Anda di halaman 1dari 3

UJI BATAS I.

Dasar Teori Untuk penentuan pencemaran dalam senyawa obat umumnya tidak digunakan konsentrasi yang tepat, cukup untuk menentukan apakah pencemar ini tidak melebihi batas yang sudah ditentukan. Oleh karena itu Farmakope modern telah menentukan suatu harga batas, yang penentuannya dilaksanakan dengan bantuan larutan pembanding yang konsentrasinya diketahui. Untuk itu diperlukan dua percobaan dengan kondisi yang sama pada waktu yang sama. Dimana larutan sampel dibandingkan dengan larutan pembanding (standar). Prinsip uji batas besi adalah metode pembandingan antara larutan uji dengan standar, sedangkan syaratnya adalah spesifikasi dan sensitifikasi. Uji Batas Besi Uji batas besi digunakan untuk menunjukkan bahwa kandungan besi, dalam bentuk besi (III) atau besi (II) tidak lebih dari batas yag tertera pada masing-masing monografi. Penetapan dilakukan dengan membandingkan secara visual dengan larutan baku besi.

II. Tujuan 1. Identifikasi 2. Kontrol terhadap pencemar baik pada bahan baku atau sediaan obat.

III. Alat dan Bahan Alat: Beaker glass Labu ukur 1000 ml Pipet 1 ml, 2 ml, 10 ml Spatula Tabung Nessler Timbangan

Bahan: Ammonium tiosianat Asam klorida pekat Asam Sulfat 2N Besi (II) amonium sulfat Natrium klorida

IV.

Cara Kerja Pembuatan Larutan Baku Besi Dilarutkan 863,4 mg besi (II) amonium sulfat ke dalam air, ditambahkan 10 ml asam sulfat 2 N dan diencerkan dengan air hingga 100 ml. Dipipet 10 ml larutan ini ke dalam labu ukur 1000 ml, ditambahkan 10 ml asam sulfat 2 N, diencerkan dengan air sampai tanda. Tiap ml larutan ini mengandung 10 g Fe. Pembuatan Larutan Ammonium Tiosianat Dilarutkan 30 mg ammonium tiosianat dalam air hingga 100 ml. Pembuatan Larutan Baku Dipipet 1 ml larutan baku besi (10 g Fe) ke dalam tabung Nessler, diencerkan hingga 45 ml air, ditambahkan asam klorida pekat dan campur. Larutan Uji Natrium Klorida Persyaratan uji batas besi untuk NaCl: tidak lebih dari 2 bpj. Dilakukan penetapan dengan melarutkan 5 gram dalam 45 ml air dan 2 ml HCl pekat.