Anda di halaman 1dari 2

Mengembangkan Instrumen Survei (Menyusun Kuesioner/Pertanyaan) Tahap ketiga dari penelitian survei adalah mengembangkan isntrumen penelitian dari

matriks menjadi daftar pertanyaan. Dalam penelitian survei, data dapat diperoleh dengan berbagai alternatif cara pengumpulan data. Berikut adalah beberapa teknik pengumpulan data dalam survei. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kuesioner langsung Kuesioner via pos Wawancara tatap muka Wawancara via telepon Pengisian kuesioner via komputer Wawancara online (chatting, dsb) Polling Dari sekian banyak teknik, kuesioner merupakan teknik yang dianggap paling efisien. Meski demikian, kuesioner memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan: Relatif hemat biaya dan waktu Anonimity (jaminan kerahasiaan) Keseragaman kata dan istilah Tidak ada bias pewawancara Menjangkau banyak responden Kelemahan: Tidak fleksibel Tidak ada kendali atas urutan pertanyaan Ada pertanyaan tidak terjawab Respons rate rendah (terutama bila melalui pos) Hanya perilaku verbal yang tercatat Tidak bisa merekam jawaban spontan Tahap akhir dalam menyusun desain penelitian survei dalah menurunkan matriks operasionalisasi ke dalam item-item pertanyaan. Pertanyaan survei yang baik dapat menjaring informasi yang lebih tepat. Berikut

Metode eksperimen mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut : Kelebihan metode eksperimen : (a) Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya. (b) dalam membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. (c) Hasil-hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia. Kekurangan metode eksperimen : (a) Metode ini lebih sesuai untuk bidang-bidang sains dan teknologi. (b) metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan kadangkala mahal. (c) Metode ini menuntut ketelitian, keuletan dan ketabahan. (d) Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan karena mungkin ada factor-faktor tertentu yang berada di luar jangkauan kemampuan atau

pengendalian. Menurut Schoenherr (1996) yang dikutip oleh Palendeng (2003:81) metode eksperimen adalah metode yang sesuai untuk pembelajaran sains, karena metode eksprimen mampu memberikan kondisi belajar yang dapat mengembangkan kemampuan berfikir dan kreativitas secara optimal. Siswa diberi kesempatan untuk menyusun sendiri konsep-konsep dalam struktur kognitifnya, selanjutnya dapat diaplikasikan dalam kehidupannya.