Anda di halaman 1dari 26

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat-Nya dalam menyelesaikan laporan ini. Adapun

tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Penyuluhan Pertanian. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Yudhi Mahmud Ir. MP selaku dosen pembina mata kuliah Penyuluhan Pertanian. Saya menyadari masih banyak kekurangan dalam penyelesaian laporan ini dikarenakan saya masih dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu saya menerima kritik dan saran dari pembaca. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Hormat saya,

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...............................................................................................1 Daftar Isi ........................................................................................................2 Daftar Tabel ...................................................................................................4 Daftar gambar ................................................................................................5

BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang ........................................................................................6 1.2 Tujuan .....................................................................................................8

BAB II ISI 2.1 Keadaan Umum Lokasi..........................................................................9 2.2 Aspek Kelembagaan ..............................................................................9 2.3 Susunan Pendiri Kelompok Tani ..........................................................10 2.4 Perkembangan kelompok .......................................................................10 2.5 Kepengurusan kelompok tani Banyu Mamur .......................................10 2.6 Struktur Organisasi ................................................................................13 2.7 Keberadaan AD/ART dan penerapan sanksi .........................................13 2.8 Sekretariat Kelompok Tani ...................................................................13 2.9 Kondisi Lembaga Kelompok Tani .........................................................14 2.10 Kelengkapan Administrasi Kelompok yang dimiliki kelompok tani .....14 2.11 Program kerja kelompok tani .................................................................14 2.12 Kemitraan ...............................................................................................14 2.13 Pembinaan Anggota kelompok ..............................................................15 2.14 Bantuan yang pernah diterima kelompok tani Banyu Mamur ..............15 2.15 Prestasi atau penghargaan yang telah diperoleh kelompok Tani Banyu Mamur ...................................................................................................15

2.16 Hubungan kelembagaan kelompok tani Banyu Mamur .......................15 2.17Aspek Legalitas untuk unit usaha yang dimiliki oleh kelompok tani Banyu Mamur .......................................................................................16 2.18 Aspek Sosial...........................................................................................16 2.19 Aspek Teknis .........................................................................................17 2.19.1 Jenis Komoditas pertanian yang dikelola atau diusahakan kelompok tani ....................................................................17 2.19.2 Penggunaan lahan untuk jenis komoditas pertanian yang ada .....................................................................................17 2.19.3 Pemilikan Ternak ..............................................................18 2.19.4 Budi daya Pertanian Tanaman Padi...................................18 2.20 Manajemen Usaha Tani .........................................................................24 2.20.1 Tanaman Padi Sawah ........................................................24 2.21 Iuran anggota Kelompok Tani ...............................................................25

Daftar Pustaka ................................................................................................26

DAFTAR TABEL

Susuna Pendiri Kelompok Tani .....................................................................10 Nama Anggota Kelompok Tani .....................................................................10 Program Kemitraan ........................................................................................14 Pembinaan Anggota Kelompok .....................................................................15 Bantuan yang Pernah Diterima ......................................................................15

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Struktur Organisasi Kelompok Tani Banyu Mamur .................13 Gambar 1.2 Petani dan Obuki ........................................................................22 Gambar 1.3 Pupuk anorganik ........................................................................22 Gambar 1.4 Padi Umur 35 Hari .....................................................................24

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Untuk membangun pertanian dibutuhkan SDM yang berkualitas. Lebih dari itu, tersedianya SDM yang berkualitas merupakan modal utama bagi daerah untuk menjadi pelaku (aktor), penggerak pembangunan di daerah. Karena itu untuk membangun pertanian, kita harus membangun sumber daya manusianya. SDM yang perlu dibangun di antaranya adalah SDM masyarakat pertanian (petani-nelayan, pengusaha pertanian dan pedagang pertanian), agar kemampuan dan kompetensi kerja masyarakat pertanian dapat meningkat, karena merekalah yang langsung melaksanakan segala kegiatan usaha pertanian di lahan usahanya. Hal ini hanya dapat dibangun melalui proses belajar dan mengajar dengan mengembangkan sistem pendidikan non formal di luar sekolah secara efektif dan efisien di antaranya adalah melalui penyuluhan pertanian. Melalui penyuluhan pertanian, masyarakat pertanian dibekali dengan ilmu, pengetahuan, keterampilan, pengenalan paket teknologi dan inovasi baru di bidang pertanian dengan sapta usahanya, penanaman nilainilai atau prinsip agribisnis, mengkreasi sumber daya manusia dengan konsep dasar filosofi rajin, kooperatif, inovatif, kreatif dan sebagainya. Yang lebih penting lagi adalah mengubah sikap dan perilaku masyarakat pertanian agar mereka tahu dan mau menerapkan informasi anjuran yang dibawa dan disampaikan oleh penyuluh pertanian. Tujuan penyuluhan pertanian adalah dalam rangka menghasilkan SDM pelaku pembangunan pertanian yang kompeten sehingga mampu

mengembangkan usaha pertanian yang tangguh, bertani lebih baik (better farming), berusaha tani lebih menguntungkan (better bussines), hidup lebih sejahtera (better living) dan lingkungan lebih sehat. Penyuluhan pertanian dituntut agar mampu menggerakkan masyarakat,

memberdayakan petani-nelayan, pengusaha pertanian dan pedagang pertanian, serta mendampingi petani untuk: (1) membantu menganalisis situasi-situasi yang sedang mereka hadapi dan melakukan perkiraan ke depan; (2) membantu mereka menemukan masalah; (3) membantu mereka memperoleh pengetahuan/informasi guna memecahkan masalah; (4) membantu mereka mengambil keputusan, dan (5) membantu mereka menghitung besarnya risiko atas keputusan yang diambilnya. Untuk mampu melaksanakan proses penyuluhan yang baik, penyuluh harus memperhatikan prinsip-prinsip penyuluhan pertanian yang ada karena sebaiknya penyuluh pertanian melaksanakan penyuluhan menurut keadaan yang nyata, seperti : (a) sebelum melaksanakan penyuluhan seorang penyuluh harus mengetahui kondisi atau keadaan dari wilayah kerjanya. (b) PP seharusnya ditujukan kepada kepentingan dan kebutuhan sasaran (c) PP ditunjukan kepada seluruh anggota keluarga tani. (d) PP adalah pendidikan untuk demokrasi (e) harus ada kerja sama yang erat antara penyuluhan, penelitian, dan pendidikan. (f) rencana kerja sebaiknya disusun bersama oleh penduduk setempat dan penyuluh pertanian. (g) PP harus fleksible dan dapat menyesuaikan kepada perubahan-perubahan (h) metode demonstrasi cara adalah gagasan dasar bagi penyuluhan pertanian. (i) penilaian hasil penyuluhan pertanian harus didasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi pada sasaran. Dalam laporan ini saya akan mengemukakan pirnsip penyuluhan yang pertama yaitu mengetahui kondisi atau keadaan dari wilayah kerja yang akan dihadapi oleh penyuluh seperti profil kelembagaan, sosial, ekonomi, dan teknis kelompok tani setempat. Sehingga penyuluh dapat

melakukan proses penyuluhan sesuai keadaan nyata yang ada dilapangan dan mampu beradaptasi dengan penduduk setempat.

1.2

Tujuan 1. Mengetahui profil kelembagaan, sosial, ekonomi dan teknis kelompok tani sebagai langkah awal dalam proses penyuluhan. 2. Melakukan pendekatan terhadap sasaran yaitu kelompok tani setempat baik itu on-farm maupun off-farm.

BAB II ISI

PROFIL KELEMBAGAAN, SOSIAL, EKONOMI DAN TEKNIS KELOMPOK TANI

2.1

Keadaan Umum Lokasi Kelompok Tani Banyu Mamur masuk ke dalam wilayah Dusun Karees, Desa Palumbon Sari, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang. Jarak letak sekretariat kelompok tani ke pusat pemerintahan seperti Desa sejauh 1 Km, Kecamatan Karawang Timur sejauh 3 Km dan ke Kabupaten sejauh 5 Km.

2.2

Aspek Kelembagaan Latar belakang pembentukan kelompok tani Banyu Mamur ini adalah bentuk dari kesadaran dari petani lokal bahwa mereka tidak mampu melakukan segala aspek dalam pemenuhan kebutuhan pertaniannya secara perorangan baik itu dalam sistem pengairan seperti pengaturan air ke setiap sawah, bertukar informasi mengenai teknik budidaya dan lain-lain. Sehinnga mereka menganggap perlu untuk membentuk satu kelompok tani yang mampu secara bersama-sama memenuhi kebutuhan lahannya masing-masing. Tujuan membentuk kelompok tani agar meningkatkan

kesejahteraan keluarga tani, memenuhi kebutuhan hidup, mampu mengkoordinir petani-petani lokal sehingga mampu menghasilkan hasil yang maksimal dengan adanya kerjasama antara petani-petani tersebut dalam satu naungan kelompok tani. Petani juga mampu belajar dari

penyuluh mengenai teknik budidaya yang lebih mutakhir.

10

Tanggal pendirian tidak diketahui secara jelas karena tidak ada pendataan yang pasti mengenai hal ini. Namun yang pasti, kelompok tani ini telah ada pada tahun 1990-an dan bergabung kedalam Gabungan Kelompok Tani Kerta Sari pada tanggal 29 Mei 2009 yang juga merupakan hari jadi GAPOKTAN tersebut.

2.3

Susunan Pendiri Kelompok Tani : Kelompok Tani Banyu Mamur pertama kali didirikan pada than 1990-an. Berikut adalah nama-nama pendiri kelompok tani banyu mamur: No. 1. 2. Nama Rustan Dasiman Jabatan Ketua Bendahara

2.4

Perkembangan kelompok Perkembangan kelompok tani dari awal pembentukan sampai saat ini cukup baik dengan tersedianya alat dan mesin pertanian (alsintan) yang lebih mencukupi, setelah begabung dengan GAPOKTAN Kerta Sari kebutuhan petani yang tergabung di dalamnya mampu tercukupi. Kepengurusan kelompok tani Banyu Mamur Ketua Sekretaris Bendahara : Karsan : Harim. : Olir : Alamat Karees Karees Keterangan PG PP

2.5

Anggota No. 1. 2 Nama Hardi Niong

11

3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Usman Olir Sukarnadi H.Bedi E.Naman Enar Sani Karsan H.Ending Edi H.Anir Icem Kasam Acim Udin Unarsih H.Anen Suhandi Munir H.Anda Wawan Rohaya Ecam Itot Andi Bin Anda Ratim Joyo Madamin

Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees

PG PG PG PP PG PP PP PG PP PG PP PG PP PG PG PP PP PG PP PP PP PP PP PP PG PG PG PG

12

31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56

Empuy Suryadi Nilem Misja Uji Sakim Supriyadi H.Sodik Usin Aju Sarwanta Ogi Jasim Kinan Caming Sukra Andi Curug Aning Ali Asmid Karma Sandi Ining Abih Endang Hj.Neni

Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees Karees

PP PP PP PG PP PG PP PP PG PG PG PG PP PG PG PG PG PG PG PP PG PG PG PG PG PG

Keterangan : PP = Petani Pemilik PG= Petani Penggarap

13

2.6

Struktur Organisasi Poktan Banyu Ma'mur Ketua Karsan

Bendahara Olim

Anggota

Sekretaris Harim

(1.1

Gambar Struktur Organisasi Kelompok Tani Banyu Mamur)

2.7

Keberadaan AD/ART dan penerapan sanksi. Di kelompok tani Manyu Mamur ini belum mempunyai AD/ART atau aturan yang mengikat kepada anggotanya. Kelompok tani Banyu Mamur hanya berperan dalam pembuatan program kerja dalam satu musim tanam atau lebih. Namun, untuk pengolahan hasil dan lainnya masih di tentukan oleh anggotanya masing-masing.

2.8

Sekretariat Kelompok Tani Sekretariat kelompok tani Banyu Mamur masih berada di rumah ketuanya Bpk. Karsan yang berada di dusun Karees. Bangunan resmi hanya ada di Sekretariat GAPOKTAN yang ada di dusun Rawa Bage.

14

2.9

Kondisi Lembaga Kelompok Tani Kepengurusan di kelompok tani Banyu Mamur sudah cukup aktif. Dengan mengikuti pertemua intra kelompok atau bersama kelompok lain yang benaung di bawah Gapoktan Kerta Sari.

2.10

Kelengkapan Administrasi Kelompok yang dimiliki kelompok tani : Kelompok Tani Banyu Mamur sudah memiliki buku : a. administrasi umum : buku anggota, pengurus, kepemilikan tanah, notulen, inventaris barang, rencana kerja, realisasi hasil kerja, hadir rapat, tamu, agenda surat, b. administrasi keuangan : buku iuran anggota, penggunaan dana, penerimaan, bantuan, kas. c. administrasi teknis : data produksi, kebutuhan saprotan,

jaringan dan fasilitas irigasi. Namun untuk buku iuran anggota sudah ada namun belum berjalan.

2.11

Program kerja kelompok tani. Kelompok tani Banyu Mamur sudah memiliki program kerja, baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang namun biasanya program kerja tersebut dibuat bersama kelompok tani lainnya yang tergabung dalam GAPOKTAN Kerta Sari di sekretariatnya di dusun Rawa Bage.

2.12

Kemitraan Kelompok tani Banyu Mamur telah mempunyai program kemitraan dengan pihak lain. Program yang sedang dilaksanakan yaitu : Mitra Pupuk Kujang Pupuk Obuki Jenis Kegiatan Pemberian Dana dan Pupuk Waktu 2010s/d -

Pembelian Pupuk oleh Petani & 2010 s/d -

15

Pembelian hasil oleh Obuki Center

2.13

Pembinaan Anggota kelompok Kegiatan atau pelatihan yang pernah diikuti oleh pengurus atau anggota kelompok tani Banyu Mamur diantaranya ; No. 1. 2. Jenis Kegiatan SLPHT Waktu dan Tempat Bogor (2011) Penyelenggara Deptan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai)

Pelatihan system Bandung (2010) tanam SRI

2.14

Bantuan yang pernah diterima kelompok tani Banyu Mamur No. 1. 2. Jenis Bantuan Terpal 8 buah Waktu Penerimaan 2010 Pemberi Bantuan Deptan Deptan

Madem Over 2 2010 buah

3. 5. 6. 7.

Jebakan Tikus Subsidi Traktor P2KN SLTPTT 2 buah

2010 2010 2011 2010

Deptan Deptan Obuki Deptan

2.15

Prestasi atau penghargaan yang telah diperoleh kelompok Tani Banyu Mamur Belum ada penghargaan yang pernah diperoleh kelompok tani Banyu Mamur

2.16

Hubungan kelembagaan kelompok tani Banyu Mamur

16

Hubungan lembaga kelompok tani (pengurus dan anggota) terhadap Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL) cukup baik walau diakui belum terjadi pertemuan yang cukup intens. Hubungan dengan Dinas Pertanian (terkait) juga terjalin cukup baik. Hubungan dengan kelompok lain, Aparat desa / kecamatan lainnya juga terjalin dengan baik. Dengan hubungan baik yang terjalin antara kelompok tani dan pihak terkait lainya tentu akan menunjang terhadap keberhasilan kelompok tani Banyu Mamur, namun dalam kenyataanya kelompok tani ini belum merasa mencapai keberhasilan karena belum mencapai targetan seperti hasil produksi yang masih kurang dibanding kelompok tani lain

2.17

Aspek Legalitas untuk unit usaha yang dimiliki oleh kelompok tani Banyu Mamur Kelompok tani Banyu Mamur belum mempunyai Badan hukum atau Akta pendirian koperasi karena belum mempunyai Koprasinya sendiri. Kelompok tani Banyu Mamur telah mempunyai no. rekening di bank BRI. Klompok tani Banyu Mamur tidak mempunyai NPWP,

namun hanya mempunyai SPPT (Surat pemberitahuan Pajak Tahunan)

2.18

Aspek Sosial 1. Luas wilayah kerja kelompok tani Banyu Mamur adalah 43,094 Ha. 2. Jumlah anggota kelompok tani : 56 Orang, terdiri dari : a. Petani pemilik penggarap : 22 orang

b. Petani penggarap/penyakap : 34 orang 3. Jenis Pekerjaan anggota kelompok tani Banyu Mamur ; Dengan jumlah anggota 56 orang, mayoritas dari anggota adalah petani murni walau ada beberapa yang merupakan pedagang atau bahkan PNS (pegawai negri sipil). 4. Tingkat Pendidikan :

17

a. Pengurus

: - Perguruan Tinggi : - SLTA - SLTP - SD - Lainnya : 2 orang : : 1 orang : -

b. Anggota

: mayoritas petani pendidikan terakhirnya adalah SD atau SLTP hanya ada beberapa yang berijazah SLTA

2.19

Aspek Teknis 2.19.1 Jenis Komoditas pertanian yang dikelola atau diusahakan kelompok tani : a. Tanaman : Padi i. Musim tanaman I yaitu musim rendeng dari bulan November s/d Februari. ii. Musim tanaman II yaitu musim gadu dari bulan April s/d Juli.

b. Ternak

: belum ada perternakan yang ada di bawah naungan kelompok tani Banyu Mamur. Sebagian

anggotanya yang berternak hanya bersifat individu dan jumlahnya tegolong kecil

2.19.2 Penggunaan lahan untuk jenis komoditas pertanian yang ada: Padi sawah seluas 43,094 Ha, yang diusahakan oleh 56 orang, pada bulan april s/d juli untuk saat ini, hanya tanaman padi saja yang dibudidayakan di kelompok tani Banyu Mamur ini. Namun, untuk masa tanam setelah panen yang akan datang

18

akan diselinggi oleh penanaman tanaman mentimun yang disarankan oleh penyuluh kelompok tani Banyu Ma;mur tersebut.

2.19.3 Pemilikan Ternak : Seperti yang telah dikemukakan bahwa belum ada pengorganisiran mengenai kepemilikan ternak di kelompok tani Banyu Mamur. Ternak hanya diusahakan secara individu dan dalam jumlah yang tergolong kecil.

2.19.4 Budi daya Pertanian Tanaman Padi A. Penyiapan Lahan/pengolahan tanah : a. Tujuannya untuk menyiapkan tempat tumbuh yang ideal bagi tanaman, baik itu dari segi sifat fisik tanah yang gembur, ketrsediaan unsur hara yang cukup bagi tanaman. Selain itu, pengolahan tanah juga bertujuan untuk pengaturan pola tanam dan memperbaiki tata air & udara tanah. b. Tahapan pengolahan : 1. Membalikan dan membelah tanah,

menggiling jerami agar tercampur dengan tanah, memperbaiki tata udara tanah

dengan menggunakan traktor (singkal) 2. Garu untuk membantu terciptanya plogh sole atau lapisan kedap air, membentuk struktur lumpur, mengendalikan gulma, dan membenamkan jerami atau rumput mati. 3. Mengatur jarak tanam dengan

menggunakan caplak

19

c. d.

Sistem pengolahan tanah yaitu sistem basah Kedalaman lapisan tanah yang dibajak 20-40 cm

B. Persemaian a. Pengertian : pengolahan awal tanaman dari benih menjadi bibit yang akan kemudian siap di tanam. b. c. System tanam benih yang digunakan tapin Persiapan (pemilihan) lahan untuk persemaian dipilih lahan yang dekat dengan air sehingga dapat diatur d. System persemaian yang digunakan yaitu sistem basah e. Tahapan pengolahan tanah untuk persemaian system basah. Lahan dibajak dengan cara

pengolahan yang sama namun lebih awal. f. Luas areal persemaian 10% atau 1/10 dari areal pertanian g. h. i. Kelas benih yang dipergunakan SS (stock seed) Benih yang digunakan berlabel Kebutuhan benih per hektar 15-20 kg untuk sistem tanam basah j. Varietas tanaman yang saat ini dibudidayakan yaitu varietas Ciherang k. Perlakuan yang dilakukan terhadap benih tanaman padi yang akan disemaikan pertama ditabur lalu dipupuk setelah itu menunggu 20 / 25 hari untuk dipindahkan dan ditanam kembali

20

C. Pemeliharaan persemaian a. Pengairannya harus baik dan lancar karena itu dipilih lahan yang dekat dengan sumber air b. c. Pemupukannya dengan cara ditabur. Pengendalian organisme pengganggu tanaman disemprot oleh pestisida selama 2 minggu sekali. d. Pemindahan bibit ke pertanaman dilakukan pada umur ke 20-25 hari e. Ciri-ciri bibit tanaman yang siap dipindahkan yaitu sudah anakan, tinggi dan berwarna hijau. D. Penanaman a. Alat bantu yang digunakan yaiu caplak untuk mengatur jarak tanam b. c. Cara tanam yang digunakanya tandur Jarak tanam yang digunakan 25-30 cm, dengan cara penanaman (okem) 10-1 d. Jumlah tanaman (bibit) tiap lubang 2-3 bibit perlubang e. E. Pengairan a. Sumber air berasal dari bendungan Walahar. Saluran indu/primer berasal dari irigasi johar, dan saluran sekunder juga aliran dari Johar. b. Lahan kelompok termasuk golongan irigasi ke 2 (sekunder) c. Sistem perairan yang digunakan yaitu sistem kontinu atau berkelanjutan. f. Pengaturan pengairan yang dilakukan dari mulai tanam sampai panen : 3 hari sebelum tanam Kedalaman penanaman bibit 2-5 cm

21

dikeringkan, setelah dilakukan penanaman (tandur) di beri air secara kontinue. e. Tata pembagian air diatur dari irigasi kemudian di alirkan ke setiap sawah. F. Pemeliharaan Tanaman a. Penyulaman : pergantian tanaman yang mati oleh tanaman baru i. Tujuan dan alasan yang penyulaman yaitu umtuk mengganti tanaman yang mati ii. waktu pemyulaman setiap saat ketika ada tanaman yang mati iii. Asal bibit untuk menyulaman adalah anakan padi yang ada di sawah tersebut. b. Penyiangan : i. Tujuannya untuk membersihkan gulma dari tanaman padi ii. Teknik penyiangan yang digunakan dicakar dan dorongan. iii. alat yang digunakan untuk penyiangan biasanya menggunakan tangan dan alat dorongan c. Pemupukan : i. Tujuan pemupukan untuk menyediakan unsur hara ii. Pupuk organik yang digunakan: 1. Obuki (Organik buat kita) 2. Waktu dan cara penggunaannya setelah pembajakan 1 kali ditabur pupuk Obuki, selain padat ada juga

22

yang

cair

pupuk

obuki

cair pupuk ideal

disemprot. organic

Pengunaan Obuki yang

seharusnya 3 liter/ha namun karena keterbatasan biaya biasanya hanya digunakan 1-2 liter/ha yang di
Gambar 1.2 Petani dan Obuki

gunakan sebanyak 5 kali semprot dari masa tanam hingga panen. 3. Jumlah (dosis) pupuk yg digunakan: cair 1-2 liter/ha atau kg/ha. padat 300

iii.

Pupuk Anorganik yang digunakan 1. Macam dan bentuk pupuk yang digunakan : Urea dan TSP 2. Dosis pupuk yang digunakan : 2 Kwintal urea/ha dan 2 kwintal TSP kg/ha. 3. Waktu dan cara penggunaan

Gambar 1.3 Pupuk Anorganik

pupuk : pupuk tersebut ditabur sekitar 15-30 hari setalah tanam dan pemupukan itu jangan lbih dari 30 hari

d.

Pengendalian Tanaman i. Cara

Organisme

Pengganggu

pengendalian

yang

biasa

dilakukan yaitu kultur teknik seperti jebakan, pengasapan dan memakai pestisida.

23

ii.

Hama yang pernah menyerang : Tikus dan keong. disemprot Cara 2

pengendaliannya minggu sekali iii.

Penyakit yang pernah menyerang : sundep. disemprot Cara setiap pengendaliannya kali melihat

penyakit itu menyerang. G. Penanganan pasca panen. a. Pemanenan i. Penentuan panen tanaman jika musim hujan panennya lebih lama ii. b. Alat yang digunakan arit dan gebotan

Pengeringan : i. Cara pengeringan yang digunakan di kelompok tani Banyu Mamur secara alami caranya dijemur di tempat terbuka dengan menggunakan papan atau karung ii. iii. Tujuan pengeringan agar padi jadi tahan lama Cara penyimpananya biasanya di karung sekitar 4 bukan beras akan tahan

H. Pemasaran hasil a. Cara penjualan hasil dijual oleh petrani secara perorangan ke tengkulak belum terorganisir melalui bulog gari kelompok tani. b. Rantai tataniaga pemasaaran hasil panen : dari petani lalu menjual ke tengkulak dengan menggunakan proses penggilingan setelah itu dijual ke pasar.

24

2.20

Manajemen Usaha Tani 2.20.1 Tanaman Padi Sawah 1. Produksi 2. Produktivitas 3. Harga jual 4. Masa Tanam

Gambar 1.4 Padi Umur 35 hari

: 215,47 ton GKP/MT : MT I 5 ton dan MT II 5 ton GKP/Ha/MT : Rp. 3000/kg GPK : Masa tanam II kali/tahun

5. Pendapatan Kotor : Rp 15.000.000 6. Biaya produksi/ha : a. Benih b. Pupuk : Rp 130.000 : Urea Rp. 170.000; TSP Rp.

230.000 = 800.000/ha c. Pestisida d. Pajak e. Tenaga kerja : Rp. 600.000/ha : Rp 100.000/ha : Rp 4.100.000 terdiri dari : : Rp. 600.000/ha : Rp. 100.000/ha : Rp. 200.000/ha : Rp. 200.000/ha : Rp. 500.000/ha : Rp. 2.500.000/ha

i. Pengolahan tanah ii. Semai iii. Pemupukan iv. Penyiangan v. PHT vi. Panen

25

vii. Pasca panen

7. Pendapatan bersih per MT : Rp9.270.000/ha /MT 8. Pendapatan bersih /tahun : Rp 18.540.000/ha /thn

2.21

Iuran anggota Kelompok Tani Iuran anggota kelompok tani Banyu Mamur belum berjalan. Kebutuhan pertanian disetiap kepemilikan lahan biasanya dikeluarkan dari pendapatan pribadi. Namun, untuk kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) selain dari kepemilikan pribadi biasanya mendapat bantuan dari pemerintah atau kemitraan lainnya sepperti yang telah tertera diatas.

26

DAFTAR PUSTAKA

Administrator . 2010. Peranan Penyuluh Pertanian. http://bppcp.com/berita/deptan/peranan- penyuluhan-pertanian. 24 Mei 2011 Administrator . 2010. Proses Belajar Dalam Penyuluhan Pertanian. http://eone87.wordpress.com/. 24 Mei 2011 Mahmud, Yudhi. 2011. Diktat Penyuluhan Pertanian. 26 Mei 2011.