Anda di halaman 1dari 186

Sediaan Kosmetika

BAB I ( KOSMETIKA BAYI dan WANGI-WANGIAN ) PENDAHULUAN Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan peradaban manusia maka bertambah pula kebutuhan manusia dalam berbagai bidang, khususnya kosmetika. Dalam peradaban sekarang kosmetika tidak hanya dibutuhkan untuk kaum wanita saja, tapi juga dibutuhkan untuk semua golongan dan semua umur. Kosmetika dibutuhkan untuk berbagai keperluan tubuh yaitu sebagai pembersih tubuh, pengharum tubuh, memperelok atau memperindah penampilan. Sediaan mengenai kosmetik juga mengalami perkembangan yaitu bentuk gel, aerosol, lotio,cream dan lain sebagainya. Singkat kata, era zaman sekarang ini sangat membutuhkan keberadaan dan manfaat dari kosmetik. Kosmetika untuk bayi dan wangi-wangian yang akan diulas dalam makalah ini mengemukakan mengenai macam-macam sediaan kosmetika wangiwangian dan untuk bayi yang beredar sekarang. Sebagai contoh sediaan kosmetika untuk bayi adalah shampo bayi, bedak bayi, minyak bayi dan krim bayi. Sedangkan untuk wangi-wangian dapat berupa aerosol, larutan maupun bentuk sedian setengah padat misalnya gel dan lotio. Secara umum kosmetika untuk wangi-wangian didapat dari hewan dan tumbuhan. Dari tumbuhan biasanya senyawa-senyawa alkaloid yang mudah menguap yang biasanya digunakan sebagai komponen utama. Alkaloid ini dapat ditarik dengan pelarut-pelarut organik yang dibasakan terlebih dahulu atau dengan mengekstrak sari-sari tumbuhan dengan cara-cara yang paling tepat untuk zat tersebut. Sedangkan untuk Hewan juga diperoleh dengan cara mengambil zat-zat tertentu yang disekresikan oleh hewan tersebut sebagai komponen utama suatu kosmetik. KOSMETIKA UNTUK BAYI Sehat menurut Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) adalah keadaan yang sempurna baik fisik, mental, dan ekonomis. Dalam arti kata yang sempit sehat berarti tidak sakit. Kulit yang sehat adalah kulit yang tidak menderita suatu penyakit baik dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh. Setiap organ tubuh manusia, termasuk pula kulit, mempunyai fungsi tertentu untuk kesehatan. Kulit dengan luas kurang lebih 1,2 m2 dan berat kurang lebih 15% dari berat badan terdiri dari susunan sel-sel yang membentuk lapisan-lapisan kulit epidermis,, dermis dan jaringan bawah dermis. Kulit mempunyai fungsi proteksi, sekresi, termoregulasi, sensorik, ekspresi, produksi (vit D), respirasi dan absorpsi, yang dilakukan baik oleh sel-sel kulitnya maupun oleh appendagesnya seperti otot, kelenjar lemak, kelenjar keringat, rambut atau kuku. Kulit yang sehat terlihat sebagai kulit yang optimal secara fisik maupun fisiologik. Secara fisis kulit yang sehat terlihat dari warna, konsistensi, kelenturan, struktur bentuk dan besarnya sel-sel dan jaringan kulit lain. Secara fisiologis terlihat dari keratinisasi, pigmentasi, persarafan, pembentukan keringat, pembentukan minyak kulit, pertumbuhan rambut.

Sediaan Kosmetika
Untuk kesehatan kulit, kegunaan terutama terletak pada kemampuan perawatan dan pemeliharaannya. Berbeda dengan kulit dewasa yang tebal dan mantap, kulit bayi dan balita relatif tipis dengan ikatan antarsel yang longgar. Karena itu kulit anak lebih rentan terhadap infeksi, iritasi, dan alergi. Secara struktural kulit bayi dan balita belum berkembang dan berfungsi optimal sehingga diperlukan perawatan khusus. Perawatan yang lebih menekankan pada pemeliharaan kulit ketimbang dekorasi ini diharapkan bisa meningkatkan fungsi utama kulit sebagai pelindung dari pengaruh luar tubuh. Perawatan kulit bayi dan balita bisa dimulai dari kegiatan sehari-hari. Misalnya dengan memandikan secara teratur, membersihkan rambut, dan mengganti popok atau baju pada saat tepat. Mandi misalnya, diwajibkan dua kali sehari, pagi dan sore. Dalam memandikan, perhatikan hal-hal berikut: suhu air disesuaikan dengan umur anak, gunakan sabun bayi yang lunak, gunakan sampo bayi untuk membersihkan rambut, keringkan badan dengan handuk sendiri sampai lipatan kulit, dan berikan bedak dengan sapuan tipis. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa perbandingan luas permukaan kulit dengan berat badan pada bayi lebih besar daripada orang dewasa, "Sehingga, kemungkinan keracunan berbagai bahan toksik menjadi lebih besar pada bayi, karena tingginya penyerapan melalui kulit," kata dokter spesialis kulit, dr. Lily Soepardiman, SpKK, dalam seminar tentang Perawatan Kulit Pada Bayi dan Balita beberapa waktu lalu. Karena itu, "Orang tua sebaiknya memperhatikan label bahan pembuat kosmetik yang akan dipakai." Nah, kosmetik apa saja yang harus diperhatikan? 1. Sabun Sulfur dapat mengurangi lemak kulit sehingga menyebabkan kekeringan dan gatal. Sementara heksaklorofen dapat menimbulkan keracunan pada susunan saraf pusat. "Selain itu, TBS, TCA, dan yodium dapat menyebabkan alergi pada kulit," tambah Lily. Sampo Sebaiknya keramas dilakukan 2-3 kali seminggu. Bila terlalu sering, rambut malah bisa menjadi kusam dan kering. Bahan kondisioner sebaiknya dipakai bila anak sudah berumur 5 tahun. Sampo bayi biasanya dibuat dengan pH yang mendekati pH air mata, sehingga tidak menimbulkan pedih di mata. Sebaiknya, pilih sampo yang tidak mengandung selenium sulfida. Pelembab Di negara tropis yang kelembabannya relatif tinggi, pelembab sebetulnya kurang dibutuhkan. "Bahkan penggunaan yang berlebihan bisa menyumbat pori-pori dan menimbulkan biang keringat," kata Lily. Namun, bila perlu, pelembab dapat digunakan untuk mencegah eksim popok. Khusus untuk baby oil, bisa dipakai untuk membersihkan kotoran bayi dan lemak di kulit kepala. Bedak Bedak dapat digunakan untuk mencegah gesekan. Namun, bila sampai

2.

3.

4.

Sediaan Kosmetika
terhirup dapat menimbulkan kelainan pada paru-paru, karena mengandung magnesium silikat yang sama dengan asbes. Makanya, "Bedak jangan ditaburkan, tapi ditutul-tutulkan saja pada kulit bayi," saran Lily. Penggolongan kosmetika bayi Sediaan kosmetika bayi dapat digolongkan sebagai berikut : 1. bedak bayi (Baby Powder) Bedak bayi merupakan sediaan bayi berbentuk serbuk yang digunakan untuk mempercepat penguapan keringat juga sebagai zat pelicin untuk mencegah lecet. Fungsi utamanya adalah menyerap uap lembab pada kulit dan mencegah lecet karena pakaian yang dikenakan bayi. Karena mempunyai luas permukaan yang besar, bedak dapat menahan radiasi panas pada kulit dan juga mempunyai efek penyejuk. Talk adalah kosmetika dasar utama yang terbaik dan kadang merupakan satu-satunya konstituen dari bedak bayi karena membantu untuk melumasi permukaan kulit. Zat yang mempunyai daya serap bagus adalah kaolin, hidrat Al silikat, magnesium, kapur presipitat , kanji. Kaolin dapat menyerap uap lembab degan cepat dan mudah. Kalsium dan magnesium karbonat juga dapat digunakan karena mengandung absorban yang baik. Aluminium dan Zn stearat dapat menyebabkab iritasi kulit, oleh karena itu Mg stearat lebih dianjurkan. Penggunaan bubuk silica hingga 10% dapat meningkatkan kehalusan dan membantu dalam penyebaran zat. Kanji memiliki bahan absorbsi yang bagus dan memberi rasa lembut pada kulit namun ketika kanji berkontak dengan uap lembab, maka akan memberikan substrat untuk pertumbuhan bakteri yang menyebabkan iritasi pada kulit dan cenderung lengket, tetapi garam aluminium tidak lengket pada kulit dan lebih resisten terhadap serangan bakteri. Daya tarik dari bedak pada kulit dapat dibuat dengan menggunakan setil alcohol dan steril alcohol yang dipakai pada konsentrasi 0,5 1,5 % sedang ZnO pada konsentrasi antara 2% dan 5%. Talk dan mineral tambang lain sering terkontaminasi oleh spora mikroorganisme seperti Clostridium tetani, dan untuk itu harus dilakukan sterilisasi dengan pemanasan. Tahun 1946 kematian 5 bayi di New Zealand disebabkan oleh tetanus yang ada pada bedak bayi. sterilisasi dilakukan pada suhu 150-160o C selama 1 jam Antiseptic sering ditambahkan pada bedak bayi untuk mengontrol pertumbuhan mikroorganisme pada kulit, biasanya Bacterium ammoniagenes dan micrococcus. Bedak asam borat dapat digunakan untuk mengatasi hal tersebut. 2. Losion dan krim bayi (baby lotion and creams) Losion bayi merupakan suatu emulsi yang banyak mengandung air sehingga tidak memungkinkan terbentuknya suatu lapisan tipis di permukaan kulit, untuk membersihkan kotoran yang menempel pada kulit serta memberikan rasa segar dan dingin. Sedangkan krim bayi merupakan sediaan

Sediaan Kosmetika
kosmetika bayi yang berbentuk emulsi air dalam minyak dengan kadar lemak relative tinggi yang berguna sebagai pelembut dan pelembab kulit. Antiseptic digunakan pada konsentrasi rendah dalam losion dan krim bayi untuk membantu kontrol pertumbuhan mikroorganisme penghasil ammonia pada kulit. Heksaklorofan digunakan pada emulsi dengan surfaktan anionic, sedangkan senyawa ammonium kwartener digunakan dalam produk berbasis non-ionik. Emulsi dengan emulgator non-ionik, contohnya gliseril stearat atau kombinasi Arlacel dan tween, derivate lanolin merupakan pembawa yang bagus untuk antiseptic ammonium kwartener. Setil trimetil ammonium bromide, alkildimetil benzilammonium klorida, setil piridiniumklorida dan benzetoniumklorida juga cocok digunakan dalam losion bayi pada konsentrasi 0-2%. Dalam penggunaannya krim bayi lebih bertindak sebagai baby oil daripada losion karena mereka cenderung membentuk suatu lapisan pada permukaan kulit. ZnO sering ditambahkan dalam jumlah antara 2-10% karena memiliki sifat antiseptic yang lembut, adstringen, dan antiiflamasi. Basis krim biasanya berupa malam, lanolin, petrolatum, dan pengemulsi air dalam minyak lainnya seperti yang digunkan pada krim malam. Aluminum, Zn, magnesium dan kalsium stearat dan oleat digunakan untuk memperbaiki efek penolak air dari krim dan menstabilkan emulsi. Minyak silicon dan pasta atau malam polietilen juga baru-baru ini direkomendasikan sebagai basis salep anhidrat. 3. Minyak Bayi (Baby Oil) Minyak bayi merupakan sediaan kosmetik bayi berbentuk minyak mineral jernih dengan tambahan zat pelembut untuk membersikan kotoran dari kulit termasuk sisa bedak dan krim. Minyak bayi membentuk suatu lapisan berlemak yang melindungi kulit dari basah dan luka dan efek proteksinya harus bekerja tanpa minyak tersebut membentuk suatu lapisan yang kontinu dan kedap air karena dapat membatasi pengeluaran keringat dan dapat menyebabkan kulit kering. Komponen utama yang digunakan dalam minyak bayi adalah minyak mineral dengan kemurnian tinggi. Minyak sayur kadang-kadang digunakan tetapi karena ketengikan dan pembentukan produk sampingan yang dapat mengiritasi kulit, maka antioksidan harus ditambahkan. Isopropyl myristate, trigliserida atau alcohol berlemak, perhidroskualena dan minyak silicon juga digunakan. Antiseptic untuk melawan infeksi kulit minor dan fraksi lanolin cair yang larut dalam minyak mineral sering ditambahkan sedangkan minyak silicon diapakai untuk memperbaiki efek hidrofobik dari produk. Ada beberapa kontroversi tentang kegunaan minyak bayi. Perlstein mengatakan bahwa dengan melapisi kulit dengan lapisan kedap air yang kontinu minyak bayi mungkin mengganggu fungsi respirasi dan eksretori kulit. Walaupun demikian minyak bayi masih banyak digunakan di rumah sakit dan direkomendasikan untuk membersikan kulit ketika mengganti popok.

Sediaan Kosmetika
4. Shampo Bayi (Baby Shampoos) Shampoo bayi merupakan sediaan bayi yang digunakan untuk membersihkan kulit kepala dan rambut bayi. shampoo ini tidak jauh berbeda dari shampoo untuk dewasa walaupun di dalamnya terdapat perawatan khusus yaitu surfaktan yang memiliki indeks iritasi mata yang sangat rendah. Beberapa surfaktan memiliki efek anestesi pada mukosa mata dan jika zat-zat ini dapat menyebabkan kerusakan kornea yang dapat menyebabkan kerusakan yang serius karena membilas mata dengan cepat adalah tidak memungkinkan. Surfaktan yang memilliki efek anestetik kebanyakan senyawa alkylaril yang berkondensasi dengan sejumlah molekul polietilen oksida dan amina asam lemak. Sulfo-suksinat anionic dan derivate siklo imidinium amphoter dilaporkan menyebabkan iritasi pada mata kelinci dan penambahan alcohol lanolin teretoksilasi secara signifikan mengurangi potensi iritasi mata dari formula tertentu. Beberapa surfaktan nonionic dapat juga digunakan dalam shampoo bayi tetapi karena kapasitas pembentukan busanya relative rendah, biasanya termasuk ke dalam deterjen sekunder bersama zat-zat ampholitik. Produk kondensasi dari protein asam lemak yang juga termasuk bahan baku deterjen anion-aktif yang lembut dan ditoleransi dengan baik oleh membrane mukosa mata. Zat-zat ini cocok dengan asam dan oleh karena itu dapat disesuaikan dengan pH yang diinginkan. Kombinasi dengan deterjen anionic juga meningkatkan kelembutan. Asam lemak sakrosinat mengkombinasikan kelembutan dengan busa yang banyak dan efek pembersih dalam rentang pH asam yang rendah, dan magnesium laurel eter sulfat dapat juga digunakan karena indeks iritasi mata yang relative rendah. Sabun bayi (Baby Soap) Sabun bayi merupakan sediaan bayi yang berfungsi untuk membersihkan kulit, memberikan kesegaran, menghaluskan dan melembutkan kulit. Pada umumnya mempunyai pH sekitar 10, berwarna putih dan keras, dibuat dengan cara cetak. Sabun bayi mengandung banyak lemak, merupakan sabun lunak sehingga tidak akan mengiritasi kulit, tapi mungkin dapat menyebabkan dermatitis pada kulit. Sabun bayi biasanya dibuat dari reaksi antara asam lemak tinggi yang terdapat dalam minyak-minyak lembak seperti oleum alivarum, oleum cocos dengan suatu alkali seperti NaOH, KOH, dsb. Ke dalam sabun bayi dapat juga ditambahkan suatu antiseptic seperti heksaklorofen, triklorokarbanilid, dsb.

5.

Syarat-syarat Sediaan Kosmetika Bayi Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pembuatan sediaan kosmetika bayi, antara lain : 1. zat yang dipergunakan harus betul-betul aman dan murni. 2. parfum untuk bayi harus telah diperiksa, tidak mengiritasi kulit dan hanya boleh digunakan dalam jumlah yang sangat kecil.

Sediaan Kosmetika
Selain faktor-faktor di atas, ada syarat-syarat khusus untuk beberapa sediaan bayi, antara lain : 1. bedak bayi bahan yang dipakai harus steril zat pembawa harus bersifat licin, membantu melemaskan kulit, serta tidak menghalangi kulit, dan melekat baik pada kulit. ukuran partikel yang dianjurkan adalah antara 10-40m. zat pembawa tidak mudah mengendap uap lembab dan tidak dapat digabung dengan absorben yang lain. 2.

5.

bilangan kuman tidak melebihi 500 per gram. lotion dan cream bayi. tidak menimbulkan iritasi pada kulit. tidak mengganggu aktivitas fisiologi dari kulit. tidak menghalangi keluarnya keringat. tidak menimbulkan terbentuknya lapisan tipis di permukaan kulit (lotion bayi) 3. minyak bayi tidak menimbulkan iritasi pada kulit tidak mengganggu aktivitas fisiologi dari kulit. tidak menghalangi keluarnya keringat. perlu ditambahkan antioksidan jika menggunakan minyak sayur. konsentrasi pewangi tidak boleh lebih dari 2% karena dapat menyebabkan iritasi kulit.(parfum yang tidak boleh digunakan antara lain: benzilidin aseton, cinnamat aldehid sitral, eugenol, heliotropin, hidroksicitronellal, metal heptine karbonat, metal nonil asetaldehid, resin olibanum dan vanillin). 4. shampo bayi tidak menimbulkan iritasi pada kulit kepala dan mata. zat aktif yang digunakan harus mempunyai daya iritasi yang sangat lemah terhadap kornea mata. konsentrasi surfaktan tidak boleh terlalu tinggi. pH harus sesuai dengan pH cairan mata. sabun bayi tidak mengiritasi dan menyebabkan dermatitis pada kulit.
Formula Umum Sediaan Kosmetika Bayi Bedak Bayi Zat pembawa : talk Zat penyerap : koloidal kaolin, aluminium silikat terhidrasi Pelembut dan penambah daya lekat : Zn, Li, Mg stearat 3-5%, minyak zaitun 1-3 , ZnO 2-5 , setil atau stearil alcohol 0,5-15%. Antiseptik : undesilenat, metal benzethonium kloroda 0,05 %( dipakai jika pembawanya pati/zat tepung pengganti talk) Beberapa tipe formula dari bedak bayi adalah :

Sediaan Kosmetika
Persentase 1. steril talcum mg stearat kapur presipitat perfume steril talcum kaolin mg stearat gliseril monostearat (non emulsi) setil alcohol perfume steril talcum benzalkonium klorida 0,5 kaolin 20,0 perfume 4. steril talcum as. Monoetanolamida kanji perfume

qs

2.

qs

3.

qs 94,0 1,0 5,0 qs

Lotion dan krim bayi Zat pengemulsi : ester sukrosa dari asam palmitat dan asam stearat (crodesta), trietanolamin stearat, sorbitol. Zat pelembut : lanolin. Antiseptik : p-diisobutil kresoksi etoksietil dimetil benzyl ammonium klorida monohidrat, etil piridinium klorida, heksakloropen. Zat tambahan : pewangi. Beberapa tipe formula lotion dan krim bayi : Persen 1. tipe anionic minyak mineral ringan lanolin stearil alcohol cetyl alcohol propil p-hidroksibenzoat asam stearat trietanolamin metil p- hidroksibenzoat natrium alginate perfume air 26,00 1,04 0,94 0,52 0,15 0,94 0,52 0,09 0,36 0,25 69,19

Sediaan Kosmetika
2. tipe nonionic minyak mineral ringan lanolin setil alcohol arlacel 80 tween 80 cairan silicon propil p-hidroksibenzoat air metal p-hidroksibenzoat parfum 35,5 1 1 2,1 4,9 5,0 0,15 50,0 0,15 0,1

Minyak Bayi Zat pembawa : minyak mineral jernih, minyak tumbuhan, trigliserida cair. Zat pelembut : minyak tumbuhan ( minyak zaitum, biji kapas, dll), lanolin atau derivate minyak terlarutnya (isopropyl ester) Antiseptik : bithionol Antioksidan : butyl hidroksi anisol (BHA), butyl hidroksi toluene (BHT), propil galat, tokoperol, dll. Pewangi < 0,2 % Beberapa tipe formula umum minyak bayi : 1. minyak mineral ringan lanolin cair etil stearat isopropyl myristat minyak mineral ringan isopropyl myristat minyak zaitun minyak silicon propil gallat parfum Persen 90 3 4 3 64,95 5,00 25,00 5,00 0,05 qs

2.

Shampoo Bayi Contoh formula umum shampoo bayi yang tidak mengiritasi kulit dan mata : Persen Minarol 2 M.C.A (termodifikasi) 20,0 Hexylene glycol 0,5 Parfum 0,1 Air 79,4

Sediaan Kosmetika
SEDIAAN KOSMETIK WANGI-WANGIAN Sejarah fragrans atau wewangian sebenarnya sudah dimulai sejak berabad-abad lalu. Cleopatra adalah salah satu pelaku sejarah penggemar wewangian. Sejak zaman sebelum masehi pun sudah dikenal kemenyan yang kala itu diekstrak dari tetumbuhan. Bangsa Mesir kuno memakai wewangian dalam acara ritual penguburan, selain sebagai simbol status sosial bagi sipemakai. Orang Yunani percaya, wewangian mampu jadi media kontak dengan dewa-dewi mereka. Orang Romawi memikat lawan jenisnya lewat wewangian. Namun menyusul runtuhnya kekaisaran Romawi pada abad pertengahan, fragrans dipakai untuk menutupi bau busuk penyakit. Eropa mengenal fragrans justru dari orang-orang timur, misalnya arab. Dari mereka orang Eropa belajar cara menyuling minyak-minyak esensial menjadi wewangian. Venesia adalah negara pertama di Eropa yang mengawali perdagangan wewangian hingga menyebar kekota-kota lain di Eropa. Selama abad XIV fragrans lebih untuk keperluan pengobatan. Yang menarik, sepanjang dua abad setelah itu dsejarah mencatat peningkatan pemakaian wewangian. Pasalnya, banyak orang kala itu percaya, mandi atau berendam di air tidak sehat. Pori-pori yang terbuka akan memudahkan penyakit masuk dan menginfeksi tubuh. Maka, banyak orang lama tak mandi. Untuk menutupi bau badan, dipakailah minyak wangi. Baru setelah abad XVI fragrans mengawali zaman keemasannya. Kala itu banyak orang belajar serta mengagumi khasiat fragrans sebagai pengharum terutama sebagai parfum. Namun hanya kalangan bangsawan dan kaum jetset yang sanggup membelinya. Harganya memang mahal karena faktor sulitnya menemukan oplosan yang tepat serta pembuatannya yang makan waktu lama. Bahannya waktu itu terbanyak didapat dari tumbuhan atau hewan. Cara pembuatannya dianggap seni dengan cita rasa tinggi. Hingga kini pun persepsi itu masih berlaku, terutama untuk parfum kelas atas yang dibikin dalam jumlah terbatas atau menurut pesanan. Sudah sejak akhir abad XVII Prancis dikenal sebagai pusat parfum dunia. Juga untuk pertama kalinya fragrans dari bahan sintetis diperkenalkan. Contohnya parfum bermerk Chanel no. 5 buatan Prancis tahun 1921, sementara itu reputasi fragrans semakin menanjak. Tidak hanya sebagai bahan utama pembuatan parfum, namun juga untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Umpamanya produkproduk perawatan tubuh seperti sabun dan sampo, industri perlengkapan rumah tangga macam pembersih lantai, industri makanan dan minuman seperti permen atau sirup, produk bahan bangunan seperti cat tembok, lilin juga rokok, alat tulis macam balpoint , kertas , karet penghapus spidol, krayon dan banyak lagi yang alami dan sintetis. Fragrans itu biang segala wewangian. Semua yang berbau harum berasal dari fragrans. Menurut Food and Drugs Administration (FDA ) Amerika, fragrans berarti semua substansi baik alami maupun sintetis yang semata-mata digunakan untuk memberi bau pada produk-produk kosmetik. Produk kosmetik tak terbatas parfum, tapi juga meliputi sabun, sampo, dll.

Sediaan Kosmetika
Karena pengertian itu banyak kelemahannya, terbukalah peluang bagi para produsen kosmetik khususnya serta produk-produk lain. Fragrans pun digunakan dalam bahan -bahan pembersih rumah tangga seperti detergen atau larutan pembersih peralatan dapur dan makan, yang sayangnya bakal membawa masalah kesehatan maupun lingkungan. Bahan dasarnya amat banyak. Biasa dari alam atau bikinan manusia (sintetis). Sumber alam kebanyakan dari tumbuhan atau hewan. Setelah melewati proses cukup rumit seperti destilasi dan ekstraksi, baru dihasilkan fragrans dalam bentuk konsentrat pekat. Sedangkan yang sintetis bahannya dari berbagai macam zat kimia yang sudah jadi. Sesudah melewati reaksi-reaksi kimiawi yang terjadi di laboratorium, dihasilkan konsentrat seperti yang alami tadi, namun dengan rumus kimia baru. Meski yang sintetis dan alami tak banyak bedanya, harga fragrans sintetis jauh lebih murah, lebih mudah didapat, dan daya tahan baunya lebih lama. Karena itu hampir 80 % produsen fragrans menggunakan bahan sintetis. Namun yang natural tidak ditinggalkan 100%, karena ada bau-bauan tertentu Yang tidak bisa dihasilkan secara sintetis. Ada fragrans yang diperdagangkan hanya dalam bentuk bahan mentah. Pengusaha lain lalu membelinya untuk membuat parfum, eau cologne, eau de toilette, after shave lotion, atau produk kosmetik lain. Ada juga yang menambahkannya dalam sabun, sampo, pengharum ruangan, deterjen, cairan pembersih lantai, dsb. Agar mudah dihirup, biasanya produsen menambahkan solvent atau zat terlarut yang mudah menguap. Yang paling banyak dipakai dari golongan hidrokarbon. Contohnya pada parfum, hairspray, deodoran, penghapus cat kuku, cairan pembersih rumah tangga, juga bolpoin wangi yang memabukkan itu. Hanya pada kasus ini konsentrasi fragrans lebih rendah dibandingkan dengan pelarutnya. Bisnis multimiliaran dolar. Yang dimaksud dengan sediaan wangi-wangian adalah suatu sediaan kosmetik yang mengandung wangi-wangian baik dari alam maupun sintesis yang dibutuhkan untuk memberi kesenangan dan kesegaran pada pemakainya. Minyak wangi pada umumnya terdiri dari minyak atsiri yang mudah menguap. PENGGOLONGAN Bentuk sediaan wangi-wangian dibagi menjadi : 1. Eau de Parfum Eau de Parfum merupakan larutan alkohol yang mengandung minyak atsiri dalam kadar yang relatif tinggi dan kekuatan keharuman serta keawetannya relatif baik. Mempunyai kadar essence yang lebih tinggi dari Eau de Toilette dan Eau de Cologne sehingga wanginya lebih menyengat. Saat ini minyak atsiri dibuat secara sintetis. Minyak atsiri inilah yang dipergunakan sebagai bahan untuk pembuatan parfum. 2. Eau de Toilette Eau de Toilette merupakan suatu larutan minyak-minyak atsiri dalam alkohol yang bentuknya lebih encer dari pada parfum dan biasanya diberi suatu zat warna. Eau de Toilette mempunyai kadar alkohol yang lebih banyak dari essence-nya wanginya tidak begitu tahan lama. Air wangi biasanya dipergunakan untuk mewangikan rambut, muka, tangan dan lain-lain.

10

Sediaan Kosmetika
3. Eau de Cologne Eau de Cologne merupakan suatu larutan alkohol dari minyak-minyak atsiri yang lebih encer daripada parfum, biasanya minyak atsiri yang terkandung di dalamnya merupakan minyak-minyak atsiri dari bermacam-macam jeruk seperti Oleum Citri. Oleum Aurantii. Eau de Cologne meerupakan wewangian yang paling ringan dan paling tidak tahan lama karena memiliki campuran cairan dan alkohol yang lebih banyak dari essence-nya. fungsinya hanya untuk menyegarkan aroma tubuh. 4. Bedak (powder) Wangi-wangian ini berbentuk serbuk dengan talk sebagai zat pembawa. Selain memberikan keharuman, bedak wangi juga digunakan untuk memberi kesejukan, kehalusan kulit serta menyerap keringat. 5. Sacchet Merupakan suatu produk wangi-wangian yang menggunakan bahan-bahan alam dan dimasukkan ke dalam suatu kantong kecil. Sacchet dibuat dari kumpulan dan pengeringan bunga-bungaan seperti mawar, lavender, bunga orange dan lain-lain. Selain itu di dalamnya juga ditemukan biji-bijian, bunga, daun, akar dan kayu seperti biji Katsuri, kayu Cendana, daun Nilam, bunga Lavender, akar Kapulaga dan lain-lain. Syarat Yang Harus Dipenuhi Oleh karena sediaan wangi-wangian dipergunakan pada bagian tubuh tertentu untuk kesegaran, keharuman seseorang, maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : 1. Apabila mengandung metanol sebagai denaturant, kadarnya adalah 5 % dari yang didenaturasi 2. Merupakan suatu larutan yang jernih a. b. Beberapa persyaratan khusus untuk beberapa sediaan wangi-wangian ini: Powder (Bedak tabur) Aman, tidak berbahaya bagi kulit Dapat menyerap keringat Sacchet Stabil konsistensi dan warna Bentuknya menarik dan tidak meninggalkan sisa lemak FORMULA UMUM Bahan dasar wangi-wangian adalah : 1. Minyak Atsiri, contohnya Oleum Citri 2. Sekresi hewan, contohnya musk 3. Bahan Kimia, contohnya sitrol Beberapa contoh resep dari sediaan wangi-wangian : 1. Parfum R/ Mawar (sintesis) 10 Heliotropin 10

11

Sediaan Kosmetika
Alkohol sinamat Oleum Bergamot Fenil asetaldhid (50%) Jasmin (sintetis) Terpineol 2. R/ Eau de Toillete Oleum Bergamot Oleum citri Oleum Aurantii Oleum Lavandulae Oleum Caryophylii Oleum Cinnamomi Oleum Flor. Aurant Aquadest Alkohol sampai 20 10 25 10 15 7 mL 4 mL 3 mL 5 mL 0,7 mL 0,7 mL 0,7 mL 200 mL 1000 mL

3.

Eau de Cologne R/ Oleum Bergamot 15 mL Oleum Citri 8 mL Oleum Rosmarini 7 mL Oleum Lavandulae 4 mL Oleum Flor. Aurant 4 mL Etil asetat 2 mL Air 120 mL Alkohol 840 mL Bedak (powder) R/ ZnO Amylum Talk Parfum Sacchet R/ Bunga Lavender Daun bunga mawar Vanilla Serbuk kuntum cengkeh Serbuk Resin Styrax Serbuk Benzoin siam Ambergris Oleum Rosarum 5% 10 % 85 % q.s 65 29,4 1,2 1,2 1,2 1,2 0,4 0,4

4.

5.

WANGI-WANGIAN DAN KEPRIBADIAN Sudah lama wewangian itu dikaitkan dengan banyak hal. Kepribadian suasana hati, gaya hidup dan sebagainya. Konsep penampilan masa kini yang sifatnya

12

Sediaan Kosmetika
personal, mendorong kita untuk memilih wewangian yang bersifat pribadi. Memilih wewangian bisa dikatakan gampang-gampang susah. Kepribadian sering menjadi acuan dalam menentukan pilihan kita. Reaksi wewangian terhadap kulit terkadang sulit untuk ditebak. Saat mencium langsung dari botolnya, tak terbayang baunya akan sangat berbeda setelah kita membubuhkan di kulit. Dalam memilih wewangian, perhatikan hal-hal berikut : 1. Sebelum mencoba wewangian, pastikan kulit bebas dari produk lain yang mengandung wewangian misalnya body lotion atau deodorant. Setelah mencoba wewangian, jangan terburu-buru memutuskan membeli. Tunggu 10-15 menit untuk mengetahui reaksi wewangian terhadap kulit. 3. Blia ingin mencoba lebih dari satu wewangian, aplikasikan pada bagian tubuh yang berbeda untuk menghindari penumpukan aroma. 4. Iklim bisa mempengaruhi kita dalam memilih wewangian. Suhu yang sangat panas dan udar kering dapat membuat selaput mukosa pada hidung menjadi kering, sehingga penciuman menjadi kurang sensitif. Wewangian beraroma keras sering jadi pilihan diiklim tropis seperti Indonesia. Wangi yang eksklusif dan tidak pasaran tentu akan membuat tubuh terasa lebih nyaman. Untuk kesempatan yang berbeda, wewangian yang digunakan juga berbeda. Untuk itu bisa mencampur beberapa wewangian, sehingga diperoleh aroma yang lain daripada yang lain, dan bersifat personal. Ada beberapa cara pencampuran yaitu layering atau teknik pengaplikasian wewangian secara berlapis. Kombinasikan wangi parfum dengan wangi produk lain seperti sabun, bedak, lotion tubuh untuk mendapatkan aroma baru. Beberapa jenis wewangian yang dapat digabungkan antara lain : Citrus dengan fruty floral (misalnya jeruk dan apel) Vanilla dengan Sandal wood atau musk White florals (misalnya Lily of Valley) dengan Freesia Wewangian dengan kandungan berikut ini sebaiknya tidak digabungkan : Spicy (seperti kayu manis, jahe atau cengkih) dengan wewangian yang segar (bunga atau buah-buahan) Wewangian yang berkesan seksi (mengandung musk) dengan wewangian yang manis (antara lain yang mengandung buah peach atau raspberry) Layering dengan memanfaatkan serangkaian produk yang mengandung wewangian yang sama juga banyak digunakan banyak produsen kosmetik yang memproduksi bedak, sabun dan parfum dalam satu seri arom. Penerapan layering semacam ini membuat aroma bertahan lebih lama. Untuk mengaplikasikannya, tidak perlu membeli satu rangkaian produk. Bedak merk A dengan parfum merk B dapat saja kita gabungkan, asalkan kandungan wewangiannya sama, misalnya Lavender. Agar wewangian lebih awet, simpan pada tempat yang sejuk. Udara yang panas dan timpaan sinar matahari dapat mengubah aroma. Jika akan

2.

13

Sediaan Kosmetika
memindahkan wewangian ke dalam botol yang lebih kecil pastikan botol yang akan digunakan bersih dan netral (tidak berbau). Cuci botol, lalu diamkan selama 24 jam setelah itu cuci sekali lagi. Wewangian yang digunakan oleh seseorang dapat mencerminkan kepribadiannya, seperti : Sportif dan dinamis, wewangian yang beraroma ringan dan lembut dengan campuran keharuman bunga, rempah dan buah. Anggun, wewangian berbau rempah-rampah yang hangat Romantis, wewangian beraroma bungabungaan Modern, beraroma unik ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN UNTUK BAYI Zat /bahan Umum Terkandung dalam Sediaan Kosmetika Bayi dan Wangi-wangian 1. Macam-macam sediaan kosmetika untuk bayi : 1.1 Pelembut/ Pelunak Emulient a. Golongan Minyak Hidrokarbon dan Malam : Parafin Vaselin Cera b. Golongan Minyak silicon : Dimetil Polisilokson Silicone Oil c. Asam-asam Lemak dan Alkohol Lemak : Asam Stearat d. Minyak Tumbuhan dan Lemak e. Ester-ester metil f. Ester Sitogliserida g. Etoksilasi Gliserida h. Lanolin, sterol 1.2 Bedak Bayi (Baby Powder) Kandungannya secara umum : talk magnesium stearat endapan CaCO3 pewangi kaolin glyseril monostearate cetyl alkohol benzalkonium klorida asam undesilenat I.

14

Sediaan Kosmetika
1.3 amilum Sabun Bayi (Baby Soap) Basa ( NaOH, KOH) Asam Lemak tinggi ( Oleum cocos)

1.4 Minyak Bayi (Baby Oil) Kandungannya secara umum ; minyak minyak mineral larutan lanolin ethyl stearate isopropyl myristate minyak zaitun minyak silikon propil gallate 1.5 Baby Lotion dan Krim Kandungan secara umum : minyak-minyak mineral adeps lanae stearyl alcohol cetyl alcohol propyl p-hidrokxybenzoat asam stearat triethanolamin metil p-hidroksibenzoat natrium alginate pewangi air isopropyl palmitat beeswax P.E.G 400monostearat Propilen glikol Arlacel 80 Tween 80 Cairan silicone f 110/1000 Gliseril monostearat Larutan sorbitol 70% Air destilasi Atlas G-1425 Atlas G-1441 1.6 Shampoo Bayi (Baby Shampoo) Kandungan secara umum : Miranol 2 M.C.A Hexylene glycol Pewangi

15

Sediaan Kosmetika
II. Air Analisis Bahan Yang Terkandung Dalam Sediaan Kosmetika bayi Dan Wangi-wangian 1. Sediaan Kosmetika Bayi 1.1 Pelembut/Pelunak/ Emolient yang biasa dianalisis : A. Golongan Minyak Hidrokarbon dan Malam paraffin Parafin padat adalah campuran hidrolkarbon yang diperoleh dari minyak mineral . Kelarutan :Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%)P;larut dalam kloroform P. Efek Farmakologis : - laksativum vaselin Uji fluoresensi : warna biru lemah. Cera Alba (malam putih) Dibuat dengan memutihkan malam yang diperoleh dari sarang lebah Apis mellifera L atau spesies Apis lain. Praktis tidak larut dalam air,agak suka larut dalam etanol (95%) P dingin ; larut dalam kloroform P , dalam eter P hangat; dalam minyak lemak dan mimyak atsiri. B. Golongan Minyak Silikon Dimetil Polisilokson Silicone Oil Uji Keasaman : 2 g tambahkan 25 mL campuran etanol dan ester (1:1) tambahkan 0,2 mL brom tymol biru kocok, tidak lebih dari 0,15 mL 0,01 M NaOHH dibutuhkan untuk merubah warna indicator menjadi biru.

Cera

C. Asam-asam Lemak Dan Alkohol Lemak Asam stearat Saat dibakar ada bau seperti malam, Bereaksi asam terhadap lakmus,

500 mg zat + 10 cc spiritus + 100 mg K2CO3 Sampai larut pada pendinginan, kristal putih. Larutan + NaOH dikocok, seperti agar berbusa pada pengenceran Zat + HCL encer, jernih, tetes minyak pada permujkaan ( juga tanpa HCl), dinginkan : memadat. 1.2 Bedak Bayi (Baby Powder)

16

Sediaan Kosmetika
1.2.1 1.2.2 Bahan dasar : talk : dalam tabung reaksi berisi air mendaki dinding tabung. Mikroskopik mengambang diatas permukaan air. Bahan penyerap : Amilum : tambah agua iod seperti kanji + HCl biru hitam kembali. MgCO3 ditambah agua + HCl encer. Secara kuantitatif : Titrasi Kompleksometri. 1 ml Na EDTA 0,05 M 2,015 MgO (MgCO3 mengandung 40-45 % MgO) Bilangan kuman : cara uji ( Uji Hayati Jasad Renik ) Cara pengujian Perhitungan banyaknya jasad renik aerob Timbang seksama 10 g zat uji atau ukur saksama 10 ml cairan yang diuji, masukan ke dalam labu ukur 100 ml, tamahkan dapar fosfat (pH 7,2), secukupnya hingga 100 ml, campur. Jika campuran yang diperoleh berupa larutan atau cairan bening, lanjutkan pengujian dengan cara lempeng, jika campuran tidak berupa larutan atau cairan bening, lanjutkan pengujian dengan cara tabung . Untuk Gelatin, lakukan menurut cara nomor 2. a) Cara lempeng. Jika perlu lanjutkan pengenceran hingga 1 ml diharapkan menghasilkan antara 30 dan 300 koloni. Pipet 1 ml enceran kedalam masing-masing 2 cawan Petri steril, segera tambahkan masing-masing 15 ml sampai 20 ml perbenihan A, yang sebelumnya telah dicairkan dan dibiarkan hingga suhu lebih kurang 45 o. Tutup masingmasing cawan, campur dengan memiringkan atau memutar cawan, biarkan membeku pada suhu kamar. Balikkan cawan, inkubasikan pada suhu antara 30o dan 35o selam 48 jam sampai 72 jam. Jika terdapat pertumbuhan , hitung banyaknya koloni masing-masing cawan, dengan menggunakan alat yang cocok dan tetapkan jumlah rata-rata jasad renik per g atau per ml sedian uji. b) Cara tabung. Masukkan 9,0 ml perbenijhan B ke dalam masing-masing 14 tabung 20 x 150 mm, bagi tabung dalam 4 kelompok, kelompok pertama dan kedua masing-masing terdiri dari 4 tabung, kelompok ketiga dan keempat masingmasing terdiri dari 3 tabung. Pipet 1 ml larutan atau zat yang diuji kedalam masing-masing tabung kelompok pertama, campur : sisihkan 1 tabung hingga kelompok pertama hingga kelompok pertama tinggal 3 tabung. Pipet 1 ml dari tabung yang disisihkan ke dalam masingmasing tabung kelompok kedua tinggal 3 tabung. Pipet 1 ml dari tabung yang disisihkan ke dalam masing-masing

1.2.3

17

Sediaan Kosmetika
tabung kelompok ketiga, campur, buang tabung yang sudah disihkan. Kelompok pertama mengandung 100 mg atau 0,1 ml sediaan yang diuji, kelompok kedua 10 mg atau 0,01 ml, kelompok ketiga 1 mg atau 0,001 ml dan kelompok keempat digunakan senagai blangko. Inkubasikan pada suhu antara 30o dan 50o selama 24 jam sampai 48 jam. Amati adanya pertumbuhan pada masingmasing tabung tiap kelompok ; pada tabung blangko tidak terdapat pertumbuhan. Jika zat yang diuji adalah gelatin, pipet 1 ml sediaan yang diuji yang dikosok baik-baik ke dalam masing-masing 2 cawan petri 15 mm x 100 mm, tambahkan segera 10 ml perbenihan A atau memutar cawan. Bekukan secepat mungkin,balikan cawan dan inkubasikan pada suhu antara 30o dan 35o selama 48 jam. Jika terdapat pertumbuhan, hitung jumlah koloni masing-masing cawan dengan menggunakan alat yang cocok, dan tetapkan jumlah ratarata jasadrenik tiap g zat yang diuji. Zat penambah Daya Rekat : Cetil alcohol : 1 bagian zat + asam asetat 20 bagian di water bath larut + kromat hijau. 1.3 Sabun Bayi (Baby Soap) Penetapan Berat jenis kuman sama seperti pada bedak. Basa NaOH Uji Na : Uji nyala dengan kawat nikrom memberikan warna kuning emas. Uji OH : membirukan lakmus merah. Uji K : Uji nyala dengan kawat nikrom memberikan warna merah ungu. Uji OH : membirukan lakmus merah. Asam lemak tinggi : Oleum Cocos : Minyak kelapa adalah minyak lemak yang diperoleh dengan pemerasan endosperm kering cocos nucifera L Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna atau kuning pucat, bau khas, tidak tengik. Suhu lebur 23o sampai 26oC Bilangan penyabunan 250 sampai 264 Minyak Bayi (Baby Oil) Lanolin (adeps lanae) Lemak bulu domba adalah zat serupa lemak yang dimurnikan, diperoleh dari bulu domba Ovis aries Linne (Fam Bovidae) mengandung air tidak lebih dari 0.25 %.

1.4 1.4.1

18

Sediaan Kosmetika
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, agak sukar dalam etanol (95 %) P, mudah larut dalam kloroform P dan dalam eter P. Identifikasi : 500 mg larutan + 5 ml kloroform P + 1 ml asetat anhidrat P dan 2 tetes asam sulfat P, terjadi warna hijau tua. Isopropil Miristat Bilangan Penyabunan 202-212 Bilangan asam tidak lebih dari 1 Bilangan yodium tidak lebih dari 1 Minyak Silikon Uji keasaman 2,00 g tambahkan 25 ml campur dengan etanol dan eter (1: 1). Tambahkan 0,2 ml bromtimol biru, lalu kocok, tidak lebih dari 0,15 ml 0,01 M sodium hidroksida dibutuhkan untuk merubah warna indicator menjadi biru. Propil Galat Titik leleh 150o C Baby Cream dan Baby Lotion Lanolin (Adeps Lanae) Lemak bulu domba adalah zat serupa lemak yang dimurnikan, diperoleh dari bulu domba Ovis aries Linne (Fam Bovidae) mengandung air tidak lebih dari 0.25 %. Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, agak sukar dalam etanol (95 %) P, mudah larut dalam kloroform P dan dalam eter P. Identifikasi : 500 mg larutan + 5 ml kloroform P + 1 ml asetat anhidra P dan 2 tetes asam sulfat P, terjadi warna hijau tua. Cetyl alcohol 1 bagian zat + asam asetat 20 bagian di awter bath larut + kromat .hijau Asam Stearat Identifikasi : Lebur 5 gram, kocok dengan air panas dengan volume sama selama 2 menit, dinginkan, saring. Pada filtrate tambahkan 1 tetes larutan jingga metil P, tidak terjadi warna merah. Trietanol Amina Trietanolamina adalah campuran dari trietanolamina, dietanolamina dan monoetanolamina. Kelarutan :Mudah larut dalam air dan dalam etanol (95 %) P, larut dalam kloroform P Identifikasi : Pada 1 ml + 0,1 ml larutan tembaga (II) sulfat P, terjadi warna biru tua. Tambahkan 5 ml larutan NaOH encer P, didihkan hingga sisa sepertiga volume semula, warna biru tetap. Timbang seksama 2 g, dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer 300 ml tambahkan 75 ml air. Titrasi dengan HCl 1 N

1.4.2

1.4.3

1.4.4 1.5 1.5.1

1.5.2

1.5.3

1.5.4

19

Sediaan Kosmetika
1.5.5 menggunakan indicator 2 tetes larutan merah metil P, 1 ml asam klorida 1 N setara dengan 149,2 mg trietanol amina, dihitung sebagai N (C2H4OH)3 Propilen Glikol Cairan kental, jernih, tidak berwarna, tidak berbau, rasa agak manis, higroskopik. Kelarutan : Dapat campur dengan air, dengan etanol (95 %) P dan dengan kloroform P, larut dalam 6 bagian eter P, tidak dapat bercampur dengan eter minyak tanah P dan dengan minyak lemak. Identifikasi : Panaskan perlahan-lahan dengan Kalium Bisulfat P, terjadi uap berbau enak. Lanjutkan pemanasan hingga kering, tidak terjadi bau akrolein. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN WANGI-WANGIAN Formulasi umum yang terdapat dalam sediaan kosmetik wangi-wangian : 1. eau de perfume Bentuk sediaan : larutan Komposisi : minyak atsiri atau campurannya dengan sekresi hewan ,zat pelekat atau fiksative: benzil benzoat, dietil ftalat. Zat pembawa : alkohol atau larutan hidro alkohol 65% Untuk menambah kelarutan minyak atsiri dapat digunakan solubiliozer, contoh : propilen glikol, dipropilen glikol, span dan twin. Penggunaan di tubuh: disemprotkan , dioleskan dikulit. Kegunaan :sebagai pewangi, penyegar 2. eau de toilete bentuk sediaan : larutan , lebih encer dari parfum dan diberi zat warna komposisi : minyak atsiri dalam alkohol 95 % (85-90%) zat pelekat : benzil benzoat penggunaan : ditubuh untuk muka diusapkan seperti tisu basah kegunaan : pewangi muka dan tangan 3. Eau de Cologne bentuk sediaan : larutan gel komposisi : minyak atsiri (oleum citric) dalam alkohol 85-90% fixative : resion, balsem benzoe untuk yang sakit kepala dapat ditambahkan mentol dan untuk menyegarkan sering ditambahkan amoniak liquida. Penggunaan : ditubuh, dioleskan di tubuh Kegunaan : - untuk menyegarkan (tidak tahan lama) - aromaterapi. 4. bedak wangi bentuk sediaan : ser buk tabur

20

Sediaan Kosmetika
komposisi : talk dalam jumlah besar,antiseptikum (ZnO, kalamin) dan parfum yang tidak berbahaya untuk kulit. Pengisi : MgCO3 Pelekat : amylum dan Zn atau Mg stearat. Penggunaan di tubuh : ditaburkan. Kegunaan : pewangi, menghaluskan, menghilangkan iritasi. 5. Sachet bentuk sediaan : larutan, cream, liquid cream komposisi : bahan alam dari bunga, daun, biji, akar dan kayu. Kadang-kadang ditambahkan dario sekresi hewan atau bahan kimia lain. Kadar minyak atsiri 1-10 %. Zat warna seperti : D dan C red no. 19 Emulgator : karbopol 936, 940, 94 yang dinetralkan dietanol amin atau trietanol amin, Na stearat, K. stearat, Na lauryl sulfat, Tween. Pembawa : alkohol Pelekat : benzyl benzoat Penggunaan : dioleskan Kegunaan : pewangi, menghaluskan dan melembabkan kulit. Bentuk sediaan wangi-wangian lain : - cologne stick ( wangi-wangian bentuk padat ). - deodorant : * sediaan larutan. * sediaan cream. Identifikasi 1. penetapan kadar minyak atsiri

a.

bau harum yang khas dari minyak atsiri mengidentifikasikan adanya suatu minyak atsiri dalam suatu campuran. b. campur bahan yang diperiksa dalam labu dengan cairan penyuling pasang alat, isi buret dengan air hingga penuh. panaskan dengan tangas udara sehingga penyulingan berlangsung lambat tapi teratur setelah penyulingan biarkan selama lebih kurang 15 menit.

catat volume minyak atsiri pada buret, hitung kadar minyak atsiri dalam
% b/v. 2. penetapan kadar etanol. a. esterifikasi : Dengan asam benzoat : bau spesifik ( bau pisang ambon ), diencerkan makin jelas. - campur 5 tetes dalam gelas kimia kecil dengan 1 ml larutan kalium permangat p. dan 5 tetes asam sulfat pekat p. tutup segera dengan kertas saring yang dibasahi dengan larutan segar yang dibuat dengan melarutkan 100 mg natrium nitroprusida p. dan 500 mg piperazina hidrat p. dalam 5 ml air. Terjadi warnabiru intensif pada kertas saring yang setelah beberapa menit menjadi lebih pucat.

b.

21

Sediaan Kosmetika
- pada 5 ml larutan 0,5 % b/v tambahkan 1 ml larutan natrium hidroksida 0,1 N kemudian tambahkan perlahan-lahan 2 ml larutan iodium p. tercium bau iodoform dan terbentuk endapan kuning. 3. oleum citric lakukan penetapan menurut cara penetapan kadar aldehida minyak atsiri yang tertera pada olea volatilia menggunakan 10 g yang ditimbang seksama tanpa toluen p. dilarutkan dalam tidak kurang dari 7 ml larutan hidroksil amina etanol 60 % p. dan 1 ml 2 ml lebih banyak dari volume kalium hidroksida etanol 0,5 N yang digunakan. 4. benzyl benzoat a. reflux 2 g dengan 25 ml larutan kalium hidroksida etanol p. selama 2 jam, uapkan etanol di atas tangas air, tambahkan 50 ml air, suling hingga sulingan jernih. Asamkan cairan yang tertinggal dalam labu dengan asam klorida encer p. , terbentuk endapan hablur putih dari asam benzoat. Pada sulingan tambahkan 2,5 g kalium permanganat p.dan 2 ml larutan natrium hidroksida p. reflux selama 15 menit. Dinginkan dan saring. Asamkan filtrat dengan asam klorida encer. Terbentuk endapan habllur putih dari asam benzoat.

b.

suhu didih lebih kurang 320o

5. talkum campur 500 mg dengan lebih kurang 200 mg natrium karbonat anhidrat p. onat anhidrat p. pindahkan kedalam krus platina atau krus nikel. Panaskan hingga melebur sempurna, dinginkan, pindahkan ke dalam cawan dengan pertolongan lebih kurang 50 ml air panas. Tambahkan asam klorida p. hingga pembuihan berhenti. Tambahkan lagi 10 ml asam klorida p. uapkan di atas tangas air hingga kering, dinginkan, tambahkan 20 ml air, didihkan, saring, sisa adalah silika. Pada filtrat tambahkan lebih kurang 2 g amonium klorida p. dan 5 ml amoniak encer p. jika terjadi endapan, saring, tambahkan larutan natrium fosfat p.terjadi endapan hablur putih amonium magnesium fosfat. 1. 2. 3. 4. DAFTAR PUSTAKA Harrys Ralfgh, et. Al. 1973. Harrys Cosmeticology Chemical Publishing Co. Inc. New York. Page 540 551. Tabloid Intisari : Edisi Maret 2001 . No 425 : Penerbit PT. Intisari Mediatama : Jakarta : 2001. Hal. 158-165. FARMAKOPE INDONESIA III :1979 . DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. FARMAKOPE INDONESIA IV : 1995 . DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. Website Internet : www.Suara Karya . com Website internet : www. Balita Anda . com Website internet : www. Tabloid Nova . com

5.
6. 7.

22

Sediaan Kosmetika

BAB II SEDIAAN KOSMETIKA MANDI DAN MATA Kehidupan manusia dan percobaannya tidak pernah statis, selalu berkembang setiap saat. Demikian hal-nya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu melahirkan penemuan-penemuan baru, penemuanpenemuan tersebut membawa manusia ke arah kehidupan yang lebih baik dan modern. Termasuk dalam bidang kosmetika. Sejak pertama kala dikenal (pada zaman mesir kuno) hingga detik ini kosmetika selalau mengalami perubahan dan perkembangan baru. Kosmetika pada zaman mesir kuno hanya digunakan oleh kalangan bangsawan, sedangkan diera milenium tiga ini kosmetika sudah dikenal, bahkan dibutuhkan oleh berbagai kalangan masyarakat. Pada zaman sekarang, dalam melakukan kegiatan sehari-hari masyarakat selalu berhubungan dengan kebersiahan, keindahan, perawatan yang semuanya merupakan tujuan dari kosmetika. Karena banyaknya produk kosmetika yang beredar di pasaran, maka konsumen harus mempunyai ilmu dan informasi tentang kosmetika yang baik dan cara penggunaannya. Oleh karena itu. Pada makalah ini akan diulas mengenai kosmetika mandi dan sediaan kosmetika mata. Seperti kita ketahui, mandi merupakan aktivitas sehari hari yang penting dan tidak akan terlewatkan oleh setiap orang. Kosmetika mandi meliputi sediaan yang digunakan sebelum mandi, atau saat mandi atau perawatan setelah mandi. Namun bagi sebagian orang kosmetika mandi ini masih asing, karena kosmetika mandi tidak umumm digunakan orang. Mungkin jangka di luar negeri kosmetika mandi ini sudah banyak digunakan, namun di Indonesia baru beberapa kalangan yang menggunakannya. Sediaan kosmetika mata adalah kosmetika yang digunakan untuk memperindah daerah di sekeliling mata. Mulai dari alis dan kulit di bawah alis, kelopak mata, kantung selaput mata, bulu mata, dan jaringan dalam garis keliling bawah lubang mata. SEDIAAN KOSMETIKA MANDI

23

Sediaan Kosmetika
I. PENGERTIAN DAN TUJUAN PEMAKAIAN Sediaan kosmetika mandi merupakan sediaan-sediaan atau bahan-bahan yang dapat digunakan dalam air mandi, selama mandi, atau segera setelah mandi. Tujuan: Membersihkan tubuh dengan menghilangkan kotoran Menambah harum pada tubuh Membuat kesegaran bagi penggunanya Memperhalus kulit Menambah kenyamanan misalnya dengan wangi-wangian dan warna Menghindari permukaan kotor pada bak mandi FORMULA UMUM A. Garam mandi ( Bath salts)

II.

1. 2. 3.
4. 5. 6. 7.

Na2CO3 Na2CO3.H2O ( Natrium Karbonat Monohidrat ) Na2CO3. NaHCO3. 2 H2O ( Natrium seskui karbonat ) Trisodium fosfat NaCl Boraks Pewarna, menurt USP: Ext D & C Yellow No. 7, Ext D & C Green No. 1, dan No. 5, Ext D & C Red No. 19

B. Kristal mandi ( Bath cuber )

1.
2. 3.

