Anda di halaman 1dari 4

Starting motor induksi Selama perode starting, motor pada sistem dianggap sebagai sebuah impedansi yang kecil

yang terhubung ke bus. Motor akan mengambil arus yang besar dari sistem sekitar enam kali dari arus rating motor yang menghasilkan tegangan jatuh pada sistem dan menyebabkan gangguan pada operasi normal dari beban sistem lain. Karena torsi percepatan motor tergantung pada tegangan terminal motor, oleh karena itu untuk motor dengan tegangan terminal yang rendah pada beberpa kasus dapat meyebabkan starting motor tidak mencapai kecepatan rating motor. Terdapat beberapa metode starting motor induksi, antara lain Direct On Line Starter, Star Delta Starter, Autotransfomer Starter, Soft Starter, Variable Frequency Drive atau Variable Speed Drive. Pada umumnya, metode starting motor induksi digunakan untuk mengurangi arus starting motor induksi. Direct On Line Starter Starting ini merupakan starting langsung. Penggunaan metode ini biasanya digunakan pada motor-motor AC dengan kapasitas daya yang kecil. Besar arus start nya 4 sampai 7 kali arus beban penuhnya. Hal ini terjadi karena motor pada saat diam memiliki momen inersia, sehingga untuk mengalahkan momen inersia ini dibutuhkan arus yang besar. Starter ini terdiri dari breaker sebagai proteksi hubung singkat, magnetic contactor, overcurrent relay dan komponen kontrol seperti push button, MCB dan pilot lamp. Kontrol start dan stop dilakukan dengan push button yang mengontrol tegangan pada coil contactor. Sementara itu, output OCR (overcurrent relay) terangkai seri sehingga jika OCR trip, maka output OCR akan melepas tegangan ke coil contactor.

Star Delta Starter Starter ini berguna untuk mengurangi lonjakan arus pada saat starting motor. Starter ini tersusun dari 3 buah contactor yaitu Main Contactor, Star Contactor, dan Delta Contactor. Pada saat start, starter terhubung secara Star. Gulungan stator hanya menerima tegangan sekitar seper akar tiga dari tegangan line. Setelah mendekati speed normal, starter akan berpindah menjadi terhubung Delta. Starte ini bekerja dengan baik jika saat start motor tidak terbebani dengan berat.

Autotransformer Starter Starting dengan cara ini yaitu dengan menghubungkan motor pada tap tegangan sekunder autotransformer terendah. Setelah beberapa saat motor dipercepat tap autotransformer diputuskan dari rangkaian dan motor terhubung langsung pada tegangan penuh. Metode starting motor ini merupakan metode starting yang cukup efektif karena arus start dapat diatur sedemikian rupa, tidak seperti star delta, walaupun arus starting bisa lebih kecil, tetapi ada batasan kecilnya arus tersebut yaitu yang sesuai dengan sifat dari rangkaian tiga fasa.

Soft Starter Starting ini dipergunakan untuk memperhalus start motor. Prinsip kerja nya yaitu dengan mengatur tegangan yang masuk pada motor. Awalnya motor hanya diberikan tegangan

yang rendah sehingga arus dan torsinya juga rendah. Selanjutnya tegangan dinaikkan secara bertahap sampai ke tegangan nominalnya dan motor akan bekerja dengan kecepatan rpm nominalnya. Adapun komponen utama dari soft starter ini thyristor dan dapat diatur dengan mengatur trigger thyristor. Selain untuk starting, soft starter juga dilengkapi dengan fitur soft stop. Jadi pada saat stop, tegangan juga dikurangi secara perlahan.

Variable speed Drive (VSD) Variable Speed Drive disebut juga dengan Variable Frequency Drive (VFD). VFD merupakan metode starting dengan mengatur frekuensi sesuai dengan persamaan pada motor: 120 f e nsync ! P dimana fe merupakan frekuensi sistem dan P adalah jumlah kutub pada motor. VSD atau VFD ini menggunakan sifat motor yang sesuai dengan persamaan di atas. Dengan metode ini, jika frekuensi dinaikkan maka kecepatan juga naik, sebaliknya jika frekuensi diperkecil, maka kecepatan motor juga akan berkurang. Pengendalian frekuensi motor dapat menggunakan rangkaian inverter, seperti terlihat pada gambar. VSD ini terdiri dari dua bagian utama yaitu penyearah tegangan AC ke DC dan bagian kedua yaitu inverter untuk mengubah/membalikkan DC ke AC dengan frekuensi yang diinginkan. Selanjutnya kecepatan motor dapat diatur dengan mengatur-atur besar frekuensi.