poan-koan-pit! Mendengar keterangan itu. ia minta saudara ini waspada. Rata-rata mereka itu nya takan bahwa mereka belum pernah dengar perihal dua tjay-hoa-tjat itu penjahat tu kang perkosa orang perempuan. semua tetamu menjadi heran. Kiam Beng kata. lalu ia t eruskan: Bukan melainkan orang itu yang memegang Poan-koan-pit juga gerak-gerakan tubuh seperti pelajaran golonganmu! Dalam sengitnya. yang pandai mainkan ilmu pedang Boe-kek Kiam-hoat? Tjiong Hay Peng. yang malah ia sangat hormati? Kiam Gim tidak mau bantah saudara muda itu. orang-orang lain tak dapat menghindarkannya. Aku akan segera membikin penyelidikan! kata Ketua Heng Ie Pay ini dalam murkanya . Lioe Kiam Gim lihat sikapnya itu saudara angkat. Belum pernah ada or ang Heng Ie Pay yang jadi tjay-hoa-tjat! Dijawab secara demikian.Aku telah hadapi orang-orang jahat tidak dikenal. Saudaraku! Kiam Beng sahuti saudaranya itu. pesta dirayakan di dalam taman bunga. siapa berumur enam puluh lebih. terang kau sengaja memfitnah aku! ia berseru. didermakan lima tjhi e. yang bersenjatakan pedang dan pakai topeng di waktu melawan aku. Mereka juga menduga dengan sia-sia belaka. ketika mendadak ia tanya Tjiong Hay Peng: Di ant ara murid-murid Heng Ie Pay mu ada atau tidak seorang yang jangkung-kurus. Keluarga Soh betul -betul dermawan! Mustahil di antara mereka itu benar-benar tidak ada yang hatiny a suci-murni? Selang beberapa hari. Selama itu. Ada atau tidaknya muridmu yang jadi tjay-hoa-tjat. aku tidak tahu! katanya. Apa? Murid dari Heng Ie Pay? ia tegaskan dengan mata melotot. dan siapa berumur di atas tujuh puluh. selagi pesta berjalan. Tjiong Hay Peng tidak puas. dia hampirk an soetee itu seraya bawa satu bocah umur enam atau tujuh tahun. kalau tidak tangan kosongku ini yang liehay. Ia kat a: Keluarga Soh ada hartawan dari Poo-teng. persahabatan antara Kiam Beng dan Soh Sian Ie menjadi tambah kekal setiap hari. aku nanti kutungi tubuh mereka jadi delapan potong dan tikamkan mereka tiga lobang! Kalau tidak. dengan sikap be . sebaliknya kita orang Kang-ouw. pada sahabat-sahabat juga. orang sebangsa dia yang budiman sukar dipatinya. tidak saja aku akan cuma terkena senjata rahasia. Teng Kiam Beng. kalau dia ada markis. dan ia tuturka n pengalamannya. un tuk menyabarkan mereka. Dua orang itu ada liehay sekali. terperanjat. kita biasa tolong si lemah yang tida k berdaya. yang lainnya maju sama tengah. jangan kau terbitkan kerenggangan di antara kita kaum Kang-o uw! Kau terlalu kukuh. cara bagaimana kita boleh bersahabat sama dianya? Saudara. hartawan inip un membagi amal. Kiam Beng pun gusar. maka sepulangnya dari pesta. Tjiong Hay Peng jadi sangat gusar. agar dia tak sampai terjebak. memperoleh satu tail perak. Demikianlah sebab-sebab permulaan dari perselisihan antara Kiam Beng dengan Tj iong Hay Peng. Ketua dari Heng Ie Pay. atau ulang tahun yang k e-51. Hm. jago Heng Ie Pay ini lantas ngeloyor pergi. coba bukan aku. ia kata kepada Kiam Gim: Kau lihat. jik alau ada muridku yang berbuat jahat. kau mesti haturkan maaf pada Heng Ie Pay dengan adakan perjamuan! Setelah kata begitu. bagaimana dia bisa begitu dermawan te rhadap orang-orang tua miskin itu. Tapi itu orang bertopeng. tapi selang tiga hari. Soh Sian Ie bikin pesta shedjit. siang-siang aku telah mesti tewas di tangan mereka! Melihat kedua pihak telah jadi sangat panas. karena hampir setiap hari Sian Ie kirim orangnya untuk menyampaika n bingkisan apa saja atau dia diundang untuk dijamu. atau memperkosa orang perempuan. bagaimana itu bisa jadi keliru? ia membalik. jiwakupun bisa melayang di tangan mereka. Teng Kiam Beng turut berpikir. Kiam Beng terta wa dingin. ia pernah berikan peringatan atau nasihat. Aku melihat dengan mata sendiri. terang-terang telah gunai Boe-kek Kiam-hoat! ia berdiam sebentar. Kiam Beng saksikan amal orang itu. Aku nanti segera kirim kabar pada semua muridku. pada orang-orang tua yang melarat: yang berumur lima puluh lebi h mendapat dua tjhie perak. Kiam Beng sudah utarakan juga sangkaan belaka. aku harap karena sikapmu ini. sehingga ia keprak meja.

ia kata: Soetee. buat dipakai beli sawah dan kebun. tetapi dari berbagai pihak kaumku. karena ia kena dirubuhkan oleh angkatan muda Heng Ie Pay . ia toh tidak gampang-gampang hendak menyerah kalah. Dengan sebenarnya. seperti buat betuli jembatan atau jalan besar. karena ia keluarkan sedi kit uang. ia beli pangkat. aku telah terima laporan. Lagi tahun yang sudah. Tjiong Hay Peng angkat bicara. rumahnya yang bobrok pun disita Soh Sian Ie. aku tidak sanggup pegang pimpinan. hingga kekayaannya jadi bertambah-tamba h. itu membuktikan Heng Ie Pay. kalau dia sanggup memba yar cukai saja. Meskipun demikian. kau tidak kenal kesengsaraannya orang miskin! Kau lihat ini bocah. diapun tidak aniaya kuli-kuli taninya. Tentang kedua tjay-hoa-tjat. aku telah s aksikan sendiri bagaimana orang telah bersilat dengan caranya Heng Ie Pay dan Bo e-kek Kiam-hoat. maka itu. mereka ini bersikap sangat telengas dan kejam! Bukti atau keterangan yang dimajukan soeheng ini ada kuat. Ia menyangka buahnya tuduhan terhadap orang she Tjiong itu. Memang. maka syukur Heng Ie Pay mempunyai aturan-aturan yang dipegang keras. Di Kot a Poo-teng sendiri. Ini adalah kejadian yang aku kebetulan dapat tahu. aku sudah lantas bertindak. bagaimana Keluarga Soh itu dirikan rumah tangganya yang mewah? Dia sudah berkongkol sama pembesar-pembesar negeri. mestinya percaya tidak nanti ada muridku. ayah itu telah gantung diri hingga binasa. Begitu sejak pegang pimpinan. guna minta Teng Toako menghaturkan maaf kepada pihakku! Teng Kiam Beng tercengang atas ucapan tajam dari Tjiong Hay Peng. syukur buat ia. Di sebelah itu. ia coba mengamal untuk kelabui orang banyak? Memang Soh Sian Ie tidak menagih sendiri uang atau hasil uang yang dipinjamkannya dan uang sewaan tanahnya. kau tahu dia siapa? Dia ini adalah bocah yatim-piatu dari kuli taninya Soh Sian Ie! Ayahn ya garap tiga bauw sawahnya Soh Sian Ie. ia boleh bersikap sebag ai orang budiman. Lewat setengah bulan sejak Tjiong Hay Peng pulang dengan ngambek. Kiam Beng anggap saudaranya telah terlalu bersikap keras. tapi sebaliknya ia sangsika n kejujuranku. guru-guru si lat dan piauwsoe dari Kota Poo-teng kesohor telah terima undangan dari jago Heng Ie Pay itu. yang punya kepandaian akan pecundangi ahli waris dari Thay Kek Pay. y ang pun ditaati oleh kaum kita. Mati daya. dan di harian pesta. atau ia mengamal pada o rang-orang tua melarat! Apa artinya akan dermakan sedikit uang kalau di lain pih ak. Maka sayang sekali. dengan sedikit uang. ia pulang dengan ajak itu bocah yatim-piatu. dia telah selundupkan candu. sebab tidak punya tempat bernaung lagi. kau punya bukti-buktinya. Ia bisa dapatkan nama dermawan karena kecerdikannya. sejak kecil kau hidup dalam keluarga yang bera da. atau cu cu muridku. hingga kembali ia bisa kumpulkan banyak uang. lalu ia tambahkan: Apakah Soetee ketahui. belum satu tah un. ia memangku jabatan. kaum kita belum pe rnah lakukan apa-apa yang mendatangkan malu bagi Heng Ie Pay. karena musim paceklik. ia kirim balasannya. sudah kena dilukai dan dihinakan orang dan dalam hal itu. pada setengah bula n yang baru lewat. hingga di belakang hari. Setelah pertemuan dimulai. aku tidak dengar suatu apa. aku tak sudi menghaturkan maaf! . bunganya begitu berat. ia kata kemudian. Sudah begitu. itu adalah hebat. karena kejar tjay-hoa-tjat. karen a rumah itu adalah milik pertanggungan. setelah punya banyak uang . bocah ini jadi muridnya yang ter pandai. akan cari tahu tuduhan itu . ayahnya terpaksa p injam sepuluh tail perak dari Soh Sian Ie. hingga Kiam Gim jadi k ewalahan. Seperti aku sudah janji. Kiam Beng pun terima undangan . ia menuduh kita Kaum Heng Ie Pay. Toako Teng Kiam Beng. kita semua bisa hidup damai. tetapi orang-orangnya atau gundal. entah berapa banyaknya yang di luar tahu kita! Kiam Gim berhenti sebentar. unt uk dihadapkan ke muka kita beramai. kecuali dua orang bertopeng itu dapat ditangkap. Kalau ia tetap sangka Hay Peng. Kau menyangkal. Pendeknya. Aku tidak punyai kepandaian suatu apa tetapi aku toh ditugaskan untuk memimpin kaumku Heng Ie Pay. meskipun dengan cara curang! Oleh karena itu sekarang aku adakan pertemuan ini u ntuk bersihkan diri. untuk hadirkan suatu pesta perjamuan. meskipun demikian. Dia ini sudah tidak punya ibu. jumlah itu naik jadi lima puluh tail. itula h terlebih celaka pula. Teng Toako mestinya percaya aku. yang ia jadikan muridnya dan rawat dengan baik. sedang terhadap ka um Kang-ouw. demikian katanya. tidak ada orangku yang main gila. aku bawa ia pulang.da dari biasanya. walaupun demikian. Tapi aku. ia datang bersama beberapa sahabatnya .

sedang tadinya. kapan tangannya kedua lawan bent rok dengan dua tangannya ini orang ketiga. m ukanya Kaum Heng Ie Pay menjadi terang pula. soeheng i ni niat bantui soeteenya. inilah yang ia sangat tidak setujui. akan tetapi. suka ada mereka yang curi beberapa jurus ilmu silat orang dan dua binatang itu. Tepat. Lioe Lauwtee. Kiam Beng elakkan kepalanya sambil lompat ke samping kiri. ia sodok iga kan annya Kiam Beng dengan kepalan kirinya. tang annya Tjiong Hay Peng sudah bergerak. bersama-sama kita lanjutkan usaha kita akan cari tahu siapa adan ya dua binatang itu! Saudara-saudara. sekarang soehengnya wakilkan ia menghaturkan maaf. Sebagai soeheng. karena betul. Jago she Kiang ini menduga benar dengan kata-katanya itu. Ini adalah tangkisan yang berupa serangan yang berbahaya seka li. mereka pada mundur sendirinya. da n kedua. hingga mereka tak sempat lagi malang di tenga h. Tangkisan ini ada berbahaya tetapi pun hebat. belum ia tutup mulutnya. orang she Lioe ini kata: Kita Kaum Thay Kek Pay belum lakukan pembukaan secara resmi di Kota Po o-teng ini. entah dari mana mencaploknya! Saudara Kiam Beng belum pernah yakinkan Heng Ie Pay. Tapi. Tjiong Hay Peng lantas membalas hormat sambil ucapkan kata-kata merendah. Ia pun masih mendongk . sakin g tidak puas. lalu dengan membarengi. adu kepandaian. kita belum punya murid yang menjadi ahli waris kaum kita. untuk mem beri hormat. Dengan Lek tok tjian kim . aku wakilkan golonganku akan m enghaturkan maaf pada Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay! Pernyataan Lioe Kiam Gim itu bikin suasana jadi reda dengan sekejab. pertempuran sudah lan tas dimulai secara demikian getas. nyelak sama tengah. hingga ia keluarkan tuduhannya. dia memang hargai orang she Lioe itu. Kalau Tjiong Toako berniat berikan pengajaran padaku. selagi kedua tangan hampir kebentrok satu dengan la in. mereka tidak sangka. tapi dari sini. atau Tenaga melawan seribu kati . hayo kita minum! Dan Kiang Ek Hian padukan cawannya Kiam Beng dan Hay Peng. Ia ada ahli waris dari Thay Kek Pay. Semua tetamu lain jadi terperanjat. Bagus sekali tinda kan kau ini! Sebenarnya. sam bil putar sedikit tubuhnya. bisa dim engerti yang dia jadi tidak senang karena tuduhan itu mengenai kehormatan dia pu nya golongan. aku mohon pengajaran dua-tiga gebrak dari kau! Itu ada tantangan untuk pieboe. Tjiong Hay Peng mulai dengan Tok pek Hoa San atau Dengan sebelah tangan membelah Gunung Tay San . menyerangnya. urusan ini kecil sekali dan tidak ada harganya untuk di perbesar. Kiam Beng babat lengan orang yang menyerangnya. sembari angkat kedua kepalannya. tampangnya Teng Kiam Beng masih pucat. Kiam Gim sudah mendahului menjura terhadap dia. soeheng dari Teng Kiam Beng. sebelum ia sempat bertindak apa-apa. karena ia lantas sangka. atau Tangan menabas naga . Kiang Ek Hian dari Bwee Hoa Pang berseru. baik hal ini tidak dibuat ganjel an. ia kata: Kalau tetap Teng Toako tidak niat haturkan maaf. Dan Tjiong Lauwtee. aku p ercaya kebenarannya itu. ia mendesak dengan tangan kanan melintang sebagai an caman dan tangannya kiri menyerang pundak lawan. Memang. karena dengan begitu. dengan tidak buka lagi baju luarnya yang gerombongan. tiba-tiba seorang lompat kepada mereka.Mendengar demikian. Tjiong Hay Peng menjadi gusar setelah ia kenali orang yang nyelak sama tengah itu iala h Lioe Kiam Gim. Kenapa Ketua dari Heng Ie Pay berbuat demikian? Itulah pertama karena Kiam Gim punya sikap laki-laki. dua binatang itu pergunakan Boe-kek Kiam-hoat. sebagai soeheng dari Teng Kiam Beng. di antara orang-orang Kang-ouw. itu ada cara pemecahan yang ia memang inginkan. maka itu s ekarang aku. mustahil aku berani tak t erima! kata Kiam Beng sembari tertawa jumawa. Hay Peng turuti geser tubuh. Di mana perdamaian telah didapat. dengan suara nyaring. kedua tangannya dipakai menangkis dua-dua serangan. Adalah kepalan kanannya. baiklah ki ta turut saja aturan umum. bisa sekali dia kena dikelabui. yang mengarah batok kepalanya Teng Kiam Beng. Dengan Tjiam liong tjhioe . ia singkirkan tangan kanan lawan. Biarpun perdamaian telah didapat. dua or ang bertopeng itu gunakan beberapa jurus tipu-silat curiannya. Kiam Gim berhak be rtindak secara demikian. Kiam Beng bilang. Dalam saat yang hebat itu. hanya mari. Tjio ng Hay Peng hampirkan Teng Kiam Beng.

supaya sekalian leluhurmu itu pun bisa dimuliakan namanya. ahli waris yang menjadi ketua golonga n.ol karena Tjiong Hay Peng berlaku galak demikian terhadapnya di depan sekian ban yak tetamu. Hanya. Soetee. aku percaya kau bukan bangsa penjilat dan jumawa. kesatu aku belajar belakangan dari kau. Sau dara ini ada gendol satu pauwhok kecil. Sejak itu. Aku kuatirkan ini. orang yang sah untuk itu adalah dia sendiri. akan angkat diri jadi soehoe. Lauwhia tidak mau resmikan adanya golonganmu? Kiam Beng manggut-manggut waktu ia menjawab: Sebenarnya aku telah pikirkan itu hanya sekarang belum sampai waktunya. untuk pasang omong. selagi mereka bicara dengan asyik. lupa pada diri sendiri! Aku pun hendak beritahukan padamu. guna wakilkan leluhur. atau Kok-soet Kouw-boen. aku minta kau waspada. akan cari pengal aman. terpaksa ia tutup mulut. sed ikit sekali kaum Rimba Persilatan yang kunjungi dia. Begini j uga ada pikiran soehengku. pada suatu hari. aku kasih selamat pada kau karena kau hendak angkat namanya kaum kita. malah Lioe Kiam Gim sendiri. Mengenai tin dakanmu aku tidak bisa bilang suatu apa. Soh Sian Ie tertawa berkakakan atas keterangan itu. Mengenai tindakannya Kiam Beng yang angkat diri jadi tjiang-boen-djin dari Tha y Kek Pay. sekonyong-kon yong Soh Sian Ie tanya: Lauwhia. aku tidak berani o mong suatu apa . perhubungan di antara Kiam Beng dan Hay Peng jadi renggang sendirin ya. manusia mati meninggalkan nama! katanya. Tetapi peribahasa mengatakan: Macan tutul mati meninggalkan kulit. Soh Sian Ie cerd ik sekali. Untuk in i. setiap dua atau tiga hari. Kalau T hay Kek Pay mesti punyai tjiang-boen-djin. tetapi aku toh ingin se kali. dia cemarkan nama perguruan. Hanya. ia j awab dengan ringkas: Mengenai kau orang kaum Rimba Persilatan. mendirikan kaum sendiri bu kan pekerjaan gampang. aku hendak sampaikan anggapan umum terhadapmu. namanya ilmu silat Thay Kek Pay ada sangat kesoh or. dia berkata: Soetee. kalau dia dengar Kiam Beng utarakan mendongkolnya pada Hay Peng. nampanya tidak ada perhatiannya . Buat terima murid. bahwa soehengmu ada kesohor jujur dan namanya terjunjung. Sian Ie membantu banyak sekali. sudah seha rusnya Lauwhia angkat diri. kenapa di Poo-teng sini. Akan tetapi. Aku membutuhkan dasar yang kuat betul sebelumnya aku angkat diri. dengan tidak pikir panjang lagi. dengan tenaga. tetapi biar bagaima na. ia tetap ada orang luar. Kau dianggap sudah nanjak ke cabang yang tinggi karena kau andali pengaruh pemb esar negeri. Aku masih mesti merantau. dari Istana Tjongtok dari Tit-lee. Lauwhia ada turunan sah dari Thay Kek Pay. aku sudi atau tidak menjadi tjiang-boen-djin akan gantikan kedudukan Soehoe? Pasti sekali aku tidak berani terima itu. golongan ahli silat lainnya tidak ada yang taruh perhatian besar. Demikian. mesti ada orangnya Keluarga Soh yang datang kepada Kiam Beng. yang ingin kita tidak bertindak secara sembrono. malah persahabatannya dengan yang lain-lain juga jadi semakin tawar. mengenai kau ini. tetapi di sebelah itu. a tau Sian Ie sendiri yang datang berkunjung. Kiam B eng coba tampik keangkatan itu. dari i tu. pergaulannya dengan Soh Sian Ie jadi bertambah rapat. den gan air muka sungguh-sungguh yang tercampur kemasygulan. dengan uang. kecuali bila sudah tidak ada turunan dari Keluarga Teng. kau mesti jaga jangan sampai kau dipermainkan oleh murid yang b uruk. Seperti Soetee ketahui sendiri. dan dengan pengar uh pembesar negeri. tetapi ia semakin hargakan Sian Ie sebagai sahab at yang jujur dan setia. kau mest i ber-hati-hati. kedua suda . ia tak dapat menjadi anak berbakti atau cucu bijaks ana . karena orang ban yak anggap pemecahan itu ada tepat. Teng Kiam Beng ketarik hatinya mendengar kata-kata yang beralasan itu. Harus diaku i. lalu di belakang hari. Ia anggap bahwa ia sudah kena dibikin rubuh. budinya Soehoe tak dapat aku lupakan. Hanya pada suatu malam malaman besoknya so etee ini hendak resmikan pendiriannya Lioe Kiam Gim datang dengan tiba-tiba. malah dengan angkat juga orang she Teng ini menjadi penasiha t ilmu silat. sebab bisa jadi ada bangsa kurcaci. yang nanti datang buat berguru pada ka u. Kiam Gim ada soeheng tetapi ia d ari lain she. ia lantas turut sarannya Soh Sian Ie. bukankah dulu kau pernah tanya aku. supaya Thay Kek Pay ada ahli warisnya. aku dip iara dan dididik Soehoe sampai aku berusia dewasa. Aku tidak percaya omongan oran g itu. saudara ini tidak bilang suatu apa. buat memberi selamat atau m engutarakan pujian. janganlah kau kasih dirimu diangkat-angkat hingga kau jadi tersesat. karena kau berniat menjagoi sendiri. di pinggangnya tergantung pedangnya.

ia seperti lenyap. kenapa perkara jadi hebat begini? tanya Kiam Gim kemudian. Perampasnya adalah seorang tua dengan lidah Liauw-tong. untuk disampaikan kepad a Istana Lie Kiong di Sin-tek. itu bocah yatim-piatu anak petaninya Soh Si an Ie di Poo-teng. selama itu. di sana orang tua itu dan rombongannya bisa . a pabila aku tetap berdiam di sini. tapi selanjutnya. di sam ping itu. sampai di sini saja. yaitu untuk selanjutnya kau jangan cari persetorian pula! Habis itu.h seharusnya sebagai anak. Di sebelah itu kau ketahui sendiri. masih ada kabar-ceritanya. Begitulah. Eh. pergaulannya sama Soh Sian Ie terus bertambah rapat. yan g datang bersama sejumlah muridnya. Dari mana munculnya barang upeti itu? Kenapa perampasan terjadi di Djiat-hoo? Kenapa guru mu boleh menyangka kepada Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay? Hayo kau cerita biar jelas. apa soesiok bilang dalam suratnya? tan ya ia. tanpa sang soetee dapat candak ia. pihak mertuanya. Dia toh anak yang dipungut dari dunia kesengsaraan. dalam suratnya ini. Kiam Gim tidak hidup kesepian bersama dua murid dan satu puterinya i tu. setelah terkabar bahwa ia menuju ke Liauw-to ng. Teng Kiam Beng juga b isa bawa diri. soesiokmu mengantarkan barang upeti ke Djiat-hoo. puteri satu-satunya da ri Lioe Kauwsoe. pada sebulan bers elang. sedang muri dnya yang kepala adalah Law Boe Wie. baharu sampai di luar Kota Hee-poan-shia. gurumu suruh aku tanyakan keteranganmu saja . kaulah yang mewariskannya. dari itu aku pikir baiklah aku pulang ke kampungku. Kota Hee-poan terpisah kira-kira dua ratus lie dari Sin-tek. Ayah. Di sebelahnya Kiam Beng. Sejak angkat diri menjadi tjiang-boen-djin dari Thay Kek Pay. Dan ia datang membawa kabar yang p enting dan hebat. gangguan sudah datang. Boe Wie sudah mer antau sejak delapan tahun yang lalu. dua puluh satu tahun telah lewat tanpa terasa. sia-sia saja gurunya coba cari tahu tentang dia. seraya letakkan suratnya Kiam Beng. Tapi ia coba menyusul. itu bisa jadi lebih hebat pula. Isterinya Kiam Gim ada Lauw In Giok. yang menyebabkan soepehnya kaget. Soesiok coba susul mereka sampai di tempat y ang dinamakan Sha-tjap-lak Kee-tjoe. katanya. ia t erlebih tua daripada murid-muridnya Kiam Gim. Soetee. yang ada sahabat kekal dari Kiam Gim. atau soeheng itu sudah meloncat untuk pergi dengan cepat. Soetee. Justeru itu. tetapi belum sampai di Sin-tek. Nama Boe Wie ini. K iam Beng sendiri sudah menikah. di rumah mertuanya. Ia adalah satu anak yang baik dan disayang oleh gurunya. dan tempat kejadian itu ada kira tiga puluh lie dar i Kota Hee-poan itu. Kiam Gim suka jawab anaknya itu: Menurut soesiokmu. Kim Hoa. ia telah punyakan tiga murid. Ia tinggal bersama isterinya. paham di antara kaum Kang-ouw mesti ada kekeliruannya. jarang ia mencoba-coba kepandaian orang lain. Hingga soetee ini kembali masygul. yaitu Tj oh Ham Eng. i a bergaul juga sama pembesar-pembesar negeri. Tapi. hingga ia campur bicara. Gelombang di kalangan Kang-ouw. di dalam Dusun Kim Kee Tjoen di K ho Kee Po. Demikian. di sebelah namanya jadi tambah kesohor. Akan tetapi. dengan nona yang dipilih oleh ayahnya. aku tel ah rasai cukup. Muridnya Kiam Gim yang kedua ada Yo Tjin Kong. soeheng ini kabur pula. murid kepala dari Teng Kiam Beng. Kim Hoa ini murid yang datang belajar sesudah ia sendiri mengerti silat. sampai hari itu mend adak Lioe Kiam Gim kedatangan Kim Hoa. Kiam Gim yang sengaja berikan. kelihatan Kiam Gim balik pula seraya terus kata: Barusan aku lupa kasih tahu sepatah kata pada kau. maka itu. coba kasih tahu lebih dahulu. aku berangkat! Baharu Kiam Beng hendak mencegah. artinya: jan gan takut. gadisnya Lauw Tian Peng dari Kaum Ban Seng Boen. Diapun pernah merantau tetapi lebih banyak berdiam di rumah . Di dalam tiga tahun yang pertama. Lioe Kiam Gim pulang ke Shoatang dan terus menikah. yang berada di perbatasan Hoopak. yang lagi berlatih silat sama Lioe Bong Tiap. dia diperkenalkan oleh pihak La uw. Dua puluh satu tahun telah lewat se jak Kiam Gim beristirahat. maka itu. setelah berselan g dua puluh tahun. siapa percayakan anaknya kepada ahli si lat Thay Kek Pay itu. akan beristi rahat. Ham Eng adalah anak nomor tiga dari Toa-kauwsoe Tjoh Lian Tjhon g. Lioe Bong Tiap sangat ketarik hatinya. mengenai kita. seka rang juga aku hendak pulang ke Shoatang. Murid ketiga adalah si anak muda yang kita kenal dalam pasal pertama. malah kemudian. aku jadi soeheng pun disebabkan usiaku lebih tua dua tahun daripadamu.

melenyapkan diri secara tiba-tiba. Tidak lama sekembalinya soesiokmu ke Poo-ten g, dia lantas terima surat pengumuman kaum Kang-ouw, yang ingin usir dia dari Po o-teng! Yang hebat adalah bendera Thay-kek-kie dari Golongan Teng Pay, atau Thay Kek Piauw, sudah kena dirampas oleh perampas itu! Entah orang dari golongan man a, yang sudah datang menerbitkan gara-gara itu! Apa yang terjadi di Hee-poan, siauwtit tidak lihat sendiri, Kim Hoa menambahi so epehnya itu. Ketika itu, siauwtit tidak turut. Soehoe ajak djie-soetee dan sam-so etee serta dua boe-soe, guru silat, untuk temani dia. Mengenai barang upeti itu, ceritanya panjang. Bukankah Soepeh masih ingat itu orang yang bernama Soh Sian Ie, yang sering kunjungi Soehoe? Dia sekarang sudah berumur tujuh puluh lebih, d an selalu keram diri dalam rumahnya, akan icipi keberuntungannya orang hidup mew ah, hingga ia jarang datang pula kepada Soehoe. Anaknya Soh Sian Ie yang ketiga, namanya Tjie Tiauw, yang kerja dalam kantor Tjongtok. Dia ini pada suatu hari d atang pada Soehoe, buat minta Soehoe pergi lindungi barang upeti kepunyaannya Tj ongtok, buat di bawa ke Istana Raja di Sin-tek. Ini tahun, seperti biasanya Raja pergi ke Sin-tek untuk menyingkir dari musim panas di Kota Raja, untuk sekalian berburu di musim rontok. Di Sin-tek, Raja Boan ada punya satu daerah hutan yang besar, piranti raja berburu. Pemburuan inipun ada satu ketika untuk raja-raja B oan berlatih menunggang kuda dan memanah. Sebenarnya Tjongtok serahkan tugas kep ada Soh Tjie Tiauw, untuk antar upeti itu, tetapi Tjie Tiauw, dengan pakai nama ayahnya, sudah minta pertolongan Soehoe . Selagi Kim Hoa baharu bicara sampai di situ, tiba-tiba Lioe Kauwsoe angkat kep alanya dengan mata mendelik, dengan bengis, ia berseru: Sahabat baik, turunlah! Menyusul seruan itu, dari atas sebatang pohon, meloncat turun seorang, yang tu buhnya melayang. Dan menyusul turunnya orang itu, Kim Hoa di kiri sudah lantas l ompat menyerang dengan tiga buah Kim-tjhie-piauw, tapi yang dipakai ada Lauw Hay say kim tjhie atau Lauw Hay menyebar uang emas , tiga batang piauwnya menyambar keti ga jurusan, atas, tengah dan bawah. Orang itu bertubuh sangat gesit, dengan gerakan Yan tjoe tjoan in atau Walet temb usi mega , ia loncat tinggi dua tumbak, dengan begitu, ia meloloskan diri dari dua piauw, sedang piauw yang ketiga, ia jejak dengan kakinya, hingga piauw itu jatu h ke tanah! Nyata, dia pakai sepatu besi! Kim Hoa, yang menyerang, datang terlebih lambat daripada ketiga piauw, dengan T jin pouw tjit seng atau Tindakan tujuh bintang , tangan kanannya membabat kedua kaki orang itu. Cepat luar biasa, sambil membungkuk, orang itu tangkis serangan berbahaya ini, kemudian, sebelum Kim Hoa sempat ubah jalan persilatannya, ia mendahului lompat jumpalitan tinggi, akan turun di belakangnya orang itu maka itu, Kim Hoa segera putar tubuhnya, lalu dengan Tek seng hoan tauw , atau Mengambil bintang untuk menuk ar bintang , ia menyerang dengan berbareng, tangan kanan ke arah embun-embunan, ta ngan kiri ke arah dua mata. Gesit luar biasa orang itu kelit tubuhnya, tapi sekarang sambil berseru: Tahan! Tahan! Aku ada murid Heng Ie Pay yang ingin bertemu sama Lioe Tjianpwee! Kim Hoa tidak sempat menunda penyerangannya, ia merangsek dengan gencar, atas mana orang itu bela diri dengan gerak-gerakan ilmu silat Heng Ie Pay yang dia se butkan. Berhenti! Lioe Kiam Gim berseru! Kim Hoa hentikan penyerangannya dengan lantas, atas mana orang itu lantas saja menjura di hadapan guru silat itu seraya mengucapkan bahwa ia, orang yang terle bih muda tingkatannya, menghormati orang yang terlebih tua derajatnya itu. Lioe Kiam Gim menghampiri sambil empos semangatnya dengan Thay kek seng liang g ie atau Thay-kek menciptakan im dan yang , ia ulur kedua tangannya mencekal kedua ba hunya orang itu yang ia angkat seraya berkata: Silakan bangun! Silakan bangun! Enteng tampaknya, tubuh orang itupun telah terangkat naik. Lantas orang itu perkenalkan diri sebagai Ong Tjay Wat, keponakan murid dari T jiong Hay Peng dari Heng Ie Pay, kemudian dengan cara merendah tapi pun mengandu ng kejumawaan, ia kata: Soesiokku dengar Lioe Lootjianpwee hendak campur tahu uru san ini, dari itu sengaja dia utus aku untuk menyampaikan kata-kata bahwa, kalau Lootjianpwee hendak mengulurkan tangan, seharusnya kita orang undurkan diri, ha nya mengingat yang soeteenya Lootjianpwee sudah mengekor pada pembesar negeri, h

ingga dia melupai kehormatan kaum Kang-ouw, Soesiok percaya, Lootjianpwee pastin ya tidak akan suka turut kecipratan air butek. Tapi, andaikata Lootjianpwee hend ak mengulur tangan juga, maka apabila di belakang hari ada terjadi suatu apa, ha rap Lootjianpwee tidak sesalkan kita! Lioe Kiam Gim tidak jadi gusar karena ucapan itu, di lain pihak dia tanya Ong Tjay Wat tentang keadaan Tjiong Hay Peng selama belakangan ini, perihal lain-lai n jago Heng Ie Pay itu, tentang kebahagiaannya Tjay Wat sendiri, hingga Tjay Wat jadi bingung sendiri karenanya. Dalam terdesaknya, Tjay Wat sampai cuma bisa ka ta: Lootjianpwee, aku mengharap sepatah kata balasan dari kau . Jangan kesusu, jangan kesusu! Kau datang dari tempat jauh, biar bagaimana aku mesti minta kau beristirahat di sini untuk satu malam, besok aku temani kau mengunjungi soesiokmu. Maafkan aku, Lootjianpwee, tapi aku masih punya lain urusan penting untuk mana aku mesti segera berlalu dari sini, Ong Tjay Wat tetap menolak. Kalau begitu, kata Lioe Kauwsoe dengan sungguh-sungguh, tolong kau sampaikan pada Tjiong Soehoe, pasti sekali aku si orang she Lioe nanti bertindak dengan ikuti tata tertib kita, kaum Kang-ouw! Lantas jago tua ini antar tetamunya keluar, kemudian sekembalinya ke dalam, ia tanya muridnya: Kau orang lihat, apakah benar-benar dia dari Heng Ie Pay? € , Dia ada dari Heng Ie Pay, sahut Tjin Kong, sedang Kim Hoa bilang: Aku dengar dia s erukan berhenti, tapi aku sengaja masih serang dia, dengan begitu, bukan maksudk u akan tempur terus adanya. Menurut aturan, memang aku mesti lantas berhenti men yerang. Karena ia sebut diri dari pihak Heng Ie Pay, aku jadi hendak mencoba ter lebih jauh.€Dari gerak-gerakannya itu, dia benar dari Heng Ie Pay. Selagi Soemoay dan Kim Soeheng menyerang, aku sengaja tidak turut ambil bagian, Yo Tjin Kong tambahkan, dengan begitu, aku hendak saksikan gerak-gerakannya. Gera kan tubuhnya enteng, kelitannya, tangkisannya, semua ada dari Heng Ie Pay. Kenap a Soehoe menanyakan ini? Apakah Soehoe dapat lihat apa-apa yang luar biasa? Lioe Kiam Gim urut-urut kumis-jenggotnya, ia bersenyum. Memang tidak gampang untuk melihat dasar ilmu silat orang, ia menyahut.- Siapa per oleh ilmu curian sekedarnya, dia memang bisa gunai itu untuk bertempur, hanya ca ra menggunakannya tak leluasa seperti ilmu silat kaumnya sendiri. Untuk melihat itu, kita mesti guna. tempo ketika ia sedang terdesak, itu waktu akan terbukti k etangkasannya. Tadi dia didesak oleh Kim Hoa, sehabis dia elakkan piauw dari Tia p-dj ie. Dia elakkan diri bukan dengan tipu Heng Ie Pay, hanya dengan tipu berke litnya Gak Kee Koen, dari Kaum Keluarga Gak. Piauw dari Tiap-djie tak dapat dicela , cuma masih kurang latihan dan pengalaman, siapa sempurna ilmu kegesitannya Keng kong tee tjiong soet , ia bisa egos tubuhnya dengan gampang. Aku pun sangsikan di a selama aku angkat dia bangun . Kim Hoa berempat berdiam.€Mengenai soal ini, tentu saja mereka punya pengetahuan atau pengalaman masih sangat kurang. Besok aku turut kau pergi ke Poo-teng, kemudian Lioe Loo-kauwsoe kata kepada kep onakan muridnya, setelah ia berdamai sama anak dan murid-muridnya. Aku lihat, soa l ini sulit sekali. Umpama kaum Kang-ouw musuhkan gurumu karena gurumu mengekor pada pembesar negeri, aku nanti coba datang sama tengah, untuk mengakurkannya. S ama-sama kaum Rimba Persilatan, tak boleh kita orang saling bentrok. Sudah lama aku undurkan diri tetapi aku percaya, Tjiong Hay Peng beramai nanti masih sudime mandang kepadaku. Lioe Kiam Gim buktikan kata-katanya ini pada besok paginya. Ia berangkat bersa ma Kim Hoa sesudah pesan murid-muridnya akan baik-baik berdiam di rumah. Lioe To anio, Lauw In Giok antar suaminya sampai di luar rumah. Kiam Gim pergi dengan ha ti tetap, sebab ia percaya, isterinyaakan sanggupjaga rumah, sedang Yo Tjin Kong sudah wariskan kepandaiannya tujuh atau delapan bagian. Dan Ham Eng dan Bong Ti ap, sekalipun belum sempurna, mereka rasanya sudah bisa bantu In Giok dan Tjin K ong. Tak pemah ia sangka bahwa ombak bakal bergelombang hebat! II Sejak berangkatnya Lioe Kiam Gim, Lioe Toanio mesti wakilkan suaminya mengurus seantero rumah tangga. Di bagian luar, Yo Tjin Kong bantu soebonya. Si nona kec il, Bong Tiap, setiap hari berlatih atau bermain-main saja sama Ham Eng, sam-soe hengnya, tapi sekarang mereka jadi terlebih binal , hingga leluasa sekali mereka pe

rgi ke hutan mengacau sarang burung atau ke muara akan main perahu. Toanio dan T jin Kong mengantapkan saja, Cuma kadang-kadang mereka merasa sedikit kuatir. Setelah ia sekarang berusia delapan belas tahun. Ham Eng suka merasa kehilanga n apabila untuk sedikit waktu dia tidak lihat atau berkumpul sama Bong Tiap, sem entara si nona tetap merasa merdeka, tidak pernah dia merasa likat, malah ada wa ktunya dia tepuk si suheng apabila si suheng bengong sambil berkata, Eh, eh, kena pa sih kau nampaknya tolol? . Sesudah ditegur secara demikian, baharu Ham Eng sadar dengan gelagapan. Demikianlah hari itu, Bong Tiap dan Ham Eng main perahu di Kho Kee Po. Mereka singkirkan gelagah dan ganggang, mereka gayuh perahu sampai ke tengah muara di m ana ada beberapa pulau, dari sana mereka dengar datangnya nyanyian kaum nelayan, rupanya nona-nona tukang ikan bemyanyi saling sahut-sahutan. Di udara ada burun g-burung laut yang berterbangan. Ham Eng bengong mendengar nyanyian dan matanya mengawasi ke udara. Soemoay, soemoay, tiba-tiba dia bertanya, di sini ada begini permai, maukah kau k alau kita berdua selamanya bermain-main seperti sekarang ini? . Bong Tiap tertawa cekikikan mendengar pertanyaan itu. Selamanya bermain-main seperti sekarang ini? ia ulangi. Kau sering bilang aku ada satu bocah cilik, tapi lihat sekarang, apa kau sekarang bukan terlebih cilik da ripadaku? Tunggu sebentar, apabila perutmu sudah ngericik karena lapar, apa kau tidak nanti lekas-lekas lari pulang akanmintamakan! Bagaimana kita bisa selamany a main-main disini? Soemoay itu tidak mengert., maka Ham Eng lebih-lebih melengaknya! Bong Tiap te rtawa, sambil tertawa ia gayuh perahunya yang laju pesat, sesudah maju sampai be berapa puluh tumbak, sekonyong-konyong ia dengar suara ribut di sebelah depan, h ingga ia angkat kepalanya akan mengawasi. Di sebelah depan sana ada beberapa perahu nelayan dengan nelayan-nelayannya la gi menjaring, sedangnya begitu, sebuah perahu kecil, dengan digayuh keras, nyerb u antaraperahu-perahu nelayan itu, air jadi berombak keras dan muncrat ke atas. Itu ada suatu gangguan untuk tukang-tukang tangkap ikan itu, karena sekalipun ik an yang sudah masuk ke dalam jaring tentu pada lari kelu ar pula. Maka itu, nelaya n-nelayan itu jadi kaget dan gusar, hingga mereka mendamprat dan menegur pada or ang-orang di atas perahu kecil itu.€Nampak demikian, Bong Tiap dan Ham Eng turut m enjadi gusar. Soeko, mari kita ajar adat pada mereka itu! kata sang soemoay. Mereka tak dapat d iantap main gila di Kho Kee Po ini! Kenapa mereka ganggu itu kawanan nelayan? So eko, pergi kau lawan dia, aku nanti bersiap dengan Kim-tjhie-piauw! Lihat, merek a lagi mendatangi kemari, mari kitapegat! Selagi Ham Eng belum sahuti si nona, perahu di depan sudah datang dekat dan te rus melesat melewati perahu mereka, air muncrat tinggi, hjngga mengenai dua anak muda ini. Dalam murkahnya, Bong Tiap sudah lantas gunaigala gaetannya, akan sam-bar cart el kendaraan air orang, hingga perahu jadi tiba-tiba berhenti dengan tiba-tiba, sedang Ham Eng segera putar kemudinya untuk bikin kedua perahu jadi berhadapan. Di dalam perahu itu ada empat orang. Yang berdiri di muka ada seorang berumur tiga puluh lebih. Yang bercokol di buntut perahu ada si jurumudi, seorang muda u sia dua puluh lebih. Dua yang lain, lagi rebah dengan anteng di dalam perahu, ro -man mereka tidak kelihatan tegas, mereka seperti juga tak tahu bahwa telah terj adi suatuapa . Adalah orang. di kepala perahu, yang menjadi gusar. Eh, bocah-bocah cilik, apakah kau orang hendak cari mampus? dia membentak. Kalau kau orang hendak pelesiran, pergilah pulang dan pelesiran dengan soeniomu tapi j angan di sini kau orang cari malu untuk orang tuamu . Oh, orang-orang tidak tahu aturan! Ham Eng segera membaliki. Nanti tuan kecilmu a jar adat pada kau orang! Lekas angkat kaki dari Kho Kee Po ini, atau apabila tid ak, kepalannya tuan kecilmu ini nanti tidak kenal orang! Baik, aku justeru mau kenal kepalannya si tuan kecil! jawab orang itu, yang sege ra loncat ke perahunya dua anak muda itu, hingga perahu ini jadi goncang dan lim bung. Tapi Bong Tiap segera pentang kedua kakinya, ia menancap kuda-kuda hingga pera

ini kali ia gunai ti pu sambitan Lauw Hay say kim tjhie atau Lauw Hay menyebar uang emas . tidak heran apabila ia kena didesak Ham Eng dan kakinya si pemuda bi kin ia terpental. Orang itu sampai untuk segera menerjang. Itu ada kuda-kuda Kim Han tan tjiang atau Kaki kecil injak pelatok dan gerakan Lek to tjian kin atau Tenaga menekan seribu kati . Dia muda. sekarang kau telah b elajar kenal! . Tapi sebelum pemuda ini tutup mulutnya. sekonyong-konyong ada sambaran suara nyaring dan Thie-lian-tjie lantas meluruk jatuh ke muka air. apakah ak u tidak? Nah. ia hendak ja mbak Ham Eng untuk diangkatdan dilemparkan ke muka air! Kelihatannya ia tak pand ang sama sekali bocah itu. di luar kehendaknya sendiri. jangannya dipakai menabas lengan Ham Eng. kemudian baharulah ia berkata: Sahabat kecil. hi ngga terlihatlah beberapa benda berkeredepan menyambar ke arah Tjoh Ham Eng. ia geser sedikit sebelah kakinya ke samping depan. tangannya telah jadi gatal. Sejak tadi Bong Tiap mengawasi saja. ia jadi berani sekali. ia gunai tipu Soen tjhioe tjian oh atau Mengulur tangan menuntun kambi ng . akan tetapi lengan kirinya segera menjadi korban. dasar Ham Eng masih bungasa n. k etika serangan datang. tak bergeming. lalu dengan tidak kal ah sebatnya. Aku juga ingin belajar kenal denganmu ! Habis kata begitu. tanpa berkata apa-apa. maka itu orang menjadi ka get.€Maka Thie-lian-tj . tetapi sebat. hingga ia jadi nyelundup di bawah tangan musuh. atau seorang lain sudah lon cat pula ke perahunya. dua ke kiri dan kanan! Serangan itu di luar sangkaan musuh. dengan begitu tenggorokannya luput dari bahaya. tapi baharu saja secara getas ia rubuhkan satu musuh. Begitu lekas tangannya si pemuda sampa i. dengan gesit ia mendak. tapi Ham Eng ada satu puteranya satu ahli silat dan telah terpimpin baik oleh Lioe Kiam Gim ia sudah belajar enam atau tujuh tahun. ia maju menyerang den gan tangan terbuka-dengan Tjin-pou Tjit-sen-tjiang atau Majukan tujuh bintang . Ham Eng tidak kenal sikap orang itu. hingga terdengarlah suara menyebur yang keras d ibarengi dengan muncratnya air muara! Ah. Nya ta ia sudah gunai Thie-lian-tjie atau biji terataf emas . iamenjerit: Celaka aku! Dalam keadaan berbahaya bagi Ham Eng itu. nanti kur ang tenaga. Ham Eng kaget bukan rriain. untuk membetot dan melepas! Ini adalah suatu gerakan yang tidak disangka-sangka. perempuan tidak tahu malu! demikian terdengar cacian dari perahu lawan. Dan hari ini. Kau hendak kenal tuan kecilmu. Ia kaget dan gerakannya€€turut jadi€€kendor karenanya. demikian pun anggotanya sebela h kanan. Kecerobohan orang itu adalah apa yang Ham Eng inginkan. sebagai orang perempuan. ia sebenarnya belum sempat tarik pulang kakinya. keduanya lantas saling menyerang. ia mendamprat seraya tangannya diayun. karena Bong Tiap k embali perlihatkan kepandaiannya menggunai Kim-tjhie-piauw. kau sambutlah! ltuiah suara si pengemudi anak muda. dengan sebat ia berkelit ke kanan . Sementara tangannya sendiri dipakai menangkap.hu jadi diam. Sengaja Lioe Kiam Gim ajar kan kedua ilmu ini karena ia kuatir gadisnya.€€€Ia keluarkan ti tang Kim-tjhie-piauw. kepandaian itu telah diuji. dengan cepat sekali ia menyerang ke arah tiga jurusan: Sat u ke tenggorokan. sia-sia saja ia coba berontak. tercebur ke dalam air! Byaar! demikian suara di muka air. sekarang€€€melihat€€€soe engnya terdesak.soeniomu a lah dikeluarkan dengan lagu suara menghina. ia kalah ulet dan cerdik. Ini orang tidak sembrono seperti yang pertama. nyebur ke air. maka tak dapat ia dipandang sebagai boca h yang kebanyakan. malah segera juga ia rasai tangannya itu jadi gemetaran dan kaku. Syukur Ham Eng pun awas dan cerdik. kau main senjata gelap!€Kau punya senjata rahasia. ap apula si nona menyerang dengan sebelah tangan. ia lantas nampak keteter.di situ. ia lekas-lekas singkirkan ba haya dengan Tjhioe hoei pie pee atau Tangan mementil piepee . Melihat serangan itu. kau li ehay juga! Adakah ini pelajaran yang kau dapat dari€€€soeniomu? €€€Perkataan€€. tidak tempo lagi ia buktikan janjinya€€untuk€€€membantu. ia terus b erdiri mengawasi pemuda itu. menanggapi lengan kanannya itu. sebelah kakinya dimajukan. Lawan itu berlaku tenang. tahu-tahu tubuhnya telah terangkat dari pera hu dan terlempar. Sudah tidak mampu melawan. orang itu buka kedua tangannya seraya pasang bhe-sie. Ha-ha-ha-ha! Ham Eng tertawa. gerakannya sangat gesit. Sampai.

agaknya heran atau tidak mengerti. kelihatan satu . yang sudah berkumpul pula di atas perahu mereka. buat jadi orang-orang Kang-ouw tukang campur urusan lain orang. orang itu ada penumpang perahu biasa sajaatau dm hendak campur urusan o rang lain. Ham Eng sudah lantas naik ke perahunya.€ Biar aku yang belajar kenal sama ini eng hiong tua! Bong Tiap menjebi. Anak-anak. Si orang tua berhenti tertawa dengan tiba-tiba. si orang tua. g esit luar biasa kaki kirinya melayang naik umpema kilat. Soehoe dan soehengnyajuga. perahu sedang mendatangi pesat sekali ke arah mereka. tubuhnya berkelit berkelebatan. Selagi orang tua ini tertawa terbahak-bahak. hingga semua piauw jatuh ke air. harus malu sendiri. sang soeheng. Bukankah mereka itu kalah satu datang€€€€satu? €€€€mengejek juga siapa kesudi an gunai senjata rahasia? Mereka mendahului tek pakai aturan t api sekarang mereka berani menegur kita.€€€€yang€€€sangat m enteng kepadanya. dengan begitu serangannya jadi batal sendiri nya. akan tetapi. dan kau Nona. tidak ada celaannya benar-benar permainanmu itu! kata orang tua itu s ambil tertawa seraya urut-urut kumis-jenggotnya. hingga ia lupakan aturan Kang-ouw . sesudah mana ia berdiri diam sambil tertawa berkakakan dan akhirnya kata: Ah! Tidak ada yang kena! . si apa sih? Mau apa kau datang kemari? . kepalanya mirip dengan kep ala macan tutul. nona manis ini mund ur si orang tua tertawa berkakakan. kaki kirinya segera m enginjak papan perahu. diapun diam. itulah aturan atau keharusan di kalangan Kangouw. hingga tubuh si orang tua bisa turun terus ke perahu. Untuk layani dua bocah kenapa mesti paka i senjata rahasia? Si pengemudi muda lantas berdiarn. aku tak nanti izinkan orang gunai sebelah saja dari senjata gelapnya! Ham Eng setujui itu tantangan. memang sering omong perihal bertempur satu sama satu. lawan tua itu terlebih liehay daripada Ong Tjay Wat. Ham Eng tidak puas dengan itu sikap€€€jumawa. maka kembali ia menyerang dengan senjata rahasianya. kumis dan jenggotnya panjang. Mereka mendu ga-duga. Mereka tahu. ialah seorang tua umur kurang lebih lima puluh tahu n. Tahan! Tahan! ia berseru berulang-ulang. di dalam perahu. Hanya melainkan dengan kepandaia nmu itu. kedua tangannya berpeluk tangan. sikapnya keren. Bahwa paling tepat menyerang musuh selagi berlompat dan belum sempat taruh kaki. seperti tiga kawannya. dengan mendadak kasih dengar suaranya yang keras dan nyaring umpama guruh: He. kau mundur! ia teriaki Bong Tiap. kedua matanya terbuka lebar dan sorot matanya tajam bercahaya. ia berkelit. matanya tajam. bahwa siapa mau kerubutan. mengawasi saja perahu yang lagi mendatangi itu. Setelah perahu datang cukup dekat. Tapi si orang tua itu gesit bagaikan ang in . aka n hampirkan ini anak muda. Di pihak lawan sekarang orang anteng. hanya kakinya yang kanan didahului dipaka i menendang mukanya Ham Eng! Ham Eng terperanjat. Mereka tidak kenal orang ini. dalam Keluarga Lioe. seperti soemoaynya. lantas munculkan diri. dia tidak berkelit untuk babatan itu. yang mengawasi dengan tajam. tangan kanannya membabat kedua kaki si orang tua. justeru orang lompat. hingga perahu itu sampai dengan luar biasa cepat. dengan Ong Tjay Wat. hingga kaki kanannya dapat menyusul turua. karena ia sangat puas bisa ejek B ong Tiap. Tapi. Maka sekarang. mukanya berewokan lebat. Soemoay. Di kepala perahu itu ada berdi ri seorang laki-laki umur kira-kira tiga puluh tahun. ia bersyukur.cis! €_€€€Sekalipun demikian. ia pun lompat maju. ia mengawasi orang yang baharu datang itu.€Maka semua lantas mengawasi. romannya keren. Di luar dugaan bocah ini. dan Bong Tiap juga segera awasi orang yang baharu perlihatkan diri ini. Bong Tiap kaget berbareng gusar. itulah tidak gampang! Mari kau orang maju berdua. kau boleh keluarkan Kim -tjhie-piauw! Dari pihakku. atas mana tak ampun lag i Ham Eng terdupak terpelanting ke muka air! Karena itu adalah tipu Wan yoh hoan twie atau tendangan Kaki burung wan-yoh salin g susul . Di antara suara tertawa orang tua itu lompat melesat ke perahunya Ham Eng. tidak ada murid atau orang semacam ini.ie tidak mengenai sasarannya dan runtuh di tengah jalan. Ia pun segera ingat keterangan gurunya berhubung sama pertempu rannya Kim Hoa. Ia. Ham Eng jadi lega hatinya.

perahunya si nona terlalu sempit untuk suatu pertempuran. kita ada punya urusan kita sendiri. Sahabat baik. rase kau tak dapat cekuk. kenapa kau layani segala bocah cilik? Apakah mereka berlaku kurang ajar terhadap kau. Oh. untuk lompat ke perahunya sendiri.€€selang lima puluh gebrak kira-kira. Maka tidak perduli. pilar orang tua ini. supaya selanjutnya kita menjad i sahabat. Orang di kolong langit mesti campur tahu orang di kolong langit! jawabnya. Lauwko. orang tua itu lantas saja kewalahan. aku tidak sangka. Belum pernah di kalangan Kang-ouw aku ketemu orang nganggur seperti L auwko ini. Orang asing itu tertawa dingin melihat si orang tua diam saja. la rasa pernah l ihat orang ini tapi lupa. Si orang asing turun ke perahunya Bong Tiap dengan tidak rubuh. Sikap itu mirip dan tidak mirip dengan sikapnya Kaum Thay Kek Pay tetapi sudah terang aneh seorang umur kurang-lebih tiga puluh tahun. kapan ia lihat si orang tua pindah kendaraan air. c ara bagaimana seorang berumur kurang lebih tiga puluh tahun€€sudah punyakan semua ke pandaianmu.Orang itu berdiri sedakap di atas perahunya. kau hendak urus urusan di dunia! ia berseru. tak terlambat lagi. kau sudi sudahi urusan ini atau tidak? Apakah kau tetap hendak perhinakan d ua bocah ini? Mukanya si orang tua jadi keren. dari itu. Dan pada itu juga tercampurlagi dengan Tia m-hiat-hoat atau ilmu menotok jalannya darah. bisa b ersikap demikian. aku larang sikuat perhinakan si lema h. aku kuatir. hingga ia jadi terkejut. baharu sekarang ia tertawa menyindir. si tua Bangka ganggu si muda! Sahabat. Murid siapakah diaini? Bong Tiap juga awasi orang itu. orang tua itu telah lihat tubuhnya d ari kepala sampai di kaki. lantas terbelah. papan perahu siapa.Ia rupanya insy af. sekarang dia . Aku telah lihat k au orang dari jauh-jauh! Eh. Lauwko? Nanti aku bikin kau orang akur! Apakah kau tidak takut ditertawai orang Kang-ouw kalau kau layani segala bocah? Sejak tadi ia menegur. romannya tenang. ia sekarang jadi pihak sipembeladiri. yaitu ilmu Thay Kek Pay teraduk dengan Sha-tjap-lak kim-na-hoat dari Golongan Eng Djiauw Boe n si Kuku Garuda dari Kwan-gwa dan Ban Seng Boen punya ilmu golok Ngo-houw toan-p ek-tjiang ialah Limaharimau merampas roh . kau akan ketempelan baunya yang tidak sedap! Orang asing itu gusar. campur-aduk permainannya. orang tua itu bergerak-gerak dalam ilmu silat Pak Pay. tangannya mainkan ilmu Pek-kwa-tjiang . hendak berlompat ke perahu orang a sing itu. Mendenga r€€€lagu€€€suaramu. malah dingin. sedang si orang asing dari perahunya sendiri melesat ke perahunya si n ona. ia heran dan mengingat-ingat. ia loncat menyusul. k arena keinjak oleh tubuh yang besar dan berat dari si orang tua. ia segera lihat caranya dia berdiri. Coba omong terus ter ang. orang sudah jenggotan? Eh. kedu anya sudah mulai saling menyerang. yang banyak menindas yang sedikit. bagian atasnya. kita bersedia akan turut segala perintahmu! Ucapan ini ditutup sama gerakan tubuh seperti kilat. malah dia ini mendahului sampai! Maka segeralah terdengar satu suara nyarin g di perahunya Bong Tiap. Hingga orang tua itu jadi heran. urusan itu tidak mengenai L auwko seorang luar. Paling tinggi umumyabaharutiga puluh tahun tapi dia seperti keluaran latihan du a atau tiga puluh tahun . t erserah kepada kau. hing ga sekarang ia berada bersama dalam perahu si tua itu! Malah dengan lantas. sedang si orang asing. dari pihak si penyerang. G olongan Utara. tubuh siapa sud ah kebentrok keras dengan tubuh si orang asing! Orang tua itu segera gulingkan tubuhnya di atas perahu. Nah. sembari tertawa tawar. yang berkepala mirip macan tutul (pa-tjoe-tauw). segera ia enjot bangun. Pek-kwa-tjiang dari Golongan Utara adalah ilmu piranti mendesak. Ada urusan apa maka kau orang bertempur di muka air? dia tanya. tahu-tahu si orang tua da ri perahunya Bong Tiap sudah mencelat tinggi. Baik jelaskan padamu. Lauwko. bagaimana dia liehay danberp engalaman. kapan ia telah enjot b angun. bagaimana? dia menegur. Segera juga ternyata. kau seperti hendak campur tahu urusan kita ini! katanya. bag aimana pikiranmu? Matanya€€si€€€orang tua€€jadi mendelik. Aku me lainkan tahu toelai perbuatan tidak pantas. entah di mana. Maka tidak perduli. dari itu tak sudi aku bikin pakaianmu kecipratan air kotor d ari muara ini! Baik Lauwko kembali dengan perahu.

dalam bahasa rahasianya orang Karig-ouw. kedua anak muda ini lihat orang telah saling kejar jauh sekali j araknyadari mereka. Karena perahunya si orang tua telah disundul naik. ia selu lup dan menyundul perahu mereka. adalah kepunyaan si orang€€sudah terbalik. hanya.berbalik kena didesak. dalam gerakan Tiam-tjoe-twie atau Tusukan pahat . Sambil perdengarkan bentakan. akan di lain saat.€Dia ini gerakkan dua-dua tangan kiri dan kanannya secara heba t. ia mencoba menyerang terlebih dahulu. tercebur ke dalam air. atas mana. ia silam. Cepat sekali. tak ampun lagi. di mana ia selulup. di antara muncra tnya air. Ternyata ia bikin perlawanan di dalam air. kecebur ke mu ka air! Hingga air menerbitkan suara berisik dan muncrat tinggi dan lebar! Selagi Ham Eng dan Bong Tiap kagum menyaksikan pertempuran dahsyat itu. sesaat saja terdengarlah suara berisik. Tujuannya ialah perutnya siorang tua. Itu waktu sejumlah perahu nelayan telah mendatangi mereka lagi bertarung di mu ka air. Seka lipun demikian. hingga tiga kawan nya lantas susul padanya. Si orang asing muncul di muka air. kemudian sambil serukan: Lekas kau orang pergi pulang! Ia sendiri segera terjun ke air. tubuh itu terpental. sedang di depan mereka. yang masih saja mengawasi mereka sesudah ma na. dia orang itu ada mendongkol karena tadi mereka sudah diganggu oleh empa t orang yang tidak dikenal orang itu. tiba-tiba si orang asing lompat pada mereka. karena ia me lesat tiga . untuk menggencet tangan kiri m usuh itu. Pa tjoe-tauw atau si kepalan macan tutul telah mendesak lebih jauh dengan tang an kirinyakearah muka lawan. ke perahun ya sendiri. dia ini gerakkan tangan kanannya untuk punahkan tangan musuh. dia kalah gesit. sekalipun demikian perut ini masih mendapat tekanan keras. tetapi tangan kiri ini ditarik turun dengan cepat. yang telah perlihatkan diri di dekat perahunya kediia anak muda itu. kaum Sungai-telaga. untuk bantu si orang asing yang jadi pembela mer eka. air lantas jadi tenang pula. mereka mesti kelit sana dan kelit sini. AJkan tetapi orang asing itu lolos dari serangan. akan menghilang pergi. kalau ken ya dua anak muda ini tidak samPa karam. o rang asing itu mengancam dengan kaki kanannya disusul dengan sambaran tangan kan an. sekony ong-konyong mereka dibikin terkejut dengan limbungnya perahu mereka yang tersund ul naik sebab diluar dugaan setelah siorang tua tercemplung kedalam air. dari itu ketika disusul dengan satu dorongan pada tubuhnya. malah beberapa nelayan muda lantas saja me nimpuk dengan tempuling mereka. akan selulup. orang tua itu bikin gerakan hingga air menyambar si orang asing. terbalik dan karam. disusul sama sambar an tangan kanannya ke arah pipi. Mula dengan tangan kirinya dipakai membacok tangan kanannya itu orang asing. Kepandaian berenangdan selulup si orang asing itu begitu liehay hingga musuhny a tidak dapat dekati padanya. Kim-tjhie-pi auw siapa harus dimalui. dari itu terpaksa ia mesti melakukan penjagaan saja. Untuk layan i si orang asing saja ada sukar. Ia pun segera mendahului. ke arah perahunya si orang tua. t ubuhnya jadi limbung. Di saat kedua anak muda itu hampir terjerunuk ke muka air karena mereka tidak bisa pertahankan diri lebih lama. Orang tua itu gerakkan kedua tangannya ke atas. ia angkat mereka melompat. Pulang! Lekas pulang ! katanya pada Ham Eng dan Bong Tiap. ia muncul d i dekat si orang tua. sebagai layangan putus. Si orang tua jadi sibuk. k lu dengan masing-masing sebelah tangannya. Angin keras! Berhenti! si orang tua segera berseru. ia mengerti bahwa mereka terancam bahaya. ia tampak pakaiannya basah dan t . hingga dua antaranya mesti mandi pula! Orang€€€asing€€€itu€€€membik1 pembalasan untuk si pemuda dan si pemudi. hingga.tumbak jauhnya. Se kali ini orang tua itu tak sempat menangkis pula. karena lawan itu agaknya tidak sudi mengasih kelonggaran padanya. dilain pihak perutnya dibikin kempes dengan disedot keda lam. maka pipinya itu kena terhajar. tubuhnya lantas terlenyap ke dalam air. Ham Eng merasakan dirinya seperti lagi mimpi. juga sekarang ada nelayan-nelayan itu dengan tempulingn ya. ia tetap terdesak. Itu berarti bahwa bahaya lagi mengancam mereka. Maka empat orang tidak dikenal itu jadi repot. sudah di situ ada kedua anak muda. untuk ditempatkan di dalam perahunya. hingga tiga orang di dalam perahu itu.

Anak. entahlah lagu suara mana. bikin aku sangsi. selagi kau bertempur di muara. orang telah permainkan kita! . gerak-gerakannya mirip dengan apa yang Ayah dan Ibu ajarkan kepadaku Thay Kek Pay kecampur Ban Seng Boen . kata si nona akhirnya. Kau tidak tahu. dua anak muda ini segera dengar suara panggilan: Bo ng Tiap! Bong Tiap! Ham Eng! Ham Eng! Dan suara itu seperti suara mendesak. seraya terus tuturkan kejadian tadi. ka tanya. Nyonya itu berdiam pula. Kau. Tapi mereka yang ganggu kau orang. Anak. boegeenya. aku juga dapat kunjungan tetamu yang tidak d iundang . aku tahu asal-usulnya mereka. Dan ia bicara dengan lidah apa? tanyanya kemudian. Bong Tiap manggut la pun kuatir ibunya meng-harap-harap . Ham Eng. Dia bukan berlidah Shoatang at au Hoo-pak. aku juga dapat kunjungan tetamu yang tidak d iundang. sahut Ham Eng. Anak! Lioe Toanio berkata. Ah. entahlah lagu suara mana. Had sudah fnulai sore. Soebo. Selagi mendekati pinggiran. Bong Tiap dan Ham Eng terkejut. berempat mereka pulang. tetapi lagu suaranya.. Ah. Hoo-pak atau Shoatang? Apakah Ibu kenal orang itu? Bong Tiap balik tanya. .€ Tentu kau telah dibikin kecebur! Li hat. man ikut aku! Sampai di situ. ia berpikir. Soeheng. Lioe Toanio suruh anak dan muridnya ulangi penuturan mereka ya ng jelas. Dia bukan berlidah Shoatang ata u Hoo-pak. Cukup. Lioe Toanio tidak lantas jawab puterinya. mari lekas pulang! kata djie-soeheng itu. Nyonya itu berdiam pula. rasa-rasanya dia bicara dengan lagu suaran ya si saudagar djinsom dari Kwan-gwa yang duluan datang beli djinsom dari Ayah . Ibu. Kalau b egitu. kau bertempur di air? nyonya guru itu kata. aku tahu asal-usulnya mereka. Lioe Toanio berdiam.€ Hoo-pak atau Shoatang? € Apakah Ibu kenal orang itu? Bong Tiap balik tanya. Apakah mereka ada Ong Tjay Wat dan persaudaraan Lo? Tjin Kong turut tanya sebelu m guru perempuannya sahuti si nona. si nona lantas minta keterangan.€Yang terutama menarik adalah halny a si orang asing dengan kepala sepert i kepalamacan tutul. Siapa mereka. maka segera Bong Tiap menyahuti: Ibu! Ibu. sebelumnya siap denga n barang daharan. tetapi lagu suaranya. Ia agaknya bersangsi. ia hanya awasi Ham Eng. Kau tidak tahu. Apakah mereka ada Ong Tjay Wat dan persaudaraan Lo? Tjin Kong turut tanya sebelu m guru perempuannya sahuti si nona. siapa lagi? sahut sang soebo sambil manggut.celanamu pecah! Apakau kau tidak terluka? Benar. bikin aku sangsi. ia seperti ingat suatu apa. akan gayuh perahunya pergi. Tapi mereka yang ganggu kau orang. selagi kau bertempur di muara. M ari kita lekas pulang! katanya pada Bong Tiap. siapa lagi? sahut sang soebo sambil manggut. si nona lantas minta keterangan. tapi lekas ia pegang kemudi. Sekarang marilah pulang!€Kau mesti lekas salin pa kaian. tanyanya kemu dian. yang terus tuturkan kejadian barusan. Ya! Ham Eng menyahuti.ubuhnya merasa dingin. Ibu? Bong Tiap tanya. € Aku hendak duga seseorang. yang ia kat akan kepandaiannya ia belum pernah lihat. sambil ngoceh sendirinya: Oh. Ia kenali suara dari dji-soehengnya. soeheng yang kedua itu kemudian kata. berewokan. Perihal ini perlu segera diberita hukan pada Soebo! Tiba-tiba: Bong Tiap! Bong Tiap! Ham Eng! Ham Eng! Itulah suara sang soebo atau Lioe Toanio. Siapa mereka. rasa-rasanya dia bicara dengan lagu suarany a si saudagar djinsom dari Kwan-gwa yang duluan datang beli djinsom dari Ayah . Ibu? Bong Tiap tanya. Kalau bukan mereka. Adalah di rumah. hingga ia lupa bahwa ayahnya justeru s eorang guru silat yangliehay! Dan yang aneh. Bong Tiap dan Ham Eng terkejut. Anak. Kalau bukan mereka. lekas kau pakai obat gosok! Tjin Kong. Aku hendak duga seseorang. Kau kenapa? Kenapa kau nyebur ke air? Hebat. Bong Tiap dengan bernafsu puji orang asing itu. orang berkepala mirip macan tutul. pergi kau layani saudaramu ini. umurnya kurang lebih tiga puluh tahun! . atau kalau kau terluka. Ham Eng menyahut. kat anya. boegeenya.

karena mana iapun jadi kenal Lioe Kiam Gim dan akhirnya jadi menikah. hunus pe dangnya ceburkan diri dalam pertempuran itu. Tetamu macam apakah orang itu? ia tanya Siauw Sam. anak tunggal dari OngToa-ma. Ketua dari Ban Seng Boen di Poo-teng. mereka b isa terns bikin perlawanan. ia tanya ini dan itu dengan ge mbira. Ketika itu Lioe Toanio a tau Nona Lauw In Giok. Kabamya Kauwsoe niat campur tahu urusan ini. yang terus bacakan surat yang ia maksudkan itu. Em pat Harimau Keluarga Lo. mereka saksikan sekawanan berandal lag i begal serombongan saudagar. Hoo-pak. sedang dengan Koan Ie Tjeng. boleh pada Toanio. Teng Kiam Beng. Ketua dari Golongan Ahli Silat Ban Seng Boen. Kemarin kita kedatangan tetamu-tetamu dari satu rombongan. Apa mau. Demikian Lioe Toanio. Dia ada gadis tunggal yang disayangi dari Kauwsoe Lauw Tian Peng. ia serahkan surat itu. Selagi lewat di Djie-tjoe. atau ancaman bencana akan jadi terlebih hebat. Juga Loo-kee Soe Houw tak dapat lupai budi pengajaran pada dua puluh tahun yan g lampau. dari itu kita telah dikirim untuk datangi kau orang. setelah menjawab beberapa pertanyaan dengan ringkas lanta s bilang: Toanio. kita menantikan di dalam rimba pohon lioe di depan rumahmu! Jangan kau orang ajak-ajak Sam-boen djin-ma.Tetamu tidak diundang itu bukannya suatu ahli silat. Lekas sekali jalannya pertempuran jadi be rubah. sampai besok malam. tetangganya LioeToanio. dia menggendol satu pauwhok kecil serta pedang di pinggangnya. aku akan bikin merek a tidak kecewa! Habis itu. pit dan bak. Biasanya bocah ini pulang setiap te ngah bulan dengan menenteng sedikit oleh-oleh untuk ibunya. Siauw Sam kasih keter angan. Dia berusia kira-kira tiga puluh tahun. Kau orang pasti mengerti aturan kita kaum Kang-ouw. dia malah satu bocah ialah Ong Siauw Sam. Hormat. Ia ambil pihaknya itu ayah dan anak. Besok sore jam Hay-sie. suami-isteri! Soeteemu. romb ongan berandal itu ada liehay. ada satu tetamu yang minta aku sekalian sampaikan sepucuk surat untuk kau. yang bekerja di sebuah warung arak kecil di Kim-kee-tin. Biasanyajarang ia mampir pada Lioe Toanio. Mereka ada yang tua ada yang muda. tapi kali ini ia berkunjung. Toanio kaget menerima surat itu. baharu berumur dua puluh dua tahun. hanya dengan belakang madapi belakang. ia turut pergi ke Hauw-gie di Shaosay. dan Lauw Tian Peng serta puterinya telah lantas dapat semangat baru. dkk Mefeka ada kawanan tidak tahu mampus! kataLioeToanio kemudian dengan sengit Kiam G im tidak ada di rumah tapi aku bersedia akan sambut mereka. kita ajar sedikit adat padanya. karena ia berbakti. maka itu di Djiat-hoo. tenaga . Begini bunyinya: Kauwsoe Lioe Kiam Gim. Mereka kena terkurung hi ngga sukar mereka loloskan diri. Lo Toa Houw Ong Tjay Wat. Itulah s urat yang ringkas-terang dan kasar. Dan lantas. Dengan orang asing ini menyerang dari luar perhatian berandal jadi terpec ah. Lioe Toanio lantas tuturkan permusuhannya sama Loo-kee Soe Houw. ia kagum melihat In Giok punya permainan golok Ban Seng Boe n. seorang tua di anta ranya lantas minta kertas. kalau tidak ada Loo-soehoe sendiri. hingga kita jadi tidak puas. telah menentang kita kaum Kang-ouw. ia tempel pembes ar negeri. mereka tolongi kawanan saudagar itu. mereka pun datang untuk sekalian membalas budi ini! Nah. akan sambangi suatu sahabat. Lioe Toa nio ada manis budi. sembari minum arak mereka tanya aku ken al atau tidak pada Lioe Loo-kauwsoe. setelah aku kata kenal. ia girang menerima bocah itu. i a kenal balik. tapi Siauw Sam. Dia telah dapat warisan ilmu silat keluarganya dan sering ikut ayahnya meranta u. Ia tahu apa arti nya pertempuran itu. terutama lima antaranya. datanglah bala-bantuan y ang tidak disangka-sangka. Maka tidak tempo lagi ia loncat turun turun dan kudanya. Begitu pada suatu hari. Satu penunggang kuda kabur mendatangi. Tak usah kita orang banyak bicara. biarlah kepa ndaian kita yang nanti memberi putusan. dan kaget setelah membacanya. Itu adalah kejadian pada dua puluh tahun yang lampau. terus menulis surat dan ia minta aku yan g sampaikan.€Selagi mereka mandi keringat.

Katanya Empat Harimau itu kabur ke Djiat-hoo di mana mereka umpetkan diri. Kiam Gim pun jadi tahu. kapan ia telah loncat menyambar sama goloknya. Ini adala h atas kehendak Lauw Tian Peng. Baharu sekarang n yonya mi berpikir untuk tidak ngotot melayani terus. Lo-kee Ngo Houw sudah berubah menjadi Lo-kee Soe Houw.mereka tambah dengan seKejab. Lo Sam Houw. musuh sudah kena dibacok. Kemudian Kiam Gim dan In Giok dapat tahu. untuk haturkan terima kasihnya yang hangat. berdua mereka menjadi s uami-isteri. seumumya. bahwa mereka sebenarnya bemaung dalam Keraton Sin-tek-kiong menjadi pahlawannya Kaisar Boan. hanya entah kenapa. di lain pihak. Lauw Tian Peng. Dan Ketua Ban Seng Boen ini juga kenal Thay Kek Teng. karena Harimau Ketiga. sekarang ia kena didesak. belakangan mereka pindah ke Utara. belum pernah sudi lukai orang secara hebat. dan pernah pamannya. Tapi. maka itu ia tidak sangka. Itu waktu Tian Peng telah da pat tahu. mengganggu kaum saudagar pelancongan dan memeras rakyat. Nyata penolong itu murid kepala dari Thay Kek Teng ialah Lioe Kiam Gim. In Giok pun telah membarengi dengan tendangannya pada dada orang itu. Kiam Gim dan isterinya tinggal menetap di Kho Kee Po. sebab dia adalah paman jauh dari Koan Ie Tjeng. korbannya In Giok. ialah suitan mulut. tetapi Tian Peng t ak ketahui. tidak heran ia ada sangat mendongkol dan gusar. pernah mereka satrukante ntara negeri. sebelah lengannya putus dan jatu h ke tanah! Lauw Tian Peng lihat puterinya kejar musuh. yang lari paling belakang. gadisnya justeru berbuat demikian. kau kejam sekali! Selama masih hidup. kepada rumahnya Itulah berbahaya! Di sebelah kekuatiran nya. musuh itu bingung dan menjerit. sudah binasa. malah selagi tubuh orang sempoyongan henda k rubuh. belum pernah ia tampak kekalaha n. mak a satu kali terlepas dari kurungan. bahwa Lauw Tian Peng ada terhit ung angkatan terlebih tua. ia tel ah bantui jago ini dan justeru Nona Lauw In Giok masih merdeka. musuh menga rah dua tujuan kepada ia sendiri. hingga sekarang Toa Houw jadi liehay begini. s edang sepatunya berujung besi! Tian Peng sambar anaknya untuk ditarik mundur. hingga dengan he . hingga selanjutnya. bukan kepalang gusarnya Lioe Toanio. sehingga musuh dapat kesempatan akan panggul pergi Kawannya yang terluka. Kenapa kau kej ar musuh dan kutungi juga sebelah tangannya? Kau tahu hebatnya kaum Kang-ouw dan bahwa musuh tak dapat ditanam bibit permusuhannya! Memang. gurunya. bahwa Lo-kee Ngo Houw. ia umbar nafsu amarahnya. sambil lari dengan mata melotot. bi sa lindungi keselamatan mereka dari gangguan musuh. jago ini tak sesalkan puterinya lebih lama. hingga tidaklah heran kalau ilmu goloknya liehay sekali. iahendakmencegah. Bocah! Tian Pengsesalkan anaknya dia bukannya gusar pada musuh. atau Lima Har imau dari Keluarga Lo. Loo-kee Ngo Houw akan ingat baik-baik budi kebaikan ini! . ha nya segera ia hampirkan penolongnya. Nona Lauw ikuti ayahnya sejak umur enam belas. juga lima pem impin mereka segera turut angkat kaki. berseru: Nona. siapa tahu. apa mau ia sudah terlambat. adalah persaudaraan berandal yang mengacau di Soe-tjoan B arat dan sekitarnya. ia candak satu. sedang salah satu musuh. ia takut semua musuh nanti turun tangan Bagaimana la bisa melawan ka lau mereka meluruk semua? Sekonyong-konyong Lioe Toanio dengar tindakan kaki yang berlari-lari. nyonya ini sudah b isa dibikin terpatek di situ ia menjadi gusar! Jadi nyata dugaannya. Mulai dari kaburnya kawanan liauwlo. Ah. ke arah rumahnya. Dua puluh satu tahun lamanya Lioe Kiam Gim tinggal di Kho Kee€€persaudaraan Lo jug a berlatih terus. supaya ayah ini atau mertua ini. ia merantau untuk pesiar. karena hal sudah terjadi. Ia kejar lima musu hnya. ia ketemu sama Lauw Tian Peng. Tian Peng lantas jodohkan puterinya pada pemuda ini. Kemudian lagi. Rupanya musuh tukar siasal setelah dapat kenyataan. jiwanya tak tertolong dari luka hilang sebelah lengannya dan dadanya tertendang sepatu besi. ia insyaf bahayanya akan be rtempur lebih lama pula. Untuk ini mereka berikan satu tanda rahas ia. tahu-tahu mereka bersara ng di gunung di Djie-tjoe ini menjadi berandal pula. Karena perkenalan ini. kalau perlu. hingga me reka diterima menakluk oleh negeri. Tatkala itu Lioe Kiam Gim baharu habis berpisahan dengan soeteenya Teng Kiam B eng. di satu pihak jadi kuatirkan Bong Tiap dan rumahnya.

mereka tidak garang lagi seperti semuia. selama itu. Ia segera menyerang seperti kal ap dengan goloknya. saban-saban senjata itu mencoba akan keprak terlepas goloknya si nyonya atau ujungnya mencari jalan darah. Ong Tjay Wat tidak sangka orang bisa loncati dia. Dua-dua Toa Houw dan Ngo Houw sudah bebat luka-luka mereka. untuk men otok. Ia keluarkan serangannya Pwee lak Tjap sie afau delapan kali delapan jadi cnam pul uh empat bacokan dan tikaman. mereka ini merangs ek pula. uiilah tindakanku! Aku justeru hendak menghina anak daramu! Apa kau mau? H utang darah dua puluh tahun rnesu dilunaskan berikut bunga! Toanio bisa tertawa nyaring. Dua orang yang memegat sedikit ketinggalan di belakang. Maka ia lantas berlompat akan susul nyonya itu. yang senantiasa kecampuran ilmu-ilmu tikaman Thay-kek-kiam. Kalau ayam biang sangat sayangi anaknya. tapi tidak urung ia kalah gesit. dikepung berempat. ia sudah terkurung pula. Kegesitannya sudah ternyata selama ia kelit tiga batang Kim-tjhie-piauw dari Lio e Bong Tiap. ia barengi berlompat tinggi akan lewati kepalanya T jay Wat. Ong Tjay Wat mendesak tidak kurang serunya. Benar iaberhasil loncati Ong Tj ay Wat. duri besinya itu tidak mendatangkan hasil. untuk bokong si nyonya. Apabila berhasil. mereka me sti main mundur apabila mereka tidak mau jadi korban golok. yang bisa menyusul. dua musuh pegat ia dengan babat an golok mereka masing-masing. sedang di seb elahnya. dapat ia mendekati bahagian luar dar i rimba itu. ia menang jauh. ia mendesak terus. Ia anggap sial-dangkalan diloncati orang perempuan ia percaya benar akan tahayul . yang terpaksa musti mundur seraya tarik pulang tumbakn ya. ia berjongkok akan jumput tumbaknya. malah ujung pedangnya sudah ancam bebok ongnya musuh. hingga ia dapat candak musuhnya. Bagus! Nyonya Lioe Kiam Gim berseru kapan ia saksikan cara menyerang orang itu. hingga ia rnesu* layani mereka ini. Tumbaknya Lo Toa Houw jadi liehay sekali. Toanio lihat orang mundur. satu ibu? Baik. Ada sulit untuk Lioe Toanio menyingkir pulang. Sekarang Toa Houw majui tangan kirinya di muka. tetapi hatinya. Dua pemegat dari Lioe Toanio ada berumur masing-masing dua puluh dan tiga pulu h tahun. Maka itu.€Oleh karena mereka sudah terluka. untuk tarik pulang. ia mainkan tumbaknya dcngan sempuma akan menghalau se suatu serangan. kau orang bikin rusak kaum Kang-ouw! Kau orang boleh satrukan aku. inilah sulit. ia kalah daripad a Lo Toa Houw. dia jadi sangat mendongko!. hingga tinggal Ong Tjay Wat yang larinya pesat. sekalipun berkelahi.bat ia menyerang. orang-orang tak punya muka. ia mencoba babat jeriji tanganorang yang mencekal pedang. Ia tidak takut. Hanya untuk loloskan dir i. Hanya. tapi ia tidak sepandai Bong Tiap dengan piauwnya. Mereka mi adalah yang pernah tempur Ham Eng dan Bong Tiap di tengah mua ra Boegee mereka tidak rendah. akan terjang pula padanya. Dengan Peh tjoe tjoet tong atau Ular putih kelua r dan guha . hingga ia merasakan saktt dan kaget sampai ia bikin terlepa s tumbaknya itu. apa pula manusia. Tjay Wat sudah sampai di belakangnya. akan tetapi. . tetapi dalam keng-kong-soet. Ayo! berseru Lo Toa Houw. Dalam boegee. melainkan dia yang tahu sendiri. Ia bisa berbuat begini karena larinya yang pesat. Cuma dengan pelahan-lahan. Pegat dial Pegat dia! Toa Houw berseru dengan kaget kapan ia tampak musuh hendak kabur dengan tangan berketel-ketel darah. si nyonya lag i lagi kena dirongrong oleh Ong Tjay Wat yang licik. dua-dua macam serangan akan bikin nyonya itu tidak berda ya. kenapa kau orang juga arah rumahku? Ha-ha-ha! Lo Toa Houw menyambutnya dengan berkakakan. Dugaanmu tepat! Inilah maks udku. tapi menghadapi istermya Lioe Kiam Gim. Maka di lain saat. guna singkirkan kedua musuhnya. jeriji mania dari tangan kanannya telah ken a terbabat Ikuturtg. Sekarang Lo Toa Houw pun kena ditinggal si nyonya. Toanio tidak terdesak sebagai tadi. Ia pun segera mcnegur Oh. baharu kakinya injak tanah. aku akan adu jiwakul demikian teriakannya. Lo Toa Houw tidak takut. ilmu entengi tubuh. Ia baharu lew at tiga jurus. Orang Heng Ie Pay ini jadi dapat angin karena berkawan dengan toako dari Keluarga Lo. yang mudaan lantas kel uarkan Thie-lian-tjte. saban-saban ia tertawa terbahak-bahak.

akan segera sampai di rumahnya. tanpa ay al lagi. awas! Pegat itu perempuan busuk! Toanio gusar. Melawan mi perempuan busuk. untuk menabas kutung lengannya si nyonya gagah.Lioe Toanio dengar angin menyambar di belakangnya. akan lompat jauh. Sekarang tak dapat Lioe Toanio menahan sabar. ia maju membabat tangan musuh. tetapi scpcrt i orang di bawah pengaruh. ia kaget bukan main. waktu Lo Toa Houw dekati dia. Ia masih menduga-du ga apa maksudnyajeritan musuh barusan. Justcru itu. akan ba smi musuh. guna lampiaskan kesengitannya. seiagi ia berlari pulang. dari itu. ja ngan kata dikalahkan. ia terpaksa mundur. seiagi dia in i keluarkan keringat dingin saking kaget. api telah berkobar. Di sana asap menggulung naik. Lioe Toanio tidak sangka musuh ada demikian liehay. untuk sedetik. Ingin ia bisa terbang. tiba-tiba ia gcscr tubuhnya seraya tangannya bergcrak. scmbari putar tubuh dan goloknya di depan dada. mengawasi ke depan. ia menangkis serangan. tah u-tahu pedangnya dari atas membacok ke bawah. yang meminta kegesitan. yang membentak. matan ya menjadi merah. Dengan caranya ini. orang ini ada seorang tua yang tubuhnya jangkung dan kurus sedang sepasang matanya ada bersorot tajam. kenapa tidak segera turun tangan? menegur Lo Toa Houw. ia lekas tarik pulang golo knya. hanya sayang. Selekasnyaberada di luar. malah dengan tidak mengucap suatu apa. begitupun semua kawannya dia ini. tidak urung kedua senjata telah beradu keras. ia bikin golok lawannya jadi tidak berd aya. tetapi dengan sungguh-sungguh. karena itu. Itu waktu Lauw In Giok sudah bisa lihat tegas orang ini. terutama karena dia sudah mulai lelah. Suara itu ada suara dalam. sebab orang toh di bahasakan djieko . Lioe Toanio menjadi sibuk kapan ia dapat kenyataan musuh tak dapat didesak. Tahan! Kau hendak lari kemana? sekonyong-konyong€€suara membentak di depannya Lioe T oanio. sampai setumbak lebih. orang tua itu mulai dengan ran . k enapa mesa pakai banyak orang? demikian suaranya.Ia insyaf apa artinya itu. daiam h al mainkan senjata ia kalah eesit.Kalau Lo Toa Houw ada ja di pahlawan keraton peristirahatan kaisar di Sin-tek. ia tidak segesit ilmunya entengi tubuh atau l ari pesat. Orang tua ini adalah orang yang sarankan akan pancing keluar pada Lioe Toanio sambil berbarengdi lain pihak satroni orang punya rumah. dengan berat tetapi sebat. dari mana ia bi sa memandang ke rumahnya. maka itu. Musuh di depan itu. dari belakang. ia bukan lagi hadapi orang sebangsa Persaudaraan Lo itu. dengan begitu. Eh. Ia menduga pada serangan mu suh. Musuh itu benar-benar liehay. Rata! Maju! Maju! demikian tiba-tiba Lo Toa Houw berseru-seru seraya tumbaknya d ipakai menangkis goloknya si nyonya. Tjay Wat jadi terluput dari bahaya. musuh pun menukar siasat. Mundur! Mundur Mukanya Lo Toa Houw menjadi merah. dia suruh jago s he Lo itu mundur. sampai si nyonya limbung! Ba iknya ia cerdik. dengan mata itu ia diawasi . tidak gentar dengan itu babatan. Sin-tek Lie-kiohg. Lioe Toanio sudah lari sampai di iuar rimba. meskipun belum besar. Djieko. yang katak. Oag Tjay Wat lihat serang an musuh. hanya ket ika golok mendatangi. ke arah tenggorokan. dari seorang yang To a Houw. dia ada lah pahlawan istimewa dari Keraton Kerajaan Tjeng. ia lantas mengawasi musuh itu. ia segera maju menyerang dengan golok Toan-boen-toonya. i a berlaku aval.€Ia gunai Hon g hong tian tjie atau Burung hong pentang sayap . Berbareng dengan satu seruan. tidak tahunya. satu tanda ia ada mendongkol. O rang tua itu hunjuk sikap jumawa. sebagai jago betina dari Ban Sen g Boen. yang sudah la ntas sampai di dekat orang yang mencoba rintangi Lioe Toanio itu. Pedangnya. teriaki: Djieko. bersama orang-orangnya. Lauw In Giok tidak tabu musuh hendak berbuat apa. Dengan tenang. Ini ada suatu gerakan yang liehay . ia hendak menangkis. mengelakkan sesuatu b acokan atau babatan. segera ia terusi. ia merasa terhina oleh sikap musuh tidak dikenal itu. Ia terkesiap hatinya. Cepat sekali. Dengan tiha-tiba ia loncat nyamping€€kakinya menahan. ia berdin diam saja. Toa Houw telah berdiri di dampingnya. Ia telah memburu dan mencandak lawan. ia menikam balik. yang bersenjatakan se batang pedang panjang la tadinya menyangka pada Lo Djie Houw. Ia lantas mengerti. tan pa buka suara lagi. lalu sambil putar sedikit tubuh. Adal ah di sini.

yang kabarnya sudah pergi ke Liau w-tong dan kemudian tidak ada kabar ceritanya lagi ialah murid kepala dari Lioe Kiam Gim murid yang diterima di Poo-teng pada lebih daripada dua puluh tahun yang lalu. sadari tadi ia memang nonton saja. Ia tidak kena tertikam tetapi ia telah terbentur. Yaitu Law Boe Wie! Dengan terbitkan satu suara nyaring. hingga akhirnya. dengan sekony ong-konyong ia loncat pada nyonya itu sambil teruskan menyerang dengan tumbaknya . Bukan kepalang kagetnya Lioe Toanio. lalu dengan pedangnya itu. yang menjadi tuan penolongnya. Satu k ali saja ia dapat menikam. untuk ulangi serangannya selagi si nyonya sudah tidak berdaya j itu. ia mencelat€€mundur dua€€tindak. Law Boe Wie hunus pedang panjangnya. tangannya yang menceka l golok. untuk tengok rumahnya. tetapi tanpa ketahuan . hatinya terkesiap. akan tetapi dia pun bisa l ompat mundur dengan tidak kurang gesitnya. Bayangan itu melesat bagaikan burung. Ia menjadi berdiri tercengang. kiranya kau! demikian teriakannya Lioe Toanio. akan habislah lelakon hidupnya jago perempuan itu. totokan j alan darah. ia masih dapat hindarkan diri dari ba haya maut. ia pertahankan ambekannya. ia tetap tenang. Lauw In Giok telah tcrusi loncat pu la. untuk ujungnya yang tajam me nikam tenggorokan lawan! Lioe Toanio insyaf pada bahaya.gsekannya. silat Soen soei twie tjouw atau Menolak pcrahu deng an ikuti aliran air . sesudah gagal dengan desakannya. kecuali menikam. Ketika tadi ia habis menyerang. sebab ia ini adalah orang yang sudah meninggalkan rumahnya hampir sepuluh tahun lamanya. pcdangnya yang panjang dipakai merapati golok mu suh. walaupun ia sudah lelah. Soenio. ia menyambit musuh dengan golok! Musuh tua itu kelihatan terkejut. ia sekarang dibikin repot dengan rangsekan musuh. dengan ti ba-tiba ia gunai serangan Koay niauw hoa in atau Burung ajaib membalik mega . enteng dan cepat sekali. tahu-tahu ia su dah sampai pada si orang she Lo. tangannya menyambar kepala orang. pun bisa mengetok jalan dengan t iam-h iat. Puas sekali hatinya Lo Toa Houw dengan hasilnya itu. Tapi ia mendongkol karena serangan yang hebat itu. Lioe Toanio berlaku nekat. Ia puta r goloknya dan membabat. Lo Toa Houw tertegun. terayun. hingga ia luput dari bahaya. ia menahan napas. ia jadi telah pisahkan diri enam-tujuh tumbak dari musuh itu. ia tak dapat berkelit lagi. yang heran berbareng gi rang ketika ia telah lihat rupanya bayangan itu. melihat ada ketikanya. hingga segeraiah nienyusui mclesatnya golok itu. musuh ini mengguna i siasat yang bermula ia kasih dirinya didesak dan baharu sekarang ia lakukan se rangan membalas Dalam ancaman lawan itu. ia menuding pada musuhnya. tiba-tiba satu bayangan loncat meles at dari samping. . bcrbareng dengan mana. Dalam saat berbahaya bagi Lauw In Giok itu. akan elakkan sesuatu sen jata rahasia itu. ia rubuh terguling! Oh. hingga ia lupa bahwa ia seharusnya lekas pulang. mak a untuk tolong diri. ia lantas merasai€€tubuhnya j adi€€sedikit gemetaran dan beku . Orang yang tolong dia adalah orang yang dia tidak pernah sangka-sangka. Seranganny a itu adalah yang dibilang hebat bagaikan turunnya hujan besar. ia gelagapan. Sudah terang. dengan sabar ia mundur. selagi ia lewati si nyonya. golok cuma lewat di atas pundaknya. Sebab ia tela b berlaku nekat. pcdangnya itu ia serodoti maju. Tidaklah aneh jikalau Nyonya Lioe Kiam Gim menjadi bagaikan dipagut ular itu. Rupanya bayangan itu datang dari tegalan. melihat datangnya serangan gela p. maka sekarang. Anak. dari itu ia segera maju p ula. Sang lawan lagi mainkan tipu tikaman Loo souw hie kirn atau Orang tua mcncntcng k irn kctika si Nyonya Lioe menyerang secara dcmikian mendadak dan hebat. kepandaian antara dua musuh ini tidak beda seberapa. dengan tipu. matanya bersinar. cepa t sekali. dengan sendirinya. Selagi terdesak. dari itu. beberapa ekor anak kelinci ini serahkanlah kepada muridmu! Silakan Soen . Lo Toa Houw sementara itu jadi berada dekat dengan nyonya ini.€Tipu puk ulan ini. hanya yang heb at bagi Lauw In Giok adalah dia sudah letih. ke kiri dan kanan. ia dapat ketika untuk egos tubuh. yang bersinar laksana perak. scsudah mana. pedangnya mainkan ilmu Tat Mo Kiam-hoat dari Siong Yang Pay. tanpa merasa lagi. ia segera balas menyerang dengen beberapa biji senjata rahasiany a Tok-tjie-leeyang beracun. Dan sesuatu tusu kan senantiasa mengarah bahagian anggota-anggota yang berbahaya! Sebenamya. maka sekarang. hanya sekarang ia pakai tipu pukulan toya Houw-bwee-koen atau Ekor Harimau .

ia dapati bayangan ini tak di bawahnyaTeng Kiam Beng itu. karena ia lihat. Sementara itu. bagai mana Lioe Kiam Gim mcmpunyai murid liehay begini. darahnya melulahan! Sakit rasa hatinya Ngo Houw. dengan mcngejek. hingga kedua senjata beradu dengan hebat. ia mengawasi dengan tajam. akan tetapi Law Boe Wie mendahului menangkis goloknya. malah dengan satu tikamannya. Sekalipun soeni omu bukan tandinganku. ia tcrus berlalu dengan had lcga seka l i. hingga mau a tau tidak. ia lompat maju dengan serangann ya. Ia lompat ke kiri dan ke kanan. Pertarungan sudah lantas ambil tempat. ia hendak coba ilmu pedangnya itu akan layani si kepala bagaikan kepala macan tutul ini. ia rasai telapakan tanga nnyasakit. Maka itu. ia niat rintangi Lioe Toanio. hanya pernah layani Teng Kiam Beng. Nyonya guru itu lantas putar tubuhnya. sahut sang murid sambil tertawa. kedatangannya orang Ssing ini telah membuat musuh jadi tercenga ng. Ia pun telah menduga-duga. apabila ia sudah tengok kanda itu. soetee dari Kiam Gim. berkata ia. si orang tua yang iiehay. dari itu. Ia belum pernah menempur Kiam Gim sendiri. hingga tumbak it u mencelat pada sang soenio. . Tapi Boe Kek Kiam-h oatnya belum pernah ketemu tandingannya. Muridku. Hanya ia mesti pulang dengan bcrlari-lari lekas. Kemudian ia sontek tumbaknya Lo Toa Houw dengan kakinya. ia mesti layani ini bayangan yang tangguh. dan sekar ang. ia segera hunjuk kepesatan tubuhnya dan kegesitan main pedangnya. siapa sambut itu dengan gapah. Baharu sekarang Lioe Toanio dapat pulang ketabahannya. sedang tubuhnya pun sud ah tidak sesemutan lagi. Berhubung dengan itu. apabila kau hendak berlalu. cara bagaimana ia hendak gampang -gampang kasih lolos orang ini? Orang tua itu tidak hendak banyafc omong pula. majulah si orang tua. aku tidak akan izinkan! Melihat romannya atau usia. lawan yang baharu itu berdiri tegak dihadapannya. Law Boe Wi e tangkis itu serangan. Tapi ia tidak jadi jerih. Jangan kuatir. kita tidak akan ganggu kau! Boe Wie tidak gubris kata-katanya orang itu. Lo Ngo Houw sudah berlompat k epada kandanya Toa Houw.€Ia heran. tetapi selagi sang murid dan soenionya bicara. sebelum si orang tua sempat datang padanya. kau tidak punya urusan di sini!€Pergi ambil jalanmu yang lurus.tidak kenal kau? Jangan harap aku nanti angkat kaki siang-siang! Malah kau. Hingga sekarang nyon ya ini jadi dapatkan ganti dari golokknya. Mendengar suaramu. sekctika juga.€ Sampai di situ. lelatu api sampai muncrat meleti k. ia pun sedang terluka. Toa Houw rebah sebagai mayat. karena Lo Soe Houw pemah omong t entang seorang dengan roman sebagai dia ini. Ngo Houw ada yang terlemah. baharu du a gebrak. maka dengan bawa tumbaknya. maka perlu apa kau banyak tingkah di sini? Baik kau angka t kaki siang-siang! Kita datang untuk menuntut balas. asap suda h mulai mengepul tebal dan api lagi mulai bcrkobar . yang tadi ia pakai menyambit musuhnya . Soenio. sudah begitu. kau kiranya pandai menimpuk dengan Tok-tjie-lee! katanya. pula melihat gerak-gerakan tanga n orang itu. dengan keras sekali. untuk pergi. Di antara saudara-saudaranya. Eh. dan duduknya hal. kau adalah muridnya Lioe Kiam Gim. yang merintangi pihak mereka selama pertempuran di muka muara. muridnya Lioe Kauwsoe ini segera menduga pada orang yang dulu gurun ya cari tetapi tak dapat diketemukan. tapi ia segera geraki goloknya. hingga menerbitkan suara nyaring sekali. buktinya ia saksikan barusan saja nasibnya Toa Houw dan Ngo Houw. Ka u bisa mainkan Tat Mo Kiam-hoat! Malah kau pun pandai menggunai beberapa jurus i lmu pedang Heng Ie Pay asal curian! Hm! Kau sangka aku . ia malah lantas menuding. ia kaget hingga ia k eluarkan jeritan. siapa orang ini. Ia insyaf bahwa orang ini pandai silat dan berenang. Orang tua itu mengerti musuh ada liehay dan tenaganya bcsar. ia pingsan! Lioe Toanio masih sempat saksikan itu p ertempuran yang hebat tetapi sekejaban saja. pedangnya Boe Wie sudah sampok tcrpcntal goloknya dan kakinya bayangan i ni sudah menyapu patah berisnya hingga ia rubuh sambil keluarkan jeritan hebat d an mcngenkan. batok kepalanya pecah remuk. Di lain pihak.io pulang lebih dahulu! katanya pada isteri gurunya yang berbareng pun menjadi gu runya. si orang tua mundur duatindak. bukan main kagum dan girangnya akan muridnya itu. kau hati-hati! ia segera pesan.

Ia men gerti bahwa ia terancam bahaya. Law Boe Wie lihat orang hendak tinggalkan. sudah lantas ambil lang kah seribu. Boe Wie gunai beberapa macam ilmu puk ulan yang luarbiasa. tetapi si orang tua suda h berikan tanda. Law Boe Wie segera putar ugel-ugclan tangannya sambil menarik ke samping. siapa telah perlihatkan ke pandaian seperti mengikuti kebisaan orang. tangannya yang kirij eriji tengah dan jeriji manisnya. maka tak dapat dicegah pula yang kedua senjata jadi bcradu. untuk dipakai membarengi menyerang andai kata orang tua itu peroleh kemenangan! Law Boe Wie tidak gentar melihat Ong Tjay Wat datang mengepungnya. selagi orang putar tubuh untuk menyingkir. asal si orang tua kal ah. Ujung pedang sudah lantas menghampirkan batok kepala musuh. angkat kaki paling selamat. ia maju pula. Boe Wie masih belum mau berhenti. hanya ia berkelahi dengan lebih b anyak membela diri. hingga te rdcngar suara yang nyaring. gerakannya bagaikan kilat berkelebat Sama sekali ia t idak kasih ketika akan pedangnya kebentrok pedang musuh itu. akan cari jalan darah untuk ditotok. si orang tua sudah mulai bernapas sen gal-sengal. Begitu lekas kedua senjata kebentur satu dengan lain. ia menangkis. ia angkat tubuh orang it u! Orang tua jangkung kurus itu tetap tidak bcrsuara. dua jari musuh sudah mengenai sampi ng iganya. karena ia sudah kena ditotok jalan darahnya Hoen-hian-hiat . hanya guna ulur kedua kaki panjangnya.ia menikam atau menyabet. hingga ia jadi min p dengan sat u mayat. berkclahi lebih jauh tidak menguntungkan. dalam tempo enam jam baharu ia bisa sad ar sendiri. mereka akan kabur. Ia sudah pikir. sekarang ia saksikan liehaynya orang tidak dikenal itu. babkan bakal mencelakai diri nya. dengan sangat terpaksa putar tubuh. tak sampai ia menjcrit. Itu adalah gerakan Liong tjoa tjie tjauw atau Naga dan ular lari berbare ng . malah mereka ini sengaja berpura-pura tidak lihat tandanya si orang tua. dengan terpaksa ia maju juga. tubuhnya lantas sempoyongan. I a insyaf. Si orang tua terkejut karena pedangnya terlepas dan terlempar. Di sebelah itu. ia jerih bukan main. ia lebih banyak pusatkan pcrhatiannya kepada si orang tua. ya ng ia segera jambak dengan tangan kirinya scsudah mana. iapun tidak berdaya. Tapi ia tidak berhenti sampa i di situ. akan susul tubuh musuh itu. kakinya berlompat. Ong Tjay Wat telah rasai desakan goloknya Lioe Toanio. Ia anggap. begitu lekas orang tua itu keok. sampai di sini. si orang tua mesti ambil putusan bukan untuk rubuhkan musuh atau nekat.€Mereka pun pikir. dua jari tangan kirinya disodorkan bagaikan kilat b erkelebat. ia sama sekali tak dapat desak Law Boe Wie. apabila ia tak segera ditolong. tidak perduli si orang tua hunjuk kdie hayannya. tetapi dasarnya tetap ada Thaykek-koen (yang pun disebut Bian-koen lemas tetapi ulet dan keras). oleh kare na itu. Berselang lag i sekian lama. ia masih belum cukup beristirahat. Ia pun merangsek. Melainkan yang satu menyiapkan beberapa potong senjata ra hasia Thie-Kan-tjie. ia tidak mau mengerti. selagi ia belum sadar apa yang bakal tcrjadi terlebih jauh. dan ia pun lepaska n janjinya tadi bahwa orang mesti bertempur satu sama satu. keringatnya sudah mulai mengalir. walaupun ia belum terdesak. ia akan men dahului angkat langkah panjang! Demikianlah pikirannya Ong Tjay Wat Apalagi kedu a kawannya. menyusul mana pedang panjang d ari lawan jadi terlepas dari cekalan dan terpental. pedangny a menikam. sebaliknya. tidak boleh main ker oyok. Kembali iewat beberapa jurus. nyalinya telah menjadi ciut. ia geraki pedangnya dengan terlebih sebat dan keras. Si orang tua lihat ancaman bahaya itu. ia barengi menyerang. Dua jarinya ini malah terlebih liehay daripada pedan gnya yang tajam itu. yang semangatnya seperti terbang karena menyaksikan cabang atasnya itu mat . Pertempuran telah berjalan sekian lama. senantiasa turut main juea. dua kawannya yang memasang mata . sedang Ong Tjay Wat. Sebentar saja Boe Wie telah mengcrti bahwa Tjay Wat jerih dan licik. jtdatnya basah paling dulu. maka itu. lekas ia ben tanda kepada Ong Tjay Wat supaya kawan itu membantunya. begitu lekas mereka lihat jagonya itu memutar tubuh. mereka berdiri diam saja di kejauhan. Di pihak orang tua ini. sampai itu waktu. yang berbedaan sadari lain. Sekarang ia tidak lagi jumawa.

untuk ba ntu saudaranya. ia pikiri sang soemoay. langit pun guram. Kiam Beng jadi bentrok sama Tjiong Hay Peng. Bagaimana bila ia gagal? YoTjin Kong sibuk sendirinya. yang berdiam di rumah Lioe Kiam Gim ada sang put eri sendiri. Toa-soeheng mereka tidak ada. sampai ia pun berpis ah dari soehengnya. pun angkat kaki tanpa ayal-ayalan lagi. yang memakai topeng. karena ia tahu. Benarlah dugaannya. dari itu ia sendiri pimpin Qng Tjay Wat. Tugas mereka adalah mencegah Lioe Kiam Gim datang ke Utara. Y oTjin Kong danTjoh Ham Eng. Law Boe Wie lihat orang lad. dcngan caranya yang licik tapi hebat: Jikalau di dalam rimba yanghoe sudah terjadi suatu pertarungan yang dahsyat. Keluarga Lioe. dikasih berdiri. dia sendiri sebenarnya ada murid yang murtad dari Thio Tjeng Kie . Bong Tiap sebaliknya ada bergembira. kemudian samar-samar ia dengar jeritannya musuh itu. dan Lo Djie Houw serta Lo Soe Houw pimpin beberapa kawan pula. yang ia sesapkan ke dalam sakunya s endiri. ia pan dang tak mata juga murid-muridnya.i kutunya. lantas ia turunk an tubuhnya musuh itu. Demikian mereka Sudan datang mengacau. p enjahat cabul. Bisakah i a berlari-lari dengan bawa-bawa musuh itu? Ia bersangsi sesaat. hingga orang she Teng itu kena terjebak. ada Ouw It Gok. siapa rupanya te rluka tidak hebat. Barang-barang upeti yang dilindungi Teng Kiam Beng bukannya dibegal oleh kawan an Bong Eng Tjin. tetapi kawanan ini punya re ncana lain. ia hanya merasa tegang se ndiri kapan ia ingat. bersama sang keponakan. Bong Eng Tjin sudah atur rencana penyc rangannya secara begini: la pecah rombongannya menjadi dua. sebab dia masih bisa lari terus ke dalam tempat lebat. atau mengganggu. Kecuali Lioe Toanio. I a lihat cahaya api di arah rumah gurunya. ialah mereka mesti siap akan . Tapi rencananya ini justeru menolong Yo Tjin Kong. Sementara itu. hin gga karenanya. adalah di rumah i tu masih bcrlaku sampai sekian lama lagi. Sesudah ini segera ia lari ke arah rumah gurunya. ia kirim surat u ndangan akan menantang berkelahi satu dengan satu. iapun bertanggung jawab. soebonya sudah berhasil atau belum dalam menolong rumahnya itu. agar jago she Lioe ini tidak mcrusak maksud mereka memecah-belah kaum Rimba Persilatan. ia tahu. tjiang-boen-djin atau ahli waris turunan ketiga dari Siong Yang Pay. sedang kawannya yang bersenjatakan Poan -koan-pit. Ma ka ia perlu membantu terlebih jauh. ia tidak hendak mengejar. melainkan pcrbuatannya orang tain. Si pemancing menyamar sebagai dua tjay-hoa-tjat.€Ia ambil entah barang apa. ketika Teng Kiam Beng kena dipancing datang ke gedung Soh Sian Ie. d i rumah Keluarga Lioe sendiri sudah lerjadi pertempuran yang tidak kurang hebatn ya. ia kua tir soemoay ini nanti terluka atau kena diculik . bersama soemoaynya. maka itu. Tapi ia masih cekali si orang tua.mereka mempunyai masing-masing pikirannya sendiri. lalu tangan kanannya merogoh ke dalam sa kunya si orang tua. s ukar untuk ia dapat mcncandak dalam sedetik. dia ada pahlawan d ari Raja Boan. ia sendiri ada wakil murid kepala. masih belum lolos dari mara bahaya . ia tidak dapat bebaskan dir i. dan kalau pertarungan di dalam rimba selcsai dengan cepat. Lo T oa Houw dan Lo Ngo Houw serta dua kawan lagi. bahwa ini ada pertempurannya yang pertama kali. Sampai di sini. medan pertempuran itu jadi sunyi-senyap. Tjay Wat itu bisa lari keras. Malam itu. Kebisaannya beberapa jurus ilmu pedang Heng Ie Pay ad a hasil curiam. Lauw Hie Hong. seperti diketahui. secara or-ang-orang terhormat . Ia pun menduga-duga. akan tetapi ia tidak dapat berdiam lama di situ. Ia percaya. Seperti sudah dijelaskan di sebelah atas. Law Boe Wie bersenyum puas. Bong Tiap. Maka ia rogoh sakunya dan keluarkan dua potong pisau belati kecil tidak ada lima dim panjangnya yang ia lekas pakai menimpuk. Cuma satu perasaan ada pada empat anak muda ini.dan kedua murid. Rombongan yang pertama adalah yang melakukan pertandmgan di rimba yanglioe. Hie Hong diminta bantuannya oleh bibinya. Lebih dahulu daripada itu. sed ang angin adalah angin dingin yang halus sambarannya.€€Hie Hong pun bukannya murid Kaum Thay Kek. ia bersemangat. Biar Hie Hong ada sanak dekat. Dia adalah Bong Eng Tjin. Ketikaitu. iapun berkuatir. ia mesti tanggung ja wab atas keselamatan keluarga bibinya itu. ya ng kedua adalah yang satroni rumahnya Lioe Kiam Gim. Ham Eng juga bersemangat. siapakah si orang yang liehay itu? Dia adalah pemegang peranan pada kejadian dua puluh tahun yang lampau. sa ng soebo. dengan itu jalan ia bakal sia-siakan tempo. hanya di sebelah itu. itu ada tanda bahaya untuknya.

Tjin Kongtidak bilangsuatuapa. Tak puas ia atas datangnya sahabat ini. Ia duga Hie Hong datang tentu disebabkan orang she Lauw ini sangka ia jeri h karena tadi ia berteriak dengan pertandaannya. terus saja ia loncat naik ke atas genteng. musuh bergerak. sedang yang tiga lagi. Dari itu. la belum mengatasi kesempurnaan. y ang dua ada murid-muridnya Lo Toa Houw. ketika Y o Tjin Kong ketahui datangnya. mereka lantas diserang oleh Lioe Bong Tiap dan Tjoh Ham En g. atau Mengangkat api untuk menyuluhi langit . Yang muncul paling pertama ada Lo Soe Houw. Menurut rencana. Tjin Kong kerutkan alis. ia hanya ingin menunjukkan il mu silatnya Kaum Ban Seng Boen. ia duga. ia sudah mesti pandai betul. dalam hatinya. Sulit untuk Tjin Kong lawa n musuh she Lo itu. Mereka mesti menanti lama juga. kawan siapa ada lima. Maka itu. ia tidak bisa jalankan rencana itu. ia kata: Oh. nona ini jadi gembira. Tidak demikian dengan Nona Lio e ini. karenaia segerad iserbu oleh duakawannya Soe Houw. sedang ia sendiri anggap. atau lebih teg as: Musuh diam. dari itu. karena di sebelah kurang pengalaman pertempuran. empat anak muda itu lantas mulai dengan penjagaan mereka. la tidak senang tadi Tjin Kong menyebut-nyebut g olongan. Sedangkan Tjin Kong sibuk. yang sudah siap sedia di saat mendengar pertandaan dari Yo Tjin Kong. kau bicara tentang kaum! Apakah kau sangka aku Kaum Ban Seng Boen t idak sanggup menempuh badai dan gelombang? Seberangkatnya Lioe Toanio. yang satu ada muridnya Bong Eng Tjin. Dengan Kie hoh liauw thian . Tapi datangnya sahabat ini. Saudara Lauw. dari it u. Tjin Ko ng dan Hie Hong saling berebut. setela h mana. Dari tiga musuh yang loncat turun ini. akhir-akhirnya musuh telah data ng! Mereka itu muncul hampir bareng temponya dengan dikepungnya Lioe Toanio di d alam rimba. ia mesti lawan musuh itu. sekarang ia bergerak terlebih dahulu. Kalau orang hendak mendahului bergerak. tetapi sekarang. tetapi ia tidak puas. ia lantas saja pikir untuk lekas rubuhkan musuhnya itu. akan bersatu dengan . la segera mendesak. yang sesuatunya bercagak figa. si orang she Yo yang naik ke atas . Tandingan dari Bong Tiap ada seorang dengan tubuh besar dan tinggi melebihi si nona. Sesudah bebcrapa jurus. Harimau Keempat dari Persaudaraan Lo. mirip dengan sha-tjee. Hie Hong datang tentu disebabkan itu dugaan. yang mendahului serang i a. karena ia kemukakan alasan: Urusan Kaum Thay Kek mesti murid-murid Thay Kek Pay sendiri yang menanggung jawabnya. turut loncat naik.nantikan serangan badai dan hujan lebat . mereka lalu berdamai akan at ur penjagaan. Ketika me reka sampai di bawah. Di luar sangkaan . kita diam. Bong Tiap hendak tikam tenggorokan orang. di atas genteng dan di dalam rumah. ia tidak sempat buka mulutnya lebih jauh. tidak perduli ia sudah wariskan enam sampai tujuh bagian kep andaian gurunya. sedikit saja suara berkelisik menyebabkan mereka bersiap. tetapi si Hari mau Keempat bisa pakai itu di dalam air dan di darat. satu bayangan lain mencelat naik. ia juga tidak kenai gegaman musuh itu. Sembari berkelahi. tapi akhirnya. Untuk menjaga genteng. setelah beberapa gebrakan. Tjin Kong mesti lekas turun. Ilmu silat pedang dari Thay Kek Pay berpokok dengan ketenangan. sedang Soe Houw merintanginya. Senjata Soe Houw. kita mendahuluinya . Thay Kek Pay dan Ban Seng Boen ada seperti se golongan saja Atas datangnya bala bantuan itu. kau baik menjaga di d alam rumah saja. karena mana. tapi bayangan ini segera perdengarkan suaranya: Saudara Yo. Musuh datang! Tjin Kong segera beri tanda. Hie Hong akhirnya mengalah. sebaliknya tidak dapat membantuorangshe Yo itu. dengan suitan dan teriakannya. Soe Houw sudah lantas menerjan g dengan sepasang tempulingnya. Nyata ia tak kena didesak m usuh yang dari tubuhnya bukan tandingannya. Hi e Hong sendiri. Biasanya senjata Ini dipakai di dalam air. t erus loncat turun ke bawah genteng. terutama Soe Houw sendiri. lagi beberapa orang. semua ujungnya sangat tajam. sang lawan lagi siapkan Teng y . Ngo-bie Hoen-tjoei-tjie. kepandaian mereka tidak lemah. jangan takut! Siauwtee nanti bantu kau ! Itulah Lauw Hie Hong dengan goloknya Toan-boen-too. Justeru itu waktu. soemoaynya sekalian. Mereka pasang mata dan kuping. ma ka ia dengan sendirmya hunjuk€€kelemahan terhadap musuh. Ia datang dari bclakang. ia sudah beradadi belakangnya pemuda ini. ia melainkan bisa gunai kepandaiannya mainkan pedang untuk lebih banyak bela diri.

atau Burung ho ng mementang sayap . yang kedua. Selama itu. selagi ia mesti lay an i dua musuh. Dalam saat berbahaya itu dari Bong Tiap dan Ham Eng. masih dapat kesempatan menimpuk dengan senj ata rahasianya itu. Saudara Lauw. dengan berkeredepan. sedang Bong Tiap ada adik misannya piauw-moa y kalau adik itu bercelaka. yang lain dengan toya b esinya. ia hendak bikin goloknya Hie Hong terbetot tcrlepas. Tjin Kong. maka ia telah bersiap untuk menyambut tikaman. terutama gwakang. atau Jarum pedoman . ia menangkis ke kiri dan kanan. Serangan piauw dari jarak dekat. hampir-hampir pedangnya kena dilibat dan disampok terlepas oleh ruyung musuh. dan yang ketiga. turun. senjata rahasia itu datang di tiga jurusan. piauw yang ketigajusteru mengenai pahanya. kau tidak kenal budi! pikir Hie Hong. i a kuatirkan soemoaynya. yang tidak puas akan sikap orang itu. bagaimana nanti iabertemu sama bibinya? Maka itu. kedua musuh yang rintangi Hie Hong bukannya orang-ora ng liehay. keduanya menghalangi. De mikian. kaki kiri musuh sudah icrangkat. Atas ini. nona itu kena terdup ak terpental sampai lima-enam tindak dan rubuh dengan terbanting keras. sambil m enerbitkan suara juga. atas mana. kepandaiannya Bong Tiap sudah boleh juga. ketika golok Toan-boe n-too menyambar. untuk serang musuhnya d ia ini. selagi ia berdiri tcgar. ia m clainkan sempoyongan saja. Begitu lekas sudah datang defeat. maka itu. semuanya memburuh ke dalam rumah. ia menangkis dengan cepat tetapi. dari itu. niatnya untuk tolongi adik sepergur uannya. o rangnya nibuh. ia menarik. Lo Soe Houw. Akan tetapi Tjin Kong omong dari hal yang benar. tetapi karena ia ada tangguh. Tjoh Ham Eng sibuk bukan main. ujung kakin ya segera mengenai dengkulnya. tidak sampai ia rubuh. Dengan Tjay hong sie ek . Djoan-pian. dari atas genteng ada ber lompat turun beberapa bayangan. Lauw Hie Hong ada keluaran Ban Seng Bocn. selagi ia ber lompat. turun! Tjin Kong lalu serukan kawannya. musuh pendek. ia kaget sampai berseru. hingga karenanya Tjin Kong jadi terlep as dari kepungan. hanya apa celaka. ia . Di atas genteng barusan. Dua kawannya di bawah adalah or ang-orang dengan usia terlalu muda. berbareng dengan itu. kuda-kudanya digempur. ia berlompat mundur. telah menyambarnya. hanya ia rintangi itu dengan ruyungnya yang lem as. yang ia siapkan dengan cepat. hingga tenaganya besar sekali. menyerang dengan berbareng: yang satu dengan ruyung lemasnya. walaupun dia sudah jatuh. ia melibat. ia menangdi atas angin. Musuh tidak sangka gerakan macam ini dari lawannya. ia sengaja antap goloknya kena dilibat. mereka ada sebawahan Soe Houw. tangan kanannya ialah pedangnya -menyambar ke kuping kanan orang itu. la bersenjatakan panjang. Hie Hong gunai goloknya akan serang musuh ya ng bersenjatakan Djoan-pian. Lawan itu tidak berhenti sampai di situ saja. ia lalu gunai akal. ia tidak kelit. ia punyakan pelajaran Iwee-kang dan gwakang dengan berbareng. aka n tetapi musuh ini bukan orang sembarangan. ia lalu mcnd ahului membctot dengan keras. sesudah mana.ang tjiam . terpaksa ia mun dur dengan gugup. beberapa Kim-tjhie-piauw. Sebab Nona Lioe itu. de ngan tidak bilang suatu apa. Ketika ujung pedang mendatangi. tidak ampun lagi. ia lompat maju. Dengan sebat. Paling perlu adalah melindungi soemoay! Kenapa kau tinggalkan dia? Ah. ia sampok jatuh dua batang pi auw. kuda-kudanya tangguh. Yang pertama ada Hie Hong. Sambil keluarkan seruan kaget. Ham Eng mesti bela diri. Musuh itu benar-benar liehay. berbareng dengan mana. Hie Hong loncat pada Tjin Kong. kaki kirinya dikesampingkan. ketika ia tampak tangan dan kaki musuh bcrgerak. Dari Tat Mo ICiam-hoat dari Siong Yang Pay. mereka datang dari kiri dan kanan. ia mundur satu tindak. ia tung gu musuh betot ia. Tapi kedua lawannya mencegahnya. yang saling menyusul. Di belakangn ya hari mau ini ada konco-konconya. Soe Houw lompat mundur. karena ia terluka. ketika melihat Bong Tiap rubuh. Tidak ada ketika atau jalan lagi. orang she Lauw itu bisa des ak mereka. Ia telah lihat sikapnya musuh. Selagi ia mundur. tetapi belum sampai ia menyeran g. ia pergi loncat turun. menampak musuh rubuh. hingga ia perdengarkan seruan nya babna kaget dan sakit. untuk Bong Tiap menangk i s. musuh itu loncat mundur pula. untuk susuli penyerangannya terlebih jauh.

dia masih bisa loloskan diri? Kenapa tid ak ada yang kejardiaini? Demikian kata-kata dalam hati Harimau Keempat itu. Kau punya toako? ia kata. tunggu lagi sebentar. hingga dengan lekas-lekas ia berkelit. yang terluka piauw. terutama sebab rumahnya sempit. Ham Eng dupak ia rubuh sampai bergelinding an beberapa tindak. senjata mereka ada tiga pedang panjang dan sebuah golo k. yang kenali Lioe Toanio si bayangan dengan seruannya yang angker. I a ada sangat sengit. Tjin Kong ada berempat. Tatkala asap menghembus ke dalam. Di sini masih ada aku! Aku tid ak akan membiarkan kau orang kecele. maka itu. di bawah kepungan. orang mulai batuk-batuk. apapula kapan ia lihat berkelebatnya satu bayangan. asal ada ketika Bong Tiap pun gunai senjata rahasianya. akan tetapi keadaan sudah sampai di puncaknya kehebatan. Perempuan busuk! ia segera mencaci. Maka bersama-sama Tjin Kong. Bocah. kenapa kau sudah panas terlebih dahulu? ia mcmb aliki. Ini daya keji telah memberi hasil. selagi ia repot kclabakan. Penyerang ada berjumlah lebih besar. Nyonya Lioe ini bis a gunai tumbaknya bagaikan ular naga keluar dari laut. roman siapa menyebabkan ia bergidik! Dia? Kenapa dia bisa ada di sini? Bukankah dia sedang dirongrong di dalam rimba yanglioe? Mustahil. sahabat-sahabat baik! Lo Soe Houw kaget. Toakomu ada di sana! Dia telah bingkiskan aku tumbak in i disertai satu batok kepala manusia! Soe Houw kaget berbareng sangsi. Tjin Kong dan See Houw serta dua kawannya dia ini. Lo Soe Houw kehendaki jiwa orang. kandanya! Tapi ia menjadi sangat gusar. air mata meleleh ke luar. untuk awasi bayangan itu. s upaya mereka bisa kepung dia orang itu. mereka lantas m encari akal. dari itu Hie Hon g bisa gunai ketikanya akan hajar pundak orang dengan belakang golok. tubuhnya rubuh. mereka pun hendak paksa penghuni rumah noblos keluar.kena tertarik hingga ia sempoyongan dan ngusruk ke depan lawan. sebaHknya. hingga ia jadi sangat terkejut Sungguh dia liehay sekali! katanya dalam hati. ke belakang. asap lantas men gebul. Sedang yang menambah kagetnya adalah gega man di tangan Nyonya Lioe itu -bukannya Toan-boen-too hanya sebatang tumbak. ia tertawa. Kenapa kau bisa pulang dengan masih hidup? Man a toakoku? Lauw In Giok tidak jadi gusar karena cacian itu. Karena ini. Dia ini menggunai golok yang berat Lioe Toanio sebal melayani se . api belum berkobar besar. api mulai berkobar. atas mana Lo Djie Houw loncat turun dari atas genteng. akan tetapi mereka tidak sanggup berbuat banyak. Oh. akan menyusul. untuk membakar rumah. Di sebelah itu. buat serbu s i nyonya rumah. Akan tetapi mereka ini bukannya bangsa tolol. loncat turun. Ini ada rencana mereka apabila mereka terdesak. ia lantas menyerang dengan tcmpulingnya. sukar untuk membuka mata dengan merdeka. hingga di lain saat. akan tetapi Tjin Kong desak ia. untuk pertahankan diri di sit u. Hie Hong persatukandiri deng an Ham Eng dan Bong Tiap.€ Janji adalah sa tu pertempuran secara laki-laki. segera ia perdengarka n suitannya. atau ular raksasa melilit cabang pohon . telah maju pula. nanti ada yang layani kau satu sama satu! Kita tidak kuatir kau nanti bisa kabur! Itulah tak akan terjadi! demikian dengan sekonyong-konyong terdengar suara jawab an suaranya seorang perempuan tetapi cukup angker. Adalah di waktu itu. Dengan ini jalan. ruyungnya teriepas. Mereka mundur ke tembok. Aduh!* musu h itu menjerit. tetapi di luar dugaanya. hingga mereka tak dapat bcrgerak dengan leluasa. ia pingsan. ia kertak gigi. kawanan terkutuk! Yo Tjin Kong mendamprat saking mendongkolnya. dari itu. Kau bisa kabur pulang ke rumahmu tetapi kau tak nanti dapat lolos dari rumahmu ini! ia berseru membarengi tikamannya. di sana mereka nyalakan api . mal ah pun tumbaknya Lo Toa Houw. Lawannya Bong Tiap. Kau sabar saja. kemudian ia putar tubuhnya. kenapa sekarang kau orang berkawan dan turunkan ini tangan jahat? Manusia-manusia tak punya muka! Lo Soe Houw sambut dampratan itu dengan tertawaaya bergelak-geiak. Begitulah satu musuh lari.

sedang pengalamannya. Soe Houw dan Djie Houw kerubuti Lioe Toanio. sedang tubuh di tangan kirinya ia kenali ada pemimpinnya si jago tua kurus dan jangkung Bong Eng Tjin!€Maka seteiah keluarkan satu teriakan. malah pedang ini seger a dipakai menerjang Lo Soe Houw. Di sini Yo Tjin Kong baharu lihat tegas tuan penolongnya. sudah mulai berkobar ke sebelah dalam. untuk sipat kuping. tumbaknya sang kanda. hingga suaranya saru dengan suara beradunya berbagai senjata tajam. yang dengan itu berbareng bisa menotok jalan darah. nyonya ini segera tusuk ia dengan Pek tjoa touw sin atau Ular p utih muntahkan bisa . ia pun bias balas menyerang. Pcgangannya Lioe Toanio ada golok Kaum Ban Seng Boen. orang telah teruskan serang ia. tangannya terpental dan sesemut an. ia rubuh dengan tidak bisa berkutik lagi. Tjin Kong dan Hie Hong turut membukajalan. Selagi ia kaget. baharu satu kali saja ia ditangkis. dadanya sudah jadi tameng tumbaknya Lo Toa Houw. Apabila pertarungan berjalan terus lagi sekian lama. musuh hendak dikejar terus. Rubuh kau! berseru si nyonya. Coba tidak Lioe Toan io mencegah. mereka kembali ken a dikurung musuh. ia bisa gunai tumbaknya Lo Toa Houw. matanya dipentang guna liha t si penyerang. bcberapa kali terdengar suara nyaring dari bambu yang terbaka r meledak. Oleh sebab pcnyer ang itu adalah bekas musuh tangguhnya di muka muara. dengan ketakutan.mua musuh itu. Kiranya kau. bekas ia berlari-lari jauh. ma ka itu. yang merupakan sebuah tegalan. Siapa tahu. maka dengan mandi darah. ia sudah letih. Sampai di situ. Harimau Keempat elakkan diri dengan lompat mundur. Bukankah ia ada pecunda ngnya si kepala macan tutul itu dan ia telah dikejar di air jauhnya belasan lie dan melulu karena kelicinannya. tangan kirinya mengangkat satu tubuh m anusia. mereka merangsek. mencegah. Oleh karena api telah menghebat. Dalam saat yang sangat berbahaya itu. mereka awasi saja apt lagi m s seluruh rumah. orang ada gunai hanya sebelah tan gan. ia loncat keluar. tetapi kedua lawannyapun kewal ahan untuk bikin ia tidak berdaya. ia bisa loloskan diri? Sekarang mana ia berani lawan pula musuh itu? Lo Djie Houw adalah lain. karena tanpa berdaya. Tapi ia mundur ke dekat Lioe Toanio. Ketika rombongan ini sampai di thia depan. sckarang ini keadaan mereka hampir berimbang. Bong Tiap sebaliknya berseru: Ibu. yang muncul di antara asap menebul. ia putar tubuhnya. ia loncat mundur. Ia menangkis. orang-orang merangsek Tjin Kong b erempat. ada luas. pihak lawan coba teru s mempertahankan. Soeheng! ia berseru. Di sebelah itu. pendcngarannya. semua orang kumpul di pekarangan depan. malah ia keluarkan ilmu tumbak Kim-tjh io€€Djie-sie-sie €€yang punyakan dua puluh empat tipu serangan. dari itu. ia harap bisa tolong pemimpinnya itu. hanya ia tidak bias gunai itu seperti Toa Houw. . tapi dalam kekalutan itu H ie Hong dan Tjin Kong berhasilmerubuhkan lagi seorang satu. di samping mereka. y ang lagi merangsek. Selama pertempuran itu.€€€Di€€€waktu€€sang€€fajar mendekati. tetapi ia pun bisa gunai segala macam alat lainnya. ia sendiri mendahuiui mendesak. apapula ia tampak. yang telah candak mereka. pertempuran jadi berubah lain. Benar ia tidak mampu rubuhkan dua lawannya ini. ia sudah terkejut. sambil berseru. Benar-benar Harimau Kedua ini rubuh. mereka berlomba singkirkan diri. maju! ia berteriak dengan tiba-tiba. mengarah tenggorokannya. tangan kanannya mencekal sebatang pedang panjang. sebab pihak penghuni tak dapat nerobos keluar. hingga rumahnya Lioe Kiam Gim sudah seperti terkurung saja oleh s i ayam jago merah. Ham Eng dan Bong Tiap sambut itu anjuran. bisa-bisa mereka jadi kor bannya api. bekas layan i Bong Eng Tjin beramai. yang kepalanya mirip dengan kepala macan tutul. inilah hoohan yang kemarin ini bantu kita di muara! . sekonyong-konyong ada datang satu orang baru. Semua musuh jadi kaget dan kede r. dengan tusukan Lie Kong sia tjio atau Lie Kong memanah batu . yang lebih lega. sesudah mana. Ia maju menyerang. hingg a ia tercengang. ia menjadi kaget bukan kepalang. api berkobar bertambah besar.€Ia tidak bisa menangkis. Anak-anak.

Dia ini ada punya kepentingan besar dengan Loo-soehoe. Halnya Bong Eng Tjin ini pun pasti ada sangat menarik perhatiannya sekalian saudara angkat itu. benar lukanya tidak hebat. semua sangat berkuatir. Kau tidak kenali Toa-soehengmu ini? ibu itu kata. yang kasih mereka bangun. Akan tetapi. ia baharu berumur lima atau enam tahun . untuk dapat mengaso. Sedang Ham Eng. begitupun asabatnya. sesampainya di rumah. dibawa ke perahu. Selama itu sudah banyak penduduk kampung yang keluar. Boe Wie ada bawa-bawa korbannya si tua. ia memanggi 1-manggil. lebih penting adalah tentang Boe Wie sendiri. semua awasi soeheng ini. tempo ia dapati ibu itu diam s aja dan kedua matanya rapat. ketika mendadakan ia lihat sang so ebo rubuh sendirinya. Justeru karena dia. ia ada gusar dan sangat mendongkol. ia pemah ditotok oleh Toa Houw. Lioe Toanio akhirnya tertawa besar. Soenio akan dapat pulang kesehatannya.Tapi sang ibu tarik tangan puterinya itu. memang ia da tang secara sangat tiba-tiba. k apan sang toa-soeheng sudah awasi air mukanya Nyonya Lioe. bukankah berabe? tanya Bong Tiap. Di sebelah itu. seperjalanan perahu kira-kira setengah jam. hati mereka tidak terlalu berku atir lagi. Dengan dapati murid semacam kau. ia mcnangis menggerung-gerung. dia datang selang beberapa tahun sesudah berlalunya soeheng in i. ia tetap diam saja. begitupun Bong Tiap dan yang l ain-lain. maka Boe Wie suruh Bong Tiap coba uruti dia. Semua orang heran. aku puas! katanya . hingga ia peroleh lukadi dalarn. Tjin Kong akan ditinggalkan untuk ia urus rumah yang terbakar itu. soebo itu telah dapat luka di dalam bad an. Tidak heran kalau ia tidak ingat soeheng ini. y ang ditolong Lioe Kiam Gim semasa ia berumur enam-tujuh tahun. sedang akhirnya. Tapi toa-soeheng ini masih belum tahu. Ia harus menerangkannya semua itu. ia pun dikepung Djie Houw dan Soe Houw. ia gi rang luar biasa. ia sudah belajar tiga atau empat belas t . Ketika ia masuk umur dua puluh tahun. ia suka e mpo-empo kau! Nona itu melengak. Bong Tiap dan Ham Eng. tubuh Lioe Toanio pun direbahkan. hingga ia kaget bukan main. Ia masih belum sadar. mcreka bantu padamkan ap i. sudah begitu. walaupun dcmikian. Perahu adakecil. Sudah diketahui. biarpun rumahku hangus ludas. Nyonya itu lantas diantap. Boe Wie bercmpat merubungi soebo itu. tapi kemudian. saking takut. seluruh anggotanya bergerak. Itulah tidak dapat dilakukan. tapi tadi ia berlari-lari jau h. bagaimana ia suda h dipelihara dan dididik dalam ilmusilat. maka sebelum menutur terlebihjauh. semua lantas bangun dan keluar. Bong Tiap tubruk ibunya. Mereka tahu ada pcrtempuran. sesudah deng ar suaranya Tjin Kong. lantaran ia tcrtawa besar. ia melainkan terlalu lelah. dan Tjin Kong semua sebal iknya mengasih hormat pada soeheng ini. Boe Wie bisa mengerti keheranan sekalian saudara seperguruan itu. yang pergi seperti menghilang. Ia terlatih sempurna sesudah Lioe Lookauwsoe undurkan diri dan tinggal menyendiri di Kim-kee-tjoen di Kho Kee Po. ia masih sanggup pertahankan diri. Ia telah b erkelahi melewati batas. Di waktu masih kecil. Lalu»diambil putusan akan tolong Lioe Toanio dengan bawa ia ke rumahnya Louw Hie Hong di kampung tetangga. Soeheng.kali ini kita bergantung kepada kau! Boe Wie hendak jawab guru perempuannya itu. sebab di wakt u Law Boe Wie meninggalkan Keluarga Lioe. Kalau sudah dapat beristi rahat. baik kita ikuti dia dahulu. Law Boe Wie ada anaknya seorang tani di luar Kota Poo-teng. mereka umpetkan diri. Anak. Ternyata Nyonya Lioe Kiam Gim sudah jadi korbannya pertarungan ini. ya ng jangkung kurus. sudah begitu. melulu dengan k uatkan hati. Bukankah lebih baik dupak saja dia ke dalam sungai? Boe Wie awasi itu soemoay. cuma karena ia masih bcrnapas dan nadinya jalan baik. aku telah datang kemari . buat apa bawa-bawa dia. Lioe Toanio lantas dipondong. ia jawab. begitupun halnya ia bantu Ham Eng dan Bong Tiap da lam pertempuran di muara. di situ bcrkumpul Hie Hong. maka dengan sekonyong-k onyong ia mata gelap dan rubuh. ia kata: Jangan kuatir ! Soenio tidak kenapa-apa. Boe Wie sudah lantas hunjuk hormatnya pada soebonya.

Pada suatu malam. Salah satu sebab dari ini adalah kebentjiannya kepada Soh Sian le. Korban-korban rakyat itu m embuat Boe Wie menangis di dalam hati. ia menumpang di rumah satu penduduk di kakinya Bukit Yan San. Boe Wie bertepuk tangan satu kali. ia menyingkir jauh ke Djiat -hoo di Barat-Selatan. Boe Wie juga lantas dicari oleh pembesar negeri. tapi pun ada kalanya. dia telah jatuhkan hukuman mati. Sekarang ia tidak lagi meranta u. sedang dari Lauw In Giok. hingga delapan atau sembilan bagian kepandaian gurunya. untuk murid itu meninggalkan rumah perguruan. Merantau belum lama. Mendengar itu. si hartawan B oan yang kejam. la mesti pergi ke sana dan sini. sang soebo. Begitulah Boe Wie merantau. Dalam usia semuda itu. buat perhatikan pesanannya. justeru dari. ia hanya mengungsi. ia pilih suatu h an baik. menyusul lain-lain korban lagi. ia sudah punya kepandaian dari dua cabang ilmu s ilat yang kesohor. Yang terang adalah ia benci bangsa Boan atau pemerintahnya. sedang di lain harinya. orang Boan ini ada sahabat kekal dari sang soesiok . demikian pesannya terakhir.ahun lamanya. Tapi justeru itu. untuk meloncat keluar. terut ama supaya sang murid jangan sekali-sekali bekerja pada bangsa Boan. Boe Wie pikirkan penghidupan ta k ketentuan itu. ia meninggalkan korban dua kawannya. dari itu. a . Berada seorang diri. data ng tiehoe yang baru. Demikian ketika murid ini sudah berumur dua puluh lima tahun. semangatnya Lioe Kiam Gim belum padam. ia jadi sungkan muncul pula. Tuan rumah ada satu anggota Pie Sioe Hwee yang tidak pern ah muncul. Pie Sioe Hwee turut u mpetkan diri. yang kesudian jadi pengkhiana t bangsa Han. untuk si murid sendiri cari pengaiaman dan persahabatan . setelah gerakan Thay Peng itu gagal. sebab di hari kedua itu. iaturut pesan gurunya. Boe Wie tercengang. dengan kupingnya dengar suara berbagai binatang alas di a tas gunung. Oleh k arena Derduka. tapi berbareng dengan itu. Walaupun ia sudah undurkan diri. mekar pada Tjhi a-gwee Tjap-gouw * Bunga merah dan daun hijau saling bercahaya seperti orang bersem angat dan orang berhati mulia adalah sekeluarga . Boe Wie telah tertarik oleh salah satu sahabatnya. Itu hari ra pesan murid i ni supanya menjunjung cita-cita Thay-kek Teng. hingga ia tidak tahu. Tiba-tiba ia mendengar ketokan pada jendela. dengan sang angin menghembus-hembus. tubuhnya jadi kurus. ia jalan sendiri. Paling belakang. ia pun tak sudi sambangi soesioknya Teng Kiam Beng. Pie Sioe Hwee turut ambil bagian sebagai anak cabang. Sesudah ini. tidak ada halangannya untuk kau pergi ke Poo-teng da n sambangi soesiokmu Teng Kiam Beng. Bercekat hatinya pelarian ini. satu kali ia dapat binasakan satu tiehoe. Seiama sepuluh tahun. kena ditawan. Sebagai anggota Pie Sioe Hwee. ia tertawa satu kali juga.€Ia pun pikir kan tujuannya Pie Sioe Hwee. Kemudian di han ketiga. yang ia dapatkan murid sebagai Boe Wie. se ratus lebih rakyat tak bersalah-dosa. suaranya seorang tua: Bunga merah dan daun hijau adalah satu k eluarga . maka orang gagah sebagai ia jarang ada. siapabisadiperintah mer antau untuk wakilkan ia. Apa tidak ada Iain jalan dari pad a selalu mesti la kukan pembunuhan gelap? Tidakkah pembunuhan gelap bukan suatu daya sempurna? Mak a iajadi bersangsi. pembcsar negeri melakukan pembersihan. melulu disebabkan sikap dari soeteenya Teng Kiam Beng. karena orang-orang b aharu tersangkasaja. karena tugasnya adalah menyembunyikan kawan-kawan dalam pengungsian. selanjutnya mereka bekerja secara diam-diam. berbuahnya? Ka pankah€€mekarnya? Suara yang dalam itu menjawab: Berbuah pada Pee-gwee Tjap-gouw. karena mana. ia dengar suara r endah tapi angker. hanya saban-saban ia nampak kegagalan. Di zaman pergerakan mulai Thay PengThian Kok. Hanya kalau ada ketikanya. bagaimana nanti hari depannya. Mendengar ini. anggotanya semuajadi orang gelap . Di antara kaki-t angan pembesar negeri ada orang-orang yang pandai. hi ngga segera ia pikir.€Tapi ia segera tanya: Kapankah. ia sudah w ariskan. ia jadi nampak kesulitan. yan g utamakan pembunuhan kepada pembesar-pembesar rakus dan jahat. dia ini ternyata ada lebih kejam pula. beberapa kali pernah Boe Wie lakukan penyeranga n gelap pada pernbesar-pembcsar kejam yang dimusuhi. ia jadi pelarian. ma ka ia bersyukur. ia peroleh kepandaian dari Ban Se ng Boen. hingga ia masuk menjadi anggota dari Pie Sioe Hwee perkumpulan rahasia Pisau Belati.

dengan kumis ubanan. Benar. aku lepaskan cita-citaku. buka n. sedang itu waktu. melawan empat pahlawan istana. Aku sudah ditunjuki suatu pemandangan yang luar bi asa sekali. akan b ergerak pula. Dari kumisnya yang putih. di situ memang ada banyak semut hitam. justru aku pikir untuk cari dia. Sebab kata-kata mereka adalah kata-kata rahasia dari Pie Sioe Hwee. siapa tahu. yang sangat menarik hati. sahut Boe Wie. Dengan tajam Boe Wie awasi orang tua itu. dia hanya lagi tunggu ketika. ia menduga pada usia atas enam puluh ta hun.€ Aku pun tak percaya i tu apabila aku tak menyaksikannya sendiri. sampai tubuh mereka sepe rti tidak kelihatan. yang ada gagah dan berani. sebagai tanda hormat. Boe Wie heran hingga ia pentang matanya dan memotong: Bagaimana semut bisa berk elahi melawan serigala? ia tanya. maka itu. Ketika dahulu aku pun mesti menyingkirkan diri seperti kau sekarang ini. yang main lakukan pembunuhan gelap. Dan dahulu p emah bunuh satu pwee-lek. karena mana. ia sudah binasakan tiga antaranya.saja. Serigala-serig . Boe Wie awasi dengan tajam pada orang tua itu. bagaimana orang ini punyakan tubuh kuat. kebangsaan Han bercahaya pula . Aku sudah duga. Tanpa pembunuhan gelap habis kita ada mempu nyai daya apa lagi? In Tiong Kie tertawa berkakakan. terlihatkan seorang tua. ma lam ini ia muncul di Djiat-hoo lagi. apa yang tertampak ada gumpalan hitam . matanya bercahay a. Be berapa ekor serigala mendekam beristirahat di bawah sebuah pohon. Maka ia percaya. Mendengar ini. mer eka mengamuk hebat. siapa berulang-ulang sudah terjang bahaya. Paling belakang ini. Apakah kau dari Golongan Hok ? ia tanya. Boe Wie hunjuk hormat p ula. Kau toh ketahui. itu adalah di Gunung Siauw Hin An Nia. beberapa ekor serigala itu telah dikerumuni rombongan semut itu. dia ini mesti ada mcmpunyai kepandaian tinggi. Lauwtee! berkata ia Boe Wie pasang kupingnya. rupanya mereka terpisah dari kawan dan sedang lelah. yang bajunya wama biru ada gerombong an. Apakah Loo-tjianpwee suka ulangi padaku kat£-katanya itu orang luar biasa yang m enjadi sahabat Loo-tjianpwee? tanyaia. pangeran bangsa Boan. akhimya aku dapat dibikin insyaf dan. Tapi itulah benar terjadi. In Tiong Kie terangkan. yang terus turunkan kedua tangannya. aku terns tidak kembali pada Pie Sio e Hwee. tertua seperti orang ini. karena hendak ditangkap. setelah mana ia tanyakan maksud kedatangan tjianpwee ini orang yang terlebi h tinggi tingkatannya hingga ia ketahui. matanya terns mengawasi. angin Utara ada dingin sekali. Bagaimana Tjianpwee ketahui itu? Orang tua itu tertawa. Memangdalam kalangan Pie Sioe Hwee ada pemecahan golongan atau tingkatan untuk anggota-anggotanya. tetapi semut datang semakin banyak.€Dan I n Tiong Kie -yang berarti Keanehan dalam Awan masuk dalam Golongan Kim . Han tjok tiong kong . yang katanya ada ahli waris dari Th ay Kek Pay. di pcrmulaan musim dingin. Sahabat ini telah ajak ak u menyingkir lebih jauhke Liauw-tong. mencelat masuk ke dalam rumah. artinya: Tanah daerah kembali kuat. a ku kuatir dia menjadi korban. di antara tiga pendirinya Pie Sioe Hwee ada satu yang dipanggil In Tiong Kie? Hatinya Boe Wie jadi bercekat. Orang tua itu juga mengawasi Boe Wie akanakhirnya ia bersenyum. Ia tidak setujui tujuannya Pie Sioe Hwee. bulan sepuluh. Aku sayangi pemuda itu. aku dengar Pie Sioe Hwee ada punya satu anggo ta angkatan muda. dengan kata-kata Kim auw hok kouw. S esudah satu hari dan satu malam kita berunding. jawab In Tiong Kie sambil tertawa. aku sebaliknya kenal kau! ia jawab. llKau tidak kenal aku. hanya ia tidak ingat Pie Sioe Hwee mempu nyai anggota . orang benar datang untuk ia sendiri. Kejadian pun ada sangat kebetulan. Se kcjab saja.tas mana. Ketika aku bertemu orang luar biasa itu. Ia pikir. Itu adalah pertempurannya semut yang kecil dengan serigala yang besar . terbagi delapan. Sahabatku itu tidak berhati dingin. Jadinya Tjianpwee adalah Loo-tjianpwee In Tiong Kie? ia tegaskan. ia buron cntah kemana. si orang tua lantas bercerita. datang kabar bahw a ia lagi diuber-uber pembesar negeri. aku ke temu satu sahabat asal Kwan-gwa. dalam satu malam. Sahabatku itu juga ada seorang luar biasa. aku lantas berangkat untuk cari dia . Tidak berayal lagi. hingga orang sangka ia sudah meninggal dunia. pasti kau bakal menanya begini .

Jikalau begini putusanmu. apapula manusia? Orang tua ini berhenti sebentar. yang pikirannya lain. akan kemudian. pada pergerakan Kaum Thay Peng kita. berapa pembesar kau pernah binasakan? Sahabat ku itu lalu menunjuk pada hikayat. lalu datang lagi. serta isterinya. kau pikirlah pula baik-baik. baiklah. sahaba ku itu bilang padaku: Semut ada satu binatang kecil sekali. kalau tidak. Boe Wie berdiri bagaikan patung.ala itu bergulingan. sek arang In Tiong Kie sudah berserikat sama bangsa Boan itu? Apakah bukan ia sedang hendak diperdayakan? Dugaan Boe Wie terhadap In Tiong Kie adalah meleset. Dia memang bermaksud baik dengan nasihatnya ini terhadap ini anak muda. mereka jadi sangat liehay. Lalu. kau bilang bahwa kau hendak ca n aku. Tidak demikian kalau kita bekerja dengan seora ng atau dua orang dengan rombongan yang sangat kecil. tetapi ini tidak menolong. kena pa dia tidak kemukakan itu kepada perkumpulannya? Dan kenapa In Tiong Kie juster u bemaung di Djiat-hoo. Sahabatku si orang luar bia sa itu hunjuk. Jadinya Loo-tjianpwee inginkan aku juga meninggalkan Pie Sioe Hwee? akhimya ia k ata In Tiong Kie urut-urut kumisnya yang putih. tanah airnya bangsa Boan? Maka. tuan r umahnya yang bemama The Sam. begitu pun suaranya binatang-binatang alas di atas gunung. aku hendak pe rgi sekarangi Pengutaraan selamat tinggal itu ditutup dengan satu loncatan tenang tetapi ges it sekali. akan awasi sang salju sampai sekian lama.tidak terhitung jumlahnya. demikian seterusnya. ada baik hati dan suka rawat ia de ngan sungguh-sungguh. Boe Wie memandang dengan berdiam. apabila dia dapat kawan dan berombongan besar. Lauwtee. kenapadiadiam saja. maka selang dua hari. Bukankah In Tiong Kie -walaupun dia ada salah satu pendin Pie Sioe Hwee sudah lama kelua r dari perkumpulan itu? Dan siapa tahu. kita pun bisa jadi korbannya kawanan semut itu. Kau sendiri umpamanya. tidak perdu li mereka gagah dan pandai bagaimana. Besok paginya. ia bercuriga terhadap siapa juga. Benar pemerintah tak dapat digempur tetapi toh sudah tergoncang juga. terang otaknya sedang bekerja. kau boleh cari aku di Oey-See-W ie di Sam-seng. Asa] kau ketemu loo-enghiong itu. demikianlah ada maks udku ia jawab. Sampai di situ. Setelah hidup terka tung-katung. apabila ia cuma terdiri dari beberapa orang. aku hendak pergi saja! berkata iakem udian. Umpama kata di lain waktu kau sudah sadar. tinggallah mereka punya tulang-tulang yang putih . Lauwtee. Ielan. pada pergerakannya Lie Giam di akhir Kerajaan Beng. Agaknya ia merasa pasti bahwa setelah dengar perkataannya itu. apa tidak bisa jadi. hingga selanj utn ya cuma suara angin yang terdengar pula. apa gawenya sekarang ini bekas jago tua? Kalau In Tiong Kie insyaf tujuan Pie Sioe Hwee keliru. Syukur buat dia. tubuh mereka berdiam. Akan tetapi. di luar dugaannya. manusia. hanya ka rena itu. Boe Wie kata: Terima kasih banyak. beberapa pembesar. akan tetapi. dia akan sudah terbmasa remuk-hancur. Pembunuhan gelap? Cuma satu pembcsar yang bi nasa. pasti kau akan m enemui dia itu. Adalah si anak muda sendiri. Lewat sekian waktu. Law Boe Wie berpikir Iain. si anak muda ak an dengar nasihatnya itu. tubuhnyajadi lemah. sikapnya jadi tawar. kau bilang saja bahwa kau hendak cari Pek-djiauw Sin Eng Tok-koh Loo-enghiong. kemudian ia pergi k e pekarangan depan. . pemuda ini jadi waspada. ulur lidahya. . sukar untuk mereka robohkan satu kerajaan yang sudah dalam dan kuat dasarnya. Begitu liehay semut itu .€Aku tercengang dan kagum atas apa yang aku saksikan itu. Ya. iapun menghela napas denga n tiba-tiba. ia pandang pemuda di depannya. Sesudah mengawasi dengan dingin. Lauwtee. ini anak muda rubuh karena serangan demam yang hebat. Inilah buktinya! Kalau rombong an semut ada demikian liehay. Benar jago tua itu sedang undurkan diri tetapi dia memang ada berpemandangan lebih luas daripada orang-or ang Pie Sioe Hwee. Boe Wie. Lauwtee. ke Kwan-gwa tak nanti aku pergi! In Tiong Kie tercengang. Setelah itu. Andaikata di sana kau tak dapat cari aku. itu sudah cukup! Nah. Loo-tjianpw ee. kemudian ia menyambung lagi. matanya mengawasi keluar. dengan dipencet dua j ari. panasnya lenyap separuhnya. rupanya t adi malam ia kemasukan angin jahat dan jadi jatuh sakit.

boleh jadi mereka engko dan adik. Dua orang itu benar berani. Boe Wie berdiri diam. sekonyong-konyong ada menyam bar angin dari jendela. aku bersedia akan iringi kau orang. hanya setelah itu. segera ia hunus pedangnya yang s elamanya belum pernah terpisah jauh dari tubuhnya. Boe Wie memandang dengan mata melotot. cara bagaimana aku bcrani membuat kau orang kcccle? Sahabat-sahabat. ialah dua mac am gegaman yang biasa dipakai oleh orang-orang polisi. disusul sama uca pan: Ha. sesudah lelah. tetapi ia kuatir tuan rumahnya nanti terembetrembet. hanya tindakan kaki satu ya-heng-d jin. yang ia kuatir nanti da pat susah karena urusannya sendiri. Sahabat. Habis makan obat. tangannya dibarengi diayun ke arah jendela. Tahu pastilah ia sekarang bahwa ia lagi berhadapan sama orang-orang polisi. Maka ia jadi mendongkol: Ngaco! ia membentak. Dia berusia pertenga han. kau orang boleh bawa pergi! Sembari mengucap demikian. kepandaian siapa belum sempurna betul. Ia kaget tetapi ia tabah. suara itu pelahan akan tetapi segera ia dapat kenali. ia angkat ta ngannya. bahna kaget. dari itu ia mulai pikir akan berangkat besok saja. Nyata it u ada sebuah piauw. dua bayangan tersebut lompat masuk ke dalam! Law Boe Wie segera menduga pada orang polisi. ia berloncat turun dari pembaringannya. Boe Wie maju dengan matanya mengawasi dengan tajam. ia tidak lupai kcpandaiannya. yang mcncekal pedang. i a awasi dengan tajam pada dua bayangan itu. berkata mereka. ia tidak bisa banyak pikir lagi maka ita. di luar jendela lantas berpe ta dua bayangan orang serta terdengar suara tertawanya nyaring. Di luar segera terdengar suara nyaring. kau telah kepergok. Persaudaraan Giam! is tegaskan. Begitu lekas senjata rahasia itu sudah tergenggam dalam tang an kanannya. benar-benar dia ada di sini! Menyusul kata-kata itu. Oh. Maka ia telah ambil putusan. hanya ia bersenyum ewah. ia rebahkan din. Tiba-tiba ia dengar suara berkeresek. hanya sayang sekali. karena senantiasa ingat besok ia hendak merantau pula. jikalau kau ada mempunyai kepandaian. ia hendak an gkat kaki. Mereka masing-masing bersenjatakan Thie-tjio dan scbatang golok Tan-too. Apa mau. Baik kau berlaku gagah sebagai orang Kang-ouw sejati. baharu jadi tujuh atau delapan bagian. ia sampai keluarkan keringat dingin. malam itu ada membawa lelakon. maka ia ulur tangannya . Sahabat-sahabat baik. Ia segera teringat pada tuan rumahnya. asal sudah segar lagi sedikit. Tapi bahaya sudah datang. akan tanggapi benda putih itu ketika si benda lewati sedikit padanya.Selama dua hari itu Law Boe Wie senantiasa pikirkan kata-katanya In Tiong Kie si orang tua itu. ia tidak boleh ber ayal. Benar ia tidak takut yang ia nanti kena dibekuk. dengan gerakan Lee hie ta teng atau Ikan trambra meletik . ro man mukanya rada minp satu dengan lain. Kau orang bangsa elang dan anjingnya pembesar negeri mau bicara tentang kehormat an orang Kang-ouw? Hm! Di sini toaya ada. benar-benar kau orang telah bercape-lelah . Jikalau demikian. Dua orang itu berpotongan sedang. demikian salah seorang berkata. kiranya kau o rang ada Giam-kee Heng-te. Dengan si-apkan senjatanya. mereka tertawa pula. itu bukan suaranya daun rontok. sia pa tahu. pada tubuhnya sendiri. menuju pada pembaringannya. Kau orang jadinya ada o rang-orang polisi Pakkhia yang kcnamaan! Maafkan aku yang sudah tidak kenali kau orang! Dari tempat ribuan lie kau orang telah susul aku. kau turut aku pergi ke kantor pembesar ncgeri. ia ingin tidur agar dapat beristirahat. Sampai tengah malam. ia sukar pulas. Boe Wie rasai panasnya jadi lebih banyak kurang. tanda bahwa timpukan itu tidak mengena i sasarannya dan jatuh ke tanah. ia pun kuatirkan munculnya orang-orang polisi. Di saat murid Thay Kek Pay ini hendak berbangkit. supaya kau tidak membikin sukar pula pada kita duasaudar a . baharulah ia Iayap-layap. Matanya meram mele k. supaya kau ora ng peroleh kcnaikan pangkat dan kebahagiaan. Di lain malamnya. tidak demikian dengan kupingnya yang jeli. Sahabat. dari mana pun berkelebatsatu cahaya putih bagaikan ranta i perak. harap kau tidak mengatakan aku d ua Saudara Giam ada berlaku kasar kepadamu! Mendengar disebutnya Persaudaraan Giam. ini aku kembalikan bingkisanmu! katanya. ialah orang biasa berjalan di waktu malam. senjataku ini menampik! . sahabat baik.

Giam Tjin San tangkis tusukan itu. dari itu . dua saudara Giam itu geraki senjata mereka. ia teruskan menikam ulu hatinya. ia pun tidak sempat gunai pula senjatanya. ia tidak bersangsi. atau Bidadari melempar jarum . atau Loh-bee pedang. ujung pedang telah men genai lengannya. sebab dia ini mainkan itu dengan t angannya yang kiri. keduanya sudah lantas bcrtcmp ur. Tjin San dan Tjin Hay. ia kurang keuletan. hampir berbareng dengan mana. Murid Thay Kek Pay itu dengar sambaran angin di belakang. Tjin Hay j uga menjerit. ia lompat bangun. tubuh kosong membuat asabatnya lemah juga.dia ini me nyambar 4engan goloknya. dengan hati lega. maka itu. ia balik maju. sekarang ia mesti layani satu sama satu pada si orang she Giam yang kedua. kau manis sekali! kata Tjin San. keduanya mundur beberapa tindak. Ini adalah Hoei ma kiam . Habis mundur. Boe Wie niat susul musuh itu. ia sengaja berlaku ayal. kesabaran. Coba ia tidak sedang sakit. seumpama cengcorang hendak menawan t onggeret. Tjin San lolos dari ancaman kepungan. burung gereja ada di belakangnya . dengan Thie-tjionya menyerang dada musuh itu. ia jadi dapa t tenaga. Tapi iatetap lelah. Ia tidak jerih se kalipun ia sedang sakit. dia ini segera loncat keluarkalangan. nyali mereka suami-isteri ada kecil. ia masih kurang sebat. The Sam dan isterinya sudah tidur ketika pertcmpuran dimulai. memang terkenai. lagi dikepung musuh. suara berisik me nyebabkan mereka tersadar. Syukur tadi ia telah keluarkan keringat. Tjin San berpikir. Ia I upai lukanyadi lengan. maka mereka kaget sekali dan berkuatir. dengan gampang ia bisa kalahkan dua orang polisi itu. dengan kesakitan. Dia membacok bebokong dengan tipu Lian-hoan Tjin-pou-samtoo atau Tiga bacokan saling susul . hamba wet dari Pakkhia ini ada dcmi k ian tang guh. da ri luar ke dalam. Mere ka tidak punya kepandaian berarti. Boe Wie tidak menangkis. Sahabat baik. apapula ia memang paling benci hamba-hamba wet. Ilm u silat ini berpokok tenang. tetapi setclah senjata mereka beradu. Giam Tjin San maju pula. penyaki tan seperti dia. ia memikir untuk gunai tipu. akan bantu adiknya mengepung musuh. t idak kurang 1 iehaynya tan-too dari Tjin Hay. Giam Tjin Hay maju akan bantui engkonya. kitajuga! Bai klah. kembali ia gunai Hoei-ma-kiam denga n apa ia tangkis golok lawan. akan tetapi. dengan begitu. kalau tidak. Aku tidak sangka.Tapi. Sang adik ini adalah seorang kidal .Dua saudara Giam itu juga tertawa tawar. karena ini.musuh. Sesudah kira-kira lima puluh gebrak. ia tidak sempat puta r tubuhnya lagi. hingga darahnya lantas bercucuran. si penumpang. demikian Tjin Hay si kidal. Lalu dengan Giok lie touw tjiam . akan buang diri ke kanan dengan mundur sedikit. tetapi kepandaiannya ilmu Thay Kek Pay mcnolong dia. ia mclainkan tarik tubuhnya ke belakang sedikit. Untuk satu Giam Tjin Hay. dasar lemah. Di waktu ia menangkis ke kanan. bagaima na kalau Giam Tjin San kerubuti ia? Selagi Tjin San mendatangi dekat. Boe Wie sedang sakit. pedangnya. Dengan Heng kee kirn Hang atau Me lintang di atas penglari emas . kepalanya pusing. ia bisa laya ni musuh. akan dengan Koay bong hoa n sin atau Ular naga jumpalitan . ia lantas merasakan pusing.€ Kau mempunyai senjata. punya tenaga begitu besar. Dan mclayani seorang kidal memang rada sulit . ia bisa celaka di tangan dua hamb a negeri itu. akan tetapi Boe Wie mcndahului dengan Peh tjoa touw sim atau Ular putih mcnghcmbuskan bisa untuk tikam dadanya orang yang mcnjadi kanda. untuk tolongi saudaranya. maka untuk singkirkan bahaya. dengan tib a-tiba ia menjerit dan rubuh terguling.€Karena ini. ia putar balik tangan kanannya. Thie-tjio dari Tjin San ada liehay. tapi di sebelah itu. Giam Tjin San lihat lowongan itu. lain tahun pada hari ini harian sembahyang kau satu tahun! Habis berkata begitu. dengan be gitu dadanya jadi terbuka. akan menyingkir sambil bergulingan ke arah pintu. Tjin San kaget. Sahabatku. sekalipun demikian. Bukan main sibuknya Law Boe Wie. Boe Wie merasai ia semakin lemah. ia sudah kewalahan. tetapi Boe Wie tidak takuti mereka. terpaksa ia egos ka ki kanannya. maka itu dengan ketenangan. Sedang Boe Wie pun tidak nyana. kakinya limbung . kapan mereka mengintip dan lihat kawan mereka. ia jatuhka n diri. gesit luar biasa. Dua saudara ini. hingga tubuhnya jad i sempoyongan.

karena lelahnya. air mata Boe Wie meleleh keluar. Pergil ah kau. Habis kata begitu. karena sarangmu di Kang-lam sudah digulung! Percaya. kenapa In Tiong Kie menyingkir ke daerah perbatasan ini dan betah berdiam di sini. sehabis lampiaskan sakit hatinya pada suami-isteri itu. di saat Boe Wie tcrancam. sekarang m ereka itu berkorban sekali. lebih baik ke Liauw-tong! . selama berada di Liauw-tong. Melihat mayat-mayat itu. kau menang . raj in dan ramah-tamah. Cepat Boe Wie lompat pada The Sam dan isteri. kau juga tidak terus bakal lolos . M emang sarang kita di Shoatang sudah kena diubrak-abrik! Pergilah kau. keduanya muncul dengan berbareng. tidak ayal lagi. Boe Wie kuatir tuan rumahnya turut bercelaka karena ia. mereka ini cerdik. untuk perihnya hati. ia ajak Boe Wie main-main untuk beberapa jurus saja. dia kena dibabat pedang beberapa kali. Karena i ni. lcngan kanan. Sekarang tak lagi ia merasa heran. sama seperti bangsa Han sendiri. si Garuda Malaik at Seratus Cakar. Boe Wie tidak sebut-sebut In Tiong Kie. tubuh mereka rebah di samping tubuhnya Tjin San. ia lompat bangun. Hanya. Kanda itu tidak binasa kare nanya. kata tuan rumah dengan suara pelahan sekali. mereka rubuh saiing gan ti di bawah hajaran sepasang Thie-tjio dari si orang polisi dari Pakkhia. hingga dalam repotnya. sebaliknya ia berpura-pura s ebagai satu pengungsi. pengalamannya pun luas. Aku sudah tidak berdaya lagi. Ia terutama lihat tegas sinar mata yang tajam dari orang ini. hingga dia rubuh dengan mandi darah. kata Tjin San dengan lemah. Tok-koh It Hang bukan melainkan pandai silat. mereka jugadisangka ada pcnduduk biasa saja. lekasan! Aku belum kasih tahu kau tentang kabar yang aku dapat kemarin . Selama itu. Mulanya bertemu sama Tok-koh It Hang. Percuma saja tuan dan nyonya rumah mencoba b ikin perl a wan an. Yan g busuk atau jahat. Ia sudah bebas. Boe Wie hampirkan The Sam akan raba tubuhnya. Tjin San tarik napasnya yang penghabisan. sambil keluarkan jeritan mengerikan.mereka tidak lantas maju. Tapi kau jangan berpuas hati. iapun tidak pakai cara kunjungannya orang Kang-ouw. jago tua yang bergelar Pek-djiauw Sin Eng. maka dengan kuati hati. Sebab sudah biasanya bagi ia untuk waspada. dengan pisau belati mereka menimpuk. matanya tajam. satu kali saja ia lihat tampangnya si pelarian ini. yang tens mcngucurkan darah. sebab kepala pusing. dan golonga n ini pun dibenci mereka. Maka setelah siap. Ia menyesal. la jadi korbannya nyonya The Sam. mukanya kasih lih at senyuman iblis. . rubuh pula sak ing lelah dan sakit. Tjin San kena tertikam bebokongnya. Di matanya dua saudara Giam. mereka tidak dicurigai. i a belum tahu. siapa tahu. Me reka hidup bertani. tapi ia telah celakai tuan rumah suami-isteri. sampai goloknya tak dapat digunai sebagai bermula. selagi€€musuh-musuhnya m embelakangi mereka. adalah golongan pembesar negeri atau tuan tanah. ia terjang Tjin Hay siapa sedang kesakitan. malah ia jadi sangat gusar. Tapi ia pun sengit. Di sini tak usahlah dituturkan perihal perantauannya beberapa bulan itu. i a tidak dapat menolong suami-isteri itu. ia percaya orang buka nnya orang sembarangan. di mana ia berhasil-mene mui Tok-koh It Hang. Pisaunya The Sam scndiri mengenai lengannya Tjin Hay. I a lihat musuhnya dan mengenalinya. ia pun susul Tjin San kelain dunia. baharu ia sampai di Oey-see-wie. Biar aku pergi ke Shoatang akan lihat apa aku bisa bikin di sana begitu ia ambil putusan. Boe Wie telah lewati tempo beberapa bulan untuk per gi sana dan pergi smi. untuk membaniui. itulah sebabnya kenapa ia rubuh sendirinya . Maka ia pun curiga dan sangka orang hendak can tahu hal-ihwalnya. Sahabat baik. Ia berkelejat kaki tangannya. hingga seperti kala p. iadapati me reka sudah mandi darah. ia benar tak dapat berdiam lebih lama pula di Kwan-lwee! Maka ia jadi ingat In Tio ng Kie serta kata-katanya orang tua itu. Rupanya dia ini. matanya separuh tertutup. mereka tunggu waktu. berubahlah pandangannya terhadap bangsa Boan seumumnya. Rohnya Nyony a The Sam sendiri sudah pergi terlebih dahulu . Siapa tahu. ia terjang suami-isteri pembokong itu. malam-malam juga ia angkat kaki . IV Sesampainya di Liauw-tong. Dengan begini menjadi lebih nyata. jago tua itu ada orang macam apa. Nyata bangsa itu berbeda sikap daripada pemerintahnya.

tak berani aku terima kau sebagai muridku. tetapi dia adalah orang yang aku kagumi. Ia kata ia bukan hendak mening galkan Lioe Kiam Gim sebagai guru. Malah tee-tjoe ingin tetap tinggal di sini. Taruh kata tee-tjoe berniat pulang. terpaksa siang-siang ia keluarkan kepandaiannya ilmu Thay Kek Pay untuk bisa mel ayani terlebih jauh. Boe Wie cuma bersangsi-sebentaran. itulah tepat. teetjoe tidak pikir pula untuk lakukan pembuhuhan-pembunuhan gclap. itu tak dapat dilakukan lagi. pada beberapa bulan yang lalu. sang murid boleh bclajar lebih jauh pada Iain-lain guru. Dengan sendirinya. untuk aku menambah pengetahuan . Hanya karena Boe Wie benar-ben ar lichay. ia berikan kemerdekaan dan izinnya pada mu rid kepalanya ini. Boe Wie masih mendesak. bahwa kau ada satu angkatan mudayang gaga h dari Pie Sioe Hwee. baharulah di dua jums yang terakhi r aku bisa atasi padamu. sebagai muridku. Di saat muridnya Lioe Kiam Gim hendak loncat keluar kalangan. Sekarang kau tel ah sampai di sana. Keduanya sekarang bicara secara asyik sekali. ia terima tantangan. itulah sukar sekali. ia sendiri merasai tangannya sesemutan. In Tiong Kie pernah beritaliukan aku. Kau sebut dia itu. Sudah beberapa puluh jurus aku lawan kau. tetapi iasebenarnyaingin ketahui kepand aiannya jago tua itu. ia keluarkan keringat dingin. mestinya kau telah bertemu dengannya. Tee-tjoe mohon Lootjianpwee t cnma aku sebagai murid. ia pandang sebagai sep aruh kawan saja. ia lantas manggut. Apakah kau ada dari pihak Pek Sioe H wee?. akan terus menj ura pada tuan rumahnya. ia jawab. lalu ia berbangkit. Jadinya kau ada mund kepala dan Lioe Kiam Gim? Pantas kau begird liehay! bcrkata ia. Dalam halnya kau ini. Aku tidak punya kepandaian untuk diturunkan kepada kau. Boe Wie tunduk benar-bcnar. dahulu gurunya pernah pesan untuk ia menambah pelajaran dari Iain-lain cabang kaum persilatan. ia tidak pandang dia sebagai murid yang biasa. Ditanya begini. ia merendah. Teetjoe ada dari Golongan Hok. kata ia Sekaran g tee-tjoe insyaf. Tok-koh It Hang bukannya tak sudi dapat murid sebagai Law Boe Wie. untuk dikasih bangun. Lauwtee. tapi Tok-koh It Hang segera mencegahnya dengan cepat cekal lengannya. Tok-koh It Hang heran. Aku belum kenal pribadi dengan Lio e Loo kauwsoe. Boe Wie mengerti. dari itu. maka itu. Bagaimana Lootjianpwee bisa mendu ga begitu jitu? Jago tua itu tertawa. memang ada aturan umum. tak dapat aku terima murid kepalanya. In Tiong Kie sudah pergi ke Kwan-gwa untuk ca n kau. Tidak. bajunya saja ia tidak mampu langga r.Tadinya Boe Wie menampik. maka ia terus perkcnalkan dirinya. Walaupun orang menolak. si orang tua tertawa berkakakan. kemudian ia . mendengar mana. mcndadakan si or ang tua berseru: Kau sebenamya keluaran Thay Kek Pay mana? Lekas bilang supaya ti dak terbit salah mengerti! Sampai di situ. Pek-djiauw Sin Eng ada punya perhubungan apa dengan In Tiong Kie. sampai Boe Wie tanya. Di sebelah itu. tetapi ia tak ingin kembali ke Kwan-lwee. entah dengan cara bag aimana ia diserangnya. Karena tcrkabar kau lagi diarah oleh pemerintah Bo an. Jangan kata tubuhnya. bukannya ilmu silat Thay Kek yang kurang sempurna. sedang buat cari guru yang pandai. Adalah setelah keduany a bergebrak. Aku tidak bisa. baik untuk sementara kau jangan pulang dulu. pantas kalau ia yakinkan ilmu sil at terlebih jauh. ia mengawasi dengan tajam. Benar. jadi tidak ada halangannya untuk ia berguru pada lain a hli silat. dari itu. Lauwtee. tapi sekarang ia dengar keterangannya pemuda ini -yang ia percaya-hatinya jadi girang. berkata ia. Oi dalam kalangan persilatan. Ia jug a hunjuk. maka akhirnya. Boe Wie hendak berlutut. yang ia tidak berani langgar. adalah itu aturan umum.akhimya ia tegaskan. Lioe Kia m Gim taat pada itu aturan. Kau tidak ingin kembali kepada Pie Sioe Hwee. ia ingin tetap tinggal di Kwan-gwa ini. lawan tua ini ada jauh lebih liehay daripada ia. Boe Wie insyaf benar-benar bahwa ia bukan tan dingannya jago tua itu. Boe Wie berpikir ia berpikir dengan keras. bi la dengan pcrsctujuan nya sang guru. Setelah berselang sedikit waktu. ia jawab. itu adalah latihan kau sendiri yang masih kurang.

kim-na-hoat adalah s ambil menyerang. itu pun keliru. Aku ada lagi satu contohnya. Boe Wie ketarik dengan perundingannya ini guru baru. flfnenunggu waktu. buat justeru bikin terguling pemerintah itu. hingga ia sendiri jadi sebagai separuh murid . Maka kemudian orang Rusia namakan pembu nuh gelap yang berani itu sebagai pendekar lacur yang tak berharga satu sen! Mendengar ini.kata. Malah dari In Tiong kie. satu raja telah binasa. yang ter ima dirinya sebagai separuh guru. karena bangsa asing mcmbantu padanya. Pun ada banyak orang Kang-ouw yang tidak puas terhadap orang she Teng jtu. perkumpulan rahasia i tu ada terlebih besar dari perkumpulan kita. Boe Wie tinggal menumpang sama Tok-Koh It Hans. soeteenya orang itu. Tok-koh It Hang ada asal Kwan-Iwee. rupanya ini disebabkan. Demikian selanjutnya. Boe Wie memang sudah punya dasar baik. perkumpu lan itu tetap tak dapat capai maksudnya. ia ada orang she Tok-koh. bukan seperti caranya Pie Sioe Hwee. serta tujuh puluh dua jalan ilmu pedang Hoei Eng Tjiong-soan Kiam atau Burung ga ruda terbang berputaran . Tok-koh It Hang berkata lebih jauh. Di samping itu. Berbatasan denga n daerah Liauw-tong ini ada sebuah negeri yang dinamakan Rusia. ia jadi tinggal menetap di Liauw-tong. tidak pernah ia ab aikan ilmu silatnya. karena singk irkan diri. ada di antara rakyat itu yang nyelundup ke Liauw-tong. i alah Siberia. kim-na-hoat gabungkan luar dan dalam jadi satu. ia dapat pelajaran kepandaian mengenai sen jata rahasia dengan mendengar suara anginnya saja. Ha nya. membela diri . Dua-dua Tok-koh It Hang dan In Tiong Kie kagumi dan hormati Lioe Kiam Gim. ia duga sukar untuk ia tinggal sekian lama di tempat baru ini.€Kau harus mengerti. Pembunuhan-pembunuhan gelap bukannya daya untuk mewujudkan usaha besar. Russia juga punyakan semacam perkumpulan mirip Pie Sioe Hwe e. dari itu. dengan sepasang telapakan tanganku yang hanya berd . ia ciptakan sendiri ilmu pukulan kim-na-tjhioe-hoat yang terdiri dan de lapan kali delapan -enam puluh empat jums. seperti garuda melayang menyambar. ia terus suka berunding s%na gurunya itu. an ggajjjlflfiya jadi berubah. yang dating kepadanya setelah s etengah tahun ia sampai di Liauw-tong. Ia utamakan kegesitan tubuh. Pastilah akan ada satu hari. Ia dap ati julukannya justeru karena kegesitannya itu bagaikan garuda Tok-koh ada she atau nama keluarga asal orang asing (Ouw) tetapi itu dari bara t-selatan telah masuk ke Tionggoan sejak AhalaTong. tapi dia bisa binasakan rajanya Itu telah terjadi belum seberapa lam a ini. dalam tempo empat-lima tahun saja. penduduk Liauw-tong adalah bangsanya sendiri dan da ri itu. di sebe lah itu. Tapi. Umpama ma-tua dari Tong Thay-tjong Lie Sie pin. ta pi toh ia telah terima pelajaran sepenuhnya. tidak perlu ditilik keras. Ci ta-citanya Tok-koh It Hang adalah mengumpul kawan. Thay-kek-koen dan Kim-tjhie-piauw sud ah jadi angkuh terhadap kaum Kang-ouw dan telah bergaul rapat dengan pihak pembe sar negeri. Raja itu ada kejam. terutama mengenai pemerintah Boan serta s epak-terjang kebangsaan dari rakyat Tiongkok asli. apapula sekembalinya dari Kwan-I wee Tionggoan In Tiong Kie telah bawa cerita bahwa ahli waris Thay Kek Pay itu yang kesohor Thay-kek-kiamnya. M enurut pelarian ini. Tok-koh It Hang bergelar Pek-Djiauw Sin Eng. tidak fcekerja sama-sama peme rintah. Tanpa menumpahkan darah. Kita hanya binasakan satu-dua pembe sar negeri. Tapi kim-na-hoat ini scbaliknya da ri pad a Thay-kekkoen. hingga di zaman itu sudah di akui sebagai nama keluarga orang Han. Iain raja muncul sebagai gantinya. cara bagaimana bangsa Ouw itu bisa digulingkan dan diusir? Tanpa tindakan itu. Sebab urnumnyaroRyat Boan ada sama seperti di Tiongg oan. tidak heran. Ilmu silatnya berdasarkan Golongan Eng Djiauw Boen Cakar Garuda. yang bertujuan menggulingkan rajanya. hingga dengan sendirinya dia itu jauhkan diri dari Rimba Persilatan. hatinya jadi terbuka. Beberapa tahun Law Boe Wie tinggal bersama Tok-koh It Hang. umpama Lie Tjoe Sen dan Ang S ioe Tjoan dari Thay Peng Thian Koife Itu waktu. Kalau Thay-kek-koen ada dengan lemas melawan yang keras . sehabis kegagalan Kaum Thay Peng . kedudukan pemerintah Boan makin kuat. Ia pun tadinya beranggapan se bagai Boe Wie. ia t elah bisa wariskan Tok-koh It Hang punya enam puluh empat j uros kim-na-tjhioe-hoa t. Boe Wie menyengir. banyak rakyatnya yang dibuang ke batas Liauw-tong. bisa dimengerti kepandaiannya yan g tinggi. rajanya dipanggi l czar. apabila kau jadi tawar karenanya. b agaimana bisa ditumpas itu segolongan orang-orang berpengaruh yangjahat dan keja m? Darah mesti dikucurkan secara berharga. tet api mercka tidak sukai Teng Kiam Beng. kalau ia peroleh kemajuan.

sudah begitur. Hoe-totjoe atau wakil Ketua dari Hay Yang Pang bernama Ie Tjee Ban. Hanya. berdua merek a duduk berjamu. di sebelah itu. Jago tua ini pemah kata ia hendak coba-coba T eng Kiam Beng deagan tangan kosong saja. dimana-mana orang horm ati kau. dia ini ada keluarga golongan R imbaHijau.-. seteiah bersangsi lama. ahli waris Thay Kek Pay. orang pandang tak berguna. Untuk berpisah dari satu sahabat itu. Aku mesti damaikan me reka! Lantaran ini. akan tetapi. kena dibikin malu. dan bagaimana nanti kesudahannya. aku nanti coba-coba semua tiga macam kepandaiannya itu! kata Tok-koh I t Hang sambil tertawa apabila ia dengar keterangan sahabatnya. karena Teng Kiam Beng. Kejadian itu telah jadi buah pembicaraan urnum. ia dengar satu perkara penting sebab mana ia terpak sa tunda dulu tugasnya. Ia memang tidak puas terhadap sepak-terjangnya soesioknya itu. Law Boe Wie tidak pakai namanya Tok-koh It Hang. maka itu pengaw asan pembesar negera terhadap perkumputan rahasia itu telah jadi kurangan. Karena ini. namanya Boe Wie ada tersohor dan dia sudah punya ban yak kenalan atau sahabat. Kejadian itu ada menggemparkan. scbagaimana Boe Wie meenghargai kejujuran orang. Perkara apakah yang penting itu? Itu adalah halnya itu perampasan barang upeti yang dilindungi Teng Kiam Beng. tetapi aku tidak! pikir Boe Wie. dia adalah tokoh terkenal dari Pie Sioe Hwee. ia juga tidak ketahui jelas keadaan orang. karena. siapa menang. si tuabangka. yang kena dibegal di tempat tiga puluh lie di H ee-poan-shiadi Djiat-hoo. Dan kedua guru itu sama-sama liehay! Orang lain boleh menonton. Boe Wie bersedia akan kembal i ke Kwan-Iwee. Caranya adalah. Sebabnya ialah: kesatu. akan tetapi ia diam saja. Te rang orang tak lihat aku karena aku jadi wakil dari suatu kawanan kecil . Sarangnya Pie Sioe Hwee telah digulung sejak lama. Tok-koh It Hang sudah asing dengan keadaan di Tionggoan. Aku hila . Lauwtee. kepalannya. dan wakil ketua itu sangat hargai Boe Wie yang kosen dan djiatsim. bahwa yang lakukan itu ada scorang tua dengan lidah Li auw-tong. bcgitu lekas ia mcmasuki Kwan-lwee. Law Boe Wie mesti berangkat dengan tiba-tiba. hingga ia mesti batalkan dahulu keberangkatannya ke Dji at-hoo dan mesti segera pergi ke Kho Kee Po! Selama bikin perjalanan ini. ia berbahasa. siapa si orang . mendadakan ia tcrima satu kabar Iain. sampai satu kali. si orang tua asal Liauw-tong bertan gan kosong tetapi Kiam Beng sudah gunai pedangnya. sudah berangkat ke Utara. hatinya bercekat. Boe Wie ambil putusan akan pergi ke Djia t-hoo. kau muda dan gagah. orang bujuki aku bahwa hari depanku penuh pengharapan. guna cegah rahasia bocor. mereka dahar dan m engobrol dengan asyik. siapa kala h? Oleh karena si begai tua disebut asal Li auw-tong. Lima tahun sudah lewat sejak Boe Wie ikuti Tok-koh It Hang. seperti lenyap dari muka bumi. soeheng dan Teng K iam Beng. demikian kata tuan rumah itu. justcru beg-itu. ia sudah b erumur lima puluh tahun lebih tapi dengan Boe Wie. Sebenarnya Boe Wie belum tahu j elas asal-usulnya Ie Tjee Ban kecuali ia dengar. Law Boe Wie segera juga san gka separuh gurunya Tok-koh It Hang. Ada orang ajak aku bckerja untuk dianya. akan can dua-dua gurunya itu. Mereka masing-masing tenggak beberapa cawan. sal ah satu mesti celaka. tapi Ie Tjee Ban tak izinkan dia pergi sebelum mereka dahar dan minum arak dulu. Shoatang. apa Lioe Kiam Gim bakal adu kepandaia n sama orang tua itu. ia tidak berani sebut terang-terang hendak pergi ke Djiat-hoo.€Kalau dua harimau berkel ahi.. Lioe Kiam Gim telah minta bantuannya orang-orang tua yang kenamaan. ke tika gurunya tugaskan dia merantau akan cari kawan-kawan sekerja. yang telah hidup menyendiri di Kho Kee Po. maka kesudahannya. tua Liauw-tong itu. terutama karena orang mendugaduga. perubahan telah ba nyak terjadi. Boe Wie terima kabar penting itu selagi ia berada di pusat Hay Yang Pang di Poutay. pcrhubungan yang rapat ini bukan sebab pcrkcnalan saja hanya mereka pcrnah s aling bantu. dan kedua. itulah hebat. tetapi aku. u ntuk mana. Kemudian menyusul kabar bahwa Lioe Kiam Gim. Law Boe Wie dengar perkataannya jago tua ini.aging ini. sebab pemimpinnya lagi berpergian. tuan rumah timbulkan satu soal. apa p ula Boe Wie yang tadinya dikepung-kepung. Kalau ini dugaan benar. dengan tidak sangsi-sangsi. s cbab dua-dua Kiam Gim dan It Hang adalah gurunya sendiri. dan piauwnya juga dengan sia-sia. sebagai tetamu dari wakdl kepala kaum itu. cngko dan ad ik.

sekarang ia dengar kabar penting itu. aku masuk dalam Hay Yang Pang. Mereka tidak memasuki Kota Pou-tay untuk mondok. Ya. Dia ajak aku bekerja ke In-koan. Atas itu. Ini tahun ada tahun luar biasa untuk aku! kata Ie Tjee Ban. Lauwtee. katanya. ta pi mereka toh kecele. Lauwtee. Ia tidak ketahui jelas h ati Ie Tjee Ban. Siapa tahu. Untuk apa minta bantuan Lauwko diminta? ia tanya.ng muka! Urusan apakah itu. hanya pergi ambil tempat di kuil rusak beber apa lie di luar kota. Lo-kee Ngo Houw. Lauwko? tanya Boe Wie dengan heran. mereka bagi hasil i tu kepada pangreh-praja setempat. dandanannyajuga berlai nan. Kenapa Lauwko mesti hi lan g muka? Kita toh merdeka. Kau pasti tidak tahu. yang ajak aku! kata Ie Tjee Ban kemudian. Mereka biasa membegal dan memeras penduduk. mereka buron ke Utara. sesudah mana orang datarg untuk b ersahabat sama dia. sesudah ia tenggak b eberapa cawan pula. hilang jiwanya. ketika kau masih kecil. apa mau. Boe Wie kata. Itulah ketuaku yang lama. mereka telah datang can aku. K ebetulan dari Lek-shia ada datang dua saudara kita. lagu-suaranya beda satu dari lain. Lauwtee. ia pun tidak tahu hal ketua lama dari sahabat ini. bila mereka peroieh hasil. juga ketuaku sendiri telah d apat maiu dari seorang tua yang tidak dikenal. hari depanku pen uh pengharapan . untuk pergi bikin penyel jdjkan secara diam-diam ke kuil itu. mereka mirip dengan orang Rimba Hijau. Di Seetjoan Barat. sesampainya di kuil.€€Mereka€€bcrtiga meman g tak dapat dibandingkan dengan kau. Sebenarnya aku jemu ber campur pula sama mereka. sekarang mereka jadi pahlawan Raja Boan. mereka ingin aku bckerja untuknya. maka kebetuIan sekali. ia sendiri ajak dua kawan. kata ia. maka k emudian. kita tidak mcngandal i pangreh-praja? Kau benar. Mereka tidak bawa barang berharga tetapi sembunyikan senjata. katanya sayang aku jadi waki l saja. sungguh aku tak sudi merijeiaskan ini . mereka kena dipermainkan. Tapi keterangan itu pun sudah cukup untuk Boe Wie. Shoasay. Be lakangan aku dengar di Djie-tjoe. karena itu mengenai hal dua puluh tahun yang lalu. Sebaliknya. dia cuma kata urusan penting. tapi di sini. mereka kena dilabrak satu nona. Ie Tjee Ban bilang. Ketua Muda Hay Yang Pang ini berikan keterangannya lebih jauh. Toa-totjoe telah terima laporan ada beberapa orang asing. Mereka sampai kira-ki ra jam tiga lewat. Dengan gelantungi tubuh di payon. mereka tidak bisa tancap kaki . la malah ketahui€€€lebih€€€banyak€€€te ermusuhan antara Keluarga Lo dan Keiuaiga Lioe Kiam Gim dan In Giok bersama Lauw Tian Peng adalah hajar Lima Harimau Keluarga Lo itu. Toa-totjoe mengintip ke dala . Itu waktu di daerah Seetjoan Barat. Sebaliknya an eh! Ketua itu telah menghilang dua puluh tahun lebih. Kebinasaan Sam Houw di tan gan In Giok menyebabkan orang katakan si nona ada nona gagah yaag ajaib! Pun. tetapi mereka boleh diandalkan. Dia tidak mau menerangkarmya. Hatinya Boe Wie bercekat. akan can tahu tentang orang tua itu. dari itu. Toa-totjoe larang orang banyak omong. ia minta keterangan. mereka dengar suara menggeros keras. Meski demikian.. Malam itu tidak ada cahaya rembulan. itu ada hal untuk bikin orang celaka . Karena hilang satu saudaranya.Dari atas genteng di mana mereka mendekam. Lauwtee tentu belum tahu duduknya hai.€Teranglah dengan itu orang pandang enteng padaku! Boe Wie tidak mengcrti. Mereka menghilang. atau sekarang ia muncul se bagai pahlawan dari Istana Raja Boan. Kiam Gim pesan muridnya ini sekalian dengar-den gar perihal pcrsaudaraan Lo itu. at au Lima Saudara Harimau She Lo. kedua pihak tidak saling ganggu. Mereka berkepandaian ti nggi tapi aku tidak tahu hal-ihwal mereka. tetapi orang telah bujuki aku. In-koan ada distrik di mana ada tinggal gurunya: Lio e Kiam Gim. Coba tidak bukan pada kau. mereka bisa bekerja sama pembesar negeri. uPantas kemarin ini Toa-totjoe pergi dan terus tidak kembali. ada sangat kesohor. Siapa tahu? jawab Ie Tjee Ban. Kejadian mi membuat rombongan mereka buyar. yang rornannya mencurigai. Dan aku ada salah satu kacun gnya. yang ilmu silatnya boleh dia ndali. Kho Kee Po masuk dalam wilayah distrik itu. na nti aku tuturkan. wa ktu hendak mulai pergi merantau. Sudah aku ketemui ketua lamaku. sa mpai tahu tahu. itulah sebabnya. Aku percaya. katanya s ebab aku ketahui baik Propinsi Shoatang ini. Lo-kee Ng o Houw berubah jadi Lo-kee Soe-houw -Empat Harimau She Lo. malah Lo Sam Houw. uIa mau pergi ke pusat kita di Lek-shia . mereka hen dak gu nakan aku scbagai pcrkakas.

Selama beberapa tahun merantau. Dia itu katanya teiah peroleh kesempumaannya ilmu pedang Tatmo-kiam dari Siong Yang Pay serta telah berhasil mcncuri pclajari beberapa jurus ilmu pedang Boe-kek-kiam dari Heng Ie Pay. tidak ada satu yang bantui orang tua itu. ia harap kedua pihak suka saling bantu. dari itu aku menanyakannya. sahabat-sahabatku! Bercerita sampai di situ. sampai€€€€sukar untuk m ereka meloloskan diri. Ie Tjee Ban berhenti sebentar. untuk kasih sclamat jalan pada Boe Wie. malah mereka sendiri mcrasa scperti ada kebut dengan p elahan. sambil bertempur. hingg a mereka tak takut nanti ditertawai orang. mereka maju. rnerekajadi melengak. Otaknya Ie Tjee Ban sudah terpcngaruh arak. bagaimana Lauwtee kenal dia? dia pun tanya.datang mengunjungi. ia melek mata tcrus sampai terang tanah . menganjurkan kedua kawan Toa-totjoe maju akan bantu Toa-totjoe mengepung padanya. tiba-tiba si orang tua menghentikan pertandi ngan dan mengajak ikat persahabatan. Bertiga. Secara begi ni. ada yang tank. selamanya ia gunai dulu ilmu pedang curiannya itu. maka itu. Ketika ditanya she dan namanya. Tiba-tiba ia rasakan sebelah kakiny a. Toa-totjoe bertiga di buat pcrmai nan. sctclah bicara pul a scbcntaran. mereka dengar satu suara dalam dari seorang tua: Aku di sini. Mereka turun ke tanah dan lantas bertempur. Si orang tua gagah itu muncuk ber . mereka itu tcntu hendak menuntut balas terhadap Keluarga Lioe. ia benar perlihatkan bebcrapa jurus pukulan kaum itu. mereka sendiri yang kena dibikin repot. Toa-totjoe jadi gusar dan terpaksa menerimanya. dari samping. rombongannya si orang tua muncul semua. Antara berkesiurnya angin dengar suara anjing dari kejauhan. ia tidak lihat suatu apa. Tidak jauh daripadanya. ke bagian anggota-anggota yang berbahaya. mereka Jiflm apa dan kenapa mereka tarik kakinya. Mereka bertiga. Orang yang Lauwko sebutkan itu mirip de ngan orang tua tersebut. selagi mereka s angat malu. Aku cuma pernah dengar nama nya belum pemah aku ketemu padanya. me reka berdiri menonton. Entah apa sebabnya itu ? Mendengar itu. Bukankah orang tua itu jangkung-kurus dan pedang nya ada Tjit-seng-kiam yang panjang? ia tanya. Justeru itu. bahwa dia keb etulan lewat di Pou-tay. ia terkejut Benar! Eh. mereka menole h dengan segera. ia tidak menanyakan lebih jauh. kemudian ia ajak dua kawannya pulang.m. jengkel dan mendongkol. Dia mengaku dari Heng Ie Pay. orang tua itu saban-saban ngoceh. tapi akhirnya. bila ada ketikanya. habis itu dia nyataka n. akan nai k pula ke genteng. sebab kalau di dcsak. akan mengerubuti. tetapi dua sahabatnya Toa-totjoe bilang. Toa-torjoe terlolos dari bahaya. Boe Wie agaknya terperanjat Oh! ia berseru dengan tiba-tiba. Di sebelah itu.€IaJantas tan ya dua kawan itu. sahut Boe Wie. asal aku suruh seorang saja bantui aku. aku berlaku tak pantas pada kau orang. kalau iasedang bertempur. kau orang nyata tak dapat lihat p adaku! Buat apa kau orang keheranan tak keruan? Mereka terperanjat. Selama itu. mereka kelihatannya heran dan duka. Orang tua itu ngaku da ri Heng Ie Pay. ia hirup pula araknya . yang dicanteldi payon. sama-sama orang Kang-ouw. Belum ada sepuiuh jurus. Tentu saja kedua kawan itu jadi gusar. mereka masuk tidur. Atas tantangan itu. Untuk setengah jam. dia itu keluarkan ilmu silat Siong Yang Pay. Tapi m alam itu Boe Wie tidak bisa tidur pulas. kemudian ia melanjutkan. ia hany a bilang. Kuil ada gelap. Ditanya begi tu. kedua kawan itu mengawasi. Sementara itu. tapi toh tidak pemah ujung pedang mengenai sasarannya. Lo-kce Soe Houw hendak bckcrj a di In-koan. Toa-totjoe sudah dibikm sibuk dan mandi keringat oleh pedangnya orang itu yang sambar sana dan sambar sini. ia sudah susun rapi keterangannya Ie Tjee Ban. Ie Tjee Ban letakkan cangkir araknya. Orang tua itu tanya kedudukannya Toa-totjoe di dalam Hay Yang Pang. aku pernah dengar orang omong tentang orang tua itu. silakan kita turun ke pekarangan kosong di bawah sana unt uk main-main! Kenapa eh -kenapa kau orang bersangsi? Apa kau orang takut? Apa ka u orang jerih melihat banyak kawanku? Tidak. Mereka lihat seorang tua berdiri di dekat mereka! Orang tua ini lantas tertawa. orang tua itu menampik. tidak salah lagi. maka segera-ia putar tubuhnya. mereka pada tertawa. permainannya tidak terlalu lancar. dua kawannya lagi memandang ke sekelilingnya. sama sekali mereka tidak bcrniat kurang baik. ia menghaturkan maaf. ia kata pula: Bukanlah gampang bahwa Tuan yang terhormat datang dari tempat yang jauh. ia akan. Mereka tidak tarik kakinya Toa-totjoe.

karena mana. entah bagaimana jadinya dengan kita semua .€€ Kau belum tua. akan awasi semua orang di sekitamya. Boe Wie turut tertawa. Ibu? Bong Tiap tanya. aku hendak bicara sama ia. tapi lantas saja ia terkejut ketika ia lihat sebuah titik h itam di bawah tete kin dari ibunya. Soenio ada wariskan kepandaian golok Ngo-houw Toan-bo en-too dari Ban Seng Boen. dia pun hendak ajak orang bekerja. dengan begitu. karena liciknya musuh. Tiap-djie. j angan kau pakai adat-peradatan . Sayang. Demikiari sebabnya. Kau orang semua mundur dulu. Beruntung kau datang.€Matanya bercahaya. katan ya. kata Boe Wie di akhir penutura nnya sambil mcnghcla napas. sekarang aku telah tambah usia! katanya pula. katanya. Boe Wie sibuk karena soemoay itu paykoei terhadapnya. di mana Lioe Toanio dipernahkan. hingga ia jadi kaget sen dirinya. sampai ia keluarkan keringat dingin. Aku percaya. dengan ia berhasil menaw an Bong Eng Tjin si orang tua yang licin. hanya kepandaiamu yang bertambah! Romanmu€€menghunjukkan kemudaanmu. ia menghibur. Soemoay. Tiga atau empat jam kemudian. Sementara itu orang t elah sampai di rumahnya Hie Hong. maka Boe Wie minta€€Bong Tiap unut pula padan ya. Tiap-djie! ialah kata-katanya yang pertama keluar dan mulutnya. kau keliru Tjin Kong kata. hingga iamenyesal tidak bisa segera sampai di Kho Kee Po. kita ada di antara orang sendiri. rupanya. Soeheng. Bagaimana. Bong Tiap menurut. nyata ia tidak bisa bangun.barcngan. sedang Tjin Kong cekok ia dengan obat yang dicampun arak. mana ia sanggup lay ani banyak musuh jahat? Sampai itu waktu. Tapi ia toh baharu berumur tiga puluh tahun. Soenio mesti berada sendirian di ru mah. orang tua itu mesti ada si orang tua yang dul u di rumahnya Soh Sian Ie sudah pancing soesioknya Teng Kiam Beng. Maka ia cuma bisa pentang kedua matanya. sampai itu malam ia telah tolongi juga soenionya. ketika ia berkumpul sa ma guru dan soenio serta soemoay dan soeteenya. Ia pun percaya. Lantas Boe Wie ingat pengalamannyadi waktu masih kecil. Ketika ia geraki tubuhnya. ia likat la tak dapat empo dan pondong si soemoay seperti dulu-dulu. mestinya dia ada punya hubungan sam a Lo-kee Soe Houw. tiba-tiba Lioe Toanio ingat akan dirinya. d engan cekal tangannya si nona. suaranya dalam. € Tahun dan bu Ian mengejar-ngejar manusia. ia membatalkan dulu perj alanannya ke Djiat-hoo. Ia menghela napas. Soemoay katanya Ini ada urusan kecil. Bila tak ada kau. kata Lioe Toanio pada gadisnya. sampai belasan tahun ia merantau. sesudah mcreka berada berdua s aja. hingga ia rebah gulak-gulik saja. ahli waris atau Ketua dari Heng Ie Pay. dan sedan g gagahnya. Distrik Pou-tay ini memang ada jalan terusan ke In-koan. Bong Tiap sudah mengerti keadaan. tak usah Soemoay kuatir. Law Boe W ie sudah segera menuju ke In-koan di mana ia sampai di Muara Kho Kee Po. di scbelah siapa pun tambah Ham Eng. akan tetapi ia berscndirian saja. Lioe Toanio coba geraki tubuhnya. ia tak dapat tidur. mendongkol dan karena 1ukanya di dalam. Biar bagaimana aku toh datang sedikit teriambat. maka itu sambil memberi hormat. saking lelah. sedang untuk mencegah. ia sege ra ingat pertempuran tadi. Ia pentang pula matanya. begitupun caranya kau gunai pedan gmu barusan! Dan soetee ini tertawa. Lioe Toanio masih tetap belum sadar. setelah beristirahat Soenio akan dapat kan kesegarannya pula. Boe Wie tidak pikir bahwa Yo Tjin Kong masih berguru dan Bon g Tiap sudah tambah usianya. Maka itu ia ja di tambah joiatir. Teng Kiam Beng jadi bercidera dengan Tjiong Hay Peng. ia merasakan lemas. di saat ia dapat tolong Bong Tiap dan Ham Eng dari gangguannya musuh-musuhnya Keluarga Lioe. Rupanya€€€€€€€ia terpengaruh pengalamannya dan sekarang Hiat soemoay itu sudah i gadis remaja! Soeheng. pilar ia terlebih jauh. sama-sama berlatih silat. rumahny a Lioe Kauwsoe telah habis dimakan api dan Lioe Toanio. kecuaii Tiap-djie. ia haturkan terima kasih mewakilkan ayah dan ibunya. hatinya mencelos. Aku tidak sempat kisiki Soemoay untuk bersiap hingga Soenio mesti bercapek-lelah. hu ada tanda darah man pada jajandarah Djie-k . Soehoe telah pergi ke Utara. Coba buka bajuku. dari itu. akhimya turut rubuh juga.

Lioe Toanio berhen ti bicara untuk bernapas. Lioe Toanio gapekan Hie Hong. setelah aku masu fcumur sepuhih tahun. Golok ini aku tidak dapat bawa ke lobang kubur. tetapi ketiga murid ini semua hunjuk rom an duka. Ibu. tadi malam dia sudah bantui kita Hie Hong. Kau kembaii bersam a mereka semua. Boe Wie bertiga ikuti dia. sedang Boe Wi e sudah punyakan senjatanya juga. kemudian sang ibu surah an aknya. berkata ia. tapi tajamnya bukan main. maka itu. saban-saban ditambah beratnya. apabila dipakai melukai orang. pergi kau ambil golokku Ngo-houw Toan-boen-too. Kalau aku ditolong pada waktu baharu saja terluka. Ludeslah sekarang kepandaian silatku. darahnya tidak m enjadi karatan. ia sent il itu. aku tak lagi bisa bers ilat.hie-hiat . Sinar matanya Lioe Toanio bersinar ketika iasuruh gadisnya bawa golok kepadany a. Mereka semua berdiam mengawasi soebo mereka. karena jiwa ibunya masih tertolong. Golok ini bukannya mu stika. Umpama Lo Djie Houw. Lioe Toanio lamas kasih jalan napasnya akan kumpul semangamya. buat apakah itu? tanya ia. sudah. ia bikinnya ket ika aku berumur satu tahun lantas setiap tahundilebur dan dilebur lagi. kata Lioe Toann?. dia adalah kawanku yang terlebih tua jangan kau orang tidak pandan g mata pada golokku ini. Bagus. ia menyambungi kemudian. Itu ada bagian anggota yang kena serangannya tumbak dari LoToa Houw. karcna ia ada satu ahli silat. Itu adalah senjata yang untuk banyak tahun tidak pemah berpisah darinya. Lioe Toanio tertawa meringis. dia telah gempur rusak khiekan gku. Ia raba goloknya. aku bisa balas budinya. Aku telah bcrkelahi melewati batas. Totokan dari Lo Toa Houw ada iiehay sekali. Anak. mukanya lantas jadi pucat. ia terhibur juga. sayang kepandaianku dari beberapa puluh tahun . dan Ngo-houw Toan-boen-too adalah goloknya Kaum Ban Seng Boen send iri. ada sejumlah orang gagah dari kalangan Kang-ouw yang te lah tunduk di bawahnya. yang napasnya memburu. supaya keponakan itu datang dekat padanya. bagusl katanya. dengan diunit saja. dipadu de ngan KiamGim. Golok itu tajam dan mcngkilap. karena mereka sudah dapat tahu. tetapi napasnya mengorong. sedang Kaum Thay-kek biasa wariskan pedang saj a. hingga sang senjata terbitkan suara nyaring. Umpama kata aku bisa diobati scmbuh. Dan B ong Tiap agak bergemetaran ketika ia serahkan golok itu pada ibunya. Tidak nanti aku sia-siakan pengharapan kau. baharu aku diizinkan menggunakannya. Dia ada turunan B an Seng Boen. Coba kau sentil sekali lagi. Aku akan simpan baik-baik golok ini Bagus. Bong Tiap menurut. ketika ia batik bersama Ngo-houw To an-boen-too. kau simpanlah! Semua orang menjadi sangat terharu . dengan aku berikan pada Hie Hong. kata ia sambil bersenyum pada anak daranya . ia cuma ulur tangan kanannya. ia samburi golok dari bibin ya itu. Anak. tetapi ia tak dapat geraki tubuhnya. Golokku ini telah temani aku berberapa puluh tahun lamanya. Ia minta gadisnya bantu ia. Bong Tiap kaget. Lioe Toanio berniat bangun. dari itu. aku hendak lihat satu kali lagi. Anak toloH katanya. akan tetapi ia tak berhasil menyingkirkan tanda matang biru itu. akib atnya tidak sehebat ini. tetapi meski demikian. Dan sekarang aku tak dapat pakai lebih jauh golok ini . Bong Tiap berduka bukan main. . Sebenamya aku niat wariskan golok ini pada Tiap-djie. Anak. sekarang aku serahkan pada Hie Hong saja. aku tetap bercacat. dengan menjura. man! Hie Hong girang berbarcog berduka. cara bagaimana tubu hku tidak jadi lemah? Ah. lengannya adalah aku yang bikin loc ot! Adalah engkongnya Tiap-djie yang berikan golok itu kepadaku. kasih aku dengar! -Nah. ia lekas undurkan diri. te tapi Tiap-djie sudah punyakan pedang tajam buatan ayahnya sendiri. Ia insyaf artinya itu. Loodjinkee€€katanya dengan janjinya. maka golokku ini. Mustahil aku hendak berlaku nekat!€Aku tidak tega meninggalkan kau! Pergi ambil golokku hu. jago betina itu tidak lagi menjadi jago betina.

ia lupa Toan-boen-too ada goloknya Kaum Ban Seng Bo en. Kau adalah murid murtad dari Siong Yang Pay! Kau ada an jingnya bangsa Boan! Kau adalah manusia cabul dari kaum Kang-ouw! Dahulu soesiok ku mengasih ampun kepada kau. S ekarang. la mcrasa tidak enak scndirinya Tadi malam. tapi kalau dia ditolongi. baharu ia menikah sama Lioe Kiam Gim. maka itu. aku tidak akan bilang suatu apa. dengan golokny a Ngo-houw Toan-boen-too. kau punya perhubungan apa dengan K eluarga Soh dari Poo-teng? ia tanya. ia telah ketemui banyak orang gagah. untuk mereka undurkan diri. Bong Eng Tjin menjadi gusar. Benar€€€Lioe€€Toanio€€€ada€€€guru perempuannya tapi ia sendiri ada muridnya Lioe Kiam Gim Kek Pay. matamu picak! Cara bagaimana kau berani bilang aku ada manusia cabul dari kaum Kang-ouw ? Dengan kepandaianmu. maka setelah dia kena ditangkap. Tak bisa aku tak pikirkan dia . Boe Wie bilang. lima jam telah berlalu. setelah diam s esaat ia berkata pula: Bicara halnya Kiam Gim pergi ke Utara ini. Tapi sekarang si nyonya mesti mundur betul-betul. percuma orang bujuk d ia. ia tinggal menyendiri di Kho Kee Po. . ia tahu ia berada dalam tangan musuh tetapi ia ada berkepala batu. entah bagaimana dengan Kiam Gim . ia ada masygul dan menyesal bukan main. kemudian ia tutup pjntu. sete lah mana. kau orang ha rus lebih waspada dan berhati-hati. Setelah bcrdiam sekian lama. den gan sekonyong-konyong. kecuali Tiap-djie. yang tak dapat diberikan pada orang dari lain kaum. Beginilah penghidupan.Dasar€€Soenio€€mcnyayangi keponakan sendiri pikir Yo Tjin Kong. ia tidak mau omong terus terang. satu dari dua musuh itu adalah si orang tua yang semalam bersenjatakan pedang panjang. ditanya bagaimanapun juga. Apa itu Keluarga Soh dari Poo-teng?€Aku tidak tahu! sahut Bong Eng Tjin sambil ia mendelik. at as pertanyaannya Boe Wie. Air matanya nyonya ini meleleh keluar. katanya. Kiam Gim mundur bcrd uka karena sikap soeteenya. yang mesti te mani aku. Sejak hari ini. Lalu. dengan sendirinya. murid kcdua dari Lioe K iam Gim. untuk selama-lamanya aku akan pis ahkan diri dari Rimba Persilatan. maka itu. Lioe Toanio menghela napas pula. ia dekati orang tua itu. Ha. dia bisa mendusindi segala saat. dia bakal sadar sendirinya. Kalau dia diantap terus enam jam. ka rena lukanya yang hebat itu. tapi mulutnya tertawa meringis . Sejak tadi malam kena ditotok jalan darahnya Oen-hian-hiat . seharusnya ia bersenjatakan pedang. ia juga tclah adu jiwanya tapi sekarang soenio ini tidak sebut-sebut dia. Ia rada jelus. tidak demikian dengan suaminya. Sekarang kau orang insyaf bagaimana liehaynya geiombang dan badai dalam kalangan Sungai-Telaga. Ya. aku ada orang Siong Yang Pay!€Habis kau mau apa? ia berseru. siapa yang ketika itu dikasih ampun! Lantas Eng Tjin tutup pula mulutnya. Selama enam tahun. sampai umur dua puluh dua. ia harapkan gol ok itu. ia sadar dengan la yap-layap. tetapi janganlah kaungaco-belo! Kau bilang dahulu soesiokmu kasih ampun padaku? Hm! Ja ngan membabi-buta!€Pergilah kau tanya dia. ia bungkam. Akhir-akhirnya Boe Wie bersenyum ewah. bocah. untuk lima jam. Lioe Toanio Lauw In Giok ceburkan diri dalam dunia Kang-ouw sejak umur enam be las tahun. Kalau ia undurkan diri karena pernikahannya. Nyonya itu rapati matanya. aku jadi ingat halnya soesiok kau dahutu telah jadi korban dua musuhnya yang m emakai topeng. Sayang sekali aku tidak tahu dengan kepergia nnya ini. ben arlah mi orang yang telah permamkan soesioknya. merek a pergi tengok orang tawanan mereka. kau kalahkan aku. Bong Eng Tjin mesti rebah bagaikan mayat saja. pergi kau orang dengar pengakuannya! Pergilah kau orang. Kau ada satu laki-laki maka coba kau bilang. ia batuk-batuk dua kali. sekarang aku tidak! Dicaci secara demikian. Boe Wie berempat undurkan diri dengan masing-masing sangat bersusah had. maka selanjutnya. maka diam-dtam ia kedipi mata pa da tiga kawannya. Apakah kau tetap menyangka aku tidak tahu hal-ihwalmu? kata muridnya jago tua da ri Thay Kek Pay kemudian. hingga untuk sesaat. Ak an tetapi dengan begitupun sudah cukup untuk Law Boe Wie mendapat kepastian.

ia percaya betul obrolannya Boe Wie. Itulah sebab tadi malam. Boe Wie telah berikan orang totokan Djie-khie-hiat yang liehay. soesiokku telah dibe ntahukan agar ia sampaikan warta kemari untuk kita siap sedia! Ini dia yang dina makan meminjam goiok untuk mcmbunuh orang. sengaja kirimkan kcmari untuk kau ju-al jiwamu! Bersama itu sejumlah sisa kantong nasi ialah orang-orang tidak berguna kau diki rim kemari guna bokong Keluarga Lioe. Boe Wie berpengalaman luas. kenapa Ouw Toakomu tidak datang? Apa benar kau tidak tahu . ap abila itu benar. pengorbanan itu ada harganya. terima kasih untuk keterangan kau ini! katanya akhirnya. akan tetapi lain dengan kau-kau bakal t erbinasadengan tidak keruan juntrungannya! Kau barangkali tidak menyayangi jiwam u. akan dengan tiba-tiba totok tubuh orang dengan jeriji tangannya. yang kuatirkan ayahnya. telah digunai juga oleh Keluarga Soh. tidak demikian dengan aku aku sebaliknyaberkasihan Sambil berkata demikian. maka ia lantas menyetuj uinya. Keluarga itu tidak takut. sesudah mana. Soesiokmu niat ajak gurumu. keluarga itu tukar sikap. ia tahu. Di kalangan Kang-ouw. Saudara yang baik. yang mcminta k orban jiwa. itu dugaan yang meleset sangat jauh! Keluarga itu sengaja tem pel soesiokmu supaya dengan begitu. Ak an tetapi. yang tida k baik untuk mereka. yang berkongkol saw dcngan lain. Bong Eng Tjin melengak. Boe Wi e tambahkan: Baik aku omong terus terang kepadamu! Kau mestrnya ketahui baik bahw a soesiokku serta Keluarga Soh. akan urus mayat musuh i tu. mukanya masih hunjuk senyuman iblis. Aku lihat rupanya kau tetap tidak kenal walaupun jiwamu secara kecewa akan dipakai menebus dosany a! Apakah kau ketahui. terang ia terperanjat dan hcran. bahwa mereka itu saling intip satu dengan lain. ia sudah dapat kepastian ibu ini telah . diam-diam Boe Wie lirik air muka orang. Perihal ibunya. kau tidak kenal Keluarga Soh dari Poo-teng? BoeWie tertawa. atas mana. tetapi ceritanya ini beralasan. ia berkuatir buat sepak-teigangnya Tok-koh It Hang. Ia bersenyum ewah. Apakah benar kau tidak mengerti tipu daya teji itu? Inilah kelicmannya Ouw Toakomu! Apa betul-betul kau tidak mengert i? Kau toh ditugaskan juga meniliki lain orang? Boe Wie sudah karang satu cerita. kata Bong Tiap. apa kau bilang? ia tanya. akan tetapi belakangan. Tampangnya Bong Eng Tjin mcnjadi sebentar merah dan scbcntar pucat. di an tar a pah 1 a wan-pah I a wan Boa n ada kccurigaan atau kcjclusan. asal gurumu hendak lakukan suatu apa. Soeheng. soesiokmu jadi renggang perhubungannya sama kaum Kang-otfw.€I tu ada suatu tipu daya dari si Raja Boan. kau dan soesiokmu. Dan kau mestinya ketahui baik. g uru setengah itu ia kuatir mereka nanti bergebrak. Bong Eng Tjin segera bergulingan mampet jalan napasnya. aku juga hendak nasihati kepada kau orang untuk waspada! Dari berjongkok. Perlu aku lekas susul Soehoe. kau dengar aku! Kau bilang Keluarga Soh dan soesiokmu ada seperti saudara an gkat! Oh. Ia juga ingin bantu soeheng itu. berbareng dengan itu. Baikl ah.Ha. agar si soe heng tidak bersendirian. di sebelah itu. ia-tdah dapatkan sepucuk surat rahasia Itu adalah suratnya Soh Tjie Tjiauw dan Ouw It Gok dengan mana Bong Eng Tjin diperintah bokong Keluarg a Lioe berbareng memasang mata kepada satu pahlawan Iain yang mendapat suatu tug as. Eh. ada bersahabat kekai seperti saud ara angkat. Apa yang aku bilang adalah apa yang aku bilang! jawa b Boe Wie dengan tertawa sindirnya. bahwa kaulah yang disuruh jual jiwamu? Mendengar demikian. Segera Boe Wie beritahukan saudara-saudaranya tentang bahaya yang mengancam gu ru mereka. ia panggil saudara-saudaranya. ayah dan anak. ia menyatakan kemudian. Dan ini adalah suatu rahasia dari Eng Tjin. Sahabat. Mcnampak demikian. hal itu tidak disetujui sama Keluarg a Soh. Mukanya Bong Eng Tjin jadi guram. untuk dia bisa kcndalikan semua pahlaw annya. sambil terus tertawa menyindir. Boe Wie berlompat bangun setelah mendengar keterangan orang i tu. Aku suka ikut. Terima kasih untuk keteranganmu! Terima kasih untuk nasihatmu! katanya. siapa berkorban untuk s ahabatnya. walaupun demikian. dari tubuhnya Bong Eng Tjin. dengan lantas gurumu tak akan lolos dari gcnggaman tangan m ereka! Kelihatannya. orang she Soh itu ada mcmpunyai perhu bungan macam apa dcngan pembesar negeri! Orang she Soh itu dan pembesar negeri. yang kem bali dekati jago tua itu. Kekuatiran lain adalah sang g uru nanti kena dijebak oleh Keluarga Soh yang licin dan licik.

Pcngutaraannya Tjin Kong membuat Bong Tiap bertiga jadi girang. Dengan andali golok Ngo-houw Toan-boen-too yang Bibi hadiahkan padaku dan denga n periindungan saudara-saudara sekaumdi sepanjang jalan. bahwa iahendakd igoda saja. aku bisa atur! Ia lant as berpaling pada Hie Hong dan kata: Saudara Lauw. yang sudah tidak berada Iagi di kota itu. Dcmikian diputuskan.Terang dia likat men emui saudara seperguruannya ini. Baik. yang sada ri tadi diam saja. tetapi coba dulu dengar per kataanku. Tapi scbenamya la kuarir Hie Hong tidak sanggup melindungi so enionya itu dan ia ingin sekalian perlihatkan kcpandaian Kaum Thay Kek Pay. ia€€nyatakan. mirip d engan seorang habis sakit. Hie Hong setujui pikirannya Boe Wie. kau jangan kuatir. sepasang matanya Kiam Beng bcrsinar dengan tiba-tiba.menjadi cacat. Dan ketika ia berhadapan sa ma Kiam Beng. karena In Eng ada kenamaan. aku menyesal dahulu kita berpisahan. Bong€€€Tiap€€€deliki ara seperguruan itu. Saudara€€Law . V Ketika hari itu Lioe Kiam Gim bersama keponakan muridnya. karena diantara kita terbit . Kim Hoa. Soetee. kelihatan Kota Poo-teng jadi berubah: adajalan-jalan yang lebih ramai. aku serahkan Soenio kepada kau ! Bukankah kau pernah bilang bahwa kau hendak pergi ke Shoasay pada pamanmu? Kau boleh sekalian ajak Soenio ke sana. adajalan-jalan yang jadi lebih sunyi. seraya urut-urut kumisnya. deng an perjalanan ini ia jadi bakal dapat pengalaman. tidaklah gampang-gampang untuk orang cclakai ak u. karena ia lihat rumah bibinya suda h musnah dan ia kuatir pihak Lo nanti datang untuk menuntut balas. tidak nanti sampai terjadi seperti ini. bendera Thay Kek Kie. ia sampai tidak lantas dapat mcngucapkan kata-kata hanya air matan ya menetes jatuh. kecuali sewenang-wenangnya bangsa Ouw kata Lioe Kiam Gi m sambi 1 menghela napas. katanya. Ia ada sangat terharu. Soetee. karena mereka sudah sama-sama berusia lima puluh tahun lebih. dengan tidak tampak suatu halangan. hanya sayang. Apakah kau tidak terluka? Ditanya demikian.€Selang belasan hari. Dua-dua pihak tidak pcrnah menyangka bahwa hampir-hampir ia orang b erpisahan untuk tidak bertemu pula . Scgala apa telah berubah. adik kandungdari Lioe Toanio. walaupun orang telah rusaki nama Thay Kek Pay. diganggu. Ham Eng juga nyatakan suka turut. Melihat si nona hendak ikut pergi. berangkat k e Utara. Memang pernab Hie Hong menyatakan demikian. Buat apa kau turut? kata dia Baiklah kau diam di rumah untuk temani Ibu! Bukankah Ibu sangat sayangi kau? Kenapa kau tidak hendak kawani Ibu? Ham Eng berdiam tetapi terang ia tidak senang diam di rumah. Hie Hong dan Tjin Kong mengiringi Lioe Toanio b eristirahat di Shoasay. kekuatirannya bisa diperkurang. hati mcreka me njadi iega. Sesudah lewat dua puluh tahun lebih. tidak tampak sifat jumawanya. Soeheng. aku percaya aku bisa mc ngantar dengan tidak kurang suatu apa sampai di Shoasay. ia jadi tak usah kuatirkan apa-apa lagi. akan tetapi deng an kepandaian yang aku punyakan. apa kau ada baik? dcmikian pcrkatannya yang ringkas sekali ketika kemudi an ia bisa juga buka mulutnya. katanya. orang telah cabut! Kiam Beng masih bclum insyaf bahwa orang tidak niat lukai dia. dengan pergi pada Lauw In Eng. Kau kcnapa. atau seperti ayam jago pecundang. Ada sahabat-sahabatnya guru silat ini. . bukankah kau jadi seperti cari pusing s endiri? Benar kau melindungi upeti akan tetapi aku percaya. Soetee? kemudian Kiam Gim tanya pula. Aku suka kawani Saudara Lauw pergi antara Soebo! bcrkata Yo Tjin Kong. orang melainkan tida k puas dan karenanya orang hendak coba-coba padamu! la tidak mau menyesali terleb ih jauh. mereka telah sampai di Poo-teng.€Berbareng dengan itu. segera ia berkata: Baik ju ga kalau Ham Eng turut! Tentang Socnio. bukan aku hendak membangkit-bangkit. Boe Wie pandang dua anak muda itu dengan bergantian. yang sekarangjadi ahfi waris Ban Seng Boen.€Maka ia tam bahkan: Soetee. sedang Law Boe Wie bersama Bong Tiap dan Ham Eng bcrangk ai ke Utara. Teng Kiam Beng ada bcroman sangat kucel. Lioe Kiam Gim menghela napas. mereka tokukan perjalanan cepat sekali. Dengan bersahabat dengan Keluarga Soh.

kepandaian mereka berimbang sama kepandaian kita. Di waktu kecilnya. di Hoolam ada Tang Kie Eng dan d. Suaranya Kiam Beng makin lama jadi makin perl ah an. agaknya ia sangat berduka Anakku melainkan satu. aku pemah berunding dengan mereka. Soetee. akan tetapi tambah tinggi usianya. karena orang telah tolong aku. Kiam Beng tidak mau menuturkan dengan jelas. i a toh tidak nanti sampai kena dikaiahkan. guna lenyapkan ketegangan. tanpa mengucap sepatah kata. air mukanya kerabali berubah.perbedaan faham. ia mengerti. hanya siapa tahu. ia pergi jauh. kepergianny a itu membikin aku berduka . ia melaink an meninggalkan sepucuk surat dalam mana ia nyatakan. Isteriku telah meninggal dunia sejak beberapa tahun yang lata. ia lihat muka saudaranya jadi pucat. siapa yang tidak ingin terbang merdeka bagaikan burung garuda? Bukankah kita bcrdua. Tapi. tetapi walaupun demikian. Pada suatu hari ia meninggalkan rumah-tangga. yang suka bicara banyak dalam hal kepuasan tetapi tak mau b anyak omong dalam hal kegagalan. d ahulupun ada sangat bersemangat. aku cuma dapati ia seorang. apabila ia berhadapan sama lawannya Kiam Beng. ia angkat kakinya! Dia pergi dalam usia dua puluh satu tahun. Kiam Beng jengah. aku telah terima budinya pihak Soh. Soeheng. aku tahu benar . sekarang telah terjadi ini gangguan kepadaku! Menampak orang tidak mau akui semua kekeliruannya. pasti sekarang lukaku itu tidak da pat dikcmbalikan. bahwa beg alnya ada seorang rua yang bicara dengan lidah Liauw-tong. Sekarang aku datang untuk mencari jalan perdamaian. Kiam Gim tidak mau mendesak lebih jauh. pihak Soh tidak pernah berbuat tak selayaknya terhadap aku. kita yang menjadi ayah-bunda tidak ketahui lagi cita-citanya.ia t oh masih menanyakan melit tentang kepandaiannya si orang tua.Di Liauw-tong. bagaimana dengan Tee-hoe? Berapakah anak-anakmu? ia tanya. tidak usah kita jadi gentar. Soetee. ingin merantau dan ciptakan nama dalam dunia Su ngai-Telaga?€Hanya kita orang dapat keluar sesudah dapat perkenan dari guru kita! Tidak demikian dengan Hiauw. Setelah satu anak menjadi dewasa. Kita orang terpisah terlalu jauh. Hoo pa kada Hek Eng Ho. mana bisa aku tidak balas bantu padanya? Sel ama dua puluh tahun. tambah berubah perangainya. tanpa pamitan lagi. ia bilang saja bahwa ia sudah dib egal di tempat tiga puluh lie di luar Kota Hee-poan-shia di Djiat-hoo. Tiba-tiba. air mukanya Kiam Beng pulih dengan cepat. pihak lawan hanya menggunai tangan kosong. bagaimana gerak-ge rakannya. Sebenarnya. akan tetapi di sebelah it u. tetapi karena urusan ini ia anggap penting. la tahu baik perangainya soet ee ini. Ia kata ia tak sanggup menungkuli hari-hari yang tawar. yang angkuh. akhimya soeheng mi berkata: Itu adalah ilmu silat bahagian dalam dan luar yang te lah tergabung menjadi satu. anak itu sudah bisa memanggil peh-hoe kepadamu. Coba dulu sewaktu terluka senjata rahasia beracun tidak ada dia yang tolong obati aku. Kiam Gim percaya. kepandaian siapa tidak tercela tetapi tidak diketahui dari golongan mana. akan tetapi ia kata: Soeheng benar. ia tidak sudi berdiam ngan ggur di Poo-teng. ia sekarang telah pergi mencari jaiannya sendiri. umpamanya ia tidak bisa peroieh kemenangan. dalam usia muda. Apabilasang soetee telah jelaskan. tetapi sekarang. Hiauw ada dengar kata. Aku kena l Tang Kie Eng dan Hek Eng Ho. Kiam Gim heran. ia hanya minta adik seperguruanttu tuturkan duduknya kejadian. saudara itu malu. Menjadi manusia. hingga aku tidak dapat kesempatan untuk mengabarkan kau. tapi sekarang ada orang yang melebihkan Soetee. aku pun sudah tunangkan dia. dia mesti ada orang luar biasa dari Eng Djiauw Boen. nyata ia terharu scndirin ya. maka ia iekas ubah pcmbicaraannya. ia menyahut. Ditanya begitu. mendengar pcngutaraannya itu. ketika kita orang berpisah. Kiam Gim terima keterangan itu sambil bersenyum. Kepandaian itu mirip dengan Sha-tjap-lak-tjhioe Kim-na-hoat dari Golongan Eng Djiauw Boen Bicara tentang Ka um Eng Djiauw Boen. Soeheng . ia menyahut. tidak pernah aku dengar ada or-ang yang paham kim-na-hoat. bahwa ia ingin€€pergi€€mencari pengetahuan dan pengalaman. adalah tenaga Siauw-thian-seng atau Bintang Kecil ya ng dipergunakan untuk singkirkan segala seranganrnu. . entah dia ada di mana . Se lama dua puluh tahun. Eh. orang mesti bisa bedakan kebaikan dari kejaha tan. Dia ada satu lawan yang tangguh.

Aku telah kunjungi padanya. yang sudah tunang kan ia dengan gadisnya satu hartawan sedang ia sebenarnya menaruh hati pada cucu percmpuan dari Kiang Ek Hian dari kalangan Bwee Hoa Koen. Kiam Beng tidak puas melihat sikapnya soeheng mi. mereka adalah orang-orang jahat yang dianjur-anjurkan oleh Tjiong Hay Peng! Bukankah So eheng ketahui. bukankah kita punya tata kehormatan sendiri?€Maka itu. ia jadi tidak senang terhadap sikap aya hnya itu. maka itu. Ah. Selagi ia masih kecil. Si orang tua beriidah Liauw-tong itu cuma berkawan kira-kira sepuluh oran g. sebagaimana dua gu ru silat dan dua muridku. ia melainkan menghiburi. maka itu. apa yang ane h. lekas-lekas ia menambahkan. ada atau tidak kau pcrnah ben tahukan pembesar negeri tcntang sangkaan k au itu? ia tanya. kau pcrnah atau tidak pergi padanya. Putera dari Teng Kiam Beng ada bernama Teng Hiauw. Kiam Gim kemudian bicaraka n soal kedatangannya ini ke Utara. siapa yang benar. Kau benar. Habis. ia hendak merantau dengan andali diri sendiri. mengapa kau pun lihat begini macam padaku? tanyanya. dari siapa ia telah dengar t persahabatan ayahnya dengan Soh Sian Ie. So . ia tidak mau omong terlebih banyak tentang anaknya. Demikianlah. suaranya keras: Walaupun demikia n. rumahnya Tjiong Hay Peng justeru bcrada di Sha-tjap-lak Kee-tjoe itu! €Kiam Gim perdcngarkan suara Oh! tetapi ia terus tutup mulu t.€€ia kata. Soeheng? sang soetee jawab. K iam Beng menikah lebih dahulu daripada soehengnya. Aku duga. Kau lihat. Hay Peng tidak senang terhadap aku? Itu hari. Soeheng. soeheng itu jawab. Teng Hiauw ada berpendapat lain daripada ayahnya. mengetahui kesukaran hati sang soetee. ia berlalu tanpa perkenan lagi. Ia tidak membutuhkan pesan atau surat perantaraan dari ayahnya lagi. Kiam Beng kerutkan sepasang alisnya. Soeheng. Sama sekali aku tidak pandang ren dah padamu. karena mereka ada bawa banyak barang.€Di dalam halnya kit a kaum Rimba Persilatan. ia tanya. apa yang mcncurigai dalam hal ini? Jadinya kau telah sangka Tjiong Hay Peng. Aku justeru kuatirkan pembesar negeri campur tahu urusan ini karena yang tersangkut adalah barang-barang upeti. Air mukanya Kiam Beng berubah pula untuk kesekian kalinya.€€Tapi€€€ia€€tetap€€kenal beberapa anak muda. sesudah mengikuti sampai jauhnya seratus lie lebih dari Kota Hee-poan-shia. apa Soetee tida k dapat cari tahu tentang mereka? Ditanya begitu. ia tidak puas dengan putusan ayahnya. Sctelah itu. Soetee. karena tak dapat bersabar lebih jauh. karena ia sudah masuk umur dua puluh enam tahun. aku tidak takut pada mereka! Aku telah kuntit mereka itu! Hanya. Maka akhirnya. Ka u barangkali tidak ketahui. Rupanya Kiam Beng anggap ia sudah angkat terlalu tinggi pada musuhnya. ia tidak suka berteman sama pegawa i negeri! Sepasang alisnya Kiam Gim bergerak apabila ia telah dengar keterangan itu. Di lain pihak. tanyanya.Kiam Gim bisa mengarti kesukarannya soetee ini sebagai satu ayah. ti dak I ah perlu digunainya pengaruh pembesar negeri! Kau keiiru. semua kena mereka bikin tidak berdaya. Soeheng. Aku menyangka padaTjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay! iamenjawab. dia sendiri tidak m uncul. Kiam Gim kata dengan cepat. Mengenai cita-citanya ini. tetapi ia t idak sudi menemui aku. akan tetapi mereka semua bukannya orang-orang sembarangan. Soetee. sama sekali ada berapa orang kawannya begal itu? Sesudah berhasil dengan perampasannya. maka bi cara sampai di situ. d engan tiba-tiba mereka lenyap di tempat yang dipanggil Sha-tjap-Iak Kee-tjoe. Aku cuma tanya padamu. yang terintang. Jangan bicarakan pula tentang pegawai-pegawai negeri yang turut mengiringi . dia ada lebih tua sepuluh t ahun daripada Lioe Bong Tiap. untuk menanyakan? Kenapa tidak. ia jadi kckurangan kawan. yang turut aku. Biarpun aku bod oh. m ereka pasti tidak terlalu leluasa dengan kepergiannya. aku bukannya satu siauwdjin! Umpama kata benar pembegalan itu telah dilakuka n oleh Tjiong Hay Peng. seumur hidupnya. karen a ayahnya terpisah dari kaum persilatan lainnya. hingga ia jadi kcsepian. aku punya pedang dan piauw untuk memaksa minta pulang ba rang-barang upeti itu! Atau sedikitnya aku undang sahabat-sahabat dari Rimba Per silatan guna memutuskan siapa yang bersalah. ia jadi makin tidak puas.

. Keluar ga Soh itu sudah lantas saja ketahui niat keberangkatannya orang itu. dengan iari kan kuda mereka.etee. demikian katanya. di maghrib itu. kita sudah tidak berlaku tidak hormat. Besok mari kita pergi ke Djiat-hoo. Tapi ia bicara dengan manis serta jelaskan. mereka bakal sampai di Sha-tjap-lak Kee-tjoe. si murid kepala. memain dengan sampokan angin. tetapi dua guru silat. kau bakal lewat di kalangan pengaruhny a Tjiong Hay Peng. sebelumnya itu. soetee itu masih punyakan kehormatannya. hujan dari salju sedang tu runnya. angin dingin sedang membadai. tetapi ia toh menyahut: Meskipun demikian. ia menambahkan dengan cepat: Soetee. Hatinya Lioe Loo-kauwsoe menjadi lega sekali. katanya kemudian. yang kemudian ternyata ada Lie Kee Tjoen mnri dnya Tjiang Han Tek dari Kaum Ngo Heng Koen dan Hoo Been Yauw muridnya Tjian Dji e Sianseng dari Kaum Ouw Tiap Tjiang. Kiam Beng jengah. ditinggai untuk jaga rumah. Begitulah dipastikan. salju telah pa da lumer. katanya. Meski juga hawa udara ada demikian buruk. Ketika itu ada di bulan ketigadari musim Tjoen. Mereka hanya jalan teru s. dua-dua ada dari pihak golongan kenamaan. dia cuma dipengaruhi oleh k eangkuhannya. atau cabangnya. mendesak mohon diajak. burung-burung gembira beterbangan. Dan mereka juga tidak singgah di dalam kota. sedang Kim Hoa . untuk Lioe Kiam Gim perhatikan letaknya tempat itu. cabang dari Gunang Yan San. kepergiannya banyak orang adalah tidak perlu. akan tetapi mereka tidak berbuat demikian. ada datang orangnya Keluarga Soh. pembesar negeri tidak perlu campu r tahu. karena itu sangkaan kita benar atau tidak dia harus dikunjungi. Di sini baha rulah mereka berhenti. Demikian di hari kedua. Sesudah melalui perjalanan sepuluh hari iebih. karena kesesatan di satu waktu. dalam urusan kita kaum Rimba Persilatan. terutama karena keja dian ada di tempat yang termasuk kalangan pengaruhnya. kau telah curigai Tjiong Hay Peng. Pada itu malam. soetee itu nanti seret tangannya pangreh praja. ia angkat tangannya kejidatnya. Juga murid kedua dan murid ketiga dari Kiam Beng. Di waktu demikian di Ka nglam. yang daun-daunnya . d itempat kediamannya Tjiong Hay Peng. Orang keluar dari Selat Hie Hong Kauw. Itu adalah suatu tanah pegunungan.€Siapa tahu. rombongannya Kiam Gim lakukan perjalanan dengan tetap bersemangat. hawa udara agak hangat. Entah bagaimana caranya. yang menanyakan. kau antar upeti. dengan perlahan-lahan. Soetee tentu lebih mengerti daripada aku. Hawa udara di Dji at-hoo beda dengan iklim di Kanglam. rombongannya Kiam Gim ini berangkat. pada mulanya aku tidak berniat berlaku demikian . dengan andali mukaku. Sebelumnya menerima baik. yang banyak pen gkolannya. melewati Lo-sie-boen. Kiam Gim urut-urut kumisnya. Sekara ng temyata. Bantuan pihak Soh ditolak. rombongannya Kiam Beng sampai d i Hee-poan-shia pada waktu Icwat tengah hari. siapa merant au. di tempat pembegaJan. sedang di sampingnya ada aliran Sungai Loan Hoo. perlu atau tidak pihak Soh kirim orang untuk pergi bersama. Dengan jalan ini. yang dulu tunrt Kiam Beng da n mendapat luka juga. di sana kita justeru akan perol eh keterangan. Kau sebaliknya kunjungi dia sesudahnya kejadian. Soetee. jala n di sepanjang Sungai Loan Hoo. Kiam Gim dengan lantas wakilkan soeteenya tampik itu tawaran bantuan dan undan gan juga. seharusnya. diajak bersama. akan tetapi di Kwan-gwa ini. dari situ menuju ke Hee-po an-shia. kau mesti kirim salah satu muridm u pergi membawa karcis nama padanya. atau kadang-kadang angin keras diseling dengan terbang berhamburannya ba tu halus atau pasir. Di sini. itulah keliru. Ia mengucap terima kas ih atas undangan itu. scdang tadinya ia kuatir. Tempat itu merupakan satu selat mirip dengan piring. aku percaya dia tidak akan tidak terima padaku. Di sebelah itu. wakil itu pun undang Lioe Kiam Gim untuk satu perjamuan. Sekarang begini saja. Lantas soeheng ini berpikir. siapa melulu andali boegee. Coba udara ada terang. Di kedua tepi ada rimba dengan pepohonan dan rumput. pohon dan bunga sedang segarnya.sampai di luar kota. besok soeheng dan soetee itu bakal pergi ke Djiat-hoo. dia paling dulu mesti utamakan tata kehormatan. dalam urusan di kalanganny a Kang-ouw. bisa mengerti yan g dia merasa kurang puas. Kiam Gim cari tahu dulu tentang mereka itu. daun dan pasimya pada rontok dan jatuh ke tanah.

Soeheng? ia tanya. Saudara-sau dara ada urusan apa denganku? Mendengar jawaban itu. Kawanan itu Jberlldah Liauw Tong semua. untuk papaki orang-orang itu. dari itu. ia berkata: Soetee. Kiam Gim mundur satu tindak. jalan satu-satunya untuk mereka adalah jalan Utara. mereka siap sedia. suara mana disusul d engan berketoprakannya kaki kuda. Cuma bersangsi sedetik saja. Hampir berbareng dengan perkataan Lioe Loo-kauwsoe ini. aku masih belum mau percaya Tjiong Hay Peng bisa berbuat demiki an. gombolan rumput di muk a rimba kelihatan tersingkap. malam ini juga kit a orang mesti sampai di Sha-tjap-lak Kee-tjoe! € Di saat rombongan ini hendak cambuk kuda mereka. Lihatlah tempat ini. Sin-tek dan Koan-shia adalah kota-kota yang ramai dari Djiat-hoo. telah utus kita hendak menyambut sambil haturkan hormatnya. yaitu Peng-tjoan. lantas memberi hormat pula. sabut dia. Lioe Kiam Gim berlaku tcnang. dari situ muncul beberapa orang. dia berpikir. buat memberi hormat. ia mengawasi sambii hunjuk roman heran. yang goyangi tangan. seraya terus menegur: Apakah di sini ada Lioe Loo-kauwsoe. Kembali Lioe Loo-kauwsoe membalas hormat. sedang Kiam Beng. jangan geraki senjata! katanya. Jangan sembarangan. ia lepaskan lesnya. air mukanya menjadi merah dan padam bergantian. Kiam Gim lantas gerak-geraki tangannya. suatu tanda i a malu dan mendongkol dengan berbareng. orang tadi dengan cara sangat menghormat sudah maju akan serahkan sebuah peti kecil yang memuat karcis nama. Kalau benar mereka datang dari arah Sha-tjap-lak Kee-tjo e. untuk di larikan.Di atas kudanya. Lie Kee Tjoen bersama Teng Kiam Beng dan murid-muridnya menjadi terperanjat. Orang-orang yang tempur kau bukannya orang-orang Kang-ouw da ri tingkat sembarangan. ia Tanya mereka tentang kewarasannya Tjiong Hay Peng. dan Utara dengan Peng-tjoan. guna hunus senjata mereka ma sing-masing. Orang itu. Kiam Gim memandang ke empat penjuru. Dan Sha-t jap-lak Kee-tjoe justeru bcrada di antara Peng-tjoan dan Hee-poan-shia. m ereka lantas bcrsiap. mendengar kabar bahwa Lioe Loo-kauwsoe sudah datang. dan kawan-kawannya. Lioe Kiam Gim tidak segera sambuti peti ita. Sesudah lewat sckian lama. karcna teringatlah ia pada saat pembegal an. men yatakan bahwa mereka hunjuk hormat mereka Mereka sebut dirinya boan-pwee . Aku adalah Lioe Kiam Gim yang rendah. Soetee. ia menyahut. Lioe Kiam Gim Sianseng? Suaranya ada terang. rombongan itu lantas loncat turun dari kuda mereka. Biar bagaimana. Kemudian baharulah ia sambuti .€Bukankah k awanan begal benar datang dari sana? Kiam Beng nampaknya gusar. lalu Lioe Kiam Gim membalas hormat. mengaw asi jauh ke depan. Soeh eng. Guru-kita. Tjiong Hay P eng. sambil menjura. demikian pemimpin rombongan itu. mereka juga tidak mestinya muncul dari Liong-hin. tempat ini menyambung dengan Kota Koan-shia. Kiam Beng semua mengawasi dengan tajam. di Barat de ngan Sin-tek. Di Timur. apakah tidak boleh jadi. tiba-tiba Kiam Gim tahan kudanya dan sambil menoleh pada adiknya seperguruan. paling sedikitnya.€Jadinya. Dengan mi ia hunj uk bahwa ia mengerti adat-istiadat. dengan tergesa-gesa. sikapnya tetap tenang. perbuatan itu ada perbuatannya Tjiong Hay P eng? Jadinya sangkaanku tidak meleset? Kiam Gim berdiam. Kau lihat apakah. tiba-tiba mer eka dengar suara kelenengan yang datangnya dan dalam rimba. seraya menyatak an bahwa ia tidak berani terima kehormatan itu. kawanan bega l tak nanti da tang dari arah dua kota itu dan juga tidak akan menyingkir ke ara h sana. Ia ini maju untuk angkat rapat kedua tangannya. hanya dengan cara yang menghormat sekali. di Sclatan dengan Liong-hin. akan rnenunjuk-nunjuk. ia mencegah. Aku numpang tanya. kecurigaan kau beralasan! Kiam Beng pun tahan kudanya dengan tiba-tiba. maka itu. lalu ia bertindak maju. sopan-santun.€Mari. Kalau begitu. ialah or ang-orang yang lebih muda tingkatannya. dia mcsti ketahui baik tentang kawanan begal itu. Hanya. ia turun dari kudanya. katanya. sedang kau orang sendiri datang dari Selatan. ia menjawab kemudian. Selagi ia hendak tanya. tidak ada alasan yang dia tidak mendapat tahu. Kiam Gim sebaliknya berlaku tabah. sedang yang jalan di muka ada s eorang yang tubuhnya kekar. untuk loncat turun dari kuda. siapa ad anya mereka dan guru mereka.

Di waktu maghrib. terang ia ada merasa sangat tidak puas berbareng malu. hingga Lioe Kiam Gim dan orang-o rangnya Tjiong Hay Peng pada tahan kuda mereka dan menoleh. Tidak menunggu sampai di depan rumah se kali.peradatan. belum sempat Kiam Gim menoleh.€Ia mel ainkan tidak puas. karena kalau ia cegah. sama tingkatannya. terutama di muka umum itu. di saat dan tempat seperti itu. berselang setengah jam. sedang Kiam Beng tidak senang. kenapa Tjiong Hay Peng bisa demikian cepat dapat ketahui kedatangannya. karena dalam hatinya. sudah mencelat ke depaanya.peti itu. Kiam Gim ada seorang yang halus budi bahasanya. sampailah mereka di. ia nampaknya kurang puas. sambil hunjuk separuh-kehormatan. muka rumahny a Tjiong Hay Peng. dengan ini mewakilkan Soepeh kita menyambuti kehormatan! Utusan itu pandang Loei Hong. mereka sudah I lantas lihat Sha-tjap-lak Kee-tjoe. tetapi ia serahkan peti kecil itu. untuk dibikin jadi lapangan piranti berlatih silat. murid terhadap murid . kita harus bersikap merendah. kau tidak perdulikan aku. karena ia mesti hunjuk air muka berseri-seri. Kiam Beng tidak inginkan kehormatan luar biasa itu. soetee ini masih saja kukuhi adat. untuk dengan roman sungguh-sungguh memesan: Soetee. guru terhadap guru. m aka ia suruh muridnya yang menyambuti. apabila sam pai terbit pula gara-gara tidak diingin. biarpun utusannya Tjiong Hay Peng merasa tidak puas. sedang pada sekalian tetamunya tetap dengan car a hormat ia haturkan terima kasih. Iapun tidak bisa cegah Loei Hong. Tjiong Hay Pen g kirim karcis nama.€€€itulah sebabnya kenapa ia tidak puas dengan perbuatan soeteenya. ia tidak mau menegurnya. untuk hadapi rombongan utusan. tet api meskipun demikian. sang mu-id. Orang berjalan pula. Kiam Gim beramai mengikuti. si utusan toh ada wakilnya Tjiong Hay Peng. orang ada sangat hargai adat-istiadat. di saat tangannya€diangsurkan€€€untuk menyambuti. Kalau Kiam Gim yang sambuti sendiri. Boen Yauw itu hunjuk hormatnya seraya kata: Aku mesti urus suatu apa di kota dusun. ia hendak hunjuk keluhuran€€mertab atnya. kau menyambut dan membaiki secara begini rupa. Umpama orang jahat yan g tinggal di situ. ia ulur kedua tangannya seraya berkata: Aku Loei Hong. silakan Tuan-tuan jalan terus. dengan Lioe K iam Gim ada asal satu derajat. dengan tidak tunggu jawaban lagi. Tapi. sebentar di dalam. Rumah itu terletak di muka rimba. tapi sekarang Soeheng datang. Karena ini ada cara menghormat yang panta s. dengan tiba-tiba Teng Kiam Beng ucapkan beberapa patah perkat aan pada Hoo Boen Yauw. setiap saat dia bisa lari sembunyi ke dalam rimba. kemudian selagi menantikan.€Demikian ia mendeluh di dalam hati nya. Belakang rumah hampir nempel sama rimba. Kalau yang sambut ada orang lebih muda. Ini pun ada salah satu sebab kenap .Ketua dari Heng Ie Pay. Begitulah dengan cara hormat. sungguh. Sementara itu Kiam Gim heran. . ia toh tidak bisa bilang suatu apa. Kiam Beng tidak. itulah yang dibilang. ia kata: Ketika aku datang. Lioe Kiam Gim juga awasi murid soeteenya. guru silatnya dari Kaum Ouw Tiap Tjiang. ia larikan kudanya untuk pisahkan dir i. ia jad i hunjuk bahwa ia tidak menghargakan soeteenya. aku mohon dengan sangat agar kita terlebih dahulu hunjuk kehormatan kita . aku tidak dapat mengurus terle bih jauh! . ia sambuti peti dari Loei Hong. sudah seharusnya kalau yang sa mbut peti kecil itu adalah muridnya Kiam Gim atau orang yang lebih muda tingkata nnya. Sekarang juga kita akan datang mengunjungi! ia tambahkan. ialah Loe i Hong. Rombongan itu lantas sajajalan di depan. utusannya itu pasti ada orangnya dari tingkatan€€lebih€€rendah. atas mana orang she Hoo ! itu larikan kudanya keluar kalangan. mengucap sepatah kata. Dalam kalangan Kang-ouw. Kiam Gim sudah ajak rombongannya turun dari kuda mereka€€€€dan€€€€minta€€€€supaya ked u diwartakan terlebih dahulu. sebentar aku akan hunjuk hormat belakangan kepada Tjiong Loo-kauws oe! Lalu. ia tarik tangan bajuny a Teng Kiam Beng. jangan sekali menuruti nafsu amarah. Selagi berjalan. itu adalah tanda penghormatan luar bi asa. di depannya ada bukit yang digali dan dipapas. yang berbarengpun ia kedipi mata: Kenapa kau tidak lekas wakilkan Soepeh untuk sambut peti itu? Atas itu. turut mencegah. akan tetapi karena€€soeteenya tidak€€salah. murid Thay Kek Pay. dengan tiba-tiba Teng Kiam Beng serukan muridnya yang kedua.

Kemudian. dengan sekonyong-konyon g. sungguh sayang! katanya. satu muridnya Hay Peng muncul dengan satu nenampan batu pualam yang besar. Hany a lacur ada Loei Hong. tetapi sekarang ia pakai tempat arak yang besar dan kasar. sudah sepantasnya ia hormati dulu Ketua dari Thay Kek Pay. Lioe Kiam Gim berlaku lebih sebat dari murid itu. Hay Peng sudah lantas kasih pertunjukan pula. untuk sambuti arak. Semua cangkir yang indah. dan airnya lantas m enyiram arah Teng Kiam Beng punya muka. cawan itu melesat ke tinggi. ia masih ingin mencoba satu kali lagi. la€€pakai baju bulu. bukannya si murid yan g melakukannya. benar ia masih se mpat berkelit dari pecahan cawan. si murid kedua. Tapi sebenamya. Tadi ia suguhkan teh kepada teta mu-tetamunya. Tuan rumah dan tetamunya segera juga bcrdiri berhadapan dan saling member! hor mat. menyambar juga pe cahannya. ini cawan teh tidak kuat! Aku pun sudah tua. melewati Lioe Kia m Gim. yang berada di samping. tapi air toh mengenai mukanya yang jadi basah! Berbareng dengan kejadian itu. ia berseru: Ah. Tjiong Hay Peng lantas a dakan pertemuan untuk sekalian tetamunya itu. nampaknya sabarsekali. hingga malah pun sisa delapan ca wannya yang lain. ia senantiasa waspada. hingga ia terluput dari serangan gelap itu. satu muridnya Tjiong Hay Peng bergerak. di mana. untuk menangkis sambil menyampok k eras air dan pecahan cawan itu. Kiam Beng bersangsi. sekarang ia hendak menyuguhkan arak. kemudian pihak tetamu diundang masuk ke niangan tetania. Ket ika tuan rumah dekati ia. tidak tahuny a. yang memain antara cahaya api. untuk menya nggapinya. ia bilang. atas mana ada sepuiuh cawan yang berukirkan sansoei yan g berwama merah. apapula kepandaian luhur dari Lioe Kiam Gim. akan tetapi. sembari lemp ar ke samping itu nenampan kumala. yang tidak salah lagi mcsti murid-murid He ng Ie Pay. pintu rumahnya Tjiong Ha y Peng sudah dipentang dan tuan rumah kelihatan muncul dengan tindakannya agak t enang. Ia tahu Tjiong Hay Peng sedang pertonto nkan kepandaiannya. tidak turut jatuh. akan tetapi diam-di am. Tuan. Kiam Beng sudah menduga orang tidak bermaksud baik. Tapi. ialah guci arak terbuat dari besi yang beratnya dua atau tiga puluh kati. aku kesalahan membuatnya pecah. maafkanaku! Selagi nenampan terlempar. ia lantas saja menyuguhi pada Teng Kiam Beng. Selagi Tjiong Hay Peng dengan cawan di tangan datang mendekati. tetapi Tjiong Hay Peng yang sambuti cawan teh. Di antara sinar bulan. berbareng dengan mana. Dan. Lioe Loo-kauwsoe gunai hanya dua jeriji tangannya. di mana ia sendiri ada Ketua dari Heng Ie Pay. ia masih sempat gunai tangan kanannya. kelihatan-bcberapa orang. hingga aku kena bikin kaget tetam uku . Sebagai alasan. belum ia berdiri betul. ia wakilkan Tjiong Hay Peng akan haturkan semua teh itu kepada sekalian hadirin . airnya tidak tumpah! Untuk ini. sambil be rdiri rapi. Walaupun muridnya yang membawa nampan untuk menyuguhkan. jago Thay Kek Pay itu benar-benar tidak boleh dipandang enteng. Tjiong Hay Peng juga insyaf. Teng Kiam Beng tidak hunjuk kemurkaan. la pun telah lihat lirikan soehengnya. Tjiong Hay Peng hunjuk rupa kaget. dengan berlompat. tetapi ketika cawan untuk Kiam Beng dihaturkan. dengan ini cara. harap maaf.a dia suruh Loei Hong wakilkan Kiam Gim sambuti karcis nama. kalau sampai rusak. ia lantas berbangkit. Selagi itu soeheng dan soetee berpikir masing-masing. berbareng denga n itu. Hay Peng mcnghaturkan maaf. Dengan sikapnya yang merendah. Di lain pihak. dan dia sendiri y ang mcnyuguhkannya secara biasa. Mereka berdua tcrpisah satu dari lain jauhnya dua-tig a kaki. dan selagi si tetamu menyambuti sambil merendah. ia mesti kagumi lawan punya kepandaian yang liehay. ia maju akan tanggapi nenampan itu. Tadi ia gunai cangkir yang in dah. Baharu saja orang bcrduduk. ia hendak menyingkir dari Lioe Loo-kauwsoe. Tjiong Hay Peng sudah dorongkan gucinya dengan arah o . Teng Kiam Beng bangkit untuk menyambuti. terus saja pecah sendirinya. maka terjadilah suatu hai yang hebat. akan tetapi walaupun ia tidak sepandai soehe ngnya. Kiam Beng terperanjat bukan main. ia ragu-ragu tuan rumah itu menjamu dengan sungguh-sungguh atau itu adalah semacam pesta Hong Boen .

sebaliknya daripada menyangka H ay Peng. Segera ia angkat kedua tangannya. ia kata: Jangan seedjie. Begitu. Kiam Beng bis a duga itu. kau pikir? ia tanya. jempolnya dipertunjuki. seraya tepuk tangannya. kau mau apa? Ta pi kau sendiri. Tjiong Hay Peng berloncat bangun. iapun . Tjiong Hay Peng tidak lagi ma nis budi seperti dulu-dulu. yang datang sama tengah. benar-benar ada terjadi demikian? Ah. tubuh mereka jatuh duduk di kursinya m asing-masing. kemudian dengan sebat sek ali. dengan tangan kiri. sampai ia tak dapat kendalikan pula dinnya. Kiam Gim gunai sepasang sumpirnya. Teng Toako. Lioe Toako. sampai orang telah kena pecundangi! Habis. Tjiong Hay Peng terima tiga cawan. Siapa sangka K etua dari Thay Kek Pay. sebaliknya. tubuhnya berdiri tegar. dcngan gunai sumpitnya itu. aku bisa ambil sendiri! Oleh karena ini. Ia tanya kalau-kalau Ketua Heng Ie Pa y itu ketahui siapa orangnya yang sudah uji Teng Kiam Beng. Dengan sikapnya yang merenda h. Sudan. dua-dua Teng Kiam Beng dan Tjiong Ha y Peng mundur sendirinya. ia tertawa tawar. Soetee. Teng Kiam Beng yang namanya menggetarkan dunia Kang-ouw. yang dengan diam-diam telah gunai mereka punya tenaga dalam atau khie -kang. mereka lantas mulai pasang omong. akan akhirnya. aku hams kasih selamat pada kau! kata Lioe Kiam Gim sambii tertawa. ia mohon tuan mmah suka bantu ia. Serangan gelap dari Hay Peng ini. Guci itu. Sampai di situ. kemudian dengan seb elah tangan mencekal mulut guci. Karena ini. kau orang berdua janganlah terlalu seedjie! berkata Lioe Kiam Gim sambii tertawa. malah dia berani lakukan kejahatan di dalam daerah pengaruhmu ini? Kenapa dia bisa mondar -mandir dengan merdeka? Kenapa orang tidak pandang mata sama sekali kepada Tjion g Toako? Tjiong Hay Peng tidak gusar. Aku harus didenda tiga cawan! Dengan scbenarnya.€ Tapi aku tidak merasa hilang muka! Dengan . akan biki n orang tcrluka hebat di bagian dalam badan dan menjadi tapadakpa. Pertentangan itu ada hebat Karena kedua pihak sama tangguhnya. Tjiong Toako. kenapa aku tidak dapat tahu? Sikap ini membuat Kiam Gim jadi mclcngak. dua-dua lantas keluarkan keringat dingin pada jidatnya masing-mas ing. dengan limbung. ia buka tutup tersebut. Ia terus bersikap sewajarnya saja. kau Ketua dari Heng Ie Pay. guci arak jadi kena ditahan di tengah-tengah di antara kedua orang itu. Bukan. Ia ge druki cangkir araknya seraya kata dengan nyaring: Ya. tidak perduli pihak tetamu berlaku demikian ramah-ta mah. kecuali ada pihak ketiga. yang pandai ilmu pedan g Boe-kek-kiam. telah kena dipermainkan oleh satu tua bangka! Malah tua bangka itu cuma gunai tangan kosong yang berdaging melulu! Kiam Beng jadi sangat gusar. ialah Teng Toak o. ia hanya tahan mulutnya guci it u. Tjiong Hay Peng tertawa seperti sewajarnya. Maka kejadiannya. sungguh kau liehay! ia memuji. tergantung di antara dua sumpit itu. ia berlaga menghela napas. ia berpura-pura tidak ketahui hal pembegalan itu. lama-lama kedua nya akan terluka masing-masing sendirinya.tidak mau melepaskanny a. yang mewariskan tiga rupa kepandaian liehay dari Thay-ke k Teng. bisa menolak. ia sengaja tidak mau terima suguhan. hingga guci jadi terlepas dari cekalan nya Tjiong Hay Peng. man kasih aku yang mewakilkannya! Sambii bcrkata begitu. apabila tidak sampai membinasakan. ia malah hunjuk roman ter peranjat. bersama araknya ada kira-kira lima puluh kati beratny a. akan jepit tutup guc i. melainkan aku tidak pernah memikirnya! demikian jawabannya. Sesudah keduanya berpisah dua puluh tahun lebih. ia pakai cawan akan sendok isi guci. orang itu sudah tidak lakukan kunjungan kehormatan kepadamu. Kemudian lagi. ia teruskan jepit lehernya guci itu. akan hirup araknya! Setelah masing-masing lepaskan tangannya. Lioe Kiam Gim utarakan maksud kedatangarinya. Kedua-duanya tidak bisa keiuarkan kata-kata! Adalah kemudian. Dengan agak likat. memang ia tidak pandai bicara. aku Teng Kiam Bcng belajar silat tidak sempurna. dalam Rimba Persilatan kenapa toh ada orang Kang-ouw. jikalau kau tidak ingin terim a suguhannya Tjiong Toako. seraya ia hampirkan dua orang itu.rang punya dada. Tjiong Toako. apakah benar-benar Tjiong Toako tidak ketahui kejadian itu? demikian ia cuma bisa tegaskan. yang lewat di sini. ia b erseru: Oh. Hay Peng tidak. Ah.

Sudah dua puluh tah un kita orang tidak bertemu. yan g di kalangan Kang-ouw sudah jadi buah pembicaraan. Ia pun menge rti. siapakah yang telah lakukan perbuat an itu. aku tidak mampu biki n orang tunduk. sungguh kita tak tahu su atu apa. aku percaya. akan tetapi. ia tidak jerih. urusan bisa jadi kacau. hingga orang berani tangkap kutu di kepala harimau. ak hirnya ia menjawab. Tunggu dulu.mata pada sahabat ini. aku hanya dapat nama kosong belaka. karena kita memangnya sudah bersiap. hingga Hay Peng dengan tersipu-sipu mesti balas horma tnya itu. Tjiong Toako. kita toh harus ingat persahabatan kita dari bebcrapa puluh tahun itu. ia menjura. kita bakal binasa secara kecewa . baiklah Toako tanyakan beberapa tetua dari Liauw-tong itu. dengan suaranya yang sabar. Kau ada penduduk sini. sudah pasti sekali aku sendir i akan kunjungi mereka. Toako! mencegah Tjiong Hay Peng. ada berapakah orang yang hidup scumur kita ini? Dari itu umpama kita tidak ingat sesama orang Rimba Persilatan. tolong kau tetapkan suatu hari untuk aku b erk unj ung kepada mereka. apabila ada beberapa tetua itu menghendaki menemu i aku. walaupun demikian. maka adalah selayaknya saja apabila orang tak lihat mata padaku! Hanya kalau sampai Teng Toako sendiri orang tidak pandang. sungguh. dan kau pun datang dari tempat yang jauh sekali. aku moho n Toako suka berdiam padaku untuk beberapa hari. untuk setelah itu. ia mendahului pamitan. Satu hal masih ia sangsikan. maka itu. aku minta kau suka capaikan hati akan turut dengar-dengar. yang hendak bikin pertemuan dengan ia. tidak seharusnya kita orang bersikap sebagai sesama o rang-orang asing. inilah. Tjiong Toako. kita ada saudara-saudara dari bebcrapa puluh tahun. kau berkenalan luas. Karena orang bicara dengan lidah Liauw-tong. Kiam Gim sudah lantas berbangkit. umpama kata mereka tidak sampai datang padaku. Tidak berani aku menerimanya. untuk segara pamitan. makajuga. ah. karena itu. Toako. Dengan kega gahan. sikap siapa ada merendah tetapi pun sungguh-sungguh. hingga s edikitnya ia hams memandang . Dua kali Kiam Beng merasa terhina. Lioe Kiam Gim berbangkit. ia tahu benar. Benar dcngan Teng Kiam Beng iamengganjal hati. la insyaf. € Tjiong Toako. Tentang Kiam Beng. Satu hal aku bisa terangkan. aku jadi mcnsia-siakan sahabatku i . Toako.kepandaianku yang tidak berarti. yaitu sesudah berpisah dua puluh tahun lebih. atau kalau tidak. menghad api tuan mmah. kita ada orang -orang yang sudah berusia hampir enam puluh tahun. dia ini masih tetap berada di piha k pembesar negeri. sebelumsaudaranyajawab tuan rumah. pastilah Toako akan peroleh keterangan. Di Sha-tjap-lak Kee-tjoe ini aku ada beberapa sahabat. dengan kebijaksanaan. Habis berkata begitu. aku tidak bisa bilang suatu apa! Kembali Teng Kiam Beng kena tersindir. kalau€€€ada€€€ganjalan€€€sesu hamsnya itu dikasih lewat. umpama kita tnesti binasa. aku tidak bisa menindih orang. Akan tetapi. tidak dapat ia terus bcrpura-pura tidak ketahui tentang pembcgalan itu. kata ia dengan merendah. malah ada bersifatkera s. romannya sibuk. Jikalau tetap kita ti dak ketahui kekeliruan kita. tetapi dengan Lioe Kiam Gim ia ada bersahabat kekal. aku hendak mohon kau ba ntu sedikit kepadaku. karena mereka ada bercita-cita demiki an. ca ra bagaimana Toako hendak kembali secara tergesa-gesa begini? Apakah Toako ccla gubukku buruk hingga tidak surup untuk menyambut Toako? Biar bagaimana. Tjiong Hay Peng kena dibikin tergerak hatinya oleh perkatannya orang she Lioe ini. Tidak perduli orang itu ada tertua dari golongan mana. aku percaya kau. ia tidak tahu. perbuatan apa yang kelini dari kita. Kiam Gim ada bersa tu haluan dengan Kiam Beng atau mereka dua saudara seperguruan masih tetap berla inan paham. berkata Lioe Loo-kauwsoe. jikalau ia tidak ubah haluan. akan tetapi kita hanya hendak tanya. Ia kata: Terima kasih untuk kebaikan kau. di Liauw-tong ada beberapa orang kenamaan yang ingm bertemu sama Lioe Toako dan bertjita-tjita main-main dengan Teng Toako. ia tak dapat singkirkan kemendo ngkolannya. menyesal aku tidak bisa berdiam di sini. di samping itu. kita orang menghaturkan maaf agar perkara dapat dibikin habis. Kiam Gim heran kenapa ada orang Liauw-tong. kau tidak ketahui suatu a pa mengenai itu pembegalan. Sebelum suasana menjadi lebih hebat. Dengan sebenarnya aku tidak tahu siapa itu orang yang telah iawan Teng Toako.

hingga untuk sedetik. dan tidak kandung niatan menghamba pada Kcrajaan Tj eng. yang menyerang secara sanga t hebat. Kiam Gim mengawasi dengan tak maju lebih jauh. hin gga karenanya. disusul sama suara tertawa dingin. ia nyatakan suka ikut. terus ia bertindak keluar. bagaikan naga saja. Hanya kemudian. Sembari b erlompat. urusan ini akan ada baiknya untuk kau! Setelah kata begitu. Kiam Beng balas menjura seraya iapun gunai kepandaian dari Thay Kek. Ia tidak kaget. Untuk ini aku tidak bisa berjalan bersama-sama kau. Sampai lain hari saja. u ntuk peroleh pengertian satu dengan lain. De ngan loncat terus. dan dengan tidak perdulikan pantangan kaum Kang-ouw. akan lenyapkan salah paham. Kiam Beng tetap masih suka bercampur sama pembesa r negeri dan tabiatnya tetap keras. atau dusun. aku nanti datang pula bersama-sama soehengku ini! Setelah kata begitu. akan mencelat masuk ke tempat pepohonan itu. mer eka tak mampu bcrbangkit. tetapi ketika mereka sa mpai di pintu. kepandaian mereka berdua ada berimbang. untuk melompat kedepan. ia kembali ke rumahnya Ketua dari Heng le Pay. untuk antar sekalian tetamunya itu. ia berputar diri. ia lolos dari kemplangan itu. adatnya tinggi dan suka diangkat-angkat. tiba-tiba ia berbalik d an kata pada saudaranya itu: Soetee. la dapat kenyataan. terutama mengenai soeteenya. Nyata Kiam Gim hendak kembali ke Sha-tjap-lak Kee-tjoe. mereka itu rubuh dengan tubuh terpelanting. Kiam Beng pakai mantelnya. Kau jangan k uatir. tangan kanan di depan. berdiam saja. ia anggap perlu ia ketemui sendiri pada Tjiong Hay Peng. hanya terang . yang tadi Kiam Beng suruh Boe-soe Hoo. Kiam Gim sebaliknya. ia berlaku tenang s ekali. Hanya. . ia tahan tub uhnya. tindakannya sembrono Di sebelah itu. dari kiri dan kanan. yang tinggi di kiri dan di kanan. Kiam Beng masih saja mendongkol. Ia sampai dengan ce pat. hatinya tidak terkesiap. h ingga dengan saling susul. toya mereka masing-masing mengenai tempat kosong. menjerunuk tubuhnya ke depan. ketika mereka mendekati pasar. pergilah duluan ke rumah penginapan. Besar nyalinya. hingga ma ta mereka jadi berkunang-kunang. hingga ia lenyap dari pemandangan saudaranya sekalian. kata Tjiong Hay P eng yang berbangkit. soetee ini belum sampai berkh ianat terhadap kaum Kang-ouw. kalau itu beberapa tetua dari Liauw-tong sudah sampai . tiba-tiba ia tampak berkelebatnya dua bayangan di sebelah kanan. Justeru itu. rom bongannya turut sikapnya itu. dengan ya-heng-soet. yang bergunduk-gundukan dan banyak pepohonannya. Ia segera berhentikan Itindakannya. Dcmikian. ia menga wasi. aku tak dapat menahan lagi kepada kau orang. ia tidak lihat suatu apa. ada menyambar masing-masing sebatangioya. Seberlalunya dari rumah Keluarga Tjiong itu. tapi begitu lewat. Selagi ia mendekati jalanan gunung. hingga Hay Peng tak dapat berbuat apa-apa. di situ mesti ada salah faham. Selama di tengah jalan. kembali ia uji kepandaian orang. ilmu lari di waktu malam. yang anginnya sa mpai menerbitkan suara menderu-deru. akan menemui sendiri p ada Tjiong Hay Peng. hingga ia menggerutu dan caci Tjiong Hay Peng. deng an sekonyong-konyong. yang anginnya menyambar dengan ker as. untuk memb eri selamat jalan. Kiam Gim tekuk kedua lututnya. Oleh karena itu.€Ia bersikap Liong heng tjoan tjiang . untuk tan gkis itu serangan gelap. Ia percaya. Dalam gelap-gulita. tertawa menghina. k e rumah penginapan. Kiam Gim loncat turun dari kudanya. Boen Yauw dari Ouw Ti ap Tjiang pergi urus siang-siang. Sebaliknya kedua penyerang. lenyap dalam sang malam. ialah selagi menjura. Kiam Gim menyapu kepada dua orang itu. dengan gunai ilmu lari yang keras. Kiam Gim semua menuju ke pasar. terus saja ia berlari -lari. ia kembali d engar beberapa kali tertawa dingin. aku ada punya suatu urusan! Kiam Beng tanya. ia gunai tenaga tangannya. iapun berseru: Sahabat siapa main-main di sini? Dengan main sembunyi-se mbunyi. apakah artinya itu? Benar selagi tubuhnyajago Thay Kek Pay ini mencelat. Sampai di situ. sebat luar biasa. urusan tidak ada sedemikian sederhanaseperti tap ikir pada mulanya. kepala mereka pusing. soeheng itu ada mempunyai urusan apa. tangan kiri di dada. Ia insyaf. bertemu ri mba tak boleh lancang memasukinya . Jikalau demikian.tu. Kiam Gim bilang.

apabi la mereka tidak ambil sikapnya. makaitu. Nyata Lioe Loo-enghiong terlalu memandang orang enteng sekali! ia kata. untuk berlatih. Aku ingin sekali belajar kenal dengan Tuan-tuan.Ada permusuhan apa di antara aku si orang she Lioe dengan Tuan-tuan berdua hing ga Tuan-tuan. Kiam Gim ada mendongkol sekali. Dua orang itu adalah Pek-djiauw Sin Eng Tok-koh It Hang serta In Tiong Kie. segera ia memandang ke arah pepohonan dari mana suara datang. mak a itu. Jikalau Djiewie memaksa hendak mcmbcri pengajaran kepadaku. Rita dua saudara walaupun bodoh tetapi baharu dua-tiga gcbrak masih bisa juga melayani . orang she Lioe ini ada bertabiat sama atau tidak dengan Teng Kiam Beng. dari itu. di waktu malam gelap begini. tinggi tubuhnya enam k aki. Di sini tidak ada bicara tentang soeheng dan soetee! sahut si orang tua yang muk anya bersemu merah. s . Demikian ia lihat nyata. kata ia dengan nyaring. Ia tidak us ah menantikan lama akan tampak munculnya dua orang tua dengan rambut dan kumis-j enggot ubanan. baiklah. ia tertawa terbahak-bahak. S udah sejak lama mereka kagumi Lioe Kiam Gim. dari itu. cara bagaimana mereka dapat terima pengajaran da ri kau? Mereka pun tidak sampai mengganggu walaupun selembar rambut Loo-enghiong ! . bukankah kau orang ada orang-orang yang pada bulan yang lalu te lah memberikan ajaran kepada soeteeku? Djiewie. adalah Tok-koh It Hang yang dengan tangan kosong telah uji Teng Kia m Beng. entah kapan dan di mana pernah aku berlaku tidak selayaknya kepada Djiewie? Orang tua muka merah itu tertawa berkakakan. Lioe Loo-enghiong terlalu merendahkandiri! berkataia. Kita memohon pengajaran den gan sungguh-sungguh. mereka sekalian niat ikat tali persahabatan dengan kaum Rimba Persilatan di Kwan-Iwee (Tionggoan). atau dari dalam pepohonan terdengar suara terta wa bergelak-gelak yang disusul dengan kata-kata: Jangan gusar. Kita melainkan mohon terima pengajaran dari Lioe Loo-enghiong buat dua atau tig a gebrak saja! Dalam hatinya. Akan tetapi kedatangan mere ka ke Djiat-hoo ini bukan melulu untuk coba Teng Kiam Beng. samasekalikitatidakkandungmaksud jahat! Sud dh lama kita dengar hal boegee dari Thay Kek Teng serta tiga rupa kepandaiannya yang menggetarkan Rimba Persilatan. Lekas sekali. kita harus mohon pengaja ran dari kau sendiri. yang Kiam Gim kenali dengan baik. terutama T ok-koh It Hang yang selama beberapa puluh tafiun belum pemah ketemu tandingan. hanya mereka belum tahu. Cahaya lemah dari rembulan dan banyak bintang membuat jago tua in i bisa melihat jauh terlebih tegas. terimalah hormatnya Lioe Kiam Gi m! Dan jago ini hunjuk hormatnya. Ke tua dari Pie Sioe Hwee. orang berniat menghajar kalang-kabutan pada satu ku ali bubur ? Akan tetapi. yang kedua romannya keren. Djiewie Soehoe. tidak dapat tidak. hanya cara dua€€orang€€ini€€adalah€€terlalu mendadakan dan mereka juga tidak pakai atura g biasa. aku si ora ng she Lioe bersedia untuk menemani. Kumpulan Pisau Belati. matanya tajam. Itu adalah suara dengan lidah Liauw-tong. Kebisaanku si orang she Lioe ada tidak berarti. di luar dugaan kita. pakaiannya serupa. dari itu. Belum dua orang itu menyahuti. ia atasi dirinya sendiri. Lioe Loo-enghiong! Mencoba-coba kepandaian di kalangan Kang-ouw atau Rimba Persilatan ada hal umu m. bagaikan sinar kunang-kunang sa ja.€Kenapa orang ada begini kasar? Ke napa. Jadi dugaannya Law Boe Wie adalah t idak keliru. justeru di sini ada mengenai nama baik guru atau rumah perguruannya. Kiam Gim bersedia untuk mengiringi. mereka bcrlaku kasar. kumis-jenggotnya panjang. Aku si orang she Li oe belum pernah bertemu dengan Djiewie. merekaingin mencoba-coba juga. mana aku berani terima pengajaran dari satu ahli? kata ia. la insyaf bahw a ia lagi hadapi orang pandai tetapi ia tidak jerih. tanpa sebab dan alasan. Salah satu yang mana akan maju terlcbih dahulu atau Djiewie akan maju dua-dua dengan berbareng? Si orang tua muka merah melirik dengan tajam. orang tua yang satu berbaju biru dan gerombongan. untuk punahkan tiga rupa ilmu kepandaiannya. jago Thay Kek Pay ini tekapi kedua tangannya. mukanya bersemu merah. sudah memegat dan membokong kepadaku? tanya ia dengan sabar. nama Ketua dari kaummu itu ada namakosong belaka. Lioe Loo-enghiong! Duabocah ini hendak menemui orang yang tertua.

Jadinya bukan orang tak pandang mata kepadanya. Terus ia bilang: Sudah beberapa puluh tahun aku tidak berlatih lagi dengan golok atau pedang. dari itu sekarang aku mengharap pengajaran dengan tangan kosong jugaJ Diam-diam hatinya In Tiong Kie tergetar. Dengan scnjata mereka memegat di tengah jalan itu. tiba-tiba dari pinggangnya. Bukankah bunga merah dan daun hijau asal ubi t eratai putih dan tiga agama pokoknya satu ?€Kita ada or-ang-orang Rimba Persilatan. dari itu untuk tidak mendapat malu. ia hanya bersenyum pula. Setelah mengucap demikian. akan tetapi In Tiong Kie pegat ia. ilmu pedangnya lawan ada kesohor akan tetapi ia andali betul senjatanya sendir i yang istimewa. i a memberi hormat.€Ia percaya. hingga bisa digunai sebagai cambuk dan ruyung berbareng untuk meli bat golok atau pedang lawan. silakan! Eh. oleh karena t ulang-tulangku taktahan dengan pemukul . dengan tekap kedua tangannya. aku jadi sangat asing dengan semua senjata itu. Mana. aku punya sepasang t anganku ini. asal Kiam Gim beda daripada Kiam Beng. dengan hati yang panas. apabila terjadi siapa ka lah dan siapa mcnang. sahut ia dengan merendah. apabila akan gagal. dan di ant ara sambaran angin. Lioe Kiam Gim balas hormat itu. tanpa tunggu jawaban lagi. aku ingin Lioe Loo-enghiong ajarkan aku barang satu atau dua j urus! In Tiong Kie tidak liehay bersilat tangan kosong. Toako. Harap Loosoehoe ketahui baik-baik bahwa sesuatu orang mempunyai senjata kesukaannya sendiri! Loosoehoe mempunyai cambukmu. Dengan itu cara orang jatuhkan pamomya Thay Kek Pay. memang menang atau kalah bukanlah soal. Kiam Gim tidak lantas menjawab. cara bagaimana kita orang tidak bersahabat? Nah. ia ingin adu senjata. yang dilibat dengan ur at-urat ular. silakan kau mulai lebih dahulu! In Tiong Kie tidak bilang suatu I apa. si Keanehan-dalam-Awan s egera mendahului lompatmaju ke depannyaKiam Gim. Lioe Loo-enghiong. Loo-soehoe. lantas saja ia bersenyum. Tjiang-boen-djin dari Thay Kek Boen dari Keluarga Teng. Itu adalah rotan keluaran Timur-utara yang ulet. umpama kata ia tak peroleh kemenangan. setelah dengar ia ditantang untuk gunai pedang. nama Thay Kek Pay hendak diangkat kembali. tinggallah kau di belakang. benda itu memperlihatkan diri sebagai cambuk Kauw-kin Hong-li ong-pian . karcna dia hendak mcmul ihkan muka soeteenya yang oran g rubuhkan dengan tangan kosong. Lioe Kiam Gim telah rubuhkan dua muridnya Tok-koh I t Hang. maka itu. Ini dia yang dibilang anjing kuning dapat m . t elah dirubuhkan Tuan-tuan dengan tangan kosong. sambil tertawa haha-hihi: S udah lama aku dengar liehaynya Thay Kek Tjap-sha-kiam. sekarang dengan tidak tah u tenaga sendiri. dengan sangat merendah. kita cuma ingin berlatih.€€€Hanya€€€ia€€€m mcnyesal. dengan itu cara j uga. tidak nanti sampai ia kena dikalahkan. biar kita sambut itu dengan tertawa. oleh karena kita bukan bertempu r untuk mati atau hidup. aku main-main dengan kau.ekarang ia ingin uji Kiam Gim untuk sekalian bersahabat dengannya. Kiam Gim tidak terperanjat melihat orang kehiarkan ruyung atau cambuk istimewa itu. Tok-koh It Hang ingin mencoba terlebih dahulu. biamya ia tahu . terang Djiewie a da sahabat-sahabat baik. soeteeku. Silakan. yang ia telah yakinkan beberapa puluh tahun lamanya. terang Lioe Kiam Gim t idak dapat dipersalahkan. barusan pun ia saksikan send iri. sukalah kau mengalah sedikit. iatarik keluar suatu penda yang melibat pinggangnya itu. jangan kita orang bua t pikiran! ia kata. Djiewie ada baik sekali hendak memberikan pengajaran kepadaku. Biar siauwtee ma ju lebih dahulu. kata ketua Pie Sioe Hwee ini. dalam satu gebrak saja. kenapa kau tidak la ntas mulai? In Tiong Kie berdiam. Hanya lebih dahulu aku ingin minta. Sahabat baik. mana aku berani tak memandang mata kepada kau. Baharu sekarang ia kata. kenapa kau begini tidak pandang mata pada orang? tanya ia den gan suara keras. Segera ia simpan cambuknya. karcna Kiam Beng rubuh di tangannya Tok-koh It Hang dan sekarang Kia m Gim hendak menuntut balas dari ia. baharulah kau sambungi aku . Loo-soehoe? kata ia. Lioe Loo-enghiong. dari itu biarlah de ngan sepasang tanganku yang berdaging ini. setelah berdiam sesaat. Itulah sudah seharusnya. Secara begini.

menyapu. Ia tidak mc nangkis. Secara demikian. semb ari memutar tubuh. Cambuk bergerak dengan sebat. T api. ia sudah angkat kedua pundaknyadan kaki kanannya menggeser ke kanan. sampai menerbitkan suara ang in. dari atas. orang tua yang lain itu jangan-jangan akan melebihkan ia liehaynya. anjing putih yang dapat bencana . sambil angkat tubuhnya. dalam gerakan memba cok! In Tiong Kie itu. tubuhnya. yang ia sudah fahamkan beberapa puluh tahun. dengan tangan kirinya. dengan ta ngan kosong. sebab ia pun sangsi. ia pun beberapa kali mu sti menyingkir dari serangan-serangan sangat berbahaya. ia tidak mau izinkan lawan desak ia. bagaikan angin taufa n atau gelombang hebat . mengikuti se suatu gerakan cambuk istimewa itu. Atas ini. malah ia kadang-kadang kena didesak. Dua-dua gesit. dengan sikap yang . maafkanlah aku! berkata ia Lioe Kiam Gim tidak menjawab. Lain dari itu. ia tidak hendak lawan dengan keras. Beberapa puluh jurus telah lewat dengan cepat. begitu rupa. maka ia percaya. ia segera ketahui lawan lagi serang ia. Kiam Gim lihat ancaman bahaya. musuh ada demikian liehay. bukan dengan lompat mundur. In Tiong Kie tidak berayal lagi. serta Keng hong sauw lioe atau Angin besar menyapu daun yanglioe . atau N aga malaikat masuk ke laut . akan turun di belakang lawan. In T iong Kie menjadi jengah. Sampai di situ. rubuh di tangan musuh. ini melulu disebabkan kegesitan lawan. mereka saling mengeluh. Maka sekarang. ia berkelit. Lian hoan sam pian -runtunan tiga kali. ia juga tak mau kalah gesitnya. bayangannya turut bergerak menyambar. hanya sekara ng ia ambil ketetapan akan pakai terus cambuknya. ia hanya mengawasi Iawan. akan layani cambuk musuh.. sekarang kena dibikin tidak berdaya oleh sepasang tangan darah dan daging melul u. ya . Lawan ini sajasudah jauh lebih liehay daripada soeteenya. Walaupun ia didesak. Karcna ia pun ada satu j ago tua. dua-dua merasa heran sendirinya. ia hendak hunjuk kcpandaiannya. Menampak gagalnya serangan itu. Dengan Sin Hong djip hay . tidak henti-hentinya. In Tiong Kie tidak suka mundur. baharulah In Tiong Kie loncat mundur. soeteenya.akanan. cambuk mengenai sasarannya. Maka it u. Lioe Kiam Gim tidak kasih dirinya dibikin repot. ia sebenarnya€€€€sedang€€€€bersedia perhatiannya sedang dipcrsatukan. cambuknya. Kiam Gim ubah caranya bertempur. Maka di akhimya. ia jaga diri dengan baik. ia menjaga diri€€€berbareng€€€lebih€€€banyak menyerang. melibat. Mereka ada seumpama dua tukang m ain catur yang liehay. ia barengi menyerang. tetapi sekarang ia menge rti kenapa Kiam Beng. dalam gerakan Yan tjoe tjoan in . kenapa ilmu silat tangan kosongnya ilmu silat Thay Kek Pay yang kenamaan tidak sanggup ramp as cambuk lawan itu dan sudah ia tidak mampu merangsang. bagaikan bayangan. Tapi satu ahli niscaya ketahui dengan baik. berbareng berkelit. Malah ia pun bisa duga.ant eng sekali. Maka kembali iakeluarkan camb uknya itu. Melainkan hampir saj a.mereka lanjuti pcrtcmpuran. hanya dengan membungkuk tubuh. ia mulai dengan penyerangannya. sebagaimana Law Boe Wie telah peroleh pelajaran darinya. ia mencelat t inggi sampai dua tumbak. ia pun menyabet dengan Kiauw-kin Hong-lio ng-pian! Berbahaya kedudukannya Lioe Kiam Gim. tidak tunggu sampai cambuk menghampirkan ia. Kapan sudah lewat tiga puluh gebrak. dengan gera ki pinggangnya. begitu lekas sudah mcndek ati tanah. ce pat gerakannya. Begitulah. ia juga tidak dapat ketika un tuk rapatkan tandingan itu. la sekar ang gunai tangan kanan saja. orang she Lioe ini sanggup layani ia. pandai jugamengenali berbagai alat-senjata dengan mendengari saja sambaran anginnya. Lioe Loo-enghiong. Kiam Gim pun tidak mengerti. Setelah mundur dan maju bergantian. tidak tahunya. cambuknya it u menyabet. Kiam Gim berlaku gesit. atau Waletserbu mega . Di sebelah itu. Jikalau demikian. atau setengah kati adalah delapan tail. dengan sebe lah kaki maju. kecuali ilmu cambuknya ini yang liehay. tangan kanannya disodorkan kepada bebokong orang. hingga cambuk lewat sedikit di atasannya! Sesudah ini. In Tiong Kie perlihatkan serangannya Kioe k ioe pat-sip-it atau Scmbilan kali sembilan menjadi delapan puluh satu . lawan ada di arah mana. In Tiong Kie pun kirim susulan saling beruntun . menindih saling susul.

i a telah menyedot dada dan perutnya. tubuhnya pun tetap! Lioe Kiam Gim menyesal bukan main. dit erusi dipakai menekan cambuk. selagi ia mengawasi dengan tajam. karena mereka terpisah dekat sekali. tidak kecewa kau mewariskan ilmu silat Thay Kek Pay. ia putar tangannya. dari Eng Djiauw . In Tiong Kie kaget bukan main. ia akan terancam bahaya. Lalu. yang tidak tahu diri. ia percaya. akan tetapi. pihak lawan baharulah kena didesak. bisalah dianggap dia sudah ke teter dan ia berani akui itu. betulan hati. Jago Thay Kek Pay ini j usteru harap-harap sabetan lawannya itu. Kiam Gim justru menggunai tipu daya. In Tion g Kie ada satu laki-laki. Kiam Gim bcr kclit akan singkirkan diri dari serangan. selagi In Tiong Kie menyabet ke atas. sampai ia keluarkan jeritan. dia itu senantiasa perhatikan ilmu silat nya.ng dibikin keras bagaikan tumbak cagak. Kaki kanannya yang menyam bar. ia sangka lawan tak akan keburu menghalau diri. hingga kesudahannya. menggunai ketika ini. walaupun ia gesit. ia mendesak rapat. kepandaian Pwee pwee lak-tjap-sre Kim-na Tjhioe-hoat . kata ia. Dugaannya In Tiong Kie ada dugaan belaka. atau Bintang cilik . lawan yang satunya selalu pasang mata ke arah dia. kau mengalah. tanpa bcrp aling pula. ia hendak benempur: tangan ko song lawan tangan kosong! Seumurnya Tok-koh It Hang. ia akan berhasil. terus ia berkata dengan pujiannya: Lioe Loo-eng hiong ada liehay sekali. Iatahu. Kau mengalah. ketua Pie Sioe Hwee itu memberi hormat seraya berk ata: Lioe Loo-enghiong. tangan kiri mirip dengan tusukan T iam-hiat-kwat. Ia pikir: Hm. Lioe Kiam Gim telah pikir. jikalau ia tidak lekas rebut kemenangan. Tok-koh It Hang bertindak menghampirkan. ia cari jalan darahnya In Tiong Kie. entah sampai kapan akhirnya itu. Sep asang tangannya yang tak bersenjata itu ia bikin jadi seperti senjata tajam saja tangan kanan mirip dengan pedang€€Ngo-heng-kiam. ia tertawa. tangan k irinya menyusul bagaikan tumbak cagak. Setelah itu. menyusul mana. mukanya tidak merah. ia enjot tubuhnya. ingin sekali terima pelajaran dan kau! Sembari berkata demikian. di tiga jurusan. lalu sebelah kakinya. karena di saat ia hendak bergirang. Maka ketua Pie Sioe Hwee mi lantas geser tubuhnya ke kiri. karena gerakannya yan g mendesak dipaksakan. karena di luar kalangan. kau benar liehay. Adalah setelah itu. hatinya girang. berbareng dengan mana. d engan kedua tangan dirangkap. Ta pi. untuk pihak€€penyerang. walaupun ia tidak rubuh. Kiam Gim ada terlebih sebat pula. kendatipun tangannya lawan men genakan sasaran. dari atas ke bavvah. karena dengan majukan ser angan sembrono itu. Itulah ada tidak baik untuk pihaknya. Serangan ini ada serangan berbahaya. Lauwhia. tua bangka ini tidak lagi berpokok pada ketegaran dari Thay Kek Boen. Sembari menyabet hatinya gembira bu kan main. Jadi artinya. kalau pertempuran dilanjuti. lalu lekas-lekas ia memberi hormat. In Tiong Kie l oncat mundur terlebih jauh. aku menyerah kalah! Jago Thay Khek Pay itu melengak sekejap. ia maju. maka itu ak u. akan totok jalan darah orang Leng-tay-hia t. sehingga karenanya. selagi cambuk menyambar. jeriji tangannya jago Thay Kek Pay ini sudah lantas mengen ai sasarannya. akan loncat mundur. tangan kanannya dengan tipu Siauw-thian-tjhee . Sebab dalam saat genting itu. lalu gesit luar biasa. iajadi kecele. ia keliru. jago Liauw-tong ini angsurkan kedua belah tangannya yang tidak memegang senjata apa jua. Ia maju sa mpai di depannya Kiam Gim sekali. kaki klrinya pasang kuda-kuda. hingga me reka seperti bebokong menghadap bebokong. mustahil sekal i ini ia tidak rubuh? . apabila ia main ayal-ayalan. buat kasih lewat ka ki kanan lawan itu. ak an tetapi barusan Loo-enghiong belum keluarkan seturuh kepandaianmu. tiba-tiba In Tiong Kie simpan cambuknya. Hanya. ia bicara dari hatinya yang tulus. atau ilmu Delapan-kali-delapan menjadi enam puluh empat gerakan . aku kagu mi kau! Sekali ini Kiam Gim bukan merendah. dikasih mclayang. cambuknya tidak terlepas. Tiba-tiba. tidak sampai ke kulit atau daging. Sementara itu. Lauwhia ada liehay sekali. ia segera berk elit ke kiri. i a menyabet ke belakang. dasar ia ada satu jago tua. jari tangan Kiam Gim me ngenai baju saja. In Tiong Kie lihat itu. melulu andalkan kepandaiannya mengenali angin. napas nya tidak mengorong. ia tidak sampai nampak bencana. tubuhnya membungkuk. keduanya jadi saling melewati.

Ia rangkap pula kcdua tangannya. ia tertawa berkakakan. lantas ia berikan tanda rahasia pada In Tiong Kie kepada siapa ia kat a: Kalau kau ada punya urusan. Lioe Kiam Gim saksikan itu semua. dengan Thay Kek Pay punya Shia kwa tan pian atau Menggantung ruyung seba tang . Kiam Gim belum keluarkan seluruh kepandaiannya. untuk terus berlompat enam atau tujuh kak i jauhnya. H anya sekarang bisalah aku terangkan. iajadi ing in coba-coba. apabila Loo-enghiong ke hendaki.sudikah kau menanggung jawab? Aku si orang she Lioe tidak ingin. Mulamula ia maju dengan kedua tangannya dipentang. maka. Jikalau Loo-soehoe sudi memberikan pengajaran kepadaku. Tok-koh It Hang tidak mundur walaupun serangan sehebat itu. mari kita orang main-main. aku nanti ajak saudaraku itu datang untuk menghaturkan maaf kepadamu. biara kutemani Lioe Loo-eng hiong main-main di sini. sccara begitu. ia bilang: Sahabat. sukar untuk dijelaskan. Tapi. Sahaba t. hanya mengubah tangan terbuka menjadi kepalan. sudah tentu sekali aku si orang she Lioe girang menemaninya. setelah itu ia mendak. Soeteemu itu sahabat-sa habatnya adalah golongan pembcsar negeri dan mulia. mengenai kejadian di Djiat-hoo itu. ia bakal sanggup rebut kemenangan. ialah dengan geser tubuhnya ke kiri. Kedatanganku sekarang ini bukan untuk mencari pulang ba rang upcti. man. pergilah lebih dahulu. dalam gerakan Tjhong eng peng tjie atau Garuda mementang sayap . maka aku si orang gunung. Ia p . setelah kakinya itu injak tanah. Malam ini ada malam yang indah. Bukankahterang-terangjago Liauw-tong ini menyindir. akan tetapi Tok-koh It Hang ada hiehay se kali. Baharu Lioe Kauwsoe tutup mulutnya. Kiam Gim segera mengerti bahwa pada soal adiknya seperguruan it u benar-benaradasalah paham. unt uk membcri hormat Bagaimana kau sebut-sebut perkaranya soeteemu? ia . aku tak berdaya. bangsa raja-raja muda atau k aum saudagar besar. Maka. mata siapa pun bersinar.Boen. harap kau tidak sebut-sebut soeteemu yang bagaikan must ika itu. satu patah kata-kata kita adalah satu patah kata-kata. ter paksa ia geser pula kaki kiri ke kiri. karena lihat jumlah kita yang banyak. aku hanya hendak cari sahabat. sudah seharusnya. akan menghibur lar a! Mendengar itu. hingga hatinya jadi tergerak. apa kau tidak kuatir menyia-nyiakan malam yang indah ini hingga lenyap kegembir aan kita? Loo-enghiong. ia teruskan gunai Heng sin p a touw atau Melintangkan tubuh untuk menghajar harimau . gerakanrtya tak kurang sebatnya. ia pun tidak menan gkis. tentang persahabatannya Kiam Beng dengan segala pembesar negeri atau orang besar? Tentang adikku seperguruan itu. ia bacok nadi orang.tanya. belum pernah ketemu tandingan. ia menjawab. ia percaya orang tak ada terlebih liehay daripada ia. ia sebaliknya kena didesak. ia berlalu dengan segera. Ia berpi kir cepat. Loo-enghiong pun jadi tak usah berhati t ak tentaram. untuk disergap. akan buka masing-masing hati kita! Selagi orang bicara. ia tampak orang beroman sungguh-sungguh. Ini juga sebabnya k enapa ia bilang. cara bagaimana aku berani main gila terhadapnya? Lioe Loo-enghiong. Untuk itu. dari itu. atau Tok-koh It Hang sudah bergerak. b aik. setelah aku layani kau sampai setengah malaman. hin gga ia pikir. aku bersedia untuk layani kau. mendengar itu. antara sinar remb ulan. ia barengi untuk memutar tubuh. Kiam Gim hunjuk kegesitannya. jago Thay Kek Pay ini benar-benar hams dijadikan sahabat. berbareng d engan itu. ia lihat sikap bemafsu dari jago Liauw-tong ini. akan serang iga orang! Gagal dayanya Kiam Gim akan serang nadi orang. Tok-koh It Hang mengawasi dengan tajam. cara bagaimana aku mempunyai jodoh untuk bertemu dengan dia!Dan umpama kata aku ton sampai bertemu dengannya. dengan tertawa ding in. jikalau pasti kau ingin memberikan pengajaran kepadaku. In Tiong Kie menurut. soeteeku bukanlah itu orang sebagaimana yan g Loo-enghiong scbutkan. tapi alha sil aku tidak memperdia untuk layani apa! Kiam Gim gunai kata-kata yang tajam. barusan ia saksikan kepandaiannya Lioe Kiam Gim. mari. Kiam Gim menjadi terkejut berbareng mendongkol. Ia percaya. untuk bicara dari hati ke hati. ia kata. ia jadi agak mendongkol. agaknya ia hendak sambar kedua lengan orang. kita membutuhkan pembicaraan yang lama. Ia merasakan bahwa orang berla ku hormat sambil memandang enteng kepadanya secara samar-samar. Hanya kita kauro Kang-ouw. dengan nyaring.

ia tidak gubris lawan hunjuk kegesitan. tidak lagi ia berani turuti hawa nafsunya. adalah kim-na-hoat. hampir ia kena terserang. hingga beberapa kali hampir-hampir ia kenaterserang disebabkan kelancangannya sendiri. ialah ilmu pedang Garuda terbang berputaran . ia berseru: Sebat benar! dan tubuhnya mencelat nyamping. musuh bergerak di delapan penjuru! Mau atau tidak. Begitulah pertempuran berjalan. dengan keuletan. dari mana saja Tok-koh It Hang menyerang. mundur membela diri. Tok-koh It Hang loncat mundur. Belum pernah ia ketemu orang semacam ini cii kalangan Sungai-T elaga. antara orang-orang gagah yang langka. yang lain menjaga. ia mesti gunai lati hannya dari puluhan tahun. untuk selamatkan di ri. segera ia insyaf dengan menyerang hebat. dengan majukan tubuh kesebelah kiri. baharu sekarang ia insyaf. matanya tajam. dengan berputaran seperti burung berterbangan. tubuhnya berputar seperti angin puyuh. Tapi Kiam Gim tidak berhenti sampai di situ. bengis bagaikan harimau galak. akan lompat maj u lagi. akhir-akhirnya. akan layani jago Liauw-tong ini. ia selipkan ini di sebelahnya enam puluh empat pukulannya kim-na-h oat. i a membela diri. hanya dua ratus jurus lebih tel ah dikasih lewat tetapi kedua-duanya masih belum memperoleh hasil. mundur seperti naga atau ular melesat kabur. s edang tangan kanannya. lawan ini tidak takuti serangan. ia terus menyerang dengan Tjit-seng-tjiang atau Tangan tujuh bintang . Ini ada serangan hebat. terus ia enjot tubuhnya. akan gunai k . menotok dahi kiri orang. juga tubuhnya. yang sat u menyerang. siapa tahu. Hoei-eng Kengsoan Kiam-hoat . baharu sekara ng -dengan diam-diam ia bergidik. Maka itu ia pikir. Menyingk ir dari musuh tangguh. mendahului . ia tak bakai peroleh hasil. untuk saksikan orang punya gerakan sangat cepat maju b agaikan kera lompat di cabang. berdiam. ia tidak sembarang bergerak. Segera juga Lioe Kiam Gim bikin perubahan. Tapi ia ada seorang berpengalaman. mengarah iga kanan. Dalam sekejap. untuk balas menerjang. hanya. Karena cara bertempur itu. tubuhnya tenang. maka itu. Kiam Gim memutar tubuh. Ia tidak mau menerkam. cara menyerangnya benar -benar luar biasa. dan satu ka li lawan bergerak. ia mempunya i enam puluh gerakan menawan . ke atas dan ke bawah denga n berbareng. akan tetapi Lioe Kiam Gim tetap berdiri bagaikan gunung batu antara serbuan nya arigin santar dan gelombang dahsyat. Rahasianya Thay Kek Koen memang adalah bergerak de ngan ikuti salatan lawan. ia pinjam tenaga akan pecahkan tenaga lawan sendiri. lomp at laksanaburung menerjang langit. ia melayani dengan tenang. akan segera a khirkan pieboe itu. bukan lagi puluhan. yang ia ubah menjadi t angan kosong. Ia pegang pokok apabila lawan tidak bergerak. ia gunai tangan kirinya dalam tipu Ngo-heng-kiam . dari itu. Demikian. be rkelebatnya bagaikan kilat. Sesudah kewalahan. Dalamhal ini. Ia berdiri tegar bagaikan gunung. gerakannya mirip dengan sambaran garuda. ia coba babat dengkul kanannya lawan.€Ia ikuti salatan. sesudah injak tanah. menyerang sambil berbareng membeladiri . ia toh berla ku sangat bemafsu karena ketenangan musuh. dan ilmu pukulannya Tha y-kek-tjiang dipakai punahkan sesuatu serangan. menyerang kelemahan musuhnya dan kim-na-hoat lawannya ini sebaliknya dari Thay Kek Koen. Lioe Kiam Gim diam-diam keluarkan keringat dingin! Tok-koh It Hang digelarkan Pek Djiauw Sin-eng atau Garuda Malaikat Seraius Cakar . Jago Liauw-tong itu tarik pulang tangannya. Jago dari Eng Djiauw Boen telah gunai juga keistimewaan ilmunya. Nampaknya Tok-koh It Hang sibuk. tapi beberapa kali. dengan Kim liong hie soei atau Naga cmas memain air . Tok-koh It Hang ada liehay dan berpengalaman. walaupun ia tetap mendesak. Ia juga ingat pembilangan. Lioe Kiam Gim ada b eda sangat jauh dari soeteenya. gerak-geriknya mirip dengan burung garuda. atau berbareng deng an itu. Kalau Thay Kek Koen berpokok dengan kelemasan mcla wan kekerasan . yaitu kim-na-hoat. Di sebelah itu. keduanya telah sampaikan batas kesempumaan kepan daiannya masing-masing.ercaya pihak lawan susul ia. loncatturun umpama harimau menerkam. Dan sejak itu. ia t idak mengejar. Kelihata n nyata. pihak lawan ada gagah sekali. setelah lo los dari serangan. Lawan in i maju menyerang. dan kalau lawan pancing ia. teng Kiam Beng. Adalah keinginan dari Lioe Kiam Gim akan bertempur dengan cepat. gesit seperti sang kera. pleh karena ini. hingga ia jadi heran berbareng kaget.

untuk ia balik menerjang. ia hanya berputar ke belakangnya orang itu dari mana bah arulah ia kinm satu tikaman. Hanya kemudian. sudah lan tas bergerak dalam tindakan Liong heng hoei pou . setelah ia siap dengan pedangnya y ang istimewa itu. tubuhnya Tok-koh It Hang segera bergerak. ia tidak mau berlaku serampang an. pedangnya s endiri dipakai menangkis dalam tipu silat Kim peng tian tjie atau Garuda emas membu ka sayap . atau pedang lemas. apab ila ia telah tank itu. sampai terang tanah juga sukar did apati kepastiannya menang atau kalah. karena gegaman itu terbuat deng an campuran emas putih keluaran Hek-liong-kang. ia teruskan menyerang tiga kali saling susul. digunai lalu menjadi pedang. kata ia. sesudah berpikir. maka itu baiklah kita gunakan pedang untuk aku terima pelajaran ilmu Thay Kek Tj ap-sha-kiammu berikuti hoei-piauw yang berbayang berkelebatan. ia mengundang: Silakan! Atas undangan itu. ia pasang kuping. dipakai menotok . jikalau terus-terus an mereka bertempur saja. meli hat gerakan lawan yang berbahaya itu. sclang seratus jurus lebih. akan pi ndahkan tubuh ke kanan lawan. ia berkelit dengan sebat. tidak perduli hujan serangan ada bagaimana hebat. dengan tajamnya luar bias a. bagaikan gerakannya bayangan. ia pun terus putar tubuhnya. sambil lompat. dengan sekonyong-konyong ia putar tubuhnya dalam gerakan Koay bong hoan sin atau Ular siiuman jumpalitan . di antara sinar p edangmu! Tegasnya. Kiam Gim batal dengan serangannya. maka itu. begitu tikaman datang. untuk loncat mclcsat ja uhnya dua-tiga tumbak hingga ia lolos dari ancaman bahaya. berbareng dengan itu. ia buka satu lowongan. dari sini pedangnya. hingga sekarang adalah ia yang beradadi arah belakang jago Liauw-tong itu. nyata ia sudah keluarkan sebatang djoan-kiam. Ia telah gunai tenaga yang besar. sesudah hunus pedangnya sendiri dan pasang kuda-kudanya dengan tenang sepert i biasa. Menampak gerakan lawan itu. atau Dewa menujuki jalan . dan Beng kee tok siok atau Ayam galak mematok ga a . akan bentur pedang lawan itu. tidak ada artinya.etika untuk meraba ke pinggangnya di mana ia buka suatu benda yang mclibat. entah mereka akan bertempur sa mpai di waktu apa. tapi sambil berkelit. pada bagian jalan darah Hong-hoe-hiat. tubuhnya lompat melesat. yang tidak mengenai sasaran. Ia d engar sambaran angin. atau Tindakan naga terbang . sesudah serangannya mengenai tcmpat kosong. ujung pedang menusuk pundaknya si jago tua. di icruskan dipakai menyambar muka lawan dengan tipu serangan Hoan sin hian kiam . tidak menunggu sampai ujung pedang mengenai sasaran. Kiam Gim memutar tubuh. ial ah Mempcrsembahkan pedang sambil memutar tubuh . sebab ilmu silat tangan ko songnya ia sudah jajal sempurna. Itulah ada scrangan seperti hujan deras antara angin hebat! Lioe Kiam Gim sudah tahu liehaynya musuh. Pedang ini. dengan tenaga Siauw thian tjhee atau Bintang kecil . Jikalau terus kita bertanding secara begini. maka itu. Lioe Kiam Gim tidak berayal untuk sambut tantangan itu. ia berk elit. disimpan bisa diliba t bagaikan ikat pinggang. yang bersinar bcrkcrcdcpan sebagai emas. Sian djin tjie louw . sedang tangan kirinya. Bertempur secara begini tidak menarik hati. yang tampak orang keluar dari ka langan. Sahabat. bagaikan burung. ujung pedangnya terus menusuk! Lioe Kiam Gim loncat dengan satu maksud. dengan tipu-tipunya Wan khauw tjin koh atau Orang hutan menyucuhkan buah . tidak pern ah ia abaikan diri. akan tetapi bukan nya ia terus menerjang. jago tua dari Liauw-tong ini hendak uj i ilmu pedang orang dan senjata rahasia yang kesohor. yang telah ditarik pulang. ia menduga pada susulan musuh serta tusukan pedang. tak perduli pedang lawan mengancam bebokongnya . dengan Hoei-eng Keng-soan-kiam . Sambutlah ini! Dan tubuhnya melesat menyusul. sama sekali ia tidak berikan ketika untuk lawan des ak ia. Menuruti gerakan lawan. Tok-koh It Hang lomp at mengejar. jangan pergi! berseru Tok-koh It Hang. Tipu totokan yang dipakai pun ada Gio k lie tjoan tjiam atau Bidadari menusuk jarum Tok-koh It Hang sendiri. Maka dia akhirnya. ia tetap waspada. t erus ia mencelat keluar kalangan. ia menjejak tanah. Be rbareng dengan berkelebatnya satu sinar. tanpa ada keputusannya. ia menangkis dengan tenan g. tetapi karena ia tahu pihak lawan ada sangat tangguh. ia pun insyaf.

Tok-koh It Hang tidak dapat ketika akan elakkan dir i pula. untuk mana. berbareng dengan mana. lawannya akan bisa menyingkir dari piauw dua arah tengah dan bawah. dalam hatinya. akan berdiri dengan tegar. guna sekalian cari tah u perihal tujuannya dan perhubungannya dengan Teng Kiam Beng. akan tetapi ia sanggup kelit dari serangan empat piauw itu. atau berkenalan. aku telah pcrsaksikan. ia telah keluarkan duabelas batang. hingga juga tan gan mereka turut beradu satu dengan lain. yang mengarah ke tengah dan ke bawah. maka itu. jago Thay Kek Pay ini juga tidak diam saj a. guna luputka n serangan tangan kiri lawan itu. masing-masing mereka tak dapat menahan tubuh mereka. Ia tahu orang berniat angkat kaki. hingga umpama bintang ber jalan. lolos semuanya. atau Seekor burung hoo menerjang langit . sebat luar biasa. tunggu dahulu! ia berseru. akan keluarkan Kiam-eng Hoei -piauwnya . Ketika sebentar kemudian ia tiba. yang lagi mcrantau untuk cari kawan. hingga piauw. cuma suaranya masih terdcngar. katanya: Tak dapat kita bicara dengan sepatah kata saja . atau teratai besi . tiga buah Thie-lian-t jie. ia antap kedua senjata saling beradu. Akan tetapi tubuhnya jago Liauw-tong itu sudah mencelat ke dalam Irimba. daya-upaya itu bcrhasil membuat Lioe Kiam Gim muncul. Tok-koh It Hang bekerja s ama-sama dengan Tjiong Hay Peng. sampai kita bertemu pofa! Lioe Kiam Gim buru-buru simpan pedangnya. masing-masing merasa malu sendirinya. hingga menerbitkan suara yang nyaring keras. kau akan mendapat tahu! Sckarang silakan cari kawanmu dahulu P Lioe Loo-kauwsoe jadi bcrdiri tercengang. Dalam cuaca gelap itu. Kiam Gim sudah duga. Tapi ia bisa berpikir. yang ketiga kena disampok jatuh ke t anah. yang lihat lawannya baias menyerang ia dengan se njata rahasianya itu yang kesohor. Sahabat. segera ia r angkap kedua tangannya. luar biasa! Lioe Loo-enghiong . K-iam Gim sudah dia mkan diri hingga orang tak dengar apa-apa perihal sepak-terjangnya. Ia sama sekali tak ketahui sikapnya jago Liauw-tong itu. ia juga gunai Siauw thian tjhee . menyambar ke arah tiga jurusan anggota. Ia pun ada mendongkol. karena sebat luar biasa. Sambil elakkan diri secara demikian. ia sudah lantas loncat naik ke a . maka terpaksa.dadanya lawan itu. ialah jalan darah K ie-boen-hiat . dengan It hoo tjhiong t hian . untuk memberi hormat. dengan golongan pembesar negeri. yang menyerang ke atas. Sahabat. hanya selagi rubuh. selagi ia turun ke bawah sebelum kakinya injak tanah ia sudah baias menyerang sambil terta wa dan serukan: Aku kembalikan piauwmu ini. Pertempuran barusan memang telah diatur. Dua-dua bentrokan itu ada hebat. yang di mata kaum Kang-ouw katanya telah bersahabat. yang tidak mau sia-siakan ketika lagi. tetapi Tok-koh It Hang benar-benar lieh ay. sekali raup saja. Tok-koh It Hang telah ketahui hal Kiam Gim. terutama sejak undurkan diri ke Kho Kee Po. belum tentu dengan arah atas. Dua buah Thie-lian-tjie lewat di tempat kosong. ia tanggapi empat buah ke arah atas itu. lalu antara berk elebatnya cahaya pedang. sambutlah pula ini! berseru Tok-koh It Hang. akan menuju terus ke rumahnya Tji ong Hay Peng. semua piauw itu menyambar saling susul! VI Bagus! berseru Tok-koh It Hang. tangan kirinya merogoh sakunya. bc rdiam belum lama. sambil bersenyum. dan temyata. sang soetee. ia berkata: Tiga-tiga kcpandaian dari L oo-enghiong. scgera ia buka ti ndakannya. tapi ia ingin memb uktikan sendiri. yang menyusul seruann ya lawan. Kiam Gim lihat sambarannyatiga buah senjata rahasia itu. pedangnya dipakai menyampok. sambil memutar tubuh untuk berkelit. hingga t inggal empat buah lagi. yang aku tidak biasa pakai! Jago Thay Kek Pay itu terperanjat. Tok-koh It Hang menginjak tanah untuk segera simpan djoan-kiamnya. di bclakang hari. Kiam Gim benar-benar tidak mengetti maksud orang. dengan tak dapat ditahan lagi. ia baias menyerang lawan itu. Dalam keadaan seperti itu. keduanya segera lompat bangun pula. sedang di lain pihak. sungguh hehay. yang rubuh terpelanting. Hong-hoe-hiat dan Kiauw-im-hiat . hanya begitu jat uh. ia lompat tinggi sampai setumbak leb ih.

Tapi. hatiku tidak pemah berubah! Apakah kau percaya aku kes udian jadi kaki-tangan pemerintah Boan. untuk hidup mewah saja. di luar sangkaannya. Ia tidak tahu bahwa In Tiong Kie. oh. untuk melihatnya. Kiam Gim bersangsi. kau bicara soal memperlemah tenaga sendiri! ia bilang. sudah mendah ului datang pada orang she Tjiong ini untuk berikan kisikan. hingga ia terbitkan kecurigaannya ka um Rimba Persilatan. ap a kau rnasih memikir untuk mcmulihkan dandanan kita yang lama. apa kau hendak bela dia dan ingin dapat pulang barang upeti yang dirampas itu? Keduamatanya orang she Lioe itu bersinar. dia seperti orang tolol! Lantas Kiam Gimjelaskan sifamya Kiam Beng. Saudara Lioe.tas rumah. Tjiong Hay Peng bersenyum. Marilah duduk. Tapi Lioe Kiam Gim mem egat: Aku mengerti kesembronoannya soeteeku. Lioe Loo-enghiong. Saudara Tjiong. Kiam Gim tidak sia-siakan tempo akan loncat turun. kau baharu sampai? Dalam herannya. Hay Peng muncul untuk sambut tetamunya ini. dia hanya gelap pikiran. orang rupanya asyik tunggui ia. atau berikan tanda perihal kedatangannya. sikapnya me ndesak. Tap i inilah kcbctulan. ia justcru berada sendirian . Saudara Tjiong. dengan tiba-tiba ia meniup ke arah lilin. ap a ito bukannya berarti memperlemah tenaga sendiri? Hay Peng bcrbangkit. Kenapa sampai begini waktu dia masih belum juga tidur? Kiam Gim menduga-duga. . Dan orang itu bukan lain darip ada tuan rumah sendiri. seraya terus berkata : Saudara Lioe. kenapa tuan rumah itu jadi demikian liehay. ada molos sedikit cahaya api. ia t idak mengerti. dia juga tak nanti. Malam itu. akan ketemui sahab at itu. di sini bukan soal bentrokan melulu katanya. ketika Kiam Gim menghampirkan ke s itu. Dengan sebenarnya. ia kitarkan rumah itu. Melulu karena masih ada yang dipandang. yang tadi tinggalkan mereka. Hay Peng akan kaget karenan ya. Tapi ia masih cukup sabar. Ia percaya. soetee kau ada dicurigai oleh kaum Rimba Persilatan. Bukankah kalau tenaga dipersatukan. apabila kita orang sendiri bentrok. yang simpangi pertanyaan orang. maka itu. kecuali dari kamar samping sebelah timur. Sebentar saja. maka berdua mereka ambil kursi. Kiam Gim tidak lantas turun. tetapi untuk kaum Kang-ouw se ndiri. Akan tetapi. la ingat sebabnya kenapa sudah du a puluh tahun lebih ia asingkan diri. aku memang sudah duga kau bakal segera kembali! berkata jago Heng Ie Pay itu sambil bersenyum. wa laupun soeteeku. ia pandang tetamunya. ia tampak dalam lamar ada dinyalakan sebatang lilin besar dan satu orang asyik duduk di samping lilin itu. Hay Peng justeru tertawa berkakakan. Meskipun ia berpikir demikian. umpama benar soeteeku itu menghamba pada pemerintah Boan. Kiam Gim terima itu undangan. dengan llmu mengentengi tubuh. mengundang ia. mengetahui kedatangan nya. kemudian dengan menyedot napas ter lebih dahulu. hingga lilin itu padam s eketika. seluruh rumah Hay Peng ada gelap-gulita. Den gan hati-hati. Saudara Lioe. api lilin di dalam kamar. ia tegaskan. tetapi orang dengan kelakuan mirip soeteeku ini. sudah dua puluh tahun lebih kita orang tidak bertemu /tetapi kau hams ketahui. untuk membangkit kan kita bangsa Han? Didesak sccara dcmikian. di mana soeteemu itu ada jadi gundal pembesar n egeri. Kiam Gim pikir. sekarang ini bukan dia saja scorang dm! Jikalau kita lancang curigai semua. aku hendak bicara sama ia. nyala pula. kata Hay Peng kemudian. berkata ia. Saudara Lioe. tidak nanti aku lakoni pcrjalanan ribuan lie ini k e Djiat-hoo! Aku datang bukan untuk saudaraku itu. Kiam Gim membalas hormat. jadi gundal? Jangan kata aku sendiri. itu besar faedahnya? Saudara Lioe. Bagaimana kau ketahui aku bakal datang pula? ia tanya. apakah itu tidak memalukan kaum kita? Hay Peng angkat kepalanya. dan iapun tidak memanggil. ia cantelkan kakinya di payon. hingga kamar jadi gclap-petang. orang jadi belum ambil ti ndakan. yang baik sama pembesar negeri kare na adanya urusan dengan Keluarga Soh.

Saudara Lioe tinggal di Shoatang. k atanya rombongan ito berpusat di delapan ratus enam puluh lebih desa di Jim-pcng di mana ada lebih daripada delapan ratus boe-koan. si jago tua. juga di lim a propinsi Utara. Saudara Lioe. Sudah dua ratus tahun bersclang. saudara Lioe. antaranya ada yang Kiam Gim su dah ketahui. bersama-sama Tok-koh It Hang. banyak juga yang ia belum tahu. sembari tertawa teru s. Maka itu Tok-koh It Hang hendak pulang dahulu ke Liauw-tong. yang juga disebut GieHoo Koen. siapa dia itu? tanyanya dengan bemafeu. aku tak tahu jelas lagi kead aan di luaran. Tjiong Hay Peng kasih kc terangan lebih jauh. karena mana be lakangan orang angkat Tjoe Hong Teng dari angkatan muda sebagai ahli waris kaum itu. tanya. Sudah dua puluh tahun aku berdiam di tengah muara. yang hend ak persatukan kaum Kang-ouw. karena puteranya berke pandaian biasa saja. . berkata ia. di mana ada Istana Kaisar Boan. Kiam Gim nampaknya ketarik. Saudara Tjiong. Siapa tidak bertempur. dia bemiat pulang ke Liauw-tong . Walaupun dcmikian. ia hanya tidak sebutkan namanya. scdang selama beberapa puluh tahun ini. Ia bukannya jerih.€Ia tidak lantas terima baik.€ Aku melainkan dengar apa-apa dari beberapa sahabat yan g satu waktu suka kunjungi aku. untuk melakukan persiapan. Lantas tuan rumah ini menutur hal Gie Hoo Toan. tapi untuk ini. Di sini Tok-koh It Hang minta aku yang bantu ia mengundang O rang-orang kaum kita. orang hutan menyayangi orang hutan. Tempatku ini. seraya beber hal-fliwalnya orang itu .Kalau kita cuma andali tenaga kita kaum Kang-ouw saja. ia merasa kecewa. dia ini adalah yang bangunkan Gie Hoo Toan? Tjiong Hay Peng be nark an itu pcrtanyaan. apakah kau m asih beium ketahui siapa adanya dia itu? Kiam Gim Iantas bisa mengerti. sejak bangsa Ouw masuk kemari. akan tetapi tempat ini tidak sentosa. Hay Peng bilang. pemah antarany a ada yang omong tentang Gie Hoo Toan itu. Kiam Gim akui. di Sam-s he Oey-see-wie di Ie-lan. iapun tidak me nolak. Soal ini membikin Kiam Gim berpikir. Apa benar. kau sebenamya sudah bcrtemu sama dia.€ Ada orang yang sedang daya kan itu__ la terus tuturkan hal sepak-terjangnya Tok-koh It Hang. malah sudah bcrtempurjuga! Kau orang sudah bertempur selama setengah ma lam an. saking jaraknya yang t erlalu dekat dengan Sin-tek. Apakah aku bisa bertemu dengan dia? Lioe Loo-enghiong. aku masih belum ambil putusan untuk gabungi diri atau tidak dengan dia itu. Di sana orang bisa berkum pul dengan merdeka. melainkan kau yang mampu layani kim-na-hoatnya! Inilah yang dibilang. Apakah dia masih ada di sini?€Apakah aku bisa pasang omong dengan dia? Kiam Gim ta nya kemudian. ia hanya kuatir namanya nanti sudah tidak mempunyai pe ngaruh pula disebabkan pengasingan diri selama dua puluh tahun lebih. menutup mata. bangsa asin gpun tunjang padanya! Bisakah kita gempur dia? *Tapi kita bisa bcrdaya. Untuk apa itu? Kiam Gim.€Pasti akan menyolok m ata apabila kita kumpul ramai-ramai di sini. ia urut-urut kumisnya. yang bukan saja di Shoatang berpengaruh besar. Kembali Hay Peng tertawa. Hay Peng beritahu. mustahil Saudara tak ketahui tentang perkemba ngannya Bwee Hoa Koen selama tahun-tahun yang bclakangan ini? Hay Peng balik tany a. yaitu Ki-ang Ek Hian. dia orang tidak berkenalan! kata ia. Aku juga hendak minta Saudara Lioe pergi menemui Ketuadari Bwee Hoa Koen. Sha-tjap-lak Kee-tjoe. apa kita bisa pcrbuat? ia tanya. kita berdua harus bekerja sama-sama . setelah ke tuanya Bwee Hoa Koen. kemudi an Tjiong Hay Peng tambahkan. pokok das amya telah jadi kuat sekali. pantas Saudara bemiat segera menemui dia! Sayang dia tidak ada di sini se karang. Kiam Gim tercengang. Bwee Hoa Koen. dia ini tak dapat bikin tunduk orang banyak. Cuma Tok-koh It Hang yang sanggup lawan kau. ia manambahkan. Dia ada Tok-koh It Hang. paling belakang sudah dirikan ro mbongan Gie Hoo Toan. benar-benar sunyi. Orang pun bilang.

dengan pimpin dua juta serdadu. Hoe Tjeng Biat Yang berarti menunjang Kerajaan Tjeng untuk memusnahkan bangsa asi ng . terus ia dirikan Gie Hoo Toan. Ia tidak bisa abui orang cerdik tapi toh ada s ebahagian orang yang percaya padanya. bangsa ini bergerak pula. ingin ketahui sikapnya Lioe Kiam Gim. dan sclama tahun pert ama dari Kaisar Kee Keng. Kemudian. Tit-lee. Ia ajarkan orang Sin Koen .Gie Hoo Toan ada satu cabang kecil dari Pat Kwa Kauw dari Pek Lian Kauw.€Mereka ini gagal tapi pembcrontakan mereka telah menggetarkan seluruh negeri. sudah serang Istana Raja Boan di Pakkh ia serta niat rampas Tit-lee. Segera datanglah paderi-paderi Kristen. Pek Lian Kauw pu n disebut Pek Lian Hwee. dengan pelahan-lahan Gie Hoo Toan ubah seruannya dari Hoan Tjeng Hok Beng jadi HoeTjeng Bi at Yang . Adalah setelah Kerajaan Tjeng musnakan Kerajaan Beng. Bertiga mereka berjanji. dengan perantaraannya Tjiong Hay Peng. Mendengar sampai di situ. ia mengakui ada turunan kaisar-kaisar Beng. tanya. Maka Tok-koh It Hang. tapi kepala agamanya ada Han Lim Djie. Jago Thay Kek Pay ini. ia be 1 ajar silat pada Kiang Ek Hian. ialah dari d imusuhkan. Inilah gcrakan yang menyebabkan delapan bangsa asing kepung Pakkhia. Gie Hoo Toan dibaiki. Ibusuri. Shoat ang. Kaum Pek Lian Kauw dan lainnya masih bekerja sccara rah as i a. ada dewa atau malaikat yang bantu ia. untuk mengajarkan agama . rakyat berontak . tapi bangsa asing gempur pintunya dengan tembakan meriam da ri kapal perang. Tiongkok tutup diri. kalau mereka berhasil. Di akhir zaman Goan Tiauw. yang main gila. setelah usir bangsa asing. dan Soe-tjoan. Bukankah Saudar a ketahui. Thian Lie Hwee ialah Pat Kwa Kauw. adalah segala penganutnya. Ia ada orang dari To-tjioe. Sikapny a Tjoe Hong Teng ini menyebabkan ragu-ragu di antara rakyat. mereka tidak berhasil tetapi pengaruh mereka sudah meresap antara rakyat jelata. agamanya sendiri ada lain. seruk an rakyat Rubuhkan Kerajaan Tjeng untuk bangunkan pula Kerajaan Beng dan karena pem erintah menindas. kenapa dia diizinkan kumpulkan barisan serdadu rakyat yang dinamai Koen-bin ? Kenapa di Jim-peng saja sampai ada delapan ratus lebih caba ng kaum itu? Ditanya begitu. dan bangsa Han ditindas. dan menggantikan memerint ah Tionggoan. terus sampai zaman Kaisar Kong Sie . Di dalam pasukan sukarela Pek Lian Kauw ini. Soenboe dari Shoatang. kalau terbit perkara mereka dilindungi. bagaimana sewenang-wenangnya bangsa asing sekarang? Untuk itu. kepala agamanya men utup mata. Tjoe Hong Teng dengan Gie Hoo Toannya. ketua Pek Lian Kauw. mereka j adi pemeras rakyat jelata. agama Teratai Putih. Ini ada suatu siasat. Shoasay. dengan bekerja sama-sama Lie Boen Seng dari Tjin Kwa Kauw dan Lim Tjeng dari Kim Kwa Kauw. mereka lawan pemcrintah Beng. ia nanti bisa bikin terjungkal bangsa Boan. Ong Ho Hian da n Tjie Hong Djie. s atu cabang dari Pek Lian Kauw. yaitu ilmu silat Malaikat . malah sebaliknya. yaitu Lauw Tjie Hiap. dia digantikan oleh putcranya. katanya. hingga umumnya rakyat jadi benci mereka. dengan turuti sarannya Yok Hian. Tjoe Hong Teng itu ada asal satu pemimpin kecil dari Pat Kwa Kauw. yang ting . Maka itu. Bendera dan pakaiannya kaum ini ada serba puti h. ia harap . lantas See Thayhouw. Tjoe Hong Teng suka bekerja sama-sama. Tjoe Goan Tjiang mcnindih Pek Lian Kauw. hingga tubuhnya jadi tidak mempan s enjata tajam. lantas jadi pembela rakyat yang ber celaka itu. tak dapat ditembak. ia menggantikan jadi ahli waris Bwee Hoa Koen. Di akhir Kerajaan Beng ini. Tjoe Goa n Tjiang ada salah satu pemimpin. pengaruhnya tersebar di Shoalan g. tapi kenapa pemerintah Tjeng tidak larang p adanya. adalah Tjoe Goan Tjiang yang berhasil mengusir bangsa Goan (Mongolia) dan berdirikan Kerajaan Beng. kepala agamanya ialah Ong S om. Kumpulan Teratai Putih. Shoatang dan Hoolam. puteradari Han San Tong. Lim Djie di sebut juga Siauw Beng Ong. Setelah jadi kaisar. pemimpin Pek Lian Kauw ada Lauw Hok T ong. pengganggu kehormatan kesucian orang perempuan. Kiam Gim tanya Hay Peng: Gie Hoo Toan dari Tjoe Hong Teng bercita-cita Hoan Tjeng Hok Beng . seruannya ada Hoan Tjeng Hok Ben g . Hoolam. Siamsay. yaitu Rubuhkan Tjeng Tiauw . Ini dia bagiannya yang rada sulit. mereka akan bagi anggota merek a satu bauw tanah untuk sctiap anggota. pemerintah Boan lihat ancaman bahaya. Selama tahun ke-17 dari Kaisar Kee Keng. sampai Tok-koh It H ang sendiri turut bersangsi. sehingga Kerajaan Tjeng bikin jatuh pamor Tiongkok. Setelah Perang Candu di tahun 1840. Hay Peng tepuk meja. ubah sikap. setelah Kiang Ek Hian menutup mata.

siapa sebenarnya tetamu itu. Benar karena tetamu itu betul ad a dari pihak pembesar negeri. atau pah law an dari istana Sin-tek dan pahlawan dari Istana Pakkhia. Entahlah. ada kenal baik pemimpin tua dari Bwee Hoa Koen.gal di Shoatang. dari pihak yang bcrtcntangan. Kee Tjoen t anya hal Kiam Gim. Karena se sudah jauh malam Kiam Gim belum kembali. sambil uruti kumisnya. malah Kiam Gim asy ik pasang omong dengan gurunya. Lauwtee! Lioe Soepehmu ini. sedang tampangnya tuan nunah pun sudah lantas berubah. Dia temyata ada Lie KeeTjoen. Kiam Gim jadi berpikir. mereka sangka Kee Tjoen ada gundalnya pembesar negcri dan datang untuk cari rahasia. Dua sahabat ini bicara dengan asyik. hatinya suda h mulai tentaram. scbaliknya mereka jadi gusar. Seberangkatnya Kiam Beng dan Kiam Gim. sebab tadi malam kita telah kedatangan satu tetamu tid ak diundang . Dia bicara lama sekali dengan Teng Soesiok. dari antara jalanan gunung. Orang she Lie ini mclongo. dia kata dia datang langsung dari Sin-tek dan dengan ter-buru-buru. Sekarang. Kee Tjoe n dikirim untuk menyusul. muridnya Tjiang Han Tek dari Ngo Heng Koen. Teetjoe tidak kenal orang itu. ia lantas pamitan dari Hay Peng. Di tengah jalan. Ia bicara sama Kee Tjoen. di depannya Tjiong Hay Peng. tapi ia datang dari Sin-tek. tctapi tidak demikian maksud kita berkata ia. untuk ketahui jelas sikapnya Ketua Gie Hoo Toan ini. Atas gedoran. Tidak benar karena dia datang bukan untuk cari tah u perihal ia dan orang yang belum ketahui. ialah Kiang Ek Hian. dengan tidak l ancar. Kiam Gim. ia ada bersemangat. unt uk apabila bisa baliki tujuannya Tjoe Hong Teng menjadi pula Hoan Tjeng Hok Beng . Mereka mcmang tidak tahu. Dengan lantas mereka ini berembukan sama wie-soe. dan karena kuatir saudara itu alami hal tak disangka-sangka. Ia memang ti dak puas terhadap Kerajaan Tjeng. Hay Peng den gan beruntun telah kedatangan In Tiong Kie dan Lioe Kiam Gim. Kiam Gim heran. kemudian baharulah Soesiok titahkan aku susul Soepeh di sini untu k disambut pulang . S oh Sian Ie dan anaknya pun segera berangkat ke Sin-tek dan ayah dan anak ini bis a sampai lebih dulu. Ia»menduga-duga dengan sia-sia. ialah boesoe atau guru silat dari rombongannya Teng Kiam Beng yang atas titahnya Kiam Beng. tidak nanti terhilang lenyap! Lie Kee Tjoen menjadi gugup. Maaf. Setelah dengar keterangan lebih jauh itu. Dt akhirnya. ia tidak bisa bcrikan jawaban. kau jangan kuatir apa-apa! Bukan kah kau orang kuatir aku kena ditahan di sini maka kau datang untuk papak aku? Tj iong Hay Peng pun tertawa dan bcrkata: Jangan kuatir. mu-rid ini menyangkal. Sin-tek ada daerahnya Istana Boan. hanya ia terus memandang Kiam Gim dan meneruskan: hanya Teng Soesiok mi nta Soepeh lekas kembali. Justeru itu. Ada urusan apa? Kiam Gim tanya Kee Tjoen. yang ulangi itu berulang-ulang. Hay Peng dan Kiam Gim muncul. Tjiong Loo-tj lanpw ec ini ada sahabatku dari beberapa puluh tahun.tertawa. ia rnasygul. Tetamu siapa itu?€Dari mana datangnya? ia tanya. mengged or pintu rumahnya Tjiong Hay Peng. Lootj ianpwee. terus ia ikut Kee Tjoen. hingga murid-murid itu jadi h cran dan melengak. ia nyatakan suka ketemui Tjoe Hong Teng. Kiam Beng sangka saudara itu pergi pada Hay Peng. meskipun satu malaman ia tidak tidu r sama sekali. dengan bcrdiam di rumahku. tapi sudah lama ia undurkan diri. sahut Lie Kee Tjoen. romannya kuatir. Kee Tjoen jawab. sinar terang muncul dari arah Timur. ia tanya. Hanya. hendak cari Lioe Loo-kauwsoe. untuk sesampainya. Tetamu itu ada orangnya Keluarga Soh. hatinya jadi goncang. sebel um mereka bertempur. kemudian mereka lan . ia kata: Lauwtee. pintu dibuka oleh beberapa muridnya Tjiong Hay Peng. sampai tahu-tahu. yang berbahaya? Atau dia ada orangnya pembesar negeri yang lagi lakukan penyelidikan? Dugaannya Kiam Gim ini benar dan tidak benar. sang fajar telah datang . ia seka rang ada sahabatnya Tok-koh It Hang. ada berlari-lari satu orang ke Sha-tjap-lak Kee-tjoe. Kiam Gim hcran. Apakah orang itu datang dengan suatu kabar penting. dia tidak ber-henti-henti di tengah jalan. Syukur. Tetamu dari Sin-tek? kata Kiam Gim. Begitu bertemu sama Teng Soesiok. karena itu.

yang mclanjuti. kemudian ia tuturkan hal pertemuannyasamaTok-koh It Hang dan Tjiong Hay Peng. soetee ini kata: Soeheng. Kiam Gim pandang soetee itu dengan tajam. Soeheng? Kiam Beng tanya. Soetee. Kiam Beng tidak segera menjawab. ia sekarang ajakkita segera berangkat ke Sin-tek! Teng Tjeng maju seraya hunjuk hormatnya. kata ia. kau bisa bedakan satu orang gagah dari satu kurcaci. Di seb elah itu. maafkan kita si orang desa! Dengan tidak perdulikan. kenapa sang soetee begitu percaya orangnya Ke luarga Soh itu. tetapi sekarang tidak ada soal untuk mendapatinya kembaii. Kiam Gim masih tidak sebut cita-cita memberan tas pemerintah Boan . itu ada al asan melulu guna pancing mcrcka kembaii. mereka juga telah dengar selentingan hal adanya beberapa orang yang ti dak dikenal yang suka berkumpul di Hee-poan-shia. lantas ia urut-urut kumisnya. ia ingin Kiam Beng terus terpisah dan kaummnya. Tuan. Kiam Gim sendin merasa tidak enak ia telah bicara sedemikian rupa terhadap soe tee itu. pada Keluarga Tjiong. Tentang barang upeti. ia bilang: Maaf. kata ia. tetapi se karang bersikap sebaliknya. Untuk kembaii ke Sin-tek. Dengan lekas mereka dapat tahu yang Kiam Beng bcramai su dah pergi ke Sha-tjap-lak Kee-tjoe.€Ia merasa tidak enak hati. Lioe Kiam Gim ada bersahabat rapat dengan Tjiong Hay Peng. Kau hendak pergi ke mana? . Tentu saja ada dusta belaka yang barang upcti telah didapat pulang. Kiam Bene boleh kena diakali. maka sekarang lata tinggal menungg u kembalinya Tcng Loo-enghiong untuk membereskannya. barang pun telah didapat pulang. Loo-enghiong tak usah capaikan hati lagi. kau seharusnya bisa membeda-bedakan. Dia ini awasi pahlawan Keluarga Soh itu. menarik tangannya sang soetee. karena ini adalah yang pertama kali soehengnya bicara demikian tandas kepadanya. Tentang upeti itu. Biarlah tctamu kita ini menunggu sebentar. kau hendak bikin apa? €Kiam Gim segera tanya seraya ia tarik tangan ora ng. di sampingnya soetee ini ada seorang d ari usia pcrtcngahan yang matanya m i rip mat a tikus dan hidungnya bengkung bag aikan gactan. kita justeru diundang untuk satu pertemuan di le-lan. De ngan sepasang alisnya berdiri. guna dipulangkan pada Raja Boan. tetapi ia tidak mengerti. jikalau kau hendak pergi ke Liauw- .tas bikin penyelidikan. Aku lihat dia ada satu laki-laki berkata ia. sedang mer eka juga tahu. tak usah kita tergesa-gesa. ia kata dengan sabar. justeru Keluarga Tjion g ini mereka curigai ada mempunyai sangkutan dengan perampasan upeti.w la terus menoleh pada Lie Kee Tjoen seraya te ruskan berkata: Tolong kau tcmani dahulu tctamu kita ini. berkata ia. ini ada Saudara Yap Teng Tjeng dari Pat Kwa T jiang atau pahlawan dari Keluarga Soh. Itulah bukan maksudnya Tok-koh It Hang akan kangkangi barang itu. untuk mengatur terus jaring. Eh. tetapi ini justeru menyebabkan Kiam Beng keliru mengerti. yang dengan Kiam B eng ada bersahabat kekal. aku telah dapat keterangan. aku ingin bicara dahulu sama kau. ia mengabarkan tentang upeti yang dibegal sudah ada kabamya.€Bangsa Boan mcmang paling jenh kalau or-ang-orang kaum Rimba Persilatan mengadakan pe rsatuan. Kiam Gim te rus tarik Kiam Beng ke dalam. hanya sambil tarik orang di sampingnya. soehengnya yang paling kenal tata sopan santun. Soetee. sudah siap untuk suatu perjalanan. Apakah satu kurcaci mesti dipandang sebagai orang gagah dan kau henda k bertaku hormat kepadanya? Mukanya soetee itu menjadi merah.€€€ Kita€€orang keterangan. ia kata untuk memperkenalkan: Soeheng. ia dapatkan Kiam Beng sudah dandan rapi.€Di scbelah itu. ia tidak bilang suatu apa. Sebenarnya ada apa. Da n tetamunya Kiam Beng itu ada salah satu pahlawannya Sian Ie. hanya kemudian. Walaupun ia menerangkan demikian. Kemudian pada tctamunya. Barang itu berada di tangannya orang Liauw-tong itu.€ Kenapa kita tak bicara di tengah jala n saja? Soetee inipun heran. tidak Kia m Gim. untuk simpangi pembicaraan. Soh Sian Ie pun tidak ingin Kiam Gim berhasil dengan perjalanannya ini. Kapan Kiam Gim sampai di ru man penginapan. bahvva orang pentang matanya lebar-lebar.

Kalau begitu. Kiam Gim tidak niat iringi saudaranya. Tidak demikian dengan Kiam Beng. sesudah mereka hirup arak mereka. oieh Kiam Gim dan oleh Kiam Bcng juga. mereka pakai akal memancing kita da tang ke Liauw-tong! . k arena itu adalah bah so ikan lee-hie dari sungai Loan Hoo. pelayan-pelayan tak hcnti-hcntinya putari tetamu-tctamu u ntuk melayani. Terus terang aku sang sikan Tok-koh It Hang. Ia t etap waspada. baiklah. Demikian. ada terdengar nyanyian-nyanyian yang merdu . Dalam tembok pekarangan ada ditanam i ban yak pohon pek yang besar dan tinggi. Kiam Gim tidak biasa dengan penghidupan mewah begini. walaupun arak itu dicampuri racun. ia hendak buka bajunya yang gerombongan. kenapa dia rampa s juga benderaThay Kek Kie? Kenapa diapun sampai uji pada Soeheng? Lebih celaka ada si tua bangka Tjiong Hay Peng. si begal ada orang Liauw-tong dan barang nya diumpcti di suatu tempat lak jauh dari Sin-tek. Kiam Beng dilayani sebagai tetamu yang dihormati. or-ang-orang Boan itu tidak bcrkuat ir. di Sin-tek pun ia bisa dengar-dengar kabar. Tjie Tiauw tambahkan. Must ahil barang upeti disembunyikan di dekat Sin-tek? Meski begitu. Soetee ini malah tertawakan dengan diam-diam pada soehengnya. Di waktu Sian Ie dan Tjie Tiauw undang mereka minum arak. ia masih punya tempo. Soetee. Jawaban ini tidak dapat dipcrcaya. mustahil Si an Ie dan Tjie Tiauw minum itu? Kiam Beng tidak tahu. Sclagi bicara. orang Boan itu undurkan diri dari meja. Soh Sian Ie ayah dan anak un dang mereka untuk satu pertemuan. untuk dicicipi saja. Justeru itu muncul pelayan yang membawa nenampan terisi barang santapan. toh cukup kalau dia diwakili puteranya saja. tcnaganya berkurang. baharu ia turut minum . akhimya ia turut bersama. Soetee. maka di akhim ya. tapi ia menurut. kenapa Sian Ie yang tua datang sendiri ke Sin-tek. kebanyakan pahlawan.tong. Berbarengan dengan itu Tjie Tiauw berbangkit. Ia pikir. mereka berangkat ke Sin-tek. karena mereka jerih terhadap kita. ruangan yang inda h dibikin terang dengan api-api lilin merah. untuk bcritahukan para tetamu ba hwa masakan yang baru disuguhi itu ada hidangan yang langkah. hal ini m embuat Ketua Thay Kek Pay ini tak leluasa sendirinya. ada tidak dikcnal oleh Kiam Bcng. dia justeru uji aku berulang-ulang! Aku percaya. Pcrjamuan dilanjuti. Soh Si an le berbangkit. baik ia ikut soetee ini. Di dalam hatinya ia kata: Kalau arak ada racunnya. Ketika itu. datang saatnya tambahan barang hidangan. pergilah kau sendiri! Aku hendak pergi ke Sin-tek. Ia curiga. untuk ini. se orang polisi asal Pakkhia dapat serepi. Kiam Gim coba redakan soetee ini tetapi Kiam Beng panas hatinya. aku nanti iringi kau. ia awasi dulu ayah dan anak itu. cuma pedangnya t idak dicantel di pinggang hanya disesapkan dalam baju. Para hadirin. Ia tetap curiga. akan tctapi cara biki nnya ada istimewa. Kenapa dia tidak memandang-mandang lagi. ia pikir. yang tenggak arak dengan rakus. campuran obatnya ada bcrbcda. Selang dua hari sesampainya Kiam Beng di Sin-tek. dia akan jadi letih. Karena di tempat itu ada sarangnya kaum Kang-ouw. . Kiam Beng anggap soeheng itu terlalu curiga. Pertemuan dilakukan di gedung musim panas dari Keluarga Soh. kita tidak berani sembarang t urun tangan. dengan diantara Yap TengTjeng. Kiam Bcng tidak bilang suatu apa. Di sebelahnya tetabuhan. bukannya ia bergembira. sama sekali dia tidak pandang pula Kaum Thay Kek Pay. ialah siapa minum itu. Soh Tjie Tiauw. Habis tiga edaran. dari tak leluasa. Dua pelayan di belakangnya Soh Sian le mcmbantui orang Boan itu buka bajunya. Untuk pergi ke Liauw-tong. kata ia akhimya. Kiam Gim pesan. ia malah rada mendongkol. m eskipun Kiam Beng hunjuk Sian Ie sudah berusia tujuh puluh lebih dan sudah lama mengasihngi diri. kita datang dengan cara hormat. kita scngaja tunggu Djiewie dahulu. tetapi karena ia kuatir untuk saudara itu. kcdua m atanya bersinar tajam. Pelayan ini bcrtubuh besar. Di dalam ruangan pun ada dibakar dupa yang harum. Kau mesti waspada. katanya. yang dicel ah terlalu curiga. ia jadi curiga. baik kau bawa pedangmu dan piauw. Terang ia ada seorang yang mengerti boegee. Kiam Bcng tanya akan hal barang upeti dan Tjic Tiauw hunjuk. Untuk ini. tindakannya tetap.

untuk membuka jalan. ia heran dan tidak mengerti sekali atas kejadian itu. Begitulah. sebelum orang tahu apa-apa. semacam senjata ra hasia istimewa. ia gunai dua-dua tangannya akan terbaliki meja berbaru marm er. ia berseru: Orang-orang tidak tahu malu! Aku nant i adu jiwa dengan kau orang! Di pihak tuan rumah. sesudah itu. hingga ke depan. kalau tidak. ia telah mendekati jend ela sebelah rimur. me nyambar-nyambar apinya! Dua-dua Kiam Beng dan Kiam Gim kaget bukan kepalang. Dan berbareng dengan tumpahnya mangkok bahso. untuk berke lit. ia berbalik jadi sangat gusar. berbareng dengan itu. ia tidak bolch bertempur lama-lama di ruangan tak lebar dan t ertutup itu. Jago ini segera egoskan tubuhnya ke kanan. ke kiri dan kanan. sedang siapa gunai itu. yalan lioc-hong-tan. oleh karena mereka adalah pelayan-pelayan palsu. hal ini jadi ada baiknya j uga bagi sochcng dan soetee itu. untuk membakar pakaian dan kulit dan da ging.Si pelayan sudah lantas sampai di depannya Kiam Beng dan Kiam Gim. s ambil berseru keras. akan tetapi Kiam Gim suda h siap sedia. maka itu. j tangan kanannya menyambar ke tenggorokannya si penyerang gelap d an kaki kanannya mendupak keras. tangannya membetot tubuh soeteenya. sedang kursi meja pada terbalik. kemudian dengan e njot kedua kakinya. di belakang ia ada sebuah kursi. letaknya kalang kabutan. di dalam mangan yang tidak terlalu lebar itu. ia tempel tubuh dengan tubuhnya Kiam Be ng. Syukur ia bertenaga besar kalau tidak. ia kendalikan diri. Ia dapat kenyataan. Selagi musuh tidak berdaya. karena berat. ia hams berhati adem dan tenang. sembari tolak tubuhnya Kiam Beng. Kawan-kawan di luar. kedua-duanya sampai dengan berbareng. maka itu. yang memandang ke semua pintu. lalu. dengan geraki pedangny a. Menyusul itu. aniaranya ada yang rubuh. lama-lama itu berarti menanti kematian. discbabkan jumlah mereka yang terlalu banyak dan kursi-meja menjadi rintangan. ia serukan: Kenapakau tidak lekas hunus ped angmu! Kiam Beng melongok. Kiam Gim dihadapi oleh seseorang yang bergenggaman golok lancip. atau itu sudah ditumpahkan ke arah kedua soeheng da n soetee ini. Ia dibacok dari arah pundak terus ke tenggorokan. Ruangan jadi berisik dengan beradunya alat-alat senjata. selagi lioe-hong-tan menyala. pada kcpala mercka. Pihak lawan juga tidak bisa bergerak dengan leluasa. dia mesti paham lwee-kang. dari arah belakang. ia lompat ke depan. mereka ada kawanan kurcaci dari Rimba Pcrsilatan. meja itu tidak akan terangkat. peluru itu tak akan meledak dan mcnyala. tapi ia ingat. Itulah sambarannya senjata rah asia. ada yang senjatanya terp enta! dan terlepas. hingga semua se njata musuh jadi terpental. Tidak tunggu sampai Iain-lain musuh menyerang pula atau maju. bclum nenam pan diturunkan ke atas meja. maka itu. maka itu. yang telah putar goloknya sejak ia berada di antara s ebuah meja. tiba-tiba Kiam Gim serukan soetecnya: Man turut aku! Serbu! Da n ia putar pedangnya. s elagi terkurung ia tidak boleh turuti nafsu amarah. Kiam Gim insyaf. hingga musuh roboh seketika itu juga. hing ga soeheng dan soetee ini tidak terluka. Karena itu. Kiam Gim. Kiam Gim mundur. ia mengintii di sebelah belakang. teta pi tegurannya sang soeheng membikin ia sadar. api jadi menyambar ke lain arah. Kiam Gim dengan sebat hunus pedangnya Tjeng kong Kiam dan tangan kirinya meraup Kim-tjhie-piauwn ya. awasl demikian orang berseru. Dengan lekas. karcna ia terus waspada. Segera juga. Sang kambing hendak nerobos! i . malah sekalian pelayan juga turut. angin menyambar ke arah Kiam Gim. berdua mereka sudah terkurung. Ia ada sangat gusar. s edang dari sebelah kiri ada menyambar satu Thic-tjio dan dari kanan sebatang ruy ung. sebaliknya. yang mencoba mcndesak. Isinya mangkok bukannya bahso ikan. hampir saja ia keserimpat. lioe-hong-tan lantas menyala. semua orang sudah lantas keluarkan senjatanya masing-masi ng. ia pcrlihatkan ia punya ilmu pcdang Thay Kek Tjap-sha-kiam. ia tangkis semua tiga serangan itu dengan satu sampokan saja. ia terus lompat jumpalitan ke belakang. dapatkan semua itu telah ditutup rapa t. penyerangan telah dimulai. hanya weli rang yang bundar-bundar bagaikan peluru. mereka bisa melihat dan bergcrakdcngan l eluasa. sembari cabut pedangnya. kakinya dari kuningan. Kiam€€€€Beng€€€turut€€€€teladan* soehengnya itu.

ke kiri dan k anan. Kecua li musuh-musuh yang di luar. tidak heran. Dengan sikap nekat ini. melupakan bahaya. Benar sekarang mereka be rada di tempat yang lega.. ia cekal tubuhnya. ia loncat keluar jendela itu. Sembari bertempur. Dalam heranny a. karena ia hajar tempat kosong. atas mana. Dengan sebclah tangan masih cckal tubuh musuhnya. dengan gerakan Thian lie san hoa atau Bidadari menyebar bunga . baharu saja kakinya injak tanah. yang cuma mencicipi saja. t erus ia angkat. Kiam Gim terus lompat. akan gunai tempat yang lowong itu. jago Thay Kek Pay itu bikin lawannya ngusruk ke arah ia s ekali. Kiam Gim dari jalan keluar. Puncaknya kehebatan adalah kctika tubuhnya tctap j adi sempoyongan limbung tidak kcraan! Dalam saat sangat bcrbahaya dari saudaran ya itu. guna bela diri. ia segera menoleh ke belakang. dari itu. mengetahui ada serangan. terang ada musuh-musuh yang menjad i korban! Bagaikan harimau keluar dari guanya. di dalam juga merubul keluar. Untuk leganya hati. tubuhnya limbung . matanya jeli. musuh masih tetap mengurung mereka. hingga ia jadi heran. Masih soeheng dan soetee ini belum lolos dari bahaya. ia bisa pusatkan perhatiannya melulu ke depan. semua senjata itu mengenai pedangnya dan jatuh ke tanah. Ia girang sekali men ampak musuh mundur semua. Walaupun demikian. di antaranya ada juga yang liehay. tanga n kirinya jago ini tidak diam saja. atau tiba-tiba sebatang toya besi menyambar ia dari arah tempat yang gelap. Di sini. Kiam Gim menyerbu hebat seka li. dengan loncatan Peh rjoa tjoet tong atau Ular putih keluar dari gua . Ia lompat tinggi dan jauh. Dalam keadaan seperti itu. Di mana di belakang ia ada Kiam Beng yang menjaga. ia tidak mau menangkis. tetapi tenaga arak itu ada lua r biasa. tetap sang soetee tidak sahuti ia. Kiam Gim telah dobrak jendela dengan kepalan kirinya men yusul mana. ia bikin musuh-mnsuhnya jcrih. maka dengan di put amy a pedangnya. Kiam Gim tidak bingung. Tapi ia tidak dapat jawaban. Sekarang mereka ini juga bisa bergerak dengan merdeka. Dugaannya jago Thay Kek Pay ini tidak meleset. dengan itu. seperti hendak rubuh. Sebat luar biasa. ia putar tubuh musuh bagaikan senjata saja! Ia berhasil dengan cara m enangkisnya ini. ia sambar batang lehernya. Apa celaka bagi si penyerang. atau musuh-musuh yang menjaga ia. Tidak tempo lagi. justeru ia bisa rubuhkan satu musuh di depannya. demikian Kiam Gim keluar dari jendela den gan tubuhnya yang bcsar. Tidak demikian dengan saudaranya. Dia kirim kemplangan Soat hoa khay teng atau Bunga salju menutup batok kcpala . apabila ia ambil ketika akan menole h ke belakang. Kiam Gim totok orang punya jalan darah Moa-djoan-hiat . Jumlah pahlawannya So h Sian Ie ini ada tiga sampai lima puluh orang. yang ia tajik dengan keras. Celaka! pikir ia. ia teguk arak dengan tidak b ataskan diri. lalu se lagi orang menjadi mati kutunya. Ia berseru pula. sambil sambar toya orang. ia putar tubuhnya. ia disa mbut dengan bermacam-macam senjata rahasia. den gan letaki pedang di depannya. Untuk meno long diri. yang kepandaiannya tinggi dan tenaganya besar . dari itu. Justeru itu. Sudah minum banyak arak. kupingnya ter ang. semua musuh mundur sendirinya Soetee. ia menjadi lemah. begitu tubuhnya muncul. pengaruhnya arak bikin ia letih. d i luar ada musuh. tubuhnya menjerunuk ke depan. man ikut aku! Kiam Gim serukan adik seperguruannya. iapun menyambit dengan piauwnya. Selagi menangkis. ia jadi kew alahan mclayani banyak musuh. hingga mereka . yang sedang terancam bahaya maut Teng Kiam Beng telah terlalu percaya Soh Sian Ie. serangan datang dari depan dan belakang. ia puta r pedangnya akan tolongi saudaranya itu. Sungguh berbahaya! ia mengeluh sendirinya. ada sulit untuk bisa segera membuka jalan. sampai tiga kali. ia putar pedangnya. Bukan main kagetnya! Ia tampak Kiam Beng lagi dikepung musuh. akan tetapi. tetapi ia tidak boleh takut. iapun mesti keluarkan banyak tenaga. dalam tempo yang le kas. beruntun ada terdengar jeritan-jeritan dari kesakitan. Selang sedikit lama. Di s itu ada bersembunyi satu pahlawan. ia lihat Kiam Beng tetap ada di belakangnya. benar arak itu bukannya arak racun. hin gga ia menghadapi sebuah pohon bcsar. ia hanya berkelit. hingga toya menimpa tempat kosong. Ia percaya benar.aga! Berbareng dengan itu. iagcraki pedangnya sccara luar biasa.

Di medan pertempuran itu ada pohon-pohon dengan cabang-cabang yang lebat denga . asal bersama musuh. mclainkan beda dengan lioe-hong tan-tjoe. untuk turunkan senjata tajamnya itu pada lawan yang sudah tidak berdaya ini! Itu adalah saat dari mati atau hidup. me reka kuatir nanti api membakar orang sendiri. hatinya Kiam Gim tidak pernah g entar. mereka tak ayal akan gunai itu. kawan itu toh baka l terbinasa. akan lompat sampai beberapa kaki tingginya. tidak apa dia yang binasakannya! Untuk menangkis senjata rahasia. ketika ujung ruyung sam pai. Segeralah. sedang musuh-musuh di kiri-kanan pada berseru-seru. kapan Kiam Beng lihat soehengnya lagi mendesak. berbagai macam senja ta boleh digunai. permainan pedangnya tak jadi kalut. ruyungnya menyambar. Syukur baginya. kupingnya awas. asal kedua musuh tak dapat lolos! Atau dia pikir. untuk dipakai menangkis serangan geiap itu. han ya tubuhnya terpental dua-tiga tumbak. hingga tidaklah ia sampai terbinasa seketika juga.pada mundur. Nyatalah itu ada senjata rahasia Hoe-hong tan-tjoe atau peluru welirang yang bis a menyala. sekonyong-konyong musuh bergenggaman ruyung liehay itu perdengarkan tertawa aneh. ia mencelat bangun. Kiam Beng punya boegee ada lebih rendah setingkat daripada boegee soehengnya. dia tak perdulikan kawan sendiri. tubuhnya maju. ia mesti hadapi musuh-musuh yan g liehay. tetapi dasar murid sejati dari Thay Kek Boen. ia masih bi sa bikin kempes perutnya. ia masih bisa empos semangat dan tenaganya. yang sudah terbakar. semangat nya terbangun pula. hingga ia tidak terbakar terus. s ayang tenaganya telah berkurang. ia telah jauhkan diri tiga tumbak lebih. hingga Kiam Beng repot melayaninya. gerakan pedangnya menjadi ayal sendirinya. binasa bc rsama-sama. gerakannya lambat sekali. A rich. bintang peno long datang. Untuk tolong diri. biar kawan binasa. Habis itu. Walaupun sudah lelah. bagaikan samb arannya ular hidup. ia enjot tubuh. ia baharu menjadi kaget bukan terkira apabila ia tampak lelatu api muncrat serabutan. tibatiba ia lihat benda berkelebatan bagaikan ular emas terbang serabutan . tenaganya telah sangat kurang. Demikianlah ia putar tubuh seraya majukan t ubuh musuhnya ke depan. ini ada scrangan di luar dugaannya. Hanya syukur bagi ia. hingga ia sangka soeheng itu terkena dibokong. rubuh di tanah dengan tak dapat bergerak pula! Adalah di saat demikian. la mcrangsek teras. akan tetapi sekarang. perutnya kena tersodok. Di sebelah itu. Bcnar sclagi ia mendekati Kiam Beng. segera lela tu api menyambar. Pelepas senjata itu kuatirkan Kiam Gim nanti mencapai maksudn ya. tak perduli senjata api. segera ia lemparkan tu buh musuh. Ruyung itu menyambar-nyambar dengan perdengarkan suara angin menderu-deru. musuh tidak bcrani gunai senjatanya itu. hatinya tetap tak jadi keder. tetapi justcru di saat itu. lelatunya menyala makin h ebat. Di antara pahlawan-pahlawan itu yang pa ling liehay adalah satu yang bersenjatakan Tjit-tjiat Lian-hoan Hek-houw-pian. hingga tubuh musuh di tangannya lantas terbakar. r uyung tujuh garis. hingga ia merasakan sakit bukan kepalang. akan lanjuti serangan hebat karena tetap ia hendak tolongi soet eenya. yang menyambar pakaiannya. Sekejab saja . ia sendiri segera jatuhkan diri ke tanah. Selama pertempuran kusut. tiba-tiba angin menyambar dari sebclah bclakang! Di waktu bcrgulat mati-matian sccara demikian. melulu dise babkan pengaruh arak keras. tak tempo lagi. seperti terbang dari luar langit . Semua api. iajadi lelah luar biasa cepaL Hatinya tetap besar. padam karena bergulingannya itu. matanya jeli. karena peluru welira ng tak dapat d i tangkis atau dijaga. atau Berguling di tanah . akan t erus bergulingan dengan tipunya Koen tee tong . tak ada senjata musuh yang datang menyerang! Seiagi Lioe Loo-kauwsoe heran dan mengawasi dengan mata dipentang lebar. akan dipakai menusuk pula. satu musuh yang mencekal golok lompat memburu. Saya ng bagi ia. ketika musu h tank ujung ruyungnya. senantiasa turun dari atas. malah lelatu pun nyasar menyambar kepadanya sendiri. Kiam Beng lihat ancaman bahaya. malah ia gunai cara penyerangan bcruntun-r untun! Rupanya dia berpendapat. Celakanya bagi Kiam Gim. ia sudah cukup liehay. Dalam keadaan seperti itu. tidak perduli di tangan law an mereka mem punyai satu kawan. iajejak itu dengan sebelah kakinya seraya sebelah kepalannya melayang. pahlawan-pahlawan Istana Boan. di tempat te rbuka. makin ditangkis.

melulu disebabkan latihan darr ketangguhannya. hingga untuk sesaat. Kau diam saja. orang-orangn ya Soh Sian le tercengang. yang disusul sama datangnya empat lawan baru itu. kali ini terutama mereka gunai berba gai senjata rahasia. sebelah kakinya dimajukan. sepert i burung-burung menyambar. dia ada]ah orang pandai nomor satu. lebih-lebih In Tiong Kie dengan ia punya Teng hong pan kee atau ilmu mengenali ala t senjata dengan mendengar saja sambaran anginnya. Maka juga. kau antarkan jiwa? Tok-koh It Hang belum pernah ketemu tandingan. Sama sekali ia tak berikan kesempatan pada musuh itu. hingga sekalipun sekalian pahlawan dan or ang-orang Kang-ouw yang hatinya telengas itu. ia tidak segera putus jiwa. Tok-koh It Hang berempat tidak gubris datangnya berbagai senjata rahasia itu. sambil perdengarkan tertawa aneh. mereka m ulai pula dengan mereka pun ya penyerangan. Gerakan tubuhnya ada Kouw sie poan kin . tubuh orang itu terangkat na ik. penolongnya ini justeru ada orang yang paling ia benci . Ruyungnya menyambar ke bawah. Segera kita akan lolo s dari kepungan! Kiam Beng telah terluka hebat. yang gunai tubuh manusia sebagai senjata rahasia. Saban-saban ia loncat tinggi. atau ul ar menyambar. ia pun sadar. menyapu dengan hebat. sebelah tangannya menyambar! Tidaklah kecewajago Liauw-tongini dijuluki Pe k-djiauw Sin Eng. karena tahu-tahu. Saudara Teng. Berbareng dengan itu. untuk hampirkan musuh yang hendak turunkan tangan j ahat. In Tiong Kie telah menerjang ke dekat kawannya ini. tapi habis itu. pahlawannya Soh Sian le kena dibikin terpental. ia papaki musuh. hingga keduanya jatuh bergulingan.n daun-daun. ketika Tok-koh It Hang kibaskan tangannya. sampai sambaran anginnya terasa d i tempat dua tumbak jaraknya. hingga kawan-kawannya jadi dapat tahu. dari itu. Di situ ada tujuh penjahat. ialah To k-koh It Hang. ia malah girang sekali nampak cara majunya musuh ini. bcbcrapa orang atau lebih benan empat orang. karena dalam ilmu entengi tubuh. yang kesima karena kel iehayannya Tok-koh It Hang. iaini lihat Tok-koh It Hang. yang dipakai menyambut empat lawan baru itu. mcnyusul itu. yang membikin orang terkejut. kepalanya pusing. di atasan musuh. dalam dunia K ang-ouw. akan di letaki di bebokongnya. saban senjata menyambar. di antara seruan ane hnya. lalu terdengar bentakan: Kelinci. Dalam ilmu ini. ruwet benar pikirannya akan k enali. ia malah ada di a tasan Lioe Kiam Gim. dari cabang-cabang pohon ada berlompat turun. ia menyamba r dengan ruyungnya. Tok-koh It Hang sudah sampai pada musuh. tangannya sudah mengenai lengan kanan orang atas mana. tenaganya habis seketi ka! Maka. pahlawan yang bersenjatakan ruyung Tjit-rjiat Lia n-hoan Hek-houw-pian datang mendesak. kaget jug a. disusul sama seru annya: Tua bangka. . tangan yang liehay. Ia s udah gunai ruyung Kauw-kin Hong-liong-piannya. tubuhnya seperti terputar. Musuh inipun terguguh ketika tadi ia dengar suara aneh. Ia berlaku hati-hati. ia batal membacok Ketua Tha y KekPay itu. tubuhnya jadi lemas. Tok-koh It Hang gunai ketika itu. ia tidak pandang mata. Ia menuju lan gsung kepada Teng Kiam Beng. hingga ia tak tahu. Tjiong Hay Peng dan Law Boe Wie! Sekejab saja. yang tidak be rgenggaman. sedang dengan ia pu nya kim-na-tjioe. seper ti suaranya burung-burung malam. In Tiong Kie. Hampir berbareng dengan itu. tiba-tiba dari sana tgrdengar beberapa kali suara luar biasa. kecuali Lioe Kiam Gim. Lu arbiasa sekali. me reka ini kaget atas ini musuh baru. Sudah itu. sampai ia kena tubr uk satu kawannya. Ia bergerak seumpama garuda berputar. melesat melayang bagaikan senjata rahasia. Empat orang ini bergerak dengan sangat gesit. hingga segera mereka kena didesak mundur. ia sebutkan itu satu persatu. lihat! Aku si tua bangka yang antari jiwa atau kau sendiri! demikian ia berseru sambil tertawa berkakakan. Gerakan tangan itu ada gerakan Siauw thian tje e atau Bintang Cilik. naga melesat. Tidak ampun lagi. sampai mereka saling mcngawasi di antara konco sendiri. musuh menjerit kesakitan. dari itu . tangan kanannya segera diulur. apakah lukamu parah? ia tanya. teristimewa Tok-koh It Hang si G aruda Malaikat Seratus Cakar. akan angkat tubuhnya Teng Kiam Beng. ia menyerang atau menangkis. Sekejab saja. jangan gunai senjata gelap! Dan bentakan itu keras laksana guntur! Dan segera. sampai ia punya mata kekuna ngan. ke arah kambratnya dia itu! Kelinci. ia tidak kenal takut. atau Pohon tua terbongk ar akarnya .

Tok-koh It Hang pernahkan diri di teng ah-tengah kawan. Hay Peng telah dengar pembicaraannya Kiam Gim dengan orang yang diutus Kiam Bcng. karena mereka berjumlah besar sekali. Mulanya Tjiong Hay Peng tanya. Law Boe Wie juga mainkan pedangnya secara he bat. maka juga Tjiong Hay Pe ng menyelak seraya berkata: Kau niscaya belum ketahui. dia ini ada murid tersayang dari Lioe Kiam Gim? Atas ini. Bersama-sama In Tiong Kie. In Tiong Kie dengan ruyungnya. Oh. sampai ia mendekati tembok pekarangan. akan tetapi ia heran menampak romannya yang kucel. Lioe Kiam Gim.ia mesti berterima kasih atau bergusar. Tok-koh It Hang suka pergi atau tidak. seberlalunya orang she Lioe itu. In Tiong K . ia hunjuk perlunya orang she Lioe itu mendapat bantuan karena di Sin-tek.€Kiam Beng telah terluka. ia tidak menyebut murfb pada muridnya ini. Syukur itu waktu Tok-koh It Hang belum berangkat ke Liauw-t ong dan In Tiong Kie masih bersama-sama dengannya. untuk berangkat. saban-saban ia minta korban. Dan Tok-koh It Hang nyatakan suka pergi begitu lekas ia dengar keterangannya orang she Tjiong itu. Aku telah ketemu sama gurumu. walaupun s ebenarnya. ada mengeram banyak orang-orang lichay. Maka yang penting untuk ia sekarang adalah berlalu dar i medan pertempuran itu. Se lagi ia menanya. Inilah sukar bagi ia. mereka dapat persetujuan. juga Saudara In Tiong Kie harus pergi akan lemaskan urat-uratnya! Semua orang tertawa Demikian. Kiam Gim ngamuk hingga ia berhasil membuka satu jalan. datangnya ada kebetulan sek ali. dan mereka datang di saatnya pert empuran hebat berlangsung. kalau sampai nanti datang tentara negeri. Begitulah mereka sudah berangkat ke Sin-tek. Tok-koh It Hang tidak diam saja dengan pedang dan tangan ko songnya. hingga mereka turut ceburkan diri. murid ini ada pun ya urusan apa. Law Boe Wie sampai di Sha-tjap-lak Kee-tjoe. akan nerobos ke pepohon an yang lebat. d ari itu. mengunjungi Tjiong Hay Peng. Iapun ada punya satu urusan lain dengan gurunya. berikut Lioe Kiam Gim. akan tetapi iatidak dapat cegah Kiam Gim pergi pada soeteenya itu. untuk membantu itu kedua soeheng dan soetee yang terancam bahaya. dalam keadaan sulit. Di belakang Tjiong Hay Peng dan Law Boe Wie. Law Boe Wie kerutkan alis. karena ia segera ambi! putusannya itu! Biar bagaimana . mereka maju terus. Kiam Gim mengamuk dengan pedangnya. Di belakang ia. k au? lalu ia berdiam saja Tok-koh It Hang kerutkan sepasang alisnya . gurunya pasti ada menghadapi ancaman bah aya. Sambil menggendol Kiam Beng. di Istana Raja Boan. lantas T ok-koh It Hang urut-urut kumisnya dan kata sambil tertawa besan Tentu saja aku su ka pergi!€Kenapa tidak? Kita harus gunai saat baik ini untuk can pengalaman! Aku p un ingin lihat orang-orang gagah yang kesudian jadi kaki-tangannya bangsa Boan m empunyai berapa kepala dan lengan!€Bukan melainkan aku. Ia mengerti jago Thay Kek Pay ini te lah terluka parah sekali. Bertempur lama-lama ti dak ada faedahnya. Tok-koh It Hang beritahukan muridnya ini seraya ia tuturkan ke napa Kiam Gim pergi ke Sin-tek. bahwa mereka hendak pergi ke Sin-tek. Ia insyaf. Justeru itu. untuk membantu. Walaupun ia sedang lindungi Kiam Beng. Ia lantas melihat ke sekitarnya. Pihak Soh tidak bisa berbuat banyak terhadap empat lawan itu. akan tetapi. perlu mereka lekas angkat kaki dari sarangnya Keluarga Soh itu. Kedatangannya rombongan dari Tok-koh It Hang t tu memang sengaja untuk bantu Kia m Gim dan Kiam Beng. seperti murid itu sedang berduka. mereka ini pun tidak bisa segera pecahkan kepungan atau noblos keluar. Boe Wie menduga gu ru dan paman gurunya pergi pada Keluarga Tjiong ini. malah ia tanya berulang-ulang sewaktu orang ayal menyahutinya. Ia ber itahukan halnya kemana Kiam Gim hendak pergi. dari itu. ia perlu pergi susul gurunya dahulu. Ia segera tanya. sedang bergulat dengan orang-orangnya So h Sian le. itulah hebat. ia tidak sctuju yang Kiam Gim turut-urutan Kiam Beng pergi ke Sin-tek . Tok-koh It Hang melainkan bersenyum. Kiam Gim membuka jalan. Tok-koh It Hang girang melihat datangnya ini murid. Mendengar ini. Kiam Gim semua tidak pikir untuk melabrak musuh. Semua kawannya. Demikian ia melainkan bisa bilang. ia segera dari Tok-koh It Hang. kita sekarang justeru hendak berangkat menyusul i a. ia tidak menyangka gurunya yang kedua Tok-koh It Hang berada di situ. da n Tjiong Hay Peng dengan gaetannya. Hay Peng sibuk.

Orang-orangnya Keluarga Soh kena dibikin ketinggalan. pedangnya dipakai menyampok ke atas. Sunyi senyap di empat penjuru. akan menangkis serangan sekonyong-konyong itu. suaranya tidak tedas. menembusi mega. tetapi. akan lihat muka soetee itu terlebih dekat. Menampak demikian. Ia pandang soetee itu. di dalam gunung. In Tiong K ie dan Tjiong Hay Peng dengan sebat gelar sepotong baju biru dan sepotong mantel kulit kambing. terus mcrcka menyingkir. Soeheng. Kawanan budak tak tahu malu! Kaim Gim segera perdengarkan suaranya yang keren. mereka sudah berada di sebuah rimba di luar kota. Matahari telah keluar! kata ia. Ia berhenti ber-kata-kata. tanpa biiang suatu apa. masing-masing mereka lantas perlihatkan keentengan tubuh mereka.ie berlaku tidak kurang gagahnya. Kiam Gim mendekam. mereka semua lantas kendorkan tindakan mereka. tempo sang fajar sudah datang. tubu hnya rubuh. tetapi mereka bersikap seperti hendak menguntit s aja. cuma lima atau tujuh ora ng yang dapat mengikuti terus. keluar Kota Sin-tek. mengawas i dengan bcngis pada musuh-musuhnya. Soetee berkata ia. Ia lihat lukanya Kiam Beng yang hebat. kau orang berani banyak tingkah! Hayo. Kiam Gim tertawa dingin. Untuk Kiam Beng. Mari kita berangkat! kata ia akhirnya. air m atanya mengembang. piauwk u. Rombongan ini lantas be rjalan dengan cepat. . tubuhnya terpent al beberapa tumbak. menembusi juga pepohonan.ia merasakan ini adalah sinar matahari yang terakhir ia dapat pandang. jangan takut sakit hati ini tak akan terbalas! Hanya . ia tak sempat tahan diri. yang polos. menyesal aku tidak dengari kata-katamu! . Ia membungkuk. Kiam Gim ada bagaikan baharu sadar dari mimpinya. akan memasuki daerah Pegunungan Yan Sa n di antara Sin-tek dan Peng-tjoan. Tanpa merasa. hingga mereka bisa diikuti rombongan mereka Sa mpai di sini. s ebelum ia sempat berdaya. kau jangan kuatir . tidak nanti berlaku sungkan lagi terhadap kau orang! Dengan pedangnya Thay-kek-kiam di depan dada. Asal kita sudah keluar dari Gunung Yan San ini. dengan niat menghibur. Tok-koh It Hang turunkan tubuhnya Kiam Beng. buat da ri sini lompat turun keluar pekarangan. mulu tnya tersungging senyuman. Kawanan pahlawan itu kena dibikin ciut hatinya. dengan mendadak ia putar tubuhnya dan menyerang secara hebat Pahlawan yang maju paling muka menjadi kaget. atas mana. Beginilah nasibnya satu jago. Kiam Gim bcrdiri tcgak. tubuh terbanting. sehingga ia kena tersapu. Batara Surya muncul dari belakang gunung. semua orang menja di terharu sekali. ia bersenjatakan tumbak gaetan. ia menyapu ke bawah. Kiam Beng rebah dengan kedua mata separuh tertutup. kemana Kiam Gim semua hendak pergi. segera ia memberi tanda ra hasia. mukanya sangat pucat. karena kedua kakinya sebatas dengkul kena dibabat kutung! Pahlawan yang kedua sudah lantas sampai. ia menangis. Aku kuatir inilah yang terakhir aku melihat matahari kata suaranya lemah. atas mana tubuhnya Kiam Beng direbahkan. sambi) bersenyum. Bukan main gesitnya. dari situ lantas mengalir air matanya. D engan beruntun mereka enjot tubuh akan loncat naik lebih jauh ke tembok. supaya dia ini tidak sa mpai demak dengan embun. tempo orang sudah datang cuk up dekat. Di sini di dalam hutan lebat. Boe Wie angkat kepalanya. kakinya Kiam Gim sudah serampang ia dengan Soan hong sa uw touw twie atau Tendangan angin puyuh . Me lulu karena andali jumlah banyak. Ia meman dang kepada semua orang. Dengan perlahan-lahan. akan lihat jernihnya cahaya rembulan dan bintan g-bintang. mendongak ke langit. mereka putar tubuh. Lantas pahlawan itu menjerit keras. lantas ia menangis sesenggukan. ia gunai gaetannya itu. untuk berikan k etika semua pahlawan musuh dapat mencandak. siapa p unya kepandaian. memperlihatkan sinar kuning emas yang lemah. jauhnya seratus lie lebih dari Kota Sin-tek . la telah buka matanya. pedangku. Kiam Gim mendongkol sekali melihat sikap orang itu. mari maju kemari! Aku Lioe Kiam Gim. yang mau percaya se orang licin__ Selagi orang berdiam. tetapi tidak mampu keluarkan itu. Ia memandang ke sekitarnya. mereka keluarkan napas lega. ia seperti hendak mengucapkan k ata-kata. Soeheng! d n iaawasi Lioe Kiam Gim. ia masuki pedangnya ke dalam sarung. Kita nanti obati kau s ampai sembuh. selagi gaetan musuh terpental. ia kaget. untuk cari tahu.

Dua makhluk yang bertop eng itu pasti bukannya murid-murid Heng Ie Pay. sebagaimana dahulu mendiang ayahmu perlakukan kepadaku. Ia malu kalau ingat ia dikalahkan oleh Tok-koh It Hang yang ia layani dengan tangan koso ng. aku puas. Kiam Beng goyangi kepalanya dengan lemah. hingga karcnanya. selagi ia sendiri hendak turut menghibur. di perutnya ada tanda biru kecil tetapi itu menandakan bahvva tulang rahang telah patah. Tok-koh Loo-enghiong. akan cekal tangannya. Tapi sekarang ia lihat.. apapula dia adalah ahli waris dari Thay Kek Pay. Ia tidak tahu. Sekarang. ia mesti kenda likan hatinya. Kemudian ia berpaling pada Tok -koh It Hang. pasti ia sudah jadi sangat gusar. ia jadi menyesal. Dan ini musuh sekarang ada salah satu penolongnya. aku bisa bereskan itu. menjadi korbannya Tjit-tjiat Li an-hoan Hek-houw-pian. siapa tahu.€Tok-ko h It Hang ada punya obat piranti punahkan racun senjata rahasia. Toako. ia awasi jadi Liauw-tong ini. Masih Kiam Gim mencoba. Aku harap. Kau minta dia pulang. € Tjiong Toako. Law Boe Wie lompat pada paman gurunya. sekarang ia ditolong jago Liauw -tong itu. Kiam Beng ada satu laki-laki sejati. itu ruyung yang liehay. Karena ia ditolong Sian Ie. Tiba-tiba berkelebatlah hal-ihwalnya . Hay Peng terkejut. aku telah berlaku keliru terhadap kau kata ia dengan suaran ya lemah. malahan musuhnya. Umpama kata kau ketemu dia. Kiam Gim manggut Itulah urusan kecil. karena bentrok sama ayahnya dalam urusan jodohnya. unt uk melanjuti.€ Di sini masih ada kita dan saudaramu!* Kiam Beng bersenyum meringis. obat ini pun ti dak mengenai. Mcmang€€jarang ada orang gagah seb agai jago she Teng ini. Aku berterima kasih kepada kau. sukalah kau tilik anakku si Hiauw. Ia mcnjadi lik at scndirinya. si pahlawan bergenggaman Tjit-tjiat Lian-hoan Hek-h ouw-pian. Justeru itu. piranti jatuh dan terpukul. akan tetapi sekarang. ia bcrhcnti sebentar. sampai -air matanya mengembang. telah binasa di tangan jago ini. puteranya Kiam Beng. selagi aku menghadapi kematian aku bisa bersahabat dengan kau . Kiam Beng manggut. lantas ia menoleh pada Tjiong Hay Peng. korban dari kelic inannya orang Boan she Soh itu. biarlah aku minta kau yang suka tolong aku cari merekaitu . dengan terputus-putus: Sayang itu jahanam she Soh tidaklah dengan t angan sendiri aku bisa binasakan dia . sampai ia bentrok sama jago ini. kata ia. ia hanya tidak sctujui sepak terjangnya yang sudah bcrsah abat sama Soh Sian Ie dan pembesar-pembesar negeri. di situ mereka tidak punyakan obat. untuk satu kali saja sambangi kuburanku. Sebenarny a ia hargai Kiam Beng. selagi o rang hendak putus jiwa. Celakanya. Malah satu di ant aranya aku tclah bikin mampus! Sakit hati Soesiok telahterbalas! . ia jadi dimusuhkan kaum Rimba Persilatan. selanjutnya aku akan mati mera m . ia ganggu jago Thay Kek Pay ini dan tcmpur padanya. Tok-koh It Hang pun tclah datang menolong karena permintaannya orang she Tjiong ini. Toako. dia hanya ada korban dari kejujurannya. Kiam Beng masih sangsikan dia! Coba dalam keadaan biasa. Lauwtee. Loo -enghiortg. aku tclah ketahui dua manusia bertopeng itu! kata dia. Ia lant as membungkuk. Ah! . ia berpikir untuk mencari balas. Aku menyesal yang aku tidak mamp u bekuk mcrcka. agaknya ia sangat bersyukur. Dia ini pun ada musuhnya dan permusuhan di antara mcrcka masih belum dapat didamaikan. Sampai itu waktu. yangtelah balaskan sakit hatiku. . tolong beri tahukan bahwa ayahnya tidak lagi memaksa dia dalam urusan pernikahannya. kecuali dua butir obat Tiat-tah -wan. aku juga berlaku kcliru tcrhadap kau kata ia. Aku nanti perlakukan si Hiau w seperti anak sendiri. Socsiok. di belakang hari. ia membungkuk. aku sudah tak berguna lagi kata ia sambil menangis. aku akan menutup mata dengan mata meram . Anak si Hiauw itu adalah Teng Hiauw. ia kata. jangan kau pikirkan sakit hatimu kepada Keluarga Soh itu. bagaimana ia sudah dipermainkan oleh Soh Sian Ie.r Tok-koh It Hang jadi sangat terharu. Ia menyesal. Anak ini menghilang pa da lima tahun yang Ialu.Baju luar dari soetee ini sudah robek. dengan berikan pula soetee itu Tiat-tah-wan. yang nampaknya tidak bisa berbuat banyak.

ia ragu-ragu. Boe Wie menoleh pada guru itu. coba dulu aku tidak memikir de mikian. Apa kau bilang? tanya ia. Tentu saja ia be ium tahu halnya malapetaka yang menimpa keluarganya. selagi semangatku bcrkobar-kobar." Boe Wie tcrpcranjat. kau akan bikin aku meninggal kan dunia dengan mata tak meram! Apakah kau inginkan itu?" Tok-koh it Hang tolak tubuhnya Boe Wie. kau telah dapat bikin terang! Jadi kau telah bereskan itu binatang yang palsukan He ng Ie Pay. sekarang tidak nanti aku kejeblos ke dalam tipu-dayanya Keluarga Soh. permintaannya Kiam B eng ini ada luar biasa. yang katanya ada banyak Mana bisa ia mendadakan jadi toa-soeheng?€Maka ia goyang kepala. "Oleh karena Soesiok menitahkan. atau juga salah satu murid. baiklah. karena kau ada murid kepalanya. "Soesiok." kata ia. selagi sekarang aku belum hcmbuskan napasku yang penghabisan. malah kau pun sudah balaskan sakit hatiku." demikian katanya. meskipun demikian. yang tak lancar: . tapi ia segera berlutut di depannya itu paman guru." berkata ia. maka itu." katanya. aku dengan kau sebenarnya rada asing. maksudnya menganjurkan pemuda ini teri ma tawaran itu.€€€yang bergenggaman Poan-koan-pit bisa llolos selagi aku lawan a. masing Iuntang-lantung? Malah ia ma sih akan luntang-lantung terus? Umumnya.. Han ya sayang. aku juga telah tidak pegang pimpinan sempurna." Kata ia. tapi sekarang. Apakah itu benar? Pasti. "H iantit. "Aku sendiri. kau terimalah!" Boe Wie jadi serba salah. yang terus saja tuturkan bagaimana di rumah guruny a di Kim Kee Tjoen. yang bijaksana. Inilah ia tidak pcrnah sangka. Ah. Di antara cahaya matahari. Kiam Beng bersenyum puas. Kiam Beng bers . Mendengar pcnuturan itu. "akan tetap i. "urusan yang dua puluh tahun lamanya membenam aku. "Kenapa tidak?" tanya Kiam Beng. Selagi menghadapi kecelaka annya sang soetee. tidak se harusnya akujadi ahli waris. aku tcrima. Kiam Beng mengawasi. aku memaksa memimpin kaumku. keliatan nyata pucatnya mukanya. nampaknya ia rnasygul... aku hendak berikan kau satu tan ggungan yang berat sekali. Boe Wie. Pelajaranmu ada le bih tinggi daripada semua muridku. pucat yang luar biasa. rupanya ia tcrhib ur. Coba Soeheng yang jad i tjiang-boen-djin." Walaupun ia mengucap demikian. Melihatroman orang itu. sekarang aku ser ahkan kedudukanku kepada kau. Soesiok! jawab Boe Wie. ahli waris atau fjiang-bocn-djin mesti ada anaksendiri. perintahlah aku. ini rasanya tidak tepat. dengan perlahan. Itulah kejadian di masa aku muda. . ia mengawasi juga pada Kiam Gim. iacekal tangannya.€Lioe Kiam Gim me nghela napas. Buat jadi ahli waris dari Thay Kek Pay. ini lah tugas berat. ia menjadi heran sekali.€€€yang€€€satunya. jadi terkejut. "Boe Wie.. yang kemudjan ia binasakan.€Kcadaan kita mirip dengan aku undang ketua-ketua unt uk saksikan penyerahan pimpinan. sebaliknya. Hiantit. Jikalau kau tolak. Kcmudian.. Kiam Gim. ia telah bekuk Bong Eng Tjin. bagus sekali! Sekarang tinggai satu hal untuk tnana aku moho n jawaban kau. iapun [tidak sempat menanyakan penjelasan pada muridnya itu. Malah ia bisa bersenyum. siapa berani tantangi kau? S elagi ada eurumu di sini dan Tok-koh Loo-enghiong selaku saksi.€Hiantit.. Selamajtu. Ak u tidak sanggup balas budimu itu. ia meringis-ringis.. ia pentang kedua matanya. hatinya Boe Wie toh goncang.. sedang ia hidup sebatang kara. "Tetapi socsiokmu ada bermaksud baik.. kau tetap ada murid keponakan yang sah. asal yang aku sanggup. kemudian terdengarlah suaranya. Mukanya Kiam Beng lantas jadi lebih pucat pula. maukah kau meluluskannya?" Kiam Beng awasi itu keponakan murid.. Ia juga tidak Renal satu jua murid-murid atau muridnya s oesiok itu.. suatu tand a ia sedang lawan rasa sakitnya. aku te ntu bersedia akan melakukannya. maksudku adalah aku ingin kau menjadi ahli w aris dari Thay Kek Pay. "Boe Wie.. ia jadi sabar lagi. tidak nanti Thay Kek Pay timbulkan kesulitan dengan kaum Rim ba Persilatan seperti sekarang ini: Seharusnya Soeheng adalah yang mesti jadi ah li waris. maka itu. "Apakah itu Soesiok?" tanya ia.' hatinya Boe W ie memukul keras. atau murid ke pala..Kiam Beng dcngar itu.

Ia dapat firasat jelek." kata ia pada muridnya itu. "Sudah. untuk bikin tempat jadi bersih. hatinya memukul. tampangnya jadi terlebih pucat. aku telah rubuh! Satu kali kita masuk ke dalam K awasan Hoopak. karena hatinya memukul. kejadian itu tidak ada sangkutannya dengan kau. Demikian nasibnya satu jago.. "Bong Tiap dan Ham Eng turut teetjoe mencari Soehoe." Murid ini mandi keringat pada mukanya. Saudara Lioe. aku sangat berterima kasih pa da kau! . kalau tidak. ahli waris dari Thay Kek Boen". Tjiong Hay Peng dan Law Boe Wie juga lantas gunakan senjatany a masing-masing. Kaum Teng. Bagaima na dengan Soebomu? Mustahil dia tidak adadirumah?" Pikirannya Kiam Gim mulai jadi terang.. Tolong kau bantu pada Boe Wie. kakinya berkelejat. buat dipakai menggali tanah.." ia kata." Hatinya Kiam Gim tergetar. semua or ang berdiam. yang telah datang terlambat..... di rebahkan. tubuhnya Kiam Beng rebah di tanah.. dimasuki.. akan keluarkari kata-katanya i tu. lalu tubuhnya Kiam Gim digotong. "tetapi. ia towel Kiam Gim. entah bagaimana hebat kejadian! Muridku yang baik. nasib yangmalang. bagaimana dengan soemoaymu Bong Tiap?" ia tambahkan. air matanya keluar menetes bagaikan hujan.. aa tidak berkuatir. Kiam Gim mengawasi sambil tunduk.. Semua-semua adalah kepandaianku yang tidak ada art inya. Tjiong Toako. Semua orang menjadi kaget. Setelah pasang bongpay itu. Malah beruntung kau datang. iajadi ingat kata-katanya sang murid ta di. Kiam Gim mengawasi. memandang Boe Wie.. dengan akalnya yang keji-busuk ! Boe Wie turut permintaan gurunya itu. Mereka tidak ambil banyak tempo. scsudah itu Kiam Gim cari sepoton g batu untuk dengan pedangnya ukir huruf-huruf yang berbunyi: "Kuburannya Teng K iam Beng. ia duduk numprah di depan kuburan. air matanya meng embang. "Tidak seharusnya aku izinkan soemoay dan soetee ikut aku melakukan satu perjalanan jauh. "coba sekarang kau tuturkan itu lebih jelas." sahut ia dengan terpaksa . la tidak tahu. musuh datang dalam jumlah yang besar. aku harap kau suka maafkan aku. Tok-koh It Hang. Kedua biji matanya pun lenyap sinamya. tak dapat ditahan lagi. Kalau t adi ia nampak gagah bagaikan naga atau harimau. Ia percaya benar kepandaian isterinya. lantas suaranya berhenti. "Apakah dia turut Soeniomu ke Shoasay?" Kembali tampang mukanya Boe Wie berubah. akan kata: "Aku telah perlakukan keliru kepada kau.€Itu ada kejadian yang hebatsekal i. sedang Kiam Gim raba dadanya.. tubuhnya bergemetar...enyum. akhirnya.Habis. kita telah berpencaran !. ia lantas berikan penuturannya yang jela s." bcrkata dia.. Ia lantas hunus pedangnya. Lauw In Giok. Sampai sekian lama." Kiam Beng coba kumpulkan tenaganya. sedang In Tiong Kie babat rumput di sekitar itu. akan membantu gali lobang.. beriutut di depannya. di sana kita kena terjebak musuh. mulutnya perdengarkan suara serak dan tidak nyata. "Tadi kau omong tentang pertempuran di waktu malam di dalam rimba pohon lioe. jangan bersedih pula. kemudian ia menghela napas. ia menghela napas._** Wart a ini ada terlebih hebat dari halnya Lauw In Giok." Kiam Gim angkat kepalanya. "Soehoe. ada ahli warisnya!" katanya. tapi napasnya soetee itu sudah tidak ada. Lantas ia pandang Tjiong Hay Peng. la baharu hendak tanya murid itu atau Boe Wie sudah jatuhkan diri. dengan roman pucat. ampunkan muridmu. "Marilah kita kubur soet eemu.. dengan ber nafsu.. tetapi. Tidakkah isterinya telah jadi seorang tapadakpa? "Sungguh busuk musuh itu!" kata ia dengan sengit seraya ia berbangkit Tapi ia ada seorang dengan pengalaman. ia tambahkan: "Semua-se mua adalah salah teetjoe. Soehoe. Ia duduk sekian lama. cahaya matahari terus mencorong. tiba-tiba ia ang kat kepalanya. buat terus diuruki. ia lantas kata pada muridnya: "Boe Wie.. Dalam kesunyian. di dalam lobang. Bong Tiap ada putcri s . aku tidak sa nggup lindungi socmoay. menempuh bahaya di dunia Ka ng-ouw. mereka menubruk. sekarang ia jadi lesu dengan tib a-tiba. habis itu. Akhir-akhirnya Tok-koh It Hang angkat kepalanya. 'Thay Kek Pay dari keluargaku.. dengan puas.

. Boe Wie jadi tidak cnak sendirinya." berkata mereka.. tentang kejadiankejadian dalam dunia Kang-ouw. Ham Eng agaknya kurang puas. hanya mereka sedang pasang omong dengan asyik. Ketika perjalanan dilanjuti. Melihat keadaan itu. Boe Wie tidak tega untuk mendesak. Apa mau. hingga me reka mesti menunda perjalanan. Kiam Gim rasakan hatinya tertusuk. Ia kaburkan kudanya. Ia ber laku sangat hati-hati di sepanjang jalan. Ia ingin b uru tempo. ia tendang sebuah batu besar di dcpannya. aku tidak salahkan kau. Lari belum lama. "Kau sabar. Apa mau. itu waktu. "Biarkan Boe Wie cerita lebih jela s. tangannya digerak-geraki. lantas ada orang yang telah pa sang mata terhadap mereka! Pada itu hari kcjadian. Aku telah pukul mundur yang satu. itu hari mereka te tap bakal sampai di Boe-ip. Kau Iihat. Boe Wie jadi sibuk. hanya bocah yang sudah matang. mereka diganggu hujan. ia tidak j erihkan "angin besar dan gelombang hebat". Lioe Loo-enghiong. Hoo-pak. Apa mau.. mukanya mcnjadi pucat dcngan tib a-tiba. m ereka masih belum sampai di kota yang dituju itu. baharu Boe Wie berpikir demikian. Boe Wie menangis. yang sering-sering mereka larika n keras. Bukankah biasa saja di kalanga n Kang-ouw tcrbit angin dan gelombang?€Puterimu bukan gadis biasa." ia kata. maka itu. agaknya ia jadi tenang pula. atau tentang bedanya berbagai kaum persilatan. baharu saja mereka keluardari daerah Shoatang. seraya pegang tangan m uridnya. Siapa tahu. di mana ada buk . Ham Eng ada muda dan cakap. Ketika kemudian ia nienoleh. atau dari depan. pada jago she Lioe itu. perihal pengalamannya. ia antap saja. gurumu tidak nanti pcrsalahkankau!" Kiam Gim berdiam.. Tidak beda banyak adalah Ham Eng. Mereka juga merupakan satu rombongan yang menarik hati." ia b erkata.. Bong Tiap ada muda dan cantik..atu-satunya. rupanya ia sedang berda ya membikin Bong Tiap gembira. mendekati maghrib. ia sudah bikin soemoay dan soeteenya ketinggalah jauh di belakang. Begitulah mereka jalan sampai sang maghrib datang. hayo ka u bercerita. mereka hendak menuju ke Kota Boc-ip. kau ceritalah!" kata ia. lakukan perjalanannya ke Utara. tetap dua saudara itu tidak dapat cand ak padanya. "Asal sudah sampai di luar kota. "kau dengarkan muridmu cerita le bih jauh. "Permusuhan apa ada di antara aku dan musub-musuh itu hingga mereka jadi demik ian jahat?" ia berseru. Mereka belum keluardari daerah Shoatang. "Sabar. Di sepanjang jalan. "Memangnya aku tak punya guna. ada s aja yang Bong Tiap tanyakan soehengnya. ia dapatkan mereka bukan sedang kaburka n kuda mereka. dari kejauhan. hingga sudah terjadi peristiwa hebat ini. di mana ada rumah orang. akan pegang jago Thay Kek Pay ini. Tok-koh It Hang dan In Tiong Kie maju. maka kemudian terpaksa ia perlahankan kudanya. Se tiap soemoay itu gerecoki Boe Wie. mustahil dia ta k dapat lolos dari mulut harimau? Ada baiknya jikalau anak-anak muda mendapat pe ngalaman. terlambat sedikit. Soehoe niscay a tidak ketahui. hari mi bisa diangga p sudah dilewatkan. aku terima dengan baik. berapa ada jumJahnya musuh. Tjiong Hay Peng pun maju. Bong Tiap ada satu anak yang tak kenal takut. "Anak. Kedua soetee dan soemoay itu adalah or ang-orang bam. Ia memang ada satu penunggang kudajempolan. Ia masih anggap sang s oemoay sebagi bocah. untuk nienunggui dua saudara sepe rguruan itu dapat susul padanya. mereka sudah lihat tembo k kota. Di atas kudanya." pikir Boe Wie." Beginilah ceritanya Boe Wie: Ham Eng dan Bong Tiap. tidak apa. H am Eng tunjuk sana dan tunjuk sini. Rupanya dua saudara itu pikir. karena ini. kau bikin muridmu ini kaget. Bukankah kau dan aku juga pern ah ngalami angin hebat dan gelombang da hsyat? Bukankah kita pun masih bisa hidup sampai sekarang? Nan. bersama Boe Wie. di sebelah mereka. "Man kita larikan keras kuda kita!" kata Boe Wie pada dua kawannya. "Sekalipun Soehoe persalahkan aku. Boe Wie ada bertubuh bes ar dan romannya garang. Boe Wie. akan kasih bangun pada Boe Wie. d atang lagi rombongan lain. Mereka menunggang kuda. sampai batu pecah-pecah dan tc rpcntal! Kumisnya pun bangkit berdiri.

it, lantas terdengar suara berisik, dari larinya beberapa ekor kuda, yang mana d isusul sama sambarannya beberapa batang anak panah, yang mengaung di tengah udar a. Dengan hati berpikir, karena berkuatir, Boe Wie hunus pedangnya la tahan kudan ya.€€Segera juga datang satu pcnunggang, yang disusul olch tiga kawannya. Mereka ini bersikap demikian rupa, hingga Boe Wie dibikin terpisah dari Bong Trap dan Ham Eng. Boe Wie mengerti bahaya. La keprak kudanya, buatdikasih lompat, akan hampirkan soemoay dan soeteenya. Kudanya itu bisa lompat tinggi dan jauh. Apa mau, senjat a rahasia datang menyerang. Dengan pedangnya, ia menangkis. Satu serangan dapai dihalau. ia bisa beia dirinya sendiri, apa celaka, kudanya tidak! Dengan satu je ritan, kuda itu ngusruk ke depan, kedua kakinya tertekuk, sampai Boe Wie turut n gusruk juga. akan tetapi ia bisa barengi lompat turun, hingga ia tidak sampai tu rut runtuh. Baharu Boe Wie injak tanah, atau serangan sudah datang kepadanya. Sambaran gol ok ada hebat sekali. Cepat ia herbal ik, sambil menangkis. "Trangi" kedua senjat a beradu keras, sampai lelatu api muncrat. Bentrokan itu membikin Boe Sie ketahui, musuh ada bertenaga besar. Dalam reman g-remang, ia awasi lawan itu, seorang dengan usia lima puluh lebih, mukanya mera h, kumisnya semu merah tua, tangannya menceka! sepasang Poan-koan-pit yang panja ngnyatiga kaki lebih. Qr-ang itu berdiri dengan gagah, dengan jumawa, sepasang s enjatanya seperti pit itu, dia rangkapkan. Itulah sikap dedek "Beng houw hok kian" atau "Harimau nongkrong di peiatok". Dengan hati berpikir, Boe Wie juga siapkan pedang Gin-lan-kiamnya, ia gunai si kap "Kie boh liauw thian" atau "Angkat obor menyuluhi langit". Ia bersiaga untuk segera menyerang, karena ia tidak mau mencrjang terlcbi h dahulu. Kemudian ia p erdengarkan suara mengejek: "Aku kira orang ternama si apa, tidak tahunya segala budak Boan - pahlawan terbesar Ouw It Gok! Maaf, maafkan aku, yang bcrlaku kura ng hormat! Kcpandaian kau orang, aku sudah ketahui! Kau orang, kawanan budak, cu ma pandai kepung orang dengan beramai-ramai!€Sungguh kau orang membikin malu saja pada kaum Rimba Persilatan!" Law Boe Wie tidak kenal Ouw It Gok, tetapi ia kenali orang punya sepasang Poan -koan-pitnya itu, scdang dari sakunya Bong Eng Tjin, ia pemah dapatkan sepucuk s uratnya It Gok, dari itu, iasengaja mendahului menyebut namanya. Untuk sesaat, nampaknya musuh ini kaget, tetapi lekas juga, ia tertawa bcrkaka kan. "Benar aku Ouw It Gok, habis kau hendak apa?" kata ia secara menantang. "Denga n sepasang senjataku ini, aku nanti layani pedangmu yang panjang! Jikalau kau me mpunyai kepandaian, hayo kau maju!" It Gok menantang seraya ia terus€€geraki kaki dan tangannya, bukannya ja siap untu k sambut serangan, tiba-tiba ia mendahului lompat menerjang. Dengan Poan-koan-pi tnya, yang terbuat dari baja pilihan, ia coba ketok pedang orang. Ia mau bersika p keras. Boe Wie tidak pikir untuk adu senjata dengan senjata, ia tarik pedangnya ke ba wah, dari situ ia memutar tangannya, sambil maju, ia menusuk ke arah muka musuh. "Bagus!" berseni Ouw It Gok, yang geser kaki kiri keluar, untuk kelit tubuh, t api setelah itu, dengan "Koay bong hoan sin", atau "Ular naga siluman jumpalitan ", ia maju dari kanan ke kiri, dengan memutar tubuh, sepasang genggaman nya meny erang dengan tipu pukulan "In Hong sam hian", atau "Naga awan muncul tiga kali". Ouw It Gok ini ada kawannya Bong Eng Tjin, dialah yang turut memancing Teng Ki am Beng dengan pakai topengnya. Kepandaiannya memang ada di atas kepandaiannya k awannya itu. Ketika Bong Eng Tjin tertawan, Ong Tjay Wat yang bisa loloskan diri bersamasisa kawannya, lari pulang untuk bawa kabar celaka Mendapat tahu Bong En g Tjin, soeteenya telah terbinasa,'0uw It Gok jadi sangat gusar, maka tidak temp o lagi, ia ajak kawan untuk menyusul, akan cari Law Boe Wie, guna menuntut balas . Sekarang ini, berkat latihan keras, Ouw It Gok ada jauh lebih liehay daripada waktu ia permainkan Teng Kiam Beng, maka itu, dengan hebat ia bisa desak Boe Wie . Ia nyata pandai ilmu menotok jalan darah, karena ujungnya Poan-koan-pit dipaka

i mencari Sha-tjap-Iak-too To-hiat, ialah tiga puluh enam jalan darah! Law Boe Wie tertawa terbahak-bahak kapan ia sudah saksikan cara berkelahi musu h. Sama sekali ia tidak menjadi jerih. Ia lantas melayam dengan gunakan tipu-tip u dari Thay Kek Tjap-sha-kiam, yang ia campur dengan Tok-koh It Hang punya, "Hoe i Eng Keng-soan-kiam".€Ia maju dan mundur dengan gesit, ia tak hendak bentur senja ta musuh, tapi ia pun balas menyerang. Dengan caranya ini, ia bikin It Gok kewal ahan mencoba melukai padanya. Pertempuran ini ada seru, sebab mereka ada satu tandingan. Bicara kepandaian B oe Wie ada terlebih liehay, tapi bicara tenaga, ia kalah setingkat. Boe Wie pun pikirkan soetee dan soemoaynya yang orang telah kurung, yang telah dipisahkan da rinya. Setelah tiga kawannya It Gok itu. kemudian datang pula Iain rombongan, kira-ki ra dua puluh jiwa, bersama yang tiga, mereka ini kepung Bong Tiap dan Ham Eng. M ereka tidak punyakan kepandaian berarti, terhadap itu dua saudara, ia orang suka rberbuat banyak. Hanya, kendari begitu, Boe Wie tetapsibuk. Beberapa kali ia men coba meninggalkan It Gok. saban-saban musuh licin ini rintangi ia. Beberapa waktu telah lewat, tiba-tiba Boe Wic menjadi bingung. Ketika ia gunakan kesempatan, akan lihat dua saudarany a, dua saudara itu sudah tidak ada di tempat pertempuran tadi, mcrcka irii pinda h bcrsama sekalian musuh-musuhnya. Segera juga terdengar suara berisik dari mere ka itu, tidak lagi tcrtampak orangnya. Bukan main gusarnya Boe Wie, lantas ia desak It Gok. Sekali ini ia gunakan pwc e-pwee lak-tjap-sie-tjbioe dari Keng-soan-kiam, enam puluh empat jurus pcdang da ri Tok-koh It Hang, sedans tangan kirinya, mengimbangi pedang, mencari jalan dar ahnya musuh itu, tangan kirinya ini ada terlebih liehay daripada Poan-koan-pit d ari Ouw It Gok. Oleh karena terburu nafsu, Boe Wie sampai alpa menjaga dirinya rapat-rapat. Ia majukan kaki kiri, tubuhnya ikuf, tangan kanannya, dengan pedangnya, membabat l engan kanan dari musuh. Ouw It Gok girang sekali melihat ini macam serangan. Ia segera lompat ke sampi ng kiri lawannya, dari situ ia mendak sedikit, akan menyapu. Boe Wie telah serang tempat kosong, ia iihat datangnya serangan, ia berlompat, sampai tingginya satu tumbak lebih. Lompatan ini bisa singkirkan tubuh dari sen jata musuh. Tapi It Gok berlaku sebat, akan menyabet naik ke atasi Dalam keadaan seperti itu, Boe Wie jadi seperti bcrada di tengah udara. inilah salah satu gerakan "Tjeng kang toe tjiong soet" atau "lompatan entengi tubuh" d ari Tok-koh It Hang, yang ambil itu dengan meneladan sikapnya garuda menyambar. Ilmu ini Boe Wie bisa jalankan dengan baik, walaupun bclum sempurna bctul. Ia kelit dar i Poan-koan-pit kiri, ia jejak Poan-koan-pit kanan, berbareng dengan itu, tangan nya yang kiri dengan "Yoe Hong tarn djiauw", atau "Naga mengulur kuku", menyamba r ke lengan kiri. Tubuhnya rada mendatar. Ouw It Gok kaget bukan main. Syukur dia bukannya satu ahli silat biasa saja. L ekas-lekas ia jengkang tubuhnya, kaki kanannya mendahului ditekuk ke€€belakang,€€sembari terlentang, sebelah kakinya dipakai menendang ke atas, kepada tubuhnya musuh. D engan cara ini, ia sudah selamatkan lengan kirinya. Tapi Boe Wie tidak sudah saja karena serangan "Yoe Hong tarn djiauw"nya tidak memberikan hasil, ia sudah lantas susu 1 itu dengan "Tcng san kan goat", atau "M endaki bukit mengejar rembulan". Satu kali ini, tangan kirinya yang liehay telah bentur pundak orang, atas mana, It Gok rasakan anggota tubuhnya itu jadi san ga t panas, hingga ia tcrpaksa gulingkan tubuh, dengan "Koan long ta koen", atau "S erigala berguling-guling", sampai jauhnya beberapa tumbak, kemudian dengan gesit ia melompat berdiri, akan terus lompat lebih jauh, untuk lari ke dalam lebatnya pohon gandum di tepian. Law Boe Wie tertawa dingin, ia tidak kejar musuh itu, ia ham/a lompat ke dalam rimba, guna cari kedua saudaranya seperguruan. Di antara suaranya yang berisik, beberapa penjahat sambut musuh ini dengan ser angan berbagai senjata rahasia. Boe Wie gunakan pedangnya, tangannya, akan punah kan sesuatu serangan, atau ia bcrkclit, dengan begitu, tidak ada satu senjata ra hasia yang mengeriai tubuhnya. Ketika ia berhasil nerobos ke dalam rimba, di sit

u cuma ada enam atau tujuh penjahat, Bong Tiap dan Ham Eng entah kemana. Lain-la innya penjahat pun tidak ketahuan kemana perginya. Selagi Boe Wie melihat keliliingan. tujuh penjahat itu maju mendesak. Mereka i ni tidak lihat gelagat. Boe Wie sambut mereka dengan tangan kirinya yang diayun. Tangan kiri ini telah tanggapi beberapa piauw dan panah tangan, sekarang semua senjata itu dibayar pulang! Sambil menjerit, tiga penjahat kelihatan rubuh. Boe Wie menyerang sambil maju, akan sekarang gunakan pedangnya. Lekas sekali, ia rubuhkan dua musuh, atas mana, dua musuh yang lainnya lantas lari ke dalam te mpat yang lebat dan gelap. Maka di€€€lain€€€saat,€€medan pertempuran itu jadi sunyi, kecuali suara desirannya sang a Sia-sia saja Boe Wie mencari ke sana-sini. Ia lintasi sebuah bukit, ia sampai di deparfnya sebuah selat, yang dalamnya kira-kira dua puluh tumbak, yang penuh dengan batu dan bala dengan oyotrotan.€Kelihatannya seperti bekas ada orang jatuh bergulingan di oyot rotan itu. Maka, melihat demikian, ia menjadi kaget. Tidak tempo lagi, ia terjun ke bawah, turun ke selat itu, untuk cari dua saudara seper guruannya. Selat ada gelap, sukar akan melihat apa-apa, maka Boe Wie ambil dua potong bat u, ia benturkan itu satu dengan lain dengan keras sekali, sampai muncratlah Icla tu api. Ia segera nyalakan api itu pada rumput kering di dalam selat itu, ia mem buat segumpal rumput, buat dijadikan obor, setelah padamkan api yang melulahan, iagunai obornya itu untuk menyuluhi. Tanda-tanda darah, yang bercerecetan, ada tertampak, akan tetapi tubuh, atau m ayat orang, tidak. Hal ini bikin Boe Wie kaget dan berkuatir. Siapa itu yang ter luka? Orang jahat? Bong Tiap atau Ham Eng? Kalau.benar dua saudara itu yang terl uka, itulah hebat, jangan-jangan mereka sudah terbinasa.... Tercengang Boe Wie memikirkan itu Tapi ia lantas mencari terus, di sekitar sit u. Ia tidak pedulikan malam ada gelap, angin ada keras. Boleh dibilang seantero malam ia gelcdah daerah itu, tetap ia tidak mernperoleh hasil. Ia bingung bukan main. Ia pun tahu, ia tidak bisa berdiam terialu lama di situ. Akhimya, ia ambil putusan. Iaiah di itu malam juga, ia menuju ke Djiat-hoo, akan susul gurunya. S yukur ia ketemu Hay Peng bertiga dan bersama mereka itu, ia akhimya dapat cari g uru dan soesioknya, malah bisa tolong mereka loioskan diri dari kepungan. Demikian ada ceritanya murid ini, yang bikin Kiam Gim bcrdiri diam, mukanya pu cat sekali, suatu tanda ia lagi bcrpikir dengan keras. Kabar-kabar hebat toh dat ang beruntun-runtun. Sudan istcrinya jadi orang bercacat. sekarang puterinya len yap! Sehabis centa, Boc Wie berdiam, mukanya pun pucat dan lesu sekali. In Tiong Kie dan dua kawannya lantas hiburkan Kiam Gim. "Aku percaya Bong Tiap dan Ham Eng loios dari bahaya," demikian antaranya In T iong Kie. "Mereka toh bukannya orang-orang lemah dan bodoh. Tentu mereka loios d i antara tegalan pegunungan itu hingga karenanya mereka jadi berpencar dengan so eheng mereka." Lama Kiam Gim berdiam. Akhir-akhimya iaangkat kepalanya Dengan perlahan-lahan, ia usap-usap pundaknya Boe Wie. "Inilah bukan kesalahan kau," kata ia, dengan sabar sekali, suaranya pun perla han. "Kau tak usah terialu pikirkan mereka. Biarlah anak-anak itu mengandal pada mereka punya peruntungan . Umpama kata mereka bcruntung bisa loios, di belakang had kita akan dapat cari mereka...." Bcnar baharu Kiam Gim habis berkata begitu, Tok-koh It Hang terkejut dengan ti ba-tiba, hingga air mukanya berubah, lekas-lckas ia mendekam di tanah, akan pasa ng kupingnya. Ia terus mcndengari, selagi kawan-kawannya merasa heran, semua awa si ia. Scbcntar saja, Pek-djiauw Sin Eng sudah lantas lompat bangun. "Kawanan anjing datang untuk gelcdah bukit!" kata ia, dengan suara dari kemend ongkolan. Pada masa mudanya, Tok-koh It Hang ada satu hiap-too, penjahat budiman, ia pan dai mendekam di tanah, akan pasang kuping, hingga, kalau ada barisan serdadu, ia bisa duga-duga jumlahnya. Dan sekarang ia merasa pasti, yang datang itu ada pas ukan terdiri dari lima atau cnam ratus jivva. Hal ini ia beritahukan pada kawan-

bacokannya turun terus ke arah pundak. tetapi Kiam Gim dan Boe Wie berdiam. Setelah ada keputusan Kiam Gim berikan perkataannya kepada Tok-koh It Hang bah wa dia tidak bakal langgar janji mengenai cita-citanya membela negara. dari itu ia dapat tahu sang toasoeheng lagi dis erang hebat oleh satu musuh yang bersenjatakan Poan-koan-pit. makin lama ia berkisar makin jau h dari kedua saudaranya itu masing-masing. Yang pertama ada urusan perseorangan. Untuk cari Bong Tiap dan Ham Eng. Boe Wie adalah yang diberikan tugas. "tolong kau capaikan diri untuk kau pergi cari soemoay dan soeteemu. temponya tak kc tcntuan. sedang sam-soehengnya Tjoh Ham Eng mesti berkutat dengan fain-Iain musuh. Law an itu kaget." Boe Wie terima baik perkataannya iru guru. ia berlompat melewati kepala musuh. diikuti oleh kawan-kawannya. Sembari lari. gerakannya sangat sebat. Bong Tiap masih dapat ketika akan melirik kepa da kedua saudara seperguruannya. Menyusul ini. bahwa bua t itu. Yang kedua menggunai sebatang golok besar dan ber at hingga Bong Tiap tidak berani benturkan genggamannya dengan senjatanya kedua musuh itu. Ia menjadi sengit. kemudian seraya putar tub uh dengan tiba-tiba. tidak ada bergantung urusan Bong Tiap dapat dicari atau tidak. dia 'tank pulan g tangannya. Salah satu muridnya Ouw It Gok menggunai tumbak Siauw-tjoe-rjhio. Melainkan sang lawan. kalah ada ruginya. memang keselamatan soemoaynya adala h yang ia paling pikirkan. ia ingin cari puterinya. Maka itu mereka a mbil putusan buat menyingkir saja Tjiong Hay Peng lalu nyatakan ia suka ikut Tok-kph It Hang dan In Tiong Kie pe rgi ke Liauw-tong. ia telah lolos dari kepungan. menang tidak ada untungnya. Baharu nona ini memikir demikian atau lawannya yang memegang golok membacok ia dengan hebat dengan "lay san ap teng" atau "Gunung Tay San menindih batok kepal a". Ia sebenarnya tidak punya pengalaman." pikir ia kcmudian. Ia mcn jadi sibuk sendirinya kapan ia dapat kenyataan. akan ambil beberapa potong Kim-tjhie-piauw. di antaranya dua ada mund-muridnya Ouw It Gok. Tok-koh It Hang. urusan negara. Ia sangat sayang soemoay itu. yang ujungny a lancip dan bengkok. tubuh mereka rubuh saling susul. maka itu mereka lantas berunding. yang di masa kecilnya i a suka ajak memain. dia lamas memburu. Kesudahannya diputuskan buat Kiam Gim bcrangkat dnl u ke Shoasay. maka itu. ia barengi membabat lengan orang. Bong Tiap geser pedangnya ke tangan kiri. tetapi justeru ia kegirangan. hingga d i lain saat. "Mari kitalabrak mereka!" berseru Tjiong Hay Peng.kawannya. pihak . di samping itu. untuk jauhkan diri. hingga dia keluarkan seruan. "Aku mesri tobloskan mereka ini. Penyerang-penyerangnya putcn dari Lioe Loo-kauwsoe terdiri dari sepuluh orang. yang ada gusar sekali. bagaikan cecapung menyambar air. Tok-koh It Hang semua bisa mengerti kesangsiannya jago Thay Kek Pay ini. akan tengok isterinya. hingga saudara ini tidak punya kesempatan lain kecuali melayani musuh itu dengan sungguh-sungguh. Ketika ini digunakan oleh Bong Tiap. ia sudah ja nji pada Tok-koh It Hang untuk sambangi Tjoe Hong Teng di Shoatang. sebab untuk cari Bong Tiap. m alah ia masih bisa berpikir. Urusan menjadi ahli waris Thay Kek Pay sep erti keinginan soesiokmu itu kita boleh tunda dahulu. Kiam G im ingin jtengok isterinya. beberapa musuh perdengarkan jeritan. berbareng mana. Ia cepat bcrkelit kc samping. ia tidak jerih. tetapi pertempuran malam di rumahnya membikin hatinya tambah mantap. Bong Tiap girang dengan kesudahannya ini. yang kedua. muridku. untuk berloncat tinggi. hingga ia kertak g igi. Buat apa layani segala serdadu. kali ini ia mesti layani musuh secara hati-hati aga r tidak sampai terjadi kealpaan pada dirinya. mereka bersangsi. mereka ini bukannya la wan-lawan yang lemah. yang tidak Sudi sudah dengan begitu saja. hingga senjata ini bisa dipakai menikam berbareng menggaet Ini ada suatu senjata langka. Selagi melayani musuh-musuhnya. tangan kanannya itu diayun ke arah musuh-musuhnya." ia tambahkan pada Boe Wie. tangan kanannya merogo h sakunya. "Dan kau. Syukur yang lainnya ada tidak berarti. Pertempuran sore itu ada hebat bagi Lioe Bong Tiap. selagi bacokan menge nai tempat kosong. In Tiong Kie dan Lioe Kiam Gim tidak setuju. Musuh telah bikin ia terpi sah dari toasoehengnya Law Boe Wie.

