Anda di halaman 1dari 12

Etika secara garis besar dapat didefinisikan sebagai serangkaian prinsip atau nilai-nilai moral.

Banyaknya nilai etika yang ada tidak dapat dijadikan undang-undang atau peraturan yang berlaku akibat dari sifat nilai-nilai etika itu yang sangat tergantung pada pertimbangan seseorang.

Akuntan keuangan harus mempunyai kompetensi di bidang akuntansi keuangan, dimana bidang ini dibagi menjadi dua bagian yaitu: 1. Bidang pengetahuan praktik 2. Bidang pengetahuan teoretis (perekayasaan)

Persoalan moral yang paling banyak dipermasalahkan adalah melakukan earnings management, yaitu tindakan untuk meningkatkan atau menurunkan pendapatan perusahaan tanpa adanya kenaikan dan penurunan yang sebenarnya dari operasi perusahaan.

1.

2.

3.

4.

Jika kebijakan tidak menyelesaikan konflik etika yang dihadapi, praktisi dimaksud harus mempertimbangkan untuk mengambil tindakan-tindakan berikut: Membahas masalah dengan atasan langsung kecuali jika atasan tersebut juga terlibat, di mana dalam kasus ini masalah harus di bawah kepda tingkat manajer yang lebih tinggi. Klarifikasi isu etika yang relevan dalam diskusi tertutup dengan penasehat yang objektif (seperti layanan konseling IMA) untuk mendapatkan pemahanan yang lebih baik atas tindakan yang dapat diambil. Konsultasikan dengan pengacara, hak dan kewajiban hukum yang terkait dengan konflik etika tersebut. Jika konflik etika tetap terjadi setelah melakukan tinjauan internal yang mendalam, mungkin tidak terdapat pilihan yang lebih baik daripada mengundurkan diri dari organisasi dan mengirimkan memorandum informatif kepada perwakilan organisasi yang tepat

Etika yang harus dimiliki oleh Akuntan Publik : 1. Confidentiality (Kerahasiaan). 2. Integrity 3. Objective of Management Accountant 4. Whistle Blowing 5. Creative Acoounting ( Akuntansi Kreatif)

Aspek penting dari kerahasiaan adalah pengidentifikasian atau otentikasi terhadap user.Identifikasi positif dari setiap user sangat penting untuk memastikan efektivitas dari kebijakan yang menentukan siapa saja yang berhak untuk mengakses data tertentu

Integritas (integrity) adalah perlindungan terhadap dalam sistem dari perubahan yang tidak terotorisasi, baik secara sengaja maupun secara tidak sengaja. Contoh untuk melindungi dari ancaman terhadap integritas: 1. Memberikan akses dalam kerangka need-to-know basis 2. Pemisahan tugas(separation of duties) 3. Rotasi tugas

Akuntansi manajemen adalah profesi yang melibatkan bermitra dalam keputusan manajemen untuk membuat, merancang perencanaan dan kinerja sistem manajemen, dan menyediakan keahlian dalam melalui laporan keuangan dan kontrol untuk membantu manajemen dalam perumusan dan implementasi strategi organisasi.

Whistle Blowing adalah menarik perhatian terhadap kesalahan yang terjadi dalam sebuah organisasi. Empat cara whistle blowing: 1. Melaporkan pelanggaran atau pelanggaran hukum kepada pihak berwenang yang tepat. Seperti seorang supervisor, hotline atau Inspektur Jenderal 2. Menolak untuk berpartisipasi dalam kerja kesalahan 3. Bersaksi dalam persidangan hukum 4. Bukti-bukti yang bocor kesalahan untuk media

Creative Acoounting (Akuntansi Kreatif) adalah praktik akuntansi yang mengikuti peraturan dan undang-undang yang diperlukan, tetapi menyimpang dari standar. Akuntansi kreatif memanfaatkan celah di standar akuntansi untuk meningkatkan citra perusahaan.