Anda di halaman 1dari 19

PENGENALAN FUNGISIDA (Laporan Praktikum Ilmu Penyakit Tumbuhan Umum)

Oleh Iriany Matande Makka 0914013031

JURUSAN AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG 2010

I. PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Pestisida merupakan bahan beracun yang dapat membunuh semua makhluk hidup termasuk organism bermanfaat seperti musuh alami, penyerbuk, pengurai dan satwa. Secara umum label pestisida merupakan keterangan dan informasi penting yang ditempelkan secara kuat pada wadah pestisida sehingga tidak mudah lepas. Secara umum formulasi pestisida merupakan campuran bahan aktif dengan bahan tambahan tertentu sehingga pestisida tersebut dapat diaplikasikan secara aman, efektif dan ekonomis.

Pestisida dibagi menjadi beberapa macam yaitu insektisida, fungisida, herbisida, rodentisida, nematisida, akarisida, termatisida, muloscisida, helmintisida. Fungisida merupakan zat kimia yang digunakan untuk mengendalikan cendawan atau fungi. Berdasarkan kerjanya fungisida dibagi menjadi tiga yaitu fungisida non sistemik, fungisida sistemik, dan fungisida sistemik lokal. Bentuk-bentuk fungisida yaitu cair, gas, butiran, dan serbuk.

B.

Tujuan

Tujuan dari praktikum ini yaitu untuk: 1. Memahami tentang pentingnya label fungisida agar: (a). penggunaan fungsida dilakukan secara benar dan tepat; (b). menghindari munculnya berbagai dampak yang muncul akibat penggunaan fungisida. 2. Mengerti semua informasi yang tercantum pada label fungisida. 3. Terlatih membaca label fungisida sebelum menggunakannya.

II. PROSEDUR PERCOBAAN

A.

Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu sebelas macam fungisida.

B.

Cara Kerja

Langkah-langkah kerja dalam praktikum pengenalan fungisida yaitu: 1. Semua informasi yang ada pada label kemasan dibaca dan diperhatikan secara teliti. 2. Dicatat dan disusun semua informasi penting seperti: a. Nama dagang dan informasi b. Nama bahan aktif dan kadarnya c. Bobot atau volume kemasan d. Jenis fungisida e. Nomor izin dan pendaftaran serta alamatnya f. Gambar dan kalimat tanda bahaya g. Petunjuk penggunaan: Konsentrasi, dosis, volume semprot Jenis komoditi dan OPT Waktu dan frekuensi aplikasi Waktu aplikasi terakhir sebelum panen Fitotoksisitas

h. Cara aplikasi bagi operator i. Cara penyimpanan dan pembuangan

j. Petunjuk pertolongan darurat

III. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A.

Hasil

Hasil dari praktikum ini yaitu sebagai berikut: 1. a. Nama dagang : CIBA-GEIGY Lt, Basel, Switzerland b. Nama bahan aktif dan kadarnya : Metalaksil, 35% c. Bobot ayau volume kemasannya : 20x5 gram d. Jenis fungisida : Sistemik e. Nomor izin dan pendaftaran serta alamatnya : RI 450/9-90/T, PT. CITRAGUNA SARANATAMA, Jl. Mampang Prapatan Raya No. 100 Jakarta 12760. f. Gambar dan kalimat tanda bahaya: Perhatian Bacalah Petunjuk Penggunaan g. Petunjuk penggunaan: Tanaman Jagung Penyakit Penyakit bulai Sclerospora mayclis Dosis Formulasi 5 gram Ridomil 35-SD dilarutkan dengan 7,5 ml air per kilogram benih jagung h. Cara aplikasi bagi operator: 1. Siapkan benih jagung yang akan digunakan sesuai kebutuhan luas tanaman. Satu bungkus kecil Ridomil 35 SD adalah untuk 1 kg benih. 2. Masukkan 7,5 ml air ke dalam kantong plastik pengocok yang tersedia, kemudian masukkan satu bungkus Ridomil 35 SD.

3. Remas-remas bagian bawah kantong plastic yang mengandung Rido:mil 35 SD + air sampai larut semuanya, kemudian kocok sampai seluruh permukaan plastik mengandung Ridomil 35 SD secara merata. 4. Masukkan 1 kg benih jagung ke dalam kantong plastik tersebut. 5. Kocok sampai larutan Ridomil 35 SD menutupi seluruh permukaan benih jagung. 6. Benih jagung siap untuk ditanam. i. Cara penyimpanan dan pembuangan: Simpanlah fungisida ini di tempat yang sejuk, terlindung dan terkunci. j. Petunjuk pertolongan darurat : Tanggalkan pakaian yang terkena fungisida ini dan cucilah kulit yang terkena dengan air dan sabun. Apabila fungisida ini mengenai mata, cucilah segera mata yang terkena dengan air bersih selama 15 menit. Apabila fungisida tertelan dan penderita masih sadar, segera usahakan pemuntahan dengan cara menggelitik. 2. a. Nama dagang : Aliette. b. Nama bahan aktif : Allumunium fosefil 100 ml g/L. c. Bobot atau volume kemasan : 1 L d. Jenis fungisida : Sistemik e. No izin dan pendaftaran serta alamatnya : RI. 880/7-89/T, Jl. H.R. Rasuna Said Kav B-35 Jakarta 12910. f. Gambar dan kalimat tanda bahaya: Bahaya Iritasi

Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit dan pernapasan serta dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. g. Petunjuk penggunaan: Tanaman Penyakit Dosis Cara dan Waktu Penggunaan Kelapa Busuk pucuk dan gugur buah Phytophthora 40-80 ml per pohon dengan infuse akar Infuse melalui akar

palmivora h. Cara dan waktu penggunaan : Infus melalui akar, dibersihkan pada permukaan, musim hujan dan diulang 6 bulan sekali. i. Cara aplikasi bagi operator : Jangan makan, minum, merokok. j. Cara penyimpanan : Simpanlah fungisida ini di tempat sejuk, terlindung dan terkunci. k. Cara pertolongan darurat : Tinggalkan pakaian yang terkena pestisida, cuci bagian yang terkena pestisida memakai air dan sabun. 3. a. Nama dagang : Dithare M-45 80 WP b. Formulasi : 80 WP c. Bahan aktif : Makozeb 80% d. Gambar dan kalimat tanda bahaya : Bahan Iritasi

e. Petunjuk penggunaan : Tanaman Tembakau Penyakit Roboh batang, cacar daun (Oxogasidinns vexans ) f. Cara aplikasi bagi operator : Disemprot. 4. a. Nama dagang : ANVIL b. Formulasi : Liquid (cair) c. Nama bahan aktif : Heksakonazol 50 g/l d. Bobot : 100 ml e. Jenis fungisida : Sistemik f. No. izin dan pendaftaran serta alamatnya : RI 896 1-90/T, alamatnya PT. ICI PESTISIDA INDONESIA PO BOX 2185, Jakarta. g. Gambar dan kalimat tanda bahaya : Bahan Iritasi Dosis 1,6-2,4 kg/ha 400-1000 L/ha Aplikasi Disemprot

h. Petunjuk penggunaan :

Tanaman/Penyakit Konsentrasi Formula Karet Penyakit Cendawan akar putih Kedelai Karat 0,5-1 ml/cair 2,5 ml/cair/pohon

Keterangan Penyimpanan pada leher akar, selang waktu penyiraman 6 bulan.

Disemprotkan pada daun selang waktu penyemprotan 7-10 hari.

Kopi Karat daun

1-2 ml/cair

Disemprotkan pada daun, selang waktu penyemprotan 7-10 hari.

Semangka

0,25-0,5 ml/cair

Disemprotkan pada daun, selang waktu penyemprotan 7-10 hari.

i. Petunjuk pertolongan darurat: 1. Tanggalkan pakaian yang terkena fungisida ini dan cuci bersih kulit yang terkena dengan air dan sabun. 2. Apabila fungisida ini mengenai mata, cuci mata yang terkena dengan air bersih yang mengalir selama 15 menit. 3. Apabila fungisida ini tertelan dan penderita masih sadar, cuci rongga mulutnya jangan dirangsang untuk muntah. 4. Hubungi dokter yang terdekat. 5. a. Nama dagang : Antracol 70 WP b. Formulasi : Tepung berwarna krem c. Nama bahan aktif : Propirieb 70% d. Bobot : 250 gr e. Jenis fungsida : Sistemik f. No. izin dan pendaftaran serta alamatnya :3040530, PT. BAYER INDONESIA Tbk BG-Grop protection PO BOX 2507 Jakarta 10001. g. Gambar dan kalimat tanda bahaya:

Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit dan pernapasan. h. Petunjuk penggunaan: Tanaman Penyakit Konsentrasi Waktu dan Interval Aplikasi Anggur Embun Tepung 1,5-3 gr/l (600- 1-2 minggu setelah Piasmonara viticola 800 l/ha) pemangkasan daun dan diakhiri 3 minggu sebelum panen, interval 4 hari. Bawang Bercak Ungu 2 gr/l (300-800 l/ha) Apabila ditemukan sergan dan selanjutnya dengan interval 5-7 hari. Cengkeh Cacar Daun 2 gr/l (500-750 l/ha) Apabila terdapat 20% daun terserang bercak daun dan karat. Kentang/ Tomat Bercak Daun 1,5-2,5 kg/ha Dilakukan apabila ditemukan bercak aktif atau 10 tanaman dengan interval 5-7 hari. 6. a. Nama dagang dan formulasi : ORTHOCIDE, 50 WP b. Bahan aktif dan kadar : Kaptan 50% c. Bobot : 200 gr d. Jenis fungisida :Serbuk, Sistemik e. Gambar dan kalimat tanda bahaya : Bahan Iritasi

Baca Petunjuk Penggunaan f. No. izin dan pendaftran serta alamat : Terdaftar pada komisi pestisida Deptan RI No. Pendaftaran: RI 19/1-90/T, PT. Indagro inc. PO BOX 3314/Jakarta. g. Konsentrasi, Dosis, Volume : Bawang Merah, Konsentrasi (19/10l.air); 1020 g/l Ulangan Penyemprotan 7-10 hari. h. Jenis komoditi + OPT

- Bawang Merah : Alternana Spp - Kedelai : Phakopsora Spp - Cabe Merah : Collerotruchurs Spp i. Cara penyimpanan dan pembuangan : Simpanlah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan terkunci, jauh dari api dan suhu yang tinggi, di luar jangkauan anak-anak dan jauh dari bahan makanan. Rusakkanlah wadah pekat dan tanamlah sekurang-kurangnya meter dari sumber air. a. Nama dagang dan formulasi : Delcone Fungisida b. Bahan aktif dan kadar : Karbendazim 6,2%, Monkazeb73,8% c. Bobot : 100 gr d. Gambar dan kalimat tanda bahaya : Bahaya Iritasi

e. Jenis fungisida : Sistemik f. No.izin dan pendaftaran serta alamat : RI 328/2-80 T ; PT. Petrokimia Kayaku, Jl. Jend. A.Y. Gresik g. Konsentrasi + dosis + volume : Kacang tanah (1,0-2,0 gr/l ; 400-800 l/ha) h. Jenis komoditi + OPT : Kacang tanah ( Cercospora, Spp ) ; Kentang ( Phytophthora infestans ). i. Pertolongan darurat : - Tinggalkan pakaian yang terkena fungisida - Cuci kulit yang terkena dengan air sabun - Jika kena mata cuci dengan air selama 15 menit - Apabila tertelan usahakan dilakukan memuntahkan dengan cara minum air hangat. 7. a. Nama dagang dan formulasi : Rovral, 50 WP b. Bahan aktif : Iprodion 50% c. Bobot : 100 gr d. Jenis fungisida : Serbuk, Sistemik

e. No.izin dan pendaftaran serta alamat : RI.614/2-2000/T, PT. Rhone Poulenc Agrocarb Graha Paramita, Lt 7 Jl. Denpasar Raya, Blok D-2 Kuningan Jakarta 12940. f. Gambar dan kalimat tanda bahaya : Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit dan pernapasan. g. Cara aplikasi bagi operator : - Pada waktu menggunakan jangan makan, minum, dan merokok. - Pada waktu membuka wadah, menuang/menyemprotkan, pakailah sarung tangan, topeng muka dan pakaian berlengan panjang. - Bila bagian badan terkena pada saat bekerja, berhentilah bekerja dan segera cuci tangan hingga bersih. - Setelah bekerja, sebelum merokok, minum/makan, cucilah terlebih dahulu tangan/bagian badan yang diduga terkena bahan ini dengan air dan sabun. - Setelah digunakan, bersihkanlah dengan banyak semua alat untuk menukar, mengencerkan fungisida ini, alat penyemprot dan semua alat serta pakaian pelindung. - Jangan mengotori kolam, perairan dan saluran air dengan fungisida ini atau wadah bekasnya. h. Cara penyimpanan dan pembuangan : - Simpanlah tertutup rapat di tempat sejuk, terkunci serta di luar jangkauan anak-anak, jauhi dari bahan makanan, sumber air, benih, pupuk, alat perkakas dan jauh dari api. - Rusakkanlah wadah bekasnya dan kemudian tanamlah sekurangnya 0,5 m dalam tanah di tempat yang aman, jauh dari sumber air. i. Petunjuk pertolongan : - Tanggalkan pakaian yang terkena dan cucilah kulit yang terkena dengan air dan sabun. - Apabila terkena mata dicuci dengan air bersih selama 15 menit. j. Petunjuk penggunaan : No. Tanaman 1. Bawang Penyakit Penyakit daun (Trotol Dosis 1-2 kg/bln Keterangan Pada 2 minggu setelah tanam dengan selang

Alternaria solani) 2. Kentang - Busuk daun - Phytopthto ra infestans 3. Tomat Busuk Daun 1-2 gr/l 1 gr/1 vol Semprot 100 ml/m2

waktu 7 hari.

Pada 2 minggu setelah tanam dengan selang waktu 7 hari.

Pada 2 minggu setelah tanam dengan selang waktu 7 hari.

8. a. Nama dagang : Alleette b. Formulasi : 80 WP c. Jenis fungisida : Sistemik d. Bahan aktif : Almunium-etil fosfil 80% e. Gambar dan kalimat tanda bahaya : Bahan Iritasi

Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit dan pernapasan serta dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. f. Petunjuk penggunaan : Tanaman Penyakit Lada Busuk kaki Phytophthora palmivora Vat. piperis g. Pertolongan darurat : - Lepaskan pakaian dan cuci badan dengan air sabun. - Bila terkena mata, cuci mata dengan air selama 15 menit. - Jika tertelan dan penderita masih sadar usahakan pemuntahan dengan menggelitik kerongkongan dengan jari bersih. - Jika terhisap bawa ke udara yang segar dan beri napas buatan. 9. a. Nama dagang : Cupravit Konsentrasi 4 gr aliette 80 WP/liter Waktu Penyemprotan Semprotkan pada daun-daun sebasah mungkin dan diulang 1 bulan sekali.

b. Formulasi : OB 21 c. Bahan aktif : Tembaga oksiklorida 50% d. Bobot : 1 kg e. Jenis fungisida : Serbuk, Sistemik f. No. izin, pendaftaran dan alamat : RI 87/01-90/T ; PT. Bayer Indonesia Bb. Agrochemicals PO BOX 2507 Jakarta. g. Gambar dan kalimat tanda bahaya : Berbahaya Baca Cara Penggunaannya h. Petunjuk penggunaan : Tanaman Penyakit Dosis Waktu penggunaan dan interval Anggur Embun bamboo (Plasmopora niticola) Cabai Merah Jeruk Aniraknose Tepung odimn Tingitatinum i. Cara penyimpanan dan penggunaan : Simpanlah di tempat tertutup, sejuk, terkunci serta di luar. j. Petunjuk pertolongan darurat : - Tinggalkan pakaian yang terkena fungisida dan cucilah kulit yang terkena dengan air dan sabun. - Apabila mengenai mata cucilah mata selama 15 menit. 10. a. Nama dagang : Natural Gilio b. Nama bahan aktif : Gliocladium organik padat c. Formulasi : K-3 d. Cara kerja : 100 gr/25 kg Pupuk organik padat disebar e. Petunjuk penggunaan : Tanaman Penyakit Rebah semai (Phytium sp) Dosis 1 kg/ha Aplikasi Menghancurkan secara langsung, mencegah perkecambahan penyakit 1-2 g/l Interval 1 minggu 1,5-3 g/l Interval 1 minggu

4 g (500 l/ha) Interval 5-7 hari

B.

Pembahasan

Fungisida adalah pestisida yang secara spesifik membunuh atau menghambat cendawan penyebab penyakit. Fungisida dapat berbentuk cair (paling banyak digunakan), gas, butiran, dan serbuk. Perusahaan penghasil benih biasanya menggunakan fungisida pada benih, umbi, transplan akar, dan organ propagatif lainnya, untuk membunuh cendawan pada bahan yang akan ditanam dan melindungi tanaman muda dari cendawan patogen. Selain itu, penggunaan fungisida dapat digunakan melalui injeksi pada batang, semprotan cair secara langsung, dan dalam bentuk fumigan (berbentuk gas yang disemprotkan), (Anonim, 2007).

Pada fungisida, terutama fungisida sistemik dan non sistemik, pembagian ini erat hubungannya dengan sifat dan aktifitas fungisida terhadap jasad sasarannya. 1. Fungisida Nonsistemik Fungisida nonsistemik tidak dapat diserap dan ditranslokasikan didalam jaringan tanaman. Fungisida nonsistemik hanya membentuk lapisan penghalang di permukaan tanaman (umumnya daun) tempat fungisida disemprotkan. Fungisida ini hanya berfungsi mencegah infeksi cendawan dengan cara menghambat perkecambahan spora atau miselia jamur yang menempel di permukaan tanaman. Karena itu, fungisida kontak berfungsi sebagai protektan dan hanya efektif bila digunakan sebelum tanaman terinfeksi oleh penyakit. Akibatnya, fungisida nonsistemik harus sering diaplikasikan agar tanaman secara terus-menerus terlindungi dari infeksi baru. 2. Fungisida Sistemik Fungisida sistemik diabsorbsi oleh organ-organ tanaman dan ditranslokasikan ke bagian tanaman lainnya melalui pembuluh angkut maupun melalui jalur simplas (melalui dalam sel). Pada umumnya fungisida sistemik ditranslokasikan ke bagian atas (akropetal), yakni dari organ akar ke daun. Beberapa fungisida sistemik juga dapat bergerak ke bawah, yakni dari daun ke akar (basipetal).

Kelebihan fungisida sistemik antara lain : Bahan aktif langsung menuju ke pusat infeksi didalam jaringan tanaman, sehingga mampu menghambat infeksi cendawan yang sudah menyerang di dalam jaringan tanaman. Fungisida ini dengan cepat diserap oleh jaringan tanaman kemudian didistribusikan ke seluruh bagian tanaman sehingga bahan aktif dan residunya tidak terlalu tergantung pada coverage semprotan, selain itu bahan aktif juga tidak tercuci oleh hujan. Oleh karena itu, aplikasinya tidak perlu terlalu sering. 3. Fungisida Sistemik Lokal Fungisida sistemik lokal diabsorbsi oleh jaringan tanaman, tetapi tidak ditranslokasikan ke bagian tanaman lainnya. Bahan aktif hanya akan terserap ke sel-sel jaringan yang tidak terlalu dalam dan tidak sampai masuk hingga pembuluh angkut. (Anonim, 2006) Menurut mekanisme kerjanya, fungisida dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: 1. Multisite Inhibitor Multisite inhibitor adalah fungisida yang bekerja menghambat beberapa proses metabolisme cendawan. Sifatnya yang multisite inhibitor ini membuat fungisida tersebut tidak mudah menimbulkan resistensi cendawan. Fungisida yang bersifat multisite inhibitor (merusak di banyak proses metabolisme) ini umumnya berspektrum luas. Contoh bahan aktifnya adalah maneb, mankozeb, zineb, probineb, ziram, thiram. 2. Monosite Inhibitor Monosite inhibitor disebut juga sebagai site specific, yaitu fungisida yang bekerja dengan menghambat salah satu proses metabolisme cendawan, misalnya hanya menghambat sintesis protein atau hanya menghambat respirasi. Sifatnya yang hanya bekerja di satu tempat ini (spectrum sempit) menyebabkan mudah timbulnya resistensi candawan. Contoh bahan aktifnya adalah metalaksil, oksadisil, dan benalaksil. (Anonim, 2006)

Semua pestisida harus berlabel karena akan mempermudah pengguna pestisida. Selain itu, dengan adanya label, kita dapat mengetahui kegunaan pertolongan darurat dan sebagainya.

Perbedaan dari kesebelas fungisida ini yaitu nama dagang dan formulasinya, nama bahan aktif dan kadarnya, bobot atau volume kemasan, jenis fungisidanya, bentuk-bentuk fungisidanya, nomor izin dan pendaftaran serta alamatnya, petunjuk penggunaannya, cara aplikasi bagi operator, cara penyimpanan dan pembuangan serta petunjuk pertolongan darurat. Sedangkan persamaan dari semua fungisida ini adalah kalimat tanda bahayanya dan fungsinya sama yaitu untuk mengendalikan cendawan atau fungi.

IV. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil dari praktikum dapat disimpulkan bahwa: 1. Jenis fungisida dibedakan menjadi tiga jenis yaitu fungisida nonsistemik, sistemik dan sistemik lokal. 2. Semua fungisida harus berlabel agar mempermudah pengguna fungisida sehingga pengguna fungisida dapat mengetahui semua informasi fungisida yang digunakan. 3. Semua fungisida memiliki perbedaan maupun persamaan. 4. Fungisida merupakan zat kimia yang digunakan untuk mengendalikan cendawan atau fungi.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2006. http://www.anggrek.org/pengenalan-fungisida.html.Diakses pada tanggal 8 Desember 2010, pukul 19.00 WIB. Anonim.2007. http://id.wikipedia.org/wiki/Fungisida.Diakses pada tanggal 8 Desember 2010, pukul 19.00 WIB. Djafarudin.2001.Dasar-dasar Perlindungan Tanaman (Umum).Bumi Aksara.Jakarta. Setiawan.2010.http://www.agrilands.net/read/full/agriwacana/tanaman/2010/11/2 0/jamur-trichoderma-sp-versus-jamur-micoryzae.html.Diakses pada tanggal 8 Desember 2010, pukul 19.00 WIB.

LAMPIRAN