Anda di halaman 1dari 6

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Termometer Gelas


Thermometer gelas adalah alat pengukur suhu berupa tabung kaca berongga yang tertutup berisi cairan tertentu, Cairan itu adalah indikator yang menunjukkan perubahan suhu yang terjadi. Zat cair yang banyak digunakan sebagai pengisi Thermometer biasanya adalah Air Raksa dan Alkohol.

Gambar 2.1 Termometer Gelas Termometer Air Raksa Termometer yang pipa kacanya diisi dengan raksa disebut termometer raksa. Termometer raksa dengan skala celcius adalah termometer yang umum dijumpai dalam keseharian. Jangkauan suhu raksa cukup lebar dan sesuai untuk pekerjaan laboratoriun (-40 derajat Celcius s/d 350 derajat Celcius) Raksa dalam pipa termometer akan memuai jika dipanaskan. Pemuaian mendorong kolom cairan (raksa) keluar dari pentolan pipa menuju ke pipa kapiler. Keuntungan menggunakan termometer raksa : 1) Raksa mudah dilihat karena mengkilap,

2) 3) 4)

Volum raksa berubah secara teratur ketika terjadi perubahan suhu, Raksa tidak membasahi kaca ketika memuai atau menyusut, Jangkauan suhu cukup lebar dan sesuai untuk pekerjaan laboratorium (-39oC sampai dengan 375oC),

5)

Raksa dapat terpanasi secara merata sehingga menunjukkan suhu dengan cepat dan tepat. Kerugian menggunakan termometer raksa :

1) 2)

Raksa mahal, Raksa tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu yang sangat rendah (misalnya suhu di kutub utara dan selatan),

3)

Raksa termasuk zat berbahaya (air keras). Alat ini terdiri dari pipa kapiler yang menggunakan material kaca dengan kandungan air raksa di ujung bawah. Untuk tujuan pengukuran, pipa ini dibuat sedemikian rupa sehingga hampa udara. Jika temperatur meningkat, Merkuri akan mengembang naik ke arah atas pipa dan memberikan petunjuk tentang suhu di sekitar alat ukur sesuai dengan skala yang telah ditentukan. Termometer Alkohol Termometer yang pipa kacanya diisi dengan alkohol disebut termometer

alkohol. Keuntungan menggunakan termometer alkohol : 1. Lebih murah jika dibandingkan dengan raksa, 2. Teliti, karena untuk kenaikan suhu yang kecil, alkohol mengalami volum yang lebih besar, 3. Dapat mengukur suhu yang sangat dingin (missal suhu di daerah kutub) karena titik beku alkohol sangat rendah, yaitu -112oC. Kerugian menggunakan termometer alkohol : 1. Memiliki titik didih rendah, yaitu 78oC, sehingga pemakaiannya terbatas (tidak dapat mengukur suhu air ketika mendidih)

2.

Tidak berwarna, sehingga harus diberi warna terlebih dahulu agar mudah terlihat,

3. Membasahi (melekat) pada dinding kaca.

Air tidak bisa digunakan untuk mengisi pipa termometer karena lima alas an berikut: 1) Air membasahi dinding kaca, sehingga meninggalkan titik-titik air pada kaca dan ini akan mempersullit membaca ketinggian air dalam tabung, 2) Air tidak berwarna, sehingga sulit dibaca batas ketinggiannya, 3) Jangkauan suhu air terbatas (0oC - 100oC), 4) Perubahan volum air sangat kecil ketika suhunya dinaikkan, 5) Hasil bacaan kurang teliti karena air termasuk penghantar panas yang sangat jelek.

2.2 Jenis-Jenis Termometer Gelas


1. Termometer Klinis

Termometer klinis digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia. Ada dua macam termometer klinis, yaitu termometer klinis analag dan termometer klinis digital. Hasil pengukuran termometer analog ditunjukkan dengan angkaangka skala yang tercetak di samping permukaan raksa dalam pipa kapiler

2. Termometer Dinding

Termometer dinding digunakan untuk mengukur suhu ruangan. Skala termometer dinding berkisar antara -50oC sampai 50oC.

3. Termometer Six-Bellani

Termometer Six-Bellani digunakan untuk mengukur suhu rumah kaca yang berfungsi sebagai tempat penelitian. Termometer ini menggunakan dua skala yakni, skala minimum pada pipa kiri, skala maksimum pada pipa sebelah kanan.

2.3 Prinsip Kerja Termometer Gelas


Pada umumnya prinsip kerja Termometer raksa dan alkohol sama. Ketika suhu meningkat, alkohol atau air raksa yang berada di dalam wadah akan memuai sehingga panjang kolom alkohol atau air raksa akan bertambah. Sebaliknya, ketika suhu menurun, panjang kolom alkohol atau air raksa akan berkurang. Pada bagian luar tabung kaca terdapat angka-angka yang merupakan skala termometer tersebut. Angka yang ditunjukkan oleh ujung kolom alkohol atau air raksa merupakan nilai suhu yang diukur. Termometer air raksa umumnya menggunakan skala suhu Celsius dan Fahrenhait. Celsius memakai dua titik penting pada skalanya: suhu saat es mencair dan suhu penguapan air. Es mencair pada tanda kalibrasi yang sama pada thermometer yaitu pada uap air yang mendidih. Saat dikeluarkan termometer dari uap air, ketinggian air raksa turun perlahan. Ini berhubungan dengan kecepatan

pendinginan (dan pemuaian kaca tabung). Jadi pegukuran suhu celsius menggunakan suhu pencairan dan bukan suhu pembekuan. Titik didih Celcius yaitu 0 C (212 F) dan titik beku pada 100 C (32 F). Tetapi peneliti lain -Frenchman Jean Pierre Cristin mengusulkan versi kebalikan skala celsius dengan titik beku pada 0 C (32 F) dan titik didih pada 100 C (212 F). Dia menamakannya Centrigade. Adapun cara kerja secara umum adalah sbb ; 1. Sebelum terjadi perubahan suhu, volume air raksa/alkohol berada pada kondisi awal. 2. Perubahan suhu lingkungan di sekitar termometer direspon air raksa/alkohol dengan perubahan volume. 3. Volume merkuri akan mengembang jika suhu meningkat dan akan menyusut jika suhu menurun. 4. Skala pada termometer akan menunjukkan nilai suhu sesuai keadaan lingkungan. Cara kerja Termometer Six-Bellani Jika udara panas, alkohol dalam tabung A memuai dan mendorong air raksa pada pipa kiri, sehingga permukaan air raksa dipipa kanan naik, sehingga penunjuk logam terdorong ke atas dan menunjukkan angka yang dianggap sebagai suhu maximum, Alkohol pada tabung B juga memuai, tapi tidak mempengaruhi air raksa karena akan mendorong uap alkohol yang ada diatas tabung. JIKA udara dingin dan suhunya turun, alkohol pada tabung B akan menyusut sehingga permukaan raksa pada pipa kanan turun, tetapi penunjuk pada B tetap menunjukkan suhu maximum, efeknya adalah Permukaan air raksa pipa kiri naik mendorong penunjuk A ke atas dan menunjukkan suhu

minimum.Cara selanjutnya ialah menormalkan kembali kondisi termometer, setelah kita mengetahui Kondisi suhu pada hari itu. Bagaimana caranya ?.....Posisi Penunjuk Logam A dan B dapat dikembalikan ke tempat awal (diatas permukaan tiap tiap air raksa dalam pipa U) dengan cara menggunakan sebauh Magnet.

2.4 Aplikasi dari Termometer Gelas


1. Termometer Klinis Termometer ini biasanya digunakan oleh para ahli di bidang kesehatan untuk mengukur suhu tubuh manusia. 2. Termometer Dinding Termometer ini biasanya digunakan untuk mengukur suhu udara ruangan atau suhu kamar. 3. Termometer Six-bellani (maximum-minimum) Termometer ini digunakan untuk mengukur suhu minimum di malam hari dan suhu maximum di siang hari.