LP AKTIVITAS DAN PH.docx

LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN PERSONAL HYGIENE DAN AKTIVITAS LATIHAN DI RUANG SEMERU RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI

Disusun oleh : Ari Pebru Nurlaily J230113009

PROGRAM PROFESI KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2011 LAPORAN PENDAHULUAN PERSONAL HYGIENE

B. seperti kelenjar dan kuku. 2. Memproduksi dan mengabsorpsi vitamin D C. saraf folikel. 6.A. Macam-macam Personal Hygine. kelenjar serumen yang terdapat dalam telinga yang berfungsi sebagai pelumas berwarna coklat. Membantu keseimbangan cairan dan elektrolit. 2006). 3. Kulit terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan epidermis yang terdapat pada bagian atas yang banyak mengandung sel-sel epitel. Perawatan hidung . Cara perawatan diri menjadi rumit dikarenakan kondisi fisik atau keadaan emosional klien (Potter. Personal hygiene atau kebersihan perseorangan adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan diri sesorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis (Tarwoto. Lapisan kedua adalah dermis yang terdiri atas jaringan otot. kelenjar sabasea yang menghasilkan minyak yang disebut sebum yang berfungsi meminyaki kulit dan rambut. Perawatan mata 3. 2010). Proteksi tubuh 2. dan kelenjar. Pengeluaran pembuangan air. Konsep Dasar. Hygiene perorangan adalah cara perawatan diri manusia untuk memelihara kesehatan mereka. 1. W. Sensasi dari stimulus lingkungan 5. Perawatan kulit kepala dan rambut. 4. Fungsi kulit dan mukosa membran: 1. Sel-sel epitel ini mudah sekali mengalami regenerasi. Pada kulit terdapat dua kelenjar: pertama. lapisan subkutan dibawah kulit dan perlengkapanya. Lapisan ini tidak mengandung pembuluh darah. Pengaturan temperatur tubuh. Fisiologi Kulit Sistem integumen terdiri atas kulit. Kedua.

4. Pengkajian 1) Pengkajian fisik . alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakanya. E. Pengetahuan Pengetahuan personal hygine sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Praktik sosial Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri. Memelihara kesehatan diri seseorang. 3. Meningkatkan percaya diri seseorang. 1. Pencegahan penyakit. Status sosialekonomi Personal hygine memerlukan alat dan bahan seperti sabun. 3. 4. 2. sampo. Body image Ganbaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya karena adanya perubahan fisisk sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihanya. F. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang. Perawatan tubuh secara keseluruhan. Memelihara personal hygine yang kurang. maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygine. Perawatan telinga 5. Perawatan genetelia 7.4. 6. D. Tujuan Perawatan Personal Hygine. 5. 2. Misalnya pada pasien penderita diabetes melitus ia harus selalu menjaga kebersihan dirinya terutama kakinya. sikat gigi. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Personal Hygine 1. Perawatan kuku kaki dan tangan 6. pasta gigi. Menciptakan keindahan.

Gigi  Adakah karang gigi . Hidung        e.a. Kepala      c. Mulut     Keadaan mukosa mulut Kelembapanya Adakah lesi Kebersihan Apakah ada pilek Adakah alergi Adakah perdarahan Adakah perubahan penciuman Kebersihan hidung Bagaimana membran mukosa Adakah septum deviasi Apakah sklera ikterik Apakah konjungtiva pucat Kebersihan mata Apakah gatal/mata merah Botak/alopesia Ketombe Berkutu Adakah eritema kebersihan Keadaan rambut yang kusam Keadaan tekstur f. Mata     d. Rambut   b.

testis pada pria Cairan yang dikeluarkan k.        h. Genetalia Kebersihan Pertumbuhan rambut pubis Keadaan kulit Keadaan lubang uretra Keadaan skrotum.           Adakah karies Kelengkapan gigi Pertumbuhan Kebersihan g. Kulit        i. Telinga Adakah kotoran Adakah lesi Bagaimana bentuk telinga Adakah infeksi Kebersihan Adakah lesi Keadaan turgor Warna kulit Suhu Tekstur Pertumbuhan bulu kuku tangan dan kaki Bentuknya bagaimana Warnanya Adakah lesi pertumbuhanya j. Tubuh secara umum .

rambut kepala bersih klien dapat mandiri dalam kebersihan diri sendiri Intervensi dan rasioanal Intervensi Rasional Kaji kembali pola kebutuhan personal Data dasar dalam melakukan intervensi hygine pasien Kaji keadaaan luka pasien Jaga kulit agar tetap utuh Menentukan intervensi lebih lanjut dan Menghindari resiko infeksi kulit kebersihan kulit pasien dengan cara membantu mandi pasien Lakukan perawatan luka dengan Penyembuhan luka teknik steril sesuai program Observasi tanda-tanda infeksi Pencegahan infeksi . 1. Gangguan integritas kulit Kemungkinan yang berhubungan:           Bagian tubuh yang lama tertekan Imobilisasi Terpapar zat kimia Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada: Stroke Trauma medulla spinalis Koma Fraktur femur Tujuan yang diharapkan: pola kebersihan diri pasien normal keadaan kulit. Diagnosa dan Intervensi.   Kebersihan Normal Keadaan postur G.

Inflamasi tidak terjadi Klien mengatakan rasa nyaman Keadaan mulut bersih. lidah dalam keadaan utuh. Kemungkinan yang berhubungan dengan:               Trauma oral Pembatasan intake cairan Pemberian kemoterapi dan radiasi pada kepala dan leher. dekubitus tekanan dan luka 2. selimut Menghindari bersih dan kencang. Peradangan atau infeksi Kesulitan dalam makan dan menelan Keadaan mulut yang kotor Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada: Stroke Stomatitis Koma Tujuan yang diharapkan: Keadaan mukosa mulut. Gangguan membran mukosa mulut. Intervensi dan rasional: Intervensi Rasional . warna merah muda.Lakukan pijatan pada kulit dan Mencegah dekubitus lakukan perubahan posisi setiap 2 jam Jaga kebersihan tempat tidur. Kemungkinan data yang ditemukan: Iritasi atau luka pada mukosa mulut.

meningkatkan granukasi. Kurangnya perawatan diri atau kebersihan diri. Laksanakan program terapi medis Membantu menyembuhkan luka atau infeksi 3. Pasien merasa nyaman. mulut. Lakukan penkes tentang kebersihan Mencegah gangguan mukosa mulut.Kaji kembali pola kebersihan mulut Data dasar dalam melakukan intervensi Lakukan kebersihan mulut sesudah Membersihkan kotoran dan mencegah makan dan sebelum tidur Gunakan sikat gigi yang lembut karang gigi Mencegah perdarahan Gunakan latutan garam atau baking Larutan garam/soda dapat membantu soda dan kemudian bilas dengan air melembabkan bersih mukosa. Kemungkinan yang berhubungan:             Kelelahan fisik Penurunan kesadaran Kemungkinan data yang ditemukan: Badan kotor dan berbau Rambut kotor Kuku panjang dan kotor Bau mulut dan kotor Kondisi klien kemungkinan terjadi pada: Stroke Fraktur Koma Tujuan yang diharapkan: Kebersihan diri sesuai pola Keadaan badan. rambut dan kuku bersih. Intervensi dan rasioanal . dan menekan bakteri.

Jakarta: EGC Tarwoto.Cetakan Ke sat. Brenda G. Buku Ajar Keperawatan Medikal bedah Brunner & Suddarth. klien lebih kooperatif. W. USA: Mosby Suzanne C.com/2009/02/laporan-pendahuluan-hygiene. 2006. DAFTAR PUSTAKA Diagnosa NANDA (NIC & NOC) Disertai dengan Discharge Planning.Intervensi Kaji kembali pola kebersihan diri Rasional Data dasar dalam melakukan intervensi Bantu klien dalam kebersihan badan. Smeltzer. 2004. 2010. Salemba Medika: Jakarta Tarwoto. pola kebersihan diri. Bare. Jakarta:EGC Potter and Perry.blogspot. 2006. Fundamental of Nursing. Mempertahankan rasa nyaman mulut. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. 2007-2008. W.. rambut.html . cara kebersihan. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. dan kuku Lakukan penkes: pentingnya Meningkatkan pengetahuan dan membuat kebersihan diri. Salemba Medika: Jakarta http://kikipoelblog.

