Anda di halaman 1dari 5

KOMUNIKASI PENYERAHAN TUGAS ( HAND-OFF/ HAND OVER COMMUNICATION)

Dokter dan perawat memiliki cara komunikasi yang berbeda. Sebagai contoh, perawat cenderung menggunakan pendekatan naratif, sementara dokter lebih menggunakan pendekatan yang lebih fokus untuk menentukan masalah dan memperbaikinya. Meskipun metode yang satu tidak lebih efektif dari yang lain, perbedaan komunikasi tersebut dapat menimbulkan kebingungan. Faktorfaktor lain yang berkontribusi terhadap timbulnya miskomunikasi antara dokter dan perawat adalah sebagai berikut: y y y y y y y y Perbedaan jenis kelamin Perbedaan budaya Banyaknya tugas Keterbatasan daya ingat jangka pendek Kelelahan Stres Bekerja di lingkungan intensif Intimidasi karena sistim hirarki organisasi unit kerja.

Apa pun alasan buruknya komunikasi, diperlukan pendekatan sistematik untuk memperbaiki komunikasi diantara tenaga kesehatan. Teknik SBAR menentukan harapan apa yang akan dikomunikasikan di antara tenaga kesehatan. Apakah S B A R itu? Teknik Situasion-Background-Assessment-Recommendation (SBAR) dalam dunia kesehatan dikembangkan oleh pakar patient safety dari Kaiser Permanente, Oakland, California untuk membantu komunikasi antara dokter dan perawat. Menurut pakarnya, teknik ini dapat menyimpulkan situasi dalam 5-10 detik. Penggunaan Teknik S B A R untuk berbagai keadaan MeskipunTeknik SBAR didisain untuk komunikasi dalam situasi berisiko tinggi antara perawat dan dokter, teknik ini juga dapat digunakan untuk berbagai bentuk operan tugas. Sebagai contoh, teknik ini dapat digunakan antar dokter, antar perawat, perawat dengan pembawa pesan/ konsul agar dapat berinteraksi dan mengajukan pertanyaan. Di Kaiser, tempat asalnya, Teknik SBAR tidak hanya digunakan untuk operan/ serah terima tugas antar klinisi namun juga untuk berbagai laporan oleh pimpinan unit kerja, untuk mengirim pesan via email atau voice mail serta oleh bagian IT untuk mengatasi masalah. Makin sering digunakan, teknik ini akan menjadi budaya yang akan sangat menolong dalam situasi emergensi yang membutuhkan respon cepat. Perlu disampaikan pada para dokter tentang manfaat penerapan teknik ini seperti waktu telepon yang lebih singkat di tengah malam karena singkatnya laporan dan berkurangnya tuntutan malpraktek karena kejadian tidak diharapkan yang disebabkan oleh buruknya komunikasi.

FORMAT SBAR Situasi

S B A R

Saya menelpon tentang (nama pasien, umur, dan lokasi) Masalah yang ingin disampaikan adalah __________________________________ . Tanda-tanda vital: TD: __/__, Nadi: ___, Pernapasan: ___, dan Suhu: ___ Saya khawatir tentang:

Background/ Latar Belakang


Status mental pasien: Kulit/ Ekstremitas: Pasien memakai/ tidak memakai oksigen

Assessment/ Penilaian
Masalah yang saya pikirkan adalah: (katakan apa masalah yang anda pikirkan) Masalahnya tampaknya adalah: jantung, infeksi, neurologis, respirasi, _____ Saya tidak yakin apa masalahnya tapi pasien memburuk. Pasien tampaknya tidak stabil dan cenderung memburuk. Kita perlu melakukan sesuatu, Dok.

Rekomendasi
Apakah (katakan apa yang ingin disarankan). Apakah diperlukan pemeriksaan tambahan: Jika ada perubahan tatalaksana, tanyakan:

CONTOH LAPORAN SBAR KE DOKTER TENTANG SITUASI KRITIS Situasi

Saya menelpon tentang (nama pasien, umur, dan lokasi) pasien Tn. Anto, 35 tahun, di Gedung A Lantai 1, Dok. Masalah yang ingin disampaikan adalah __________________________________ Saya khawatir pasien akan mengalami henti jantung/ napas. Tanda-tanda vital: TD: __/__, Nadi: ___, Pernapasan: ___, dan Suhu: ___ Saya khawatir tentang: Tekanan darah karena lebih dari 200 atau kurang dari 100, atau 30 mmHg di bawah biasanya. Nadi karena lebih dari 140 atau kurang dari 50 Pernapasan karena kurang dari 5 atau lebih dari 40 Suhu karena kurang dari 35 C atau lebih dari 40C

Background/ Latar Belakang

Status mental pasien: Sadar dan orientasi orang, tempat dan waktu baik Kebingungan dan kooperatif/ tidak kooperatif Gelisah atau mengacau Lesu tapi dapat berbicara dan dapat menelan Koma. Mata tertutup. Tidak respon terhadap stimulasi. Kulit: Hangat dan kering Pucat Berbintik-bintik Ekstremitas dingin/ hangat Pasien memakai/ tidak memakai oksigen Pasien memakai oksigen ___l/mnt atau % selama ___ menit/ jam. Oksimeter menunjukkan ___% Oksimeter tidak menunjukkan denyut nadi yang baik dan sulit dibaca.

Assessment/ Penilaian

A R

Masalah yang saya pikirkan adalah: (katakan apa masalah yang anda pikirkan) Masalahnya tampaknya adalah: jantung, infeksi, neurologis, respirasi, _____ Saya tidak yakin apa masalahnya tapi pasien memburuk. Pasien tampaknya tidak stabil dan cenderung memburuk. Kita perlu melakukan sesuatu, Dok.

Rekomendasi
Apakah (katakan apa yang ingin disarankan). pasien dapat di transfer ke ICU/ HCU, Dok? Dokter dapat melihat pasien sekarang? Dokter dapat berbicara pada keluarga mengenai kondisi pasien sekarang? Dokter dapat menghubungi dokter jaga/ konsulen ____untuk melihat pasien saat ini? Apakah diperlukan pemeriksaan tambahan: Apakah Dokter membutuhkan pemeriksaan seperti Rontsen Toraks, analisa gas darah, EKG, DPL, atau BMP? Lainnya? Jika ada perubahan tatalaksana, tanyakan: Seberapa sering perlu dilaporkan tanda-tanda vital ke Dokter? Menurut perkiraan Dokter berapa lama masalah ini akan berakhir? Jika pasien tidak membaik apakah Dokter ingin diberitahu/ ditelepon lagi?

SKENARIO HAND-OFF MENGGUNAKAN SBAR Contoh Skenario 1 Deskripsi KOMUNIKASI PERAWAT DENGAN DOKTER Tn. Agung pasien Bedah, dengan riwayat pneumotoraks spontan. Ia dirawat 2 hari yang lalu karena Pneumonia, menggunakan O2 2 L/mnt dengan saturasi 95%. Tiba-tiba pasien mengalami sesak napas yang memburuk dengan penurunan saturasi O2 menjadi 85% dengan sungkup non rebreathing. Pemeriksaan fisik menunjukkan berkurangnya suara napas di paru kanan dengan pendorongan trakea. 2 KOMUNIKASI PERAWAT DENGAN DOKTER Pasien di ruang operasi dipersiapkan oleh dr. Anestesi untuk blok anestesi di sisi kiri, namun perawat mengetahui bahwa pasien dijadwalkan untuk operasi bahu sebelah kanan. Situasi: Dr. Dito, saya ingin klarifikasi sedikit mengenai lokasi operasi yang sebenarnya. Background: menurut jadwal , lokasi operasi di kanan tapi yang kita persiapkan adalah yang kiri. Assessment: Saya khawatir mungkin kita menyiapkan sisi yang salah. Rekomendasi: Kita cek sebentar untuk meyakinkannya. Mari kita cek kembali jadwal dan informed consent. Jika ada pertanyaan, kita tanyakan pada dokter bedah ortopedi untuk menjelaskannya sebelum kita melangkah lebih jauh. Situasi: Tn. Agung di kamar 201 makin sulit bernapas. Background: Beliau dirawat sejak 2 hari yang lalu, riwayat pneumotoraks spontan, saturasi O2 drop dari 95%, 2 L/mnt, menjadi 85% dengan sungkup non rebreathing. Auskultasi suara napas berkurang di kanan, pergeseran trakea. Assessment: Saya khawatir beliau mengalami tension pneumotoraks. Rekomendasi: Bisakah Dokter datang sekarang, tampaknya pasien membutuhkan intubasi. MenggunakanTeknik SBAR

KOMUNIKASI PERAWAT DENGAN DOKTER Menjelang berakhirnya operasi, perawat sirkulasi mengidentifikasi bahwa hitungan jumlah kasa kurang, meskipun sudah melihat ke seluruh ruangan dan menghitung tiga kali. Dr. Anestesi bersiap-siap membangunkan pasien. Situasi: Dr. Rudy, hitungan jumlah kasa salah. Background: Saya tau dokter sedang bersiap membangunkan pasien tapi kami sudah mencari ke mana-mana dan menghitung tiga kali, masih tidak ditemukan. Assessment: Saya khawatir mungkin ada yang salah dengan pasien, kita harus meyakinkannya. Rekomendasi: Saya sarankan untuk tetap menidurkan pasien sampai kita dapat melakukan Rontsen dan mencari kasa tersebut.