Na2CO3 Na sesquikarbonat Na-tetraborat

Tablet mandi

1.
2. 3. 4.

NaHCO3 55 % Asam tartrat 20 % Na-sesquikarbonat 20 % Parfum dan pewarna 5 %

D. Minyak mandi Formula menurut Atlas Industries:

1. 2. 3.

Minyak mineral (Castrol oli/ Olive oil) Isopropyl myristate Parfume

46 % 48 % 5%

24

Sediaan Kosmetika 4.
5. Artatone T 1% Zat tambahan : Tween 81 untuk emulsi agent yang larut air 50 % 5% qs

E.

Gelembung Mandi ( Buble bath ) Contoh formulanya TEA Lauryl Sulphate Liquid Air 45 % Penstabil busa Warna Parfum qs Na- Lauryl Sulphate 80 % Parfum 10 % Lauric diethanolamide 5% Hexylene glycol 5% Serbuk Mandi (Bath Powder ) 1. Natrium alkyl benzene Sulphonate 2. Na Sesquicarbonat 3. Amilum maidis 4. Na hexametaphosphate Susu mandi (Bath Milk) 1. Minyak pengharum (Lavender) 2. Na Lauril Sulfat 3. Air yang telah didestilasi 4. Urea ( 5% dalam alcohol ) III. PENGGOLONGAN 1. Garam mandi ( Bath Salt ) 2. Tablet mandi ( Bath Tablet ) 3. Gelembung mandi ( Bubble Bath ) 4. Serbuk mandi ( Bath Powder ) 5. Susu mandi ( Bath Milk ) 6. Minyak mandi ( Bath Oil ) 10 9 81 2 55% 21% 10% 2%

F.

G.

1.

Pembahasan: Garam mandi ( Bath Salt ) Garam mandi adalah sediaan kosmetika mandi yang digunakan untuk melunakkan air sadah, menyegarkan, dan menghilangkan bau badan serta membersihkan tubuh. Biasanya terdiri dari suatu garam amorganik atau campurannya, zat pewangi ( corigens odoris ) dan zat pewarna ( corigens coloris ). Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh garam mandi adalah: a. harus mudah larut dan melunakkan air sadah dengan efektif

25

Sediaan Kosmetika
b. harus memiliki bentuk yang menarik dan stabil pada kondisi iklim biasa dan mudah diberi zat pewarna dan zat pewangi c. murah harganya Tipe utama garam mandi: a. Dipermutasikan dengan kristal garam, zat pewarna dan zat pewangi. Tipe ini tidak melunakkan air sadah atau membantu dalam membersihkan, dimana garam kristalnya lambat laun larut dalam air sadah. b. Tipe pelunak air, biasanya didasarkan pada satu sediaan fosfat atau sodium sesquicarbonat. Keuntungan tipe garam ini adalah mempunyai pelarut air dan ini membantu dalam pembersihan, lebih lagi tegangan permukaan air diturunkan sehingga memudahkan dalam membasahkan kulit. Kerugiannya: bisa menimbulkan iritasi pada kulit bagi orang-orang yang sensitif terhadap alkali yang tinggi. Garam-garam anorganik yang sering digunakan sebagai garam-garam mandi: 1. Garam umum ( Rock salt, Sodium chlorida, NaCl ) Garam ini berbentuk kristal yang menarik dan stabil ( jika garam ini bebas dari MgCl2, sebaliknya dia akan cepat kehilangan bentuknya jika terkontaminasi MgCl2 ). Garam ini juga mudah larut dalam air tetapi tidak memberikan efek melunakkan air sadah dan akan menghilangkan busa sabun. NaCl mempunyai sifat mudah diwarnai dan diberi pewangi, higroskopis, menghilangkan garam mandi yang menarik. Dapat menyegarkan kulit, menghasilkan air yang lunak dan bercampur dengan busa sabun dan dapat digunakan sebagai penggelembung mandi.

2.
-

Natrium karbonat ( Na2CO3) Mudah larut dalam air, efektif melunakkan air. Ketika diwarnai kristalnya akan memiliki bentuk yang menarik. Titik leleh rendah, pada 330C sebagian dari air kristalnya akan berdissosiasi hingga akan terbentuk massa yang melekat. Sulit diberi zat pewarna dan zat pewangi dengan baik, karena untuk mengurangi polaritas partikel yang tersedia. Produk harus dijaga dari sinar matahari secara langsung, karena dapat terjadi kemekaran meski disimpan pada kondisi biasa. Namun hal ini dapat dicegah sebagian dengan melapisi kristal dengan substansi higroskopis, seperti gliserin, etilen glikol, dll dalam jumlah kecil yang dicelupkan dalam pelarut.

3. 4.

Natrium karbonat monohidrat ( Na2CO3. H2O ) Merupakan hasil / produk dari kristal Na2CO3 yang mengalami pemekaran, namun tidak kehilangan kelembaban. Natrium sesquikarbonat ( Na2CO3. NaHCO3. 2 H2O )

26

Sediaan Kosmetika
Merupakan suatu garam yang berbentuk kristal jarum yang halus dengan kemurnian tinggi. Garam ini sangat stabil, mudah larut dalam air, mudah diwarnai, dan mudah tercampur dengan zat pewangi.

5. 6.

Natrium tiosulfat ( Na2S2O3. 5 H2O ) Merupakan bentuk kristal jarum yang bagus yang mudah larut dalam air. Jika digunakan dalam jumlah besar akan menimbulkan bau yang kurang sedap pada air mandi atau kulit. Borax atau Natrium tetraborat ( Na2B4O7. 10 H2O ) Borax berbentuk kristal-kristal halus, bereaksi sebagai basa lemah dan mudah diwarnai. Tidak higroskopis namun sukar larut dalam air.

7.

Dinatrium fosfat ( Na2HPO4. 12 H2O ) Merupakan pelunak air yang baik dan tidak higroskopis, tetapi dapat mengeruhkan air mandi. Dinatrium pirofosfat dan tri natrium fosfat kadang-kadang juga digunakan sebagai garam mandi, tetapi mempunyai sifat basa yang kuat sekali. 8. Tri Natrium fosfat Bentuk menyerupai flake atau bundar. Kerugian dari penggunaan garam ini adalah sukar diwarnai, menghasilkan air yang berwarna keruh bila sabun digunakan. Contoh formula garam mandi: Trisodium fosfat 50 49 Na-sesquikarbonat 49,5 49 Garam kristal NaCl Parfum / pewangi 0,5 - 2 Pewarna qs Kristal mandi ( Bath Cubes ) Biasanya terdiri dari Natrium karbonat ata Na-sesquikarbonat dan atau borax. Cara pembuatan: Mula-mula semua bahan dihancurkan dulu menjadi bagian yang kecil-kecil. Bila digunakan Na2CO3 maka harus ditambahkan zat penghancur terlebih dahulu, bila tidak maka Na2CO3 yang keras seperti batu karang akan sukar larut dalam air mandi. Zat penghancur yang umum digunakan adalah Na lauril sulfat. 2. Tablet mandi ( Bath Tablet ) Tablet mandi adalah sediaan kosmetika mandi yang berguna untuk membersihkan dan menyegarkan badan. Tujuan pembuatan tablet mandi adalah untuk mencegah garamgaram halus, minyak parfum, dan pewarna dari sukar larut. Tablet mandi sering mengandung kristal-kristal asam organik ( seperti asam sitrat atau tartrat ) dalam sodium karbonat, sesquikarbonat, atau bikarbonat. Segera setelah dimasukkan ke dalam air, akan mengeluarkan CO2 dengan efek effervescent.

27

Sediaan Kosmetika
Tablet ini mudah terurai dan terlarut. Jika tablet ini juga mengandung sabun ( bahan pembentuk sabun, seperti sodium lauril sulfat ), maka gas CO2 yang terbentuk akan membantu pembentukan busa. Tablet mandi juga sering mengandung garam yang melepaskan oksigen dalam air, contoh sodium perborat atau hydrogen peroksida-kompleks urea. Oksigen ini diharapkan mempunyai kegunaan untuk menyegarkan badan. Gelembung Mandi ( Bubble / Foam bath ) Adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk memenuhi bak mandi dengan gelembung-gelembung atau busa-busa yang dapat berfungsi untuk menghilangkan rasa lelah dan mencegah adanya noda pada bak mandi. Sediaan gelembung / busa mandi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Mudah menggelembung tanpa memerlukan tekanan air yang berlebihan. b. Gelembung harus tahan terhadap kesadahan air. c. Mencegah pembentukan noda-noda busa di sekitar bak mandi. d. Larutan yang digunakan dalam tubuh tidak mengiritasi kulit dan membran mukosa. e. Harganya sebaiknya cukup murah. Gelembung mandi dibuat dari detergen, zat pembuat busa, dan pelunak air yang tidak higroskopis. Gelembung mandi biasanya berbentuk serbuk, cairan, tablet, granul atau manik-manik, larutan, gel, kapsul, kristal, dan batang. Semua produk harus dites untuk melihat apakah terjadi endapan yang keras pada kelembaban tinggi. Serbuk mandi ( Bath Powder ) Dahulu serbuk mandi dibuat dari jagung, tepung beras dan asam borat namun sekarang dibuat dari 60 90 % talk, MgCO3 sebanyak 5 %, digunakan untuk menyerap parfum dan menahannya dalam produk akhir. Titanium dioksida sebanyak 1- 2 % akan memberikan opacity pada talk. Kaolin akan membantu serbuk berkilau. 5. Susu mandi ( Bath Milk ) Susu mandi adalah sediaan kosmetika mandi yang berguna untuk membersihkan dan menjaga kelembutan kulit. Susu mandi merupakan emulsi m/a dimana fasa minyak hampir terdiri dari minyak parfum seluruhnya. Sediaan ini akan terdispersi dalam air dengan mengeruhkannya. Susu mandi mempunyai efek yang sama seperti minyak mandi tetapi sedikit mahal dalam penyimpanannya. Zat aktif dari sediaan ini adalah minyak lemak, karena gunanya adalah untuk melembutkan kulit. Selain lemak-lemak dapat digunakan garam-garam asam lemak atau esternya, seperti Nalauril sulfat , Trietanol amin stearat, dsb. Contoh formula susu mandi:

3.

4.

28

Sediaan Kosmetika
Minyak pengharum 10 Na lauril sulfat 9 Air yang telah didestilasi 81 Uranin ( 5 % dalam alcohol ) 2 Pembuatan: Larutkan Na lauril sulfat dalam air dengan pemanasan dan tambahkan unsur-unsur lain setelah dingin. Minyak mandi ( Bath Oil ) Adalah sediaan kosmetika mandi yang berguna untuk melembutkan, menghaluskan, dan mencegah kekeringan kulit. Minyak mandi tidak larut dalam air dan akan membentuk lapisan tipis yang terapung di atas permukaan air mandi. Untuk meningkatkan efek kelarutnnya sering ditambahkan surfaktan yang larut ke dalam minyak mandi. Mekanisme kerja dari minyak mandi adalah mila-mula minyak mandi diabsorbsi oleh permukaan kulit, dengan pertolongan surfaktan minyak dapat menembus lapisan kulit paling atas kemudian minyak akan bekerja sebagai pelembut, penghalus, dan pencegah kekeringan pada kulit. Percobaan membuktikan bahwa 4 mL minyak mandi dalam 10 L air mandi, cukup untuk membentuk lapisan minyak pada kulit secara merata dan setelah dicuci dengan sabun ternyata masih dapat diamati selama 3 jam setelah mandi. Sebetulnya sediaan minyak mandi ini tidak membantu pembersihan kulit, akan tetapi sebaliknya justru akan menghalangi terbentuknya busa dan tetap tinggal sebagai lapisan tipis yang sukar dihilangkan pada bak mandi. Biasanya sediaan minyak dijual dalam bentuk kantung plastik, botol, atau kapsul dari gelatin.

6.

Analisis Formula Sediaan kosmetika Mandi 1. Garam Mandi A. Na2CO3 Merupakan serbuk putih, mudah larut air, dan alkalis Kualitatif Uji Na : Uji nyala dengan kawat niktom, memberikan warna kuning

Uji CO3: Tambahkan larutan Magnesium Sulfat p akan terbentuk endapan putih. Kuantitatif Larutkan sisa yang diperoleh pada kadar air dalam 50 mL air, kemudian titrasi dengan asam sulfat menggunakan indicator larutan jingga metil p. A. NaCl Merupakan hablur heksahedral tak berwarna/ hablur putih, tak berbau, rasa asin. Kualitatif

29

Sediaan Kosmetika
Uji Cl : tambahkan larutan perak nitrat p terbentuk endapan putih yang tidak larut, larut dalam ammonia encer p. Setelah sebelumnya dicuci dengan air, tambahkan asam nitrat p maka terjadi endapan lagi. Kuantitatif Timbang seksama 250 mg, larutkan dalam 50 mL air. Titrasi dengan perak nitrat 0,1 N menggunakan Indica- tor larutan Kalium Kromat p. B. Boraks Kualitatif Uji: Campur sejumlah zat dengan asam sulfat p dan methanol p. Kuantitatif Timbang seksama 3 g, larutkan dalam 50 mL air, tambahkan larutan merah p. Titrasi dengan asam klorida 0,5 N 2. Tablet Mandi A. NaHCO3 Merupakan serbuk putih atau hablur monoklin kecil, buram, tidak berbau, rasa asin. Larut dalam 8 bagian air, praktis tidak larut dalam etanol (95%)p. Kualitatif Uji HCO3 : Dengan pendidihan akan membentuk gas CO2 yang dapat diidentifikasi dengan air barit. Kuantitatif Larutkan 1g yang ditimbang dengan seksama dalam 20 mL air. Titrasi dengan HCl 0,5 N menggunakan indicator larutan jingga metil. B. Asam Tartrat Merupakan hablur tidak berwarna atau warna putih, tidak berbau, rasa asam dan stabil di udara. Sangat mudah larut dalam air, mudah larut dalam etanol. Kualitatif Uji : Zat + FeCl3 Kuning Zat + FeSO4+ H2O2 + NaOH Ungu biru Reaksi Kristal : dikocok dengan K-Ac kristal putih Kuantitatif Timbang seksama 2g yang sebelumnya telah dikeringkan, masukkan kedalam labu Erlenmeyer. Larutkan dalam 40 liter air,tambahkan Fenolftalein & titrasi dengan NaOH 1 N. 3. Gelembung Mandi dan Serbuk Mandi A. Na- Lauryl Sulfat Pada 5 g yang telah dikeringkan pada suhu 105 o hingga bobot tetap tambahkan 25 mL H2SO4 1 N, refluks selama 2 jam, dinginkan. Bilas pendingin dengan 30 mL etanol mutlal p kemudian dengan air. Titrasi dengan NaOH 1N menggunakan indicator larutan fenolptalen p. B. Gliserin

30

Sediaan Kosmetika
Kualitatif Uji : Panaskan dengan Kalium bisulfat p, terjadi uap merangsang. Jika dibakar dengan sedikit Na- tetraborat p diatas nyala api terjadi warna hijau. Kuantitatif Timbang seksama 400 mg, masukkan ke dalam gelas piala 600 mL, encerkan dengan 50 mL air, tambahkan biru brom timol LP dan asamkan dengan H2SO4 0,2 N sampai terjadi warna hijau yang mantap atau kuning kehijauan. Netralkan dengan NaOH 0,05 N hingga titik akhir berwarna biru mantap tanpa warna hijau. Na2SO4 Merupakan serbuk tak berwarna, tak berbau, rasa pahit, asin, larut dalam air. Kualitatif Uji SO4 : Zat + BaCl2 Endapan putih Zat + Pb Asetat Endapan putih D. Air Panaskan CuSO4 hingga berubah warna dari biru menjadi putih, kemudian teteskan larutan pada CuSO4 tersebut. Jika berubah warna menjadi biruair E. Asam Laktat Kualitatif Uji : Mengubah lakmus biru menjadi putih, hangatkan 1g dengan 100 mg KMnO4, terjadi bau asetaldehid. Kuantitatif Timbang seksama 3g, encerkan 50 mL air. Tambahkan 50 mL NaOH 1 N, didihkan perlahan selama 5 menit, dinginkan. Titrasi dengn HCl 1 N menggunakan indicator larutan fenolftalein p. Lakukan penetapan blanko. F. TEA Merupakan cairan kental, tak berwarna hingga kuning pucat, bau lemah mirip amoniak, rasa pahit, mudah larut air, higroskopis. Kualitatif Uji : Zat + Parri Ungu Zat + AgNO3 Cincin perak Kuantitatif Timbang seksama 2g,masukkan ke dalam labu erlenmeyer 300 mL, tambahkan 75 mL air, titrasi dengan HCl 1 N menggunakan indicator 2 tetes larutan merah metil p. 4. Susu Mandi Urea Merupakan hablur prismatic, transparan, tak berwarnaa, tak berbau/ praktis tak berbau, rasa dingin dan asin, agak higroskopis. Kualitatif

C.

31

Sediaan Kosmetika
Uji : Reaksi biuret Laco Millon p-DAB HCl Roux Beilstein NaOH Kuantitatif Titrasi asam- basa 5. Minyak mandi A. Isopropyl Myristate Bilangan penyabunan : 202- 212 Bilangan asam tak lebih dari 1 Bilangan yodium tak lebih dari 1 B. Olive oil Bilangan asam tak lebih dari 2 Bilangan iodium 79- 88 KOSMETIKA MATA I. PENGERTIAN Sediaan kosmetika mata sering juga disebut sebagai sediaan make up mata adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk mempermudah daerah sekitar mata. Jadi sediaan ini hanya digunakan pada daerah sekitar mata. Yang dimaksud dengan dareah sekitar mata adalah daerah yang dibatasi oleh bagian atas dan bawah dari lubang mata, yaitu alis mata, kulit dibawah alis, kelopak mata bulu mata, kantung selaput mata, bola mata, dan jaringan dalam garis keliling bawah lubang mata. Karena pemakaian dari sediaan ini adalah pada daerah yang peka, yaitu daerah sekitar mata, maka dalam formalasinya hanya boleh digunakan bahanbahan baku yang betul-betul murni, tidak toksik dan tidak merangsang. Kecuali bahan-bahan yang akan digunakan harus betul-betul murni dari sediaan kosmetika lainnya. Sediaan dari kosmetika mata adalah menitik beratkan daerah mata dengan penggunaan warna. Jadi tujuan utamanya adalah menandai daerah mata dengan warna. II. PENGGOLONGAN Sediaan kosmetika mata dibagi menjadi: 1. Eyebrow pencil (pensil alis) 2. Mascara (mascara) 3. Eye shadow (pembentuk bayangan mata) 4. Eye liner (pembentuk garis mata) 5. Eye make-up remorer (penghapus make-up mata) 6. Eye Cream / Eye stick (krim mata) 7. Cover Make-Up : Ungu : Endapan Ungu : Hijau muda : Merah darah anggur : Hijau sebentar : Hijau lama- lama coklat

32

Sediaan Kosmetika
III. FORMULA UMUM 1. Zat warna Zat-zat warna dari bahan batu bara tidak dapat digunakan, dan pewarnaan dengan sediaan ini dilakukan dengan zat warna anorganik dan zat warna alam. Zat-zat warna utama adalah karbon hitam, besi, krom oksida dan karmin. Semua warna yang digunakan pada kosmetika mata harus tidak larut dalam air. Warna-warna yang sering didunakan pada kosmetika mata : Hitam : karbon hitam, arang hitam, besi oksida hitam (F e 3 O4) Biru : Biru ultra marine Hijau : Krom oksida Coklat : Besi oksida coklat Kuning: Oksida besi kuning Merah : Karmin Untuk memperoleh bayangan mata yang lebih terang biasanya ditambahkan titanium oksida atau seng oksida. 2. Bahan Oksida dasar atau zat pembawa Petrolatum Berwarna putih, bahan berserabut pendek, memiliki titik lebur 43C propil fisik dan stabilitasnya memiliki stabilitas yang baik untuk produkproduk ini. Suatu petrolatum yang bermutu tinggi tidak akan menghasilkan bau tidak enak selama penyimpanan. Lanalin Lanalin anhidrat miliki titik lebur 38-40 C, digunakan untuk eye shadow dan mascara sebagai pelumas. Kresin Merupakan campuran mikrokristal dari hidrokarbon yang tersusun kompleks. Kresin tersedia dalam berbagai tingkatan dengan titik lebur bermacam-macam. Untuk produk-produk mata, biasanya digunakan kresin dengan titik lebur 68 C. d. Karnauba Lilin ini tersedia dalam berbagai jenis tetapi yang biasa digunakan adalah yang berwarna kuning dengan titik lebur 85 C, telah dimurnikan dan diputihkan. Zat ini akan membentuk lapisan yang menolak air, dan menetralkan larutan sabun dalam air. Karnauka ini biasa digunakan pada formulasi mascara, sehingga dapat memberikan kilauan pada bulu mata. e. Beeswax (Lilin tawon lebah) Berwarna putih dengan titik lebur 64 C. zat ini dapat mengeraskan sediaan dalam penggunaannya, tanpa harus membuatnya kaku, karena fleksibelitas dan elastisitasnya. Dalam produk-produk yang dicetak, seperti pada mascara padat, kombinasi, lilin-lilin haruslah

a.

b. c.

33

Sediaan Kosmetika
seimbang sehingga padatan tidak akan menyusut atau melekat di dalam cetakan. Beeswax ini sangat baik untuk kombinasi. f. Asam Stearat Terdiri dari 3 lapisan yang tercetak (triple-pressed grade), memiliki titik didih 55C. Zat ini dapat secara mudah membentuk sabun dan dinetralisir, memberikan sabun yang stabil yang sesuai dengan bahanbahan hidrofilik dan lipofilik. Trietanolamin stearat adalah jenis yang sering digunakan secara luas, meskipun pengembangan emulgatoremulgator nonionik sekarang ini dapat menggeser posisi stearatstearat dimasa depan. g. Isopropil Miristat Merupakan suatu ester asam lemak sintetik, cairan pucat bersih yang bebas dari berbagai bau tidak enak. Zat ini banyak ditemukan dalam produk kosmetika termasuk eye shadow. h. Propilen Glikol Suatu humektan biasa digunakan untuk eye shadow. Propilen glikal bersifat tidak lengket dan merupakan pelumas yang baik. i. Gom Tragakan Suatu zat yang didapat dari Astragalus gummifer, gom tragakan merupakan zat pengental yang digunakan untuk mencapai viskositas yang lebih besar. Dalam bentuk serbuknya, biasa dilakukan dengan cara membasahinya dengan alcohol atau propilen glikol, kemudian menuangkannya pelan - pelan ke dalam air sampai terdispersi sempurna. j. Raetil Selulosae Merupakan suatu gomsintetik, yng terlarut dalam air dengan cara yang sama dengan gom tragakan. Karena metil selulose adalah zat sintetik, maka viskositasnya dapat dikendalikan dan viskositas yang konstan ini membuat metil selulosa sering digunakan sebagai zat pengikat, zat pengental dan zat pengemulsi. Bahan Pengawet Meskipun semua formula tidak memerlukan bahan pengawet, namun akhir-akhir ini zat pengawet sering ditambahkan pada kosmetika mata. Bahan-bahan pengawet pilihan um\ntuk produk-produk mata adalah dari golongan alkil-p-hidroksi benzoat. Bahan pewangi Bahan pewangi digunakan hanya sebagai pencegahan ekstra melawan iritasi, dan mencegah rangsangan pada mata, kadang-kadang dihilangkan dari kosmetik mata. Apabila diperlukan untuk menutupi bau tertentu digunakan pewangi dari minyak atsiri alami atau zat kimia asumatik yang ringan dan aman kadar kurang dari 0,1 %. EYEBROW PENCIL (Pensil Alis) Pensil alis adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk menebalkan atau mengubah bentuk alis. Pensil alis mengandung berbagai jenis bahan kimia, diantaranya adalah Lamp black, petrolatum, paraffin, Alumunium silikar dan acid stearat. Biasanya terdiri suatu zat warna yang terdispersi dalam dasar malam.

34

Sediaan Kosmetika
Syarat pensil alis adalah mudah dipakai, sama rata dalam pengolesan dan tidak rapuh, penggunaan pensil alis tidak dianjurkan untuk daerah dibawah kelopak mata karena dapat menimbulkan pigmentasi pada lapisan mukasa mata, mata menjadi merah, peradangan, dan pandangan menjadi kabur. Terdapat 2 tipe pensil alis, yaitu: a) Pensil Alis Bentuk Crayon Merupakan campuran zat warna coklat atau hitam dengan kadar tinggi. b) Pensil Alis Bentuk Potlot Formulanya sama dengan pensil alis bentuk crayon hanya dimasukkan ke dalam selubung dari kayu. Contoh formula: Minyak kastor terhidrogenasi Minyak biji kapas terhidrogenasi Cocoa botter Minyak kastor terhidrogenasi Bahan dasar penyerap lanolin Lampblack (yang cocok) 46% 12% 8% 80% 17% 9%

Jika pensil coklat yang dibuat maka lampblack dapat diganti dengan Umber (sejenis tanah pewarna yang berwarna coklat kemerahan) dan sienna bakar (sejenis tanah liat berwarna coklat kemerahan). MASCARA (Maskara) Maskara adalah sediaan kosmetika yang termasuk sediaan tata rias mata, mempunyai kegunaan untuk menghitamkan dan mempertebal bulu mata dengan tujuan untuk memperindah mata. Maskara biasanya mengandung garam acid stearic bersama pigmen dan lanolin, paraffin serta lilin karnauba syarat mascara adalah mudah dipakai, halus, rata hasil pengolesannya; cepat kering tapi tak kering pada wadah; tidak melengketkan bulu mata; tidak beracun dan merangsang; pemakaian cepat dan tahan lama. Penggunaan mascara harus hati-hati karena dapat menimbulkan rasa pedih dan berair, mata terasa gatal dan dapat mengalami iritasi pada mata. Jenis mascara ada 3, yaitu: a. Maskara Bentuk Padat Diperoleh dengan cara pengempaan atau pencetakan, dibuat dari sabun yang dilelehkan bersama sama minyak, lilin dan zat warna sedemikian rupa hingga diperoleh massa yang padat. Cara pemakaiannya dengan menggosokkan silikat (yang telah dibasahi) pada permukaan padatnya sampai menempel, setelah hampir kering diusapkan pada bulu mata. R/ Trietanolamin. Stearat Parafin padat Cera alba 40% 30% 12%

35

Sediaan Kosmetika
Lanolin anhidrat 5% Karbon hitam 13% Cara pembuatan : bahan bahan diatas dilelehkan bersama sama, diaduk sedemikian rupa sehingga diperoleh fasa atau bentuk yang diinginkan (padat). b. Maskara Bentuk Cream Dapat dihasilkan dari penambahan zat warna ke dalam suatu vanishing cream atau dengan melarutkan zat warna pada minyak yang sesuai. Untuk ini diperlukan zat pembasah yang sesuai, yang berguna untuk menurunkan tegangan permukaan, sehingga zat warna akan menempel pada sikat. Maskara bentuk krim tidak boleh mongering dalam penyimpanan dan harus menempel dengan balik pada bulu mata. Maskara bentuk krim ini paling disukai oleh konsumen karena konsistensinya dan susunannya rata, mudah digunakan, cukup cepat kering dan tahan air. Karemna bentuk sediaan lunak maka dapat dimasukkan dalam tube dan sikatnya menempel pada tube sehingga pemakaiannya akan lebih praktis dan tahan lama. Contoh formula: R/ Formula A : asam stearat 9.1% Vaselin putih 5.5% Minyak mineral 9.1% Formula B : Tretanolamin 2.75% Air 4.45% Zat warna 9.1% Cara pembuatan : Formula A dipanaskan pada suhu 60C, formula B dipanaskan pada suhu 60C. Masukkan formula B perlahan-lahan kedalam formula A sehingga zat warna tercampur homogen dan terbentuk massa krim. c. Mascara Bentuk Cair Dapat diperoleh dengan cara mensuspensikan zat warna ke dalam zat pembawa. Bentuk ini kurang disukai karena sifatnya mudah larut dalam air dan lengket. Contoh formula : R/ Resin (10% dalam alcohol) 3% Minyak jarak 3% Etilalkohol 84% Zat warna 10% Cara pembuatan : Suspensikan zat warna (umumnya karbon hitam) kedalam larutan resin, kemudian tambahkan zat lain (minyak jarak yang telah dilarutkan dalam alcohol), diaduk hingga zat warna tercampur homogen. EYE SHADOW (Pembentuk Bayangan Mata)

36

Sediaan Kosmetika
Eye shadow adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk memberikan latar belakang atau bayangn pada kelopak mata, sehingga mata akan kelihatan lebih indah. Eye shadow biasanya mengandung lanolin, lil.in lebah, ceresin, kalsium karbonat, minyak mineral, soebitan oleat dan talcum. Seperti halnya denagn sediaan kosmetika mata lainnya, Eye shadow juga mengandung zat warna sebagai komponen aktifnya. Untuk bayangn yang telah terang, zat utamanya adalah titanium dioksida / seng oksida. Janistyn telah menyarankan agar diperoleh bayangan yang indah pada Eye shadow : Biru : 20 bagian ultramarin, 10 bagian titanium dioksida Hijau : 15 bagian titanium dioksida, 10 bagian kromium oksida hijau Coklat : 30 bagian besi oksida coklat, 5 bagian titanium dioksida. Untuk memperoleh nuansa violet (ungu). Sejumlah kecil karmin NF dapat ditambahkan pada bayangan biru. Sedangkan untuk mendapatkan warna biru gelap, bisa ditambahkan ultramarin dan dikurangi titanium dioksida. Untuk memperoleh efk warna-warni, bisa ditambahkan alumunium pada bayangan-bayangan ini. Untuk memperoleh efek emas bisa digunakan serbuk alumunium dengan berbagai pigmen. Bentuk-bentuk Eye shadow yang ada dalam peredaran adalah : 1. bentuk cair / liquid 2. bentuk krim cair 3. bentuk krim 4. bentuk stick / cake 5. bentuk pensil Masing-masing bentuk diatas mempunyai keuntungan dan kerugian sendiri-sendiri, seperti misalnya bentuk pensil dan bentuk stick akan lebih menguntungkan dari pada bentuk cair / krim cair. Contoh formulanya : Bahan dsar untuk Eye shadow krim cair R/ Petrolatum putih serat pendek 65% Lanolin anhidrat 5% Keresin putih 10% Beeswax putih 5% Minyak mineral 65 / 75 15% Cara pembuatan : Campurkan sejumlah titanium dioksida / seng oksida yang diperlukan dengan warna-warna dan dengan petrolatum yang telah dilelehkankemudian giling campuran menggunakan gilingan putar. Dalam kontainer yang terpisah, dilelehkan bersama-sama dengan bahan-bahan lain, dan tambahkan warna dasar pada campuran tersebut, kocok campuran tersebut dengan baik. Tuangkan campuran tersebut pada kontainer ; pekerjaan pengisian dapat dilakukan dengan menggunakan hand filler / unit pengisi yang dikendalikan secara termostatik. EYE LINER (Pembentukan Baris Mata) Eye liner adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk menonjolkan garis mata pada tepi kelopak mata atas dan bawah serta

37

Sediaan Kosmetika
mengubahkan penampilan garis mata yang besar nampak lebih kecil. Biasanya digunakan pada sekeliling mata dekat dengan bulu mata. Eye liner biasanya mengandung alkanolamin, alcohol lemak, polivinil pirolidon, eter selulosa, metil paraben, antioksidan, pewangi dan titanium dioksida. Eye liner dalam sediaan padat mengandung 60% talcum, 30% pewarna, titanium dioksidan dan minyak mineral untuk menghasilkan eye liner yang mengkilat dapat ditambahkan larutan shellae, polivinil alcohol atau polivinil asetat. Eye liner didapatkan dalam sediaan cair, krim yang dimaksudkan kedalam botol atau berbentuk padat yang disediakan dalam bentuk pensil. Contoh formula eye liner cair dalam American Perfumer and Cosmetics : R/ Air 20% Methosel HG 60-50 V 40% Veegum 1,0% Shelloe 1,0% Asam oleat 1,08% TEA 0,5% Air 3,02% Pigmen 18,2% Alcohol 50-40 5,0% Air dan zat pengawet hingga 100 EYE CREAM / EYE STICK (Krim Mata) Krim mata adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk melumasi daerah sekeliling mata dengan tujuan untuk mengurangi kekeringan atau melembutkan mata. Krim tersebut mengandung lanolin, minyak tengkawang, paraffin, setil alcohol dan minyak karamel. Umumnya merupakan suatau emulsi air dalkam minyak (a/m). COVER MAKE UP Cover make-up adalah sediaan kosmetika mata yang dapat digunakan untuk mengurangi lingkaran-lingkaran gelap / bayangan-bayangan yang terdapat dibawah atau diatas mata. Sediaan ini tidak boleh memberikan kilauan / kilatan pada daerah sekitar mata. Kalau terlalu mengkilat maka lemak / minyak yang terdapat dalam formula dapat diganti dengan talk / titat dioksida. Biasanya sediaan cover make-up warnanya seperti warna daging (flesh colour). IV. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN KOSMETIKA MATA A. Eye Brow Pencil (Pensil Alis) 1. Minyak Biji Kapas Merupakan minyak lemak yang diperoleh dari biji masak dari Gossypium sp. Analisis Kualitatif a. Jika dipanaskan dengan kuat dihasilkan warna kuning yang akan hilang pada pendinginan. b. Larutan dalam HCl 3N sedikit berlebih menunjukkan reaski zink.

38

Sediaan Kosmetika
Analisis Kuantitatif Timbang seksama 1,5 gram zat uji yang baru dipijarkan, tambhakan 2,5 gram amonium klorida P. Larutkan 50 ml asam sulfat 1N. Jika perlu, bantu dengan pemanasan lemah. Ssetelah larut sempurna tambhakna metal jingga LD dan titrasi kelebihan asam sulfat dengan natrium hidroksida 1N LV. 1 ml asam sulfat 1N setara dengan 40,69 mg ZnO. 2. Lanolin / Adeps Lanae Bersifat lilin, merupakan campuran kompleks ester dalam polyester. Lanolin praktis tidak larut dalam air, larut dalam kloroform atau eter. Tes untuk lanolin: a. Identifikasi secara KLT Untuk produk yang mengandung air, pertama ekstrak lanolin dengan kloroform dan saring ekstrak klroform dengan kapas untuk menghilangkan airnya. Pelarut pengembang sama dengan eter minyak bumi:dietil eter:biang asam cuka = 50:50:1. Tinggi rambat = 15 cm dalam 30 menit. Penyerap lempeng KLT siap pakai Qiesel 60 F254. Cairan yang ditotolkan 10-50 mikrogram dengan garis. Pendeteksi: lampu UV pada 366 nm. Lempeng KLT dipanaskan sebentar dalam lemari pengering. Disemprot dengan larutan 250 gram antimon III klorida dalam 75 gram kloroform sterioda menunjukkan berbagai warna yang manjadi kuat jelas setelah pemanasan dalam lemari pengering pada 100 C. b. Analisis Kualitatif dengan regen Lieberman-Burchard Zat dalam 10 ml kloroform, ditambah 5 ml asetat anhidrat, lalu ditambah 510 tetes Asam Sulfat kemudian diaduk, warna hijau yang muncul menunjukkan lanolin. 3. Petrolatum Putih Adalah campuran murni dari hidrokarbon semisolid yang dihasilkan dari petroleum dan mengandung penstabil yang cocok. Uji keasaman: Jika penambahan fenolftalein pada uni kebasaan tidak berwarna pink tambahkan 0,1 ml metal orange, titrasi dihentika hingga warna pink tidak terbentuk. Uji kebasahan: Masukkan 35 gram kedalam beaker glass, tambahkan 100 ml air panas, tutup dan masukkan ke dalam hot plate selama 5 menit sampai ada pemisahan. Tuangkan lapisan airnya ke dalam kaserol, cuci petrolatum dengan 50 ml air panas sebanyak dua kali. Masukkan petrolatum yang telah dicuci ke dalam kaserol, masukkan 1 tetes fenolftalein dan panaskan, larutan tidak membentuk warna pink. 4. Parafin Cairan kental, transparan, tidak berasa. Tidak larut dalam air, dalam etanol, larut dalam eter dan kloroform. Keasaman-Kebasaan : Didihkan 5 gram dengan 10 ml etanol yang telah dinetrlakan terhadap kertas lakmus, warna tidak berubah. 5. Setil Alkohol Dengan cara kromatografi gas

39

Sediaan Kosmetika
-larutan kesesuaian sistem: timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal -Uji kesesuaian sistem: suntikan 2 mikroliter larutan kesesuaian sistem dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol: tidak kurang dari 4,0. Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alakohol dan stearil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang, masisng masing sekitar 1,5 % terhadap rata rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan. - Sistem kromatografi: kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisai nyala dan kolom 2 m x 3 m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA. Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa. - Prosedur: suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak. Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol. 6. Vaselin Ialah benda dengan massa lunak, lengket, bening, sifatnya tetap setelah dileburkan dan didinginkan. Analisis Kualitatif: berfluorosensi lemah bila dicairkan, tidak berbau, hamper tidak berasa. 7. Pigmen a. ZnO Analisis Kualitatif: Jika dipanaskan dengan kuat/pirolisa terjadi warna kuning yang akan hilang dengan pendinginan. Analisis Kuantitaf: timbang seksama 1,5 g zat uji yang baru dipijarkan, tambahan 2,5 g ammonium klorida Pasal , larutkan dalam 50 ml asam sulfat 1N. Bila perlu Bantu dengan pemanasan lemah. Setelah larut sempurna tambahkan metal jingga, terus titrasi kelebihan sam sulfat dengan NaOH. b. TiO 2 Identifikasi: pada 500 mg zat tambahkan 5 ml asam sulfat dan dipanaskan perlahan. Setelah uap sulphur trioksida mucul lanjutkan pemanasan selama 1menit, dinginkan dengan air lalu disaring. Pada 5 ml filtrate bersih tambahkan hidrogen peroksida akan muncul warna kuning merah. B. Maskara Asam Stearat Berbentuk kristal putih kekuningan, mengkilap, bau seperti malam. Analisis Kualitatif: Larutan plus NaOH dikocok seperti agar busa pada pengenceran. Tri Etanol Amin (TEA) Berupa cairan kental, pahit, higroskopis. Dapat campur dengan air,methanol, aseton, sukar larut dalam eter, kloroform, benzene. Analisis Kualitatif: a. Pada 1 ml zat tambahkan 0,3ml Kobal (II) nitrat terjadi warna merah karmin. b. Dengan reagen Parri reaksinya positif. Analisis Kuantitatif:

1.

2.

40

Sediaan Kosmetika
Timbang 2 g zat, masukkan ke Erlemeyer 300 ml, tambahkan 75 ml air dan 2 tetes metal LB. Titrasi dengan HCl 1N. 3. Gliseril Monostearat Identifikasi: kromatografi gas dengan instrument yang dilengkapi dengan flame ionozation detector, terdiri dari kolom borosilikat. 4. Silikon Fluid (L43) Merupakan silicon dalam krim. Identifikasi: kocok emulsi 2 kali volume dari 1:1 campuran dioksan-toluen, sentrifugasi, dan tarik lapisan atasnya lalu uapkan. Uji residu dengan spektrum infra merah untuk melihat silicon. 5. Propil P-Hidroksi Benzoate (Nipasol) Penetapan kadar: timbang 100 mg, didihkan dengan 50 ml NaOH 1N selama 30 menit sambil mengganti kehilangan air karena penguapan. Pindahkan ke labu bersumbat kaca, tambahkan segera 50 ml brom 1N dan HCl Pasal dan kocok selama 15 menit. Tambahkan 50 ml KIO 3 Pasal , titrasi dengan kalium tiosulfat 0,1N. 6. Stearil Alkohol Identifikasi: Kromatografi gas dengan detector ionisasi nyala kolom berisi 10 % fasa G pada sistem penyangga SIA, gas pembawa helium kering, dikerjakan pada sushu 205 C. 7. Isopropil Palmitat/Isopropil Miristat Analisis Kualitatif: dengan kromatografi gas. Prosedur: suntikan secara terpisah sejumlah volume sama 5 mikro liter larutan baku dan larutan uji ke dalam kromatograf yang dilengkapi dengan detector ionisasi nyala, atur suhu kolom dari 90 -290 C dengan kecepatan 2 /menit. Setelah mencapai 210 suhu dipertahankan selama 8 menit. Gunakan nitrogen Pasal sebagai pembawa dengan laju aliran 45 ml/menit. 8. Propilen Glikol Analisis Kualitatif: spektrum serapan infra merah dari lapisan tipis menunjukkan maksimum hanya pada panjang gelombang yang sama seperti pada propilen glikol. Analisis Kuantitatif: dengan kromatografi gas dilengkapi dengan detector konduktivitas panas dan kolom 1m x 4mm berisis bahan pengisi 5% G16 pada partikel penyangga S. Gunakan helium Pasal sebagai gas pembawa. Prosedur: suntikkan 10 mikro liter ke dalam kromatograf dan rekam kromatogram. Hitung percentase C 3 H 8 O 2 dalam propilen glikol., dengan membagi luas puncak propilen glikol dengan jumlah seluruh puncak kecuali puncak udara dan air lalu kalikan 100. 9. Etil Alkohol Analisis Kualitatif: campurkan 5 tetes zat uji dalam gelas piala kecil dengan 1 ml larutan kalium permanganate 1 dalam 100. Dan tambahkan pula 5 tetes asam sulfat 2N, tutup segera dengan kertas saring yang dibasahi

41

Sediaan Kosmetika
dengan larutan segar 100 mg natrium nitroferisianida Pasal dan 250 mg piperazin Pasal dalam 5 ml air, terjadi warna biru intensif pada kertas saring, warna akan memucat pada beberapa menit. C. Eye Shadow 1. Minyak Mineral Analisis Kualitatif: didihkan 50 ml zat uji dengan 10 ml larutan KOH P 8% b/v dalam etanol 95 %P selama 2 menit.Encerkan dengan 50 mL air, larutan harus tetap jernih. D. Eyeliner 1. Talk Adalah magnesium hidrat silikat hidrat alam , merupakan serbuk halus berwarna putih kelabu. Identifikasi: campur 500 mg dengan Na 2 CO3 Pasal dan 2 g kalium karsonat P. Pindahkan ke dalam krus platinum, panaskan hingga melebur sempurna, dinginkan, pindahklan dalam cawan dengan bantuan 150 mL air panas. Tambahkan HCL Pasal hingga pembuihan berhenti, tambahkan lagi 10 mL HCL P. Uapkan diatas penangas air hingga kering, dinginkan, tambahkan 20 mL air, dinginkan, saring, sisanya adalah silica.Pada filtrate tambahkan 2 g ammonium klorida Pasal dan 5 mL ammonia encer. Jika terjadi endapan, saring tambahkan; larutan natrium fosfat P. Terjadi endapan hablur ammonium magnesium fosfat. 2. Shellac Analisis Kualitatif : Pada 50 mg shellac tambahkan beberapa tetes campuran 1 g ammonium molibdat dan 3 mL as. Sulfat . Terbentuk warna hijau yang bertahan selama 5 menit, lalu berubah menjadi lila. E. Zat Warna Kosmetika Mata 1. Zat warna larut air Ada beragam cara pendeteksian, yaitu : # Kromatografi Kertas Pada kertas dibuat garis awal 2 cm di atas dasar kertas, begitupun untuk garis akhir ( 15-20 cm dari garis awal). 1% larutan zat diteteskan pada garis awal, dikeringkan, kertasnya digantung pada bejana kromatografi yang berisi pelarut, dengan tinggi pelarut 1-1,5 cm.Ketika larutan mencapai garis teratas, kromatogram dipindahkan dan dikeringkan # Reaksi tetes dan karakteristik kelarutan dalam asam sulfat pekat Sebanyak 0,5 g zat warna dilarutkan dalam 100 mL aquades panas. Secarik kertas saring dicelupkan ke dalam zat warna ,keringkan dalam udara terbuka. Lalu ditetesi dengan reagen-reagen asam, lalu lihat perubahan warnanya. Campuran warna sebaiknya dipisahkan dengan kromatografi kertas. # Spektrum Fotometri Dalam spektrum fotometri, absorpsi spektrum pada larutan berwarna diencerkan berlebih, dicatat antara jarak sinar tampak 350- 750 nm.Zat

42

Sediaan Kosmetika
warna diindikasikan berdasarkan panjang gelombang absporpsi maksimum. 2. Zat Warna Larut Minyak Digunakan identifikasi kromatografi lapis tipis. 3. Pigmen Warna bubuk pigmen dapat digunakan sebagai indikasi pigmen yang dipakai di kosmetika a.) Pigmen Anorganik b.) Pigmen Organik Pigmen yang larut dalam dimetil fornamioda dapat diidentifikasi dengan spektrofotometri ataupun dengan kromatografi lapis tipis.

BAB III SEDIAAN KOSMETIKA RAMBUT (BUKAN CAT) I.PENDAHULUAN I.1. DEFINISI Sediaan kosmetika rambut (bukan cat )adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk pemeliharaan/ perawatan serta pengobatan rambut agar rambut tetap sehat , bagus dan menarik. I.2.SEJARAH

43

Sediaan Kosmetika
Kosmetika rambut telah dipakai sejak jaman sebelum masehi dan setiap negara mempunyai ciri khasnya masing-masing, sebagai contoh: orang mesir kuno menggunakan jus jeruk dan asam sitrat yang efektif untuk mengurangi minyak dari rambut. Pada abad ke-19 di Inggris telah dikenal shampo yaitu sejenis massage yang ditemui pada waktu orang-orang Turki mandi uap. Shampo berasal dari kata "champo" yang artinya meremas. Kebiasaan ini juga dilakukan oleh orang yang hidup pada zaman itu dari mulai India sampai di Inggris. Diakhir tahun 1870, penata rambut Inggris memiliki budaya massage dan mencuci ketombe dengan campuran sabun, air dan soda. Saat itu setiap salon mengembangkan variasi resep yang berbeda dari resep dasar tersebut. Shampo memerlukan busa untuk menghilangkan ketombe berminyak dari kepela. Jadi sabun tidak begitu efektif untuk membersihkan rambut karena sabun meninggalkan kotoran pada batang rambut. Sabun yang mula-mula menggunakan busa dikembangkan pada tahun 1890 oleh seorang pemadam kebakaran Massachusetts, Jhon Breck. Ia menghabiskan hidupnya untuk mengembangkan produk perawatan rambut. Ia juga membuka perawatan ketombe pertama di Inggris pada tahun 1908. I.3. TENTANG KULIT DAN RAMBUT A. Anatomi Kulit Kulit terdiri dari lapisan utama: 1. Epidermis, yaitu lapisan luar yang tipis dan terdiri dari jaringa ephitelium. 2. Dermis, yaitu lapisan dalam yang tebal, terdiri dari jaringan ikat/jaringan fibrosa. 3. Jaringan subkutan dan jaringan adiposa. B. Anatomi Rambut Rambut adalah suatu bentuk tonjolan dari dalam kulit yang merupakan hasil pertumbuhan istimewa/ modifikasi di sel-sel epitel kulit yang terbentuk sebagai hasil keratinisasi sel germinative (tunas). Bagian-bagian rambut: 1. Folikel rambut dibatasi oleh sel epidrmis dan diatas dasarnya terdapat papil tempat awal tumbuhnya rambut. 2. Akar rambut berada di dalam folikel. 3. Batang rambut, bagian yang keluar ke permukaan. 4. Erektor pilorum, otot polos kecil pada folikel rambut yang berfungsi sebagai penegak rambut.

5.
6.

Sabun, kelenjar yang mengeluarkan sekret sehingga memelihara kulit tetap halus dan rambut mengkilat. Pigmen rambut, ada dua pigmen utama pada rambut yaitu melanin dan pheomelanin. Keduanya dibentuk didalam melanosit, diman sel-selnya terdapat pada lapisan papila paling atas. Sel-sel ini memiliki tentakel yang panjang seperti dendrit yang berperan dalam permulaan partikel pigmen ke dalam sel kortikol.

II.JENIS-JENIS SEDIAAN KOSMETIKA RAMBUT DAN FORMULANYA

44

Sediaan Kosmetika
II.1.SHAMPO Shampo adalah sediaan kosmetika rambut yang beruguna untuk membersihkan rambut serta kulit kepala, untuk melemaskan , menghaluskan serta memberikan kilauan pada rambut dan mencegah kerontokan. Syarat-syarat shampo: 1. Tidak toksik. 2. Tidak mengiritasi. 3. Tidak merusak kulit, rambut dan mata. 4. Ada pada rentang pH 4,5-5,5 Formula umum shampo: 1. Bahan utama Bahan utama merupakan basis dari shampo. Biasanya sapat membentuk busa dan bersifat . Deterjen yang dapat digunakan ada bermacam-macam diantaranya adalah: a. Deterjen non ionik Daya membusanya melemah, yang sering digunakan adalah C-12 metoksi polietilen glikol laurat yang juga berfungsi sebagai pelarut dari zat pewangi (parfum) b. Deterjen kationik Busanya bagus dan banyak, tetapi bila kena mata sangat perih dan beracun. c. Deterjen anionik dan amfofilik Deterjen golongan ini juga dapat merupakan zat tambahan sebagai surfaktan sekunder. 2. Bahan Tambahan Adalah bahan yang digunakan untuk memberiakn sifat tertentu pada shampo, misalnya: Clarifing agent : zat yang digunakan untuk mencegah kekeruhan pada shampo. Sanga tdiperlukan pada pembuatan shampo cair dan shampo cair jernih. Contoh: butil alkohol, isopropil alkohol, etil alkohol, metilen glikol dan EDTA. Finishing agent : Zat yang berguna untuk melindiungi rambut dari kekurangan minyak pada waktu pencucian rambut. Contoh: lanolin, minyak mineral,dll. Opacifying agent: sediaan yang menimbulkan kekeruhan. Sangat penting pada pembuatan shampo krim dan shampo krim cair. zat pendispersi: zat yang berguna untuk mendispersikan sabun Ca dan Mg yang terbentuk dari air sadah.Contoh: komplekson III,Tween 80. Zat pengental: zat yang perlu ditambahkan terutma untuk shampo cair jernih dan shampo krim cair. Contoh: gom, tragakan , methyl selulosa, CMC. Zat pembusa: zat yang menghasilkan busa. Contoh: dietanolamin laurat. Zat pengawet: zat yang berguna untuk melindungi rusaknya shampo dari pengaruh mikroba yang dapat menyebabkan rusaknya sediaan. Contoh ester-ester hidroksi benzoat, formaldehida, garam-garam fenil merkuri , fenol halogen.

45

Sediaan Kosmetika
Antiseptik: zat yang dapat ditambahkan ke shampo dengan maksud untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme lain. Zat pewangi atau zat pewarna: sering ditambahkan agar shampo menjadi menarik dalam bau dan warna. Jenis-jenis Shampoo: 1. Serbuk Shampoo (shampoo powder) merupakan bentuk shampoo yang kurang disenangi, karena kurang praktis. Untuk sekali pakai biasanya digunakan 3-4 gram. Contoh formulanya : Sodium bikarbonat 500 Disodium pospat 200 Serbuk sabun 300 Parfum 0,5% Karena kurang baik dalam air sadah, shampoo berbasis serbuk dalam sabun telah banyak digantikan oleh ditergen sintetik. Sodium lauryl sulfat biasanya dipakai untuk basis shampoo jenis ini. 2. Shampoo kering (dry shampoo) Shampoo jenis ini berguna untuk pemakaian pada saat merasa kurang nyaman bila bershampoo menggunakan air. Sebagai basis sering digunakan serbuk pengabsorpsi seperti talk, amilum, Na seskaikarbonat. Biasanya shampoo ini didiamkan selama 10 menit pada rambut dan kemudian disikat. Contoh formulanya : Talk 40% Amilum 15% Na seskaikarbonat 20% Barax 5% Fullerrs Earth 20% 3. Shampoo kering cair (Liquid dry shampoo) Shampoo ini digunakan untuk membersihkan rambut dan kulit kepala pada saat tidak tesedia waktu untuk bershampoo dengan shampoo jenis busa biasa. Shampoo ini didesain untuk menghilangkan minyak dengan menggunakan pelarut yang sesuai seperti alkohol, dimana ketika dipakai dengan pemijatan yang lembut pada kulit kepala, memberikan efek yang menyegarkan. Contoh formula : Gliserin 20 Dietilftlat 50 Alkohol 650 Parfum 0,5% 4. Shampoo cair jernih (clear liquid shampoo) Sebagian besar shampoo yang beredar di pasaran merupakan shampoo jenis ini, dengan bahan dasar lemak alkohol tersulfatasi atau lebih dikenal dengan lauril atau alkil sulfat; juga termasuk alkohol monohidrat dengan panjang rantai C10-C18. Sifat dari detergen ini tergantung pada panjang rantai asam lemak alkohol yang dipakai. Contoh formulanya :

46

Sediaan Kosmetika
5. Triethanolamine Lauril sulfat (33%) 45% Coconut monoethanolamida 2% Perfume, colour, water to100% Shampoo krim cair atau lotion (liquid creame or lotion shampoo) Shampoo ini merupakan sediaan yang mudah dituang yang dibuat dari asam lemak alkohol sulfat atau dari detergan cair jernih dengan dicampur bersama stabilator atau apocifying agent yang sesuai. Kosentrat shampoo ini mudah didapat dari produsen detergen dan cukup hanya dengan dilarutkan dan ditambahkan zat pewarna serta parfum. Contoh formulanya : Monoethanolamin lauryl sulfat (27% aktif) 400 Ethylene glycol monostearat 50 Air 550 Shampoo krim padat ( solid creame shampoo). Di dalam perdagangan produk ini lebih dikenal dengan shampoo krim tapi ini merupakan nama lain dari shampoo pasta. Sediaan ini mempunyai basis Natrium alkil sulfat yang dibuat dari fraksi alkohol yang memberikan produk yang mempunyai konsistensi tetap dengan kecenderungan untuk mengkristal seperti mutiara. Untuk mempersiapkan pasta diperlukan lilin (wax) seperti setil alkohol sebagai pembangun dan sodium alkil sulfat berbentuk jarum atau pasta. Contoh formulanya: Sodium lauryl sulfat paste (34% active matter) 800 Cetyl alkohol 50 Air 150 Shampoo Aerosol (aerosol shampoo) Shampoo jenis ini dikemas secara khusus dalam bentuk sprayer. Formulanya harus bisa muncul dari kepala sprayer dalam bentuk busa yang lembut dan mudah diatur, tapi cukup kuat untuk dipakai secara efisien pada rambut di saat keramas.busa shampoo disemprotkan pada telapak tangan dan diusapkan pada rambut yang sudah dibasahi lalu digunakan seperti shampoo biasa. Contoh formula: Basis shampoo ; Amonium Tietanolamin lauryl sulfat 600 Coconut dietanolamida 10 Ethoxylated lanolin alkohol 25 Air 365 Parfume 0,3-0,7% Phenyl merkuri Gorat 0,01% Counter charge: Basis shampoo 92 Propillent-2/114(50:50) 8 Shampoo berminyak (oil shampoo) Adalah shampoo yang berguna untuk menghilangkan kotoran serta minyak berlebihan pada rambut. Penggunaannya hanya sebentar saja lalu dicuci sampai bersih.

6.

7.

8.

47

Sediaan Kosmetika
Contoh formula : Sulphonated olive oil 16% Sulphonated castor oil 16% Water 68% Colour&parfume 2-5 Shampoo anti ketonbe (anti dandruff shampoo) atau medicated shampoo. Ketombe bukan disebabkan oleh kulit kepala yang kotor dan bukan karena jenis shampoo yang salah. Ketombe adalah suatu kelainan kulit terutama pada kulit kepala yang ditandai dengan tumbuhnya sisik yang berlebihan. Hal ini terjadi karena percepatan pergantian pelepasan sel epidermal dari aktifitas kelenjar lemak. Penyebabnya diduga karena jamur yang disebut pityrosporum ovale. Shampoo anti ketombe umumnya merupakan campuran antara basis shampoo dengan suatu germisida. Contoh formula : Tritanolamin lauryl sulphate 14% Lauric monoethanollamide 1,5% Hexacholorophene 0,5% Colour, parfume, wabe to 100%

9.

