Anda di halaman 1dari 46

ffiffiffiffiffieffi wffi&wYffi$

ffiffiffiffiffi ffiffiffiffiffit
K$

ffi.ffi-ffiW ffifuffi.W

ffiffiffi&Y

,.;

I:QAH
.

i l -.*'-'.*+"._**i

,21
)AR.

$:
&iandu.n;q

----."*r{

--TI _tl

Drs. DARYANTO

BAHASAITI PRAI(TIS

MESIil DIESET
UilTUI( ALAT BERAT
ffi\to$t T,A.
19ye 1L999

,.
"'

PENERBIT "TARSITO" BANDUNG


1985

KATA PENGANTAR
Edisi pertama, Penerbit TARSITO, 1g8b

FSI*
\-:

P'lri5lnEra PtrPurtrlur l*re Tltrui !r, A. luq{ I lo95

Isi bab'bab dalam buku ini penyusun akan mencoba menyajikan suatu materi tentang teknik alat-alat berat (misalnya Buldo' zer untlrk mengeruk tanah dalam pembukaan lahan hutan/pertanian), di mana sebagai tenaga penggeraknya menggunakan mesin diesel.

Perpustekean Daerah Jawa Timur

Alat-alat berat tersebut sering digunakan untuk membuat/ mengeraskan jalan, membuka hutan, membuat tanggul atau waduk, membuat landasan pesawat udara, alat-alat pertanian
dan lain sebagainYa.

semoga buku yang tipis ini sedikit banyak mernberikan manfaat bagi kita semua.
D ilarang m emp erbany ah, m enj

iplak

sebagian atau seluruhnya dalam bentuk

apapun tanpa seizin tertulis Penerbit

Kepada pihak penerbit "TARSITO", kami mengucapkan banyak terima kasih atas terbitnya buku kecil ini'

ANGG.IKAPI No. 142

Penyusun,

*M

f E]-K
tbdl

Daryanto

rErprjsrArAAN.,HAE*Afi
Noner Tuggrl

ilb bbQ
it4-i ll

llgq,

Hak Cipta (C) 198b Dilindungi Undang-undang Hak penerbitan dipegang Penerbit ,,TARSITO', Bandung 1985

DAFTAR
Kata l'engantar I)al'tar lsi...

ISI I

iii
1
.

BAB T. ENGINE (MESIN) 1. Pengertian umum engine diesel 2. Intake dan exhaust system 3. Cylinder head . 4. Cylinder Block 5. Lubricating System 6. Fuel System 7. Cooling System BAB

t
4
11

19 31

40 43
51 52 53 55

II. UNDERCARRIAGE

8. Recoil Spring Track Ajuster 9. Guards L0. Gambar keseluruhan Undercarriage . . . BAB

Frame 2. Carrier Roller 3. Front Idler . 4. Tracks 5. Track Roller 6. Sprocket ?. Equaliting Beam
1. Track

58 62 63 63 65 67 68 69 69 69

III.

PT PUMP

1. Fungsi dan Pengenalan PT PumP 2. Type PT PumP 3. Cara kerja PT PumP 4. Fungsi dari komPonen PI PumP 5. Sistem kerja FI PumP 6. Test ban/kalibrasi
Daftar Bacaan

'

""

70 7L 78

80 82

lll

Ilrlli

l';il
Ilii l,lI
ENGTNE
PENDAHULUAN

BAB

(MESTN)

lii
l,l

lil
l;ii
llrl

lr

Alat-alat besar yang dipergunakan untuk meratakan tanah, menggempur batu-batuan, mengeruk tanah, membuka hutan yang rrasih lebat dengan pepohonan maupun yang dipergunakan untuk keperluari pertanian. Semuanya ini memerlukan tenaga atau power yang sangat besar, tanpa suatu adanya alat penggerak yang bertenaga besar tidak mungkin alat-alat besar itu dapat digunakan sesuai dengan keperluannya.
Oleh karena itu dilengkapilah suatu pesawat penggerak yang bertenaga besar yang secara umum disebut mesin atau engine. Adapun engine yang diperlukan alat-alat besar semuanya menggunakan engine diesel. Karena itu engine mempergunakan bahan bakar solar untuk melaksanakan pembakarannya sedangkan engine sangat baik untuk penggerak alat-alat besar tersebut di atas. Untuk engine yang mempergunakan bahan bakar bensin tidak co cok sebagai penggerak alat-alat besar disebabkan tidak dapat menghasilkan tenaga yang besar dan faktor bekerja yang memungkinkan motor bensin tidak dapat dipergunakan.

lii II
ll;i

iir
i\,,

l,,i
',r.i

rl

jit

lir
f,

Di bawah ini diterangkan secara garis besar mengenai engine diesel, yang dipergunakan alat-alat yang mempergunakan diesel engine Cummins dan Komatsu. Dan tidak lupa pula menerangkan pembongkaran, cara mengatasi kerusakan atau throuble setelah engine dioverhoule dan pemasangan kembali.

lii lil Ill


fl'

t lt

II

I. a.

PENGERTIAN UMUM ENGINE DIESEL


Engine Diesel

Engine diesel adalah suatu pesawat yang dapat menghasilkan tenaga atau usaha melalui suatu proses tertentu di mana proses thermis dirubah menjadi tenaga mekanik atau tenaga gerak.

I
lv
1

b.

Prinsip Keria Engine Diesel Pada engine diesel atau yang dipergunakan atau dikompresikan

n"*[ill*an

atau oksigen. Jadi tekanan engine harus tinggi.karena aito-presikan vurg hanya udara untuk
pembaku.ur,

oleh engine hanyalah udara bersih

,"iungk*

pudu motor n.rrin tiaut

Untuk melaksanakan pembakaran yaitu udara campur dengan bahan bakar bensin dalam o"rl"rairg"n tertentu dan dibantu de_ ngan nyala api' prinsip kerja yang aipur,ui oreh engine dieser secara --garis besar adalah sebagai

Dengan tertekannya akibat dari tekanan pembakaran sehingga posisi piston pada TMA akan bergerak menuju TMB, pada keadaan demikian tentunya katup masuk dan katup buang dalam posisi rnenutup.

bl.ikrt',

(1) Langkah pemasukan (Intake Stroke) Katup masuk yang diatur oleh camshaft posisinya terbuka sedang katup buang posisinya ,"nutrp. Tekanan yang terjadi didalam s,inder rebih kec, diil;i;;;n tekanan pada ruar s,inder akibatnva udara luar akan *u.uk r.i-lrru- ,ili;i";;;iJu, turuo masuk yang terbuka, Akibatn* a-rri masuknya udara ke dalam sili,der, piston bergerak d*i p;;.iiitlA rarrn \ururra (titik rlrau mati a[as) atas) menuju ke TMB (titik mati bawah). {?) Langkah Kompresi (Compresion Stroke).
TMB, sedangkan tl*i;mr pr-rsisi rnembuka,m^uiai;;;rt* pistonkatup yang tadinya yang terah mencapiri 'IMB akan bergerak k" fMA; ;J;m bergeraknya piston dari ,IMB ke TMA, katup masuk dan katup
Dengan bergerar<nva pisron buang dalam posisi menu_

(4) Langkah Pembuangan (Exhaust Stroke) Setelah piston mencapai'IMB akibat dari tekanan pembakaran sehingga hasil pembakaran yang menjadi tekanan pemtrakaran tidak dapat berfungsi lagi dan menjadi gas bekas. Katup buang
dalam ha] ini dalam posisi membuka, tekanan dalam silinder lebih besar bila dibanding dengan di luar silinder sehingga gas bekas akan ke luar melalui katup buang, akibatnya posisi piston pada TMB akan bergerak ke TMA

c.

Jenis Engine

Setelah piston.mencapai

Buldozer Komatsu yang dirakit oleh PT. United Tractor menggunakan engine Cummins dan Komatsu, di mana enginenya terbagi dalam dua jenis adalah :

1. 1. 2. 3. 4. 2.

tekanannfa pada engine diesel "r,.. rr:"r.tor . iiummins diatur oreh camshuri-pd'ruma halnya dengan katup nnasuk dan katup buang. sesaat piston-akan mencapai rMa paoa saat ini pula injektor mulai pri, ,arv"mprotkan bahan bakar. udara yang t'erah ailomnresiil-.;h;;*ga

a*i-irvre k"-,iNil';ir"g kedua katup dalam rosisl *"ruiup akibat rva udara di dalam silinder terkompresi sehingga

r*p'

Direct Injection Type Di mana engine jenis ini dipergunakan pada 92 series (2D92 dan 4D92) 105 series (4D105 dan S4D105) 155 series Cummins.
Pre Combustion TYPe

Di mana engine jenis ini dipergunakan pada

dan temperatur menjadi ;"ik;;r"#;;, kar disempro tkan orei in jeti

(3) Langkah Usaha (power Stroke) seterah terjadi pembakaran pada bidang atas piston atau ruang bakar terjad,ah tekanan pembakaran pada
atas bidang atas piston.
2

tekanan menjadi naik pada saat ini bahan baor's}ii, gll' t".i ua,ah pem bakaran.

1. 94 series. 2. 120 series: 3. 130 series. d.


Kode Engine

Engine yang dipetgunakan pada buldozer Komatsu semuanya Cummins dan Komatsu, di mana kedua engine tersebut mempunyai kode-kode tertentu/tersendiri yang perlu kita ketahui.

mengetahui kode-kod.u yrng terdapat pada besar, kita o"ll1 engine engrne, ,i.uflt't dapa m en*",T .r.un*"rurr,iii.rrrru keadaan b1fi ;t-;;r'"i'r',r di;" r"r';ililIler tenaga rnesin r, sirin der :,,- sebagainya. dan ram (1) Komatsu engine :

Dengan

*uku

,u-.u.u

"

Sedangkan untuk kelancaran bekerjanya sistenr ini harus mempunyai beberapa komponen penunjang yang mempunyai fungsi berbeda-beda.

155 = 4 .#"Jfl::Hl:j:,,,r"r
Diar

Adapun keterangannya kode di atas adalah sebagai berikut supercharge. : 6 = Jumlah silirder. D = Diesel Unginu.' da,am mm

s6D

155_4

a.

Precleaner

(2) Cummins Engine.

NH_220_c7

= Tenaga.maksimum tizO Ue1 C1 = Disunakan ,ntuk;;;n"_.urin konshuksi. NTO_6_-s


220

NH= e,ri.fiiil,,,;T,;:l"sai

Adapun kete

Buldozer tidak semuanya beroperasi di daerah hutan yang udaranya beisih tetapi dapat pula beroperasi di daerah yang pada setiap saat terdapat udara kotor atau kadar pengotoran udaranya sangat tinggi. Tanpa adanya alat pembersih udara kotor kemungkinan udara yang kotor tersebut masuk ke dalam silinder cukup besar. Sehingga pada ruang bakar akan timbul terak-terak akhirnya umur dari engine tidak tahan lama. Dengan demikian adanya precleaner kotoran yang mencampuri udara tersebut akan tersaring sehingga menjadi bersih dan memperpanjang umur dari engine itu sendiri.

berikut

B =
2,

= ""-,;"'l??l'i;T,*1" I T=turbocharged-'*"", O= 6 - ;,;,;ffiil


pembe
tenaga.

Adapun keter

engine adarah

digunakan untuk rnesin mobil.

INTAKE DAN

,i.t";;.;;*-' rnrakeaanr,hauJ:fi:J:*1il'il;Tlli:T":ii'"#'*H,1";
4

masukan udara bersih gu: bekas denl dengan sempurna ^u*uousT sempurna maulun Pula e ngun
Keterangan Gamhar

untuk ouou,

sYsTEIw
Gambar

I-

GAMBAR INTAKE DAN EXHAUST SYSTEM

l. 2. 3. 4.

Precleaner.

Air Cleaner
lntake valve.
Piston.

5. Cylinder liner 6. Exhaust valve 7. Muffler.

8.

9.

A.

Exhaust pipe. Dust indikator Combustion chamber.

t I

b.

Air Cleaner

Udara yang telah disaring oleh precleaner, kemungkinan besar dalam pelayanan pembersihan udara kurang sempurna disebabkan kadar udara kotor sangat tinggi. Kurang sempurnanya pembersihan udara pada precleaner mengakibatkan udara yang masuk ke dalam silinder masih kurang bersih, yang dapat mempengaruhi engine. Untuk kesempurnaan pembersihan udara, agar udara yang masuk ke dalam silinder benar-benar bersih sehingga pembakaran yang terjadi sempurna dan tidak terjadi terak pada ruang bakar. Maka dilengkapi dengan komponen pembersih udara, setelah precleaner yaitu air cleaner. Air cleaner pada engine diesel terdapat dua jenis tetapi kegunaan dari kedua tersebut adalah
sama.

baik atau,r*I baik atau tidak atr rio*n1"t1.In kita dapat langkur.ru dikator' Dengan throu,..n *tu'u Dusr rndikator' kerusakan atau i"raaput tu"a Penunl sung melihat

::yi[,]ffix,
"ffi 'T;i;

J',#xir$ffrffi,*igI
l*fli;

d. Muffler.
karan
sempu

kelan' _r^..: L^rnnonen vang menunlang

I-**H"l*'tu::'*:*u"ru**:t*.",, yang
bekas. Komponen

1. 2.

Air cleaner basah. Air cleaner kering


I Air cleaner body

mo' ffi;;;;,; u"t u', iika tidak.':*n:.'"'i;:1J"," ffi;; i* atat tersebut adfanm11l}ffi;gi '"0*6i.pembuane gas bekas vane ffi;;;in ilF, 1'::, [l^tilX',:?fftXfii l'"ffi**nf t*ll ;; panas dan mentns$d"";il kompon
PerformancenYa' nis diantaranya'
Gambar I MUFFLER

v^lg-H;;-ri"*p",,g*uhi

** [*.

c. Dust Indikator.

A
Gambar
1. Tanda penunjukan

TYPg Horiaontal Horiaontat TYPe

Vertical TYPe

CIUST INDIKATOH

2. Resset button

Walaupun air cleaner berfungsi sebagai penyaring udara tetapi

e. Turbocharger .
waraupun precleaner dan dib<
I

kita tidak dapat mengetahui air cleaner tersebut bekerja


6

dengan

r"lyi::lf;1,"i:fof5r. ;i,

- -.r^ra .,ono d,ilakukan

atau ditugaskan

creaner. Dan

untuk
7

il
t;
i

pengontrolnya akan
B

atau tidakn va atu creaner ff:r-TLL-:::Hngan dirugaskan adanya


te tap

i -,.i'r,-,"#,

alat k

oleh

f ful.'rTl *1i.,

b".'i t, dan

Sebab

kita tidak dapat memasukkan udara yang bersih seba-

nyak mungkin karena adanya komponen tersebut di mukayangdapat menghalangi kelancaran pemasukan udara, untuk dapat menarik udara luar sebanyak mungkin untuk kesempurnaan dalam pembakaran sehingga tenaga engine akan bertambah besar ditambah
suatu

Turbo

charger.

f.

After Cooler
7
1

'k'

,rre
Gambar 1
1.

l.
2.

BiOwer

ousino

'4.
5.

3.

Blower impelei. Thrust collar. Turbine nozzle

6.
7.

furbine housing

8. 9.

impeier a Air inlet ring. ;' Exhaust inlet Turbine shaft ;' Exhaust outlet Journal bearino. ; 0il inlet Thrust bearingl ;. 0il outlet
Turbine
Seal

Gambar I _ 4 TUBBO CHABGEB

AFTER COOLEB
Water outlet connection. 5. 0
2. 3.

Gasket.
Cover. Cover

6.
7.

Core
Capacrew.

ring.

9.
I

lnlet connection
Hardened washer.
Cross

10. 12.

4.

gasket

1.

bolt

8. lnlet connection gasket

Copper washer.

tt
i

,;ffi;;i, tenaga engine sebesar ;ffiouhi:;;ffH33l; ;,,.,*;nin" ,",,ubut masih dapat807, dik om p on en t ,i a,r. * r* Ji e* .,i,fi:U: "r"0il#li,',"J,#l "n n ya u ra Lu..irr r r, * 6, n;;,,-i'rT' ; Jf i: ft flt:l in ff Iif; v;;; il;;,i,u,n injector dengan fr1}l'Tfr,ft'il.3:Il'
.duou,
r,
da

Sistem pemasukan,udara yang dilengkapi turbocharger sehingga dengan komponen

'

r*n

jadi lebih besar lagi.

Urlara yang masuk ke dalam silinder akan bertambah pula de' ngan bertambah banyak udara yang masuk ke dalam silinder sehingga pembakaran menjadi sempurna. Jika thurbocharger menam' balr tenaga engine sebanyak 30- 50%, dengan adanya after cooler akan bertambah lagi menjadi 5 - L07o sehingga tenaga engine men-

sem.

komp on en arte

;fi*'

;* *i',i; Jx- iffiti#, i{ffi ,:[t[';:ffi ntr#


r
c

3.

CYLINDER HEAD

ool

r. o",

*r

;ffi ##H,l; rl:j'#,r[1trJ;;;.#er

rla, ;;",!,:ilf j,[r*,rfi


arui
pen din

gin

seh in gga

",iTiil

Setelah kita mempelajari mengenai pemasukan udara dan pembuangan gas bekas tentunya kita harus mengetahui lagi pengaturan udara masuk dan pembuangan gas bekas, dan juga kedudukan dari

komponen pengatur tersebut. Sedang kedudukan dari Intake dan Exhaust System pada silinder head dan sebagai tempat kedudukan komponen yang lainnya, seperti Injektor Glow Plug dan lain-lainnya.

Cylinder Head juga menahan tekanan kompresi yang sangat tinggi di dalam ruang bakar. Dengan silinder Head tekanan kompresi yang tinggi untuk digunakan membakar bahan bakar yang disemprotkan, injektor dapat tercegah dari kebocoran dan pembakaran pun menjadi sempurna.
Pembakaran yang terjadi pada ruang bakar sehingga pada ruang

ini temperaturnya naik. Dengan temperatur naik pada ruang bakar sedang ruang bakar pada Sylinder head akibatnya sekitar ini temperaturnya naik pula.
Pada silinder Head terdapat lubang-lubang pendingin sehingga suhu yang panas sekitar silinder head akan didinginkan oleh air pendingin jadi suhu disekitar silinder head tetap normal.

r.
10

p,,

5. Cylinder, 6. Exhaust ,. a*n,rrnr. .orr.,. rz. i;,ii.n"*j,li'u,',flr';.r;o?,T:Il;:ffiI,o. r;,ro **,r,,i. ou,,


ual,u.e,

,r..;;*f
Muffler,

orrm *1): ",^r$:l"Jrhu*,r, 3. lntake valve; 4.,]1,01,

cooLER

11

[1
kan dari dalam silinder akan mengakibatkan ruang bakar menjadi kotor sehingga mempengaruhi dalam melangsungkan pembakaran. Untuk menghindari hal demikian sebagai pengaturnya adalah katup buang.
Selain sebagai pengatur pemasukan udara dan pengeluaran gas bekas Intake dan Exhaust valve, berfungsi pula sebagai pencegah kebocoran pada saat melangsungkan pembakaran agar pembakaran berlangsung dengan sempurna.

Intake dan Exhaust valve selalu dalam keadaan suhu normal karena disepanjang gerakan katup diberi pendingin. Panas hasil pembakaran pada ruang bakar akan dipindahkan oleh kedua katup menuju ke pendinginan air.

Gambar 1

CYLINDEB HEAD

- I ,VALVE 1. V a lv e 2. Valve Guide 3. Valve lnsert 4. Valve Spring 5. Half Collet


Gambar 1

1. 2. 3. 4. 5.

Cylinder Head,
I

ntake valve

Exhaust valve Valve spring.


Push rod valve.

6. 7. 8. 9.

Push rod injector

Bocker arm valve Bocker arm injector. Rocker aim shaft.

b.

Valve Guide

a.

Intake and lixlraust ttalve

Untuk dapat masuknya udara/pksigen ke dalam silinder harus ada komponen yang mengatur. Karena tanpa ada pengatur masuknya udara pembakaran tidak mungkin akan terjadi. Sebagai pengatur masuknya udara luar yaitu katup masuk.
Pembuangan gas bekas begitu juga halnya dengan di atas harus ada pula pengaturnya, karena jika gas pembakaran tidak dikeluar-

Panas pembakaran yang dirasakan oleh katup, panas tersebut akan dialirkan oleh valve guide menuju kependingin air. Sehingga katup tidak akan mudah rusak akibat dari panas pembakaran dan umur engine juga tahan lama. Tidak hanya sebagai penerus

panas tetapi sebagai jalan dari minyak pelumas untuk melunasi valve itu sendiri. Karena sepanjang masih berjalan engine dan katup terus menerus bergerak sehingga timbulah gesekan antara logam dan akan terjadi keausan. Untuk menghindari hal di atas
13

l2

diperlukan minyak pelumas sebagai pengalir minyak pelumas tersebut adalah valve guide.
Gambar 1 -

c.

Valve Insert (valve seat)

TAPPET/ CAMFOLLOWEB
DAN PUSH ROD

Katup yang mengatur masuknya udara luar dan pembuangan gas bekas, bahan dari katup tersebut haruslah tahan terhadap panas karena katup berhubungan langsung dengan panas pembakaran. Katup yang terbuat dari logam tahan panas tidak cukup untuk mempertahankan dirinya. Tanpa adanya komponen pembantu untuk mengatasi panas pembakaran. Karena dengan adanya komponen ini dapat memperpanjang umur dari katup tersebut dan komponen ini sekaligus sebagai dudukan dari katup yaitu valve
Insert.

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Camshaft
Cam

follower

Cam follower housing Push rod.

Rocker lever.
Cross head.

Valve spring
Valve

Valve Insert juga mendapat tekanan kompresi sehingga komponen ini juga berfungsi sebagai pencegah kebocoran sebagai kesempurnaan dalam pembakaran. Katup yang selalu bergerak turun naik selama engine hidup maka terjadilah pergesekan antara katup dengan valve insert. Pada waktu yang sudah ditentukan katup tidak dapat bekerja dengan sempurna atau bocor. Dengan adanya valve insert ini akan mempermudah dalam pembetulan yaitu dengan mengganti valve insertnya saja tanpa mengganti katup.

e.

Cross Head

Pada engine cummins mempergunakan empat katup yaitu


dua katup masuk dan dua katup buang. Di atas telah diterangkan bahwa putaran camshaft menggerakkan tappet/camfollower dan

d"

Tappet

Camfollower

Untuk dapat bergeraknya katup perlu adanya komponen yang mengatur, sebagai pengatur katup adalah camshaft, yang rnerubah putaran menjadi gerak turun naik dan gerakan ini rliteruskan lagi ke Tappet / camfollower. Selain sebagai perubah camshaft atau mengikuti gerak eksentrik, tappet berfungsi pula sebagai dudukan dari push rod, gerak yang telah diterima dari camshaft diteruskan ke push rod sehingga katup dapat
membuka dan menutup.

Gambar 1

10

CROSS HEAD

diteruskan gerakannya ke push rod, pada push rod gerakan diL4 15

I
!

,lipl
sebf
I

('ga^s

I
I

nas

teruskan kembali kc rocker arm, karena katup masuk dua buah dan katup buang dua buah pula sedangkan rocker arm ada dua buah dengan sendirinya satu rocker arm merayani dua Untuk dapat rocker arm bekerja dengan ,".purnu katup. sehingga dua katup dapat d,ayani satu rocker arm dibantu suatu kompo nen yaitu cross head. Dengan adanya cross head satu rocker arm dapat melayani dua katup dengan sempurna.

an.

,-r"

unt
I)or
l<or
I

i I

nsr

por
SEIT

berfungsi sebagai penpmbali dudukan k1tup, varve spring berfungsi prju ,"uugui keseimbangan pada saat kutrp atau valve bergerak.

kedudukan semula dari katup atau valve. serain

dan menutup' untuk mengembarikan terbukanya katup tersebut agar rnenutup dengan sempurna- varve yang Lertugr.^r"rg*barikan

f. Yalve Spring - Dalam langkah baik pemasukan maupun pembuangan telah ditentukan oleh pabrik,
ramanya katup tersebut membuka

naili
clenl
t,idar

nya
derr d.

yan
mer

Rocker Arm dan Rocker Arm Shaft ?elah kita ketahui bahwa rocker Arm sebagai penerus gerakan turun naik push rod ke katup/varve sedang fungsi Iain adalah sebaryi dari gerak plunger-injector. Engine cummins mempergunakan injector yang digerakkan oleh ,o.ku. arm, iadi tiaak ubatrnya menggerakan katup- Jadi rocker arm yang dipergunakan oreh engme cummins sebanyak tiga buah dalam satu silinder yaitu satu untuk menggerakan Ftop masuk, satu untuk menggerakan katup buang dan yang satu lagi untuk menggerakk* pturjJ, in:".t.r.

g.

Gambar 1

11

CYLINDER HEAD DENGAN EMPAT VALVE

terr
can

pul;
dari meI

Rocker arm shaft ber_fungsi sebagai penyalur dari minyak pelumas untuk melumasi komponen_komponen katup dan yang lainnya yang terdapat sylinder head. Karena tanpa adanya pelu_ masan faktor keausan akan lebih besar, bila tida^k terdapai pelumasan pada komponen ini sedang komponen ini selalu beigesekan satu dengan lainnya sehingga umur dari engine akan leblh pen_
dek.

1. 2. 3. 4. 5.

Ajusting screw Lock nut


Cross head guide

Valve spring Valve

6. 7. 8. 9. 10. L
1

Bocker arm shaft

Rockerarm housing Ajustment screw Lock nut


Bocker arm.

Push rod.

h.

PrecombustionChamber

Setelah kita mempelajari komponen-komponen yang terdapat pada sylinder head dan sekaligus kita dapat mengetahui funpi komponen-komponen tersebut, maka tanpa adanya pre-combustion chamber engine tersebut tidak lengkap tetapi komponen ini tidaklah mutlak dimiliki oleh semua engine. Engine yang mempergunakan komponen ini hanyalah yang mempergunakan thurbo-

t4

16

ProycL Pcmbiraar

t7
Pcrpustakaan

tawl Ti,rrut T A" lqo4,lo95

charger, jadi engine nlempergunakan thurbocharger pasti dilengkapi dengan thurbocharger.

pada ruang bakar agar engine mudah- dihiI)emanas bahan bakar dialirkan harus dupkan yang mana glow plug bila dioperasikan
oleh

lldara yang dikompresikan oleh piston sehingga tekanan pada ruang bakar menjadi naik, udara yang telah dikompresikan sebagian berada pada precombustion chamber dan sebagian lagi berada pada ruang bakar. Udara yang telah mempunyai suhu tinggi, yaitu yang terdapat pada precombustion chamber, terbakar atau membakar bahan bakar yang telah disemprotkan oleh injector lebih dulu. Dari hasil pada ruang p'embakaran pada ruang precomirustion chamber digunakan untuk menahan udara yang bertekanan tinggi yang belum terbakar pada ruang bakar utama. Jadi precombustion chamber adalah pembantu penyempurnaan pembakaran pada ruang bakar utama, sehingga pembakarannya terjadi
Iebih sempurna.
Gambar

listrik.

Gamhar

I-

13

GLOW PLUG

l. Coil, ?. lnsulator 3'

Shearh

1,

CYLINDER BLOCK

{il

12

PB ECOf\48 USTI ON CHAM BE B

. Nozzle holder. 2. Nozzle 3. Glow plug. 4 Precombustion chamber body 5. Cyiinder head. A. Precombustionchamber E. Main combustion chamber. C. Water iacket.
'l

i.

Glow Plug
6

Engine yang dilengkapi dengan precombustion chamber sudah tentu menggunakan glow plug. Jika suhu engine rendah atau dingin umpamanya pada pagi hari, pada keadaan dernikian engine sukar untuk dihidupkan, karena suhu pada ruang bakar masih dingin, untuk mempercepat dalam menghidupkan engine dibantu dengan komponen glow plug. Alat ini dipergunakan untuk
18

Gambar 1
4.
5.

14
7.
8. 9.

l.
2.

Cylinder block

Cylinder liner
Piston

J.

6.

CYLINDER BLOCK Connecting rod Fuel pump gear Cran kshaft

ldler gear
Crank gear
Cam gear.

19

t(
I

Piston, crank shaft, valve yang bergerak setiap saat pada engine beroperasi tentunya komponen-komponen ini harus duduk pada satu tempat. Sebagai tempat duduk komponen-komponen di atas adalah cylinder block.
Engine yang beroperasi tentunya komponen-komponen di atas selalu bergesekan satu sama lainnya, untuk menghindari terjadinya gesekan atau terjadi keausan.
Sebagai pelindungnya adalah : oli pelumas di mana oli ini mengalir dalam saluran-saluran yang terdapat pada cylinder block.

Gamhar

15

CYLINDER LINER

Engine dalam beroperasi selalu terjadi gesekan, akibat dari gesekan tersebut akan menimbulkan panas, untuk menghindarkan engine panas tidak normal atau overheat maka diperlukan pendingin engine, sebagai pendingin dari komponen-kompo nen yang setiap saat bergesekan. Di mana sebagai'unsur pendingin adalah air.

h.

Piston tlan Connectins Rod' beberapa komponen Piston dan connecting rod terdiri dari diantaranYa Yaitu :

a.

Cylinder Liner

Untuk menampung udara yang masuk diperlukan suatu tempat penampungan yaitu cylinder liner. Udara yang sudah masuk dan ditampung oleh cylinder liner, udara itu akan dipampatkan sehingga tekanan menjadi tinggi pada saat ini pula injector menyemprotkan bahan bakar dan terjadilah pembakaran, dalam hal ini cylinder liner harus mampu mengatasi, dengan mengalirkan panas pembakaran yang terjadi akibat pembakaran pada ruang bakar untuk dipindahkan kependingin. Karena disekeliling luar dari cylinder liner terdapat air pendingin sehingga panas dapat didinginkan.
Agar supaya udara luar dapat masuk dan gas bekas ke luar harus ada pendorongan yaitu piston, sedangkan piston bergerak turun naik disepanjang cylinder liner.

Cylinder liner yang terdapat pada engine diesel khusus


cummins dan Komatsu dapat diganti atau dicabut. Jika engine tersebut mengalami general overbal, sudah pasti cylinder liner diganti dengan yang baru sehingga engine tersebut standar kembali.

Gambar

t-

16

PISTON OAN CONNECTING ROO oiitins' 5'.Piston.pin.6' sy^''111,1'^!onnt'Top 2. Piston, 1. rod bolt, 10. Connectins rod ino rod bushing. A Con"n",'.",i'ng"il1,'g. C..rl,cting nrlring. 11. Crankshaft. 12. Connecting rod cap'

rins,'3li;;;';l;s;;'

27

20
l

ir

(1) Piston

(3) Piston Ring.


udara yang dikompresikan oleh piston tidak boleh berhubungan dengan ruangan lain atau tidak boleh bocor. Untuk itu diperlukan penyekatnya agar kompresi tidak mudah turun ke bawah piston Yaitu Piston ring' Pada sadt piston bergerak turun naik atau melakukan langkahlangkahnya. Antara piston dengan cylinder liner selalu terjadi g"*"ku, akibatnya akan tirnbul keausan untuk menghindarkan hal tersebut ditugaskan pula oleh ring piston.

oleh piston menuju ke piston ring. Ring piston yang terdiri dari ring kompresi dan ring pelumasan, kedua-duanya duduk pada piston yang berfungsi sebagai pencegah kebocoran kompresi. Konstruksi bagian atas piston jika dilihat bentuknya banyak ragamnya. Adapun bentuk-bentuk yang dibuat oleh pabrik *.-prryui fungsi yang sama yaitu sebagai turbulence.

Usaha akibat dari hasil pembakaran bahan bakar yang meneruskan atau menerima gaya dorong ke bawah adarah piston selain itu dari pembakaran yang terjadi pula pada ruang bakar menyebabkan suhu disekitar ruang bakar naik, panas ini akan diteruskan

(2) Piston Pin Tenaga yang diterima oleh piston kemudian diteruskan ke connecting rod dan diteruskan lagi ke crankshaft. piston dengan connecting rod adalah bagian yang terpisah oleh karena itu haruslah ada penghubungnya yaitu piston pin, supaya tenaga atau gaya dorong yang diterima oleh piston dapat diteruskan kepada connecting rod dengan baik. Penghubung piston dengan connecting rod ada beberapa ma_ cam diantaranya:

Akibat dari pembakaran pada ruang bakar adalah panas, yang menerima panas pertama adalah piston lalu diteruskan ke ring pis' ton dan diteruskan kembali ke cylinder liner. Jadi piston ring yang dipergunakan oleh engine di antaranya '

1. 2. 3.

Scluare

fitting face.

Slanting fitting face. Step fitting face.

Gambar 1

17

1)

PISTON BIN.G

Fixed Type :
Adalah macam penghubung di mana piston pin tidak bergerak pada piston bush karena diikat dengan bolt.

2.

Semi Floating T\,pe :

1. 2. 4.

Top ring (ring kompresi utama)


dan 3. second dan
0

third ring

(ring kompresi kedua dan ketiga)

Adalah macam penghubung di mana piston pin diikat atau tidak bergerak pada small end dari connecting rod, tetapi berbebas pada piston bush.

il ring.

3)

Full Floating Type Adalah macam penghubung di mana piston pin bergerak bebas pada piston bush maupun connecting rod. Sehingga di perlukan Insert snap ring agar pin tidak terlepas keluar dari
piston dan connecting rod.
23

22

Oonnecting rod selain berfungsi sebagai penerus atau penghubung tekanan pembakaran berfungsi pula sebagai penjaga agar piston tetap dalam keadaan tegak lurus.

c.

Crartkshaf t

Tenaga .atau tetanan pembakaran yang diterima dari piston gerakannya atau gayanya turun naik. Untuk merubah turun naik

dari piston tersebut diperlukan suatu komponen perubah gerakan adalah crankshaft, sehingga gerakan tersebut menjadi gerakan
memutar.

Gambar 1

18

CAP PISTON

Gerakan turun naik yang diterima oleh crankshaft dirubah menjadi gerakan memutar maka akan timbul dengan sendirinya gaya centrifugal yang cukup besar. Dengan adanya gaya centrifugal perlu dibuat keseimbangan sehingga crankshaft dilengkapi dengan counter weight. Counter weight adalah untuk menghilangkan gaya centrifugal
sehingga putaran crankshaft menjadi lebih rata dan licin.

(4) Connecting Rod. . Tenaga yang didapat dari pembakaran bahan bakar, diteruskan oleh piston ke crankshaft. Jadi connecting rod beriungsi se----d
bagai penerus tenaga atau tekanan

pembakaran.

Gambar 1 Gamhar 1 A
Connecting rod bushing 2. Connecting rod 3. Connecting rod bolt

CONNECJING BOO
4. Connecting bearing
5. Connecting

20

19

BAN KSHAFT

l.

A. Small boss
B. Large boss

rod cap

1. 2. 3. 4.

Crankshaft pulley Crank gear. Crankshafr. Flywheel.

24

25

a* ri" eh te kan u' p" uut'u"n';;;lffi'["],}1?"Li!:T#]ol

Balancer Shaft Tenaga yang telah- dihas,kan dari pembakaran diteruskan piston, connecting,oa ke nur"r.rri. crankshaft. semua kom_

d.

Yang paling besar mendapat goncangan adalah crankshaft di mana putaran yang diterima dari piston dengan beban yang
berbeda-beda sedang tenaga yangdihasilkan oleh engine hanyalah

larans

pada langkah pembakaran / usaha. Dengan adanya goncangangoncangan yang ditimbulkan oleh komponen-komponen di atas, untuk mengurangi dari goncangan atau getaran tersebut maka di
pasang balanier shaft.

e.

Camshaft

Putaran yang dihasilkan oleh crankshaft dipergunakan pula untuk menggerakan camshaft karena jika camshaft tidak digerakan tidak mungkin terjadi pembakaran pada ruang bakar. Camshaft yang menerima gerakan putaran atau rotary dari crankshaft dirubah menjadi gerak propendicullar untuk menggerakan push rod valve dan push rod injector.

Gambar

l.
2.

3. 4.
5.

BALANCER SHAFT Balancer shaft gear (BH) Thurst plate ldler shaft gear (RH) Ealancer shaft gear (LH) ldler gear (large, center) ldler gear (LH) Balancer shaft (RH) Crankshaft gear. Balancer shaft (LH)

I-

21

6. 7. 8. 9.

Gambar
1. 2.

I-

22 4.
5. 6.

CAMSHAFT
Camshaft.

lntake
lnjector

cam

Cam gear
Camshaft Journal

Exhaust cam
cam

3.

Diantaranl.,

dengan piston dan bagian yang masing-masing ujung

e"lay

connecting rod, bagian atas berhubungan b;;J'il;;ungan dengan crankshaft Arri .onr".Jin

f.

Valve Timing

Untuk mendapatkan udara masuk ke dalam cylinder liner


dan gas bekas ke luar dari dalam cylinder liner selain dibantu oleh piston. Unsur tersebut di atas diatur pemasukannya dan pembuangannya oleh valve timing, jadi valve timing yang menun27

r."".rtiri"r"trva
26

*i**fi"*'"*x'*"'"'t;'il;;#',"14'##T,t"1'"t# rlrlutar sehingga goncangan yarg

ditimbul-

jukan waktu yang optimum untuk membuka dan menutupnya


lntake dan Exhaust valve.

dari roda-roda gtgt tempat sebagai susunan adalah Gear bekerianya Timing rtt'""*0.*ain atuu oenunlang g iig"t'kkan oleh vans fungsinya

g.

Injection timing
Kebanyakan engine diesel untuk mengatur saat penyemprotan

*uui,,
engine

un

'"na'fii gint' s"*uu*itt*o"ti,,-rt"*ry^T''yun *u'unun yaitu timing berkumpul aAu*


'utu

gear'

bahan bakar, diatur oleh pompa injeksi tetapi pada engine cummins yang mengatur dalam penyemprotan bahan bakar camfolower yang digerakan oleh camshaft. Pompa bahan bakar yang dipergunakan oleh engine cummins hanya sebagai alat pentranfer bahan bakar dari fuel tank ke injector. Injection timing yang berfungsi sebagai kedudukan optimum dari plunger injector sehingga bahan bakar dapat disemprotkan tepat pada waktunya, sedangkan kedudukan tersebut ditentukan
oleh sudut dari camshafL

i. Fty Wheel

di' pe: r--L^r, nrrraran putaran tersebut perlu crankshatt' Putaran yang dihasilkan an I dise su ai-fr k k";ffi ;X ter u skan u n tu

,-

wheer 5;;;in H^'-':'J ;t*rmffi crankJffi puhran dari [;[:'membantu eer';;n' J'*rttiuft't";i;;; ,vu,;"Jt*ili*nYu

;;;

"Til*it itu lv

ilf ::ffi;

iusa

',ifi,

menladi stabil'

h.

Timing Gear

3150

13

I
t2
11

r0
23
6, houstng

Gambar

l.

Balancer gear; 2. ldler gear

lnlection pump driving gear, 7. ldler gear, 8. Balancer gear, 9. Crankshalt gear, 10. Crankshaft gear (untuk menggerakan oil pump).1 1. 0il pump driving gearJ2. Crankshaft.

TIMING GEAR 3. Timing gear; 4. Cam gear, 5. ldler gear (large)

I-

24 Gambor WHEEL FLY

I-

r. learlup.pgrt:-,-3: L*;flr**pinion 2. FlYwheel Bing


i' Flvwheel bolt ;:. Fivwtreel mounting 1.
gear'

sear.

t3. Crankshaft

29

28

j.

Power Toke Off (P.T.O).

,5. LT]BRICATINGSYSTEM

Pada buldozer, banyak komponen-komponen pompa yang memerlukan tenaga putar dari engine itu sendiri. Hampir semua komponen pada buldozer digerakan oleh hidraulik misalnya : Steering transmisi, hidraulik pump, main cluth dan lain sebagainya.

Untuk menggerakkan semua komponen di atas haruslah menggunakan putaran dari mesin dan guna menggerakkan komponen di atas harus mengumpul atau menjadi satu, seperti halnya dengan timing gear yang diterangkan di atas. Untuk itu diperlukan suatu komponen yaitu power take off di mana kedudukan dari komponen ini terletak pada flywheel.

&1"*
Gambar
1.

I-

1.

25

POWER TAKE OFF (P.T.O} Drive gear (steering

2. 3.

Shaft.

pump dan torqflow)

4.

PTO Drive gear. Driven gear.

5. 6. 7 8.

Bing
ldler

gear.

Flywheel

gear

Drive gear (hydraulic pump).

9. Drive gear, 10. Crankshaft 1. Flywheel housing


1

2. 3. 4. 5. 6. 1.

0il strainer. 0il PumP


Scavanqing

oil PumP

16.

Begulator/relief valve

0il cooler
0it filter
SatetY valve

;. ii. ii. i;. i;.

',fr'ilitlr,t*; 8. Oil Pressure

15' Piston. 16' Camshaft irsuiuto' 11 ' Timing gear Ntain oir 18' Bocker arm shalt dvputt Valve toorins nozzle 19' F'Jtion 'cian[snatt 20' TaPPet. 21' Turbocharger'

'ut" sailerv tlrttt' lolin.ctins too

31

30

Sewaktu piston melakukan langkah-langkahnya, pada waktu dengan cylinder liner bergesekan jika dibiarkan akibatnya akan terjadi keausan untuk itu diperlukan pelumasan. Dengan hidupnya mesin maka komponen-komponen yang terdapat pada cylinder block, semua ikut bergerak atau bergesekan satu sama lainnya. Dengan bergeseknya komponen yang terdapat pada blok si' linder sehingga menimbulkan keausan dan detonasi. Hal demikian harus dihindarkan karena menimbulkan keausan faktor demikian dapat mempengiluhi engine tersebut. Dengan adanya lubricating system untuk melayani pelumasan diseluruh cylinder block guna melumasi komponen-komponen yang bergesekan.

itu pula pistorr ring

Jadi lubricating system dapat menghindari adanya keausan atau keausan dapat dihindari/diperkecil dan juga menghilangkan detonasi akibat dari timbulnya gesekan Lubricating system selain berfungsi sebagai pelumas yang telah diterangkan di atas, dan mempunyai fungsi yang lain di antaranya yaitu sebagai pendingin dari komponen-komponen yang bergerak
dan sebagai pencegah berkaratnya komponen-komponen yang terdapat di dalam cylinder block.

a.

Scaverging Oil Pump


Gambar

Pada waktu buldozer beroperasi pada suatu daerah tebing sehingga harus.banyak mendaki. Pada posisi buldozer miring, engine juga miring. Dalam hal ini oli yang terdapat pada oil pan semua turun atau mengikuti posisi dari buldozer. Akibat dari hal demikian oil pump tidak dapat menghisap oli sehingga pelumasan pada posisi miring berjalan kurang sempurna, dan keausan tidak dapat

27

dihindukan.

1. 2. 3. 4. 5. 6.

PUMP SCAVENGING OIL Drive shaft PumP drive gear' 0riven sha{t' shatt PumP drive

CouPling PumP bodY

PumP Plate
PumP case

1. 8. 9. A. B

0riven
Ke

gear

Dari oil Pan/lnlet

oil Pan / outlet'

Untuk menghindari hal yang demikian pada engine buldozer dilengkapi dengan scavengine yang fungsinya sebagai pemindah oli pada saat buldozer posisi miring. Dengan adanya scavenging oli pump, oli yang berada akan dihisap dan akan dipindahkan ke atas, sehingga oil pump dapat bekerja dengan semestinya, dan pelumasan tidak terganggu walaupun buldozer posisi miring.
32

b'

'ri{t:::Lrdapat

pada oil

alir ke seluruh

'iJ*:Hb"u nua" y?* bawah berbeda, yaitu #';;rffJ pada bagian atas'

b'sq eal tid:k dapat oil nan-qsat pada oii ri"a'q'rt"t


sala mene:

sedans bagan33

ffiil#;"tr'

oiitr**i

berada

(1) Gear Type pump

-;**,,i^;:1,.I{i:{T{J;_i:3i-nr_:"_:h1,,*:m: il:il"ffff ;:ffi,#f #lf F;T*I, "u,, au Jn. I".a ut "n


pu

mensarir ke atas ke :iT,f;r,"'[j'ill'apat -i"^"*i" :::#T#-'r"fi suatu dapat komponen yang j:3': mengalirkan .ri

(2) Trochoid Type

up

Gambar 1 2S TROCHOID TYPE

1. 2. 3. 4.

P.rmp drive gear

Outer rotor I nner rotor Rotor shaft

5. A. B.
valve

Pump

case case

Dari pump

Ke bagian-bagian engine

c. Regulator Valvef relief


Gambar 2g GEAB TYPE PUMP
8. 9. 10.

I-

l. pump drive gear 2. pump drive shaft 3. Coupling 4. Drive shaft 5. Eushing 6. Punip body 7. Pump plate
34

Pump case Drive gear Driven gear Drive shaft

11. A.
8.

Dari oil pan


Ke bagian-bagian engine

Oli yang mendapat tekanan untuk dapat mengalir ke bagian yang perlu dilurnasi. Tekanan pada oli sendiri tidak dapat karena putaran engine tidak selalu tetap, kadang kala lambat atau low speed dan terkadang cepat atau high speed. Dengan demikian adanya low speed dan high oil pump begitu juga halnya sebab putaran dari oil pump didapat dari engine itu sendiri. Untuk menghindari tingginya tekanan pada saat engine putaran high dan rendahnya tekanan pada oli saat engine putaran low, pada oil pump dilengkapi dengan regulator valve, bukan hanya berfungsi seperti yang diterangkan di atas tetapi regulator valve dapat mengurangi beban dari oil pump pada waktu engine putaran tinggi atau high
speed.

35

Oli yang telah dialirkan terkadang oil tersebut terhalang yaitu kotornya oli filter dan temperatur oli yang rendah yang juga mungkin saluran oli tersumbat. Dengan adanya hal di atas dapat mempengaruhi oli itu sendiri yaitu oli yang mengalir ke sistem pelumasan menjadi kurang sehingga pelumasan tidak dapat beker-

ja

dengan sempurna. Guna menanggulangi masalah di atas pada Iubricating sy.stem diiengkapi dengan safety valve :

e.

r- oirpump, 2.
gian-bagian

engine, B. 0ri yang

vatr, 3 ,;;n:rti:i:X1il, ,, atau shim,


trrrurii,
,,,

d.

,..

5. plus. A. Ke

ba-

Safety Valve

Oil filter Setelah oli dialirkan ke seluruh bagian yang perlu dilumasi tentunya oli tersebut akan kembali lagi ke oil pan, Oli yang telah mengalami sirkulasi pada sistem, oli tersebut akan mengalami kekotoran yang disebabkan dari hasil gesekan maupun pengorbanan. Bukan hanya kotoran saja yang terikut oleh oli tetapi partikelpartikel lain ada yang turut serta. Agar oli yang mengalir tetap bersih sehingga oil pan tetap bersih karena oli tersebut dibersihkan terlebih dahulu sebelum masuk ke oil pan yaitu dengan komponen oil filter.

t.
6.

Xf

id

X:'t:I,,,lfl,

***,{,,,1-,,U,r*U*t

nur b

cau,ion,amp

Gambar 1 32 OIL FILTER

l.

Bracket,2. Center bolt,3. Element,4. Filtercase,5. Darioilpump.6. Kebagi-

36

an-bagian engine.

37

Jadi oil filter berfungsi sebagai pembersih kotoran yang ter_ kandung dalam oli tetsebut .urr"t oii pun, sehingga oli yang akan sirkulasi tetap dalam keadaan bersih.
Filter oli dari oil pan, tidak mutrak bersih dari kotoran dan partiker lainnya. Tetapi masih ada.kotoran vung-t"rr.undung pada oli untuk itu perlu disaring atau dibersihkan ru!i. vuit, d;il;;;;ion.n Bypass Filter, sedangkan fungsi r"i, J;;i bvpass f,ter adalah sebagai pendingin dari oli tersebut;
Bypass

Sebagai pendingin dari oli tersebut adalah oil cooler sehinggn oli akan tetap berfungsi sebagaimana fungsinya walaupun engino

terus menerus beroperasi. Adapun oil cooler tersebut terdapat


dua jenis diantaranya
:

f.

(1) Cylinder Type

Gambar 1

34

CYLINOER TYPE

Gambar 1

33

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Cover

Element

Oil

inlet

0il outlet
Cooling water lnlet Cooling water 0utlet

BYPASS FILTER

1. 2. 3. 4. 5.

Filter Cover
Element

Filter case

0ari oil pump


Ke oil pump

(2t Layer Structure


Gambar

35

LAYEB STBUCTURE

atau dihidupkan terraru lama aki engine menjadi ,Jl aun oli pun yaitu temperaturnya naik. Dengan temperaturnya ,u*u t anvu naik ori akan menvebabkan akan mempengaruhi viskosit", ;1i;;;;, b,a saja tidak diadakan pendinginan paaa Ji maka har tersebut di atas akan terjadi panas yang berlebihan.
38

c. Oil Cooler Engine yang dioperasikan batnya temperatur

Gamhar 1

35

LAYER STRUCTUBE

39

['

6.

F-AEL SYSTEM :

ilf, j*:i,::,1l:11,,,";*o.,;;;;i;;##,,;r',,,"i'0",,.

Engine dapat hidup bakar pada ruang bakar. _dikarenakan adanya pembakaran bahan ,;il;;; rietangsungkan pembakaran harus terdapat udara dan bahanriiur, uurrrur, brjadi pembakaran. Sedangkan bahan_b"k* p;;r;;;r diesel, cara kerjanya dengan disemprotkan. Dengan ^r.ir".o.rinya bahan bakar pada ru_ ,

a. b.

Fuel Tank

Fuel tank adalah sebagai tempat penampungan dan penyimpanan bahan bakar/solar.

Float Tank

flff

rs.*

::H"l:l t ,:;i:: tihffi5"T];;

Bahan bakar sudah pasti mengandung kotoran dan juga kadar air, bila bahan bakar ini sempat tersemprot oleh injector dapat

IH**
dari

mempengaruhi dalam pembakaran dan dapat pula menimbulkan karat.

System lah yang mengatur ^ -Fuel fuel tank hingga sampai [" ini.llor^ .bahan bakar mengalir dan
yang telair ditentukan.

tersemprot pada waktu

Untuk mengatasi hal tersebut di atas diperlukan komponen pencegahnya yaitu float tank. Fungsi lain dari float tank diantaranya sebagai pencegah terjadinya over fueling pada saat engine berhenti atau mati, karena apabila aliran fuel pada saat engine mati masih sempat mengalir akan mempengaruhi saluran-saluran bahan bakar dan pompa bahan bakar. Dan float Tank berfungsi pula se bagai tempat penampungan bahan bakar dari return line yakni sisa bahan bakar tidak tersemprot oleh injector.

c.

PT pump dan Injection Fuel pump


I

Gambar

l.

plunger,

2.

Fuer

drai

FUEL SYSTEM

I _ 36

,i1[i,*m,::iflhEfifi i,;lil,If rili:ii,ir,tri*:J;,


40

Gambar 37 FUEL INJECTION PUMP

I-

't' '

Keterangan gambar:

l. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

0elivery valve holder


Delivery valve Spring Delivery valve Plunger barrel Plunger Pump housing
Plunger spring.

8. Control reck 9. Tappet 0. Camshaft L Dari fuel tank. 12. Ke f uel filter 13. Dari fuel filter 14. Ke injection nozzle.
'I 1

e.

Fuel Filter

BahanbakardarifueltankmengalirkeFloattanklaiumeng; yang telah diendapkan alir iagi ke fuel Fuel Filter' Bahan bakar totoru-"rtvudankadarairnyapadafloattanktidaklahsempurna masih saia terdapat kotoran pada ;;;;;h;tapkan ut u" t"tupibakar tersebut masuk ke dalam fuel bahan bakar. Setelah bahan

tittni *ut

PT pump dan injection pump, kedua pompa ini sama_sama mempunyai fungsi yang sama yaitu untuk rn"n.uptv uur,"n-num, dengan tekanan ke injector atau nozzre. sedan'gka;-pT'pump akan diterangkan tersendiri.
Injector dan Injection nozzle Adapun fungsi dari injector dan injection nozzre yaitu untuk menyemprotkan bahan bakar yang didapat dari suppiy pf - pu*p atau Fuel injection pump ke ruang "uut * di dalam ,iiina"r.

benar-be' u bahan bakar akan disaring sehingga kotoranakibat dari tercegah akan nar hilang, dan komponen yang lainnya lama' ;;"rry;ahan bakar iadi umur engine akan bertambah

d.

l. 2.
42

Gambar 3g INJECTOR OAN INJECTION NOZZLE


Nozzle.

I-

1.
5.

Filter bracket Ke lniection

?il?r;,li"J 2. Air bleeding bolt, 3. Cartridge. 4. 0ari feed pump

Nozzle Body

3. 4.

0ari lnjection pump


lnjection Hole

PumP

COOLING SYSTEM ,-r-. pendinginan -^-ri-,. juga perlu Selain engine perlu pelumasan, engrne berakibat akan pendinginan sebab bila engine tidak mendapat 43

7.

'l'.,

pada komponen-komponen lain misalnya : Cylinder liner, cylinder head, valve dan lain-lainnya. Karena diesel engine tekanannya sangat tinggi dan temperaturnya pembakaran cukup tinggi pula

a.

Wtater Putttlt

sehingga bila tidak terdapat pendinginan akibatnya temperatur engine menjadi tinggi. Dan tenaga dari engine pun akan menjadi berkurang. Jadi cooling system mempunyai peranan yang penting dalam engine.

dan dipompakan penampungan atau radiator akan dihisap system dengan tekanan ke seluruh .VtirrA", Uio.k atau Cooling atau tetsirkulasi dengan sempurna'

Air

."fri.*g"- pendinginan berjalan

di atas yang termasalah Water pump ,un* *tiiui;[u' masalah satu komPonen cooling sYstem'

Gambar I 40 COOLING SYSTEM

l. 2. 3. 4. 5. 6. 7.
44

8. 9. Scavenging 10. Begulator/relief valve 11.

Oil strater Oil Pump

Oil Cooler
Oil filter Safety valve

12. Piston Cooling Nozzle 19. Valve 13. 20. Tappet 14. Connecting 21. Turbocharger.

gauge Begulator valve Main oil gallery Bypass filter


Oil Pressure

15. 16. 18.

Piston
Camshaft

4l Gambar 1 WATER PUMP L


2. 3.

17. Timing gear


Rocker arm shaft

Fan
Fan pully

Crankshaft rod.

4.
5.

Ball bearing Pump shaft Pump housing

6. 7. 8. 9. 0. l.

Water seal

lmpellar
Cover

Dari thermostat
Ke engine

Dari radiator

45

b.

Thermostut

Thermostat udurt. O:.a,lgsi sebagai pengatur saat membuka atau menutup aliran air pendingi, -k" v_'s ."il;;r"hr*ru temperaturnya air yang "k* baik"uriut "pendinginan dapat tetap konstan.
7

c.

Cotosiort Resistor Air yang akan masuk ke engine haruslah bersih dari kotoran dan juga bebas dari karat. Sebab air mengandung karat dapat mempengaruhi komponen-komponen yang akan didinginkan, untuk mencegah hal yang demikian cooling system dilengkapi dengan corrosion resistor.
Radiator

d.

Radiator berfungsi sebagai pendingin setelah air tersebut masuk engine. Dengan bantuan udara luar radiator dapat bekerja dengan sempurna dan air yang suhunya panas dapat didinginkan dan radiator berfungsi pula sebagai tempat atau penampungan air.

Gambar
TH
E BM

1_

42

OSTAT

1. Thermostat S. 2. Thermostat case 6. 3. Wax case l. 4. Wax


46

Dari Engine
Ke Water Pump Ke radiator

BADIATOB

l. 2. 3. 4.

Uppertank
Water f ilter Cap
Pressure valve

Tube

5. 6. 7. 8.

Pin
Lower tank
Oari engine Ke Water Pump

47

't!

Radiator yang dipergunakan pada burdozer terdapat beberapa macam diantaranya yaitu :

(3) Type K
Macam radiator ini dipergunakan pada produk-produk Komat'
SU

(1) Canted Type (Type G) Macam Radiator ini kebanyakan digunakan pada buldozer.

Gambar I - rt4 CANTED TYPE G

%%,N,W
08,8,8880

Garnhar

46

TYPE

a a

a o O a a

N
N
\

(2) Straight Type D


Shovel.

Macam radiator ini kebanyakan dipergunakan pada Dozer

(4) Herringbone type Macam radiator ini kebanyakan dipergunakan pada produk produk Caterpillar.

0
Gambar STBAIGHT

I-

45
D

TYPE

clc olc . clc000


cro 0

0 0 CtC

'r'r%W,%
0 C C o 0 C 0 0 0 C C
47 Gambar 1 HERRINGBONE TYPE

0 0 0(0/0 c CCdOOC
49

48

,TF

e.

Pressure Sofety Valve

BAB

II

;H;rt'"" 1 ) Pressure valve

Radiator yang dipergunakan pada Burdozer mempunyai presvalve, vang *".prnvii dua macam valve di urtururyu
:

UNDERCARRIAGE

radiator, apab,a tekanan ai kg/cm2.

Pressure varve adalah berfungsi sebagai pencegah tekanan pada

aau- ,rdiuto. -"t"n,ri Juri o,zr

2)

Vacum Valve : Vacum valve adalah berfungsi sebagai pencegah terjadinya kevacuman daram radiator, vlitu-upun,a radiator bertekanan negatif atau vacum, barulah vacum valve akan t"rUuf,u."fringgu udara Iuar akan masuk ke daram.udiuto, dan tekanan di daram radiator akan sama dengan tekanan udum luur, i.4:rairJ" ,r_ cum di daram radiator dikarenakan suhu air radiator rendah dan uap air di dalam sistem p"nOirginu., makin n..turnnufr, volume air tersebut menjadi U"it urung.

PI]NDAIILlLUAN Tenaga yang dihasilkan oleh mesin, tentunya digunakan untuk keperluan yang sesuai dengan penggunaan Buldozer tersebut, adapun penggunaan atau fungsi dari Buldozer tersebut dijalankan atau ditugaskan oleh suatu komponen yang bernama Undercarriage, karena ia merupakan tulang punggung dari sebuah Buldozer dan sebagai trame bagian bawah daripada Buldozer. selain daripada itu Undercarriage sebagai tempat bergerak mau mundur dan ke kiri atau ke kanan sesuai dengan keperluan atau keinginan operator dan juga sebagai pembawa atau pendukung dari Buldozer
tersebut.

Power atau tenaga yang dihasilkan oleh mesin diteruskan ke main clutch dan diteruskan kembali ke transmisi, di sini putaran diatur kecepatannya setelah itu diteruskan lagi ke Bevel Gear, dari komponen ini tenaga putaran diteruskan lagi ke Pinal drive, akan tetapi putaran tersebut harus melalui terlebih dahulu steering sebab bagian inilah yang menjadi satu dengan Bevel Gear. Pada komponen Final drive, undercarriage mendapat putaran dari hasil power mesin. Di sini akan diterangkan masalah Undercarriage, yaitu kompo' nen-komponen pendukung kelancaran bekerjanya Undercarriage dan bagaimana fungsi maupun cara kerja dari komponen-komponen karena tanpa adanya komponen ini undercarriage tidak dapat bekerja dengan sempurna.
Bagian-b agian
d

ari

U nderc

arriage

Putaran dari mesin yang diteruskan ke beberapa komponen akhirnya pada Final drive, di mana pada komponen ini under' carriage digerakkan sesuai dengan putarannya, adapun putaran yang diberikan dari Final drive ke undercarriage tidak lanpung putaran tersebut diterima oleh undercarriage akan tetapi harus melalui komponen-komponen pendukung Undercarriage tersebut.
50
51

B----

['
ikut
Adapun komponen-komponen Undercarriage adalah sebagai ber_
:

2.

CARRIT:R ROLLER

1.

TRACK FRAME

Pada mobil sebagai penahan dari beban kendaraan atau mobil tersebut dengan sebutan lain yakni sebagai kakinya adarah roda, sedangkan pada Buldozer lain halnya dengan mobil, sebagai penahan dari beban Buldozer dipergunakan suatu komponen ying dinamakan TYack Frame.

Jarak antara Sprocket dengan Front Idler cukup jauh mengakibatkan rantai dari Buldozer akan mengendur, dengan mengendurnya rantai tersebut jika Buldozer bekerja atau berjalan dkibatnya akan terjadi keausan pada komponen Undercarriage, untuk mengatasi hal tersebut di atas dipasanglah komponen yang bernama Carrier Roller. Dengan adanya komponen ini rantai akan tetap tegang disebabkan adanya penyanggah dari Carrier roller. Putaran rantai dari sprocket ke front idler yang cukup jauh dan berat akan dapat teratasi dengan adanya Carrier roller, sebab rantai dapat dipikul dan putaran rantai dapat terhantar. Dengan terpikulnya dan juga tertegangnya rantai Buldozer tersebut, Carrier roller juga mengatur rantai yang telah terpikul dan tertegang agar tetap lurus selama rantai tersebut berjalan, karena jika rantai tersebut tidak dapat terpikul dan lurus akan terlepas keluar. Bagian-bagian yang mendukung kelancaran bekerjanya dari Carrier Roller adalah sebagai berikut :

a.

Roller Housing

Komponen atau bagian ini adalah yang menerima langsung beban dari track atau rantai dan sekaligus sebagai bagian-bagian yang berputar, karena komponen ini langsung bersinggungan dengan track atau rantai, jadi komponen ini mendapatkan faktor keausan yang cukup besar.
Gambar 2 l TBAK FBAME

Shaft
Diagonal brace Diagonal brace cup

. 2.
'l

Track frame Track roller

3. 4.

Berputarnya roller housing yaitu pada komponen shaft, selain daripada itu, juga sebagai tempat dudukan Bearing dan komponen-komponen dari Carrier Roller yang lain.
c.

Bukan hanya sebagai penahan dari sebuah Burdozer, track juga sebagai tempat kedudukan dari kompon"r-ti-ponun Itur" undercarriage yang lain misalnya , cariier Roller, Tyack Roller, Front Idler dan lain-lainnya.

Seal Guide

Floating seal yang duduk pada Seatnya haruslah terdapat penahan untuk supaya tidak mudah ke luar, sebagai pencegah agar tidak mudah keluar pada Carrier Roller terdapat Seal
Guide.

52

53

:W
d.

Bearing

,.

Cover

Putaran dari Roller Housing, tidak dapat duduk pada shaftnya, sebab faktor keausan pada Buldozer harus dihindarkan akan tetapi dengan adanya putaran roller housing pada shaftnya, faktor keausan cukup besar. Untuk menghindari hal demikian sehingga faktor keausan dapat diperkecil maka pada Carrier Roller dilengkapi dengan komponen yaitu Bearing, selain dari pada itu Bearing juga berfungsi sebagai penahan dari roller housing.
Set

pada roller housing juga Komponen'komponen yang terdapat untuk mencegah dari harus terhindar dari kttoran'kotoran' pada Carrier roller yaitu masuknya kotoran dibuat komponen
Cover.

dari Bearing diperlukan Untuk dapat menepatkan kedudukan untuk tempat ajusment itu suatu pengun"iun vuii" Nut, selain
atau penYetelan Pre load roller'

Nut

Komponen

seat

adalah sebagai dudukan daripada Floating

seal supaya dapat duduk dengan sempurna.

F.loating Seal

Roller Housing yang berputar setiap saat, untuk memudahkan berputarnya roller housing dipasang bearing, walaupun telah dipasang bearing faktor keausan masih tetap ada untuk itu diberi oli sebagai pencegah keausan. Oli yang terdapat pada roller Housing harus tetap atau tidak boleh ke luar. Untuk mencegah kebocoran dari oli pada roller housing dipasang suatu komponen yaitu Floating seal, selain itu juga berfungsi sebagai pencegah masuknya kotoran ke dalam roller housing yang dapat mempengaruhi pelumasan oli tersebut.
o

Plug
Oli yang terdapat pada roller housing ternyata pada saat-saat tertentu perlu diganti dengan yang baru sebab viskositas dari oli tersebut menurun, untuk mengganti oli yang baru, mengeluarkan oli yang lama dibuat suatu alat yaitu Plug.
2 Gambar 2 ROLLEB CARRIER

h.

Snap Ring

Komponen-komponen yang terdapat pada Roller Housing tentunya tidak boleh bergeseran dengan kata lain harus tetap, untuk mencegah dari bergesernya komponen-komponen yang terdapat pada Roller Housing dipasang komponen yaitu Snap ring.
54

l. 2' 3. 4. 5.
3.

Roller housing Shaft


Bearing Seat

6.
7.

Seal guide Plug Snap ring Cover

8. 9. 10.

Floating seal

Nut

yang sangat penting dalam Komponen ini adalah komponen


55

FRONT IDLER

'n.t

undercarriage, karena komponen


sebuah buldozer.

ini merupakan roda depan

dari

Tlack yang panjang jaraknya mengakibatkan track tersebut cenderung akan mengendur, seiang jikl track tersebi,i -"rrrurdur gesekan antara trick denga, ko-*pon"n yang rain menjadi Iebih besar.

Benturan yang diakibatkan tadi yang menerima pertama kali adalah Front Idler sehingga komponen ini akan mundur, akibat dari mundurnya Front Idler maka track pun juga turut mengendur guna menanggulangr masalah di atas dipasang komponen Yoke.
c.

menegangkan track tersebut, yang akibatnya gesekan U.rkurang. -.rjuji Medan kerja itu atau operasi daripada burdozer pada daerah yang penuh dengan rintangan-rintangan. Har ini seperti ini harus diatasi oleh burdozer dengan baik kiena memang tugas dari burdozer beroperasi pada daeiah v*g U".at. Rintangan atau benturan-benturan tersebut yang menerima lebih dahulu adalah front Idler, juai f.ornponen inilah yang meng_ atasi segara benturan atau kejutan dari ruar supaya burdozer beroperasi dengan baik dan sempurna. Front Idler sendiri terdiri dari komponen_komponen yang masing-masing

Untuk menghindari dari faktor gesekan atau keausan yang cukup tinggi yang diakibatkan tidak menegangnya track maka front Idlerlah yang diberi tugas untuk

Brocket' Front Idler yang setiap saat berputar, tentunya berputarnya Front Idler harus dibatasi atau jangan sampai Front Idler ke luar dari Tlack Frame, selain dari itu Front Idler mempunyai shaft, sedangkan shaft tersebut harus ada dudukannya, untuk membatasi dan tempat bergesernya Front Idler di samping sebagai tempat dudukan shaft maka dilengkapi pula dengan komponen-komponen yakni Bracket.
Guide Plate

d.

Komponen

ini yang menentukan gerakan

bebas

naik turun,

karena seandainya Front Idler terlalu banyak gerakan naik turun akibatnya sisi dari Track Frame yang berhubungan dengan
.

komponen tersebut adalah ,elieai

mempunyai fungsi tersendiri,

L"ritr,

"dd;l;;onen_

aus, jadi guide plate sebagai tempat adjusment atau penyetelan clereance antara Bracket dengan Yoke.

Front Idler akan cepat

a.

penggulung.

Front ldler Setiap buldozer akan maju, mundur atau berbelok ke kiri ke_ kanan pada saat itu pula t..f. ,"fa, ,,"rr*irr*'ii'*ruru sprocket dan front Idrer. Daram bergurung di antara kedua komponen tersebut, hack juga harus tetap dalam keadaan Iurus. Untuk menanggulane, ,;Juh di atas ,uar'Uni"rugu dilengkapi dengan tront tOti, Vang sekAigus berfungsi sebagai

Shim
Shim adalah komponen dati Front Idler yang berfungsi sebagai tempat menentukan clereance dalam bentuk lempengan-lempengan pada Guide Plate. Adapun fungsi daripada adjusment atau penyetelan pada Guide plate adalah sebagai berikut :

(1) Untuk mengurangi keausan yang berlebihan dan agar keausan yang terjadi merata.

b.

Yoke

Buldozer yang beroperasi pada daerah terjar dan keras untuk mendorong tanah di daerah ini burdozer harus tahan ieriaaap benturan-benturan yang keras akibat dari daerah tersebut.
56

(2) Untuk menjaga aligment Undercarriage agar tetap lurus. (3) Untuk kelurusan dari jalannya Tlack.

57

L--

r'*
I

b.
Gambar 2

Non Interlocking Track Assy Konstruksi pemasangan Pin tidak diberi perantara Seal Dust tetapi dengan master dan master Bushing.

FBONT IDLEB

Untuk dapat bekerja dengan sempurna, track juga terdiri dari


beberapa komponen yang masing-masing mempunyai tugas dan funggi yang berbeda, adapun nama-nama komponen Tlack tersebut sebagai berikut :

1. 2. 3. 4. 5.

Front ldler
Yoke Bracket Track Shoe

Track Link

(1) Track Shoe/Grouser Track Shoe adalah yang menerima seluruh beban dari sebuah Buldozer untuk diteruskan ke tanah, jadi luas daripada se.buah Tlack Shoe sendiri dibuat sedemikian rupa untuk dapat menempuh tempat lerengJereng gunung yang curam, agar Buldozer dapat turun maupun mendaki dengan sempurna dan tidak
slep.

(2) Track Link/side bar Tlack Shoe yang telah menerima beban Buldozer untuk dite' ruskan ke permukaan tanah, komponeR ini juga terikat pada sebuah komponen yang bernama Tlack Link, Tlack Link adalah seolah-olah sebagai rel yang berjalan tetapi Tlack Link selalu dalam keadaan bergulung mengikuti Tlack Shoe. (3) Pin dan Bushing Tlack Link yang begitu palrlang dan menggulung tidak mungkin dibuat memanjang seperti halnya dengan rel kereta api karena operasi dari Buldozer tidak hanya pada daerah yang rata.
Dengan adanya hal di atas maka TYack dibuat berbentuk rantai

4.

TRACKS

,... ltu :.*uU

Berjalannya Buldozer yaitu menggulunglya Tlack secara terus menerus' iadi track adalah bagian utama pada sebuah Burdozer, karena komponen ini langsunj bersinggungan dengan tanah yang merupakan alas dari Buldozer tersebut. pada umumnya terdiri dari dua macarn diantaranya ya_

untuk memudahkan dalam penggulungan Track Shoe. Dengan banyaknya rantai atau Tlack Link maka rantai-rantai

o.

Interlocking Track Assy Konstruksi pemasangan pin diberi perantara dengan sear dust untuk menahan kotoran dari luar.

tersebut haruslah dalam keadaan menyambung dengan itu dibuatlah komponen penyambungnya yaitu Pin dan Bushing, yang sekaligus sebagai engsel dari setiap sambungan Tlack Link.
Seal Dust adalah sebagai pencegah masuknya kotoran-kotoran
59

(4) Seal Dust

58

pada celah-celah track

maka akan merusak komponen_komponen

link maupun pada pin dan bushing, se_ bab jika kotoran tersebut tidak dapat dibuang atau dicegah

(1) Single Grouser Pada Tlack Shoe semacam ini digunakan pada Buldozer yang
beroperasi pada daerah tanah biasa.

r."*iii.[.rtrr.

(5) Bolt

dan Nut sebagai pengikat antara Track


Gambar

Bolt dan Nut adalah berfungsi


Shoe dengan track link.

SINGLE GBOUSER

:o

o o

(2) Rockbet Shoe/Scoria Disposal Rocket Shoe dipergunakan pada Buldozer yang beroperasi pada daerah bebatuan yang keras, sedangkan Scoria Disposal di mana konstruksinya hampir sama dengan Rockbet Shoe akan tetapi berbeda dalam penggunaan, ymg mana Buldozer yang mempergunakan Track Shoe ini adalah beroperasi pada
daerah tanur tinggi yang mencapai suhu di atas 45oC.

Gambar

HOCKBEI SH OE/SCO RIA DISPOSAL

(3) Extreme Service Shoe Adapun Tlack Shoe semacam ini dipergunakan pada Buldozer yang beroperasi di daerah pasir campur bebatuan keras.
Gambar 2

2. Bushing

1. ro.r rinr,lrilr fu.t

- 4 *t

4.

,.

in

Gambar

Seal Dust

EXTREMA SERVICE SHOE

Traktor atau Burdozer dipergunakan untuk segara keperruan misalnya : digunakan pada daeralh tanah berlumpur, knah yang !"1*, berpasir, batu-bituan dan lain r"trguiryu. penggunaan dari Buldozer tersebut di atas sangat ditentukan oleh konstruksi dari Tlack shoe, adapun macam-macam Tlack shoe/Grous.r-a"., tunssi dari masing-masing adalah sebagai berikut :
60

(4) Semi Double Grouser


Sedangkan Tlack Shoe macam ini dipergunakan oleh Dozer Shovel untuk menggali dan memuat tanah biasa.
Gambar 2 - 8 SEMI DOUBLE GBOUSER

61

["
(5) Triple Grouser Shoe Tliple Grouser Shoe adalah macam Ttack Shoe yang dipergunakan oleh Dozer Shovel untuk beroperasi di daerah yang
medannya keras.

Pada Buldozer, track roller yang dipergunakan terdapat dua


macam di antaranya

yaitu

Gambar

- I

a. b. 6.

