Anda di halaman 1dari 15

PHYLUM PROTOZOA

Ialah hewan-hewan yang


bersel satu dengan ukuran
microshopis tetapi ada pula yang
dapat dilihat macroshapis. Pada
umunya sel adalah mikroshopis
tetapi ada juga sel yang makroshopis.

Misalnya : telur

CIRI-CIRI UMUM PROTOZOA

1. Trediri dari 1 sel (unicellular)

Tetapi ada juga beberapa spesies yang membentuk koloni walaupun terdiri dari 1
sel

2. Alat-alat tubuh / organ disebut Onganella

Walaupun hanya terdiri dari 1 sel tetapi mempunyai alat-alat tubuh

Misal : Flagella → misal pada euglena, valrax

Bulu getar → misal pada paramecium

Euglena → Vacuola berdenyut pada paramaecium

Vacuola makanan pada amoeba


3. Perkembangbiakan
a. Asexuil

Misal : - pembelahan biner euglena, paramaecium (dari 1 → 2)

- pembelahan ganda (dari 1 menjadi 4)

- membentuk pucuk / tunas

b. Sexuil / melalui gamet

Karena hewan-hewan ini belum mempunyai sel-sel kelamin yang khusus


(ovum dan sperma) maka perkawinannya disebut konjugasi.

4. Tempat hidup

a. Bebas di semua tempat

Misal : - permukaan air baik tawar / asin

- dalam air

b. Comensal

Ialah hidup bersama yang satu mendapat keuntungan dan yang satu
tidak dirugikan

c. Simbiose

d. Parasit

Ialah yang satu untung yang satu rugi

Misal : Amoeba desentri


Amoeba Spirochaeta

5. Cara Makan
a. Holozoic ialah makanan hewan lain dengan melalui “mulut“ nya (mulut
semu)
b. Saprozoic ialah meng-absortir nutrisi yang telah larut dari hewan (zoic =
hewan)
c. Sapropitic ialah meng-absortir nutrisi yang telah larut dari tumbuhan
d. Halophytic ialah hewan tersebut mendapat makanan secara fotosintesis

Misal : Euglena yang mempunyai butir-butir chloroplast dalam tubuhnya

e. Mixotrophic ialah kombinasi antara b dan d

PROTOZOA DIBAGI DALAM 5 KELAS antara lain :

1. Kelas Sarcodina / Rhizopoda


2. Kelas Mastigophora / Flagelata
3. Kelas Ciliata / Infusoria
4. Kelas Suctoria
5. Kelas Sporozoa

FILUM PORIFERA

Contoh dari porivera adalah sponsa. Sponsa merupakan hawan yang hidup
menempel pada suatu substrat di laut. Telah diketahui kira-kira 2500 spesies, ada
beberapa yang hidup di air tawar, tetapi sebagian besar hidup di laut. Nama filum ini dari
kenyataan bahwa tubuh porifera mempunyai pori-pori. Air beserta makanan masuk
melalui pori kedalam rongga di dalam tubuh dari hewan akhirnya keluar melalui
oskulum. Air yang telah disaring ini akan dibuang melalui oskulum.

Tubuh sponsa terdiri dari dua lapisan sel, diantara kedua lapisan tersebut terdapat bagian
yang tersusun dari bahan yang lunak disebut mesoglea. Sel-sel yang membentuk lapisan
dalam mempunyai flagea, yang mengatur aliran sel-sel ini dapat ”menangkap” partikel
makanan.

Bentuk sponsa ditentukan oleh kerangka tubuh. Kerangka tersusun dari spikula. Spikula
tersebut dari sel-sel yang terdapat dalam mesoglea. Spikula tersusun dari silika atau kapur
(kalsium karbonat). Beberapa sponsa tidak memiliki serabut-serabut yang lentur dari zat
yang disebut spongin. Sponsa terdapat di perairan yang dangkal di daerah tropis. Bila
sponsa diolah dapat digunakan untuk bahan atau alat pembersih.

Seperti yang kita ketahui suatu organisme yang melekat pada suatu subsurat, harus
mempunyai cara untuk menyebar keturunannya ke tempat lain.

