Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Musik merupakan hal yang tidak asing di telinga masyarakat dunia. Ternyata, meskipun masyarakat menganggap bahwa musik itu sangat sederhana asalkan bisa dinikmati, musik memendam banyak misteri yang nyaris tak terpecahkan. Banyak jenis musik dan komposisi yang beredar di kalangan masyarakat. Masyarakat Indonesia, khususnya pelajar cenderung gemar mendengarkan musik yang nyaring dan memilki tempo cepat. Kebanyakan dari mereka juga mendengarkan musikmusik dan lagu beraliran heavy rock yang penuh dentuman dan suara yang memekakkan telinga. Masyarakat awam lebih minat mendengarkan musik-musik dengan komposisi yang sederhana seperti musik pop apalagi jika liriknya mudah dihafal dan enak di telinga. Mereka tidak terlalu memikirkan dampak apa saja yang bisa diperoleh dengan genre yang demikian. Sedangkan musik yang sukar untuk dinikmati karena sentuhan seninya lebih murni hanya kerap dinikmati oleh masyarakat elit atau mungkin yang berjiwa seni tinggi saja. Padahal belakangan diketahui bahwa salah satu genre musik memiliki kontribusi yang cukup besar bagi perkembangan IQ. Mengingat penelitian bahwa mendengar lebih efektif untuk belajar daripada membaca, dan budaya baca masyarakat yang rendah, nampaknya hal ini patut untuk diperhitungkan sebagai alternatif.

B. Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah awal atau sejarah dikenalnya pengaruh musik klasik ini? 2. Apakah hal ini sesuai dengan perkembangan teknologi kedokteran? 3. Apa bedanya dengan musik aliran lain? 4. Benarkah ada pengaruh dari musik klasik atau hal ini hanya sugesti yang menjadi strategi pemasaran musik klasik di seluruh penjuru bumi?

5. Mengapa diberi nama efek Mozart? Bukan efek Bach, efek Beethoven, atau efek The Beatles? Apakah Mozart dihargai lebih tinggi ketimbang musikus jenius seperti Beethoven, Gershwin, dan Louis Armstrong? 6. Apakah hanya musik klasik saja yang memberi pengaruh positif bagi aktivitas non musikal manusia? 7. Adakah bukti atau referensi yang relevan untuk menguatkan argumen mengenai efek musik klasik tersebut? 8. Adakah penjelasan yang lebih rinci yang sanggup meyakinkan masyarakat? 9. Apa maksud atau hakikat dari efek Mozart? 10. Apa tindakan yang bisa masyarakat luas ambil setelah mendapat kesimpulan dari segala penjelasan yang telah dipaparkan?

C. Tujuan Penelitian 1. Banyak pelajar di Indonesia yang minat bacanya kurang sehingga malas belajar. 2. Remaja pada umumnya memiliki emosi yang labil karena sedang dalam masa pertumbuhan dan pencarian jati diri. 3. Masyarakat pada umumnya senang dengan musik, baik instrumental mau pun yang terdapat vokal. Dengan beberapa pertimbangan di atas, Penulis tedorong untuk menyingkapkan sebuah fakta dari sebuah penelitian yang diharapkan meampu menjadi jalan keluarnya, yakni penelitian mengenai pengaruh musik klasik terhadap IQ dan EQ bahkan SQ. Penulis akan menyertakan beberapa hasil riset dan bukti-bukti peneltian yang akurat dan relevan agar dapat lebih dipercaya. Pasalnya, dalam setiap kasus atau dugaan akan ditemukan banyak dukungan dan sanggahan yang akan mengguncang kepercayaan masyarakat. Dengan karya ilmiah ini, Penulis berharap dapat memberikan inspirasi dan kontribusi yang baik bagi masyarakat mengenai hal-hal berkaitan dengan peningkatan kualitas dan kinerja otak. Diharapkan pula agar pembacanya mendapat satu kepastian mengenai pengaruh musik klasik terhadap kecerdasan intelektual.

D. Manfaat Penelitian

Masyarakat khususnya para pembaca dapat memperluas wawasan dan menggali salah satu misteri di balik musik yang mungkin belum pernah terdengar.

Pembaca mendapat satu alternatif baru untuk meningkatkan kecerdasannya. Pembaca memperoleh pengetahuan baru. Membangun masyarakat yang modern dan pandai menggunakan cara sederhana, pasti serta yang biasa dijumpai untuk mendapat manfaat yang luar biasa.

Menarik pembaca untuk mulai menggemari musik yang lebih baik daripada musik-musik aliran cadas seperti heavy metal ataupun underground.

Membawa solusi bagi beberapa masalah masyarakat. Meringankan beban bagi yang mungkin ingin mencari narasumber mengenai hal berkenaan dengan isi karya ilmiah ini.

Dapat memberikan contoh bagi adik-adik kelas yang perlu membuat karya ilmiah.

BAB II TINJUAN PUSTAKA

A.TINJAUAN PUSTAKA 1. PENGERTIAN PENGARUH Dalam KBBI, pengaruh memilki arti daya yang ada dari sesuatu (orang,benda, dsb) yang ikut membentuk kepercayaan, watak atau perbuatan seseorang. 2. PENGERTIAN MUSIK Dari beberapa sumber di internet, musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:

Bunyi yang dianggap enak oleh pendengarnya Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik

Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali. Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme. Dalam buku pembelajaran seni musik kelas IX, kata musik mengandung arti seni penataan bunyi secara cermat yang membentuk pola teratur, merdu, dan apresiasi seni bunyi yang tak terbatas. 3. PENGERTIAN KLASIK Menurut KBBI edisi terbaru, kata klasik memiliki arti yakni memiliki mutu yang tinggi dan diakui kesempurnaannya sebagai tolok ukur kesempurnaan yang abadi; tertinggi; karya sastra zaman kuno; bersifat sederhana; serasi dan tidak berlebihan; termasyur dan bersejarah. 4. PENGERTIAN TERHADAP Terhadap yang berkata dasar hadap yang artinya adalah sisi/bidang sebelah muka, muka, arah ke (KBBI edisi 3); kemudian diberi imbuhan ter- yang menjadikan kata terhadap dengan beberapa pengertian, yakni kepada; tentang; berkenaan; kata depan 4

untuk menandai arah; lawan (KBBI edisi 3 dan Kamus Umum Bahasa Indonesia tahun 2003). 5. PENGERTIAN KECERDASAN INTELEKTUAL Kecerdasan Intelektual sejatinya merupakan sebuah frase kata dari penggabungan kata kecerdasan dan intelektual. Namun, apabila kata ini didefinisikan sepenggalsepenggal, maksud dari karya ilmiah ini menjadi kurang tersamapikan. Kata intelektual menunjuk kepada kaum yang terpelajar, cendekiawan. Sedangkan kata yang dimaksud adalah yang bermakna daya atau proses pemikiran yang lebih tinggi yang berkenaan dengan pengetahuan, daya pikiran, daya akal budi, kecerdasan berpikir; kata yang memiliki makna tersebut adalah kata intelek. Maka, penulis memutuskan untuk memberikan definisi dari kata kecerdasan dan kecerdasan intelektual. Kecerdasan berasal dari kata cerdas yang menurut KBBI berarti tajam pikiran, sempurna akal dan pikirannya (mudah mengerti dan memahami, dsb), sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dsb); sempurna pertumbuhan tubuhnya (sehat, kuat). Kata kecerdasan sendiri memiliki makna kesempurnaan perkembangan akal (kepandaian, dsb), dituliskan pula dalam KBBI edisi 3 bahwa kata kecerdasan memiliki. Frase kata kecerdasan intelektual menurut KBBI edisi 3 memiliki arti kecerdasan yang menuntut pemberdayaan otak, hati, jasmani, dan pengaktifkan manusia untuk berinteraksi secara fungsional dengan yang lain. a). Pengaruh musik klasik adalah daya yang ada dari seni penataan bunyi secara cermat yang membentuk pola teratur, merdu, dan apresiasi seni bunyi yang tak terbatas berupa karya yang memiliki mutu yang tinggi dan diakui kesempurnaannya sebagai tolok ukur kesempurnaan yang abadi yang ikut membentuk suatu kepercayaan. b). Terhadap kecerdasan intelektual adalah kepada kesempuraan perkembangan akal/ kecerdasan yang menuntut pemberdayaan otak, hati, jasmani, dan pengaktifkan manusia untuk berinteraksi secara fungsional dengan yang lain. 5

c). Pengaruh musik klasik terhadap kecerdasan intelektual adalah daya yang ada dari seni penataan bunyi secara cermat yang membentuk pola teratur, merdu, dan apresiasi seni bunyi yang tak terbatas berupa karya yang memiliki mutu yang tinggi dan diakui kesempurnaannya sebagai tolok ukur kesempurnaan yang abadi yang ikut membentuk suatu kepercayaan yang membawa individu kepada kesempuraan perkembangan akal/ kecerdasan yang menuntut pemberdayaan otak, hati, jasmani, dan pengaktifkan manusia untuk berinteraksi secara fungsional dengan yang lain.

B. HIPOTESIS Menurut pandangan dan dugaan Penulis, musik klasik dapat meningkatkan kemampuan otak orang-orang yang gemar mendengarkannya. Bahkan efeknya bisa menunjukkan perbedaan yang mencolok antara kecerdasan orang-orang yang gemar

mendengarkannya dengan yang tidak sama sekali. Musik klasik jauh lebih bermanfaat dan mampu mengatur gejolak emosi pendengarnya kearah yang lebih santai dan sesuai dengan kinerja sistem organ manusia. Bahkan, kerjanya sama dengan gelombang suara ibu kepada janin dalam kandungannya, sehingga pada umumnya banyak ibu yang memperdengarkan musik klasik kepada janin yang dikandungnya. Meskipun musik pop adalah jenis yang paling akrab di telinga masyarakat (awam) namun, pada kesempatan kali ini, Penulis tidak akan membahas jenis musik tersebut. Penulis akan memberikan bahasan mengenai musik klasik yang sangat fenomenal. Sebagian dari masyarakat memang jarang memiliki selera musik tersebut. Tapi siapa sangka, di balik kerumitan dalam menikmati musik ini, terdapat suatu efek yang berguna bagi kehidupan.

BAB III METODE PENELITIAN

A. Metode Pengamatan Mengamati suatu hal adalah langkah yang tepat ketika memnjumpai sesuatu yang menggugah rasa penasaran dan keingintahuan yang besar. Mengamati dengan seksama kemudian memahami hal tersebut merupakan langkah pertama yang perlu dilakukan. Dengan metode ini, Penulis dapat mengetahui hal apa yang sebenarnya akan dibahas. B. Metode Pencarian Penulis menggunakan metode pencarian untuk mencari dan mengumpulkan data yang diperlukan untuk analisis data. Penulis mencari bahan-bahan penulisan karya ilmiah dari situs internet yang bersangkutan dan dari buku-buku yang relevan. C. Metode Pengumpulan Data Penulis menggunakan metode ini dengan melakukan pengumpulan data dan memilah-milah data mana saja yang akan dicantumkan dalam karya tulis ini. Metode ini digunakan agar dalam menyusun urutan informasi yang akan ditampilkan menjadi lebih mudah. Berdasarkan uraian mengenai pengertian dan maksud penggunaan metode-metode di atas, Penulis memberikan uraian singkat dan lebih detail mengenai metode yang Penulis ambil. Metode yang diambil Penulis adalah melalui pengamatan yang diperoleh

dari browsing (mencari-cari) melalui internet dan memindai atau mencuplik dari beberapa sumber tertulis. Materi-materi diambil dari buku-buku yang sesuai termasuk buku pelajaran seni musik. Definisi tema atau judul diperoleh dari berbagai sumber, yakni opini masyarakat awam yang dicantumkan melalui internet, Kamus Besar Bahasa Indonesia serta buku pelajaran seni musik kelas IX.

Isi bahasan dicuplik dari situs internet. Materi yang diambil berupa opini pendukung serta beberapa fakta yang ada di lapangan yang didapat dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para ilmuwan yang kemudian telah dicantumkan dalam internet atau dunia maya. Setelah materi dirasa cukup, Penulis menghentikan pencarian data dan bahan-bahan. Penulis memilah-milah data-data yang telah didapat, data yang sedikit menyimpang dari tema Penulis ambil sedikit, kemudian yang menyimpang jauh dari tema, tidak dicantumkan dalam karya ilmiah ini. Data yang diperoleh Penulis memang bukan data yang diperoleh dari wawancara maupun survey secara langsung, namun setidaknya sumber-sumber materi yang diambil dapat dipercaya dan mewakili kondisi sesungguhnya. Beberapa bahan di antaranya diperoleh dari berbagai sumber yang menjadi motivasi dan inspirasi bagi Penulis.

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan penjabaran dan bukti-bukti di atas telah terbukti bahwa musik klasik khususnya musik karya Mozart dapat memberikan efek yang baik bagi kehidupan. Dapat disimpulkan bahwa musik klasik dapat mempengaruhi kecerdasan intelektual ke arah yang lebih baik. Tidak hanya itu, musik klasik memiliki dampak lain yakni berkhasiat dalam penyembuhan beragam penyakit. Jenis musik ini telah mengalami perkembangan selama setengah abad. Musik klasik pun mampu menjadi obat penenang bagi hati yang galau, meredakan rasa lelah serta meningkatkan EQ dan SQ. Ternyata efek dari musik klasik ini bukan sekedar sugesti untuk pemasaran lagu-lagu Mozart, melainkan sebuah fakta yang telah dibuktikan melalui berbagai bentuk penelitian. Karena ternyata apa pun cita rasa si pendengar terhadap komponis, musik karya Mozart mau tidak mau memberikan ketenangan. Selain itu juga memperbaiki persepsi spasilannya dan memungkinkan mereka untuk berkomunikasi baik dengan hati maupun pikiran. Terbukti juga bahwa irama, melodi dan frekuensi tinggi dari komposisi musik Mozart merangsang dan menguatkan wilayah kreatif dan motivasi di otak. Malahan, musik yang dianjurkan untuk didengar karena manfaatnya bukan hanya musik klasik, melainkan musik-musik atau lagu-lagu yang menggunakan ritme pernapasan alamiah. Kini, masyarakat tidak perlu ragu dan bisa mulai mencoba mendengarkan musik klasik dan memperdengarkan kepada janin yang dikandung serta kepada anak-anak didik di seluruh sekolah di mana saja. Kalau kurang senang dengan lagu-lagu klasik sepert Mozart, Bach, Beethoven mulailah dahulu dengan lagu-lagu semi klasik seperti musik dari Richard Clayderman ataupun dari Andre Rieu.

Masyarakat yang kurang gemar mendengarkan musik klasik pun masih bisa mengambil alternatif lain yakni mendengarkan musik-musik yang menggunakan ritme pernapasan alami seperti tertera pada pembahasan dalam karya ilmiah ini.

B. Saran Bagi masyarakat yang memiliki tingkat kepadatan kegiatan tinggi Penulis anjurkan melakukan Fitnes atau Joging Otak, setiap harinya dalam perjalanan menuju ke tempat pekerjaan dengan selalu memutar lagu-lagu klasik atau mendengarkan musik sebelum tidur agar mendapatkan konsentrasi dalam beraktivitas dan juga memperoleh istirahat atau tidur yang berkualitas sehingga hari esok dijelang semangat. Bagi dunia pendidikan di Indonesia khususnya, Penulis menyarankan untuk metode mendengarkan musik klasik sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar. Oleh sebab itulah apabila hari ini merasa tertekan, stress berat ,dan otak ini rasanya capai sekali, usahakanlah untuk istirahat sejenak sambil mendengarkan musik dan bernyanyi, Penulis yakin, pasti membantu. Pesan-pesan ini pun tersurat dalam opini Wulaningrum Wibisono, S.Psi yang berkata,Jikalau Anda merasakan hari ini begitu berat, coba periksa lagi hidup Anda pada hari ini. Jangan-jangan Anda belum mendengarkan musik dan bernyanyi.

10

DAFTAR PUSTAKA

Subagyo, Fasih.2007. Terampil Bermain Musik 3 untuk Kelas IX SMP dan MTs. Solo: PT. Tiga Serangkai.

Poerwadarminta, W.J.S.2003. KamusUmum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Tim.2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi 3. Jakarta: Balai Pustaka.

Prima Pena, Tim. Kamus Bahasa Indonesia Edisi Terbaru. Gita Media Press.

11