Anda di halaman 1dari 60

BAB II TINJAUAN TEORITIS

A. KONSEP DASAR PENYAKIT 1. Pengertian Obstruksi usus adalah gangguan pada aliran normal isi usus sepanjang traktus intestinal (Nettina, 2001). Obstruksi terjadi ketika ada gangguan yang menyebabkan terhambatnya aliran isi usus ke depan tetapi peristaltiknya normal (Reeves, 2001). Obstruksi usus merupakan suatu blok saluran usus yang menghambat pasase airan, !latus dan makanan dapat se ara mekanis atau !ungsional. ("u ker, 1##$) %ari de!inisi diatas dapat disimpulkan bah&a obstruksi usus adalah sumbatan total atau parsial yang menghalangi aliran normal melalui saluran pen ernaan. 2. Anatomi dan Fisio ogi 1) 'natomi sistem pen ernaan a. (ulut (ulut adalah permulaan saluran pen ernaan yang terdiri atas 2 bagian ) 1) *agian luar yang sempit atau vestibula yaitu diruang antara gusi, bibir dan pipi. 2) Rongga mulut+bagian dalam yaitu rongga mulut yang dibatasi sisinya oleh tulang maksilaris, palatum dan mandi bilaris disebelah belakang bersambung dengan !aring. b. ,aring ,aring merupakan organ yang menghubungkan rongga mulut dengan kerongkongan, merupakan persimpangan jalan na!as dan jalan makanan, letaknya dibelakang rongga mulut dan didepan ruas tulang belakang. . -so!agus (kerongkongan) .anjangnya / 20 m, mulai dari !aring sampai pintu masuk kardiak diba&ah lambung. -so!agus terletak dibelakang trakea dan didepan tulang punggung setelah melalui thorak menembus dia!ragma masuk kedalam abdomen ke lambung. d. 1aster (lambung)

(erupakan bagian dari saluran pen ernaan yang dapat mengembang paling banyak terutama didaerah epigaster. *agian2bagian lambung, yaitu ) 1) ,undus ventrikularis, bagian yang menonjol keatas terletak disebelah kiri osteum kardium biasanya berisi gas. 2) 3orpus ventrikuli, setinggi osteum kardium, suatu lekukan pada bagian ba&ah notura minor. 4) 'ntrum pilorus, berbentuk tebing mempunyai otot tebal membentuk spinkter pilorus. 5) 3urtura minor, terletak disebelah kanan lambung, terdiri dari osteum kordi samapi pilorus. 0) 3urtura mayor, lebih panjang dari kurtura minor terbentang dari sisi kiri osteum kardium melalui !undus kontrikuli menuju kekanan sampai ke pilorus anterior. e. 6sus halus 6sus halus merupakan bagian dari sistem pen ernaan makanan yang berpangkal pada pilorus dan berakhir pada sekum panjangnya / 7 m, merupakan saluran paling panjang tempat proses pen ernaan dan obstruksi hasil pen ernaan makanan. 6sus halus terdiri dari ) 1) %uodenum %isebut juga usus 12 jari, panjangnya / 20 m, berbentuk sepatu kuda melengkung kekiri, pada lengkungan ini terdapat pankreas. .ada bagian kanan duodenum terdapat selaput lendir yang nambulir disebut papila vateri. 2) 8eyunum 6sus kosong atau jejunum adalah bagian kedua dari usus halus, di antara usus dua belas jari (duodenum) dan usus penyerapan (ileum). .ada manusia de&asa panjangnya / 224 meter. 4) 9leum 6sus penyerapan atau ileum adalah bagian terakhir dari usus halus. .ada sistem pen ernaan manusia panjangnya sekitar / 520 m dan terletak setelah duodenum dan jejunum, dan dilanjutkan oleh usus buntu. 9leum memiliki p: antara ; dan $ (netral atau sedikit basa) dan ber!ungsi menyerap vitamin *12 dan garam2garam empedu. !. 6sus besar+interdinum mayor

.anjangnya / 1 meter, lebar 027 bagian) 1) <ekum. 2) 3olon asenden.

m, !ungsinya menyerap air dari

makanan, tempat tinggal bakteri koli, tempat !e es. 6sus besar terdiri atas $

"erletak diabdomen sebelah kanan, membujur keatas dari ileum sampai kehati, panjangnya / 14 m. 4) 'ppendiks (usus buntu) <ering disebut umbai a ing dengan panjang / 7 m. 5) 3olon transversum. (embujur dari kolon asenden sampai ke kolon desenden dengan panjang / 2$ m. 0) 3olon desenden. "erletak dirongga abdomen disebelah kiri membujur dari anus ke ba&ah dengan panjangnya / 20 m. 7) 3olon sigmoid. "erletak dalam rongga pelvis sebelah kiri yang membentuk huru! =<= ujung ba&ah berhubungan dengan rektum. ;) Rektum. "erletak diba&ah kolon sigmoid yang menghubungkan intestinum mayor dengan anus. $) 'nus. 'nus adalah bagian dari saluran pen ernaan yang menghubungkan rektum dengan dunia luar.
!am"ar 2.1 Anatomi Sistem Pen#ernaan

2) ,isiologi sistem pen ernaan

6sus halus mempunyai dua !ungsi utama, yaitu ) pen ernaan dan absorpsi bahan nutrisi dan air. .roses pen ernaan dimulai dalam mulut dan lambung oleh kerja ptialin, asam klorida, dan pepsin terhadap makanan masuk. .roses dilanjutkan di dalam duodenum terutama oleh kerja en>im2 en>im pankreas yang menghidrolisis karbohidrat, lemak, dan protein menjadi >at2>at yang lebih sederhana. 'danya bikarbonat dalam sekret pankreas membantu menetralkan asam dan memberikan p: optimal untuk kerja en>im2 en>im. <ekresi empedu dari hati membantu proses pen ernaan dengan mengemulsikan lemak sehingga memberikan permukaan lebih luas bagi kerja lipase pankreas (.ri e ? @ilson, 1##5). 9si usus digerakkan oleh peristaltik yang terdiri atas dua jenis gerakan, yaitu segmental dan peristaltik yang diatur oleh sistem sara! autonom dan hormon (<jamsuhidajat Aong, 2000). .ergerakan segmental usus halus men ampur >at2>at yang dimakan dengan sekret pankreas, hepatobiliar, dan sekresi usus, dan pergerakan peristaltik mendorong isi dari salah satu ujung ke ujung lain dengan ke epatan yang sesuai untuk absorpsi optimal dan suplai kontinu isi lambung (.ri e ? @ilson, 1##5). 'bsorpsi adalah pemindahan hasil2hasil akhir pen ernaan karbohidrat, lemak dan protein (gula sederhana, asam2asam lemak dan asa2asam amino) melalui dinding usus ke sirkulasi darah dan lim!e untuk digunakan oleh sel2 sel tubuh. <elain itu air, elektrolit dan vitamin juga diabsorpsi. 'bsoprpsi berbagai >at berlangsung dengan mekanisme transpor akti! dan pasi! yang sebagian kurang dimengerti (.ri e ? @ilson, 1##5). 6sus besar mempunyai berbagai !ungsi yang semuanya berkaitan dengan proses akhir isi usus. ,ungsi usus besar yang paling penting adalah mengabsorpsi air dan elektrolit, yang sudah hampir lengkap pada kolon bagian kanan. 3olon sigmoid ber!ungsi sebagai reservoir yang menampung massa !eses yang sudah dehidrasi sampai de!ekasi berlangsung (.rei e ? @ilson, 1##5). 3olon mengabsorpsi air, natrium, khlorida, dan asam lemak rantai pendek serta mengeluarkan kalium dan bikarbonat. :al tersebut membantu menjaga keseimbangan air dan elektrolit dan men egah terjadinya dehidrasi. (< h&art>, 2000) 1erakan retrograd dari kolon memperlambat transit materi dari kolon kanan dan meningkatkan absorpsi. 3ontraksi segmental merupakan pola yang paling umum, mengisolasi segmen pendek dari kolon, kontraksai ini menurun oleh antikolinergik, meningkat oleh makanan dan kolinergik. 1erakan massa merupakan pola yang kurang umum, pendorong antegrad melibatkan segmen

panjang 0,021,0 m+detik, tekanan 1002200 mm:g, tiga sampai empat kali sehari, terjadi dengan de!ekasi. (< h&art>, 2000) 1as kolon berasal dari udara yang ditelan, di!usi dari darah, dan produksi intralumen. Nitrogen, oksigen, karbon dioksida, hidrogen, metan. *akteri membentuk hidrogen dan metan dari protein dan karbohidrat yang tidak ter erna. Normalnya 700 ml+hari. (< h&art>, 2000) $. Etio ogi 'dapun penyebab dari obstruksi usus dibagi menjadi dua bagian menurut jenis obstruksi usus, yaitu) 1) (ekanis 8aitu terjadi obstruksi intramunal atau obstruksi munal dari tekanan pada usus, diantaranya ) a. 9ntususepsi b. "umor dan neoplasma . <tenosis d. <triktur e. .erlekatan (adhesi) !. :ernia g. 'bses 2) ,ungsional 8aitu akibat muskulator usus tidak mampu mendorong isi sepanjang usus. (*runner and <uddarth, 2002) %. Tanda dan !e&a a "erdapat 5 tanda kardinal gejala ileus obstrukti! (@inslet, 2002) ) 1) Nyeri abdomen 2) (untah 4) %istensi 5) 3egagalan buang air besar atau gas (konstipasi). 1ejala ileus obstrukti! bervariasi tergantung kepada (@inslet, 2002) ) 1) Bokasi obstruksi 2) Bamanya obstruksi 4) .enyebabnya 5) 'da atau tidaknya iskemia usus

1ejala selanjutnya yang bisa mun ul termasuk dehidrasi, oliguria, syok hypovolemik, pireksia, septikemia, penurunan respirasi dan peritonitis. "erhadap setiap penyakit yang di urigai ileus obstrukti!, semua kemungkinan hernia harus diperiksa. (@inslet, 2002) Nyeri abdomen biasanya agak tetap pada mulanya dan kemudian menjadi bersi!at kolik. 9a sekunder terhadap kontraksi peristaltik kuat pada dinding usus mela&an obstruksi. ,rekuensi episode tergantung atas tingkat obstruksi, yang mun ul setiap 5 sampai 0 menit dalam ileus obstrukti! usus halus, setiap 10 sampai 20 menit pada ileus obstrukti! usus besar. Nyeri dari ileus obstrukti! usus halus demikian biasanya terlokalisasi supraumbilikus di dalam abdomen, sedangkan yang dari ileus obstrukti! usus besar biasanya tampil dengan nyeri intaumbilikus. %engan berlalunya &aktu, usus berdilatasi, motilitas menurun, sehingga gelombang peristaltik menjadi jarang, sampai akhirnya berhenti. .ada saat ini nyeri mereda dan diganti oleh pegal generalisata menetap di keseluruhan abdomen. Aika nyeri abdomen menjadi terlokalisasi baik, parah, menetap dan tanpa remisi, maka ileus obstruksi strangulata harus di urigai. (<abiston, 1##0) (untah re!leks ditemukan segera setelah mulainya ileus obstruksi yang memuntahkan apapun makanan dan airan yang terkandung, yang juga diikuti oleh airan duodenum, yang kebanyakan airan empedu (:arrisonCs, 2001). (untah tergantung atas tingkat ileus obstrukti!. Aika ileus obstrukti! usus halus, maka muntah terlihat dini dalam perjalanan dan terdiri dari airan jernih hijau atau kuning. 6sus didekompresi dengan regurgitasi, sehingga tak terlihat distensi. 3onstipasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu konstipasi absolut (dimana !eses dan gas tidak bisa keluar) dan relati! (dimana hanya gas yang bisa keluar) (@inslet, 2002). 3egagalan mengerluarkan gas dan !eses per rektum juga suatu gambaran khas ileus obstrukti!. .ireksia di dalam ileus obstrukti! dapat digunakan sebagai petanda (@inslet, 2002) ) 1) (ulainya terjadi iskemia 2) .er!orasi usus 4) 9n!lamasi yang berhubungan denga penyakit obsruksi :ipotermi menandakan terjadinya syok septikemia. Nyeri tekan abdomen yang terlokalisir menandakan iskemia yang mengan am atau sudah terjadi. .erkembangan peritonitis menandakan in!ark atau per!orasi. (@inslet, 2002)

'.

Fato(isio ogi
Perlengketan, intususepsi, volvulus, hernia dan tumor

Refluks inhibisi spingter Klien rawat inap Terganggu Spingter ani eksterna Reaksi hospitalisasi Tidak relaksasi Refluks lama dalam CEMAS Kolon dan rektum Konstipasi Kontraksi anuler p!lorus

Akumulasi gas dan cairan dalam lumen bagian proksimal letak obstruksi Distensi abdomen

Tekanan intra lumen meningkat

Iskemia dinding usus etabolisme anaerob glukosa erangsang pengeluaran mediator kimia "histamin# $radikinin dan prostaglandin% erangsang reseptor n!eri

&kspalasi isi lambung Proliferasi bakteri !ang ke usofagus $erlangsung cepat

Pelepasan bakteri dan 'erakan isi lambung Toksin dari usus !ang inpark Ke mulut melespaskan ual(muntah endotoksin dan merangsang tubuh melepaskan *at Intake kurang disampaikan ke hipotalamus

NYERI

erangsang s!araf otonom Aktifasi norepineprin $akteri S!araf simpatis terangsang mengaktifkan RAS mengaktifkan ker)a organ tubuh R& P!rogen oleh leukosit menurun Impuls ba gian termogulator melalui duct us toracicus

Klien ter)aga

NUTRISI KURANG DARI KEBUTUHAN

GANGGUAN POLA TIDUR HIPERTERMI

Kontraksi otot+ otot abdomen ke diafragma

Kehilangan ,-. dan elektrolit diafragma terganggu Relaksasi otot+otot

/olume &01 menurun &kspansi paru menurun

RESIKO KURANG VOLUME CAIRAN TIDAK EFEKTIF

POLA NAPAS

).

Pemeri*saan Pen+n&ang 1) .emeriksaan radiologi a. ,oto polos abdomen %engan posisi terlentang dan tegak (lateral dekubitus) memperlihatkan dilatasi lengkung usus halus disertai adanya batas antara air dan udara atau gas (air-fluid level) yang membentuk pola bagaikan tangga. b. .emeriksaan radiologi dengan *arium -nema (empunyai suatu peran terbatas pada pasien dengan obstruksi usus halus. .engujian -nema *arium terutama sekali berman!aat jika suatu obstruksi letak rendah yang tidak dapat pada pemeriksaan !oto polos abdomen. .ada anak2anak dengan intussus epsi, pemeriksaan enema barium tidak hanya sebagai diagnostik tetapi juga mungkin sebagai terapi. . D"E< an. .emeriksaan ini dikerjakan jika se ara klinis dan !oto polos abdomen di urigai adanya strangulasi. D"E< an akan mempertunjukkan se ara lebih teliti adanya kelainan2kelainan dinding usus, mesenterikus, dan peritoneum. D"E< an harus dilakukan dengan memasukkan >at kontras kedalam pembuluh darah. .ada pemeriksaan ini dapat diketahui derajat dan lokasi dari obstruksi. d. 6<1 .emeriksaan ini akan mempertunjukkan gambaran dan penyebab dari obstruksi. e. (R9 @alaupun pemeriksaan ini dapat digunakan, tetapi tehnik dan kontras yang ada sekarang ini belum se ara penuh mapan. "ehnik ini digunakan untuk mengevaluasi iskemia mesenterik kronis. !. 'ngiogra!i 'ngiogra!i mesenterik superior telah digunakan untuk mendiagnosis adanya herniasi internal, intussus epsi, volvulus, malrotation, dan adhesi. 2) .emeriksaan laboratorium Beukositosis mungkin menunjukkan adanya strangulasi, pada urinalisa mungkin menunjukkan dehidrasi. 'nalisa gas darah dapat mengindikasikan asidosis atau alkalosis metaboli . ( *runner and <uddarth, 2002 )

,.

Kom- i*asi
-2

1) .eritonitis karena absorbsi toksin dalam rongga peritonium sehingga terjadi peradangan atau in!eksi yang hebat pada intra abdomen. 2) .er!orasi dikarenakan obstruksi yang sudah terjadi terlalu lama pada organ intra abdomen. 4) <epsis, in!eksi akibat dari peritonitis, yang tidak tertangani dengan baik dan epat. 5) <yok hipovolemik terjadi akibat dehidrasi dan kehilangan volume plasma. (*runner and <uddarth, 2001) .. Penata a*sanaan %asar pengobatan ileus obstruksi adalah koreksi keseimbangan elektrolit dan airan, menghilangkan peregangan dan muntah dengan dekompresi, mengatasi peritonitis dan syok bila ada, dan menghilangkan obstruksi untuk memperbaiki kelangsungan dan !ungsi usus kembali normal. a. Resusitasi %alam resusitasi yang perlu diperhatikan adalah menga&asi tanda 2 tanda vital, dehidrasi dan syok. .asien yang mengalami ileus obstruksi mengalami dehidrasi dan gangguan keseimbangan ektrolit sehingga perlu diberikan airan intravena seperti ringer laktat. Respon terhadap terapi dapat dilihat dengan memonitor tanda 2 tanda vital dan jumlah urin yang keluar. <elain pemberian diperlukan juga pemasangan nasogastri mengurangi distensi abdomen. b. ,armakologis .emberian obat 2 obat antibiotik spektrum luas dapat diberikan sebagai pro!ilaksis. 'ntiemetik dapat diberikan untuk mengurangi gejala mual muntah. . Operati! Operasi dilakukan setelah rehidrasi dan dekompresi nasogastrik untuk men egah sepsis sekunder. Operasi dia&ali dengan laparotomi kemudian disusul dengan teknik bedah yang disesuaikan dengan hasil eksplorasi selama laparotomi. *erikut ini beberapa kondisi atau pertimbangan untuk dilakukan operasi ) Aika obstruksinya berhubungan dengan suatu simple obstruksi atau adhesi, maka tindakan lisis yang dianjurkan. Aika terjadi obstruksi stangulasi maka reseksi intestinal sangat diperlukan. .ada umumnya dikenal 5 ma am ara+tindakan bedah yang dilakukan pada obstruksi ileus ) 1) 3oreksi sederhana (simple orre tion), yaitu tindakan bedah sederhana untuk membebaskan usus dari jepitan, misalnya pada hernia in ar erata non2 strangulasi, jepitan oleh streng+adhesi atau pada volvulus ringan. airan intravena, tube (N1"). N1" digunakan untuk

mengosongkan lambung, men egah aspirasi pulmonum bila muntah dan

2) "indakan operati! by2pass, yaitu tindakan membuat saluran usus baru yang Fmele&atiG bagian usus yang tersumbat, misalnya pada tumor intralurninal, Drohn disease, dan sebagainya. 4) (embuat !istula entero2 utaneus pada bagian proHimal dari tempat obstruksi, misalnya pada Da stadium lanjut. 5) (elakukan reseksi usus yang tersumbat dan membuat anastomosis ujung2ujung usus untuk mempertahankan kontinuitas lumen usus, misalnya pada ar inoma olon, invaginasi, strangulata, dan sebagainya. .ada beberapa obstruksi ileus, kadang2kadang dilakukan tindakan operati! bertahap, baik oleh karena penyakitnya sendiri maupun karena keadaan penderitanya, misalnya pada Da sigmoid obstrukti!, mula2mula dilakukan kolostomi saja, kemudian hari dilakukan reseksi usus dan anastomosis. (<abara, 200;)

B. DA/PAK PENYAKIT TER0ADAP KEBUTU0AN DASAR /ANUSIA 1. akumulasi kontraksi 2. 3ebutuhan oHygenasi Obstruksi usus mengakibatkan terjadinya distensi abdomen akibat adanya airan dan gas dalam lumen usus. :al ini mengakibatkan terjadinya otot2otot dia!ragma dan relaksasi otot2otot dia!ragma terganggu

menyebabkan ekspansi paru menurun sehingga respirasi tidak e!ekti!. 3ebutuhan airan dan elektrolit Obstruksi usus mengakibatkan terjadinya penimbunan airan intra lumen akibat peningkatan ekskresi airan kedalam lumen usus. :al ini merupakan penyebab kehilangan airan dan elektrolit yang mengakibatkan terjadinya penurunan ekstra elluler !luid (-D,) sehingga terjadi hipovolemik. 4. 3ebutuhan rasa nyaman Nyeri abdomen terjadi akibat adanya distensi abdomen dan akibat kontraksi peristaltik kuat dinding usus mela&an obstruksi. Aika obstruksi berlanjut dan terjadi iskemia+in!lamasi+perporasi dapat terjadi pireksia. 5. 3ebutuhan nutrisi Obstruksi usus mengakibatkan terjadinya gangguan terhadap proses digesti, ingesti dan absorbsi nutrient. 0. 3ebutuhan eliminasi Obstuksi usus mengakibatkan motilitas usus menurun, menyebabkan re!luk inhibisi spingter tergangga mengakibatkan terjadinya kegagalan buang air besar (*'*).

7.

3ebutuhan istirahat dan tidur 3arena pada penderita ileus obstrukti! akibat dari distensi abdomen dan adanya nyeri yang intermiten maka istirahat klien kurang atau terganggu.

;.

3ebutuhan Rasa 'man Rasa aman akan terganggu karena keterbatasan kogniti! mengenai penyakit dan berhubungan dengan prosedur tindakan sehingga timbul emas.

1. ASU0AN KEPERA2ATAN 1. a. Peng*a&ian 9dentitas *iodata klien yang penting meliputi nama, umur, jenis kelamin, agama, suku dan gaya hidup. b. 1. Ri&ayat 3esehatan 3eluhan utama 3eluhan utama adalah keluhan yang dirasakan klien pada saat dikaji. .ada umumnya akan ditemukan klien merasakan nyeri pada abdomennya biasanya terus menerus, demam, nyeri tekan dan nyeri lepas, abdomen tegang dan kaku. 2. Ri&ayat kesehatan sekarang (engungkapkan hal2hal yang menyebabkan klien men ari pertolongan, dikaji dengan menggunakan pendekatan .IR<" ) . ) 'pa yang menyebabkan timbulnya keluhan. I ) *agaiman keluhan dirasakan oleh klien, apakah hilang, timbul atau terus2 menerus (menetap). R ) %i daerah mana gejala dirasakan < ) 3eparahan yang dirasakan klien dengan memakai skala numeri 1 s+d 10. ") 3apan keluhan timbul, sekaligus !a tor yang memperberat dan memperingan keluhan. 4. klien. . 1. 2. 4. 5. .emeriksaan !isik <istem perna!asan .eningkatan !rekuensi napas, napas pendek dan dangkal <istem kardiovaskuler "akikardi, pu at, hipotensi (tanda syok) <istem persara!an "idak ada gangguan pada sistem persyara!an <istem perkemihan Ri&ayat kesehatan keluarga 'pakah ada anggota keluarga yang mempunyai penyakit yang sama dengan

Retensio urine akibat tekanan distensi abdomen, anuria+oliguria, jika syok hipovolemik 0. <istem pen ernaan %istensi abdomen, muntah, bising usus meningkat, lemah atau tidak ada, ketidakmampuan de!ekasi dan !latus. 7. ;. $. #. <istem muskuloskeletal 3elelahan, kesulitan ambulansi <istem integumen "urgor kulit buruk, membran mukosa pe ah2pe ah (syok) <istem endokrin "idak ada gangguan pada sistem endokrin <istem reproduksi "idak ada gangguan pada sistem reproduksi 2. Diagnosa Ke-era3atan 4ang m+ng*in m+n#+ 'dapun diagnosa kepera&atan yang sering mun ul pada klien dengan ileus obstruksi adalah sebagai berikut ) (%oenges, (.-. 2001 dan @ong %.B) 1. 3ekurangan volume airan dan elektrolit berhubungan dengan intake yang tidak adeJuat dan ketidake!ekti!an penyerapan usus halus. 2. .erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b+d gangguan absorbsi nutrisi. 4. 3etidak e!ekti!an pola na!as berhubungan dengan distensi abdomen 5. 1angguan pola eliminasi) konstipasi berhubungan dengan dis!ungsi motilitas usus. 0. Nyeri berhubungan dengan distensi abdomen 7. 3e emasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. 4. Inter5ensi *e-era3atan 1. 3ekurangan volume airan dan elektrolit berhubungan dengan intake yang tidak adeJuat dan ketidake!ekti!an penyerapan usus halus "ujuan ) <etelah dilakukan tindakan kepera&atan selama 4H25 jam kebutuhan airan dan elektrolit terpenuhi. 3riteria hasil )
"anda vital normal (N);02$0 H+menit, <) 4724; D, "% ) 110+;0 2120+$0

mm:g)
9ntake dan output airan seimbang "urgor kulit elasti (ukosa lembab

-lektrolit dalam batas normal (Na) 140215; mmol+B, 3) 4,020,0 mmol+B, Dl)

#52111 mmol+B). 9ntervensi )


9ntervensi 1. 3aji kebutuhan airan pasien 2. Observasi tanda2tanda vital 4. Observasi tingkat tanda2tanda syok kesadaran dan 1. 2. 4. 5. Rasional (engetahui kebutuhan airan pasien. .erubahan yang drastis pada tanda2 tanda vital merupakan indikasi kekurangan airan. kekurangan airan dan elektrolit dapat mempengaruhi tingkat kesadaran dan mengakibatkan syok. (enilai !ungsi usus

5. Observasi bising usus pasien tiap 122 jam 0. (onitor intake dan output se ara ketat 7. .antau hasil laboratorium serum elektrolit, hematokrit ;. *eri penjelasan kepada pasien dan keluarga tentang tindakan yang dilakukan) pemasangan N1" dan puasa. $. 3olaborasi dengan medik untuk pemberian terapi intravena

0. (enilai keseimbangan airan 7. (enilai keseimbangan airan dan elektrolit ;. (eningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga serta kerjasama antara pera&at2pasien2keluarga. $. (emenuhi kebutuhan elektrolit pasien. airan dan

2. .erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b+d gangguan absorbsi nutrisi. "ujuan ) <etelah dilakukan tindakan kepera&atan selama 4H25 jam kebutuhan nutrisi teratasi. 3riteria hasil ) 1. "idak ada tanda2tanda mal nutrisi. 2. *erat badan stabil. 4. .asien tidak mengalami mual muntah. 9ntervensi )
9ntervensi 1. "injau !aktor2!aktor individual yang mempengaruhi kemampuan untuk men erna makanan, mis ) status puasa, mual, ileus paralitik setelah selang dilepas. 2. 'uskultasi bising ususK palpasi abdomenK atat pasase !latus. 4. 9denti!ikasi kesukaan+ketidaksukaan diet dari pasien. 'njurkan pilihan makanan tinggi protein dan vitamin D. Rasional 1. (empengaruhi pilihan intervensi.

5. Observasi terhadap terjadinya diareK makanan bau busuk dan berminyak.

2. (enentukan kembalinya peristaltik ( biasanya dalam 225 hari ). 4. (eningkatkan kerjasama pasien dengan aturan diet. .rotein+vitamin D adalah kontributor utuma untuk pemeliharaan jaringan dan perbaikan. (alnutrisi adalah !ator dalam menurunkan pertahanan terhadap in!eksi. 5. <indrom malabsorbsi dapat terjadi setelah pembedahan usus halus, memerlukan evaluasi lanjut dan perubahan diet, mis) diet rendah

0. 3olaborasi dalam pemberian obat2 obatan sesuai indikasi) 'ntimetik, mis) proklorpera>in (Dompa>ine). 'ntasida dan inhibitor histamin, mis) simetidin (tagamet).

serat. 0. (en egah muntah. (enetralkan atau menurunkan pembentukan asam untuk men egah erosi mukosa dan kemungkinan ulserasi.

4. 3etidak e!ekti!an pola na!as berhubungan dengan distensi abdomen "ujuan ) <etelah dilakukan tindakan kepera&atan selama 4H25 jam pola na!as menjadi e!ekti! 3riteria hasil ) .asien memiliki pola perna!asan) irama vesikuler, !rekuensi) 1$220H+menit 9ntervensi )
9ntervensi 1. Observasi ""L) ., "%, N,< Rasional 1. .erubahan pada pola na!as akibat adanya distensi abdomen dapat mempengaruhi peningkatan hasil ""L. 2. 'danya distensi pada abdomen dapat menyebabkan perubahan pola na!as. 4. *erkurangnya+hilangnya bising usus menyebabkan terjadi distensi abdomen sehingga mempengaruhi pola na!as. 5. (engurangi penekanan pada paru akibat distensi abdomen. 0. .erubahan pola na!as akibat adanya distensi abdomen dapat menyebabkan oksigenasi peri!er terganggu yang dimani!estasikan dengan adanya ianosis. 7. (endeteksi adanya asidosis respiratorik. ;. (eningkatkan pengetahuan dan kerjasama dengan keluarga pasien. $. (emenuhi kebutuhan oksigenasi pasien

2. 3aji status perna!asan) pola, !rekuensi, kedalaman 4. 3aji bising usus pasien

5. "inggikan kepala tempat tidur 50270 derajat 0. Observasi adanya tanda2tanda hipoksia jaringan peri!er) ianosis

7. (onitor hasil '1% ;. *erikan penjelasan kepada keluarga pasien tentang penyebab terjadinya distensi abdomen yang dialami oleh pasien $. Baksanakan program medi pemberian terapi oksigen

5. 1angguan pola eliminasi ) konstipasi berhubungan dengan dis!ungsi motilitas usus. "ujuan ) <etelah dilakukan tindakan kepera&atan selama 4H25 jam pola eliminasi kembali normal. 3riteria hasil ) .ola eliminasi *'* normal) 1H+hari, dengan konsistensi lembek, *6 normal ) 0240 H+menit, tidak ada distensi abdomen.

9ntervensi )
9ntervensi 1. 3aji dan atat !rekuensi, &arna dan konsistensi !e es 2. 'uskultasi bising usus 4. 3aji adanya !latus 5. 3aji adanya distensi abdomen Rasional 1. (engetahui ada atau tidaknya kelainan yang terjadi pada eliminasi !ekal. 2. (engetahui normal atau tidaknya pergerakan usus. 4. 'danya !latus menunjukan perbaikan !ungsi usus. 5. 1angguan motilitas usus dapat menyebabkan akumulasi gas di dalam lumen usus sehingga terjadi distensi abdomen. 0. (eningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga serta untuk meningkatkan kerjasana antara pera&at2pasien dan keluarga. 7. (embantu dalam pemenuhan kebutuhan eliminasi

0. *erikan penjelasan kepada pasien dan keluarga penyebab terjadinya gangguan dalam *'* 7. 3olaborasi dalam pemberian terapi pen ahar (BaHati!)

0. Nyeri berhubungan dengan distensi abdomen "ujuan ) <etelah dilakukan tindakan kepera&atan selama 4H25 jam rasa nyeri teratasi atau terkontrol 3riteria hasil ) .asien mengungkapkan penurunan ketidaknyamananK menyatakan nyeri pada tingkat dapat ditoleransi, menunjukkan rileks. 9ntervensi )
9ntervensi 1. Observasi ""L) N, "%, :R, . tiap shi! Rasional 1. Nyeri hebat yang dirasakan pasien akibat adanya distensi abdomen dapat menyebabkan peningkatan hasil ""L. 2. (engetahui kekuatan nyeri yang dirasakan pasien dan menentukan tindakan selanjutnya guna mengatasi nyeri. 4. .osisi yang nyaman dapat mengurangi rasa nyeri yang dirasakan pasien 5. Relaksasi dapat mengurangi rasa nyeri 0. (engurangi nyeri yang dirasakan pasien. 7. 'nalgetik dapat mengurangi rasa nyeri

2. 3aji keluhan nyeri, karakteristik dan skala nyeri yang dirasakan pesien sehubungan dengan adanya distensi abdomen 4. *erikan posisi yang nyaman) posisi semi !o&ler 5. 'jarkan dan anjurkan tehnik relaksasi tarik na!as dalam saat merasa nyeri 0. 'njurkan pasien untuk menggunakan tehnik pengalihan saat merasa nyeri hebat. 7. 3olaborasi dengan medi untuk terapi analgetik

7. 3e emasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. "ujuan ) 3e emasan teratasi. 3riteria hasil ) .asien mengungkapkan pemahaman tentang penyakit saat ini dan mendemonstrasikan keterampilan koping positi!. 9ntervensi )
9ntervensi 1. Observasi adanya peningkatan ke emasan) &ajah tegang, gelisah 2. 3aji adanya rasa emas yang dirasakan pasien 4. *erikan penjelasan kepada pasien dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan sehubungan dengan keadaan penyakit pasien 5. *erikan kesempatan pada pasien untuk mengungkapkan rasa takut atau ke emasan yang dirasakan 0. .ertahankan lingkungan yang tenang dan tanpa stres. 7. %orong dukungan keluarga dan orang terdekat untuk memberikan support kepada pasien Rasional 1. Rasa emas yang dirasakan pasien dapat terlihat dalam ekspresi &ajah dan tingkah laku. 2. (engetahui tingkat ke emasan pasien. 4. %engan mengetahui tindakan yang akan dilakukan akan mengurangi tingkat ke emasan pasien dan meningkatkan kerjasama 5. %engan mengungkapkan ke emasan akan mengurangi rasa takut+ emas pasien 0. Bingkungan yang tenang dan nyaman dapat mengurangi stress pasien berhadapan dengan penyakitnya 7. <upport system dapat mengurani rasa emas dan menguatkan pasien dalam memerima keadaan sakitnya.

BAB III TINJAUAN KASUS

A.

PEN!KAJIAN @aktu "empat ) 2$+12+2012 ) Ruang Nusa 9ndah

1. 9%-N"9"'< .'<9-N Nama 6mur Aenis 3elamin <uku+*angsa 'gama .ekerjaan .endidikan 'lamat "anggal (asuk Rumah <akit Dara (asuk Rumah <akit %iagnosa (edis 'lasan dira&at 3eluhan 6tama 6paya yang telah dilakukan "erapi+Operasi yang pernah dilakukan ) Nn. 8 ) 10 "ahun ) .erempuan ) <unda+9ndonesia ) 9slam ) .elajar ) <(. ) %esa <ilih&angi 3ab. (ajalengka ) 27+12+2012 ) (asuk melalui 61% ) 9lleus Obstrukti! .artial ) .erut nyeri, kembung, muntah , tidak bisa buang air besar dan !latus ) Nyeri perut ) Bangsung di ba&a ke 61% Rumah <akit 6mum %aerah (ajalengka ) 9L,% RB 10 tetes+menit De!atoHim 2 H 1 gr, per 9L Ranitidin 2 H 1 ampul, per 9L (etronida>ol 4 H 000 mg, per 9L 3etorola 2 H 1 ampul, per 9L %ul olak supp 02021, per re tal 2. R9@'8'" 3-.-R'@'"'N (N6R<9N1 :9<"OR8) 1) Ri&ayat .enyakit <ekarang Nn. 8 dira&at di R<6% (ajalengka sejak 2 hari yang lalu, klien langsung diba&a ke 61% R<6% (ajalengka dengan keluhan mendadak nyeri perut, tidak bisa buang air besar dan !latus. .ada saat dikaji klien masih mengalami nyeri perut, nyeri berat dengan skala ; (1210), nyeri melilit dari perut sekitar pusar

(supra umbilikus) menyebar ke bagian atas, disertai dengan muntah 2 kali, tidak bisa buang air besar (*'*) dan !latus, nyeri timbul setiap 420 menit, nyeri bertambah jika tidur terlentang atau dalam posisi miring, dan nyeri berkurang dalam posisi setengah duduk (semi !o&ler). 2) Ri&ayat .enyakit %ahulu "idak ada ri&ayat operasi dan sakit pada saluran pen ernaan sebelumnya. 4) Ri&ayat .enyakit 3eluarga 3akek dari ibu menderita penyakit hipertensi, tidak ada anggota yang menderita penyakit keturunan (herediter) lainya, dan tidak ada anggota keluarga yang mempunyai penyakit+kelainan ba&aan lahir ( ongenital).
!am"ar $.1 !enogram

Keterangan 3 3 4aki+laki 3 Klien


3 Tinggal satu rumah

3 Perempuan 3 eninggal

5) 3eadaan 3esehatan Bingkungan (enurut klien, merasa nyaman dengan lingkungan !isik maupun sosialnya. 3lien tinggal di pedesaan. Rumah klien bersi!at permanen dengan lantai keramik. Buas rumah kurang lebih #0 m2 yang terdiri dari 4 kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dapur dan kamar mandi. Lentilasi dan pen ahayaan rumah melalui jendela ka a yang bisa dibuka tutup. <umber air minum dari sumur pompa, sarana pembuangan air limbah menggunakan septik tank.

0) Ri&ayat 3esehatan Bainya "idak ada ri&ayat penggunaan narkotika, psikotropika dan >at adikti!. 4. O*<-RL'<9 %'N .-(-R93<''N ,9<93 1) 3eadaan 6mum .enampilan 3esadaran 2) "anda2tanda Lital <uhu Nadi "ekanan %arah Respirasi 4) .engkajian a. .emeriksaan ,isik 1. <istem .engindaran a .englihatan 3onjungtiva kedua mata ananemis, sklera kedua mata anikterik, re!leH ahaya (M), re!leH kornea (M), ptosis (2), distribusi kedua alis merata, tajam penglihatan normal (klien dapat memba a huru! pada koran pada jarak ba a sekitar 40 m) , strabismus (2), lapang pandang pada kedua mata masih dalam batas normal, tidak ada massa, tidak ada nyeri tekan pada kedua mata. b .en iuman ,ungsi pen iuman baik ditandai dengan klien dapat membedakan bau kopi dan kayu putih. .endengaran "idak ada lesi pada kedua telinga, tidak ada serumen, !ungsi pendengaran pada kedua telinga baik ditandai dengan klien dapat menja&ab seluruh pertanyaan tanpa harus diulang, tidak ada nyri tragus, tidak ada nyeri tekan pada kedua tulang mastoid, tidak ada massa pada kedua telinga. d .enge apan+.erasa ,ungsi penge apan baik, klien dapat membedakan rasa manis, asam, asin dan pahit. e .eraba 3lien dapat merasakan sentuhan ketika tangannya dipegang, klien dapat merasakan sensasi nyeri ketika di ubit. 2. <istem .erna!asan ) ) 3lien tampak meringis kesakitan ) Domposmentis, 1D< 10 (-5L0(7) ) ) 47,; o D ) $5 H+menit ) 100+;0 mm:g ) 25 H+menit

(ukosa hidung merah muda, lubang hidung simetris, tidak ada lesi pada hidung, polip (2), keadaan hidung bersih, sianosis (2), tidak ada nyeri tekan pada area sinus, tidak ada lesi pada daerah leher dan dada, tidak ada massa pada daerah leher, bentuk dada simetris, tidak ada nyeri tekan pada daerah leher dan dada, pergerakan dada simetris, tidak tampak pernapasan uping hidung dan retraksi interkosta, tidak ada kesulitan saat berna!as atau berbi ara. .ola na!as reguler dengan bunyi na!as vesikuler. 4. <istem .en ernaan 3eadaan bibir simetris, mukosa bibir lembab, stomatitis (2), tidak ada gigi yang tanggal maupun berlubang, lidah ber&arna merah muda, terpasang N1", airan N1" hijau / 500 , tidak ada pembesaran hepar, tidak ada parut, nyeri tekan (M) pada area supra umbilikus, bising usus 4 H + menit, perut kembung (distensi), tidak bisa *'* dan !latus, muntah 2 kali.
!am"ar $.2 Distensi A"domen -ada I e+s O"str+*ti(

5. <istem 3ardiovaskuler "idak ada peningkatan vena jugularis, Capillary Refill Time (DR") kembali kurang dari 2 detik, bunyi perkusi dullness pada daerah 9D< 2 lineasternal dekstra dan sinistra, terdengar jelas bunyi jantung <1 pada 9D< 5 lineasternal sinistra dan bunyi jantung <2 pada 9D< 7 midklavikula sinistra tanpa ada bunyi tambahan, irama jantung reguler. 0. <istem 6rinaria "idak ada keluhan nyeri atau sulit *'3, tidak terdapat distensi pada kandung kemih, tidak ada nyeri tekan pada daerah supra pubis, terpasang ateter. 7. <istem -ndokrin .ada saat dilakukan palpasi tidak ada pembesaran kelenjar thyroid, tremor (2), tidak ada kretinisme, tidak ada gigantisme. ;. <istem (uskuloskeletal

a) -kstremitas 'tas 3edua tangan dapat digerakkan, re!lek bisep dan trisep positi! pada kedua tangan. RO( (range of motion) pada kedua tangan kiri. b) -kstremitas *a&ah 3edua kaki dapat digerakkan, tidak ada lesi, re!lek patella positi!, re!lek babinski negative, tidak ada varises, tidak ada edema. 3ekuatan otot ) 0 0 3eterangan ) <kala 0 <kala 1 <kala 2 <kala 4 <kala 5 <kala 0 ) .aralisis berat ) "idak ada gerakkan, teraba + terlihat adanya kontraksi otot sedikit ) 1erakan otot penuh menentang gravitasi ) Rentang gerak lengkap + normal menentang gravitasi ) (jari pergelangan tangan dan kaki, siku dan lutut, bahu dan panggul) gerakan otot penuh sedikit tekanan ) (jari, pergelangan tangan dan kaki, siku dan lutut, bahu dan panggul) gerakan otot penuh menentang gravitasi dengan penahanan penuh $. <istem Reproduksi .ertumbuhan payudara (M), tidak ada lesi, tidak ada benjolan pada payudara. 3lien mengalami haid pertama pada usia 12 tahun (kelas 7 <%), siklus haid 2$ hari, kadang2kadang nyeri haid (dismenorhoe). #. <istem 9ntegumen @arna kulit sa&o matang, keadaan kulit kepala bersih, rambut ikal tumbuh merata, turgor kulit baik, tidak ada lesi, kuku pendek dan bersih. 10. <istem .ersyara!an Orientasi klien terhadap orang, tempat dan &aktu baik. a) Nervus 9 (Olfaktorius) ,ungsi pen iuman hidung baik, terbukti klien dapat membedakan bau kopi dan kayu putih. 0 0 tangan maksimal, tidak ada atro!i otot kedua tangan, terpasang in!use pada

b) Ner!us 99 (Optikus)

,ungsi penglihatan baik, klien dapat memba a koran pada jarak sekitar 40 m. ) Ner!us 999 (Oculomotorius) Re!lek pupil menge il sama besar pada saat terkena ahaya, klien dapat menggerakkan bola matanya ke atas. d) Ner!us 9L (Tochlearis) 3lien dapat menggerakkan bola matanya kesegala arah. e) Ner!us L (Trigeminus) 3lien dapat merasakan sensasi nyeri dan sentuhan, gerakan mengunyah baik. !) Ner!us L9 (Abdusen) 3lien dapat menggerakkan matanya ke kanan dan ke kiri. g) Ner!us L99 (Facialis) 3lien dapat menutup kedua mata, menggerakkan alis dan dahi, klien dapat tersenyum, ada rangsangan nyeri saat di ubit. h) Ner!us L999 (Aksutikus) ,ungsi pendengaran baik, pera&at tanpa diulang. i) Ner!us 9N ( losofaringeal) ,ungsi penge apan baik, klien dapat membedakan rasa manis, asin dan pahit. j) Ner!us N (!agus) Re!lek menelan baik. k) Ner!us N9 (Asesorius) Beher dapat digerakkan kesegala arah, klien dapat menggerakkan bahunya. l) Ner!us N99 ("ipoglosus) 3lien dapat menggerakkan dan menjulurkan lidahnya. b. .ola 'kti!itas <ehari2hari 1. .ola .ersepsi dan "ata Baksana :idup <ehat 3lien berpandangan bah&a sehat itu sangat berharga karena saat sakit ia tidak dapat melakukan aktivitas dengan bebas. 3lien berusaha untuk selalu berperilaku hidup sehat seperti u i tangan sebelum makan dan gosok gigi sebelum tidur dan sesudah makan, mengkonsumsi makanan bergi>i serta tidak menyalahgunakan obat2obatan. 2. .ola Nutrisi dan (etabolisme klien dapat menja&ab pertanyaan

Ta"e $.1 Po a N+trisi dan /eta"o isme NO 1 a. b. . d. makan e. yang alergi !. 2 yang disukai D'9R'N a. Oral Aenis Aumlah 9ntra vena Aenis jumlah b. 6rine 3eringat, dll Dairan N1" Out put / 1200 / $00 2 +hari +hari / #00 2 / 500 +hari +hari 2 2 'sering 2000 +hari 'ir putih /100022000 +hari .uasa 2 9ntake (akanan (akanan menimbulkan 3-*6"6:'N N6"R9<9 **+"* %iet ,rekuensi .orsi 54 kg+10$ m Nasi, lauk pauk, sayur 4 kali+hari 1 piring tidak ada (ie instan ? baso 2 54 kg+10$ m .uasa 2 2 2 <-*-B6( <'39" <-"-B': <'39"

4.

.ola -liminasi <udah 4 hari di R< 3lien tidak bisa *'* dan !latus, *'3 melalui atheter, &arna urin kekuningan, jumlah / #00 supp, per re tal). +25 jam. %i rumah sakit klien menggunakan obat untuk merangsang *'*+pen ahar (dul olaH

5.

.ola 'kti!itas dan Batihan %i R< sehari2hari hanya berbaring di tempat tidur, klien mengatakan badanya terasa lemas, klien tampak lemah. %i rumah klien sekolah dari jam 7.00 sampai dengan jam 15.00 dan langsung pulang ke rumah. .enggunaan alat bantu (2), kesulitan gerak (2). %i rumah klien tidur jam 22.00 sampai dengan jam 05.40 dan jarang tidur siang. %i R< klien tidur jam 22.00 sampai dengan jam 00.00. 1angguan tidur (2).

%i rumah klien berolah raga setiap hari minggu dengan lari pagi bersama teman2temannya. 'pabila mempunyai &aktu luang, klien sering bepergian dengan teman2temannya. 3lien merasa lebih santai ketika menggunakan &aktu luangnya. 0. .ola 3ogniti! dan .erseptual 3lien dapat melihat dengan baik, klien mampu melihat dengan jelas tulisan dari jarak kurang lebih 40 m. 9ndra perasa klien juga ber!ungsi baik, klien dapat menge ap rasa manis, asam, asin, dan pahit. 3lien mengetahui penyakitnya dengan bertanya kepada dokter dan pera&at, klien dapat mengatakan bah&a penyakit yang dideritanya adalah akibat 7. adanya sumbatan pada ususnya, klien berharap proses penyembuhan penyakitnya jangan sampai melalui tindakan pembedahan. .ersepsi dan 3onsep %iri 3lien merasakan sakitnya sebagai sebuah stressor dan menganggapnya sebagai sesuatu yang harus dijalani. <e ara lengkap konsep diri klien dapat diuraikan sebagai berikut ) a) #ody image + gambaran diri 3lien mengatakan menerima dengan keadaan tubuhnya meskipun belum bisa buang air besar. b) 9deal diri 3lien mengatakan ingin epat sembuh dan pulang ke rumah, berkumpul dengan keluarganya dan kembali sekolah. ) :arga diri <ejak klien dira&at di Rumah <akit, semua kebutuhan klien banyak dibantu oleh keluarganya serta pera&at sehingga klien merasa sangat diperhatikan. d) 9dentitas diri 3lien mampu menyebutkan nama, umur, alamat dan lain2lain pada saat dilakukan pengkajian. e) .eran diri 3lien adalah seorang sis&a <(. dan merasa dengan kondisi sakitnya klien tidak dapat menjalankan perannya ;. .ola :ubungan dan .eran
3lien adalah anak pertama dari dua bersaudara. Orang tuanya telah berpisah, klien tinggal bersama ibunya. 3lien merasa lebih dekat dengan neneknya. <elama dira&at klien merasa bosan karena tidak dapat bertemu dengan teman2temannya.

3lien lebih sering ditemani neneknya dan menurut neneknya klien tampak senang sekali ketika teman2teman sekolahnya datang menjenguk. 3lien juga kooperati! terhadap dokter dan pera&at.

$.

.ola Reproduksi <eksual 3lien merasa sebagai seorang perempuan dan telah mengalami haid pertama pada usia 12 tahun dengan siklus haid 2$ hari, klien merasa tertarik pada la&an jenis dan sudah mempunyai teman dekat seorang lelaki teman sekolahnya.

#.

.ola .enanggulangan <tress 3lien selalu menganggap masalah sebagai suatu obaan hidup yang harus dijalaninya, klien berpandangan bah&a setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. @alaupun kadang menangis ketika menghadapi beban stress
yang berat. 3lien juga sering meminta bantuan dari teman dekatnya atau orang tuanya terutama neneknya.

10. .ola "ata Nilai dan 3eper ayaan %i lingkungan tempat tinggalnya terdapat keper ayaan masyarakat yang berpandangan bah&a ketika sakit tidak boleh keramas, memotong rambut dan kuku (pamali), dan apabila ada luka tidak boleh mengkonsumsi makanan yang anyir2anyir. 11. .ersonal :igiene %i Rumah <akit klien mandi 2 kali sehari, gosok gigi 2 kali sehari, keramas belum pernah tetapi rambut klien tampak bersih, gunting kuku juga belum pernah karena kukunya masih pendek. <emua aktivitas personal hygiene dilakukan dengan bantuan keluarga. 12. 3etergantungan 3lien tidak mempunyai ri&ayat ketergantungan terhadap obat2obat tertentu, termasuk alkohol, dan >at adikti! lainya. . 'spek .sikologis 3lien selalu menanyakan tentang kondisi penyakitnya, berapa lama penyakitnya akan sembuh sehingga klien bisa beraktivitas seperti biasanya, klien juga selalu menanyakan tindakan yang dilakukan. -kspresi &ajah klien tampak lesu. d. 'spek <osial+9nteraksi :ubungan dan pera&at. klien dengan anggota keluarga, saudara dan dengan lingkungan tempat tinggal klien baik. 3lien juga kooperati! terhadap dokter

e. 'spek <piritual 3lien beragama islam dan meyakini bah&a sakitnya merupakan obaan dari 'llah <@", sehingga klien merasa yakin bah&a dirinya akan sembuh. %alam kesehariannya di rumah, klien selalu melakukan shalat 0 &aktu, namun selama klien dira&at di rumah sakit, klien merasa ada hambatan untuk menunaikan ke&ajiban sholatnya, namun klien selalu berdoa agar epat diberi kesembuhan.

5. %9'1NO<"9D "-<" '. Baboratorium


Ta"e $.2 0asi Pemeri*saan 6a"oratori+m "anggal 2;+12+2012 A-N9< .-(-R93<''N :* Beukosit B-% <1O" <1." Natrium 3alium :'<9B 12,5 ;$00 50 20 1$ 14; 5,2 N9B'9 NOR('B 1221$ 5000210.000 0220 s+d 2# s+d 2# 1402150 4,020,0 'N'B9<' Normal Normal "inggi Normal Normal Normal Normal

*. Radiologi

!am"ar $.$ Foto Po os A"domen Tangga 2,71272812

3esan ) "erdapat distribusi gas pada lambung, usus halus, olon sigmoid dan re tum.

D. "-R'.9

)
Ta"e $.$ Tera-i 4ang di"eri*an di R+ang N+sa Inda9

No. 1 2 4 5 0 7 ;

Nama Obat 9L,% ) 'sering De!otaksim Ranitidin 3etorola 'linamin , (etronida>ol %ul ola supp

%osis 40 tts+menit 2 H 1 gr 2H1 2H1 2H1 4 H 000 mg 2H1

Aam 12 2 25 12 2 25 12 2 25 12 2 25 12220205 12 2 25

Dara .emberiaan 9ntravena 9ntravena 9ntravena 9ntravena 9ntravena 9ntravena .er re tal

<ediaan ,labot ,lakon 'mpul 'mpul 'mpul *otol "ablet supp

0. 'N'B9<' %'N <9N"-<' %'"'


%'"' %ata subjekti! 3lien mengeluh nyeri pada bagian abdomen %ata objekti! 3lien tampak kesakitan -kspresi &ajah meringis <kala nyeri ; (1210) %istensi abdomen .eristaltik usus 4 kali+menit <ampai ke dorsal horn prostaglandin (elalui traktus spinotalamikus antero lateralis "halamus DorteH erebri Nyeri abdomen dipersepsikan Rangsangan nyeri ditangkap oleh reseptor nyeri Rangsangan nyeri sampai ke serabut syara! nyeri %istensi abdomen 'kumulasi airan dan gas -"9OBO19 Obstruksi usus .eristaltik usus menurun ('<'B': Nyeri abdomen

%'"' %ata subjekti! 3lien mengatakan sudah 4 hari tidak bisa *'* dan !latus %ata objekti! %istensi abdomen .eristaltik usus 4 kali+menit

-"9OBO19 Obstruksi usus .eristaltik usus menurun Re!luk inhibisi spingter terganggu <pingter ani ekterna tidak relaksasi Re!luk lama dalam olon dan rektum
3onstipasi

('<'B': 1angguan pola eliminasi 3onstipasi

%ata subjekti! 3lien mengeluh badan lemas dan muntah 2 kali %ata objekti! 3lien tampak lemah %istensi abdomen Dairan N1" hijau jumlah / 500

Obstruksi usus .eristaltik usus menurun .eningkatan ekskresi airan kedalam lumen usus .enimbunan airan intra lumen

Resiko kekurangan volume airan dan elektrolit

3ehilangan :2O dan elektrolit Lolume -D, menurun


Resiko hipovolemik

%'"' %ata subjekti! 3lien mengeluh badan lemes, kilen puasa %ata objekti! 3lien tampak lemah *ising usus 4H+menit %istensi abdomen

-"9OBO19 Obstruksi usus .eristaltik usus menurun 'kumulasi airan dan gas %istensi abdomen 1angguan absorbsi nutrisi Resiko perubahan nutisi kurang dari kebutuhan

('<'B': Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

B.

DIA!NOSA KEPERA2ATAN DAN PRIORITAS 1. 2. 4. 5. Nyeri abdomen berhubungan dengan distensi abdomen 1anguan pola eliminasi ) 3onstipasi berhubungan dengan dis!ungsi motilitas usus Resiko kekurangan volume airan dan elektrolit berhubungan dengan akumulasi airan dalam lumen usus dan ketidake!ekti!an penyerapan usus halus Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan gangguan absobsi nutrisi.

1.

REN1ANA TINDAKAN KEPERA2ATAN


"1B 2$+12+2012 "6A6'N %'N :'<9B 8'N1 %9:'R'.3'N Nyeri abdomen berhubungan <etelah dilakukan tindakan dengan distensi abdomen, yang kepera&atan selama 2 N 25 ditandai dengan ) jam pasien tidak mengalami nyeri, dengan kriteria hasil ) %ata subjekti! 3lien mengungkapkan 3lien mengeluh nyeri pada se ara verbal rasa nyeri abdomen area supra hilang. umbilikus <kala nyeri 0 (1210) %ata objekti! 3lien dapat rileks. 3lien tampak kesakitan 3lien mampu -kspresi &ajah meringis mendemonstrasikan <kala nyeri ; (1210) keterampilan relaksasi %istensi abdomen ""L dalam batas normal .eristaltik usus 4 kali+menit %9'1NO<' 3-.-R'@'"'N R-ND'N' "9N%'3'N 1. Observasi ""L tiap shi! R'<9ON'B .'R',

2. 3aji keluhan nyeri, karakteristik dan skala nyeri yang dirasakan pesien sehubungan dengan adanya distensi abdomen 4. *erikan posisi yang nyaman) posisi semi !o&ler

2$+12+2012

5. 'jarkan dan anjurkan tehnik relaksasi tarik na!as dalam saat merasa nyeri 0. 3olaborasi dengan medi untuk terapi analgetik 1anguan pola eliminasi ) <etelah dilakukan tindakan 1. 3aji dan atat !rekuensi, &arna 3onstipasi berhubungan dengan kepera&atan selama 2 H 25 dan konsistensi !e es dis!ungsi motilitas usus, yang jam konstipasi klien teratasi, ditandai dengan ) dengan kriteria hasil ) 2. 'uskultasi bising usus %ata subjekti! .ola *'* dalam batas 4. 3aji adanya !latus normal 3lien mengatakan sudah 4 konsistensi lembek hari tidak bisa *'* dan !latus *6 normal ) 7212 H+menit 5. 3aji adanya distensi abdomen %ata objekti! tidak ada distensi %istensi abdomen (M) abdomen. .eristaltik usus 4 kali+menit 0. *erikan penjelasan kepada pasien dan keluarga penyebab terjadinya gangguan dalam *'*

1. Nyeri hebat yang dirasakan sujana pasien akibat adanya distensi abdomen dapat menyebabkan peningkatan hasil ""L. 2. (engetahui kekuatan nyeri yang dirasakan pasien dan menentukan tindakan selanjutnya guna mengatasi nyeri. 4. .osisi yang nyaman dapat mengurangi rasa nyeri yang dirasakan pasien 5. Relaksasi dapat mengurangi rasa nyeri 0. 'nalgetik dapat mengurangi rasa nyeri 1. (engetahui ada atau tidaknya 'ndy 3 kelainan yang terjadi pada eliminasi !ekal. 2. (engetahui normal atau tidaknya pergerakan usus. 4. 'danya !latus menunjukan perbaikan !ungsi usus. 5. 1angguan motilitas usus dapat menyebabkan akumulasi gas di dalam lumen usus sehingga terjadi distensi abdomen. 0. (eningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga serta untuk meningkatkan kerjasana antara pera&at2pasien dan keluarga.

2$+12+2012

Resiko kekurangan volume airan dan elektrolit berhubungan dengan akumulasi airan dalam lumen usus dan ketidake!ekti!an penyerapan usus halus, yang ditandai dengan ) %ata subjekti! 3lien mengeluh badan lemas dan muntah %ata objekti! 3lien tampak lemah %istensi abdomen (M) Dairan N1" :ijau, jumlah / 500

<etelah dilakukan tindakan pera&atan luka selama 2 H 25 jam klien tidak mengalami kekurangan volume airan dan elektrolit, dengan kriteria hasil ) ""L dalam batas normal 9ntake dan output airan seimbang "urgor kulit elasti (ukosa lembab -lektrolit dalam batas normal (Na) 140215; mmol+B, 3) 4,020,0 mmol+B, Dl) #52111 mmol+B).

7. 3olaborasi dalam pemberian terapi pen ahar (BaHati!) #. 3aji kebutuhan airan pasien 10.Observasi tanda2tanda vital 11.Observasi tingkat kesadaran dan tanda2tanda syok

2$+12+2012

Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan gangguan absorbsi nutrisi yang ditandai dengan ) %ata subjekti! 3lien mengeluh badan lemes, klien puasa %ata objekti! 3lien tampak lemah *ising usus 4H+menit %istensi abdomen

<etelah dilakukan tindakan pera&atan selama 2 H 25 jam klien tidak mengalami perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, dengan kriteria ) "idak ada tanda2tanda malnutrisi *erat badan stabil *ising usus 7212 kali+menit

12.Observasi bising usus pasien tiap 122 jam 14.(onitor intake dan output 14.(enilai keseimbangan airan se ara ketat 15..antau hasil laboratorium serum 15.(enilai keseimbangan airan elektrolit, hematokrit dan elektrolit 10.*eri penjelasan kepada pasien 10.(eningkatkan pengetahuan dan keluarga tentang tindakan pasien dan keluarga serta yang dilakukan) pemasangan kerjasama antara pera&at2 N1" dan puasa. pasien2keluarga. $. 3olaborasi dengan medik untuk $. (emenuhi kebutuhan airan pemberian terapi intravena. dan elektrolit pasien. 1. Bakukan pengkajian nutrisi 1. (engidenti!ikasi kebutuhan dengan seksama 2. 'uskultasi bising usus. 2. 3embalinya !ungsi usus menunjukan kesiapan untuk men erna kembali. 4. (ulai dengan nutrisi airan 4. (enurunkan insiden kram perlahan, bila masukan oral abdomen dan mual. dimulai 5. *erikan makanan enteral atau 5. 6ntuk mengantisipasi kebutuhan parenteral jika diindikasikan. tubuh dalam metabolisme

7. (embantu dalam pemenuhan kebutuhan eliminasi #. (engetahui kebutuhan airan 'an N pasien. 10..erubahan yang drastis pada tanda2tanda vital merupakan indikasi kekurangan airan. 11.kekurangan airan dan elektrolit dapat mempengaruhi tingkat kesadaran dan mengakibatkan syok. 12.(enilai !ungsi usus

Rini

D.

I/P6E/ENTASI TINDAKAN KEPERA2ATAN


"1B 2$+12+2012 A'( 15.00 @9* NO. %N 3-.-R'@'"'N %N 1 "9N%'3'N 3-.-R'@'"'N 1. (engobservasi ""L tiap shi! 2. (engkaji keluhan nyeri, karakteristik dan skala nyeri yang dirasakan pesien sehubungan dengan adanya distensi abdomen 4. (emberikan posisi yang nyaman) posisi semi !o&ler 5. (engajarkan dan menganjurkan tehnik relaksasi tarik na!as dalam saat merasa nyeri 0. 3olaborasi dengan medik untuk terapi analgetik R-<.ON 1. "% ) 100+;0 mm:g, <uhu 47,; , Nadi $5 kali+menit, Respirasi 25 kali+menit. 2. Nyeri pada area supra umbilikus, nyeri melilit, skala nyeri ; (1210), klien tampak meringis. 4. 3lien merasa lebih nyaman dalam posisi semi !o&ler 5. 3lien merasa lebih rilek setelah dilakukan teknik relaksasi. 0. (emberikan obat analgetik injeksi, ketorolak 1 ampul iv 1. 3lien belum *'* 2. *ising usus 4 H+menit 4. 3lien belum !latus 5. %istensi abdomen berkurang 0. 3lien dan keluarga dapat memahami penyebab terjadinya gangguan *'*, keluarga dan klien kooperatip. 7. (emberikan dul olaH supp 1 tablet per rektal.
o

.'R', 'de <

20.00 @9*

Aajang

2$+12+2012

10.00 @9*

%N 2

1. (engkaji dan men atat !rekuensi, &arna dan konsistensi !e es 2. (elakukan pemeriksaan auskultasi bising usus 4. (engkaji adanya !latus 5. (engkaji adanya distensi abdomen 0. (emberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga penyebab terjadinya gangguan dalam *'* 7. 3olaborasi dalam pemberian terapi pen ahar (BaHati!)

9is 9ndra 8

"1B 2$+12+2012

A'( 17.00 @9*

NO. %N 3-.-R'@'"'N %N 4

"9N%'3'N 3-.-R'@'"'N 1. (engkaji kebutuhan airan pasien 2. (engobservasi tanda2tanda vital 4. (engobservasi tingkat kesadaran dan tanda2 tanda syok 5. (engobservasi bising usus pasien tiap 122 jam 0. (emonitor intake dan output se ara ketat 7. memantau hasil laboratorium serum elektrolit, hematokrit ;. (emberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga tentang tindakan yang dilakukan) pemasangan N1" dan puasa. $. 3olaborasi dengan medik untuk pemberian terapi intravena.

R-<.ON 1. 3lien dipuasakan, muntah 2 kali, terpasang N1" airan &arna hijau, jumlah 500 2. "% ) 100+;0 mm:g, <uhu 47,; oD, Nadi $5 H+menit, Respirasi 25 H+menit 4. 3esadaran komposmentis, 1D< 10, "urgor kulit baik. 5. .eristaltik 4 kali+menit 0. "erasang in!us asering 40 tetes+menit, output urine 400 pada urine bag 7. :asil laboratorium ) Na 14;, 3 5,2 ;. 3lien dan keluarga mengerti tentang tindakan yang dilakukan, klien dan keluarga kooperati!. $. "erpasang in!us asering 40 tetes+menit 1. 3lien puasa, berat badan 54 kg 2. *ising usus 4 kali+menit

.'R', %easy '

2$+12+2012

17.40 @9*

%N 5

1. (elakukan pengkajian nutrisi dengan seksama 2. (elakukan pemeriksaan auskultasi bising usus.

%e&i N

E.

1ATATAN PERKE/BAN!AN
"1B 2$+12+2012 A'( 15.00 NO. %N 3-.-R'@'"'N %N 1 D'"'"'N .-R3-(*'N1'N <ubyekti! ) 3lien masih mengeluh nyeri perut melilit dari supra umbilikus menyebar keatas. Obyekti! ) 3lien tampak meringis, <kala nyeri ; (1210), "% 100+;0 mm:g, Nadi $5 H+menit, R ) 25 H+menit <uhu 47,; oD 'nalisa ) (asalah belum teratasi .lanning ) 1. Observasi ""L tiap shi! 2. 3aji keluhan nyeri, karakteristik dan skala nyeri yang dirasakan pesien sehubungan dengan adanya distensi abdomen 4. *erikan posisi yang nyaman) posisi semi !o&ler 5. 'jarkan dan anjurkan tehnik relaksasi tarik na!as dalam saat merasa nyeri 0. 3olaborasi dengan medi untuk terapi analgetik 9mplementasi ) 1. (engobservasi ""L tiap shi! 2. (engkaji keluhan nyeri, karakteristik dan skala nyeri yang dirasakan pesien sehubungan dengan adanya distensi abdomen 4. (emberikan posisi yang nyaman) posisi semi !o&ler Respon ) 3lien merasa lebih nyaman dalam posisi tidur semi!o&ler 5. (engajarkan dan menganjurkan tehnik relaksasi tarik na!as dalam saat merasa nyeri 0. 3olaborasi dengan medik untuk terapi analgetik Respon ) (emberikan injeksi ketorola 1 ampul iv -valuasi ) 3lien masih mengeluh nyeri Banjutkan intervensi .'R', -ni R

10.00

%N 2

<ubyekti! ) 3lien mengatakan belum *'*, !latus (2) Obyekti! ) %istensi abdomen berkurang, peristaltik 4 H+menit 'nalisa ) (asalah belum teratasi .lanning ) 1. 3aji dan atat !rekuensi, &arna dan konsistensi !e es 2. 'uskultasi bising usus 4. 3aji adanya !latus 5. 3aji adanya distensi abdomen 0. *erikan penjelasan kepada pasien dan keluarga penyebab terjadinya gangguan dalam *'* 7. 3olaborasi dalam pemberian terapi pen ahar (BaHati!) 9mplementasi ) 1. (engkaji dan men atat !rekuensi, &arna dan konsistensi !e es Respon ) *elum *'* 2. (elakukan pemeriksaan auskultasi bising usus Respon ) *ising usus 4H+menit 4. (engkaji adanya !latus Respon ) ,latus (2) 5. (engkaji adanya distensi abdomen Respon ) %istensi abdomen berkurang 0. (emberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga penyebab terjadinya gangguan dalam *'* 7. 3olaborasi dalam pemberian terapi pen ahar (BaHati!) Respon ) (emberikan dulkola supp 1 tablet supp, per re tal -valuasi ) 3lien belum *'* Banjutkan intervensi O

Aaja <

17.00

%N 4

<ubyekti! ) 3lien mengatakan badan masih lemes, tidak muntah Obyekti! ) "urgor baik, "% 100+;0 mm:g, N $$ H+menit, R 25 H+menit, <uhu 47,; oD, airan N1" / 500

<ri :

17.40

%N 5

'nalisa ) (asalah belum teratasi .lanning ) 1. 3aji kebutuhan airan pasien 2. Observasi tanda2tanda vital 4. Observasi tingkat kesadaran dan tanda2tanda syok 5. Observasi bising usus pasien tiap 122 jam 0. (onitor intake dan output se ara ketat 7. .antau hasil laboratorium serum elektrolit, hematokrit ;. *eri penjelasan kepada pasien dan keluarga tentang tindakan yang dilakukan) pemasangan N1" dan puasa. $. 3olaborasi dengan medik untuk pemberian terapi intravena 9mplementasi ) 1. (engkaji kebutuhan airan pasien 2. (engobservasi tanda2tanda vital 4. (engobservasi tingkat kesadaran dan tanda2tanda syok 5. (engobservasi bising usus pasien tiap 122 jam Respon ) .eristaltik usus 4 H+menit 0. (emonitor intake dan output se ara ketat 7. (emantau hasil laboratorium serum elektrolit, hematokrit ;. (emberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga tentang tindakan yang dilakukan) pemasangan N1" dan puasa. $. 3olaborasi dengan medik untuk pemberian terapi intravena Respon ) "erpasang in!us asering dri! alinamin , 1 ampul 40 tetes+menit -valuasi ) 3lien tampak lemes, klien puasa Banjutkan intervensi <ubyekti! ) 3lien mengatakan badan lemes, puasa. Obyekti! ) 3lien tampak lemah, bising usus 4 H+menit, distensi abdomen (M), ** 54 kg 'nalisa (asalah belum teratasi .laning

-ngkus 3

2#+12+2012

15.00

%N 1

1. Bakukan pengkajian nutrisi dengan seksama 2. 'uskultasi bising usus. 4. (ulai dengan nutrisi airan perlahan, bila masukan oral dimulai 5. *erikan makanan enteral atau parenteral jika diindikasikan. 9mplementasi ) 1. (elakukan pengkajian nutrisi dengan seksama 2. (elakukan pemeriksaan auskultasi bising usus. -valuasi 3lien tampak lemah, klien puasa Banjutkan intervensi <ubyekti! ) 3lien mengatakan nyeri perut berkurang Obyekti! ) <kala nyeri 5 (1210), "% 120+$0 mm:g, Nadi ) $0 H+menit, R ) 20 H+menit 'nalisa ) (asalah belum teratasi .lanning ) 1. Observasi ""L tiap shi! 2. 3aji keluhan nyeri, karakteristik dan skala nyeri yang dirasakan pesien sehubungan dengan adanya distensi abdomen 4. *erikan posisi yang nyaman) posisi semi !o&ler 5. 'jarkan dan anjurkan tehnik relaksasi tarik na!as dalam saat merasa nyeri 0. 3olaborasi dengan medi untuk terapi analgetik 9mplementasi ) 7. (engobservasi ""L tiap shi! ;. (engkaji keluhan nyeri, karakteristik dan skala nyeri yang dirasakan pesien sehubungan dengan adanya distensi abdomen $. (emberikan posisi yang nyaman) posisi semi !o&ler Respon ) 3lien merasa nyaman dalam posisi tidur semi!o&ler #. (engajarkan dan menganjurkan tehnik relaksasi tarik na!as dalam saat merasa nyeri 10.3olaborasi dengan medik untuk terapi analgetik Respon ) (emberikan injeksi ketorola 1 ampul iv -valuasi ) 3lien masih mengeluh nyeri

'ndy 3

10.00

%N 2

Banjutkan intervensi O <ubyekti! ) 3lien mengatakan belum *'*, !latus (M) Obyekti! ) %istensi abdomen (2), peristaltik 7 H+menit 'nalisa ) (asalah belum teratasi .lanning ) 1. 3aji dan atat !rekuensi, &arna dan konsistensi !e es 2. 'uskultasi bising usus 4. 3aji adanya !latus 5. 3aji adanya distensi abdomen 0. *erikan penjelasan kepada pasien dan keluarga penyebab terjadinya gangguan dalam *'* 7. 3olaborasi dalam pemberian terapi pen ahar (BaHati!) 9mplementasi ) 1. (engkaji dan men atat !rekuensi, &arna dan konsistensi !e es 2. Respon ) *elum *'* 4. (elakukan pemeriksaan auskultasi bising usus 5. Respon ) *ising usus 7H+menit 0. (engkaji adanya !latus 7. Respon ) ,latus (M) ;. (engkaji adanya distensi abdomen $. Respon ) %istensi abdomen (2) #. (emberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga penyebab terjadinya gangguan dalam *'* 10.3olaborasi dalam pemberian terapi pen ahar (BaHati!) 11.Respon ) (emberikan dulkola supp 1 tablet supp, per re tal -valuasi ) 3lien belum *'* Banjutkan intervensi O 'an N

17.00

%N 4 <ubyekti! ) 3lien mengatakan badan masih lemes, puasa, tidak muntah

<ujana

17.40

%N 5

Obyekti! ) "erpasang N1", airan jernih jumlah 100 , turgor baik, "% 120+$0 mm:g, N $0 H+menit, R 20 H+menit, <uhu 47,; oD 'nalisa ) (asalah belum teratasi .lanning ) 1. 3aji kebutuhan airan pasien 2. Observasi tanda2tanda vital 4. Observasi tingkat kesadaran dan tanda2tanda syok 5. Observasi bising usus pasien tiap 122 jam 0. (onitor intake dan output se ara ketat 7. .antau hasil laboratorium serum elektrolit, hematokrit ;. *eri penjelasan kepada pasien dan keluarga tentang tindakan yang dilakukan) pemasangan N1" dan puasa. $. 3olaborasi dengan medik untuk pemberian terapi intravena 9mplementasi ) 1. (engkaji kebutuhan airan pasien 2. (engobservasi tanda2tanda vital 4. (engobservasi tingkat kesadaran dan tanda2tanda syok 5. (engobservasi bising usus pasien tiap 122 jam Respon ) .eristaltik usus 7 H+menit 0. (emonitor intake dan output se ara ketat Respon ) 3lien di oba minum, 6rin jernih jumlah 400 7. (emantau hasil laboratorium serum elektrolit, hematokrit ;. (emberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga tentang tindakan yang dilakukan) pemasangan N1" dan puasa. $. 3olaborasi dengan medik untuk pemberian terapi intravena Respon ) "erpasang in!us asering dri! alinamin , 1 ampul 40 tetes+menit -valuasi ) 3lien masih tampak lemah, puasa, N1" terpasang Banjutkan intervensi. <ubyekti! ) 3lien mengatakan badan lemes, sudah di oba minum Obyekti! )

Rini '

3lien masih tampak lemah, bising usus 7 H+menit, distensi abdomen (2), ** 54 kg 'nalisa (asalah belum teratasi .laning 1. Bakukan pengkajian nutrisi dengan seksama 2. 'uskultasi bising usus. 4. (ulai dengan nutrisi airan perlahan, bila masukan oral dimulai 5. *erikan makanan enteral atau parenteral jika diindikasikan. 9mplementasi ) 1. (elakukan pengkajian nutrisi dengan seksama 2. (elakukan pemeriksaan auskultasi bising usus 4. (emulai dengan nutrisi airan perlahan peroral Respon ) klien tidak muntah -valuasi 3lien masih tampak lemah Banjutkan intervensi

F.

E:A6UASI
"1B 40+12+2012 A'( 15.00 NO. %N 3-.-R'@'"'N %N 1 -L'B6'<9 .'R', Aaja <

<ubyekti! ) 3lien mengatakan nyeri sangat berkurang Obyekti! ) 3lien tampak rileks, <kala nyeri 2 (1210), "% 110+;0 mm:g, Nadi ) $0 H+menit, R ) 20 H+menit 'nalisa ) (asalah belum teratasi .lanning ) Banjutkan intervensi ) 1. Observasi ""L tiap shi! 2. 3aji keluhan nyeri, karakteristik dan skala nyeri yang dirasakan pesien sehubungan dengan adanya distensi abdomen 4. *erikan posisi yang nyaman) posisi semi !o&ler 5. 'jarkan dan anjurkan tehnik relaksasi tarik na!as dalam saat merasa nyeri 0. 3olaborasi dengan medi untuk terapi analgetik

10.00

%N 2

<ubyekti! ) 3lien mengatakan sudah *'* jam 7.00 @9*, konsistensi lembek, &arna kekuningan. Obyekti! ) %istensi abdomen (2), peristaltik usus # H+menit 'nalisa ) (asalah teratasi .lanning ) 9ntervensi hentikan -L'B6'<9 <ubyekti! ) 3lien mengatakan badan masih lemes, sudah di oba minum air putih dan susu. Obyekti! ) "urgor baik, "% 110+;0 mm:g, N $0 H+menit, R 20 H+menit, <uhu 47,; oD, masih terpasang N1" di klem. 'nalisa ) (asalah belum teratasi .lanning ) Banjutkan intervensi ) 1. 3aji kebutuhan airan pasien 2. Observasi tanda2tanda vital 4. Observasi tingkat kesadaran dan tanda2tanda syok 5. Observasi bising usus pasien tiap 122 jam 0. (onitor intake dan output se ara ketat 7. .antau hasil laboratorium serum elektrolit, hematokrit ;. *eri penjelasan kepada pasien dan keluarga tentang tindakan yang dilakukan) pemasangan N1" dan puasa. $. 3olaborasi dengan medik untuk pemberian terapi intravena <ubyekti! ) 3lien mengatakan badan masih lemes

Aajang

"1B 40+12+2012

A'( 17.00

NO. %N 3-.-R'@'"'N %N 4

.'R', <ri :

17.40

%N 5

9is 9ndra 8

Obyekti! ) 3lien masih tampak lemah, bising usus # H+menit, ** 54 kg 'nalisa (asalah belum teratasi .laning Banjutkan intervensi 1. Bakukan pengkajian nutrisi dengan seksama 2. 'uskultasi bising usus. 4. (ulai dengan nutrisi airan perlahan, bila masukan oral dimulai 5. *erikan makanan enteral atau parenteral jika diindikasikan

BAB I: PE/BA0ASAN

<etelah penulis melaksanakan asuhan kepera&atan pada Nn.y dengan gangguan sistem .en ernaan ) 9leus Obstrukti! .artial di Ruang Nusa 9ndah Rumah <akit 6mum %aerah (ajalengka pada tanggal 2$ E 40 %esember 2012, penulis memahami bah&a proses kepera&atan yang dilaksanakan tidak jauh berbeda dengan teori yang telah didapat. .roses kepera&atan tersebut meliputi pengkajian, penentuan diagnosa kepera&atan, intervensi, implementasi dan evaluasi, &alaupun demikian terdapat beberapa kesenjangan yang ditemukan antara teori dengan praktek, yaitu ) 1. Peng*a&ian .engkajian merupakan tahap a&al dari proses kepera&atan yang dilaksanakan se ara sistematis untuk mengumpulkan in!ormasi atau data tentang klien baik dari klien, keluarga maupun atatan kepera&atan berupa data obyekti! dan data subyekti! untuk menentukan prioritas masalah dalam asuhan kepera&atan. "ahap pengkajian ini, penulis tidak menemukan kesulitan, klien dan keluarga ukup kooperati! sehingga membantu penulis dalam mengumpulkan data. %alam kasus ini penulis tidak menemukan beberapa perbedaan yang men olok antara yang tertulis pada teori dengan kasus di rumah sakit. 2. Diagnosa Ke-era3atan %iagnosa kepera&atan merupakan masalah kepera&atan yang disusun berdasarkan data2data yang didapatkan selama pengkajian untuk selanjutnya dianalisa menjadi suatu diagnosa kepera&atan. a. %iagnosa kepera&atan pada teori
1. 3ekurangan volume airan dan elektrolit berhubungan dengan intake yang tidak adeJuat dan ketidake!ekti!an penyerapan usus halus yang ditandai dengan adanya mual, muntah, demam dan dia!oresis. 2. 4. 5. 0. 7. .erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b+d gangguan absorbsi nutrisi. 3etidake!ekti!an pola na!as berhubungan dengan distensi abdomen 1angguan pola eliminasi) konstipasi berhubungan dengan dis!ungsi motilitas usus. Nyeri berhubungan dengan distensi abdomen 3e emasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan.

b. %iagnosa kepera&atan pada kasus


1. Nyeri abdomen berhubungan dengan distensi abdomen, yang ditandai dengan klien mengeluh nyeri pada abdomen area supra umbili us, klien tampak kesakitan, ekspresi &ajah meringis, skala nyeri ; (1210), distensi abdomen, peristaltik usus 4 kali+menit.

2.

1anguan pola eliminasi ) konstipasi berhubungan dengan dis!ungsi motilitas usus, yang ditandai dengan klien mengatakan sudah 4 hari tidak bisa *'* dan !latus, distensi abdomen, peristaltik usus 4 kali+menit.

4.

Resiko kekurangan volume

airan dan elektrolit berhubungan dengan akumulasi

airan dalam lumen usus dan ketidake!ekti!an penyerapan usus halus, yang ditandai dengan klien mengeluh badan lemas dan muntah, klien tampak lemah, distensi abdomen, airan N1" hijau, jumlah / 500 5. . Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan gangguan absorbsi nutrisi yang ditandai dengan klien mengeluh badan lemes, klien puasa, klien tampak lemah, bising usus 4H+menit, distensi abdomen.

. %iagnosa kepera&atan yang ditemukan sama pada teori dan kasus


1. Nyeri abdomen berhubungan dengan distensi abdomen, yang ditandai dengan klien mengeluh nyeri pada abdomen area supra umbili us, klien tampak kesakitan, ekspresi &ajah meringis, skala nyeri ; (1210), distensi abdomen, peristaltik usus 4 kali+menit. 2. 1anguan pola eliminasi ) konstipasi berhubungan dengan dis!ungsi motilitas usus, yang ditandai dengan klien mengatakan sudah 4 hari tidak bisa *'* dan !latus, distensi abdomen, peristaltik usus 4 kali+menit.

d. %iagnosa kepera&atan yang ditemukan pada kasus tetapi pada teori tidak ada
1. Resiko kekurangan volume airan dan elektrolit berhubungan dengan akumulasi airan dalam lumen usus dan ketidake!ekti!an penyerapan usus halus, yang ditandai dengan klien mengeluh badan lemas dan muntah, klien tampak lemah, distensi abdomen, airan N1" hijau, jumlah / 500 2. . Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan gangguan absorbsi nutrisi yang ditandai dengan klien mengeluh badan lemes, klien puasa, klien tampak lemah, bising usus 4H+menit, distensi abdomen.

e. %iagnosa kepera&atan pada teori ada tetapi pada kasus tidak ada
1. 3ekurangan volume airan dan elektrolit berhubungan dengan intake yang tidak adeJuat dan ketidake!ekti!an penyerapan usus halus yang ditandai dengan adanya mual, muntah, demam dan dia!oresis. 2. 4. 5. .erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b+d gangguan absorbsi nutrisi. 3etidak e!ekti!an pola na!as berhubungan dengan distensi abdomen 3e emasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. *erdasarkan data dari hasil pengkajian, terdapat beberapa diagnosa kepera&atan yang tidak mun ul pada kasus &alaupun pada teori ada, hal dapat dijelaskan sebagai berikut ) 1. 3ekurangan volume airan dan elektrolit

%ata yang diperlukan untuk mengangkat diagnosa kepera&atan ini menjadi masalah yang aktual adalah adanya rasa haus, penurunan turgor kulit, membran mukosa+kulit kering, peningkatan denyut nadi, penurunan tekanan darah, penurunan volume+tekanan nadi, pengisian vena menurun, perubahan status mental, konsentrasi urine meningkat, temperatur tubuh meningkat, kehilangan berat badan

se ara tiba2tiba, penurunan urine output, hematokrit meningkat, kelemahan. (Nanda Ni No , 2000)
%ata yang ditemukan hasil pengkajian pada kasus ini adalah klien mengeluh badan lemes, klien tampak lemah, turgor baik, "% 100+;0, nadi $5 H+menit, suhu 47,; o , respirasi 25 H+menit, hasil laboratorium ) Na 14;, 3 5,2 (normal), klien puasa, muntah 2 kali, "erpasang N1" untuk dekompresi. *erdasarkan data yang ditemukan hasil pengkajian, maka diagnosa kepera&atan kekurangan volume airan dan elektrolit pada kasus ini baru merupakan masalah yang mengan am atau resiko kekurangan volume airan dan elektrolit. 2. .erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh %ata yang diperlukan untuk mengangkat diagnosa kepera&atan ini menjadi masalah yang aktual adalah penurunan berat badan 20 P atau lebih, membran mukosa dan konjungtiva pu at, kelemahan otot yang digunakan untuk menelan+mengunyah, luka, in!lamasi pada rongga mulut, adanya perubahan sensasi rasa, kehilangan berat badan dengan makanan ukup, nyeri abdominal dengan atau tanpa patologi, kurang berminat terhadap makanan, suara usus hiperakti!. (Nanda Ni No , 2000) %ata yang ditemukan hasil pengkajian pada kasus ini adalah klien puasa, tidak terjadi penurunan berat badan. *erdasarkan data yang ditemukan hasil pengkajian, maka diagnosa perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada kasus ini baru merupakan masalah yang mengan am atau resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. 4. 3etidak e!ekti!an pola na!as berhubungan dengan distensi abdomen

%ata yang diperlukan untuk mengangkat diagnosa kepera&atan ini menjadi masalah yang aktual adalah dyspnea, na!as pendek, penurunan tekanan inspirasi+ekspirasi, penurunan pertukaran udara per menit, menggunakan otot perna!asan tambahan, orthopnea, perna!asan pursed2lip, tahap ekspirasi berlangsung sangat lama, penurunan kapasitas vital, respirasi) Q 11 E 25 H +menit. (Nanda Ni No , 2000)
%ata yang ditemukan hasil pengkajian pada kasus ini adalah !rekuensi napas 25 H+menit, pernapasan uping hidung (2), retraksi inter osta (2),tidak ada kesulitan saat berna!as atau berbi ara, pola na!as reguler dengan bunyi na!as vesikuler. *erdasarkan data yang ditemukan hasil pengkajian pada kasus ini, maka diagnosa ketidake!ekti!an pola na!as berhubungan dengan distensi abdomen tidak dapat diangkat menjadi masalah kepera&atan. 5. 3e emasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan.

%ata yang diperlukan untuk mengangkat diagnosa kepera&atan ini menjadi masalah yang aktual adalah 9nsomnia, kontak mata kurang, kurang istirahat,

ber!okus pada diri sendiri, iritabilitas, takut, nyeri perut, penurunan "% dan denyut nadi, diare, mual, kelelahan, gangguan tidur, gemetar, anoreksia, mulut kering, peningkatan "%, denyut nadi, RR, kesulitan berna!as, bingung, bloking dalam pembi araan, sulit berkonsentrasi. (Nanda Ni No , 2000) %ata yang ditemukan hasil pengkajian pada kasus ini adalah klien dan keluarga kooperati!, tanda2tanda vital dalam batas normal, tidak ada gangguan tidur, kebutuhan tidur terpenuhi, klien dapat menerima keadaan dirinya.
*erdasarkan data yang ditemukan hasil pengkajian pada kasus ini, maka diagnosa ke emasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan tidak dapat diangkat menjadi masalah kepera&atan.

$.

Inter5ensi
.enulis menyusun intervensi sesuai dengan prioritas masalalah kepera&atan yang telah disusun dari aktual kepotensial, yaitu ) 1. Nyeri abdomen berhubungan dengan distensi abdomen, yang ditandai dengan klien mengeluh nyeri pada abdomen area supra umbili us, klien tampak kesakitan, ekspresi &ajah meringis, skala nyeri ; (1210), distensi abdomen, peristaltik usus 4 kali+menit. 2. 1anguan pola eliminasi ) konstipasi berhubungan dengan dis!ungsi motilitas usus, yang ditandai dengan klien mengatakan sudah 4 hari tidak bisa *'* dan !latus, distensi abdomen, peristaltik usus 4 kali+menit. 4. Resiko kekurangan volume airan dan elektrolit berhubungan dengan akumulasi airan dalam lumen usus dan ketidake!ekti!an penyerapan usus halus, yang ditandai N1" hijau, jumlah / 500 5. . dengan klien mengeluh badan lemas dan muntah, klien tampak lemah, distensi abdomen, airan Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan gangguan absorbsi nutrisi yang ditandai dengan klien mengeluh badan lemes, klien puasa, klien tampak lemah, bising usus 4H+menit, distensi abdomen.

%. Im- ementasi
.enulis tidak mendapat hambatan dalam melakukan implementasi, hal ini disebabkan klien dan keluarga ukup kooperati!, implementasi yang penulis lakukan sesuai dengan intervensi yang sudah penulis susun.

'. E5a +asi %ari hasil intervensi terhadap ke 5 diagnosa kepera&atan yang mun ul pada kasus ini, yaitu )

1.

Nyeri abdomen berhubungan dengan distensi abdomen, yang ditandai dengan klien mengeluh nyeri pada abdomen area supra umbili us, klien tampak kesakitan, ekspresi &ajah meringis, skala nyeri ; (1210), distensi abdomen, peristaltik usus 4 kali+menit.

2.

1anguan pola eliminasi ) konstipasi berhubungan dengan dis!ungsi motilitas usus, yang ditandai dengan klien mengatakan sudah 4 hari tidak bisa *'* dan !latus, distensi abdomen, peristaltik usus 4 kali+menit.

4.

Resiko kekurangan volume airan dan elektrolit berhubungan dengan akumulasi airan dalam lumen usus dan ketidake!ekti!an penyerapan usus halus, yang ditandai N1" hijau, jumlah / 500 . dengan klien mengeluh badan lemas dan muntah, klien tampak lemah, distensi abdomen, airan

5.

Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan gangguan absorbsi nutrisi yang ditandai dengan klien mengeluh badan lemes, klien puasa, klien tampak lemah, bising usus 4H+menit, distensi abdomen.

<etelah dilakukan evaluasi hanya masalah ganguan pola eliminasi konstipasi yang dapat teratasi, dimana klien sudah dapat buang air besar (*'*), peristaltik usus # H+menit. <edangkan ketiga masalah lainya tidak teratasi, hal ini dikarenakan keterbatasan &aktu sehingga planning yang sudah disusun dikon!irmasikan kembali pada pera&at di ruangan.

BAB : SI/PU6AN DAN SARAN


A. Sim-+ an <etelah penulis melaksanakan asuhan kepera&atan pada Nn.y dengan gangguan sistem .en ernaan ) 9leus Obstrukti! .artial di Ruang Nusa 9ndah Rumah <akit 6mum %aerah (ajalengka pada tanggal 2$ E 40 %esember 2012, penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut ) 1. .ada pengkajian tidak menemukan perbedaan yang men olok antara yang tertulis pada teori dengan kasus di rumah sakit 2. %iagnosa kepera&atan disusun berdasarkan hasil analisa terhadap data senjang hasil pengkajian pada pasien. .rioritas diagnosa kepera&atan disusun dari masalah aktual kemasalah potensial. "idak semua diagnosa kepera&atan yang ada pada teori dapat ditemukan pada kasus di rumah sakit.
4. 9ntervensi disusun berdasarkan pada prioritas masalalah kepera&atan yang telah disusun dan sesuai dengan intervensi yang ada pada konsep teorinya.

5. 9mplementasi yang dilaksanakan sesuai dengan intervensi yang telah disusun 0. .ada evaluasi hanya masalah ganguan pola eliminasi konstipasi yang dapat teratasi, <edangkan masalah lainya yang belum teratasi, dikon!irmasikan kembali pada pera&at di ruangan. B. Saran *agi R<6% (ajalengka diharapkan karya tulis ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam melaksanakan asuhan kepera&atan pasien dengan ileus obstruksi khususnya untuk ruang Nusa 9ndah R<6% (ajalengka.

DAFTAR PUSTAKA

1. 'nonym. $echanical %ntestinal ObstructionK (diunduh tanggal 27 %esember 2012). "ersedia dari) http)++&&&.(er k. om.

2. 'uthor. %leus ObstruksiK (diunduh tanggal 27 %esember 2012). "ersedia dari) http)++&&&.,iles2o!2%rs(ed.tk.

4. 'lie!. (, dkk. &apita 'elekta &edokteran. Aakarta) ,369K 2000.

5. *la k ? :a&k. $edical 'urgical (ursing Clinical $anagemen for )ositive Outcomes* Fifth +dition, !ol -. <t. Bouis (issouri) (osbyK 2000.

0. *runner ? <uddarth. #uku A.ar &epera/atan $edikal #edah Alih bahasa Agung 0aluyo, dkk* +ditor $onica +ster, dkk* +d* 1. Aakarta) -1DK 2002.

7. %onna 9gnatavi ian. $edical 'urgical (ursing* !olume 2. <t. Bouis (issouri) -lsevier <oundersK 2007.

;. Be&is :eitkemper %iksen. $edical 'urgical (ursing* !olume 2. <t. Bouis (issouri) (osby -lsevierK 200;.

$. .ri e ?@ilson. )atofisiologi &onsep &linis )roses-)roses )enyakit* +disi !olume-. Aakarta) -1DK 200;.

3,

#.

Rahayu Rejeki handayani, bahar asril. #uku a.ar ilmu penyakit 4alam 5ilid %%% +disi %!. Aakarta) %epartemen .endidikan 9lmu .enyakit %alam ,akultas 3edokteran 6niversitas 9ndonesiaK 200;.

10. Audith (. @ilkinson, Nan y R. 'hern. #uku 'aku 4iagnosis &epera/atan, 4iagnosa (A(4A, %ntervensi (%C, &riteria "asil (OC. Aakarta) -1DK 2000.

11. %oengoes, (arylin - ? (oorhouse. Rencana Askep 6 )edoman untuk )erencanaan dan )endokumentasian )era/atan )asien* +disi 7. Aakarta) -1DK 2000.

SATUAN A1ARA PE/BE6AJARAN

"opik <ub "opik <asaran "empat @aktu

) (anajemen nyeri ) Relaksasi ) .engertian nyeri dan relaksasi, tujuan relaksasi, man!aat relaksasi dan prosedur relaksasi. ) 3lien Nn. 8 dengan ileus obstrukti! partial ) Ruang Nusa 9ndah R<6% (ajalengka ) .ukul 15.00 E 15.40 @9* (1 H 40 menit)

:ari + "anggal ) Aumat + 2$ %esember 2012 .emberi (ateri ) 3elompok 99 A. 6atar Be a*ang /asa a9 Nyeri abdomen pada ileus obstrukti! timbul karena kontraksi peristaltik kuat pada dinding usus mela&an obstrukti! atau disebabkan karena distensi abdomen yang menekan persyara!an pada usus. %i butuhkan suatu bentuk asuhan kepera&atan untuk mengelola masalah nyeri tersebut. (anajemen nyeri merupakan suatu proses atau tindakan kepera&atan yang dilakukan baik se ara mandiri ataupun se ara kolaborati! pada pasien guna mengontrol atau mengurangi nyeri serta mengendalikan rasa nyeri yang di rasakan oleh pasien. Nyeri adalah suatu mekanisme protekti! dari tubuh yang timbul bilamana jaringan dirusak dan menyebabkan individu tersebut bereaksi untuk menghilangkan rasa nyeri tersebut. (anajemen nyeri mempunyai beberapa tindakan atau prosedur baik se ara !armakologi maupun non !armakologi. "eknik relaksasi merupakan bagian dari manajemen nyeri non!armakologi. Relaksasi ini bisa mengurangi pelepasan bahan kimia yang menyebabkan respon

in!lamasi pada jaringan lokal sehingga timbul penurunan sirkulasi lokal, dengan relaksasi akan terjadi vasodilatasi pembuluh darah yang dapat meningkatkan sirkulasi, sehingga akan terjadi metabolisme aerob yang tidak menghasilkan asam laktat sebagai penyebab nyeri. ((ander, 2005) *. T+&+an 1. "ujuan instruksional 6mum <etelah mendapatkan pendidikan kesehatan diharapkan Nn 8 dapat mengetahui dan memahami tentang teknik relaksasi untuk mengontrol rasa nyeri. 2. "ujuan 9nstruksional 3husus <etelah mendapatkan pendidikan kesehatan selama 1 H 40 menit, Nn. 8 mampu ) a. (engetahui tentang pengertian nyeri dan relaksasi. b. (engetahui tujuan dan man!aat relaksasi. . (engetahui dan mampu mendemonstrasikan prosedur relaksasi

1. /etode 1. Deramah dan tanya ja&ab (etode ini digunakan untuk penyampaian materi melalui penjelasan kepada Nn. 8 dengan ara tatap muka dan mempertahankan kontak mata. 2. %emonstrasi (etode ini digunakan untuk mempraktekan bagaimana prosedur teknik relaksasi dilakukan. 4. %iskusi (etode ini digunakan untuk saling tukar pendapat, dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana klien Nn. 8 mampu menyerap tentang materi yang telah disampaikan. D. /edia Bea!let yang berisi tentang pengertian dan tujuan rilaksasi, prosedur relaksasi dan man!aat relaksasi. E. /ateri Pem"e a&aran 1. 2. 4. 5. .engertian nyeri dan relaksasi tujuan relaksasi (an!aat relaksasi .rosedur relaksasi

F. Strategi Pem"e a&aran

:ari+"gl+Aa m Aumat 2$+12+2012 Aam 15.00 s+d 15.40 @9*

"ahap 3egiatan 1. .ersiapan 2. .embukaan

3egiatan (empersiapkan materi, sasaran dan tempat media,

@aktu 0 menit 0 menit

(engu apkan salam , perkenalan dan penyampaian maksud dan tujuan (enjelaskan tentang materi meliputi pengertian nyeri dan relaksasi, tujuan relaksasi, man!aat relaksasi, prosedur relaksasi, dan demonstrasi %iskusi, mengevaluasi tujuan penyuluhan kesehatan, mengu apkan terima kasih atas perhatian yang diberikan dan memberi salam penutup.

4. 9nti

10 menit

5. .enutup

0 menit

!. E5a +asi 1. -valuasi .roses 3lien Nn. 8 dapat kooperati!, respon mendengarkan dan memperhatikan penyampaian materi. 2. -valuasi 'khir <etelah diberikan pendidikan kesehatan klien Nn. 8 dapat menjelaskan dan mendemonstrasikan kembali teknik relaksasi yang disampaikan.

0. S+m"er /ateri 1. 'limul, '., ',. '. (2007). )engantar kebutuhan dasar manusia -. Aakarta) <alemba (edika. 2. <melt>er ? *are. 2002. 3epera&atan medikal bedah. -disi $ Lol.1. 'lih *ahasa ) 'gung &aluyo. Aakarta. -1D. 4. .riharjo, R. (2004). .era&atan nyeri. Aakarta. -1D

/ATERI PE/BE6AJARAN 1. .engertian Nyeri adalah suatu keadaan yang tidak menyenangkan akibat terjadinya rangsangan !isik maupun dari serabut sara! dalam tubuh ke otak dan diikuti oleh reaksi !isik, !isiologis, dan emosional. ('limul, 2007) "eknik relaksasi merupakan suatu bentuk asuhan kepera&atan, yang dalam hal ini pera&at mengajarkan kepada klien bagaimana ara melakukan napas dalam, napas lambat

(menahan inspirasi se ara maksimal) dan perlahan. (<melt>er ? *are, 2002) 2. "ujuan

bagaimana menghembuskan napas se ara

"ujuan teknik relaksasi napas dalam adalah untuk meningkatkan ventilasi alveoli, memelihara pertukaran gas, men egah atelektasi paru, meningkatkan e!esiensi batuk, mengurangi stress baik stress !isik maupun emosional yaitu menurunkan intensitas nyeri dan menurunkan ke emasan. (<melt>er ? *are, 2002) 4. (an!aat teknik relaksasi "eknik relaksasi napas dalam dapat menurunkan intensitas nyeri melalui mekanisme yaitu ) a. %engan merelaksasikan otot2otot skelet yang mengalami spasme yang disebabkan oleh peningkatan prostaglandin sehingga terjadi vasodilatasi pembuluh darah dan akan meningkatkan aliran darah ke daerah yang mengalami spasme dan iskemi . b. "eknik relaksasi napas dalam diper ayai mampu merangsang tubuh untuk melepaskan opioid endogen yaitu endorphin dan enke!alin (<melt>er ? *are, 2002) . (udah dilakukan dan tidak memerlukan alat d Relaksasi melibatkan sistem otot dan respirasi dan tidak membutuhkan alat lain sehingga mudah dilakukan kapan saja atau se&aktu2&aktu.

5.

.rosedur teknik relaksasi napas dalam *entuk pernapasan yang digunakan pada prosedur ini adalah pernapasan dia!ragma yang menga u pada pendataran kubah diag!ragma selama inspirasi yang mengakibatkan pembesaran abdomen bagian atas sejalan dengan desakan udara masuk selama inspirasi. (enurut .riharjo (2004), langkah2langkah teknik relaksasi napas dalam adalah sebagai berikut ) a. Diptakan lingkungan yang tenang b. 6sahakan tetap rileks dan tenang . (enarik na!as dalam dari hidung dan mengisi paru2paru dengan udara melalui hitungan 1,2,4 d. .erlahan2lahan udara dihembuskan melalui mulut sambil merasakan ekstrimitas atas dan ba&ah rileks e. 'njurkan berna!as dengan irama normal 4 kali !. (enarik na!as lagi melalui hidung dan menghembuskan melalui mulut se ara perlahan2lahan g. (embiarkan telapak tangan dan kaki rileks h. 6sahakan agar tetap konsentrasi + mata sambil terpejam i. .ada saat konsentrasi pusatkan pada daerah yang nyeri

j. 'njurkan untuk mengulangi prosedur hingga nyeri terasa berkurang k. 6langi sampai 10 kali, dengan selingi istirahat singkat setiap 0 kali. l. *ila nyeri menjadi hebat, seseorang dapat berna!as se ara dangkal dan epat.

PENGERTIAN PENGERTIAN 5!eriadalah adalahsuatu suatukeadaan keadaan!ang !angtidak tidak 5!eri men!enangkanakibat akibatter)adin!a ter)adin!arangsangan rangsangan men!enangkan fisikmaupun maupundari dariserabut serabutsaraf sarafdalam dalamtubuh tubuhke ke fisik otakdan dandiikuti diikutioleh olehreaksi reaksifisik, fisik,fisiologis, fisiologis,dan dan otak emosional# emosional# "Alimul,-226% -226% "Alimul,

TUJUAN TUJUAN

Tu)uanteknik teknikrelaksasi relaksasinapas napasdalam dalam Tu)uan adalahuntuk untukmeningkatkan meningkatkanventilasi ventilasialveoli, alveoli, adalah memeliharapertukaran pertukarangas, gas,mencegah mencegah memelihara atelektasiparu, paru,meningkatkan meningkatkanefesiensi efesiensi atelektasi

Teknikrelaksasi relaksasimerupakan merupakansuatu suatubentuk bentukasuhan asuhan Teknik keperawatan,!ang !angdalam dalamhal halini iniperawat perawat keperawatan, menga)arkankepada kepadaklien klienbagaimana bagaimanacara cara menga)arkan melakukannapas napasdalam, dalam,napas napaslambat lambat"menahan "menahan melakukan inspirasisecara secaramaksimal% maksimal%dan dan bagaimana bagaimana inspirasi menghembuskannapas napassecara secaraperlahan# perlahan#"Smelt*er "Smelt*er menghembuskan 7$are, $are,-22-% -22-% 7

batuk,mengurangi mengurangistress stressbaik baikstress stressfisik fisik batuk, maupunemosional emosional!aitu !aitumenurunkan menurunkan maupun intensitasn!eri n!eridan danmenurunkan menurunkankecemasan# kecemasan# intensitas "Smelt*er7 7$are, $are,-22-% -22-% "Smelt*er

A51AATT&K5IK T&K5IKR&4AKSASI R&4AKSASI A51AAT

PR.S&D8R T&,5IK R&4AKSASI 5APAS DA4A PR.S&D8R T&,5IK R&4AKSASI 5APAS DA4A

Dengan merelaksasikan merelaksasikan otot+otot otot+otot skelet skelet !ang !ang Dengan mengalami spasme spasme !ang !ang disebabkan disebabkan oleh oleh mengalami peningkatan prostaglandin prostaglandin sehingga sehingga ter)adi ter)adi peningkatan vasodilatasi pembuluh pembuluh darah darah dan dan akan akan vasodilatasi meningkatkan aliran aliran darah darah ke ke daerah daerah !ang !ang meningkatkan mengalamispasme spasmedan daniskemic# iskemic# mengalami Teknikrelaksasi relaksasinapas napasdalam dalamdiperca!ai diperca!aimampu mampu Teknik merangsang tubuh tubuh untuk untukmelepaskan melepaskan opioid opioid merangsang endogen !aitu !aitu endorphin endorphin dan dan enkefalin enkefalin endogen "Smelt*er7 7$are, $are,-22-% -22-% "Smelt*er udahdilakukan dilakukandan dantidak tidakmemerlukan memerlukanalat alat udah Relaksasi melibatkan melibatkan sistem sistem otot otot dan dan respirasi respirasi Relaksasi dan tidak tidak membutuhkan membutuhkan alat alat lain lain sehingga sehingga dan mudah dilakukan dilakukan kapan kapan sa)a sa)a atau atau sewaktu+ sewaktu+ mudah waktu# waktu#

0iptakan lingkungan !ang tenang 0iptakan lingkungan !ang tenang 8sahakan tetap rileks dan tenang 8sahakan tetap rileks dan tenang enarik nafas dalam dari hidung dan mengisi paru+paru dengan udara enarik nafas dalam dari hidung dan mengisi paru+paru dengan udara melalui hitungan 9,-,: melalui hitungan 9,-,: Perlahan+lahan udara dihembuskan melalui mulut sambil merasakan Perlahan+lahan udara dihembuskan melalui mulut sambil merasakan ekstrimitas atas dan bawah rileks ekstrimitas atas dan bawah rileks An)urkan bernafas dengan irama normal : kali An)urkan bernafas dengan irama normal : kali enarik nafas lagi melalui hidung dan menghembuskan melalui mulut enarik nafas lagi melalui hidung dan menghembuskan melalui mulut secara perlahan+lahan secara perlahan+lahan embiarkan telapak tangan dan kaki rileks embiarkan telapak tangan dan kaki rileks 8sahakan agar tetap konsentrasi ( mata sambil terpe)am 8sahakan agar tetap konsentrasi ( mata sambil terpe)am Pada saat konsentrasi pusatkan pada daerah !ang n!eri Pada saat konsentrasi pusatkan pada daerah !ang n!eri An)urkan untuk mengulangi prosedur hingga n!eri terasa berkurang An)urkan untuk mengulangi prosedur hingga n!eri terasa berkurang 8langi sampai 9; kali, dengan selingi istirahat singkat setiap ; kali# 8langi sampai 9; kali, dengan selingi istirahat singkat setiap ; kali# $ila n!eri men)adi hebat, seseorang dapat bernafas secara dangkal dan $ila n!eri men)adi hebat, seseorang dapat bernafas secara dangkal dan cepat# cepat#