Anda di halaman 1dari 1

Model Gas Fermi Proton dan Netron bebas bergerak dengan potensial sumur atraktif berukuran inti, Gaya

antara pasangan nukleon diabaikan, Semua nukleon diasumsikan terkurung dalam volume bola yang kecil sama dengan volume inti, dan inti kemudian ditangani secara statistik seperti pada kasus teori kinetik gas. Proton dan netron ber spin dan mengikuti prinsip eksklusi Pauli. Keadaan dasar : nukleon mengisi level energi terendah. Tiap level berisi 2 netron atau 2 proton. Jarak antara level energi sekitar beberapa Mev. Inti sepenuhnya terdegenerasi. Energi terendah terisi penuh dan hanya transfer momentum dan energi antara nukleon dalam satu keadaan yang dimungkinkan. Aplikasi Model Kulit dalam Spin Inti Dalam keadaan terisi penuh oleh nukleon maka kulit atau sub kulit akan memberikan momentum angular orbital dan spin nukleon akan dijumlahkan sedemikian

Dipercepat terlebih dahulu dengan lmedan elektrostatik kemudian dilewatkan medan magnet homogen. Jika kuat medan magnet diketahui dan juga radius lintasan dapat diukur makan dapat ditentukan energi yang dimiliki oleh partikel beta. Peluruhan beta adlah suatu cara untuk mencapai kestabilan. Namun peluruhan bera pada awalnya dianggap melnggar tiga prinsip kekelaan energi, momentum sudut, dan momentum linear.Akhirnya diketahui bahwa dalam peluruhan bera netron nuklir yang idpancarkan tidak hanya berubah menjadi proton dan elektron melainkan terdapat neutrino dan atau anti neutrino yan g selanjuytnay diangap menyerap enregi yang hilang pada hipotesan pertama atau mulanya peluruhan beta mengikuti n->p+e+ v untuk pelanggaran terhadap momentum sudut sudah diketahuii solusinya bahwa partikeln yang terbentuk harus mengikuti asas larrangan pauli Ionization Chamber. Detektor paling tua dan tipe yang paling banyak digunakan adalah dengan memanfaatkan efek yang dihasilkan ketika partikel radioaktif melewati gas. Bentuk utama interaksi : ionisasi dan eksitasi molekul gas sepanjang jejak partikel Ion-ion terbentuk karena interaksi langsung partikel radioaktif dengan gas atau karena efek sekunder Parameter penting: jumlah ion yang terbentuk sepanjang jejak partikel Energi rata-rata yang diperlukan untuk pembentukan pasangan ion lebih tinggi dari energi ionisasi karena ada mekanisme yang memungkinkan partikel radioaktif kehilangan energi tanpa menimbulkan ionisasi misalnya eksitasi ke bound state yang energinya lebih tinggi. Untuk 1 Mev partikel kira-kira ia akan berhenti setelah mengionisasi ~ 30000 pasangan ion. Muatan yang terkumpul Q=4.8x1015Coulomb. Faktor Fano: Faktor pengali yang harus dilakukan pada varian yang diprediksi agar sesuai dengan harga eksperimen. Dalam pengaruh medan listrik ion+ dan elektron akan bergerak dan menimbulkan arus listrik. Bila fluks partikel radioaktif cukup konstan dengan ukuran tabung cukup kecil, maka laju pembentukan ion akan setimbang dengan laju hilangnya ion (rekombinasi, keluar, dll.) Bila rekombinasi relatif kecil, maka arus tunak yang mengalir menggambarkan laju pembentukan pasangan ion, yang berarti fluks partikel radioaktif. Ini merupakan prinsip kerja detektor ini. Proposional Chamber Dikembangkan pertama kali akhir tahun 40an. Bekerja dalam modus pulsa Menggunakan ionisasi sekunder untuk memperbesar muatan yang terbentuk akibat masuknya partikel radioaktif. Tinggi pulsa sebanding dengan energi partikel radioaktif yang masuk Aplikasi penting adalah pada radiasi sinar X energi rendah Propotional Counter Medan listrik yang lebih tinggi dari pada Ion chamber menyebabkan terjadinya ionisasi sekunder Kuat medan listrik : E = V / (r lnb/a) ; di sini a adalah radius kawat dan b adalah radius silinder. Jika a=0.01 cm dan b=1.0 cm dan V=1000 volt maka kuat medan listriknya 104 Volt/cm. Ambang medan listrik untuk gas yang biasa pada tekanan 1 atm adalah 106 V/m (x)=n(0)ex Di sini alfa adalah konstanta Townsend pertama dari gas. Geiger Muller Counter Bila tegangan elektroda terus dinaikkan dari daerah proporsional (1000volt atau lebih) maka akan terjadi kondisi ionisasi sekunder yang sangat tinggi sehingga terjadi keadaan dadal (avalanche). Di sini pulsa yang terjadi akibat masuknya partikel radioaktif ke bejana gas akan menghasilkan pulsa tegangan yang cukup tinggi dibandingkan dengan pulsa pada proportional counter. Sebaliknya, tinggi pulsa di sini tak lagi menyimpan informasi energi partikel datang karena tegangan pulsa akan sama untuk berbagai jenis energi pratikel radioaktif yang masuk. Jadi pencacah ini fungsinya untuk mencacah jumlah partikel yang masuk saja, bukan melihat spektrum energinya

j1 j 2 sampai j1 + j 2 sehingga menghasilkan total momentum angular nol. Dalam kulit tak terisi penuh maka nuleon-nukleon membentuk pasangan. Proton dengan proton dan netron dengan netron, tetapi tidak proton dengan netron. Spin inti ditentukan oleh netron ganjil terakhir Aturan ini tak menentukan spin untuk netron ganjil dan proton ganjil. Secara teori harga spin yang dimungkinkan adalah antara dengan j1 adalah spin netron ganjil dan j 2 adalah spin proton ganjil. Hanya kalkulasi eksak yang dapat menentukan mana yang paling stabil
Indikasi Model Kulit. 1.Inti-inti dengan nomor atom bilangan istimewa di atas memiliki lebih banyak inti stabil dibanding inti tetangganya. Misal 20Ca memiliki 6 isotop stabil, sedang 19K memiliki tiga dan 21Sc hanya 1 inti stabil. 50 Sn(10 inti stabil), 49In (2), 51Sb(2 inti stabil), 82Pb (4 inti stabil), 81Tl(2) dan 83Bi (1 inti stabil. Metoda pengukuran radius Inti Metoda inti: Hamburan Alfa,.Umur pemancar Alfa, Hamburan netron cepat Metoda EM: Hamburan Elextron, mesic Atoms (Energi x-ray dari Atom-Atom meson), mirror nuclei, Hamburan proton, Efek isotopik (pergeseran Garis spektrum) Sifat Umum Partikel Gamma Berupa gelombang, EMNetral, Spektrum diskrit, Tak mengubah inti atom(Z dan A) Half life sangat singkat relatif terhadap alfa dan beta decay, Daya penetrasi tinggi daya ionisasi relatif rendah dibanding alfa dan beta, Tak dipengaruhi medan listrik dan magnet. Interaksi Partikel Gamma dengan material. Elektron foto (fotoelektrik) : 0.01Mev~0.5Mev : Efek Compton 0.1Mev~10MeV : Produksi pasangan > 1.02 Mev I = (I)pe + (I)ce + (I)pp = - (ut + us + uk ) Ix = - u I x Teori Peluruhan Beta : Fermi megusulkan teori bahwa sebenarnya peluruhan beta melibatkan tiga benda, inti anak, elektron dan neutrino
n p +e +

Pencacah geiger counter memiliki daerah operasi tegangan yang lebar(plateau) sehingga tak memerlukan sistem regulasi tegangan yang sangat ketat. Ini merupakan keuntungan pencacah Geiger Counter. Bentuk Pencacah geiger counter seperti pada pencacah proporsional, diisi dengan gas bertekanan sekitar 10 cm Hg yang terdiri atas campuran 90% argon, dan 10% nya adalah uap organik (seperti etil alkohol) atau dari gas halogen seperti Cl2 atau Br2. Tekanan rendah menyebabkan discharge terjadi pada tegangan yang relatif lebih rendah dari pada di pencacah proporsional. Elektron hasil ionisasi partikel datang akan ditarik dengan kuat ke kawat dan menghasilkan ionisasi sekunder yang lebih besar dari pada pada pencacah proporsional, menghasilkan pulsa listrik yang tak sensitif terhadap harga energi atau inisialisasi awal.

Detektor Sintilasi Mampu mencacah jumlah partikel radioaktif dan energinya.Prinsip kerjanya dapat dilihat pada gambar di samping. Partikel radioaktif yang menembus detektor menimbulkan cahaya tampak. Cahaya tampak ini kemudian menimbulkan efek foto listrik yang menghasilkan elektron. Elektron ini akan muncul dalam bentuk pulsa dan untuk memudahkan proses deteksinya terlebih dahulu diperkuat dengan tabung photo multiplier. Mengubah energi kinetik partikel bermuatan ke cahaya yang dapat dideteksi dengan efisiensi yang tinggi Konversi ini bersifat linier terhadap energi partikel datang Medium bersifat transparan terhadap panjang gelombang yang dipancarkannya Waktu tunda ke terbentuknya pulsa sesingkat mungkin Material bersifat baik secara optik dan memungkinkan fabrikasi dengan ukuran ideal Indeks refraksi mendekati gelas (~1,5) untuk memungkinkan kopling secara efisien cahaya sintilasi ke tabung fotomultiplier Detektor Semi Padat. Dibuat dari bahan semikonduktor, ada beberapa jenis : high purity germanium, high purity silicon, lithium drifted germanium dan lithium drifted silicon Ge dan Si memiliki elektron valensi 4, secara umum semuanya terikat dalam ikatan kovalen, sehingga seluruh pita valensi terisi penuh sedang pita konduksi kosong. Semikonduktor memiliki orde energi gap yang kecil sekitar 1 ev atau kurang. Sedangkan insulator energi gap nya dapat mencapai 5 ev. Pada suhu ruang sejumlah kecil elektron tereksitasi ke pita konduksi dan ada lubang di pita valensi. Lubang ini dapat diisi elektron dari atom sebelahnya maka seakan lubang ini dapat bergerak(tentu mmuatan positif inti atom tak berpindah). Untuk mengontrol konduksi di semikonduktor, sejumlah kecil bahan dari golongan III atau V yang dikenal sebagai doping diberikan pada bahan semikonduktor ini. Dengan adanya bahan doping gol. V maka ada atom dari doping ini yang kelebihan elektron (tak berpasangan). Elektron ini mudah terksitasi ke pita konduksi. Bahan ini menjadi semikonduktor tipe n. Sebaliknya kalau doping dari golongan III maka atom doping hanya bervalensi 3 maka ada sebuah lubang yang mudah diisi oleh elektron dari pita valensi. Bahan ini menjadi semikonduktor tipe p) Jika semikonduktor tipe n dan tipe p disambungkan maka elektron dari tipe n akan menyeberang sambungan menuju tipe p menyebabkan terjadinya daerah deplesi. Di sekitar sambungan ini pembawa muatan bebas ternetralisasi. Akibatnya terjadi medan listrik di sekitar sambungan yang mencegah penyeberangan selanjutnya. Bila partikel radioaktif memasuki daerah deplesi dan menimbulkan ionisasi (pasangan elektron dan hole) maka elektron dan hole akan bergerak dalam arah berlawanan di bawah medan listrik yang ada sehingga tercipta pulsa elektronik yang sebanding dengan energi partikel radioaktif tersebut.

Q = ( m n m p m e m ) Q = T p + Te + T T p 0.3kev

Max. energi elektron : 0.782+/- 0.013 Mev 2 2 2 2 Q=mnc -mpc -mec -mneutrinoc Q=939.573Mev938.289Mev-0.511Mev-Eneutrino mneutrinoc 2 Q=0.782Mev-

Tampak bahwa massa neutrino sagat kecil mendekati nol. Experimen pengukuran momentum secara akurat semakin memperkuat pendapat bahwa peluruha beta merupakan persoalan tiga benda. Tanpa fungsi bentuk maka grafik menyimpang dari garis lurus, sedang setelah dimasukkan fungsi bentuk grafik kembali ke pola garis lurus. Interaksi efek fotolistrik : foton datang mentransfer seluruh energinya pada elektron atomik penyerap. Hamburan compton : Foton datang memberikan sebagian energinya pada elektron atomik : foton baru yang muncul mempunyai frekuensi lebih rendah. Produksi Pasangan : foton datang yang berenergi sekurang-kurangnya 1.02 MeV dapat melakukan materialisasi menjadi pasangan elektron positron melewati dekat inti, kehadiran inti diperlikan supaya kekelkallan momentum terpenuhi. Sebab dalam peluruhan alpha, Cuma alpa yang dihasilkan pleh initi dan semua energi diserap ileh alpa sedangkan dalam peluruajhn beta inti menghasilkan partikel tidak beta saja, melainkan terdapat partikel lain, neutrino atau anti neutrino. Begitupula dengan energinya, tidak hanya diserap oleh beta saja mealinkan oleh neutrinonya juga. Dengan demikian spektrum yang dihasilkan bersifat kontinyu sedangkan alpa bersifat diskrit.