Anda di halaman 1dari 14

2.

ELEKTRO GRAVIMETRI

a. SEKILAS Elektrogravimetri adalah metode yang menggunakan pemisahan dan pengukuran ion dari sampel, biasanya dari logam. Dalam proses ini sampel larutan dilakukan melalui elektrolisis. Reduksi elektrokimia menyebabkan analit mengendap pada katoda. Hasil pada katoda ditimbang sebelum dan setelah percobaan, dan perbedan dapat digunakan dengan menghitung persentase dari sampel dalam larutan. Beberapa istilah yang dipakai dalam analisis elektrogravimetri yaitu : sel volta (galvani) dan elektolisis. suatu sel terdiri dari dua elektroda dan satu atau lebih larutan dalam tempat yang sesuai. Jika suatu sel dapat mengalirkan energi listrik kepada suatu sistem luar (eksternal), maka disebut sel volta (galvani). Energi kimia diubah menjadi energi listrik, tetapi sebagian dari energi tersebut terbuang sebagai kalor (panas). Jika energi listrik diberikan dari suatu sumber luar, sel yang mengalir disebut elektrolisis. Elektrogravimetri digunakan pada pada analisa kuantitatif, pemisahan, prekonsentrasi, elektrosintesis, dan pemurnian logam. b. PENGERTIAN Elektrogravimetri adalah metode penentuan kadar ion/unsur berdasarkan hasil penimbangan berat zat yang mengendap pada salah satu elektroda pada reaksi elektrolisis terhadap larutan cuplikan/ metode yang menggunakan pemisahan dan pengukuran ion dari sampel, biasanya dari logam. Dalam proses ini sampel larutan dilakukan melalui elektrolisis. Reduksi elektrokimia menyebabkan mengendap pada katoda. Hasil pada katoda ditimbang sebelum dan setelah percobaan, dan perbedan dapat digunakan dengan menghitung persentase dari sampel dalam larutan. Pada reaksi elektrolisis ini, energi listrik akan diubah menjadi reaksi kimia. Reaksi yang terjadi pada elektrolisis bergantung pada: Sumber arus searah Jenis elektroda Larutan elektrolit Dalam bentuk yang biasa, elektrogravimetri melibatkan penyalutan suatu logam pada katoda platinum yang telah ditimbang dam kemudian penimbangan kembali untuk menetapkan kuantitas logam itu. Penetapan tembaga merupakan contoh, sample itu, barangkali suatu aliese tembaga, dilarutkan dalam asam nitrat, katoda kasa platinum, yang telah dibersihkan dalam asam nitrat, dibilas, dikeringkan dalam oven, dan ditimbang, kemudian dicelupkan kedalam larutan dan dibuat hubungan listrik dengan menggunakan sejenis jepitan. Voltase luar dinaikkan sampai ammeter itu menunjukkan suatu arus dan

