Anda di halaman 1dari 13

Efek Kurang Tidur Pada Kecerdasan Emosi Remaja Eramuslim - Penelitian tentang remaja telah banyak dilakukan oleh

para ahli, misalnya yang berkaitan antara kecerdasan emosional dengan tingkat stress dan agresivitas, ataupun kemampuan memori remaja dilihat dari metode belajar yang dilakukannya. Namun dari, penelitian terbaru menyatakan adanya pengaruh yang sangat signifikan akibat kekurangan tidur (sleep deprivation) pada remaja. Tidur merupakan aktivitas sehari-hari yang dilakukan jika tubuh merasa lelah. Jam tidur yang baik berkisar antara 7-8 jam perhari, walaupun ada beberapa orang yang tidur kurang dari jumlah tersebut. Namun menurut penelitian yang dilakukan oleh Carpenter dan Graham menyatakan bahwa para remaja sering kali mengalami gangguan kekurangan tidur (sleep deprivation). Menurutnya, remaja sering terlambat tidur dan bangun lebih siang karena adanya perubahan denyut jantung yang diakibatkan oleh perubahan hormon yang dihasilkan oleh otak. Selain itu, perkembangan teknologi seperti permainan lewat komputer, internet, video dan televisi juga menjadi penyebab utama kurangnya tidur pada remaja. Menurut Dement, kita mempunyai siklus tubuh yang lamanya kurang lebih 24 jam, yang disebut Circadian yang merupakan salah satu irama tubuh intrinsik yang terbentuk oleh hipotalamus dan kemudian membentuk jam tubuh (body clock) dalam kisaran 25 jam. Circadian juga mempengaruhi hormon Adrenalin dalam darah sebagai dampak dari meningkatnya aktivitas tubuh pada siang hari dan akan menurun pada saat malam tiba. Sehingga dengan sendirinya menyebabkan orang dapat tidur dan bangun dengan sendirinya. Namun yang perlu dicermati sekarang adalah kekurangan tidur (sleep deprivation) ternyata berdampak secara tidak langsung pada gangguan proses belajar remaja di sekolah, dan secara langsung pada gangguan memori dan kesehatan emosi. Siswa yang mengalami kurang tidur akan mengalami hambatan pada proses belajar di kelas karena kemampuan kognitif yang semakin terbatas. Bahkan Maser dan Kuo (sitat dalam Read, 2002) menemukan bahwa kurang tidur terutama berdampak pada kemampuan motorik dan kognitif, koordinasi tangan dan mata, ketepatan dalam memperkirakan sesuatu, serta kewaspadaan dan konsentrasi. Selain itu, kekurangan tidur juga berpengaruh pada kesehatan mental seseorang. Jangan Sepelekan Jam Tidur Walaupun setiap orang membutuhkan waktu untuk tidur, namun setiap orang memiliki jumlah waktu tidur yang berbeda-beda. Waktu tidur yang cukup diperlukan oleh seseorang agar fungsi-fungsi tubuh yang lain dapat bekerja secara optimal. Banyak yang mengatakan bahwa kualitas tidur jauh lebih penting daripada jumlah waktu tidur. Bahkan beberapa remaja seringkali mengabaikan waktu tidur dengan berbagai alasan. Namun, hasil berbagai penelitian membuktikan bahwa jumlah waktu tidur optimum yang dibutuhkan oleh seorang remaja berkisar antara tujuh setengah sampai dengan sembilan jam perhari. Apabila, remaja mempunyai jumlah waktu tidur yang tidak cukup, orang tersebut dikatakan menderita kekurangan tidur (sleep deprivation), sedangkan waktu tidur yang optimum ini dibutuhkan untuk memeperolah manfaat yang maksimal dari proses tidur itu sendiri, seperti regenerasi sel-sel tubuh, menjaga kemampuan memori, perhatian atau konsentrasi dan juga kesehatan emosi.

Ketika remaja sudah mulai mengantuk dan lelah akibat kurang tidur dengan sendirinya akan mengurangi kemampuan konsentrasi belajar bahkan membuat remaja cepat lupa dan sulit menangkap pelajaran. Hal ini diperkuat oleh Maas, Carskadon dan Dahl (sitat dalam Read, 2002) bahwa kecemasan, kesulitan perhatian dan depresi meningkat pada keadaan kekurangan waktu tidur. Selain itu, motivasi, humor, dan kemampuan sosial seringkali mengalami penurunan.

