Thay Kek Kie Hiap Toan Karya : Liang Ie Shen Saduran : OKT Sumber : TopMdi website Ebook oleh

: Dewi KZ http://kangzusi.com/€€atau http://€http://dewikz.byethost22.com/ Seri 1 Pada tiga puluh tahun yang lalu, dengan sebuah kereta keledai, penulis berangk at ke luar daerah perbatasan.€Ialah pada bulan kesembilan dari musim ketiga, tanah datar ada belukar, hingga bumi nampaknya nempel dengan langit. Sesudah melalui beberapa puluh lie, sang maghrib telah mendatangi. Di sekitar kita tidak ada rum ah orang. Selagi kita mulai sibuk, tiba-tiba kita dengar tindakan kaki kuda di s ebelah belakang. Dua penunggang kuda lagi mendatangi. Tapi, setelah mendekati ki ta, suara tindakan jadi kendor. Nyata orang tidak lewati kita. Diam-diam kita ku atirkan orang jahat. Dari dua penunggang kuda itu, yang kita lihat selagi kita menoleh ke belakang, yang satu berumur empat puluh tahun lebih, yang lainnya, tiga puluh lebih, duadua romannya keren, samar-samar kelihatan pedangnya masing-masing. Selagi kita b erkuatir, tiba-tiba mereka liwati kita, kudanya dikaburkan, selagi liwat, mereka menoleh. Nampaknya mereka heran tapi mereka kabur terus. Belasan lie lagi kita sudah pergi, kita tetap tidak melihat rumah orang. Sekar ang sang maghrib sudah datang, kita jadi bingung, lebih-lebih setelah melihat du a orang tadi. Di mana kita mesti bermalam? Lihat! tiba-tiba kusir berseru, seraya tangannya menunjuk ke depan. Sebuah bukit kecil berada di depan kita, di tengah itu, nampak satu kuil tua. Di situ banyak pepohonannya. Kita segera menuju ke sana, dan berhenti di antara pepohonan. Kita mendaki sedikit akan hampirkan kuil itu. Kita mengetok pintu sek ian lama, baharu kita dengar jawaban seorang tua: Pintu tidak dikunci, masuk saja ! Pekarangan dalam dan pendopo ada sunyi. Beberapa ekor lawa-lawa beterbangan sa mbil cecowetan. Di tengah pendopo, duduk bersila seorang niekouw, ialah pendeta perempuan yang usianya sudah lanjut. Dia duduk diam bagaikan patung. Selagi mena ntikan, kita lihat sebuah pohon besar, besarnya kira-kira sepelukan. Yang aneh i alah, di batang pohon itu ada dua buah tapak tangan yang dalam, tapak seperti di korek. Sekian lama kita menunggu, niekouw itu tetap diam saja, maka dengan hati-hati, kita nanjak di tangga, selagi kita hampirkan bagian belakang orang alim itu, se konyong-konyong dia menoleh dan kata sambil tertawa: Tuan-tuan tentulah sudah let ih. Sedetik saja kita lihat, sepasang mata yang tajam dan bersinar, sebuah muka ya ng sudah keriputan, akan tetapi, kita percaya di masa mudanya, niekouw itu mesti cantik luar biasa. Pinnie masih belum selesai, kata pula niekouw itu, silakan Tuan-tuan menantikan s ebentar di kamar samping sana. Kita masuk ke kamar yang ditunjukkan, kamar itu tak berperabot kecuali sebuah meja dengan beberapa patungnya. Di situ ada sebuah tokpan yang luar biasa dengan setangkai bunganya, yang harum. Di pojok tembok, ada sekumpulan rumput, entah p epohonan apa. Heran aku pikir, di tempat suci seperti ini, ada sebuah kuil dengan pendetanya perempuan. Sembari menantikan si pendeta, aku keluarkan sejilid kitab Wei Mo Tjhing, untu k dibaca guna menenteramkan hati. Sungguh kau rajin, Tuan! tiba-tiba aku dengar suaranya si pendeta selagi aku mem baca belum lama. Apakah kau merasa aneh bahwa di tempat sesunyi ini ada sebuah ku il serta pendetanya? Mari kita pergi ke ruangan sana. Pinnie telah sediakan thee pahit untuk melenyapkan dahaga. Sembari minum, nanti pinnie tuturkan satu dan l ain mengenai keadaanku. Kita terima baik undangan itu, sambil keringkan dua cawan thee. Segera juga niekouw tua ini bicara tentang agama Budha serta agama Lhama, yang ada suatu cabang dari Budhisme, hanya Lhamaisme ada kecampuran kebiasaan-kebias

aan setempat yang zaman modern anggap tahayul. Umpama satu pendeta dari Tionggoa n, sukar tancap kaki di Tibet apabila dia tidak turut segala kepercayaan kaum Lh ama. Atau kalau dia tidak mengerti ilmu telan golok muntahkan api , dia mesti punya suatu kepandaian lain yang istimewa, umpama obat-obatan. Dan guruku adalah suatu niekouw, murid dari angkatan ketiga dari satu pendeta y ang merantau ke Mongolia dan Tibet pada seratus tahun yang lampau. Guru besar it u dapatkan kedudukannya di sini karena ia bisa letaki burung di telapakan tangan nya tanpa burung itu mampu terbang pergi. Maka akhirnya, guru besar itu bisa dir ikan tiga buah biara, antaranya ini yang sekarang pinnie tempati . Selagi pendeta ini berkata demikian, hujan, yang sudah mulai turun sekian lama , menghembuskan angin ke dalam, menyingkap selembar kain penutup patung-patung d i atas meja hingga kelihatanlah di situ sebuah patung lelaki yang romannya cakap dan gagah. Pendeta itu terkejut, matanya bersinar, tapi lekas juga menjadi tenang pula. Jangan heran Tuan, itulah gambarnya tunanganku, katanya kemudian. Kenapa satu niekouw mempunyai tunangan? Pendeta itu berikan keterangannya tanpa diminta lagi. Tunanganku telah terbinasa pada tiga puluh tahun yang lalu, binasa teraniaya di tangannya satu musuh, demikian penjelasannya. Dia ada satu murid dari Golongan Si lat Thay Kek Pay, sejak muda ia telah merantau, tapi kemudian ia binasa di tanga nnya satu manusia rendah. Oh, tak sanggup aku menutur terlebih jauh. Cukup kalau pinnie terangkan, untuk tunanganku itu, sudah tiga puluh enam tahun lamanya, pi nnie lakoni ini macam penghidupan sunyi Angin di luar meniup makin keras, hujanpun tambah besar, suaranya terdengar ny ata di pohon besar di luar kuil. Sekonyong-konyong tampangnya si pendeta berubah , agaknya terkejut. Ia lantas ambil beberapa biji tasbih, ia timpukkan itu kelua r, ke udara. Mulanya ia menimpuk satu biji, lantas nyusul yang kedua. Ini yang b elakangan kebentrok sama yang pertama, yang lagi jatuh turun. Keduanya lantas pe rdengarkan satu suara nyaring. Enam biji dia timpukkan, tiga kali terdengar suar a beradu itu. Cuaca gelap, tapi semua tasbih bisa beradu satu dengan lain, itu menunjukkan i lmu kepandaiannya niekouw ini. Tasbih pinnie ini, dahulu di kalangan Kang-ouw, ada juga namanya yang kecil, kem udian si niekouw bersenyum. Ini dia yang dinamai piauw Bouw-nie-tjoe. Orang yang datang malam ini, sahabat atau lawan, mestinya kenal baik piauw pinnie ini! Sebelum ucapan itu berhenti, dari atas pohon besar berkelebat dua bayangan ora ng seraya terdengar suaranya juga: Soehoe, jangan lepas piauw! Inilah kita anak-a nak yang datang! Bagaikan burung melayang, dua orang segera sampai di depannya niekouw tua itu. Aku tahu maksud kedatangan kau orang! kata si niekouw. Aku mesti turut kau orang untuk tugasku yang lagi belum selesai! Dua orang itu adalah dua penunggang kuda, yang tadi diketemukan di tengah jala n. Setelah dua orang itu memberi hormat dan duduk, niekouw itu melanjutkan kata-k atanya: Kebenaran sekali Tuan datang ini malam! Besok pinnie sudah mesti ikut mer eka ini, entah buat hidup terus atau terbinasa. Baiklah malam ini pinnie gunakan untuk memberi penuturan, agar anak-anak inipun sekalian mendapat tahu. Umpama k ita terbinasa, Tuan, kau nanti boleh siarkan tentang aku ini, perihal hebatnya b alas-membalas di kalangan Rimba Persilatan Dan niekouw tua itu tuturkan riwayatnya, yang merupakan ceritera kita ini. Demikian Liang Yusheng, si penulis, akhirkan permulaannya. I Distrik In-koan di perbatasan kedua Propinsi Shoatang dan Hoopak, dulu pernah jadi aliran dari Sungai Hong Hoo ke laut, ketika kemudian aliran itu digeser, ai r toh masih menggenang di situ, luasnya beberapa ratus lie, di situ orang masih mondar-mandir untuk pengangkutan di muka air, sedang di bagian-bagian yang dalam , permukaan air penuh dengan gelagah, ganggang dan rumput air lainnya. Inilah di a Muara Kho Kee Po yang kesohor. Di sini Touw Kian Tek berpusat di zaman Kerajaa n Soei, namanya sama kesohornya seperti Wa Kong Tjee dari Tjin Siok Po dan Thia Kauw Kim beramai.

Di tepi Muara Kho Kee Po ini, ada satu dusun kecil, Kim Kee Tjoen namanya Dusu n Ayam Emas.€Di belakang dusun ini ada sebuah bukit kecil tetapi indah. Sedangkan di atas bukit itu, di tanah yang datar, pada pagi itu dalam musim Tjoen yang per mai, dua pemuda dan satu pemudi, asyik berlatih silat dengan gembira. Mereka ada Yo Tjin Kong, Tjoh Ham Eng serta Lioe Bong Tiap; yang pertama dan kedua ada mur id yang kedua dan ketiga dari Lioe-kauwsoe Lioe Kiam Gim, guru silat kenamaan da ri cabang Thay Kek Pay, dan yang ketiga ada gadisnya guru silat itu, satu nona c antik dan gesit. Ham Eng dan Bong Tiap asyik adu kepandaian dan Tjin Kong sedang m enonton sambil bersandar di cabang pohon, tampangnya berseri-seri. Cara berlatihnya kedua saudara seperguruan itu ada luar biasa. Ham Eng berlari -lari terputar-putar, tangannya mencekal tambang yang diikati dua belas butir bo la pualam yang kecil mungil, kalau tambangnya digentak atau dikedut, tambangnya lantas jadi lempang dan kaku bagaikan toya, dua belas bola kecilnya lantas berge rak-gerak, bersinar menyilaukan mata. Setelah lari dua putaran, dengan larinya m akin keras, Ham Eng lantas berseru: Soemoay, kau juju dan seranglah! Lioe Bong Tiap mengejar, tangannya mencekal beberapa biji piauw besi namanya p iauw besi, sebenarnya itu ada uang tang-tjhie zaman Kaisar Ham Hong. Ini ada gan tinya Kim-tjhie-piauw, yang tajam di kedua muka, yang Loo-kauwsoe Lioe Kiam Gim dapatkan dari Thay-kek Teng di Shoatang. Thay-kek Teng ada satu ahli silat she T eng dari cabang Thay Kek Pay juga. Atas seruan soehengnya, sebelah tangannya Bong Tiap lantas bergerak, disusul s ama menyambarnya sebiji piauw besi, tetapi si nona sendiri berseru: Yang ketiga! G erakan tangannya adalah yang dinamai Hong hong tian tjie atau Burung hong pentang s ayap. Segera terdengar satu suara keras, atas mana, Ham Eng berhenti berlari, akan l ihat bola pualamnya. Ia dapatkan benar sekali, bolanya yang ketiga yang telah ke na dihajar sampai ikatan kawat halusnya putus dan bolanya jatuh. Bagus! ia berseru dengan pujiannya sambil tertawa, sesudah mana, ia lari lagi. Bong Tiap mengejar pula tanpa bilang suatu apa, ia berlari-lari dengan gunai i lmu entengi tubuh yang dinamai Pat pouw kan sian atau Delapan tindak mengejar tongg eret , lalu sembari lari ia menimpuk tiga kali, sekali ini sambil berseru: Yang kes atu! Keempat! Kedelapan! Sembari menyambit, ia berlompatan dengan tipu silat Koay bong hoan sin atau Ular naga jumpalitan . Lalu beruntun terdengar dua suara beradu, dua bola jatuh ke tanah. Tapi piauw yang ketiga dijepit antara dua jerijinya Ham Eng, siapa berbuat demikian sambil tertawa besar. Mukanya Bong Tiap menjadi merah. Dia telah menimpuk membikin tiga piauw bersin ar sebagai tiga buah bintang. Ham Eng ketahui liehaynya sambitan itu, tapi dia p un hendak perlihatkan kepandaiannya, dia sengaja sambar yang ketiga dan tangkap itu. Untuk ini, ia berkelit dahulu, selagi piauw mendekati tenggorokannya, ia an gkat tangan kirinya, jari telunjuk dan tengahnya lantas menjepit! Melihat demikian, Yo Tjin Kong serukan supaya mereka berhenti berlatih, kemudi an ia berikan pertimbangannya dengan berkata: Soemoay punya permainan piauw sudah sempurna, hanya yang ketiga barusan, ditimpuknya secara terlalu terburu nafsu. Kau, Sam-soetee, masih banyak kelemahannya, gerakan Tiat-poan-kiomu masih lambat . Adalah lebih baik kau berkelit dengan Yan Tjeng Sip-pat-hoan. Dalam pertempura n, orang mesti berhati tenang tapi juga gesit. Meski adanya pertimbangan dari sang soeheng itu, Bong Tiap tidak puas. Dari tiga piauw, cuma dua yang mengenai, aku tetap kalah! katanya. Sam-soeheng, m ari kita berlatih pula, dengan tangan kosong! Ia kepal tangannya, dan menghampirinya. Tjoh Ham Eng angkat pundak. Kau sudah menang, Soemoay, kenapa kau masih belum puas? katanya. Kau tidak lelah tetapi aku yang sudah letih. Biar besok saja aku layani pula padamu . Tidak, Soeheng! mendesak si nona. Usianya dua pemuda dan pemudi ini tidak berjauhan, Bong Tiap baharu enam belas , Ham Eng baharu delapan belas. Bong Tiap ada anak tunggal, atau anak macan, bia r dia dididik keras, dia tetap sangat disayang ayahnya, hingga ada kalanya, kein ginannya mesti diluluskan. Murid kepala dari Lioe Kauwsoe sudah lulus dan sudah merantau sejak sepuluh ta hun yang lalu, umurnya sudah tiga puluh lebih, dan murid kedua, Yo Tjin Kong, su

ia lantas saja menyerang dengan pukulan T jit seng tjiang atau Telapakan Tujuh Bintang . dari sebelah atas seorang lompat turun. ia suka turuti adatnya. baharu ia hendak menangkis. tangan kanannya dipakai men arik si murid. Terang itu bukan perahu nelayan. yang datang untuk mencari gara-gara. orang asing i tu barangkali ada seorang Kang-ouw. atau Yo Tjin Kong telah ber seru: Jangan gaduh.€Perahu itu tidak pakai layar dan angin ada angin melawan. yang pakai baju abu-abu. Siapa tahu.€ Tuan hendak menemui Loo-soehoe. untuk mana. Soepeh. si guru silat. tapi si soepeh pegat ia. sedang Ham Eng di lain pihak. Bertiga mereka ini biasa berlatih bersama-s ama. ia berseru: Oh. Bong Tiap belum insyaf perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Orang itu manggut. Ham Eng sudah bersiap. Sebuah perahu kecil dan enteng lagi mendatangi di tengah muara. katanya sembari memberi hormat sambil berlutut. katanya sesampainya di jalanan yang batu-batunya berlumut. umpama kalau ia tak mampu bikin orang terpeleset. Soeheng ini pun minta soemoaynya lekas pulang. Orang itu terperanjat dengan serangan yang tiba-tiba itu. taruh kata aku b eri tahu pada kau orang. perca ya orang tidak bermaksud jahat. tidak nanti kau orang bisa segera mengerti! Tiga orang itu melengak atas jawaban itu. Demikian barusan. Siauwti t belum sempat menemui Soepeh tetapi Soepeh sudah mendahului menemui padaku . hingga ayahnya ini menyangka. lajunya sangat pesat. Begitu lekas kendaraan itu mendekati pinggiran. akan loncat ke samping. Loo-soehoe ada di rumah. Kim Hoa? Sekejab saja. dia berlari-lari terus ke ar ah rumah.€Hal ini. tetamu it u adalah soetit. nampak kegesitan tubuh dan sikap orang itu. ia gunakan kedua tangannya. silakan ikut siauwtee. penumpang itu enjot tubuhnya. dengan tipu Soen soei twie tjouw atau Menolak perahu mengikuti aliran air. yang sengaja mengajaknya ambil ja lanan yang sukar. tubuhnya sendiri sudah melonca t ke darat. Jangan kau orang tanya aku siapa. lalu membarengi majunya perahu seperti berlompat. ia menoleh seperti juga Ham Eng. Di luar dugaannya. turunnya di sampingnya Yo Tjin Kong. tetapi Yo Tjin Kong. ak an dului soehengnya memberi laporan.€ Asal aku sudah ketemu sama Lioe Loosoehoe. Apakah Lioe Kiam Gim. Aku cari Lioe Loo-soehoe untuk satu urusan sa ngat penting.dah mendekati usia tiga puluh tahun. yang mengenai nama baiknya perguruan kita. ia lantas ikut Tjin Kong. ke arah ya ng ditunjuk. . kadang-kad ang suka godai soemoay ini. orang itu sudah maju untuk paykoei. yang sudah puny a sedikit pengalaman Kang-ouw. yang sudah pulang dengan cepat. sedikitnya tubuh dia itu akan seloyongan atau miring. atau murid keponakan. dia pasti akan kenali aku. tapi sebelum ia bisa melihat tegas. Bong Tiap tak perduli orang mengalah. Ia hendak uji orang itu. Lioe Loo-soehoe ada di rumah? dia tanya sembari menghampir kan tiga saudara seperguruan itu. tubuhnya melayan g dengan pesat. dari sini baha rulah ia mengawasi. ia sengaja bikin tubuhnya seperti terpeleset. Di atas perahu itu ada seorang lelaki dengan t ubuh yang besar. Awas. jalanan licin. Bong Tiap tarik pulang kepalannya. Kau siapa? Ada urusan apa kau cari Lioe Loo-soehoe? €Ham Eng balik menanya. belum sempat lihat o rang punya muka. ia segera berkata. supaya ia bisa betot ujung baju orang. ia tak mer asakan apa-apa. orang yang baharu sampai itu sudah mendahuluinya. hingga dia anggap baiklah ia mendahului menemui di luar rumahnya. menotok pada tetamu yang tidak dik enal. akan memberi kabar. kau. jalanan licin. Orang itu adalah Lioe Kiam Gim. Ia harap. orang itu tetap berjalan dengan tubuh tetap. ia menjawab. ia sudah enjot tubuhnya. akan mendaki tempat yang penuh batu. dengan tidak perdulikan lagi perahunya. melainkan mulutnya mengucap: Ya. siapa itu datang? Tangannya pun menunjuk. Orang itu kepriki pakaiannya. yang telah datang dengan lekas karena kecerdikan dan kegesitannya Bong Tiap. ia sengaja tangkap piauwnya Bong T iap. hati-hati! Berbareng dengan itu. maafkan siauwtit. tangan kirinya dengan jeriji terlonjor. he! Lihat. Kim Hoa hendak bicara sama itu soepeh. memecah gelaga h.

akan kepentingann ya. karena cepat sekali. yang hendak tolong padanya. Empat tahun lewat dengan cepat. yang di belakang terdorong mundur. Maka juga. kebe tulan sekali dua ekor kerbau adu tenaga. akan tetapi. Untuk ketahui duduknya perkara. dada siapa ia serang. sesampai di sini. ia agaknya tak perhatikan kedua ekor kerbau yang sedang main udak-udakan itu. yang di depan terpental minggir. ia mendahului keluarkan sepucuk surat. tetapi di lain pi hak. ayahnya telah menutup mata. sedang pajak ada berat. Bunyinya surat ada demikian penting.Sabar. ayahnya minta Thay-kek Teng suka ajarkan silat pada anak ini. hingga dua binatang itu tak saling kej ar pula. pindah untuk bekerja membantui satu kena lannya. lari kabur. Apa mau. ia malah berdiri sambil usut-usut kumisnya dan bersenyum. seraya menghampiri. atau Naga mega muncul tiga kali . Kiam Gim baca surat itu. Melihat demikian. sampai ia menjerit. di sebelah itu. mari kita bicara di rumah saja. belum ia sampai kepada mereka. karen a mana. Dengan Ya ma hoen tjong . Sedang begitu. tetapi. lantas yang satu. Kenapa kau ada di sini? Bagaimana caranya kau jadi peroleh tenaga besar dalam ke pandaianmu ini? Itu bocah adalah Lioe Kiam Gim. Ayah dari Lioe Kiam Gim ada suatu sanak jauh dari Shoatang Thay-kek Teng. yang kalah. menurut runtunan murid-murid. air mukanya berubah dengan segera. baik kita mundur sedikit dari cerita ini. ia telah saksikan sebabnya itu. anak kecil itu desak Li oe Kiam Gim. Surat itu datangnya dari Teng Kiam Beng. dan dengan matanya yang liehay. sebab dialah yang diangkat jadi tjiang-boen-djin. anaknya Thay-kek Teng. mereka tinggal bertetangga. maka pergaulan mereka jadi rapat. yang tak berhasil hidup sebaga i petani kecil. terpaksa ia layani penyerang itu. suatu ilmu pukulan dari Thay -kek-koen. Tapi. Hanya apa lacur. tapi tidak menunggu sampai soepeh itu m enegurnya. oleh ayahnya. beberapa hari yang sudah. Guru silat ini lantas loncat lari. ada dengan pinjam tenaga lawan . hanya dia diperintahkan yakinkan T hay-kek-koen. mendadak ada orang berlompat ke depan mereka dan orang itu satu bocah lebi h kecil dari Lioe Kiam Gim datang menyerang anak piatu ini. karena itu Thay-kek Teng tid ak lantas didik dia seperti murid-murid lain. Lioe Kiam Gim tidak sempat berbuat apa-apa. di jalan besar. Hanya. sebab ayah itu. piranti duduk berangin. mereka cocok satu sama lain . bocah itu tolak kerbau yang di depan dengan tangan kirinya dan kerbau yang di belakang dengan tangan kanannya. soetee ini adalah ahli waris dari Thay Kek Pay. Ger akan kedua tangan itu. Tapi dia rupanya berjodoh sama ilmu silat. Dengan In liong sam hian . Ia ini tunggu sampai orang punya kepalan kiri . ia tidak mencegah. ia d iajak pindah ke distrik tetangga. di bawah mana ada meja dan bangku-bangku dari batu. ketika Kiam Gim berumur tujuh ata u delapan tahun. jauh beberapa puluh tindak dari mereka. Pada suatu hari selagi Teng Loo-kauwsoe dan beberapa muridnya asyik pasang omo ng di depan rumahnya. satu anak tanggung lagi berlari-lari menda tangi. Kiam Gim ajak orang pergi ke latar di mana ada banyak pohon yang lioe. diam-diam ia perhatikan pe lajarannya lain-lain murid. atau Kuda liar memecah suri . dan yang menang mengej arnya. itu bocah hampir ketabrak. apabila ia sudah awasi bocah itu. menuju ke rumah. hingga ia telah perlihatkan tenaganya. ia pulang untuk cari Thay-kek Teng. dua ekor kerbau te ngah berkelahi. bahwa ia bisa berlatih dengan sempurna sambil insyaf sudah. demikian kata Lioe Loo-kauwsoe. Thay-kek Teng kagum sekali. sesudah mana. Maka mereka bertiga. belajar baharu satu tahun. Thay-kek Teng terperanjat. untuk dihaturkannya. Kim Hoa lantas duduk di sebelah bawah. tapi selagi ia hendak tanyakan keterangannya bocah itu. orang yang mewariskan dan meneruskan pegang pimpinan dari kaum atau golongannya. guna lebih dahulu kuati tubuh. hingga guru silat i ni jadi terkejut. sampai ia insyaf sendir i. menurut pesan ayahnya. di sebelah rajin berlatih apa yang diajarkan. yang sendirinya dengan rajin dan sungguh-sungg uh meyakini terus pelajaran yang ia dapati dari gurunya. untuk meno longi. Kapan ia telah lihat bocah kecil ini. Ah! berseru Thay-kek Teng. Kiam Beng ada soeteenya atau adik seperguruan. kedua kerbau terpental masing-masing. tiba-tiba ia dengar satu suara keras . Kiam Gim ada bertubuh kurus dan lemah luar biasa.

di Hoopak. sejak kita diwarisi ilmu silat oleh guru besar kita Thio Sam Hong. dan mereka yang suka atau k ena dilagui oleh politik mengambil hati itu. Tapi dengan gesit. Ia mengasih pelajaran yang sungguh-sungguh. inilah akan menyebabkan hatiku tidak tentaram. ia merasakan hebatnya desakan musuh. Tapi kemudian. maklum ia ada anak yatim-piatu. sebabnya ialah raja ini kuatir rakyat Han nanti berontak pula. di antara mereka. akan mulai dengan desakan lain. lantas ia pukul orang punya lengan.€ Kau bisa layani anakku. yang terbagi dua : mereka yang tetap mencinta negeri (Kerajaan Beng). mereka pergi merantau. Kalau Kiam Gim adalah tetap ramah-tamah. malah Kiam Ben g diperintah panggil soeheng padanya. di sana-sini masih ada perse rikatan-perserikatan rahasia Melawan Tjeng-tiauw untuk membangunkan Kerajaan Beng . aku ingin kau orang tindas yang galak dan bengis. segera timb ul perubahan. maka itu. sia-sia saja Lioe Kiam Gim memberi nasihat pada itu soetee. Kiam Beng dapat didikan lang sung. Kiam Gim. Karena adanya sikap pemerintah itu. Di lain pihak terhadap sesama kau m Boe-lim. akan cari pengalaman. Sikap pemerintah itu sebaliknya menyebabkan perpecahan diantara ahli-ahli silat. jangan kau orang bertengkar. Di sini keduduk an mereka berimbang sama kedudukannya Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay. maka kemudian. masih ada guru-guru silat yang mendidik murid-muridnya tidak perduli Kaisar Kee Keng melarang keras kepada rakyat membuka rumah-rumah perguruan silat. Sepuluh tahun lebih Thay-kek Teng didik murid dan anaknya itu. selagi merantau. pusatnya adalah Kota Poo-teng. ia pesan mereka dengan kata: Kita Kaum Thay Kek Pa y. halnya dimulai oleh kej adian yang berikut: . Kiang Ek Hian dari Bwee Hoa Koen dan Koan Ie Tjeng dari Ban Seng Boen. Anak. hingga ia tel ah bentrok dengan Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Koen.hampir mengenainya. Di akhir pergerakan Thay Peng Thian Kok yang gagal. Kiam Gim dan Kiam Beng dapat keleluasaan d alam perantauannya. Rimba Persilatan. Kiam Gim dan Kiam Beng taat kepada pesan guru mereka. Sebab pihak yang pertama jadi benci atau tak menyukai pihak kedua. perhentikan serangannya denga n lantas. sadari bangsa Boan-tjioe merampas Tionggoa n dan memerintah kita bangsa Han dengan sangat menindas. tetapi toh ia bisa tandingi anaknya itu. tidak heran kalau mereka jadi tidak betah berdiam di rumah saja. ilmu pedang Thay-kek-kiam dan ilmu melemparkan senj ata rahasia Kim-tjhie-piauw. sudah cukup! Anak itu. Kiam Gim melayani sekian lama. si penyerang tarik pulang tangannya. dan ia puas ben ar dengan kepandaiannya. bagus! Thay-kek Teng puji bocah she Lioe itu. ketika datang s aatnya ia hendak menutup mata. Sejak itu Thay-kek Teng terima Kiam Gim sebagai murid yang sah. Beng-djie. terutama d i Shoatang dan Hoopak. mereka tak sudi dilagui oleh pemerintah Tjeng. untuk ditarik sambil i a berseru-seru dengan kegirangan: Aku dapat kawan! Aku dapat kawan! Bagus. Kiam Gim pun sangat bersyukur pada gurunya ini yang ia pandang sebagai ayah sendiri. ditugaskan untuk menolong yang lemah. aku larang kau orang be kerja untuk bangsa Boan-tjioe. di waktu mana. sampai tiga puluh gebrak. Ia gunai tipu silat Lam tjiak bwee atau Mencekal ekor burung gereja . Teng Loo-kauwsoe lantas b erseru: Cukup! Cukup! Sudah. malah ia turunkan tiga macam kepandaiannya yang liehay. bagus! Kau ada punya harapan besar! Kiam Gim lebih tua dua tahun dari Teng Kiam Beng. ia anjurkan orang-orang bangsawan dan pembesar-pembesar negeri bergaul dan bersahabat sama ahli-ahli si lat. sebab usianya yang lebih tua. mereka jadi dapat banyak kenalan dan penghargaan. ini membuktikan ia mempunyai baha n baik dan keuletan. ialah Thay-kek-koen. yang dipanggil Beng-djie atau anak Beng . kau harus bisa pi mpin soeteemu! Itu waktu dua-dua Kiam Gim dan Kiam Beng sudah berumur dua puluh tahun lebih. jangan bersikap keras. Kiam Beng menjadi kepala besar. tapi setelah itu. pemerintah Tjeng ubah haluan dengan coba membaiki guru-guru silat. Dalam hal ini. Mengenai bentrokan dari Kiam Beng dan Tjiong Hay Peng. tapi ia me layani terus. Kau. ia tak sudi mengalah terhadap siapa juga. Inilah politik pemerintah Tjeng hingga akhirnya muncul pergerakan Pahkoenta uw atau Boxer. sedang di kalangan Kang-ouw. ia sambar tangannya Kiam Gim. maka guru silat itu jadi sangat girang. yang dianggap sebagai golongan pengkhianat. akan tetapi di sebelah itu. sebab ia anggap. dia adalah ahli waris dari Thay Kek Pay.

€Ia lan tas dapat mencandak.Pada suatu tengah malam. Habis itu. untuk bisa datang lebih dekat kepada mereka itu. akan ditukar dengan geraka n lain. Dan Poan-koan-pit. Ia pun jadi tidak senang. Baharu saja aku tiupkan asap Ngo-kouw Hoan-hoen-hio. kalau hendak dibikin celaka. mereka sampai di luar Kota Poo-teng. hingga kali ini. yang mencorong. akan rampas gegaman orang itu. Ah. Dua bayangan itu ada liehay. disus ul sama berkelebatnya satu bayangan di atas genteng tetangganya. mereka tidak berani menyerang. ia k eluar dari tempat sembunyinya dan loncat ke ranggon itu. hingga ia anggap. hingga ia bisa datang dekat kepada m ereka itu. yang panjangnya kira-kira tiga kaki. kawanan manusia rendah. Ngo-kouw Hoan-hoen-hio adalah hio. ia sudah a kan rubuh siang-siang. seperti biasa Teng Kiam Beng melatih diri. lantas ia lari dengan keras sekali. sekarang dia tentu sudah pingsan . Ia tidak tahu. bulan dan bintang sedang guram. Ia sembunyi di atas pohon dekat ranggon itu. terang-terang ia bakal tertikam atau tertotok. Anak ayam itu berada di lauwteng ketiga. Eh. yang lain mengeluarkan sepasang Poan-koan-pit. hingga kelihatan saja sepasang mata mereka masing-masing. Lihat tanganku! Dua bayangan itu tidak takut. yang banyak pepo honannya. Dengan tangan kosong. makhluk apa berani campur urusan tuan-tuan besarmu? mereka itu menegur. Kiam B eng lihat orang bermula mainkan Tat-mo Kiam-hoat dari Siong Yang Pay. Waktu itu. yang pun bawa obor dan lentera. Ia tidak menoleh ke belakang. Dua bayangan itu terkejut dan loncat turun. denga n apa mereka mendahului menerjang. mereka mengurung dari jauh-jauh saja. u ntuk menyusul. Pertempuran sementara itu sudah mengagetkan orang-orang di dalam gedung. sebab di sebelah kecurigaannya. menjadi gusar dengan tiba-tiba. pikir Kiam Beng. sebaliknya. ia angga p orang tidak pandang mata padanya. Di sini. dia tetap ketinggalan beberapa tumbak jauhnya. suatu ilmu dari Thay-kektjiang. tak pernah ia mampu sambar senjata musuh. yang satu mencabut pedang. tetapi ia tidak peroleh hasil. bayangan itu seperti punya mata di belakang. Kiam Beng dengar kata-kata itu. Ia lantas berdaya. yang lalu maju sedikit. Ia terus memasang mata dan kup ing. Ia segera menyangka bayangan itu ada satu penjahat atau tukang ganggu orang-ora ng perempuan. itu se njata yang mirip dengan pit atau potlot. ujung peda ng saban-saban menikam ke arah tempat-tempat kematian. satu kali. Ia gunai Khong tjhioe djip pek djim . tetapi ia seperti ketahui ada orang kuntit padany a. Kiam Beng lawan dua bayangan itu. coba ia berkelahi dengan satu lawan satu. guna cari tahu bayangan itu siapa adanya atau apa maksudnya. loncat naik ke atas sebuah ranggon kecil. ujungnya senantiasa mencari satu di ant aranya tiga puluh enam jalan darah yang berbahaya. inilah ternyata dari gerak-gerakan mereka. Ia memang pali ng benci penjahat perugul orang perempuan. ilmu dengan tangan kosong melawan senjata tajam. Ia heran di wak tu demikian ada kelayapan satu ya-heng-djin ialah orang yang biasa keluar malam. Ia tidak pernah menyangka bahwa orang ada kandung suatu m aksud. beri kut teriakan mereka berulang-ulang: Tangkap penjahat! Tangkap penjahat! Hanya sesu dah datang dekat. sampai Teng Kiam Beng kau orang tidak kenali! berser u jago Thay Kek Pay ini. Tidak tempo lagi. Dua-dua bayangan itu memakai topeng hitam. Sambil bersembunyi di b elakang sebatang pohon. kata bayangan yang satu. Maka terus ia loncat naik ke atas genteng. Ia tidak takut sekalip un ia tidak bersenjata. Hal ini terjadi beberapa kali. ya ng asapnya bisa menyebabkan orang tak sadar akan dirinya. Hanya anehnya. Segera bayangan itu menepuk tangan. tetapi jago Thay Kek Pay itu terus susul mereka dengan turun loncat ke bawah. mer eka hampirkan tembok pekarangan. malah apa yang ia rasai aneh. siapa lantas saling berbisik dengan bayangan yang pertama. Ia lihat munculnya bayangan yang kedua. ti ba-tiba dua bayangan itu tarik pulang senjata mereka. ia bisa menan g. tak perduli bagaimana dia pandai berlari cepat. orang rupanya jerih ter hadapnya. Terang mereka hendak cari tahu keadaan. yang satu memegang . Kiam Beng pasang mata. bayangan it u lari masuk ke dalam pekarangan lebar dari suatu gedung besar. seger a datang serombongan orang yang bersenjata. percuma Kiam Beng mengej ar. Dengan tidak merasa. Tiba-tiba ia dengar sambaran angin lewat. kecuali dua orang yang dandan sebagai kepala tjinteng. dia tak mampu mencandak lagi . tetapi ia dikepung dua musuh tangguh.

sebelah tangannya balas menotok. air mukanya pucat. juga buat obati luka-luka senjata rahasia. Kau mint a obat Pek-giok Seng-kie Poat-tok-koh. kakinya mengge ser. disusul sama Koen tee tong . dengan sepasang t angan kosong. Teng Kiam Beng tidak gemar bergaul sama orang-orang sebangsa hartawan ini. mereka m enang di atas angin. dua-duanya kena disapu kakinya hingga mereka rubuh terpe ntal! Teng Kiam Beng tidak harap bantuannya sekalian tjinteng itu. ke pepohonan y ang lebat. lenyap di tempat lebat itu. si pemegang pedang berseru: Misah! Ini adalah ucapan rahas ia. Kiam Beng tidak pikirkan itu. Ia tahu adanya senjata rahasi a. akan lari. set elah hirup thee. Guru silat ini mendak. di mana orang melayaninya denga n hormat dan telaten. belum sampai ia peroleh maksud. Ia pun terus loncat mundur. tanpa ia ingin. tiba-tiba ia rasai kakinya lemas. ia berniat pamitan. ia mengarah muka. ra cunnya segera bekerja begitu mengenai darah! Luka ini tak dapat disembuhkan kecu ali dengan obat kepunyaan si penyerang gelap sendiri. Untuk bis a bangun. Tuan rumah periksa senjata rahasia itu dan juga lukanya. racunnya ada racun dari Tanah Biauw. dengan begitu ia bisa balas menyerang si pemegang pedang itu. untuk diajak masuk ke dalam. Sikapnya dua bayangan itu ada mengherankan. mereka tidak berani. ia berkelit dengan lompat jumpalitan Yan Tjeng Sip-pat-hoan atau Yan Tjeng jumpa litan delapan belas kali . suaranya separuh merintih. ia hanya maju. tapi begitu lekas pin dahkan kaki kanan ke kanan. baharu mereka ha mpirkan kedua bayangan. ia tambahkan: Di masa muda. Seorang berumur kurang-lebih lima puluh tahun. dari mana ia cabut senjata raha sia itu. tubuhnya diputar. aku pernah pangku suatu pangkat kecil di Pakkhia. hingga ia mesti kelit ke kiri. baharu saja ia bangun untuk berdir i. apa mau. lantas hampirkan Kiam Beng kepada siapa ia memberi hormat sambil menjura d engan dalam seraya terus mengatakan: Tuan. mari mampir! kemudian kata si tuan rumah. sahut Teng Kiam Beng sambil kerut kan alis. Ia baharu bergerak atau mendadak beberapa cahaya be rkeredepan dari tempat lebat. Di lain pihak. ia terus layani musuh-musuhnya. sepas ang senjata itu bergerak dengan berbareng. Di kalangan Kang-ouw. yang aksinya baik. kita nanti coba itu! Kemudian pada Kiam Be ng. atau Sin-kiang. tidak urung paha kanan nya toh ketusuk sebatang senjata rahasia. Rasanya aku tak dapat lagi keluar dari rumah ini . ada yang sediakan hoen-tjwee. yang lain sepasang golok. terima kasih untuk bantuan kau ini. Mari. Ia menyerang s ambil mendekam. Sekarang baharu ia insyaf. ini ada satu senjata jahat. yang masih menancap. Ini ada senjata rahasia yang dipakaikan racun. ya ng aku tak nanti lupakan . hingga mereka telah bergebrak lebi h dari lima puluh jurus. ada yang suguhi thee. peda ng menyambar dari belakangnya. Segera datang satu serangan Poan-koan-pit kepada pundak kanan Kiam Beng. tapi u ntuk nyerbu ke tempat lebat. Tin-djie. kedua bayangan. di sana aku kenal satu thaykam tua siapa presen aku setengah botol kecil obat i tu. ia rubuh sendiri. yang membikin ia kaget. yang terus saja pimpin jag o Thay Kek Pay itu. tapi. untuk mengejar. orang mesti pepayang padanya. di detik itu juga. tadi ia sudah terkena senjata rahasia. Kejar! Kejar! berulang-ulang berseru kawanan tjinteng. Senjata apa itu? Adakah itu berbahaya? tanya tuan rumah yang agaknya kaget. Tuan. Mereka ini tidak punya guna. pergi lekas ke lauwteng belakang pada Djie-ie-nio! ia berkata. Berbareng dengan itu. atau Bergulingan di tanah begit u lekas tubuhnya mengenai bumi. Apa yang mengancam mereka ialah rombongannya tuan rumah tet api mereka ini tidak mengurung untuk menyerang. pedangnya menyabet kakinya orang itu.€Di istana orang s . yang berarti menyingkir . Dengan tabah Kiam Beng loncat untuk berkelit. Penyerang itu buang mukanya ke belakang. Ia bergerak sangat gesit. perbuatannya diturut oleh kawannya. yang bertopeng. katanya untuk sembuhkan segala racun atau gigi tan binatang berbisa. terus ia raba pahanya. tatkala ia periksa senjata itu. menyambar kepadanya. ia berseru: Oh. tubuhnya turut. Itu ada obat di dalam istana. Kiam Beng lekas-lekas membangunkan orang tua itu. karena dalam pertempuran.tumbak. Tok -tjie-lee! €Karena itu ada senjata rahasia yang dipakaikan racun. karena ia rasa i kakinya jadi kaku dan gatal. yang dandan sebagai satu saster awan.

di rumahnya Soh Sian I e. akan turuti hatiku. untu k mana ia menghaturkan terima kasih. dari istana Kerajaan Tjeng. dia benar-be nar liehay. hingga kau sekarang bisa jadi sahabatnya! Tiga orang itu tertawa dengan gembira sekali. selagi ia berjalan pulang dengan bersyukur. karena selama tiga hari ia leny ap dengan tiba-tiba. setelah sembuh betul. hanya aneh. akan pedayakan Teng Kiam Beng. buat beberapa hari. Tentu saja Kiam Beng menjawab bahwa ia suka bersahabat. S audara Bong. Ia pun lihat orang itu manis budi. Kiam Beng terpaksa pakai obat itu. lantas ia dapa t tahu. Sian Ie sendiri berulang-ulang panggil dia enghiong besar . hingga dengan begitu. terutama kau. ia bisa gerak-gerakkan juga. lalu kak inya itu. Kiam Beng dirawat dengan sempurna. Boan Eng Tjin. Karena ia tinggal menumpang. Loosianseng! Bong Eng Tjin tertawa pula. d ia tanya. untuk pasang omong. di antara sahab at-sahabat itu ada Tjiong Hay Peng. orang jadi heran. It Gok turut bicara.ediakan obat ini guna berjaga-jaga. yang punya be berapa ribu bauw sawah. Kiam Beng tahu liehaynya racun itu. dan semua orang itu d isambut sendiri oleh Sian Ie. pahlawan kelas satu. hingga dia tidak curiga suatu apa terhadap kau. peti mati. Soh Sian Ie ser ta orang-orangnya antar dia sampai tiga lie. Sebegitu jauh aku belum pernah pakai obat ini. yang luluskan semua permintaan. supaya ahli silat Thay Kek Pay ini bisa ditempel agar nanti tenaganya bisa dipakai oleh negeri guna had api musuh-musuh gelap bangsa Han. terpaksa ia terima baik undangan itu. Ia memang mengerti sedikit tentang syair. Dia jadi ahli Thay Kek Koen bukan namanya. kau pasti akan bikin Kiam B eng bingung mengenai boegeemu! Dan aku kagumi kau. kalau tidak. jikalau bukan kita berdua. sedang sawah ia punyai sejumlah bau w. Tidak ada jalan. dan yang pegang Poan-k oan-pit ada Ouw It Gok. Dia tanya alamatnya. yang berpura-pura menjadi penjahat tukang perugul orang perempuan. Sekarang silakan Tuan tinggal sama aku di sini. apa yang sudah terjadi. It Gok perkenankan ia berlaku jumawa. sibuk dan berkuatir juga. dari ilmu surat sampai segala urusan di Kota Raj a. dan Ini budi besar tidak nanti aku lupakan! katanya. Coba aku merdeka. sekarang marilah kita coba. Mereka sengaja dipinjam oleh Tjongtok Tee Kie dan Tit-le e. aku pasti bikin dia mampus! Kalau dia mampus runtuhlah daya-upaya kita! Soh Sian Ie tertawa. luka akan kumat lagi dan itulah berbahaya. . Tuan mesti beristirahat di sini. jago itu suka atau tidak bersahabat sama dia . buat jalankan peranan. sempurna sekali gunai ilmu pedang Heng Ie Pay dan Boe-kek kiam-hoat yang kau dapat curi pelajari. hartawan itu sendiri lagi duduk berkumpul dalam kamar rahasianya bersama dua orang yang itu malam jadi bayangan dan memakai topeng. kuatir ada penyerangan gelap. Pandai sekali kau de ngan angkatanmu. Selama beberapa hari. . semua merek a ini menanyakan. Hanya. Selagi tiga orang beriang-gembira. Kiang Ek Hian dan Koan Ie Tjeng. karena senjata rahasiamu tepat mengenai anggotanya yang tak membahayakan jiwanya. Di hari keempat. selagi ia mengucapkan terima kasih. dan lainnya. Teng Kiam Beng rubuh dalam tipu-daya kita! kata Bong Eng Tjin sambil bertepuk ta ngan dan tertawa gembira. Saudara Ouw. Karena Soh Sian Ie sedang main sandiwa ra! Dua orang bertopeng itu ada tauw-teng wie-soe . hartawan di Poo-teng. beras. sampai ke hatinya. bahwa tuan rumahnya ada Soh Sian Ie. tidak nanti aku tak a da di atasan Kiam Beng. Laginya. Sedang kau. tuan rumah senantiasa temani ia. dia tak dapat dilayani . Teng Kiam Beng pamitan. Selama racun belum punah semua. ia merasakan hawa adem. enghiong besar dan tuan penolong. tetapi ia tak ada di atasan kita . Malah beberapa kali ada orang-orang melara t datang untuk mohon derma. begitu lekas l ukanya dipakaikan kohyo itu. datang orang-orang menyambanginya. karena ia sudah terima budi. Teng Kiam Beng memang bukan orang sembarangan. tuan penolong yang bai k hati . kemudian tuan rumah berkata pula . Kalau tidak Tee Tjon gtok memesan wanti-wanti. Yang bersenjatakan pedang. Maka ia percaya. buat ap a menyingkirkan hanya dia seorang? Bukankah kita hendak pakai tenaganya untuk bu yarkan persatuan dari kaum pencinta negeri kalangan Kang-ouw di Shoatang dan Hoo pak ini? Aku kagumi kau orang berdua. Kiam Beng sampai di rumahnya dengan tidak l ama kemudian. h artawan ini juga budiman.

didermakan lima tjhi e. siapa berumur enam puluh lebih. bagaimana dia bisa begitu dermawan te rhadap orang-orang tua miskin itu. Belum pernah ada or ang Heng Ie Pay yang jadi tjay-hoa-tjat! Dijawab secara demikian. Kiam Beng pun gusar. Ia kat a: Keluarga Soh ada hartawan dari Poo-teng. Tjiong Hay Peng tidak puas. Apa? Murid dari Heng Ie Pay? ia tegaskan dengan mata melotot. Ketua dari Heng Ie Pay. Teng Kiam Beng turut berpikir. Teng Kiam Beng. sebaliknya kita orang Kang-ouw. aku nanti kutungi tubuh mereka jadi delapan potong dan tikamkan mereka tiga lobang! Kalau tidak. kalau tidak tangan kosongku ini yang liehay. cara bagaimana kita boleh bersahabat sama dianya? Saudara. Kiam Beng saksikan amal orang itu. Tjiong Hay Peng jadi sangat gusar. orang-orang lain tak dapat menghindarkannya. terperanjat. Kiam Beng kata. atau memperkosa orang perempuan. Kiam Beng sudah utarakan juga sangkaan belaka. Dua orang itu ada liehay sekali. jago Heng Ie Pay ini lantas ngeloyor pergi. persahabatan antara Kiam Beng dan Soh Sian Ie menjadi tambah kekal setiap hari. Kiam Beng terta wa dingin. di pedang atau Poan-koan-pit! Mendengar keterangan itu. kita biasa tolong si lemah yang tida k berdaya. dia hampirk an soetee itu seraya bawa satu bocah umur enam atau tujuh tahun. Tapi itu orang bertopeng. tapi selang tiga hari. Lioe Kiam Gim lihat sikapnya itu saudara angkat. Aku nanti segera kirim kabar pada semua muridku. orang sebangsa dia yang budiman sukar dipatinya. Hm. dengan sikap be . Mereka juga menduga dengan sia-sia belaka. selagi pesta berjalan. agar dia tak sampai terjebak. ia pernah berikan peringatan atau nasihat. Demikianlah sebab-sebab permulaan dari perselisihan antara Kiam Beng dengan Tj iong Hay Peng. yang pandai mainkan ilmu pedang Boe-kek Kiam-hoat? Tjiong Hay Peng. un tuk menyabarkan mereka. Ada atau tidaknya muridmu yang jadi tjay-hoa-tjat. kau mesti haturkan maaf pada Heng Ie Pay dengan adakan perjamuan! Setelah kata begitu. semua tetamu menjadi heran.Aku telah hadapi orang-orang jahat tidak dikenal. yang malah ia sangat hormati? Kiam Gim tidak mau bantah saudara muda itu. ia kata kepada Kiam Gim: Kau lihat. aku tidak tahu! katanya. Selama itu. jangan kau terbitkan kerenggangan di antara kita kaum Kang-o uw! Kau terlalu kukuh. atau ulang tahun yang k e-51. Aku akan segera membikin penyelidikan! kata Ketua Heng Ie Pay ini dalam murkanya . yang lainnya maju sama tengah. jik alau ada muridku yang berbuat jahat. jiwakupun bisa melayang di tangan mereka. pesta dirayakan di dalam taman bunga. Soh Sian Ie bikin pesta shedjit. sehingga ia keprak meja. pada orang-orang tua yang melarat: yang berumur lima puluh lebi h mendapat dua tjhie perak. aku harap karena sikapmu ini. coba bukan aku. hartawan inip un membagi amal. Saudaraku! Kiam Beng sahuti saudaranya itu. terang kau sengaja memfitnah aku! ia berseru. lalu ia t eruskan: Bukan melainkan orang itu yang memegang Poan-koan-pit juga gerak-gerakan tubuh seperti pelajaran golonganmu! Dalam sengitnya. Rata-rata mereka itu nya takan bahwa mereka belum pernah dengar perihal dua tjay-hoa-tjat itu penjahat tu kang perkosa orang perempuan. pada sahabat-sahabat juga. kalau dia ada markis. Aku melihat dengan mata sendiri. ia minta saudara ini waspada. memperoleh satu tail perak. yang bersenjatakan pedang dan pakai topeng di waktu melawan aku. siang-siang aku telah mesti tewas di tangan mereka! Melihat kedua pihak telah jadi sangat panas. dan ia tuturka n pengalamannya. maka sepulangnya dari pesta. Keluarga Soh betul -betul dermawan! Mustahil di antara mereka itu benar-benar tidak ada yang hatiny a suci-murni? Selang beberapa hari. terang-terang telah gunai Boe-kek Kiam-hoat! ia berdiam sebentar. karena hampir setiap hari Sian Ie kirim orangnya untuk menyampaika n bingkisan apa saja atau dia diundang untuk dijamu. tidak saja aku akan cuma terkena senjata rahasia. ketika mendadak ia tanya Tjiong Hay Peng: Di ant ara murid-murid Heng Ie Pay mu ada atau tidak seorang yang jangkung-kurus. bagaimana itu bisa jadi keliru? ia membalik. dan siapa berumur di atas tujuh puluh.

buat dipakai beli sawah dan kebun. itu membuktikan Heng Ie Pay. meskipun dengan cara curang! Oleh karena itu sekarang aku adakan pertemuan ini u ntuk bersihkan diri. ia beli pangkat. Dengan sebenarnya. ia pulang dengan ajak itu bocah yatim-piatu. ia coba mengamal untuk kelabui orang banyak? Memang Soh Sian Ie tidak menagih sendiri uang atau hasil uang yang dipinjamkannya dan uang sewaan tanahnya. yang ia jadikan muridnya dan rawat dengan baik. aku bawa ia pulang. setelah punya banyak uang . meskipun demikian. Di Kot a Poo-teng sendiri. yang punya kepandaian akan pecundangi ahli waris dari Thay Kek Pay. Begitu sejak pegang pimpinan. Dia ini sudah tidak punya ibu. unt uk dihadapkan ke muka kita beramai. dan di harian pesta. seperti buat betuli jembatan atau jalan besar. kau tidak kenal kesengsaraannya orang miskin! Kau lihat ini bocah. hingga kekayaannya jadi bertambah-tamba h. demikian katanya. jumlah itu naik jadi lima puluh tail. Meskipun demikian. Lewat setengah bulan sejak Tjiong Hay Peng pulang dengan ngambek. aku sudah lantas bertindak. Tentang kedua tjay-hoa-tjat. Tjiong Hay Peng angkat bicara. y ang pun ditaati oleh kaum kita. atau ia mengamal pada o rang-orang tua melarat! Apa artinya akan dermakan sedikit uang kalau di lain pih ak. karen a rumah itu adalah milik pertanggungan. Ini adalah kejadian yang aku kebetulan dapat tahu. Mati daya. karena ia kena dirubuhkan oleh angkatan muda Heng Ie Pay . itula h terlebih celaka pula. kecuali dua orang bertopeng itu dapat ditangkap. ia toh tidak gampang-gampang hendak menyerah kalah. aku tidak sanggup pegang pimpinan. Memang. Teng Toako mestinya percaya aku. kau punya bukti-buktinya. Di sebelah itu. Toako Teng Kiam Beng. ia menuduh kita Kaum Heng Ie Pay. tapi sebaliknya ia sangsika n kejujuranku. tetapi dari berbagai pihak kaumku. hingga kembali ia bisa kumpulkan banyak uang. Tapi aku. ia kata kemudian. hingga di belakang hari. ia datang bersama beberapa sahabatnya . ia kata: Soetee. Ia menyangka buahnya tuduhan terhadap orang she Tjiong itu. mestinya percaya tidak nanti ada muridku. tetapi orang-orangnya atau gundal. aku telah terima laporan. ia boleh bersikap sebag ai orang budiman. sebab tidak punya tempat bernaung lagi. sejak kecil kau hidup dalam keluarga yang bera da. karena ia keluarkan sedi kit uang. dia telah selundupkan candu. syukur buat ia. Setelah pertemuan dimulai. aku tidak dengar suatu apa. mereka ini bersikap sangat telengas dan kejam! Bukti atau keterangan yang dimajukan soeheng ini ada kuat. ia kirim balasannya. bunganya begitu berat. diapun tidak aniaya kuli-kuli taninya. Kalau ia tetap sangka Hay Peng. Aku tidak punyai kepandaian suatu apa tetapi aku toh ditugaskan untuk memimpin kaumku Heng Ie Pay. ayah itu telah gantung diri hingga binasa. maka syukur Heng Ie Pay mempunyai aturan-aturan yang dipegang keras. karena musim paceklik. itu adalah hebat. Sudah begitu. aku telah s aksikan sendiri bagaimana orang telah bersilat dengan caranya Heng Ie Pay dan Bo e-kek Kiam-hoat. Seperti aku sudah janji. hingga Kiam Gim jadi k ewalahan. kaum kita belum pe rnah lakukan apa-apa yang mendatangkan malu bagi Heng Ie Pay. maka itu. belum satu tah un.da dari biasanya. Kau menyangkal. guru-guru si lat dan piauwsoe dari Kota Poo-teng kesohor telah terima undangan dari jago Heng Ie Pay itu. aku tak sudi menghaturkan maaf! . dengan sedikit uang. pada setengah bula n yang baru lewat. tidak ada orangku yang main gila. Pendeknya. sudah kena dilukai dan dihinakan orang dan dalam hal itu. karena kejar tjay-hoa-tjat. kita semua bisa hidup damai. rumahnya yang bobrok pun disita Soh Sian Ie. kau tahu dia siapa? Dia ini adalah bocah yatim-piatu dari kuli taninya Soh Sian Ie! Ayahn ya garap tiga bauw sawahnya Soh Sian Ie. Lagi tahun yang sudah. atau cu cu muridku. Maka sayang sekali. bocah ini jadi muridnya yang ter pandai. Ia bisa dapatkan nama dermawan karena kecerdikannya. ayahnya terpaksa p injam sepuluh tail perak dari Soh Sian Ie. entah berapa banyaknya yang di luar tahu kita! Kiam Gim berhenti sebentar. ia memangku jabatan. kalau dia sanggup memba yar cukai saja. Kiam Beng anggap saudaranya telah terlalu bersikap keras. lalu ia tambahkan: Apakah Soetee ketahui. akan cari tahu tuduhan itu . walaupun demikian. guna minta Teng Toako menghaturkan maaf kepada pihakku! Teng Kiam Beng tercengang atas ucapan tajam dari Tjiong Hay Peng. bagaimana Keluarga Soh itu dirikan rumah tangganya yang mewah? Dia sudah berkongkol sama pembesar-pembesar negeri. Kiam Beng pun terima undangan . sedang terhadap ka um Kang-ouw. untuk hadirkan suatu pesta perjamuan.

dua or ang bertopeng itu gunakan beberapa jurus tipu-silat curiannya. dia memang hargai orang she Lioe itu. Dengan Lek tok tjian kim . hingga mereka tak sempat lagi malang di tenga h. aku mohon pengajaran dua-tiga gebrak dari kau! Itu ada tantangan untuk pieboe. sam bil putar sedikit tubuhnya. di antara orang-orang Kang-ouw. da n kedua. Kiam Gim sudah mendahului menjura terhadap dia. tampangnya Teng Kiam Beng masih pucat. Tangkisan ini ada berbahaya tetapi pun hebat. soeheng i ni niat bantui soeteenya. bisa sekali dia kena dikelabui. karena betul. lalu dengan membarengi. mereka tidak sangka. Biarpun perdamaian telah didapat. akan tetapi. itu ada cara pemecahan yang ia memang inginkan. ia singkirkan tangan kanan lawan. mustahil aku berani tak t erima! kata Kiam Beng sembari tertawa jumawa. Tjio ng Hay Peng hampirkan Teng Kiam Beng. Adalah kepalan kanannya. untuk mem beri hormat. sekarang soehengnya wakilkan ia menghaturkan maaf. hayo kita minum! Dan Kiang Ek Hian padukan cawannya Kiam Beng dan Hay Peng. baiklah ki ta turut saja aturan umum. Jago she Kiang ini menduga benar dengan kata-katanya itu. adu kepandaian. Kiam Beng elakkan kepalanya sambil lompat ke samping kiri. atau Tenaga melawan seribu kati . orang she Lioe ini kata: Kita Kaum Thay Kek Pay belum lakukan pembukaan secara resmi di Kota Po o-teng ini. ia mendesak dengan tangan kanan melintang sebagai an caman dan tangannya kiri menyerang pundak lawan. karena ia lantas sangka. Kiam Beng bilang. Ia pun masih mendongk . Lioe Lauwtee. entah dari mana mencaploknya! Saudara Kiam Beng belum pernah yakinkan Heng Ie Pay. tiba-tiba seorang lompat kepada mereka. Semua tetamu lain jadi terperanjat. hingga ia keluarkan tuduhannya. Kiam Gim berhak be rtindak secara demikian. Ini adalah tangkisan yang berupa serangan yang berbahaya seka li. Sebagai soeheng. belum ia tutup mulutnya. bisa dim engerti yang dia jadi tidak senang karena tuduhan itu mengenai kehormatan dia pu nya golongan. Kiam Beng babat lengan orang yang menyerangnya. sakin g tidak puas. sebagai soeheng dari Teng Kiam Beng. atau Tangan menabas naga . aku p ercaya kebenarannya itu. Di mana perdamaian telah didapat. selagi kedua tangan hampir kebentrok satu dengan la in. m ukanya Kaum Heng Ie Pay menjadi terang pula. Hay Peng turuti geser tubuh. Bagus sekali tinda kan kau ini! Sebenarnya. Dan Tjiong Lauwtee. kita belum punya murid yang menjadi ahli waris kaum kita. Tjiong Hay Peng lantas membalas hormat sambil ucapkan kata-kata merendah. ia sodok iga kan annya Kiam Beng dengan kepalan kirinya. hanya mari. Memang. soeheng dari Teng Kiam Beng. mereka pada mundur sendirinya. tang annya Tjiong Hay Peng sudah bergerak. kedua tangannya dipakai menangkis dua-dua serangan.Mendengar demikian. Tjiong Hay Peng menjadi gusar setelah ia kenali orang yang nyelak sama tengah itu iala h Lioe Kiam Gim. karena dengan begitu. ia kata: Kalau tetap Teng Toako tidak niat haturkan maaf. baik hal ini tidak dibuat ganjel an. tapi dari sini. Tapi. Dalam saat yang hebat itu. suka ada mereka yang curi beberapa jurus ilmu silat orang dan dua binatang itu. Dengan Tjiam liong tjhioe . Tjiong Hay Peng mulai dengan Tok pek Hoa San atau Dengan sebelah tangan membelah Gunung Tay San . kapan tangannya kedua lawan bent rok dengan dua tangannya ini orang ketiga. Kalau Tjiong Toako berniat berikan pengajaran padaku. dengan suara nyaring. Tepat. dengan tidak buka lagi baju luarnya yang gerombongan. Kenapa Ketua dari Heng Ie Pay berbuat demikian? Itulah pertama karena Kiam Gim punya sikap laki-laki. maka itu s ekarang aku. yang mengarah batok kepalanya Teng Kiam Beng. Kiang Ek Hian dari Bwee Hoa Pang berseru. sedang tadinya. sembari angkat kedua kepalannya. Ia ada ahli waris dari Thay Kek Pay. inilah yang ia sangat tidak setujui. bersama-sama kita lanjutkan usaha kita akan cari tahu siapa adan ya dua binatang itu! Saudara-saudara. menyerangnya. urusan ini kecil sekali dan tidak ada harganya untuk di perbesar. aku wakilkan golonganku akan m enghaturkan maaf pada Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay! Pernyataan Lioe Kiam Gim itu bikin suasana jadi reda dengan sekejab. dua binatang itu pergunakan Boe-kek Kiam-hoat. nyelak sama tengah. pertempuran sudah lan tas dimulai secara demikian getas. sebelum ia sempat bertindak apa-apa.

atau Kok-soet Kouw-boen. kedua suda . pergaulannya dengan Soh Sian Ie jadi bertambah rapat. Soh Sian Ie cerd ik sekali. tetapi di sebelah itu. Hanya. Seperti Soetee ketahui sendiri. budinya Soehoe tak dapat aku lupakan. Tetapi peribahasa mengatakan: Macan tutul mati meninggalkan kulit. Mengenai tin dakanmu aku tidak bisa bilang suatu apa. tetapi ia semakin hargakan Sian Ie sebagai sahab at yang jujur dan setia. aku minta kau waspada. Aku membutuhkan dasar yang kuat betul sebelumnya aku angkat diri. ahli waris yang menjadi ketua golonga n. Akan tetapi. guna wakilkan leluhur. dia cemarkan nama perguruan. mendirikan kaum sendiri bu kan pekerjaan gampang. Begini j uga ada pikiran soehengku. tetapi biar bagaima na. Soh Sian Ie tertawa berkakakan atas keterangan itu. aku tidak berani o mong suatu apa . dengan uang. setiap dua atau tiga hari. kesatu aku belajar belakangan dari kau. kalau dia dengar Kiam Beng utarakan mendongkolnya pada Hay Peng. Lauwhia ada turunan sah dari Thay Kek Pay. aku kasih selamat pada kau karena kau hendak angkat namanya kaum kita. lupa pada diri sendiri! Aku pun hendak beritahukan padamu. supaya Thay Kek Pay ada ahli warisnya. malah dengan angkat juga orang she Teng ini menjadi penasiha t ilmu silat. dia berkata: Soetee. tetapi aku toh ingin se kali. lalu di belakang hari. Kiam Gim ada soeheng tetapi ia d ari lain she. Aku tidak percaya omongan oran g itu. saudara ini tidak bilang suatu apa. Harus diaku i. mengenai kau ini. nampanya tidak ada perhatiannya . dan dengan pengar uh pembesar negeri. kecuali bila sudah tidak ada turunan dari Keluarga Teng. karena kau berniat menjagoi sendiri. ia tetap ada orang luar. aku dip iara dan dididik Soehoe sampai aku berusia dewasa. janganlah kau kasih dirimu diangkat-angkat hingga kau jadi tersesat. Untuk in i. dengan tenaga. Kiam B eng coba tampik keangkatan itu. yang ingin kita tidak bertindak secara sembrono. sudah seha rusnya Lauwhia angkat diri. manusia mati meninggalkan nama! katanya. buat memberi selamat atau m engutarakan pujian. untuk pasang omong. Soetee. Hanya. ia j awab dengan ringkas: Mengenai kau orang kaum Rimba Persilatan. dari Istana Tjongtok dari Tit-lee. perhubungan di antara Kiam Beng dan Hay Peng jadi renggang sendirin ya. aku percaya kau bukan bangsa penjilat dan jumawa. aku sudi atau tidak menjadi tjiang-boen-djin akan gantikan kedudukan Soehoe? Pasti sekali aku tidak berani terima itu. kenapa di Poo-teng sini. sebab bisa jadi ada bangsa kurcaci. bahwa soehengmu ada kesohor jujur dan namanya terjunjung. yang nanti datang buat berguru pada ka u. Demikian. den gan air muka sungguh-sungguh yang tercampur kemasygulan. supaya sekalian leluhurmu itu pun bisa dimuliakan namanya. di pinggangnya tergantung pedangnya. Kau dianggap sudah nanjak ke cabang yang tinggi karena kau andali pengaruh pemb esar negeri.ol karena Tjiong Hay Peng berlaku galak demikian terhadapnya di depan sekian ban yak tetamu. malah persahabatannya dengan yang lain-lain juga jadi semakin tawar. pada suatu hari. selagi mereka bicara dengan asyik. Hanya pada suatu malam malaman besoknya so etee ini hendak resmikan pendiriannya Lioe Kiam Gim datang dengan tiba-tiba. aku hendak sampaikan anggapan umum terhadapmu. Sian Ie membantu banyak sekali. bukankah dulu kau pernah tanya aku. Ia anggap bahwa ia sudah kena dibikin rubuh. Aku masih mesti merantau. Sau dara ini ada gendol satu pauwhok kecil. namanya ilmu silat Thay Kek Pay ada sangat kesoh or. mesti ada orangnya Keluarga Soh yang datang kepada Kiam Beng. a tau Sian Ie sendiri yang datang berkunjung. Sejak itu. Buat terima murid. ia lantas turut sarannya Soh Sian Ie. golongan ahli silat lainnya tidak ada yang taruh perhatian besar. ia tak dapat menjadi anak berbakti atau cucu bijaks ana . Kalau T hay Kek Pay mesti punyai tjiang-boen-djin. kau mest i ber-hati-hati. karena orang ban yak anggap pemecahan itu ada tepat. Mengenai tindakannya Kiam Beng yang angkat diri jadi tjiang-boen-djin dari Tha y Kek Pay. sed ikit sekali kaum Rimba Persilatan yang kunjungi dia. Lauwhia tidak mau resmikan adanya golonganmu? Kiam Beng manggut-manggut waktu ia menjawab: Sebenarnya aku telah pikirkan itu hanya sekarang belum sampai waktunya. terpaksa ia tutup mulut. dari i tu. kau mesti jaga jangan sampai kau dipermainkan oleh murid yang b uruk. malah Lioe Kiam Gim sendiri. orang yang sah untuk itu adalah dia sendiri. sekonyong-kon yong Soh Sian Ie tanya: Lauwhia. Aku kuatirkan ini. akan cari pengal aman. Teng Kiam Beng ketarik hatinya mendengar kata-kata yang beralasan itu. akan angkat diri jadi soehoe. dengan tidak pikir panjang lagi.

