Anda di halaman 1dari 2

contoh dokumentasi menggunakan metode SOAP TINJAUAN KASUS Ibu HaMILNy.

A berumur 28 tahun datang ke Puskesmas untuk periksa hamil tanggal 7 Maret 2007. hamil iniadalah kehamilan yang kedua dan belum pernah abortus, HPHT : 28 Mei 2006. Ibu mengatakan pusing,lemas, pandangan berkunang-kunang. Dari hasil pemeriksaan ditemukan TD : 100/90 mmhg, S : 36 oC,M : 80 x / mnt, Rr 20 x / mnt, Hb : 8 gram%, kunjungtiva pucat dan DJJ 144 x / mnt teratur, terdengar diperut ibu sebelah kiri .S = SubjekNy. A umur 28 tahun, periksa hamil tanggal 7 Maret 2007.Dengan keluhan pusing, lemas, dan pandangan mata berkunang-kunang.Diketahui HDHT : 28 Mei 2006. O = Objektif K/U ibu baik, kesadaran composmentis.Pemeriksaan TTVTD = 100 / 90 mmHg M = 80 x / mntS = 36 oC Rr = 20 x / mntPemeriksaan fisikHead to toePemeriksaan PalpasiLeopold I = TFU : 30 cm, teraba bagian bulat, lunak, tidak ada lentingan (bokong janin).Leopold II = - Sebelah kanan ibu teraba bagan-bagian kecil janin (eksterminas janin).- Sebelah kiri ibu teraba bagian keras, panjang ada tahanan(punggung janin).Leopold III = Teraba bagian bulat, keras ada lentingan (kepala janin)Leopold IV = Konvergen 5/5 bagian.Pemeriksaan AuskultasiDJJ : 144 x / mntPM : terdengar jelas, 2 jam dibawah pusat kiri ibuPemeriksaan LaboratoriumHb : 8 gram% A = AssesmentG2P1AO hamil pada 32 minggu umur 28 tahunJanin hidup tunggal intra uterin, letak memanjang, presentasi kepala, PUKL 5/5 bagianPrimuda dengan anemia ringan P = PlanningBeritahu hasil pemeriksaan. Anjurkan kepada ibu untuk tidak melakukan perkerjaan yang terlalu berat. Anjurkan kepada ibu untuk makan makanan yang mengandung zat besi dan makan dilakukan lebihsering dalam jumlah lebih sedikit. Anjurkan kepada ibu untuk tidak melakukan perjalanan jauh. Anjurkan kepada ibu untuk melakukan konsumsi vitamin setiap hari 1 tablet Anjurkan kepada ibu untuk minum obat zat besi dan asam sulfat. Anjurkan kepada ibu untuk olahraga ringan di pagi hari sebelum melakukan aktivitas. Anjurkan kepada ibu untuk periksa laboratorium untuk mengetahui apakah Hbnya sudah naik atau belum. Anjurkankepada ibu untuk kontrol ulang 2 minggu lagi

VIVAnews - Pergaulan bebas dan maraknya pelacuran, secara tidak langsung berdampak pada meningkatnya penderita penyakit kelamin di Jakarta. Sedikitnya ada 9.060 warga Jakarta mengidap penyakit yang ditularkan dari hubungan seks bebas. Jumlah penderita diprediksi jauh lebih banyak lantaran tidak sedikit warga yang masih malu menjalani pengobatan penyakit ini di rumah sakit maupun puskesmas yang tersedia. Menurut Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes DKI Jakarta, Ida Bagus Nyoman Banjar, maraknya praktik pristitusi serta berubahnya pola pergaulan secara tidak langsung telah mempengaruhi peningkatan jumlah penderita penyakit kelamin ini. Beberapa jenis penyakit kelamin itu seperti herpes, infeksi jamur, syphilis, vaginitis, bisul pada alat kelamin atau HPV, kutu kelamin, kutu di bawah kulit, dan AIDS. Indikasi tersebut terlihat dari kelompok usia penderita penyakit ini. Dari total jumlah 9.060 penderita, 3.007 orang diantaranya berusia 14 sampai dengan 24 tahun. Sedangkan sisanya 5.863 penderita berusia di atas 24 tahun. Lebih lanjut dikatakan Banjar, dari data penderita, penyakit kelamin lebih banyak dialami kaum perempuan yang sebanyak 5.051 orang dan laki-laki sebanyak 4.009 orang. "Kebanyakan penyakit kelamin ini ditimbulkan dari pola seksual yang salah, sehingga jika tidak diwaspadai maka akan berpotensi pada HIV/AIDS," ujar Banjar, Jumat 15 Oktober 2010. Dari hasil konseling Dinkes DKI, terhadap 3.680 penderita penyakit kelamin, sekitar 10 persen atau 360 orang di antaranya dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS. Sementara itu berdasarkan data Dinkes DKI, jumlah kasus HIV/AIDS di Jakarta pada 2009 mencapai 5.827 kasus. Itu terdiri dari 2.849 kasus HIV dan 3.008 kasus AIDS. Sebanyak 2002 orang penderita AIDS dari pengguna jarum suntik, sisanya 426 menderita AIDS dari non jarum suntik. Tercatat ada 426 orang meninggal dunia. (umi