Anda di halaman 1dari 17

Penentuan Kadar Asam Asetat Dalam Cuka

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Percobaan.


 Dapat melakukan standarisasi larutan NaOH 0,1 N
 Menentukan kadar asam asetat yang terdapat dalam asam cuka merk Segitiga
Tujuh Sembilan
1.2 Dasar Teori
1.2.1 Larutan standar
Larutan standar adalah larutan yang konsentrasinya diketahui secara
pasti atau dapat pula diartikan sebagai bahan kimia yang digunakan untuk
menetapkan konsentrasi larutan standar sekunder atau larutan yang harga
konsentrasinya masih dapat berubah karena pengaruh lingkungan.
Dengan demikian, maka dikenal ada dua jenis larutan, yaitu larutan
standar primer dan larutan standar sekunder. Sedangkan proses penetapan
konsentraasinya (biasanya dalam sistem kenormalan). Larutan standar
sekunder dengan menggunakan larutan standar primer disebut standarisasi.
Reaksi antara titran dengan zat yang dipilih sebagai standar primer harus
memenuhi syarat untuk analisa titrasi volumetri, yaitu :
1. Harus mudah diperoleh dalam bentuk murni atau dalam keadaan
kemurnian yang konsentrasinya diketahui dengan harga yang wajar.
2. Zat itu harus tetap, harus mudah dikeringkan dan tidak terlalu
hidrokospis, tidak berkurang beratnya jika terkena udara, garam
hidratnya biasanya tidak dipergunakan dengan standar primer.
3. Mempunyai bobot ekuivalen tinggi agar dapat mengurangi konsentrasi
kesalahan pada penimbangan.
1.2.2 Pengertian Asam Asetat

Praktikum Kimia Dasar Page 1


Teknologi Kimia Industri – D4
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda
Penentuan Kadar Asam Asetat Dalam Cuka

Asam asetat adalah salah satu contoh dari asam karboksilat yang
mempunyai gugus fungsi –COOH yang disebut gugus karboksil. Karena
merupakan gugus dari gugus karbonil (-CO-) dan gugus hidroksil (-OH). Aam
asetat juga disebut sebagai senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai
pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan asam cuka memiliki rumus
Emoiris C2H4O2. Rumus ini sering kali ditulis dalam bentuk CH3COOH atau
CH3CO2H. Asam Asetat murni (disebut asam asetat glasial) adalah cairan
higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku 16,6oC
Asam Asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana.
Setelah asam format. Larutan asam asetat dalam air meruakan sebuah asam
lemah, artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO-
Asam Asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting
Berdasarkan BSN, kadar asam asetat yang baik untuk dikonsumsi tubuh
adalah 3% maksimum 60 mg/kg.

1.2.3 Dasar Volumetri dan Titik Ekuivalen


Volumetri atau titrimetri adalah analisis jumlah berdasarkan pada
pengukuran volume larutan pereaksi (larutan penitar/titran/larutan baku) yang
direaksikan dengan larutan contoh/sampel yang ditentukan kadarnya (titrit).
Pelaksanaan pengukuran volume ini disebut titrasi atau penitraan, yaitu
larutan penitar ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam larutan contoh atau
sampel sampai terjadi titik akhir titrasi yang secara kimia jumlah titrit dan
jumlah titrit ekuivalen. Namun, tidak semua larutan dapat digunakan sebagai
titran.
Titik ekuivalen adalah titik akhir titrasi, yaitu dimana suatu titrasi akan
dihentikan karena telah mencapai suatu kesetaraan. Untuk mengetahui kapan
suatu titrasi dikatakan setara ialah bila pada larutan titrit telah terjadi

Praktikum Kimia Dasar Page 2


Teknologi Kimia Industri – D4
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda
Penentuan Kadar Asam Asetat Dalam Cuka

perubahan warna. Hal ini disebabkan karena penambahan indikator sebagai


larutan petunjuk.

1.2.4 Indikator PP
Indikator PP adalah asam dwiprotik yang tak berwarna. Mula-mula zat
ini berdiososiasi menjadi suatu bentuk tak berwarna dan kemudian dengan
kehilangan proton kedua, menjadi ion dengan sistem konjugasi maka timbulah
warna merah. Untuk asam lemah, PH titik kesetaraan diatas 7 dan biasanya
dipilih phenoptalein. Untuk basa lemah, dimana PH titik kesetaraan dibaawah
7, biasanya digunakan metil merah atau metil jingga. Untuk asam kuat dan
basa kuat biasanya dipilih metil merah, bromo timol biru, dan phenolptalein.

2 Titrasi Asam – Basa (Asidimetri – Alkaimetri)


Reaksi dasar dari titrasi asam basa yaitu penetralan atau netralisasi
yang menghasilkan garam dan air. Misalnya reaksi antara natrium hidroksida
dan asam klorida
NaOH + CH3COOH → CH3COONa + H2O ………………………...(1)
Bila diukur berapa ml larutan asam dengan titar tertentu diperlukan
untuk menetralkan suatu larutan basa, kadarnya atau titarnya asam maka
pekerjaan itu disebut asidimetri sedangkan penitarnya sebaliknya, asam
dengan basa yang titarnya diketahui disebut alkalimetri. Ternyata ion OH-
setara dengan 1 ion H+, maka dapat disimpulkan bahwa 1 gram setara asam
atau basa adalah jumlah asam yang mengandung ion H+ atau 1 gram ion OH-,
dengan kata lain 1 gram setara (gram ekuivalen) asam atau basa yang
berkedudukan n adalah 1/n gram mol zat terlarut.

Praktikum Kimia Dasar Page 3


Teknologi Kimia Industri – D4
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda
Penentuan Kadar Asam Asetat Dalam Cuka

BAB II
METODOLOGI

2.1 Alat Dan Bahan


2.1.1 Alat yang digunakan :
 Labu ukur 100 ml
 Erlenmeyer 250 ml
 Buret
 Pipet ukur 10 ml
 Pipet volume 10 ml
 Gelas kimia 250 ml
 Piknometer
 Kaca arloji
 Bulp
 Corong
 Neraca digital
 Spatula
 Batang pengaduk
 Statif

2.1.2 Bahan yang digunakan :


 Larutan NaOH 0,1 N
 Larutan Asam Oksalat 0,1 N
 Indikator PP
 Sampel Cuka ( Segitiga Tujuh Sembilan )
 Aquadest

Praktikum Kimia Dasar Page 4


Teknologi Kimia Industri – D4
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda
Penentuan Kadar Asam Asetat Dalam Cuka

2.3 Prosedur Kerja


2.3.1 Standarisasi NaOH 0,1 N dengan asam oksalat 0,1 N
1. Memipet 10 ml NaOH 0,1 N dengan menggunkan pipet volume
dan memasukkan kedalam erlenmeyer 250 ml lalu menambahkan
indikator PP sebanyak 3 tetes
2. Menitrasi dengan menggunkan penitrat asam oksalat 0,1 N hingga
terjadi perubahan warna larutan menjadi merah muda
3. Mencatat volume penitrat yang digunakan
4. Melakukan percobaan secara duplo
5. Menentukan konsentrasi NaOH dengan rumus :
V1 x N1 = V2 x N2 ……………………………………………………………….(1)
2.3.2 Penentuan kadar asam asetat dalam cuka pasaran ( Segitiga Tujuh
Sembilan )
1. Memipet 10 ml larutan cuka perdagangan dengan pipet ukur dan
memasukkan ke dalam labu ukur 100 ml kemudian menambahkan
aquadest hingga tanda batas.
2. Memipet 10 ml larutan tersebut dengan pipet ukur, dan memasukkan
ke dalam erlenmeyer 250 ml, kemudian menambahkan 3 tetes
indikator PP.
3. Menitrasi dengan NaOH 0,1 N yang telah distandarisasi hingga
terjadi perubahan warna larutan menjadi merah muda.
4. Melakukan percobaan pada masing-masing sampel secara duplo.
5. Menghitung kadar asam asetat dalam asam cuka.
6. Dengan rumus :
𝐹𝑝 𝑥 𝐵𝑀 𝑎𝑠𝑎𝑚 𝑎𝑠𝑒𝑡𝑎𝑡 𝑥 𝑉.𝑁𝑎𝑂𝐻 𝑥 𝑀.𝑁𝑎𝑂𝐻
% asam asetat = ……….……..(2)
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝑥 1000

Praktikum Kimia Dasar Page 5


Teknologi Kimia Industri – D4
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda
Penentuan Kadar Asam Asetat Dalam Cuka

2.4 Diagram Alir


2.4.1 Standarisasi NaOH 0,1 N dengan asam oksalat 0,1 N
Memipet 10 ml NaOH 0,1 N dengan menggunkan pipet volume dan
memasukkan kedalam erlenmeyer 250ml lalu menambahkan 3 tetes indikator
PP

Menitrasi dengan menggunkan penitrat asam oksalat 0,1 N hingga terjadi


perubahan warna larutan dari bening lalu ke warna merah merah muda

Mencatat volume penitrat yang digunakan, lalu melakukan percobaan secara


duplo

Menentukan Konsentrasi NaOH

2.4.2 Penentuan kadar asam asetat dalam cuka pasaran ( SegitigaTujuh


Sembilan )
Memipet 10 ml larutan cuka perdagangan dengan pipet ukur dan
memasukkan ke dalam labu ukur 100 ml kemudian menambahkan aquadest
hingga tanda batas.

Memipet 10 ml larutan tersebut dengan pipet ukur, dan memasukkan ke


dalam erlenmeyer 250 ml, kemudian menambahkan 3 tetes indikator PP.

Menitrasi dengan NaOH yang telah distandarisasi hingga terjadi perubahan


warna larutan menjadi merah muda.

Melakukan percobaan pada masing-masing sampel secara duplo, lalu

Praktikum Kimia Dasar Page 6


Teknologi Kimia Industri – D4
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda
Penentuan Kadar Asam Asetat Dalam Cuka

menghitung kadar asam asetat dalam asam cuka. Dengan rumus :


𝐹𝑝 𝑥 𝐵𝑀 𝑎𝑠𝑎𝑚 𝑎𝑠𝑒𝑡𝑎𝑡 𝑥 𝑉.𝑁𝑎𝑂𝐻 𝑥 𝑀.𝑁𝑎𝑂𝐻
% asam asetat = 𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙 𝑥 1000

Praktikum Kimia Dasar Page 7


Teknologi Kimia Industri – D4
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda
Penentuan Kadar Asam Asetat Dalam Cuka

BAB III
DATA DAN HASIL PENGAMATAN

3.1 Data Pengamatan


3.1.1 Standarisasi NaOH 0,1 N dengan Asam Oksalat 0,1 N
Tabel 1. Standarisasi larutan NaOH

Standarisasi Larutan NaOH

NO Bahan yang yang ditambahkan Hasil pengamatan

1 Larutan NaOH, ditambahkan 3 Larutan NaOH, ketika


tetes indikator PP diteteskan 3 tetes indikator PP
warnanya berubah dari bening
kewarna pink
2 Dititrasi dengan Asam Oksalat Dari warna larutan dengan
( H2C2O4) 0,1 N Asam Oksalat ( H2C2O4) 0,1 N
warna berubah dari pink
menjadi bening pada volume
titran 12 ml

Praktikum Kimia Dasar Page 8


Teknologi Kimia Industri – D4
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda
Penentuan Kadar Asam Asetat Dalam Cuka

3.1.2 Penentuan Kadar Asam Asetat dalam Cuka Sigitiga Tujuh sembilan
Tabel 2. Penentuan Kadar Asam Asetat dalam Cuka Sigitiga Tujuh
sembilan
Penentuan Kadar Asam Asetat dalam Cuka Sigitiga Tujuh sembilan
No Bahan yang ditambahkan Percobaan I Percobaan II

1 Aqudest 90 ml dan 10 ml Warna larutan bening Warna larutan bening


cuka

2 10 ml larutan + 3 tetes Bening Bening


indikator PP
3 Titrasi dengan larutan Terjadi perubahan warna Terjadi perubahan
NaOH 0,1 N dari bening menjadi warna dari bening
merah muda, pada menjadi merah muda,
volume akhir 14 ml pada volume akhir 13
ml

3.1.2 Hasil Perhitungan


Tabel 3. Tabel Hasil Perhitungan

V.
FP N.NaoH V.NaoH
No Sampel BM Sampel % FFA
(ml) (N) (ml)
(ml)

Praktikum Kimia Dasar Page 9


Teknologi Kimia Industri – D4
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda
Penentuan Kadar Asam Asetat Dalam Cuka

Segitiga tujuh
1 sembilan 10 60 0,12 13,5 10 9,72 %

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 PEMBAHASAN
 Tujuan, dapat melakukan standarisasi larutan NaOH 0,1 N
Pada saat melakukan standarisasi pada larutan NaOH 0,1 N yaitu dengan cara
menintrasi dengan larutan Asam Oksalat ( C2H2O4 ) pertama – tama
mengambil larutan NaOH 0,1 N 10ml dengan pipet volume dan memasukkan
kedalam erlenmeyer 250 ml, lalu menteteskan 3 tetes indikator PP, setelah itu
mentitrasi dengan Asam Oksalat ( C2H2O4 ) 0,1 N dan didapatkan titik akhir
titrasi yaitu pada volume 12 ml yaitu ditandai perubahan warna dari bening
kewarna pink dan pada percobaan kedua titik akhir titrasi yaitu 12 ml, setelah
mendapatkan data, setelah itu dapat dilakukan perhitungan dengan rumus V1 x
N1 = V2 x N2. Setelah melakukan perhitungan dapat diketahui konsentrasi
pada larutan NaOH 0,12 N. Kenapa dalam percobaan ini harus dilakukan
standarisasi NaOH 0,1 N. Ini dilakukan untuk memastikan apakah
konsentrasi NaOH 0,1 N memang benar, ini dilakukan supaya nanti dalam
melakukan penentuan kadar Asam Asetat, yaitu dengan menggunakan NaOH
0,1 N sebagai titrannya, dan untuk menentukan volume titrannya lebih akurat.
 Menentukan kadar Asam Asetat yang terdapat dalam asam cuka merk segitiga
tujuh sembilan
Penentuan kadar asam asetat dalam cuka dengan mengencerkan sampel cuka
dengan mengambil 10 ml cuka terus diencerkan dengan aquadest 90ml

Praktikum Kimia Dasar Page 10


Teknologi Kimia Industri – D4
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda
Penentuan Kadar Asam Asetat Dalam Cuka

didalam labu ukur, diambil 10 ml dan ditetes kan 3 tetes indikator PP dan
langsung dititrasi dengan NaOH 0,1 N titik akhir titrasi sampai berubah warna
dan bening kewarna pink dan volume pada percobaan pertama 19 ml dan
larutan kedua 13ml, perbedaan ekuivalen ini disebabkan karna sifat NaOH 0,1
N itu sendiri yang mengikat dengan muda senyawa- senyawa di udara maka
itu perubahan massa didalam NaOH 0,1 N dan menyebabkan titik ekuivalen
berbeda dari larutan pertama dan kedua, padahal NaOH 0,1 N distandarisasi,
setelah mendapatkan data setelah itu dilakukan perhitungan kadar asam asetat
didalam cuka, setelah dilakukan perhitungan didapatlah kadar asam asetat
didalam cuka segitiga tujuh sembilan yaitu 9,72 %. Kadar asam asetat yang
𝑚𝑔
baik untuk dikonsumsi oleh tubuh adalah 3% maksimum 60 ⁄𝑘𝑔, maka

kadar asam asetat pada cuka segitiga tujuh sembilan tidak baik dikonsumsi,
karena kadar melebihi kadar yang ditetapkan BSN yaitu 3% maksimum 60
𝑚𝑔
⁄𝑘𝑔

Praktikum Kimia Dasar Page 11


Teknologi Kimia Industri – D4
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda
Penentuan Kadar Asam Asetat Dalam Cuka

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN
Dari hasil percobaan, dapat disimpulkan bahwa :
1. Konsentrasi NaOH setelah distandarisasi adalah 0, 12 N
2. Kadar asam asetat pada cuka merk segitiga tujuh sembilan sebesar 9, 72 %

5.2 SARAN
Dalam praktikum kali ini, disarankan agar alat dan bahan yang digunakan saat
praktikum dalam keadaan baik dan lengkap agar lebih dapat mempercepat
jalannya praktikum.

Praktikum Kimia Dasar Page 12


Teknologi Kimia Industri – D4
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda
Penentuan Kadar Asam Asetat Dalam Cuka

DAFTAR PUSTAKA

 http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/Instrumen_analisis/idiometri/analisis-
kuantitatif-secara-volumetri/
 Tim Laboratorium Kimia Dasar. 2016. ”penuntun Praktikum kimia dasar”.
Samarinda: POLNES
 Fessenden,2006.kimia Organik” ,Bumi aksara : Bandung

Praktikum Kimia Dasar Page 13


Teknologi Kimia Industri – D4
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda
Penentuan Kadar Asam Asetat Dalam Cuka

Praktikum Kimia Dasar Page 14


Teknologi Kimia Industri – D4
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda
Penentuan Kadar Asam Asetat Dalam Cuka

PERHITUNGAN

1. Standarisasi NaOH dengan Asam Oksalat 0,1 N


a. Larutan NaOH
- NaOH sampel I
Diket : V penitrat = 12 ml & 12 ml
V NaOH = 10 ml
N penitrat = 0,1N
Dit : N NaOH……???
Jawab :
𝑉.𝐻2𝐶2𝑂4(1)+𝑉.𝐻2𝐶2𝑂4(2)
V. H2C2O4 rata-rata = 2
12 𝑚𝑙+12 𝑚𝑙
= 2

= 12 ml

v1 . N1 = V2 . N2
12 . 0,1 = 10 . N2
N2 = 0,12 N

2. Penentuan kadar Asam asetat


Cuka Segitiga 79
Diket : V. NaOH 1 = 14 ml
V. NaOH 2 = 13 mL
𝑉.𝑁𝑎𝑂𝐻(1)+𝑉.𝑁𝑎𝑂𝐻(2)
V. NaOH rata-rata = 2
14 𝑚𝑙+13 𝑚𝑙
= 2

= 13,5 ml

Praktikum Kimia Dasar Page 15


Teknologi Kimia Industri – D4
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda
Penentuan Kadar Asam Asetat Dalam Cuka

Diket : Faktor pengencer (Fp) = 10


BM Asam asetat = 60
N NaOH = 0,12 N
V NaOH = 13,5 𝑚𝑙
Volume Sampel = 10 ml

Dit : % Asam asetat……???

Fp x BM Asam ASetat x N NaOH x V NaOH


% Asam asetat = x 100%
Volume sampel x 1000
10 x 60 x 0,12 x 13,5
= x 100%
10 x 1000

= 9,72 %

Praktikum Kimia Dasar Page 16


Teknologi Kimia Industri – D4
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda
Penentuan Kadar Asam Asetat Dalam Cuka

GAMBAR ALAT

Aquadest Kaca Arloji Bulp


Neraca Digital

Erlenmeyer Corong
Pipet Ukur

Spatula Piknometer
Gelas Kimia Buret
Praktikum Kimia Dasar Page 17
Teknologi Kimia Industri – D4
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda

Beri Nilai