Anda di halaman 1dari 1

Reaksi yang terjadi antara S2O82- dan I adalah : S2O82- + 3 I- 2 SO42- + I3I3- + 2S2O32- S4O62- + 3IS2O82- + 2S2O32- 2 SO42-

O42- + S4O62Larutan KI dan Larutan (NH4)2S2O8 berfungsi sebagai reaktan, keduanya direaksikan untuk mengetahui lau reaksi dalam percobaan terseut. Larutan Na2S2O3 digunakan sebagai pereaksi pembatas dengan mereaksikannya bersama I3-. Selain itu larutan ini berfungsi untuk mencegah terbentuknya ion kompleks sehingga tidak mengganggu reaksi selanjutnya. Sedangkan fungsi larutan kanji adalah untuk mengetahui adanya ion I3- dalam larutan apabila terbentuk warna biru pada larutan. Dalam hal ini, penggunaan amilum (kanji) dikarenakan ion tiosulfat dalam hal ini lebih kuat pereaksinya dibandingkan dengan amilum tersebut dapat menyebabkan warna larutan kembali seperti semula. Sehingga selama terdapat ion tiosulfat maka tidak akan ada yod bebas yang bereaksi dalam larutan. Dalam hal ini digunakan indikator kanji yang berbentuk ion kompleks berwarna biru yang berasal dari amilum. Sebelum pereaksi dicampurkan, temperatur antara kedua larutan harus sama karena suhu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Sebelum percobaan, warna larutan S2O82- dan I- adalah bening, setelah direaksikan dengan ion tiosulfat yaitu larutan S2O32-yang berwarna bening maka campuran larutan antara keduanya menyebabkan larutan berubah menjadi biru tua (biru donker). Hal ini disebabkan dalam waktu tertentu ion S2O32- akan habis bereaksi sehingga ion triIodida terlepas kembali dan bereaksi dengan kanji sehingga menyebabkan larutan berubah menjadi biru. Selang waktu hingga terbentuknya warna biru tersebut merupakan ukuran laju reaksi. Dalam penentuan laju reaksi kedua, pada masing-masing campuran ditambahkan larutan Cu(NO3)2 , larutan ini berfungsi sebagai katalis yang dapat mempengaruhi kecepatan laju reaksi, dengan adanya katalis maka kecepatan laju reaksi bertambqah namun katalis sendiri tidak mempengaruhi reaktan yang beraksi dan gunanya hanya mempercepat laju reaksi saja. Dari hasil percobaan, setelah ditambah keatalis maka selang waktu untuk perubahan warna larutan menjadi biru lebih cepat dibanding percobaan yang dilakukan tanpa katalis ini menunjukan bahwa katalis merupakan faktor yang menentukan kecepatan laju reaksi dan dapat dibuktikan bahwa dengan adanya katalis maka laju reaksi semakin cepat.