Mobilitas Penuh Merupakan kemampuan seseorang untuk bergarak secara bebas dan penuh sehingga dapat berinteraksi social. Mobilitas sebagian permanen. mengurangi stress. Manfaat Mobilitas     Gerak tubuh secara teratur dapat membuat tubuh menjadi segar Gerak tubuh secara teratur dapat memperbaiki tonus otot dan sikap tubuh. W. C. b. merupakan kemampuan individu untuk bergerak dengan batasan yang sifatnya sementara. 2010). mudah. Pengertian Mobilitas merupakan kemampuan individu untuk bergerak secara bebas. B..LAPORAN PENDAHULUAM KEBUTUHAN AKTIVITAS DAN LATIHAN A. Jenis Mobilitas 1. 2. Mobilitas sebagian Mobilitas merupakan kemampuan individu untuk bergerak dengan batasan yang jelas dan tidak dapat bergerak secara bebas karena dipengaruhi oleh gangguan saraf motorik dan sensorik. Mobilitas ini dibagi menjadi 2 yaitu: a. serta dapat meningkatkan relaksasi Gerak tubuh merangsang peredaran darah ke otot dan organ tubuh yang lain sehingga dapat meningkatkan kelenturan tubuh Gerak tubuh pada anak dapat merangsang pertumbuhan badan . mengontrol berat badan. merupakan kemampuan individu untuk bergerak dengan batasan tetap. dan teratur yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas guna mempertahankan kesehatan (Tarwoto. Mobilitas sebagian temporer.

Kebudayaan 4. Tingkat Energi 5.D. Keenam derajat kekuatan otot tersebut adalah sebagai berikut : Derajat 5 : Kekuatan normal dimana seluruh gerakan dapat dilakukan otot dengan tahanan maksimal dari proses yang dilakukan berulang-ulang tanpa menimbulkan kelelahan Derajat 4 Derajat 3 : Dapat melakukan ROM secara penuh dan dapat melawan tahanan tangan : Dapat melakukan ROM secara penuh dengan melawan gravitasi. Proses penyakit 3. tetapi tidak dapat melawan tahanan Derajat 2 :Dengan bantuan atau menyangga sendi dapat melakukan ROM secara penuh Derajat 1 :Kontraksi otot minimal terasa/teraba pada otot bersangkutan tanpa menimbulkan gerakan Derajat 0 : Tanpa ada kontraksi otot sama sekali F. Usia dan status Perkembangan E. Imobolisasi Fisik 2. Gaya Hidup 2. Jenis Imobilisasi 1. Imobilisasi Sosial . Derajat ini menunjukkan tingkat kemampuan otot yang berbeda-beda. Imobilisasi Emosional 4. Pengertian Imobilisasi Merupakan keadaan dimana seseorang tidak dapat bergerak bebas karena keadaannya. Untuk mengetahui kekuatan atau kemampuan otot perlu dilakukan pemeriksaan derajat kekuatan otot yang dibuat dalam enam derajat (0-5). Imobolisasi Intelektual 3. Faktor Yang Mempengaruhi Mobilitas 1.

kemampuan otot. hipotensi ortostatik. gangguan sensorik. tremor. Pemendekan ekstremitas. PEMERIKSAAN FISIK 1. kekakuan sendi. 3. nyeri sendi. kemampuan duduk kemampuan berdiri. Mengkaji skelet tubuh Adanya deformitas dan kesejajaran. atropi. Angulasi abnormal pada tulang panjang atau gerakan pada titik selain sendi biasanya menandakan adanya patah tulang. phlebothrombosis b) tingkat kesadaran c) Postur/bentuk tubuh: Skeliosis. . PENGKAJIAN KEPERAWATAN 1. Perubahan Intoleransi Aktivitas Pengkajian Intoleransi Aktivitas terhadap perubahan system kardiovaskuler seperti nadi dan tekanan darah. Dampak Imobilisasi a) Fisik . dan cara berjalan d) Ekstrimitas : kelemahan. 2. Riwayat keperawatan sekarang Pengkajian keperawatan pasien saat ini meliputi alasan penyebab terjadinya gangguan imobilisasi yaitu adanya kelemahan otot dikarenakan penyakit tang dideritanya. peningkatan beban jantung. Pertumbuhan tulang yang abnormal akibat tumor tulang. lordosis. gerakan tak terkendali.G.Sistem kardiovaskuler : Penurunan kardiak reserve. kiposis. Kemampuan fungsi motorik Pada pengkajian ini pasien pada tingkat kategori tingkat empat yaitu sangat tergantung. kemampuan jalan.Sistem integumentum : abrasi dan dekubitus . amputasi dan bagian tubuh yang tidak dalam kesejajaran anatomis. gangguan sirkulasi perifer adanya thrombus seperti perubahan tanda vital.

