Anda di halaman 1dari 15

Ulkus Peptikum 3B

Ulkus Lambung dan Ulkus Duodenum

Defenisi Secara anatomi : Ulkus Peptikum merupakan

kerusakan atau hilangnya jaringan mukosa, sub mukosa sampai lapisan otot dari saluran cerna bagian atas. Secara klinis : Ulkus Peptikum merupakan hilangnya epitel superfisial atau lapisan lebih dalam dengan diameter lebih dari 5mm yang dapat diamati secara endoskopi ataupun radiologis.

Catatan fani 09-014 FKUA

Epidemiologi Kasus ulkus tersering adalah ulkus duodenum (90%) dan ulkus lambung serta esofagus dan jejunum. Penyakit ini menjadi ancaman besar bagi penduduk dunia dengan mortalitas. Angka kejadian pada laki-laki 11-20% dan pada perempuan 8-11%, laki-laki > perempuan (3-4:1). Namun apabila perempuan sudah memasuki masa menopause, maka angka kejadiannya hampir sama. Etiologi Riwayat keluarga dengan ulkus peptikum Infeksi bakteri H. Pylori Bakteri ini dapat bertahan dalam lingkungan asam di lapisan mukosa karena mempunyai urease khusus. Urease ini digunakan untuk menghasilkan CO2, NH3, HCO3- dan NH4+, sehingga menyangga ion H+ di sekelilingnya. Bakteri ini dipindahkan dari satu orang ke orang lain dan menyebabkan infeksi pada mukosa lambung (gastritis, terutama di daerah antrum). Infeksi dari bakteri ini nanti akan mengakibatkan terjadinya tingginya angka morbiditas dan

Catatan fani 09-014 FKUA

gangguan fungsi sawar epitel, dan pada akhirnya terjadilah ulkus. Obat-obatan (OAINS - Obat Anti Inflamasi Non Steroid) OAINS merupakan kelompok obat-obatan yang digunakan untuk meredakan rasa nyeri atau sakit, misal naproxen, ketorolac, oxaproxin, ibuprofen dan aspirin. Orang yang mengkonsumsi OAINS dalam jangka waktu yang lama dan dengan dosis yang tinggi memiliki resiko besar untuk terdinya ulkus. Obat ini menghambat sintesis prostaglandin secara sistemik, termasuk di epitel lambung dan duodenum. Obat ini menurunkan sekresi HCO3- sehingga perlindungan pada mukosa menjadi lemah dan mukosa menjadi rusak. Kerusakan mukosa ini terjadi secara lokal melalui difusi non-ionik ke dalam sel mukosa. Hipersekresi asam pada saluran pencernaan Kelebihan sekresi dari asam ini dapat mengiritasi mukosa dan menjadi ulkus. Tumor (kanker, lymphoma) Perokok berat

Catatan fani 09-014 FKUA

Pengguna alkohol Menggunakan alkohol dalam jumlah banyak atau dalam konsentrasi tinggi akan merusak mukosa dan menyebabkan ulkus.

Stres fisiologik : trauma multipel, sepsis, Stres emosional Stres emosional yang disertai dengan merokok, penggunaan OAINS dan alkohol dapat meningkatkan sekresi asam lambung dan pepsinogen yang dapat mengiritasi mukosa.

Klasifikasi Berdasarkan waktu timbul 1. 2. Akut Kronis

Berdasarkan letak ulkus 1. 2. 3. 4. Esofagus (jarang) Lambung Duodenum jejunum (jarang)

Berdasarkan bentuk dan besar 1. Bentuk bulat

Catatan fani 09-014 FKUA

2. 3.

Bentuk garis Bentuk ganda (multiple ulcer)

Berdasarkan dalamnya ulkus 1. 2. 3. 4. Mukosa Sub mukosa Muskularis Serosa

Patogenesis Faktor Agresif > Faktor Defensif Faktor Defensif (memelihara keutuhan mukosa) 1. Lapisan mukosa Sistem pertahanan mukosa gastroduodenal terdiri dari 3 faktor pertahanan : 2. Pre-epitel Epitel Post epitel/sub epitel

Sel epitel permukaan Epitel gastroduodenal mengalami iritasi oleh 2 faktor agresif :

Catatan fani 09-014 FKUA

Perusak

Endogen dan

(HCl, garam

pepsinogen/pepsin empedu).

Perusak Eksogen (Bakteri H. Pylori, Obat-obat, kebiasaan merokok dan alkohol).

3.

Aliran darah mukosa adekuat Mempertahankan mukosa lambung melalui oksigenasi jaringan dan sumber energi. Sebagai buffer difusi kembali dari asam.

4.

Regenerasi sel epitel Penggantian sel epitel mukosa

kurang dari 48 jam. Sedikit kerusakan epitel mukosa diperbaiki dengan mempercepat

penggantian sel yang rusak. 5. Prostaglandin Prostaglandin berfungsi sebagai : Penghambat produksi asam lambun.

Catatan fani 09-014 FKUA

Prostaglandin

merangsang

peningkatan faktor-faktor defensif mukosa sitiprotektif. 6. Pembentukan dan sekresi mukus Mukus adalah pelicin yang melalui mekanisme

menghambat kerusakan mekanis. Barier terhadap asam. Barier terhadap enzim proteolitik (pepsin). Pertahanan patogen. 7. Sekresi bikarbonat Kelenjer bikarbonat lambung 24mMol mensekresi untuk terhadap organisme

menetralisir keasaman di sekitar lapisan epitel. Faktor Agresif (merusak mukosa) 1. Asam lambung dan pepsin Sel parietal/oxyntic mengeluarkan asam lambung dan sel

Catatan fani 09-014 FKUA

peptikum/zimogen

mengeluarkan

pepsinogen yang nanti oleh HCl diubah menjadi pepsin. Pepsin dengan pH < 4 sangat agresif terhadap mukosa lambung. Histamin mengeluarkan sehingga terangsang asam dan lambung dan

timbul

dilatasi

peningkatan permeabilitas kapiler, kerusakan mukosa gaster, gastritis dan ulkus lambung. 2. Bakteri H. Pylori Bakteri ini merupakan bakteri gram negatif berbentuk spiral/batang, mikroaerofilik

berflagela, hidup pada permukaan epitel, mengandung urease, hidup di antrum, migrasi ke proksimal lambung dan dapat berubah menjadi kokoid. 3. OAINS Obat ini menghambat kerja enzim

siklooksigenasi (COX) pada asam arakidonat,

Catatan fani 09-014 FKUA

sehingga menekan produksi prostaglandin. Kerusakan 4. 5. Gejala Klinis Nyeri 1. Nyeri pekak, persiten, rasa terbakar pada mid epigastrium atau di punggung. 2. Nyeri hilang dengan makan atau minum antasida, namun apabila lambung sudah kosong dan alkali hilang, nyeri akan kembali timbul. mukosa akibat hambatan

prostaglandin melalui 4 tahap : Menurunnya sekresi mukus dan bikarbonat. Terganggunya sekresi asam dan proliferasi sel-sel mukosa. Berkurangnya aliran darah mukosa. Kerusakan mikrovaskuler.

Refluks cairan empedu Rokok

Catatan fani 09-014 FKUA

3.

Nyeri tekan tajam dengan memberikan tekanan kuat pada epigastrium, atau sedikit ke kanan garis tengan tubuh.

Pirosis (Nyeri Ulu Hati) Sensasi terbakar pada esofagus atau lambung karena eruktasi asam.

Muntah 1. Jarang terjadi pada ulkus duodenum takterkomplikasi. 2. Mungkin didahului mual atau bisa saja tidak.

Konstipasi dan Perdarahan Sebagai akibat dari diet dan obat.

Diagnosis Endoskopi : Untuk melihat sumber perdarahan dan lesi ulkus. X-Foto dengan Barium Meal : Niche mukosa. Pemeriksaan kuman H. Pylori dengan menggunakan Tes Serologi, CLO (Campylobacter Like Organism), UBT (Urease Breath Test) dan biakan.

10

Catatan fani 09-014 FKUA

Diagnosis Banding GERD Gastritis

Tatalaksana Sasaran penatalaksanaan adalah dengan mengatasi

keasaman lambung. Terapi Konservatif 1. Diet Makanan lembek, yang mudah dimakan dicerna, harus tidak

merangsang peningkatan sekresi dan dapat menetralisir asam lambung. Makan dalam porsi kecil dan

berulang kali. Dilarang makan pedas, asam dan alkohol. Perut tidak boleh kosong/terlalu penuh 2. Tata Cara Hidup Penderita harus banyak istirahat dan sebaiknya dirawat di Rumah Sakit

11

Catatan fani 09-014 FKUA

untuk

mencegah

terjadinya

komplikasi. Bagi yang mengalami psikis, dasar

kelainan

emosional,

sebaiknya perlu ketenangan atau bila perlu dikonsulkan pada ahli jiwa klinik (psikologi klinik). 3. Merokok Sampai sekarang rokok masih belum terbukti sebagai faktor predisposisi terjadinya ulkus. Namun, merokok dapat mengurangi nafsu makan dan dengan menghentikan rokok, dapat meningkatkan nafsu makan. Penderita ulkus yang merokok sebaiknya menghentikan rokoknya supaya membantu proses

penyembuhan. 4. Alkohol

Terapi Medikamentosa Obat yang digunakan biasanya bertujuan untuk menghilangkan rasa nyeri/keluhan, menyembuhkan ulkus, mencegah kekambuhan dan mencegah

12

Catatan fani 09-014 FKUA

komplikasi. Jenis obat : Antasida, antikolinergik, prokinetik, obat golongan sitoprotektif, H2 reseptor antagonis dan omeprazol, antibiotik. Terapi Pembedahan Bertujuan : 1. Menekan faktor agresif terutama sekresi asam lambung san pepsin terhadap

patogenesis ulkus peptikum. 2. Untuk mengeluarkan tempat yang paling resisten di antrum dan mengoreksi stasis di lambung. Tindakan pembedahan ada 2 macam : 3. Reseksi bagian distal lambung atau

Gastrektomi Sebagian (Partial Gastrectomy) Gastroduodenostomi (Billroth I) Gastroyeyunostomi (Billroth II)

Akibat dari gastrektomi ini, akan timbul keluhan : refluks esofagal, pengosongan lambung terlalu cepat (sindrom dumping), refluks enterogastrik, gastritis dan

13

Catatan fani 09-014 FKUA

kemungkinan timbul Ca lambung di daerah anstomosis. 4. Vagotomi Bermanfaat untuk mengurangi sekresi asam lambung treutama pada ulkus duodenum. Komplikasi Perdarahan Perforasi Obstruksi Ca Lambung

Prognosis Apabila peptikum penyebab ini yang mendasari akan dari ulkus

diatasi,

maka

memberikan

prognosis yang baik. Kebanyakan penderita sembuh dengan terapi infeksi H. Pylori, menghindari OAINS dan meminum obat anti sekretorus pada lambung. Terapi dengan infeksi H.pylori akan mengubah secara ilmiah riwayat penyakit dengan menurunkan angka kejadian penyakit ini.

14

Catatan fani 09-014 FKUA

Sumber Gambar (c) google Kuliah Pengantar Blog 2.6 FK UA

15

Catatan fani 09-014 FKUA