Anda di halaman 1dari 11

GELANGGANG POLINOMIAL

Polinomial adalah salah satu konsep matematika yang paling banyak digunakan dalam aplikasi. Sebagai contoh fungsi polynomial adalah suatu fungsi yang amat mudah dihitung, sehingga polynomial sering digunakan untuk mengaproksimasi nilai dari fungsi fungsi lain yang sulit. Selain kegunaannya dalam bidang aplikasi, polynomial juga merupakan suatu konsep yang penting dalam teori gelanggang. Sebagai contoh, kita ingin memperluas gelanggang Z dengan memasukkan suatu bilangan riil ke dalam gelanggang Z sehingga

membentuk suatu gelanggang R yang baru. Akibat operasi penjumlahan pada R, unsure-unsur di R mestilah mengandung kelipatan dari e. Demkian juga akibat operasi perkalian pada R unsur unsure di R harus mengandung perpangkatan dari e. Lebih lanjut R mestilah mengandung unsur unsur dalam bentuk


Yang merupakan polynomial dalam variabel e dengan koefisien Sehingga untuk memperluas suatu gelanggang kita menggunakan konsep polynomial.

A. PENGANTAR Pada bagian ini kita akan memperkenalkan beberapa terminologi dasar sehubungan dengan polynomial. Beberapa di antara terminology tersebut adalah derajat, koefisien utama, dan polynomial monik. Defenisi 15.1.1 Andaikan R adalah suatu gelanggang komutatif. Himpunan
    

disebut sebagai gelanggang polynomial atas R dalam indeterminate x. Pada defenisi diatas , simbol tidak menyatakan suatu variabel yang

berasal dari gelanggang R, tetapi simbol-simbol tersebut semata-mata hanyalah sebagai suatu tempat penyimpanan yang pada suatu saat mungkin saja kita gantikan dengan unsure R. Dua unsure di
1

Dan


Dikatakan sama jika dan hanya jika saja pada defenisi ini kita harus mengambil

untuk semua bilangan bulat tak negatip i. Tentu jika i > n dan jikai > m

Selanjutnya perhatikan suatu polynomial




di R(x). Pada polinomial ini, bentuk untuk setiap suku , k = 0,1,2,n,




kita sebut sebagai suku dari polinomial a(x) dan disebut sebagai koefisien dari


.
. Derajat dari suatu

disebut sebagai koefisien dari polinomial

untuk setiap suku




adalah bilangan bulat positif terbesar n sehingga

Suatu polinomial, untuk semua . Bila

dikatakan berderajat s, jika

dan

adalah polinomial berderajat s, maka koefisien . Polinomial dikatakan

disebut sebagai koefisien utama (leading coeficient) dari sebagai Polinomial monik jika koefisien utamanya adalah 1. Teorema 15.1.2

Bila R adalah suatu gelanggang, maka himpunan gelanggang polinomial

R[x] dengan operasi penjumlahan dan p erkalian polinomial adalah suatu gelanggang. Bukti Akan ditunjukkan bahwa R[x] memenuhi aksioma-aksioma yang menjadi syarat untuk sebuah gelanggang, yaitu : , yakni :


Pandang sebarang dua unsur di




dan



Penjumlahan dari

dan

didefinisikan sebagai berikut :

Perkalian dari




dan


didefinisikan sebagai berikut:




dengan Jadi,

.
   

untuk k=0, maka untuk k=1, maka

untuk k=2n, maka Berdasarkan definisi diatas, maka :

untuk k=3, maka

untuk k=2, maka







operasi penjumlahan polinomial bersifat asosiatif, yaitu :


 

operasi penjumlahan polinomial bersifat komutatif, yaitu :

Unsur identitas dari yaitu polinomial nol Untuk setiap unsur suatu grup komutatif.

relatif terhadap operasi penjumlahan polinomial adalah





, unsur kebalikan dari

terhadap operasi penjumlahan adalah . Sehingga adalah

Operasi perkalian polinomial bersifat asosiatif, yaitu :

Pandang sebarang tiga unsur di




, yakni :


Misalkan :



dengan

 

. Maka diperoleh :



dengan
  





Dengan cara yang serupa dapat diperlihatkan bahwa




dengan 



, sehingga bila

, maka kita peroleh

dengan
   

sehingga untuk setiap r = 0,1,2,,3n kita peroleh fakta 




, yakni operasi perkalian polinomial adalah asosiatif.

 . Hal in berakibat

Operasi-operasi dalam polynomial bersifat distributive, yaitu : (a) (b) Misalkan :


 



Dengan mengingat defenisi penjumlahan dan perkalian polinomial, koefesien dari suku ke k dari adalah
   

Tetapi

adalah koefesien suku ke k dari a(x) b(x), dan

adalah

koefesien suku ke k dari a(x) c(x). Karena dk sama dengan koefesien suku ke k dari a(x) b(x) + a(x) c(x). Hal ini berakibat a(x)[ b(x)+c(x)] = a(x) b(x) + a(x) c(x). Dengan cara yang sama dapat diperlihatkan bahwa [a(x) + b(x)] c(x) = a(x) c(x) + b(x) c(x). Maka terbukti bahwa himpunan gelanggang polinomial R[x] dengan operasi penjumlahan dan perkalian polinomial adalah suatu gelanggang. Contoh :

f dan g dalam z 6 ?x A dengan f x = 2  3 x 2  5 x 3  4 x 5 dan g(x) =  5  4 x  5 x 2  7 x 3  5 x 5 . Tentukan :


a ) f(x) + g(x)

b) f(x) . g(x) Penyelesaian:


a ) f(x) + g(x)

= ( 2  3x 2  5 x 3  4 x 5 ) + (  5  4 x  5 x 2  7 x 3  5 x 5 ) = 3  4 x  2 x 2  3x 5

b) f(x) . g(x)

= ( 2  3 x 2  5 x 3  4 x 5 ).(  5  4 x  5 x 2  7 x 3  5 x 5 ) = 2 + 2x + (4+3) x 2 + (0 + 1 + 4) x 3 + (3 + 4) x 4 + (2 + 3 + 5 +2) x 5 + ( 5 +4) x 6 + (3 + 4) x 7 + (1 +4) x 8 + 4 x 10 = 2 + 2 x +1 x 2 +5 x 3 +1 x 4 +0 x 5 +3 x 6 +1 x 7 +5 x 8 +4 x 10 `=2 + 2 x + x 2 +5 x 3 + x 4 +3 x 6 + x 7 +5 x 8 +4 x 10

Contoh 2 Diperhatikan bahwa f (x) = 2 x 4 + 2 dan g (x) = 2 x 4 merupakan dua polinomial yang koefisiennya merupakan elemen di Z 4 . Diperhatikan bahwa: (i). f (x) + g(x) = (ii). f (x) g(x) =

(2 x

+ 2 +
4

) (2 x )
4

(2 x

+ 2 x4

)+ (2)
4

= 0

( x )+
4

2= 2

(2 x

+ 2

) (2 x )
4

= 0

( x )+ 0 ( x )
8

= 0.

Terlihat bahwa derajat f (x) + g(x) = 0 dan derajat f (x)

g(x) tak terdefinisi.

Teorema 15.1.3 Bila D adalah suatu daerah integral, maka gelanggang polynomial integral.

?xA adalah

suatu

Bukti : Teorema 15.1.2 memperlihatkan bahwa

?xA adalah
n

suatu gelanggang. Karena

suatu gelanggang komutatif, maka untuk setiap dua unsur a , b berakibat bahwa untuk sebarang dua unsur a ( x )

diperoleh ab ! ba . Hal ini

a x
i i 0

dan b( x) ! b j x j di
j!0

n a ( x )b ( x ) ! a i b j x k k !1 i  j ! k n ! b j ai x k k !1 j  i ! k ! b( x)a( x)

Sehingga

?xA adalah

suatu gelanggang komutatif. Selanjutnya, karena mempunyai unsur kesatuan yaitu 1

adalah suatu

daerah integral, maka

. Hal ini berakibat bahwa

1 ! 1  0 x  0 x 2  .......  0 x n adalah unsur kesatuan di

?xA.
mempunyai unsur pembagi nol.

Sekarang kita tinggal memperlihatkan bahwa Untuk itu, misalkan a( x ), b( x)

?xA tidak

?xA dengan

a ( x) ! a 0  a1 x  a 2 x 2  ......  a n x n , a n { 0 b( x) ! b0  b1 x  b2 x 2  .......  bm x m , bm { 0 Karena a n { 0 dan bm { 0 , maka perkalian polynomial menghasilkan a ( x )b ( x ) { 0 , hal ini disebabkan oleh a n bm { 0 . Ini berarti bahwa a ( x )b ( x ) ! 0 dipenuhi hanya bila a ( x ) ! 0 atau
b( x) ! 0 . Sehingga

?xA tidak mempunyai unsur pembagi nol. Jadi ?xA adalah suatu daerah

integral.

15.2 Pembagian Polinomial Di sekolah menengah kita sudah mempelajari bagaimana cara membagi suatu polynomial (dengan koefisien riel) berderajat tinggi dengan polynomial berderajat lebih rendah. Pada bagian ini kita akan melakukan abstraksi dari konsep pembagian ini, yakni konsep pembagian pada polynomial atas suatu lapangan F . Sebagai contoh, perhatikan

?xA, maka

adalah

Pembagian polynomial f(x) = 3x 4 + x3+2x2+1 dan g(x)=x2+4x+2 di Z5[x] di bawah ini. Pada pembagian ini tentu saja operasi penjumlahan dan perkalian dilakukan dengan modulo 5.
3x2+4x

x2+4x+2

3x4+x3+2x2+1 3x4+2x3+x2 4x3+x2+1 4x3+x2+3x 2x+1

Sehingga dalam Z5[x], polynomial f(x) dapat ditulis sebagai f(x)=g(x)q(x) +r(x) dengan g(x)=x2+4x+2, q(x)=3x2+4x dan r(x)=2x+1. Pada pembagian di atas polynomial q(x) disebut sebagai hasil bagi dan polynomial r(x) disebut sisa hasil bagi. Teorema berikut ini memperlihatkan secara umum bahwa kita dapat melakukan pembagian polynomial atas sebarang lapangan F. Teorema 15.2.1 Andaikan F adalah sutau lapangan. Bila f(x), g(x) F[x] dengan g(x) 0,

maka terdapat polynomial q(x) dan r(x) di F[x] yang tunggal sehingga f(x) = g(x)q(x) + r(x) dengan r(x)=0 atau derajat r(x) lebih kecil dari derajat g(x) Bukti. Jika f(x)=0 atau derajat f(x) lebih kecil dari derajat g(x), maka q(x) dan r(x) diperoleh dengan r(x) = f(x) dan q(x)=0. Selanjutnya, andaikan f(x) berderajat n dan g(x) berderajat m dengan n>m. Misalkan f(x)=a0+a1x+a2 x2++a nxn g(x)=b0+b1 x+b2 x2++bmx m Dengan menggunakan teknik pembagian seperti di atas, misalkan h(x)=f(x)-anb -1mxn-mg(x) Deperti h(x)=0 atau derajat h(x) lebih kecil dari derajat f(x). Dengan menggunakan asumsi pada induksi, untuk polynomial h(x) terdapat polynomial q 1 (x) dan r1(x) sehingga h(x) = g(x) q1(x) + r1(x) dengan r1(x)=0 atau derajat r1(x) lebih kecil dari derajat g(x). Hal ini berakibat
8

f(x)

= anbm -1 xn-mg(x) + h(x) = anbm -1 xn-mg(x) + g(x) q1 (x) + r1(x) = g(x)[ anbm -1 xn-m+ q1 (x)] + r1(x)

Dengan mengambil q(x)= anb -1mxn-m+q1 (x) dan r(x) = r1(x), diperoleh f(x)= g(x)q(x)+r(x) dengan r(x)=0 atau derajat r(x) lebih kecil dari derajat g(x). Selanjutnya kita akan memperlihatkan ekspresi f(x)=g(x)q(x)+r(x) adalah tunggal. Misalkan f(x) juga dapat ditulis sebagai f(x)=g(x)s(x)+t(x) dengan t(x)=0 atau derajat t(x) lebih kecil dari derajat g(x). Perhatikan bahwa g(x)q(x)+r(x)= g(x)s(x)+t(x) Sehingga g(x)[q(x)-s(x)]=t(x)-r(x) Karena derajat dari t(x)-r(x) lebih kecil dari derajat g(x), maka haruslah q(x)-s(x)=0. Yakni, q(x) = s(x) dan tentunya r(x)=t(x). Sebagai akibat langsung dari teorema 15.2.1 kita peroleh hasil-hasil sebagai berikut Akibat 15.2.2. Andaikan F adalah suatu lapangan. Bila a F dan f(x) F[x], maka f(a) adalah sisa hasil bagi dari f(x) oleh (x-a) Bukti. Menurut Teorema 15.2.1 untuk polynomial f(x) dan (x-a) terdapat polynomial q(x), r(x) F[x sehingga f(x)=(x-a)q(x) + r(x) dengan derajat r(x) lebih kecil dari derajat (x-a). Akibatnya r(x) adalah suatu konstanta yang berada pada F, sehingga f(x)=(x-a)q(x) +r. karena f(x) F[x], untuk x F kita dapat memandang f sebagai sehingga sehingga sisa bagi
 

Suatu pemetaan

Akibat 15.2.3 Andaikan F adalah suatu lapangan, dan misalkan

unsur a adalah pembuat nol dari f(x) jika dan hanya jika (x-a) adalah faktor dari f(x) Bukti: dengan mengunakan algoritma pembagian, maka polinomial f(x) dapat ditulis sebagai

f(x)=(x-a) q(x) + r(x) dengan r(x)=0 atau derajat dari r(x) adalah 0. Bila pembuat nolnya adalah f(x), maka f(a)=0=(a-a) q(x) +r yang berakibat r=0. Jadi (x-a) adalah faktor dari f(x) sebaliknya jika (x-a) adalah faktor dari f(x), maka terdapat polinomial sehingga f(x)=(x-a) q(x). hal ini berakibat f(a) = (a-a) q(a) = 0 q(a). jadi a adalah pembuat nol dari f(x). akibat 15.2.4 Bila F adalah suatu lapangan, maka suatu polinomial di F(x) yang berderajat n 1 mempunyai paling banyak n akar. Bukti. Andaikan f(x) adalah suatu polinomial berderajat n di F(x). kita akan memperlihatkan penyataan diatas dengan menggunakan induksi matematika pada derajat f(x).


Andaikan f(x) adalah polinomial berderajat n=1. Misalkan f(x) ax + b, dengan a,b
      Sekarang andaikan f(x)

berderajat n>1. Andaikan

adalah pembuat nol dari f(x). Menurut akibat 15.2.3, f(x) dapat
adalah akar

ditulis sebagai f(x)= (x-a) g(x) adalah polynomial berderajat n-1. Jika ddari f(x), maka 0= Karena )=


hipotesis induksi g(x) mempunyai paling banyak n-1 akar. Sehingga f mempunyai paling banyak n akar. Contoh 1 Perhatikan polynomial


 adalah pembuat nol dari g(x). tetapi menurut

. Karena f(0) = 0, f(1)=0, f(3)=0

dan f(4)=4, maka f(x) mempunyai empat buah akar di Z5. Selanjutnya kita perhatikan polynomial g(x) = +1 Z5(x). maka g(0)=1, g(1)=0, g(2)=4, g(3)=4 an g(4)=0.

Akibatnya g(x) hanya mempunyai 2 akar di Z5. Suatu polynomial mungkin saja tidak mempunyai akar pada suatu lapangannyang tertentu. Sebagai contoh, kita perhatikan polynomial h(x)= di Z2
10

(x). maka h(0)=h(1)=1, sehingga h(x) tidaj mempunyaiakar

Contoh 15.2.6 Bila lapanganF pada hipotesis akibat 15.2.4 kita ganti dengan sebarang gelanggang, maka suatu polynomial berderajat n mungkin saja mempunyai lebih dari n akar pada gelanggang tersebut. Sebagai contoh, bila f(x)=
  

. Sehingga f(x), suatu polynomial berderajat dua, mempunyai empat buah

akar di Z4.

11