Anda di halaman 1dari 7

II.1.

3 Mixed Use Building

Pengertian :

Mixed Use Building adalah salah satu

berusaha menyatukan berbagai aktivitas dan fungsi yang berada di bagian area

suatu kota (luas area terbatas, harga tanah mahal, letak strategis, nilai ekonomi

tinggi) sehingga terjadi satu struktur yang kompleks dimana semua kegunaan

dan fasilitas saling berkaitan kerangka integrasi yang kuat (dikembangkan dari

M eyer, 1983).

upaya pendekatan perancangan yang

Binus University-Architecture Major 2010

Rumah Susun dan Pasar di Jakarta barat | 14

R0288-Tugas Akhir

Maksud dan Tujuan Pembangunan Mixed Use Building

1. Efisien dan ekonomis dalam pengadaan infrastruktur dan utilitasnya

2. Perbaikan sistem transportasi

3. M emberikan kerangka yang fleksibel untuk perancangan bangunan dan

lingkungannya.

Menurut Danisworo (1996) terdapat sedikitnya 6 keuntungan dari konsep

Mixed Use Building:

1. M endorong tumbuhnya kegiatan yang beragam secara terpadu dalam suatu

wadah secara memadai

2. M enghasilkan sistem sarana dan prasarana yang lebih efisien dan ekonomis

3. M emperbaiki sistem sirkulasi

4. M endorong pemisahan yang jelas antara berbagai sistem transportasi

5. M emberikan kerangka yang luas bagi inovasi perancangan bangunan dan

lingkungan

Dampak negatif yang harus diantisipasi dari pembangunan Mixed Use

Building yakni:

1. Terjadinya skala usaha, dominasi kegiatan. Pemusatan berbagai fungsi dalam

sebuah Mixed Use Building berpotensi menimbulkan dominasi kegiatan atau

terbangunnya usaha dengan skala besar bagi investor yang mempunyai kekuatan

dana yang besar.

Binus University-Architecture Major 2010

Rumah Susun dan Pasar di Jakarta barat | 15

R0288-Tugas Akhir

2. Terjadinya skala bangunan. Pengembangan superblok berpotensi untuk

menumbuhkan bangunan dengan skala yang sangat besar sehingga dapat

menimbulkan ketidak seimbangan dengan skala bangunan-bangunan lain dalam

suatu kota.

3. Terjadinya ruang-ruang mati. Berkembangnya Mixed Use Building dengan

kelengkapan berbagai fungsi, fasilitas dan aktivitas untuk melayani penduduk

suatu kota dapat mengakibatkan matinya ruang-ruang dalam kota yang lain.

4. Penggusuran beberapa permukiman secara paksa. Proses pembangunan sebauh

superblok dapat saja dilakukan dengan menggusur beberapa permukiman secara

paksa karena dibutuhkan luasan lahan yang cukup. Apabila dilakukan secara

sepihak tanpa kesepakatan antar berbagai sector terkait, proses ini berpotensi

menimbulkan kerusuhan.

5. M enghilangnya sense of identity. Penghilangan ruang kota berpotensi

menghilangkan sense of identity dari kota tersebut. Hal ini disebabkan terutama

karena hilangnya ruang-ruang kota yang merupakan pentas aktivitas dan budaya

masyarakat kota tersebut.

6. M asalah pembebanan kota terutama infrastrukturnya. Pemusatan berbagai

fungsi

dalam

ketidakseimbangan beban bagi infrastruktur kota.

suatu

Mixed

Use

Binus University-Architecture Major 2010

Rumah Susun dan Pasar di Jakarta barat | 16

R0288-Tugas Akhir

Pembangunan Mixed Use Building di negara-negara maju hingga saat ini terus

dilakukan dengan manfaat sebagai berikut:

1. Kelengkapan fasilitas yang tinggi pada bangunan Mixed Use Building,

memberikan kemudahan bagi pengunjungnya

2. Peningkatan kualitas fisik lingkungan. Kelengkapan adanya fasilitas yang

direncanakan dengan matang pada suatu kawasan yang memungkinkan

diadakannya rancangan yang baik termasuk rancangan perbaikan kualitas

lingkungan.

3. Efisiensi pergerakan bagi pengguna bangunan tersebut dengan adanya

pengelompokkan berbagai fungsi dan aktivitas dalam suatu Mixed Use Building.

4. Vitalitas dan generator pertumbuhan. Adanya pembangunan superblok pada

suatu kawasan berpotensi meningkatkan pertumbuhan kawasan di sekitarnya

sebagai respon terhadap kebutuhan layanan bagi pengguna bangunan tersebut.

5. Penghematan pendanaan pembangunan berbagai fasilitas dalam satu komplek

atau kawasan, misalnya dengan efisiensi dana pembangunan infrastruktur.

6. M enghambat perluasan kota. Mixed Use Building dapat diasumsikan sebagai

pertumbuhan kota secara vertikal sehingga dapat menghambat perluasan kota

secara horisontal.

7. Integrasi sistem-sistem. Sesuai persyaratan sebuah superblok, pengembangan

fungsi-fungsi di dalamnya harus dirancang secara terintegrasi, saling

menguntungkan antar fungsi.

(Sumber : M arlina, Endy. 2008. Panduan Perancangan Bangunan Komersial.

Yogyakarta: ANDI)