Anda di halaman 1dari 34

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Demam typhoid merupakan permasalahan kesehatan penting dibanyak negara berkembang.

Secara global, diperkirakan 17 juta orang mengidap penyakit ini tiap tahunnya. Di Indonesia diperkirakan insiden demam typhoid adalah 300 810 kasus per 100.000 penduduk pertahun, dengan angka kematian 2%. Demam typhoid merupakan salah satu dari penyakit infeksi terpenting. Penyakit ini di seluruh daerah di provinsi ini merupakan penyakit infeksi terbanyak keempat yang dilaporkan dari seluruh 24 kabupaten. Di Sulawesi Selatan melaporkan demam typhoid melebihi 2500/100.000 penduduk (Sudono, 2006). Demam tifoid atau typhus abdominalls adalah suatu infeksi akut yang terjadi pada usus kecil yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Typhi dengan masa tunas 6-14 hari. Demam tifoid yang tersebar di seluruh dunia tidak tergantung pada iklim. Kebersihan perorangan yang buruk merupakan sumber dari penyakit ini meskipun lingkungan hidup umumnya adalah baik. Di Indonesia penderita Demam Tifoid cukup banyak diperkirakan 800 /100.000 penduduk per tahun dan tersebar di mana-mana. Ditemukan hampir sepanjang tahun, tetapi terutama pada musim panas. Demam tifoid dapat ditemukan pada semua umur, tetapi yang paling sering pada anak besar, umur 5- 9 tahun dan laki-laki lebih banyak dari perempuan dengan perbandingan 2-3 : 1.12 Penularan dapat terjadi dimana saja, kapan saja, sejak usia seseorang mulai dapat mengkonsumsi makanan dari luar, apabila makanan atau minuman yang dikonsumsi kurang bersih. Biasanya baru dipikirkan suatu demam tifoid bila terdapat demam terus-menerus lebih dari 1 minggu yang tidak dapat turun dengan obat demam dan diperkuat dengan kesan anak baring pasif, nampak pucat, sakit perut, tidak buang air besar atau diare beberapa hari (Bahtiar Latif, 2008).

B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang dan judul karya tulis di atas dapat diidentifikan masalah keperawatan demam thypoid mulai dari pengkajian, riwayat kesehatan, pola fungsional, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium yang berguna untuk menunjang dalam pemberian asuhan keperawatan. Asuhan keperawatan ditentukan berdasarkan data focus yang diperoleh dari keluhan-keluhan yang dirasakan oleh pasien dan keluarga. Dari keluhan yang dapat digunakan

untuk menentukan prioritas masalah keperawatan yang muncul, menentukan intervensi, implementasi keperawatan dan mengevaluasi asuhan keperawatan yang diberikan.

C. Tujuan Tujuan penulisan karya tulis Ilmiah ini adalah: 1. Tujuan Umum Untuk mengetahui seluk beluk tentang demam thypoid pada para pembaca sehingga dapat menjadi referensi untuk pembelajaran atau upaya preventif mencegah penyakit demam thypoid. 2. Tujuan Khusus Tujuan khusus laporan keperawatan ini adalah untuk: Untuk mengetahui secara lebih mendalam mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan penyakit demam thypoid untuk diusahakan mencari data-data beserta pemecahanya kemudian mencocokan berdasarkan teori yang telah di peroleh dari kuliah maupun literature.

D. Manfaat 1. Bagi Rumat Sakit a. Memberi tambahan referensi bagi tenaga medis atau petugas kesehatan untuk memberikan informasi tentang demam thypoid bila ada yang membutuhkan informasi. b. Memberi masukan pada tenaga medis atau petugas kesehatan untuk memperbaiki intervensi bila ada klien dengan demam thypoid sesuai dengan standar operasional prosedur. 2. Bagi Masyarakat (pembaca) Menambah wawasan untuk para pembaca yang memiliki keluarga denan demam thypoid maupun yang berkemauan untuk mencegah keluarga dan orang terdekat dari demam thypoid. 3. Bagi Institusi Mengembangkan ilmu Keperawatan anak dan menambah literature tentang demam thypoid. 4. Bagi Penulis Menambah pengetahuan dan wawasan tentang demam thypoid yang dapat dijadikan tambahan referensi untuk persiapan memasuki dunia kerja di bidang keperawatan.

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BAPAK ARDHYANSYAH DENGAN MASALAH PENYAKIT TYPOID PADA BAPAK ARDHYANSYAH DIWILAYAH NTI MAKASSAR Nama Mahasiswa Tanggal pengambilan data Jam A. INDENTITAS UMUM 1. Identitas Kepala Keluarga Nama Umur Agama Suku : Bapak Ardhyansyah : 37 thn : Islam : Bugis Pendidikan Pekerjaan Alamat No. Telpon : SMA : Wiraswasta : NTI Blok QE : : : :

2. Komposisi anggota L / P Hub. Kel B C G Imunisasi DPT Polio Camp ak I 2 3 1 2 3 4 - - - - - - - - - - - - - Hepatiti s 1 2 3 - - - - -

No 1. 2. 3. 4. 5.

Nama Ny. Milla Bpk.Ard hyansyah Ny. Daswati Aksa Ulpa

Umur 72 th 37 th 35 th 10 th 8 th

Pend. SMA SMA SD SD

KB Pil -

P Nenek L Ayah P Ibu L Anak P Anak

- - - - -

3. Genogram

Keterangan : : Laki-Laki : Perempuan : Meninggal : Tinggal Serumah : Penderita Typoid

4. Tipe keluarga : extended family (keluarga besar), yaitu keluarga yang terdiri dari nenek, ayah, ibu, dan anak. 5. Suku bangsa : keduanya merupakan suku bangsa bugis asli . 6. Agama : Islam, kedua orangtua rajin beribadah dan terkadang sholat berjamaah dirumah. 7. Status sosial ekonomi keluarga : Ny.Daswati mengatakan penghasilan Ardhyansyah lebih dari cukup. Ny.Daswati Bapak

menggunakan gaji Bpk. Ardhyansyah

dengan sebaik mungkin untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dengan hasil Rp 900.000,00 per bulan. Ny. Daswati membantu mencukupi kebutuhan keluarga dengan berjualan di rumah dengan hasil yang tidak tetap pula, tetapi mereka selalu bersyukur setiap hari masih ada yang bisa dimakan. 8. Aktivitas rekreasi keluarga : keluarga mengatakan jarang sekali melakukan rekreasi ketempat hiburan. Rekreasi hanya berkumpul dengan keluarga. Ulpa hanya menonton televisi di rumah dan bermain dengan teman-teman sebaya. Ulpa selalu mengajak orangtua untuk rekreasi tetapi orangtua tidak menghiraukannya.

B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA 1. Tahap perkembangan keluarga saat ini a. Tahap perkembangan keluarga dengan anak usia sekolah : Mensosialisasikan anak, termasuk meningkatkan prestasi sekolah dan mengembangkan hubungan dengan teman sebaya. Hal tersebut sudah dipenuhi keluarga, yaitu dengan memberi kesempatan anak

belajar dengan teman sekolahnya. Namun, anak belum mengikuti les tambahan karena belum tersedia sarana tersebut di dekat rumah. b. Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan : Tidak ada masalah dalam intensitas pertemuan dengan anggota keluarga yang lain. Biasanya, Bpk. Ardhyansyah pulang sore hari, lalu mandi dan istirahat. Kemudian kumpul dengan keluarga di rumah. c. Memenuhi kebutuhan kesehatan fisik anggota keluarga : Keluarga berusaha memenuhi kebutuhan kesehatan anggotanya. Bila ada yang sakit, biasanya mereka membeli obat di toko dan berobat di puskesmas terdekat. 2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi : Semua tahap perkembangan keluarga sudah terpenuhi, tinggal memenuhi kebutuhan perkembangan individu sesuai kebutuhannya.

C. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA INTI 1. Riwayat perkembangan keluarga inti : Bpk. Ardhyansyah adalah penduduk asli Sidrap Pangkajene, Ny. Daswati juga penduduk asli Sidrap, Rappang. Mereka bertemu

dikenalkan oleh keluarga, lalu berpacaran tidak begitu lama menikah. Kedua anak merupakan anggota keluarga yang direncanakan dan mereka menyayanginya. 2. Riwayat keluarga saat ini : Sebelumnya Ulpa sudah pernah menderita penyakit seperti ini dan pernah dirawat di RS 6 bulan yang lalu. Dan bulan Desember kemarin Ulpa sakit seperti ini lagi. Dengan data yang diperoleh: Hemoglobin : 12,6 gr/dl Hematokrit : 38 vol % Leukosit : 18.000/mm darah Trombosit : 282.000/mm darah Widal TyO : 1/160 TyH : 1/320

3. Riwayat perkembangan keluarga sebelumnya : Ny. Daswati merupakan anak ke dua dari tujuh bersaudara, sedangkan Bpk. ardhyansyah anak ke tiga dari empat bersaudara. Setelah menikah Bpk. Ardhyansyah menganjurkan istrinya untuk mengikuti program KB,

supaya tidak mempunyai banyak anak. Dan sekarang keluarga Bpk. Ardhyansah sudah dikaruniai dua orang anak satu laki-laki dan satu perempuan.

D. PENGKAJIAN LINGKUNGAN 1. Karakteristik rumah : Rumah yang di tempati adalah milik sendiri. Rumah itu berukuran 4X7. Yang terdiri dari satu ruang tamu, dua kamar tidur, satu dapur, satu kamar mandi, satu WC, dan satu warung. Lantai rumah terbuat dari plester, lantai rumah tidak begitu bersih, di depan rumah ada banyak tanaman. Keluarga mengatakan senang menanam hal ini timbul bermula dari coba-coba menjadi hobi. Ny. Daswati mengatakan ide tersebut muncul dari suami yang mempunyai jiwa romantis saat ditanya perawat. Tembok rumah belum di plester, masi murni dari bata dan semen. Rumah menghadap ke timur, pencahayaan masih kurang hanya dari ventilasi dekat ruang tamu. Saluran pembuangan air sudah dialirkan, pembuangan sampah masih belum tertata dengan baik karena keluarga klien suka membakar kotoran sampah di depan rumah dan mengakibatkan polusi, di depan rumah ada banyak pohon, keluarga klien menggunakan air PAM untuk kebutuhan seharihari, baik untuk minum, mencuci, dan mandi. Keluarga klien mengatakan air minum yang dikonsumsi merebus sendiri, kondisi air minum bening, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna. 2. Denah rumah :
2 1 3 4 6 7 8 5

Keterangan : 1. Ruang tamu 2. Warung 3. Kamar tidur 4. Kamar tidur 5. Ruang tengah 6. Dapur 7. Kamar mandi 8. WC

3. Karakteristik tetangga dan komunitas RW : Keluarga Bpk. Ardhyansyah tinggal di lingkungan yang cukup padat penduduknya tetapi letak rumahnya tidak begitu ramai karena di belakang. Interaksi keluarga dengan tetangga terjalin dengan akrab, saling tolong menolong masih menjadi kebiasaan di wilayah / antar anggota. 4. Mobilitas geografis keluarga : Bpk. Ardhyansyah mengatakan tidak pernah berpindahpindah rumah, keluarga klien menempati rumahnya sudah 10 tahun. Setelah menikah mereka mempunyai tekad untuk membangun rumah sendiri, karena tidak mau merepotkan orangtuanya. Ny. Daswati Ardhyansyah ikut tinggal bersamanya. 5. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat : Bpk. Ardhyansyah mengatakan selalu mengikuti kegiatan yang diadakan masyarakat / kampung. Sedangkan Ny. Daswati sekarang hanya mengikuti kegiatan PKK dan pengajian, hal itu di karenakan anaknya yang tidak mengizinkan Ny. Daswati untuk ikut dalam perkumpulan. 6. Sistem pendukung keluarga (masyarakat) : Bpk. Ardhyansyah mengatakan kalau ada masalah selalu dibicarakan dengan istri, untuk menyelesaikan masalahnya. Karena beliau menganggap keluarga paling penting dalam kehidupannya. juga mengatakan bahwa ibu dari Bpk.

E. STRUKTUR KELUARGA 1. Pola komunikasi keluarga : Komunikasi yang biasa digunakan dalam kehidupan seharihari biasanya menggunakan bahasa bugis, kadang menggunakan bahasa Indonesia. Komunikasi keluarga sifatnya terbuka satu dengan yang lainnya, dan bersifat satu arah. Sehingga apabila ada masalah dalam keluarga dapat terselesaikan dengan cepat dan adanya partisipasi dari keluarga yang lain. 2. Struktur kekuatan keluarga : Dalam keluarga ini baik pihak istri maupun suami, keduanya saling menghargai dan mendukung. Pengambilan keputusan tidak tentu kadang si istri kadang juga suami tetapi sebelum mengambil keputusan biasanya mereka saling berembuk dulu. 3. Struktur peran : Dalam struktur peran keluarga, setiap anggota keluarga menempatkan diri sesuai dengan perannya masing-masing, dimana Ny. Daswati berperan sebagai ibu dari kedua anaknya, dan Bpk. Ardhyansyah berperan sebagai ayah.

4. Nilai dan norma keluarga : Bpk. Ardhyansyah mengatakan tidak ada masalah dalam nilai dan norma keluarga, mereka menganut satu agama yang dijadikan kepercayaan dalam kepercayaan keluarga menghargai dan mendukung. Pengambilan keputusan tidak tentu kadang si istri.

F. FUNGSI KELUARGA 1. Fungsi afektif : Bpk. Ardhyansyah mengatakan dalam kehidupan berkeluarga Bpk.

Ardhyansyah selalu mengajarkan untuk saling menghormati satu sama lain dan saling pengertian. 2. Fungsi social : Diantara anggota keluarga berusaha selalu berinteraksi satu dengan yang lainnya, begitu pula berinteraksi dengan anggota masyarakat sekitarnya. 3. Fungsi perawatan kesehatan : a. Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan : Keluarga mengatakan bahwa tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit apapun. Keluarga juga mengatakan tidak begitu mengetahui tentang penyakit yang diderita anaknya sekarang ini, baik dari pengertian, etiologi, tanda dan gejala serta makanan yang harus dimakan saat anaknya sakit typhoid. b. Kemampuan keluarga mengambil keputusan : Untuk mengatasi masalah kesehatan biasanya dibicarakan dengan keluarga terlebih dahulu. Jika suami tidak di rumah biasanya Ny. Daswati mengambil keputusan sendiri hal ini terbukti saat anaknya sakit kemarin. Untuk membawa anaknya kepuskesmas untuk berobat. c. Kemampuan keluarga merawat : Keluarga mengatakan kurang mengerti cara merawat anggota keluarga yang sakit, serta jenis makanan yang dikonsumsi saat anaknya sakit. d. Kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan : Sudah lumayan baik, karena sudah mampu memberikan lingkungan yang nyaman bagi anaknya saat sakit. e. Kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan : Keluarga mengatakan sudah memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada dengan membawa anggota keluarga yang sakit untuk berobat di puskesmas, dan membawa ke dokter terdekat.

4. Fungsi reproduksi : Setelah mempunyai anak kedua ini Bpk. Ardhyansyah jarang melakukan hubungan suami istri lagi. Ny. Daswati mengatakan menggunakan alat

kontrasepsi berupa Pil KB, untuk mencegah adanya anak lagi. 5. Fungsi ekonomi : Bpk. Ardhyansyah mengatakan pendapatan yang diterima dari hasil kerjanya dirasa masih kurang, karena menghidupi keluarganya. Tetapi dia masih bersyukur karena masih bisa bekerja dan menghasilkan uang untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

G. STRESS DAN KOPING KELUARGA 1. Stressor jangka pendek : Penyakit yang diderita Ulpa merupakan masalah yang harus segera ditangani. Biasanya jika anak sakit Ny. Daswati mengobati anaknya dengan membelikan obat dari toko dahulu jika dirasa tidak ada perubahan keluarga membawa anaknya untuk berobat kepuskesmas. 2. Stressor jangka panjang : Menurut keluarga, stressor jangka panjang tidak ada. Keluarga juga mengatakan, bila ada masalah mereka menyelesaikannya dengan pelan-pelan, tidak usah dibuat stress. 3. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah : Jika ada masalah, keluarga menghadapinya dengan tenang, mencari alternatif penyelesaiannya, dan meyakini setiap masalah ada jalan keluarnya. Menurut keluarga, masalah yang sangat penting diatasi adalah bila anak sedang sakit. 4. Strategi koping yang digunakan : Koping yang digunakan adalah dengan memecahkan masalah secara bersama-sama. Apabila tidak menemukan pemecahannya atau mengalami kebuntuan, keluarga akan meminta pendapat orangtua dari Bpk. Ardhyansyah untuk meminta bantuan. 5. Strategi adaptasi disfungsional : Tidak terlihat adaptasi yang disfungsional.

H. PEMERIKSAAN FISIK Table pemeriksaan fisik anggota keluarga Bpk. Ardhyansyah : No. 1. Pemeriksaan Fisik TD Bapak Ardhyansyah 130/80 Ny. Daswati 120/90 Aksa 110/70 Ulpa 90/70

mmHg Kepala Rambut ikal pendek, hitam bersih, tidak ada kelainan.

mmHg Rambut hitam, tidak begitu panjang, kerontokan jarang, tidak ada bekas luka pada kepala. Sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis.

mmHg Rambut hitam, pendek bersih, tidak ada kelainan.

mmHg Rambut pirang, keriting, dan bondingan.

Mata

Sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis, tidak ada peradangan, visus normal. Bersih, tidak ada serumen, tidak ada luka.

Sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis.

Sklera tidak ikterik, konjungtiva anemis, tidak ada peradangan.

Telinga

Bersih, tidak ada serumen, tidak ada tanda-tanda luka pada liang telinga. Bersih, tidak ada secret, tidak menggunak an nafas, cuping hidung. Stomatitis tidak ada, gigi tidak ada yang lubang.

Bersih, tidak ada serumen, tidak ada tanda luka.

Bersih, tidak ada serumen, tidak ada luka pada liang telinga.

Hidung

Bersih, tidak ada secret, tidak ada kelainan.

Bersih, tidak ada secret.

Bersih, tidak ada secret, tidak terdapat luka pada hidung.

Mulut Stomatitis tidak ada, terdapat karang gigi. Stomatitis tidak ada, gigi geraham kanan bawah berlubang. Lembab, Stomatitis tidak ada, gigi depan dan geraham geripis.

Lidah

Lembab,

Lembab,

Kering,

berwarna merah jambu, ditutupi papil-papil.

berwarna merah jambu, ditutupi papil-papil. Nyeri tekan tidak ada, pembesaran kelenjar limfe dan tiroid tidak ada, kesulitan menelan tidak ada. Pergerakan dada simetris, tidak menggunak an otot bantu pernafasan. BU : 12 x/mnt, datar, tidak ada nyeri tekan, tumor (-), P : (-) Q : (-) R : (-) S : (-) T : (-).

berwarna merah jambu, ditutupi papil-papil. Nyeri tekan (-), pembesaran kelenjar limfe dan tiroid tidak ada, kesulitan menelan tidak ada. Pergerakan dada simetris, tidak ada penggunaan otot bantu pernafasan.

kotor, papilpapil berwarna putih.

Leher dan tenggorokan

Nyeri tekan (-), Pembesaran kelenjar limfe dan tiroid tidak ada, kesulitan menelan tidak ada.

Nyeri tekan tidak ada, pembesaran kelenjar limfe dan tiroid tidak ada, kesulitan menelan tidak ada. Pergerakan dada simetris, tidak menggunak an otot bantu pernafasan. BU : 16 x/mnt, datar, tidak ada nyeri tekan, tumor (-), P : saat awal sakit typhoid. Q : perut mual. R : bagian perut kadangkadang terasa sakit. S : skala nyeri ringan, yaitu 2. T : 1-2

Dada dan paru Pergerakan dada simetris, tidak ada penggunaan otot bantu pernafasan.

Abdomen

BU : 12 x/mnt, datar, tidak ada nyeri tekan, tumor (-), P : (-) Q : (-) R : (-) S : (-) T : (-).

BU : 16 x/mnt, datar, tidak ada nyeri tekan, tumor (-), P : (-) Q : (-) R : (-) S : (-) T : (-).

menit, gejala yang dirasakan secara tibatiba. Ekstremitas Tidak ada kelainan, pergerakan bebas, tidak ada cidera. Bersih, warna kulit sawo matang, tidak ada tanda infeksi, turgor kulit baik. Tidak ada kelainan, pergerakan bebas, tidak ada cidera. Bersih, warna kulit sawo matang, tidak ada infeksi, tiurgor kulit lembab. Tidak ada kelainan, pergerakan bebas, tidak ada cidera. Bersih, warna kulit sawo matang, tidak ada infeksi, tidak ada jamur, turgor kulit kering. Tidak ada kelainan, pergerakan bebas, tidak ada cidera. Bersih, warna kulit hitam manis, tidak ada infeksi, tidak ada luka pada kulit, tidak ada jamur, turgor kulit lembab. Pendek, kotor.

Kulit

Kuku

Pendek, bersih.

Pendek, bersih

Panjang, hitamhitam, dan kotor. 25 kg. Saat dikaji, Aksa dalam keadaan sehat tidak

BB Kesimpulan

59 kg. Saat dikaji, Bpk. Ardhyansyah dalam keadaan sehat.

57 kg. Saat dikaji, Ny. Daswati dalam keadaan sehat.

22kg. Saat dikaji, Ulpa dalam keadaan sakit.s

I.

HARAPAN KELUARGA 1. Harapan keluarga terhadap perawat atau petugas kesehatan : Keluarga berharap dengan datangnya petugas kesehatan di rumahnya ini memberikan informasi yang berkaitan dengan penyakit yang diderita Ulpa saat ini. Sehingga keluarga mampu mengenal dan

mengerti dan memberikan perawatan yang benar pada Ulpa sehingga anaknya dapat sembuh dengan cepat. Dan tidak terjadi kekambuhan lagi pada Ulpa. Dari 8 tugas perkembangan keluarga yang sudah terpenuhi adalah: a. Pembagian masing-masing anggota sesuai dengan kedudukannya masing-masing. b. Sosialisasi antar anggota keluarga. c. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga. Data yang difokuskan pada keluarga Bpk. Ardhyansyah yang berkaitan dengan Typhoid pada Ulpa dengan usia (8 tahun), jenis kelamin (perempuan), lingkungan yang masih kurang mendukung, pekerjaan (pelajar), pendidikan (SD), hubungan keluarga (anak), kebiasaan jajan sembarangan di sekolah dan di luar rumah. Dari hasil pengkajian yang dilakukan, Ulpa masih menderita Typhoid. Sebelumnya Ulpa juga pernah menderita Typhoid dan pernah diopnam di RS dan sudah sembuh, tetapi tidak lama kemudian penyakit ini kambuh lagi, dan orang tuanya baru memeriksakannya di Puskesmas. Dari hasil pengkajian didapatkan bahwa orang tua dari Ulpa tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit menular atau penyakit resiko tinggi.

J. ANALISA DATA No. 1. Tgl/Waktu 8/12/2010 Data Fokus DS : 1. Bpk.Ardhyansyah mengatakan Ulpa Selama 7 hari demam. Oleh keluarga dibawa ke puskesmas dan diperiksa lab. Ulpa menderita penyakit Typhoid. 2. Keluarga Bpk. Ardhyansyah mengatakan suhu Ulpa belum biasa mencapai batas normal masih demam. DO : 1. Saat dikaji wajah Masalah Keperawatan Hipertermi pada Ulpa di keluarga Bpk. Ardhyansyah Etiologi Ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita Typhoid.

2.

8/12/2010

klien cemas, S:38,9C, N:88x/menit, RR:24x/menit, Diperoleh hasil lab tanggal 7 Desember 2011 Widal TyO : 1/160 TyH : 1/320 DS : 1. Ibu klien mengatakan anaknya tidak nafsu makan, kadang makan dengan porsi sedikit saja tidak habis, klien sering jajan ciki-ciki. Ibu klien juga mengatakan selama sakit anaknya selalu muntah dengan frekuensi 3x dalam sehari. Klien juga mengatakan badannya lemas. DO : 1. TB:129 cm, BB: Sebelum sakit (25 kg) Selama sakit (22,5 kg)

Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi pada Ulpa di keluargaBpk.Ardhyansyah

Ketidak mampuan keluarga merawat anak yang mengalami anoreksia.

K. SKORING DAN PRIORITAS MASALAH 1. Hipertermi pada Ulpa di keluarga Bapak Ardhyanasayah. Kriteria Masalah ke-1 Sifat masalah Aktual : 3 Skor 3/3 Bobot 1 Nilai 1 Pembenaran Masalah sudah terjadi, perlu penanganan segera agar tidak menimbulkan berbagai komplikasi dari Typhoid.

Kemungkinan masalah dapat diubah Mudah : 2

2/2

Kemungkinan masalah dapat diubah pada Ulpa yaitu mengusahakan agar adanya perawatan dirumah dengan pemberian kompres untuk menurunkan suhu tubuh. Potensial masalah dapat diubah tinggi karena pendidikan keluarga, keluarga juga mendukung dengan hadirnya perawat dalam keluarga, dalam menangani masalahanaknya. Keluarga menyadari mempunyai masalah kesehatan yang harus segera ditangani karenakeluarga beranggapan bahwa kesehatan itu sangat mahal.

Potensial masalah untuk dicegah Tinggi : 3

3/3

. Menonjolnya masalah Masalah harus segera ditangani: 2

2/2

jumlah

2. Gangguan pemenuhan nutrisi pada Ulpa di keluarga Bapak Arhyansyah. Kriteria Masalah ke-2 Sifat masalah Aktual : 3 Skor 3/3 Bobot 1 Nilai 1 Pembenaran Masalah sudah terjadi tetapi perlu penanganan agar tidak menimbulkan komplikasi. Mengatasi masalah Ulpa mengupayakan agar selalu istirahat dan makan yang teratur. Masalah pada Ulpa dapat ditangani dengan memberikan makanan sedikit tetapi sering dan memberikan makanan yang bergizi. Supaya tidak terjadi komplikasi lebih lanjut dan BB pulih kembali.

Kemungkinan masalah dapat diubah Sebagian : 1

1/2

Potensial masalah untuk dicegah Cukup : 2

2/3

2/3

Menonjolnya masalah Masalah harus segera ditangani Jumlah

2/2

3 2/3

L. DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUAARGA BERDASARKAN PERIORITAS MASALAH 1. Hipertermi pada ulpa di keluarga Bapak ardhyansah berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita Typhoid. 2. Gangguan pemenuhan nutrisi pada Ulpa di keluarga Bapak ardhyansah berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga merawat anak yang mengalami anoreksia.

M. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN Nama KK : Bapak Ardhyansah Tgl No. & jam 1. Diagnosa Keperawatan Evaluasi TUM TUK Kriteria Standar Interven si

8/12/ Hipertermi 2010 pada Ulpa di keluarga Bpk. Ardhyansyah berhubungan dengan ketidakmamp uan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita Typhoid.

Setelah diberikan pendidikan kesehatan selama 3 hari masalah pada Ulpa di keluarga Bpk. Ardhyansyah dapatteratasi.

1. Keluarga mampu mendeskripsi kan masalah kesehatan pada Ulpa yaitu Typhoid. 1.1 Keluarga dapat menjelaskan tentang pengertian Typhoid sesuai dengan pendidikan dan pengetahuan keluarga. 1.2 Keluarga mampu menyebutkan penyebab typhoid. Verbal 1.Typhoid adalah penyakit yang menyerang pada saluran pencernaan yaitu di usus. 1. Kaji kembali pengetahuan keluarga tentang materi yang telah disampaikan.

Verbal

2. Penyebab typhoid adalah kuman salmonella, yang

2.Simpulkan bersama keluarga tentang penyakit typhoid.

dibawa lewat makanan, feses, muntahan,jari yang kotor atau kuku yang kotor, dan kebersihan lingkungan serta makanan yang kurang bersih. 1.3 Keluarga mampu menyebutkan tanda dan gejala typhoid. Verbal 3. Tanda dan gejala typhoid adalah badan panas, nafsu makan menurun, dan gangguan kesadaran. 3. Berikan pendidikan kesehatan tentang typhoid dengan menggunakan media lembar balik dalam mengidentifikas i tanda dan gejala typhoid. 4. Berikan pujian atas jawaban yang telah diberikan keluarga.

1.4 Keluarga mampu mengidentifi kas i tanda dan gejala typhoid yang dialamiUlpa. 2. Keluarga mampu Mengambil keputusan yang tepat apabila penyakit Ulpa kambuh. 2.1Mengiden

Afektif

4. Adanya ungkapan keluarga dalam mengidentifika si tanda dan gejala typhoid pada Ulpa.

Verbal

1. Akibat dari

1. Bersama

tifikasi akibat dari typhoid.

Typhoid adalah bisa terjadi gangguan kesadaran dan perdarahan pada usus. Afektif 2. Adanya upaya keluarga dalam mengambil keputusan dalam mengatasi typhoid atau sakit pada anaknya

keluarga menjelaskan tentang akibat lanjut dari typhoid dengan media lembar balik.

2.2 Keluarga dapat mengambil keputusan dengan tepat jika anak kambuh.

2. Anjurkan keluarga untuk tepat dalam mengambil keputusan saat anak sakit

3. Keluarga mampu melakukan perawatan pada anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan. 3.1 Keluarga tahucara pencegahan untuk menghindari kekambuhan typhoid. Verbal 1. Dengan menjaga kebersihan diri pada anak dan lingkungan rumah, serta menghidangka n makanan dengan benar dan bersih. 1. Anjurkan keluarga supaya selalu menjaga lingkungan dan selalu memperhatikan anak dengan memotong kuku anak jika panjang dan perhatian makanan. 2. Motivasi keluarga untuk

3.2 Keluarga dapat

Verbal dan

2. Merawat typhoid, saat

merawat anggota keluarga yang sakit typhoid.

Psikomo torik

tubuh panas dengan memberikan kompres. Makanan yang diberikan harus lunak, tidak pedas, dan asam.

memberikan perawatan mandiri dirumah saat anak panas.

4. Keluarga mampu memodifikasi linkungan. 4.1Menganju rkan kepada keluarga untuk senantiasa menjaga lingkungan supaya tetap bersih, dan pentingnya menjaga lingkungan. 5. Keluarga mampu memanfaatka n fasilitas pelayanan kesehatan yang tepat dan illegal. 5.1 Keluarga dapat menyebutkan macammacam layanan kesehatan yang ada di Verbal dan Psikomo torik 1. Lingkungan yang bersih bebas dari lalat dan kotoran sampah dan pembangunan sampah yang teratur pula. 1. Kaji keluarga dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah dalam kehidupan sehari-hari.

Verbal

1. Keluarga mampu menyebutkan jenis layanan kesehatan yang ada dimasyarakat yaitu puskesmas,poli

1. Tanyakan pada keluarga jenis pelayanan kesehatan yang digunakan untuk berobat.

masyarakat.

klinik, rumah sakit, dan lainlainnya. Verbal 2. Memberikan pelayanan kesehatan pada anggota yang sakit untuk mendapatkan pengobatan. 2. Motivasi keluarga untuk segera membawa anggota yang sakit untuk berobat ke pelayanan terdekat. 3. Jelaskan pada keluarga tentang pentingnya memanfaatkan pelayanan kesehatan atau puskesmas.

5.2Menjelask an manfaat layanan kesehatan.

5.3 Keluarga dapat memanfaatka n pelayanan kesehatan. 2 Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada ulpa dikeluarga bpk.ardyhans ahberhubung andengan ketidakmamp uan keluarga merawat anggota keluarga dengan anoreksia Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari diharapkan agar berat badan Ulpa dikeluarga Bpk.Ardyans ah dapat kembali normal. 1. Keluarga mampu mengenal masalah kesehatan gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan. 1.1 Keluarga mampu menjelaskan pengertian aneroksia. 1.2 Penyebab anoreksia.

Psikomo tor

3. Kunjungan keluarga ke puskesmas.

Verbal

1. Anoreksia adalah tidak nafsu makan.

1. Diskusikan bersama keluarga tentang anoreksia.

Verbal

2. Perasaan tidak enak diperut.

2. Menjelaskan pada keluarga tentang penyebab anoreksia. 3. Mengkaji pengetahuan keluarga tentang tanda dan gejala

1.3 Tanda dan gejala dari anoreksia.

Verbal

3. Perut terasa tidak enak. Mulut terasa pahit.

anoreksia. 2. Keluarga mampu menjelaskan akibat lanjut dari gangguan anoreksia. 2.1 Keluarga mampu menyebutkan kembali akibat dari anoreksia 3. Keluarga mampu melakukan perawatan secara mandiri pada klien. 3.1 Keluarga mampu memenuhi nutrisi pada anak dengan anoreksia.

Verbal

1. Kekurangan nutrisi, berat badan menurunbau mulut.

1. Kaji kembali pengetahuan keluarga tentangakibat anoreksia yang telah disampaikan.

Psikomo tor

1. Memberikan makanan yang bergizi, seperti buah buahan dan sayur sayuran serta lauk dan pauk. 2. Memberikan makanan dengan porsi sedikit tapi sering. 3. Berikan vitamin untuk menambah nafsu makan pada anak yang mengalami masalah anoreksia. Keluarga

Tanyakan pada keluarga apakah sudah memberikan perawatan untuk memenuhi pemenuhan nutrisi yang baik jika anak sakit.

3.2 Keluarga

Psikomo

Memotivasi

dapat menimbangk an berat badan anak untuk mengetahui pertumbuhan anak.

tor

mengatakan dengan menimbangkan berat badan pada anak dapat mengetahui tingkat perrtumbuhan anak

keluarga untuk rutin menimbangkan anak supaya dapat mengetahui anaknya tumbuh normal apa tidak sesuai umumnya.

4.Menciptaka n suasana yang nyaman saat klien makan. 4.1 Keluarga dapat menyajikan makanan dengan menarik untuk meningkatka n nafsu makan pada anak. 4.2Memberik ansuasana yangnyaman saat anak makan. Verbal DanPsik omotor 1. Dengan menyajikan makanan sayur hijau dan wortel dan lainnya untuk meningkatkan nafsu makan pada anak. 1. Bersama keluarga menyimpulkan cara penyajian makanan yang bersih dan menarik.

Psikomo tor

2. Dengan menyuapi anak saat makan, memberikan hiburan saatanak makan dengan nonton tv dsb.

2. Menganjurkan kepada keluarga untuk tetap memberikan kenyamanan saat anak makan baik sehat ataupun sakit.

5. Keluarga mampu memanfaatka n fasilitas pelayanan kesehatan.

5.1 Keluarga mampu menyebutkan macam layanan kesehatan untuk anak yang mengalami aneroksia. 5.2 Keluarga dapat menyebutkan manfaat pelayanan kesehatan

Verbal

1. Pelayanan kesehatan yang dapat digunakan adalah puskesmas dan rumah sakit.

1. Memotivasi keluarga untuk menyebutkan kembali jenis, jenis pelayanan yang dapat digunakan untuk membawa anak jika sakit. 2. Diskusikan kembali dengan keluarga manfaat pelayanan kesehatan.

Verbal

2. Manfaat puskesmas adalah untuk berobat dan mendapatkan pengobatan jika sakit. 3. Dengan menggunakan puskesmas untukberkonsu ltasi mengenai masalah anak dengan anoreksia.

5.3 keluarga dapat memanfaatka n layanan kesehatan yangdipilih unuk atasi masalah dengan anoreksia.

Psikomo tor

3. Jelaskan kembali bersama keluarga tentangpentingny amemanfaatkan pelayanan kesehatan

N. IMPLEMENTASI Tgl/ja m 8/01/11 15.00 No. Dx Tujuan Khusus setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari diharapkan keluarga mampu: 1. Mampu mengenal masalah yang berkaitan dengan typhoid Implementasi menyampaikan maksud serta tujuan pertemuan sesuai dengan kontrak waktu. 1. Mengkaji pengetahuan keluarga dan menjelaskan tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala, serta cara penularan dan pencegahan serta akibat dari penyakit dan pengobatan. Evaluasi formatif Paraf

2. Memberikan kesempatan pada keluarga untuk mengungkapkan kembali apa yang telah disampaikan oleh perawat.

S : Klien mengatakan typhoid adalah penyakit yang menyerang saluran pencernaaan dan di sebabkan oleh kuman salmonella typhosa. Tanda dan gejalanya lidah kotor, baadan panas, dan nafas tidak berbau sedap. O : Klien terlihat menjelaskan dan antusias untuk mendengarkan meskipun masih kurang benar. S : Keluarga mengatakan penyakit ini menular karena makan makanan yang dihinggapi lalat, jari kuku yang kotor dan kebiasaan tidak cuci tangan sebelum makan serta makan sembarangan yang pedas dan asam serta feses dan

muntahanO : Ibu daswati mendengarkan penjelasan perawat. 3. Berikan reinforcement yang positif atas jawaban yang telah diberikan 2. Mampu 1. Menjelaskan pada mengambil keluarga tentang keputusan yang tepat komplikasi yang berkaitan dengan muncul akibat dari penyakit lanjut dari penyakit typhoid typhoid 2. Motivasi keluarga untuk menyebutkan kembali akibat dari typhoid

3. Mampu merawat

S : Keluarga mengatakan badannya panas O : Ibu daswati belum mampu menjelaskan komplikasi dari typhoid. S : Ibu daswati mengatakan komplikasi dari penyakit ini adalah dapat terjadi perdarahan pada usus. Dan gangguan kesadaran. O : Keluarga sudah mampu menyebutkannya berikan pujian atas jawaban yang telah disampaikan. 3. Menganjurkan S : Biasanya saya kepada mamberikan untuk mengambil makanan bubur mbak keputusan yang tepat kalau anak saya sakit tapi kadang tidak mau. O : Mendengarkan penjelasan perawat. 4. Berikan reinforcement positif atas usaha keluarga. 1. Mengkaji dan S : Saya biasanya

anggota yang sakit.

memberikan penjelasanpada keluarga cara perawatan yang biasa dilakukan untuk penderita typhoid. 2. Motivasi keluarga untuk melakukan cara perawatan yang sudah dijelaskan.

mengompres dahinya dengan air hangat O : Ibu daswati sudah mampu menjawab pertanyaan perawat. S : Keluarga mengatakan ya mbak nanti saya akan melakukan kompres jika anak saya panas dengan mengompresnya pada dahi, ketiak dan selangkangan. O : Berikan pujian atas jawaban yang telah disampaikan.

4. Mampu memodifikasi lingkungan yang tepat.

3. Berikan reinforcement yang positif. 1. Mengkaji dan memberikan penjelasan untuk memodifikasi lingkungan pada penderita typhoid

2. Motivasi keluarga untuk melaksanakan caracara memodifikasi lingkungan

S : Keluarga mengatakan selama ini sudah berusaha untuk menjaga lingkungan rumah agar selalu bersih, tetapi anaknya yang kecil ini selalu membuat kondisi berantakan. O : Keluarga mendengarkan penjelasan perawat dan mau bertanya. S : Keluarga mengatakan dengan cara menjaga lingkungan tetap bersih dapat meminimalkan

yangdiajarkan untuk selalu menjaga rumah tetap bersih bebas dari kotoran dan lalat.

terjadinya penyakit yaitu dengancara menyapu lantai dua kali sehari dan mengatur pembuangan sampah dengan cara menutup dan membakar sampah supaya tidak banyak lalat. O : Rumah Bpk.Ardyansah tampak rapi dan bersih.

5. Mampu memanfaatkan pelayanan kesehatan dengan baik

3. Berikan reinforcement yang positif. 1. Memberikan penjelasan tentang manfaat yang didapat jika keluarga dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan dengan baik

2. Motivasi keluarga untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan

S : Keluarga mengatakan selama ini sudah memanfaatkan puskesmas untuk berobat jika ada keluarga yang sakit. O : Keluarga mampu mengungkapkan pendapatnya. S : Ibu daswati mengatakan akan segera memeriksakan anggota keluarganya yang sakit supaya tidak terjadi komplikasi yang lebih lanjut. O : Ibu daswati antusias untuk bertanya dan menjawab.

3. Berikan reinforcement yang positif atas jawaban yang telah diberikan

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 haridiharapkan agar berat badan Ulpa di keluarga Bpk.Ardyansah dapat kembali normal. 1. Keluarga mampu mengenal masalah kesehatan gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan.

Mengucapkan salam dan menyampaikan maksudserta tujuan pertemuan sesuai dengan kontrak waktu. 1. Mengkaji pengetahuan keluarga tentang pengertian, tanda, dan gejala anoreksia. 2. Memberikan kesempatan pada keluarga untuk mengungkapkan kembali apa yang telah disampaikan oleh perawat

S : Keluarga mengatakan anoreksia adalah tidak nafsu makan, selainitu mual dan mutah. O : Keluarga terlihat semangat dalam menjelaskan.

S : Keluarga berkata anoreksia yang dirasakan oleh anaknya dapat menyebabkan berat badan menurun. O : Keluarga antusias membicarakan tentang anoreksia.

3. Berikan reinfocement yang positif atas jawaban yang diberikan 2. Mampu 1. Menjelaskan mengambil kepada keputusan yang tepat keluarga tentang berkaitan dengan komplikasi yang akibat muncul lanjut dari anoreksia dari anoreksia

2. Motivasi keluarga untuk menyebutkan kembali akibat dari anoreksia

S : Keluarga berkata nafsu makan Ulpa bertambah. O : Ibu daswati belum mampu nmenjelaskan komplikasi dari anoreksia. S : Ibu daswati mengatakan komplikasi dari anoreksia adalah menurunnya berat badan. O : Keluarga mampu menjawab pertanyaan dari

3. Menganjurkan kepadakeluarga untuk mengambil keputusan yang tepat. 4. Berikan reinforcement positif atas usaha keluarga. 1. Memberikan penjelasan pada keluarga tentang mengatasi anoreksia

perawat S : Keluarga mengatakan selalumemperhatikan diit Ulpa O : Menyebutkan diit Ibu daswati.

3. Mampu merawat anggota keluarga yang sakit.

2. Motivasi keluarga untuk melakukan cara perawatan anoreksia 3. Berikan reinforcement yang positif. 1. Mengkaji dan memberikan penjelasan untuk memodifikasi lingkungan pada penderita anoreksia

S : Ibu daswati mengatakan sudah berusaha memberikan suplemen penambah nafsu makan. O : Ibu daswati menunjukkan suplemen S : Keluarga berkata akan menjaga pola nutrisi Ulpa. O : Berikan pujian atas jawaban yang telah disimpulkan.

4. Mampu memodifikasi lingkungan yang tepat

2. Motivasi keluarga untuk melakukan cara-cara memodifikasi lingkungan yang diajarkan.

S : Ibu daswati mengatakan selama ini sudah berusaha menjaga lingkungan rumah. O : Ibu daswati mendengarkan penjelasan perawat S : Keluarga mengatakan dengan cara menjaga lingkungan tetap bersih dapat meminimalkan terjadinya penyakit. O : Keluarga antusias

menjelaskan 3. Berikan reinforcement yang positif. 1. Memberikan penjelasantentang manfaat yang di dapat jika keluarga dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan dengan baik.

5. Mampu memanfaatkanpelay anan kesehatan yang baik.

2. Motivasi keluarga untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan.

S : Ibu daswati mengatakan selama inisudah memanfaatkan puskesmas untuk berobat jika ada keluarga yang sakit. O : Ibu Daswati mampu mengungkapkan pendapatnya S : Keluarga mengatakan akan memeriksakan anggota keluarganya yang sakit supaya tidak terjadi komplikasi yang lebih lanjut. O : Keluarga antusias untuk bertanya dan menjawab.

3. Berikan reinforcement yang positif atas jawaban yang telah diberikan.

O. EVALUASI Tgl / waktu Sabtu, 8/01/11 Jam 15.30 Diagnosa Keperawatan Hipertermi pada ulpa dikeluarga Bpk.Ardyansah berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita typhoid. Evaluasi Sumatif S : Keluarga mengatakan sudah mengetahui pengertian typhoid, penyebab, tanda, dan gejala serta penyebaran penyakit dan dampak dari penyakit jika tidak segera di tangani. Cara perawatan dengan mengompres dan istirahat dan makan makananyang bergizi. Dan keluarga juga mengatakan pentingnya dengan segera membawa anak berobat kepusat pelayanan kesehatan. O : Keluarga sudah mampu menjelaskan meskipun tidak urut dan berusaha untuk mengulang kembali dan bertanya jika lupa.Keluarga antusias untuk mendengarkan dan bertanya tentang penjelasan yang belum diketahui. A : Masalah teratasi sebagian, karena keluarga sudah tahu tentang typhoid, keluarga mampu mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi masalah jika anak sakit, keluarga mampu merawat anggota keluarga yang sakit typhoid dengan memberikan kompres pada dahi dan ketiak serta selangkangan, untuk menurunkan suhu tubuh. P : Motivasi keluarga untuk bisa menjaga anak supaya tidak makan sembarangan dan Paraf

selalu mencuci tangan sebelum makan dan aktifbertanya pada petugas pelayanan kesehatan, supaya dapat merawat anak yang sakit dengan baik. Dan untuk rencana tindak lanjutnya motivasi kader untuk tanggap dalam memperhatikan kesehatan warganya yang sakit supaya tidak terjadi kekambuhan dan motivasi juga untuk mendatangkan petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan kesehatan supaya penyebaran penyakit yang ada didaerah itu bisa diminimalkan. S: Keluarga mengatakan sudah mengetahui tentang cara pemenuhan nutrisi pada anak yang sakit typhoid, jenis makanan yang diberikan pada anak jika typhoid dan harus mengetahui tingkat pertumbuhan dan perkembangan pada anak dengan cara konsul dan aktif bertanya pada pelayanan kesehatan dan sesering mungkin menimbang berat badan anak. O : Keluarga sudah mampu menjelaskan dari apa yang telah ditargetkan perawat tentang gangguan pemenuhan nutrisi meliputi pengertian tanda dan gejala akibat lanjut serta komplikasi. A : masalah teratasi sebagian karena keluarga sudah mampu mengenal masalah pada anaknya yang

Sabtu, 8/01/11 Jam 16.00

Gangguan pemenuhan nutrisi pada Ulpa dikeluarga Bpk.Ardyansah berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga merawat anak yang anoreksia

berkaitan dengan nutrisi. P : Motivasi keluarga untuk dapat memenuhi nutrisi yang baik jika anak sakit. Untuk rencana tindak selanjutnya ingatkan kepada keluargauntuk selalu memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi anank serta kebersihannya untuk menghindari kekambuhan dan anjurkan keluarga untuk mengingatkan anak untuk cuci tangan dengan sabun sebelum makan.