Kecerdasan Emosi Penting Bagi Remaja Emosi merupakan bagian dari suatu sistem manajemen untuk mengkoordinasi rencanarencana dan tujuan setiap individu karena desakan waktu dan sumber-sumber lain. Sementara itu, kecerdasan emosi adalah suatu kemampuan untuk mengindera, memahami, dan menerapkan kekuatan serta ketajaman emosi sebagai sumber energi. Aspek-aspek kecerdasan emosional terdiri atas dua aspek. Pertama, kecerdasan intra-personal yang mencakup kemampuan mengendalikan dorongan hati, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan bersikap optimis. Kedua, kecerdasan antar-personal yang meliputi kemampuan untuk berempati pada orang lain. Jadi, bisa diasumsikan bahwa remaja yang memiliki kecerdasan emosi memiliki kemampuan sebagai berikut; Kesadaran diri (Self-awarness), mampu mengendalikan dorongan hati ( Selfcontrol), mampu memotivasi diri sendiri, mampu optimis dan berempati ,serta memiliki kemampuan untuk membina hubungan atau kecakapan sosial. Remaja mempunyai posisi yang strategis dalam perkembangan perilaku bangsa dan oleh karenanya menjadi sangat penting bagi para orang tua untuk memberikan perhatian yang serius dari kebiasaan tidurnya. Pola tidur remaja yang baik akan menciptakan remaja berkualitas yang cerdas emosi dan akalnya. Milis Eramuslim Dikirim oleh: Atien Hakam Senin, 12 Juni 2006 http://www.ilma95.net/kurangtidur_remaja.htm

Benarkah Masuk Lebih Siang, membuat Siswa Mudah Konsentrasi Terkantuk-kantuk saat mengikuti pelajaran kerap dialami oleh sebagian siswa di sekolah. Jauhnya jarak tempuh ditambah kemacetan lalu lintas dan keharusan bangun lebih pagi membuat mereka kehilangan konsentrasi saat tiba di sekolah. Para pelajar di Jakarta mungkin banyak yang mengalaminya. Sejak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat keputusan memajukan jam masuk sekolah menjadi pukul 06.30 WIB, banyak pelajar yang harus bangun lebih pagi, sehingga waktu tidur mereka menjadi

berkurang. Padahal, kebijakan ini berpotensi menimbulkan risiko besar bagi perkembangan dan kecerdasan anak. Hingga saat ini, memang belum ada studi khusus tentang dampak dimajukannya jam masuk sekolah di Jakarta. Tetapi sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat mungkin dapat dijadikan rujukan. Studi ini setidaknya memberi gambaran betapa anak-anak membutuhkan istirahat dan tidur yang cukup guna menyerap pelajaran dengan lebih baik. Penelitian kecil ini dilakukan di sebuah sekolah di Rhode Island dengan memundurkan jam masuk sekolah 30 menit lebih telat dari jadwal sekolah pada umumnya. Penelitian ini dirancang untuk melihat perubahan kebiasaan tidur serta perilaku, dan tidak bertujuan memonitor kinerja akademis siswa. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine bulan Juli itu mengindikasikan, memundurkan jam sekolah memberikan manfaat besar bagi para siswa. "Hasilnya menakjubkan. Kami sama sekali tak menyangka," kata Patricia Moss, dekan akademis St. George's School di Middletown Rhode Island. Menerapkan jam masuk sekolah lebih siang 30 menit dari jam sekolah pada umumnya membuat para siswa lebih konsentrasi terhadap pelajaran di kelas, suasana hati siswa cenderung baik, mengurangi kasus keterlambatan dan membuat para murid menyempatkan diri untuk sarapan sehat. Para peneliti mengatakan, ada banyak alasan mengapa 30 menit dapat membuat perbedaan besar. Remaja cenderung tengah berada dalam kondisi tidur lelap ketika mereka harus bangun untuk pergi sekolah di pagi hari. Kekurangan tidur ini dapat membuat mereka linglung, terutama yang sulit tidur sebelum pukul 11.00 malam. Menurut Dr Judith Owens, peneliti sekaligus dokter anak di Hasbro Children's Hospital di Providence, temuan ini adalah sesuatu yang ilmiah dan menguatkan bukti bahwa mengubah jam masuk sekolah memberikan manfaat bagi anak remaja. Fakta bahwa studi ini ekslusif hanya dilakukan di St. George's School, Middletown, kata Owens, tidak melemahkan hasil penelitian. Namun Owens mengakui, akan ada banyak tantangan bagi sekolah-sekolah umum untuk menerapkan usulan ini, seperti padatnya jadwal angkutan dan kesibukan orang tua. Walau begitu, beberapa sekolah di Minneapolis dan West Des Moines telah menerapkan usulan ini. Dalam risetnya, peneliti melakukan survei terhadap kebiasaan tidur 201 siswa SMA selama 9 minggu. Menurut hasil survei ini sangat mengesankan, sehingga sekolah membuat perubahan permanen terhadap jam masuk sekolah. Jam masuk para murid yang biasanya pukul 08.00, mundur menjadi 08.30. Kemudian setiap jam pelajaran dipotong 5 hingga 10 menit untuk membuat jam pulang sekolah tetap pada jam normal dan mencegah jam pulang lebih siang sehingga dapat menganggu aktivitas di luar sekolah. Hasilnya, terdapat peningkatan laporan pada siswa yang tidur sedikitnya selama delapan jam

dari 16 persen menjadi hampir 55 persen. Laporan siswa yang mengantuk di siang hari pun turun dari 49 persen menjadi 20 persen. Laporan siswa yang kesiangan juga dilaporkan menurun hingga setengah, para siswa juga mengaku tidak lagi merasa terlalu tertekan atau kesal, kunjungan pada bagian kesehatan juga menurun drastis. Sementara permintaan sarapan pagi yang disiapkan bagi siswa meningkat dua kali lipat. Moss mengatakan, dengan siswa menyempatkan sarapan sehat dapat membantu konsentrasi saat pelajaran. @kompas.com http://yohandi99.blogspot.com/2011/07/benarkah-masuk-lebih-siang-membuat.html

Dampak Kurang Tidur terhadap Prestasi Banyak orang tidak tahu bahwa kurang tidur selama satu atau dua jam membuat anak-anak sulituntuk belajar. Hal ini diungkapkan para peneliti dengan cara mengurangi jam tidur anakanak,dan menanyai guru mereka. Hasilnya, ternyata guru bisa mengetahui perbedaannya. Pengujianini dilakukan terhadap anak-anak yang normal dan tidak memiliki masalah lain. Kesulitan berkonsentrasi muncul di antara anak-anak yang mengantuk. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah pengurangan jam tidur semakin memperburuk kondisi penderita ADHD alias Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau mereka yang kurang bisa berkonsentrasi. Namun kaitan antara berapa lama seseorang harus tidur dengan kemampuan belajarnya adalahsesuatu yang sulit untuk dibuktikan. Oleh karena itu, para peneliti melakukan percobaan ini danmelihat apakah para guru dapat mendeteksi munculnya masalah perhatian dan kemampuan belajar para siswa yang terjaga hingga larut malam, walaupun para guru tidak mengetahui berapalama jam tidur para siswa tersebut. Peneliti dari Amerika, merekrut 74 orang dengan usia berkisar antara 6-12 tahun dari RhodeIsland dan Masschusetts untuk penelitian selama tiga minggu. Di minggu pertama, anak-anak tidur dan bangun sesuai dengan kebiasaan mereka. Mereka tidur dengan nyaman, jam tidurnya setiap malam mencapai 9 hingga 9,5 jam. Minggu selanjutnya,mereka diminta tidur tidak kurang dari 10 jam dalam semalam. Lalu minggu seterusnya merekadibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama tidur tidak lebih dari 8 jam, dan kelompok yang lebih tua tidur tidak lebih dari 6,5 jam. Di samping laporan dari para orangtua, anak-anak muda ini juga diberi gelang detektor untuk memonitor para siswa tersebut. Para guru tidak diberitahu berapa lama para siswa tidur atau di minggu yang mana para siswadiharuskan terjaga hingga larut malam. Mereka hanya diminta menilai kemampuan belajar siswa setiap minggu. Hasil laporannya ternyata menunjukkan bahwa para siswa mengalami masalah belajar yangsignifikan pada minggu-minggu di mana mereka kurang tidur. Para siswa yang jam

tidurnyahanya 8 jam atau kurang menjadi lebih pelupa, sulit untuk menerima pelajaran baru, dan sukar untuk memperhatikan pelajaran yang disampaikan. Lalu seberapa lama anak-anak perlu tidur? Jadi waktu yang dibutuhkan berkisar antara 10 hingga11 jam di malam hari untuk siswa sekolah dasar dan 8,5 jam untuk remaja. http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=5708

Mencapai Puncak Prestasi denganMeningkatkan Kualitas Tidur dan Mimpi Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu diwaktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagiandari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benarbenar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan (QS 30, al-Ruum:23). Dalam sejarah peradaban Islam dan peradaban Barat ada orang yang sangat brilian. Merekaadalah Ibnu Sina dan Leonardo da Vinci. Leonardo da Vinci seperti kita ketahui adalah seorangahli fisika (dialah perancang pertama kapal selam), seorang pemusik klasik, dan tentu seorang pelukis. Dia adalah salah seorang dari sedikit ilmuwan peradaban Barat yang ahli dalam berbagai bidang. Ibnu Sina adalah bapak kedokteran Islam, ahli-ahli di bidang: filsafat, geologi, kimia,kosmologi, sastra, politik, psikologi, dan sebagainya. Dalam bidang psikologi beliau menuliskitab al-Najat tentang kebahagiaan jiwa. Dia adalah salah satu di antara puluhan bahkan ratusanilmuwan Islam yang sangat brilian, ahli dalam berbagai bidang. Yang patut untuk mendapat catatan adalah dua orang ini menganggap bahwa tidur dan mimpimerupakan jalan untuk memperoleh ide yang cemerlang. Cerita tentang dua orang di atasmenggarisbawahi satu hal bahwa kalau kita dapat mengelola tidur dan mimpi kita, maka kitadapat memaksimalkan potensi fisik, kognitif, afektif, dan spiritual kita sehingga akan dapat kitatunjukkan prestasi puncak! Pertanyaan yang dapat diajukan: bagaimana tidur dan mimpi yang berkualitas bisa menghasilkan prestasi belajar yang optimum? Bagaimana tidur dan mimpi yang berkualitas bisa menghasilkan prestasi yang optimum dalam bidang-bidang hidup yang digeluti? Tidur dan Mimpi yang Berkualitas Tidur merupakan arena bagi manusia untuk memperoleh ketentraman hidup. Dalam alQuran,Allah Azza wa jalla berfirman: (Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu tidur (alnuasa) sebagai penentraman dari pada-Nya (QS al-Anfaal, 8:11). Tidur (al-nuasa), menurut AdnanSyarif (2002) adalah tidur yang terlelap. Tidur yang terlelap akan memberikan efek yang pentingdalam kehidupan manusia. Kalau manusia memperolehnya, maka manusia telah memperolehsalah satu ciri utama tidur yang berkualitas. Kualitas tidur dan kualitas mimpi dirumuskan penulis berdasarkan telaah pustaka atas berbagaimacam pendapat (Freud, 2001a; Freud, 2001b; Nashori, 2002; Maas, 2002;

Purwanto, 2003).Kualitas tidur adalah suatu keadaan di mana tidur yang dijalani seorang individu menghasilkankesegaran dan kebugaran di saat terbangun. Berdasarkan berbagai pandangan, penulis membagiaspek-aspek kualitas tidur seperti berikut ini: Tabel 1. Aspek-aspek Kualitas Tidur Aspek-aspek Kualitas Tidur 1. Bersuci, berdoa dan berdzikir sebelum tidur 2. Memulai tidur dalam keadaan miring ke kanan dan menghadap kekiblat 3. Merasa nyaman, tak ada beban psikologis yang berat menjelang tidur 4. Badan dalam keadaan rileks, tak ada aktivitas fisik yang beratmenjelang tidur 5. Nyenyak, tidak terbangun dalam tidur 6. Tidur lebih awal dan bangun dari tidur lebih awal 7. Waktu tidur minimal enam jam dalam sehari Sementara itu yang dimaksud dengan kualitas mimpi adalah suatu keadaan di mana mimpi yangdiperoleh seseorang banyak menggambarkan hal-hal yang benar yang berkaitan dengan masalalu dan masa depan, menghasilkan optimisme serta kepastian bagi individu yang mengalaminya.Tentang mimpi yang berkualitas ini salah satu aspek pentingnya adalah mimpi yang memilikiaspek kebenaran (al-ruya al-shadiqah, al-ruya al-shalihah, penulis menyebutnya mimpinubuwat). Hal ini sebagaimana disampaikan oleh hadis Nabi: Mimpi yang baik datangnya dari Allah dan mimpi (polusi) datangnya dari setan (HR Bukhari dari Abdullah Ibnu Qatadah). Hadisyang lain dari Nabi Muhammad mengungkapkan: Mimpi yang benar adalah salah satu dariempat puluh enam cabang kenabian (HR Bukhari dari Anas bin Malik) Berdasarkan berbagai macam pandangan, penulis membagi aspek-aspek kualitas mimpi seperti berikut ini: Tabel 2. Aspek-aspek Kualitas Mimpi Aspek-aspek Kualitas Tidur 1. Meminta perlindungan Tuhan dari mimpi buruk 2. Memperoleh mimpi yang menyenangkan 3. Memperoleh mimpi yang berisi pengetahuan (ide, masa depan, masalalu), petunjuk, maupun peringatan 4. Memandang hidup lebih positif dan optimis setelah bermimpi 5. Menjaga jarak dengan mimpi buruk 6. Monitoring diri berkaitan dengan mimpi 7. Mengambil hikmah dari mimpi Pengaruh Kualitas Tidur dan Mimpi terhadap Prestasi Belajar Prestasi Belajar. Belajar adalah usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahantingkah laku yang secara keseluruhan sebagai pengalaman orang yang bersangkutan dalaminteraksinya dengan lingkungan (Rumini dkk, 1995). Sementara prestasi belajar dapat diartikan sebagai hasil dari suatu aktivitas belajar yang dilakukan berdasar pengukuran dan penilaianterhadap hasil pendidikan yang diwujudkan berupa angka atau nilai

maupun indeks prestasi.Untuk mengetahui prestasi belajar, guru atau dosen melakukan pengukuran, kemudian penilaian berdasarkan norma yang dipergunakan. Hasilnya diwujudkan dalam suatu simbol yang biasamenggunakan angka atau huruf yang biasa disebut sebagai indeks prestasi. Ada yangmenggunakan angka dengan rentang 1-10 atau 1-100 atau juga dalam bentuk huruf sepertiA,B,C,D,E. Pengaruh Kualitas Tidur terhadap Prestasi Belajar. Tidur yang berkualitas akan menjadikankondisi fisik dan psikologis seseorang terasa segar dan nyaman ketika mereka terbangun. Al-Quran menggambarkannya sebagai penentraman (QS al-Anfaal, 8:11). Hal senada dikatakanoleh James B. Maas (2002) bahwa proses tidur, jika diberi waktu yang cukup dan lingkunganyang tepat, menghasilkan tenaga yang luar biasa. Tidur memulihkan, meremajakan dan memberienergi tubuh dan otak. Sepertiga (8 jam) atau seperempat (6 jam) hidup manusia, yangseharusnya dilewati dengan tidur, berpengaruh besar terhadap dua pertiga lainnya, dalam halkewaspadaan, energi, suasana hati, berat badan, persepsi, daya ingat, daya pikir, kecekatanreaksi, produktivitas, kinerja, ketrampilan komunikasi, kreativitas, keselamatan, dan kesehatan prima. Bagaimana tidur bisa menghasilkan efek-efek sebagaimana di atas? Secara garis besar, bilaseseorang tidur secara nyenyak dan dengan waktu yang cukup, maka ada dua proses fisiologis yang terjadi. Pertama, proses pemulihan dan pertumbuhan.Yang pasti, pada saat tidur pasokandarah ke otak meningkat. Meningkatnya pasokan darah ini berkaitan dengan posisi tubuhseseorang. Saat tidur, tubuh seseorang dalam posisi horisontal. Dalam kondisi demikian peredaran darah akan berlangsung lebih lancar. Pasokan darah yang lancar berakibat pada pemulihan dalam tubuh berlangsung lebih lancar. Di samping itu, pada saat tidur sekresi hormon pertumbuhan oleh kelenjar pituitari (kelenjar yang mengatur pertumbuhan, metabolisme,pematangan) mencapai puncak saat tidur delta (tidur delta adalah tahapan tidur paling terlelapatau nyenyak). Hormon pertumbuhan merangsang pertumbuhan dan perkembangan sertamemperbaiki jaringan tubuh. Terutama bagi anak dan remaja, tidur nyenyak yang tidak terganggu sangat penting untuk membantu pertumbuhan dan pematangan mereka. Kedua, meningkatkan kekebalan terhadap infeksi. Pada waktu seseorang tidur dengan nyenyak,senyawa protein-karbohidrat pengatur sistem kekebalan meningkat. Hal ini memiliki peran besar dalam meningkatkan kekebalan terhadap infeksi. Dikatakan oleh Michael Irwin (Maas, 2002),bahwa kekurangan tidur, meskipun sedikit, menurunkan respons kekebalan tubuh. Fakta jugamenunjukkan bahwa kematian sel tumor meningkat pada saat orang tidur. Sebaliknya, jikakekurangan tidur, ketahanan terhadap infeksi menurun drastic. Orang yang sakit membutuhkanistirahat yang cukup untuk meningkatkan kekebalan. Orang yang sehat butuh tidur yang cukupdan nyenyak akan kekebalannya optimum. Dalam keadaan daya ingat, daya pikir, persepsi, dan kesehatan yang prima, mahasiswa siap berkonsentrasi saat mengikuti proses belajar mengajar. Konsentrasi memegang peranan penting bagi seorang mahasiswa untuk merekam dan mengingat dan selanjutnya mengembangkan pelajaran yang diperoleh di perguruan tinggi. Kemampuan merekam, mengingat danmengembangkan materi pelajaran akan memungkinkan mahasiswa memperoleh prestasi yangoptimal. Sebaliknya, dengan tidur yang berkualitas jelek, yang terutama ditandai oleh tidak nyamannya fisik dan psikologis saat tidur, akan menghasilkan daya ingat, daya pikir, persepsiyang menurun. Dalam kondisi demikian, konsentrasi belajar biasanya tidak optimal. Dengandaya ingat, daya pikir, dan persepsi yang jelek, maka individu akan gagal dalam melakukan perekaman atas pengetahuan yang semestinya diserapnya dengan baik.

Perlu untuk disampaikan bahwa tidur yang dialami seseorang melalui beberapa tahapan. Duatahapan yang dianggap paling penting adalah tahapan tidur delta dan tahap tidur REM (rapid eyemovement). Yang menarik pada saat tidur REM ada dua kejadian.Pertama, terjadi penyimpanandan retensi daya ingat. Pada saat tidur REM, terjadi pengaktifan neuron yang intensif yangmenyebar ke atas dari batang otak. Ini dianggap sebagai penyebab meningkatnya penyimpanandan retensi ingatan serta pengingatan kembali, serta pengategorisasian informasi.Kedua, organisasi dan reorganisasi ingatan. Berbagai informasi yang ada informasi yang telahditancapkan dalam ingatan ditata sebagaimana penataan folder dalam komputer. Dalam keadaantidur, otak mengganti, memodifikasi, dan meningkatkan ingatan sesuai dengan keperluan. Hal di atas diperkuat oleh ungkapan mahasiswa sendiri berdasarkan konseling dan wawancarayang penulis lakukan. Mereka yang kualitas tidurnya jelek, seperti tidur sangat larut (sesudah pukul 24), kesulitan untuk tidur atau sering bangun tidur, mengaku memiliki prestasi belajar yang rendah. Sebaliknya, ketika ditanyakan pada mahasiswa yang berprestasi tinggi dankebiasaan hidup mereka, maka diketahui bahwa mahasiswa yang memiliki prestasi yang baik mampu menjalani tidur secara baik, seperti tidur di awal waktu dan bangun lebih awal, waktu tidur cukup. Di samping itu, mimpi yang berkualitas, yang ditandai oleh adanya mimpi yang positif sertakemampuan menjaga jarak dan mengambil hikmah dengan mimpi buruk, menjadikan seseorangdapat menyongsong kehidupan terjaga secara optimal. Dalam kondisi psikologis yang bersifat positif ini seorang mahasiswa akan dapat mengerahkan konsentrasinya untuk belajar. Darisanalah akhirnya prestasi yang optimal dapat dicapai. Berkaitan dengan kualitas mimpi, maka salah satu tanda mimpi seseorang berkualitas adalahdiperolehnya mimpi yang memiliki unsur pengetahuan masa depan. Mimpi yang demikian biasadisebut mimpi nubuwat (Fuad Nashori, 2002). Dengan mimpi Nubuwat itulah dalam diriseseorang terbentang pengetahuan. Mimpi yang berkualitas dicapai oleh Hidayat Nur Wakhid.Pada waktu beliau nyantri di Pondok Pesantren Moderen GONTOR beliau sering memimpikansoal-soal yang akan diujikan guru/ustadz-nya. Mimpi yang sejenis dialami oleh Abud (bukannama yang sebenarnya). Siswa sebuah SMU di Balikpapan ini menjelang ujian akhir SMUmemimpikan berbagai soal. Dalam mimpi soal-soal muncul secara terang benderang. Dalam kehidupan nyata apa yang mereka mimpikan ini benar-benar mereka saksikan dalam ujian yangnyata (bukan mimpi). Dengan demikian, mudahlah soalsoal itu dikerjakannya. Pengaruh Tidur dan Mimpi terhadap Prestasi Puncak Prestasi Puncak. Prestasi puncak adalah prestasi optimum yang dicapai seseorang setelahmenekuni bidang-bidang pekerjaan tertentu. Prestasi yang dapat kita tunjukkan dapatdikelompokkan dalam tiga kategori besar, yaitu prestasi jangka pendek (untuk waktu yang pendek, satu sampai lima tahun), jangka menengah (sepanjang hidup kita di dunia), dan jangka panjang (dunia-akhirat). Contoh-contoh prestasi: jangka pendek adalah prestasi belajar, jangkamenengah adalah karya yang berarti bagi banyak orang, dan jangka panjang adalah diridhaiAllah menjadi penghuni surga. Seorang manajer pemasaran disebut mencapai prestasi puncak bila ia dapat menghasilkan berbagai terobosan yang menjadikan produk atau jasa yangdipasarkan memperoleh respon yang optimum dari pasar. Seorang dosen yang berprestasi puncak bila ia dapat memberikan materi pelajaran dan cara mengajar yang

membuat mahasiswa bersemangat mempelajari dan mengembangkan pengetahuannya. Dan, seterusnya. Pengaruh Tidur yang Berkualitas terhadap Prestasi Puncak. Tidur yang berkualitas akanmenjadikan kewaspadaan, energi, suasana hati, berat badan, persepsi, daya ingat, daya pikir,kecekatan reaksi, produktivitas, kinerja, ketrampilan komunikasi, kreativitas, keselamatan, dankesehatan prima seseorang meningkat (Maas, 2002). Setiap individu yang hidup dan bekerjadengan mengharapkan hasil yang optimum membutuhkan kualitas-kualitas sebagaimanadisebutkan di atas. Dengan kualitas seperti suasana hati yang baik, persepsi yang baik, daya ingatyang baik, maka pekerjaan-pekerjaan akan dilakukannya dengan hasil yang baik. Sebagaicontoh, seorang karyawan yang harus berangkat dari rumahnya pagi hari akan dapatmelaksanakan tugas-tugasnya dengan baik bila suasana hati, persepsi, dan daya ingat baik.Dengan tidur yang berkualitas, kualitas sebagaimana yang telah disebutkan tadi dapat dicapaisecara optimum, dan selanjutnya ia dapat melaksanakan pekerjaannya dengan hasil optimum.Sebuah riset yang dilakukan Timothy Roehrs dan Thomas Roth (Michigan, USA) membuktikan bahwa kewaspadaan meningkat secara signifikan jika orang yang biasanya tidur cukupmendapatkan tambahan dua jam lagi. Sebaliknya, ketika seorang karyawan kurang tidurnya, maka proses pemulihan dalam tubuhnyatidak optimum. Akibatnya, ketika berangkat kerja atau saat di dalam tempat kerja ia bisamemperoleh resiko kecelakaan. Stanley Cohen menemukan fakta bahwa dalam waktu empat harisetelah orang-orang di negara Barat kehilangan satu jam tidur setelah pergantian musim semikarena matahari lebih awal, ada peningkatan tujuh persen kematian akibat kecelakaan jikadibandingkan dengan seminggu sebelumnya dan seminggu setelahnya. Pengaruh Mimpi yang Berkualitas terhadap Prestasi Puncak Sebagaimana telah disebutkan bahwa saat orang tidur berlangsung organisasi dan reorganisasi ingatan. Berbagai informasi yangada informasi yang telah ditancapkan dalam ingatan ditata sebagaimana penataan folder dalamkomputer. Dalam keadaan tidur, otak mengganti, memodifikasi, dan meningkatkan ingatansesuai dengan keperluan. Para ahli psikologi Barat, termasuk di dalamnya Maas (2002) dan Deepak Chopra (2003),mempercayai bahwa penemuan-penemuan cemerlang dari ahli-ahli ilmu pengetahuan dan sastraadalah karena otak mereorganisasi ingatan sehingga terbentuk ide baru. Friedrich August Kekulevon Stradonitz mengaku bahwa ia menemukan struktur molekuler benzena atau cincin benzenadalam tidurnya (Maas, 2002; Purwanto, 2003). Novel Hamlet, Macbeth, Richard III karyaWilliam Shakespeare, diperoleh dalam mimpi (Chopra, 2003). Namun, ahliahli psikologi Barattidak percaya bahwa mempelajari (baca: mengetahui) sesuatu yang baru dalam mimpi.Benarkah? Jawabnya, menurut psikologi Islami (Nashori & Mucharam, 2002), salah satu cara manusiamemperoleh pengetahuan adalah melalui mimpi. Mimpi yang diperoleh seseorang tidak hanya berkaitan berbagai pengalaman dan harapannya, tapi bisa pula berisi pengetahuan yang berasaldari Allah SWT. Seseorang yang mendekatkan diri kepada Allah, membersihkan jasmani,nafsani, dan ruhaninya sebelum tidur, akan lebih dimungkinkan untuk memperoleh mimpi yang benar. Dengan mimpi yang mampu menghasilkan ilham, seseorang akan terbantu untuk menyelesaikan pekerjaan dengan memperoleh ide melalui mimpi. Seorang pemikir besar

Islam Ibnu Sinamendapatkan banyak ide untuk penulisan bukunya melalui mimpi. Inilah cerita Ibnu Sina: Setiap aku menyangsikan suatu persoalan dan tidak mendapatkan batas pengertian yang benar aku senantiasa ke masjid melakukan shalat, memohon kepada Tuhan hingga terbuka bagiku pemecahannya dengan mudah. Aku pulang ke rumah dan meletakkan lampu di hadapanku laluterus membaca dan mengarang. Bila rasa kantuk mendesak atau badanku merasa sangat letihaku lalu minum secangkir minuman hingga timbul kembali kesegaranku, dan aku teruskanmembaca lagi. Tetapi jika kantuk tidak tertahankan aku lalu tidur. Biasanya aku bermimpitentang soal-soal yang belum selesai dalam pikiranku. Di dalam mimpi itu kebanyakan persoalan-persoalan menjadi terang masalahnya. Pada orang Barat ada seseorang yang menghabiskan sekitar 11 jam dalam hidupnya untuk tidur.Orang ini mengharapkan datangnya berbagai ide atau ilham melalui mimpi. Dia adalah seorangilmuwan yang cemerlang, pemusik yang handal, pelukis MONALISA yang terkenal itu,Leonardo da Vinci. Sekalipun perlu diingat bahwa ilham yang diperoleh seseorang saat tidur tidak selalu berasal dariAllah Azza wa jalla. Ilham melalui mimpi ini sebagaimana diungkapkan oleh hadis Nabi, bisa berasal dari Allah dan bisa pula berasal dari setan. Mimpi yang baik datangnya dari Allah danmimpi (polusi) datangnya dari setan (HR Bukhari dari Abdullah Ibnu Qatadah). Berbagai pengalaman menunjukkan bahwa seseorang dapat memperoleh petunjuk yang menyesatkanmelalui mimpi. Seorang dukun membunuh 42 wanita setelah memperoleh ide melalui mimpi. Maka, sekalipun dalam mimpi terdapat ide atau ilham, tapi ilham itu bisa menginspirasi untuk berbuat hal yang salah dan destruktif. Berkaitan dengan pengaruh mimpi yang berkualitas, makamimpi yang berkualitas ditandai oleh minimnya mimpi yang bersifat negatif-konstruktif.Kalaupun dalam diri seseorang terjadi mimpi yang bersifat demikian, seseorang memilikikemampuan untuk mengambil hikmah dan menjaga jarak dengan mimpi. Mampu menjaga jarak artinya individu menyadari bahwa apa yang dialaminya bukanlah hal realitas. Kesan buruk yangdiperoleh dari mimpi adalah sesuatu yang tidak nyata. Sebagaimana diungkapkan oleh sebuahhadis Nabi Muhammad, seseorang yang menjaga jarak dengan mimpi (yang ditandai oleh tidakdiceritakannya mimpi kepada orang lain) tidak akan terpengaruh oleh mimpi yang dialaminya.Bila individu bersikap demikian, mimpi buruk tidak akan mengganggu aktivitasnya, sehingga iadapat tetap berkonsentrasi terhadap usahanya untuk berkarya. Sementara itu yang dimaksuddengan mengambil hikmah adalah mengambil pelajaran dari mimpi yang dialaminya. Mimpiyang buruk berkaitan dengan pelanggan bisa menjadi pelajaran bahwa ada relasi yang lebih baik yang perlu dikembangkan oleh oleh si pemimpi. Mimpi buruk berkaitan dengan teman kerjamemberi pelajaran bahwa ada sesuatu yang semestinya diperbaiki. Sebuah hadis Nabi Muhammad pernah menandaskan bahwa seseorang yang banyak berdzikir akan dapat mencapai keunggulan (baca: prestasi puncak). Kalau dikontekskan dengan bahasan diatas, maka dapat disebutkan bahwa untuk memperoleh prestasi puncak, seseorang bisamemperoleh mimpi yang berkualitas. Mimpi yang berkualitas dapat diperoleh melalui aktivitasyang melibatkan dzikir kepada Allah. Urutannya adalah demikian: dzikir membuat hati tenang mimpi yang berkualitas kinerja puncak! http://www.pikirdong.org/psikologi-islami/sos17mptm.php

Pengaruh Buruk Kurang Tidur Label:Sebaiknya Anda Tahu Kita semua tahu bagaimana penampilan seseorang yang kurang tidur. Tetapi artikel ini akanmenjelaskan beberapa hal dasar tentang tidur dan pengaruh buruk kurang tidur bagi kehidupankita, khususnya pada kesehatan dan prestasi akademis. Tidur merupakan istirahat alami bagi manusia seperti halnya mahluk lain. Tidakhanya sebagai kebutuhan biologis, tetapi juga psikologis. Tidur bagi keduanyasangat perlu. Ketika kita tidur, kita telah mengurangi pergerakan tubuh, tidak sadar,dan tidak merespon rangsangan dari luar. Tidur merupakan baik bagi penyembuhandan perkembangan tubuh. Bebrapa ilmuwan juga percaya bahwa tidur adalah halutama ketika kita berbicara mengenai proses mengingat dan berpikir. Faktor Yang Mempengaruhi Tidur Ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi tidur dan rasa ngantuk. Untuk rasangantuk, kita bisa mengatakannya sebagai suatu kecenderungan bagi seseoranguntuk tertidur. Kita biasanya akan merasa ngantuk dalam periode tertentu misalnyapada menjelang malam hari, dan hal itu terjadi karena sudah merupakan waktubiologis manusia (human biological clock) yang sudah terjadwal. Itulah mengapabiasanya kita lebih mudah tertidur pada waktu tersebut dibandingan pada sore hari,khususnya pada anak-anak dan remaja. Banyak orang yang menghabiskan malam di tempat-tempat hiburan malam yangpenuh dengan hentakan musik dan gemerlap lmpu yang bisa menutupi rasa kantuk.Namun hal itu bisa menjadi hal yang berbahaya karena banyak orang setelah tidaktidur semalaman akan mengalami dengan apa yang disebut microsleep (otak akankehilangan kesadaran dalam beberapa detik) dan hal itu bisa terjadi pada saat kitamembutuhkan konsentrasi penuh, misalnya pada saat mengendarai mobil. Maka jangan jika anda mendengar banyak terjadi kecelakaan akibat sopir yangmengantuk, karena boleh jadi pada saat itu ia tertidur disaat mengemudi meskipunhanya beberapa detik saja. Faktor Yang Membuat Kurang Tidur : 1.Waktu tidur yang terlalu singkat 2.Penyakit insmonia 3.Gangguan atau masalah tidur 4.Depresi dan rasa khawatir berlebihan 5 . B e r i s i k 6.Lembur malam hari 7.Perjalanan yang menyeberangi zona waktu berbeda Pengaruh Perampasan Waktu Tidur Kurang tidur dan rasa ngantuk pada siang hari bisa menjadi hal yang buruk bagikehidupan kita sehari-hari. Kebanyakan berpengaruh bagi perilaku, kesehatan,proses belajar, dan mood. Penelitian menunjukkan bahwa puluhan juta orangmenderita kurang tidur setiap tahunnya. Umumnya, kekurangan tidur akanmenimbulkan ciri-ciri :

Pegal-pegal Pandangan kabur Depresi parah Buta warna sesaat Ngantuk siang hari Menurunnya konsentrasi dan mental Menurunnya sistem kekebalan tubuh Pusing Warna hitam pada kantung mata dan mata cekung Pingsan Kebingungan Halusinasi Tangan gemetar Sakit kepala Tekanan darah naik Ingatan berkurang Mual Dan sebagainya Kurang Tidur dan Diabetes Kekurangan tidur dapat merubah cara tubuh mengolah glukosa yang bisa menjadisalah satu faktor penyebab Diabetes Type 2. Efek Bagi Pertumbuhan Terbukti bagi orang yang kurang tidur akan mengurangi hormon pertumbuhan bagitubuh. Efeknya Bagi Prestasi Beberapa penelitian menunjukan bahwa orang yang kurang tidur akan mempunyaiprestasi yang lebih rendah dibanding orang yang cukup tidur dari segi akademik. Jadi belajar sampai larut malam bukanlah hal yang terbaik yang dapat dilakukan jika anda ingin berprestasi pada pelajaran. Orang yang kurang tidur jugamempunyai efek yang buruk, bahkan kemampuan tubuh seseorang yang tidak tidurselama 17 sampai 18 jam mempunyai kemampuan tubuh yang sama dengan orangyang meminum minuman alkohol dengan kadar alkohol sebesar 0.05 pada darahmereka . Perampasan Waktu Tidur Sebagai Siksaan Perampasan waktu tidur bisa dianggap sebagai siksaan. Biasanya diterapkan padasaat interogasi bagi para tersangka tindak kejahatan. Tersangka akan dibuat tetapterjaga (tidak tidur) selam beberapa hari dan kemudian diizinkan untuk tidur. Tepatsesaat setelah mereka diizinkan untuk tidur, mereka akan dibangunkan dandiinterogasi lagi. Orang-orang yang pernah mengalami hal ini mengatakan bahwaorang yang disiksa dengan mengekang keinginannya untuk tidur lebih kuatdibandingkan siksaan dengan tidak diberi makan atau minum. http://kayadansehat.blogspot.com/2008/03/pengaruh-buruk-kurang-tidur.html