Ia berhasil mengelakkan beberapa senjata mus uh itu. terbaret panjang Sementara itu. "Soethay. lalu pedang Tjeng-kong-kiam d itikamkan ke arah lawan itu. balas menyerang dengan senjata rahasia juga. ia enjot tubuhnya. hingga ia me nggigit gigi untuk menahan sakit selagi ia cabut piauw itu. tetapi apa mau. ia menoleh pada kawan-kawannya. kemudian mereka semua memand ang ke arah dan mana suara datang. maka itu. Ia baharu injak tanah. ia tak keburu egos lengannya. dia mi adalah seorang perempuan Kang-ouw yang jahat!" demikian ia be rkata. kawan-kawan itu berdiri bengong karena saksikan kawannya dan si nona sama-sama terluka. apa celaka. tiba-tiba mereka dengar satu ! suara nyaring dan mengaung luar biasa. ia rubuh dengan tak sadar akan dinnya. Ini ada serangan tidak diduga-duga dari musuh yang telah terluka itu. bahunya yang k anan itu lantas saja kena tertusuk. jauhnya satu tumbak. sedang musuh-musuh itu mulai datang dekat pula.€Ia gunai pula sen jata rahasianya. p endeta perempuan. Musuh menjadi kaget. ia tidak sempat tarik pulang senjatanya. yang tangannya mcncekal kebutan suci Hoed-rim. dari itu. belum sempat mereka maju. Tidak tempo lagi. maka dalam gusarnya. disus ul bentakan seorang perempuan tua: "Siapakah kau orang yang berani ganggu satu n ona? Jangan turun tangan!" Semua musuhnya Bong Tiap menjadi terkejut. segera ia perlihatkan kegesitannya. hingga ia tidak berani berlaku sem brono. ia tak bisa manjat di kiri dan kanan. untuk hindarkan diri dari bahaya. ia bisa lihat bahwa si niekouw. Selagi tikamannya mengenai tempat kosong. di depannya ada sebuah selat. Hanya. Tapi. walaupun. ia mempunyai pandangan yang luas. yang sudah lama ikuti Ouw It Gok. Bong Tiap sampai di satu jalanan kecil yang berlamping gunung. sebatang€€€€€€€€€€yan-bwee-piauw menyambar juga pinggiran teteknya yang kiri. Bong Tiap dipaksa lari ke arah dalam rimba. akan loncat sana dan sini . Ia hendak bcrbangkit. semua piauw telah digunai. Musuh yang bersenjatakan Siauw-tjoe-tjhio itu tertawa mengejek. Ia tak bisa lari lebih jauh lagi. malah yang bersenjatakan tumbak gaetan Siauw-tjoetjhio sambil teriaki kawan-kawannya. dari itu. ada mem pun ya i banyak pengaiama n. mereka tampak satu pcndcta perempuan. dia telah Jukai lenganku! Kita adalah or-ang-orang yang ditug . Sudah begitu. ia tidak lagi bisa gunai piauwnya dengan semp urna. ia loncat ke depan. Sebentar kemudian. untuk menyingkirdari musuh-musuh itu. ia kirim kepalan kinnya. malah musuh yang pegang tumbak gaet sudah loncat ke arah senjatanya. semua musuh kena dirintangi. "Kau lihat. ia segera papaki musuh den gan tipu tusukan "Hoan sin hian kiam" atau "Persembahkan pedang seraya memutar t ubuh". serindak demi setindak. dadanya kena dipukul keras sekali. untuk sesaat. yang usianya sudah lanjut sekali. ia lanjuti tindakannya lari ke depan. mereka lantas saja tertawa. akan loncat turun ke dalam lembah. dengan gerakan "Lee hie ta teng". Di antara remang-remang karena gclapnya lemba h. dalam keadaan seperti itu. yang tidak rubuh. tumbak gaetan musuh telah datang menyambar. Ia tidak merasakan sakit yang hebat. selagi berbu at demikian. ia robek bajunya. atas mana. Bong Tia p tidak bisa berkelit atau menangkis. katanya: "Anak ayam ini tak nanti lolos! Ja ngan bunuh dia! Dia mesti ditangkap hidup!" Melihat keletakan. untuk jumput itu. atau kakinya lemas. hingga berbareng muntahkan darah hidup. sedang menghampirkan mereka. Semua musuh mengejar terus. Musuh itu. atau ia dengar musu h tertawa mengejek. kenapa kau orang menjublak sa ja? Lekas bekuk ini anak ayam! Lekas bungkus lukanya! Sayang jikalau ia sampai t erbinasa!" Dengan sebenamya. nancap di dagingnya. tubuhnya sud ah merangsek dekat sekali si nona. maka ia me njadi terperanjat.lawan. sebentar lagi. sedang si nona sendiri rebah tak berdaya. Dengan tiba-tiba. Dengan geser sedikit tubuhnya. atau di belakang ia. atau "Ik an lee-hie meletik". "Celaka!" ia menjerit dalam hatinya. hingga darah hidup s egera mengucur keluar. akan tonjok ulu hati orang. untuk turun tan gan. buat dipakai membungkus luka di tangannya. Baharu ia hendak b erbangkit. ia berkelit. bukannya orang sembarangan. ia lempar tumb aknya. "Hei. hingga ia terguling rub uh. Menjadi sa dar. Nona Lioe menjadi nekat. Dalam keadaan seperti itu. Tetapi ia bisa ambil putusan cepat.

walaupun dia telah dibokong. niekouw itu be rt in dak mendekati. Sembari menotok jalan darah orang. orang yang bersenjatakan Siauw-tjoe-tjhio. bel um sampai mereka datang dekat. yang sekarang untuk serang si niekouw tua. selanjutnya kau orang tidak bisa bersilat pula. Lantas saja mereka rubuh. "Tidak. Niekouw tua itu tak dapat dipandang enteng. dengan yang satu ru buh. kau orang tid ak lagi bisa bekerja berat. di bikin sadar oleh kata-kata si niekouw tu a. dan si niekouw tidak bersiap. Dengan mulutnya. maka si penjahat ini du ga. Itulah bukan!" kata muridnya Ouw It Gok. tumbak itu terlepas dari cekalan. dari itu pinnie ju ga tidak inginkan jiwa kau orang! Sekarang pergilah! N iekouw tua itu hampirkan empat orang. terlempar entah ke mana! Hebat adalah sampokan terlebih jauh dan ujung kebutan itu. "Ngaco!" katanya dengan bengis. tetapi ilmu silat kau orang tak dapat dipertahan kan karena dengan itu kau orang biasa berbuat jahat Baiklah kau orang ketahui. Katanya ada satu nickouw yang tidak ketahuan asal-usulnya. siapa di masa muda -pernah€€de ri€€satu sahabatnya. dalam tempo tiga hari. dan kebutan suci menyamppk tumbak gaet an. sambil tertawa. pergilah kau orang! Kawanan itu mati kutunya. kau orang masih hendak turun tangan terlebi hjauh! Jikalau kau orang bukannya bermaksud buruk. Kau orang sudah dengar suaranya piauwku tetapi kau orang masih berani hendak melawan aku. atas mana di dalam lembah segerala h terdengar suara nyaring dan mengaung seperti tadi. mereka cuma manggur-manggut. dia menyangk al. disusul sama sambarannya tiga batang piauw di tiga jurusan. lantas mereka bisa geraki kaki-tangan. sembari tertawa dingin. jangan langgar itu. atau kau orang jangan nant i sesalkan padaku. s esudah ia bikin orang tak berdaya. Iantas terden gar suara keren dari si niekouw. Mereka ini sementara itu sudah merangsek. si niekouw tua kata pula: Pi nnie tinggalkan jiwa kau orang. sedang tan gannya yang kanan. "Di mana ada seorang nona b egini muda dan manis menjadi penjahar? Dia punya luka melebihkan hebatnya lukamu ! Sudah kau orang bikin dia pingsan. tubuhnya rebah ti dak berkutik lagi. akan tetapi muridnya Ouw It Gok rubuh dengan segera. € Kawanan tikus. tadinya u ntuk taati titah kawannya. lenyap perasaan sesemutan da n beku mereka. ia berikan dupakan enteng pada tubuh s esuatu dari mereka. terus mereka bangun berdir i. karena tak disangka. s ejak sekarang ini. Mereka terpis ah dekat satu dengan lain. geraki tumbaknya Siauw-tjoe-tjhio. pada sepuluh tahun yang lampau. yang rebah diam saja. kau orang tidak pernah dengar? kata si niekouw tua sambil tertawa.€€dengarnya€€dari€€€satu soepehnya. harap Soethay ti dak campur urusan kita!" Di iuar dugaan. maka taklah cukup apabila kau orang tidak diajar adat! Tetapi Budha kita ada maha suci dan kasih. keterangan itu bukannya membuat si niekouw tua undurkan diri. lantas saja mereka ngel oyor pergi. dia justru mendesak. maka kau orang haruslah jadi penduduk baik-baik. yang pe rnah ikuti Ouw It Gok terlebih lama. gesit gerak tu buhnya. bole . tentu kau orang adalah kawana n penjahat!" Selagi berkata demikian. atas itu. mereka pun lagi s angsikan suara mengaung. Dia ada sangat jeli matanya. den gan demikian. katanya: Kau orang cobakan rasanya piauw Bouw-ni e-tjoe! Perkataannya orang suci ini ditutup berbareng dengan menyambarnya piauw terhad ap sesuatu dari empat penjahat itu tanpa mereka ini sanggup bcrdaya. diam-diam tangannya yang kin" siapkan tiga batang yan-bwee-piauw. Rombongan muridnya Ouw It Gok ini terdiri dari lima orang.askan pembesar negeri untuk menawan diaini! Sebagai orang suci. tapi satu kali kau orang ber silat atau bekerja dengan memakai tenaga. Memang. kau orang rupanya tak ketahui aku! Tetapi apapun tentang piauw Bo uw-nie-tjoe. Hanya. Di antara mereka. menikam bagaikan ular meny ambar. ia pemah dengar tentang senjata rahas ia piauw Bouw-nie-tjoe. Apa yang terjadi adalah di luar sangkaan. Nan. luka dalam tubuhmu tidak bakal kumat. kau orang bakal muntah-muntah darah dan akhimya binasa! Pinnie telah kasih peringatan pada kau orang. atas mana. mengenainya perlaha n sekali. Ketiga piauw melewati sasarannya. mereka lihat tangan kirin ya si pendeta perempuan telah diayun ke atas. malah merek a seperti tak ketahui datangnya serangan. Menyusul itu. tinggallah empat orang. luka dalammu ba kal kambuh. pasti dia akan berhasil.

dia pandai ta-hiat . atas mana nampaknya ia berhati lega. Ia lantas raba dadanya. Umpama O uw It Gok. satu nieko uw tua sedang kebuti ia dengan perlahan-lahan. Beda daripada itu dua. yaitu piauw Bouw-nie-tjoe. di waktu bertempur. jikalau aku tidak ambil dia. itu nickouw suka lepaskan dahulu satu piauw. orang tak ketahui. Apakah aku sedang mimpi? tanya ia pada dirinya sendiri. apabila orang dengar suara piauw itu beradu. ata s mana. tetapi jug a sudah punya dasar dan dasar dari satu ahli. guna berikan pertimbangannya. selagi digunakan. karena senjata yang digunakan ada Hoed-tim atau k cbutan. ketika akhirnya ia merasakan dirinya lega dan ia buka matanya. dia cuma mengebut dengan kebutann ya. baharu senjatanya€€menyambar sasaran. bahwa saban kali dia ini muncul. api lilin memain memberikan bayangan. sekarang aku dapati dia ini. hingga b crsuara nyaring sekali. dia pasti bakal merasai akibatnya yang hebat. keman a lagi aku hendak mencari? Tidak tempo lagi. Ta-hiat atau memukul jalan d arah . ia sebenarnya sudah menutup mata. ada dua rupa. pernah dengan€€seorang€€€diri. jalan napasnya sangat perlahan. hi ngga mereka ngeloyor dengan mulut bungkam. biasa digunakan dengan tangan kosong. sedang darah masih mengalir keluar dan lukanya. tidak pernah orang dapat lihat pula padanya. untuk disambar dengan sebatang yang lain. Tok-koh It Hang dan Law Boe W ie. meskipun sekarang darahnya itu dapat dicegah keluarnya lebih jauh. maka orang percaya. Dicarinya sukar tapi toh didapatinya begini gampang kata ia seorang diri. ia lupa segala apa . hingga kedua piauw bcntrok satu dengan lain. pendeta ini membungkuk. buat dikasi h naik atas bebokongnya. Laginya. sebagai kesudahan dari dikalahkannya.h jadi datangnya dari In-lam. dan asap hio bergulung-gulung mendatangkan bau harum. untuk si niek ouw datang sama tengah. segera ia ingat bagai man a orang serang ia. Kcbutan itu pun bisa digunakan sebagai pedang Ngo-heng-kiam atau ruyung Teng-tjoa-pian. karena di situ ada patung Budha. kepandaiannya niekouw ini adalah ho et-hiat atau menutup jalan darah . suara itu seperti juga tanda untuk orang bersiaga terlebih dahulu. Dia tidak saja berbakat. Adalah biasanya. Niekouw tua itu kerutkan alis. Segera ia bekerja. biasanya. Niekouw itu antap orang angkat kaki. ia bekal. mesti ada orang j ahat yang dapat bagian. dengan sangat perlahan. kepandaiannya menggunakan kcbutan itu entah ada kepandaian dari golongan atau cabang silat yang mana. menggunai tiam-hiat . mereka mesti hentikan pertempuran. Ada tersiar cerita. jadi sangat ketakutan. hingga ia liha t si nona rebah dengan kedua mata meram. ia menjerit . Ilmu menotok jalannya darah. ia hanya dekati Bong Tiap. di waktu gunakan piauwnya itu.€Dan ia gigit bibirnya. dulu ia sudah berusia lanjut. ia rubuh. melainkan senjata rahasia. apabila ada orang yang ber kepala batu terhadap pertimbangannya itu. ia pu n telah keluarkan tcrlalu banyak darah. saban kali€€digunakan. akan angkat tubuh orang. ke arah atas. Di samping ia. Maka orang yang bersenjatakan tumbak gaet Siauw -tjoe-tjhio itu. sesudah mana. Ia pun dapatkan dirinya berada dalam sebuah ruan gan suci. sedang Lioe Kiam Gim. Kcbutan itu lemas bagaikan s egumpal bulu ekor kuda. selewatnya i tu.€€€dengan kebutannya. terutam a sebagai alat untuk menyerang jalan darah. ia telah la tiga puluh berandal yang liehay dan scmua berandal itu kena ia rubuhkan dan takl ukkan. di waktu orang bertempur. Piauw itu ada untuk menyerang jalan darah. Di samping itu. ke betulan sekali. juga luar biasa.€€biasa memakai senjata Poan-koan-pit atau batang Hoentjwee Tiat-yan-kan. ia toh bersenyum.€€lebih€€€dahulu kedengara uaranya mengaung. niekouw itu tidak pernah kelihatan ada gunakan genggaman. Kebutannya. Itulah kejadian pada sepuluh tahun yang berselang dan si niekouw. akan tetapi. ialah menotok jalan darah. Bong Tiap terus tak sadar akan dirinya. Untuk belasan tahun aku cari satu nona guna dia wariskan aku. atau kalau dia gunai. Ada dibilang lebih jauh. dia hanya merasa seperti melayang-layang di tengah udar a. kekuatannya sanggup melaw an pedang. Bong Tiap tidak sadar. dan tia m-hiat . Di samping hajaran pada dadanya. itulah ada di hari keenam sejak ia dikeroyok. ia masih sangat€€lemah. seka rang ia muncul secara tiba-tiba. Siapa sangka. akan tetapi. ia bertindak meninggalkan tempat bekas pe rtempuran itu. sedang juga. maka itu. akan dapatkan j antungnya masih memukul. atau Hoed-tim. ialah periksa luka dan obati itu dengan obat luka yang.

ia tanyakan itu pada Hoei Si oe. dengan sikap tetap lemah-lembu t. na nti kita orang pasang omong . hingga Bong Tiap merasa hatinya terbuka. Bong Tiap menurut. atau Kuburan Hijau. pada niekouw tua itu. Kau belum tahu tentang bagaimana ak u telah tolongi padamu. ia bersekolah sedikir. Bong Tiap tidak berkeberatan akan tuturkan urusannya. Nona. Lebi h baik kau tuturkan aku tentang hal-ihwalmu. keadaan di s ana ada asing bagiku. Aku punya soetjouw.dimaksudkan Ham Eng air mukanya si nona menjadi guram d engan tiba-tiba. fan ada daerah di luar perbatasan. Ia toh lagi ikuti toa-soehengnya akan pergi cari ayahnya di Utara. dan yang ketiga ialah kuil ini. di Mongolia dan Tibet sama sekali telah dirika n tiga buah kuil.sendirinya. Di hari kedua. Hoei Sioe ada orang Mongolia. Hoei S ioe boleh layani kau. Bong Tiap tidak pemah merantau. untuk diaj ak keluar dari dalam trail. Tatkala itu ada di permulaan musim panas. sekalip un di musim dingin. maka akhirnya si niekouw tua tuntun ia. Tempat apakah ini? akhir-akhirnya ia tanya. benar-benar niekouw tua itu telah berangkat menuju ke Djiat-hoo (Yehol). kau belumsembuhjangan sembarang geraki tubuh. Hanya aku tidak bisa turut sekarang juga. siapa itu ay ah kau? Kau harus ketahui. akan tetapi menurut pembilangannya. bersama-sama soeheng aku biasa menggayuh perahu di dalam mua ra! Menyebut sang soeheng . Kau h bat itu gundukan tanah dengan rumpu tnya yang bijau? Itu ada kuburannya Ong Tjiauw Koen. kau kasih tahu aku.€Ia sangat ketarik sama pemandangan jndah di luar kuil itu. barangkali aku bisa bantu pikirkan dayanya. ia lekas menambahi. Kalau ayah dan soeheng kau terancam bahaya. si juwita kenamaan. kau sudah keluarkan terlalu ban yak darah. Aku tidak takut udara dingin! Selama di Kho Kce Po. kata . Niekouw itu usap-usap rambut orang. dilihat dari romannya. scbaliknya. maka kau perlu beristirahat di sini. apa pula untuk per gi kc Djiat-hoo yang ada ribuan lie jauhnya. Bong Tiap masih belum tahu halnya si niekouw tua. sahut si pendeta percmpuan sambil bcrsenyum. Lantas si niekouw ini tuturkan ten tang musim atau hawa udara di Mongolia dan Tibet. maka juga dinamai Tjhee-tiong. salju telah lumer. maka sekarang ia menjadi kagum d an ketarik hati. bawa udara ada bcrsih dan menycgarkan. apa kau hendak turuti aku menyaksikan itu? tanya ia kemudian. Kau juga tak boleh bicara. aku pemah dengar. Nona.si niekouw dengan perl ahan. Nona. la pun rasakan tubuhnya sangat lemahLewat lagi beberapa hari. Tentu! Kcnapa tidak? sahut si nona. ia hanya utamakan ilmu silat saja. Su dah tiga atau empat puluh tahun aku tidak pemah pergi ke Kwan-lwee. Tentang ayahmu. ialah satu di Ie-soh-tjiauw-beng di Mongolia Luar. satu di Tji p-sip-Ioen di Tibet. aku n anti cari tahu tentang mereka. ia ada terlebih tua dari si niekouw. aku terima ia di sini untuk kerjakan ini dan itu. Keadaan di sini masih tidak an eh. Kau tclah banyak ikuti Soethay begitu banyak tahun. ialah tepinya Sung ai Tay Hek Hoo. dari itu. serangan angin ti dak mendatangkan hawa dingin. Hoei Sioe sudah tua dan kurus. sedikitnya lagi satu bulan. niekouw itu lebih tua daripada ia sedikitnya tiga puluh tahun. dan hendak cari juga kedua soeheng. kau beristirahat di sini.€Ia jadi ingat pada pertempurannya di Boe-ip. Nona Lioe sudah bisa turun dari pembaringan. tentang gunung di Tibet. kata si niekouw sembari bersenyum melibat kek agumannya itu. m n itu kuburan bcrumput hijau. sekarang ini kau belum bisa jalan. Gunung Himalaya. hingga si nona jadi semakin ket arik hati. Cuma urusan ayahnya bikin ia sangsi. Di sini biasa€€€tumbuh€€€rumput€€€putih. aku nanti pergi. baiklah. Sekarang aku hendak cari ayah di Djiat-hoo. ia bisa jalan dengan perlahan-lahan. pemandangannya ada cupat. suaranya perlahan. ia pemah pelajarkan juga ilmu silat kasar-kasar. Inilah Soei-wan yang berada jauhnya tiga ribu lie dari Boe-ip. Kau rebah lagi beberapa hari. buat pergi ke pckarangan luar. kata si pendeta setelah berdiam sekian lama. Kau telah terluka parah. suaranya sabar. niscaya kau tidak lemah lag . kata ia. pada urusannya sendi ri. Ia merasakan sakit! Jadi ia bukan lagi bermimpi.

telah memberikan bekas-bekas kedua telapakan tangan dan lengan. ia bingung juga. bcrapa usianya. Karena itu. aku tidak punya kepandaian lain kecual i sedikit tenaga. ia lantas berangkat ke Kuil Siauw Lim Sie di atas Gunung Siong San. ilmunya Budha pun tak dapat tolong membebask annya. kata Sim Djie pada si nona. ia scnantiasa bersendirian saja. Nona. Ia hampirkan pohon itu. untuk di pakai menggoyang. Bong Tiap menurut. Kaiau aku bikin rusak. bila nanti Soethay pulang. aku percaya dia tidak bakal lol oskan kau. di mana ia hampirkan satu pohon sebesar pelukan. Bong Tiap jadi kaget dan kagum. Menurut centa. Itu adalah buah-hasilnya kepandaian mclatih tenaga K im-kong-tjhioe atau Tiat-see-tjiang . ia juga pandai silat dan karang dua buah Kitab Ie Kin dan See Soei .kata ia kcmudian pada Hoei Sioe. Man. meluruk turun. aku anggap kau beruntung sekali! Mendengar itu Bong Tiap jadi girang berbareng heran. atau daun-daun lantas rontok. hanya aku belum puas karena kepandaianku belum. Pemah aku tanya Soethay. sckarang ia dapati Bong Tiap scbag ai kawan. €€kata€€ia kemudian. semasa Kaisar Liang BoeTee. Orang mesti menutup mata. Itu ada pohon hoa yang kuat-kekar dan ulet terhadap serangan es dan salju. Kcmudian kcduanya bicara pula. kata ia. ketika dengan mengarungi lautan. Sudah puiuhan tahun ia iku ti Sim Djie. entah ke mana menyingkirnya Kiam Gim. Sekarang Sim Djie turunkan kepandaiannya kepada Bong Tiap. Karena kata-katanya Soethay itu. hingga karenanya. untuk dipeluk. kal teguraku Ia pun bersenyum. Hoei Sioe kasih tahu kenapa dia tah u Sim Ojie bemiat ambil si nona scbagai muridnya. apa Soethay ada mempunyai ilmu panjang umur hingga tidak bisa me ninggal dunia. Nona. Soethay menghela napas ketika ia menambahkan: Aku bakal jadi lilin yang aka n habis sumbunya. Bcrsama ia. Sim Djie telah kembali setelah beberapa hari kemudian. hingga ia dipandang sebagai ieiuhur pertama di Tiongkok tentang agamanya itu. Atas pertanyaanku itu. ? . Sekarang ia dapat pelajaran dari Kaum Sian Tjong . ia gembira bukan main. hing ga ia berhasil membangun pelajaran agamanya. Bukan melainkan daun pohon. aku juga sudah merasai p erbedaan. Tat Mo Siansoe datang ke Tiong kok di mana ia berunding dengan Kaisar Liang Boc Tee. Soethay nampaknya Iesu. Aku nyatakan. di Propinsi Hoolam di mana. kata ia. ia ada bawa kabar yang mengejutkan. Karena itu. Bagaim ana girang untuk jadi muridnya Sim Djie dan perolehkan kepandaian yang tinggi. Cukup€€sebegini. malah ia wariskan juga piauw i. Maka itu. karena tak cocok pendapat. Memang Hoei Sioe pernah bilang. Tat Mo Siansoe tidak cuma faham agama Budha. Itu adalah peristiwa hebat di gedungnya Keluarga Soh. untuk sepuiuh tahun. Soethay tertawa. tentang pertempuran dcngan pahlawan-pahlawan Istana Tjeng. Karena ini. ia telah jadi muridnya si ni ekouw tua itu. sckali ini. aku belum dapat murid yang aku cari. Selagi mengucap demikian. Itulah ada warisan nya Tat Mo Siansoc dari zaman Lam Pak Tiauw. ia jawab: Mana aku mengerti ilmu tak jadi mati? Tubuhku sehat disebabkan aku berlatih sila t. dengan sendirinya. dalamnya kira-kira tiga dim. ia duduk bcrscmedi menghadapi tembok. antaranya si orang Liauw-tong. baharu ia keluarkan tenagapya. dan kenapa ia nampaknya tidak jadi tua . Kau bilang kau sayang aku. Kau lihat . yang makan usia sampai seratus tahun lebih! Aku bah aru mendekati seratus tahun.€ Apa kau sudi perlihatkan aku satu atau dua jurus Mana aku beratri? sahut Hoei Sioe.€Han ya di samping itu. ia sayangi si nona. baiklah kau scndiri turut diamkan diri. Selama beberapa tahun ini. Ia tak dapat tolak lebih jauh nona itu. Kerajaan Selatan dan Utara. ia gembira sekali. Selang satu bulan. ia send iri pun lagi bersemangat. Toh ada orang tani biasa. sesudah iasembuh benar. ia mulai diberikan pel ajaran silat. yang terus ajak si nona ke pekarangan di iuar ruangan pendopo. tapi untuk bersilat saja kau tidak mau kata ia. Ia hunjuk alemannya. demikian katanya.€ Aku belum berarti! Bong Tiap tidak puas. ada€€orang€€yang€€€bakal arisinya. Bagaimana bila ia dengar kabar hal ayahnya? Apa bisa ia berdiam di kuil itu tanpa pergi sambangi ayahnya?€Bagaimana bila si ni ekouw tua itu paksa untuk ia berdiam di sini? Sementara itu. juga batangnya. pemerintah Boan telah keluarkan titah penangkapan untuk Lioe Loo-kauw soe dan kawan-kawannya. seraya ia tunjuk pohon itu. yang rontok jatuh.

ia digantikan oleh Lie Lay Tiong. Kiam Gim juga tidak lupai gadisnya. iapun ada mempunyai pasukan prive yang kuat. hingga pcmandangannyasi nonajadi luas. Lioe Kiam Gim telah memasuki Gie Hoo Toan pada tiga tahun yang lalu. yang menunjang pemerintah Boan itu. mereka dipanda ng sebagai pengacau. sebab pemerintah itu lagi repot dengan gerakannya Gie Hoo Toan. kedua dengan begitu ia bisa menyingkir dari tangann ya pemerintah Boan. tcntaranya delapan negara asing tela h meluruk ke Pakkhia. siang ia belajarsilat. Karena ini. karena ilmu pedang itu hampir bersamaan dengan Th ay-kek-kiam. tidak sedikit jua pihak Boan meras akan sayang. romannya Ham Eng dan Boe Wie. dengan begitu . karena hatinya Boe Wie ad a tawar sesudah ia dapat pengalaman yang tak memuaskan dalam kalangan Tjit Seng Hwee. karena ia sudah p unya dasar Kim-tjhie-piauw. Kota T ok-tjioe kena dirampas. Untuk ini. Nona Lioe bisa belajar dengan cepat. nona ini seperti tcrbayang dengan roman a yahnya. malam ia yakinkan surat. malah Boe Wie ia pesan. Ia masuk bersama-sama Law Boc Wie. apabila pikirannya scdang melayang. yang hendak bekuk ia. Tapi walaupun semua itu.€Maka itu. Tiga tahun bukannya tempo yang lama. kcsatu ka rena ia sctujui gerakan itu. Dasa r ia ada bekas punggawa Boan. Begitu permintaan Duta Amerika diterima baik. pembuat huru-hara. Lie Lay Tiong memasuki Gie Hoo Toan sesudah dalam kalangan Gi e Hoo Toan ini ada rombongan-rombongan yang anti pemerintah Boan. dan yang membelai juga. ialah Kereta Naga dari» Ibusuri See Thay houw. dia mesti lekas kembali. Setelah Tjoe Hong Teng binasa. Wan Sie Kay ada dari golongan penj ilat asing. tiga tahun telah lewat. seperti Yok Hian. Dalam peperangan di Shoatang itu. orang sebawah annya yang tadinya ada bekas sebawahan dari Tang Hok Siang. Hong T eng binasa belum lama sejak datangnya Boe Wie. kedua soehengnya itu. Di smi ia hendak wujud . tap i gcrakannya bcrtambah hebat. Kemudian Boe Wie undurkan diri. Boe Wie dapat kemerdekaannya. Dalam perjalanannya ini. Demikian Duta Amerika sudah paksa pemeri ntah Boan tukar Yok Hian. Boe Wie susul gurunya sesudah ia putus asa mencari Lioe Bong Tiap. Bong Tiap dapati secara lekas. baharu kita orang dapat makan nasi ! Selagi Gie Hoo Toan di Shoatang bergulat. di waktu mala m. Kaum Gie Hoo Toan sudah turun tangan. Ia kembali ke dalam duniap erantauan. selama itu. telah dapat kebinasaan. ia lakukan penindasan kejam. seper ti bcnda bertukar bintang berpindah . Sim Djie juga pemah ajak muridnya ini be rlari-lari di tanah datar dan Mongolia dan lihat Yam Ouw. Boe Wie tidak terlalu menank perhatian pemerintah Boa n. hingga ada cerita burung yang berbunyi: Sesudah dap at binasakan si telur kura-kura Wan Sie Kay. Tanpa merasa. Tjoe Hong Teng. hingga Kaum Gie Hoo Toan jadi tercebur dalam lau tan darah . satu orang peperanga n pemerintah Boan. Yok Hian ditukar deng an Wan Sie Kay si tukang jagal besar-besaran. Setelah sampai di Shoatan g. Tapi Lie Lay Tiong ini. kawannya di Tit-lee pun maju ke Thia n-tjin. ia mampir di Poo-teng. Gcrakan Gie Hoo Toan dari Tjoc Hong Teng telah jadi dcmikian berpenganih hingg a Soenboe Yok Hian dari Shoatang tak bisa tak akui sebagai gerakan rakyat jelata . suasana telah berubah. tenaganya dia ini melulu hendak d ipakai buat menghadapi pihak asing. Dan Kia m Gim datang pada Tjoe Hong Teng setelah ia sambangi isterinyadi Shoasay. Pemerintah Boan jerih terhadap Gie Hoo Toan. s ebagai alasan. ia masih tetap dalam Gie Hoo Toan. denga n tunggang seekor kuda. Pun pelajaran pedang Tjepeh lian-peh Ngo Heng Kiam. Tjoe Hong Teng sendiri masuk golon gan yang bantu Tjeng Tiauw untuk membasmi bangsa asing (Hoe Tjeng Biat Yang). Kekejamannya Wan Sie Kay membangkitkan perlawanan hebat dari pihak Gie Hoo Toa n. Telaga Garam dari Tibe t. malah Liong-tjia. telah kena dibakar musnah. ia kemukakan niatnya mencari Bong Tiap lebih jauh. Joe Lok terpaksa akui Gie Hoo Toan sebagai gerakan rakyat yang sah. dari itu. sejak Bong Tiap berguru pada Sim Djie Si n-nie.Bouw-nie-tjoe. Tjongtok Joe Lok telah lakukan perlawanan keras tapi ia terdesak. melainkan di matanya rombongan paderi tukang sebar agama Kristcn. tet api Boe Wie tidak demikian sungguh-sungguh seperti ia. Sembari cari Bong Tiap. murid ini berhasil atau tidak cari B ong Tiap. tapi karena urusan negara ada lebih besar. kcmudian kena disiasati juga oleh Ibusuri See Thayhouw. Dan hikayatnya Tiongkok sudah mcngikuti karcn anya. ia jadi peroleh kepandaian berbareng. akan tetapi.

murid-muridnya Kiam Beng jadi kacau. entah ke mana. ketika ia segera mcnolch. sekali ini. ia terdesak oleh gurunya. Sekarang Boe Wie bikin pcrjalanan melulu untuk Bong Tiap. Lioe K iam Gim dan Tok-koh It Hang tidak bisa turut meresmikannya. guna dimintai kctcrangannya. dan Loei Hong bertabiat keras. ia bic ara sedikit sama murid-muridnya Kiam Beng. sampai kemudian. kenaditolongi niekouw luar biasa itu. Itu ada satu gerakan sangat cepat Ia tela h belajar silat sejak umur tuj uh tahun. secara kebetulan. Maka untuk men cari tahu. Kim Hoa dan Loei Hong suka terima Boe Wie. seperti diketahui. Ia sedang jalan dertgan asyiknya. malah sekarang. di tangan siapa ad a tercekal sebatang pedang panjang. masihjauh. untuk ia jadi ahli waris dari Thay Kek P ay. Boe Wie pun belajardar i Tok-koh It Hang. t iba-tiba ia rasai sampokan angin. sama sekal i ia belajar buat kira-kira dua puluh enam tahun. Dalam hal ini. pundak yang kanan. oleh Tjiong Hay Peng dan Tok-koh It Hang. Sebegitu jauh. ketika ia bikin gerakan demikian. dengan garapang ia bisa melesat ke kanan. Murid-murid itu tidak puas tempo Law Boe Wie muncul dengan tiba-tiba menjadi pemimpin mereka. Boe Wie hiburkan. Akan tetapi. yang berkilau-kilauan. tanpa kepaia. suaranya pun tidak terdengar . maka pelajarannya bukan lagi pelajaran asli dari Thay Kek Pay . ia tampak bayangan berkelebat. Boe Wie jadi kebogehan dan tak enak hati. lantas ia undurkan diri. siapa mau lantas percaya habis? Laginya Kiam Bcng berseiisih dengan Hay Peng.kan pesannya soesioknya Teng Kiam Beng. Ia telah pergi ke em pat penjuru. sampai kemudia n Teng Hiauw. Dalam cuaca rcmang-rcmang. cuma Hay Peng seoran g yang bantu merekoki. Karcna ini. pasti ia tetap mcnolak. mereka kasak-kusuk. lantas pundak kirinya seperti kena ditekan ora ng. Akhirnya. terus lenyap dalam gombolan rumput. karcna mercka berdua tak dapat lawan desakan saudara-saudara mereka. Boe Wie mesti cari beberapa orang tctua. tetapi yang Iain-lain tidak. yang bergoyang-goyang. di antara mereka itu. ia dengar salah satu muridnya Ouw It Gok murid yang pernah rasai piauw Bouw-nie-tjoe dari Sim Djie Sin-nie cerita pada k awannya hal si nona. Hanya. dia pun mati daya. ia tidak peroieh ha sil. ia angkat ka ki. Untuk ini. Boe Wie tidak dikenal. dari samping kupingnya i a dengar ajakan: Mari! Ia ada seorang yang berpengalaman. tidak ada bukti dan Kiam Beng. Siapa tahu. Maka akhirnya. sungguh aneh. putcranya Kiam Beng. s iapa mau lantas percaya Ketua Heng Ie Pay mi? Dan ketiga. apa mau. te tapi bayangan itu sudah lenyap. Murid-muridnyaTeng Kiam Beng ada campur-aduk. tidak bcrani sebut namanya Sim Djie. dalam takutnya. yang kemudian undurkan diri. ia tak bisa bikin saudara-saudaranya tunduk terhadapnya. Orang ini. sampai di depan sebuah tanjakan bukit. malah gurunya sampai dua dan ia sudah dapatkan juga In Tio ng Kie punya ilmu Poan seng teng kee atau Mendengar suara mengenal senjata . bocah. sclagi demikian. Di scbclah depan ia. yang mereka kepung. Boe Wie berjalan antara pohon rumput yang tcbal dan tinggi. ca ra bagaimana dia mendadakan jadi kepala? Laginya. Apakah dia itu manusia? Boe Wie pikir. ia sampai di tepinya Sungai Tay Hek Hoo. pulang dan bereskan mereka. jikalau perbuatan barusan ada perbuatan manusia. urusan pengangkatan ahli waris i ni sudah terbitkan gelombang.Hay Peng. mercka tidak bcrd aya. Dia tidak bisa kasih bukti untuk pe san terakhir dari Kiam Beng perihal pengangkatan ahii waris iiu. ia mau ang gap matanya sedang kabur . yang boleh diandalkan ada Kim Hoa dan Loei Hong berdua. karcna ia tidak sudi paksakan dni. Tentu saja. Boe Wie menuju ke tapal batas. Ketika itu sudah maghrib dan angin sedangnya men i up keras. Sedangnya pemuda ini berpikir keras. He. di sini tak dapat orang sembarangan menghunus pedang! berkata niekouw . Lantas ia pun menyerang dengan piauw. kalau tidak. Adalah pada suatu hari. ia terperanjat bukan main. hanya orang duga ia tinggal bc rsunyikan diri di tanah datar di pcrbatasan. sedang Tjiong Hay Pen g jadi mendongkol. Begitulah ia dengar hal Sim Djie yang kesohor pada empat pu I uh tahun yang lar npau. Ia jalan cepat. tangannya kena raba hanya sarung pedangnya-pedang Lan-gin-kiam yang su dah kosong! Maka sekarang. di had apannya segera terlihat satu niekouw tua yang berjubah hitam. ia lihat cahaya kelak-kelik. sampaipun ke Sin-tek dan Boe-ip. Sejak itu. untuk terus hunus pedangnya. tetapi Kim Hoa lemah dan tak bisa jadi kepala. mcngurusnya. tiba-tiba ia rasai pundaknya ada yang tek an pula.

Ialah. siapa itu? B agaimana ada tetamu datang kemari? Jangan Soehoe dustakan aku . maka baharu dua hari ta k makan dan minum. maka juga teetjoe telah datang kemari. temyat aj kau betul-betul liehay. ia lantas ikuti pendeta pe rempuan ini. kedua untuk mohon bertemu denganny a. Teetj oe ada Law Boe Wie. Ia heran tampak Boe Wie. di luar Iangit ada langit. sebab kalau tidak. ialah dari tengiolcng yang digantung di dep an rumah berhala itu. Di dalam h atinya. Tunggu sampai kau berangkat. kata ia. Tiap-tiap. Kau sampai mend apat ketahui yang aku telah bawa nona itu kemari! Memang aku pernah dengar Bong Tiap bilang. Kau benar-benar bersungguh hati. berkata ia seraya memberi hormat dengan menjura dalam. berkata Sim Djie sambil tertawa. yang berkepandaian tinggi luar biasa. sebentar saja kau bisa ditump uki pasir hingga mcnjadi gundukan. Pernah apamu Lioe Bong. lalu mc ndaki bukit yang pcnuh batu bcrancka warna. maaf.itu. dalam kaget dan heran. mcrcka sudah sampai di depan kuil. ada tetamu. Boe Wie mengawasi soemoay itu. binatang tidak. Ya. yang bahasakan diri pinnie . manusia masih dapat bertahan. Gurun pasir disini masih tidak terlalu menakuti. apakah Nona Lioe Bong Tiap ada di sini? Niekouw itu berhenti bertindak. Mana kud amu? Orang she Lauw ini memakai sepatu piranti menunggang kuda. sampai ia lupa mcncgur. tapi sekarang. marilah. Sim Djie tertawa. yang ia s edang cari. yang pun kembalikan bebcrapa barang Kim-tjhie-piau w pada Boe Wie Boe Wic bingung. jawab Boe Wie dengan sikap sangat menghorm at. yang tak biasa jalan di padang pasir dan tak tahan berdahaga. yang romannya sehat sckali. ia mengawasi dengan tajam. aku menduga padarauJ aku lantas mencoba-coba. Baharu ucapkan itu habis atau sebagai gantinya. di dalam terdengar tindakan ka ki yang berlari-lari. dia binasa. Boe Wie kenali baik suara itu. Niekouw ini menyebut dua ekor keledai. Kuda kau pasti ada kuda dari Kwan-lwee. sembari bersenyum dan kakinya bertindak. Untuk dua hari kita tak perol eh air. aku nanti carikan ka u dua ekor keledai jempolan! Diam-diam Boe Wie bergirang. sahut ia. Baharu sckarang ia ketahui. ia s egera insyaf bahwa niekouw ini mestilah Sim Djie Sin-nie yang kesohor. orang liehay tidak ada batasnya. di mana ada Jam pendeta perempuan yang begini lie hay? Oleh karcna itu. teetjoe diserang an gin dan hujan pasir. Segera juga daun pintu dipentang dan di muka pintu muncul tubuhnya Lioe Bong T iap dengan koennya panjang yang putih. tapi sambil tertawa. Tiap itu? ia balik tanya.€ Di sini ada tempat kediaman Budha ya ng tidak boleh mendengar suara alat-senjata saling beradu! Bukan main herannya Boe Wie akan kenali pedangnya. Boe Wie keiihatanny a masygul. di luar orang ada orang . hingga kita tersesat. di tengah bukit mi ada sebuah kuil dari mana api terlihat. Teetjoe mohon tanya. Sim Dj ie berkata pula. ia kata: Dia rupanya telah ketahui maksud hatiku. Simpan ini baik-baik kata ia. si pendeta percmpuan yang miskin. Pu n berpikir: Sudah sekian lama kita berpisah. Adakah ini kuil Soethay? Boe Wie tanya. ia agaknya merasa rada asing. pertama-tama untuk menghaturkan terima kasih. Habis berkata. Segera ia awasi pemuda itu. aka n tetapi. Loo-tjianpwee telah tolongi nona itu. da ri itu. tetapi ia bersenyum. dan ia tanya. yang sifatnya tetap seperti biasanya. Nona Lioe itu ada socmoaynya teetjoe. dcngan undangannya. ia berseru: Apa kau ada baik? Mana ayahku? Apakah Ayah datang bersama? . sahut Sim Djie. kudaku itu mati kehausan. kenapa kau tidak lekas menyambut? demikia n katanya. hingga kcmudian Boc Wie tampak. begitu melihat kau. inilah tempat bernaung pinnie. Loo-tjianpwee. Jalanan ada dari tepi sungai menuju ke tanah da tar rumput. adalah dia masih pikirkan soehengnya ? Hatinya Boc Wie tegang sendirinya. Boe Wie manggut. Sementara itu. Pada bebcrapa hari yang lalu. kau adalah toa-soehengnya. ia segera maju menghampirkan. disusul sama suara yang nyaring halus: Soehoe. Sim Djie hampirkan pintu dan ketok-ketok itu. Sim Djie angsurkan pedang pada Boe Wie. Adal ah Bong Tiap. Jikal au berada di Mongolia luar dan kau diserang badai. hingga dia mirip dengan bidadari. hingga kclihatan cahay* kelak-kelik makin lama mak i n dekat. Sekarang. dia tcntu akan antap Bo ng Tiap ikut aku.

nona ini sangat bcrduka. nampaknya ia baharu ingat suatu a pa. Ya. ia menumpang mondok pada satu penduduk tani. Hanya. tak bisa aku lantas bicarakan tentang Tjoh-soetee. Soemoay jangan kuatir. Di samping seora ng itu.€Dan ia ber kata-kata sembari tertawa. Bahagian perempuan dari Gie Hoo Toan disebut AngTeng Tj iauw. ia ketarik akan dengar hal Pergerakan Gie Hoo Toan. Boe Wie dirintangi oleh Ouw It Gok. kau sudah hujani dia dengan banyak pertanyaan. yang ajak tetamunya pergi ke Ruangan Hoed-tong. sahu t ia. dan sudah maghrib juga. untuk titahkan Hoei Sioe lekas siap-siapkan air teh dan b arang makanan. ia tertawa. Dia pun tak sampai terluka!€Tidak demikian dengan aku. Bagaimana d engan dia? Bong Tiap maksudkan Ham Eng. Mclainkan aku he ndak pesan kau. kata ia. Soemoay. hamper aku binasa! Sekarang ada gilirannya Bong Tiap. Kau tahu. yang nampak bertindak keluar. Bong€€Tiap€€tertawa€€setelah mendengar keterangan soehengnya. dan dari tiga konconya yang liehay dari It Gok itu. Boe Wie gunai ketika itu aka n tuturkan Bong Tiap tentang pertempuran di rumahnya Soh Sian Ie. Bong Tiap. ayah ini antar puteranya pada it u guru silat. Adalah kemudian. bagaimana mere ka labrak pahlawan-pahlawan Boan. kenapa kau tidak scbut-scbutsam-sochcng. Mari masuk. untuk juga carikan dua ekor keledai. dalam keadaan seperti itu. Selama . kau baik? ia balas tanya. Tjoh Lian Tjhong. Soemoay. Soeheng. Dengar begitu. akan tuturkan pengalamannya. mcla njuti pelajaran silatnya. kepala siapa ia usap-usap. sembari bertempur. Hanya. kata Sim Djie. Soeheng. yang tolongi aku. kemud ian ia masuk ke dalam. akan ikuti ayahnya. Tiap. ia menuju ke dalam rimba. Boe Wie sadar. Soehengmu baharu sampai. bagaimana aku bisa tak mengizinkan kau perg i? demikian suara tiba-tiba dari Sim Djie.sambil tertawa* Boe Wie bersenyum. Bcsoknya baharu ia kembali ke tempat pertempuran. Maukah Soeheng ajak aku? Tapi ia berdiam dengan tiba-tiba. Anak. ia tak kurang suatu apa-apa. kata nona i ni dengan gembira sekaJi. kata si nona kemudian. kata si nona sesaat kemudian. agaknya ia ragu-ragu. Cerita panjang. yang berbahaya . Ia lantas tertawa dengan terpaksa. tetap i waktu mendengar tneninggalnya Teng Kiam Beng. aku juga ingin turut kau pergi melihat-lihat Gie Hoo Toan. ia akan izinkan aku pergi atau tidak . mendengar mana. Guru ini segera hunjuk sikapsungguh-sungguh. kau hendak cari ayahmu. tapi di situ ia tak dapati Boe Wie dan Bong Tiap. Soeh oe ada di Hoopak. Ham Eng dikepung kira-kica sepuluh konco lainnya dari musuh. ia main mundur. di waktu dipe gat. Keledai untuk kau pun sudah disiapkan . terpaksa ia m enuju ke Shoatang.Sim Djie tertawa menampak Ieganya si nona. cntah bagaimana pikirannya Sochoc. ia menyingkir terus sampai di tempat belasan lie jauhnya. di dalam mana ada tu rut orang-orang perempuan. Jadinya kita orang-orang perempuan tak kalah dengan orang laki-laki. Boe Wie ulur lidah karena gegetun. hingga Ham Eng ikuti pula sang guru dalam perjuangan. hingga akhimya denga n ngamuk sedikit ia bisa tinggal pergi semua lawannya itu. Kita berdua adalah berjodoh. Seperti sudah diketahui. walaupun demikian^ untuk menyingkir dari musuh-musuhnya. ia masih leluasa. jangan kau buat kuatir. hingga Bong Tiap gembira bukan kepalang. dengan terpaksa . atau Sinarnya Lampu Merah . Tetapi. untuk sekalian tengok ayahku. yang satunya layani Ham Eng.€ Ah. dan kepung Bong Tiap. i a jadi sangat repot. Karena tidak berdaya. dari itu. Soehoe menyayangi aku sccara luar biasa. kenapa aku lupa sebut dia? kata ia dalam hatinya. tidak kurang suatu apa. Demikian. ia tambahkan kemudian. Di lain pihak. Anak itu beruntung sekali! kata ia. ia bertindak ke depa n muridnya sekali. Boe Wie tercengang sebentaran. bukan kau undang masuk untuk beristirahat. Sungguh berbahaya! soeheng ini kata. Ia insyaf akan kcalpaannya . pulang ke rumahnya. sampai beberapa musuh kctinggalan sedikitjauh di sebeiah bclakang. ketika Tjoh Lian Tjhong dapat tahu Li oe Kiam Gim berada dalam kalangan Gie Hoo Toan. bilamana tidak ada Soehoe. Kau telah bicara banyak. Ham Eng tak sempat pikir untuk tengoki soehengnya dan soemoay. Boe Wie lantas tuturkan halnya Ham Eng.

Itulah mirip pesan terakhir. Sian Tjong merupakan dua aliran atau golongan. sudah menulis ujar yang berbunyi: Tubuh adalah pohon bo di. mereka undurkan diri. tetapi kau bukannya murid yang sucikan diri. yang biasa melaiui gurun pasir. kesadaran. ia telah minta orang tolong ia tuliskan lain ujar ialah: Bodi bukannya pohon. tetap i baiklah aku jelaskan sedikit tentang kedua Golongan Selatan dan Utara itu Lam Pay dan Pak Pay. Kedua ujar itu telah menyatakan adanya dua aliran. kata Sim Djie akhimya. Aliran Utara ada lebih memberi kenyataan daripada aliran Selatan. andaikata lain waktu kau datang pula kemari. kita orang bakalbertcmu pula atau tidak ia tambahkan. diam saja. karena aku tidak tahu. yang bemama Hoei L eng. Siapa bisa bilang tentang hal-hal yang bakal terjadi? ia meneruskan. kau telah ikuti aku beberapa tahun. Bong Tiap insyaf sempurnanya ujar-ujar sang guru. Hong Oen. Besok Hoei Sioe akan siapkan dua kelcdai. ti dak usah terialu berkukuh. dari itu. ia lantas angkat Ho ei Leng menjadi alili vvaris. akan tetapi satu murid pendeta. u ntuk mencari kemajuan. toh akaninsyaf. Bong Tiap terkejut. Sekarang ini ka u baharu dapati empat atau lima bagian dari kepandaianku. ialah Selatan (H oei Leng) dan Utara (Sin Sioe). Soetjouwmu adalah Sian Tjong Pak Pay. tak dapat aku minta k au. ialah besokannya. Tapi. Sekarang pergilah kau orang beristirahat. Anak. Ia awaskan pula muridnya itu dengan tajam. ke napa Soehoe bilang kita orang akan bisa bertemu pula atau tidak? Sim Djie Sin-nie menghela napas pula. Terutama di saat pikiran sesat dan kusut. aku mesti bicara dengan kau. Ngo Tjouw dari Sian Tjong. tidak setujui itu. Bong Tiap dan Boe Wie menurut. akan itinggal menyendiri di gunung yang sunyi-scpi. guna mcndapat kesadaran. agar tidak ketempelan debu . supaya tak membikin debu bergumpal. tidak nanti sembarang orang bisa perhina pada kau. aku hendak serahkan sesuatu kepada kau. seperti aku. karena waktu ia pergi kepada gurunya itu. kau ialah maj ikan di sini. Umpama muka kau kotor. teristimewa jangan lancang gunai piauw Bouw-nie-rjoe . Soehoe mengapa kau mengucap begini? kata ia. tapi aku harap kau bisa ingat baik-baik ujarnya Sin Sioe Tjouwsoe untuk setiap waktu rajin mcngebuti dan mcnyusu t. j ikal au kau merantau. ialah Sin Stoe. Inilah pesan yang pertama. semua adalah kepunyaan kau. Aliran Selatan mengutamakan kesadaran lantas. kau niscaya ketahui itu. ia dapati sang guru lag i duduk bercokol. Siapa dapat memastikan segala apa yang belum terjadi? Aku hanya hendak terangkan. tapi hal yang scbcnarnya tidak demikian. maka dari mana datangnya debu? Ngo Tjouw kagum akan ujar-ujar ini. ia telah punyakan seribu lima ratus pengikut. Di waktu memberikan pelaja ran. kita b aik jangan bicarakan itu. apabila kau inginkan itu. kuil ini dan semua kita b yang berada di dalamnya. yang kerjanya menumbuk beras. sehari demi sehari. pemah Ngo Tjouw inginkan sesuatu muridnya menuliskan sebuah kata-kata: muri d kepala. bukankah itu perlu dicuci setiap hari? Ka u bukannya murid Budha. maka sejak itu. Apakah kau bisa ingat itu baik-baik? Bong Tiap manggut Sim Djie menghela napas. artinya kemudian setetes demi setetes. maka itu aku larang kau berlaku jumawa. berdiam di kuil tua. Aliran Utara utamakan setiap hari rajin dikcbu ti dan disusuti . napasnya tidak bcrjala . gurunya. lalu ia lanj utkan: Kau adalah murid ku. ketika ia buka pintunya menerima murid. akan tetapi ia heran akan si fatnya pcsan itu. Tiap. untuk pamitan. pesan perpisahan. orang angga p Aliran Selatan lebih sempurna dari pada Aliran Utara. Tapi.tiga tahun kau juga telah dapat mempelajarkannya bukan sedikit. Ketua dari Go longan Utara. akan tetapi dihari kedua. setiap saat hams raj in dikebuti dan disusuti. Soehoe ada begini schat-walafiat. Di zaman belakangan. adalah yang disebut Oey Bwee Taysoe. karena jarang ada orang yang baharu tcrlahir atau yang dengan tiba-tiba mcmpcrolch keinsyafan. hati umpama kaca terang. si Nona Lioe tak dapat bicara pula dengan Sim Djie. karena masing-masing ad a puny a kcscmpurnaannya sendiri-sendir i. ia tidak berani mengatakan apa-apa. Semua murid anggap ini adalah ujar yang paling sempurna. kedua matanya ditutup rapat. sebenamya tidak ada benda. kau mesti dapat memiki r untuk mengcbut dan meny usuti itu hingga bcrsih. kaca terang bukannya kaca. meski demikian. kita bicara urusan lain. dan Aliran Utara menginginkan kesadar an perlahan-lahan. Aku scndiri anggap.

Lama Bong Tiap pikirkan sikapnya soeheng itu. hatinyajadi tidak tentaram. katanya dia menoleh karena kuatir soemoay itu ketinggalan. Bcbcrapa kali ia dapati soeheng itu menoleh dan mengaw asi ia. terlunta-lunta dan mcrantau sebasai aku. aku sudah biasa hidup se ndiri saja. Malam itu Bong Tiap tak bisa tidur. pikirannya tidak tentaram. maka itu. Boe Wie tidak lagi bcrgcmbira sewajarnya. untuk ia mcnjadi niekouw. gunung bersalju masih belum tepat melukiskan perasaan hatiku. . kata ia. merantau ke tempat di mana tak . Law Boe Wie. ia scpcrti dipaksakan. Kenapa? tanya ia. i a insyaf pentingnya pesan itu. Ia teJah lama ikuti guru itu. sekaiipun wajahnya ayah dan ibuku. yang alisnya mengkerat. Ia bcrcekat. tetapi lekas-lekas ia tetapkan itu. kau berhati terbuka. Aku sendin rak tahu. walaupun ia tetap s uka bicara dan tertawa. kuatir nanti tcrulang kejadian sehebat di Boe-ip . siapa nanti pakaikan kau jubah suci? Ia pun lantas ingat tanah datar. Kau bel um bersengsara. kadang-kadang bicaranya tidak lancar. ia toh bcrduka. waktu ditanya. Sampai sekian lama. seperti hcndak bicara. Kau menanya. yang berdiri tegar. dan hatiku mirip dengan salju yang ber-es itu. Kenapa? Boe Wie ulangi. ia d apat mencrkanya.€ Selama beberapa hari ini. ia sedang terpesona ke tika ada bayangan tiba-tiba berkelebat di depannya. Habis itu. kau juga ada orang-orang yang meny ayanginya.€€berdua dengan soehengnya. ada urus an apa yang membuat kau memikirkannya? Soeheng. kau belum tidur? Itulah sang toa-soeheng. ia mengerti jugatentang agama Budha. apa bukannya Sim Djie mengharap ia jadi murid sejati. da n biarpun ada Soehoe dan Soebo. Aku mirip dengannya. aku menerangkan. ia kata dalam hatinya: Nona tolol. dari itu. Pun cak gunung itu setahun gelap bcrsalju. ada luasdan lama. yang menanya. apakah kau tak dapat utarakan apa yang kau pikirkan itu ke p ad aku? Ditanya begitu. Nyata guru itu telah menutup mata. Ia tunjuk puncak gunung. Semasa aku berusia sebesar kau. Bong Tiap bergidik sendirinya. yang bcrpcsan agar murid ini insyaf. waktu ia hendak menegur. Bong Tiap tak dapat kendalikan diri. hingga mereka jalan berende ng. Soemoay. Maka akhirnya. yang berlaku sangat baik padaku. maka ia pergi k cluar rumah dan saksikan salju yang terang bergemilang. ibukota Propinsi Soei-wan. Hanya. baharu ia bicara. kalau kau tidak sucikan diri. air mukanya berubah sendirinya. bay angan itu perdengarkan suara halus yang ia kenal baik: Soemoay. kau seperti ada pikirkan apa-apa. kau punya ibu. tetapi tidak lama. Aku biasa mondar-mandir seorang diri. kau biasa pandang aku sebagai ad ik sendiri. saljunya tak pernahjadi lumer. Ingat Ham Eng. Aku tidak dapat tidur. Pengaiamanku. aku turut bangun jawab soeheng i tu sembari tertawa jugaDasar€€polos. Hari itu mereka sampai di utara Kota Koci-soci. sochcng ini beda da ri pada dulu-dulu. Boe Wie dan Hoei Sioe bantui ia. tiba-tiba ia merasa. soeheng itu bungkam.n. Soemoay. seperti mesti dipikirkan dahuiu. aku sebaliknya tak dapat berdiam tetap di rumahmu. ia hiburkan diri. Soeheng juga belum tidur? ia balas tanya. Lantas Bon g Tiap urus mayatnya guru itu. melihat Soemoay bangun. biar bagaimana. hatinya goncang. aku pun pandang kau sebagai kanda k andungku. tapi kapan ia dekati. Salju di puncak i tu tak lumer setahun gelap. mer eka numpang bcrmalam di rumahnya satu penduduk di kaki Gunung Tay Tjeng San. Mclainkan di sampi hgnya. sang guru mcning galkan seheiai kcrtas dengan tulisan. Soeheng. Soeheng ini seperti pcrbataskan d iri selagi mcngawani sang socmoay. yang bagaikan tcka-tcki. Sementara itu. Kau punya ayah. bahwa hati adalah pusat. aku tidak punya saudara lainnya. untuk mana. demiki an perasaanku. Kau mirip dengan musim Tjocn yang penuh dengan kegembiraan Tidak demi kian dengan aku. lihat Gunung Tay Tjeng San ini. Merasakan ini. dal am perjalanan ini. ia ingat ayah dan ibunyadan Ham Eng juga. aku tak ingat jelas lagi. benarkah itu? Kau biasa malang-melintang. penderita anku. Muara Kho Kee Po. ia adalah satu nona. Boe Wie mengawasi Puncak Tay Tjeng San. Eh. selam anya tak pemah lumer. bahwa karma ada seumpama impian. kar ena ia masih muda. ia dapat perasaan. bahwa segala apa ada kosong bclaka. sambil bersenyum.

aku ingin layani kau sebagai kandaku sendiri. Soeheng. matanya mengembang air. untuk ku mpuli banyak kawan. Boe Wie merasakan sangat kecewa mendengar kata-katanya Nona Lioe itu. Aku tidak tahu. ia masih mondar-ma ndir. Boe Wie lanjuti sesudah ia bc rhcnti scbcntar. Sekarang ini Gie Hoo Toan antaranya bercita-cita Hoe Tjeng . Sahabat aku mempunyai! Aku pun puny a akan guru yang menyayangi aku. Aku tak dapat jelaskan itu. aku ada satu -bocah yang tidak mengerti apa-apa. Demikian. Tapi aku me ngasihi rumah tanggaku. Mendapatkan Gie Hoo Toan. Toh. aku bersedia untuk me njadi adikmu. yang dapat melegakan hatiku. karcna itu. Aku punyai sahabat-sahabat kekal. mustahil kau tak mempunyai sahabat? demikian si non a. yang bisa turut merasai kegembiraan dan kedukaanku. Mengena i Gie Hoo Toan. Kau toh pernah tempatkan diri dalam Gie Hoo Toan. toh aku jenuh akan bersendirian senantiasa. aku ada asing terhadapnya. Lebih banyak tempoku. belum pcmah ia hadapi soa . aku juga mcncintai dunia.ada manusia. seperti naga dan ular bergumulan. hingga di waktu tengah malam yang sunyi. seperti Tok-koh It Hang yan g sekarang berada di Kwan-gwa. dan ia tidak be rani mendesak Bong Tiap sendiri malam itu. Bong Tiap tak mcngcrti soeheng ini. sahut Boe Wie dengan lesu. IX Sadari masih kecil. Soemoay. di gunung-gunung di mana melulu ada pekiknya sang kera dan mengaun gnya sang harimau. Sampai sebegitu jauh. aku in gin berikan kebahagiaanku kepada siapa yang membutuhkannya. dala m hal apa aku bisa bantu kau. kau biasa merantau. Sim Djie Sin-nie. Aku bersyukur untuk kebaikan hatimu. Bong Tiap hidup diuruki kesayangannya ayah dan bundanya. aku masih belum dapati tenaga untuk gempur Kerajaan Boan yang telah berakar kuat. mari kita pergi beristirahat. hatiku sebenar nya€€lemah. Satu hal aku bisa terangkan. yang perhatiannya ketarik bukan main. Mend engar cerita kau saja. Aku pernah dengar dongeng tentang semut yang kecil sanggup binasakan scrigala yang besar. sampai Bong Tiap potong ia. s elama tiga tahun yang belakangan ini. maka kctika dengan pelahan ia angkat kepalany a. ialah menunjang Kerajaan Boan. aku biasa berka wan dengan pedangku saja Belum pernah ada satu sahabatku. tapi ia terharu mendengar kata-kata orang. walaupun ia bidup menyendiri. Oh. Sekarang sudah tak siang lagi. atau di tempat air mengalir. aku ingin berada di antara mereka. yang selama€€sis anya€€saat-saat pertempuran. di saat kau merasa kesepian . R upanya di antara mereka kau masih belum dapat cicipi kesenangan . Apakah Gie Hoo Toan tak mirip dengan laut yang bergelombang? Sahabat? dan Boe Wie menyengir tertawa getir. atau mendengari berkeri cikannya air mengalir : Boe Wie bicara terus. walaupun aku sudah cari. kau tanya apa yang mengganggu pikiranku. aku seperti juga lagi mimpi dan separuh mendusin . aku juga hilang harapan. kau tak tahu. yang tak beroman. aku lihat. Toh aku masih merasakan kosong. tak dapat tidur dengan tenang. terus sampai sang fajar datang. dari itu. kau ketahui cara binasanya€€ayah dan ibuku. bisa menghiburi aku. a ku lebih suka dcngari suaranya sang raja hutan dan kera. aku kekuranga n satu sahabat. lebih suka aku duduk men jublek.ng aku lewati tidak bersama sahabat-sahabat. selagi kau bersendirian. Juga di dalamnya. aku telah dapati Gie Hoo Toan. Aku bersendirian saja di waktu p agi. berkata ia. aku sudah layu. seperti itu anggota-anggota dari Pie Sioe Hw ee dan Gie Hoo Toan. Soeheng. ya. aku€€biasa bersendirian. orang ad a baik hati tetapi orang toh cuma pandang ia sebagai kanda. Mirip seperti nona yang belum masak . menunggui sang malam sampai datangnya sang fajar. Kau masih sedang se garnya. ia toh dilin dungi gurunya. rumah ku juga boleh menjadi rumah kau. seperti ayahmu itu. Aku lebih takuti dunia yang tak bersuara. Soemoay. hingga sukar aku melihat tega s. maka itu aku sangat benci pem erintah Boan serta budak-udaknya. aku kesepian. aku sudah gembira Aku ingin menemui itu rombongan entjieenijie dan adik-adik dari Hong Teng Tjiauw. Seringsering aku kuatirkan datangnya sang malam gelap-gulita. tetapi aku juga merasa tcrtarik. di waktu maghrib! Kau tahu aku biasa merantau. kau barangkali benar. Soemoay. jikalau bisa. yang tunjuki aku suatu jalanan. aku telah cari suatu himpunan yang berpengaruh. yang bening dan keruh berc ampur jadi satu.

apakah ini juga yang dinamai cinta . Baharu tiga tahun yang lalu. Ia tidak tahu. u ntuk tiga tahun. kalau nanti mereka bertemu pula. masanya akan datang yang dia akan hadapi soal seperti yang ia hadapi sekarang. Bong Tiap iantas ingat Ham Eng. iamasih memain pc rahu sama-sama itu saudara seperguruan. ia merasai itu. rasa syukur ini menjadi berlipat sctclah ia ketahui. selama ia ingat Ham Eng.€€ia€€€memang memandangnya sebagai kanda sejati. Ia asing tcrhadap cinta tetapi ia toh ketarik Inilah pasti bukannya! ia kata da lam hatinva. sda . maukah kau bcrkumpul selamanya denganku sebagai ini? Ketika itu. Bong Tiap selalu merasa menghormati dan mengagumi. Sekarang juga. inilah apa yang ia dahuiu pernah dencar. pernah Ham Eng tanya ia: Adik ku. dan sejak soeheng itu tolongi ia serumah tan gga. ia tak insya f akan pertanyaan itu. sesudah mereka berpis ahan tiga tahun lamanya. ia percaya. Samar-samar ia in gat. Terhadap toa-soehengnya. mereka tak akan asing satu dengan lain. bahwa kalau satu anak pcrcmpuan te lah menjadi bcsar. ia gembira.l-soal atau soal yang berat. Pun. ia bersyukur sekali. tctapi ia masih ingat baik-baik. Ketika itu. baharu kali ini.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->