Anda di halaman 1dari 2

Penanganan abses gigi (FK Universitas Mulawarman, 2009)

Abses gigi (dental abses) yang utama terdiri dari 2 jenis berdasarkan tempat yaitu:
1 1. Periapikal abses
2 2. Periodontal abses

PERIAPIKAL ABSES
Periapikal abses terjadi pada daerah apex gigi di sekitar akar gigi. Penanganan dari periapikal
abses adalah dengan mendrainase pus melalui insisi pada jaringan gusi di daerah akar gigi atau
melalui pelubangan gigi (terapi saluran akar). Insisi gusi dilakukan di daerah akar gigi sampai
tempat pus. Sebelum melakukan insisi diperlukan foto rontgen untuk menentukan apakah pus
pada periapikal abses belaum menembus tulang atau telah menembus tulang dan mengumpul
pada subgingiva. Jika pus telah menembus tulang dan mengumpul pada subgingiva maka insisi
dilakukan pada gusi saja. Jika belum menembus tulang maka selain insisi gusi juga dilakukan
pelubangan pada tulang rahang menuju tempat akar gigi dimana pus berada. Terapi saluran akar
juga sebaiknya dilakukan karena pada umumnya perapikal abses berasal dari daerah pulpa gigi.
Terapi saluran akar merupakan tindakan melubangi gigi sampai menembus pulpa kemudian
dilakukan:
Pulpectomi yaitu pembuangan jaringan pulpa pada korona (2/3 bagian pulpa) dan meninggalkan
jaringan pulpa pada daerah akar. Ini dilakukan jika infeksi hanya sebatas pada pulpa bagian atas.
Pulpotomi yaitu pembuangan seluruh jaringan pulpa.
Yang dilakukan pada kasus periapikal abses adalah pulpotomi karena seluruh pulpa telah rusak.
Pulpotomi juga merupakan saluran drainase. Pencabutan gigi pada beberapa kasus dianjurkan,
terutama jika gigi tersebut mengalami fraktur sampai pada daerah bifurkasi dan perbaikan gigi
tidak dapat dilakukan lagi.

PERIODONTAL ABSES
Prinsip terapi pada periodontal abses yaitu menstabilkan drainase inflamasi. Drainase pada
periodontal abses lebih mudah dikeluarkan, dapat menggunakan sonde tumpul. Sonde tumpul
dimasukkan perlahan pada ruang periodontal gigi sampai ke tempat abses. Pada saat
memasukkan sonde tumpul dibutuhkan anestesi untuk menghlangkan rasa sakit selama menjalani
prosedur tersebut.
Tindakan bedah dapat dilakukan dengan menginsisi gusi pada daerah periodontal untuk
mempermudah drainase. Tindakan bedah ini harus dilakukan hati-hati dan menghindari
kerusakan dari jaringan periodontal yang lain. Hal ini harus diperhatikan karena jaringan
periodontal berfungsi sebagai penahan agar gigi tetap tertanam pada tulang rahang. Jadi
diusahakan insisi pada daerah periodontal tidak dilakukan secara sembarangan.
Pada beberapa kasus, periodontal abses telah menjalar

Penggunaan antibiotik diperlukan pada periodontal maupun periapikal abses terutama pada yang
bersifat akut. Tipe antibiotik yang biasa diberikan meliputi:
1 Penicillin VK: dengan dosis awal 1000 mg dilanjutkan dengan 500 mg diminum 4 kali
sehari selama tujuh hari.
2 Amoxicillin (Augmentin): 250 mg diminum 3 kali sehari untuk sepuluh hari.
3 Erythromycin: 1000 mg sebagai dosis awal dilanjutkan dengan 500 mg diminum 4 kali
sehari selama 7 hari (diberikan pada pasien yang alergi terhadap penicillin).

Untuk yang bersifat kronis atau infeksi dengan respon kecil terhadap penicillin, klindamisin
dapat diberikan (300 mg sehari untuk 7 hari).
Pada kedua kasus tersebut (periapikal dan periodontal) dapat dilakukan pencucian dengan air
garam hangat terhadap jaringan gusi untuk membantu penyembuhan dan dapat diberikan
asetaminophen (mengurang panas dan nyeri) dan obat antiinflamasi seperti ibuprofen