II.2.Penyubur Rambut (Hair Tonic) Sering juga disebut dengan Hair Lotion, biasanya mengandung vitamin untuk rambut dan suatu germisida untuk membunuh jamur atau bakteri. Pada umumnya berbentuk larutan jernih atau krim cair, tidak berbusa, mengandung alkohol dengan konsentrasi yang tidak begitu tinggi. Suatu Hair Tonic biasanya mengandung : 1) Zat-zat rubifacient (dari kata rubus artinya merah) atau zat-zat yang dapat bekerja merangsang pembuluh darah yang ada pada pembuluh kulit kepala dan juga dapat merangsang kerja kulit kepala. Sebagai contoh cloral hidrat 2-4 %, kinina (antiseptik) 0,1-1 %, tinctura cantharides (dari sejenis kutu yang diperoleh dari maserasi /perkolasi) 1-5 %, tinctura capsici 15 %, dan sebagainya. Zat-zat antiseptik atau zat-zat yang berguna untuk membunuh kuman-kuman yang dapat menimbulkan penyakit sehingga dapat mengganggu perkembangan rambut. Seabagai contoh resorsin, -naftol, asam salisilat/ turunan belerang. 3) Zat-zat keratolitik atau zat-zat yang dapat memecahkan keratin. Sebagai contoh asam salisilat, resorsin dan belerang. 4) Vitamin-vitamin/ senyawa sulfur yang mengadung asam amino yang berguna untuk biosintesis dari keratin. Sebagai contoh asam pantolenat, asam askorbat, dan sebagainya. Contoh formula umumnya : (phenol dan alkohol) -naftol 0,5-2 % Alkohol 50 %

2)

48

Sediaan Kosmetika
Air Gliserin Parfum (ekstrak alam) Quinin Quinin hydrochlorida Alkohol Air Parfum, pewarna 48 % q.s. q.s.

0,01-0,2 % 30 % 69 % q.s. 50 % 1,5 % 0,5 % 40 %

(vitamin dan asam tak jenuh) Etanol Birch cambiumsap Asam Borat Gliserin Diasetat 2% Air

II.3.Pemelihara Bentuk Rambut (Hair Dressing) Merupakan sediaan kosmetik rambut yang berguna untuk memelihara bentuk yang diingini dari rambut, digunakan baik pada wanita maupun pria. Untuk wanita pada umunya mengandung zat-zat berlemak dan polimer harsa, sedangkan untuk pria lebih banyak mangandung minyak. Sebagai contoh Hair Dressing wanita atau musilago lotion (setting lotion atau wave set), rwesin lotion, alkoholik lotion. Hair dressing pria atau brilliantine atau lebih umum dikenal sebagai minyak rambut, dapat berbentuk campuran minyak-minyak atau lemak baik M/A atau A/M, atau dapat juga berbentuk gel. Penggunaan lotion dan dressing memberikan efek yang berbeda dengan yang diberikan oleh produk konvensional. Penambahan parfum yang digunakan pada produk perawatan rambut dengan bentuk lotion dengan atau tanpa penambahan minyak lemah. Produk-produk yang dapat memberikan efek mengkilap harus mengandung alkohol terlarut dengan minyak seperti oley atau alkohol, castor oil atau ester dari tipe miristin isopropil. Jika produk-produk digunakan dengan jumlah yang banyak efek yang digunakan dapat dicapai. Formula : Oley/ alkohol 15 % Perfomety quality alkohol 85 % Perfume, warna q.s. Bahan-bahan yang digunakan Stearyl dimetil benzol ammonium chlorida Sedikit bakteriostatik, dibuat emulsi atau krim dengan jumlah kecil asam lemak dan emulgator. Contoh : Stearyl dimetil benzol ammonium chlorida 250 mg Ethylen glikol monostearat 50 mg Asam laktat 1 mg Air 699 mg

49

Sediaan Kosmetika
Triton X-400 Terbuat dari campuran stearyl dimetil benzol ammonium chlorida dengan alkohol. Triton X-400 75 mg Cetylalkohol 3 mg Korl 8 mg

A.Hair Dressing Wanita 1. Mucinago lotion (setting lotion/ wave set) Formula : Tragakan gom 1,2 % Alkolhol 10 % Gliserin 5,0 % Air 83,8 % Zat pelindung q.s. 2. Rean lotion Formula : % clear lotion Polivinil pirolidon 4,0 PEG 2,0 Karbovinil polimer Alkohol 40,0 Air 54,0 Pewarna,parfum q.s. B.Hair Dressing Pria Pengilau (brilintines) a. Pengilau padat (solid brilliantines) Formula : Petrollum jelly 90 % Parrin wax 10 % Pewarna, parfum q.s. b. Pengilau cair (liquid brilliantines) Formula : Minyak mineral 60 % Deodorized kerosin 40 % Pewarna dan parfum q.s. c. Pengilau alkohol (alcoholic brilliantines) Formula : Minyak kastor 20 % Alkohol industri 80 % Parfum, pewarna q.s. 2. Pelekat tanpa minyak (non-oily flyative) Formula : Tragakan gom 1,0 % Alkohol 6,0 % Minyak kastor 2,0 % Air 90 % 1.

% aerated gel 0,8 1,5 1,5 96,2 q.s.

50

Sediaan Kosmetika
Gliserin 1,0 % Preservatif q.s. 3. Pengemulsi (emulsions) Ada tiga tipe : a. Air dalam krim minyak (water in oil creams) Formula : Beeswax 1,5 % Kalsium hidroksida 0,07 % Asam oleat 1,00 % Minyak mineral 40,6 % Parfum 1,00 % 25% larutan kristal magnesium sulfat 2,00 % b. Minyak dalam krim air (oil in water creams) Formula : Minyak mineral putih 45,0 % Asam stearat 3,5 % Triatanolamin 1,5 % Air 50,0 % Preservatif, parfum q.s. 4. Gel Menjadikan tatanan rambut tahan lama, tampak basah, tidak lengket, dan memberikan kesan rapi, mudah dicuci dengan air. Formula : Sorbitol monolaurat 12,0 % Petroleum terdistilasi 45,0 % Mineral oil 5,0 % Mannitol monolaurat 19,0 % Air 19,0 % 5. Minyak Rambut a. Minyak rambut semi solid non-aqueous Merupakan tipe yang tertua, telah digunakan selama beratus ratus tahun yang lalu. Zaman dahulu dikenal dengan nama lemak beruang (bears grease) dan antimacassar. b. Minyak rambut padat atau solid Mengandung petroleum jelly yang telah dikentalkan, diwarnai dan diberi wangi-wangian. Sebagai pengental digunakan jelly, parafin wax, ozokerite, beeswax (lilin), ceresin, carnauba wax atau lilin sintetis lainnya. Contoh campuran yang sederhana adalah : Petroleum jelly 90 % Parafin wax 10 % Warna, wangi-wangian q.s. Atau campuran yang sedikit lebih kompleks : Carnauba wax 5% Parafin wax 5% Petroleum jelly 70 % Minyak mineral 20 %

51

Sediaan Kosmetika
Minyak rambut padat dapat dibuat dari campuran minyak mineral dan R-hidroksi asam stearat (diperoleh dari asam lemak minyak kastor yang dikeraskan). Formula yang cocok adalah : Minyak mineral 90 % 12 hidroksi asam stearat 3% Mikrokristalin wax 7% Pewarna, pewangi q.s. Bahan-bahan tersebut dilelehkan bersama-sama kemudian diaduk hingga homogen. Bentuk sediaan yang transparan dapat dibuat dengan membentuk gel antara minyak mineral dengan zat yang cocok. Contoh komposisinya adalah : Aluminium/lithium stearat 5% Minyak parafin 95 % Minyak kastor, pewangi, dll q.s. Campuran dipanaskan hingga 130C dan diaduk hingga homogen. Metode yang terbaik untuk mendinginkannya adalah dengan membiarkan temperatur turun dari 120C hingga 50selama lebih dari 1 jam. Zat yang dapat digunakan untuk membentuk gel minyak mineral adalah turunan gliseril tris-12-hidroksi-stearat, asam dialkil amino propionat dan polietilen. c. Minyak rambut cair Sediaan ini bertujuan untuk mempertahankan kilau rambut dan mempertahankan tata rambut tetapi tetap terlihat alami. Pada sediaan ini ditambahkan zat kerosen yang tidak berbau busuk atau senyawa ester seperti isopropil miristat, yang dapat membentuk lapisan film tipis pada helain rambut. Dengan penambahan zat kerosen tadi dapat menurunkan viskositas minyak petroleum encer. Formulanya adalah : Minyak mineral encer 60 % Deodoran kerosen 40 % Pewarna, pewangi q.s. Dapat ditambahkan minyak yang berasal dari sayuran seperti minyak zaitun, alpukat, aprikot, atau minyak wijen sebagai pengganti minyak mineral. Tetapi perlu ditambahkan antioksida untuk mencegah minyaminyak tersebut menjadi tengik. Sebagai alternatif dapat ditambahkan lanolin dalam jumlah kecil, seperti pada formula berikut ini : Isopropil miristat 24 % Lanolin 1% Minyak mineral encer 75 % Pewarna, pewangi q.s. d. Minyak rambut dengan pembawa alkohol Sediaan ini biasanya terdiri dari minyak jarak dalam pembawa alkohol yang diberi pewarna dan parfum. Formulanya adalah sebagai berikut : Minyak kastor 20 % Alkohol 80 % Pewarna, pewangi q.s.

52

Sediaan Kosmetika
Walaupun telah diberi parfum, aroma ringan minyak jarak masih dapat tercium walaupun telah dikeramas berkali-kali. Hal ini dapat diatasi dengan mengganti minyak jarak dengan alcohol oleyl tetapi dapat timbul aroma berlemak pada botol dan sisir. Isopropil miristat dapat menggantikan minyak jarak dan tidak meninggalkan aroma tertentu, seperti pada formula berikut : Isopropil miristat 20 % Setil alkohol 2% Alkohol 78 % Pewarna, pewangi q.s. Pada perkembangan selanjutnya digunakan hdirofilik dari beeswax dan lanolin, contohnya lamolin yang teretolsilasi, yang mirip dengan minyak rambut. Alkoholik tetapi sangat encer. Bertambahya kelarutan zat berlemak menambah fleksibilitas formula. Kemudian digunakan polioksialkilena glikol yang memberikan efek penataan yang baik tanpa rasa lengket yang berlebih atau terlalu berminyak karena senyawa ini sangat larut dalam air, dan penggunaan sediaan minyak rambut seperti ini dapat dipakai dan terdistribusi dengan baik tanpa penambahan pelarut organik. II.4.Kondisioner rambut (Hair Conditioner) Adalah sediaan kosmetik yang digunakan segera setelah mencuci rambut ketika rambut masih basah, agar rambut menjadi lembut dan mudah disisir. Biasanya merupakan suatu emulsi minyak dalam air (M/A) yang apabila digunakan emulsi ini akan segera pecah dan akan meninggalkan campuran lemak atau minyak yang dapat melindungi, menjaga kelembutan rambut, membuat rambut mengkilap dan mudah disisir. Sebagai dasar formula digunakan suatu kabionik deterjen dicampur dengan zat-zat berlemak seperti alkohol bermanfaat tinggi, minyak, mineral, lanolin, dan sebagainya. Zat-zat berlemak pengawet, asam-asam tidak jenuh, ester atau derivat protein, zat penguat rambut seperti dimetil tiourea. Kondisioner biasanya digunakan sebagai bagian dari shampoo 2 in 1 atau setelah mencuci rambut melindungi kerusakan rambut dengan mengikat atau menempel pada bagian rambut yang kasar sehingga rambut menjadi lebih lembut dan mudah disisir. Kondisioner juga dapat menambah cahaya pada rambut dengan mengubah indeks reflkesi dari rambut. Kondisioner juga berisi vitamin,rniny atau lemak, protein yang dapat membantu memberikan kelembutan pada rambut. Shampo atau sabun dapat menghilangkan polipeptida dan menyebabkan kutikula hilang. Kondisioner yang berkualitas baik menambahkan sedikit peptida ke dalam kutikula sehingga kutikula tidak dilang. Kondisioner harus pada rentang pH 4,0-4,5. Protein pada rambut akan bertahan pada pH rendah, pH yang lebih tinggi akan menyebabkan protein pada rambut akan hilang dan rambut akan menjadi rusak. Sedikit lemak akan menyebabkan rambut lebih mengkilap. Kondisioner rambut terdiri dari 2 jenis yaitu : a. Sebagai pembilas setelah bershampo dan dibilas lagi selagi rambut masih basah.

53

Sediaan Kosmetika
b. Hair Dressing (perias) atau cream dan mengkilap. Dipakai pada rambut kering baik setelah penataan maupun pengeringan. Contoh formula kondisioner : Mineral oil 25 % Deodorized kerosene 25 % Polyetilen glikol 200 stearat 9% Polyetilen glikol 200 oleat 3% Air 38 % Parfum q.s. Stearil alkohol monostearat 0,2 % Sodium elonida 0,2 % Gliserol 0,6 % Benzalkenium chlorida 1,5 % Pewarna, parfum q.s. Air 97,5 % II.5.Pembentuk Rambut (Hair Spray) Adalah sediaan kosmetika rambut yang berguna untuk menjaga supaya rambut tetap pada susunan yang diingini, juga kadang-kadang berguna agar rambut kelihatan kaku dan bercahaya. Sebagai komponen utama digunakan resin atau damar atau harsa dengan konsentrasi 8-15 %. Sebagian resin yang digunakan shellac, campuran shellac dengan hasil etoksilasi shellac atau resin lain yang larut dalam alkohol atau etanol, isopropil, shellac akan lebih mudah larut bila ditambah soda, boraks, dengan atau tanpa penambahan NH4OH. Oleh karena itu pada umumnya hair spray mengandung resin, maka pada pemakainnya akan meninggalkan lapisan yang keras dan rapuh pada rambut hingga rambut menjadi kaku dan rapuh. Resin tersebut dapat menimbulkan dermititis pada orang yang tidak faham, serta karena hair spray juga mengandung alkali maka kemungkinan juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Untuk melunakkan lapisan yang terbentuk, dapat ditambahkan lanolin atau isopropil ministat 20-50 %. Polivinil pivolidon (PVP) dalam konsentrasi 3 % dilarutkan dalam alkohol dapat menghasilkan lapisan kuat dan elastis. Oleh karena penggunaan hair spray ini cara menyemprotkan, maka sangat diperlukan zat pendorong (propelant) dan wadah yang sesuai. Evaluasi Hair Spray Root dan Bohac (20) telah menetapkan prosedur dalam pengukuran sifat-sifat formula zat kimia yang terdapat pada hair spray yaitu : 1. Kekerasan 2. Kejernihan 3. Sifat mempertahankan kekeritingan 4. Kelembutan II.6.Pengeriting Rambut (Permanent Wave) Adalah sediaan kosmetika rambut yang berguna untuk merubah bentuk serta susunan rambut atau membuat rambut lurus menjadi keras.

54

Sediaan Kosmetika
Untuk merubah bentuk batang rambut, maka keratin dari rambut harus dilunakkan terlebih dahulu, kemudian dibentuk keriting seperti yang diinginkan, dan keratin dikeraskan kembali dengan menggunakan reduktor.Pada umunnya hanya rambut yang sehat yang akan menghasilkan keriting yang bagus. Ada 2 cara proses pengeritingan, yaitu : A. Keriting panas (heat wave) Adalah cara pengeritingan rambut dengan pemanasan pada suhu 95-104C, dengan menggunakan listrik, alat-alat yang dipanaskan, atau dengan reaksi kimia. Cara kimia adalah cara yang paling praktis, karena suhu minumnya yang tertentu dan dapat diatur. Namun kekurangannya adalah waktu dan intensitas pemanasan sukar diatur. Larutan zat kimia yang biasa digunakan adalah : 1.Larutan basa yang tidak menguap Misalnya : boraks, Na atau K karbonat, Na bikarbonat. 2.Larutan basa yang mudah menguap Misalnya : amonia, garam amonia, garam sulfit, dan minyak-minyak tersulfonasi. Untuk menghambat kekeringan dan kerapuhan digunakan gliserin, lanolin, minyak mineral, kolesterol, minyak jarak yang tersulfonasi. Untuk memperoleh keriting yang lebih awet digunakan amonia dengan boraks dan natrium atau kalium karbonat. Contoh Formula : Boraks 40 ml Ol.riani tersulfonasi 20 ml Lar.amonia 25 % 200 ml Air ad 1000 ml B.Keriting dingin (cold wave) Adalah cara pengeritingan rambut tanpa menggunakan pemanasan. Dengan adanya suatu reduktor, maka struktur rambut akan berubah hingga timbul gelombang. 1. Reduktor, digunakan Na atau K sulfit, garam amonium, garam tioglikolat, Na atau monoetanol amin. 2. Oksidator, untuk menghilangkan kelebihan reduktor. Misalnya K Bromat, Na perborat atau hidrogen peroksida. Obat cuci disiapkan dalam berbagai konsentrasi asam tioglikolat. Aturan umum konsentrasi yang dianjurkan : 1. Obat suci 5,0-6,0 % asam tioglikolat Cocok untuk rambut yang mudah dibentuk atau rambut yang diwarnai. Dianjurkan untuk melakukan tes aplikan pada sehelai rambut. 2. Obat cuci 6,0-7,0 % asam tioglikolat Cocok untuk rambut normal. Konsentrasi sampai 8 atau 8,5 % digunakan untuk rambut yang sukar dibentuk. 3. Untuk profesional, obat cuci yang digunakan berisi maksimum 10 % asam tioglikolat. Pada konsentrasi diatas 10 % dapat mengakibatkan resiko terjadi iritasi kulit kepala dan kerusakan permanen rambut. Untuk mengatasi ketidakjernihan dan kurang menariknya larutan, maka dibuat sediaan emulsi. Selain itu juga untuk mengurangi kemungkinan keracunan asam tioglikolat dan daya tembus obat ke dalam kulit kepala.

55

Sediaan Kosmetika
II.7.Pelurus Rambut Teknik yang biasa diapakai untuk membuat rambut keriting menjadi lurus disebut hair shaigh tening adalah suatu prosedur yang sulit menggunakan senyawa-senyawa kimia yang berbahaya dan harus dikerjakan oleh penata rambut profesional. Ikatan-ikatan disulfida yang membuat rambut keriting dipecah oleh reduksi alkaloid. Pelurus rambut hampir semuanya berbentukkrim atau lotion krim yang mengandung 2-4 % basa-basa kuat seperti NaOH, KOH, LiOH, atau 5 % Ca(OH)2 ditambah guanidin karbonat dan pH nya sekitar 12. Beberapa pelurus mengandung 4 % Amonium Tioglikolat sebagai bahan aktif, bahan-bahan dasar yang dapat membakar kulit ini, menjadikan krim ini berbahaya bagi kulit dan mata dan harus ditangani secara hati-hati oleh orangorang yang terampil. Krim ini digunakan pada rambut dengan menggunakan sikat atau sarung tangan pelindung, helai per helai secara merata setiap bagian. Setelah beberapa waktu pelurusan tersebut membuat rambut kendur dan rambut keriting disisir menjadi lurus dan akhirnya rambut dicuci dengan shampoo. III. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF SEDIAAN KOSMETIKA RAMBUT A.Kondisioner (hair conditioner) Contoh formula: Stearil alkohol monostearat Sodium chlorida Glyserol 0,6% Benzalkonium chloride Water Colour, perfume q.s

0,2% 0,2% 1,5% 97,5%

1.Stearil monostearat Pemerian: butiran atau potongan, licin, putih, bau khas lemah, rasa tawar Bilangan asam: tidak lebih dari 2 Bilangan iodium: Tidak lebih dari 2 Identifikasi: Kromatografi gas dengan kondisi detektor dengan api ionisasi, kolom berukuran 2mx3mm dengan 10% fasa G2 pada sistem penyangga SIA. Gas pembawa helium kering dikerjakan pada suhu 205oC. Injeksi dan detektor dipertahankan pada suhu + 275o dan 2500C. 2.Sodium Chloride Nyala pijar: kuning emas Beilstein: kuning hijau Rasa : asin Reaksi kristal: zinc uranil asetat Kuantitatif: timbang seksama 250 mg, larutkan dalam 50 ml air, titrasi dengan perak nitrat 0,1 N menggunakan indikator kalium kromat P, 1 ml perak nitrat setara dengan 5,884 mg NaCl.

56

Sediaan Kosmetika
3.Glycerol Pemerian: cairan seperti sirup; jernih, tidak berwarna, tidak bau, rasa manis diikuti rasa hangat, higroskopik. Jika disimpan beberapa lama membentuk massa hablur tidak berwarna yang tidak melebur hingga suhu mencapai + 200C. Kualitatif: a. Panaskan dengan kalium bisulfat pekat: terjadi uap merangsang. b. Jika dibakar dengan sedikit natrium P diatas nyala api, terjadi warna nyala hijau. 4. Benzalkonium chloride Pemerian: gudir tebal atau potongan seperti gelatin , warna putih atau putih kekuningan; bau aromatik rasa pahit. Kualitatif: Larutkan 200mg dalam 1ml asam sulfat P, tambahkan 100 mg Natrium sitrat P, panaskan diatas penangas air selama 5 menit, dinginkan. Encerkan dengan air secukupnya hingga 10 ml, tambahkan 500 mg senyawa serbuk P, hangatkan diatas penangas air selama 5 menit. Pada 2 ml bningan tambahkan 5 ml larutan Natrium nitrit P, dinginkan dalam air es, tambahkan 3 ml larutan -naftol P, terjadi warna merah jingga. b. Pada 5ml 1,0% b/v tambahkan 1 ml asam nitrat encer P atau larutan raksa (III) klorida P, terbentuk endapan putih yang larut dalam etanol (95%)P.

a.

c.

Larutakan 1,0% b/v dalam campuran air dan etanol (95%) P volume sama, memberikan reaksi terhadap klorida.

5.Air Pemerian cairan jernih, tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau. Kualitatif: tambahkan pada CuSO4 anhidrat, terjadi perubahan warna CuSO 4 anhidrat dari putih menjadi biru. 6.Minyak mineral Kualitatif:didihkan 15ml zat uji dengan 10ml larutan kalium hidroksida P 8% b/v dalam etanol (90%)P selama 2 menit; larutan harus tetap jernih. Encerkan dengan 58 ml air. 7.Lanolin Identifikasi KLT (kromatografi lapis tipis) Analisis kualitatif dengan reagen Lieberman-Bouchard 8.Methyl Celullose Identifikasi

a.

Perlahan-lahan tambahkan 1 g zat ke atas permukaan 100 ml air dalam beaker glass, biarkan tersebar. Ketuk puncak kontainer untuk memastikan spesimen terdispersi. Biarkan sampai spesimen transparan dan mirip getah (+ 5 jam) , putar beaker glass untuk membasahi sisa zat, aduk sempurna.

57

Sediaan Kosmetika
b. Panaskan beberapa ml larutan zat yang disiapkan untuk test a larutan menjadi berawan eandapan diatas (serpihan), larutan menjadi kemerahan ketika dingin. c. Tuangkan beberapa ml larutan yang disiapkan untuk tes a ke dalam piringan gelas; biarkan airnya menguap terbentuk lapisan film tipis. B. Pembentuk Rambut (Hair Spray) Contoh formula: PVP 0,75% Ethyl cellulose 2,45% Anhydrous lanolin 0,3% Alcohol 26% Perfume q.s Propellant 70% 1.PVP (polivinil pirolidon) Pemerian: sebuk putih atau putih kekuningan; berbau lemah atau tidak berbau, higroskopik. Kualitatif: 10ml larutan 2% b/v tambahkan 20 ml HCl 1N dan 5 ml larutan kalium bikromat P terbentuk lanolin anhidrat kuning jingga. 2.Lanolin anhidrat Pemerian: kuning ; lemak solid; sedikit berbau atau praktis tidak berbau. Suhu Lebur:380-420 C 3.Etanol Pemerian: cairan jernih, tidak berwarna, mudah menguap, terasa panas. Kualitatif: a. Campurkan 5 tetes dalam gelas kimia kecil dengan 1ml larutan kalium permanganat P dan 5 tetes asam sulfat dengan larutan segar yang dibuat dengan melarutkan 100 mg Natrium Nitroprusida P dan 500 mg piperazina anhidrat P dalam 5 ml air, terjadi warna biru intensif pada kertas saring setelah beberapa menit menjadi lebih pucat. b. Pada 5 ml larutan 0,5 % b/v, tambahkan 1 ml NaOH o,1 N, kemudian tambahkan perlahan-lahan 2 ml larutan iodium P, tercium bau iodoform dan terbentuk endapan kuning. 4. Shellac (sebagai resin) Kualitatif: Pada 50 mg tambahkan beberapa tetes camperan 1 g amonium molibdat dan 3ml asam sulfat. Terbentuk warna hijau yang bertahan selama 5 menit dan kemudian berubah menjadi nila. C. Pengeriting Rambut Ion (Permanent Wave) a. Keriting Panas 1. Borax Pemerian: hablur transparan tidak berwarna atau serbuk hablur putih; tidak berbau, rasa asin dan basa.

58

Sediaan Kosmetika
Kualitatif: Campur sejumlah zat dengan asam sulfat P dan metanol P, pijarkan, terbentuk nyala warna biru. Kuantitatif: Timbang seksama 3 g, larutkan dalam 50 ml air, tambahkan larutan merah metil P, titrasi dengan HCl 0,5 N. 2. Na2CO3 Pemerian: serbuk putih mudah larut dalam air dan alkalis. Kualitatif: Na: uji nyala denga kawat nikrom memberikan warna kuning. CO3: Tambahkan larutan Magnesium sulfat akan terbentuk endapan putih. Kuantitatif: Larutkan sisa yang diperoleh pada kadar air dalam 50 ml air, titrasi dengan H2SO4 1 N menggunakan indikator jingga metil. 3. NaHCO3 Pemerian: serbuk putih atau hablur monoktin kecil buram, tidak berbau, rasa asin. Kualitatif: HCO3: Dengan pendidihan akan membentuk gas CO2 yang diidentifikasi dengan air barit. Kuantitatif: Larutkan 1g yang ditimbang seksama dalam 20 ml air. Titrasi dengan HCL 0,5 N dengan indikator jingga metil. 4. Amonia Pemerian:cairan jernih, tidak berwarna, bau khas menusuk hidung. Kualitatif: bereaksi alkalis Kuantitatif: Timbang seksama 2g tambahklan dalam 20 ml HCL 1 N sambil mencegah penguapan titrasi dengan NaOH 1 N menggunakan indikator merah metil. 5.Kolesterol Kualitatif: Pada larutan 10 mg dalam 1 ml kloroform P tambahkan 1 ml H 2SO4 P, lapisan kloroform berwarna merah darah dan H2SO4 berfluoresensi hijau. 6. Minyak Jarak Merupakan minyak yang diperoleh dari pemerasan dingin biji Ricinus comunis. Isi: gliserida asam lemak (asam oleat, asam linoleat, asam dihidrostearat, asam risinolenat , asam palmitat) Bilangan penyabunan 177-187 Bilangan asam tidak lebih dari 2,0 b. Keriting Dingin 1. Natrium sulfit Pemerian: hablur putih atau tidak berwarna.

59

Sediaan Kosmetika
Kuantitatif: Pada + 500 mg yang ditimbang seksama tambahkan 50 ml iodium 0,1 N biarkan selam 5 menit. Tambahkan 1 ml HCl P dan titrasi dengan Natrium tiosulfat 0,1 N dengan indikator kanji P. 2. Kalium Bromat Pemerian:serbuk habluur putih. Kuantitatif: Larutkan 1 g dalam air dan encerkan dengan air secukupnya hingga 250 ml pada 25 ml tambahkan 3 g KIP dan 10 ml HCl P , encerkan dengan air secukupnya hingga 100 ml. titrasi dengan Natrium tiosulfat 0,1 N. 3. Hidrogen Peroksida Pemerian:cairan tidak berwarna, hampir tidak berbau, mudah terurai. Kualitatif: Jika ditambahkan alkali, mudah terurai dan membuih kuat. Kuantitatif: Ukur 1 ml encerkan dengan air secukupnya hingga 1000 ml. Pada 10 ml tambahkan campuran dingin 2,5 ml H2SO4 P dan 20 ml air. Titrasi dengan kalium permanganat 0,1 N D. Pencuci Rambut (Hair Shampoo) a. Shampo cair jernih (clear liquid shampoo) Contoh formula: Trietanolamin Lauryl Sulfat 45% Coconut monoetanolamide 2% Perfume colour to 100% 1. TEA Pemerian: cairan kental, tidak berwarna hingga kuning pucat, bau lemah mirip amoniak, rasa pahit, mudah larut dalam air, higroskopik. Kualitatif: Parri :ungu + AgNO3 dipanaskan : cincin perak. Kuantitatif: Timbang seksama 2 g, masukkan ke dalam labu erlenmeyer 300 ml, tambahkan 75 ml air. Titrasi dengan HCl 1 N menggunakan indikator 2 tetes larutan merah metil. Zat untuk menambah viskositas: NaCMC Kualitatif: Tambahkan sedikit demi sedikit + 1g pada 50 ml air hangat sambil diaduk hingga mendispersi denga rata, lanjutkan pengadukan hingga diperoleh suspensi koloidal, dinginkan m,emenuhi syarat; Pada 5 ml tambahkan BaCl2 P dengan volume sama , terbentuk endapan halus putih. b. Shampo krim cair ( Liquid cream shampoo)

60

Sediaan Kosmetika
Contoh formula: Sodium lauryl sulfate 30% Magnesium Stearat 5% Distilled water 68% Ninol AB 21 q.s Oleyl alkohol q.s Parfume q.s 1. Natrium lauril sulfat Kualitatif: a. Larutan menunjukkan reaksi Na yang tertera pada reaksi identifikasi dan telah diasamkan dengan HCl P kemudian didihkan perlahan-lahan selama 20 menit, menunjukkan reaksi sulfat. b. Uji Natrium - Uji nyala, warna kuning emas tidak tampak dengan kaca kobalt. - Filtrat tambahkan sedikit larutan seng uranil asetat, kocok lalu diamkan 12 menit, terjadi endapan kristalin kuning. c. Uji SO4 Sampel ditambahkan Ba(OH)2 terbentuk endapan putih Kuantitatif: Pada 5g yang telah dikeringkan pada suhu 1050C hingga bobot tetap tambahkan 25 ml H2SO4 1 N , refluks selam 2 jam , dingikan. Bilas pendingin dengan 30 ml etanol mutlak P kemudian dengan air. Titrasi dengan NaOH 1 N menggunakan indikator larutan fenolftalein. 2. Magnesium Stearat Kualitatif: a. Panaskan 1g zat dengan campuran 25 ml air dan 5ml HCl P

b.

Dinginkan, lapidan minyak memadat pada suhu kira-kira 50 0C dan lapidan air menunjukan reaksi Mg. Kuantitatif: Timbang 500 mg lalu pijarkan. Sisa pijar tambahkan 10 ml HCl (100 %)P. Panaskan pada penangas air10 menit lalu tambahkan 50 ml air dan 10 ml amonia P. Titrasi dengan Na2EDTA 0,005 M dengan indikator hitam eriokrom campur P. c. Shampo krim padat (solid cream shampoo) Contoh formula: Sodium lauryl sulfate 90% 20% Sodium lauryl ether sulfate 27-30 % 20% Coconut diethanolamide 6% Anhydrous lanolin 6% Sodium chloride 1,2% Stearic acid 4,0% Sodium hydroxide 2,12% Colour, perfume, preservative q.s Water

to 100%

61

Sediaan Kosmetika
1. Asam Stearat Pemerian: zat padat keras mengkilat menunjukkan susunan hablur, putih atau kuning pucat mirip lemak lilin. Kualitatif a. Zat ditambahkan HCl dilatasi akan jenuh dan ditambqahkan tetes minyak pada permukaan akan menjadi padat. b. Larutan ditambah NaOH, kocok, terdapat busa pada pengenceran, beraksi asam pada lakmus. c. Jika dibakar bau mirip malam. 2. NaOH Kualitatif: - Uji nyala(Ni) : kuning keemasan. - membirukan lakmus. - + Zn-uranil asetat: kristal kuning. d. Anti dandruff dan medicated shampoo Contoh formula: TEA lauryl sulfate 14% Lauric monoethnolamic 1,5% Hexachlorophene 0,5% Colour, perfume, water to 100% 1. Hexachlorophen Kualitatif: a) Panaskan perlahan-lahan 100 mg dalam tabung kimia ,terjadi cairan tidak berwarna/ coklat kuning, yang pada pemanasan lebih lanjut berubah menjadi hijau, biru kemudian ungu. b) Pada larutan 5 mg dalam etanol (95%) P tambahkan 1 tetes larutan besi (III) klorida P , terjadi sekilas warna ungu. c) Pada larutan 100 mg dalam 0,5 ml aseton P kocok, terpisah cairan berwarna jinga kuning larut dalam kloroform P dan eter P e. Shampo berminyak Contoh formula: Sulphonated olive oil Sulphonated castor oil 16% Water Colour and perfume

16% 68% q.s

1. Olive oil Pemerian : cairan kuning ,pucat atau kuning kehijauan, bau lemah, tidak tengik, rasa khas, dan pada suhu rendah sebagian dan seluruhnya membeku. Indeks bias: 1,468-1,471 Bilangan asam tidak lebih dari 12 Bilangan iodium 79-78

62

Sediaan Kosmetika
f. Shampo Serbuk (powder shampoo) 1. Natrium pirophosphate Pemerian: hablur tidak berwarna Kuantitatif: + 3g yang ditimbang seksama dilarutkan dalam 50 ml air dan titrasi dengan HCl 1N menggunakan indikator warna hijau brom kresol hingga warna hijau yang menunjukan pH 4,5 2. Na2SO4 Pemerian : hablur tidak berwarna; tidak berbau rasa pahi tdan asin. Kuantitatif: Timbang seksama 500 mg larutkan dalam 250 ml air, tambahkan 1 ml HCl P, panaskan sampai dengan mendidih. Tambahkan perlahan-lahan larutan BaCl2 panas sedikit berlebihan, panaskan 30 menit diatas penangas air sambil diaduk. Kumpulkan endapan dan pijarkan + 6000 hingga jika dilakukan penimbangan 2 kali berturut-turut tidak berbeda > 0,2 % dari bobot sisa. g. Shampo Aerosol Contoh formula: Na lauril sulfat (100%) 30% TEA lauril sulfat(100%) 5% PEG stearat 3% Parfum 0,3% Air to 100% 1. PEG-400 Nama lain: Makrogol-400 Pemerian: cairan kental hjernih tidak berwarna, praktis tidak berwarna bau lemah. h. Shampo Kering Contoh formula: Talk Amilum Na seskuikarbonat Borax Fullers earth

40% 15% 20% 5% 20%

1. Talk Pemerian:serbuk halus, putih , tidak berbau, tidak berasa. Kualitatif: -Jika dimasukkan ke dalam air akan segera menaiki dinding tabung dan mengembang diatas permukaan air. -Netral -Tambahkan larutan titan kuning, tidak berwarna merah terang. 2. Amilum

63

Sediaan Kosmetika
Pemerian:Serbuk sangat halus;putih;tidak berbau; tidak berasa. Kualitatif: Didihkan satu bagian dengan 50 bagian air, terbentuk larutan kanji yang tidak transparan, hampir tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P. Tambahkan larutan iodium P terjadi warna biru yang bila dipanaskan hilang dan jika didinginkan timbul lagi. i. Shampo Telur Kuning telur Isi: protein albumin. j. Shampo Tumbuh-tumbuhan 1. Daun urang aring adalah daun dari tanaman Eclipta prostata (Asteraceae) Isi: alkaloid Analisis: Simplisia dibasakan dengan amonia encer, digerus dalam mortir, kemudian ditambahkan kloroform sambil terus digerus, setelah disaring filtrat dikocok dengan HCl 2N. Lapisan asam akan dipisahkan kemudian dibagi #: # Bagian pertama digunakan sebagai blanko # Bagian kedua + Mayer endapan putih # Bagian ketiga + dragendorff endapan jingga coklat 2. Lidah Buaya Adalah Dried juice dari daun Aloe vera (Liliaceae) Isi:glikosida antrakinon Analisis: KLT E. Pemelihara Bentuk Rambut (hair dressing) 1. Lotion mucilago Formula: Tragakan gom 1,2% Alkohol 10% Gliserin 5% Air 83,8% Zat pelindung q.s 1.Gom arab Pemerian: Hampir tidak berbau, rasa tawar seperti lendir. Kualitatif: -Pada 5 ml larutan 2 % b/v, tambahkan 1 ml larutan tiombal (III) subasetat P, terjadi flokulasi putih. -Larutkan dengan pengocokan 250 mg dalam 5 ml air ditambahkan 0,5 ml larutan benzidina P 1% b/v dalam etanol 90% P , kocok, asamkan terkadi warna biru tua. -Sedikit serbuk dalam larutan merah nitenium P, diperiksa dengan mikroskop tidak terlihat butiran merah.

64

Sediaan Kosmetika
2.Tragakan Pemerian: tidak berbau, hampir tidak berasa. Kualitatif: -Sedikit zat dalam larutan merah nitenium, diperiksa dibawah mikroskop terjadi butiran merah jambu. -Pada 100mg serbuk tambahkan 1 ml Iodium 0,02 N, campuram berwarna hijau. 2. Lotion Resin Formula: % clear lotion PVP 4 PEG 2,0 Karbovinil polimer Alkohol 40 Air 54,0 Pewarna,parfum q.s (Analisis masing-masing zat telah dicantumkan) 3. Pengilau Padat Formula: Petroleum Jelly Parafin wax Pewarna,parfum % aerated gel 0,8 1,5 1,5 96,2 q.s

90% 10% q.s

1. Petroleum Tidak berfluoresensi Suhu lebur= 380-600 Uji keasaman: jika penambahan fenolftaleins pada uji kebasaan tidak berwarna pink, tambahkan 0,1 ml metil orang.Titrasi dihentikan hingga warna pink atau merah tidak terbentuk. Uji kebasaan: Masukkan 35 g zat kedalam beaker + 100 ml air panas, tutup dan masukkan ke dalam stirring hot plate selam 5 menit sampai memisah. Tuang lapisan air ke casserole, cuci dengan 50 ml air panas 2 kali. Masukkan zat yang telah dicuci kedalam casserole, masukkan 1 tetes fenolftalein, panaskan, larutan tidak membentuk warna pink. 2. Parafin Pemerian:cairan kental, transparan, tidak berfluoresensi, tidak berwarna, hampir tidak berbau dan hampir tidak berasa. Keasam-basaan:Didihkan 5 g dengan 10 ml etanol 90% yang telah dinetralkan terhadap lar.lakmus P; warna tidak berubah. 3. Pengilau Cair Formula: Minyak minyak60% Deodorized kerosin 40% Pewarna dan parfum q.s (analisis masing-masing zat telah dicantumkan)

65

Sediaan Kosmetika
4. Pengilau alkohol Minyak kastor Alkohol industri Parfum dan pewarna 20% 80% q.s

5. Pelekat tanpa minyak Tragakan gom 1,0% Alkaloid 6,0% Minyak kastor 2,0% Air 90% Gliserin 1% Preservatif q.s (Analisis masing-masing zat telah dicantumkan) 7. Pengemulsi Formula a/m Bee wax Kalsium hidroksida Asam Oleat Minyak mineral Parfum Air 25% lar.MgSO4

1,5% 0,07% 1,00% 40,6% 1% 53,83% 2,0%

1. Bee wax Pemerian:kuning hingga kuning kecoklatan,halus,bau seperti madu, rasa seperti balsam. Suhu lebur: 62-650C 2. Asam Oleat Bilangan asam 195-202 Bilangan iodium 85-92 Formula m/a Minyak mineral putih 45% Asam stearat 3,5% TEA 1,5% Air 50,0% Preservatif&parfum q.s 8. Gel Formula: Sorbitol monolaurat Petroleum terdistilasi Mineral Oil Mannitol monolaurat Air

12% 45,0% 5,0% 19,0% 19,0%

66

Sediaan Kosmetika
1. Sorbitol Pemerian:serbuk,butiran atau kepingan;putih;rasa manis;higroskopis. Klorida tidak lebih dari 50 bpj Sulfat tidak lebih dari 100 bpj Arsen tidak lebih dari 8 bpj F. Penyubur Rambut (Hair Tonic) 1. Asam Salisilat Kualitatif:

a.
b.

Ditambah FeCl3 menjadi ungu stabil dalam spirtus ditambah aqua brom menjadi endapan putih Reaksi besi (III) klorida, warna ungu

Jika larutan suatu senyawa salisilat direaksikan dengan asam klorida akan terjadi endapan kristal putih yang setelah direkristalisasi dengan air panas dan pengeringan akan meleleh pada suhu antara 156-1610C d. Reaksi tetes dengan NBD-klorida , kuning e. Pada asam atau garamnya ditambahkan asam sulfat pekat dengan mentol kemudian dipanskan, timbul bau metil salisilat. Kuantitatif: Timbang seksama 3g larutan dalam 15 ml etanol (95%0P hangat yang telah dinetralkan terhadap larutan merah fenol,+ 20 ml air, titrasi dengan NaOH 0,5N dengan indikator merah fenol. 2. Resorsinol Kualitatif: Tambahkan 2 tetes FeCl3 terjadi warna violet kebiruan yang jika ditambah amonia encer menjadi kuning coklat c. Tambahkan 2 ml larutan NaOH+ 1 tetes kloroform, panaskan terjadi warna merah tua+ HCl sedikit berlebih warna menjadi kuning pucat. Kuantitatif: Larutkan 700 mg dalam air secuknya hingga 500ml ,pindahkan 50 ml ke dalam larutan iodium. Encerkan dengan 25 ml air+ 50 ml brom 0,1 N daaan 20 ml HCl encer, tutup labu,kocok dan biarkan dalam gelap 5 menit. Tambahkan 2 g KI dan 25 ml CCl4 dan titrasi segera dengan Na tiosulfat 0,1N hingga warna merah muda hilang dari lapisan organik. 3. Beta-Naftol Kualitatif: Dalam suasana basa berfluoresensi.
3

c.

a. b.

TL: 109-1120C

a.

b. +FeCl reaksi warna c. +H SO P kuning hijau hitam


2 4

4. Belerang Endap

67

Sediaan Kosmetika
Kualitatif: Melebur pada suhu 1150C berupa cairan mudah bergerak berwarna kuning dipanaskan pada suhu 1600C menjadi kental berwarna gelap. 5. Asam Pantotenat Kualitatif: a. +FeCl3kuning kehijauan b. pada pemijaran bau kacang. Kuantitatif: 50 mg zat = 5 ml NaOH, dimasak 1 menit, sesudah dingin + 5 cc HCl 1 N dan 2 tetes FeCl3 menjadi kuning tua. 6. Asam Askorbat Kualitatif: a.Larutan + CuSO4 + NaOH biru ungu b.larutan + NaOH + Cu asetat jingga Kuantitatif: Timbang seksama 400 mg larutkan dalam campuran 100 ml air bebas CO2 dan 25 ml H2SO4, titrasi segera dengan iodium 0,1 N menggunakan indikator larutan kanji. 7. Kinin Kualitatif: Pada 5 ml larutan 0,1% b/v = 2 atau 3 tetes larutan brom P dan 1 ml ammonia encer terjadi warna hijau jamrud dalam H2SO4 berfluoresensi biru kuat. G. Zat Warna 1. Zat warna larut air a. Kromatografi kertas atau KLT b. Fotometri spektral 2. Zat warna larut minyak Identifikasi menggunakan KLT. IV. JENIS RAMBUT DAN PERAWATANNYA 1. Rambut berminyak Ciri utama : cepat kotor, dua hari atau bahkan sehari setelah cuci rambut langsung berminyak lagi. Cara Merawatnya : keramas sedikitnya dua kali seminggu. Sesudah keramas, pakai konditioner mulai dari pertengahan batang rambut sampai ujungnya. Untuk menghilangkan minyak yang berlebihan, kita dapat memakai resep tradisional. Caranya, bersihkan kulit kepala dengan irisan jeruk nipis. 2. Rambut kering Ciri utama : kusam, tidak bercahaya, lentur, dan tidak mudah patah. Cara merawatnya : shampo yang cocok untuk jenis rambut ini adalah yang mengandung bahan pelembab, protein, dan kuning telur. Gunakan konditioner yang mengandung protein.

68

Sediaan Kosmetika
3. Rambut normal Ciri utama : tampak sedikit bercahaya, lentur, dan tidak mudah patah. Cara merawatnya : keramas seperlunya, gunakan sedikit shampo dan bilas sampai bersih, kemudian gunakan konditioner untuk mencegah rambut agar tidak patah. BENAR DAN SALAH SOAL RAMBUT 1. Makin banyak busanya maka makin efektif shampo dan makin bersih rambut kita. (SALAH) Busa yang banyak tidak menjamin shampo makin efektif dalam membersihkan rambut. 2. Makin banyak shampo yang digunakan rambut akan makin bersih pula. (SALAH) Dalam menggunakan shampo kita harus menyesuaikan dengan panjang pendeknya rambut kita. Makin panjang rambut, makin banyak shampo yang kita butuhkan. Selain itu kita juga mesti menyesuaikan dengan jenis rambut kita (berminyak, normal, atau kering). Kalau rambut kita berminyak, dibutuhkan shampo lebih banyak dari jenis yang kering. 3. Conditioner membantu memelihara agar rambut tidak pecah-pecah (BENAR) Conditioner membantu melembutkan dan membuat rambut lebih sehat. Apabila rambut sudah pecah-pecah, pemecahannya dengan menggunting ujung rambut tersebut, kemudian merawatnya dengan conditioner. 4. Memijit kulit kepala dengan keras adalah baik. (SALAH) Pijitan kepala yang keras malah akan berakibat lebih banyak rambut yang akan rontok dari pada yang tumbuh 5. Menyikat rambut 100 kali setiap malam adalah baik. (SALAH) Sekalipun menggunakan sikat rambut yang baik, kita tidak perlu menyikat rambut sampai 100 kali karena dapat menyebabkan rambut rontok. 6. Makin lama kita membiarkan conditioner diam di rambut, akan makin efektif kerjanya. (SALAH) Conditioner sebenarnya hanya melapisi rambut. Conditioner ini akan efektif bekerja setelah didiamkan hanya dalam waktu satu menit. 7. Sebaiknya tidak membilas setelah menggunakan conditioner. (SALAH) Kita harus membilas rambut kita dengan air setelah conditioner didiamkan selama satu menit. TIPS AGAR RAMBUT TETAP INDAH 1. Hindari menggunakan satu merek shampo secara terus menerus karena akan membuat rambut kebal sehingga zat-zat aktif pada shampo tidak lagi efektif bagi rambut. Gantilah shampo anda secara berkala dengan merek lain atau boleh juga mempertahankan merek yang sama namun dengan menggunakan jenis lain. 2. Hati-hati bila anda sedang berenang, karena klorin pada air kolam renang bisa jadi problem besar bagi anda. Untuk mengatasinya, basahi rambut dengan air bersih sebelum masuk ke kolam, karena menurut penelitian, air ternyata memiliki efek proteksi terhadap rambut. Lalu jangan lupa

69

Sediaan Kosmetika
menyemprotkan leave-inconditioner, dan mengenakan topi renang (swimming cap). Setelah selesai berenang, cuci rambut bersih-bersih. 3. Matahari dapat menyebabkan warna rambut yang diwarnai, memudar. Agar hal ini tak terjadi pada rambut anda, gunakan shampo khusus unutk rambut diwarnai. Pilih jenis ekstra lembut yang dilengkapi conditioner. Sebelum keluar ruangan, gunakan sunspray. Satu lagi, hindari menggunakan kosmetika rambut secara berlebihan seperti wax atau hair spray. 4. Bila gagal mewarnai rambut, jangan berusaha untuk memperbaikinya sendiri. Pergilah ke penata rambut yang memang ahli dalam mewarnai dan mintalah pendapatnya. Biasanya, warna rambut lainnya tidak boleh langsung ditumpuk di atas warna sebelumnya, karena akan membuat rambut kering dan rusak. Bila perbaikan telah dilakukan, rambut juga harus dirawat khusus agar terjaga kelembabannya. DAFTAR PUSTAKA Departemen Kesehatan RI .1979. Farmakope III. Jakarta. Departemen Kesehatan RI .1995.Farmakope IV. Jakarta. Pearce,evelyn.1987. Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis.Jakarta:PT. Gramedia. Perawatan Rambut Indah (bonus majalah kawanku,Edisi 21/XXVII,1997) Http:www.indoline.org/obat/paten/ketombe.htm Http:www.hanyawanita.com/beauty/toptips/b-tips05.html

70

Sediaan Kosmetika

KOSMETIKA TRADISIONAL I. SEJARAH Tatalaksana kosmetika secara umum sudah dilakukan sejak zaman Mesir Purba, dimana hal ini terbukti yaitu dengan penggalian makam-makam raja (mumi) Mesir kuno, dijumpai zat-zat warna sebagai hiasan pada kelopak mata serta rambut yang berwarna-warni. Pada waktu itu penggunaan kosmetik selalu diasosiasikan dengan kebiasaan menjalankan upacara keagamaan, seperti misalnya membakar dupa wangi, menggosok atau melapisi tubuh orang hidup maupun mati dengan lemak hewan, minyak tumbuh-tumbuhan atau salep yang berbau harum. Sumbangan yang besar dari bangsa Mesir Purba pada bidang kecantikan atau pengetahuan mengenai adalah soal mandi, seni berhias, seni tata rambut, pengecatan rambut, keriting dan pembalseman. Jadi, pengertian kosmetika pada zaman dahulu sudah memberikan pencerminan sesuatu yang terawat, dan untuk menutupi kekurangan-kekurangan. Kosmetik Tradisional Keraton Pada zaman dahulu kala keraton menjadi pusat pemerintahan, oleh karena itu banyak menyimpan data sejarah dan catatan budaya serta merupakan narasumber dari ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Di keraton ada ungkapan Ajining raga gumantung agunging driyo, artinya diri seseorang dinilai dengan penampilannya. Penampilan banyak dipengaruhi oleh kesehatan. Penampilan para pria agung dan putrid-putri keraton dapat dibedakan dari masyarakat biasa. Disamping aksesoris kebesaran, putraputri keraton sangat memperhatikan perawatan kesehatan dan kecantikan secara tradisional dengan menggunakan jamu dan kosmetik tradisional. Merawat tubuh merupakan bagian dari kegiatan sehari-hari bagi setiap orang. Sejak zaman dahulu hingga kini, orang berupaya untuk mendapatkan tubuh yang bersih, mulus, lembut, harum, dan putih. Caranya bermacam-macam, ada yang tradisional dan yang modern. Sejak zaman dahulu orang harus membedakan antara tanaman yang beracun dan yang tidak sehingga lambat laun pengetahuan ini berkembang menjadi pengetahuan mengenai tanaman yang dapat digunakan untuk membuat ramuan-ramuan yang dapat menghilangkan rasa sakit dan melawan penyakit maupun memberikan khasiat yang lain seperti dapat menghilangkan noda pada kulit, mengharumkan tubuh dan lain-lain. Bagi orang Timur umumnya dan bangsa Indonesia, kosmetik yang digunakan pada waktu itu berasal dari ramuan-ramuan yang berasal dari bahan alam, terutama tumbuh-tumbuhan. Kosmetik semacam ini sering disebut sebagai kosmetik tradisional atau masyarakat mengenal sebagai jamu.

71

Sediaan Kosmetika
DEFINISI Kosmetik tradisional adalah kosmetik yang berasal dari bahan alam yang dapat dibuat sendiri secara langsung dari bahan segar atau bahan-bahan yang telah digunakan berdasarkan pengalaman atau penggunaan yang dilakukan secara tradisional atau turun temurun. Meskipun sediaan kosmetik yang dibuat dari bahan kimia telah memenuhi pasaran dunia, namun tidak sedikit para ahli kosmetik yang mengalihkan perhatiannya kembali pada kosmetik tradisional, berupa jamujamuan. Hal ini disebabkan oleh : 1. bahan-bahan yang digunakan dalam sediaan kosmetik tradisional ini umumnya didapat dalam kehidupan sehari-hari dan harganya pun terhitung murah. 2. cara pengolahan sediaan yang digunakan sangat sederhana sehingga setiap orang dapat dengan mudah membuatnya. 3. sediaan kosmetik tradisioanl ini telah digunakan oleh orang-orang tua dan menurut pengalaman hasilnya tidak mengecewakan karena sesuai dengan keadaan iklim Indonesia yang bersifat tropis. SIFAT BAHAN Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam kosmetik tradisional mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : 1. Pembersih Berguna untuk membersihkan kulit dan dapat digunakan sebagai pengganti sabun terutama untuk kulit kering yang peka terhadap udara dingin. Contoh : daun sirih, daun petai cina, daun dukuh, daun kemiri tua. Caranya : Daun tersebut diremas-remas dan airnya digunakan untuk mencuci muka. 2. Adstringen Adstringen berguna untuk memperkecil pori-pori kulit yang melebar, umumnya digunakan untuk kulit yang berminyak. Contohnya sebagai berikut : a. Seduhan daun salam kering yang telah diembunkan semalam, kemudian airnya digunakan untuk mencuci muka. b. Seduhan daun teh yang telah diembunkan semalam di tempat terbuka, untuk digunakan mencuci muka pada pagi hari. Tomat yang dipotong-potong dan ditempelkan pada wajah. 3. Penghalus Kulit Penghalus kulit berfungsi untuk mencegah keriput dini pada kulit dan menjaga kulit agar tetap halus dan lentur. Sebagai contoh adalah : a. Remasan daun dadap yang tidak terlalu tua, digunakan untuk mencuci muka. b. Parutan daging buah kelapa yang sudah tua, diambil santannya untuk dioleskan pada wajah. c. Buah segar yang dapat langsung dioleskan pada wajah yaitu buah pisang dan buah alpukat.

c.

72

Sediaan Kosmetika
JENIS SEDIAAN PERAWATAN TRADISIONAL Berdasarkan jenis sediaan perawatan tradisional, kosmetik tradisional dibagi menjadi : 1. Perawatan wajah 2. Perawatan tubuh 3. Perawatan rambut dan kulit kepala 4. Perawatan mata dan sekitarnya 5. Perawatan mulut dan gigi 6. Perawatan kuku dan kulit sekitarnya Berikut ini akan dijelaskan satu-persatu berbagai jenis sediaan yang digunakan untuk perawatan secara tradisional berurutan sesuai penggolongan di atas. I.1. Perawatan wajah Sediaan perawatan wajah dalam kosmetika tradisional antara lain adalah: Masker wajah Masker wajah memberi rasa hangat, menyerap kotoran dari kulit, dan dapat menghilangkan sisa-sisa make-up pada wajah. Masker biasanya digunakan dengan cara mengoleskannya pada wajah dan membiarkannya selama beberapa saat, atau sampai kering, kemudian membersihkannya dengan cara mencuci muka dengan air. Bahan-bahan yang digunakan untuk masker wajah antara lain adalah buah alpukat, kentang, bengkoang, mentimun, susu, putih telur, madu dan wortel. Contoh sediaan untuk masker wajah yaitu: a. Susu Untuk kulit muka yang sangat peka terhadap sinar matahari. Mengandung protein kasein, laktosa, lemak. Caranya: 3 sampai 5 sendok makan susu sapi dicampur dengan 1 sendok makan tepung terigu. Muka dibersihkan dengan cleansing milk. Poleskan adonan susu dengan tangan, kira-kira 15 menit, bersihkan dengan lap dan air hangat kemudian dilap dengan air dingin. Tepuk-tepuk muka dengan ujung jari dengan sedikit adstringens. Kalau ada es batu kompreslah muka dengan memasukkan es batu ke dalam lap dan menekan-nekannya dengan selembut mungkin. b. Madu Sekresi sakarin yang terdeposit dari sarang lebah Apis mellifera. Mengandung glukosa, protein dan vitamin yang berfungsi untuk memberi gizi pada kulit. Digunakan untuk kulit muka yang kering. Pemakaian 5-10 menit tiap satu kali pemakaian dalam satu minggu. Caranya: 1 sendok makan tepung terigu, 1 sendok teh madu, 1 sendok teh minyak, setengah putih telur dan susu secukupnya. Kelima bahan tersebut dicampur sampai terbentuk adonan yang lembek.