dan tempat kejadian itu ada kira tiga puluh lie dar i Kota Hee-poan itu. Isterinya Kiam Gim ada Lauw In Giok. sia-sia saja gurunya coba cari tahu tentang dia. Lioe Bong Tiap sangat ketarik hatinya. apa soesiok bilang dalam suratnya? tan ya ia. gurumu suruh aku tanyakan keteranganmu saja . Demikian. Ia tinggal bersama isterinya. Gelombang di kalangan Kang-ouw. dari itu aku pikir baiklah aku pulang ke kampungku. a pabila aku tetap berdiam di sini. Dua puluh satu tahun telah lewat se jak Kiam Gim beristirahat. Tapi. murid kepala dari Teng Kiam Beng. tanpa sang soetee dapat candak ia. ia t erlebih tua daripada murid-muridnya Kiam Gim. akan beristi rahat. aku berangkat! Baharu Kiam Beng hendak mencegah. yang ada sahabat kekal dari Kiam Gim. sampai di sini saja. setelah terkabar bahwa ia menuju ke Liauw-to ng. Lioe Kiam Gim pulang ke Shoatang dan terus menikah. ia seperti lenyap. di sam ping itu. setelah berselan g dua puluh tahun. yaitu untuk selanjutnya kau jangan cari persetorian pula! Habis itu. di dalam Dusun Kim Kee Tjoen di K ho Kee Po. gangguan sudah datang. pergaulannya sama Soh Sian Ie terus bertambah rapat. Ia adalah satu anak yang baik dan disayang oleh gurunya. K iam Beng sendiri sudah menikah. Perampasnya adalah seorang tua dengan lidah Liauw-tong. itu bisa jadi lebih hebat pula. yang menyebabkan soepehnya kaget. maka itu. Kiam Gim yang sengaja berikan. Kota Hee-poan terpisah kira-kira dua ratus lie dari Sin-tek. sampai hari itu mend adak Lioe Kiam Gim kedatangan Kim Hoa. ia telah punyakan tiga murid. mengenai kita. untuk disampaikan kepad a Istana Lie Kiong di Sin-tek. itu bocah yatim-piatu anak petaninya Soh Si an Ie di Poo-teng. Nama Boe Wie ini. Di sebelah itu kau ketahui sendiri. Dan ia datang membawa kabar yang p enting dan hebat. Dari mana munculnya barang upeti itu? Kenapa perampasan terjadi di Djiat-hoo? Kenapa guru mu boleh menyangka kepada Tjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay? Hayo kau cerita biar jelas. Justeru itu. dia diperkenalkan oleh pihak La uw. yaitu Tj oh Ham Eng. Akan tetapi. Di dalam tiga tahun yang pertama. paham di antara kaum Kang-ouw mesti ada kekeliruannya. aku jadi soeheng pun disebabkan usiaku lebih tua dua tahun daripadamu. yang lagi berlatih silat sama Lioe Bong Tiap. i a bergaul juga sama pembesar-pembesar negeri.h seharusnya sebagai anak. Kim Hoa ini murid yang datang belajar sesudah ia sendiri mengerti silat. di sebelah namanya jadi tambah kesohor. coba kasih tahu lebih dahulu. dua puluh satu tahun telah lewat tanpa terasa. seraya letakkan suratnya Kiam Beng. Di sebelahnya Kiam Beng. katanya. kenapa perkara jadi hebat begini? tanya Kiam Gim kemudian. Tapi ia coba menyusul. artinya: jan gan takut. sedang muri dnya yang kepala adalah Law Boe Wie. dengan nona yang dipilih oleh ayahnya. soesiokmu mengantarkan barang upeti ke Djiat-hoo. Diapun pernah merantau tetapi lebih banyak berdiam di rumah . Dia toh anak yang dipungut dari dunia kesengsaraan. Kiam Gim suka jawab anaknya itu: Menurut soesiokmu. Kim Hoa. Muridnya Kiam Gim yang kedua ada Yo Tjin Kong. Kiam Gim tidak hidup kesepian bersama dua murid dan satu puterinya i tu. tapi selanjutnya. pihak mertuanya. kaulah yang mewariskannya. masih ada kabar-ceritanya. soeheng ini kabur pula. selama itu. tetapi belum sampai di Sin-tek. Soetee. Teng Kiam Beng juga b isa bawa diri. gadisnya Lauw Tian Peng dari Kaum Ban Seng Boen. aku tel ah rasai cukup. yan g datang bersama sejumlah muridnya. di rumah mertuanya. baharu sampai di luar Kota Hee-poan-shia. dalam suratnya ini. kelihatan Kiam Gim balik pula seraya terus kata: Barusan aku lupa kasih tahu sepatah kata pada kau. malah kemudian. siapa percayakan anaknya kepada ahli si lat Thay Kek Pay itu. pada sebulan bers elang. Hingga soetee ini kembali masygul. puteri satu-satunya da ri Lioe Kauwsoe. atau soeheng itu sudah meloncat untuk pergi dengan cepat. Soesiok coba susul mereka sampai di tempat y ang dinamakan Sha-tjap-lak Kee-tjoe. di sana orang tua itu dan rombongannya bisa . jarang ia mencoba-coba kepandaian orang lain. yang berada di perbatasan Hoopak. Begitulah. Ayah. Murid ketiga adalah si anak muda yang kita kenal dalam pasal pertama. maka itu. Ham Eng adalah anak nomor tiga dari Toa-kauwsoe Tjoh Lian Tjhon g. hingga ia campur bicara. Soetee. Boe Wie sudah mer antau sejak delapan tahun yang lalu. seka rang juga aku hendak pulang ke Shoatang. Sejak angkat diri menjadi tjiang-boen-djin dari Thay Kek Pay. Eh.

melenyapkan diri secara tiba-tiba. Tidak lama sekembalinya soesiokmu ke Poo-ten g, dia lantas terima surat pengumuman kaum Kang-ouw, yang ingin usir dia dari Po o-teng! Yang hebat adalah bendera Thay-kek-kie dari Golongan Teng Pay, atau Thay Kek Piauw, sudah kena dirampas oleh perampas itu! Entah orang dari golongan man a, yang sudah datang menerbitkan gara-gara itu! Apa yang terjadi di Hee-poan, siauwtit tidak lihat sendiri, Kim Hoa menambahi so epehnya itu. Ketika itu, siauwtit tidak turut. Soehoe ajak djie-soetee dan sam-so etee serta dua boe-soe, guru silat, untuk temani dia. Mengenai barang upeti itu, ceritanya panjang. Bukankah Soepeh masih ingat itu orang yang bernama Soh Sian Ie, yang sering kunjungi Soehoe? Dia sekarang sudah berumur tujuh puluh lebih, d an selalu keram diri dalam rumahnya, akan icipi keberuntungannya orang hidup mew ah, hingga ia jarang datang pula kepada Soehoe. Anaknya Soh Sian Ie yang ketiga, namanya Tjie Tiauw, yang kerja dalam kantor Tjongtok. Dia ini pada suatu hari d atang pada Soehoe, buat minta Soehoe pergi lindungi barang upeti kepunyaannya Tj ongtok, buat di bawa ke Istana Raja di Sin-tek. Ini tahun, seperti biasanya Raja pergi ke Sin-tek untuk menyingkir dari musim panas di Kota Raja, untuk sekalian berburu di musim rontok. Di Sin-tek, Raja Boan ada punya satu daerah hutan yang besar, piranti raja berburu. Pemburuan inipun ada satu ketika untuk raja-raja B oan berlatih menunggang kuda dan memanah. Sebenarnya Tjongtok serahkan tugas kep ada Soh Tjie Tiauw, untuk antar upeti itu, tetapi Tjie Tiauw, dengan pakai nama ayahnya, sudah minta pertolongan Soehoe . Selagi Kim Hoa baharu bicara sampai di situ, tiba-tiba Lioe Kauwsoe angkat kep alanya dengan mata mendelik, dengan bengis, ia berseru: Sahabat baik, turunlah! Menyusul seruan itu, dari atas sebatang pohon, meloncat turun seorang, yang tu buhnya melayang. Dan menyusul turunnya orang itu, Kim Hoa di kiri sudah lantas l ompat menyerang dengan tiga buah Kim-tjhie-piauw, tapi yang dipakai ada Lauw Hay say kim tjhie atau Lauw Hay menyebar uang emas , tiga batang piauwnya menyambar keti ga jurusan, atas, tengah dan bawah. Orang itu bertubuh sangat gesit, dengan gerakan Yan tjoe tjoan in atau Walet temb usi mega , ia loncat tinggi dua tumbak, dengan begitu, ia meloloskan diri dari dua piauw, sedang piauw yang ketiga, ia jejak dengan kakinya, hingga piauw itu jatu h ke tanah! Nyata, dia pakai sepatu besi! Kim Hoa, yang menyerang, datang terlebih lambat daripada ketiga piauw, dengan T jin pouw tjit seng atau Tindakan tujuh bintang , tangan kanannya membabat kedua kaki orang itu. Cepat luar biasa, sambil membungkuk, orang itu tangkis serangan berbahaya ini, kemudian, sebelum Kim Hoa sempat ubah jalan persilatannya, ia mendahului lompat jumpalitan tinggi, akan turun di belakangnya orang itu maka itu, Kim Hoa segera putar tubuhnya, lalu dengan Tek seng hoan tauw , atau Mengambil bintang untuk menuk ar bintang , ia menyerang dengan berbareng, tangan kanan ke arah embun-embunan, ta ngan kiri ke arah dua mata. Gesit luar biasa orang itu kelit tubuhnya, tapi sekarang sambil berseru: Tahan! Tahan! Aku ada murid Heng Ie Pay yang ingin bertemu sama Lioe Tjianpwee! Kim Hoa tidak sempat menunda penyerangannya, ia merangsek dengan gencar, atas mana orang itu bela diri dengan gerak-gerakan ilmu silat Heng Ie Pay yang dia se butkan. Berhenti! Lioe Kiam Gim berseru! Kim Hoa hentikan penyerangannya dengan lantas, atas mana orang itu lantas saja menjura di hadapan guru silat itu seraya mengucapkan bahwa ia, orang yang terle bih muda tingkatannya, menghormati orang yang terlebih tua derajatnya itu. Lioe Kiam Gim menghampiri sambil empos semangatnya dengan Thay kek seng liang g ie atau Thay-kek menciptakan im dan yang , ia ulur kedua tangannya mencekal kedua ba hunya orang itu yang ia angkat seraya berkata: Silakan bangun! Silakan bangun! Enteng tampaknya, tubuh orang itupun telah terangkat naik. Lantas orang itu perkenalkan diri sebagai Ong Tjay Wat, keponakan murid dari T jiong Hay Peng dari Heng Ie Pay, kemudian dengan cara merendah tapi pun mengandu ng kejumawaan, ia kata: Soesiokku dengar Lioe Lootjianpwee hendak campur tahu uru san ini, dari itu sengaja dia utus aku untuk menyampaikan kata-kata bahwa, kalau Lootjianpwee hendak mengulurkan tangan, seharusnya kita orang undurkan diri, ha nya mengingat yang soeteenya Lootjianpwee sudah mengekor pada pembesar negeri, h

ingga dia melupai kehormatan kaum Kang-ouw, Soesiok percaya, Lootjianpwee pastin ya tidak akan suka turut kecipratan air butek. Tapi, andaikata Lootjianpwee hend ak mengulur tangan juga, maka apabila di belakang hari ada terjadi suatu apa, ha rap Lootjianpwee tidak sesalkan kita! Lioe Kiam Gim tidak jadi gusar karena ucapan itu, di lain pihak dia tanya Ong Tjay Wat tentang keadaan Tjiong Hay Peng selama belakangan ini, perihal lain-lai n jago Heng Ie Pay itu, tentang kebahagiaannya Tjay Wat sendiri, hingga Tjay Wat jadi bingung sendiri karenanya. Dalam terdesaknya, Tjay Wat sampai cuma bisa ka ta: Lootjianpwee, aku mengharap sepatah kata balasan dari kau . Jangan kesusu, jangan kesusu! Kau datang dari tempat jauh, biar bagaimana aku mesti minta kau beristirahat di sini untuk satu malam, besok aku temani kau mengunjungi soesiokmu. Maafkan aku, Lootjianpwee, tapi aku masih punya lain urusan penting untuk mana aku mesti segera berlalu dari sini, Ong Tjay Wat tetap menolak. Kalau begitu, kata Lioe Kauwsoe dengan sungguh-sungguh, tolong kau sampaikan pada Tjiong Soehoe, pasti sekali aku si orang she Lioe nanti bertindak dengan ikuti tata tertib kita, kaum Kang-ouw! Lantas jago tua ini antar tetamunya keluar, kemudian sekembalinya ke dalam, ia tanya muridnya: Kau orang lihat, apakah benar-benar dia dari Heng Ie Pay? € , Dia ada dari Heng Ie Pay, sahut Tjin Kong, sedang Kim Hoa bilang: Aku dengar dia s erukan berhenti, tapi aku sengaja masih serang dia, dengan begitu, bukan maksudk u akan tempur terus adanya. Menurut aturan, memang aku mesti lantas berhenti men yerang. Karena ia sebut diri dari pihak Heng Ie Pay, aku jadi hendak mencoba ter lebih jauh.€Dari gerak-gerakannya itu, dia benar dari Heng Ie Pay. Selagi Soemoay dan Kim Soeheng menyerang, aku sengaja tidak turut ambil bagian, Yo Tjin Kong tambahkan, dengan begitu, aku hendak saksikan gerak-gerakannya. Gera kan tubuhnya enteng, kelitannya, tangkisannya, semua ada dari Heng Ie Pay. Kenap a Soehoe menanyakan ini? Apakah Soehoe dapat lihat apa-apa yang luar biasa? Lioe Kiam Gim urut-urut kumis-jenggotnya, ia bersenyum. Memang tidak gampang untuk melihat dasar ilmu silat orang, ia menyahut.- Siapa per oleh ilmu curian sekedarnya, dia memang bisa gunai itu untuk bertempur, hanya ca ra menggunakannya tak leluasa seperti ilmu silat kaumnya sendiri. Untuk melihat itu, kita mesti guna. tempo ketika ia sedang terdesak, itu waktu akan terbukti k etangkasannya. Tadi dia didesak oleh Kim Hoa, sehabis dia elakkan piauw dari Tia p-dj ie. Dia elakkan diri bukan dengan tipu Heng Ie Pay, hanya dengan tipu berke litnya Gak Kee Koen, dari Kaum Keluarga Gak. Piauw dari Tiap-djie tak dapat dicela , cuma masih kurang latihan dan pengalaman, siapa sempurna ilmu kegesitannya Keng kong tee tjiong soet , ia bisa egos tubuhnya dengan gampang. Aku pun sangsikan di a selama aku angkat dia bangun . Kim Hoa berempat berdiam.€Mengenai soal ini, tentu saja mereka punya pengetahuan atau pengalaman masih sangat kurang. Besok aku turut kau pergi ke Poo-teng, kemudian Lioe Loo-kauwsoe kata kepada kep onakan muridnya, setelah ia berdamai sama anak dan murid-muridnya. Aku lihat, soa l ini sulit sekali. Umpama kaum Kang-ouw musuhkan gurumu karena gurumu mengekor pada pembesar negeri, aku nanti coba datang sama tengah, untuk mengakurkannya. S ama-sama kaum Rimba Persilatan, tak boleh kita orang saling bentrok. Sudah lama aku undurkan diri tetapi aku percaya, Tjiong Hay Peng beramai nanti masih sudime mandang kepadaku. Lioe Kiam Gim buktikan kata-katanya ini pada besok paginya. Ia berangkat bersa ma Kim Hoa sesudah pesan murid-muridnya akan baik-baik berdiam di rumah. Lioe To anio, Lauw In Giok antar suaminya sampai di luar rumah. Kiam Gim pergi dengan ha ti tetap, sebab ia percaya, isterinyaakan sanggupjaga rumah, sedang Yo Tjin Kong sudah wariskan kepandaiannya tujuh atau delapan bagian. Dan Ham Eng dan Bong Ti ap, sekalipun belum sempurna, mereka rasanya sudah bisa bantu In Giok dan Tjin K ong. Tak pemah ia sangka bahwa ombak bakal bergelombang hebat! II Sejak berangkatnya Lioe Kiam Gim, Lioe Toanio mesti wakilkan suaminya mengurus seantero rumah tangga. Di bagian luar, Yo Tjin Kong bantu soebonya. Si nona kec il, Bong Tiap, setiap hari berlatih atau bermain-main saja sama Ham Eng, sam-soe hengnya, tapi sekarang mereka jadi terlebih binal , hingga leluasa sekali mereka pe

rgi ke hutan mengacau sarang burung atau ke muara akan main perahu. Toanio dan T jin Kong mengantapkan saja, Cuma kadang-kadang mereka merasa sedikit kuatir. Setelah ia sekarang berusia delapan belas tahun. Ham Eng suka merasa kehilanga n apabila untuk sedikit waktu dia tidak lihat atau berkumpul sama Bong Tiap, sem entara si nona tetap merasa merdeka, tidak pernah dia merasa likat, malah ada wa ktunya dia tepuk si suheng apabila si suheng bengong sambil berkata, Eh, eh, kena pa sih kau nampaknya tolol? . Sesudah ditegur secara demikian, baharu Ham Eng sadar dengan gelagapan. Demikianlah hari itu, Bong Tiap dan Ham Eng main perahu di Kho Kee Po. Mereka singkirkan gelagah dan ganggang, mereka gayuh perahu sampai ke tengah muara di m ana ada beberapa pulau, dari sana mereka dengar datangnya nyanyian kaum nelayan, rupanya nona-nona tukang ikan bemyanyi saling sahut-sahutan. Di udara ada burun g-burung laut yang berterbangan. Ham Eng bengong mendengar nyanyian dan matanya mengawasi ke udara. Soemoay, soemoay, tiba-tiba dia bertanya, di sini ada begini permai, maukah kau k alau kita berdua selamanya bermain-main seperti sekarang ini? . Bong Tiap tertawa cekikikan mendengar pertanyaan itu. Selamanya bermain-main seperti sekarang ini? ia ulangi. Kau sering bilang aku ada satu bocah cilik, tapi lihat sekarang, apa kau sekarang bukan terlebih cilik da ripadaku? Tunggu sebentar, apabila perutmu sudah ngericik karena lapar, apa kau tidak nanti lekas-lekas lari pulang akanmintamakan! Bagaimana kita bisa selamany a main-main disini? Soemoay itu tidak mengert., maka Ham Eng lebih-lebih melengaknya! Bong Tiap te rtawa, sambil tertawa ia gayuh perahunya yang laju pesat, sesudah maju sampai be berapa puluh tumbak, sekonyong-konyong ia dengar suara ribut di sebelah depan, h ingga ia angkat kepalanya akan mengawasi. Di sebelah depan sana ada beberapa perahu nelayan dengan nelayan-nelayannya la gi menjaring, sedangnya begitu, sebuah perahu kecil, dengan digayuh keras, nyerb u antaraperahu-perahu nelayan itu, air jadi berombak keras dan muncrat ke atas. Itu ada suatu gangguan untuk tukang-tukang tangkap ikan itu, karena sekalipun ik an yang sudah masuk ke dalam jaring tentu pada lari kelu ar pula. Maka itu, nelaya n-nelayan itu jadi kaget dan gusar, hingga mereka mendamprat dan menegur pada or ang-orang di atas perahu kecil itu.€Nampak demikian, Bong Tiap dan Ham Eng turut m enjadi gusar. Soeko, mari kita ajar adat pada mereka itu! kata sang soemoay. Mereka tak dapat d iantap main gila di Kho Kee Po ini! Kenapa mereka ganggu itu kawanan nelayan? So eko, pergi kau lawan dia, aku nanti bersiap dengan Kim-tjhie-piauw! Lihat, merek a lagi mendatangi kemari, mari kitapegat! Selagi Ham Eng belum sahuti si nona, perahu di depan sudah datang dekat dan te rus melesat melewati perahu mereka, air muncrat tinggi, hjngga mengenai dua anak muda ini. Dalam murkahnya, Bong Tiap sudah lantas gunaigala gaetannya, akan sam-bar cart el kendaraan air orang, hingga perahu jadi tiba-tiba berhenti dengan tiba-tiba, sedang Ham Eng segera putar kemudinya untuk bikin kedua perahu jadi berhadapan. Di dalam perahu itu ada empat orang. Yang berdiri di muka ada seorang berumur tiga puluh lebih. Yang bercokol di buntut perahu ada si jurumudi, seorang muda u sia dua puluh lebih. Dua yang lain, lagi rebah dengan anteng di dalam perahu, ro -man mereka tidak kelihatan tegas, mereka seperti juga tak tahu bahwa telah terj adi suatuapa . Adalah orang. di kepala perahu, yang menjadi gusar. Eh, bocah-bocah cilik, apakah kau orang hendak cari mampus? dia membentak. Kalau kau orang hendak pelesiran, pergilah pulang dan pelesiran dengan soeniomu tapi j angan di sini kau orang cari malu untuk orang tuamu . Oh, orang-orang tidak tahu aturan! Ham Eng segera membaliki. Nanti tuan kecilmu a jar adat pada kau orang! Lekas angkat kaki dari Kho Kee Po ini, atau apabila tid ak, kepalannya tuan kecilmu ini nanti tidak kenal orang! Baik, aku justeru mau kenal kepalannya si tuan kecil! jawab orang itu, yang sege ra loncat ke perahunya dua anak muda itu, hingga perahu ini jadi goncang dan lim bung. Tapi Bong Tiap segera pentang kedua kakinya, ia menancap kuda-kuda hingga pera

€Maka Thie-lian-tj . Syukur Ham Eng pun awas dan cerdik. tidak heran apabila ia kena didesak Ham Eng dan kakinya si pemuda bi kin ia terpental. sebelah kakinya dimajukan. nyebur ke air. dengan sebat ia berkelit ke kanan . kau main senjata gelap!€Kau punya senjata rahasia. Melihat serangan itu.hu jadi diam. dengan begitu tenggorokannya luput dari bahaya. ia terus b erdiri mengawasi pemuda itu. tanpa berkata apa-apa. ia hendak ja mbak Ham Eng untuk diangkatdan dilemparkan ke muka air! Kelihatannya ia tak pand ang sama sekali bocah itu. tercebur ke dalam air! Byaar! demikian suara di muka air. Sampai.soeniomu a lah dikeluarkan dengan lagu suara menghina. ia kalah ulet dan cerdik. Dan hari ini. Kau hendak kenal tuan kecilmu. k etika serangan datang. ia mendamprat seraya tangannya diayun. perempuan tidak tahu malu! demikian terdengar cacian dari perahu lawan. untuk membetot dan melepas! Ini adalah suatu gerakan yang tidak disangka-sangka. sebagai orang perempuan. sia-sia saja ia coba berontak. gerakannya sangat gesit. maka itu orang menjadi ka get. kemudian baharulah ia berkata: Sahabat kecil. ia gunai tipu Soen tjhioe tjian oh atau Mengulur tangan menuntun kambi ng . orang itu buka kedua tangannya seraya pasang bhe-sie. Orang itu sampai untuk segera menerjang. dua ke kiri dan kanan! Serangan itu di luar sangkaan musuh. tapi baharu saja secara getas ia rubuhkan satu musuh. Lawan itu berlaku tenang. lalu dengan tidak kal ah sebatnya. ia jadi berani sekali. keduanya lantas saling menyerang. dengan gesit ia mendak. nanti kur ang tenaga.di situ. Aku juga ingin belajar kenal denganmu ! Habis kata begitu. maka tak dapat ia dipandang sebagai boca h yang kebanyakan. iamenjerit: Celaka aku! Dalam keadaan berbahaya bagi Ham Eng itu. sekarang kau telah b elajar kenal! . tahu-tahu tubuhnya telah terangkat dari pera hu dan terlempar. tidak tempo lagi ia buktikan janjinya€€untuk€€€membantu. ia geser sedikit sebelah kakinya ke samping depan. ia sebenarnya belum sempat tarik pulang kakinya. hingga ia jadi nyelundup di bawah tangan musuh. menanggapi lengan kanannya itu. Sejak tadi Bong Tiap mengawasi saja. karena Bong Tiap k embali perlihatkan kepandaiannya menggunai Kim-tjhie-piauw. sekarang€€€melihat€€€soe engnya terdesak. malah segera juga ia rasai tangannya itu jadi gemetaran dan kaku. hi ngga terlihatlah beberapa benda berkeredepan menyambar ke arah Tjoh Ham Eng. Tapi sebelum pemuda ini tutup mulutnya. Begitu lekas tangannya si pemuda sampa i. Ini orang tidak sembrono seperti yang pertama. kepandaian itu telah diuji. Ia kaget dan gerakannya€€turut jadi€€kendor karenanya. Ha-ha-ha-ha! Ham Eng tertawa. Itu ada kuda-kuda Kim Han tan tjiang atau Kaki kecil injak pelatok dan gerakan Lek to tjian kin atau Tenaga menekan seribu kati . dasar Ham Eng masih bungasa n. Kecerobohan orang itu adalah apa yang Ham Eng inginkan. apakah ak u tidak? Nah. kau sambutlah! ltuiah suara si pengemudi anak muda. kau li ehay juga! Adakah ini pelajaran yang kau dapat dari€€€soeniomu? €€€Perkataan€€. Sudah tidak mampu melawan. Ham Eng tidak kenal sikap orang itu. atau seorang lain sudah lon cat pula ke perahunya.€€€Ia keluarkan ti tang Kim-tjhie-piauw. ia lekas-lekas singkirkan ba haya dengan Tjhioe hoei pie pee atau Tangan mementil piepee . ia maju menyerang den gan tangan terbuka-dengan Tjin-pou Tjit-sen-tjiang atau Majukan tujuh bintang . tetapi sebat. tangannya telah jadi gatal. di luar kehendaknya sendiri. ia lantas nampak keteter. tak bergeming. ini kali ia gunai ti pu sambitan Lauw Hay say kim tjhie atau Lauw Hay menyebar uang emas . Sengaja Lioe Kiam Gim ajar kan kedua ilmu ini karena ia kuatir gadisnya. dengan cepat sekali ia menyerang ke arah tiga jurusan: Sat u ke tenggorokan. Nya ta ia sudah gunai Thie-lian-tjie atau biji terataf emas . sekonyong-konyong ada sambaran suara nyaring dan Thie-lian-tjie lantas meluruk jatuh ke muka air. hingga terdengarlah suara menyebur yang keras d ibarengi dengan muncratnya air muara! Ah. ap apula si nona menyerang dengan sebelah tangan. tapi Ham Eng ada satu puteranya satu ahli silat dan telah terpimpin baik oleh Lioe Kiam Gim ia sudah belajar enam atau tujuh tahun. akan tetapi lengan kirinya segera menjadi korban. jangannya dipakai menabas lengan Ham Eng. Dia muda. Ham Eng kaget bukan rriain. demikian pun anggotanya sebela h kanan. Sementara tangannya sendiri dipakai menangkap.

itulah tidak gampang! Mari kau orang maju berdua. perahu sedang mendatangi pesat sekali ke arah mereka. hingga semua piauw jatuh ke air. Maka sekarang. Tapi si orang tua itu gesit bagaikan ang in . dengan begitu serangannya jadi batal sendiri nya. Anak-anak. Bukankah mereka itu kalah satu datang€€€€satu? €€€€mengejek juga siapa kesudi an gunai senjata rahasia? Mereka mendahului tek pakai aturan t api sekarang mereka berani menegur kita. g esit luar biasa kaki kirinya melayang naik umpema kilat. Untuk layani dua bocah kenapa mesti paka i senjata rahasia? Si pengemudi muda lantas berdiarn. ia pun lompat maju. yang mengawasi dengan tajam. seperti soemoaynya. Selagi orang tua ini tertawa terbahak-bahak. Ham Eng jadi lega hatinya. hingga kaki kanannya dapat menyusul turua. itulah aturan atau keharusan di kalangan Kangouw. dengan mendadak kasih dengar suaranya yang keras dan nyaring umpama guruh: He. Mereka tidak kenal orang ini. harus malu sendiri. justeru orang lompat. si orang tua. Soemoay. yang sudah berkumpul pula di atas perahu mereka. sang soeheng. sesudah mana ia berdiri diam sambil tertawa berkakakan dan akhirnya kata: Ah! Tidak ada yang kena! . Ia. atas mana tak ampun lag i Ham Eng terdupak terpelanting ke muka air! Karena itu adalah tipu Wan yoh hoan twie atau tendangan Kaki burung wan-yoh salin g susul . aku tak nanti izinkan orang gunai sebelah saja dari senjata gelapnya! Ham Eng setujui itu tantangan. orang itu ada penumpang perahu biasa sajaatau dm hendak campur urusan o rang lain. agaknya heran atau tidak mengerti. tubuhnya berkelit berkelebatan. maka kembali ia menyerang dengan senjata rahasianya. Mereka mendu ga-duga. tangan kanannya membabat kedua kaki si orang tua. tidak ada celaannya benar-benar permainanmu itu! kata orang tua itu s ambil tertawa seraya urut-urut kumis-jenggotnya. ialah seorang tua umur kurang lebih lima puluh tahu n. kepalanya mirip dengan kep ala macan tutul. dan kau Nona.ie tidak mengenai sasarannya dan runtuh di tengah jalan. Ham Eng tidak puas dengan itu sikap€€€jumawa.€€€€yang€€€sangat m enteng kepadanya. lawan tua itu terlebih liehay daripada Ong Tjay Wat. dan Bong Tiap juga segera awasi orang yang baharu perlihatkan diri ini. Setelah perahu datang cukup dekat. Tapi. hanya kakinya yang kanan didahului dipaka i menendang mukanya Ham Eng! Ham Eng terperanjat. buat jadi orang-orang Kang-ouw tukang campur urusan lain orang. seperti tiga kawannya. hingga tubuh si orang tua bisa turun terus ke perahu. Bahwa paling tepat menyerang musuh selagi berlompat dan belum sempat taruh kaki. dia tidak berkelit untuk babatan itu. kau boleh keluarkan Kim -tjhie-piauw! Dari pihakku. kelihatan satu . kedua tangannya berpeluk tangan. tidak ada murid atau orang semacam ini. karena ia sangat puas bisa ejek B ong Tiap. Bong Tiap kaget berbareng gusar. hingga perahu itu sampai dengan luar biasa cepat. Di luar dugaan bocah ini. ia berkelit. Di antara suara tertawa orang tua itu lompat melesat ke perahunya Ham Eng. si apa sih? Mau apa kau datang kemari? . aka n hampirkan ini anak muda. Soehoe dan soehengnyajuga. matanya tajam. dalam Keluarga Lioe. hingga ia lupakan aturan Kang-ouw . Ia pun segera ingat keterangan gurunya berhubung sama pertempu rannya Kim Hoa. kedua matanya terbuka lebar dan sorot matanya tajam bercahaya. romannya keren. nona manis ini mund ur si orang tua tertawa berkakakan. akan tetapi. Di kepala perahu itu ada berdi ri seorang laki-laki umur kira-kira tiga puluh tahun. sikapnya keren. Tahan! Tahan! ia berseru berulang-ulang.cis! €_€€€Sekalipun demikian. lantas munculkan diri. Di pihak lawan sekarang orang anteng. bahwa siapa mau kerubutan. kau mundur! ia teriaki Bong Tiap. di dalam perahu. kaki kirinya segera m enginjak papan perahu. Ham Eng sudah lantas naik ke perahunya. Mereka tahu. diapun diam.€ Biar aku yang belajar kenal sama ini eng hiong tua! Bong Tiap menjebi. ia bersyukur. Si orang tua berhenti tertawa dengan tiba-tiba. Hanya melainkan dengan kepandaia nmu itu. memang sering omong perihal bertempur satu sama satu. dengan Ong Tjay Wat. mengawasi saja perahu yang lagi mendatangi itu. ia mengawasi orang yang baharu datang itu. mukanya berewokan lebat. kumis dan jenggotnya panjang.€Maka semua lantas mengawasi.

bagaimana? dia menegur. orang tua itu telah lihat tubuhnya d ari kepala sampai di kaki. dari pihak si penyerang. Belum pernah di kalangan Kang-ouw aku ketemu orang nganggur seperti L auwko ini. orang tua itu bergerak-gerak dalam ilmu silat Pak Pay. orang tua itu lantas saja kewalahan. t erserah kepada kau. Hingga orang tua itu jadi heran. kau hendak urus urusan di dunia! ia berseru. kenapa kau layani segala bocah cilik? Apakah mereka berlaku kurang ajar terhadap kau. Pek-kwa-tjiang dari Golongan Utara adalah ilmu piranti mendesak. Maka tidak perduli. orang sudah jenggotan? Eh. kau akan ketempelan baunya yang tidak sedap! Orang asing itu gusar. urusan itu tidak mengenai L auwko seorang luar. dari itu tak sudi aku bikin pakaianmu kecipratan air kotor d ari muara ini! Baik Lauwko kembali dengan perahu. ia sekarang jadi pihak sipembeladiri. kau sudi sudahi urusan ini atau tidak? Apakah kau tetap hendak perhinakan d ua bocah ini? Mukanya si orang tua jadi keren. perahunya si nona terlalu sempit untuk suatu pertempuran. campur-aduk permainannya. yang banyak menindas yang sedikit. tubuh siapa sud ah kebentrok keras dengan tubuh si orang asing! Orang tua itu segera gulingkan tubuhnya di atas perahu. Dan pada itu juga tercampurlagi dengan Tia m-hiat-hoat atau ilmu menotok jalannya darah. sedang si orang asing. romannya tenang. sedang si orang asing dari perahunya sendiri melesat ke perahunya si n ona. Coba omong terus ter ang. tak terlambat lagi. Orang asing itu tertawa dingin melihat si orang tua diam saja. rase kau tak dapat cekuk. Si orang asing turun ke perahunya Bong Tiap dengan tidak rubuh. aku kuatir. si tua Bangka ganggu si muda! Sahabat. baharu sekarang ia tertawa menyindir. Murid siapakah diaini? Bong Tiap juga awasi orang itu. entah di mana. hing ga sekarang ia berada bersama dalam perahu si tua itu! Malah dengan lantas. segera ia enjot bangun. hingga ia jadi terkejut. sembari tertawa tawar. dari itu. untuk lompat ke perahunya sendiri. ia loncat menyusul. Paling tinggi umumyabaharutiga puluh tahun tapi dia seperti keluaran latihan du a atau tiga puluh tahun . bagaimana dia liehay danberp engalaman. Aku telah lihat k au orang dari jauh-jauh! Eh.€€selang lima puluh gebrak kira-kira. malah dia ini mendahului sampai! Maka segeralah terdengar satu suara nyarin g di perahunya Bong Tiap. Baik jelaskan padamu. pilar orang tua ini. kapan ia lihat si orang tua pindah kendaraan air. kita ada punya urusan kita sendiri. Lauwko? Nanti aku bikin kau orang akur! Apakah kau tidak takut ditertawai orang Kang-ouw kalau kau layani segala bocah? Sejak tadi ia menegur. tangannya mainkan ilmu Pek-kwa-tjiang . bag aimana pikiranmu? Matanya€€si€€€orang tua€€jadi mendelik. Lauwko. k arena keinjak oleh tubuh yang besar dan berat dari si orang tua.Ia rupanya insy af. kedu anya sudah mulai saling menyerang. bisa b ersikap demikian. sekarang dia . Mendenga r€€€lagu€€€suaramu. Sikap itu mirip dan tidak mirip dengan sikapnya Kaum Thay Kek Pay tetapi sudah terang aneh seorang umur kurang-lebih tiga puluh tahun. Sahabat baik. kita bersedia akan turut segala perintahmu! Ucapan ini ditutup sama gerakan tubuh seperti kilat. c ara bagaimana seorang berumur kurang lebih tiga puluh tahun€€sudah punyakan semua ke pandaianmu. yang berkepala mirip macan tutul (pa-tjoe-tauw). Orang di kolong langit mesti campur tahu orang di kolong langit! jawabnya. Ada urusan apa maka kau orang bertempur di muka air? dia tanya. Oh. tahu-tahu si orang tua da ri perahunya Bong Tiap sudah mencelat tinggi. ia segera lihat caranya dia berdiri. aku larang sikuat perhinakan si lema h. papan perahu siapa. malah dingin. supaya selanjutnya kita menjad i sahabat. Aku me lainkan tahu toelai perbuatan tidak pantas. la rasa pernah l ihat orang ini tapi lupa. lantas terbelah. Nah.Orang itu berdiri sedakap di atas perahunya. Segera juga ternyata. kau seperti hendak campur tahu urusan kita ini! katanya. Lauwko. hendak berlompat ke perahu orang a sing itu. G olongan Utara. ia heran dan mengingat-ingat. aku tidak sangka. kapan ia telah enjot b angun. yaitu ilmu Thay Kek Pay teraduk dengan Sha-tjap-lak kim-na-hoat dari Golongan Eng Djiauw Boe n si Kuku Garuda dari Kwan-gwa dan Ban Seng Boen punya ilmu golok Ngo-houw toan-p ek-tjiang ialah Limaharimau merampas roh . bagian atasnya. Maka tidak perduli.

akan di lain saat. tak ampun lagi. maka pipinya itu kena terhajar. dilain pihak perutnya dibikin kempes dengan disedot keda lam. Sambil perdengarkan bentakan. dia ini gerakkan tangan kanannya untuk punahkan tangan musuh.berbalik kena didesak. AJkan tetapi orang asing itu lolos dari serangan. ke arah perahunya si orang tua. yang telah perlihatkan diri di dekat perahunya kediia anak muda itu. sesaat saja terdengarlah suara berisik. ia mengerti bahwa mereka terancam bahaya. Cepat sekali. di mana ia selulup. Mula dengan tangan kirinya dipakai membacok tangan kanannya itu orang asing. hingga dua antaranya mesti mandi pula! Orang€€€asing€€€itu€€€membik1 pembalasan untuk si pemuda dan si pemudi. kedua anak muda ini lihat orang telah saling kejar jauh sekali j araknyadari mereka. t ubuhnya jadi limbung. yang masih saja mengawasi mereka sesudah ma na. Pa tjoe-tauw atau si kepalan macan tutul telah mendesak lebih jauh dengan tang an kirinyakearah muka lawan. sekalipun demikian perut ini masih mendapat tekanan keras. mereka mesti kelit sana dan kelit sini. ia mencoba menyerang terlebih dahulu. ia selu lup dan menyundul perahu mereka. Maka empat orang tidak dikenal itu jadi repot. Si orang tua jadi sibuk. ia tampak pakaiannya basah dan t . sedang di depan mereka. tetapi tangan kiri ini ditarik turun dengan cepat. untuk ditempatkan di dalam perahunya. tubuhnya lantas terlenyap ke dalam air. hanya. adalah kepunyaan si orang€€sudah terbalik. Kepandaian berenangdan selulup si orang asing itu begitu liehay hingga musuhny a tidak dapat dekati padanya. disusul sama sambar an tangan kanannya ke arah pipi. Tujuannya ialah perutnya siorang tua. Kim-tjhie-pi auw siapa harus dimalui. sekony ong-konyong mereka dibikin terkejut dengan limbungnya perahu mereka yang tersund ul naik sebab diluar dugaan setelah siorang tua tercemplung kedalam air. Pulang! Lekas pulang ! katanya pada Ham Eng dan Bong Tiap. kemudian sambil serukan: Lekas kau orang pergi pulang! Ia sendiri segera terjun ke air. hingga. ia silam. untuk bantu si orang asing yang jadi pembela mer eka. ia tetap terdesak. ke perahun ya sendiri. dari itu terpaksa ia mesti melakukan penjagaan saja. dalam gerakan Tiam-tjoe-twie atau Tusukan pahat . terbalik dan karam. tubuh itu terpental. Di saat kedua anak muda itu hampir terjerunuk ke muka air karena mereka tidak bisa pertahankan diri lebih lama. Karena perahunya si orang tua telah disundul naik. kalau ken ya dua anak muda ini tidak samPa karam. atas mana. Angin keras! Berhenti! si orang tua segera berseru. sudah di situ ada kedua anak muda. karena ia me lesat tiga . hingga tiga orang di dalam perahu itu. Si orang asing muncul di muka air. Ternyata ia bikin perlawanan di dalam air. kecebur ke mu ka air! Hingga air menerbitkan suara berisik dan muncrat tinggi dan lebar! Selagi Ham Eng dan Bong Tiap kagum menyaksikan pertempuran dahsyat itu. k lu dengan masing-masing sebelah tangannya. Seka lipun demikian. malah beberapa nelayan muda lantas saja me nimpuk dengan tempuling mereka.tumbak jauhnya. o rang asing itu mengancam dengan kaki kanannya disusul dengan sambaran tangan kan an. dia kalah gesit. Ia pun segera mendahului. tiba-tiba si orang asing lompat pada mereka. Untuk layan i si orang asing saja ada sukar. dia orang itu ada mendongkol karena tadi mereka sudah diganggu oleh empa t orang yang tidak dikenal orang itu. tercebur ke dalam air. ia angkat mereka melompat. akan menghilang pergi. hingga tiga kawan nya lantas susul padanya. juga sekarang ada nelayan-nelayan itu dengan tempulingn ya. untuk menggencet tangan kiri m usuh itu. Itu waktu sejumlah perahu nelayan telah mendatangi mereka lagi bertarung di mu ka air. orang tua itu bikin gerakan hingga air menyambar si orang asing. akan selulup. di antara muncra tnya air. karena lawan itu agaknya tidak sudi mengasih kelonggaran padanya. ia muncul d i dekat si orang tua. Itu berarti bahwa bahaya lagi mengancam mereka. Ham Eng merasakan dirinya seperti lagi mimpi. dari itu ketika disusul dengan satu dorongan pada tubuhnya. dalam bahasa rahasianya orang Karig-ouw. kaum Sungai-telaga.€Dia ini gerakkan dua-dua tangan kiri dan kanannya secara heba t. sebagai layangan putus. Se kali ini orang tua itu tak sempat menangkis pula. Orang tua itu gerakkan kedua tangannya ke atas. air lantas jadi tenang pula.

Kalau bukan mereka. berewokan. hingga ia lupa bahwa ayahnya justeru s eorang guru silat yangliehay! Dan yang aneh. mari lekas pulang! kata djie-soeheng itu. si nona lantas minta keterangan. soeheng yang kedua itu kemudian kata. . Nyonya itu berdiam pula. entahlah lagu suara mana. sambil ngoceh sendirinya: Oh. Siapa mereka. Ia agaknya bersangsi. si nona lantas minta keterangan. yang terus tuturkan kejadian barusan. siapa lagi? sahut sang soebo sambil manggut. Anak. aku juga dapat kunjungan tetamu yang tidak d iundang. Bong Tiap dengan bernafsu puji orang asing itu. boegeenya. sebelumnya siap denga n barang daharan. tetapi lagu suaranya. € Aku hendak duga seseorang. Tapi mereka yang ganggu kau orang. Kalau bukan mereka.€ Hoo-pak atau Shoatang? € Apakah Ibu kenal orang itu? Bong Tiap balik tanya. Kau tidak tahu. Ham Eng menyahut. Apakah mereka ada Ong Tjay Wat dan persaudaraan Lo? Tjin Kong turut tanya sebelu m guru perempuannya sahuti si nona. gerak-gerakannya mirip dengan apa yang Ayah dan Ibu ajarkan kepadaku Thay Kek Pay kecampur Ban Seng Boen . aku tahu asal-usulnya mereka. Perihal ini perlu segera diberita hukan pada Soebo! Tiba-tiba: Bong Tiap! Bong Tiap! Ham Eng! Ham Eng! Itulah suara sang soebo atau Lioe Toanio. Ibu? Bong Tiap tanya. Ah. aku juga dapat kunjungan tetamu yang tidak d iundang . Lioe Toanio berdiam. sahut Ham Eng.ubuhnya merasa dingin. pergi kau layani saudaramu ini. bikin aku sangsi. selagi kau bertempur di muara. man ikut aku! Sampai di situ. rasa-rasanya dia bicara dengan lagu suaran ya si saudagar djinsom dari Kwan-gwa yang duluan datang beli djinsom dari Ayah . Dia bukan berlidah Shoatang at au Hoo-pak. Aku hendak duga seseorang. ia seperti ingat suatu apa.€ Tentu kau telah dibikin kecebur! Li hat. yang ia kat akan kepandaiannya ia belum pernah lihat. Ham Eng. lekas kau pakai obat gosok! Tjin Kong. Lioe Toanio tidak lantas jawab puterinya. Lioe Toanio suruh anak dan muridnya ulangi penuturan mereka ya ng jelas. Dia bukan berlidah Shoatang ata u Hoo-pak.. boegeenya. Soeheng. ka tanya. Hoo-pak atau Shoatang? Apakah Ibu kenal orang itu? Bong Tiap balik tanya. maka segera Bong Tiap menyahuti: Ibu! Ibu. Kau tidak tahu. Nyonya itu berdiam pula.celanamu pecah! Apakau kau tidak terluka? Benar. tapi lekas ia pegang kemudi. Apakah mereka ada Ong Tjay Wat dan persaudaraan Lo? Tjin Kong turut tanya sebelu m guru perempuannya sahuti si nona. selagi kau bertempur di muara. Had sudah fnulai sore. Kau kenapa? Kenapa kau nyebur ke air? Hebat. Ya! Ham Eng menyahuti.€Yang terutama menarik adalah halny a si orang asing dengan kepala sepert i kepalamacan tutul. Bong Tiap manggut la pun kuatir ibunya meng-harap-harap . rasa-rasanya dia bicara dengan lagu suarany a si saudagar djinsom dari Kwan-gwa yang duluan datang beli djinsom dari Ayah . Ibu? Bong Tiap tanya. Bong Tiap dan Ham Eng terkejut. kau bertempur di air? nyonya guru itu kata. orang telah permainkan kita! . Tapi mereka yang ganggu kau orang. seraya terus tuturkan kejadian tadi. Dan ia bicara dengan lidah apa? tanyanya kemudian. Siapa mereka. orang berkepala mirip macan tutul. kata si nona akhirnya. Ibu. Sekarang marilah pulang!€Kau mesti lekas salin pa kaian. Anak! Lioe Toanio berkata. bikin aku sangsi. berempat mereka pulang. Ia kenali suara dari dji-soehengnya. umurnya kurang lebih tiga puluh tahun! . Soebo. Anak. Ah. M ari kita lekas pulang! katanya pada Bong Tiap. Adalah di rumah. Bong Tiap dan Ham Eng terkejut. kat anya. tetapi lagu suaranya. Cukup. atau kalau kau terluka. aku tahu asal-usulnya mereka. Anak. entahlah lagu suara mana. ia berpikir. Selagi mendekati pinggiran. tanyanya kemu dian. Kalau b egitu. Kau. ia hanya awasi Ham Eng. dua anak muda ini segera dengar suara panggilan: Bo ng Tiap! Bong Tiap! Ham Eng! Ham Eng! Dan suara itu seperti suara mendesak. siapa lagi? sahut sang soebo sambil manggut. akan gayuh perahunya pergi.

Biasanyajarang ia mampir pada Lioe Toanio. dan Lauw Tian Peng serta puterinya telah lantas dapat semangat baru. karena mana iapun jadi kenal Lioe Kiam Gim dan akhirnya jadi menikah.€Selagi mereka mandi keringat. yang terus bacakan surat yang ia maksudkan itu. ia tanya ini dan itu dengan ge mbira. Hormat. mereka b isa terns bikin perlawanan. Lioe Toa nio ada manis budi. hanya dengan belakang madapi belakang. Begini bunyinya: Kauwsoe Lioe Kiam Gim. Toanio kaget menerima surat itu. Dia telah dapat warisan ilmu silat keluarganya dan sering ikut ayahnya meranta u. tapi Siauw Sam. telah menentang kita kaum Kang-ouw. Dia ada gadis tunggal yang disayangi dari Kauwsoe Lauw Tian Peng. Itu adalah kejadian pada dua puluh tahun yang lampau. tenaga . Mereka ada yang tua ada yang muda. kita ajar sedikit adat padanya. maka itu di Djiat-hoo. aku akan bikin merek a tidak kecewa! Habis itu. sedang dengan Koan Ie Tjeng. mereka saksikan sekawanan berandal lag i begal serombongan saudagar. Tetamu macam apakah orang itu? ia tanya Siauw Sam. Dengan orang asing ini menyerang dari luar perhatian berandal jadi terpec ah. dia malah satu bocah ialah Ong Siauw Sam. romb ongan berandal itu ada liehay. tetangganya LioeToanio. Ketua dari Ban Seng Boen di Poo-teng. yang bekerja di sebuah warung arak kecil di Kim-kee-tin. Juga Loo-kee Soe Houw tak dapat lupai budi pengajaran pada dua puluh tahun yan g lampau. Biasanya bocah ini pulang setiap te ngah bulan dengan menenteng sedikit oleh-oleh untuk ibunya. Ia ambil pihaknya itu ayah dan anak. Apa mau. setelah aku kata kenal. ia turut pergi ke Hauw-gie di Shaosay. Kabamya Kauwsoe niat campur tahu urusan ini. suami-isteri! Soeteemu. dari itu kita telah dikirim untuk datangi kau orang. terutama lima antaranya. karena ia berbakti. Ketua dari Golongan Ahli Silat Ban Seng Boen. mereka tolongi kawanan saudagar itu. Lekas sekali jalannya pertempuran jadi be rubah. atau ancaman bencana akan jadi terlebih hebat. Demikian Lioe Toanio. terus menulis surat dan ia minta aku yan g sampaikan. Em pat Harimau Keluarga Lo. setelah menjawab beberapa pertanyaan dengan ringkas lanta s bilang: Toanio. ia serahkan surat itu. ia kagum melihat In Giok punya permainan golok Ban Seng Boe n. Dan lantas. ada satu tetamu yang minta aku sekalian sampaikan sepucuk surat untuk kau. Mereka kena terkurung hi ngga sukar mereka loloskan diri. Lo Toa Houw Ong Tjay Wat. kalau tidak ada Loo-soehoe sendiri. Itulah s urat yang ringkas-terang dan kasar. sampai besok malam. Teng Kiam Beng. Dia berusia kira-kira tiga puluh tahun. biarlah kepa ndaian kita yang nanti memberi putusan. Hoo-pak. Lioe Toanio lantas tuturkan permusuhannya sama Loo-kee Soe Houw. Selagi lewat di Djie-tjoe. Begitu pada suatu hari. dan kaget setelah membacanya. sembari minum arak mereka tanya aku ken al atau tidak pada Lioe Loo-kauwsoe. hingga kita jadi tidak puas. Ia tahu apa arti nya pertempuran itu. ia tempel pembes ar negeri. dkk Mefeka ada kawanan tidak tahu mampus! kataLioeToanio kemudian dengan sengit Kiam G im tidak ada di rumah tapi aku bersedia akan sambut mereka. baharu berumur dua puluh dua tahun. seorang tua di anta ranya lantas minta kertas. tapi kali ini ia berkunjung. Besok sore jam Hay-sie. hunus pe dangnya ceburkan diri dalam pertempuran itu. Tak usah kita orang banyak bicara. akan sambangi suatu sahabat. kita menantikan di dalam rimba pohon lioe di depan rumahmu! Jangan kau orang ajak-ajak Sam-boen djin-ma. mereka pun datang untuk sekalian membalas budi ini! Nah. Ketika itu Lioe Toanio a tau Nona Lauw In Giok. Kau orang pasti mengerti aturan kita kaum Kang-ouw. Satu penunggang kuda kabur mendatangi. Siauw Sam kasih keter angan. Maka tidak tempo lagi ia loncat turun turun dan kudanya. boleh pada Toanio. ia girang menerima bocah itu. pit dan bak.Tetamu tidak diundang itu bukannya suatu ahli silat. dia menggendol satu pauwhok kecil serta pedang di pinggangnya. anak tunggal dari OngToa-ma. datanglah bala-bantuan y ang tidak disangka-sangka. Kemarin kita kedatangan tetamu-tetamu dari satu rombongan. i a kenal balik.

Katanya Empat Harimau itu kabur ke Djiat-hoo di mana mereka umpetkan diri. nyonya ini sudah b isa dibikin terpatek di situ ia menjadi gusar! Jadi nyata dugaannya. kalau perlu. seumumya. Kiam Gim dan isterinya tinggal menetap di Kho Kee Po. pernah mereka satrukante ntara negeri. ha nya segera ia hampirkan penolongnya. mak a satu kali terlepas dari kurungan. ia candak satu. Kemudian Kiam Gim dan In Giok dapat tahu. belum pernah ia tampak kekalaha n. karena Harimau Ketiga. gadisnya justeru berbuat demikian. kau kejam sekali! Selama masih hidup. juga lima pem impin mereka segera turut angkat kaki. maka itu ia tidak sangka. untuk haturkan terima kasihnya yang hangat. tahu-tahu mereka bersara ng di gunung di Djie-tjoe ini menjadi berandal pula. kepada rumahnya Itulah berbahaya! Di sebelah kekuatiran nya. Lo-kee Ngo Houw sudah berubah menjadi Lo-kee Soe Houw. apa mau ia sudah terlambat. mengganggu kaum saudagar pelancongan dan memeras rakyat. Untuk ini mereka berikan satu tanda rahas ia. Dan Ketua Ban Seng Boen ini juga kenal Thay Kek Teng. bahwa mereka sebenarnya bemaung dalam Keraton Sin-tek-kiong menjadi pahlawannya Kaisar Boan. Lo Sam Houw. Ini adala h atas kehendak Lauw Tian Peng. Mulai dari kaburnya kawanan liauwlo. Itu waktu Tian Peng telah da pat tahu. Loo-kee Ngo Houw akan ingat baik-baik budi kebaikan ini! . In Giok pun telah membarengi dengan tendangannya pada dada orang itu. belakangan mereka pindah ke Utara. kapan ia telah loncat menyambar sama goloknya. malah selagi tubuh orang sempoyongan henda k rubuh. Tian Peng lantas jodohkan puterinya pada pemuda ini. jago ini tak sesalkan puterinya lebih lama. jiwanya tak tertolong dari luka hilang sebelah lengannya dan dadanya tertendang sepatu besi. supaya ayah ini atau mertua ini. bahwa Lauw Tian Peng ada terhit ung angkatan terlebih tua. Karena perkenalan ini.mereka tambah dengan seKejab. Lauw Tian Peng. sebab dia adalah paman jauh dari Koan Ie Tjeng. belum pernah sudi lukai orang secara hebat. sekarang ia kena didesak. hanya entah kenapa. sebelah lengannya putus dan jatu h ke tanah! Lauw Tian Peng lihat puterinya kejar musuh. Tapi. sedang salah satu musuh. yang lari paling belakang. tidak heran ia ada sangat mendongkol dan gusar. Rupanya musuh tukar siasal setelah dapat kenyataan. dan pernah pamannya. di satu pihak jadi kuatirkan Bong Tiap dan rumahnya. tetapi Tian Peng t ak ketahui. hingga selanjutnya. hingga tidaklah heran kalau ilmu goloknya liehay sekali. sudah binasa. ia insyaf bahayanya akan be rtempur lebih lama pula. Nyata penolong itu murid kepala dari Thay Kek Teng ialah Lioe Kiam Gim. bahwa Lo-kee Ngo Houw. ia merantau untuk pesiar. di lain pihak. siapa tahu. Nona Lauw ikuti ayahnya sejak umur enam belas. Dua puluh satu tahun lamanya Lioe Kiam Gim tinggal di Kho Kee€€persaudaraan Lo jug a berlatih terus. musuh sudah kena dibacok. ia umbar nafsu amarahnya. Kenapa kau kej ar musuh dan kutungi juga sebelah tangannya? Kau tahu hebatnya kaum Kang-ouw dan bahwa musuh tak dapat ditanam bibit permusuhannya! Memang. Kiam Gim pun jadi tahu. karena hal sudah terjadi. Bocah! Tian Pengsesalkan anaknya dia bukannya gusar pada musuh. ia ketemu sama Lauw Tian Peng. sehingga musuh dapat kesempatan akan panggul pergi Kawannya yang terluka. ia tel ah bantui jago ini dan justeru Nona Lauw In Giok masih merdeka. musuh itu bingung dan menjerit. musuh menga rah dua tujuan kepada ia sendiri. ke arah rumahnya. Ia kejar lima musu hnya. ialah suitan mulut. bi sa lindungi keselamatan mereka dari gangguan musuh. Kemudian lagi. Baharu sekarang n yonya mi berpikir untuk tidak ngotot melayani terus. gurunya. berdua mereka menjadi s uami-isteri. Tatkala itu Lioe Kiam Gim baharu habis berpisahan dengan soeteenya Teng Kiam B eng. hingga dengan he . adalah persaudaraan berandal yang mengacau di Soe-tjoan B arat dan sekitarnya. atau Lima Har imau dari Keluarga Lo. hingga me reka diterima menakluk oleh negeri. bukan kepalang gusarnya Lioe Toanio. Ah. korbannya In Giok. hingga sekarang Toa Houw jadi liehay begini. sambil lari dengan mata melotot. berseru: Nona. ia takut semua musuh nanti turun tangan Bagaimana la bisa melawan ka lau mereka meluruk semua? Sekonyong-konyong Lioe Toanio dengar tindakan kaki yang berlari-lari. s edang sepatunya berujung besi! Tian Peng sambar anaknya untuk ditarik mundur. iahendakmencegah.

malah ujung pedangnya sudah ancam bebok ongnya musuh. ia barengi berlompat tinggi akan lewati kepalanya T jay Wat. Kegesitannya sudah ternyata selama ia kelit tiga batang Kim-tjhie-piauw dari Lio e Bong Tiap. guna singkirkan kedua musuhnya.bat ia menyerang. Benar iaberhasil loncati Ong Tj ay Wat. aku akan adu jiwakul demikian teriakannya. Maka di lain saat. mereka tidak garang lagi seperti semuia. apa pula manusia. saban-saban senjata itu mencoba akan keprak terlepas goloknya si nyonya atau ujungnya mencari jalan darah. tapi ia tidak sepandai Bong Tiap dengan piauwnya. Hanya. dua-dua macam serangan akan bikin nyonya itu tidak berda ya. yang bisa menyusul. inilah sulit. hingga ia rnesu* layani mereka ini. Pegat dial Pegat dia! Toa Houw berseru dengan kaget kapan ia tampak musuh hendak kabur dengan tangan berketel-ketel darah. Apabila berhasil. ia berjongkok akan jumput tumbaknya. untuk bokong si nyonya. Maka itu. Lo Toa Houw tidak takut. mereka me sti main mundur apabila mereka tidak mau jadi korban golok. ia sudah terkurung pula. Ong Tjay Wat mendesak tidak kurang serunya. tetapi dalam keng-kong-soet. duri besinya itu tidak mendatangkan hasil. tetapi hatinya. Ong Tjay Wat tidak sangka orang bisa loncati dia.€Oleh karena mereka sudah terluka. saban-saban ia tertawa terbahak-bahak. Ia keluarkan serangannya Pwee lak Tjap sie afau delapan kali delapan jadi cnam pul uh empat bacokan dan tikaman. Hanya untuk loloskan dir i. untuk tarik pulang. Dalam boegee. Dengan Peh tjoe tjoet tong atau Ular putih kelua r dan guha . Mereka mi adalah yang pernah tempur Ham Eng dan Bong Tiap di tengah mua ra Boegee mereka tidak rendah. mereka ini merangs ek pula. Dua pemegat dari Lioe Toanio ada berumur masing-masing dua puluh dan tiga pulu h tahun. Bagus! Nyonya Lioe Kiam Gim berseru kapan ia saksikan cara menyerang orang itu. si nyonya lag i lagi kena dirongrong oleh Ong Tjay Wat yang licik. Dua-dua Toa Houw dan Ngo Houw sudah bebat luka-luka mereka. jeriji mania dari tangan kanannya telah ken a terbabat Ikuturtg. Maka ia lantas berlompat akan susul nyonya itu. ia kalah daripad a Lo Toa Houw. Sekarang Lo Toa Houw pun kena ditinggal si nyonya. satu ibu? Baik. Ayo! berseru Lo Toa Houw. sekalipun berkelahi. kau orang bikin rusak kaum Kang-ouw! Kau orang boleh satrukan aku. akan terjang pula padanya. Ia pun segera mcnegur Oh. ia menang jauh. Cuma dengan pelahan-lahan. tapi menghadapi istermya Lioe Kiam Gim. Dua orang yang memegat sedikit ketinggalan di belakang. yang mudaan lantas kel uarkan Thie-lian-tjte. Dugaanmu tepat! Inilah maks udku. Toanio lihat orang mundur. uiilah tindakanku! Aku justeru hendak menghina anak daramu! Apa kau mau? H utang darah dua puluh tahun rnesu dilunaskan berikut bunga! Toanio bisa tertawa nyaring. hingga ia dapat candak musuhnya. Kalau ayam biang sangat sayangi anaknya. ia mainkan tumbaknya dcngan sempuma akan menghalau se suatu serangan. Toanio tidak terdesak sebagai tadi. . orang-orang tak punya muka. Ia anggap sial-dangkalan diloncati orang perempuan ia percaya benar akan tahayul . untuk men otok. Ada sulit untuk Lioe Toanio menyingkir pulang. dua musuh pegat ia dengan babat an golok mereka masing-masing. Orang Heng Ie Pay ini jadi dapat angin karena berkawan dengan toako dari Keluarga Lo. dikepung berempat. kenapa kau orang juga arah rumahku? Ha-ha-ha! Lo Toa Houw menyambutnya dengan berkakakan. Ia bisa berbuat begini karena larinya yang pesat. melainkan dia yang tahu sendiri. Tjay Wat sudah sampai di belakangnya. ilmu entengi tubuh. selama itu. sedang di seb elahnya. akan tetapi. dapat ia mendekati bahagian luar dar i rimba itu. Sekarang Toa Houw majui tangan kirinya di muka. tapi tidak urung ia kalah gesit. Tumbaknya Lo Toa Houw jadi liehay sekali. Ia tidak takut. hingga tinggal Ong Tjay Wat yang larinya pesat. hingga ia merasakan saktt dan kaget sampai ia bikin terlepa s tumbaknya itu. ia mendesak terus. Ia baharu lew at tiga jurus. baharu kakinya injak tanah. yang terpaksa musti mundur seraya tarik pulang tumbakn ya. dia jadi sangat mendongko!. yang senantiasa kecampuran ilmu-ilmu tikaman Thay-kek-kiam. ia mencoba babat jeriji tanganorang yang mencekal pedang. Ia segera menyerang seperti kal ap dengan goloknya.

untuk menabas kutung lengannya si nyonya gagah. ke arah tenggorokan. yang sudah la ntas sampai di dekat orang yang mencoba rintangi Lioe Toanio itu. sampai si nyonya limbung! Ba iknya ia cerdik. dengan begitu. Itu waktu Lauw In Giok sudah bisa lihat tegas orang ini. Ia lantas mengerti. Di sana asap menggulung naik. sebab orang toh di bahasakan djieko . Ia telah memburu dan mencandak lawan. ia tidak segesit ilmunya entengi tubuh atau l ari pesat. Justcru itu. Ini ada suatu gerakan yang liehay . akan lompat jauh. Eh. ia terpaksa mundur. ia menangkis serangan. hanya ket ika golok mendatangi. sampai setumbak lebih. matan ya menjadi merah. lalu sambil putar sedikit tubuh. Oag Tjay Wat lihat serang an musuh. guna lampiaskan kesengitannya. Tjay Wat jadi terluput dari bahaya. Lauw In Giok tidak tabu musuh hendak berbuat apa. Musuh di depan itu. dari seorang yang To a Houw. ia menikam balik. malah dengan tidak mengucap suatu apa. begitupun semua kawannya dia ini.€Ia gunai Hon g hong tian tjie atau Burung hong pentang sayap . tah u-tahu pedangnya dari atas membacok ke bawah. seiagi ia berlari pulang. tidak gentar dengan itu babatan. O rang tua itu hunjuk sikap jumawa. Lioe Toanio menjadi sibuk kapan ia dapat kenyataan musuh tak dapat didesak. Orang tua ini adalah orang yang sarankan akan pancing keluar pada Lioe Toanio sambil berbarengdi lain pihak satroni orang punya rumah. musuh pun menukar siasat. Toa Houw telah berdiri di dampingnya. Lioe Toanio tidak sangka musuh ada demikian liehay. Ia masih menduga-du ga apa maksudnyajeritan musuh barusan. sebagai jago betina dari Ban Sen g Boen. Melawan mi perempuan busuk. Cepat sekali. Tahan! Kau hendak lari kemana? sekonyong-konyong€€suara membentak di depannya Lioe T oanio. ia bikin golok lawannya jadi tidak berd aya. maka itu. tanpa ay al lagi. ja ngan kata dikalahkan. ia segera maju menyerang dengan golok Toan-boen-toonya. Adal ah di sini. dari mana ia bi sa memandang ke rumahnya. untuk sedetik. yang membentak. dia suruh jago s he Lo itu mundur. Pedangnya. Sin-tek Lie-kiohg. Suara itu ada suara dalam. tan pa buka suara lagi. orang ini ada seorang tua yang tubuhnya jangkung dan kurus sedang sepasang matanya ada bersorot tajam. dengan mata itu ia diawasi . hanya sayang. mengelakkan sesuatu b acokan atau babatan. akan ba smi musuh. dari itu. k enapa mesa pakai banyak orang? demikian suaranya. scmbari putar tubuh dan goloknya di depan dada. yang bersenjatakan se batang pedang panjang la tadinya menyangka pada Lo Djie Houw.Ia insyaf apa artinya itu. Ia terkesiap hatinya. bersama orang-orangnya. api telah berkobar. Ingin ia bisa terbang. ia lekas tarik pulang golo knya. i a berlaku aval. tidak urung kedua senjata telah beradu keras. dari belakang. Dengan tenang. ia merasa terhina oleh sikap musuh tidak dikenal itu. teriaki: Djieko. terutama karena dia sudah mulai lelah. Ia menduga pada serangan mu suh. seiagi dia in i keluarkan keringat dingin saking kaget. dengan berat tetapi sebat.Kalau Lo Toa Houw ada ja di pahlawan keraton peristirahatan kaisar di Sin-tek. Berbareng dengan satu seruan. Rata! Maju! Maju! demikian tiba-tiba Lo Toa Houw berseru-seru seraya tumbaknya d ipakai menangkis goloknya si nyonya. awas! Pegat itu perempuan busuk! Toanio gusar. Selekasnyaberada di luar. dia ada lah pahlawan istimewa dari Keraton Kerajaan Tjeng. kenapa tidak segera turun tangan? menegur Lo Toa Houw. yang meminta kegesitan.Lioe Toanio dengar angin menyambar di belakangnya. tetapi dengan sungguh-sungguh. tiba-tiba ia gcscr tubuhnya seraya tangannya bergcrak. tetapi scpcrt i orang di bawah pengaruh. karena itu. ia berdin diam saja. Dengan caranya ini. ia kaget bukan main. orang tua itu mulai dengan ran . Dengan tiha-tiba ia loncat nyamping€€kakinya menahan. Mundur! Mundur Mukanya Lo Toa Houw menjadi merah. Musuh itu benar-benar liehay. satu tanda ia ada mendongkol. ia lantas mengawasi musuh itu. ia hendak menangkis. ia bukan lagi hadapi orang sebangsa Persaudaraan Lo itu. segera ia terusi. waktu Lo Toa Houw dekati dia. mengawasi ke depan. Djieko. daiam h al mainkan senjata ia kalah eesit. Lioe Toanio sudah lari sampai di iuar rimba. akan segera sampai di rumahnya. yang katak. tidak tahunya. Sekarang tak dapat Lioe Toanio menahan sabar. meskipun belum besar. ia maju membabat tangan musuh.

melihat datangnya serangan gela p. sesudah gagal dengan desakannya. sadari tadi ia memang nonton saja. tanpa merasa lagi. beberapa ekor anak kelinci ini serahkanlah kepada muridmu! Silakan Soen . hingga ia lupa bahwa ia seharusnya lekas pulang. maka sekarang. hanya sekarang ia pakai tipu pukulan toya Houw-bwee-koen atau Ekor Harimau . selagi ia lewati si nyonya. hatinya terkesiap. ia dapat ketika untuk egos tubuh. cepa t sekali. ia rubuh terguling! Oh. yang bersinar laksana perak. yang heran berbareng gi rang ketika ia telah lihat rupanya bayangan itu. mak a untuk tolong diri. yang menjadi tuan penolongnya. ia masih dapat hindarkan diri dari ba haya maut. ia sekarang dibikin repot dengan rangsekan musuh. bcrbareng dengan mana. dengan ti ba-tiba ia gunai serangan Koay niauw hoa in atau Burung ajaib membalik mega . Orang yang tolong dia adalah orang yang dia tidak pernah sangka-sangka. tangannya yang menceka l golok. maka sekarang. Sudah terang. Lioe Toanio berlaku nekat. Sang lawan lagi mainkan tipu tikaman Loo souw hie kirn atau Orang tua mcncntcng k irn kctika si Nyonya Lioe menyerang secara dcmikian mendadak dan hebat. Satu k ali saja ia dapat menikam. golok cuma lewat di atas pundaknya. Dalam saat berbahaya bagi Lauw In Giok itu. walaupun ia sudah lelah. untuk ulangi serangannya selagi si nyonya sudah tidak berdaya j itu. akan habislah lelakon hidupnya jago perempuan itu. ke kiri dan kanan. . ia menahan napas. hingga ia luput dari bahaya. Ketika tadi ia habis menyerang. ia pertahankan ambekannya. Lo Toa Houw sementara itu jadi berada dekat dengan nyonya ini. dengan sabar ia mundur. dengan tipu. Ia menjadi berdiri tercengang. Ia tidak kena tertikam tetapi ia telah terbentur. dengan sekony ong-konyong ia loncat pada nyonya itu sambil teruskan menyerang dengan tumbaknya . akan elakkan sesuatu sen jata rahasia itu. totokan j alan darah. kepandaian antara dua musuh ini tidak beda seberapa. yang kabarnya sudah pergi ke Liau w-tong dan kemudian tidak ada kabar ceritanya lagi ialah murid kepala dari Lioe Kiam Gim murid yang diterima di Poo-teng pada lebih daripada dua puluh tahun yang lalu. Seranganny a itu adalah yang dibilang hebat bagaikan turunnya hujan besar. ia menuding pada musuhnya. kiranya kau! demikian teriakannya Lioe Toanio. ia tak dapat berkelit lagi. hingga segeraiah nienyusui mclesatnya golok itu. lalu dengan pedangnya itu. dari itu ia segera maju p ula. pcdangnya itu ia serodoti maju. ia mencelat€€mundur dua€€tindak. Puas sekali hatinya Lo Toa Houw dengan hasilnya itu. tahu-tahu ia su dah sampai pada si orang she Lo. ia tetap tenang. ia segera balas menyerang dengen beberapa biji senjata rahasiany a Tok-tjie-leeyang beracun. tiba-tiba satu bayangan loncat meles at dari samping. Bukan kepalang kagetnya Lioe Toanio. ia gelagapan. ia menyambit musuh dengan golok! Musuh tua itu kelihatan terkejut. kecuali menikam. Rupanya bayangan itu datang dari tegalan. Selagi terdesak. pedangnya mainkan ilmu Tat Mo Kiam-hoat dari Siong Yang Pay. untuk ujungnya yang tajam me nikam tenggorokan lawan! Lioe Toanio insyaf pada bahaya. hingga akhirnya. Lauw In Giok telah tcrusi loncat pu la. ia lantas merasai€€tubuhnya j adi€€sedikit gemetaran dan beku . Ia puta r goloknya dan membabat. Tapi ia mendongkol karena serangan yang hebat itu. matanya bersinar. dari itu. tangannya menyambar kepala orang. terayun. musuh ini mengguna i siasat yang bermula ia kasih dirinya didesak dan baharu sekarang ia lakukan se rangan membalas Dalam ancaman lawan itu. dengan sendirinya.€Tipu puk ulan ini. Soenio. pun bisa mengetok jalan dengan t iam-h iat.gsekannya. Law Boe Wie hunus pedang panjangnya. Tidaklah aneh jikalau Nyonya Lioe Kiam Gim menjadi bagaikan dipagut ular itu. Yaitu Law Boe Wie! Dengan terbitkan satu suara nyaring. ia jadi telah pisahkan diri enam-tujuh tumbak dari musuh itu. hanya yang heb at bagi Lauw In Giok adalah dia sudah letih. tetapi tanpa ketahuan . untuk tengok rumahnya. melihat ada ketikanya. sebab ia ini adalah orang yang sudah meninggalkan rumahnya hampir sepuluh tahun lamanya. Bayangan itu melesat bagaikan burung. Dan sesuatu tusu kan senantiasa mengarah bahagian anggota-anggota yang berbahaya! Sebenamya. Anak. akan tetapi dia pun bisa l ompat mundur dengan tidak kurang gesitnya. Lo Toa Houw tertegun. pcdangnya yang panjang dipakai merapati golok mu suh. silat Soen soei twie tjouw atau Menolak pcrahu deng an ikuti aliran air . enteng dan cepat sekali. Sebab ia tela b berlaku nekat. scsudah mana.

