Anda di halaman 1dari 7

Bab I Pendahuluan

a. Latar Belakang Dalam mengerjakan suatu tambang terbuka digunakan berbagai metode salah satunya metode Strip Mining. b. Maksud dan Tujuan 1. Memberi informasi tentang Strip Mining.

c. Mamfaat 1. Setelah membaca makalah ini pembaca dapat memahami bagaimana Metoda Strip Mining 2. Setelah membaca makalah ini pembaca dapat mengaplikasikannya metoda Strip Mining dalam bekerja nanti.

Bab II Pembahasan a) Definisi

Metoda Strip Mining


Kebanyakan tambang batubara di Indonesia menggunakan metoda tambang Pertambangan Open Pit. Penambangan dengan metoda tambang terbuka adalah suatu kegiatan penggalian bahan galian seperti batubara, ore (bijih), batu dan sebagainya dimana para pekerja berhubungan langsung dengan udara luar.dan iklim. Tambang terbuka (open pit mining) juga disebut dengan open cut mining, adalah metoda penambangan yang dipakai untuk menggali mineral deposit yang ada pada suatu batuan yang berada atau dekat dengan permukaan. Metoda ini cocok dipakai untuk ore bodies yang berbentuk horizontal yang memungkinkan produksi tinggi dengan ongkos rendah. Walaupun stripping dan quarrying termasuk ke dalam open pit mining, namun strip mining biasanya dipakai untuk penambangan batubara dan quarry mining yang berhubungan dengan produksi non-metallic minerals seperti dimension stone, rock aggregates, dan lain-lain. Strip mining adalah bentuk tambang terbuka. Bijih dekat dengan permukaan tanah memiliki satu atau lebih lapisan batuan dan tanah di atasnya bijih. Agar bisa ditambang, lapisan ini harus dilepas. Langkah-langkah dalam Strip mining adalah : Pohon-pohon dan semak-semak yang dibersihkan oleh buldoser. Limbah ini, bersama dengan tanah atau pasir di bawahnya, dibawa ke daerah terdekat dan dibuang. Banyak lubang kecil dibor melalui batuan yang berada di atas batubara atau mineral. Bahan peledak yang dimasukkan ke dalam lubang dan diledakan. kemudian 2

batuan penutup dibawa ke daerah pembuangan. Ketika batubara atau mineral ditemukan, mungkin akan rusak oleh peledakan.. Ukuran dari potongan penting karena para penambang biasanya tidak mau kecil dalam potongan Mereka biasanya ingin menjadi bagianbagian yang dapat dipindahkan dengan mesin besar. pertambangan ini dilakukan di satu strip. Ketika penambangan bijih dilakukan dalam satu strip, para penambang mulai membuat strip lain di sebelahnya. Limbah, kotoran, dan batu yang mereka ambil dari bagian atas strip berikutnya diletakkan di atas yang terakhir. ini diulang sampai strip terakhir dilakukan dan limbah dari strip pertama adalah dibawa kembali untuk mengisinya.

b) Contoh
Contoh metoda penambangan Strip mining di Bengalla . Rasio pengupasan pada Bengalla rendah. Sekitar 3 meter kubik batu limbah akan perlu dihapus untuk mendapatkan 1 ton batubara. Sebuah rasio strip 03:01 kurang daripada kebanyakan tambang batubara lainnya di Hunter Valley. Ini berarti biaya pertambangan relatif rendah dan peralatan kurang digunakan, ini juga membantu meminimalkan dampak terhadap lingkungan. Sebelum pertambangan dapat dimulai, tanah lapisan atas akan dihapus dan menimbun sehingga dapat digunakan kembali selama proses rehabilitasi.. Jika mungkin tanah lapisan atas diambil langsung ke area yang telah dibentuk dan siap untuk direhabilitasi. Setelah tanah lapisan atas telah dihapus itu perlu ledakan batu yang mendasari dalam rangka untuk memecah menjadi ukuran dikelola sehingga dapat ditangani dengan baik dragline atau excavator. overburden adalah batuan sisa antara tanah lapisan atas dan lapisan batubara bagian atas. Pada Bengalla armada pra-strip terdiri dari 2 excavator dan truk digunakan untuk menghilangkan tanah penutup dan dump ke 3

dalam strip sebelumnya. Setelah batubara yang telah ditambang dari interburden, yang merupakan batuan sisa antara dua lapisan batubara, yang meledak sehingga dapat dihilangkan lagi oleh armada pra-strip dan lapisan batubara berikutnya terkena. Proses ini terus turun ke lapisan batubara Piercefield. Setelah lapisan Piercefield telah tercapai, Bengalla menggunakan dragline (P & H 9020) untuk mengungkap batubara yang tersisa. Proses dragline urutan di Bengalla cukup rumit dan membutuhkan 5 lolos ke mengungkap lapisan batubara terendah. Pass pertama, yang merupakan Pass Vaux, dilakukan dari dinding-tinggi dari tambang mana dragline yang menggali dan pembuangan limbah langsung ke strip sebelumnya. Setelah melewati ini telah menyelesaikan langkah-langkah dragline keluar ke Vaux limbah dan membuat untuk memulai lulus kedua yang merupakan Broonie / Bayswater Pass. dragline ini menggunakan Vaux dan Broonie / limbah Bayswater untuk membangun sebuah pad dari mana ia dapat mengungkap Broonie / Bayswater, batubara Wynn dan Edderton semua dalam melewati individu. Truk sampah dan mesin pencucian membuang ditempatkan di belakang rampasan dragline dump. mesin pencucian tersebut menolak kemudian ditutup dengan minimal 5 meter dari bahan limbah inert. Setelah pembuangan limbah mencapai batas akhir desain, dibentuk kembali ke lereng final sebesar 10 dan ditutup dengan tanah lapisan atas untuk direhabilitasi.

Bab III
5

Penutup
Dalam pengerjaan tamka dilakukan berbagai metoda, salah satunya adah metoda Strip Mining. Namun metoda ini hanya bisa di terapkan pada sebagian kondisi saja. Karena itu nantinya saat perencanaan maupun pelaksaaan bisa saja digunakan metoda lain.

Daftar Pustaka
6

Rusma Fachri.Pengantar Teknologi Pertambangan (edisi II). Padang http://www.scribd.com/doc/41799721/Bab-I. (diakses 24 November 2010). http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en| id&u=http://library.thinkquest.org/05aug/00461/stripm.htm. (diakses 24 November 2010). www.google.com/metode penambangan di bengalla. (diakses 24 November 2010).