Anda di halaman 1dari 2

Sistem Klasifikasi 5 Kingdom

Perkembangan selanjutnya, para ilmuwan telah mengembangkan cara pengelompokan


makhluk hidup yang lebih baik dan lebih maju dibandingkan dengan cara-cara
pengelompokan pada zaman prasejarah.
Aristoteles (384 – 322 SM), mengelompokkan makhluk hidup menjadi dua kelompok,
yaitu tumbuhan dan hewan. Tumbuhan dikelompokkan menjadi herba, semak dan pohon.
Sedangkan hewan digolongkan menjadi vertebrata dan avertebrata.
John Ray (1627 – 1708), merintis pengelompokkan makhluk hidup kearah grup-grup
kecil. Ia telah melahirkan konsep tentang jenis dan spesies.
Carolus Linnaeus (1707 – 1778), mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan pada
kesamaan struktur. Ia juga mengenalkan pada system tata nama makhluk hidup yang
dikenal dengan binomial nomenklatur.
Pada tahun 1969 R.H Whittaker mengelompokkan makhluk hidup menjadi 5 (lima)
kingdom/kerajaan, yaitu :
1. Monera (bakteri dan ganggang biru)
Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Monera memiliki sel prokariotik.
Kelompok ini terdiri dari bakteri dan ganggang hijau biru (Cyanobacteria)
2. Protista (ganggang dan protozoa)
Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Protista rnemiliki sel eukariotik.
Protista memiliki tubuh yang tersusun atas satu sel atau banyak sel tetapi tidak
berdiferensiasi. Protista umumnya memiliki sifat antara hewan dan tumbuhan. Kelompok
ini terdiri dari Protista menyerupai hewan (Protozoa) dan Protista menyerupai tumbuhan
(ganggang), dan Protista menyerupai jamur.
3. Fungi (jamur)
Fungi memiliki sel eukariotik. Fungi tak dapat membuat makanannya sendiri. Cara
makannya bersifat heterotrof, yaitu menyerap zat organik dari lingkungannya sehingga
hidupnya bersifat parasit dan saprofit. Kelompok ini terdiri dari semua jamur, kecuali
jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycpta).
4. Plantae (tumbuhan)
Tumbuhan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya terdiri dari banyak sel yang telah
berdiferensiasi membentuk jaringan. Tumbuhan memiliki kloroplas sehingga dapat
membuat makanannya sendiri (bersifat autotrof). Kelompok ini terdiri dari tumbuhan
lumut, tumbuhan paku, tumbuhan berbiji terbuka, dan tumbuhan berbiji tertutup
Plantae (Tumbuhan)
Algae (ganggang)
Bryophyta Lumut)
Pterydophyta (tumbuhan paku)
Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Gymnospermae (Biji terbuka)
Angiospermae (biji tertutup)
Monocotyledonae
Dicotyledonae

5. Animalia (hewan).
Hewan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya tersusun atas banyak sel .yang telah
berdiferensiasi membentuk jaringan. Hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri
sehingga bersifat heterotrof. Kelompok ini terdiri dari semua hewan, yaitu hewan tidak
bertulang belakang (invertebrata) dan hewan bertulang belakang (vertebrata).

Vertebrata
Pisces (ikan)
Amphibia (amfibi)
Reptilia (hewan melata)
Mammalia (hewan menyusui

Invertebrata
Porifera (hewan berpori)
Coelenterata (hewan berongga)
Platyhelminthes (cacing pipih)
Nemathelminthes (cacing gilig)
Annelida (cacing gelang)
Mollusca (hewan bertubuh lunak)
Arthopoda (hewan bertubuh beruas2)
Echinodermata (hewan berkulit duri)

Pada tahun 1970-an seorang mikrobiologis bernama Carl Woese dan peneliti lain dari
university of Illinois menemukan suatu kelompok bakteri yang memiliki ciri unik dan
berbeda dari anggota kingdom Monera lainnya. Kelompok tersebut dinamakan
Archaebacteria. Archaebacteria lebih mendekati makhluk hidup eukariot dibandingkan
bakteri lain yang merupakan prokraiot. Hal itu menyebabkan terciptanya sistem
klasifikasi 6 kingdom pemisah kingdom Archaebacteria dari anggota kingdom Monera
lain yang kemudaian disebut Eubacteria.
Masing-masing kingdom/kerajaan makhluk hidup dibagi-bagi menjadi Divisio/Divisi
untuk tumbuhan dan Phylum/Filum untuk hewan. Setiap Divisi atau Filum terbagi
menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil. Demikian dan seterusnya.
Setiap kelompok yang terbentuk dari hasil klasifikasi makhluk hidup, disebut Takson.
Lahirlah istilah taksonomi (takson = kelompok, nomos = hokum), atau juga disebut
sistematika (susunan dalam suatu system).
Berdasarkan uraian diatas dapat ditafsirkan, bahwa para ilmuwan mengelompokan
makhluk hidup beerdasarkan banyaknya persamaan dan perbedaan baik morfologi,
fisiologi, dan anatominya. Makin banyak persamaan, dikatakan makin dekat hubungan
kekerabatannya.
Makin sedikit persamaannya, makin jauh kekerabatannya. Makhluk hidup yang memiliki
banyak persamaan ciri, dapat saling kimpoi dan menghasilkan keturunan yang fertile
(subur), maka makhluk ini dimasukkan ke dalam suatu kelompok (takson) yang disebut
spesies atau jenis.
Sesuai dengan perkembangan klasifikasi, maka pengelompokkan atau klasifikasi
makhluk hidup tidak lagi berdasarkan manfaatnya tetapi sudah berdasarkan ciri-ciri
morfologi,anatomi dan fisiologinya.

Anda mungkin juga menyukai