Muridku. dan sekar ang. ia dapati bayangan ini tak di bawahnyaTeng Kiam Beng itu. Jangan kuatir. ia mengawasi dengan tajam. sebelum si orang tua sempat datang padanya. yang tadi ia pakai menyambit musuhnya . sekctika juga. bagai mana Lioe Kiam Gim mcmpunyai murid liehay begini. kau adalah muridnya Lioe Kiam Gim. lelatu api sampai muncrat meleti k. Sekalipun soeni omu bukan tandinganku. soetee dari Kiam Gim. buktinya ia saksikan barusan saja nasibnya Toa Houw dan Ngo Houw. Di antara saudara-saudaranya. ia rasai telapakan tanga nnyasakit. Orang tua itu mengerti musuh ada liehay dan tenaganya bcsar. dari itu. pedangnya Boe Wie sudah sampok tcrpcntal goloknya dan kakinya bayangan i ni sudah menyapu patah berisnya hingga ia rubuh sambil keluarkan jeritan hebat d an mcngenkan. ia segera hunjuk kepesatan tubuhnya dan kegesitan main pedangnya. sudah begitu. darahnya melulahan! Sakit rasa hatinya Ngo Houw. untuk pergi. Ia belum pernah menempur Kiam Gim sendiri. Tapi Boe Kek Kiam-h oatnya belum pernah ketemu tandingannya. yang merintangi pihak mereka selama pertempuran di muka muara. ia niat rintangi Lioe Toanio. Nyonya guru itu lantas putar tubuhnya. dengan keras sekali. siapa sambut itu dengan gapah. kau hati-hati! ia segera pesan. ia mesti layani ini bayangan yang tangguh. malah dengan satu tikamannya.io pulang lebih dahulu! katanya pada isteri gurunya yang berbareng pun menjadi gu runya. dengan mcngejek. baharu du a gebrak. si orang tua mundur duatindak. ia lompat maju dengan serangann ya. Hanya ia mesti pulang dengan bcrlari-lari lekas. Soenio. Ngo Houw ada yang terlemah. batok kepalanya pecah remuk. Lo Ngo Houw sudah berlompat k epada kandanya Toa Houw. Toa Houw rebah sebagai mayat. hingga kedua senjata beradu dengan hebat. kedatangannya orang Ssing ini telah membuat musuh jadi tercenga ng. muridnya Lioe Kauwsoe ini segera menduga pada orang yang dulu gurun ya cari tetapi tak dapat diketemukan. kita tidak akan ganggu kau! Boe Wie tidak gubris kata-katanya orang itu. aku tidak akan izinkan! Melihat romannya atau usia. kau tidak punya urusan di sini!€Pergi ambil jalanmu yang lurus. Kemudian ia sontek tumbaknya Lo Toa Houw dengan kakinya. Maka itu. ia hendak coba ilmu pedangnya itu akan layani si kepala bagaikan kepala macan tutul ini. Law Boe Wi e tangkis itu serangan. apabila kau hendak berlalu. ia tcrus berlalu dengan had lcga seka l i. lawan yang baharu itu berdiri tegak dihadapannya. tapi ia segera geraki goloknya. Sementara itu. Ia lompat ke kiri dan ke kanan. Ia pun telah menduga-duga. akan tetapi Law Boe Wie mendahului menangkis goloknya.€ Sampai di situ. siapa orang ini. Hingga sekarang nyon ya ini jadi dapatkan ganti dari golokknya. hingga menerbitkan suara nyaring sekali. Ka u bisa mainkan Tat Mo Kiam-hoat! Malah kau pun pandai menggunai beberapa jurus i lmu pedang Heng Ie Pay asal curian! Hm! Kau sangka aku . kau kiranya pandai menimpuk dengan Tok-tjie-lee! katanya. hingga mau a tau tidak. hingga tumbak it u mencelat pada sang soenio.tidak kenal kau? Jangan harap aku nanti angkat kaki siang-siang! Malah kau. ia kaget hingga ia k eluarkan jeritan. Mendengar suaramu. cara bagaimana ia hendak gampang -gampang kasih lolos orang ini? Orang tua itu tidak hendak banyafc omong pula. apabila ia sudah tengok kanda itu. berkata ia. Di lain pihak. pula melihat gerak-gerakan tanga n orang itu. Baharu sekarang Lioe Toanio dapat pulang ketabahannya. Berhubung dengan itu. karena Lo Soe Houw pemah omong t entang seorang dengan roman sebagai dia ini. ia pingsan! Lioe Toanio masih sempat saksikan itu p ertempuran yang hebat tetapi sekejaban saja. Eh. dan duduknya hal. bukan main kagum dan girangnya akan muridnya itu. sedang tubuhnya pun sud ah tidak sesemutan lagi. tetapi selagi sang murid dan soenionya bicara. asap suda h mulai mengepul tebal dan api lagi mulai bcrkobar . karena ia lihat. ia pun sedang terluka. maka dengan bawa tumbaknya. sahut sang murid sambil tertawa. majulah si orang tua. . Tapi ia tidak jadi jerih. si orang tua yang iiehay. Ia insyaf bahwa orang ini pandai silat dan berenang.€Ia heran. maka perlu apa kau banyak tingkah di sini? Baik kau angka t kaki siang-siang! Kita datang untuk menuntut balas. hanya pernah layani Teng Kiam Beng. ia malah lantas menuding. Pertarungan sudah lantas ambil tempat.

selagi orang putar tubuh untuk menyingkir. berkclahi lebih jauh tidak menguntungkan. ia akan men dahului angkat langkah panjang! Demikianlah pikirannya Ong Tjay Wat Apalagi kedu a kawannya. Dua jarinya ini malah terlebih liehay daripada pedan gnya yang tajam itu. Ujung pedang sudah lantas menghampirkan batok kepala musuh. Boe Wie masih belum mau berhenti. Di sebelah itu. hingga ia jadi min p dengan sat u mayat. Di pihak orang tua ini. walaupun ia belum terdesak. ia tidak mau mengerti. si orang tua sudah mulai bernapas sen gal-sengal. tak sampai ia menjcrit. tidak boleh main ker oyok. yang semangatnya seperti terbang karena menyaksikan cabang atasnya itu mat . sebaliknya. Melainkan yang satu menyiapkan beberapa potong senjata ra hasia Thie-Kan-tjie. selagi ia belum sadar apa yang bakal tcrjadi terlebih jauh. ia jerih bukan main. menyusul mana pedang panjang d ari lawan jadi terlepas dari cekalan dan terpental. pedangny a menikam. dua kawannya yang memasang mata . Sekarang ia tidak lagi jumawa. dua jari musuh sudah mengenai sampi ng iganya. maka itu. si orang tua mesti ambil putusan bukan untuk rubuhkan musuh atau nekat. karena ia sudah kena ditotok jalan darahnya Hoen-hian-hiat . kakinya berlompat. akan cari jalan darah untuk ditotok. sekarang ia saksikan liehaynya orang tidak dikenal itu. ia angkat tubuh orang it u! Orang tua jangkung kurus itu tetap tidak bcrsuara. ia menangkis. gerakannya bagaikan kilat berkelebat Sama sekali ia t idak kasih ketika akan pedangnya kebentrok pedang musuh itu. Boe Wie gunai beberapa macam ilmu puk ulan yang luarbiasa. tetapi dasarnya tetap ada Thaykek-koen (yang pun disebut Bian-koen lemas tetapi ulet dan keras). iapun tidak berdaya. akan susul tubuh musuh itu. Ia men gerti bahwa ia terancam bahaya. keringatnya sudah mulai mengalir. ia sama sekali tak dapat desak Law Boe Wie. nyalinya telah menjadi ciut. babkan bakal mencelakai diri nya. ia lebih banyak pusatkan pcrhatiannya kepada si orang tua. dengan sangat terpaksa putar tubuh. tidak perduli si orang tua hunjuk kdie hayannya. hanya guna ulur kedua kaki panjangnya. begitu lekas orang tua itu keok. dua jari tangan kirinya disodorkan bagaikan kilat b erkelebat. Ia anggap. apabila ia tak segera ditolong. Si orang tua lihat ancaman bahaya itu. ia masih belum cukup beristirahat.ia menikam atau menyabet. Law Boe Wie lihat orang hendak tinggalkan. maka tak dapat dicegah pula yang kedua senjata jadi bcradu. ia maju pula. hanya ia berkelahi dengan lebih b anyak membela diri. dalam tempo enam jam baharu ia bisa sad ar sendiri. Sebentar saja Boe Wie telah mengcrti bahwa Tjay Wat jerih dan licik. Tapi ia tidak berhenti sampa i di situ.€Mereka pun pikir. tangannya yang kirij eriji tengah dan jeriji manisnya. Si orang tua terkejut karena pedangnya terlepas dan terlempar. mereka akan kabur. begitu lekas mereka lihat jagonya itu memutar tubuh. dengan terpaksa ia maju juga. Pertempuran telah berjalan sekian lama. oleh kare na itu. ya ng ia segera jambak dengan tangan kirinya scsudah mana. asal si orang tua kal ah. malah mereka ini sengaja berpura-pura tidak lihat tandanya si orang tua. yang berbedaan sadari lain. I a insyaf. Ia pun merangsek. Begitu lekas kedua senjata kebentur satu dengan lain. tetapi si orang tua suda h berikan tanda. Kembali iewat beberapa jurus. Berselang lag i sekian lama. Ong Tjay Wat telah rasai desakan goloknya Lioe Toanio. sudah lantas ambil lang kah seribu. Law Boe Wie segera putar ugel-ugclan tangannya sambil menarik ke samping. sampai di sini. hingga te rdcngar suara yang nyaring. Ia sudah pikir. ia barengi menyerang. tubuhnya lantas sempoyongan. Itu adalah gerakan Liong tjoa tjie tjauw atau Naga dan ular lari berbare ng . senantiasa turut main juea. sedang Ong Tjay Wat. mereka berdiri diam saja di kejauhan. dan ia pun lepaska n janjinya tadi bahwa orang mesti bertempur satu sama satu. jtdatnya basah paling dulu. angkat kaki paling selamat. ia geraki pedangnya dengan terlebih sebat dan keras. lekas ia ben tanda kepada Ong Tjay Wat supaya kawan itu membantunya. sampai itu waktu. siapa telah perlihatkan ke pandaian seperti mengikuti kebisaan orang. untuk dipakai membarengi menyerang andai kata orang tua itu peroleh kemenangan! Law Boe Wie tidak gentar melihat Ong Tjay Wat datang mengepungnya.

Keluarga Lioe. dikasih berdiri. maka itu. Tapi ia masih cekali si orang tua. dcngan caranya yang licik tapi hebat: Jikalau di dalam rimba yanghoe sudah terjadi suatu pertarungan yang dahsyat. tetapi kawanan ini punya re ncana lain. Tapi rencananya ini justeru menolong Yo Tjin Kong. sed ang angin adalah angin dingin yang halus sambarannya. Barang-barang upeti yang dilindungi Teng Kiam Beng bukannya dibegal oleh kawan an Bong Eng Tjin. Benarlah dugaannya. bahwa ini ada pertempurannya yang pertama kali. Ketikaitu.mereka mempunyai masing-masing pikirannya sendiri. Y oTjin Kong danTjoh Ham Eng. Lauw Hie Hong. Kiam Beng jadi bentrok sama Tjiong Hay Peng. dan kalau pertarungan di dalam rimba selcsai dengan cepat. Tjay Wat itu bisa lari keras. karena ia tahu. ia tidak dapat bebaskan dir i. Bong Eng Tjin sudah atur rencana penyc rangannya secara begini: la pecah rombongannya menjadi dua. melainkan pcrbuatannya orang tain. I a lihat cahaya api di arah rumah gurunya. itu ada tanda bahaya untuknya. Ia percaya. Ia pun menduga-duga. Bong Tiap. Ma ka ia perlu membantu terlebih jauh.€€Hie Hong pun bukannya murid Kaum Thay Kek. Maka ia rogoh sakunya dan keluarkan dua potong pisau belati kecil tidak ada lima dim panjangnya yang ia lekas pakai menimpuk. ia kua tir soemoay ini nanti terluka atau kena diculik . atau mengganggu. dari itu ia sendiri pimpin Qng Tjay Wat. Seperti sudah dijelaskan di sebelah atas. ia pikiri sang soemoay. ya ng kedua adalah yang satroni rumahnya Lioe Kiam Gim. siapa rupanya te rluka tidak hebat. yang berdiam di rumah Lioe Kiam Gim ada sang put eri sendiri. dia sendiri sebenarnya ada murid yang murtad dari Thio Tjeng Kie . Cuma satu perasaan ada pada empat anak muda ini. lantas ia turunk an tubuhnya musuh itu.€Ia ambil entah barang apa. iapun bertanggung jawab. Law Boe Wie lihat orang lad. lalu tangan kanannya merogoh ke dalam sa kunya si orang tua. ia hanya merasa tegang se ndiri kapan ia ingat. Kecuali Lioe Toanio. Lebih dahulu daripada itu. ia bersemangat. Malam itu. ia sendiri ada wakil murid kepala. Sesudah ini segera ia lari ke arah rumah gurunya. s ukar untuk ia dapat mcncandak dalam sedetik. sa ng soebo. Dia adalah Bong Eng Tjin. medan pertempuran itu jadi sunyi-senyap.dan kedua murid. Biar Hie Hong ada sanak dekat. kemudian samar-samar ia dengar jeritannya musuh itu. hanya di sebelah itu. iapun berkuatir. tjiang-boen-djin atau ahli waris turunan ketiga dari Siong Yang Pay. Bagaimana bila ia gagal? YoTjin Kong sibuk sendirinya. Toa-soeheng mereka tidak ada. Rombongan yang pertama adalah yang melakukan pertandmgan di rimba yanglioe. Sampai di sini. ialah mereka mesti siap akan . ia mesti tanggung ja wab atas keselamatan keluarga bibinya itu. hin gga karenanya. ia kirim surat u ndangan akan menantang berkelahi satu dengan satu. Bong Tiap sebaliknya ada bergembira. Lo T oa Houw dan Lo Ngo Houw serta dua kawan lagi. Ham Eng juga bersemangat. Hie Hong diminta bantuannya oleh bibinya. siapakah si orang yang liehay itu? Dia adalah pemegang peranan pada kejadian dua puluh tahun yang lampau. akan tetapi ia tidak dapat berdiam lama di situ. hingga orang she Teng itu kena terjebak. langit pun guram. bersama sang keponakan. p enjahat cabul. untuk ba ntu saudaranya. pun angkat kaki tanpa ayal-ayalan lagi. dia ada pahlawan d ari Raja Boan. ada Ouw It Gok. dan Lo Djie Houw serta Lo Soe Houw pimpin beberapa kawan pula. ketika Teng Kiam Beng kena dipancing datang ke gedung Soh Sian Ie. agar jago she Lioe ini tidak mcrusak maksud mereka memecah-belah kaum Rimba Persilatan. adalah di rumah i tu masih bcrlaku sampai sekian lama lagi. secara or-ang-orang terhormat . ia pan dang tak mata juga murid-muridnya. sedang kawannya yang bersenjatakan Poan -koan-pit. masih belum lolos dari mara bahaya . Tugas mereka adalah mencegah Lioe Kiam Gim datang ke Utara. Bisakah i a berlari-lari dengan bawa-bawa musuh itu? Ia bersangsi sesaat. Law Boe Wie bersenyum puas. sampai ia pun berpis ah dari soehengnya.i kutunya. Kebisaannya beberapa jurus ilmu pedang Heng Ie Pay ad a hasil curiam. ia tahu. Demikian mereka Sudan datang mengacau. sebab dia masih bisa lari terus ke dalam tempat lebat. seperti diketahui. Sementara itu. yang memakai topeng. d i rumah Keluarga Lioe sendiri sudah lerjadi pertempuran yang tidak kurang hebatn ya. dengan itu jalan ia bakal sia-siakan tempo. ia tidak hendak mengejar. bersama soemoaynya. yang ia sesapkan ke dalam sakunya s endiri. Si pemancing menyamar sebagai dua tjay-hoa-tjat. soebonya sudah berhasil atau belum dalam menolong rumahnya itu.

dalam hatinya. Ia datang dari bclakang. Dari itu. mereka lantas diserang oleh Lioe Bong Tiap dan Tjoh Ham En g. Musuh datang! Tjin Kong segera beri tanda. Sesudah bebcrapa jurus. ia juga tidak kenai gegaman musuh itu. Dari tiga musuh yang loncat turun ini. kita diam. yang satu ada muridnya Bong Eng Tjin. Ia duga Hie Hong datang tentu disebabkan orang she Lauw ini sangka ia jeri h karena tadi ia berteriak dengan pertandaannya. Ilmu silat pedang dari Thay Kek Pay berpokok dengan ketenangan. semua ujungnya sangat tajam. la segera mendesak. Senjata Soe Houw. ia tidak sempat buka mulutnya lebih jauh. mirip dengan sha-tjee. yang sudah siap sedia di saat mendengar pertandaan dari Yo Tjin Kong. Tjin Kongtidak bilangsuatuapa. terutama Soe Houw sendiri. karenaia segerad iserbu oleh duakawannya Soe Houw.nantikan serangan badai dan hujan lebat . kepandaian mereka tidak lemah. la belum mengatasi kesempurnaan. sedang yang tiga lagi. Biasanya senjata Ini dipakai di dalam air. Mereka mesti menanti lama juga. ia sudah mesti pandai betul. Hi e Hong sendiri. karena ia kemukakan alasan: Urusan Kaum Thay Kek mesti murid-murid Thay Kek Pay sendiri yang menanggung jawabnya. Justeru itu waktu. Tak puas ia atas datangnya sahabat ini. Tjin Kong kerutkan alis. nona ini jadi gembira. Mereka pasang mata dan kuping. Menurut rencana. Yang muncul paling pertama ada Lo Soe Houw. soemoaynya sekalian. tetapi si Hari mau Keempat bisa pakai itu di dalam air dan di darat. Bong Tiap hendak tikam tenggorokan orang. dari itu. satu bayangan lain mencelat naik. ia lantas saja pikir untuk lekas rubuhkan musuhnya itu. kawan siapa ada lima. sedang ia sendiri anggap. kau bicara tentang kaum! Apakah kau sangka aku Kaum Ban Seng Boen t idak sanggup menempuh badai dan gelombang? Seberangkatnya Lioe Toanio. karena di sebelah kurang pengalaman pertempuran. Thay Kek Pay dan Ban Seng Boen ada seperti se golongan saja Atas datangnya bala bantuan itu. Ketika me reka sampai di bawah. Kalau orang hendak mendahului bergerak. kita mendahuluinya . Ngo-bie Hoen-tjoei-tjie. tapi bayangan ini segera perdengarkan suaranya: Saudara Yo. karena mana. setela h mana. ketika Y o Tjin Kong ketahui datangnya. Di luar sangkaan . Dengan Kie hoh liauw thian . yang mendahului serang i a. Sembari berkelahi. turut loncat naik. Maka itu. tetapi sekarang. sebaliknya tidak dapat membantuorangshe Yo itu. Tjin Ko ng dan Hie Hong saling berebut. tapi akhirnya. Tidak demikian dengan Nona Lio e ini. Soe Houw sudah lantas menerjan g dengan sepasang tempulingnya. akan bersatu dengan . ia sudah beradadi belakangnya pemuda ini. sekarang ia bergerak terlebih dahulu. la tidak senang tadi Tjin Kong menyebut-nyebut g olongan. atau Mengangkat api untuk menyuluhi langit . ia mesti lawan musuh itu. ia melainkan bisa gunai kepandaiannya mainkan pedang untuk lebih banyak bela diri. tetapi ia tidak puas. musuh bergerak. atau lebih teg as: Musuh diam. Tjin Kong mesti lekas turun. Untuk menjaga genteng. terus saja ia loncat naik ke atas genteng. tidak perduli ia sudah wariskan enam sampai tujuh bagian kep andaian gurunya. Hie Hong datang tentu disebabkan itu dugaan. Saudara Lauw. Harimau Keempat dari Persaudaraan Lo. ia hanya ingin menunjukkan il mu silatnya Kaum Ban Seng Boen. kau baik menjaga di d alam rumah saja. Sedangkan Tjin Kong sibuk. setelah beberapa gebrakan. ia kata: Oh. Nyata ia tak kena didesak m usuh yang dari tubuhnya bukan tandingannya. ia tidak bisa jalankan rencana itu. y ang dua ada murid-muridnya Lo Toa Houw. di atas genteng dan di dalam rumah. dari it u. sedikit saja suara berkelisik menyebabkan mereka bersiap. t erus loncat turun ke bawah genteng. ma ka ia dengan sendirmya hunjuk€€kelemahan terhadap musuh. sang lawan lagi siapkan Teng y . mereka lalu berdamai akan at ur penjagaan. Tapi datangnya sahabat ini. yang sesuatunya bercagak figa. si orang she Yo yang naik ke atas . akhir-akhirnya musuh telah data ng! Mereka itu muncul hampir bareng temponya dengan dikepungnya Lioe Toanio di d alam rimba. Hie Hong akhirnya mengalah. jangan takut! Siauwtee nanti bantu kau ! Itulah Lauw Hie Hong dengan goloknya Toan-boen-too. dengan suitan dan teriakannya. ia duga. empat anak muda itu lantas mulai dengan penjagaan mereka. lagi beberapa orang. Tandingan dari Bong Tiap ada seorang dengan tubuh besar dan tinggi melebihi si nona. Sulit untuk Tjin Kong lawa n musuh she Lo itu. sedang Soe Houw merintanginya.

Sebab Nona Lioe itu. ia . Tjoh Ham Eng sibuk bukan main. walaupun dia sudah jatuh. dan yang ketiga. Dalam saat berbahaya itu dari Bong Tiap dan Ham Eng. tetapi karena ia ada tangguh. musuh itu loncat mundur pula. untuk serang musuhnya d ia ini. Di atas genteng barusan. de ngan tidak bilang suatu apa. tidak ampun lagi. kaki kiri musuh sudah icrangkat. Serangan piauw dari jarak dekat. ketika melihat Bong Tiap rubuh. tetapi belum sampai ia menyeran g. tangan kanannya ialah pedangnya -menyambar ke kuping kanan orang itu. hanya apa celaka. kuda-kudanya digempur. yang tidak puas akan sikap orang itu. menampak musuh rubuh. karena ia terluka. hingga ia perdengarkan seruan nya babna kaget dan sakit. ia tidak kelit. atau Burung ho ng mementang sayap . berbareng dengan itu. Akan tetapi Tjin Kong omong dari hal yang benar. Soe Houw lompat mundur. semuanya memburuh ke dalam rumah. Saudara Lauw. hampir-hampir pedangnya kena dilibat dan disampok terlepas oleh ruyung musuh. Atas ini. Selagi ia mundur. ia berlompat mundur. Lauw Hie Hong ada keluaran Ban Seng Bocn. bagaimana nanti iabertemu sama bibinya? Maka itu. mereka datang dari kiri dan kanan. Ia telah lihat sikapnya musuh. maka itu. Dengan Tjay hong sie ek . untuk Bong Tiap menangk i s. Hie Hong loncat pada Tjin Kong. hanya ia rintangi itu dengan ruyungnya yang lem as. ia sengaja antap goloknya kena dilibat. aka n tetapi musuh ini bukan orang sembarangan. ia sampok jatuh dua batang pi auw. ia tung gu musuh betot ia. ia punyakan pelajaran Iwee-kang dan gwakang dengan berbareng. la bersenjatakan panjang. Ketika ujung pedang mendatangi. terutama gwakang. yang kedua. De mikian. ia lompat maju. Musuh tidak sangka gerakan macam ini dari lawannya. Lo Soe Houw. masih dapat kesempatan menimpuk dengan senj ata rahasianya itu. selagi ia berdiri tcgar. sedang Bong Tiap ada adik misannya piauw-moa y kalau adik itu bercelaka. musuh pendek. ia pergi loncat turun. Tidak ada ketika atau jalan lagi. tidak sampai ia rubuh. kau tidak kenal budi! pikir Hie Hong. Dengan sebat. Paling perlu adalah melindungi soemoay! Kenapa kau tinggalkan dia? Ah. ia mundur satu tindak. selagi ia mesti lay an i dua musuh. nona itu kena terdup ak terpental sampai lima-enam tindak dan rubuh dengan terbanting keras. Dua kawannya di bawah adalah or ang-orang dengan usia terlalu muda. Hie Hong gunai goloknya akan serang musuh ya ng bersenjatakan Djoan-pian. kuda-kudanya tangguh. turun. Tapi kedua lawannya mencegahnya. Dari Tat Mo ICiam-hoat dari Siong Yang Pay. beberapa Kim-tjhie-piauw. mereka ada sebawahan Soe Houw. selagi ia ber lompat. kaki kirinya dikesampingkan. ia melibat.ang tjiam . menyerang dengan berbareng: yang satu dengan ruyung lemasnya. kedua musuh yang rintangi Hie Hong bukannya orang-ora ng liehay. kepandaiannya Bong Tiap sudah boleh juga. Selama itu. piauw yang ketigajusteru mengenai pahanya. Musuh itu benar-benar liehay. hingga tenaganya besar sekali. ia kaget sampai berseru. ia hendak bikin goloknya Hie Hong terbetot tcrlepas. yang ia siapkan dengan cepat. Ham Eng mesti bela diri. ia menangkis ke kiri dan kanan. Lawan itu tidak berhenti sampai di situ saja. ia lalu mcnd ahului membctot dengan keras. orang she Lauw itu bisa des ak mereka. yang saling menyusul. atau Jarum pedoman . hingga karenanya Tjin Kong jadi terlep as dari kepungan. ia menangkis dengan cepat tetapi. i a kuatirkan soemoaynya. ia menangdi atas angin. terpaksa ia mun dur dengan gugup. berbareng dengan mana. Yang pertama ada Hie Hong. ketika golok Toan-boe n-too menyambar. ia m clainkan sempoyongan saja. dari atas genteng ada ber lompat turun beberapa bayangan. niatnya untuk tolongi adik sepergur uannya. Sambil keluarkan seruan kaget. telah menyambarnya. dengan berkeredepan. sambil m enerbitkan suara juga. Begitu lekas sudah datang defeat. turun! Tjin Kong lalu serukan kawannya. Di belakangn ya hari mau ini ada konco-konconya. ia lalu gunai akal. yang lain dengan toya b esinya. o rangnya nibuh. untuk susuli penyerangannya terlebih jauh. ia menarik. ujung kakin ya segera mengenai dengkulnya. Tjin Kong. Djoan-pian. atas mana. sesudah mana. ketika ia tampak tangan dan kaki musuh bcrgerak. dari itu. keduanya menghalangi. senjata rahasia itu datang di tiga jurusan. maka ia telah bersiap untuk menyambut tikaman.

tubuhnya rubuh. Hie Hong persatukandiri deng an Ham Eng dan Bong Tiap. kenapa kau sudah panas terlebih dahulu? ia mcmb aliki. ia pingsan. Mereka mundur ke tembok. Kau sabar saja.kena tertarik hingga ia sempoyongan dan ngusruk ke depan lawan. Ini ada rencana mereka apabila mereka terdesak. akan tetapi Tjin Kong desak ia. Toakomu ada di sana! Dia telah bingkiskan aku tumbak in i disertai satu batok kepala manusia! Soe Houw kaget berbareng sangsi. hingga di lain saat. kemudian ia putar tubuhnya.€ Janji adalah sa tu pertempuran secara laki-laki. Akan tetapi mereka ini bukannya bangsa tolol. kandanya! Tapi ia menjadi sangat gusar. ia tertawa. tunggu lagi sebentar. untuk pertahankan diri di sit u. Bocah. orang mulai batuk-batuk. dia masih bisa loloskan diri? Kenapa tid ak ada yang kejardiaini? Demikian kata-kata dalam hati Harimau Keempat itu. Penyerang ada berjumlah lebih besar. akan tetapi keadaan sudah sampai di puncaknya kehebatan. Karena ini. Sedang yang menambah kagetnya adalah gega man di tangan Nyonya Lioe itu -bukannya Toan-boen-too hanya sebatang tumbak. buat serbu s i nyonya rumah. di sana mereka nyalakan api . hingga dengan lekas-lekas ia berkelit. Di sebelah itu. mereka pun hendak paksa penghuni rumah noblos keluar. air mata meleleh ke luar. kenapa sekarang kau orang berkawan dan turunkan ini tangan jahat? Manusia-manusia tak punya muka! Lo Soe Houw sambut dampratan itu dengan tertawaaya bergelak-geiak. roman siapa menyebabkan ia bergidik! Dia? Kenapa dia bisa ada di sini? Bukankah dia sedang dirongrong di dalam rimba yanglioe? Mustahil. untuk awasi bayangan itu. telah maju pula. Oh. atas mana Lo Djie Houw loncat turun dari atas genteng. Adalah di waktu itu. nanti ada yang layani kau satu sama satu! Kita tidak kuatir kau nanti bisa kabur! Itulah tak akan terjadi! demikian dengan sekonyong-konyong terdengar suara jawab an suaranya seorang perempuan tetapi cukup angker. ke belakang. Tjin Kong ada berempat. api belum berkobar besar. Tatkala asap menghembus ke dalam. api mulai berkobar. akan tetapi mereka tidak sanggup berbuat banyak. I a ada sangat sengit. yang terluka piauw. Perempuan busuk! ia segera mencaci. apapula kapan ia lihat berkelebatnya satu bayangan. ia kertak gigi. dari itu. dari itu Hie Hon g bisa gunai ketikanya akan hajar pundak orang dengan belakang golok. Dengan ini jalan. hingga ia jadi sangat terkejut Sungguh dia liehay sekali! katanya dalam hati. akan menyusul. Nyonya Lioe ini bis a gunai tumbaknya bagaikan ular naga keluar dari laut. selagi ia repot kclabakan. kawanan terkutuk! Yo Tjin Kong mendamprat saking mendongkolnya. Lo Soe Houw kehendaki jiwa orang. asal ada ketika Bong Tiap pun gunai senjata rahasianya. mereka lantas m encari akal. Kau bisa kabur pulang ke rumahmu tetapi kau tak nanti dapat lolos dari rumahmu ini! ia berseru membarengi tikamannya. segera ia perdengarka n suitannya. Dia ini menggunai golok yang berat Lioe Toanio sebal melayani se . ruyungnya teriepas. Maka bersama-sama Tjin Kong. sebaHknya. terutama sebab rumahnya sempit. hingga mereka tak dapat bcrgerak dengan leluasa. di bawah kepungan. tetapi di luar dugaanya. Begitulah satu musuh lari. atau ular raksasa melilit cabang pohon . Lawannya Bong Tiap. sahabat-sahabat baik! Lo Soe Houw kaget. asap lantas men gebul. Aduh!* musu h itu menjerit. Di sini masih ada aku! Aku tid ak akan membiarkan kau orang kecele. ia lantas menyerang dengan tcmpulingnya. yang kenali Lioe Toanio si bayangan dengan seruannya yang angker. maka itu. s upaya mereka bisa kepung dia orang itu. Tjin Kong dan See Houw serta dua kawannya dia ini. loncat turun. untuk membakar rumah. Kau punya toako? ia kata. senjata mereka ada tiga pedang panjang dan sebuah golo k. mal ah pun tumbaknya Lo Toa Houw. Ham Eng dupak ia rubuh sampai bergelinding an beberapa tindak. sukar untuk membuka mata dengan merdeka. Kenapa kau bisa pulang dengan masih hidup? Man a toakoku? Lauw In Giok tidak jadi gusar karena cacian itu. Ini daya keji telah memberi hasil.

ia sendiri mendahuiui mendesak. pihak lawan coba teru s mempertahankan. sesudah mana. sedang tubuh di tangan kirinya ia kenali ada pemimpinnya si jago tua kurus dan jangkung Bong Eng Tjin!€Maka seteiah keluarkan satu teriakan. mereka kembali ken a dikurung musuh. ada luas. Oleh karena api telah menghebat. tumbaknya sang kanda. ia putar tubuhnya. Rubuh kau! berseru si nyonya. orang-orang merangsek Tjin Kong b erempat. Di sini Yo Tjin Kong baharu lihat tegas tuan penolongnya. bisa-bisa mereka jadi kor bannya api. ia loncat keluar. maju! ia berteriak dengan tiba-tiba. Kiranya kau. Oleh sebab pcnyer ang itu adalah bekas musuh tangguhnya di muka muara. baharu satu kali saja ia ditangkis. yang dengan itu berbareng bisa menotok jalan darah. bekas ia berlari-lari jauh. ma ka itu. ia bisa loloskan diri? Sekarang mana ia berani lawan pula musuh itu? Lo Djie Houw adalah lain. musuh hendak dikejar terus. hingga rumahnya Lioe Kiam Gim sudah seperti terkurung saja oleh s i ayam jago merah. pendcngarannya. maka dengan mandi darah. inilah hoohan yang kemarin ini bantu kita di muara! . yang lebih lega. Tapi ia mundur ke dekat Lioe Toanio. tapi dalam kekalutan itu H ie Hong dan Tjin Kong berhasilmerubuhkan lagi seorang satu. orang telah teruskan serang ia. mengarah tenggorokannya. . dari itu. apapula ia tampak. malah ia keluarkan ilmu tumbak Kim-tjh io€€Djie-sie-sie €€yang punyakan dua puluh empat tipu serangan. ia sudah terkejut. mereka berlomba singkirkan diri. semua orang kumpul di pekarangan depan. Soe Houw dan Djie Houw kerubuti Lioe Toanio. Sampai di situ. Ia menangkis. yang muncul di antara asap menebul. api berkobar bertambah besar. orang ada gunai hanya sebelah tan gan. Anak-anak. ia rubuh dengan tidak bisa berkutik lagi. dadanya sudah jadi tameng tumbaknya Lo Toa Houw. yang merupakan sebuah tegalan. Dalam saat yang sangat berbahaya itu. tetapi kedua lawannyapun kewal ahan untuk bikin ia tidak berdaya. untuk sipat kuping. Selagi ia kaget. ia bisa gunai tumbaknya Lo Toa Houw. Ham Eng dan Bong Tiap sambut itu anjuran. matanya dipentang guna liha t si penyerang. sebab pihak penghuni tak dapat nerobos keluar. yang kepalanya mirip dengan kepala macan tutul. y ang lagi merangsek. hingg a ia tercengang. tangan kanannya mencekal sebatang pedang panjang. sckarang ini keadaan mereka hampir berimbang. bcberapa kali terdengar suara nyaring dari bambu yang terbaka r meledak. sekonyong-konyong ada datang satu orang baru. Pcgangannya Lioe Toanio ada golok Kaum Ban Seng Boen. mencegah. Bong Tiap sebaliknya berseru: Ibu.€Ia tidak bisa menangkis. bekas layan i Bong Eng Tjin beramai. Ia maju menyerang. ia harap bisa tolong pemimpinnya itu. mereka awasi saja apt lagi m s seluruh rumah. hanya ia tidak bias gunai itu seperti Toa Houw. Coba tidak Lioe Toan io mencegah. ia loncat mundur. malah pedang ini seger a dipakai menerjang Lo Soe Houw. di samping mereka. dengan tusukan Lie Kong sia tjio atau Lie Kong memanah batu . sedang pengalamannya. Siapa tahu. Benar-benar Harimau Kedua ini rubuh. mereka merangsek. pertempuran jadi berubah lain. Selama pertempuran itu. Harimau Keempat elakkan diri dengan lompat mundur. Semua musuh jadi kaget dan kede r. hingga suaranya saru dengan suara beradunya berbagai senjata tajam. Apabila pertarungan berjalan terus lagi sekian lama. Soeheng! ia berseru. dengan ketakutan. ia menjadi kaget bukan kepalang. tetapi ia pun bisa gunai segala macam alat lainnya. tangannya terpental dan sesemut an.€€€Di€€€waktu€€sang€€fajar mendekati. sudah mulai berkobar ke sebelah dalam. karena tanpa berdaya. ia sudah letih. Bukankah ia ada pecunda ngnya si kepala macan tutul itu dan ia telah dikejar di air jauhnya belasan lie dan melulu karena kelicinannya. Di sebelah itu. sambil berseru. nyonya ini segera tusuk ia dengan Pek tjoa touw sin atau Ular p utih muntahkan bisa . Benar ia tidak mampu rubuhkan dua lawannya ini. yang telah candak mereka. ia pun bias balas menyerang. Ketika rombongan ini sampai di thia depan.mua musuh itu. Tjin Kong dan Hie Hong turut membukajalan. tangan kirinya mengangkat satu tubuh m anusia.

maka dengan sekonyong-k onyong ia mata gelap dan rubuh. Bukankah lebih baik dupak saja dia ke dalam sungai? Boe Wie awasi itu soemoay. ia kata: Jangan kuatir ! Soenio tidak kenapa-apa. ia suka e mpo-empo kau! Nona itu melengak. memang ia da tang secara sangat tiba-tiba. hati mereka tidak terlalu berku atir lagi.Tapi sang ibu tarik tangan puterinya itu. Ia harus menerangkannya semua itu. ia masih sanggup pertahankan diri. lebih penting adalah tentang Boe Wie sendiri. biarpun rumahku hangus ludas. Boe Wie bisa mengerti keheranan sekalian saudara seperguruan itu. Di sebelah itu. Selama itu sudah banyak penduduk kampung yang keluar. mcreka bantu padamkan ap i. Ia masih belum sadar. ia mcnangis menggerung-gerung. ia gi rang luar biasa. Lalu»diambil putusan akan tolong Lioe Toanio dengan bawa ia ke rumahnya Louw Hie Hong di kampung tetangga. y ang ditolong Lioe Kiam Gim semasa ia berumur enam-tujuh tahun. di situ bcrkumpul Hie Hong. Boe Wie sudah lantas hunjuk hormatnya pada soebonya. seluruh anggotanya bergerak. Nyonya itu lantas diantap. Ketika ia masuk umur dua puluh tahun. begitupun Bong Tiap dan yang l ain-lain. begitupun asabatnya. ketika mendadakan ia lihat sang so ebo rubuh sendirinya. Anak. Ternyata Nyonya Lioe Kiam Gim sudah jadi korbannya pertarungan ini. Kalau sudah dapat beristi rahat.kali ini kita bergantung kepada kau! Boe Wie hendak jawab guru perempuannya itu. semua awasi soeheng ini. dia datang selang beberapa tahun sesudah berlalunya soeheng in i. mereka umpetkan diri. baik kita ikuti dia dahulu. Perahu adakecil. ia tetap diam saja. sebab di wakt u Law Boe Wie meninggalkan Keluarga Lioe. ia pemah ditotok oleh Toa Houw. Mereka tahu ada pcrtempuran. ia melainkan terlalu lelah. Dia ini ada punya kepentingan besar dengan Loo-soehoe. Boe Wie ada bawa-bawa korbannya si tua. Tjin Kong akan ditinggalkan untuk ia urus rumah yang terbakar itu. buat apa bawa-bawa dia. ia memanggi 1-manggil. ia pun dikepung Djie Houw dan Soe Houw. sudah begitu. tubuh Lioe Toanio pun direbahkan. tapi kemudian. semua lantas bangun dan keluar. ia sudah belajar tiga atau empat belas t . Lioe Toanio akhirnya tertawa besar. lantaran ia tcrtawa besar. tempo ia dapati ibu itu diam s aja dan kedua matanya rapat. sudah begitu. maka sebelum menutur terlebihjauh. ia baharu berumur lima atau enam tahun . sedang akhirnya. hingga ia kaget bukan main. Di waktu masih kecil. Sedang Ham Eng. Boe Wie bercmpat merubungi soebo itu. sesampainya di rumah. seperjalanan perahu kira-kira setengah jam. bukankah berabe? tanya Bong Tiap. aku telah datang kemari . cuma karena ia masih bcrnapas dan nadinya jalan baik. Itulah tidak dapat dilakukan. semua sangat berkuatir. benar lukanya tidak hebat. Dengan dapati murid semacam kau. dibawa ke perahu. Akan tetapi. Kau tidak kenali Toa-soehengmu ini? ibu itu kata. Soenio akan dapat pulang kesehatannya. Ia telah b erkelahi melewati batas. sesudah deng ar suaranya Tjin Kong. saking takut. untuk dapat mengaso. dan Tjin Kong semua sebal iknya mengasih hormat pada soeheng ini. Lioe Toanio lantas dipondong. begitupun halnya ia bantu Ham Eng dan Bong Tiap da lam pertempuran di muara. tapi tadi ia berlari-lari jau h. bagaimana ia suda h dipelihara dan dididik dalam ilmusilat. Tidak heran kalau ia tidak ingat soeheng ini. Tapi toa-soeheng ini masih belum tahu. yang pergi seperti menghilang. Sudah diketahui. ia jawab. k apan sang toa-soeheng sudah awasi air mukanya Nyonya Lioe. maka Boe Wie suruh Bong Tiap coba uruti dia. ya ng jangkung kurus. hingga ia peroleh lukadi dalarn. aku puas! katanya . Law Boe Wie ada anaknya seorang tani di luar Kota Poo-teng. Halnya Bong Eng Tjin ini pun pasti ada sangat menarik perhatiannya sekalian saudara angkat itu. ia ada gusar dan sangat mendongkol. Ia terlatih sempurna sesudah Lioe Lookauwsoe undurkan diri dan tinggal menyendiri di Kim-kee-tjoen di Kho Kee Po. walaupun dcmikian. yang kasih mereka bangun. Semua orang heran. Soeheng. Bong Tiap dan Ham Eng. soebo itu telah dapat luka di dalam bad an. Bong Tiap tubruk ibunya. Justeru karena dia. melulu dengan k uatkan hati.

ia jalan sendiri. hingga delapan atau sembilan bagian kepandaian gurunya. Pie Sioe Hwee turut u mpetkan diri. untuk meloncat keluar.ahun lamanya. kena ditawan. Tuan rumah ada satu anggota Pie Sioe Hwee yang tidak pern ah muncul. dia ini ternyata ada lebih kejam pula. ia meninggalkan korban dua kawannya. Yang terang adalah ia benci bangsa Boan atau pemerintahnya. sang soebo. bagaimana nanti hari depannya. Kemudian di han ketiga.€Tapi ia segera tanya: Kapankah.€Ia pun pikir kan tujuannya Pie Sioe Hwee. Oleh k arena Derduka. dari itu. orang Boan ini ada sahabat kekal dari sang soesiok . Tiba-tiba ia mendengar ketokan pada jendela. pembcsar negeri melakukan pembersihan. si hartawan B oan yang kejam. ia hanya mengungsi. sedang dari Lauw In Giok. tapi berbareng dengan itu. demikian pesannya terakhir. sedang di lain harinya. dengan sang angin menghembus-hembus. Merantau belum lama. ia dengar suara r endah tapi angker. karena mana. untuk si murid sendiri cari pengaiaman dan persahabatan . Boe Wie tercengang. Pada suatu malam. Dalam usia semuda itu. Pie Sioe Hwee turut ambil bagian sebagai anak cabang. ma ka ia bersyukur. Berada seorang diri. Boe Wie telah tertarik oleh salah satu sahabatnya. ia sudah w ariskan. Sesudah ini. Hanya kalau ada ketikanya. yan g utamakan pembunuhan kepada pembesar-pembesar rakus dan jahat. Seiama sepuluh tahun. menyusul lain-lain korban lagi. melulu disebabkan sikap dari soeteenya Teng Kiam Beng. ia menyingkir jauh ke Djiat -hoo di Barat-Selatan. hingga ia tidak tahu. suaranya seorang tua: Bunga merah dan daun hijau adalah satu k eluarga . buat perhatikan pesanannya. hanya saban-saban ia nampak kegagalan. Mendengar ini. anggotanya semuajadi orang gelap . ia pilih suatu h an baik. Boe Wie juga lantas dicari oleh pembesar negeri. Bercekat hatinya pelarian ini. Apa tidak ada Iain jalan dari pad a selalu mesti la kukan pembunuhan gelap? Tidakkah pembunuhan gelap bukan suatu daya sempurna? Mak a iajadi bersangsi. tidak ada halangannya untuk kau pergi ke Poo-teng da n sambangi soesiokmu Teng Kiam Beng. ia sudah punya kepandaian dari dua cabang ilmu s ilat yang kesohor. Salah satu sebab dari ini adalah kebentjiannya kepada Soh Sian le. tapi pun ada kalanya. Sekarang ia tidak lagi meranta u. hingga ia masuk menjadi anggota dari Pie Sioe Hwee perkumpulan rahasia Pisau Belati. ia tertawa satu kali juga. berbuahnya? Ka pankah€€mekarnya? Suara yang dalam itu menjawab: Berbuah pada Pee-gwee Tjap-gouw. yang kesudian jadi pengkhiana t bangsa Han. Begitulah Boe Wie merantau. se ratus lebih rakyat tak bersalah-dosa. Boe Wie bertepuk tangan satu kali. dia telah jatuhkan hukuman mati. ia jadi pelarian. Di zaman pergerakan mulai Thay PengThian Kok. ia peroleh kepandaian dari Ban Se ng Boen. maka orang gagah sebagai ia jarang ada. siapabisadiperintah mer antau untuk wakilkan ia. sebab di hari kedua itu. selanjutnya mereka bekerja secara diam-diam. untuk murid itu meninggalkan rumah perguruan. iaturut pesan gurunya. terut ama supaya sang murid jangan sekali-sekali bekerja pada bangsa Boan. Korban-korban rakyat itu m embuat Boe Wie menangis di dalam hati. satu kali ia dapat binasakan satu tiehoe. yang ia dapatkan murid sebagai Boe Wie. karena tugasnya adalah menyembunyikan kawan-kawan dalam pengungsian. ia menumpang di rumah satu penduduk di kakinya Bukit Yan San. ia pun tak sudi sambangi soesioknya Teng Kiam Beng. mekar pada Tjhi a-gwee Tjap-gouw * Bunga merah dan daun hijau saling bercahaya seperti orang bersem angat dan orang berhati mulia adalah sekeluarga . Walaupun ia sudah undurkan diri. Mendengar itu. Tapi justeru itu. dengan kupingnya dengar suara berbagai binatang alas di a tas gunung. tubuhnya jadi kurus. karena orang-orang b aharu tersangkasaja. Sebagai anggota Pie Sioe Hwee. Paling belakang. Demikian ketika murid ini sudah berumur dua puluh lima tahun. justeru dari. setelah gerakan Thay Peng itu gagal. Itu hari ra pesan murid i ni supanya menjunjung cita-cita Thay-kek Teng. beberapa kali pernah Boe Wie lakukan penyeranga n gelap pada pernbesar-pembcsar kejam yang dimusuhi. hi ngga segera ia pikir. Boe Wie pikirkan penghidupan ta k ketentuan itu. data ng tiehoe yang baru. semangatnya Lioe Kiam Gim belum padam. a . ia jadi nampak kesulitan. ia jadi sungkan muncul pula. Di antara kaki-t angan pembesar negeri ada orang-orang yang pandai. la mesti pergi ke sana dan sini.

angin Utara ada dingin sekali. dia ini mesti ada mcmpunyai kepandaian tinggi. Ketika dahulu aku pun mesti menyingkirkan diri seperti kau sekarang ini. yang bajunya wama biru ada gerombong an. si orang tua lantas bercerita. Bagaimana Tjianpwee ketahui itu? Orang tua itu tertawa. karena mana. di pcrmulaan musim dingin. yang ada gagah dan berani. Serigala-serig . aku lantas berangkat untuk cari dia . kebangsaan Han bercahaya pula . setelah mana ia tanyakan maksud kedatangan tjianpwee ini orang yang terlebi h tinggi tingkatannya hingga ia ketahui. yang sangat menarik hati. aku terns tidak kembali pada Pie Sio e Hwee. Boe Wie awasi dengan tajam pada orang tua itu. Kejadian pun ada sangat kebetulan. justru aku pikir untuk cari dia.tas mana.€ Aku pun tak percaya i tu apabila aku tak menyaksikannya sendiri. Kau toh ketahui. Ketika aku bertemu orang luar biasa itu. Jadinya Tjianpwee adalah Loo-tjianpwee In Tiong Kie? ia tegaskan. aku sebaliknya kenal kau! ia jawab. pangeran bangsa Boan. Sahabat ini telah ajak ak u menyingkir lebih jauhke Liauw-tong. sahut Boe Wie. a ku kuatir dia menjadi korban. Dari kumisnya yang putih. sedang itu waktu. Dan dahulu p emah bunuh satu pwee-lek. ma lam ini ia muncul di Djiat-hoo lagi. Benar. terlihatkan seorang tua. sampai tubuh mereka sepe rti tidak kelihatan. Se kcjab saja. Boe Wie hunjuk hormat p ula. mencelat masuk ke dalam rumah. buka n. Maka ia percaya. yang main lakukan pembunuhan gelap. siapa berulang-ulang sudah terjang bahaya. Memangdalam kalangan Pie Sioe Hwee ada pemecahan golongan atau tingkatan untuk anggota-anggotanya. aku dengar Pie Sioe Hwee ada punya satu anggo ta angkatan muda. S esudah satu hari dan satu malam kita berunding. karena hendak ditangkap. matanya terns mengawasi. hanya ia tidak ingat Pie Sioe Hwee mempu nyai anggota . ia sudah binasakan tiga antaranya. sebagai tanda hormat. Ia pikir. dalam satu malam. Aku sudah ditunjuki suatu pemandangan yang luar bi asa sekali. beberapa ekor serigala itu telah dikerumuni rombongan semut itu. aku lepaskan cita-citaku. dengan kata-kata Kim auw hok kouw. apa yang tertampak ada gumpalan hitam .saja. Boe Wie heran hingga ia pentang matanya dan memotong: Bagaimana semut bisa berk elahi melawan serigala? ia tanya. bulan sepuluh. itu adalah di Gunung Siauw Hin An Nia. aku ke temu satu sahabat asal Kwan-gwa. Itu adalah pertempurannya semut yang kecil dengan serigala yang besar . Aku sudah duga. yang terus turunkan kedua tangannya. Sahabatku itu juga ada seorang luar biasa. bagaimana orang ini punyakan tubuh kuat. rupanya mereka terpisah dari kawan dan sedang lelah. llKau tidak kenal aku. Mendengar ini. Aku sayangi pemuda itu. Tapi itulah benar terjadi. Apakah Loo-tjianpwee suka ulangi padaku kat£-katanya itu orang luar biasa yang m enjadi sahabat Loo-tjianpwee? tanyaia. jawab In Tiong Kie sambil tertawa. Dengan tajam Boe Wie awasi orang tua itu. Ia tidak setujui tujuannya Pie Sioe Hwee. In Tiong Kie terangkan. dia hanya lagi tunggu ketika. pasti kau bakal menanya begini . akhimya aku dapat dibikin insyaf dan. dengan kumis ubanan. Tanpa pembunuhan gelap habis kita ada mempu nyai daya apa lagi? In Tiong Kie tertawa berkakakan.€Dan I n Tiong Kie -yang berarti Keanehan dalam Awan masuk dalam Golongan Kim . Han tjok tiong kong . siapa tahu. Sebab kata-kata mereka adalah kata-kata rahasia dari Pie Sioe Hwee. hingga orang sangka ia sudah meninggal dunia. tetapi semut datang semakin banyak. melawan empat pahlawan istana. Paling belakang ini. ia buron cntah kemana. di antara tiga pendirinya Pie Sioe Hwee ada satu yang dipanggil In Tiong Kie? Hatinya Boe Wie jadi bercekat. ia menduga pada usia atas enam puluh ta hun. Orang tua itu juga mengawasi Boe Wie akanakhirnya ia bersenyum. terbagi delapan. Tidak berayal lagi. Be berapa ekor serigala mendekam beristirahat di bawah sebuah pohon. Apakah kau dari Golongan Hok ? ia tanya. di situ memang ada banyak semut hitam. maka itu. Lauwtee! berkata ia Boe Wie pasang kupingnya. Sahabatku itu tidak berhati dingin. datang kabar bahw a ia lagi diuber-uber pembesar negeri. artinya: Tanah daerah kembali kuat. orang benar datang untuk ia sendiri. akan b ergerak pula. tertua seperti orang ini. matanya bercahay a. mer eka mengamuk hebat. yang katanya ada ahli waris dari Th ay Kek Pay.

hingga selanj utn ya cuma suara angin yang terdengar pula. baiklah. tubuhnyajadi lemah. kena pa dia tidak kemukakan itu kepada perkumpulannya? Dan kenapa In Tiong Kie juster u bemaung di Djiat-hoo. aku hendak pergi saja! berkata iakem udian. apa tidak bisa jadi. mereka jadi sangat liehay. Ielan. demikianlah ada maks udku ia jawab. Akan tetapi. Besok paginya. pada pergerakan Kaum Thay Peng kita. aku hendak pe rgi sekarangi Pengutaraan selamat tinggal itu ditutup dengan satu loncatan tenang tetapi ges it sekali. Begitu liehay semut itu . pada pergerakannya Lie Giam di akhir Kerajaan Beng. akan tetapi. Kau sendiri umpamanya. iapun menghela napas denga n tiba-tiba. rupanya t adi malam ia kemasukan angin jahat dan jadi jatuh sakit. Inilah buktinya! Kalau rombong an semut ada demikian liehay. hanya ka rena itu. tubuh mereka berdiam. Ya. ulur lidahya. Jadinya Loo-tjianpwee inginkan aku juga meninggalkan Pie Sioe Hwee? akhimya ia k ata In Tiong Kie urut-urut kumisnya yang putih. kemudian ia pergi k e pekarangan depan. kau pikirlah pula baik-baik. Loo-tjianpw ee. apa gawenya sekarang ini bekas jago tua? Kalau In Tiong Kie insyaf tujuan Pie Sioe Hwee keliru. Bukankah In Tiong Kie -walaupun dia ada salah satu pendin Pie Sioe Hwee sudah lama kelua r dari perkumpulan itu? Dan siapa tahu. Pembunuhan gelap? Cuma satu pembcsar yang bi nasa. tanah airnya bangsa Boan? Maka. Lewat sekian waktu. apabila ia cuma terdiri dari beberapa orang. Umpama kata di lain waktu kau sudah sadar. ini anak muda rubuh karena serangan demam yang hebat. kita pun bisa jadi korbannya kawanan semut itu. kenapadiadiam saja. begitu pun suaranya binatang-binatang alas di atas gunung. Setelah hidup terka tung-katung. demikian seterusnya. Law Boe Wie berpikir Iain. kalau tidak. Lauwtee. Tidak demikian kalau kita bekerja dengan seora ng atau dua orang dengan rombongan yang sangat kecil. tidak perdu li mereka gagah dan pandai bagaimana. lalu datang lagi. Asa] kau ketemu loo-enghiong itu. Boe Wie kata: Terima kasih banyak. Syukur buat dia. kau bilang saja bahwa kau hendak cari Pek-djiauw Sin Eng Tok-koh Loo-enghiong. sukar untuk mereka robohkan satu kerajaan yang sudah dalam dan kuat dasarnya. terang otaknya sedang bekerja. manusia. Sesudah mengawasi dengan dingin. beberapa pembesar. itu sudah cukup! Nah. ada baik hati dan suka rawat ia de ngan sungguh-sungguh.ala itu bergulingan. akan awasi sang salju sampai sekian lama. Setelah itu. kemudian ia menyambung lagi. sikapnya jadi tawar. kau boleh cari aku di Oey-See-W ie di Sam-seng. tetapi ini tidak menolong. yang pikirannya lain. pasti kau akan m enemui dia itu. serta isterinya. Dia memang bermaksud baik dengan nasihatnya ini terhadap ini anak muda. ke Kwan-gwa tak nanti aku pergi! In Tiong Kie tercengang. Boe Wie berdiri bagaikan patung. Sampai di situ. tuan r umahnya yang bemama The Sam. matanya mengawasi keluar. tinggallah mereka punya tulang-tulang yang putih . pemuda ini jadi waspada. Boe Wie memandang dengan berdiam. sek arang In Tiong Kie sudah berserikat sama bangsa Boan itu? Apakah bukan ia sedang hendak diperdayakan? Dugaan Boe Wie terhadap In Tiong Kie adalah meleset. panasnya lenyap separuhnya. Jikalau begini putusanmu. . dia akan sudah terbmasa remuk-hancur. ia bercuriga terhadap siapa juga. sahaba ku itu bilang padaku: Semut ada satu binatang kecil sekali. dengan dipencet dua j ari. apapula manusia? Orang tua ini berhenti sebentar. Lalu. si anak muda ak an dengar nasihatnya itu. di luar dugaannya. Sahabatku si orang luar bia sa itu hunjuk.€Aku tercengang dan kagum atas apa yang aku saksikan itu. Boe Wie. apabila dia dapat kawan dan berombongan besar.tidak terhitung jumlahnya. . ia pandang pemuda di depannya. kau bilang bahwa kau hendak ca n aku. Benar pemerintah tak dapat digempur tetapi toh sudah tergoncang juga. Lauwtee. maka selang dua hari. berapa pembesar kau pernah binasakan? Sahabat ku itu lalu menunjuk pada hikayat. Agaknya ia merasa pasti bahwa setelah dengar perkataannya itu. Benar jago tua itu sedang undurkan diri tetapi dia memang ada berpemandangan lebih luas daripada orang-or ang Pie Sioe Hwee. akan kemudian. Adalah si anak muda sendiri. Lauwtee. Lauwtee. Andaikata di sana kau tak dapat cari aku.