Mengkaji system otot Kemampuan mengubah posisi. nyeri otot.dan mandi. cara berjalan spastic hemiparesis – stroke. kecuali mandi.2. kekuatan otot dan koordinasi. Mengkaji cara berjalan Adanya gerakan yang tidak teratur dianggap tidak normal. Mengkaji fungsional klien A. berpindah dan satu fungsi yang lain. suhu dan waktu pengisian kapiler. Mandiri semuanya kecuali salah satu dari fungsi diatas. 3. adanya kekakuan sendi 4. Mengkaji tulang belakang Skoliosis (deviasi kurvatura lateral tulang belakang) Kifosis (kenaikan kurvatura tulang belakang bagian dada) Lordosis (membebek. dan satu lagi fungsi yang lain. Sirkulasi perifer dievaluasi dengan mengkaji denyut perifer. kurvatura tulang belakang bagian pinggang berlebihan). Mandiri. Mandiri. 7. menggunakan pakaian. BAK). pergi ke toilet. kontinensia (BAB. 6. Ketergantungan untuk semua fungsi diatas. warna. kecuali mandi. Berbagai kondisi neurologist yang berhubungan dengan caraberjalan abnormal (mis. dan satu Mandiri. berpindah.KATZ Indeks Termasuk katagori yang mana: Mandiri dalam makan. 5. kecuali mandi. deformitas. Lingkar ekstremitas untuk mementau adanya edema atau atropfi. stabilitas. berpakaian. ke toilet. dan adanya benjolan. ke toilet. . Mengkaji system persendian Luas gerakan dievaluasi baik aktif maupun pasif. kecuali mandi. Mandiri. berpakaian dan satu lagi fungsi yang lain. Bila salah satu ekstremitas lebih pendek dari yang lain. dan ukuran masing masing otot. cara berjalan selangkah-selangkah – penyakit lower motor neuron cara berjalan bergetar – penyakit Parkinson). Mengkaji kulit dan sirkulasi perifer Palpasi kulit dapat menunjukkan adanya suhu yang lebih panas atau lebih dingin dari lainnya dan adanya edema. berpakaian.

pengarahan. B. Tak terkendali atau kateter 2 Mengendalikan berkemih rangsang 0 1 2 pakai Kadang-kadang tak terkendali (hanya 1x/24 jam) Mandiri Butuh pertolongan orang lain Mandiri Tergantung pertolongan orang lain Perlu pertolonganpada beberapa kegiatan tetapi dapat mengerjakan sendiri beberapa kegiatan yang lain. masuk 0 dan keluar (melepaskan. Mandiri Tidak mampu Perlu ditolong makanan Mandiri Tidak mampu Perlu banyak bantuan untuk memotong 3 4 Membersihkan diri (seka 0 muka. atau bantuan aktif dari orang lain. sisir rambut. Indeks ADL BARTHEL (BAI) NO 1 FUNGSI Mengendalikan pembuangan tinja SKOR KETERANGAN rangsang 0 Tak terkendali/tak teratur (perlu pencahar). menyiram) 2 5 Makan 0 1 2 6 Berubah sikap dari berbaring 0 ke duduk 1 . 1 membersihkan.Keterangan: Mandiri: berarti tanpa pengawasan. memakai celana. Seseorang yang menolak melakukan suatu fungsi dianggap tidak melakukan fungsi. 2 Terkendali teratur. meskipun dianggap mampu. 1 Kadang-kadang tak terkendali (1x seminggu). sikat gigi) 1 Penggunaan jamban.

bed rest atau imobilitas. Berjalan dengan bantuan 1 orang.2 3 bias duduk Bantuan minimal 1 orang. Mandiri Tergantung orang lain Sebagian dibantu memakai baju) Mandiri. mobilitas yang kurang. kelemahan/paralisis. pembatasan pergerakan. kelemahan. . nyeri 2. Tidak mampu Butuh pertolongan Mandiri Tergantung orang lain Mandiri (mis: 7 Berpindah/ berjalan 0 1 2 3 8 Memakai baju 0 1 2 9 Naik turun tangga 0 1 2 0 1 10 Mandi TOTAL SKOR Skor 20 12-19 9-11 5-8 0-4 BAI : Mandiri : Ketergantungan ringan : Ketergantungan sedang : Ketergantungan berat : Ketergantungan total : DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Mandiri Tidak mampu Bisa (pindah) dengan kursi roda. gangguan neuromuskular. gangguan persepsi kognitif.d. Intoleransi aktivitas b. imobilisasi.d. Gangguan mobilitas fisik b.