Single Flange

Double Flange SPROCKET

GROUSEB SHOE

Buldozer dapat bergerak karena adanya tenaga dari energi mesin, yang kemudian diteruskan ke komponen-komponen penerus dan berakhir pada komponen Sprocket. Sprocket lah yang memutarkan hack assy sehingga Buldozer tersebut dapat bergerak maju, mundur atau berbelok ke kiri, ke kanan, adapun sprocket tersebut terdapat dua macam diantaranya yaitu :

(6) Snow Shoe Snow Shoe adalah macam track shoe yang khusus diperguna_
kan pada daerah dingin atau bersalju.
2

Gambar

l0
Gambar

SNOW SHOE

12

SOLID TYPE SPROCKET

(7) Swamp Shoe Swamp Shoe adalah macam dari Tlack Shoe yang dipakai
oleh Swamp Buldozer dan Swamp Dozer Shovel yang beroperasi pada daerah yang berlumpur. 2

Gambar

Og
11

SWAMP SHOE

Gambar

13

SEGMENT SPROCKET

TRACK ROLLER Beban Buldozer yang diterima oleh Ttack Frame diteruskan kepada Tlack shoe, beban yang diterima oreh track shoe harus membagikan sama rata, untuk membagi beban ,u-u ,uiu tlrsebut pada undercarriage diperlengkapi suatu komponen ,uitu- n""r. Roller, selain pembagi beban, track roiler juga t"rrunsi seuagai penahan beban Buldozer tersebut. 62

5.

o
63

7.

EQUALITING BEAM
Pada sebuah Buldozet, terdapat suatu komponen yang berna-

ma Equaliting Beam, yang mana komponen ini sangat penting pada suatu Buldozer, adapun funpi dari komponen ini ialah seba' gai penahan keseimbangan dari Buldozer terutama pada bagian
muka atau depan yang kemudian hasil penahannya diteruskan ke' pada track Frame.

Buldozer bila sedang beroperasi selalu terdapat goncangan dan benturan dikarenar.* urra"r". lu.luuungun atau bertumbukan dengan benda-benda keras. Untrt.urgurangi terjadinya demi_ kian maka dengan adanva.equ"ll;tr;il;,, hal rersebut di atas dapat diatasi, dan buldozer dapat n..o'pu*ri dengan sempurna. Equaliting Beam sendiri terdapat duu,,u.u_ diantaranya yaitu: o. RiSiA Bearn

Gambar

15

SPRING BEAM

1. Bracket 8.
RECOIL SPRING TRACK AJUSTER

2.

Spring

Jika buldozer sedang beroperasi dan dalam operasinya buldo zer selalu menerima benturan-benturan dari luar. Yang menerima benturan pertama kali ialah track shoe IaIu track link dan berakhir pada front Idler. Untuk meresap atau meredam dari benturan yang diterima oleh front Idler maka pada Undercarriage dilengkapi dengan kornponen-komponen untuk mengatasi masalah di atas yaitu Recoil
Spring.

Selain berfungsi sebagai peredam kejutan, recoil Spring diguna-

kan untuk menegangkan dan juga untuk mengendorkan track. Pada Recoil Spring terdapat pula komponen-komponen penunjang kesempurnaan bekerjanya Recoil Spring, diantaranya yaitu :

o. Rod
Gambar Z
14 BIGID BEAM

l. 2. 3. 4.
64

Support

Seat
Bubber pad Equalitor bar

5. 6. 7.

Center pin
Bushing

Soring Beam

Benturan yang diterima oleh recoil Spring berasal dari kompo nen yoke, guna mengembalikan benturan tersebut diteruskan ke front Idler sehingga yang tadinya Tlacks mengendur akibat dari benturan, menjadi tertegang kembali. Pada saat demikian yang bekerja pada Recoil Spring adalah Rod.

b.

Cylinder Cylinder adalah suatu ruangan dari grease yang berfungsi bagai penekan dari Rod.

se-

65

r''

('.

l'iston

Piston adalah komponen dari Recoil Spring yang berfungsi bagai penerus tekanan grease guna diteruskan ke Rod. d. Cover Depan
nahan Spring dan tempat mengeluarkir
7

s.
se_

Bolt Adalah komponen dari recoil spring yang berfungsi sebagai

penerus tekanan spring yang juga meluruskan gaya yang tidak beraturan.
pe_

Adalah komponen Recoil Spring yang berfungsi sebagai rprirg tersebut.

It.

Cover Belakang

Adalah komponen-komponen dari Recoil Spring yang berfungsi sebagai tempat mengecek keadaan dari pada Recoil Spring tersebut.

9.

GUARD

frack shoe yang selalu berputar selagi buldozer beroperasi, track shoe tersebut harus tetap lurus dalam putarannya sebab bila tidak lurus kemungkinan lekas cukup besar.

Gambar

1. 2. 3. 4.

RECOIL SPBING
Bod Cylinder Piston
Cover depan
5. 6. 7. 8.
Ho

16

using

Spring

Bolt
Cover belakang

e.

Housing

, Adalah komponen dari recoil Spring tempat susunan dari kompo";k;;;;;.. yjng berfungsi sebagai Recoil Spring dan juga sebagai tempat oli pelumas. ---"r"' f.
Sprtng
Gambar

berfungsi sebagai . q,gnahan gaya tekan yang diterimu urluf. kemudian -----*l gaya tersebut diredamkanataudikembalikan.
66

Adalah komponen dari recoil spring yang

2GUARD

Untuk menjaga terlepasnya track dan juga menjaga kelurusan


dari Tlack tersebut pada Undercarriage dilengkapi dengan komponen yaitu guard. Pada saat beroperasi buldozer sering berada pada
67

tempat yang kotor O"lgul beradanya pada tempat demikian maka komponen-komponen una"..uiriu*" i"lr.*, kotoran. Dengan demikian adanya Guard hal tersebut di atas dapat diatasi dengan baik.sehingg, a"iu." neroperasi pada tempat yang kotor sekatipun butdozer afir"-t*idli

PT PUMP
Sebagaimana kita ketahui bahwa sistem bahan bakar motor bensin agak berbeda dengan sistem bahan bakar motor diesel. Di mana motor diesel mempergunakan pompa injeksi bahan bakar untuk menghasilkan dan memberi tekanan pada bahan bakar, di samping itu mempergunakan injector sebagai penyemprot bahan bakar yang telah dialirkan oleh pompa injeksi bahan bakar. Jadi tanpa adanya pompa injeksi bahan bakar tidak mungkin mengalir dengan baik. Pada kali ini akan diterangkan mengenai pompa injeksi bahan bakar yang digunakan pada mesin alat-alat berat yang biasanya mempergunakan Cummins Bngine. Sedangkan pada Cummins Engine pompa Injeksi bahan bakar agak berbeda dengan pompa injeksi bahan bakar seperti motor diesel lainnya.

BAB III

au,gu, sempurna.

dari Undercarriage beserta dengan fungsi_fungsin;, maka kita dapat mengetahui secara jeras apa yang aimaklua aurgun undercarriage terseseluruhan yane

10. GAMBAR KESELURAHAN DARI ANDERCARRIAGE setelah kita mengetahui nama-nama komponen

Di sini akan digambarkan mengenai Undercarriage

terdipr6;; bril;;i."'

secara ke-

Pada Engine Cummins mempergunakan PT Pump sebagai pompa injeksi bahan bakar yang mana fungsinya sarna dengan pompa injeksi motor diesel lainnya. Juga FI Pump kami rasa sangat langka dikalangan umum dan juga tidak terdapat dibengkel pendidikan maka sudah sewajarnya masalah baru ini kami ketengahkan.

I.

FUNGSI DAN PENGENALAN PT PUMP

PT Pump kependekan dari kata Pressure and Timming Pump,

di mana tekanan didapat dari hasil kerja PT Pump itu sendiri


dangkan Timing didapat dari waktu penyemprotan yang telah atur oleh Camshaft motor itu sendiri.

se-

di

2.
Gamhar Z
1.

TYPE DARIPTPUMP

1g

UNDEBCABBIAGE
ldler
Carrier Boller Diagonal Brace
2. 3.

4. Sprocket 5. Tracks 6. Tracks Frame

Tracks Roller
Track Boller Guard

g.

Setelah kita mengetahui gambaran sekilas mengenai fungsi dari Pump, maka kita akan melangkah lebih jauh lagi mengenai PT Pump itu sendiri. Sebab kita tidak dapat hanya mengetahui fungsi dari PI Pump tanpa mengetahui lebih jauh lagi. PT Pump sendiri terbagi dari beberapa type diantaranya yalimi :

PI

68
69

I
PT Puntp type R

c.

PT Pump ini adalah yang dilengkapi dengan mempergunakan regulator sedangkan fuel flow atau aliran bahan bakarnya diatur oleh MVS
b.

PT PumP AR PumpSedangkan cara kerja PT PT Pump tvpu

ini Tutl* di atas''hanva PT Pump MVS;;; **u t"f*t diterangkan kebanyakan PT

adalah sama seperti

PT Pum Type G

ini*t'*pergunakan satu screen' pada wheel Loader' tanpa Pump macam ilf 6iplts*nakan satu screen

;;;"*;uun
bahan
sempurna.

PT Pump type ini adalah tidak mempergunakan regulator dangkan fuel flow diatur oleh Governor.

se-

dan hanya mempergunakan ungitt -il;; uersil, dan dapat bekerja dengan bat<ar suaa*t

3. a.

CARA KERJA DARI PT PUMP Menurut cara kerjanya terbagi atas beberapa macam diantara:

d. PT PumP tYPe Aurcmative

nya yaitu

PT Pump AFC Cara kerja dari PT Pump AFC adalah dengan mempergunakanl memerlukan angin untuk dapat menghasilkan pressure (tekanan) yang tinggi, dan dengan sendirinya. Untuk tidak mempe-

berbeda dengan yang lain' PT Pump ini cara kerjanya sangat -- AFC unmempergunakan MVS sebab PT Pump ini tanpa untuk mendapatkan tuk mendap"tr.*'-t"r.unu' v*g tinggr, pada a"t'gun jalan pengelasan tekanan yang tinggi dilakukan Throttle shaft'
- KOMPONT:N PT PUMP FT]NGSI DARI KOMPONEN pr pump dalam sempurna untuk berjalan atau bekerja dengan

ngaruhi tenaga dari engine itu sendiri maka dibuatlah suatu alat penghasil udara yaitu Ttrrbocharger, dengan adanya turbocharger maka PT Pump AFC dapat berjalan dengan sempurna tanpa ada pengaruh tenaga mesin, akan tetapi PT Pump APC bukan hanya mempergunakan T\rrbocharger, di dalam PT Pump AFC itu sendiri mempergunakan satu Screen atau saringan bahan bakar.

4.

v*g terdapat di bekerja dilakukan ;;;;;o"tt'-ko*pon"n Pump itu sendiri' komponen-komponen dalamnya atau pada PT dan kesempurnaan bekerianya inilah yang *t"un'jl*tt"tun"utun dalam merupakan suatu kesatuan dari PT Pump, tto*p"on"n ini yang berbeda'

b.

mempunyai fungsi PT Pump yang masin!'masing pada PT Pump terdapat keru' Misalnya salah satu komponen dengan

PT Pump MYS

Cara kerja dari PT Pump MVS adalah tanpa mempergunakan atau memerlukan angin untuk dapat menghasilkan pressure (tekanan) yang tinggi. PT Pump MVS tanpa mempergunakan Ttrrbocharger sudah dapat bekerja dengan sempurna, tetapi PT Pum X/n/S di dalamnya terdapat atau mempergunakan dua Screen fuel yang terdiri dari Screen Kasar dan Screen halus, dengan adanya dua buah Screen menjadikan kotoran yang terdapat pada bahan bakar akan hilang dan akibatnya umur mesin terutama injectornya cukup lama.

pt pu* tidak dapat bekerja sakan atau'throuti" *uftu terdapat komponen-komponen yang sempurna. Oengan kata lain tulang punggung dari PT di dalam PT P;;;Jd"h-*"ruiakun yang terdapat Pump itu sendiri,'ua"p" .k:*.Po1"o-komponen : p"J" Pt PumP adalah sebagai bedkut a.
masuk inilah bahan bakar pertama kali ini fuel Filter' pudu ko-ponen' PT Pump ,et"ri-t"iuf i fu"f ."tutui ceiah-celah roda gigi, dengan dipompa utuu r,rui^li pi", setelah
Pada komponen
Gear PumP

ke

dipresnya ru"f

'*jtu

tersebut' Ojiapatlafr tekanan pada fuel

77

70

r|l

bahan bakar bertekanan maka dengan sendirinya atau secara oto_ matis bahan bakar tersebut akan irengalir ke komponen_kompo nen yang lain di dalam pT pump.

q$addddssa
Gambar

PULSATION DAMPER
1.

2.

Gambar

3.
1

Bodi damper 0 ring Diafragma damper

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

GEAR PUMP
Gasket gear pump

4.

ring

5. 6. 7. 8.

Washer nylon

Bodi damper

Seal
Baut

Ring drive Shaft drive


Cover

Gear
Housing

Elbow
Dowel

9. Shaft 10. Gasket 'I l. Washer spring 12. Bott 13. Gear pump 14. Bolt 15. Washer

c.

b.

gear qurp mempunyai tekanan, l?.T_pukur..oleh se;j; ;;rrnp, arrrannva tidak rata atau bergelo-uurg, Jt.;;'ffi; brtul ,ur* tidak rata jika tersemprot oref, in.i".toip.nyemprotannya kurang sempulna, dengan adanya pursatiln dampei aririn t"rr"lui'auput diratakan, setelah diraiakan ffi; ;;k* diarirkan lagi ke'kom_ ponen-komponen lain. 72

Pulsation Damper Setelah bahan bakar melalui gear pump seterusnva bahan bakar ke pursatio, J;;;;r:-["nI""L!.r.'

Filter Bahan bakar yang sudah diratakan alirannya oleh Pulsation damper maka fuel tersebut akan mengalir ke Screen dan filter, walaupun bahan bakar alirannya sudah rata akan tetapi fuel besar kemungkinan masih terdapat kotoran-kotoran maupun beram-beram yang mengakibatkan komponen-komponen yanglainmenjadi rusak, kotoran maupun beram yang terdapat pada fuel akan tersaring oleh Screen dan filter. Bahan bakar yang telah bersih dari kotoran maupun beram
Screen dan

:"*r\

rli*rf",*

r,_

akan mengalir ke MVS dan PTG Governor, adapun screen yang terdapat pada PT Pump ada dua macam diantaranya yakni :

(1) Screen kasar


Bahan bakar yang sudah rata alirannya dan kemudian disaring oleh screen kasar yang mana screen ini berfungsi untuk menya-

ring/menarik beram-beram yang terkandung pada fuel, jadi pada konstruksinya diberi maknit agar dapat tertarik, selain
73

l'',

menarik beram-beram, screen kasar berfungsi pula


pengalir bahan bakar untuk menuju pTG Governor.

sebagai

(2) Screen halus Screen halus mempunyai fungsi untuk mengalirkan bahan bakar yang telah bersih dari beram-beram menuju MVS Governor di samping Screen halus juga berfungsi sebagai pembersih kotoran dan debu yang dikandung oleh bahan bakar tersebut.

ir ,,'
Gambar 3
SCREEN

& FILTEB

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Cap

Sealing ring Spring


Screen halus

ring

wi
6

,^S\S
Gambar

PTG GOVERNOB

Retainer
Screen kasar

d.

PTG Governor

Fuel/bahan bakar yang telah dialirkan dari screen kasar seterusnya menuju ke PTG Governor. Komponen ini adalah fungsi sebagai pengatur banyak ataupun sedikitnya aliran fuel/bahan bakar yang akan menuju keinjector sesuai dengan kebutuhan atau kecepatan dari engine sendiri.

l. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Cover

Gasket

Ring snap
Retainer Shim

8. Guide dan clip 9. Washer 10. ldle Spring 1. ldle spring plunger 12. ldle spring adapter
1

Spring high speed

Ajusting screw

13. 14.

Plug

Seal

e.

MVS Governor Fuel/bahan bakar yang terdapat pada screen dan filter, sebagian fuel dialirkan ke PGT Governor dan sebagian lagi dialirkan ke MVS Governor. Fuel/bahan bakar yang mengalfu ke MVS Governor menuju melalui screen halus, sedangkan jumlah aliran fuel yang menuju ke MVS Governor lebih sedikit dibandingkan dengan aliran fuel yang menuju ke PTG Governor. MVS Governor yang mengatur pensupplyan atau yang mentrasfer fuel/bahan bakar yaitu pada waktu kecepatan tinggi atau high speed jangan sampai
75

74

-l

r--i

kekurangan bahan bakar dan juga pada waktu kecepatan rendah/ lowspeed jangan sampai terjadi kelebihan bahan bakar. Sedangkan fungsi lain dari MVS Governor adalah sebagai penambah power pada waktu engine mendapatkan beban.
2 9

hubungan dan bahan bakar yang mengalir dari PTG Governor menuju ke MVS Governor harus selalu terkontrol. Untuk mengkontrol atau mengatur sedikit maupun banyaknya aliran bahan bakar dari PTG Governor ke I\IVS Governor pada PT Pump terdapat komponen pengaturnya yaitu Throttle Shaft'
B ril'

^t

i\q $11

S,

f'

ts. Slrut Down

Valve Pump ke

)
o--- - _-- 10

l?

r
\

a ,?
/",, \/i \t!

terus menerus, akibatnya bahan bakar berlebihan mengalir ke injector, dengan berlebihnya bahan bakar yang mengalir maka akan terjadi pemborosan terhadap bahan bakar. Untuk menghindari pengaliran bahan bakar yang tidak diinginkan pada injector juga dilengkapi dengan komponen yaitu Shut Down Valve' Adapun konstruksi dari komponen ini dilengkapi dengan Coil, sehingga komponen ini dapat bekerja bila dialiri dengan listrik'

Aliran bahan bakar dari PT

injector berjalan

secara

'1

ll

I zs
24

11

MVS GOVERNOB

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Plunger Governor Spring plunger Ring snao shim Housing


Shim

Retainer Spring high speed

throttle thorttle I l. 0 - Rins 12. Shaft 3. Set Screw 14. Lever 15. Ajusting nut
9.
10.
Plunger Stop
1

11.
18.

Nut
Washer Gasket

19.

20. 21. 22. 23.

Adapter plate ldle spring


Cover Sealing ring.

16.

Washer

f. Throttle Shaft
Walaupun PTG Governor dan MVS Governor mempunyai fungsi yang berlainan akan tetapi kedua komponen ini saling ber76

1. 2. 3. 4.

Shaft Valve Sprinq 0 ring

5.

6. 7. 8.

Sheld 0 - ring Coil

6 Gambar 3 SHUT DOWN VALVE 9. 10' 11.


H

ousing

Knob
Connecti on

Sealing ring

77

SISTEM KERJA PT PAMP Poros penggerak atau drive gear memutarkan gear pump sehingga bahan bakar yang terdapat pada fuel filter lkan terhisap, terhisapnya bahan bakar disebabkan oleh hisapan atau berputarnya roda gigi, fuel yang terhisap dan masuk ke dalam gear pump dari komponen PT yang lain, setelah dari gear [ump tuel T*o menuju/mengalir ke pursation Damper, pada komp*on"n iri bahan bakar diratakan alirannya karena ariran yang dihasilkan oreh Gear Pump sifatnya tidak rala, bahan bakar yang terah rata arirannya disebabkan Pulsation Damper yang mengubah dan bahan bakar terus mengalirimenuju ke filter dan screen. pada komponen ini, fuel dibersihkan dari kotoran, debu, beram sehingga iu"i u"nu, dari kotoran, debu, beram dan lain-lain. Pada komponen Screen terdapat dua macam yaitu screen ka_ sar dan screen halus, bahan bakar yang terdapat pada screen kasar setelah bersih dari beram-beram terus bahan nutui,n"nr;, r." prc Govrnor, sedangkan bahan bakar yang terdapat pada screen halus setelah bersih dari kotoran-kotoran terus menuju ke MVS Governor.

.'.

inti besi menjadi maknit sehingga aliran bahan bakar yang akan ke injector dalam posisi membuka, yang mengakibatkan bah:rn
bakar dari MVS Governor mengalir menuju shut down valve dan terus ke fuel supply manifold untuk kemudian di bagikan kepada injector.

J { i I I

volumenya yang akan keluar dari pTG Governor menuju ke throttle shaft sedangkan sisa dari volume bahan bakar disarurkan ke mainport dan akan kembari lagi ke gear pump untuk kemudian siap disupplykan kembali. sedangkan bahan bakar mencapai Throttle shaft, di sini bahan bakar diatur pengarirannva dari PTG Governor untuk menuju ke MVS Governor,-."rrduh bahan bakar mendapat pengontroran dari komponen Throttle shaft, kemudian menuju ke Mvs Governor. padikomponen ini nur,u, nukar diatur pengalirannya agar aliran bahan nuf.u. fr.ir* ,"v*g suai dengan penambahan maupun pengurangan kecepatan
tersebut.
mesin

Bahan bakar yang terdapat di prc Governor aliran bahan bakar tersebut diatur mesin, di sini juga bahan bakar diatur

il

Gambar

FUEL

SYSTEM

Setelah bahan bakar diatur alirannya pada komponen MVS Governor dan terus menuju ke shut down valve, di mana pada komponen ini fuel diatur pembukaan dan penuiupun utiru,ny, untuk menuju ke injector, iika ariran ristrik dari baffi

6.

-"nguuur,

Filter screen, 7. Governor barrel, 8. Governor plunger, 9. ldle pressure, 10. Fuel pressure, 11. Throttle sleeve,12. Throttle shaft.13. Throttle stop pin,14. Front throttle screw 15. Hear throttle screw, 16. MVS Governor assembly,17. Shut down valve, 18. Fuel manifold pre,19. lnjector.20. Metering orofice.21. lnjector
return.

1.

Fuel

tank, 2. Suction pipe. 3.

Fuel

filter, 4.

Gear

pump,

5.

Pulsation damper

78

79

FI

bertambah dan drive gear juga berputar lebih cepat, dengan berputarnya drive gear dengan cepat, tentunya pT pump pada gear pump berputar cepat pula dan begitulah kejadiannya yang seterusnya.

Bila Mvs ditarik pada posisi high idle yang mengakibatkan fuel mengalir semakin banyak sebab'prunyuivrvs Goriernor bergerak ke atas/kedepan sehingga Hole in dan hole out pada MVS Governor berhubungan bebas tanpa ada hambatan, karena bahan bakar banyak mengalir sehingga kecepatan mesin juga menjadi

(7) Leakage Flow Meter. adalah untuk menentukan kebocoran tekanan pada
Pump.

Gear

6.

TEST ILANIKALtBRASI

PT Pump yang telah dibongkar, diperbaiki komponen-kom_ ponen yang tidak dapat dipergunakan dan setelah itu dipasang kembali, tentunya PT Pump haruslah diset/test kembali untuk mengetahui bagaimana aliran-alirannya bahan bakar pada waktu PT Pump tersebut beroperasi, karena walaupun telah diperbaiki komponen-komponen yang telah rusak, tetapi throbbel pada pT Pump tersebut masih tetap terdapat. Adapun fungsi dari kompo nen-komponen yang terdapat pada Test band atau kalibrasi adalah sebagai berikut :
(1) Fuel temperature. adalah untuk mengetahui atau mengukur suhu dari fuel. (2) Vacuum gauge. adalah untuk menentukan atau mengetahui kebocoran pada
PT Pump.

(8) Tachometer adalah untuk menentukan jumlah putaran. (9) Lifting Byes adalah untuk menentukan gear pump dalam keadaan kosong. (10) Gear Pump Press Gauge adalah untuk menentukan terhisap maupun tidaknya bahan bakar oleh PT Pump. (11) Heater On Signal adalah untuk mengimbangi antara flow fuel dengan pressurenya.

(12) IVianifold Pressure adalah untuk menentukan pressure fuel yang dihasilkan oleh
PT Pump.

(13) Idle flow valve adalah untuk mencari pressure fuel tanpa ajusment atau diset (14) Leakage Flow Valve adalah untuk menentukan kebocoran tekanan pada gear pump. (15) Writing desk
adalah untuk menempatkan data-data hasil pengesetan setelah di test.

(3) Main flow meter adalah untuk menentukan jumlah aliran fuel yang mengalir dari PT Governor ke NIVS Governor. (4) Heater on/off switch adalah untuk menghidupkan atau mematikan test band atau
kalibrasi.

(16) Perforated table tray. adalah untuk menempatkan tools yang akan dipergunakan
dalam pengetesan PT Pump.

(5) Motor stop/star Buttons. adalah untuk menentukan adanya strom (6) Auxillary Fuses adalah untuk menempatkan atau sebagai tempat sekering.
80

(L7) Speed Control adalah untuk mengatur putaran. (18) Grease Nipples adalah untuk sebagai penempatan grease guna pelumasan pada komponen-komponen yang bergerak pada test bend. (19) Rubber mounting feet adalah sebagai bantalan/kaki dari test band atau kalibrasi yang terbuat dari karet.
81

DAT'TAR BAHAN BACAAN

. 2. 3. 4. 5.
I

Pengalaman selama On the Job Training, di PT Llnited J'ractor.

Pengetahuan dasar mengenai alat-alat berat, Kornatsu Bulclozer

Field manual Komatsu service Undercarriage.


PT Pump Shop manual Diesel engine, Training Center PT United Tractor

Iafla fi nur rr. A. lq94 'l-19q3


82

ffi;

PetPuctaka'"t"