PENGERTIAN, PROSES DAN JENIS-JENIS PENELITIAN Oleh Raditia Wahyu Supriyanto1

Pengertian Penelitian Penelitian dipergunakan oleh hampir semua propfesi. Lebih dari sekedar keterampilan, penelitian adalah sebuah cara berfikir, yakni mencermati secara kritis berbagai aspek dari profesi yang kita jalani; memahami dan merumuskan pedomanpedomam utama yang menentukan prosedur khusus; mengembangkan dan menguji teoriteori baru bagi perbaikan profesi yang kita jalani. Adalah suatu kebiasaan bahwa dalam menjalankan profesi dan kegiatan akan muncul pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Kita selalu dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan sepanjang hidup kita, misalnya, timbul pertanyaan seperti berikut: Diet yang terbaik yang bagaimana yang dapat menurunkan berat badan kita? Apa dampak pemutusan hubungan kerja terhadap tingkat perceraian? Apa solusi bagi masalah anak jalanan dan gelandangan? Apakah pendidikan non formal berguna? Apakah pendidikan informal itu lebih berguna bagi laki-laki dibandingkan bagi perempuan? Atau kita bisa menambahkan daftar pertanyaan tersebut sesuai dengan profesi atau disiplin yang kita tekuni seperti berikut ini (Lihat: Bouma, 2001:1; Kumar, 1999: 2-4). Misalkan kita bekerja di bidang kesehatan. Posisi kita mungkin sebagai perencana/mengurus administrasi, atau sebagai paramedis, dokter atau sebagai pekerja sosial. Dalam berbagai tingkatan posisi tersebut, maka beberapa pertanyaan berikut akan muncul di benak kita, seperti:      Berapa jumlah pasien yang saya layani setiap harinya? Apa diantara kondisi yang paling umum lazimnya ada diantara para pasien? Apa yang menyebabkan kondisi tersebut terjadi? Mengapa sementara pasien mengalami kondisi tersebut, sedangkan yang lain tidak mengalaminya? Kebutuhan kesehatan apa yang diperlukan masyarakat?

1

Penulis merupakan mahasiswa aktif Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia angkatan 2008. Saat ini sedang menginjak semester ke 6 (enam). Bisa dihubungi di radit.wahyu01@gmail.com atau radit.wahyu01@yahoo.com dan kunjungi www.radhitisme.tk Pengertian, Proses, dan Jenis-Jenis Penelitian Oleh Raditia Wahyu Supriyanto 1

seperti:          Strategi terbaik apa yang digunakan untuk memasarkan produk khusus? Berapa tenaga penjual yang sesungguhnya kita butuhkan? Apa pengaruh penayangan iklan khusus pada produk ini? Seberapa puaskah konsumen dengan produk ini? Berapa besar dana yang akan dihabiskan konsumen ubntuk suatu produk? Apa yang disenangi dan yang tidak disenangi konsumen tentang produk ini? Kemasan yang bagaimana yang paling disenangi para konsumen untuk produk ini? Pelatihan apa yang dibutuhkan oleh para tenaga penjual untuk dapat mempromosikan produk ini? Atribut apa yang kan diberikan bagi para tenaga penjual yang berpredikat baik? Contoh berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang muncul ketika anda sedang melayani klien dalam profesi sebagai psikolog. Andaikan kita bekerja di area pemasaran. konselor atau pekerja sosial. sementara yang lainnya tidak? Apa yang dipikirkan masyarakat tentang pelayanan kesehatan? Seberapa efektifkah pelayanan kesehatan tersebut? Bagaimana caranya menigkatkan pelayanan kesehatan? Contoh berikut.    Mengapa sebagian masyarakat menggunakan pelayanan kesehatan. Maka dalam benak kita akan muncul pertanyaan-pertanyaa berikut. dan Jenis-Jenis Penelitian Oleh Raditia Wahyu Supriyanto 2 . akan tetapi gagal menangani kasus yang lain? Sumber daya apa saja yang tersedia dalam kelompok masyarakat yang dapat membantu para klien dengan kebutuhan khusus? Strategi intervensi apakah yang cocok untuk memecahkan masalah ini? Apakah klien puas dengan pelayanan yang kita berikan? Pengertian. Proses. dalam berbagai tingkat posisi. misalkan kita menggeluti bidang bisnis. yakni:        Hal-hal apa yang biasanya diketengahkan oleh para klien? Hal-hal apa yang biasanya digarisbawahi oleh klien? Apa saja latar belakang sosial-ekonomi para klien? Mengapa kita sukses menangani suatu kasus.

sedangkan sebagian yang lain tidak? Seberapa efektifkah pelayanan yang diberikan? Apa keperluan yang sesungguhnya yang dibutuhkan dari para klien yang datang? Apa saja kelebihan dan kekurangan dari pelayanan yang diberikan? Seberapa puaskah klien dengan pelayanan yang diberikan? Bagaimana meningkatkan pelayanan bagi para klien? Sebagai profesional kita mungkin tertarik untuk menemukan pertanyaan-pertanyaan teoritis. seperti berikut:          Intervensi yang paling efektif manakah yang dipilih untuk menyelesaikan problema yang bersifat khusus? Apa yang menyebabkan kasus X terjadi. yakni:          Berapa banyak orang yang datang ke agen kita? Apa karakteristik sosial-ekonomi dan demografi para klien kita? Berapa kasus setiap harinya yang dapat kita tangani? Mengapa sebagian orang menggunakan pelayanan.Contoh berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang muncul ketika kita sedang bekerja sebagai supervisor. administratur pada sebuah agen. Andaikan kita menjadi manajer kampanye seorang calon Gubernur/Bupati/Walikota. Maka dalam benak kita akan muncul pertanyaan-pertanyaan berikut. Proses. misalkan kita menggeluti bidang politik praktis. seperti:    Bagaimana kondisi sosial ekonomi para pemilih di wilayah tersebut? Bagaimana peta politik di Propinsi/Kabupaten/Kota tersebut? Bagaimana posisi calon Gubernur/Bupati/Walikota yang sedang kita usung? 3 Pengertian. dan apa dampak dari kasus Y? Apa hubungan dianatara dua fenomena? Bagaimana kita mengukur aktualisasi diri dari klien saya? Bagaimana kita memastikan validitas dari kuesioner yang kita buat? Model adopsi program yang bagaimanakah yang cocok untuk komunitas ini? Bagaimana cara terbaik menemukan sikap masyarakat terhadap isu-isu tertentu? Bagaimana cara memilih solusi yang paling efektif untuk menyelesaikan masalah ini? Bagaimana kita memlih sampel yang tidak bias? Contoh yang lain. dan Jenis-Jenis Penelitian Oleh Raditia Wahyu Supriyanto .

Pengetahuan yang diperoleh dengan pendekatan ilmiah diperoleh melalui penelitian ilmiah dan dibangun di atas teori tertentu. yaitu hasil yang sama atau hampir sama dengan hasil terdahulu. kegiatan tersebut dilakukan dalam satu kerangka filosofis tertentu. misalnya daftar pertanyaan di atas. 1995:5-6). Pendekatan ilmiah akan menghasilkan kesimpulan yang serupa bagi hampir setiap orang. Teori itu berkembang melalui penelitian ilmiah. Artinya. Yakni penelitian yang sistimatik dan terkontrol berdasarkan data empiris. dan perasaan. 1999:13). kegiatan tersebut dilakukan dengan menggunakan beberapa prosedur. Proses. Kedua. jika penelitian ulang dilakukan orang lain menurut langkah-langkah yang serupa pada kondisi yang sama akan diperoleh hasil yang ajeg (consistent). bias. karena pendekatan tersebut tidak diwarnai oleh keyakinan pribadi. Perbedaan antara penelitian dan cara lain yang bukan penelitian dalam menjawab daftar pertanyaan di atas adalah.       Seberapa dana yang kita butuhkan untuk kegiatan kampanye? Siapa saja yang akan kita jadikan sebagai tim kampanye kandidat kita? Apa saja masalah-masalah utama yang sedang dihadapi oleh para penduduk di wilayah tersebut? Masalah apa saja yang sangat mendesak untuk dipecahkan? Hal-hal apa saja yang disenangi dan yang tidak disenangi penduduk di wilayah tersebut? Siapa saja yang menjadi tokoh kunci yang dapat digunakan vote-getter? Strategi-strategi apa yang akan digunakan sehingga mencapai hasil yang diharapkan? Ada berbagai cara dalam menangani dan memahami informasi serta menemukan jawaban dari sederetan pertanyaan yang diajukan. diakui umum. Pengertian. Teori itu dapat diuji (dites) dalam hal keajegan dan kemantapan internal. Oleh karenanya penelitian adalah salah satu pendekatan ilmiah untuk memperoleh kebenaran. bahwa dalam penelitian yang kita lakukan harus berlandaskan tiga hal: Pertama. sampai batas tertentu. melainkan obyektif (Suryabrata. dan Jenis-Jenis Penelitian Oleh Raditia Wahyu Supriyanto 4 . Cara penyimpulannya bukan subyektif. penelitian adalah salah satu di antaranya. metode dan teknik yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. kegiatan tersebut dirancang agar tidak bias dan bersifat objektif (Lihat Kumar. Dengan model pendekatan ilmiah tersebut orang berusaha untuk memperoleh kebenaran ilmiah. Ketiga. Langkah-langkah penelitian yang teratur dan terkontrol itu telah terpolakan dan.

inferensi logika. yaitu: Pertama. pemlihan dan perumusan masalah. Keempat. klasifikasi. penyusunan skala dan penentuan sampel. 1995:59-60). Ketiga. Identifikasi. pengukuran penyederhanaan data. Pengertian. Pemilihan atau pengembangan alat pengambil data. Keempat. dan perkiraan parameter. formulasi konsep. interpretasi. Langkah-langkah yang dilakukan itu harus serasi dan saling mendukung satu sama lain. Pengumpulan data. Ketiga. Kedua. teori. Keenam. Kelima informasi ilmiah tersebut kemudian di kontrol dengan lima komponen metodologis berikut. Effendi. Proses. Penentuan sampel. dan Jenis-Jenis Penelitian Oleh Raditia Wahyu Supriyanto 5 . Kelima. Kedua. Kesembilan. Kesepuluh. formulasi proposisi dan penataan proposisi (Lihat: Singarimbun.ditunjukkan pada Gambar 1 Berdasarkan gambar tersebut. observasi. Penyusunan hipotesis. Penyusunan rancangan penelitian. penerimaan atau penolakan hipotesis. yakni: Pertama. 1989:25). hipotesa. Suryabrata. Ketiga. Ketujuh. Interpretasi hasil analisi. generalisasi empiris. Kelima. Kedua. ada lima komponen utama informasi ilmiah (ditunjukkan dengan gambar berbentuk kotak). Keempat. deduksi logika. Pengolahan dan analisis data. Kesebelas. agar penelitian yang dilakunan itu mempunyai bobot yang cukup memadai dan memberikan kesimpulankesimpulan yang tidak meragukan. yaitu suatu rangkaian langkah-langkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis guna mendapatkan pemecahan masalah atau mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tertentu. Kedelapan.Proses Penelitian Penelitian adalah suatu proses. Identifikasi. pengujian hipotesa. Proses penelitian berikut-cenderung ke arah penelitian survai. Penyusunan laporan (Lihat. penyusunan instrumen. Kelima. Adapun langkah-langkah penelitian itu pada umum seperti berikut: Pertama. Penelaahan kepustakaan. dan pemberian definisi operasional variabel-variabel.

INSTRUMENTATION. SCALING. Pengertian. AND PARAMETER ESTIMATION TESTS OF HYPOTHESES INTERPRETATION. PROPOSITION FORMATION. 1973 Proses penelitian lain disajikan pada Gambar 2 Berdasarkan gambar tersebut pada prinsipnya bahwa semua proses penelitian tersebut adalah untuk menjawab masalah. Proses.Gambar 1 Proses Penelitian THEORIES CONCEPT FORMA ION. AND SAMPLING OBSERVATIONS Sumber: Wallace. AND PROPOSITION ARRAGEMENT LOGICAL DEDUCTION LOGICAL INFERENCE EMPIRICAL GENERALIZATION DECISIONS TO ACCEPT OR REJECT HYPOTHESES HYPOTESES MEASUREMENT. SAMPLE SUMMARIZATION. W: The Logic of Science in Sociology. dan Jenis-Jenis Penelitian Oleh Raditia Wahyu Supriyanto 6 .

Setelah metode penelitian yang sesuai dipilih. Berdasarkan analisis ini dapat disimpulkan apakah hipotesis yang diajukan diterima atau pun ditolak (Lihat: Sugiono.Masalah merupakan penyimpangan di antara apa yang seharusnya dengan apa yang sesungguhnya terjadi. Proses. Setelah data terkumpul. 2005:18-20). Pengumpulan data dilakukan dilakukan denganm mempertimbangkan sifat representatif data. Pertimbangan ideal untuk memilih metode itu adalah tingkat ketelitian data yang diharapkan dan konsistensi yang dikehendaki. maka peneliti dapat menyusun instrumen penelitian. dan Jenis-Jenis Penelitian Oleh Raditia Wahyu Supriyanto 7 . Untuk menjawab rumusan masalah yang sifatnya sementara (berhipotesis) maka. Sebelum instrumen digunakan untuk pengumpulan data maka instrumen penelitian harus terlebih dahulu diuji validitas dan realibilitasnya. maka selanjutnya dianalisis untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis yang diajukan dengan teknik statistik tertentu. peneliti dapat membaca referensi teoritis yang relevan dengan masalah dan berfikir. Untuk menguji hipotesis tersebut peneliti dapat memilih metode/strategi/ pendekatan/desain penelitian yang sesuaki. Sedangkan pertimbangan praktis adalah ketersediaan dana. Pengertian. Instrumen ini digunakan sebagai alat pengumpul data yang dapat berbentuk angket/ kuesioner/. waktu dan kemudahan yang lain. Selain itu penemuan penelitian sebelumnya yang relevan dapat juga digunakan sebagai bahan untuk memberikan jawaban sementara terhadap rumusan masalah. untuk pedoman wawancara atau observasi.

Ketujuh. Keenam. Kedua. yakni: Pertama. 2005: 18 Proses penelitian berikut (Fathul Himam. Keempat. menganalisa dan mengiterpretasikan data. mengkhususkan atau menspesifikasikan tujuan penelitian. Kelima. mengumpulkan data. mengidentifikasi masalah penelitian.Gambar 2 Proses Penelitian Sumber Masalah 1. Ketiga. merumuskan masalah penelitian. menulis proposal penelitian. Teoritis Konsep dan teori yang relevan Membaca dan berfikir Prinsip Deduksi Yang menyatakan Pengajuan Hipotesis Rumusan Masalah Membaca hasil penelitian Prinsip Reduksi Praduga terhadap hubungan antar variabel Penemuan yang relevan Mengumpulkan data Menyusun Instrumen penelitian Metode/ strategi pendekatan penelitian Penemuan Kesimpulan Menganalisa data Sumber: Sugiono. memproses data penelitian. yakni: Pertama.laporan dan evaluasi penelitian. mengumpulkan data. mereview literatur.Keempat. Proses. Ketiga. Sedangkan Kumar (1999) mengajukan delapan langkaha penelitian. Keenam. 2005) ditunjukkan pada Gambar 3 Berdasarkan gambar tersebut ada enam langkah. Kedelapan. Pengertian. memilih samapelo. dan Jenis-Jenis Penelitian Oleh Raditia Wahyu Supriyanto 1 . Kelima. Empiris 2. membuat instrumen penelitian. mengkonsepkan disain penelitian. Kedua. membuat laporan-penelitian.

dan Jenis-Jenis Penelitian Oleh Raditia Wahyu Supriyanto 2 . 2005 Pengertian.Gambar 3: The Research Process Cycle Identifying a Research Problem •Specifying a problem •Justifying it •Suggesting the need to study it for audience Reporting and Evaluating Research •Deciding on audiences •Structuring the report •Writing the report sensitively Reviewing the Literature •Locating resources •Selecting resources •Summarizing resources Analyzing and Interpreting Data •Breaking down the Data •Representing the Data •Explaining the Data Specifying a Purpose for Research •Identifying the purpose statement •Narrowing the purpose statement to research questions or hypotheses Collecting Data •Selecting individuals to study •Obtaining permissions •Gathering information Sumber: Fathul Himam. Proses.

penelitian dari perspektif tujuan. Gambar 4 Tipe-Tipe Penelitan Types of research From the viewpoint of Application Objectives Type of information sought Pure research Descriptive research Exploratory research Quantitave research Applied research Correlational research Explanatory research Qualitative research Kumar. perilaku memilih. seperti misalnya fenomena-fenomena dalam kehidupan sosial. Kedua. Penelitian dari perspektif tujuan dapat dikategorikan menjadi. eksplanatori. dan Pengertian. penelitian dari perspektif aplikasinya. masalah-masalah serta fenomenafenomena sosial yang ada. lihat juga. 1999:8 Sedangkan penelitian terapan adalah bagaimana mempraktekkan berbagai jenis. 2005) Pertama. Penelitian murni dilakukan untuk pengembangan dan pengujian teori serta hipotesis. Penelitian dapat dikategorikan menjadi penelitian murni dan terapan. 1999:8-12. dan Jenis-Jenis Penelitian Oleh Raditia Wahyu Supriyanto 3 . Proses. prosedur dan metode penelitian diaplikasikan untuk mengumpulkan informasi tentang berbagai aspek dari issu. prosedur dan alat ukur medologi penelitian. Fathul Himam. teknik. korelasional. seperti yang ditunjukkan Gambar 4 (Kumar. kebijakan publik dan administrasi publik. Termasuk ke dalam kategori penelitian murni adalah pengembangnan dan pengujian sert verifikasi metode penelitian.Jenis-Jenis Penelitian Penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan tiga perspektif. penelitian deskriftif.

Penelitian Korelasional. penelitian dari perspektif jenis informasi yang dicari dari penelitian. datanya objektif. penelitian yang berusaha menggambarkan jenis-jenis pelayanan disediakan oleh satu organisasi. mengapa pekerjaan yang penuh tekanan akan mengakibatkan serangan jantung. atau mengapa lingkungan rumah tempat anak akan berpengaruh kepada tingkat pencapaian akademisnya. misalnya. kondisinya bersifat dikontrol dan dimanipulasi. adalah penelitian yang berusaha untuk mengklarifikasikan mengapa dan bagaimana adanya hubungan diantara dua aspek dan dua fenomena. struktur administrasi suatu organisasi. pelayanan atau program. penelitian jenis ini biasa dilakukan dengan menggunakan atau memanfaatkan skala yang kecil tetapi dengan kajian yang mendalam. Jenis penelitian ini biasa juga disebut “feasibility study” atau “pilot study”. fokusnya spesifik. Penelitian diklasifikasikan sebagai Penelitian Deskriptif apabila berusaha menggambarkan secara sistimatik suatu situasi. merupakan kajian yang bertujuan menemukan atau membuktikan adanya hubungan/ ketergantungan antara dua atau lebih aspek dari suatu situasi. dan Jenis-Jenis Penelitian Oleh Raditia Wahyu Supriyanto 4 . nilainya bersifat bebas nilai. orientasinya verifikasi. daftar kebutuhan masyarakat. literaturnya memegang peranan Pengertian. eksperimental. mengapa penurunan tingkat mortalitas penduduk juga diikuti oleh penurunan tingkat kelahiran. fenomena. masalah. bagaimana perasaan aneka yang hidup di lingkungan yang tingkat kekerasannya cukup tinggi. Proses. atau menggambarkan sikap-sikap masyarakat menanggapi suatu issu tertentu. Sebagai contoh. Ketiga. titik pandangnya outsider. penyediaan informasi mengenai kondisi kehidupan masyarakat. misalnya. kondisis kehidupan suku Aborigin di masa lalu. sehingga kajian yang sempit dan mendalam tersebut bisa menjadi model atau percontohan yang lebih luas. Penelitian Eksploratori. pendekatannya survai. instrumennya bersifat non-human. Penelitian kuantitatif mempunyai ciri-ciri seperti berikut: Realitasnya bersifat tetap. apa yang memacu terjadinya peningkatan perceraian. Tipe penelitian ini berusaha menjelaskan. korelasional.eksploratori. teorinya bersifat deduktif. apa dampak tayangan iklan terhadap penjualan produk? Apa hubungan antara stress terhadap serangan jantung? Apa hubungan fertilitas dan mortalitias? Apa hubungan peningkatan teknologi terhadap ketenagakerjaan? Apa dampak suatu pelayanan kesehatan terhadap tingkat morbiditas dan kesehatan lingkungan? Penelitian Eksplanatori. Berdasarkan perspektif ini penelitian dapat dikategorikan menjadi penelitian kuantitatif dan kualitatif.

datanya subjektif. dan jenis data serta analisisnya. penelitian dibagi menjadi: penelitian kuantitatif. dan model samplingnya bersifat random. grounded theory . orientasinya menemukan. dan Jenis-Jenis Penelitian Oleh Raditia Wahyu Supriyanto 5 . Menurut tingkat eksplanasinya dibagi menjadi: penelitian deskritif. Jenis-jenis penelitian juga ditunjukkan Gambar 5 Berdasarkan gambar tersebut penelitian dapat dikategorikan menurut tujuan. naturalistik. eksperimental. 2005:5). pendekatannya etnografis. literaturnya memegang peranan minor. tingkat eksplanasi. Sedangkan menurut jenis data dan analisisnya. kebijakan. evaluasi dan historis. kaji tindak. metode. studi kasus. Menurut metodenya dapat dibagi menjadi: penelitian survai. titik pandangnya insider. kualitatif dan gabungan keduanya (Sugiyono. nilainya bersifat tidak bebas nilai. kondisinya bersifat alami. teorinya bersifat induktif. ex post facto. pengumpulan datanya in-depth interview. Proses. instrumennya bersifat humanis. fokusnya holistik. Berdasarkan tujuan dikenal ada yang disebut penelitian murni dan terapan. Sedangkan penelitian kualitatif mempunyai ciri-ciri seperti berikut: Realitasnya bersifat dinamis. kompartif dan asosiatif. dan model samplingnya bersifat purposive dan teoritis.penting. observasi yang partisipatif . Pengertian. pengumpulan datanya bersifat survai sistimatis yang terstruktur.

Gabungan Sumber : Sugiono. Metode. Komparatif 3. 5. Dan Jenis Data Tujuan 1. Proses. Action Research/Tindakan 7. Deskriptif 2. Kuantitatif 2. Sejarah/Historis research Jenis-Jenis Penelitian Tingkat Eksplanasi 1.5 Jenis-Jenis Penelitian Menurut Tujuan. 2. Asosiatif/Hubungan Jenis Data & Analisis 1. dan Jenis-Jenis Penelitian Oleh Raditia Wahyu Supriyanto 6 . 2005:5 Pengertian. Murni 2. 4. Terapan Metode 1. 3. Survey Ex Post Facto Eksperimen Naturalistik/Kualitatif Policy Reasearch/Tindakan 6. Evaluasi 8. Kualitatif 3. Tingkat Eksplanasi.Gambar 1.

Sebuah Praktisi Diterjemahkan oleh Matheos Nalle (1995) Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Metodologi Penelitian Kualitatif. Pemberdayaan. quantitative and Mix Methods Approaches. Gramedia. Fuller. Moleong. 1989. John Scott and Jerry Jacobs. Fifth Edition. Mikkelsen. Social Research Methods Qualitative and Quantitative Approaches. 1984. Boston: Pearson Education. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik : Universitas Indonesia. Research Design Qualitative. Statistika untuk Ilmu-ilmu Sosial. (1993). Taylor. 1973. Introduction to Qualitative Reserach Methods : The Search for Meaning (2nd ed. Lymann Ott. R. Sage Publication. California: Sage. Jakarta. Guba. Bogdan. Duxbury Press.Lawrence . Neuman. et. (1997). A Coordinated Learning System. Metode Buku Penelitian Pegangan Partisipatoris untuk para dan Upaya-Upaya Lapangan. Creswell. Yvonna S & Egon G.). John W. 1999. Materi Perkuliahan. Lawrence Hamilton. Wim Van Zanten. Britha.. Bandung: Remadja Karya. dan Jenis-Jenis Penelitian Oleh Raditia Wahyu Supriyanto 7 . J. Lincoln. John Wiley & Sons. New York: The Free Press. Macmillan Press LTD: London. New York : John Wiley & Sons. Proses. R. 2003. (1992). Statistics. S. Naturalistic Inquiry. 1985. (1995). 2001. Introduction to Sociology: Siuiation and Structures. Metode Penelitian Sosial. Belmont. A tool for the Social Sciences. Pengertian. Frank J. W. all. Kohut. Data Analysis for Social Scientist. Statistik for Social Research. Inc: New York. Belmont: Duxbury Press. Statistics for Social Scientetis.DAFTAR PUSTAKA Argyrous. 2003. (1974). George. Lexy J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful