Anda di halaman 1dari 3

Kehamilan Remaja a.

Pengertian dan Penyebab Kehamilan Remaja Kehamilan remaja adalah kehamilan yang terjadi pada usia remaja, dimana kehamilan terjadi pada usia ibu kurang dari 20 tahun (Depkes RI, 2007). Sedangkan menurut Kusmiran (2012) kehamilan remaja adalah kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) yang merupakan suatau kehamilan yang terjadi karena suatu sebab sehingga keberadaannya tidak diinginkan oleh salah satu atau kedua calon orang tua bayi. KTD pada remaja disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain : 1) Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. 2) Faktor dari dalam diri remaja sendiri yang kurang memahami swadarmanya sebagai pelajar. 3) Faktor dari luar, yaitu pergaulan bebas tanpa kendali orang tua. 4) Perkembangan teknologi media komunikasi yang semakin canggih yang memperluas remaja untuk melakukan hal-hal yang negatif. Menurut Kusmiran (2012) sebagian besar kehamilan remaja merupakan kehamilan yang tidak diinginkan. Banyak faktor penyebab kehamilan remaja yang tidak diinginkan, yaitu : a) Usia menstruasi yang semakin dini disertai usia perkawinan yang semakin tinggi menyebabkan masa-masa rawan yaitu kecenderungan perilaku seksual aktif semakin memanjang. b) Ketidaktahuan atau minimnya pengetahuan tentang perilaku seksual yang dapat menyebabkan kehamilan. c) Tidak menggunakan kontrasepsi. d) Kegagalan alat kontrasepsi akibat remaja menggunakan kontrasepsi tanpa disertai pengetahuan yang cukup tentang metode yang benar. e) Kehamilan akibat pemerkosaan, diantaranya pemerkosaan oleh teman kencannya (date rape). Kinsey, et al (dalam Kusmiran, 2012) mengungkapkan bahwa kekhawatiran dan rasa takut terhadap kehamilan remaja sebesar 44% dari responden yang melakukan hubungan seksual pranikah. Sekitar 89% justru takut karena alasan moral dan sosial bukan karena alasan kesehatan. Hal tersebut telah menjadi faktor yang membatasi perilaku seksual pranikah. Beberapa pakar menyebutkan bahwa aktivitas seksual pranikah selalu membawa gangguan psikologis dan penyesalan berkepanjangan, terlebih jika kehamilan tersebut tidak diketahui oleh orang lain. Pada kehamilan pranikah, rasa malu dan perasaan bersalah yang berlebihan akan dialami oleh remaja. Apabila kehamilan tidak diketahui oleh orangtua, hal yang memperberat masalah adalah terkadang orangtua atau orang yang tidak mengetahui pemecahan masalah

secara proporsional, bahkan cenderung mengakibatkan suatu tindak kekerasan yang traumatic pada anak. Hal ini menambah tekanan psikologis yang mengarah pada depresi. b. Risiko Kehamilan Remaja di luar Nikah Beberapa risiko yang timbul akibat kehamilan yang tidak diinginkan/kehamilan di luar nikah adalah sebagai berikut : 1) Risiko medis a) b) 2) Aborsi tidak aman berkontribusi pada kematian dan kesakitan ibu. Gangguan kesehatan.

Psikologis a) b) c) d) Rasa bersalah. Depresi. Marah dan agresi. Remaja atau calon ibu merasa tidak ingin dan tidak siap untuk hamil.

3)

Psikososial a) b) c) Keteganggan mental dan kebingungan akan peran yang tiba-tiba berubah. Tekanan dari masyarakat yang mencela dan menolak keadaan tersebut. Dikucilkan dari masyarakat dan hilangnya kepercayaan diri.

4)

Masa depan remaja dan janin a) b) c) d) e) f) g) Terganggunya kesehatan. Risiko kelainan janin dan tingkat kematian bayi yang tinggi. Pernikahan remaja dang pengguguran kandungan. Putus sekolah. Bila bayi dilahirkan, masa depan anak mungkin saja terlantar. Perkembangan bayi yang tertahan. Bayi lahir dengan berat rendah.

Kehamilan remaja dapat menyebabkan terganggunya perencanaan masa depan remaja. Selain itu kehamilan remaja juga akan mengakibatkan lahirnya anak yang tidak diinginkan, yang akan berdampak pada kasih sayang ibu pada anak tersebut. Masa depan anak ini dapat mengalami hambatan karena kurangnya kualitas asuh dari ibunya yang masih remaja dan belum siap menjadi ibu.

Selain hal-hal tersebut, terdapat pula perlakuan yang kurang adil di masyarakat atau institusi formal terhadap remaja perempuan. Sering kali dalam kasus kehamilan remaja di luar nikah, yang menjadi korban adalah remaja perempuan di mana ia tidak bisa melanjutkan sekolahnya. Sedangkan remaja laki-laki masih diperbolehkan melanjutkan sekolah. Selain risiko tersebut jika kehamilan remaja diteruskan dalam usia yang relatif muda dari sudut ilmu kebidanan dapat mengakibatkan penyulit (komplikasi) kehamilan yang cukup besar diantaranya persalinan prematur, pertumbuhan janin terhambat, persalinan yang berlangsung dengan tindakan operasi, kembalinya alat reproduksi yang terlambat setelah persalinan, mudah terjadi infeksi setelah persalinan, pengeluaran ASI yang tidak cukup. Sedangkan menurut Racmawati (2008) risiko yang timbul dari kehamilan remaja antara lain: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Remaja putus sekolah. Kehilangan kesempatan meniti karir. Menjadi orang tua tunggal dan pernikahan dini yang tidak terencana. Kesulitan dalam beradaptasi secara psikologis. Kesulitan beradaptasi menjadi orang tua. Perilaku yang tidak efektif (stress, konflik). Kesulitan beradaptasi dengn pasangan. Mengakhiri kehamilannya (aborsi).

Indikasi aborsi???