73

Sediaan Kosmetika
Poleskan pada muka yang telah bersih, biarkan agak kering sambil berbaring. Dilap dengan lap lunak yang dibasahi air hangat. Bersihkan dengan air biasa. Kompres dengan es. Telur Untuk kulit kering dan keriput, mengandung protein albumin. Caranya: Kuning telur dikocok lalu ditambah minyak; Oleskan pada muka yang telah bersih, bila telah kering bersihkan dengan air biasa. Wortel Mengandung vitamin A yang dapat memperbaiki sel-sel yang rusak. Vitamin A yang dikandung oleh wortel menurunkan zat semacam kolagen dan elastin yang membuat kulit wajah menjadi mengembang. Bahan: 2-3 wortel muda, 2 jagung muda. Caranya: Jagung muda diparut dan diperas, biarkan sesaat hingga pati dan airnya terpisah. Wortel diparut dan dicampurkan dengan pati jagung muda. Masker ini dipakai setiap pagi sebelum mandi atau sore setelah beraktivitas. Lebih baik masker ini dipakai hanya sekali pakai, sebab pada pemakaian berikutnya bahan-bahan akan mengalami perubahan. Tomat Isi: asam sitrat, alkaloid adenine, trigonelin, kolin, tomatin, Ca, Fe, Vit. B1, B2, dan C. Pemakaiannya: potong dua buah tomat yang telah masak lalu diambil bagian daging buah sebelah dalam yang mengandung biji. Kemudian dioleskan pada muka sampai kering dan dicuci bersih. Buah tomat ini berkhasiat menghaluskan kulit, untuk obat jerawat dan memberi vitamin pada kulit. Ketimun (Cucumis sativus Linn) Buah dari Cucumis sativum. Isi: alkaloid kukurbitasin C dan stigmasterol. Pemakaiannya: potong buah yang segar dan tidak terlalu tua. Bagian dekat bijinya diparut lalu dipakai untuk kompres muka, biarkan mengering dan kemudian dicuci bersih. Khasiatnya untuk menghaluskan dan melembutkan kulit terutama untuk kulit berminyak. Alpukat Dari buah Persea gratissima. Isi : gula alcohol persiit 4,7 %. Bermanfaat untuk mengencangkan kembali kulit yang mulai mengendur dan memulihkan kembali sel-sel yang sudah menua. Caranya: Oleskan 2 sendok makan masker alpukat pada wajah dan leher dengan gerakan memutar. Biarkan sampai 30 menit atau sampai kering. Untuk mengangkat masker, cucilah wajah dan leher dengan air hangat kemudian dengan air es dan keringkan dengan handuk bersih. Jenis bahan yang digunakan disesuaikan dengan keadaan kulit pemakai, karena masing-masing bahan mempunyai kelebihan tertentu:

c.

d.

e.

f.

g.

74

Sediaan Kosmetika
untuk kulit kering dan keriput, biasanya digunakan masker telur atau madu untuk menghilangkan noda-noda hitam, digunakan masker kentang untuk kulit muka yang sangat peka terhadap sinar matahari, digunakan masker susu Pemutih Umbi bengkoang memiliki pati yang dapat memutihkan kulit wajah. Bahan: 2 buah bengkoang dan sebatang serai. Caranya: Batang serai dimemarkan dan direbus hingga mendidih lalu didinginkan. Bengkoang diparut, diperas lalu disaring. Diamkan air perasan ini selama setengah sampai satu jam hingga terbentuk endapan putih di dasar wadah. Endapan putih yang terbentuk itulah pati bengkoang. Pisahkan pati dari air perasan atau sari bengkoang, kemudian campurkan 2-3 sendok makan air rebusan serai dengan endapan bengkoang tersebut. Jadilah krim pemutih yang bisa langsung digunakan. Supaya tahan lama, simpan krim ini di dalam lemari pendingin sehingga dapat digunakan lagi. Pemakaiannya: Pada pagi hari dan cukup dioleskan secara merata pada kulit hingga mengering. Setelah mengering, dibilas bersih dengan air hangat. Pemakaian secara rutin dua kali seminggu. Penyegar a. Bengkoang Bahan: bengkoang segar, air jeruk nipis (1 sendok teh), madu (1 sendok makan). Caranya: Bengkoang diparut, diperas, dan disaring lalu diendapkan. Pisahkan pati dari sari bengkoang. Campurkan air jeruk nipis dan madu ke dalam sari bengkoang dan aduk hingga tercampur merata. Setelah wajah dibersihkan, gunakan larutan ini sebagai penyegar khususnya pada siang hari atau setelah beraktivitas. Larutan ini khususnya cocok bagi mereka yang memiliki kulit berminyak atau berjerawat. b. Mentimun Sangat cocok digunakan sebagai bahan perawatan untuk semua jenis kulit. Kandungan airnya mampu menyegarkan kulit wajah. Cara pemakaian: letakkan irisan mentimun pada wajah beberapa saat lalu gosokkan perlahan-lahan pada seluruh wajah dan leher. c. Pisang dan alpukat Sebagai penyegar digunakan masker campuran dari pisang, madu dan putih telur yang cocok untuk semua kulit. d. Jeruk nipis Mengandung vitamin C, kalium, zat besi, dan vitamin A, digunakan sebagai penyegar terutama untuk kulit berminyak. Sifat asamnya dapat mengurangi kadar minyak pada wajah dan mengecilkan poripori. Pembersih a. Mentimun

75

Sediaan Kosmetika
Untuk pembersih digunakan masker campuran mentimun yang dihancurkan dalam yoghurt. Cocok untuk semua jenis kulit. b. Apel Sari buah apel dapat digunakan sebagai tonik pembersih wajah. c. Jojoba Bermanfaat dalam merawat kulit wajah yang sensitif sebagai bahan dalam pembersih. Daun bunganya dapat digunakan sebagai pembersih. Anti jerawat Bengkoang (krim anti jerawat) Bahan: 2 buah bengkoang segar, 2 buah belimbing wuluh, 1 cm kunyit, sebatang serai. Caranya: belimbing wuluh dan kunyit diparut, diperas dan disaring. Batang serai dimemarkan dan direbus dengan sedikit air. Setelah dingin, air rebusan serai dicampurkan dengan campuran belimbing wuluh dan kunyit. Terakhir semua bahan ini dicampurkan dengan pati bengkoang yang telah diendapkan dari sarinya. Perlu diperhatikan bahwa endapan yang terjadi dari parutan bengkoang tidak terlalu banyak, sehingga larutan yang dicampurkan cukup 2 atau 3 sendok teh saja. Simpan sisanya dalam lemari pendingin sehingga dapat digunakan lagi sesudahnya. Krim ini dioleskan pada wajah setiap malam sebelum tidur. Esok paginya wajah cukup dibilas dengan air bersih. Camomile Mengandung azualen yang berkhasiat mencegah timbulnya jerawat, dan adanya sifat antibakteri menyebabkan adanya daya penyembuhan jerawat. Bermanfaat menghilangkan jerawat yang sudah parah. Temu lawak ( Curcuma xhantorrhiza), mengandung minyak atsiri dan zat warna alkaloid kurkumin Jinten (Carvi fructus) mengandung 2,5 7 % minyak atsiri. Meniran mengandung alkaloid filantin dan hipofilantin, kallium. Penghalus/ pelembut wajah Pisang dan alpukat Bersifat lembut dan mengandung minyak yang dapat menghaluskan kulit wajah. Wortel Mengandung provitamin A yang berkhasiat menghaluskan kulit wajah. Camomile Mengandung azualen yang dapat menghaluskan kulit wajah. Mawar Mengandung minyak atsiri yang digunakan untuk menghaluskan kulit wajah. Bedak Dalam kosmetika tradisional dikenal bedak dingin yang berfungsi sebagai foundation, berguna untuk mengurangi jerawat, mengecilkan pori-pori, serta memberikan efek kuning pada wajah. Beberapa contoh sediaan bedak dingin adalah sebagai berikut : a. Bedak asam

76

Sediaan Kosmetika
Bahan : campuran dari satu (1) ruas jari asam kawak (Tamarandus indica Linn.), segengam beras (Oryza sativa) dan sedikit garam NaCl. Cara pembuatan : beras direndam lebih kurang satu minggu dengan mengganti air tiap hari. Setelah itu digerus halus tanpa air, tambahkan asam dan garam, lalu digerus lagi sampai homogen. Bila perlu ditambah air sampai didapat sediaan yang seperti pasta kemudian dibuat bulat-bulat kecil dan dijemur sampai kering. Khasiatnya untuk mengurangi jerawat, mengecilkan pori-pori dan memberi efek kuning langsat. b. Bedak jerawat Bahan : campuran batu tahu Banyuwangi dengan beras. Cara pembuatan : Rendam batu tersebut beberapa hari dan airnya diganti berkali-kali sampai rapuh. Setelah itu digerus halus dengan beras yang telah direndam sampai homogen kemudian ditambah air secukupnya, lalu dicetak bulat-bulat atau pipih supaya cepat kering. Khasiatnya untuk menyembuhkan jerawat dan menghaluskan kulit. c. Bedak kekolotan (penghilang noda) Kekolotan adalah bintik bintik hitam yang terdapat pada muka, diantaranya disebabkan oleh pigmentasi yang berlebihan pada satu tempat. Campuran bahan yang digunakan adalah ragi, jeruk nipis (Citrus aurantifolia), sirih (Pipper betle Linn), beras (Oryza sativa) dan garam NaCl. Pembuatannya adalah dengan cara menggerus lembut sirih segar atau kering dengan ragi, ditambah beras dan sedikit garam, digerus lagi sampai homogen, kemudian ditambah air jeruk nipis dan dibuat bulat-bulat atau pipih. Bedak kekolotan ini berkhasiat menghilangkan bintik-bintik hitam pada muka. I.2. Perawatan Tubuh Jenis-jenis sediaan untuk perawatan tubuh antara lain adalah : Lulur Tubuh Lulur tubuh digunakan untuk membersihkan, menguningkan, menghaluskan, mencegah terjadinya kerutan dan menghilangkan jamurjamur yang kerap terdapat pada lipatan-lipatan kulit. Contoh sediaan lulur adalah sebagai berikut : Lulur Ramuan : Daun kemuning, bidara laut, bunga melati, kunir gede, beras yang sudah direndam dan ditumbuk. Pembuatan : Daun kemuning dan bunga melati dihaluskan, bidara laut kayunya dikir halus, kunir gede disayat atipis. Diseduh dengan air hangat, disaringkan. Beras direndam kemudian dihaluskan, basahi dengan filtrat, dibuat bulatan-bulatan kecil kemudian dikeringkan. Cara pemakaian : Ramuan yang sudah kering tersebut dihancurkan dengan sedikit air dan digosokkan kuat-kuat pada seluruh tubuh hingga kotoran terlepas, biarkan sampai kering baru dicuci dengan air hangat. Lulur Pengantin

77

Sediaan Kosmetika
Bunga kenanga (Canangium odoratum) 5 kuntum Daun kemuning (Muraya paniculata) 1 genggam Krangean (Litsea cubeba) 2 jari Jeruk purut (Citrus hystrix)-kulitnya 1 buah Temu giring (Curcuma heyneana) 2 jari Beras yang sudah ditumbuk 1 sendok makan Mandi Rempah/ Mandi air Bunga Mandi rempah atau mandi air bunga dimaksud untuk menutup kembali pori-pori dan memberikan keharuman pada kulit. Ini dilakukan setelah masker dan lulur atau mangir tubuh yang telah dibersihkan. Contoh sediaan untuk mandi rempah adalah sebagai berikut : Bunga kenanga (Canangium odoratum) 5 kuntum Bunga mawar (Rosa hybrida) 4 kuntum Bunga melati (Jasminum sambae) 1 gengam Krangean (Litsea cubeba) 2 jari Rimpang temu giring (Curcuma heyneana) 1 ruas Rimpang kunyit (Curcuma domestica) 1 ruas Pencegah Bau Badan Bahan yang umum digunakan daun beluntas ,tawas ,kapur sirih dan jeruk nipis. Daun Belutas (Plucheae folium), adalah daun dari Plucea indica (famili Asteraceae). Isi: alkaliod minyak atsiri R/

R/

I.3. Perawatan rambut dan kulit kepala Perawatan ini bertujuan untuk melembutkan, menguatkan, dan menghitamkan rambut. Sediaan kosmetik tradisional untuk perawatan rambut dan kulit kepala adalah sebagai berikut : Pencuci rambut a. Tangkai padi (merang) Cara pemakaian : tangkai padi dibakar, ditambah air, kemudian diembunkan selama satu malam, disaring, dan filtratnya digosokkan ke kulit kepala dan rambut. b. Jeruk nipis Cara pemakaian : jeruk dibelah dan digosokkan ke kulit kepala dan rambut. c. Buah mengkudu Cara pemakaian : buah mengkudu yang telah masak diperas dengan air kemudian disaring. Air perasannya dipakai keramas, biarkan kirakira 5 menit kemudian dicuci dengan air. d. Daun urang-aring, adalah daun dari tanaman Ecliptica prostate (famili Asteraceae).Isi: alkaloid. e. Kembang sepatu, adalah bunga dari tanaman Hibiscus rosasinensis (famili Malvaceae) .Isi: alkaloid hibisetin, zat pahit ,lendir. Penyubur rambut

78

Sediaan Kosmetika
Sediaan penyubur rambut digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan rambut. Bahan yang biasa digunakan adalah daun lidah buaya (Aloe vera), bonggol pisang (Musa paradise), jeruk nipis, santan kelapa daun urang aring, wortel, seledri dan lain-lain. a. Daun lidah buaya Mengandung aloin, aloe emodin, asam amino dan catalas. Cara pembuatan : daun lidah buaya dibelah, diambil bagian dalamnya yang berbentuk seperti agar-agar. Cara pemakaian : pengobatan dilakukan sehari sekali setelah mandi sore. Bagian dalam dari daun digosokkan di kulit kepala sambil dipijatpijat. Jika sudah selesai, rambut kemudian diselimuti dengan handuk atau kain bersih. Keesokan harinya rambut dikeramas. b. Santan kelapa Cara pemakaian : siram rambut dengan santan dan diamkan selama 30 menit sampai satu jam kemudian bilas dengan air hangat hingga bersih dan tidak lengket. Penghilang ketombe a. Merang Cara pemakaian : 1 genggam merang, dibakar lalu direndam dalam 1 L air, selama semalam dan digunakan untuk keramas. b. Kelapa Cara pemakaian : 1 buah kelapa (Cocos nucifera) diambil santannya, dimasak hingga keluar minyaknya dan minyak inilah yang kemudian dioleskan pada kulit kepala dan didiamkan selama 1 jam. Penghitam rambut

a.

Biji pepaya tua (Carica papaya ) Cara pemakaian : 1 genggam biji pepaya tua (Carica papaya) disangrai kemudian ditumbuk halus, diperas lalu disaring, dan dioleskan pada rambut dengan menambahkan sedikit air terlebih dahulu. b. Urang aring Mengandung getah yang berwarna hitam dan alkaloid yang berfungsi menghitamkan rambut. Pewarna rambut Henna Henna merupakan zat warna rambut yang mengandung serbuk kering dari Lawsonia alba, Lawsonia spinosa, dan Lawsonia inemis, yang diperoleh dari tanamanyang sudah berbunga. Henna mengandung zat warna 2-hidroksi-1,4 naftoquinon yang larut dalam air panas dan larutan asam serta dapat mewarnai keratin. Keuntungan pengguanan henna sebagai pewarna rambut antara lain tidak menyebabkan iritasi, sensitisasi dan tidak menyebabkan toksisitas local maupun sistemik, dan warna yang dihasilkan relatif stabil. Caranya :

79

Sediaan Kosmetika
Serbuk henna dan air panas dibuat menjadi pasta kemudian diasamkan dengan asam nitrat, asam adipat atau asam-asam lainnya yang sesuai hingga pH mencapai 5,5. Oleskan pasta tersebut pada rambut yang telah dikeramas terlebih dahulu. Hasil olesan ini ditutupi dengan handuk, biarkan selama 50-60 menit, lalu dibersihkan dengan shampo dan dikeringkan. Penguat rambut Sediaan ini berguna untuk mengatasi kerontokan rambut yang berlebihan dengan menggunakan bahan-bahan alami antara lain; 1. Ginseng (Panax radix) mengandung triterpenoid, saponin, glikosida. 2. Daun pandan ( Pandanis folium )mengandung minyak menguap. 3. Kulit buah jeruk purut merupakan bagian luar kulit buah Citrus hytrix, mengandung saponin, tannin, steroid, minyak atsiri. Adapun contoh sediaannya adalah sebagai berikut: a. Teh Cara pemakaian : air teh sisa kemarin dipakai untuk mengompres kepala. b. R/ Daun mangkokan (Nothopanax scuttellarium) 4 helai Daun pandan (Pandanus amaryllifolius) 4 helai Bunga kenanga (Canangium odoratum) 4 kuntum Kulit jeruk purut (Citrus hystrix) 1 buah Krangen (Litsea cubebae) 2 jari Minyak kelapa 10 sendok c. R/ Jeruk nipis yang sudah tua 1 buah Telur ayam 1 butir Pelembut rambut (hair conditioner) Telur a. Untuk rambut kering Basahi rambut dengan air, pulaskan kuning telur yang sudah dikocok pada rambut hingga rata, biarkan 15 menit kemudian cuci dengan air hangat-hangat kuku. b. Untuk rambut berminyak Digunakan kuning telur yang telah dikocok dicampur dengan perasan jeruk nipis. Dikerjakan seperti di atas. Jeruk nipis Setelah rambut dikeramas, oleskan santan yang telah ditambah dengan perasan jeruk nipis, lalu biarkan 15 menit, cuci dengan air biasa.

1.

2.

I.4. Perawatan mata dan sekitarnya Perawatan mata dan sekitarnya dimaksudkan untuk melindungi mata dan memperindah mata dan sekitarnya, seperti alis, bulu mata, dan kelopak mata agar senantiasa sehat dan tetap kelihatan cerah bersinar. Sediaannya meliputi : Pencuci mata

80

Sediaan Kosmetika
Digunakan agar mata tetap tampak jernih, bersih dan tidak terlihat letih. Pemakaian dilakukan dengan cara dikompres. Bahan yang digunakan antara lain adalah : Daun kecipir muda yang direbus Air dari pohon kelor Daun sirih segar yang diremas-remas kemudian diseduh dengan air dingin. Penghitam alis Bahan yang digunakan adalah daging buah kemiri yang disangrai lalu ditumbuk sampai halus. Penggunaannya dilakukan dengan dicampur sedikit air terlebih dahulu. Maskara Digunakan agar bulu mata kelihatan lebat, lebih lentik dan menarik. Bahan-bahan yang digunakan adalah : R/ Laba-laba besar (Mygale yavanica) 1 ekor. Malam q.s Minyak kelapa q.s Cara penggunaan: laba-laba dibakar sampai hangus, lalu digerus halus, ditambahkan malam dan minyak kelapa, dipanaskan diatas api sampai kental, kemudian didinginkan terlebih dahulu, baru dioleskan pada bulu mata. I.5. Perawatan mulut dan gigi Untuk perawatan mulut dan gigi, digunakan beberapa sediaan, antara lain : Pelemas bibir Digunakan untuk menghindari atau mengatasi pecah-pecah pada bibir dan bibir tampak selalu basah. Bahan-bahan yang digunakan adalah minyak pale atau air jeruk nipis, penggunaannya dilakukan dengan cara dioleskan. Minyak pale dibuat dari memanaskan sarang lebah dan minyak kelapa, setelah dingin dan memadat baru dioleskan ke bibir. Juga digunakan daun sirih, kapur sirih, gambir, pinang, daun saga, kapulaga, dan cengkeh. Pemerah bibir Digunakan untuk memberi warna merah pada bibir, bahan yang digunakan antara lain adalah daun sirih, kapur sirih, gambir, pinang, daun saga, kapulaga dan cengkeh. Pemutih gigi Bahan yang digunakan adalah biji asam yang sudah disangrai dan dihaluskan, kemudian digosokkan pada gigi agar menjadi lebih putih. I.6. Perawatan kuku dan kulit sekitarnya Sediaan perawatan kuku dan kulit sekitarnya digunakan dengan maksud untuk menjaga kesehatan dan memperindah kuku dan kulit sekitarnya. Contoh sediaannya adalah sebagai berikut : Pembersih dan pelunak kuku Bahan yang bias digunakan antara lain adalah :

81

Sediaan Kosmetika
Minyak zaitun, dipanaskan terlebih dahulu kemudian kuku direndam di dalamnya. Minyak castor/minyak jarak, dioleskan pada kuku. Pemerah kuku Pemerah kuku digunakan untuk memberi warna merah pada kuku. Bahan yang digunakan yaitu : R/ Pacar Kuku Kapur sirih Jeruk nipis Tawas Cara pemakaian : daun pacar kuku, kapur sirih dan tawas digerus, lalau ditetesi dengan jeruk nipis agar lebih lembut. Penghalus kuku Untuk menghaluskan kuku biasanya digunakan campuran tepung kanji, tepung beras dan talk. ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF KOSMETIKA TRADISIONAL Berdasarkan tempat pemakaiannya, sediaan kosmetika tradisional dibagi menjadi beberapa kategori : 1. Perawatan wajah 2. Perawatan tubuh 3. Perawatan rambut dan kulit kepala 4. Perawatan mata dan sekitarnya 5. Perawatan mulut dan gigi 6. Perawatan kuku dan kulit sekitarnya Berikut ini akan dijelaskan satu-persatu sediaan kosmetika tradisional sesuai dengan penggolongan di atas : 1. Perawatan Wajah Sediaan kosmetika yang digunakan untuk perawatan wajah antara lain : a. Masker Bahan yang umum digunakan sebagai masker wajah antara lain buah mentimun, alpukat, jeruk nipis, tomat, bengkuang, susu, putih telur, madu. R/ Madu 1 sdt Tepung terigu 1 sdm Minyak kelapa 1 sdm Putih telur 1 butir Susu secukupnya 1. Minyak kelapa (Oleum cocos) Adalah minyak yang diperoleh dari pemerasan panas daging biji Cocos nucifera. Isi : gliserida asam lemak (asam laurat, asam miristat) Analisa :

82

Sediaan Kosmetika
Gliserida asam lemak jika dihidrolisa dengan asam (misalnya HCl atau H2SO4) akan terurai menjadi gliserin dan asam lemak pembentuknya, dimana gliserin dapat dideteksi dengan uji Carletti. Asam-asam lemak mempunyai rumus struktur yang mirip, sehingga untuk menganalisisnya menggunakan analisis instrumen misalnya HPLC dan GC. Madu Adalah sekresi sakarin dari yang terdeposit pada sarang lebah Apis mellifera (famili Apiadae) Isi : karbohidrat fruktosa dan dekstrin Analisa : Fruktosa :

2.

Luff (CuSO4 + asam sitrat + Na2CO3) : mereduksi, membentuk endapan hitam Mollisch (3% -naftol dalam alkohol) : terbentuk cincin ungu Deniges (HgSO4 + H2SO4) : endapan putih Dekstrin : Mollisch positif, Luff positif Dengan aqua iod : terbentuk warna merah ungu Dipanaskan dengan larutan air aksn berbusa Cuprifil positif Dibawah mikroskop tampak seperti amilum

3.

4.

Avokat Adalah buah dari Persea gratissima (famili Lauraceae) Isi : gula alkohol persiit 4,7% Analisa : Memberi reaksi positif pada reagen gula dan alkohol. Mentimun Adalah buah dari Cucumis sativum (famili Cucurbitaceae) Isi : alkohol kukurbitasin C dan stigmasterol Analisa : Alkaloid Adalah senyawa metabolit sekunder yang dalam struktur molekulnya terdapat atom Nitrogen (umumnya heterosiklik). Adanya pasangan elektron bebas dalam atom nitrogen menyebabkan alkaloid dapat membentuk kompleks yang tidak larut dengan logam-logam berat. Metode : simplisia dibasakan dengan amonia encer, digerus dalam mortir, kemudian ditambah beberapa mililiter kloroform sambil terus digerus, setelah disaring filtrat dikocok dengan HCl 2N. Lapisan asam dipisahkan kemudian dibagi menjadi 3 : 1. Bagian pertama digunakan sebagai blanko pembanding

83

Sediaan Kosmetika
2. Bagian kedua diberi pereaksi Mayer, diamati ada tidaknya endapan putih. 3. Bagian ketiga ditetesi pereaksi Dragendorf, diamati ada tidaknya endapan warna jingga coklat. Identifikasi spesifik untuk alkaloid dengan analisa instrumen karena mempunyai struktur yang mirip pada beberapa senyawa alkaloid tersebut. Tepung terigu (Amylum tritici) Adalah pati dari Triticum vulgare (famili Graminae) Isi : Amilum Analisa : Didihkan satu bagian dengan 50 bagian air, terbentuk larutan kanji yang tidak transparan hampir tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P. Tambahkan larutan Iodium P, terjadi warna yang jika dipanaskan hilang dan jika didinginkan akan timbul kembali. Bengkuang Adalah buah dari tanaman Pachyrrhizus erosus. Isi : karbohidrat 10,73%, protein dan lemak. Analisa : Karbohidrat Memberi reaksi positif pada pereaksi karbohidrat (Tromer, Fehling, Osazon, Deniges, dll) Protein Mengendapkan larutan Tanin 1% Mengendapkan pereaksi Dragendorf, Bouchardat, Mayer, dalam suasana asam, dimana endapannya tidak larut dalam spiritus berlebih. Lemak Mengendapkan pereaksi Liebermann-Burchard (asam asetat anhidrat dan asam sulfat pekat) memberi warna hijau Jeruk Nipis (Citri fructus) Adalah buah dari tanaman Citrus sinensis (famili Rutaceae) Isi : Minyak atsiri, damar, glikosida, asam sitrat. Analisa : Minyak atsiri Teteskan 1 tetes minyak pada permukaan air, permukaan air tidak keruh Pada sepotong kertas, teteskan minyak tidak terjadi noda transparan. Kocok sejumlah minyak dengan larutan NaCl P jenuh volume sama, biarkan memisah, volume air tidak boleh bertambah. Penetapan kadar minyak atsiri Campur bahan yang diperiksa dalam labu dengan cara penyulingan, pasang alat, isi buret hingga penuh, panaskan dengan tangas udara, sehingga penyulingan berlangsung dengan

5.

6.

7.

84

Sediaan Kosmetika
lambat tapi teratur,setelah penyulingan selesai biarkan 15 menit, kemudian catat volume dalam % v/b (lihat lampiran 1) Minyak atsiri adalah campuran senyawa hidrokarbon yaitu terpenterpen yang dianalisis sebagai berikut : 1. Mono dan seskuiterpenoid Pengenalan didasarkan pada kemampuannya membentuk warna-warna dengan pereaksi anisaldehid-asam sulfat atau pereaksi asam sulfat. Metode : simplisia disari dengan eter, kemudian sari eter diuapkan hingga kering, terbentuk warna-warna yang menunjukkan adanya senyawa monoterpenoid dan seskuiterpenoid. 2. Steroid dan triterpenoid Pengenalan didasarkan pada kemampuannya membentuk warna dengan pereaksi Liebermann-Burchard. Metode : simplisia disari dengan eter kemudian sari eter diuapkan hingga kering. Pada residu diteteskan pereaksi Liebermann-Burchard. Terbentuknya warna ungu menunjukkan adanya senyawa triterpenoid dan warna hijaubiru menunjukkan adanya senyawa kelompok steroid. 3. Diterpenoid Secara kimia sangat mirip, cara penentuan yang paling cocok adalah dengan KGC. Senyawa-senyawa terpen ini sangat mirip strukturnya sehingga biasanya dianalisa dengan instrumen (HPLC atau GC) Asam sitrat Kuantitatif : Timbang seksama 3 g, larutkan dalam 100 ml air, titrasi dengan larutan NaOH 1N menggunakan indikator fenolftalein P. Kualitatif : Dengan larutan perak nitrat membentuk endapan perak sitwarna putih yang larut dalam larutan amonia encer. Glikosida Cara identifikasi glikosida : Larutan percobaan Sari 3 g serbuk simplisia dengan 30 ml campuran 7 bagian volume etanol 95% P dan 3 bagian volume air dalam alat pendingin alir balik selama 10 menit, dinginkan, saring. Pada 20 ml filtrat ditambahkan 25 ml air dan 25 ml timbal (II) asetat 0,4 M, kocok, diamkan selama 5 menit, saring. Sari filtrat 3 kali, tiap kali dengan 20 ml campuran 3 bagian volume kloroform P dan 2 bagian isopropanol P. Pada kumpulan sari ditambahkan natrium sulfat anhidrat P, saring, dan uapkan pada suhu tidak lebih dari 50. Larutkan sisa dengan 2 ml metanol P.

85

Sediaan Kosmetika
Percobaan umum terhadap glikosida Cara percobaan A. Uapkan 0,1 ml larutan percobaan diatas tangas air, larutkan sisa dalam 5 ml asam asetat anhidrat P. Tambahkan 10 tetes asam sulfat P, terjadi warna biru atau hijau, menunjukkan adanya glikosida. (reaksi LiebermannBurchard). 0,1 ml larutan percobaan dalam tabung reaksi, uapkan diatas tangas air. Pada sisa tambahkan 2 ml air dan 5 tetes Mollisch P. Tambahkan hati-hati 2 ml asam sulfat P, terbentuk cincin warna ungu pada batas cairan, menunjukkan adanya ikatan gula (reaksi Mollisch) Komatografi Lapis Tipis Sari 300 mg serbuk simplisia dengan 5 ml metanol P, saring, pada dua titik masing-masing 20l filtrat pada lempeng KLT silika gel GP setebal 0,25 mm. Evaluasi dengan campuran benzen P etanol 95% P (70 : 30) dengan jarak rambat 15 cm. Semprot kromatogram pertama dengan anisaldehida-asam sulfat LP, panaskan pada suhu 110 selama 10 menit, amati dengan sinar UV 366 nm, bercak tidak berfluoresensi. Tomat Adalah buah dari tanaman Solanum lycopersicum (famili Solanaceae) Isi : asam sitrat, alkaloid adenin, trigonelin, kolin, tomatin, Ca, Fe, vitamin B1, B2, C. Analisa : Vitamin C Penetapan kadar :

B. Masukkan

8.

Timbang 400 mg, larutkan dalam campuran

100 ml air bebas CO2 dan 25 ml asam sulfat 10% v/v, titrasi dengan iodium 0,1%, dengan indikator larutan kanji. Mereduksi kuat larutan iod 0,1 N Menghilangkan warna larutan diklorofenol-indofenol

Larutan dalam air + NaOH + asam lemah + 1 tetes FeSO


ungu

Vitamin B

Larutan 1 mg dalam 100 ml air, dilihat dengan cahaya yang diteruskan larutan berwarna kuning pucat kahijauan, berfluoresensi hijau kekuningan intensif, yang dengan penambahan asam mineral atau alkali fluoresensi hilang. Ion kalsium Dengan asam pikrolon membentuk kristal persegi panjang Dengan asam asetat + meditren membentuk kristal sapu berwarna kuning

86

Sediaan Kosmetika
Dengan amonium oksalat membentuk kristal amplop tak berwarna Ferrum Dengan kalium tiosianat terbentuk warna merah darah 9. Susu Adalah susu segar dari Bos taurus (famili Bovidae) Isi : protein kasein 3%, laktosa 5%, lemak 2-5% Analisa : Laktosa Memberikan reaksi positif terhadap pereaksi Mollisch, Fehling, Luff, memberikan reaksi negatif atau positif setelah beberapa lama terhadap pereaksi Barfoed. 10. Putih telur Isi : protein albumin b. Penghilang jerawat Bahan yang umum digunakan adalah meniran dan temulawak serta jinten dengan gula. 1. Temu Lawak (Curcumae rhizoma) Adalah rimpang dari tanaman Curcuma xanthoriza (famili Zingiberaceae) Isi : minyak atsiri dan kurkumin 2. Jinten (Carvi fructus) Adalah buah dari tanaman Carum carvum (famili Apiaceae) Isi :2,5 7% minyak atsiri 3. Meniran Adalah herba dari tanaman Phyllantus niruri (famili Euphorbiaceae) Isi : alkaloid filantin dan hipofilantin, Kalium. Kalium + larutan ammonium endapan kuning + larutan asam tartrat endapan kristalin putih + larutan asam peklorat endapan kristalin putih + larutan asam heksakloroplatinat endapan kuning + tes nyala : kuning keemasan 4. Gula Analisa : Fehling : negatif

100 mg zat ditambah Fehling 10 ml, + 2,5 ml kalsium asetat 2N, dimasak 2 menit, saring, filtrat ditambah HCl encer, terbentuk warna biru hijau, dipanaskan sampai mendidih, ditambah NaOH : endapan Cu2O Larutan zat ditambah NaOH dan CuSO4 : biru jernih, dipanaskan warnanya tetap, ditambah HCl dil dan NaOH lagi, panaskan, endapan kuning jingga. c. Penghilang noda

87

Sediaan Kosmetika
Bahan yang umum digunakan adalah jeruk nipis, garam, lawet (beras yang direndam 2 hari ditambah daun sirih dan ragi). 1. Tepung beras (Amylum oryzae) Adalah pati dari Oryzae sativa (famili Graminae) Isi : amilum 2. Garam dapur (NaCl) Nyala pijar : kuning keemasan Bellstein : kuning hijau Rasa : garam dapur (asin) Reaksi kristal : Zinc uranil asetat Kuantitatif Timbang seksama 250 mg, larutkan dalam 50 ml air, titrasi dengan perak nitrat 0,1 N menggunakan indikator kalium kromat P, 1 ml perak nitrat setara dengan 5,844 mg NaCl. d. Bedak dingin Bahan yang umum digunakan adalah pati beras dan bengkuang. 2. Perawatan Tubuh Jenis-jenis sediaan untuk perawatan tubuh antara lain : a. Lulur dan Mangir Bahan yang umum digunakan adalah pulasari, akar wangi, pinang, temu kunci, kenanga, kunyit, temu giring, temu lawak, gadung, kayu manis, kaolin, lengkuas, masoji, kelembak, mawar, cendana, tahi angin, kemuning, melati, beras, jeruk wangi, klabet. 1. Bunga melati (jasmini flos) Adalah bunga dari tanaman Jasminum sambac (famili Oleaceae) Isi : minyak atsiri, asam format, asam benzoat, asam asetat, seskuiterpen, seskuiterpen alkohol. Analisa : Asam benzoat Esterifikasi dengan alkohol dan ditambah asam sulfat pekat : bau pisang ambon. Ditambah HgO dan FeCl3 : endapan Fe-benzoat Asam format Direduksi membentuk formaldehid yang dapat diidentifikasikan dengan Schiff (fuchsin yang telah dihilangkan warnanya dengan Na-bisulfit yang diasamkan) : terbentuk warna merah. Asam asetat Esterifikasi menghasilkan bau kuteks Dengan FeCl3 : merah coklat yang hilang pada penambahan asam Digerus dengan KHSO4 : bau cuka 2. Lengkuas (Languitis rhizoma) Adalah rimpang dari Langua galanga (famili zingiberaceae) Isi : minyak atsiri yang mengandung kamfer, sineol dan asam metil sinamat.

88

Sediaan Kosmetika
3. Kayu cendana (Santali lignum) Adalah kayu galih dari dahan, batang dan akar Santalum album (famili Santalaceae) Isi : minyak atsiri, tanin Tanin Analisa kualitatif: Simplisia digerus dan dipanaskan dengan air, kemudian disaring panas-panas. Sebagian kecil filtrat ditetesi larutan Pereaksi FeCl3. Terbentuknya warna biru hitam menunjukan adanya tanin atau polifenol alam. Sebagian kecil filtrat diuji ulang dengan penambahan larutan gelatin 1 %, adanya endapan putih menunjukan bahwa dalam simplisia terdapat tanin. Analisa kuantitatif: Timbang seksama kurang lebih 2 g serbuk, panaskan dengan 50 ml air mendidih diatas penangas air selama 30 menit sambil diaduk, diamkan beberapa menit, enap tuangkan melalui segumpal kapas kedalam labu takar 250 ml, saring sisa dengan air mendidih, saring larutan kedalam labu takar yang sama. Ulangi penyarian beberapa kali hingga larutan bila di reaksikan dengan ferri ammonium sulfat tidak menunjukan adanya tanin. Dinginkan cairan dan tambahkan air secukupnya hingga 250 ml. Pipet 25 ml larutan kedalam labu 1000 ml, tambahkan kalium permanganat 0,1 N ekuivalen dengan 0, 004157 g tanin, lakukan uji blanko. Temu giring ( Curcumae heyneanae rhizoma) Adalah rimpang dari Curcumae heyneanae ( fam. Zingiberaceae) Isi: minyak atsiri tidak kurang dari 1,5 % tanin dan alkaloid kurkumin.

4.

5.

Kapulaga (Cardamomi fructus) Adalah buah dari Amomum cardamomum (fam. Zingiberaceae) Isi: minyak atsiri Kelembak (Rhei radix) Adalah akar dari Rheum officinale atau Rheum palmatum (fam. Polygonaceae) Isi: glikosida antrakuinon. Analisa: Campur 200 mg serbuk simplisia dengan 5 ml asam sulfat 2 N, panaskan sebentar, dinginkan. Tambahkan 10 ml benzen P, kocok, diamkan. Pisahkan lapisan benzen, saring; filtrat berwarna kuning, menunjukan adanya antrakinon. Kocok lapisan benzen dengan 1 ml sampai 2 ml natrium hidroksida 2 N, diamkan; lapisan berwarna merah intensif dan lapisan benzen, tidak berwarna. 7. Kunyit (Curcumae domesticae rhizoma) Adalah rimpang dari tanaman Curcuma domestica(fam Zingiberaceae) Isi: 5 % minyak atsiri dan kurkumin

6.

89

Sediaan Kosmetika
8. Mawar (Rosae flos) Adalah bunga dari tanaman Rosa alba, R.galica, R. damascena Isi: minyak atsiri berisi geraniol, sitronelol dan nerol 9. Akar wangi Adalah akar dari tanaman Andropogon zizanioides (fam Poaceae) Isi : minyak atsiri 10. Kulit kayu manis Adalah kulit kayu dari tanaman Cinnamomum burmani (fam Lauraceae) Isi: minyak atsiri 1-3 %, tanin, dan Ca-oksalat. Analisa : Kalsium oksalat Memberi identifikasi positif dengan ion kalsium dan anion oksalat Anion oksalat + kalsium klorida membentuk kristal amplop warna putih + kalium permanganat kemudian dipanaskan : tak berwarna 11. Kayu angin Berasal dari tanaman Usnea misa-sinensis Isi: asam usnin, dan senyawa depsida seperti asam barbatolat, asam usnetin, dan asam barbatin. Analisa: Asam-asam ini mempunyai struktur yang sangat mirip sehingga identifikasi biasanya dilakukan dengan analisis instrumen HPLC dan GC. 12. Umbi gadung Adalah umbi dari tanaman Dioscoreae hispida (fam Dioscoreaceae) Isi: glikosida diesin, dioskorina 13. Kulit pulasari Adalah kulit batang dan kulit cabang dari tanaman Alyxia reinwarditii Isi: minyak atsiri, asam organik, alkaloid kumarin. Analisa: Asam organik Terdiri dari campuran banyak asam yang strukturnya mirip sehingga pemisahan dilakukan dengan instrumentasi. 14. Pinang Adalah biji Areca catechu (fam Arecaceae) Isi: glikosida arekaidin, arekolin, guvasin, guvakolin, isoguvasin, gula. 15. Jeruk wangi (Citri fructus) Adalah buah dari tanaman Citrus aurantiifolium (fam. Rutaceae) Isi: flavonoid Analisa: Pengenalan flavonoid didasarkan pada reaksi reduksi gugusan karbonil pada lingkar -lakton menjadi gugusan alkohol membentuk senyawa hidroksi yang berwarna-warna tergantung gugusan fungsional yang terdapat dalam lingkar A dan B. Warna yang dapat ditarik oleh amil alkohol. Metode:

90

Sediaan Kosmetika
16. Simplisia dipanaskan dengan campuran logam magnesium dan asam klorida 5 N, kemudian disaring, adanya flavonoid akan menyebabkan filtrat berwarna yang dapat ditarik oleh amil alkohol. Temu kunci Adalah rimpang dari tanaman Boesenbergia pandurata (fam Zingiberaceae) Isi: minyak atsiri 0,06 %-0, 32 %, dan pati (amilum) Daun kemuning Adalah daun dari tanaman Murraya paniculata Isi: minyak atsiri, tanin, glikosida. Biji klabet (Foenigraeci semen) Adalah biji dari Trigonella foenigraecum (fam Papilionaceae) Isi: minyak atsiri, alkaloid, albumin, zat besi (ferrum), minyak lemak. Analisa albumin: o Mengendapkan larutan tanin 1% o Penetapan kadar: Encerkan dengan air secukupnya sampai kadar 5 % b/v, ambil 0,02 ml, masukan dalam tabung pusing berdasar bundar, tambahkan 5 ml air, campur, tambahkan berturut-turut 0,2 ml Na-molibdat, 0,2 ml campuran 1 bagian volume asam sulfat bebas nitrogen dan 30 bagian volume air, kocok. Pusingkan selama 5 menit, buang dekantat. Letakkan tabung terbalik diatas kertas saring sehingga semua cairan terhisap, pada residu tambahkan 3 tetes larutan tembaga sulfat dan 1 ml asam sulfat bebas nitrogen, didihkan 10 nenit. Dinginkan. Tambahkan 1g Na-sulfat anhidrat dan 10 mg selenium. Didihkan lagi 1 jam,dinginkan, pindahkan ke dalam alat sulinh amoniak, tambahkan 6 ml NaOH jenuh, suling selama 7 menit, tampung sulingan dalam campuran 5 ml asam borat jenuh, 5 ml air dan 1 tetes merah metil dalam etanol 95 %, titrasi dengan asam klorida 0,014 N. Kenanga (Canangium flos) Adalah bunga dari tanaman Canangium odoratum Isi :52-55 % alkohol dengan ester-ester (metil benzoat, linalool, terpineol), 33-38% sesquiterpen, terdapat pula fenol-fenol, terpenterpen, aldehid dan aseton. Analisa: + pereaksi King terbentuk warna merah anggur yang tidak tertarik oleh eter/amil alkohol

17. 18.

19.

Alkohol Fenol

+ pereaksi King terbentuk warna merah anggur yang tertarik oleh eter/amil alkohol Aldehid Mereduksi Ag-amoniakal Mereduksi fehling 20. Kulit masoji (Massoiae cortex)

91

Sediaan Kosmetika
Isi: minyak atsiri yang mengandung sinamil aldehid, asam sinamat, eugeunol, zat penyamak(tanin), saprol, terpen. 21. Kaolin Analisa: Kualitatif: Gerus dengan 2 ml air, campuran dapat mengalir. Kuantitatif: Lebur dengan 2g natrium karbonat P, hangatkan sisa dengan 10 ml air, saring, cuci penyaring dengan 5 ml air, kumpulkan filtrat dan cairan cucian. Larutkan sisa dalam 10 ml asam klorida P, larutan menunjukan reaksi aluminium yang tertera pada reaksi identifikasi. Pada kumpulan filtrat dan cairan cucian, tambahkan 3 ml asam klorida P, terbentuk endapan yang menyerupai gelatin. b. Mandi kembang Bahan yang umum digunakan bunga kenanga, bunga mawar, bunga melati, kulit krangean, rimpang temu giring, rimpang kunyit. Kulit krangean Isi: minyak atsiri (dalam buah 5,5% atau lebih) bagian terpenting citrae, citroneale c. Pencegah bau badan Bahan yang umum digunakan daun beluntas, tawas, kapur sirih, dan jeruk nipis. Daun beluntas (Plucheae folium) Adalah daun dari Pluchea indica (fam. Asteraceae) Isi: alkaloid, minyak atsiri. Perawatan rambut dan kulit kepala Sediaan kosmetika tradisional untuk perawatan rambut dan kulit kepala adalah sebagai berikut : a. Pencuci rambut Bahan yang umum digunakan adalah kembang sepatu, daun urangaring. 1. Daun urang-aring Adalah daun dari tanaman Eclipta prostata (fam Asteraceaea) Isi: alkaloid 2. Kembang sepatu Adalah bunga dari tanaman Hibiscus rosasinensis (fam. Malvaceae) Isi : alkaloid hibisetin, zat pahit, lendir. b. Penyubur rambut Bahan yang umum digunakan adalah lidah buaya, kemiri.

3.

1.

Biji kemiri (Aleuritis endosperm) Adalah biji Aleuritas molucana (fam. Euphorbiceae) Isi: sterol/terpen, minyak lemak, protein, gliserin, vitamin B1. Analisa: gliserin

92

Sediaan Kosmetika
Reaksi gula: + asam nitrat, dimasak, menghasilkan aldehid + dioksiaseton. Dinginkan, encerkan, dan dinetralkan dengan natrium karbonat, + luff menghasilkan endapan CuO. Reaksi Cuprifil : + Reaksi Carletti : + 2. Lidah buaya Adalah dried juice dari daun Aloe vera ( fam. Liliaceae) Isi: glikosida antrakinon. c. Pelembut Bahan yang umum digunakan adalah asam jawa, jeruk nipis. Asam jawa Adalah daging buah Tamarindus indica (fam. Leguminosae) Isi: sterol/terpen, saponin, asam sitrat, asam tartrat Analisa: Saponin Saponin adalah senyawa metabolit sekunder dalam tumbuhan yang bersifat dapat membentuk busa, serta dapat menghemolisis sel darah merah. Struktur umumnya merupakan glikosida, yang bila dihidrolisis akan menghasilkan glikon dan aglikon. Struktur glikon saponin umumnya merupakan struktur triterpenoid dan struktur steroid, sehingga ditinjau dari strukturnya, saponin dapat dibagi menjadi saponin triterpenoid dan saponin steroid. Reaksi pengenalan saponin didasarkan pada sifatnya yang mampu memberi busa pada pengocokan yang persisten pada sedikit penambahan asam atau pendiaman. Metode: diatas air, dalam tabung reaksi, simplisia dicampur dengan air dan dipanaskan beberapa saat, kemudian disaring. Setelah dingin filtrat dalam tabung reaksi dikocok kuat-kuat selama lebih kurang 30 detik. Terbentuk busa minimal setinggi 1 cm dan persisten selama beberapa menit serta tidak hilang dengan penambahan asam klorida encer 1 tetes menunjukkan bahwa dalam simplisia terdapat saponin. Asam tartrat Kualitatif: dengan larutan perak tatrat membentuk endapan putih perak tatrat; yang larut dalam larutan tatrat berlebih dalam amonia encer dan dalam asam nitrat encer. d. Sediaan untuk melawan ketombe Bahan yang umum digunakan adalah minyak kelapa asli. e. Penghilang rambut Bahan yang umum digunakan adalah daun sirih dengan merica atau daun sirih. Lada hitam (Piperis nigri fructus) Adalah buah Piper nigrum (fam. Piperaceae) yang belum masak Isi: minyak atsiri yang mengandung felandren, dipenten, kariopilen, enthoksilin, limonen, alkaloida piperina dan kavisina. Daun sirih (Piperis folium)

1.

1. 2.

93

Sediaan Kosmetika
Adalah daun dari Piper bettle (fam Piperaceae) Isi: minyak atsiri mengandung hidroksi kavikol, kavibetol, estragol, eugenol.

f. 1. 2.

Sediaan penghitam rambut Bahan yang umum digunakan adalah minyak kemiri, air perasan biji pepaya yang telah disangrai.

Minyak kemiri (Aleuritis endosperm) Adalah minyak Aleuritas molucana (fam. Euphorbiceae) Isi: gliserida asam lemak (palmitin, stearin, miristin), minyak lemak, protein, vitamin B1, sterol/terpen. Biji pepaya (Caricae semen) Adalah biji dari buah Carica papaya (fam. Caricaceae) Isi: alkaloid glukotropaelin, karpain.

g.

Sediaan untuk menguatkan akar rambut (tonik rambut) Bahan yang digunakan adalah daun pandan, bunga kenanga, kulit jeruk purut, kulit krangean, minyak kelapa, jeruk nipis, telur ayam, dan ginseng.

1. 2.

Ginseng (Panax radix) Adalah akar dari tanaman Panax quinguefolium dan Panax ginseng (fam. Araliaceae) Isi: triterpenoid saponin, glikosida.

Daun pandan (Pandanis folium) Adalah daun dari Pandanus amarylifolius (fam. Pandanaceae). Isi: minyak menguap. Kulit buah jeruk purut (Citri hystricis pericarpium) Adalah bagian luar dari kulit buah citrus hytrix yang masak atau hampir masak (fam rutaceae) Isi: saponin,tanin 1 %, steroid/triterpenoid, minyak atsiri yang mengandung sitral 2 2,5 %. 4. Perawatan mata dan sekitarnya Sediaan kosmetika tradisional untuk mata dan sekitarnya Pencuci mata Bahan yang digunakan antara lain: air rendaman dari daun kelor, daun sirih segar. Daun kelor Adalah daun dari tanaman Moringa pterygosperma (fam. Moringaceae) Isi: alkaloid

a.

1.

b. c.

Penghitam alis Bahan yang digunakan adalah kemiri disangrai lalu ditumbuk. Kompres mata Bahan yang digunakan adalah garam fisiologis dilarutkan dalam air.

94

Sediaan Kosmetika
Maskara Bahan yang digunakan : R/ minyak kelapa Malam Analisa malam : bilangan asam 17-24 bilangan ester 72-79 timbang 1 g, masukkan dalam gelas piala 100 ml +35 ml NaOH 3,5 N. didihkan selama 30 menit, pertahankan volume dengan sesekali menambahkan air, biarkan campuran mendidih selama lebih kurang 2 jam, malam akan memisah, menggunakan cairan jernih, keruh atau tembus cahaya tapi tidak buram, saring campuran dingin dan asamkan filtrat jernih dengan HCl P, cairan tetap jernih atau menunjukkan tidak lebih dari sedikit kekeruhan atau endapan. Kuantitatif: Timbang seksama 1,7 g. larutkan dalam air secukupnya hingga 100 ml. Pada 200 ml tambahkan 30 ml dinatrium edetat 0,005 M dan 100 ml air, panaskan diatas tangas air selama 10 menit, dinginkan, tambahkan 5 g heksamina P. Titrasi dengan timbal nitrat 0,05 M menggunakan indikator 0,4 ml larutan jingga xilanol P. 5. Perawatan mulut dan gigi Kosmetika tradisional yang digunakan untuk perawatan mulut dan gigi :

d.

a. b.

Pelembut bibir Bahan yang digunakan air jeruk nipis. Pemerah bibir Bahan yang digunakan antara lain daun sirih, kapur sirih, gambir, pinang, daun saga, kapulaga, dan cengkeh.

Cengkeh (Caryophylli flos) Adalah kuncup bunga dari tanaman Syzigium aromaticum (fam. Myrtaceae). Isi: 14-20 % minyak atsiri. Kapulaga (Cardommomi fructus) Adalah buah dari Amomum cardamomum (fam. Zingiberaceae). Isi: minyak atsiri. Daun saga Adalah daun dari tanaman Abrus precatorius. Isi: alkaloid glisirisin tidak kurang dari 15 %.

c. d.

Pemutih gigi Bahan yang digunakan biji asam disangrai dan dihaluskan.

Penghilang bau mulut Bahan yang digunakan daun sirih dan jeruk nipis. 6. Perawatan kuku dan kulit dan sekitarnya Sediaan kosmetika tradisional untuk perawatan kuku dan kulit antara lain:

95

Sediaan Kosmetika
a. Pembersih dan pelunak Bahan yang digunakan minyak zaitun dan minyak jarak Minyak jarak (Oleum ricini) Adalah minyak yang diperoleh dari pemerasan dingin biji Ricinus communis. Isi: gliserida asam lemak (asam oleat, asam linoleat, asam dihidrostearat, asam risinoleat, asam palmitat) Minyak zaitun (Oleum olivae) Adalah minyak yang diperoleh dari pemerasan dingin pericarpium buah dari Olea europea.. Isi: gliserida asam lemak (asam oleat, asam palmitat, asam linoleat, dll) b. Pemerah kuku Bahan yang digunakan, kapur sirih, jeruk nipis, dan tawas. Tawas Menunjukan reaksi K, Al, SO4 Sulfat + larutan BaCl2 endapan putih yang larut dalam HCl + larutan Hg(NO)3 endapan kuning + larutan Pb-asetat endapan putih Aluminium + larutan amonium endapan kuning + NaOH endapan putih + larutan ammonium fosfat endapan putih + natrium fosfat endapan putih + natrium karbonat endapan putih c. Penghalus kuku Bahan yang digunakan campuran tepung kanji, tepung beras dan talk. Tepung kanji Adalah pati dari tanaman Manihot utilissima (fam. Euphorbiaceae) Isi: amilum Analisa: Talk Dalam tabung reaksi berisi air, mendaki dinding tabung. Mikroskopik : mengembang di permukaan air. Campur 500 mg dengan lebih kurang 200 mg natrium karbonat anhidrat P dan 2 g kalium karbonat anhidrat dengan sempurna, dinginkan. Pindahkan kedalam cawan dengan pertolongan lebih kurang 50 ml air panas, tambahkan asam klorida P hingga pembuihan berhenti, tambahkan lagi 10 ml asam klorida P. uapkan diatas tangas air hingga kering, dinginkan, tambahkan 20 ml air, didihkan, saring, sisa adalah silika. Pada filtrat tambahkan lebih kurang 2 g ammonium klorida P dan 5 ml ammonia encer P, jika terjadi endapan, tambahkan larutan natrium fosfat P, hingga terjadi endapan hablur putih ammonium magnesium fosfat.

96

Sediaan Kosmetika
Kosmetika tradisional berisi bahan-bahan alam yang mengandung banyak sekali senyawa-senyawa dengan struktur yang mirip dan sifat kimia yang hampir sama, dengan kadar yang kadang-kadang sangat kecil, sehingga pada umumnya untuk analisa kualitatif dan kuantitatif digunakan instrumen antara lain : HPLC dan GC. A. HPLC Adalah analisa zat dengan instrumen yang merupakan kromatografi kolom dengan menggunakan : Kolom dengan i.d kecil; umumnya 4,6 mm. Tekanan tinggi, mencapai 400 bar. Ukuran partikel fase diam (pendukung) kecil 3 10 m. Keuntungan: Efisiensi pemisahan tinggi Selektifitas tinggi Otomatisasi Kemudahan injeksi, deteksi, pengolahan data Sampel: Cairan Padatan yang dilarutkan Labil terhadap pemanasan Cara kerja: 1) Sistem diperiksa dan dicek untuk meyakinkan apakah sistem pengalir pelarut dapat disambungkan dengan baik dan apakah kolom yang tepat telah dipasang. 2) Hidupkan pompa dengan pengatur aliran dipasang pada laju aliran yang tepat.. 3) HPLC dilakukan pada suhu kamar. 4) Memeriksa aliran fase gerak. 5) Menghidupkan tenaga listrik ke detektor. 6) Menyaring cuplikan, laju diinjeksikan ke kolom. 7) Merekam puncak pada integrator data. B. KROMATOGRAFI GAS (GC) Pada GC komponen yang akan dipisahkan dibawa oleh gas lembam (gas pembawa) melalui kolom, campuran cuplikan terbagi diantara gas pembawa dan pelarut tak atsiri (fase diam), yang terdapat pada zat padat dengan ukuran tertentu (penyangga padat). Pelarut ini akan menahan komponen secara selektif berdasarkan koefisien distribusinya sehingga terbentuk sejumlah pita yang berlainan pada gas pembawa, pita komponen ini meninggalkan kolom bersama aliran gas pembawa dan dicatat sebagai fungsi waktu oleh detektor. Keuntungan: kolom terus menerus dipulihkan oleh fase gas lembam, komponen cuplikan terpisah sempurna sehingga penetapan kadar mudah, waktu analisa pendek, dalam satu kali pengukuran diperoleh analisis kualitatif dan kuantitatif. Daftar Pustaka

97

Sediaan Kosmetika
Hadiningrat, BRA Mooryati Soedidibyo. 1984. Traditional Medical Philosophy. Surabaya, Mustika Ratu. Hadiningrat, BRA Mooryati Soedidibyo. 1998. Alam Sumber Kesehatan : Manfaat dan Kegunaannya. Balai Pustaka, Jakarta. Hadijoewono, R. Maria Sutarto. 2000. Sehat dan Ayu dengan Ramuan Tradisional Jawa. Gramedia, Jakarta. Ariyanti. 1990. Mengatasi Rambut Rontok dengan Bahan-bahan Alami. PR 16 Juni 1996.

BAB IV SEDIAAN KOSMETIKA PERAWATAN KULIT DAN MAKE UP (bukan untuk mata)

98

Sediaan Kosmetika
Beserta Analisis Kimianya SEDIAAN KOSMETIKA PERAWATAN KULIT Pendahuluan Kulit merupakan bagian terbesar dari tubuh manusia, yang berfungsi melindungi organ tubuh dalam dari efek-efek lingkungan yang merusak kulit. Karena itu, sangatlah penting untuk menjaga kesehatan kulit dari efek-efek lingkungan yang merusak. Pada dasarnya kulit kita terdiri dari 3 lapisan. Lapisan kulit yang paling luar atau disebut epidermis hanya mempunyai ketebalan 0,2 mm dan disangga oleh lapisan di dalamnya, yaitu dermis dengan ketebalan 2 mm. Epidermis terdiri dari beberapa jenis sel, yang mempunyai tugas/kemampuan yang besar untuk mengangkat sel-sel yang rusak pada lapisan ini. Dlm keadaan normal dan ideal, sel-sel kulit yang sehat membentuk jaringan-jaringan penyangga yang sehat (kolagen) yang diperlukan untuk menjaga elastisitas dan kehalusan kulit. Jaringan penyangga pada lapisan dermis akan menghasilkan melanin yang sehat dan berwarna cerah yang akan menjadikan kut wajah cerah,sehat dan segar berseri. Namun ketika lingkungan kita berubah, berbagai pengaruh luar dan faktor usia dapat mempengaruhi penampilan kulit, antara lain : 1. Pengaruh sinar matahari Yang dapat menyebabkan kulit menjadi rusak, pigmentasi, penuaan dini bahkan kanker kulit. Lapisan epidermis kerap terkena langsung sinar matahari, polusi dan zat-zat renik yang tidak terlihat. Radiasi dari sinar UVA yang mengandung radikal bebas dan zat-zat oksidan menghasilkan pengaruh buruk pada jaringan epidermis sehingga menyebabkan terjadinya penuaan dini, sedangkan radiasi UVB berpengaruh buruk pada lapisan epidermis kulit yang menyebabkan kulit seperti terbakar, hiper pigmentasi, bahkan dapat memicu timbulnya kanker kulit. 2. Pengaruh AC Yang dapat menyebabkan kekeringan atau dehidrasi kulit yang bila dibiarkan akan mengakibatkan kulit kering mengelupas dan berkurangnya kelembaban. 3. Pengaruh usia atau hormonal Seiring dengan bertambahnya usia, kadar elastisitas kulit pun cenderung menurun. Cara menghindarinya adalah dengan memberi nutrisi pada kulit seperti vitamin A, B, C, D, E, K, mineral dari extract tumbuhan , collagen dll.

Umur

Tabel: Perubahan Kulit Seiring Dengan Waktu Fisiologi Penampilan

99

Sediaan Kosmetika
< 15 Kulit bisa dibilang dalam keadaan hampir sempurna. Tekstur halus, pori-pori kecil. Jerawat akan bermunculan. Garis wajah mulai muncul, tetapi tidak menetap, pori-pori kulit membesar. Kerutan halus (fine lines) mulai muncul, kerutan mulai terlihat. Tanda awal kulit di sekitar sudut mata mulai kendur. Elastisitas sedikit berkurang. Jerawat dewasa. Semakin banyak kerut, tekstur kulit menjadi kasar. Warna pucat kekuning-kuningan mulai muncul. Pori-pori dan noda hitam membesar dan semakin jelas. Kulit di sudut mata dan leher semakin kendur. Kerut dan garis halus semakin banyak. Warna kulit tidak merata, pigmentasi. Kulit semakin kendur. Lingkaran hitam di sekitar mata. Kemampuan kulit memperbaiki sel-sel yang rusak masih bagus. Aktivitas kelenjar sebaceoas rendah. Kadar air dalam kulit bagus. Aktivitas kelenjar sebaceous tinggi. Sedikit penurunan pada proses perbaikan dermis. Sistem kekebalan tubuh dan ikatan kolagen, Penyerapan air mulai berkurang, Penurunan proses perbaikan dermis menyebabkan kurangnya kolagen dan meningkatnya kerusakan jaringan. Kulit mulai mengalami dehidrasi yang cukup berpengaruh. Penurunan proses perbaikan dermis dan kekebalan tubuh yang cukup tajam. Degenerasi dermis berlanjut, kolagen dan elastin berkurang. Ikatan antar lapisan kulit semakin menurun. Epidermis dan lapisan tanduk menipis. Kulit cenderung menjadi kering. Kerusakan kolagen dan elastin berlanjut. Produksi sebum sangat berkurang. Produksi melanin meningkat.

15-25

25-45

45-55

55-

Memilih Kosmetik Sesuai Jenis Kulit Seseorang sebaiknya terlebih dahulu mengenali jenis kulitnya sebelum memutuskan memakai kosmetik tertentu. Seringkali seseorang memilih kosmetika tanpa mempertimbangkan efek sampingnya terhadap kulit. Pemilihan itu sangat berhubungan dengan fungsi kulit untuk manusia. Kulit berfungsi antara lain melindungi tubuh terhadap kehilangan cairan, masuknya bahan beracun dan mikroorganisme serta kerusakan akibat radiasi sinar ultraviolet dan kekuatan mekanis (benturan). Dilihat dari tipenya, kulit terbagi atas tiga jenis dengan ciri yang berbeda: 1. Kulit normal Kulit tipe ini biasanya tidak memiliki kelainan, apabila diraba terasa lembut, pori-pori terlihat meskipun tidak lebar-lebar. Namun demikian seiring dengan

100

Sediaan Kosmetika
berjalannya waktu, kulit akan mengalami perubahan. Untuk kulit normal tidak diperlukan perawatan khusus. Yang diperlukan adalah mempertahankan keseimbangan kulit agar selalu berfungsi secara nornal. Pakailah pembersih tanpa sabun syndet, pelembab dalam bentuk campuran air dan minyak dan jangan dilupakan, selalu melakukan perlindungan untuk kulit berupa pemakaian produk tabir surya. Kulit kering Terlihat kering, bersisik halus, keriput, tidak lentur, pori-pori hampir tidak kelihatan, kasar dan kadang pecah-pecah. Jenis kulit ini terbagi dua : Kulit kering karena faktor lain Terkadang kulit itu sebelumnya normal atau berminyak. Kulit menjadi kering akibat pengaruh lingkungan, seperti terpapar sinar ultraviolet, hawa panas, hawa dingin, angin yang mengeringkan , pemakaian bahan detergen atau pengobatan tertentu. Kulit kering alamiah, terbagi atas : Kulit kering yang ada hubungannya dengan penyakit (patologis), dimana terdapat kelainan genetik dalam proses pembentukan kulit, seperti terlihat pada penyakit kulit bersisik (ichtyosis). b. Kulit kering yang tidak ada hubungannya dengan penyakit (tidak patologis), yang dipengaruhi faktor luar, seperti yang terlihat pada kulit orang tua atau seseorang dengan kekeringan kulit ringan. Untuk kulit kering, sebelum dilakukan perawatan perlu ditentukan dulu apakah termasuk tipe patologis atau tidak patologis. Oleh karena tipe ini sering termasuk sensitif, maka pembersihan kulit dilakukan dengan memakai sabun yang tidak mengandung soda, atau susu pembersih, atau pembersih dengan bahan dasar minyak. Dibutuhkan krim pelembab, baik saat di rumah atau di luar rumah. Kulit berminyak Timbul saat pubertas dan hanya terjadi pada bagian atas yang mengandung kelenjar sebasea dalam jumlah besar. Jenis kulit berminyak ini ada dua : a. Kulit berminyak ringan Biasanya dialami remaja dan dewasa muda. Ciri-cirinya, kulit menebal, mengkilat, terutama pada dahi dan hidung. Pada kasus yang menyolok, pori-pori terlihat lebar (kerosis). b. Kulit berminyak jelas secara klinis Biasanya diikuti dengan penyakit, seperti akne dan dermatitis seborik yang ditandai adanya bercak menimbul warna merah, sisik yang berminyak, kerutan di daerah batas rambut, alis mata, lipatan hidung, dagu dan daerah dada. Seseorang dengan kulit berminyak membersihkan kulitnya beberapa kali dengan sabun, air hangat atau dengan susu pembersih. Kemudian sisa minyak dibersihkan dengan toner atau astringens. Jika diperlukan dapat juga menggunakan pengelupas kulit atau masker. Kulit tipe ini tidak memerlukan krim pelembab. Namun demikian pemakaian tabir surya dibutuhkan jika melakukan aktivitas di luar ruangan.

2.

a.

3.

101

Sediaan Kosmetika
Tipe kulit seseorang tidak dapat diubah, tetapi perlu dirawat secara teratur sesuai dengan tipe kulitnya masing-masing. Perawatan tersebut antara lain dengan menggunakan kosmetik. Definisi Sediaan perawatan dan pembersih kulit merupakan sediaan yang digunakan untuk maksud perawatan kulit agar kulit menjadi bersih dan sehat, terlindung dari kekeringan dan sengatan cuaca, baik panas matahari maupun dingin, dan nampak segar dengan tekstur kulit yang lembut dan menarik. Umumnya sediaan kosmetik perawatan kulit berupa krim yaitu suatu produk emulsi yang secara fisik dapat memiliki banyak bentuk, mulai dari bentuk cair sampai nyaris padat. Sediaan krim dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor korelasi, faktor tersebut dapat ditanggulangi dengan berbagai faktor dalam metode pembuatannya, biasanya parameter yang digunakan berupa kekentalan, kerapatan, dan sebagainya yang dihubungkan dengan fungsinya seperti pembersih, pemberi nutrisi kulit dan sebagainya. Setiap krim dipengaruhi oleh berbagai faktor : 1. Fungsi Krim yang termasuk dalam kelompok yang dipengaruhi fungsi, dibuat berdasarkan pemakaiannya, contohnya krim tangan dan tubuh (hand and body lation), vanishing cream, krim malam dan krim urut (night cream and massage cream), krim pembersih (cleansing cream), krim dingin (cold cream) dan krim serbaguna (all-purpose cream). 2. Penampilan fisik Krim tidak hanya diklasifikasikan dari bentuk cair atau padatnya saja, tetapi dideskripsikan dari lembutnya, kekakuannya, tebal tipisnya krim tersebut. 3. Tipe emulsi Setiap krim dapat dibuat dengan tipe miyak dalam air atau air dalam minyak, hal ini dipengaruhi oleh dimana krim tersebut digunakan. 4. pH krim Bila krim tersebut termasuk tipe minyak dalam air maka pH krim tersebut harus meliputi pH seluruh sediaa. Jika tipe air dalam minyak maka harus terdispersi dalam 50% etanol. Penggolongan Sediaan kosmetika perawatan kulit digolongkan sebagai berikut :

1.

Perawatan kulit wajah (face care), meliputi : 1.1. Pembersih

1.1.1. Krim Pembersih (cleansing cream) I.2 Susu Pembersih (cleansing milk) I.3 Krim Penghapus (vanishing cream)
2. Penyegar 2.1. Tonik Kulit 2.2. Losio pengencang 2.3. Astringent Cream

102

Sediaan Kosmetika
2.4 Krim nutritif, Krim urut, krim Pelembut 2.5 Krim Antikerut 2.6 Masker

II.

Perawatan Kulit Tubuh (Body Care), meliputi : Krim tangan dan krim tubuh (Hand and Body Cream) PERAWATAN KULIT WAJAH (FACE CARE) Saat ini tubuh bugar sangat populer. Membangun dan menjaga tubuh untuk tetap selalu kuat dan bugar merupakan perhatian setiap orang. Tetapi banyak orang yang tidak memperhatikan kebugaran wajahnya. Para ahli kecantikan kebanyakan juga kurang tanggap terhadap prosedur atau penatalaksanaan perawatan wajah. Umumnya mereka hanya melakukan tindakan yang sesuai dengan apa yang mereka baca dari buku panduan, tanpa memahami benar efek dari setiap gerakan yang dilakukannya. Manfaat perawatan wajah akan diperoleh bila sasaran tindakan sesuai dengan struktur anatomis dari otot-otot wajah. Setiap otot wajah masing-masing mempunya fungsi sendiri sehinga setiap gerakan yang dilakukan pada wajah harus sesuai dengan fungsi otot yang mendasarinya. Misalnya, otot frontalis pada dahi mempunyai serabut otot yang menuju ke arah atas dan berfungsi untuk mengerutkan kening dan menaikan bulu mata. Dengan demikian tindakan perawatan yang dilakukan (terutama tindakan masase pada daerah tersebut) harus sesuai dengan arah ototnya sehingga tidak menyebabkan kerutan atau otot menjadi kendor. 1.1 Pembersih Pembersihan kulit wajah merupakan tindakan paling penting untuk menjaga kebugaran wajah dengan tujuan menghilangkan sel-sel kulit yang mati, debu, kotoran dan sisa-sisa make up yang menempel pada kulit wajah tersebut. Untuk mendapat hasil yang baik, proses pembersihan wajah sebaiknya dilakukan dengan menggunakan produk kosmetik pembersih yang sesuai dengan umur dan jenis kulit seseorang. Pembersihan wajah juga berfungsi sebagai persiapan kulit wajah untuk mendapatkan tindakan perawatan lebih lanjut. Pembersihan kulit wajah dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti pembersihan manual menggunakan Cleansing cream atau cleansing milk (simple cleansing) dan pembersihan pori-pori kulit lebih dalam (deep pore cleansing) dengn menggunakan suatu peralatan listrik berupa sikat listrik atau galvanic desincrustation. Bahan yang dipilih untuk digunakan sebagai pembersih adalah bahan yang mampu membersihkan kotoran atau make up sesuai jenis kulit, memiliki bentuk yang tepat sehingga dapat digunakan dengan mudah, menimbulkan rasa nyaman pada kulit baik yang berfarfum lembut maupun tanpa farfum, dan harganya ekonomis. Kulit wajah sangat sensitif sehingga pembersihan yang dilakukan harus tepat dan benar serta sesuai dengan tata cara yang berlaku. Berikut adalah tata cara pembersihan kulit wajah yang benar :

1.

103

Sediaan Kosmetika
1. 2. 3. Pada tindakan manual, lakukan gerakan yang benar dan hindari rangsangan yang terlalu berlebihan pada kulit Pada bagian tengah dahi, hidung, dan dagu lakukan gerakan beberapa kali karena di daerah terdebut banyak terdapat kelenjar minyak dan sering mengalami sumbatan Pembersihan wajah yang baik adalah yang dapat menghilangkan semua kotoran yang menempel pada permukaan kulit, merangsang aliran darah balik pada permukaan kulit, menyebabkan perubahan warna kulit, dan meningkatkan temperatur permukaan kulit Lakukan gerakan effeleurage secara berkesinambungan dengan tekanan yang seragam dan berirama, tujukan perhatian pada daerah ber- make up dan pada daerah dengan distribusi kelenjar lemak kulit yang banyak. Telapak tangan harus melakukan kontak sebanyak mungkin dengan kulit wajah Pada daerah sensitif (di atas pipi,mata dan tenggorokan) hindari penekanan berat, gerakan yang cepat, dan lakukan pengulangan penekanan secara bergantian Banyaknya jari tangan yang digunakan pada gerakan tergantung luas daerah yang dibersihkan.

4. 5. 6. 7.

1.1.1 Krim Pembersih (cleansing cream) Sejarah Dahulu krim dingin digunakan sebagai cleansing cream dengan penambahan berbagai zat. Secara fisik krim dingin memiliki massa yang lebih berat, pemakaian yang lebih rumit, dan tidak stabildibandingkan dengan cleansing cream. Penemuan krim ini dilakukan oleh Galen, seorang ahli pengobatan Romawi pada abad pertengahan. Menurut Galen, pada waktu mengeringkan malam/lilin harus dengan hati-hati yaitu dengan dicairkan dalam mortir dengan tiga atau empat bagian minyak zaitun kemudian didinginkan lalu ditambahkan air sebanyak yang diperlukan ke dalam massa tersebut. Sediaan ini mudah digunakan, memberikan rasa dingin yang menyenangkan selama penggunaan serta melembutkan kulit dengan baik. Krim pendingin termasuk dalam tipe krim air dalam minyak. Pada akhir abad ke-19 formulanya digunakan boraks yang direaksikan dengan asam lemak bebas yang terkandung dalam beeswax untuk membentuk sabun natrium sehingga terbentuk sediaan yang stabil. Berbagai variasi penggunaan boraks dalam formula krim : 1. Beeswax 18-20%, minyak almon atau parafin cair 60-61%, boraks 1% 2. Beeswax 13%, minyak almon atau parafin cair 53-55%, boraks 0-5% 3. Beeswax 12%, spermaceti 12%, minyak almon 56%, boraks 0-5%. Formulasi yang diberikan oleh Galen telah mengalami perkembangan menjadi formula yang lebih kompleks yang dikenal dengan krim pembersih dan krim pendingin yang mana dalam penggunaanya dapat dikombinasikan.

104

Sediaan Kosmetika
Fungsi Fungsi utama dari cleansing cream dan lation adalah untuk mengangkat sisa-sisa make up, kotoran dan minyak dari kulit leher. Formula cleansing cream dan lotion yang baik dapat dengan cepat mengangkat kosmetik yang digunakan seperti bedak muka, pemerah pipi, dasar bedak, cake make up, dan lipstik. Penggunaan cleansing cream memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan menggunakan sabun pembersih karena bahan kimia natural lebih cepat terangkat dengan menggunakan cleansing cream. Selain itu cleansing cream merupakan faktor iritasi yang sangat kecil. Cleansing cream yang modern dapat menjaga keseimbangan kulit dengan meninggalkan lapisan emollient (pelembut) pada kulit yang menjaga kulit dari kekeringan. Beberapa zat tambahan dapat diberikan pada krim pembersih agar menjadi formula yang lebih baik, seperti pelembut, pelumas dan pelindung. Terdapat beberapa zat yang dapat digunakan sebagai pembersih muka, seperti air, campuran larutan gasoline dan terpentin, minyak mineral, sabun dan deterjen sintetik. Air adalah zat yang baik digunakan sebagai cleaning agent dan dapat mengangkat kotoran-kotoran yang larut dalam air. Permukaan kulit yang normal bermuatan elektrostatik negatif, dan berbagai macam partikel termasuk bakteri, juga bermuatan negetif. Oleh karena itu dalam air , partikel-partikel ini dapat dibuang. Untuk membersihkan partikel-partikel yang berminyak, perlu digunakan larutan atau proses emulsifikasi. Sabun dan deterjen sintetik dengan penambahan air akan membentuk emulsi yang dapat mengangkat kotoran. Kerja krim pembersih pada umunya membentuk ikatan antara larutan minyak mineral dengan kotoran-kotoran pada permukaan kulit. Syarat-syarat Krim pembersih : 1. Kotoran harus dapat ditarik oleh air dan minyak yang ada dalam formula. 2. Meleleh atau menjadi lembut pada pemakaian di wajah 3. Krim dapat disebarkan pada permukaan kulit dengan mudah. 4. Aksi fisik pada kulit 5. Lapisan krim yang tertinggal harus melembutkan dan mencegah kekeringan Syarat-syarat krim pendingin : 1. Mempunyai kemampuan untuk melembutkan 2. Memberi rasa dingin selama penggunaan 3. Sisa minyak yang tertinggal di permukaan kulit tidak menutupi pori-pori Terdapat lima jenis tipe krim berdasarkan komposisinya, yaitu : 1. Krim padat berminyak dengan kandungan minyak tinggi 2. Krim padat berair dengan kandungan minyak sedang 3. Krim cair berair dengan kandungan minyak rendah 4. Krim cair berair dengan kandungan minyak sedang 5. Krim cair berminyak dengan kandungan minyak sedang

105

Sediaan Kosmetika
Krim padat berminyak dengan kandungan minyak tinggi Krim dingin yang ditemukan oleh Galen termasuk pada tipe ini. Sistem emulsi dalam jenis ini berdasarkan beewax-boraks. Beewax adalah campuran kompleks dari ester lemak, asam, alkohol dan hidrokarbon. Pada waktu larutan borks dicampur dengan akan terbentuk garam Na asam wax diantara permukaan minyak dan air sehingga tegangan antar muka menjadi turun dan terbentuk emulsi. Pada sistem beewax-boraks digunakan digunakan jumlah boraks yang lebih sedikit untuk menetralkan asam lemak bebas dan beewax sehingga menghasilkan krim yang stabil. Contoh formula: Beeswax .5% Minyak mineral 45% Wax parafin .10% Wax mikrokristalin .. 7% Boraks ..0,2% Air 32,8% Parfum ..qs Pengawet ...qs Krim beeswax memiliki aroma yang spesifik dan biasanya digunakan dengan parfum mawar. Formulasi yang menggambarkan penggunaan zat pengemulsi non-ionik yang tidak menggunakan beeswax tetapi dengan menambahkan magnesium sulfat. Contoh formula: Petroleum .35% Minyak mineral 15% Parafin wax ...5% Lanolin ..3% Ceresin .....5% Arlacel 83 ..4% Larutan sorbitol 70% .2,5% MgSO4 ...0,2% Air, parfum, dll ..add 100% Pada krim parat berminyak dengan kandungan minyak tinggi dapat digunakan metode lain yaitu dengan mengganti beewax dengan sabun seperti trietanolamin stearat sebagai zat pengemulsi. A. Krim padat berair dengan kandungan minyak sedang Dari krim padat berair dengan kandungan minyak tinggi hanya diperlukan satu langkah lagi untuk mendapatkan krim krim yang lebih ringan dengan kandungan minyak sedang pada formula ini beeswax digantikan dengan pengemulsi anionik atau non ionik.

106

Sediaan Kosmetika
Contoh formula: Minyak mineral ..30% Asam stearat ...10% Trietanolamin ..2% Karbopol 939 ...0,5% Air 57,5% Parfum dan pengawet ...qs Pada formula di atas digunakan trietanolamin stearat sebagai zat pengemulsi dan turunan hidrokoloid sebagai pengental. B. Krim cair berair dengan kandungan minyak sedang atau rendah. Lebih dari setengah sedian krim pendingin dan pembersih termasuk dalam krim cair dan 75% dari krim cair termasuk dalam kelompok ini. Perubahan viskositas selama penyimpanan menjadi masalah dalam pembuatan krim cair. Besarnya viskositas dapat divariasikan dengan menyesuaikan jumlah dan jenis zat pengemulsi. Kestabilan selama penyimpanan dapat mempertinggi viskositas tetapi harus tetap dijaga agar tetap bisa mengalir. Contoh formula: Minyak mineral ..10% Setil alkohol 0,5% Asam stearat 3% Trietanolamin ..1,8% Air 84,7% Parfum dan pengawet ..qs C. Krim cair berminyak dengan kandungan minyak sedang Hanya ada beberapa yang termasuk kategori ini karena produk ini sulit dibuat dan mengandung lebih dari 40% fase minyak. Zat pengemulsi yang biasa digunakan adalah sorbitan oleat atau turunan lanolin. I.1.2. Susu Pembersih Susu pembersih adalah sediaan padat berupa emulsi kental yang mengandung air kurang lebih 60 %, tujuannya untuk pemakaian luar, bentuk ini lebih encer dari krim. Biasanya dikenal sebagai Laits de Beaute, Laits de Tiollete. Sediaan ini mengandung larutan sabun dalam air dengan penambahan gliserin, ekstrak hazel dan air mawar dan setelah ini ditambahkan tinktur alkohol dari gom sepeti gom benzoin. Penambahan tinktur alkohol ini ke fase air diendapkan dalam bentuk dispersi halus sehingga memberikan bentuk susu pada larutan. Contoh formula : Minyak mineral.10 Setil alkohol...6,5 Asam stearat3 Trietanolamin 1,8 Air.84,7

107

Sediaan Kosmetika
Analisis Minyak mineral Didihkan 15 tetes zat uji dengan 10 ml larutan KOH p 8% b/v dalam etanol (90%)p selama 2 jam, larutan harus tetap jenih. Encerkan dengan 50 ml air, larutan harus tetap jernih ( FI III, hal 21 ) Setil alkohol 1 bagian zat + asam stearat 20 bagian dipanaskan di water bathlarut + kromat hijau Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dianalisis dengan cara kromatografi gas . Larutan kesesuaian system : timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal . Uji kesesuaian system : suntikkan 2 mikroliter larutan kesesuaian system dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol : tidak kurang dari 4,0 . Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang , masing masing sekitar 1,5 % terhadap rata rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan . Sistem kromatografi : kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisasinyala dan kolom 2m X 3m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA . Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa . Prosedur : suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak . Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol . Asam stearat bilangan iodium tidak lebih dari 4 suhu lebur tidak lebih dari 54

jika dibakarbau malam bereaksi asam pada tes lakmus zat + HCl dilatasi jenuh + tetes minyak pada permukaan dinginkan padat larutan + NaOH lalu dikocok agak berbusa pada pengenceran. Trietanolamin Pada 1 ml + 0,1 ml tembaga (II) stearat warna biru tua + % ml NaOH 1N dan pekatkan dengan mendidihkan hingga 1/3 vol semla biru tetap Pada 1 ml + 0,3 Co (III) Nitrat merah karmin Panaskan hati-hati dalam tabung reaksi terjadi uap yang membirukan lakmus merah basah

108

Sediaan Kosmetika
Reaksi Parri : + Zat + Co (NO3)2 + NH4OH warna ungu Zat + AgNO3 dipanaskan di waterbath selama 2 menit cincin merah Larutan zat + sedikit garam Co + beberapa tetes NaOH ungu intersip panaskan biru ungu kemudian kuning kotor.

1.1.3. Krim Penghapus ( Vanishing Cream ) Vanishing Cream adalah sediaan kosmetika untuk kulit yang berfungsi sebagai penghilang kotoran, membersihkan dengan cepat sehingga membuat kulit bersih dan bercahaya. Formula vanishing cream didasarkan pada kualitas yang tinggi dan asam stearat sebagai fase minyak. Vanishing cream ini harus mempunyai fase minyak yang meleleh diatas suhu tubuh dan mengkristal pada bentuk yang sesuai sehingga dalam penggunaannya tidak terlihat dan memberikan lapisan yang tidak berminyak, lebih dari itu dapat memberikan penampilan yang menarik pada produknya. Pengemulsi yang digunakan in situ dengan penambahan alkalis atau basa, untuk menetralisir jumlah asam lemak bebas, yang biasa digunakan sebanyak 20-30%. Contoh formula : Asam stearat15 % KOH0,7% Gliserin..8 % Air76,3 % Parfum dan pengawet..qs Analisis Asam Stearat Telah dijelaskan diatas KOH ( Kalium Hidroksida ) larutan 4 % b/v memberikan reaksi terhadap Kalium : + Heksanitritokobaltat ( III ) Na3[Co(NO2)6] end. Kuning + Larutan asam tartrat H2C4H4O6 end kristalin putih + Larutan asam perklorat HClO4 end kristalin putih + Asam Heksakloroplatinat ( IV) H2[PtCl6] end kuning + tes nyala ungu Gliserin panaskan dengan Kalium Bisulfat : terjadi uap merangsang jika dibakar dengan sedikit Na-tetraborat p diatas nyala api, terjadi nyala hijau. Kuantitatif . Timbang seksama 400 mg , masukkan ke dalam gelas piala 600 , encerkan dengan 50 ml air , tambahkan biru brom LP dan asamkan dengan H2SO4

109

Sediaan Kosmetika
0,2 N sampai terjadi warna hijau yang mantap atau kuning kehijauan . Netralkan dengan NaOH 0,05 N hingga titik akhir berwarna biru mantap tanpa warna hijau . I.2. Penyegar I.2.1. Tonik kulit Tonikum kulit wajah ( face tonic ) digunakan untuk membersihkan dan menjaga kulit wajah dan mengandung beberapa zat yang diklaim mampu merangsang kulit wajah. Preparat ini harus menyegarkan dan mendinginkan kulit sehingga cocok apabila disebut sebagai penyegar kulit. Kandungan sediaan tonik kulit sama halnya dengan losio pengencang, dengan dasar alkohol, eau de cologne dan hazel witch. Sedikit borax dan alkali lemah serta larutan kamfer juga dapat ditambahkan. Larutan kamfer dengan kekuatan 1 : 1000, dapat mendilatasi jaringan kulit serta memberikan efek stimulasi. Jika diinginkan dapat ditambahkan sari buah. Beberapa tinktur seperti tinktur sage atau arnica, dapat ditambahkan pada sediaan untuk memperkuat efek tonik. Tinktur sage dapat memberikan kesegaran bagi kulit, sedangkan tinktur arnica dapat memberikan rasa yang enak pada kulit. Jika diinginkan dapat ditambahkan mentol pada sediaan ini dengan jumlah tidak lebih dari 0,2 % untuk memberikan efek yang menyejukan Contoh formula : Alkohol20 % Air bunga jeruk30 % Air mawar30 % Kalium Aluminium Sulfat0,5 % Air19,5 % Pengawet..qs Analisis Alkohol 95 % ( etanol 95 % ) Zat mereduksi pada 20 ml + 1ml Kalium Permanganat 0,01 N. biarkan pada suhu 200 selama 10 menit terlindung dari cahaya, warna larutan tidak hilang sempurna. Dengan cara kromatografi gas- cair ( FI III hal 65 ) Kalium alumunium sulfat ( KAlSO4) * Kalium + eksanitritokobaltat ( III) Na3[Co(NO2)6] end kuning + larutan asam tartrat H2C2H4O6 end kristalin putih + larutan asam perklorat end kristalin putih + asam heksakloroplatinat (IV) H2(PtCl6) end kuning + tes nyala : kuning keemasan * Al + Larutan amonium end putih seperti gelatin + NaOH end putih + Larutan Amonium sulfat end putih + Na-Posfat end putih + Na-Karbonat end putih

110

Sediaan Kosmetika
* SO4 + Larutan Barium klorida end putih yang tidak larut dalam HCl p + Larutan Timbal ( II ) asetat end putih yang larut dalam larutan amonium asetat dan dalam natrium hidroksida 1.2.2. Losio Pengencang ( Astringent Lotion ) Astringent lotion merupakan sediaan kosmetik yang baik digunakan untuk perawatan bagi kulit berminyak, serta dapat menghilangkan atau mengurangi keriput pada kulit. Keriput disebabkan karena hilangnya atau berkurangnya elastisitas kulit akibat degenerasi kulit. Astringent lotion bekerja dengan cara memperkecil atau menciutkan poripori kulit. Sediaan ini digunakan setelah penggunaan krim atau cleansing lotion ( pembersih), kemudian diikuti oleh penggunaan make up pada wajah. Pada perawatan kulit, astringen juga dapat digunakan untuk memperbaesar pori-pori, namun akibatnya folikel-folikel rambut akan terbuka. Astringent lotion juga dapat disebut sebagai antiprespirant ringan, karena didalamnya terkandung garam-garam alumunium, potasium alam, dan garamgaram zinc, sulfat atau fenol sulfonat. Pada beberapa astringent lotion juga terkandung alkohol, dimana jika jumlahnya melebihi 20 % maka akan menyebabkan rangsangan pada kulit wajah pada sengatan. Air aromatik sebagai pengaroma seperti air bunga mawar dan air bunga jeruk juga sering ditambahkan. Komposisi lain yang dapat ditambahkan ialah kamfer, tincture benzoin, tinture sage dan ekstrak destilasi dari hazel. Contoh Formula : Potasium alumunium sulfat...1 % Zinc Sulfat...0,3 % Gliserin...5 % Air mawar.50 % Air..43,7 % Pengawet..qs Analisis : Potasium + Tes Nyala dengan kawat platina : nyala kuning + larutan kalium antimonat P , terbentuk hablur putih perlahan-lahan Alumunium, Sulfat dan Gliserin telah dituliskan diatas 1.2.3. Krim Pengencang ( Astringent Cream ) Sediaam krim astringent sama halnya dengan anti presipirant, namun untuk penggunaan pada wajah, krim astringent mengandung zat yang lebih lembut atau astringent yang lebih kuat dengan kadar lebih rendah. Astringent ringan bisa dibuat dengan cara mengganti bagian air dengan minyak kemiri atau menggunakan emulsi non-ionik. Sebelum digunakan, sediaan ini diuji terlebih dahulu pada kulit, untuk meyakinkan bahwa krim ini tidak terlalu keras untuk kulit wajah. Efek krim astringent yang sangat lembut ini diberikan oleh adanya kandungan air dan ekstrak hazel witch atau emulsifier non-ionik. Fase airnya

111

Sediaan Kosmetika
mengandung larutan encer dari zinc fenolsulfonat, atau potasium alumunium sulfat. Contoh formula : Propilen Glikol Monostearat... 12 % Isopropil miristat... 1% Ekstrapon VC ( Dragoco ) 1% Setil alkohol. ........ 3% Sorbitol 70 %... ........ 5% Ekstrak minyak kemiri........ 10 % Aquades........... 67,6 % Parfum.......... 0,4 % Analisis Propilen Glikol Analisis Kualitatif : Spektrum serapan infra merah dari lapisan tipis menunjukkan maksimum hanya pada panjang gelombang yang sama seperti pada propilen glikol . Analisis Kuantitatif : Dengan kromatografi gas dilengkapi dengan detector konduktivitas panas dan kolom 1m X 4mm berisi bahan pengisi 5 % G16 pada partikel penyangga S . Gunakan helium Pasal sebagai gas pembawa . Prosedur : Suntikkan 10 mikro liter ke dalam kromatograf dan rekam kromatogram . Hitung persentase C3H8O2 dalam propilen glikol , dengan membagi luas puncak propilen glikol dengan jumlah seluruh puncak kecuali puncak udara dan air lalu kalikan 100 . Isopropil miristat bilangan penyabunan 202-212 bilangan asam tidak lebih dari 1 bilangan iodium tidak lebih dari 1 secara kualitatif dan kuntitatif dapat dilakukan dengan kromatografi gas Sorbitol Mudah larut dalam air, sukar larut dalam etanol (95 %), dalam metanol p dan asam asetat p Pada larutan 5 g dalam 4 ml, tambahkan 1 ml metanol p, 1 ml benzaldehid p dan 1 ml HCl a, kocok dalam pengocok mekanik sehingga terbentuk hablur. Saring dengan penghisap, larutkan hablur dalam 20 ml air mendidih yang mengandung 1 g Na-bikarbonat p, saring selagi panas, dinginkan filtrat. Saring dengan penghisapan, cuci dengan 5 ml campuran metanol p dan air volume sama, keringkan di udara, suhu lebur antara 174-179 0. Setil alkohol telah dituliskan diatas

112

Sediaan Kosmetika
I.4 Pelindung Wajah dan Masker Sediaan ini mengandung koloid dan bersifat menyerap sehingga dapat menyerap lemak atau kotoran di kulit wajah. Sediaan ini mengandung beberapa sifat, terutama harus dalam bentuk pasta yang lembut, tanpa adanya tanpa adanya partikel-partikel kecil dan tidak boleh melekat serta menimbulkan bau yang menyenangkan. Terdapat tiga system dasar yang menghasilkan produk yang memenuhi karakteristik diatas adalah : 1. System dengan dasar lilin Masker dengan dasar lilin secara umum hanya mengandung paraffin wax dengan titik didih yang sesuai atau merupakan campuran dari lilin dengan penambahn petroleum jelly serta bahan-bahan polar seperti setil dan stearil alcohol. Produk ini akan berbentuk padat pada temperatur kamar dan diginakan dengan cara dilelehkan terlebih dahulu dan dioleskan dalam keadaan panas. Ketika lilin mengeras akan timbul perasan mengencang pada kulit. Dengan terbentuknya lapisan lilin maka terbentuk juga penghalang air, pengeluaran keringat yang berlebihan akan membantu untuk membersihkan kotoran dari permukaan kulit. Contoh formula : Mikrokristalin wax ..13% Paraffin wax 60% Setil alcohol 5% Minyak mineral .. 20% Benton 38 1,4% Isopropyl .0,6% Analisis Paraffin wax, setil alcohol, minyak mineral Analisisnya telah dijelaskan diatas. Isopropyl alcohol. Campur 2mL larrutan 10% v/v dan 2mL raksa (II) Sulfat Ip, panaskan hingga tepat mendidih, membentuk endapan putih atau putih kekuningan. b. Panaskan hati-hati 1mL dengan 4mL K-bikromat Ip dan 1mL H2SO4 c terbentk aseton. 2. System dengan dasar karet. Sediaan yang menggunakan system dasr karet adalah pelindung wajah. Setelah sediaan pelindung ini mongering maka akan membentuk lapisan yang elastis dan impermeable terhadap air pada wajah. Dengan adanya respirasi kulit yang normal, lapisan akan menghasilkan panas yang diyahan oleh kulit sehingga terjadi peningkatan temperatur dan peningkatan sirkulasi darah. Masker yang berasal dari karet dapat mudah dilepas dari kulit dengan hanya menarik saja.

a.

113

Sediaan Kosmetika
Contoh formula : Emulsi lateks 25% Sorbitol . 7% Metil selulosa 10% Kaolin 3% Boraks 1% Air ..55% Pengawet 1% Analisis. Sorbitol, metil selulosa dan boraks Telah dijelaskan analisisnya diatas. Kaolin

a.

Lebur 2g dan 2g Na-karbonat anhidrat p, hangatkan sisa dengan 10 mL air, saring, cuci, penyaringan dengan 5 mL air, kumpulkan filtrat dan cairan cuvian. Larutkan sisa dalam 10 mL HCl p, larutan menunjukkan reaksi Al. kumpulkan filtrat dengan cairan cucian, tambahkan 3 mL HCl p terbentuk endapan menyerupai gelatin. b. Gerus 2g dan 2 mL dan campuran dapat mengalir. 3. System dengan dasar hidrokoloid Digunakan beberapa jenis gom, sperti tragakan, gelatin, gom kasaben, NaCMC, akasia dan polivilin pirilidon. Kemampuan membersihkan dari masker ini kurang penting karena tidak mengandung zat padat yang dapat mengabsorpsi kotoran. Masker dengan dasar hidrokoloid ini juga mengandung sejumlah kecil zat terbagi yang berfungsi sebagai opaficier dan mempermudah penggunaan. Contohnya kaolin dan bentonit yang digunakan dalam jumlah tidak lebih dari 5%. Contoh formula (untuk masker) : Tragakan .2,2% Gliserin 2,5% Gelatin .2,3% Air ..24,3% ZnO ..2,5% Analisis Tragakan, gliserin dan ZnO Analisisnya telah dijelaskan diatas. Gelatin. Larutan encer membentuk endapan dengan trinitrofenol Ip dan asam tanat Ip tidak membentuk endapan dengan asam lain, dengan larutan encer tawasp dan timbal (II) asetat Ip atau dengan besi (II) klorida Ip.

Panaskan dengan Kalium antasida p terjadi gas amoniak.

114

Sediaan Kosmetika
Pada larutan zat, tambahkan raksa(II) nitrat Ip terbentuk endapan putih yang jika dihangatkan berwarna merah bata. Contoh formula untuk pelindung wajah : Gelatin ...10% Kamfer 0,05% Zn .0,3% Kaolin ..5% Titanium dioksida ....2% Air ..50% Analisis Semua analisisnya telah dijelaskan diatas. Sifat-sifat dari sediaan masker : 1. dapat memberikan efek pengencanagan kulit setelah pemakaian. 2. memiliki kemampuan daya adsorben yang cukup untuk memberikan efek membersihkan kulit. 3. cara pemakaian dan penggantian/pelepasan yang mudah. 4. tidak memerlukan waktu yang lama untuk pengeringan. 5. tidak berbahaya (iritasi) terhadap kulit serta tidak beracun. 1.5 Masker Wajah. Dalam dunia kecantikan masker wajah dikenal dengan istilah face pack atau face mask, yang memiliki arti yang sama. Istilah face pack biasanya dipakai bila bahan dasar masker terdidri dari unsure yang memiliki molekul agak besar, seperti Lumpur atau clay. Masker jenis ini digunakan pada orang yang berkulit normal atau berminyak dengan pengginaan langsung dioleskan ke permukaan kulit wajah. Face mask dengan bahan yang sedikit lembut dapat dioleskan pada kulit yang kering dengan menggunakan suatu alat Bantu. Alat Bantu yang disebut gauze ini merupakan bahan pelapis yang berguna untuk mempertahankan keutuhan masker selama berada di kulit wajah. Penggunaan masker dapat dilakukan untuk mendapatkan beberapa manfaat, seperti menanggalkan sel kulit yang telah mati, merangsang dan melembutkan kulit, memberikan kenyamanan pada kulit dan memberikan asupan sumber makanan pada kulit. Penggunaan masker dilakukan setelah tindakan pembersihan dan sebelum tindaka perawatan atau pengobatan lainnya. Untuk masker yang sudah jadi, peletakannya di wajah harus dilakukan dengan bantuan spatula dan dilakukan secara cepat, bersih dan dalam keadaan masker masih lembab. Hindari daerah kulit sekitar mata, lubang hidung dan mulut. Sebagian orang merasa lebih menggunakannya bila dimulai dari daerah leher walaupun ada juga yang merasa lebih mudah dari daerah dahi. Bila kulit seseorang sangat halus dan sensitive, masker yang digunakan sebaiknya lebih tipis dan segera dilepaskan pada satu daerah sesaat ketika akan meletakkan masker pada daerah lain. Tetapi bisa juga dilakukan pelepasan

115

Sediaan Kosmetika
secara bersama-sama sesegera mungkin. Pada daerah yang mengalami penyumbatan atau bercak, gunakan lapisan masker yang sedikit lebih tebal. Pada kulit kombinasi, dapat digunakan masker lebih dari satu jenis. Normalnya, penggunaan masker dilakukan selama kurang lebih 5-20 menit tergantung kepekaan kulit, kenyamanan, jenis masker yang digunakan dan suhu udara disekitar. Masker sebaiknya dilepaskan dengan menggunakan kapas yang telah dicelup di air hangat. Tindakan harus dilakukan secara hati-hati agar air tidak menetes ke pelipuk mata, hidung atau mulut. Penggunaan kapas sekali pakai (disposable) lebih sehat dan lebih baik. Sebaiknya hindari penggunaan masker pada orang yang mempunyai riwayat alergiatau pada keadaan kulit sangat sensitive, memiliki jarringan parut baru, terdapat kerusakan pembuluh darah kapiler, meningginya proses difusi aliran darah atau pada infeksi atau penyakit kulit. Masker merupakan salah satu bentuk tindakan perawatn wajah yang telah ditemukan seajak dahulu secara tradisional untuk membersihkan pori-pori dan memperbaiki kulit wajah. Masker merupakan alat yang memiliki efek dan manfaat sebagai deep cleansing, yaitu membersihkan kotoran yang menempel pada lapisan kulit yang lebih dalam, mengangkat se-sel kulit yang telah mati, memperbaiki pori-pori kulit, membersihkan sisa-sisa kelebihan lemak pada permukaan kulit, mengurani iritasi kulit serta merupakan pelembab dan penyegar kulit. Secara sistemik penggunaan masker berguna untuk merangsang kerja sirkulasi aliran darah maupun aliran limfe, merangsang dan memperbaiki kulit melalui percepatan proses regenerasi dan memberikan nutrisi pada jaringan kulit. Jenis Masker : Dapat dibedakan berdasarkan kesiapannya untuk digunakan, yaitu apakah sudah jadi atau harus diolah terlebih dahulu. Kemasan atau jenis masker terdiri dari setting mask dan non- setting mask. 1. Setting Mask Merupakan masker yang terbuat dari tepung yang telah diolah dan dikemas sedemikian rupa. Masker jenis ini dapat ditemukan dalam beberapa variasi warna. Kemasannya dilengkapi dengaqn lapisan tipis karena umumnya masker ini berbahan dasar seperti Lumpur. Terdapat dua macam masker jenis ini yaitu clay setting mask dan sulphur, peeling dan astringent. Clay setting mask. Bahan dasar clay setting mask terdiri dari : Kalamin. Yaitu tepung berwarna merah muda dan mengandung seng karbonat untuk menyejukkan kulit yang meradang dan mengurang pelebaran pembuluh darah kulit. Magnesium karbonat. Yaitu tepung berwarna putih yang berfungsi sebagai astringen ringan yang cocok untuk memperbaiki kulit yang berpori-pori terbuka serta menguatkan dan mengncangkan kulit. Kaolin

116

Sediaan Kosmetika
Yaitu tepung berwarna putih krem yang mempunyai efekk lebih kuat daripada Magnesium karbonat serta berfungsi membersihkan kulit, merangsang sirkulasi dan merupakan sumbernutrisi kulit. Lumpur steril yang akan merangsang sirkulasi dan sangat baik untuk kulit berjerawat. Selain itu masker jenis ini juga mengandung bahan aktif seperti air mawar (sebagai toner dan meningkatkan kerja masker, air bunga jeruk dan digunakan sebagai refining mask- masker yang berfungsi untuk memperbaiki fungsi kulit yang terganggi dan mengencangkan kulit dengan cara mengecilkan pori-pori kulit), witch hazel (astringent, baik digunakan pada orang berjerawat tetapi tidak boleh digunakan pada kulit halus dan sensitive) dan minyak almon (tidak mengeringkan kulit sehingga sangat baik digunakan pada kulit dehidrasi, kulit orang tua dan untuk menjaga kulit agar tetap awet muda). Sulphur, peeling dan astringent. Bahan dasar kemasan ini umumnya terdiri dari beberapa bahan organic maupun bahan kimiawi yang telah diforrmulasikan sendiri oleh suatu perusahaan kosmetik. Bahan sulfur yang digunakan sangat baik untuk proses penyembuhan. Namun jangan menggunakan masker jenis ini untuk kulit kering, kulit orang tua dan kulit yang sangat sensitive. Lateks atau alginate. Kemasan ini merupakan bentuk lain setting mask yang pada lateks tebuat dari unsure karet pada alginate tebuat dari tumbuhan laut. 2. Non-setting mask. Merupakan suatu masker yang berasl dari bahan-bahan biologis (terbuat dari tumbuhan baik berupa buah-buahan, sayuran atau daun). Gunakan gauze untuk memudahkan pengolesannya pada kulit, terutama untuk masker yang terbuat dari buah-buahan. Buah-buahan seperti ketimun yang sering digunakan sebagai masker sangat baik untuk semua jenis kulit dan untuk mendapatkan efek yang lebih baik lagi, tambahkan air bunga mawar. Specialized Mask Merupakan bentuk masker yang berasal dari bahanbahan tertentu sesuai dengan fungsinya. Gelatin. Berfungsi sebagai deep clanking dan mild astringent. Oleskan sampai memenuhi seluruh permukaan wajah hingga kulit teras lembut dan lentur. Kemudian tekan-tekan sedikit dan biarkan selama 20 menit. Paraffin wax. Bahan yang terdiri dari paraffin (lilin), bees wax, petroleum jelly dan benzoin ini setelah cair dicampur dengan air panas dan selanjutnya dalamkeadaan hangat dioleskan dengan sikat. Keringat yang banyak dikeluarkan dalam proses ini sangat baik untuk mengangkat kotoran. Hot oil mask. Sangat dianjurkan untuk kulit kering, berkerak atau kulit dengan kerutan halus. Minyak yang digunakan bisa minyak almon, zaitun atau minyak gandum. Dengan bantuan sinar infra merah, wajah yang ditutupi masker disinari selama 5-10 menit. Stimulating mask. Bahan berbentuk pasta yang terdiri dari Magnesium, Lumpur steril (fullers earth) dan air mawar ini sangat berguna untuk memperbaiki kerusakan sel-sel kulit wajah. Digunakan selama 5-15 menit.

117

Sediaan Kosmetika
Milk pack. Sangat baik digunakan sebagai masker karena selain memperbaiki fungsi kulit juga dapat memberikan zat-zat gizi pada kulit. Bahan ini sangat baik digunakan untuk kulit kering, berumur, berkerut dan kurang gizi. Terbuat dari campuran buah almon dan susu. II. Krim Tangan dan Krim Tubuh (Hand cream dan body cream). Krim tangan dan krim tubuh adalah sediaan yang digunakan untuk melindungi kulit supaya tetap halus dan lembut, tidak kering, bersisik dan mudah pecah. Kulit kering dan kasar pada umumnya disebabkan karena kulit sering kontak dengan air atau larutan deterjen/sabun, terutama pada cuaca dingin. Kulit kering yang disertai pecah-pecah terjadi karena pecahnya lapisan tanduk dari kulit dan berkurangnya jumlah air pada lapisan korneum. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan cuaca menjadi lembab secara tiba-tiba. Menurut Frazier dan Blank, mekanismenya dalah sebagai berikut : Ketika air mengenai kulit, jaringan epitel akan menyerap air dan kemudian membengkak karena tejadinya hidrasi. Terjadinya pembengkakan ini menyebabkan lapisan korneum menjadi pecah. Ketika kulit keluar dari air, jaringan epitel kemudian mongering dan berusaqha kembali ke bentuk dan ukuran semula. Karena pecahnya lapisan korneum, sel-sel tidak kembali ke tempat semula tetapi berusaha keluar ke permukaan sehingga kulit terasa kasar. Berpindahnya lipid dari permukaan kulit yang diakibatkan larutan deterjen juga dapat menyebabkan kulit menjadi kasar. Lipid berperan sebagai pengikat untuk menahan lapisan sel epidermis agar berada di tempatnya. Sebum merupakan secret kulit yang berfungsi menjaga kelembutan, kelembapan dan melindungi kulit. Lapisan sebum apabila rusak atau hilang karena proses pencucian oleh larutan sabun atau deterjen, akan menyebabkan kekeringan dan bersisik. Keretakan akan muncul pad permukaan kulit dan menyebabkan infeksi yang diikuti dengan dermatitis. Kelembaban kulit sangatlah penting dan juga dengan sebum karena memberikan lapisan asam emollient, membantu dalam mengontrol evaporasi kelembaban walaupun kulit tidak selalu mensekresi agen pelembab alam. Keseimbangan kandungan air pada kulit juga perlu diperhatikan. Krim tangan (Hand Cream) memiliki sifat-sifat : 1. untuk memberikan kelembaban pada kulit secara langsung. 2. untuk memberikan lapisan minyak dan zat-zat lain yang sifatnya tidak jauh berbeda dengan sebum. 3. untuk menjadikan kulit lebih lembut dan lentur tetapi tidak terlalu berminyak. 4. tidak bereaksi dengan keringat normal pada tangan. 5. bersifat antiseptik. 6. memiliki bau yang harum. 7. memiliki warna yang stabil dan menarik. 8. mudah dihilangkan dalam penggunaanya.

118

Sediaan Kosmetika
Umumnya krim tangan (hand cream) dan krim tubuh (body crem) berupa cream yang ringan yang mudaah menyerap ke dalam kulit, lembut tetapi tidak terlalu berminyak pada kulit. Parfum harus sesedikit mungkin dan mudah dihilangkan. Supaya cream tidak menjadi terlalu berminyak pada kulit maka kandungan lemaknya harus rendah. Water continuous cream lebih umum digunakan daripada oil continuous cream. Bahan Dasar. Yang paling umum digunakan pada produk krim dan lotion tangan adalah emollient (zat pelemak). Zat ini dapat menginduksi proses dehidrasi pada kulit. Bahan-bahan dasar yang digunakan dalam produk perawatan kulit adalah : 1. pelembut (emollient). 2. zat pelindung. 3. zat penyembuh (Healing agent). 4. pelembab (Humektan) 5. zat pengemulsi. 6. zat pengawet. 7. zat pewangi (parfum). 8. zat pewarna.

1.

Pelembut (emollient)

Bahan yang sangat spesifik yang membantu dalam formuka pelembut kulit adalah lanolin dan turunannya, sterol, fosfolipid, hidrokarbon, asam lemak, ester asam lemak dan lemak alcohol. Lanolin dan turunannya. Bekerja dengan merawat bagian epidermis kulit normal, lanolin tidak berpenetrasi ke dalam kulit, tertahan dalam bagian permukaan dari epidermis. Lanolin merupakan lilin alami yang terdiri dari ester-ester dalam jumlah besar diman ester ini dibentuk oleh gabungan alcohol bermartabat tinggi dan asam lemak tinggi. Secara umum lanolin yang digunakan dalam formula tidak lebih dari 5%. Selain sebagai emollient, lanolin termasuk juga berfungsi sebagai zat pengemulsi. Turunan dari lanolin : Lanolin cair yang umum dijual dipasaran dengan nama dagang lanogene, lantrol, viscolan, lanoil, ritalan, argotol 60 dan fluilan. Lanolin wax yang umumnya dijual di pasaran dikenal dengan nama waxolan, lanfraks, lanocerin dan albalan. Lanolin alcohol. Terdiri dari tiga macam yaitu sterol, alcohol triterpen dan alcohol alifatik. Efek emollient yang dihasilkan oleh lanolin alcohol adalah sifat hidrofilik yang berasal dari sterol, dalam hal ini mendekati kolesterol. Lipid yang berada pada lapisa lemak di kulit, seperti kolesterol, bersifat hidrofilik dan apabila kontak dengan kulit, maka lapisan kulit akan menyerap air hingga kondisi yang normal. Proses dehidrasi kulit (pada korneum) ini disebabakan adanya kolesterol. Lanolin alcohol terdiri dari 3 bentuk, yaitu :

119

Sediaan Kosmetika
1. bahan lilin padat, warna kuning contoh: Hartolan, Ceralan, dll. 2. larutan, warna kuning. Bentuk cairan biasanya dalam bentuk minyak mineral. Contoh: Amerchol L-101, Nimlesterol. 3. basa lemak. 1. Lanolin yang dimodifikasi, jenis ini ada berbagai macam seperti lanolin terasetilasi, lanolin alcohol terasetilasi, lanolin polioksi alkalin, lanolin asam lemak, lanolin alcohol teretoksilasi. 2. Sterol Satu-satunya sterol yang digunakan khusus dalam sediaan krim tangan dan tubuh adalah kolesterol. Kolesterol ini harus efektif dalam perawatan kulit yang disebabkan oleh iritasi, kekeringan dan kulit berkerut. 3. Fosfolipid. adalah senyawa kompleks lemak yang larut terdiri dari asam lemak dan gliserol serta basa nitrogen seperti kaoln dan etanolamin, juga mengandung asam fosfat. Jenis fosfolipid yang banyak digunakan dalam krim tangan dan badan adlah lesitin, yang penggunaanya tidak boleh lebih dari 5%. 4. Hidrokarbon. 5. Yang digunakan adalah petrolatum, minyak mineral, paraffin wax dan ozokerit. Jenis emollient ini kurang disukai karena menimbulkan rasa tidak nyaman serta efek berminyak. 6. Asam lemak. Merupakan kandungan dasar yang paling banyak digunakn dalam formula krim tangan dan badan. Jenis asam lemak yang paling sering digunakan dalam pembuatan produk ini adalah asam stearat seperti Kalium stearat atau etanolamin stearat. Komposisi asam stearat yang digunakan dalam formula 1-20%. 2. Zat Pelindung. Menurut Peel, terdapat beberapa persyaratan untuk formulasi krim pelindung : 1) Stabil dan cara pemakain yanh mudah dan nyaman. 2) Zat melekat dengan baik pada kulit. 3) Dapat membentuk selaput yang tidak tembus, lentur dan tidak mudah retak. 4) Tidak mengiritasi kulit. 5) Proses pelepasan yang mudah dan nyaman. 6) Memiliki nilai estetika dalam hal kenyamanan, dll. Krim pelindung tangan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu : a) krim dan lotion penolak air, berperan untuk melindungi kulit dari air dan zat yang larut dalam air yang dapat mengiritasi kulit.

