Anda di halaman 1dari 6

Nama : Komang Islami Susanti NIM : 105020301111024

Kelas : CD KASUS 1 PRAKTIKUM AUDITING PERTANYAAN DISKUSI 1. Pemilik perusahaan membutuhkan jasa audit dari KAP yang independen karena untuk memastikan bahwa laporan keuangan perusahaan telah disusun sebagaimana mestinya sesuai dengan prinsip-prinsip pencatatan yang diatur dalam Prinsip Standar Akuntansi Indonesia (PSAK). Jasa auditor independen digunakan untuk memberi jaminan bahwa laporan keuangan tersebut relevan dan reliable, sehingga dapat meningkatkankepercayaan semua pihak yang berkepentingan dengan perusahaan tersebut, termasuk pihak bank. Perusahaan harus melakukan audit dari KAP yang independen karena hal tersebut menjadi salah satu syarat bagi perusahaan dalam pengajuan kredit pinjaman kepada bank. Sedangkan pihak bank juga membutuhkan audit yang independen agar bisa dijadikan referensi yang bisa menambah keyakinan untuk memberikan kredit kepada perusahaan. Jasa audit dari KAP independen merupakan penengah dari pihak perusahaan dan pihak bank agar tidak terjadi kesalahpahaman dan benturan kepentingan antara kedua belah pihak. 2. - Menurut saya KAP diperbolehkan menerima perikatan audit tanpa adanya partner dan manajer audit yang ahli di bidang perdagangan barang elektronik, karena pihak KAP bisa menggunakan jasa dari orang-orang yang ahli dalam bidang yang dibutuhkan, misalnya orang yang ahli dalam bidang elektronik. Seperti yang dijelaskan dalam Kode Etik Profesi Akuntan Publik Seksi 210.9.e bahwa : Menggunakan tenaga ahli jika dibutuhkan - Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengaudit industri barang elektronik berbeda secara signifikan dengan audit atas dealer mobil yang sebelumnya juga menjadi klien dari KAP walaupun keduanya sama-sama dalam jasa pemasaran dan penjualan, karena industry barang elektronik sangat fluktuatif baik harga maupun pajaknya. Sedangkan dealer mobil tidak begitu fluktuatif dalam harga dan pajak yang dikenakan. - Auditor memiliki kewajiban untuk mendiskusikan pemahamannya yang kurang atau rencana yang telah disusun dengan klien pada para ahli di bidang perdagangan barang elektronik, agar semua bukti yang diperoleh relevan dengan keadaan sebenarnya, sesuai dengan PSA No.39 ayat 9, bahwa: Auditor harus memperoleh pemahaman tentang sifat pekerjaan yang dilaksanakan atau akan dilaksanakan oleh spesialis. Pemahaman tersebut harus mencakup berikut ini: a. Tujuan dan lingkup pekerjaan spesialis b. Hubungan spesialis dengan klien (lihat paragraf 10 dan 11)

c. Metode dan asumsi yang digunakan. d. Suatu perbandingan metode atau asumsi yang digunakan dengan yang digunakan di tahun sebelumnya. e. Kelayakan penggunaan pekerjaan spesialis untuk tujuan yang dimaksudkan. f. Bentuk dan isi temuan spesialis yang akan memungkinkan auditor untuk membuat evaluasi yang diuraikan dalam paragraf 12. 3. Insentif pemberian bonus yang diambil tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi seorang auditor, karena pemberian insentif dapat memberikan dampak positif dalam meraih pendapatan perusahaan, walaupun pemberian insentif berarti menambah beban pembiayaan yang harus dianggarkan oleh perusahaan. Auditor harus lebih teliti dalam melakukan audit pada perusahaan yang melakukan insentif pemberian bonus bagi karyawan karena bisa saja ada kecurangan yang terjadi. 4. - KAP nantinya akan mengalami permasalahan independensi ketika menangani audit atas laporan keuangan sekaligus menjadi konsultan terhadap pengembangan sistem akuntansi PT. Maju Makmur pada periode yang sama, karena KAP menjadi tidak independen jika sistem akuntansi yang diaudit merupakan hasil dari sistem akuntansi yang diperbaiki oleh KAP itu sendiri. Hal ini akan menimbulkan benturan kepentingan dan tentunya sudah tidak ada independensi lagi dalam KAP tersebut dengan perusahaan yang diaudit. Hal ini sesuai dengan Undang-undang Akuntan Publik pasal 28, bahwa: Seorang auditor dalam melakukan jasa asurans haruslah bebas dari benturan kepentingan, baik berupa hubungan keluarga, keuangan, atau memperoleh manfaat ekonomis dari klien - Ya, jawaban saya nantinya tergantung apakah perusahaan tersebut bersifat terbuka atau tidak, karena biasanya perusahaan terbuka lebih ketat peraturan yang harus dipatuhi dibandingkan dengan perusahaan tertutup. Sistem akuntansi perusahaan tertutup tidak serumit perusahaan terbuka, sehingga KAP bisa memberikan saransaran untuk perbaikan sistem akuntansinya. 5. -Yang harus diobservasi oleh Rangga Prawiro adalah mengenai hal-hal yang ada dalam laporan keuangan, seperti utang-piutang, pendapatan dan beban, serta pengendalian untuk masing-masing aktivitas operasional. - Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan observasi tersebut adalah mengenai sistem pengendalian internal yang dimiliki, cara melakukan pencatatan akuntansi untuk setiap pengeluaran dan pendapatan, status gudang (sewa/hak milik), lokasi gudang strategis atau tidak. 6. Ya, ada alasan tersendiri tentang kemungkinan perusahaan tidak menjalin perikatan dengan KAP yang memiliki klien lain dalam industri sejenis, seperti misalnya perusahaan elektronik takut jika informasi rahasia perusahaan tersebut diketahui oleh perusahaan elektronik lainnya karena mereka diaudit oleh KAP yang sama.

Namun hal tersebut bisa saja tidak terjadi, hal ini karena dalam Kode Etik Profesi Akuntan Publik Seksi 100.4.d menyebutkan bahwa: Prinsip kerahasiaan Setiap Praktisi wajib menjaga kerahasiaan informasiyang diperoleh sebagai hasil dari hubungan professional dan hubungan bisnisnya, serta tidak boleh mengungkapkan informasi ntersebut kepada pihak ketiga tanpa persetuuan dari klien atau pemberi kerja, kecuali jika terdapat kewajiban untuk mengungkapakan sesuai dengan ketentuan hukum atau peraturan lainnya yang berlaku. Informasi rahasia yang diperoleh dari hubungan professional dan hubungan bisnis tidak boleh digunakan oleh Praktisi untuk keuntungan pribadinya atau pihak ketiga. LATIHAN 1. Berdasarkan hasil diskusi dengan Langgeng Santoso: a) Faktor resiko yang mungkin dihadapi KAP saat menerima perikatan audit seperti yang dijelaskan dalam PSA No.25.02 yaitu: Adanya risiko audit diakui dengan pernyataan dalam penjelasan tentang tanggung jawab dan fungsi auditor independen yang berbunyi sebagai berikut: "Karena sifat bukti audit dan karakteristik kecurangan, auditor dapat memperoleh keyakinan memadai, bukan mutlak, bahwa salah saji material terdeteksi. Risiko audit adalah risiko yang timbul karena auditor tanpa disadari tidak memodifikasi pendapatnya sebagaimana mestinya, atas suatu laporan keuangan yang mengandung salah saji material Setiap menerima perikatan audit, KAP harus selalu siap untuk mengahadapi risiko kecurangan maupun risiko salah saji material. Hal ini akan selalu ada dalam setiap perikatan audit, terlepas dari kenyataan perusahaan yang diaudit tersebut sudah terbuka atau belum. b) Auditor harus melakukan tindakan lanjutan untuk setiap masalah potensial pada setiap faktor resiko kecurangan jika perikatan diterima, ini sesuai dengan PSA No.25.34 Seksi 312, yaitu: Dalam mengevaluasi apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, auditor harus menggabungkan semua salah saji yang tidak dikoreksi oleh entitas tersebut sedemikian rupa, sehingga memungkinkannya untuk mempertimbangkan apakah laporan keuangan secara keseluruhan telah disajikan salah secara material dalam hubungannya dengan jumlah individual, subtotal, atau jumlah keseluruhan dalam laporan keuangan. Pertimbangan yang bersifat kualitatif juga mempengaruhi kesimpulan yang diambil oleh auditor dalam menentukan materialitas salah saji. 2. Opini yang disajikan berbeda dari laporan audit standard (wajar tanpa syarat) karena Bentuk Laporan Audit yang dibuat oleh KAP Umar dan Rekan pada akhir tahun 2009 dengan pendapat wajar dengan pengecualian:

Kepada Yth. Direksi dan Dewan Komisaris PT. Maju Makmur Surabaya

Kami telah mengaudit neraca PT. MAJU MAKMUR per 31 Desember 2009 serta laporan rugi laba, laporan perubahan laba ditahan, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas standar akkuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Perusahaan menyajikan pencatatan atas properti berdasarkan pada nilai historis ( historical cost ) untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2009. Penyajian laporan yang meringkas kegiatan operasi, investasi, dan pembelanjaan perusahaan tersebut diharuskan oleh prinsip akuntansi yang berlaku umum (SAK). Menurut pendapat kami, kecuali masih diterapkan pencatatan dengan biaya historis yang mengakibatkan tidak lengkapnya penyajian seperti yang diuraikan dalam paragraph di atas, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT. MAJU MAKMUR per 31 Desember 2009, dan hasil usaha, untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Kantor akuntan Umar & Rekan,

Perbedaan pendapat dikarenakan KAP Umar & Rekan menganggap adanya perbedaan pencatatan akuntansi yang diterapkan oleh PT Maju Makmur dengan peraturan SAK yang berlaku, sehingga membuat munculnya opini laporan keuangan wajar dengan pengecualian.

3. Pertimbangan penawaran saham pada publik oleh perusahaan: a) Langkah-langkah yang harus diambil oleh perusahaan sebelum menerbitkan saham ke publik sesuai dengan UU.No.25 tahun 2007 tentang penanaman modal, maka perusahaan harus: a. Menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik b. Melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan c. Membuat laporan tentang kegiatan penanaman modal dan menyampaikannya kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal d. Menghormati tradisi budaya masyarakat sekitar lokasi kegiatan usaha penanaman modal e. Mematuhi semua ketentuan peraturan perundang - undangan. b) Ketentuan yang diatur pada Sarbanes-Oxley Act. berdampak pada keputusan tersebut, karena dengan diterbitkannya undang-undang ini diharapkan akan meningkatkan standar akuntabilitas korporasi, transparansi dalam pelaporan keuangan, memperkecil kemungkinan bagi perusahaan atau organisasi untuk melakukan dan menyembunyikan kecurangan serta membuat perhatian pada tingkat sangat tinggi terhadap corporate governance. Dalam hal pelaporan, Sarbanes-Oxley Act mewajibkan semua perusahaan publik untuk membuat suatu sistem pelaporan yang diselenggarakan oleh komite audit sehingga memungkinkan bagi pegawai atau pengadu (whistleblowers) untuk melaporkan terjadinya penyimpangan. c) Hubungan antara penjualan saham ke publik dengan persyaratan pelaporan keuanagn perusahaan adalah jika suatu perusahaan menjual saham ke publik maka mau tidak mau perusahaan tersebut harus menyajikan laporan keuangan dengan standard yang berlaku umum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga laporan keuangan tersebut dapat diterima secara umum. 4. - Penerimaan klien yang merupakan perusahaan publik akan memberikan dampak pada KAP karena aset yang dimiliki sangat banyak dan kompleks, sehingga proses audit yang dilakukan harus lebih luas dan signifikan karena hasil audit yang dikeluarkan akan sangat berpengaruh, bukan hanya untuk pihak kreditur namun para pemegang saham, dan pengguna eksternal lainnya. Selain itu pihak KAP juga harus lebih teliti dan hati-hati dalam melakukan proses audit, karena hasilnya nanti juga akan berpengaruh terhadap nama baik KAP itu sendiri.

Dampak keputusan Langgeng Santosa untuk menawarkan saham ke publik dapat mempengaruhi keputusan KAP Adi Susilo dan Rekan dalam menerima atau tidak perikatan audit dengan PT. Maju Makmur , karena perusahaan yang sudah go public sangat kompleks dalam pelaporan keuangannya, sehingga tentu KAP akan bekerja ekstra keras dalam mengaudit. Namun hal tersebut terbayar karena pihak KAP secara otomatis dapat memperluas pasar sehingga akan semakin terkenal dengan adanya pengalaman mengaudit perusahaan yang telah go public.