Anda di halaman 1dari 102

BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang
Pada tanggal 20 Apri 2007 lalu Empat lawang resmi menjadi Kabupaten ke 15 di Propinsi Sumatera Selatan, melepaskan diri dari kabupaten Lahat. Kabupaten Empat Lawang disahkan melalui UU No. 1 Tahun 2007, Kabupaten Empat Lawang yang terletak di lembah Bukit Barisan dan Gunung Dempo, berbatasan langsung dengan Kabupaten Musi Rawas yang terletak disebelah utara, KotaMadya Pagar Alam dan Bengkulu Selatan yang terletak di sebelah selatan, Kabupaten Lahat disebelah Timur dan Kabupaten Rejang Lebong di sebelah Barat. Memiliki luas 225.644 KM2 serta jumlah penduduk sebanyak 229.552 jiwa yang tersebar di 146 desa di 7 Kecamatan yaitu Kecamatan Pendopo Lintang, Kecamatan Muara Pinang, Kecamatan Lintang Kanan, Kecamatan Ulumusi, Kecamatan Pasemah Air Keruh, Kecamatan Talang Padang dan Kecamatan Tebing Tinggi.

I.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan sebelumnya, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah: 1. Bagaimana Asal Mula nama Empat Lawang? 2. Apa saja Adat Istiadat yang ada di Kabupaten Empat Lawang? 3. Apa saja Kesenian yang ada di Kabupaten Empat Lawang?

-1-

4. Apa saja Makanan Khas yang ada di Kabupaten Empat Lawang? 5. Apa saja Arsitektur Tradisional Lawang? yang ada di Kabupaten Empat

I.3. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah : 1. Untuk mengetahui asal mula nama Empat Lawang 2. Untuk mengetahui adat istiadat yang ada di Kabupaten Empat Lawang 3. Untuk mengetahui kesenian yang ada di Kabupaten Empat Lawang 4. Untuk mengetahui makanan khas yang ada di Kabupaten Empat Lawang 5. Untuk mengetahui arsitektur tradisional yang ada di Kabupaten Empat Lawang

I.4. Metode
Dalam mendapatkan data guna terciptanya data-data yang akurat, maka dalam penulisan makalah ini penulis menggunakan metode yaitu Browsing di internet.

-2-

BAB II PEMBAHASAN
II.1. Asal Mula Nama Empat Lawang
Arti kata Lawang yang sesungguhnya adalah Lawangan atau Pamitan, yaitu orang yang terkemuka atau Sesepuh dan dapat pula diartikan Pahlawan. Pada zaman nenek moyang kita dulu, terdapat Empat Pahlawan yang merangkap jadi Iman dan juga menjadi pimpinan didaerah Empat Lawang dengan kawasan wilayah : I. Marga Tedajen, sekarang disebut Marga Lubuk Puding dengan zuriatnya sekarang ini adalah Pangeran Halek, Demang Achmad (dari Komering) istrinya adik Pangeran (Mariatul) anaknya Bapak Hasan Belando, Bapak Drs. Halek dll. II. Marga Kejaten Mandi Musi Ulu, sekarang disebut Marga Tanjung Raya dengan zuriatnya : Pangeran H. Abubakar anaknya Pasirah A. Zaini (alm) dll III. Marga Muara Pinang, dengan zuriatnya Pasirah Sani. IV.Marga Muara Danau, dengan zuriatnya Pangeran Majid anaknya Pasirah A.K. Matjik dan Demang Umar. Disamping keempat Marga tersebut diatas, ada marga

tersendiri dulu disebut Miji, kalau sekarang disebut dengan Istimewa yaitu Marga Singkap Dalam Musi Ulu, sekarang disebut Marga Karangdapo, daerahnya meliputi Talang Padang, yang dipimpin oleh Puyang Kagede yang nama aslinya Nung Kodo Lindung. Daerah Marga Tedajen / Marga Lubuk Puding dari wates sampai Karangdapo, daerah Marga Kejatan Mandi Musi Ulu / Marga -3-

Tanjung Raya adalah dari dusun Kungkilan terus kearah Pagaralam sampai ke Marga Gunung Meraksa, yang kearah Tebing Tinggi sepanjang Sungai Musi sampai ke Saling. Dari dusun Muara Pinang sampai dusun Sawah disebut Lintang Kiri dikenal sebagai Marga Semidang, Puyangnya ialah Serunting Sakti, Sedangkan daerah Muara Danau disebut Lintang Kanan. Sesudah zaman Belanda daerah ini menjadi 13 (tiga belas) marga yaitu : Marga saling, Marga Kupang, Marga Batu Pance, Marga Talang Padang, Marga Tanjung Raya, Marga Karangdapo, Marga Lubuk Puding, Marga Gunung Meraksa, Marga Tanjung Raman, Marga Babatan, Marga Muara Danau, Marga Muara Pinang dan Marga Seleman. Pada zaman Sunan Palembang berperang dengan Tentara Tuban di Jawa, pada waktu itu Sunan mengirim utusan ke Empat Lawang memohon bantuan untuk berperang dengan kerajaan Tuban, maka Empat Pahlawan ditambah Puyang Kagede bersedia membantu Sunan, dengan membawa empat puluh pasukan lalu mereka berkumpul disebuah batu besar,. untuk berunding/berencana/bemance. Batu Besar tempat mereka berunding akhirnya menjadi sebuah daerah dan menjadi Marga Singkap Pelabuhan dan terakhir berubah menjadi Marga Batu Pance, dari hasil perundingan mereka diatas batu besar tadi, mereka langsung berangkat ke Tuban beserta pasukan masing masing dan langsung berperang denga Kerajaan Tuban. Kerajaan Tuban Kalah, tetapi Puyang/Pahlawan dari Muara Pinang mati terbunuh, mengakui kekalahannya Kerajaan Tuban menyerahkan : Gong pusaka gading, Kelinteng Aur Lanting dan anak raja, satu perempuan dan satu lelaki, sebagai ganti puyang yang terbunuh waktu berperang. -4-

Anak Raja yang laki tadi didudukan di Muara Pinang, sedangkan yang perempuan kawin dengan salah satu anggota pasukan, dan terus dilinggihkan (dudukan) yang mana sekarang menjadi Dusun Lingge. Sedangkan Kelintang Aur Lanting sampai sekarang ini masih ada di Marga Karangdapo, dan Gong Pusaka gading sampai sekarang ini tidak tahu dimana keberadaannya. Setelah menang berperang, para Pahlawan ini kembali ke Palembang melaporkan kepada Sunan, bahwa mereka sudah menaklukan Kerajaan Tuban. Semua pahlawan ini oleh Sunan Palembang ditempatkan khusus dirumah Rakit diatas sungai Musi, kepulangan para pahlawan ini menimbulkan banyak yang iri atas keberhasilan mereka menaklukan Kerajaan Tuban, akhirnya mereka memfitnah para pahlawan ini dengan mengatakan, bahwa para Pahlawan ini akan menaklukan Sunan Palembang, “Kerajaan Tuban saja bisa ditaklukan, apalagi Sunan Palembang”. Akhirnya Sunan Palembang termakan fitnah ini, yang akhirnya Sunan Palembang berencana untuk memusnahkan para Pahlawan ini, dengan dalih menyambut para Pahlawan ini Sunan Palembang mengadakan jamuan makan malam di Istana Sunan dengan mengundang para Pahlawan ini. Tetapi pada waktu itu Puyang Kagede telah mencium niat tidak baik sunan ini, bahwa makanan ini hanya jebakan saja, maka pada malam itu Puyang Kagede tidak hadir dengan alas an sakit, apa yang telah diduga oleh Puyang Kagede ternyata benar, sebab semua yang hadir dapat ditawan oleh Sunan dalam keadaan Mabuk. Melihat hal ini Puyang Kagede tidak tinggal diam, maka mengamuklah Puyang Kagede dengan menyerang Istana Sunan, yang akhirnya dapat membebaskan puyang-puyang yang lain, dengan Kesaktian yang dimiliki Puyang Kagede dan Puyang yang lain akhirnya terjadi peperangan besar, Sunan Palembang

-5-

mengalami Palembang.

kekalahan

dan

juga

terbunuhnya

anak

Sunan

Akhirnya Sunan Palembang mengadakan damai dengan para Empat Lawang ini, dimana diambil kebijakan bahwa nyawa harus ganti nyawa, karena putra mahkota Sunan Palembang meninggal, sebagai gantinya Puyang Kagede harus tinggal di Istana Sunan dan diangkat anak oleh Sunan. Semua sisa pasuka kembali ke Empat Lawang, kecuali Puyang Kagede yang harus tinggal di Palembang. Berselang beberapa tahun kemudian terjadi keributan

diantara puyang puyang lain di Empat Lawang, ini mungkin istilah Lintang berebut KUNDU, berebut siapa yang tua yang patut jadi pemimpin. Akhirnya beberapa puyang mengambil inisiatif untuk

mengadakan semedi , siapa yang patut jadi pemimpin diantara mereka, beberapa hari kemudian didapatlah petunjuk, bahwa “ kenapa puyang yang bertuah (punya kelebihan) ditinggal di Palembang”. Maka dikirimlah utusan ke Sunan Palembang untuk menemui Puyang Kagede, maka diadakanlah perundingan dengan Sunan Palembang, Puyang Kagede dan para Puyang yang lainnya yang akhirnya disepakati Puyang kagede diangkat Sunan sebagai perwakilannya didaerah uluan Palembang yang berkedudukan di Tebing Tinggi, dengan istilah Pepatih/Perwakilan sunan. Pada zaman Belanda daerah Tebing Tinggi dipegang oleh Assisten Residen, setelah berkembang dan berjalan cukup lama, kedudukan Assisten ini akhirnya dipindahkan ke Lahat, mungkin ada pertimbangan pertimbangan lainnya oleh Pemerintah Belanda dahulu, sedangkan pertimbangan Sunan dulu adalah selain Puyang Kagede mewakili Sunan diseluruh daerah Uluan juga pertimbangan

-6-

2. Menimbang : a. Berikut isi UU tersebut: UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN EMPAT LAWANG DI PROVINSI SUMATERA SELATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. 1 Tahun 2007. Berdirinya Kabupaten IV Lawang Pada tanggal 20 Apri 2007 lalu Empat lawang resmi menjadi Kabupaten oleh Mendagri Ad Interim Widodo As. Kabupaten Empat Lawang disahkan melalui UU No. bahwa untuk memacu perkembangan dan kemajuan Provinsi Sumatera Selatan pada umumnya dan Kabupaten Lahat pada -7- .dapat berkumpul kembali ke daerah puyang puyang di Empat Lawang. sejak tahun 2004. II. setelah menunggu empat tahun lalu.

serta adanya aspirasi yang berkembang dalam masyarakat. dan kemasyarakatan di Kabupaten Lahat. pembangunan. Pasal 5 ayat (1). dan huruf c. potensi daerah.khususnya. bahwa pembentukan Kabupaten Empat Lawang diharapkan akan dapat mendorong peningkatan pelayanan di bidang pemerintahan. luas wilayah. -8- . dan kemasyarakatan. dipandang perlu membentuk Kabupaten Empat Lawang di wilayah Provinsi Sumatera Selatan. perlu membentuk UndangUndang tentang Pembentukan Kabupaten Empat Lawang di Provinsi Sumatera Selatan. Pasal 18B. sosial budaya. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1814). c. b. bahwa dengan memperhatikan kemampuan ekonomi. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a. huruf b. serta memberikan kemampuan dalam pemanfaatan potensi daerah. Pasal 18A. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1959 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Sumatera Selatan dan Undang-Undang Darurat Nomor 16 Tahun 1955 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang Nomor 3 Tahun 1950 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1955 Nomor 52) sebagai Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 70. pertahanan dan keamanan serta meningkatnya beban tugas serta volume kerja di bidang pemerintahan. pelaksanaan pembangunan. kependudukan dan pertimbangan dari aspek sosial politik. dipandang perlu meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan. dan Pasal 20 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 2. dan pelayanan publik guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Mengingat : 1. pembangunan. d. Pasal 18.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Undang-Undang Darurat Nomor 5 Tahun 1956 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 56) dan Undang-Undang Darurat Nomor 6 Tahun 1956 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 57) tentang Pembentukan Daerah Tingkat II termasuk Kotapraja. dalam Lingkungan Daerah Tingkat I Sumatera Selatan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor -9- . 7. sebagai Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 73.3. Dewan Perwakilan Rakyat. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. 5. Dewan Perwakilan Daerah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4310). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 37. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1821). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4277). 4. Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 92. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 4 Tahun 1956 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 55). 6.

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 . Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA dan PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN: Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN EMPAT LAWANG DI PROVINSI SUMATERA SELATAN.108. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438).10 - . Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126. 8.

dikurangi dengan Wilayah Kota Pagar Alam sebagaimana Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Pagar Alam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun . dalam Lingkungan Daerah Tingkat I Sumatera Selatan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4033).Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan: 1. adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. selanjutnya disebut Pemerintah. sebagai Undang-Undang. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2828) dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 217. Daerah otonom. yang wilayahnya telah dikurangi dengan Provinsi Bengkulu berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967 tentang Pembentukan Propinsi Bengkulu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 19. 4.11 - . 3. Kabupaten Lahat adalah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Nomor 28 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 4 Tahun 1956 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 55). selanjutnya disebut daerah. Undang-Undang Darurat Nomor 5 Tahun 1956 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 56). Provinsi Sumatera Selatan adalah daerah otonom sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pemerintah Nomor 25 Tahun 1959 tentang 3 Penetapan Tahun Peraturan tentang Pengganti Undang-Undang Nomor 1950 Pembentukan Daerah Tingkat I Sumatera Selatan dan Undang-Undang Darurat Nomor 16 Tahun 1955 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1955 Nomor 52) sebagai Undang-Undang. adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 2. Pemerintah pusat. dan Undang-Undang Darurat Nomor 6 Tahun 1956 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 57) tentang Pembentukan Daerah Tingkat II termasuk Kotapraja.

b.2001 Nomor 88. yang merupakan kabupaten asal Kabupaten Empat Lawang. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4115). Kecamatan Pasemah Air Keruh. BATAS WILAYAH. Kecamatan Ulu Musi. Pasal 3 Kabupaten Empat Lawang berasal dari sebagian wilayah Kabupaten Lahat yang terdiri atas cakupan wilayah: a. c. DAN IBU KOTA Bagian Kesatu Pembentukan Pasal 2 Dengan Undang-Undang ini dibentuk Kabupaten Empat Lawang di wilayah Provinsi Sumatera Selatan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. d. Kecamatan Tebing Tinggi.12 - . dan . Kecamatan Muara Pinang. f. Kecamatan Pendopo. BAB II PEMBENTUKAN. e. Kecamatan Talang Padang.

sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Sakti Kabupaten Lahat dan Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu. Kecamatan Kikim Tengah. c. Bagian Kedua Batas Wilayah Pasal 5 (1) Kabupaten Empat Lawang mempunyai batas-batas wilayah: a. b. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. digambarkan dalam peta wilayah.13 - . wilayah Kabupaten Lahat dikurangi dengan wilayah Kabupaten Empat Lawang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Muara Beliti dan Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas. Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Kecamatan Lintang Kanan. . yang merupakan wilayah Kabupaten Empat Lawang sebagaimana tercantum dalam lampiran Undang-Undang ini. sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Kikim Barat. (3) Cakupan wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. dan Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat. Kecamatan Kikim Selatan. (2) Batas wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digambarkan dalam peta wilayah yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Undang-Undang ini. Kabupaten Bengkulu Utara. dan d. sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Seluma. Pasal 4 Dengan terbentuknya Kabupaten Empat Lawang.g.

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri. (5) Penentuan batas wilayah Kabupaten Empat Lawang secara pasti di lapangan. Bagian Ketiga Ibu Kota Pasal 7 Ibu kota Kabupaten Empat Lawang berkedudukan di Tebing Tinggi. yang merupakan wilayah Kabupaten Empat Lawang sebagaimana tercantum dalam lampiran Undang-Undang ini dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Undang-Undang ini. Pemerintah Kabupaten Empat Lawang menetapkan Rencana Tata Ruang Wilayah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (2) Penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Empat Lawang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional dan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Sumatera Selatan serta memperhatikan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota di sekitarnya. BAB III URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH . Pasal 6 (1) Dengan terbentuknya Kabupaten Empat Lawang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2.14 - . (6) Ketentuan lebih lanjut mengenai penentuan batas wilayah secara pasti di lapangan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri.(4) Batas cakupan wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan wilayah yang terdapat dalam batas-batas tersebut digambarkan dalam peta wilayah.

. fasilitasi pembangunan koperasi. pengendalian lingkungan hidup. e. pelayanan kependudukan. f.15 - . h. b. penanggulangan masalah sosial. pelayanan pertanahan. pelayanan administrasi penanaman modal. d. penyelenggaraan pendidikan. pelayanan bidang ketenagakerjaan. m. pelayanan administrasi umum pemerintahan. penyediaan sarana dan prasarana umum. (2) Urusan wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten Empat Lawang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. g. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya. pemanfaatan. k. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. dan pencatatan sipil. n. perencanaan. usaha kecil dan menengah. dan pengawasan tata ruang. l.Pasal 8 (1) Urusan pemerintahan daerah yang menjadi kewenangan Kabupaten Empat Lawang mencakup urusan wajib dan urusan pilihan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. j. dan p. i. penanganan bidang kesehatan. c. o. perencanaan dan pengendalian pembangunan. urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.

16 - . kekhasan.(3) Urusan pilihan yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten Empat Lawang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi urusan pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi. BAB IV PEMERINTAHAN DAERAH Bagian Kesatu Peresmian Daerah Otonom Baru dan Penjabat Kepala Daerah Pasal 9 Peresmian Kabupaten Empat Lawang dan pelantikan Penjabat Bupati Empat Lawang dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden paling lambat 6 (enam) bulan setelah Undang-Undang ini diundangkan. dan potensi unggulan daerah yang bersangkutan. Bagian Kedua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah .

(2) Jumlah dan tata cara pengisian keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Empat Lawang sebagaimana dimaksud dengan peraturan perundang-undangan. pada ayat (1).17 - . (3) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lahat yang asal daerah pemilihannya pada Pemilihan Umum Tahun 2004 terbagi ke dalam wilayah Kabupaten Lahat dan Kabupaten Empat Lawang sebagai akibat dari UndangUndang ini. (4) Penetapan keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Empat Lawang sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang bersangkutan dapat memilih untuk mengisi keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Empat Lawang atau tetap pada keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lahat. (5) Peresmian pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Empat Lawang dilaksanakan paling lambat 6 (enam) bulan setelah pelantikan Penjabat Bupati Empat Lawang.Pasal 10 (1) Pengisian keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Empat Lawang untuk pertama kali dilakukan dengan cara penetapan berdasarkan perimbangan hasil perolehan suara partai politik peserta Pemilihan Umum Tahun 2004 yang dilaksanakan di Kabupaten Lahat. . sesuai dengan peraturan perundang-undangan. sesuai Bagian Ketiga Pemerintah Daerah Pasal 11 (1) Untuk memimpin penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Empat Lawang dipilih dan disahkan Bupati dan Wakil Bupati. paling lama 1 (satu) tahun sejak terbentuknya Kabupaten Empat Lawang. ayat (2) dan ayat (3) dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lahat.

Dinas Daerah. evaluasi dan fasilitasi terhadap kinerja Penjabat Bupati dalam melaksanakan tugas pemerintahan. pengawasan. (6) Gubernur melakukan pembinaan. Menteri Dalam Negeri dapat mengangkat kembali Penjabat Bupati untuk 1 (satu) kali masa jabatan berikutnya paling lama 1 (satu) tahun atau menggantinya dengan penjabat lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 12 Untuk pertama kali pembiayaan pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Empat Lawang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lahat dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Sumatera Selatan. (4) Pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah yang memiliki kemampuan dan pengalaman jabatan di bidang pemerintahan serta memenuhi persyaratan untuk menduduki jabatan itu sesuai dengan peraturan perundangundangan. Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.(2) Sebelum terpilihnya Bupati dan Wakil Bupati definitif sebagaimana dimaksud pada ayat (1). untuk pertama kalinya Penjabat Bupati diangkat dan dilantik oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden berdasarkan usul Gubernur dari pegawai negeri sipil dengan masa jabatan paling lama 1 (satu) tahun. serta unsur .18 - . (3) Menteri Dalam Negeri dapat menunjuk Gubernur Sumatera Selatan untuk melantik Penjabat Bupati Empat Lawang. Lembaga Teknis Daerah. proses pengisian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pemilihan Bupati/Wakil Bupati. (5) Apabila dalam waktu 1 (satu) tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (2) belum terpilih dan belum dilantik Bupati definitif. Pasal 13 (1) Untuk menyelenggarakan pemerintahan di Kabupaten Empat Lawang dibentuk perangkat daerah yang meliputi Sekretariat Daerah.

meliputi: . penyerahan aset. (2) Perangkat daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) telah dibentuk oleh Penjabat Bupati paling lama 6 (enam) bulan sejak tanggal pelantikan. penyerahan aset. dan dokumen kepada Kabupaten Empat Lawang.perangkat daerah yang lain dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (2) Pemindahan personel sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lambat 6 (enam) bulan sejak pelantikan penjabat bupati. (4) Personel sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) meliputi pegawai negeri sipil yang karena tugas dan kemampuannya diperlukan oleh Kabupaten Empat Lawang. (6) Gaji dan tunjangan pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (4) selama belum ditetapkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Empat Lawang dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja dari asal satuan kerja personel yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. dan melaksanakan pemindahan personel. (7) Aset dan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3). mengatur. serta dokumen kepada Pemerintah Kabupaten Empat Lawang. (3) Penyerahan aset dan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lambat 3 (tiga) tahun sejak pelantikan penjabat bupati.19 - . ASET DAN DOKUMEN Pasal 14 (1) Bupati Lahat bersama Penjabat Bupati Empat Lawang menginventarisasi. BAB V PERSONEL. (5) Gubernur Sumatera Selatan memfasilitasi pemindahan personel.

BAB VI PENDAPATAN. barang milik/dikuasai yang bergerak dan tidak bergerak dan/atau dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Lahat yang berada dalam wilayah Kabupaten Empat Lawang. (2) Dalam dana perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b. HIBAH DAN BANTUAN DANA Pasal 15 (1) Kabupaten Empat Lawang berhak mendapatkan alokasi dana perimbangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan mengenai dana perimbangan antara Pemerintah dan pemerintahan daerah. utang piutang Kabupaten Lahat yang kegunaannya untuk Kabupaten Empat Lawang menjadi tanggung jawab Kabupaten Empat Lawang. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Lahat yang kedudukan. Pemerintah mengalokasikan dana alokasi khusus prasarana pemerintahan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. c.20 - . dan d. dan lokasinya berada di Kabupaten Empat Lawang. dilaporkan oleh Gubernur Sumatera Selatan kepada Menteri Dalam Negeri. (9) Pelaksanaan pemindahan personel dan penyerahan aset serta dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dokumen dan arsip yang karena sifatnya diperlukan oleh Kabupaten Empat Lawang. . Gubernur Sumatera Selatan selaku wakil Pemerintah wajib menyelesaikannya.a. (8) Dalam hal penyerahan dan pemindahan aset serta dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (7) tidak dilaksanakan oleh Bupati Lahat. kegiatan. ALOKASI DANA PERIMBANGAN.

00 (sepuluh miliar rupiah) setiap tahun selama 2 (dua) tahun berturut-turut. (3) Hibah dan bantuan dana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dimulai sejak pelantikan Penjabat Bupati Empat Lawang.000.000. (4) Apabila Kabupaten Lahat tidak memenuhi kesanggupannya memberikan hibah sesuai ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pemerintah mengurangi penerimaan dana alokasi umum dari Kabupaten Lahat untuk diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Empat Lawang. (7) Penjabat Bupati Empat Lawang menyampaikan laporan pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana hibah dan dana bantuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) kepada Gubernur Sumatera Selatan.00 (lima miliar rupiah) setiap tahun selama 2 (dua) tahun berturut-turut.000.Pasal 16 (1) Pemerintah Kabupaten Lahat sesuai kesanggupannya memberikan hibah berupa uang untuk menunjang kegiatan penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Empat Lawang sebesar Rp.000.5.21 - . (5) Apabila Provinsi Sumatera Selatan tidak memenuhi kesanggupannya memberikan bantuan dana sesuai ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Pemerintah mengurangi penerimaan dana alokasi umum dari Provinsi Sumatera Selatan untuk diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Empat Lawang. Pasal 17 Penjabat Bupati Empat Lawang berkewajiban melakukan penatausahaan keuangan daerah sesuai peraturan perundang-undangan. .000.000.10. (2) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memberikan bantuan dana untuk menunjang kegiatan penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Empat Lawang sebesar Rp. (6) Penjabat Bupati Empat Lawang menyampaikan realisasi penggunaan hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Bupati Lahat.

(2) Rancangan Peraturan Bupati Empat Lawang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan setelah disahkan oleh Gubernur Sumatera Selatan.22 - . .BAB VII PEMBINAAN Pasal 18 (1) Untuk mengefektifkan penyelenggaraan pemerintahan daerah. BAB VIII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 19 (1) Sebelum terbentuknya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Pemerintah bersama Gubernur Sumatera Selatan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten Empat Lawang. Penjabat Bupati Empat Lawang menyusun Rancangan Peraturan Bupati tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Empat Lawang untuk tahun anggaran berikutnya. Pemerintah dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melakukan pembinaan dan fasilitasi secara khusus terhadap Kabupaten Empat Lawang dalam waktu 3 (tiga) tahun sejak diresmikan. (2) Setelah 5 (lima) tahun sejak diresmikan. (3) Hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dijadikan acuan kebijakan lebih lanjut oleh Pemerintah dan Gubernur Sumatera Selatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pasal 20 (1) Sebelum Kabupaten Empat Lawang menetapkan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati sebagai pelaksanaan Undang-Undang ini. BAB IX KETENTUAN PENUTUP Pasal 21 Pada saat berlakunya Undang-Undang ini. . Pasal 22 Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan sebagai pelaksanaan Undang-Undang ini.23 - . semua Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati Lahat tetap berlaku dan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Empat Lawang.(3) Proses pengesahan dan penetapan Peraturan Bupati Empat Lawang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (2) Semua Peraturan Daerah Kabupaten Lahat. semua ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Kabupaten Empat Lawang disesuaikan dengan Undang-Undang ini. Peraturan dan Keputusan Bupati Lahat yang selama ini berlaku di Kabupaten Empat Lawang harus disesuaikan dengan Undang-Undang ini. diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Disahkan di Jakarta pada tanggal 2 Januari 2007 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di Jakarta pada tanggal 2 Januari 2007 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA AD INTERIM .24 - . Agar setiap orang mengetahuinya. DR. memerintahkan pengundangan UndangUndang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. H. ttd.Pasal 23 Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

568.86 km 2 dengan penduduk pada tahun 2005 berjumlah ± 6.25 - .798.REPUBLIK INDONESIA.18 km2 dengan jumlah penduduk pada tahun 2005 berjumlah 570. YUSRIL IHZA MAHENDRA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2007 NOMOR 3 PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN EMPAT LAWANG DI PROVINSI SUMATERA SELATAN I.189 jiwa terdiri atas 10 (sepuluh) kabupaten dan 4 (empat) kota.557 jiwa terdiri atas 19 (sembilan dalam rangka memperkukuh Negara Kesatuan Republik . ttd. Kabupaten Lahat yang mempunyai luas wilayah ± 7. perlu memacu peningkatan penyelenggaraan pemerintahan Indonesia.517. UMUM Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki luas wilayah ± 86.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkewajiban membantu dan . Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nomor 09 Tahun 2004 tanggal 31 Juli 2004 tentang Dukungan Dan Persetujuan Terhadap Rencana Pemekaran Kabupaten Lahat di Provinsi Sumatera Selatan. Kecamatan Talang Padang. Berdasarkan hal tersebut Pemerintah telah melakukan kajian secara mendalam dan menyeluruh mengenai kelayakan pembentukan daerah dan berkesimpulan bahwa Pemerintah perlu membentuk Kabupaten Empat Lawang.belas) kecamatan. Kecamatan Pendopo. Kecamatan Muara Pinang. dan Kecamatan Lintang Kanan. Dengan terbentuknya Kabupaten Empat Lawang sebagai daerah otonom.44 km2 dengan jumlah penduduk ± 222. Kecamatan Tebing Tinggi. pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat belum sepenuhnya terjangkau. Kabupaten ini memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung peningkatan penyelenggaraan pemerintahan. Dengan luas wilayah dan besarnya jumlah penduduk seperti tersebut di atas. serta Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lahat Nomor 20 Tahun 2006 tanggal 11 Mei 2006 tentang Persetujuan Revisi Terhadap Keputusan DPRD Kabupaten Lahat Nomor 7 Tahun 2004 tentang Persetujuan Pembentukan Pemekaran Kabupaten Lahat. yaitu Kecamatan Pasemah Air Keruh.26 - .274 jiwa pada tahun 2005. Kabupaten Empat Lawang memiliki luas wilayah keseluruhan ± 2. Kecamatan Ulu Musi. Selanjutnya dengan memperhatikan aspirasi masyarakat yang dituangkan dalam Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lahat Nomor 07 Tahun 2004 tanggal 8 Mei 2004 tentang Persetujuan Pembentukan Pemekaran Kabupaten Lahat dan Keputusan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lahat Nomor 07 Tahun 2004 tanggal 1 Juni 2004 tentang Persetujuan Pemberian Bantuan Dana Kepada Pemerintah Kabupaten Baru Hasil Pemekaran Kabupaten Lahat. Kondisi demikian perlu diatasi dengan memperpendek rentang kendali pemerintahan melalui pembentukan daerah otonom baru sehingga pelayanan publik dapat ditingkatkan guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Pembentukan Kabupaten Empat Lawang yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Lahat terdiri atas 7 (tujuh) kecamatan. Keputusan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lahat Nomor 08 Tahun 2004 tanggal 1 Juni 2004 tentang Persetujuan Pemberian Bantuan Pembiayaan Operasional Persiapan dan Pelaksanaan Pembentukan Kabupaten Empat Lawang.256.

.memfasilitasi terbentuknya kelembagaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan perangkat daerah yang efisien dan efektif sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. dokumen kepentingan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam rangka meningkatkan pelayanan publik dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Empat Lawang. II. Dalam melaksanakan otonomi daerah. Pasal 3 Cukup jelas. serta pengelolaan sumber daya alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 2 Cukup jelas. penyiapan sarana dan prasarana pemerintahan.27 - . Kabupaten Empat Lawang perlu melakukan berbagai upaya peningkatan kemampuan ekonomi. pengalihan serta aset membantu dan dan memfasilitasi untuk pemindahan personel. dan peningkatan sumber daya manusia. pemberdayaan. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas.

28 - . Ayat (6) Cukup jelas.Pasal 4 Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (2) Dalam rangka pengembangan Kabupaten Empat Lawang khususnya guna perencanaan dan penyelenggaraan pemerintahan. Ayat (3) Lampiran peta cakupan wilayah digambarkan dengan skala 1:50. Ayat (5) Cukup jelas. Pasal 6 Ayat (1) Cukup jelas. Pasal 5 Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. pelaksanaan .000.

pembangunan dan kemasyarakatan.29 - . atau ibu kota provinsi. serta pengembangan sarana dan prasarana pemerintahan. Provinsi. Pasal 9 Peresmian kabupaten dan pelantikan Penjabat Bupati dapat dilakukan secara bersamaan dan pelaksanaannya dapat bertempat di ibu kota negara.pembangunan dan pelayanan masyarakat pada masa yang akan datang. Pasal 11 Ayat (1) . Pasal 10 Cukup jelas. dan Kabupaten/Kota. diperlukan adanya kesatuan perencanaan pembangunan. Untuk itu Tata Ruang Wilayah Kabupaten Empat Lawang harus benar-benar serasi dan terpadu penyusunannya dalam satu kesatuan sistem Rencana Tata Ruang Wilayah yang terpadu dengan Tata Ruang Nasional. Pasal 7 Tebing Tinggi sebagai ibu kota Kabupaten Empat Lawang berada di Kecamatan Tebing Tinggi. atau ibu kota kabupaten. Pasal 8 Cukup jelas.

30 - . Pasal 12 Pembebanan biaya pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Empat Lawang kepada APBD Provinsi Sumatera Selatan dan APBD Kabupaten Lahat dilaksanakan secara proporsional sesuai dengan kemampuan keuangan masing-masing daerah. Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (6) Cukup jelas. Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. Pasal 14 . Ayat (2) Penjabat Bupati Empat Lawang diusulkan oleh Gubernur Sumatera Selatan dengan pertimbangan Bupati Lahat.Cukup jelas. Pasal 13 Cukup jelas.

kegiatan. Dalam rangka tertib administrasi. dan lokasinya berada di Kabupaten Empat Lawang. Ayat (5) Untuk mencapai daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintahan. Ayat (2) Cukup jelas. dan dokumen dari Pemerintah Kabupaten Lahat kepada Pemerintah Kabupaten Empat Lawang. Ayat (4) Cukup jelas. digunakan pegawai. Dalam hal BUMD yang pelayanan/kegiatan operasionalnya mencakup kabupaten induk dan kabupaten baru. jika dianggap perlu. pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan. pemerintah daerah yang bersangkutan melakukan kerja sama. Ayat (3) Cukup jelas. diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten Lahat kepada Pemerintah Kabupaten Empat Lawang. diperlukan tindakan hukum berupa penyerahan personel. aset. tanah. serta fasilitas pelayanan umum yang telah ada selama ini dalam pelaksanaan tugas Pemerintah Kabupaten Lahat dalam wilayah calon Kabupaten Empat Lawang. untuk mencapai daya guna dan hasil guna dalam penyelenggaraannya.31 - . gedung perkantoran dan perlengkapannya. Begitu juga utang piutang yang penggunaannya untuk Kabupaten Empat Lawang diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten Lahat kepada .Ayat (1) Cukup jelas. Demikian pula BUMD Kabupaten Lahat yang berkedudukan.

Pasal 15 Cukup jelas. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “memberikan bantuan dana” adalah pemberian sejumlah dana yang didasarkan pada Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 461/KPTS/11/04 tanggal 24 Agustus 2004. dibuatkan daftar inventaris. Ayat (9) Cukup jelas. . Berkenaan dengan pengaturan penyerahan tersebut. Ayat (8) Cukup jelas.Pemerintah Kabupaten Empat Lawang.32 - . Pasal 16 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “hibah” adalah pemberian sejumlah uang yang besarnya didasarkan pada Perda Kabupaten Lahat Nomor 1 Tahun 2006 tanggal 11 Februari 2006 dan Keputusan Bupati Lahat Nomor 7 Tahun 2004 tanggal 1 Juni 2004. Ayat (6) Cukup jelas. Ayat (7) Cukup jelas.

Ayat (6) Cukup jelas. Pasal 19 Cukup jelas. Ayat (4) Pengurangan dana alokasi umum adalah sebesar jumlah dana sesuai dengan kesanggupan Pemerintah Kabupaten Lahat yang belum dibayarkan.Ayat (3) Cukup jelas. Pasal 18 Cukup jelas. . Ayat (5) Pengurangan dana alokasi umum adalah sebesar jumlah dana sesuai dengan kesanggupan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang belum dibayarkan.33 - . Ayat (7) Cukup jelas. Pasal 17 Cukup jelas.

kepada Ketua DPRD Kabupaten Lahat dan Gubernur sumatera selatan.34 dengan meniadakan unsur . Saat itu 7 (tujuh) kecamatan di Empat Lawang. Pendopo Lintang. 135/805/I/2003. baru lima yang setuju yaitu . Haruanta. Pada 21 Agustus 2003.Pasal 20 Cukup jelas. . Pasal 21 Cukup jelas. Pasal 22 Cukup jelas. Drs. Rekomendasi dan permohonan itu respon atas aspirasi dari Forum Perjuangan Masyarakat Lintang Empat Lawang (FPML4L). Proses terbentuknya Empat Lawang pisah dari Kabupaten Lahat cukup panjang dan melelahkan. sementara Kecamatan Pasemah Air Keruh belum masuk dan Kecamatan Tebing Tinggi masih penjajakan. tanggal 21 Agustus 2003 tentang permohonan persetujuan pembentukan Kabupaten Empat Lawang. MM mengeluarkan permohonan dan rekomendasi No. tapi diubah menjadi Empat lawang. Pasal 23 Cukup jelas. Talang Padang. Bupati LAHAT. Kecamatan Ulu Musi. Awalnya diusulkan Kabupaten Lintang Empat Lawang. Lintang Kanan dan Muaro Pinang.

Kecamatan Pasemah Air Keruh. Ulu Musi. Pada 28 Mei 2004. bahwa Kabupaten Empat Lawang meliputi 7 Kecamatan yakni . Pasemah Air Keruh. . muncul lagi soal Kecamatan Pasemah Air keruh. Pendopo. dan disampaikan ke Pemprov serta DPRD TK I Propinsi Sumatera Selatan. antara Tebing dan Pendopo. 07 Tahun 2004 mengenai persetujuan pemekaran Kabupaten Lahat.kesukuan. Talang Padang.35 - . Kecamatan Ulu musi. Terjadilah pro dan kontra terhadap jumlah kecamatan. 07 Tahun 2004 dengan menerbitkan SK No. Kecamatan Talang Padang. DPRD Lahat lalu membentuk Panitia Khusus (Pansus) Pembentukan Kabupaten baru. bersama Forum Perjuangan. Akhirnya Tebing Tinggi masuk. 20 Tahun 2006 tanggal 11 Mei 2006. Pro dan Kontra muncul lagi soal ibukota. dijelaskan bahwa pembentukan Kabupaten Empat Lawang diawali dengan adanya Surat Forum Perjuangan Masyarakat Lintang Empat Lawang. 09 tahun 2004 menyatakan mendukung rencana pemekaran Kabupaten Lahat. Muaro pinang dan Lintang Kanan. sedangkan Pasemah Air Keruh tetap ingin ke Lahat. yang ditujukan kepada Bupati dan Ketua DPRD tahun 2003. Proses selanjutnya diverifikasi Departemen Dalam Negeri dan ditinjau DPRD serta DPR RI ke Empat Lawang. Kecamatan Pendopo. Kecamatan Tebing Tinggi. DPRD Sum Sel mengeluarkan SK No. Pada 31 Juli 2004. Hasilnya Lima Kecamatan setuju. DPRD Lahat mengeluarkan SK No. kecuali Kecamatan Air Keruh dan Kecamatan Tebing Tinggi karena ingin bergabung dengan Kabupaten Lahat. Kecamatan Lintang Kanan dan Kecamatan Muaro Pinang. akhirnya Tebing Tinggi dipilih karena sarana dan fasilitas lebih lengkap. akhirnya DPRD Lahat Merefisi SK No. Pemkab Lahat melakukan sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada tokoh masyarakat pada 6 kecamatan yakni . Pada rapat paripurna DPRD Lahat 19 April 2004. Reda soal ibu kota.

sikap ini tercermin. . bila ada yang melanggar aturan yang tidak tertulis itu bisa saja berakibat fatal sebab dapat mengundang perkelahian bahkan mungkin sampai ke pembunuhan. Ngersayo Nugal. mengerikan memang kedengarannya. mereka melakukan hubungan secara sembunyi sembunyi karena takut diketahui pihak keluarga sigadis.36 - . Adat Perkawinan Daerah Lintang IV Lawang Lintang IV Lawang yang letaknya diujung barat Kabupaten Lahat. paling tidak basa basi dulu. Muda mudi daerah Lintang IV Lawang bila sedang dilanda cinta. walaupun kasar tindakannya. Konon pada masa lalu sangat tertib dan sangat berpegang teguh pada aturan dan kebiasaan dalam bermasyarakat. Ngersayo Ngetam dan lain lain. Disamping cukup memiliki toleransi dan suka membantu. memiliki corak dan kebiasaan tersendiri dalam hal proses perkawinan atau hal memilih calon pasangan hidup. khususnya ayah atau saudara laki laki sigadis tersebut. Disaat Ngersayo-ngersayo ini juga memberikan kesempatan muda mudi berkomunikasi. saling mengenal satu sama lainnya. Jarang sekali orang Lintang IV Lawang kalau ingin menyampaikan keinginannya dengan cara tembak langsung. bahkan dapat menciptakan hubungan percintaan dan berakhir pada perkawinan. bila mereka mengolah tanah pertanian misalnya. tapi itulah ciri khas daerah Lintang IV Lawang.3. Dengan sikap yang demikian ini sebetulnya dapat memupuk rasa persaudaraan yang erat.II. Ngersayo Nebang. Masyarakat Lintang IV Lawang umumnya memiliki sifat yang halus dan sangat perasa.

uang dsb ). para sanak keluarga telah berkumpul untuk mendengarkan dan memberi dorongan agar rasan tersebut berjalan baik dan lancar. beras. baik bujang maupun gadis boleh langsung menyampaikan kepada orang tua mereka secara langsung atau melalui pihak ketiga ( kakek. yang akhirnya menemukan pernikahannya. lalu si utusan itu kembali menyampaikan berita itu kepada sibujang tadi. Bila sibujang ingin bertemu (ngecek) dengan seorang gadis. Setelah tiba saatnya hari yang dijanjikan untuk memadu rasan. pihak keluarga sang bujang datang kerumah sigadis dan disertai oleh seorang diplomatis (pemegang rasan). Dua orang kata utusan pemegang yaitu mas rasan . Didalam menyampaikan keinginan untuk berumah tangga. .Kalau saja pihak keluarga sigadis tahu atau sengaja bersenda gurau dihadapan mereka. uwak atau kakak ) bila merasa singku (malu). Demikian juga sebaliknya pihak gadis juga menyiapkan seorang pemegang rasan. maka dia harus menyuruh seseorang utusan untuk menemui gadis tersebut. maka itu dianggap tidak menghargai (Ngampuk). sepakat menetapkan dan bantuan permintaan kawin ( bentalan yang mencakup hewan potong. Dirumah si gadis sebagai ajang pertemuan untuk memadu rasan. dan mengundang untuk bertemu disalah sebuah rumah tetangga atau kelurga. hal inilah yang sering “Kena Puntung”.37 - . jika gadis merasa setuju. dan mengenai pada sasaran yang diinginkan oleh pemberi amanah. dalam hal ini tentunya orang tersebut pandai bicara. nenek. mulai melakukan tanggal materi pembicaraan dengan taktis dan penuh lika liku.

Kesemuanya itu diperuntukan sebagai biaya pelaksanaan resepsi pernikahan. suasana pertemuan tidak menjadi tegang lagi dengan adanya kata sepakat telah didapat. “Baantatan”. Bagi orang tua dalam menyambut calon menantu. Dalam proses calon bunting diantar kerumah calon penganten. tari-tarian( dibawah tahun 60 an) dan ramah tamah (kalau sekarang). calon bunting dan calon penganten diperkenalkan dengan sanak keluarganya yang disebut dengan “Nundokan Bunting atau Penganten”. masa pertunangan ini . kecuali Maskawin yang berupa Emas adalah merupakan hak penuh untuk sigadis. maka muda mudi mengadakan acara Bajidur. Pelaksanaan ‘Baantatan’ ini disertai dengan pesta kecil yang disebut “Nyerawo”. setelah itu mereka akan meniti masa pertunangan. Beberapa hari setelah selesai ‘Baantatan’. Kini sibujang telah menjadi calon penganten dan sigadis menjadi calon bunting. sebagai ungkapan rasa kegembiraan. Selama masa pertunangan mereka diharuskan membantu segala macam pekerjaan calon mertua.38 - .. biasanya diawali calon bunting dahulu datang kerumah calon penganten. biasanya kalau zaman dahulu diperahkan ayek sighehg (air sirih) dan kembang kembangan dan sertai dengan doa doa. masing masing diantar kerumah calon mertua untuk mengisi masa pertunangan selama jangka waktu yang telah ditentukan. dilakukan pada hari penganten mau turun dari rumah. janjipun telah diikat dan sampai pada giliran kapan bujang akan diantat. barulah secara bersamaan calon penganten dan calon bunting datang kerumah calon bunting. dan calon penganten diantar kerumah calon bunting di sebut.

untuk menilai isi hati calon yang dipilihnya tersebut. Betapa sakit hati kalau mengalami hal semacam ini. sebab dimata masyarakat orang tersebut tidak ada kecakapan (Kedaekan) sehingga menyulitkan untuk meminang gadis lain. .39 - . kejujuran maupun keimanannya. pokok o nyadi kebau putih ). jika perlu kalau tadinya kurang rajin bekerja dan beribadah maka pada masa pertunangan ini harus ditingkatkan. Bila masa tunangan itu berjalan lancar dan cocok. penilaian semacam tidak mengalami masa berpacaran ini / nampaknya perlu dilakukan dikarenakan masyarakat daerah Lintang umumnya belinjangan yang cukup lama. disamping itu nama baikpun sudah tercemar. langsung memadu rasan. menurut penindaian calon mertua. Sebagai konsekuensinya bila penilaian antara calon bunting dan calon penganten tidak cocok. Disamping itu juga masalah keterampilan. ngetam. bukankah tadi sicalon tersebut sudah membantu segala macam pekerjaan calon mertua ( nebas.tergantung dari hasil perasanan dulu bisa 1 tahun atau lebih. Hal yang wajar bila muda mudi daerah Lintang IV Lawang baru satu atau dua kali bertemu/ngecek. kemampuan dan kesungguhan IV Lawang untuk berumah tangga. tingkah laku. maka perkawinan mereka akan dibatalkan. agar mendapat penilaian ( penindaian ) dari calon mertua. nebang. masa pertunangan yang panjang ini dimaksudkan untuk penilaian calon bunting / penganten baik sikap. Oleh karena itu calon bunting dan calon penganten harus lebih berhati hati jangan sampai rasan batal (rasan orong). nyawat. maka proses selanjutnya adalah acara pesta pernikahan.

mengundang sanak keluarga (bajeghum). akan didirikan Lembongan. . untuk melayani keperluannya dalam menghadapi hari pesta pernikahannya.Sedangkan muda mudi. . sedangkan ibu ibu mengambil daun daunan dan mengumpulkan sayur sayuran. misalnya ngambik nangko. agar meramaikan pesta pernikahan anaknya. Beberapa hari kemudian barulah bentalan datang dari calon penganten. bujang dan gadis yang bekerja disini disebut gertang (matangaguk). Dirumah ini penganten hanya ditemani oleh inang yang dipilihnya sendiri. penganten tersebut datang kerumah bunting bersama bentalan an ditempatkan dirumah khusus buat calon penganten yang disebut rumah mendan. dan menanyakan persiapan bentalan yang dijanjikan. . maka sebelum bentalan diantar kerumah calon bunting.40 - .Orang tua calon bunting/penganten. dari mulai mendirikan lembongan hingga pesta selesai diadakan pembagian tugas yaitu : . pada hari ngantat bentalan.Mendirikan Lembongan dikerjakan orang tua laki laki. Lembongan ini didirikan gunanya untuk perluasan tempat masak memasak. sampai selesai. gedang. sebab kapasitas dapur tidak memungkinkan. karena terlalu sempit untuk menampung orang banyak. hari apa bisa diantar. teghung dan lain lain. Dari hasil pertemuan akan didapat jawaban kepastian kapan bentalan akan dikirim. orang tua calon bunting mengadakan pertemuan secara singkat dengan orang tua calon penganten. yang gadis membuat kue kue dan yang bujang membuat dekorasi (aesan).Menjelang dua minggu lagi pesta pernikahan.

hati sang penganten berdebar debar. Kalam Illahi mulai dikumandangkan. para warga sekitar berdatangan dan membawa beras. para sanak keluarga. baik itu soal masak memasak ataupun urusan lampu dan sebagainya. Calon penganten dengan pakaian adat ala pakaian haji mulai diturunkan dari rumah mendan dan akan dibawa kerumah pangkal. alim ulama dan handai tolan telah memenuhi ruangan untuk menyaksikan akad nikah. hingga esok harinya hari pesta pernikahan (hari nyemelek atau nyemok=nyelemok).Setibanya bentalan dirumah calon bunting (rumah pangkal). . ayam dan lain lain sebagai sumbangan (petolong). dia disambut bagai pangeran yang akan dinobatkan menjadi raja. senjapun berganti malam. Selangkah demi selangkah sang penganten dituntun para penjemput dan diiringi dengan arak arakan. getaran jantungnya kian berdetup semakin kencang. segala petunjuk dan persyaratan dari ajaran agama telah dibacakan. tuan rumah mengumpulkan sanak keluarga dan warga sekitarnya untuk menyerahkan tugas secara resmi yang disebut “Nyerahkan Aguk” (kalau sekarang sama dengan membentuk panitia). Orang yang diberi tugas ini harus bertanggung jawab penuh atas tugas yang diberikan kepadanya. disamping itu mereka membantu segala macam pekerjaan yang ada. karena membayangkan sesaat lagi dia akan resmi menjadi penganten. Kini hari melemang telah tiba. hari berganti senja. kesibukanpun semakin bertambah. Setibanya penganten dirumah bunting.41 - . biasanya para pengemban tugas ini mulai melakukan kegiatannya pada hari malemang (satu hari sebelum hari pernikahan). Tiga hari lagi menjelang hari pesta pernikahan.

Acara akad nikah telah selesai. ketipung. disuasana yang mengembirakan ini berbagai bentuk hiburan akan diturunkan untuk menghangatkan suasana pesta pernikahan ini. penganten dipersilakan duduk berdampingan dengan bunting (bersanding) diatas pelaminan. Sebelum tahun ’20 an hiburan / acara kesenian yang ada “Ngala Sambai atau Badindin”. . dari kurun waktu sampai dengan kurun waktu sekarang.Kini giliran penganten mengucapkan akad nikah yang disaksikan khalayak ramai. kulintang dan gong. dalam mengucapkan akad nikah harus betul betul memenuhi ketentuan agama Islam. yaitu muda mudi mengungkapkan isi hati lewat seni. Hiburan semacam ini dianggap paling tua. Hiburan dalam pesta pernikahan ini telah banyak mengalami perubahan. kemudian tari tarian sampai mereka mengenal alat music sederhana yang berupa jidur. apakah itu berupa keinginan hidup atau berbau sejarah perjuangan.42 - .

dimana lirik dan makna lagunya sama. Sedang irama rejung dapat berkembang bermacam macam. music gitar ini adalah pengembangan dari jidur. Sampai akhirnya dia membentuk suatu group orkes dengan nama Jaya Jagad. kasidahan yang pada umumnya diambil dari bacaan barzanji dan digelarkan pada malam pesta pernikahan. tokoh seniman ini dan bersama orkesnya . seni baca berzanji dan seni baca Al-Qur’an. atau mengiringi lagu diqir / ratib saman” pada malam pesta pernikahan. orang yang pertama mengenalkan music orkes di daerah Lintang IV Lawang bernama BODIN. menceritakan suka duka dalam perjalanan hidup. sedang terbangan hanya digunakan dalam pesta pernikahan misalnya . sedang alat music berupa terbangan. “ngarak bunting & penganten. Disamping terbangan dikenal juga alat music gitar. ratusan Sika dan Kemudian berkembang macam. hanya saja nama lagu yang dibawakan disebut Rejung. Hijaz. Pada masa ini bukan berarti seni tradisional sebelumnya sudah hilang sama sekali. Namun gitar ini tidak digunakan pada acara pesta pernikahan.Setelah tahun ‘20an sampai tahun’50an acara hiburan lebih ditonjolkan yang bersipat keagamaan misalnya. asal dusun Muara Karang.43 - . Di tahun 50 an mulai dikenal orkes. merayu dan membuat hati sang gadis tersentuh serta menghibur hati dikala sedih. diqir. adalah : Roqbi. dan dipertandingkan dengan mengadu suara mas masing masing group. melalui rejung dapat pula mengungkapkan isi hati. contohnya bajidur masih tetap dipakai. Yaman menjadi Hijaz. namun lebih dominan dalam acara pesta pernikahan adalah kosidahan. serta vokalnya dibawakan sendiri. kosidah. Pada mulanya kosidahan yang mereka kenal hanya 24 macam diantaranya seterusnya.

didalam menunggalkan Bunting dan Penganten ini ditunjuk seorang perempuan yang sudah nenek nenek untuk membawa penganten ke kamar bunting. menjadi tempat untuk menjamu para undangan yang datang sebelum sampai waktu acara bunting dan penganten betamat Qur’an ( khatam Qur’an ). Music orkes ini diadakan mulai dari malam akad pernikahan sampai hari pesta pernikahan (hari nyelemok /nyemok) dan ditempatkan pada tempat khusus yang disebut Balai. Sang nenek memberikan petunjuk dan membisikan sesuatu yang rahasia. para tamupun berpamitan minta diri. lalu si nenek keluar dari kamar. Baru pada hari ketiga atau keempat Bunting dan Penganten tidur bersama. Bila acara nyelemok/nyemok telah selesai. disini kami jelaskan dalam menentukan pasangan hidup ada beberapa cara yang dikenal didaerah Lintang IV Lawang adalah sebagai berikut : . Sebagai penutup adat pernikahan didaerah Lintang IV Lawang. doa doa dan dilanjutkan dengan jamuan makan siang (Nyelemok/Nyemok). dengan diberi hidangan setalam sebagai ucapan terima kasih. marhaban.44 - . juga dibacakan barzanji. yaitu dua hari setelah pernikahan selesai. sedangkan Bunting dan Penganten baru ditunggalkan (tidur bersama) setelah hari nyerawo. Sedangkan kegiatan yang dilakukan di rumah pangkal pada malam hari akad nikah dan pesta akad nikah. Pada hari tersebut lembongan/sempeng akan dibongkar dan semua gertang dan inang diantar pulang secara resmi.menjelajahi hampir setiap pelosok daerah Lintang IV Lawang untuk menghibur pada acara pesta pernikahan. disamping acara betamat Qur’an. berikutnya kita tidak tahu apa yang terjadi didalam kamar.

bila sampai ketahuan berakibat batal hak. 2 . prosesnya seperti yang telah diuraikan diatas. sang bujangpun demikian. sehingga setiap mau dituokan selalu mengalami kegagalan. Keris yang dititipkan dirumah gindo atau yang diletakan dikamar gadis tersebut dimaksudkan sebagai jaminan untuk keselamatan sang gadis. bahwa anaknya sekarang ada dirumah sianu. baru kemudian seorang yang ditunjuk sebagai utusan dari pihak bujang untuk memberi tahukan kepada keluarga gadis. Gadis yang dibawa harus ditemani oleh beberapa orang temannya. dengan cara ini akan memaksakan orang tua untuk berasan. yaitu sang bujang menemui gadisnya untuk diajak kerumahnya. zaman dahulu disebut Gindo). Yaitu. Dalam maling tubu ini ada aturannya.Rasan Samo Galak dan Dituokan. untuk selanjutnya diproses seperti biasa. sebab maling tubu ini tidak boleh ketahuan oleh keluarga sang gadis. yang disebut “kecandak”. atau paling tidak keris tersebut diletakan dibawah bantal sang gadis (tentu menyuruh sang gadis itu sendiri meletakannya). antara lain sang bujang harus menitipkan “keris” pada pemerintah kampong (kalau sekarang disebut Kades. 3 .Maling Tubu Orang tua disalah satu pihak ada yang belum setuju kalau anaknya cepat menikah atau karena alasan lain.45 - . bahwa yang membawa adalah anak laki laki dan berniat baik untuk menyunting gadis. muda mudi suka sama suka dan orang tua kedua belah pihak sama sama setuju. Maka sang muda mudi sepakat untuk maling tubu.1 .Rasan Tambik Anak dan Rasan Kesah .

hal ini terjadi biasanya karena keinginan orang tua. berarti perempuan ikut kerumah laki laki dengan ketentuan sebagai berikut .Kawin Cindo Yaitu pernikahan yang masih ada hubungan family. Laki laki harus memberikan uang yang wajar dan b. “Rasan Tambik Anak”.46 - . a.4. dan bisa jadi karena keduanya suka sama suka. sedangkan “Rasan Kesah”. Memberikan Keris kepada orang tua perempuan. 4 . berarti setelah mereka menikah menetap dan mencari nafkah dirumah bunting (rumah perempuan).Pada saat memadu rasan harus tetap di tempat mereka menetap setelah berumah tangga nanti. II. Seni Budaya Daerah Lintang IV Lawang . Keris ini dimaksudkan sebagai “Tebus Semangat”.

kesenian zaman dulu yang menceritakan tentang nenek puyang. telah lenyap ditelan gelombang zaman.Terdapat banyak kesenian didaerah Lintang Empat Lawang. kito pacak kinai bilo dang ado nyo ngantenkan anak. sekarang pemudapemudi dusun lebih senang nyanyi lagu modern. sekarang sudah tidak ada lagi di dusun. NGURIT (GURITAN) Kesenian Guritan. kita bisa melihat ketika ada yang menikahkan anak. bilo belajar kesenian daerah dewek uji o ketinggalan zaman. anyo sayang lah banyak kesenian nyo nedo tekinak agi. kesenian yang ada hanya organ tunggal. nah nedo panjang lib'ar agi kami cobo kupas nyo pertamo : 1. kisah dengan pacar antara putra dan putri raja. ditambah lagi mabuk-mabukan. bukan tidak mungkin kesenian khas lintang akan habis di telan zaman. ditambah agi mabuk mabuk an. yang . nyanyi nyanyi nyo modern. kesenian nyo ado cuma organ tunggal. itu bukan merupakan kebudayaan kita. biasanya menceritakan peperangan. maka mereka akan menjawab tidak tahu apa itu guritan. tanpa panjang lebar lagi akan saya coba kupas yang pertama: Ado banyak kesenian di daerah kito Lintang Empat Lawang. tetapi sayang telah banyak kesenian yang tidak terlihat lagi. bukan nedo mungkin kesenian khas daerah Lintang abis di telan zaman. Guritan. bila belajar kesenian daerah sendiri kata mereka ketinggalan zaman. berebut kekuasaan. karaokean. nah ini bukan budayo kito. embak kini Bujang gadis dusun galak a.47 - . jika kita bertanya kepada anak muda didusun kini. karena banyak kaum muda didusun tidak mau belajar. karaokean. karno banyak bujang gadis di dusun nendak agi belajar.

tentang cerita Abu Nawas. sambil diikuti syair. 2. seperti: batu bersejarah di dusun batu Pance. yang ada maknanya. biasanya cerita guritan ini menghabiskan waktu paling tidak 3 sampai 4 jam.menggunakan kesaktian. dan ada nama Lubuk Siluman dan lain-lain. BEREJUNG . biasanya kakek atau nenek yang bercerita sebelum cucunya tidur. seperti cerita seribu satu malam. sambil mengalunkan irama Lintang empat lawang.Sebenarnya. ini yang disenangi oleh anak kecildi dusun dulu. 3. sejak dipihak rumah calon istri mengundang orang yang bias bercerita Guritan ini. Kesenian Guritan ini. bisa mewariskannya dengan anak-anak muda. Kadang sejak sore sampai subuh. Cuma ceritanya lebih ditekankan dengan khayalan. pantun-pantun yang lucu. andai-andai hamper sama saja dengan guritan. ini syair yang sering di nyanyikan: "Bukan bae Simpai bebaju abang Burung Kedubu abang pulo Bukan bae ngindu kemambang Cera'i bekundang kemambang pulo" Itulah sekilas tentang kesenian Lintang (GURITAN).48 - . yang menonton mendengar ramai sekali. dan mendengar radio. orang di dusun lebih senang nonton TV. strategi dan lain-lain. cerita ii percaya atau tidak tetapi buktinya sampai sekarang masih ada peninggalannya. ANDAI – ANDAI Kesenian Andai-andai sudah tidak terdengar lagi di dusun. mudah-mudahan orang tua di dusun masih ingat tentang guritan ini. Kalau di dusun lakon ceritanya lucu. biasanya diadakan pada acara dan menikahkan anak. biasanya dia bercerita ini sambil memegang Gerigek yang tidak ada isinya.

kiasan dan bahasanya halus. Ini syair-syair yang sering terdengar: Jak Selamo di Seleman Gajah Tagoring kayek Timbuk Jak Selamo Linjang ngan dengan Ado Sebulan nedo benyawo Nak Kayek ayam papilu Dang ngerham telhro o duo Kapo dengan nak balik kami milu Tinggal sug'rha nemak asonyo Kedalak kedali dali Burung tiung belago tigo Amon galak kebilo agi Nunggu setaun la lamo igo Ketapang kayu nyeraye Gadis nyemulung ngambin ayek Ngelombang la lemak bae Nga gai rupu'an nani balik. ibarat membayangkan bagaimana bujang mau menemui gadis. berejung ini identik dengan perpaduan pantun diiringi Gitar tunggal. BAJIDUR (NABUH JIDUR) Bajidur. 4. sambil duduk di beranda atau di anak tangga belakang rumah. .Kesenian Bujang Gadis dusun yang sedang mabuk kepayang dilanda cinta.49 - . di petik gitar tunggal sambil menyanyikan syairsyair yang meratap. biasanya irama dan syairnya menyayat hati. atau Nabuh Jidur ini dilakukan oleh suatu group Kesenian Jidur terdiri dari 6 orang bujang bujang ( kalau di betawi sedikit mirip dengan Tanjidor).

sahabat dan kenalan dekat untuk mempersiapkan egala sesuatu yang diperlukan untuk hari pesta nanti.Pada umumnya Kesenian ini disaksikan para bujang bujang dan orang tua. dimana harinya sudah ditentukan dengan mengumpulkan family. sambil menyiapkan makanan-makanan kecil untuk orang yang bejidur tersebut. dekorasi (aesan) yang di kerjakan oleh bujang dan gadis secara bergotong royong yang menjadi semboyan “ado gawean mintak digawekan ado makan mintak dimakani. Dari ke 6 orang tadi mendapat tugas masing masing sebagai berikut : 1 Orang Nabuh jidur 2 Orang Nabuh Ktipung 1 Orang nabuh gong 2 Orang bedanah Kesenian ini biasanya dilaksanakan seminggu sebelum perayaan pesta perkawinan penganten berlangsung. Disinilah kesempatan bujang dan gadis menjalin hubungan. Dilakukan pada malam hari sebagai pertanda bahwa seorang warga akan mempunyai hajat merayakan pesta perkawinan anaknya. Misalnya. Pelaksanaan Bajidur ini yaitu. si penabuh Jidur mendendangkan lagu – lagu.50 - . dengan harapan kapan kita menyusul seperti teman yang akan menikah ini. . juga disaksikan para gadis gadis dengan cara mengintip dari ruang belakang. beriramakan lagu lagu Qosidah dengan mengunakan syair jenaka. sindiran-sindiran pantun seperti kata berejung. dengan duduk melingkar di ruang tengah didalam rumah. sekaligus nyerahkan ka’aguan”.

memasuki tahun 90 an bahkan sudah menghilang sama sekali.Setelah beberapa bait syair di iramakan maka diikuti oleh 2 orang penabuh ketipung dan 1 orang pemukul gong dan dilengkapi dengan 2 orang bedanah yang lenggang lenggoknya sesuai dengan irama yang didendangkan. makin ditinggalkan oleh generasi generasi sekarang. namun karena keterbatasan informasi yang kami dapatkan. 5. nah pada akhir topic bahasan seni budaya ini. Seni Tari Sebenarnya masih sangat banyak Seni Budaya daerah Lintang IV Lawang. seni budaya ini sejak tahun 80 an sudah sangat jarang terlihat. hanya beberapa seni yang dapat kami tampilkan. aduhai sudah tua ingin menjadi muda lagi. Yang kondisinya sama dengan Seni-seni yang lain. kami coba menampilkan seni tari daerah Lintang IV Lawang. banyak orang Empat Lawang yang tidak tahu bahwa sesungguhnya Lintang IV Lawang itu memiliki juga seni tari.51 - . Tari Gegerit : . Nah itulah sekilas seni budaya Bajidur di daerah Lintang Empat Lawang. diantaranya . tentu akan tersiruk (tercengang). Kalau anda melihat dan mendengarkannya.

Tari ini dimainkan oleh 2 orang penari Pelaksanaan. Tari ini dimainkan oleh beberapa orang. Pelaksanaan.52 - . Tari Sanggan Sirih : Pelakunya. . setelah acara resmi dibuka. untuk di kalungkan kepada tamu yang disenanginya untuk diajak sebagai pasangannya menari. dan para penari khusus yang membawa selendang. yang dilakukan dipintu gerbang. Tarian ini dilaksanakan dalam acara hiburan. Dimainkan / ditarikan oleh 7 orang Putri Pelaksanaan. Tarian ini dilakukan sewaktu penyambutan tamu dalam upacara adat maupun Upacara penganten.Pelakunya. maka tamu ikut menari. disesuaikan dengan ruangan yang ada. Tari Piring : Pelakunya.

bahkan lebih dari itu. 1 orang pemain redap. Pemainnya sebanyak 5 orang yaitu. kami (penulis) sangat berharap kepada Pemda Kabupaten Empat Lawang.semoga 7. ditumbuh kembangkan lagi. yang pelaksanaannya pada acara adat atau upacara penganten Redap Kelentang : Pelakunya. 1 orang pemain gong dan 2 orang pesilat. memberikan perhatian kepada kesenian yang pernah ada di daerah Empat Lawang. agar para generasi penerus anak bangsa mengenali seni budaya daerah mereka……. Pelaksanaan. Seni Bela Diri Kuntau Sejarah Kuntau . Seni ini dilakukan dalam upacara penganten.Tarian ini dailakukan sebagai bentuk keterampilan. sebagai tanda adanya pesta Pernikahan atau pesta peresmian pertunangan (nunggu tunang). sehingga dapat dijadikan sebagai objek wisata. 1 orang pemain kelentang. yang sebagaian telah musnah.53 - . Demikian sekilas Seni Budaya daerah Lintang IV Lawang.

sampai sekarang. Muslim. karena dulu ilmu beladiri kuntau merupakan salah satu sarana dalam mempererat tali persaudaraan. membela dan menjaga diri dari serangan musuh. Mat Diyas juga mempunyai beberapa murid yang salah satunya adalah Mat Demiri (almarhum). yang kemudian juga mengajarkan kuntau di Lintang dan salah satu murid Muin adalah Mat Diyas (almarhum). selain mendapat teknik – teknik menyerang. Pada tahun 1895-an Gindo Kintang kembali ke daerah Lintang 4 Lawang.54 - . Mat Demiri juga mengajarkan dan menyebarluasskan ilmu beladiri kuntau dan mempunyai beberapa murid yang salah satunya adalah Mat Jay (almarhum). Tohar. Kuntau merupakan ilmu beladiri yang dijadikan orang – orang Lintang sebagai salah satu kebudayaan Lintang. Kuntau banyak disenangi oleh kaum muda karena dalam ilmu beladiri kuntau. Tebing Tinggi. Mat Jay mempuyai beberapa murid yaitu diantaranya adalah Marlen. menangkis dalam melumpuhkan musuh juga mendapatkan amalan – amalan ilmu tenaga dalam yaitu ilmu meringankan tubuh seperti berdiri diatas daun dan berjalan diatas air pada saat menyeberangi . pergi ke daerah Tebing Tinggi yang kemudian belajar ilmu beladiri kuntau kepada Jaya (almarhum) yang merupakan orang daerah Gu Aras. yang kemudian mengajarkan ilmu baladiri kuntau kepada orang-orang Lintang yang salah satu muridnya adalah Muin (almarhum).Menurut Yamin yang merupakan orang Lintang mengatakan bahwa kuntau Lintang 4 Lawang berasal dari Tebing Tinggi yaitu sekitar tahun 1890-an Gindo Kintang (almarhum) yang merupakan orang Lintang. Dit.

unik dan sangat menarik. Ilmu kebal berupa kebal senjata api. Rumah Panggung Khas Empat Lawang Rumah panggung dan rumah Limas adalah cirri khas rumah rumah yang ada di Propinsi Sumatera Selatan. Ilmu menghilang (Silam) seperti pada saat terdesak dalam menghadapi banyak musuh dalam sekejap dapat menghilangkan diri dari kepungan musuh. kebal tembung batu. . amalan ini digunakan untuk menghindari diri dari serangan musuh. baik yang halus (gaib) maupun yang kasar (nyata). Contoh salah satu amalan kuntau yaitu Waman Takun Birrosullah.sungai.55 - . II. Nusro Tuhul Intal Tuhul.5. Kosdu Fi Ajamiha Tajum. kebal senjata tajam. selain itu ilmu sambut angin yaitu menangkap dan melumpuhkan musuh secepat angin.

o Ruang tamu utama. . Rumah Panggung Empat Lawang memiliki 4 ruang utama. ruangan ini cukup besar. baik itu desain bentuk maupun tata letak ruangnya. Biasanya tempat MCK ini terpisah jauh dengan bangunan utama. Sedangkan untuk keperluan mencuci serta mandi. juga digunakan untuk menyimpan kayu bakar. ruangan ini dipergunakan untuk menerima tamu.Kabupaten Empat Lawang sendiri memiliki cirri khas sendiri. o o Ruang tengah. bebek dan itik. sebagian masyarakat juga yang menyediakan tempat sendiri untuk MCK. Pada ruangan bawah rumah. serta keperluan untuk mencuci keperluan untuk memasak yang disebut gaghang. wc serta tempat untuk mandi dan mencuci.56 - . ruang makan. dan juga dipergunakan untuk berkumpul keluarga. dapur. serta kamar orang tua. juga terdapat ruang untuk berkumpul teman temannya. biasaya dimanfaatkan untuk gudang. tidur untuk anak gadis. yang terdiri : o Ruang depan. sebagian besar masyarakat Empat Lawang memanfaatkan sungai. pada ruang ini terdapat kamar Ruang belakang. ternak seperti ayam. pada tempat ini terdapat sumur. biasanya kamar ini diperuntukan untuk anak bujang. pada ruang ini terdapat. pada ruang ini terdapat satu kamar.

Sebagai daerah pemekaran dari Kabupaten Lahat. lokasi air terjun tujuh panggung memang memberikan nuansa segar alam pegunungan. Alam yang masih belum tersentuh ini terletak di antara kebunkebun warga dan hutan yang masih ‘perawan’.200 meter diatas permukaan laut (DPL). Salah satunya. Kabupaten Empat Lawang. . Tujuan wisata di wilayah Sumsel ternyata tidak hanya berupa objek yang sudah dikenal dan diketahui umum. Lintang Kanan. Kabupaten Empat Lawang memang memiliki tidak sedikit objek wisata yang selain memberikan keindahan juga sedikit tantangan.II. tetapi ada juga berupa objek yang masih belum digarap dan masih ‘perawan’ berada di lokasi yang tersembunyi. Kabupaten Empat Lawang. Lintang Kanan.57 - . air terjun tujuh panggung di Desa Tanjungalam. Di lokasi di atas Deretan Bukit Barisan yang terletak di atas 1. Objek Wisata Di kabupaten Empat Lawang Wisata air terjun di Empat Lawang Air terjun tujuh panggung di Desa Tanjungalam.6.

tetapi hanya separoh jalan. harus rela berjalan kaki selama sekitar 3 jam dari desa terdekat. Selanjutnya masih berupa jalan melintasi semak belukar. .58 - . membuka Jon Kenedi akses mengakui jalan. Namun. tim ekspedisi Kepala Desa ini Tanjungalam. sebenarnya ada. Sinar Harapan yang mengikuti ekspedisi Musi Ulu pekan lalu mendapati ternyata akses ke air terjun di panggung (tingkat ke tujuh) ternyata belum tersedia akses. Desa Tanjungalam. warga sekitar sudah sering menikmatinya. Itupun terbatas yang punya kebun di sekitarnya. akses jalan masih berupa jalan setapak yang harus melewati bukit terjal dan hutan rimbun. Bersama warga desa. selama ini keindahan air terjun ini haya dinikmati warga desanya. Selebihnya tetap harus berjalan kaki meniti jalan setapak di lereng bukit yang terjal dan licin berlumut. Itupun baru sampai ke panggung ke dua.Air terjun di panggung ketiga cukup sulit didaki. Karena memang. Kalau mau naik ojek. Untuk mencapainya.

karena memang jalan menuju ke sana cukup terjal. Berkisar antara 5 hingga meter 14 meter.59 - . Nuansa alami yang liar ini memang cukup . Di atasnya lagi. Air yang jernih dan gemericik air mengundang pengunjung untuk berendam. Air terjun di panggung pertama terdiri dari enam deretan air mancur yang masing-masing setinggi sekitar 2 meter dan dibawahnya ada lubuk sedalam sekitar 3-4 meter dengan luas sekitar 4 x5 meter. sesungguhnya masih ada dua panggung air terjun. belum ada satupun orang yang berani menapakinya. Selain curam. sepertinya memberikan kesan angker karena ada pusaran air yang cukup kuat. juga berlumut sehingga sulit didaki. Air yang jernih dan dingin membuat keinginan berendam tak tertahankan. malahan terdapat dua sumber air yang mengucur ke lubuk di bawahnya. Tebing bebauannya mencapai 45 derajat. Namun.Disinilah panggung pertama. Karena ketinggian masing-masing air terjun memang berbeda. Di panggung ketujuh. Hanya saja di panggung ini. Sementara di panggung kedua hingga ketujuh juga memberikan nuansa yang berbeda.

Rombongan pemburu babi dari Pagaralam meramaikan ekspedisi Musi Ulu ke Air terjun Tujuh Panggung. untuk mencapai lokasi ini dari kota Palembang. Saat ekspedisi.60 - . 14 ekor babi hutan berhasil ditangkap dalam sehari dari kawasan perkebunan dan ladang masyarakat setempat. Hanya saja. Atau jika memilih kelas bisnis dan . siang dan malam. Kereta api. Jarak Palembang ke Tebing tinggi ditempu dalam waktu 7 jam menggunakan mobil ataupun kereta api. Hasilnya. Ketua Persatuan Olahraga Berburu Babi (Porbi) Sumsel Hamlian membawa serta sedikitnya seratus pemburu lengkap dengan anjing. cukup jauh. suasana lebih meriah karena diramaikan oleh para pemburu babi. Palembang tujuan Lubuklinggau. tersedia dua jadwal. Kalau memilih kelas ekonomi bisa berangkat siang hari dari Stasiun Kertapati.memberikan kesan tersendiri bagi mereka yang punya minat menikmati wisata alam.

jalan ini baru dibuat oleh warga.5 jam. bisa berbahaya. Ongkosnya berbeda sesuai dengan kelasnya. Sementara kalau memilih menggunakan mobil bisa menumpang bus ataupun travel. Kelelahan menempuh perjalanan dari Desa Tanjungalam ke lokais air terjun rasanya terbayar ketika sudah menikmati kesegerdan sawah alam di air terjun. Sepanjang jalan desa dan jalan setapak.61 - . Jika berangkat dari Kertapati pukul 21. Jadi untuk menikmati air terjun ini. Usai menikmati air terjun. Jurang yang curam dan berbatu menanti. Dari Tebingtinggi menuju lokasi desa terdekat bisa ditempuh dalam waktu sekitar 2. Kendaraan angkot bisa disewa untuk mencapai kawasan ini. sawah serta gemericik air sungai menemani dan menambah nikmat perjalanan wisata. tiba di Stasiun Tebing tinggi sekitar pukul 04. ladang.5 jam perjalanan kaki juga bisa melengkapi perjalanan . dua sumber air panas yang berjarak sekitar 1. merupakan tantangan tersendiri. Bahkan.00 WIB. Akses menuju lokasi air terjun hanya berupa jalan setapak. Kalau tidak hati-hati.00 WIB.eksekutif berangkat malam hari. dari Palembang membutuhkan waktu 3 hari termasuk perjalanan Tebingtinggi-Palembang.

62 - . puluhan anak-anak sekolah sudah bisa menikmati nuansa alami air terjun tujuh panggung di Bukit Barisan . Termasuk akan menyediakan akses jalan yang memadai menuju lokasi dari desa terdekat. Rombongan ekspedisi Musi Ulu dilepas Bupati Empat Lawang. Herna mengakui ekspedisi ini dilakukan mencari objek wisata yang nantinya bisa dikembangkan sebagai kawasan wisata pilihan. juga menjajal arung jeram di Sungai Musi Ulu. mungkin objek ini bisa menjadi pilihan. bukanlah wisatawan mancanegara. Mau wisata yang alami dan perawan dan masih liar. (sh/muhamad nasir) akses saja. Ketua Pelaksana tim ekspedisi dari Tavern Artwork. ”Memang kami akan kembangkan konsep wisata alam yang komplit. Target awal.wisata alam ini.” ujarnya usai melepas ekspedisi Musi Ulu. Sesaat setelah dibuka ini. Ekspedisi ini selain menembus lokasi air terjun Tujuh Panggung. Budi Antoni Aljufri di Pendopoan. Budi Antoni Aljufri. Tetapi wisatawan lokal yang berasal dari Sumsel dan Tebingtinggi. Kendala minimnya akses menuju lokasi wisata ini diakui Bupati Empat Lawang.

63 - .Aliran Sungai Musi Ulu memberikan peluang untuk dinikmati dengan menumpang perahu karet sambil berolahraga .Di depan penopoan Bupati pun. pemandangan kota Tebingtinggi dengan latar belakang Bukit Barisan cukup menggoda. Wisata Arung Jeram di Ulu Musi  TEBINGTINGGI .

Tanpa mengenakan helm. yang tentu saja membikin penumpang perahu harus hatihati. Helm dan pelampung membuat ekspedisi arung jeram ini tak memakan korban. Kabuputen Empat Lawang. memang ekspedisi yang digagas . Agaknya. hanya satu perahu yang tidak terbalik. Di beberapa titik. Kalau saja bernasib buruk. Mabius dari Palembang Pos. Lintang Kanan. Dalam ekspedisi Musi Ulu yang juga melintasi jalur ini pekan lalu. tentu aktivitas itu akan berbahaya. Ibu Kota Kabupaten Empat Lawang. Selain arus yang deras dan bergelombang. kekhawatiran sempat merebak ketika tim ekspedisi dilepas dari Desa Tanjungraya. Perahu karet yang membawa Bupati Tebingtinggi Budi Antoni Aljufri ini. Sepanjang jalur itu.arung jeram. pusaran juga membuat perahu terombang-ambing di sela-sela bebatuan besar dan keras. bahkan sempat terbalik. lekukan akibat adanya batu-batu besar membuat perahu karet terombang-ambing dan kalau tak pandai-pandai mengendalikan bisa terbalik. Iwan. Kalau sedang apes. Begitu juga perahu karet lainnya yang ditumpangi para wartawan. jurnalis Sumatera Ekspres. sedikitnya terdapat 13 jeram yang cukup deras. Bupati bisa terbentur batu. Kalau tidak. sempat dua kali terbalik. Penumpang pun berhamburan. Jalur ini memang memiliki kesulitan tingkat tiga. dan yang lainnya pun terlempar ke sungai. bukan tidak mungkin kepala terbentur. memang memiliki beberapa titik berupa arus deras yang bisa meningkatkan andrenalin. perahu bisa terbalik dan terbentur batu. dengan debit air yang cukup deras dan cukup berbahaya. Sang Bupati yang menumpang perahu karet bersama lima orang lainnya sempat terpental. dari lima perahu karet yang membawa tim ekspedisi. Padahal.64 Tavern Artwork bersama . mengarah ke batu dan membuat perahu jumping. Jalur sepanjang 29 kilometer dari Desa Tanjungraya hingga ke Tebingtinggi.

jalur ini memang memberikan prospek yang baik. untuk menikmati arung jeram di jalur ini memang harus dimulai dengan ritual berdoa dan tidak boleh berperilaku sombong dan angkuh. tebing-tebing terjal juga bisa dijadikan objek panjat tebing. percaya ataupun tidak. Belum lagi beberapa muara anak sungai dengan bebatuan menghitam dengan ukuran yang cukup besar memberikan pandangan indah tersendiri. Suasana angker yang selama ini dipercaya masyarakat cukup memberi kesan dan tantangan sendiri.Pemerintah Empat Lawang ini memberi inspirasi bagi terselenggaranya wisata sungai di Musi Ulu. kami akan pertimbangkan untuk membentuk Dinas Pariwisata. Kendala bagi daerah ini. ”Ke depan. belum ada badan atau dinas tersendiri yang mengurus soal pariwisata. Selain perbukitan. Apalagi.65 - .” tutur Bupati Tebingtinggi. Panjat Tebing Pemandangan di sepanjang aliran sungai juga memberi nuansa tersendiri. . Paling tidak.

66 - .Banyaknya pantangan dan peringatan yang berbau mistis memang tetap harus dipegang dan dipercaya. dengan perahu karet memakan waktu enam jam. arusnya yang tenang di beberapa titik membuat peserta arung jeram harus menguras energi untuk mendayung perahu. Apalagi. Jika berminat menikmati arung jeram di bagian ulu Sungai Musi. bisa memberikan ciri tersendiri. tentu akan dapat memberi nuansa lebih indah. Jarak 29 kilometer yang kalau menggunakan mobil bisa ditempuh hanya dalam waktu dua jam. Batu-batu raksasa dan dinding sungai yang bergua. Jika di sepanjang aliran sungai terutama di beberapa titik lebih ditata. Anda bisa menempuh perjalanan sekitar delapan jam dari Palembang menuju Tebingtinggi. Wisata Ayek Lintang Pemandangan ayek Lintang dan Jeramba Kawat: .

67 - ..

bagi masyarakat Kecamatan Pendopo Lintang dan Muara Pinang pada khususnya. yang hingga saat ini belum jadi perhatian. sehingga memberi dan membuka kesempatan kerja.68 - . menurut sumber yang kami dapat sungai ini memiliki kadar belerang cukup tinggi. serta Kabupaten Empat Lawang pada umumnya. Salah satu sumber potensi untuk pembangunan Kabupaten baru ini. Semoga suatu saat sumber alam dapat diberdaya gunakan.Sungai Payau (Ayek Payau) Ayek Payau ( Sungai Payau) salah satu sungai yang terdapat di Kabupaten Empat Lawang. .

selain memuat asal usul.69 - . Satra Cerita Rakyat Cerita Puyang Kemiri. sebagian dari masyarakat dusun Simpang Perigi. juga memuat pesan-pesan dasar yang menjadi aturan adat yang amat dipatuhi oleh masyarakat.7. Satu diantara kisah puyang di wilayah Batanghari Sembilan adalah Puyang Kemiri yang diakui sebagai puyang (nenek moyang) orang-orang di dusun (sekarang desa) Kunduran. Asal Mula Empat Lawang Dalam kisah-kisah Puyang.Sungai ini mengalir dari Kecamatan Muara Pinang hingga bermuara di Sungai Lintang (Ayek Lintang) Kecamatan Pendopo Lintang. dan sebagian masyarakat yang tersebar di dusun-dusun sekitar kecamatan Ulu Musi. daerah perbatasan antara provinsi Sumatera . Kabupaten Empat Lawang. II. Inilah yang disebut dengan pesan puyang.

Robiah Sanggul Gelung yang cantik dilarikan oleh Seniang Nago ketika mandi di tepian Sungai Musi. Berikut ini ringkasan cerita Puyang Kemiri. atau penafsiran lain adalah seorang yang berjuluk Kerbau Putih karena kesaktiannya) untuk mencari Robiah. Konon di masa akhir kejayaan kerajaan Majapahit. Rio Tabuan. Anak-anak ini dimintanya dari Mastarijan Tali Nyawo. Bertahun-tahun kemudian. Dahulu daerah ini merupakan bagian dari wilayah marga Tedajin. Lalu Robiah disusul oleh Kerbau Putih. dia mendapatkan tujuh orang anak yang bernama • • • • • • • (1) Imam Rajo Besak. (4) Maudaro. Robiah duduk di atas sebatang kayu yang rupanya samaran Seniang Nago dan kemudian pelan-pelan bergerak menjauh dan melarikannya ke Selabung. (3) Seampai-ampai. maka di tempat inilah dia menetap. Puyang Rio Tabuan tidak lagi merasa kesepian. Kuto Kegelang berada beberapa kilo meter di hulu Dusun Kunduran. Setelah mendapatkan tujuh orang anak. (5) Siap Melayang. Di Kuto Kegelang.Selatan dan provinsi Bengkulu.70 - . seorang penduduk yang tinggal di Surgo Batu Kembang. (6) Robiah Sanggul Begelung (7) Serunting Sakti. seorang biku yang yang berasal dari negeri Biku Sembilan Pulau Jawa menelusuri sungai Rotan atau sungai Musi dengan membawa kerbau dan ayam berugo (ayam hutan). kedua hewan yang dibawanya berbunyi. (seekor kerbau peliharaan Puyang Kemiri. atas suruhan saudara-saudaranya. Ketika tiba di Kuto Kegelang. (2) Imam Rajo Kedum. Kerbau putih memulai pencariannya dengan menyelam di .

Lalu Kerbau putih segera pulang ke Kuto Kegelang. Robiah sudah menikah dengan Seniang Nago. Kerbau Putih dihadang oleh kerbau Tanduk Emas dan kemudian dua kerbau ini berkelahi. Buah Kemang pun tumbuh dan bambu juga ikut tumbuh di atas tubuh Kerbau Putih. sebuah kemang. Kerbau Putih dibekali dengan seikat ilalang. dan segera bermusyawarah untuk mengadakan sedekahan (kenduri). Mendengar kabar Robiah akan begulang. Di tempat ini masih dapat dilihat bekas telapak kaki (tinjak) kerbau putih. Lalu dia menyelam lagi. dan baru kembali setelah kenduri usai. seruas bambu. muncul kedua kalinya di dusun Tapa dan kemudian menyelam lagi hingga ketiga kalinya di Selabung. Karena itu. Sebagai tanda bukti bahwa dia sudah bertemu dengan Robiah. seekor kemuai (keong putih) serta pesan Puteri Robiah yang ditulisnya di tanduk Kerbau Putih. dengan setengah hati dia pergi. Pencarian Kerbau Putih ini berhasil menemukan Robiah tetapi tak berhasil membawakanya kembali ke Kuto Kegelang. Kerbau Putih kelelahan dan mati di dusun Tapa. Dalam perjalanan pulang. Perbekalan yang dibawa olehnya berupa ilalang tertumpah dan tumbuh di daerah ini sehingga menjadi hamparan padang ilalang yang saat ini dikenal dengan nama Padang Pancuran Emas. air garam. Berselang beberapa bulan kemudian. Robiah yang sudah memiliki seorang anak berniat pulang (begulang) ke Kuto Kegelang. sedangkan Kemuai diantarkan oleh Puyang Dusun Tapa ke Kuto Kegelang dan sekaligus menyampaikan pesan tentang Robiah yang tertoreh di tanduk Kerbau Putih. ketika dia disuruh mencari ikan. . semua saudarasaudaranya amat bahagia. Tetapi lain halnya dengan Serunting.sana dan muncul di tepian coko (tepian mandi di seberang dusun Kunduran).71 - . di dalam hatinya masih menyimpan rasa sakit karena perlakuan Seniang Nago yang melarikan Robiah.

Lalu Imam Rajo Besak melemparkan seruas bambu dengan sangat keras hingga melewati Bukit Lesung dan jatuh di sungai Pelupuh. Keempat sahabat kemudian menyerang kerajaan Tuban yang dipimpin oleh seorang ratu. Kemudian dia pulang ke sekitar dusun Kunduran. Dia bertemu dengan Rajo Kedum dari Muaro Kalangan. semua bakul. Serunting sakti jadi tersinggung dengan sikap kakak tertuanya ini lalu pergi dari rumah. Mereka hidup tenang dalam beberapa tahun. artinya pengimbang puyang yang silam. Rumah mereka dibakar habis.72 - . Makamnya pun berada di Muara Belimbing. tiba-tiba menghilang (silam) dari pandangan orang-orang. Tetapi ternyata. Imam Rajo Besak yang sedari mula sudah kesal dengan Serunting bertambah marah. Imam Rajo Besak menjelma kembali. Raden Alit dari Tanjung Raye. Konon. seruas bambu itu berisi ikan yang tidak habis-habisnya.Ketika kembali Serunting hanya membawa seruas bambu. menetap di Muara Belimbing. Tinggallah Imam Rajo Besak dan ke empat saudaranya. Lalu mereka diserang oleh segerombolan orang. Keempat orang ini kemudian dikenal dengan nama empat lawangan (empat pendekar) yang kemudian menjadi cikal bakal kata Empatlawang. tampaklah seorang anak yang duduk di tengah puing-puing rumah. Dalam sebuah rumah yang mereda dari kobaran api. Setelah beberapa tahun kemudian. Sesimbangan Dewo. anak itu bukan hangus tetapi malah menggigil karena kedinginan. Dalam penyerangan yang dipimpin Imam Rajo besak sebagai panglima mereka mendapatkan kemenangan. Mereka berhasil . keranjang bahkan kolam tidak dapat menampung ikan yang ditumpahkan dari seruas bambu tersebut. dan Puyang dari Muara Danau. Beberapa tahun dia dirawat oleh Puyang Talang Pito. Lalu dia mengembara selama sepuluh tahun ke negeri lain. seperti yang di bawanya semula. Anak yang bernama Sesimbangan Dewo ini kemudian dipelihara oleh Puyang Talang Pito (daerah Rejang). Tetapi kelima puyang ini dengan kesaktiannya.

puyang Kemiri pun memesankan tujuh larangan lagi. ngambik puntung tegantung (mengambil kayu bakar yang tergantung di pohon). (3) iri dengki di dalam dusun nedo selamat (iri dengki di dalam dusun tidak selamat). nganyotkan kukak gebung (menghanyutkan kulit rebung di sungai). 6. nyapakan kaparan ke ayik (membuang sampah ke sungai). hingga saat ini masih tersimpan di jurai tuo (keturunan yang memiliki garis lurus dengan puyang Imam Rajo Besak) yang tinggal di dusun Kunduran. biasanya orang di dusun kalau mandi memakai telasan (kain penutup tubuh yang dipakai khusus untuk mandi). mandi pakai baju dan celano (mandi memakai baju dan celana. • • 3. ngambik putung anyot (mengambil kayu bakar yang hanyut di sungai. mekik-mekik di ayik dan di hutan (berteriak di hutan atau di sungai). 5. (2) masukkan risau dalam dusun nedo selamat (memasukkan pencuri di dalam dusun tidak selamat). buang air besar/kecil di atas pohon. Puyang Kemiri memberikan sumpah kepada keturunannya yang jika tidak dipatuhi akan mendapat keparat (kualat). • • • . Selain itu. 4. yakni: • • 1.73 - .memasuki istana dan mengambil beberapa benda yang berharga termasuk sebilah keris pusaka Ratu Tuban yang diambil sendiri oleh Rio Tabuan dengan ujung kujur (tombak) pusakanya. karena ketiga temannya tidak mampu. Kedua pusaka ini. 7. Inilah 3 sumpah Puyang Kemiri : (1) beduo ati dalam dusun nedo selamat (berdua hati di dalam dusun tidak selamat). 2.

pesan puyang melarang orang mengambil kayu bakar yang hanyut di sungai. puyang melarang seseorang menghanyutkan kulit rebung yang bermiang (bulu-bulu halus yang menempel di kulit rebung dan akan menyebabkan gatal-gatal jika terkena kulit . larangan ini tidak hanya melarang orang mengambil kayu bakar tetapi sebenarnya juga tidak boleh menebang pohon di tepi sungai. Saat ini. merupakan satu mata rantai yang saling membutuhkan. anak cucu Puyang Kemiri harus bersih hati dari iri dan dengki. poin satu. Bagaimana puyang-puyang dahulu telah memikirkan cara menjaga sungai dan melindungi hutan. norma dasar ini merupakan sikap dasar yang harus dimiliki oleh orang yang baik. Ketiga. atau yang dihanyutkan melalui sungai. Selanjutnya. Poin lima. artinya seseorang harus setia pada kesepakatan awal. artinya jika membuang sampah tentu tercemar. Karenanya. tidak hanya kayu bakar tetapi kayu-kayu besar sudah dijarah oleh orang-orang yang serakah. agar seseorang tidak boleh bersikap mendua hati. mata rantai ini harus dijaga dalam garis keseimbangan. Jadi. pesan ini berspektif lingkungan. apalagi menjadi pencuri betulan. Poin tujuh. kita lihat betapa banyak orang-orang mengangkut gelondongan kayu yang tidak sah (illegal logging) di sungai. Artinya kejujuran merupakan hal yang paling utama dalam meningkatkan kepribadian seorang manusia. Sungai dan hutan yang di dalamnya bergantung kehidupan tumbuh-tumbuhan dan hewan lainnya. akan Simaklah membuat larangan puyang sungai yang tidak boleh membuang sampah di sungai. dan poin lima.Analisis pesan Jika mencermati ketiga sumpah puyang. pertama. Karena biasanya pohon yang hanyut di sungai adalah pohon yang diambil di tepi sungai. Akibatnya bencana banjir menjadi langganan tahunan bagi masyarakat daerah ini. Tidak boleh memasukkan pencuri atau berkhianat. umpamanya.74 - . Jika direnungi lebih lanjut. Pada bagian kedua.

Padahal. poin tujuh adalah larangan puyang agar tidak berbuat yang dapat mengakibatkan orang lain celaka. Larangan-larangan puyang di atas sebagian besar bersumber dari cerita Puyang Kemiri itu sendiri. jika seseorang mandi pakai baju dan celana. dan iri hati di dalam dusun. Maksudnya. Pesan-pesan kearifan lokal seperti ini. Hal ini ada kaitannya dengan cerita Puyang Serunting Sakti yang tidak ikhlas menjalankan tugas yang sudah disepakati dan diperintahkan oleh Imam Rajo Besak. Poin dua. Begitu juga dengan mengambil kayu bakar yang tergantung. nilai-nilai yang berlaku secara adat. dan poin empat merupakan kiasan perbuatan yang dapat mencelakakan diri sendiri. ini ada kaitannya dengan Puyang Seniang Nago yang menyamar menjadi sebatang kayu yang rebah di tepian. Cobalah pikirkan. Takutnya jika ada orang lewat di bawahnya tentu akan membuat celaka juga. Jika dipahami lebih luas. Selanjutnya. melarang orang membuang kotorannya di atas kayu. Sebab. kulit rebung yang mengandung miang jika dihanyutkan akan membuat miangnya hanyut dan jika ada orang yang mandi maka dia akan terkena miang yang dapat menyebabkan tubuhnya menjadi gatal.manusia) di sungai. kearifan lokal seperti ini oleh masyarakat adat sangat dipatuhi. tentu celana dan baju akan menjadi berat jika dibawa berenang. dan bahkan bisa mengejutkan binatang buas. tentang larangan mengambil kayu bakar yang hanyut.75 - . salah-salah akan menimpa dirinya. Umumnya masyarakat di uluan Sumatra Selatan melarang berteriak di sungai dan di dalam hutan. Begitu juga dengan sikap hati mendua. saat ini dianggap tidak masuk akal dan berbau kemenyan. berteriak di dalam hutan akan mengganggu ketenangan hewan-hewan. tentu mandinya tidak dapat terlalu bersih dan jika tiba-tiba hanyut. Karena . jika dilihat secara substansi merupakan nilai-nilai yang universal dan bersumber dari adat. Jika binatang buas terkejut tentu saja akan mendatangkan celaka bagi diri sendiri. misalnya. Tetapi seringkali. pada poin tiga. Poin enam dilarang berteriak di sungai dan di hutan.

Sehingga nilai adat dapat bersinergi dengan nilai agama dan nilai kebudayaan yang telah mengamali kegayauan (kegamangan). apabila tidak dipatuhi akan mendatangkan balak (mala petaka). dan tidak jujur. pencuri. menjunjung rasa hormat terhadap diri sendiri. dan lalu menyambungkannya dengan nilai-nilai yang berkembang dalam era saat ini. Bagaimana hidupnya mau selamat jika mendua hati (berhianat). Dimana-mana seolah-olah mata puyang selalu mengawasi mereka.76 - . Saya kira. Hal ini sangat masuk akal. Selanjutnya tugas para agamawan dan budayawan menyambungkan substansi nilai-nilai tersebut dengan ajaran-ajaran agama Islam yang juga memiliki nilai-nilai yang sama. siapa pun yang melanggar ketentuan Puyang Kemiri akan tidak selamat dan tidak sempurna hidupnya. legenda Puyang Kemiri merupakan sumber hukum adat yang memiliki nilai-nilai universal.mereka sangat yakin. rasa hormat terhadap orang lain dan terhadap lingkungan alam lainnya. Legenda : Melihat Lebih Dekat Kisah Batu Jung di Ujung Alih . Sejatinyalah. menjunjung persatuan. Dari sisi budaya. legenda Puyang Kemiri merupakan modal sosial budaya yang perlu dijaga.

BILA kita bekunjung ke Desa Ujung Alih. Hingga kini bebatuan besar masih nampak terlihat di sepanjang aliran sungai tersebut. ratusan tahun silam Puyang Rio Papak dan Puyang Rio Serona. akan kita jumpai sebuah batu besar yang cukup dikenal masyarakat sebagai batu Jung (Perahu). Disisi kiri dan kanan sungai terdapat cukup banyak bebatuan besar yang cukup indah dipandang mata.77 - . saat ini sudah tersedia sarana penyeberangan berupa jembatan gantung. Untuk mengetahu lebih dekat kisahnya. berikut hasil wawancara dengan sesepuh sekaligus P3N Ujung Alih. dimana tempat penambat tali Jung yang ditumpangi dua suami istri Puyang Rio Papak dan Puyang Rio Serona. saat berlabuh di daerah pinggiran sungai Musi tersebut. Kecamatan Tebing Tinggi. Kabupaten Empat Lawang. Batu Jung berada di seberang Desa Ujung Alih. Konon. sengaja berlabuh di tempat itu setelah beberapa hari menyisiri sungai Musi dengan menggunakan perahu. Tak jarang masyarakat dari luar desa kerap berkunjung hanya sekedar untuk melihat lebih dekat cerita legenda yang hingga kini masih banyak masyarakat mengetahui kisahnya tersebut. Sebelum . Sekitar 500 tahun silam. wilayah Desa Ujung Alih masih merupakan hutan belantara yang dilintasi aliran Sungai Musi yang cukup deras. A Rahman beberapa waktu lalu. Batu ini ternyata cukup bersejarah. Untuk bisa melihat lebih dekat batu tersebut.

puyang Rio Papak berkata kepada istrinya kalau mereka berdua akan terus menaiki perahu dan mengikuti aliran sungai sebelum ayam bruge yang mereka bawa berkokok. hingga akhirnya pada siang hari suami istri ini mampir dipinggiran sungai Musi tepatnya di Desa Ujung Alih. Kecamatan Ulu Musi.78 seadanya. lalu kemudian melanjutkan perjalanan dengan mengikuti aliran sungai. Puyang Rio Papak dan Puyang Rio Serona kebetulan memiliki seekor ayam bruge (ayam hutan.’’ tambah Rahman. ayam tersebut berkokok berulang kali. Sejumlah tempat sempat mereka mampiri guna untuk beristirahat. Tak pelak. Siang dan malam.’’ demikian kata A Rahman mengawali . Begitu suami istri ini menaiki perahu. sengaja pergi meninggalkan desa kelahiran mereka yakni Desa Karang Dapo.berlabuh di Desa Ujung Alih (dulunya Desa Jung Alih). ‘’Saat itu Puyang Rio Papak dan Puyang Rio Serona hanya pergi berdua dengan menggunakan perahu dan membawa barang kebutuhan ceritanya. Puyang Rio Papak dan Puyang Rio Serona. ‘’Beberapa kali mereka berdua mampir dan beristirahat dipinggir sungai. Nah. Perjalanan terus saja dilakukan. suami istri ini terus menyisiri aliran Sungai Musi dengan menggunakan perahu. Ditempat ini puyang tersebut berlabuh di sebuah batu putih. Tiba-tiba saja. Jarak antara batu putih dan batu Jung sekitar 300 meter kearah hilir . tetap saja ayam yang dibawanya tidak pernah berkokok. Sebelum pergi meninggalkan Karang Dapo. pada saat berlabuh inilah Puyang Rio Papak meletakkan ayam bruge yang dibawanya diatas batu putih.red) yang terbilang ada keajiban tersendiri. Puyang Rio Papak kaget dan langsung mengajak sang istri untuk menambatkan (mengikatkan) tali tambang perahu ke batu Jung yang besarnya hampir menyerupai rumah tersebut.

‘’Pada suatu hari puyang Gadis mandi dipinggir sungai berseberangan dengan batu Jung. Membangun tempat tinggal lalu kemudian mempunyai keturunan. Ulu Musi. dan saat itu juga mengghentikan perjalanan berlabuhlah selamanya di pinggiran aliran sungai Musi.’’ jelas Rahman. hilangnya puyang Gadis ini karena disaat sedang mandi ia bertemu seekor naga dan saat itu langsung ikut serta buaya tersebut dan menikah dengan buaya tersebut. Nah. Kenapa desa ini disebut Jung Alih? ‘’Jung Alih artinya pindah. Puyang Kebal Aji Ronen dan Puyang Gadis. Kalau puyang Kebal Aji Ronen mempunyai ilmu kebal. karena kedua puyang ini berlabuh di Jung Alih karena pindah tempat dari Desa Karang Dapo. menurut Rahman mempunyai tiga orang anak masing-masing Puyang Rio Benang. Puyang Rio Papak. Ketika sedang asyik mandi di sungai tersebut. ‘’Puyang Rio Benang cukup dikenal kesaktiannya dapat menghidupkan orang yang sudah meninggal di medan perang. langsung ‘’ Puyang Rio Papak dan Puyang mereka Rio dan Serona lalu menambatkan tali perahunya di batu Jung. Konon. Upaya pencarian pun terus dilakukan namun hingga kini masih belum ditemukan.79 - . Kenapa dikatakan pindah.’’ ungkapnya. Puyang Rio Papak bersama istri membina keluarga di Desa Ujung Alih.sungai.’’ ujar Rahman. seraya mengatakan kalau batu Jung adalah tempat kedua puyang tersebut menambatkan tali tambang perahu. untuk puyang Gadis hingga kini mempunyai cerita legenda kalau puyang satu ini tidak pernah ditemukan. ‘’Itu sebabnya . Anak cucu puyang Rio Papak ini pun bertambah banyak hingga akhirnya kini terbentuklah sebuah perkampungan penduduk dan kini menjadi sebuah desa. tiba-tiba puyang Gadis hilang.’’ ujarnya. Sejak itulah.

dan sebagainya dengan mengatakan “Jangan galak main di sungi Musi (nama sungai di Sumatera Selatan).80 - .’’ ucapnya. Masyarakat Komering mengenalnya dengan nama Antu Anyar. ‘’Bahkan kalau musim nomor buntut dulu banyak pula yang sengaja datang untuk bertarak. dan masyarakat Muara Dua mengenal jenis hantu ini dengan sebutan Hantu Lawok. kerabat. Cerita Antu Banyu ini begitu terkenal di tengah masyarakat pendukungnya karena cerita ini begitu melekat sejak lama dan diwarisi oleh pewaris aktifnya secara turun-temurun intergenerasi bahkan antargenerasi. Jika ada seorang anak kecil sering atau suka bermain di sungai dalam jangka waktu yang lama. biasanya akan ditegur oleh orang tua. karena puyang Gadis hilang disana. kelo dipaju antu ayik!“ (bahasa Lintang) Nama hantu yang biasa hidup di air ini. dan masyarakat Melayu Palembang . masyarakat Lintang mengenalnya dengan nama Antu Ayek atau dengan nama lain Selingkup. yaitu cerita mengenai Antu Banyu.’’ katanya. Dang galak mido di way Selabung (nama sungai di Muara Dua) tulik dikanik hantu lawok!” (bahasa Daya) atau “Jangan galak mandi di ayik Lintang (nama sungai di daerah Empat Lawang).ditempat pemandian warga dihilir kampung ada yang namanya saung naga. Mitos : Cerita Antu Banyu ADA suatu mitos yang sangat populer di tengah masyarakat Sumatera Selatan. gek ado antu banyu!” (bahasa Melayu Palembang dan Musi). di Sumatera Selatan dikenal dengan nama yang bermacam-macam. batu Jung dan makam puyang Rio Papak dan Rio Serona hingga kini masih sering dikunjungi masyarakat hanya sekedar untuk ziarah dan ingin melihat lebih dekat cerita legenda tersebut. Menurut Rahman.

sampan atau ketek biasanya perahu atau kapal atau ketek tersebut akan karam. dan terjadi pada masa lampau. Antu Banyu memiliki karakteristik berambut panjang dan keras. Percaya atau tidak. Selain rambut tersebut berat juga tajam karena itu kalau antu . Biasanya mitos ditokohi oleh para dewa atau makhluk setengah dewa. berikut petualangannya.81 - . terutama masyarakat yang hidupnya di sungai-sungai atau di daerah laut yang ada di Sumatera Selatan. rambutnya seperti satang (buluh yang panjang) karena itu apabila rambut ini sudah berada diatas kapal. Wajar saja. Tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa hantu jenis ini memiliki versi dan varian. seolah-olah di tengah masyarakat Sumatera Selatan kemasyuran hantu yang hidup di air ini begitu melekat dan “membumi”. bentuk khas. Kehadiran cerita Antu Banyu ini menimbulkan nuansa tersendiri bagi masyarakat. Apa pun namanya. jenis hantu ini habitat hidupnya di air dengan karakter tersendiri di tengah masyarakat pendukungnya. menurut Bascom bahwa karakteristik mite atau mitos dapat diketahui dari bentuk topografi. perahu. Folk atau kolektif masyarakat menentukan bahwa cerita hantu yang hidup di air ini termasuk dalam kategori mitos sebab folk pemilik atau pendukung cerita ini begitu melekat dan “membumi” di tengah masyarakat yang “hidupnya” dilingkupi sungai atau laut. Masyarakat Sumatera Selatan secara geografis memiliki banyak sungai memungkinkan cerita ini berkembang dengan pesat melampaui batas ruang dan waktu. Selain itu. hampir semua daerah di Sumatera Selatan mengenal mitos mengenai hantu yang hidupnya di air ini. Menurut Bascom dalam Danandjaja (2002:50) mitos atau mite merupakan cerita rakyat dianggap benar-benar terjadi serta dianggap suci oleh empunya cerita. Peristiwa solah-olah terjadi di dunia lain atau di dunia yang bukan seperti yang kita kenal sekarang.atau Musi mengenalnya dengan nama Antu Banyu.

banyu telah meletakkan rambutnya yang panjang tersebut ke atas kapal atau sampan maupun ketek biasanya penghuninya akan menjadi “santapannya”. Kemudian mangsanya akan ditemukan oleh penduduk setempat dalam keadaan terapung dengan ubun-ubuh atau punggung sum-sum tulang belakang dalam keadaan bolong. Konon, antu banyu sangat menggemari wilayah ubun-ubun kepala dan bagian sum-sum tulang belakang manusia. Hantu banyu yang memiliki habitat hidup di air biasanya menghuni gua-gua yang ada di sepanjang sungai dan lorong-lorong atau pusaran yang ada di dalam sungai dan di waktu-waktu tertentu akan memangsa korbannya. Caranya memangsa korban pun dengan cara menaikkan rambutnya ke perahu atau ketek, saat penghuni ketek kewalahan perahu atau keteknya akan karam, saat itu juga sang antu banyu akan memangsa korbannya. Karena berambut panjang, disinyalir hantu banyu ini berjenis kelamin lakilaki(?). Biasanya antu banyu sangat selektif memangsa korbanya, antara lain pendatang baru di daerah tersebut, anak-anak, atau juga remaja berusia akil baliq. Mitos mengenai antu banyu ini berdasarkan tempat asalnya (hidup di air atau sungai Sumatera Selatan), sepertinya merupakan mitos asli Sumatera Selatan (Indonesia) bukan berasal dari luar negeri, terutama dari India, Arab, dan sekitar Laut Tengah yang umumnya telah mengalami pengolahan lebih lanjut. Hal ini disebabkan mereka telah mengalami yang oleh Robert Redfí et. Al. disebut sebagai proses adaptasi (adaptation). Walaupun tidak dipungkiri bahwa di negara lain juga punya kepercayaan atau mitos mengenai hantu yang hidup di air ini, seperti Inggris, Jepang, Thailand, dan Cina. Namun, cerita antu banyu yang hidup di Sumatera Selatan (Indonesia) punya versi dan karakteristik yang berbeda. Cerita antu banyu yang terkenal di Sumatera Selatan tidak terlepas dari struktur dan historis Sumatera Selatan yang memiliki banyak wilayah perairan. Tidak berlebihan jika dikenal dengan - 82 -

sebutan “Negeri Batanghari Sembilan” (Negeri sembilan Sungai, yaitu Sungai Komering, Rawas, Batanghari, Leko, Lakitan, Kelingi, Lematang, Semangus, dan Ogan. Untuk mengetahui keterkaitan suatu mitos dari satu negara perlu melakukan studi komparatif dengan cara membandingkan versi atau varian cerita tersebut. Namun, sangatlah sulit karena memakan waktu yang tidak singkat. Menurut Danandjaja, pada dasarnya jika ada kesamaan antara cerita dengan cerita yang lain biasanya ada dua kemungkinan yang melatarbelakanginya, yaitu (1) monogenesis: suatu penemuan yang diikuti proses difusi (diffusion) atau penyebaran, (2) sebagai akibat poligenesis, yang disebabkan oleh penemuan-penemuan yang sendiri (independent invention) atau sejajar (parallel invention) dari motif-motif cerita yang sama, di tempat-tempat yang berlainan serta dalam masa yang berlainan atau bersamaan. Teori-teori yang tergolong monogenesis, antara lain teori Grimm bersaudara, teori mitologi matahari Max Muller, dan teori Indianist Theodore Benfley. Ahli-ahli dongeng Jerman, seperti Yacob dan Wilhelm Grimm yang hidup dalam abab ke-19 M, walaupun mengakui adanya kemungkinan itu, namun lebih menekankan pada difusi (monogenesis) sebagai penyebab adanya kesejajaran itu. Pendapat kedua bersaudara itu dianut kebanyakan ahli foklor di dunia. Cerita mengenai antu banyu ini demikian menarik untuk dibahas maupun diperbincangkan. Cerita mengenai hantu yang hidupnya di air ini bukan hanya dianggap sekedar meneguhkan kebenaran tahayul atau kepercayaan masyarakat kolektifnya. Niscaya, cerita mengenai hantu ini berguna bagi kolektifnya, setidak-tidaknya dapat mengajarkan kepada kita agar disiplin dalam menggunakan waktu dan mengharmoniskan kita dalam mengasihi anak-anak. Bagaimana bisa? Orang yang berlama-lama di air tanpa ada pekerjaan biasanya tidak efisien dalam menggunakan waktu dan orang tua harus memperhatikan anak-anaknya agar tidak lama - 83 -

berada di sungai. Jika tidak, hantu yang kerap kali berada di air ini siap memangsa Anda!

Mitos: Tebat Seghut, Sarang Siluman

Bumi Empat Lawang
Daerah Lintang Empat Lawang atau orang tua zaman dahulu lazim menyebutnya Empat Lawang terkenal sebagai daerah yang melahirkan banyak pahlawan dan pendekar. Nama Empat Lawang itu sendiri mengandung arti empat orang pahlawan yang berasal dari Daerah Lintang. Keempat pahlawan (pendekar) itu adalah leluhur Orang Lintang yang pernah berjasa menyelamatkan Sunan Palembang dari sergapan musuh. Atas jasa mereka itu Sunan Palembang memberi mereka gelar Pahlawan. Karena mereka berasal dari Lintang maka disebut Empat Pahlawan dari Lintang. Daerah Lintang Empat Lawang ini berada dalam wilayah Sumatera Selatan, berbatasan langsung dengan Provinsi Bengkulu. Kepahlawanan dan kependekaran orang-orang Lintang sudah tenar di seantero Sumatera Selatan dan Bengkulu. Dalam pertempuran orang Lintang punya semboyan Nedo Munuh, Mati Jadilah (tidak membunuh, mati jadilah). Semboyan ini tetap dipegang teguh sampai sekarang. Di daerah ini banyak terdapat tempat-tempat angker yang menjadi sarang mahluk halus sejenis peri (jin perempuan), mesumai (siluman yang pandai menyamar jadi seseorang), jin, dan ular siluman.

- 84 -

Manggilan. Pangkal Jeramba Ayik Lintang. Perlu diketahui bahwa hari Jumat adalah hari terlarang bagi warga setempat untuk mendekati Tebat Seghut apalagi saat orang sholat Jumat. dan Muaralintang. Hari itu adalah Jumat. Ayik Gaung.Tempat angker itu diantaranya Tebat Seghut. Gunung Meraksa Baru. dan Hutan Larangan dan beberapa tempat lain yang tidak bisa disebutkan satu-persatu. yang akan dipanen setahun sekali. Sejak masa Repati Qoris hingga keturunannya Tebat Seghut dijadikan tempat memelihara ikan.red). Apalagi tempat ini masih masuk dalam wilayah desaku.red) yang penuh belukar (”seghut” bahasa Lintang. khususnya yang berada di desa-desa terdekat seperti Desa Gunung Meraksa Baru. Beruge Tengah. Sekarang keturunan Repati Qoris yang mewarisinya. Batucawang. Pada waktu itu aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Ular Raksasa Pada era tahun 70-an keangkeran Tebat Seghut masih sering terdengar. Berbagai penampakan baik siang maupun malam sering jadi buah bibir. Tempat ini berupa danau kecil yang disebut Tebat (bahasa Lintang.85 - . Tebat Seghut ini pada zaman dahulu dikuasai oleh Repati Qoris (Repati atau depati adalah sebutan untuk raja bawahan Sunan Palembang). Beruge Ilir. Pendopo Lintang. Keangkeran Tebat Seghut sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Lintang. Dalam tulisan ini aku hanya menceritakan seputar misteri Tebat Seghut. Cerita-cerita seram tentang Tebat Seghut sangat akrab di telingku. . Suatu hari teman sekolahku bernama Saman ikut orang tuanya memancing ikan di Tebat Seghut.

pukul 11. kata Saman. belum hilang rasa tekejut itu mereka dikagetkan lagi dengan munculnya seekor ular raksasa sebesar batang kelapa. menyusul orang tua dan kakak-kakaknya. Apalagi hari itu ikan sangat mudah melahap umpan di mata kail. Mereka semua terkejut. Sesaat mereka terpukau. Mang Dahlan. air di sekitar rakit tiba-tiba menggelegak. tak bisa berbuat apa-apa. . rakit hanya berputar-putar di tempat. Sesaat setelah ayahnya mengumpat dan mengeluarkan makian. Dia terpikat melihat ikan melompat-lompat seakan mengundang dia bermain di air. Mereka kemudian asyik memancing ikan. Saman dan kakaknya ikut mengayuh galah bambu sebagai alat menggerakkan rakit supaya meluncur di air.86 - . sehingga dalam waktu sebentar saja mereka sudah mendapat banyak ikan. Rakit yang semula amat mudah digerakkan mendadak tidak mau bergeser. mengeluarkan buih seperti air mendidih. Saat itulah. terjadi keanehan. Mang Dahlan bermaksud menggeser rakit ke tempat yang diperkirakan ikannya lebih besar. Maka mereka pun naik rakit bambu melayari air Tebat Seghut menuju ke tengah. tutur Saman. Merasa belum puas dengan hasil yang didapat. begitu pula dengan kakaknya. Sedangkan ayahnya langsung terduduk lemas di atas rakit. Mang Dahlan mengumpat-umpat sambil membentak. Hari itu sepulang sekolah Saman langsung menghambur ke kebun. Tiap kali mereka mengayuh galah bambu. ”Saya tak kuasa menahan kencing.Sebagaimana lazimnya hari Jumat . kalau berani keluar!”. Saman mengajak kakak dan ayahnya memancing ikan. Karena jengkel.00 anak-anak sudah pulang. ”Hai setan! Jangan ganggu kami. Namun.jam sekolah lebih pendek. Sesampai di kebun yang berada di tepi Tebat Seghut.” kata Saman. ayah Saman juga berhasrat membakar ikan untuk lauk makan siang.

desaku kedatangan seorang guru dari Yogyakarta. Dia mengajar di SMP Negeri Pendopo Lintang. Makhluk ini terkenal jahil. barulah rakit yang mereka tumpangi bisa dikemudikan lagi. mereka tidak berani lagi sembarangan turun mencari ikan di Tebat Seghut.Untung saja ayah Saman cepat menyadari kekeliruannya. saudara atau orang tua kita. lalu mendarat membawa ikan hasil mancing. Sumanto. Seakan mengerti permintaan maaf Mang Dahlan. tengah hari waktu menjelang shalat dzuhur atau shalat jumat atau di tempat-tempat sepi. aku minta maaf. Mang Dahlan menghiba sambil berlutut. Pak Sumanto. kata Saman. Kemunculannya biasanya saat menjelang maghrib. ular besar yang tadi mengangkat kepala menjulang setinggi lima meter. Dia langsung memohon maaf pada penguasa Tebat Seghut dan menyatakan penyesalan. ”Ninek. Suatu hari tahun 1976. Mereka lalu cepat-cepat menepi.87 - . suka menyembunyikan seseorang dengan menyamar sebagai teman dekat. puyang penunggu Tebat Seghut. aku ngaku salah. itu mendadak menceburkan diri kembali ke dalam air. Sejak saat itu. Setelah ular itu menghilang di kedalaman air Tebat Seghut. Rakit yang ditumpangi Mang Dahlan dan dua anak lelakinya itu terguncangguncang oleh gelombang air bekas hempasan tubuh ular raksasa tadi. nama guru itu. Tolong bebaskan kami”. Dilarikan Mesumai Mesumai adalah sebutan masyarakat Lintang untuk makhluk halus yang biasa menyamar menjadi seseorang. demikian kami biasa .

ibu angkatnya sudah . kebetulan hari itu Jumat. Hingga pada suatu hari hal yang ditakutkan terjadi menimpa Pak Sumanto. Dia ingin membantu memetik cengkeh.88 - . Sejak kedatangannya di desaku. Semua lelaki dewasa dan anak-anak muda dikerahkan mencarinya ke dalam hutan kawasan Tebat Seghut. dia berangkat ke kebun cengkeh milik ibu angkatnya. Lelaki penyandang Dan II Karate itu dikabarkan hilang. Hal-hal yang lazim jadi pantangan warga setempat diabaikan saja oleh Pak Sumanto. Setelah dibacakan beberapa ayat Al Quran barulah Sumanto sadar. Dia langsung dibawa pulang dan dimandikan. Peringatan itu ternyata tidak menjadi perhatian Pak Sumanto. dia mondok di rumah uwakku yang mengakuinya sebagai anak angkat. Dia merasa berasal dari kota besar yang jauh dari kepercayaan berbau tahayul. siangnya.30. Untung warga cepat tanggap dan langsung meringkusnya. Padahal. saat menjelang waktu-waktu shalat tidak boleh melakukan perjalanan ke tepi hutan atau ke kebun. Pencarian berlangsung hingga tengah malam. Pak Sumanto tiba-tiba muncul di samping rumah seorang warga. Dia ditemukan dalam keadaan linglung dan berusaha melarikan diri ketika berjumpa penduduk. Pada saat tim pencari sudah berkumpul kembali di desa dengan tangan hampa. Misalnya. Seisi kampung geger. Jika berada di kebun atau hutan tidak boleh berteriak-teriak memanggil nama orang. Pulang dari kebun jangan terlalu sore apalagi sudah mendekati waktu maghrib.memanggilnya. Apa yang dialami Pak Sumato hari itu? Menurut penuturannya. Dia terheran-heran melihat banyak orang mengerubunginya. dia sudah diberitahu tentang berbagai pantangan di sini. tepatnya pukul 11.

ternyata saya berjalan hampir sehari penuh.”tuturnya. lalu beristirahat di bawah sebatang kelapa. ”Saya baru sadar setelah berada di rumah. Akhirnya dia kelelahan. Dia berputar-putar di satu tempat. Makanan Khas Empat Lawang 1. tapi kembali ke tempat itu-itu juga. tidak ketemu jalan.melarang dan menyarankan agar dia berangkat ke kebun seusai waktu shalat jumat. Saat dia beristirahat itulah ada seorang lelaki pendek dan kekar berpakaian serba hitam menghampirinya. II. Dia merasa baru berjalan beberapa menit ketika ditemukan orang di dekat sebuah rumah penduduk. Ketika mendekati hutan.89 - . Pak Sumanto langsung saja bertanya pada orang itu arah ke kebun Pak Haji Azis. Sejak saat itu Pak Sumanto berhatihati bila mendekati kawasan Tebat Seghut. Ternyata diam-diam dia tetap berangkat. Berulang-ulang dia berjalan. tiba-tiba dia lupa arah ke kebun. Lelaki berpakaian hitam itu menunjuk ke satu arah sembari menawarkan jasa mengantar Pak Sumanto. bapak angkatnya. Kue Lapis Maksuba .8. tutur Pak Sumanto. Menurut Pak Sumanto dia mengikuti orang misterius itu berjalan menuju kebun Haji Azis.

3. hingga rata. Masukkan terigu. Untuk lapisan pertama bakar dengan api bawah. 5. Masukkan mentega sedikit demi sedikit. Telor bebek 10 butir Telor ayam 10 butir Gula pasir 500 gr Susu Kental Manis 1/2 kaleng Mentega 250 g Vanili 1/2 sdt Garam 1/2 sdt Terigu 2 sdm Berikut ini adalah gambar proses pembuatannya: . 4. masukkan susu kental manis. Untuk lapisan selanjutnya bakar dengan api atas. Aduk hingga rata. Mixer dengan kecepatan paling rendah.90 - . Setelah butiran gula menjadi lebih halus. tuang ke dalam loyang. Matikan mixer. Aduk hingga rata. 2. Ambil adonan secangkir. Campur telur dengan gula pasir.Bahan:         Cara pembuatan : 1.

Ini adalah foto setelah beberapa lapis. . Ini adalah foto pertama kali pada saat telur dicampur sama gula pasir. Ini adalah gambar pada saat terigu sudah masuk 3.91 - .1. 2.

Kemplang Kemplang Goreng merupakan makanan khas Palembang yg terbuat dari ikan & sagu diolah sedemikian rupa sehingga memiliki rasa yang lezat. kempalang goreng sedang bulat dsb yang membedakannya adalah bentuknya. Aneka kemplang goreng Palembang inipun bermacam-macam yaitu kempalng goreng batok. Setiap lapis harus ditekan agar tidak lepas dengan lapisan berikutnya.4. kempalang goreng kancing.92 - . 5. . Disajikan dengan sambal khas dan kadang-kadang bisa dimakan bersama cuko yg terbuat dari cuka & cabe sehingga menambah sedap cita rasanya. Oven menggunakan api atas 2.

4. Laksan Laksan adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari bahan baku sagu dan ikan. Aneka kemplang panggang Palembang inipun bermacam-macam yaitu kempalng panggang lidah badak. Disajikan dgn sambal khas dan kadang-kadang bisa dimakan bersama cuko yg terbuat dari cuka & cabe sehingga menambah sedap cita rasanya. kemplang panggang bintang dsb yang membedakannya adalah bentuknya. kempalang panggan bulat. 3. kempalang panggang kancing.93 - . tetapi disajikan dengan menggunakan kuah santan.Kemplang panggang merupakan makanan khas dari Palembang yg terbuat dari ikan & sagu diolah sedemikian rupa sehingga memiliki rasa yg lezat. Laksan dibuat dalam bentuk oval dengan rasa yang hampir seperti pempek. Engkak Ketan .

Telur dikocok sebentar. garam.Bahan dan Bumbu :          3 btr telur 500 gr tepung ketan 500 gr gula pasir 75 gr gula merah 400 cc air 375 cc santan kental 1/2 btr kelapa digongseng dan ditumbuk 1 sdt garam 1/4 sdt vanili Cara Memasak : 1. Kue Gunjing . 3. Gula dan air dimasak sampai larut 2. dan santan. 4.94 - . lalu masukan gula dan tepung ketan. aduk rata. Masukkan vanili. Aduk sampai rata. Panggang sampai matang seperti memanggang kue lapis legit ukuran loyang 18x18x7cm 5.

parut 1 sdt garam 1 gelas/ 250 cc air 1. 2. Tuang kedalam loyang. Tuangi sedikit air demi sedikit sambil diaduk perlahan hingga menjadi adonan yang licin. Pangang hingga matang 6.Bahan:      Cara membuat: 1 gelas/125 gr tepung beras ½ gelas/±65 gr tepung ketan 1 butir kelapa. tepung ketan.95 - . Campur tepung beras. kelapa parut dan garam. Resep Kue Gandus .

Kue ini berbahan dasar tepung beras sehingga berwana putih serta bagian atasnya diberi taburan ebi. 4. iris halus bawang goreng secukupnya Cara Membuat Kue Gandus : 1.96 - . 2. . Angkat dan dinginkan. iris halus cabai merah 3 buah. Buang daun pandannya. seledri. tiriskan seledri 5 tangkai. Resep Bahan Kue Gandus : • • • • tepung beras 200 gram santan kental 700 ml garam 1/2 sendok teh daun pandan 1 lembar Resep Taburan Kue Gandus : • • • • ebi 100 gram. rendam dalam air. Tuang larutan ke dalam cetakan mangkuk/loyang 22 x 22 yang telah diolesi minyak goreng tipis-tipis. irisan cabai merah serta bawang goreng. Kukus hingga matang. Tuang santan ke dalam tepung beras sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga terbentuk larutan yang licin. Rebus santan dengan garam dan daun pandan hingga mendidih. 3.Kue Gandus merupakan salah satu kue tradisional khas Palembang.

terus aduk hingga warnanya coklat kehitamhitaman dan kering. Taburkan bahan teburan dan kukus kembali hingga taburan menempel. Lempok siap dikemas dalam plastik dan diberi label. Untuk 18 buah 7. Dodol durian / Lempok Bahan:   1 kg durian 500 gr gula pasir Cara membuat: 1. Masukkan gula. Masukkan ke dalam kuali. ambil dagingnya. jerang di atas api sambil diaduk-aduk agar tidak berkerak. 6. Kupas durian yan sudah masak. Lempok siap diangkat dan dianggap matang jika sudah tidak lengket di pengadukan. 2. Angkat dan sajikan.5. . Aduk terus hingga warnanya kekuning – kuningan.97 - .

98 - . Campur telur dan gula. Tuang adonan ke dalam loyang. . 2.8. Kue delapan Jam Bahan:     15 butir telur ayam 1 gelas/200 gr gula pasir 1 gelas/ 250 cc susu cair ¼ gelas/±65 cc margarin cair/minyak samin Cara membuat: 1. Kukus selama 8 jam hingga matang. Mula-mula dengan api bawah hingga kering. Aduk rata. Masukkan susu dan minyak samin. setelah itu dengan api atas hingga warnanya menjadi agak kuning kecoklatan. Angkat kemudian bakar dalam oven. kocok hingga gula larut.

Selaku generasi muda seharusnya kita peduli terhadap budaya daerah kita antara lain dengan cara: Menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah kita. ayek lintang.99 - . tari Melami menda. . dan Wisata Arung Jeram di Ulu Musi. ayek Payau. Kue delapan jam dan Kemplang. dan tari ngarak pengantin. Saran 1. Kesenian yang ada di daerah Empat lawang yaitu       Rejung Andai-andai Kuntau Guritan Bajidur Tarian yang meliputi tari perang. III. Kesimpulan Dari makalah diatas dapat disimpulkan: 1. Gunjing. 3.BAB III PENUTUP III. Laksan. Lempok. Maksuba.2.1. Objek wisata di daerah empat lawang yaitu: air terjun tujuh panggung. Makanan Khas daerah empat lawang hampir sama dengan Palembang diantaranya: Kue Engkak ketan. 2.

cc/2009/09/baju-adatsumatera-selatan.2.blogspot. DAFTAR PUSTAKA http://forumlintangempatlawang.html http://www.com/blog.100 - .com/2008/12/ceirta-puyangkemiri-legenda-empat.html http://forumlintangempatlawang.blogspot.com/2009/05/serapungan-di-empat-lawang.com/2008/08/bela -diri-kuntau-milik-empat-lawang.html http://forumlintangempatlawang.blogspot.blogspot.blogspot.wordpress.com/2009/06/airterjun-tujuh-panggung.blogspot. Indonesia.blogspot.com/2009/10/kue-lapis-maksuba-khaspalembang.html http://rahmancakencookies. karena kebudayaan daerah adalah aset yang berharga bagi Negara kita. Cintailah budaya daerah kita.blogspot.com/2009/06/sung ai-payau-ayek.damarprasetya.html http://4lawang.php?blogger=4494 http://midangmusi.co.html http://forumlintangempatlawang.com/ http://blog-indonesia.html .com/2009/06/ayek -lintang-dalam-foto.com/2009/02/18/melihat-lebihdekat-kisah-batu-jung-di-ujung-alih-2/ http://forumlintangempatlawang.html http://rejang-lebong.

com/2008/03/rum ah-panggung-khas-empat-lawang.blogspot.html http://forumlintangempatlawang.http://forumlintangempatlawang.html http://forumlintangempatlawang.html http://www.com/2007/06/senibudaya-daerah-lintang-iv-lawang.com/2007/06/berd irinya-kabupaten-iv-lawang.html http://forumlintangempatlawang.blogspot.id/berita/0904/13/wis01.sinarharapan.html http://forumlintangempatlawang.blogspot.101 - .html .co.blogspot.com/2007/08/asalmula-nama-empat-lawang.blogspot.com/2007/09/adat -perkawinan-daerah-lintang-iv.

102 - .Lampiran Pakaian adat Kabupaten Empat Lawang .