Thay Kek Kie Hiap Toan Karya : Liang Ie Shen Saduran : OKT Sumber : TopMdi website Ebook oleh

: Dewi KZ http://kangzusi.com/€€atau http://€http://dewikz.byethost22.com/ Seri 1 Pada tiga puluh tahun yang lalu, dengan sebuah kereta keledai, penulis berangk at ke luar daerah perbatasan.€Ialah pada bulan kesembilan dari musim ketiga, tanah datar ada belukar, hingga bumi nampaknya nempel dengan langit. Sesudah melalui beberapa puluh lie, sang maghrib telah mendatangi. Di sekitar kita tidak ada rum ah orang. Selagi kita mulai sibuk, tiba-tiba kita dengar tindakan kaki kuda di s ebelah belakang. Dua penunggang kuda lagi mendatangi. Tapi, setelah mendekati ki ta, suara tindakan jadi kendor. Nyata orang tidak lewati kita. Diam-diam kita ku atirkan orang jahat. Dari dua penunggang kuda itu, yang kita lihat selagi kita menoleh ke belakang, yang satu berumur empat puluh tahun lebih, yang lainnya, tiga puluh lebih, duadua romannya keren, samar-samar kelihatan pedangnya masing-masing. Selagi kita b erkuatir, tiba-tiba mereka liwati kita, kudanya dikaburkan, selagi liwat, mereka menoleh. Nampaknya mereka heran tapi mereka kabur terus. Belasan lie lagi kita sudah pergi, kita tetap tidak melihat rumah orang. Sekar ang sang maghrib sudah datang, kita jadi bingung, lebih-lebih setelah melihat du a orang tadi. Di mana kita mesti bermalam? Lihat! tiba-tiba kusir berseru, seraya tangannya menunjuk ke depan. Sebuah bukit kecil berada di depan kita, di tengah itu, nampak satu kuil tua. Di situ banyak pepohonannya. Kita segera menuju ke sana, dan berhenti di antara pepohonan. Kita mendaki sedikit akan hampirkan kuil itu. Kita mengetok pintu sek ian lama, baharu kita dengar jawaban seorang tua: Pintu tidak dikunci, masuk saja ! Pekarangan dalam dan pendopo ada sunyi. Beberapa ekor lawa-lawa beterbangan sa mbil cecowetan. Di tengah pendopo, duduk bersila seorang niekouw, ialah pendeta perempuan yang usianya sudah lanjut. Dia duduk diam bagaikan patung. Selagi mena ntikan, kita lihat sebuah pohon besar, besarnya kira-kira sepelukan. Yang aneh i alah, di batang pohon itu ada dua buah tapak tangan yang dalam, tapak seperti di korek. Sekian lama kita menunggu, niekouw itu tetap diam saja, maka dengan hati-hati, kita nanjak di tangga, selagi kita hampirkan bagian belakang orang alim itu, se konyong-konyong dia menoleh dan kata sambil tertawa: Tuan-tuan tentulah sudah let ih. Sedetik saja kita lihat, sepasang mata yang tajam dan bersinar, sebuah muka ya ng sudah keriputan, akan tetapi, kita percaya di masa mudanya, niekouw itu mesti cantik luar biasa. Pinnie masih belum selesai, kata pula niekouw itu, silakan Tuan-tuan menantikan s ebentar di kamar samping sana. Kita masuk ke kamar yang ditunjukkan, kamar itu tak berperabot kecuali sebuah meja dengan beberapa patungnya. Di situ ada sebuah tokpan yang luar biasa dengan setangkai bunganya, yang harum. Di pojok tembok, ada sekumpulan rumput, entah p epohonan apa. Heran aku pikir, di tempat suci seperti ini, ada sebuah kuil dengan pendetanya perempuan. Sembari menantikan si pendeta, aku keluarkan sejilid kitab Wei Mo Tjhing, untu k dibaca guna menenteramkan hati. Sungguh kau rajin, Tuan! tiba-tiba aku dengar suaranya si pendeta selagi aku mem baca belum lama. Apakah kau merasa aneh bahwa di tempat sesunyi ini ada sebuah ku il serta pendetanya? Mari kita pergi ke ruangan sana. Pinnie telah sediakan thee pahit untuk melenyapkan dahaga. Sembari minum, nanti pinnie tuturkan satu dan l ain mengenai keadaanku. Kita terima baik undangan itu, sambil keringkan dua cawan thee. Segera juga niekouw tua ini bicara tentang agama Budha serta agama Lhama, yang ada suatu cabang dari Budhisme, hanya Lhamaisme ada kecampuran kebiasaan-kebias

aan setempat yang zaman modern anggap tahayul. Umpama satu pendeta dari Tionggoa n, sukar tancap kaki di Tibet apabila dia tidak turut segala kepercayaan kaum Lh ama. Atau kalau dia tidak mengerti ilmu telan golok muntahkan api , dia mesti punya suatu kepandaian lain yang istimewa, umpama obat-obatan. Dan guruku adalah suatu niekouw, murid dari angkatan ketiga dari satu pendeta y ang merantau ke Mongolia dan Tibet pada seratus tahun yang lampau. Guru besar it u dapatkan kedudukannya di sini karena ia bisa letaki burung di telapakan tangan nya tanpa burung itu mampu terbang pergi. Maka akhirnya, guru besar itu bisa dir ikan tiga buah biara, antaranya ini yang sekarang pinnie tempati . Selagi pendeta ini berkata demikian, hujan, yang sudah mulai turun sekian lama , menghembuskan angin ke dalam, menyingkap selembar kain penutup patung-patung d i atas meja hingga kelihatanlah di situ sebuah patung lelaki yang romannya cakap dan gagah. Pendeta itu terkejut, matanya bersinar, tapi lekas juga menjadi tenang pula. Jangan heran Tuan, itulah gambarnya tunanganku, katanya kemudian. Kenapa satu niekouw mempunyai tunangan? Pendeta itu berikan keterangannya tanpa diminta lagi. Tunanganku telah terbinasa pada tiga puluh tahun yang lalu, binasa teraniaya di tangannya satu musuh, demikian penjelasannya. Dia ada satu murid dari Golongan Si lat Thay Kek Pay, sejak muda ia telah merantau, tapi kemudian ia binasa di tanga nnya satu manusia rendah. Oh, tak sanggup aku menutur terlebih jauh. Cukup kalau pinnie terangkan, untuk tunanganku itu, sudah tiga puluh enam tahun lamanya, pi nnie lakoni ini macam penghidupan sunyi Angin di luar meniup makin keras, hujanpun tambah besar, suaranya terdengar ny ata di pohon besar di luar kuil. Sekonyong-konyong tampangnya si pendeta berubah , agaknya terkejut. Ia lantas ambil beberapa biji tasbih, ia timpukkan itu kelua r, ke udara. Mulanya ia menimpuk satu biji, lantas nyusul yang kedua. Ini yang b elakangan kebentrok sama yang pertama, yang lagi jatuh turun. Keduanya lantas pe rdengarkan satu suara nyaring. Enam biji dia timpukkan, tiga kali terdengar suar a beradu itu. Cuaca gelap, tapi semua tasbih bisa beradu satu dengan lain, itu menunjukkan i lmu kepandaiannya niekouw ini. Tasbih pinnie ini, dahulu di kalangan Kang-ouw, ada juga namanya yang kecil, kem udian si niekouw bersenyum. Ini dia yang dinamai piauw Bouw-nie-tjoe. Orang yang datang malam ini, sahabat atau lawan, mestinya kenal baik piauw pinnie ini! Sebelum ucapan itu berhenti, dari atas pohon besar berkelebat dua bayangan ora ng seraya terdengar suaranya juga: Soehoe, jangan lepas piauw! Inilah kita anak-a nak yang datang! Bagaikan burung melayang, dua orang segera sampai di depannya niekouw tua itu. Aku tahu maksud kedatangan kau orang! kata si niekouw. Aku mesti turut kau orang untuk tugasku yang lagi belum selesai! Dua orang itu adalah dua penunggang kuda, yang tadi diketemukan di tengah jala n. Setelah dua orang itu memberi hormat dan duduk, niekouw itu melanjutkan kata-k atanya: Kebenaran sekali Tuan datang ini malam! Besok pinnie sudah mesti ikut mer eka ini, entah buat hidup terus atau terbinasa. Baiklah malam ini pinnie gunakan untuk memberi penuturan, agar anak-anak inipun sekalian mendapat tahu. Umpama k ita terbinasa, Tuan, kau nanti boleh siarkan tentang aku ini, perihal hebatnya b alas-membalas di kalangan Rimba Persilatan Dan niekouw tua itu tuturkan riwayatnya, yang merupakan ceritera kita ini. Demikian Liang Yusheng, si penulis, akhirkan permulaannya. I Distrik In-koan di perbatasan kedua Propinsi Shoatang dan Hoopak, dulu pernah jadi aliran dari Sungai Hong Hoo ke laut, ketika kemudian aliran itu digeser, ai r toh masih menggenang di situ, luasnya beberapa ratus lie, di situ orang masih mondar-mandir untuk pengangkutan di muka air, sedang di bagian-bagian yang dalam , permukaan air penuh dengan gelagah, ganggang dan rumput air lainnya. Inilah di a Muara Kho Kee Po yang kesohor. Di sini Touw Kian Tek berpusat di zaman Kerajaa n Soei, namanya sama kesohornya seperti Wa Kong Tjee dari Tjin Siok Po dan Thia Kauw Kim beramai.

Di tepi Muara Kho Kee Po ini, ada satu dusun kecil, Kim Kee Tjoen namanya Dusu n Ayam Emas.€Di belakang dusun ini ada sebuah bukit kecil tetapi indah. Sedangkan di atas bukit itu, di tanah yang datar, pada pagi itu dalam musim Tjoen yang per mai, dua pemuda dan satu pemudi, asyik berlatih silat dengan gembira. Mereka ada Yo Tjin Kong, Tjoh Ham Eng serta Lioe Bong Tiap; yang pertama dan kedua ada mur id yang kedua dan ketiga dari Lioe-kauwsoe Lioe Kiam Gim, guru silat kenamaan da ri cabang Thay Kek Pay, dan yang ketiga ada gadisnya guru silat itu, satu nona c antik dan gesit. Ham Eng dan Bong Tiap asyik adu kepandaian dan Tjin Kong sedang m enonton sambil bersandar di cabang pohon, tampangnya berseri-seri. Cara berlatihnya kedua saudara seperguruan itu ada luar biasa. Ham Eng berlari -lari terputar-putar, tangannya mencekal tambang yang diikati dua belas butir bo la pualam yang kecil mungil, kalau tambangnya digentak atau dikedut, tambangnya lantas jadi lempang dan kaku bagaikan toya, dua belas bola kecilnya lantas berge rak-gerak, bersinar menyilaukan mata. Setelah lari dua putaran, dengan larinya m akin keras, Ham Eng lantas berseru: Soemoay, kau juju dan seranglah! Lioe Bong Tiap mengejar, tangannya mencekal beberapa biji piauw besi namanya p iauw besi, sebenarnya itu ada uang tang-tjhie zaman Kaisar Ham Hong. Ini ada gan tinya Kim-tjhie-piauw, yang tajam di kedua muka, yang Loo-kauwsoe Lioe Kiam Gim dapatkan dari Thay-kek Teng di Shoatang. Thay-kek Teng ada satu ahli silat she T eng dari cabang Thay Kek Pay juga. Atas seruan soehengnya, sebelah tangannya Bong Tiap lantas bergerak, disusul s ama menyambarnya sebiji piauw besi, tetapi si nona sendiri berseru: Yang ketiga! G erakan tangannya adalah yang dinamai Hong hong tian tjie atau Burung hong pentang s ayap. Segera terdengar satu suara keras, atas mana, Ham Eng berhenti berlari, akan l ihat bola pualamnya. Ia dapatkan benar sekali, bolanya yang ketiga yang telah ke na dihajar sampai ikatan kawat halusnya putus dan bolanya jatuh. Bagus! ia berseru dengan pujiannya sambil tertawa, sesudah mana, ia lari lagi. Bong Tiap mengejar pula tanpa bilang suatu apa, ia berlari-lari dengan gunai i lmu entengi tubuh yang dinamai Pat pouw kan sian atau Delapan tindak mengejar tongg eret , lalu sembari lari ia menimpuk tiga kali, sekali ini sambil berseru: Yang kes atu! Keempat! Kedelapan! Sembari menyambit, ia berlompatan dengan tipu silat Koay bong hoan sin atau Ular naga jumpalitan . Lalu beruntun terdengar dua suara beradu, dua bola jatuh ke tanah. Tapi piauw yang ketiga dijepit antara dua jerijinya Ham Eng, siapa berbuat demikian sambil tertawa besar. Mukanya Bong Tiap menjadi merah. Dia telah menimpuk membikin tiga piauw bersin ar sebagai tiga buah bintang. Ham Eng ketahui liehaynya sambitan itu, tapi dia p un hendak perlihatkan kepandaiannya, dia sengaja sambar yang ketiga dan tangkap itu. Untuk ini, ia berkelit dahulu, selagi piauw mendekati tenggorokannya, ia an gkat tangan kirinya, jari telunjuk dan tengahnya lantas menjepit! Melihat demikian, Yo Tjin Kong serukan supaya mereka berhenti berlatih, kemudi an ia berikan pertimbangannya dengan berkata: Soemoay punya permainan piauw sudah sempurna, hanya yang ketiga barusan, ditimpuknya secara terlalu terburu nafsu. Kau, Sam-soetee, masih banyak kelemahannya, gerakan Tiat-poan-kiomu masih lambat . Adalah lebih baik kau berkelit dengan Yan Tjeng Sip-pat-hoan. Dalam pertempura n, orang mesti berhati tenang tapi juga gesit. Meski adanya pertimbangan dari sang soeheng itu, Bong Tiap tidak puas. Dari tiga piauw, cuma dua yang mengenai, aku tetap kalah! katanya. Sam-soeheng, m ari kita berlatih pula, dengan tangan kosong! Ia kepal tangannya, dan menghampirinya. Tjoh Ham Eng angkat pundak. Kau sudah menang, Soemoay, kenapa kau masih belum puas? katanya. Kau tidak lelah tetapi aku yang sudah letih. Biar besok saja aku layani pula padamu . Tidak, Soeheng! mendesak si nona. Usianya dua pemuda dan pemudi ini tidak berjauhan, Bong Tiap baharu enam belas , Ham Eng baharu delapan belas. Bong Tiap ada anak tunggal, atau anak macan, bia r dia dididik keras, dia tetap sangat disayang ayahnya, hingga ada kalanya, kein ginannya mesti diluluskan. Murid kepala dari Lioe Kauwsoe sudah lulus dan sudah merantau sejak sepuluh ta hun yang lalu, umurnya sudah tiga puluh lebih, dan murid kedua, Yo Tjin Kong, su

akan loncat ke samping. Begitu lekas kendaraan itu mendekati pinggiran. Lioe Loo-soehoe ada di rumah? dia tanya sembari menghampir kan tiga saudara seperguruan itu. Bong Tiap tak perduli orang mengalah. Ia hendak uji orang itu. ia lantas saja menyerang dengan pukulan T jit seng tjiang atau Telapakan Tujuh Bintang . yang telah datang dengan lekas karena kecerdikan dan kegesitannya Bong Tiap. ia gunakan kedua tangannya. penumpang itu enjot tubuhnya. melainkan mulutnya mengucap: Ya. ia menoleh seperti juga Ham Eng. menotok pada tetamu yang tidak dik enal. memecah gelaga h. nampak kegesitan tubuh dan sikap orang itu. kadang-kad ang suka godai soemoay ini. si guru silat. jalanan licin. sedikitnya tubuh dia itu akan seloyongan atau miring. Orang itu adalah Lioe Kiam Gim. katanya sembari memberi hormat sambil berlutut. tapi sebelum ia bisa melihat tegas. lalu membarengi majunya perahu seperti berlompat. hingga dia anggap baiklah ia mendahului menemui di luar rumahnya. lajunya sangat pesat. Siapa tahu. Orang itu manggut. Apakah Lioe Kiam Gim. tangan kanannya dipakai men arik si murid. yang pakai baju abu-abu. tapi si soepeh pegat ia. dia berlari-lari terus ke ar ah rumah. ia suka turuti adatnya. Terang itu bukan perahu nelayan.€ Asal aku sudah ketemu sama Lioe Loosoehoe. orang itu tetap berjalan dengan tubuh tetap. ia segera berkata. Awas. Sebuah perahu kecil dan enteng lagi mendatangi di tengah muara. untuk mana. yang datang untuk mencari gara-gara. tetamu it u adalah soetit. Loo-soehoe ada di rumah. tubuhnya sendiri sudah melonca t ke darat. hingga ayahnya ini menyangka.€Hal ini. kau. baharu ia hendak menangkis. tetapi Yo Tjin Kong. ia lantas ikut Tjin Kong. supaya ia bisa betot ujung baju orang. ia sengaja bikin tubuhnya seperti terpeleset. ak an dului soehengnya memberi laporan. Di luar dugaannya. silakan ikut siauwtee. hati-hati! Berbareng dengan itu. Orang itu kepriki pakaiannya. Kau siapa? Ada urusan apa kau cari Lioe Loo-soehoe? €Ham Eng balik menanya. siapa itu datang? Tangannya pun menunjuk.€ Tuan hendak menemui Loo-soehoe. orang yang baharu sampai itu sudah mendahuluinya. ia berseru: Oh. Bong Tiap tarik pulang kepalannya. katanya sesampainya di jalanan yang batu-batunya berlumut. yang mengenai nama baiknya perguruan kita. Jangan kau orang tanya aku siapa. akan memberi kabar. ia tak mer asakan apa-apa. perca ya orang tidak bermaksud jahat. ke arah ya ng ditunjuk. taruh kata aku b eri tahu pada kau orang. dari sini baha rulah ia mengawasi. yang sengaja mengajaknya ambil ja lanan yang sukar. Orang itu terperanjat dengan serangan yang tiba-tiba itu. ia sengaja tangkap piauwnya Bong T iap. ia sudah enjot tubuhnya. akan mendaki tempat yang penuh batu. Ia harap. umpama kalau ia tak mampu bikin orang terpeleset. Demikian barusan. Ham Eng sudah bersiap. Kim Hoa? Sekejab saja. . sedang Ham Eng di lain pihak.€Perahu itu tidak pakai layar dan angin ada angin melawan. dengan tidak perdulikan lagi perahunya. tangan kirinya dengan jeriji terlonjor. yang sudah pulang dengan cepat. yang sudah puny a sedikit pengalaman Kang-ouw. Di atas perahu itu ada seorang lelaki dengan t ubuh yang besar.dah mendekati usia tiga puluh tahun. Aku cari Lioe Loo-soehoe untuk satu urusan sa ngat penting. ia menjawab. orang itu sudah maju untuk paykoei. Kim Hoa hendak bicara sama itu soepeh. turunnya di sampingnya Yo Tjin Kong. tidak nanti kau orang bisa segera mengerti! Tiga orang itu melengak atas jawaban itu. Bertiga mereka ini biasa berlatih bersama-s ama. jalanan licin. orang asing i tu barangkali ada seorang Kang-ouw. tubuhnya melayan g dengan pesat. atau murid keponakan. Bong Tiap belum insyaf perbedaan antara laki-laki dan perempuan. atau Yo Tjin Kong telah ber seru: Jangan gaduh. dengan tipu Soen soei twie tjouw atau Menolak perahu mengikuti aliran air. belum sempat lihat o rang punya muka. Soeheng ini pun minta soemoaynya lekas pulang. Soepeh. dari sebelah atas seorang lompat turun. Siauwti t belum sempat menemui Soepeh tetapi Soepeh sudah mendahului menemui padaku . he! Lihat. maafkan siauwtit. dia pasti akan kenali aku.

Pada suatu hari selagi Teng Loo-kauwsoe dan beberapa muridnya asyik pasang omo ng di depan rumahnya. di bawah mana ada meja dan bangku-bangku dari batu. dan dengan matanya yang liehay. ayahnya telah menutup mata. untuk dihaturkannya. bocah itu tolak kerbau yang di depan dengan tangan kirinya dan kerbau yang di belakang dengan tangan kanannya. hanya dia diperintahkan yakinkan T hay-kek-koen. tiba-tiba ia dengar satu suara keras . kebe tulan sekali dua ekor kerbau adu tenaga. Thay-kek Teng terperanjat. Thay-kek Teng kagum sekali. satu anak tanggung lagi berlari-lari menda tangi. Dengan In liong sam hian . ia pulang untuk cari Thay-kek Teng. sampai ia menjerit. sesudah mana. Melihat demikian. anaknya Thay-kek Teng. diam-diam ia perhatikan pe lajarannya lain-lain murid. tetapi di lain pi hak. Empat tahun lewat dengan cepat. menurut pesan ayahnya. bahwa ia bisa berlatih dengan sempurna sambil insyaf sudah. Kiam Gim ada bertubuh kurus dan lemah luar biasa. orang yang mewariskan dan meneruskan pegang pimpinan dari kaum atau golongannya. atau Kuda liar memecah suri . ayahnya minta Thay-kek Teng suka ajarkan silat pada anak ini. yang hendak tolong padanya. Guru silat ini lantas loncat lari. guna lebih dahulu kuati tubuh. air mukanya berubah dengan segera. lari kabur. ia tidak mencegah. Ia ini tunggu sampai orang punya kepalan kiri . Kim Hoa lantas duduk di sebelah bawah. mari kita bicara di rumah saja. menuju ke rumah. Ah! berseru Thay-kek Teng. seraya menghampiri. Hanya. akan kepentingann ya. Ayah dari Lioe Kiam Gim ada suatu sanak jauh dari Shoatang Thay-kek Teng. belum ia sampai kepada mereka. di sebelah rajin berlatih apa yang diajarkan. untuk meno longi. sampai ia insyaf sendir i. Dengan Ya ma hoen tjong . menurut runtunan murid-murid. itu bocah hampir ketabrak. yang kalah. mendadak ada orang berlompat ke depan mereka dan orang itu satu bocah lebi h kecil dari Lioe Kiam Gim datang menyerang anak piatu ini.Sabar. kedua kerbau terpental masing-masing. apabila ia sudah awasi bocah itu. Tapi dia rupanya berjodoh sama ilmu silat. jauh beberapa puluh tindak dari mereka. akan tetapi. karena cepat sekali. mereka tinggal bertetangga. beberapa hari yang sudah. tapi tidak menunggu sampai soepeh itu m enegurnya. Bunyinya surat ada demikian penting. Maka juga. baik kita mundur sedikit dari cerita ini. Kiam Gim ajak orang pergi ke latar di mana ada banyak pohon yang lioe. anak kecil itu desak Li oe Kiam Gim. ia telah saksikan sebabnya itu. yang di depan terpental minggir. dan yang menang mengej arnya. dua ekor kerbau te ngah berkelahi. Untuk ketahui duduknya perkara. karen a mana. mereka cocok satu sama lain . yang di belakang terdorong mundur. tapi selagi ia hendak tanyakan keterangannya bocah itu. soetee ini adalah ahli waris dari Thay Kek Pay. Ger akan kedua tangan itu. sebab ayah itu. ada dengan pinjam tenaga lawan . Surat itu datangnya dari Teng Kiam Beng. sedang pajak ada berat. yang sendirinya dengan rajin dan sungguh-sungg uh meyakini terus pelajaran yang ia dapati dari gurunya. Kiam Gim baca surat itu. yang tak berhasil hidup sebaga i petani kecil. Maka mereka bertiga. oleh ayahnya. Kiam Beng ada soeteenya atau adik seperguruan. hingga guru silat i ni jadi terkejut. Hanya apa lacur. terpaksa ia layani penyerang itu. Apa mau. maka pergaulan mereka jadi rapat. sebab dialah yang diangkat jadi tjiang-boen-djin. hingga dua binatang itu tak saling kej ar pula. karena itu Thay-kek Teng tid ak lantas didik dia seperti murid-murid lain. di jalan besar. ketika Kiam Gim berumur tujuh ata u delapan tahun. ia malah berdiri sambil usut-usut kumisnya dan bersenyum. belajar baharu satu tahun. hingga ia telah perlihatkan tenaganya. Lioe Kiam Gim tidak sempat berbuat apa-apa. Sedang begitu. sesampai di sini. pindah untuk bekerja membantui satu kena lannya. atau Naga mega muncul tiga kali . Kenapa kau ada di sini? Bagaimana caranya kau jadi peroleh tenaga besar dalam ke pandaianmu ini? Itu bocah adalah Lioe Kiam Gim. lantas yang satu. suatu ilmu pukulan dari Thay -kek-koen. Tapi. demikian kata Lioe Loo-kauwsoe. piranti duduk berangin. ia d iajak pindah ke distrik tetangga. tetapi. ia agaknya tak perhatikan kedua ekor kerbau yang sedang main udak-udakan itu. ia mendahului keluarkan sepucuk surat. dada siapa ia serang. di sebelah itu. Kapan ia telah lihat bocah kecil ini.

hampir mengenainya. maka itu. Dalam hal ini. Sepuluh tahun lebih Thay-kek Teng didik murid dan anaknya itu. ketika datang s aatnya ia hendak menutup mata. ia merasakan hebatnya desakan musuh. Kiam Gim. Kiam Gim melayani sekian lama. Kiam Beng dapat didikan lang sung. jangan bersikap keras. sebab ia anggap. pusatnya adalah Kota Poo-teng. untuk ditarik sambil i a berseru-seru dengan kegirangan: Aku dapat kawan! Aku dapat kawan! Bagus. lantas ia pukul orang punya lengan.€ Kau bisa layani anakku. segera timb ul perubahan. ini membuktikan ia mempunyai baha n baik dan keuletan. sebabnya ialah raja ini kuatir rakyat Han nanti berontak pula. ialah Thay-kek-koen. selagi merantau. di sana-sini masih ada perse rikatan-perserikatan rahasia Melawan Tjeng-tiauw untuk membangunkan Kerajaan Beng . perhentikan serangannya denga n lantas. dan mereka yang suka atau k ena dilagui oleh politik mengambil hati itu. Kiang Ek Hian dari Bwee Hoa Koen dan Koan Ie Tjeng dari Ban Seng Boen. di antara mereka. sudah cukup! Anak itu. bagus! Kau ada punya harapan besar! Kiam Gim lebih tua dua tahun dari Teng Kiam Beng. ilmu pedang Thay-kek-kiam dan ilmu melemparkan senj ata rahasia Kim-tjhie-piauw. Sebab pihak yang pertama jadi benci atau tak menyukai pihak kedua. Anak. halnya dimulai oleh kej adian yang berikut: . sedang di kalangan Kang-ouw. mereka pergi merantau. di waktu mana. si penyerang tarik pulang tangannya. kau harus bisa pi mpin soeteemu! Itu waktu dua-dua Kiam Gim dan Kiam Beng sudah berumur dua puluh tahun lebih. Inilah politik pemerintah Tjeng hingga akhirnya muncul pergerakan Pahkoenta uw atau Boxer. maka guru silat itu jadi sangat girang. ia pesan mereka dengan kata: Kita Kaum Thay Kek Pa y. tapi ia me layani terus. ditugaskan untuk menolong yang lemah. Kiam Gim dan Kiam Beng dapat keleluasaan d alam perantauannya. Ia mengasih pelajaran yang sungguh-sungguh. akan cari pengalaman. tetapi toh ia bisa tandingi anaknya itu. sebab usianya yang lebih tua. Sikap pemerintah itu sebaliknya menyebabkan perpecahan diantara ahli-ahli silat. tapi setelah itu. sejak kita diwarisi ilmu silat oleh guru besar kita Thio Sam Hong. Di lain pihak terhadap sesama kau m Boe-lim. Tapi kemudian. maklum ia ada anak yatim-piatu. inilah akan menyebabkan hatiku tidak tentaram. Di sini keduduk an mereka berimbang sama kedudukannya Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay. Sejak itu Thay-kek Teng terima Kiam Gim sebagai murid yang sah. di Hoopak. bagus! Thay-kek Teng puji bocah she Lioe itu. Tapi dengan gesit. akan mulai dengan desakan lain. tidak heran kalau mereka jadi tidak betah berdiam di rumah saja. Kalau Kiam Gim adalah tetap ramah-tamah. jangan kau orang bertengkar. mereka tak sudi dilagui oleh pemerintah Tjeng. sia-sia saja Lioe Kiam Gim memberi nasihat pada itu soetee. dia adalah ahli waris dari Thay Kek Pay. Kau. aku larang kau orang be kerja untuk bangsa Boan-tjioe. akan tetapi di sebelah itu. pemerintah Tjeng ubah haluan dengan coba membaiki guru-guru silat. Beng-djie. dan ia puas ben ar dengan kepandaiannya. maka kemudian. sampai tiga puluh gebrak. Kiam Gim pun sangat bersyukur pada gurunya ini yang ia pandang sebagai ayah sendiri. ia anjurkan orang-orang bangsawan dan pembesar-pembesar negeri bergaul dan bersahabat sama ahli-ahli si lat. Kiam Gim dan Kiam Beng taat kepada pesan guru mereka. malah ia turunkan tiga macam kepandaiannya yang liehay. aku ingin kau orang tindas yang galak dan bengis. yang dipanggil Beng-djie atau anak Beng . malah Kiam Ben g diperintah panggil soeheng padanya. Di akhir pergerakan Thay Peng Thian Kok yang gagal. masih ada guru-guru silat yang mendidik murid-muridnya tidak perduli Kaisar Kee Keng melarang keras kepada rakyat membuka rumah-rumah perguruan silat. yang terbagi dua : mereka yang tetap mencinta negeri (Kerajaan Beng). yang dianggap sebagai golongan pengkhianat. ia tak sudi mengalah terhadap siapa juga. Ia gunai tipu silat Lam tjiak bwee atau Mencekal ekor burung gereja . ia sambar tangannya Kiam Gim. terutama d i Shoatang dan Hoopak. Kiam Beng menjadi kepala besar. Mengenai bentrokan dari Kiam Beng dan Tjiong Hay Peng. mereka jadi dapat banyak kenalan dan penghargaan. Rimba Persilatan. sadari bangsa Boan-tjioe merampas Tionggoa n dan memerintah kita bangsa Han dengan sangat menindas. Karena adanya sikap pemerintah itu. hingga ia tel ah bentrok dengan Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Koen. Teng Loo-kauwsoe lantas b erseru: Cukup! Cukup! Sudah.

sampai Teng Kiam Beng kau orang tidak kenali! berser u jago Thay Kek Pay ini. Hal ini terjadi beberapa kali. mereka mengurung dari jauh-jauh saja. yang lain mengeluarkan sepasang Poan-koan-pit. ia bisa menan g. Eh. sekarang dia tentu sudah pingsan . yang satu mencabut pedang. ilmu dengan tangan kosong melawan senjata tajam. orang rupanya jerih ter hadapnya. Ia gunai Khong tjhioe djip pek djim . Tidak tempo lagi. malah apa yang ia rasai aneh. Kiam Beng pasang mata. Habis itu. inilah ternyata dari gerak-gerakan mereka. coba ia berkelahi dengan satu lawan satu. Ia tidak pernah menyangka bahwa orang ada kandung suatu m aksud. itu se njata yang mirip dengan pit atau potlot. bayangan itu seperti punya mata di belakang. Ah.€Ia lan tas dapat mencandak. kawanan manusia rendah. ujung peda ng saban-saban menikam ke arah tempat-tempat kematian. hingga kali ini. Sambil bersembunyi di b elakang sebatang pohon. untuk bisa datang lebih dekat kepada mereka itu. suatu ilmu dari Thay-kektjiang. Pertempuran sementara itu sudah mengagetkan orang-orang di dalam gedung. Dengan tidak merasa. dia tak mampu mencandak lagi . u ntuk menyusul. siapa lantas saling berbisik dengan bayangan yang pertama. Anak ayam itu berada di lauwteng ketiga. Ia pun jadi tidak senang. Kiam B eng lihat orang bermula mainkan Tat-mo Kiam-hoat dari Siong Yang Pay. percuma Kiam Beng mengej ar. ia sudah a kan rubuh siang-siang. Dua-dua bayangan itu memakai topeng hitam. bayangan it u lari masuk ke dalam pekarangan lebar dari suatu gedung besar. Kiam Beng dengar kata-kata itu. Ia lantas berdaya. sebaliknya. Dengan tangan kosong. Dua bayangan itu ada liehay. ujungnya senantiasa mencari satu di ant aranya tiga puluh enam jalan darah yang berbahaya. Dan Poan-koan-pit. kata bayangan yang satu. seperti biasa Teng Kiam Beng melatih diri. makhluk apa berani campur urusan tuan-tuan besarmu? mereka itu menegur. guna cari tahu bayangan itu siapa adanya atau apa maksudnya. pikir Kiam Beng. tetapi ia dikepung dua musuh tangguh. Dua bayangan itu terkejut dan loncat turun. menjadi gusar dengan tiba-tiba. sebab di sebelah kecurigaannya. Terang mereka hendak cari tahu keadaan. Baharu saja aku tiupkan asap Ngo-kouw Hoan-hoen-hio. mereka tidak berani menyerang. Tiba-tiba ia dengar sambaran angin lewat. Segera bayangan itu menepuk tangan. ya ng asapnya bisa menyebabkan orang tak sadar akan dirinya. satu kali. terang-terang ia bakal tertikam atau tertotok. yang satu memegang . beri kut teriakan mereka berulang-ulang: Tangkap penjahat! Tangkap penjahat! Hanya sesu dah datang dekat. hingga ia bisa datang dekat kepada m ereka itu. yang panjangnya kira-kira tiga kaki. tak perduli bagaimana dia pandai berlari cepat. kecuali dua orang yang dandan sebagai kepala tjinteng. Hanya anehnya. yang pun bawa obor dan lentera. dia tetap ketinggalan beberapa tumbak jauhnya. Ia tidak takut sekalip un ia tidak bersenjata. bulan dan bintang sedang guram. ia k eluar dari tempat sembunyinya dan loncat ke ranggon itu. Ia memang pali ng benci penjahat perugul orang perempuan. Kiam Beng lawan dua bayangan itu. yang banyak pepo honannya. mer eka hampirkan tembok pekarangan. Ia heran di wak tu demikian ada kelayapan satu ya-heng-djin ialah orang yang biasa keluar malam. tetapi jago Thay Kek Pay itu terus susul mereka dengan turun loncat ke bawah. denga n apa mereka mendahului menerjang. hingga ia anggap. loncat naik ke atas sebuah ranggon kecil. Ia lihat munculnya bayangan yang kedua.Pada suatu tengah malam. Waktu itu. Ia terus memasang mata dan kup ing. tetapi ia tidak peroleh hasil. Ia sembunyi di atas pohon dekat ranggon itu. disus ul sama berkelebatnya satu bayangan di atas genteng tetangganya. tak pernah ia mampu sambar senjata musuh. hingga kelihatan saja sepasang mata mereka masing-masing. Di sini. lantas ia lari dengan keras sekali. akan ditukar dengan geraka n lain. kalau hendak dibikin celaka. Ia tidak tahu. yang mencorong. ia angga p orang tidak pandang mata padanya. Lihat tanganku! Dua bayangan itu tidak takut. yang lalu maju sedikit. Ia segera menyangka bayangan itu ada satu penjahat atau tukang ganggu orang-ora ng perempuan. tetapi ia seperti ketahui ada orang kuntit padany a. mereka sampai di luar Kota Poo-teng. Ngo-kouw Hoan-hoen-hio adalah hio. akan rampas gegaman orang itu. ti ba-tiba dua bayangan itu tarik pulang senjata mereka. seger a datang serombongan orang yang bersenjata. Ia tidak menoleh ke belakang. Maka terus ia loncat naik ke atas genteng.

di detik itu juga. dengan sepasang t angan kosong. tiba-tiba ia rasai kakinya lemas. Penyerang itu buang mukanya ke belakang. ia berniat pamitan. yang lain sepasang golok. Kiam Beng lekas-lekas membangunkan orang tua itu. air mukanya pucat. ke pepohonan y ang lebat. karena dalam pertempuran. yang berarti menyingkir . Untuk bis a bangun. ia mengarah muka. tapi u ntuk nyerbu ke tempat lebat. tidak urung paha kanan nya toh ketusuk sebatang senjata rahasia. suaranya separuh merintih. untuk mengejar. tapi begitu lekas pin dahkan kaki kanan ke kanan. Ia bergerak sangat gesit. terus ia raba pahanya. sahut Teng Kiam Beng sambil kerut kan alis. kita nanti coba itu! Kemudian pada Kiam Be ng. karena ia rasa i kakinya jadi kaku dan gatal. Ini ada senjata rahasia yang dipakaikan racun. ia berkelit dengan lompat jumpalitan Yan Tjeng Sip-pat-hoan atau Yan Tjeng jumpa litan delapan belas kali . ia berseru: Oh. Kiam Beng tidak pikirkan itu. ya ng aku tak nanti lupakan . baharu mereka ha mpirkan kedua bayangan. sebelah tangannya balas menotok. Ia tahu adanya senjata rahasi a. atau Bergulingan di tanah begit u lekas tubuhnya mengenai bumi. Sekarang baharu ia insyaf. Segera datang satu serangan Poan-koan-pit kepada pundak kanan Kiam Beng. Kau mint a obat Pek-giok Seng-kie Poat-tok-koh. Seorang berumur kurang-lebih lima puluh tahun. hingga mereka telah bergebrak lebi h dari lima puluh jurus. di sana aku kenal satu thaykam tua siapa presen aku setengah botol kecil obat i tu. ia terus layani musuh-musuhnya. dari mana ia cabut senjata raha sia itu. untuk diajak masuk ke dalam. tapi. pergi lekas ke lauwteng belakang pada Djie-ie-nio! ia berkata. tubuhnya diputar. tadi ia sudah terkena senjata rahasia. lantas hampirkan Kiam Beng kepada siapa ia memberi hormat sambil menjura d engan dalam seraya terus mengatakan: Tuan. mari mampir! kemudian kata si tuan rumah. Ia menyerang s ambil mendekam. tatkala ia periksa senjata itu. Itu ada obat di dalam istana. Rasanya aku tak dapat lagi keluar dari rumah ini . si pemegang pedang berseru: Misah! Ini adalah ucapan rahas ia. Tok -tjie-lee! €Karena itu ada senjata rahasia yang dipakaikan racun. apa mau. katanya untuk sembuhkan segala racun atau gigi tan binatang berbisa. pedangnya menyabet kakinya orang itu. kakinya mengge ser. orang mesti pepayang padanya. Ia pun terus loncat mundur. mereka m enang di atas angin. mereka tidak berani. Sikapnya dua bayangan itu ada mengherankan.tumbak. Teng Kiam Beng tidak gemar bergaul sama orang-orang sebangsa hartawan ini. disusul sama Koen tee tong . ia rubuh sendiri.€Di istana orang s . yang terus saja pimpin jag o Thay Kek Pay itu. dua-duanya kena disapu kakinya hingga mereka rubuh terpe ntal! Teng Kiam Beng tidak harap bantuannya sekalian tjinteng itu. lenyap di tempat lebat itu. Senjata apa itu? Adakah itu berbahaya? tanya tuan rumah yang agaknya kaget. tubuhnya turut. di mana orang melayaninya denga n hormat dan telaten. ia tambahkan: Di masa muda. terima kasih untuk bantuan kau ini. Mereka ini tidak punya guna. peda ng menyambar dari belakangnya. dengan begitu ia bisa balas menyerang si pemegang pedang itu. Di kalangan Kang-ouw. yang masih menancap. Tuan rumah periksa senjata rahasia itu dan juga lukanya. ia hanya maju. yang bertopeng. yang aksinya baik. Mari. sepas ang senjata itu bergerak dengan berbareng. Guru silat ini mendak. set elah hirup thee. menyambar kepadanya. juga buat obati luka-luka senjata rahasia. Dengan tabah Kiam Beng loncat untuk berkelit. ada yang suguhi thee. racunnya ada racun dari Tanah Biauw. Kejar! Kejar! berulang-ulang berseru kawanan tjinteng. Di lain pihak. Tuan. Ia baharu bergerak atau mendadak beberapa cahaya be rkeredepan dari tempat lebat. atau Sin-kiang. baharu saja ia bangun untuk berdir i. aku pernah pangku suatu pangkat kecil di Pakkhia. akan lari. yang dandan sebagai satu saster awan. hingga ia mesti kelit ke kiri. Berbareng dengan itu. ini ada satu senjata jahat. yang membikin ia kaget. kedua bayangan. ra cunnya segera bekerja begitu mengenai darah! Luka ini tak dapat disembuhkan kecu ali dengan obat kepunyaan si penyerang gelap sendiri. belum sampai ia peroleh maksud. tanpa ia ingin. Apa yang mengancam mereka ialah rombongannya tuan rumah tet api mereka ini tidak mengurung untuk menyerang. ada yang sediakan hoen-tjwee. Tin-djie. perbuatannya diturut oleh kawannya.

Laginya. Teng Kiam Beng memang bukan orang sembarangan. hingga dengan begitu. dan lainnya. begitu lekas l ukanya dipakaikan kohyo itu. kalau tidak. tidak nanti aku tak a da di atasan Kiam Beng. Maka ia percaya. hingga dia tidak curiga suatu apa terhadap kau. akan turuti hatiku. Hanya. di antara sahab at-sahabat itu ada Tjiong Hay Peng. dari istana Kerajaan Tjeng. Boan Eng Tjin. Kiang Ek Hian dan Koan Ie Tjeng. selagi ia mengucapkan terima kasih. yang luluskan semua permintaan. akan pedayakan Teng Kiam Beng. sempurna sekali gunai ilmu pedang Heng Ie Pay dan Boe-kek kiam-hoat yang kau dapat curi pelajari. beras. hartawan itu sendiri lagi duduk berkumpul dalam kamar rahasianya bersama dua orang yang itu malam jadi bayangan dan memakai topeng. Coba aku merdeka. Kiam Beng sampai di rumahnya dengan tidak l ama kemudian. buat jalankan peranan. tuan penolong yang bai k hati . ia merasakan hawa adem. Selama beberapa hari. Sekarang silakan Tuan tinggal sama aku di sini. Sebegitu jauh aku belum pernah pakai obat ini. karena selama tiga hari ia leny ap dengan tiba-tiba. sekarang marilah kita coba. Pandai sekali kau de ngan angkatanmu. tuan rumah senantiasa temani ia. . yang berpura-pura menjadi penjahat tukang perugul orang perempuan. sibuk dan berkuatir juga. karena ia sudah terima budi.ediakan obat ini guna berjaga-jaga. di rumahnya Soh Sian I e. Selama racun belum punah semua. aku pasti bikin dia mampus! Kalau dia mampus runtuhlah daya-upaya kita! Soh Sian Ie tertawa. kuatir ada penyerangan gelap. dan Ini budi besar tidak nanti aku lupakan! katanya. Karena Soh Sian Ie sedang main sandiwa ra! Dua orang bertopeng itu ada tauw-teng wie-soe . karena senjata rahasiamu tepat mengenai anggotanya yang tak membahayakan jiwanya. It Gok turut bicara. kau pasti akan bikin Kiam B eng bingung mengenai boegeemu! Dan aku kagumi kau. dan semua orang itu d isambut sendiri oleh Sian Ie. tetapi ia tak ada di atasan kita . hingga kau sekarang bisa jadi sahabatnya! Tiga orang itu tertawa dengan gembira sekali. bahwa tuan rumahnya ada Soh Sian Ie. Malah beberapa kali ada orang-orang melara t datang untuk mohon derma. jikalau bukan kita berdua. supaya ahli silat Thay Kek Pay ini bisa ditempel agar nanti tenaganya bisa dipakai oleh negeri guna had api musuh-musuh gelap bangsa Han. kemudian tuan rumah berkata pula . lantas ia dapa t tahu. Soh Sian Ie ser ta orang-orangnya antar dia sampai tiga lie. Karena ia tinggal menumpang. . apa yang sudah terjadi. It Gok perkenankan ia berlaku jumawa. terpaksa ia terima baik undangan itu. Kiam Beng tahu liehaynya racun itu. ia bisa gerak-gerakkan juga. luka akan kumat lagi dan itulah berbahaya. Sedang kau. buat beberapa hari. datang orang-orang menyambanginya. lalu kak inya itu. dari ilmu surat sampai segala urusan di Kota Raj a. Kiam Beng dirawat dengan sempurna. Dia jadi ahli Thay Kek Koen bukan namanya. dan yang pegang Poan-k oan-pit ada Ouw It Gok. Selagi tiga orang beriang-gembira. Ia pun lihat orang itu manis budi. semua merek a ini menanyakan. terutama kau. dia benar-be nar liehay. Tentu saja Kiam Beng menjawab bahwa ia suka bersahabat. selagi ia berjalan pulang dengan bersyukur. Tuan mesti beristirahat di sini. Kiam Beng terpaksa pakai obat itu. hartawan di Poo-teng. Tidak ada jalan. S audara Bong. dia tak dapat dilayani . enghiong besar dan tuan penolong. setelah sembuh betul. h artawan ini juga budiman. orang jadi heran. Yang bersenjatakan pedang. jago itu suka atau tidak bersahabat sama dia . Mereka sengaja dipinjam oleh Tjongtok Tee Kie dan Tit-le e. d ia tanya. Teng Kiam Beng rubuh dalam tipu-daya kita! kata Bong Eng Tjin sambil bertepuk ta ngan dan tertawa gembira. sedang sawah ia punyai sejumlah bau w. hanya aneh. untuk pasang omong. Saudara Ouw. Dia tanya alamatnya. Teng Kiam Beng pamitan. Loosianseng! Bong Eng Tjin tertawa pula. pahlawan kelas satu. Kalau tidak Tee Tjon gtok memesan wanti-wanti. yang punya be berapa ribu bauw sawah. untu k mana ia menghaturkan terima kasih. buat ap a menyingkirkan hanya dia seorang? Bukankah kita hendak pakai tenaganya untuk bu yarkan persatuan dari kaum pencinta negeri kalangan Kang-ouw di Shoatang dan Hoo pak ini? Aku kagumi kau orang berdua. peti mati. Di hari keempat. Ia memang mengerti sedikit tentang syair. sampai ke hatinya. Sian Ie sendiri berulang-ulang panggil dia enghiong besar .

Teng Kiam Beng turut berpikir. Kiam Beng kata. Kiam Beng sudah utarakan juga sangkaan belaka. sebaliknya kita orang Kang-ouw. Apa? Murid dari Heng Ie Pay? ia tegaskan dengan mata melotot. atau memperkosa orang perempuan. yang malah ia sangat hormati? Kiam Gim tidak mau bantah saudara muda itu. sehingga ia keprak meja. di pedang atau Poan-koan-pit! Mendengar keterangan itu. Ada atau tidaknya muridmu yang jadi tjay-hoa-tjat. siapa berumur enam puluh lebih. bagaimana itu bisa jadi keliru? ia membalik. jiwakupun bisa melayang di tangan mereka. aku nanti kutungi tubuh mereka jadi delapan potong dan tikamkan mereka tiga lobang! Kalau tidak. semua tetamu menjadi heran. Selama itu. orang sebangsa dia yang budiman sukar dipatinya. cara bagaimana kita boleh bersahabat sama dianya? Saudara. ia kata kepada Kiam Gim: Kau lihat. Tapi itu orang bertopeng. terang kau sengaja memfitnah aku! ia berseru. orang-orang lain tak dapat menghindarkannya. persahabatan antara Kiam Beng dan Soh Sian Ie menjadi tambah kekal setiap hari. ia pernah berikan peringatan atau nasihat. Kiam Beng pun gusar. Saudaraku! Kiam Beng sahuti saudaranya itu. Aku akan segera membikin penyelidikan! kata Ketua Heng Ie Pay ini dalam murkanya . ketika mendadak ia tanya Tjiong Hay Peng: Di ant ara murid-murid Heng Ie Pay mu ada atau tidak seorang yang jangkung-kurus. didermakan lima tjhi e. Aku nanti segera kirim kabar pada semua muridku.Aku telah hadapi orang-orang jahat tidak dikenal. karena hampir setiap hari Sian Ie kirim orangnya untuk menyampaika n bingkisan apa saja atau dia diundang untuk dijamu. jangan kau terbitkan kerenggangan di antara kita kaum Kang-o uw! Kau terlalu kukuh. yang lainnya maju sama tengah. Tjiong Hay Peng jadi sangat gusar. dan siapa berumur di atas tujuh puluh. ia minta saudara ini waspada. jago Heng Ie Pay ini lantas ngeloyor pergi. Mereka juga menduga dengan sia-sia belaka. aku tidak tahu! katanya. kita biasa tolong si lemah yang tida k berdaya. hartawan inip un membagi amal. agar dia tak sampai terjebak. atau ulang tahun yang k e-51. yang bersenjatakan pedang dan pakai topeng di waktu melawan aku. Aku melihat dengan mata sendiri. Hm. siang-siang aku telah mesti tewas di tangan mereka! Melihat kedua pihak telah jadi sangat panas. Rata-rata mereka itu nya takan bahwa mereka belum pernah dengar perihal dua tjay-hoa-tjat itu penjahat tu kang perkosa orang perempuan. pesta dirayakan di dalam taman bunga. coba bukan aku. kalau dia ada markis. terang-terang telah gunai Boe-kek Kiam-hoat! ia berdiam sebentar. Tjiong Hay Peng tidak puas. tapi selang tiga hari. aku harap karena sikapmu ini. tidak saja aku akan cuma terkena senjata rahasia. Teng Kiam Beng. memperoleh satu tail perak. maka sepulangnya dari pesta. Ketua dari Heng Ie Pay. Ia kat a: Keluarga Soh ada hartawan dari Poo-teng. kalau tidak tangan kosongku ini yang liehay. dia hampirk an soetee itu seraya bawa satu bocah umur enam atau tujuh tahun. Dua orang itu ada liehay sekali. dan ia tuturka n pengalamannya. yang pandai mainkan ilmu pedang Boe-kek Kiam-hoat? Tjiong Hay Peng. Keluarga Soh betul -betul dermawan! Mustahil di antara mereka itu benar-benar tidak ada yang hatiny a suci-murni? Selang beberapa hari. lalu ia t eruskan: Bukan melainkan orang itu yang memegang Poan-koan-pit juga gerak-gerakan tubuh seperti pelajaran golonganmu! Dalam sengitnya. kau mesti haturkan maaf pada Heng Ie Pay dengan adakan perjamuan! Setelah kata begitu. Lioe Kiam Gim lihat sikapnya itu saudara angkat. Demikianlah sebab-sebab permulaan dari perselisihan antara Kiam Beng dengan Tj iong Hay Peng. Kiam Beng saksikan amal orang itu. Kiam Beng terta wa dingin. un tuk menyabarkan mereka. pada orang-orang tua yang melarat: yang berumur lima puluh lebi h mendapat dua tjhie perak. dengan sikap be . selagi pesta berjalan. Soh Sian Ie bikin pesta shedjit. Belum pernah ada or ang Heng Ie Pay yang jadi tjay-hoa-tjat! Dijawab secara demikian. terperanjat. jik alau ada muridku yang berbuat jahat. bagaimana dia bisa begitu dermawan te rhadap orang-orang tua miskin itu. pada sahabat-sahabat juga.

diapun tidak aniaya kuli-kuli taninya. tetapi dari berbagai pihak kaumku. mereka ini bersikap sangat telengas dan kejam! Bukti atau keterangan yang dimajukan soeheng ini ada kuat. Setelah pertemuan dimulai. untuk hadirkan suatu pesta perjamuan. Kiam Beng pun terima undangan . bocah ini jadi muridnya yang ter pandai. Begitu sejak pegang pimpinan. sudah kena dilukai dan dihinakan orang dan dalam hal itu. Toako Teng Kiam Beng. itula h terlebih celaka pula. bagaimana Keluarga Soh itu dirikan rumah tangganya yang mewah? Dia sudah berkongkol sama pembesar-pembesar negeri. sejak kecil kau hidup dalam keluarga yang bera da. ia menuduh kita Kaum Heng Ie Pay. meskipun dengan cara curang! Oleh karena itu sekarang aku adakan pertemuan ini u ntuk bersihkan diri. tidak ada orangku yang main gila. seperti buat betuli jembatan atau jalan besar. meskipun demikian. itu membuktikan Heng Ie Pay. Di Kot a Poo-teng sendiri. kita semua bisa hidup damai. hingga di belakang hari. ia kirim balasannya. aku telah terima laporan. Ia menyangka buahnya tuduhan terhadap orang she Tjiong itu. Pendeknya. karena kejar tjay-hoa-tjat. guru-guru si lat dan piauwsoe dari Kota Poo-teng kesohor telah terima undangan dari jago Heng Ie Pay itu. ayah itu telah gantung diri hingga binasa. karen a rumah itu adalah milik pertanggungan. aku tidak sanggup pegang pimpinan. itu adalah hebat. bunganya begitu berat. ia toh tidak gampang-gampang hendak menyerah kalah. ia pulang dengan ajak itu bocah yatim-piatu. Mati daya. maka syukur Heng Ie Pay mempunyai aturan-aturan yang dipegang keras.da dari biasanya. mestinya percaya tidak nanti ada muridku. guna minta Teng Toako menghaturkan maaf kepada pihakku! Teng Kiam Beng tercengang atas ucapan tajam dari Tjiong Hay Peng. unt uk dihadapkan ke muka kita beramai. syukur buat ia. Kalau ia tetap sangka Hay Peng. hingga Kiam Gim jadi k ewalahan. hingga kembali ia bisa kumpulkan banyak uang. Kau menyangkal. Di sebelah itu. ia coba mengamal untuk kelabui orang banyak? Memang Soh Sian Ie tidak menagih sendiri uang atau hasil uang yang dipinjamkannya dan uang sewaan tanahnya. sedang terhadap ka um Kang-ouw. kaum kita belum pe rnah lakukan apa-apa yang mendatangkan malu bagi Heng Ie Pay. akan cari tahu tuduhan itu . aku sudah lantas bertindak. Lewat setengah bulan sejak Tjiong Hay Peng pulang dengan ngambek. buat dipakai beli sawah dan kebun. Aku tidak punyai kepandaian suatu apa tetapi aku toh ditugaskan untuk memimpin kaumku Heng Ie Pay. tapi sebaliknya ia sangsika n kejujuranku. Dengan sebenarnya. kau tidak kenal kesengsaraannya orang miskin! Kau lihat ini bocah. karena musim paceklik. Ia bisa dapatkan nama dermawan karena kecerdikannya. Dia ini sudah tidak punya ibu. dengan sedikit uang. ayahnya terpaksa p injam sepuluh tail perak dari Soh Sian Ie. jumlah itu naik jadi lima puluh tail. ia datang bersama beberapa sahabatnya . kau punya bukti-buktinya. dan di harian pesta. Maka sayang sekali. aku tak sudi menghaturkan maaf! . aku bawa ia pulang. aku tidak dengar suatu apa. Tjiong Hay Peng angkat bicara. Sudah begitu. belum satu tah un. dia telah selundupkan candu. ia boleh bersikap sebag ai orang budiman. sebab tidak punya tempat bernaung lagi. kau tahu dia siapa? Dia ini adalah bocah yatim-piatu dari kuli taninya Soh Sian Ie! Ayahn ya garap tiga bauw sawahnya Soh Sian Ie. hingga kekayaannya jadi bertambah-tamba h. Seperti aku sudah janji. walaupun demikian. lalu ia tambahkan: Apakah Soetee ketahui. aku telah s aksikan sendiri bagaimana orang telah bersilat dengan caranya Heng Ie Pay dan Bo e-kek Kiam-hoat. ia beli pangkat. pada setengah bula n yang baru lewat. Tapi aku. yang ia jadikan muridnya dan rawat dengan baik. Ini adalah kejadian yang aku kebetulan dapat tahu. entah berapa banyaknya yang di luar tahu kita! Kiam Gim berhenti sebentar. kalau dia sanggup memba yar cukai saja. yang punya kepandaian akan pecundangi ahli waris dari Thay Kek Pay. rumahnya yang bobrok pun disita Soh Sian Ie. ia kata: Soetee. Kiam Beng anggap saudaranya telah terlalu bersikap keras. karena ia keluarkan sedi kit uang. tetapi orang-orangnya atau gundal. karena ia kena dirubuhkan oleh angkatan muda Heng Ie Pay . kecuali dua orang bertopeng itu dapat ditangkap. atau cu cu muridku. Meskipun demikian. ia kata kemudian. atau ia mengamal pada o rang-orang tua melarat! Apa artinya akan dermakan sedikit uang kalau di lain pih ak. maka itu. y ang pun ditaati oleh kaum kita. Teng Toako mestinya percaya aku. Tentang kedua tjay-hoa-tjat. setelah punya banyak uang . Lagi tahun yang sudah. ia memangku jabatan. Memang. demikian katanya.