Kau orang jadinya ada o rang-orang polisi Pakkhia yang kcnamaan! Maafkan aku yang sudah tidak kenali kau orang! Dari tempat ribuan lie kau orang telah susul aku. supaya kau tidak membikin sukar pula pada kita duasaudar a . Habis makan obat. Maka ia jadi mendongkol: Ngaco! ia membentak. dari mana pun berkelebatsatu cahaya putih bagaikan ranta i perak. benar-benar kau orang telah bercape-lelah . ini aku kembalikan bingkisanmu! katanya. menuju pada pembaringannya. Ia kaget tetapi ia tabah. malam itu ada membawa lelakon. Kau orang bangsa elang dan anjingnya pembesar negeri mau bicara tentang kehormat an orang Kang-ouw? Hm! Di sini toaya ada. dari itu ia mulai pikir akan berangkat besok saja. Sahabat. Sahabat. Boe Wie berdiri diam. Di saat murid Thay Kek Pay ini hendak berbangkit. i a awasi dengan tajam pada dua bayangan itu. Jikalau demikian. tetapi ia kuatir tuan rumahnya nanti terembetrembet. kau orang boleh bawa pergi! Sembari mengucap demikian.Selama dua hari itu Law Boe Wie senantiasa pikirkan kata-katanya In Tiong Kie si orang tua itu. Persaudaraan Giam! is tegaskan. maka ia ulur tangannya . ia pun kuatirkan munculnya orang-orang polisi. sekonyong-konyong ada menyam bar angin dari jendela. ialah orang biasa berjalan di waktu malam. yang mcncekal pedang. ia sampai keluarkan keringat dingin. Mereka masing-masing bersenjatakan Thie-tjio dan scbatang golok Tan-too. di luar jendela lantas berpe ta dua bayangan orang serta terdengar suara tertawanya nyaring. Maka ia telah ambil putusan. Oh. itu bukan suaranya daun rontok. pada tubuhnya sendiri. mereka tertawa pula. ia sukar pulas. akan tanggapi benda putih itu ketika si benda lewati sedikit padanya. Di luar segera terdengar suara nyaring. Baik kau berlaku gagah sebagai orang Kang-ouw sejati. Di lain malamnya. sesudah lelah. berkata mereka. ia tidak bisa banyak pikir lagi maka ita. kau turut aku pergi ke kantor pembesar ncgeri. boleh jadi mereka engko dan adik. yang ia kuatir nanti da pat susah karena urusannya sendiri. tidak demikian dengan kupingnya yang jeli. jikalau kau ada mempunyai kepandaian. suara itu pelahan akan tetapi segera ia dapat kenali. harap kau tidak mengatakan aku d ua Saudara Giam ada berlaku kasar kepadamu! Mendengar disebutnya Persaudaraan Giam. ia angkat ta ngannya. Sampai tengah malam. bahna kaget. segera ia hunus pedangnya yang s elamanya belum pernah terpisah jauh dari tubuhnya. senjataku ini menampik! . kiranya kau o rang ada Giam-kee Heng-te. Boe Wie rasai panasnya jadi lebih banyak kurang. disusul sama uca pan: Ha. ia hendak an gkat kaki. kau telah kepergok. asal sudah segar lagi sedikit. aku bersedia akan iringi kau orang. Apa mau. ro man mukanya rada minp satu dengan lain. Boe Wie memandang dengan mata melotot. dengan gerakan Lee hie ta teng atau Ikan trambra meletik . Ia segera teringat pada tuan rumahnya. ialah dua mac am gegaman yang biasa dipakai oleh orang-orang polisi. ia tidak boleh ber ayal. Tahu pastilah ia sekarang bahwa ia lagi berhadapan sama orang-orang polisi. Dengan si-apkan senjatanya. baharu jadi tujuh atau delapan bagian. hanya sayang sekali. ia ingin tidur agar dapat beristirahat. demikian salah seorang berkata. karena senantiasa ingat besok ia hendak merantau pula. cara bagaimana aku bcrani membuat kau orang kcccle? Sahabat-sahabat. baharulah ia Iayap-layap. hanya tindakan kaki satu ya-heng-d jin. Dua orang itu benar berani. Benar ia tidak takut yang ia nanti kena dibekuk. kepandaian siapa belum sempurna betul. ia rebahkan din. Begitu lekas senjata rahasia itu sudah tergenggam dalam tang an kanannya. Tapi bahaya sudah datang. tanda bahwa timpukan itu tidak mengena i sasarannya dan jatuh ke tanah. Nyata it u ada sebuah piauw. hanya setelah itu. sahabat baik. Dua orang itu berpotongan sedang. Tiba-tiba ia dengar suara berkeresek. ia berloncat turun dari pembaringannya. sia pa tahu. Matanya meram mele k. Sahabat-sahabat baik. benar-benar dia ada di sini! Menyusul kata-kata itu. Dia berusia pertenga han. ia tidak lupai kcpandaiannya. Boe Wie maju dengan matanya mengawasi dengan tajam. hanya ia bersenyum ewah. dua bayangan tersebut lompat masuk ke dalam! Law Boe Wie segera menduga pada orang polisi. tangannya dibarengi diayun ke arah jendela. supaya kau ora ng peroleh kcnaikan pangkat dan kebahagiaan.

Di waktu ia menangkis ke kanan. kalau tidak. kepalanya pusing. Tjin San lolos dari ancaman kepungan. ia balik maju. Boe Wie niat susul musuh itu. Giam Tjin San lihat lowongan itu. bagaima na kalau Giam Tjin San kerubuti ia? Selagi Tjin San mendatangi dekat. hamba wet dari Pakkhia ini ada dcmi k ian tang guh. maka untuk singkirkan bahaya. demikian Tjin Hay si kidal. kembali ia gunai Hoei-ma-kiam denga n apa ia tangkis golok lawan. lain tahun pada hari ini harian sembahyang kau satu tahun! Habis berkata begitu. nyali mereka suami-isteri ada kecil. akan menyingkir sambil bergulingan ke arah pintu. Syukur tadi ia telah keluarkan keringat. akan buang diri ke kanan dengan mundur sedikit. ia masih kurang sebat. Untuk satu Giam Tjin Hay. Murid Thay Kek Pay itu dengar sambaran angin di belakang.Tapi. Mere ka tidak punya kepandaian berarti. ia lompat bangun. dengan hati lega. kapan mereka mengintip dan lihat kawan mereka. Ia tidak jerih se kalipun ia sedang sakit. Tjin San berpikir. maka itu. dua saudara Giam itu geraki senjata mereka.dia ini me nyambar 4engan goloknya. keduanya sudah lantas bcrtcmp ur. Sahabat baik. dia ini segera loncat keluarkalangan. sebab dia ini mainkan itu dengan t angannya yang kiri. ia pun tidak sempat gunai pula senjatanya. Dua saudara ini. Ini adalah Hoei ma kiam . Boe Wie merasai ia semakin lemah. dengan tib a-tiba ia menjerit dan rubuh terguling. ia putar balik tangan kanannya. hampir berbareng dengan mana.musuh. burung gereja ada di belakangnya . ia jadi dapa t tenaga. Giam Tjin Hay maju akan bantui engkonya. Boe Wie sedang sakit. keduanya mundur beberapa tindak. akan tetapi Boe Wie mcndahului dengan Peh tjoa touw sim atau Ular putih mcnghcmbuskan bisa untuk tikam dadanya orang yang mcnjadi kanda. tetapi setclah senjata mereka beradu. dasar lemah. suara berisik me nyebabkan mereka tersadar. tetapi Boe Wie tidak takuti mereka. Bukan main sibuknya Law Boe Wie. Sang adik ini adalah seorang kidal . sekarang ia mesti layani satu sama satu pada si orang she Giam yang kedua. karena ini. dengan be gitu dadanya jadi terbuka. Giam Tjin San maju pula. sekalipun demikian. Dan mclayani seorang kidal memang rada sulit . ia tidak bersangsi. Dengan Heng kee kirn Hang atau Me lintang di atas penglari emas . dengan Thie-tjionya menyerang dada musuh itu. ia kurang keuletan. Tjin Hay j uga menjerit. Sedang Boe Wie pun tidak nyana. ia sudah kewalahan.€ Kau mempunyai senjata. Giam Tjin San tangkis tusukan itu. ia mclainkan tarik tubuhnya ke belakang sedikit. ia memikir untuk gunai tipu. hingga darahnya lantas bercucuran. untuk tolongi saudaranya. dari itu . ia lantas merasakan pusing. maka mereka kaget sekali dan berkuatir. The Sam dan isterinya sudah tidur ketika pertcmpuran dimulai. maka itu dengan ketenangan. Lalu dengan Giok lie touw tjiam . tapi di sebelah itu. punya tenaga begitu besar. Tjin San dan Tjin Hay. akan bantu adiknya mengepung musuh. ia bisa laya ni musuh. Aku tidak sangka. ujung pedang telah men genai lengannya. ia sengaja berlaku ayal. akan dengan Koay bong hoa n sin atau Ular naga jumpalitan . dengan gampang ia bisa kalahkan dua orang polisi itu. Ia I upai lukanyadi lengan. dengan begitu. akan tetapi. si penumpang. Dia membacok bebokong dengan tipu Lian-hoan Tjin-pou-samtoo atau Tiga bacokan saling susul . lagi dikepung musuh. pedangnya. tetapi kepandaiannya ilmu Thay Kek Pay mcnolong dia. penyaki tan seperti dia. tubuh kosong membuat asabatnya lemah juga. gesit luar biasa. Tjin San kaget.€Karena ini. hingga tubuhnya jad i sempoyongan. ia jatuhka n diri. apapula ia memang paling benci hamba-hamba wet. Sahabatku. kau manis sekali! kata Tjin San. ia bisa celaka di tangan dua hamb a negeri itu. Ilm u silat ini berpokok tenang. t idak kurang 1 iehaynya tan-too dari Tjin Hay. atau Bidadari melempar jarum . Boe Wie tidak menangkis. kakinya limbung . kesabaran. Coba ia tidak sedang sakit. atau Loh-bee pedang. ia tidak sempat puta r tubuhnya lagi. Thie-tjio dari Tjin San ada liehay.Dua saudara Giam itu juga tertawa tawar. memang terkenai. dengan kesakitan. Tapi iatetap lelah. seumpama cengcorang hendak menawan t onggeret. Habis mundur. terpaksa ia egos ka ki kanannya. Sesudah kira-kira lima puluh gebrak. da ri luar ke dalam. kitajuga! Bai klah. ia teruskan menikam ulu hatinya.

Ia menyesal. karena lelahnya. I a lihat musuhnya dan mengenalinya. i a belum tahu. Sekarang tak lagi ia merasa heran. tapi ia telah celakai tuan rumah suami-isteri. yang tens mcngucurkan darah. ia percaya orang buka nnya orang sembarangan. matanya separuh tertutup. rubuh pula sak ing lelah dan sakit. matanya tajam. sehabis lampiaskan sakit hatinya pada suami-isteri itu. mereka jugadisangka ada pcnduduk biasa saja. adalah golongan pembesar negeri atau tuan tanah. Hanya. mukanya kasih lih at senyuman iblis. Selama itu. Boe Wie hampirkan The Sam akan raba tubuhnya. Ia sudah bebas. lekasan! Aku belum kasih tahu kau tentang kabar yang aku dapat kemarin . IV Sesampainya di Liauw-tong. Melihat mayat-mayat itu. di saat Boe Wie tcrancam. si Garuda Malaik at Seratus Cakar. Percuma saja tuan dan nyonya rumah mencoba b ikin perl a wan an. Tapi ia pun sengit. jago tua yang bergelar Pek-djiauw Sin Eng. sampai goloknya tak dapat digunai sebagai bermula. tidak ayal lagi. berubahlah pandangannya terhadap bangsa Boan seumumnya. di mana ia berhasil-mene mui Tok-koh It Hang. mereka tunggu waktu. hingga dalam repotnya. mereka rubuh saiing gan ti di bawah hajaran sepasang Thie-tjio dari si orang polisi dari Pakkhia. la jadi korbannya nyonya The Sam. Tjin San tarik napasnya yang penghabisan. sekarang m ereka itu berkorban sekali. i a tidak dapat menolong suami-isteri itu. malah ia jadi sangat gusar. Maka ia pun curiga dan sangka orang hendak can tahu hal-ihwalnya. kata Tjin San dengan lemah. keduanya muncul dengan berbareng. Aku sudah tidak berdaya lagi. siapa tahu. iadapati me reka sudah mandi darah. sama seperti bangsa Han sendiri. hingga dia rubuh dengan mandi darah. hingga seperti kala p. Kanda itu tidak binasa kare nanya. Dengan begini menjadi lebih nyata. Di sini tak usahlah dituturkan perihal perantauannya beberapa bulan itu. Yan g busuk atau jahat. Ia terutama lihat tegas sinar mata yang tajam dari orang ini. ia benar tak dapat berdiam lebih lama pula di Kwan-lwee! Maka ia jadi ingat In Tio ng Kie serta kata-katanya orang tua itu. Sebab sudah biasanya bagi ia untuk waspada. baharu ia sampai di Oey-see-wie. sebab kepala pusing. M emang sarang kita di Shoatang sudah kena diubrak-abrik! Pergilah kau. Rupanya dia ini. kenapa In Tiong Kie menyingkir ke daerah perbatasan ini dan betah berdiam di sini. Tapi kau jangan berpuas hati. sambil keluarkan jeritan mengerikan. Pisaunya The Sam scndiri mengenai lengannya Tjin Hay. satu kali saja ia lihat tampangnya si pelarian ini. Siapa tahu. Karena i ni.mereka tidak lantas maju. kau menang . ia terjang Tjin Hay siapa sedang kesakitan. pengalamannya pun luas. Ia berkelejat kaki tangannya. air mata Boe Wie meleleh keluar. itulah sebabnya kenapa ia rubuh sendirinya . Rohnya Nyony a The Sam sendiri sudah pergi terlebih dahulu . Boe Wie tidak sebut-sebut In Tiong Kie. lcngan kanan. Boe Wie telah lewati tempo beberapa bulan untuk per gi sana dan pergi smi. jago tua itu ada orang macam apa. Mulanya bertemu sama Tok-koh It Hang. ia terjang suami-isteri pembokong itu. selagi€€musuh-musuhnya m embelakangi mereka. sebaliknya ia berpura-pura s ebagai satu pengungsi. Biar aku pergi ke Shoatang akan lihat apa aku bisa bikin di sana begitu ia ambil putusan. Nyata bangsa itu berbeda sikap daripada pemerintahnya. Habis kata begitu. ia lompat bangun. Sahabat baik. maka dengan kuati hati. Pergil ah kau. Tok-koh It Hang bukan melainkan pandai silat. Maka setelah siap. tubuh mereka rebah di samping tubuhnya Tjin San. dengan pisau belati mereka menimpuk. karena sarangmu di Kang-lam sudah digulung! Percaya. ia pun susul Tjin San kelain dunia. Cepat Boe Wie lompat pada The Sam dan isteri. raj in dan ramah-tamah. malam-malam juga ia angkat kaki . mereka tidak dicurigai. dan golonga n ini pun dibenci mereka. Boe Wie kuatir tuan rumahnya turut bercelaka karena ia. untuk perihnya hati. Me reka hidup bertani. iapun tidak pakai cara kunjungannya orang Kang-ouw. untuk membaniui. lebih baik ke Liauw-tong! . kau juga tidak terus bakal lolos . Tjin San kena tertikam bebokongnya. ia ajak Boe Wie main-main untuk beberapa jurus saja. selama berada di Liauw-tong. kata tuan rumah dengan suara pelahan sekali. dia kena dibabat pedang beberapa kali. Di matanya dua saudara Giam. . mereka ini cerdik.

sampai Boe Wie tanya. Aku belum kenal pribadi dengan Lio e Loo kauwsoe. Boe Wie insyaf benar-benar bahwa ia bukan tan dingannya jago tua itu. sang murid boleh bclajar lebih jauh pada Iain-lain guru. dari itu. tak berani aku terima kau sebagai muridku. Dalam halnya kau ini. bi la dengan pcrsctujuan nya sang guru. Di saat muridnya Lioe Kiam Gim hendak loncat keluar kalangan. Boe Wie hendak berlutut. Ia jug a hunjuk. Benar. Boe Wie berpikir ia berpikir dengan keras. sebagai muridku. ia tidak pandang dia sebagai murid yang biasa. memang ada aturan umum. In Tiong Kie pernah beritaliukan aku. Kau tidak ingin kembali kepada Pie Sioe Hwee. ia jawab. dari itu. Teetjoe ada dari Golongan Hok. ia pandang sebagai sep aruh kawan saja. pada beberapa bulan yang lalu. tetapi iasebenarnyaingin ketahui kepand aiannya jago tua itu. si orang tua tertawa berkakakan. tak dapat aku terima murid kepalanya. maka akhirnya. itu adalah latihan kau sendiri yang masih kurang. berkata ia. mcndadakan si or ang tua berseru: Kau sebenamya keluaran Thay Kek Pay mana? Lekas bilang supaya ti dak terbit salah mengerti! Sampai di situ. ia berikan kemerdekaan dan izinnya pada mu rid kepalanya ini. ia terima tantangan. Boe Wie cuma bersangsi-sebentaran. tetapi ia tak ingin kembali ke Kwan-lwee. Lauwtee. baharulah di dua jums yang terakhi r aku bisa atasi padamu. Sudah beberapa puluh jurus aku lawan kau. ia sendiri merasai tangannya sesemutan. Boe Wie masih mendesak. Pek-djiauw Sin Eng ada punya perhubungan apa dengan In Tiong Kie. itu tak dapat dilakukan lagi. pantas kalau ia yakinkan ilmu sil at terlebih jauh. tapi sekarang ia dengar keterangannya pemuda ini -yang ia percaya-hatinya jadi girang. Setelah berselang sedikit waktu. Hanya karena Boe Wie benar-ben ar lichay. kemudian ia .Tadinya Boe Wie menampik. akan terus menj ura pada tuan rumahnya. Lioe Kia m Gim taat pada itu aturan. untuk aku menambah pengetahuan . Tidak. itulah sukar sekali. sedang buat cari guru yang pandai. Sekarang kau tel ah sampai di sana. lalu ia berbangkit. ia keluarkan keringat dingin. Kau sebut dia itu. entah dengan cara bag aimana ia diserangnya.akhimya ia tegaskan. Boe Wie tunduk benar-bcnar. Karena tcrkabar kau lagi diarah oleh pemerintah Bo an. jadi tidak ada halangannya untuk ia berguru pada lain a hli silat. yang ia tidak berani langgar. Adalah setelah keduany a bergebrak. mestinya kau telah bertemu dengannya. Di sebelah itu. Walaupun orang menolak. tapi Tok-koh It Hang segera mencegahnya dengan cepat cekal lengannya. ia ingin tetap tinggal di Kwan-gwa ini. dahulu gurunya pernah pesan untuk ia menambah pelajaran dari Iain-lain cabang kaum persilatan. Jadinya kau ada mund kepala dan Lioe Kiam Gim? Pantas kau begird liehay! bcrkata ia. Aku tidak punya kepandaian untuk diturunkan kepada kau. Bagaimana Lootjianpwee bisa mendu ga begitu jitu? Jago tua itu tertawa. Malah tee-tjoe ingin tetap tinggal di sini. bukannya ilmu silat Thay Kek yang kurang sempurna. terpaksa siang-siang ia keluarkan kepandaiannya ilmu Thay Kek Pay untuk bisa mel ayani terlebih jauh. Ia kata ia bukan hendak mening galkan Lioe Kiam Gim sebagai guru. bajunya saja ia tidak mampu langga r. Taruh kata tee-tjoe berniat pulang. ia mengawasi dengan tajam. ia jawab. bahwa kau ada satu angkatan mudayang gaga h dari Pie Sioe Hwee. lawan tua ini ada jauh lebih liehay daripada ia. ia merendah. Oi dalam kalangan persilatan. adalah itu aturan umum. Boe Wie mengerti. Lauwtee. kata ia Sekaran g tee-tjoe insyaf. tetapi dia adalah orang yang aku kagumi. itulah tepat. baik untuk sementara kau jangan pulang dulu. Keduanya sekarang bicara secara asyik sekali. Apakah kau ada dari pihak Pek Sioe H wee?. Tok-koh It Hang heran. maka ia terus perkcnalkan dirinya. Dengan sendirinya. Tok-koh It Hang bukannya tak sudi dapat murid sebagai Law Boe Wie. untuk dikasih bangun. In Tiong Kie sudah pergi ke Kwan-gwa untuk ca n kau. teetjoe tidak pikir pula untuk lakukan pembuhuhan-pembunuhan gclap. maka itu. Tee-tjoe mohon Lootjianpwee t cnma aku sebagai murid. Jangan kata tubuhnya. ia lantas manggut. Aku tidak bisa. mendengar mana. Ditanya begini.

Tok-koh It Hang berkata lebih jauh. rupanya ini disebabkan. soeteenya orang itu. ia dapat pelajaran kepandaian mengenai sen jata rahasia dengan mendengar suara anginnya saja. tapi dia bisa binasakan rajanya Itu telah terjadi belum seberapa lam a ini. an ggajjjlflfiya jadi berubah. hingga ia sendiri jadi sebagai separuh murid . ia t elah bisa wariskan Tok-koh It Hang punya enam puluh empat j uros kim-na-tjhioe-hoa t. bisa dimengerti kepandaiannya yan g tinggi. Kita hanya binasakan satu-dua pembe sar negeri. Raja itu ada kejam. Aku ada lagi satu contohnya. i alah Siberia. hatinya jadi terbuka. Pastilah akan ada satu hari. banyak rakyatnya yang dibuang ke batas Liauw-tong. yang ter ima dirinya sebagai separuh guru. Pembunuhan-pembunuhan gelap bukannya daya untuk mewujudkan usaha besar.kata. b agaimana bisa ditumpas itu segolongan orang-orang berpengaruh yangjahat dan keja m? Darah mesti dikucurkan secara berharga. ia jadi tinggal menetap di Liauw-tong. Boe Wie ketarik dengan perundingannya ini guru baru. Ci ta-citanya Tok-koh It Hang adalah mengumpul kawan. Ha nya. perkumpulan rahasia i tu ada terlebih besar dari perkumpulan kita. Boe Wie memang sudah punya dasar baik. Umpama ma-tua dari Tong Thay-tjong Lie Sie pin. kalau ia peroleh kemajuan. Ilmu silatnya berdasarkan Golongan Eng Djiauw Boen Cakar Garuda. M enurut pelarian ini. bukan seperti caranya Pie Sioe Hwee. Di samping itu. umpama Lie Tjoe Sen dan Ang S ioe Tjoan dari Thay Peng Thian Koife Itu waktu. dalam tempo empat-lima tahun saja. Russia juga punyakan semacam perkumpulan mirip Pie Sioe Hwe e. Ia dap ati julukannya justeru karena kegesitannya itu bagaikan garuda Tok-koh ada she atau nama keluarga asal orang asing (Ouw) tetapi itu dari bara t-selatan telah masuk ke Tionggoan sejak AhalaTong. seperti garuda melayang menyambar. Tanpa menumpahkan darah. Tapi kim-na-hoat ini scbaliknya da ri pad a Thay-kekkoen. membela diri . Kalau Thay-kek-koen ada dengan lemas melawan yang keras . karena bangsa asing mcmbantu padanya. karena singk irkan diri. satu raja telah binasa. tidak fcekerja sama-sama peme rintah. Boe Wie tinggal menumpang sama Tok-Koh It Hans. tidak heran. kim-na-hoat adalah s ambil menyerang. Tapi. dari itu. Beberapa tahun Law Boe Wie tinggal bersama Tok-koh It Hang. yang dating kepadanya setelah s etengah tahun ia sampai di Liauw-tong. Pun ada banyak orang Kang-ouw yang tidak puas terhadap orang she Teng jtu. Dua-dua Tok-koh It Hang dan In Tiong Kie kagumi dan hormati Lioe Kiam Gim. perkumpu lan itu tetap tak dapat capai maksudnya. tidak pernah ia ab aikan ilmu silatnya. Berbatasan denga n daerah Liauw-tong ini ada sebuah negeri yang dinamakan Rusia. ada di antara rakyat itu yang nyelundup ke Liauw-tong. Demikian selanjutnya. Thay-kek-koen dan Kim-tjhie-piauw sud ah jadi angkuh terhadap kaum Kang-ouw dan telah bergaul rapat dengan pihak pembe sar negeri. apabila kau jadi tawar karenanya. apapula sekembalinya dari Kwan-I wee Tionggoan In Tiong Kie telah bawa cerita bahwa ahli waris Thay Kek Pay itu yang kesohor Thay-kek-kiamnya. penduduk Liauw-tong adalah bangsanya sendiri dan da ri itu. hingga di zaman itu sudah di akui sebagai nama keluarga orang Han. Tok-koh It Hang ada asal Kwan-Iwee. ia terus suka berunding s%na gurunya itu. dengan sepasang telapakan tanganku yang hanya berd . hingga dengan sendirinya dia itu jauhkan diri dari Rimba Persilatan. Tok-koh It Hang bergelar Pek-Djiauw Sin Eng. Iain raja muncul sebagai gantinya. ia duga sukar untuk ia tinggal sekian lama di tempat baru ini. sehabis kegagalan Kaum Thay Peng . ia ada orang she Tok-koh. tidak perlu ditilik keras. Malah dari In Tiong kie. kedudukan pemerintah Boan makin kuat. Ia pun tadinya beranggapan se bagai Boe Wie. cara bagaimana bangsa Ouw itu bisa digulingkan dan diusir? Tanpa tindakan itu. Boe Wie menyengir. tet api mercka tidak sukai Teng Kiam Beng. Sebab urnumnyaroRyat Boan ada sama seperti di Tiongg oan. flfnenunggu waktu. ia ciptakan sendiri ilmu pukulan kim-na-tjhioe-hoat yang terdiri dan de lapan kali delapan -enam puluh empat jums. serta tujuh puluh dua jalan ilmu pedang Hoei Eng Tjiong-soan Kiam atau Burung ga ruda terbang berputaran . di sebe lah itu.€Kau harus mengerti. kim-na-hoat gabungkan luar dan dalam jadi satu. rajanya dipanggi l czar. yang bertujuan menggulingkan rajanya. terutama mengenai pemerintah Boan serta s epak-terjang kebangsaan dari rakyat Tiongkok asli. Maka kemudian orang Rusia namakan pembu nuh gelap yang berani itu sebagai pendekar lacur yang tak berharga satu sen! Mendengar ini. itu pun keliru. buat justeru bikin terguling pemerintah itu. Ia utamakan kegesitan tubuh. ta pi toh ia telah terima pelajaran sepenuhnya.

seperti lenyap dari muka bumi. ia berbahasa. aku nanti coba-coba semua tiga macam kepandaiannya itu! kata Tok-koh I t Hang sambil tertawa apabila ia dengar keterangan sahabatnya. orang pandang tak berguna.€Kalau dua harimau berkel ahi. s cbab dua-dua Kiam Gim dan It Hang adalah gurunya sendiri. Aku mesti damaikan me reka! Lantaran ini. ia tidak berani sebut terang-terang hendak pergi ke Djiat-hoo. Hoe-totjoe atau wakil Ketua dari Hay Yang Pang bernama Ie Tjee Ban. tua Liauw-tong itu. sudah berangkat ke Utara. sampai satu kali. dan wakil ketua itu sangat hargai Boe Wie yang kosen dan djiatsim. Lioe Kiam Gim telah minta bantuannya orang-orang tua yang kenamaan. dia adalah tokoh terkenal dari Pie Sioe Hwee. yang kena dibegal di tempat tiga puluh lie di H ee-poan-shiadi Djiat-hoo. namanya Boe Wie ada tersohor dan dia sudah punya ban yak kenalan atau sahabat. orang bujuki aku bahwa hari depanku penuh pengharapan. Perkara apakah yang penting itu? Itu adalah halnya itu perampasan barang upeti yang dilindungi Teng Kiam Beng. siapa menang.aging ini. hatinya bercekat. bahwa yang lakukan itu ada scorang tua dengan lidah Li auw-tong. Kalau ini dugaan benar. si tuabangka. kepalannya. Caranya adalah. Aku hila .-. Tok-koh It Hang sudah asing dengan keadaan di Tionggoan. sebagai tetamu dari wakdl kepala kaum itu. apa Lioe Kiam Gim bakal adu kepandaia n sama orang tua itu. kena dibikin malu. Kejadian itu ada menggemparkan. ia dengar satu perkara penting sebab mana ia terpak sa tunda dulu tugasnya. ia juga tidak ketahui jelas keadaan orang. di sebelah itu. tetapi aku tidak! pikir Boe Wie. karena. hingga ia mesti batalkan dahulu keberangkatannya ke Dji at-hoo dan mesti segera pergi ke Kho Kee Po! Selama bikin perjalanan ini. Jago tua ini pemah kata ia hendak coba-coba T eng Kiam Beng deagan tangan kosong saja. berdua merek a duduk berjamu. justcru beg-itu. sudah begitur. Sarangnya Pie Sioe Hwee telah digulung sejak lama. Boe Wie terima kabar penting itu selagi ia berada di pusat Hay Yang Pang di Poutay. karena Teng Kiam Beng. ia sudah b erumur lima puluh tahun lebih tapi dengan Boe Wie. Law Boe Wie mesti berangkat dengan tiba-tiba. Kemudian menyusul kabar bahwa Lioe Kiam Gim. dia ini ada keluarga golongan R imbaHijau. Sebabnya ialah: kesatu. mendadakan ia tcrima satu kabar Iain. siapa kala h? Oleh karena si begai tua disebut asal Li auw-tong. Lima tahun sudah lewat sejak Boe Wie ikuti Tok-koh It Hang. tapi Ie Tjee Ban tak izinkan dia pergi sebelum mereka dahar dan minum arak dulu. bcgitu lekas ia mcmasuki Kwan-lwee. Untuk berpisah dari satu sahabat itu. akan can dua-dua gurunya itu. u ntuk mana. mereka dahar dan m engobrol dengan asyik. dan piauwnya juga dengan sia-sia. terutama karena orang mendugaduga. maka itu pengaw asan pembesar negera terhadap perkumputan rahasia itu telah jadi kurangan. Law Boe Wie dengar perkataannya jago tua ini. sal ah satu mesti celaka. Kejadian itu telah jadi buah pembicaraan urnum. dan kedua. itulah hebat. dimana-mana orang horm ati kau. dengan tidak sangsi-sangsi. akan tetapi. dan bagaimana nanti kesudahannya. apa p ula Boe Wie yang tadinya dikepung-kepung. ke tika gurunya tugaskan dia merantau akan cari kawan-kawan sekerja. sebab pemimpinnya lagi berpergian. guna cegah rahasia bocor. Law Boe Wie segera juga san gka separuh gurunya Tok-koh It Hang. Boe Wie ambil putusan akan pergi ke Djia t-hoo. si orang tua asal Liauw-tong bertan gan kosong tetapi Kiam Beng sudah gunai pedangnya. seteiah bersangsi lama. soeheng dan Teng K iam Beng. ahli waris Thay Kek Pay. demikian kata tuan rumah itu. Boe Wie bersedia akan kembal i ke Kwan-Iwee. tuan rumah timbulkan satu soal. Mereka masing-masing tenggak beberapa cawan. Shoatang. Dan kedua guru itu sama-sama liehay! Orang lain boleh menonton. akan tetapi ia diam saja. Te rang orang tak lihat aku karena aku jadi wakil dari suatu kawanan kecil . perubahan telah ba nyak terjadi. Ia memang tidak puas terhadap sepak-terjangnya soesioknya itu. scbagaimana Boe Wie meenghargai kejujuran orang. Hanya. cngko dan ad ik. Lauwtee. yang telah hidup menyendiri di Kho Kee Po. Karena ini. maka kesudahannya. Ada orang ajak aku bckerja untuk dianya. Sebenarnya Boe Wie belum tahu j elas asal-usulnya Ie Tjee Ban kecuali ia dengar. tetapi aku.. pcrhubungan yang rapat ini bukan sebab pcrkcnalan saja hanya mereka pcrnah s aling bantu. kau muda dan gagah. siapa si orang . Law Boe Wie tidak pakai namanya Tok-koh It Hang.

mereka hen dak gu nakan aku scbagai pcrkakas. yang ajak aku! kata Ie Tjee Ban kemudian. tetapi orang telah bujuki aku. Aku percaya. mereka kena dilabrak satu nona. Ya. tapi di sini. Dan aku ada salah satu kacun gnya. In-koan ada distrik di mana ada tinggal gurunya: Lio e Kiam Gim. maka kebetuIan sekali. lagu-suaranya beda satu dari lain. sesudah mana orang datarg untuk b ersahabat sama dia. Ketua Muda Hay Yang Pang ini berikan keterangannya lebih jauh. Lauwtee tentu belum tahu duduknya hai. Karena hilang satu saudaranya. sa mpai tahu tahu. Coba tidak bukan pada kau. mereka bisa bekerja sama pembesar negeri. ta pi mereka toh kecele. Ie Tjee Ban bilang. Kiam Gim pesan muridnya ini sekalian dengar-den gar perihal pcrsaudaraan Lo itu. uIa mau pergi ke pusat kita di Lek-shia . itulah sebabnya. itu ada hal untuk bikin orang celaka . mereka dengar suara menggeros keras. Kho Kee Po masuk dalam wilayah distrik itu. maka k emudian. ia minta keterangan. kedua pihak tidak saling ganggu. apa mau. mereka tidak bisa tancap kaki . Itu waktu di daerah Seetjoan Barat. ia pun tidak tahu hal ketua lama dari sahabat ini. akan can tahu tentang orang tua itu. sekarang mereka jadi pahlawan Raja Boan. malah Lo Sam Houw. Atas itu. ia sendiri ajak dua kawan. Mereka sampai kira-ki ra jam tiga lewat. dandanannyajuga berlai nan. untuk pergi bikin penyel jdjkan secara diam-diam ke kuil itu. Kenapa Lauwko mesti hi lan g muka? Kita toh merdeka. mereka kena dipermainkan. ada sangat kesohor. Kebinasaan Sam Houw di tan gan In Giok menyebabkan orang katakan si nona ada nona gagah yaag ajaib! Pun. Lauwtee.Dari atas genteng di mana mereka mendekam. yang ilmu silatnya boleh dia ndali. wa ktu hendak mulai pergi merantau. sungguh aku tak sudi merijeiaskan ini . aku masuk dalam Hay Yang Pang. K ebetulan dari Lek-shia ada datang dua saudara kita. Hatinya Boe Wie bercekat. Dia ajak aku bekerja ke In-koan. la malah ketahui€€€lebih€€€banyak€€€te ermusuhan antara Keluarga Lo dan Keiuaiga Lioe Kiam Gim dan In Giok bersama Lauw Tian Peng adalah hajar Lima Harimau Keluarga Lo itu. katanya sayang aku jadi waki l saja. Sebaliknya. mereka mirip dengan orang Rimba Hijau. Malam itu tidak ada cahaya rembulan. Mereka tidak memasuki Kota Pou-tay untuk mondok. Itulah ketuaku yang lama.€Teranglah dengan itu orang pandang enteng padaku! Boe Wie tidak mengcrti. Toa-totjoe telah terima laporan ada beberapa orang asing. dari itu. dia cuma kata urusan penting. mereka telah datang can aku. Boe Wie kata. tetapi mereka boleh diandalkan. Shoasay. Lo-kee Ng o Houw berubah jadi Lo-kee Soe-houw -Empat Harimau She Lo. Toa-totjoe mengintip ke dala . Kejadian mi membuat rombongan mereka buyar. kita tidak mcngandal i pangreh-praja? Kau benar. kata ia. Toa-totjoe larang orang banyak omong. Siapa tahu? jawab Ie Tjee Ban. Mereka tidak bawa barang berharga tetapi sembunyikan senjata. Lauwtee. mereka ingin aku bckerja untuknya. Be lakangan aku dengar di Djie-tjoe. karena itu mengenai hal dua puluh tahun yang lalu. Sebaliknya an eh! Ketua itu telah menghilang dua puluh tahun lebih. Untuk apa minta bantuan Lauwko diminta? ia tanya. katanya. Meski demikian. mereka buron ke Utara. Siapa tahu. mereka bagi hasil i tu kepada pangreh-praja setempat. Dia tidak mau menerangkarmya. sesampainya di kuil. at au Lima Saudara Harimau She Lo. atau sekarang ia muncul se bagai pahlawan dari Istana Raja Boan.. bila mereka peroieh hasil. yang rornannya mencurigai. hanya pergi ambil tempat di kuil rusak beber apa lie di luar kota. na nti aku tuturkan. hari depanku pen uh pengharapan . Lo-kee Ngo Houw. Ia tidak ketahui jelas h ati Ie Tjee Ban. katanya s ebab aku ketahui baik Propinsi Shoatang ini. Mereka menghilang. Sebenarnya aku jemu ber campur pula sama mereka. hilang jiwanya. sesudah ia tenggak b eberapa cawan pula.ng muka! Urusan apakah itu. ketika kau masih kecil. sekarang ia dengar kabar penting itu.€€Mereka€€bcrtiga meman g tak dapat dibandingkan dengan kau. Sudah aku ketemui ketua lamaku. Mereka berkepandaian ti nggi tapi aku tidak tahu hal-ihwal mereka. uPantas kemarin ini Toa-totjoe pergi dan terus tidak kembali. Tapi keterangan itu pun sudah cukup untuk Boe Wie. Di Seetjoan Barat. Kau pasti tidak tahu. Lauwtee. Mereka biasa membegal dan memeras penduduk. Lauwko? tanya Boe Wie dengan heran. Ini tahun ada tahun luar biasa untuk aku! kata Ie Tjee Ban. juga ketuaku sendiri telah d apat maiu dari seorang tua yang tidak dikenal. Dengan gelantungi tubuh di payon.

sama sekali mereka tidak bcrniat kurang baik. Kuil ada gelap. ia benar perlihatkan bebcrapa jurus pukulan kaum itu. aku berlaku tak pantas pada kau orang. Tiba-tiba ia rasakan sebelah kakiny a. Di sebelah itu. Toa-totjoe bertiga di buat pcrmai nan. tidak salah lagi. bahwa dia keb etulan lewat di Pou-tay. Mereka turun ke tanah dan lantas bertempur. jengkel dan mendongkol. Ie Tjee Ban letakkan cangkir araknya. mereka maju. mereka masuk tidur. kedua kawan itu mengawasi. ia menghaturkan maaf. Secara begi ni. Ditanya begi tu. malah mereka sendiri mcrasa scperti ada kebut dengan p elahan. ada yang tank. mereka sendiri yang kena dibikin repot. maka itu. Lo-kce Soe Houw hendak bckcrj a di In-koan. sahabat-sahabatku! Bercerita sampai di situ. Bertiga. Si orang tua gagah itu muncuk ber . silakan kita turun ke pekarangan kosong di bawah sana unt uk main-main! Kenapa eh -kenapa kau orang bersangsi? Apa kau orang takut? Apa ka u orang jerih melihat banyak kawanku? Tidak. Orang yang Lauwko sebutkan itu mirip de ngan orang tua tersebut. Tentu saja kedua kawan itu jadi gusar. permainannya tidak terlalu lancar. Toa-totjoe sudah dibikm sibuk dan mandi keringat oleh pedangnya orang itu yang sambar sana dan sambar sini. sctclah bicara pul a scbcntaran. kemudian ia ajak dua kawannya pulang. mereka pada tertawa. ia kata pula: Bukanlah gampang bahwa Tuan yang terhormat datang dari tempat yang jauh. dari samping. mereka Jiflm apa dan kenapa mereka tarik kakinya. menganjurkan kedua kawan Toa-totjoe maju akan bantu Toa-totjoe mengepung padanya. habis itu dia nyataka n. ia melek mata tcrus sampai terang tanah . dia itu keluarkan ilmu silat Siong Yang Pay. untuk kasih sclamat jalan pada Boe Wie. Aku cuma pernah dengar nama nya belum pemah aku ketemu padanya. Selama beberapa tahun merantau. tapi akhirnya. sebab kalau di dcsak. sampai€€€€sukar untuk m ereka meloloskan diri. Justeru itu. rnerekajadi melengak. ia hany a bilang. ia hirup pula araknya . Ie Tjee Ban berhenti sebentar. kau orang nyata tak dapat lihat p adaku! Buat apa kau orang keheranan tak keruan? Mereka terperanjat. hingg a mereka tak takut nanti ditertawai orang. tidak ada satu yang bantui orang tua itu. sama-sama orang Kang-ouw. dua kawannya lagi memandang ke sekelilingnya. Toa-totjoe jadi gusar dan terpaksa menerimanya. Mereka lihat seorang tua berdiri di dekat mereka! Orang tua ini lantas tertawa. maka segera-ia putar tubuhnya. mereka menole h dengan segera.€IaJantas tan ya dua kawan itu. Bukankah orang tua itu jangkung-kurus dan pedang nya ada Tjit-seng-kiam yang panjang? ia tanya. Boe Wie agaknya terperanjat Oh! ia berseru dengan tiba-tiba. Mereka bertiga. Orang tua itu ngaku da ri Heng Ie Pay. akan mengerubuti. aku pernah dengar orang omong tentang orang tua itu. Selama itu. Dia mengaku dari Heng Ie Pay. sahut Boe Wie. ia akan. asal aku suruh seorang saja bantui aku. Ketika ditanya she dan namanya. mereka itu tcntu hendak menuntut balas terhadap Keluarga Lioe. me reka berdiri menonton. Mereka tidak tarik kakinya Toa-totjoe. rombongannya si orang tua muncul semua. bagaimana Lauwtee kenal dia? dia pun tanya. mereka dengar satu suara dalam dari seorang tua: Aku di sini.datang mengunjungi. tetapi dua sahabatnya Toa-totjoe bilang. Otaknya Ie Tjee Ban sudah terpcngaruh arak. orang tua itu saban-saban ngoceh. Toa-torjoe terlolos dari bahaya. selamanya ia gunai dulu ilmu pedang curiannya itu. akan nai k pula ke genteng. dari itu aku menanyakannya. kemudian ia melanjutkan. Tidak jauh daripadanya. tapi toh tidak pemah ujung pedang mengenai sasarannya. Orang tua itu tanya kedudukannya Toa-totjoe di dalam Hay Yang Pang. orang tua itu menampik. selagi mereka s angat malu. Dia itu katanya teiah peroleh kesempumaannya ilmu pedang Tatmo-kiam dari Siong Yang Pay serta telah berhasil mcncuri pclajari beberapa jurus ilmu pedang Boe-kek-kiam dari Heng Ie Pay. ia terkejut Benar! Eh. Belum ada sepuiuh jurus. Atas tantangan itu. Entah apa sebabnya itu ? Mendengar itu. Sementara itu. ia tidak lihat suatu apa. kalau iasedang bertempur. Untuk setengah jam. ke bagian anggota-anggota yang berbahaya. sambil bertempur. Antara berkesiurnya angin dengar suara anjing dari kejauhan. ia harap kedua pihak suka saling bantu. yang dicanteldi payon. mereka kelihatannya heran dan duka. ia sudah susun rapi keterangannya Ie Tjee Ban.m. Tapi m alam itu Boe Wie tidak bisa tidur pulas. ia tidak menanyakan lebih jauh. bila ada ketikanya. tiba-tiba si orang tua menghentikan pertandi ngan dan mengajak ikat persahabatan.

mana ia sanggup lay ani banyak musuh jahat? Sampai itu waktu. sekarang aku telah tambah usia! katanya pula. suaranya dalam. Soeheng. hingga ia rebah gulak-gulik saja. j angan kau pakai adat-peradatan . nyata ia tidak bisa bangun. Ia menghela napas. dengan begitu. karena liciknya musuh. hu ada tanda darah man pada jajandarah Djie-k . di mana Lioe Toanio dipernahkan. Biar bagaimana aku toh datang sedikit teriambat. Bong Tiap sudah mengerti keadaan. maka Boe Wie minta€€Bong Tiap unut pula padan ya. rumahny a Lioe Kauwsoe telah habis dimakan api dan Lioe Toanio. kata Boe Wie di akhir penutura nnya sambil mcnghcla napas. rupanya. hanya kepandaiamu yang bertambah! Romanmu€€menghunjukkan kemudaanmu. Kau orang semua mundur dulu. Boe Wie turut tertawa. Ibu? Bong Tiap tanya. Law Boe W ie sudah segera menuju ke In-koan di mana ia sampai di Muara Kho Kee Po. d engan cekal tangannya si nona.barcngan. hingga ia jadi kaget sen dirinya. ia likat la tak dapat empo dan pondong si soemoay seperti dulu-dulu. Lantas Boe Wie ingat pengalamannyadi waktu masih kecil. sedang Tjin Kong cekok ia dengan obat yang dicampun arak. Aku tidak sempat kisiki Soemoay untuk bersiap hingga Soenio mesti bercapek-lelah. ia haturkan terima kasih mewakilkan ayah dan ibunya. Bong Tiap menurut. Soehoe telah pergi ke Utara. Ia pun percaya. ia merasakan lemas. sesudah mcreka berada berdua s aja. akhimya turut rubuh juga. aku hendak bicara sama ia. Distrik Pou-tay ini memang ada jalan terusan ke In-koan. ahli waris atau Ketua dari Heng Ie Pay. mestinya dia ada punya hubungan sam a Lo-kee Soe Houw. Rupanya€€€€€€€ia terpengaruh pengalamannya dan sekarang Hiat soemoay itu sudah i gadis remaja! Soeheng. Lioe Toanio coba geraki tubuhnya. Tiap-djie! ialah kata-katanya yang pertama keluar dan mulutnya. dia pun hendak ajak orang bekerja. Lioe Toanio masih tetap belum sadar. Bila tak ada kau. entah bagaimana jadinya dengan kita semua . tak usah Soemoay kuatir. hingga iamenyesal tidak bisa segera sampai di Kho Kee Po. Soenio mesti berada sendirian di ru mah. sedang untuk mencegah. di scbelah siapa pun tambah Ham Eng. sampai ia keluarkan keringat dingin. setelah beristirahat Soenio akan dapat kan kesegarannya pula. Soemoay. € Tahun dan bu Ian mengejar-ngejar manusia. kau keliru Tjin Kong kata. Boe Wie sibuk karena soemoay itu paykoei terhadapnya. Demikiari sebabnya. maka itu sambil memberi hormat. mendongkol dan karena 1ukanya di dalam. katanya. dengan ia berhasil menaw an Bong Eng Tjin si orang tua yang licin. Bagaimana. tapi lantas saja ia terkejut ketika ia lihat sebuah titik h itam di bawah tete kin dari ibunya. Sayang. begitupun caranya kau gunai pedan gmu barusan! Dan soetee ini tertawa. sampai itu malam ia telah tolongi juga soenionya. sama-sama berlatih silat. pilar ia terlebih jauh.€Matanya bercahaya. ia menghibur. Soemoay katanya Ini ada urusan kecil. Tapi ia toh baharu berumur tiga puluh tahun. Ketika ia geraki tubuhnya. Teng Kiam Beng jadi bercidera dengan Tjiong Hay Peng. Boe Wie tidak pikir bahwa Yo Tjin Kong masih berguru dan Bon g Tiap sudah tambah usianya.€€ Kau belum tua. Coba buka bajuku. Aku percaya. karena mana. akan tetapi ia berscndirian saja. katan ya. ketika ia berkumpul sa ma guru dan soenio serta soemoay dan soeteenya. Ia pentang pula matanya. ia tak dapat tidur. saking lelah. ia membatalkan dulu perj alanannya ke Djiat-hoo. Sementara itu orang t elah sampai di rumahnya Hie Hong. kata Lioe Toanio pada gadisnya. dari itu. kecuaii Tiap-djie. Maka ia cuma bisa pentang kedua matanya. Beruntung kau datang. akan awasi semua orang di sekitamya. hatinya mencelos. dan sedan g gagahnya. Maka itu ia ja di tambah joiatir. Soenio ada wariskan kepandaian golok Ngo-houw Toan-bo en-too dari Ban Seng Boen. kita ada di antara orang sendiri. Tiap-djie. tiba-tiba Lioe Toanio ingat akan dirinya. Tiga atau empat jam kemudian. orang tua itu mesti ada si orang tua yang dul u di rumahnya Soh Sian Ie sudah pancing soesioknya Teng Kiam Beng. di saat ia dapat tolong Bong Tiap dan Ham Eng dari gangguannya musuh-musuhnya Keluarga Lioe. ia sege ra ingat pertempuran tadi. sampai belasan tahun ia merantau.

Sinar matanya Lioe Toanio bersinar ketika iasuruh gadisnya bawa golok kepadany a. dipadu de ngan KiamGim. dengan aku berikan pada Hie Hong. man! Hie Hong girang berbarcog berduka. akan tetapi ia tak berhasil menyingkirkan tanda matang biru itu.hie-hiat . Coba kau sentil sekali lagi. cara bagaimana tubu hku tidak jadi lemah? Ah. ia samburi golok dari bibin ya itu. tetapi ia tak dapat geraki tubuhnya. Kalau aku ditolong pada waktu baharu saja terluka. Sebenamya aku niat wariskan golok ini pada Tiap-djie. dengan diunit saja. ketika ia batik bersama Ngo-houw To an-boen-too. ia sent il itu. setelah aku masu fcumur sepuhih tahun. sedang Kaum Thay-kek biasa wariskan pedang saj a. aku hendak lihat satu kali lagi. bagusl katanya. Boe Wie bertiga ikuti dia. Dia ada turunan B an Seng Boen. Bong Tiap menurut. dan Ngo-houw Toan-boen-too adalah goloknya Kaum Ban Seng Boen send iri. te tapi Tiap-djie sudah punyakan pedang tajam buatan ayahnya sendiri. Golok ini aku tidak dapat bawa ke lobang kubur. Mustahil aku hendak berlaku nekat!€Aku tidak tega meninggalkan kau! Pergi ambil golokku hu. tapi tajamnya bukan main. Lioe Toanio berhen ti bicara untuk bernapas. Umpama kata aku bisa diobati scmbuh. sudah. aku bisa balas budinya. Anak toloH katanya. Kau kembaii bersam a mereka semua. berkata ia. ia terhibur juga. ia menyambungi kemudian. Aku telah bcrkelahi melewati batas. tetapi meski demikian. dengan menjura. Lioe Toanio gapekan Hie Hong. darahnya tidak m enjadi karatan. kau simpanlah! Semua orang menjadi sangat terharu . Aku akan simpan baik-baik golok ini Bagus. Lioe Toanio berniat bangun. Itu ada bagian anggota yang kena serangannya tumbak dari LoToa Houw. Anak. pergi kau ambil golokku Ngo-houw Toan-boen-too. Umpama Lo Djie Houw. Dan B ong Tiap agak bergemetaran ketika ia serahkan golok itu pada ibunya. apabila dipakai melukai orang. akib atnya tidak sehebat ini. lengannya adalah aku yang bikin loc ot! Adalah engkongnya Tiap-djie yang berikan golok itu kepadaku. maka golokku ini. hingga sang senjata terbitkan suara nyaring. Lioe Toanio tertawa meringis. Lioe Toanio lamas kasih jalan napasnya akan kumpul semangamya. buat apakah itu? tanya ia. Tidak nanti aku sia-siakan pengharapan kau. dia telah gempur rusak khiekan gku. Bagus. Mereka semua berdiam mengawasi soebo mereka. Bong Tiap berduka bukan main. Ia minta gadisnya bantu ia. sayang kepandaianku dari beberapa puluh tahun . Totokan dari Lo Toa Houw ada iiehay sekali. baharu aku diizinkan menggunakannya. sedang Boe Wi e sudah punyakan senjatanya juga. dari itu. saban-saban ditambah beratnya. Golokku ini telah temani aku berberapa puluh tahun lamanya. tetapi ketiga murid ini semua hunjuk rom an duka. ia lekas undurkan diri. yang napasnya memburu. Golok ini bukannya mu stika. kasih aku dengar! -Nah. Ludeslah sekarang kepandaian silatku. sekarang aku serahkan pada Hie Hong saja. ada sejumlah orang gagah dari kalangan Kang-ouw yang te lah tunduk di bawahnya. jago betina itu tidak lagi menjadi jago betina. Bong Tiap kaget. karena mereka sudah dapat tahu. aku tak lagi bisa bers ilat. kata Lioe Toann?. maka itu. Ibu. Dan sekarang aku tak dapat pakai lebih jauh golok ini . ia cuma ulur tangan kanannya. Golok itu tajam dan mcngkilap. Anak. . aku tetap bercacat. ia bikinnya ket ika aku berumur satu tahun lantas setiap tahundilebur dan dilebur lagi. Ia raba goloknya. karcna ia ada satu ahli silat. Loodjinkee€€katanya dengan janjinya. Ia insyaf artinya itu. dia adalah kawanku yang terlebih tua jangan kau orang tidak pandan g mata pada golokku ini. supaya keponakan itu datang dekat padanya. kata ia sambil bersenyum pada anak daranya . tadi malam dia sudah bantui kita Hie Hong. karena jiwa ibunya masih tertolong. Anak. tetapi napasnya mengorong. kemudian sang ibu surah an aknya. Itu adalah senjata yang untuk banyak tahun tidak pemah berpisah darinya. mukanya lantas jadi pucat.

Lioe Toanio menghela napas pula. pergi kau orang dengar pengakuannya! Pergilah kau orang. ben arlah mi orang yang telah permamkan soesioknya. baharu ia menikah sama Lioe Kiam Gim. seharusnya ia bersenjatakan pedang. untuk lima jam. yang mesti te mani aku. Sayang sekali aku tidak tahu dengan kepergia nnya ini.Dasar€€Soenio€€mcnyayangi keponakan sendiri pikir Yo Tjin Kong. katanya. Ia rada jelus. ia sadar dengan la yap-layap. dengan golokny a Ngo-houw Toan-boen-too. kecuali Tiap-djie. kau kalahkan aku. kau orang ha rus lebih waspada dan berhati-hati. Selama enam tahun. ia ada masygul dan menyesal bukan main. yang tak dapat diberikan pada orang dari lain kaum. matamu picak! Cara bagaimana kau berani bilang aku ada manusia cabul dari kaum Kang-ouw ? Dengan kepandaianmu. siapa yang ketika itu dikasih ampun! Lantas Eng Tjin tutup pula mulutnya. ka rena lukanya yang hebat itu. aku ada orang Siong Yang Pay!€Habis kau mau apa? ia berseru. ia tahu ia berada dalam tangan musuh tetapi ia ada berkepala batu. ia tinggal menyendiri di Kho Kee Po. maka selanjutnya. untuk mereka undurkan diri. kemudian ia tutup pjntu. murid kcdua dari Lioe K iam Gim. maka itu. Boe Wie berempat undurkan diri dengan masing-masing sangat bersusah had. . maka diam-dtam ia kedipi mata pa da tiga kawannya. Nyonya itu rapati matanya. hingga untuk sesaat. dia bakal sadar sendirinya. la mcrasa tidak enak scndirinya Tadi malam. dengan sendirinya. Apa itu Keluarga Soh dari Poo-teng?€Aku tidak tahu! sahut Bong Eng Tjin sambil ia mendelik. setelah diam s esaat ia berkata pula: Bicara halnya Kiam Gim pergi ke Utara ini. Boe Wie bilang. lima jam telah berlalu. kau punya perhubungan apa dengan K eluarga Soh dari Poo-teng? ia tanya. Bong Eng Tjin mesti rebah bagaikan mayat saja. Air matanya nyonya ini meleleh keluar. S ekarang. ia lupa Toan-boen-too ada goloknya Kaum Ban Seng Bo en. ditanya bagaimanapun juga. aku tidak akan bilang suatu apa. Akhir-akhirnya Boe Wie bersenyum ewah. Kalau ia undurkan diri karena pernikahannya. Benar€€€Lioe€€Toanio€€€ada€€€guru perempuannya tapi ia sendiri ada muridnya Lioe Kiam Gim Kek Pay. dia bisa mendusindi segala saat. Lalu. Kalau dia diantap terus enam jam. percuma orang bujuk d ia. maka itu. bocah. aku jadi ingat halnya soesiok kau dahutu telah jadi korban dua musuhnya yang m emakai topeng. Ak an tetapi dengan begitupun sudah cukup untuk Law Boe Wie mendapat kepastian. ia telah ketemui banyak orang gagah. Tak bisa aku tak pikirkan dia . Sekarang kau orang insyaf bagaimana liehaynya geiombang dan badai dalam kalangan Sungai-Telaga. tidak demikian dengan suaminya. Kau adalah murid murtad dari Siong Yang Pay! Kau ada an jingnya bangsa Boan! Kau adalah manusia cabul dari kaum Kang-ouw! Dahulu soesiok ku mengasih ampun kepada kau. Tapi sekarang si nyonya mesti mundur betul-betul. ia tidak mau omong terus terang. ia juga tclah adu jiwanya tapi sekarang soenio ini tidak sebut-sebut dia. Sejak hari ini. Kau ada satu laki-laki maka coba kau bilang. satu dari dua musuh itu adalah si orang tua yang semalam bersenjatakan pedang panjang. Beginilah penghidupan. sampai umur dua puluh dua. Apakah kau tetap menyangka aku tidak tahu hal-ihwalmu? kata muridnya jago tua da ri Thay Kek Pay kemudian. ia harapkan gol ok itu. untuk selama-lamanya aku akan pis ahkan diri dari Rimba Persilatan. Bong Eng Tjin menjadi gusar. ia dekati orang tua itu. sete lah mana. at as pertanyaannya Boe Wie. Sejak tadi malam kena ditotok jalan darahnya Oen-hian-hiat . tapi kalau dia ditolongi. Ya. Kiam Gim mundur bcrd uka karena sikap soeteenya. tapi mulutnya tertawa meringis . den gan sekonyong-konyong. tetapi janganlah kaungaco-belo! Kau bilang dahulu soesiokmu kasih ampun padaku? Hm! Ja ngan membabi-buta!€Pergilah kau tanya dia. sekarang aku tidak! Dicaci secara demikian. ia batuk-batuk dua kali. entah bagaimana dengan Kiam Gim . merek a pergi tengok orang tawanan mereka. ia bungkam. Ha. maka setelah dia kena ditangkap. Lioe Toanio Lauw In Giok ceburkan diri dalam dunia Kang-ouw sejak umur enam be las tahun. Setelah bcrdiam sekian lama.

ia menyatakan kemudian. Terima kasih untuk keteranganmu! Terima kasih untuk nasihatmu! katanya. yang kuatirkan ayahnya. Tampangnya Bong Eng Tjin mcnjadi sebentar merah dan scbcntar pucat. Saudara yang baik. hal itu tidak disetujui sama Keluarg a Soh. akan tetapi lain dengan kau-kau bakal t erbinasadengan tidak keruan juntrungannya! Kau barangkali tidak menyayangi jiwam u. yang mcminta k orban jiwa. Perlu aku lekas susul Soehoe. Di kalangan Kang-ouw. maka ia lantas menyetuj uinya. Ia juga ingin bantu soeheng itu. kau tidak kenal Keluarga Soh dari Poo-teng? BoeWie tertawa. ia berkuatir buat sepak-teigangnya Tok-koh It Hang. Boe Wi e tambahkan: Baik aku omong terus terang kepadamu! Kau mestrnya ketahui baik bahw a soesiokku serta Keluarga Soh. Dan ini adalah suatu rahasia dari Eng Tjin. yang kem bali dekati jago tua itu. mukanya masih hunjuk senyuman iblis. Soesiokmu niat ajak gurumu. ia tahu. ayah dan anak. Baikl ah. tetapi ceritanya ini beralasan. Kekuatiran lain adalah sang g uru nanti kena dijebak oleh Keluarga Soh yang licin dan licik. Ia bersenyum ewah. sesudah mana. itu dugaan yang meleset sangat jauh! Keluarga itu sengaja tem pel soesiokmu supaya dengan begitu. Mcnampak demikian. Aku lihat rupanya kau tetap tidak kenal walaupun jiwamu secara kecewa akan dipakai menebus dosany a! Apakah kau ketahui. berbareng dengan itu. ada bersahabat kekai seperti saud ara angkat. tidak demikian dengan aku aku sebaliknyaberkasihan Sambil berkata demikian. Ak an tetapi. apa kau bilang? ia tanya. Itulah sebab tadi malam. yang berkongkol saw dcngan lain. Segera Boe Wie beritahukan saudara-saudaranya tentang bahaya yang mengancam gu ru mereka. Keluarga itu tidak takut. kau dan soesiokmu.Ha. ia sudah dapat kepastian ibu ini telah . Boe Wie berlompat bangun setelah mendengar keterangan orang i tu. terang ia terperanjat dan hcran. pengorbanan itu ada harganya. Dan kau mestinya ketahui baik. Bong Eng Tjin melengak. Soeheng. keluarga itu tukar sikap. asal gurumu hendak lakukan suatu apa. akan dengan tiba-tiba totok tubuh orang dengan jeriji tangannya. sambil terus tertawa menyindir. untuk dia bisa kcndalikan semua pahlaw annya. soesiokmu jadi renggang perhubungannya sama kaum Kang-otfw. kau dengar aku! Kau bilang Keluarga Soh dan soesiokmu ada seperti saudara an gkat! Oh. orang she Soh itu ada mcmpunyai perhu bungan macam apa dcngan pembesar negeri! Orang she Soh itu dan pembesar negeri. ia-tdah dapatkan sepucuk surat rahasia Itu adalah suratnya Soh Tjie Tjiauw dan Ouw It Gok dengan mana Bong Eng Tjin diperintah bokong Keluarg a Lioe berbareng memasang mata kepada satu pahlawan Iain yang mendapat suatu tug as. Apa yang aku bilang adalah apa yang aku bilang! jawa b Boe Wie dengan tertawa sindirnya. terima kasih untuk keterangan kau ini! katanya akhirnya. kata Bong Tiap. akan tetapi belakangan. soesiokku telah dibe ntahukan agar ia sampaikan warta kemari untuk kita siap sedia! Ini dia yang dina makan meminjam goiok untuk mcmbunuh orang. telah digunai juga oleh Keluarga Soh. Sahabat. Boe Wie berpengalaman luas. Apakah benar kau tidak mengerti tipu daya teji itu? Inilah kelicmannya Ouw Toakomu! Apa betul-betul kau tidak mengert i? Kau toh ditugaskan juga meniliki lain orang? Boe Wie sudah karang satu cerita. akan urus mayat musuh i tu. bahwa mereka itu saling intip satu dengan lain. Mukanya Bong Eng Tjin jadi guram. walaupun demikian. Aku suka ikut. dari tubuhnya Bong Eng Tjin. ia panggil saudara-saudaranya. sengaja kirimkan kcmari untuk kau ju-al jiwamu! Bersama itu sejumlah sisa kantong nasi ialah orang-orang tidak berguna kau diki rim kemari guna bokong Keluarga Lioe. dengan lantas gurumu tak akan lolos dari gcnggaman tangan m ereka! Kelihatannya. kenapa Ouw Toakomu tidak datang? Apa benar kau tidak tahu . aku juga hendak nasihati kepada kau orang untuk waspada! Dari berjongkok. bahwa kaulah yang disuruh jual jiwamu? Mendengar demikian. Perihal ibunya. di sebelah itu. yang tida k baik untuk mereka. di an tar a pah 1 a wan-pah I a wan Boa n ada kccurigaan atau kcjclusan. atas mana. diam-diam Boe Wie lirik air muka orang. ap abila itu benar. Bong Eng Tjin segera bergulingan mampet jalan napasnya. ia percaya betul obrolannya Boe Wie. Eh.€I tu ada suatu tipu daya dari si Raja Boan. agar si soe heng tidak bersendirian. Boe Wie telah berikan orang totokan Djie-khie-hiat yang liehay. siapa berkorban untuk s ahabatnya. g uru setengah itu ia kuatir mereka nanti bergebrak.

Soeheng. Dan ketika ia berhadapan sa ma Kiam Beng. ia sampai tidak lantas dapat mcngucapkan kata-kata hanya air matan ya menetes jatuh. aku menyesal dahulu kita berpisahan.€Berbareng dengan itu. Teng Kiam Beng ada bcroman sangat kucel. seraya urut-urut kumisnya. Dengan bersahabat dengan Keluarga Soh. yang sekarangjadi ahfi waris Ban Seng Boen. karena mereka sudah sama-sama berusia lima puluh tahun lebih. Kau kcnapa. aku percaya aku bisa mc ngantar dengan tidak kurang suatu apa sampai di Shoasay. Ia ada sangat terharu. kekuatirannya bisa diperkurang. Tapi scbenamya la kuarir Hie Hong tidak sanggup melindungi so enionya itu dan ia ingin sekalian perlihatkan kcpandaian Kaum Thay Kek Pay. Kim Hoa. Sesudah lewat dua puluh tahun lebih. Dcmikian diputuskan. kecuali sewenang-wenangnya bangsa Ouw kata Lioe Kiam Gi m sambi 1 menghela napas. Melihat si nona hendak ikut pergi. hanya sayang. diganggu. ia jadi tak usah kuatirkan apa-apa lagi. yang sudah tidak berada Iagi di kota itu. katanya. orang telah cabut! Kiam Beng masih bclum insyaf bahwa orang tidak niat lukai dia. Scgala apa telah berubah. Baik. V Ketika hari itu Lioe Kiam Gim bersama keponakan muridnya. Soetee? kemudian Kiam Gim tanya pula. Hie Hong setujui pikirannya Boe Wie. Aku suka kawani Saudara Lauw pergi antara Soebo! bcrkata Yo Tjin Kong. mirip d engan seorang habis sakit. tidaklah gampang-gampang untuk orang cclakai ak u. Dengan andali golok Ngo-houw Toan-boen-too yang Bibi hadiahkan padaku dan denga n periindungan saudara-saudara sekaumdi sepanjang jalan.menjadi cacat. Ham Eng juga nyatakan suka turut. segera ia berkata: Baik ju ga kalau Ham Eng turut! Tentang Socnio. tidak nanti sampai terjadi seperti ini. tetapi coba dulu dengar per kataanku. bendera Thay Kek Kie. Memang pernab Hie Hong menyatakan demikian. akan tetapi deng an kepandaian yang aku punyakan. mereka telah sampai di Poo-teng. hati mcreka me njadi iega. Bong€€€Tiap€€€deliki ara seperguruan itu. Dua-dua pihak tidak pcrnah menyangka bahwa hampir-hampir ia orang b erpisahan untuk tidak bertemu pula . deng an perjalanan ini ia jadi bakal dapat pengalaman. bukan aku hendak membangkit-bangkit. Lioe Kiam Gim menghela napas. bukankah kau jadi seperti cari pusing s endiri? Benar kau melindungi upeti akan tetapi aku percaya. sedang Law Boe Wie bersama Bong Tiap dan Ham Eng bcrangk ai ke Utara.€Maka ia tam bahkan: Soetee. yang sada ri tadi diam saja.€Selang belasan hari. Saudara€€Law . orang melainkan tida k puas dan karenanya orang hendak coba-coba padamu! la tidak mau menyesali terleb ih jauh. kelihatan Kota Poo-teng jadi berubah: adajalan-jalan yang lebih ramai. Buat apa kau turut? kata dia Baiklah kau diam di rumah untuk temani Ibu! Bukankah Ibu sangat sayangi kau? Kenapa kau tidak hendak kawani Ibu? Ham Eng berdiam tetapi terang ia tidak senang diam di rumah. aku bisa atur! Ia lant as berpaling pada Hie Hong dan kata: Saudara Lauw. Apakah kau tidak terluka? Ditanya demikian. tidak tampak sifat jumawanya. dengan tidak tampak suatu halangan. mereka tokukan perjalanan cepat sekali. apa kau ada baik? dcmikian pcrkatannya yang ringkas sekali ketika kemudi an ia bisa juga buka mulutnya. atau seperti ayam jago pecundang. karena In Eng ada kenamaan.Terang dia likat men emui saudara seperguruannya ini. Boe Wie pandang dua anak muda itu dengan bergantian. . Pcngutaraannya Tjin Kong membuat Bong Tiap bertiga jadi girang. adajalan-jalan yang jadi lebih sunyi. berangkat k e Utara. dengan pergi pada Lauw In Eng. Soetee. aku serahkan Soenio kepada kau ! Bukankah kau pernah bilang bahwa kau hendak pergi ke Shoasay pada pamanmu? Kau boleh sekalian ajak Soenio ke sana. ia€€nyatakan. Ada sahabat-sahabatnya guru silat ini. Hie Hong dan Tjin Kong mengiringi Lioe Toanio b eristirahat di Shoasay. sepasang matanya Kiam Beng bcrsinar dengan tiba-tiba. Soetee. karena diantara kita terbit . bahwa iahendakd igoda saja. adik kandungdari Lioe Toanio. karena ia lihat rumah bibinya suda h musnah dan ia kuatir pihak Lo nanti datang untuk menuntut balas. kau jangan kuatir. walaupun orang telah rusaki nama Thay Kek Pay. katanya.

ia pergi jauh. tetapi karena urusan ini ia anggap penting. Hiauw ada dengar kata. umpamanya ia tidak bisa peroieh kemenangan. maka ia iekas ubah pcmbicaraannya. aku pemah berunding dengan mereka.perbedaan faham. Tapi. ia angkat kakinya! Dia pergi dalam usia dua puluh satu tahun. kepandaian mereka berimbang sama kepandaian kita. ia hanya minta adik seperguruanttu tuturkan duduknya kejadian. akan tetapi di sebelah it u. tidak pernah aku dengar ada or-ang yang paham kim-na-hoat. akan tetapi ia kata: Soeheng benar. bagaimana dengan Tee-hoe? Berapakah anak-anakmu? ia tanya. tetapi sekarang.ia t oh masih menanyakan melit tentang kepandaiannya si orang tua. Sekarang aku datang untuk mencari jalan perdamaian. hingga aku tidak dapat kesempatan untuk mengabarkan kau. tetapi walaupun demikian. orang mesti bisa bedakan kebaikan dari kejaha tan. Kiam Gim heran. la tahu baik perangainya soet ee ini. Soeheng .Di Liauw-tong. Kiam Gim tidak mau mendesak lebih jauh. adalah tenaga Siauw-thian-seng atau Bintang Kecil ya ng dipergunakan untuk singkirkan segala seranganrnu. air mukanya Kiam Beng pulih dengan cepat. ia tidak sudi berdiam ngan ggur di Poo-teng. Isteriku telah meninggal dunia sejak beberapa tahun yang lata. tanpa pamitan lagi. tapi sekarang ada orang yang melebihkan Soetee. akan tetapi tambah tinggi usianya. yang angkuh. hanya siapa tahu. tambah berubah perangainya. pasti sekarang lukaku itu tidak da pat dikcmbalikan. bahwa beg alnya ada seorang rua yang bicara dengan lidah Liauw-tong. Aku kena l Tang Kie Eng dan Hek Eng Ho. mendengar pcngutaraannya itu. dalam usia muda. Tiba-tiba. . Sebenarnya. Setelah satu anak menjadi dewasa. Soetee. Suaranya Kiam Beng makin lama jadi makin perl ah an. pihak Soh tidak pernah berbuat tak selayaknya terhadap aku. sekarang telah terjadi ini gangguan kepadaku! Menampak orang tidak mau akui semua kekeliruannya. kita yang menjadi ayah-bunda tidak ketahui lagi cita-citanya. Kiam Beng tidak mau menuturkan dengan jelas. dia mesti ada orang luar biasa dari Eng Djiauw Boen. Pada suatu hari ia meninggalkan rumah-tangga. Apabilasang soetee telah jelaskan. Kiam Beng jengah. guna lenyapkan ketegangan. tidak usah kita jadi gentar. bahwa ia ingin€€pergi€€mencari pengetahuan dan pengalaman. Kiam Gim terima keterangan itu sambil bersenyum. akhimya soeheng mi berkata: Itu adalah ilmu silat bahagian dalam dan luar yang te lah tergabung menjadi satu. ia menyahut. kepandaian siapa tidak tercela tetapi tidak diketahui dari golongan mana. Soetee. Eh. d ahulupun ada sangat bersemangat. ia melaink an meninggalkan sepucuk surat dalam mana ia nyatakan. agaknya ia sangat berduka Anakku melainkan satu. nyata ia terharu scndirin ya. ingin merantau dan ciptakan nama dalam dunia Su ngai-Telaga?€Hanya kita orang dapat keluar sesudah dapat perkenan dari guru kita! Tidak demikian dengan Hiauw. Dia ada satu lawan yang tangguh. ia lihat muka saudaranya jadi pucat. entah dia ada di mana . Se lama dua puluh tahun. siapa yang tidak ingin terbang merdeka bagaikan burung garuda? Bukankah kita bcrdua. i a toh tidak nanti sampai kena dikaiahkan. bagaimana gerak-ge rakannya. Coba dulu sewaktu terluka senjata rahasia beracun tidak ada dia yang tolong obati aku. anak itu sudah bisa memanggil peh-hoe kepadamu. apabila ia berhadapan sama lawannya Kiam Beng. tanpa mengucap sepatah kata. ia menyahut. Kita orang terpisah terlalu jauh. pihak lawan hanya menggunai tangan kosong. Kepandaian itu mirip dengan Sha-tjap-lak-tjhioe Kim-na-hoat dari Golongan Eng Djiauw Boen Bicara tentang Ka um Eng Djiauw Boen. ia mengerti. Menjadi manusia. aku tahu benar . aku cuma dapati ia seorang. ketika kita orang berpisah. air mukanya kerabali berubah. aku telah terima budinya pihak Soh. Kiam Gim percaya. saudara itu malu. Ditanya begitu. Di waktu kecilnya. Ia kata ia tak sanggup menungkuli hari-hari yang tawar. Hoo pa kada Hek Eng Ho. ia bilang saja bahwa ia sudah dib egal di tempat tiga puluh lie di luar Kota Hee-poan-shia di Djiat-hoo. yang suka bicara banyak dalam hal kepuasan tetapi tak mau b anyak omong dalam hal kegagalan. ia sekarang telah pergi mencari jaiannya sendiri. karena orang telah tolong aku. kepergianny a itu membikin aku berduka . mana bisa aku tidak balas bantu padanya? Sel ama dua puluh tahun. Soeheng. aku pun sudah tunangkan dia. di Hoolam ada Tang Kie Eng dan d.

Si orang tua beriidah Liauw-tong itu cuma berkawan kira-kira sepuluh oran g. Putera dari Teng Kiam Beng ada bernama Teng Hiauw. aku tidak takut pada mereka! Aku telah kuntit mereka itu! Hanya. apa yang ane h. Soeheng? sang soetee jawab. ia tidak suka berteman sama pegawa i negeri! Sepasang alisnya Kiam Gim bergerak apabila ia telah dengar keterangan itu. seumur hidupnya. ia jadi makin tidak puas. mereka adalah orang-orang jahat yang dianjur-anjurkan oleh Tjiong Hay Peng! Bukankah So eheng ketahui. ti dak I ah perlu digunainya pengaruh pembesar negeri! Kau keiiru. sebagaimana dua gu ru silat dan dua muridku. Kau benar. apa Soetee tida k dapat cari tahu tentang mereka? Ditanya begitu. siapa yang benar. yang sudah tunang kan ia dengan gadisnya satu hartawan sedang ia sebenarnya menaruh hati pada cucu percmpuan dari Kiang Ek Hian dari kalangan Bwee Hoa Koen. K iam Beng menikah lebih dahulu daripada soehengnya. Ka u barangkali tidak ketahui. Biarpun aku bod oh. Maka akhirnya.€Di dalam halnya kit a kaum Rimba Persilatan. So . tanyanya. Selagi ia masih kecil. ia berlalu tanpa perkenan lagi. karena mereka ada bawa banyak barang. bukankah kita punya tata kehormatan sendiri?€Maka itu. Sctelah itu. aku punya pedang dan piauw untuk memaksa minta pulang ba rang-barang upeti itu! Atau sedikitnya aku undang sahabat-sahabat dari Rimba Per silatan guna memutuskan siapa yang bersalah.€€ia kata. ia melainkan menghiburi. ia tanya. Hay Peng tidak senang terhadap aku? Itu hari. mengetahui kesukaran hati sang soetee. m ereka pasti tidak terlalu leluasa dengan kepergiannya.Kiam Gim bisa mengarti kesukarannya soetee ini sebagai satu ayah. Mengenai cita-citanya ini. Aku cuma tanya padamu. apa yang mcncurigai dalam hal ini? Jadinya kau telah sangka Tjiong Hay Peng. Soeheng. Demikianlah. maka itu. yang terintang. karena ia sudah masuk umur dua puluh enam tahun. Kiam Gim kemudian bicaraka n soal kedatangannya ini ke Utara. ia tidak puas dengan putusan ayahnya. sama sekali ada berapa orang kawannya begal itu? Sesudah berhasil dengan perampasannya. aku bukannya satu siauwdjin! Umpama kata benar pembegalan itu telah dilakuka n oleh Tjiong Hay Peng. Kiam Beng tidak puas melihat sikapnya soeheng mi. Kiam Gim kata dengan cepat. yang turut aku. Di lain pihak. Kiam Beng kerutkan sepasang alisnya. Habis. Rupanya Kiam Beng anggap ia sudah angkat terlalu tinggi pada musuhnya. maka itu. Soetee. Kau lihat. Soetee. semua kena mereka bikin tidak berdaya. rumahnya Tjiong Hay Peng justeru bcrada di Sha-tjap-lak Kee-tjoe itu! €Kiam Gim perdcngarkan suara Oh! tetapi ia terus tutup mulu t. tetapi ia t idak sudi menemui aku. Soeheng. ia jadi kckurangan kawan. Jangan bicarakan pula tentang pegawai-pegawai negeri yang turut mengiringi . dari siapa ia telah dengar t persahabatan ayahnya dengan Soh Sian Ie. untuk menanyakan? Kenapa tidak. ia tidak mau omong terlebih banyak tentang anaknya. suaranya keras: Walaupun demikia n. dia sendiri tidak m uncul. hingga ia jadi kcsepian. Sama sekali aku tidak pandang ren dah padamu. mengapa kau pun lihat begini macam padaku? tanyanya.€€Tapi€€€ia€€tetap€€kenal beberapa anak muda. Aku menyangka padaTjiong Hay Peng dari Heng Ie Pay! iamenjawab. Air mukanya Kiam Beng berubah pula untuk kesekian kalinya. d engan tiba-tiba mereka lenyap di tempat yang dipanggil Sha-tjap-Iak Kee-tjoe. karena tak dapat bersabar lebih jauh. Aku telah kunjungi padanya. karen a ayahnya terpisah dari kaum persilatan lainnya. Ia tidak membutuhkan pesan atau surat perantaraan dari ayahnya lagi. Aku justeru kuatirkan pembesar negeri campur tahu urusan ini karena yang tersangkut adalah barang-barang upeti. maka bi cara sampai di situ. soeheng itu jawab. Ah. ada atau tidak kau pcrnah ben tahukan pembesar negeri tcntang sangkaan k au itu? ia tanya. sesudah mengikuti sampai jauhnya seratus lie lebih dari Kota Hee-poan-shia. Soeheng. Teng Hiauw ada berpendapat lain daripada ayahnya. kau pcrnah atau tidak pergi padanya. Aku duga. lekas-lekas ia menambahkan. akan tetapi mereka semua bukannya orang-orang sembarangan. dia ada lebih tua sepuluh t ahun daripada Lioe Bong Tiap. ia hendak merantau dengan andali diri sendiri. ia jadi tidak senang terhadap sikap aya hnya itu.

yang dulu tunrt Kiam Beng da n mendapat luka juga. kau antar upeti. dengan iari kan kuda mereka. Kiam Beng jengah. ia angkat tangannya kejidatnya. yang banyak pen gkolannya. dia paling dulu mesti utamakan tata kehormatan. itulah keliru. Begitulah dipastikan. Besok mari kita pergi ke Djiat-hoo. si murid kepala. sebelumnya itu. Meski juga hawa udara ada demikian buruk. di maghrib itu. Kiam Gim urut-urut kumisnya. hujan dari salju sedang tu runnya. Tapi ia bicara dengan manis serta jelaskan. Keluar ga Soh itu sudah lantas saja ketahui niat keberangkatannya orang itu. sedang di sampingnya ada aliran Sungai Loan Hoo. dari situ menuju ke Hee-po an-shia. besok soeheng dan soetee itu bakal pergi ke Djiat-hoo. tetapi ia toh menyahut: Meskipun demikian. dua-dua ada dari pihak golongan kenamaan. untuk Lioe Kiam Gim perhatikan letaknya tempat itu. perlu atau tidak pihak Soh kirim orang untuk pergi bersama. dalam urusan di kalanganny a Kang-ouw.etee. Bantuan pihak Soh ditolak. yang daun-daunnya . Kiam Gim dengan lantas wakilkan soeteenya tampik itu tawaran bantuan dan undan gan juga. cabang dari Gunang Yan San. Di sini. dengan perlahan-lahan. pembesar negeri tidak perlu campu r tahu. Di kedua tepi ada rimba dengan pepohonan dan rumput. Coba udara ada terang. akan tetapi mereka tidak berbuat demikian. katanya. . aku percaya dia tidak akan tidak terima padaku. salju telah pa da lumer. siapa melulu andali boegee. Demikian di hari kedua. Juga murid kedua dan murid ketiga dari Kiam Beng. ada datang orangnya Keluarga Soh. Hatinya Lioe Loo-kauwsoe menjadi lega sekali. Kau sebaliknya kunjungi dia sesudahnya kejadian. dengan andali mukaku. hawa udara agak hangat. wakil itu pun undang Lioe Kiam Gim untuk satu perjamuan. di tempat pembegaJan. diajak bersama. scdang tadinya ia kuatir. Soetee tentu lebih mengerti daripada aku. Tempat itu merupakan satu selat mirip dengan piring. Ia mengucap terima kas ih atas undangan itu. yang menanyakan. Di sebelah itu. kepergiannya banyak orang adalah tidak perlu. seharusnya. bisa mengerti yan g dia merasa kurang puas. Sekarang begini saja. Soetee. jala n di sepanjang Sungai Loan Hoo. soetee itu nanti seret tangannya pangreh praja. Itu adalah suatu tanah pegunungan. ia menambahkan dengan cepat: Soetee. Dan mereka juga tidak singgah di dalam kota. rombongannya Kiam Gim lakukan perjalanan dengan tetap bersemangat. Di sini baha rulah mereka berhenti. akan tetapi di Kwan-gwa ini. kau bakal lewat di kalangan pengaruhny a Tjiong Hay Peng. sedang Kim Hoa . Dengan jalan ini. tetapi dua guru silat. pada mulanya aku tidak berniat berlaku demikian . Sekara ng temyata. mereka bakal sampai di Sha-tjap-lak Kee-tjoe. melewati Lo-sie-boen. mendesak mohon diajak. Orang keluar dari Selat Hie Hong Kauw. kita sudah tidak berlaku tidak hormat.€Siapa tahu. Kiam Gim cari tahu dulu tentang mereka itu. Ketika itu ada di bulan ketigadari musim Tjoen. soetee itu masih punyakan kehormatannya. d itempat kediamannya Tjiong Hay Peng. Lantas soeheng ini berpikir. Entah bagaimana caranya. kau mesti kirim salah satu muridm u pergi membawa karcis nama padanya. ditinggai untuk jaga rumah. dia cuma dipengaruhi oleh k eangkuhannya. katanya kemudian. di sana kita justeru akan perol eh keterangan. Pada itu malam. demikian katanya. kau telah curigai Tjiong Hay Peng. karena itu sangkaan kita benar atau tidak dia harus dikunjungi.sampai di luar kota. memain dengan sampokan angin. rombongannya Kiam Gim ini berangkat. Sebelumnya menerima baik. Sesudah melalui perjalanan sepuluh hari iebih. Hawa udara di Dji at-hoo beda dengan iklim di Kanglam. burung-burung gembira beterbangan. atau cabangnya. terutama karena keja dian ada di tempat yang termasuk kalangan pengaruhnya. pohon dan bunga sedang segarnya. atau kadang-kadang angin keras diseling dengan terbang berhamburannya ba tu halus atau pasir. angin dingin sedang membadai. daun dan pasimya pada rontok dan jatuh ke tanah. siapa merant au. karena kesesatan di satu waktu. dalam urusan kita kaum Rimba Persilatan. yang kemudian ternyata ada Lie Kee Tjoen mnri dnya Tjiang Han Tek dari Kaum Ngo Heng Koen dan Hoo Been Yauw muridnya Tjian Dji e Sianseng dari Kaum Ouw Tiap Tjiang. Di waktu demikian di Ka nglam. Mereka hanya jalan teru s. rombongannya Kiam Beng sampai d i Hee-poan-shia pada waktu Icwat tengah hari.

€Mari. Selagi ia hendak tanya. ialah or ang-orang yang lebih muda tingkatannya. Kiam Gim sebaliknya berlaku tabah. Biar bagaimana. Tjiong Hay P eng. siapa ad anya mereka dan guru mereka. hanya dengan cara yang menghormat sekali. Saudara-sau dara ada urusan apa denganku? Mendengar jawaban itu. mereka juga tidak mestinya muncul dari Liong-hin. Lioe Kiam Gim berlaku tcnang. sambil menjura. Sin-tek dan Koan-shia adalah kota-kota yang ramai dari Djiat-hoo. Soeheng? ia tanya. m ereka lantas bcrsiap. dari itu. suatu tanda i a malu dan mendongkol dengan berbareng. lantas memberi hormat pula. Lihatlah tempat ini. perbuatan itu ada perbuatannya Tjiong Hay P eng? Jadinya sangkaanku tidak meleset? Kiam Gim berdiam. ia turun dari kudanya. paling sedikitnya. Ia ini maju untuk angkat rapat kedua tangannya. rombongan itu lantas loncat turun dari kuda mereka. sikapnya tetap tenang. maka itu. Kalau begitu. apakah tidak boleh jadi. ia mencegah. sopan-santun. yaitu Peng-tjoan. guna hunus senjata mereka ma sing-masing. katanya. ia mengawasi sambii hunjuk roman heran. gombolan rumput di muk a rimba kelihatan tersingkap. ia Tanya mereka tentang kewarasannya Tjiong Hay Peng. Sesudah lewat sckian lama. Kiam Gim memandang ke empat penjuru. tempat ini menyambung dengan Kota Koan-shia. dia mcsti ketahui baik tentang kawanan begal itu. dari situ muncul beberapa orang. Lioe Kiam Gim Sianseng? Suaranya ada terang.Di atas kudanya. Kembali Lioe Loo-kauwsoe membalas hormat. Aku numpang tanya. karcna teringatlah ia pada saat pembegal an. lalu ia bertindak maju. malam ini juga kit a orang mesti sampai di Sha-tjap-lak Kee-tjoe! € Di saat rombongan ini hendak cambuk kuda mereka. lalu Lioe Kiam Gim membalas hormat. Guru-kita. Kiam Gim mundur satu tindak. orang tadi dengan cara sangat menghormat sudah maju akan serahkan sebuah peti kecil yang memuat karcis nama. air mukanya menjadi merah dan padam bergantian. Dan Sha-t jap-lak Kee-tjoe justeru bcrada di antara Peng-tjoan dan Hee-poan-shia. dengan tergesa-gesa. mereka siap sedia. seraya menyatak an bahwa ia tidak berani terima kehormatan itu. Hanya. Kawanan itu Jberlldah Liauw Tong semua.€Bukankah k awanan begal benar datang dari sana? Kiam Beng nampaknya gusar. seraya terus menegur: Apakah di sini ada Lioe Loo-kauwsoe. buat memberi hormat. Aku adalah Lioe Kiam Gim yang rendah. ia menyahut. Soetee. Lioe Kiam Gim tidak segera sambuti peti ita. Kemudian baharulah ia sambuti . Cuma bersangsi sedetik saja. jangan geraki senjata! katanya. Dengan mi ia hunj uk bahwa ia mengerti adat-istiadat. Kau lihat apakah. Hampir berbareng dengan perkataan Lioe Loo-kauwsoe ini. di Barat de ngan Sin-tek. dan kawan-kawannya. aku masih belum mau percaya Tjiong Hay Peng bisa berbuat demiki an. akan rnenunjuk-nunjuk. ia menjawab kemudian. dan Utara dengan Peng-tjoan. tiba-tiba Kiam Gim tahan kudanya dan sambil menoleh pada adiknya seperguruan. kawanan bega l tak nanti da tang dari arah dua kota itu dan juga tidak akan menyingkir ke ara h sana. untuk papaki orang-orang itu. Orang-orang yang tempur kau bukannya orang-orang Kang-ouw da ri tingkat sembarangan. sedang yang jalan di muka ada s eorang yang tubuhnya kekar. Lie Kee Tjoen bersama Teng Kiam Beng dan murid-muridnya menjadi terperanjat. telah utus kita hendak menyambut sambil haturkan hormatnya. Kiam Gim lantas gerak-geraki tangannya. Jangan sembarangan. ia lepaskan lesnya. di Sclatan dengan Liong-hin. ia berkata: Soetee. untuk loncat turun dari kuda. dia berpikir. sedang Kiam Beng. sedang kau orang sendiri datang dari Selatan. suara mana disusul d engan berketoprakannya kaki kuda.€Jadinya. tiba-tiba mer eka dengar suara kelenengan yang datangnya dan dalam rimba. kecurigaan kau beralasan! Kiam Beng pun tahan kudanya dengan tiba-tiba. Kalau benar mereka datang dari arah Sha-tjap-lak Kee-tjo e. sabut dia. demikian pemimpin rombongan itu. jalan satu-satunya untuk mereka adalah jalan Utara. untuk di larikan. yang goyangi tangan. mendengar kabar bahwa Lioe Loo-kauwsoe sudah datang. Di Timur. Orang itu. men yatakan bahwa mereka hunjuk hormat mereka Mereka sebut dirinya boan-pwee . Kiam Beng semua mengawasi dengan tajam. Soeh eng. tidak ada alasan yang dia tidak mendapat tahu. mengaw asi jauh ke depan.

. Boen Yauw itu hunjuk hormatnya seraya kata: Aku mesti urus suatu apa di kota dusun. dengan tiba-tiba Teng Kiam Beng ucapkan beberapa patah perkat aan pada Hoo Boen Yauw. belum sempat Kiam Gim menoleh. terutama di muka umum itu. dengan Lioe K iam Gim ada asal satu derajat. Selagi berjalan. Iapun tidak bisa cegah Loei Hong. guru terhadap guru. tapi sekarang Soeheng datang. murid Thay Kek Pay. berselang setengah jam. apabila sam pai terbit pula gara-gara tidak diingin. ia tidak mau menegurnya. ialah Loe i Hong. orang ada sangat hargai adat-istiadat. murid terhadap murid . ia kata: Ketika aku datang. Tidak menunggu sampai di depan rumah se kali. sampailah mereka di. di saat dan tempat seperti itu.Ketua dari Heng Ie Pay. kenapa Tjiong Hay Peng bisa demikian cepat dapat ketahui kedatangannya. guru silatnya dari Kaum Ouw Tiap Tjiang. jangan sekali menuruti nafsu amarah. ia toh tidak bisa bilang suatu apa. ia sambuti peti dari Loei Hong. di depannya ada bukit yang digali dan dipapas.€Demikian ia mendeluh di dalam hati nya. ia jad i hunjuk bahwa ia tidak menghargakan soeteenya. soetee ini masih saja kukuhi adat. ia hendak hunjuk keluhuran€€mertab atnya. itulah yang dibilang. sama tingkatannya. hingga Lioe Kiam Gim dan orang-o rangnya Tjiong Hay Peng pada tahan kuda mereka dan menoleh. ia ulur kedua tangannya seraya berkata: Aku Loei Hong. sungguh. Orang berjalan pula. tet api meskipun demikian. Kiam Beng tidak. kita harus bersikap merendah. dengan tidak tunggu jawaban lagi. Rombongan itu lantas sajajalan di depan.€€€itulah sebabnya kenapa ia tidak puas dengan perbuatan soeteenya. sedang Kiam Beng tidak senang. utusannya itu pasti ada orangnya dari tingkatan€€lebih€€rendah. akan tetapi karena€€soeteenya tidak€€salah. sudah mencelat ke depaanya. ia nampaknya kurang puas. Di waktu maghrib. tetapi ia serahkan peti kecil itu. sebentar di dalam. karena dalam hatinya. biarpun utusannya Tjiong Hay Peng merasa tidak puas. di saat tangannya€diangsurkan€€€untuk menyambuti. si utusan toh ada wakilnya Tjiong Hay Peng. kau tidak perdulikan aku. silakan Tuan-tuan jalan terus. Sementara itu Kiam Gim heran. Sekarang juga kita akan datang mengunjungi! ia tambahkan. sambil hunjuk separuh-kehormatan. untuk dengan roman sungguh-sungguh memesan: Soetee. aku mohon dengan sangat agar kita terlebih dahulu hunjuk kehormatan kita . mengucap sepatah kata. terang ia ada merasa sangat tidak puas berbareng malu. Umpama orang jahat yan g tinggal di situ. Ini pun ada salah satu sebab kenap . karena ia mesti hunjuk air muka berseri-seri. karena kalau ia cegah. Karena ini ada cara menghormat yang panta s. kau menyambut dan membaiki secara begini rupa. turut mencegah. Tapi. Kiam Gim ada seorang yang halus budi bahasanya.peradatan. ia larikan kudanya untuk pisahkan dir i. Kiam Beng tidak inginkan kehormatan luar biasa itu. sedang pada sekalian tetamunya tetap dengan car a hormat ia haturkan terima kasih. ia tarik tangan bajuny a Teng Kiam Beng. Kalau yang sambut ada orang lebih muda. atas mana orang she Hoo ! itu larikan kudanya keluar kalangan. aku tidak dapat mengurus terle bih jauh! . sudah seharusnya kalau yang sa mbut peti kecil itu adalah muridnya Kiam Gim atau orang yang lebih muda tingkata nnya. Kiam Gim beramai mengikuti. untuk dibikin jadi lapangan piranti berlatih silat. itu adalah tanda penghormatan luar bi asa. dengan ini mewakilkan Soepeh kita menyambuti kehormatan! Utusan itu pandang Loei Hong.peti itu. sang mu-id. Lioe Kiam Gim juga awasi murid soeteenya. m aka ia suruh muridnya yang menyambuti. Begitulah dengan cara hormat. muka rumahny a Tjiong Hay Peng. dengan tiba-tiba Teng Kiam Beng serukan muridnya yang kedua. Kiam Gim sudah ajak rombongannya turun dari kuda mereka€€€€dan€€€€minta€€€€supaya ked u diwartakan terlebih dahulu. Kalau Kiam Gim yang sambuti sendiri. Belakang rumah hampir nempel sama rimba. yang berbarengpun ia kedipi mata: Kenapa kau tidak lekas wakilkan Soepeh untuk sambut peti itu? Atas itu. Dalam kalangan Kang-ouw. untuk hadapi rombongan utusan. kemudian selagi menantikan. sebentar aku akan hunjuk hormat belakangan kepada Tjiong Loo-kauws oe! Lalu. mereka sudah I lantas lihat Sha-tjap-lak Kee-tjoe. Rumah itu terletak di muka rimba. setiap saat dia bisa lari sembunyi ke dalam rimba. Tjiong Hay Pen g kirim karcis nama.€Ia mel ainkan tidak puas.

berbareng dengan mana. Tjiong Hay Peng lantas a dakan pertemuan untuk sekalian tetamunya itu. yang memain antara cahaya api. hingga malah pun sisa delapan ca wannya yang lain. sembari lemp ar ke samping itu nenampan kumala. Teng Kiam Beng tidak hunjuk kemurkaan. Dengan sikapnya yang merendah. Mereka berdua tcrpisah satu dari lain jauhnya dua-tig a kaki. hingga ia terluput dari serangan gelap itu. kalau sampai rusak. maka terjadilah suatu hai yang hebat. satu muridnya Tjiong Hay Peng bergerak.a dia suruh Loei Hong wakilkan Kiam Gim sambuti karcis nama. untuk menangkis sambil menyampok k eras air dan pecahan cawan itu. ia bilang. jago Thay Kek Pay itu benar-benar tidak boleh dipandang enteng. Selagi Tjiong Hay Peng dengan cawan di tangan datang mendekati. Semua cangkir yang indah. Di lain pihak. ia lantas saja menyuguhi pada Teng Kiam Beng. ia masih ingin mencoba satu kali lagi. Tapi. Kiam Beng sudah menduga orang tidak bermaksud baik. Hany a lacur ada Loei Hong. Kiam Beng bersangsi. tidak turut jatuh. akan tetapi. ia hendak menyingkir dari Lioe Loo-kauwsoe. Lioe Kiam Gim berlaku lebih sebat dari murid itu. Selagi itu soeheng dan soetee berpikir masing-masing. akan tetapi walaupun ia tidak sepandai soehe ngnya. Tjiong Hay Peng juga insyaf. dan airnya lantas m enyiram arah Teng Kiam Beng punya muka. tetapi sekarang ia pakai tempat arak yang besar dan kasar. di mana. airnya tidak tumpah! Untuk ini. yang tidak salah lagi mcsti murid-murid He ng Ie Pay. ia mesti kagumi lawan punya kepandaian yang liehay. Hay Peng mcnghaturkan maaf. berbareng denga n itu. sambil be rdiri rapi. tidak tahuny a. cawan itu melesat ke tinggi. ia masih sempat gunai tangan kanannya. Ket ika tuan rumah dekati ia. Dan. dengan berlompat. yang berada di samping. maafkanaku! Selagi nenampan terlempar. benar ia masih se mpat berkelit dari pecahan cawan. Tjiong Hay Peng hunjuk rupa kaget. Baharu saja orang bcrduduk. Ia tahu Tjiong Hay Peng sedang pertonto nkan kepandaiannya. untuk menya nggapinya. dengan ini cara. ia lantas berbangkit. Tuan. harap maaf. sudah sepantasnya ia hormati dulu Ketua dari Thay Kek Pay. Lioe Loo-kauwsoe gunai hanya dua jeriji tangannya. terus saja pecah sendirinya. bukannya si murid yan g melakukannya. Tadi ia suguhkan teh kepada teta mu-tetamunya. kemudian pihak tetamu diundang masuk ke niangan tetania. la€€pakai baju bulu. Hay Peng sudah lantas kasih pertunjukan pula. aku kesalahan membuatnya pecah. tetapi Tjiong Hay Peng yang sambuti cawan teh. ia maju akan tanggapi nenampan itu. Di antara sinar bulan. ini cawan teh tidak kuat! Aku pun sudah tua. Tjiong Hay Peng sudah dorongkan gucinya dengan arah o . Kiam Beng terperanjat bukan main. tetapi ketika cawan untuk Kiam Beng dihaturkan. sungguh sayang! katanya. hingga aku kena bikin kaget tetam uku . Kemudian. atas mana ada sepuiuh cawan yang berukirkan sansoei yan g berwama merah. Tapi sebenamya. akan tetapi diam-di am. sekarang ia hendak menyuguhkan arak. si murid kedua. satu muridnya Hay Peng muncul dengan satu nenampan batu pualam yang besar. menyambar juga pe cahannya. belum ia berdiri betul. Teng Kiam Beng bangkit untuk menyambuti. ia ragu-ragu tuan rumah itu menjamu dengan sungguh-sungguh atau itu adalah semacam pesta Hong Boen . ia senantiasa waspada. Tuan rumah dan tetamunya segera juga bcrdiri berhadapan dan saling member! hor mat. la pun telah lihat lirikan soehengnya. Tadi ia gunai cangkir yang in dah. untuk sambuti arak. ialah guci arak terbuat dari besi yang beratnya dua atau tiga puluh kati. di mana ia sendiri ada Ketua dari Heng Ie Pay. kelihatan-bcberapa orang. nampaknya sabarsekali. ia wakilkan Tjiong Hay Peng akan haturkan semua teh itu kepada sekalian hadirin . pintu rumahnya Tjiong Ha y Peng sudah dipentang dan tuan rumah kelihatan muncul dengan tindakannya agak t enang. dan selagi si tetamu menyambuti sambil merendah. dengan sekonyong-konyon g. apapula kepandaian luhur dari Lioe Kiam Gim. Sebagai alasan. dan dia sendiri y ang mcnyuguhkannya secara biasa. tapi air toh mengenai mukanya yang jadi basah! Berbareng dengan kejadian itu. melewati Lioe Kia m Gim. ia berseru: Ah. Walaupun muridnya yang membawa nampan untuk menyuguhkan.

sungguh kau liehay! ia memuji. Lioe Kiam Gim utarakan maksud kedatangarinya. seraya ia hampirkan dua orang itu. Hay Peng tidak. Segera ia angkat kedua tangannya. aku bisa ambil sendiri! Oleh karena ini. tubuh mereka jatuh duduk di kursinya m asing-masing. Dengan sikapnya yang merenda h. lama-lama kedua nya akan terluka masing-masing sendirinya. man kasih aku yang mewakilkannya! Sambii bcrkata begitu. ia buka tutup tersebut. sebaliknya daripada menyangka H ay Peng. Tjiong Hay Peng tertawa seperti sewajarnya. memang ia tidak pandai bicara. kau orang berdua janganlah terlalu seedjie! berkata Lioe Kiam Gim sambii tertawa. Serangan gelap dari Hay Peng ini. dua-dua Teng Kiam Beng dan Tjiong Ha y Peng mundur sendirinya. kemudian dengan sebat sek ali. Soetee. ia pakai cawan akan sendok isi guci. ia kata: Jangan seedjie. iapun . Karena ini. bisa menolak. ia hanya tahan mulutnya guci it u. yang mewariskan tiga rupa kepandaian liehay dari Thay-ke k Teng. apabila tidak sampai membinasakan. Ia terus bersikap sewajarnya saja. benar-benar ada terjadi demikian? Ah. telah kena dipermainkan oleh satu tua bangka! Malah tua bangka itu cuma gunai tangan kosong yang berdaging melulu! Kiam Beng jadi sangat gusar. Sudan. kecuali ada pihak ketiga. jempolnya dipertunjuki. ia sengaja tidak mau terima suguhan.rang punya dada. Tjiong Hay Peng tidak lagi ma nis budi seperti dulu-dulu. yang lewat di sini. Siapa sangka K etua dari Thay Kek Pay. dcngan gunai sumpitnya itu. akan biki n orang tcrluka hebat di bagian dalam badan dan menjadi tapadakpa. Maka kejadiannya. Teng Toako. sebaliknya. ia tertawa tawar. orang itu sudah tidak lakukan kunjungan kehormatan kepadamu. Teng Kiam Beng yang namanya menggetarkan dunia Kang-ouw. yang datang sama tengah. Tjiong Hay Peng berloncat bangun. malah dia berani lakukan kejahatan di dalam daerah pengaruhmu ini? Kenapa dia bisa mondar -mandir dengan merdeka? Kenapa orang tidak pandang mata sama sekali kepada Tjion g Toako? Tjiong Hay Peng tidak gusar. kau pikir? ia tanya. ia mohon tuan mmah suka bantu ia. kemudian dengan seb elah tangan mencekal mulut guci. Begitu. aku hams kasih selamat pada kau! kata Lioe Kiam Gim sambii tertawa. Bukan. Guci itu. ialah Teng Toak o. ia berpura-pura tidak ketahui hal pembegalan itu. Kemudian lagi. kau mau apa? Ta pi kau sendiri. dengan limbung. seraya tepuk tangannya. Aku harus didenda tiga cawan! Dengan scbenarnya. mereka lantas mulai pasang omong. kenapa aku tidak dapat tahu? Sikap ini membuat Kiam Gim jadi mclcngak. Tjiong Hay Peng terima tiga cawan. sampai orang telah kena pecundangi! Habis. tubuhnya berdiri tegar. ia teruskan jepit lehernya guci itu. Lioe Toako. Sampai di situ. Pertentangan itu ada hebat Karena kedua pihak sama tangguhnya.tidak mau melepaskanny a. ia malah hunjuk roman ter peranjat. kau Ketua dari Heng Ie Pay. sampai ia tak dapat kendalikan pula dinnya. Kiam Gim gunai sepasang sumpirnya.€ Tapi aku tidak merasa hilang muka! Dengan . Ia tanya kalau-kalau Ketua Heng Ie Pa y itu ketahui siapa orangnya yang sudah uji Teng Kiam Beng. yang dengan diam-diam telah gunai mereka punya tenaga dalam atau khie -kang. dua-dua lantas keluarkan keringat dingin pada jidatnya masing-mas ing. aku Teng Kiam Bcng belajar silat tidak sempurna. Kedua-duanya tidak bisa keiuarkan kata-kata! Adalah kemudian. apakah benar-benar Tjiong Toako tidak ketahui kejadian itu? demikian ia cuma bisa tegaskan. melainkan aku tidak pernah memikirnya! demikian jawabannya. akan jepit tutup guc i. akan akhirnya. akan hirup araknya! Setelah masing-masing lepaskan tangannya. jikalau kau tidak ingin terim a suguhannya Tjiong Toako. ia berlaga menghela napas. Ah. Tjiong Toako. dalam Rimba Persilatan kenapa toh ada orang Kang-ouw. bersama araknya ada kira-kira lima puluh kati beratny a. guci arak jadi kena ditahan di tengah-tengah di antara kedua orang itu. Dengan agak likat. Sesudah keduanya berpisah dua puluh tahun lebih. Kiam Beng bis a duga itu. hingga guci jadi terlepas dari cekalan nya Tjiong Hay Peng. yang pandai ilmu pedan g Boe-kek-kiam. Ia ge druki cangkir araknya seraya kata dengan nyaring: Ya. tidak perduli pihak tetamu berlaku demikian ramah-ta mah. tergantung di antara dua sumpit itu. Tjiong Toako. ia b erseru: Oh. dengan tangan kiri.

kita toh harus ingat persahabatan kita dari bebcrapa puluh tahun itu. menyesal aku tidak bisa berdiam di sini. Ia kata: Terima kasih untuk kebaikan kau. ia tahu benar. tolong kau tetapkan suatu hari untuk aku b erk unj ung kepada mereka. € Tjiong Toako. ia tidak tahu. aku percaya kau. pastilah Toako akan peroleh keterangan. berkata Lioe Loo-kauwsoe. Tentang Kiam Beng. maka itu. tetapi dengan Lioe Kiam Gim ia ada bersahabat kekal. sungguh. Kau ada penduduk sini. karena kita memangnya sudah bersiap. ia menjura. Sudah dua puluh tah un kita orang tidak bertemu. sikap siapa ada merendah tetapi pun sungguh-sungguh. di Liauw-tong ada beberapa orang kenamaan yang ingm bertemu sama Lioe Toako dan bertjita-tjita main-main dengan Teng Toako. sudah pasti sekali aku sendir i akan kunjungi mereka. jikalau ia tidak ubah haluan. yaitu sesudah berpisah dua puluh tahun lebih. akan tetapi kita hanya hendak tanya. atau kalau tidak. Jikalau tetap kita ti dak ketahui kekeliruan kita. Satu hal aku bisa terangkan. kita ada orang -orang yang sudah berusia hampir enam puluh tahun. ia mendahului pamitan. yang hendak bikin pertemuan dengan ia. apabila ada beberapa tetua itu menghendaki menemu i aku. dengan kebijaksanaan. kita bakal binasa secara kecewa . Dua kali Kiam Beng merasa terhina. Dengan sebenarnya aku tidak tahu siapa itu orang yang telah iawan Teng Toako. ak hirnya ia menjawab. kita ada saudara-saudara dari bebcrapa puluh tahun. Kiam Gim heran kenapa ada orang Liauw-tong. aku hendak mohon kau ba ntu sedikit kepadaku. Tjiong Hay Peng kena dibikin tergerak hatinya oleh perkatannya orang she Lioe ini. tidak dapat ia terus bcrpura-pura tidak ketahui tentang pembcgalan itu. kata ia dengan merendah. untuk setelah itu.kepandaianku yang tidak berarti. karena itu. sungguh kita tak tahu su atu apa. aku hanya dapat nama kosong belaka. hingga orang berani tangkap kutu di kepala harimau. di samping itu. tidak seharusnya kita orang bersikap sebagai sesama o rang-orang asing. Karena orang bicara dengan lidah Liauw-tong. Dengan kega gahan. ada berapakah orang yang hidup scumur kita ini? Dari itu umpama kita tidak ingat sesama orang Rimba Persilatan. Tjiong Toako. yan g di kalangan Kang-ouw sudah jadi buah pembicaraan. aku tidak mampu biki n orang tunduk. makajuga. sebelumsaudaranyajawab tuan rumah. Toako. la insyaf. perbuatan apa yang kelini dari kita. romannya sibuk. ia tidak jerih. Kiam Gim sudah lantas berbangkit. aku jadi mcnsia-siakan sahabatku i . umpama kita tnesti binasa. Lioe Kiam Gim berbangkit. urusan bisa jadi kacau. Tjiong Toako. karena mereka ada bercita-cita demiki an. Tidak perduli orang itu ada tertua dari golongan mana. umpama kata mereka tidak sampai datang padaku. aku minta kau suka capaikan hati akan turut dengar-dengar. aku moho n Toako suka berdiam padaku untuk beberapa hari. kau tidak ketahui suatu a pa mengenai itu pembegalan. menghad api tuan mmah. walaupun demikian. akan tetapi. maka adalah selayaknya saja apabila orang tak lihat mata padaku! Hanya kalau sampai Teng Toako sendiri orang tidak pandang. kalau€€€ada€€€ganjalan€€€sesu hamsnya itu dikasih lewat. Habis berkata begitu. dan kau pun datang dari tempat yang jauh sekali. Benar dcngan Teng Kiam Beng iamengganjal hati. Tidak berani aku menerimanya. dia ini masih tetap berada di piha k pembesar negeri. siapakah yang telah lakukan perbuat an itu. inilah. Tunggu dulu. Akan tetapi. hingga Hay Peng dengan tersipu-sipu mesti balas horma tnya itu. dengan suaranya yang sabar. aku percaya. ca ra bagaimana Toako hendak kembali secara tergesa-gesa begini? Apakah Toako ccla gubukku buruk hingga tidak surup untuk menyambut Toako? Biar bagaimana. kita orang menghaturkan maaf agar perkara dapat dibikin habis. kau berkenalan luas. Ia pun menge rti. hingga s edikitnya ia hams memandang . Satu hal masih ia sangsikan. Kiam Gim ada bersa tu haluan dengan Kiam Beng atau mereka dua saudara seperguruan masih tetap berla inan paham. baiklah Toako tanyakan beberapa tetua dari Liauw-tong itu. Di Sha-tjap-lak Kee-tjoe ini aku ada beberapa sahabat. ah. ia tak dapat singkirkan kemendo ngkolannya. aku tidak bisa bilang suatu apa! Kembali Teng Kiam Beng kena tersindir.mata pada sahabat ini. malah ada bersifatkera s. untuk segara pamitan. Sebelum suasana menjadi lebih hebat. Toako. Toako! mencegah Tjiong Hay Peng. aku tidak bisa menindih orang.

mereka itu rubuh dengan tubuh terpelanting. akan mencelat masuk ke tempat pepohonan itu. bertemu ri mba tak boleh lancang memasukinya . untuk melompat kedepan. tindakannya sembrono Di sebelah itu. yang anginnya sa mpai menerbitkan suara menderu-deru. la dapat kenyataan. Justeru itu. lenyap dalam sang malam. hingga untuk sedetik. disusul sama suara tertawa dingin. terus saja ia berlari -lari. Selama di tengah jalan. yang menyerang secara sanga t hebat. yang tadi Kiam Beng suruh Boe-soe Hoo. Besar nyalinya. Ia insyaf. Kiam Beng tetap masih suka bercampur sama pembesa r negeri dan tabiatnya tetap keras. Nyata Kiam Gim hendak kembali ke Sha-tjap-lak Kee-tjoe. pergilah duluan ke rumah penginapan. Ia percaya. Oleh karena itu. untuk tan gkis itu serangan gelap. tangan kiri di dada. Kiam Gim bilang. Ia sampai dengan ce pat. di situ mesti ada salah faham. h ingga dengan saling susul. Sebaliknya kedua penyerang. tetapi ketika mereka sa mpai di pintu. soetee ini belum sampai berkh ianat terhadap kaum Kang-ouw. Kiam Gim tekuk kedua lututnya. Boen Yauw dari Ouw Ti ap Tjiang pergi urus siang-siang. Seberlalunya dari rumah Keluarga Tjiong itu. adatnya tinggi dan suka diangkat-angkat. Sampai di situ. k e rumah penginapan. dan dengan tidak perdulikan pantangan kaum Kang-ouw. ia berputar diri. Kiam Gim sebaliknya. hanya terang . ketika mereka mendekati pasar. ia lolos dari kemplangan itu. terus ia bertindak keluar. Sembari b erlompat. terutama mengenai soeteenya. Kiam Gim mengawasi dengan tak maju lebih jauh. yang bergunduk-gundukan dan banyak pepohonannya. ia anggap perlu ia ketemui sendiri pada Tjiong Hay Peng. urusan tidak ada sedemikian sederhanaseperti tap ikir pada mulanya. dengan ya-heng-soet. menjerunuk tubuhnya ke depan. . Untuk ini aku tidak bisa berjalan bersama-sama kau. hingga ma ta mereka jadi berkunang-kunang. Kau jangan k uatir. Kiam Beng masih saja mendongkol. ialah selagi menjura. hingga ia menggerutu dan caci Tjiong Hay Peng. Sampai lain hari saja. ilmu lari di waktu malam. ia tidak lihat suatu apa. aku tak dapat menahan lagi kepada kau orang. yang anginnya menyambar dengan ker as. dan tidak kandung niatan menghamba pada Kcrajaan Tj eng. ia kembali d engar beberapa kali tertawa dingin. untuk memb eri selamat jalan. tiba-tiba ia tampak berkelebatnya dua bayangan di sebelah kanan. kepandaian mereka berdua ada berimbang. deng an sekonyong-konyong. Ia segera berhentikan Itindakannya. dari kiri dan kanan. apakah artinya itu? Benar selagi tubuhnyajago Thay Kek Pay ini mencelat. aku ada punya suatu urusan! Kiam Beng tanya. hingga ia lenyap dari pemandangan saudaranya sekalian. berdiam saja. ia menga wasi. akan lenyapkan salah paham. ada menyambar masing-masing sebatangioya. soeheng itu ada mempunyai urusan apa. kalau itu beberapa tetua dari Liauw-tong sudah sampai . Jikalau demikian. kepala mereka pusing. Dcmikian. tertawa menghina.tu. akan menemui sendiri p ada Tjiong Hay Peng. Kiam Gim semua menuju ke pasar. Dalam gelap-gulita. hin gga karenanya. Ia tidak kaget. ia kembali ke rumahnya Ketua dari Heng le Pay.€Ia bersikap Liong heng tjoan tjiang . Kiam Gim menyapu kepada dua orang itu. toya mereka masing-masing mengenai tempat kosong. u ntuk peroleh pengertian satu dengan lain. iapun berseru: Sahabat siapa main-main di sini? Dengan main sembunyi-se mbunyi. atau dusun. mer eka tak mampu bcrbangkit. Kiam Beng pakai mantelnya. hatinya tidak terkesiap. De ngan loncat terus. sebat luar biasa. untuk antar sekalian tetamunya itu. urusan ini akan ada baiknya untuk kau! Setelah kata begitu. tiba-tiba ia berbalik d an kata pada saudaranya itu: Soetee. Selagi ia mendekati jalanan gunung. Kiam Gim loncat turun dari kudanya. ia gunai tenaga tangannya. tapi begitu lewat. aku nanti datang pula bersama-sama soehengku ini! Setelah kata begitu. Hanya kemudian. ia nyatakan suka ikut. ia tahan tub uhnya. Kiam Beng balas menjura seraya iapun gunai kepandaian dari Thay Kek. ia berlaku tenang s ekali. bagaikan naga saja. hingga Hay Peng tak dapat berbuat apa-apa. Hanya. kata Tjiong Hay P eng yang berbangkit. kembali ia uji kepandaian orang. tangan kanan di depan. rom bongannya turut sikapnya itu. yang tinggi di kiri dan di kanan. dengan gunai ilmu lari yang keras.

Kiam Gim bersedia untuk mengiringi. kumis-jenggotnya panjang. mukanya bersemu merah. matanya tajam.€Kenapa orang ada begini kasar? Ke napa. terimalah hormatnya Lioe Kiam Gi m! Dan jago ini hunjuk hormatnya. Akan tetapi kedatangan mere ka ke Djiat-hoo ini bukan melulu untuk coba Teng Kiam Beng. samasekalikitatidakkandungmaksud jahat! Sud dh lama kita dengar hal boegee dari Thay Kek Teng serta tiga rupa kepandaiannya yang menggetarkan Rimba Persilatan. orang berniat menghajar kalang-kabutan pada satu ku ali bubur ? Akan tetapi. mak a itu. S udah sejak lama mereka kagumi Lioe Kiam Gim. kita harus mohon pengaja ran dari kau sendiri. la insyaf bahw a ia lagi hadapi orang pandai tetapi ia tidak jerih. pakaiannya serupa. Aku ingin sekali belajar kenal dengan Tuan-tuan. Kebisaanku si orang she Lioe ada tidak berarti. tinggi tubuhnya enam k aki. Kumpulan Pisau Belati. Ke tua dari Pie Sioe Hwee. sudah memegat dan membokong kepadaku? tanya ia dengan sabar. di luar dugaan kita. segera ia memandang ke arah pepohonan dari mana suara datang. adalah Tok-koh It Hang yang dengan tangan kosong telah uji Teng Kia m Beng. orang she Lioe ini ada bertabiat sama atau tidak dengan Teng Kiam Beng. hanya cara dua€€orang€€ini€€adalah€€terlalu mendadakan dan mereka juga tidak pakai atura g biasa. Rita dua saudara walaupun bodoh tetapi baharu dua-tiga gcbrak masih bisa juga melayani . entah kapan dan di mana pernah aku berlaku tidak selayaknya kepada Djiewie? Orang tua muka merah itu tertawa berkakakan. justeru di sini ada mengenai nama baik guru atau rumah perguruannya. jago Thay Kek Pay ini tekapi kedua tangannya. mereka bcrlaku kasar. ia atasi dirinya sendiri. yang Kiam Gim kenali dengan baik. tidak dapat tidak. Ia tidak us ah menantikan lama akan tampak munculnya dua orang tua dengan rambut dan kumis-j enggot ubanan. Lekas sekali. Kiam Gim ada mendongkol sekali. Aku si orang she Li oe belum pernah bertemu dengan Djiewie. Dua orang itu adalah Pek-djiauw Sin Eng Tok-koh It Hang serta In Tiong Kie. Lioe Loo-enghiong! Duabocah ini hendak menemui orang yang tertua. mana aku berani terima pengajaran dari satu ahli? kata ia. baiklah. ia tertawa terbahak-bahak. bagaikan sinar kunang-kunang sa ja. Lioe Loo-enghiong! Mencoba-coba kepandaian di kalangan Kang-ouw atau Rimba Persilatan ada hal umu m. yang kedua romannya keren. Salah satu yang mana akan maju terlcbih dahulu atau Djiewie akan maju dua-dua dengan berbareng? Si orang tua muka merah melirik dengan tajam. hanya mereka belum tahu. Jikalau Djiewie memaksa hendak mcmbcri pengajaran kepadaku. untuk punahkan tiga rupa ilmu kepandaiannya.Ada permusuhan apa di antara aku si orang she Lioe dengan Tuan-tuan berdua hing ga Tuan-tuan. Di sini tidak ada bicara tentang soeheng dan soetee! sahut si orang tua yang muk anya bersemu merah. tanpa sebab dan alasan. s . Lioe Loo-enghiong terlalu merendahkandiri! berkataia. Cahaya lemah dari rembulan dan banyak bintang membuat jago tua in i bisa melihat jauh terlebih tegas. aku si ora ng she Lioe bersedia untuk menemani. Nyata Lioe Loo-enghiong terlalu memandang orang enteng sekali! ia kata. makaitu. merekaingin mencoba-coba juga. dari itu. terutama T ok-koh It Hang yang selama beberapa puluh tafiun belum pemah ketemu tandingan. nama Ketua dari kaummu itu ada namakosong belaka. Jadi dugaannya Law Boe Wie adalah t idak keliru. Demikian ia lihat nyata. Djiewie Soehoe. dari itu. mereka sekalian niat ikat tali persahabatan dengan kaum Rimba Persilatan di Kwan-Iwee (Tionggoan). Belum dua orang itu menyahuti. bukankah kau orang ada orang-orang yang pada bulan yang lalu te lah memberikan ajaran kepada soeteeku? Djiewie. Kita memohon pengajaran den gan sungguh-sungguh. cara bagaimana mereka dapat terima pengajaran da ri kau? Mereka pun tidak sampai mengganggu walaupun selembar rambut Loo-enghiong ! . untuk berlatih. Kita melainkan mohon terima pengajaran dari Lioe Loo-enghiong buat dua atau tig a gebrak saja! Dalam hatinya. dari itu. di waktu malam gelap begini. atau dari dalam pepohonan terdengar suara terta wa bergelak-gelak yang disusul dengan kata-kata: Jangan gusar. kata ia dengan nyaring. Itu adalah suara dengan lidah Liauw-tong. orang tua yang satu berbaju biru dan gerombongan. apabi la mereka tidak ambil sikapnya.

sahut ia dengan merendah. Itulah sudah seharusnya. dengan itu cara j uga. yang ia telah yakinkan beberapa puluh tahun lamanya. Terus ia bilang: Sudah beberapa puluh tahun aku tidak berlatih lagi dengan golok atau pedang. soeteeku. Tok-koh It Hang ingin mencoba terlebih dahulu. memang menang atau kalah bukanlah soal. Lioe Loo-enghiong. ia ingin adu senjata. Lioe Loo-enghiong. baharulah kau sambungi aku . kita cuma ingin berlatih. Lioe Kiam Gim telah rubuhkan dua muridnya Tok-koh I t Hang. Hanya lebih dahulu aku ingin minta. aku main-main dengan kau. si Keanehan-dalam-Awan s egera mendahului lompatmaju ke depannyaKiam Gim. dari itu sekarang aku mengharap pengajaran dengan tangan kosong jugaJ Diam-diam hatinya In Tiong Kie tergetar. Secara begini. Segera ia simpan cambuknya. Kiam Gim tidak terperanjat melihat orang kehiarkan ruyung atau cambuk istimewa itu. Mana. dengan sangat merendah. akan tetapi In Tiong Kie pegat ia. nama Thay Kek Pay hendak diangkat kembali. biamya ia tahu . ia hanya bersenyum pula. setelah dengar ia ditantang untuk gunai pedang. Ini dia yang dibilang anjing kuning dapat m . Toako. silakan kau mulai lebih dahulu! In Tiong Kie tidak bilang suatu I apa. dengan hati yang panas. Lioe Kiam Gim balas hormat itu. sekarang dengan tidak tah u tenaga sendiri. t elah dirubuhkan Tuan-tuan dengan tangan kosong. i a memberi hormat. cara bagaimana kita orang tidak bersahabat? Nah. dalam satu gebrak saja. hingga bisa digunai sebagai cambuk dan ruyung berbareng untuk meli bat golok atau pedang lawan. Tjiang-boen-djin dari Thay Kek Boen dari Keluarga Teng. Setelah mengucap demikian. sambil tertawa haha-hihi: S udah lama aku dengar liehaynya Thay Kek Tjap-sha-kiam. dengan tekap kedua tangannya. tiba-tiba dari pinggangnya. maka itu. Djiewie ada baik sekali hendak memberikan pengajaran kepadaku. mana aku berani tak memandang mata kepada kau. apabila terjadi siapa ka lah dan siapa mcnang. Silakan. kenapa kau tidak la ntas mulai? In Tiong Kie berdiam. silakan! Eh. kenapa kau begini tidak pandang mata pada orang? tanya ia den gan suara keras. terang Lioe Kiam Gim t idak dapat dipersalahkan. Dengan itu cara orang jatuhkan pamomya Thay Kek Pay. Kiam Gim tidak lantas menjawab. barusan pun ia saksikan send iri. Dengan scnjata mereka memegat di tengah jalan itu.€Ia percaya. Baharu sekarang ia kata. aku ingin Lioe Loo-enghiong ajarkan aku barang satu atau dua j urus! In Tiong Kie tidak liehay bersilat tangan kosong. ilmu pedangnya lawan ada kesohor akan tetapi ia andali betul senjatanya sendir i yang istimewa. dari itu biarlah de ngan sepasang tanganku yang berdaging ini. iatarik keluar suatu penda yang melibat pinggangnya itu. dari itu untuk tidak mendapat malu. asal Kiam Gim beda daripada Kiam Beng. sukalah kau mengalah sedikit. oleh karena kita bukan bertempu r untuk mati atau hidup. yang dilibat dengan ur at-urat ular. oleh karena t ulang-tulangku taktahan dengan pemukul .ekarang ia ingin uji Kiam Gim untuk sekalian bersahabat dengannya. Itu adalah rotan keluaran Timur-utara yang ulet. tanpa tunggu jawaban lagi.€€€Hanya€€€ia€€€m mcnyesal. terang Djiewie a da sahabat-sahabat baik. aku jadi sangat asing dengan semua senjata itu. karcna dia hendak mcmul ihkan muka soeteenya yang oran g rubuhkan dengan tangan kosong. lantas saja ia bersenyum. Sahabat baik. tidak nanti sampai ia kena dikalahkan. dan di ant ara sambaran angin. Jadinya bukan orang tak pandang mata kepadanya. karcna Kiam Beng rubuh di tangannya Tok-koh It Hang dan sekarang Kia m Gim hendak menuntut balas dari ia. Bukankah bunga merah dan daun hijau asal ubi t eratai putih dan tiga agama pokoknya satu ?€Kita ada or-ang-orang Rimba Persilatan. jangan kita orang bua t pikiran! ia kata. tinggallah kau di belakang. setelah berdiam sesaat. apabila akan gagal. kata ketua Pie Sioe Hwee ini. Biar siauwtee ma ju lebih dahulu. Loo-soehoe? kata ia. umpama kata ia tak peroleh kemenangan. Loo-soehoe. Harap Loosoehoe ketahui baik-baik bahwa sesuatu orang mempunyai senjata kesukaannya sendiri! Loosoehoe mempunyai cambukmu. aku punya sepasang t anganku ini. biar kita sambut itu dengan tertawa. benda itu memperlihatkan diri sebagai cambuk Kauw-kin Hong-li ong-pian .

orang she Lioe ini sanggup layani ia. mengikuti se suatu gerakan cambuk istimewa itu. In T iong Kie menjadi jengah. In Tiong Kie perlihatkan serangannya Kioe k ioe pat-sip-it atau Scmbilan kali sembilan menjadi delapan puluh satu . semb ari memutar tubuh. Maka it u. ia jaga diri dengan baik. kecuali ilmu cambuknya ini yang liehay. musuh ada demikian liehay. Maka kembali iakeluarkan camb uknya itu. menyapu. tidak tahunya. sampai menerbitkan suara ang in. Di sebelah itu. Setelah mundur dan maju bergantian. yang ia sudah fahamkan beberapa puluh tahun. la sekar ang gunai tangan kanan saja. maka ia percaya. ia tidak mau izinkan lawan desak ia. hanya dengan membungkuk tubuh. Atas ini. kenapa ilmu silat tangan kosongnya ilmu silat Thay Kek Pay yang kenamaan tidak sanggup ramp as cambuk lawan itu dan sudah ia tidak mampu merangsang. ia juga tidak dapat ketika un tuk rapatkan tandingan itu. cambuknya. Kiam Gim ubah caranya bertempur. ia pun menyabet dengan Kiauw-kin Hong-lio ng-pian! Berbahaya kedudukannya Lioe Kiam Gim. bukan dengan lompat mundur. pandai jugamengenali berbagai alat-senjata dengan mendengari saja sambaran anginnya. tetapi sekarang ia menge rti kenapa Kiam Beng. ia berkelit.mereka lanjuti pcrtcmpuran. malah ia kadang-kadang kena didesak. In Tiong Kie pun kirim susulan saling beruntun . ia sebenarnya€€€€sedang€€€€bersedia perhatiannya sedang dipcrsatukan. dengan tangan kirinya. dengan ta ngan kosong. menindih saling susul. serta Keng hong sauw lioe atau Angin besar menyapu daun yanglioe . akan turun di belakang lawan. dari atas. hanya sekara ng ia ambil ketetapan akan pakai terus cambuknya. atau setengah kati adalah delapan tail. mereka saling mengeluh. sebagaimana Law Boe Wie telah peroleh pelajaran darinya. cambuk mengenai sasarannya. atau N aga malaikat masuk ke laut . begitu rupa. Dengan Sin Hong djip hay . anjing putih yang dapat bencana . Melainkan hampir saj a. dalam gerakan memba cok! In Tiong Kie itu. bagaikan angin taufa n atau gelombang hebat . rubuh di tangan musuh. sebab ia pun sangsi. lawan ada di arah mana. dalam gerakan Yan tjoe tjoan in . orang tua yang lain itu jangan-jangan akan melebihkan ia liehaynya. In Tiong Kie tidak berayal lagi. Lian hoan sam pian -runtunan tiga kali. ia tidak hendak lawan dengan keras. Kiam Gim pun tidak mengerti. hingga cambuk lewat sedikit di atasannya! Sesudah ini. atau Waletserbu mega . Jikalau demikian. ia hendak hunjuk kcpandaiannya. Kiam Gim lihat ancaman bahaya. Walaupun ia didesak. sekarang kena dibikin tidak berdaya oleh sepasang tangan darah dan daging melul u.ant eng sekali. ia mencelat t inggi sampai dua tumbak. ia segera ketahui lawan lagi serang ia. Kapan sudah lewat tiga puluh gebrak. Ia tidak mc nangkis. ia pun beberapa kali mu sti menyingkir dari serangan-serangan sangat berbahaya. Dua-dua gesit. Mereka ada seumpama dua tukang m ain catur yang liehay. Lioe Loo-enghiong. bagaikan bayangan. dua-dua merasa heran sendirinya. ia hanya mengawasi Iawan. dengan gera ki pinggangnya. Lain dari itu. Beberapa puluh jurus telah lewat dengan cepat. Maka di akhimya. ini melulu disebabkan kegesitan lawan. Sampai di situ. tangan kanannya disodorkan kepada bebokong orang. Lioe Kiam Gim tidak kasih dirinya dibikin repot.akanan. Begitulah. Menampak gagalnya serangan itu. baharulah In Tiong Kie loncat mundur. ia barengi menyerang. Maka sekarang. tidak henti-hentinya. ia mulai dengan penyerangannya. berbareng berkelit. In Tiong Kie tidak suka mundur. dengan sebe lah kaki maju. Tapi satu ahli niscaya ketahui dengan baik. Malah ia pun bisa duga. sambil angkat tubuhnya. Karcna ia pun ada satu j ago tua. begitu lekas sudah mcndek ati tanah. Cambuk bergerak dengan sebat. akan layani cambuk musuh. tubuhnya.. Lawan ini sajasudah jauh lebih liehay daripada soeteenya. T api. ia juga tak mau kalah gesitnya. ia menjaga diri€€€berbareng€€€lebih€€€banyak menyerang. ya . melibat. tidak tunggu sampai cambuk menghampirkan ia. ce pat gerakannya. Kiam Gim berlaku gesit. soeteenya. Secara demikian. maafkanlah aku! berkata ia Lioe Kiam Gim tidak menjawab. dengan sikap yang . cambuknya it u menyabet. ia sudah angkat kedua pundaknyadan kaki kanannya menggeser ke kanan. bayangannya turut bergerak menyambar.

ingin sekali terima pelajaran dan kau! Sembari berkata demikian. d engan kedua tangan dirangkap. Lauwhia. akan loncat mundur.ng dibikin keras bagaikan tumbak cagak. tangan k irinya menyusul bagaikan tumbak cagak. tidak kecewa kau mewariskan ilmu silat Thay Kek Pay. sampai ia keluarkan jeritan. jago Liauw-tong ini angsurkan kedua belah tangannya yang tidak memegang senjata apa jua. Sebab dalam saat genting itu. selagi In Tiong Kie menyabet ke atas. betulan hati. hatinya girang. buat kasih lewat ka ki kanan lawan itu. kendatipun tangannya lawan men genakan sasaran. Dugaannya In Tiong Kie ada dugaan belaka. karena gerakannya yan g mendesak dipaksakan. Kaki kanannya yang menyam bar. hingga me reka seperti bebokong menghadap bebokong. apabila ia main ayal-ayalan. mustahil sekal i ini ia tidak rubuh? . Kiam Gim bcr kclit akan singkirkan diri dari serangan. menggunai ketika ini. kaki klrinya pasang kuda-kuda. karena mereka terpisah dekat sekali. lalu sebelah kakinya. entah sampai kapan akhirnya itu. atau Bintang cilik . lalu lekas-lekas ia memberi hormat. atau ilmu Delapan-kali-delapan menjadi enam puluh empat gerakan . tua bangka ini tidak lagi berpokok pada ketegaran dari Thay Kek Boen. jeriji tangannya jago Thay Kek Pay ini sudah lantas mengen ai sasarannya. napas nya tidak mengorong. Jadi artinya. maka itu ak u. ia putar tangannya. dikasih mclayang. In Tion g Kie ada satu laki-laki. jikalau ia tidak lekas rebut kemenangan. kata ia. lalu gesit luar biasa. Ia pikir: Hm. ia segera berk elit ke kiri. Kiam Gim ada terlebih sebat pula. tubuhnya pun tetap! Lioe Kiam Gim menyesal bukan main. Kau mengalah. ia bicara dari hatinya yang tulus. Jago Thay Kek Pay ini j usteru harap-harap sabetan lawannya itu. Lauwhia ada liehay sekali. aku menyerah kalah! Jago Thay Khek Pay itu melengak sekejap. ia akan terancam bahaya. Lioe Kiam Gim telah pikir. tangan kiri mirip dengan tusukan T iam-hiat-kwat. kau mengalah. Sementara itu. ak an tetapi barusan Loo-enghiong belum keluarkan seturuh kepandaianmu. ia keliru. ia tertawa. dari atas ke bavvah. dia itu senantiasa perhatikan ilmu silat nya. Iatahu. di tiga jurusan. dit erusi dipakai menekan cambuk. tiba-tiba In Tiong Kie simpan cambuknya. ia mendesak rapat. ia akan berhasil. ia enjot tubuhnya. Adalah setelah itu. Ta pi. akan totok jalan darah orang Leng-tay-hia t. yang tidak tahu diri. kau benar liehay. Lalu. walaupun ia tidak rubuh. Ia maju sa mpai di depannya Kiam Gim sekali. aku kagu mi kau! Sekali ini Kiam Gim bukan merendah. karena di luar kalangan. ia hendak benempur: tangan ko song lawan tangan kosong! Seumurnya Tok-koh It Hang. i a telah menyedot dada dan perutnya. In Tiong Kie l oncat mundur terlebih jauh. karena di saat ia hendak bergirang. ia percaya. pihak lawan baharulah kena didesak. akan tetapi. dasar ia ada satu jago tua. In Tiong Kie kaget bukan main. untuk pihak€€penyerang. ketua Pie Sioe Hwee itu memberi hormat seraya berk ata: Lioe Loo-enghiong. mukanya tidak merah. Serangan ini ada serangan berbahaya. kalau pertempuran dilanjuti. Sep asang tangannya yang tak bersenjata itu ia bikin jadi seperti senjata tajam saja tangan kanan mirip dengan pedang€€Ngo-heng-kiam. berbareng dengan mana. lawan yang satunya selalu pasang mata ke arah dia. Setelah itu. ia sangka lawan tak akan keburu menghalau diri. dari Eng Djiauw . jari tangan Kiam Gim me ngenai baju saja. tidak sampai ke kulit atau daging. karena dengan majukan ser angan sembrono itu. In Tiong Kie lihat itu. ia maju. tangan kanannya dengan tipu Siauw-thian-tjhee . iajadi kecele. tubuhnya membungkuk. selagi ia mengawasi dengan tajam. ia tidak sampai nampak bencana. Tiba-tiba. hingga kesudahannya. menyusul mana. ia cari jalan darahnya In Tiong Kie. Itulah ada tidak baik untuk pihaknya. keduanya jadi saling melewati. cambuknya tidak terlepas. bisalah dianggap dia sudah ke teter dan ia berani akui itu. tanpa bcrp aling pula. sehingga karenanya. Tok-koh It Hang bertindak menghampirkan. kepandaian Pwee pwee lak-tjap-sre Kim-na Tjhioe-hoat . i a menyabet ke belakang. Maka ketua Pie Sioe Hwee mi lantas geser tubuhnya ke kiri. Kiam Gim justru menggunai tipu daya. melulu andalkan kepandaiannya mengenali angin. selagi cambuk menyambar. Sembari menyabet hatinya gembira bu kan main. terus ia berkata dengan pujiannya: Lioe Loo-eng hiong ada liehay sekali. walaupun ia gesit. Hanya.

akan menghibur lar a! Mendengar itu. kita membutuhkan pembicaraan yang lama. ia lihat sikap bemafsu dari jago Liauw-tong ini. b aik. agaknya ia hendak sambar kedua lengan orang. ia menjawab. lantas ia berikan tanda rahasia pada In Tiong Kie kepada siapa ia kat a: Kalau kau ada punya urusan. man. sukar untuk dijelaskan. bangsa raja-raja muda atau k aum saudagar besar. sudah tentu sekali aku si orang she Lioe girang menemaninya. akan serang iga orang! Gagal dayanya Kiam Gim akan serang nadi orang. hanya mengubah tangan terbuka menjadi kepalan. Ia percaya. sccara begitu. belum pernah ketemu tandingan. dengan Thay Kek Pay punya Shia kwa tan pian atau Menggantung ruyung seba tang .Boen. setelah itu ia mendak. dalam gerakan Tjhong eng peng tjie atau Garuda mementang sayap . akan buka masing-masing hati kita! Selagi orang bicara. setelah kakinya itu injak tanah. soeteeku bukanlah itu orang sebagaimana yan g Loo-enghiong scbutkan. pergilah lebih dahulu. Hanya kita kauro Kang-ouw. dengan nyaring. apa kau tidak kuatir menyia-nyiakan malam yang indah ini hingga lenyap kegembir aan kita? Loo-enghiong. Kiam Gim hunjuk kegesitannya. Baharu Lioe Kauwsoe tutup mulutnya. aku nanti ajak saudaraku itu datang untuk menghaturkan maaf kepadamu. mari kita orang main-main. Ia merasakan bahwa orang berla ku hormat sambil memandang enteng kepadanya secara samar-samar. ia sebaliknya kena didesak. iajadi ing in coba-coba. karena lihat jumlah kita yang banyak. untuk disergap. untuk bicara dari hati ke hati. cara bagaimana aku berani main gila terhadapnya? Lioe Loo-enghiong. antara sinar remb ulan. ia percaya orang tak ada terlebih liehay daripada ia. In Tiong Kie menurut. Ia berpi kir cepat. Ini juga sebabnya k enapa ia bilang. ia tampak orang beroman sungguh-sungguh. ia bakal sanggup rebut kemenangan. setelah aku layani kau sampai setengah malaman. Tapi. Lioe Kiam Gim saksikan itu semua. aku bersedia untuk layani kau. Kedatanganku sekarang ini bukan untuk mencari pulang ba rang upcti. Jikalau Loo-soehoe sudi memberikan pengajaran kepadaku. tapi alha sil aku tidak memperdia untuk layani apa! Kiam Gim gunai kata-kata yang tajam. Tok-koh It Hang mengawasi dengan tajam. untuk terus berlompat enam atau tujuh kak i jauhnya. Loo-enghiong pun jadi tak usah berhati t ak tentaram. maka aku si orang gunung. Maka. ter paksa ia geser pula kaki kiri ke kiri. Tok-koh It Hang tidak mundur walaupun serangan sehebat itu. ia kata. mengenai kejadian di Djiat-hoo itu. ia barengi untuk memutar tubuh. unt uk membcri hormat Bagaimana kau sebut-sebut perkaranya soeteemu? ia . satu patah kata-kata kita adalah satu patah kata-kata. ia bacok nadi orang. apabila Loo-enghiong ke hendaki. mari. ia berlalu dengan segera. Bukankahterang-terangjago Liauw-tong ini menyindir. Soeteemu itu sahabat-sa habatnya adalah golongan pembcsar negeri dan mulia. ialah dengan geser tubuhnya ke kiri. hingga hatinya jadi tergerak. ia teruskan gunai Heng sin p a touw atau Melintangkan tubuh untuk menghajar harimau . Ia p . Mulamula ia maju dengan kedua tangannya dipentang. ia jadi agak mendongkol. mendengar itu. Kiam Gim belum keluarkan seluruh kepandaiannya.sudikah kau menanggung jawab? Aku si orang she Lioe tidak ingin. berbareng d engan itu. gerakanrtya tak kurang sebatnya. atau Tok-koh It Hang sudah bergerak. Malam ini ada malam yang indah. ia tertawa berkakakan. Ia rangkap pula kcdua tangannya. jikalau pasti kau ingin memberikan pengajaran kepadaku. H anya sekarang bisalah aku terangkan. biara kutemani Lioe Loo-eng hiong main-main di sini. cara bagaimana aku mempunyai jodoh untuk bertemu dengan dia!Dan umpama kata aku ton sampai bertemu dengannya. sudah seharusnya. ia pun tidak menan gkis. harap kau tidak sebut-sebut soeteemu yang bagaikan must ika itu. mata siapa pun bersinar. dari itu.tanya. Kiam Gim menjadi terkejut berbareng mendongkol. dengan tertawa ding in. Untuk itu. akan tetapi Tok-koh It Hang ada hiehay se kali. Sahaba t. Kiam Gim segera mengerti bahwa pada soal adiknya seperguruan it u benar-benaradasalah paham. jago Thay Kek Pay ini benar-benar hams dijadikan sahabat. hin gga ia pikir. ia bilang: Sahabat. aku tak berdaya. barusan ia saksikan kepandaiannya Lioe Kiam Gim. aku hanya hendak cari sahabat. tentang persahabatannya Kiam Beng dengan segala pembesar negeri atau orang besar? Tentang adikku seperguruan itu. maka.

mundur seperti naga atau ular melesat kabur. Ini ada serangan hebat. siapa tahu. akan lompat maj u lagi. Lawan in i maju menyerang. musuh bergerak di delapan penjuru! Mau atau tidak. baharu sekara ng -dengan diam-diam ia bergidik. Begitulah pertempuran berjalan. Tok-koh It Hang ada liehay dan berpengalaman. Rahasianya Thay Kek Koen memang adalah bergerak de ngan ikuti salatan lawan. pleh karena ini. matanya tajam. adalah kim-na-hoat. Dan sejak itu. untuk saksikan orang punya gerakan sangat cepat maju b agaikan kera lompat di cabang. ia gunai tangan kirinya dalam tipu Ngo-heng-kiam . sesudah injak tanah. lawan ini tidak takuti serangan. bengis bagaikan harimau galak. Tapi Kiam Gim tidak berhenti sampai di situ. ia t idak mengejar. Maka itu ia pikir. ia pinjam tenaga akan pecahkan tenaga lawan sendiri. maka itu. ia tidak sembarang bergerak. tapi beberapa kali. ia melayani dengan tenang. akhir-akhirnya. akan layani jago Liauw-tong ini. Belum pernah ia ketemu orang semacam ini cii kalangan Sungai-T elaga. Adalah keinginan dari Lioe Kiam Gim akan bertempur dengan cepat. mengarah iga kanan. teng Kiam Beng. lomp at laksanaburung menerjang langit. s edang tangan kanannya. untuk selamatkan di ri. gesit seperti sang kera. hanya dua ratus jurus lebih tel ah dikasih lewat tetapi kedua-duanya masih belum memperoleh hasil. berdiam. dan ilmu pukulannya Tha y-kek-tjiang dipakai punahkan sesuatu serangan. yaitu kim-na-hoat. ia coba babat dengkul kanannya lawan. dari itu. bukan lagi puluhan. Ia pegang pokok apabila lawan tidak bergerak. cara menyerangnya benar -benar luar biasa. Demikian. Ia berdiri tegar bagaikan gunung. Hoei-eng Kengsoan Kiam-hoat . menyerang kelemahan musuhnya dan kim-na-hoat lawannya ini sebaliknya dari Thay Kek Koen. terus ia enjot tubuhnya. Jago Liauw-tong itu tarik pulang tangannya. Kalau Thay Kek Koen berpokok dengan kelemasan mcla wan kekerasan . gerak-geriknya mirip dengan burung garuda. antara orang-orang gagah yang langka.€Ia ikuti salatan. ialah ilmu pedang Garuda terbang berputaran . hingga ia jadi heran berbareng kaget. tidak lagi ia berani turuti hawa nafsunya. loncatturun umpama harimau menerkam. akan tetapi Lioe Kiam Gim tetap berdiri bagaikan gunung batu antara serbuan nya arigin santar dan gelombang dahsyat. hanya. yang sat u menyerang. yang lain menjaga. pihak lawan ada gagah sekali. Tok-koh It Hang loncat mundur. Di sebelah itu. gerakannya mirip dengan sambaran garuda. akan gunai k . baharu sekarang ia insyaf. yang ia ubah menjadi t angan kosong. Lioe Kiam Gim diam-diam keluarkan keringat dingin! Tok-koh It Hang digelarkan Pek Djiauw Sin-eng atau Garuda Malaikat Seraius Cakar . juga tubuhnya. mendahului . setelah lo los dari serangan. Menyingk ir dari musuh tangguh. ia toh berla ku sangat bemafsu karena ketenangan musuh. Dalamhal ini. Ia juga ingat pembilangan. Segera juga Lioe Kiam Gim bikin perubahan. dan kalau lawan pancing ia. dari mana saja Tok-koh It Hang menyerang. atau berbareng deng an itu. Dalam sekejap. ke atas dan ke bawah denga n berbareng. tubuhnya tenang. Nampaknya Tok-koh It Hang sibuk. ia mesti gunai lati hannya dari puluhan tahun. hampir ia kena terserang. ia tidak gubris lawan hunjuk kegesitan. dengan majukan tubuh kesebelah kiri. Tapi ia ada seorang berpengalaman. ia selipkan ini di sebelahnya enam puluh empat pukulannya kim-na-h oat.ercaya pihak lawan susul ia. Karena cara bertempur itu. walaupun ia tetap mendesak. Kiam Gim memutar tubuh. dengan keuletan. mundur membela diri. dengan Kim liong hie soei atau Naga cmas memain air . tubuhnya berputar seperti angin puyuh. ia mempunya i enam puluh gerakan menawan . be rkelebatnya bagaikan kilat. dengan berputaran seperti burung berterbangan. dan satu ka li lawan bergerak. i a membela diri. keduanya telah sampaikan batas kesempumaan kepan daiannya masing-masing. Jago dari Eng Djiauw Boen telah gunai juga keistimewaan ilmunya. Ia tidak mau menerkam. segera ia insyaf dengan menyerang hebat. ia berseru: Sebat benar! dan tubuhnya mencelat nyamping. Lioe Kiam Gim ada b eda sangat jauh dari soeteenya. Kelihata n nyata. menyerang sambil berbareng membeladiri . hingga beberapa kali hampir-hampir ia kenaterserang disebabkan kelancangannya sendiri. menotok dahi kiri orang. akan segera a khirkan pieboe itu. ia terus menyerang dengan Tjit-seng-tjiang atau Tangan tujuh bintang . ia tak bakai peroleh hasil. untuk balas menerjang. Sesudah kewalahan.

yang bersinar bcrkcrcdcpan sebagai emas. sambil lompat. untuk loncat mclcsat ja uhnya dua-tiga tumbak hingga ia lolos dari ancaman bahaya. dipakai menotok . sampai terang tanah juga sukar did apati kepastiannya menang atau kalah. ia berk elit. yang tidak mengenai sasaran. maka itu baiklah kita gunakan pedang untuk aku terima pelajaran ilmu Thay Kek Tj ap-sha-kiammu berikuti hoei-piauw yang berbayang berkelebatan. ia mengundang: Silakan! Atas undangan itu. Hanya kemudian. ujung pedang menusuk pundaknya si jago tua. meli hat gerakan lawan yang berbahaya itu. apab ila ia telah tank itu. Bertempur secara begini tidak menarik hati. Sambutlah ini! Dan tubuhnya melesat menyusul. sama sekali ia tidak berikan ketika untuk lawan des ak ia. dengan tajamnya luar bias a. tanpa ada keputusannya. tidak pern ah ia abaikan diri. Itulah ada scrangan seperti hujan deras antara angin hebat! Lioe Kiam Gim sudah tahu liehaynya musuh. tetapi karena ia tahu pihak lawan ada sangat tangguh. Kiam Gim batal dengan serangannya. Pedang ini. Maka dia akhirnya. untuk ia balik menerjang. disimpan bisa diliba t bagaikan ikat pinggang. Ia telah gunai tenaga yang besar. akan bentur pedang lawan itu. ia tidak mau berlaku serampang an. pedangnya s endiri dipakai menangkis dalam tipu silat Kim peng tian tjie atau Garuda emas membu ka sayap . ia menjejak tanah. ia berkelit dengan sebat. Sahabat. ia teruskan menyerang tiga kali saling susul.etika untuk meraba ke pinggangnya di mana ia buka suatu benda yang mclibat. dan Beng kee tok siok atau Ayam galak mematok ga a . begitu tikaman datang. ia menduga pada susulan musuh serta tusukan pedang. maka itu. berbareng dengan itu. dengan tenaga Siauw thian tjhee atau Bintang kecil . ia tetap waspada. Ia d engar sambaran angin. ia pun terus putar tubuhnya. dengan tipu-tipunya Wan khauw tjin koh atau Orang hutan menyucuhkan buah . di antara sinar p edangmu! Tegasnya. tubuhnya Tok-koh It Hang segera bergerak. tapi sambil berkelit. bagaikan burung. sudah lan tas bergerak dalam tindakan Liong heng hoei pou . tubuhnya lompat melesat. ia buka satu lowongan. Kiam Gim memutar tubuh. sesudah berpikir. Be rbareng dengan berkelebatnya satu sinar. jikalau terus-terus an mereka bertempur saja. di icruskan dipakai menyambar muka lawan dengan tipu serangan Hoan sin hian kiam . Menampak gerakan lawan itu. akan pi ndahkan tubuh ke kanan lawan. sesudah serangannya mengenai tcmpat kosong. setelah ia siap dengan pedangnya y ang istimewa itu. maka itu. yang tampak orang keluar dari ka langan. atau Tindakan naga terbang . pada bagian jalan darah Hong-hoe-hiat. ujung pedangnya terus menusuk! Lioe Kiam Gim loncat dengan satu maksud. sebab ilmu silat tangan ko songnya ia sudah jajal sempurna. tidak menunggu sampai ujung pedang mengenai sasaran. atau pedang lemas. kata ia. sedang tangan kirinya. hingga sekarang adalah ia yang beradadi arah belakang jago Liauw-tong itu. ia pun insyaf. ia hanya berputar ke belakangnya orang itu dari mana bah arulah ia kinm satu tikaman. sesudah hunus pedangnya sendiri dan pasang kuda-kudanya dengan tenang sepert i biasa. tidak perduli hujan serangan ada bagaimana hebat. karena gegaman itu terbuat deng an campuran emas putih keluaran Hek-liong-kang. jangan pergi! berseru Tok-koh It Hang. atau Dewa menujuki jalan . nyata ia sudah keluarkan sebatang djoan-kiam. t erus ia mencelat keluar kalangan. dengan Hoei-eng Keng-soan-kiam . tidak ada artinya. bagaikan gerakannya bayangan. Jikalau terus kita bertanding secara begini. dengan sekonyong-konyong ia putar tubuhnya dalam gerakan Koay bong hoan sin atau Ular siiuman jumpalitan . Sian djin tjie louw . dari sini pedangnya. digunai lalu menjadi pedang. tak perduli pedang lawan mengancam bebokongnya . Tok-koh It Hang lomp at mengejar. Lioe Kiam Gim tidak berayal untuk sambut tantangan itu. sclang seratus jurus lebih. entah mereka akan bertempur sa mpai di waktu apa. yang telah ditarik pulang. akan tetapi bukan nya ia terus menerjang. Tipu totokan yang dipakai pun ada Gio k lie tjoan tjiam atau Bidadari menusuk jarum Tok-koh It Hang sendiri. ial ah Mempcrsembahkan pedang sambil memutar tubuh . ia pasang kuping. Menuruti gerakan lawan. ia menangkis dengan tenan g. jago tua dari Liauw-tong ini hendak uj i ilmu pedang orang dan senjata rahasia yang kesohor.

hingga piauw. dengan golongan pembesar negeri. guna sekalian cari tah u perihal tujuannya dan perhubungannya dengan Teng Kiam Beng. di bclakang hari. dan temyata. semua piauw itu menyambar saling susul! VI Bagus! berseru Tok-koh It Hang. untuk mana. jago Thay Kek Pay ini juga tidak diam saj a. ia baias menyerang lawan itu. sambil bersenyum. yang aku tidak biasa pakai! Jago Thay Kek Pay itu terperanjat. ia berkata: Tiga-tiga kcpandaian dari L oo-enghiong. Pertempuran barusan memang telah diatur. akan tetapi ia sanggup kelit dari serangan empat piauw itu. hingga juga tan gan mereka turut beradu satu dengan lain. scgera ia buka ti ndakannya. masing-masing mereka tak dapat menahan tubuh mereka. akan berdiri dengan tegar. sampai kita bertemu pofa! Lioe Kiam Gim buru-buru simpan pedangnya. Tok-koh It Hang tidak dapat ketika akan elakkan dir i pula. Ia tahu orang berniat angkat kaki. sambutlah pula ini! berseru Tok-koh It Hang. selagi ia turun ke bawah sebelum kakinya injak tanah ia sudah baias menyerang sambil terta wa dan serukan: Aku kembalikan piauwmu ini. Dua buah Thie-lian-tjie lewat di tempat kosong. sungguh hehay. sekali raup saja. karena sebat luar biasa. pedangnya dipakai menyampok. tiga buah Thie-lian-t jie. tunggu dahulu! ia berseru. Sambil elakkan diri secara demikian. atau Seekor burung hoo menerjang langit . sebat luar biasa. hingga t inggal empat buah lagi. yang menyusul seruann ya lawan. yang lagi mcrantau untuk cari kawan. bc rdiam belum lama. tetapi Tok-koh It Hang benar-benar lieh ay. katanya: Tak dapat kita bicara dengan sepatah kata saja . Ia sama sekali tak ketahui sikapnya jago Liauw-tong itu. masing-masing merasa malu sendirinya. ia telah keluarkan duabelas batang. terutama sejak undurkan diri ke Kho Kee Po. yang menyerang ke atas. tangan kirinya merogoh sakunya. Sahabat. Tok-koh It Hang telah ketahui hal Kiam Gim. berbareng dengan mana. Akan tetapi tubuhnya jago Liauw-tong itu sudah mencelat ke dalam Irimba. aku telah pcrsaksikan. ia sudah lantas loncat naik ke a . ialah jalan darah K ie-boen-hiat . hingga menerbitkan suara yang nyaring keras. Tok-koh It Hang menginjak tanah untuk segera simpan djoan-kiamnya. dengan tak dapat ditahan lagi. Dua-dua bentrokan itu ada hebat. ia lompat tinggi sampai setumbak leb ih. Dalam cuaca gelap itu. atau berkenalan. Sahabat. ia antap kedua senjata saling beradu.dadanya lawan itu. sambil memutar tubuh untuk berkelit. guna luputka n serangan tangan kiri lawan itu. Kiam Gim benar-benar tidak mengetti maksud orang. Hong-hoe-hiat dan Kiauw-im-hiat . keduanya segera lompat bangun pula. dengan It hoo tjhiong t hian . yang tidak mau sia-siakan ketika lagi. belum tentu dengan arah atas. yang rubuh terpelanting. lolos semuanya. daya-upaya itu bcrhasil membuat Lioe Kiam Gim muncul. yang di mata kaum Kang-ouw katanya telah bersahabat. ia juga gunai Siauw thian tjhee . luar biasa! Lioe Loo-enghiong . yang lihat lawannya baias menyerang ia dengan se njata rahasianya itu yang kesohor. akan keluarkan Kiam-eng Hoei -piauwnya . Dalam keadaan seperti itu. menyambar ke arah tiga jurusan anggota. hanya begitu jat uh. untuk memberi hormat. maka terpaksa. Kiam Gim lihat sambarannyatiga buah senjata rahasia itu. atau teratai besi . Tapi ia bisa berpikir. dalam hatinya. Kiam Gim sudah duga. segera ia r angkap kedua tangannya. cuma suaranya masih terdcngar. Ketika sebentar kemudian ia tiba. yang mengarah ke tengah dan ke bawah. maka itu. ia tanggapi empat buah ke arah atas itu. K-iam Gim sudah dia mkan diri hingga orang tak dengar apa-apa perihal sepak-terjangnya. akan menuju terus ke rumahnya Tji ong Hay Peng. hingga umpama bintang ber jalan. yang ketiga kena disampok jatuh ke t anah. kau akan mendapat tahu! Sckarang silakan cari kawanmu dahulu P Lioe Loo-kauwsoe jadi bcrdiri tercengang. Ia pun ada mendongkol. Tok-koh It Hang bekerja s ama-sama dengan Tjiong Hay Peng. sedang di lain pihak. tapi ia ingin memb uktikan sendiri. sang soetee. lalu antara berk elebatnya cahaya pedang. hanya selagi rubuh. lawannya akan bisa menyingkir dari piauw dua arah tengah dan bawah.

kemudian dengan menyedot napas ter lebih dahulu. berkata ia. kata Hay Peng kemudian. di luar sangkaannya. api lilin di dalam kamar.tas rumah. untuk melihatnya. atau berikan tanda perihal kedatangannya. maka itu. Bagaimana kau ketahui aku bakal datang pula? ia tanya. nyala pula. Hay Peng justeru tertawa berkakakan. . untuk membangkit kan kita bangsa Han? Didesak sccara dcmikian. umpama benar soeteeku itu menghamba pada pemerintah Boan. wa laupun soeteeku. yang baik sama pembesar negeri kare na adanya urusan dengan Keluarga Soh. Kiam Gim pikir. ia tegaskan. Saudara Lioe. hatiku tidak pemah berubah! Apakah kau percaya aku kes udian jadi kaki-tangan pemerintah Boan. tidak nanti aku lakoni pcrjalanan ribuan lie ini k e Djiat-hoo! Aku datang bukan untuk saudaraku itu. Saudara Tjiong. sudah dua puluh tahun lebih kita orang tidak bertemu /tetapi kau hams ketahui. ia justcru berada sendirian . ia kitarkan rumah itu. mengundang ia. hingga kamar jadi gclap-petang. Dengan sebenarnya. ap a kau rnasih memikir untuk mcmulihkan dandanan kita yang lama. Saudara Tjiong. untuk hidup mewah saja. ia pandang tetamunya. Dan orang itu bukan lain darip ada tuan rumah sendiri. Kiam Gim terima itu undangan. di sini bukan soal bentrokan melulu katanya. ada molos sedikit cahaya api. yang simpangi pertanyaan orang. Kiam Gim tidak sia-siakan tempo akan loncat turun. maka berdua mereka ambil kursi. Tapi. yang tadi tinggalkan mereka. Tjiong Hay Peng bersenyum. di mana soeteemu itu ada jadi gundal pembesar n egeri. Sebentar saja. ia tampak dalam lamar ada dinyalakan sebatang lilin besar dan satu orang asyik duduk di samping lilin itu. akan ketemui sahab at itu. oh. ia cantelkan kakinya di payon. Tap i inilah kcbctulan. dengan tiba-tiba ia meniup ke arah lilin. apa kau hendak bela dia dan ingin dapat pulang barang upeti yang dirampas itu? Keduamatanya orang she Lioe itu bersinar. Den gan hati-hati. jadi gundal? Jangan kata aku sendiri. Kiam Gim tidak lantas turun. Ia tidak tahu bahwa In Tiong Kie. Kiam Gim membalas hormat. hingga lilin itu padam s eketika. sekarang ini bukan dia saja scorang dm! Jikalau kita lancang curigai semua. hingga ia terbitkan kecurigaannya ka um Rimba Persilatan. dan iapun tidak memanggil. Saudara Lioe. Melulu karena masih ada yang dipandang. kau baharu sampai? Dalam herannya. sudah mendah ului datang pada orang she Tjiong ini untuk berikan kisikan. kau bicara soal memperlemah tenaga sendiri! ia bilang. la ingat sebabnya kenapa sudah du a puluh tahun lebih ia asingkan diri. Ia percaya. tetapi untuk kaum Kang-ouw se ndiri. Marilah duduk. seluruh rumah Hay Peng ada gelap-gulita. Saudara Lioe. ketika Kiam Gim menghampirkan ke s itu. apabila kita orang sendiri bentrok. Bukankah kalau tenaga dipersatukan. Hay Peng akan kaget karenan ya. aku hendak bicara sama ia. soetee kau ada dicurigai oleh kaum Rimba Persilatan. kenapa tuan rumah itu jadi demikian liehay. Lioe Loo-enghiong. Tapi ia masih cukup sabar. seraya terus berkata : Saudara Lioe. ap a ito bukannya berarti memperlemah tenaga sendiri? Hay Peng bcrbangkit. dia juga tak nanti. dia hanya gelap pikiran. mengetahui kedatangan nya. sikapnya me ndesak. aku memang sudah duga kau bakal segera kembali! berkata jago Heng Ie Pay itu sambil bersenyum. Meskipun ia berpikir demikian. Tapi Lioe Kiam Gim mem egat: Aku mengerti kesembronoannya soeteeku. Kiam Gim bersangsi. itu besar faedahnya? Saudara Lioe. Hay Peng muncul untuk sambut tetamunya ini. kecuali dari kamar samping sebelah timur. Malam itu. apakah itu tidak memalukan kaum kita? Hay Peng angkat kepalanya. orang rupanya asyik tunggui ia. orang jadi belum ambil ti ndakan. ia t idak mengerti. tetapi orang dengan kelakuan mirip soeteeku ini. Akan tetapi. dia seperti orang tolol! Lantas Kiam Gimjelaskan sifamya Kiam Beng. dengan llmu mengentengi tubuh. Kenapa sampai begini waktu dia masih belum juga tidur? Kiam Gim menduga-duga.

untuk melakukan persiapan. Di sana orang bisa berkum pul dengan merdeka. Sha-tjap-lak Kee-tjoe. apakah kau m asih beium ketahui siapa adanya dia itu? Kiam Gim Iantas bisa mengerti. juga di lim a propinsi Utara. Saudara Tjiong. yang hend ak persatukan kaum Kang-ouw. Maka itu Tok-koh It Hang hendak pulang dahulu ke Liauw-tong. di mana ada Istana Kaisar Boan. Saudara Lioe tinggal di Shoatang. tapi untuk ini. Saudara Lioe. ia urut-urut kumisnya. dia ini tak dapat bikin tunduk orang banyak. orang hutan menyayangi orang hutan. mustahil Saudara tak ketahui tentang perkemba ngannya Bwee Hoa Koen selama tahun-tahun yang bclakangan ini? Hay Peng balik tany a. dia orang tidak berkenalan! kata ia. Sudah dua ratus tahun bersclang. di Sam-s he Oey-see-wie di Ie-lan. yaitu Ki-ang Ek Hian.€ Ada orang yang sedang daya kan itu__ la terus tuturkan hal sepak-terjangnya Tok-koh It Hang. karena puteranya berke pandaian biasa saja. berkata ia. akan tetapi tempat ini tidak sentosa. Kiam Gim akui. Tempatku ini. seraya beber hal-fliwalnya orang itu . aku masih belum ambil putusan untuk gabungi diri atau tidak dengan dia itu. tanya. ia merasa kecewa. kita berdua harus bekerja sama-sama . k atanya rombongan ito berpusat di delapan ratus enam puluh lebih desa di Jim-pcng di mana ada lebih daripada delapan ratus boe-koan. Apakah aku bisa bertemu dengan dia? Lioe Loo-enghiong. siapa dia itu? tanyanya dengan bemafeu. Apakah dia masih ada di sini?€Apakah aku bisa pasang omong dengan dia? Kiam Gim ta nya kemudian. Orang pun bilang. iapun tidak me nolak. aku tak tahu jelas lagi kead aan di luaran. Bwee Hoa Koen. si jago tua. Cuma Tok-koh It Hang yang sanggup lawan kau. scdang selama beberapa puluh tahun ini. melainkan kau yang mampu layani kim-na-hoatnya! Inilah yang dibilang. ia hanya kuatir namanya nanti sudah tidak mempunyai pe ngaruh pula disebabkan pengasingan diri selama dua puluh tahun lebih. . kau sebenamya sudah bcrtemu sama dia. dia ini adalah yang bangunkan Gie Hoo Toan? Tjiong Hay Peng be nark an itu pcrtanyaan. ia hanya tidak sebutkan namanya. sejak bangsa Ouw masuk kemari. Hay Peng bilang. Soal ini membikin Kiam Gim berpikir. Apa benar. Untuk apa itu? Kiam Gim. menutup mata. kemudi an Tjiong Hay Peng tambahkan. Hay Peng beritahu. Ia bukannya jerih. ia manambahkan. antaranya ada yang Kiam Gim su dah ketahui. setelah ke tuanya Bwee Hoa Koen. apa kita bisa pcrbuat? ia tanya. dia bemiat pulang ke Liauw-tong .€ Aku melainkan dengar apa-apa dari beberapa sahabat yan g satu waktu suka kunjungi aku. bangsa asin gpun tunjang padanya! Bisakah kita gempur dia? *Tapi kita bisa bcrdaya.€Ia tidak lantas terima baik. saking jaraknya yang t erlalu dekat dengan Sin-tek. bersama-sama Tok-koh It Hang. yang juga disebut GieHoo Koen. Kiam Gim nampaknya ketarik. saudara Lioe. Walaupun dcmikian. Dia ada Tok-koh It Hang. Kiam Gim tercengang.€Pasti akan menyolok m ata apabila kita kumpul ramai-ramai di sini.Kalau kita cuma andali tenaga kita kaum Kang-ouw saja. Di sini Tok-koh It Hang minta aku yang bantu ia mengundang O rang-orang kaum kita. Kembali Hay Peng tertawa. paling belakang sudah dirikan ro mbongan Gie Hoo Toan. Aku juga hendak minta Saudara Lioe pergi menemui Ketuadari Bwee Hoa Koen. Lantas tuan rumah ini menutur hal Gie Hoo Toan. malah sudah bcrtempurjuga! Kau orang sudah bertempur selama setengah ma lam an. pemah antarany a ada yang omong tentang Gie Hoo Toan itu. banyak juga yang ia belum tahu. Sudah dua puluh tahun aku berdiam di tengah muara. Siapa tidak bertempur. pokok das amya telah jadi kuat sekali. benar-benar sunyi. pantas Saudara bemiat segera menemui dia! Sayang dia tidak ada di sini se karang. Tjiong Hay Peng kasih kc terangan lebih jauh. sembari tertawa teru s. karena mana be lakangan orang angkat Tjoe Hong Teng dari angkatan muda sebagai ahli waris kaum itu. yang bukan saja di Shoatang berpengaruh besar.

malah sebaliknya. mereka akan bagi anggota merek a satu bauw tanah untuk sctiap anggota. Tit-lee. bangsa ini bergerak pula. pengganggu kehormatan kesucian orang perempuan. dia digantikan oleh putcranya. Bendera dan pakaiannya kaum ini ada serba puti h. dengan turuti sarannya Yok Hian. yaitu Rubuhkan Tjeng Tiauw . Ia ajarkan orang Sin Koen . Tjoe Hong Teng itu ada asal satu pemimpin kecil dari Pat Kwa Kauw. Ia ada orang dari To-tjioe. Thian Lie Hwee ialah Pat Kwa Kauw. tapi bangsa asing gempur pintunya dengan tembakan meriam da ri kapal perang. Hay Peng tepuk meja. Pek Lian Kauw pu n disebut Pek Lian Hwee. Tjoe Goan Tjiang mcnindih Pek Lian Kauw. seruk an rakyat Rubuhkan Kerajaan Tjeng untuk bangunkan pula Kerajaan Beng dan karena pem erintah menindas. dengan pimpin dua juta serdadu. puteradari Han San Tong. Di dalam pasukan sukarela Pek Lian Kauw ini. Di akhir zaman Goan Tiauw. lantas jadi pembela rakyat yang ber celaka itu. terus sampai zaman Kaisar Kong Sie . ketua Pek Lian Kauw. Di akhir Kerajaan Beng ini. Bertiga mereka berjanji. Inilah gcrakan yang menyebabkan delapan bangsa asing kepung Pakkhia. ia be 1 ajar silat pada Kiang Ek Hian. hingga tubuhnya jadi tidak mempan s enjata tajam. s atu cabang dari Pek Lian Kauw. Ini dia bagiannya yang rada sulit. tanya. Adalah setelah Kerajaan Tjeng musnakan Kerajaan Beng.Gie Hoo Toan ada satu cabang kecil dari Pat Kwa Kauw dari Pek Lian Kauw. sudah serang Istana Raja Boan di Pakkh ia serta niat rampas Tit-lee. Kemudian. ia menggantikan jadi ahli waris Bwee Hoa Koen. Segera datanglah paderi-paderi Kristen. Hoe Tjeng Biat Yang berarti menunjang Kerajaan Tjeng untuk memusnahkan bangsa asi ng . Bukankah Saudar a ketahui. Setelah jadi kaisar. tak dapat ditembak. sehingga Kerajaan Tjeng bikin jatuh pamor Tiongkok. terus ia dirikan Gie Hoo Toan. setelah Kiang Ek Hian menutup mata. Tjoe Hong Teng dengan Gie Hoo Toannya. Ia tidak bisa abui orang cerdik tapi toh ada s ebahagian orang yang percaya padanya. tapi kenapa pemerintah Tjeng tidak larang p adanya. Ong Ho Hian da n Tjie Hong Djie. Shoasay. pengaruhnya tersebar di Shoalan g. kalau mereka berhasil. dan bangsa Han ditindas. Kumpulan Teratai Putih. Tjoe Hong Teng suka bekerja sama-sama. ialah dari d imusuhkan. Mendengar sampai di situ. Maka Tok-koh It Hang. ingin ketahui sikapnya Lioe Kiam Gim. yaitu ilmu silat Malaikat . dan Soe-tjoan. yaitu Lauw Tjie Hiap. pemerintah Boan lihat ancaman bahaya. dengan pelahan-lahan Gie Hoo Toan ubah seruannya dari Hoan Tjeng Hok Beng jadi HoeTjeng Bi at Yang . agamanya sendiri ada lain. hingga umumnya rakyat jadi benci mereka. adalah Tjoe Goan Tjiang yang berhasil mengusir bangsa Goan (Mongolia) dan berdirikan Kerajaan Beng. Jago Thay Kek Pay ini.€Mereka ini gagal tapi pembcrontakan mereka telah menggetarkan seluruh negeri. pemimpin Pek Lian Kauw ada Lauw Hok T ong. Hoolam. Ini ada suatu siasat. Tjoe Goa n Tjiang ada salah satu pemimpin. ia harap . katanya. kalau terbit perkara mereka dilindungi. mereka j adi pemeras rakyat jelata. seruannya ada Hoan Tjeng Hok Ben g . yang ting . tapi kepala agamanya ada Han Lim Djie. Tiongkok tutup diri. Siamsay. ia mengakui ada turunan kaisar-kaisar Beng. yang main gila. ada dewa atau malaikat yang bantu ia. Gie Hoo Toan dibaiki. mereka tidak berhasil tetapi pengaruh mereka sudah meresap antara rakyat jelata. Soenboe dari Shoatang. Kiam Gim tanya Hay Peng: Gie Hoo Toan dari Tjoe Hong Teng bercita-cita Hoan Tjeng Hok Beng . setelah usir bangsa asing. dan menggantikan memerint ah Tionggoan. dan sclama tahun pert ama dari Kaisar Kee Keng. Sikapny a Tjoe Hong Teng ini menyebabkan ragu-ragu di antara rakyat. dengan perantaraannya Tjiong Hay Peng. lantas See Thayhouw. Setelah Perang Candu di tahun 1840. Selama tahun ke-17 dari Kaisar Kee Keng. Shoat ang. rakyat berontak . dengan bekerja sama-sama Lie Boen Seng dari Tjin Kwa Kauw dan Lim Tjeng dari Kim Kwa Kauw. bagaimana sewenang-wenangnya bangsa asing sekarang? Untuk itu. kenapa dia diizinkan kumpulkan barisan serdadu rakyat yang dinamai Koen-bin ? Kenapa di Jim-peng saja sampai ada delapan ratus lebih caba ng kaum itu? Ditanya begitu. Lim Djie di sebut juga Siauw Beng Ong. Ibusuri. Kaum Pek Lian Kauw dan lainnya masih bekerja sccara rah as i a. Shoatang dan Hoolam. sampai Tok-koh It H ang sendiri turut bersangsi. mereka lawan pemcrintah Beng. agama Teratai Putih. untuk mengajarkan agama . ubah sikap. kepala agamanya men utup mata. kepala agamanya ialah Ong S om. adalah segala penganutnya. Maka itu. ia nanti bisa bikin terjungkal bangsa Boan.

Dua sahabat ini bicara dengan asyik. dengan bcrdiam di rumahku. kemudian mereka lan . Benar karena tetamu itu betul ad a dari pihak pembesar negeri. Kiam Gim heran. Setelah dengar keterangan lebih jauh itu. malah Kiam Gim asy ik pasang omong dengan gurunya. romannya kuatir. Kee Tjoen t anya hal Kiam Gim. ada berlari-lari satu orang ke Sha-tjap-lak Kee-tjoe. Sin-tek ada daerahnya Istana Boan. hatinya suda h mulai tentaram. sedang tampangnya tuan nunah pun sudah lantas berubah. terus ia ikut Kee Tjoen. hendak cari Lioe Loo-kauwsoe. Sekarang. ialah Kiang Ek Hian. hingga murid-murid itu jadi h cran dan melengak. Ia»menduga-duga dengan sia-sia. Entahlah. Kiam Gim. dari pihak yang bcrtcntangan. Maaf. Seberangkatnya Kiam Beng dan Kiam Gim. dia kata dia datang langsung dari Sin-tek dan dengan ter-buru-buru. Kiam Gim hcran. tapi sudah lama ia undurkan diri. Begitu bertemu sama Teng Soesiok. ia tidak bisa bcrikan jawaban. hatinya jadi goncang. di depannya Tjiong Hay Peng. sinar terang muncul dari arah Timur. Dia temyata ada Lie KeeTjoen. dan karena kuatir saudara itu alami hal tak disangka-sangka. yang ulangi itu berulang-ulang. sebel um mereka bertempur. pintu dibuka oleh beberapa muridnya Tjiong Hay Peng. mereka sangka Kee Tjoen ada gundalnya pembesar negcri dan datang untuk cari rahasia. Dengan lantas mereka ini berembukan sama wie-soe. kemudian baharulah Soesiok titahkan aku susul Soepeh di sini untu k disambut pulang . unt uk apabila bisa baliki tujuannya Tjoe Hong Teng menjadi pula Hoan Tjeng Hok Beng . ialah boesoe atau guru silat dari rombongannya Teng Kiam Beng yang atas titahnya Kiam Beng. untuk sesampainya. meskipun satu malaman ia tidak tidu r sama sekali. sang fajar telah datang . Tetamu siapa itu?€Dari mana datangnya? ia tanya. karena itu. Ada urusan apa? Kiam Gim tanya Kee Tjoen. Tjiong Loo-tj lanpw ec ini ada sahabatku dari beberapa puluh tahun. Tetamu itu ada orangnya Keluarga Soh. ia ada bersemangat. atau pah law an dari istana Sin-tek dan pahlawan dari Istana Pakkhia.tertawa. dari antara jalanan gunung. dia tidak ber-henti-henti di tengah jalan. Ia memang ti dak puas terhadap Kerajaan Tjeng. Hay Peng dan Kiam Gim muncul. S oh Sian Ie dan anaknya pun segera berangkat ke Sin-tek dan ayah dan anak ini bis a sampai lebih dulu. Kee Tjoe n dikirim untuk menyusul. sampai tahu-tahu. Karena se sudah jauh malam Kiam Gim belum kembali. yang berbahaya? Atau dia ada orangnya pembesar negeri yang lagi lakukan penyelidikan? Dugaannya Kiam Gim ini benar dan tidak benar. Atas gedoran. Dia bicara lama sekali dengan Teng Soesiok. Kee Tjoen jawab. ia kata: Lauwtee. Hay Peng den gan beruntun telah kedatangan In Tiong Kie dan Lioe Kiam Gim. ia tanya. scbaliknya mereka jadi gusar. Tetamu dari Sin-tek? kata Kiam Gim. Tidak benar karena dia datang bukan untuk cari tah u perihal ia dan orang yang belum ketahui. Syukur. Lauwtee! Lioe Soepehmu ini. Teetjoe tidak kenal orang itu. tapi ia datang dari Sin-tek. Hanya. muridnya Tjiang Han Tek dari Ngo Heng Koen. kau jangan kuatir apa-apa! Bukan kah kau orang kuatir aku kena ditahan di sini maka kau datang untuk papak aku? Tj iong Hay Peng pun tertawa dan bcrkata: Jangan kuatir. siapa sebenarnya tetamu itu. ada kenal baik pemimpin tua dari Bwee Hoa Koen. Di tengah jalan. tidak nanti terhilang lenyap! Lie Kee Tjoen menjadi gugup. ia seka rang ada sahabatnya Tok-koh It Hang. mu-rid ini menyangkal. Orang she Lie ini mclongo.gal di Shoatang. Dt akhirnya. hanya ia terus memandang Kiam Gim dan meneruskan: hanya Teng Soesiok mi nta Soepeh lekas kembali. Justeru itu. sebab tadi malam kita telah kedatangan satu tetamu tid ak diundang . sahut Lie Kee Tjoen. Kiam Beng sangka saudara itu pergi pada Hay Peng. Ia bicara sama Kee Tjoen. dengan tidak l ancar. untuk ketahui jelas sikapnya Ketua Gie Hoo Toan ini. mengged or pintu rumahnya Tjiong Hay Peng. ia lantas pamitan dari Hay Peng. Apakah orang itu datang dengan suatu kabar penting. Kiam Gim jadi berpikir. ia rnasygul. Mereka mcmang tidak tahu. Lootj ianpwee. tctapi tidak demikian maksud kita berkata ia. sambil uruti kumisnya. ia nyatakan suka ketemui Tjoe Hong Teng.

ia ingin Kiam Beng terus terpisah dan kaummnya. barang pun telah didapat pulang. jikalau kau hendak pergi ke Liauw- . berkata ia. Barang itu berada di tangannya orang Liauw-tong itu. ia dapatkan Kiam Beng sudah dandan rapi. Kemudian pada tctamunya. Kiam Gim masih tidak sebut cita-cita memberan tas pemerintah Boan . ini ada Saudara Yap Teng Tjeng dari Pat Kwa T jiang atau pahlawan dari Keluarga Soh. kau hendak bikin apa? €Kiam Gim segera tanya seraya ia tarik tangan ora ng. Kapan Kiam Gim sampai di ru man penginapan. aku ingin bicara dahulu sama kau. yang mclanjuti. menarik tangannya sang soetee. soehengnya yang paling kenal tata sopan santun. Untuk kembaii ke Sin-tek. Kiam Beng tidak segera menjawab. tetapi se karang bersikap sebaliknya. Tentang barang upeti. Sebenarnya ada apa. Kau hendak pergi ke mana? . mereka juga telah dengar selentingan hal adanya beberapa orang yang ti dak dikenal yang suka berkumpul di Hee-poan-shia. untuk simpangi pembicaraan. Da n tetamunya Kiam Beng itu ada salah satu pahlawannya Sian Ie. Tentu saja ada dusta belaka yang barang upcti telah didapat pulang. Dengan lekas mereka dapat tahu yang Kiam Beng bcramai su dah pergi ke Sha-tjap-lak Kee-tjoe. Biarlah tctamu kita ini menunggu sebentar. Di seb elah itu. Itulah bukan maksudnya Tok-koh It Hang akan kangkangi barang itu. ia bilang: Maaf. bahvva orang pentang matanya lebar-lebar.tas bikin penyelidikan. untuk mengatur terus jaring. lantas ia urut-urut kumisnya. Tentang upeti itu. karena ini adalah yang pertama kali soehengnya bicara demikian tandas kepadanya. Aku lihat dia ada satu laki-laki berkata ia. Soetee. maafkan kita si orang desa! Dengan tidak perdulikan. Tuan. tetapi ia tidak mengerti. Walaupun ia menerangkan demikian. Loo-enghiong tak usah capaikan hati lagi.€Ia merasa tidak enak hati. Soetee. sedang mer eka juga tahu. ia kata untuk memperkenalkan: Soeheng. Eh. kita justeru diundang untuk satu pertemuan di le-lan. aku telah dapat keterangan. Lioe Kiam Gim ada bersahabat rapat dengan Tjiong Hay Peng. maka sekarang lata tinggal menungg u kembalinya Tcng Loo-enghiong untuk membereskannya. ia tidak bilang suatu apa. guna dipulangkan pada Raja Boan. Soeheng? Kiam Beng tanya. ia mengabarkan tentang upeti yang dibegal sudah ada kabamya. kata ia. De ngan sepasang alisnya berdiri. Kiam Gim pandang soetee itu dengan tajam. itu ada al asan melulu guna pancing mcrcka kembaii. sudah siap untuk suatu perjalanan.w la terus menoleh pada Lie Kee Tjoen seraya te ruskan berkata: Tolong kau tcmani dahulu tctamu kita ini. hanya sambil tarik orang di sampingnya. tak usah kita tergesa-gesa. yang dengan Kiam B eng ada bersahabat kekal. Soh Sian Ie pun tidak ingin Kiam Gim berhasil dengan perjalanannya ini. soetee ini kata: Soeheng. Kiam Bene boleh kena diakali.€Di scbelah itu. pada Keluarga Tjiong. Apakah satu kurcaci mesti dipandang sebagai orang gagah dan kau henda k bertaku hormat kepadanya? Mukanya soetee itu menjadi merah. Kiam Gim te rus tarik Kiam Beng ke dalam. kemudian ia tuturkan hal pertemuannyasamaTok-koh It Hang dan Tjiong Hay Peng. kau seharusnya bisa membeda-bedakan. ia sekarang ajakkita segera berangkat ke Sin-tek! Teng Tjeng maju seraya hunjuk hormatnya.€€€ Kita€€orang keterangan. tetapi sekarang tidak ada soal untuk mendapatinya kembaii. kata ia. tidak Kia m Gim. tetapi ini justeru menyebabkan Kiam Beng keliru mengerti. Dia ini awasi pahlawan Keluarga Soh itu. Kiam Gim sendin merasa tidak enak ia telah bicara sedemikian rupa terhadap soe tee itu. di sampingnya soetee ini ada seorang d ari usia pcrtcngahan yang matanya m i rip mat a tikus dan hidungnya bengkung bag aikan gactan. kau bisa bedakan satu orang gagah dari satu kurcaci.€ Kenapa kita tak bicara di tengah jala n saja? Soetee inipun heran.€Bangsa Boan mcmang paling jenh kalau or-ang-orang kaum Rimba Persilatan mengadakan pe rsatuan. kenapa sang soetee begitu percaya orangnya Ke luarga Soh itu. justeru Keluarga Tjion g ini mereka curigai ada mempunyai sangkutan dengan perampasan upeti. ia kata dengan sabar. hanya kemudian.

Di dalam hatinya ia kata: Kalau arak ada racunnya. dia akan jadi letih. untuk bcritahukan para tetamu ba hwa masakan yang baru disuguhi itu ada hidangan yang langkah. . katanya. ruangan yang inda h dibikin terang dengan api-api lilin merah. karena mereka jerih terhadap kita. Ia curiga. m eskipun Kiam Beng hunjuk Sian Ie sudah berusia tujuh puluh lebih dan sudah lama mengasihngi diri. di Sin-tek pun ia bisa dengar-dengar kabar. baharu ia turut minum . ia masih punya tempo. Di dalam ruangan pun ada dibakar dupa yang harum. tindakannya tetap. Kalau begitu. Untuk pergi ke Liauw-tong. Kiam Bcng tidak bilang suatu apa. ialah siapa minum itu. sama sekali dia tidak pandang pula Kaum Thay Kek Pay. Soh Tjie Tiauw. Soh Si an le berbangkit. pergilah kau sendiri! Aku hendak pergi ke Sin-tek. kita scngaja tunggu Djiewie dahulu. Ia t etap waspada. kata ia akhimya. Demikian. Must ahil barang upeti disembunyikan di dekat Sin-tek? Meski begitu. se orang polisi asal Pakkhia dapat serepi. tapi ia menurut. Pertemuan dilakukan di gedung musim panas dari Keluarga Soh. Soh Sian Ie ayah dan anak un dang mereka untuk satu pertemuan. Tjie Tiauw tambahkan. kenapa dia rampa s juga benderaThay Kek Kie? Kenapa diapun sampai uji pada Soeheng? Lebih celaka ada si tua bangka Tjiong Hay Peng. baiklah. yang dicel ah terlalu curiga. ia awasi dulu ayah dan anak itu. ada terdengar nyanyian-nyanyian yang merdu . toh cukup kalau dia diwakili puteranya saja. kcdua m atanya bersinar tajam. Kiam Beng dilayani sebagai tetamu yang dihormati. Kau mesti waspada. dia justeru uji aku berulang-ulang! Aku percaya. Tidak demikian dengan Kiam Beng. Ia tetap curiga. Kiam Beng anggap soeheng itu terlalu curiga. Habis tiga edaran. Untuk ini. Di sebelahnya tetabuhan. orang Boan itu undurkan diri dari meja. Selang dua hari sesampainya Kiam Beng di Sin-tek.tong. untuk dicicipi saja. Di waktu Sian Ie dan Tjie Tiauw undang mereka minum arak. kebanyakan pahlawan. tcnaganya berkurang. Ia pikir. kita datang dengan cara hormat. oieh Kiam Gim dan oleh Kiam Bcng juga. walaupun arak itu dicampuri racun. Soetee. aku nanti iringi kau. Sclagi bicara. kita tidak berani sembarang t urun tangan. Para hadirin. Kiam Gim pesan. maka di akhim ya. kenapa Sian Ie yang tua datang sendiri ke Sin-tek. akhimya ia turut bersama. baik kau bawa pedangmu dan piauw. Kiam Gim coba redakan soetee ini tetapi Kiam Beng panas hatinya. tetapi karena ia kuatir untuk saudara itu. dari tak leluasa. Kenapa dia tidak memandang-mandang lagi. Pcrjamuan dilanjuti. Soetee ini malah tertawakan dengan diam-diam pada soehengnya. dengan diantara Yap TengTjeng. Kiam Bcng tanya akan hal barang upeti dan Tjic Tiauw hunjuk. k arena itu adalah bah so ikan lee-hie dari sungai Loan Hoo. mereka pakai akal memancing kita da tang ke Liauw-tong! . mustahil Si an Ie dan Tjie Tiauw minum itu? Kiam Beng tidak tahu. Kiam Gim tidak biasa dengan penghidupan mewah begini. cuma pedangnya t idak dicantel di pinggang hanya disesapkan dalam baju. ia malah rada mendongkol. Berbarengan dengan itu Tjie Tiauw berbangkit. Pelayan ini bcrtubuh besar. untuk ini. hal ini m embuat Ketua Thay Kek Pay ini tak leluasa sendirinya. campuran obatnya ada bcrbcda. Jawaban ini tidak dapat dipcrcaya. pelayan-pelayan tak hcnti-hcntinya putari tetamu-tctamu u ntuk melayani. yang tenggak arak dengan rakus. mereka berangkat ke Sin-tek. Soetee. si begal ada orang Liauw-tong dan barang nya diumpcti di suatu tempat lak jauh dari Sin-tek. ia hendak buka bajunya yang gerombongan. ia jadi curiga. Karena di tempat itu ada sarangnya kaum Kang-ouw. Dalam tembok pekarangan ada ditanam i ban yak pohon pek yang besar dan tinggi. Dua pelayan di belakangnya Soh Sian le mcmbantui orang Boan itu buka bajunya. akan tctapi cara biki nnya ada istimewa. sesudah mereka hirup arak mereka. Terang ia ada seorang yang mengerti boegee. Terus terang aku sang sikan Tok-koh It Hang. bukannya ia bergembira. ia pikir. or-ang-orang Boan itu tidak bcrkuat ir. baik ia ikut soetee ini. Kiam Gim tidak niat iringi saudaranya. Ketika itu. datang saatnya tambahan barang hidangan. Justeru itu muncul pelayan yang membawa nenampan terisi barang santapan. ada tidak dikcnal oleh Kiam Bcng.

ada yang senjatanya terp enta! dan terlepas. atau itu sudah ditumpahkan ke arah kedua soeheng da n soetee ini. dapatkan semua itu telah ditutup rapa t. hanya weli rang yang bundar-bundar bagaikan peluru. Ia dapat kenyataan. s elagi terkurung ia tidak boleh turuti nafsu amarah. Kiam Gim dengan sebat hunus pedangnya Tjeng kong Kiam dan tangan kirinya meraup Kim-tjhie-piauwn ya. Dengan lekas. tapi ia ingat. peluru itu tak akan meledak dan mcnyala. akan tetapi Kiam Gim suda h siap sedia. tiba-tiba Kiam Gim serukan soetecnya: Man turut aku! Serbu! Da n ia putar pedangnya. tangannya membetot tubuh soeteenya. ia pcrlihatkan ia punya ilmu pcdang Thay Kek Tjap-sha-kiam. hingga semua se njata musuh jadi terpental. dari arah belakang. hingga ke depan. Kiam Gim mundur. Jago ini segera egoskan tubuhnya ke kanan. yang memandang ke semua pintu. discbabkan jumlah mereka yang terlalu banyak dan kursi-meja menjadi rintangan. ia kendalikan diri. sebaliknya. untuk membakar pakaian dan kulit dan da ging. ia lompat ke depan. ia berseru: Orang-orang tidak tahu malu! Aku nant i adu jiwa dengan kau orang! Di pihak tuan rumah.Si pelayan sudah lantas sampai di depannya Kiam Beng dan Kiam Gim. ia telah mendekati jend ela sebelah rimur. kedua-duanya sampai dengan berbareng. api jadi menyambar ke lain arah. semua orang sudah lantas keluarkan senjatanya masing-masi ng. Syukur ia bertenaga besar kalau tidak. letaknya kalang kabutan. sebelum orang tahu apa-apa. malah sekalian pelayan juga turut. bclum nenam pan diturunkan ke atas meja. ia hams berhati adem dan tenang. me nyambar-nyambar apinya! Dua-dua Kiam Beng dan Kiam Gim kaget bukan kepalang. j tangan kanannya menyambar ke tenggorokannya si penyerang gelap d an kaki kanannya mendupak keras. Kiam Gim insyaf. berbareng dengan itu. pada kcpala mercka. angin menyambar ke arah Kiam Gim. Ia ada sangat gusar. sesudah itu. kakinya dari kuningan. untuk membuka jalan. s edang dari sebelah kiri ada menyambar satu Thic-tjio dan dari kanan sebatang ruy ung. ia terus lompat jumpalitan ke belakang. penyerangan telah dimulai. di belakang ia ada sebuah kursi. ia tidak bolch bertempur lama-lama di ruangan tak lebar dan t ertutup itu. yang mencoba mcndesak. Kawan-kawan di luar. Selagi musuh tidak berdaya. ia mengintii di sebelah belakang. karcna ia terus waspada. hampir saja ia keserimpat. mereka ada kawanan kurcaci dari Rimba Pcrsilatan. kalau tidak. s ambil berseru keras. lioe-hong-tan lantas menyala. semacam senjata ra hasia istimewa. awasl demikian orang berseru. Itulah sambarannya senjata rah asia. ia serukan: Kenapakau tidak lekas hunus ped angmu! Kiam Beng melongok. maka itu. Isinya mangkok bukannya bahso ikan. Dan berbareng dengan tumpahnya mangkok bahso. aniaranya ada yang rubuh. meja itu tidak akan terangkat. Segera juga. berdua mereka sudah terkurung. untuk berke lit. dengan geraki pedangny a. teta pi tegurannya sang soeheng membikin ia sadar. mereka bisa melihat dan bergcrakdcngan l eluasa. Tidak tunggu sampai Iain-lain musuh menyerang pula atau maju. ia heran dan tidak mengerti sekali atas kejadian itu. hing ga soeheng dan soetee ini tidak terluka. maka itu. kemudian dengan e njot kedua kakinya. ke kiri dan kanan. lalu. sedang siapa gunai itu. ia gunai dua-dua tangannya akan terbaliki meja berbaru marm er. di dalam mangan yang tidak terlalu lebar itu. ia tempel tubuh dengan tubuhnya Kiam Be ng. Pihak lawan juga tidak bisa bergerak dengan leluasa. ia tangkis semua tiga serangan itu dengan satu sampokan saja. Ruangan jadi berisik dengan beradunya alat-alat senjata. selagi lioe-hong-tan menyala. Karena itu. lama-lama itu berarti menanti kematian. maka itu. sedang kursi meja pada terbalik. Kiam€€€€Beng€€€turut€€€€teladan* soehengnya itu. Begitulah. sembari cabut pedangnya. ia berbalik jadi sangat gusar. Menyusul itu. oleh karena mereka adalah pelayan-pelayan palsu. Ia dibacok dari arah pundak terus ke tenggorokan. Sang kambing hendak nerobos! i . yalan lioc-hong-tan. yang telah putar goloknya sejak ia berada di antara s ebuah meja. dia mesti paham lwee-kang. karena berat. sembari tolak tubuhnya Kiam Beng. hingga musuh roboh seketika itu juga. Kiam Gim. Kiam Gim dihadapi oleh seseorang yang bergenggaman golok lancip. hal ini jadi ada baiknya j uga bagi sochcng dan soetee itu. maka itu.

yang ia tajik dengan keras. yang cuma mencicipi saja. Sebat luar biasa. ia tidak mau menangkis. tetapi tenaga arak itu ada lua r biasa. baharu saja kakinya injak tanah. atas mana. matanya jeli. Sekarang mereka ini juga bisa bergerak dengan merdeka. tetapi ia tidak boleh takut. Ia lompat tinggi dan jauh. Tidak demikian dengan saudaranya. di antaranya ada juga yang liehay. jago Thay Kek Pay itu bikin lawannya ngusruk ke arah ia s ekali. semua musuh mundur sendirinya Soetee. guna bela diri. iagcraki pedangnya sccara luar biasa. demikian Kiam Gim keluar dari jendela den gan tubuhnya yang bcsar. ia putar pedangnya. beruntun ada terdengar jeritan-jeritan dari kesakitan. terang ada musuh-musuh yang menjad i korban! Bagaikan harimau keluar dari guanya. ia teguk arak dengan tidak b ataskan diri. Kiam Gim totok orang punya jalan darah Moa-djoan-hiat .. hingga toya menimpa tempat kosong. dalam tempo yang le kas. Sembari bertempur. hingga mereka . tetap sang soetee tidak sahuti ia. man ikut aku! Kiam Gim serukan adik seperguruannya. Untuk leganya hati. ia loncat keluar jendela itu. iapun menyambit dengan piauwnya. sambil sambar toya orang. Masih soeheng dan soetee ini belum lolos dari bahaya. ia putar tubuhnya. Dengan sebclah tangan masih cckal tubuh musuhnya. t erus ia angkat. atau tiba-tiba sebatang toya besi menyambar ia dari arah tempat yang gelap. di dalam juga merubul keluar. Dugaannya jago Thay Kek Pay ini tidak meleset. ia bisa pusatkan perhatiannya melulu ke depan. tubuhnya menjerunuk ke depan. melupakan bahaya. Dalam heranny a. iapun mesti keluarkan banyak tenaga. ia sambar batang lehernya. den gan letaki pedang di depannya. karena ia hajar tempat kosong. Justeru itu. Kiam Gim menyerbu hebat seka li. Di mana di belakang ia ada Kiam Beng yang menjaga. maka dengan di put amy a pedangnya. tidak heran. Celaka! pikir ia. Untuk meno long diri. Dalam keadaan seperti itu. tanga n kirinya jago ini tidak diam saja. semua senjata itu mengenai pedangnya dan jatuh ke tanah. Walaupun demikian. Kiam Gim terus lompat. lalu se lagi orang menjadi mati kutunya. Bukan main kagetnya! Ia tampak Kiam Beng lagi dikepung musuh. pengaruhnya arak bikin ia letih. atau musuh-musuh yang menjaga ia. Sudah minum banyak arak. Tapi ia tidak dapat jawaban. Kecua li musuh-musuh yang di luar. yang sedang terancam bahaya maut Teng Kiam Beng telah terlalu percaya Soh Sian Ie. benar arak itu bukannya arak racun. apabila ia ambil ketika akan menole h ke belakang. ia cekal tubuhnya. dengan loncatan Peh rjoa tjoet tong atau Ular putih keluar dari gua . musuh masih tetap mengurung mereka. dari itu. ia lihat Kiam Beng tetap ada di belakangnya.aga! Berbareng dengan itu. Benar sekarang mereka be rada di tempat yang lega. ia bikin musuh-mnsuhnya jcrih. Ia girang sekali men ampak musuh mundur semua. Puncaknya kehebatan adalah kctika tubuhnya tctap j adi sempoyongan limbung tidak kcraan! Dalam saat sangat bcrbahaya dari saudaran ya itu. serangan datang dari depan dan belakang. ke kiri dan k anan. justeru ia bisa rubuhkan satu musuh di depannya. akan gunai tempat yang lowong itu. dari itu. Dengan sikap nekat ini. ia hanya berkelit. Kiam Gim tidak bingung. yang kepandaiannya tinggi dan tenaganya besar . seperti hendak rubuh. begitu tubuhnya muncul. akan tetapi. ia jadi kew alahan mclayani banyak musuh. Jumlah pahlawannya So h Sian Ie ini ada tiga sampai lima puluh orang. d i luar ada musuh. Kiam Gim dari jalan keluar. hin gga ia menghadapi sebuah pohon bcsar. Apa celaka bagi si penyerang. Di s itu ada bersembunyi satu pahlawan. kupingnya ter ang. Kiam Gim telah dobrak jendela dengan kepalan kirinya men yusul mana. dengan gerakan Thian lie san hoa atau Bidadari menyebar bunga . Ia berseru pula. ada sulit untuk bisa segera membuka jalan. Dia kirim kemplangan Soat hoa khay teng atau Bunga salju menutup batok kcpala . Di sini. ia puta r pedangnya akan tolongi saudaranya itu. mengetahui ada serangan. Selang sedikit lama. Tidak tempo lagi. Sungguh berbahaya! ia mengeluh sendirinya. Ia percaya benar. ia putar tubuh musuh bagaikan senjata saja! Ia berhasil dengan cara m enangkisnya ini. hingga ia jadi heran. ia segera menoleh ke belakang. sampai tiga kali. ia menjadi lemah. dengan itu. tubuhnya limbung . Selagi menangkis. ia disa mbut dengan bermacam-macam senjata rahasia.

segera lela tu api menyambar. ini ada scrangan di luar dugaannya. la mcrangsek teras. makin ditangkis. biar kawan binasa. iajadi lelah luar biasa cepaL Hatinya tetap besar. akan lompat sampai beberapa kaki tingginya. Pelepas senjata itu kuatirkan Kiam Gim nanti mencapai maksudn ya. permainan pedangnya tak jadi kalut. gerakan pedangnya menjadi ayal sendirinya. ia telah jauhkan diri tiga tumbak lebih. A rich. s ayang tenaganya telah berkurang. Demikianlah ia putar tubuh seraya majukan t ubuh musuhnya ke depan. hatinya tetap tak jadi keder. mereka tak ayal akan gunai itu. akan dipakai menusuk pula. Di medan pertempuran itu ada pohon-pohon dengan cabang-cabang yang lebat denga . han ya tubuhnya terpental dua-tiga tumbak. ia sendiri segera jatuhkan diri ke tanah. yang sudah terbakar. tak ada senjata musuh yang datang menyerang! Seiagi Lioe Loo-kauwsoe heran dan mengawasi dengan mata dipentang lebar. ia mencelat bangun. hingga ia tidak terbakar terus. Syukur baginya. iajejak itu dengan sebelah kakinya seraya sebelah kepalannya melayang. di tempat te rbuka. lelatunya menyala makin h ebat. Hanya syukur bagi ia. Semua api. tubuhnya maju. ketika ujung ruyung sam pai. segera ia lemparkan tu buh musuh. untuk dipakai menangkis serangan geiap itu. tak perduli senjata api. ia masih bi sa bikin kempes perutnya. Ruyung itu menyambar-nyambar dengan perdengarkan suara angin menderu-deru. karena peluru welira ng tak dapat d i tangkis atau dijaga. gerakannya lambat sekali. dia tak perdulikan kawan sendiri. bintang peno long datang. atau Berguling di tanah . rubuh di tanah dengan tak dapat bergerak pula! Adalah di saat demikian. Saya ng bagi ia. Selama pertempuran kusut. kawan itu toh baka l terbinasa. me reka kuatir nanti api membakar orang sendiri. mclainkan beda dengan lioe-hong tan-tjoe. Walaupun sudah lelah. ia enjot tubuh. berbagai macam senja ta boleh digunai. akan t erus bergulingan dengan tipunya Koen tee tong . tidak apa dia yang binasakannya! Untuk menangkis senjata rahasia. satu musuh yang mencekal golok lompat memburu. hingga ia sangka soeheng itu terkena dibokong. kupingnya awas. hingga Kiam Beng repot melayaninya. tibatiba ia lihat benda berkelebatan bagaikan ular emas terbang serabutan . tidak perduli di tangan law an mereka mem punyai satu kawan. perutnya kena tersodok. ia baharu menjadi kaget bukan terkira apabila ia tampak lelatu api muncrat serabutan. melulu dise babkan pengaruh arak keras. Habis itu. hingga ia merasakan sakit bukan kepalang. Bcnar sclagi ia mendekati Kiam Beng. padam karena bergulingannya itu. musuh tidak bcrani gunai senjatanya itu. Di sebelah itu. untuk turunkan senjata tajamnya itu pada lawan yang sudah tidak berdaya ini! Itu adalah saat dari mati atau hidup. Segeralah. tetapi dasar murid sejati dari Thay Kek Boen.pada mundur. hatinya Kiam Gim tidak pernah g entar. kapan Kiam Beng lihat soehengnya lagi mendesak. seperti terbang dari luar langit . matanya jeli. hingga tubuh musuh di tangannya lantas terbakar. tenaganya telah sangat kurang. akan tetapi sekarang. tetapi justcru di saat itu. Di antara pahlawan-pahlawan itu yang pa ling liehay adalah satu yang bersenjatakan Tjit-tjiat Lian-hoan Hek-houw-pian. senantiasa turun dari atas. ia sudah cukup liehay. sekonyong-konyong musuh bergenggaman ruyung liehay itu perdengarkan tertawa aneh. binasa bc rsama-sama. tak tempo lagi. sedang musuh-musuh di kiri-kanan pada berseru-seru. Kiam Beng punya boegee ada lebih rendah setingkat daripada boegee soehengnya. ia masih bisa empos semangat dan tenaganya. Celakanya bagi Kiam Gim. hingga tidaklah ia sampai terbinasa seketika juga. Nyatalah itu ada senjata rahasia Hoe-hong tan-tjoe atau peluru welirang yang bis a menyala. ia mesti hadapi musuh-musuh yan g liehay. asal bersama musuh. ruyungnya menyambar. malah ia gunai cara penyerangan bcruntun-r untun! Rupanya dia berpendapat. bagaikan samb arannya ular hidup. Kiam Beng lihat ancaman bahaya. r uyung tujuh garis. akan lanjuti serangan hebat karena tetap ia hendak tolongi soet eenya. tiba-tiba angin menyambar dari sebclah bclakang! Di waktu bcrgulat mati-matian sccara demikian. yang menyambar pakaiannya. malah lelatu pun nyasar menyambar kepadanya sendiri. ketika musu h tank ujung ruyungnya. Sekejab saja . semangat nya terbangun pula. Dalam keadaan seperti itu. Untuk tolong diri. pahlawan-pahlawan Istana Boan. asal kedua musuh tak dapat lolos! Atau dia pikir.

Maka juga. Ia bergerak seumpama garuda berputar. yang tidak be rgenggaman. Di situ ada tujuh penjahat. teristimewa Tok-koh It Hang si G aruda Malaikat Seratus Cakar. tangan kanannya segera diulur. melesat melayang bagaikan senjata rahasia. Gerakan tangan itu ada gerakan Siauw thian tje e atau Bintang Cilik. ia tidak pandang mata. tenaganya habis seketi ka! Maka. hingga keduanya jatuh bergulingan. tiba-tiba dari sana tgrdengar beberapa kali suara luar biasa.n daun-daun. sepert i burung-burung menyambar. In Tiong Kie. kecuali Lioe Kiam Gim. saban senjata menyambar. iaini lihat Tok-koh It Hang. hingga kawan-kawannya jadi dapat tahu. Dalam ilmu ini. pahlawan yang bersenjatakan ruyung Tjit-rjiat Lia n-hoan Hek-houw-pian datang mendesak. seper ti suaranya burung-burung malam. naga melesat. lebih-lebih In Tiong Kie dengan ia punya Teng hong pan kee atau ilmu mengenali ala t senjata dengan mendengar saja sambaran anginnya. Berbareng dengan itu. Empat orang ini bergerak dengan sangat gesit. yang disusul sama datangnya empat lawan baru itu. ia tidak kenal takut. mcnyusul itu. tangan yang liehay. sampai mereka saling mcngawasi di antara konco sendiri. bcbcrapa orang atau lebih benan empat orang. orang-orangn ya Soh Sian le tercengang. Ia menuju lan gsung kepada Teng Kiam Beng. akan angkat tubuhnya Teng Kiam Beng. karena dalam ilmu entengi tubuh. musuh menjerit kesakitan. Tok-koh It Hang gunai ketika itu. dalam dunia K ang-ouw. lihat! Aku si tua bangka yang antari jiwa atau kau sendiri! demikian ia berseru sambil tertawa berkakakan. tubuhnya jadi lemas. atau ul ar menyambar. sampai ia punya mata kekuna ngan. dari itu. Sekejab saja. jangan gunai senjata gelap! Dan bentakan itu keras laksana guntur! Dan segera. tubuhnya seperti terputar. karena tahu-tahu. disusul sama seru annya: Tua bangka. ketika Tok-koh It Hang kibaskan tangannya. dia ada]ah orang pandai nomor satu. dari cabang-cabang pohon ada berlompat turun. . hingga sekalipun sekalian pahlawan dan or ang-orang Kang-ouw yang hatinya telengas itu. ia pun sadar. me reka ini kaget atas ini musuh baru. sedang dengan ia pu nya kim-na-tjioe. ruwet benar pikirannya akan k enali. tangannya sudah mengenai lengan kanan orang atas mana. sampai ia kena tubr uk satu kawannya. Tidak ampun lagi. apakah lukamu parah? ia tanya. lalu terdengar bentakan: Kelinci. Ia s udah gunai ruyung Kauw-kin Hong-liong-piannya. ia malah girang sekali nampak cara majunya musuh ini. sebelah kakinya dimajukan. Segera kita akan lolo s dari kepungan! Kiam Beng telah terluka hebat. ia tidak segera putus jiwa. In Tiong Kie telah menerjang ke dekat kawannya ini. yang gunai tubuh manusia sebagai senjata rahasia. atau Pohon tua terbongk ar akarnya . ia menyerang atau menangkis. dari itu . Gerakan tubuhnya ada Kouw sie poan kin . kaget jug a. Saban-saban ia loncat tinggi. Tjiong Hay Peng dan Law Boe Wie! Sekejab saja. tapi habis itu. ia batal membacok Ketua Tha y KekPay itu. penolongnya ini justeru ada orang yang paling ia benci . hingga segera mereka kena didesak mundur. mereka m ulai pula dengan mereka pun ya penyerangan. akan di letaki di bebokongnya. Kau diam saja. sambil perdengarkan tertawa aneh. kepalanya pusing. yang kesima karena kel iehayannya Tok-koh It Hang. menyapu dengan hebat. Hampir berbareng dengan itu. ke arah kambratnya dia itu! Kelinci. untuk hampirkan musuh yang hendak turunkan tangan j ahat. kali ini terutama mereka gunai berba gai senjata rahasia. di atasan musuh. Saudara Teng. sampai sambaran anginnya terasa d i tempat dua tumbak jaraknya. melulu disebabkan latihan darr ketangguhannya. tubuh orang itu terangkat na ik. di antara seruan ane hnya. ia papaki musuh. pahlawannya Soh Sian le kena dibikin terpental. Tok-koh It Hang sudah sampai pada musuh. Sama sekali ia tak berikan kesempatan pada musuh itu. Musuh inipun terguguh ketika tadi ia dengar suara aneh. kau antarkan jiwa? Tok-koh It Hang belum pernah ketemu tandingan. hingga untuk sesaat. yang membikin orang terkejut. ia sebutkan itu satu persatu. sebelah tangannya menyambar! Tidaklah kecewajago Liauw-tongini dijuluki Pe k-djiauw Sin Eng. Lu arbiasa sekali. Ia berlaku hati-hati. Sudah itu. yang dipakai menyambut empat lawan baru itu. Ruyungnya menyambar ke bawah. hingga ia tak tahu. ia menyamba r dengan ruyungnya. ialah To k-koh It Hang. Tok-koh It Hang berempat tidak gubris datangnya berbagai senjata rahasia itu. ia malah ada di a tasan Lioe Kiam Gim.

saban-saban ia minta korban. mereka ini pun tidak bisa segera pecahkan kepungan atau noblos keluar. itulah hebat. da n Tjiong Hay Peng dengan gaetannya. Mulanya Tjiong Hay Peng tanya. Law Boe Wie juga mainkan pedangnya secara he bat. Justeru itu. untuk berangkat. Di belakang Tjiong Hay Peng dan Law Boe Wie. Tok-koh It Hang pernahkan diri di teng ah-tengah kawan. ia perlu pergi susul gurunya dahulu. ia tidak menyebut murfb pada muridnya ini. Sambil menggendol Kiam Beng. kita sekarang justeru hendak berangkat menyusul i a. ia tidak menyangka gurunya yang kedua Tok-koh It Hang berada di situ. mereka dapat persetujuan. Kiam Gim ngamuk hingga ia berhasil membuka satu jalan. gurunya pasti ada menghadapi ancaman bah aya. hingga mereka turut ceburkan diri. perlu mereka lekas angkat kaki dari sarangnya Keluarga Soh itu. Mendengar ini. k au? lalu ia berdiam saja Tok-koh It Hang kerutkan sepasang alisnya . Demikian ia melainkan bisa bilang. ia segera dari Tok-koh It Hang. ia hunjuk perlunya orang she Lioe itu mendapat bantuan karena di Sin-tek. sampai ia mendekati tembok pekarangan. Ia ber itahukan halnya kemana Kiam Gim hendak pergi. Syukur itu waktu Tok-koh It Hang belum berangkat ke Liauw-t ong dan In Tiong Kie masih bersama-sama dengannya. Inilah sukar bagi ia. Walaupun ia sedang lindungi Kiam Beng. karena mereka berjumlah besar sekali. Maka yang penting untuk ia sekarang adalah berlalu dar i medan pertempuran itu. untuk membantu. Oh. Tok-koh It Hang tidak diam saja dengan pedang dan tangan ko songnya. untuk membantu itu kedua soeheng dan soetee yang terancam bahaya. karena ia segera ambi! putusannya itu! Biar bagaimana . kalau sampai nanti datang tentara negeri. maka juga Tjiong Hay Pe ng menyelak seraya berkata: Kau niscaya belum ketahui. sedang bergulat dengan orang-orangnya So h Sian le. walaupun s ebenarnya. Di belakang ia. Iapun ada punya satu urusan lain dengan gurunya. Ia lantas melihat ke sekitarnya. Law Boe Wie sampai di Sha-tjap-lak Kee-tjoe. Bersama-sama In Tiong Kie. bahwa mereka hendak pergi ke Sin-tek. Aku telah ketemu sama gurumu. Tok-koh It Hang melainkan bersenyum. Kiam Gim semua tidak pikir untuk melabrak musuh. Dan Tok-koh It Hang nyatakan suka pergi begitu lekas ia dengar keterangannya orang she Tjiong itu. di Istana Raja Boan. Lioe Kiam Gim. d ari itu. In Tiong K . dia ini ada murid tersayang dari Lioe Kiam Gim? Atas ini. Se lagi ia menanya. lantas T ok-koh It Hang urut-urut kumisnya dan kata sambil tertawa besan Tentu saja aku su ka pergi!€Kenapa tidak? Kita harus gunai saat baik ini untuk can pengalaman! Aku p un ingin lihat orang-orang gagah yang kesudian jadi kaki-tangannya bangsa Boan m empunyai berapa kepala dan lengan!€Bukan melainkan aku. Pihak Soh tidak bisa berbuat banyak terhadap empat lawan itu. Semua kawannya. dalam keadaan sulit. Ia insyaf. Kiam Gim membuka jalan. Ia segera tanya. berikut Lioe Kiam Gim. Bertempur lama-lama ti dak ada faedahnya. Hay Peng telah dengar pembicaraannya Kiam Gim dengan orang yang diutus Kiam Bcng.ia mesti berterima kasih atau bergusar. Begitulah mereka sudah berangkat ke Sin-tek. Ia mengerti jago Thay Kek Pay ini te lah terluka parah sekali. Boe Wie menduga gu ru dan paman gurunya pergi pada Keluarga Tjiong ini. ia tidak sctuju yang Kiam Gim turut-urutan Kiam Beng pergi ke Sin-tek . akan tetapi iatidak dapat cegah Kiam Gim pergi pada soeteenya itu. murid ini ada pun ya urusan apa. seberlalunya orang she Lioe itu. juga Saudara In Tiong Kie harus pergi akan lemaskan urat-uratnya! Semua orang tertawa Demikian. mengunjungi Tjiong Hay Peng.€Kiam Beng telah terluka. akan tetapi ia heran menampak romannya yang kucel. Law Boe Wie kerutkan alis. Tok-koh It Hang suka pergi atau tidak. Kedatangannya rombongan dari Tok-koh It Hang t tu memang sengaja untuk bantu Kia m Gim dan Kiam Beng. Hay Peng sibuk. akan tetapi. dan mereka datang di saatnya pert empuran hebat berlangsung. akan nerobos ke pepohon an yang lebat. dari itu. seperti murid itu sedang berduka. Kiam Gim mengamuk dengan pedangnya. datangnya ada kebetulan sek ali. malah ia tanya berulang-ulang sewaktu orang ayal menyahutinya. ada mengeram banyak orang-orang lichay. Tok-koh It Hang girang melihat datangnya ini murid. In Tiong Kie dengan ruyungnya. mereka maju terus. Tok-koh It Hang beritahukan muridnya ini seraya ia tuturkan ke napa Kiam Gim pergi ke Sin-tek.

Matahari telah keluar! kata ia. suaranya tidak tedas. Kawanan pahlawan itu kena dibikin ciut hatinya. piauwk u. mulu tnya tersungging senyuman. Soetee berkata ia. Kiam Gim mendongkol sekali melihat sikap orang itu. tempo orang sudah datang cuk up dekat.ie berlaku tidak kurang gagahnya. mukanya sangat pucat. Dengan perlahan-lahan. s ebelum ia sempat berdaya. Kawanan budak tak tahu malu! Kaim Gim segera perdengarkan suaranya yang keren. Kita nanti obati kau s ampai sembuh. tubuh terbanting. supaya dia ini tidak sa mpai demak dengan embun. buat da ri sini lompat turun keluar pekarangan. Beginilah nasibnya satu jago. Rombongan ini lantas be rjalan dengan cepat. sehingga ia kena tersapu. dari situ lantas mengalir air matanya. segera ia memberi tanda ra hasia. Aku kuatir inilah yang terakhir aku melihat matahari kata suaranya lemah. hingga mereka bisa diikuti rombongan mereka Sa mpai di sini. Ia lihat lukanya Kiam Beng yang hebat. yang polos. pedangnya dipakai menyampok ke atas. tubuhnya terpent al beberapa tumbak. Tanpa merasa. jauhnya seratus lie lebih dari Kota Sin-tek . ia menangis. mereka putar tubuh. tetapi tidak mampu keluarkan itu. masing-masing mereka lantas perlihatkan keentengan tubuh mereka. Tok-koh It Hang turunkan tubuhnya Kiam Beng. Ia pandang soetee itu. atas mana tubuhnya Kiam Beng direbahkan. yang mau percaya se orang licin__ Selagi orang berdiam. Untuk Kiam Beng. karena kedua kakinya sebatas dengkul kena dibabat kutung! Pahlawan yang kedua sudah lantas sampai. ia menyapu ke bawah. Kiam Beng rebah dengan kedua mata separuh tertutup. kau orang berani banyak tingkah! Hayo. akan menangkis serangan sekonyong-konyong itu. dengan niat menghibur. ia masuki pedangnya ke dalam sarung. semua orang menja di terharu sekali. dengan mendadak ia putar tubuhnya dan menyerang secara hebat Pahlawan yang maju paling muka menjadi kaget. . di dalam gunung. ia bersenjatakan tumbak gaetan. D engan beruntun mereka enjot tubuh akan loncat naik lebih jauh ke tembok. mereka sudah berada di sebuah rimba di luar kota. keluar Kota Sin-tek. mengawas i dengan bcngis pada musuh-musuhnya. tidak nanti berlaku sungkan lagi terhadap kau orang! Dengan pedangnya Thay-kek-kiam di depan dada. Ia membungkuk. menembusi mega. tubu hnya rubuh. Menampak demikian. Lantas pahlawan itu menjerit keras. Mari kita berangkat! kata ia akhirnya. menembusi juga pepohonan.ia merasakan ini adalah sinar matahari yang terakhir ia dapat pandang. tanpa biiang suatu apa. cuma lima atau tujuh ora ng yang dapat mengikuti terus. mereka keluarkan napas lega. ia kaget. Batara Surya muncul dari belakang gunung. akan lihat jernihnya cahaya rembulan dan bintan g-bintang. Me lulu karena andali jumlah banyak. siapa p unya kepandaian. mendongak ke langit. kakinya Kiam Gim sudah serampang ia dengan Soan hong sa uw touw twie atau Tendangan angin puyuh . memperlihatkan sinar kuning emas yang lemah. atas mana. Ia berhenti ber-kata-kata. selagi gaetan musuh terpental. sambi) bersenyum. lantas ia menangis sesenggukan. tetapi mereka bersikap seperti hendak menguntit s aja. Soeheng! d n iaawasi Lioe Kiam Gim. ia tak sempat tahan diri. Sunyi senyap di empat penjuru. Kiam Gim ada bagaikan baharu sadar dari mimpinya. Kiam Gim bcrdiri tcgak. Di sini di dalam hutan lebat. tempo sang fajar sudah datang. ia gunai gaetannya itu. untuk cari tahu. mereka semua lantas kendorkan tindakan mereka. Boe Wie angkat kepalanya. kau jangan kuatir . Ia memandang ke sekitarnya. Soeheng. jangan takut sakit hati ini tak akan terbalas! Hanya . terus mcrcka menyingkir. pedangku. tetapi. mari maju kemari! Aku Lioe Kiam Gim. Kiam Gim mendekam. Asal kita sudah keluar dari Gunung Yan San ini. menyesal aku tidak dengari kata-katamu! . Kiam Gim tertawa dingin. air m atanya mengembang. kemana Kiam Gim semua hendak pergi. ia seperti hendak mengucapkan k ata-kata. akan memasuki daerah Pegunungan Yan Sa n di antara Sin-tek dan Peng-tjoan. Bukan main gesitnya. Ia meman dang kepada semua orang. akan lihat muka soetee itu terlebih dekat. In Tiong K ie dan Tjiong Hay Peng dengan sebat gelar sepotong baju biru dan sepotong mantel kulit kambing. untuk berikan k etika semua pahlawan musuh dapat mencandak. la telah buka matanya. Orang-orangnya Keluarga Soh kena dibikin ketinggalan.

dia hanya ada korban dari kejujurannya. aku juga berlaku kcliru tcrhadap kau kata ia. Aku menyesal yang aku tidak mamp u bekuk mcrcka. aku sudah tak berguna lagi kata ia sambil menangis. ia jadi menyesal. selagi o rang hendak putus jiwa. agaknya ia sangat bersyukur. selagi aku menghadapi kematian aku bisa bersahabat dengan kau . Tok-koh It Hang pun tclah datang menolong karena permintaannya orang she Tjiong ini. puteranya Kiam Beng. Kiam Beng goyangi kepalanya dengan lemah. Toako. telah binasa di tangan jago ini. kata ia. untuk satu kali saja sambangi kuburanku. Loo -enghiortg. selanjutnya aku akan mati mera m . Hay Peng terkejut. karena bentrok sama ayahnya dalam urusan jodohnya. unt uk melanjuti. Celakanya. Ia malu kalau ingat ia dikalahkan oleh Tok-koh It Hang yang ia layani dengan tangan koso ng. Kiam Beng ada satu laki-laki sejati. . Aku harap. aku telah berlaku keliru terhadap kau kata ia dengan suaran ya lemah. Kemudian ia berpaling pada Tok -koh It Hang. Karena ia ditolong Sian Ie. Toako. Masih Kiam Gim mencoba. Aku berterima kasih kepada kau. sebagaimana dahulu mendiang ayahmu perlakukan kepadaku. Anak ini menghilang pa da lima tahun yang Ialu. ia kata.Baju luar dari soetee ini sudah robek. malahan musuhnya. sampai ia bentrok sama jago ini. korban dari kelic inannya orang Boan she Soh itu. € Tjiong Toako. sampai -air matanya mengembang. apapula dia adalah ahli waris dari Thay Kek Pay. Tapi sekarang ia lihat. ia bcrhcnti sebentar. Socsiok. ia membungkuk. bagaimana ia sudah dipermainkan oleh Soh Sian Ie. aku akan menutup mata dengan mata meram . yangtelah balaskan sakit hatiku. jangan kau pikirkan sakit hatimu kepada Keluarga Soh itu. selagi ia sendiri hendak turut menghibur. menjadi korbannya Tjit-tjiat Li an-hoan Hek-houw-pian. tolong beri tahukan bahwa ayahnya tidak lagi memaksa dia dalam urusan pernikahannya. pasti ia sudah jadi sangat gusar. ia mesti kenda likan hatinya. lantas ia menoleh pada Tjiong Hay Peng. ia jadi dimusuhkan kaum Rimba Persilatan. itu ruyung yang liehay. Kau minta dia pulang. Kiam Beng manggut. ia ganggu jago Thay Kek Pay ini dan tcmpur padanya. yang nampaknya tidak bisa berbuat banyak. Sebenarny a ia hargai Kiam Beng. Dan ini musuh sekarang ada salah satu penolongnya. Aku nanti perlakukan si Hiau w seperti anak sendiri. akan tetapi sekarang. Umpama kata kau ketemu dia. ia awasi jadi Liauw-tong ini. Ah! . obat ini pun ti dak mengenai. Lauwtee. Ia tidak tahu. Tiba-tiba berkelebatlah hal-ihwalnya . Mcmang€€jarang ada orang gagah seb agai jago she Teng ini. Ia menyesal. aku bisa bereskan itu. Kiam Beng masih sangsikan dia! Coba dalam keadaan biasa. hingga karcnanya. kecuali dua butir obat Tiat-tah -wan.€ Di sini masih ada kita dan saudaramu!* Kiam Beng bersenyum meringis. Ia lant as membungkuk. Dua makhluk yang bertop eng itu pasti bukannya murid-murid Heng Ie Pay. di perutnya ada tanda biru kecil tetapi itu menandakan bahvva tulang rahang telah patah. piranti jatuh dan terpukul. aku tclah ketahui dua manusia bertopeng itu! kata dia. ia hanya tidak sctujui sepak terjangnya yang sudah bcrsah abat sama Soh Sian Ie dan pembesar-pembesar negeri.r Tok-koh It Hang jadi sangat terharu. Kiam Gim manggut Itulah urusan kecil. Anak si Hiauw itu adalah Teng Hiauw. Tok-koh Loo-enghiong. Sekarang. dengan terputus-putus: Sayang itu jahanam she Soh tidaklah dengan t angan sendiri aku bisa binasakan dia . si pahlawan bergenggaman Tjit-tjiat Lian-hoan Hek-h ouw-pian. siapa tahu.€Tok-ko h It Hang ada punya obat piranti punahkan racun senjata rahasia. Malah satu di ant aranya aku tclah bikin mampus! Sakit hati Soesiok telahterbalas! .. biarlah aku minta kau yang suka tolong aku cari merekaitu . di situ mereka tidak punyakan obat. Ia mcnjadi lik at scndirinya. dengan berikan pula soetee itu Tiat-tah-wan. Law Boe Wie lompat pada paman gurunya. Dia ini pun ada musuhnya dan permusuhan di antara mcrcka masih belum dapat didamaikan. aku puas. sekarang ia ditolong jago Liauw -tong itu. di belakang hari. akan cekal tangannya. sukalah kau tilik anakku si Hiauw. ia berpikir untuk mencari balas. Justeru itu. Sampai itu waktu.

.Kiam Beng dcngar itu. Selagi menghadapi kecelaka annya sang soetee. yang tak lancar: . selagi semangatku bcrkobar-kobar. "Kenapa tidak?" tanya Kiam Beng. kau tetap ada murid keponakan yang sah. coba dulu aku tidak memikir de mikian.. selagi sekarang aku belum hcmbuskan napasku yang penghabisan. kemudian terdengarlah suaranya. pucat yang luar biasa. Buat jadi ahli waris dari Thay Kek Pay... iacekal tangannya. ia ragu-ragu. Kcmudian. tapi sekarang." Kata ia. sekarang aku ser ahkan kedudukanku kepada kau. maksudnya menganjurkan pemuda ini teri ma tawaran itu." kata ia. ia telah bekuk Bong Eng Tjin. ia jadi sabar lagi." katanya.. Coba Soeheng yang jad i tjiang-boen-djin. tidak nanti Thay Kek Pay timbulkan kesulitan dengan kaum Rim ba Persilatan seperti sekarang ini: Seharusnya Soeheng adalah yang mesti jadi ah li waris. . yang kemudjan ia binasakan. rupanya ia tcrhib ur. maka itu.. kau terimalah!" Boe Wie jadi serba salah. Malah ia bisa bersenyum. "Soesiok. ini rasanya tidak tepat. aku memaksa memimpin kaumku. Boe Wie menoleh pada guru itu.. Apa kau bilang? tanya ia. Di antara cahaya matahari.. Kiam Gim. "akan tetap i. Inilah ia tidak pcrnah sangka. kau telah dapat bikin terang! Jadi kau telah bereskan itu binatang yang palsukan He ng Ie Pay. "Oleh karena Soesiok menitahkan. bagus sekali! Sekarang tinggai satu hal untuk tnana aku moho n jawaban kau. karena kau ada murid kepalanya. Ah. sedang ia hidup sebatang kara. Han ya sayang. ia pentang kedua matanya. perintahlah aku. Kiam Beng bers .. hatinya Boe Wie toh goncang. Ak u tidak sanggup balas budimu itu. aku te ntu bersedia akan melakukannya. aku hendak berikan kau satu tan ggungan yang berat sekali.. tidak se harusnya akujadi ahli waris. maukah kau meluluskannya?" Kiam Beng awasi itu keponakan murid. Mukanya Kiam Beng lantas jadi lebih pucat pula. ini lah tugas berat. ahli waris atau fjiang-bocn-djin mesti ada anaksendiri.€€€yang bergenggaman Poan-koan-pit bisa llolos selagi aku lawan a. Mendengar pcnuturan itu.' hatinya Boe W ie memukul keras.. yang terus saja tuturkan bagaimana di rumah guruny a di Kim Kee Tjoen.€Kcadaan kita mirip dengan aku undang ketua-ketua unt uk saksikan penyerahan pimpinan. meskipun demikian. Tentu saja ia be ium tahu halnya malapetaka yang menimpa keluarganya. "Tetapi socsiokmu ada bermaksud baik. masing Iuntang-lantung? Malah ia ma sih akan luntang-lantung terus? Umumnya. Itulah kejadian di masa aku muda. sebaliknya. atau murid ke pala. Ia juga tidak Renal satu jua murid-murid atau muridnya s oesiok itu. "urusan yang dua puluh tahun lamanya membenam aku. Pelajaranmu ada le bih tinggi daripada semua muridku. Jikalau kau tolak." Boe Wie tcrpcranjat. Melihatroman orang itu. siapa berani tantangi kau? S elagi ada eurumu di sini dan Tok-koh Loo-enghiong selaku saksi. Selamajtu. Kiam Beng mengawasi. Apakah itu benar? Pasti. aku dengan kau sebenarnya rada asing. tapi ia segera berlutut di depannya itu paman guru. maksudku adalah aku ingin kau menjadi ahli w aris dari Thay Kek Pay. dengan perlahan. suatu tand a ia sedang lawan rasa sakitnya. aku juga telah tidak pegang pimpinan sempurna. kau akan bikin aku meninggal kan dunia dengan mata tak meram! Apakah kau inginkan itu?" Tok-koh it Hang tolak tubuhnya Boe Wie. aku tcrima. asal yang aku sanggup. keliatan nyata pucatnya mukanya. "Boe Wie.€€€yang€€€satunya. malah kau pun sudah balaskan sakit hatiku. baiklah. Kiam Beng bersenyum puas. permintaannya Kiam B eng ini ada luar biasa.€Lioe Kiam Gim me nghela napas. jadi terkejut." demikian katanya. ia mengawasi juga pada Kiam Gim.€Hiantit." Walaupun ia mengucap demikian. "Aku sendiri." berkata ia. Hiantit. maka itu. ia menjadi heran sekali. "H iantit. yang bijaksana. iapun [tidak sempat menanyakan penjelasan pada muridnya itu. yang katanya ada banyak Mana bisa ia mendadakan jadi toa-soeheng?€Maka ia goyang kepala. ia meringis-ringis.. sekarang tidak nanti aku kejeblos ke dalam tipu-dayanya Keluarga Soh.. atau juga salah satu murid. Boe Wie. "Boe Wie. "Apakah itu Soesiok?" tanya ia. nampaknya ia rnasygul. Soesiok! jawab Boe Wie.

buat dipakai menggali tanah. aku sangat berterima kasih pa da kau! . dengan puas. 'Thay Kek Pay dari keluargaku. menempuh bahaya di dunia Ka ng-ouw._** Wart a ini ada terlebih hebat dari halnya Lauw In Giok. ada ahli warisnya!" katanya. ahli waris dari Thay Kek Boen". di sana kita kena terjebak musuh. Mereka tidak ambil banyak tempo." bcrkata dia. Ia duduk sekian lama. "tetapi. lantas suaranya berhenti. Setelah pasang bongpay itu.. Lantas ia pandang Tjiong Hay Peng. cahaya matahari terus mencorong. la baharu hendak tanya murid itu atau Boe Wie sudah jatuhkan diri. Kiam Gim mengawasi sambil tunduk. Malah beruntung kau datang.. dengan akalnya yang keji-busuk ! Boe Wie turut permintaan gurunya itu. dengan ber nafsu. dengan roman pucat. Kaum Teng. akan membantu gali lobang. tiba-tiba ia ang kat kepalanya. Demikian nasibnya satu jago. buat terus diuruki. Tjiong Hay Peng dan Law Boe Wie juga lantas gunakan senjatany a masing-masing. aa tidak berkuatir. Ia dapat firasat jelek. lalu tubuhnya Kiam Gim digotong. semua or ang berdiam.. untuk bikin tempat jadi bersih. nasib yangmalang.. akan kata: "Aku telah perlakukan keliru kepada kau. Dalam kesunyian. "Marilah kita kubur soet eemu. karena hatinya memukul. akhirnya. ia lantas berikan penuturannya yang jela s. dimasuki..enyum. Ia percaya benar kepandaian isterinya. beriutut di depannya.. Sampai sekian lama. ia lantas kata pada muridnya: "Boe Wie. tapi napasnya soetee itu sudah tidak ada.. jangan bersedih pula. Saudara Lioe. air matanya keluar menetes bagaikan hujan. ia towel Kiam Gim. Kiam Gim mengawasi.. entah bagaimana hebat kejadian! Muridku yang baik. musuh datang dalam jumlah yang besar. kita telah berpencaran !." Murid ini mandi keringat pada mukanya. tubuhnya bergemetar.. mereka menubruk. Tjiong Toako. aku harap kau suka maafkan aku. di rebahkan. sedang In Tiong Kie babat rumput di sekitar itu.. Lauw In Giok. Kalau t adi ia nampak gagah bagaikan naga atau harimau. habis itu.." sahut ia dengan terpaksa . kakinya berkelejat. tubuhnya Kiam Beng rebah di tanah... ia menghela napas. Bagaima na dengan Soebomu? Mustahil dia tidak adadirumah?" Pikirannya Kiam Gim mulai jadi terang. aku tidak sa nggup lindungi socmoay. sedang Kiam Gim raba dadanya. la tidak tahu.€Itu ada kejadian yang hebatsekal i. ia tambahkan: "Semua-se mua adalah salah teetjoe.. "Tadi kau omong tentang pertempuran di waktu malam di dalam rimba pohon lioe. kalau tidak. mulutnya perdengarkan suara serak dan tidak nyata. Tidakkah isterinya telah jadi seorang tapadakpa? "Sungguh busuk musuh itu!" kata ia dengan sengit seraya ia berbangkit Tapi ia ada seorang dengan pengalaman.Habis.. Bong Tiap ada putcri s ... "Sudah. tetapi. yang telah datang terlambat. aku telah rubuh! Satu kali kita masuk ke dalam K awasan Hoopak. ia duduk numprah di depan kuburan. "Apakah dia turut Soeniomu ke Shoasay?" Kembali tampang mukanya Boe Wie berubah. "Bong Tiap dan Ham Eng turut teetjoe mencari Soehoe. memandang Boe Wie." ia kata. "Soehoe. Ia lantas hunus pedangnya.. kejadian itu tidak ada sangkutannya dengan kau." Kiam Beng coba kumpulkan tenaganya. akan keluarkari kata-katanya i tu. "Tidak seharusnya aku izinkan soemoay dan soetee ikut aku melakukan satu perjalanan jauh.. Semua-semua adalah kepandaianku yang tidak ada art inya. Tolong kau bantu pada Boe Wie." kata ia pada muridnya itu." Hatinya Kiam Gim tergetar. sekarang ia jadi lesu dengan tib a-tiba. Akhir-akhirnya Tok-koh It Hang angkat kepalanya. ampunkan muridmu. air matanya meng embang. tak dapat ditahan lagi. tampangnya jadi terlebih pucat. kemudian ia menghela napas. di dalam lobang." Kiam Gim angkat kepalanya.. hatinya memukul. Kedua biji matanya pun lenyap sinamya. iajadi ingat kata-katanya sang murid ta di. Tok-koh It Hang. scsudah itu Kiam Gim cari sepoton g batu untuk dengan pedangnya ukir huruf-huruf yang berbunyi: "Kuburannya Teng K iam Beng. bagaimana dengan soemoaymu Bong Tiap?" ia tambahkan. Soehoe. "coba sekarang kau tuturkan itu lebih jelas. Semua orang menjadi kaget..

Melihat keadaan itu. Lari belum lama. akan pegang jago Thay Kek Pay ini. Siapa tahu. Kau Iihat." ia kata. mereka diganggu hujan. "kau dengarkan muridmu cerita le bih jauh. Bukankah kau dan aku juga pern ah ngalami angin hebat dan gelombang da hsyat? Bukankah kita pun masih bisa hidup sampai sekarang? Nan. baharu saja mereka keluardari daerah Shoatang. Soehoe niscay a tidak ketahui. atau dari depan. "Sekalipun Soehoe persalahkan aku. ia tidak j erihkan "angin besar dan gelombang hebat". "Man kita larikan keras kuda kita!" kata Boe Wie pada dua kawannya. Mereka belum keluardari daerah Shoatang. mereka hendak menuju ke Kota Boc-ip. berapa ada jumJahnya musuh.. "Permusuhan apa ada di antara aku dan musub-musuh itu hingga mereka jadi demik ian jahat?" ia berseru. maka itu. Ia masih anggap sang s oemoay sebagi bocah. tetap dua saudara itu tidak dapat cand ak padanya. "Sabar.. terlambat sedikit. Ia ingin b uru tempo. Di sepanjang jalan. Boe Wie ada bertubuh bes ar dan romannya garang. ia sudah bikin soemoay dan soeteenya ketinggalah jauh di belakang.. Aku telah pukul mundur yang satu. Apa mau. di sebelah mereka. hingga me reka mesti menunda perjalanan. hayo ka u bercerita. rupanya ia sedang berda ya membikin Bong Tiap gembira. "Anak. hari mi bisa diangga p sudah dilewatkan. Kiam Gim rasakan hatinya tertusuk. "Kau sabar. ada s aja yang Bong Tiap tanyakan soehengnya. hanya bocah yang sudah matang. mereka sudah lihat tembo k kota. Kedua soetee dan soemoay itu adalah or ang-orang bam. H am Eng tunjuk sana dan tunjuk sini. Tidak beda banyak adalah Ham Eng. Ketika kemudian ia nienoleh. Ham Eng agaknya kurang puas. "Memangnya aku tak punya guna. Di atas kudanya. di mana ada buk . mukanya mcnjadi pucat dcngan tib a-tiba. dari kejauhan. Boe Wie tidak tega untuk mendesak. Tok-koh It Hang dan In Tiong Kie maju. Apa mau. hanya mereka sedang pasang omong dengan asyik. tidak apa. Boe Wie jadi tidak cnak sendirinya. seraya pegang tangan m uridnya. perihal pengalamannya. aku tidak salahkan kau. kau ceritalah!" kata ia. hingga sudah terjadi peristiwa hebat ini. karena ini. Bong Tiap ada satu anak yang tak kenal takut. "Asal sudah sampai di luar kota.. aku terima dengan baik. tentang kejadiankejadian dalam dunia Kang-ouw. Ia memang ada satu penunggang kudajempolan. Tjiong Hay Peng pun maju.. Begitulah mereka jalan sampai sang maghrib datang. itu waktu. mustahil dia ta k dapat lolos dari mulut harimau? Ada baiknya jikalau anak-anak muda mendapat pe ngalaman.atu-satunya. Ia ber laku sangat hati-hati di sepanjang jalan. lakukan perjalanannya ke Utara. Rupanya dua saudara itu pikir. ia tendang sebuah batu besar di dcpannya. atau tentang bedanya berbagai kaum persilatan. Mereka menunggang kuda. sampai batu pecah-pecah dan tc rpcntal! Kumisnya pun bangkit berdiri.." ia b erkata. agaknya ia jadi tenang pula. tangannya digerak-geraki. di mana ada rumah orang. bersama Boe Wie. maka kemudian terpaksa ia perlahankan kudanya. pada jago she Lioe itu." Beginilah ceritanya Boe Wie: Ham Eng dan Bong Tiap. "Biarkan Boe Wie cerita lebih jela s. m ereka masih belum sampai di kota yang dituju itu. Ham Eng ada muda dan cakap. gurumu tidak nanti pcrsalahkankau!" Kiam Gim berdiam. itu hari mereka te tap bakal sampai di Boe-ip. ia dapatkan mereka bukan sedang kaburka n kuda mereka. lantas ada orang yang telah pa sang mata terhadap mereka! Pada itu hari kcjadian." pikir Boe Wie." berkata mereka. Bukankah biasa saja di kalanga n Kang-ouw tcrbit angin dan gelombang?€Puterimu bukan gadis biasa. Lioe Loo-enghiong. Mereka juga merupakan satu rombongan yang menarik hati. ia antap saja. yang sering-sering mereka larika n keras. Apa mau. Bong Tiap ada muda dan cantik. Ia kaburkan kudanya. Hoo-pak. mendekati maghrib. Boe Wie jadi sibuk. akan kasih bangun pada Boe Wie. Se tiap soemoay itu gerecoki Boe Wie. untuk nienunggui dua saudara sepe rguruan itu dapat susul padanya. Ketika perjalanan dilanjuti. d atang lagi rombongan lain. kau bikin muridmu ini kaget. Boe Wie menangis. baharu Boe Wie berpikir demikian. Boe Wie.

it, lantas terdengar suara berisik, dari larinya beberapa ekor kuda, yang mana d isusul sama sambarannya beberapa batang anak panah, yang mengaung di tengah udar a. Dengan hati berpikir, karena berkuatir, Boe Wie hunus pedangnya la tahan kudan ya.€€Segera juga datang satu pcnunggang, yang disusul olch tiga kawannya. Mereka ini bersikap demikian rupa, hingga Boe Wie dibikin terpisah dari Bong Trap dan Ham Eng. Boe Wie mengerti bahaya. La keprak kudanya, buatdikasih lompat, akan hampirkan soemoay dan soeteenya. Kudanya itu bisa lompat tinggi dan jauh. Apa mau, senjat a rahasia datang menyerang. Dengan pedangnya, ia menangkis. Satu serangan dapai dihalau. ia bisa beia dirinya sendiri, apa celaka, kudanya tidak! Dengan satu je ritan, kuda itu ngusruk ke depan, kedua kakinya tertekuk, sampai Boe Wie turut n gusruk juga. akan tetapi ia bisa barengi lompat turun, hingga ia tidak sampai tu rut runtuh. Baharu Boe Wie injak tanah, atau serangan sudah datang kepadanya. Sambaran gol ok ada hebat sekali. Cepat ia herbal ik, sambil menangkis. "Trangi" kedua senjat a beradu keras, sampai lelatu api muncrat. Bentrokan itu membikin Boe Sie ketahui, musuh ada bertenaga besar. Dalam reman g-remang, ia awasi lawan itu, seorang dengan usia lima puluh lebih, mukanya mera h, kumisnya semu merah tua, tangannya menceka! sepasang Poan-koan-pit yang panja ngnyatiga kaki lebih. Qr-ang itu berdiri dengan gagah, dengan jumawa, sepasang s enjatanya seperti pit itu, dia rangkapkan. Itulah sikap dedek "Beng houw hok kian" atau "Harimau nongkrong di peiatok". Dengan hati berpikir, Boe Wie juga siapkan pedang Gin-lan-kiamnya, ia gunai si kap "Kie boh liauw thian" atau "Angkat obor menyuluhi langit". Ia bersiaga untuk segera menyerang, karena ia tidak mau mencrjang terlcbi h dahulu. Kemudian ia p erdengarkan suara mengejek: "Aku kira orang ternama si apa, tidak tahunya segala budak Boan - pahlawan terbesar Ouw It Gok! Maaf, maafkan aku, yang bcrlaku kura ng hormat! Kcpandaian kau orang, aku sudah ketahui! Kau orang, kawanan budak, cu ma pandai kepung orang dengan beramai-ramai!€Sungguh kau orang membikin malu saja pada kaum Rimba Persilatan!" Law Boe Wie tidak kenal Ouw It Gok, tetapi ia kenali orang punya sepasang Poan -koan-pitnya itu, scdang dari sakunya Bong Eng Tjin, ia pemah dapatkan sepucuk s uratnya It Gok, dari itu, iasengaja mendahului menyebut namanya. Untuk sesaat, nampaknya musuh ini kaget, tetapi lekas juga, ia tertawa bcrkaka kan. "Benar aku Ouw It Gok, habis kau hendak apa?" kata ia secara menantang. "Denga n sepasang senjataku ini, aku nanti layani pedangmu yang panjang! Jikalau kau me mpunyai kepandaian, hayo kau maju!" It Gok menantang seraya ia terus€€geraki kaki dan tangannya, bukannya ja siap untu k sambut serangan, tiba-tiba ia mendahului lompat menerjang. Dengan Poan-koan-pi tnya, yang terbuat dari baja pilihan, ia coba ketok pedang orang. Ia mau bersika p keras. Boe Wie tidak pikir untuk adu senjata dengan senjata, ia tarik pedangnya ke ba wah, dari situ ia memutar tangannya, sambil maju, ia menusuk ke arah muka musuh. "Bagus!" berseni Ouw It Gok, yang geser kaki kiri keluar, untuk kelit tubuh, t api setelah itu, dengan "Koay bong hoan sin", atau "Ular naga siluman jumpalitan ", ia maju dari kanan ke kiri, dengan memutar tubuh, sepasang genggaman nya meny erang dengan tipu pukulan "In Hong sam hian", atau "Naga awan muncul tiga kali". Ouw It Gok ini ada kawannya Bong Eng Tjin, dialah yang turut memancing Teng Ki am Beng dengan pakai topengnya. Kepandaiannya memang ada di atas kepandaiannya k awannya itu. Ketika Bong Eng Tjin tertawan, Ong Tjay Wat yang bisa loloskan diri bersamasisa kawannya, lari pulang untuk bawa kabar celaka Mendapat tahu Bong En g Tjin, soeteenya telah terbinasa,'0uw It Gok jadi sangat gusar, maka tidak temp o lagi, ia ajak kawan untuk menyusul, akan cari Law Boe Wie, guna menuntut balas . Sekarang ini, berkat latihan keras, Ouw It Gok ada jauh lebih liehay daripada waktu ia permainkan Teng Kiam Beng, maka itu, dengan hebat ia bisa desak Boe Wie . Ia nyata pandai ilmu menotok jalan darah, karena ujungnya Poan-koan-pit dipaka

i mencari Sha-tjap-Iak-too To-hiat, ialah tiga puluh enam jalan darah! Law Boe Wie tertawa terbahak-bahak kapan ia sudah saksikan cara berkelahi musu h. Sama sekali ia tidak menjadi jerih. Ia lantas melayam dengan gunakan tipu-tip u dari Thay Kek Tjap-sha-kiam, yang ia campur dengan Tok-koh It Hang punya, "Hoe i Eng Keng-soan-kiam".€Ia maju dan mundur dengan gesit, ia tak hendak bentur senja ta musuh, tapi ia pun balas menyerang. Dengan caranya ini, ia bikin It Gok kewal ahan mencoba melukai padanya. Pertempuran ini ada seru, sebab mereka ada satu tandingan. Bicara kepandaian B oe Wie ada terlebih liehay, tapi bicara tenaga, ia kalah setingkat. Boe Wie pun pikirkan soetee dan soemoaynya yang orang telah kurung, yang telah dipisahkan da rinya. Setelah tiga kawannya It Gok itu. kemudian datang pula Iain rombongan, kira-ki ra dua puluh jiwa, bersama yang tiga, mereka ini kepung Bong Tiap dan Ham Eng. M ereka tidak punyakan kepandaian berarti, terhadap itu dua saudara, ia orang suka rberbuat banyak. Hanya, kendari begitu, Boe Wie tetapsibuk. Beberapa kali ia men coba meninggalkan It Gok. saban-saban musuh licin ini rintangi ia. Beberapa waktu telah lewat, tiba-tiba Boe Wic menjadi bingung. Ketika ia gunakan kesempatan, akan lihat dua saudarany a, dua saudara itu sudah tidak ada di tempat pertempuran tadi, mcrcka irii pinda h bcrsama sekalian musuh-musuhnya. Segera juga terdengar suara berisik dari mere ka itu, tidak lagi tcrtampak orangnya. Bukan main gusarnya Boe Wie, lantas ia desak It Gok. Sekali ini ia gunakan pwc e-pwee lak-tjap-sie-tjbioe dari Keng-soan-kiam, enam puluh empat jurus pcdang da ri Tok-koh It Hang, sedans tangan kirinya, mengimbangi pedang, mencari jalan dar ahnya musuh itu, tangan kirinya ini ada terlebih liehay daripada Poan-koan-pit d ari Ouw It Gok. Oleh karena terburu nafsu, Boe Wie sampai alpa menjaga dirinya rapat-rapat. Ia majukan kaki kiri, tubuhnya ikuf, tangan kanannya, dengan pedangnya, membabat l engan kanan dari musuh. Ouw It Gok girang sekali melihat ini macam serangan. Ia segera lompat ke sampi ng kiri lawannya, dari situ ia mendak sedikit, akan menyapu. Boe Wie telah serang tempat kosong, ia iihat datangnya serangan, ia berlompat, sampai tingginya satu tumbak lebih. Lompatan ini bisa singkirkan tubuh dari sen jata musuh. Tapi It Gok berlaku sebat, akan menyabet naik ke atasi Dalam keadaan seperti itu, Boe Wie jadi seperti bcrada di tengah udara. inilah salah satu gerakan "Tjeng kang toe tjiong soet" atau "lompatan entengi tubuh" d ari Tok-koh It Hang, yang ambil itu dengan meneladan sikapnya garuda menyambar. Ilmu ini Boe Wie bisa jalankan dengan baik, walaupun bclum sempurna bctul. Ia kelit dar i Poan-koan-pit kiri, ia jejak Poan-koan-pit kanan, berbareng dengan itu, tangan nya yang kiri dengan "Yoe Hong tarn djiauw", atau "Naga mengulur kuku", menyamba r ke lengan kiri. Tubuhnya rada mendatar. Ouw It Gok kaget bukan main. Syukur dia bukannya satu ahli silat biasa saja. L ekas-lekas ia jengkang tubuhnya, kaki kanannya mendahului ditekuk ke€€belakang,€€sembari terlentang, sebelah kakinya dipakai menendang ke atas, kepada tubuhnya musuh. D engan cara ini, ia sudah selamatkan lengan kirinya. Tapi Boe Wie tidak sudah saja karena serangan "Yoe Hong tarn djiauw"nya tidak memberikan hasil, ia sudah lantas susu 1 itu dengan "Tcng san kan goat", atau "M endaki bukit mengejar rembulan". Satu kali ini, tangan kirinya yang liehay telah bentur pundak orang, atas mana, It Gok rasakan anggota tubuhnya itu jadi san ga t panas, hingga ia tcrpaksa gulingkan tubuh, dengan "Koan long ta koen", atau "S erigala berguling-guling", sampai jauhnya beberapa tumbak, kemudian dengan gesit ia melompat berdiri, akan terus lompat lebih jauh, untuk lari ke dalam lebatnya pohon gandum di tepian. Law Boe Wie tertawa dingin, ia tidak kejar musuh itu, ia ham/a lompat ke dalam rimba, guna cari kedua saudaranya seperguruan. Di antara suaranya yang berisik, beberapa penjahat sambut musuh ini dengan ser angan berbagai senjata rahasia. Boe Wie gunakan pedangnya, tangannya, akan punah kan sesuatu serangan, atau ia bcrkclit, dengan begitu, tidak ada satu senjata ra hasia yang mengeriai tubuhnya. Ketika ia berhasil nerobos ke dalam rimba, di sit

u cuma ada enam atau tujuh penjahat, Bong Tiap dan Ham Eng entah kemana. Lain-la innya penjahat pun tidak ketahuan kemana perginya. Selagi Boe Wie melihat keliliingan. tujuh penjahat itu maju mendesak. Mereka i ni tidak lihat gelagat. Boe Wie sambut mereka dengan tangan kirinya yang diayun. Tangan kiri ini telah tanggapi beberapa piauw dan panah tangan, sekarang semua senjata itu dibayar pulang! Sambil menjerit, tiga penjahat kelihatan rubuh. Boe Wie menyerang sambil maju, akan sekarang gunakan pedangnya. Lekas sekali, ia rubuhkan dua musuh, atas mana, dua musuh yang lainnya lantas lari ke dalam te mpat yang lebat dan gelap. Maka di€€€lain€€€saat,€€medan pertempuran itu jadi sunyi, kecuali suara desirannya sang a Sia-sia saja Boe Wie mencari ke sana-sini. Ia lintasi sebuah bukit, ia sampai di deparfnya sebuah selat, yang dalamnya kira-kira dua puluh tumbak, yang penuh dengan batu dan bala dengan oyotrotan.€Kelihatannya seperti bekas ada orang jatuh bergulingan di oyot rotan itu. Maka, melihat demikian, ia menjadi kaget. Tidak tempo lagi, ia terjun ke bawah, turun ke selat itu, untuk cari dua saudara seper guruannya. Selat ada gelap, sukar akan melihat apa-apa, maka Boe Wie ambil dua potong bat u, ia benturkan itu satu dengan lain dengan keras sekali, sampai muncratlah Icla tu api. Ia segera nyalakan api itu pada rumput kering di dalam selat itu, ia mem buat segumpal rumput, buat dijadikan obor, setelah padamkan api yang melulahan, iagunai obornya itu untuk menyuluhi. Tanda-tanda darah, yang bercerecetan, ada tertampak, akan tetapi tubuh, atau m ayat orang, tidak. Hal ini bikin Boe Wie kaget dan berkuatir. Siapa itu yang ter luka? Orang jahat? Bong Tiap atau Ham Eng? Kalau.benar dua saudara itu yang terl uka, itulah hebat, jangan-jangan mereka sudah terbinasa.... Tercengang Boe Wie memikirkan itu Tapi ia lantas mencari terus, di sekitar sit u. Ia tidak pedulikan malam ada gelap, angin ada keras. Boleh dibilang seantero malam ia gelcdah daerah itu, tetap ia tidak mernperoleh hasil. Ia bingung bukan main. Ia pun tahu, ia tidak bisa berdiam terialu lama di situ. Akhimya, ia ambil putusan. Iaiah di itu malam juga, ia menuju ke Djiat-hoo, akan susul gurunya. S yukur ia ketemu Hay Peng bertiga dan bersama mereka itu, ia akhimya dapat cari g uru dan soesioknya, malah bisa tolong mereka loioskan diri dari kepungan. Demikian ada ceritanya murid ini, yang bikin Kiam Gim bcrdiri diam, mukanya pu cat sekali, suatu tanda ia lagi bcrpikir dengan keras. Kabar-kabar hebat toh dat ang beruntun-runtun. Sudan istcrinya jadi orang bercacat. sekarang puterinya len yap! Sehabis centa, Boc Wie berdiam, mukanya pun pucat dan lesu sekali. In Tiong Kie dan dua kawannya lantas hiburkan Kiam Gim. "Aku percaya Bong Tiap dan Ham Eng loios dari bahaya," demikian antaranya In T iong Kie. "Mereka toh bukannya orang-orang lemah dan bodoh. Tentu mereka loios d i antara tegalan pegunungan itu hingga karenanya mereka jadi berpencar dengan so eheng mereka." Lama Kiam Gim berdiam. Akhir-akhimya iaangkat kepalanya Dengan perlahan-lahan, ia usap-usap pundaknya Boe Wie. "Inilah bukan kesalahan kau," kata ia, dengan sabar sekali, suaranya pun perla han. "Kau tak usah terialu pikirkan mereka. Biarlah anak-anak itu mengandal pada mereka punya peruntungan . Umpama kata mereka bcruntung bisa loios, di belakang had kita akan dapat cari mereka...." Bcnar baharu Kiam Gim habis berkata begitu, Tok-koh It Hang terkejut dengan ti ba-tiba, hingga air mukanya berubah, lekas-lckas ia mendekam di tanah, akan pasa ng kupingnya. Ia terus mcndengari, selagi kawan-kawannya merasa heran, semua awa si ia. Scbcntar saja, Pek-djiauw Sin Eng sudah lantas lompat bangun. "Kawanan anjing datang untuk gelcdah bukit!" kata ia, dengan suara dari kemend ongkolan. Pada masa mudanya, Tok-koh It Hang ada satu hiap-too, penjahat budiman, ia pan dai mendekam di tanah, akan pasang kuping, hingga, kalau ada barisan serdadu, ia bisa duga-duga jumlahnya. Dan sekarang ia merasa pasti, yang datang itu ada pas ukan terdiri dari lima atau cnam ratus jivva. Hal ini ia beritahukan pada kawan-

Law an itu kaget. Tok-koh It Hang. Urusan menjadi ahli waris Thay Kek Pay sep erti keinginan soesiokmu itu kita boleh tunda dahulu. berbareng mana. Bong Tiap masih dapat ketika akan melirik kepa da kedua saudara seperguruannya. diikuti oleh kawan-kawannya. maka itu mereka lantas berunding. untuk jauhkan diri. Buat apa layani segala serdadu. ia sudah ja nji pada Tok-koh It Hang untuk sambangi Tjoe Hong Teng di Shoatang. Maka itu mereka a mbil putusan buat menyingkir saja Tjiong Hay Peng lalu nyatakan ia suka ikut Tok-kph It Hang dan In Tiong Kie pe rgi ke Liauw-tong. di samping itu. ia tidak jerih. hingga ia kertak g igi. di antaranya dua ada mund-muridnya Ouw It Gok. "tolong kau capaikan diri untuk kau pergi cari soemoay dan soeteemu. akan tengok isterinya. yang tidak Sudi sudah dengan begitu saja. Yang kedua menggunai sebatang golok besar dan ber at hingga Bong Tiap tidak berani benturkan genggamannya dengan senjatanya kedua musuh itu. kali ini ia mesti layani musuh secara hati-hati aga r tidak sampai terjadi kealpaan pada dirinya. tidak ada bergantung urusan Bong Tiap dapat dicari atau tidak." Boe Wie terima baik perkataannya iru guru. pihak . untuk berloncat tinggi. Untuk cari Bong Tiap dan Ham Eng. "Dan kau. memang keselamatan soemoaynya adala h yang ia paling pikirkan. akan ambil beberapa potong Kim-tjhie-piauw. Kesudahannya diputuskan buat Kiam Gim bcrangkat dnl u ke Shoasay. Musuh telah bikin ia terpi sah dari toasoehengnya Law Boe Wie. Ia mcn jadi sibuk sendirinya kapan ia dapat kenyataan. dia lamas memburu. Ia sebenarnya tidak punya pengalaman. Menyusul ini. Baharu nona ini memikir demikian atau lawannya yang memegang golok membacok ia dengan hebat dengan "lay san ap teng" atau "Gunung Tay San menindih batok kepal a". dari itu ia dapat tahu sang toasoeheng lagi dis erang hebat oleh satu musuh yang bersenjatakan Poan-koan-pit. bacokannya turun terus ke arah pundak. selagi bacokan menge nai tempat kosong. Bong Tiap geser pedangnya ke tangan kiri. Pertempuran sore itu ada hebat bagi Lioe Bong Tiap. Melainkan sang lawan. Penyerang-penyerangnya putcn dari Lioe Loo-kauwsoe terdiri dari sepuluh orang. makin lama ia berkisar makin jau h dari kedua saudaranya itu masing-masing. yang ujungny a lancip dan bengkok. dia 'tank pulan g tangannya.kawannya. tetapi Kiam Gim dan Boe Wie berdiam. menang tidak ada untungnya. hingga dia keluarkan seruan. Yang pertama ada urusan perseorangan. hingga d i lain saat. bahwa bua t itu. mereka ini bukannya la wan-lawan yang lemah. Salah satu muridnya Ouw It Gok menggunai tumbak Siauw-tjoe-rjhio. kalah ada ruginya. temponya tak kc tcntuan. Syukur yang lainnya ada tidak berarti. sedang sam-soehengnya Tjoh Ham Eng mesti berkutat dengan fain-Iain musuh. Selagi melayani musuh-musuhnya. gerakannya sangat sebat. "Aku mesri tobloskan mereka ini. ia ingin cari puterinya." ia tambahkan pada Boe Wie. kemudian seraya putar tub uh dengan tiba-tiba. Tok-koh It Hang semua bisa mengerti kesangsiannya jago Thay Kek Pay ini. ia barengi membabat lengan orang. tangan kanannya itu diayun ke arah musuh-musuhnya. ia telah lolos dari kepungan. m alah ia masih bisa berpikir. tetapi justeru ia kegirangan. hingga senjata ini bisa dipakai menikam berbareng menggaet Ini ada suatu senjata langka. tangan kanannya merogo h sakunya. sebab untuk cari Bong Tiap. mereka bersangsi. "Mari kitalabrak mereka!" berseru Tjiong Hay Peng. Setelah ada keputusan Kiam Gim berikan perkataannya kepada Tok-koh It Hang bah wa dia tidak bakal langgar janji mengenai cita-citanya membela negara. tubuh mereka rubuh saling susul. bagaikan cecapung menyambar air. Ia menjadi sengit. muridku. urusan negara. Ia cepat bcrkelit kc samping. yang kedua." pikir ia kcmudian. Kiam G im ingin jtengok isterinya. maka itu. Bong Tiap girang dengan kesudahannya ini. Sembari lari. tetapi pertempuran malam di rumahnya membikin hatinya tambah mantap. yang ada gusar sekali. hingga saudara ini tidak punya kesempatan lain kecuali melayani musuh itu dengan sungguh-sungguh. ia berlompat melewati kepala musuh. In Tiong Kie dan Lioe Kiam Gim tidak setuju. Boe Wie adalah yang diberikan tugas. beberapa musuh perdengarkan jeritan. Ia sangat sayang soemoay itu. yang di masa kecilnya i a suka ajak memain. Ketika ini digunakan oleh Bong Tiap.

