Anda di halaman 1dari 12

1ugas

kLlMA1CLCCl
Andang Suryama SomaSPuL M
"LVAC1kANSIkASI DAN NLkACA AIk"










CLLP
nAMA ZAkl?AP MuLul?AP
nlM M11111261
kLLAS 8


8CC8AM lLMu kLPu1AnAn
lAkuL1AS kLPu1AnAn
unlvL8Sl1AS PASAnuuuln
2011

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur penulis hantarkan persembahan kepada Allah SWT atas
rahmat dan hidayah-Nya serta salawat dan salam penulis kirimkan kepada Nabi Muhammad
SAW. karena atas rahmat dan bimbingan Allah SWT sehingga saya dapat menyelesaikan
penulisan makalah ini sebagaimana mestinya.
Dalam penulisan makalah ini, saya mengalami beberapa hambatan karna keterbatasan
ilmu dan kemampuan yang di miliki, karena itulah saya menyadari sepenuhnya bahwa penulisan
makalah ini masih jauh dari sempurna, baik dari segi teknik maupun dari segi materi
pembahasannya, oleh karena itu saran dan kritikan dari berbagai pihak akan sangat berguna
untuk perbaikan makalah ini, serta ketabahan dan dan bantuan dari berbagai pihak terutama
teman-teman saya telah banyak meluangkan waktu, tenaga serta pikiran untuk membimbing dan
mengarahkan serta memberikan petunjuk tanpa mengenal lelah sejak dari penyusunan judul
hingga akhir makalah
Akhir kalam semoga penulisan makalah ini dapat bermanIaat bagi pembaca, terutama
bagi pencinta ilmu pengetahuan. Sehingga menjadi suatu yang berguna dan berharga bagi saya
maupun pihak lain di masa-masa yang akan datang.




Makassar, 25 Oktober 2011

Zakiyah Muldiyah
M11111261







A I
PENDAHULUAN

Latar 0lakang
Pengukuran langsung evaporasi maupunevapotranspirasi dari air maupun
permukaanlahan yang luas akan mengalami banyak kendala, untuk itu maka
dikembangkanbeberapa metode pendekatan denganmenggunakan input data-data
yangdiperkirakan berpengaruh terhadap besarnyaevapotranspirasi. Apabila jumlah air
yangtersedia tidak menjadi Iaktor pembatas,maka evapotranspirasi yang terjadi
akanmencapai kondisi yang maksimal dank o n d i s i i t u di k a t a ka n
s e b a g a i evapotranspirasi potensial tercapai ataudengan kata lain evapotranspirasi
potensialakan berlangsung bila pasokan air tidak t erbatas bagi st omata maupun
permukaantanah. Pada daerah-daerah yang keringbesarnya evapotranspirasi sangat
tergantungpada besarnya hujan yang terjadi danevapotranspirasi yang t erjadi pada
saat itudisebut evapotranspirasi aktual.Perkiraan evapotranspirasi sangatlahp e n t i n g
d a l a m k a j i a n - k a j i a n hidrometeorologi.
Dengan mempelajari proses terjadi dan Iaktor-Iaktor yang berpengaruh terhadap
evapotranspirasi,mahasiswa dapat melakukan analisis neracaair suatu kawasan hutan melalui
pendekatand a r i mo d e l - mo d e l p e n g h i t u n g a n evapotranspirasi yang ada.
Dengan menguas ai met ode i ni di har apkanmahasiswa mampu melakukan
pengelolaanhutan dengan mendasarkan pada hasilneraca airnya. Selain itu
Evapotranspirasijua merupakan Iakt or dasar unt uk menent ukan kebut uhan air
dalam rencanairigasi dan merupakan proses yang pentingdalam siklus hidrologi.
Berdasarkan hal diatas maka sangatlahpent ing bagi kita unt uk
melakukanpendekat a n per hi t unga n ni l ai dar i evapotranspirasi dengan data
yang ada.

Tujuan dan K0gunaan

Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu agar kita mengetahui tentang transpirasi dan
evaporasi sehingga menjadi evapotranspirasi serta hubungan evapotranspirasi dan neraca air.
Serta mampu menyebutkan berbagai Iaktor yang mempengaruhi evapotranspirasi.



Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah yang perlu diselesaikan yaitu
sebagai berikut:
O Pengertian evapotranspirasi?
O Apakah yang dimaksud kapasitas lapang ?
O Perbedaan transpirasi pada kayu daun lebar dan kayu daun jarum
O ungsi evapotranspirasi dalam siklus air
O ambar evapotranspirasi dan lisimeter
O Apa yang dimaksud dengan air perkolasi?


















A II
PEMAHASAN
A. PENERTIAN EVAPOTRANSPIRASI

Peri stiwa berubahnya air menjadi uap dan bergerak dari permukaan tanah
danpermukaan air ke udara disebut evaporasi(penguapan). Peristiwa pengauapan dari
tanaman disebut transpirasi, sedangkan evpotranspiasi adalah gabungan dari kedua proses
evaporasi dan transpirasi.
aktor-Iaktor utama yang berpengaruh adalah (Ward dalam Seyhan, 1977) :
1. aktor-Iaktor meteorology : radiasi matahari, suhu udara dan permukaan,
kelembaban, angin, tekanan barometer
2. aktor-Iaktor eograIi : kualitas air (warna, salinitas dan lain-lain), jeluk
tubuh air, ukuran dan bentuk permukaan air.
3. aktor-Iaktor lainnya : kandungan lengas tanah, karakteristik kapiler tanah,
jeluk muka air tanah, warna tanah, tipe, kerapatandan tingginya vegetasi,
ketersediaan air (hujan, irigasi dan lain-lain)
Evaporasi adalah penguapan air dariper mukaan ai r , t anah, da n
bent uk permukaan bukan vegetasi lainnnya oleh proses Iisika. Dua unsur utama
untuk berlangsungnnya evaporasi adalah energy (radiasi) matahari dan ketersediaan air.
Proses-proses Iisika yang menyertai berlangsungnya perubahan bentuk dari
cair menjadi gas berlaku pada kedua proses evaporasi tersebut diatas. Oleh
karenanya, kondisi Iisika yang mempengaruhi laju evaporasi umum t erjadi pada
kedua proses alamiah t ersebut. akt or-Iakt or yang berpengaruh antara lain cahaya
matahari,suhu udara, dan kapasitas kadar air dalam udara.
B. PENERTIAN KAPASITAS LAPAN

Kapasitas lapang adalah persentase kelembaban yang ditahan oleh tanah sesudah
terjadinya drainase dan kecepatan gerakan air ke bawah menjadi sangat lambat. Keadaan ini
terjadi 2 - 3 hari sesudah hujan jatuh yaitu bila tanah cukup mudah ditembus oleh air, textur
dan struktur tanahnya uniIorm dan pori-pori tanah belum semua terisi oleh air dan
temperatur yang cukup tinggi. Kelembaban pada saat ini berada di antara 5 - 40. Selama
air di dalam tanah masih lebih tinggi daripada kapasitas lapang maka tanah akan tetap
lembab, ini disebabkan air kapiler selalu dapat mengganti kehilangan air karena proses
evaporasi. Bila kelembaban tanah turun sampai di bawah kapasitas lapang maka air menjadi
tidak mobile. Akar-akar akan membentuk cabang-cabang lebih banyak, pemanjangan lebih
cepat untuk mendapatkan suatu air bagi konsumsinya.
Oleh karena itu akar-akar tanaman yang tumbuh pada tanah-tanah yang kandungan air di
bawah kapasitas lapang akan selalu becabang-cabang dengan hebat sekali. Kapasitas lapang
sangat penting pula artinya karena dapat menunjukkan kandungan maksimum dari tanah dan
dapat menentukan jumlah air pengairan yang diperlukan untuk membasahi tanah sampai
lapisan di bawahnya. Tergantung dari textur lapisan tanahnya maka untuk menaikkan
kelembaban 1 Ieet tanah kering sampai kapasitas lapang diperlukan air pengairan sebesar 0,5
- 3 inches.
C. Perbedaan transpirasi pada kayu daun lebar dan kayu daun jarum
Ada beragai jenis kayu yang dihasilkan dari pohon yang secara umum dapat dibedakan atas
dua golongan besar, yaitu :
1. Jenis pohon dari golongan pohon daun lebar, dengan ciri-ciri sebagai berikut :
umumnya bentuk daun lebar.
Tajuk besar dan membundar
Terjadi guguran daun
Pertumbuhan lambat/lama
&mumnya batang tidak lurus dan berbonggol
&mumnya memiliki kayu yang lebih keras.
2. Jenis pohon dari golongan pohon daun jarum, dengan ciri-ciri sebagai berikut :
bentuk daun seperti jarum
tajuk berbentuk kerucut.
&mumnya tidak menggugurkan daun,kecuali beberapa pohon saja.
Pertumbuhan cepat dan lurus keatas.
&mumnya memiliki kayu lunak dan ringan.
Selain perbedaan diatas, perbedaan lainnya adalah
1. Kayu daun lebar
struktur kayu lebih lengkap
memiliki pori-pori (sel-sel pembuluh) dengan kombinasi bentuk jaringannya lebih
kompleks.
Contoh jenis pohon daun lebar, diantaranya : Jati, Meranti dsbnya.\
2. Kayu daun jarum
struktur kayu lebih sederhana
tidak memiliki pori-pori melainkan sel trakeida, yaitu sel yang berbentuk panjang
dengan ujung-ujung yang kecil sampai meruncing.
Jumlah jenis sel lebih sedikit dan kombinasi bentuk-bentuk jaringannya lebih
sederhana.
Jumlah jenis pohon daun jarum di Indonesia lebih sedikit, seperti : Pinus
atau Tusam, Agathis (Damar), Jamuju


D. ungsi evapotranspirasi dalam siklus air
Evapotranspirasi punya pengaruh yang penting terhadap besarnya cadangan air tanah
terutama untuk kawasan yang berhujan rendah, lapisan/tebal tanah dangkal dan siIat batuan
yang tidak dapat menyimpan air. Tanah mempunyai kemampuan untuk menyimpan air
karena memiliki rongga-rongga yang dapat diisi dengan udara/cairan atau bersiIat porous.
Bagian yang tidak dapat dipindahkan dari tanah oleh cara-cara alami yaitu dengan osmosis,
gravitasi atau kapasitas simpanan permanen suatu tanah diukur dengan kandungan air
tanahnya pada titik layu permanen yaitu pada kandungan air tanah terendah dimana tanaman
dapat mengekstrak air dari ruang pori tanah terhadap gaya gravitasinya. Titik layu ini sama
bagi semua tanaman pada tanah tertentu (Seyhan, 1977). Pada tingkat kelembaban titik layu
ini tanaman tidak mampu lagi menyerap air dari dalam tanah. Jumlah air yang tertampung di
daerah perakaran merupakan Iaktor penting untuk menentukan nilai penting tanah pertanian
maupun kehutanan.



E. AMBAR EVAPORIMETER DAN LISIMETER










unsi alat : Pengukur Penguapan air langsung
Satuan : Milimeter (mm).
&kuran alat : Tinggi Alat 25,4 Cm, diameter alat 120.7 Cm.
Keterangan : Alat ini dilengkapi dengan
1. Thermometer air Six Bellani (Thermometer Apumg)
2. Cup Counter anemometer tinggi 05 meter
3. Alat pengukur tinggi permukaan air ( Hook auge ).
Lysimeter adalah alat yang dipakai untuk mengukur evaporasi dari permukaan tanah
secara langsung.
Bila pemberian air irigasi diadakan maka persamaan menjadi sebagai berikut :
P I E
t
O A S
dimana :
I air irigasi
E
t
evapotranspirasi
AS perubahan storago









. AIR PERKOLASI / REMBESAN
Perkolasi adalah proses bergeraknya air melalui proIil tanah karena tenaga gravitasi. Air
bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka
air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau
horizontal dibawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air
permukaan. Daya Perkolasi adalah laju perkolasi yaitu laju perkolasi maksimum yang
dimungkinkan dengan besar yang dipengaruhi oleh kondisi tanah dalam daerah tak jenuh.
Perkolasi tidak mungkin terjadi sebelum daerah tak jenuh mencapai daerah medan. Istilah
daya perkolasi tidak mempunyai arti penting pada kondisi alam karena adanya stagnasi
dalam perkolasi sebagai akibat adanya lapisan-lapisan semi kedap air yang menyebabkan
tambahan tampungan sementara di daerah tak jenuh.

Perkolasi, disebut juga peresapan air ke dalam tanah dipengaruhi oleh beberapa Iaktor, antara
lain tekstur tanah dan permeabilitasnya. &ntuk daerah irigasi waduk ondang termasuk
tekstur berat, jadi perkolasinya berkisar 1 sampai dengan 3 mm/hari. Dengan perhitungan ini
nilai perkolasi diambil sesuai eksisting sebesar 2 mm/hari. Laju perkolasi sangat tergantung
pada siIat-siIat tanah. Data-data mengenai perkolasi akan diperoleh dari penelitian
kemampuan tanah maka diperlukan penyelidikan kelulusan tanah.

Pada tanah lempung berat dengan karakteristik pengolahan (puddling) yang baik, laju
perkolasi dapat mencapai 1-3 mm/hari. Pada tanah-tanah yang lebih ringan, laju perkolasi
bisa lebih tinggi. &ntuk menentukan Iaju perkolasi, perlu diperhitungkan tinggi muka air
tanahnya. Sedangkan rembesan terjadi akibat meresapnya air melalui tanggul sawah.
Perkolasi juga dapat disimpulkan sebagai gerakan air kebawah dan zone yang jenuh kedalam
daerah jenuh (antara permukaan tanah sampai kepermukaan air tanah).























A III
PENUTUP

K0simpulan
Dari inIormasi yang didapat evapotranspirasi bukan merupakan satu satunya unsur
meteorologi yang mempengaruhi terjadinya kekeringan. Sehingga korelasi antara
evapotranspirasi potensial dengan pengaruh terjadinya kekeringan memiliki keeratan yang
rendah. Dalam hal ini proses evapotranspirasi potensial lebih dipengaruhi oleh keadaan
atmosIer, dan merupakan salah satu Iaktor tidak langsung pada suatu kejadian kekeringan.


















DAFTAR PUSTAKA
Http://www.google.com/ angin lembah-angin gunung.html
Http://www.google.com/ blog-post.html
http ://LPDAAC.csgs.gov/modis/table2.asp
http://id.shvoong.com/exact-sciences/earth-sciences/2104022-Iungsi-utama-hutan-dalam-upaya/