120

Sediaan Kosmetika
b) krim dan lotion penolak minyak, berperan untuk melindungi kulit dari minyak atau zat yang larut dalam minyak yang dapat mengiritasi kulit. 3. Zat penyembuh (Healing Agent). Penggunaan zat penyembuh didasarkan pada kulit tangan yang pecah. Penggunaan allantoin sebagai zat penyembuh (Mecca) : 1) Efektif untuk membersihkan bahan nekrtotik. 2) Menstimulasi perkembagnagan lapisan granulasi yang dapat mereduksi waktu penyembuhan 3) Reaksi ini tidak menimbulkan rasa sakit. 4) Zat ini terdapat pada sediaan larutan, emulsi ointment. Penggunaan alantoin urea pada krim tangan karena memiliki efek menembuhkan jika dipakai pada bagian kulit tangan yang terluka dan tidak memiliki efek racun. 4. Pelembab (Humectan). Humectan adalah senyawa yang menjaga perubahan kelembaban antara produk dan air baik dalam wadah yang digunakan maupun kulit. Humectan yangumum digunakan adalah gliserol, propilenglikol dan sorbitol. Produk perawatan tangan pada awalnya terdiri dari campuran yang sangat sederhana yaitu 50% humectan dan 50% air. Zat lain yang juga memiliki sifat humectan adalah polioksietilen gliserol, manitol, polioksietilen sorbitol, glukosa dan Na laktat. 5. Zat Pengemulsi Zat pengemulsi yang digunakan pada krim tangan dan tubuh dibagi menjadi 3 kelas utama yaitu anionic, kationik, dan non-ionik. 1. Zat pengemulsi anionic Zat pengemulsi kelompok ini telah sering digunakan dalam formulasi krim tangan dan krim tubuh. Sekitar 75% krim tangan dan tubuh yang dijual di pasaran, diemulsikan menggunakan zat pengemulsi kelompok ini. Contoh sediaan : Tipe Contoh Sabun asam lemak K-stearat, Na stearat, Amonium stearat, Trietanolamin stearat Asam lemak poliol monoester, Gliseril monostearat, mengandung mengandung sabun asam lemak kalium atau natrium Ester Sulfur (garam natrium) Natrium lauril sulfat, natrium setil sulfat. Sabun asam lemak dan garam natrium dari ester sulfur bersifat sangat hidrofilik dan cenderung untuk menghasilkan emulsi tipe minyak dalam air. Pada formulasi lotion tangan, sabun asam lemak yang sering digunakan adalah triacthanolamin stearat sebanyak 0,5-3%. Ammonium stearat dan garam amin dari asam lemak dapat menghasilkan krim yang putih tapi cenderung untuk

121

Sediaan Kosmetika
berubah menjadi kuning pada penyimpanan yang lama. Proses pengotoran ini terkadang dikatalisasi oleh sejumlah logam terutama logam besi. Selain itu juga suhu pada emulsifikasi juga berperan pada proses pengotoran tersebut sehingga disarankan untuk krim yang mengandung ammonium stearat atau garam garam amin lainnya sebagai zat pengemulsi, harus dibuat pada temperatur serendah mungkin. 2. Zat pengemulsi kationik Penggunaan senyawa kationik dalam sediaan krim dan lotion tangan disebabkan : a. substansif terhadap protein pada pH asam. b. cenderung untuk membentuk emulsi pada pH asam. c. bersifat membunuh kuman bila tidak bereaksi dengan zat anionic atau bahan lain yang tidak cocok. Penggunaan zat kationik didasarkan pada reaksi antara senyawa kation dengan senyawa anion pada sediaan. Ketika suatu kation dengan berta molekul yang tinggi bereaksi dengan anion dengan berta molekul tinggi, maka akan terbentuk garam terionisasai yang kurang baik antara kation dan anion hidrofob. Senyawa yang terbentuk berbentuk endapan, namun terdapat beberapa garam yang terbentuk tapi larut, dalam hal ini berperan sebagai zat aktif permukaan. Pada umumnya zat kationik bereaksi dengan asam lemak seperti asam stearat, dan reaksi ini membentuk suatu emulsi pH yang dihasilkan berkisar antara 2 sampai 4. Emulsi cenderung stabil dan dalam hal viskositas tidak membentuk gel bhkan cenderung viskositas semakin kecil jika formula tidak seimbang. 3. Zat pengemusi non ionik Pembagian : Ester yang bersifat hidrofilik. Contoh zat pengemulsinya adalah polioksietilen sorbitan mono stearat atau polioksi etilen glikol 1000 monostearat Ester lipofilik. Contoh ester asam lemak polietilenglikol yang ber-BM rendah, ester asam lemak sorbitan. Konsentrasi yang digunakan pada masing-masing tipe ini adalah 1-10%. Penggunaan zat non ionic pada sediaan krim dan lotion tangan adalah : a. Pada krim tangan cenderung tidak membentuk lapisan kulit b. Krim tangan tipe minyak dalam air yang terdiri dari zat penemulsi non ionic, pada waktu penguapan, proses pengerutan cenderung kecil c. Sediaannya tahan terhadap pembekuan d. Penggunaan zat kationik sebagai pembunuh kuman dapat digunakan dalam krim tangan tanpa kuatir dengan ketidakcocokan. e. Krim tangan dengan suasana asam, netral, maupun basa bisa direaksikan dengan zat kationik. Contoh zat nonionic adalah : polioksietilen lauril alcohol, polioksietilen stearat, polioksietilen sorbitan monostearat, dll. 6. Pengawet

122

Sediaan Kosmetika
Karena krim tangan dan tubuh mengandung air dan zat yang dapat dirusak oleh mikroorganisme maka sediaan harus dilindungi dari mikroorganisme. Syarat pengawet yang baik : Harus efektif melawan berbagai tipe mikroorganisme yang menyebabkan penguraian. Harus larut dalam konsentrasi yang digunakan. Bersifat non toksik secara internal maupun eksternal. Cocok, dalam arti tidak merubah karakteristik sediaan seperti aroma, warna, rasa dan sebagainya, serta harus netral sehingga tidak merubah pH sediaan. Harganya tidak boleh meningkatkan harga sediaan. Tidak boleh mempengaruhi efek sediaan. Pengawet seperti asam benzoat, Na benzoat, Na propionat efektif hanya dalam media asam. Tetapi banyak pula pengawet yang dilarang penggunaannya karena alasan tertentu, misalnya : asam salisilat dapat menyebabkan iritasi kulit sehingga tidak digunakan lagi. Metil, etil, propil, dan butyl ester dari asam hidroksibenzoat umum digunakan dalam krim tangan dan lotion. Metil ester yang paling mudah larut sedangkan butil ester yang sukar larut dalam air. Ester yang umum digunakan pada krim tangan dan lotion yaitu :metil, propil dan butyl. Pada lotion, konsentrasi metil p-hidroksibenzoat adalah sekitar 0,1-0,2 %. Jika fase minyak mengandung sejumlah kolesterol atau lecithin, propil p-hidroksibenzoat dapat ditambahkan sebanyak 0,05% pada fase tersebut. Menurut Deakers, metil ester sebanyak 0,12% dapat ditambahkan ke dalam fase air dan 0,1 % propil ester dalam fase minyak dapat memberikan efek antiseptik. Pada krim tangan yang kandungan minyaknya lebih tinggi, diperkirakan 0,05%-0,25% metil ester dilarutkan dalam fase air dan 0,05% propil ester ditambahkan dalam fase minyak. Propil ester dapat diganti dengan butyl ester dengan konsentrasi yang sama. Menurut Harry, fase air mengandung campuran dari metil ester 0,15%, propil 0,05% dan butyl 0,02%. Dalam kenyataannya, zat tambahan yang ditambahkan dalam formula krim tangan bebgai berikut : metil ester ditambahka kedalam fase air dan dipanaskan 600C dibantu dengan pengadukan selama waktu pemanasan. Propil dan butyl ester ditambahkan kedalam fase minyak dan dilarutkan dengan pemanasan dan pengadukan. 7. Zat pewangi (parfum). Pemilihan parfum yang digunakan dalam penggunaan krim tangan dan krim tubuh semata-mata berdasarkan nilai estetika. Senyawa parfum dan zat yang terkandung di dalamnya bisa mempengaruhi stabilitas emulsi dari krim tangan tersebut, misalnya essential oil, senyawa aromatik sintetik dan zat-zat parfum yang lain yang memiliki sifat sebagai surfaktan sehingga dapat berkompetisi dengan zat pengemulsi untuk posisi pada tegangan antarmuka. Efek dari parfum bervariasi, tergantung pada konsentrasi dan tipe emulsi. Komponen parfum yang dapat menyebabkan konsistensi dan stabilitas emulsi.

123

Sediaan Kosmetika
1) Aromatik sintetik: ekstrak terpineol, feniletil alcohol, geraniol murni, hidroksi citonella dan amil sinamat aldehid. 2) Minyak atsiri : geranim borbon, lavender, rose de mai absolute. 3) Komponen minyak parfum : Bouquet medium, tipe lilac, tipe tumbuh-tumbuhan dan rose. 8. Zat pewarna Pemilihan pewarna harus disesuaikan dengan produk pad setiap kondisi penyimpanan begitu juga dengn keamananya secara fisiologi. Masalah kesesuaian produk dengan zat pewarna berhubungan dengan pH, kelarutan stabilitas, zat pengoksidasi dan pereduksi. Umumnya krim tangan adalah emulsi minyak dalam air, sehingga zat pewarna yang larut dalam air digunakan untuk mewarnai air pada fase luarnya. Emulsi air dalm minyak digunakan pewarna yang larut dalam minyak dengan kondisi yang sama. Akan lebih menguntungkan jika mewaranai kedua fase dengan menggunakan kedua pewarna yaitu yang larut dalam air dan larut dalam minyak dalamsatu produk. PH pada krim tangan dan kulit sekitar 5-8. ada beberapa pewarna yang cukup stabil dalam media asam tetepi menunjukkan stabilitas yang rendah dalam media basa, contohnya adalah D&C Red No.20 yang mengendap dalam larutan pada media media basa, sedangkan D&C Red No.23 stabil dalam media basa tetapi dalam media asam akan mengendap. Macam-macam Bentuk Krim Tangan : Krim cair. Krim tangan dan tubuh (Hand body cream) yang sering digunakan adalah krim tangan (Hand cream) berupa cairan. Contoh formula : Asam stearat ..7% Lanolin 0.5% Arlasel 80.0,5% Tween 60 .0,5% Larutan sorbitol 70% 10% Air, parfum, pengawet....ad100 Analisis Asam stearat Bilangan iodium tidak lebih dari 4 Suhu lebur tidak lebih dari 54

Jika dibakar bau malam Bereaksin sam pada tes lakmus Zat + HCl dilatasi jenuh + tetes minyak pada permukaan dinginkan padat. Larutan+ NaOH lalu dikocok agak berbusa pada pengenceran Lanolin

124

Sediaan Kosmetika
Bilangan ioddium 18-36

Praktis tidak larut dalam air, larut dalam kloroform p ,eter p Larutan 25g dalam 10 mL eter p + 10 tetes fenolftalein larutan tidak berwarna merah Larutan 500 mg dalam 5 mL kloroform + 1 mL anhidrida asetat + 2 tetes H2SO4 p tidak terjadi warna hijau tua

Formula dengan emulsi non ionic : Asam stearat .7% Lanolin 0,5% Arlacel 80 0,5% Tween 60 ...2,55% Sorbitol solution 70% .. 10% Air, parfum dan zat tambahan lainnya ad100% Formula krim tangan (Hand cream ) dibawah ini khusus untuk melawan deterjen anionic yang terabsorpsi pada kulit atau untuk memberikan khasiat germisida. Prinsip emulsinya yang juga memperantarai iritsi kationik sebagai surfaktan kationik yang disuplemen oleh Cetil alcohol. Cetil trimethyllammmonium bromida 1,5% Isoproppil myristat 3% Cetyl alcohol .,5% Petroleum jelly, lanolin, dsb .2% Gliserin...8% Air, parfum, dsb .ad100% Krim padat Umumnya krim padat digunakan untuk menghilangkan kotoran. Hand cream dengan formula yang sederhana terdiri dari asam stearat , alkali dan air tetapi akan lebih stabil jika ditambahkan humektan dan ester lemak. Contoh formula : Asam stearat ..15% Isopropyl meristat ....2% Potassium hidroksida ...1% Sorbitol syrup 70% .18,3% Air, parfum dsb .ad100% Analisis Asam stearat. Telah dijelaskan diatas Isopropyl miristat.

125

Sediaan Kosmetika
Bilangan penyabunan 202-212 Bilangan asam tidak lebih dari 1 Bilangan iodium tidak lebih dari 1 Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dilakukan dengan kromatografi gas.

KOH (Kalium Hidroksida) Larutan4% b/v memberikan reaksi terhadap Kalium : + Heksanitritokobaltat (III) Na3(Co(NO2)6) endapan kuning + Larutan asam tartrat H2C4O6 endapan kristalin putih + larutan asam perklorat HclO4 endapan kristalin putih + Asam Heksakloroplatinat (IV) H2(PtCl6) endapan kuning + tes nyala : ungu. Sorbitol. Telah dijelaskan diatas. Cream dapat juga dikentalkan dengan penambahn gom, selulosa dan akan memberikan fase kontinue dengan sedikit kepadatan sehingga akan mengontrol kelembaban dengan baik. Contoh formula : Manutex SA .3% Soap chips ..12% Liquid paraffin ..5% Bentonite .10% Air, parfum dan zat tambahan lainnya .add100% Formula yang menggunakan pelarut air-resin : Glycerin ...12% Triethanolamine ..10,17% Carbopol 934 ...0,2% Cetyl alcohol 10% Minyak mineral ..2% Ethomenn C25 .0,5% Air, parfum dan zat tambahan lainnya ad100% Lanolin atau minyak silicon dapat juga digunakan dan menghasilkan formula yang lebih kompleks dan menghasilkan cream yang lebih fungsional serta memenuhi keinginan pasar. Contoh formula : Asam stearat ....6% Minyak mineral ..10% Isopropyl meristat ..10% Silicon M555 ..10% Emulsene 1219 ...7,5% Lotion, Mucilago, jelly

126

Sediaan Kosmetika
Merupakan sediaan perawatan tangan yang secara definisi yang hampir tidak sama dengan krim, karena ini tidak terdiri dari 2 fase. Prototype dari sediaan ini adalah gliserin dan air mawar yang merupakan campuran sederhana. Contoh formula untuk sediaan gom mucilage yang tidak mengandung fase minyak Gom tragakan ...2% Gliserin ...10% Titanium dioksida ..0,2% Air ....87,8% Parfum, pengawet, pewarna ..qs. Analisis Tragakan Sedikit zat dalam larutan merah ruthenium p, jika diperiksa dibawah mikroskop, tidak menunjukkan butiran berwarna merah jambu, perbedaan dari agar. Pada 100 mg serbuk + 1 mL Iodium 0,02 N : campuran berwarna hijau. (perbedaan dari gom akasia dan agar).

Pada 20 mL larutan 0,25% b/v + 10 mL larutan timbal asetat p 20% b/v : terbentuk endapan merah jonjot saring, pada filtrat + 10mL larutan timbal subasetat p : larutan berkabut tapi tidak terjadi endapan.

Gliserin. Panaskan dengan Kalium bisulfat : terjadi uap merangsang. Jika dibakar dengan sedikit Na-tetraborat p diatas nyala api, terjadi nyala hijau. Kuantitatif . Timbang seksama 400 mg , masukkan ke dalam gelas piala 600 , encerkan dengan 50 ml air , tambahkan biru brom LP dan asamkan dengan H2SO4 0,2 N sampai terjadi warna hijau yang mantap atau kuning kehijauan . Netralkan dengan NaOH 0,05 N hingga titik akhir berwarna biru mantap tanpa warna hijau . Titanium dioksida. Pada 500 mg zat + 5mL H2SO4 panaskan perlahan. Setelah uap Sulfur trioksida muncul, lanjutkan selama 1 menit. Dinginkan suspensi, cairkan dengan air sampai 100 mL lalu saring. Pada 5 mL filtrat bersih + beberapa tetes Hidrogen feroksida warna kuning merah atau orange segera muncul. Sediaan pekat (non-aqueos) Bentuk umumnya adalah lanolin anhidrat dan petroleum jelly, biasanya terdapat dalam wadah tube atau berupa hand blocks. Formula dibawah ini merupakan tipe preparat hand block asam-basa : Paraffin wax 26% Petroleum jelly .74%

127

Sediaan Kosmetika
Untuk beberapa campuran biasanya ditambahkan preparat herbal misalnya klorofil, daun marshmallow, minyak atsiri, terpenti, eucalyptus, kamfer, ZnO, mono klorotimol, dsb. Beberapa jenis malam yang digunakan untuk merekatkan minyak misalnya polietilen yang penggunaanya dicampurkan dengan bahan pengemulsi. SEDIAAN KOSMETIKA MAKE UP (BUKAN UNTUK MATA ) Sediaan kosmetika make up adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk memperindah , menutupi noda noda , serta kekurangan yang terdapat pada muka seseorang , pada umumnya wanita . Berdasarkan urutan pemakaiannya sediaan make up dapat dibagi menjadi : I . Dasar make up . Sering juga disebut foundation make up atau cream make up , berguna agar bedak dapat merata pada permukaan kulit dan tahan lama . Ketika memakai make up , foundation digunakan pertama kali sebagai dasar untuk pemerah pipi dan bedak . Pada umumnya merupakan suatu lotion atau emulsi dengan penambahan suatu zat warna . Mula mula dikenal bentuk seperti salep , kemudian cairan / liquid dengan dua lapisan dan yang terakhir dikenal bentuk batang / stick . Zat zat yang sering digunakan dalam dasar make up adalah titan dioksida , seng oksida , Na searat , minyak minyak dan lemak . Contoh formulanya adalah : Persen Minyak mineral 23 , 5 Ozokerite mp 75 80 0C 05 , 5 Petrolatum 47 , 5 Lanolin 04 , 4 Paraffin mp 56 58 0C 05 , 5 Dry powder ( titanium dioksida , pigmen anorganik dan talk ) 13 , 6 Parfum qs Penambahan talk dalam formula ialah untuk meratakan bahan kering , sedangkan udara kering yang terjebak ketika serbuk kering ditambahkan pada semi solid dapat dihilangkan dengan memanaskan campuran pada suhu 70 0C dan diaduk pada 50 80 rpm . Bentuk formula diatas dapat menghasilkan formula 2 yang berbentuk cake , contoh formulanya adalah : Persen Isopropil miristat 54 Lilin carnauba 05 Beeswax 01 Serbuk kering ( Titanium dioksida , pigmen anorganik dan talk ) 40 Parfum qs Sedangkan untuk memperoleh make up yang berbentuk stick , formulanya dapat diubah dan dalam membuatnya menggunakan cetakan , contoh formulanya adalah :

128

Sediaan Kosmetika
Isopropil miristat Lilin carnauba Beeswax Minyak mineral 70 / 80 Dry powder Parfum Persen 37 14 04 10 35 qs

Make up stick ini dapat dibuat untuk lebih lunak dengan meningkatkan jumlah beeswax atau menambahkan ozokerite , isopropyl miristat dapat diganti dengan isopropyl palmitat , butyl stearat , butyl oleat , propilen glikol monooleat , atau propilen glikol monolaurat . Untuk jenis make up bentuk lain yaitu bentuk krim , contoh formulanya adalah : Bagian.1: Asam stearat Sorbitol monostearat Isopropil palmitat Bagian.2 : Tween 80 Propilen glikol Air Dry powder Pengawet Parfum 15 2,5 2,0 1,5 1,5 54 15 qs qs

Dalam pembuatan alas bedak dengan pijatan , dilakukan dengan gerakan halus dan lemah lembut pada kulit muka dan leher. Dengan pijatan, ini dapat memberikan kehalusan dan dapat membuat foundation kelihatan lebih merata . Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat Talk . Pemerian Serbuk halus ; putih ; tidak berbau ; tidak berasa . Analisis Kualitatif Jika dimasukkan ke dalam air akan segera menaiki dinding tabung dan mengembang diatas permukaan air . Netral . Tambahan larutan titan kuning , terbentuk warna merah terang . Asam stearat Bilangan iodium tidak lebih dari 4

Suhu lebur tidak lebih dari 54 Jika dibakar bau malam Bereaksin sam pada tes lakmus

129

Sediaan Kosmetika
Zat + HCl dilatasi jenuh + tetes minyak pada permukaan dinginkan padat. Larutan+ NaOH lalu dikocok agak berbusa pada pengenceran Zinci oxydum . Pemerian . Serbuk amorf ; putih atau putih kekuningan ; tidak berbau ; tidak berasa . Analisis Kualitatif . Panaskan sejumlah ZnO , terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang . Larutkan asam klorida encer , setelah ditambahkan larutan alkali hidroksida , terbentuk endapan putih yang larut dalam larutan alkali hidroksida berlebih . Analisis Kuantitatif . Timbang seksama lebih kurang 1,5 gram zat uji yang baru dipijarkan , tambahkan 2,5 gram ammonium klorida P , larutkan dalam 50,0 ml asam sulfat 1 N LV , jika perlu bantu dengan pemanasan lemah . Setelah larut sempurna tambahkan jingga metil LP dan titrasi kelebihan asam sulfat dengan natrium hidroksida 1 N LV . Khasiat : Antiseptikum lokal . Lima formula dasar dasar make up : 1. Cairan / liquid : Terdapat dalam formula pelembut dengan tambahan satin untuk kulit kering atau beraneka macam minyak bebas dengan tambahan matte untuk kulit berminyak . 2. Cream : Bagus untuk kulit kering . 3. Stick : Bekerja baik pada kulit orang dewasa , mudah diatur pemakaiannya . 4. Gabungan dua formula ( cair ke serbuk atau cream ke serbuk ) : Biasa untuk orang yang tidak suka menggunakan formula dasar yang banyak dan lebih efisien waktu . Cocok untuk beraneka jenis kulit tetapi hindarkan dari kulit yang kering sekali. 5. Pelembut warna : Biasa dipakai pada remaja kesegaran wajah dan menambah lebih muda . II. BEDAK ( FACE POWDER ) Bedak berguna untukmelicinkzn kulit,melindungi kulit dari sinar matahari,melindungi dari kekeringan dan kelembaban serta merupakan dasar dari make-up secara keseluruhan. Persyaratan Umum Untuk Bedak Bedak yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan,antara lain: 1. Bedak harus memiliki kemampuan untuk membungkus yang baik,sehingga dapat bekerja untuk melapisi kulit,menutupi pori-pori dan nodanoda. 2. Harus dapat menyebar dengan baik tampa adanya gumpalan,hingga dapat melicinkan dan menghaluskan kulit. 3. Harus memiliki daya lekat yang baik sehingga dapat tahan lama pada muka.

130

Sediaan Kosmetika
4. Harus memiliki daya serap yang baik, hingga dapat menyerap keringat, minyak. 5. Harus dapat memberikan perasaan yang lembut ,lunak dan halus. Formula Umum Bedak Pada umumnya bedak yang baik ditentukan oleh pemilihan bahan dasar yang akan digunakan.Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan bedak adalah: 1. Zat-zat yang memiliki sifat dapat melapisi misalnya Tiatan dioksida,Seng oksida, Mg oksida, kaolin. Dapat menutupi bekas-bekas luka, Noda-noda hitam,pori-pori 2. besar dan dapat melindungi kulit dari sinar matahari.Selain zat-zat diatas dapat pula digunakan talk , amilum ,CaO,Mg Carbonat ,Ca Carbonat,Zn stearat ,Avisel ,Silika. 3. Zat pewarna ; dapat merupakan zat warna organic atau anorganik yang mempunyai sifat tidak larut dalam air dan dalam minyak.Warna-warna yang sering digunakan adalah Krem,Kuning,merah,merah muda. 4. Zat pewangi ; Pada umumnya hanya bersifat ringan,dipilih yang segar dan menarik.Tidak boleh terlalu cepat menguap ,harus stabil,tidak mudah teroksidasi dan tidak mengiritasi.Harus mudah rata dan tidak mengiritasi.Harus mudah rata dan tidak menyebabkan perubahan warna .Konsentrasinya harus serendah mungkin 0,2%-1 % kalau terlalu banyak akan mengiritasi kulit. Penggolongan Bedak A. Berdasarkan jenis kulit,bedak dapat dibagi menjadi 1. Bedak jenis ringan ( Light ) digunakan untuk kulit ringan. 2. Bedak jenis medium digunakan untuk kulit normal dan agak berminyak. 3. Bedak Jenis berat (Heavy) digunakan untuk kulit berminyak. B. Berdasarkan Bentunya bedak dapat dibagi menjadi; 1. Bedak padat ( Compact Powders ). Banyak digunakan karena bentuknya praktis.Secara garis besar pembuatan bedak padat adalah dengan menmbahkan suatu pengikat.( binding agent ) dalam campuran serbuk kemudian dicetak,ditekan dan dikeringkan dengan menggunakan aliran udara panas.Tekanan tidak boleh terlalu besar dan tidak boleh terlallu kcil karena dapat menimbulkan kerapuhan dan pecahpecah pada bedak. Sebagai Binding agent dapat digunakan zat yang dapat larut dalam air seperti Amilum dan CMC dan zat yang tidak larut dalam air sepertiGliseril monostearat. Cetil alcohol ,Lanolin.cera atau paraffin.Selain itu juga dapat digunakan binding agent kering misalnya Mg stearat ,Binding agent berminyak misalnya minyak mineral .isoprofil ministat dan bionding agent emulsi seperti trietanolamin stearat,gliserin monostearat. Bila bedak padat ini digunakan dengan menggunakan sikat yang halus dan dengan menggunakan zat warna yang agak banyak maka sediaan ini disebut dengan pemerah pipi . Atau blusher .kedalam sediaan ini sering juga ditambahkan humektan seperti Sorbitol,propilenglikol dan zat berlemak

131

Sediaan Kosmetika
seperti lanolim mimyak mineral.Juga sering ditambahkan zat pengisi dan disprsing agent yang larut dalam air. Pemerisaan hasil akhir harus dilakukan terhadap bedak padat yang beredar, pemeriksaan tersebut meliputi: Bentuk dan warna harus stabil dalam waktu lama dan disinari. Mudah dioleskan dan tidak rapuh Warna harus homogen dapat dilihat dengan menaburkan dengan kertas putih dan diperiksa dengan kaca pembesar. Bila dioleskan dilihat rapuh dan tidak melekat. Bila dijatuhkan dengan jarak 8-10 inci bentuk harus tetap tidak boleh berubah. 2. Bedak Cair Merupakan bedak bentuk basah sering juga disebut sebagai liquid makeup . Pada umumnya digunakan pada malam hari dan berguna untuk memutihkan tangan dan leher . Biasanya merupakan suspensi dari ZnO , Bi Oksiklorida , Bi Subnitrat dalam air dan Gliserin . Kedalamnya sering ditambahkan surfaktan seperti, bentonit, dan, gom. Juga: carbopol, 941, 934, veegum, Talk, Kaolin, ZnO, TiO2, Ca carbonat, Propilenglikol, cetilalkohol, Isoprofil miristat, lanolin dan PEG. Pengisi yang sering dipergunakan adalah air ,alcohol dalam emulsi atau hidro alcohol , tetapi yang terbaik adalah ester asam lemak. 3. Bedak untuk kaki Merupakan sediaan yang berguna untuk memperindah kaki atau pada oreang tua digunakan untuk menutupi urat-urat yang menonjol.Persyaratannya antara lain lapisan yang terbentuk harus elastis,berpori dan tahan terhadap air,serta harus melekat dengan baik.Sebagai bahan dasarnya sering digunakan bentonit air dan zat warna.Bentonit mempunyai sifat yang sukar menyebar ,tidak tahan terhadap air dan ada kecenderungan kulit akan menjadi keriput. 4. Bedak Penutup Noda Merupakan sediaan yang berguna untuk menyembunyikan noda-noda pada wajah , baik noda bawaan sejak lahir atau noda pigmentasi. Pada umumnya sebagai zat pembawa adalah campuran lemak. Titanium dioksid Titaniun dioksid memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan Zink oksid yaitu : Memiliki kemanpuan yang lebih dalam menutup wadah. Biasannya digunakan pada kasus-kasus yang alergi terhadap ZnO,serta kulit yang kering Titanium dioksid bersifat inert dan memiliki beberapa kekurangan dibandingkan dengan ZnO, yaitu: Titanium dioksid bukanlah zat yang dapat mengecilkan pori-pori Kemampuan melindungi kulit dari sinar matahari lebih lemah dibandingkan dengan ZnO Kadang-kadang sulit dicampur dengan bahan dasar bedak

1. 2. 3. 4. 5.

132

Sediaan Kosmetika
Lebih mahal dari ZnO Zink Oksida Keunggulan Zink oksid dibandingkan dengan dengan zat lin yang sering digunakan dalam bedak yaitu: Dapat melindungi kulit dari UV lebih baik daripada bahan lainnya Dapat mengecilkan pori-pori Dapat dipakai sebagai antiseptic Merupakan bahan untuk melembutkan Meningkatkan kemampuan bedak untuk menutupi wajah. Beberapa hal yang perllu diingat bahwa criteria yang penting untuk membuat bedak yang baik adalah 1. Harus mempunyai kemampuan untuk mengabsorpsi air pada wajah (berkeringat ) 2. Harus mempunyai kemampuan untuk mengabsorpsi minyak pada wajah. 3. Harus mempunyai kemampuan unutk bertahan lama. Seseorang akan menilai kebaikan dari suatu bedak dari kilapan yang ada pada wajah .Hal ini merupakan fenomena komplek yang tidak berhubungan dengan tes ilmiah manapun.Sebenarnya tergantung pada jenis kulit,tipe krim yang digunakan pada wajah,pemakaian dan jenis pekerjaan yang dilakukan. Absorbansi Telah disebutkan bahwa fungsi bedak salah satunya untuk menghilangkan kilapan yang ada pada wajah.Bahan-bahan yang dipergunakan untuk itu adalah bahan bahan dengan daya serap yang tinggi.Bahan-bahan tersebut antara lain adalah:Kaolin koloidal, Kanji,Kapur precipite,dan MgCO3. Kaolin Koloidal Kaolin Koloidal ( Hidrated alumunium silikat )digunakan dalam bedak karena ia memiliki daya serap yang tinggi,sehingga dapat menyerap minyak.Kaolin koloidal juga memiliki memiliki daya lekat yang baik dari pada talk.Kaolin ini bersit kasar dan sedikit licin,kadarnya tidak boleh melebihi 30 %. Kanji Kanji beras pernah digunakan sebagai dasar dari beberapa Formula bedak karena memiliki beberapa keungulan sebagai berikut: Memiliki daya serap yang baik Memiliki daya tutp yang baik pada kulit Memberikan rasa halus pada kulit. Tetapi kanji beras tidak digunakan lagi sebagai bahan bedak dengan alasan: Kecenderungan untuk membentuk Cake Pada suhuyang lembab atau apabila ada sekresi pada kullit Dapat diubah menjadi pasta yang lengket jika basah Kanji merupakan nutrisi yang baik untuk bakteri , sehingga jika digunakan dalan waktu yang lama akan menyebabkan iritasi pada kulit.

133

Sediaan Kosmetika
Pada saat ini kanji telah banyak dimodifikasi dan digunakan dibanyak industri kosmetik.Kanji jenis ini memiliki keunggulan yaitu memiliki daya serap yang tinggi ,licin dan menempel dengan baik..dan mempunyai efek bakteriosida , contohnya seperti Kanji ANM. Kalsium karbonat precipitated ( kapur Precipitates) Kapur juga memiliki keunggulan yang hampir sama dengan kaolin,seperti daya serap yang baik dan dapat menghilangkan kilapan pada wajah.Akan tetapi kapur dapat merusak kelicinan produk.( slip ),Kadar kapur tidak boleh lebih dari 15%.Kapur tidak menyebabkan kulit menjadi kering,dan dapat menempel dengan baik. Kapur juga sudah memenuhi persyaratan USP. Magsium Karbonat. Magnesium karbonat memiliki daya serap tiga kali lebih baik dari pada kapur. Kadar MgCO3 dalam Formula biasanya 5%. Plastik Bahan dasar bedak dari plastic telah dikembangkan untuk digunakan dikulit ,contohnya adalah Oracid yang bentuknya busa kuku urea-formaldehid. Penggunaan Polietilen sebagai pengganti talk pada bedak telah banyak digunakan.Polietilen tidak mengiritasi kulit dan memiliki daya rekat dan daya penutup yang baik . Kadar polietilen tidak boleh lebih dari 44 mikron Polimer yang digunakan adalah polimer BM tinggi seperti polietilen terftalat.Isophtalat atau kopolimer dari 2monomer tersebut ,dengan ukuran 1-10 mikrons. Kelicinan ( slip ) Kemampuan untuk mudah disebarkan dan penggunaannya ditalk bertujuan untuk memberikan rasa halus dikulit.Kelembutan ini biasanya didapat dari talcum yang ditambah dengan Zn Stearat. Talk Talkum adalah Hidrat magnesium silikat. Talk berasal dari Italia ,India ,mesir, dan jepang. Varietas dari Italia biasanya digunakan untuk mendapatkan kualitas yang baik. Talk harus disterilisasi dengan baik.karena bila tidak dapat mengan dung spora tetanus. Kadar talk dalam bedak dapat melebihi 70%. Fungsi talk dalam bedak adalah sebagai pemberi rasa licin dan daya lekat yang baik akan tetapi daya daya menutupi dan daya serap dari talk kurang baik,sehingga untuk menutupi kesalahan ini talk harus dikombinasikan dengan bahan lain. Bahan Pelekat Bahan pelekat merupakan satu bagian penting dri bedak.Pelekatanbedak dapat ditingkatkan dengan penambahan emuliens seperti setil/stearil alcohol dan gliseril monostearat dengan kadar 0,5-1,5%. Zat pewarna bedak Zat pewarna yang biasa digunakan adalah zat warna organic atau anorganik yang tidak larut dalam air dan dalam minyak.Zat warna anorganik ini baik diperolehsecara alamiah ataupun secara sintetik , contohnya Besi ( II ) klorida memberikan warna kuning merah dan cokalt.Sedangkan warna hijau dan biru dihasilkan oleh zat warna ultramarine.Komponen-komponen anorganik yang bersifat racun superti timah hitan dan turunan arsen tidak boleh digunakan karena dapat mengiritasi kulit.

134

Sediaan Kosmetika
Zat Pewangi Bedak Pada umumnya hanya bersifat ringan , dipilih yang segar dan menarik ,tidak bo0leh terlalu cepat menguap.Harus stabil dan tidak teroksidasi dan tidak mengiritasi.harus mudah merata dan tidak boleh menyebabkan perubahan warna.Konsentrasinya harus serendah mungkin 0,2-1%,karena jika terlalu banyak akan mengiritasi kulit. Formulasi Bedak Berdasarkan jenis kulit yang berbeda-beda dari setiap orang ,maka dibuat lah berbagai formula bedak.Dengan maksud untuk menyesuaikan jenis kulit tersebut .Berikut ini akan dipaparkan beberapa variasi formula bedak sesuai dengan jenis kulit yang ada : Bedak jenis ringan ( Light powder ) Yang dipergunakan untuk kulit kering . Formulanya adalah sebagai berikut. Talk 80% Zink oksid 5% Zink Stearat 5% Kanji beras 10% Pewangi dan pewarna qs 2. Bedak jenis medium , digunakan untuk kulit normal dan agak berminyak, Formulanya adalah sebagai berikut : Talk 50% Kanji beras 15% Kapur Precipitete 15% Zink Oksida 15% Zink stearat 5% 3. Bedak jenis berat( Heavy ) Digunakan untuk kulit berminyak Formulanya adalah sebagai berikut: Talk Zink oksid Zink Stearat Kapur precipitate Pewangi dan pewarna 30% 24% 6% 40% qs. 1.

Namun Winter ( 19 ) membuat suatu formula bedak yang banyak diminati orang yang berjenis kulit Kasar dan kering karena mengandung lemak fatty Powder . Formulanya adalah sebagai berikut: Vaselin 50 bagian Beeswax Putih 40 bagian Petroleum Jely 40 bagian Stearin 20 bagian Gliseril monostearat 75 bagian

135

Sediaan Kosmetika
Prosedur: Dalam pembuatanya semua bahan diatas dilelehkan secara bersama-sama sambil terus diaduk lalu ditambahkan : Air panas 500 bagian Lanjutkan penggerusan sampai terbantuk emulsi ,lalu tambahkan : Talk 1000 bagian Gerus kembali biarka sampai kering diayak dengan pengayak lalu kemudian ditambahkan zat pewagi secukupnya. Formulasi Umum Bedak .

Zat yang mempunyai sifat dapat melapisi , misalnya TiO2 , Zno , MgO , kaolin , talk , amilum , CaO , MgCO3 , CaCO3 , Zn stearat , vicel , silica . Zat pewarna . Zat pewangi . Contoh Formulasi untuk face powder : A. Talk ZnO Zn stearat. Rice starch Parfum dan Warna . B. Talk. ZnO............................................ Zn stearat.. Precipated chalk.. Parfum dan Warna.. 80 % 5% 5% 10 % qs 30 % 24 % 6% 40 % qs

Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat . Talk . Pemerian Serbuk halus ; putih ; tidak berbau ; tidak berasa . Analisis Kualitatif Jika dimasukkan ke dalam air akan segera menaiki dinding tabung dan mengembang diatas permukaan air . Netral . Tambahan larutan titan kuning , terbentuk warna merah terang . Zinci oxydum . Pemerian . Serbuk amorf ; putih atau putih kekuningan ; tidak berbau ; tidak berasa . Analisis Kualitatif . Panaskan sejumlah ZnO , terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang .

136

Sediaan Kosmetika
Larutkan asam klorida encer , setelah ditambahkan larutan alkali hidroksida , terbentuk endapan putih yang larut dalam larutan alkali hidroksida berlebih . Analisis Kuantitatif . Timbang seksama lebih kurang 1,5 gram zat uji yang baru dipijarkan , tambahkan 2,5 gram ammonium klorida P , larutkan dalam 50,0 ml asam sulfat 1 N LV , jika perlu bantu dengan pemanasan lemah . Setelah larut sempurna tambahkan jingga metil LP dan titrasi kelebihan asam sulfat dengan natrium hidroksida 1 N LV . Khasiat : Antiseptikum lokal . Zn stearat . Analisis Kualitatif . Campur 25 gram dengan 200 ml air hangat , tambahkan 60 ml H 2SO4 2N dan didihkan sampai asam lemak terpisah dan membentuk permukaan transparan , dinginkan campuran dan pindahkan permukaan padat dari asam lemak ; cairan sisa ditest dengan zink test . Simpan asam lemak yang dipisahkan pada identifikasi A dalam filter wetted dengan air , dan cuci dengan air mendidih sampai bebas dari sulfat . Kumpulkan asam lemak dalam beaker glass kecil , biarkan dingin , tuangkan airnya , kemudian larutkan dengan asam , saring dalam beaker kering saat panas , dan keringkan pada suhu 105 0C selama 20 menit sampai asam lemak mengental tidak di bawah 54 0C . Analisis Kuantitatif . Panaskan kira kira 1 gram Zn stearat dengan 50 ml asam sulfat 0,1N selama 10 menit , atau sampai permukaan asam lemak bersih, tambahkan air jika perlu untuk menjaga volume asli, dinginkan dan saring . Cuci saringan dan labu terus menerus dengan air sampai tidak ada asam, lalu uji dengan keras lakmus . Masukkan filtrat dan cuci dengan 15ml amonia-amonium klorida buffer dan 0.2ml eriochrome black T. panaskan larutan sampai kira-kira 40 dan tetrasi dengan 0.05 M disodium etilen diamide tetra asetate sampai larutan berwarna biru . Rice Strach Pemerian Serbuk sangat halus;putih;tidak berbau;tidak berasa Analisis Kualitatif Didihkan 1 bagian dengan 50 bagian air, terbentuk larutan kanji yang tidak transparan hampir tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P . Tambahkan larutan iodium P, terjadi warna biru yang jika dipanaskan hilang dan jika didinginkan akan timbul kembali . Beberapa variasi formula dari face powder : a. Talk 65% ZnO 20% Zn sterarat 5% Pricepated 10% Parfum dan warna qs

137

Sediaan Kosmetika
b. Talk ZnO Zn sterarat Kaolin Parfum dan warna c. ZnO Zn sterarat Rice starch Pricipted chalk d. Water proof chalk base Zn atau Mg strearat Kaolin TiO Talc Parfum dan warna e. ZnO Talc Zn strerat Pricepated chalk (light) Rice strat Kaolin f. Vaseline White beeswax Petroleum jelly Stearin Gleceryl monostrearat 60% 15% 5% 20% qs 15% 5% 15% 15% 50% 10 % 20% 6% 14% qs 16% 37 % 5% 8% 8% qs 50% 10 % 20% 6% 14%

Analisis Kualitatif dan kuantitatif zat TiO Analisis Kulitatif Pada 500 mg asam sulfat dan di panaskan perlahan . Setelah uap sulfur trioksida muncul lanjutkan pemanasan selama 1 menit .Dinginkan suspensi, cairkan dengan air sampai 100ml lalu disaring . Pada 5 ml filtrat bersih tambahkan beberapa tetes hydrogen peroksida maka akan muncul warna merah/orange. Petrolium Jelly Analisis Kualitatif Berwarna kunimg gadimg atau putih dan lunak . Didinginkan pada suhu 0 C, massa tidak berubah . Larut dalam pelarut organic dan tidak larut dalam air dan alcohol. Magnesium Strearat

138

Sediaan Kosmetika
Pemerian Serbuk halus;putih;licin;dan mudah melekatpada kulit;bau lemah khas. Analisis Kualitatif Panaskan 1g dengan campuran 25ml air dan 5ml asam klorida P, dinginkan;lapisan minyak memadat pada suhu 50 Cdan la[pisan air menunjukkan reaksi magnesium. Analisis kuantitatif Timbang seksama 500mg ,pijarkan pada sisa tambahkan 10HCL 100% v/v P. Panaskan diatas penamgas air selama 10 menit, tanbahkan 50ml air dan 10 ml larutan ammonia P. 1ml dinatrium edetat 0.05 M sebanding dengan 20015 MgO. Khasiat :Antasidium ;zat tambahan . Kaolin Pemerian Serbuk ringan;putihlbebas dari butiran kasarltidak berbau;tidak berasa;licin . Analisis kulitatif Lebur 1g dengan 2g natrium karbonat anhidrat P, hangatkan sisa dengan 10ml air saring cuci penyaring dengan 5ml air,kumpulkan filtrat dan cairan cucian. Larutkan sisa dalam 10ml asam klorida P. Pada kumpulan filtrat dan ciran cucian tambahkan 3ml asam klorida P;terbentuk endapan menyerupai gelatin . Analisis Kuantitatif Refluk 2g dengan 100ml asam klorida 0.2 N selama 5 menit , dinginkan saring ,uapkan 50ml filtrat ; pijarkan hingga kering ;pijarkan pada suhu 600 ;yang diperoleh lebih dari 10mg . Memenuhi uji batas klorida : pengujian dilakukan menggunakan 50ml filtrat yang di peroleh sebagai berikut ;didihkan 2g dengan 200ml dan 20ml asam nitrat encer P menggunakan pendingin alir balik selama 5 menit , dinginkan dan saringkan. Khasiat: Zat tambahan;Penyerap . Vaseline album Pemerian Massa lunak;lengket;bening;putih;sifat ini tetao setelah zat di leburkan dan dibiarkan dingin tanpa di aduk. Analisis Kualitatif Serapan Ultraviolet serapan 1 cm larutan 0.05% b/v Dalam Trimetil pentana P pada 290mm tidak lebih dari 0.5 Khasiat : zat Tambahan. Vaselin flavum Pemerian Massa lunak;lengket;bening;kuning muda sampai kuning; sifat ini tetap setelah zat di leburkan dan di biarkan himgga dingin tanpa di aduk;berflouresensi lemah,juga tidak di cairkan;tidak berbau;dan tidak berasa Analisis Kualitatif

139

Sediaan Kosmetika
Serapan Ultraviolet serapan 1 larutan 0.05% b/v dalam trimetilpentana p pada 290mm tidak lebih dari 0.75 Khasiat :zat tambahan Gliceryl Monostrerat Analisis Dengan kromatografi gas dengan instrumen yang dilengkapi dengan flame ionization detector dan terdiri dari kolom bororsilikat . Suhu dipertahankan pada 190 C-220 C. Laju aliran gas pembawa sekitar 70ml/menit . Berdasarkan Bentuk bedak dapat di bagi menjadi: 1.Bedak padat (compact powder) Formulasi umum : a. Koalin ZnO Principated chalk Talc Compact Binder (e.g soap) Parfum dan warna 20% 15 % 25% 32% 8% qs 61,25 % 0,75 % 7,50 % 11,25 % 1,00 % 4,50 % 3,00 % 1,50 % 1,00 % 7,50 % 0,25 % 0,20 % 0,09 % 0,09 % 0,12 %

b.Talcum Sodium lauryl sulphate TiO2 Zn stearat In organic pigment Mineral oil Spermaceti Cetylalkohol Lanolin Glycerine Hexa chloroprophane Alkil dimetil benzyl ammonium ( klond 50 % ) Methyl p hydroxybenzoate Propyl p hydroxybenzoat Perfume

Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat . Gliserin . Pemerian : Cairan seperti sirop ; jernih ; tidak berwarna ; tidak berbau ; manis diikuti rasa hangat ; higroskopik . Jika disimpan beberapa lama membentuk massa hablur tak berwarna yang tidak melebur hingga suhu mencapai lebih kurang 20 0 C. Analisis Kuantitatif . Panaskan dengan kalium bisulfat P, terjadi uap merangsang .

140

Sediaan Kosmetika
Jika dibakar dengan sedikit natrium tetraborat P di atas nyala api , terjadi warna nyala hijau . Khasiat : Zat tambahan . Spermaceti / setaseum . Pemerian : Massa hablur ; bening ; licin ; putih mutiara ; bau dan rasa lemah ; suhu lebur 42 0 50 0C . Analisis Kuantitatif : Refluks perlahan 5 g dengan 5 ml asam sulfat encer P selama 5 menit saring selagi panas . Dinginkan . Tambahkan 0,3 ml larutan dimetilglioksin P 1 % b/v dalam etanol ( 95 % ) P , kemudian ammonia encer P secukupnya hingga tepat bereaksi alkalis terhadap kertas lakmus P . Tidak terjadi warna merah jambu . Khasiat : Zat tambahan . Setil alcohol . 1 bagian zat + asam stearat 20 bagian dipanaskan di water bathlarut + kromat hijau Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dianalisis dengan cara kromatografi gas . Larutan kesesuaian system : timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal . Uji kesesuaian system : suntikkan 2 mikroliter larutan kesesuaian system dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol : tidak kurang dari 4,0 . Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang , masing masing sekitar 1,5 % terhadap rata rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan . Sistem kromatografi : kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisasinyala dan kolom 2m X 3m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA . Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa . Prosedur : suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak . Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol . Propil P hidroxybenzoat . Analisis Kuantitatif : Timbang seksama 100 mg , didihkan dengan 50 ml NaOH 1N selama 30 menit , sambil mengganti kehilangan air karena penguapan . Dinginkan , pindahkan labu bersumbat kaca , tambahkan segera 50 ml brom 0,1N dan 10 ml asam klorida P . Kocok berulang ulang selama 15 menit . Tambahkan 30 ml larutan iodida P . Titrasi dengan Natrium tiosulfat 0,1N , lakukan penetapan blanko . 2. Bedak Cair ( Liquid Powder ) .

141

Sediaan Kosmetika
Formulasi Umum : A. Bi subnitrate.. Starch ( amilum )... 5% ZnO. 10 % Glycerine 15 % Rose water... 65 % B. ZnO... 3 % Chalk 15 % Kaolin 2% Colouring matter Glycerine. 15 % Water... 65 % Preservative and perfume .. qs C. ZnO. TiO2 .. Talc. Colouring Water Gum Tragacanth ( 0,5 % solution ) Glycerine Water.. Preservative and perfume . 10 % 10 % 10 % 25 % 15 % 30 % qs 5%

D. Na karraginate.. 2% N propilalkoho. l2 % Propylene glyco... l5 % Water 68,5 % Viegum HV 0,5 % Talc. 10 % MgCO3 4% TiO2 1 % Colour pigments... 7% Perfume . qs

Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat : Bi subnitrat . Pemerian : Serbuk hablur renik ; putih ; tidak berbau ; tidak berasa ; berat . Analisis Kualitatif : Pijarkan . Terjadi uap nitrogen oksida , sisa berwarna kuning . Menunjukkan reaksi bismuth dan nitrat . Analisis Kuantitatif :

142

Sediaan Kosmetika
Timbang seksama 500 mg , larutkan dalam campuran 2 ml asam nitrat P , dan 4 ml air ; tambahkan 50 ml air , 20 ml glycerol P , biarkan selama 1 menit , Tambahkan 200 ml air dan 0,3 ml larutan ungu kateka P , jika terjadi warna ungu , tambahkan tetes demi tetes ammonia encer P hingga terjadi warna biru . Titrasi dengan Dinatrium edetat 0,05 M hingga terjadi warna kuning . 1ml dinatrium edetat 0,05 M setara dengan 19,45 mg Bi . Khasiat : Adstringen saluran pencernaan . Gom Arab . Pemerian : Hampir tidak berbau ; rasa tawar ; seperti lendir . Analisis Kualitatif : Pada 5 ml larutan timbal ( III ) subasetat P ; terjadi flokulasi putih . Larutan dengan pengocokan 250 mg dalam 5 ml air , tambahkan 0,5 ml larutan benzidina P 1 % b/v dalam etanol ( 90 % ) P , kocok , asamkan ; terjadi warna biru tua . Sedikit serbuk dalam larutan merah nitenium P , diperiksa dengan mikroskop , tidak terlihat butir butir merah . Pada 10 ml larutan 2 % b/v tambahkan 0,2 ml larutan timbal ( III ) asetat P 20 % b/v ; tidak terbentuk endapan . Khasiat : Zat tambahan . Tragakan . Pemerian : Tidak berbau ; hampir tidak berasa . Analisis Kualitatif : Pada 100 mg serbuk tambahkan 1 ml iodium 0,02 N , campuran berwarna hijau ( perbedaan dari gom akasia dan agar ) . Pada 20 ml larutan 0,25 % b/v tambahkan 100 ml larutan timbal asetat 20 % b/v terbentuk endapan menjonjot , saring , pada filtrat tambahkan 10 ml larutan timbal subasetat P ; larutan berkabut tapi tidak terjadi endapan . Khasiat : Zat tambahan . Propanol . Pemerian : Cairan jernih ; tidak berwarna . Analisis Kualitatif : Iodoform test : ( - )

Zat + P. nitrobenzoat ------- terjadi endapan . Propilen glikol . Pemerian :

Zat + H2SO4 -------- propilen . Zat + piperonal--------- merah .

143

Sediaan Kosmetika
Cairan kental ; jernih ; tak berwarna ; tak berbau ; rasa agak manis ; higroskopik . Analisis Kualitatif : Panaskan perlahan lahan dengan kalium bisulfat P , terjadi uap berbau enak . Lanjutkan pemanasan hingga kering , tidak terjadi bau akrolein . Analisis Kuantitatif : Refluks 500 mg dengan 3,9 g trifenilmetilklorida P dan 5 ml piridina P di tangas air selama 1 jam , dinginkan , larutkan dalam aseton P 100 ml hangat , tambahkan 100 mg arang jerap P , campur , saring . Uapkan filtrat hingga lebih kurang 50 ml , biarkan 1 malam pada suhu 4 0C . Saring , keringkan hablur dengan aliran udara . Suhu hablur sekitar 176 0C . Magnecium carbonate ( MgCO3 ) . Analisis Kualitatif : Ditambahkan larutan ammonia menghasilkan endapan putih seperti gelatin . Ditambahkan NaOH menghasilkan endapan putih . Ditambahkan reagensia kuning titan menghasilkan endapan merah .

Ditambahkan HCl encer menghasilkan gas CO2 ditandai adanya gelembung gelembung gas . Ditambahkan larutan BaCl2 menghasilkan endapan putih . Ditambahkan larutan AgNO3 menghasilkan endapan putih .

3. Bedak untuk Kaki . Formulasi : A. ZnO6 % Chalk 16 % Methyl selulosa 0,5 % Glycerine ..16 % Water .. 61,5 % Colouring matter , preservative and perfume ..qs B. Zn stearat 2 % TiO2 .3,5 % Veegum .20 % Isopropyl alcohol .6 % Umber ...0,5 % Yellow oxide .2,5 % Red oxide ...2,5 % Propylene glycol ....1 % Metyl cellulose ( 1500 viscosity grade ) 0,5 % Water , perfume , representative sampai ...100 % 4. Bedak Penutup Noda . Formula yang mengandung TiO2 :

144

Sediaan Kosmetika
Trietanol amin ..0,5 % Propilen glikol ..5,0 % Aquades ..62,5 % TiO2 ..6,0 % CMC .3,0 % Pewarna .9,5 % Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat : Trietanol amin . Pemerian : Cairan kental ; tidak berwarna hingga kuning pucat ; bau lemah mirip amoniak ; higrokopis . Analisis Kualitatif : Pada 1 ml tambahkan 0,1 ml larutan tembaga ( II ) sulfat P ; terjadi warna biru tua . Tambahkan 5 ml larutan natrium hidoksida encer P didihkan hingga sisa sepertiga volume semula , warna biru tetap . Pada 1 ml tambahkan 0,3 ml larutan kobalt ( II ) klorida P ; terjadi warna merah karmin . Panaskan perlahan lahan 1 ml ; terjadi uap yang merubah warna kertas lakmus merah P basah menjadi biru . Analisis Kuantitatif : Timbang seksama 2 gram , masukkan ke dalam labu erlenmeyer 300 ml , tambahkan 75 ml air . Titrasi dengan asam klorida 1 N menggunakan indicator 2 tetes larutan merah metil P . 1 ml asam klorida 1 N setara dengan 149,2 mg triethanolamine dihitung sebagai N( C2H4OH )3 CMC . Analisis Kualitatif : Tambahkan sedikit demi sedikit lebih kurang 1 gram pada 50 ml air hangat sambil diaduk hingga mendispersi dengan rata , lanjutkan pengadukan hingga diperoleh suspensi koloidal , dinginkan memenuhi syarat : pada 5 ml tambahkan larutan barium klorida P dengan volume yang sama , terbentuk endapan halus putih . III. PEMERAH PIPI (Raugh/ blusher/ blush on) Pemerah pipi adalah sediaan yang berguna untuk memberi warna merah pada pipi, menampilkan warna kosmetik yang lebih lembut pada wajah dengan membuat garis bentuk muka (contour) yang lebih baik dan mengurangi tampilan yang kurang baik pada wajah, baik berupa cacat, bercak atau noda hitam. Zat warna yang digunakan adalah Zat warna yang tak larut air seperti ferri oksidsa, cinnabar, red ochre, vermillion,cochineal, sandalwood, brazilwood, karmin+NH4OH. Persyaratan dari pemerah pipi 1. Harus stabil baik warna maupun bentuk 2. Harus homogen dan halus 3. Harus mudah digunakan

145

Sediaan Kosmetika
Penggolongan Pemerah Pipi 1. Berdasarkan basisnya pemerah pipi dapat dibagi menjadi : Pemerah pipi dengan dasar emulsi A/M Pemerah pipi dengan dasar emulsi M/A Pemerah pipi dengan salep yang tidak berair 2. Berdasarkan bentuknya pemerah pipi dapat dibagi menjadi : Bentuk padat (Dry Rouge) sering juga disebut compact rouge/ blush on rauge . Pemerah pipi padat adalah bentuk yang paling dikenal dan paling susah dibuat, karena tidak hanya membutuhkan pengetahuan cara untuk membuat, tetapi juga peralatan pabrik yang khusus. Pada dasarnya pemerah pipi padat adalah bedak berwarna yang mengandung bahan pengikat yang membantu memadatkan bedak Bahan mentah dalam pembuatan pemerah pipi padat adalah talk, kaolin, kapur precipitate, MgCO3, Titanium dioksid, Zinc stearat, oksida-oksida organic, pewarna dan parfum. Zinc oksid digunakan untuk meningkatkan daya adhesi dari pemerah pipi memberi opositas dan digunakan dalam jumlah antara 5-10 %. Logam-logam stearat sekarang digunakan secara luas sebagai pengikat kering untuk pemerah pipi padat. Jumlah yang digunakan antara 4-10 %. Formulanya: persen Talk Kaolin Zn stearat Zn oksid MgCO3 Kanji beras Titanium dioksid Pewarna 48 16 6 5 5 10 4 6

Pemerah pipi padat harus memenuhi persyaratan : 1) Halus dan bebas dari gumpalan-gumpalan seperti pasir 2) Mudah digunakan dan dapat melapisi serta melekat baik 3) Warna harus homogen dan tidak mengandung air sama sekali 4) Kekuatan menutup baik 5) Ukutran partikel sangat kecil 6) Sesuai dipadukaaan dengan warna kulit 7) Mudah dibersihkan tanpa pembersih Khusus 8) Tidak boleh patah, rusak, retak atau terlalu keras Diantara kerusakan umum dari pemerah pipi padat, juga ditemukan bentuk yang terlalu bubuk menjadi debu, menyebabkan iritasi, keras tidak menyatu dengan baik pada kulit atau berlapis saat dihapus dengan tiupan. Pewarna yang digunakan adalah bahan pewarna dengan toner organic, toner yang dikurangi derajat pengurangan (anorganik oksid) adalah pewarna utama karena pewarna itu sendiri memberikan bayangan yang diinginkan,

146

Sediaan Kosmetika
biasanya ditambah air dan minyak yang mudah larut. Zat warna tersebut diantaranya adalah feri oksida, cinnabar, Red ochre, vermillion, cochineal, sandalwood, brazilwood, karmin+NH4OH. Parfum yang digunakan dalam pemerah pipi padat harus mempunyai wangi yang khas (sesuai).Bagaimanapun harus diingat bahwa pemerah pipi padat yang kering itu digunakan dengan hemat, sehingga bisa terpakai sampai lama. Karena bentuk padat yang tebal maka parfumnya dapat terlepas dengan lambat. Faktor yang penting dalam membuat pemerah pipi padat yang baik adalah bahan pengikat yang tepat. Banyak macam kombinasi bahan pengikat yang ditawarkan dan digunakan. Tipe umum adalah sebagai berikut: o Bahan pengikat yang larut dalam air o Bahan pengikat yang tidak latut dalam air o Bahan pengikat emulsi o Bahan pengikat kering Bentuk batang (stick rouge) Merupakan pemerah pipi dengan basis malam, hampir sama dengan basis pemerah bibir hanya lebih banyak emoliennya dan lebih lunak. Bentuknya secara umum sama walaupun lebih sering diameternya lebih besar (sekitar 2 cm). Warna pada umumnya merah atau merah muda, walau kadang juga digunakan warna kuning muda dan coklat bahkan putih, untuk menyamarkan permukan wajah atau lebih dikenal penyamar pipi. Penggunaan zat warna asam Bromo tidak bijaksana karena kemungkinan menyebabkan dermatitis pada kulit dengan pencahayaan langsung. Contoh formulanya: Persen Lilin Candelilla Lilin Carnauba Beeswax Minyak mineral Lanolin Isopropil miristat Pewarna 8,6 5,4 4,0 17,0 2,0 33,0 30,0

Bentuk Krim (Krim Rauge) Tipe ini istimewa karena pemakaiannya mudah, teksturnya lembut, penampilannya menarik, tercampur sempurna dengan bedak. Sebagai basis dapat digunakan basis teremulsi atau basis yang tak mengandung air (nonaques/anhidrat) Pemerah pipi bentuk krim harus memenuhi persyaratan:

1) Harus mempunyai titik leleh 50


2)

C Pembagian Zat warna dan partikelnua harus homogen

147

Sediaan Kosmetika 3) Bila ditaruh dalam lemari pemanas dengan sssuhu40


4) C selama 1 bulan tidak boleh ada perubahan, biasanya ditaruh pada suhu kamar selama 2 minggu tidah boleh ada perubahan. Tidak boleh bereaksi dengan wadahnya .
0

Bentuk Cair (Liquid Rauge) Merupakan pemerah pipi bentuk cair biasanya dalam bentuk suspensi, emulsi M/A atau A/M, juga bisa berupa cairan yang kental atau bentuk clear gel yaitu suatu bentuk dengan penambahaan gelling agent seperti karbopol. Pemerah pipi cair harus memenuhi persyaratan yaitu viskisitas yang cukup agar dapat mengalirdengan baik dan dapat mongering dengan cepat. Pemerah pipi cair dibuat dengan penambahan gom atau pengental sintesis untuk meningkatkan viskositas dan sejumlah kecil zat pembasah untuk memudahkan penyebarannya. Pada bentuknya yang paling sederhana, beberapa suspensi agak cepat menempatinya dan konsekuen diperlukan pengocokan yang seksama sebelum pemakaian . Contoh formulanya : Air D&C merah no. 28 Carbowax Metil-p-hidroksi benzoate Parfum Persen 89,4 0,5 10,0 0,1 qs

Dalam hal pencegahan pewarnaan yang tebal dan partikel putih yang inert maka dapat disempurnakan dengan pemakaian zinc stearat yang dilumatkan dalam air untuk mendapatkan hasil yang berbentuk lotio, dengan akhir matte. Contoh formulanya adalah sebagai berikut: Propilen glikol Polovinil alcohol Sorbitol heksaasetat Titanium dioksid Kapur Zinc stearat Pewarna Parfum Persen 34 25 25 5,6 4,8 2,4 3,2 qs

Sebagai zat pewarna sering digunakan campuran karmin dan NH4OH. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat Talk Pemerian Serbuk halus; putih; tidak berbau; tidak berasa Analisis Kualitatif Jika dimasukan ke dalam air akan segera memeasuki dinding tabung

148

Sediaan Kosmetika
Netral Tambahkan larutan titan kuning, terbentuk warna merah terang Kaolin Pemerian Serbuk ringan; putih;licin;bebas dari butiran kasar; tidak berbau; tidak berasa; licin Analisis Kualitatif Lebur 1 g dengan 2g Natrium karbonat anhidrat P, hangatkan sisa dengan 10 mL air, saring, cuci penyaring dengan 5 mL air, kumpulkan filtrat dan cairan cucian tambahkan 3 mL asam klorida P; terbentuk endapan menyerupai gelatin. Analisis Kuantitatif

Refluks 2g dengan 100 mL asam klorida 0,2 N selama 5 menit, dinginkan, saring, uapkan 50 mL filtrat hingga kering; pijarkan pada suhu + 6000C ; yang diperoleh lebih dari 10 mg Memenuhi uji batas klorida ; pengujian dilakuka menggunakan 50 mL filtrat yang diperoleh sebagai berikut, didihkan 2g dengan 80 mL dan 20 mL asam nitrat encer pekat menggunakan pendingin alir balik selama 5 menit, dinginkan dan saring Khasiat : Zat tambahan: penyerapan Zn stearat Analisis Kualitatif Campur 25 gram dengan200mL air hangat, tambahkan 60 mL asam sulfat 2N dan didihkan sampai asam lemak terpisah dan membentuk permukaan transparan, dinginkan campuran, dan pindahkan permukaan padat dari asam lemak; cairan sisa di test dengan Zink test. Simpan asam lemak yang dipisahkan pada identifikasi A dalam filter watted dengan air, dan cuci dengan air mendidih sampai bebs sulfat. Umpulkan asam lemak dalam beaker glass kecil, biarkan dingin, tuangkan airnya, kemudian larutkan dengan asam, Saring dalam beaker kering saat panas, dan keringkan pada suhu 1050 selama 20 menit sampai asam lemak mengental tidak dibawah 540C Analisis kuantitatif Panaskan kira-kira 1g Zn Stearat dengan 50 mL asamsulfat 0,1N selam 10 menit, atau sampai permukaan asam lemak bersih, tambahkan air jika perlu untuk menjaga volume asli, dinginkan dan saring. Cuci saringan dan lab uterus menerus dengan air sampai tidak ada asam, lalu diuji dengan kertas lakmus. Masukan filtrate dan cuci dengan 15 mL ammonium-amonium klorida buffer 0.2 mL eriochrome black T. Panaska larutan sampai kira-kira 400 dan titrasi dengan 0,05 M disodium etilen diamid tetra asetat sampai larutan berwarna biru. Zinci Oxydum Pemerian Serbuk amorf; putih atau putih kekuningan; tidak berbau ; tidak berasa

149

Sediaan Kosmetika
Analisis kualitatif Panaskan sejumlah ZnO, terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang Larutkan asam klorida encer, setelah ditambahkan alkali hidroksida, terbentuk endapan putih yang larut dalm larutan alkali hidroksi berlebih Analisis kuantitatif : Timbang seksama 1,5 g zat uji yang baru dipijarkan , tambahan 2,5 g ammonium klorida Pasal , larutkan dalam 50 ml asam sulfat 1N . Bila perlu bantu dengan pemanasan lemah . Setelah larut sempurna tambahkan metil jingga , terus titrasi kelebihan asam sulfat dengan NaOH . Khasiat : antiseptikum local MgCO3 Analisis Kualitatif Ditambahkan larutan ammonia menghasilkan endapan putih seperti gelatin Ditambahkan NaOH menghasilkan endapan putih Ditambahkan regensia kuning titan menghasilkan endapan merah

Ditambahkan HCl encer menghasilkan gas CO2 ditandai adanya gelembunggelembung gas Ditambahkan larutan BaCl2 menghasilkan endapan putih Ditambahkan larutan AgNO3 menghasilkan endapan putih

Kanji beras (Rice Starch) Pemerian Serbuk sangat halus; putih; tidak berbau; tidak berasa Analisis Kualitatif Didihkan 1 bagian dengan 50 bagian air, terbentuk larutan kanji yang tidak transparan, hamper tidak berbau dan merubah warna kertas lakmus P. Tambahkan larutan yodium P, terjadi warna biru yang jika dipanaskan hilang dan jika didinginkan akan timbul kembali. Titanium dioksid Analisis Kualitatif Pada 500 mg asam sulfat dandipanaskan perlahan. Setelah uap sulphur trioksida muncul, lanjutkan pemanasan selama 1 menit. Dinginkan suspensi, cairkan dengan air sampai 100 mL lalu disaring. Pada 5 mL filtrate bersih tambahkan beberapa tetes hydrogen peroksida. Maka akan muncul warna kuning merah/orange Beeswax Tes awan safonifikasi Masukkan 3 g kedalam labu ukur, labu didih 100 mL disatukan dengan gelas erlenmayer, tambahkan 30 mL larutan yang dibuat dengan melarutka 40 g potasium hidroksida didalam 500mL aldehid bebas alcohol pada temperature tidak melebihi 15, setelah larutan sempurna terbentuk hangatkan hingga suhu

150

Sediaan Kosmetika
kamardan tambahkan aldehid bebas alcohol hingga 1000 mL. Refluks campuran selama 2 jam. Pada akhir refluks buka labu, masukkan thermometer kedalam larutan kemudian masukkan labu kedalam penangas air pada temperature 800C. Putar labu pada penangas tadi ketika penangas dan larutan dingin. Larutan tidak menunjukkan bentuk awan/globul sebelumsuhu mencapai 650 C Propilen glikol Pemerian Cairan kental; jernih; tak berwarna; takberbau; rsa agak manis; higroskopik Analisis kualitatif Panaskan perlahan-lahan dengan kalium bisulfat P,terjadi uap berbau enak. Lanjutkan pemanasan hingga kering, tidak terjadi bau akrolein Analisis Kuantitatif Refluks 500 mg dengan 3,9 g Trifenilmetilklorida Pdan 5 mL piridina P di tangas air selama 1 jam, dinginkan, larutkan dalam aseton P 100 mL hangat, tambahkan 100 mg arang jerap P, campur, saring. Uapkan filtrate hingga lebih kurang 50 mL, biaaarkan 1 malam pada suhu 40C. saring, keringkan hablur dengan aliran udara. Suhu hablur sekitar 1760C IV. Pemerah Bibir (Lipstick) Merupakan sediaan kosmetika yang berguna untuk memerahkan bibir atau merubah bentuk bibir hingga kelihatan lebih menarik. Pemerah bibir harus memenuhi persyaratan : 1. Tidak berbahaya pada kulit. 2. Bentuk dan bau harus menarik, halus dan homogen. 3. Tidak boleh rapuh, terlalu keras dan terlalu lunak karena adanya pengaruh suhu. 4. Tidak boleh ada pemisahan, mudah digunakan, dapat memnbentuk lapisan yang stabil , tidak kering dan mudah dihapus. Pemerah bibir umumnya merupakan suatu dispersi zat warna dalam minyak , lemak dan malam. Basis merupakan basis berlemak yang mudah dioleskan pada bibir. Formula umum pemerah bibir biasanya terdiri dari : 1. Basis/ Dasar, biasanya digunakan minyak tumbuh-tumbuhan seperti minyak zaitun, minyak wijen, minyak jarak dsb. Sering juga digunakan minyak mineral. Minyak-minyak ini juga berguna untuk melarutkan . Zat warna harus mempunyai viskositas rendah, tidak berbau dan stabil. Untuk memadatkan formula dapat digunakan malam, carnauba wax, candelilla wax, ozokerite, parafin, cetaceum, cetyl alkohol, stearil alkohol dsb. 2. Zat warna, merupakan faktor yang sangat menentukan dalam pemerah bibir. Warna warna yang digunakan bervariasi dari merah, ros dan jingga. Zat warna yang digunakan harus memenuhi syarat : Dapat bersifat sebagai penetrasi pada kulit bibir . Dapat melapisi bibir dengan baik untuk menutupi kekasaran. Zat warna yang sering digunakan yaitu : Staining Dyes, merupakan zat warna yang dapat menodai bibir dengan warna yang diingini, digunakan dalam konsentrasi 2 - 3% . Merupakan turunan fluorescein yang terhalogenasi sperti bromo acid, eosin, dan tetrafluorescein.

151

Sediaan Kosmetika
3. Non Eosin Staining Dyes, juga merupakan turunan fluoroscein, yang sering digunakan adalah yang bersifat lipofilik dan yang tidak larut dalam air yaitu bentuk sulfo acidnya. Pigment, merupakan zat warna logam yang dapat bercampur dengan bahan dasar. Dapat bersifat anorganik maupun orfganik. Digunakan dalam jumlah 8 10% . Titan dioksida, berguna untuk memudakan serta menyinarkan warna. Lapisan yang terbentuk, agak keruh keputihan. Digunakan dalam jumlah 1% . Lakes, merupakan campuran zat warna D&C (Drugs and Cosmetics) dan logam logam seperti Al, Ba, Ca dan Sr. digunakan dalam jumlah 5 15 %. Pelarut dari zat warna, sesuai dengan namanya dapat digunakan untuk melarutkan zat warna dalam formula pemerah bibir. Dapat digunakan pelarut nonpolar, lemak-lemak dan zat yang bersifat lipofilik. Sebagai contoh pelarut yang sering digunakan adalah minyak jarak, alkohol berlemak, glikol-glikol, butil stearat, isopropil meristat, isopropil palmitat dsb. Zat-zat antioksidan berguna untuk mencegah ketengikan dari minyak-minyak lemak yang digunakan. Sebagai contoh misalnya butil hidroksi anisol, butil hidroksi toluen, propil galat,dsb. Zat pewangi, dapat digunakan yang ringan dan segar. Konsentrasi yang digunakan 2-4% , harus dipilih yang tidak mengiritasi dan stabil terhadap komponen yang lain. Zat pewangi ini sangat berguna untuk menutupi bau yang tidak enak dari lemak.

4. 5.

Yang harus diperhatikan pada pembuatan pemerah bibir adalah : Pemilihan basis yang sesuai Pemilihan zat warna dan pelarutnya harus hati-hati. Teknik pembuatan dan pencetakan harus betul dan hati-hati. Parfum harus segar dan ringan. Cara pemeriksaan hasil akhir dari suatu pemerah bibir : 1. Pembagian zat warna dalam basis minyak harus homogen, dapat diperiksa dengan menekan ibu jari dan telunjuk tidak menunjukkan adanya gumpalan seperti pasir.

2. 3.
4.

Pemeriksaan titik leleh dapat dilakukan dengan tabung kapiler yang diberi tekanan dan suhu dinaikkan 45-500C. Waktu pecah ( breaking point) dapat diperiksa dengan menegakkan sediaan dan diberi tekanan dengan suhu diatur 250C. Jenis aliran dapat diperiksa dengan alat penetrometer. Kestabilan dapat diperiksa dengan mengamati pada suhu 400C, apakah ada minyak yang keluar atau apakah ada kristalisasi dari lemak-lemak. Kestabilan dari parfum dapat diperiksa dengan memasukkannya kedalam pemanas dengan suhu diatur 400C dan dibandingkan dengan standar. Kestabilan terhadap oksidasi sinar matahari diperiksa selama penyimpanan.

5. 6.
7.

152

Sediaan Kosmetika
8. Yang terakhir adalah pemerikasaan terhadap adanya penyimpangan yang terjadi pada permukaan sediaan selama penyimpanan, seperti adanya kristal, pertumbuhan jamur, tonjolan-tonjolan lemak padat, pengeluaran minyak atau cairan lainnya.

Lipstick merupakan kosmetik yang sangat sulit dihasilkan karena persyaratannya yaitu harus berpenampilan atraktif, mudah digunakan, warna merata dan tidak berubah, mempunyai rasa yang menyenangkan, perlekatan yang baik dan tidak meninggalkan bekas, tidak terpengaruh oleh perubahan suhu, bebas dari perubahan fisik, dan bentuk padatnya tidak mudah hancur. Kombinasi yang baik pada penggunaannya dapat mempercantik penampilan make up. Corrective Make -up Metode ini digunakan untuk menonjolkan penampilan make up pada wajah dan menyembunyikan segala kekurangan yang terdapat pada wajah. Dengan menggunakan suatu pewarnaan yang menarik, memilih suatu jenis kosmetik yang tepat dan menonjolkan lekukan atau tekstur wajah, penampilan seseorang akan terlihat lebih sempurna dan kekurangan yang terdapat didalamnya bisa lebih disembunyikan atau dihilangkan sama sekali. Tampilan muka dari depan secara keseluruhan merupakan pertimbangan utama untuk dasar melakukan suatu make up. Corrective make up pertama dapat digunakan pada kondisi dimana seseorang ingin mengubah penampilannya kembali ke keadaan aslinya dulu. Biasanya sering dilakukan oleh mereka yang memiliki gambaran dagu yang seperti dua buah (pada orang gemuk) ; terdapatnya lipatan kasar pada daerah mulut dan bibir; mata yang membengkak; hidung yang terlihat besar dan lebar ; atau hidung yang terlalu panjang atau pesek. Selain itu, kosmetik ini juga dapat digunakan untuk mengoreksi bentuk wajah, hidung, mata, mulut dan bibir seseorang. Formula Lipstick (pemerah bibir): Carnauba wax Ozokert Lanolin Parafin liquid Eosin As. Bromat. TiO2 Flavour 16% 16% 24% 24% 10% 7,5 % 1% 1,5%

Analisis : Eosin Pemerian : Serbuk atau bongkahan berwarna merah hingga merah kecoklatan Analisis Kualitatif: a. Tambahkan asam mineral pada larutan 1% b/v terbentuk endapan biru, fluoresensi berwarna jingga .

153

Sediaan Kosmetika
b. Tambahkan 2 ml larutan jenuh NaOH p pada 10 ml larutan zat 1% b/v terbentuk endapan merah. Parafin Pemerian : Padat, sering menunjukkan susunan hablur agak licin; tidak berwarna atau putih; tidak mempunyai rasa . Analisis Kualitatif Dibakar pada nyala oksidasi akan menghasilkan warna nyala yang terang. Jika dileburkan menghasilkan cairan yang tidak berfluoresensi. Formula Salep bibir Parafin wax 30% White petroleum jelly 35 % Technical white oil 20% Beeswax 14% Analisis : Beeswax Kualitatif : Tes awan saponifikasi Masukkan 3 g kedalam labu ukur, labu didih 100 ml disatukan dengan gelas erlenmeyer , tambahkan 30 ml larutan yang dibuat dengan melarutkan 40 g Potassium hidroksida didalam 500 ml aldehid bebas alkohol pada temperatur tidak melebihi 15, setelah larutan sempurna terbentuk, hangatkan hingga suhu kamar dan tambahkan aldehid bebas alkohol hingga 1000 ml. Refluks campuran selama 2 jam. Pada akhir refluks, buka labu, masukkan termometer ke dalam larutan, kemudian masukkan labu kedalam penangas air pada temperatur 800C, putar labu pada penangas tadi ketika penangas dan larutan dingin. Larutan tidak menunjukkan bentuk awan atau globul sebelum suhu mencapai 650C. Formula Lipstick cair Etil selulosa Bleached wax free shellac Etil alkohol Petroleum eter Polietilen glikol Fuchsin Sakarin Analisis : 3,06% 4,94% 65,00% 14,66% 12 % 0,3 % 0,04%

Petroleum eter Pemerian Larutan jernih: mudah menguap ; berbau khas. Analisis Kualitatif Masukkan 100 ml zat diaduk perlahan dan dipindahkan ke dalam tube pembanding warna dan bandingkan dengan blanko . Pada tube yang sama yang mengandung 2 ml platinum dan kobalt TS dengan volume yang sama , kedua larutan akan menjadi jernih dan bebas dari pengendapan atau sedimentasi. Jika

154

Sediaan Kosmetika
dilihat sejajar kolom dengan transmitted light , akan memeberikan warna yang tidak lebih tua dibandingkan blanko. Kocok 10 ml zat dengan 5 ml air selama 5 menit, lapisan air tidak akan mengubah lakmus merah menjadi biru selama 15 menit . Fuchsin . Pemerian : Cairan kental jernih , tidak berwarna atau praktis tidak berwarna, bau khas lemah agak higroskopis. Analisis Kuantitatif Timbang seksama 5 g , larutkan dalam 50 ml air, tambahkan larutan fenolftalein. Jika larutan berwarna kuning, titrasi dengan NaOH 0,01 N . Jika larutan berwarna merah, titrasi dengan HCl 0,01 N, diperlukan tidak lebih dari 2 ml. Sakarin Analisis Kualitatif

a.

Larutkan 100 mg dalam 5 ml larutan NaOH, uapkan atau kisatkan hingga kering, kemudian dilewati melalui api kecil hingga terbentuk ammonia, biarkan dingin . setelah itu larutkan dalm 20 ml aquades, netralkan larutan dengan HCl 3 N dan saring . penambahan 1 tetes FeCl 3 TS kedalam filtrat menghasilkan warna ungu. Campurkan 20 mg dengan 40 mg resorsinol, tambahkan 10 tetes asam sulfat dan panaskan campuran dalam penangas air pada suhu 200 0C selama 3 menit, biarkan dingin dan tambahkan 10 ml air dan NaOH I N berlebih akan menghasilkan larutan yang berfluoresensi hijau.

b.

Isopropil miristat Bilangan penyabunan : 202 212 . Bilangan asam tidak lebih dari 1 . Bilangan yodium tidak lebih dari 1 . Analisis Kualitatif Dengan kromatografi gas Formula Lipstick transparan Poliamide resin ( rata-rata BM 8000) Poliamide resin (rata-rata BM 600-800) Propilen glikol mono laurat Minyak castor D&C merah nomor Lanolin alkohgol Dipropilen glikol metil eter Etoksi lonolin alkohol ( 5 mol Et2O) Isopropanol anhidrat Parfum 20% 5% 28% 12,6% 21 0,3% 8% 10% 10,1 % 5% 1%

155

Sediaan Kosmetika
Formula dasar Lipgloss Parafin wax Petroleum jelly putih Minyak technical putih Beeswax 30% 35% 20 % 15 %

Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Zat . Petroleum Jelly Pemerian : Berwarna kuning hingga gading atau putih , setengah padat , massa lunak , tidak berbau , tidak berasa . Petroleum putih tidak berwarna bila dioles , massa tidak berubah pada suhu 00 . Tidak larut dalam air , gliserol , alcohol , larut dalam bensin , kloroform , eter , petroleum eter , karbon disulfida . Analisis Kualitatif : Berfluoresensi lemah bila dicairkan . Setil alkohol 1 bagian zat + asam stearat 20 bagian dipanaskan di water bathlarut + kromat hijau Secara kualitatif dan kuantitatif dapat dianalisis dengan cara kromatografi gas . Larutan kesesuaian system : timbang 90 mg setil alcohol dan 10 mg stearil alcohol larutkan dalam 10 ml etanol Pasal . Uji kesesuaian system : suntikkan 2 mikroliter larutan kesesuaian system dan hitung resolusi setil alcohol dan stearil alcohol : tidak kurang dari 4,0 . Lakukan penyuntikan ulang hingga diperoleh perbandingan luas puncak antara setil alcohol pada 5 kali penyuntikan ulang , masing masing sekitar 1,5 % terhadap rata rata dari perbandingan luas puncak dari 5 kali penyuntikan . Sistem kromatografi : kromatografi gas dilengkapi dengan detector ionisasinyala dan kolom 2m X 3m berisi bahan pengisi 10 % fase diam G2 pada partikel penyangga SIA . Gunakan helium Pasal kering sebagai zat pembawa . Prosedur : suntikan sejumlah volume larutan setil alcohol dalam etanol mutlak . Ukur luas puncak dari komponen alcohol berantai panjang di dalam kromatogram dan tetapkan persentase C16H34O dalam setil alcohol TiO2 Analisis Kualitatif Pada 500 mg asam sulfat dan dipanaskan perlahan. Setelah uap sulfur trioksida muncul , lanjutkan pemanasan selama 1 menit. Dinginkan suspensi, cairkan dengan air sampai 100 ml lalu disaring . Pada 5 ml filtrat bersih tambahkan beberapa tetes hidrogen peroksida . Maka akan muncul warna merah/ orange. Sperma ceti/ setaseum Pemerian :

156

Sediaan Kosmetika
Massa hablur; bening ; licin; putih mutiara; bau dan rasa lemah; suhu lebur 420-500C. Analisis Kualitatif Refluks perlahan 5 g derngan 5 ml asam sulfat encer selama 5 menit saring selagi panas. Dinginkan . tambahkan 0,3 ml larutan dimetilglioksin p 1 % b/v dalam etanol (95%) P, kemudian ammonia encer P secukupnya hingga tepat bereaksi alkalis terhadap kertas lakmus P. tidak terjadi warna merah jambu. Pembuatan Lipstik . Secara umum , pembuatan lipstik terdiri dari 3 tahap : 1. Persiapan campuran komponen , contoh : campuran minyak , dispensi warna dan campuran lilin . 2. Pencampuran bahan bahan untuk membentuk massa lipstik . 3. Pencetakan massa lipstik menjadi batangan lipstik . Persiapan dan Pencampuran . Warna warna seperti asam bromo , pigmen dan lakes mendapat perlakuan : A. Dicampurkan secara terpisah dengan konstituen yang tepat dari campuran dasar . B. Didispensikan dalam dasar lipstik yang lengkap . Cara ini jarang digunakan , kecuali jika digunakan dasar yang lengkap . Tujuan proses ini adalah untuk menghasilkan dispensi warna yang homogen dan kondusif untuk membentuk batangan lipstik yang lembut . Meskipun warna warna yang digunakan diterima dalam bentuk dasar yang baik , namun mereka cenderung sukar untuk menjadi campuran yang basah dan berminyak , dan perlu dilakukan beberapa proses penggilingan . Ada beberapa type penggilingan , yaitu : ball mills , sand mills , dsb . Dalam penggilingan , sebaiknya dasar yang digunakan adalah plastik semi solid dan dilakukan dalam kondisi hangat . Pertama , zat warna yang dapat larut dicampur dengan zat pelarut , menggunakan pemanasan jika diperlukan . Dalam mempersiapkan dispensi zat warna , warna warna dicampur dengan bahan tadi untuk membasahi , seperti lanolin , senyawa polyglikol dan terakhir ditambahkan bahan non polar . Sisa bahan dasar , seperti lilin hasil pemanasan tinggi yang tidak dipergunakan lagi , dilebur dan dicampur bersama sama , kemudian dicampur dengan bahan lainnya . Jakovies menyarankan proses vakum dalam peleburan lipstik untuk dispersi zat warna dengan menghilangkan lapisan gas yang diabsorbsi pada partikel zat , yang bertindak sebagai penghalang dan menyebabkan pembasahan tidak sempurna . Telah disebutkan bahwa petroleum jelly akan melarutkan 10 % udara pada 90 0C tetapi hanya 50 % pada suhu 20 oC . Jika pencampuran dilakukan pada temperatur tinggi dan mengabsorbsi banyak udara dan didinginkan , udara tidak diberhentikan sampai viskositas massa terlalu besar untuk melepas udara dan hal itu menyebabkan terkumpulnya partikel partikel zat disekitarnya , menghilangkan minyak dan memberikan efek pembasahan yang tidak sempurna . Pembuatan lipstik sebaiknya dilakukan pada temperatur rendah yang cukup untuk proses ini . Dan saat pencampuran , campuran sebaiknya

157

Sediaan Kosmetika
dimasukkan ke suatu tempat tertutup yang dapat menjaga cairan dan mengaduknya . Dalam waktu yang bersamaan , vacuum dijalankan untuk mengeluarkan seluruh udara yang tertahan . Saat udara sudah dikeluarkan , vacuum dimatikan , massa lipstik diaduk , kemudian tambahkan parfum dan siap dicetak atau dibentuk menjadi blok yang disimpan dan dicetak jika diperlukan . Pembuatan lipstik modern juga dibahas oleh Daley . Pada satu dari dua metode yang digambarkan , campuran lilin disiapkan dan disimpan dalam bentuk leburan dimana seluruh konstituen minyak disimpan dalam suatu tangki penyimpanan dengan alat pengaduk yang sesuai . Salah satu bagian dari campuran minyak dicampur dengan zat kering dalam suatu panci pra pencampuran ( pre mix pan ) yang terletak pada sand mill menuju ke panci uap . Dengan kombinasi alat pengaduk dan pompa . Sisa campuran minyak kemudian melewati panci pra pencampuran dan sand mill untuk membersihkan residu warna . Campuran lilin dimasukkan ke dalam panci uap secara simultan dan dicampur dengan bahan lain . Hasilnya diuji untuk corak , parfum dan rasa yang ditambahkan . Kemudian massa lipstik dipompa ke panci penyimpanan , dengan menggunakan mixer sebagai pemompa . Pencetakan . Saat dibutuhkan , massa lipstik kembali dalam sebuah panci tertutup dan diaduk perlahan sekitar jam agar udara naik ke puncak dan menjaga pin holing produk . Massa yang dilebur kemudian dicetak . Cetakan biasanya diisi untuk mempertahankan bentuk tekanan dipusat batangan lipstik . Setelah mengental , hasil cetakan dibersihkan dan didinginkan agar terbentuk . Cetakan dibuat dari kuningan dan alumunium , dan merupakan tipe vertical split atau tipe automatic ejection . Alat pra pemanasan digunakan agar cetakan dapat ditingkatkan ke temperatur 40 0C sebelum diisi dengan massa lipstik dan menghindari flow marks yang terlihat pada batangan lipstik yang sudah dicetak . Lemari pendingin tidak diperlukan selama ada cetakan tipe water jacket automatic ejection . Jaket diisi dengan air hangat untuk menuangkan massa lipstik . Saat didinginkan , cetakan dibuka , secara otomatis batangan lipstik akan terdorong keluar atau dengan bantuan jari . Tak satupun cetakan tipe automatic ejection ( baik pendingin udara atau air ) yang menghasilkan batangan lipstik bentuk peluru yang sempurna , karena meninggalkan lingkaran kecil di ujung batang lipstik yang disebabkan oleh ketebalan tepi logam alat ejeksi . Cetakan ini lebih baik digunakan untuk menghasikan batangan lipstik bentuk biji . Setelah Pencetakan , batangan lipstik disimpan sekitar 1 minggu untuk diisi ke lipstik holder , setelah sebelumnya lipstik di flaming yaitu dilewatkan dengan cepat ke atas api flame untuk meleburkan lapisan permukaan , menghilangkan noda dan menghasilkan permukaan yang terang , lembut dan glossy .

158

Sediaan Kosmetika
TIPS Sebelum menggunakan lipstick , usahakan kita selalu menggunakan pelembab bibir. Hasilnya selain warna lipstik jadi lebih bagus , bibir juga jadi terlindungi. Perhatikan nutrisi yang masuk ke tubuh kita, karena pengaruh kondisi tubuh juga mengakibatkan buruknya kondisi bibir. Minum air putih selain menyehatkan tubuh, juga berguna untuk bibir setidaknya air putih bisa mengatasi bibir pecah-pecah. Membentuk bibir Sebelum memperbaiki bentuk bibir, oleskan alas bedak (foundation) yang biasa kita gunakan untuk wajah ke bibir. Hal ini berguna untuk menyamakan kulit bibir dengan kulit wajah. Lukis bibir dengan lipliner sesuai dengan yang kita kehendaki . kalau bibir kita tipis, lukis garis bibir diluar garis bibir asli . Tapi kalau bibir kita sedikit tebal , lukis garis batas di dalam garis bibir asli. Oleskan lipstik dengan kuas bibir, kuas dapat membuat olesan menjadi lebih rapi. Selain itu, dengan menggunakan kuas kita dapat menghemat lipstik. Lipstik awet Foundation ternyata dapat membuat lipstik tahan lama . Jadi tidak ada salahnya mengoleskan foundation sebelum memakai lipstik. Lukis garis batas bibir dan seluruh bagian dalamnya dengan lipliner, kemudian timpa dengan lipstik yang warnanya tidak jauh berbeda dengan warna lipliner. Agar hasilnya maksimal, coba tempelkan tisu ke bibir yang sudah dioleskan lipstik tadi . lalu ambil tisu lain yang sudah ditaburi bedak, kemudian ditempelkan ke bibir. Terakhir, oleskan lipstik dengan kuas. Dengan cara ini, lipstik dapat bertahan lama. MITOS DAN FAKTA TENTANG KECANTIKAN Mitos 1 : Minum banyak air membuat keremajaan kulit terjaga Fakta : Air membantu ginjal dalam menghilangkan zat-zat beracun dalam tubuh dan bekerja sebagai penekan/penahan. Tapi sebagian air dapat meningkatkan pembengkakan tubuh, dalam hal ini kulit. Sedikit kerutan dapat menghilang, tapi air tak dapat mengubah kulit dasar. Jadi minum air secukupnya adalah penting tapi tak perlu berlebihan karena kulit sudah menyediakan. Mitos 2 : Sabun tidak bagus untuk kulit Fakta : Sabun biasa yang banyak digunakan sekarang ini mengandung sebagian besar campuran lemak-lemak hewan dan minyak tumbuhan. Sabun ini

159

Sediaan Kosmetika
mempunyai pH yang tinggi (larutan alkali) dan dapat mengeringkan kulit terutama kulit yang tua. Bagaimanapun sekarang ini, kebanyakan sabun diproduksi dari bahan-bahan pembersih sintetik (surfaktan) yang membersihkan kulit dengan efek sejuk yang lebih nyaman daripada sabun-sabun sebelumnya. Beberapa sabun modern punya zat-zat tambahan pelumas dan pelembab kulit. Mereka juga bagus untuk kulit. Siapa pun akan suka menggunakan sabun modern yang mempunyai efek samping sekecil mungkin dan dapat digunakan tanpa terjadinya kerusakan kulit. Mitos 3 : Rambut pecah dapat diperbaiki Fakta : Ya, tapi hanya jika seseorang memotongnya secara keseluruhan. Rambut menerima bentuk produk biologi dan tumbuh hanya pada akar. Pada ujungnya dapat terjadi kehabisan zat-zat tanduk sehingga terjadi pecahpecah.Beberapa kondisioner dapat merekatkan ujung rambut yang pecah tersebut tapi efeknya tidak lama. Rambut pecah terjadi sebagai hasil dari perawatan yang terlalu sering dan berlebihan, pemakaian produk kimia yang berganti-ganti atau pencucian yang terlalu sering. Ketika memakai shampoo, konsentrasikan untuk mencuci kulit kepala karena terdapat akumulasi kotoran dan lemak di sana. Pada pembilasan terakhir, shampoo dapat dibersihkan dengan mudah. Mitos 4 : Pori-pori dapat dikecilkan Fakta : Ukuran pori-pori secara genetik telah ditetapkan, termasuk pada kulit wajah. Industri kosmetik membuat sebuah bisnis besar dengan membuat wanita percaya bahwa pori-pori dapat dikecilkan. Pada saat kamu mencapai masa pubertas, pori-pori berada pada ukuran yang paling besar. Bagaimanapun mereka dapat terlihat lebih besar lagi jika dipengaruhi oleh adanya keratin, bahan-bahan sebaceous atau bakteri. Mereka bahkan dapat terlihat gelap jika keratinnya berpigmen. Obat-obat luar seperti Retin-A dan alpha-hydroxy acids (AHA) dapat memecahkan bahan-bahan tersebut sehingga pori-pori kembali berada pada ukuran yang normal. Mitos 5 : Sekarang,sudah sangat terlambat menggunakan sunscreen Fakta : Tidak pernah terlambat untuk melindungi kulitmu dari matahari dan radiasi sinar uv.Efek kerusakkan oleh cahaya yang tidak pernah berhenti selama radiasi berlangsung.Sehingga menghentikan radiasi sekurang-kurangnya dapat menghentikan beberapa kerusakkan.Ada fakta klinik bahwa setelah memulai perlindungan.. untuk memperbaiki dirinya sendiri sampai tingkat tertentu. Hal ini tidak berlangsung dalam waktu singkat,tapi memungkinkan berlangsung dengan perawatan secara kontinyu dan perlindungan. Mitos 6 : Kulit kering adalah alasan untuk berkerut

160

Sediaan Kosmetika
Fakta : Realitanya bahwa kerut-kerut dan garis-garis yang kamu lihat dikulitmu disebabkan oleh curahan sinar matahari atau sinar uv di dalam sebuah studio matahari.Bagian terkecil adalah hasil dari depresi wajah tersenyum dan cemberut.Jika seseorang merokok,penampakkan kerutan-kerutan ini akan lebih cepat.Jika seseorang kekeringan,kulitnya akan tampak berkerut dan akan kembali normal sesudah meminum air yang cukup.Juga setiap bertambah umurnya,kulit akan membuat minyak alami lebih sedikit sehingga akan timbul kerut.Pelembab akan monolong memperlembut garis-garis kerut tersebut. Mitos 7: Setiap kulit membutuhkan pelembab Fakta : Ada mitos lain dari bisnis besar industri kosmetik yang ingin Anda percayai. Perawatan kulit terbaik dengan semua bahan-bahan penting,secara normal.Dalam realitanya, kamu hanya membutuhkan pelembab jika kamu tanda-tanda seperti kemerahan,bersisik,gatal-gatal.Ada lebih sering tampak dalam cuaca dingin pada kulitmu,lebih berat sebuah pelembab yang kamu butuhkan. Bagian yang berbeda pada kulitmu mungkin,dalam beberapa kasus,membutuhkan pelembab yang berbeda.Kaki dan tanganmu,sebagai contoh. Mitos 8 : Jika kamu melakukan bedah kecantuikan sekali saja maka kamu akan membutuhkan yang lainnya. Fakta : Itulah apa yang banyak orang percayai tapi itu tidak benar,yang benar adalah bedah kecantikkan tidak menghentikan proses penuaan.Ini hanya membuat kamu terlihat lebih baik.Adalah biasa bagi orang yang pernah melakukan bedah kecantikan untuk memutuskan bahwa dia tetap terlihat cantik. Mitos 9 : Semakin sering dipotong maka rambut akan semakin cepat panjang Fakta : Rambut tidak dapat disangkal merupakan produk biologi,tapi ia hanya dibentuk dan tumbuh.Tidak ada hubungan sama sekali dengan zat tanduk rambut yang sudah mati untuk memerintahkan pembentukkan sesuatu mengenai panjangnya atau berupa banyaknya dan ketika rambut dipotong.Aplikasi yang sama untuk mencukur.2

161

Sediaan Kosmetika

BAB V SEDIAAN KOSMETIKA PEWARNA RAMBUT BUKAN CAT Sediaan kosmetika pewarna rambut (cat) adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk merubah atau memperjelas warna rambut seseorang. Dalam perdagangan dijumpai bermacam-macam warna, tetapi di Indonesia yang sering digunakan adalah warna hitam. Selain cat rambut akan diuraikan juga sediaan yang erat hubungannya dengan cat rambut dan sediaan pengkilat rambut. a. Sediaan pewarna rambut (Hair Dye) Disebut sebagai cat rambut, harus memenuhi berbagai persyaratan antara lain : 1. Tidak merusak atau melemahkan akar rambut serta dapat mempertahankan kilatan rambut. 2. Harus stabil atau tidak berubah pada udara terbuka, cahaya matahari atau larutan garam. 3. Tidak berbahaya dan tidak mengiritasi kulit 4. Dapat membentuk warna yang sesuai dan tahan lama 5. Harus tersatukan dengan sediaan rambut yang lain, seperti minyak rambut, obat keriting rambut, shampo dan sebagainya. Mekanisme pewarna rambut Proses pembentukan warna pada rambut harus berjalan cepat, semua rambut terwarna dan struktur dari keratin rambut tidak boleh berubah. Zat warna akan masuk seluruhnya kedalam batang rambut dan warna yang terbentuk akan stabil dan tahan lama. Proses pewarnaan ini tidak boleh menyebabkan adanya iritasi, alergi dan pH-nya harus mendekati netral. Macam-macam zat warna yang dapat digunakan dalam cat rambut 1. Zat warna yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, warna yang dihasilkannya sangat terbatas dan cara penggunaannya kurang praktis. Tumbuhan yang seing digunakan adalah :

a.

Hena, berasal dari tanaman Lawsonia alba, spinosa atau inermis. Daun dan bunga yang sudah dikeringkan ditumbuk menjadi tepung, kemudian ditambah air panas dengan pertolongan asam sitrat/asam adipat/asam tartrat 1-2 % akan diperoleh pasta yang mempunyai pH 5,5. Pasta ini dapat dioleskan pada rambut, dan stelah dicuci dengan shampo dan dikeringkan. Karena zat warnanya mengendap pada akar rambut, maka mungkin henna ini dapat

162

Sediaan Kosmetika
menimbulkan keracunana lokal maupun sistematis. Zat yang memberikan warna adalah 2-hidroksi-1-4-naftokuinon atau Lawsone. Campurannya dengan daun indigo disebut henna reng dan akan mengjhasilkan warna biru hitam. Campurannya dengan pirogalol dan Cu atau garam logam lain akan menghasilkan warna yang lebih bervariatif dari coklat muda ke hitam. b. Chamomille berasal dari tanaman Arthemis nobilis, Matricaria chamomilla. Yang digunakan adalah kepala bungan yang dibuat ekstrak yang akan melapisis kutikula. Tidak menembus keratin rambut. Zat yang memberikan warna adalah 1,3,6-trihidroksi flavon. Untuk mewarnai rambut sering digunakan campurannya dengan kaolin ditambah air panas hingga terbentuk krim kental, kemudian setelah 15-60 menit rambut dicuci dan dikeringkan. Dapat juga digunakan dalam shampo yang berguna untuk mengkilatkan rambut. Zat warna logam, untuk membentuk warna yang diperlukan zat pembantuk yaitu suatu reduktor yang umumnya diberikan secara terpisah dan baru dicampur setelah akan digunakan. Hal ini disebabkan karena sulfur dari keratin rambut dengan logam atau oksida logam akan membentuk logam sulfida dan ini yang harus direduksi. Logam-logam yang sering digunakan adalah Pb, Ag, Cu, Ni, Fe, Co, dan Bi. Pembentukan warna pada penggunaan zat warna logam terjadi tidak masuk kedalam batang rambut, tapai hanya melapisi permukaan rambut saja. Reduktor yang sering digunakan adalah Na tiosulfat, pirogalol, larutan alkali sulfida, belerang, sulfida organik, tanin dsb. Penggunaan garam-garam Cu, Ni, dan Co dapat dilakukan sendiri-sendiri atau campurannya dengan garma perak, warna akan timbul setalah ditambahkan larutan pirogalol 3-5% dalam air. Garam-garam Ni, Co, Fe, Mg bila ditambah dengan larutan tio atau tioglikolat akan membentuk warna coklat hitam. Zat warna organik sintetis, merupakan zat warna rambut terbaru. Sekarang banyak digunakan karena mudah dipakai dan keaslian rambut tidak berkurang. Untuk membentuk warna sangat diperlukan suatu oksidator seperti hidrogen peroksida, perborat, hipoklorit,klorat-klorat dsb. Selain oksidator juga diperlukan zat yang dapat mengatur pH karena umumnya diperlukan suasana alkalis, zat tersebut adalah NaOH atau NH4OH. Untuk mencegah teroksidasinya zat-zat warna ini oleh udara maka diperlukan penambahan suatu antioksidan seperti Na sulfat, Na hidrosulfat. Zat warna organik sintetis yang sering digunakan adalah pfenilen diamin, p-toluen diamin, p-aminofenol, serta turunan-turunannya, pirokatekol, pirogalol,dsb.

2.

3.

Sediaan penghilang warna Cat rambut (Hair Dye Remover) Sediaan ini sering digunakan apabila terjadi kesalah pada pengecatan rambut. Bila pengecatan rambut menggunakan zat warna logam harus berhati-hati karena logam adalah suatu katalisator hingga akan terjadi reaksi dan timbul panas. Proses penghilangan warna dari cat rambut juga

163

Sediaan Kosmetika
berdasarkan suatu reaksi kimia, seperrti cat rambut dari zat warna oksidasi dapat dihilangkan dengan pencucian berulang-ulang dengan shampo yang kadang-kadang perlu ditambahkan NH4OH, reduktor dan bleaching agent Sediaan pengkilat rambut (Hair bleaching/Hair Lightening) Sediaan ini sering digunakan untuk merubah wearna rambut serta untuk mentgkilatkan rambut. Sebagai bleaching agent dapat digunakan NH4OH dan H2O2 untuk mengkilatkan rambut dapat digunakan solutio H 2O2 1-3% disisir secara perlahan.

SEDIAAN KOSMETIKA KUKU Sediaan kosmetika kuku adalah sediaan yang berguna untuk membersihkan, merawat, menghaluskan dan memperindah kuku. Sediaan kosmetika kuku ini biasanya disebut dengan istilah pedicure manicure Kelainan-kelainan yang sering terjadi pada kuku Hal ini karena pengaruh susunan syaraf pusat, karena tidak terpeliharanya daerah sekitar kuku atau mungkin karena penggunaan cat kuku yang merusak. Kelainan-kelainan pada kuku dapat meliputi perubahan bentuk, perubahan warna atau perubahan permukaan kuku. Penggolongan sediaan kosmetika kuku Berdasarkan tujuan pengunaannya sediaan kosmetika kuku dapat dibagi menjadi :

1) Pembersih

kulit, adalah sediaan kosmetika kuku yang berguna memudahkan melepaskan lapisan kulit yang menebal disekitar kuku. Biasanya lapisan ini terdiri dari sel-sel yang telah mati dan bergerigi, tidak boleh dipotong dengan gunting. Hanya dapat dilepaskan setelah dilunakkan terlebih dahulu. Sediaan pembersih kulit sekitar kuku, pada umumnya merupakan suatu larutan basa yang dapat merusak keratin(gugus sulfa). Bentuk sediaan cairan/solutio atau krim, sebagai basa dapat digunakan larutan KOH atau NaOH 1-5% dan untuk mencegah kristalisasi dapat digunakan oleum cocos atau sabun oleat. Juga dapat digunakan campuran minyak mineral dan asam oleat dalam suasana basa. Basa-basa lain yang dapat digunakan adalah trinatrium fosfat, tetranatrium pirofosfat, EDTA dan turunan amonium kuartener seperti setiltrimetil amonium bromida dan setiltrimetil amonium hidroksida. sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk membersihkan atau menghilangkan noda-noda yang terdapat pada kuku seperti noda bekas nikotin, bekas tinta, bekas sayuran dsb. Pada umumnya dasar penghilangan noda tersebut adalah reaksi oksidasi dan reduksi, maka pH dari larutan harus betul-betul diperhatikan dan biasanya juga ditambahkan suatu stabilisator. Sediaan pembersih kuku dapat dijumpai dalam bentuk larutan/solution atau krim. Sediaan zat pengoksidasi dapat digunakan larutan peroksida, larutan Na perborat,

2) Pembersih kuku, adalah

164

Sediaan Kosmetika
3) larutan hipoklorit, larutan Zn peroksida dsb. Sebagai zat pereduksi dapat digunakan sulfat-sulfat, Na sulfit, asam sitrat, asam tartrat, asam oksalat dan asam asetat. Pemutih kuku, adalah sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk memutihkan kuku. Zat-zat yang digunakan untuk pembuatannya tidak boleh merusak pigmen kuku. Yang umum digunakan adalah Zn oksida, Ti oksida, bolus alba, talk, dilika koloidal, lithopon dan CaO. Bentuk sediaan pemutih kuku yang sering dijumpai adalah pasta, krim, batang, pensil atau cairan/lotion Pengkilat kuku, adalah sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk mengkilatkan kuku supaya kelihatan lebih sehat dan segar. Juga dapat digunakan sebagai dasar dari cat kuku (base coat/under coat) yang berguna untuk melindungi kuku terhadap zat-zat yang terdapat dalam cat kuku yang bekerja terlalu kuat. Sering dijumpai dalam bentuk serbuk. kuku, adalah merupakan sediaan kosmetika terbesar yang sering digunakan dalam sediaan untuk memperindah dan merawat kuku. Pada umumnua terdiri dari zat-zat yang mudah terbakar, jadi pembuatannya dan pemakaiannya harus jauh dari sumber api. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh cat kuku adalah a) Cairan harus mudah dioleskan dengan rata b) Tidak berlendir dan bila sudah kering tidak mengelupas. c) Tidak mudah retak-retak dan tidak bersisik. d) Warna harus rata dan homogen, serta stabil pada penyimpanan. e) Harus cepat kering dan membentuk lapisan yang halus f) Tidak berbahaya serta tidak merusak/mengiritasi kuku dan kulit sekitarnya. Formula umum suatu cat kuku terdiri dari

4)

5) Cat

1)

Primary Fil Former,adalah zat-zat yang dapat membentuk lapisan film halus pada permukaan kuku. Suatu cat kuku yang baik adalah dapat membentuk lapisan : Cukup tebal, viskositasnya baik, tidak terlalu kental, mudah dioleskan dan kebasahannya baik Halus dan mengkilat. Melekat pada kuku dengan baik Cukup elastis hingga tidak mudah pecah dan patah Dapat membentuk permukaan yang keras dan kering pada waktu yang sangat singkat Sebagai film former yang biasa digunakan adalah selulosa nitrat yang dihasilkan dari reaksi antara selulosa dengan HNO3, selulosa sendiri diperoleh dari sejenis kayu, bentuknya serat putih seperrti kapas, mudah larut dalam pelarut tertentu, mudah kering dan tidak dapat mengelupas. Selain selulosa nitrat dapat juga digunakan selulosa aseta, selulosa asetobutirat, vinil resin, polimer metakrilat atau polimer vinil.

165

Sediaan Kosmetika 2)
Secondary Film Former,pada umunya tidak membentuk lapisan karena merupakan larutan jernih mendekati air dan berguna untuk membentuk lapisan, sehingga : Cat kuku menjadi lebih mengkilat. Lebih tahan lama dan lebih tahan air Lapisan yang terbentuk tipis, lembut dan liat Selain dapat digunakan sebagai pembantu pembentuk lapisan juga dapat digunakan sebagai dispersing agent untuk zat warna yang tidak larut. Berdasarkan asalnya secondary film former ini dapat dibagi menjadi a. Resin alami, berasal dari alam sebagai contoh shellac, damar, elemi, sandarak, benzoe, copal dsb. b. Resin sintetis, dibuat secara sintetis. Contoh : polivinil asetat, resin sulfonamida dan formaldehida, polisteren, ester poliakrilat, polivinil asetat, kopolimer vinil asetat dan vinil klorida. Plasticizer,adalah zat-zat yang berguna untuk melembukan dan memberikan elastisitas pada lapisan cat kuku yang terbentuk. Cat kuku pada umumnya mengandung dua atau lebih campuran plasticizer. Sifat dari plasticizer adalah pada konsentrasi rendah dapat membentuk lapisan tipis dan mengkilat. Sebagai plasticizer harus memenuhi syarat-syarat a. Harus stabil dan tidak mudah menguap b. Tidak menggumpal bila dioleskan c. Dapat bercampur dengan komponen-komponen lain, seperti zat warna, pelarut, film former dsb d. Tidak beracun, tidak merusak kuku dan kulit e. Tidak mempengaruhi kestabilan kimia nitroselulosa f. Tidak berwarna dan tidak berbau. g. Dapat memberikan elastisitas dan kelembutan yang dikehendaki dalam trayek suhu luas h. Dapat bersifat sebagai pelarut yang tercampur dengan nitroselulosa dalam segala perbandingan. Plasticizer yang sering digunakan adalah benzil benzoat, butil ftalat, butil stearat, trietil sitrat, trifenil fosfat, dioktil adipat, tributil fosfat, dioktil ftalat, butil glikolat, trikresil fosfat, seluloid, turunan urea, butil stearat dsb. Pelarut,merupakan bagian yang menguap dari suatu cat kuku. Berguna untuk mendispersikan zat-zat film former dan zatzat lain yang tidak dapat larut serta tak menguap hingga didapat suatu suspensi yang homogen. Pemilihan zat pelarut tergantung pada jenis film former yang akan digunakan. Pada umunya digunakan satu atau campuran pelarut. Maksud dari penggunaan campuran ini adalah selain untuk melarutkan nitroselulosa, resin dan plasticizer juga untuk maksud agar cat kuku ini menguapnya perlahan-lahan. Apabila hanya digunakan

3)

4)

166

Sediaan Kosmetika
satu macam pelarut saja maka karena cepat menguap, nitroselulosa akan segera mengendap dan lapisan yang terbentuk tidak akan baik serta cat kuku sukar untuk dioleskan. Jadi kecepatan menguap dari pelarut akan sangat menentukan lapisan yang terbentuk. Bila terlalu perlahan-lahan juga kurang baik karena cat kuku akan lama kering dan lapisan yang terbentuk agak tebal hingga sukar merata. Pelarut yang digunakan harus memenuhi persyaratan. a. Harus cepat kering, mudah dipakai dan tidak berbahaya.

b.

Mempunyai titik leleh tidak lebih dari 300C c. Mempunyai sifat mudah menyebar dan membentuk viskositas yang baik dengan film former dan resin. d. Harus beraroma yang menyenangkan dan tidak boleh terlalu keras. Penggunaan pelarut berdasarkan titik didihnya :

a. b. c.

Titik didih sedang, 100-150 0C misalnya n-butil asetat. Titik didih rendah, lebih kecil dari 1000C, misalnya aseton, etil asetat.

Titik didih tinggi, lebih besar dari 1500C, misalnya selusolve,butil selusolve. Penggolongan pelarut berdasarkan sifatnya

a.

b.

Pelarut aktif, adalah pelarut yang baik untuk nitroselulosa, mempunyai viskositas besar dan kecepatan menguapnya dapat dibagi menjadi kuat, sedang, dan lemah. Sebagai contoh butil asetat, amil asetat, aseton, dietilen glikol, etil eter, diisobutil keton,etilen glikol, lauril eter, dimetilsulfoksida dan nitro parafin. Pelarut campuran latent. Dilakukan terhadap pelarut yang tak dapat digunakan sendri lebih baik kalau dicampur dengan pelarut aktif. Mempunyai viskositas kecil dan viskositas ini tergantung pada % alkohol walaupun alkohol masih harus dicampur dengan ester-esternya. Pelarut diluen, sebenarnya bukan merupakan pelarut, tetapi sebagai stabilisator viskositas. Pada umunya bukan pelarut biasa tapi pelarut organik yang mempunayi sifat tercampur dengan pelarut nitroselulosa. Karena pelarut nitriselulosa mahal harganya, maka pelarut diluen dapat digunakan untuk mengurangi biaya. Penggunaan pelarut diluen ada batasnya yaitu jumlah pelarut diluen terbanyak yang dapat diterima oleh larutan nitroselulosa tanpa adanya endapan, batas ini disebut dengan istilan dilution ratio. Kalalu jumlah pelarut diluen terlalu banyak larutan akan menjadi kental (viscous). Contoh golongan alkohol, golongan hidrokarbon aromatik :silen,toluen , golongan hidrokarbon alifatik :petroluem naftol.

c.

167

Sediaan Kosmetika 4.
Zat warna, penggunaannya diatur oleh undang-undang FD&C act. Pada umumnya merupakan zat warna sintetis, sangat berguna untuk memberi efek keruh/gelap pada lapisan dan kuku akan terlihat bagus dan indah. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh zat warna : a. Tidak berbahaya, tidak larut dalam pelarut dan tidak diserap oleh kuku. b. Warna harus sesuai dengan yang diinginkan dan stabil c. Stabil tidak hanya terhadap cahaya tetapi juga terhadap komponen yang lain seperti pelarut organik. d. Tidak merangsang dan tidak menimbulkan alergi Contoh zat-zat warna yang sering digunakan adalah: D&C red No. 6, 7, 10, 11, 12, 13, 34, campurannya dengan D&C yellow No. 5, 6 atau campuran TiO2 + mika, Bi oksida + mika, dan Al+mika.

5.

Zat pengisi,kadang-kadang diperlukan agar terbentuk cat kuku yang transparan. Untuk ini diperlukan zat pengisi yang berwarna seperti pelangi misalnya guanin yang harus dilarutkan dahulu dalam butil asetat baru ditambahkan kedalam larutan nitroselulosa. Kadang-kadang juga diperlukan zat pengisi seperti tanah liat yang tak boleh dikotori oleh minyak atau pelarut lain hingga dapat stabil lama. Pengamanan pada pembuatan sediaan kuku : Pada umumnya pabrik cat kuku terdiri dari dua bagian yaitu : Bagian pembuatan basis/dasar cat kuku. Bagian pencampuran warna. Tempat pencampuran dan tempat penyimpanan harus dibuat dari aluminium atau stainless steel, hal ini untuk menghindari hilangnya warna karena adanya reaksi dengan besi. Pencampuran dilakukan dengan menggunakan mixer kecepatan tinggi terutama pada pembuatan cat kuku dengan tanah liat. Pertama-tama zat warna digerus bersama-sama dengan plasticizer, kemudian ditambahkan resin dan campuran ini baru ditambahkan pada campuran pelarut 75% dengan pelarut diluen. Nitroselulosa ditambahkan sedikit demi sedikit pada campuran pertama. Baru kemudian yang terakhir adalah sisa pelarut dan dicek kekentalannya (viskositasnya). Apabila terjadi pengotoran maka dapat dilakukan penyaringan atau sentrifus. Untuk menghasilkan warna yang sesuai dapat dilakukan perbandingan warna dengan master color standar. Untuk pengamanannya maka sebaiknya pembuatan,penyimpanan bahan baku dan hasil produksi harus jauh dari sumber api. Pemeriksaan hasil akhir, harus dilakukan terhadap lama pengeringan, kekentalan, kelembutan, warna yang terbentuk, pengolesan, ketahanan terhadap air, penggerusan, daya lekat dan keliatannya. Cara melakukannya adalah sebagai berikut :

a.

Lama pengeringan, dapt dilakukan dengan menipiskan sampai berat = 0,2 gram dan garis tengah 8 cm pada sebuah lempeng gelas, taruh didalam oven dengan panas 1050C + 2 0C. Pada interval waktu tertentu

168

Sediaan Kosmetika
ambil dengan kawat. Setelah 1 jam angkat dinginkan dan timbang, kemudian panaskan lagi dan setelah 1 jam timbang lagi, sampai didapat berat yang hilang dan ini, yang disebut sebagai zat yang tidak menguap. Zat yang tidak menguap ini sangat menentukan waktu kering dari suatu cat kuku. Waktu kering ini juga dapat diperiksa dengan mengoleskan sampel setebal 0,006 inchi pada kaca, dengan suhu 250C dan kelembaban 50%. Dengan menggunakan stop watch hitung waktunya sampai terbentuk lapisan yang bila disentuh dengan jari bersih tidak akan lengket.

b. c. d. e. f. g.

Kehalusan alirannya,dapat diperiksa dengan mengoleskan pada lempeng kaca dengan gelas pengaduk, setebal 1,5 inchi, dan dilihat harus bebas zat asing atau gumpalan. Daya kilatnya, dapat disamakan dengan standar Kekerasan lapisan, dapat diperiksan dengan mengoleskan 0,006 inchi pada lempeng kaca, keringkan pada suhu 250C selama 48 jam, kemudian pada 710C selama 2 jam, dan kembali lagi 250C selama 48 jam, lalu ditekan dengan ibu jari. Warna yang terbentuk, dapat diperiksa dengan mengoleskan pada lempeng kaca hitam atau putih setebal 0,006 inchi, kemudian bandingkan dengan master colour standar Pengolesan atau penggunaannya, dapat diperiksa dengan melihat setelah dioleskan, apakah pada lapisan yang terbentuk ada gelembung udara atau tidak, dan apakah gelembung udara tersebut cepat pecah atau tidak. Ketahanannya terhadap air, dapat diperiksa dengan menggunakan 3 lempeng kaca yang masing-masing telah diolesi dengan 0,006 inchi sampel. Keringkan dalam oven 250C selam 24 jam, taruh dalam desikator selama 24 jam dan ditimbang kemudian lempeng ditaruh diatas penangas air 37 0C selam 24 jam, bila telah dikeringkan dengan kertas saring lalu ditimbang apakah tahan terhadap uap air atau tidak. Daya abrasinya, dapat diperiksa dengan digosok-gosokkan, apakah ada yang lepas atau tidak. Daya lengket, dapat diperiksa dengan mengoleskan pada lempeng kaca setebal 0,006 inchi keringkan selama 24 jam pada suhu kamar, lihat daya lekatnya. Kekentalan atau viskositas, dapat diperiksa dengan alat viskometer Brookfield.

h. i. j.

6) Penghapus Cat Kuku, adalah merupakan sediaan kosmetika kuku yang berguna untuk menghapus cat kuku. Karena dalam cat kuku terdapat zat atau pelarut yang larut atau tercampur dengan lemak atau minyak seperti oleum

169

Sediaan Kosmetika
olivarum , oleum amygdalarum, minyak mineral, dsb, maka sebagai penghapus kuku dapat digunakan minyak-minyak tersebut. Sebagai penghapus cat kuku yang sering digunakan adalah campuran pelarut nitroselulosa dengan minyak-minyak, sering juga ditambahkan suatu emolien yang dapat mencegah keringnya kuku dan kulit sekitarnya. Kadang-kadang juga digunakan emulsi dari minyak-minyak diatas. Emolien yang sering digunakan adalah lanolin, garam-garam stearat.dsb. Penghapus cat kuku dapt digolongkan menjadi : a. Sediaan berminyak atau berlemak. b. Sediaan yang tak meninggalkan bekas c. Sediaan bentuk krim.

7) Krim

dan Lotion kuku, adalah sediaan kosmetika kuku yang beguna untuk mencegah dan menjaga agar kuku jangan sampai retak-retak dan kering karena adanya dehidrasi. Penggunaannya harus secara teratur dan dapt digunakan sebelum atau sesudah kuku dicat. Cata yang paling sederhana adalah dengan memijat kuku dengan oleum olivarum, kemudian dengan air hangat dan dengan krim ini dibiarkan semalam. Untuk kuku yang kering dapat digunakan campuran air dan gliserin 5%, untuk kuku yang mudah patah dapt dengan krim yang mengandung lanolin.

8) Penguat

kuku,adalah sediaan yang berguna untuk mencegah kuku menjadi kering karena kuku yang kering akan cepat retak dan pecah-pecah, hingga sukar dirawat dan kadang-kadang terasa sakit. Retak-retak dan kekeringan pada kuku dapt disebabkan karena kerja dari pelarut pada penghapus cat kuku, jadi sediaan penguat kuku harus dapat bekerja melawan kerja pelarut tersebut. Untuk ini dapat digunakan larutan garam-garam logam yang bersifat astringens dalam air, seperti logam Al, K, Na atau NH4 dan Zn asetat. Garam-garam logam ini juga bersifat bakterisida. Cara penggunaannya adalah dengan merendam kuku dalam larutan garam 1-5% selama 5-10 menit. Juga dapat digunakan zat-zat yang dapat mencegah penguapan air (humectan) seperti gliserin, propilen glikol,dsb dengan konsentrasi 5-20%

9) Pengering kuku, adalah sediaan kosmetika kuku yang dapat digunakan


untuk mempercepat pengeringan cat kuku. Prinsip kerjanya adalah dengan memberikan lapisan minyak pada lapisan cat kuku yang baru dioleskan, lapisan ini akan mengurangi kepekatan dari cat kuku yang masih basah dengan membentuk emersi dengan air hingga cat kuku akan cepat menjadi kering. Pada umumnya sediaan pengering kuku ini berbentuk aerosol/spray, mengandung minyak mineral, atau minyak tumbuh-tumbuhan,silikon, atau propilen glikol. Kadang-kadang juga ditambahkan suatu antibakteri supaya kulit disekitarnya tidak terinfeksi.

170

Sediaan Kosmetika

SEDIAAN KOSMETIKA KEBERSIHAN BADAN Sediaan kosmetika untuk kebersihan badan adalah semua sediaan kosmetika yang dapat digunakan untuk menjaga kebersihan badan. Secara garis besar sediaan kosmetika untuk kebersihan badan ini dapat dibagi menjadi 2 golongan : 1. Antiperspiran & Deodorant, adalah sediaan kosmetika yang berguna untuk mengurangi atau mencegah keluarnya keringat yang berlebihan dan dapat menghilangkan bau keringat. Sebenarnya sukar untuk membedakan kedua sediaan tersebut karena selalu dipakai bersama-sama dengan maksud untuk mencegah, mengurangi atau menghilangkan keringat yang berlebihan dan baunya. Bau dari keringat selain ditentukan oleh keadaan fisik, emosi dan diet seseorang, juga apabila keringat didiamkan akan mengalami perubahan oleh bakteri hingga dapat menjadi berbau tidak enak.

171

Sediaan Kosmetika
Mekanisme kerja dari antiperspiran adalah dapat menutupi pori-pori mulut kelenjar keringat sehingga akan mengurangi keluarnya keringat yang berlebihan. Atau dapat juga secara sistemis, untuk mencegahnya dapat digunakan zat-zat yang bersifat astringens, atau zat-zat yang dapat bekerja sebagai antikolinergik dan anti adrenergik. Mekanisme kerja deodorant adalah bau badan pada umumnya lebih keras pada bagian-bagian tertentu dimana terdapat kelenjar apokrin dan bau keringat pada umumnya disebabkan karena penguraian oleh bakteri, maka deodoran pada umumnya adaah zat-zat antibakteri yang dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri. Hal ini juga memungkinkan karena adanya reaksi reduksi oksidasi dimana zat tersebut dapat mengoksidasi benzil merkaptan atau metil merkaptan yang dapat menyebabkan bau keringat menjadi dibenzil sulfida atau dimetil sulfida yang tidak berbau. Mekanisme kerja deodoran juga dapat terjadi karena proses adsorpsi, dimana zat tersebut dapat mengikat bau secara adsorpsi kimia atau dapat mengadsorpsi asam amino yang terdapat dalam keringat hingga tidak terjadi penguraian oleh bakteri. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh sediaan antiperspiran deodoran untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan adalah : a. Digunakan secara lokal, tanpa resep dari dokter. b. Mudah dioleskan pada kulit dan menyebar dengan rata. c. Memberikan rasa nyaman dan tidak mengiritasi. d. pH-nya harus tepat dan tidak merusak baju. e. Bentuknya harus menyenangkan Beberapa contoh zat yang dapat bekerja sebagai antipersirant adalah : Zat-zat yang dapat bekerja sebagai astringens seperti garam-garam Al, Zn dsb. Zat-zat yang dapat bekerja secara sistemis, dapat dibagi lagi menjadi : Zat-zat antikolinergik misalnya banthin. Zat-zat antiadrenergik misalnya dibenamin. Beberapa contoh zat yang dapat bekerja sebagai deodoran adalah : Zat-zat antibakteri misalnya, asam borat, asam benzoat, bithionol, heksaklorofen, setipiridinium klorida, hiamain, benzalkonium, ZnO, Zn salisilat, Mg stearat, penisilin, streptomisin. Zat-zat yang dapat mengikat zat-zat yang berbau baik secara kimia maupun fisika misalnya klorofil, talk, kaolin, resin dsb. 2. Antiperspirant, berdasarkan bentuknya antiperspirant dapat dibagi menjadi :

a. b.

Bedak (powder), merupakan suatu bentuk yang tidak efisien karena pemakaiannya kurang praktis. Cair, pada umumnya antiperspiran bentuk cair mengandung larutan garam-garam astringens adalah air atau alkohol, larutan buffer (kalau diperlukan) untuk pemakaian Al sulfat atau Al klorida, sejumlah kecil pelembab (humektan) untuk mencegah pengeringan alat penyemprot, sejumlah kecil zat pengemulsi yang berguna untuk mendispersikan parfum dalam larutan, zat pendorong (propellant) dan parfum.

172

Sediaan Kosmetika c.
Krim, bentuk ini adalah bentuk yang paling banyak disukai. Pada umumnya merupakan emulsi M/A sebab garam-garam astringens bekerja dalam keadaan terlarut dalam air. Bentuk krim ini sangat menguntungkan karena mudah tercuci dengan air. Antiperspiran bentuk krim harus memenuhi persyaratan : Stabil dan tahan terhadap perubahan suhu.

Bentuk tetap bagus dan menarik setelah disimpan 7-10 hari pada suhu 400C atau tahan beberapa hari pada suhu 50C. d. Lotion, adalah bentuk yang kurang disenangi, mungkin karena bentuknya kurang menarik atau pemakaiannya kurang praktis. Pada umumnya merupakan bentuk emulsi yang encer sekali hingga penambahan garamgaram astringens kedalamnya harus hati-hati sekali agar emulsi tidak pecah. e. Batang (stick), sekarang banyak disukai mungkin karena bentuknya menarik dan pemakaiannya cukup praktis. Sebagai basis biasanya digunakan malam dengan garam-garam astringens dalam pelarut alkohol dengan pemanasan, maka pada pendinginannya akan menghasilkan bentuk gel yang padat. Supaya tidak rapuh dapat ditambahkan suatu asam lemak tinggi atau suatu ester. 3. Deodorant, berdasarkan bentuknya deodorant dapat dibagi menjadi : a. Bedak (powder), harus homogen dan rata. Sebagai bahan pengisi dapat digunakan kaolin, talk, Ca karbonat, Mg karbonat dsb. Sebagai parfum dapat dipilih sesukanya, asal tidak dipengaruhi oleh zat-zat lain seperti kaolin dapat menyerap bau parfum, beberapa zat yang bersifat deodoran juga dapat bereaksi dengan parfum. Zat pewarna yang digunakan harus dicari yang stabil terhadap zat-zat lain yang terdapat dalam formula. b. Cair (liquid), umunya diberikan dalam bentuk spray atau aerosol dengan zat berkhasiat dilarutkan dalam air 1,5% atau dalam alkohol 50%. Zat-zat yang seing diberikan dalam bentuk ini adalah senyawa-senyawa amonium kuartener dan heksaklorofen. Klorofil kurang baik. Untuk membuta bentuk aerosol/spray diperlukan suatu zat pendorong hingga cairan dapat disemprotkan keluar seperti kabut. Jenis zat pendorong yang sering digunakan adalah : 1. Fluorokarbon, sifatnya tidak mudah terbakar, tidak tercampur dengan air dan larut baik dalam pelarut organik, contohnya trikloromonofluor metan (propellant 11) dan diklorofluor metan (propellant 12) 2. Hidrokarbon, sifatnya mudah terbakar, untuk mencegah supaya tidak mudah terbakar maka penggunaannya sering dicampur dengan propelan golongan fluorokarbon. Propelan ini mempunyai B.J rendah, tidak larut dalam pelarut organik misalnya butana , isobutana dsb.

3. Gas yang diberi tekanan tinggi seperti gas CO2, NO2, dan N2 Deodoran bentuk spray ini dalam perdagangan sering disebut sebagai cologne deodorant. c. Krim, biasanya menggunakan basis krim K/Na stearat dan asam stearat. Pada umumnya yang bekerja sebagai deodoran adalah
173

Sediaan Kosmetika
zat-zat yang dapat menyerap bau keringat dan mencegah perkembangan dari bau selanjutnya. Sebagai contoh ZnO yang dapat bekerja sebagai antibakteri. Krim deodoran yang baik adalah krim yang dibuat dari emulsi A/M karena dapat melarutkan minyak-minyak /lemak-lemak. Tetapi yang lebih disenangi adalah krim tipe M/A karena tidak akan meninggalkan bekas berminyak pada kulit. d. Batang (Stick), deodorant bentuk stick ini dapat dibedakan menjadi 2 tipe yaitu a. Tipe malam (Wax) mempunyai efek penggosokkan yang halus, akan tetapi hanya membentuk lapisan yang tipis apabila digunakan. b. Tipe alkohol-gel, bentuk ini lebih populer dengan nama stick deodorant cologne, sebagai zat aktif dapat digunakan heksaklorofen, Bithionol, atau senyawa amonium kuartener. Formula dasar dari suatu deodorant stick tipe alkohol-gel adalah selalu terdiri dari : - Na stearat 5-10% - Humektan 3-5% - Alkohol dan parfum Sebagai humektan dapat digunakan gliserin, propilen glikol, sorbitol dan polietilen glikol. e. Pasta, bentuk ini jarang dijumpai dipasaran akan tetapi pada umumnya orang Amerika lebih menyukai bentuk pasta ini. 4. Antiperspirant-Deodorant, merupakan suatu sediaan yang dapat digunakan sekaligus bekerja sebagai antiperspiran dan deodoran atau dengan kata lain sediaan tersebut mengandung zat yang dapat bekerja sebagai antiperspiran dan zat yang dapat bekerja sebagai deodoran. Zat-zat yang dapat bekerja baik sebagai antiperspiran maunpun deodoran adalah Al fenol sulfonat, Al klorida, Al asetat, Zn fenol sulfonat, heksamin, benzalkonium klorida dan setilpiridinum. 5. Sediaan Penghilang Rambut, merupakan sediaan-sediaan yang berguna untuk menghilangkan rambut yang tumbuh pada tempat-tempat yang tidak diingini. Sediaan ini sebenarnya sudah sejak zaman dahulu digunakan orang, selain dapat untuk menghilangkan rambut yang tidak diinginkan juga dapat mencegah pertumbuhan rambut selanjutnya. DiAmerika selatan orang menggunakan getah pohon. Perbedaan antara depilatory dan epilatory adalah pada mekanisme kerjanya. Epilatory adalah proses menghilangkan rambut dengan mencabut sampai akar-akarnya. Caranya ada bermacam-macam antara lain adalah dengan cara mencabut atau menarik, dengan cara elektrolisis, cara radiasi, atausecara topikal dengan kompleks thalium. Pada proses epilasi sering timbul rasa sakit dan sering pula timbul infeksi. Proses epilasi ini dapat dilakukan dengan gunting cabut, dengan malam epilasi (epilating wax), atau dengan sedaan yang lengket (epilatory cream). Depilatory adalah proses menghilangkan rambut berdasarkan reaksi kimia dimana terjadi pengrusakan akar rambut. Sebagai zat kimia dapat digunakan sulfida-sulfida atau thiol organik. Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu sediaan penghilang rambut (depilatory & epilatory) adalah : a. Tidak boleh beracun dan tidak boleh mengiritasi kulit.

174

Sediaan Kosmetika
b. c. Bentuk dan bau harus menyenangkan. Dapat bekerja secara efisien dan dapat menghilangkan rambut dalam waktu yang singkat (4-6 menit) d. Tidak boleh berbau merangsang. e. Harus stabil pada penyimpanan. f. Tidak boleh beraksi dengan baju. Dalam formula umum dari sediaan penghilang rambut sering digunakan kamfer sebagai pendingin, benzokain sebagai penghilang rasa sakit setempat dan heksaklorofen sebagai antibakteri. Sebetulnya zat berkhasiat dapat digunakan berbagai macam zat, tergantung pada proses reaksi yang diingini. Proses penghilang rambut dengan cara tuang : Mula-mula masa yang leleh dituangkan pada tempat yang akan dhilangkan rambutnya. Setelah dingin masa dihilangkan hingga rambut akan ikut terhilangkan. Sebagai masa dapat digunakan campuran resin dengan malam yang berbentuk cairan kental seperti madu, tidak dapat kering hingga pada pemakaiannya tidak perlu pemanasan. Sebagai penggantinya dapat digunakan larutan glukosa, molase, madu, atau sejenis karet kasar yang dilarutkan dalam pelarut yang mudah menguap hingga setelah kering lapisan dapat dibuang bersam-sama dengan rambut. Juga dapt digunakan emulsi malam dalam minyak silkon dalam keadaan dingin dengan penambahan butil p-amino benzoat yang berguna sebagai penghilang rasa sakit setempat. Setelah penggunaan diatas perlu juga digunakan campuran air kapur. H2O2, minyak terpentin, zat warna dan parfum yang berguna untuk mencegah pertumbuhan rambut selanjutnya. Proses penghilangan rambut secara kimia : Cara ini sangat baik untuk menghilangkan rambut pada tempat-tempat yang sukar dicapai. Kerjanya akan lebih cepat dan kedalam. Bentuk sediaan umumnya adalah pasta atau krim akan tetapi lebih disenangi bentuk krim. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu sediaan penghilang rambut ditinjau dari segi pembuatannya adalah : a. Dalam waktu 2-5 menit telah berubah menjadi lunak dan masa bening yang terbentuk mudah dihilangkan dengan mencucinya. b. Pada penggunaan yang lama tidak akan menimbulkan keracunan secara sistematis dan tidak akan mengiritasi kulit. c. Harganya murah, mudah digunakan dan stabil d. Bentuknya menarik, berwarna putih atau netral, bau menarik, tidak melekat pada baju dan tidak menimbulkan noda pada kulit. Proses kimia yang terjadi penghilangan rambut : Keratin adalah merupakan protein dimana rambut menempel pada kulit, antara lain mengandung belerang seperti asam aspartat dan asam glutamat. Penguraian belerang dari akar rambut dapat menghasilkan jembatan S-Spada ikatan polipeptida R-CH2-S-S-CH2-R. Rambut akan terurai menjadi logam alkali sulfida, sulfit, sianida, amin, dan merkaptan yang dengan S-S- dari keratin akan menambah tekanan akar rambut hingga akar rambut akan mengembang, ikatannya menjadi kurang kuat dan akhirnya rambut akan lepas. Zat-zat kimia yang dapat digunakan untuk maksud diatas antara lain :

175

Sediaan Kosmetika
a. Kapur tohor (CaO), mula-mula digunakan secara sendiri atau dicampur dengan kaustik soda, kemudian untuk mempercepat proses dapt ditambahkan zat-zat organik seperti metil/dimetil amin, Monoetanolamin, hidrazin, guanidin, amino guanidin dan piperidin. Zat-zat pereduksi juga dapat bekerja mengembangkan akar rambut dan menghasilkan sistin dan polipeptida hingga rambut juga akan terlepas. Zatzat pereduksi yang seing digunakan adalah sulfida (Ba polisulfida, Na sulfida, Sulfihidrat), setanit (Sn klorida), merkaptan sebagai zat berkhasiat penghilang rambut (depilating agent) harus memenuhi beberapa persyaratan : - pH harus terletak antara 9-12,5 - Konsentrasi merkaptan 0,1-1,5 mol/liter.

b.

- Zat alkalis harus mempunyai konstanta kesetimbangan lebih besar dari 2


10-5. - Untuk menghindari pengaruhnya pada kulit, maka konsentrasi zat alkalis dalam larutan tidak boleh lebih besar dari 12 x konsentrasi merkaptan. - Bentuk yang terbaik adalah bentuk pasta Enzim-enzim, sebagai contoh enzim yang dihasilkan oleh streptomyces, fradie dapat merusak keratin rambut. Sering digunakan karena tidak mengiritasi, tetapi baunya seperti sulfida. Dalam keadaan murni perlu dibuffer pada pH 7-8. Mekanisme kerja enzim sebagai penghilang rambut sangat kompleks. Enzim lain yang dapat bekerja proteolitik adalah tripsin yang akan larut dalam lemak hingga dapat bekerja pada keratin pada protein kulit dan rambut dapat lepas. Enzim-enzim ini dapat disebut sebagai enzim keratinase. Sediaan pada umumnya berbentuk pasta yang dibuat dengan menambahkan enzim kering kedalam campuran talk, bentonit, atau kaolin dan apabila akan digunakan baru ditambahkan dengan air sedikit demi sedikit hingga diperoleh bentuk pasta. Sediaan yang mengandung enzim keratinase ini lebih peka daripada sediaan thiogliklat atau sulfida. Dengan penambahan Na sulfit atau sulfoksilat. Keaktifan keratinase akan bertambah tanpa mengiritasi walalu dibiarkan semalaman. Kadang-kadang kedalam sediaan penghilang rambut ini sering ditambahkan juga kamfer,eukaliptol, atau ester linalil asetat yang berguna untuk menutupi bau pada sulfida yang tidak enak.

c.

SEDIAAN KOSMETIKA CUKUR Sediaan kosmetika cukur adalah sediaan kosmetika khusus untuk pria, dengan maksud untuk mencukur rambut pada janggut, kumis dan sekitar muka. Sediaan kosmetika cukur meliputi semua sediaan yang digunakan sebelum, selama dan sesudah bercukur, termasuk didalamnya penggunaan talk, deodorant, shampoo, serta parfum untuk muka. Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu sediaan cukur adalah : 1. Mudah dan cepat digunakan, serta menghasilkan busa yang banyak.

176

Sediaan Kosmetika
2. Harus cepat kering dan tetap dimuka selama waktu mencukur. 3. Tidak mengiritasi terutama pada mata dan hidung. 4. Cepat bekerja sebagai pelunak kulit, dimana viskositas sangat menentukan kekerasan rambut hingga mudah dicukur. 5. Mudah dilapisi kulit hingga alat listrik, atau silet yang digunakan dapat berjalan dengan mudah tanpa rasa sakit. 6. Stabil pada waktu lama dan pada beberapa suhu. 7. Tidak menyebabkan silet berkarat dan menjadi tumpul. A. Sediaan sebelum cukur Sediaan yang digunakan sebelum bercukur (preshave preparation) adalah sediaan-sediaan yang digunakan sebelum bercukur, dengan maksud agar janggut, kumis, serta kulit disekitar muka siap untuk dicukur. Jadi maksud utama dari sediaan-sediaan ini adalah untuk menghindari luka serta iritasi pada kulit yang mungkin dapat ditimbulkan oleh alat pencukur rambut listrik atau silet. Sediaansediaan yang umum digunakan sebelum bercukur adalah : 1. Pengkondisi Kulit (Skin Conditioner): adalah sediaan yang berguna untuk membuat kulit agar mudah dicukur rambutnya, serta menimbulkan rasa yang nyaman pada waktu bercukur. Sediaan ini juga berguna untuk setelah bercukur. Sebagai contoh vanishing cream dapat digunakan sebelum bercukur, dan cold cream dapat digunakan sesudah bercukur. Pada umumnya sediaan ini digunakan tanpa sikat, dapat bekerja untuk melunakkan, melembutkan dan melindungi kulit.Kedalamnya sering ditambahkan suatu zat yang dapat menimbulkan rasa dingin seperti menthol dan camphor, atau digunakan suatu antiseptika seperti heksaklorofen, triklorokarbanilid,dsb. 2. Pelembut kulit (Beard Softener) : adalah sediaan yang berguna untuk membasahkan, melunakkan dan melapisi janggut serta kulit disekitarnya hingga mudah dan lembut untuk dicukur. Biasanya mengandung suatu sequestering agent dan sabun alkali yang tidak larut atau dapat juga digunakan sabun dan deterjen sintetis. Sediaan dapat merupakan krim tanpa sikat dan tanpa busa atau suatu lotion. Bentuk lotion ini biasanya sangat diperlukan untuk pencukuran dengan alat pencukur listrik. Sediaan ini biasanya mengandung larutan homopolimer asam akrilat atau akrilamida atau juga larutan kopolimer asam akrilat dan akrilamida dalam air. Larutan polimer ini kental pada konsentrasi rendah hingga mudah untuk dioleskan pada kulit. Kadang-kadang juga diperlukan penambahan suatu wetting agent dalam jumlah sedikit (0,1 %) yang berguna untuk memudahkan tersebarnya lotion pada kulit yang berminyak. Sebagai wetting agent dapat digunakan campuran alkohol dengan larutan silikon Sediaan sebelum cukur dengan alat cukur listrik sekarang ini lebih sering digunakan karena lebih cepat dan penggunaannya lebih praktis. Pada cukur basah mula-mula kulit dibasahkan terlebih dahulu agar menjadi lunak, sedangkan pada cukur dengan alat listrik kulit harus dibuat menjadi kering. Jadi sediaan sebelum cukur dengan alat listrik harus dapat berguna menghilangkan keringat, mencegah timbulnya luka, mengeraskan serta

177

Sediaan Kosmetika
menegakkan rambut, hingga rambut mudah untuk dicukur. Sediaan-sediaan tersebut adalah : Serbuk,sebelum cukur (preshave powder), biasanya sebagai komponen terbesar adalah talk yang berguna untuk menyerap kelembaban karena keringat, serta untuk melicinkan kulit, hingga pada waktu pencukuran kulit menjadi licin dan bersih, selain talk dapat digunakan kaolin yang dapat menyerap kelembaban dan dapat melekat dengan baik pada kulit. Zn atau Mg stearan sering digunakan sebagai pelicin dan pelekat, Mg karbonat untuk menaikkan daya serap dan merupakanbahan pembawa dari parfum. Dari talk dapat dibuat bentuk batang dengan penambahan Ca sulfat dan air, sebagai zat pengikat dapat digunakan veegum. Lotio sebelum cukur adalah sediaan yang berguna untuk membuat agar rambut menjadi tegak dan keras, untuk ini diperlukan alkohol dalam jumlah banyak. Pada pembuatannya perlu diperhatikan : Penambahan suatu adstringens sangat berguna untuk menegakkan, mengeraskan, serta merangsang otot rambut. Sediaan harus cepat kering, yang berarti sediaan harus cepat menguap. pH-nya harus berada dibawah isoelektrik dari keratin yaitu antara 4,5-4,8. Harus dapat melapisi kulit dengan baik, hingga dapat mencegah luka atau iritasi karena alat cukur. Harus bebas dari zat-zat yang dapat bereaksi dengan silet atau logam dari alat cukur. Sediaan ini sering disebut sebagai astringens lotion. Sebagai zat berkhasiat dapat digunakan asam laktat, Zn fenol sulfonat, dsb. Alkohol dapat digunakan sampai 70-80%. Dapat sebagai astringens, untuk mengeraskan dan menegakkan rambut, hingga cukur dapat lebih bersih dan terhindari dari infeksi. Kadang-kadang juga kedalamnya juga ditambahkan suatu antiseptika atau analgetika dengan konsentrasi rendah, sebagai contoh adalah benzokain, menthol,dsb. Kerugian pengguanaan sediaan ini adalah rambut akan mengerut, masuk kedalam folikel rambut hingga sukar untuk disukur, selain lotion dalam alkohol, sediaan ini juga dapat merupakan lotion yang mengandung minyak seperti isopropil miristat, heksadesil alkohol, yang berguna untuk melapisi dan melicinkan (lubrikan), lotion yang mengandung minyak ini pada umumnya merupakan emulsi M/A dengan 5-20% berat ester asam lemak seperti isopropil miristat, isopropil palmitat, dan zat pengemulsi campuran logam alkali atau garam amin dari asam poliakrilat. Batang yang digunakan sebelum cukur, dapat dibuat dengan menggunakan suatu cetakan dengan tekanan tertentu, kemudian dilapisi atau dibungkus dengan suatu fil former yang berguan untuk mencegah pecah atau rapuhnya sediaan. Jadi sediaan sebelum cukur bentuk batang harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : Tidak boleh cepat patah, rapuh, pecah. Harus mudah dioleskan dan halus Sediaan sebelum cukur bentuk semprot ( aerosol ), biasanya lebih disenangi karena praktis cara penggunaannya sering juga mengandung antiseptika,

178

Sediaan Kosmetika
lemak dan alkohol. Sebagai zat pendorong sering digunakan fluorokarbon propelan. Selain sediaan sebelum cukur bentuk cair yang disemprotkan, juga dikenal sediaan sebelum cukur bentuk serbuk yang disemprotkan sediaan ini mudah terbagi secara halus dan talk adalah merupakan komponen terbesarnya. Selain talk juga digunakan Mg stearat, Mg karbonat dan amilum. Sebagai zat pelapis dan pendispersi diguanakan isopropil miristat atau minyak mineral. Sering juga ditambahkan antibakteri dan aerosil (silika koloidal), sebagai propelan digunakan campuran propelan 12 dan 14, campuran propelan 12 dan 11

B.

Sediaan untuk Cukur, adalah sediaan yang dapat digunakan selama bercukur, dengan maksud mengurangi iritasi serta luka-luka pada kulit dan supaya alat cukur berjalan lancar pada kulit yang menimbulkan perasaan segar setelah bercukur. Penggunaan serbutk untuk cukur sudah agak jarang, sekarang sering digunakan bentuk batang (shaving stick) yang diproduksi oleh pabrik sabun.

1.

Sabun Cukur, mula-mula bentuknya seperti batang kemudian berubah menjadi bundar. Sekarang digunakan dalam bentuk aerosol, atau bentuk lain dengan menggunakan sikat, sehingga suatu sabun cukur mempunyai persyaratan harus cepat menghasilkan busa yang berlimpah. Pada permulaannya sabun cukur ini dibuat dari lemak dan KOH/NaOH dengan proses penyabunan. Sebagai lemak sering digunakan minyak kelapa atau busanya lebih berlimpah dan tahan lama tepi juga sering digunakan minya palma atau sejenis lilin (tallow) yang busanya memang kurang tapi lebih baik. Jenis busa sangat ditentukan oleh kelarutan dari sabun, dimana sabun K lebih mudah larut dari pada Na, dan pada umumnya sabun K lebih lunak. Apabila sabun yang terbentuk terlalu kuat maka kemungkinan akan mengiritasi kulit, pada umumnya sabun K akan mengiritasi daripada sabun Na walaupun sifat alkali, kelarutan, ikatan rangkap, dan pH-nya hampir bersamaan. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh sabun cukur : a. Harus berbusa banyak, kecil-kecil dan lunak. b. Tidak mengiritasi kulit dan dapat membasahi dengan baik. c. Konsistensi harus lunak, halus, dan tidak menggumpal d. Melekat dengan baik pada muka dan pada sikat serta mudah dihilangkan dengan pencucian. Konsistensi harus tetap selama penyimpanan dan pada berbagai suhu. e. Mudah untuk dioleskan pada muka, mudah terbagi rata hingga memudahkan untuk dicukur. f. Mudah dihilangkan serta mudah tercampur dengan parfum g. Tidak bereaksi dengan alat cukur yang digunakan. Kualitas dari sediaan sabun cukur sangat ditentukan oleh pemiliohan dari bahan-bahan bakunya. Asam stearat kurang memberikan busa ringan hingga sering diganti dengan oleum cocos dengan perbandingan 3:1 . Untuk penyabunan digunakan NaOH atau KOH, tidak digunakannya garam karbonat, karena mengeluarkan gas CO2.

179

Sediaan Kosmetika
Untuk mencegah kekeringan dapat digunakan gliserin 10-15%, atau sebagian dari gliserin dapat diganti dengan larutan sorbitol dengan konsentrasi rendah, kedalamnya juga sering ditambahkan pelunak seperti lemak, lanolin dan alkohol lemak. Dengan konsentrasi rendah (lebih kecil dari 1%). Jumlah asam lemaknya 35-50% dan pH harus sekitar 10. Sebagai sabun sering digunakan campuran sabun p-palmitat dan stearat yang dapat menghasilkan busa yang baik dan kurang mengiritasi. Kadang-kadang juga ditambahkan asam alginat atau garam-garamnya 0,1-20% yang berguna untuk melunakkan. Hemostatika misalnya adrenalin dan garam-garamnya, astringens dalam jumlah kecil untuk mencegah perdarahan, talk dalam konsentrasi 10-15% berguna untuk menambah busa dan mengurangi luka karena penggunaan silet. Sebagai anti karat sedapat mungkin digunakan oksidator.

2.

Minyak untuk cukur, dapat digunakan secara sendiri atau sebelum sediaan lain digunakan. Yang mula-mula digunakan adalah campuran gula, boraks, terpenten dan air. Sering juga digunakan Na CMC, akrilamid, akrilat dan campuran dimetil siloksan dengan alkohol dan surfaktan serta minyak mineral. Krim untuk cukur, bentuknya bermacam-macam antara lain :

3. a.

Later shaving cream, hampir sama dengan sabun cukur, hanya konsistensinya lebih menyerupai krim atau pasta, sebab mengandung banyak air. Untuk mengubah konsistensinya dapat ditambahkan Na biborat 0,1-1%, sering juga ditambahkan zat yang berguna untuk menambah busa. Untuk menetralisir alkali yang bebas serta untuk menstabilkan krim serta busanya dapat ditambahkan superfatting agent. Sebagai emolien dapat digunakan minyak tumbuhtumbuhan, minyak mineral atau lanolin. Untuk menjaga agar krim tetap lembut dan berbusa dapat ditambahkan gliserin 5-10%. Propilen glikol atau larutan sorbitol.

b.

Non Latering/brushless shaving cream, adalah cream untuk cukur yang dapat bekerja untuk melunakkan dan melicinkan kulit hampir sama dengan vanishing cream, jadi merupakan suatu emulsi M/A. Bekerja tanpa menggunakan sikat, kurang mengiritasi, tidak menyebabkan rambut tegak dan kaku karena selalu lembab. Untuk mengubah konsistensi dapat ditambahkan larutan Na biborat. Sebagai pelembab (humektan) sering digunakan gliserin, propilen glikol dan larutan sorbitol. Pelunak yang sering digunakan adalah lanolin dan setil alkohol. Sebagai wetting agent dapat digunakan hidrokarbon tersulfonasi, ester, asam sulfat dengan lauril alkohol, amida asam lemak dsb. Untuk mengeraskan rambut dapat digunakan hidrokarbon tersulfonasi,ester asam sulfat dengan lauril alkohol, amida asam lemak dan sebagainya. Untuk mengeraskan rambut dapat digunakan metil selulosa, tragakan, alginat, dan sebagainya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan brushes shaving cream adalah

180

Sediaan Kosmetika
Harus mudah tersebar, halus dan tidak menggumpal. Tidak boleh mengiritasi Pada penyimpanan tidak boleh ada perubahan konsistensi dan tidak boleh ada pemisahan. Mudah digunakan dan pada penggunaannya tidak boleh menimbulkan rasa sakit. Harus cepat hilang dan meninggalkan rasa nyaman. Liquid shaving cream, adalah sediaan cukur berbentuk krim cair biasanya juga disebut sebagai liquid brushless cream, dapat berbentuk cleansing milk, atau cleansing lotion. Pada umunya merupakan emulsi M/A dengan jumlah air 87-95%, dapat dikentalkan dengan penambahan karbofol 934 2-1%. Kadang-kadang mengandung cairan silikon yang berguna untuk membentuk lapisan pelindung pada kulit yang dapat mencegah emulsifikasi dari sabun hingga mengurangi iritasi pada kulit. Sebagai emulsifying agent dapat digunakan alkohol lemak yang teroksilasi seperti polietoksi lauril eter. BRIJ 30, keluaran pabrik Atlas dengan konsentrasi 0,3-0,7%. Dan dinetralkan dengan trietanolamin sampai pH 6,5-7,2. d. Aerosol shaving cream, dapat menghasilkan busa yang dapat langsung digunakan tanpa sikat, Formulasi biasanya terdiri dari larutan sabun dalam air, dengan propelan yang mudah menguap dan ditempatkan dalam wadah yang bertekanan. Fasa gas terdapat diatas dan fasa cair ada dibawah. Propelan hanya sedikit larut dalam larutan sabun yang bila tempatnya dikocok akan teremulsifikasi dan bila diberi tekanan / terdorong cairan akan membentuk gelembung-gelembung yang keluar sebagai busa. Sebagai surfaktan digunakan Na lauril sulfat 0,5-6% dan sebagai penstabil busa dapat digunakan gliserin sebanyak 5%. 4. Batang untuk cukur (shaving stick), kerjanya hampir sama dengan sabun cukur. Biasanya digunakan dengan mengoleskan pada kulit yang lembab yang dengan sikat akan membusa. Formula pada umumnya mengandung gliserin sedikit, asam stearat lebih banyak daripada formula sabun cukur.

c.

5.

Serbuk Cukur, sekarang jarang digunakan. Dengan air akan membentuk sabun yang dapat digunakan dengan sikat.

C. Sediaan setelah Bercukur Merupakan sediaan yang berguna untuk memberikan rasa nyaman setelah bercukur. Sediaan-sediaan ini dapat bekrja sebagai pendingin, pelunak, serta dapat menghilang rasa sakit akibat adanya luka karena alat cuku. Kedalam sediaan ini sering ditambahkan suatu antiseptika yang dapat bekerja sebagai antibakteri atau antiinfeksi yang mungkin timbul karena proses pencukuran. Bentuk sediaannya bermacam-macam : 1. After shave Lotion, sering juga disebut sebagai alkoholic lotion atau clear lotion. Pada umunya terdiri dari campuran minyak menguap dengan air atau sering juga disebut sebagai aqua aromaticum. Biasanya juga mengandung

181

Sediaan Kosmetika
alkohol akan tetapi konsentrasinya tidak sebanyak pada preshave lotion. Alkohol yang sering digunakan adalah etil alkohol lebih dari 60%, maka akan timbul rasa pedih dan apabila kurang dari 40% maka minyak menguapnya tidak larut hingga tidak terbentuk larutan yang jernih. Persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh suatu aftershave preparation adalah : a. Dapat menghilangkan iritasi dan rasa sakit. b. Dapat bekerja sebagai pendingin dan penyegar. c. Bekerja sebagai astringenss. d. Dapat menetralkan sabun yang tertinggal pada kulit hingga kulit akan menjadi netral/norma kembali e. Dapat bekerja sebagai anti bakteri. Kedalam sediaan ini sering ditambahkan suatu antibakteri atau germisida seperti paraklorometakresol atau amonium kuartener. Astringens yang sering digunakan adalah Al klorohidroksida, Zn klorohidoksida dsb. Sebagai pendingin dan penghilang rasa sakit sering digunakan menthol dan camphor dengan konsentrasi 0,1-0,2%. Kalau lebih akan mengiritasi kulit dengan menimbulkan warna merah dan bau yang menyengat. Khusus sebagai penghilang rasa sakit dapat digunakan benzokain atau lignokain dengan konsentrasi 0,025-0,050%. Untuk menetralkan alkali yang berlebihan dapat digunakan asam laktat, asam borat, asam benzoat. Sebagai emolien dan humektan sering digunakan gliserin 3%. 2. After shave Cream, sering disebut sebagai after shave emulsified lotion sangat jarang digunakan, lebih sering digunakan sebagai hand lotion. 3. After Shave Gel, sering disebut sebagai stick lotion. Merupakan larutan kental dari alkohol dan air. 4. After Shave Powder, dapat berfungsi sebagai penyegar dan pendingin, serta pelicin kulit. Sekarang jarang digunakan. Kedalamnya sering ditambahkan suatu antiseptika dan astringens. Sebagai antiseptika sering digunakan asam borat dan sebagai astringens digunakan garam-garam Zn dan Al. Dari bentuk serbuk ini juga dapat dibuat bentuk batang (stick).

5.

After Shave Styptic, sering disebut alum blok. Merupakan sediaan berbentuk pensil, tidak boleh rapuh dan berguna untuk menghentikan perdarahan. Biasanya terdiri dari Al-K sulfat 10 H2O atau kombinasi antara suatu astringens dengan garam-garam penahan perdarahan seperti aluim+talk 5% dan gliserin 5% 6. After Shave aerosol, merupakan suatu sediaan yang disemprotkan, terdiri dari alkohol, surfaktan dan humektan.

182

Sediaan Kosmetika
SEDIAAN SUNTAN & SUNSCREEN Sediaan sunscreen adalah sediaan kosmetika yang digunakan pada permukaan kulit untuk menahan pengaruh buruk dari sinar matahari dan pengaruh luar lainnya. Mula-mula sediaan ini dikenal di amerika pada tahun 1928, merupakan sediaan kosmetika yang luas penggunaannya karena selain sebagai pelindung kulit terhadap panas dan dapat digunakan untuk semua umur. Terjadinya kerusakan pada kulit dapat disebabkan oleh adanya penyerapan energi radiasi sinar matahari oleh kulit. Kerusakan kulit ini disebut eritemia dengan tanda-tanda kulit berwarna kemerah-merahan, melepuh, sakit kalau sudah pecah dan dapat mengandung nanah. Sinar matahari adalah merupakan sinar monokromatis dengan yang berbeda dan sinar matahari yang berpengaruh buruk adalah sinar monokromatis dengan 2800-3900. Eritema dapat timbul tergantung pada lamanya penyinaran, kekuatan cahaya matahari, kepekaan seseorang dan energi radiasi sinar matahari. Bila sianr matahari itu tidak begitu lama pada kulit, maka akan mempunyai efek baik yaitu akan merangsang peredaran darah serta dapat menghasilkan vitamin D serta pro vitamin d pada epidermis kulit. Zat-zat yang dapat bersifat sebagai screening agent adalah zat-zat yang dapat menyerap cahaya matahari dengan panjang gelombang 2800-3200. Zat-zat tersebut harus mempunyai bau yang enak dan dalam konsentrasi yang digunakan tidak boleh memberi warna pada kulit. Berdasarkan cara kerjanya screening agent dapat dibagi menjadi :

1.

Bekerja secara fisika, zat-zat tersebut dapat memantulkan kembali sinar ultraviolet dari sinar matahari, sehingga tidak terserap kulit. Sebagai contoh adalah TiO2, ZnO, CaCO3, MgO, kaolin dan talk 2. Bekerja secara kimia, zat-zat tersebut dapat menyerap radikal-radikal bebas dari sinar ultraviolet pada panjang gelombang 2800-3200. Penggolongan Screening Agent menurut Klarmant : 1. Asam p-amino benzoat dan turunan-turunannya seperti etil, isobutil, ester-ester gliseril, dari asam p-dimetilaminobenzoat. 2. Antranilaq-antranilat seperti orto amino benzoat, metil, fenil, feniletil, trifenil, linalil danester-ester dari siklohaksenil. 3. Salisilat-salisilat, seperti amil, fenil, benzil, metil, gliseril, dan propilen glikol. 4. Turunan-turunan asam sinamat, seperti metil, ester-ester, benzil, fenil, butil sinamoil piruvat. 5. turunan asam dihidroksi sinamat, seperti metil eskuletin, eskuletin, dan sebagainya. 6. Hidrokarbon-hidrokarbon. 7. Diobenzal aseton, benzal asetofenon. 8. Garam-garam Na dari Naftosulfonat. 9. Asam-asam dihidroksi nafteat. 10. turunan kumarin sepeti 7-metil, 3-fenil.

183

Sediaan Kosmetika
11. Azol-azol, seperti metil naftoxazol, 2-asetinalazol, dan sebagainya 12. Garam-garam kinin seperti bisulfat, klorida, olet, tanat, dan sebagainya. 13. Asam tanat dan turunan-turunannya Persyaratan umum yang harus dipenuhi sediaan sunscreen : 1. Harus dapat menyerap radiasi sinar ultraviolet pada panjang gelombang 2800-3150 A 2. Harus dapat meneruskan sinar dengan panjang gelombang 3000-4000 A 3. Harus stabil terhadap suhu, sinar matahari dan kelembaban. 4. Tidak mudah menguap dan tidak diserap oleh kulit. 5. Tidak toksis dan tidak merangsang. 6. Lapisan yang terbentuk harus tipis dan mudah kering, melekat dengan baik dan mempunyai daya melindungi. 7. Mudah digunakan dan tersebar dengan rata 8. Tahan terhadap keringat dan gosokan. 9. Dibuat dari bahan-bahan yang mudah diperoleh. Formula Umum Sediaan Sunscreen : Hampir semua sediaan sunscreen mengandung zat-zat sebagai berikut :

1.

Screening Agent merupakan zat berkhasiat yang harus terdapat dalam sediaan sunscreen. Sebagai contoh adalah oktabenon, dioksi benzon, meksaon, etil p-amino benzoat, homometil salisilat, oleum ricini, benzalaseton, benzalesefenon, escalol 506, escalol 106, solprotex, dipropilenglikol salisilat, etoksi etil p metoksi sinamat, sumarome, isobutil salisilat sinamat, minyak silikon yang teresterifikasi dengan asam salisilat.

2.

Zat pembawa atau Basic, merupakan bagian yang sangat menentukan bekerja atau tidaknya sediaan tersebut, karena jenis zat pembawa ini menentukan sifat lekat dan tebal lapisan yang terbentuk. Sebagai zat pembawa harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. Bila dioleskan pada kulit akan membentuk lapisan yang tipis, rata dan kuat, dan tahan terhadap air maupun gosokan. b. Bila dioleskan pada kulit juga memberikan rasa halus dan nyaman. Sebagai contoh yang dapat digunakan sebagai zat pembawa dalam sediaan sunscreen adalah : a) Bentonit, sifatnya dapat membentuk gel bila dicampur dengan air, gel tersebut cukup stabil dan mudah tersebar dengan rata dan luas bila dioleskan. Lapisan yang terbentuk tipis dan mudah kering. b) Metil selulosa, juga dapat membentuk lapisan yang tipis, tetapi pada umumnya tidak tersatukan dengan screening agent c) Polivinil alkohol, dengan air juga akan membentuk lapisan tipis, yang mudah kering dan liat (elastisitas). Tetapi lapisan ini tidak tahan terhadap air dan keringat, jadi penggunaannya harus dicampur dengan lemak terlebih dahulu supaya terbentuk lapisan tipis yang tidak tahan terhadap air dan keringat serta tidak akan menggulung.

184

Sediaan Kosmetika
d) Vinil resin (Vinyllite), dalam aseton akan membentuk lapisan yang tipis dan sangat liat, serta sangat lekat. Sifat lainnya, tidak larut dalam air dan pada umumnya tidak tersatukan dengan screening agent. e) Etil selulosa (ethocel), larutannya dalam alkohol akan membentuk lapisan tipis, melekat pada kulit dan sukar dicuci dengan air tetapi tercuci dengan alkohol. 3. Zat tambahan, kadang-kadang zat-zat ini sangat diperlukan karena dapat untuk mencegah terjadinya infeksi. Zat-zat yang sering ditambahkan kedalam sediaan sunscreen adalah beberapa antibiotika, antihistaminika dan antiseptika. 4. Parfum, digunakan sesuai dengan pemakaiannya, seperti untuk para atlet digunakan parfum yang berbau segar misalnya oleum lavandule, oleum citri dsb. Untuk keperluan berjemur dipantai digunakan parfum yang lebih berat. Parfum yang berasa manis hingga dapat menarik lalat atau semut dihindarkan. Penggolongan sediaan Sunscreen Berdasarkan Tipenya, Sunscreen dapat dibagi menjadi : 1. Tipe anhidrid, merupakan sediaan yang tidak mengandung air, pada umumnya akan hilang dengan sendirinya bila terkena keringat. Biasanya digunakan minyak-minyak karena minyak dapat menyerap sinar ultraviolet, yang terbaik adalah minyak tumbuh-tumbuhan. Dapat juga digunakan minyakminyak mineral tetapi harus dengan viskositas rendah seperti isopropil miristat, isopropil palmitat atau minyak silikon. Bentuk aerosol, dimana lapisan yang terbentuk akan sergam dan lebih tipis. 2. Tipe emulsi, dapat digunakan semua jenis emulsi A/M atau M/A dengan lemak dalam jumlah besar. Bentuk ini lebih disukai karena dapat dimasukkan dalam tube. Untuk sediaan bentuk emulsi ini sebagai zat berkhasiat dapat digunakan screening agent yang larut dalam air untuk emulsi tipe M/A dan yang larut dalam minyak untuk emulsi tipe A/M. 3. Tipe greaseless (tanpa butiran), sangat disenangi, mengandung alkohol tinggi atau rendah seperti isopropil miristat, minyak silikon.dsb. Kalau alkoholnya menguap akan meninggalkan lapisan yang bersifat dapat menolak air. Alkohol (etil alkohol) sering diganti degan isopropil alkohol hingga menghasilkan sediaan yang murah, kurang mengiritasi, sedangkan bau yang kurang enak dari isopropil alkohol dapat ditutupi dengan memberikan suatu pewangi. Penambahan zat pengental seperti gliserin atau sorbitol kadangkadang diperlukan untuk menambah ketebalan dari lapisan hingga pemakaiannya lebih mudah dan tidak boleh terlalu banyak karena akan meninggalkan lapisan kulit yang kaku. Biasanya dengan penambahan suatu zat pengental akan terbentuk gel yang dapat dimasukkan kedalam tube. Faktor-faktor yang sangat menentukan Kerja dari Sunscreen adalah : Tebal lapisan antara 0,001-0,03 mm, tergantung pada cara penggunaan dan suhu pada waktu dipakai. 1. Adanya kapasitas absorpsi yang dapat hilang disebabkan karena adanya modifikasi kimia karena sinar matahari.

185

Sediaan Kosmetika
2. Setelah penguapan dari pelarut mungkin screening agent akan mengkristal dan akan menyebabkan sediaan sunscreen menjadi tidak aktif lagi. Adanya perubahan jenis emulsi pada kulit hingga menyebabkan kerja dari sediaan berkurang. 3. Terjadinya penguapan dari pelarut yang menyebabkan lapisan menjadi keras dan retak-retak.

4.

Campurannya dengan sekresi kulit akan menyebabkan perubahan konsentrasi zat berkhasiat. Sediaan SUNTAN adalah sediaan kosmetika yang dapat membuat warna kulit menjadi coklat dalam waktu singkat tanpa terjadinya eritema (luka melepuh). Pada umumnya sediaan ini digunakan oleh orang kulit putih atau penderita vitiligo. Formulnya biasanya terdiri dari zat warna larut dalam minyak atau larut dalam zat-zat tak berlemak. Tidak digunakan zat warna yang larut dalam air karena warna akan hilang apabila kena air keringat dan kelembaban. Zat warna yang sering digunakan adalah alkoksipsoralen atau metoksasalen yang dalam konsentrasi 10-20 mg selama 12-4 jam akan terjadi pigmentasi. Dalam perdagangan sediaan suntan sering dijumpai dalam bentuk krim, krim cair, minyak, gel, larutan hidroalkohol, batang, aerosol dan aerosol foam.

186