Anda di halaman 1dari 79

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Setiap Organisasi memiliki tujuan utama dalam kegiatan usahanya. Dalam mencapai tujuan Organisasi tersebut diperlukan proses penyelenggaraan dari setiap bidang-bidang yang ada dalam Organisasi untuk bersama-sama mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh Organisasi. Dalam pencapaian tujuan organisasi diperlukan adanya tenaga kerja atau pegawai yang potensial dan mampu berkreatifitas kerja dengan baik tetapi juga memerlukan pemahaman dan pengetahuan tentang konsep ilmu administrasi yang baik sehingga tercipta suasana pekerjaan yang rapih, tertib, dinamis dan mampu mencapai target yang telah ditentukan. Proses dalam pencapaian tujuan Organisasi dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada secara bersama-sama tersebut dinamakan Administrasi (administration).1 Sebagaimana diungkapkan oleh Sondang P. Siagian, bahwa administrasi adalah segenap proses penyelenggaraan dari setiap usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.2 Sebagaimana dikatakan oleh Slamet Soesanto dan Sondang P. Siagian, bahwa terdapat 8 (delapan) unsur dalam rangkaian kegiatan penataan (administrasi) yang merupakan sub konsep dari administrasi itu sendiri, yaitu:3

1
2

Moekijat, Administrasi Kantor, (Bandung: Alumni 2000), hal. 6. Sondang P Siagian, Kerangka dasar ilmu administrasi, (Jakarta: Rineka Cipta 2002), hal.2. 3 Ibid., hal. 4-5. Lihat juga Slamet Soesanto, Administrasi kantor: manajemen dan aplikasi, (Jakarta: Djambatan 1999), hal.10-11.

1. Organisasi, adalah kumpulan dari orang-orang atau kelompok yang memiliki kesamaan dalam tujuan. 2. Manajemen, adalah proses secara teknis dalam mencapai tujuan. Manajemen memiliki fungsi-fungsi utama, yaitu dalam hal perencanaan (planning, pengorganisasian (organizing), pengendalian (controlling), dan evaluasi (evaluating). 3. Komunikasi, adalah hubungan yang terjadi di antara anggota-anggota organisasi. 4. Informasi, adalah terkait dengan sumber-sumber data atau informasi yang dibutuhkan dalam proses pencapaian tujuan. 5. Personalia, adalah adanya orang-orang atau karyawan yang bertanggung jawab dalam menjalankan tugas masing-masing bidang dengan hak dan kewajiban yang telah ditetapkan oleh Organisasi. 6. Finansial, merupakan aspek pendanaan dari seluruh kegiatan administrasi. 7. Material, adalah faktor penunjang dalam kegiatan administrasi yang biasanya berbentuk fisik, baik sarana maupun prasarana. 8. Relasi Publik, adalah hubungan Organisasi dengan dunia luar. Relasi publik memfokuskan pada kegiatan sosialisasi tujuan atau kegiatan Organisasi secara eksternal. Berdasarkan pertimbangan hal tersebut, maka penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai :

PENERAPAN

ILMU

ADMINISTRASI

TERHADAP

PENINGKATAN

KREATIFITAS KERJA PEGAWAI DI KECAMATAN KARANGWARENG KABUPATEN CIREBON dengan memfokuskan pembahasan pada pembagian 8 unsur-unsur administrasi yang telah disebutkan di atas.

B. Identifikasi Masalah Dalam penelitian ini, penulis dapat mengidentifikasikan masalah yang terkait dengan penelitian administrasi di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon sebagai berikut: 1. Bagaimana penerapan ilmu administrasi Kabupaten Cirebon? 2. Bagaimana kreatifitas kerja pegawai di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon? 3. Bagaimana hubungan antara penerapan ilmu administrasi terhadap peningkatan kreatifitas kerja pegawai di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon? 4. Bagaimanakah solusi untuk memecahkan permasalahan penerapan ilmu administrasi terhadap peningkatan kreatifitas kerja pegawai di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon? di Kecamatan Karangwareng

C. Pembatasan Masalah Dari identifikasi masalah di atas, terlihat dengan jelas bahwa penelitian mengenai administrasi terkait oleh dua variabel. Untuk itu, perlu dilakukan pembatasan masalah yang akan menjadi fokus utama penelitian agar tidak terlalu

luas. Dalam penelitian ini, penulis membatasi masalah pokok penelitian sebagai berikut: 1. Tentang penerapan ilmu administrasi (Variabel X/ Variabel Bebas) di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon. 2. Tentang kreatifitas kerja pegawai (Variabel Y/ Variabel Terikat) di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon 3. Tentang hubungan antara penerapan ilmu administrasi (Variabel X/ Variabel Bebas) terhadap peningkatan kreatifitas kerja pegawai (Variabel Y/ Variabel Terikat) di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon 4. Tentang Problem Solving atau solusi untuk memecahkan permasalahan penerapan ilmu administrasi terhadap peningkatan kreatifitas kerja pegawai di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon

D. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian adalah untuk menjawab permasalahan yang ada. Dalam hal ini tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui penerapan ilmu administrasi Karangwareng Kabupaten Cirebon 2. Untuk mengetahui kreatifitas kerja pegawai di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon 3. Untuk mengetahui hubungan antara penerapan ilmu administrasi terhadap peningkatan kreatifitas kerja pegawai di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon di Kecamatan

4. Untuk mengetahui solusi untuk memecahkan permasalahan penerapan ilmu administrasi terhadap peningkatan kreatifitas kerja pegawai di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon

E. Kegunaan Penelitian a. Kegunaan Ilmiah 1) Mendapatkan data dan fakta yang valid hubungan antara penerapan ilmu administrasi terhadap peningkatan kreatifitas kerja pegawai di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon 2) Memberikan sumbangan bagi perkembangan khazanah ilmu pengetahuan, terutama bagi kemajuan ilmu administrasi yang penulis dapat di bangku perkuliahan. b. Kegunaan praktis 1) Menambah perbendaharaan referensi di Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Adminstrasi Kawula Indonesia (STIAKIN), Jakarta. 2) Merupakan sumber referensi bagi jurusan administrasi negara, yang akan meneliti lebih lanjut mengenai administrasi kreatifitas kerja pegawai di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon. 3) Memberikan masukan bagi Camat mengenai urgensitas sistem administrasi di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon. E. Kerangka Pemikiran Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini penulis membuat sebuah gambaran atau kerangka pemikiran yang akan dikembangkan menjadi sebuah acuan untuk mencapai tujuan dari penelitian ini.

Adapun Kerangka pemikiran yang bisa penulis ajukan adalah :

Ilmu Administrasi

Perencanaan (Planning)

Pengorganisasian (organizing)

Memimpin (Actuiting)

Pengendalian (controlling)

Kreatifitas Kerja Pegawai

Tujuan Organisasi F. Hipotesis Seperti yang dikemukakan oleh Sukardi (2003: 41) tentang pengertian hipotesis adalah sebagai berikut: Hipotesis adalah jawaban yang masih sementara, karena keberadaannya masih perlu diuji atau dites kebenarannya dengan data yang asalnya dan lapang Hipotesis pada dasarnya merupakan suatu proposisi atau anggapan yang mungkin benar, dan sering digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan/pemecahan persoalan ataupun untuk dasar penelitian lebih lanjut.4 Dalam penelitian ini penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut:

Sugiyono, Statitiska untuk Penelitian (Bandung: Alfabeta, 2005), hal. 82.

Hipotesis negatif (H0):

Diduga hubungan antara penerapan ilmu

administrasi terhadap peningkatan kreatifitas kerja pegawai di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon adalah tidak baik. Hipotesis positif (H1): Diduga hubungan antara penerapan ilmu administrasi terhadap peningkatan kreatifitas kerja pegawai di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon adalah baik.

G. Metodologi Penelitian 1. Metode Penelitian Metode Penelitian Menurut Pendapat Surahmad (1989 : 121) adalah "Metode merupakan cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan, misalnya menguji serangkaian hipotesis dengan menggunakan cara serta alat tertentu". Menurut pendapat sudjana dan Ibrahim (1989:56) :Bahwa metode metode penelitian menunjukan kepada pengukuran variabel bebas yang telah terjadi sebelumnya , sehingga peneliti tidak perlu memberikan perlakuan lagi tinggal mencatat efek nya pada variabel terikat. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut diatas maka penulis menggunakan metode penelitian untuk mempermudah dalam memperoleh dan mengolah Data di lapangan secara objektif. 2. Ruang Lingkup Penelitian Metode dalam penelitian menurut tingkat eksplanasi (penjelasan)nya dibagi menjadi tiga jenis:5
5

Sugiyono, Metodologi Penelitian Administrasi, (Bandung: Alfabeta, 2000), Cet.Ke-3, hal.10-11

1) Metode deskriptif, yaitu metode penelitian yang bersifat untuk mengetahui dan menjelaskan nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain; 2) Metode komparatif, adalah suatu metode yang bersifat membandingkan dari suatu variabel untuk sampel yang lebih dari satu atau dalam waktu yang berbeda; dan 3) Metode penelitian asosiatif/hubungan, yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Metode ini berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala/peristiwa. Dikarenakan penelitian ini berusaha untuk mengetahui hubungan antara penerapan ilmu administrasi terhadap peningkatan kreatifitas kerja pegawai di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon, maka metode yang digunakan adalah mengacu pada Metode penelitian asosiatif/hubungan seperti telah dijelaskan pengertiannya di atas. 3. Jenis dan Sumber Data Jenis data dalam penelitian ini termasuk ke dalam data sekunder. Data sekunder, yaitu data yang diambil dari data yang telah tersedia. Dalam penelitian ini juga dibutuhkan data pendukung yang meliputi: a. Data tentang Sejarah Organisasi b. Data tentang jumlah karyawan c. Data tentang Perkembangan Organisasi 4. Populasi dan Sampel Berdasarkan pendapat Suharsimi Arikunto (1998:115-117) populasi

adalah keseluruhan subyek penelitian dan sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subyeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Menurut Surachmad (1990:93) bahwa populasi adalah sekelompok subjek baik manusia , gejala , nilai test, benda-benda ataupun peristiwa , sedangkan menurut suharsimi Arikunto (1989 : 82) mengartikan populasi sebagai berikut : populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Berdasarkan penjelasan diatas mengenai populasi , penulis dapat menyimpulkan bahwa populasi merupakan keseluruhan atau totalitas dari seluruh totalitas yang dimiliki dari cara atau karakter yang dipelajari oleh sifat-sifatnya. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh data sekunder yang terkait dengan sistem manajemen, kualitas personalia, keadaan finansial, material Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon dari sejak awal berdirinya Organisasi. Peneliti menggunakan teknik random sampling, yaitu teknik

pengambilan sampel secara acak di dalam populasi yang dapat mewakili keseluruhan jumlah yang ada dalam populasi.6 5. Teknik Pengumpulan Data Teknik dan alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:

Nur Indriantoro dan B. Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis, (Yogyakarta: BPFE, 2000),

hal.47.

10

a.

Penelitian

dokumenter,

yaitu

kegiatan

mempelajari catatan resmi mengenai gambaran Organisasi. b. Penelitian kepustakaan, yaitu kegiatan

mempelajari dan mengumpulkan data tertulis untuk menunjang penelitian. data yang dikumpulkan berupa literatur yang berhubungan dengan topik permasalahan penelitian, baik dalam bentuk buku, artikel majalah, ensiklopedia, kamus, dan sebagainya. c. Penelitian lapangan, yaitu penulis melakukan

observasi secara langsung ke lokasi penelitian untuk memperoleh datadata yang dibutuhkan, juga untuk melihat secara nyata kegiatan operasi Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon. d. Kuisioner (Quetionaire), Dalam teknik

pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik kuisioner, yaitu pengajuan angket pertanyaan baik kepada pimpinan maupun pegawai dilingkungan Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon, dengan harapan untuk memperoleh jawaban secara tertulis yang dapat memberi gambaran dan informasi yang akurat serta obyektif 6. Teknik Pengolahan Data Teknik pengolahan data yang penulis lakukan adalah dengan menghubungkan kedua variabel yaitu variabel X dan Variabel Y dengan menggunakan koefesien korelasi dengan menggunakan rumus " Product Moment"

11

H. Sistematika Penulisan Pembuatan sistematika ini dimaksudkan untuk memudahkan penyampaian informasi berdasarkan urutan dan aturan logis dari penelitian yang dilakukan serta memberikan gambaran menyeluruh mengenai skripsi ini. BAB I: PENDAHULUAN Di dalamnya menguraikan mengenai latar-belakang masalah dari penelitian ini, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, hipotesa, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan. BAB II: LANDASAN TEORITIS Membahas hal-hal mengenai pengertian-pengertian pokok dari teoriteori yang dikemukakan para ahli sebagai landasan untuk pembahasan selanjutnya. Berisikan teori-teori tentang: pengertian ilmu administrasi, unsur-unsur ilmu administrasi, tentang kreatifitas kerja pegawai dan teori lain yang berkaitan dengan skripsi ini, serta kerangka pikir penelitian. BAB III: GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN Bab ini secara khusus akan membahas mengenai objek penelitian, di antaranya akan membahas mengenai sejarah pendirian Organisasi, visi dan misi, kegiatan usaha dan perkembangan usaha Organisasi. BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini merupakan bab utama, di dalamnya memuat isi penting mengenai temuan dari hasil penelitian yang berkaitan dengan judul

12

skripsi ini, di mana hasilnya dianalisis secara sistematis disertai interpretasinya. BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN Merupakan bab terakhir dari skripsi ini yang akan menyajikan kesimpulan dan saran-saran yang dapat bermanfaat.

13

BAB II LANDASAN TEORI

A. Pengertian Administrasi Administrasi, seperti diungkapkan oleh Siagian, adalah Rangkaian kegiatan perbuatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.7 Sedangkan oleh Newman, administrasi diartikan sebagai Bimbingan, Ilmu Administrasi dan

pengawasan usaha kelompok dan individu guna mencapai tujuan bersama.8 Namun, kedua pengertian tersebut nyaris sama dalam hal pencapaian tujuan bersama. Artinya, administrasi memang memiliki fokus utama dalam pencapaian tujuan dari kelompok orang atau unit usaha. Dengan demikian, administrasi adalah rangkaian kegiatan perbuatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Ketiga faktor inilah yang merupakan tanda pengenal atau ciri khas dari administrasi, yaitu faktor-faktor (1) sekelompok orang, (2) kerjasama, dan (3) tujuan tertentu. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa kerjasama adalah rangkaian perbuatan yang dilakukan bersama-sama secara teratur yang menimbulkan akibat yang sebenarnya tidak akan terjadi apabila dilakukan oleh seorang diri. Dan tujuan yang akan dicapai yang telah disepakati oleh sekelompok orang tersebut.9
7 8

Sondang P Siagian, Kerangka dasar ilmu administrasi, (Jakarta: Rineka Cipta 2002), hal.1 Newman, Administration, dalam Encyclopedia Wikipedia, 2006, pada entry Administartion. 9 Ibid,. hal.1.

14

Dalam masalah Sumber Daya Manusia (SDM), ilmu administrasi juga membahas tentang hal tersebut. Sebagaimana dikatakan oleh Sondang P. Siagian, bahwa cabang dari ilmu administrasi salah satunya adalah Ilmu Administrasi Kepegawaian. Beberapa yang dibahas dalam cabang ilmu ini adalah: sistem-sistem kepegawaian, proses penerimaan pegawai, analisis 13 pekerjaan, sistem penggolongan jabatan dan kepangkatan, sistem penggajian, sistem penilaian kecakapan pegawai, sistem kenaikan pangkat dan pemindahan jabatan, disiplin jabatan, pengembangan kecakapan pegawai, sistem pemberhentian pegawai, dan sistem pensiun atau jaminan hari tua.10 Fokus utama Ilmu Administrasi Kepegawaian atau dalam ilmu Manajemen SDM adalah sama, yaitu untuk meningkatkan kinerja dengan menetapkan cara yang lebih efektif dan efisien disertai dengan peningkatan kualitas kehidupan para pekerja, seperti yang dikemukakan oleh Werther dan Davis bahwa: "Tujuan manajemen sumber daya manusia adalah untuk meningkatkan produktivitas manusia (kinerja) dalam suatu organisasi dengan cara yang bertanggungjawab secara strategis, etika dan sosial. Kegiatan ini memberikan kontribusi untuk meningkatkan kinerja secara langsung dengan meningkatkan kualitas kehidupan kerja bagi para pekerja."11 B. Unsur-unsur Ilmu Administrasi Selanjutnya, sebagaimana dikatakan oleh Slamet Soesanto dan Sondang P. Siagian, bahwa terdapat 8 (delapan) unsur dalam rangkaian
10

Ibid., hal.10. B.W. Werther, JR and Keith Davis, Personel Management and Human Resources, (Mc. Graww Hill: International Edition, management series, 1999), hal.10. Periksa juga Slamet Soesanto, Administrasi kantor: manajemen dan aplikasi. (Jakarta: Djambatan, 1999), hal.29.
11

15

kegiatan penataan (administrasi) yang merupakan sub konsep dari administrasi itu sendiri, yaitu:12 1. Organisasi, adalah kumpulan dari orang-orang atau kelompok yang memiliki kesamaan dalam tujuan. 2. Manajemen, adalah proses secara teknis dalam mencapai tujuan. Manajemen memiliki fungsi-fungsi utama, yaitu dalam hal perencanaan (planning, pengorganisasian (organizing), pengendalian (controlling), dan evaluasi (evaluating). 3. Komunikasi, adalah hubungan yang terjadi di antara anggota-anggota organisasi. 4. Informasi, adalah terkait dengan sumber-sumber data atau informasi yang dibutuhkan dalam proses pencapaian tujuan. 5. Personalia, adalah adanya orang-orang atau karyawan yang bertanggung jawab dalam menjalankan tugas masing-masing bidang dengan hak dan kewajiban yang telah ditetapkan oleh Organisasi. 6. Finansial, merupakan aspek pendanaan dari seluruh kegiatan administrasi. 7. Material, adalah faktor penunjang dalam kegiatan administrasi yang biasanya berbentuk fisik, baik sarana maupun prasarana. 8. Relasi Publik, adalah hubungan Organisasi dengan dunia luar. Relasi publik memfokuskan pada kegiatan sosialisasi tujuan atau kegiatan Organisasi secara eksternal. Berikut ini adalah gambar yang akan menunjukkan hubungan antara administrasi dan manajemen serta fungsi-fungsinya.
12

Ibid., hal. 4-5. Lihat juga Slamet Soesanto, Administrasi kantor: manajemen dan aplikasi, (Jakarta: Djambatan 1999), hal.10-11.

16

Fungsi-fungsi inti manajemen adalah juga fungsi-fungsi inti dari administrasi, dikarenakan manajemen adalah inti dari administrasi. Diagramnya sebagai berikut: 13

Gambar 1. Hubungan Manajemen dan Administrasi

Lebih lanjut, di antara fungsi-fungsi manajemen dan juga fungsi-fungsi administrasi yang mesti diterapkan dalam sebuah organisasi dikemukakan oleh G.R. Tery yang biasa disebut dengan istilah POAC, yaitu Planning, Organizing, Actuiting dan Controlling:14 1. Planning, perencanaan. Yaitu proses pemikiran, atau usaha/kegiatan/ langkah memprediksi kenyataan dengan memilih memanfaatkan

kemampuan dan kegiatan yang diperlukan serta sarana yang ada secara sistematis untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Perencanaan adalah

13

Sondang P. Siagian, Teori dan Praktek Ilmu Administrasi. Cet.Ke-2. (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), hal.17. 14 Buchori Alma, Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa (Bandung: Alfabeta, 2000), hal.6

17

suatu proses mempersiapkan secara sistematis kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu, yang mencakup: a. penentuan kebijaksanaan/tujuan yang hendak dicapai; b. penyusunan kegiatan secara sistematis; c. berorientasi masa depan; d. penentuan waktu pelaksanaan (awal dan akhirnya); e. metode yang dipergunakan. Lebih jauh, perencanaan yang baik adalah: 1) berdasarkan fakta/kenyataan, bukan keinginan pribadi; 2) mempermudah pencapaian tujuan; 3) berorientasu ke depan; 4) dapat dipertanggung jawabkan, baik dari segi teknis, ekonomis, operasional dan jarak waktu yang akan ditempuh; 5) fleksibel dan dinamis, bila menghadapi masalah-masalah yang datang menyusul. 2. Organizing, pengorganisasian. Adalah proses memikirkan,

memperhitungkan, kemudian menyediakan segala sesuatunya untuk memungkinkan rencana-rencana dapat terselenggara secara efektif dan efisien, yang meliputi: a. pencapaian tujuan diperlukan adanya kegiatan; b. kegiatan harus dibagi-bagi/didelegasikan kepada anggota

manajemen, mulai top manajer, midle manajer, lower manajer dan pegawai;

18

c. perlunya penggolongan pekerjaan secara sendiri-sendiri; d. perlunya delegasi kewenangan dalam tugas. Pengalokasian tugas dan wewenang inilah yang dimaksudkan dengan pengorganisasian. 3. Actuiting, menggerakkan untuk bekerja. Untuk melaksanakan kegiatan, pemimpin mengambil tindakan berupa: a. menetapkan leadership berupa penempatan/penunjukkan manajer, baik top, midle maupun lower manajer yang diperlukan; b. memberikan pengarahan dan instruksi; c. mengadakan komunikasi dengan tim kerja yang ada; d. mengadakan konseling, konsultasi, dan rapat. 4. Controlling, pengawasan dan peninjauan. Pengawasan adalah proses yang menentukan apa yang hendak dicapai, menilainya, dan jika perlu mengambil tindakan koreksi agar pelaksanaan dapat berjalan menurut rencana. Sebagai suatu proses, unsur-unsur manajemen di atas dapat digambarkan melalui diagram di bawah ini: MANAJEMEN / ADMINISTRASI

MERENCANAKAN (PLANNING) MENGORGANISASIKAN (ORGANIZING) MEMIMPIN (ACTUITING) MENGAWASI (CONTROLLING) TUJUAN ORGANISASI YANG TELAH DITETAPKAN Gb.1. Diagram Manajemen/administrasi sebagai suatu proses dan fungsi-fungsinya di dalam mencapai tujuan organisasi.

19

Berdasarkan diagram di atas, dalam kerangka manajemen atau administrasi sebagai suatu proses ada empat macam peranan penting bagi para penentu kebijakan (decision maker): a. Menentukan kebijakan pada hakikatnya merupakan salah satu fungsi manajer, di samping planning, organizing, actuiting, dan controlling. b. Di dalam melaksanakan serangkaian fungsi manajemen, penentu kebijakan harus selalu mampu memberikan: petunjuk, bimbingan dan pengarahan kepada bawahan. c. Penentu kebijakan harus melakukan hubungan dengan pihak-pihak lain, dan tidak mungkin dapat bekerja sendiri tanpa adanya kerjasama dengan pihak lain/pelaksana. d. Sebagai seorang penentu kebijakan harus mampu menciptakan suasana kerja yang sebaiknya-baiknya, dengan memperhatikan aspirasi yang diharapkan bawahan, sehingga para bawahan dapat bekerja dengan sebaikbaiknya.

C. Pengertian Personalia (Kreatifitas Kerja Pegawai) Secara umum telah diterima bahwa peran manusia dalam suatu organisasi merupakan faktor penentu berhasil tidaknya suatu organisasi mencapai tujuannya. Jadi sumber daya manusia merupakan sumber daya yang paling penting bagi organisasi. Seperti dikatakan oleh Dessler bahwa karyawan merupakan kunci daya saing Organisasi.15

15

Gary Dessler, Manajemen Sumber Daya Manusia (Jakarta: Gramedia, 2004), hal.13.

20

Kreatifitas Kerja Pegawai dalam sebuah organisasi sering disebut personalia dan ilmu yang membahas hal itu disebut "Manajemen Personalia" yang lebih dikenal dengan istilah "Manajemen SDM". Kreatifitas Kerja Pegawai merupakan sumber daya yang paling penting bagi organisasi, karena beberapa alasan yang disebut oleh Gibson, et.al. antara lain: Tidak ada organisasi tanpa orang. Organisasi bukan hanya alat untuk menyediakan barang dan jaga saja, organisasi juga menciptakan lingkungan tempat kehidupan, dalam hal ini organisasi mempunyai pengaruh yang besar terhadap perilaku. Dalam kenyataannya orang hidup dalam organisasi dan dipengaruhi organisasi. Orang merupakan satu sumber umum bagi semua organisasi.16 Henry Simamora menyimpulkan: Sumber daya manusia membuat sumber daya organisasi lainnya bekerja.17 Jadi, manusia yang mempu berkreatifitas sebagai titik sentral yang sekaligus subyek dan obyek dalam organisasi, sedangkan organisasi adalah untuk memenuhi dan mencapai tujuan manusia serta melayani manusia. Oleh karena itu, di dalam proses pencapaian tujuan organisasi/perusahan terjadi pengaruh timbal balik antara manusia, kerjasama, tujuan, peralatan dan struktur organisasi. Lebih jauh Sondang P. Siagian mengatakan, Betapapun besarnya kemampuan seseorang untuk mengumpulkan dana untuk dijadikan modal,
16 17

Gary Dessler, Manajemen Sumber Daya Manusia (Jakarta: Gramedia, 2004), hal.14 Henry Simamora,, Manajemen Sumberdaya Manusia, Yogyakarta: Bagian Penerbitan STIE-YPKN, ed. Kesatu, cet. Pertama, 2000.

21

tidak akan terjadi nilai tambah modal tersebut apabila tidak digunakan oleh manusia untuk menghasilkan barang atau jasa untuk dijual kepada pihak konsumen yang membutuhkannya. Tegasnya, betapapun besarnya modal yang dipupuk, ia tetap merupakan benda mati dan hanya mempunyai makna apabila digunakan dan dikelola manusia.18 Bertitik tolak dari kedua pendapat di atas, dapat diketahui bahwa manusia itu mempunyai: (1) kemampuan (ability) yang tersimpan (potensi) untuk mengembangkan dirinya, (2) pengetahuan (knowledge) dan (3) keterampilan (skill) untuk merubah sesuatu agar mempunyai nilai tambah. Dengan demikian, potensi manusia itu tidak dapat ditentukan batasbatasnya, tetapi pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan

kemampuan (ability) seseorang dapat diukur menurut ketentuan sesuatu jabatan atau pekerjaan. Itulah sebabnya, manusia itu di dalam organisasi dikelompokkan ke dalam unit-unit kerja untuk lebih memudahkan mengelola atau yang disebut dengan istilah Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resources Management) yaitu: rekan setara dalam proses perencanaan strategis, dan membentuk tenaga kerja yang berkomitmen.19 Adapun tujuan mendayagunakan sumberdaya manusia atau

menciptakan kreatifitas kerja pegawai itu adalah untuk meningkatkan kontribusinya agar banyak mendatangkan hasil bagi organisasi, tetapi kenyataannya belum, hal ini diungkapkan Rudolf Dreikers bahwa manusia

18

Sondang P. Siagian, Peranan Staf dalam Manajemen, Jakarta: Penerbit CV. Haji Mas Agung, 2000, hal.65 19 Gary Dessler, Manajemen Sumber Daya Manusia (Jakarta: Gramedia, 2004), hal.13.

22

belum menggunakan seluruh sumber daya manusia sebagaimana mestinya (Bennet Silalahi, 2000:17).20 1. Kemampuan Kreatifitas Sumber Daya Manusia (Personalia) Memasuki era globalisasi, maka potensi keberhasilan suatu organisasi tidak terlepas dari peranan sumber daya manusianya. Dalam bagian ini pengertian sumber daya manusia dan kualitas tidak dijelaskan lagi, namun penekanannya adalah penjelasan mengenai kualitas sumber daya manusia. Edwin B. Flippo (dalam Sondang P. Siagian) mengatakan, bahwa sesudah karyawan direkrut (ditarik), dipilih dan dilantik/diperkenalkan selanjutnya dia harus dikembangkan agar lebih sesuai dengan pekerjaan dan organisasinya. Tidak seorangpun yang sepenuhnya sesuai pada saat pengangkatan, sehingga harus dilakukan pendidikan dan pelatihan.21 Flippo menonjolkan bahwa pegawai yang baru direkrut agar lebih sesuai (memahami, mengerti betul) tugas pekerjaan dan organisasi harus dididik dan dilatih terlebih dahulu. Ini berarti pendidikan dan latihan mempunyai korelasi dengan kemampuan, penguasaan, pemahaman akan pekerjaan seseorang dalam suatu organisasi. Secara lebih tegas dia mengatakan pengembangan meliputi baik pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dalam melaksanakan pekerjaan tertentu maupun pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan umum dan pemahaman atas keseluruhan lingkungan. Akhirnya, Flippo berkesimpulan bahwa pengembangan terdiri atas :
20

Bennet Silalahi,. Perencanaan dan Pembinaan Tenaga Kerja Permasalahan, Jakarta : Midas Surya Grafindo. 2003, hal.75. 21 Sondang P. Siagian, Peranan Staf dalam Manajemen, Jakarta: Penerbit CV. Haji Mas Agung, 2000, hal.65.

23

Pelatihan (training) untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan untuk melakukan pekerjaan tertentu.

Pendidikan

yang

berhubungan

dengan

peningkatan

pengetahuan,

pengertian, dan latar belakang orang. H.A.R. Tilaar mengatakan, proses pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu proses pemberdayaan yaitu suatu proses untuk

mengungkapkan potensi yang ada pada manusia sebagai individu, yang selanjutnya dapat memberikan sumbangan kepada kebudayaan masyarakat lokal kepada masyarakat bangsanya, dan pada akhirnya kepada masyarakat global.22 Lebih lanjut menjelaskan bahwa peningkatan kemampuan intelektual termasuk penguasaan, penerapan dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi agar penguasaan tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Selanjutnya, manusia Indonesia yang berkualitas merupakan kemampuan daya saing yang tinggi ditengah-tengah kehidupan global. Prasetya Irawan menyatakan, bahwa pengembangan pegawai

mempunyai cakupan makna yang luas. Namun secara umum pengembangan pegawai dapat didefinisikan sebagai suatu proses merekayasa perilaku kerja pegawai sedemikian rupa sehingga pegawai dapat menunjukkan kinerja yang optimal dalam pekerjaannya.23

22

H.A.R Tilaar, Pengembangan SDM Dalam Era Globalisasi, Jakarta : Gramedia Widyasarana Indonesia. 2003, hal.16. 23 Prasetya, Irawan, et.al. Manajemen Sumberdaya Manusia, Jakarta : STIA-LAN, 2001, hal.42.

24

2. Strategi Pengembangan Kreatifitas Kerja Pegawai/ SDM a. Perencanaan Secara umum, perencanaan SDM disebutkan oleh Dessler adalah proses menentukan posisi yang akan diisi dalam Organisasi, dan bagaimana cara mengisinya. Merencanakan pekerjaan adalah sebuah bagian integral dari strategi Organisasi dan proses perencanaan SDM. Manajemen harus membuat rencana pekerjaan dan kebutuhan SDM dengan asusmi dasar masa depan.24 Dessler kemudian merumuskan tahapan-tahapan dalam meramalkan kebutuhan SDM. Proses pertama yang harus ditempuh adalah memprediksi pendapatan. Kemudian memperkirakan ukuran staf yang dibutuhkan untuk mencapai volume pendapatan yang diharapkan. Rencana mengisi staf harus mencerminkan: 1. Rotasi yang diproyeksikan (sebagai hasil dari pengunduran diri atau pemberhentian) 2. Mutu dan keterampilan karyawan (yang berkaitan dengan kebutuhan yang berubah dari organisasi) 3. Keputusan strategis untuk meningkatkan mutu produk dan jasa atau memasuki pasar baru 4. Teknologi dan perubahan lainnya yang menghasilkan

meningkatnya produktivitas 5. Sumber keuangan yang tersedia pada divisi SDM.

24

Gary Dessler, Manajemen Sumber Daya Manusia (Jakarta: Gramedia, 2004), hal.103

25

Menurut Sondang P. Siagian bahwa Perencanaan sumber daya manusia terdapat paling sedikit enam manfaat yang dapat dipetik melalui suatu perencanaan sumber daya manusia. Keenam manfaat tersebut adalah :25 1. Organisasi dapat memanfaatkan sumber daya manusia secara lebih baik 2. Meningkatkan produktivitas sumber daya manusia 3. Berkaitan dengan kebutuhan dimasa yang akan datang 4. Berkaitan dengan informasi sumber daya manusia 5. Berkaitan dengan penelitian 6. Berkaitan dengan penyusunan program kerja b. Peningkatan Kreatifitas Sumber Daya Manusia Kaitannya dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam skripsi ini, Pascale dan Athos (dalam Sondang P. Siagian, 2000:46) mensyaratkan dua hal penting yakni :26 1. Metode pengembangan atau peningkatan kualitas sumberdaya manusia, 2. Sasaran atau tujuan yang jelas dari pengembangan atau peningkatan sumber daya manusia. Kedua ha pokok ini dijelaskan satu demi satu di bawah ini. 1) Metode Pengembangan atau Peningkatan Kretifitas SDM Untuk mendukung terlaksananya proses industrialisasi diperlukan SDM yang menguasai berbagai aspek teknologi. Sebagai konsekuensi perlu ditingkatkan kualitas SDM yang mampu mengantisipasi dan mengikuti perkembangan teknologi. Untuk menghasilkan SDM yang berkualitas sebagai modal dasar dalam pembangunan baik secara nasional

25 26

Sondang P Siagian. Kerangka dasar ilmu administrasi. Jakarta: Rineka Cipta 2002, hal.90 Sondang P Siagian. Kerangka dasar ilmu administrasi. Jakarta: Rineka Cipta 2002,

hal.91.

26

maupun regional menuju masyarakat industri, maka diperlukan proses pendidikan, baik formal maupun non formal. Hal ini sangat penting, karena kualitas pendidikan masih dijadikan indikator untuk mengukur kreatifitas SDM. Para pakar dibidang ekonomi mengakui bahwa kualifikasi dan kuantitas pendidikan turut berpengaruh terhadap ekonomi suatu negara. Hal senada juga dikemukakan H.A.R. Tilaar yaitu : Proses globalisasi tidak akan berjalan secara mekanistis. Pada akhirnya proses tersebut diciptakan dan dikendalikan oleh manusia. Oleh karena itu manusia harus dipersiapkan untuk menghayati dan menanggulangi serta melaksanakan proses tersebut agar terkendali. Disinilah tempat proses pendidikan untuk mempersiapkan manusia, mengantisipasi proses transformasi tersebut.27 Prasetyo Irawan, et.al. (2001) secara spesifik menyebutkan tujuan dan mengapa dilakukan pengembangan atau peningkatan kreatifitas pegawai sebagai berikut : Alasan 1. adanya pegawai baru Tujuan 1. memberi orientasi pekerjaan kepada pegawai baru 2. adanya peralatan kerja baru 2. mempersiapkan pegawai untuk menggunakan peralatan baru 3. adanya perubahan sistim 3. mempersiapkan pegawai bekerja dengan sistim yang baru

manajemen / administrasi birokrasi


27

H.A.R Tilaar, Pengembangan SDM Dalam Era Globalisasi, Jakarta : Gramedia Widyasarana Indonesia. 2003, hal.55

27

4. adanya

standar

kualitas

4. mempersiapkan

pegawai

kerja yang baru

agar mencapai standar kualitas yang baru

5. adanya

kebutuhan

untuk

5. menyegarkan (refresing),ilmu dan keterampilan yang dimiliki

menyegarkan ingatan 6. adanya penurunan hal kinerja pegawai 2) dalam

6. meningkatkan kualitas kinerja

Tujuan atau Sasaran Pengembangan Kreatifitas Pegawai Apabila ditetapkan suatu rencana pelatihan dan pengembangan

(training and development) dan pemilihan suatu metode pelatihan dan pengembangan yang tepat, tentu ada tujuan atau sasaran yang diharapkan dari pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia dimaksud. Secara umum tujuan tersebut adalah untuk menambah pengetahuan agar lebih luas dan lebih terampil. Henry Simamora mengatakan, bahwa Tujuan utama pelatihan secara luas dapat dikelompokkan ke dalam lima bidang, yaitu :28 Memutakhirkan keahlian para karyawan sejalan dengan

perkembangan teknologi. Mengurangi waktu belajar bagi karyawan baru untuk menjadi kompeten dalam pekerjaan. Membantu memecahkan permasalahan operasional. Mempersiapkan karyawan untuk promosi.
28

Henry Simamora, Manajemen Sumberdaya Manusia, Yogyakarta: Bagian Penerbitan STIE-YPKN, ed. Kesatu, cet. Pertama, 2000 , hal.74

28

Mengorientasikan karyawan terhadap organisasi. Dengan kata lain, program pelatihan dan pengembangan

dilaksanakan karena output dari program tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap tujuan atau sasaran organisasi. Secara implisit Edwin B. Flippo (2003:73) menyebutkan tiga hal yaitu : 1) Program-program pelatihan bagi non manajer untuk

mengembangkan keterampilan dalam melakukan suatu pekerjaan. 2) Program-program pelatihan dan pendidikan bagi para eksekutif untuk mengembangkan kemampuan manajemen. 3) Program-program yang dirancang untuk organisasi sebagai satu kesatuan.29 mengembangkan unit

c. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Peningkatan Kreatifitas Sumber Daya Manusia/ Pegawai Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan atau peningkatan kualitas sumberdaya manusia adalah hal-hal yang dapat mendorong atau menghambat pengembangan atau peningkatan kualitas sumberdaya manusia atau dapat disebut pendorong dan faktor penghambat pengembangan pegawai dapat dikemukakan sebagai berikut : Adapun hal-hal yang dapat mendorong pengembangan kreatifitas pegawai yaitu : 1) Adanya kebijaksanaan pimpinan organisasi untuk melaksanakan

pengembangan atau peningkatan kualitas.


29

Henry Simamora, Manajemen Sumberdaya Manusia, Yogyakarta: Bagian Penerbitan STIE-YPKN, ed. Kesatu, cet. Pertama, 2000 , hal.75.

29

2) Apabila dalam suatu organisasi sangat sedikit tersedia tenaga (pegawai) yang berpengalaman dan terampil. 3) Apabila ada promosi jabatan atau gaji yang lebih tinggi. 4) Apabila ada tujuan yang jelas dari suatu organisasi, maka untuk mencapai tujuan tersebut perlu ditanamkan kesamaan pola pikir, sedangkan pola pikir tersebut hanya dapat dicapai melalui suatu diklat sebagai sarana pengembangan pegawai. 5) Adanya suatu upaya untuk meningkatkan kualitas produk atau perfomance suatu organisasi. Sedangkan hal-hal yang dapat menghambat pengembangan kreatifitas pegawai adalah 1) Tidak adanya kebijaksanan pimpinan organsasi untuk melaksankan pengembangan pegawai. 2) Tidak ada promosi jabatan atau gaji yang lebih tinggi. 3) Tidak mempunyai tujuan yang jelas, sehingga tidak ada gambaran kerja yang akan dilaksanakan. 4) Tidak ada upaya dari pimpinan organisasi untuk meningkatkan kualitas produk atau perfomance organisasi. Manajer harus melihat atau mengetahui batasan wewenangnya. Seseorang pemimpin/manajer tanpa mengetahui dengan jelas batas wewenang yang dimilikinya tidak mungkin dapat memimpin atau mengatur dengan efektif.

30

1. Mengetahui batas kemampuan. Seorang pemimpin/manger harus mengetahui batas kemampuannya, misalnya mengemukakan apa yang dapat dilakukan dan fakta-faktanya. 2. Mampu melakukan dialog internal. Pemberdayaan seorang pegawai bukanlah suatu hal yang sederhana tetapi merupakan tanggung jawab formal yang luas jangkauannya. Untuk mencapai tanggung jawab yang luas tersebut tergantung atau ditentukan dari kemampuan pemimpin/manajer melakukan dialog secara internal. 3. Mampu membangun dialog internal secara positif. Membangun dialog internal secara positif dapat membawa keuntungan yang sangat potensial. Keuntungan dimaksud bukan hanya bermanfaat bagi pimpinan tetapi juga bagi pegawai untuk mendorong lebih cepat bertindak dalam bekerja. 4. Penerimaan atau penampilan yang menarik. Tidak seorangpun dapat termotivasi oleh sesuatu hal yang sama. Seseorang pegawai misalnya tekun untuk menghemat, yang lain lebih senang mengusulkan pemecahan masalah dalam suatu proposal, yang lain lagi lebih menekuni untuk mendorong melalui suatu ide yang dapat memperbaiki prestise. Semua motivasi pegawai tersebut bagi pemimpin/manajer harus tampil atau menerimanya dengan cara menarik.

D. Manajemen Perencanaan Kebutuhan Sarana dan Prasarana Dalam upaya memperlancar proses pekerjaan apalagi Organisasi yang bergerak dalam bidang penyewaan suatu barang, dibutuhkan berbagai peralatan kerja yang jumlah dan ragam sarana dan prasarana yang diperlukan

31

berbeda sesuai kebutuhan. Semua kebutuhan sarana dan prasarana yang diperlukan dicatat melalui pendataan yang selektif, sehingga tepat guna dan tepat pakai. Sehingga perencanaan dan penentuan kebutuhan sarana dan prasarana akan menjadi mudah. Apabila setiap unit kerja kebutuhan atas sarana dan prasarana yang diperlukan sudah ditetapkan, yang disusun dalam Daftar Susunan Personil dan Perlengkapan yang lazim disebut DSPP. Jika kebutuhan dan peralatan kerja untuk petugas operasional maupun unit usaha suatu perusahan telah disusun dan dirumuskan dengan mudah pengadaan kebutuhan segera direalisir. Taufik S. Kurniawan menyebutkan bahwa bagian terpenting dalam pengelolaan suatu proses pekerjaan dan pengendalian diperlukan sistem manajemen yang baik dan perencanaan yang optimal sehingga berbagai permasalahan yang timbul sekecil mungkin dapat dicegah. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain ialah: a. Perlunya tenaga kerja dengan segala kelengkapan lainnya untuk

mendukung pembinaannya.
b.

Tersedianya materiil (equipment) dengan aneka ragam kelengkapan

untuk mendukung pembinaannya.


c.

Tersedianya instalasi dan fasilitas dengan segala kelengkapannya

beserta kegiatan pemeliharaan dan sarana penunjangnya.30 Selain itu juga diperlukan tersedianya logistik yang diharapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan yang timbul, di tengah meningkatnya

30

Kurniawan, Taufik S. Petunjuk Teknis Penyusunan Daftar Inventaris Barang Milik dan Kekayaan Negara. (Jakarta: CV. Citra Utama, 1998), hal.21.

32

teknologi. Dengan kemungkinan timbulnya berbagai permasalahan itulah diperlukan dukungan manajemen dan administrasi materiil yang kompleks.31 Dalam hal tersebut perlu dilaksanakan kontrol dalam mengantisipasi perkembangan kebutuhan antara lain ditujukan bagi: 1) 2) 3) 4) 5) 6) pembinaan katalogisasi dan standarisasi perencanaan kebutuhan materiil pembinaan sistem distribusi pemberian pengarahan dalam pengadaan pemberian pengarahan dalam pemeliharaan, dan pemberian pengarahan dalam penentuan materiil serta

pertanggungjawaban administrasi. Dalam pelaksanaan distribusi dapat disimpulkan sebagai berikut: a) hampir setiap organisasi di dunia tidak terlepas dari kegiatan pengadaan dan penyediaan
b)

setiap kegiatan yang memerlukan material tergantung pada kebutuhan organisasi bersangkutan.32

Dalam pelaksanaan tugas suatu satuan kerja, perlu disusun suatu pedoman yang menyangkut keperluan dan kebutuhan barang-barang sebagai sarana penunjang operasional. Kebutuhan atas aneka ragam material atau barang tersebut, disusun berdasarkan kebutuhan yang menyangkut uraian tugas dan komposisi tenaga kerja yang dituangkan dalam Daftar Susunan Personal dan Peralatan (DSPP) seperti disebutkan dalam uraian di atas.

31

Slamet Soesanto, Administrasi kantor: manajemen dan aplikasi, (Jakarta: Djambatan 1999), hal.10-11. 32 Ibid.

33

Rencana kebutuhan material untuk melengkapi kebutuhan suatu organisasi atau satuan kerja lazimnya disebut initial issue. Selain itu setiap organisasi dari satuan unit kerja, memerlukan sekelompok material yang lazim disebut material pelengkap (secondary items) yang meliputi klasifikasi habis dipakai (expendable items) yang bersifat konsumtif. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka perlu direncanakan adanya keperluan untuk penggantinya (replacement). Sedangkan untuk membina supply level atau batas-batas persediaan, diperlukan jumlah stock replenishment atau penambahan persediaan. Selain itu harus juga dipahami bahwa suatu satuan kerja bila akan mengajukan permintaan barang (material) kepada atasan di atasnya perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Permintaan sarana dan prasarana harus sesuai dengan DSPP, yaitu sebagai akibat adanya mutasi personil dan perkembangan dalam organisasi.
b.

Disertai laporan adanya kerusakan atau kehilangan suatu barang yang memerlukan penggantinya.33

Dalam merumuskan dan menentukan kebutuhan barang-barang tersebut terutama yang tergolong pakai habis (expendable), dalam rangka mencukupi kebijaksanaan penyediaan, perlu kiranya diperhatikan azas selektif dan responsif. Selektif dalam kaitannya dengan jenis atau macamnya, dan responsif dalam kaitannya dengan jumlah atau besarnya kebutuhan jenis barang yang bersangkutan.34
33 34

Taufik Kurniawan, Op.Cit., hal.25. Moekijat, Administrasi Kantor. (Bandung: Alumni 1999), hal.97.

34

Selain itu perlu diperhatikan agar dalam menyusun rencana kebutuhan tersebut tidak terjadi perencanaan yang terlalu tinggi (over estimation) dan tidak pula perencanaan yang terlalu rendah (under estimation), yang berakibat akan mempengaruhi buruknya efisiensi dan Kreatifitas.

E. Pengertian Kreatifitas Kerja/ Kinerja yang diharapkan Kinerja adalah terjemahan dari "work performance" atau "job performance". Dalam beberapa kamus bahasa Inggris dijelaskan bahwa, "performance is the ability to perform; capacity to achieve a desired result". (Websters Third New International Dictionary, 1966). "The act of performing; execution; completion achievement" (New Practical Standard Dictionary, 1956). "The execution of accomplishment of work" (The Random House Dictionary of English Language, 1968).35 Hoy dan Miskel mengatakan bahwa "Performance = f (ability x motivation)".36 Kinerja adalah fungsi dari abilitas dan motivasi. Kreatifitas Kerja anggota-anggota suatu organisasi ditentukan oleh kemampuan dan motivasinya. Terdapat korelasi yang positif antara motivasi dengan penampilan kerja. Kreatifitas kerja dari karyawan atau staf sangat tergantung pada kemampuan dan motivasinya. Bila setiap karyawan atau staf mempunyai kemampuan dan motivasi kerja, maka hasilnya akan nampak pada penampilan kerjanya dalam bentuk produktivitas kerja.
35

H.A.R. Tilaar, Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Era Globalisasi. (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1999), hal.200. 36 Omar Hamalik, Pengembangan Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Bumi Aksara, 2000), hal.197.

35

Kinerja dapat dilihat dalam wujud kematangan kerja anggota-anggota suatu organisasi. Teori Ilmu Administrasi situasional dari Hersey dan Blanchard telah menempatkan faktor kematangan kerja (job maturity) para pengikut atau bawahan itu demikian penting sehingga sangat menetukan dalam memilih gaya Ilmu Administrasi mana yang paling efektif untuk suatu organisasi. Hersey dan Blanchard mengatakan "maturity not as age or emotional stability but as desire for achievement, willingness to accept responsibility, and task-related ability and experience".37 Kematangan merupakan kapasitas seseorang dalam merumuskan tujuan serta kemampuan untuk mencapai tujuan itu, kemauan dan kemampuan bertanggung jawab, berpendidikan dan berpengalaman sebagai individu atau kelompok. Secara umum, dikatakan oleh Achmad S. Ruky, yang dimaksud dengan Kinerja adalah perbandingan atau rasio output dan input. Penggunaan rasio ini perlu memperhatikan aspek staf (kualitas dan jumlahnya, aspek pimpinan kelompok) dan pembina, maupun aspek rumusan sasaran tenaga kerja yang harus dicapai di samping kapasitas mesin pengolahnya (teknologi).38 Konsep kreatifitas kerja dikembangkan untuk mengukur besarnya kemampuan menghasilkan nilai tambah atas komponen masuknya yang digunakan. Kinerja mengutarakan cara pemanfaatan secara baik terhadap sumber-sumber dalam memproduksi barang atau jasa.

37 38

James F. Stoner, Op.Cit. hal.486. Achmad S. Ruky, Sistem Manajemen Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia. (Jakarta: PT Gramedia, 2001), hal.10.

36

Kinerja yang meningkat, berarti performansi yang baik akan menjadi feedback bagi usaha atau memotivasi staf pada tahap berikutnya. Semakin besar kemampuan itu dibina semakin efektif pemanfaatan sumberdaya yang digunakan dan itu berarti akan dapat menekan besarnya biaya per unit. Secara makro berlaku konsep yang serupa. Untuk menghasilkan tingkat kinerja yang tinggi ada ketergantungan pada aspek teknologi yang dipakai di samping pada aspek keterampilan kualitas sumber daya yang digunakan. Dalam hubungan itu dapat dijumpai kaitan antara aspek kinerja dengan aspek keterampilan pelaksana dan prosesnya. Namun demikian secara makro kinerja tidak hanya dipengaruhi oleh keterampilan saja, melainkan juga oleh berbagai faktor lain termasuk lingkungan di mana kegiatan dilakukan. Sementara itu melalui lingkup pendekatan mikro, kinerja mempunyai hubungan yang lebih erat dengan prestasi yang optimal karena telah dirawat dan dijaga produktivitasnya. Tujuan dari peningkatan kinerja SDM ini adalah untuk meningkatkan efisiensi material, meminimalkan biaya per unit dan memaksimalkan output per jam kerja. Peningkatan kinerja SDM merupakan hal penting. Mengingat manusialah yang mengelola modal, sumber alam dan teknologi, sehingga dapat meperoleh keuntungan darinya. Kreatifitas Kerja merupakan suatu sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Indikator yang tepat digunakan sebagai kriteria manfaat dan

37

komponen-komponen pengukuran kinerja antara lain adalah peningkatan prestasi kerja, penurunan absensi dan perputaran (turn over) tenaga kerja. Sedangkan untuk mengukur kreatifitas kehidupan kerja dapat dilihat dari peningkatan kepuasan kerja dan penurunan stress. Faktor-faktor yang mempengaruhi kreatifitas kerja adalah: a. Manusia Faktor manusia mencakup beberapa aspek antara lain kuantitas, tingkat keahlian, latar belakang kebudayaan dan pendidikan, kemampuan sikap, minat, struktur pekerja, jenis kelamin. b. Modal Faktor modal meliputi aspek modal tetap, teknologi dan bahan baku. c. Faktor metode (proses) meliputi tata ruang tugas, penanganan bahan baku penolong dan mesin, perencanaan dan pengawasan produksi, pemeliharaan melalui pencegahan, teknologi yang memakai cara alternatif. d. Faktor produksi, meliputi kuantitas, kualitas ruangan produksi, struktur campuran, spesialisasi produksi. e. Faktor lingkungan organisasi (internal) meliputi organisasi dan

perencanaan, kebijaksanaan personalia, sistem manajemen, gaya Ilmu Administrasi, kondisi kerja, ukuran Organisasi, iklim kerja, sistem intensif. f. Faktor lingkungan negara (faktor eksternal) meneliti struktur sosial politik, struktur industri, perusahan, tujuan pengembangan jangka panjang. g. Faktor lingkungan internasional (regional) meliputi kondisi perdagangan dunia, masalah-masalah perdagangan internasional, kebijaksanaan migrasi

38

tenaga kerja. h. Umpan balik Umpan balik menunjukkan bagaimana masyarakat menilai kuantitas dan kualitas produksi beberapa banyak yang harus dibayarkan untuk masukanmasukan utamanya (tenaga kerja dan modal) di mana masyarakat menawarkan pada Organisasi. 39 Terdapat dua faktor penting yang berpengaruh terhadap menurunnya pertumbuhan produktivitas dan kinerja, yaitu faktor ekonomi dan faktor kelembagaan. Faktor ekonomi dalam hubungannya dengan performansi produktivitas, cenderung untuk menekankan pendekatan pada faktor-faktor ekonomi makro yang memberi konstribusi langsung pada pertumbuhan, faktor kelembagaan pendekatannya lebih mengkonsentrasikan pada perilaku, sikap dan motivasi di antara pelaku-pelaku ekonomi. Dengan pendekatan sistem, faktor yang dapat mempengaruhi kinerja staf dapat digolongkan pada tiga kelompok yaitu: a. Yang menyangkut kualitas dan kemampuan fisik Kualitas dan kemampuan staf dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, latihan, motivasi kerja, etos kerja, mental dan kemampuan fisik staf yang bersangkutan. Semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin tinggi pula tingkat kinerja. Latihan kerja melengkapi staf dengan keterampilan. Bagi para pemimpin organisasi, program dan

penyediaan fasilitas merupakan investasi berharga yang hasilnya dapat diperoleh kembali dalam bentuk peningkatan kinerja staf.
39

Bambang Tri Cahyono, Manajemen Sumber Daya Mnusia, (Jakarta: Badan Penerbit IPWI, 2002), hal.283-287.

39

b. Sarana Pendukung Sarana pendukung untuk meningkatkan kreatifitas kerja pegawai dapat dikelompokkan dalam dua golongan yaitu: 1) Menyangkut lingkungan kerja termasuk teknologi, sarana dan peralatan produksi yang digunakan, tingkat keselamatan kerja serta suasana dalam lingkungan kerja itu sendiri. 2) menyangkut kesejahteraan staf yang tercermin dalam sistem pengupahan dan jaminan sosial, serta jaminan kelangsungan kerja. Peningkatan kinerja mustahil berhasil jika hanya dilancarkan dalam bidang-bidang tertentu saja. Masalah kinerja merupakan masalah sistem dalam arti tertentu, karena ada banyak segi dari pekerjaan dan kegiatan organisasi yang mempunyai dampak terhadap kreatifitas kerja pegawai. Faktor pertumbuhan kinerja yang sangat penting adalah material dan tenaga kerja. Meningkatkan kinerja juga tergantung pada pemilihan bahanbahan maupun pendayagunaan secara optimal. Dalam bidang tenaga kerja peningkatan kinerja diupayakan bahwa salah satu arena potensial tertinggi dalam peningkatan kinerja adalah mengurangi jam kerja yang tidak produktif, lamanya staf bekerja dan proporsi menempatkan waktu yang produktif sangat tergantung pada cara pengaturan, latihan, administrasi dan manajemennya.

40

BAB III GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

A. Gambaran Umum Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon Kecamatan Karangwareng merupakan sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Cirebon. Dengan kedaan iklim yang tropis dan mempunyai banyak lahan yang luas seperti Kecamatan yang berada di lingkungan Kabupaten Cirebon, maka keadaan geografis semacam ini dimanfaatkan oleh penduduk atau warga di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon dengan bercocok tanam baik mengolah hasil kebun yang produktif maupun bertani kendati ada beberapa lainnya yang mempunyai mata pencaharian sebagai Guru, PNS, mapun berdagang dan pekerja lepas. Kualitas Sumber Daya alam di lingkungan Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon memang sangat baik dan potensial kendati belum sepenuhnya dimanfaatkan secara produktif tetapi dirasakan baik pembangunan maupun penggalaan sumbangsih dari pemerintah memang cukup membantu dalam hal penataan wilayah maupun pembangunan fisik dan material seperti adanya program P2KP, Pronangkis (Program Penanggulangan Kemiskinan), Program Paket maupun program pemerintah dalam hal bantuan lainnya. Oleh sebab itu peran Kecamatan Karangwareng dirasakan sangat penting dalam hal ini Camat selaku pimpinan Wilayah Kecamatan terus berusaha Pro Aktif dalam mewujudkan programnya kepada tujuan organisasi yang telah direncanakan demi terwujudnya sistem pemerintahan yang baik.

41

A. Stuktur Organisasi Sesuai dengan Peraturan 42 Pemerintah No. 8 Tahun 2003 tentang

Pedoman Organisasi Perangkat Daerah, bahwa camat adalah perangkat daerah yang memimpin wilayah kecamatan dan bertugas membantu Bupati/Walikota. dengan ketentuan yang berlaku dan dalam pelaksanaan kewenangannya camat bertanggung jawab kepada Bupati/Walikota melalui Sekretaris Daerah. Adapun struktur organisasi Kecamatan Karangwareng, sebagaimana dalam gambar berikut. Gambar : 1 Struktur Organisasi Kecamatan Karangwareng

CAMAT

Kel Jabatan Fungsional

SEKMAT

KASI PEM

KASI EKBANG

KASI TRATIB

KASI KESRA

KASI YANUM

Desa Sumber : Kecamatan Karangwareng, 2007 Keterangan : Garis Hubungan Operasional

Kelurahan esa

_____________

42

Garis Hubungan Koordinasi & Fasilitasi ........................... B. Tugas dan Fungsi Uraian Tugas Camat, Sekretariat Kecamatan Dan Seksi-Seksi Pada Pemerintah Kecamatan Di Lingkungan Kecamatan Karangwareng a. Bahwa dengan telah berlakunya Keputusan Bupati Cirebon tentang Organisasi dan tata Kerja Pemerintahan Kecamatan pada Daerah Kabupaten Cirebon, maka perlu diatur lebih lanjut Uraian Tugas camat, Sekretariat Kecamatan dan seksi-seksi pada Pemerintahan Kecamatan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Cirebon, sebagai pedoman

pelaksanaan tugas; b. Bahwa untuk maksud sebagaimana huruf a diatas, perlu ditetapkan dengan Keputusan Bupati. 1. Undang-undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerahdaerah Kabupaten/Kota dalam Lingkungan Propinsi Jawa Barat (Berita Negara Tahun 1950); 2. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004, Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437); 3. Undangundang Nomor 33 Tahun 2004, tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 4438);

43

4. Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999, tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 3890); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000, tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 3952); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003, tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah; Susunan Organisasi Kecamatan Karangwareng, terdiri : a. Camat; b. Sekretariat Kecamatan; c. Seksi Pemerintahan; d. Seksi Ketentraman dan Ketertiban; e. Seksi Ekonomi dan Pembangunan; f. Seksi Kesejahteraan sosial; g. Seksi Pelayanan Umum; h. Kelompok Jabatan Fungsional. 1. Camat Tugas pokok Camat adalah untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini, Camat mempunyai uraian tugas :

44

a.Membantu Bupati dalam melaksanakan tugas dibidang penyelenggaraan tugas dibidang penyelenggaraan pemerintahan ,pembangunan dan kehidupan kemasyarakatan di Kecamatan; b.Mengelola rencana dan program kerja Kecamatan sebagai pedoman pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah; c.Menetapkan rencana dan program kerja kecamatan sesuai dengan kebutuhan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku; d.Melaksanakan pengelolaan kegiatan kecamatan; e.Memberikan saran, pertimbangan dan rekomendasi mengenai situasi perkembangan kecamatan sebagai bahan penetapan kebijakan umum daerah; f. Menyelenggarakan koordinasi dan kerja sama dengan instansi pemerintah, swasta dan lembaga terkait lainnya untuk kelancaran pelaksanaan tugas; g.Melakukan evaluasi terhadap seluruh pelaksanaan kegiatan untuk bahan perbaikan kedepan, sesuai kebutuhan dan ketentuan Perundangundangan yang berlaku; h.Melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan sebagai bahan informasi dan pertanggung jawaban kepada Bupati; i. Melaksakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh Bupati. 2. Sekretaris Kecamatan Tugas pokok dan fungsi, Sekretariat Kecamatan adalah untuk

melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini, Sekretarita kecamatan mempunyai uraian tugas sebagai berikut :

45

a. Menyusun rencana dan program kerja tahunan Sekretariat kecamatan; b.Mempersiapkan pedoman dan petunjuk pelaksanaan kegiatan ketata usahaan meliputi ; urusan umum, program, pelaporan, keuangan dan kepegawaian. c. Melakukan pelayanan ketatausahaan pada seksi-seksi di lingkungan kecamatan; d.Melakukan urusan surat menyurat , kearsipan, dokumentasi, kehumasan dan protokoler; e. Melaksanakan urusan rumah tangga kantor meliputi; K3 dan perlengkapan kebutuhan kantor; f. Mengurus perpustakaan kantor; g.Mempersiapkan usul perubahan status CPNS menjadi PNS, kenaikan pangkat dan cuti pegawai; h.Melakukan registrasi kearsipan pegawai; i. Mempersiapkan peserta pra jabatan, diklat struktural dan fungsional serta ujian dinas; j. Melaksanakan penyusunan anggaran; k.Melaksanakan pengelolaan keuangan meliputi; penerimaan,

pengeluaran, pertanggung jawaban dan pembukuan; l. Melaksanakan pembayaran biaya perjalanan dinas; m. Melaksanakan pembayaran listrik, telepon dan air; n.Mewakili Camat apabila Camat berhalangan melaksanakan tugasnya; o.Melaksanakan evaluasi kegiatan kecamatan; p.Melaksanakan penyusunan kegiatan kecamatan;

46

q.Melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh Camat. 3. Seksi Pemerintahan Tugas Pokok dan Fungsi Seksi Pemerintahan adalah untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (1) Pasal ini, Seksi Pemerintahan mempunyai uraian tugas sebagai berikut : a. menyusun rencana dan program kerja tahunan seksi pemerintahan; b. menyediakan peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis,

pedoman dan petunjuk teknis serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan urusan pemerintahan sebagai pedoman serta landasan kerja; c. mengumpulkan, mengolah serta evaluasi data yang berhubungan dengan kegiatan pemerintahan; d. melaksanakan identifikasi permasalahan yang dihadapi dalam

mengelola Seksi Pemerintahan dan mencari petunjuk pemecahannya; e. melaksanakan evaluasi kegiatan Seksi Pemerintahan; f. menyusun laporan kegiatan Seksi Pemerintahan; g. pembinaan ideologi negara, kesatuan bangsa dan kemasyarakatan; h. memfasilitasi kegiatan yang berhubungan dengan penyelenggaraan pemilihan umum sesuai dengan ketentuan umum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku; i. menciptakan ketahanan nasional dan pengawasan atas kegiatan organisasi untuk kepentingan asing; j. pelaksanaan pengambilan sumpah / janji dan pelantikan Kepala Desa , Pimpinan dan Anggota Badan Permusyawarahan Desa (BPD);

47

k. melakukan penilaian atas laporan pertanggung jawaban Kepala Desa; l. fasilitas penataan desa / kelurahan; m. fasilitas penyusunan peraturan desa; n. penyelenggaraan lomba / penilaian desa / kelurahan tingkat kecamatan; o. pelaksanaan inventarisasi asset daerah atau kekayaan daerah lainnya yang ada di wilayah kerja kecamatan; p. mempersiapkan pertimbangan pengangkatan Kepala Kelurahan; q. pembinaan terhadap panitia pencalonan dan pelaksanaan pemilihan calon Kepala Desa; r. fasilitas penyelenggaraan kerjasama antar desa dan penyelesaian terhadap perselisihan sengketa yang terjadi di desa / kelurahan; s. pembinaan dan penyelesaian sengketa batas antar desa / kelurahan; t. pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pembinaan kelurahan; u. penyelenggaraan bidang pertahanan, pencataan dan pendaftaran hakhak atas tanah serta memberikan rekomendasi mutasi hak atas tanah; v. penyusunan nama-nama geografi (jalan, batas wilayah); w. pembinaan dan bimbingan teknis penyusunan data dasar monografi kelurahan / desa; x. pengusulan penetapan batas wilayah kecamatan dan kelurahan / desa; y. pengusulan penetapan pemekaran kelurahan / desa dan rekomendasi untuk penetapan perubahan kelurahan / desa; z. mempersiapkan rekomendasi pengangkatan anggota BPD; aa.penyiapan pelantikan anggota BPD; bb. penyiapan rekomendasi penetapan pjs Kepala Desa;

48

cc.penyiapan rekomendasi pengangkatan perangkat desa; dd. penyiapan penilaian terhadap kinerja Skretariat Desa; ee.penyiapan rekomendasi laporean pertanggungjawaban Kepala Desa; ff. penyiapan rekomendasi pembentukan panitia Kepala Desa; gg. penyiapan penilaian terhadap peraturan desa dan keputusan Kepala Desa; hh. penyiapan rekomendasi tukar menukar (ruslak sewa, gade, pinjam pakai asset milik desa atau asset milik pemerintah kabupaten yang ada di desa; ii. penyiapan rekomendasi pemekaran / penghapusan desa, dusun, Rw dan Rt; jj. pengawasan atas tanah-tanah negara dan tanah asset pemerintah daerah di wilayah kerja kecamatan; kk. pembantuan terhadap pelaksanaan pembebasan tanah milik dan pelepasan hak yang akan dipergunakan untuk kepentingan

pembangunan serta peralihan status tanah dari tanah negara menjadi hak milik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku; ll. pembantuan dalam hal penetapan peruntukan, proses pengalihan dan perubahan status tanah kekayaan desa yang berubah menjadi kelurahan; mm. pelaksanaan monitoring dan inventarisasi setiap kegiatan yang

berkaitan dengan penggunaan tanah terlantar, tanah negara bebas dan tanah timbul di wilayah kerjanya sebagai bahan masukan kepada Kepala Desa;

49

nn. mewakili

Camat

apabila,

Camat

dan

sekretaris

Kecamatan

berhalangan melaksanakan tugasnya; oo. melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh Camat. 4. Seksi Ketentraman dan Ketertiban Tugas pokok dan fungsi seksi ketenteraman dan ketertiban adalah untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini,, seksi ketentraman dan ketertiban mempunyai uraian tugas : a. menyusun rencana dan program kerja tahunan Seksi Ketentraman dan Ketertiban; b. menyediakan peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis,

pedoman dan petunjuk teknis serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan ketentraman dan ketertiban sebagai pedoman serta landasan kerja; c. mengumpulkan, menghimpun dan mengolah data serta informasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas ketentraman dan ketertiban; d. menyiapkan bahan penyusunan kebijakan, pedoman dan petunjuk teknis penyelenggaraan pengawasan, pengendalian dan pembinaan serta bantuan teknis pelaksanaan bidang ketentraman dan ketertiban; e. menyiapkan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis di bidang ketentraman dan ketertiban; f. melaksanakan evaluasi pelaksanaan ketentraman dan ketertiban;

g. pembinaan ketentraman dan ketertiban; h. membantu pendataan penggunaan alat pemadam kebakaran pada semua jenis unit bangunan;

50

i. j.

pembentukan Satuan Relawan Kebakaran (SATLAKAR); pembinaan Pedagang Kaki Lima (PKL), becak dan ojek;

k. pemberian ijin keramaian umum dan pertunjukan; l. fasilitas komunikasi Ormas dan Parpol dalam rangka kesatuan bangsa; m. penertiban pemasangan spanduk, billboard, pamlet dan selebaran yang bersifat sosial dan komersial; n. fasilitas penyelenggaraan operasi penegakan ketentraman dan ketertiban umum; o. pelayanan penerbitan surat keterangan serba guna; p. pelayanan penerbitan surat keterangan kelakuan baik; q. pengawasan dan penegakan peraturan daerah; r. pelaksanaan koordinasi dan pembinaan Satuan Polisi Pamong Praja dan perlindungan masyarakat; s. t. penyiapan rekomendasi HO / ijin gangguan; sosialisasi peraturan perundang-undangan dari produk hukum daerah;

u. pengawasan rambu-rambu lalu lintas di lingkungan jalan pemukiman dan jalan umum; v. penetapan pangkalan operasi kendaraan bermotor (Ojeg) sebagai kendaraan penumpang / umum perintis dan kendaraan tidak bermotor di wilayah kerjannya; w. pengelolaan penyelenggaraan perparkiran di jalan dan tempat umum pada kegiatan-kegiatan tertentu;

51

x. persiapan pemberian ijin tempat-tempat parkir yang menggunakan garasi dan disewakan; y. pengusutan dan pembongkaran pelanggaran ijin bangunan; z. menyusun laporan seksi ketentraman dan ketertiban serta

mempersiapkan bahan penyusunan laporan Camat; aa. mewakili Camat apabila, Camat dan Sekretaris Kecamatan

berhalangan dalam menjalankan tugasnya; bb. melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh Camat. 5. Seksi Ekonomi dan Pembangunan Tugas Pokok dan fungsi Seksi Ekonomi dan Pembangunan adalah untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini, Seksi Ekonomi dan Pembangunan mempunyai uraian tugas : a.menyusun rencana dan program kerja tahunan Seksi Ekonomi dan Pembangunan; b. menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan,

kebijaksanaan teknis, petunjuk teknis dan bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan urusan ekonomi dan pembangunan sebagai pedoman dan landasan kerja; c.menghimpun data dan informasi darana dan prasarana ekonomi dan pembangunan; d. menginventarisir permasalahan - permasalahan yang berhubungan dengan ekonomi dan pembangunan; e.menyelenggarakan pengelolaan sarana dan prasarana ekonomi dan pembangunan;

52

f. mempersiapkan perumusan kebijaksanaan pengembangan ekonomi dan pembangunan; g. menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja terkait; h. melakukan evaluasi pelaksanaan pengelolaan ekonomi dan

pembangunan; i. fasilitasi pembangunan di bidang prasarana desa / kelurahan dan pengembangan perekonomian desa / kelurahan; j. pengkoordinasian, pembinaan dan pengawasan serta pelaporan langkah-langkah penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan; k. pembinaan dan pengembangan serta pemantauan terhadap

perkembangan perindustrian dan perdagangan, pertambangan dan energi, perkoperasian, UMK, dan golongan ekonomi lemah; l. pengkoordinasian program peningkatan produksi pertanian,

perkebunan, perikanan dan kelautan; m. pengawasan penyaluran dan pengembalian kredit dalam rangka menunjang keberhasilan program peningkatan produksi pertanian; n. pelaksanaan pencegahan atas pengembalian sumber daya alam tanpa ijin dan dapat mengganggu serta membahayakan makhluk hidup; o. pengawasan perijinan terhadap suatu usaha atau kegiatan diwilayah kerjanya; p. pembinaan usaha ekonomi desa dan masyarakat; q. pengkoordinasian pelaksanaan pembangunan swadaya syarakat;

53

r.

pemeliharaan dan rehab drainase dan trotoar di lingkungan, pemukiman dan pedesaan;

s. pengawasan dan pembangunan drainase dan trotoar otonom; t. pengawasan dan pengendalian penggalian jalan trotoar pada jalan umum dan jalan lingkungan yang dilaksanakan oleh instansi pengelola utilitas (PDAM, Listrik, dan Telkom); u. pengawasan dan pengendalian pembangunan sarana pemerintah; v. penyiapan pemberian ijin jalan masuk pekarangan termasuk jalan masuk rumah-rumah non komersial di komplek perumahan / pemukiman; w. penyiapan program imbal swadaya masyarakat; x. pendataan dan pembinaan pedagang yang memperoleh legalisasi dengan menggunakan lahan milik pemerintah; y. pendataan dan penomoran bangunan; z.penyiapan rekomendasi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB); aa. penyiapan rekomendasi ijin usaha bidang peternakan, perikanan dan pertanian; bb. pendataan dan pendaftaran usaha kecil; cc. pendataan harga pasar peternakan, perikanan dan pertanian; dd. penyiapan rekomendasi ijin usaha sarang burung walet dan pemotongan hewan; ee. pendataan dan pengawasan perusahaan yang sudah maupun belum mempunyai alat pengendalian dampak lingkungan;

54

ff. penyuluhan, pengawasan dan pengkoordinasian pengelolaan sampah serta penyiapan ijin tempat pembuangan sampah; gg. mewakili Camat apabilaCamat dan Sekretaris Kecamatan berhalangan dalam menjalankan tugasnya; hh. melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh Camat. 6. Seksi Kesejahteraan Sosial Tugas Pokok dan fungsi Seksi Kesejahteraan Sosial adalah untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini. a. menyusun rencana dan program kerja tahunan Seksi Kesejahteraan sosial b. menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan,

kebijaksanaan teknis, petunjuk teknis dan bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan urusan kesejahteraan sosial sebagai pedoman dan landasan kerja; c. menghimpun data dan informasi sarana dan prasarana kesejahteraan sosial; d. menginventarisir permasalahan-permasalahan yang berhubungan

dengan kesejahteraan sosial; e. menyelenggarakan pengelolaan sarana dan prasarana kesejahteraan sosial; f. mempersiapkan perumusan kebijaksanaan pengembangan kesejahteraan sosial; g. pembinaan dan pengembangan ketenagakerjaan dan perburuhan;

55

h. pembinaan kegiatan pemberdayaan masyarakat; i. fasilitasi kegiatan organisasi sosial / kemasyarakatan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM); j. pembinaan lembaga adat; k. pencegahan dan penanggulangan bencana alam dan pengungsi; l. penanggulangan masalah sosial; m. penyiapan pemberian ijin dan pengawasan pengumpulan uang dan atau barang untuk bantuan sosial; n. pasilitasi pelaksanaan pemantauan daerah rawan bencana; o. penyiapan rekomendasi dan pengawasan ijinpendaftaran swadaya masyarakat yang bergerak di bidang sosial; p. pelayanan penerbitan surat keterangan tidak mampu; q. pembinaan dan pengawasan kegiatan program kesehatan masyarakat; r. fasilitasi penyelenggaraan sarana dan pelayanan kesehatan, keluarga berencana, pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan obat terlarang; s. pembinaan Usaha Kesehatan yang bersumber Daya Masyarakat (UKDM); t. pembinaan Puskesmas dan pemberian ijin sarana kesehatan dasar swasta; u. pasilitasi penyelenggaraan taman kanak-kanak dan pendidikan dasar; v. pembinaan dan pengawasanprogram pendidikan, generasi muda, keolahragaan, kebudayaan, kepramukaan serta peranan wanita; w. pelaksanaan penyuluhan wajib belajar;

56

x. penyelenggaraan administrasi pendirian dan penutupan sekolah, peningkatan peran serta masyarakat dibidang pendidikan; y. pasilitasi perencanaan dan pelaksanaan pengadaan pendistribusian, pendayagunaan dan perawatan sarana / prasarana pendidikan; z. fasilitasi pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah Kepala Sekolah Dasar Negeri dan Madrasah Ibtidaiyah; aa. penyiapan rekomendasi pendirian SD / MI, SLTP dan SLTA Swasta serta pemberian ijin penyelenggaraan PADU / Taman Bermain Anak; bb. monitoring pelaksanaan UMR, proses pra penetapan tenaga kerja dan pengawasan penyaluran tenaga kerja; cc. menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja terkait; dd. mewakili Camat apabila Camat dan Sekretaris Kecamatan

berhalangan dalam menjalankan tugasnya; ee. melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh Camat. 7. Seksi Pelayanan Umum Tugas Pokok dan fungsi Seksi Pelayanan Umum adalah untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini, Seksi Kependudukan mempunyai uraian tugas : a. menyusun rencana dan program kerja tahunan Seksi Pelayanan umum b. menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan,

kebijaksanaan teknis, petunjuk teknis dan bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan urusan kependudukan sebagai pedoman dan landasan kerja; c. menghimpun data dan informasi sarana dan prasarana kependudukan;

57

d. menginventarisir

permasalahan-permasalahan

yang

berhubungan

dengan kependudukan; e. menyelenggarakan pengelolaan sarana dan prasarana kependudukan; f. mempersiapkan kependudukan; g. pelayanan penyelenggaraan administrasi dan pendaftaran penduduk; h. pelayanan penerbitan Kartu Keluarga (KK); i. pelayanan penerbitan Kartu Tanda Penduduk (KTP). perumusan kebijaksanaan pengembangan

58

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian Tentang Pelaksanaan Ilmu Administrasi Dalam mengidentifikasikan dan menentukan hasil Penelitian tentang Peranan Ilmu Administrasi yang dilaksanakan oleh Camat dalam upaya mencapai Kreatifitas Kerja Pegawai di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon , maka Penulis menggunakan beberapa teknik pembobotan terhadap kuesioner dengan menggunakan skala likert dengan 4 (empat) kategori jawaban untuk setup pertanyaan yang diajukan kepada respondent' - Apabila jawabannya a diberi nilai 1 - Apabda jawabannya b diberi nilai 2 - Apabila jawabannya c diberi nilai 3 - Apabila jawabannya d diberi nilai 4 Langkah awal penulis sebelum dilakukan perhitungan terhadap penilaian data dari data primer, terlebih dahulu dilakukan penghitungan jumlah kelas dan interval kelas. Tujuan dilakukannya perhitungan jumlah kelas sebagai alat bantu untuk menyajikan data, khususnya untuk mengetahui penilaian apakah penerapan Ilmu Administrasi yang dilakukan Camat dalam upaya mencapai Kreatifitas Kerja Pegawai di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon memiliki kualitas baik, kurang baik, Cukup Baik atau tidak baik Perhitungan ini :

58

59

60

Dari hasil data primer variabel Penerapan Ilmu Administrasi yang berhasil dikumpulkan , dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 3 Daftar Nilai Kuisioner Variabel X (Penerapan Ilmu Administrasi) RESPONDEN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 1 2 2 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 2 4 3 4 4 4 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 4 3 4 3 DAFTAR PERTANYAAN 3 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3 4 5 6 3 4 4 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 RATA-RATA 7 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 8 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 2 3 3 4 3 4 3 4 3 9 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 10 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 RATAJUMLAH 33 32 32 37 34 34 34 36 36 31 32 34 32 37 32 37 35 34 35 34.05 RATA 3.3 3.2 3.2 3.7 3.4 3.4 3.4 3.6 3.6 3.1 3.2 3.4 3.2 3.7 3.2 3.7 3.5 3.4 3.44 3.40

61

Sumber : Data Primer (Penerapan Ilmu Administrasi) Sesuai dengan perhitungan data diatas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa Penerapan Ilmu Administrasi, menurut hasil quisioner dari responden saat ini adalah rata-rata sebesar 3.40 atau dapat diidentifikasi " Cukup Baik ". Berdasarkan hasil yang diperoleh tersebut, maka dapat diidentifikasikan bahwa Penerapan Ilmu Administrasi dalam melaksanakan pemerintahannya sejauh ini cukup Baik, Camat Karangwareng selalu memberikan instruksi yang bersifat membangun, bertanggung jawab dan pro aktif dalam segala macam bentuk kegiatan. Camat Karangwareng merupakan sebuah figur pemimpin yang dapat mengerti aspirasi bawahan, dan sejauh ini gaya Ilmu Administrasinya cukup disukai oleh bawahan dan mampu mengkondisikan ruang lingkup kerja yang lebih baik.

Gambar 2 Daftar Nilai Kuisioner Variabel X (Penerapan Ilmu Administrasi)

45 40 35 30 25 20 15 10 5 0
2 4 6 8 10 12 14 16 18 ARA TA

RATA-RATA JUMLAH

RA T

62

40 35 30 25 20 15 10 5 0 2 4 6 8 10 14 JU M L A H 18 RATA-RATA 12 JU M L A H R A TA -R A TA

16

63

B. Hasil Penelitian Tentang Kreatifitas Kerja Pegawai Kecamatan 2. (Kinerja Pegawai) Karangwareng Kabupaten Cirebon

64

Tabel 3 Daftar Nilai Kuisioner Variabel Y (Kreatifitas Kerja Pegawai Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon) RATA8 3 4 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 3 4 9 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 10 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 JUMLAH 34 33 33 35 35 33 34 34 37 35 36 36 36 37 35 34 37 34 34 34.84 RATA 3.4 3.3 3.3 3.5 3.5 3.3 3.4 3.4 3.7 3.5 3.6 3.6 3.6 3.7 3.5 3.4 3.7 3.4 3.44 3.49

DAFTAR PERTANYAAN RESPONDEN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 1 3 2 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 5 6 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 4 3 4 3 3 3 RATA-RATA 7 4 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 4

Sesuai dengan data hasil penelitian tentang variabel Kreatifitas Kerja Pegawai Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon adalah sebagai berikut:

65

Berdasarkan Pendapat dari 19 Responden mendapatkan hasil rata-rata sebesar 3.49 atau dapat diidentifikasikan bahwa Kreatifitas Kerja Pegawai Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon Baik. Gambar 3 Daftar Nilai Kuisioner Variabel Y (Kreatifitas Kerja Pegawai)
40 35 30 25 20 15 10 5 0 3 6 9 12 15 18 JUMLAH RATA-RATA

C. Analisa Uji Korelasi Variabel X (Penerapan Ilmu Administrasi) terhadap Variabel Y (Kreatifitas Kerja Pegawai) Cara penulis dalam menguji hipotesis, dalam penelitian ini menggunakan anlisis koefesien Korelasi (r) dengan rumus product moment, yaitu teknik perhitungan data untuk mengetahui hubungan antara Variabel X (penerapan Ilmu Administrasi) dan Variabel Y (Kreatifitas Kerja Pegawai) Tabel 5 Daftar Analisa Uji Korelasi Variabel X dan Variabel Y ( Penerapan Ilmu Administrasi Terhadap Kreatifitas Kerja Pegawai) RESPONDEN X Y X2 Y2 XY 1 2 33 32 34 33 1089 1024 1156 1089 1122 1056

66

3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Diketahui :

32 37 34 34 34 36 36 31 32 34 32 37 32 37 35 34 35 647 fX = 647 fY = 662

33 35 35 33 34 34 37 35 36 36 36 37 35 34 37 34 34 662

1024 1369 1156 1156 1156 1296 1296 961 1024 1156 1024 1369 1024 1369 1225 1156 1225 22099

1089 1225 1225 1089 1156 1156 1369 1225 1296 1296 1296 1369 1225 1156 1369 1156 1156 23098

1056 1295 1190 1122 1156 1224 1332 1085 1152 1224 1152 1369 1120 1258 1295 1156 1190 22554

fX2 = 22099 fXY = 22554 fY2 = 23098 n = 19

r XY

= n. XY ( X) ( Y) n.( X 2) - .( X 2) (n. Y2)- ( Y 2)

r XY

= 19 x 22554 (647) (662) 19x (647) 2 - .( 647)2 (19x (662)2 - (662) 2

r XY

= 428526 - 428314 19 x 418609 - .( 418609) (19x (438244) - (438244)

r XY

= 212

67

(7953571 418609 ) (8326636 - 438244) r XY = 212 (7534962 ) (7888392) r XY = 212 594387 r XY = 212 770.96 r XY = 0. 27 Tabel 6 Keterangan Product Moment

68

Berdasarkan perhitungan koefesien Korelasi (r) dengan rumus product moment, yaitu teknik perhitungan data untuk mengetahui hubungan antara Variabel X (Ilmu Administrasi) dan Variabel Y (Kreatifitas Kerja Pegawai) dan menghasilkan angka 0.27 atau dapat di identifikasi kan bahwa hubungannya lemah.

3000 2500 2000 1500 1000 500 0

Gambar 4 Daftar Analisa Uji Korelasi Variabel X dan Variabel Y (Pelaksanaan Ilmu Administrasi Terhadap Peningkatan Kreatifitas Kerja Pegawai)

V A R IA B E L Y V A R IA B E L X R E S P O N D E N

1 3 5 7 9 1 11 31 51 71 9

69

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dari perhitungan data statistika dari Penerapan Ilmu Administrasi yang dilaksanakan oleh Camat dalam upaya meningkatkan Kreatifitas Kerja Pegawai di Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon, maka penulis dapat memberikan beberapa kesimpulan antara lain : a. Penerapan Ilmu Administrasi yang dilakukan Camat

Karangwareng menurut hasil quisioner dari 19 responden saat ini adalah rata-rata sebesar 3.40 atau dapat diidentifikasi " Cukup Baik". b. Kreatifitas Kerja Pegawai Kecamatan Karangwareng

Kabupaten Cirebon dari 19 Responden mendapatkan hasil rata-rata sebesar 3.49 atau dapat diidentifikasikan bahwa Kreatifitas Kerja Pegawai di Kantor Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon Baik. c. Berdasarkan perhitungan koefesien Korelasi (r) dengan rumus

70

product moment, yaitu teknik perhitungan data untuk mengetahui pengaruh hubungan antara Variabel X (Penerapan Ilmu Administrasi) dan Variabel Y (Kreatifitas Kerja Pegawai) dan menghasilkan angka 0.27 atau dapat di identifikasi kan bahwa hubungannya lemah. d. Solusi yang bisa penulis kemukakan adalah diharapkan Camat

mampu lebih menguasai dan menerapkan ilmu administrasi dan mjempunyai daya nalar dan kreatifitas untuk lebih bersikap pro aktif dan 70 profesiona dalam hal penerapannya, selain itu sistem pendekatan kekeluargaan antar bawahan dan atasan harus mampu tercipta dengan baik.

B. Saran Saran yang bisa penulis sampaikan sebagai bahan masukan kepada Camat Karangwareng untuk dapat meningkatkan Kreatifitas Kerja Pegawai di Kantor Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon, yaitu a. Camat Karangwareng agar lebih memahami figur seorang pemimpin dan memberikan contoh yang baik kepada para bawahannya. b. Ketika dirasa dengan penerapan figur Ilmu Administrasi saja kurang begitu efektif dalam meningkatkan Kreatifitas Kerja Pegawai maka Camat Karangwareng harus mampu melakukan terobosan inovasi lain guna lebih meningkatkan Kreatifitas Kerja Pegawai di Kantor Kecamatan

Karangwareng Kabupaten Cirebon.

71

PENERAPAN ILMU ADMINISTRASI TERHADAP PENINGKATAN KREATIFITAS KERJA PEGAWAI DI KECAMATAN KARANGWARENG KABUPATEN CIREBON

Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat-syarat Guna Mendapatkan Gelar Sarjana Strata Satu (SI) Jurusan Ilmu Administrasi Negara

Oleh :

72

NENDI SUPRIATNA NPM. 06.014.068

SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI KAWULA INDONESIA STIAKIN JAKARTA 2008

SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI KAWULA INDONESIA (STAKIN) LEMBAR PERSETUJUAN Nama NPM Program Studi Jurusan Konsentrasi Judul : NENDI SUPRIATNA : 06.014.068 : Strata Satu (S1) : Ilmu Administrasi Negara : Administrasi Pemerintahan :

PENERAPAN ILMU ADMINISTRASI TERHADAP PENINGKATAN KREATIFITAS KERJA PEGAWAI DI KECAMATAN KARANGWARENG KABUPATEN CIREBON

Penguji I Penguji II Penguji III

: ..................................... : ..................................... : ....................................

............................. .............................. .............................

Pembimbing Materi

Pembimbing Teknis

73

(_______________________)

(________________________)

LEMBAR PENGESAHAN i Telah dipertahankan dan disyahkan di hadapan Sidang Penguji Skripsi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Kawula Indonesia, Program Strata Satu (S1) Ilmu Administrasi Negara di Jakarta. Hari Tanggal Panitia Penguji : 1. 2. 3. 4. 5. SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI KAWULA INDONESIA Ketua, : :

74

Roy BB Janis, SH.

KATA PENGANTAR ii Segala puja dan puji kami panjatkan kepada Allah SWT Tuhan YME, yang telah melimpahkan berbagai karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini, walaupun dalam bentuk sederhana dan masih jauh dari kesempurnaan, baik isi maupun cakupannya. Penyusunan skripsi ini tidak lain merupakan tugas dan kewajiban yang diberikan kepada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Kawula Indonesia (STIAKIN) Jakarta, yang akan diajukan dalam memenuhi salah satu syarat Akademik dalam menempuh ujian Sarjana (S1) jurusan Negara, Konsentrasi Ilmu Administrasi Pemerintahan. Harapan penulis kiranya para pemerhati berkenan memberikan saran dan kritik yang baik untuk penyempurnaan penyusunan skripsi ini. Akhirnya dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada : 1. Bapak Roy BB Janis, SH , sebagai Ketua Yayasan merangkap Ketua STIAKIN Jakarta. Ilmu Administrasi

75

2. Bapak Drs. H. Gunawan Tangkilisan SE,SH,MBA,MM, selaku Puket I . 3. Bapak 4. Bapak selaku Pembimbing Materi. selaku Pembimbing Teknik.

5. Bapak- Ibu Dosen STIAKIN yang telah membantu dan membimbing kami selama mengikuti pendidikan. 6. Para Staf Sekretariat STIAKIN Jakarta. 7. Camat dan Pegawai Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon 8. Kepada rekan-rekan keluarga yang telah membantu dan memberikan motivasi dan semangat di segala hal. iii

Atas segala dorongan dan bantuan serta dukungannya baik moril maupun materiil, sehingga memungkinkan penyelesaian skripsi ini, seraya teriring doa semoga Tuhan senatiasa memberikan pahala dan kebaikan yang setimpal. Demikian kata pengantar, penulis berharap kiranya skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua pihak dimasa sekarang maupun masa yang akan datang.

Cirebon, Januari 2008 Penulis,

NENDI S

76

ABSTRAKSI Nama : NENDI SUPRIATNA iv NPM : 06.014.068 Judul : PENERAPAN ILMU ADMINISTRASI TERHADAP PENINGKATAN KREATIFITAS KERJA PEGAWAI DI KECAMATAN KARANGWARENG KABUPATEN CIREBON Dalam pencapaian tujuan organisasi diperlukan adanya tenaga kerja atau pegawai yang potensial dan mampu berkreatifitas kerja dengan baik tetapi juga memerlukan pemahaman dan pengetahuan tentang konsep ilmu administrasi yang baik sehingga tercipta suasana pekerjaan yang rapih, tertib, dinamis dan mampu mencapai target yang telah ditentukan. Ilmu Administrasi adalah rangkaian kegiatan perbuatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu kerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Secara umum telah diterima bahwa peran manusia dalam suatu organisasi merupakan faktor penentu berhasil tidaknya suatu organisasi mencapai tujuannya peran pegawai yang mampu berkreatifitas dirsakan sangat menunjang keberhasilan sebuah organisasi. Objek penelitian yang sengaja penulis pilih adalah di Kecamatan Karangwareng Kabupeten Cirebon yang merupakan sebuah wilayah yang strategis dan terdiri dari beberapa Desa yang tersentral pemerintahannya oleh kecamatan. Berdasarkan uji analisis yang penulis dapatkan dari penelitian di lapangan bahwa penerapan ilmu Administrasi yang dilakukan oleh Camat Karangwareng Kabupaten Cirebon, menurut hasil quisioner dari responden saat ini adalah ratarata sebesar 3.40 atau dapat diidentifikasi " Cukup Baik ".Dan dari Pendapat 19 Responden yang dijadilan sampel mendapatkan hasil rata-rata sebesar 3.49 atau dapat diidentifikasikan bahwa kreatifitas kerja pegawai dirasakan Baik. Hubungan antara Variabel X (Penerapan Ilmu Administrasi) dan Variabel Y (Kreatifitas Kerja Pegawai) menghasilkan angka 0.27 atau dapat di identifikasi kan bahwa hubungannya lemah. Diharapkan Camat mampu lebih menguasai dan menerapkan ilmu

77

administrasi dan mjempunyai daya nalar dan kreatifitas untuk lebih bersikap pro aktif dan profesional dalam hal penerapannya, selain itu sistem pendekatan kekeluargaan antar bawahan dan atasan harus mampu tercipta dengan baik.

DAFTAR ISI

v LEMBAR JUDUL---------------------------------------------------------------------i LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI ---------------------------------------------ii BERITA ACARA SIDANG SKRIPSI----------------------------------------------iii KATA PENGANTAR ----------------------------------------------------------------iv ABSTRAK------------------------------------------------------------------------------vi DAFTAR ISI---------------------------------------------------------------------------vii BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah-----------------------------------------------1 B. Identifikasi Masalah----------------------------------------------------3 C. Pembatasan Masalah----------------------------------------------------4 D. Tujuan Penelitian-------------------------------------------------------4 E. Kegunaan Penelitian ---------------------------------------------------5 F. Hipotesis -----------------------------------------------------------------6 G. Metodologi Penelitian--------------------------------------------------7 1. Metode Penelitian---------------------------------------------------7 2. Ruang Lingkup Penelitian-----------------------------------------7

78

3. Jenis dan Sumber Data---------------------------------------------8 4. Populasi dan Sampel------------------------------------------------9 5. Teknik Pengumpulan Data-----------------------------------------10 6. Teknik Pengolahan Data-------------------------------------------11 H. Sistematika Penulisan--------------------------------------------------11

BAB II : LANDASAN TEORI A. Pengertian Administrasi-----------------------------------------------13 vi B. Unsur-unsur Ilmu Administrasi---------------------------------------15 C. Pengertian Personalia (Kreatifitas Kerja Pegawai)-----------------23 D. Manajemen Perencanaan Kebutuhan Sarana Prasarana -----------35 E. Pengertian Kreatifitas Kerja/ Kinerja yang diharapkan -----------39 BAB III : GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN A. Gambaran Umum Kecamatan---------------------------------------43 B. Struktur Organisasi-----------------------------------------------------44 C. Tugas Pokok dan Fungsi----------------------------------------------45 BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Hasil penelitian tentang pelaksanaan Administrasi---------------53 B. Hasil penelitian tentang kretifitas kerja pegawai-------------------58 C. Analisa Uji Korelasi Variabel X dan Variabel Y------------------61 BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan-------------------------------------------------------------65 B. Saran-saran-------------------------------------------------------------66 DAFTAR PUSTAKA-----------------------------------------------------------------78

79

LAMPIRAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP

vii