Katoda adalah elektroda pada mana reduksi terjadi. sebuah sel galvani Selagi produk-produknya terbentuk diatas elektroda-elektroda. katoda makin menjadi negatif sampai mulai reduksi nitrat. sementara votase luar masih dikenakan (untuk mencegah melarutnya kembali lapisan tembaga itu oleh kerja galvani). Beberapa seharusnya Eapplied seharusnya menambahkan sesuatu voltase ekstra untuk memastikan bahwa elektrolisis itu berjalan. katoda diambil dari larutan. Suatu sel tertentu dapat berfungsi sesaat sebagai sel galvani dan pada saat lain sebagai elektrolisis. karena elektron-elektron meninggalkan sumber dan masuk kedalam sel elektrolisis pada terminal tersebut.katoda tampak kemerahan (dari tembaga). dikeringkan dengan cepat dalam oven untuk menghindari oksidasi pada permukaan tembaga dan akhirnya didinginkan dan ditimbang. Jika energi listrik itu diberikan dari suatu sumber luar. timbel atau aki. Pada akhir elektrolisis. Akan tampak gelembung yang timbul dari anoda. Beberapa istilah yang dipakai dalam analisis elektrogravimetri : Sel volta (galvani) dan sel elektrolisis adalah suatu sel terdiri dari dua elektroda dan satu atau lebih larutan dalam wadah yang sesuai. Selama suatu elektrogravimetri. elektrode yang melekat pada terminal negatif dari sumber. NO3. Suhu dalam persamaan Eaplied tersebut tidak dapat dihitung dengan tepat. Dan hukum-hukum faraday menjelaskan perubahan utama pada elektrodaelektroda. Sel elektrolisis adalah energi kimia diubah sedikit banyak dengan lengkap menjadi energi listrik. tetapi sebagian dari energi itu terbuang menjadi kalor (panas). yang mingkin terdapat dalam sample (itu juga mencegah reduksi H+. Contoh : akumulator. Jika arus dimatikan. sel melalui mana yang mengalir dinamakan sel elektrolisis. Dalam sebuah sel elektrolisis. Jika sel iti dapat memberi eneegi listrik kepada suatu sistem-luar (eksternal). produk ini cenderung menghasilkan suatu arus dengan arah yang berlawanan dimana arus elektrolisis dilakukan. ia disebut sel volta atau galvani.+ 10 H+ + 8e → NH4+ + 3H2O Ini menstabilkan potensial katoda yang kemudian menjadi menjadi tidak cukup negatif untuk mereduksi logam lain. Katoda . Katoda itu dibilas dengan air suling. kemudian dicelupkan kedalam etanol atau aseton untuk memudahkan pengeringan. yang tak disukai karena pembebasan hidrogen yang terjadi bersama-sama akan menyebabkan endapan tembaga menjadi seperti karet dan tak mau menempel. seperti nikel. Diinginkan medium asam nitrat untuk eksperimen dengan menurunnya konsentrasi Cu2+ oleh elektrolisis.

Teknik itu sangat berhasil bila logam yang cukup mulia seperti tembaga atau perak harus ditetapkan dalam sample yang konstitusi-konstitusi lainnya tak semudah H+ untuk direduksi. karena sel demikan menerima elektronelektron ada terminal ini. Reaksi pada elektroda elektrolisis misalnya : elektrolisis larutan Zn bromida dengan elektroda platina dengan penggunaan voltase +++ (yang berlebih) . . Reaksi pada katoda : Zn2+ + 2e Zn Reaksi pada anoda : 2 Br. Suatu elektrode dikatakan didepolarisasi oleh suatu zat. REAKSI Unit elektrolisis Susunan yang dipakai dalam keadaan yang berbeda-beda antara satu laboratorium dengan lainnya. Elektrolisis cepat. Ini adalah terminal positif dari suatu sel elektrolisis atau terminal negatif dari suatu sel volta. tanpa pengadukan elektrolisis dilakukan tanpa pengadukan dengan potensial 2-2.adalah terminal positif dari sebuah sel galvani. c. M adalah saluran arus searah. sebuah rangkaian sederhana yang memakai saluran listrik arus searah (200-240 volt atau 110 volt). Anoda adalah elektrode dimana oksidasi terjadi.akan menghasilkan pendepositan.3 amper dan dilakukan sebaiknya semalaman. R1 sebuah tahapan tetap (yang terdiri dari suatu .Zn diatas katoda (dengan demikian menghasilkan elekroda Zn+) dan brom pada anoda.5 volt dan berarus sebesar kira-kira 0.Br2 + 2e Ada dua metode elektrolisis : Elektolisis lambat. dengan pengadukan Elektrolisis dilakukan dengan pengadukan dengan potensial 2-4 volt dan berarus kira-kira 2-4 amper dan elektrolisis dilakukan sampai selesai pengadukan mengakibatkan persediaan ion logam yang lebih dari cukup selalu ada didekat katoda itu dan akibatnya semua arus digunakan untuk pendepositan logam. -Dengan demikian menghasilkan suatu elektroda brom. jika zat ini menurunkan banyaknya polarisasi. digunakan secara meluas untuk logam. Elektrode terpolarisasi adalah suatu elektrode yang terpolarisasi jika potensialnya menyimpang dari nilai reversibelnya atau nilai keseimbangannya. Penetapan elektrogravimetri sederhana .