gangguan kognitif. gangguan neuromuskular. kerusakan persepsi kognitif. emosi. Terapi latihan: Ambulasi. motivasi yang kurang. PERENCANAN KEPERAWATAN 1. Defisit perawatan diri b. Gangguan mobilitas fisik b. dengan kriteria hasil klien:    Memiliki keseimbangan Mampu memposisikan tubuh Mampu berpindah tempat NIC: A.d. bed rest atau imobilitas. dan koordinasi.3. depresi. kelemahan/paralisis. sosial dan spiritual 2.d gangguan persepsi kognitif. nyeri. NOC: Tingkat mobilitas.d gangguan neuromuskular. \ pembatasan pergerakan. imobilisasi. NOC: Energy conservation dan self care. o Pakaikan klien pakaian yang tidak membatasi aktivitas o Tempatkan tombol posisi tempat tidur dekat dengan jangkauan klien . menurunnya kekuatan otot. dengan kriteria hasil klien dapat:   o o o o o o o o o o Berpartisipasi dalam aktivitas fisik tanpa disertai peningkatan tekanan darah Mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri NIC: Observasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktivitas Dorong klien untuk mengungkapkan perasaan terhadap keterbatasan Monitor nutrisi dan sumber energi yang adekuat Monitor pola tidur dan lamanya tidur/istirahat klien Bantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas yang mampu dilakukan Bantu untuk mengidentifikasi aktivitas yang disukai bantu klien untuk menjadwalkan waktu khusus untuk aneka aktivitas dalam rutinitas sehari-hari Bantu untuk mendapatkan alat bantuan aktivitas seperti kursi roda Berikan reinforcement positif bagi partisipasi klien dalam aktivitas Monitor respon fisik. Intoleransi aktivitas b.

Terapi latihan: mobilitas sendi. NOC: Perawatan diri ADL. o Tentukan keterbatasan dari pergerakan sendi dan efek pada fungsi sendi o Tentukan tingkat motivasi klien untuk mempertahankan atau mengembalikan pergerakan sendi o Jelaskan kepada pasien dan keluarga tentang tujuan dan rencana untuk latihan sendi o Monitor lokasi dan asal ketidaknyamanan atau nyeri selama pergerakan atau aktivitas o Lindungi pasien dari trauma selama latihan o Bantu klien untuk posisi tubuh optimal untuk pergerakan sendi baik yang pasif maupun yang aktif o Dorong latihan ROM aktif sesuai jadwal o Berikan reinforcement positif untuk latihan sendi yang telah dilakukan klien 3. dengan kriteria hasil klien mampu: Makan. depresi. o Monitor kebutuhan klien akan alat bantu dalam melakukan ADL.        NIC: o Monitor kemampuan klien dalam melakukan ADL secara mandiri. Menjaga kebersihan diri. Mandi. menurunnya kekuatan otot. kerusakan persepsi kognitif. Menjaga kebersihan mulut. Merawat diri. gangguan kognitif. Defisit perawatan diri b.o Dorong klien untuk duduk di tempat tidur atau kursi o Sediakan alat bantu ambulasi jika klien memerlukannya (mudah goyah) o Monitor penggunaan alat bantu yang digunakan oleh klien o Dorong ambulasi mandiri dalam batasan aman B. dan koordinasi. Berganti pakaian.d gangguan neuromuskular. . Toileting.

H. Jakarta: PTGramedia Pustaka Utama. B. 2000. o Dorong klien untuk mandiri. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta: EGC.Cetakan Ke sat. J. o Bantu klien dalam melakukan ADL sampai klien mampu melakukannya dengan mandiri. Jakarta: EGC. 1999. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. tetapi bantu klien bila klien tidak bisa melakukannya sendiri. Diagnosa NANDA (NIC & NOC) Disertai dengan Discharge Planning. Smeltzer.. 2006. Tarwoto. R.. DAFTAR PUSTAKA Darmojo. dkk. Bare. o Dorong klien untuk melakukan aktivitas sehari-hari sesuai dengan tingkat kemampuannya. William Reichel. Jakarta:EGC Gallo. Buku Ajar Keperawatan Medikal bedah Brunner & Suddarth. Buku Saku Gerontologi. 2007-2008. Hardywinoto. 1998. 2004. Panduan Gerontologi. Lillian M.o Sediakan peralatan-peralatan pribadi yang dibutuhkan klien (seperti pasta gigi. Buku Ajar geriatri(Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). dan sabun mandi). S. Salemba Medika: Jakarta . dkk.. J. Andersen. Brenda G. Suzanne C. edisi ke 2. Martono. Tony. 2010. Edisi 2. Salemba Medika: Jakarta Tarwoto. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful