Anda di halaman 1dari 4

B.

Gigi Geligi Pemeriksaan atas gigi ini menjadi penting bila korban sudah rusak atau membusuk atau korban yang tidak dikenal identitasnya dan pemeriksaan sidik jari tidak dapat dilakukan. Pemeriksaan meliputi pencatatan data gigi dan rahang seperti gigi yang tidak rata, gigi palsu yang dibungkus logam, tambalan. Pemeriksaan dapat dilakukan baik secara manual atau radiologis dan pencetakan gigi serta rahang. Seperti hal nya dengan sidik jari, maka setiap individu memiliki susunan gigi yang khas. Dengan demikian dapat dilakukan identifikasi dengan cara membandingkan data temuan dengan data pembanding antemortem. Odontogram memuat jumlah, bentuk, susunan, tambalan dan protesa gigi. Identifikasi korban melalui sarana gigi dan mulut : 1. Umur Pertumbuhan dari gigi ada 5 periode antara lain : Periode intra uterine (I.U),malalui benih gigi. Periode sebelum gigi tumbuh (0-6 bulan) Periode geligi sementara (6 bulan-6tahun) Periode mixed dentition Periode gigi tetap

1. Pertumbuhan gigi susu Antara 6 bulan-2 tahun,gigi susu yang lengkap terdiri dari 20 buah gigi tetapi tidak ada gigi premolar. Pertumbuhan gigi Gigi seri 1 Gigi seri 2 Geraham 1 Taring Geraham 2 Umur 6-7 bulan 7-8 bulan 12-15 bulan 15-20 bulan 20-30 bulan

2. Pertumbuhan gigi permanen Gigi permanen yang lengkap terdiri dari 32 buah pada setiap rahang memiliki : 4 gigi seri 2 gigi taring 4 gigi premolar 6 gigi molar

Pertumbuhan gigi Geraham 1 Gigi seri 1 Gigi seri 2 Gigi geraham depan 1 Gigi geraham depan 2 Gigi taring Geraham 1 Geraham 2

Umur 6 tahun 7 tahun 8tahun 9 tahun 10 tahun 11 tahun 12-13 tahun 17-25 tahun

3. Perbedaan gigi susu dan permanen perbedaan Ukuran Gigi susu Gigi permanen besar,lebih lebar

Lebih kecil dan ringan Lebih meruncing kecuali molar

kecuali premolar permanen

Arah

Gigi vertical

anterior

tumbuh Gigi anterior tumbuh agak ke depan Putih kekuningan Kurang ramping Lebih besar dan tidak

Mahkota Leher gigi Akar

Lebih putih Lebih ramping Molar kecil dan divergen

begitu divergen Kantung Pinggiran Tampak bakal gigi bergerigi Tidak ada bakal gigi Tidak bergigi

Pemeriksaan ciri badan atau kerangka Penentuan umur Umur dalam 3 tahapan : 1. Bayi baru dilahirkan 2. Anak dan dewasa sampai umur 30 tahun 3. Dewasa > 30 tahun

Tahap pertama : Bayi yang baru dilahirkan Penentuan umur kehamilan (maturitas) dan viabilitas : 1. Tinggi badan 2. Pusat penulangan 3. Berat badan Pengukuran tinggi badan Streeter Haase : tinggi badan diukur dari puncak kepala - tulang ekor : tinggi badan diukur dari puncak kepala tumit

Penentuan umur dan tinggi badan Rumus Haase : Umur (Bulan) 1 2 3 4 5 Panjang (cm) 1 4 9 16 25 Umur (Bulan) 6 7 8 9 10 Panjang (cm) 30 35 40 45 50

Pusat penulangan Paling bermakna adalah bagian distal tulang paha. Pemeriksaan dengan sinar X juga untuk menilai timbulnya epifisis dan fusinya dengan diafisis.

Osifikasi (inti penulangan) : Tulang Tulang tumit Tulang dada bagian atas Tulang paha bagian atas Tulang kering bagian atas Umur dalam kandungan 6 bulan kandungan 6 7 bulan kandungan 9 bulan kandungan Sebulan lahir

Tahap kedua : anak dan dewasa < 30 tahun o Persambugan speno oksipital terjadi pada umur 17 25 tahun. o Tulang selangka merupakan tulang panjang terakhir mengalami unifikasi. o Unifikasi dimulai umur 18 25 tahun. o Unifikasi lengkap 25 30 tahun usia 31 tahun lebih sudah lengkap. o Tulang belakang sebelum 30 tahun menunjukan alur yang dalam dan radier pada permukaan atas dan bawah.

Tahap ketiga : dewasa diatas 30 tahun Pemeriksaan tengkorak : o Pemeriksaan sutura, penutupan tabula interna mendahului eksterna o Sutura sagitalis, koronarius dan sutura lambdoideus mulai menutup umur 20 30 tahun o Sutura spheno parietal umumnya tidak akan menutup sampai 70 tahun