Untuk tujuan itu sponsa menghasilkan larva kecil yang dapat ”berenang” dengan bebas.
Larva tersebut memisahkan diri dari induknya dan setelah menemukan tempat hidup
yang sesuai larva akan melekat disitu dan berkembang menjadi hewan dewasa.

Berdasar fosil porifera yang ditemukan menunjukkan bahwa sponsa adalah salah satu
hewan yang pertama kali muncul di bumi. Tetapi tidak ada bukti bahwa ada hewan yang
berkembang dari sponsa. Sponsa seakan-akan menempati suatu tempat yang agak unik
dalam dunia hewan, oleh karena itu oleh bebrapa ahli taksonomi, porifera dimasukkan
dalam suatu kelompok yang disebut parasoa.

Ciri-ciri umum
1. Sudah merupakan Metazoa (Metazoa tingkat rendah), (Metazoa = hewan bersel
banyak, meta = banyak), sebab walaupun tubuhnya sudah berdiri dari banyak sel
tetapi jaringan tubuhnya masih sederhana karena :

a. Belum mempunyai organ tubuh yang khusus


b. Belum mempunyai sistem saraf

Yang menanggapi rangsang adalah sel-sel individual.

c. Belum mempunyai saluran pencernaan makanan yang khusus.

Pencernaan makanan secara intra seluler (pencernaan makanan dalam sel) karena
masih intraseluler maka disebut Parazoa.

2. Dinding tubuhnya berpori-pori (maka disebut Porifera) dan sudah mempunyai


sistem canol.

3. Dinding tubuhnya terdiri dari 2 lapis antara lain :

a. Lapisan luar = epidermis

Tersusun dan dermal-dermal epitelium

b. Lapisan dalam

Tersusun dari Choanocyte = deretan sel leher masing-masing Choanocyle


dilengkapi dengan Flogellum diantara 2 lapisan (lapisan dalam dan luar) terhadap
zat antara berupa gelotin yang disebut Mesoglea atau Mesenchym.

4. Tubuh dilengkapi kerangka yang berupa Spicula-spicula yang berasal dari :

- Kapur (Ca CO3)

- Silicat (H9 Si3O2)

- Campuran kapur + silikat


Kerangka tersebut terdapat didalam lapisan Mesogles.

5. Tempat hidup

- Dilaut (kebanyakan)

- Air tawar (beberapa)

FILUM CNIDARIA

Semua anggota spesies yang termasuk dalam filum


ini mempunyai sel penyengat yang disebut
knidoblast. Karena mempunyai knidoblast maka
filum ini disebut KNIDARIA. Knidoblas berisi
racun dan benda seperti sengat yang disebut
nematochis. Bila knidoblat tersentuh maka
mematochis akan dijulurkan digunakan untuk menangkap dan melumpuhkan mangsanya
mangsanya; disamping sebagai alat pertahanan terhadap serangan musuh.

Tubuh terdiri dari dua lapisan sel-sel, ditengah-tengahnya terdapat mesoglea. Didalam
mesoglea terdapat sel-sel, sehingga beberapa ahli biologi menganggap mesoglea sebagai
lapisan yang ketiga. Tubuhnya berbentuk seperti tabung berongga dengan satu lubang
di`ujungnya.

Makanan masuk melalui lubang (mulut) masuk ke rongga yang lebih dalam yang disebut
rongga gastrovaskuler. Rongga ini juga disebut Coelenteron karena itu filum ini disebut
juga Coelenterata. Ctenophora mempunyai gastrovaskuler sehingga dimasukkan ke
dalam filum ini, tetapi Ctenophora tidak mempunyai knidoblast.

Semua alat tubuh (misalnya tentakel) tersusun dalam suatu lingkaran mengelilingi tubuh.
Pola susunan yang demikian dikenal dengan nama simetris radial. Bila seekor hydra
dibelah dari kepala (anterior) sampai ke ekor (posterior) melalui garis tengah, maka
organisme ini akan terbagi dalam dua bagian bagian yang sama. Bandingkan dengan
simetri bilateral dari seorang manusia. Belahan yang dibuat dari permukaan belakang
(dorsal) kepermukaan depan (ventral) pada manusia akan membagi tubuh menjadi
belahan kanan dan belahan kiri. Hewan simetri radial seperti knidaria tidak mempunyai
permukaan dorsal maupun ventral, juga tidak mempunyai sisi kiri maupun kanan.

Mollusca

nama umum moluska atau moluska, [catatan 1]


adalah besar filum dari invertebrata binatang.
There are around 85,000 recognized extant
species of molluscs. Ada sekitar 85.000 diakui
masih ada spesies moluska. This is the largest
marine phylum, comprising about 23% of all the
named marine organisms . Ini adalah terbesar laut filum, yang terdiri dari sekitar 23%
dari seluruh laut bernama organisme . Numerous molluscs also live in freshwater and
terrestrial habitats . Banyak moluska juga hidup di air tawar dan darat habitat . Molluscs
are highly diverse, not only in size and in anatomical structure, but also in behaviour and
in habitat. Moluska sangat beragam, tidak hanya dalam ukuran dan anatomi struktur,
tetapi juga dalam perilaku dan di habitat.

The phylum Mollusca is typically divided into nine or ten taxonomic classes , of which
two are extinct . Phylum Mollusca biasanya dibagi menjadi sembilan atau sepuluh kelas
taksonomi , dimana dua diantaranya punah . The gastropods ( snails and slugs ) include
by far the most classified species, accounting for 80% of the total. Cephalopod molluscs
such as squid , cuttlefish and octopus are among the most neurologically advanced
invertebrates. The gastropoda ( siput dan siput ) termasuk yang paling diklasifikasikan
spesies, akuntansi untuk 80% dari total. Cephalopoda moluska seperti cumi , sotong dan
gurita adalah yang paling neurologis maju invertebrata. Either the giant squid or the
colossal squid is the largest known species of animal without a backbone. Entah cumi-
cumi raksasa atau cumi-cumi kolosal terbesar yang diketahui adalah spesies hewan tanpa
tulang belakang.

The two most universal features of the body structure of molluscs are a mantle with a
significant cavity used for breathing and excretion , and the organization of the nervous
system. Dua fitur yang paling universal dari struktur tubuh moluska adalah mantel
dengan rongga penting yang digunakan untuk bernapas dan ekskresi , dan organisasi
sistem saraf. Because of the great range of anatomical diversity, many textbooks base
their descriptions on a hypothetical "generalized mollusc", with features common to
many but not all classes within the Mollusca. Karena berbagai besar keanekaragaman
anatomi, banyak buku teks dasar deskripsi mereka pada sebuah hipotesis "moluska
umum", dengan fitur-fitur umum banyak tapi tidak semua kelas dalam Mollusca.

There is good evidence for the appearance of gastropods , cephalopods and bivalves in
the Cambrian period 542 to 488.3 million years ago . Ada bukti yang baik untuk
munculnya gastropoda , cumi dan kerang dalam Kambrium periode 542-488,3 juta tahun
yang lalu. However, the evolutionary history both of the emergence of molluscs from the
ancestral group Lophotrochozoa , and of their diversification into the well-known living
and fossil forms, is still vigorously debated. Namun, sejarah evolusi kedua munculnya
moluska dari kelompok leluhur Lophotrochozoa , dan diversifikasi mereka ke dalam-
dikenal hidup dengan baik dan fosil bentuk, masih penuh semangat diperdebatkan. The
most abundant metallic element in molluscs is calcium . [ 2 ] The unsur logam yang paling
berlimpah di moluska adalah kalsium . [2]

Molluscs have for many centuries been the source of important luxury goods, notably
pearls , mother of pearl , Tyrian purple dye, and sea silk . Moluska telah selama berabad-
abad menjadi sumber barang mewah penting, terutama mutiara , ibu dari mutiara , ungu
Tyrian pewarna, dan sutra laut . Their shells have also been used as money in some pre-
industrial societies. kerang mereka juga telah digunakan sebagai uang di beberapa
masyarakat pra-industri.

There is a risk of food poisoning from toxins that accumulate in molluscs under certain
conditions, and many countries have regulations that aim to minimize this risk. Blue-
ringed octopus bites are often fatal, and the bite of Octopus rubescens can cause necrosis
that lasts longer than one month if untreated, and headaches and weakness persisting for
up to a week even if treated. [ 3 ] Stings from a few species of large tropical cone shells can
also kill. Ada risiko keracunan makanan dari racun yang menumpuk di moluska dalam
kondisi tertentu, dan banyak negara memiliki peraturan yang bertujuan untuk
meminimalkan risiko ini. -cincin gurita Blue gigitan sering fatal, dan gigitan rubescens
Octopus dapat menyebabkan nekrosis yang berlangsung lebih lama dari satu bulan bila
tidak diobati, dan sakit kepala dan kelemahan bertahan sampai seminggu bahkan jika
dirawat. [3] Sengatan dari beberapa spesies tropis yang luas kerang kerucut juga dapat
membunuh. However, the sophisticated venoms of these cone snails have become
important tools in neurological research and show promise as sources of new
medications. Namun, venoms canggih kerucut siput ini telah menjadi alat penting dalam
neurologis penelitian dan janji menunjukkan sebagai sumber obat baru.

Schistosomiasis (also known as bilharzia, bilharziosis or snail fever) is transmitted to


humans via water snail hosts, and affects about 200 million people. Schistosomiasis (juga
dikenal sebagai bilharzia, bilharziosis atau demam keong) ditularkan ke manusia melalui
host siput air, dan mempengaruhi sekitar 200 juta orang. A few species of snails and
slugs are serious agricultural pests, and in addition, accidental or deliberate introduction
of various snail species into new territory has resulted in serious damage to some natural
ecosystems . Sebuah beberapa spesies siput dan siput merupakan hama pertanian yang
serius, dan sebagai tambahan, atau sengaja disengaja pengenalan berbagai spesies bekicot
ke wilayah baru telah mengakibatkan kerusakan serius pada beberapa alami ekosistem .
Annelida
From Wikipedia, the free encyclopedia Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
Jump to: navigation , search Langsung ke: navigasi , cari

Glycera sp. Glycera sp.

The annelids (also called "ringed worms"), formally called Annelida (from French
annelés "ringed ones", ultimately from Latin anellus "little ring" [ 2 ] ), are a large phylum
of segmented worms , with over 17,000 modern species including ragworms ,
earthworms and leeches . Annelida (juga disebut "cacing cincin"), secara resmi disebut
Annelida (dari Prancis annelés "cincin yang", akhirnya dari bahasa Latin anellus "cincin
kecil" [2] ), adalah besar filum dari tersegmentasi cacing , dengan lebih dari 17.000 spesies
modern termasuk ragworms , cacing tanah dan lintah . They are found in marine
environments from tidal zones to hydrothermal vents , in freshwater, and in moist
terrestrial environments. Mereka ditemukan di lingkungan laut dari zona pasang surut ke
ventilasi hidrotermal , di air tawar, dan dalam lingkungan terestrial lembab. Although
most textbooks still use the traditional division into polychaetes (almost all marine),
oligochaetes (which include earthworms) and leech-like species, research since 1997 has
radically changed this scheme, viewing leeches as a sub-group of oligochaetes and
oligochaetes as a sub-group of polychaetes. Meskipun sebagian besar buku pelajaran
masih menggunakan pembagian tradisional menjadi polychaetes (hampir semua laut),
Oligochaeta (yang termasuk cacing tanah) dan-seperti spesies lintah, penelitian sejak
tahun 1997 telah secara radikal mengubah skema ini, melihat lintah sebagai kelompok
sub-Oligochaeta dan Oligochaeta sebagai sub-kelompok polychaetes. In addition, the
Pogonophora , Echiura and Sipuncula , previously regarded as separate phyla, are now
regarded as sub-groups of polychaetes. Selain itu, Pogonophora , Echiura dan Sipuncula ,
sebelumnya dianggap sebagai filum terpisah, sekarang dianggap sebagai sub-kelompok
polychaetes. Annelids are considered members of the Lophotrochozoa , a "super-phylum"
of protostomes that also includes molluscs , brachiopods , flatworms and nemerteans .
Annelida dianggap anggota Lophotrochozoa , sebuah "super-filum" dari protostomes
yang juga mencakup moluska , Brachiopoda , cacing pipih dan nemerteans .

The basic annelid form consists of multiple segments , each of which has the same sets of
organs and, in most polychaetes, a pair of parapodia that many species use for locomotion
. Septa separate the segments of many species, but are poorly-defined or absent in some,
and Echiura and Sipuncula show no obvious signs of segmentation. Bentuk annelida
dasar terdiri dari beberapa segmen , yang masing-masing memiliki set sama organ dan, di
polychaetes kebanyakan, sepasang parapodia bahwa banyak spesies yang digunakan
untuk penggerak . Septa memisahkan segmen dari banyak spesies, tetapi yang buruk-
pasti atau tidak ada dalam beberapa, dan Echiura dan Sipuncula menunjukkan tanda-
tanda yang jelas dari segmentasi. In species with well-developed septa, the blood
circulates entirely within blood vessels , and the vessels in segments near the front ends
of these species are often built up with muscles to act as hearts. Dalam spesies dengan
septa berkembang dengan baik, darah beredar sepenuhnya di dalam pembuluh darah , dan
pembuluh di segmen dekat depan ujung spesies ini sering dibangun dengan otot untuk
bertindak sebagai hati. The septa of these species also enable them to change the shapes
of individual segments, which facilitates movement by peristalsis ("ripples" that pass
along the body) or by undulations that improve the effectiveness of the parapodia. Septa
spesies ini juga memungkinkan mereka untuk mengubah bentuk segmen individu, yang
memfasilitasi gerakan oleh peristaltik ("riak" yang melewati sepanjang tubuh) atau
dengan undulations yang dapat meningkatkan efektivitas parapodia tersebut. In species
with incomplete septa or none, the blood circulates through the main body cavity without
any kind of pump, and there is a wide range of locomotory techniques – some burrowing
species turn their pharynges inside out to drag themselves through the sediment . Dalam
spesies dengan septa tidak lengkap atau tidak, darah beredar melalui rongga tubuh utama
tanpa jenis pompa, dan ada berbagai teknik locomotory - beberapa spesies menggali
giliran mereka pharynges dalam ke luar untuk menyeret diri mereka sendiri melalui
sedimen .

Although many species can reproduce asexually and use similar mechanisms to
regenerate after severe injuries, sexual reproduction is the normal method in species
whose reproduction has been studied. Meskipun banyak spesies dapat bereproduksi
secara aseksual dan menggunakan mekanisme yang sama untuk regenerasi setelah luka
parah, reproduksi seksual adalah metode normal pada spesies yang reproduksi telah
dipelajari. The minority of living polychaetes whose reproduction and lifecycles are
known produce trochophore larvae , which live as plankton and then sink and
metamorphose into miniature adults. Minoritas dari polychaetes hidup reproduksi dan
siklus hidup yang dikenal menghasilkan trochophore larva , yang hidup sebagai plankton
dan kemudian tenggelam dan bermetamorfosis menjadi dewasa miniatur. Oligochaetes
are full hermaphrodites and produce a ring-like cocoon round their bodies, in which the
eggs and hatchlings are nourished until they are ready to emerge. Oligochaeta penuh
hermafrodit dan menghasilkan sebuah cincin seperti kepompong putaran tubuh mereka,
di mana telur dan tukik yang dipelihara sampai mereka siap untuk muncul.

Earthworms support terrestrial food chains both as prey and by aerating and enriching
soil . Cacing tanah dukungan terestrial rantai makanan baik sebagai mangsa dan oleh
mengaerasi dan memperkaya tanah . The burrowing of marine polychaetes, which may
constitute up to a third of all species in near-shore environments, encourages the
development of ecosystems by enabling water and oxygen to penetrate the sea floor. The
menggali dari polychaetes laut, yang mungkin merupakan sampai sepertiga dari semua
spesies dalam-pantai lingkungan dekat, mendorong pengembangan ekosistem dengan
memungkinkan air dan oksigen untuk menembus dasar laut. In addition to improving soil
fertility , annelids serve humans as food and as bait . Selain meningkatkan kesuburan
tanah , annelida melayani manusia sebagai makanan dan sebagai umpan . Scientists
observe annelids to monitor the quality of marine and fresh water. Para ilmuwan amati
annelida untuk memantau kualitas air laut dan segar. Although blood-letting is no longer
in favor with doctors, some leech species are regarded as endangered species because
they have been over-harvested for this purpose in the last few centuries. Walaupun darah-
membiarkan tidak lagi mendukung dengan dokter, beberapa spesies lintah yang dianggap
sebagai spesies yang terancam punah karena mereka telah lebih dari-dipanen untuk
tujuan ini dalam beberapa abad terakhir. Ragworms' jaws are now being studied by
engineers as they offer an exceptional combination of lightness and strength. rahang
Ragworms 'sekarang sedang dipelajari oleh para insinyur karena mereka menawarkan
kombinasi yang luar biasa ringan dan kekuatan.

Since annelids are soft-bodied , their fossils are rare – mostly jaws and the mineralized
tubes that some of the species secreted. Karena annelida yang bertubuh lunak , fosil
mereka jarang - kebanyakan rahang dan mineral tabung bahwa beberapa spesies
dilepaskan. Although some late Ediacaran fossils may represent annelids, the oldest
known fossil that is identified with confidence comes from about 518 million years ago in
the early Cambrian period. Meskipun beberapa akhir Ediacaran fosil dapat mewakili
annelida, fosil tertua yang diidentifikasi dengan keyakinan berasal dari sekitar 518 juta
tahun yang lalu di awal Kambrium periode. Fossils of most modern mobile polychaete
groups appeared by the end of the Carboniferous , about 299 million years ago . Fosil
yang paling polychaete kelompok mobile modern muncul pada akhir dari Karbon ,
sekitar 299 juta tahun yang lalu. Scientists disagree about whether some body fossils
from the mid Ordovician , about 472 to 461 million years ago , are the remains of
oligochaetes, and the earliest certain fossils of the group appear in the Tertiary period,
which began 65 million years ago . Para ilmuwan setuju tentang apakah beberapa fosil
tubuh dari pertengahan Ordovisium , sekitar 472-461 juta tahun yang lalu, adalah sisa-
sisa Oligochaeta, dan fosil tertentu awal kelompok muncul dalam Tersier periode, yang
dimulai 65 juta tahun yang lalu.

Filum Athropoda

adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakup serangga, laba-laba,
udang, lipan dan hewan sejenis lainnya. Arthropoda adalah nama lain hewan berbuku-
buku. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara,
termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. Hampir dari 90% dari seluruh jenis
hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda. Arthropoda memiliki beberapa
karakteristik yang membedakan dengan filum yang lain yaitu : Tubuh bersegmen;
segmen biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas, anggota tubuh
bersegmen berpasangan (Asal penamaan Arthropoda), simetri bilateral, eksoskeleton
berkitin; secara berkala mengalir dan diperbaharui sebagai pertumbuhan hewan, kanal
alimentari seperti pipa dengan mulut dan anus, sistem sirkulasi terbuka, hanya pembuluh
darah yang biasanya berwujud sebuah struktur dorsal seperti pipa menuju kanal alimentar
dengan bukaan lateral di daerah abdomen, rongga tubuh; sebuah rongga darah atau
hemosol dan selom tereduksi, sistem syaraf terdiri atas sebuah ganglion anterior atau otak
yang berlokasi di atas kanal alimentari, sepasang penghubung yang menyalurkan dari
otak ke sekitar kanal alimentari dan tali syaraf ganglion yang berlokasi di bawah kanal
alimentary, ekskresi biasanya oleh tubulus malphigi; tabung kosong yang masuk kanal
alimentari dan material hasil ekskresi melintas keluar lewat anus, respirasi dengan insang
atau trakhea dan spirakel, tidak ada silia atau nefridia.

Empat dari lima bagian (yang hidup hari ini) dari spesies hewan adalah arthropoda,
dengan jumlah di atas satu juta spesies modern yang ditemukan dan rekor fosil yang
mencapai awal Cambrian. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan
lingkungan udara, serta termasuk berbagai bentuk simbiotis dan parasit.

Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda.
Arthropoda dianggap berkerabat dekat dengan Annelida, contohnya adalah Peripetus di
Afrika Selatan.

Arthropoda dalam dunia hewan merupakan filum yang terbesar di dunia. Jumlah
spesiesnya yaitu sekitar 900.000 spesies dengan beragam variasi. Jumlah ini kira-kira
80% dari spesies hewan yang diketahui sekarang. Arthropoda dapat hidup di air tawar,
laut, tanah, dan praktis semua permukaan bumi dipenuhi oleh spesies ini. Arthropoda
mungkin satu-satunya yang dapat hidup di Antartika dan liang-liang batu terjal di
pegunungan yang tinggi. Semua anggota filum ini mempunyai tubuh beruas-ruas dan
kerangka luar yang tersusun dari kitin. Rongga tubuh utama disebut hemocoel. Hemocoel
terdiri dari sejumlah ruangan kecil yang dipompa oleh jantung. Jantung terletak pada sisi
dorsal dari tubuhnya. Sistim saraf anthropoda seperti pada annellida, terdapat bagian
ventral tubuh berbentuk seperti tangga tali. Arthropoda memiliki lima kelas, diantaranya
yaitu : kelas Chilopoda, kelas Diplopoda, kelas Crustacea, kelas Arachnida, dan kelas
Insecta

Filum Coelenterata
The term coelenterate is no longer recognized as scientifically valid, as the Cnidaria and
Ctenophora have placed at equal rank under the Metazoa with the other phyla of animals.
Istilah ini coelenterate tidak lagi diakui sebagai ilmiah yang valid, sebagai Cnidaria dan
Ctenophora telah ditempatkan pada peringkat yang sama di bawah metazoa dengan filum
lain hewan. Cnidaria means "to sting" [ 1 ] A single term encompassing these two phyla
but leaving out all others of equal rank would be considered polyphyletic . Cnidaria
berarti "menyengat" [1] Sebuah istilah tunggal mencakup filum ini dua tetapi
meninggalkan semua orang lain dari pangkat yang sama akan dianggap polifiletik .
Nonetheless, the term coelenterate is still used in informal settings to refer to the
Cnidaria and Ctenophora. Meskipun demikian, istilah coelenterate masih digunakan
dalam pengaturan informal untuk merujuk pada Cnidaria dan Ctenophora.

Complicating the issue is the 1997 work of Lynn Margulis (revising an earlier model by
Thomas Cavalier-Smith ) that placed the Cnidaria and Ctenophora alone under the
Radiata branch of the Eumetazoa subregnum. [ 2 ] (The latter refers to all the animals
except the sponges , Trichoplax , and the still poorly-understood Mesozoa .) Neither
grouping is accepted universally; [ 3 ] however, both are commonly encountered in
taxonomic literature. Menyulitkan masalah adalah karya 1997 dari Lynn Margulis
(merevisi model sebelumnya oleh Thomas Cavalier-Smith ) yang menempatkan Cnidaria
dan Ctenophora sendiri di bawah Radiata cabang Eumetazoa subregnum. [2] (yang
terakhir ini mengacu kepada semua binatang kecuali spons , Trichoplax , dan masih
kurang dipahami Mesozoa .) mengelompokkan Baik diterima secara universal; [3] Namun,
keduanya sering ditemui dalam literatur taksonomi.

Filum Echinodermata

(dari bahasa Yunani untuk kulit berduri) adalah sebuah filum hewan laut yang mencakup
bintang laut, Teripang, dan beberapa kerabatnya. Kelompok hewan ini ditemukan di
hampir semua kedalaman laut. Filum ini muncul di periode Kambrium awal dan terdiri
dari 7.000 spesies yang masih hidup dan 13.000 spesies yang sudah punah. Lima atau
enam kelas (enam bila Concentricycloidea dihitung) yang masih hidup sekarang
mencakup

• Asteroidea bintang laut: sekitar 1.500 spesies yang menangkap mangsa untuk
makanan mereka sendiri
• Concentricycloidea, dikenal karena sistem pembuluh air mereka yang unik dan
terdiri dari hanya dua spesies yang baru-baru ini digabungkan ke dalam
Asteroidea.
• Crinoidea (lili laut): sekitar 600 spesies merupakan predator yang menunggu
mangsa.
• Echinoidea (bulu babi dan dolar pasir): dikenal karena duri mereka yang mampu
digerakkan; sekitar 1.000 spesies.
• Holothuroidea (teripang atau ketimun laut): hewan panjang menyerupai siput;
sekitar 1.000 spesies.
• Ophiuroidea (bintang ular dan bintang getas), secara fisik merupakan
ekinodermata terbesar; sekitar 1.500 spesies.

Bentuk hewan yang sudah punah dapat diketahui dari fosil termasuk Blastoidea,
Edrioasteriodea, Cystoidea, dan beberapa hewan Kambrium awal seperti Helicoplacus,
Carpoidea, Homalozoa, dan Eocrinoidea seperti Gogia.

Echinodermata adalah filum hewan terbesar yang tidak memiliki anggota yang hidup di
air tawar atau darat. Hewan-hewan ini juga mudah dikenali dari bentuk tubuhnya:
kebanyakan memiliki simetri radial, khususnya simetri radial pentameral (terbagi lima).
Walaupun terlihat primitif, Echinodermata adalah filum yang berkerabat relatif dekat
dengan Chordata (yang di dalamnya tercakup Vertebrata), dan simetri radialnya
berevolusi secara sekunder. Larva bintang laut misalnya, masih menunjukkan keserupaan
yang cukup besar dengan larva Hemichordata.

Banyak di antara anggotanya yang berperan besar dalam ekosistem laut, terutama
ekosistem litoral pantai berbatu, terumbu karang, perairan dangkal, dan palung laut.
Spesies bintang laut Pisaster ochraceus misalnya, menjadi predator utama di ekosistem
pantai berbatu di pesisir barat Amerika Utara, spesifiknya mengendalikan populasi tiram
biru (Mytilus edulis)sehingga spesies yang lain dapat menghuni pantai tersebut dan
bivalvia tersebut tidak mendominansi secara berlebihan. Contoh lain adalah Acanthaster
planci yang memakan polip karang di perairan Indo-Pasifik. Kendati sering dianggap
desktruktif, ada beberapa teori yang mengatakan bahwa A. planci sebenarnya adalah
predator yang penting untuk ekosistem terumbu karang, sehingga terjadi rekruitmen
karang baru yang menggantikan koloni-koloni tua, juga mengurangi tekanan kompetisi
antara satu spesies karang dengan yang lain.

Echinodermata mempunyai kemampuan untuk melakukan regenerasi bagian tubuhnya


yang hilang, contohnya timun laut. Apabila timun laut merasa dirinya terancam, maka
timun laut akan menyemprotkan organ tubuhnya agar mendapatkan kesempatan untuk
melarikan diri. Kelak, organ tubuh yang hilang akan tumbuh kembali
Filum Nemathelminthes

atau Aschelminthes adalah filum yang pernah dipakai pada Kerajaan Hewan (Animalia).
Pengelompokan ini sekarang tidak digunakan lagi karena polifiletik[1]. Meskipun
demikian, pengelompokannya kadang-kadang masih dipakai untuk kemudahan.

Anggota-anggotanya mencakup berbagai cacing yang dikenal sebagai cacing gilig:


hewan dengan tubuh berbentuk silinder memanjang, bahkan sangat panjang sehingga
muncullah nama 'Nemathelminthes', yang berarti "cacing berkas" (dari bahasa Yunani).[2]
Tubuhnya tidak beruas-ruas.[2

Filum Platyhelminthes

adalah filum dalam Kerajaan Animalia (hewan). Filum ini mencakup semua cacing pipih
kecuali Nemertinea, yang dulu merupakan salah satu kelas pada Platyhelminthes, yang
telah dipisahkan.[1]