Anda di halaman 1dari 7

RENCANA KERJA DAN SYARAT SYARAT PEKERJAAN :

BETON MASIF
PROYEK :

SUPERMAL PAKUWON INDAH


SURABAYA
(EXTENSION)

2013

DISIAPKAN OLEH :

PT. HAERTE WIDYA KONSULTAN


JL. RAYA TAMAN ARIES BLOK E-1 No. 5A - JAKARTA 11620 PHONE (62-21)29319262 / 63 / 64 FAX (021)29319265

RKS BETON MASIF

SPI EXTENSION (SURABAYA)

PEKERJAAN BETON MASIF


1. A. Umum Peraturan umum untuk beton masif harus sesuai dengan ACI 207.1R-05, ACI 207.2R-07 dan ACI 207.3R-97. 207.3R B. Bagian struktur beton yang termasuk dalam struktur beton masif sesuai ketentuan dalam persyaratan ini harus ditetapkan dalam gambar-gambar gambar gambar perencanaan. C. Setiap bagian dari struktur beton yang mempunyai volume pengecoran beton lebih dari 100 m3 dengan tebal lebih dari 1m serta mempunyai berat volume semen lebih dari 350 kg/m3 yang harus dicor sekaligus dapat diklasifikasi sebagai struktur beton masif. Beton masif ini selain harus memenuhi ketentuan beton umumnya pada

persyaratan spesifikasi sebelumnya juga sebagai ketentuan tambahan harus memenuhi enuhi persyaratan yang tercantum dalam ketentuan ini D. Sebelum dimulai pekerjaan ini kontraktor diwajibkan memasukan usulan metode tahapan perencanaan pelaksanaan pengecoran, tahapan pembuatan bekisting, metode perawatan kualitas beton sesudah pengecoran, pengecoran, analisa perhitungan perkiraan temperatur beton dan cara-cara cara cara dan prosedur pengukuran suhu (termasuk metode pemasangan thermo couple) thermo-couple) yang selanjutnya harus mendapatkan

persetujuan tertulis dari Direksi pengawas. 2. A. MATERIAL Semen mempunyai kualitas kekuatan awal tinggi (High-early-strength (High strength type III), jenis semen yang mengandung kalsium klorida dengan tambahan bahan additive yang mempercepat pertumbuhan kekuatan beton tidak boleh dipakai tanpa persetujuan tertulis dari Direksi Pengawas. B. Ukuran maksimum diameter agregat butir kasar harus memenuhi persyaratan dalam ketentuan bab 5.2.D .2.D dalam RKS pekerjaan struktur. C. Penggunaan bahan pozzolan poz untuk campuran additive harus memenuhi ketentuan seperti yang tercantum dalam ASTM-C ASTM 618. D. Bahan additive yang bersifat memperlambat proses pengerasan adukan beton, sebelum dipakai harus diuji coba langsung di lapangan sesuai dengan material yang akan dipakai, jika diperlukan untuk mencegah terjadinya sambungan dingin pada saat pengecoran oran beton masif ataupun untuk mengimbangi peningkatan peni suhu dalam adukan beton, mengurangi efek kenaikan suhu serta adukan betonnya. suhu maksimal daripada

PT. HRT WIDYA KONSULTAN

Hal. 1

RKS BETON MASIF


E.

SPI EXTENSION (SURABAYA)

Jika tidak ditentukan lain, penggunaan bahan aktif akti untuk pemeliharaan beton harus memenuhi semua a ketentuan dalam spesifikasi ini serta pengunaannya harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi Pengawas terlebih dahulu.

F.

Kualitas dan konsistensi adukan beton : 1. Mutu beton yang dipakai adalah fc 30 MPa yang mempunyai kekuatan tekan karakteristik pada sampel beton berbentuk silinder ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm, ditest dit pada umur 28 hari sebesar 30 MPa. 2. Dalam hal struktur beton ditempatkan pada keadaan tertentu seperti terlihat

dalam Tabel berikut ini maka harus adukan beton harus memenuhi persyaratan maksimal perbandingan berat semen dan air dengan ketentuan minimal kekuatan tekan beton seperti yang tercantum dalam tabel tersebut. Persyaratan adukan beton untuk kondisi tertentu : Maksimum Kondisi Lingkungan perbandingan berat air dan semen W/C Kekuatan karakterikstik minimum mutu beton fc' (MPa) Beton diharapkan harus mempunyai sifat kedap air Beton diharapkan berfungsi melindungi baja tulangan terhadap karat untuk keadaan lingkungan yang mengandung klorida, garam, air laut dan atau bahan kimia lain yang berbahaya. 0.40 35 0.50 27.5

G.

Baja Tulangan 1. Baja tulangan harus dipasang dan terikat kuat sedemikian rupa sehingga tidak dapat berubah bentuk yang diakibatkan oleh benturan, pembebanan adukan dll pada saat pengecroan berlangsung. 2. Persyaratan tulangan lainnya harus disesuaikan dengan ketentuan pada bab 4 yang terdapat dalam RKS pekerjaan struktur.

PT. HRT WIDYA KONSULTAN

Hal. 2

RKS BETON MASIF


3. CAMPURAN BETON

SPI EXTENSION (SURABAYA)

Jumlah semen minimum yang diperlukan harus diperhitungkan supaya dapat mencapai keandalan, konsistensi kekentalan adukan, syarat arat kekuatan tekan,dll sesuai dengan yang telah ditentukan dalam spesifikasi ini. 4. A. PENGECORAN Kecuali jika ditentukan lain, nilai slump dari beton masif yang mempunyai tulangan minimum untuk syarat temperature dan susut tidak diperkenankan kurang dari 75 mm dengan toleransi maksimum sampai 25 mm untuk tiap truk dari setiap pengiriman 5 truk adukan berturut-turut. berturut Ketentuan nilai slump lainnya harus mengikuti persyaratan yang tercantum dalam bab 5.3.C dari RKS pekerjaan struktur. struktur B. Temperatur maksimum adukan beton sebelum dituangkan harus tidak melebihi 2424 38o C. C. Penempatan adukan beton harus di atur sehingga setiap lapisan untuk tidak melebihi ketebalan 450 mm dan bagian ujung alat penggetar adukan beton harus ditempatkan sampai mencapai lapisan sebelumnya. D. Ukuran penampang yang dibentuk dari setiap penempatan adukan a beton harus di atur sedemikian rupa sehingga peningkatan suhu di dalam penampang betonnya tidak melampaui ketentuan temperatur temp tur maksimum yang telah ditetapkan dalam spesfikasi ini. E. Urut-urutan urutan dan selang waktu penempatan adukan beton dari setiap blok penampang beton yang dicor harus di atur sedemikian rupa sehingga diharapkan retak-retak retak beton akibat perbedaan temperatur adukan dapat dihindari. F. Jika tidak ditentukan lain metode penempatan adukan beton selama pengecoran beton masif untuk struktur pondasi pondasi dapat mengikuti pola papan catur. 5. A. B. PERAWATAN DAN PERLINDUNGAN BETON COR Jangka waktu perawatan dan perlindungan beton yang baru dicor minimal 14 hari. Bila suhu udara sekitarnya lebih dari 50 C, bekisting dan permukaan beton harus secara ra berkesinabungan tetap dalam keadaan lembab (basah) untuk jangka waktu 48 jam setelah pengecoran pertama. Hal yang sama harus dilakukan selama jangka waktu minimal perawatan dan perlindungan beton cor bila suhu lingkungan melebihi 320C. Jika bekisting harus dibuka selama masa waktu perawatan dan perlindungan beton cor berlangsung, penampang beton harus dibasahi dengan air atau dengan menggunakan bahan-bahan bahan bahan lain yang tidak merusak beton yang sebelumnya telah mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi Direks Pengawas.

PT. HRT WIDYA KONSULTAN

Hal. 3

RKS BETON MASIF


C.

SPI EXTENSION (SURABAYA)

Perawatan beton menggunakan tekanan uap air, pengaturan temperatur dan atau cara-cara cara lain yang bersifat memperlambat waktu pengerasan dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi Pengawas.

D.

Selama akhir masa perawaratan dan perlindungan beton, penampang beton harus dilindungi dan dicegah dari perubahan temperature yang melebihi dari 14 - 19oC setiap 24 jam.

E.

Paling sedikit harus dipasang 6 (enam) buah thermo couples dengan jarak arah vertical secara beraturan sepanjang tinggi atau ketebalan setiap penampang beton untuk memonitor laju perkembangan perubahan suhu dalam penampang beton setiap hari selama proses pengeluaran panas dan pengerasan adukan beton berlangsung.

F.

Untuk pekerjaan beton masif harap diperhatikan diperhatik hal-hal sbb : 1. Setelah penempatan adukan beton, permukaan penampang beton harus selalu dalam keadaan lembab dan basah dengan penyemprotan air atau cara-cara cara lain untuk menghindari dan mencegah penampang beton dari pemanasan langsung sinar matahari dan percepatan penguapan air dalam beton. 2. Untuk pemeriksaan rutin peningkatan suhu dalam penampang beton, perawatan dan perlindungan beton; pengukuran suhu di dalam dan di luar penampang beton harus diperiksa secara periodik setelah penempatan adukan beton bet selesai. 3. Selama proses peningkatan suhu dalam penampang beton berlangsung, beton harus dirawat sedemikian rupa sehingga percepatan kenaikan suhu dapat dihindari. Suhu di atas permukaan penampang beton harus di atur sehingga relatif tidak terlalu berbeda banyak dengan suhu di dalam penampang betonnya. 4. Setelah keadaan dimana suhu di dalam penampang beton mencapai nilai maksimumnya, penampang beton harus dilindungi dan tertutup oleh lapisan pelindung atau bahan isolasi lainnya untuk untuk mencegah terjadinya perbedaan suhu di dalam dan di luar penampang beton yang cukup signifikan. Perbedaan suhu maksimum yang masih dapat diperkenankan adalah tidak melebihi batas 20oC selama periode masa perlindungan dan perawatan penampang beton

berlangsung. G. Pondasi Raft 1. Perbedaan suhu di dalam dan di luar penampang beton harus di atur untuk tidak dapat melebihi 20o C dengan memberikan lapisan pelindung pada permukaan beton sejenis lapisan polythene dan lapisan pasir dengan tebal minimum 300 mm.

PT. HRT WIDYA KONSULTAN

Hal. 4

RKS BETON MASIF

SPI EXTENSION (SURABAYA)

2. Adukan beton harus ditentukan yang mempunyai sifat karakteristik untuk tidak menimbulkan kenaikan temperatur yang tinggi. Penggunaan material pozzolan pengganti sejumlah kecil semen sejenis PFA (fly-ash) ash) atau dengan mengganti dengan semen type IV dapat dapat diperkenankan sepanjang telah mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi Pengawas. Penggunaan fly-ash fly harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam peraturan ASTM C 618 and jumlah prosentase penggantian semen oleh material Class C fly ash tidak tidak boleh melampaui 15%. 3. Pemeriksaan dan pengukuran perubahan suhu secara periodik menggunakan alat thermo-couples couples dengan interval jarak pengukuran setiap jarak 3 m harus dilakukan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dalam bagian 7.5 dari spesifikasi ini. 4. Thermo-couple couple yang dapat dipergunakan jika tidak ditentukan lain harus dari jenis type kawat yang terdiri atas sepasang kawat, masing-masing masing masing menggunakan bahan nikel dan tembaga. 5. Pengukuran dan pencatatan rutin suhu penampang beton menggunakan Thermocoupler jika tidak ditentukan lain dapat di atur sbb : a. setiap 2 jam untuk 24 jam pertama setelah pengecoran selesai b. setiap 3 jam untuk periode 48 jam berikutnya. c. setiap pagi hari antara jam 11.00 dan and 24.00 dstnya. 6. Pengukuran dan pencatatan rutin yang sama harus dilakukan untuk keadaan suhu lingkungan sekitarnya. 7. Hubungan suhu vs waktu dari setiap hasil pengukuran suhu tersebut di atas, jika tidak ditentukan lain harus di plot dari awal pengecoran sampai minimal 3 hari masa perawatan beton. 8. Ketika peningkatan suhu di dalam penampang beton berlangsung, penampang beton harus dilakukan perawatan sedemikian rupa sehingga di atur supaya perbedaan suhu di dalam dan di di luar penampang beton tidak terlalu signifikan. 9. Lapisan pelindung permukaan beton selama masa perawatan dan perlindungan dapat di buka setelah kondisi perbedaan suhu di dalam dan di luar penampang beton kurang dari 20oC. 10. Laporan rutin dari hasil pemeriksaan pemeriksaan dan pembacaan temperatur harus disajikan dalam bentuk hubungan garis lengkung dari antara waktu dalam hari dan suhu dalam derjat Celcius dan diserahkan kepada Direksi Pengawas selambatselambat lambatnya 3 hari kerja setelah pembacaan pertama berlangsung. berlangsung

PT. HRT WIDYA KONSULTAN

Hal. 5

RKS BETON MASIF

SPI EXTENSION (SURABAYA)

11. Laporan lengkap hasil pemeriksaan dan pembacaan temperatur tersebut di atas harus sudah diserahkan selambat-lambatnya selambat lambatnya 3 hari setelah pembacaan terakhir dilaksanakan kepada Direksi Pengawas. H. Pemeriksaan rutin dari mutu kekuatan tekan beton pada pada setiap lokasi pengecoran harus dilakukan atas dasar kekuatan tekan karakteristik sample silinder beton pada umur 28 hari. 6. TEST KHUSUS Sebagai tambahan selain harus dilakukan pemeriksaan rutin kekuatan tekan sampel beton silinder secara berkesinabungan tersebut di atas, jika diperlukan perlu dilakukan secara acak pembuatan core-drilling core drilling pada sejumlah lokasi tertentu yang dipilih untuk memeriksa integritas hasil pengecoran pengecoran beton termasuk kekuatan tekan dari setiap lapisan sepanjang ketebalan penampang betonnya.

PT. HRT WIDYA KONSULTAN

Hal. 6