Anda di halaman 1dari 23

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Struktur dasar karet alam adalah rantai linear unit isoprene (C 5H8) yang berat molekul rata-ratanya tersebar antara 10.000 - 400.000. aret alam adalah !enis karet pertama yang dibuat sepatu. Sesudah penemuan proses "ulkanisasi yang membuat karet men!adi tahan terhadap #ua#a dan tidak larut dalam minyak$ maka karet mulai digemari sebagai bahan dasar dalam pembuatan berbagai ma#am alat untuk keperluan dalam rumah ataupun pemakaian di luar rumah seperti sol sepatu dan bahkan sepatu yang semuanya terbuat dari bahan karet. Sebelum itu usaha-usaha menggunakan karet untuk sepatu selalu gagal karena karet man!adi kaku di musim hu!an dan lengket serta berbau di musim panas seperti yang pernah dilakukan oleh %o&bury 'ndian %ubber Company pada tahun 18(( dengan #ara melarutkan karet alam terpentin dan men#ampurnya dengan hitam karbon untuk menghasilkan karet keras yang tahan air. )eman*aatan kulit he+an sebagai salah satu peningkatan pendayagunaan hasil ternak merupakan salah satu upaya membangun peternakan dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat$ meningkatkan kesempatan ker!a dan usaha serta peningkatan de"isa negara. ,e+asa ini sudah bukan hal umum orang menggunakan kulit untuk berbagai keperluan sehari-hari$ sehingga dapat dikatakan penggunaan kulit sudah memasyarakat$ misal untuk sepatu$ !aket$ tas$ sarung tangan dan lain-lain.

B. Rumusan Masalah 1. -agaimana se!arah karet dan kulit. /. 0pa sa!a kandungan dari karet dan kulit. (. -agaimana proses produksi dari karet dan kulit sehingga di dapat hasil yang berkualitas dan berkuantitas . 4. -agaimana #ara mengolah limbah yang dihasilkan dari proses industri tersebut. C. Tujuan 1. 1ntuk mengetahui sumber dan kandungan dari karet$ kulit dan plastik /. 1ntuk mengetahui proses pengolahan industri karet$ kulit dan plastik yang berkualitas. (. 1ntuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari industri tersebut terhadap kesehatan manusia. 4. 1ntuk mengetahui tekhnik pengendalian pen#emaran industri karet$ kulit dan plastik. D. Kegunaan 2elah banyak kita ketahui bah+a kegunaan dari masing-masing industri tergantung dari !enis dan produk apa yang dihasilkan dari industri tersebut. -aik berupa bahn pangan$ pakaian ataupun alat-alat rumah tangga. ,engan proses pengolahan yang baik maka akan menghasilkan produk yang berkualitas dan kuntitas yang lebih besar.

BAB II PEMBAHASAN A. Karet )ada dasarnya karet berasal dari alam yaitu dari getah pohon karet (atau dikenal dengan istilah late&)$ maupun produksi manusia (sintetis). Saat pohon karet dilukai$ maka getah yang dihasilkan akan !auh lebih banyak. Sumber utama getah karet adalah pohon karet )ara He"ea -rasiliensis (3uphorbia#eae). aret telah digunakan se!ak lama untuk berbagai ma#am keperluan antara lain bola karet$ penghapus pensil$ ba!u tahan air$ dll. Saat Christopher Columbus dan rombongannya menemukan benua 0merika pada tahun 1445$mereka terheran-heran melihat bola yang dimainkan orang-orang 'ndian yang dapat melantun bila di!atuhkan ke tanah. ,i sinilah se!arah karet dimulai$ tetapi baru pada tahun 15(0 ada laporan tertulis mengenai gummi optimum$ sebutan )ietro 6artire d70nghiera untuk karet. )ada tahn 15(5$ 0hli se!arah mengenai bangsa 'ndian$ Captain 8on9ale :ernande9 de ;"eida menulis bah+a dia melihat / tim orang 'ndian yang bermain bola. -ola itu terbuat dari #ampuran akar$ kayu$ dan rumput$ yang di#ampur dengan suatu bahan (late&) kemudian dipanaskan di atas unggun dan dibulatkan seperti bola. -ola oran 'ndian ini bisa melambung lebih tinggi daripada bola yang umum dibuat orang-orang 3ropa +aktu itu. ;"iedo mengatakan bah+a bila bola buatan 'ndian itu di!atuhkan$ bola itu bisa melambung lebih tinggi dan kemudian !atuh$ lalu melambung lagi +alaupun agak rendah daripada lambungan yang pertama$ dst. 0dapun proses pengolahan karet dalam industri antara lain < )enerimaan =ateks ebun 2ahap a+al dalam pengolahan karet adalah penerimaan lateks kebun dari pohon karet yang telah disadap. =ateks pada mangkuk sadap dikumpulkan dalam suatu tempat kemudian disaring untuk memisahkan kotoran serta bagian lateks yang telah mengalami prakoagulasi. Setelah proses penerimaan selesai$ lateks kemudian dialirkan ke dalam bak koagulasi untuk proses pengen#eran dengan air yang bertu!uan untuk menyeragamkan adar aret ering. )engen#eran

2u!uan pengen#eran adalah untuk memudahkan penyaringan kotoran serta menyeragamkan kadar karet kering sehingga #ara pengolahan dan mutunya dapat di!aga tetap. )engen#eran dapat dilakukan dengan penambahan air yang bersih dan tidak mengandung unsur logam$ pH air antara 5.8-8.0$ kesadahan air maks. 5 serta kadar bikarbonat tidak melebihi 0.0( >. )engen#eran dilakukan hingga men#apai 1/-15 >. =ateks dari tangki penerimaan dialirkan melalui talang dengan terlebih dahulu disaring menggunakan saringan aluminium )edoman 2eknis )engolahan
)embekuan

aret Sit ?ang ,iasap (%ibbed Smoked Sit). =ateks yang

telah dibekukan dalam bentuk lembaran-lembaran (koagulum). )embekuan lateks dilakukan di dalam bak koagulasi dengan menambahkan 9at koagulan yang bersi*at asam. )ada umunya digunakan larutan asam *ormat@asam semut atau asam asetat @asam #uka dengan konsentrasi 1-/> ke dalam lateks dengan dosis 4 ml@kg karet kering ,asar )engolahan aret. Aumlah tersebut dapat diperbesar !ika di dalam lateks telah ditambahkan 9at antikoagulan sebelumnya. )enggunaan asam semut didasarkan pada kemampuannya yang #ukup baik dalam menurunkan pH lateks serta harga yang #ukup ter!angkau bagi petani karet dibandingkan bahan koagulan asam lainnya. 2u!uan dari penambahan asam adalah untuk menurunkan pH lateks pada titik isoelektriknya sehingga lateks akan membeku atau berkoagulasi$ yaitu pada pH antara 4.5-4.4. 0sam dalam hal ini ion HB akan bereaksi dengan ion ;H- pada protein dan senya+a lainnya untuk menetralkan muatan listrik sehingga ter!adi koagulasi pada lateks. )enambahan larutan asam diikuti dengan pengadukan agar ter#ampur ke dalam lateks se#ara merata serta membantu memper#epat proses pembekuan. )engadukan dilakukan dengan 5-10 kali ma!u dan mundur se#ara perlahan untuk men#egah terbentuknya gelembung udara yang dapat mempegaruhi mutu sit yang dihasilkan. e#epatan penggumpalan dapat diatur dengan mengubah perbandingan lateks$ air dan asam sehingga diperoleh hasil bekuan atau disebut !uga koagulum yang bersih dan kuat. =ateks akan membeku setelah 40 menit. )roses selan!utnya ialah pemasangan plat penyekat yang ber*ungsi untuk membentuk koagulum dalam lembaran yang seragam.

Proses penggilingan koagulum menjadi lembaran sit


)enggilingan

)enggilingan dilakuan setelah proses pembekuan selesai. Hasil bekuan atau koagulum digiling untuk mengeluarkan kandungan air$ mengeluarkan sebagian serum$ membilas$ membentuk lembaran tipis dan memberi garis pada lembaran. 1ntuk memperoleh lembaran sit$ koagulum digiling dengan beberapa gilingan rol li#in$ rol belimbing dan rol moti* (batik). Setelah digiling$ sit di#u#i kembali dengan air bersih untuk menghindari permukaan yang berlemak akibat penggunaan bahan kimia$ membersihkan kotoran yang masih melekat serta menghindari agar sit tidak men!adi lengket saat penirisan. selama 1-/ !am. 2u!uan penirisan adalah untuk mengurangi kandungan air di dalam lembaran sit sebelum proses pengasapan. )enirisan tidak boleh terlalu lama untuk menghindari ter!adinya #a#at pada sit yang dihasilkan$ misalnya timbul +arna yang seperti karat akibat teroksidasi. )enirisan dilakukan pada tempat teduh dan terlindung dari sinar matahari. Proses pengasapan karet sit asap dalam kamar asap
Sortasi

oagulum yang telah

digiling kemudian ditiriskan diruang terbuka dan terlindung dari sinar matahari

Sit yang telah matang dari kamar asap diturunkan kemudian ditimbang dan di#atat dalam arsip produksi. )roses sortasi dilakukan se#ara "isual berdasrkan +arna$ kotoran$ gelembung udara$ !amur dan kehalusan gilingan yang menga#u pada standard yang terdapat pada SC' 05-0001-1D84. Se#ara umum sit diklasi*ikasikan dalam mutu %SS 1$ %SS /$ %SS ($ %SS 4$ %SS 5 dan Cutting. Cutting merupakan potongan dari lembaran yang terlihat masih mentah$ atau terdapat gelembung udara hanya pada sebagian ke#il$ sehingga dapat digunting Proses sortasi :aktor-*aktor yang harus diperhatikan dalam industri karet agar mendapatkan hasil yang maksimal antara lain < =ateks yang berasal dari tanaman muda

)ada umumnya menghasilkan karet sit yang lekat atau lengkat$ lembek serta mudah mengalami pemuluran saat digantung dalam kamar asap. emudian$ lateks yang berasal dari tanaman yang sudah lama tidak disadap$ menghasilkan karet sit yang mudah sobek@rapuh. ;leh sebab itu$ mana!emen penyadapan yang baik perlu dilakukan agar lateks kebun yang disadap sesuai dengan kriteria bahan baku pembuatan sit. ebersihan lateks 6ulai dari kebun hingga pabrik pengolahan harus senantiasa di!aga agar diperoleh hasil produk yang sesuai dengan standard. 2erutama untuk peralatan penyadapan termasuk pisau sadap$ talang lateks$ mangkuk$ ember pengumpul dan alur sadap sendiri$ harus bebas dari kotoran serta slab sisa penyadapan sebelumnya. 2angki penerima 1ntuk tangki penerima yang !auh dari pabrik hendaknya ditambahkan bahan anti koagulan seperti amoniak. )enambahan antikoagulan diusahakan tidak melebihi batas yang ditetapkan untuk men#egah pemakaian asam semut yang terlalu banyak pada proses pembekuan. )ada saat pengangkutan sebaiknya dihindari dari sinar matahari serta panas berlebih untuk menghindai prakoagulasi serta pembentukan gelembung. )emberian bahan penggumpal (koagulan). )emberian bahan penggumpal (koagulan) seperti asam yang berlebih atau terlalu banyak akan menyebabkan koagulum men!adi keras dan sulit untuk digiling$ sedangkan !ika pemberian kurang maka koagulum akan men!adi lunak$ membubur atau tetap en#er (tidak menggumpal). ,alam proses penggumpalan$ larutan asam dimasukkan perlahan-lahan se#ara merata$ kemudian diaduk perlahan hingga homogen (seragam). 2ebal karet sit yang tidak merata dapat disebabkan karena pen#ampuran lateks dan asam yang tidak seragam$ pemberian asam yang tidak #ukup$ lateks terlalu en#er$ atau letak bak yang miring. 8elembung gas yang timbul dalam karet sit dapat disebabkan karena penggumpalan ter!adi terlalu #epat dengan menggunakan asam yang berlebih$ atau asam yang terlalu pekat$ penyaringan yang kurang baik$ +aktu penggumpalan

terlalu lama dan kurang sempurna. 0pabila lateks telah menggumpal sempurna$ maka diatas gumpalan tersebut digenangi air untuk men#egah ter!adinya oksidasi dengan udara yang dapat mengakibatkan timbulnya ber#ak-ber#ak hitam pada permukaan koagulum. )enggilingan sit )enggilingan sit dilakukan untuk memisahkan sebagian besar air yang terkandung dalam gumpalan. ,engan penggilingan permukaan sit akan men!adi semakin besar$ sehingga akan memper#epat pengeringan. e#epatan penggilingan berbeda-beda antara satu rol dengan rol lainya$ semakin ma!u maka ke#epatan rol berikutnya akan lebih besar ke#uali pada rol terakhir yang berpola$ putaran men!adi lebih ke#il. e#epatan giling serta !arak antar #elah dapat memengaruhi hasil gilingan sit. Sit yang mudah sobek dapat disebabkan karena ke#epatan ma!u yang tidak tepat atau perbedaan #elah antara dua #elah yang berurutan terlalu besar. -eberapa *aktor kesalahan yang dapat ter!adi dalam industri karet antara lain <

aret sit yang lembek (ta#ky)$ dan molor (meman!ang). 'ni dapat disebabkan karena suhu di dalam ruang asap terlalu tinggi. emudian ber#ak E ber#ak pada permukaan sit$ dapat disebabkan karena kayu bakar yang digunakan mengandung bahan tar yang tinggi$ kondensasi uap air yang mengandung tar$ atau dibagian atap ruang asap yang terbuat dari genting atau seng !atuh pada permukaan karet sit F Garna yang tidak seragam dapat disebabkan karena ke#epatan pengeringan$ penggunaan bahan kimia seperti natrium bisul*it yang tidak merata sehingga +arna sit men!adi lebih muda atau pengisian karet sit dalam rumah asap yang terlalu padat.

=apisan tipis ber+arna abu-abu #okelat (rustines) Hal ini dapat disebabkan oleh adanya mikroorganisme pada lembaran karet sebagai akibat dari penggantungan yang terlalu lama ditempat yang lembab. ,apat !uga disebabkan karena sistem "entilasi yang kurang baik$ sehingga !amur dapat

tumbuh dengan baik pada ruang yang suhunya rendah diba+ah 40 oC. ;leh sebab itu$ suhu harus dinaikkan pada pengeringan hari pertama dan "entilasi diatur dengan baik . 8elembung gas. 8elembung gas !uga dapat ter!adi karena kesalahan pada rumah pengasapan. Seperti$ pengeringan yang berlangsung sangat lambat karena suhu rendah$ kenaikan suhu yang terlalu #epat$ atau suhu terlalu tinggi lebih dar 50 oC. selain itu pengeringan pada suhu yang terlalu tinggi !uga dapat menyebabkan karet sit men!adi lengket . 0bu yang melekat di dalam karet sit. Hal ini dapat disebabkan olah api yang terlalu besar$ sehingga abu terba+a oleh asap yang masuk ke ruang asap. Sedangkan *aktor yang memengaruhi kualitas sit dalam ruang sortasi adalah timbulnya !amur atau kapang pada permukaan sit. apang dapat timbul apabila karet sit tidak segera disortasi dan dikemas. %uang sortasi harus bersih dan kering. -andela-bandela harus disusun diatas papan kayu dan dalam penyusunannya tidak boleh lebih dari empat susun. )roses pengolahan limbah dalamindustri karet meliputi ( bagian diantaranya< 1. )engolahan se#ara *isik. /. )engolahan se#ara imia (. )engolahan se#ara -iologi. B. Kul t ulit merupakan organ terbesar dari tubuh yang menutupi seluruh permukaan tubuh dan mempunyai beberapa *ungsi yang penting besarnya H 101/> dari tubuh. ulit adalah lapisan luar tubuh he+an (kerangka luar) tempat disitasi oleh 0idil rahmat et al) senada bulu he+an tumbuh (Sunarto$ /000

dengan pernyataan Suardana et al (/008) bah+a kulit adalah lapisan luar tubuh binatang yang merupakan suatu kerangka luar$ tempat bulu binatang itu tumbuh. ulit mamalia terbagi men!adi beberapa bagian dari segi histology menurut Audoamid!o!o (1D81)yaitu < 3pidermis adalah lapisan luar kulit$ Corium (derma)

adalah bagian pokok tenunan kulit yang akan diubah men!adi kulit samak. dan$ Hypodermis (sub#utis)$ yang dikenal sebagai lapisan daging atau tenunan lemak$ yang dihilangkan pada saat proses *lesing pada proses penyamakan. -agian bagian kulit dapat dilihat dalam 'risan penampang kulit dan keterangannya ( :ranson 1D81disitasi oleh Hoeruman (/000) < 2idak semua bagian kulit sama kualitasnya dalam satu lembar kulit$ di!elaskan oleh Suardana et al$ ( /008 ). !enis kulit berdasarkan kualitasnya sebagai berikut < 1. -agian punggung adalah bagian kulit yang letaknya ada pada punggung dan mempunyai !aringan struktur yang paling kompak luasnya 40 > dari seluruh luas kulit. /. -agian leher mempunyai kriteria kulitnya agak tebal$ sangat kompak tetapi ada beberapa kerutan. (. -agian bahu kulitnya lebih tipis$ kualitasnya bagus$ hanya terkadang ada kerutan yang dapat mengurangi kualitas. 4. -agian perut dan paha struktur !aringan kurang kompak$ kulit tipis dan mulur. ,alam dunia industri kulit ada dua istilah yang menon!ol yaitu hide dan skin. Hide adalah istilah kulit mentah yang berasal dari he+an berukuran besar dan berumur de+asa$ misalnya < sapi$ kerbau$ unta$ badak dan paus. Skin adalah kulit mentah yang berasal dari he+an yang berukuran ke#il$ misalnya domba$ kambing$ babi$ dan reptil atau he+an besar yang belum de+asa misalnya < anak sapi dan anak kuda (Sharpouse$ 1D54. disitasi oleh Hoeruman$ /000). 'ndustri penyamakan kulit adalah industri yang mengolah kulit mentah men!adi kulit !adi. 'ndustri penyamakan kulit merupakan salah satu industri yang didorong perkembangannya sebagai penghasil de"isa non migas. )otensi penyamakan kulit di 'ndonesia pada tahun 1DD4 terdiri dari 585 !umlah perusahaan ang terdiri dari industri ke#il sebesar 48D unit dan industri menengah sebesar 8 unit$ dengan kapasitas produksi sebesar 40$DD4 ton ( ,ir!en industri aneka 1DD5). 'ndustri )enyamakan kulit sebagai salah satu 'ndustri yang proses limbah yang masih sering dipermasalahkan$ dan mempunyai konsek+en untuk dapat

men#emari lingkungan yang ada disekitarnya baik melalui air$ tanah dan udara. Salah satu #ontoh kasus ter!adinya pen#emaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah 'ndustri ulit yang ada di 8arut. 0dapun proses industri dari kulit yaitu < Pr!ses a"al ter# r atas $ 1. )erendaman 6aksud perendaman ini adalah untuk mengembalikan si*at- si*at kulit mentah men!adi seperti semula$ lemas$ lunak dan sebagainya. ulit mentah kering setelah ditimbang$ kemudian direndam dalam 800- 1000 > air yang mengandung 1 gram@ liter obat pembasah dan antisepti#$ misalnya tepol$ moles#al$ #ysmolan dan sebagainya selama 1- / hari. ulit dikerok pada bagian dalam kemudian diputar dengan drum tanpa air selama 1@ 5 !am$ agar serat kulit men!adi longgar sehingga mudah dimasuki air dan kulit lekas men!adi basah kembali. )eker!aan perendaman diangap #ukup apabila kulit men!adi lemas$ lunak$ tidak memberikan perla+anan dalam pegangan atau bila berat kulit telah men!adi //0- /50> dari berat kulit mentah kering$ yang berarti kadar airnya mendekati kulit segar (50-55 >). )ada proses perendaman ini$ penyebab pen#emarannya ialah sisa desin*ektan dan kotoran- kotoran yang berasal dari kulit. 1ntuk mengembalikan kadar air yang hilang selama proses pengeringan sebelumnya$ kulit basah lebih mudah bereaksi dengan bahan kimia penyamak$ membersihkan dari sisa kotoran$ darah$ garam yang masih melekat pada kulit. /. )engapuran 6aksud proses pengapuran ialah < 1. 6enghilangkan epidermis dan bulu. /. 6enghilangkan kelen!ar keringat dan kelen!ar lemak. (. 6enghilangkan semua 9at-9at yang bukan #ollagen yang akti* menghadapi 9at9at penyamak. Cara menger!akan pengapuran$ kulit direndam dalam larutan yang terdiri dari (00-400 > air (semua dihitung dari berat kulit setelah direndam)$ 5-10 > apur 2ohor Ca (;H)/$ (-5 > Catrium Sulphida (Ca/S). )erendaman ini memakan

+aktu /-( hari. ,alam proses pengapuran ini mengakibatkan pen#emaran yaitu sisa- sisa Ca (;H)/$ Ca/S$ 9at-9at kulit yang larut$ dan bulu yang terepas. )engapuran ber*ungsi membengkakan kulit untuk melepas sisa daging$ menyabunkan lemak pada kulit$ pembuangan sisik$ pembuangan daging. (. )embelahan ( Splitting). 1ntuk pembuatan kulit atasan dari kulit mentah yang tebal (kerbau-sapi) kulit harus ditipiskan menurut tebal yang dikehendaki dengan !alan membelah kulit tersebut men!adi beberapa lembaran dan diker!akan dengan mesin belah ( Splinting 6a#hine). -elahan kulit yang teratas disebut bagian ra!ah (ner*)$ digunakan untuk kulit atasan yang terbaik. -elahan kulit diba+ahnya disebut split$ yang dapat pula digunakan sebagai kulit atasan$ dengan diberi ner* palsu se#ara di#etak dengan mesin press (3mboshing ma#hine)$ pada tahap penyelesaian akhir. Selain itu kulit split !uga dapat digunakan untuk kulit sol dalam$ krupuk kulit$ lem kayu dll. 1ntuk pembuatan kulit sol$ tidak diker!akan proses pembelahan karena diperlukan seluruh tebal kulit. 4. )embuangan kapur (deliming) ;leh karena semua proses penyamakan dapat dikatakan berlangsung dalam lingkungan asam maka kapur didalam kulit harus dibersihkan sama sekali. apur yang masih ketinggalan akan mengganggu proses- proses penyamakan. 6isalnya < a) 1ntuk kulit yang disamak nabati$ kapur akan bereaksi dengan 9at penyamak men!adi alsium 2annat yang ber+arna gelap dan keras mengakibatkan kulit mudah pe#ah. b) 1ntuk kulit yang akan disamak krom$ bahkan kemungkinan akan menimbulkan pengendapan rom Hidroksida yang sangat merugikan. )embuangan kapur akan mempergunakan asam atau garam asm$ misalnya H/S;4$ HC;;H$ (CH4)/S;4$ ,ekaltal dll. )embuangan kapur berguna untuk menghilangkan kapur dan menetralkan kulit dari suasana basa$ menghindari pengerutan kulit$ menghindari timbulnya endapan kapur$ pengikisan protein. 5. )engasaman (pi#kle). )roses ini diker!akan untuk kulit samak dan krom atau kulit samak sintetis dan tidak diker!akan untuk kulit samak nabati atau kulit samak minyak. 6aksud

proses pengasaman untuk mengasamkan kulit pada pH (- ($5 tetapi kulit kulit dalam keadaan tidak bengkak$ agar kulit dapat menyesuaikan dengan pH bahan penyamak yang akan dipakai nanti. Selain itu pengasaman !uga berguna untuk< 1. 6enghilangkan sisa kapur yang masih tertinggal. /. 6enghilangkan noda- noda besi yang diakibatkan oleh Ca/gS$ dalam pengapuran agar kulit men!adi putih bersih. )engasaman (pi#kle) untuk memberikan suasana asam pada kulit sehingga lebih sesuai dengan senya+a penyamak dan kulit lebih tahan terhadap seranga bakteri pembusuk). )ada kulit sapi$ dilakukan proses pembuangan bulu menggunakan senya+a Ca/S. Pr!ses %en&amakan. Sesuai dengan !enis kulit$ tahapan proses penyamakan bisa berbeda. ulit dibagi atas / golongan yaitu hide (untuk kulit berasal dari binatang besar seperti kulit sapi$ kerbau$ kuda dll)$ dan skin (untuk kulit domba$ kambing$ reptil dll). Aenis 9at penyamak yang digunakan mempengaruhi hasil akhir yang diperoleh. )enyamak nabati (tannin) memberikan +arna #oklat muda atau kemerahan$ bersi*at agak kaku tetapi empuk$ kurang tahan terhadap panas. )enyamak mineral paling umum menggunakan krom. )enyamak krom menghasilkan kulit yang lebih lemas$ lebih tahan terhadap panas. =e+at proses penyamakan$ dilakukan proses pemeraman yaitu menumpuk atau menggantung kulit selama 1 malam dengan tu!uan untuk menyempurnakan reaksi antara molekul bahan penyamak dengan kulit. Pr!ses %en&elesa an '( n sh ng) 1ntuk menentukan kualitas hasil akhir (leather). 2erdiri atas beberapa tahapan proses yang ber"ariasi sesuai dengan !enis kulit$ bahan penyamak yang digunakan$ dan kualitas akhir yang diinginkan. )roses *inishing akan membentuk si*at-si*at khas pada kulit seperti kelenturan$ kepadatan$ dan +arna kulit. 1. )roses perataan (setting out).

-ertu!uan untuk menghilangkan lipatan-lipatan yang terbentuk selama proses sebelumnya dan mengusahakan ter#iptanya luasan kulit yang maksimal. proses perataan sekaligus !uga akan mengurangi kadar air karena kandungan air d*alam kulit akan terdorong keluar (striking out). /. )engeringan -ertu!uan untuk mengurangi kadar air kulit sampai batas standar biasanya 18 /0 >. (. )elembaban 6enaikkan kandungan air bebas dalam kulit untuk persiapan perlakuan *isik di proses selan!utnya). 4. )elemasan 1ntuk melemaskan kulit dan mengembalikan kerutan-kerutan sehingga luasan kulit men!adi normal kembali. 5. )ementangan Hal ini untuk menambah luas kulit. 5. )engampelasan Hal ini dilakukan untuk menghalukan permukaan kulit). di#at untuk memperindah tampilan kulit. -anyak *aktor yang mungkin menyebabkan kualitas kulit tidak maksimal. 6enurut Suaradana et al.$ ( /008 ) :aktor tersebut antara lain< 1. )engaruh usaha ternak terhadap kualitas kulit. )ada dasarnya usaha peternakan ditu!ukan untuk menghasilkan bahan makanan berupa daging$ susu$ bagi kebutuhan manusia. 0kan tetapi usaha$ usaha peternakan !uga bisa menghasilkan kulit yang merupakan komoditas unggulan dan se!a!ar dengan hasil yang berupa bahan makanan. #ukup tinggi$ maka sekarang usaha peterna kan *aktor-*aktor yang bisa meningkatkan kualitas kulit. /. )engaruh keadaan kulit terhadap kualitas kulit ulit yang berkualitas baik adalah kulit yang dihasilkan dari he+an yang sehat dan gi9inya baik$ sehingga menghasilkan kulit yang lemas dan dapat dilipat. Sedangkan kulit yang kualitasnya kurang adalah kulit yang dihasilkan dari he+an arena harganya yang !uga sangat memperhatikan ulit samakan bisa

yang sakit atau kondisinya tidak sehat$ sehingga kondisi kulit men!adi kaku dan kering. -ila kita memotong he+an yang akan diambil dagingnya$ maka he+an tersebut harus dalam keadaan sehat$ sehingga kulitnya pun berkualitas baik. (. )engaruh iklim terhadap kualitas kulit. 2emperatur$ tekanan udara$ kelembaban dan sebagainya merupakan *aktor*aktor yang periu diperhatikan sebagai pengaruh iklim terhadap kualitas kulit. )eternakan he+an yang bertu!uan untuk menghasilkan kulit binatang harus memperhatikan *aktor-*aktor tersebut agar kualitas kulit yang dihasilkan tetap baik. Setiap daerah mempunyai iklimnya sendiri$ sehingga temak yang kulitnya akan diambil harus dipelihara sesuai dengan iklim yang #o#ok untuknya. 4. )engaruh adaptasi terhadap kualitas kulit. )erpindahan tempat akan berpengaruh terhadap he+an yang kulitnya akan diambil. 0da kalanya he+an tidak tahan terhadap bibit penyakit yang ada pada suatu daerah tempat ia berpindah. He+an yang terkena penyakit akan menghasilkan kulit yang tidak berkualitas !uga. 1ntuk itu$ adaptasi he+an terhadap tempat baru !uga harus mendapatkan perhatian. 5. )engaruh makanan terhadap kualitas kulit 6akanan yang baik akan berpengaruh terhadap berat badan he+an dan kesehatannya. -erat badan he+an berpengaruh terhadap kualitas kulit yang dihasilkannya. 5. )engaruh pera+atan terhadap kualitas kulit erusakan kulit !uga merupakan akibat dari pera+atan yang tidak baik terhadap he+an. Hal hal yang menyebabkan nilai kulit menurun misalnya he+an di#ambuk$ dipukul$ terkena duri atau ka+at$ terbentur$ dan sebagainya. )erlakuan sema#am itu terhadap he+an akan berakibat peradangan atau luka pada kulit he+an$ sehingga pada proses penyamakan akan menimbulkan tanda atau #a#at yang mengurangi kualitas kulit. ,alam penentuan kualitas kulit he+an$ di samping *aktor -*aktor yang disebutkan di atas$ ada *aktor -*aktor lain yang !uga menentukan$ yaitu pemotongan he+an$ pengulitan dan proses penyamakan. Contoh-#ontoh penurunan kualitas kulit yang menyebabkan ke#a#atan kulit antara lain< 1. )emeliharaan

He+an tidak dira+at dengan baik. esehatan he+an tidak diperhatikan

/. 6akanan He+an tidak mendapatkan makanan se#ara teratur 6akanan tidak bergi9i (. )erlakuan He+an di#ambuk sampai luka He+an luka karena penyakit He+an tidak diobati 4. )engulitan Cara pengulitan he+an tidak benar )isau sayat tidak ta!am@tumpul 5. )enyamakan )roses penga+etan yang tidak benar 2er!adinya kesalahan pada proses penyamakan. =imbah #air industri penyamakan kulit nampak paling menon!ol dibandingkan limbah padat maupun gasnya karena "olumenya yang #ukup banyak yaitu (0-40 l @ kg bahan baku yang diolah dari a+al. ,isamping "olume yang banyak$ 9at- 9at pen#emaran yang terkandung dapat menimbulkan dampak negati* terhadap lingkungan dan dampak yang paling #epat berpengaruh adalah berbau busuk dan kadang- kadang se#ara "isual nampak berbuih banyak. Se#ara umum air limbah penyamakan kulit mengandung bagian- bagian dari kulit seperti bulu$ sisa daging$ potongan kulit dan bahan kimia sisa dari yang ditambahkan dalam proses penyamakan kulit. 1ntuk mengantisipasi peningkatan !umlah limbah yang dibuang ke sungai$ pada a+al 1D80-an$ saat 8arut dipimpin oleh -upati 2au*ik Hidayat$ ada ren#ana untuk merelokasi sentra industri kulit Sukaregang$ namun tidak terealisasi. ;leh

penerusnya$ -upati 2oharudin 8ani ren#ana tersebut kembali di#oba di+u!udkan namun tak !uga berhasil. arena berbagai hambatan itu$ akhirnya yang dapat dilaksanakan adalah re"italisasi. 0rtinya$ lokasi Sukaregang akan ditata sedemikian rupa$ termasuk ditetapkannya 9ona-9ona industri serta pembatasan !umlah industri dengan dilengkapi instalasi pengelolaan air limbah (')0=). 1ntuk re"italisasi ini pemerintah pusat memberi bantuan untuk membangun dua buah instalasi pengelolaan air limbah (')0=) pada 1DD/ agar air dari Sukaregang dapat kembali bersih saat dialirkan ke sungai. ')0= tersebut baru dapat beroperasi pada 1DD4$ namun persoalan limbah tidak selesai karena !umlah ')0= yang ada tidak sesuai dengan !umlah limbah yang dihasilkan industri kulit Sukaregang. esadaran masyarakat pengusaha akan persoalan limbah ini !uga kurang mendukung. Hingga kini hanya beberapa yang mau membangun ')0= sendiri. )adahal$ untuk menangani masalah limbah idealnya setiap perusahaan memiliki satu mesin recovery sendiri. (http<@@+++.pikiran-rakyat.#om@#etak@0104@1(@0805.htm). Se#ara garis besar proses pengolahan limbah #air penyamakan kulit adalah sbb< 1. )emisahan )adatan asar. /. Segresi. (. 3kualisasi. 4. oagulasi. 1. )emisahan )adatan asar. Sebelum diolah air limbah perlu disaring terlebih dahulu untuk menghilangkan padatan kasar yang dapat menutup pipa$ pompa-pompa dan saluran- saluran. )ada proses ini lebih dari (0> padatan tersuspensi total dalam #airan air limbah dapat dihilangkan dengan saringan. /. Segresi. )ada tahap ini dilakukan pemisahan #airan-#airan limbah yang mempunyai si*at khas dan memerlukan perlakuan tertentu untuk menangani 9at pen#emar agar

nanti setelah di#ampur dengan #airan limbah yang lain tidak menimbulkan kontradiksi yang merugikan. 0dapun #airan- #airan limbah dari proses penyamakan kulit yang perlu dipisahkan adalah< a. Cairan limbah pengapuran (buang bulu). Cairan limbah ini banyak mengandung Sul*ida dari Ca/S atau CaHS sisa dari proses buang bulu sebagai agensia perontok bulu@ rambut. Sebelum proses pengolahan segresi air limbah pada proses buang bulu ber+arna putih kehi!auan dan kotor$ dengan konsntrasi pH 10-1/$5 dengan total solid 15.000- 45.000 mg@l. Camun setelah proses pengolahan dapat menetralisir asam$ serta kandungan sl*ida yang terkandung didalamnya dapat teratasi. Hal ini dapat dilakukan dengan dua #ara< b. ;ksidasi atalitik Sul*ida$ ?aitu dengan aerasi dan pemberian mangan sebagai katalisator. Seharusnya hal ini dilakukan setiap hari untuk menghindari bau busuk (H/S) dari air limbah tampungan. 0erasi dapat dilakukan pada tang ki yang meman!ang keatas (tinggi) dan udara dihembuskan dari bagian dasar melalaui di*usir atau dapat !uga memakai aerator. #. )engendapan =angsung. :ero sul*at dan *eri klorida dapat digunakan untuk menghilangkan sul*ida dari larutan denganpengendapan. )engolahan ini akan menurunkan pH karena hidroksidanya mengendap. d. Cairan limbah rom. )engendapan krom relati* mudah dilakukan$ pengendapan limbah krom dapat mempengaruhi biaya produksi@ pengolahan limbahnya. )ada pengolahan ini menghasilkan #airan supernatan yang hampir bebas krom dan !uga dapat menurunkan -;,. (. 3kualisasi. )roses pengolahan pada bak ekualisasi bertu!uan untuk penghilangan sul*ida dan krom agar dapat menghemat air yang dapat mengen#erkan limbah kapran dan #airan limbah krom sebelum diolah lebih lan!ut. )ada tahapan ini !uga

meningkatkan e*isiensi pengolahan dan untuk menghindari ran#angan baik yang diantisipasi untuk aliran pun#ak ( peak :lo+) maka dilakukan sistem pengaturan la!u aliran dan pen#ampuran seluruh air limbah. )raktek pen#ampuran ini meberi kesempatan ter!adinya proses netralisasi dan pengendapan. ;leh karena itu sebaiknya air limbah di#ampur dengan baik dan intensi*$ misalnya dengan mi&er atau blo+er mengingat dalam bak ini padatan tersuspensinya di!aga !angan samapai mengendap dan kondisi air limbahnya harus aerobik$ hal ini dapat di#apai dengan menghembuskan udara dari dasar bak melaluai beberapa di*user untuk memasok ;/ yang intensi*. 2enaga yang diperlukana untuk mengaduk kira- kira (0 +att@m/ air limbah. Aika dilakukan in!eksi udara pada bak sedalam /-4 m$ aliran udara optimalnya (-4 m(@!am per m/ permukaan bak. ,alam bak ekualisasi dapat dilakukan pergantian garam- garam aluminium maka penghilangan Citrogen melalui proses nitri*ikasi@ denitri*ikasi perlu dilakukan.)ada tahapan ini untuk meningkatkan e*isiensi pengolahan dan untuk menghindari ran#angan baik yang diantisipasi untuk aliran pun#ak ( peak :lo+) maka dilakukan sistem pengaturan la!u aliran dan pen#ampuran seluruh air limbah. 4. oagulasi. )ada tahapan ini dilakukan perlakuan *isiko kimia+i untuk menghilangkan -;, dan padatan. ,engan perlakuan *isiko kimia+i yang relati* mudah dan sederhana dapat menghilangkan I D5 > padatan tersuspensi dan -;, sekitar 40>. 1ntuk menghilangkan -;, sepenuhnya dapat dilakukan dalam pengolahan proses biologis selan!utnya. )erlakuan *isiko kimia terhadap air limbah penyamakan kulit terdiri dari perlakuan a+al dengan pemberian penggumpal yang dilan!utkan dengan pemberian pengendap sampai dengan pemisahan lumpurannya untuk dibuang. 3*esiensi penggumpalan dapat diperoleh dengan penambahan larutan pengendap yang berupa larutan polyelektrolit anionik rantai pan!ang dengan konsentrasi 1-10 mg@l.

,alam persyaratan baku mutu air limbah$ maka perlu adanya pegolahan sekunder. 0dapun pengolahan limbah #air dengan proses biologis. )ilihan #ara pengolahan sekunder untuk air limbah penyamakan kulit sbb< a. :ilter biologis. :ilter biologis dalam pengolahan limbah penyamakan kulit sering tidak dipertimbangkan. b. =umpur akti* (kolam oksidasi). )engolahan lumpur akti* pada prinsipnya adalah mempertemukan antara air limbah yang mengandung bahan pengen#er organik dengan se!umlah besar bakteri aerob dan mokroorganisme lain yang terkandung dalam lumpur biologis (lumpur akti*). )engolahan dengan lumpur akti* berbeban ringan sangat sesuai untuk air limbah penyamakan kulit. Cara ini dikenal deng oksidasi kolam )0SJ33%. #. =umpur akti* kon"ensional. Aika dibandingkan dengan #ara kon"ensional yang berbeban berat$ maka +aktu yang diperlukan adalah /-4 hari dan beban organik yang ringan lebih mudah menahan "ariasi keadaan air limbah dan beban mendadak yang men!adi proses penyamakan kulit$ dengan demikian lumpur yang dihasilkan berkurang. olam oksidasi )0SJ33% relati* lebih murah$ dan pemeliharaannya mudah$ !uka dioprasikan sebagaimana mestinya dapat menghasilkan air limbah terolah dengan -;, $ /0 mg@l. )engolah dengan lumpur akti* kon"ensional ( bebn berat) dapat dipilih dengan #ara pegolahan sekundernya !ika lahan yang ada sangat tebatas. ;ksidasi berlangsung terus menerus dalam bk aerasi karena itu kebutuhan aerasinya !uga agak intensi* ( sampai kra- kira 1 hanya 5-1/ !am sudah #ukup. d. =agun (kolam) . 0da pendekatan lain bagi daerah pedesaan atau yang memiliki lahan luas$ yaitu kolam dapat dibuat dengan biaya rendah dan pera+atan pengolahan !uga sangat mudah. 0da beberapa pilihannya < +@ kg -;,). Gaktu tingga l yang diperlukan

1.

olam aerob ,apat mengurangi sampai I 85 > -;, dalam +aktu 10 hari$ namun biasanya kolam tersebut mengeluarkan pen#emaran udara dan memungkinkan terbentuknya kembali sul*ida bersamaan dengan terlepasnya gas H/S. Hal ini sesuai bila hanya untukpeman*aatan ruang@ ahan dan biaya kolam-kolam tersebut rendah$ sedangkan yang diperlukan hanya membuat kedalaman ( meter.

/.

olam :akultati*. ,engan / lapisan (9one) pengolahan yaitu lapisan aerob (yang ada di atas$ berhubungan dengan udara) dal lapisan anaerob (9one di ba+ahnya). -iasanya berukuran lebih besar dari an aerob dan kurang e*ekti*. olam ini lebih mengandalkan kekuatn *otosintetik dengan demikian tergantung pada perubahan musim dan tidak dapat diperiksa@ dipantau dengan baik.

(.

olam 0erasi olam ini sudah banyak dioperasikan di banyak perusahaan dan membutuhkan tenaga 10 E (0 +@m( yang biasanya digunakan adalah aerator permukaan mekanik.

BAB III SIMPULAN A. S m%ulan Setelah mengetahui se!arah dan kandungan dari karet$ kulit dan plastik kita dapat meman*aatkannya dengan skala yang lebih besar melalui industri. 0dapun pengolahan industri tersebut meliputi < 1. aret

)enerimaan =ateks ebun )engen#eran


)embekuan )enggilingan Sortasi

/. -

ulit )erendaman )engapuran )embelahan( Splitting). )embuangan kapur (deliming) )engasaman (pi#kle).

)roses a+al terdiri atas <

)roses penyamakan. )roses penyelesaian (*inishing). )roses-proses tersebut untuk mandapatkan hasil yang maksimal baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Selain itu$ proses pengolahan limbah mutlak harus dimiliki dalam setiap industri agar kelestarian lingkungan di sekitar tetap ter!aga. arena telah kita ketahui bah+a limbah dari industri khususnya yang sintesis dapat merusak kelestarian dari lingkungan disekitarnya. )engolahan limbah bisa berupa daur ulang ataupun proses-proses lainnya yang si*atnya men#egah limbah merusak lingkungan.

B. Saran 'ndustri penyamakan kulit dan 'ndustri pengolahan lateks dan karet merupakan salah satu industri yang dalam prosesnya menghasilkan limbah yang masih sering dipermasalahkan$ dan mempunyai konsekuensi dapat men#emari lingkungan yang ada disekitarnya baik melalui air$ tanah dan udara. ;leh karena itu$ dalam industri penyamakan kulit selain memperhitungkan keuntunganya$ perlu !uga diperhitungkan kerugian yang dapat ditimbulkannya.

DA*TAR PUSTAKA Kuhra$ Cut :atima. /005. Karet. Karya Tulis Ilmiah. ,epartemen imia :akultas 6atematika

dan 'lmu )engetahuan 0lam. 1ni"ersitas Sumatera 1tara. 6edan. Suseno$ %s. Su+arti.1D8D. Pedoman Teknis Pengolahan Karet Sit Yang Diasap (%ibbed Smoked Sit). -alai )enelitian )erkebunan -ogor$ -ogor. 0nonim. 1DD4. Kumpulan Pedoman Pengolahan Karet (-uku '$ ''$ '''$ 'J$ J$ J'$ J''). 2im Standardisasi )engolahan aret. ,irektorat Aendral )erkebunan$ Aakarta. 0nonim. /004. Pedoman Penanganan Pasca Panen Karet. ,irektorat Aenderal )engolahan ,an )emasaran Hasil )ertanian. ,epartemen )ertanian$ Aakarta. 0nonim$ 1DD5. Teknologi Pengendalian Dampak -apedal$ Aakarta. Gi!ayadi S+arnam. /005. Teknologi =imbah Cair. Aakarta. imbah "disi Spesial. )usat )engembangan 2eknologi ingkungan Industri Penyamakan Kulit!