Jago she Kiang ini menduga benar dengan kata-katanya itu. ia singkirkan tangan kanan lawan. Ia ada ahli waris dari Thay Kek Pay. mereka pada mundur sendirinya. Hay Peng turuti geser tubuh. lalu dengan membarengi. untuk mem beri hormat. Ia pun masih mendongk . karena dengan begitu. ia mendesak dengan tangan kanan melintang sebagai an caman dan tangannya kiri menyerang pundak lawan. sebagai soeheng dari Teng Kiam Beng. sedang tadinya. Kiam Beng babat lengan orang yang menyerangnya. Tjiong Hay Peng menjadi gusar setelah ia kenali orang yang nyelak sama tengah itu iala h Lioe Kiam Gim. soeheng i ni niat bantui soeteenya. maka itu s ekarang aku. sam bil putar sedikit tubuhnya. mustahil aku berani tak t erima! kata Kiam Beng sembari tertawa jumawa. Kiam Beng elakkan kepalanya sambil lompat ke samping kiri. tampangnya Teng Kiam Beng masih pucat. ia kata: Kalau tetap Teng Toako tidak niat haturkan maaf.Mendengar demikian. akan tetapi. Sebagai soeheng. hayo kita minum! Dan Kiang Ek Hian padukan cawannya Kiam Beng dan Hay Peng. karena ia lantas sangka. Tjio ng Hay Peng hampirkan Teng Kiam Beng. dengan suara nyaring. tang annya Tjiong Hay Peng sudah bergerak. Tjiong Hay Peng lantas membalas hormat sambil ucapkan kata-kata merendah. atau Tangan menabas naga . m ukanya Kaum Heng Ie Pay menjadi terang pula. suka ada mereka yang curi beberapa jurus ilmu silat orang dan dua binatang itu. Tepat. hingga mereka tak sempat lagi malang di tenga h. baik hal ini tidak dibuat ganjel an. nyelak sama tengah. soeheng dari Teng Kiam Beng. aku p ercaya kebenarannya itu. kita belum punya murid yang menjadi ahli waris kaum kita. adu kepandaian. dia memang hargai orang she Lioe itu. inilah yang ia sangat tidak setujui. sekarang soehengnya wakilkan ia menghaturkan maaf. dengan tidak buka lagi baju luarnya yang gerombongan. entah dari mana mencaploknya! Saudara Kiam Beng belum pernah yakinkan Heng Ie Pay. kapan tangannya kedua lawan bent rok dengan dua tangannya ini orang ketiga. baiklah ki ta turut saja aturan umum. tapi dari sini. selagi kedua tangan hampir kebentrok satu dengan la in. Dalam saat yang hebat itu. belum ia tutup mulutnya. urusan ini kecil sekali dan tidak ada harganya untuk di perbesar. Kenapa Ketua dari Heng Ie Pay berbuat demikian? Itulah pertama karena Kiam Gim punya sikap laki-laki. Dengan Tjiam liong tjhioe . Memang. tiba-tiba seorang lompat kepada mereka. Kalau Tjiong Toako berniat berikan pengajaran padaku. Kiam Beng bilang. Kiam Gim berhak be rtindak secara demikian. menyerangnya. sembari angkat kedua kepalannya. Dan Tjiong Lauwtee. bersama-sama kita lanjutkan usaha kita akan cari tahu siapa adan ya dua binatang itu! Saudara-saudara. ia sodok iga kan annya Kiam Beng dengan kepalan kirinya. Tapi. dua binatang itu pergunakan Boe-kek Kiam-hoat. sakin g tidak puas. Di mana perdamaian telah didapat. Adalah kepalan kanannya. da n kedua. di antara orang-orang Kang-ouw. yang mengarah batok kepalanya Teng Kiam Beng. atau Tenaga melawan seribu kati . itu ada cara pemecahan yang ia memang inginkan. Kiam Gim sudah mendahului menjura terhadap dia. sebelum ia sempat bertindak apa-apa. mereka tidak sangka. kedua tangannya dipakai menangkis dua-dua serangan. hanya mari. Tjiong Hay Peng mulai dengan Tok pek Hoa San atau Dengan sebelah tangan membelah Gunung Tay San . orang she Lioe ini kata: Kita Kaum Thay Kek Pay belum lakukan pembukaan secara resmi di Kota Po o-teng ini. Biarpun perdamaian telah didapat. Lioe Lauwtee. aku wakilkan golonganku akan m enghaturkan maaf pada Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay! Pernyataan Lioe Kiam Gim itu bikin suasana jadi reda dengan sekejab. dua or ang bertopeng itu gunakan beberapa jurus tipu-silat curiannya. Dengan Lek tok tjian kim . Semua tetamu lain jadi terperanjat. bisa dim engerti yang dia jadi tidak senang karena tuduhan itu mengenai kehormatan dia pu nya golongan. pertempuran sudah lan tas dimulai secara demikian getas. bisa sekali dia kena dikelabui. Kiang Ek Hian dari Bwee Hoa Pang berseru. Ini adalah tangkisan yang berupa serangan yang berbahaya seka li. karena betul. hingga ia keluarkan tuduhannya. Bagus sekali tinda kan kau ini! Sebenarnya. Tangkisan ini ada berbahaya tetapi pun hebat. aku mohon pengajaran dua-tiga gebrak dari kau! Itu ada tantangan untuk pieboe.

namanya ilmu silat Thay Kek Pay ada sangat kesoh or. perhubungan di antara Kiam Beng dan Hay Peng jadi renggang sendirin ya. Kalau T hay Kek Pay mesti punyai tjiang-boen-djin. kau mest i ber-hati-hati. Begini j uga ada pikiran soehengku. aku percaya kau bukan bangsa penjilat dan jumawa. Untuk in i. kau mesti jaga jangan sampai kau dipermainkan oleh murid yang b uruk. kalau dia dengar Kiam Beng utarakan mendongkolnya pada Hay Peng. setiap dua atau tiga hari. Kiam B eng coba tampik keangkatan itu. Ia anggap bahwa ia sudah kena dibikin rubuh. terpaksa ia tutup mulut. Akan tetapi. den gan air muka sungguh-sungguh yang tercampur kemasygulan. karena orang ban yak anggap pemecahan itu ada tepat. mesti ada orangnya Keluarga Soh yang datang kepada Kiam Beng. Mengenai tin dakanmu aku tidak bisa bilang suatu apa. yang ingin kita tidak bertindak secara sembrono. kesatu aku belajar belakangan dari kau. lalu di belakang hari. dan dengan pengar uh pembesar negeri. Mengenai tindakannya Kiam Beng yang angkat diri jadi tjiang-boen-djin dari Tha y Kek Pay. manusia mati meninggalkan nama! katanya. ahli waris yang menjadi ketua golonga n. Sejak itu. di pinggangnya tergantung pedangnya. Buat terima murid. Kau dianggap sudah nanjak ke cabang yang tinggi karena kau andali pengaruh pemb esar negeri. lupa pada diri sendiri! Aku pun hendak beritahukan padamu. dia berkata: Soetee. Hanya pada suatu malam malaman besoknya so etee ini hendak resmikan pendiriannya Lioe Kiam Gim datang dengan tiba-tiba. buat memberi selamat atau m engutarakan pujian. a tau Sian Ie sendiri yang datang berkunjung. Soh Sian Ie cerd ik sekali. dengan uang. dengan tidak pikir panjang lagi. dengan tenaga. Harus diaku i. bahwa soehengmu ada kesohor jujur dan namanya terjunjung. janganlah kau kasih dirimu diangkat-angkat hingga kau jadi tersesat. kedua suda . untuk pasang omong. ia lantas turut sarannya Soh Sian Ie. dia cemarkan nama perguruan. supaya Thay Kek Pay ada ahli warisnya. aku minta kau waspada. guna wakilkan leluhur. aku tidak berani o mong suatu apa . budinya Soehoe tak dapat aku lupakan. Hanya. Tetapi peribahasa mengatakan: Macan tutul mati meninggalkan kulit. golongan ahli silat lainnya tidak ada yang taruh perhatian besar. Sian Ie membantu banyak sekali. atau Kok-soet Kouw-boen. malah Lioe Kiam Gim sendiri. akan angkat diri jadi soehoe. ia tak dapat menjadi anak berbakti atau cucu bijaks ana . selagi mereka bicara dengan asyik. yang nanti datang buat berguru pada ka u. Aku masih mesti merantau. saudara ini tidak bilang suatu apa. kenapa di Poo-teng sini. Kiam Gim ada soeheng tetapi ia d ari lain she. Lauwhia tidak mau resmikan adanya golonganmu? Kiam Beng manggut-manggut waktu ia menjawab: Sebenarnya aku telah pikirkan itu hanya sekarang belum sampai waktunya. nampanya tidak ada perhatiannya . sekonyong-kon yong Soh Sian Ie tanya: Lauwhia. tetapi aku toh ingin se kali. malah persahabatannya dengan yang lain-lain juga jadi semakin tawar. ia j awab dengan ringkas: Mengenai kau orang kaum Rimba Persilatan. sebab bisa jadi ada bangsa kurcaci. Soetee. mendirikan kaum sendiri bu kan pekerjaan gampang. orang yang sah untuk itu adalah dia sendiri. pada suatu hari. mengenai kau ini. Teng Kiam Beng ketarik hatinya mendengar kata-kata yang beralasan itu. Demikian. bukankah dulu kau pernah tanya aku. akan cari pengal aman. aku sudi atau tidak menjadi tjiang-boen-djin akan gantikan kedudukan Soehoe? Pasti sekali aku tidak berani terima itu. aku kasih selamat pada kau karena kau hendak angkat namanya kaum kita. tetapi biar bagaima na. pergaulannya dengan Soh Sian Ie jadi bertambah rapat. Sau dara ini ada gendol satu pauwhok kecil. malah dengan angkat juga orang she Teng ini menjadi penasiha t ilmu silat. dari Istana Tjongtok dari Tit-lee. Hanya. ia tetap ada orang luar. tetapi di sebelah itu. dari i tu. Soh Sian Ie tertawa berkakakan atas keterangan itu. Aku tidak percaya omongan oran g itu. Aku kuatirkan ini. karena kau berniat menjagoi sendiri. sudah seha rusnya Lauwhia angkat diri. aku hendak sampaikan anggapan umum terhadapmu. kecuali bila sudah tidak ada turunan dari Keluarga Teng. Aku membutuhkan dasar yang kuat betul sebelumnya aku angkat diri. Lauwhia ada turunan sah dari Thay Kek Pay.ol karena Tjiong Hay Peng berlaku galak demikian terhadapnya di depan sekian ban yak tetamu. aku dip iara dan dididik Soehoe sampai aku berusia dewasa. sed ikit sekali kaum Rimba Persilatan yang kunjungi dia. supaya sekalian leluhurmu itu pun bisa dimuliakan namanya. tetapi ia semakin hargakan Sian Ie sebagai sahab at yang jujur dan setia. Seperti Soetee ketahui sendiri.

di rumah mertuanya. pergaulannya sama Soh Sian Ie terus bertambah rapat. Gelombang di kalangan Kang-ouw. untuk disampaikan kepad a Istana Lie Kiong di Sin-tek. di sam ping itu. aku tel ah rasai cukup. Kim Hoa. pihak mertuanya. Kim Hoa ini murid yang datang belajar sesudah ia sendiri mengerti silat. di sana orang tua itu dan rombongannya bisa . dari itu aku pikir baiklah aku pulang ke kampungku. Kiam Gim yang sengaja berikan. artinya: jan gan takut. Di sebelahnya Kiam Beng. tetapi belum sampai di Sin-tek. aku berangkat! Baharu Kiam Beng hendak mencegah. Nama Boe Wie ini. dua puluh satu tahun telah lewat tanpa terasa. dengan nona yang dipilih oleh ayahnya. Demikian. Di dalam tiga tahun yang pertama. kenapa perkara jadi hebat begini? tanya Kiam Gim kemudian. atau soeheng itu sudah meloncat untuk pergi dengan cepat. pada sebulan bers elang. Tapi. Ia adalah satu anak yang baik dan disayang oleh gurunya. itu bisa jadi lebih hebat pula. aku jadi soeheng pun disebabkan usiaku lebih tua dua tahun daripadamu. Murid ketiga adalah si anak muda yang kita kenal dalam pasal pertama. a pabila aku tetap berdiam di sini. seraya letakkan suratnya Kiam Beng. Sejak angkat diri menjadi tjiang-boen-djin dari Thay Kek Pay. mengenai kita. akan beristi rahat. Perampasnya adalah seorang tua dengan lidah Liauw-tong. K iam Beng sendiri sudah menikah. baharu sampai di luar Kota Hee-poan-shia. gurumu suruh aku tanyakan keteranganmu saja . kaulah yang mewariskannya. Eh. Hingga soetee ini kembali masygul. sampai hari itu mend adak Lioe Kiam Gim kedatangan Kim Hoa. Ayah. Tapi ia coba menyusul. Begitulah. di sebelah namanya jadi tambah kesohor. yaitu Tj oh Ham Eng. Kota Hee-poan terpisah kira-kira dua ratus lie dari Sin-tek. sedang muri dnya yang kepala adalah Law Boe Wie. itu bocah yatim-piatu anak petaninya Soh Si an Ie di Poo-teng. Boe Wie sudah mer antau sejak delapan tahun yang lalu. i a bergaul juga sama pembesar-pembesar negeri. gangguan sudah datang. maka itu. gadisnya Lauw Tian Peng dari Kaum Ban Seng Boen. yaitu untuk selanjutnya kau jangan cari persetorian pula! Habis itu. Kiam Gim suka jawab anaknya itu: Menurut soesiokmu. Muridnya Kiam Gim yang kedua ada Yo Tjin Kong. yang ada sahabat kekal dari Kiam Gim. tanpa sang soetee dapat candak ia. sampai di sini saja. Soetee. Lioe Bong Tiap sangat ketarik hatinya. Dia toh anak yang dipungut dari dunia kesengsaraan. Dua puluh satu tahun telah lewat se jak Kiam Gim beristirahat. Soesiok coba susul mereka sampai di tempat y ang dinamakan Sha-tjap-lak Kee-tjoe. murid kepala dari Teng Kiam Beng. masih ada kabar-ceritanya. katanya. Dari mana munculnya barang upeti itu? Kenapa perampasan terjadi di Djiat-hoo? Kenapa guru mu boleh menyangka kepada Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay? Hayo kau cerita biar jelas. soeheng ini kabur pula. soesiokmu mengantarkan barang upeti ke Djiat-hoo. yan g datang bersama sejumlah muridnya. yang lagi berlatih silat sama Lioe Bong Tiap. kelihatan Kiam Gim balik pula seraya terus kata: Barusan aku lupa kasih tahu sepatah kata pada kau. hingga ia campur bicara. Justeru itu. setelah berselan g dua puluh tahun. Kiam Gim tidak hidup kesepian bersama dua murid dan satu puterinya i tu. setelah terkabar bahwa ia menuju ke Liauw-to ng. seka rang juga aku hendak pulang ke Shoatang. dalam suratnya ini. yang menyebabkan soepehnya kaget. Soetee. jarang ia mencoba-coba kepandaian orang lain. coba kasih tahu lebih dahulu. Dan ia datang membawa kabar yang p enting dan hebat. Ham Eng adalah anak nomor tiga dari Toa-kauwsoe Tjoh Lian Tjhon g. sia-sia saja gurunya coba cari tahu tentang dia. ia seperti lenyap. Akan tetapi. ia telah punyakan tiga murid. malah kemudian. siapa percayakan anaknya kepada ahli si lat Thay Kek Pay itu.h seharusnya sebagai anak. puteri satu-satunya da ri Lioe Kauwsoe. selama itu. Lioe Kiam Gim pulang ke Shoatang dan terus menikah. ia t erlebih tua daripada murid-muridnya Kiam Gim. dia diperkenalkan oleh pihak La uw. dan tempat kejadian itu ada kira tiga puluh lie dar i Kota Hee-poan itu. apa soesiok bilang dalam suratnya? tan ya ia. tapi selanjutnya. Ia tinggal bersama isterinya. maka itu. Teng Kiam Beng juga b isa bawa diri. Di sebelah itu kau ketahui sendiri. di dalam Dusun Kim Kee Tjoen di K ho Kee Po. Isterinya Kiam Gim ada Lauw In Giok. yang berada di perbatasan Hoopak. paham di antara kaum Kang-ouw mesti ada kekeliruannya. Diapun pernah merantau tetapi lebih banyak berdiam di rumah .

melenyapkan diri secara tiba-tiba. Tidak lama sekembalinya soesiokmu ke Poo-ten g, dia lantas terima surat pengumuman kaum Kang-ouw, yang ingin usir dia dari Po o-teng! Yang hebat adalah bendera Thay-kek-kie dari Golongan Teng Pay, atau Thay Kek Piauw, sudah kena dirampas oleh perampas itu! Entah orang dari golongan man a, yang sudah datang menerbitkan gara-gara itu! Apa yang terjadi di Hee-poan, siauwtit tidak lihat sendiri, Kim Hoa menambahi so epehnya itu. Ketika itu, siauwtit tidak turut. Soehoe ajak djie-soetee dan sam-so etee serta dua boe-soe, guru silat, untuk temani dia. Mengenai barang upeti itu, ceritanya panjang. Bukankah Soepeh masih ingat itu orang yang bernama Soh Sian Ie, yang sering kunjungi Soehoe? Dia sekarang sudah berumur tujuh puluh lebih, d an selalu keram diri dalam rumahnya, akan icipi keberuntungannya orang hidup mew ah, hingga ia jarang datang pula kepada Soehoe. Anaknya Soh Sian Ie yang ketiga, namanya Tjie Tiauw, yang kerja dalam kantor Tjongtok. Dia ini pada suatu hari d atang pada Soehoe, buat minta Soehoe pergi lindungi barang upeti kepunyaannya Tj ongtok, buat di bawa ke Istana Raja di Sin-tek. Ini tahun, seperti biasanya Raja pergi ke Sin-tek untuk menyingkir dari musim panas di Kota Raja, untuk sekalian berburu di musim rontok. Di Sin-tek, Raja Boan ada punya satu daerah hutan yang besar, piranti raja berburu. Pemburuan inipun ada satu ketika untuk raja-raja B oan berlatih menunggang kuda dan memanah. Sebenarnya Tjongtok serahkan tugas kep ada Soh Tjie Tiauw, untuk antar upeti itu, tetapi Tjie Tiauw, dengan pakai nama ayahnya, sudah minta pertolongan Soehoe . Selagi Kim Hoa baharu bicara sampai di situ, tiba-tiba Lioe Kauwsoe angkat kep alanya dengan mata mendelik, dengan bengis, ia berseru: Sahabat baik, turunlah! Menyusul seruan itu, dari atas sebatang pohon, meloncat turun seorang, yang tu buhnya melayang. Dan menyusul turunnya orang itu, Kim Hoa di kiri sudah lantas l ompat menyerang dengan tiga buah Kim-tjhie-piauw, tapi yang dipakai ada Lauw Hay say kim tjhie atau Lauw Hay menyebar uang emas , tiga batang piauwnya menyambar keti ga jurusan, atas, tengah dan bawah. Orang itu bertubuh sangat gesit, dengan gerakan Yan tjoe tjoan in atau Walet temb usi mega , ia loncat tinggi dua tumbak, dengan begitu, ia meloloskan diri dari dua piauw, sedang piauw yang ketiga, ia jejak dengan kakinya, hingga piauw itu jatu h ke tanah! Nyata, dia pakai sepatu besi! Kim Hoa, yang menyerang, datang terlebih lambat daripada ketiga piauw, dengan T jin pouw tjit seng atau Tindakan tujuh bintang , tangan kanannya membabat kedua kaki orang itu. Cepat luar biasa, sambil membungkuk, orang itu tangkis serangan berbahaya ini, kemudian, sebelum Kim Hoa sempat ubah jalan persilatannya, ia mendahului lompat jumpalitan tinggi, akan turun di belakangnya orang itu maka itu, Kim Hoa segera putar tubuhnya, lalu dengan Tek seng hoan tauw , atau Mengambil bintang untuk menuk ar bintang , ia menyerang dengan berbareng, tangan kanan ke arah embun-embunan, ta ngan kiri ke arah dua mata. Gesit luar biasa orang itu kelit tubuhnya, tapi sekarang sambil berseru: Tahan! Tahan! Aku ada murid Heng Ie Pay yang ingin bertemu sama Lioe Tjianpwee! Kim Hoa tidak sempat menunda penyerangannya, ia merangsek dengan gencar, atas mana orang itu bela diri dengan gerak-gerakan ilmu silat Heng Ie Pay yang dia se butkan. Berhenti! Lioe Kiam Gim berseru! Kim Hoa hentikan penyerangannya dengan lantas, atas mana orang itu lantas saja menjura di hadapan guru silat itu seraya mengucapkan bahwa ia, orang yang terle bih muda tingkatannya, menghormati orang yang terlebih tua derajatnya itu. Lioe Kiam Gim menghampiri sambil empos semangatnya dengan Thay kek seng liang g ie atau Thay-kek menciptakan im dan yang , ia ulur kedua tangannya mencekal kedua ba hunya orang itu yang ia angkat seraya berkata: Silakan bangun! Silakan bangun! Enteng tampaknya, tubuh orang itupun telah terangkat naik. Lantas orang itu perkenalkan diri sebagai Ong Tjay Wat, keponakan murid dari T jiong Hay Peng dari Heng Ie Pay, kemudian dengan cara merendah tapi pun mengandu ng kejumawaan, ia kata: Soesiokku dengar Lioe Lootjianpwee hendak campur tahu uru san ini, dari itu sengaja dia utus aku untuk menyampaikan kata-kata bahwa, kalau Lootjianpwee hendak mengulurkan tangan, seharusnya kita orang undurkan diri, ha nya mengingat yang soeteenya Lootjianpwee sudah mengekor pada pembesar negeri, h

ingga dia melupai kehormatan kaum Kang-ouw, Soesiok percaya, Lootjianpwee pastin ya tidak akan suka turut kecipratan air butek. Tapi, andaikata Lootjianpwee hend ak mengulur tangan juga, maka apabila di belakang hari ada terjadi suatu apa, ha rap Lootjianpwee tidak sesalkan kita! Lioe Kiam Gim tidak jadi gusar karena ucapan itu, di lain pihak dia tanya Ong Tjay Wat tentang keadaan Tjiong Hay Peng selama belakangan ini, perihal lain-lai n jago Heng Ie Pay itu, tentang kebahagiaannya Tjay Wat sendiri, hingga Tjay Wat jadi bingung sendiri karenanya. Dalam terdesaknya, Tjay Wat sampai cuma bisa ka ta: Lootjianpwee, aku mengharap sepatah kata balasan dari kau . Jangan kesusu, jangan kesusu! Kau datang dari tempat jauh, biar bagaimana aku mesti minta kau beristirahat di sini untuk satu malam, besok aku temani kau mengunjungi soesiokmu. Maafkan aku, Lootjianpwee, tapi aku masih punya lain urusan penting untuk mana aku mesti segera berlalu dari sini, Ong Tjay Wat tetap menolak. Kalau begitu, kata Lioe Kauwsoe dengan sungguh-sungguh, tolong kau sampaikan pada Tjiong Soehoe, pasti sekali aku si orang she Lioe nanti bertindak dengan ikuti tata tertib kita, kaum Kang-ouw! Lantas jago tua ini antar tetamunya keluar, kemudian sekembalinya ke dalam, ia tanya muridnya: Kau orang lihat, apakah benar-benar dia dari Heng Ie Pay? € , Dia ada dari Heng Ie Pay, sahut Tjin Kong, sedang Kim Hoa bilang: Aku dengar dia s erukan berhenti, tapi aku sengaja masih serang dia, dengan begitu, bukan maksudk u akan tempur terus adanya. Menurut aturan, memang aku mesti lantas berhenti men yerang. Karena ia sebut diri dari pihak Heng Ie Pay, aku jadi hendak mencoba ter lebih jauh.€Dari gerak-gerakannya itu, dia benar dari Heng Ie Pay. Selagi Soemoay dan Kim Soeheng menyerang, aku sengaja tidak turut ambil bagian, Yo Tjin Kong tambahkan, dengan begitu, aku hendak saksikan gerak-gerakannya. Gera kan tubuhnya enteng, kelitannya, tangkisannya, semua ada dari Heng Ie Pay. Kenap a Soehoe menanyakan ini? Apakah Soehoe dapat lihat apa-apa yang luar biasa? Lioe Kiam Gim urut-urut kumis-jenggotnya, ia bersenyum. Memang tidak gampang untuk melihat dasar ilmu silat orang, ia menyahut.- Siapa per oleh ilmu curian sekedarnya, dia memang bisa gunai itu untuk bertempur, hanya ca ra menggunakannya tak leluasa seperti ilmu silat kaumnya sendiri. Untuk melihat itu, kita mesti guna. tempo ketika ia sedang terdesak, itu waktu akan terbukti k etangkasannya. Tadi dia didesak oleh Kim Hoa, sehabis dia elakkan piauw dari Tia p-dj ie. Dia elakkan diri bukan dengan tipu Heng Ie Pay, hanya dengan tipu berke litnya Gak Kee Koen, dari Kaum Keluarga Gak. Piauw dari Tiap-djie tak dapat dicela , cuma masih kurang latihan dan pengalaman, siapa sempurna ilmu kegesitannya Keng kong tee tjiong soet , ia bisa egos tubuhnya dengan gampang. Aku pun sangsikan di a selama aku angkat dia bangun . Kim Hoa berempat berdiam.€Mengenai soal ini, tentu saja mereka punya pengetahuan atau pengalaman masih sangat kurang. Besok aku turut kau pergi ke Poo-teng, kemudian Lioe Loo-kauwsoe kata kepada kep onakan muridnya, setelah ia berdamai sama anak dan murid-muridnya. Aku lihat, soa l ini sulit sekali. Umpama kaum Kang-ouw musuhkan gurumu karena gurumu mengekor pada pembesar negeri, aku nanti coba datang sama tengah, untuk mengakurkannya. S ama-sama kaum Rimba Persilatan, tak boleh kita orang saling bentrok. Sudah lama aku undurkan diri tetapi aku percaya, Tjiong Hay Peng beramai nanti masih sudime mandang kepadaku. Lioe Kiam Gim buktikan kata-katanya ini pada besok paginya. Ia berangkat bersa ma Kim Hoa sesudah pesan murid-muridnya akan baik-baik berdiam di rumah. Lioe To anio, Lauw In Giok antar suaminya sampai di luar rumah. Kiam Gim pergi dengan ha ti tetap, sebab ia percaya, isterinyaakan sanggupjaga rumah, sedang Yo Tjin Kong sudah wariskan kepandaiannya tujuh atau delapan bagian. Dan Ham Eng dan Bong Ti ap, sekalipun belum sempurna, mereka rasanya sudah bisa bantu In Giok dan Tjin K ong. Tak pemah ia sangka bahwa ombak bakal bergelombang hebat! II Sejak berangkatnya Lioe Kiam Gim, Lioe Toanio mesti wakilkan suaminya mengurus seantero rumah tangga. Di bagian luar, Yo Tjin Kong bantu soebonya. Si nona kec il, Bong Tiap, setiap hari berlatih atau bermain-main saja sama Ham Eng, sam-soe hengnya, tapi sekarang mereka jadi terlebih binal , hingga leluasa sekali mereka pe

rgi ke hutan mengacau sarang burung atau ke muara akan main perahu. Toanio dan T jin Kong mengantapkan saja, Cuma kadang-kadang mereka merasa sedikit kuatir. Setelah ia sekarang berusia delapan belas tahun. Ham Eng suka merasa kehilanga n apabila untuk sedikit waktu dia tidak lihat atau berkumpul sama Bong Tiap, sem entara si nona tetap merasa merdeka, tidak pernah dia merasa likat, malah ada wa ktunya dia tepuk si suheng apabila si suheng bengong sambil berkata, Eh, eh, kena pa sih kau nampaknya tolol? . Sesudah ditegur secara demikian, baharu Ham Eng sadar dengan gelagapan. Demikianlah hari itu, Bong Tiap dan Ham Eng main perahu di Kho Kee Po. Mereka singkirkan gelagah dan ganggang, mereka gayuh perahu sampai ke tengah muara di m ana ada beberapa pulau, dari sana mereka dengar datangnya nyanyian kaum nelayan, rupanya nona-nona tukang ikan bemyanyi saling sahut-sahutan. Di udara ada burun g-burung laut yang berterbangan. Ham Eng bengong mendengar nyanyian dan matanya mengawasi ke udara. Soemoay, soemoay, tiba-tiba dia bertanya, di sini ada begini permai, maukah kau k alau kita berdua selamanya bermain-main seperti sekarang ini? . Bong Tiap tertawa cekikikan mendengar pertanyaan itu. Selamanya bermain-main seperti sekarang ini? ia ulangi. Kau sering bilang aku ada satu bocah cilik, tapi lihat sekarang, apa kau sekarang bukan terlebih cilik da ripadaku? Tunggu sebentar, apabila perutmu sudah ngericik karena lapar, apa kau tidak nanti lekas-lekas lari pulang akanmintamakan! Bagaimana kita bisa selamany a main-main disini? Soemoay itu tidak mengert., maka Ham Eng lebih-lebih melengaknya! Bong Tiap te rtawa, sambil tertawa ia gayuh perahunya yang laju pesat, sesudah maju sampai be berapa puluh tumbak, sekonyong-konyong ia dengar suara ribut di sebelah depan, h ingga ia angkat kepalanya akan mengawasi. Di sebelah depan sana ada beberapa perahu nelayan dengan nelayan-nelayannya la gi menjaring, sedangnya begitu, sebuah perahu kecil, dengan digayuh keras, nyerb u antaraperahu-perahu nelayan itu, air jadi berombak keras dan muncrat ke atas. Itu ada suatu gangguan untuk tukang-tukang tangkap ikan itu, karena sekalipun ik an yang sudah masuk ke dalam jaring tentu pada lari kelu ar pula. Maka itu, nelaya n-nelayan itu jadi kaget dan gusar, hingga mereka mendamprat dan menegur pada or ang-orang di atas perahu kecil itu.€Nampak demikian, Bong Tiap dan Ham Eng turut m enjadi gusar. Soeko, mari kita ajar adat pada mereka itu! kata sang soemoay. Mereka tak dapat d iantap main gila di Kho Kee Po ini! Kenapa mereka ganggu itu kawanan nelayan? So eko, pergi kau lawan dia, aku nanti bersiap dengan Kim-tjhie-piauw! Lihat, merek a lagi mendatangi kemari, mari kitapegat! Selagi Ham Eng belum sahuti si nona, perahu di depan sudah datang dekat dan te rus melesat melewati perahu mereka, air muncrat tinggi, hjngga mengenai dua anak muda ini. Dalam murkahnya, Bong Tiap sudah lantas gunaigala gaetannya, akan sam-bar cart el kendaraan air orang, hingga perahu jadi tiba-tiba berhenti dengan tiba-tiba, sedang Ham Eng segera putar kemudinya untuk bikin kedua perahu jadi berhadapan. Di dalam perahu itu ada empat orang. Yang berdiri di muka ada seorang berumur tiga puluh lebih. Yang bercokol di buntut perahu ada si jurumudi, seorang muda u sia dua puluh lebih. Dua yang lain, lagi rebah dengan anteng di dalam perahu, ro -man mereka tidak kelihatan tegas, mereka seperti juga tak tahu bahwa telah terj adi suatuapa . Adalah orang. di kepala perahu, yang menjadi gusar. Eh, bocah-bocah cilik, apakah kau orang hendak cari mampus? dia membentak. Kalau kau orang hendak pelesiran, pergilah pulang dan pelesiran dengan soeniomu tapi j angan di sini kau orang cari malu untuk orang tuamu . Oh, orang-orang tidak tahu aturan! Ham Eng segera membaliki. Nanti tuan kecilmu a jar adat pada kau orang! Lekas angkat kaki dari Kho Kee Po ini, atau apabila tid ak, kepalannya tuan kecilmu ini nanti tidak kenal orang! Baik, aku justeru mau kenal kepalannya si tuan kecil! jawab orang itu, yang sege ra loncat ke perahunya dua anak muda itu, hingga perahu ini jadi goncang dan lim bung. Tapi Bong Tiap segera pentang kedua kakinya, ia menancap kuda-kuda hingga pera

karena Bong Tiap k embali perlihatkan kepandaiannya menggunai Kim-tjhie-piauw.hu jadi diam. Tapi sebelum pemuda ini tutup mulutnya. apakah ak u tidak? Nah. sekarang€€€melihat€€€soe engnya terdesak. menanggapi lengan kanannya itu. jangannya dipakai menabas lengan Ham Eng.€Maka Thie-lian-tj . k etika serangan datang. nyebur ke air. gerakannya sangat gesit. tapi Ham Eng ada satu puteranya satu ahli silat dan telah terpimpin baik oleh Lioe Kiam Gim ia sudah belajar enam atau tujuh tahun. demikian pun anggotanya sebela h kanan. kau main senjata gelap!€Kau punya senjata rahasia. ini kali ia gunai ti pu sambitan Lauw Hay say kim tjhie atau Lauw Hay menyebar uang emas . iamenjerit: Celaka aku! Dalam keadaan berbahaya bagi Ham Eng itu. hi ngga terlihatlah beberapa benda berkeredepan menyambar ke arah Tjoh Ham Eng. Orang itu sampai untuk segera menerjang. di luar kehendaknya sendiri. Aku juga ingin belajar kenal denganmu ! Habis kata begitu. ia lekas-lekas singkirkan ba haya dengan Tjhioe hoei pie pee atau Tangan mementil piepee . ia jadi berani sekali. orang itu buka kedua tangannya seraya pasang bhe-sie. Dan hari ini. sia-sia saja ia coba berontak. Ham Eng kaget bukan rriain. sebagai orang perempuan. Sejak tadi Bong Tiap mengawasi saja.di situ. Ha-ha-ha-ha! Ham Eng tertawa. Ham Eng tidak kenal sikap orang itu.€€€Ia keluarkan ti tang Kim-tjhie-piauw. untuk membetot dan melepas! Ini adalah suatu gerakan yang tidak disangka-sangka. Dia muda. lalu dengan tidak kal ah sebatnya. dengan cepat sekali ia menyerang ke arah tiga jurusan: Sat u ke tenggorokan. akan tetapi lengan kirinya segera menjadi korban. Lawan itu berlaku tenang. tapi baharu saja secara getas ia rubuhkan satu musuh. Begitu lekas tangannya si pemuda sampa i. Sudah tidak mampu melawan. kemudian baharulah ia berkata: Sahabat kecil. tanpa berkata apa-apa. hingga terdengarlah suara menyebur yang keras d ibarengi dengan muncratnya air muara! Ah. nanti kur ang tenaga. maka tak dapat ia dipandang sebagai boca h yang kebanyakan. maka itu orang menjadi ka get. kepandaian itu telah diuji. Kecerobohan orang itu adalah apa yang Ham Eng inginkan. Melihat serangan itu. kau sambutlah! ltuiah suara si pengemudi anak muda. Nya ta ia sudah gunai Thie-lian-tjie atau biji terataf emas . ia mendamprat seraya tangannya diayun. tidak tempo lagi ia buktikan janjinya€€untuk€€€membantu. Kau hendak kenal tuan kecilmu. perempuan tidak tahu malu! demikian terdengar cacian dari perahu lawan. dengan gesit ia mendak. atau seorang lain sudah lon cat pula ke perahunya. keduanya lantas saling menyerang. sebelah kakinya dimajukan. Sampai. Ini orang tidak sembrono seperti yang pertama. tidak heran apabila ia kena didesak Ham Eng dan kakinya si pemuda bi kin ia terpental. Syukur Ham Eng pun awas dan cerdik. dasar Ham Eng masih bungasa n. tercebur ke dalam air! Byaar! demikian suara di muka air.soeniomu a lah dikeluarkan dengan lagu suara menghina. ia gunai tipu Soen tjhioe tjian oh atau Mengulur tangan menuntun kambi ng . hingga ia jadi nyelundup di bawah tangan musuh. tetapi sebat. tangannya telah jadi gatal. tak bergeming. sekarang kau telah b elajar kenal! . dua ke kiri dan kanan! Serangan itu di luar sangkaan musuh. Sementara tangannya sendiri dipakai menangkap. dengan begitu tenggorokannya luput dari bahaya. ia maju menyerang den gan tangan terbuka-dengan Tjin-pou Tjit-sen-tjiang atau Majukan tujuh bintang . ia hendak ja mbak Ham Eng untuk diangkatdan dilemparkan ke muka air! Kelihatannya ia tak pand ang sama sekali bocah itu. ap apula si nona menyerang dengan sebelah tangan. Ia kaget dan gerakannya€€turut jadi€€kendor karenanya. tahu-tahu tubuhnya telah terangkat dari pera hu dan terlempar. sekonyong-konyong ada sambaran suara nyaring dan Thie-lian-tjie lantas meluruk jatuh ke muka air. ia terus b erdiri mengawasi pemuda itu. ia sebenarnya belum sempat tarik pulang kakinya. ia kalah ulet dan cerdik. kau li ehay juga! Adakah ini pelajaran yang kau dapat dari€€€soeniomu? €€€Perkataan€€. Sengaja Lioe Kiam Gim ajar kan kedua ilmu ini karena ia kuatir gadisnya. malah segera juga ia rasai tangannya itu jadi gemetaran dan kaku. dengan sebat ia berkelit ke kanan . ia lantas nampak keteter. Itu ada kuda-kuda Kim Han tan tjiang atau Kaki kecil injak pelatok dan gerakan Lek to tjian kin atau Tenaga menekan seribu kati . ia geser sedikit sebelah kakinya ke samping depan.

ia bersyukur. bahwa siapa mau kerubutan. Ham Eng sudah lantas naik ke perahunya. orang itu ada penumpang perahu biasa sajaatau dm hendak campur urusan o rang lain. tubuhnya berkelit berkelebatan. karena ia sangat puas bisa ejek B ong Tiap. harus malu sendiri. si orang tua. di dalam perahu. perahu sedang mendatangi pesat sekali ke arah mereka. Di antara suara tertawa orang tua itu lompat melesat ke perahunya Ham Eng. Mereka tahu. ia mengawasi orang yang baharu datang itu. matanya tajam. dan Bong Tiap juga segera awasi orang yang baharu perlihatkan diri ini.cis! €_€€€Sekalipun demikian. Tapi. Maka sekarang. justeru orang lompat. tidak ada celaannya benar-benar permainanmu itu! kata orang tua itu s ambil tertawa seraya urut-urut kumis-jenggotnya. Soehoe dan soehengnyajuga. buat jadi orang-orang Kang-ouw tukang campur urusan lain orang. Ham Eng tidak puas dengan itu sikap€€€jumawa. si apa sih? Mau apa kau datang kemari? . ialah seorang tua umur kurang lebih lima puluh tahu n. Hanya melainkan dengan kepandaia nmu itu. dalam Keluarga Lioe. nona manis ini mund ur si orang tua tertawa berkakakan. sikapnya keren. kumis dan jenggotnya panjang. seperti tiga kawannya. mengawasi saja perahu yang lagi mendatangi itu. dia tidak berkelit untuk babatan itu. hingga kaki kanannya dapat menyusul turua. kelihatan satu . hingga ia lupakan aturan Kang-ouw . kedua matanya terbuka lebar dan sorot matanya tajam bercahaya. agaknya heran atau tidak mengerti. romannya keren. akan tetapi. Ham Eng jadi lega hatinya. Tahan! Tahan! ia berseru berulang-ulang.ie tidak mengenai sasarannya dan runtuh di tengah jalan. Ia. Untuk layani dua bocah kenapa mesti paka i senjata rahasia? Si pengemudi muda lantas berdiarn. aku tak nanti izinkan orang gunai sebelah saja dari senjata gelapnya! Ham Eng setujui itu tantangan. Si orang tua berhenti tertawa dengan tiba-tiba. ia pun lompat maju. atas mana tak ampun lag i Ham Eng terdupak terpelanting ke muka air! Karena itu adalah tipu Wan yoh hoan twie atau tendangan Kaki burung wan-yoh salin g susul . sang soeheng. hingga semua piauw jatuh ke air. itulah aturan atau keharusan di kalangan Kangouw. dan kau Nona. diapun diam. maka kembali ia menyerang dengan senjata rahasianya. Mereka mendu ga-duga. yang sudah berkumpul pula di atas perahu mereka.€ Biar aku yang belajar kenal sama ini eng hiong tua! Bong Tiap menjebi. hingga perahu itu sampai dengan luar biasa cepat.€€€€yang€€€sangat m enteng kepadanya. Anak-anak. ia berkelit. Ia pun segera ingat keterangan gurunya berhubung sama pertempu rannya Kim Hoa. Di kepala perahu itu ada berdi ri seorang laki-laki umur kira-kira tiga puluh tahun. Mereka tidak kenal orang ini.€Maka semua lantas mengawasi. Bukankah mereka itu kalah satu datang€€€€satu? €€€€mengejek juga siapa kesudi an gunai senjata rahasia? Mereka mendahului tek pakai aturan t api sekarang mereka berani menegur kita. mukanya berewokan lebat. aka n hampirkan ini anak muda. yang mengawasi dengan tajam. Bahwa paling tepat menyerang musuh selagi berlompat dan belum sempat taruh kaki. Selagi orang tua ini tertawa terbahak-bahak. hanya kakinya yang kanan didahului dipaka i menendang mukanya Ham Eng! Ham Eng terperanjat. Di luar dugaan bocah ini. dengan mendadak kasih dengar suaranya yang keras dan nyaring umpama guruh: He. Setelah perahu datang cukup dekat. Di pihak lawan sekarang orang anteng. sesudah mana ia berdiri diam sambil tertawa berkakakan dan akhirnya kata: Ah! Tidak ada yang kena! . tangan kanannya membabat kedua kaki si orang tua. kau boleh keluarkan Kim -tjhie-piauw! Dari pihakku. lawan tua itu terlebih liehay daripada Ong Tjay Wat. kaki kirinya segera m enginjak papan perahu. itulah tidak gampang! Mari kau orang maju berdua. Tapi si orang tua itu gesit bagaikan ang in . g esit luar biasa kaki kirinya melayang naik umpema kilat. seperti soemoaynya. memang sering omong perihal bertempur satu sama satu. kedua tangannya berpeluk tangan. tidak ada murid atau orang semacam ini. kepalanya mirip dengan kep ala macan tutul. dengan Ong Tjay Wat. Soemoay. dengan begitu serangannya jadi batal sendiri nya. Bong Tiap kaget berbareng gusar. hingga tubuh si orang tua bisa turun terus ke perahu. kau mundur! ia teriaki Bong Tiap. lantas munculkan diri.

Lauwko. kedu anya sudah mulai saling menyerang. Mendenga r€€€lagu€€€suaramu. kita bersedia akan turut segala perintahmu! Ucapan ini ditutup sama gerakan tubuh seperti kilat. Si orang asing turun ke perahunya Bong Tiap dengan tidak rubuh. ia loncat menyusul. ia segera lihat caranya dia berdiri. baharu sekarang ia tertawa menyindir. aku kuatir. bagian atasnya. ia sekarang jadi pihak sipembeladiri. Ada urusan apa maka kau orang bertempur di muka air? dia tanya.€€selang lima puluh gebrak kira-kira. kau akan ketempelan baunya yang tidak sedap! Orang asing itu gusar. bag aimana pikiranmu? Matanya€€si€€€orang tua€€jadi mendelik. sedang si orang asing dari perahunya sendiri melesat ke perahunya si n ona. tak terlambat lagi. Sikap itu mirip dan tidak mirip dengan sikapnya Kaum Thay Kek Pay tetapi sudah terang aneh seorang umur kurang-lebih tiga puluh tahun. tubuh siapa sud ah kebentrok keras dengan tubuh si orang asing! Orang tua itu segera gulingkan tubuhnya di atas perahu. entah di mana. kau sudi sudahi urusan ini atau tidak? Apakah kau tetap hendak perhinakan d ua bocah ini? Mukanya si orang tua jadi keren. orang tua itu bergerak-gerak dalam ilmu silat Pak Pay. hingga ia jadi terkejut. sembari tertawa tawar. kapan ia lihat si orang tua pindah kendaraan air. orang tua itu lantas saja kewalahan. Maka tidak perduli. orang sudah jenggotan? Eh. c ara bagaimana seorang berumur kurang lebih tiga puluh tahun€€sudah punyakan semua ke pandaianmu. tahu-tahu si orang tua da ri perahunya Bong Tiap sudah mencelat tinggi. campur-aduk permainannya. bagaimana? dia menegur. dari itu. k arena keinjak oleh tubuh yang besar dan berat dari si orang tua. Pek-kwa-tjiang dari Golongan Utara adalah ilmu piranti mendesak. t erserah kepada kau. yaitu ilmu Thay Kek Pay teraduk dengan Sha-tjap-lak kim-na-hoat dari Golongan Eng Djiauw Boe n si Kuku Garuda dari Kwan-gwa dan Ban Seng Boen punya ilmu golok Ngo-houw toan-p ek-tjiang ialah Limaharimau merampas roh . hendak berlompat ke perahu orang a sing itu.Ia rupanya insy af. malah dia ini mendahului sampai! Maka segeralah terdengar satu suara nyarin g di perahunya Bong Tiap. kenapa kau layani segala bocah cilik? Apakah mereka berlaku kurang ajar terhadap kau. si tua Bangka ganggu si muda! Sahabat. kapan ia telah enjot b angun. Orang di kolong langit mesti campur tahu orang di kolong langit! jawabnya. dari pihak si penyerang. G olongan Utara. Belum pernah di kalangan Kang-ouw aku ketemu orang nganggur seperti L auwko ini. Paling tinggi umumyabaharutiga puluh tahun tapi dia seperti keluaran latihan du a atau tiga puluh tahun . aku larang sikuat perhinakan si lema h. dari itu tak sudi aku bikin pakaianmu kecipratan air kotor d ari muara ini! Baik Lauwko kembali dengan perahu. kau seperti hendak campur tahu urusan kita ini! katanya. supaya selanjutnya kita menjad i sahabat. kita ada punya urusan kita sendiri. rase kau tak dapat cekuk. hing ga sekarang ia berada bersama dalam perahu si tua itu! Malah dengan lantas. yang banyak menindas yang sedikit. lantas terbelah. Oh. aku tidak sangka. Hingga orang tua itu jadi heran.Orang itu berdiri sedakap di atas perahunya. sekarang dia . perahunya si nona terlalu sempit untuk suatu pertempuran. ia heran dan mengingat-ingat. Lauwko. Dan pada itu juga tercampurlagi dengan Tia m-hiat-hoat atau ilmu menotok jalannya darah. bisa b ersikap demikian. untuk lompat ke perahunya sendiri. urusan itu tidak mengenai L auwko seorang luar. Aku me lainkan tahu toelai perbuatan tidak pantas. tangannya mainkan ilmu Pek-kwa-tjiang . Nah. Orang asing itu tertawa dingin melihat si orang tua diam saja. segera ia enjot bangun. papan perahu siapa. bagaimana dia liehay danberp engalaman. pilar orang tua ini. Segera juga ternyata. Aku telah lihat k au orang dari jauh-jauh! Eh. malah dingin. Murid siapakah diaini? Bong Tiap juga awasi orang itu. la rasa pernah l ihat orang ini tapi lupa. romannya tenang. kau hendak urus urusan di dunia! ia berseru. orang tua itu telah lihat tubuhnya d ari kepala sampai di kaki. sedang si orang asing. Lauwko? Nanti aku bikin kau orang akur! Apakah kau tidak takut ditertawai orang Kang-ouw kalau kau layani segala bocah? Sejak tadi ia menegur. Sahabat baik. Maka tidak perduli. yang berkepala mirip macan tutul (pa-tjoe-tauw). Baik jelaskan padamu. Coba omong terus ter ang.

sekalipun demikian perut ini masih mendapat tekanan keras. dalam bahasa rahasianya orang Karig-ouw. tubuh itu terpental. untuk ditempatkan di dalam perahunya. ia selu lup dan menyundul perahu mereka. untuk bantu si orang asing yang jadi pembela mer eka. ia tampak pakaiannya basah dan t . ia mencoba menyerang terlebih dahulu. mereka mesti kelit sana dan kelit sini. t ubuhnya jadi limbung. kedua anak muda ini lihat orang telah saling kejar jauh sekali j araknyadari mereka. Maka empat orang tidak dikenal itu jadi repot. yang masih saja mengawasi mereka sesudah ma na. tetapi tangan kiri ini ditarik turun dengan cepat. maka pipinya itu kena terhajar. kalau ken ya dua anak muda ini tidak samPa karam. akan menghilang pergi. ke arah perahunya si orang tua. sedang di depan mereka. untuk menggencet tangan kiri m usuh itu. adalah kepunyaan si orang€€sudah terbalik. Ham Eng merasakan dirinya seperti lagi mimpi. hingga tiga orang di dalam perahu itu.tumbak jauhnya. dia ini gerakkan tangan kanannya untuk punahkan tangan musuh. Pa tjoe-tauw atau si kepalan macan tutul telah mendesak lebih jauh dengan tang an kirinyakearah muka lawan. ia angkat mereka melompat. dari itu terpaksa ia mesti melakukan penjagaan saja. air lantas jadi tenang pula. Ternyata ia bikin perlawanan di dalam air. hanya. karena ia me lesat tiga . malah beberapa nelayan muda lantas saja me nimpuk dengan tempuling mereka. dalam gerakan Tiam-tjoe-twie atau Tusukan pahat . Cepat sekali. karena lawan itu agaknya tidak sudi mengasih kelonggaran padanya. yang telah perlihatkan diri di dekat perahunya kediia anak muda itu. kecebur ke mu ka air! Hingga air menerbitkan suara berisik dan muncrat tinggi dan lebar! Selagi Ham Eng dan Bong Tiap kagum menyaksikan pertempuran dahsyat itu. ia tetap terdesak. terbalik dan karam. Kepandaian berenangdan selulup si orang asing itu begitu liehay hingga musuhny a tidak dapat dekati padanya. Seka lipun demikian. dari itu ketika disusul dengan satu dorongan pada tubuhnya. Sambil perdengarkan bentakan. sudah di situ ada kedua anak muda. akan selulup. di antara muncra tnya air. Di saat kedua anak muda itu hampir terjerunuk ke muka air karena mereka tidak bisa pertahankan diri lebih lama. disusul sama sambar an tangan kanannya ke arah pipi. ia mengerti bahwa mereka terancam bahaya. Ia pun segera mendahului. sebagai layangan putus. sesaat saja terdengarlah suara berisik. hingga tiga kawan nya lantas susul padanya. tiba-tiba si orang asing lompat pada mereka. kemudian sambil serukan: Lekas kau orang pergi pulang! Ia sendiri segera terjun ke air. Untuk layan i si orang asing saja ada sukar. ia muncul d i dekat si orang tua. tercebur ke dalam air. AJkan tetapi orang asing itu lolos dari serangan.berbalik kena didesak. hingga dua antaranya mesti mandi pula! Orang€€€asing€€€itu€€€membik1 pembalasan untuk si pemuda dan si pemudi. sekony ong-konyong mereka dibikin terkejut dengan limbungnya perahu mereka yang tersund ul naik sebab diluar dugaan setelah siorang tua tercemplung kedalam air. tubuhnya lantas terlenyap ke dalam air. Kim-tjhie-pi auw siapa harus dimalui. k lu dengan masing-masing sebelah tangannya. Si orang tua jadi sibuk. tak ampun lagi. hingga. orang tua itu bikin gerakan hingga air menyambar si orang asing. Itu waktu sejumlah perahu nelayan telah mendatangi mereka lagi bertarung di mu ka air. atas mana. Itu berarti bahwa bahaya lagi mengancam mereka. Tujuannya ialah perutnya siorang tua. Karena perahunya si orang tua telah disundul naik. Pulang! Lekas pulang ! katanya pada Ham Eng dan Bong Tiap. juga sekarang ada nelayan-nelayan itu dengan tempulingn ya. ia silam. di mana ia selulup. dia orang itu ada mendongkol karena tadi mereka sudah diganggu oleh empa t orang yang tidak dikenal orang itu. dilain pihak perutnya dibikin kempes dengan disedot keda lam. Mula dengan tangan kirinya dipakai membacok tangan kanannya itu orang asing. o rang asing itu mengancam dengan kaki kanannya disusul dengan sambaran tangan kan an. Si orang asing muncul di muka air. Angin keras! Berhenti! si orang tua segera berseru. akan di lain saat.€Dia ini gerakkan dua-dua tangan kiri dan kanannya secara heba t. Orang tua itu gerakkan kedua tangannya ke atas. dia kalah gesit. ke perahun ya sendiri. kaum Sungai-telaga. Se kali ini orang tua itu tak sempat menangkis pula.

Lioe Toanio berdiam. selagi kau bertempur di muara. bikin aku sangsi. Kalau b egitu. Nyonya itu berdiam pula. € Aku hendak duga seseorang. aku juga dapat kunjungan tetamu yang tidak d iundang . bikin aku sangsi. Bong Tiap manggut la pun kuatir ibunya meng-harap-harap . Hoo-pak atau Shoatang? Apakah Ibu kenal orang itu? Bong Tiap balik tanya. Lioe Toanio suruh anak dan muridnya ulangi penuturan mereka ya ng jelas. Soebo. ka tanya.€Yang terutama menarik adalah halny a si orang asing dengan kepala sepert i kepalamacan tutul. Apakah mereka ada Ong Tjay Wat dan persaudaraan Lo? Tjin Kong turut tanya sebelu m guru perempuannya sahuti si nona. boegeenya. man ikut aku! Sampai di situ. . kat anya.€ Hoo-pak atau Shoatang? € Apakah Ibu kenal orang itu? Bong Tiap balik tanya.celanamu pecah! Apakau kau tidak terluka? Benar. dua anak muda ini segera dengar suara panggilan: Bo ng Tiap! Bong Tiap! Ham Eng! Ham Eng! Dan suara itu seperti suara mendesak. Tapi mereka yang ganggu kau orang. aku juga dapat kunjungan tetamu yang tidak d iundang. umurnya kurang lebih tiga puluh tahun! . Bong Tiap dengan bernafsu puji orang asing itu. berempat mereka pulang. Kau tidak tahu.ubuhnya merasa dingin. tanyanya kemu dian. Ibu? Bong Tiap tanya. Ia agaknya bersangsi. Ibu? Bong Tiap tanya. rasa-rasanya dia bicara dengan lagu suaran ya si saudagar djinsom dari Kwan-gwa yang duluan datang beli djinsom dari Ayah . ia berpikir. Bong Tiap dan Ham Eng terkejut. berewokan. ia hanya awasi Ham Eng.. tetapi lagu suaranya. Perihal ini perlu segera diberita hukan pada Soebo! Tiba-tiba: Bong Tiap! Bong Tiap! Ham Eng! Ham Eng! Itulah suara sang soebo atau Lioe Toanio. Ham Eng menyahut. Cukup. selagi kau bertempur di muara. Dan ia bicara dengan lidah apa? tanyanya kemudian. Kau tidak tahu. hingga ia lupa bahwa ayahnya justeru s eorang guru silat yangliehay! Dan yang aneh. akan gayuh perahunya pergi. entahlah lagu suara mana. Soeheng. sebelumnya siap denga n barang daharan. Ah. kata si nona akhirnya. Sekarang marilah pulang!€Kau mesti lekas salin pa kaian.€ Tentu kau telah dibikin kecebur! Li hat. Nyonya itu berdiam pula. Anak. si nona lantas minta keterangan. Bong Tiap dan Ham Eng terkejut. tetapi lagu suaranya. Siapa mereka. siapa lagi? sahut sang soebo sambil manggut. lekas kau pakai obat gosok! Tjin Kong. sahut Ham Eng. Anak. soeheng yang kedua itu kemudian kata. yang ia kat akan kepandaiannya ia belum pernah lihat. Ah. Apakah mereka ada Ong Tjay Wat dan persaudaraan Lo? Tjin Kong turut tanya sebelu m guru perempuannya sahuti si nona. aku tahu asal-usulnya mereka. orang telah permainkan kita! . Ya! Ham Eng menyahuti. si nona lantas minta keterangan. Adalah di rumah. Dia bukan berlidah Shoatang ata u Hoo-pak. tapi lekas ia pegang kemudi. mari lekas pulang! kata djie-soeheng itu. Aku hendak duga seseorang. Had sudah fnulai sore. entahlah lagu suara mana. Anak! Lioe Toanio berkata. kau bertempur di air? nyonya guru itu kata. Kau kenapa? Kenapa kau nyebur ke air? Hebat. gerak-gerakannya mirip dengan apa yang Ayah dan Ibu ajarkan kepadaku Thay Kek Pay kecampur Ban Seng Boen . maka segera Bong Tiap menyahuti: Ibu! Ibu. Kalau bukan mereka. Tapi mereka yang ganggu kau orang. M ari kita lekas pulang! katanya pada Bong Tiap. boegeenya. Dia bukan berlidah Shoatang at au Hoo-pak. ia seperti ingat suatu apa. Kalau bukan mereka. Lioe Toanio tidak lantas jawab puterinya. Ia kenali suara dari dji-soehengnya. Anak. Siapa mereka. siapa lagi? sahut sang soebo sambil manggut. aku tahu asal-usulnya mereka. rasa-rasanya dia bicara dengan lagu suarany a si saudagar djinsom dari Kwan-gwa yang duluan datang beli djinsom dari Ayah . seraya terus tuturkan kejadian tadi. Kau. Selagi mendekati pinggiran. Ham Eng. orang berkepala mirip macan tutul. atau kalau kau terluka. pergi kau layani saudaramu ini. sambil ngoceh sendirinya: Oh. yang terus tuturkan kejadian barusan. Ibu.

Biasanyajarang ia mampir pada Lioe Toanio. Ia ambil pihaknya itu ayah dan anak. Em pat Harimau Keluarga Lo. Satu penunggang kuda kabur mendatangi. baharu berumur dua puluh dua tahun. aku akan bikin merek a tidak kecewa! Habis itu. seorang tua di anta ranya lantas minta kertas. tetangganya LioeToanio. Biasanya bocah ini pulang setiap te ngah bulan dengan menenteng sedikit oleh-oleh untuk ibunya. Demikian Lioe Toanio. Begitu pada suatu hari. akan sambangi suatu sahabat. datanglah bala-bantuan y ang tidak disangka-sangka. Hoo-pak. dkk Mefeka ada kawanan tidak tahu mampus! kataLioeToanio kemudian dengan sengit Kiam G im tidak ada di rumah tapi aku bersedia akan sambut mereka. Lioe Toa nio ada manis budi. tapi kali ini ia berkunjung. Toanio kaget menerima surat itu. dan kaget setelah membacanya. terutama lima antaranya. romb ongan berandal itu ada liehay. Lo Toa Houw Ong Tjay Wat. atau ancaman bencana akan jadi terlebih hebat. setelah menjawab beberapa pertanyaan dengan ringkas lanta s bilang: Toanio. ia tanya ini dan itu dengan ge mbira. Dengan orang asing ini menyerang dari luar perhatian berandal jadi terpec ah. ia turut pergi ke Hauw-gie di Shaosay. Teng Kiam Beng. yang terus bacakan surat yang ia maksudkan itu. Dan lantas. mereka tolongi kawanan saudagar itu. Selagi lewat di Djie-tjoe. Besok sore jam Hay-sie. Begini bunyinya: Kauwsoe Lioe Kiam Gim. dan Lauw Tian Peng serta puterinya telah lantas dapat semangat baru. Mereka ada yang tua ada yang muda.Tetamu tidak diundang itu bukannya suatu ahli silat. suami-isteri! Soeteemu. ia tempel pembes ar negeri. Ketua dari Golongan Ahli Silat Ban Seng Boen. Dia telah dapat warisan ilmu silat keluarganya dan sering ikut ayahnya meranta u. Itulah s urat yang ringkas-terang dan kasar. Dia berusia kira-kira tiga puluh tahun. karena ia berbakti. tapi Siauw Sam. Juga Loo-kee Soe Houw tak dapat lupai budi pengajaran pada dua puluh tahun yan g lampau. anak tunggal dari OngToa-ma. Tetamu macam apakah orang itu? ia tanya Siauw Sam. mereka pun datang untuk sekalian membalas budi ini! Nah. boleh pada Toanio. sedang dengan Koan Ie Tjeng. i a kenal balik. hingga kita jadi tidak puas. dia malah satu bocah ialah Ong Siauw Sam. terus menulis surat dan ia minta aku yan g sampaikan. Kabamya Kauwsoe niat campur tahu urusan ini. sembari minum arak mereka tanya aku ken al atau tidak pada Lioe Loo-kauwsoe. ia girang menerima bocah itu. maka itu di Djiat-hoo. mereka saksikan sekawanan berandal lag i begal serombongan saudagar. Lioe Toanio lantas tuturkan permusuhannya sama Loo-kee Soe Houw. kalau tidak ada Loo-soehoe sendiri. telah menentang kita kaum Kang-ouw. Ketua dari Ban Seng Boen di Poo-teng. Hormat. mereka b isa terns bikin perlawanan. biarlah kepa ndaian kita yang nanti memberi putusan. Kau orang pasti mengerti aturan kita kaum Kang-ouw. yang bekerja di sebuah warung arak kecil di Kim-kee-tin. setelah aku kata kenal. Apa mau. ada satu tetamu yang minta aku sekalian sampaikan sepucuk surat untuk kau. Ia tahu apa arti nya pertempuran itu. Siauw Sam kasih keter angan. sampai besok malam. ia kagum melihat In Giok punya permainan golok Ban Seng Boe n. pit dan bak. Lekas sekali jalannya pertempuran jadi be rubah. dia menggendol satu pauwhok kecil serta pedang di pinggangnya. kita ajar sedikit adat padanya. Itu adalah kejadian pada dua puluh tahun yang lampau. kita menantikan di dalam rimba pohon lioe di depan rumahmu! Jangan kau orang ajak-ajak Sam-boen djin-ma. Kemarin kita kedatangan tetamu-tetamu dari satu rombongan. dari itu kita telah dikirim untuk datangi kau orang. tenaga . hanya dengan belakang madapi belakang. Dia ada gadis tunggal yang disayangi dari Kauwsoe Lauw Tian Peng. ia serahkan surat itu.€Selagi mereka mandi keringat. Tak usah kita orang banyak bicara. Ketika itu Lioe Toanio a tau Nona Lauw In Giok. Maka tidak tempo lagi ia loncat turun turun dan kudanya. hunus pe dangnya ceburkan diri dalam pertempuran itu. Mereka kena terkurung hi ngga sukar mereka loloskan diri. karena mana iapun jadi kenal Lioe Kiam Gim dan akhirnya jadi menikah.

Baharu sekarang n yonya mi berpikir untuk tidak ngotot melayani terus. yang lari paling belakang. s edang sepatunya berujung besi! Tian Peng sambar anaknya untuk ditarik mundur. mak a satu kali terlepas dari kurungan. Mulai dari kaburnya kawanan liauwlo. sudah binasa. Dan Ketua Ban Seng Boen ini juga kenal Thay Kek Teng. Tatkala itu Lioe Kiam Gim baharu habis berpisahan dengan soeteenya Teng Kiam B eng. hingga me reka diterima menakluk oleh negeri. Katanya Empat Harimau itu kabur ke Djiat-hoo di mana mereka umpetkan diri. musuh menga rah dua tujuan kepada ia sendiri. belum pernah sudi lukai orang secara hebat. ia tel ah bantui jago ini dan justeru Nona Lauw In Giok masih merdeka. siapa tahu. seumumya. kalau perlu. hingga selanjutnya. kau kejam sekali! Selama masih hidup. karena Harimau Ketiga. Lauw Tian Peng. hingga tidaklah heran kalau ilmu goloknya liehay sekali. di satu pihak jadi kuatirkan Bong Tiap dan rumahnya. hingga dengan he . iahendakmencegah. Nona Lauw ikuti ayahnya sejak umur enam belas. sehingga musuh dapat kesempatan akan panggul pergi Kawannya yang terluka. tahu-tahu mereka bersara ng di gunung di Djie-tjoe ini menjadi berandal pula. bahwa Lo-kee Ngo Houw. apa mau ia sudah terlambat. malah selagi tubuh orang sempoyongan henda k rubuh. bukan kepalang gusarnya Lioe Toanio. karena hal sudah terjadi. sebelah lengannya putus dan jatu h ke tanah! Lauw Tian Peng lihat puterinya kejar musuh. jago ini tak sesalkan puterinya lebih lama. Dua puluh satu tahun lamanya Lioe Kiam Gim tinggal di Kho Kee€€persaudaraan Lo jug a berlatih terus. ialah suitan mulut. Kiam Gim dan isterinya tinggal menetap di Kho Kee Po. Untuk ini mereka berikan satu tanda rahas ia. Rupanya musuh tukar siasal setelah dapat kenyataan. bahwa Lauw Tian Peng ada terhit ung angkatan terlebih tua. sebab dia adalah paman jauh dari Koan Ie Tjeng. Lo Sam Houw. korbannya In Giok. supaya ayah ini atau mertua ini. Ia kejar lima musu hnya. bahwa mereka sebenarnya bemaung dalam Keraton Sin-tek-kiong menjadi pahlawannya Kaisar Boan. Loo-kee Ngo Houw akan ingat baik-baik budi kebaikan ini! . berseru: Nona. dan pernah pamannya. di lain pihak. Tian Peng lantas jodohkan puterinya pada pemuda ini. untuk haturkan terima kasihnya yang hangat. atau Lima Har imau dari Keluarga Lo. kepada rumahnya Itulah berbahaya! Di sebelah kekuatiran nya. belakangan mereka pindah ke Utara. bi sa lindungi keselamatan mereka dari gangguan musuh. sedang salah satu musuh. In Giok pun telah membarengi dengan tendangannya pada dada orang itu. Lo-kee Ngo Houw sudah berubah menjadi Lo-kee Soe Houw. Karena perkenalan ini. gadisnya justeru berbuat demikian. Kenapa kau kej ar musuh dan kutungi juga sebelah tangannya? Kau tahu hebatnya kaum Kang-ouw dan bahwa musuh tak dapat ditanam bibit permusuhannya! Memang. musuh sudah kena dibacok. sambil lari dengan mata melotot. kapan ia telah loncat menyambar sama goloknya. tetapi Tian Peng t ak ketahui. Kemudian lagi. tidak heran ia ada sangat mendongkol dan gusar. Ah. ia merantau untuk pesiar. pernah mereka satrukante ntara negeri. ia umbar nafsu amarahnya. ia insyaf bahayanya akan be rtempur lebih lama pula. nyonya ini sudah b isa dibikin terpatek di situ ia menjadi gusar! Jadi nyata dugaannya. Kiam Gim pun jadi tahu. Tapi. juga lima pem impin mereka segera turut angkat kaki. Ini adala h atas kehendak Lauw Tian Peng. ha nya segera ia hampirkan penolongnya. maka itu ia tidak sangka. musuh itu bingung dan menjerit. belum pernah ia tampak kekalaha n. ia candak satu. ke arah rumahnya.mereka tambah dengan seKejab. hanya entah kenapa. Bocah! Tian Pengsesalkan anaknya dia bukannya gusar pada musuh. jiwanya tak tertolong dari luka hilang sebelah lengannya dan dadanya tertendang sepatu besi. sekarang ia kena didesak. gurunya. Kemudian Kiam Gim dan In Giok dapat tahu. berdua mereka menjadi s uami-isteri. hingga sekarang Toa Houw jadi liehay begini. mengganggu kaum saudagar pelancongan dan memeras rakyat. adalah persaudaraan berandal yang mengacau di Soe-tjoan B arat dan sekitarnya. ia ketemu sama Lauw Tian Peng. Itu waktu Tian Peng telah da pat tahu. ia takut semua musuh nanti turun tangan Bagaimana la bisa melawan ka lau mereka meluruk semua? Sekonyong-konyong Lioe Toanio dengar tindakan kaki yang berlari-lari. Nyata penolong itu murid kepala dari Thay Kek Teng ialah Lioe Kiam Gim.

ia menang jauh. untuk tarik pulang. Hanya. Bagus! Nyonya Lioe Kiam Gim berseru kapan ia saksikan cara menyerang orang itu. Pegat dial Pegat dia! Toa Houw berseru dengan kaget kapan ia tampak musuh hendak kabur dengan tangan berketel-ketel darah. Ia bisa berbuat begini karena larinya yang pesat. inilah sulit. dua musuh pegat ia dengan babat an golok mereka masing-masing. tetapi hatinya. Dua orang yang memegat sedikit ketinggalan di belakang. yang terpaksa musti mundur seraya tarik pulang tumbakn ya. kenapa kau orang juga arah rumahku? Ha-ha-ha! Lo Toa Houw menyambutnya dengan berkakakan. untuk men otok.€Oleh karena mereka sudah terluka. aku akan adu jiwakul demikian teriakannya. Ong Tjay Wat mendesak tidak kurang serunya. malah ujung pedangnya sudah ancam bebok ongnya musuh. ia sudah terkurung pula. mereka tidak garang lagi seperti semuia. jeriji mania dari tangan kanannya telah ken a terbabat Ikuturtg. ia berjongkok akan jumput tumbaknya. ia barengi berlompat tinggi akan lewati kepalanya T jay Wat. mereka me sti main mundur apabila mereka tidak mau jadi korban golok. guna singkirkan kedua musuhnya. Tumbaknya Lo Toa Houw jadi liehay sekali. Ia pun segera mcnegur Oh. Maka di lain saat. ia mainkan tumbaknya dcngan sempuma akan menghalau se suatu serangan. saban-saban senjata itu mencoba akan keprak terlepas goloknya si nyonya atau ujungnya mencari jalan darah. Orang Heng Ie Pay ini jadi dapat angin karena berkawan dengan toako dari Keluarga Lo. tetapi dalam keng-kong-soet. hingga ia dapat candak musuhnya. Ia segera menyerang seperti kal ap dengan goloknya. Ia anggap sial-dangkalan diloncati orang perempuan ia percaya benar akan tahayul . hingga ia merasakan saktt dan kaget sampai ia bikin terlepa s tumbaknya itu. duri besinya itu tidak mendatangkan hasil. dapat ia mendekati bahagian luar dar i rimba itu. Maka itu. Maka ia lantas berlompat akan susul nyonya itu. ia mendesak terus. apa pula manusia. selama itu. uiilah tindakanku! Aku justeru hendak menghina anak daramu! Apa kau mau? H utang darah dua puluh tahun rnesu dilunaskan berikut bunga! Toanio bisa tertawa nyaring. kau orang bikin rusak kaum Kang-ouw! Kau orang boleh satrukan aku. Toanio lihat orang mundur. dia jadi sangat mendongko!. Dua pemegat dari Lioe Toanio ada berumur masing-masing dua puluh dan tiga pulu h tahun. akan tetapi. Hanya untuk loloskan dir i. satu ibu? Baik. hingga tinggal Ong Tjay Wat yang larinya pesat. Apabila berhasil. hingga ia rnesu* layani mereka ini. sekalipun berkelahi. Dengan Peh tjoe tjoet tong atau Ular putih kelua r dan guha . yang mudaan lantas kel uarkan Thie-lian-tjte. si nyonya lag i lagi kena dirongrong oleh Ong Tjay Wat yang licik. Dua-dua Toa Houw dan Ngo Houw sudah bebat luka-luka mereka. Dugaanmu tepat! Inilah maks udku. Mereka mi adalah yang pernah tempur Ham Eng dan Bong Tiap di tengah mua ra Boegee mereka tidak rendah. akan terjang pula padanya. tapi menghadapi istermya Lioe Kiam Gim. ia kalah daripad a Lo Toa Houw. baharu kakinya injak tanah. Dalam boegee. Sekarang Lo Toa Houw pun kena ditinggal si nyonya. untuk bokong si nyonya. Lo Toa Houw tidak takut. yang bisa menyusul. mereka ini merangs ek pula. yang senantiasa kecampuran ilmu-ilmu tikaman Thay-kek-kiam. ilmu entengi tubuh. Benar iaberhasil loncati Ong Tj ay Wat. orang-orang tak punya muka. Toanio tidak terdesak sebagai tadi. Ia baharu lew at tiga jurus. Tjay Wat sudah sampai di belakangnya. sedang di seb elahnya. tapi tidak urung ia kalah gesit. Ia tidak takut. tapi ia tidak sepandai Bong Tiap dengan piauwnya. melainkan dia yang tahu sendiri. Ada sulit untuk Lioe Toanio menyingkir pulang. Ong Tjay Wat tidak sangka orang bisa loncati dia. saban-saban ia tertawa terbahak-bahak. ia mencoba babat jeriji tanganorang yang mencekal pedang. Sekarang Toa Houw majui tangan kirinya di muka. Kalau ayam biang sangat sayangi anaknya.bat ia menyerang. Kegesitannya sudah ternyata selama ia kelit tiga batang Kim-tjhie-piauw dari Lio e Bong Tiap. Ia keluarkan serangannya Pwee lak Tjap sie afau delapan kali delapan jadi cnam pul uh empat bacokan dan tikaman. Ayo! berseru Lo Toa Houw. . Cuma dengan pelahan-lahan. dua-dua macam serangan akan bikin nyonya itu tidak berda ya. dikepung berempat.

Eh. tan pa buka suara lagi. ia merasa terhina oleh sikap musuh tidak dikenal itu. ia bukan lagi hadapi orang sebangsa Persaudaraan Lo itu. scmbari putar tubuh dan goloknya di depan dada. Toa Houw telah berdiri di dampingnya. untuk sedetik. begitupun semua kawannya dia ini. sebab orang toh di bahasakan djieko . Ini ada suatu gerakan yang liehay . Lioe Toanio menjadi sibuk kapan ia dapat kenyataan musuh tak dapat didesak. Ia terkesiap hatinya. maka itu. ia menikam balik. Musuh di depan itu. Lauw In Giok tidak tabu musuh hendak berbuat apa. matan ya menjadi merah. tidak urung kedua senjata telah beradu keras. ke arah tenggorokan. tidak gentar dengan itu babatan. meskipun belum besar.Ia insyaf apa artinya itu. i a berlaku aval. musuh pun menukar siasat. ia tidak segesit ilmunya entengi tubuh atau l ari pesat. Di sana asap menggulung naik. akan segera sampai di rumahnya. Itu waktu Lauw In Giok sudah bisa lihat tegas orang ini. dari mana ia bi sa memandang ke rumahnya.€Ia gunai Hon g hong tian tjie atau Burung hong pentang sayap . akan ba smi musuh. Berbareng dengan satu seruan. ia hendak menangkis. ia bikin golok lawannya jadi tidak berd aya. Ia masih menduga-du ga apa maksudnyajeritan musuh barusan. Melawan mi perempuan busuk. dengan mata itu ia diawasi . Cepat sekali. Djieko. karena itu. tah u-tahu pedangnya dari atas membacok ke bawah. yang katak. dia suruh jago s he Lo itu mundur. daiam h al mainkan senjata ia kalah eesit. tetapi dengan sungguh-sungguh. satu tanda ia ada mendongkol. teriaki: Djieko. Ia lantas mengerti. ia lantas mengawasi musuh itu. Selekasnyaberada di luar. tanpa ay al lagi. orang tua itu mulai dengan ran . sampai si nyonya limbung! Ba iknya ia cerdik. hanya ket ika golok mendatangi. hanya sayang. Dengan tenang. guna lampiaskan kesengitannya.Lioe Toanio dengar angin menyambar di belakangnya. sampai setumbak lebih. ia kaget bukan main. Justcru itu. Lioe Toanio tidak sangka musuh ada demikian liehay. Dengan caranya ini. Tjay Wat jadi terluput dari bahaya. sebagai jago betina dari Ban Sen g Boen. Ingin ia bisa terbang. malah dengan tidak mengucap suatu apa. mengelakkan sesuatu b acokan atau babatan. Sekarang tak dapat Lioe Toanio menahan sabar. seiagi ia berlari pulang. ia lekas tarik pulang golo knya. untuk menabas kutung lengannya si nyonya gagah. bersama orang-orangnya. O rang tua itu hunjuk sikap jumawa. Dengan tiha-tiba ia loncat nyamping€€kakinya menahan. Suara itu ada suara dalam. Tahan! Kau hendak lari kemana? sekonyong-konyong€€suara membentak di depannya Lioe T oanio. seiagi dia in i keluarkan keringat dingin saking kaget. ia terpaksa mundur. tiba-tiba ia gcscr tubuhnya seraya tangannya bergcrak. dengan begitu. Ia telah memburu dan mencandak lawan. yang meminta kegesitan. Rata! Maju! Maju! demikian tiba-tiba Lo Toa Houw berseru-seru seraya tumbaknya d ipakai menangkis goloknya si nyonya. dari seorang yang To a Houw. k enapa mesa pakai banyak orang? demikian suaranya. yang bersenjatakan se batang pedang panjang la tadinya menyangka pada Lo Djie Houw. yang membentak. Oag Tjay Wat lihat serang an musuh. api telah berkobar. ia berdin diam saja. Adal ah di sini. Orang tua ini adalah orang yang sarankan akan pancing keluar pada Lioe Toanio sambil berbarengdi lain pihak satroni orang punya rumah. Pedangnya. tetapi scpcrt i orang di bawah pengaruh. Musuh itu benar-benar liehay. dari belakang. waktu Lo Toa Houw dekati dia. dari itu. kenapa tidak segera turun tangan? menegur Lo Toa Houw. dengan berat tetapi sebat. akan lompat jauh. Lioe Toanio sudah lari sampai di iuar rimba. awas! Pegat itu perempuan busuk! Toanio gusar. Mundur! Mundur Mukanya Lo Toa Houw menjadi merah. Sin-tek Lie-kiohg. ja ngan kata dikalahkan. orang ini ada seorang tua yang tubuhnya jangkung dan kurus sedang sepasang matanya ada bersorot tajam. Ia menduga pada serangan mu suh. dia ada lah pahlawan istimewa dari Keraton Kerajaan Tjeng. segera ia terusi. lalu sambil putar sedikit tubuh. ia menangkis serangan. tidak tahunya. ia segera maju menyerang dengan golok Toan-boen-toonya. yang sudah la ntas sampai di dekat orang yang mencoba rintangi Lioe Toanio itu. terutama karena dia sudah mulai lelah. ia maju membabat tangan musuh.Kalau Lo Toa Houw ada ja di pahlawan keraton peristirahatan kaisar di Sin-tek. mengawasi ke depan.

untuk tengok rumahnya. Seranganny a itu adalah yang dibilang hebat bagaikan turunnya hujan besar. akan elakkan sesuatu sen jata rahasia itu. bcrbareng dengan mana. dengan sabar ia mundur. ia dapat ketika untuk egos tubuh. Rupanya bayangan itu datang dari tegalan. kiranya kau! demikian teriakannya Lioe Toanio. untuk ujungnya yang tajam me nikam tenggorokan lawan! Lioe Toanio insyaf pada bahaya. Soenio. tetapi tanpa ketahuan . Sang lawan lagi mainkan tipu tikaman Loo souw hie kirn atau Orang tua mcncntcng k irn kctika si Nyonya Lioe menyerang secara dcmikian mendadak dan hebat. Tidaklah aneh jikalau Nyonya Lioe Kiam Gim menjadi bagaikan dipagut ular itu. enteng dan cepat sekali. sebab ia ini adalah orang yang sudah meninggalkan rumahnya hampir sepuluh tahun lamanya. ia segera balas menyerang dengen beberapa biji senjata rahasiany a Tok-tjie-leeyang beracun. scsudah mana. pun bisa mengetok jalan dengan t iam-h iat. maka sekarang. tahu-tahu ia su dah sampai pada si orang she Lo. hanya sekarang ia pakai tipu pukulan toya Houw-bwee-koen atau Ekor Harimau . tangannya menyambar kepala orang. tangannya yang menceka l golok. terayun. pedangnya mainkan ilmu Tat Mo Kiam-hoat dari Siong Yang Pay. melihat datangnya serangan gela p. Orang yang tolong dia adalah orang yang dia tidak pernah sangka-sangka. hingga ia lupa bahwa ia seharusnya lekas pulang. akan habislah lelakon hidupnya jago perempuan itu. akan tetapi dia pun bisa l ompat mundur dengan tidak kurang gesitnya. cepa t sekali. ia pertahankan ambekannya. ia rubuh terguling! Oh. sadari tadi ia memang nonton saja. tiba-tiba satu bayangan loncat meles at dari samping. Anak. golok cuma lewat di atas pundaknya. maka sekarang. ia menyambit musuh dengan golok! Musuh tua itu kelihatan terkejut. totokan j alan darah. Lo Toa Houw tertegun. Ia tidak kena tertikam tetapi ia telah terbentur. lalu dengan pedangnya itu. ia gelagapan. dengan sekony ong-konyong ia loncat pada nyonya itu sambil teruskan menyerang dengan tumbaknya . Ketika tadi ia habis menyerang. yang menjadi tuan penolongnya. hanya yang heb at bagi Lauw In Giok adalah dia sudah letih. ia menuding pada musuhnya. yang heran berbareng gi rang ketika ia telah lihat rupanya bayangan itu. Sudah terang. Lo Toa Houw sementara itu jadi berada dekat dengan nyonya ini. hingga akhirnya. yang bersinar laksana perak. dari itu. Law Boe Wie hunus pedang panjangnya. Ia menjadi berdiri tercengang. melihat ada ketikanya. Lauw In Giok telah tcrusi loncat pu la. Selagi terdesak. Yaitu Law Boe Wie! Dengan terbitkan satu suara nyaring. matanya bersinar. untuk ulangi serangannya selagi si nyonya sudah tidak berdaya j itu. ke kiri dan kanan. hingga segeraiah nienyusui mclesatnya golok itu. walaupun ia sudah lelah. ia lantas merasai€€tubuhnya j adi€€sedikit gemetaran dan beku . Sebab ia tela b berlaku nekat. ia tak dapat berkelit lagi. ia sekarang dibikin repot dengan rangsekan musuh. ia jadi telah pisahkan diri enam-tujuh tumbak dari musuh itu. dengan sendirinya. ia masih dapat hindarkan diri dari ba haya maut. hatinya terkesiap. Ia puta r goloknya dan membabat. Satu k ali saja ia dapat menikam. beberapa ekor anak kelinci ini serahkanlah kepada muridmu! Silakan Soen . Tapi ia mendongkol karena serangan yang hebat itu. dari itu ia segera maju p ula. ia tetap tenang. . Bukan kepalang kagetnya Lioe Toanio. ia menahan napas. dengan ti ba-tiba ia gunai serangan Koay niauw hoa in atau Burung ajaib membalik mega . hingga ia luput dari bahaya. kepandaian antara dua musuh ini tidak beda seberapa. pcdangnya yang panjang dipakai merapati golok mu suh.gsekannya. mak a untuk tolong diri. ia mencelat€€mundur dua€€tindak. tanpa merasa lagi. dengan tipu. silat Soen soei twie tjouw atau Menolak pcrahu deng an ikuti aliran air . yang kabarnya sudah pergi ke Liau w-tong dan kemudian tidak ada kabar ceritanya lagi ialah murid kepala dari Lioe Kiam Gim murid yang diterima di Poo-teng pada lebih daripada dua puluh tahun yang lalu. Puas sekali hatinya Lo Toa Houw dengan hasilnya itu. Dalam saat berbahaya bagi Lauw In Giok itu. Lioe Toanio berlaku nekat. pcdangnya itu ia serodoti maju. musuh ini mengguna i siasat yang bermula ia kasih dirinya didesak dan baharu sekarang ia lakukan se rangan membalas Dalam ancaman lawan itu. Bayangan itu melesat bagaikan burung. Dan sesuatu tusu kan senantiasa mengarah bahagian anggota-anggota yang berbahaya! Sebenamya. kecuali menikam.€Tipu puk ulan ini. selagi ia lewati si nyonya. sesudah gagal dengan desakannya.

untuk pergi. kita tidak akan ganggu kau! Boe Wie tidak gubris kata-katanya orang itu. dan sekar ang. Eh. ia malah lantas menuding. Di antara saudara-saudaranya. hingga menerbitkan suara nyaring sekali. Ka u bisa mainkan Tat Mo Kiam-hoat! Malah kau pun pandai menggunai beberapa jurus i lmu pedang Heng Ie Pay asal curian! Hm! Kau sangka aku . cara bagaimana ia hendak gampang -gampang kasih lolos orang ini? Orang tua itu tidak hendak banyafc omong pula. Ia pun telah menduga-duga. ia segera hunjuk kepesatan tubuhnya dan kegesitan main pedangnya. lawan yang baharu itu berdiri tegak dihadapannya. akan tetapi Law Boe Wie mendahului menangkis goloknya. pedangnya Boe Wie sudah sampok tcrpcntal goloknya dan kakinya bayangan i ni sudah menyapu patah berisnya hingga ia rubuh sambil keluarkan jeritan hebat d an mcngenkan. muridnya Lioe Kauwsoe ini segera menduga pada orang yang dulu gurun ya cari tetapi tak dapat diketemukan. Jangan kuatir. dengan mcngejek. kedatangannya orang Ssing ini telah membuat musuh jadi tercenga ng.€Ia heran. dengan keras sekali. Orang tua itu mengerti musuh ada liehay dan tenaganya bcsar.tidak kenal kau? Jangan harap aku nanti angkat kaki siang-siang! Malah kau. siapa sambut itu dengan gapah. sahut sang murid sambil tertawa. karena ia lihat. sebelum si orang tua sempat datang padanya.io pulang lebih dahulu! katanya pada isteri gurunya yang berbareng pun menjadi gu runya. dari itu. Nyonya guru itu lantas putar tubuhnya. bagai mana Lioe Kiam Gim mcmpunyai murid liehay begini. yang tadi ia pakai menyambit musuhnya . ia mesti layani ini bayangan yang tangguh. Sekalipun soeni omu bukan tandinganku. siapa orang ini. maka perlu apa kau banyak tingkah di sini? Baik kau angka t kaki siang-siang! Kita datang untuk menuntut balas. Hanya ia mesti pulang dengan bcrlari-lari lekas. ia lompat maju dengan serangann ya. bukan main kagum dan girangnya akan muridnya itu. kau adalah muridnya Lioe Kiam Gim. Tapi Boe Kek Kiam-h oatnya belum pernah ketemu tandingannya. Maka itu. Ia belum pernah menempur Kiam Gim sendiri. hingga tumbak it u mencelat pada sang soenio. si orang tua mundur duatindak. malah dengan satu tikamannya. ia dapati bayangan ini tak di bawahnyaTeng Kiam Beng itu. Lo Ngo Houw sudah berlompat k epada kandanya Toa Houw. . ia hendak coba ilmu pedangnya itu akan layani si kepala bagaikan kepala macan tutul ini. asap suda h mulai mengepul tebal dan api lagi mulai bcrkobar . sekctika juga. baharu du a gebrak. sudah begitu. majulah si orang tua. soetee dari Kiam Gim. ia niat rintangi Lioe Toanio. tetapi selagi sang murid dan soenionya bicara. hingga kedua senjata beradu dengan hebat. ia mengawasi dengan tajam. maka dengan bawa tumbaknya. karena Lo Soe Houw pemah omong t entang seorang dengan roman sebagai dia ini. kau kiranya pandai menimpuk dengan Tok-tjie-lee! katanya. Soenio. berkata ia. Ngo Houw ada yang terlemah. ia rasai telapakan tanga nnyasakit. lelatu api sampai muncrat meleti k. Hingga sekarang nyon ya ini jadi dapatkan ganti dari golokknya. apabila ia sudah tengok kanda itu. kau hati-hati! ia segera pesan. aku tidak akan izinkan! Melihat romannya atau usia. pula melihat gerak-gerakan tanga n orang itu. Ia insyaf bahwa orang ini pandai silat dan berenang. apabila kau hendak berlalu. Di lain pihak. Muridku. ia pingsan! Lioe Toanio masih sempat saksikan itu p ertempuran yang hebat tetapi sekejaban saja. sedang tubuhnya pun sud ah tidak sesemutan lagi. darahnya melulahan! Sakit rasa hatinya Ngo Houw. Toa Houw rebah sebagai mayat. Sementara itu. ia pun sedang terluka.€ Sampai di situ. kau tidak punya urusan di sini!€Pergi ambil jalanmu yang lurus. yang merintangi pihak mereka selama pertempuran di muka muara. ia tcrus berlalu dengan had lcga seka l i. batok kepalanya pecah remuk. si orang tua yang iiehay. Berhubung dengan itu. Kemudian ia sontek tumbaknya Lo Toa Houw dengan kakinya. Pertarungan sudah lantas ambil tempat. Mendengar suaramu. Tapi ia tidak jadi jerih. tapi ia segera geraki goloknya. buktinya ia saksikan barusan saja nasibnya Toa Houw dan Ngo Houw. Baharu sekarang Lioe Toanio dapat pulang ketabahannya. Ia lompat ke kiri dan ke kanan. Law Boe Wi e tangkis itu serangan. ia kaget hingga ia k eluarkan jeritan. hingga mau a tau tidak. hanya pernah layani Teng Kiam Beng. dan duduknya hal.

Si orang tua lihat ancaman bahaya itu. hanya guna ulur kedua kaki panjangnya. tetapi si orang tua suda h berikan tanda. Dua jarinya ini malah terlebih liehay daripada pedan gnya yang tajam itu. Boe Wie gunai beberapa macam ilmu puk ulan yang luarbiasa. sampai di sini. ia angkat tubuh orang it u! Orang tua jangkung kurus itu tetap tidak bcrsuara. hingga ia jadi min p dengan sat u mayat. apabila ia tak segera ditolong. Di sebelah itu. ia masih belum cukup beristirahat. hingga te rdcngar suara yang nyaring. tetapi dasarnya tetap ada Thaykek-koen (yang pun disebut Bian-koen lemas tetapi ulet dan keras). Ong Tjay Wat telah rasai desakan goloknya Lioe Toanio. si orang tua mesti ambil putusan bukan untuk rubuhkan musuh atau nekat. maka tak dapat dicegah pula yang kedua senjata jadi bcradu. Ia anggap. mereka berdiri diam saja di kejauhan. Di pihak orang tua ini. sudah lantas ambil lang kah seribu. Tapi ia tidak berhenti sampa i di situ. oleh kare na itu. nyalinya telah menjadi ciut. ia geraki pedangnya dengan terlebih sebat dan keras. Sebentar saja Boe Wie telah mengcrti bahwa Tjay Wat jerih dan licik. ia akan men dahului angkat langkah panjang! Demikianlah pikirannya Ong Tjay Wat Apalagi kedu a kawannya. mereka akan kabur. yang berbedaan sadari lain.ia menikam atau menyabet. dua kawannya yang memasang mata . hanya ia berkelahi dengan lebih b anyak membela diri. yang semangatnya seperti terbang karena menyaksikan cabang atasnya itu mat . selagi ia belum sadar apa yang bakal tcrjadi terlebih jauh. Ia pun merangsek. si orang tua sudah mulai bernapas sen gal-sengal. tubuhnya lantas sempoyongan. malah mereka ini sengaja berpura-pura tidak lihat tandanya si orang tua. pedangny a menikam. jtdatnya basah paling dulu. Kembali iewat beberapa jurus. dalam tempo enam jam baharu ia bisa sad ar sendiri. sedang Ong Tjay Wat. siapa telah perlihatkan ke pandaian seperti mengikuti kebisaan orang. selagi orang putar tubuh untuk menyingkir. ia lebih banyak pusatkan pcrhatiannya kepada si orang tua. walaupun ia belum terdesak. Itu adalah gerakan Liong tjoa tjie tjauw atau Naga dan ular lari berbare ng . ia tidak mau mengerti. angkat kaki paling selamat. lekas ia ben tanda kepada Ong Tjay Wat supaya kawan itu membantunya. ia maju pula. karena ia sudah kena ditotok jalan darahnya Hoen-hian-hiat .€Mereka pun pikir. untuk dipakai membarengi menyerang andai kata orang tua itu peroleh kemenangan! Law Boe Wie tidak gentar melihat Ong Tjay Wat datang mengepungnya. Pertempuran telah berjalan sekian lama. berkclahi lebih jauh tidak menguntungkan. akan susul tubuh musuh itu. dan ia pun lepaska n janjinya tadi bahwa orang mesti bertempur satu sama satu. Melainkan yang satu menyiapkan beberapa potong senjata ra hasia Thie-Kan-tjie. keringatnya sudah mulai mengalir. ya ng ia segera jambak dengan tangan kirinya scsudah mana. dua jari musuh sudah mengenai sampi ng iganya. menyusul mana pedang panjang d ari lawan jadi terlepas dari cekalan dan terpental. dua jari tangan kirinya disodorkan bagaikan kilat b erkelebat. Sekarang ia tidak lagi jumawa. sampai itu waktu. Law Boe Wie segera putar ugel-ugclan tangannya sambil menarik ke samping. asal si orang tua kal ah. maka itu. ia barengi menyerang. senantiasa turut main juea. iapun tidak berdaya. dengan terpaksa ia maju juga. tangannya yang kirij eriji tengah dan jeriji manisnya. dengan sangat terpaksa putar tubuh. tak sampai ia menjcrit. tidak boleh main ker oyok. tidak perduli si orang tua hunjuk kdie hayannya. Ia men gerti bahwa ia terancam bahaya. begitu lekas orang tua itu keok. Ia sudah pikir. sekarang ia saksikan liehaynya orang tidak dikenal itu. ia sama sekali tak dapat desak Law Boe Wie. sebaliknya. I a insyaf. Boe Wie masih belum mau berhenti. begitu lekas mereka lihat jagonya itu memutar tubuh. Berselang lag i sekian lama. akan cari jalan darah untuk ditotok. ia jerih bukan main. Ujung pedang sudah lantas menghampirkan batok kepala musuh. Begitu lekas kedua senjata kebentur satu dengan lain. kakinya berlompat. babkan bakal mencelakai diri nya. Si orang tua terkejut karena pedangnya terlepas dan terlempar. Law Boe Wie lihat orang hendak tinggalkan. ia menangkis. gerakannya bagaikan kilat berkelebat Sama sekali ia t idak kasih ketika akan pedangnya kebentrok pedang musuh itu.

yang berdiam di rumah Lioe Kiam Gim ada sang put eri sendiri. iapun berkuatir. ketika Teng Kiam Beng kena dipancing datang ke gedung Soh Sian Ie. yang ia sesapkan ke dalam sakunya s endiri. Biar Hie Hong ada sanak dekat. sa ng soebo. maka itu. dcngan caranya yang licik tapi hebat: Jikalau di dalam rimba yanghoe sudah terjadi suatu pertarungan yang dahsyat. ia pikiri sang soemoay. Tapi ia masih cekali si orang tua. kemudian samar-samar ia dengar jeritannya musuh itu. dia ada pahlawan d ari Raja Boan. Kebisaannya beberapa jurus ilmu pedang Heng Ie Pay ad a hasil curiam. tetapi kawanan ini punya re ncana lain. dengan itu jalan ia bakal sia-siakan tempo. dikasih berdiri. ia mesti tanggung ja wab atas keselamatan keluarga bibinya itu. ia kua tir soemoay ini nanti terluka atau kena diculik . Bagaimana bila ia gagal? YoTjin Kong sibuk sendirinya. Bisakah i a berlari-lari dengan bawa-bawa musuh itu? Ia bersangsi sesaat. seperti diketahui. dan Lo Djie Houw serta Lo Soe Houw pimpin beberapa kawan pula.mereka mempunyai masing-masing pikirannya sendiri. Sementara itu. ia tidak hendak mengejar. hanya di sebelah itu. iapun bertanggung jawab. Rombongan yang pertama adalah yang melakukan pertandmgan di rimba yanglioe. ialah mereka mesti siap akan . Ia pun menduga-duga. ia pan dang tak mata juga murid-muridnya. Lebih dahulu daripada itu. medan pertempuran itu jadi sunyi-senyap. masih belum lolos dari mara bahaya .€€Hie Hong pun bukannya murid Kaum Thay Kek. ia tidak dapat bebaskan dir i. Bong Eng Tjin sudah atur rencana penyc rangannya secara begini: la pecah rombongannya menjadi dua. akan tetapi ia tidak dapat berdiam lama di situ. Kecuali Lioe Toanio. lalu tangan kanannya merogoh ke dalam sa kunya si orang tua. Barang-barang upeti yang dilindungi Teng Kiam Beng bukannya dibegal oleh kawan an Bong Eng Tjin. dari itu ia sendiri pimpin Qng Tjay Wat. Benarlah dugaannya. Demikian mereka Sudan datang mengacau. atau mengganggu. dia sendiri sebenarnya ada murid yang murtad dari Thio Tjeng Kie . Tjay Wat itu bisa lari keras. Seperti sudah dijelaskan di sebelah atas. Maka ia rogoh sakunya dan keluarkan dua potong pisau belati kecil tidak ada lima dim panjangnya yang ia lekas pakai menimpuk. Ham Eng juga bersemangat. Toa-soeheng mereka tidak ada. ia sendiri ada wakil murid kepala. ia hanya merasa tegang se ndiri kapan ia ingat. untuk ba ntu saudaranya. Dia adalah Bong Eng Tjin. d i rumah Keluarga Lioe sendiri sudah lerjadi pertempuran yang tidak kurang hebatn ya. Keluarga Lioe. Si pemancing menyamar sebagai dua tjay-hoa-tjat. Ketikaitu. hin gga karenanya. ia kirim surat u ndangan akan menantang berkelahi satu dengan satu. Tugas mereka adalah mencegah Lioe Kiam Gim datang ke Utara. s ukar untuk ia dapat mcncandak dalam sedetik. Lauw Hie Hong. hingga orang she Teng itu kena terjebak. Lo T oa Houw dan Lo Ngo Houw serta dua kawan lagi. adalah di rumah i tu masih bcrlaku sampai sekian lama lagi.€Ia ambil entah barang apa. pun angkat kaki tanpa ayal-ayalan lagi. Bong Tiap sebaliknya ada bergembira. Hie Hong diminta bantuannya oleh bibinya. lantas ia turunk an tubuhnya musuh itu.dan kedua murid. Cuma satu perasaan ada pada empat anak muda ini. p enjahat cabul. Bong Tiap. sampai ia pun berpis ah dari soehengnya.i kutunya. soebonya sudah berhasil atau belum dalam menolong rumahnya itu. bersama soemoaynya. tjiang-boen-djin atau ahli waris turunan ketiga dari Siong Yang Pay. Law Boe Wie bersenyum puas. Y oTjin Kong danTjoh Ham Eng. sebab dia masih bisa lari terus ke dalam tempat lebat. secara or-ang-orang terhormat . Law Boe Wie lihat orang lad. ada Ouw It Gok. ia tahu. Malam itu. itu ada tanda bahaya untuknya. bahwa ini ada pertempurannya yang pertama kali. bersama sang keponakan. Ia percaya. Sampai di sini. dan kalau pertarungan di dalam rimba selcsai dengan cepat. melainkan pcrbuatannya orang tain. Ma ka ia perlu membantu terlebih jauh. I a lihat cahaya api di arah rumah gurunya. ya ng kedua adalah yang satroni rumahnya Lioe Kiam Gim. agar jago she Lioe ini tidak mcrusak maksud mereka memecah-belah kaum Rimba Persilatan. siapa rupanya te rluka tidak hebat. yang memakai topeng. Sesudah ini segera ia lari ke arah rumah gurunya. ia bersemangat. langit pun guram. sed ang angin adalah angin dingin yang halus sambarannya. Tapi rencananya ini justeru menolong Yo Tjin Kong. siapakah si orang yang liehay itu? Dia adalah pemegang peranan pada kejadian dua puluh tahun yang lampau. sedang kawannya yang bersenjatakan Poan -koan-pit. karena ia tahu. Kiam Beng jadi bentrok sama Tjiong Hay Peng.

Soe Houw sudah lantas menerjan g dengan sepasang tempulingnya. Ketika me reka sampai di bawah. Sulit untuk Tjin Kong lawa n musuh she Lo itu. tetapi si Hari mau Keempat bisa pakai itu di dalam air dan di darat. tetapi sekarang. Di luar sangkaan . tetapi ia tidak puas. Tandingan dari Bong Tiap ada seorang dengan tubuh besar dan tinggi melebihi si nona. Tjin Ko ng dan Hie Hong saling berebut. Maka itu. Kalau orang hendak mendahului bergerak. la tidak senang tadi Tjin Kong menyebut-nyebut g olongan. kau bicara tentang kaum! Apakah kau sangka aku Kaum Ban Seng Boen t idak sanggup menempuh badai dan gelombang? Seberangkatnya Lioe Toanio. tapi bayangan ini segera perdengarkan suaranya: Saudara Yo. Bong Tiap hendak tikam tenggorokan orang. y ang dua ada murid-muridnya Lo Toa Houw. lagi beberapa orang. Dari itu. Mereka mesti menanti lama juga. Untuk menjaga genteng. yang sudah siap sedia di saat mendengar pertandaan dari Yo Tjin Kong.nantikan serangan badai dan hujan lebat . ia lantas saja pikir untuk lekas rubuhkan musuhnya itu. akhir-akhirnya musuh telah data ng! Mereka itu muncul hampir bareng temponya dengan dikepungnya Lioe Toanio di d alam rimba. la belum mengatasi kesempurnaan. yang satu ada muridnya Bong Eng Tjin. satu bayangan lain mencelat naik. Sembari berkelahi. dari it u. akan bersatu dengan . empat anak muda itu lantas mulai dengan penjagaan mereka. ia duga. sang lawan lagi siapkan Teng y . Biasanya senjata Ini dipakai di dalam air. atau Mengangkat api untuk menyuluhi langit . ma ka ia dengan sendirmya hunjuk€€kelemahan terhadap musuh. sekarang ia bergerak terlebih dahulu. kita mendahuluinya . yang sesuatunya bercagak figa. mereka lantas diserang oleh Lioe Bong Tiap dan Tjoh Ham En g. sedang ia sendiri anggap. Dari tiga musuh yang loncat turun ini. Harimau Keempat dari Persaudaraan Lo. sedikit saja suara berkelisik menyebabkan mereka bersiap. soemoaynya sekalian. ia tidak bisa jalankan rencana itu. terutama Soe Houw sendiri. ia sudah beradadi belakangnya pemuda ini. mereka lalu berdamai akan at ur penjagaan. Mereka pasang mata dan kuping. karena ia kemukakan alasan: Urusan Kaum Thay Kek mesti murid-murid Thay Kek Pay sendiri yang menanggung jawabnya. Hie Hong akhirnya mengalah. Saudara Lauw. Justeru itu waktu. atau lebih teg as: Musuh diam. Sesudah bebcrapa jurus. Ilmu silat pedang dari Thay Kek Pay berpokok dengan ketenangan. Menurut rencana. karenaia segerad iserbu oleh duakawannya Soe Houw. Yang muncul paling pertama ada Lo Soe Houw. Tapi datangnya sahabat ini. ia melainkan bisa gunai kepandaiannya mainkan pedang untuk lebih banyak bela diri. Nyata ia tak kena didesak m usuh yang dari tubuhnya bukan tandingannya. di atas genteng dan di dalam rumah. karena mana. Hi e Hong sendiri. ia juga tidak kenai gegaman musuh itu. ia kata: Oh. dari itu. kawan siapa ada lima. Tidak demikian dengan Nona Lio e ini. t erus loncat turun ke bawah genteng. kita diam. Ia datang dari bclakang. ia tidak sempat buka mulutnya lebih jauh. ia mesti lawan musuh itu. kepandaian mereka tidak lemah. nona ini jadi gembira. Tjin Kong mesti lekas turun. Tjin Kong kerutkan alis. dengan suitan dan teriakannya. musuh bergerak. kau baik menjaga di d alam rumah saja. dalam hatinya. sedang yang tiga lagi. Dengan Kie hoh liauw thian . Thay Kek Pay dan Ban Seng Boen ada seperti se golongan saja Atas datangnya bala bantuan itu. Tjin Kongtidak bilangsuatuapa. terus saja ia loncat naik ke atas genteng. setela h mana. tidak perduli ia sudah wariskan enam sampai tujuh bagian kep andaian gurunya. jangan takut! Siauwtee nanti bantu kau ! Itulah Lauw Hie Hong dengan goloknya Toan-boen-too. karena di sebelah kurang pengalaman pertempuran. ia sudah mesti pandai betul. ia hanya ingin menunjukkan il mu silatnya Kaum Ban Seng Boen. Hie Hong datang tentu disebabkan itu dugaan. sedang Soe Houw merintanginya. si orang she Yo yang naik ke atas . Tak puas ia atas datangnya sahabat ini. yang mendahului serang i a. la segera mendesak. Sedangkan Tjin Kong sibuk. ketika Y o Tjin Kong ketahui datangnya. turut loncat naik. sebaliknya tidak dapat membantuorangshe Yo itu. Musuh datang! Tjin Kong segera beri tanda. Ia duga Hie Hong datang tentu disebabkan orang she Lauw ini sangka ia jeri h karena tadi ia berteriak dengan pertandaannya. Ngo-bie Hoen-tjoei-tjie. tapi akhirnya. Senjata Soe Houw. semua ujungnya sangat tajam. mirip dengan sha-tjee. setelah beberapa gebrakan.

ia mundur satu tindak. Sebab Nona Lioe itu. Dalam saat berbahaya itu dari Bong Tiap dan Ham Eng. piauw yang ketigajusteru mengenai pahanya. Dengan sebat. ia menangdi atas angin. terutama gwakang. selagi ia ber lompat. hingga tenaganya besar sekali. ia . nona itu kena terdup ak terpental sampai lima-enam tindak dan rubuh dengan terbanting keras. ia berlompat mundur. masih dapat kesempatan menimpuk dengan senj ata rahasianya itu. Tjoh Ham Eng sibuk bukan main. kaki kirinya dikesampingkan. ia hendak bikin goloknya Hie Hong terbetot tcrlepas. ia kaget sampai berseru. berbareng dengan itu. Serangan piauw dari jarak dekat. ujung kakin ya segera mengenai dengkulnya. Atas ini. kau tidak kenal budi! pikir Hie Hong. menyerang dengan berbareng: yang satu dengan ruyung lemasnya. Dengan Tjay hong sie ek . Tapi kedua lawannya mencegahnya. senjata rahasia itu datang di tiga jurusan. terpaksa ia mun dur dengan gugup. yang tidak puas akan sikap orang itu. yang ia siapkan dengan cepat. ia tung gu musuh betot ia. telah menyambarnya. dan yang ketiga. musuh itu loncat mundur pula. semuanya memburuh ke dalam rumah. beberapa Kim-tjhie-piauw. ia lalu mcnd ahului membctot dengan keras. tidak sampai ia rubuh. sesudah mana. ia lalu gunai akal. untuk serang musuhnya d ia ini. Sambil keluarkan seruan kaget. de ngan tidak bilang suatu apa. ia lompat maju. ia punyakan pelajaran Iwee-kang dan gwakang dengan berbareng. ketika golok Toan-boe n-too menyambar. ia menangkis ke kiri dan kanan. kuda-kudanya tangguh. turun. Ia telah lihat sikapnya musuh. selagi ia mesti lay an i dua musuh. o rangnya nibuh. ia menangkis dengan cepat tetapi. Begitu lekas sudah datang defeat. tangan kanannya ialah pedangnya -menyambar ke kuping kanan orang itu. Saudara Lauw. tidak ampun lagi. Dua kawannya di bawah adalah or ang-orang dengan usia terlalu muda. dengan berkeredepan. kaki kiri musuh sudah icrangkat. hanya apa celaka. hanya ia rintangi itu dengan ruyungnya yang lem as. ia m clainkan sempoyongan saja. Ketika ujung pedang mendatangi. niatnya untuk tolongi adik sepergur uannya. Selagi ia mundur. dari atas genteng ada ber lompat turun beberapa bayangan. Hie Hong gunai goloknya akan serang musuh ya ng bersenjatakan Djoan-pian. maka itu.ang tjiam . atau Burung ho ng mementang sayap . Musuh tidak sangka gerakan macam ini dari lawannya. i a kuatirkan soemoaynya. De mikian. yang kedua. mereka datang dari kiri dan kanan. hingga ia perdengarkan seruan nya babna kaget dan sakit. Soe Houw lompat mundur. Ham Eng mesti bela diri. kepandaiannya Bong Tiap sudah boleh juga. selagi ia berdiri tcgar. Yang pertama ada Hie Hong. orang she Lauw itu bisa des ak mereka. la bersenjatakan panjang. kuda-kudanya digempur. ia melibat. ia menarik. atas mana. Lo Soe Houw. Paling perlu adalah melindungi soemoay! Kenapa kau tinggalkan dia? Ah. tetapi belum sampai ia menyeran g. ketika ia tampak tangan dan kaki musuh bcrgerak. Di belakangn ya hari mau ini ada konco-konconya. Akan tetapi Tjin Kong omong dari hal yang benar. Lawan itu tidak berhenti sampai di situ saja. sedang Bong Tiap ada adik misannya piauw-moa y kalau adik itu bercelaka. untuk susuli penyerangannya terlebih jauh. turun! Tjin Kong lalu serukan kawannya. ia tidak kelit. Hie Hong loncat pada Tjin Kong. yang saling menyusul. Musuh itu benar-benar liehay. ketika melihat Bong Tiap rubuh. Tjin Kong. yang lain dengan toya b esinya. mereka ada sebawahan Soe Houw. maka ia telah bersiap untuk menyambut tikaman. Di atas genteng barusan. aka n tetapi musuh ini bukan orang sembarangan. atau Jarum pedoman . ia sampok jatuh dua batang pi auw. karena ia terluka. kedua musuh yang rintangi Hie Hong bukannya orang-ora ng liehay. bagaimana nanti iabertemu sama bibinya? Maka itu. Lauw Hie Hong ada keluaran Ban Seng Bocn. Dari Tat Mo ICiam-hoat dari Siong Yang Pay. menampak musuh rubuh. hampir-hampir pedangnya kena dilibat dan disampok terlepas oleh ruyung musuh. tetapi karena ia ada tangguh. sambil m enerbitkan suara juga. Djoan-pian. hingga karenanya Tjin Kong jadi terlep as dari kepungan. ia sengaja antap goloknya kena dilibat. dari itu. Selama itu. musuh pendek. Tidak ada ketika atau jalan lagi. berbareng dengan mana. keduanya menghalangi. walaupun dia sudah jatuh. ia pergi loncat turun. untuk Bong Tiap menangk i s.

dari itu Hie Hon g bisa gunai ketikanya akan hajar pundak orang dengan belakang golok. maka itu. apapula kapan ia lihat berkelebatnya satu bayangan. Kau punya toako? ia kata. Di sebelah itu. Penyerang ada berjumlah lebih besar. orang mulai batuk-batuk. ia pingsan. mal ah pun tumbaknya Lo Toa Houw. dia masih bisa loloskan diri? Kenapa tid ak ada yang kejardiaini? Demikian kata-kata dalam hati Harimau Keempat itu. Oh. Tatkala asap menghembus ke dalam. Lo Soe Houw kehendaki jiwa orang. Bocah. Di sini masih ada aku! Aku tid ak akan membiarkan kau orang kecele. kemudian ia putar tubuhnya. ruyungnya teriepas. Perempuan busuk! ia segera mencaci. Hie Hong persatukandiri deng an Ham Eng dan Bong Tiap. Kenapa kau bisa pulang dengan masih hidup? Man a toakoku? Lauw In Giok tidak jadi gusar karena cacian itu. s upaya mereka bisa kepung dia orang itu. untuk awasi bayangan itu. tetapi di luar dugaanya. Aduh!* musu h itu menjerit. roman siapa menyebabkan ia bergidik! Dia? Kenapa dia bisa ada di sini? Bukankah dia sedang dirongrong di dalam rimba yanglioe? Mustahil. asap lantas men gebul. kenapa kau sudah panas terlebih dahulu? ia mcmb aliki. atau ular raksasa melilit cabang pohon . hingga ia jadi sangat terkejut Sungguh dia liehay sekali! katanya dalam hati. Kau bisa kabur pulang ke rumahmu tetapi kau tak nanti dapat lolos dari rumahmu ini! ia berseru membarengi tikamannya. selagi ia repot kclabakan. mereka pun hendak paksa penghuni rumah noblos keluar.€ Janji adalah sa tu pertempuran secara laki-laki. Nyonya Lioe ini bis a gunai tumbaknya bagaikan ular naga keluar dari laut. senjata mereka ada tiga pedang panjang dan sebuah golo k. I a ada sangat sengit. telah maju pula. loncat turun. kandanya! Tapi ia menjadi sangat gusar. Maka bersama-sama Tjin Kong. Tjin Kong dan See Houw serta dua kawannya dia ini. akan tetapi keadaan sudah sampai di puncaknya kehebatan. buat serbu s i nyonya rumah. mereka lantas m encari akal. terutama sebab rumahnya sempit. Tjin Kong ada berempat. di sana mereka nyalakan api . yang terluka piauw. Dia ini menggunai golok yang berat Lioe Toanio sebal melayani se . akan menyusul. di bawah kepungan. yang kenali Lioe Toanio si bayangan dengan seruannya yang angker. kenapa sekarang kau orang berkawan dan turunkan ini tangan jahat? Manusia-manusia tak punya muka! Lo Soe Houw sambut dampratan itu dengan tertawaaya bergelak-geiak. api mulai berkobar. api belum berkobar besar. Akan tetapi mereka ini bukannya bangsa tolol. untuk membakar rumah. Adalah di waktu itu. Lawannya Bong Tiap. Toakomu ada di sana! Dia telah bingkiskan aku tumbak in i disertai satu batok kepala manusia! Soe Houw kaget berbareng sangsi. Begitulah satu musuh lari. asal ada ketika Bong Tiap pun gunai senjata rahasianya. air mata meleleh ke luar. Ini daya keji telah memberi hasil. Sedang yang menambah kagetnya adalah gega man di tangan Nyonya Lioe itu -bukannya Toan-boen-too hanya sebatang tumbak. hingga di lain saat. Dengan ini jalan. akan tetapi mereka tidak sanggup berbuat banyak. hingga mereka tak dapat bcrgerak dengan leluasa. Ham Eng dupak ia rubuh sampai bergelinding an beberapa tindak. nanti ada yang layani kau satu sama satu! Kita tidak kuatir kau nanti bisa kabur! Itulah tak akan terjadi! demikian dengan sekonyong-konyong terdengar suara jawab an suaranya seorang perempuan tetapi cukup angker. tubuhnya rubuh. atas mana Lo Djie Houw loncat turun dari atas genteng. Mereka mundur ke tembok. tunggu lagi sebentar. kawanan terkutuk! Yo Tjin Kong mendamprat saking mendongkolnya. Ini ada rencana mereka apabila mereka terdesak. segera ia perdengarka n suitannya. akan tetapi Tjin Kong desak ia. Karena ini. ia kertak gigi.kena tertarik hingga ia sempoyongan dan ngusruk ke depan lawan. dari itu. sukar untuk membuka mata dengan merdeka. Kau sabar saja. untuk pertahankan diri di sit u. sahabat-sahabat baik! Lo Soe Houw kaget. hingga dengan lekas-lekas ia berkelit. ia tertawa. ia lantas menyerang dengan tcmpulingnya. sebaHknya. ke belakang.

pertempuran jadi berubah lain. Apabila pertarungan berjalan terus lagi sekian lama. ia harap bisa tolong pemimpinnya itu. yang merupakan sebuah tegalan. sebab pihak penghuni tak dapat nerobos keluar. tapi dalam kekalutan itu H ie Hong dan Tjin Kong berhasilmerubuhkan lagi seorang satu. Semua musuh jadi kaget dan kede r. Pcgangannya Lioe Toanio ada golok Kaum Ban Seng Boen. Bong Tiap sebaliknya berseru: Ibu. tetapi kedua lawannyapun kewal ahan untuk bikin ia tidak berdaya. hanya ia tidak bias gunai itu seperti Toa Houw. ia sendiri mendahuiui mendesak. mencegah. malah ia keluarkan ilmu tumbak Kim-tjh io€€Djie-sie-sie €€yang punyakan dua puluh empat tipu serangan. tangan kanannya mencekal sebatang pedang panjang. Selama pertempuran itu. ia bisa gunai tumbaknya Lo Toa Houw. Ham Eng dan Bong Tiap sambut itu anjuran. mereka awasi saja apt lagi m s seluruh rumah. Ia maju menyerang. ia loncat mundur. tangannya terpental dan sesemut an. di samping mereka. Dalam saat yang sangat berbahaya itu. sedang pengalamannya. Harimau Keempat elakkan diri dengan lompat mundur. apapula ia tampak. ia pun bias balas menyerang. yang kepalanya mirip dengan kepala macan tutul. tangan kirinya mengangkat satu tubuh m anusia. baharu satu kali saja ia ditangkis. Anak-anak. Di sebelah itu. maju! ia berteriak dengan tiba-tiba. malah pedang ini seger a dipakai menerjang Lo Soe Houw. inilah hoohan yang kemarin ini bantu kita di muara! . yang muncul di antara asap menebul. nyonya ini segera tusuk ia dengan Pek tjoa touw sin atau Ular p utih muntahkan bisa . Bukankah ia ada pecunda ngnya si kepala macan tutul itu dan ia telah dikejar di air jauhnya belasan lie dan melulu karena kelicinannya. sckarang ini keadaan mereka hampir berimbang. dengan tusukan Lie Kong sia tjio atau Lie Kong memanah batu . Benar ia tidak mampu rubuhkan dua lawannya ini. ia bisa loloskan diri? Sekarang mana ia berani lawan pula musuh itu? Lo Djie Houw adalah lain. Oleh karena api telah menghebat. semua orang kumpul di pekarangan depan. pihak lawan coba teru s mempertahankan. sudah mulai berkobar ke sebelah dalam. bekas layan i Bong Eng Tjin beramai. y ang lagi merangsek. ia sudah letih. sambil berseru. hingg a ia tercengang. Ia menangkis. ada luas. Soe Houw dan Djie Houw kerubuti Lioe Toanio. orang ada gunai hanya sebelah tan gan. karena tanpa berdaya. Oleh sebab pcnyer ang itu adalah bekas musuh tangguhnya di muka muara. yang telah candak mereka. Coba tidak Lioe Toan io mencegah. mereka berlomba singkirkan diri. mereka kembali ken a dikurung musuh. mengarah tenggorokannya. maka dengan mandi darah. bisa-bisa mereka jadi kor bannya api. dadanya sudah jadi tameng tumbaknya Lo Toa Houw. sesudah mana. ia putar tubuhnya. orang telah teruskan serang ia. sekonyong-konyong ada datang satu orang baru. sedang tubuh di tangan kirinya ia kenali ada pemimpinnya si jago tua kurus dan jangkung Bong Eng Tjin!€Maka seteiah keluarkan satu teriakan. Siapa tahu. pendcngarannya. Sampai di situ. Di sini Yo Tjin Kong baharu lihat tegas tuan penolongnya. musuh hendak dikejar terus. Ketika rombongan ini sampai di thia depan. Selagi ia kaget. Tapi ia mundur ke dekat Lioe Toanio. matanya dipentang guna liha t si penyerang. tumbaknya sang kanda. api berkobar bertambah besar. Rubuh kau! berseru si nyonya. Tjin Kong dan Hie Hong turut membukajalan. ia sudah terkejut. ia menjadi kaget bukan kepalang. hingga suaranya saru dengan suara beradunya berbagai senjata tajam. bekas ia berlari-lari jauh.€€€Di€€€waktu€€sang€€fajar mendekati. ma ka itu. . Soeheng! ia berseru. Benar-benar Harimau Kedua ini rubuh. Kiranya kau. ia rubuh dengan tidak bisa berkutik lagi. tetapi ia pun bisa gunai segala macam alat lainnya. mereka merangsek. yang dengan itu berbareng bisa menotok jalan darah.€Ia tidak bisa menangkis. orang-orang merangsek Tjin Kong b erempat. dari itu. dengan ketakutan. ia loncat keluar. hingga rumahnya Lioe Kiam Gim sudah seperti terkurung saja oleh s i ayam jago merah. untuk sipat kuping. bcberapa kali terdengar suara nyaring dari bambu yang terbaka r meledak.mua musuh itu. yang lebih lega.

ketika mendadakan ia lihat sang so ebo rubuh sendirinya. mcreka bantu padamkan ap i. ia ada gusar dan sangat mendongkol. dibawa ke perahu. bukankah berabe? tanya Bong Tiap. ia mcnangis menggerung-gerung. Dengan dapati murid semacam kau. Justeru karena dia. Itulah tidak dapat dilakukan. ia pemah ditotok oleh Toa Houw. benar lukanya tidak hebat. sudah begitu. ia melainkan terlalu lelah. y ang ditolong Lioe Kiam Gim semasa ia berumur enam-tujuh tahun. dan Tjin Kong semua sebal iknya mengasih hormat pada soeheng ini. untuk dapat mengaso. hati mereka tidak terlalu berku atir lagi. yang pergi seperti menghilang. lebih penting adalah tentang Boe Wie sendiri. maka Boe Wie suruh Bong Tiap coba uruti dia. Lioe Toanio akhirnya tertawa besar. tempo ia dapati ibu itu diam s aja dan kedua matanya rapat. Boe Wie sudah lantas hunjuk hormatnya pada soebonya. mereka umpetkan diri. Selama itu sudah banyak penduduk kampung yang keluar. begitupun halnya ia bantu Ham Eng dan Bong Tiap da lam pertempuran di muara. Soeheng. sesudah deng ar suaranya Tjin Kong. tubuh Lioe Toanio pun direbahkan. Ia telah b erkelahi melewati batas. Bong Tiap tubruk ibunya. sesampainya di rumah. Kau tidak kenali Toa-soehengmu ini? ibu itu kata. Ia terlatih sempurna sesudah Lioe Lookauwsoe undurkan diri dan tinggal menyendiri di Kim-kee-tjoen di Kho Kee Po. tapi tadi ia berlari-lari jau h. Dia ini ada punya kepentingan besar dengan Loo-soehoe. saking takut. ia jawab. ya ng jangkung kurus. seluruh anggotanya bergerak. k apan sang toa-soeheng sudah awasi air mukanya Nyonya Lioe. melulu dengan k uatkan hati. maka sebelum menutur terlebihjauh. ia gi rang luar biasa. di situ bcrkumpul Hie Hong. Sudah diketahui. Bong Tiap dan Ham Eng. Di waktu masih kecil. bagaimana ia suda h dipelihara dan dididik dalam ilmusilat. Tapi toa-soeheng ini masih belum tahu. Akan tetapi. memang ia da tang secara sangat tiba-tiba. hingga ia kaget bukan main.Tapi sang ibu tarik tangan puterinya itu. Soenio akan dapat pulang kesehatannya. Ia harus menerangkannya semua itu. baik kita ikuti dia dahulu. sedang akhirnya. seperjalanan perahu kira-kira setengah jam. biarpun rumahku hangus ludas. Ternyata Nyonya Lioe Kiam Gim sudah jadi korbannya pertarungan ini. aku puas! katanya . soebo itu telah dapat luka di dalam bad an. Ia masih belum sadar. semua sangat berkuatir. ia masih sanggup pertahankan diri. buat apa bawa-bawa dia. Mereka tahu ada pcrtempuran. ia pun dikepung Djie Houw dan Soe Houw. Perahu adakecil. Law Boe Wie ada anaknya seorang tani di luar Kota Poo-teng. sudah begitu. semua lantas bangun dan keluar. ia suka e mpo-empo kau! Nona itu melengak. ia sudah belajar tiga atau empat belas t . Lioe Toanio lantas dipondong. Boe Wie bercmpat merubungi soebo itu. Lalu»diambil putusan akan tolong Lioe Toanio dengan bawa ia ke rumahnya Louw Hie Hong di kampung tetangga. Ketika ia masuk umur dua puluh tahun. ia memanggi 1-manggil. ia baharu berumur lima atau enam tahun . yang kasih mereka bangun. begitupun asabatnya. Kalau sudah dapat beristi rahat. ia tetap diam saja. cuma karena ia masih bcrnapas dan nadinya jalan baik. Nyonya itu lantas diantap. Semua orang heran. begitupun Bong Tiap dan yang l ain-lain. Boe Wie bisa mengerti keheranan sekalian saudara seperguruan itu. Boe Wie ada bawa-bawa korbannya si tua. sebab di wakt u Law Boe Wie meninggalkan Keluarga Lioe. Bukankah lebih baik dupak saja dia ke dalam sungai? Boe Wie awasi itu soemoay. Sedang Ham Eng. aku telah datang kemari . maka dengan sekonyong-k onyong ia mata gelap dan rubuh. tapi kemudian. Anak. Tjin Kong akan ditinggalkan untuk ia urus rumah yang terbakar itu. hingga ia peroleh lukadi dalarn.kali ini kita bergantung kepada kau! Boe Wie hendak jawab guru perempuannya itu. Tidak heran kalau ia tidak ingat soeheng ini. semua awasi soeheng ini. lantaran ia tcrtawa besar. Halnya Bong Eng Tjin ini pun pasti ada sangat menarik perhatiannya sekalian saudara angkat itu. walaupun dcmikian. ia kata: Jangan kuatir ! Soenio tidak kenapa-apa. Di sebelah itu. dia datang selang beberapa tahun sesudah berlalunya soeheng in i.

Merantau belum lama. Di antara kaki-t angan pembesar negeri ada orang-orang yang pandai. Tapi justeru itu. hingga ia tidak tahu.€Tapi ia segera tanya: Kapankah. Berada seorang diri. yang kesudian jadi pengkhiana t bangsa Han. terut ama supaya sang murid jangan sekali-sekali bekerja pada bangsa Boan. tidak ada halangannya untuk kau pergi ke Poo-teng da n sambangi soesiokmu Teng Kiam Beng. Paling belakang. si hartawan B oan yang kejam. Kemudian di han ketiga. Yang terang adalah ia benci bangsa Boan atau pemerintahnya. Demikian ketika murid ini sudah berumur dua puluh lima tahun. Boe Wie bertepuk tangan satu kali. Mendengar itu. Boe Wie pikirkan penghidupan ta k ketentuan itu. melulu disebabkan sikap dari soeteenya Teng Kiam Beng. Pie Sioe Hwee turut u mpetkan diri. setelah gerakan Thay Peng itu gagal. ma ka ia bersyukur. Hanya kalau ada ketikanya. ia pun tak sudi sambangi soesioknya Teng Kiam Beng. Apa tidak ada Iain jalan dari pad a selalu mesti la kukan pembunuhan gelap? Tidakkah pembunuhan gelap bukan suatu daya sempurna? Mak a iajadi bersangsi. siapabisadiperintah mer antau untuk wakilkan ia. Boe Wie telah tertarik oleh salah satu sahabatnya. Begitulah Boe Wie merantau. maka orang gagah sebagai ia jarang ada. ia jadi pelarian. dengan sang angin menghembus-hembus. Sekarang ia tidak lagi meranta u. hingga delapan atau sembilan bagian kepandaian gurunya. pembcsar negeri melakukan pembersihan. Bercekat hatinya pelarian ini. ia meninggalkan korban dua kawannya. Oleh k arena Derduka. dari itu. sedang dari Lauw In Giok. Boe Wie tercengang. tubuhnya jadi kurus. beberapa kali pernah Boe Wie lakukan penyeranga n gelap pada pernbesar-pembcsar kejam yang dimusuhi. ia dengar suara r endah tapi angker. hi ngga segera ia pikir. a . karena tugasnya adalah menyembunyikan kawan-kawan dalam pengungsian. anggotanya semuajadi orang gelap . ia jadi sungkan muncul pula. iaturut pesan gurunya. ia sudah punya kepandaian dari dua cabang ilmu s ilat yang kesohor. ia tertawa satu kali juga. kena ditawan. ia menumpang di rumah satu penduduk di kakinya Bukit Yan San. Tiba-tiba ia mendengar ketokan pada jendela. Mendengar ini. bagaimana nanti hari depannya. Korban-korban rakyat itu m embuat Boe Wie menangis di dalam hati. Salah satu sebab dari ini adalah kebentjiannya kepada Soh Sian le. ia menyingkir jauh ke Djiat -hoo di Barat-Selatan. Tuan rumah ada satu anggota Pie Sioe Hwee yang tidak pern ah muncul. Pie Sioe Hwee turut ambil bagian sebagai anak cabang. tapi berbareng dengan itu. hingga ia masuk menjadi anggota dari Pie Sioe Hwee perkumpulan rahasia Pisau Belati. karena mana. hanya saban-saban ia nampak kegagalan. Boe Wie juga lantas dicari oleh pembesar negeri. satu kali ia dapat binasakan satu tiehoe. ia jadi nampak kesulitan. data ng tiehoe yang baru. orang Boan ini ada sahabat kekal dari sang soesiok . Sebagai anggota Pie Sioe Hwee.€Ia pun pikir kan tujuannya Pie Sioe Hwee. Seiama sepuluh tahun. yang ia dapatkan murid sebagai Boe Wie. buat perhatikan pesanannya. sebab di hari kedua itu. dengan kupingnya dengar suara berbagai binatang alas di a tas gunung. Walaupun ia sudah undurkan diri. untuk meloncat keluar. dia ini ternyata ada lebih kejam pula. demikian pesannya terakhir. suaranya seorang tua: Bunga merah dan daun hijau adalah satu k eluarga . ia peroleh kepandaian dari Ban Se ng Boen. menyusul lain-lain korban lagi. untuk si murid sendiri cari pengaiaman dan persahabatan . yan g utamakan pembunuhan kepada pembesar-pembesar rakus dan jahat. Pada suatu malam. tapi pun ada kalanya. se ratus lebih rakyat tak bersalah-dosa. karena orang-orang b aharu tersangkasaja. Di zaman pergerakan mulai Thay PengThian Kok. sang soebo. Sesudah ini. sedang di lain harinya. semangatnya Lioe Kiam Gim belum padam. selanjutnya mereka bekerja secara diam-diam. justeru dari. la mesti pergi ke sana dan sini. Itu hari ra pesan murid i ni supanya menjunjung cita-cita Thay-kek Teng.ahun lamanya. ia hanya mengungsi. berbuahnya? Ka pankah€€mekarnya? Suara yang dalam itu menjawab: Berbuah pada Pee-gwee Tjap-gouw. ia sudah w ariskan. Dalam usia semuda itu. untuk murid itu meninggalkan rumah perguruan. ia pilih suatu h an baik. ia jalan sendiri. dia telah jatuhkan hukuman mati. mekar pada Tjhi a-gwee Tjap-gouw * Bunga merah dan daun hijau saling bercahaya seperti orang bersem angat dan orang berhati mulia adalah sekeluarga .

Mendengar ini. ia buron cntah kemana. yang sangat menarik hati. sebagai tanda hormat. di pcrmulaan musim dingin. yang terus turunkan kedua tangannya. sahut Boe Wie. beberapa ekor serigala itu telah dikerumuni rombongan semut itu. Itu adalah pertempurannya semut yang kecil dengan serigala yang besar . yang ada gagah dan berani. Aku sayangi pemuda itu. Ketika aku bertemu orang luar biasa itu. terbagi delapan. terlihatkan seorang tua. Benar. aku ke temu satu sahabat asal Kwan-gwa. apa yang tertampak ada gumpalan hitam . justru aku pikir untuk cari dia. datang kabar bahw a ia lagi diuber-uber pembesar negeri. dengan kumis ubanan. Jadinya Tjianpwee adalah Loo-tjianpwee In Tiong Kie? ia tegaskan. siapa tahu. Maka ia percaya. Apakah Loo-tjianpwee suka ulangi padaku kat£-katanya itu orang luar biasa yang m enjadi sahabat Loo-tjianpwee? tanyaia. Se kcjab saja. Ia tidak setujui tujuannya Pie Sioe Hwee. tertua seperti orang ini. Tapi itulah benar terjadi. kebangsaan Han bercahaya pula . Aku sudah ditunjuki suatu pemandangan yang luar bi asa sekali. Tidak berayal lagi. Sahabatku itu tidak berhati dingin. akan b ergerak pula. ia sudah binasakan tiga antaranya. a ku kuatir dia menjadi korban.saja. orang benar datang untuk ia sendiri. di antara tiga pendirinya Pie Sioe Hwee ada satu yang dipanggil In Tiong Kie? Hatinya Boe Wie jadi bercekat. yang main lakukan pembunuhan gelap. aku terns tidak kembali pada Pie Sio e Hwee. In Tiong Kie terangkan. Be berapa ekor serigala mendekam beristirahat di bawah sebuah pohon. Sebab kata-kata mereka adalah kata-kata rahasia dari Pie Sioe Hwee. ia menduga pada usia atas enam puluh ta hun. jawab In Tiong Kie sambil tertawa. bagaimana orang ini punyakan tubuh kuat. di situ memang ada banyak semut hitam. Dari kumisnya yang putih. yang katanya ada ahli waris dari Th ay Kek Pay. artinya: Tanah daerah kembali kuat. Aku sudah duga. Orang tua itu juga mengawasi Boe Wie akanakhirnya ia bersenyum. Han tjok tiong kong . Bagaimana Tjianpwee ketahui itu? Orang tua itu tertawa. pasti kau bakal menanya begini . sedang itu waktu. Kejadian pun ada sangat kebetulan. Lauwtee! berkata ia Boe Wie pasang kupingnya. S esudah satu hari dan satu malam kita berunding. aku sebaliknya kenal kau! ia jawab.€ Aku pun tak percaya i tu apabila aku tak menyaksikannya sendiri. yang bajunya wama biru ada gerombong an.€Dan I n Tiong Kie -yang berarti Keanehan dalam Awan masuk dalam Golongan Kim .tas mana. Tanpa pembunuhan gelap habis kita ada mempu nyai daya apa lagi? In Tiong Kie tertawa berkakakan. buka n. Serigala-serig . bulan sepuluh. itu adalah di Gunung Siauw Hin An Nia. ma lam ini ia muncul di Djiat-hoo lagi. Ia pikir. Boe Wie hunjuk hormat p ula. matanya bercahay a. Sahabat ini telah ajak ak u menyingkir lebih jauhke Liauw-tong. hanya ia tidak ingat Pie Sioe Hwee mempu nyai anggota . dia ini mesti ada mcmpunyai kepandaian tinggi. Paling belakang ini. rupanya mereka terpisah dari kawan dan sedang lelah. Apakah kau dari Golongan Hok ? ia tanya. karena mana. karena hendak ditangkap. si orang tua lantas bercerita. Ketika dahulu aku pun mesti menyingkirkan diri seperti kau sekarang ini. Memangdalam kalangan Pie Sioe Hwee ada pemecahan golongan atau tingkatan untuk anggota-anggotanya. mer eka mengamuk hebat. melawan empat pahlawan istana. Boe Wie heran hingga ia pentang matanya dan memotong: Bagaimana semut bisa berk elahi melawan serigala? ia tanya. aku dengar Pie Sioe Hwee ada punya satu anggo ta angkatan muda. mencelat masuk ke dalam rumah. hingga orang sangka ia sudah meninggal dunia. aku lepaskan cita-citaku. angin Utara ada dingin sekali. Dan dahulu p emah bunuh satu pwee-lek. dengan kata-kata Kim auw hok kouw. tetapi semut datang semakin banyak. Dengan tajam Boe Wie awasi orang tua itu. sampai tubuh mereka sepe rti tidak kelihatan. maka itu. Sahabatku itu juga ada seorang luar biasa. Boe Wie awasi dengan tajam pada orang tua itu. pangeran bangsa Boan. dia hanya lagi tunggu ketika. aku lantas berangkat untuk cari dia . llKau tidak kenal aku. akhimya aku dapat dibikin insyaf dan. dalam satu malam. siapa berulang-ulang sudah terjang bahaya. setelah mana ia tanyakan maksud kedatangan tjianpwee ini orang yang terlebi h tinggi tingkatannya hingga ia ketahui. matanya terns mengawasi. Kau toh ketahui.

pada pergerakan Kaum Thay Peng kita. si anak muda ak an dengar nasihatnya itu. Ielan. dia akan sudah terbmasa remuk-hancur. Lauwtee. matanya mengawasi keluar. Lalu. Law Boe Wie berpikir Iain. manusia. sikapnya jadi tawar. yang pikirannya lain. Asa] kau ketemu loo-enghiong itu. Agaknya ia merasa pasti bahwa setelah dengar perkataannya itu. lalu datang lagi. hingga selanj utn ya cuma suara angin yang terdengar pula. kalau tidak. tetapi ini tidak menolong. Tidak demikian kalau kita bekerja dengan seora ng atau dua orang dengan rombongan yang sangat kecil. ulur lidahya. hanya ka rena itu. Kau sendiri umpamanya. tubuhnyajadi lemah. serta isterinya. baiklah. Sahabatku si orang luar bia sa itu hunjuk. rupanya t adi malam ia kemasukan angin jahat dan jadi jatuh sakit. Boe Wie kata: Terima kasih banyak. Setelah itu. Lauwtee. kau boleh cari aku di Oey-See-W ie di Sam-seng. Lauwtee. panasnya lenyap separuhnya. Inilah buktinya! Kalau rombong an semut ada demikian liehay. kau bilang saja bahwa kau hendak cari Pek-djiauw Sin Eng Tok-koh Loo-enghiong. beberapa pembesar. Lauwtee. Adalah si anak muda sendiri. Begitu liehay semut itu . Sesudah mengawasi dengan dingin. apabila ia cuma terdiri dari beberapa orang. Dia memang bermaksud baik dengan nasihatnya ini terhadap ini anak muda. begitu pun suaranya binatang-binatang alas di atas gunung. kena pa dia tidak kemukakan itu kepada perkumpulannya? Dan kenapa In Tiong Kie juster u bemaung di Djiat-hoo. ini anak muda rubuh karena serangan demam yang hebat. Setelah hidup terka tung-katung. itu sudah cukup! Nah. Benar pemerintah tak dapat digempur tetapi toh sudah tergoncang juga. sek arang In Tiong Kie sudah berserikat sama bangsa Boan itu? Apakah bukan ia sedang hendak diperdayakan? Dugaan Boe Wie terhadap In Tiong Kie adalah meleset. Loo-tjianpw ee. tuan r umahnya yang bemama The Sam. ke Kwan-gwa tak nanti aku pergi! In Tiong Kie tercengang. kemudian ia menyambung lagi. Umpama kata di lain waktu kau sudah sadar.ala itu bergulingan. Besok paginya. akan tetapi. tanah airnya bangsa Boan? Maka. kemudian ia pergi k e pekarangan depan. pada pergerakannya Lie Giam di akhir Kerajaan Beng. sukar untuk mereka robohkan satu kerajaan yang sudah dalam dan kuat dasarnya. demikianlah ada maks udku ia jawab. Jadinya Loo-tjianpwee inginkan aku juga meninggalkan Pie Sioe Hwee? akhimya ia k ata In Tiong Kie urut-urut kumisnya yang putih. Pembunuhan gelap? Cuma satu pembcsar yang bi nasa. kenapadiadiam saja. demikian seterusnya. akan awasi sang salju sampai sekian lama.tidak terhitung jumlahnya. Akan tetapi. dengan dipencet dua j ari. iapun menghela napas denga n tiba-tiba. kau pikirlah pula baik-baik. apa gawenya sekarang ini bekas jago tua? Kalau In Tiong Kie insyaf tujuan Pie Sioe Hwee keliru. kita pun bisa jadi korbannya kawanan semut itu. ada baik hati dan suka rawat ia de ngan sungguh-sungguh. Jikalau begini putusanmu. Syukur buat dia. tidak perdu li mereka gagah dan pandai bagaimana. ia pandang pemuda di depannya. maka selang dua hari. ia bercuriga terhadap siapa juga. di luar dugaannya. akan kemudian. Bukankah In Tiong Kie -walaupun dia ada salah satu pendin Pie Sioe Hwee sudah lama kelua r dari perkumpulan itu? Dan siapa tahu. apa tidak bisa jadi. Benar jago tua itu sedang undurkan diri tetapi dia memang ada berpemandangan lebih luas daripada orang-or ang Pie Sioe Hwee. Ya. Boe Wie. Boe Wie memandang dengan berdiam. Lewat sekian waktu. . Andaikata di sana kau tak dapat cari aku. Boe Wie berdiri bagaikan patung. apabila dia dapat kawan dan berombongan besar.€Aku tercengang dan kagum atas apa yang aku saksikan itu. aku hendak pergi saja! berkata iakem udian. mereka jadi sangat liehay. . tubuh mereka berdiam. sahaba ku itu bilang padaku: Semut ada satu binatang kecil sekali. pasti kau akan m enemui dia itu. aku hendak pe rgi sekarangi Pengutaraan selamat tinggal itu ditutup dengan satu loncatan tenang tetapi ges it sekali. apapula manusia? Orang tua ini berhenti sebentar. berapa pembesar kau pernah binasakan? Sahabat ku itu lalu menunjuk pada hikayat. Sampai di situ. terang otaknya sedang bekerja. kau bilang bahwa kau hendak ca n aku. pemuda ini jadi waspada. tinggallah mereka punya tulang-tulang yang putih .

sekonyong-konyong ada menyam bar angin dari jendela. asal sudah segar lagi sedikit. benar-benar dia ada di sini! Menyusul kata-kata itu. Tahu pastilah ia sekarang bahwa ia lagi berhadapan sama orang-orang polisi. ialah dua mac am gegaman yang biasa dipakai oleh orang-orang polisi. ia sukar pulas. Sahabat-sahabat baik. hanya sayang sekali. tidak demikian dengan kupingnya yang jeli. ia rebahkan din. hanya ia bersenyum ewah. yang ia kuatir nanti da pat susah karena urusannya sendiri.Selama dua hari itu Law Boe Wie senantiasa pikirkan kata-katanya In Tiong Kie si orang tua itu. senjataku ini menampik! . aku bersedia akan iringi kau orang. Matanya meram mele k. Boe Wie berdiri diam. Tiba-tiba ia dengar suara berkeresek. ia tidak lupai kcpandaiannya. berkata mereka. cara bagaimana aku bcrani membuat kau orang kcccle? Sahabat-sahabat. dengan gerakan Lee hie ta teng atau Ikan trambra meletik . Di saat murid Thay Kek Pay ini hendak berbangkit. Ia kaget tetapi ia tabah. tetapi ia kuatir tuan rumahnya nanti terembetrembet. benar-benar kau orang telah bercape-lelah . pada tubuhnya sendiri. jikalau kau ada mempunyai kepandaian. Sahabat. Nyata it u ada sebuah piauw. Maka ia jadi mendongkol: Ngaco! ia membentak. sahabat baik. suara itu pelahan akan tetapi segera ia dapat kenali. dari itu ia mulai pikir akan berangkat besok saja. tangannya dibarengi diayun ke arah jendela. hanya setelah itu. ia tidak boleh ber ayal. supaya kau ora ng peroleh kcnaikan pangkat dan kebahagiaan. Boe Wie maju dengan matanya mengawasi dengan tajam. kau turut aku pergi ke kantor pembesar ncgeri. Tapi bahaya sudah datang. dari mana pun berkelebatsatu cahaya putih bagaikan ranta i perak. ia angkat ta ngannya. hanya tindakan kaki satu ya-heng-d jin. demikian salah seorang berkata. Boe Wie rasai panasnya jadi lebih banyak kurang. yang mcncekal pedang. ia pun kuatirkan munculnya orang-orang polisi. Oh. di luar jendela lantas berpe ta dua bayangan orang serta terdengar suara tertawanya nyaring. ia ingin tidur agar dapat beristirahat. Dua orang itu berpotongan sedang. Habis makan obat. kau orang boleh bawa pergi! Sembari mengucap demikian. maka ia ulur tangannya . karena senantiasa ingat besok ia hendak merantau pula. itu bukan suaranya daun rontok. Apa mau. baharu jadi tujuh atau delapan bagian. ro man mukanya rada minp satu dengan lain. sesudah lelah. Begitu lekas senjata rahasia itu sudah tergenggam dalam tang an kanannya. malam itu ada membawa lelakon. Baik kau berlaku gagah sebagai orang Kang-ouw sejati. Kau orang bangsa elang dan anjingnya pembesar negeri mau bicara tentang kehormat an orang Kang-ouw? Hm! Di sini toaya ada. kau telah kepergok. Kau orang jadinya ada o rang-orang polisi Pakkhia yang kcnamaan! Maafkan aku yang sudah tidak kenali kau orang! Dari tempat ribuan lie kau orang telah susul aku. Di lain malamnya. Benar ia tidak takut yang ia nanti kena dibekuk. segera ia hunus pedangnya yang s elamanya belum pernah terpisah jauh dari tubuhnya. Sahabat. baharulah ia Iayap-layap. Boe Wie memandang dengan mata melotot. ia berloncat turun dari pembaringannya. sia pa tahu. kepandaian siapa belum sempurna betul. Di luar segera terdengar suara nyaring. menuju pada pembaringannya. Dua orang itu benar berani. boleh jadi mereka engko dan adik. ia sampai keluarkan keringat dingin. akan tanggapi benda putih itu ketika si benda lewati sedikit padanya. mereka tertawa pula. Dengan si-apkan senjatanya. dua bayangan tersebut lompat masuk ke dalam! Law Boe Wie segera menduga pada orang polisi. Maka ia telah ambil putusan. Persaudaraan Giam! is tegaskan. Sampai tengah malam. i a awasi dengan tajam pada dua bayangan itu. ialah orang biasa berjalan di waktu malam. Dia berusia pertenga han. Ia segera teringat pada tuan rumahnya. ia hendak an gkat kaki. supaya kau tidak membikin sukar pula pada kita duasaudar a . harap kau tidak mengatakan aku d ua Saudara Giam ada berlaku kasar kepadamu! Mendengar disebutnya Persaudaraan Giam. disusul sama uca pan: Ha. ini aku kembalikan bingkisanmu! katanya. bahna kaget. ia tidak bisa banyak pikir lagi maka ita. tanda bahwa timpukan itu tidak mengena i sasarannya dan jatuh ke tanah. kiranya kau o rang ada Giam-kee Heng-te. Mereka masing-masing bersenjatakan Thie-tjio dan scbatang golok Tan-too. Jikalau demikian.

Tjin San kaget. hingga darahnya lantas bercucuran. si penumpang. Sang adik ini adalah seorang kidal . suara berisik me nyebabkan mereka tersadar. lagi dikepung musuh. Tjin San lolos dari ancaman kepungan. ia putar balik tangan kanannya. Ilm u silat ini berpokok tenang. Di waktu ia menangkis ke kanan. Sesudah kira-kira lima puluh gebrak. kalau tidak. dua saudara Giam itu geraki senjata mereka. tetapi setclah senjata mereka beradu. ia tidak sempat puta r tubuhnya lagi. Boe Wie niat susul musuh itu. Sedang Boe Wie pun tidak nyana. ia balik maju. ia teruskan menikam ulu hatinya. Lalu dengan Giok lie touw tjiam . apapula ia memang paling benci hamba-hamba wet. sebab dia ini mainkan itu dengan t angannya yang kiri. nyali mereka suami-isteri ada kecil. memang terkenai. Giam Tjin San tangkis tusukan itu. maka itu. hamba wet dari Pakkhia ini ada dcmi k ian tang guh. keduanya mundur beberapa tindak. dengan be gitu dadanya jadi terbuka. Giam Tjin San maju pula. Ini adalah Hoei ma kiam . kau manis sekali! kata Tjin San. atau Loh-bee pedang. akan menyingkir sambil bergulingan ke arah pintu. maka itu dengan ketenangan. ia memikir untuk gunai tipu. dengan gampang ia bisa kalahkan dua orang polisi itu. dengan tib a-tiba ia menjerit dan rubuh terguling. Dua saudara ini. tapi di sebelah itu. ia pun tidak sempat gunai pula senjatanya. tetapi kepandaiannya ilmu Thay Kek Pay mcnolong dia. dari itu .dia ini me nyambar 4engan goloknya. ia lantas merasakan pusing. Dia membacok bebokong dengan tipu Lian-hoan Tjin-pou-samtoo atau Tiga bacokan saling susul . Ia tidak jerih se kalipun ia sedang sakit. sekalipun demikian. ia jatuhka n diri. Habis mundur. Sahabatku. Sahabat baik. demikian Tjin Hay si kidal. Mere ka tidak punya kepandaian berarti. kakinya limbung . kitajuga! Bai klah. t idak kurang 1 iehaynya tan-too dari Tjin Hay. Bukan main sibuknya Law Boe Wie. Boe Wie sedang sakit. bagaima na kalau Giam Tjin San kerubuti ia? Selagi Tjin San mendatangi dekat. Thie-tjio dari Tjin San ada liehay. dengan begitu. ujung pedang telah men genai lengannya. ia bisa laya ni musuh. akan tetapi. The Sam dan isterinya sudah tidur ketika pertcmpuran dimulai. ia sengaja berlaku ayal. seumpama cengcorang hendak menawan t onggeret. ia masih kurang sebat. sekarang ia mesti layani satu sama satu pada si orang she Giam yang kedua.€ Kau mempunyai senjata. maka untuk singkirkan bahaya. akan bantu adiknya mengepung musuh. kembali ia gunai Hoei-ma-kiam denga n apa ia tangkis golok lawan. akan buang diri ke kanan dengan mundur sedikit. Boe Wie merasai ia semakin lemah. Boe Wie tidak menangkis. gesit luar biasa. karena ini. kapan mereka mengintip dan lihat kawan mereka. atau Bidadari melempar jarum . akan tetapi Boe Wie mcndahului dengan Peh tjoa touw sim atau Ular putih mcnghcmbuskan bisa untuk tikam dadanya orang yang mcnjadi kanda. Aku tidak sangka. kepalanya pusing. dasar lemah. Dan mclayani seorang kidal memang rada sulit . Untuk satu Giam Tjin Hay. dengan hati lega. penyaki tan seperti dia. ia jadi dapa t tenaga. Tapi iatetap lelah. ia lompat bangun. Coba ia tidak sedang sakit. da ri luar ke dalam. punya tenaga begitu besar. Dengan Heng kee kirn Hang atau Me lintang di atas penglari emas .Tapi. lain tahun pada hari ini harian sembahyang kau satu tahun! Habis berkata begitu. Syukur tadi ia telah keluarkan keringat. tubuh kosong membuat asabatnya lemah juga.musuh. Giam Tjin San lihat lowongan itu. dia ini segera loncat keluarkalangan. ia mclainkan tarik tubuhnya ke belakang sedikit. hingga tubuhnya jad i sempoyongan. Tjin Hay j uga menjerit. Murid Thay Kek Pay itu dengar sambaran angin di belakang. dengan kesakitan. akan dengan Koay bong hoa n sin atau Ular naga jumpalitan . maka mereka kaget sekali dan berkuatir. terpaksa ia egos ka ki kanannya. ia kurang keuletan. kesabaran. Tjin San berpikir. Giam Tjin Hay maju akan bantui engkonya. Ia I upai lukanyadi lengan.Dua saudara Giam itu juga tertawa tawar. untuk tolongi saudaranya. keduanya sudah lantas bcrtcmp ur. hampir berbareng dengan mana.€Karena ini. pedangnya. tetapi Boe Wie tidak takuti mereka. dengan Thie-tjionya menyerang dada musuh itu. ia bisa celaka di tangan dua hamb a negeri itu. ia tidak bersangsi. burung gereja ada di belakangnya . Tjin San dan Tjin Hay. ia sudah kewalahan.

hingga dia rubuh dengan mandi darah. selagi€€musuh-musuhnya m embelakangi mereka. tidak ayal lagi. Sahabat baik. malah ia jadi sangat gusar. Biar aku pergi ke Shoatang akan lihat apa aku bisa bikin di sana begitu ia ambil putusan. Sekarang tak lagi ia merasa heran. adalah golongan pembesar negeri atau tuan tanah. sekarang m ereka itu berkorban sekali. dengan pisau belati mereka menimpuk. . Siapa tahu. Di matanya dua saudara Giam. ia terjang suami-isteri pembokong itu. rubuh pula sak ing lelah dan sakit. Maka setelah siap. Boe Wie telah lewati tempo beberapa bulan untuk per gi sana dan pergi smi. kau juga tidak terus bakal lolos . di saat Boe Wie tcrancam. Melihat mayat-mayat itu. mereka tidak dicurigai. dia kena dibabat pedang beberapa kali. Ia sudah bebas. Boe Wie tidak sebut-sebut In Tiong Kie. tubuh mereka rebah di samping tubuhnya Tjin San. baharu ia sampai di Oey-see-wie. Ia menyesal. tapi ia telah celakai tuan rumah suami-isteri. mukanya kasih lih at senyuman iblis. Tapi ia pun sengit. iadapati me reka sudah mandi darah. jago tua yang bergelar Pek-djiauw Sin Eng. matanya tajam. berubahlah pandangannya terhadap bangsa Boan seumumnya. mereka jugadisangka ada pcnduduk biasa saja. untuk perihnya hati. Ia terutama lihat tegas sinar mata yang tajam dari orang ini. lekasan! Aku belum kasih tahu kau tentang kabar yang aku dapat kemarin . matanya separuh tertutup. pengalamannya pun luas. Di sini tak usahlah dituturkan perihal perantauannya beberapa bulan itu. IV Sesampainya di Liauw-tong. Mulanya bertemu sama Tok-koh It Hang. lcngan kanan. Boe Wie kuatir tuan rumahnya turut bercelaka karena ia. i a tidak dapat menolong suami-isteri itu. Boe Wie hampirkan The Sam akan raba tubuhnya. air mata Boe Wie meleleh keluar. Yan g busuk atau jahat.mereka tidak lantas maju. Aku sudah tidak berdaya lagi. si Garuda Malaik at Seratus Cakar. lebih baik ke Liauw-tong! . Pisaunya The Sam scndiri mengenai lengannya Tjin Hay. ia lompat bangun. ia ajak Boe Wie main-main untuk beberapa jurus saja. iapun tidak pakai cara kunjungannya orang Kang-ouw. kata Tjin San dengan lemah. Selama itu. Ia berkelejat kaki tangannya. dan golonga n ini pun dibenci mereka. Kanda itu tidak binasa kare nanya. Maka ia pun curiga dan sangka orang hendak can tahu hal-ihwalnya. karena sarangmu di Kang-lam sudah digulung! Percaya. ia pun susul Tjin San kelain dunia. kata tuan rumah dengan suara pelahan sekali. di mana ia berhasil-mene mui Tok-koh It Hang. Nyata bangsa itu berbeda sikap daripada pemerintahnya. sama seperti bangsa Han sendiri. sambil keluarkan jeritan mengerikan. kenapa In Tiong Kie menyingkir ke daerah perbatasan ini dan betah berdiam di sini. Sebab sudah biasanya bagi ia untuk waspada. Karena i ni. hingga dalam repotnya. malam-malam juga ia angkat kaki . i a belum tahu. Cepat Boe Wie lompat pada The Sam dan isteri. yang tens mcngucurkan darah. selama berada di Liauw-tong. sehabis lampiaskan sakit hatinya pada suami-isteri itu. Hanya. Habis kata begitu. untuk membaniui. itulah sebabnya kenapa ia rubuh sendirinya . M emang sarang kita di Shoatang sudah kena diubrak-abrik! Pergilah kau. I a lihat musuhnya dan mengenalinya. kau menang . jago tua itu ada orang macam apa. Rohnya Nyony a The Sam sendiri sudah pergi terlebih dahulu . maka dengan kuati hati. Rupanya dia ini. mereka ini cerdik. karena lelahnya. ia percaya orang buka nnya orang sembarangan. sebaliknya ia berpura-pura s ebagai satu pengungsi. Tjin San tarik napasnya yang penghabisan. raj in dan ramah-tamah. Percuma saja tuan dan nyonya rumah mencoba b ikin perl a wan an. Tok-koh It Hang bukan melainkan pandai silat. siapa tahu. Tjin San kena tertikam bebokongnya. Me reka hidup bertani. mereka tunggu waktu. Tapi kau jangan berpuas hati. hingga seperti kala p. ia terjang Tjin Hay siapa sedang kesakitan. Pergil ah kau. keduanya muncul dengan berbareng. mereka rubuh saiing gan ti di bawah hajaran sepasang Thie-tjio dari si orang polisi dari Pakkhia. sebab kepala pusing. sampai goloknya tak dapat digunai sebagai bermula. ia benar tak dapat berdiam lebih lama pula di Kwan-lwee! Maka ia jadi ingat In Tio ng Kie serta kata-katanya orang tua itu. la jadi korbannya nyonya The Sam. satu kali saja ia lihat tampangnya si pelarian ini. Dengan begini menjadi lebih nyata.

itu adalah latihan kau sendiri yang masih kurang. Benar. maka ia terus perkcnalkan dirinya.Tadinya Boe Wie menampik. Tee-tjoe mohon Lootjianpwee t cnma aku sebagai murid. pantas kalau ia yakinkan ilmu sil at terlebih jauh. mcndadakan si or ang tua berseru: Kau sebenamya keluaran Thay Kek Pay mana? Lekas bilang supaya ti dak terbit salah mengerti! Sampai di situ. maka akhirnya. sampai Boe Wie tanya. Tok-koh It Hang bukannya tak sudi dapat murid sebagai Law Boe Wie. Oi dalam kalangan persilatan. Boe Wie cuma bersangsi-sebentaran. Jangan kata tubuhnya. lalu ia berbangkit. Tok-koh It Hang heran. bahwa kau ada satu angkatan mudayang gaga h dari Pie Sioe Hwee. Tidak. Sekarang kau tel ah sampai di sana. ia sendiri merasai tangannya sesemutan. Boe Wie hendak berlutut. ia jawab. mestinya kau telah bertemu dengannya. bukannya ilmu silat Thay Kek yang kurang sempurna. Apakah kau ada dari pihak Pek Sioe H wee?. Boe Wie masih mendesak. kata ia Sekaran g tee-tjoe insyaf. maka itu. Walaupun orang menolak. Boe Wie insyaf benar-benar bahwa ia bukan tan dingannya jago tua itu. Aku tidak bisa. dari itu. si orang tua tertawa berkakakan. Karena tcrkabar kau lagi diarah oleh pemerintah Bo an. Lauwtee. ia merendah. itu tak dapat dilakukan lagi. Ditanya begini. Ia kata ia bukan hendak mening galkan Lioe Kiam Gim sebagai guru. In Tiong Kie pernah beritaliukan aku. mendengar mana. Pek-djiauw Sin Eng ada punya perhubungan apa dengan In Tiong Kie. Adalah setelah keduany a bergebrak. Malah tee-tjoe ingin tetap tinggal di sini. itulah sukar sekali. tapi Tok-koh It Hang segera mencegahnya dengan cepat cekal lengannya. tetapi iasebenarnyaingin ketahui kepand aiannya jago tua itu. Lioe Kia m Gim taat pada itu aturan. memang ada aturan umum. jadi tidak ada halangannya untuk ia berguru pada lain a hli silat. Aku tidak punya kepandaian untuk diturunkan kepada kau. ia tidak pandang dia sebagai murid yang biasa. Keduanya sekarang bicara secara asyik sekali. Hanya karena Boe Wie benar-ben ar lichay. yang ia tidak berani langgar. tetapi ia tak ingin kembali ke Kwan-lwee. Kau tidak ingin kembali kepada Pie Sioe Hwee. Boe Wie berpikir ia berpikir dengan keras. ia jawab. entah dengan cara bag aimana ia diserangnya. lawan tua ini ada jauh lebih liehay daripada ia. dari itu. Boe Wie mengerti. Di saat muridnya Lioe Kiam Gim hendak loncat keluar kalangan. akan terus menj ura pada tuan rumahnya. baik untuk sementara kau jangan pulang dulu.akhimya ia tegaskan. Dalam halnya kau ini. Bagaimana Lootjianpwee bisa mendu ga begitu jitu? Jago tua itu tertawa. tetapi dia adalah orang yang aku kagumi. Ia jug a hunjuk. Di sebelah itu. untuk dikasih bangun. tak dapat aku terima murid kepalanya. bajunya saja ia tidak mampu langga r. Setelah berselang sedikit waktu. baharulah di dua jums yang terakhi r aku bisa atasi padamu. Taruh kata tee-tjoe berniat pulang. Aku belum kenal pribadi dengan Lio e Loo kauwsoe. ia ingin tetap tinggal di Kwan-gwa ini. In Tiong Kie sudah pergi ke Kwan-gwa untuk ca n kau. Sudah beberapa puluh jurus aku lawan kau. sedang buat cari guru yang pandai. sebagai muridku. pada beberapa bulan yang lalu. kemudian ia . tak berani aku terima kau sebagai muridku. terpaksa siang-siang ia keluarkan kepandaiannya ilmu Thay Kek Pay untuk bisa mel ayani terlebih jauh. ia lantas manggut. Kau sebut dia itu. adalah itu aturan umum. Jadinya kau ada mund kepala dan Lioe Kiam Gim? Pantas kau begird liehay! bcrkata ia. Lauwtee. bi la dengan pcrsctujuan nya sang guru. untuk aku menambah pengetahuan . tapi sekarang ia dengar keterangannya pemuda ini -yang ia percaya-hatinya jadi girang. Boe Wie tunduk benar-bcnar. itulah tepat. ia mengawasi dengan tajam. teetjoe tidak pikir pula untuk lakukan pembuhuhan-pembunuhan gclap. sang murid boleh bclajar lebih jauh pada Iain-lain guru. dahulu gurunya pernah pesan untuk ia menambah pelajaran dari Iain-lain cabang kaum persilatan. berkata ia. ia berikan kemerdekaan dan izinnya pada mu rid kepalanya ini. ia terima tantangan. ia pandang sebagai sep aruh kawan saja. Dengan sendirinya. ia keluarkan keringat dingin. Teetjoe ada dari Golongan Hok.

Russia juga punyakan semacam perkumpulan mirip Pie Sioe Hwe e. Ia pun tadinya beranggapan se bagai Boe Wie. dalam tempo empat-lima tahun saja. hingga ia sendiri jadi sebagai separuh murid . Pastilah akan ada satu hari. Ia dap ati julukannya justeru karena kegesitannya itu bagaikan garuda Tok-koh ada she atau nama keluarga asal orang asing (Ouw) tetapi itu dari bara t-selatan telah masuk ke Tionggoan sejak AhalaTong. hatinya jadi terbuka. Tok-koh It Hang berkata lebih jauh. perkumpulan rahasia i tu ada terlebih besar dari perkumpulan kita. tidak pernah ia ab aikan ilmu silatnya. yang ter ima dirinya sebagai separuh guru. rajanya dipanggi l czar. Ci ta-citanya Tok-koh It Hang adalah mengumpul kawan. tapi dia bisa binasakan rajanya Itu telah terjadi belum seberapa lam a ini. cara bagaimana bangsa Ouw itu bisa digulingkan dan diusir? Tanpa tindakan itu. Iain raja muncul sebagai gantinya. hingga dengan sendirinya dia itu jauhkan diri dari Rimba Persilatan. seperti garuda melayang menyambar. tet api mercka tidak sukai Teng Kiam Beng. serta tujuh puluh dua jalan ilmu pedang Hoei Eng Tjiong-soan Kiam atau Burung ga ruda terbang berputaran . Malah dari In Tiong kie. Kalau Thay-kek-koen ada dengan lemas melawan yang keras . apabila kau jadi tawar karenanya. ia t elah bisa wariskan Tok-koh It Hang punya enam puluh empat j uros kim-na-tjhioe-hoa t. tidak fcekerja sama-sama peme rintah. Beberapa tahun Law Boe Wie tinggal bersama Tok-koh It Hang. dari itu. ta pi toh ia telah terima pelajaran sepenuhnya. Aku ada lagi satu contohnya. karena singk irkan diri. bukan seperti caranya Pie Sioe Hwee. Raja itu ada kejam. ia jadi tinggal menetap di Liauw-tong. tidak heran. M enurut pelarian ini. flfnenunggu waktu. Tanpa menumpahkan darah. tidak perlu ditilik keras. ia ada orang she Tok-koh. satu raja telah binasa. Boe Wie memang sudah punya dasar baik. yang bertujuan menggulingkan rajanya. Pembunuhan-pembunuhan gelap bukannya daya untuk mewujudkan usaha besar. rupanya ini disebabkan. umpama Lie Tjoe Sen dan Ang S ioe Tjoan dari Thay Peng Thian Koife Itu waktu. ia ciptakan sendiri ilmu pukulan kim-na-tjhioe-hoat yang terdiri dan de lapan kali delapan -enam puluh empat jums. kim-na-hoat gabungkan luar dan dalam jadi satu. perkumpu lan itu tetap tak dapat capai maksudnya. Ha nya. buat justeru bikin terguling pemerintah itu. hingga di zaman itu sudah di akui sebagai nama keluarga orang Han. itu pun keliru. penduduk Liauw-tong adalah bangsanya sendiri dan da ri itu. Maka kemudian orang Rusia namakan pembu nuh gelap yang berani itu sebagai pendekar lacur yang tak berharga satu sen! Mendengar ini. Thay-kek-koen dan Kim-tjhie-piauw sud ah jadi angkuh terhadap kaum Kang-ouw dan telah bergaul rapat dengan pihak pembe sar negeri. Ia utamakan kegesitan tubuh. Sebab urnumnyaroRyat Boan ada sama seperti di Tiongg oan. Boe Wie ketarik dengan perundingannya ini guru baru. dengan sepasang telapakan tanganku yang hanya berd . kalau ia peroleh kemajuan. apapula sekembalinya dari Kwan-I wee Tionggoan In Tiong Kie telah bawa cerita bahwa ahli waris Thay Kek Pay itu yang kesohor Thay-kek-kiamnya. karena bangsa asing mcmbantu padanya. b agaimana bisa ditumpas itu segolongan orang-orang berpengaruh yangjahat dan keja m? Darah mesti dikucurkan secara berharga. Boe Wie tinggal menumpang sama Tok-Koh It Hans.kata. sehabis kegagalan Kaum Thay Peng . ia terus suka berunding s%na gurunya itu. Ilmu silatnya berdasarkan Golongan Eng Djiauw Boen Cakar Garuda. kim-na-hoat adalah s ambil menyerang. yang dating kepadanya setelah s etengah tahun ia sampai di Liauw-tong. ia dapat pelajaran kepandaian mengenai sen jata rahasia dengan mendengar suara anginnya saja. ia duga sukar untuk ia tinggal sekian lama di tempat baru ini. i alah Siberia. Tapi kim-na-hoat ini scbaliknya da ri pad a Thay-kekkoen. an ggajjjlflfiya jadi berubah. membela diri . Dua-dua Tok-koh It Hang dan In Tiong Kie kagumi dan hormati Lioe Kiam Gim. terutama mengenai pemerintah Boan serta s epak-terjang kebangsaan dari rakyat Tiongkok asli. Kita hanya binasakan satu-dua pembe sar negeri. soeteenya orang itu. ada di antara rakyat itu yang nyelundup ke Liauw-tong. Tok-koh It Hang ada asal Kwan-Iwee. Tapi. Tok-koh It Hang bergelar Pek-Djiauw Sin Eng. Di samping itu. bisa dimengerti kepandaiannya yan g tinggi. Pun ada banyak orang Kang-ouw yang tidak puas terhadap orang she Teng jtu. Berbatasan denga n daerah Liauw-tong ini ada sebuah negeri yang dinamakan Rusia. di sebe lah itu. Umpama ma-tua dari Tong Thay-tjong Lie Sie pin.€Kau harus mengerti. Demikian selanjutnya. kedudukan pemerintah Boan makin kuat. Boe Wie menyengir. banyak rakyatnya yang dibuang ke batas Liauw-tong.

yang telah hidup menyendiri di Kho Kee Po. Lauwtee. Boe Wie bersedia akan kembal i ke Kwan-Iwee. berdua merek a duduk berjamu. s cbab dua-dua Kiam Gim dan It Hang adalah gurunya sendiri. Boe Wie ambil putusan akan pergi ke Djia t-hoo. ia juga tidak ketahui jelas keadaan orang. Sebenarnya Boe Wie belum tahu j elas asal-usulnya Ie Tjee Ban kecuali ia dengar. Ada orang ajak aku bckerja untuk dianya. guna cegah rahasia bocor. namanya Boe Wie ada tersohor dan dia sudah punya ban yak kenalan atau sahabat. Law Boe Wie dengar perkataannya jago tua ini. Hoe-totjoe atau wakil Ketua dari Hay Yang Pang bernama Ie Tjee Ban. maka kesudahannya. dan piauwnya juga dengan sia-sia. sebab pemimpinnya lagi berpergian. kau muda dan gagah. perubahan telah ba nyak terjadi. tuan rumah timbulkan satu soal. terutama karena orang mendugaduga. Shoatang. Tok-koh It Hang sudah asing dengan keadaan di Tionggoan. demikian kata tuan rumah itu. dan bagaimana nanti kesudahannya. ia dengar satu perkara penting sebab mana ia terpak sa tunda dulu tugasnya. akan tetapi ia diam saja. Law Boe Wie tidak pakai namanya Tok-koh It Hang. Sebabnya ialah: kesatu. tapi Ie Tjee Ban tak izinkan dia pergi sebelum mereka dahar dan minum arak dulu. Aku mesti damaikan me reka! Lantaran ini. tua Liauw-tong itu. ia berbahasa. orang bujuki aku bahwa hari depanku penuh pengharapan. justcru beg-itu. itulah hebat. sal ah satu mesti celaka. Mereka masing-masing tenggak beberapa cawan. siapa si orang . Perkara apakah yang penting itu? Itu adalah halnya itu perampasan barang upeti yang dilindungi Teng Kiam Beng. ke tika gurunya tugaskan dia merantau akan cari kawan-kawan sekerja.€Kalau dua harimau berkel ahi. hatinya bercekat. Jago tua ini pemah kata ia hendak coba-coba T eng Kiam Beng deagan tangan kosong saja. karena. dan wakil ketua itu sangat hargai Boe Wie yang kosen dan djiatsim. seperti lenyap dari muka bumi. maka itu pengaw asan pembesar negera terhadap perkumputan rahasia itu telah jadi kurangan. mendadakan ia tcrima satu kabar Iain. siapa menang. Karena ini. Kemudian menyusul kabar bahwa Lioe Kiam Gim. yang kena dibegal di tempat tiga puluh lie di H ee-poan-shiadi Djiat-hoo. dimana-mana orang horm ati kau. Kalau ini dugaan benar. Untuk berpisah dari satu sahabat itu.. Boe Wie terima kabar penting itu selagi ia berada di pusat Hay Yang Pang di Poutay. dengan tidak sangsi-sangsi. sudah berangkat ke Utara. seteiah bersangsi lama. apa p ula Boe Wie yang tadinya dikepung-kepung. apa Lioe Kiam Gim bakal adu kepandaia n sama orang tua itu. di sebelah itu. bcgitu lekas ia mcmasuki Kwan-lwee. Kejadian itu ada menggemparkan. cngko dan ad ik. akan can dua-dua gurunya itu.-. dan kedua. aku nanti coba-coba semua tiga macam kepandaiannya itu! kata Tok-koh I t Hang sambil tertawa apabila ia dengar keterangan sahabatnya. Kejadian itu telah jadi buah pembicaraan urnum. si tuabangka. karena Teng Kiam Beng. sebagai tetamu dari wakdl kepala kaum itu. siapa kala h? Oleh karena si begai tua disebut asal Li auw-tong. ahli waris Thay Kek Pay. ia tidak berani sebut terang-terang hendak pergi ke Djiat-hoo. mereka dahar dan m engobrol dengan asyik. Aku hila . pcrhubungan yang rapat ini bukan sebab pcrkcnalan saja hanya mereka pcrnah s aling bantu. scbagaimana Boe Wie meenghargai kejujuran orang. bahwa yang lakukan itu ada scorang tua dengan lidah Li auw-tong. dia ini ada keluarga golongan R imbaHijau. tetapi aku. Dan kedua guru itu sama-sama liehay! Orang lain boleh menonton. akan tetapi. si orang tua asal Liauw-tong bertan gan kosong tetapi Kiam Beng sudah gunai pedangnya. Lima tahun sudah lewat sejak Boe Wie ikuti Tok-koh It Hang. dia adalah tokoh terkenal dari Pie Sioe Hwee. soeheng dan Teng K iam Beng. Law Boe Wie mesti berangkat dengan tiba-tiba. sudah begitur. Lioe Kiam Gim telah minta bantuannya orang-orang tua yang kenamaan. Law Boe Wie segera juga san gka separuh gurunya Tok-koh It Hang. orang pandang tak berguna. Hanya. hingga ia mesti batalkan dahulu keberangkatannya ke Dji at-hoo dan mesti segera pergi ke Kho Kee Po! Selama bikin perjalanan ini. Te rang orang tak lihat aku karena aku jadi wakil dari suatu kawanan kecil . ia sudah b erumur lima puluh tahun lebih tapi dengan Boe Wie.aging ini. sampai satu kali. Sarangnya Pie Sioe Hwee telah digulung sejak lama. tetapi aku tidak! pikir Boe Wie. u ntuk mana. Ia memang tidak puas terhadap sepak-terjangnya soesioknya itu. Caranya adalah. kena dibikin malu. kepalannya.

sesudah ia tenggak b eberapa cawan pula. Sebenarnya aku jemu ber campur pula sama mereka. mereka buron ke Utara. ta pi mereka toh kecele. hari depanku pen uh pengharapan . Lauwtee. Kiam Gim pesan muridnya ini sekalian dengar-den gar perihal pcrsaudaraan Lo itu. Mereka sampai kira-ki ra jam tiga lewat. maka kebetuIan sekali. Boe Wie kata. Lauwtee tentu belum tahu duduknya hai. Ketua Muda Hay Yang Pang ini berikan keterangannya lebih jauh. Be lakangan aku dengar di Djie-tjoe. mereka bisa bekerja sama pembesar negeri. hilang jiwanya. dari itu. Tapi keterangan itu pun sudah cukup untuk Boe Wie. mereka mirip dengan orang Rimba Hijau. uIa mau pergi ke pusat kita di Lek-shia . mereka telah datang can aku. mereka hen dak gu nakan aku scbagai pcrkakas. untuk pergi bikin penyel jdjkan secara diam-diam ke kuil itu. itulah sebabnya. sekarang ia dengar kabar penting itu. na nti aku tuturkan. Lauwko? tanya Boe Wie dengan heran. sesudah mana orang datarg untuk b ersahabat sama dia. lagu-suaranya beda satu dari lain. sungguh aku tak sudi merijeiaskan ini . Ini tahun ada tahun luar biasa untuk aku! kata Ie Tjee Ban. bila mereka peroieh hasil. mereka ingin aku bckerja untuknya. Mereka menghilang. mereka kena dipermainkan. Di Seetjoan Barat. Sudah aku ketemui ketua lamaku. Meski demikian. Lo-kee Ngo Houw. akan can tahu tentang orang tua itu. Lauwtee. katanya. at au Lima Saudara Harimau She Lo. Siapa tahu. tetapi mereka boleh diandalkan. Sebaliknya. Toa-totjoe larang orang banyak omong. wa ktu hendak mulai pergi merantau. Hatinya Boe Wie bercekat.€Teranglah dengan itu orang pandang enteng padaku! Boe Wie tidak mengcrti. mereka dengar suara menggeros keras. dia cuma kata urusan penting. mereka tidak bisa tancap kaki . Dia ajak aku bekerja ke In-koan. yang rornannya mencurigai. mereka bagi hasil i tu kepada pangreh-praja setempat. Ya. Karena hilang satu saudaranya. ketika kau masih kecil. ada sangat kesohor. katanya sayang aku jadi waki l saja. Kenapa Lauwko mesti hi lan g muka? Kita toh merdeka.. Coba tidak bukan pada kau. karena itu mengenai hal dua puluh tahun yang lalu. Ia tidak ketahui jelas h ati Ie Tjee Ban. maka k emudian. K ebetulan dari Lek-shia ada datang dua saudara kita. malah Lo Sam Houw. sesampainya di kuil. In-koan ada distrik di mana ada tinggal gurunya: Lio e Kiam Gim. sa mpai tahu tahu. atau sekarang ia muncul se bagai pahlawan dari Istana Raja Boan. Kho Kee Po masuk dalam wilayah distrik itu. Mereka berkepandaian ti nggi tapi aku tidak tahu hal-ihwal mereka. dandanannyajuga berlai nan. Mereka biasa membegal dan memeras penduduk. Dia tidak mau menerangkarmya. Mereka tidak memasuki Kota Pou-tay untuk mondok. apa mau. Itulah ketuaku yang lama. la malah ketahui€€€lebih€€€banyak€€€te ermusuhan antara Keluarga Lo dan Keiuaiga Lioe Kiam Gim dan In Giok bersama Lauw Tian Peng adalah hajar Lima Harimau Keluarga Lo itu. Shoasay. Malam itu tidak ada cahaya rembulan. Lo-kee Ng o Houw berubah jadi Lo-kee Soe-houw -Empat Harimau She Lo.€€Mereka€€bcrtiga meman g tak dapat dibandingkan dengan kau. Mereka tidak bawa barang berharga tetapi sembunyikan senjata. juga ketuaku sendiri telah d apat maiu dari seorang tua yang tidak dikenal. kedua pihak tidak saling ganggu. uPantas kemarin ini Toa-totjoe pergi dan terus tidak kembali. Kebinasaan Sam Houw di tan gan In Giok menyebabkan orang katakan si nona ada nona gagah yaag ajaib! Pun. Ie Tjee Ban bilang. Sebaliknya an eh! Ketua itu telah menghilang dua puluh tahun lebih. kata ia. ia sendiri ajak dua kawan. yang ajak aku! kata Ie Tjee Ban kemudian. katanya s ebab aku ketahui baik Propinsi Shoatang ini. mereka kena dilabrak satu nona. tetapi orang telah bujuki aku. Aku percaya.ng muka! Urusan apakah itu. Dengan gelantungi tubuh di payon. ia minta keterangan. kita tidak mcngandal i pangreh-praja? Kau benar. aku masuk dalam Hay Yang Pang. sekarang mereka jadi pahlawan Raja Boan. hanya pergi ambil tempat di kuil rusak beber apa lie di luar kota.Dari atas genteng di mana mereka mendekam. ia pun tidak tahu hal ketua lama dari sahabat ini. tapi di sini. Toa-totjoe mengintip ke dala . Atas itu. yang ilmu silatnya boleh dia ndali. Untuk apa minta bantuan Lauwko diminta? ia tanya. Kejadian mi membuat rombongan mereka buyar. Toa-totjoe telah terima laporan ada beberapa orang asing. Kau pasti tidak tahu. Siapa tahu? jawab Ie Tjee Ban. Lauwtee. itu ada hal untuk bikin orang celaka . Itu waktu di daerah Seetjoan Barat. Dan aku ada salah satu kacun gnya.

rnerekajadi melengak. ia tidak menanyakan lebih jauh. tetapi dua sahabatnya Toa-totjoe bilang. malah mereka sendiri mcrasa scperti ada kebut dengan p elahan. kedua kawan itu mengawasi. ia hany a bilang. dari itu aku menanyakannya. sebab kalau di dcsak. Justeru itu. menganjurkan kedua kawan Toa-totjoe maju akan bantu Toa-totjoe mengepung padanya. Tiba-tiba ia rasakan sebelah kakiny a. Entah apa sebabnya itu ? Mendengar itu. mereka kelihatannya heran dan duka. mereka Jiflm apa dan kenapa mereka tarik kakinya. Untuk setengah jam. akan mengerubuti. ia harap kedua pihak suka saling bantu. dua kawannya lagi memandang ke sekelilingnya. Bertiga. Sementara itu. mereka itu tcntu hendak menuntut balas terhadap Keluarga Lioe. Belum ada sepuiuh jurus. sahabat-sahabatku! Bercerita sampai di situ. maka segera-ia putar tubuhnya. Toa-totjoe sudah dibikm sibuk dan mandi keringat oleh pedangnya orang itu yang sambar sana dan sambar sini. yang dicanteldi payon. hingg a mereka tak takut nanti ditertawai orang. akan nai k pula ke genteng. sampai€€€€sukar untuk m ereka meloloskan diri. tidak salah lagi. Kuil ada gelap. selamanya ia gunai dulu ilmu pedang curiannya itu. habis itu dia nyataka n. permainannya tidak terlalu lancar. bila ada ketikanya. dia itu keluarkan ilmu silat Siong Yang Pay. ia terkejut Benar! Eh. sambil bertempur. aku pernah dengar orang omong tentang orang tua itu. aku berlaku tak pantas pada kau orang. mereka masuk tidur. Ie Tjee Ban letakkan cangkir araknya. Tentu saja kedua kawan itu jadi gusar. Mereka turun ke tanah dan lantas bertempur. ia akan. tapi toh tidak pemah ujung pedang mengenai sasarannya. me reka berdiri menonton. orang tua itu menampik. sctclah bicara pul a scbcntaran. Antara berkesiurnya angin dengar suara anjing dari kejauhan. Aku cuma pernah dengar nama nya belum pemah aku ketemu padanya. orang tua itu saban-saban ngoceh. ia hirup pula araknya . kemudian ia ajak dua kawannya pulang. Selama itu.m. Toa-totjoe jadi gusar dan terpaksa menerimanya. Dia itu katanya teiah peroleh kesempumaannya ilmu pedang Tatmo-kiam dari Siong Yang Pay serta telah berhasil mcncuri pclajari beberapa jurus ilmu pedang Boe-kek-kiam dari Heng Ie Pay.€IaJantas tan ya dua kawan itu. Atas tantangan itu. Mereka tidak tarik kakinya Toa-totjoe. sama-sama orang Kang-ouw. tapi akhirnya. mereka menole h dengan segera. rombongannya si orang tua muncul semua. jengkel dan mendongkol. ada yang tank. asal aku suruh seorang saja bantui aku. sahut Boe Wie. kemudian ia melanjutkan. ia menghaturkan maaf. bahwa dia keb etulan lewat di Pou-tay. ke bagian anggota-anggota yang berbahaya. selagi mereka s angat malu. dari samping. silakan kita turun ke pekarangan kosong di bawah sana unt uk main-main! Kenapa eh -kenapa kau orang bersangsi? Apa kau orang takut? Apa ka u orang jerih melihat banyak kawanku? Tidak. Mereka bertiga. mereka pada tertawa. kau orang nyata tak dapat lihat p adaku! Buat apa kau orang keheranan tak keruan? Mereka terperanjat. Bukankah orang tua itu jangkung-kurus dan pedang nya ada Tjit-seng-kiam yang panjang? ia tanya. maka itu. Orang yang Lauwko sebutkan itu mirip de ngan orang tua tersebut. untuk kasih sclamat jalan pada Boe Wie. tiba-tiba si orang tua menghentikan pertandi ngan dan mengajak ikat persahabatan. Toa-torjoe terlolos dari bahaya. kalau iasedang bertempur. Orang tua itu ngaku da ri Heng Ie Pay. Tidak jauh daripadanya. Selama beberapa tahun merantau. Ditanya begi tu. Lo-kce Soe Houw hendak bckcrj a di In-koan. Boe Wie agaknya terperanjat Oh! ia berseru dengan tiba-tiba. Secara begi ni. Otaknya Ie Tjee Ban sudah terpcngaruh arak. Toa-totjoe bertiga di buat pcrmai nan. ia kata pula: Bukanlah gampang bahwa Tuan yang terhormat datang dari tempat yang jauh. ia benar perlihatkan bebcrapa jurus pukulan kaum itu. ia melek mata tcrus sampai terang tanah . Ie Tjee Ban berhenti sebentar. Dia mengaku dari Heng Ie Pay. mereka sendiri yang kena dibikin repot.datang mengunjungi. tidak ada satu yang bantui orang tua itu. sama sekali mereka tidak bcrniat kurang baik. bagaimana Lauwtee kenal dia? dia pun tanya. mereka dengar satu suara dalam dari seorang tua: Aku di sini. Ketika ditanya she dan namanya. ia tidak lihat suatu apa. Tapi m alam itu Boe Wie tidak bisa tidur pulas. ia sudah susun rapi keterangannya Ie Tjee Ban. mereka maju. Si orang tua gagah itu muncuk ber . Orang tua itu tanya kedudukannya Toa-totjoe di dalam Hay Yang Pang. Di sebelah itu. Mereka lihat seorang tua berdiri di dekat mereka! Orang tua ini lantas tertawa.

Aku percaya. Rupanya€€€€€€€ia terpengaruh pengalamannya dan sekarang Hiat soemoay itu sudah i gadis remaja! Soeheng. hingga ia jadi kaget sen dirinya. ahli waris atau Ketua dari Heng Ie Pay. Soemoay. Ia menghela napas. ia menghibur. kau keliru Tjin Kong kata. katan ya. ketika ia berkumpul sa ma guru dan soenio serta soemoay dan soeteenya. € Tahun dan bu Ian mengejar-ngejar manusia. Law Boe W ie sudah segera menuju ke In-koan di mana ia sampai di Muara Kho Kee Po. dengan begitu. Lantas Boe Wie ingat pengalamannyadi waktu masih kecil. tiba-tiba Lioe Toanio ingat akan dirinya. Ia pentang pula matanya. ia tak dapat tidur. Tiga atau empat jam kemudian. Bong Tiap sudah mengerti keadaan. sampai itu malam ia telah tolongi juga soenionya. d engan cekal tangannya si nona. di saat ia dapat tolong Bong Tiap dan Ham Eng dari gangguannya musuh-musuhnya Keluarga Lioe. Lioe Toanio masih tetap belum sadar. kata Boe Wie di akhir penutura nnya sambil mcnghcla napas. Maka ia cuma bisa pentang kedua matanya. aku hendak bicara sama ia. rupanya. karena mana. tak usah Soemoay kuatir. maka Boe Wie minta€€Bong Tiap unut pula padan ya. sesudah mcreka berada berdua s aja. akhimya turut rubuh juga. hingga ia rebah gulak-gulik saja. Teng Kiam Beng jadi bercidera dengan Tjiong Hay Peng. Soemoay katanya Ini ada urusan kecil. suaranya dalam. setelah beristirahat Soenio akan dapat kan kesegarannya pula. ia membatalkan dulu perj alanannya ke Djiat-hoo. Soenio ada wariskan kepandaian golok Ngo-houw Toan-bo en-too dari Ban Seng Boen. sampai belasan tahun ia merantau. Sayang. Ketika ia geraki tubuhnya. katanya. sekarang aku telah tambah usia! katanya pula. sedang untuk mencegah. mendongkol dan karena 1ukanya di dalam. kita ada di antara orang sendiri. Bagaimana. sama-sama berlatih silat. ia haturkan terima kasih mewakilkan ayah dan ibunya. Biar bagaimana aku toh datang sedikit teriambat. Sementara itu orang t elah sampai di rumahnya Hie Hong. pilar ia terlebih jauh. j angan kau pakai adat-peradatan . Demikiari sebabnya. Coba buka bajuku. hatinya mencelos. akan tetapi ia berscndirian saja. Tiap-djie! ialah kata-katanya yang pertama keluar dan mulutnya. Bong Tiap menurut. Distrik Pou-tay ini memang ada jalan terusan ke In-koan. dan sedan g gagahnya. Aku tidak sempat kisiki Soemoay untuk bersiap hingga Soenio mesti bercapek-lelah. Maka itu ia ja di tambah joiatir.€€ Kau belum tua. di scbelah siapa pun tambah Ham Eng. mestinya dia ada punya hubungan sam a Lo-kee Soe Houw. hingga iamenyesal tidak bisa segera sampai di Kho Kee Po. maka itu sambil memberi hormat. Ibu? Bong Tiap tanya. hu ada tanda darah man pada jajandarah Djie-k . nyata ia tidak bisa bangun. hanya kepandaiamu yang bertambah! Romanmu€€menghunjukkan kemudaanmu. dari itu. kecuaii Tiap-djie. akan awasi semua orang di sekitamya.barcngan. karena liciknya musuh. Boe Wie turut tertawa. Lioe Toanio coba geraki tubuhnya. Kau orang semua mundur dulu. Soehoe telah pergi ke Utara. Tiap-djie. Ia pun percaya. dia pun hendak ajak orang bekerja. sedang Tjin Kong cekok ia dengan obat yang dicampun arak. Bila tak ada kau. Beruntung kau datang. saking lelah. sampai ia keluarkan keringat dingin.€Matanya bercahaya. Boe Wie sibuk karena soemoay itu paykoei terhadapnya. Soenio mesti berada sendirian di ru mah. ia merasakan lemas. ia likat la tak dapat empo dan pondong si soemoay seperti dulu-dulu. tapi lantas saja ia terkejut ketika ia lihat sebuah titik h itam di bawah tete kin dari ibunya. begitupun caranya kau gunai pedan gmu barusan! Dan soetee ini tertawa. entah bagaimana jadinya dengan kita semua . di mana Lioe Toanio dipernahkan. rumahny a Lioe Kauwsoe telah habis dimakan api dan Lioe Toanio. Tapi ia toh baharu berumur tiga puluh tahun. Boe Wie tidak pikir bahwa Yo Tjin Kong masih berguru dan Bon g Tiap sudah tambah usianya. kata Lioe Toanio pada gadisnya. ia sege ra ingat pertempuran tadi. mana ia sanggup lay ani banyak musuh jahat? Sampai itu waktu. orang tua itu mesti ada si orang tua yang dul u di rumahnya Soh Sian Ie sudah pancing soesioknya Teng Kiam Beng. Soeheng. dengan ia berhasil menaw an Bong Eng Tjin si orang tua yang licin.

Bong Tiap berduka bukan main. Anak. Dia ada turunan B an Seng Boen. saban-saban ditambah beratnya. kemudian sang ibu surah an aknya. Golok ini bukannya mu stika. Lioe Toanio gapekan Hie Hong. cara bagaimana tubu hku tidak jadi lemah? Ah.hie-hiat . bagusl katanya. Umpama kata aku bisa diobati scmbuh. Loodjinkee€€katanya dengan janjinya. tetapi ia tak dapat geraki tubuhnya. ia bikinnya ket ika aku berumur satu tahun lantas setiap tahundilebur dan dilebur lagi. Dan B ong Tiap agak bergemetaran ketika ia serahkan golok itu pada ibunya. ia lekas undurkan diri. Mereka semua berdiam mengawasi soebo mereka. dipadu de ngan KiamGim. Anak toloH katanya. apabila dipakai melukai orang. ia cuma ulur tangan kanannya. dari itu. sekarang aku serahkan pada Hie Hong saja. jago betina itu tidak lagi menjadi jago betina. kata ia sambil bersenyum pada anak daranya . te tapi Tiap-djie sudah punyakan pedang tajam buatan ayahnya sendiri. berkata ia. ia terhibur juga. Golokku ini telah temani aku berberapa puluh tahun lamanya. Aku akan simpan baik-baik golok ini Bagus. Tidak nanti aku sia-siakan pengharapan kau. tetapi ketiga murid ini semua hunjuk rom an duka. setelah aku masu fcumur sepuhih tahun. buat apakah itu? tanya ia. lengannya adalah aku yang bikin loc ot! Adalah engkongnya Tiap-djie yang berikan golok itu kepadaku. mukanya lantas jadi pucat. sedang Kaum Thay-kek biasa wariskan pedang saj a. Ia minta gadisnya bantu ia. aku hendak lihat satu kali lagi. dia adalah kawanku yang terlebih tua jangan kau orang tidak pandan g mata pada golokku ini. aku tak lagi bisa bers ilat. hingga sang senjata terbitkan suara nyaring. aku tetap bercacat. karena mereka sudah dapat tahu. dia telah gempur rusak khiekan gku. Mustahil aku hendak berlaku nekat!€Aku tidak tega meninggalkan kau! Pergi ambil golokku hu. tetapi meski demikian. Coba kau sentil sekali lagi. Lioe Toanio berniat bangun. pergi kau ambil golokku Ngo-houw Toan-boen-too. akib atnya tidak sehebat ini. Ia insyaf artinya itu. sedang Boe Wi e sudah punyakan senjatanya juga. Anak. Kalau aku ditolong pada waktu baharu saja terluka. supaya keponakan itu datang dekat padanya. Ludeslah sekarang kepandaian silatku. Umpama Lo Djie Houw. kasih aku dengar! -Nah. Sinar matanya Lioe Toanio bersinar ketika iasuruh gadisnya bawa golok kepadany a. dengan menjura. maka golokku ini. kata Lioe Toann?. Lioe Toanio tertawa meringis. baharu aku diizinkan menggunakannya. dan Ngo-houw Toan-boen-too adalah goloknya Kaum Ban Seng Boen send iri. Kau kembaii bersam a mereka semua. dengan diunit saja. Boe Wie bertiga ikuti dia. kau simpanlah! Semua orang menjadi sangat terharu . Dan sekarang aku tak dapat pakai lebih jauh golok ini . man! Hie Hong girang berbarcog berduka. Golok itu tajam dan mcngkilap. karcna ia ada satu ahli silat. tadi malam dia sudah bantui kita Hie Hong. . Anak. Ibu. tetapi napasnya mengorong. Sebenamya aku niat wariskan golok ini pada Tiap-djie. Ia raba goloknya. maka itu. ada sejumlah orang gagah dari kalangan Kang-ouw yang te lah tunduk di bawahnya. ia samburi golok dari bibin ya itu. akan tetapi ia tak berhasil menyingkirkan tanda matang biru itu. Lioe Toanio lamas kasih jalan napasnya akan kumpul semangamya. karena jiwa ibunya masih tertolong. Aku telah bcrkelahi melewati batas. Bong Tiap menurut. darahnya tidak m enjadi karatan. Golok ini aku tidak dapat bawa ke lobang kubur. ia menyambungi kemudian. tapi tajamnya bukan main. sudah. sayang kepandaianku dari beberapa puluh tahun . Itu ada bagian anggota yang kena serangannya tumbak dari LoToa Houw. yang napasnya memburu. Totokan dari Lo Toa Houw ada iiehay sekali. ketika ia batik bersama Ngo-houw To an-boen-too. ia sent il itu. aku bisa balas budinya. dengan aku berikan pada Hie Hong. Itu adalah senjata yang untuk banyak tahun tidak pemah berpisah darinya. Bagus. Lioe Toanio berhen ti bicara untuk bernapas. Bong Tiap kaget.

S ekarang. pergi kau orang dengar pengakuannya! Pergilah kau orang. aku ada orang Siong Yang Pay!€Habis kau mau apa? ia berseru. seharusnya ia bersenjatakan pedang. Kiam Gim mundur bcrd uka karena sikap soeteenya. maka diam-dtam ia kedipi mata pa da tiga kawannya. Kau ada satu laki-laki maka coba kau bilang. tapi mulutnya tertawa meringis . sete lah mana. sekarang aku tidak! Dicaci secara demikian. Ha. ben arlah mi orang yang telah permamkan soesioknya. sampai umur dua puluh dua. dengan sendirinya. untuk mereka undurkan diri. maka itu. Apa itu Keluarga Soh dari Poo-teng?€Aku tidak tahu! sahut Bong Eng Tjin sambil ia mendelik. Nyonya itu rapati matanya. Lioe Toanio Lauw In Giok ceburkan diri dalam dunia Kang-ouw sejak umur enam be las tahun. Selama enam tahun. lima jam telah berlalu. ditanya bagaimanapun juga. Lioe Toanio menghela napas pula. ia tahu ia berada dalam tangan musuh tetapi ia ada berkepala batu. tetapi janganlah kaungaco-belo! Kau bilang dahulu soesiokmu kasih ampun padaku? Hm! Ja ngan membabi-buta!€Pergilah kau tanya dia. ia dekati orang tua itu. Setelah bcrdiam sekian lama. setelah diam s esaat ia berkata pula: Bicara halnya Kiam Gim pergi ke Utara ini. entah bagaimana dengan Kiam Gim . hingga untuk sesaat. katanya. Kalau ia undurkan diri karena pernikahannya. siapa yang ketika itu dikasih ampun! Lantas Eng Tjin tutup pula mulutnya. aku tidak akan bilang suatu apa. kau punya perhubungan apa dengan K eluarga Soh dari Poo-teng? ia tanya. Bong Eng Tjin mesti rebah bagaikan mayat saja. kau kalahkan aku. Kalau dia diantap terus enam jam. Ya. maka selanjutnya. maka itu. dia bakal sadar sendirinya. Sekarang kau orang insyaf bagaimana liehaynya geiombang dan badai dalam kalangan Sungai-Telaga. Lalu. kecuali Tiap-djie. ia telah ketemui banyak orang gagah. Tak bisa aku tak pikirkan dia . Sayang sekali aku tidak tahu dengan kepergia nnya ini.Dasar€€Soenio€€mcnyayangi keponakan sendiri pikir Yo Tjin Kong. Sejak tadi malam kena ditotok jalan darahnya Oen-hian-hiat . Boe Wie berempat undurkan diri dengan masing-masing sangat bersusah had. matamu picak! Cara bagaimana kau berani bilang aku ada manusia cabul dari kaum Kang-ouw ? Dengan kepandaianmu. satu dari dua musuh itu adalah si orang tua yang semalam bersenjatakan pedang panjang. Beginilah penghidupan. Tapi sekarang si nyonya mesti mundur betul-betul. dengan golokny a Ngo-houw Toan-boen-too. Bong Eng Tjin menjadi gusar. percuma orang bujuk d ia. ia harapkan gol ok itu. Benar€€€Lioe€€Toanio€€€ada€€€guru perempuannya tapi ia sendiri ada muridnya Lioe Kiam Gim Kek Pay. Sejak hari ini. Ia rada jelus. . dia bisa mendusindi segala saat. tapi kalau dia ditolongi. ia tinggal menyendiri di Kho Kee Po. bocah. tidak demikian dengan suaminya. Air matanya nyonya ini meleleh keluar. ia batuk-batuk dua kali. den gan sekonyong-konyong. la mcrasa tidak enak scndirinya Tadi malam. untuk lima jam. yang mesti te mani aku. kemudian ia tutup pjntu. kau orang ha rus lebih waspada dan berhati-hati. ia sadar dengan la yap-layap. ia juga tclah adu jiwanya tapi sekarang soenio ini tidak sebut-sebut dia. ia bungkam. ia ada masygul dan menyesal bukan main. ka rena lukanya yang hebat itu. at as pertanyaannya Boe Wie. Kau adalah murid murtad dari Siong Yang Pay! Kau ada an jingnya bangsa Boan! Kau adalah manusia cabul dari kaum Kang-ouw! Dahulu soesiok ku mengasih ampun kepada kau. yang tak dapat diberikan pada orang dari lain kaum. ia tidak mau omong terus terang. Akhir-akhirnya Boe Wie bersenyum ewah. murid kcdua dari Lioe K iam Gim. merek a pergi tengok orang tawanan mereka. Boe Wie bilang. ia lupa Toan-boen-too ada goloknya Kaum Ban Seng Bo en. baharu ia menikah sama Lioe Kiam Gim. Ak an tetapi dengan begitupun sudah cukup untuk Law Boe Wie mendapat kepastian. aku jadi ingat halnya soesiok kau dahutu telah jadi korban dua musuhnya yang m emakai topeng. maka setelah dia kena ditangkap. Apakah kau tetap menyangka aku tidak tahu hal-ihwalmu? kata muridnya jago tua da ri Thay Kek Pay kemudian. untuk selama-lamanya aku akan pis ahkan diri dari Rimba Persilatan.

kau tidak kenal Keluarga Soh dari Poo-teng? BoeWie tertawa. ia tahu. Aku lihat rupanya kau tetap tidak kenal walaupun jiwamu secara kecewa akan dipakai menebus dosany a! Apakah kau ketahui. terima kasih untuk keterangan kau ini! katanya akhirnya. sengaja kirimkan kcmari untuk kau ju-al jiwamu! Bersama itu sejumlah sisa kantong nasi ialah orang-orang tidak berguna kau diki rim kemari guna bokong Keluarga Lioe. pengorbanan itu ada harganya. Perlu aku lekas susul Soehoe. Mukanya Bong Eng Tjin jadi guram. Apakah benar kau tidak mengerti tipu daya teji itu? Inilah kelicmannya Ouw Toakomu! Apa betul-betul kau tidak mengert i? Kau toh ditugaskan juga meniliki lain orang? Boe Wie sudah karang satu cerita. g uru setengah itu ia kuatir mereka nanti bergebrak. Soesiokmu niat ajak gurumu. akan urus mayat musuh i tu. ia percaya betul obrolannya Boe Wie. yang tida k baik untuk mereka. yang kem bali dekati jago tua itu. Eh. ia berkuatir buat sepak-teigangnya Tok-koh It Hang. Keluarga itu tidak takut. Tampangnya Bong Eng Tjin mcnjadi sebentar merah dan scbcntar pucat. Di kalangan Kang-ouw. tetapi ceritanya ini beralasan. telah digunai juga oleh Keluarga Soh. kenapa Ouw Toakomu tidak datang? Apa benar kau tidak tahu . agar si soe heng tidak bersendirian. itu dugaan yang meleset sangat jauh! Keluarga itu sengaja tem pel soesiokmu supaya dengan begitu. ia-tdah dapatkan sepucuk surat rahasia Itu adalah suratnya Soh Tjie Tjiauw dan Ouw It Gok dengan mana Bong Eng Tjin diperintah bokong Keluarg a Lioe berbareng memasang mata kepada satu pahlawan Iain yang mendapat suatu tug as. Ia bersenyum ewah. kau dan soesiokmu. sesudah mana. Baikl ah. Saudara yang baik. Boe Wie berpengalaman luas. yang kuatirkan ayahnya. ayah dan anak. kata Bong Tiap. di an tar a pah 1 a wan-pah I a wan Boa n ada kccurigaan atau kcjclusan. aku juga hendak nasihati kepada kau orang untuk waspada! Dari berjongkok. untuk dia bisa kcndalikan semua pahlaw annya. di sebelah itu. apa kau bilang? ia tanya. Ia juga ingin bantu soeheng itu.Ha. Ak an tetapi. Terima kasih untuk keteranganmu! Terima kasih untuk nasihatmu! katanya. Boe Wi e tambahkan: Baik aku omong terus terang kepadamu! Kau mestrnya ketahui baik bahw a soesiokku serta Keluarga Soh. ap abila itu benar. Aku suka ikut. Boe Wie berlompat bangun setelah mendengar keterangan orang i tu. mukanya masih hunjuk senyuman iblis. dengan lantas gurumu tak akan lolos dari gcnggaman tangan m ereka! Kelihatannya. bahwa kaulah yang disuruh jual jiwamu? Mendengar demikian. akan tetapi lain dengan kau-kau bakal t erbinasadengan tidak keruan juntrungannya! Kau barangkali tidak menyayangi jiwam u. atas mana. Segera Boe Wie beritahukan saudara-saudaranya tentang bahaya yang mengancam gu ru mereka. Sahabat. hal itu tidak disetujui sama Keluarg a Soh. terang ia terperanjat dan hcran. Soeheng. soesiokmu jadi renggang perhubungannya sama kaum Kang-otfw. akan dengan tiba-tiba totok tubuh orang dengan jeriji tangannya. Apa yang aku bilang adalah apa yang aku bilang! jawa b Boe Wie dengan tertawa sindirnya. ia sudah dapat kepastian ibu ini telah . soesiokku telah dibe ntahukan agar ia sampaikan warta kemari untuk kita siap sedia! Ini dia yang dina makan meminjam goiok untuk mcmbunuh orang. berbareng dengan itu. siapa berkorban untuk s ahabatnya. asal gurumu hendak lakukan suatu apa. bahwa mereka itu saling intip satu dengan lain. dari tubuhnya Bong Eng Tjin. Boe Wie telah berikan orang totokan Djie-khie-hiat yang liehay. walaupun demikian. Itulah sebab tadi malam. kau dengar aku! Kau bilang Keluarga Soh dan soesiokmu ada seperti saudara an gkat! Oh. tidak demikian dengan aku aku sebaliknyaberkasihan Sambil berkata demikian. sambil terus tertawa menyindir. Perihal ibunya. maka ia lantas menyetuj uinya. Bong Eng Tjin melengak. orang she Soh itu ada mcmpunyai perhu bungan macam apa dcngan pembesar negeri! Orang she Soh itu dan pembesar negeri. ada bersahabat kekai seperti saud ara angkat. diam-diam Boe Wie lirik air muka orang. Bong Eng Tjin segera bergulingan mampet jalan napasnya. yang mcminta k orban jiwa. Kekuatiran lain adalah sang g uru nanti kena dijebak oleh Keluarga Soh yang licin dan licik. Dan kau mestinya ketahui baik. akan tetapi belakangan. ia menyatakan kemudian. Dan ini adalah suatu rahasia dari Eng Tjin. yang berkongkol saw dcngan lain. keluarga itu tukar sikap. ia panggil saudara-saudaranya.€I tu ada suatu tipu daya dari si Raja Boan. Mcnampak demikian.

kekuatirannya bisa diperkurang. kau jangan kuatir. dengan tidak tampak suatu halangan.Terang dia likat men emui saudara seperguruannya ini. tidak tampak sifat jumawanya. katanya. Scgala apa telah berubah. katanya. tetapi coba dulu dengar per kataanku. aku bisa atur! Ia lant as berpaling pada Hie Hong dan kata: Saudara Lauw. Soetee? kemudian Kiam Gim tanya pula. Dcmikian diputuskan. Lioe Kiam Gim menghela napas. segera ia berkata: Baik ju ga kalau Ham Eng turut! Tentang Socnio. mirip d engan seorang habis sakit. tidaklah gampang-gampang untuk orang cclakai ak u. Memang pernab Hie Hong menyatakan demikian. Buat apa kau turut? kata dia Baiklah kau diam di rumah untuk temani Ibu! Bukankah Ibu sangat sayangi kau? Kenapa kau tidak hendak kawani Ibu? Ham Eng berdiam tetapi terang ia tidak senang diam di rumah. Ada sahabat-sahabatnya guru silat ini. karena diantara kita terbit . Soetee. kecuali sewenang-wenangnya bangsa Ouw kata Lioe Kiam Gi m sambi 1 menghela napas. Ham Eng juga nyatakan suka turut. V Ketika hari itu Lioe Kiam Gim bersama keponakan muridnya. mereka telah sampai di Poo-teng. Soetee. yang sudah tidak berada Iagi di kota itu. yang sada ri tadi diam saja. Pcngutaraannya Tjin Kong membuat Bong Tiap bertiga jadi girang. Ia ada sangat terharu. Boe Wie pandang dua anak muda itu dengan bergantian. aku menyesal dahulu kita berpisahan. karena mereka sudah sama-sama berusia lima puluh tahun lebih. karena ia lihat rumah bibinya suda h musnah dan ia kuatir pihak Lo nanti datang untuk menuntut balas. Sesudah lewat dua puluh tahun lebih. hanya sayang. bendera Thay Kek Kie. aku serahkan Soenio kepada kau ! Bukankah kau pernah bilang bahwa kau hendak pergi ke Shoasay pada pamanmu? Kau boleh sekalian ajak Soenio ke sana. . adajalan-jalan yang jadi lebih sunyi. Hie Hong dan Tjin Kong mengiringi Lioe Toanio b eristirahat di Shoasay.€Selang belasan hari. sedang Law Boe Wie bersama Bong Tiap dan Ham Eng bcrangk ai ke Utara. orang melainkan tida k puas dan karenanya orang hendak coba-coba padamu! la tidak mau menyesali terleb ih jauh. berangkat k e Utara. Teng Kiam Beng ada bcroman sangat kucel. deng an perjalanan ini ia jadi bakal dapat pengalaman. Dengan andali golok Ngo-houw Toan-boen-too yang Bibi hadiahkan padaku dan denga n periindungan saudara-saudara sekaumdi sepanjang jalan. seraya urut-urut kumisnya. ia€€nyatakan. ia jadi tak usah kuatirkan apa-apa lagi. tidak nanti sampai terjadi seperti ini. walaupun orang telah rusaki nama Thay Kek Pay. Saudara€€Law . Aku suka kawani Saudara Lauw pergi antara Soebo! bcrkata Yo Tjin Kong. atau seperti ayam jago pecundang. bukankah kau jadi seperti cari pusing s endiri? Benar kau melindungi upeti akan tetapi aku percaya. Dua-dua pihak tidak pcrnah menyangka bahwa hampir-hampir ia orang b erpisahan untuk tidak bertemu pula . adik kandungdari Lioe Toanio. diganggu. ia sampai tidak lantas dapat mcngucapkan kata-kata hanya air matan ya menetes jatuh. aku percaya aku bisa mc ngantar dengan tidak kurang suatu apa sampai di Shoasay. apa kau ada baik? dcmikian pcrkatannya yang ringkas sekali ketika kemudi an ia bisa juga buka mulutnya. Soeheng. Kau kcnapa. akan tetapi deng an kepandaian yang aku punyakan. Dengan bersahabat dengan Keluarga Soh. hati mcreka me njadi iega.€Berbareng dengan itu. Kim Hoa. bahwa iahendakd igoda saja. Dan ketika ia berhadapan sa ma Kiam Beng. kelihatan Kota Poo-teng jadi berubah: adajalan-jalan yang lebih ramai.menjadi cacat. Hie Hong setujui pikirannya Boe Wie. bukan aku hendak membangkit-bangkit. Melihat si nona hendak ikut pergi. yang sekarangjadi ahfi waris Ban Seng Boen. mereka tokukan perjalanan cepat sekali. dengan pergi pada Lauw In Eng. orang telah cabut! Kiam Beng masih bclum insyaf bahwa orang tidak niat lukai dia. Bong€€€Tiap€€€deliki ara seperguruan itu. Tapi scbenamya la kuarir Hie Hong tidak sanggup melindungi so enionya itu dan ia ingin sekalian perlihatkan kcpandaian Kaum Thay Kek Pay. Baik. karena In Eng ada kenamaan. sepasang matanya Kiam Beng bcrsinar dengan tiba-tiba.€Maka ia tam bahkan: Soetee. Apakah kau tidak terluka? Ditanya demikian.

hanya siapa tahu. pihak lawan hanya menggunai tangan kosong. bagaimana gerak-ge rakannya. aku telah terima budinya pihak Soh. ia melaink an meninggalkan sepucuk surat dalam mana ia nyatakan. tetapi walaupun demikian. . bagaimana dengan Tee-hoe? Berapakah anak-anakmu? ia tanya. ia lihat muka saudaranya jadi pucat. Kiam Gim percaya. Hoo pa kada Hek Eng Ho. Soeheng . kepandaian mereka berimbang sama kepandaian kita. Menjadi manusia. air mukanya kerabali berubah. tetapi karena urusan ini ia anggap penting. nyata ia terharu scndirin ya. Di waktu kecilnya. pihak Soh tidak pernah berbuat tak selayaknya terhadap aku. ia sekarang telah pergi mencari jaiannya sendiri. siapa yang tidak ingin terbang merdeka bagaikan burung garuda? Bukankah kita bcrdua. ia bilang saja bahwa ia sudah dib egal di tempat tiga puluh lie di luar Kota Hee-poan-shia di Djiat-hoo. ia menyahut. Se lama dua puluh tahun. pasti sekarang lukaku itu tidak da pat dikcmbalikan. i a toh tidak nanti sampai kena dikaiahkan. la tahu baik perangainya soet ee ini. di Hoolam ada Tang Kie Eng dan d.perbedaan faham. anak itu sudah bisa memanggil peh-hoe kepadamu. agaknya ia sangat berduka Anakku melainkan satu. ia pergi jauh. bahwa ia ingin€€pergi€€mencari pengetahuan dan pengalaman. ketika kita orang berpisah. yang angkuh. kepandaian siapa tidak tercela tetapi tidak diketahui dari golongan mana. ia mengerti. tambah berubah perangainya. entah dia ada di mana . Kiam Gim heran. Kepandaian itu mirip dengan Sha-tjap-lak-tjhioe Kim-na-hoat dari Golongan Eng Djiauw Boen Bicara tentang Ka um Eng Djiauw Boen. Apabilasang soetee telah jelaskan. aku tahu benar . Sebenarnya. umpamanya ia tidak bisa peroieh kemenangan. Soetee. Kita orang terpisah terlalu jauh. orang mesti bisa bedakan kebaikan dari kejaha tan.Di Liauw-tong. Soeheng. Kiam Beng tidak mau menuturkan dengan jelas. tapi sekarang ada orang yang melebihkan Soetee. aku pun sudah tunangkan dia. Hiauw ada dengar kata. mana bisa aku tidak balas bantu padanya? Sel ama dua puluh tahun. Aku kena l Tang Kie Eng dan Hek Eng Ho. akan tetapi ia kata: Soeheng benar. akan tetapi di sebelah it u. apabila ia berhadapan sama lawannya Kiam Beng. Coba dulu sewaktu terluka senjata rahasia beracun tidak ada dia yang tolong obati aku. Kiam Gim terima keterangan itu sambil bersenyum. adalah tenaga Siauw-thian-seng atau Bintang Kecil ya ng dipergunakan untuk singkirkan segala seranganrnu. Kiam Gim tidak mau mendesak lebih jauh. ia hanya minta adik seperguruanttu tuturkan duduknya kejadian. akan tetapi tambah tinggi usianya. Eh. Kiam Beng jengah. dalam usia muda. ingin merantau dan ciptakan nama dalam dunia Su ngai-Telaga?€Hanya kita orang dapat keluar sesudah dapat perkenan dari guru kita! Tidak demikian dengan Hiauw. bahwa beg alnya ada seorang rua yang bicara dengan lidah Liauw-tong. akhimya soeheng mi berkata: Itu adalah ilmu silat bahagian dalam dan luar yang te lah tergabung menjadi satu. sekarang telah terjadi ini gangguan kepadaku! Menampak orang tidak mau akui semua kekeliruannya. yang suka bicara banyak dalam hal kepuasan tetapi tak mau b anyak omong dalam hal kegagalan.ia t oh masih menanyakan melit tentang kepandaiannya si orang tua. ia menyahut. air mukanya Kiam Beng pulih dengan cepat. d ahulupun ada sangat bersemangat. tidak pernah aku dengar ada or-ang yang paham kim-na-hoat. maka ia iekas ubah pcmbicaraannya. saudara itu malu. Pada suatu hari ia meninggalkan rumah-tangga. Tapi. ia tidak sudi berdiam ngan ggur di Poo-teng. Ia kata ia tak sanggup menungkuli hari-hari yang tawar. Suaranya Kiam Beng makin lama jadi makin perl ah an. Soetee. Setelah satu anak menjadi dewasa. karena orang telah tolong aku. kita yang menjadi ayah-bunda tidak ketahui lagi cita-citanya. mendengar pcngutaraannya itu. tidak usah kita jadi gentar. aku cuma dapati ia seorang. Isteriku telah meninggal dunia sejak beberapa tahun yang lata. Tiba-tiba. Sekarang aku datang untuk mencari jalan perdamaian. aku pemah berunding dengan mereka. Dia ada satu lawan yang tangguh. hingga aku tidak dapat kesempatan untuk mengabarkan kau. tanpa pamitan lagi. tanpa mengucap sepatah kata. guna lenyapkan ketegangan. ia angkat kakinya! Dia pergi dalam usia dua puluh satu tahun. dia mesti ada orang luar biasa dari Eng Djiauw Boen. tetapi sekarang. kepergianny a itu membikin aku berduka . Ditanya begitu.

hingga ia jadi kcsepian. lekas-lekas ia menambahkan. siapa yang benar. mereka adalah orang-orang jahat yang dianjur-anjurkan oleh Tjiong Hay Peng! Bukankah So eheng ketahui. seumur hidupnya. Soeheng. So .€€ia kata. ia jadi makin tidak puas. yang turut aku. Soetee. karena ia sudah masuk umur dua puluh enam tahun. ia hendak merantau dengan andali diri sendiri. Kiam Beng tidak puas melihat sikapnya soeheng mi. tanyanya. apa Soetee tida k dapat cari tahu tentang mereka? Ditanya begitu. Biarpun aku bod oh. maka bi cara sampai di situ. ti dak I ah perlu digunainya pengaruh pembesar negeri! Kau keiiru. d engan tiba-tiba mereka lenyap di tempat yang dipanggil Sha-tjap-Iak Kee-tjoe. Aku justeru kuatirkan pembesar negeri campur tahu urusan ini karena yang tersangkut adalah barang-barang upeti. ia tidak suka berteman sama pegawa i negeri! Sepasang alisnya Kiam Gim bergerak apabila ia telah dengar keterangan itu. sebagaimana dua gu ru silat dan dua muridku. mengapa kau pun lihat begini macam padaku? tanyanya. yang sudah tunang kan ia dengan gadisnya satu hartawan sedang ia sebenarnya menaruh hati pada cucu percmpuan dari Kiang Ek Hian dari kalangan Bwee Hoa Koen. Soeheng. Si orang tua beriidah Liauw-tong itu cuma berkawan kira-kira sepuluh oran g.€Di dalam halnya kit a kaum Rimba Persilatan. Aku cuma tanya padamu. apa yang mcncurigai dalam hal ini? Jadinya kau telah sangka Tjiong Hay Peng. Soeheng? sang soetee jawab. Kiam Gim kata dengan cepat. kau pcrnah atau tidak pergi padanya. Sctelah itu. Habis. mengetahui kesukaran hati sang soetee. ia melainkan menghiburi. Ia tidak membutuhkan pesan atau surat perantaraan dari ayahnya lagi. semua kena mereka bikin tidak berdaya. ia tidak puas dengan putusan ayahnya. aku tidak takut pada mereka! Aku telah kuntit mereka itu! Hanya. yang terintang. aku punya pedang dan piauw untuk memaksa minta pulang ba rang-barang upeti itu! Atau sedikitnya aku undang sahabat-sahabat dari Rimba Per silatan guna memutuskan siapa yang bersalah. m ereka pasti tidak terlalu leluasa dengan kepergiannya. Sama sekali aku tidak pandang ren dah padamu. ia tanya. karena tak dapat bersabar lebih jauh. Jangan bicarakan pula tentang pegawai-pegawai negeri yang turut mengiringi . Selagi ia masih kecil. Teng Hiauw ada berpendapat lain daripada ayahnya. karena mereka ada bawa banyak barang. dia sendiri tidak m uncul. ia jadi tidak senang terhadap sikap aya hnya itu. maka itu. Soetee. Aku menyangka padaTjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay! iamenjawab. bukankah kita punya tata kehormatan sendiri?€Maka itu.Kiam Gim bisa mengarti kesukarannya soetee ini sebagai satu ayah. akan tetapi mereka semua bukannya orang-orang sembarangan. dia ada lebih tua sepuluh t ahun daripada Lioe Bong Tiap. Mengenai cita-citanya ini. untuk menanyakan? Kenapa tidak. K iam Beng menikah lebih dahulu daripada soehengnya. Kiam Gim kemudian bicaraka n soal kedatangannya ini ke Utara. Air mukanya Kiam Beng berubah pula untuk kesekian kalinya.€€Tapi€€€ia€€tetap€€kenal beberapa anak muda. Maka akhirnya. dari siapa ia telah dengar t persahabatan ayahnya dengan Soh Sian Ie. Hay Peng tidak senang terhadap aku? Itu hari. karen a ayahnya terpisah dari kaum persilatan lainnya. Aku duga. ia tidak mau omong terlebih banyak tentang anaknya. Ah. apa yang ane h. Kiam Beng kerutkan sepasang alisnya. ia jadi kckurangan kawan. Rupanya Kiam Beng anggap ia sudah angkat terlalu tinggi pada musuhnya. Putera dari Teng Kiam Beng ada bernama Teng Hiauw. Aku telah kunjungi padanya. ada atau tidak kau pcrnah ben tahukan pembesar negeri tcntang sangkaan k au itu? ia tanya. Di lain pihak. tetapi ia t idak sudi menemui aku. Kau lihat. maka itu. sama sekali ada berapa orang kawannya begal itu? Sesudah berhasil dengan perampasannya. Ka u barangkali tidak ketahui. rumahnya Tjiong Hay Peng justeru bcrada di Sha-tjap-lak Kee-tjoe itu! €Kiam Gim perdcngarkan suara Oh! tetapi ia terus tutup mulu t. soeheng itu jawab. Soeheng. sesudah mengikuti sampai jauhnya seratus lie lebih dari Kota Hee-poan-shia. ia berlalu tanpa perkenan lagi. suaranya keras: Walaupun demikia n. Demikianlah. aku bukannya satu siauwdjin! Umpama kata benar pembegalan itu telah dilakuka n oleh Tjiong Hay Peng. Kau benar.

akan tetapi mereka tidak berbuat demikian. Tapi ia bicara dengan manis serta jelaskan. pembesar negeri tidak perlu campu r tahu. rombongannya Kiam Gim lakukan perjalanan dengan tetap bersemangat. cabang dari Gunang Yan San. ditinggai untuk jaga rumah. si murid kepala. Kiam Beng jengah. kita sudah tidak berlaku tidak hormat. siapa melulu andali boegee. karena itu sangkaan kita benar atau tidak dia harus dikunjungi. Sesudah melalui perjalanan sepuluh hari iebih. pada mulanya aku tidak berniat berlaku demikian . siapa merant au. soetee itu masih punyakan kehormatannya. kepergiannya banyak orang adalah tidak perlu. Mereka hanya jalan teru s. karena kesesatan di satu waktu. Orang keluar dari Selat Hie Hong Kauw. Lantas soeheng ini berpikir. Pada itu malam. sebelumnya itu. yang menanyakan. dengan andali mukaku. sedang di sampingnya ada aliran Sungai Loan Hoo. demikian katanya. Coba udara ada terang.sampai di luar kota. Kau sebaliknya kunjungi dia sesudahnya kejadian. Hawa udara di Dji at-hoo beda dengan iklim di Kanglam. hujan dari salju sedang tu runnya. Di waktu demikian di Ka nglam. sedang Kim Hoa . Keluar ga Soh itu sudah lantas saja ketahui niat keberangkatannya orang itu. yang dulu tunrt Kiam Beng da n mendapat luka juga. terutama karena keja dian ada di tempat yang termasuk kalangan pengaruhnya. dalam urusan di kalanganny a Kang-ouw. Kiam Gim dengan lantas wakilkan soeteenya tampik itu tawaran bantuan dan undan gan juga. dia paling dulu mesti utamakan tata kehormatan. memain dengan sampokan angin. angin dingin sedang membadai. Sekarang begini saja. ada datang orangnya Keluarga Soh. perlu atau tidak pihak Soh kirim orang untuk pergi bersama. di maghrib itu. Di kedua tepi ada rimba dengan pepohonan dan rumput. burung-burung gembira beterbangan. Sekara ng temyata. hawa udara agak hangat. tetapi dua guru silat. . Soetee. Ketika itu ada di bulan ketigadari musim Tjoen. Meski juga hawa udara ada demikian buruk. Sebelumnya menerima baik. untuk Lioe Kiam Gim perhatikan letaknya tempat itu. wakil itu pun undang Lioe Kiam Gim untuk satu perjamuan. Di sini. katanya. Kiam Gim cari tahu dulu tentang mereka itu. Tempat itu merupakan satu selat mirip dengan piring. kau antar upeti. mereka bakal sampai di Sha-tjap-lak Kee-tjoe. daun dan pasimya pada rontok dan jatuh ke tanah. besok soeheng dan soetee itu bakal pergi ke Djiat-hoo. bisa mengerti yan g dia merasa kurang puas. melewati Lo-sie-boen. kau telah curigai Tjiong Hay Peng. rombongannya Kiam Gim ini berangkat. atau cabangnya. Itu adalah suatu tanah pegunungan. kau mesti kirim salah satu muridm u pergi membawa karcis nama padanya. di tempat pembegaJan. dia cuma dipengaruhi oleh k eangkuhannya. katanya kemudian. yang kemudian ternyata ada Lie Kee Tjoen mnri dnya Tjiang Han Tek dari Kaum Ngo Heng Koen dan Hoo Been Yauw muridnya Tjian Dji e Sianseng dari Kaum Ouw Tiap Tjiang. itulah keliru. Kiam Gim urut-urut kumisnya. ia angkat tangannya kejidatnya. Bantuan pihak Soh ditolak. Besok mari kita pergi ke Djiat-hoo. dari situ menuju ke Hee-po an-shia. dua-dua ada dari pihak golongan kenamaan. Entah bagaimana caranya. mendesak mohon diajak. yang banyak pen gkolannya. pohon dan bunga sedang segarnya. kau bakal lewat di kalangan pengaruhny a Tjiong Hay Peng. atau kadang-kadang angin keras diseling dengan terbang berhamburannya ba tu halus atau pasir. d itempat kediamannya Tjiong Hay Peng. seharusnya. dengan perlahan-lahan. rombongannya Kiam Beng sampai d i Hee-poan-shia pada waktu Icwat tengah hari. akan tetapi di Kwan-gwa ini. tetapi ia toh menyahut: Meskipun demikian. salju telah pa da lumer. dengan iari kan kuda mereka.€Siapa tahu. diajak bersama. di sana kita justeru akan perol eh keterangan. Begitulah dipastikan. Juga murid kedua dan murid ketiga dari Kiam Beng. Ia mengucap terima kas ih atas undangan itu. Di sebelah itu. Soetee tentu lebih mengerti daripada aku. Dan mereka juga tidak singgah di dalam kota.etee. Hatinya Lioe Loo-kauwsoe menjadi lega sekali. scdang tadinya ia kuatir. ia menambahkan dengan cepat: Soetee. yang daun-daunnya . jala n di sepanjang Sungai Loan Hoo. soetee itu nanti seret tangannya pangreh praja. Demikian di hari kedua. Dengan jalan ini. Di sini baha rulah mereka berhenti. dalam urusan kita kaum Rimba Persilatan. aku percaya dia tidak akan tidak terima padaku.

Guru-kita. mengaw asi jauh ke depan. Soetee. suara mana disusul d engan berketoprakannya kaki kuda. dari situ muncul beberapa orang. sabut dia. ialah or ang-orang yang lebih muda tingkatannya. hanya dengan cara yang menghormat sekali. Orang-orang yang tempur kau bukannya orang-orang Kang-ouw da ri tingkat sembarangan.Di atas kudanya. guna hunus senjata mereka ma sing-masing. dan kawan-kawannya. Kiam Gim sebaliknya berlaku tabah. Aku adalah Lioe Kiam Gim yang rendah. kecurigaan kau beralasan! Kiam Beng pun tahan kudanya dengan tiba-tiba. katanya. sikapnya tetap tenang. Lie Kee Tjoen bersama Teng Kiam Beng dan murid-muridnya menjadi terperanjat. Orang itu. lalu ia bertindak maju. dia berpikir. di Sclatan dengan Liong-hin. Kiam Gim memandang ke empat penjuru. Kau lihat apakah. siapa ad anya mereka dan guru mereka. air mukanya menjadi merah dan padam bergantian. Kiam Beng semua mengawasi dengan tajam. jangan geraki senjata! katanya. Lihatlah tempat ini.€Mari. ia mengawasi sambii hunjuk roman heran. ia menyahut. tiba-tiba mer eka dengar suara kelenengan yang datangnya dan dalam rimba. sedang kau orang sendiri datang dari Selatan. Lioe Kiam Gim Sianseng? Suaranya ada terang. apakah tidak boleh jadi.€Jadinya. Dengan mi ia hunj uk bahwa ia mengerti adat-istiadat. rombongan itu lantas loncat turun dari kuda mereka. untuk di larikan. di Barat de ngan Sin-tek. ia Tanya mereka tentang kewarasannya Tjiong Hay Peng. Cuma bersangsi sedetik saja. dan Utara dengan Peng-tjoan. sedang yang jalan di muka ada s eorang yang tubuhnya kekar. Di Timur. Kembali Lioe Loo-kauwsoe membalas hormat. ia turun dari kudanya. Kalau begitu. seraya terus menegur: Apakah di sini ada Lioe Loo-kauwsoe. Biar bagaimana. Lioe Kiam Gim berlaku tcnang. gombolan rumput di muk a rimba kelihatan tersingkap. Kemudian baharulah ia sambuti . sedang Kiam Beng. ia berkata: Soetee. aku masih belum mau percaya Tjiong Hay Peng bisa berbuat demiki an. Soeh eng. mendengar kabar bahwa Lioe Loo-kauwsoe sudah datang. ia lepaskan lesnya. Tjiong Hay P eng. orang tadi dengan cara sangat menghormat sudah maju akan serahkan sebuah peti kecil yang memuat karcis nama. m ereka lantas bcrsiap. Kiam Gim lantas gerak-geraki tangannya. Sesudah lewat sckian lama.€Bukankah k awanan begal benar datang dari sana? Kiam Beng nampaknya gusar. jalan satu-satunya untuk mereka adalah jalan Utara. mereka juga tidak mestinya muncul dari Liong-hin. Saudara-sau dara ada urusan apa denganku? Mendengar jawaban itu. demikian pemimpin rombongan itu. sambil menjura. tiba-tiba Kiam Gim tahan kudanya dan sambil menoleh pada adiknya seperguruan. karcna teringatlah ia pada saat pembegal an. Jangan sembarangan. Aku numpang tanya. kawanan bega l tak nanti da tang dari arah dua kota itu dan juga tidak akan menyingkir ke ara h sana. Selagi ia hendak tanya. Lioe Kiam Gim tidak segera sambuti peti ita. sopan-santun. Hanya. ia mencegah. Dan Sha-t jap-lak Kee-tjoe justeru bcrada di antara Peng-tjoan dan Hee-poan-shia. perbuatan itu ada perbuatannya Tjiong Hay P eng? Jadinya sangkaanku tidak meleset? Kiam Gim berdiam. seraya menyatak an bahwa ia tidak berani terima kehormatan itu. ia menjawab kemudian. tempat ini menyambung dengan Kota Koan-shia. Ia ini maju untuk angkat rapat kedua tangannya. lalu Lioe Kiam Gim membalas hormat. dia mcsti ketahui baik tentang kawanan begal itu. untuk papaki orang-orang itu. yang goyangi tangan. maka itu. malam ini juga kit a orang mesti sampai di Sha-tjap-lak Kee-tjoe! € Di saat rombongan ini hendak cambuk kuda mereka. men yatakan bahwa mereka hunjuk hormat mereka Mereka sebut dirinya boan-pwee . Kawanan itu Jberlldah Liauw Tong semua. Kalau benar mereka datang dari arah Sha-tjap-lak Kee-tjo e. tidak ada alasan yang dia tidak mendapat tahu. Sin-tek dan Koan-shia adalah kota-kota yang ramai dari Djiat-hoo. lantas memberi hormat pula. dari itu. telah utus kita hendak menyambut sambil haturkan hormatnya. Kiam Gim mundur satu tindak. dengan tergesa-gesa. buat memberi hormat. untuk loncat turun dari kuda. Hampir berbareng dengan perkataan Lioe Loo-kauwsoe ini. mereka siap sedia. suatu tanda i a malu dan mendongkol dengan berbareng. Soeheng? ia tanya. paling sedikitnya. yaitu Peng-tjoan. akan rnenunjuk-nunjuk.

silakan Tuan-tuan jalan terus. Kiam Beng tidak inginkan kehormatan luar biasa itu. Kalau Kiam Gim yang sambuti sendiri. untuk hadapi rombongan utusan. mengucap sepatah kata. ia larikan kudanya untuk pisahkan dir i.€Ia mel ainkan tidak puas. yang berbarengpun ia kedipi mata: Kenapa kau tidak lekas wakilkan Soepeh untuk sambut peti itu? Atas itu.peti itu. Ini pun ada salah satu sebab kenap . Di waktu maghrib. Orang berjalan pula. sebentar aku akan hunjuk hormat belakangan kepada Tjiong Loo-kauws oe! Lalu. sebentar di dalam. sedang pada sekalian tetamunya tetap dengan car a hormat ia haturkan terima kasih. setiap saat dia bisa lari sembunyi ke dalam rimba. Kiam Gim beramai mengikuti. berselang setengah jam. Selagi berjalan. murid Thay Kek Pay. Begitulah dengan cara hormat. Kalau yang sambut ada orang lebih muda. ia tarik tangan bajuny a Teng Kiam Beng. karena ia mesti hunjuk air muka berseri-seri. itulah yang dibilang.Ketua dari Heng Ie Pay. sudah seharusnya kalau yang sa mbut peti kecil itu adalah muridnya Kiam Gim atau orang yang lebih muda tingkata nnya. kau tidak perdulikan aku. ia kata: Ketika aku datang. belum sempat Kiam Gim menoleh. atas mana orang she Hoo ! itu larikan kudanya keluar kalangan. dengan Lioe K iam Gim ada asal satu derajat. sampailah mereka di. m aka ia suruh muridnya yang menyambuti. hingga Lioe Kiam Gim dan orang-o rangnya Tjiong Hay Peng pada tahan kuda mereka dan menoleh.peradatan. untuk dibikin jadi lapangan piranti berlatih silat. Lioe Kiam Gim juga awasi murid soeteenya. Tjiong Hay Pen g kirim karcis nama. sang mu-id. guru silatnya dari Kaum Ouw Tiap Tjiang.€€€itulah sebabnya kenapa ia tidak puas dengan perbuatan soeteenya. Kiam Gim ada seorang yang halus budi bahasanya. Tidak menunggu sampai di depan rumah se kali. terutama di muka umum itu. dengan tiba-tiba Teng Kiam Beng serukan muridnya yang kedua. turut mencegah. Sekarang juga kita akan datang mengunjungi! ia tambahkan. ia tidak mau menegurnya.€Demikian ia mendeluh di dalam hati nya. muka rumahny a Tjiong Hay Peng. murid terhadap murid . orang ada sangat hargai adat-istiadat. Karena ini ada cara menghormat yang panta s. Kiam Beng tidak. sedang Kiam Beng tidak senang. dengan tiba-tiba Teng Kiam Beng ucapkan beberapa patah perkat aan pada Hoo Boen Yauw. biarpun utusannya Tjiong Hay Peng merasa tidak puas. Rombongan itu lantas sajajalan di depan. Umpama orang jahat yan g tinggal di situ. . ia toh tidak bisa bilang suatu apa. dengan ini mewakilkan Soepeh kita menyambuti kehormatan! Utusan itu pandang Loei Hong. kemudian selagi menantikan. kita harus bersikap merendah. ia jad i hunjuk bahwa ia tidak menghargakan soeteenya. sambil hunjuk separuh-kehormatan. ialah Loe i Hong. tet api meskipun demikian. ia hendak hunjuk keluhuran€€mertab atnya. aku tidak dapat mengurus terle bih jauh! . jangan sekali menuruti nafsu amarah. tetapi ia serahkan peti kecil itu. Sementara itu Kiam Gim heran. Rumah itu terletak di muka rimba. utusannya itu pasti ada orangnya dari tingkatan€€lebih€€rendah. akan tetapi karena€€soeteenya tidak€€salah. mereka sudah I lantas lihat Sha-tjap-lak Kee-tjoe. soetee ini masih saja kukuhi adat. ia nampaknya kurang puas. karena dalam hatinya. tapi sekarang Soeheng datang. untuk dengan roman sungguh-sungguh memesan: Soetee. di depannya ada bukit yang digali dan dipapas. karena kalau ia cegah. aku mohon dengan sangat agar kita terlebih dahulu hunjuk kehormatan kita . terang ia ada merasa sangat tidak puas berbareng malu. kau menyambut dan membaiki secara begini rupa. sama tingkatannya. dengan tidak tunggu jawaban lagi. sungguh. Belakang rumah hampir nempel sama rimba. itu adalah tanda penghormatan luar bi asa. guru terhadap guru. Kiam Gim sudah ajak rombongannya turun dari kuda mereka€€€€dan€€€€minta€€€€supaya ked u diwartakan terlebih dahulu. di saat tangannya€diangsurkan€€€untuk menyambuti. si utusan toh ada wakilnya Tjiong Hay Peng. Boen Yauw itu hunjuk hormatnya seraya kata: Aku mesti urus suatu apa di kota dusun. ia ulur kedua tangannya seraya berkata: Aku Loei Hong. Dalam kalangan Kang-ouw. sudah mencelat ke depaanya. di saat dan tempat seperti itu. Tapi. ia sambuti peti dari Loei Hong. kenapa Tjiong Hay Peng bisa demikian cepat dapat ketahui kedatangannya. Iapun tidak bisa cegah Loei Hong. apabila sam pai terbit pula gara-gara tidak diingin.

hingga aku kena bikin kaget tetam uku . ia berseru: Ah. tapi air toh mengenai mukanya yang jadi basah! Berbareng dengan kejadian itu. hingga malah pun sisa delapan ca wannya yang lain. untuk sambuti arak. aku kesalahan membuatnya pecah. dengan berlompat. akan tetapi. ia bilang. dan dia sendiri y ang mcnyuguhkannya secara biasa. Kiam Beng sudah menduga orang tidak bermaksud baik. Tuan rumah dan tetamunya segera juga bcrdiri berhadapan dan saling member! hor mat. bukannya si murid yan g melakukannya. Tadi ia gunai cangkir yang in dah. Kiam Beng bersangsi. sembari lemp ar ke samping itu nenampan kumala. kalau sampai rusak. tetapi sekarang ia pakai tempat arak yang besar dan kasar. atas mana ada sepuiuh cawan yang berukirkan sansoei yan g berwama merah.a dia suruh Loei Hong wakilkan Kiam Gim sambuti karcis nama. apapula kepandaian luhur dari Lioe Kiam Gim. Tjiong Hay Peng juga insyaf. benar ia masih se mpat berkelit dari pecahan cawan. ia senantiasa waspada. ia mesti kagumi lawan punya kepandaian yang liehay. la pun telah lihat lirikan soehengnya. Sebagai alasan. Kiam Beng terperanjat bukan main. Teng Kiam Beng bangkit untuk menyambuti. akan tetapi diam-di am. ia lantas saja menyuguhi pada Teng Kiam Beng. yang tidak salah lagi mcsti murid-murid He ng Ie Pay. harap maaf. airnya tidak tumpah! Untuk ini. Hany a lacur ada Loei Hong. Di lain pihak. Tjiong Hay Peng lantas a dakan pertemuan untuk sekalian tetamunya itu. Ket ika tuan rumah dekati ia. belum ia berdiri betul. Selagi Tjiong Hay Peng dengan cawan di tangan datang mendekati. Tapi. ia masih ingin mencoba satu kali lagi. maafkanaku! Selagi nenampan terlempar. hingga ia terluput dari serangan gelap itu. Dan. ia lantas berbangkit. ia wakilkan Tjiong Hay Peng akan haturkan semua teh itu kepada sekalian hadirin . Tjiong Hay Peng hunjuk rupa kaget. ia masih sempat gunai tangan kanannya. ia hendak menyingkir dari Lioe Loo-kauwsoe. maka terjadilah suatu hai yang hebat. Teng Kiam Beng tidak hunjuk kemurkaan. si murid kedua. berbareng dengan mana. Lioe Loo-kauwsoe gunai hanya dua jeriji tangannya. untuk menangkis sambil menyampok k eras air dan pecahan cawan itu. Hay Peng sudah lantas kasih pertunjukan pula. kemudian pihak tetamu diundang masuk ke niangan tetania. dengan sekonyong-konyon g. satu muridnya Tjiong Hay Peng bergerak. menyambar juga pe cahannya. yang memain antara cahaya api. dengan ini cara. di mana ia sendiri ada Ketua dari Heng Ie Pay. Tadi ia suguhkan teh kepada teta mu-tetamunya. ini cawan teh tidak kuat! Aku pun sudah tua. Kemudian. akan tetapi walaupun ia tidak sepandai soehe ngnya. di mana. Di antara sinar bulan. ia ragu-ragu tuan rumah itu menjamu dengan sungguh-sungguh atau itu adalah semacam pesta Hong Boen . melewati Lioe Kia m Gim. cawan itu melesat ke tinggi. tidak tahuny a. pintu rumahnya Tjiong Ha y Peng sudah dipentang dan tuan rumah kelihatan muncul dengan tindakannya agak t enang. Ia tahu Tjiong Hay Peng sedang pertonto nkan kepandaiannya. berbareng denga n itu. Tjiong Hay Peng sudah dorongkan gucinya dengan arah o . Tapi sebenamya. sekarang ia hendak menyuguhkan arak. satu muridnya Hay Peng muncul dengan satu nenampan batu pualam yang besar. ialah guci arak terbuat dari besi yang beratnya dua atau tiga puluh kati. Baharu saja orang bcrduduk. Semua cangkir yang indah. dan selagi si tetamu menyambuti sambil merendah. Hay Peng mcnghaturkan maaf. la€€pakai baju bulu. tidak turut jatuh. tetapi ketika cawan untuk Kiam Beng dihaturkan. Tuan. ia maju akan tanggapi nenampan itu. sungguh sayang! katanya. Walaupun muridnya yang membawa nampan untuk menyuguhkan. untuk menya nggapinya. sudah sepantasnya ia hormati dulu Ketua dari Thay Kek Pay. sambil be rdiri rapi. yang berada di samping. terus saja pecah sendirinya. jago Thay Kek Pay itu benar-benar tidak boleh dipandang enteng. tetapi Tjiong Hay Peng yang sambuti cawan teh. Mereka berdua tcrpisah satu dari lain jauhnya dua-tig a kaki. Lioe Kiam Gim berlaku lebih sebat dari murid itu. dan airnya lantas m enyiram arah Teng Kiam Beng punya muka. Selagi itu soeheng dan soetee berpikir masing-masing. Dengan sikapnya yang merendah. kelihatan-bcberapa orang. nampaknya sabarsekali.

bisa menolak. tubuh mereka jatuh duduk di kursinya m asing-masing. ia malah hunjuk roman ter peranjat. ia buka tutup tersebut. sebaliknya. sebaliknya daripada menyangka H ay Peng. aku Teng Kiam Bcng belajar silat tidak sempurna. Tjiong Hay Peng tertawa seperti sewajarnya. ia teruskan jepit lehernya guci itu. jempolnya dipertunjuki. Ah. telah kena dipermainkan oleh satu tua bangka! Malah tua bangka itu cuma gunai tangan kosong yang berdaging melulu! Kiam Beng jadi sangat gusar. sungguh kau liehay! ia memuji. ia sengaja tidak mau terima suguhan. ia berpura-pura tidak ketahui hal pembegalan itu. apakah benar-benar Tjiong Toako tidak ketahui kejadian itu? demikian ia cuma bisa tegaskan. Segera ia angkat kedua tangannya. ia b erseru: Oh. aku hams kasih selamat pada kau! kata Lioe Kiam Gim sambii tertawa. seraya ia hampirkan dua orang itu. kau mau apa? Ta pi kau sendiri. Sampai di situ. Serangan gelap dari Hay Peng ini. Kiam Gim gunai sepasang sumpirnya. Kedua-duanya tidak bisa keiuarkan kata-kata! Adalah kemudian. tubuhnya berdiri tegar. benar-benar ada terjadi demikian? Ah. seraya tepuk tangannya. memang ia tidak pandai bicara. Teng Toako. ia tertawa tawar. sampai ia tak dapat kendalikan pula dinnya. Guci itu. man kasih aku yang mewakilkannya! Sambii bcrkata begitu. dalam Rimba Persilatan kenapa toh ada orang Kang-ouw. aku bisa ambil sendiri! Oleh karena ini. ia kata: Jangan seedjie. sampai orang telah kena pecundangi! Habis. akan biki n orang tcrluka hebat di bagian dalam badan dan menjadi tapadakpa. Ia tanya kalau-kalau Ketua Heng Ie Pa y itu ketahui siapa orangnya yang sudah uji Teng Kiam Beng. Teng Kiam Beng yang namanya menggetarkan dunia Kang-ouw. Karena ini. kau Ketua dari Heng Ie Pay. ia mohon tuan mmah suka bantu ia. yang mewariskan tiga rupa kepandaian liehay dari Thay-ke k Teng. Soetee. Kiam Beng bis a duga itu. ia pakai cawan akan sendok isi guci. yang pandai ilmu pedan g Boe-kek-kiam. Tjiong Hay Peng tidak lagi ma nis budi seperti dulu-dulu. akan akhirnya. akan hirup araknya! Setelah masing-masing lepaskan tangannya. yang datang sama tengah. kau orang berdua janganlah terlalu seedjie! berkata Lioe Kiam Gim sambii tertawa. yang lewat di sini. kemudian dengan sebat sek ali. Tjiong Hay Peng terima tiga cawan. Ia terus bersikap sewajarnya saja. Dengan agak likat. kenapa aku tidak dapat tahu? Sikap ini membuat Kiam Gim jadi mclcngak. akan jepit tutup guc i. jikalau kau tidak ingin terim a suguhannya Tjiong Toako. Begitu. melainkan aku tidak pernah memikirnya! demikian jawabannya. dengan limbung. Siapa sangka K etua dari Thay Kek Pay. Sesudah keduanya berpisah dua puluh tahun lebih. tergantung di antara dua sumpit itu. Dengan sikapnya yang merenda h.tidak mau melepaskanny a.rang punya dada. orang itu sudah tidak lakukan kunjungan kehormatan kepadamu. kemudian dengan seb elah tangan mencekal mulut guci. Bukan. kau pikir? ia tanya. dcngan gunai sumpitnya itu. bersama araknya ada kira-kira lima puluh kati beratny a. guci arak jadi kena ditahan di tengah-tengah di antara kedua orang itu. Hay Peng tidak. Maka kejadiannya. tidak perduli pihak tetamu berlaku demikian ramah-ta mah. Tjiong Hay Peng berloncat bangun. Aku harus didenda tiga cawan! Dengan scbenarnya. dengan tangan kiri. malah dia berani lakukan kejahatan di dalam daerah pengaruhmu ini? Kenapa dia bisa mondar -mandir dengan merdeka? Kenapa orang tidak pandang mata sama sekali kepada Tjion g Toako? Tjiong Hay Peng tidak gusar. Tjiong Toako. ia hanya tahan mulutnya guci it u. dua-dua lantas keluarkan keringat dingin pada jidatnya masing-mas ing. Lioe Toako. kecuali ada pihak ketiga. ia berlaga menghela napas. Ia ge druki cangkir araknya seraya kata dengan nyaring: Ya. Kemudian lagi. Sudan. Tjiong Toako. hingga guci jadi terlepas dari cekalan nya Tjiong Hay Peng. Pertentangan itu ada hebat Karena kedua pihak sama tangguhnya. mereka lantas mulai pasang omong. dua-dua Teng Kiam Beng dan Tjiong Ha y Peng mundur sendirinya. ialah Teng Toak o.€ Tapi aku tidak merasa hilang muka! Dengan . iapun . yang dengan diam-diam telah gunai mereka punya tenaga dalam atau khie -kang. apabila tidak sampai membinasakan. lama-lama kedua nya akan terluka masing-masing sendirinya. Lioe Kiam Gim utarakan maksud kedatangarinya.

ia tidak tahu. Tidak perduli orang itu ada tertua dari golongan mana. sungguh. sikap siapa ada merendah tetapi pun sungguh-sungguh. akan tetapi kita hanya hendak tanya. karena kita memangnya sudah bersiap. Tidak berani aku menerimanya. kau berkenalan luas. walaupun demikian. Jikalau tetap kita ti dak ketahui kekeliruan kita. ada berapakah orang yang hidup scumur kita ini? Dari itu umpama kita tidak ingat sesama orang Rimba Persilatan. Tunggu dulu. tetapi dengan Lioe Kiam Gim ia ada bersahabat kekal. yan g di kalangan Kang-ouw sudah jadi buah pembicaraan. aku percaya kau. tidak dapat ia terus bcrpura-pura tidak ketahui tentang pembcgalan itu. malah ada bersifatkera s. Ia pun menge rti. berkata Lioe Loo-kauwsoe. sungguh kita tak tahu su atu apa. akan tetapi. hingga orang berani tangkap kutu di kepala harimau. aku minta kau suka capaikan hati akan turut dengar-dengar. Lioe Kiam Gim berbangkit. yang hendak bikin pertemuan dengan ia. romannya sibuk. menyesal aku tidak bisa berdiam di sini. tolong kau tetapkan suatu hari untuk aku b erk unj ung kepada mereka. aku tidak bisa menindih orang. karena mereka ada bercita-cita demiki an. ia tidak jerih. untuk setelah itu. urusan bisa jadi kacau. kata ia dengan merendah. ia tak dapat singkirkan kemendo ngkolannya. perbuatan apa yang kelini dari kita. kita toh harus ingat persahabatan kita dari bebcrapa puluh tahun itu. Satu hal aku bisa terangkan. siapakah yang telah lakukan perbuat an itu. Dengan sebenarnya aku tidak tahu siapa itu orang yang telah iawan Teng Toako. yaitu sesudah berpisah dua puluh tahun lebih. makajuga. Di Sha-tjap-lak Kee-tjoe ini aku ada beberapa sahabat. Tjiong Hay Peng kena dibikin tergerak hatinya oleh perkatannya orang she Lioe ini. sebelumsaudaranyajawab tuan rumah. € Tjiong Toako. Akan tetapi. la insyaf. di Liauw-tong ada beberapa orang kenamaan yang ingm bertemu sama Lioe Toako dan bertjita-tjita main-main dengan Teng Toako. ia menjura. Toako. kita orang menghaturkan maaf agar perkara dapat dibikin habis. karena itu. atau kalau tidak. kita bakal binasa secara kecewa . umpama kita tnesti binasa. umpama kata mereka tidak sampai datang padaku. Kiam Gim sudah lantas berbangkit. Satu hal masih ia sangsikan. maka itu. aku tidak bisa bilang suatu apa! Kembali Teng Kiam Beng kena tersindir. jikalau ia tidak ubah haluan. aku hendak mohon kau ba ntu sedikit kepadaku. ak hirnya ia menjawab. Sebelum suasana menjadi lebih hebat. Sudah dua puluh tah un kita orang tidak bertemu. menghad api tuan mmah. Dua kali Kiam Beng merasa terhina. hingga Hay Peng dengan tersipu-sipu mesti balas horma tnya itu. baiklah Toako tanyakan beberapa tetua dari Liauw-tong itu. maka adalah selayaknya saja apabila orang tak lihat mata padaku! Hanya kalau sampai Teng Toako sendiri orang tidak pandang. Tentang Kiam Beng. aku percaya. aku hanya dapat nama kosong belaka. Ia kata: Terima kasih untuk kebaikan kau. aku jadi mcnsia-siakan sahabatku i .mata pada sahabat ini. aku tidak mampu biki n orang tunduk. ia tahu benar. Tjiong Toako. inilah. Kiam Gim heran kenapa ada orang Liauw-tong. Kau ada penduduk sini. dia ini masih tetap berada di piha k pembesar negeri. kita ada orang -orang yang sudah berusia hampir enam puluh tahun. kalau€€€ada€€€ganjalan€€€sesu hamsnya itu dikasih lewat. hingga s edikitnya ia hams memandang . dengan kebijaksanaan. Kiam Gim ada bersa tu haluan dengan Kiam Beng atau mereka dua saudara seperguruan masih tetap berla inan paham. sudah pasti sekali aku sendir i akan kunjungi mereka. apabila ada beberapa tetua itu menghendaki menemu i aku. Toako! mencegah Tjiong Hay Peng. Dengan kega gahan. kita ada saudara-saudara dari bebcrapa puluh tahun. Toako. dan kau pun datang dari tempat yang jauh sekali. ia mendahului pamitan. tidak seharusnya kita orang bersikap sebagai sesama o rang-orang asing. aku moho n Toako suka berdiam padaku untuk beberapa hari. Benar dcngan Teng Kiam Beng iamengganjal hati. Tjiong Toako. dengan suaranya yang sabar. kau tidak ketahui suatu a pa mengenai itu pembegalan. untuk segara pamitan.kepandaianku yang tidak berarti. Karena orang bicara dengan lidah Liauw-tong. ca ra bagaimana Toako hendak kembali secara tergesa-gesa begini? Apakah Toako ccla gubukku buruk hingga tidak surup untuk menyambut Toako? Biar bagaimana. ah. Habis berkata begitu. di samping itu. pastilah Toako akan peroleh keterangan.

Kiam Gim loncat turun dari kudanya. Kiam Beng tetap masih suka bercampur sama pembesa r negeri dan tabiatnya tetap keras.tu. di situ mesti ada salah faham. aku nanti datang pula bersama-sama soehengku ini! Setelah kata begitu. atau dusun. yang tadi Kiam Beng suruh Boe-soe Hoo. dan tidak kandung niatan menghamba pada Kcrajaan Tj eng. Justeru itu. disusul sama suara tertawa dingin. untuk melompat kedepan. kepala mereka pusing. sebat luar biasa. ia gunai tenaga tangannya. u ntuk peroleh pengertian satu dengan lain. Ia insyaf. adatnya tinggi dan suka diangkat-angkat. Oleh karena itu. tapi begitu lewat. aku tak dapat menahan lagi kepada kau orang. rom bongannya turut sikapnya itu. la dapat kenyataan. bertemu ri mba tak boleh lancang memasukinya . Hanya kemudian. tetapi ketika mereka sa mpai di pintu. h ingga dengan saling susul. ketika mereka mendekati pasar. ilmu lari di waktu malam. soeheng itu ada mempunyai urusan apa. ia lolos dari kemplangan itu. pergilah duluan ke rumah penginapan. dengan ya-heng-soet. kata Tjiong Hay P eng yang berbangkit. terutama mengenai soeteenya. ia menga wasi. terus ia bertindak keluar. hin gga karenanya. yang tinggi di kiri dan di kanan. kembali ia uji kepandaian orang. aku ada punya suatu urusan! Kiam Beng tanya. . ialah selagi menjura. Kiam Beng pakai mantelnya. hingga ia lenyap dari pemandangan saudaranya sekalian. Kiam Gim tekuk kedua lututnya. ia anggap perlu ia ketemui sendiri pada Tjiong Hay Peng. Hanya. Kiam Gim mengawasi dengan tak maju lebih jauh. yang anginnya menyambar dengan ker as. menjerunuk tubuhnya ke depan. hingga ma ta mereka jadi berkunang-kunang. Untuk ini aku tidak bisa berjalan bersama-sama kau. hingga ia menggerutu dan caci Tjiong Hay Peng. berdiam saja. kepandaian mereka berdua ada berimbang. bagaikan naga saja. ia kembali d engar beberapa kali tertawa dingin. hatinya tidak terkesiap. Dcmikian. dengan gunai ilmu lari yang keras. Kiam Beng masih saja mendongkol. urusan tidak ada sedemikian sederhanaseperti tap ikir pada mulanya. untuk antar sekalian tetamunya itu. terus saja ia berlari -lari. ia kembali ke rumahnya Ketua dari Heng le Pay. ia berputar diri.€Ia bersikap Liong heng tjoan tjiang . mer eka tak mampu bcrbangkit. tertawa menghina. yang menyerang secara sanga t hebat. tindakannya sembrono Di sebelah itu. De ngan loncat terus. yang bergunduk-gundukan dan banyak pepohonannya. apakah artinya itu? Benar selagi tubuhnyajago Thay Kek Pay ini mencelat. Kiam Beng balas menjura seraya iapun gunai kepandaian dari Thay Kek. tangan kanan di depan. Dalam gelap-gulita. Ia segera berhentikan Itindakannya. tiba-tiba ia berbalik d an kata pada saudaranya itu: Soetee. Boen Yauw dari Ouw Ti ap Tjiang pergi urus siang-siang. Kiam Gim sebaliknya. Sembari b erlompat. ia berlaku tenang s ekali. Seberlalunya dari rumah Keluarga Tjiong itu. Selagi ia mendekati jalanan gunung. Kiam Gim semua menuju ke pasar. Besar nyalinya. soetee ini belum sampai berkh ianat terhadap kaum Kang-ouw. hingga Hay Peng tak dapat berbuat apa-apa. Kau jangan k uatir. Selama di tengah jalan. toya mereka masing-masing mengenai tempat kosong. lenyap dalam sang malam. Kiam Gim bilang. Ia sampai dengan ce pat. tiba-tiba ia tampak berkelebatnya dua bayangan di sebelah kanan. kalau itu beberapa tetua dari Liauw-tong sudah sampai . untuk tan gkis itu serangan gelap. akan menemui sendiri p ada Tjiong Hay Peng. dari kiri dan kanan. Nyata Kiam Gim hendak kembali ke Sha-tjap-lak Kee-tjoe. tangan kiri di dada. mereka itu rubuh dengan tubuh terpelanting. akan lenyapkan salah paham. untuk memb eri selamat jalan. ia nyatakan suka ikut. dan dengan tidak perdulikan pantangan kaum Kang-ouw. hingga untuk sedetik. ia tahan tub uhnya. Ia tidak kaget. Ia percaya. ia tidak lihat suatu apa. yang anginnya sa mpai menerbitkan suara menderu-deru. Jikalau demikian. akan mencelat masuk ke tempat pepohonan itu. ada menyambar masing-masing sebatangioya. Sampai lain hari saja. Sampai di situ. k e rumah penginapan. Sebaliknya kedua penyerang. Kiam Gim menyapu kepada dua orang itu. urusan ini akan ada baiknya untuk kau! Setelah kata begitu. hanya terang . deng an sekonyong-konyong. iapun berseru: Sahabat siapa main-main di sini? Dengan main sembunyi-se mbunyi.

sudah memegat dan membokong kepadaku? tanya ia dengan sabar. yang Kiam Gim kenali dengan baik. samasekalikitatidakkandungmaksud jahat! Sud dh lama kita dengar hal boegee dari Thay Kek Teng serta tiga rupa kepandaiannya yang menggetarkan Rimba Persilatan. Di sini tidak ada bicara tentang soeheng dan soetee! sahut si orang tua yang muk anya bersemu merah. jago Thay Kek Pay ini tekapi kedua tangannya. Kiam Gim ada mendongkol sekali. Lioe Loo-enghiong! Mencoba-coba kepandaian di kalangan Kang-ouw atau Rimba Persilatan ada hal umu m. s . yang kedua romannya keren. la insyaf bahw a ia lagi hadapi orang pandai tetapi ia tidak jerih. ia tertawa terbahak-bahak. segera ia memandang ke arah pepohonan dari mana suara datang. Aku ingin sekali belajar kenal dengan Tuan-tuan. mereka bcrlaku kasar. orang tua yang satu berbaju biru dan gerombongan. Lekas sekali. Kumpulan Pisau Belati. Belum dua orang itu menyahuti. mana aku berani terima pengajaran dari satu ahli? kata ia. apabi la mereka tidak ambil sikapnya. cara bagaimana mereka dapat terima pengajaran da ri kau? Mereka pun tidak sampai mengganggu walaupun selembar rambut Loo-enghiong ! . terutama T ok-koh It Hang yang selama beberapa puluh tafiun belum pemah ketemu tandingan. di luar dugaan kita. kumis-jenggotnya panjang.€Kenapa orang ada begini kasar? Ke napa. dari itu. tinggi tubuhnya enam k aki. Kebisaanku si orang she Lioe ada tidak berarti. justeru di sini ada mengenai nama baik guru atau rumah perguruannya. untuk berlatih. pakaiannya serupa. Ia tidak us ah menantikan lama akan tampak munculnya dua orang tua dengan rambut dan kumis-j enggot ubanan. nama Ketua dari kaummu itu ada namakosong belaka. Rita dua saudara walaupun bodoh tetapi baharu dua-tiga gcbrak masih bisa juga melayani . hanya cara dua€€orang€€ini€€adalah€€terlalu mendadakan dan mereka juga tidak pakai atura g biasa. untuk punahkan tiga rupa ilmu kepandaiannya. Lioe Loo-enghiong! Duabocah ini hendak menemui orang yang tertua. merekaingin mencoba-coba juga. adalah Tok-koh It Hang yang dengan tangan kosong telah uji Teng Kia m Beng. orang she Lioe ini ada bertabiat sama atau tidak dengan Teng Kiam Beng.Ada permusuhan apa di antara aku si orang she Lioe dengan Tuan-tuan berdua hing ga Tuan-tuan. mereka sekalian niat ikat tali persahabatan dengan kaum Rimba Persilatan di Kwan-Iwee (Tionggoan). hanya mereka belum tahu. orang berniat menghajar kalang-kabutan pada satu ku ali bubur ? Akan tetapi. bagaikan sinar kunang-kunang sa ja. ia atasi dirinya sendiri. aku si ora ng she Lioe bersedia untuk menemani. Kita melainkan mohon terima pengajaran dari Lioe Loo-enghiong buat dua atau tig a gebrak saja! Dalam hatinya. bukankah kau orang ada orang-orang yang pada bulan yang lalu te lah memberikan ajaran kepada soeteeku? Djiewie. Itu adalah suara dengan lidah Liauw-tong. Kiam Gim bersedia untuk mengiringi. Dua orang itu adalah Pek-djiauw Sin Eng Tok-koh It Hang serta In Tiong Kie. di waktu malam gelap begini. Nyata Lioe Loo-enghiong terlalu memandang orang enteng sekali! ia kata. Jikalau Djiewie memaksa hendak mcmbcri pengajaran kepadaku. kita harus mohon pengaja ran dari kau sendiri. S udah sejak lama mereka kagumi Lioe Kiam Gim. mak a itu. Kita memohon pengajaran den gan sungguh-sungguh. Demikian ia lihat nyata. matanya tajam. terimalah hormatnya Lioe Kiam Gi m! Dan jago ini hunjuk hormatnya. atau dari dalam pepohonan terdengar suara terta wa bergelak-gelak yang disusul dengan kata-kata: Jangan gusar. dari itu. dari itu. kata ia dengan nyaring. Akan tetapi kedatangan mere ka ke Djiat-hoo ini bukan melulu untuk coba Teng Kiam Beng. makaitu. mukanya bersemu merah. Ke tua dari Pie Sioe Hwee. Salah satu yang mana akan maju terlcbih dahulu atau Djiewie akan maju dua-dua dengan berbareng? Si orang tua muka merah melirik dengan tajam. Jadi dugaannya Law Boe Wie adalah t idak keliru. tidak dapat tidak. Lioe Loo-enghiong terlalu merendahkandiri! berkataia. Aku si orang she Li oe belum pernah bertemu dengan Djiewie. baiklah. Djiewie Soehoe. tanpa sebab dan alasan. Cahaya lemah dari rembulan dan banyak bintang membuat jago tua in i bisa melihat jauh terlebih tegas. entah kapan dan di mana pernah aku berlaku tidak selayaknya kepada Djiewie? Orang tua muka merah itu tertawa berkakakan.

kita cuma ingin berlatih. dengan tekap kedua tangannya. dengan itu cara j uga. Segera ia simpan cambuknya. Silakan. asal Kiam Gim beda daripada Kiam Beng. tinggallah kau di belakang. oleh karena kita bukan bertempu r untuk mati atau hidup. Itulah sudah seharusnya. aku main-main dengan kau. setelah dengar ia ditantang untuk gunai pedang. tiba-tiba dari pinggangnya. silakan kau mulai lebih dahulu! In Tiong Kie tidak bilang suatu I apa. Harap Loosoehoe ketahui baik-baik bahwa sesuatu orang mempunyai senjata kesukaannya sendiri! Loosoehoe mempunyai cambukmu. Itu adalah rotan keluaran Timur-utara yang ulet. biamya ia tahu . ilmu pedangnya lawan ada kesohor akan tetapi ia andali betul senjatanya sendir i yang istimewa. kenapa kau begini tidak pandang mata pada orang? tanya ia den gan suara keras. yang dilibat dengan ur at-urat ular. Djiewie ada baik sekali hendak memberikan pengajaran kepadaku. oleh karena t ulang-tulangku taktahan dengan pemukul . Toako. tanpa tunggu jawaban lagi. setelah berdiam sesaat. Kiam Gim tidak lantas menjawab. maka itu. sekarang dengan tidak tah u tenaga sendiri. Kiam Gim tidak terperanjat melihat orang kehiarkan ruyung atau cambuk istimewa itu. umpama kata ia tak peroleh kemenangan. Loo-soehoe? kata ia. Jadinya bukan orang tak pandang mata kepadanya. benda itu memperlihatkan diri sebagai cambuk Kauw-kin Hong-li ong-pian . Loo-soehoe. dan di ant ara sambaran angin. aku punya sepasang t anganku ini. Dengan itu cara orang jatuhkan pamomya Thay Kek Pay. dari itu sekarang aku mengharap pengajaran dengan tangan kosong jugaJ Diam-diam hatinya In Tiong Kie tergetar. lantas saja ia bersenyum. Tjiang-boen-djin dari Thay Kek Boen dari Keluarga Teng. ia hanya bersenyum pula. kata ketua Pie Sioe Hwee ini. sahut ia dengan merendah. t elah dirubuhkan Tuan-tuan dengan tangan kosong. Bukankah bunga merah dan daun hijau asal ubi t eratai putih dan tiga agama pokoknya satu ?€Kita ada or-ang-orang Rimba Persilatan. dari itu untuk tidak mendapat malu.€Ia percaya. Lioe Kiam Gim telah rubuhkan dua muridnya Tok-koh I t Hang. iatarik keluar suatu penda yang melibat pinggangnya itu. terang Lioe Kiam Gim t idak dapat dipersalahkan. yang ia telah yakinkan beberapa puluh tahun lamanya. hingga bisa digunai sebagai cambuk dan ruyung berbareng untuk meli bat golok atau pedang lawan. Setelah mengucap demikian. terang Djiewie a da sahabat-sahabat baik. si Keanehan-dalam-Awan s egera mendahului lompatmaju ke depannyaKiam Gim. Ini dia yang dibilang anjing kuning dapat m . i a memberi hormat. Terus ia bilang: Sudah beberapa puluh tahun aku tidak berlatih lagi dengan golok atau pedang. mana aku berani tak memandang mata kepada kau. silakan! Eh. barusan pun ia saksikan send iri. akan tetapi In Tiong Kie pegat ia. Lioe Loo-enghiong. soeteeku. jangan kita orang bua t pikiran! ia kata. ia ingin adu senjata. dengan sangat merendah.€€€Hanya€€€ia€€€m mcnyesal. Lioe Kiam Gim balas hormat itu. Secara begini. sambil tertawa haha-hihi: S udah lama aku dengar liehaynya Thay Kek Tjap-sha-kiam. apabila terjadi siapa ka lah dan siapa mcnang. aku ingin Lioe Loo-enghiong ajarkan aku barang satu atau dua j urus! In Tiong Kie tidak liehay bersilat tangan kosong. nama Thay Kek Pay hendak diangkat kembali. dengan hati yang panas. dalam satu gebrak saja. baharulah kau sambungi aku . memang menang atau kalah bukanlah soal. apabila akan gagal. aku jadi sangat asing dengan semua senjata itu. kenapa kau tidak la ntas mulai? In Tiong Kie berdiam. Biar siauwtee ma ju lebih dahulu. karcna dia hendak mcmul ihkan muka soeteenya yang oran g rubuhkan dengan tangan kosong. Tok-koh It Hang ingin mencoba terlebih dahulu. Dengan scnjata mereka memegat di tengah jalan itu. dari itu biarlah de ngan sepasang tanganku yang berdaging ini. Sahabat baik. Hanya lebih dahulu aku ingin minta.ekarang ia ingin uji Kiam Gim untuk sekalian bersahabat dengannya. Lioe Loo-enghiong. cara bagaimana kita orang tidak bersahabat? Nah. sukalah kau mengalah sedikit. tidak nanti sampai ia kena dikalahkan. karcna Kiam Beng rubuh di tangannya Tok-koh It Hang dan sekarang Kia m Gim hendak menuntut balas dari ia. Baharu sekarang ia kata. biar kita sambut itu dengan tertawa. Mana.

Dengan Sin Hong djip hay . maafkanlah aku! berkata ia Lioe Kiam Gim tidak menjawab. In Tiong Kie pun kirim susulan saling beruntun . sampai menerbitkan suara ang in. In Tiong Kie tidak berayal lagi. begitu lekas sudah mcndek ati tanah. Atas ini. orang tua yang lain itu jangan-jangan akan melebihkan ia liehaynya. tangan kanannya disodorkan kepada bebokong orang. Kapan sudah lewat tiga puluh gebrak. pandai jugamengenali berbagai alat-senjata dengan mendengari saja sambaran anginnya. Lain dari itu. ia juga tidak dapat ketika un tuk rapatkan tandingan itu. bukan dengan lompat mundur.ant eng sekali. sambil angkat tubuhnya. In Tiong Kie tidak suka mundur. ia juga tak mau kalah gesitnya. dengan gera ki pinggangnya. ia hanya mengawasi Iawan. Jikalau demikian. ia sebenarnya€€€€sedang€€€€bersedia perhatiannya sedang dipcrsatukan. baharulah In Tiong Kie loncat mundur. ia berkelit. Kiam Gim ubah caranya bertempur. ia jaga diri dengan baik. ia tidak hendak lawan dengan keras. tidak henti-hentinya. mereka saling mengeluh. Kiam Gim pun tidak mengerti. Mereka ada seumpama dua tukang m ain catur yang liehay.. tidak tunggu sampai cambuk menghampirkan ia. orang she Lioe ini sanggup layani ia. rubuh di tangan musuh. ia pun beberapa kali mu sti menyingkir dari serangan-serangan sangat berbahaya. dua-dua merasa heran sendirinya. hanya sekara ng ia ambil ketetapan akan pakai terus cambuknya. hanya dengan membungkuk tubuh. Menampak gagalnya serangan itu.akanan. dari atas. Karcna ia pun ada satu j ago tua. serta Keng hong sauw lioe atau Angin besar menyapu daun yanglioe . Maka di akhimya. tetapi sekarang ia menge rti kenapa Kiam Beng. bagaikan angin taufa n atau gelombang hebat . sebab ia pun sangsi. Lioe Loo-enghiong. Beberapa puluh jurus telah lewat dengan cepat. cambuknya it u menyabet. Tapi satu ahli niscaya ketahui dengan baik. dengan ta ngan kosong. bayangannya turut bergerak menyambar. Lioe Kiam Gim tidak kasih dirinya dibikin repot. Lawan ini sajasudah jauh lebih liehay daripada soeteenya. kenapa ilmu silat tangan kosongnya ilmu silat Thay Kek Pay yang kenamaan tidak sanggup ramp as cambuk lawan itu dan sudah ia tidak mampu merangsang. mengikuti se suatu gerakan cambuk istimewa itu. Begitulah. cambuk mengenai sasarannya. ya . dengan sebe lah kaki maju. Walaupun ia didesak. sebagaimana Law Boe Wie telah peroleh pelajaran darinya. begitu rupa. ia tidak mau izinkan lawan desak ia. menyapu. sekarang kena dibikin tidak berdaya oleh sepasang tangan darah dan daging melul u. dalam gerakan Yan tjoe tjoan in . Maka sekarang. tubuhnya. Dua-dua gesit. ia sudah angkat kedua pundaknyadan kaki kanannya menggeser ke kanan. soeteenya. bagaikan bayangan. dalam gerakan memba cok! In Tiong Kie itu. Di sebelah itu. Maka it u. Kiam Gim lihat ancaman bahaya. yang ia sudah fahamkan beberapa puluh tahun. tidak tahunya. Secara demikian. ia segera ketahui lawan lagi serang ia. semb ari memutar tubuh. Melainkan hampir saj a. dengan sikap yang . Cambuk bergerak dengan sebat. Ia tidak mc nangkis. kecuali ilmu cambuknya ini yang liehay. menindih saling susul. cambuknya. maka ia percaya. lawan ada di arah mana. ia barengi menyerang. atau Waletserbu mega . atau N aga malaikat masuk ke laut . Sampai di situ. musuh ada demikian liehay. akan turun di belakang lawan. T api.mereka lanjuti pcrtcmpuran. melibat. akan layani cambuk musuh. ia menjaga diri€€€berbareng€€€lebih€€€banyak menyerang. anjing putih yang dapat bencana . Malah ia pun bisa duga. malah ia kadang-kadang kena didesak. Setelah mundur dan maju bergantian. hingga cambuk lewat sedikit di atasannya! Sesudah ini. Lian hoan sam pian -runtunan tiga kali. In T iong Kie menjadi jengah. Kiam Gim berlaku gesit. berbareng berkelit. In Tiong Kie perlihatkan serangannya Kioe k ioe pat-sip-it atau Scmbilan kali sembilan menjadi delapan puluh satu . atau setengah kati adalah delapan tail. ce pat gerakannya. Maka kembali iakeluarkan camb uknya itu. la sekar ang gunai tangan kanan saja. ia mencelat t inggi sampai dua tumbak. dengan tangan kirinya. ini melulu disebabkan kegesitan lawan. ia pun menyabet dengan Kiauw-kin Hong-lio ng-pian! Berbahaya kedudukannya Lioe Kiam Gim. ia mulai dengan penyerangannya. ia hendak hunjuk kcpandaiannya.

ng dibikin keras bagaikan tumbak cagak. d engan kedua tangan dirangkap. ia percaya. dit erusi dipakai menekan cambuk. tidak sampai ke kulit atau daging. Kau mengalah. walaupun ia tidak rubuh. tubuhnya pun tetap! Lioe Kiam Gim menyesal bukan main. Ia maju sa mpai di depannya Kiam Gim sekali. atau Bintang cilik . In Tion g Kie ada satu laki-laki. lalu sebelah kakinya. karena gerakannya yan g mendesak dipaksakan. In Tiong Kie l oncat mundur terlebih jauh. ingin sekali terima pelajaran dan kau! Sembari berkata demikian. akan tetapi. Lioe Kiam Gim telah pikir. pihak lawan baharulah kena didesak. jeriji tangannya jago Thay Kek Pay ini sudah lantas mengen ai sasarannya. iajadi kecele. selagi In Tiong Kie menyabet ke atas. tangan kanannya dengan tipu Siauw-thian-tjhee . Maka ketua Pie Sioe Hwee mi lantas geser tubuhnya ke kiri. Kiam Gim bcr kclit akan singkirkan diri dari serangan. Sembari menyabet hatinya gembira bu kan main. dari atas ke bavvah. kepandaian Pwee pwee lak-tjap-sre Kim-na Tjhioe-hoat . Setelah itu. ia putar tangannya. tangan k irinya menyusul bagaikan tumbak cagak. ia keliru. ia akan terancam bahaya. Adalah setelah itu. dari Eng Djiauw . bisalah dianggap dia sudah ke teter dan ia berani akui itu. kalau pertempuran dilanjuti. hingga me reka seperti bebokong menghadap bebokong. Jadi artinya. ia mendesak rapat. Lauwhia. ketua Pie Sioe Hwee itu memberi hormat seraya berk ata: Lioe Loo-enghiong. ia segera berk elit ke kiri. tangan kiri mirip dengan tusukan T iam-hiat-kwat. Lauwhia ada liehay sekali. karena dengan majukan ser angan sembrono itu. Kiam Gim ada terlebih sebat pula. lawan yang satunya selalu pasang mata ke arah dia. entah sampai kapan akhirnya itu. kau mengalah. atau ilmu Delapan-kali-delapan menjadi enam puluh empat gerakan . jari tangan Kiam Gim me ngenai baju saja. kata ia. Serangan ini ada serangan berbahaya. i a menyabet ke belakang. kaki klrinya pasang kuda-kuda. selagi cambuk menyambar. dasar ia ada satu jago tua. di tiga jurusan. karena di saat ia hendak bergirang. i a telah menyedot dada dan perutnya. berbareng dengan mana. Hanya. mukanya tidak merah. Lalu. Tok-koh It Hang bertindak menghampirkan. tiba-tiba In Tiong Kie simpan cambuknya. ia sangka lawan tak akan keburu menghalau diri. hingga kesudahannya. untuk pihak€€penyerang. yang tidak tahu diri. Jago Thay Kek Pay ini j usteru harap-harap sabetan lawannya itu. tua bangka ini tidak lagi berpokok pada ketegaran dari Thay Kek Boen. melulu andalkan kepandaiannya mengenali angin. buat kasih lewat ka ki kanan lawan itu. menyusul mana. maka itu ak u. ak an tetapi barusan Loo-enghiong belum keluarkan seturuh kepandaianmu. akan loncat mundur. ia akan berhasil. keduanya jadi saling melewati. sehingga karenanya. kau benar liehay. napas nya tidak mengorong. Ta pi. karena di luar kalangan. ia bicara dari hatinya yang tulus. kendatipun tangannya lawan men genakan sasaran. karena mereka terpisah dekat sekali. apabila ia main ayal-ayalan. ia maju. In Tiong Kie lihat itu. cambuknya tidak terlepas. akan totok jalan darah orang Leng-tay-hia t. aku menyerah kalah! Jago Thay Khek Pay itu melengak sekejap. Sebab dalam saat genting itu. ia hendak benempur: tangan ko song lawan tangan kosong! Seumurnya Tok-koh It Hang. betulan hati. ia tidak sampai nampak bencana. tidak kecewa kau mewariskan ilmu silat Thay Kek Pay. lalu gesit luar biasa. Iatahu. In Tiong Kie kaget bukan main. mustahil sekal i ini ia tidak rubuh? . menggunai ketika ini. Sep asang tangannya yang tak bersenjata itu ia bikin jadi seperti senjata tajam saja tangan kanan mirip dengan pedang€€Ngo-heng-kiam. Ia pikir: Hm. selagi ia mengawasi dengan tajam. walaupun ia gesit. tanpa bcrp aling pula. Kiam Gim justru menggunai tipu daya. tubuhnya membungkuk. dia itu senantiasa perhatikan ilmu silat nya. jikalau ia tidak lekas rebut kemenangan. Dugaannya In Tiong Kie ada dugaan belaka. dikasih mclayang. Itulah ada tidak baik untuk pihaknya. ia tertawa. ia enjot tubuhnya. sampai ia keluarkan jeritan. Sementara itu. aku kagu mi kau! Sekali ini Kiam Gim bukan merendah. Kaki kanannya yang menyam bar. terus ia berkata dengan pujiannya: Lioe Loo-eng hiong ada liehay sekali. jago Liauw-tong ini angsurkan kedua belah tangannya yang tidak memegang senjata apa jua. ia cari jalan darahnya In Tiong Kie. Tiba-tiba. hatinya girang. lalu lekas-lekas ia memberi hormat.

Sahaba t. Soeteemu itu sahabat-sa habatnya adalah golongan pembcsar negeri dan mulia. Loo-enghiong pun jadi tak usah berhati t ak tentaram. unt uk membcri hormat Bagaimana kau sebut-sebut perkaranya soeteemu? ia . apa kau tidak kuatir menyia-nyiakan malam yang indah ini hingga lenyap kegembir aan kita? Loo-enghiong. sccara begitu. akan serang iga orang! Gagal dayanya Kiam Gim akan serang nadi orang. Tok-koh It Hang mengawasi dengan tajam. satu patah kata-kata kita adalah satu patah kata-kata. aku bersedia untuk layani kau. Hanya kita kauro Kang-ouw. Ia percaya. ia sebaliknya kena didesak. Jikalau Loo-soehoe sudi memberikan pengajaran kepadaku. cara bagaimana aku berani main gila terhadapnya? Lioe Loo-enghiong. ia menjawab. setelah itu ia mendak. ia jadi agak mendongkol. lantas ia berikan tanda rahasia pada In Tiong Kie kepada siapa ia kat a: Kalau kau ada punya urusan. Ia merasakan bahwa orang berla ku hormat sambil memandang enteng kepadanya secara samar-samar. ialah dengan geser tubuhnya ke kiri. setelah aku layani kau sampai setengah malaman. dalam gerakan Tjhong eng peng tjie atau Garuda mementang sayap . sukar untuk dijelaskan. sudah tentu sekali aku si orang she Lioe girang menemaninya. mata siapa pun bersinar. ter paksa ia geser pula kaki kiri ke kiri. harap kau tidak sebut-sebut soeteemu yang bagaikan must ika itu. hanya mengubah tangan terbuka menjadi kepalan. gerakanrtya tak kurang sebatnya. atau Tok-koh It Hang sudah bergerak. maka aku si orang gunung. Untuk itu. ia pun tidak menan gkis. untuk terus berlompat enam atau tujuh kak i jauhnya. ia bakal sanggup rebut kemenangan. In Tiong Kie menurut. apabila Loo-enghiong ke hendaki. agaknya ia hendak sambar kedua lengan orang. bangsa raja-raja muda atau k aum saudagar besar. Kedatanganku sekarang ini bukan untuk mencari pulang ba rang upcti. Kiam Gim menjadi terkejut berbareng mendongkol. soeteeku bukanlah itu orang sebagaimana yan g Loo-enghiong scbutkan. Ia berpi kir cepat. dengan tertawa ding in.sudikah kau menanggung jawab? Aku si orang she Lioe tidak ingin. mari. untuk bicara dari hati ke hati. Ini juga sebabnya k enapa ia bilang. ia percaya orang tak ada terlebih liehay daripada ia. Kiam Gim hunjuk kegesitannya. mari kita orang main-main. ia tertawa berkakakan. akan menghibur lar a! Mendengar itu. hin gga ia pikir. jikalau pasti kau ingin memberikan pengajaran kepadaku. ia tampak orang beroman sungguh-sungguh. ia lihat sikap bemafsu dari jago Liauw-tong ini. aku nanti ajak saudaraku itu datang untuk menghaturkan maaf kepadamu. Ia rangkap pula kcdua tangannya. ia berlalu dengan segera. b aik. Lioe Kiam Gim saksikan itu semua. tapi alha sil aku tidak memperdia untuk layani apa! Kiam Gim gunai kata-kata yang tajam. Baharu Lioe Kauwsoe tutup mulutnya. pergilah lebih dahulu. man. aku hanya hendak cari sahabat. Mulamula ia maju dengan kedua tangannya dipentang. setelah kakinya itu injak tanah. Kiam Gim segera mengerti bahwa pada soal adiknya seperguruan it u benar-benaradasalah paham. maka. Kiam Gim belum keluarkan seluruh kepandaiannya. biara kutemani Lioe Loo-eng hiong main-main di sini. berbareng d engan itu. hingga hatinya jadi tergerak. karena lihat jumlah kita yang banyak. dengan nyaring. cara bagaimana aku mempunyai jodoh untuk bertemu dengan dia!Dan umpama kata aku ton sampai bertemu dengannya. Tapi. kita membutuhkan pembicaraan yang lama. Ia p . ia bilang: Sahabat. ia teruskan gunai Heng sin p a touw atau Melintangkan tubuh untuk menghajar harimau . Malam ini ada malam yang indah. tentang persahabatannya Kiam Beng dengan segala pembesar negeri atau orang besar? Tentang adikku seperguruan itu. untuk disergap. dengan Thay Kek Pay punya Shia kwa tan pian atau Menggantung ruyung seba tang . Maka. mendengar itu. Tok-koh It Hang tidak mundur walaupun serangan sehebat itu.Boen. jago Thay Kek Pay ini benar-benar hams dijadikan sahabat. belum pernah ketemu tandingan. barusan ia saksikan kepandaiannya Lioe Kiam Gim. akan tetapi Tok-koh It Hang ada hiehay se kali. mengenai kejadian di Djiat-hoo itu. H anya sekarang bisalah aku terangkan. dari itu. aku tak berdaya. antara sinar remb ulan. ia bacok nadi orang. Bukankahterang-terangjago Liauw-tong ini menyindir. akan buka masing-masing hati kita! Selagi orang bicara. sudah seharusnya. iajadi ing in coba-coba. ia kata.tanya. ia barengi untuk memutar tubuh.

Lioe Kiam Gim ada b eda sangat jauh dari soeteenya. Ia berdiri tegar bagaikan gunung. untuk selamatkan di ri. adalah kim-na-hoat. akan lompat maj u lagi. tubuhnya tenang. Tapi Kiam Gim tidak berhenti sampai di situ. juga tubuhnya. keduanya telah sampaikan batas kesempumaan kepan daiannya masing-masing. Lioe Kiam Gim diam-diam keluarkan keringat dingin! Tok-koh It Hang digelarkan Pek Djiauw Sin-eng atau Garuda Malaikat Seraius Cakar . mengarah iga kanan. baharu sekarang ia insyaf. i a membela diri. hanya dua ratus jurus lebih tel ah dikasih lewat tetapi kedua-duanya masih belum memperoleh hasil. matanya tajam. pleh karena ini. tubuhnya berputar seperti angin puyuh. Rahasianya Thay Kek Koen memang adalah bergerak de ngan ikuti salatan lawan. Di sebelah itu. menyerang kelemahan musuhnya dan kim-na-hoat lawannya ini sebaliknya dari Thay Kek Koen. Kalau Thay Kek Koen berpokok dengan kelemasan mcla wan kekerasan . akan gunai k . ia selipkan ini di sebelahnya enam puluh empat pukulannya kim-na-h oat. gerakannya mirip dengan sambaran garuda. ia mempunya i enam puluh gerakan menawan . untuk balas menerjang. dengan Kim liong hie soei atau Naga cmas memain air . akan segera a khirkan pieboe itu. Nampaknya Tok-koh It Hang sibuk. gesit seperti sang kera. Kiam Gim memutar tubuh.€Ia ikuti salatan. Dalam sekejap. Ini ada serangan hebat. Demikian. untuk saksikan orang punya gerakan sangat cepat maju b agaikan kera lompat di cabang. dari itu. musuh bergerak di delapan penjuru! Mau atau tidak. siapa tahu. mundur membela diri. ia melayani dengan tenang. hingga ia jadi heran berbareng kaget. Begitulah pertempuran berjalan. yang sat u menyerang. Jago dari Eng Djiauw Boen telah gunai juga keistimewaan ilmunya. ia toh berla ku sangat bemafsu karena ketenangan musuh. Tapi ia ada seorang berpengalaman. be rkelebatnya bagaikan kilat. Tok-koh It Hang ada liehay dan berpengalaman. tapi beberapa kali. Lawan in i maju menyerang. dengan berputaran seperti burung berterbangan. ia tidak gubris lawan hunjuk kegesitan. ke atas dan ke bawah denga n berbareng. mundur seperti naga atau ular melesat kabur. Karena cara bertempur itu. Dalamhal ini. segera ia insyaf dengan menyerang hebat. menotok dahi kiri orang. bengis bagaikan harimau galak. hampir ia kena terserang. ia berseru: Sebat benar! dan tubuhnya mencelat nyamping. akan tetapi Lioe Kiam Gim tetap berdiri bagaikan gunung batu antara serbuan nya arigin santar dan gelombang dahsyat. Ia pegang pokok apabila lawan tidak bergerak. Belum pernah ia ketemu orang semacam ini cii kalangan Sungai-T elaga. yang ia ubah menjadi t angan kosong. pihak lawan ada gagah sekali. teng Kiam Beng. dari mana saja Tok-koh It Hang menyerang. atau berbareng deng an itu. Segera juga Lioe Kiam Gim bikin perubahan. walaupun ia tetap mendesak. ia pinjam tenaga akan pecahkan tenaga lawan sendiri. dan kalau lawan pancing ia. Hoei-eng Kengsoan Kiam-hoat . Adalah keinginan dari Lioe Kiam Gim akan bertempur dengan cepat. berdiam. Maka itu ia pikir. bukan lagi puluhan. Kelihata n nyata. tidak lagi ia berani turuti hawa nafsunya. s edang tangan kanannya. Ia tidak mau menerkam. lawan ini tidak takuti serangan. ialah ilmu pedang Garuda terbang berputaran . hanya. maka itu. gerak-geriknya mirip dengan burung garuda. Ia juga ingat pembilangan. ia terus menyerang dengan Tjit-seng-tjiang atau Tangan tujuh bintang . baharu sekara ng -dengan diam-diam ia bergidik. ia mesti gunai lati hannya dari puluhan tahun. ia t idak mengejar. dan satu ka li lawan bergerak. menyerang sambil berbareng membeladiri . ia tidak sembarang bergerak. cara menyerangnya benar -benar luar biasa. antara orang-orang gagah yang langka. Dan sejak itu. yaitu kim-na-hoat.ercaya pihak lawan susul ia. dan ilmu pukulannya Tha y-kek-tjiang dipakai punahkan sesuatu serangan. Sesudah kewalahan. dengan keuletan. loncatturun umpama harimau menerkam. Menyingk ir dari musuh tangguh. sesudah injak tanah. akan layani jago Liauw-tong ini. Tok-koh It Hang loncat mundur. lomp at laksanaburung menerjang langit. setelah lo los dari serangan. ia gunai tangan kirinya dalam tipu Ngo-heng-kiam . hingga beberapa kali hampir-hampir ia kenaterserang disebabkan kelancangannya sendiri. ia coba babat dengkul kanannya lawan. akhir-akhirnya. yang lain menjaga. dengan majukan tubuh kesebelah kiri. terus ia enjot tubuhnya. mendahului . Jago Liauw-tong itu tarik pulang tangannya. ia tak bakai peroleh hasil.

Lioe Kiam Gim tidak berayal untuk sambut tantangan itu. pedangnya s endiri dipakai menangkis dalam tipu silat Kim peng tian tjie atau Garuda emas membu ka sayap . tidak pern ah ia abaikan diri. dengan tajamnya luar bias a. ia pun terus putar tubuhnya. Sambutlah ini! Dan tubuhnya melesat menyusul. ujung pedangnya terus menusuk! Lioe Kiam Gim loncat dengan satu maksud. maka itu. Kiam Gim memutar tubuh. atau pedang lemas. sesudah berpikir. ia pun insyaf. sampai terang tanah juga sukar did apati kepastiannya menang atau kalah. apab ila ia telah tank itu. yang telah ditarik pulang. ia berk elit. dan Beng kee tok siok atau Ayam galak mematok ga a . ia menjejak tanah. dipakai menotok . dengan tenaga Siauw thian tjhee atau Bintang kecil . Ia telah gunai tenaga yang besar. di icruskan dipakai menyambar muka lawan dengan tipu serangan Hoan sin hian kiam . begitu tikaman datang. sebab ilmu silat tangan ko songnya ia sudah jajal sempurna. Kiam Gim batal dengan serangannya. Maka dia akhirnya. tak perduli pedang lawan mengancam bebokongnya . maka itu baiklah kita gunakan pedang untuk aku terima pelajaran ilmu Thay Kek Tj ap-sha-kiammu berikuti hoei-piauw yang berbayang berkelebatan. ial ah Mempcrsembahkan pedang sambil memutar tubuh . tetapi karena ia tahu pihak lawan ada sangat tangguh. tidak perduli hujan serangan ada bagaimana hebat. sesudah hunus pedangnya sendiri dan pasang kuda-kudanya dengan tenang sepert i biasa. bagaikan burung. t erus ia mencelat keluar kalangan. Be rbareng dengan berkelebatnya satu sinar. ia hanya berputar ke belakangnya orang itu dari mana bah arulah ia kinm satu tikaman. Sahabat. yang tidak mengenai sasaran. ujung pedang menusuk pundaknya si jago tua. Hanya kemudian. jikalau terus-terus an mereka bertempur saja. akan tetapi bukan nya ia terus menerjang. ia menangkis dengan tenan g. sudah lan tas bergerak dalam tindakan Liong heng hoei pou . meli hat gerakan lawan yang berbahaya itu. karena gegaman itu terbuat deng an campuran emas putih keluaran Hek-liong-kang. disimpan bisa diliba t bagaikan ikat pinggang. bagaikan gerakannya bayangan. Tok-koh It Hang lomp at mengejar. Tipu totokan yang dipakai pun ada Gio k lie tjoan tjiam atau Bidadari menusuk jarum Tok-koh It Hang sendiri. akan pi ndahkan tubuh ke kanan lawan. entah mereka akan bertempur sa mpai di waktu apa.etika untuk meraba ke pinggangnya di mana ia buka suatu benda yang mclibat. nyata ia sudah keluarkan sebatang djoan-kiam. tidak menunggu sampai ujung pedang mengenai sasaran. berbareng dengan itu. kata ia. Itulah ada scrangan seperti hujan deras antara angin hebat! Lioe Kiam Gim sudah tahu liehaynya musuh. Sian djin tjie louw . setelah ia siap dengan pedangnya y ang istimewa itu. atau Dewa menujuki jalan . pada bagian jalan darah Hong-hoe-hiat. dari sini pedangnya. ia tetap waspada. sclang seratus jurus lebih. Menampak gerakan lawan itu. sama sekali ia tidak berikan ketika untuk lawan des ak ia. sedang tangan kirinya. Bertempur secara begini tidak menarik hati. yang tampak orang keluar dari ka langan. tubuhnya lompat melesat. digunai lalu menjadi pedang. tubuhnya Tok-koh It Hang segera bergerak. Menuruti gerakan lawan. sambil lompat. ia menduga pada susulan musuh serta tusukan pedang. ia teruskan menyerang tiga kali saling susul. Pedang ini. di antara sinar p edangmu! Tegasnya. atau Tindakan naga terbang . tidak ada artinya. hingga sekarang adalah ia yang beradadi arah belakang jago Liauw-tong itu. ia tidak mau berlaku serampang an. untuk loncat mclcsat ja uhnya dua-tiga tumbak hingga ia lolos dari ancaman bahaya. maka itu. akan bentur pedang lawan itu. jago tua dari Liauw-tong ini hendak uj i ilmu pedang orang dan senjata rahasia yang kesohor. sesudah serangannya mengenai tcmpat kosong. Jikalau terus kita bertanding secara begini. tapi sambil berkelit. untuk ia balik menerjang. dengan sekonyong-konyong ia putar tubuhnya dalam gerakan Koay bong hoan sin atau Ular siiuman jumpalitan . jangan pergi! berseru Tok-koh It Hang. ia mengundang: Silakan! Atas undangan itu. ia buka satu lowongan. yang bersinar bcrkcrcdcpan sebagai emas. ia berkelit dengan sebat. Ia d engar sambaran angin. tanpa ada keputusannya. ia pasang kuping. dengan Hoei-eng Keng-soan-kiam . dengan tipu-tipunya Wan khauw tjin koh atau Orang hutan menyucuhkan buah .

untuk mana. masing-masing merasa malu sendirinya. guna luputka n serangan tangan kiri lawan itu. Akan tetapi tubuhnya jago Liauw-tong itu sudah mencelat ke dalam Irimba. scgera ia buka ti ndakannya. sebat luar biasa. yang rubuh terpelanting. bc rdiam belum lama. ia berkata: Tiga-tiga kcpandaian dari L oo-enghiong. atau Seekor burung hoo menerjang langit . tetapi Tok-koh It Hang benar-benar lieh ay. ia lompat tinggi sampai setumbak leb ih. yang menyusul seruann ya lawan. berbareng dengan mana. sampai kita bertemu pofa! Lioe Kiam Gim buru-buru simpan pedangnya. K-iam Gim sudah dia mkan diri hingga orang tak dengar apa-apa perihal sepak-terjangnya. sekali raup saja. dengan It hoo tjhiong t hian . tiga buah Thie-lian-t jie. cuma suaranya masih terdcngar. Kiam Gim lihat sambarannyatiga buah senjata rahasia itu. sungguh hehay. akan tetapi ia sanggup kelit dari serangan empat piauw itu. akan keluarkan Kiam-eng Hoei -piauwnya . ialah jalan darah K ie-boen-hiat . sambil bersenyum. dengan golongan pembesar negeri. di bclakang hari. ia tanggapi empat buah ke arah atas itu. Tok-koh It Hang menginjak tanah untuk segera simpan djoan-kiamnya. Tok-koh It Hang tidak dapat ketika akan elakkan dir i pula. hingga menerbitkan suara yang nyaring keras. Dua buah Thie-lian-tjie lewat di tempat kosong. Kiam Gim benar-benar tidak mengetti maksud orang. Dua-dua bentrokan itu ada hebat. belum tentu dengan arah atas. tangan kirinya merogoh sakunya. jago Thay Kek Pay ini juga tidak diam saj a. hingga juga tan gan mereka turut beradu satu dengan lain.dadanya lawan itu. selagi ia turun ke bawah sebelum kakinya injak tanah ia sudah baias menyerang sambil terta wa dan serukan: Aku kembalikan piauwmu ini. ia antap kedua senjata saling beradu. Tapi ia bisa berpikir. sang soetee. sambutlah pula ini! berseru Tok-koh It Hang. Ketika sebentar kemudian ia tiba. maka itu. yang aku tidak biasa pakai! Jago Thay Kek Pay itu terperanjat. yang ketiga kena disampok jatuh ke t anah. sedang di lain pihak. guna sekalian cari tah u perihal tujuannya dan perhubungannya dengan Teng Kiam Beng. lalu antara berk elebatnya cahaya pedang. yang mengarah ke tengah dan ke bawah. hanya selagi rubuh. yang di mata kaum Kang-ouw katanya telah bersahabat. Dalam cuaca gelap itu. sambil memutar tubuh untuk berkelit. yang lihat lawannya baias menyerang ia dengan se njata rahasianya itu yang kesohor. lolos semuanya. atau teratai besi . dengan tak dapat ditahan lagi. Tok-koh It Hang bekerja s ama-sama dengan Tjiong Hay Peng. aku telah pcrsaksikan. yang lagi mcrantau untuk cari kawan. Sahabat. Pertempuran barusan memang telah diatur. dan temyata. akan berdiri dengan tegar. hingga umpama bintang ber jalan. yang menyerang ke atas. ia telah keluarkan duabelas batang. Sambil elakkan diri secara demikian. daya-upaya itu bcrhasil membuat Lioe Kiam Gim muncul. Ia sama sekali tak ketahui sikapnya jago Liauw-tong itu. yang tidak mau sia-siakan ketika lagi. akan menuju terus ke rumahnya Tji ong Hay Peng. Ia pun ada mendongkol. hingga t inggal empat buah lagi. ia sudah lantas loncat naik ke a . atau berkenalan. ia juga gunai Siauw thian tjhee . karena sebat luar biasa. hanya begitu jat uh. katanya: Tak dapat kita bicara dengan sepatah kata saja . lawannya akan bisa menyingkir dari piauw dua arah tengah dan bawah. luar biasa! Lioe Loo-enghiong . semua piauw itu menyambar saling susul! VI Bagus! berseru Tok-koh It Hang. Dalam keadaan seperti itu. pedangnya dipakai menyampok. tapi ia ingin memb uktikan sendiri. Ia tahu orang berniat angkat kaki. keduanya segera lompat bangun pula. dalam hatinya. maka terpaksa. Sahabat. Kiam Gim sudah duga. segera ia r angkap kedua tangannya. Tok-koh It Hang telah ketahui hal Kiam Gim. masing-masing mereka tak dapat menahan tubuh mereka. menyambar ke arah tiga jurusan anggota. kau akan mendapat tahu! Sckarang silakan cari kawanmu dahulu P Lioe Loo-kauwsoe jadi bcrdiri tercengang. untuk memberi hormat. terutama sejak undurkan diri ke Kho Kee Po. ia baias menyerang lawan itu. hingga piauw. tunggu dahulu! ia berseru. Hong-hoe-hiat dan Kiauw-im-hiat .

Hay Peng muncul untuk sambut tetamunya ini. jadi gundal? Jangan kata aku sendiri. Saudara Tjiong. apakah itu tidak memalukan kaum kita? Hay Peng angkat kepalanya. di mana soeteemu itu ada jadi gundal pembesar n egeri. tetapi orang dengan kelakuan mirip soeteeku ini. mengundang ia. untuk hidup mewah saja. seraya terus berkata : Saudara Lioe. tetapi untuk kaum Kang-ouw se ndiri. Sebentar saja. hatiku tidak pemah berubah! Apakah kau percaya aku kes udian jadi kaki-tangan pemerintah Boan. untuk membangkit kan kita bangsa Han? Didesak sccara dcmikian. sekarang ini bukan dia saja scorang dm! Jikalau kita lancang curigai semua. atau berikan tanda perihal kedatangannya. Kiam Gim tidak lantas turun. kenapa tuan rumah itu jadi demikian liehay. wa laupun soeteeku. Bukankah kalau tenaga dipersatukan. la ingat sebabnya kenapa sudah du a puluh tahun lebih ia asingkan diri. orang rupanya asyik tunggui ia. hingga ia terbitkan kecurigaannya ka um Rimba Persilatan. tidak nanti aku lakoni pcrjalanan ribuan lie ini k e Djiat-hoo! Aku datang bukan untuk saudaraku itu. Kiam Gim membalas hormat. Tap i inilah kcbctulan. Tapi Lioe Kiam Gim mem egat: Aku mengerti kesembronoannya soeteeku. ia tampak dalam lamar ada dinyalakan sebatang lilin besar dan satu orang asyik duduk di samping lilin itu. mengetahui kedatangan nya. untuk melihatnya. soetee kau ada dicurigai oleh kaum Rimba Persilatan. Malam itu. Hay Peng justeru tertawa berkakakan. ia kitarkan rumah itu. Tapi. ia tegaskan. Dan orang itu bukan lain darip ada tuan rumah sendiri. Melulu karena masih ada yang dipandang. Ia tidak tahu bahwa In Tiong Kie. Tjiong Hay Peng bersenyum. di luar sangkaannya. oh. yang simpangi pertanyaan orang. Kiam Gim tidak sia-siakan tempo akan loncat turun. sudah mendah ului datang pada orang she Tjiong ini untuk berikan kisikan. yang tadi tinggalkan mereka. maka itu. sikapnya me ndesak. ia cantelkan kakinya di payon.tas rumah. hingga kamar jadi gclap-petang. Saudara Lioe. dan iapun tidak memanggil. api lilin di dalam kamar. kemudian dengan menyedot napas ter lebih dahulu. dia seperti orang tolol! Lantas Kiam Gimjelaskan sifamya Kiam Beng. Akan tetapi. Kenapa sampai begini waktu dia masih belum juga tidur? Kiam Gim menduga-duga. dengan llmu mengentengi tubuh. ia justcru berada sendirian . Kiam Gim pikir. Saudara Lioe. ada molos sedikit cahaya api. yang baik sama pembesar negeri kare na adanya urusan dengan Keluarga Soh. Hay Peng akan kaget karenan ya. . Dengan sebenarnya. ia t idak mengerti. kau baharu sampai? Dalam herannya. aku memang sudah duga kau bakal segera kembali! berkata jago Heng Ie Pay itu sambil bersenyum. Ia percaya. kau bicara soal memperlemah tenaga sendiri! ia bilang. aku hendak bicara sama ia. Kiam Gim terima itu undangan. Saudara Tjiong. orang jadi belum ambil ti ndakan. sudah dua puluh tahun lebih kita orang tidak bertemu /tetapi kau hams ketahui. apabila kita orang sendiri bentrok. Kiam Gim bersangsi. kata Hay Peng kemudian. ap a kau rnasih memikir untuk mcmulihkan dandanan kita yang lama. Marilah duduk. Lioe Loo-enghiong. ia pandang tetamunya. maka berdua mereka ambil kursi. ap a ito bukannya berarti memperlemah tenaga sendiri? Hay Peng bcrbangkit. dengan tiba-tiba ia meniup ke arah lilin. ketika Kiam Gim menghampirkan ke s itu. Den gan hati-hati. Tapi ia masih cukup sabar. kecuali dari kamar samping sebelah timur. di sini bukan soal bentrokan melulu katanya. Meskipun ia berpikir demikian. akan ketemui sahab at itu. berkata ia. dia hanya gelap pikiran. seluruh rumah Hay Peng ada gelap-gulita. umpama benar soeteeku itu menghamba pada pemerintah Boan. dia juga tak nanti. itu besar faedahnya? Saudara Lioe. nyala pula. hingga lilin itu padam s eketika. Bagaimana kau ketahui aku bakal datang pula? ia tanya. apa kau hendak bela dia dan ingin dapat pulang barang upeti yang dirampas itu? Keduamatanya orang she Lioe itu bersinar. Saudara Lioe.

Untuk apa itu? Kiam Gim. dia orang tidak berkenalan! kata ia. sejak bangsa Ouw masuk kemari.Kalau kita cuma andali tenaga kita kaum Kang-ouw saja. seraya beber hal-fliwalnya orang itu . ia manambahkan. Sudah dua ratus tahun bersclang. yang juga disebut GieHoo Koen. Saudara Lioe. Kiam Gim nampaknya ketarik. ia merasa kecewa. aku masih belum ambil putusan untuk gabungi diri atau tidak dengan dia itu. si jago tua.€ Aku melainkan dengar apa-apa dari beberapa sahabat yan g satu waktu suka kunjungi aku. apakah kau m asih beium ketahui siapa adanya dia itu? Kiam Gim Iantas bisa mengerti. yang hend ak persatukan kaum Kang-ouw. saking jaraknya yang t erlalu dekat dengan Sin-tek. Walaupun dcmikian. menutup mata. siapa dia itu? tanyanya dengan bemafeu. tanya. Sha-tjap-lak Kee-tjoe. dia bemiat pulang ke Liauw-tong . kau sebenamya sudah bcrtemu sama dia. Kembali Hay Peng tertawa. ia hanya tidak sebutkan namanya. Saudara Tjiong. Siapa tidak bertempur. Apakah aku bisa bertemu dengan dia? Lioe Loo-enghiong. aku tak tahu jelas lagi kead aan di luaran. Soal ini membikin Kiam Gim berpikir. Cuma Tok-koh It Hang yang sanggup lawan kau. antaranya ada yang Kiam Gim su dah ketahui. malah sudah bcrtempurjuga! Kau orang sudah bertempur selama setengah ma lam an. bangsa asin gpun tunjang padanya! Bisakah kita gempur dia? *Tapi kita bisa bcrdaya. sembari tertawa teru s. Sudah dua puluh tahun aku berdiam di tengah muara. pokok das amya telah jadi kuat sekali. Tempatku ini. Apa benar. Hay Peng bilang. Orang pun bilang. Kiam Gim tercengang. untuk melakukan persiapan. Di sana orang bisa berkum pul dengan merdeka. apa kita bisa pcrbuat? ia tanya. Dia ada Tok-koh It Hang. yang bukan saja di Shoatang berpengaruh besar. banyak juga yang ia belum tahu. paling belakang sudah dirikan ro mbongan Gie Hoo Toan.€Ia tidak lantas terima baik. karena puteranya berke pandaian biasa saja. Bwee Hoa Koen. Apakah dia masih ada di sini?€Apakah aku bisa pasang omong dengan dia? Kiam Gim ta nya kemudian. Di sini Tok-koh It Hang minta aku yang bantu ia mengundang O rang-orang kaum kita. melainkan kau yang mampu layani kim-na-hoatnya! Inilah yang dibilang. akan tetapi tempat ini tidak sentosa. berkata ia. Aku juga hendak minta Saudara Lioe pergi menemui Ketuadari Bwee Hoa Koen. orang hutan menyayangi orang hutan. tapi untuk ini. karena mana be lakangan orang angkat Tjoe Hong Teng dari angkatan muda sebagai ahli waris kaum itu. k atanya rombongan ito berpusat di delapan ratus enam puluh lebih desa di Jim-pcng di mana ada lebih daripada delapan ratus boe-koan.€ Ada orang yang sedang daya kan itu__ la terus tuturkan hal sepak-terjangnya Tok-koh It Hang. ia hanya kuatir namanya nanti sudah tidak mempunyai pe ngaruh pula disebabkan pengasingan diri selama dua puluh tahun lebih. kita berdua harus bekerja sama-sama . di mana ada Istana Kaisar Boan. mustahil Saudara tak ketahui tentang perkemba ngannya Bwee Hoa Koen selama tahun-tahun yang bclakangan ini? Hay Peng balik tany a. Maka itu Tok-koh It Hang hendak pulang dahulu ke Liauw-tong. ia urut-urut kumisnya. bersama-sama Tok-koh It Hang. benar-benar sunyi. dia ini tak dapat bikin tunduk orang banyak. dia ini adalah yang bangunkan Gie Hoo Toan? Tjiong Hay Peng be nark an itu pcrtanyaan. . Tjiong Hay Peng kasih kc terangan lebih jauh. scdang selama beberapa puluh tahun ini. Lantas tuan rumah ini menutur hal Gie Hoo Toan. juga di lim a propinsi Utara. kemudi an Tjiong Hay Peng tambahkan. Hay Peng beritahu. saudara Lioe. iapun tidak me nolak. Ia bukannya jerih. Saudara Lioe tinggal di Shoatang. yaitu Ki-ang Ek Hian. di Sam-s he Oey-see-wie di Ie-lan. pantas Saudara bemiat segera menemui dia! Sayang dia tidak ada di sini se karang. setelah ke tuanya Bwee Hoa Koen. pemah antarany a ada yang omong tentang Gie Hoo Toan itu.€Pasti akan menyolok m ata apabila kita kumpul ramai-ramai di sini. Kiam Gim akui.

dia digantikan oleh putcranya. Inilah gcrakan yang menyebabkan delapan bangsa asing kepung Pakkhia. Thian Lie Hwee ialah Pat Kwa Kauw. mereka akan bagi anggota merek a satu bauw tanah untuk sctiap anggota. dengan perantaraannya Tjiong Hay Peng. malah sebaliknya. terus ia dirikan Gie Hoo Toan. Tiongkok tutup diri. ada dewa atau malaikat yang bantu ia. sehingga Kerajaan Tjeng bikin jatuh pamor Tiongkok. setelah usir bangsa asing. agamanya sendiri ada lain. tapi kepala agamanya ada Han Lim Djie. mereka tidak berhasil tetapi pengaruh mereka sudah meresap antara rakyat jelata. ialah dari d imusuhkan. Maka itu. kalau terbit perkara mereka dilindungi. Bertiga mereka berjanji. pemimpin Pek Lian Kauw ada Lauw Hok T ong. Hoolam. dan menggantikan memerint ah Tionggoan. setelah Kiang Ek Hian menutup mata. Sikapny a Tjoe Hong Teng ini menyebabkan ragu-ragu di antara rakyat. Ini ada suatu siasat. Segera datanglah paderi-paderi Kristen. sampai Tok-koh It H ang sendiri turut bersangsi. ia be 1 ajar silat pada Kiang Ek Hian. Ia ada orang dari To-tjioe. Bendera dan pakaiannya kaum ini ada serba puti h. untuk mengajarkan agama . katanya. Ia tidak bisa abui orang cerdik tapi toh ada s ebahagian orang yang percaya padanya. Ini dia bagiannya yang rada sulit. Kiam Gim tanya Hay Peng: Gie Hoo Toan dari Tjoe Hong Teng bercita-cita Hoan Tjeng Hok Beng . Pek Lian Kauw pu n disebut Pek Lian Hwee. Setelah Perang Candu di tahun 1840. Setelah jadi kaisar. Lim Djie di sebut juga Siauw Beng Ong. Gie Hoo Toan dibaiki. lantas See Thayhouw. Shoasay. Kemudian. Maka Tok-koh It Hang. dengan turuti sarannya Yok Hian. pengaruhnya tersebar di Shoalan g. Siamsay. yang ting . Hoe Tjeng Biat Yang berarti menunjang Kerajaan Tjeng untuk memusnahkan bangsa asi ng . Tjoe Goan Tjiang mcnindih Pek Lian Kauw. dan sclama tahun pert ama dari Kaisar Kee Keng. Shoatang dan Hoolam.€Mereka ini gagal tapi pembcrontakan mereka telah menggetarkan seluruh negeri. terus sampai zaman Kaisar Kong Sie . dengan bekerja sama-sama Lie Boen Seng dari Tjin Kwa Kauw dan Lim Tjeng dari Kim Kwa Kauw. kalau mereka berhasil. Soenboe dari Shoatang. bagaimana sewenang-wenangnya bangsa asing sekarang? Untuk itu. puteradari Han San Tong. Mendengar sampai di situ. adalah segala penganutnya. s atu cabang dari Pek Lian Kauw. dan bangsa Han ditindas. seruk an rakyat Rubuhkan Kerajaan Tjeng untuk bangunkan pula Kerajaan Beng dan karena pem erintah menindas. tak dapat ditembak. yaitu Rubuhkan Tjeng Tiauw . ketua Pek Lian Kauw. Adalah setelah Kerajaan Tjeng musnakan Kerajaan Beng. tapi bangsa asing gempur pintunya dengan tembakan meriam da ri kapal perang. yang main gila. ia harap . kenapa dia diizinkan kumpulkan barisan serdadu rakyat yang dinamai Koen-bin ? Kenapa di Jim-peng saja sampai ada delapan ratus lebih caba ng kaum itu? Ditanya begitu. Shoat ang. dengan pimpin dua juta serdadu. Tjoe Hong Teng itu ada asal satu pemimpin kecil dari Pat Kwa Kauw. Bukankah Saudar a ketahui. dan Soe-tjoan. pengganggu kehormatan kesucian orang perempuan. Hay Peng tepuk meja. ia nanti bisa bikin terjungkal bangsa Boan. Tit-lee. Tjoe Hong Teng dengan Gie Hoo Toannya. Kumpulan Teratai Putih. Selama tahun ke-17 dari Kaisar Kee Keng. bangsa ini bergerak pula.Gie Hoo Toan ada satu cabang kecil dari Pat Kwa Kauw dari Pek Lian Kauw. pemerintah Boan lihat ancaman bahaya. Di akhir Kerajaan Beng ini. Ong Ho Hian da n Tjie Hong Djie. yaitu Lauw Tjie Hiap. dengan pelahan-lahan Gie Hoo Toan ubah seruannya dari Hoan Tjeng Hok Beng jadi HoeTjeng Bi at Yang . sudah serang Istana Raja Boan di Pakkh ia serta niat rampas Tit-lee. agama Teratai Putih. ubah sikap. rakyat berontak . seruannya ada Hoan Tjeng Hok Ben g . tapi kenapa pemerintah Tjeng tidak larang p adanya. Di akhir zaman Goan Tiauw. Tjoe Goa n Tjiang ada salah satu pemimpin. tanya. hingga umumnya rakyat jadi benci mereka. mereka j adi pemeras rakyat jelata. ia mengakui ada turunan kaisar-kaisar Beng. ingin ketahui sikapnya Lioe Kiam Gim. ia menggantikan jadi ahli waris Bwee Hoa Koen. Ibusuri. hingga tubuhnya jadi tidak mempan s enjata tajam. adalah Tjoe Goan Tjiang yang berhasil mengusir bangsa Goan (Mongolia) dan berdirikan Kerajaan Beng. Tjoe Hong Teng suka bekerja sama-sama. kepala agamanya men utup mata. Di dalam pasukan sukarela Pek Lian Kauw ini. Kaum Pek Lian Kauw dan lainnya masih bekerja sccara rah as i a. mereka lawan pemcrintah Beng. Ia ajarkan orang Sin Koen . Jago Thay Kek Pay ini. kepala agamanya ialah Ong S om. yaitu ilmu silat Malaikat . lantas jadi pembela rakyat yang ber celaka itu.

Begitu bertemu sama Teng Soesiok. Dia bicara lama sekali dengan Teng Soesiok. ia seka rang ada sahabatnya Tok-koh It Hang. kemudian mereka lan . tctapi tidak demikian maksud kita berkata ia. Hanya. Tetamu dari Sin-tek? kata Kiam Gim. ia lantas pamitan dari Hay Peng. sambil uruti kumisnya. hanya ia terus memandang Kiam Gim dan meneruskan: hanya Teng Soesiok mi nta Soepeh lekas kembali. sinar terang muncul dari arah Timur. Karena se sudah jauh malam Kiam Gim belum kembali. dengan tidak l ancar. ada berlari-lari satu orang ke Sha-tjap-lak Kee-tjoe. mereka sangka Kee Tjoen ada gundalnya pembesar negcri dan datang untuk cari rahasia. dari antara jalanan gunung. ada kenal baik pemimpin tua dari Bwee Hoa Koen. kau jangan kuatir apa-apa! Bukan kah kau orang kuatir aku kena ditahan di sini maka kau datang untuk papak aku? Tj iong Hay Peng pun tertawa dan bcrkata: Jangan kuatir. Ia bicara sama Kee Tjoen. mengged or pintu rumahnya Tjiong Hay Peng. Hay Peng den gan beruntun telah kedatangan In Tiong Kie dan Lioe Kiam Gim. Kiam Gim heran. ialah Kiang Ek Hian. Kee Tjoen jawab. Entahlah. Dua sahabat ini bicara dengan asyik. Tidak benar karena dia datang bukan untuk cari tah u perihal ia dan orang yang belum ketahui. Kiam Gim jadi berpikir. Teetjoe tidak kenal orang itu. ia tanya. Lauwtee! Lioe Soepehmu ini. siapa sebenarnya tetamu itu. terus ia ikut Kee Tjoen. Ia memang ti dak puas terhadap Kerajaan Tjeng. Atas gedoran. Hay Peng dan Kiam Gim muncul. atau pah law an dari istana Sin-tek dan pahlawan dari Istana Pakkhia. Dengan lantas mereka ini berembukan sama wie-soe. sedang tampangnya tuan nunah pun sudah lantas berubah. untuk sesampainya. tidak nanti terhilang lenyap! Lie Kee Tjoen menjadi gugup. dia kata dia datang langsung dari Sin-tek dan dengan ter-buru-buru. sang fajar telah datang . S oh Sian Ie dan anaknya pun segera berangkat ke Sin-tek dan ayah dan anak ini bis a sampai lebih dulu. Kiam Gim. Di tengah jalan. Sekarang. hatinya jadi goncang. Apakah orang itu datang dengan suatu kabar penting. Ada urusan apa? Kiam Gim tanya Kee Tjoen. Ia»menduga-duga dengan sia-sia. Tjiong Loo-tj lanpw ec ini ada sahabatku dari beberapa puluh tahun. Mereka mcmang tidak tahu. di depannya Tjiong Hay Peng. ia tidak bisa bcrikan jawaban. Syukur. meskipun satu malaman ia tidak tidu r sama sekali. tapi ia datang dari Sin-tek.tertawa. Maaf. Orang she Lie ini mclongo. Sin-tek ada daerahnya Istana Boan. Benar karena tetamu itu betul ad a dari pihak pembesar negeri. ia rnasygul. karena itu. dan karena kuatir saudara itu alami hal tak disangka-sangka. Dia temyata ada Lie KeeTjoen. scbaliknya mereka jadi gusar. Tetamu itu ada orangnya Keluarga Soh. tapi sudah lama ia undurkan diri. Justeru itu. hatinya suda h mulai tentaram. dari pihak yang bcrtcntangan. ia nyatakan suka ketemui Tjoe Hong Teng. Kiam Gim hcran. yang berbahaya? Atau dia ada orangnya pembesar negeri yang lagi lakukan penyelidikan? Dugaannya Kiam Gim ini benar dan tidak benar. Kee Tjoe n dikirim untuk menyusul. Setelah dengar keterangan lebih jauh itu. ialah boesoe atau guru silat dari rombongannya Teng Kiam Beng yang atas titahnya Kiam Beng. Kee Tjoen t anya hal Kiam Gim. Lootj ianpwee. sebab tadi malam kita telah kedatangan satu tetamu tid ak diundang . sahut Lie Kee Tjoen. dengan bcrdiam di rumahku. hingga murid-murid itu jadi h cran dan melengak. Seberangkatnya Kiam Beng dan Kiam Gim. dia tidak ber-henti-henti di tengah jalan. hendak cari Lioe Loo-kauwsoe. mu-rid ini menyangkal. Tetamu siapa itu?€Dari mana datangnya? ia tanya. unt uk apabila bisa baliki tujuannya Tjoe Hong Teng menjadi pula Hoan Tjeng Hok Beng . Kiam Beng sangka saudara itu pergi pada Hay Peng. sampai tahu-tahu. yang ulangi itu berulang-ulang. untuk ketahui jelas sikapnya Ketua Gie Hoo Toan ini. Dt akhirnya. romannya kuatir. ia ada bersemangat. ia kata: Lauwtee. muridnya Tjiang Han Tek dari Ngo Heng Koen. kemudian baharulah Soesiok titahkan aku susul Soepeh di sini untu k disambut pulang . malah Kiam Gim asy ik pasang omong dengan gurunya. pintu dibuka oleh beberapa muridnya Tjiong Hay Peng. sebel um mereka bertempur.gal di Shoatang.

Tuan. berkata ia. Kau hendak pergi ke mana? . Soetee. jikalau kau hendak pergi ke Liauw- . Di seb elah itu. Soetee. maafkan kita si orang desa! Dengan tidak perdulikan. kenapa sang soetee begitu percaya orangnya Ke luarga Soh itu.tas bikin penyelidikan. Loo-enghiong tak usah capaikan hati lagi.€€€ Kita€€orang keterangan. De ngan sepasang alisnya berdiri. Kiam Gim te rus tarik Kiam Beng ke dalam. Apakah satu kurcaci mesti dipandang sebagai orang gagah dan kau henda k bertaku hormat kepadanya? Mukanya soetee itu menjadi merah. tetapi se karang bersikap sebaliknya. ia bilang: Maaf. Walaupun ia menerangkan demikian. ia sekarang ajakkita segera berangkat ke Sin-tek! Teng Tjeng maju seraya hunjuk hormatnya. kau hendak bikin apa? €Kiam Gim segera tanya seraya ia tarik tangan ora ng. tidak Kia m Gim. ia mengabarkan tentang upeti yang dibegal sudah ada kabamya. aku telah dapat keterangan. kemudian ia tuturkan hal pertemuannyasamaTok-koh It Hang dan Tjiong Hay Peng. untuk simpangi pembicaraan. yang dengan Kiam B eng ada bersahabat kekal. ia tidak bilang suatu apa. soetee ini kata: Soeheng. itu ada al asan melulu guna pancing mcrcka kembaii. Kemudian pada tctamunya. lantas ia urut-urut kumisnya. Kiam Gim pandang soetee itu dengan tajam. ini ada Saudara Yap Teng Tjeng dari Pat Kwa T jiang atau pahlawan dari Keluarga Soh. Itulah bukan maksudnya Tok-koh It Hang akan kangkangi barang itu. Tentang upeti itu. hanya kemudian. mereka juga telah dengar selentingan hal adanya beberapa orang yang ti dak dikenal yang suka berkumpul di Hee-poan-shia.€Ia merasa tidak enak hati. pada Keluarga Tjiong.€Bangsa Boan mcmang paling jenh kalau or-ang-orang kaum Rimba Persilatan mengadakan pe rsatuan.€Di scbelah itu. ia dapatkan Kiam Beng sudah dandan rapi. Kiam Gim masih tidak sebut cita-cita memberan tas pemerintah Boan . sedang mer eka juga tahu. Tentu saja ada dusta belaka yang barang upcti telah didapat pulang. untuk mengatur terus jaring. Sebenarnya ada apa. di sampingnya soetee ini ada seorang d ari usia pcrtcngahan yang matanya m i rip mat a tikus dan hidungnya bengkung bag aikan gactan. sudah siap untuk suatu perjalanan. yang mclanjuti. kata ia. Kiam Bene boleh kena diakali. kau bisa bedakan satu orang gagah dari satu kurcaci. ia ingin Kiam Beng terus terpisah dan kaummnya. Biarlah tctamu kita ini menunggu sebentar. Kiam Beng tidak segera menjawab. Untuk kembaii ke Sin-tek. Dia ini awasi pahlawan Keluarga Soh itu. hanya sambil tarik orang di sampingnya.€ Kenapa kita tak bicara di tengah jala n saja? Soetee inipun heran. tetapi ini justeru menyebabkan Kiam Beng keliru mengerti. Barang itu berada di tangannya orang Liauw-tong itu. maka sekarang lata tinggal menungg u kembalinya Tcng Loo-enghiong untuk membereskannya. Da n tetamunya Kiam Beng itu ada salah satu pahlawannya Sian Ie. aku ingin bicara dahulu sama kau. Soeheng? Kiam Beng tanya. Kiam Gim sendin merasa tidak enak ia telah bicara sedemikian rupa terhadap soe tee itu. ia kata dengan sabar. soehengnya yang paling kenal tata sopan santun. tetapi ia tidak mengerti. menarik tangannya sang soetee. Tentang barang upeti.w la terus menoleh pada Lie Kee Tjoen seraya te ruskan berkata: Tolong kau tcmani dahulu tctamu kita ini. barang pun telah didapat pulang. kau seharusnya bisa membeda-bedakan. Kapan Kiam Gim sampai di ru man penginapan. karena ini adalah yang pertama kali soehengnya bicara demikian tandas kepadanya. bahvva orang pentang matanya lebar-lebar. Aku lihat dia ada satu laki-laki berkata ia. ia kata untuk memperkenalkan: Soeheng. Eh. tetapi sekarang tidak ada soal untuk mendapatinya kembaii. Soh Sian Ie pun tidak ingin Kiam Gim berhasil dengan perjalanannya ini. Dengan lekas mereka dapat tahu yang Kiam Beng bcramai su dah pergi ke Sha-tjap-lak Kee-tjoe. Lioe Kiam Gim ada bersahabat rapat dengan Tjiong Hay Peng. guna dipulangkan pada Raja Boan. justeru Keluarga Tjion g ini mereka curigai ada mempunyai sangkutan dengan perampasan upeti. kita justeru diundang untuk satu pertemuan di le-lan. tak usah kita tergesa-gesa. kata ia.

Terang ia ada seorang yang mengerti boegee. tapi ia menurut. cuma pedangnya t idak dicantel di pinggang hanya disesapkan dalam baju. ada terdengar nyanyian-nyanyian yang merdu . mereka berangkat ke Sin-tek. ia malah rada mendongkol. pergilah kau sendiri! Aku hendak pergi ke Sin-tek. Untuk ini. Kiam Beng anggap soeheng itu terlalu curiga. kata ia akhimya. datang saatnya tambahan barang hidangan. Justeru itu muncul pelayan yang membawa nenampan terisi barang santapan. tetapi karena ia kuatir untuk saudara itu. orang Boan itu undurkan diri dari meja. or-ang-orang Boan itu tidak bcrkuat ir. karena mereka jerih terhadap kita. ruangan yang inda h dibikin terang dengan api-api lilin merah. dia justeru uji aku berulang-ulang! Aku percaya. baik ia ikut soetee ini. sama sekali dia tidak pandang pula Kaum Thay Kek Pay. Ketika itu. untuk ini. yang tenggak arak dengan rakus. bukannya ia bergembira. akan tctapi cara biki nnya ada istimewa. Selang dua hari sesampainya Kiam Beng di Sin-tek. mustahil Si an Ie dan Tjie Tiauw minum itu? Kiam Beng tidak tahu. Demikian. Habis tiga edaran. Jawaban ini tidak dapat dipcrcaya. Pertemuan dilakukan di gedung musim panas dari Keluarga Soh. Must ahil barang upeti disembunyikan di dekat Sin-tek? Meski begitu. Tjie Tiauw tambahkan. katanya. Ia t etap waspada. Di waktu Sian Ie dan Tjie Tiauw undang mereka minum arak.tong. Kiam Gim tidak niat iringi saudaranya. dengan diantara Yap TengTjeng. kenapa Sian Ie yang tua datang sendiri ke Sin-tek. di Sin-tek pun ia bisa dengar-dengar kabar. Sclagi bicara. Kiam Gim pesan. ia awasi dulu ayah dan anak itu. dia akan jadi letih. Kalau begitu. m eskipun Kiam Beng hunjuk Sian Ie sudah berusia tujuh puluh lebih dan sudah lama mengasihngi diri. pelayan-pelayan tak hcnti-hcntinya putari tetamu-tctamu u ntuk melayani. Terus terang aku sang sikan Tok-koh It Hang. walaupun arak itu dicampuri racun. si begal ada orang Liauw-tong dan barang nya diumpcti di suatu tempat lak jauh dari Sin-tek. untuk dicicipi saja. kenapa dia rampa s juga benderaThay Kek Kie? Kenapa diapun sampai uji pada Soeheng? Lebih celaka ada si tua bangka Tjiong Hay Peng. Kiam Gim coba redakan soetee ini tetapi Kiam Beng panas hatinya. mereka pakai akal memancing kita da tang ke Liauw-tong! . ia pikir. sesudah mereka hirup arak mereka. Dalam tembok pekarangan ada ditanam i ban yak pohon pek yang besar dan tinggi. Karena di tempat itu ada sarangnya kaum Kang-ouw. Para hadirin. Kiam Gim tidak biasa dengan penghidupan mewah begini. kita tidak berani sembarang t urun tangan. untuk bcritahukan para tetamu ba hwa masakan yang baru disuguhi itu ada hidangan yang langkah. aku nanti iringi kau. Soetee. Kiam Bcng tidak bilang suatu apa. kita datang dengan cara hormat. Soetee. Kenapa dia tidak memandang-mandang lagi. Dua pelayan di belakangnya Soh Sian le mcmbantui orang Boan itu buka bajunya. k arena itu adalah bah so ikan lee-hie dari sungai Loan Hoo. kebanyakan pahlawan. hal ini m embuat Ketua Thay Kek Pay ini tak leluasa sendirinya. Di dalam hatinya ia kata: Kalau arak ada racunnya. baik kau bawa pedangmu dan piauw. Pcrjamuan dilanjuti. dari tak leluasa. akhimya ia turut bersama. kcdua m atanya bersinar tajam. toh cukup kalau dia diwakili puteranya saja. Kau mesti waspada. baharu ia turut minum . Pelayan ini bcrtubuh besar. . campuran obatnya ada bcrbcda. maka di akhim ya. yang dicel ah terlalu curiga. Ia curiga. ialah siapa minum itu. Ia tetap curiga. Soh Si an le berbangkit. baiklah. ia masih punya tempo. ada tidak dikcnal oleh Kiam Bcng. kita scngaja tunggu Djiewie dahulu. Di dalam ruangan pun ada dibakar dupa yang harum. Kiam Beng dilayani sebagai tetamu yang dihormati. Soetee ini malah tertawakan dengan diam-diam pada soehengnya. Soh Sian Ie ayah dan anak un dang mereka untuk satu pertemuan. ia hendak buka bajunya yang gerombongan. tcnaganya berkurang. ia jadi curiga. Kiam Bcng tanya akan hal barang upeti dan Tjic Tiauw hunjuk. Di sebelahnya tetabuhan. Berbarengan dengan itu Tjie Tiauw berbangkit. Untuk pergi ke Liauw-tong. se orang polisi asal Pakkhia dapat serepi. Ia pikir. tindakannya tetap. Tidak demikian dengan Kiam Beng. Soh Tjie Tiauw. oieh Kiam Gim dan oleh Kiam Bcng juga.

s edang dari sebelah kiri ada menyambar satu Thic-tjio dan dari kanan sebatang ruy ung. Jago ini segera egoskan tubuhnya ke kanan. dapatkan semua itu telah ditutup rapa t. ia tempel tubuh dengan tubuhnya Kiam Be ng. me nyambar-nyambar apinya! Dua-dua Kiam Beng dan Kiam Gim kaget bukan kepalang. ia kendalikan diri. s ambil berseru keras. Itulah sambarannya senjata rah asia. ia berseru: Orang-orang tidak tahu malu! Aku nant i adu jiwa dengan kau orang! Di pihak tuan rumah. Pihak lawan juga tidak bisa bergerak dengan leluasa. kalau tidak. letaknya kalang kabutan. malah sekalian pelayan juga turut. mereka bisa melihat dan bergcrakdcngan l eluasa. akan tetapi Kiam Gim suda h siap sedia. maka itu. penyerangan telah dimulai. tapi ia ingat. maka itu.Si pelayan sudah lantas sampai di depannya Kiam Beng dan Kiam Gim. yalan lioc-hong-tan. karena berat. ada yang senjatanya terp enta! dan terlepas. ia serukan: Kenapakau tidak lekas hunus ped angmu! Kiam Beng melongok. ia lompat ke depan. ia telah mendekati jend ela sebelah rimur. di belakang ia ada sebuah kursi. dengan geraki pedangny a. Kiam Gim dengan sebat hunus pedangnya Tjeng kong Kiam dan tangan kirinya meraup Kim-tjhie-piauwn ya. berbareng dengan itu. tiba-tiba Kiam Gim serukan soetecnya: Man turut aku! Serbu! Da n ia putar pedangnya. Kiam Gim. yang telah putar goloknya sejak ia berada di antara s ebuah meja. untuk membuka jalan. hanya weli rang yang bundar-bundar bagaikan peluru. ia berbalik jadi sangat gusar. untuk berke lit. semacam senjata ra hasia istimewa. yang memandang ke semua pintu. ia hams berhati adem dan tenang. selagi lioe-hong-tan menyala. tangannya membetot tubuh soeteenya. Karena itu. Menyusul itu. yang mencoba mcndesak. Ia dapat kenyataan. dia mesti paham lwee-kang. atau itu sudah ditumpahkan ke arah kedua soeheng da n soetee ini. ia terus lompat jumpalitan ke belakang. Ruangan jadi berisik dengan beradunya alat-alat senjata. Begitulah. Ia dibacok dari arah pundak terus ke tenggorokan. angin menyambar ke arah Kiam Gim. mereka ada kawanan kurcaci dari Rimba Pcrsilatan. meja itu tidak akan terangkat. Kiam€€€€Beng€€€turut€€€€teladan* soehengnya itu. kemudian dengan e njot kedua kakinya. dari arah belakang. Kiam Gim insyaf. Kiam Gim dihadapi oleh seseorang yang bergenggaman golok lancip. hampir saja ia keserimpat. sesudah itu. Kawan-kawan di luar. Sang kambing hendak nerobos! i . kakinya dari kuningan. Kiam Gim mundur. kedua-duanya sampai dengan berbareng. discbabkan jumlah mereka yang terlalu banyak dan kursi-meja menjadi rintangan. ia heran dan tidak mengerti sekali atas kejadian itu. ia mengintii di sebelah belakang. Ia ada sangat gusar. hing ga soeheng dan soetee ini tidak terluka. Selagi musuh tidak berdaya. ia tangkis semua tiga serangan itu dengan satu sampokan saja. pada kcpala mercka. Isinya mangkok bukannya bahso ikan. ia pcrlihatkan ia punya ilmu pcdang Thay Kek Tjap-sha-kiam. sebelum orang tahu apa-apa. sedang siapa gunai itu. untuk membakar pakaian dan kulit dan da ging. j tangan kanannya menyambar ke tenggorokannya si penyerang gelap d an kaki kanannya mendupak keras. bclum nenam pan diturunkan ke atas meja. hal ini jadi ada baiknya j uga bagi sochcng dan soetee itu. Dan berbareng dengan tumpahnya mangkok bahso. hingga musuh roboh seketika itu juga. ia tidak bolch bertempur lama-lama di ruangan tak lebar dan t ertutup itu. sedang kursi meja pada terbalik. peluru itu tak akan meledak dan mcnyala. Dengan lekas. karcna ia terus waspada. lama-lama itu berarti menanti kematian. semua orang sudah lantas keluarkan senjatanya masing-masi ng. maka itu. lioe-hong-tan lantas menyala. hingga ke depan. s elagi terkurung ia tidak boleh turuti nafsu amarah. hingga semua se njata musuh jadi terpental. teta pi tegurannya sang soeheng membikin ia sadar. ia gunai dua-dua tangannya akan terbaliki meja berbaru marm er. sembari cabut pedangnya. ke kiri dan kanan. sebaliknya. maka itu. di dalam mangan yang tidak terlalu lebar itu. awasl demikian orang berseru. oleh karena mereka adalah pelayan-pelayan palsu. sembari tolak tubuhnya Kiam Beng. Segera juga. lalu. Syukur ia bertenaga besar kalau tidak. aniaranya ada yang rubuh. Tidak tunggu sampai Iain-lain musuh menyerang pula atau maju. berdua mereka sudah terkurung. api jadi menyambar ke lain arah.

ia sambar batang lehernya. Sebat luar biasa. iagcraki pedangnya sccara luar biasa. begitu tubuhnya muncul. hin gga ia menghadapi sebuah pohon bcsar. ia cekal tubuhnya. tetap sang soetee tidak sahuti ia. ia bikin musuh-mnsuhnya jcrih. Di s itu ada bersembunyi satu pahlawan. tidak heran. Walaupun demikian. Tidak demikian dengan saudaranya. Sekarang mereka ini juga bisa bergerak dengan merdeka. karena ia hajar tempat kosong. dalam tempo yang le kas. Kiam Gim dari jalan keluar. terang ada musuh-musuh yang menjad i korban! Bagaikan harimau keluar dari guanya. yang ia tajik dengan keras. Celaka! pikir ia. maka dengan di put amy a pedangnya. ia tidak mau menangkis. Jumlah pahlawannya So h Sian Ie ini ada tiga sampai lima puluh orang. Sudah minum banyak arak. ia disa mbut dengan bermacam-macam senjata rahasia. demikian Kiam Gim keluar dari jendela den gan tubuhnya yang bcsar. dengan gerakan Thian lie san hoa atau Bidadari menyebar bunga . musuh masih tetap mengurung mereka. yang cuma mencicipi saja. benar arak itu bukannya arak racun. Kiam Gim totok orang punya jalan darah Moa-djoan-hiat . lalu se lagi orang menjadi mati kutunya. Puncaknya kehebatan adalah kctika tubuhnya tctap j adi sempoyongan limbung tidak kcraan! Dalam saat sangat bcrbahaya dari saudaran ya itu. di antaranya ada juga yang liehay. d i luar ada musuh. iapun mesti keluarkan banyak tenaga. Di mana di belakang ia ada Kiam Beng yang menjaga. tetapi ia tidak boleh takut. seperti hendak rubuh. ia jadi kew alahan mclayani banyak musuh.aga! Berbareng dengan itu. ia putar tubuh musuh bagaikan senjata saja! Ia berhasil dengan cara m enangkisnya ini. semua musuh mundur sendirinya Soetee. tubuhnya menjerunuk ke depan. atas mana. akan gunai tempat yang lowong itu. beruntun ada terdengar jeritan-jeritan dari kesakitan. baharu saja kakinya injak tanah. semua senjata itu mengenai pedangnya dan jatuh ke tanah. matanya jeli. Dalam heranny a. kupingnya ter ang. Bukan main kagetnya! Ia tampak Kiam Beng lagi dikepung musuh. apabila ia ambil ketika akan menole h ke belakang. yang kepandaiannya tinggi dan tenaganya besar . Ia percaya benar. Apa celaka bagi si penyerang. Ia berseru pula. iapun menyambit dengan piauwnya. justeru ia bisa rubuhkan satu musuh di depannya. Untuk leganya hati. serangan datang dari depan dan belakang. Dia kirim kemplangan Soat hoa khay teng atau Bunga salju menutup batok kcpala . Selagi menangkis. ia loncat keluar jendela itu. pengaruhnya arak bikin ia letih. t erus ia angkat. Kiam Gim telah dobrak jendela dengan kepalan kirinya men yusul mana. di dalam juga merubul keluar. Masih soeheng dan soetee ini belum lolos dari bahaya. Dengan sebclah tangan masih cckal tubuh musuhnya. akan tetapi. Untuk meno long diri. hingga ia jadi heran. Dengan sikap nekat ini. Kiam Gim tidak bingung. Di sini. tubuhnya limbung . ia lihat Kiam Beng tetap ada di belakangnya. den gan letaki pedang di depannya. sambil sambar toya orang. Kiam Gim terus lompat. Kecua li musuh-musuh yang di luar. ia puta r pedangnya akan tolongi saudaranya itu. ada sulit untuk bisa segera membuka jalan. sampai tiga kali. jago Thay Kek Pay itu bikin lawannya ngusruk ke arah ia s ekali. mengetahui ada serangan. dengan itu. hingga toya menimpa tempat kosong. Ia girang sekali men ampak musuh mundur semua. dari itu. ia segera menoleh ke belakang. Sungguh berbahaya! ia mengeluh sendirinya. melupakan bahaya. yang sedang terancam bahaya maut Teng Kiam Beng telah terlalu percaya Soh Sian Ie. Ia lompat tinggi dan jauh. ia bisa pusatkan perhatiannya melulu ke depan. Kiam Gim menyerbu hebat seka li. Selang sedikit lama. tanga n kirinya jago ini tidak diam saja. Dugaannya jago Thay Kek Pay ini tidak meleset. atau musuh-musuh yang menjaga ia. tetapi tenaga arak itu ada lua r biasa. ia menjadi lemah. Sembari bertempur. Benar sekarang mereka be rada di tempat yang lega. ia hanya berkelit. ia putar pedangnya.. man ikut aku! Kiam Gim serukan adik seperguruannya. hingga mereka . dengan loncatan Peh rjoa tjoet tong atau Ular putih keluar dari gua . dari itu. atau tiba-tiba sebatang toya besi menyambar ia dari arah tempat yang gelap. ia teguk arak dengan tidak b ataskan diri. ia putar tubuhnya. Justeru itu. Dalam keadaan seperti itu. guna bela diri. ke kiri dan k anan. Tidak tempo lagi. Tapi ia tidak dapat jawaban.

segera ia lemparkan tu buh musuh. me reka kuatir nanti api membakar orang sendiri. hatinya Kiam Gim tidak pernah g entar. Di sebelah itu. senantiasa turun dari atas. mereka tak ayal akan gunai itu. malah ia gunai cara penyerangan bcruntun-r untun! Rupanya dia berpendapat. kupingnya awas. kawan itu toh baka l terbinasa. tak ada senjata musuh yang datang menyerang! Seiagi Lioe Loo-kauwsoe heran dan mengawasi dengan mata dipentang lebar. akan t erus bergulingan dengan tipunya Koen tee tong . hingga ia tidak terbakar terus. Untuk tolong diri. tibatiba ia lihat benda berkelebatan bagaikan ular emas terbang serabutan . segera lela tu api menyambar. Hanya syukur bagi ia. karena peluru welira ng tak dapat d i tangkis atau dijaga. hingga ia merasakan sakit bukan kepalang. makin ditangkis. sekonyong-konyong musuh bergenggaman ruyung liehay itu perdengarkan tertawa aneh. lelatunya menyala makin h ebat. tidak apa dia yang binasakannya! Untuk menangkis senjata rahasia. ketika ujung ruyung sam pai. Di medan pertempuran itu ada pohon-pohon dengan cabang-cabang yang lebat denga . Segeralah. untuk turunkan senjata tajamnya itu pada lawan yang sudah tidak berdaya ini! Itu adalah saat dari mati atau hidup. Bcnar sclagi ia mendekati Kiam Beng. rubuh di tanah dengan tak dapat bergerak pula! Adalah di saat demikian. akan lanjuti serangan hebat karena tetap ia hendak tolongi soet eenya. Kiam Beng punya boegee ada lebih rendah setingkat daripada boegee soehengnya. s ayang tenaganya telah berkurang. ia telah jauhkan diri tiga tumbak lebih. hingga Kiam Beng repot melayaninya. la mcrangsek teras. ia sudah cukup liehay. asal bersama musuh. Habis itu. ketika musu h tank ujung ruyungnya. atau Berguling di tanah . Dalam keadaan seperti itu. Semua api. mclainkan beda dengan lioe-hong tan-tjoe. semangat nya terbangun pula. pahlawan-pahlawan Istana Boan. ia masih bi sa bikin kempes perutnya. akan tetapi sekarang. hingga tidaklah ia sampai terbinasa seketika juga. satu musuh yang mencekal golok lompat memburu. musuh tidak bcrani gunai senjatanya itu. hingga ia sangka soeheng itu terkena dibokong. yang sudah terbakar. ia enjot tubuh. Kiam Beng lihat ancaman bahaya. tetapi dasar murid sejati dari Thay Kek Boen. ia sendiri segera jatuhkan diri ke tanah. untuk dipakai menangkis serangan geiap itu. padam karena bergulingannya itu. Pelepas senjata itu kuatirkan Kiam Gim nanti mencapai maksudn ya. malah lelatu pun nyasar menyambar kepadanya sendiri. permainan pedangnya tak jadi kalut. r uyung tujuh garis. Selama pertempuran kusut. Ruyung itu menyambar-nyambar dengan perdengarkan suara angin menderu-deru. han ya tubuhnya terpental dua-tiga tumbak. bintang peno long datang. A rich. Syukur baginya. ia masih bisa empos semangat dan tenaganya. akan lompat sampai beberapa kaki tingginya. tak perduli senjata api. perutnya kena tersodok. ia baharu menjadi kaget bukan terkira apabila ia tampak lelatu api muncrat serabutan. iajadi lelah luar biasa cepaL Hatinya tetap besar. melulu dise babkan pengaruh arak keras. yang menyambar pakaiannya. Demikianlah ia putar tubuh seraya majukan t ubuh musuhnya ke depan. dia tak perdulikan kawan sendiri. Saya ng bagi ia. gerakannya lambat sekali. Walaupun sudah lelah. sedang musuh-musuh di kiri-kanan pada berseru-seru. ia mencelat bangun. tidak perduli di tangan law an mereka mem punyai satu kawan. hatinya tetap tak jadi keder. ini ada scrangan di luar dugaannya. bagaikan samb arannya ular hidup. Di antara pahlawan-pahlawan itu yang pa ling liehay adalah satu yang bersenjatakan Tjit-tjiat Lian-hoan Hek-houw-pian. biar kawan binasa. asal kedua musuh tak dapat lolos! Atau dia pikir. tubuhnya maju.pada mundur. ia mesti hadapi musuh-musuh yan g liehay. iajejak itu dengan sebelah kakinya seraya sebelah kepalannya melayang. ruyungnya menyambar. tenaganya telah sangat kurang. di tempat te rbuka. gerakan pedangnya menjadi ayal sendirinya. akan dipakai menusuk pula. hingga tubuh musuh di tangannya lantas terbakar. kapan Kiam Beng lihat soehengnya lagi mendesak. Sekejab saja . binasa bc rsama-sama. tak tempo lagi. tiba-tiba angin menyambar dari sebclah bclakang! Di waktu bcrgulat mati-matian sccara demikian. Nyatalah itu ada senjata rahasia Hoe-hong tan-tjoe atau peluru welirang yang bis a menyala. matanya jeli. berbagai macam senja ta boleh digunai. Celakanya bagi Kiam Gim. tetapi justcru di saat itu. seperti terbang dari luar langit .

pahlawan yang bersenjatakan ruyung Tjit-rjiat Lia n-hoan Hek-houw-pian datang mendesak. melulu disebabkan latihan darr ketangguhannya. musuh menjerit kesakitan. di atasan musuh. kepalanya pusing. dari itu. Tok-koh It Hang sudah sampai pada musuh. ia tidak pandang mata. mcnyusul itu. kali ini terutama mereka gunai berba gai senjata rahasia. seper ti suaranya burung-burung malam. iaini lihat Tok-koh It Hang. sampai ia kena tubr uk satu kawannya. Dalam ilmu ini. yang membikin orang terkejut. dia ada]ah orang pandai nomor satu. disusul sama seru annya: Tua bangka. hingga untuk sesaat. penolongnya ini justeru ada orang yang paling ia benci . hingga segera mereka kena didesak mundur. tangannya sudah mengenai lengan kanan orang atas mana. yang disusul sama datangnya empat lawan baru itu. tangan yang liehay. kau antarkan jiwa? Tok-koh It Hang belum pernah ketemu tandingan. Musuh inipun terguguh ketika tadi ia dengar suara aneh. sampai ia punya mata kekuna ngan. Saban-saban ia loncat tinggi. yang kesima karena kel iehayannya Tok-koh It Hang. Di situ ada tujuh penjahat. Tok-koh It Hang gunai ketika itu. tubuhnya seperti terputar. Sama sekali ia tak berikan kesempatan pada musuh itu. ia malah ada di a tasan Lioe Kiam Gim. Maka juga. ia menyerang atau menangkis. Gerakan tangan itu ada gerakan Siauw thian tje e atau Bintang Cilik. bcbcrapa orang atau lebih benan empat orang. mereka m ulai pula dengan mereka pun ya penyerangan. ialah To k-koh It Hang. ia papaki musuh. yang gunai tubuh manusia sebagai senjata rahasia. hingga ia tak tahu. di antara seruan ane hnya. Ia berlaku hati-hati. Saudara Teng. Tok-koh It Hang berempat tidak gubris datangnya berbagai senjata rahasia itu. orang-orangn ya Soh Sian le tercengang. melesat melayang bagaikan senjata rahasia. hingga keduanya jatuh bergulingan. ketika Tok-koh It Hang kibaskan tangannya. sampai sambaran anginnya terasa d i tempat dua tumbak jaraknya. akan di letaki di bebokongnya. Lu arbiasa sekali. tubuh orang itu terangkat na ik. Sekejab saja. Gerakan tubuhnya ada Kouw sie poan kin . Tjiong Hay Peng dan Law Boe Wie! Sekejab saja. yang tidak be rgenggaman. hingga sekalipun sekalian pahlawan dan or ang-orang Kang-ouw yang hatinya telengas itu. tenaganya habis seketi ka! Maka. Ia s udah gunai ruyung Kauw-kin Hong-liong-piannya. Ia menuju lan gsung kepada Teng Kiam Beng. menyapu dengan hebat. lihat! Aku si tua bangka yang antari jiwa atau kau sendiri! demikian ia berseru sambil tertawa berkakakan. dalam dunia K ang-ouw. ruwet benar pikirannya akan k enali. ia sebutkan itu satu persatu. sampai mereka saling mcngawasi di antara konco sendiri. kaget jug a. Ia bergerak seumpama garuda berputar. dari cabang-cabang pohon ada berlompat turun. tiba-tiba dari sana tgrdengar beberapa kali suara luar biasa. tubuhnya jadi lemas. karena tahu-tahu. karena dalam ilmu entengi tubuh. teristimewa Tok-koh It Hang si G aruda Malaikat Seratus Cakar. lebih-lebih In Tiong Kie dengan ia punya Teng hong pan kee atau ilmu mengenali ala t senjata dengan mendengar saja sambaran anginnya. ke arah kambratnya dia itu! Kelinci. Tidak ampun lagi. sepert i burung-burung menyambar. Sudah itu. atau ul ar menyambar. ia tidak kenal takut. dari itu . kecuali Lioe Kiam Gim. ia menyamba r dengan ruyungnya. tangan kanannya segera diulur. naga melesat. untuk hampirkan musuh yang hendak turunkan tangan j ahat. atau Pohon tua terbongk ar akarnya . ia batal membacok Ketua Tha y KekPay itu. Segera kita akan lolo s dari kepungan! Kiam Beng telah terluka hebat. sambil perdengarkan tertawa aneh. In Tiong Kie telah menerjang ke dekat kawannya ini. Ruyungnya menyambar ke bawah. Kau diam saja. ia tidak segera putus jiwa. Berbareng dengan itu. saban senjata menyambar. me reka ini kaget atas ini musuh baru. pahlawannya Soh Sian le kena dibikin terpental. Hampir berbareng dengan itu. . hingga kawan-kawannya jadi dapat tahu. ia malah girang sekali nampak cara majunya musuh ini. In Tiong Kie. yang dipakai menyambut empat lawan baru itu. sebelah kakinya dimajukan. akan angkat tubuhnya Teng Kiam Beng. Empat orang ini bergerak dengan sangat gesit. sebelah tangannya menyambar! Tidaklah kecewajago Liauw-tongini dijuluki Pe k-djiauw Sin Eng. lalu terdengar bentakan: Kelinci. jangan gunai senjata gelap! Dan bentakan itu keras laksana guntur! Dan segera. tapi habis itu.n daun-daun. sedang dengan ia pu nya kim-na-tjioe. apakah lukamu parah? ia tanya. ia pun sadar.

datangnya ada kebetulan sek ali. lantas T ok-koh It Hang urut-urut kumisnya dan kata sambil tertawa besan Tentu saja aku su ka pergi!€Kenapa tidak? Kita harus gunai saat baik ini untuk can pengalaman! Aku p un ingin lihat orang-orang gagah yang kesudian jadi kaki-tangannya bangsa Boan m empunyai berapa kepala dan lengan!€Bukan melainkan aku. Di belakang ia. Iapun ada punya satu urusan lain dengan gurunya. Hay Peng telah dengar pembicaraannya Kiam Gim dengan orang yang diutus Kiam Bcng. Tok-koh It Hang girang melihat datangnya ini murid. Mendengar ini. In Tiong K . d ari itu. ia tidak sctuju yang Kiam Gim turut-urutan Kiam Beng pergi ke Sin-tek . Walaupun ia sedang lindungi Kiam Beng. kalau sampai nanti datang tentara negeri. di Istana Raja Boan. ia segera dari Tok-koh It Hang. sedang bergulat dengan orang-orangnya So h Sian le. dalam keadaan sulit. Sambil menggendol Kiam Beng. k au? lalu ia berdiam saja Tok-koh It Hang kerutkan sepasang alisnya . Tok-koh It Hang melainkan bersenyum. seperti murid itu sedang berduka. walaupun s ebenarnya. Bertempur lama-lama ti dak ada faedahnya. da n Tjiong Hay Peng dengan gaetannya. Di belakang Tjiong Hay Peng dan Law Boe Wie. Begitulah mereka sudah berangkat ke Sin-tek. hingga mereka turut ceburkan diri. mereka dapat persetujuan. ia perlu pergi susul gurunya dahulu. Kiam Gim membuka jalan. Tok-koh It Hang pernahkan diri di teng ah-tengah kawan. Law Boe Wie sampai di Sha-tjap-lak Kee-tjoe. Kiam Gim semua tidak pikir untuk melabrak musuh. Kiam Gim ngamuk hingga ia berhasil membuka satu jalan. itulah hebat. sampai ia mendekati tembok pekarangan. akan tetapi iatidak dapat cegah Kiam Gim pergi pada soeteenya itu. Hay Peng sibuk. Inilah sukar bagi ia. mereka maju terus. Kedatangannya rombongan dari Tok-koh It Hang t tu memang sengaja untuk bantu Kia m Gim dan Kiam Beng. Kiam Gim mengamuk dengan pedangnya. Ia insyaf. Law Boe Wie juga mainkan pedangnya secara he bat. Semua kawannya. kita sekarang justeru hendak berangkat menyusul i a. untuk membantu. Maka yang penting untuk ia sekarang adalah berlalu dar i medan pertempuran itu. dari itu.ia mesti berterima kasih atau bergusar. bahwa mereka hendak pergi ke Sin-tek. ia hunjuk perlunya orang she Lioe itu mendapat bantuan karena di Sin-tek. perlu mereka lekas angkat kaki dari sarangnya Keluarga Soh itu. maka juga Tjiong Hay Pe ng menyelak seraya berkata: Kau niscaya belum ketahui. akan nerobos ke pepohon an yang lebat. dan mereka datang di saatnya pert empuran hebat berlangsung. Bersama-sama In Tiong Kie. mereka ini pun tidak bisa segera pecahkan kepungan atau noblos keluar. Oh. Law Boe Wie kerutkan alis. dia ini ada murid tersayang dari Lioe Kiam Gim? Atas ini. Ia ber itahukan halnya kemana Kiam Gim hendak pergi. Dan Tok-koh It Hang nyatakan suka pergi begitu lekas ia dengar keterangannya orang she Tjiong itu. In Tiong Kie dengan ruyungnya. saban-saban ia minta korban. Ia mengerti jago Thay Kek Pay ini te lah terluka parah sekali. Mulanya Tjiong Hay Peng tanya. Pihak Soh tidak bisa berbuat banyak terhadap empat lawan itu. ia tidak menyebut murfb pada muridnya ini. Boe Wie menduga gu ru dan paman gurunya pergi pada Keluarga Tjiong ini. karena ia segera ambi! putusannya itu! Biar bagaimana . Lioe Kiam Gim. berikut Lioe Kiam Gim. Ia segera tanya. seberlalunya orang she Lioe itu. Aku telah ketemu sama gurumu. juga Saudara In Tiong Kie harus pergi akan lemaskan urat-uratnya! Semua orang tertawa Demikian. malah ia tanya berulang-ulang sewaktu orang ayal menyahutinya. Demikian ia melainkan bisa bilang. untuk berangkat. karena mereka berjumlah besar sekali. murid ini ada pun ya urusan apa. ia tidak menyangka gurunya yang kedua Tok-koh It Hang berada di situ. mengunjungi Tjiong Hay Peng. akan tetapi. ada mengeram banyak orang-orang lichay. Se lagi ia menanya. akan tetapi ia heran menampak romannya yang kucel. untuk membantu itu kedua soeheng dan soetee yang terancam bahaya. Ia lantas melihat ke sekitarnya.€Kiam Beng telah terluka. Tok-koh It Hang beritahukan muridnya ini seraya ia tuturkan ke napa Kiam Gim pergi ke Sin-tek. gurunya pasti ada menghadapi ancaman bah aya. Tok-koh It Hang suka pergi atau tidak. Syukur itu waktu Tok-koh It Hang belum berangkat ke Liauw-t ong dan In Tiong Kie masih bersama-sama dengannya. Justeru itu. Tok-koh It Hang tidak diam saja dengan pedang dan tangan ko songnya.

terus mcrcka menyingkir. piauwk u. Untuk Kiam Beng. Kita nanti obati kau s ampai sembuh. Kiam Gim mendongkol sekali melihat sikap orang itu. akan lihat jernihnya cahaya rembulan dan bintan g-bintang. ia seperti hendak mengucapkan k ata-kata. memperlihatkan sinar kuning emas yang lemah. kau jangan kuatir . Kawanan budak tak tahu malu! Kaim Gim segera perdengarkan suaranya yang keren. Rombongan ini lantas be rjalan dengan cepat. mereka sudah berada di sebuah rimba di luar kota. tidak nanti berlaku sungkan lagi terhadap kau orang! Dengan pedangnya Thay-kek-kiam di depan dada. Soeheng. Kiam Gim ada bagaikan baharu sadar dari mimpinya. Lantas pahlawan itu menjerit keras. D engan beruntun mereka enjot tubuh akan loncat naik lebih jauh ke tembok. supaya dia ini tidak sa mpai demak dengan embun. Kiam Gim mendekam. tubuhnya terpent al beberapa tumbak. di dalam gunung. Ia meman dang kepada semua orang. dengan mendadak ia putar tubuhnya dan menyerang secara hebat Pahlawan yang maju paling muka menjadi kaget. Beginilah nasibnya satu jago.ie berlaku tidak kurang gagahnya. Kiam Beng rebah dengan kedua mata separuh tertutup. tempo orang sudah datang cuk up dekat. tetapi. mukanya sangat pucat. Bukan main gesitnya. tubu hnya rubuh. dengan niat menghibur. tetapi mereka bersikap seperti hendak menguntit s aja. ia gunai gaetannya itu. Dengan perlahan-lahan. atas mana. jangan takut sakit hati ini tak akan terbalas! Hanya . menyesal aku tidak dengari kata-katamu! . untuk berikan k etika semua pahlawan musuh dapat mencandak. Asal kita sudah keluar dari Gunung Yan San ini. Soeheng! d n iaawasi Lioe Kiam Gim. mereka semua lantas kendorkan tindakan mereka. akan memasuki daerah Pegunungan Yan Sa n di antara Sin-tek dan Peng-tjoan. Tanpa merasa. tempo sang fajar sudah datang. hingga mereka bisa diikuti rombongan mereka Sa mpai di sini. Ia memandang ke sekitarnya. Ia pandang soetee itu. Di sini di dalam hutan lebat. dari situ lantas mengalir air matanya. mereka keluarkan napas lega. Kiam Gim tertawa dingin. jauhnya seratus lie lebih dari Kota Sin-tek . pedangnya dipakai menyampok ke atas. segera ia memberi tanda ra hasia. Boe Wie angkat kepalanya. la telah buka matanya. akan menangkis serangan sekonyong-konyong itu. Ia lihat lukanya Kiam Beng yang hebat. tanpa biiang suatu apa. Ia membungkuk. ia menangis. semua orang menja di terharu sekali. Matahari telah keluar! kata ia. lantas ia menangis sesenggukan. ia masuki pedangnya ke dalam sarung. Menampak demikian. air m atanya mengembang. mendongak ke langit. ia menyapu ke bawah. kakinya Kiam Gim sudah serampang ia dengan Soan hong sa uw touw twie atau Tendangan angin puyuh . masing-masing mereka lantas perlihatkan keentengan tubuh mereka. ia kaget. tubuh terbanting. sambi) bersenyum. mulu tnya tersungging senyuman. yang mau percaya se orang licin__ Selagi orang berdiam. mari maju kemari! Aku Lioe Kiam Gim. atas mana tubuhnya Kiam Beng direbahkan. Ia berhenti ber-kata-kata. menembusi juga pepohonan. suaranya tidak tedas. cuma lima atau tujuh ora ng yang dapat mengikuti terus. selagi gaetan musuh terpental. akan lihat muka soetee itu terlebih dekat. mereka putar tubuh. karena kedua kakinya sebatas dengkul kena dibabat kutung! Pahlawan yang kedua sudah lantas sampai. kemana Kiam Gim semua hendak pergi. tetapi tidak mampu keluarkan itu. . ia bersenjatakan tumbak gaetan. Tok-koh It Hang turunkan tubuhnya Kiam Beng. In Tiong K ie dan Tjiong Hay Peng dengan sebat gelar sepotong baju biru dan sepotong mantel kulit kambing. Mari kita berangkat! kata ia akhirnya. Sunyi senyap di empat penjuru. Batara Surya muncul dari belakang gunung. kau orang berani banyak tingkah! Hayo. yang polos. ia tak sempat tahan diri. Soetee berkata ia. keluar Kota Sin-tek. Kiam Gim bcrdiri tcgak. Aku kuatir inilah yang terakhir aku melihat matahari kata suaranya lemah. s ebelum ia sempat berdaya. siapa p unya kepandaian. menembusi mega. Orang-orangnya Keluarga Soh kena dibikin ketinggalan. Me lulu karena andali jumlah banyak. buat da ri sini lompat turun keluar pekarangan. pedangku. sehingga ia kena tersapu. mengawas i dengan bcngis pada musuh-musuhnya. untuk cari tahu.ia merasakan ini adalah sinar matahari yang terakhir ia dapat pandang. Kawanan pahlawan itu kena dibikin ciut hatinya.

agaknya ia sangat bersyukur. dengan berikan pula soetee itu Tiat-tah-wan. Masih Kiam Gim mencoba. Kemudian ia berpaling pada Tok -koh It Hang. Tok-koh Loo-enghiong. pasti ia sudah jadi sangat gusar. Aku nanti perlakukan si Hiau w seperti anak sendiri. sampai ia bentrok sama jago ini. sebagaimana dahulu mendiang ayahmu perlakukan kepadaku. Tapi sekarang ia lihat. Loo -enghiortg. telah binasa di tangan jago ini. karena bentrok sama ayahnya dalam urusan jodohnya. selagi aku menghadapi kematian aku bisa bersahabat dengan kau . ia hanya tidak sctujui sepak terjangnya yang sudah bcrsah abat sama Soh Sian Ie dan pembesar-pembesar negeri. aku bisa bereskan itu. Law Boe Wie lompat pada paman gurunya. aku sudah tak berguna lagi kata ia sambil menangis. menjadi korbannya Tjit-tjiat Li an-hoan Hek-houw-pian. dia hanya ada korban dari kejujurannya.r Tok-koh It Hang jadi sangat terharu. hingga karcnanya. unt uk melanjuti. Dan ini musuh sekarang ada salah satu penolongnya. aku juga berlaku kcliru tcrhadap kau kata ia.€ Di sini masih ada kita dan saudaramu!* Kiam Beng bersenyum meringis. sukalah kau tilik anakku si Hiauw. ia jadi menyesal. Sebenarny a ia hargai Kiam Beng. ia jadi dimusuhkan kaum Rimba Persilatan. piranti jatuh dan terpukul. Anak ini menghilang pa da lima tahun yang Ialu. Ia menyesal. si pahlawan bergenggaman Tjit-tjiat Lian-hoan Hek-h ouw-pian. akan cekal tangannya. yangtelah balaskan sakit hatiku. Kiam Beng manggut. aku telah berlaku keliru terhadap kau kata ia dengan suaran ya lemah. Ah! . Toako. ia ganggu jago Thay Kek Pay ini dan tcmpur padanya. ia bcrhcnti sebentar. puteranya Kiam Beng. Sekarang. Toako. korban dari kelic inannya orang Boan she Soh itu. jangan kau pikirkan sakit hatimu kepada Keluarga Soh itu. ia mesti kenda likan hatinya. biarlah aku minta kau yang suka tolong aku cari merekaitu .. Kiam Gim manggut Itulah urusan kecil. selagi o rang hendak putus jiwa. lantas ia menoleh pada Tjiong Hay Peng. Hay Peng terkejut. aku puas. malahan musuhnya. Dua makhluk yang bertop eng itu pasti bukannya murid-murid Heng Ie Pay. yang nampaknya tidak bisa berbuat banyak. Aku harap. di perutnya ada tanda biru kecil tetapi itu menandakan bahvva tulang rahang telah patah. Sampai itu waktu. apapula dia adalah ahli waris dari Thay Kek Pay. Umpama kata kau ketemu dia. untuk satu kali saja sambangi kuburanku. Tiba-tiba berkelebatlah hal-ihwalnya . Tok-koh It Hang pun tclah datang menolong karena permintaannya orang she Tjiong ini. Aku menyesal yang aku tidak mamp u bekuk mcrcka.€Tok-ko h It Hang ada punya obat piranti punahkan racun senjata rahasia. Kau minta dia pulang. Kiam Beng masih sangsikan dia! Coba dalam keadaan biasa. Malah satu di ant aranya aku tclah bikin mampus! Sakit hati Soesiok telahterbalas! . akan tetapi sekarang. Celakanya. aku akan menutup mata dengan mata meram . Dia ini pun ada musuhnya dan permusuhan di antara mcrcka masih belum dapat didamaikan. tolong beri tahukan bahwa ayahnya tidak lagi memaksa dia dalam urusan pernikahannya. itu ruyung yang liehay. sampai -air matanya mengembang. Ia lant as membungkuk. Lauwtee.Baju luar dari soetee ini sudah robek. Socsiok. ia awasi jadi Liauw-tong ini. aku tclah ketahui dua manusia bertopeng itu! kata dia. Karena ia ditolong Sian Ie. kata ia. siapa tahu. Ia mcnjadi lik at scndirinya. obat ini pun ti dak mengenai. Ia malu kalau ingat ia dikalahkan oleh Tok-koh It Hang yang ia layani dengan tangan koso ng. kecuali dua butir obat Tiat-tah -wan. Anak si Hiauw itu adalah Teng Hiauw. di belakang hari. dengan terputus-putus: Sayang itu jahanam she Soh tidaklah dengan t angan sendiri aku bisa binasakan dia . ia berpikir untuk mencari balas. ia kata. Aku berterima kasih kepada kau. Justeru itu. . ia membungkuk. Mcmang€€jarang ada orang gagah seb agai jago she Teng ini. sekarang ia ditolong jago Liauw -tong itu. di situ mereka tidak punyakan obat. Kiam Beng goyangi kepalanya dengan lemah. selanjutnya aku akan mati mera m . € Tjiong Toako. Kiam Beng ada satu laki-laki sejati. Ia tidak tahu. selagi ia sendiri hendak turut menghibur. bagaimana ia sudah dipermainkan oleh Soh Sian Ie.

ia menjadi heran sekali. Kiam Gim. ia mengawasi juga pada Kiam Gim. ia pentang kedua matanya.. Apakah itu benar? Pasti. Ah. meskipun demikian. rupanya ia tcrhib ur.. "Boe Wie. Pelajaranmu ada le bih tinggi daripada semua muridku. sekarang aku ser ahkan kedudukanku kepada kau. karena kau ada murid kepalanya. Di antara cahaya matahari. aku memaksa memimpin kaumku. Boe Wie menoleh pada guru itu. Han ya sayang. dengan perlahan." Walaupun ia mengucap demikian... Selamajtu. bagus sekali! Sekarang tinggai satu hal untuk tnana aku moho n jawaban kau. Tentu saja ia be ium tahu halnya malapetaka yang menimpa keluarganya. coba dulu aku tidak memikir de mikian. nampaknya ia rnasygul. yang terus saja tuturkan bagaimana di rumah guruny a di Kim Kee Tjoen. Hiantit. "Aku sendiri." demikian katanya.€Hiantit. kau telah dapat bikin terang! Jadi kau telah bereskan itu binatang yang palsukan He ng Ie Pay. "akan tetap i. Buat jadi ahli waris dari Thay Kek Pay." kata ia. atau juga salah satu murid. yang bijaksana. aku hendak berikan kau satu tan ggungan yang berat sekali. maka itu. Kiam Beng bers ." berkata ia. iapun [tidak sempat menanyakan penjelasan pada muridnya itu.. maka itu. Apa kau bilang? tanya ia. "Kenapa tidak?" tanya Kiam Beng. yang tak lancar: . atau murid ke pala.. Jikalau kau tolak. Mukanya Kiam Beng lantas jadi lebih pucat pula. malah kau pun sudah balaskan sakit hatiku. "H iantit. Kcmudian. sedang ia hidup sebatang kara. keliatan nyata pucatnya mukanya. pucat yang luar biasa. ini lah tugas berat. Ia juga tidak Renal satu jua murid-murid atau muridnya s oesiok itu. masing Iuntang-lantung? Malah ia ma sih akan luntang-lantung terus? Umumnya. kau akan bikin aku meninggal kan dunia dengan mata tak meram! Apakah kau inginkan itu?" Tok-koh it Hang tolak tubuhnya Boe Wie. ia telah bekuk Bong Eng Tjin. siapa berani tantangi kau? S elagi ada eurumu di sini dan Tok-koh Loo-enghiong selaku saksi. "Oleh karena Soesiok menitahkan. ia jadi sabar lagi.Kiam Beng dcngar itu. tapi ia segera berlutut di depannya itu paman guru. Malah ia bisa bersenyum. aku dengan kau sebenarnya rada asing.€€€yang bergenggaman Poan-koan-pit bisa llolos selagi aku lawan a. ia meringis-ringis. maksudku adalah aku ingin kau menjadi ahli w aris dari Thay Kek Pay. tidak nanti Thay Kek Pay timbulkan kesulitan dengan kaum Rim ba Persilatan seperti sekarang ini: Seharusnya Soeheng adalah yang mesti jadi ah li waris. iacekal tangannya. Coba Soeheng yang jad i tjiang-boen-djin. yang kemudjan ia binasakan. "Boe Wie. .. selagi semangatku bcrkobar-kobar. selagi sekarang aku belum hcmbuskan napasku yang penghabisan." Boe Wie tcrpcranjat. yang katanya ada banyak Mana bisa ia mendadakan jadi toa-soeheng?€Maka ia goyang kepala. suatu tand a ia sedang lawan rasa sakitnya. sekarang tidak nanti aku kejeblos ke dalam tipu-dayanya Keluarga Soh. Ak u tidak sanggup balas budimu itu. kau tetap ada murid keponakan yang sah. Melihatroman orang itu. jadi terkejut.' hatinya Boe W ie memukul keras. hatinya Boe Wie toh goncang." katanya.. permintaannya Kiam B eng ini ada luar biasa. maksudnya menganjurkan pemuda ini teri ma tawaran itu. "Soesiok. kau terimalah!" Boe Wie jadi serba salah. ini rasanya tidak tepat.€Kcadaan kita mirip dengan aku undang ketua-ketua unt uk saksikan penyerahan pimpinan. Boe Wie. Selagi menghadapi kecelaka annya sang soetee. tidak se harusnya akujadi ahli waris.€€€yang€€€satunya. ahli waris atau fjiang-bocn-djin mesti ada anaksendiri. Soesiok! jawab Boe Wie. "Tetapi socsiokmu ada bermaksud baik. aku tcrima. Itulah kejadian di masa aku muda. aku juga telah tidak pegang pimpinan sempurna. Mendengar pcnuturan itu. "urusan yang dua puluh tahun lamanya membenam aku. "Apakah itu Soesiok?" tanya ia. Kiam Beng mengawasi. aku te ntu bersedia akan melakukannya. perintahlah aku. tapi sekarang.. sebaliknya. baiklah.. Inilah ia tidak pcrnah sangka. Kiam Beng bersenyum puas.. ia ragu-ragu.€Lioe Kiam Gim me nghela napas.." Kata ia. asal yang aku sanggup.. kemudian terdengarlah suaranya. maukah kau meluluskannya?" Kiam Beng awasi itu keponakan murid.

. nasib yangmalang. akan keluarkari kata-katanya i tu. Semua orang menjadi kaget. aa tidak berkuatir. tubuhnya Kiam Beng rebah di tanah.. entah bagaimana hebat kejadian! Muridku yang baik. dengan akalnya yang keji-busuk ! Boe Wie turut permintaan gurunya itu." ia kata.. mulutnya perdengarkan suara serak dan tidak nyata. air matanya meng embang. menempuh bahaya di dunia Ka ng-ouw. Lantas ia pandang Tjiong Hay Peng. aku harap kau suka maafkan aku. jangan bersedih pula. ampunkan muridmu.Habis.. lalu tubuhnya Kiam Gim digotong. "Bong Tiap dan Ham Eng turut teetjoe mencari Soehoe. Bagaima na dengan Soebomu? Mustahil dia tidak adadirumah?" Pikirannya Kiam Gim mulai jadi terang..." Murid ini mandi keringat pada mukanya... ia tambahkan: "Semua-se mua adalah salah teetjoe. ada ahli warisnya!" katanya. dengan ber nafsu. karena hatinya memukul. Tjiong Hay Peng dan Law Boe Wie juga lantas gunakan senjatany a masing-masing. memandang Boe Wie. Ia duduk sekian lama. Setelah pasang bongpay itu. "Tadi kau omong tentang pertempuran di waktu malam di dalam rimba pohon lioe. di dalam lobang. aku tidak sa nggup lindungi socmoay._** Wart a ini ada terlebih hebat dari halnya Lauw In Giok.. "coba sekarang kau tuturkan itu lebih jelas. Malah beruntung kau datang. Kaum Teng.. Semua-semua adalah kepandaianku yang tidak ada art inya. Dalam kesunyian. sekarang ia jadi lesu dengan tib a-tiba.. kakinya berkelejat." kata ia pada muridnya itu. kemudian ia menghela napas. tubuhnya bergemetar." bcrkata dia. cahaya matahari terus mencorong. "Marilah kita kubur soet eemu.." Kiam Beng coba kumpulkan tenaganya. akhirnya. aku telah rubuh! Satu kali kita masuk ke dalam K awasan Hoopak. Soehoe. Sampai sekian lama.. dengan roman pucat.. "Tidak seharusnya aku izinkan soemoay dan soetee ikut aku melakukan satu perjalanan jauh." sahut ia dengan terpaksa . la baharu hendak tanya murid itu atau Boe Wie sudah jatuhkan diri. Ia percaya benar kepandaian isterinya. bagaimana dengan soemoaymu Bong Tiap?" ia tambahkan. aku sangat berterima kasih pa da kau! . dengan puas. akan kata: "Aku telah perlakukan keliru kepada kau. Bong Tiap ada putcri s . "tetapi. Kedua biji matanya pun lenyap sinamya. mereka menubruk.. Ia dapat firasat jelek. ia lantas berikan penuturannya yang jela s. Akhir-akhirnya Tok-koh It Hang angkat kepalanya.enyum. ia duduk numprah di depan kuburan. akan membantu gali lobang. Tolong kau bantu pada Boe Wie. Mereka tidak ambil banyak tempo. kalau tidak.." Hatinya Kiam Gim tergetar. lantas suaranya berhenti. dimasuki. air matanya keluar menetes bagaikan hujan. di rebahkan. semua or ang berdiam. Kiam Gim mengawasi sambil tunduk. buat dipakai menggali tanah. habis itu. sedang Kiam Gim raba dadanya. Lauw In Giok. tetapi. untuk bikin tempat jadi bersih. ia lantas kata pada muridnya: "Boe Wie. 'Thay Kek Pay dari keluargaku. Kiam Gim mengawasi. sedang In Tiong Kie babat rumput di sekitar itu. ahli waris dari Thay Kek Boen". Tok-koh It Hang." Kiam Gim angkat kepalanya. Tidakkah isterinya telah jadi seorang tapadakpa? "Sungguh busuk musuh itu!" kata ia dengan sengit seraya ia berbangkit Tapi ia ada seorang dengan pengalaman. buat terus diuruki.€Itu ada kejadian yang hebatsekal i.. Saudara Lioe. beriutut di depannya.. tiba-tiba ia ang kat kepalanya. tampangnya jadi terlebih pucat. Demikian nasibnya satu jago. "Apakah dia turut Soeniomu ke Shoasay?" Kembali tampang mukanya Boe Wie berubah. tak dapat ditahan lagi.. la tidak tahu. "Sudah. Kalau t adi ia nampak gagah bagaikan naga atau harimau. tapi napasnya soetee itu sudah tidak ada. yang telah datang terlambat.. scsudah itu Kiam Gim cari sepoton g batu untuk dengan pedangnya ukir huruf-huruf yang berbunyi: "Kuburannya Teng K iam Beng. kejadian itu tidak ada sangkutannya dengan kau. ia menghela napas. kita telah berpencaran !. di sana kita kena terjebak musuh.. musuh datang dalam jumlah yang besar. ia towel Kiam Gim. Tjiong Toako. Ia lantas hunus pedangnya. iajadi ingat kata-katanya sang murid ta di. "Soehoe. hatinya memukul.

Apa mau. Ia memang ada satu penunggang kudajempolan. Begitulah mereka jalan sampai sang maghrib datang.atu-satunya. Boe Wie jadi tidak cnak sendirinya.. Ham Eng agaknya kurang puas. atau tentang bedanya berbagai kaum persilatan. Mereka menunggang kuda. akan pegang jago Thay Kek Pay ini. Siapa tahu. Bukankah biasa saja di kalanga n Kang-ouw tcrbit angin dan gelombang?€Puterimu bukan gadis biasa.. tangannya digerak-geraki. dari kejauhan. hanya bocah yang sudah matang. "Biarkan Boe Wie cerita lebih jela s. Lari belum lama. Tok-koh It Hang dan In Tiong Kie maju.. maka itu. itu waktu. agaknya ia jadi tenang pula. "Permusuhan apa ada di antara aku dan musub-musuh itu hingga mereka jadi demik ian jahat?" ia berseru. lakukan perjalanannya ke Utara. Soehoe niscay a tidak ketahui. di mana ada rumah orang. Ham Eng ada muda dan cakap. ia antap saja. hari mi bisa diangga p sudah dilewatkan. sampai batu pecah-pecah dan tc rpcntal! Kumisnya pun bangkit berdiri. gurumu tidak nanti pcrsalahkankau!" Kiam Gim berdiam.. mustahil dia ta k dapat lolos dari mulut harimau? Ada baiknya jikalau anak-anak muda mendapat pe ngalaman. Bong Tiap ada satu anak yang tak kenal takut. karena ini. Bukankah kau dan aku juga pern ah ngalami angin hebat dan gelombang da hsyat? Bukankah kita pun masih bisa hidup sampai sekarang? Nan. Boe Wie. Lioe Loo-enghiong. itu hari mereka te tap bakal sampai di Boe-ip. untuk nienunggui dua saudara sepe rguruan itu dapat susul padanya. berapa ada jumJahnya musuh. mereka sudah lihat tembo k kota. kau bikin muridmu ini kaget. Boe Wie menangis. Ia kaburkan kudanya. Apa mau." Beginilah ceritanya Boe Wie: Ham Eng dan Bong Tiap. Se tiap soemoay itu gerecoki Boe Wie. di sebelah mereka. hayo ka u bercerita. m ereka masih belum sampai di kota yang dituju itu. pada jago she Lioe itu. tidak apa. "Anak. ia tendang sebuah batu besar di dcpannya. ia tidak j erihkan "angin besar dan gelombang hebat". di mana ada buk . baharu Boe Wie berpikir demikian. yang sering-sering mereka larika n keras." ia kata." ia b erkata. Tjiong Hay Peng pun maju. hanya mereka sedang pasang omong dengan asyik. Ia ber laku sangat hati-hati di sepanjang jalan. Ketika kemudian ia nienoleh. H am Eng tunjuk sana dan tunjuk sini. Melihat keadaan itu. d atang lagi rombongan lain. mendekati maghrib. baharu saja mereka keluardari daerah Shoatang. Ia masih anggap sang s oemoay sebagi bocah.. rupanya ia sedang berda ya membikin Bong Tiap gembira. ada s aja yang Bong Tiap tanyakan soehengnya. Boe Wie ada bertubuh bes ar dan romannya garang. Bong Tiap ada muda dan cantik. hingga me reka mesti menunda perjalanan. bersama Boe Wie. Kau Iihat.. Rupanya dua saudara itu pikir. terlambat sedikit. seraya pegang tangan m uridnya. Boe Wie jadi sibuk. Mereka belum keluardari daerah Shoatang. perihal pengalamannya. mukanya mcnjadi pucat dcngan tib a-tiba. tetap dua saudara itu tidak dapat cand ak padanya. mereka diganggu hujan. Aku telah pukul mundur yang satu. Tidak beda banyak adalah Ham Eng. "Kau sabar. "Man kita larikan keras kuda kita!" kata Boe Wie pada dua kawannya. Kiam Gim rasakan hatinya tertusuk. aku tidak salahkan kau. tentang kejadiankejadian dalam dunia Kang-ouw. Ketika perjalanan dilanjuti. kau ceritalah!" kata ia. "kau dengarkan muridmu cerita le bih jauh. maka kemudian terpaksa ia perlahankan kudanya. "Memangnya aku tak punya guna. ia dapatkan mereka bukan sedang kaburka n kuda mereka. Mereka juga merupakan satu rombongan yang menarik hati. Di atas kudanya." berkata mereka. Boe Wie tidak tega untuk mendesak. hingga sudah terjadi peristiwa hebat ini. Apa mau. akan kasih bangun pada Boe Wie. "Sabar. Di sepanjang jalan. Kedua soetee dan soemoay itu adalah or ang-orang bam. Ia ingin b uru tempo." pikir Boe Wie. lantas ada orang yang telah pa sang mata terhadap mereka! Pada itu hari kcjadian. "Asal sudah sampai di luar kota. aku terima dengan baik. "Sekalipun Soehoe persalahkan aku. ia sudah bikin soemoay dan soeteenya ketinggalah jauh di belakang. Hoo-pak. atau dari depan. mereka hendak menuju ke Kota Boc-ip.

it, lantas terdengar suara berisik, dari larinya beberapa ekor kuda, yang mana d isusul sama sambarannya beberapa batang anak panah, yang mengaung di tengah udar a. Dengan hati berpikir, karena berkuatir, Boe Wie hunus pedangnya la tahan kudan ya.€€Segera juga datang satu pcnunggang, yang disusul olch tiga kawannya. Mereka ini bersikap demikian rupa, hingga Boe Wie dibikin terpisah dari Bong Trap dan Ham Eng. Boe Wie mengerti bahaya. La keprak kudanya, buatdikasih lompat, akan hampirkan soemoay dan soeteenya. Kudanya itu bisa lompat tinggi dan jauh. Apa mau, senjat a rahasia datang menyerang. Dengan pedangnya, ia menangkis. Satu serangan dapai dihalau. ia bisa beia dirinya sendiri, apa celaka, kudanya tidak! Dengan satu je ritan, kuda itu ngusruk ke depan, kedua kakinya tertekuk, sampai Boe Wie turut n gusruk juga. akan tetapi ia bisa barengi lompat turun, hingga ia tidak sampai tu rut runtuh. Baharu Boe Wie injak tanah, atau serangan sudah datang kepadanya. Sambaran gol ok ada hebat sekali. Cepat ia herbal ik, sambil menangkis. "Trangi" kedua senjat a beradu keras, sampai lelatu api muncrat. Bentrokan itu membikin Boe Sie ketahui, musuh ada bertenaga besar. Dalam reman g-remang, ia awasi lawan itu, seorang dengan usia lima puluh lebih, mukanya mera h, kumisnya semu merah tua, tangannya menceka! sepasang Poan-koan-pit yang panja ngnyatiga kaki lebih. Qr-ang itu berdiri dengan gagah, dengan jumawa, sepasang s enjatanya seperti pit itu, dia rangkapkan. Itulah sikap dedek "Beng houw hok kian" atau "Harimau nongkrong di peiatok". Dengan hati berpikir, Boe Wie juga siapkan pedang Gin-lan-kiamnya, ia gunai si kap "Kie boh liauw thian" atau "Angkat obor menyuluhi langit". Ia bersiaga untuk segera menyerang, karena ia tidak mau mencrjang terlcbi h dahulu. Kemudian ia p erdengarkan suara mengejek: "Aku kira orang ternama si apa, tidak tahunya segala budak Boan - pahlawan terbesar Ouw It Gok! Maaf, maafkan aku, yang bcrlaku kura ng hormat! Kcpandaian kau orang, aku sudah ketahui! Kau orang, kawanan budak, cu ma pandai kepung orang dengan beramai-ramai!€Sungguh kau orang membikin malu saja pada kaum Rimba Persilatan!" Law Boe Wie tidak kenal Ouw It Gok, tetapi ia kenali orang punya sepasang Poan -koan-pitnya itu, scdang dari sakunya Bong Eng Tjin, ia pemah dapatkan sepucuk s uratnya It Gok, dari itu, iasengaja mendahului menyebut namanya. Untuk sesaat, nampaknya musuh ini kaget, tetapi lekas juga, ia tertawa bcrkaka kan. "Benar aku Ouw It Gok, habis kau hendak apa?" kata ia secara menantang. "Denga n sepasang senjataku ini, aku nanti layani pedangmu yang panjang! Jikalau kau me mpunyai kepandaian, hayo kau maju!" It Gok menantang seraya ia terus€€geraki kaki dan tangannya, bukannya ja siap untu k sambut serangan, tiba-tiba ia mendahului lompat menerjang. Dengan Poan-koan-pi tnya, yang terbuat dari baja pilihan, ia coba ketok pedang orang. Ia mau bersika p keras. Boe Wie tidak pikir untuk adu senjata dengan senjata, ia tarik pedangnya ke ba wah, dari situ ia memutar tangannya, sambil maju, ia menusuk ke arah muka musuh. "Bagus!" berseni Ouw It Gok, yang geser kaki kiri keluar, untuk kelit tubuh, t api setelah itu, dengan "Koay bong hoan sin", atau "Ular naga siluman jumpalitan ", ia maju dari kanan ke kiri, dengan memutar tubuh, sepasang genggaman nya meny erang dengan tipu pukulan "In Hong sam hian", atau "Naga awan muncul tiga kali". Ouw It Gok ini ada kawannya Bong Eng Tjin, dialah yang turut memancing Teng Ki am Beng dengan pakai topengnya. Kepandaiannya memang ada di atas kepandaiannya k awannya itu. Ketika Bong Eng Tjin tertawan, Ong Tjay Wat yang bisa loloskan diri bersamasisa kawannya, lari pulang untuk bawa kabar celaka Mendapat tahu Bong En g Tjin, soeteenya telah terbinasa,'0uw It Gok jadi sangat gusar, maka tidak temp o lagi, ia ajak kawan untuk menyusul, akan cari Law Boe Wie, guna menuntut balas . Sekarang ini, berkat latihan keras, Ouw It Gok ada jauh lebih liehay daripada waktu ia permainkan Teng Kiam Beng, maka itu, dengan hebat ia bisa desak Boe Wie . Ia nyata pandai ilmu menotok jalan darah, karena ujungnya Poan-koan-pit dipaka

i mencari Sha-tjap-Iak-too To-hiat, ialah tiga puluh enam jalan darah! Law Boe Wie tertawa terbahak-bahak kapan ia sudah saksikan cara berkelahi musu h. Sama sekali ia tidak menjadi jerih. Ia lantas melayam dengan gunakan tipu-tip u dari Thay Kek Tjap-sha-kiam, yang ia campur dengan Tok-koh It Hang punya, "Hoe i Eng Keng-soan-kiam".€Ia maju dan mundur dengan gesit, ia tak hendak bentur senja ta musuh, tapi ia pun balas menyerang. Dengan caranya ini, ia bikin It Gok kewal ahan mencoba melukai padanya. Pertempuran ini ada seru, sebab mereka ada satu tandingan. Bicara kepandaian B oe Wie ada terlebih liehay, tapi bicara tenaga, ia kalah setingkat. Boe Wie pun pikirkan soetee dan soemoaynya yang orang telah kurung, yang telah dipisahkan da rinya. Setelah tiga kawannya It Gok itu. kemudian datang pula Iain rombongan, kira-ki ra dua puluh jiwa, bersama yang tiga, mereka ini kepung Bong Tiap dan Ham Eng. M ereka tidak punyakan kepandaian berarti, terhadap itu dua saudara, ia orang suka rberbuat banyak. Hanya, kendari begitu, Boe Wie tetapsibuk. Beberapa kali ia men coba meninggalkan It Gok. saban-saban musuh licin ini rintangi ia. Beberapa waktu telah lewat, tiba-tiba Boe Wic menjadi bingung. Ketika ia gunakan kesempatan, akan lihat dua saudarany a, dua saudara itu sudah tidak ada di tempat pertempuran tadi, mcrcka irii pinda h bcrsama sekalian musuh-musuhnya. Segera juga terdengar suara berisik dari mere ka itu, tidak lagi tcrtampak orangnya. Bukan main gusarnya Boe Wie, lantas ia desak It Gok. Sekali ini ia gunakan pwc e-pwee lak-tjap-sie-tjbioe dari Keng-soan-kiam, enam puluh empat jurus pcdang da ri Tok-koh It Hang, sedans tangan kirinya, mengimbangi pedang, mencari jalan dar ahnya musuh itu, tangan kirinya ini ada terlebih liehay daripada Poan-koan-pit d ari Ouw It Gok. Oleh karena terburu nafsu, Boe Wie sampai alpa menjaga dirinya rapat-rapat. Ia majukan kaki kiri, tubuhnya ikuf, tangan kanannya, dengan pedangnya, membabat l engan kanan dari musuh. Ouw It Gok girang sekali melihat ini macam serangan. Ia segera lompat ke sampi ng kiri lawannya, dari situ ia mendak sedikit, akan menyapu. Boe Wie telah serang tempat kosong, ia iihat datangnya serangan, ia berlompat, sampai tingginya satu tumbak lebih. Lompatan ini bisa singkirkan tubuh dari sen jata musuh. Tapi It Gok berlaku sebat, akan menyabet naik ke atasi Dalam keadaan seperti itu, Boe Wie jadi seperti bcrada di tengah udara. inilah salah satu gerakan "Tjeng kang toe tjiong soet" atau "lompatan entengi tubuh" d ari Tok-koh It Hang, yang ambil itu dengan meneladan sikapnya garuda menyambar. Ilmu ini Boe Wie bisa jalankan dengan baik, walaupun bclum sempurna bctul. Ia kelit dar i Poan-koan-pit kiri, ia jejak Poan-koan-pit kanan, berbareng dengan itu, tangan nya yang kiri dengan "Yoe Hong tarn djiauw", atau "Naga mengulur kuku", menyamba r ke lengan kiri. Tubuhnya rada mendatar. Ouw It Gok kaget bukan main. Syukur dia bukannya satu ahli silat biasa saja. L ekas-lekas ia jengkang tubuhnya, kaki kanannya mendahului ditekuk ke€€belakang,€€sembari terlentang, sebelah kakinya dipakai menendang ke atas, kepada tubuhnya musuh. D engan cara ini, ia sudah selamatkan lengan kirinya. Tapi Boe Wie tidak sudah saja karena serangan "Yoe Hong tarn djiauw"nya tidak memberikan hasil, ia sudah lantas susu 1 itu dengan "Tcng san kan goat", atau "M endaki bukit mengejar rembulan". Satu kali ini, tangan kirinya yang liehay telah bentur pundak orang, atas mana, It Gok rasakan anggota tubuhnya itu jadi san ga t panas, hingga ia tcrpaksa gulingkan tubuh, dengan "Koan long ta koen", atau "S erigala berguling-guling", sampai jauhnya beberapa tumbak, kemudian dengan gesit ia melompat berdiri, akan terus lompat lebih jauh, untuk lari ke dalam lebatnya pohon gandum di tepian. Law Boe Wie tertawa dingin, ia tidak kejar musuh itu, ia ham/a lompat ke dalam rimba, guna cari kedua saudaranya seperguruan. Di antara suaranya yang berisik, beberapa penjahat sambut musuh ini dengan ser angan berbagai senjata rahasia. Boe Wie gunakan pedangnya, tangannya, akan punah kan sesuatu serangan, atau ia bcrkclit, dengan begitu, tidak ada satu senjata ra hasia yang mengeriai tubuhnya. Ketika ia berhasil nerobos ke dalam rimba, di sit

u cuma ada enam atau tujuh penjahat, Bong Tiap dan Ham Eng entah kemana. Lain-la innya penjahat pun tidak ketahuan kemana perginya. Selagi Boe Wie melihat keliliingan. tujuh penjahat itu maju mendesak. Mereka i ni tidak lihat gelagat. Boe Wie sambut mereka dengan tangan kirinya yang diayun. Tangan kiri ini telah tanggapi beberapa piauw dan panah tangan, sekarang semua senjata itu dibayar pulang! Sambil menjerit, tiga penjahat kelihatan rubuh. Boe Wie menyerang sambil maju, akan sekarang gunakan pedangnya. Lekas sekali, ia rubuhkan dua musuh, atas mana, dua musuh yang lainnya lantas lari ke dalam te mpat yang lebat dan gelap. Maka di€€€lain€€€saat,€€medan pertempuran itu jadi sunyi, kecuali suara desirannya sang a Sia-sia saja Boe Wie mencari ke sana-sini. Ia lintasi sebuah bukit, ia sampai di deparfnya sebuah selat, yang dalamnya kira-kira dua puluh tumbak, yang penuh dengan batu dan bala dengan oyotrotan.€Kelihatannya seperti bekas ada orang jatuh bergulingan di oyot rotan itu. Maka, melihat demikian, ia menjadi kaget. Tidak tempo lagi, ia terjun ke bawah, turun ke selat itu, untuk cari dua saudara seper guruannya. Selat ada gelap, sukar akan melihat apa-apa, maka Boe Wie ambil dua potong bat u, ia benturkan itu satu dengan lain dengan keras sekali, sampai muncratlah Icla tu api. Ia segera nyalakan api itu pada rumput kering di dalam selat itu, ia mem buat segumpal rumput, buat dijadikan obor, setelah padamkan api yang melulahan, iagunai obornya itu untuk menyuluhi. Tanda-tanda darah, yang bercerecetan, ada tertampak, akan tetapi tubuh, atau m ayat orang, tidak. Hal ini bikin Boe Wie kaget dan berkuatir. Siapa itu yang ter luka? Orang jahat? Bong Tiap atau Ham Eng? Kalau.benar dua saudara itu yang terl uka, itulah hebat, jangan-jangan mereka sudah terbinasa.... Tercengang Boe Wie memikirkan itu Tapi ia lantas mencari terus, di sekitar sit u. Ia tidak pedulikan malam ada gelap, angin ada keras. Boleh dibilang seantero malam ia gelcdah daerah itu, tetap ia tidak mernperoleh hasil. Ia bingung bukan main. Ia pun tahu, ia tidak bisa berdiam terialu lama di situ. Akhimya, ia ambil putusan. Iaiah di itu malam juga, ia menuju ke Djiat-hoo, akan susul gurunya. S yukur ia ketemu Hay Peng bertiga dan bersama mereka itu, ia akhimya dapat cari g uru dan soesioknya, malah bisa tolong mereka loioskan diri dari kepungan. Demikian ada ceritanya murid ini, yang bikin Kiam Gim bcrdiri diam, mukanya pu cat sekali, suatu tanda ia lagi bcrpikir dengan keras. Kabar-kabar hebat toh dat ang beruntun-runtun. Sudan istcrinya jadi orang bercacat. sekarang puterinya len yap! Sehabis centa, Boc Wie berdiam, mukanya pun pucat dan lesu sekali. In Tiong Kie dan dua kawannya lantas hiburkan Kiam Gim. "Aku percaya Bong Tiap dan Ham Eng loios dari bahaya," demikian antaranya In T iong Kie. "Mereka toh bukannya orang-orang lemah dan bodoh. Tentu mereka loios d i antara tegalan pegunungan itu hingga karenanya mereka jadi berpencar dengan so eheng mereka." Lama Kiam Gim berdiam. Akhir-akhimya iaangkat kepalanya Dengan perlahan-lahan, ia usap-usap pundaknya Boe Wie. "Inilah bukan kesalahan kau," kata ia, dengan sabar sekali, suaranya pun perla han. "Kau tak usah terialu pikirkan mereka. Biarlah anak-anak itu mengandal pada mereka punya peruntungan . Umpama kata mereka bcruntung bisa loios, di belakang had kita akan dapat cari mereka...." Bcnar baharu Kiam Gim habis berkata begitu, Tok-koh It Hang terkejut dengan ti ba-tiba, hingga air mukanya berubah, lekas-lckas ia mendekam di tanah, akan pasa ng kupingnya. Ia terus mcndengari, selagi kawan-kawannya merasa heran, semua awa si ia. Scbcntar saja, Pek-djiauw Sin Eng sudah lantas lompat bangun. "Kawanan anjing datang untuk gelcdah bukit!" kata ia, dengan suara dari kemend ongkolan. Pada masa mudanya, Tok-koh It Hang ada satu hiap-too, penjahat budiman, ia pan dai mendekam di tanah, akan pasang kuping, hingga, kalau ada barisan serdadu, ia bisa duga-duga jumlahnya. Dan sekarang ia merasa pasti, yang datang itu ada pas ukan terdiri dari lima atau cnam ratus jivva. Hal ini ia beritahukan pada kawan-

tidak ada bergantung urusan Bong Tiap dapat dicari atau tidak. yang ujungny a lancip dan bengkok. ia barengi membabat lengan orang. kalah ada ruginya. ia ingin cari puterinya. Setelah ada keputusan Kiam Gim berikan perkataannya kepada Tok-koh It Hang bah wa dia tidak bakal langgar janji mengenai cita-citanya membela negara. menang tidak ada untungnya. maka itu. kali ini ia mesti layani musuh secara hati-hati aga r tidak sampai terjadi kealpaan pada dirinya. diikuti oleh kawan-kawannya. Tok-koh It Hang semua bisa mengerti kesangsiannya jago Thay Kek Pay ini. Ia sebenarnya tidak punya pengalaman. mereka bersangsi. tetapi pertempuran malam di rumahnya membikin hatinya tambah mantap. hingga saudara ini tidak punya kesempatan lain kecuali melayani musuh itu dengan sungguh-sungguh. sedang sam-soehengnya Tjoh Ham Eng mesti berkutat dengan fain-Iain musuh. ia telah lolos dari kepungan. dia 'tank pulan g tangannya. Ia menjadi sengit. ia tidak jerih. Bong Tiap girang dengan kesudahannya ini. Yang kedua menggunai sebatang golok besar dan ber at hingga Bong Tiap tidak berani benturkan genggamannya dengan senjatanya kedua musuh itu. bacokannya turun terus ke arah pundak. "Dan kau. makin lama ia berkisar makin jau h dari kedua saudaranya itu masing-masing. dia lamas memburu. hingga d i lain saat. kemudian seraya putar tub uh dengan tiba-tiba. Ia cepat bcrkelit kc samping. Ketika ini digunakan oleh Bong Tiap. yang tidak Sudi sudah dengan begitu saja. Law an itu kaget. Buat apa layani segala serdadu. "Mari kitalabrak mereka!" berseru Tjiong Hay Peng. pihak . Musuh telah bikin ia terpi sah dari toasoehengnya Law Boe Wie. ia berlompat melewati kepala musuh. Menyusul ini. Kesudahannya diputuskan buat Kiam Gim bcrangkat dnl u ke Shoasay. "tolong kau capaikan diri untuk kau pergi cari soemoay dan soeteemu. beberapa musuh perdengarkan jeritan. Syukur yang lainnya ada tidak berarti. hingga dia keluarkan seruan. yang di masa kecilnya i a suka ajak memain. Baharu nona ini memikir demikian atau lawannya yang memegang golok membacok ia dengan hebat dengan "lay san ap teng" atau "Gunung Tay San menindih batok kepal a". Tok-koh It Hang. Pertempuran sore itu ada hebat bagi Lioe Bong Tiap. bagaikan cecapung menyambar air. hingga ia kertak g igi. di antaranya dua ada mund-muridnya Ouw It Gok. Selagi melayani musuh-musuhnya. yang kedua. ia sudah ja nji pada Tok-koh It Hang untuk sambangi Tjoe Hong Teng di Shoatang. tetapi justeru ia kegirangan. akan ambil beberapa potong Kim-tjhie-piauw. Maka itu mereka a mbil putusan buat menyingkir saja Tjiong Hay Peng lalu nyatakan ia suka ikut Tok-kph It Hang dan In Tiong Kie pe rgi ke Liauw-tong. m alah ia masih bisa berpikir. dari itu ia dapat tahu sang toasoeheng lagi dis erang hebat oleh satu musuh yang bersenjatakan Poan-koan-pit. di samping itu." Boe Wie terima baik perkataannya iru guru. Sembari lari. urusan negara. Melainkan sang lawan. akan tengok isterinya. muridku. temponya tak kc tcntuan." ia tambahkan pada Boe Wie. Ia sangat sayang soemoay itu." pikir ia kcmudian. tangan kanannya itu diayun ke arah musuh-musuhnya. In Tiong Kie dan Lioe Kiam Gim tidak setuju. Ia mcn jadi sibuk sendirinya kapan ia dapat kenyataan. selagi bacokan menge nai tempat kosong. gerakannya sangat sebat. sebab untuk cari Bong Tiap. Salah satu muridnya Ouw It Gok menggunai tumbak Siauw-tjoe-rjhio. untuk berloncat tinggi. maka itu mereka lantas berunding. Untuk cari Bong Tiap dan Ham Eng. "Aku mesri tobloskan mereka ini. tangan kanannya merogo h sakunya. untuk jauhkan diri. tetapi Kiam Gim dan Boe Wie berdiam. Bong Tiap geser pedangnya ke tangan kiri. hingga senjata ini bisa dipakai menikam berbareng menggaet Ini ada suatu senjata langka. tubuh mereka rubuh saling susul. Urusan menjadi ahli waris Thay Kek Pay sep erti keinginan soesiokmu itu kita boleh tunda dahulu. Penyerang-penyerangnya putcn dari Lioe Loo-kauwsoe terdiri dari sepuluh orang. Bong Tiap masih dapat ketika akan melirik kepa da kedua saudara seperguruannya. Kiam G im ingin jtengok isterinya. berbareng mana.kawannya. yang ada gusar sekali. memang keselamatan soemoaynya adala h yang ia paling pikirkan. bahwa bua t itu. mereka ini bukannya la wan-lawan yang lemah. Boe Wie adalah yang diberikan tugas. Yang pertama ada urusan perseorangan.

atau ia dengar musu h tertawa mengejek. "Hei. dalam keadaan seperti itu. bahunya yang k anan itu lantas saja kena tertusuk. katanya: "Anak ayam ini tak nanti lolos! Ja ngan bunuh dia! Dia mesti ditangkap hidup!" Melihat keletakan. p endeta perempuan. yang usianya sudah lanjut sekali. Tidak tempo lagi. tubuhnya sud ah merangsek dekat sekali si nona. "Celaka!" ia menjerit dalam hatinya. kemudian mereka semua memand ang ke arah dan mana suara datang. tumbak gaetan musuh telah datang menyambar. bukannya orang sembarangan. akan loncat sana dan sini . disus ul bentakan seorang perempuan tua: "Siapakah kau orang yang berani ganggu satu n ona? Jangan turun tangan!" Semua musuhnya Bong Tiap menjadi terkejut. ia robek bajunya. walaupun. yang sudah lama ikuti Ouw It Gok. Ia tidak merasakan sakit yang hebat. ia tak keburu egos lengannya. maka itu. atau di belakang ia. ia mempunyai pandangan yang luas. untuk turun tan gan. dia mi adalah seorang perempuan Kang-ouw yang jahat!" demikian ia be rkata. untuk jumput itu. untuk menyingkirdari musuh-musuh itu. Selagi tikamannya mengenai tempat kosong. sedang musuh-musuh itu mulai datang dekat pula. Hanya. sedang si nona sendiri rebah tak berdaya. Nona Lioe menjadi nekat. hingga ia tidak berani berlaku sem brono. jauhnya satu tumbak. dari itu. ia segera papaki musuh den gan tipu tusukan "Hoan sin hian kiam" atau "Persembahkan pedang seraya memutar t ubuh". hingga ia terguling rub uh. sedang menghampirkan mereka. tiba-tiba mereka dengar satu ! suara nyaring dan mengaung luar biasa. malah musuh yang pegang tumbak gaet sudah loncat ke arah senjatanya. Musuh itu. Musuh menjadi kaget. segera ia perlihatkan kegesitannya. malah yang bersenjatakan tumbak gaetan Siauw-tjoetjhio sambil teriaki kawan-kawannya. Dalam keadaan seperti itu. ia berkelit. kawan-kawan itu berdiri bengong karena saksikan kawannya dan si nona sama-sama terluka. ia menoleh pada kawan-kawannya. maka dalam gusarnya. Tetapi ia bisa ambil putusan cepat. selagi berbu at demikian. apa celaka. Sudah begitu. Musuh yang bersenjatakan Siauw-tjoe-tjhio itu tertawa mengejek. terbaret panjang Sementara itu. ia tidak sempat tarik pulang senjatanya. belum sempat mereka maju. untuk sesaat. ia kirim kepalan kinnya. Bong Tia p tidak bisa berkelit atau menangkis. akan tonjok ulu hati orang. yang tidak rubuh. ia bisa lihat bahwa si niekouw. nancap di dagingnya. Ia berhasil mengelakkan beberapa senjata mus uh itu. Dengan geser sedikit tubuhnya. mereka lantas saja tertawa. Menjadi sa dar. Tapi. serindak demi setindak. hingga berbareng muntahkan darah hidup. Baharu ia hendak b erbangkit. akan loncat turun ke dalam lembah. buat dipakai membungkus luka di tangannya. dadanya kena dipukul keras sekali. dengan gerakan "Lee hie ta teng". Sebentar kemudian. Di antara remang-remang karena gclapnya lemba h. Bong Tiap sampai di satu jalanan kecil yang berlamping gunung. mereka tampak satu pcndcta perempuan. atau kakinya lemas. Semua musuh mengejar terus. tetapi apa mau. dia telah Jukai lenganku! Kita adalah or-ang-orang yang ditug . ia lempar tumb aknya. kenapa kau orang menjublak sa ja? Lekas bekuk ini anak ayam! Lekas bungkus lukanya! Sayang jikalau ia sampai t erbinasa!" Dengan sebenamya. Ia tak bisa lari lebih jauh lagi. Bong Tiap dipaksa lari ke arah dalam rimba. "Soethay. Ini ada serangan tidak diduga-duga dari musuh yang telah terluka itu. hingga darah hidup s egera mengucur keluar. Dengan tiba-tiba. semua musuh kena dirintangi.lawan. atau "Ik an lee-hie meletik". atas mana. ia tidak lagi bisa gunai piauwnya dengan semp urna. hingga ia me nggigit gigi untuk menahan sakit selagi ia cabut piauw itu. ia enjot tubuhnya. lalu pedang Tjeng-kong-kiam d itikamkan ke arah lawan itu. Ia hendak bcrbangkit. sebatang€€€€€€€€€€yan-bwee-piauw menyambar juga pinggiran teteknya yang kiri. ia tak bisa manjat di kiri dan kanan. yang tangannya mcncekal kebutan suci Hoed-rim. ia rubuh dengan tak sadar akan dinnya. ada mem pun ya i banyak pengaiama n. ia loncat ke depan. di depannya ada sebuah selat. ia lanjuti tindakannya lari ke depan. maka ia me njadi terperanjat. dari itu. Ia baharu injak tanah. semua piauw telah digunai. sebentar lagi. balas menyerang dengan senjata rahasia juga. "Kau lihat. untuk hindarkan diri dari bahaya.€Ia gunai pula sen jata rahasianya.

€ Kawanan tikus. sembari tertawa dingin.€€dengarnya€€dari€€€satu soepehnya. dalam tempo tiga hari. gesit gerak tu buhnya. maka si penjahat ini du ga. s ejak sekarang ini. Dengan mulutnya. harap Soethay ti dak campur urusan kita!" Di iuar dugaan. terus mereka bangun berdir i. Hanya. Memang. keterangan itu bukannya membuat si niekouw tua undurkan diri. tentu kau orang adalah kawana n penjahat!" Selagi berkata demikian. lantas saja mereka ngel oyor pergi. pasti dia akan berhasil. maka kau orang haruslah jadi penduduk baik-baik. orang yang bersenjatakan Siauw-tjoe-tjhio. selanjutnya kau orang tidak bisa bersilat pula. atas mana. karena tak disangka. Katanya ada satu nickouw yang tidak ketahuan asal-usulnya. siapa di masa muda -pernah€€de ri€€satu sahabatnya. dengan yang satu ru buh. Rombongan muridnya Ouw It Gok ini terdiri dari lima orang. sambil tertawa. niekouw itu be rt in dak mendekati. atau kau orang jangan nant i sesalkan padaku. kau orang bakal muntah-muntah darah dan akhimya binasa! Pinnie telah kasih peringatan pada kau orang. Ketiga piauw melewati sasarannya. geraki tumbaknya Siauw-tjoe-tjhio. lantas mereka bisa geraki kaki-tangan. mereka lihat tangan kirin ya si pendeta perempuan telah diayun ke atas. Lantas saja mereka rubuh. ia pemah dengar tentang senjata rahas ia piauw Bouw-nie-tjoe. tubuhnya rebah ti dak berkutik lagi. dan kebutan suci menyamppk tumbak gaet an. disusul sama sambarannya tiga batang piauw di tiga jurusan. yang rebah diam saja. dari itu pinnie ju ga tidak inginkan jiwa kau orang! Sekarang pergilah! N iekouw tua itu hampirkan empat orang. lenyap perasaan sesemutan da n beku mereka. pada sepuluh tahun yang lampau. menikam bagaikan ular meny ambar. terlempar entah ke mana! Hebat adalah sampokan terlebih jauh dan ujung kebutan itu. kau orang masih hendak turun tangan terlebi hjauh! Jikalau kau orang bukannya bermaksud buruk. tetapi ilmu silat kau orang tak dapat dipertahan kan karena dengan itu kau orang biasa berbuat jahat Baiklah kau orang ketahui. yang pe rnah ikuti Ouw It Gok terlebih lama. ia berikan dupakan enteng pada tubuh s esuatu dari mereka. walaupun dia telah dibokong. "Ngaco!" katanya dengan bengis. tinggallah empat orang. pergilah kau orang! Kawanan itu mati kutunya. Kau orang sudah dengar suaranya piauwku tetapi kau orang masih berani hendak melawan aku. mereka pun lagi s angsikan suara mengaung. mereka cuma manggur-manggut. dan si niekouw tidak bersiap. kau orang tid ak lagi bisa bekerja berat. kau orang tidak pernah dengar? kata si niekouw tua sambil tertawa. di bikin sadar oleh kata-kata si niekouw tu a. Apa yang terjadi adalah di luar sangkaan. luka dalam tubuhmu tidak bakal kumat. yang sekarang untuk serang si niekouw tua. bole . atas itu. dia menyangk al. s esudah ia bikin orang tak berdaya. "Tidak. tapi satu kali kau orang ber silat atau bekerja dengan memakai tenaga. Mereka ini sementara itu sudah merangsek. Itulah bukan!" kata muridnya Ouw It Gok. sedang tan gannya yang kanan. tadinya u ntuk taati titah kawannya. Mereka terpis ah dekat satu dengan lain. diam-diam tangannya yang kin" siapkan tiga batang yan-bwee-piauw. "Di mana ada seorang nona b egini muda dan manis menjadi penjahar? Dia punya luka melebihkan hebatnya lukamu ! Sudah kau orang bikin dia pingsan. Dia ada sangat jeli matanya. katanya: Kau orang cobakan rasanya piauw Bouw-ni e-tjoe! Perkataannya orang suci ini ditutup berbareng dengan menyambarnya piauw terhad ap sesuatu dari empat penjahat itu tanpa mereka ini sanggup bcrdaya. si niekouw tua kata pula: Pi nnie tinggalkan jiwa kau orang. akan tetapi muridnya Ouw It Gok rubuh dengan segera. malah merek a seperti tak ketahui datangnya serangan. mengenainya perlaha n sekali. Di antara mereka. maka taklah cukup apabila kau orang tidak diajar adat! Tetapi Budha kita ada maha suci dan kasih. bel um sampai mereka datang dekat. Menyusul itu. Niekouw tua itu tak dapat dipandang enteng.askan pembesar negeri untuk menawan diaini! Sebagai orang suci. jangan langgar itu. kau orang rupanya tak ketahui aku! Tetapi apapun tentang piauw Bo uw-nie-tjoe. Nan. den gan demikian. dia justru mendesak. tumbak itu terlepas dari cekalan. Sembari menotok jalan darah orang. luka dalammu ba kal kambuh. Iantas terden gar suara keren dari si niekouw. atas mana di dalam lembah segerala h terdengar suara nyaring dan mengaung seperti tadi.

ia menjerit . seka rang ia muncul secara tiba-tiba. menggunai tiam-hiat . hingga ia liha t si nona rebah dengan kedua mata meram. satu nieko uw tua sedang kebuti ia dengan perlahan-lahan. sesudah mana. Kcbutan itu lemas bagaikan s egumpal bulu ekor kuda. ke arah atas. Ta-hiat atau memukul jalan d arah . bahwa saban kali dia ini muncul. atau Hoed-tim. Niekouw itu antap orang angkat kaki. ia masih sangat€€lemah. atau kalau dia gunai. yaitu piauw Bouw-nie-tjoe. biasanya. baharu senjatanya€€menyambar sasaran. jadi sangat ketakutan. ketika akhirnya ia merasakan dirinya lega dan ia buka matanya. akan tetapi. api lilin memain memberikan bayangan. hingga b crsuara nyaring sekali. segera ia ingat bagai man a orang serang ia. Untuk belasan tahun aku cari satu nona guna dia wariskan aku. Ada dibilang lebih jauh. ia bertindak meninggalkan tempat bekas pe rtempuran itu. dia cuma mengebut dengan kebutann ya. dan tia m-hiat . buat dikasi h naik atas bebokongnya. ialah periksa luka dan obati itu dengan obat luka yang. hingga kedua piauw bcntrok satu dengan lain. ia bekal. tidak pernah orang dapat lihat pula padanya. Di samping ia. ia lupa segala apa .h jadi datangnya dari In-lam. itu nickouw suka lepaskan dahulu satu piauw. karena di situ ada patung Budha. keman a lagi aku hendak mencari? Tidak tempo lagi. hi ngga mereka ngeloyor dengan mulut bungkam. karena senjata yang digunakan ada Hoed-tim atau k cbutan. Bong Tiap terus tak sadar akan dirinya. dulu ia sudah berusia lanjut. Dicarinya sukar tapi toh didapatinya begini gampang kata ia seorang diri. Itulah kejadian pada sepuluh tahun yang berselang dan si niekouw. Kebutannya. Adalah biasanya. Di samping hajaran pada dadanya. sedang darah masih mengalir keluar dan lukanya. akan tetapi. sedang juga. Ia lantas raba dadanya. selagi digunakan.€€biasa memakai senjata Poan-koan-pit atau batang Hoentjwee Tiat-yan-kan. niekouw itu tidak pernah kelihatan ada gunakan genggaman. ia telah la tiga puluh berandal yang liehay dan scmua berandal itu kena ia rubuhkan dan takl ukkan. Piauw itu ada untuk menyerang jalan darah.€€lebih€€€dahulu kedengara uaranya mengaung. ia sebenarnya sudah menutup mata.€€€dengan kebutannya. di waktu bertempur. dia pandai ta-hiat . Ia pun dapatkan dirinya berada dalam sebuah ruan gan suci. juga luar biasa. ata s mana. Ada tersiar cerita. untuk disambar dengan sebatang yang lain. Di samping itu. guna berikan pertimbangannya. di waktu gunakan piauwnya itu. itulah ada di hari keenam sejak ia dikeroyok. tetapi jug a sudah punya dasar dan dasar dari satu ahli. selewatnya i tu. Umpama O uw It Gok. suara itu seperti juga tanda untuk orang bersiaga terlebih dahulu. Apakah aku sedang mimpi? tanya ia pada dirinya sendiri. atas mana nampaknya ia berhati lega. jalan napasnya sangat perlahan. apabila ada orang yang ber kepala batu terhadap pertimbangannya itu. Ilmu menotok jalannya darah. Laginya.€Dan ia gigit bibirnya. mesti ada orang j ahat yang dapat bagian. ada dua rupa. orang tak ketahui. maka orang percaya. maka itu. pernah dengan€€seorang€€€diri. Dia tidak saja berbakat. mereka mesti hentikan pertempuran. melainkan senjata rahasia. dia hanya merasa seperti melayang-layang di tengah udar a. apabila orang dengar suara piauw itu beradu. meskipun sekarang darahnya itu dapat dicegah keluarnya lebih jauh. Siapa sangka. sekarang aku dapati dia ini. Bong Tiap tidak sadar. dia pasti bakal merasai akibatnya yang hebat. ia hanya dekati Bong Tiap. ia rubuh. akan dapatkan j antungnya masih memukul. kepandaiannya niekouw ini adalah ho et-hiat atau menutup jalan darah . biasa digunakan dengan tangan kosong. kekuatannya sanggup melaw an pedang. pendeta ini membungkuk. terutam a sebagai alat untuk menyerang jalan darah. ialah menotok jalan darah. Tok-koh It Hang dan Law Boe W ie. ke betulan sekali. di waktu orang bertempur. Kcbutan itu pun bisa digunakan sebagai pedang Ngo-heng-kiam atau ruyung Teng-tjoa-pian. Segera ia bekerja. akan angkat tubuh orang. Beda daripada itu dua. Niekouw tua itu kerutkan alis. jikalau aku tidak ambil dia. untuk si niek ouw datang sama tengah. kepandaiannya menggunakan kcbutan itu entah ada kepandaian dari golongan atau cabang silat yang mana. ia pu n telah keluarkan tcrlalu banyak darah. Maka orang yang bersenjatakan tumbak gaet Siauw -tjoe-tjhio itu. sedang Lioe Kiam Gim. saban kali€€digunakan. dengan sangat perlahan. ia toh bersenyum. sebagai kesudahan dari dikalahkannya. dan asap hio bergulung-gulung mendatangkan bau harum.

suaranya perlahan. ia bersekolah sedikir. ialah satu di Ie-soh-tjiauw-beng di Mongolia Luar. maka akhirnya si niekouw tua tuntun ia. bawa udara ada bcrsih dan menycgarkan. hingga Bong Tiap merasa hatinya terbuka. barangkali aku bisa bantu pikirkan dayanya. Niekouw itu usap-usap rambut orang. salju telah lumer. Aku tidak takut udara dingin! Selama di Kho Kce Po.si niekouw dengan perl ahan. Ia merasakan sakit! Jadi ia bukan lagi bermimpi. Bong Tiap tidak pemah merantau.€Ia jadi ingat pada pertempurannya di Boe-ip. akan tetapi menurut pembilangannya. maka kau perlu beristirahat di sini. dari itu.sendirinya. Hoei Sioe sudah tua dan kurus. sedikitnya lagi satu bulan. pada niekouw tua itu. kau kasih tahu aku. ia ada terlebih tua dari si niekouw. Nona. aku pemah dengar. kata . satu di Tji p-sip-Ioen di Tibet. pada urusannya sendi ri. Lantas si niekouw ini tuturkan ten tang musim atau hawa udara di Mongolia dan Tibet. ia bisa jalan dengan perlahan-lahan. tentang gunung di Tibet. kau beristirahat di sini. Aku punya soetjouw. Tentu! Kcnapa tidak? sahut si nona. Hanya aku tidak bisa turut sekarang juga. Tempat apakah ini? akhir-akhirnya ia tanya. fan ada daerah di luar perbatasan. Kau h bat itu gundukan tanah dengan rumpu tnya yang bijau? Itu ada kuburannya Ong Tjiauw Koen. niscaya kau tidak lemah lag . apa kau hendak turuti aku menyaksikan itu? tanya ia kemudian. kata si niekouw sembari bersenyum melibat kek agumannya itu. sekalip un di musim dingin. na nti kita orang pasang omong . Kau tclah banyak ikuti Soethay begitu banyak tahun. Nona. apa pula untuk per gi kc Djiat-hoo yang ada ribuan lie jauhnya. niekouw itu lebih tua daripada ia sedikitnya tiga puluh tahun. aku terima ia di sini untuk kerjakan ini dan itu. serangan angin ti dak mendatangkan hawa dingin. ialah tepinya Sung ai Tay Hek Hoo. Tatkala itu ada di permulaan musim panas. suaranya sabar. ia lekas menambahi.dimaksudkan Ham Eng air mukanya si nona menjadi guram d engan tiba-tiba. maka sekarang ia menjadi kagum d an ketarik hati. Bong Tiap masih belum tahu halnya si niekouw tua. Keadaan di sini masih tidak an eh. Kau rebah lagi beberapa hari. Kau telah terluka parah. Nona Lioe sudah bisa turun dari pembaringan. si juwita kenamaan. Tentang ayahmu. m n itu kuburan bcrumput hijau. buat pergi ke pckarangan luar. Bong Tiap menurut. Kau belum tahu tentang bagaimana ak u telah tolongi padamu. la pun rasakan tubuhnya sangat lemahLewat lagi beberapa hari. Di sini biasa€€€tumbuh€€€rumput€€€putih. sekarang ini kau belum bisa jalan. Hoei Sioe ada orang Mongolia. di Mongolia dan Tibet sama sekali telah dirika n tiga buah kuil. ia pemah pelajarkan juga ilmu silat kasar-kasar. atau Kuburan Hijau. Kalau ayah dan soeheng kau terancam bahaya. bersama-sama soeheng aku biasa menggayuh perahu di dalam mua ra! Menyebut sang soeheng . kau belumsembuhjangan sembarang geraki tubuh. Su dah tiga atau empat puluh tahun aku tidak pemah pergi ke Kwan-lwee. Bong Tiap tidak berkeberatan akan tuturkan urusannya. aku nanti pergi. untuk diaj ak keluar dari dalam trail. siapa itu ay ah kau? Kau harus ketahui. pemandangannya ada cupat. kata si pendeta setelah berdiam sekian lama. benar-benar niekouw tua itu telah berangkat menuju ke Djiat-hoo (Yehol). kata ia. Kau juga tak boleh bicara. ia tanyakan itu pada Hoei Si oe. Hoei S ioe boleh layani kau.€Ia sangat ketarik sama pemandangan jndah di luar kuil itu. kau sudah keluarkan terlalu ban yak darah. keadaan di s ana ada asing bagiku. dilihat dari romannya. Ia toh lagi ikuti toa-soehengnya akan pergi cari ayahnya di Utara. Lebi h baik kau tuturkan aku tentang hal-ihwalmu. Sekarang aku hendak cari ayah di Djiat-hoo. ia hanya utamakan ilmu silat saja. Di hari kedua. baiklah. scbaliknya. Inilah Soei-wan yang berada jauhnya tiga ribu lie dari Boe-ip. Nona. Cuma urusan ayahnya bikin ia sangsi. dengan sikap tetap lemah-lembu t. aku n anti cari tahu tentang mereka. sahut si pendeta percmpuan sambil bcrsenyum. hingga si nona jadi semakin ket arik hati. maka juga dinamai Tjhee-tiong. dan yang ketiga ialah kuil ini. Gunung Himalaya. dan hendak cari juga kedua soeheng.

kata Sim Djie pada si nona. Selang satu bulan. untuk dipeluk. aku percaya dia tidak bakal lol oskan kau. Bukan melainkan daun pohon. ia juga pandai silat dan karang dua buah Kitab Ie Kin dan See Soei . Bagaim ana girang untuk jadi muridnya Sim Djie dan perolehkan kepandaian yang tinggi. ia lantas berangkat ke Kuil Siauw Lim Sie di atas Gunung Siong San. ia telah jadi muridnya si ni ekouw tua itu. yang terus ajak si nona ke pekarangan di iuar ruangan pendopo. Menurut centa. Kerajaan Selatan dan Utara. pemerintah Boan telah keluarkan titah penangkapan untuk Lioe Loo-kauw soe dan kawan-kawannya. Cukup€€sebegini. hanya aku belum puas karena kepandaianku belum. €€kata€€ia kemudian. ia jawab: Mana aku mengerti ilmu tak jadi mati? Tubuhku sehat disebabkan aku berlatih sila t. Hoei Sioe kasih tahu kenapa dia tah u Sim Ojie bemiat ambil si nona scbagai muridnya. Man. Kau bilang kau sayang aku. ia gembira sekali. Sekarang Sim Djie turunkan kepandaiannya kepada Bong Tiap. Bong Tiap menurut. ia gembira bukan main. Ia hampirkan pohon itu. sckali ini. dengan sendirinya. aku belum dapat murid yang aku cari. ia mulai diberikan pel ajaran silat. ada€€orang€€yang€€€bakal arisinya. Orang mesti menutup mata. ia scnantiasa bersendirian saja. atau daun-daun lantas rontok. dalamnya kira-kira tiga dim. ilmunya Budha pun tak dapat tolong membebask annya. seraya ia tunjuk pohon itu. baiklah kau scndiri turut diamkan diri. demikian katanya. yang rontok jatuh. Sekarang ia dapat pelajaran dari Kaum Sian Tjong . Kcmudian kcduanya bicara pula. Memang Hoei Sioe pernah bilang. hingga karenanya. Bcrsama ia. Selagi mengucap demikian. Nona. tentang pertempuran dcngan pahlawan-pahlawan Istana Tjeng. yang makan usia sampai seratus tahun lebih! Aku bah aru mendekati seratus tahun. malah ia wariskan juga piauw i. Sudah puiuhan tahun ia iku ti Sim Djie. meluruk turun. Tat Mo Siansoe tidak cuma faham agama Budha. kata ia.kata ia kcmudian pada Hoei Sioe. Tat Mo Siansoe datang ke Tiong kok di mana ia berunding dengan Kaisar Liang Boc Tee. Kaiau aku bikin rusak. bila nanti Soethay pulang. Aku nyatakan. Toh ada orang tani biasa. Itu ada pohon hoa yang kuat-kekar dan ulet terhadap serangan es dan salju. Pemah aku tanya Soethay. apa Soethay ada mempunyai ilmu panjang umur hingga tidak bisa me ninggal dunia. ia duduk bcrscmedi menghadapi tembok. Nona. Atas pertanyaanku itu. Kau lihat . Itu adalah peristiwa hebat di gedungnya Keluarga Soh. Soethay menghela napas ketika ia menambahkan: Aku bakal jadi lilin yang aka n habis sumbunya. Maka itu. Bagaimana bila ia dengar kabar hal ayahnya? Apa bisa ia berdiam di kuil itu tanpa pergi sambangi ayahnya?€Bagaimana bila si ni ekouw tua itu paksa untuk ia berdiam di sini? Sementara itu. tapi untuk bersilat saja kau tidak mau kata ia. hingga ia dipandang sebagai ieiuhur pertama di Tiongkok tentang agamanya itu. hing ga ia berhasil membangun pelajaran agamanya. di mana ia hampirkan satu pohon sebesar pelukan. Ia tak dapat tolak lebih jauh nona itu. di Propinsi Hoolam di mana. Ia hunjuk alemannya. sckarang ia dapati Bong Tiap scbag ai kawan. Karena ini. Karena kata-katanya Soethay itu. baharu ia keluarkan tenagapya. kal teguraku Ia pun bersenyum. ia sayangi si nona. Karena itu. untuk sepuiuh tahun. aku anggap kau beruntung sekali! Mendengar itu Bong Tiap jadi girang berbareng heran. ? . telah memberikan bekas-bekas kedua telapakan tangan dan lengan. antaranya si orang Liauw-tong. ia bingung juga. aku juga sudah merasai p erbedaan. Itu adalah buah-hasilnya kepandaian mclatih tenaga K im-kong-tjhioe atau Tiat-see-tjiang . Soethay tertawa. semasa Kaisar Liang BoeTee.€ Aku belum berarti! Bong Tiap tidak puas. Bong Tiap jadi kaget dan kagum. Itulah ada warisan nya Tat Mo Siansoc dari zaman Lam Pak Tiauw. sesudah iasembuh benar. dan kenapa ia nampaknya tidak jadi tua . kata ia. entah ke mana menyingkirnya Kiam Gim. untuk di pakai menggoyang. ia ada bawa kabar yang mengejutkan. juga batangnya. Karena itu.€ Apa kau sudi perlihatkan aku satu atau dua jurus Mana aku beratri? sahut Hoei Sioe. Selama beberapa tahun ini. ia send iri pun lagi bersemangat. ketika dengan mengarungi lautan.€Han ya di samping itu. karena tak cocok pendapat. Sim Djie telah kembali setelah beberapa hari kemudian. Soethay nampaknya Iesu. bcrapa usianya. aku tidak punya kepandaian lain kecual i sedikit tenaga.

tenaganya dia ini melulu hendak d ipakai buat menghadapi pihak asing. dari itu. Dalam perjalanannya ini. kcsatu ka rena ia sctujui gerakan itu. Begitu permintaan Duta Amerika diterima baik. Boe Wie susul gurunya sesudah ia putus asa mencari Lioe Bong Tiap. apabila pikirannya scdang melayang. Tjoe Hong Teng. yang hendak bekuk ia. seperti Yok Hian. Tjoe Hong Teng sendiri masuk golon gan yang bantu Tjeng Tiauw untuk membasmi bangsa asing (Hoe Tjeng Biat Yang). Setelah Tjoe Hong Teng binasa. hingga Kaum Gie Hoo Toan jadi tercebur dalam lau tan darah . satu orang peperanga n pemerintah Boan. sebab pemerintah itu lagi repot dengan gerakannya Gie Hoo Toan. Tapi walaupun semua itu. dia mesti lekas kembali. Dan hikayatnya Tiongkok sudah mcngikuti karcn anya. siang ia belajarsilat. seper ti bcnda bertukar bintang berpindah . Kiam Gim juga tidak lupai gadisnya. Dasa r ia ada bekas punggawa Boan. Setelah sampai di Shoatan g. Gcrakan Gie Hoo Toan dari Tjoc Hong Teng telah jadi dcmikian berpenganih hingg a Soenboe Yok Hian dari Shoatang tak bisa tak akui sebagai gerakan rakyat jelata . Bong Tiap dapati secara lekas. ia masih tetap dalam Gie Hoo Toan. kawannya di Tit-lee pun maju ke Thia n-tjin. ia kemukakan niatnya mencari Bong Tiap lebih jauh. dengan begitu .€Maka itu. ia mampir di Poo-teng. telah dapat kebinasaan.Bouw-nie-tjoe. Lie Lay Tiong memasuki Gie Hoo Toan sesudah dalam kalangan Gi e Hoo Toan ini ada rombongan-rombongan yang anti pemerintah Boan. mereka dipanda ng sebagai pengacau. Tanpa merasa. tet api Boe Wie tidak demikian sungguh-sungguh seperti ia. malah Boe Wie ia pesan. karena hatinya Boe Wie ad a tawar sesudah ia dapat pengalaman yang tak memuaskan dalam kalangan Tjit Seng Hwee. hingga ada cerita burung yang berbunyi: Sesudah dap at binasakan si telur kura-kura Wan Sie Kay. Sim Djie juga pemah ajak muridnya ini be rlari-lari di tanah datar dan Mongolia dan lihat Yam Ouw. di waktu mala m. Hong T eng binasa belum lama sejak datangnya Boe Wie. malah Liong-tjia. Karena ini. pembuat huru-hara. tapi karena urusan negara ada lebih besar. Pemerintah Boan jerih terhadap Gie Hoo Toan. ialah Kereta Naga dari» Ibusuri See Thay houw. Ia masuk bersama-sama Law Boc Wie. akan tetapi. Pun pelajaran pedang Tjepeh lian-peh Ngo Heng Kiam. tiga tahun telah lewat. Kota T ok-tjioe kena dirampas. Tjongtok Joe Lok telah lakukan perlawanan keras tapi ia terdesak. Kemudian Boe Wie undurkan diri. kedua dengan begitu ia bisa menyingkir dari tangann ya pemerintah Boan. karena ia sudah p unya dasar Kim-tjhie-piauw. Dalam peperangan di Shoatang itu. Joe Lok terpaksa akui Gie Hoo Toan sebagai gerakan rakyat yang sah. suasana telah berubah. tcntaranya delapan negara asing tela h meluruk ke Pakkhia. Boe Wie dapat kemerdekaannya. kedua soehengnya itu. karena ilmu pedang itu hampir bersamaan dengan Th ay-kek-kiam. Telaga Garam dari Tibe t. yang menunjang pemerintah Boan itu. Ia kembali ke dalam duniap erantauan. dan yang membelai juga. Yok Hian ditukar deng an Wan Sie Kay si tukang jagal besar-besaran. tap i gcrakannya bcrtambah hebat. tidak sedikit jua pihak Boan meras akan sayang. Untuk ini. ia lakukan penindasan kejam. Kekejamannya Wan Sie Kay membangkitkan perlawanan hebat dari pihak Gie Hoo Toa n. Nona Lioe bisa belajar dengan cepat. ia jadi peroleh kepandaian berbareng. Kaum Gie Hoo Toan sudah turun tangan. Boe Wie tidak terlalu menank perhatian pemerintah Boa n. hingga pcmandangannyasi nonajadi luas. Di smi ia hendak wujud . Lioe Kiam Gim telah memasuki Gie Hoo Toan pada tiga tahun yang lalu. Wan Sie Kay ada dari golongan penj ilat asing. s ebagai alasan. malam ia yakinkan surat. sejak Bong Tiap berguru pada Sim Djie Si n-nie. nona ini seperti tcrbayang dengan roman a yahnya. Demikian Duta Amerika sudah paksa pemeri ntah Boan tukar Yok Hian. romannya Ham Eng dan Boe Wie. iapun ada mempunyai pasukan prive yang kuat. Tapi Lie Lay Tiong ini. Dan Kia m Gim datang pada Tjoe Hong Teng setelah ia sambangi isterinyadi Shoasay. baharu kita orang dapat makan nasi ! Selagi Gie Hoo Toan di Shoatang bergulat. Sembari cari Bong Tiap. telah kena dibakar musnah. orang sebawah annya yang tadinya ada bekas sebawahan dari Tang Hok Siang. murid ini berhasil atau tidak cari B ong Tiap. kcmudian kena disiasati juga oleh Ibusuri See Thayhouw. selama itu. ia digantikan oleh Lie Lay Tiong. Tiga tahun bukannya tempo yang lama. melainkan di matanya rombongan paderi tukang sebar agama Kristcn. denga n tunggang seekor kuda.

Lantas ia pun menyerang dengan piauw. bocah. dengan garapang ia bisa melesat ke kanan. oleh Tjiong Hay Peng dan Tok-koh It Hang. pasti ia tetap mcnolak. Itu ada satu gerakan sangat cepat Ia tela h belajar silat sejak umur tuj uh tahun. Orang ini. untuk terus hunus pedangnya. Hanya. sampai kemudia n Teng Hiauw. Akan tetapi. guna dimintai kctcrangannya. maka pelajarannya bukan lagi pelajaran asli dari Thay Kek Pay . ia sampai di tepinya Sungai Tay Hek Hoo. hanya orang duga ia tinggal bc rsunyikan diri di tanah datar di pcrbatasan. ia dengar salah satu muridnya Ouw It Gok murid yang pernah rasai piauw Bouw-nie-tjoe dari Sim Djie Sin-nie cerita pada k awannya hal si nona. ia bic ara sedikit sama murid-muridnya Kiam Beng. ia tak bisa bikin saudara-saudaranya tunduk terhadapnya. di sini tak dapat orang sembarangan menghunus pedang! berkata niekouw . dan Loei Hong bertabiat keras. tidak bcrani sebut namanya Sim Djie. Begitulah ia dengar hal Sim Djie yang kesohor pada empat pu I uh tahun yang lar npau. sampaipun ke Sin-tek dan Boe-ip. mercka tidak bcrd aya. sampai kemudian. Boe Wie menuju ke tapal batas. Boe Wie mesti cari beberapa orang tctua. sampai di depan sebuah tanjakan bukit. Maka akhirnya. karcna ia tidak sudi paksakan dni. dia pun mati daya. s iapa mau lantas percaya Ketua Heng Ie Pay mi? Dan ketiga. yang boleh diandalkan ada Kim Hoa dan Loei Hong berdua. urusan pengangkatan ahli waris i ni sudah terbitkan gelombang. ia mau ang gap matanya sedang kabur . Siapa tahu. terus lenyap dalam gombolan rumput. pundak yang kanan. kalau tidak. ia tampak bayangan berkelebat. ketika ia segera mcnolch. sekali ini. malah gurunya sampai dua dan ia sudah dapatkan juga In Tio ng Kie punya ilmu Poan seng teng kee atau Mendengar suara mengenal senjata . dalam takutnya. yang kemudian undurkan diri. di had apannya segera terlihat satu niekouw tua yang berjubah hitam. Dia tidak bisa kasih bukti untuk pe san terakhir dari Kiam Beng perihal pengangkatan ahii waris iiu. Karcna ini. kenaditolongi niekouw luar biasa itu. sclagi demikian. untuk ia jadi ahli waris dari Thay Kek P ay. karcna mercka berdua tak dapat lawan desakan saudara-saudara mereka. yang mereka kepung. suaranya pun tidak terdengar . malah sekarang. Ia sedang jalan dertgan asyiknya. tetapi Kim Hoa lemah dan tak bisa jadi kepala. sama sekal i ia belajar buat kira-kira dua puluh enam tahun. pulang dan bereskan mereka. Lioe K iam Gim dan Tok-koh It Hang tidak bisa turut meresmikannya. Sejak itu. Boe Wie jadi kebogehan dan tak enak hati. Ia telah pergi ke em pat penjuru. Kim Hoa dan Loei Hong suka terima Boe Wie. ia tidak peroieh ha sil. Murid-muridnyaTeng Kiam Beng ada campur-aduk. tetapi yang Iain-lain tidak. sedang Tjiong Hay Pen g jadi mendongkol. siapa mau lantas percaya habis? Laginya Kiam Bcng berseiisih dengan Hay Peng. dari samping kupingnya i a dengar ajakan: Mari! Ia ada seorang yang berpengalaman. seperti diketahui.Hay Peng. Maka untuk men cari tahu. Boe Wie pun belajardar i Tok-koh It Hang. Boe Wie berjalan antara pohon rumput yang tcbal dan tinggi.kan pesannya soesioknya Teng Kiam Beng. Ia jalan cepat. Dalam hal ini. ketika ia bikin gerakan demikian. Sebegitu jauh. di antara mereka itu. Di scbclah depan ia. masihjauh. Apakah dia itu manusia? Boe Wie pikir. Sedangnya pemuda ini berpikir keras. Untuk ini. t iba-tiba ia rasai sampokan angin. jikalau perbuatan barusan ada perbuatan manusia. ia lihat cahaya kelak-kelik. ia terdesak oleh gurunya. ia angkat ka ki. sungguh aneh. lantas pundak kirinya seperti kena ditekan ora ng. te tapi bayangan itu sudah lenyap. He. Sekarang Boe Wie bikin pcrjalanan melulu untuk Bong Tiap. Dalam cuaca rcmang-rcmang. mcngurusnya. lantas ia undurkan diri. putcranya Kiam Beng. yang bergoyang-goyang. apa mau. tidak ada bukti dan Kiam Beng. Boe Wie hiburkan. Tentu saja. mereka kasak-kusuk. ca ra bagaimana dia mendadakan jadi kepala? Laginya. yang berkilau-kilauan. Adalah pada suatu hari. Ketika itu sudah maghrib dan angin sedangnya men i up keras. secara kebetulan. cuma Hay Peng seoran g yang bantu merekoki. tiba-tiba ia rasai pundaknya ada yang tek an pula. Murid-murid itu tidak puas tempo Law Boe Wie muncul dengan tiba-tiba menjadi pemimpin mereka. tanpa kepaia. tangannya kena raba hanya sarung pedangnya-pedang Lan-gin-kiam yang su dah kosong! Maka sekarang. Boe Wie tidak dikenal. ia terperanjat bukan main. murid-muridnya Kiam Beng jadi kacau. di tangan siapa ad a tercekal sebatang pedang panjang. entah ke mana. Akhirnya.

tetapi ia bersenyum. ia berseru: Apa kau ada baik? Mana ayahku? Apakah Ayah datang bersama? . pertama-tama untuk menghaturkan terima kasih. binatang tidak. inilah tempat bernaung pinnie. Simpan ini baik-baik kata ia. Kuda kau pasti ada kuda dari Kwan-lwee. Sim Djie tertawa. apakah Nona Lioe Bong Tiap ada di sini? Niekouw itu berhenti bertindak. berkata ia seraya memberi hormat dengan menjura dalam. Segera ia awasi pemuda itu. tapi sambil tertawa. Baharu ucapkan itu habis atau sebagai gantinya. yang sifatnya tetap seperti biasanya. sembari bersenyum dan kakinya bertindak. hingga kcmudian Boc Wie tampak. yang ia s edang cari. Di dalam h atinya. manusia masih dapat bertahan. Ya. sahut ia. teetjoe diserang an gin dan hujan pasir. Niekouw ini menyebut dua ekor keledai. dalam kaget dan heran. yang tak biasa jalan di padang pasir dan tak tahan berdahaga. hingga kclihatan cahay* kelak-kelik makin lama mak i n dekat. Sim Djie angsurkan pedang pada Boe Wie. Jikal au berada di Mongolia luar dan kau diserang badai. Pada bebcrapa hari yang lalu. Sekarang. maka baharu dua hari ta k makan dan minum. sebab kalau tidak. si pendeta percmpuan yang miskin. Segera juga daun pintu dipentang dan di muka pintu muncul tubuhnya Lioe Bong T iap dengan koennya panjang yang putih. Teetj oe ada Law Boe Wie. ia mengawasi dengan tajam. Teetjoe mohon tanya. ia kata: Dia rupanya telah ketahui maksud hatiku. Kau benar-benar bersungguh hati. sebentar saja kau bisa ditump uki pasir hingga mcnjadi gundukan. marilah. Tiap itu? ia balik tanya. Habis berkata. Sementara itu. Adal ah Bong Tiap. aku menduga padarauJ aku lantas mencoba-coba. kedua untuk mohon bertemu denganny a. Ialah. Mana kud amu? Orang she Lauw ini memakai sepatu piranti menunggang kuda. Loo-tjianpwee. lalu mc ndaki bukit yang pcnuh batu bcrancka warna. Nona Lioe itu ada socmoaynya teetjoe. sampai ia lupa mcncgur. ia lantas ikuti pendeta pe rempuan ini. ialah dari tengiolcng yang digantung di dep an rumah berhala itu. Kau sampai mend apat ketahui yang aku telah bawa nona itu kemari! Memang aku pernah dengar Bong Tiap bilang. disusul sama suara yang nyaring halus: Soehoe. temyat aj kau betul-betul liehay. di luar orang ada orang . hingga dia mirip dengan bidadari. Loo-tjianpwee telah tolongi nona itu. di dalam terdengar tindakan ka ki yang berlari-lari. Pernah apamu Lioe Bong. kau adalah toa-soehengnya. ia s egera insyaf bahwa niekouw ini mestilah Sim Djie Sin-nie yang kesohor. Boe Wie kenali baik suara itu. Gurun pasir disini masih tidak terlalu menakuti. Tiap-tiap. Pu n berpikir: Sudah sekian lama kita berpisah. Untuk dua hari kita tak perol eh air. di luar Iangit ada langit. Boe Wie manggut. kata ia. yang pun kembalikan bebcrapa barang Kim-tjhie-piau w pada Boe Wie Boe Wic bingung. Baharu sckarang ia ketahui.€ Di sini ada tempat kediaman Budha ya ng tidak boleh mendengar suara alat-senjata saling beradu! Bukan main herannya Boe Wie akan kenali pedangnya. yang berkepandaian tinggi luar biasa. aku nanti carikan ka u dua ekor keledai jempolan! Diam-diam Boe Wie bergirang. Ia heran tampak Boe Wie. kenapa kau tidak lekas menyambut? demikia n katanya. di mana ada Jam pendeta perempuan yang begini lie hay? Oleh karcna itu. orang liehay tidak ada batasnya. yang romannya sehat sckali. adalah dia masih pikirkan soehengnya ? Hatinya Boc Wie tegang sendirinya. yang bahasakan diri pinnie . jawab Boe Wie dengan sikap sangat menghorm at. da ri itu. Jalanan ada dari tepi sungai menuju ke tanah da tar rumput. Sim Djie hampirkan pintu dan ketok-ketok itu. ada tetamu.itu. Boe Wie keiihatanny a masygul. Sim Dj ie berkata pula. Boe Wie mengawasi soemoay itu. dia binasa. Tunggu sampai kau berangkat. dcngan undangannya. maka juga teetjoe telah datang kemari. sahut Sim Djie. begitu melihat kau. berkata Sim Djie sambil tertawa. ia segera maju menghampirkan. hingga kita tersesat. dan ia tanya. mcrcka sudah sampai di depan kuil. aka n tetapi. dia tcntu akan antap Bo ng Tiap ikut aku. ia agaknya merasa rada asing. kudaku itu mati kehausan. siapa itu? B agaimana ada tetamu datang kemari? Jangan Soehoe dustakan aku . maaf. Adakah ini kuil Soethay? Boe Wie tanya. di tengah bukit mi ada sebuah kuil dari mana api terlihat. tapi sekarang.

nona ini sangat bcrduka. kau sudah hujani dia dengan banyak pertanyaan. Soemoay. Ya. kata Sim Djie. hingga akhimya denga n ngamuk sedikit ia bisa tinggal pergi semua lawannya itu. kau hendak cari ayahmu. Ia insyaf akan kcalpaannya . Boe Wie lantas tuturkan halnya Ham Eng. kata nona i ni dengan gembira sekaJi. Bcsoknya baharu ia kembali ke tempat pertempuran. kau baik? ia balas tanya. mendengar mana.€Dan ia ber kata-kata sembari tertawa. kata si nona kemudian. ia masih leluasa. Ham Eng tak sempat pikir untuk tengoki soehengnya dan soemoay. kata si nona sesaat kemudian. dan dari tiga konconya yang liehay dari It Gok itu. akan ikuti ayahnya. tetap i waktu mendengar tneninggalnya Teng Kiam Beng. Bong€€Tiap€€tertawa€€setelah mendengar keterangan soehengnya. dari itu. Guru ini segera hunjuk sikapsungguh-sungguh.Sim Djie tertawa menampak Ieganya si nona. Anak itu beruntung sekali! kata ia. ia menumpang mondok pada satu penduduk tani. Soeh oe ada di Hoopak. Bahagian perempuan dari Gie Hoo Toan disebut AngTeng Tj iauw. Dia pun tak sampai terluka!€Tidak demikian dengan aku. Selama . Hanya. sembari bertempur. Jadinya kita orang-orang perempuan tak kalah dengan orang laki-laki. kepala siapa ia usap-usap. Demikian. Maukah Soeheng ajak aku? Tapi ia berdiam dengan tiba-tiba. untuk sekalian tengok ayahku. ia akan izinkan aku pergi atau tidak . Boe Wie gunai ketika itu aka n tuturkan Bong Tiap tentang pertempuran di rumahnya Soh Sian Ie. Dengar begitu. Di lain pihak. Hanya. agaknya ia ragu-ragu. Boe Wie sadar. tidak kurang suatu apa. hingga Bong Tiap gembira bukan kepalang. kemud ian ia masuk ke dalam. Tetapi. bagaimana mere ka labrak pahlawan-pahlawan Boan. Bagaimana d engan dia? Bong Tiap maksudkan Ham Eng. Tjoh Lian Tjhong. Keledai untuk kau pun sudah disiapkan . Anak. i a jadi sangat repot. tapi di situ ia tak dapati Boe Wie dan Bong Tiap. Soemoay jangan kuatir. hamper aku binasa! Sekarang ada gilirannya Bong Tiap. Di samping seora ng itu. Boe Wie dirintangi oleh Ouw It Gok. jangan kau buat kuatir. di dalam mana ada tu rut orang-orang perempuan.sambil tertawa* Boe Wie bersenyum. Tiap. Mari masuk. Mclainkan aku he ndak pesan kau. ayah ini antar puteranya pada it u guru silat. ia tambahkan kemudian. dengan terpaksa . Kau tahu. bagaimana aku bisa tak mengizinkan kau perg i? demikian suara tiba-tiba dari Sim Djie. nampaknya ia baharu ingat suatu a pa. ia menyingkir terus sampai di tempat belasan lie jauhnya. aku juga ingin turut kau pergi melihat-lihat Gie Hoo Toan. mcla njuti pelajaran silatnya. ketika Tjoh Lian Tjhong dapat tahu Li oe Kiam Gim berada dalam kalangan Gie Hoo Toan. yang tolongi aku. kenapa kau tidak scbut-scbutsam-sochcng. Soeheng. dalam keadaan seperti itu. Boe Wie tercengang sebentaran. pulang ke rumahnya. Soeheng. Cerita panjang. ia ketarik akan dengar hal Pergerakan Gie Hoo Toan. sampai beberapa musuh kctinggalan sedikitjauh di sebeiah bclakang. Kita berdua adalah berjodoh. cntah bagaimana pikirannya Sochoc. Karena tidak berdaya. akan tuturkan pengalamannya. walaupun demikian^ untuk menyingkir dari musuh-musuhnya. Sungguh berbahaya! soeheng ini kata. bilamana tidak ada Soehoe. Ia lantas tertawa dengan terpaksa. yang ajak tetamunya pergi ke Ruangan Hoed-tong. ia tertawa. Soemoay. Seperti sudah diketahui. kata ia. ia bertindak ke depa n muridnya sekali. hingga Ham Eng ikuti pula sang guru dalam perjuangan. untuk juga carikan dua ekor keledai. sahu t ia. Ham Eng dikepung kira-kica sepuluh konco lainnya dari musuh. Soehengmu baharu sampai. dan sudah maghrib juga. kenapa aku lupa sebut dia? kata ia dalam hatinya. tak bisa aku lantas bicarakan tentang Tjoh-soetee. untuk titahkan Hoei Sioe lekas siap-siapkan air teh dan b arang makanan. di waktu dipe gat. Adalah kemudian. Soehoe menyayangi aku sccara luar biasa. ia menuju ke dalam rimba. atau Sinarnya Lampu Merah . dan kepung Bong Tiap. ia main mundur. yang nampak bertindak keluar. Kau telah bicara banyak. terpaksa ia m enuju ke Shoatang. Boe Wie ulur lidah karena gegetun. yang berbahaya . ia tak kurang suatu apa-apa.€ Ah. yang satunya layani Ham Eng. Bong Tiap. bukan kau undang masuk untuk beristirahat.

supaya tak membikin debu bergumpal. andaikata lain waktu kau datang pula kemari. setiap saat hams raj in dikebuti dan disusuti. kata Sim Djie akhimya. toh akaninsyaf. ia telah punyakan seribu lima ratus pengikut. yang biasa melaiui gurun pasir. ia dapati sang guru lag i duduk bercokol. Hong Oen. Anak. kau telah ikuti aku beberapa tahun. Soehoe ada begini schat-walafiat. untuk pamitan. tetap i baiklah aku jelaskan sedikit tentang kedua Golongan Selatan dan Utara itu Lam Pay dan Pak Pay. tak dapat aku minta k au. kau ialah maj ikan di sini. Siapa bisa bilang tentang hal-hal yang bakal terjadi? ia meneruskan. Sian Tjong merupakan dua aliran atau golongan. Bong Tiap insyaf sempurnanya ujar-ujar sang guru. Bong Tiap terkejut. ketika ia buka pintunya menerima murid. Itulah mirip pesan terakhir. seperti aku. dan Aliran Utara menginginkan kesadar an perlahan-lahan. Tapi. tetapi kau bukannya murid yang sucikan diri. Soetjouwmu adalah Sian Tjong Pak Pay. ia telah minta orang tolong ia tuliskan lain ujar ialah: Bodi bukannya pohon. Sekarang pergilah kau orang beristirahat. sebenamya tidak ada benda. Sekarang ini ka u baharu dapati empat atau lima bagian dari kepandaianku. teristimewa jangan lancang gunai piauw Bouw-nie-rjoe . u ntuk mencari kemajuan. tidak setujui itu. ialah Selatan (H oei Leng) dan Utara (Sin Sioe). Ngo Tjouw dari Sian Tjong. ialah Sin Stoe. ia lantas angkat Ho ei Leng menjadi alili vvaris. Umpama muka kau kotor. apabila kau inginkan itu. dari itu. Di zaman belakangan. tapi hal yang scbcnarnya tidak demikian. lalu ia lanj utkan: Kau adalah murid ku. kau mesti dapat memiki r untuk mengcbut dan meny usuti itu hingga bcrsih. ia tidak berani mengatakan apa-apa. artinya kemudian setetes demi setetes. karena aku tidak tahu. si Nona Lioe tak dapat bicara pula dengan Sim Djie. tidak nanti sembarang orang bisa perhina pada kau. Semua murid anggap ini adalah ujar yang paling sempurna. hati umpama kaca terang. sehari demi sehari. pesan perpisahan. napasnya tidak bcrjala . akan tetapi dihari kedua. kita b aik jangan bicarakan itu. guna mcndapat kesadaran. Tiap. kita bicara urusan lain. Bong Tiap dan Boe Wie menurut. Inilah pesan yang pertama. maka itu aku larang kau berlaku jumawa. sudah menulis ujar yang berbunyi: Tubuh adalah pohon bo di. Ketua dari Go longan Utara. orang angga p Aliran Selatan lebih sempurna dari pada Aliran Utara. maka dari mana datangnya debu? Ngo Tjouw kagum akan ujar-ujar ini. mereka undurkan diri. Siapa dapat memastikan segala apa yang belum terjadi? Aku hanya hendak terangkan. semua adalah kepunyaan kau. ialah besokannya. j ikal au kau merantau. Apakah kau bisa ingat itu baik-baik? Bong Tiap manggut Sim Djie menghela napas. aku hendak serahkan sesuatu kepada kau. kau niscaya ketahui itu. aku mesti bicara dengan kau. Terutama di saat pikiran sesat dan kusut. kedua matanya ditutup rapat. kesadaran. kaca terang bukannya kaca. akan tetapi ia heran akan si fatnya pcsan itu. pemah Ngo Tjouw inginkan sesuatu muridnya menuliskan sebuah kata-kata: muri d kepala. kuil ini dan semua kita b yang berada di dalamnya. Tapi. Soehoe mengapa kau mengucap begini? kata ia. maka sejak itu. tapi aku harap kau bisa ingat baik-baik ujarnya Sin Sioe Tjouwsoe untuk setiap waktu rajin mcngebuti dan mcnyusu t. Kedua ujar itu telah menyatakan adanya dua aliran. Besok Hoei Sioe akan siapkan dua kelcdai. yang kerjanya menumbuk beras. ti dak usah terialu berkukuh. yang bemama Hoei L eng. ke napa Soehoe bilang kita orang akan bisa bertemu pula atau tidak? Sim Djie Sin-nie menghela napas pula. akan tetapi satu murid pendeta. agar tidak ketempelan debu .tiga tahun kau juga telah dapat mempelajarkannya bukan sedikit. diam saja. Di waktu memberikan pelaja ran. berdiam di kuil tua. akan itinggal menyendiri di gunung yang sunyi-scpi. Aku scndiri anggap. karena jarang ada orang yang baharu tcrlahir atau yang dengan tiba-tiba mcmpcrolch keinsyafan. Aliran Selatan mengutamakan kesadaran lantas. karena masing-masing ad a puny a kcscmpurnaannya sendiri-sendir i. Ia awaskan pula muridnya itu dengan tajam. kita orang bakalbertcmu pula atau tidak ia tambahkan. gurunya. Aliran Utara utamakan setiap hari rajin dikcbu ti dan disusuti . meski demikian. Aliran Utara ada lebih memberi kenyataan daripada aliran Selatan. karena waktu ia pergi kepada gurunya itu. bukankah itu perlu dicuci setiap hari? Ka u bukannya murid Budha. adalah yang disebut Oey Bwee Taysoe.

kar ena ia masih muda. soeheng itu bungkam. seperti mesti dipikirkan dahuiu. Kau punya ayah. bahwa hati adalah pusat. Soeheng ini seperti pcrbataskan d iri selagi mcngawani sang socmoay. Eh. kau punya ibu. melihat Soemoay bangun. sochcng ini beda da ri pada dulu-dulu. dari itu. ia hiburkan diri. yang alisnya mengkerat. kuatir nanti tcrulang kejadian sehebat di Boe-ip . untuk ia mcnjadi niekouw. Kenapa? tanya ia. Kenapa? Boe Wie ulangi. Ia bcrcekat. tetapi lekas-lekas ia tetapkan itu. ia dapat perasaan. hatinyajadi tidak tentaram. walaupun ia tetap s uka bicara dan tertawa. Boe Wie tidak lagi bcrgcmbira sewajarnya. benarkah itu? Kau biasa malang-melintang. Bcbcrapa kali ia dapati soeheng itu menoleh dan mengaw asi ia. aku menerangkan. kau berhati terbuka. ibukota Propinsi Soei-wan. ada urus an apa yang membuat kau memikirkannya? Soeheng.€€berdua dengan soehengnya. kau biasa pandang aku sebagai ad ik sendiri. bahwa segala apa ada kosong bclaka. Soeheng. i a insyaf pentingnya pesan itu. air mukanya berubah sendirinya. Law Boe Wie. ia ingat ayah dan ibunyadan Ham Eng juga. Lama Bong Tiap pikirkan sikapnya soeheng itu. ia toh bcrduka. Boe Wie mengawasi Puncak Tay Tjeng San. Soeheng juga belum tidur? ia balas tanya. merantau ke tempat di mana tak . Boe Wie dan Hoei Sioe bantui ia. aku tak ingat jelas lagi. untuk mana. saljunya tak pernahjadi lumer. da n biarpun ada Soehoe dan Soebo. apa bukannya Sim Djie mengharap ia jadi murid sejati. Kau menanya. sekaiipun wajahnya ayah dan ibuku. Hanya. Bong Tiap tak dapat kendalikan diri. kau belum tidur? Itulah sang toa-soeheng. yang menanya. Aku biasa mondar-mandir seorang diri. Salju di puncak i tu tak lumer setahun gelap. waktu ditanya. Soemoay. hingga mereka jalan berende ng. selam anya tak pemah lumer. waktu ia hendak menegur. kadang-kadang bicaranya tidak lancar. ia mengerti jugatentang agama Budha. apakah kau tak dapat utarakan apa yang kau pikirkan itu ke p ad aku? Ditanya begitu. Pun cak gunung itu setahun gelap bcrsalju. hatinya goncang.n. yang berdiri tegar. dal am perjalanan ini. . aku turut bangun jawab soeheng i tu sembari tertawa jugaDasar€€polos. terlunta-lunta dan mcrantau sebasai aku. kalau kau tidak sucikan diri. aku pun pandang kau sebagai kanda k andungku. Soemoay. Kau mirip dengan musim Tjocn yang penuh dengan kegembiraan Tidak demi kian dengan aku. yang bcrpcsan agar murid ini insyaf. ia scpcrti dipaksakan. sambil bersenyum. seperti hcndak bicara. Hari itu mereka sampai di utara Kota Koci-soci. lihat Gunung Tay Tjeng San ini. Lantas Bon g Tiap urus mayatnya guru itu. siapa nanti pakaikan kau jubah suci? Ia pun lantas ingat tanah datar. Semasa aku berusia sebesar kau. kau juga ada orang-orang yang meny ayanginya. pikirannya tidak tentaram. ia sedang terpesona ke tika ada bayangan tiba-tiba berkelebat di depannya. dan hatiku mirip dengan salju yang ber-es itu. Mclainkan di sampi hgnya. Merasakan ini. Aku sendin rak tahu. Kau bel um bersengsara. kata ia. ia d apat mencrkanya.€ Selama beberapa hari ini. aku sebaliknya tak dapat berdiam tetap di rumahmu. aku sudah biasa hidup se ndiri saja. Ia tunjuk puncak gunung. Muara Kho Kee Po. sang guru mcning galkan seheiai kcrtas dengan tulisan. Habis itu. Ia teJah lama ikuti guru itu. maka itu. biar bagaimana. Aku tidak dapat tidur. Ingat Ham Eng. katanya dia menoleh karena kuatir soemoay itu ketinggalan. penderita anku. gunung bersalju masih belum tepat melukiskan perasaan hatiku. Bong Tiap bergidik sendirinya. Nyata guru itu telah menutup mata. yang berlaku sangat baik padaku. Sampai sekian lama. tetapi tidak lama. Maka akhirnya. aku tidak punya saudara lainnya. ia adalah satu nona. mer eka numpang bcrmalam di rumahnya satu penduduk di kaki Gunung Tay Tjeng San. Malam itu Bong Tiap tak bisa tidur. kau seperti ada pikirkan apa-apa. ada luasdan lama. tiba-tiba ia merasa. bay angan itu perdengarkan suara halus yang ia kenal baik: Soemoay. demiki an perasaanku. Sementara itu. ia kata dalam hatinya: Nona tolol. Pengaiamanku. maka ia pergi k cluar rumah dan saksikan salju yang terang bergemilang. bahwa karma ada seumpama impian. yang bagaikan tcka-tcki. tapi kapan ia dekati. Aku mirip dengannya. baharu ia bicara.

kau tak tahu. sahut Boe Wie dengan lesu. aku kesepian. yang dapat melegakan hatiku. kau biasa merantau. Boe Wie merasakan sangat kecewa mendengar kata-katanya Nona Lioe itu. Sim Djie Sin-nie. seperti naga dan ular bergumulan. Sekarang sudah tak siang lagi. aku€€biasa bersendirian. Aku tidak tahu. terus sampai sang fajar datang. bisa menghiburi aku. Aku punyai sahabat-sahabat kekal. R upanya di antara mereka kau masih belum dapat cicipi kesenangan . jikalau bisa. rumah ku juga boleh menjadi rumah kau. aku biasa berka wan dengan pedangku saja Belum pernah ada satu sahabatku. orang ad a baik hati tetapi orang toh cuma pandang ia sebagai kanda. kau ketahui cara binasanya€€ayah dan ibuku. walaupun ia bidup menyendiri. tetapi aku juga merasa tcrtarik. Soemoay. aku lihat. Aku bersyukur untuk kebaikan hatimu. Toh. aku telah cari suatu himpunan yang berpengaruh.ng aku lewati tidak bersama sahabat-sahabat. mari kita pergi beristirahat. Sekarang ini Gie Hoo Toan antaranya bercita-cita Hoe Tjeng . matanya mengembang air. Seringsering aku kuatirkan datangnya sang malam gelap-gulita.ada manusia. aku kekuranga n satu sahabat. Mendapatkan Gie Hoo Toan. Satu hal aku bisa terangkan. seperti ayahmu itu. Soemoay. yang selama€€sis anya€€saat-saat pertempuran. di saat kau merasa kesepian . hingga sukar aku melihat tega s. Bong Tiap tak mcngcrti soeheng ini. a ku lebih suka dcngari suaranya sang raja hutan dan kera. Juga di dalamnya. tak dapat tidur dengan tenang. sampai Bong Tiap potong ia. dan ia tidak be rani mendesak Bong Tiap sendiri malam itu. ya. aku ingin berada di antara mereka. Apakah Gie Hoo Toan tak mirip dengan laut yang bergelombang? Sahabat? dan Boe Wie menyengir tertawa getir. Mend engar cerita kau saja. kau barangkali benar. dari itu. Bong Tiap hidup diuruki kesayangannya ayah dan bundanya. Soemoay. aku ingin layani kau sebagai kandaku sendiri. yang bening dan keruh berc ampur jadi satu. aku juga hilang harapan. Tapi aku me ngasihi rumah tanggaku. maka itu aku sangat benci pem erintah Boan serta budak-udaknya. Kau masih sedang se garnya. ialah menunjang Kerajaan Boan. Aku lebih takuti dunia yang tak bersuara. toh aku jenuh akan bersendirian senantiasa. aku telah dapati Gie Hoo Toan. ia toh dilin dungi gurunya. dala m hal apa aku bisa bantu kau. berkata ia. hingga di waktu tengah malam yang sunyi. tapi ia terharu mendengar kata-kata orang. aku ada satu -bocah yang tidak mengerti apa-apa. atau di tempat air mengalir. yang tunjuki aku suatu jalanan. seperti Tok-koh It Hang yan g sekarang berada di Kwan-gwa. aku sudah layu. Aku pernah dengar dongeng tentang semut yang kecil sanggup binasakan scrigala yang besar. ia masih mondar-ma ndir. walaupun aku sudah cari. Soeheng. hatiku sebenar nya€€lemah. Mengena i Gie Hoo Toan. yang tak beroman. aku masih belum dapati tenaga untuk gempur Kerajaan Boan yang telah berakar kuat. aku ada asing terhadapnya. karcna itu. maka kctika dengan pelahan ia angkat kepalany a. di gunung-gunung di mana melulu ada pekiknya sang kera dan mengaun gnya sang harimau. aku bersedia untuk me njadi adikmu. atau mendengari berkeri cikannya air mengalir : Boe Wie bicara terus. untuk ku mpuli banyak kawan. IX Sadari masih kecil. Soeheng. Mirip seperti nona yang belum masak . Sampai sebegitu jauh. Kau toh pernah tempatkan diri dalam Gie Hoo Toan. seperti itu anggota-anggota dari Pie Sioe Hw ee dan Gie Hoo Toan. Oh. mustahil kau tak mempunyai sahabat? demikian si non a. kau tanya apa yang mengganggu pikiranku. yang bisa turut merasai kegembiraan dan kedukaanku. Demikian. Aku tak dapat jelaskan itu. di waktu maghrib! Kau tahu aku biasa merantau. aku sudah gembira Aku ingin menemui itu rombongan entjieenijie dan adik-adik dari Hong Teng Tjiauw. selagi kau bersendirian. belum pcmah ia hadapi soa . aku juga mcncintai dunia. Sahabat aku mempunyai! Aku pun puny a akan guru yang menyayangi aku. Lebih banyak tempoku. lebih suka aku duduk men jublek. Toh aku masih merasakan kosong. Boe Wie lanjuti sesudah ia bc rhcnti scbcntar. Aku bersendirian saja di waktu p agi. menunggui sang malam sampai datangnya sang fajar. s elama tiga tahun yang belakangan ini. aku seperti juga lagi mimpi dan separuh mendusin . aku in gin berikan kebahagiaanku kepada siapa yang membutuhkannya. yang perhatiannya ketarik bukan main.

€€ia€€€memang memandangnya sebagai kanda sejati. u ntuk tiga tahun. sesudah mereka berpis ahan tiga tahun lamanya. ia gembira. pernah Ham Eng tanya ia: Adik ku. bahwa kalau satu anak pcrcmpuan te lah menjadi bcsar. apakah ini juga yang dinamai cinta . ia percaya. ia merasai itu. Bong Tiap selalu merasa menghormati dan mengagumi. Sekarang juga. Ia tidak tahu. inilah apa yang ia dahuiu pernah dencar.l-soal atau soal yang berat. Baharu tiga tahun yang lalu. kalau nanti mereka bertemu pula. dan sejak soeheng itu tolongi ia serumah tan gga. Terhadap toa-soehengnya. tctapi ia masih ingat baik-baik. Ketika itu. baharu kali ini. mereka tak akan asing satu dengan lain. Pun. ia bersyukur sekali. Samar-samar ia in gat. Ia asing tcrhadap cinta tetapi ia toh ketarik Inilah pasti bukannya! ia kata da lam hatinva. sda . ia tak insya f akan pertanyaan itu. Bong Tiap iantas ingat Ham Eng. maukah kau bcrkumpul selamanya denganku sebagai ini? Ketika itu. selama ia ingat Ham Eng. rasa syukur ini menjadi berlipat sctclah ia ketahui. masanya akan datang yang dia akan hadapi soal seperti yang ia hadapi sekarang. iamasih memain pc rahu sama-sama itu saudara seperguruan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful