Anda di halaman 1dari 11

Pengaruh Negatif Rokok bagi Kesehatan di Kalangan Remaja

Lukyta Dwi Prasetya PENDAHULUAN Latar belakang dari permasalahan rokok yaitu semakin meningkatnya perokok di usia remaja yang berdampak negative bagi kesehatan remaja. Merokok merupakan kegiatan yang masih banyak dilakukan oleh banyak orang, walaupun sering ditulis di surat-surat kabar, majalah dan media masa lain yang menyatakan bahayanya merokok. Di tempat-tempat yang telah diberi tanda dilarang merokok sebagian orang ada yang masih terus merokok. Anak-anak sekolah yang masih berpakaian seragam sekolah juga ada yang melakukan kegiatan merokok. Merokok merupakan salah satu masalah yang sulit dipecahkan. Apalagi sudah menjadi masalah nasional, dan bahkan internasional. Survei yang diadakan oleh Yayasan Jantung Indonesia tahun 1990 yang dikutip oleh Saifuddin Azwar1 mengatakan bahwa
Menunjukkan data pada anak-anak berusia 10-16 tahun sebagai berikut : angka perokok <10 tahun (9%), 12 tahun (18%), 13 tahun (23%), 14 tahun (22%), dan 15-16 tahun (28%). Mereka yang menjadi perokok karena dipengaruhi oleh teman-temannya sejumlah 70%, 2% diantaranya hanya coba-coba. Selain itu, menurut data survei kesehatan rumah tangga 2002 seperti yang tercatatat dalam koran harian Republika tanggal 5 juni 2003, menyebutkan bahwa jumlah perokok aktif di Indonesia mencapai 75% atau 141 juta orang. Sementara itu, dari data WHO jumlah perokok di dunia ada sebanyak 1,1 miliar orang, dan 4 juta orang di antaranya meninggal setiap tahun.

Hal ini menjadi sulit, karena berkaitan dengan banyak faktor yang saling memicu, sehingga seolah sudah menjadi lingkaran setan. Di tinjau dari segi kesehatan merokok harus dihentikan karena menyebabkan kanker dan penyumbatan pembuluh darah yang mengakibatkan kematian, oleh karena itu merokok harus dihentikan sebagai usaha pencegahan sedini mungkin.
1

Dari segi pemerintahan, pemerintah memperoleh pajak pemasukan rokok yang tidak sedikit jumlahnya, dan mampu banyak menyerap tenaga kerja. Jika pabrik rokok ditutup harus mencarikan pemasukan dana dari sumber lain dan mengalihkan para pekerja pabrik rokok yang tidak sedikit jumlahnya (sulit pemecahannya). Di pihak perokok sendiri, mereka merasakan nikmatnya begitu nyata, sampai dirasa memberikan rasa kesegaran dan kepuasan tersendiri sehingga setiap harinya harus menyisihkan uang untuk merokok. Kelompok lain, khususnya remaja pria, mereka menganggap bahwa merokok adalah merupakan ciri kejantanan yang membanggakan, sehingga mereka yang tidak merokok malah justru diejek. Dewasa ini di Indonesia kegiatan merokok seringkali dilakukan individu dimulai di sekolah menengah pertama, bahkan mungkin sebelumnya. Kita sering melihat di jalan atau tempat yang biasanya dijadikan sebagai tempat nongkrong anak-anak tingkat sekolah menengah banyak siswa yang merokok. Pada saat anak duduk di sekolah menengah atas, kebanyakan pada siswa laki-laki merokok merupakan kegiatan yang menjadi kegiatan sosialnya. Menurut mereka merokok merupakan lambang pergaulan bagi mereka. Hampir semua orang mulai merokok dengan alasan yang sedikit sekali kaitannya dengan kenikmatan. Dalam pikiran remaja, rokok merupakan lambing kedewasaan. Sebagai seorang remaja mereka menggunakan berbagai cara agar terlihat dewasa. Seperti halnya yang diungkapkan oleh Hurlock B Elizabeth2 bahwa Remaja ingin mencoba melakukan apa yang sering dilakukan oleh orang dewasa, dengan sembunyi-sembunyi remaja pria mencoba merokok karena seringkali mereka melihat orang dewasa melakukannya. Pada masa remaja, ada sesuatu yang lain yang sama pentingnya dengan kedewasaan, yakni solidaritas kelompok, dan melakukan apa yang dilakukan oleh kelompok. Apabila dalam suatu kelompok remaja telah melakukan kegiatan merokok maka individu remaja merasa harus melakukannya juga. Individu remaja tersebut mulai merokok karena individu dalam kelompok remaja tersebut tidak ingin dianggap sebagai orang asing, bukan karena individu tersebut menyukai rokok.
2

Saifuddin Azwar. 1997 Reabilitas dan Validitas. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. Hal 19.

Hurlock B. Elizabeth.1999.Psikologi Perkembangan.Jakarta.PT.Gramedia. Hal 12.

Sitepoe3 menyebutkan bahwa alasan utama menjadi perokok adalah karena


ajakan teman-teman yang sukar ditolak, selain itu juga, ada juga pelajar pria mengatakan bahwa pria menjadi perokok setelah melihat iklan rokok. Ini berarti bahwa tindakan merokok diawali dari adanya suatu sikap, yaitu kecenderunga seseorang untuk menerima atau menolak, setuju atau tidak setuju terhadap respon yang datang dari luar dalam hal ini adalah rokok.

Berdasarkan latar belakang diatas maka saya menilai sangat diperlukan kegiatan penyuluhan guna peningkatan pengetahuan remaja mengenai bahaya rokok sehingga mampu mendorong remaja Indonesia untuk hidup bebas rokok dan dapat menbantu Indonesia untuk berhenti merokok. Adapun rumusan masalh sbagai berikut; (1)Apa keistimewaan rokok sehingga remaja mengkonsumsi rokok?(2) Apa saja dampak dari merokok?(3) Bagaimana cara agar remaja dapat lepas dari rokok? Karya tulis ini bertujuan (1) Memberikan gambaran tentang bahaya rokok. (2)Untuk mengetahui tentang kebiasaan merokok pada remaja. (3)Mengetahui tentang konsep penyelesehan masalah rokok dikalangan remaja.

kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam Versi lain mengatakan tradisi rokok dan merokok yang lebih tua berasal dari Turki semenjak periode Dinasti Ottoman. Di Indonesia Haji Jamahari dari Kudus adalah orang pertamakali meramu tembakau dengan cengkeh pada tahun 1880. Tujuan awalnya adalah mencari obat untuk penyakit asmanya, namun pada akhirnya rokok racikannya menjadi terkenal. Dari anggapan sebagai obat penyembuh, lambang persahabatan dan persaudaraan, kemudian menjadi simbol kejantanan pria. Hal ini ditandai sejak dijadikanya rokok sebagai ransum wajib sertiap prajurit di saat perang dunia pertama. Dahulu karena fakta bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan belum terbukti rokok pada masa itu pernah diiklankan dengan menggunakan beragam model bahkan dari bayi hingga dokter. Rokok adalah suatu produk yang dihasilkan dengan memotong daun daun tembakau secara sempurna yang digulung atau diisi ke dalam suatu silinder yang disebut paper wrapped (secara umum kurang dari 120 mm panjangnya dan 10 mm garis tengah). Rokok dinyalakan dari awal hingga akhir dan dibiarkan membara lalu dihisap hingga keluar asapnya. Pada umumnya rokok memakai penyaring atau filter. Rokok dihisap langsung melalui mulut, tetapi ada juga yang dinyalakan dengan suatu pipa rokok. Kandungan dan Bahaya Rokok Setiap kali menghirup asap rokok, baik sengaja atau tidak, berarti juga mengisap lebih dari 4.000 macam racun diantaranya bahan radioaktif (polonium-201) dan bahan bahan yang digunakan dalam cat (acetone), pencuci lantai (ammonia), racun serangga (DDT), gas beracun (hydrogen cyanide). Bagaimanapun, racun paling penting adalah Tar, Nikotin dan Karbon Monoksida.

PEMBAHASAN Sejarah rokok. Sejarah rokok dimulai saat warga asli Amerika (Maya, Aztec, Indian) menghisap tembakau pipa atau mengunyah tembakau sejak 1000 tahun sebelum masehi, lalu tradisi membakar rokok dimulai untuk menunjukan persahabatan dan persaudaraan saat beberapa suku yang berbeda berkumpul. Lalu kru Kolombus membawa tembakau dan tradisinya ke peradaban Inggris. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di
3

Sitepoe.2000.Kekhususan Rokok Indonesia.Jakarta.Gramedia. Hal 20.

Tar mengandungi sekurang-kurangnya 43 bahan kimia yang diketahui menjadi penyebab kanser (karsinogen). Bahan seperti benzopyrene yaitu sejenis policyclic aromatic hydrocarbon (PAH) telah lama disahkan sebagai agen yang memulakan proses kejadian kanser. Nikotin, seperti najis dadah heroin, amfetamin dan kokain, bertindak balas di dalam otak dan mempunyai kesan kepada sistem mesolimbik yang menjadi punca utama penagihan. Sindrom ketagihan terhadap nikotin yang ditunjukkan dengan gejala gian, tolerans dan tarikan, adalah mungkin lebih hebat berbanding najis dadah. Malah daripada kajian saintifiknya nikotin itu juga sejenis najis dadah, sepertimana yang telah diiktiraf oleh dunia perubatan. Seseorang yang kehabisan rokok kadangkala berkelakuan seperti mengalami gangguan akal dan dalam keadaan yang amat tertekan sekali. Oleh itu terlalu sukar untuk sesiapa yang telah terjerat dengan ketagihan merokok, meninggalkan tabiat itu untuk selamanya, kecuali dengan ikhtiar yang serius dan kehendak Allah jua. Nikotin turut menjadi punca utama risiko serangan penyakit jantung dan strok. Hampir satu perempat mangsa sakit jantung adalah hasil punca dari tabiat merokok. Di Malaysia, sakit jantung merupakan menyebab utama kematian sementara strok adalah pembunuh yang keempat. Karbon Monoksida adalah gas beracun yang biasanya dikeluarkan oleh ekzos kenderaan. Gas ini menjejaskan bekalkan oksigen ke tisu-tisu hingga menjadi terencat dan akhirnya menyebabkan maut sekiranya paras karbon monoksida di dalam badan melebihi 60%. Apabila racun rokok itu memasuki tubuh manusia ataupun hewan, akan membawa kerusakan pada setiap organ disepanjang tubuhnya, yaitu bermula dari hidung sampai ke saluran kencing dan pundi kencing, yaitu apabila sebagian dari racun-racun itu dikeluarkan dari badan. Merokok sama dengan memasukkan racun-racun tadi ke dalam rongga mulut dan tentunya paru-paru. Merokok mengganggu kesehatan, kenyataan ini tidak dapat dipungkiri. Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kebiasaan merokok

bukan saja merugikan si perokok, tetapi juga bagi orang di sekitarnya. Asril Bahar mengatakan bahwa4.
Kerugian yang ditimbulkan rokok sangat banyak bagi kesehatan. Tapi sayangnya masih saja banyak orang yang tetap memilih untuk menikmatinya. Dalam asap rokok terdapat 4000 zat kimia berbahaya untuk kesehatan, dua diantaranya adalah nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik.

Racun dan karsinogen yang timbul akibat pembakaran tembakau dapat memicu terjadinya kanker. Pada awalnya rokok mengandung 8 20 mg nikotin dan setelah di bakar nikotin yang masuk ke dalam sirkulasi darah hanya 25 persen. Walau demikian jumlah kecil tersebut memiliki waktu hanya 15 detik untuk sampai ke otak manusia. Nikotin itu di terima oleh reseptor asetilkolin-nikotinik yang kemudian membaginya ke jalur imbalan dan jalur adrenergik. Roan5 mengatakan bahwa Efek dari rokok atau tembakau memberi stimulasi depresi ringan, gangguan daya tangkap, alam perasaan, alam pikiran, tingkah laku dan fungsi psikomotor. Jika dibandingkan zat-zat adiktif lainnya rokok sangatlah rendah pengaruhnya, maka ketergantungan pada rokok tidak begitu dianggap gawat. Berbagai penyakit mulai dari rusaknya selaput lendir sampai penyakit keganasan seperti kanker dapat ditimbulkan dari perilaku merokok. Beberapa penyakit tersebut antara lain : 1. Penyakit paru Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paru-paru. Pada saluran napas besar, sel mukosa membesar dan kelenjar mukus bertambah banyak (hiperplasia). Pada saluran napas kecil, terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat bertambahnya sel dan penumpukan lendir. Pada jaringan paru-paru, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan kerusakan alveoli (cabang dari paru). 2. Penyakit jantung koroner. Seperti yang telah diuraikan diatas mengenai zat-zat yang terkandung dalam rorok. Pengaruh utama pada penyakit jantung terutama
4 5

Asril Bahar, harian umum Republika, Selasa 26 Maret 2002. Hal 19. Roan,1979. Ilmu kedokteran jiwa, Jakarta. PT Rajawali Press. Hal 33.

3.

4.

5.

6.

disebakan oleh dua bahan kimia penting yang ada dalam rokok, yakni nikotin dan karbonmonoksida. Dimana nikotin dapat mengganggu irama jantung dan menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah jantung, sedangkan CO menyebabkan pasokan oksigen untuk jantung berkurang karena berikatan dengan Hb darah. Impotensi Tjokronegoro, seorang dokter spesialis andrologi universitas Indonesia mengungkapkan bahwa, nikotin yang beredar melalui darah akan dibawa keseluruh tubuh termasuk organ reproduksi. Zat ini akan menggangu proses spermatogenesis sehingga kualitas sperma menjadi buruk. Sedangkan Taher menambahkan, selain merusak kualitas sperma, rokok juga menjadi faktor resiko gangguan fungsi seksual terutama gangguan disfungsi ereksi (DE). Dalam penelitiannya, sekitar seperlima dari penderita DE disebabkan oleh karena kebiasaan merokok. Kanker kulit, mulut, bibir dan kerongkongan. Tar yang terkandung dalam rokok dapat mengikis selaput lendir dimulut, bibir dan kerongkongan. Ampas tar yang tertimbun merubah sifat sel-sel normal menjadi sel ganas yang menyebakan kanker. Selain itu, kanker mulut dan bibir ini juga dapat disebabkan karena panas dari asap. Sedangkan untuk kanker kerongkongan, didapatkan data bahwa pada perokok kemungkinan terjadinya kanker kerongkongan dan usus adalah 5-10 kali lebih banyak daripada bukan perokok Merusak otak dan indera Sama halnya dengan jantung, dampak rokok terhadap otak juga disebabkan karena penyempitan pembuluh darah otak yang diakibatkan karena efek nikotin terhadap pembuluh darah dan supply oksigen yang menurun terhadap organ termasuk otak dan organ tubuh lainnya. Sehingga sebetulnya nikotin ini dapat mengganggu seluruh system tubuh. Mengancam kehamilan Hal ini terutama ditujukan pada wanita perokok. Banyak hasil penelitian yang menggungkapkan bahwa wanita hamil yang merokok
4

meiliki resiko melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah, kecacatan, keguguran bahkan bayi meninggal saat dilahirkan. Penelitian terbaru juga menunjukkan adanya bahaya dari secondhand-smoke, yaitu asap rokok yang terhirup oleh orang-orang bukan perokok karena berada di sekitar perokok, atau biasa disebut juga dengan perokok pasif. Survey badan kesehatan dunia WHO yang mengatakan, ada sekitar 3 juta kematian setiap tahunnya akibat asap rokok pada selama kurun waktu tahun 1990-an. Penyebabnya, bukan hanya kanker paru dan jantung yang dipicu oleh berbagai racun yang disemburkan setiap isapan rokok ke dalam tubuh, namun juga oleh banyak penyakit lain yang disebabkan perilaku merokok, baik secara aktif maupun pasif. jumlah perokok Indonesia 9 justru bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan rokok Indonesia pada periode 2000-2008 adalah 0.9 % per tahun. WHO pun mengingatkan bahwa rokok merupakan salah satu pembunuh paling berbahaya di dunia. Pada tahun 2008, lebiih 5 juta orang mati karena penyakit yang disebabkan rokok. Ini berarti setiap 1 menit tidak kurang 9 orang meninggal akibat racun pada rokok. Angka kematian oleh rokok ini jauh lebih besar dari total kematian manusia akibat HIV/AIDS, tubercolis, malaria dan flu burung. Imam Wahyudiyanto6 mengatakan setiap tahunnya, jumlah perokok di Indonesia terus meningkat. Misalnya iklan, pro mosi dan sponsor rokok menjadi pemicu naiknya jumlah perokok anak dan remaja secara drastis. Industri rokok di Indonesia memiliki kebebasan yang hampir penuh untuk mempromosikan produknya dengan berbagai cara. Mengenai Kawasan Terbatas Merokok (KTR), tapi semua KTR itu tidak ada gunanya. Untuk diketahui, konsumsi rokok tahun 2008 mencapai 240 Miliar batang atau 658 juta batang per hari. Ini berarti uang senilai Rp 330 Miliar 'dibakar' perokok di Indonesia sehari. Berikut penjelasan tentang larangan merokok. Fakta-fakta
6

Imam Wahyudiyanto. Detik Surabaya. Kamis 28/10/2010. ( online : http://surabaya.detik.com/).

1. Rekomendasi WHO, 10/10/1983 menyebutkan seandainya 2/3 dari yang dibelanjakan dunia untuk membeli rokok digunakan untuk kepentingan kesehatan, niscaya bisa memenuhi kesehatan asasi manusia di muka bumi. 2. WHO juga menyebutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu orang meninggal tiap tahun dikarenakan rokok. 3. 90% dari 660 orang yang terkena penyakit kanker di salah satu rumah sakit Sanghai Cina adalah disebabkan rokok. 4. Peratus kematian disebabkan rokok adalah lebih tinggi dibandingkan karena perang dan kecelakaan lalulintas. 5. 20 batang rokok perhari menyebabkan berkurangnya 15% haemoglobin,yakni zat asasi pembentuk darah merah. 6. Peratus kematian orang yang berusia 46 tahun atau kurang adalah 25 % lebih bagi perokok. Mitos 1. Merokok membantu berfikir, padahal kenyataannya merokok bisa menceraiberaikan pikiran, mengurangi konsentrasi berfikir karena rokok menyebabkan penyempitan nafas dan keringnya tenggorokan. 2. Merokok membantu menenangkan urat saraf, padahal sebaliknya rokok berpengaruh buruk pada urat saraf, sebagaimana ia menyebabkan kencang nya detak jantung dan itu sangat berbahaya. 3. Merokok memperbanyak teman dengan saling menawar kan rokok dan berbasa-basi di dalamnya. Ternyata inipun keliru, sebab pada kenyataannya teman-teman yang dimaksud adalah teman-teman buruk. 4. Merokok menghilangkan rasa lelah, padahal justeru menambah kelelahan dan kepayahan karena terganggunya banyak organ tubuh, seperti urat saraf,alat pencernaan dsb. 5. Merokok bisa mengusir kesedihan dan kegalauan, padahal ia mendatangkan kesedihan, kegalauan dan bencana, di antaranya karena ia harus terus merogoh kantongnya.

Remaja Batasan Remaja istilah remaja atau adolesccene berasal dari bahasa latin adolescere yang berarti tumbuh atau tumbuh dewasa. Hurlock7 mengatakan Istilah adolescene yang digunakan sampai sekarang ini mempunyai arti luas mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik. Secara umum masa remaja dibagi kedalam 3 tahap yang dilihat dari rentang usia. Gerungan8 mengatakan membagi tahapan masa remaja tersebut menjadi: remaja awal (12-14 tahun), remaja pertengahan (15-17 tahun) dan remaja akhir (18-21 tahun). Karakteristik dan Perkembangan Remaja. Masa remaja mempunyai karakteristik yang khas, dimana semua tugas pekembangan pada masa ini dipusatkan pada penanggulangan sikap dan pola perilaku yang kekanak-kanakan dan mengadakan persiapan untuk menghadapi masa dewasa. Oleh sebab itu, masa remaja disebut juga sebagai periode peralihan, periode perubahan, periode bermasalah, periode pencarian identitas, dan periode tidak realistik. Pada periode pencarian identitas, remaja yang tidak ingin lagi disebut sebagai anak-anak, berusaha menampilkan atau mengidentifikasi perilaku yang menjadi simbol status kedewasaan. Salah satu perilaku yang muncul adalah perilaku merokok yang mereka anggap sebagai simbol kematangan, dimana perilaku ini seringkali dimulai pada usia sekolah menengah pertama. Usaha remaja untuk memperoleh kebebasan emosional sering disertai perilaku pemberontakan dan melawan keinginan orangtua. Bila tugas perkembangan ini sering menimbulkan pertentangan dalam keluarga dan tidak dapat diselesaikan di rumah, maka remaja akan mencari jalan keluar dan ketenangan di luar rumah. Hal tersebut tentunya akan membuat remaja memiliki kebebasan emosional dari luar orangtua sehingga remaja justru lebih
7

Hurlock B Elizabeth. 1999. Psikologi Perkembangan. Jakarta. PT Gramedia. Hal 206. 8 Gerungan. 1996. Psikologi Sosial. Bandung. PT Eresco. Hal 12.
5

percaya pada teman-temannya yang senasib dengannya. Remaja mampu bergaul lebih matang dengan kedua jenis kelamin. Pada masa remaja, remaja sudah seharusnya menyadari akan pentingnya pergaulan. Remaja yang menyadari akan tugas perkembangan yang harus dilaluinya adalah mampu bergaul dengan kedua jenis kelamin maka termasuk remaja yang sukses memasuki tahap perkembangan ini. Beberapa motivasi yang melatar belakangi seseorang merokok adalah untuk mendapat pengakuan, untuk menghilangkan kekecewaan, dan menganggap perbuatannya tersebut tidak melanggar norma. Hal ini sejalan dengan kegiatan merokok yang dilakukan oleh remaja yang biasanya dilakukan di depan orang lain, terutama dilakukan di depan kelompoknya karena mereka sangat tertarik kepada kelompok sebayanya atau dengan kata lain terikat dengan kelompoknya. Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Merokok pada Remaja: 1. Pengaruh orang tua. Anak-anak dengan orangtua perokok cenderung akan merokok dikemudian hari, hal ini terjadi paling sedikit disebabkan oleh karena dua hal: Pertama, karena anak tersebut ingin seperti bapaknya yang kelihatan gagah dan dewasa saat merokok. Kedua, karena anak sudah terbiasa dengan asap rokok dirumah, dengan kata lain disaat kecil mereka telah menjadi perokok pasif dan sesudah remaja anak gampang saja beralih menjadi perokok aktif. 2. Pengaruh teman Lingkungan teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 93,8% terhadap munculnya perilaku merokok pada remaja. Dalam penelitiannya dikatakan bahwa semakin banyak dukungan teman untuk merokok dapat mendorong seseorang untuk semakin menjadi perokok. 3. Faktor kepribadian. Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan. Namun satu sifat kepribadian yang bersifat prediktif pada pengguna obat-obatan (termasuk rokok) ialah konformitas sosial. Orang yang memiliki skor tinggi pada berbagai tes konformitas sosial lebih
6

mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah. 4. Pengaruh iklan. Reklame atau iklan tembakau diperkirakan mempunyai pengaruh lebih kuat daripada pengaruh orangtua dan teman, dalam penelitian menegaskan bahwa sekitar 52,6% remaja mendapatkan informasi tentang rokok dari iklan terutama iklan di media elektronik. 5. Jenis kelamin Pada saat ini, peningkatan kejadian merokok tidak hanya terjadi pada remaja laki-laki. Begitupun dengan wanita, wanita yang merokok dilaporkan menjadi percaya diri, suka menentang dan mandiri. 6. Faktor Lingkungan Lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap keputusan seseorang untuk merokok, faktor-faktor yang menyebabkan remaja untuk merokok lebih dipengaruhi oleh anggapan apabila mereka merokok : a. Mereka akan terlihat dewasa. b. Menunjukkan bahwa mereka lebih independen. c. Mereka akan cepat bersosialisasi. d. Menyesuaikan diri dengan teman-teman perokoknya. e. Meningkatkan rasa percaya diri mereka. 7. Faktor Regulatori Peningkatan harga jual atau diberlakukannya cukai yang tinggi, diharapkan dapat menurunkan daya beli masyarakat terhadap rokok. Selain itu pembatasan fasilitas merokok dengan menetapkan ruang atau daerah bebas rokok diharapkan dapat mengurangi konsumsi. Akan tetapi kenyataannya masih terdapat peningkatan kejadian mulainya merokok pada remaja, walaupun telah banyak dibuat usaha-usaha untuk mencegahnya. Adapun grafik penerimaan cukai Indonesia dari produk rokok dari tahun 2000 2008 bersumber dari APBN ( Anggaran Pendapatan Belanja Negara )

menggambarkan gaya anak muda yang asik dan glamour. Remaja menjadi tujuan industri rokok, karena kaum seumuran itu diharapkan akan menggantikan para perokok pendahulunya. Karena adiksi, mereka akan menjadi perokok jangka panjang dan target industri rokok adalah perokok jangka panjang. Beberapa fakta lain dari penelitian WHO mengenai ketergantungan remaja pada rokok dapat diketahui bahwa : 1. 2. 3. Grafik Penerimaan Cukai Dari grafik diatas kita dapat melihat dengan semakin tingginya grafik penerimaan cukai rokok maka semakin tinggi juga konsumen penggemar rokok. Mulai tahun 2000 (11,29%) sampai dengan tahun 2008 (45, 72%). Dari data penelitian menurut Ketua Tobacco Control Support Centre, Dr Widyastuti Soerojo tahun 2007 oleh sebuah lembaga antirokok di usia muda di bawah Badan Kesehatan Dunia (WHO), Global Youth Tobacco Survey, usia perokok di Indonesia makin muda. Dahulu, usia anak pertama kali merokok adalah saat SMP, tapi sekarang banyak dijumpai anak-anak kelas empat SD sudah merokok. Perokok kelompok umur paling muda, 5 hingga 9 tahun, meningkat empat kali lipat pada 2007. Dari data survei tersebut, ditemukan 78,2 persen perokok adalah kaum remaja. Jumlahnya naik dua kali lipat dari tiga tahun sebelumnya. Sedangkan pada 1995, perokok pemula 19 tahun ke bawah 64 persen. Angka tertinggi perokok remaja adalah pada usia 15 sampai 19 tahun. Tren semakin dini merokok makin menggila, sebagian dari anak-anak muda ini, 30 menit setelah bangun tidur sudah ingin merokok menurut Widyastuti ahli kesehatan masyarakat. Ini semua tak lepas dari gencarnya iklan rokok yang
7

4.

Lebih dari 5 juta remaja dibawah usia 18 tahun akan mempercepat kematian mereka akibat penyakit yang disebabkan oleh rokok. Perokok berusia 18 tahun akan mempunyai paru-paru yang sama dengan perokok berusia 50 tahun. Pada tahun 1991 remaja perokok mengkomsumsi rata-rata 28.3 juta rokok tiap hari (berarti 516 juta pak tiap tahun). Selama periode yang sama ini, diestimasikan 225 juta pak rokok dijual secara illegal ke remaja-remaja dibawah usia 18 tahun tersebut. Masalah merokok pada usia dini biasanya merupakan peringatan untuk berbagai masalah yang akan terjadi pada masa mendatang. Remaja yang merokok, akan 3 kali lebih besar kemungkinan mengkomsumsi minuman beralkohol, 8 kali kemungkinan mengkomsumsi marijuana, 22 kali kemungkinan mengkomsumsi kokain daripada remaja yang tidak merokok. Merokok juga seringkali dikaitkan dengan serangkaian tingkah laku resiko tinggi, termasuk perkelahian dan melakukan seks bebas.

Cara Agar Berhenti Merokok Bagi remaja yang sudah mempunyai kebiasaan merokok, dan ingin berhenti namun belum mendapatkan cara berhenti merokok. Berikut ini adalah cara-cara yang sederhana namun terbukti hasilnya. Beberapa cara berhenti merokok yang akan lakukan sebagai berikut: 1. Menjaga jarak dengan temanteman perokok 2. Mengganti kebiasaan merokok dengan cemilan kecil atau dengan permen.

3. 4.

5. 6. 7. 8.

9.

Mengisi waktu luang Anda dengan kegiatan-kegiatan lain yang lebih bermanfaat; sehingga Anda dapat melupakan kebiasaan merokok Anda. Menggali lebih dalam tentang bahaya merokok agar Anda termotivasi untuk bergaya hidup sehat. Cobalah untuk googling berbagai referensi tentang nikotin dan bahaya-bahayanya. Mempelajari efek baik dan buruknya apabila merokok. Menciptakan gaya hidup bebas asap rokok dan tembakau Kurangilah minum teh dan kopi, perbanyak makan buah-buahan dan makanan yang bergizi lainnya. Usahakan setiap pagi setelah sarapan engkau minum juice jeruk, apel atau buah-buahan lainnya karena ia bisa mengurangi keinginan merokok. Dan terakhir, hendaknya semua itu dilakukan dengan ikhlas, serta keinginan kuat untuk meninggalkannya yang terbit dari dalam hatimu sendiri.

DISKUSI Pengertian PLS ( Pendidikan Luar Sekolah ) Abad terakhir ini, kemajuan bidang pendidikan mencapai puncaknya dengan timbulnya konsepsi pendidikan baru yang berbeda dengan konsep pendidikan yang sudah ada dan telah berlangsung. Dalam konsepsi tersebut diketengahkan tentang Pendidikan Luar Sekolah yang merupakan system baru dalam dunia pendidikan. Pendidikan luar sekolah sebenarnya sudah ada sebelum pendidikan formal lahir. Pendidikan luar sekolah (PLS) sesungguhnya bukan merupakan hal yang baru dalam kehidupan manusia. Pendidikan luar sekolah berjalan sesuai dengan peradaban manusia yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pendapat para pakar pendidikan luar sekolah mengenai definisi PLS cukup bervariasi. Philip H.Coombs9 berpendapat bahwa Pendidikan luar sekolah adalah semua kegiatan pendidikan yang terorganisasi, sistematis dan dilaksanakan di luar sistem pendidikan formal, yang menghasilkan tipe-tipe belajar yang dikehendaki oleh kelompok orang dewasa maupun anak-anak. Russel Kleis10, mengemukakan bahwa Pendidikan luar sekolah adalah usaha pendidikan yang dilakukan secara sengaja dan sistematis. Biasanya pendidikan ini berbeda dengan pendidikan tradisional terutama yang menyangkut waktu, materi, isi dan media. 1. Fungsi PLS Pendidikan luar sekolah berfungsi untuk melengkapi kemampuan peserta didik dengan jalan memberikan pengalaman belajar yang tidak diperoleh dalam pendidikan sekolah. Isi pogram didasarkan atas kebutuhan peserta didik. program dilakukan oleh para penyelenggara pendidikan dan bekerja sama dengan masyarakat. Programnya bermacam-macam, seperti pendidikan keterampilan produktif, olah
9 10

A. Manfaat Berhenti Merokok 1. Hidup lebih lama 2. Dapat menghindari racun 3. Dapat melindungi diri, keluarga dan orang lain daripada bahaya merokok 4. Menjadi teladan yang baik kepada anak-anak 5. Dapat meningkatkan kecergasan serta memiliki tubuh yang sihat 6. Meningkatkan deria rasa dan bau 7. Gigi lebih putih dan nafas lebih segar 8. Dapat mengelakkan budaya membazir dengan menggunakan wang untuk membeli rokok kepada tujuan yang lebih baik dan bermanfaat

Philip H.Coombs.1981.Pendidikan Luar Sekolah.Penerbit Usaha Nasional, Surabaya. Hal 2. Russel Kleis.1965.Pendidikan Non Formal.Bharata, Jakarta. Hal 57.

raga, kesenian, kelompok belajar, kelompok rekreasi dan kelompok pencinta alam. Pendidikan luar sekolah sebagai pelengkap ini dirasakan perlu oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan belajar masyarakat dan mendekatkan fungsi pendidikan sekolah dengan kenyataan yang ada di masyarakat. 2. Tanggapan PLS Tentang Rokok Untuk itu, berbagai langkah perlu segera dilakukan pemerintah, baik upaya penanganan terhadap zona perokok aktif maupun pasif. Langkah-langkah tersebut bisa ditempuh dengan: a. Membuat dan memasukkan materi bahaya merokok pada kurikulum di sekolah menengah, sekolah kedokteran atau sekolah paramedis; b. Membuat kegiatan yang mendukung antirokok dan bahaya merokok pada usia sekolah. c. Membangkitkan kesadaran tentang bahaya merokok, kecanduan rokok, dampak sosial ekonomi akibat rokok pada publik (terutama remaja); Untuk menolong perokok pasif dapat diambil langkah-langkah berikut: a. Pengenalan dan pemberlakukan daerah bebas rokok di berbagai tempat; b. Pemberlakukan daerah dilarang merokok di institusi sekolah dan institusi kesehatan; c. Melakukan pendidikan pada publik tentang bahaya perokok pasif. d. Yang juga perlu adalah larangan iklan rokok pada media elektronik maupun nonelektronik baik secara langsung atau tidak langsung; membatasi promosi dan penguatan merek atau sponsor pada kegiatan olah raga maupun kegiatan publik lain baik yang bersifat lokal maupun internasional.

PENUTUP Kesimpulan Masa remaja yang penuh dengan rasa ingin tahu dan mencoba hal baru juga sangat rentan mengalami masalah psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya perubahan sosial. Selain itu bergaya modern ingin selalu trendi, suka akan humor dalam pergaulan menggunakan sebagian besar waktunya bersama dengan teman teman kelompoknya, dan menggunakan sebagian besar uangnya untuk membeli sesuatu yang meningkatkan aktualisasi diri di depan kelompoknya atau teman sebayanya. Dari situ terbentuklah kelompok kelompok karena adanya rasa kesamaan selera, jenis dan minat. Dari kelompok tersebut tidak menutup kemungkinan menimbulkan suatu kebiasaan lain yang dijalankan oleh kelompok tersebut baik bersifat positif ataupun negatif. Hal hal negatif lebih mudah diterima salah satunya perilaku merokok yang semakin tahun semakin meningkat. Selain beresiko banyak menimbulkan hal negatif, dari pengakuan para perokok sendiri mereka menyatakan bahwa merokok itu mudah memulainya tetapi sulit untuk menghentikanya dan seperti yang sudah dijelaskan sebenarnya rokok adalah produk yang diciptakan untuk orang dewasa. Masalah remaja dan rokok bisa timbul dari kelompok kelompok yang terbentuk dimana kebiasaan terbentuk dari pengaruh teman di kelompok tersebut. Kebanyakan dari perokok remaja timbul dari kelompok yang kebiasaannya berkumpul di luar lingkungan rumah yang tidak terawasi oleh orang tuanya. Saran 1. Pihak orang tua sebaiknya memperhatikan pergaulan dan perkembangan anak-anaknya, karena kebiasaan merokok yang dimiliki para remaja tersebut bukan berasal dari sikapnya yang setuju terhadap merokok melainkan karena faktor lain yang menyebabkan remaja tersebut memiliki kebiasaann merokok. 2. Bagi lembaga Bimbingan dan Konseling di sekolah memerlukan adanya atau bahkan peningkatan kerja sama dengan instansi terkait sebagai nara sumber untuk memberikan layanan informasi, yang
9

diharapkan dapat menumbuhkan keinginan pada diri remaja untuk mengurangi atau meninggalkan kebiasaan merokoknya. 3. Berdasarkan permasalahan yang ada maka dengan merancang kampanye pencegahan merokok di usia remaja ini dapat lebih menumbuhkan rasa kepedulian dan kesadaran terhadap masalah peningkatan perokok di usia remaja. 4. Mengadakan penyuluhan tentang bahaya merokok bagi orang tua, sekolah-sekolah, penjual rokok, media massa dan yang tak kalah penting juga pelatihan terhadap remaja itu sendiri. Dengan begitu diharapkan ada kesadaran dan perlindungan dari keluarga, dan lingkungan sekitar untuk hidup bebas rokok dan dapat membantu remaja Indonesia untuk berhenti merokok.

Russel Kleis.1965.Pendidikan Non Formal.Bharata. Jakarta. Saifuddin Azwar. 1997. Reabilitas dan Validitas. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. Sitepoe.2000.Kekhususan Rokok Indonesia.Jakarta.Gramedia. Sugeng Hariyadi. 1997. Perkembangan Peserta Didik. Semarang. IKIP Semarang Press. Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo.2003.Pendidikan dan Perilaku Kesehatan.Rineka Cipta. Jakarta. Prof. Drs.Soelaiman Joesoef. 1989. Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah. PT. Bumi Aksara. Jakarta. Prof. Dr. Soerjono Soekanto. SH. MA.1981.Remaja Dan Pola Rekreasinya. PT Ghalia Indonesia.Jakarta. Prof. Dr. Winarno Surakhmad M.Sc.Ed. 1979.Psikologi Perkembangan. PT. Karya Unipress. Jakarta. Dedi Dwitagama. 2007. Kandungan Rokok. (Online), http://dedidwitagamawordpres. Diakses tanggal 1 Februari 2011. Imam Wahyudiyanto. 2010. Gencarnya Iklan Rokok Membuat Jumlah Perokok Pemula Meningkat. (Online), http://surabaya.detik.com/. Diakses tanggal 1 Februari 2011. Syazilimustofa.2009. Bahaya Rokok. (Online) http://blog.unila.ac.id/syazilimustofa. Diakses tanggal 1 Februari 2011.

DAFTAR PUSTAKA
Asril Bahar.26 Maret, 2002. Kerugian Rokok. harian umum Republika, hal 5. DR. Sofyan S. Willis, M. Pd.1999.Remaja Dan Masalahnya.PT Ghalia Indonesia.Jakarta. Ernest Cadwell. 2001. Berhenti Merokok. Jakarta. PT Aksara. Gerungan. 1996. Psikologi Sosial. Bandung. PT Eresco. Harian Republika.15 Juli, 2004. Lagi-Lagi Bahaya Merokok, Hal 4. Hurlock B. Elizabeth.1999.Psikologi Perkembangan.Jakarta.PT.Gramedia. Juliana Christyaningsih.Pengaruh Vitamin E dan C Terhadapat Aktifitas Enzim Superoxide Dismutase (SDO)Pada Eritrosit Tikus Terpapar Asap Rokok.Jurnal Kimia Lingkungan Vol.5, No.1.th.2003. Philip H.Coombs.1981.Pendidikan Luar Sekolah.Penerbit Usaha Nasional, Surabaya. Roan.1979. Ilmu kedokteran jiwa. PT Rajawali Press.Jakarta.
10

RIWAYAT HIDUP
Lukyta Dwi Pratesya dilahirkan di Ds. Kenanten, Mojokerto Jawa Timur. Tanggal 08 Agustus 1989, anak kedua dari dua bersaudara, pasangan dari Bapak Didik Purwidiyanto dan Ibu Arnita. Pendidikan SD, SMP, dan SMK di tempuh di Mojokerto. Tamat SD tahun 2002, SMP tahun 2005, dan SMK tahun 2008. Pendidikan berikutnya di tempuh di Universitas Negeri Malang, Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Sampai sekarang kuliah sudah berjalan sampe semester 6.

11