meskipun elektroda-elektroda titanium berlapiskan platinum (terplatinasi) juga tersedia (Baird and Tatlock): elektroda kasa lebih disukai karena mereka membantu dalam peredaran larutan. sebuah tabung kaca disisipkan kedalam cincin-cincin diatas kawat penghantar dari elektroda sebelah luar. Dengan elektroda tipe Fischer ini harus digunakan sebuah pengaduk dayung dari kaca yang independent. diatas dimana ditaruh piala yang mengandung larutan yang akan dielektrolisis. Be. dalam mana kedua elektroda diam.bangku lampu-lampu). V. suatu noda coklat dari iod akan terbentuk pada kutub positif.L (baird and Tatlock Ltd). Elektroda yang khas diperlihatkan pada gambar (a) dan (b) menyatakan sepasang elektroda. dan S sebuah saklar. Al. Ta. dan didalamnya memuat penyearah arus dari silikon yang memberi arus searah bertentangan rendah untuk elektrolisis. E sebuah bejana elektrolisis. Jika polaritas terminal (ujung-ujung jepit) tak diketahui. Katoda merkurium Digunakan meluas untuk pemisahan-pemisahan elektrolisis arus konstan. (c) menyatakan sepasang elektroda lain (tipe fischer). ini dapat ditetepkan dengan menyentuhkan kedua kawat dari terminal itu ke atas kertas yang dibasahi dengan larutan kaliun iodida. . Pemegang electrode dipasang pada sebuah lengan yang dapat disesuaikan tingginya. Sebuah trasformator menurunkan voltase menjadi 3-5 volt. Penggunaannya paling penting adalah pemisahan logam-logam alkali dan alkali tanah. sementara yang sebelah luar terpasang tetap. Zr. dan akhirnya melalui sebuah rangkai filter rata. sumber arus searah boleh berupa sebuah baterai mobil 6 volt yang berkapasitas besar. Elektroda Umumnya dibuat dari platinum atau dari platinum-iridium. arus lalu dialirkan melalui sebuah alat penyearah. Pilihan lain. dan membantu mengurangi setiap kecenderungan menghabisnya elektrolit secara setempat. atau sebuah batang pengaduk magnetik. V sebuah voltmeter dengan pembacaan sampai dengan 10-15 volt. atau sejumlah akumulator (aki) yang dihubungkan secara seri. Mg. Jika sumber arus searah tak tersedia. dan kawat penghantar kedalam elektroda sebelah dalam melalui tabung ini. Pengadukan dilakukan dengan sebuah pengaduk magnetik yang dipasang dibawah nampan tetes dari baja tahan karat. B. Tersedia banyak tipe alat komersial untuk analisis secara elektrolisis Gambar diatas memperlihatkan alat B.T. R2 debuah tahapan variabel kecil dengan wattase yang tinggi. dari mana yang sebelah dalam diputar. salah satu dari unit penyedia listrik arus searah komersial yang beroperasi pada jaringan arus bolak-balik dapat digunakan. A sebuah ammeter dengan pembacaan sampai dengan 10 amp. Ini dirancang untuk digunakan pada jaringan bolak-balik 200-250 volt.

umumnya digunakan untuk menahan larutan yang akan dielektrolisis. Bi. Pt. seperti: titanium. Bila elektrolisis lengkap. . Rh. Ini harus berukuran sedemikian sehingga terdapat volume cairan yang paling kecil yang masih praktis antara katoda dan kaca. Cr. Ge.8 volt). Alat (c) adalah bentuk yang paling berguna. tipe yang terakhir ini memberi kemungkinan pemisahan yang hampir lengkap antara lapisan air dan merkurium. Zn. yang memungkinkan pengeluaran elektrolit dan cairan cairan-cairan dengan mudah. Sn. Alat (d) mempergunakan sebuah corong pemisah yang sedikit dimodifikasi. labu pengatur permukaan direndahkan sampai merkurium mencapai tepi atas lubang kran. Bejana Eletroda piala-piala berbentuk tinggi. dapat digunakan untuk hubungan listrik. istilah serium(IV) sulfat akan dipertahankan. dalam (b) kawat platinum disegel kedalam tabung samping. dan Ti. yang kedalam ujung bawahnya disegalkan sepotong kawat platinum pendek. dalam bejana dan aliase: metode ini juga diterapakan dalam pemisahan besi dan unsur-unsur. tanpa paruh. vanadium. Ir. U. potensial katoda dibatasi oleh potensial pada ion hidrogen tereduksi. Dalam elektrolisis arus konstan yang tak terkendali dalam suatu medium asam. Ni. merkurium itu bertindak sebagai katode. Merkurium ditaruh dalam sel sampai dalam batas 1 mm dari puncak sebuah tabung kecil berlubang kapiler yang menonjol masuk dan disegel ke dalam lubang masuk kran. kran diputar 180o dan elektrolit ditampung dalam sebuah bejana yang sesuai. Pd. Cd. pengadukan harus mengacaukan baik merkurium maupun larutan. dapat didepositkan diatas sebuah katoda merkurium. Co. potensial hydrogen diatas merkurium adalah tinggi (kira-kira 0. Au. dan akibatnya banyak logam didepositkan dari suatu larutan asam pada sebuah katoda merkurium Dalam (a) kawat platinum disegel kedalam sisi sebuah piala Pyrex berbibir (250 cm3). Hubungan listrik ke merkurium dibuat melalui sebuah kawat platinum yang disegel kedalam sisi bejana (sepotong kawat tembaga amalgam yang tercelup kedalam merkurium yang terkandung dalam sebuah tabung kaca. dengan menjaga agar rangkaian selalu tertutup. Ag. yang pada kondisi yang sesuai. Larutan-larutan serium(IV) sulfat dapat dipisahkan dengan melarutkan serium(IV) sulfat atau amonium serium(IV) sulfat yang lebih mudah dapat-larut itu. dalam asam sulfat encer(1-2N). dan uranium. dan Lantanoid-lantanoid dari unsure seperti Fe. bejana elektrolisis itu mengandung anode platinum (sebaiknya dari tipe yang berputar) terendam dalam elektrolit. C. Cu. Peralatan harus disusun sehingga piala dapat . Maka metode ini mempunyai nilai khusus untuk penetapan Al dan sebagainya.W. Mo.

· Jika polaritas terminal (ujung-ujung jepit) tak diketahui. · Tersedia banyak tipe alat komersial untuk analisis secara elektrolisis · · . feorin. R1 sebuah tahapan tetap (yang terdiri dari suatu bangku lampu-lampu). CARA KERJA · Unit elektrolisis ·Susunan yang dipakai dalam keadaan yang berbeda-beda antara satu laboratorium dengan lainnya.Dapat dibeli amonium serium(IV) nitrat mutu pro analis. Pilihan lain. arus lalu dialirkan melalui sebuah alat penyearah. tetapi dalam beberapa kasus. adanya ion nitrat tak dikehendaki. R2 debuah tahapan variabel kecil dengan wattase yang tinggi. M adalah saluran arus searah. A sebuah ammeter dengan pembacaan sampai dengan 10 amp. ini dapat ditetepkan dengan menyentuhkan kedua kawat dari terminal itu ke atas kertas yang dibasahi dengan larutan kaliun iodida.6-dimetilferoin. atau sejumlah akumulator (aki) yang dihubungkan secara seri. dan akhirnya melalui sebuah rangkai filter rata. disaring dan dilarutkan dalam asam sulfat. sebuah rangkaian sederhana yang memakai saluran listrik arus searah (200-240 volt atau 110 volt). a. Indikator dalam yang sesuai dengan larutan(IV) sulfat meliputi asam N-fenilantranilat. E sebuah bejana elektrolisis. dan serium(IV) hidroksida yang dihasilkan. dan 5. Sebuah trasformator menurunkan voltase menjadi 3-5 volt. sumber arus searah boleh berupa sebuah baterai mobil 6 volt yang berkapasitas besar. dan S sebuah saklar. salah satu dari unit penyedia listrik arus searah komersial yang beroperasi pada jaringan arus bolak-balik dapat digunakan. Ion nitrat dapat disingkirkan dengan menguapkan reagen nitrat yang diendapkan dengan larutan-air amonia. yang menggunakan larutan-larutan serium(IV). V sebuah voltmeter dengan pembacaan sampai dengan 10-15 volt. Jika sumber arus searah tak tersedia. suatu noda coklat dari iod akan terbentuk pada kutub positif. dan suatu larutan asam sulfat encer1M dapat digunakan untuk banyak tujuan.

dan membantu mengurangi setiap kecenderungan menghabisnya elektrolit secara setempat. dari mana yang sebelah dalam diputar.L (baird and Tatlock Ltd). · . Elektroda · Umumnya dibuat dari platinum atau dari platinum-iridium.·Gambar diatas memperlihatkan alat B. meskipun elektroda-elektroda titanium berlapiskan platinum (terplatinasi) juga tersedia (Baird and Tatlock): elektroda kasa lebih disukai karena mereka membantu dalam peredaran larutan. ·B. dan didalamnya memuat penyearah arus dari silikon yang memberi arus searah bertentangan rendah untuk elektrolisis.T. Pemegang electrode dipasang pada sebuah lengan yang dapat disesuaikan tingginya. diatas dimana ditaruh piala yang mengandung larutan yang akan dielektrolisis. Ini dirancang untuk digunakan pada jaringan bolak-balik 200-250 volt. sementara yang sebelah luar terpasang tetap. Pengadukan dilakukan dengan sebuah pengaduk magnetik yang dipasang dibawah nampan tetes dari baja tahan karat. Elektroda yang khas diperlihatkan pada gambar (a) dan (b) menyatakan sepasang elektroda.

dan Lantanoid-lantanoid dari unsure seperti Fe. Mg. Rh. V. Ge.· · (c) menyatakan sepasang elektroda lain (tipe fischer). Ni. dalam (b) kawat platinum disegel kedalam tabung samping. Maka metode ini mempunyai nilai khusus untuk penetapan Al dan sebagainya. Cr. Dalam elektrolisis arus konstan yang tak terkendali dalam suatu medium asam. Zr. U. potensial hydrogen diatas merkurium adalah tinggi (kira-kira 0. Ag. dan akibatnya banyak logam didepositkan dari suatu larutan asam pada sebuah katoda merkurium · ·Dalam (a) kawat platinum disegel kedalam sisi sebuah piala Pyrex berbibir (250 cm3). Ir. Ta. atau sebuah batang pengaduk magnetik. Alat (c) adalah bentuk yang paling berguna. Pd. Au. seperti: titanium. sebuah tabung kaca disisipkan kedalam cincin-cincin diatas kawat penghantar dari elektroda sebelah luar. vanadium. potensial katoda dibatasi oleh potensial pada ion hidrogen tereduksi. bejana elektrolisis itu mengandung anode platinum . W. dapat didepositkan diatas sebuah katoda merkurium. Zn. Al. Penggunaannya paling penting adalah pemisahan logam-logam alkali dan alkali tanah.8 volt). dan Ti. Dengan elektroda tipe Fischer ini harus digunakan sebuah pengaduk dayung dari kaca yang independent. Co. dalam bejana dan aliase: metode ini juga diterapakan dalam pemisahan besi dan unsur-unsur. · Katoda merkurium · Digunakan meluas untuk pemisahan-pemisahan elektrolisis arus konstan. Cu. Cd. Pt. Be. Sn. yang pada kondisi yang sesuai. Bi. dan kawat penghantar kedalam elektroda sebelah dalam melalui tabung ini. dan uranium. tipe yang terakhir ini memberi kemungkinan pemisahan yang hampir lengkap antara lapisan air dan merkurium. Mo. dalam mana kedua elektroda diam.

Peralatan harus disusun sehingga piala dapat . yang memungkinkan pengeluaran elektrolit dan cairan cairan-cairan dengan mudah. . yang kedalam ujung bawahnya disegalkan sepotong kawat platinum pendek. merkurium itu bertindak sebagai katode. Alat (d) mempergunakan sebuah corong pemisah yang sedikit dimodifikasi. adanya ion nitrat tak dikehendaki. Merkurium ditaruh dalam sel sampai dalam batas 1 mm dari puncak sebuah tabung kecil berlubang kapiler yang menonjol masuk dan disegel ke dalam lubang masuk kran. Hubungan listrik ke merkurium dibuat melalui sebuah kawat platinum yang disegel kedalam sisi bejana (sepotong kawat tembaga amalgam yang tercelup kedalam merkurium yang terkandung dalam sebuah tabung kaca. Bejana Eletroda · piala-piala berbentuk tinggi. Ion nitrat dapat disingkirkan dengan menguapkan reagen nitrat yang diendapkan dengan larutan-air amonia. pengadukan harus mengacaukan baik merkurium maupun larutan. istilah serium(IV) sulfat akan dipertahankan. Ini harus berukuran sedemikian sehingga terdapat volume cairan yang paling kecil yang masih praktis antara katoda dan kaca. · C. Dapat dibeli amonium serium(IV) nitrat mutu pro analis. Larutan-larutan serium(IV) sulfat dapat dipisahkan dengan melarutkan serium(IV) sulfat atau amonium serium(IV) sulfat yang lebih mudah dapat-larut itu. tetapi dalam beberapa kasus. dapat digunakan untuk hubungan listrik. dan serium(IV) hidroksida yang dihasilkan. Bila elektrolisis lengkap. umumnya digunakan untuk menahan larutan yang akan dielektrolisis. dalam asam sulfat encer(1-2N). labu pengatur permukaan direndahkan sampai merkurium mencapai tepi atas lubang kran. kran diputar 180o dan elektrolit ditampung dalam sebuah bejana yang sesuai. yang menggunakan larutan-larutan serium(IV). dan suatu larutan asam sulfat encer1M dapat digunakan untuk banyak tujuan.(sebaiknya dari tipe yang berputar) terendam dalam elektrolit. disaring dan dilarutkan dalam asam sulfat. dengan menjaga agar rangkaian selalu tertutup. tanpa paruh.

dan 5. 2. Elektrolisis tergantung pada i (arus) Elektrolisis tergantung pada E (potensial) . Hukum Ohm Kuat arus yang mengalir melalui suatu penghantar berbanding terbalik dengan tahanan dan berbanding lurus dengan tegangan I=E/R I = arus (Amper) E = tegangan (Volt) R = tahanan (Ohm) Kesimpulan : 1. feorin. Beberapa hukum yang mendasari analisis sistem elektrogravimetri H.t/F w=Ar/n X e. http://ekhachemist.t/F w = massa zat yang diendapkan e i t = massa ekivalen = arus (amper) = waktu (detik) F = tetapan Faraday 96487 Coulomb a.6-dimetilferoin. =e. 2.i. Faraday : bahwa banyaknya zat yang diendapkan pada elektroda selama elektrolisis berlangsung sebanding dengan jumlah arus listrik yang mengalir melalui larutan tersebut.i.blogspot.Indikator dalam yang sesuai dengan larutan(IV) sulfat meliputi asam N-fenilantranilat.com/p/analisis-kuantitatif-logam. Pengertian Elektrogravimetri Metode analisis yang didasarkan pada pengendapan zat dengan menggunakan listrik.html ELEKTROGRAVIMETRI ELEKTROGRAVIMETRI 1.

Sehingga potensial sel : Esel = Ekatoda – Eanoda – IR 1. Elektrolisis pada potensial terpasang (Eapp) tetap Potensial terendah yang harus diberikan agar terjadi elektrolisis dikenal sebagai potensial peruraian (Ed). Elektrolisis pada arus tetap . Besarnya Eapp adalah Eapp = (Ekatoda – Eover voltage katoda) – (Eanoda– Eover voltage anoda) – IR II. Tegangan polarisasi kinetik terjadi bila laju reaksi elektrokimia pada salah satu atau kedua elektroda berlangsung lambat. Tegangan (potensial) polarisasi Adalah tegangan yang terjadi sesudah elektrolisis dihentikan. Tegangan (potensial) peruraian : tegangan luar minimum yang harus diberikan untuk terjadinya elektrolisis secara kontinyu. Agar elektrolisis berjalan secara kontinyu dan terus menerus (karena i makin kecil).Pada umumnya terdapat tiga macam kondisi yang dapat diterapkan pada sel elektrolisis. Potensial Ohmik : yaitu jumlah potensial yang dibutuhkan untuk mengalahkan tahanan yang dialami oleh ion-ion yang bergerak menuju anoda atau katoda (Besarnya) = IR. yaitu : 1. 2. 1. Elektrolisis dilakukan pada suatu harga potensial sel luar yang digunakan (Eapp) pada harga yang tetap. Ed = (Ekatoda – Eover voltage katoda) – (Eanoda – Eover voltage katoda) Sehingga Esel = (Ekatoda – Eover voltage katoda) – (Eanoda– Eover voltage anoda) – IR I. Tegangan polarisasi yang terjadi akibat perbedaan konsentrasi ion yang ditentukan pada elektroda. Tegangan polarisasi ada dua jenis yaitu tegangan polarisasi konsentrasi dan polarisasi kinetik. Elektrolisis dilakukan pada suatu harga arus yang tetap Elektrolisis dilakukan pada harga potensial katoda (EK) yang tetap Berbagai pengertian tegangan (potensial) yang terkait dengan elektrolisis 1. Ed = Ekatoda – Eanoda 2. Maka diperlukan potensial tambahan (overpotensial) untuk mengatasi energi penghalang bagi reaksi setengah selnya. maka diperlukan potensial luar terpasang (Eapp) yang besarnya lebih besar dari Ed.

Umumnya dipakai elektroda plantine.059/2 log (10-2) = 0.059/2 log 1/10-2= 0.34 –0.Cu E° = 0.163 Volt akan belum terendapkan.34 Volt –0.059/2 log 10-6 = 0. III. sehigga bila dilakukan pencucian.281 telah diendapkan lebih dahulu.281 Volt Apabila kemudian konsentrasi Cu2+ dalam larutan tinggal 10-6 M maka besarnya potensial katoda menjadi Ek = 0. Alat yang umum digunakan pada metode ini biasanya mempunyai skema sebagai berikut : Sebagai contoh adalah pada elektrolisis larutan tembaga dengan konsentrasi sekitar 102 m yang mengandung asam sulfat 0. Dari contoh di atas. ion-ion lain yang mempunyai potensial lebih besar dari 0.05 m (konsentrasi H+ = 0.337 V Anoda E Cu2+/Cu = 0. Sedangkan ion-ion yang mempunyai potensial kurang dari 0.log [x] Sebagai contoh untuk elektrolisis larutan Cu2+ 10-2 M Ek = 0. Selain itu sistem ini harus menggunakan elektroda yang Inert.337 – 0.23 – 0.½ O2 + 2H+ + 2e E = 1. Elektrolisis pada potensial katoda yang tetap Sebagaimana Rumusan Nerns Ekatoda = E°katoda – Rt/nf.23 Volt Katoda : Cu2+ + 2e . antara rentang potensial 0. Untuk tujuan ini maka endapan harus kuat menempel padat dan halus. Komponen yang dianalisis diendapkan pada suatu elektroda yang telah diketahui beratnya dan kemudian setelah pengendapkan sempurna kembali dilakukan penimbangan elektroda beserta endapannya.163 Volt yang terendapkan adalah ion Cu2+.281 s/d 0.059/2 log1/10-1 = 1.Sesuai hubungan I = E/R.1 m) : H+ + e . maka untuk menjaga agar jumlah arus selalu tercukupi (besarnya i dijaga agar tidak turun).278 Volt E O2/H2O = 1.163 Volt Keadaan ini yang menjadi dasar bagaimana kita dapat memisahkan beberapa ion logam yang mempunyai nilai potensial katoda (potensial redaksi) yang berbeda. Metode Elektrogravimetri Metode ini digunakan untuk analisis kuantitatif. maka potensial luar harus selalu ditambah. pengeringan serta penimbangan tidak mengalami kehilangan berat.½ H E° = 0 V H2O .17 Volt .

3185 volt Karena untuk mengendapkan Ni2+ hanya diperlukan E = -0.23 Volt Pada saat sistem elektrolisis mengendapkan Cu di katoda apa yang terjadi dengan ion Ni2+.059/2 log 1/(0.059/2 log 1/(0.2778999 Volt 1.337 V dan Ni2+/Ni = 0. Jika larutan masih coklat warnanya berarti masih ada Cu2+. Untuk menganalisis ion-ion Cu2+ dalam larutan tersebut dapat dengan 2 cara 1.001) = .0590.3185 Volt.337-0. Berapa harga potensial yang diperlukan jika diharapkan 99. Apabila pada saat mengendapkan Cu2+ yang E = 0.5 Volt dan arus 0.337 V Jawab : Eapp = E° Cu2+/Cu – 0. Jawab : * Pada saat mengendapkan Cu2+.278-1.01 M dianalisis secara elektrogravimetri.0.0.2 A.99% Cu dapat diendapkan di katoda.230 .337-0.Esel = Ekatoda-Eanoda = 0.059/2 log 1/Ni2+ = -0.0885 = 0. (Anggap tidak ada tegangan yang lain dalam sistem) dan E° Cu2+/Cu = 0.4. besarnya potensial minimum yang dibutuhkan adalah : Eapp = E° Cu2+/Cu – 0. Cara lambat tanpa pengadukan Analisis dilakukan selama 1 malam dengan tegangan 2. dikatoda diperlukan potensial: Eapp = E° Ni2+/Ni –0. -2. Cara cepat dengan pengadukan Elektrolisis dilakukan dalam waktu 15-20 menit dengan tegangan 3-4 Volt dan arus 0. Contoh Soal 1. Untuk mengetahui sudah habis atau belum jumlah Cu2+ dalam larutan dilakukan dengan mengetes larutan dengan larutan K4[Fe{CN}6].148 Volt Maka agar terjadi reaksi elektrolisis maka Eapp harus lebih besar dari 1.337 – 0. Bila potensial reduksi standar Cu2+/Cu = 0. Tembaga (Cu) dengan konsentrasi 0.3 A 2.148 Volt.2485 Volt.059/2 log 1/(0.2485 Volt * Untuk mengendapkan Ni2+.001) = 0.059/2 log 1/Cu2+ = 0.17 = 1. Dalam larutan sampel mengandung ion Cu2+ dan Ni2+ yang sama besarnya yaitu 10-3 M. maka semua Ni2+ dipastikan sudah mengendap .9999 = 0.01).0.059/2 log 1/Cu2+ = 0.

com/2011/01/elektrogravimetri.blogspot.63.63.294/63.1.3 gram = 0.html . Cu 63.10-3 mol Karena volume larutan sampel 100 ml. Berapa konsentrasi tembaga dalam sampel Ar . Apabila larutan tersebut dielektrolisis dengan E : 3 Volt selama 1 jam ternyata didapatkan logam tembaga sebanyak 300 mg dengan kemurnian 98%.10-3 m X 1000ml)/10ml = 46310-2 M http://mammura. Suatu larutan sampel sebanyak 100 ml mengandung ion Cu2+.294 gr Jumlah Cu2+ dalam larutan: Jumlah mol Cu2+ = 0.98 x 0.55 Jumlah Cu yang diendapkan = 0. maka konsentrasi Cu2+ =(4.55 =4.