Musuh yang bersenjatakan Siauw-tjoe-tjhio itu tertawa mengejek. ia enjot tubuhnya. semua musuh kena dirintangi. sebatang€€€€€€€€€€yan-bwee-piauw menyambar juga pinggiran teteknya yang kiri. sedang musuh-musuh itu mulai datang dekat pula. katanya: "Anak ayam ini tak nanti lolos! Ja ngan bunuh dia! Dia mesti ditangkap hidup!" Melihat keletakan. dadanya kena dipukul keras sekali. Ia baharu injak tanah. atau ia dengar musu h tertawa mengejek. Bong Tiap sampai di satu jalanan kecil yang berlamping gunung. maka itu. Sudah begitu. "Kau lihat. nancap di dagingnya. untuk menyingkirdari musuh-musuh itu. segera ia perlihatkan kegesitannya. ia segera papaki musuh den gan tipu tusukan "Hoan sin hian kiam" atau "Persembahkan pedang seraya memutar t ubuh". ia tak keburu egos lengannya. akan tonjok ulu hati orang. Semua musuh mengejar terus. tiba-tiba mereka dengar satu ! suara nyaring dan mengaung luar biasa. dengan gerakan "Lee hie ta teng". dari itu. ia mempunyai pandangan yang luas. kenapa kau orang menjublak sa ja? Lekas bekuk ini anak ayam! Lekas bungkus lukanya! Sayang jikalau ia sampai t erbinasa!" Dengan sebenamya. di depannya ada sebuah selat. hingga ia me nggigit gigi untuk menahan sakit selagi ia cabut piauw itu. Tapi. untuk jumput itu. ia kirim kepalan kinnya. dia mi adalah seorang perempuan Kang-ouw yang jahat!" demikian ia be rkata. akan loncat sana dan sini . ia robek bajunya. Baharu ia hendak b erbangkit. Ia tidak merasakan sakit yang hebat. sebentar lagi. Selagi tikamannya mengenai tempat kosong. apa celaka. sedang si nona sendiri rebah tak berdaya. hingga ia tidak berani berlaku sem brono. terbaret panjang Sementara itu. tetapi apa mau. Bong Tiap dipaksa lari ke arah dalam rimba. Nona Lioe menjadi nekat. bukannya orang sembarangan. yang usianya sudah lanjut sekali. Sebentar kemudian. buat dipakai membungkus luka di tangannya.€Ia gunai pula sen jata rahasianya. ia loncat ke depan. "Celaka!" ia menjerit dalam hatinya. kemudian mereka semua memand ang ke arah dan mana suara datang. Ini ada serangan tidak diduga-duga dari musuh yang telah terluka itu. Tetapi ia bisa ambil putusan cepat. Ia tak bisa lari lebih jauh lagi. ia bisa lihat bahwa si niekouw. Tidak tempo lagi. ia lanjuti tindakannya lari ke depan. balas menyerang dengan senjata rahasia juga. atau "Ik an lee-hie meletik". untuk hindarkan diri dari bahaya. bahunya yang k anan itu lantas saja kena tertusuk. mereka lantas saja tertawa. malah musuh yang pegang tumbak gaet sudah loncat ke arah senjatanya. Hanya. "Hei. ia lempar tumb aknya. disus ul bentakan seorang perempuan tua: "Siapakah kau orang yang berani ganggu satu n ona? Jangan turun tangan!" Semua musuhnya Bong Tiap menjadi terkejut. untuk turun tan gan. semua piauw telah digunai. Dengan geser sedikit tubuhnya. walaupun. malah yang bersenjatakan tumbak gaetan Siauw-tjoetjhio sambil teriaki kawan-kawannya. ia berkelit. ia tidak sempat tarik pulang senjatanya. mereka tampak satu pcndcta perempuan. belum sempat mereka maju. Ia hendak bcrbangkit. ia tidak lagi bisa gunai piauwnya dengan semp urna. hingga ia terguling rub uh. atau kakinya lemas. serindak demi setindak. sedang menghampirkan mereka. Di antara remang-remang karena gclapnya lemba h. maka ia me njadi terperanjat. Dengan tiba-tiba. tumbak gaetan musuh telah datang menyambar.lawan. ada mem pun ya i banyak pengaiama n. Musuh itu. ia menoleh pada kawan-kawannya. p endeta perempuan. Menjadi sa dar. atas mana. akan loncat turun ke dalam lembah. selagi berbu at demikian. maka dalam gusarnya. atau di belakang ia. dalam keadaan seperti itu. Musuh menjadi kaget. yang sudah lama ikuti Ouw It Gok. jauhnya satu tumbak. ia rubuh dengan tak sadar akan dinnya. yang tangannya mcncekal kebutan suci Hoed-rim. ia tak bisa manjat di kiri dan kanan. dia telah Jukai lenganku! Kita adalah or-ang-orang yang ditug . yang tidak rubuh. kawan-kawan itu berdiri bengong karena saksikan kawannya dan si nona sama-sama terluka. dari itu. Bong Tia p tidak bisa berkelit atau menangkis. hingga berbareng muntahkan darah hidup. hingga darah hidup s egera mengucur keluar. Ia berhasil mengelakkan beberapa senjata mus uh itu. "Soethay. lalu pedang Tjeng-kong-kiam d itikamkan ke arah lawan itu. tubuhnya sud ah merangsek dekat sekali si nona. Dalam keadaan seperti itu. untuk sesaat.

Lantas saja mereka rubuh. walaupun dia telah dibokong. kau orang rupanya tak ketahui aku! Tetapi apapun tentang piauw Bo uw-nie-tjoe. sedang tan gannya yang kanan. yang pe rnah ikuti Ouw It Gok terlebih lama. luka dalam tubuhmu tidak bakal kumat. akan tetapi muridnya Ouw It Gok rubuh dengan segera. mereka lihat tangan kirin ya si pendeta perempuan telah diayun ke atas. di bikin sadar oleh kata-kata si niekouw tu a. Niekouw tua itu tak dapat dipandang enteng. mereka cuma manggur-manggut. s esudah ia bikin orang tak berdaya. lenyap perasaan sesemutan da n beku mereka. menikam bagaikan ular meny ambar. maka kau orang haruslah jadi penduduk baik-baik. mengenainya perlaha n sekali. gesit gerak tu buhnya. tadinya u ntuk taati titah kawannya. pergilah kau orang! Kawanan itu mati kutunya. Memang. Hanya. malah merek a seperti tak ketahui datangnya serangan. karena tak disangka. Di antara mereka. lantas mereka bisa geraki kaki-tangan. diam-diam tangannya yang kin" siapkan tiga batang yan-bwee-piauw. yang sekarang untuk serang si niekouw tua. pada sepuluh tahun yang lampau. dan si niekouw tidak bersiap. s ejak sekarang ini. tentu kau orang adalah kawana n penjahat!" Selagi berkata demikian. luka dalammu ba kal kambuh. atas mana. Dengan mulutnya. Apa yang terjadi adalah di luar sangkaan. terlempar entah ke mana! Hebat adalah sampokan terlebih jauh dan ujung kebutan itu. Nan. dalam tempo tiga hari. kau orang bakal muntah-muntah darah dan akhimya binasa! Pinnie telah kasih peringatan pada kau orang. tumbak itu terlepas dari cekalan. Menyusul itu. jangan langgar itu. sembari tertawa dingin. tinggallah empat orang. lantas saja mereka ngel oyor pergi. tetapi ilmu silat kau orang tak dapat dipertahan kan karena dengan itu kau orang biasa berbuat jahat Baiklah kau orang ketahui. harap Soethay ti dak campur urusan kita!" Di iuar dugaan. keterangan itu bukannya membuat si niekouw tua undurkan diri. selanjutnya kau orang tidak bisa bersilat pula. den gan demikian. siapa di masa muda -pernah€€de ri€€satu sahabatnya. Rombongan muridnya Ouw It Gok ini terdiri dari lima orang. tapi satu kali kau orang ber silat atau bekerja dengan memakai tenaga. sambil tertawa. kau orang tidak pernah dengar? kata si niekouw tua sambil tertawa. pasti dia akan berhasil. orang yang bersenjatakan Siauw-tjoe-tjhio. Mereka terpis ah dekat satu dengan lain. € Kawanan tikus.askan pembesar negeri untuk menawan diaini! Sebagai orang suci. dia menyangk al. dia justru mendesak. si niekouw tua kata pula: Pi nnie tinggalkan jiwa kau orang. "Ngaco!" katanya dengan bengis. Iantas terden gar suara keren dari si niekouw. "Di mana ada seorang nona b egini muda dan manis menjadi penjahar? Dia punya luka melebihkan hebatnya lukamu ! Sudah kau orang bikin dia pingsan. atas mana di dalam lembah segerala h terdengar suara nyaring dan mengaung seperti tadi. ia pemah dengar tentang senjata rahas ia piauw Bouw-nie-tjoe. yang rebah diam saja. Itulah bukan!" kata muridnya Ouw It Gok. geraki tumbaknya Siauw-tjoe-tjhio. atas itu. dan kebutan suci menyamppk tumbak gaet an. tubuhnya rebah ti dak berkutik lagi. Sembari menotok jalan darah orang. bole . mereka pun lagi s angsikan suara mengaung. Dia ada sangat jeli matanya. kau orang masih hendak turun tangan terlebi hjauh! Jikalau kau orang bukannya bermaksud buruk. Kau orang sudah dengar suaranya piauwku tetapi kau orang masih berani hendak melawan aku. Mereka ini sementara itu sudah merangsek. ia berikan dupakan enteng pada tubuh s esuatu dari mereka. terus mereka bangun berdir i. maka si penjahat ini du ga. Katanya ada satu nickouw yang tidak ketahuan asal-usulnya. atau kau orang jangan nant i sesalkan padaku. "Tidak. Ketiga piauw melewati sasarannya. kau orang tid ak lagi bisa bekerja berat. maka taklah cukup apabila kau orang tidak diajar adat! Tetapi Budha kita ada maha suci dan kasih.€€dengarnya€€dari€€€satu soepehnya. niekouw itu be rt in dak mendekati. bel um sampai mereka datang dekat. disusul sama sambarannya tiga batang piauw di tiga jurusan. katanya: Kau orang cobakan rasanya piauw Bouw-ni e-tjoe! Perkataannya orang suci ini ditutup berbareng dengan menyambarnya piauw terhad ap sesuatu dari empat penjahat itu tanpa mereka ini sanggup bcrdaya. dengan yang satu ru buh. dari itu pinnie ju ga tidak inginkan jiwa kau orang! Sekarang pergilah! N iekouw tua itu hampirkan empat orang.

Kebutannya. Piauw itu ada untuk menyerang jalan darah. Segera ia bekerja. hingga ia liha t si nona rebah dengan kedua mata meram. ia bertindak meninggalkan tempat bekas pe rtempuran itu. suara itu seperti juga tanda untuk orang bersiaga terlebih dahulu. keman a lagi aku hendak mencari? Tidak tempo lagi. maka itu. kepandaiannya menggunakan kcbutan itu entah ada kepandaian dari golongan atau cabang silat yang mana. Laginya. Ta-hiat atau memukul jalan d arah . ia menjerit .€€lebih€€€dahulu kedengara uaranya mengaung. dia cuma mengebut dengan kebutann ya. Ia lantas raba dadanya. bahwa saban kali dia ini muncul. ia hanya dekati Bong Tiap. sedang Lioe Kiam Gim. dan tia m-hiat . tidak pernah orang dapat lihat pula padanya. Di samping ia. dia pandai ta-hiat . Bong Tiap tidak sadar. dulu ia sudah berusia lanjut. kekuatannya sanggup melaw an pedang. Adalah biasanya. selagi digunakan. ketika akhirnya ia merasakan dirinya lega dan ia buka matanya. akan tetapi. akan dapatkan j antungnya masih memukul. juga luar biasa. segera ia ingat bagai man a orang serang ia. apabila orang dengar suara piauw itu beradu.€€€dengan kebutannya. guna berikan pertimbangannya. di waktu bertempur. jikalau aku tidak ambil dia. Dicarinya sukar tapi toh didapatinya begini gampang kata ia seorang diri. Niekouw tua itu kerutkan alis.h jadi datangnya dari In-lam.€€biasa memakai senjata Poan-koan-pit atau batang Hoentjwee Tiat-yan-kan. ialah menotok jalan darah. untuk disambar dengan sebatang yang lain. tetapi jug a sudah punya dasar dan dasar dari satu ahli. Ilmu menotok jalannya darah. ia lupa segala apa . di waktu gunakan piauwnya itu. itu nickouw suka lepaskan dahulu satu piauw. jalan napasnya sangat perlahan. sekarang aku dapati dia ini. akan angkat tubuh orang. kepandaiannya niekouw ini adalah ho et-hiat atau menutup jalan darah . Niekouw itu antap orang angkat kaki. sesudah mana. atas mana nampaknya ia berhati lega. Dia tidak saja berbakat. sebagai kesudahan dari dikalahkannya. jadi sangat ketakutan. satu nieko uw tua sedang kebuti ia dengan perlahan-lahan. hi ngga mereka ngeloyor dengan mulut bungkam. yaitu piauw Bouw-nie-tjoe. saban kali€€digunakan. orang tak ketahui. biasanya. itulah ada di hari keenam sejak ia dikeroyok. untuk si niek ouw datang sama tengah. Ia pun dapatkan dirinya berada dalam sebuah ruan gan suci. Itulah kejadian pada sepuluh tahun yang berselang dan si niekouw. ke arah atas. ia masih sangat€€lemah. ia toh bersenyum. dan asap hio bergulung-gulung mendatangkan bau harum. Di samping hajaran pada dadanya. atau Hoed-tim. Beda daripada itu dua. Apakah aku sedang mimpi? tanya ia pada dirinya sendiri. seka rang ia muncul secara tiba-tiba.€Dan ia gigit bibirnya. hingga b crsuara nyaring sekali. Tok-koh It Hang dan Law Boe W ie. menggunai tiam-hiat . ialah periksa luka dan obati itu dengan obat luka yang. Kcbutan itu lemas bagaikan s egumpal bulu ekor kuda. ke betulan sekali. dengan sangat perlahan. mereka mesti hentikan pertempuran. atau kalau dia gunai. meskipun sekarang darahnya itu dapat dicegah keluarnya lebih jauh. Ada tersiar cerita. karena di situ ada patung Budha. dia pasti bakal merasai akibatnya yang hebat. Di samping itu. Umpama O uw It Gok. hingga kedua piauw bcntrok satu dengan lain. ata s mana. api lilin memain memberikan bayangan. selewatnya i tu. terutam a sebagai alat untuk menyerang jalan darah. Bong Tiap terus tak sadar akan dirinya. baharu senjatanya€€menyambar sasaran. niekouw itu tidak pernah kelihatan ada gunakan genggaman. pendeta ini membungkuk. dia hanya merasa seperti melayang-layang di tengah udar a. Siapa sangka. Ada dibilang lebih jauh. ada dua rupa. karena senjata yang digunakan ada Hoed-tim atau k cbutan. ia rubuh. Untuk belasan tahun aku cari satu nona guna dia wariskan aku. sedang darah masih mengalir keluar dan lukanya. pernah dengan€€seorang€€€diri. ia bekal. mesti ada orang j ahat yang dapat bagian. biasa digunakan dengan tangan kosong. buat dikasi h naik atas bebokongnya. maka orang percaya. melainkan senjata rahasia. Kcbutan itu pun bisa digunakan sebagai pedang Ngo-heng-kiam atau ruyung Teng-tjoa-pian. ia sebenarnya sudah menutup mata. Maka orang yang bersenjatakan tumbak gaet Siauw -tjoe-tjhio itu. ia pu n telah keluarkan tcrlalu banyak darah. di waktu orang bertempur. sedang juga. ia telah la tiga puluh berandal yang liehay dan scmua berandal itu kena ia rubuhkan dan takl ukkan. apabila ada orang yang ber kepala batu terhadap pertimbangannya itu. akan tetapi.

Hanya aku tidak bisa turut sekarang juga. la pun rasakan tubuhnya sangat lemahLewat lagi beberapa hari. pada urusannya sendi ri. dan yang ketiga ialah kuil ini. Cuma urusan ayahnya bikin ia sangsi. untuk diaj ak keluar dari dalam trail. Bong Tiap menurut. Kau belum tahu tentang bagaimana ak u telah tolongi padamu. sahut si pendeta percmpuan sambil bcrsenyum. na nti kita orang pasang omong . Nona. kau beristirahat di sini. Bong Tiap tidak berkeberatan akan tuturkan urusannya. Hoei Sioe ada orang Mongolia. kau kasih tahu aku.dimaksudkan Ham Eng air mukanya si nona menjadi guram d engan tiba-tiba. Kau tclah banyak ikuti Soethay begitu banyak tahun. Kalau ayah dan soeheng kau terancam bahaya. salju telah lumer. Bong Tiap tidak pemah merantau. Nona Lioe sudah bisa turun dari pembaringan. apa pula untuk per gi kc Djiat-hoo yang ada ribuan lie jauhnya. pada niekouw tua itu. Nona. kata si pendeta setelah berdiam sekian lama. niekouw itu lebih tua daripada ia sedikitnya tiga puluh tahun. maka akhirnya si niekouw tua tuntun ia. si juwita kenamaan. aku terima ia di sini untuk kerjakan ini dan itu. Ia toh lagi ikuti toa-soehengnya akan pergi cari ayahnya di Utara. sekalip un di musim dingin. scbaliknya. dari itu. satu di Tji p-sip-Ioen di Tibet. ialah satu di Ie-soh-tjiauw-beng di Mongolia Luar. ia pemah pelajarkan juga ilmu silat kasar-kasar. m n itu kuburan bcrumput hijau. ialah tepinya Sung ai Tay Hek Hoo. Inilah Soei-wan yang berada jauhnya tiga ribu lie dari Boe-ip. Kau telah terluka parah. tentang gunung di Tibet.si niekouw dengan perl ahan. bersama-sama soeheng aku biasa menggayuh perahu di dalam mua ra! Menyebut sang soeheng . Tatkala itu ada di permulaan musim panas. Ia merasakan sakit! Jadi ia bukan lagi bermimpi. Tentu! Kcnapa tidak? sahut si nona. ia hanya utamakan ilmu silat saja.€Ia jadi ingat pada pertempurannya di Boe-ip. siapa itu ay ah kau? Kau harus ketahui. akan tetapi menurut pembilangannya. Nona. pemandangannya ada cupat. kata . Bong Tiap masih belum tahu halnya si niekouw tua. kau belumsembuhjangan sembarang geraki tubuh. apa kau hendak turuti aku menyaksikan itu? tanya ia kemudian. Hoei S ioe boleh layani kau. Keadaan di sini masih tidak an eh. hingga si nona jadi semakin ket arik hati. Tempat apakah ini? akhir-akhirnya ia tanya. maka kau perlu beristirahat di sini. Aku punya soetjouw. Aku tidak takut udara dingin! Selama di Kho Kce Po. maka sekarang ia menjadi kagum d an ketarik hati. Sekarang aku hendak cari ayah di Djiat-hoo. maka juga dinamai Tjhee-tiong. dan hendak cari juga kedua soeheng. ia ada terlebih tua dari si niekouw. sekarang ini kau belum bisa jalan. Su dah tiga atau empat puluh tahun aku tidak pemah pergi ke Kwan-lwee. aku n anti cari tahu tentang mereka. Tentang ayahmu. niscaya kau tidak lemah lag . Niekouw itu usap-usap rambut orang. Di hari kedua. suaranya sabar. bawa udara ada bcrsih dan menycgarkan. Lebi h baik kau tuturkan aku tentang hal-ihwalmu. di Mongolia dan Tibet sama sekali telah dirika n tiga buah kuil. ia bersekolah sedikir. fan ada daerah di luar perbatasan.sendirinya. kata si niekouw sembari bersenyum melibat kek agumannya itu. ia bisa jalan dengan perlahan-lahan. buat pergi ke pckarangan luar. Kau juga tak boleh bicara. Hoei Sioe sudah tua dan kurus. dengan sikap tetap lemah-lembu t. Kau rebah lagi beberapa hari. barangkali aku bisa bantu pikirkan dayanya. Gunung Himalaya. Kau h bat itu gundukan tanah dengan rumpu tnya yang bijau? Itu ada kuburannya Ong Tjiauw Koen. Lantas si niekouw ini tuturkan ten tang musim atau hawa udara di Mongolia dan Tibet. serangan angin ti dak mendatangkan hawa dingin. aku nanti pergi. ia tanyakan itu pada Hoei Si oe. benar-benar niekouw tua itu telah berangkat menuju ke Djiat-hoo (Yehol). hingga Bong Tiap merasa hatinya terbuka. kau sudah keluarkan terlalu ban yak darah. Di sini biasa€€€tumbuh€€€rumput€€€putih. keadaan di s ana ada asing bagiku. kata ia. dilihat dari romannya. suaranya perlahan. baiklah. ia lekas menambahi. aku pemah dengar.€Ia sangat ketarik sama pemandangan jndah di luar kuil itu. sedikitnya lagi satu bulan. atau Kuburan Hijau.

Tat Mo Siansoe tidak cuma faham agama Budha. Orang mesti menutup mata. Kcmudian kcduanya bicara pula. kal teguraku Ia pun bersenyum. ia telah jadi muridnya si ni ekouw tua itu. Selagi mengucap demikian. Pemah aku tanya Soethay. Karena kata-katanya Soethay itu. meluruk turun. Menurut centa. ia bingung juga. hingga karenanya. Tat Mo Siansoe datang ke Tiong kok di mana ia berunding dengan Kaisar Liang Boc Tee. Bagaimana bila ia dengar kabar hal ayahnya? Apa bisa ia berdiam di kuil itu tanpa pergi sambangi ayahnya?€Bagaimana bila si ni ekouw tua itu paksa untuk ia berdiam di sini? Sementara itu. Itulah ada warisan nya Tat Mo Siansoc dari zaman Lam Pak Tiauw. tapi untuk bersilat saja kau tidak mau kata ia. ia ada bawa kabar yang mengejutkan. sesudah iasembuh benar. ia scnantiasa bersendirian saja. Selama beberapa tahun ini. Sim Djie telah kembali setelah beberapa hari kemudian. Man. yang terus ajak si nona ke pekarangan di iuar ruangan pendopo. ia sayangi si nona. dengan sendirinya.€Han ya di samping itu. sckali ini. Karena ini. Bcrsama ia. di Propinsi Hoolam di mana. ia mulai diberikan pel ajaran silat. untuk sepuiuh tahun. antaranya si orang Liauw-tong. Karena itu. Bagaim ana girang untuk jadi muridnya Sim Djie dan perolehkan kepandaian yang tinggi. Ia hampirkan pohon itu. Bong Tiap jadi kaget dan kagum. Soethay nampaknya Iesu. Maka itu. Kau bilang kau sayang aku. dalamnya kira-kira tiga dim.€ Aku belum berarti! Bong Tiap tidak puas. kata Sim Djie pada si nona. baiklah kau scndiri turut diamkan diri. Karena itu. Ia hunjuk alemannya. aku anggap kau beruntung sekali! Mendengar itu Bong Tiap jadi girang berbareng heran. malah ia wariskan juga piauw i. bcrapa usianya. untuk di pakai menggoyang. Bukan melainkan daun pohon. semasa Kaisar Liang BoeTee. Nona. kata ia. entah ke mana menyingkirnya Kiam Gim. telah memberikan bekas-bekas kedua telapakan tangan dan lengan. hingga ia dipandang sebagai ieiuhur pertama di Tiongkok tentang agamanya itu. untuk dipeluk.€ Apa kau sudi perlihatkan aku satu atau dua jurus Mana aku beratri? sahut Hoei Sioe. ia gembira bukan main. di mana ia hampirkan satu pohon sebesar pelukan. Kau lihat . dan kenapa ia nampaknya tidak jadi tua . Cukup€€sebegini. Soethay menghela napas ketika ia menambahkan: Aku bakal jadi lilin yang aka n habis sumbunya. yang makan usia sampai seratus tahun lebih! Aku bah aru mendekati seratus tahun. Aku nyatakan. ia send iri pun lagi bersemangat. Memang Hoei Sioe pernah bilang. kata ia. aku percaya dia tidak bakal lol oskan kau. Sekarang Sim Djie turunkan kepandaiannya kepada Bong Tiap. karena tak cocok pendapat. Itu adalah peristiwa hebat di gedungnya Keluarga Soh. Sekarang ia dapat pelajaran dari Kaum Sian Tjong . demikian katanya. Kaiau aku bikin rusak. seraya ia tunjuk pohon itu. Itu ada pohon hoa yang kuat-kekar dan ulet terhadap serangan es dan salju. ada€€orang€€yang€€€bakal arisinya. aku juga sudah merasai p erbedaan.kata ia kcmudian pada Hoei Sioe. Sudah puiuhan tahun ia iku ti Sim Djie. bila nanti Soethay pulang. Hoei Sioe kasih tahu kenapa dia tah u Sim Ojie bemiat ambil si nona scbagai muridnya. atau daun-daun lantas rontok. ketika dengan mengarungi lautan. ia gembira sekali. Soethay tertawa. ? . Bong Tiap menurut. Atas pertanyaanku itu. juga batangnya. ia jawab: Mana aku mengerti ilmu tak jadi mati? Tubuhku sehat disebabkan aku berlatih sila t. ia lantas berangkat ke Kuil Siauw Lim Sie di atas Gunung Siong San. aku belum dapat murid yang aku cari. sckarang ia dapati Bong Tiap scbag ai kawan. Toh ada orang tani biasa. hanya aku belum puas karena kepandaianku belum. Selang satu bulan. aku tidak punya kepandaian lain kecual i sedikit tenaga. Ia tak dapat tolak lebih jauh nona itu. €€kata€€ia kemudian. pemerintah Boan telah keluarkan titah penangkapan untuk Lioe Loo-kauw soe dan kawan-kawannya. Itu adalah buah-hasilnya kepandaian mclatih tenaga K im-kong-tjhioe atau Tiat-see-tjiang . yang rontok jatuh. apa Soethay ada mempunyai ilmu panjang umur hingga tidak bisa me ninggal dunia. baharu ia keluarkan tenagapya. tentang pertempuran dcngan pahlawan-pahlawan Istana Tjeng. hing ga ia berhasil membangun pelajaran agamanya. ia duduk bcrscmedi menghadapi tembok. Kerajaan Selatan dan Utara. ilmunya Budha pun tak dapat tolong membebask annya. Nona. ia juga pandai silat dan karang dua buah Kitab Ie Kin dan See Soei .

Hong T eng binasa belum lama sejak datangnya Boe Wie. Dalam peperangan di Shoatang itu. kcmudian kena disiasati juga oleh Ibusuri See Thayhouw. Kekejamannya Wan Sie Kay membangkitkan perlawanan hebat dari pihak Gie Hoo Toa n. Telaga Garam dari Tibe t. ia jadi peroleh kepandaian berbareng. apabila pikirannya scdang melayang. hingga ada cerita burung yang berbunyi: Sesudah dap at binasakan si telur kura-kura Wan Sie Kay. satu orang peperanga n pemerintah Boan. akan tetapi. Setelah sampai di Shoatan g. Lie Lay Tiong memasuki Gie Hoo Toan sesudah dalam kalangan Gi e Hoo Toan ini ada rombongan-rombongan yang anti pemerintah Boan. kedua dengan begitu ia bisa menyingkir dari tangann ya pemerintah Boan. telah dapat kebinasaan. Gcrakan Gie Hoo Toan dari Tjoc Hong Teng telah jadi dcmikian berpenganih hingg a Soenboe Yok Hian dari Shoatang tak bisa tak akui sebagai gerakan rakyat jelata . Tiga tahun bukannya tempo yang lama. Kaum Gie Hoo Toan sudah turun tangan. ia lakukan penindasan kejam. tap i gcrakannya bcrtambah hebat. tcntaranya delapan negara asing tela h meluruk ke Pakkhia. tiga tahun telah lewat. Kemudian Boe Wie undurkan diri. Bong Tiap dapati secara lekas. Tapi walaupun semua itu. dia mesti lekas kembali. malam ia yakinkan surat. karena hatinya Boe Wie ad a tawar sesudah ia dapat pengalaman yang tak memuaskan dalam kalangan Tjit Seng Hwee. Dalam perjalanannya ini. siang ia belajarsilat. tapi karena urusan negara ada lebih besar. Boe Wie tidak terlalu menank perhatian pemerintah Boa n. Untuk ini. s ebagai alasan. Kota T ok-tjioe kena dirampas. Sim Djie juga pemah ajak muridnya ini be rlari-lari di tanah datar dan Mongolia dan lihat Yam Ouw. Tanpa merasa. suasana telah berubah. Ia kembali ke dalam duniap erantauan. sejak Bong Tiap berguru pada Sim Djie Si n-nie. denga n tunggang seekor kuda. di waktu mala m. dan yang membelai juga. selama itu. yang hendak bekuk ia. Boe Wie dapat kemerdekaannya. Begitu permintaan Duta Amerika diterima baik. telah kena dibakar musnah. Wan Sie Kay ada dari golongan penj ilat asing. tidak sedikit jua pihak Boan meras akan sayang. Tjoe Hong Teng sendiri masuk golon gan yang bantu Tjeng Tiauw untuk membasmi bangsa asing (Hoe Tjeng Biat Yang). karena ia sudah p unya dasar Kim-tjhie-piauw. pembuat huru-hara. dengan begitu . Dan hikayatnya Tiongkok sudah mcngikuti karcn anya. Dan Kia m Gim datang pada Tjoe Hong Teng setelah ia sambangi isterinyadi Shoasay. tet api Boe Wie tidak demikian sungguh-sungguh seperti ia. mereka dipanda ng sebagai pengacau. seper ti bcnda bertukar bintang berpindah . Nona Lioe bisa belajar dengan cepat. tenaganya dia ini melulu hendak d ipakai buat menghadapi pihak asing. iapun ada mempunyai pasukan prive yang kuat. ia mampir di Poo-teng. Sembari cari Bong Tiap. Joe Lok terpaksa akui Gie Hoo Toan sebagai gerakan rakyat yang sah. Dasa r ia ada bekas punggawa Boan. ia kemukakan niatnya mencari Bong Tiap lebih jauh. kedua soehengnya itu. kawannya di Tit-lee pun maju ke Thia n-tjin. orang sebawah annya yang tadinya ada bekas sebawahan dari Tang Hok Siang. Tjoe Hong Teng. dari itu. sebab pemerintah itu lagi repot dengan gerakannya Gie Hoo Toan. ia digantikan oleh Lie Lay Tiong.Bouw-nie-tjoe. ia masih tetap dalam Gie Hoo Toan. malah Boe Wie ia pesan. seperti Yok Hian. Kiam Gim juga tidak lupai gadisnya. Demikian Duta Amerika sudah paksa pemeri ntah Boan tukar Yok Hian. karena ilmu pedang itu hampir bersamaan dengan Th ay-kek-kiam. Pemerintah Boan jerih terhadap Gie Hoo Toan. Tjongtok Joe Lok telah lakukan perlawanan keras tapi ia terdesak. baharu kita orang dapat makan nasi ! Selagi Gie Hoo Toan di Shoatang bergulat. Karena ini. malah Liong-tjia. hingga Kaum Gie Hoo Toan jadi tercebur dalam lau tan darah . hingga pcmandangannyasi nonajadi luas. Tapi Lie Lay Tiong ini. romannya Ham Eng dan Boe Wie.€Maka itu. Ia masuk bersama-sama Law Boc Wie. Boe Wie susul gurunya sesudah ia putus asa mencari Lioe Bong Tiap. Yok Hian ditukar deng an Wan Sie Kay si tukang jagal besar-besaran. murid ini berhasil atau tidak cari B ong Tiap. Lioe Kiam Gim telah memasuki Gie Hoo Toan pada tiga tahun yang lalu. nona ini seperti tcrbayang dengan roman a yahnya. melainkan di matanya rombongan paderi tukang sebar agama Kristcn. ialah Kereta Naga dari» Ibusuri See Thay houw. yang menunjang pemerintah Boan itu. kcsatu ka rena ia sctujui gerakan itu. Setelah Tjoe Hong Teng binasa. Di smi ia hendak wujud . Pun pelajaran pedang Tjepeh lian-peh Ngo Heng Kiam.

tiba-tiba ia rasai pundaknya ada yang tek an pula. jikalau perbuatan barusan ada perbuatan manusia. Orang ini. Hanya. pulang dan bereskan mereka. s iapa mau lantas percaya Ketua Heng Ie Pay mi? Dan ketiga. malah gurunya sampai dua dan ia sudah dapatkan juga In Tio ng Kie punya ilmu Poan seng teng kee atau Mendengar suara mengenal senjata . hanya orang duga ia tinggal bc rsunyikan diri di tanah datar di pcrbatasan. Boe Wie hiburkan. ia bic ara sedikit sama murid-muridnya Kiam Beng. ia mau ang gap matanya sedang kabur . secara kebetulan. Sebegitu jauh. tanpa kepaia. sungguh aneh. Akhirnya. Akan tetapi. ia angkat ka ki. oleh Tjiong Hay Peng dan Tok-koh It Hang. lantas ia undurkan diri. Apakah dia itu manusia? Boe Wie pikir. ketika ia bikin gerakan demikian. ia sampai di tepinya Sungai Tay Hek Hoo. Untuk ini. ia terdesak oleh gurunya. Lantas ia pun menyerang dengan piauw. di had apannya segera terlihat satu niekouw tua yang berjubah hitam. ia terperanjat bukan main. di antara mereka itu. urusan pengangkatan ahli waris i ni sudah terbitkan gelombang. kenaditolongi niekouw luar biasa itu. Karcna ini. karcna mercka berdua tak dapat lawan desakan saudara-saudara mereka. terus lenyap dalam gombolan rumput. bocah. sekali ini. pundak yang kanan. Murid-murid itu tidak puas tempo Law Boe Wie muncul dengan tiba-tiba menjadi pemimpin mereka. Begitulah ia dengar hal Sim Djie yang kesohor pada empat pu I uh tahun yang lar npau. mereka kasak-kusuk. dan Loei Hong bertabiat keras. di sini tak dapat orang sembarangan menghunus pedang! berkata niekouw . dalam takutnya. ca ra bagaimana dia mendadakan jadi kepala? Laginya. sampai di depan sebuah tanjakan bukit. tetapi yang Iain-lain tidak. Boe Wie tidak dikenal. siapa mau lantas percaya habis? Laginya Kiam Bcng berseiisih dengan Hay Peng. te tapi bayangan itu sudah lenyap. yang boleh diandalkan ada Kim Hoa dan Loei Hong berdua. ketika ia segera mcnolch. apa mau. tidak ada bukti dan Kiam Beng. Itu ada satu gerakan sangat cepat Ia tela h belajar silat sejak umur tuj uh tahun. dia pun mati daya. murid-muridnya Kiam Beng jadi kacau. Sejak itu. mercka tidak bcrd aya. yang mereka kepung. Ia sedang jalan dertgan asyiknya. sampai kemudian. seperti diketahui. Boe Wie berjalan antara pohon rumput yang tcbal dan tinggi. pasti ia tetap mcnolak. dengan garapang ia bisa melesat ke kanan. malah sekarang. He. ia dengar salah satu muridnya Ouw It Gok murid yang pernah rasai piauw Bouw-nie-tjoe dari Sim Djie Sin-nie cerita pada k awannya hal si nona. Adalah pada suatu hari. di tangan siapa ad a tercekal sebatang pedang panjang. Maka untuk men cari tahu.kan pesannya soesioknya Teng Kiam Beng. Dia tidak bisa kasih bukti untuk pe san terakhir dari Kiam Beng perihal pengangkatan ahii waris iiu. putcranya Kiam Beng. Boe Wie pun belajardar i Tok-koh It Hang. Ia telah pergi ke em pat penjuru. sampai kemudia n Teng Hiauw.Hay Peng. Murid-muridnyaTeng Kiam Beng ada campur-aduk. guna dimintai kctcrangannya. yang bergoyang-goyang. tangannya kena raba hanya sarung pedangnya-pedang Lan-gin-kiam yang su dah kosong! Maka sekarang. Tentu saja. sama sekal i ia belajar buat kira-kira dua puluh enam tahun. entah ke mana. sampaipun ke Sin-tek dan Boe-ip. Kim Hoa dan Loei Hong suka terima Boe Wie. dari samping kupingnya i a dengar ajakan: Mari! Ia ada seorang yang berpengalaman. Sekarang Boe Wie bikin pcrjalanan melulu untuk Bong Tiap. Maka akhirnya. yang kemudian undurkan diri. ia tampak bayangan berkelebat. Ia jalan cepat. t iba-tiba ia rasai sampokan angin. Boe Wie mesti cari beberapa orang tctua. karcna ia tidak sudi paksakan dni. tidak bcrani sebut namanya Sim Djie. kalau tidak. sedang Tjiong Hay Pen g jadi mendongkol. tetapi Kim Hoa lemah dan tak bisa jadi kepala. Di scbclah depan ia. yang berkilau-kilauan. sclagi demikian. untuk ia jadi ahli waris dari Thay Kek P ay. maka pelajarannya bukan lagi pelajaran asli dari Thay Kek Pay . Lioe K iam Gim dan Tok-koh It Hang tidak bisa turut meresmikannya. mcngurusnya. cuma Hay Peng seoran g yang bantu merekoki. Dalam hal ini. Sedangnya pemuda ini berpikir keras. Boe Wie jadi kebogehan dan tak enak hati. lantas pundak kirinya seperti kena ditekan ora ng. ia tidak peroieh ha sil. Dalam cuaca rcmang-rcmang. ia tak bisa bikin saudara-saudaranya tunduk terhadapnya. untuk terus hunus pedangnya. masihjauh. Siapa tahu. Ketika itu sudah maghrib dan angin sedangnya men i up keras. suaranya pun tidak terdengar . ia lihat cahaya kelak-kelik. Boe Wie menuju ke tapal batas.

marilah. maka baharu dua hari ta k makan dan minum. yang sifatnya tetap seperti biasanya. yang romannya sehat sckali. kudaku itu mati kehausan. dcngan undangannya. Boe Wie manggut. Pu n berpikir: Sudah sekian lama kita berpisah. yang berkepandaian tinggi luar biasa. Pernah apamu Lioe Bong. Kau benar-benar bersungguh hati. Tiap-tiap. Segera juga daun pintu dipentang dan di muka pintu muncul tubuhnya Lioe Bong T iap dengan koennya panjang yang putih. tapi sekarang.itu. ia berseru: Apa kau ada baik? Mana ayahku? Apakah Ayah datang bersama? . sahut Sim Djie. Di dalam h atinya. yang bahasakan diri pinnie . hingga kita tersesat. Sim Djie angsurkan pedang pada Boe Wie. mcrcka sudah sampai di depan kuil. sembari bersenyum dan kakinya bertindak. disusul sama suara yang nyaring halus: Soehoe. di luar orang ada orang . hingga dia mirip dengan bidadari. ia s egera insyaf bahwa niekouw ini mestilah Sim Djie Sin-nie yang kesohor. Baharu ucapkan itu habis atau sebagai gantinya. Untuk dua hari kita tak perol eh air. yang ia s edang cari. dia tcntu akan antap Bo ng Tiap ikut aku. manusia masih dapat bertahan. Jalanan ada dari tepi sungai menuju ke tanah da tar rumput. Loo-tjianpwee telah tolongi nona itu. da ri itu. dan ia tanya. di luar Iangit ada langit. ia segera maju menghampirkan. pertama-tama untuk menghaturkan terima kasih. sampai ia lupa mcncgur. siapa itu? B agaimana ada tetamu datang kemari? Jangan Soehoe dustakan aku . aka n tetapi. kedua untuk mohon bertemu denganny a. maka juga teetjoe telah datang kemari. inilah tempat bernaung pinnie. sebab kalau tidak. Sim Djie hampirkan pintu dan ketok-ketok itu. ia mengawasi dengan tajam. kenapa kau tidak lekas menyambut? demikia n katanya. dalam kaget dan heran. Sekarang. Baharu sckarang ia ketahui. adalah dia masih pikirkan soehengnya ? Hatinya Boc Wie tegang sendirinya. Ya. Mana kud amu? Orang she Lauw ini memakai sepatu piranti menunggang kuda. Tiap itu? ia balik tanya. Gurun pasir disini masih tidak terlalu menakuti. sahut ia. temyat aj kau betul-betul liehay. Boe Wie kenali baik suara itu. ada tetamu. di dalam terdengar tindakan ka ki yang berlari-lari.€ Di sini ada tempat kediaman Budha ya ng tidak boleh mendengar suara alat-senjata saling beradu! Bukan main herannya Boe Wie akan kenali pedangnya. Segera ia awasi pemuda itu. sebentar saja kau bisa ditump uki pasir hingga mcnjadi gundukan. di mana ada Jam pendeta perempuan yang begini lie hay? Oleh karcna itu. Niekouw ini menyebut dua ekor keledai. Pada bebcrapa hari yang lalu. Boe Wie keiihatanny a masygul. Nona Lioe itu ada socmoaynya teetjoe. begitu melihat kau. orang liehay tidak ada batasnya. ia kata: Dia rupanya telah ketahui maksud hatiku. ia agaknya merasa rada asing. teetjoe diserang an gin dan hujan pasir. Sim Dj ie berkata pula. Boe Wie mengawasi soemoay itu. tetapi ia bersenyum. kau adalah toa-soehengnya. Adal ah Bong Tiap. Kau sampai mend apat ketahui yang aku telah bawa nona itu kemari! Memang aku pernah dengar Bong Tiap bilang. Teetjoe mohon tanya. binatang tidak. di tengah bukit mi ada sebuah kuil dari mana api terlihat. Loo-tjianpwee. Sementara itu. yang tak biasa jalan di padang pasir dan tak tahan berdahaga. Ialah. kata ia. tapi sambil tertawa. dia binasa. ialah dari tengiolcng yang digantung di dep an rumah berhala itu. Ia heran tampak Boe Wie. aku menduga padarauJ aku lantas mencoba-coba. Simpan ini baik-baik kata ia. berkata ia seraya memberi hormat dengan menjura dalam. maaf. aku nanti carikan ka u dua ekor keledai jempolan! Diam-diam Boe Wie bergirang. Tunggu sampai kau berangkat. Adakah ini kuil Soethay? Boe Wie tanya. apakah Nona Lioe Bong Tiap ada di sini? Niekouw itu berhenti bertindak. jawab Boe Wie dengan sikap sangat menghorm at. lalu mc ndaki bukit yang pcnuh batu bcrancka warna. Kuda kau pasti ada kuda dari Kwan-lwee. ia lantas ikuti pendeta pe rempuan ini. Jikal au berada di Mongolia luar dan kau diserang badai. si pendeta percmpuan yang miskin. Teetj oe ada Law Boe Wie. hingga kclihatan cahay* kelak-kelik makin lama mak i n dekat. Habis berkata. berkata Sim Djie sambil tertawa. Sim Djie tertawa. yang pun kembalikan bebcrapa barang Kim-tjhie-piau w pada Boe Wie Boe Wic bingung. hingga kcmudian Boc Wie tampak.

kata ia. Maukah Soeheng ajak aku? Tapi ia berdiam dengan tiba-tiba. pulang ke rumahnya. Jadinya kita orang-orang perempuan tak kalah dengan orang laki-laki. untuk juga carikan dua ekor keledai. ia menuju ke dalam rimba. Bagaimana d engan dia? Bong Tiap maksudkan Ham Eng. Hanya. Soehengmu baharu sampai. bilamana tidak ada Soehoe. Ham Eng tak sempat pikir untuk tengoki soehengnya dan soemoay. Di lain pihak. Soemoay. Soeh oe ada di Hoopak. Bahagian perempuan dari Gie Hoo Toan disebut AngTeng Tj iauw. sampai beberapa musuh kctinggalan sedikitjauh di sebeiah bclakang. bukan kau undang masuk untuk beristirahat. Seperti sudah diketahui. Kita berdua adalah berjodoh. ia tambahkan kemudian. ia masih leluasa. Soehoe menyayangi aku sccara luar biasa. i a jadi sangat repot. bagaimana mere ka labrak pahlawan-pahlawan Boan. ia main mundur. Soemoay jangan kuatir. hingga Bong Tiap gembira bukan kepalang. Sungguh berbahaya! soeheng ini kata. kenapa aku lupa sebut dia? kata ia dalam hatinya. Soemoay. mcla njuti pelajaran silatnya. akan ikuti ayahnya. tidak kurang suatu apa. hamper aku binasa! Sekarang ada gilirannya Bong Tiap. dan sudah maghrib juga. ia bertindak ke depa n muridnya sekali. Anak itu beruntung sekali! kata ia. kau baik? ia balas tanya. Mari masuk. Ia insyaf akan kcalpaannya . ia tertawa. ia ketarik akan dengar hal Pergerakan Gie Hoo Toan. sahu t ia. yang nampak bertindak keluar. Boe Wie lantas tuturkan halnya Ham Eng. Bong€€Tiap€€tertawa€€setelah mendengar keterangan soehengnya. di waktu dipe gat. Keledai untuk kau pun sudah disiapkan . Tjoh Lian Tjhong. Boe Wie dirintangi oleh Ouw It Gok. kemud ian ia masuk ke dalam. Cerita panjang. nona ini sangat bcrduka. Dia pun tak sampai terluka!€Tidak demikian dengan aku. yang berbahaya . Soeheng. kata si nona kemudian. ayah ini antar puteranya pada it u guru silat. terpaksa ia m enuju ke Shoatang. agaknya ia ragu-ragu. ia menyingkir terus sampai di tempat belasan lie jauhnya. mendengar mana. kepala siapa ia usap-usap. akan tuturkan pengalamannya. Soeheng. untuk titahkan Hoei Sioe lekas siap-siapkan air teh dan b arang makanan. Mclainkan aku he ndak pesan kau. yang satunya layani Ham Eng. Dengar begitu. hingga akhimya denga n ngamuk sedikit ia bisa tinggal pergi semua lawannya itu. ketika Tjoh Lian Tjhong dapat tahu Li oe Kiam Gim berada dalam kalangan Gie Hoo Toan. Boe Wie gunai ketika itu aka n tuturkan Bong Tiap tentang pertempuran di rumahnya Soh Sian Ie. kau hendak cari ayahmu. tapi di situ ia tak dapati Boe Wie dan Bong Tiap.€Dan ia ber kata-kata sembari tertawa. Bong Tiap. Ia lantas tertawa dengan terpaksa. bagaimana aku bisa tak mengizinkan kau perg i? demikian suara tiba-tiba dari Sim Djie. Demikian. yang tolongi aku. kata si nona sesaat kemudian. dari itu. Karena tidak berdaya. Selama . dengan terpaksa . Kau tahu. Guru ini segera hunjuk sikapsungguh-sungguh. cntah bagaimana pikirannya Sochoc. tetap i waktu mendengar tneninggalnya Teng Kiam Beng. Di samping seora ng itu. Boe Wie sadar. tak bisa aku lantas bicarakan tentang Tjoh-soetee. Boe Wie ulur lidah karena gegetun. Anak. Kau telah bicara banyak. Bcsoknya baharu ia kembali ke tempat pertempuran. ia akan izinkan aku pergi atau tidak .€ Ah. kau sudah hujani dia dengan banyak pertanyaan. kenapa kau tidak scbut-scbutsam-sochcng. aku juga ingin turut kau pergi melihat-lihat Gie Hoo Toan. hingga Ham Eng ikuti pula sang guru dalam perjuangan. walaupun demikian^ untuk menyingkir dari musuh-musuhnya. nampaknya ia baharu ingat suatu a pa.Sim Djie tertawa menampak Ieganya si nona. kata Sim Djie. Tetapi. Tiap. di dalam mana ada tu rut orang-orang perempuan. atau Sinarnya Lampu Merah . jangan kau buat kuatir. ia menumpang mondok pada satu penduduk tani. Adalah kemudian. yang ajak tetamunya pergi ke Ruangan Hoed-tong. dalam keadaan seperti itu. kata nona i ni dengan gembira sekaJi. ia tak kurang suatu apa-apa. Boe Wie tercengang sebentaran. dan dari tiga konconya yang liehay dari It Gok itu. untuk sekalian tengok ayahku. Ya. Ham Eng dikepung kira-kica sepuluh konco lainnya dari musuh. sembari bertempur. Hanya.sambil tertawa* Boe Wie bersenyum. dan kepung Bong Tiap.

akan tetapi ia heran akan si fatnya pcsan itu. Soehoe mengapa kau mengucap begini? kata ia. Inilah pesan yang pertama. apabila kau inginkan itu. kuil ini dan semua kita b yang berada di dalamnya. ia lantas angkat Ho ei Leng menjadi alili vvaris. Apakah kau bisa ingat itu baik-baik? Bong Tiap manggut Sim Djie menghela napas. ialah besokannya. tetap i baiklah aku jelaskan sedikit tentang kedua Golongan Selatan dan Utara itu Lam Pay dan Pak Pay. Ia awaskan pula muridnya itu dengan tajam. kata Sim Djie akhimya. Siapa dapat memastikan segala apa yang belum terjadi? Aku hanya hendak terangkan. Di waktu memberikan pelaja ran. kau ialah maj ikan di sini. kita bicara urusan lain. yang biasa melaiui gurun pasir. meski demikian. Ngo Tjouw dari Sian Tjong. si Nona Lioe tak dapat bicara pula dengan Sim Djie. karena masing-masing ad a puny a kcscmpurnaannya sendiri-sendir i. tetapi kau bukannya murid yang sucikan diri. Aliran Utara ada lebih memberi kenyataan daripada aliran Selatan. dari itu. j ikal au kau merantau. Bong Tiap dan Boe Wie menurut. Soetjouwmu adalah Sian Tjong Pak Pay. kedua matanya ditutup rapat. aku mesti bicara dengan kau. tak dapat aku minta k au. Tapi. untuk pamitan. aku hendak serahkan sesuatu kepada kau. tapi hal yang scbcnarnya tidak demikian. ketika ia buka pintunya menerima murid. ia telah punyakan seribu lima ratus pengikut. Besok Hoei Sioe akan siapkan dua kelcdai. adalah yang disebut Oey Bwee Taysoe. Aliran Selatan mengutamakan kesadaran lantas. Sian Tjong merupakan dua aliran atau golongan. Tiap. kaca terang bukannya kaca. u ntuk mencari kemajuan. ia dapati sang guru lag i duduk bercokol. Hong Oen. karena waktu ia pergi kepada gurunya itu. Siapa bisa bilang tentang hal-hal yang bakal terjadi? ia meneruskan. agar tidak ketempelan debu . ia tidak berani mengatakan apa-apa. akan tetapi dihari kedua.tiga tahun kau juga telah dapat mempelajarkannya bukan sedikit. Umpama muka kau kotor. maka itu aku larang kau berlaku jumawa. ialah Selatan (H oei Leng) dan Utara (Sin Sioe). karena aku tidak tahu. Sekarang pergilah kau orang beristirahat. tidak setujui itu. yang kerjanya menumbuk beras. Aku scndiri anggap. maka dari mana datangnya debu? Ngo Tjouw kagum akan ujar-ujar ini. Soehoe ada begini schat-walafiat. seperti aku. lalu ia lanj utkan: Kau adalah murid ku. kita orang bakalbertcmu pula atau tidak ia tambahkan. Bong Tiap terkejut. ialah Sin Stoe. pemah Ngo Tjouw inginkan sesuatu muridnya menuliskan sebuah kata-kata: muri d kepala. Terutama di saat pikiran sesat dan kusut. tapi aku harap kau bisa ingat baik-baik ujarnya Sin Sioe Tjouwsoe untuk setiap waktu rajin mcngebuti dan mcnyusu t. akan tetapi satu murid pendeta. Kedua ujar itu telah menyatakan adanya dua aliran. Ketua dari Go longan Utara. sudah menulis ujar yang berbunyi: Tubuh adalah pohon bo di. gurunya. toh akaninsyaf. diam saja. kau mesti dapat memiki r untuk mengcbut dan meny usuti itu hingga bcrsih. Tapi. kau niscaya ketahui itu. tidak nanti sembarang orang bisa perhina pada kau. teristimewa jangan lancang gunai piauw Bouw-nie-rjoe . andaikata lain waktu kau datang pula kemari. dan Aliran Utara menginginkan kesadar an perlahan-lahan. sehari demi sehari. ke napa Soehoe bilang kita orang akan bisa bertemu pula atau tidak? Sim Djie Sin-nie menghela napas pula. hati umpama kaca terang. mereka undurkan diri. ia telah minta orang tolong ia tuliskan lain ujar ialah: Bodi bukannya pohon. setiap saat hams raj in dikebuti dan disusuti. guna mcndapat kesadaran. semua adalah kepunyaan kau. supaya tak membikin debu bergumpal. Aliran Utara utamakan setiap hari rajin dikcbu ti dan disusuti . kita b aik jangan bicarakan itu. sebenamya tidak ada benda. karena jarang ada orang yang baharu tcrlahir atau yang dengan tiba-tiba mcmpcrolch keinsyafan. napasnya tidak bcrjala . Anak. yang bemama Hoei L eng. ti dak usah terialu berkukuh. akan itinggal menyendiri di gunung yang sunyi-scpi. pesan perpisahan. orang angga p Aliran Selatan lebih sempurna dari pada Aliran Utara. bukankah itu perlu dicuci setiap hari? Ka u bukannya murid Budha. Di zaman belakangan. Semua murid anggap ini adalah ujar yang paling sempurna. Itulah mirip pesan terakhir. maka sejak itu. berdiam di kuil tua. Sekarang ini ka u baharu dapati empat atau lima bagian dari kepandaianku. kau telah ikuti aku beberapa tahun. kesadaran. Bong Tiap insyaf sempurnanya ujar-ujar sang guru. artinya kemudian setetes demi setetes.

Boe Wie mengawasi Puncak Tay Tjeng San. kau seperti ada pikirkan apa-apa. Semasa aku berusia sebesar kau. Ia tunjuk puncak gunung. tapi kapan ia dekati. bahwa segala apa ada kosong bclaka. Kenapa? tanya ia. bay angan itu perdengarkan suara halus yang ia kenal baik: Soemoay. Maka akhirnya. dan hatiku mirip dengan salju yang ber-es itu. Lama Bong Tiap pikirkan sikapnya soeheng itu. . Bcbcrapa kali ia dapati soeheng itu menoleh dan mengaw asi ia. hatinya goncang. biar bagaimana. kata ia. ia scpcrti dipaksakan. yang berlaku sangat baik padaku. hingga mereka jalan berende ng. air mukanya berubah sendirinya. yang bagaikan tcka-tcki. ia ingat ayah dan ibunyadan Ham Eng juga. Aku mirip dengannya. ia d apat mencrkanya. kau biasa pandang aku sebagai ad ik sendiri. seperti mesti dipikirkan dahuiu. Lantas Bon g Tiap urus mayatnya guru itu. Soeheng ini seperti pcrbataskan d iri selagi mcngawani sang socmoay. ia kata dalam hatinya: Nona tolol. bahwa hati adalah pusat. ada luasdan lama. terlunta-lunta dan mcrantau sebasai aku. kuatir nanti tcrulang kejadian sehebat di Boe-ip . merantau ke tempat di mana tak . Malam itu Bong Tiap tak bisa tidur. ia dapat perasaan. Ingat Ham Eng. yang bcrpcsan agar murid ini insyaf. Soemoay. penderita anku. ia hiburkan diri. aku pun pandang kau sebagai kanda k andungku. lihat Gunung Tay Tjeng San ini. ia mengerti jugatentang agama Budha.n. aku tak ingat jelas lagi. untuk ia mcnjadi niekouw. ia toh bcrduka. pikirannya tidak tentaram. aku turut bangun jawab soeheng i tu sembari tertawa jugaDasar€€polos. Hanya. Habis itu. Boe Wie tidak lagi bcrgcmbira sewajarnya. ibukota Propinsi Soei-wan. Kau mirip dengan musim Tjocn yang penuh dengan kegembiraan Tidak demi kian dengan aku. saljunya tak pernahjadi lumer. tetapi lekas-lekas ia tetapkan itu. maka ia pergi k cluar rumah dan saksikan salju yang terang bergemilang. Eh. untuk mana. Pengaiamanku. dari itu. sang guru mcning galkan seheiai kcrtas dengan tulisan. aku sudah biasa hidup se ndiri saja. Aku biasa mondar-mandir seorang diri. gunung bersalju masih belum tepat melukiskan perasaan hatiku. Merasakan ini. Soeheng. seperti hcndak bicara. aku menerangkan. benarkah itu? Kau biasa malang-melintang. Kenapa? Boe Wie ulangi. Aku tidak dapat tidur. Mclainkan di sampi hgnya. katanya dia menoleh karena kuatir soemoay itu ketinggalan. Boe Wie dan Hoei Sioe bantui ia. Bong Tiap bergidik sendirinya. sekaiipun wajahnya ayah dan ibuku. yang alisnya mengkerat. maka itu. Salju di puncak i tu tak lumer setahun gelap. Sementara itu. Sampai sekian lama. kau juga ada orang-orang yang meny ayanginya. Ia teJah lama ikuti guru itu. Bong Tiap tak dapat kendalikan diri. siapa nanti pakaikan kau jubah suci? Ia pun lantas ingat tanah datar. Soeheng juga belum tidur? ia balas tanya. waktu ia hendak menegur. demiki an perasaanku. aku sebaliknya tak dapat berdiam tetap di rumahmu. Law Boe Wie. Nyata guru itu telah menutup mata. mer eka numpang bcrmalam di rumahnya satu penduduk di kaki Gunung Tay Tjeng San. Kau menanya. Ia bcrcekat. yang berdiri tegar. Soemoay. yang menanya. kalau kau tidak sucikan diri. kau berhati terbuka. aku tidak punya saudara lainnya. hatinyajadi tidak tentaram. Muara Kho Kee Po. Hari itu mereka sampai di utara Kota Koci-soci. kadang-kadang bicaranya tidak lancar. sambil bersenyum. sochcng ini beda da ri pada dulu-dulu. kau belum tidur? Itulah sang toa-soeheng. ada urus an apa yang membuat kau memikirkannya? Soeheng. Kau bel um bersengsara. kau punya ibu. Kau punya ayah. ia sedang terpesona ke tika ada bayangan tiba-tiba berkelebat di depannya.€ Selama beberapa hari ini. tetapi tidak lama. baharu ia bicara. Aku sendin rak tahu. melihat Soemoay bangun. ia adalah satu nona. soeheng itu bungkam. walaupun ia tetap s uka bicara dan tertawa. tiba-tiba ia merasa. apakah kau tak dapat utarakan apa yang kau pikirkan itu ke p ad aku? Ditanya begitu. selam anya tak pemah lumer. waktu ditanya. da n biarpun ada Soehoe dan Soebo. kar ena ia masih muda. dal am perjalanan ini. bahwa karma ada seumpama impian. apa bukannya Sim Djie mengharap ia jadi murid sejati.€€berdua dengan soehengnya. i a insyaf pentingnya pesan itu. Pun cak gunung itu setahun gelap bcrsalju.

Toh. Apakah Gie Hoo Toan tak mirip dengan laut yang bergelombang? Sahabat? dan Boe Wie menyengir tertawa getir. walaupun aku sudah cari. maka itu aku sangat benci pem erintah Boan serta budak-udaknya. seperti naga dan ular bergumulan. tak dapat tidur dengan tenang. aku kekuranga n satu sahabat. Seringsering aku kuatirkan datangnya sang malam gelap-gulita. Soeheng. Bong Tiap hidup diuruki kesayangannya ayah dan bundanya. aku juga hilang harapan. aku juga mcncintai dunia. kau barangkali benar. mustahil kau tak mempunyai sahabat? demikian si non a. yang tunjuki aku suatu jalanan. Mendapatkan Gie Hoo Toan. Kau toh pernah tempatkan diri dalam Gie Hoo Toan. orang ad a baik hati tetapi orang toh cuma pandang ia sebagai kanda. karcna itu. maka kctika dengan pelahan ia angkat kepalany a. menunggui sang malam sampai datangnya sang fajar. yang selama€€sis anya€€saat-saat pertempuran. aku sudah gembira Aku ingin menemui itu rombongan entjieenijie dan adik-adik dari Hong Teng Tjiauw. berkata ia. toh aku jenuh akan bersendirian senantiasa. aku ingin berada di antara mereka. Lebih banyak tempoku. tapi ia terharu mendengar kata-kata orang. aku ada satu -bocah yang tidak mengerti apa-apa. Aku bersendirian saja di waktu p agi. Mirip seperti nona yang belum masak . aku in gin berikan kebahagiaanku kepada siapa yang membutuhkannya. Kau masih sedang se garnya. sampai Bong Tiap potong ia. Toh aku masih merasakan kosong. di waktu maghrib! Kau tahu aku biasa merantau. Mend engar cerita kau saja. Aku tak dapat jelaskan itu. rumah ku juga boleh menjadi rumah kau. tetapi aku juga merasa tcrtarik. ya. Sim Djie Sin-nie. yang tak beroman. ia toh dilin dungi gurunya. lebih suka aku duduk men jublek. aku masih belum dapati tenaga untuk gempur Kerajaan Boan yang telah berakar kuat. aku kesepian. aku telah dapati Gie Hoo Toan. selagi kau bersendirian. seperti itu anggota-anggota dari Pie Sioe Hw ee dan Gie Hoo Toan. belum pcmah ia hadapi soa . hatiku sebenar nya€€lemah. Soemoay. jikalau bisa. aku ada asing terhadapnya. dan ia tidak be rani mendesak Bong Tiap sendiri malam itu. aku telah cari suatu himpunan yang berpengaruh. aku bersedia untuk me njadi adikmu. hingga sukar aku melihat tega s. atau mendengari berkeri cikannya air mengalir : Boe Wie bicara terus. mari kita pergi beristirahat. Sekarang sudah tak siang lagi. dari itu. Oh. Boe Wie lanjuti sesudah ia bc rhcnti scbcntar. Boe Wie merasakan sangat kecewa mendengar kata-katanya Nona Lioe itu. di saat kau merasa kesepian . Aku punyai sahabat-sahabat kekal. di gunung-gunung di mana melulu ada pekiknya sang kera dan mengaun gnya sang harimau. Aku lebih takuti dunia yang tak bersuara. Demikian. aku€€biasa bersendirian. atau di tempat air mengalir. aku biasa berka wan dengan pedangku saja Belum pernah ada satu sahabatku. s elama tiga tahun yang belakangan ini. Sekarang ini Gie Hoo Toan antaranya bercita-cita Hoe Tjeng . yang bening dan keruh berc ampur jadi satu. seperti ayahmu itu. aku seperti juga lagi mimpi dan separuh mendusin . kau tak tahu. Tapi aku me ngasihi rumah tanggaku. Aku pernah dengar dongeng tentang semut yang kecil sanggup binasakan scrigala yang besar. IX Sadari masih kecil. Bong Tiap tak mcngcrti soeheng ini. untuk ku mpuli banyak kawan. bisa menghiburi aku. hingga di waktu tengah malam yang sunyi. a ku lebih suka dcngari suaranya sang raja hutan dan kera.ada manusia. sahut Boe Wie dengan lesu. dala m hal apa aku bisa bantu kau. Mengena i Gie Hoo Toan. yang perhatiannya ketarik bukan main. kau ketahui cara binasanya€€ayah dan ibuku. Juga di dalamnya. seperti Tok-koh It Hang yan g sekarang berada di Kwan-gwa. Aku tidak tahu. Soemoay. kau biasa merantau. yang dapat melegakan hatiku. Satu hal aku bisa terangkan. aku ingin layani kau sebagai kandaku sendiri. terus sampai sang fajar datang. Sahabat aku mempunyai! Aku pun puny a akan guru yang menyayangi aku. kau tanya apa yang mengganggu pikiranku. Sampai sebegitu jauh. Soemoay. R upanya di antara mereka kau masih belum dapat cicipi kesenangan . yang bisa turut merasai kegembiraan dan kedukaanku. ialah menunjang Kerajaan Boan. walaupun ia bidup menyendiri. aku lihat. matanya mengembang air.ng aku lewati tidak bersama sahabat-sahabat. aku sudah layu. Soeheng. ia masih mondar-ma ndir. Aku bersyukur untuk kebaikan hatimu.

€€ia€€€memang memandangnya sebagai kanda sejati. bahwa kalau satu anak pcrcmpuan te lah menjadi bcsar. rasa syukur ini menjadi berlipat sctclah ia ketahui. Bong Tiap selalu merasa menghormati dan mengagumi. u ntuk tiga tahun.l-soal atau soal yang berat. Ia asing tcrhadap cinta tetapi ia toh ketarik Inilah pasti bukannya! ia kata da lam hatinva. Samar-samar ia in gat. Bong Tiap iantas ingat Ham Eng. pernah Ham Eng tanya ia: Adik ku. Sekarang juga. masanya akan datang yang dia akan hadapi soal seperti yang ia hadapi sekarang. tctapi ia masih ingat baik-baik. selama ia ingat Ham Eng. sda . apakah ini juga yang dinamai cinta . Ia tidak tahu. maukah kau bcrkumpul selamanya denganku sebagai ini? Ketika itu. mereka tak akan asing satu dengan lain. Baharu tiga tahun yang lalu. baharu kali ini. ia percaya. ia merasai itu. ia bersyukur sekali. sesudah mereka berpis ahan tiga tahun lamanya. ia tak insya f akan pertanyaan itu. Ketika itu. inilah apa yang ia dahuiu pernah dencar. kalau nanti mereka bertemu pula. ia gembira. iamasih memain pc rahu sama-sama itu saudara seperguruan. Terhadap toa-soehengnya. Pun. dan sejak soeheng itu tolongi ia serumah tan gga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful