Anda di halaman 1dari 20

TUGAS MANDIRI SINDROMA METABOLIK

Tn.B, 26 tahun, karyawan swasta mengatakan bahwa berat badannya semakin meningkat sejak 1 tahun terakhir, sehingga mengakibatkan cepat lelah jika bekerja. Karena pekerjaan yang mengharuskannya sering bepergian, maka ia lebih sering makan diluar rumah dan hampir tidak pernah berolahraga. Saat ini ia berobat kedokter keluarga karena medapat informasi dari internet bahwa gemuk dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80mmHg. Status antropometri didapatkan berat badan 95kg, tinggi badan 175cm dan indeks massa tubuh (IMT) 31kg/m2, lingkar perut 112cm. Tidak didapatkan kelainan pada jantung, paru ataupun abdomen. Dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan labotarium, karena menduga bahwa pasien tersebut sudah menderita sindroma metabolik. Saat kunjungan kedua, Tn.B sudah membawa hasil labotarium yang memperlihatkan glukosa darah puasa 116mg/dl, 2 jam setelah makan 165 mg/dl, kolesterol total 226mg/dl, kolesterol LDL 138 mg/dl, kolesterol HDL 36mg/dl, triglserida 180mg/dl dan asam urat 7,8 mg/dl. Melihat kondisi tersebut, maka dokter memberikan edukasi tentang perencanaan makan dan jenis olahraga yang sesuai.

1. Memberikan edukasi kepada pasien tentang sindroma metabolik 1.1 Menjelaskan tentang definisi dan etiologi sindroma metabolik Sindroma metabolik adalah suatu faktor risiko multipel untuk penyakit kardioserebrovaskular (pembuluh darah jantung dan otak). Sindroma metabolik bukanlah merupakan suatu kondisi penyakit, namun merupakan kondisi pra sakit. Sindroma metabolik dihubungkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, dan penyakit pembuluh darah lain. Sindroma ini pertama kali diamati dan dilaporkan pada tahun 1923 yang mengkategorikannya sebagai gabungan dari hipertensi, hiperglikemia (kadar gula darah berlebih), dan gout (kadar asam urat tinggi). Berbagai abnormalitas metabolik lain dikaitkan dengan sindroma ini diantaranya obesitas, mikroalbuminuria (kebocoran protein dalam kencing), dan abnormalitas fibribolisis dan koagulasi (gangguan sistem pembekuan darah). Berdasarkan the National Cholesterol Education Program Third Adult Treatment Panel (NCEP-ATP III) yang telah banyak diterima secara luas, Sindrom Metabolik adalah seseorang dengan memiliki sedikitnya 3 kriteria berikut : 1) 2) 3) 4) 5) Obesitas abdominal (lingkar pinggang > 88 cm untuk wanita dan untuk pria > 102 cm) Peningkatan kadar trigliserida darah ( 150 mg/dL, atau 1,69 mmol/ L) Penurunan kadar kolesterol HDL (< 40 mg/dL atau < 1,03 mmol/ L pada pria dan pada wanita < 50 mg/dL atau <1,29 mmol/ L) Peningkatan tekanan darah (tekanan darah sistolik 130 mmHg, tekanan darah diastolik 85 mmHg atau sedang memakai obat anti hipertensi) Peningkatan glukosa darah puasa (kadar glukosa puasa 110 mg/dL, atau 6,10 mmol/ L atau sedang memakai obat anti diabetes) (Adult Treatment Panel III, 2001)

ETIOLOGI & FAKTOR RISIKO Komponen utama dari sindrom metabolik meliputi : Resistensi insulin Obesitas abdominal/sentral Hipertensi Dislipidemia : pe kadar trigliserida dan pe kadar HDL kolesterol

Faktor lain pencetus sindrom metabolic yaitu : 1. Diet yang salah Pada sindrom metabolik yang menjadi perhatian adalah bukan berapa banyak makanan yang dimakan, tapi apa jenis makanan yang dimakan. Konsumsi makanan dengan tinggi karbohidrat yang mengandung gula putih dan tepung terigu menyebabkan terjadinya sindrom metabolik dalam masyarakat modern sekarang ini. 2. Kelebihan berat badan Sindrom metabolic lebih banyak ditemui pada orang dengan kelebihan berat badan, dengan penimbunan lemak pada tubuh bagian atas. Jadi sindrom metabolic banyak ditemui pada orang dengan bentuk tubuh seperti apel. Timbunan lemak pada daerah atas tubuh mempermudah produksi hormone pria seperti androstenedione. Bila kadar hormone tersebut meningkat maka dapat menyebabkan resistensi insulin. 3. Sindrom ovarium polikistik Sindrom ini merupakan bentuk gangguan hormonal yang sering ditemui pada wanita, diderita oleh 6-10% wanita premenopause. Pada keadaan ini produksi hormone wanita meningkat, 2

sehingga ovulasi dihambat. Karena ovulasi tidak terjadi, maka produksi hormone wanita progesterone menjadi terhambat, menyebabkan gangguan menstruasi dan infertilitas. Wanita dengan sindrom ovarium polikistik mempunyai tendensi mengalami sindrom metabolic lebih besar, dan tujuh kali lebih sering mengalami diabetes mellitus tipe 2, terutama jika ,mereka juga mengalami kelebihan berat badan. 4. Faktor Genetic Bila diantara anggota keluarga mempunyai riwayat obesitas, diabetes mellitus tipe 2, hipertensi, sindrom ovarium polikistik atau penyakit jantung, maka resiko untuk mengalami sindrom metaboolik meningkat. 5. Fitness dan Exercise Resistensi insulin lebih umum ditemui pada orang yang biasa hidup dengan cara lifestyle buruk dan tidak melakukan olahraga secara teratur. Kekurangan latihan olahraga akan meningkatkan resiko sindrom metabolic sebanyak 20-25%. Meskipun latihan olahraga teratur akan menurunkan resistensi insulin, manfaatnya akan hilang bila latihan olahraga tersebut dihentikan. Merokok dapat sedikit meningkatkan resistensi insulin, sedangkan minuman beralkohol 1-2 gelas/hari tidak meningkatkan tendensi sindrom metabolic. 1.2 Menjelaskan tentang patofisiologi sindroma metabolik Asam lemak bebas / Free fatty acids (FFAs) dilepaskan dalam jumlah besar dari sebuah massa jaringan adiposa yang mengembang. Di dalam hati (liver), FFAs menimbulkan peningkatan produksi glukosa, triglycerid dan sekresi VLDLs (very low density lipoproteins). Abnormalitas hubungan lipid/lipoprotein termasuk penurunan HDL kolesterol (highdensitylipoprotein) dan peningkatan LDLs (low-density lipoproteins). FFAs juga menurunkan sensitifitas insulin di otot dengan menghambat pengambilan glukosa yang diperantarai insulin. Defek yang berhubungan termasuk penurunan rasio glukosa terhadap glikogen dan peningkatan akumulasi lipid di TG (triglyceride). Peningkatan glukosa di sirkulasi, dan sejumlah FFA, peningkatan sekresi insulin pankreas, menimbulkan hyperinsulinemia. Hyperinsulinemia dapat menyebabkan meningkatnya reabsorpsi sodium dan meningkatkan aktivitas sistim saraf simpatis / SNS (sympathetic nervoussystem) dan memberi andil pada hipertensi, seperti dapat meningkatnya level dari FFAs di dalam sirkulasi. Komponen pro inflamasi sangat berpengaruh terhadap resistensi insulin yang dihasilkan dari produksi FFAs yang berlebihan. Adanya Interleukin 6 (IL-6) dan Tumor Necrosis Factor (TNF) yang dihasilkan oleh jaringan adipose dan monosit-makrofag yang menyebabkan meningkatnya resistensi terhadap insulin, lipolisis menyebabkan FFAs beredar di sirkulasi darah. IL-6 dan sitokin lain juga dapat mempengaruhi produksi glukosa, VLDL oleh hati, dan resistensi insulin di otot. Sitokin dan FFAs juga meningkatkan produksi fibrinogen oleh hati dan produksi plasminogen avtivator oleh adiposity inhibitor 1 (PAI-1), dan tahapan prothrombotic. Meningkatnya sirkulasi dari sitokin menstimulasi produlsi C-rective Protein (CRP) (Fauci.et.al, 2008). Berbagai penelitian mengindikasikan bahwa pada sindrom metabolik terjadi peningkatan berbagai faktor pro-inflamasi dan terjadinya penurunan faktor protektif dan anti inflamasi yang diketahui memiliki fungsi untuk meningkatkan efek vasodilatasi endotel, menekan ekspresi molekul adhesi, menghambat produksi TNF-, mengurangi efek pertumbuhan dari sel otot polos, menghambat efek LDL teroksidasi, menekan, proliferasi, menghambat proliferasi dan migrasi sel endotel, dan mengurangi penebalan tunika intima dan proliferasi, sel otot polos. Keseimbangan tersebut merupakan komponen penting pada patobiologi atherosklerosis. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa semua komponen pada sindrom metabolik dapat muncul bilamana terjadi suasana, inflamasi pada tingkat molekuler-jaringan hingga sistemik yang berkepanjangan (Lawrence, S. Gatot, 2005). Penurunan komponen anti inflamasi (dan insulin sensitizing cytokine adiponectin, berhubungan dengan sindrom metabolic (Fauci.et.al, 2008)

A.

Obestitas Sentral

Obesitas yang digambarkan dengan IMT tidak begitu sensitive dalam menggambarkan resiko kardiovaskular dan gangguan metabolic yang terjadi. Studi menunjukkan bahwa obesitas sentral yang digambarkan oleh lingkar perut lebih sensitif dalam memprediksikan gangguan metabolik dan risiko kardiovaskular. Lingkar perut menggambarkan baik jaringan adipose subkutan dan visceral. Meski dikatakan bahwa lemak visceral lebih berhubungan dengan kompilkasi metabolik dan kardivaskular, hal ini masih kontroversial. Peningkatan obesitas beresiko pada peningkatan kejadian resiko kardivaskular. Variasi faktor genetik membuat perbedaan dampak metabolik maupun kardiovaskular dari obesitas. Seorang obesitas dapat berkembang menjadi resistensi insulin dan sebaliknya resitensi insulin dapat ditemukan pada individu tanpa obes. Interaksi faktor genetik dan lingkungan akan memodifikasi tampilan metabolik dari suatu resistensi insulin maupun obesitas. Jaringan adipose merupakan sebuah organ endokrin yang aktif mensekresi berbagai faktor pro ana anti inflamasi seperti leptin, adinopektin, Tumor nekrosis faktor alfa (TNF-a), Interleukin6, dan resistin. Konsentrasi adinopektin plasma menurun pada kondisi DM tipe 2 dan obesitas. Senyawa ini diprediksikan dapat memiliki antiaterogenik pada hewan coba dan manusia. Sebaliknya, konsentrasi leptin meningkat pada kondisi resistensi insulin dan obesitas dan berhubungan dengan resiko kejadian kardiovaskular tidak bergantung dari faktor risiko tradisional, IMT, dan konsentrasi CRP. Sejauh ini belum diketahui apakah pengukuran marker hormonal dari jaringan adipose lebih baik daripada pengukuran secara anatomi dalam mempridiksikan resiko kardivaskular dan kelainan metabolik yang terkait. Obesitas merupakan ekpansi abnormal jaringan adipose tubuh sebagai respon patofisiologi terhadap ketidakseimbangan antara masukan dan pengeluaran energy. BMI < 18,5 18,5-24,9 25-29,9 30-34,9 35-39,9 >39,9 keterangan Under weight Normal Overweight Obese I Obese II Obese III

Kriteria lingkar perut dan rasio lingkar perut-pinggul normal untuk populasi Asia Tenggara : Jenis kelamin Pria Wanita Etiologi obesitas primer : disebabkan faktor nutrisi dengan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi masukan makanan berlebih dibandingkan dengan kebutuhan energi yang diperlukan tubuh obesitas sekunder : yang disebabkan adanya penyakit/kelainan kongenital (mielodisplasia), endokrin (sindrom Cushing, sindrom Freulich, sindrom Mauriac, pseudoparatiroidisme) atau kondisi lain (sindrom klinefelter, sindrom Turner, sindrom Down,dll) B. Resistensi Insulin Lingkar perut (cm) 90 80 Rasio lingkar perut-pinggul 0,99 0,89

Resistensi insulin mendasari kelompok kelainan pada sindrom metabolik. Sejauh ini belum disepakati pengukuran yang ideal dan praktis untuk resistensi insulin. teknik clamp merupakan teknik yang ideal namun tidak praktis. Pemeriksaan glukosa plasma puasa juga 4

tidak ideal mengingat toleransi glukosa puasa hanya dijumpai pada 10% sindroma metabolik. Pengukuran Homeostatis Model Assesment (HOMA) dan Quantitative Insulin Sensitivity Check Indeks (QUICKI) dibuktikan berkolerasi erat dengan pemeriksaan standar, sehingga dapat disarankan untuk mengukur resitensi insulin. bila melihat dari patofisiologi resistensi insulin yang melibatkan jaringan adipose dan sistem kekebalan tubuh, maka pengukuran resistensi insulin hanya dari pengukuran glukosa dan insulin (seperti rumus HOMA dan QUICKI) perlu ditinjau ulang. Oleh karenanya, penggunaan rumus ini secara rutin di klinis disarankan maupun disepakati. C. Displidemia

Displidemia yang khas pada sindroma metabolik ditandai dengan peningkatan TG dan penurunan kolesterol HDL. Kolesterol LDL biasanya normal, namun mengalami perubahan struktur berupa peningkatan small dense LDL. Peningkatan konsentrasi TG plasma dipikirkan akibat peningkatan masukan asam lemak bebas ke hati sehingga terjadi peningkatan produksi TG. Namun pada studi manusia dan hewan menunjukkan bahwa peningkatan TG tersebut bersifat multifaktorial dan tidak hanya diakibatkan oleh peningkatan masukan asam lemak bebas ke hati. Penurunan kolesterol HDL disebabkan peningkatan TG sehingga terjadi transfer TG ke HDL. Namun pada subjek dengan resistensi insulin dan konsentrasi TG normal dapat ditemukan pada penurunan kolesterol HDL. Sehingga dipikirkan terdapat mekanisme lain yang menyebabkan penurunan kolesterol HDL disamping peningkatan TG. Mekanisme yang dipikirkan berkaitan dengan gangguan masukan lipid post prandial pada kondisi resitensi insulin sehingga terjadi gangguan produksi Apolipoprotein A-1 (Apo A-1) oleh hati yang selanjutnya melibatkan penurunan kolesterol HDL. Peran sistem imunitas pada resitensi insulin juga berpengaruh pada perubahan profil lipid pada subjek dengan resistensi insulin. studi pada hewan menunjukkan bahwa aktivasi sistem imun akan menyebabkan gangguan pada lipoprotein, protein transport, respetor, dan enzim yang berkaitan sehingga terjadi perubahan konsentrasi profil lipid. Peran sistem imunitas pada resistensi insulin Inflamasi subklinis kronis juga merupakan bagian dari sindrom metabolik. Marker inflamasi berperan pada progresifitas DM dan komplikasi kardiovaskular. CRP dilaporkan menjadi data prognosis tambahan pada wanita sehat dengan sindrom metabolik. Namun, belum didapatkan kesepakatan alur diagnosis yang mampu menggabungkan peningkatan CRP, koagulasi, dan gangguan fibrinolisis dalam memprediksikan resiko kardiovaskular. D. Hipertensi

Resitensi insulin juga berperan pada pathogenesis hipertensi. Insulin merangsang sistem saraf simpatis meningkatkan reabsorbsi natrium ginjal, mempengaruhi transport kation dan mengakibatkan hipertfrofi otot polos pembuluh darah. Pemberian infus insulin akut dapat menyebabkan hipotensi akibat vasodilatasi. Sehingga disimpulkan bahwa hipertensi akibat resistensi insulin terjadi akibat ketidakseimbangan efek pressor dan depressor. The insulin Resistance Atherosclerosis Study melaporkan hubungan antara resistensi insulin dengan hipertensi pada subjek normal namun tidak pada subjek dengan DM tipe 2. DIAGNOSTIK SINDROMA METABOLIK Terhadap individu yang dicurigai mengalami Sindrom Metabolik hendaklah dilakukan evaluasi klinis, yang meliputi : A. Anamnesis Riwayat keluarga dan penyakit sebelumnya 5

Riwayat adanya perubahan berat badan Aktifitas fisik sehari-hari Asupan makanan sehari-hari B. Pemeriksaan Fisik

Pengukuran tinggi badan, berat badan dan tekanan darah Pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) Pengukuran lingkaran pinggang merupakan prediktor yang lebih baik terhadap risiko kardiovaskular daripada pengukuran waist-to-hip ratio C. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan laboratorium, meliputi :

Kadar glukosa plasma dan profil lipid puasa Pemeriksaan klem euglikemik atau HOMA (homeostasis model assessment) untuk menilai resistensi insulin secara akurat biasanya hanya dilakukan dalam penelitian dan tidak praktis diterapkan dalam penilaian klinis Highly sensitive C-reactive protein Kadar asam urat dan tes faal hati dapat menilai adanya NASH USG abdomen diperlukan untuk mendiagnosis adanya fatty liver karena kelainan ini dapat dijumpai walaupun tanpa adanya gangguan faal hati

1.3 Menjelaskan tentang bahaya yang terjadi akibat sindroma metabolik KOMPLIKASI Kegemukan (obesitas), tekanan darah tinggi, diabetes mellitus dan dislipidemia secara sendiri-sendiri sudah sejak lama diketahui sebagai factor resiko terjadinya penyakit jantung koroner. Demikian pula adanya factor-faktor tersebut secara bersamaan pada seseorang akan jauh meningkatkan kemungkinan terjadinya Penyakit jantung Koroner. Dengan demikian penderita dengan Sindroma Metabolik kemungkinan untuk mendapatkan / terkena penyakit jantung koroner dan penyakit kardiovaskuler lainnya akan meningkat. PROGNOSIS Prognosis sindroma metabolik akan baik kalau segera ditangani secara cepat dan tepat saat muncul gejala. PREVENTIF Menghindari factor resiko sebagai etiologi dari sindrom metabolic, serta mempertahankan berat badan ideal pada pasien obesitas dan selalu memeriksa profil lipid pada pasien yang mempunyai resiko terkena penyakit tersebut. Diet serta aktivitas fisik untuk mencegah kegemukan. 1.4 Menjelaskan tentang penatalaksanaan holistik sindroma metabolik A. TERAPI NON-MEDIKAMENTOSA Terapi diet

Terapi diet direncanakan berdasarkan individu. Hal ini bertujuan untuk membuat deficit 500 hingga 1000kcal/hari menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program penurunan berat badan apapun. Sebelum menganjurkan deficit kalori sebesar 500 hingga kcal/hari sebaiknya diukur kebutuhan energy basal dapat menggunakan rumus dari Harris-Benedict :

Laki-laki Perempuan

: B.E.E = 66.5 + (13,75 kg) + (5.003 cm) (6.775 age) : B.E.E = 655.1 + (9.563 kg) + (1.850 cm) (4.676 age)

Kebutuhan kalori total sama dengan BEE dikali dengan jumlah factor stress dan aktivitas. Factor stress ditambah aktivitas berkisar dari 1.2 sampai lebih dari 2. Disamping pengurangan lemak jenuh, total lemak seharusnya kurang dan sama dengan 30 persen dari total kalori. Pengurangan persentase lemak dalam menu sehari-hari saja tidak dapat menyebabkan penurunan berat badan, kecuali total kalori juga berkurang. Ketika asupan lemak dikurangi, prioritas harus diberikan untuk mengurangi lemak jenuh. Hal tersebut bermaksud untuk menurunkan kolesterol-LDL. Aktivitas Fisik Peningkatan aktivitas fisik merupakan komponen penting dari program penurunan berat badan, walaupun aktivitas fisik tidak menyebabkan penurunan berat badan lebih banyak dalam jangka waktu enam bulan. Kebanyakan penurunan berat badan terjadi karena penurunan asupan kalori. Aktivitas fisik yang lama sangat membantu pada pencegahan peningkatan berat badan. Keuntungan tambahan aktivitas fisik adalah terjadi pengurangan risiko kardiovaskular dan diabetes lebih banyak dibandingkan dengan penguranan berat badan tanpa aktivitas fisik saja. Aktivitas fisik yang berdasarkan gaya hidup cenderung lebih berhasil menurunkan berat badan dalam jangka waktu panjang dibandingkan dengan program latihan yang terstruktur. Untuk pasien obes, terapi harus dimulai secara perlahan, dan intensitasnya sebaiknya ditingkatkan secara bertahap. Latihan dapat dilakukan seluruhnya pada satu saat atau secara bertahap sepanjang hari. Pasien dapat memulai aktivitas fisik dengan berjalan selama 30 menit dengan jangka waktu 3 kali seminggu dan dapat ditingkatkan intensitasnya selama 45 menit dengan jangka waktu 5 kali seminggu. Dengan regimen ini, pengeluaran energy tambahan sebanyak 100 sampai 200 kalori per hari dapat dicapai. Regimen ini dapat diadaptasi kedalam berbagai bentuk aktivitas fisik lain, tetapi jalan kaki lebih menarik karena keamananya dan kemudahannya. Pasien harus dimotivasi untuk meningkatkan aktivitas sehari-hari seperti naik tangga daripada naik lift. Seiring waktu, pasien dapat melakukan aktivitas yang lebih berat. Terapi perilaku Untuk mencapai penurunan berat badan dan mempertahankannya diperlukan suatu strategi untuk mengatasi hambatan yang muncul pada saat terapi diet dan aktivitas fisik. Strategi yang spesifik meliputi pengawasan mandiri terhadap kebiasaan makan dan aktivitas fisik, manajemen stress, stimulus control, pemecahan masalah, contingency management, cognitive restructuring dan dukungan social. Terapi Nutrisi Selalu merupakan tahap awal penatalaksanaan seseorang dengan dislipidemia, oleh karena itu disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi. Pada dasarnya adalah pembatasan jumlah kalori dan jumlah lemak. Pasien dengan kadar kolesterol LDL atau kolesterol total tinggi dianjurkan untuk mengurangi asupan lemak jenuh, dan meningkatkan asupan lemak tidak jenuh rantai tunggal dan ganda (mono unsaturate fatty acid = MUFA dan poly unsaturated fatty acid = PUFA). Pada pasien dengan kadar trigliserida yang tinggi perlu dikurangi asupan karbohidrat, alcohol dan lemak. Komposisi Makanan untuk Hiperkolesterolemia Makanan Total lemak Asupan yang Dianjurkan 20-25% dari kalori total 7

Lemak jenuh Lemak PUFA Lemak MUFA Karbohidrat Serat Protein Kolesterol

<7% dari kalori total sampai 10% dari kalori total sampai 10% dari kalori total 60% dari kalori total (terutama KH kompleks) 30 gr per hari sekitar 15% dari total kalori <200 mg/hari

Edukasi Dokter - dokter keluarga mempunyai peran besar dalam penatalaksanaan pasien dengan Sindrom Metabolik, karena mereka dapat mengetahui dengan pasti tentang gaya hidup pasien serta hambatan - hambatan yang dialami mereka dalam usaha memodifikasi gaya hidup tersebut. B. TERAPI MEDIKAMENTOSA Obesitas Dua obat yang dapat digunakan dalam menurunkan berat badan adalah subutramin dan orlistat. Dengan mempertimbangkan peranan otak sebagai regulator berat badan, sibutramin dapat dipertimbangkan dengan memperhatikan kemungkinan efek samping. Cara kerjanya di central memberikan efek mengurangi asupan energi melalui efek mempercepat rasa kenyang dan mempertahankan pengeluaran energi setelah berat badan turun. Obat ini dapat memberikan efek tidak hanya penurunan berat badan namun juga mempertahankan berat badan yang sudah turun. Demikian pula dengan efek metabolik, sebagai efek dari penurunan berat badan, pemberian sibutramin setelah 24 minggu yang disertai dengan diet dan aktivitas fisik, memperbaiki konsentrasi trigliserida dan kolesterol HDL. Hipertensi Beberapa studi menyarankan pemakaian ACE inhibitor sebagai lini pertama penyandang hipertensi pada sindrom metabolik terutama bila ada DM. Angiotensin receptor blocker (ARB) dapat digunakan apabila tidak toleran terhadap ACE inhibitor. Meski pemberian diuretik tidak dianjurkan pada subjek dengan gangguan toleransi glukosa, namun pemberian diuretik dosis rendah yang dikombinasi dengan regimen lain dapat lebih bermanfaat bila dibandingkan efek sampingnya. Gangguan toleransi glukosa Tiazolidindion memiliki pengaruh yang ringan tetapi persisten dalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Tiazolidindion dan metformin juga dapat menurunkan konsentrasi asam lemak bebas. Dalam Diabetes Prevention Program, penggunaan metformin dapat mengurangi progresi didabetes sebesar 31% dan efektif pada pasien muda dengan obes. Dislipidemia Apabila gagal dengan pengobatan non-farmakologis maka harus dimulai dengan pemberian obat penurun lipid. Terapi dengan gemfibrozil tidak hanya memperbaiki profil lipid, tetapi juga secara bermakna dapat menurunkan risiko kardiovaskular. NCEP-ATP III menganjurkan 8

sebagai obat pilihan utama adalah golongan HMG-CoA reductase inhibitor, oleh karena sesuai dengan kesepakatan kadar kolesterol-LDL merupakan sasaran utama pencegahan penyakit arteri koroner. Pada keadaan dimana kadar trigliserida tinggi misalnya > 400 mg/dl maka perlu dimulai dengan golongan asam fibrat untuk menurunkan kadar trigliserida, oleh karena kadar trigliserida yang tinggi dapat mengakibatkan pancreatitis akut. Apabila kadar trigliserida sudah turun dan kadar kolesterol-LDL belum mencapai sasaran maka dapat diberikan pengobatan kombinasi dengan HMG CoA reductase inhibitor. Kombinasi tersebut sebaiknya dipilih asam fibrat fenofobrat jangan gemfibrosil. Dengan berkembangnya obat kombinasi dalam satu tablet (fixed dose combination), maka pilihan obat akan mengalami perubahan. Sebagi contoh kombinasi lovostatin dan asam nikotinik lepas lambat Niaspan dikenal dengan Advicor telah dibuktikan jauh lebih efektif dibandingakn dengan lovostatin sendiri atau asam nikotinik sendiri dalam dosis yang tinggi. Kombinasi simvastatin dengan ezetimibe yaitu Vytorin, ternyata mempunyai efek lebih dibandingkan dengan simvastatin dosis tinggi tunggal. Obat kombinasi dalam satu tablet mungkin akan lebih banyak digunakan bagi mereka dimana kadar kolesterol-LDL harus sangat rendah atau kolesterol-HDL perlu ditingkatkan. Terapi bedah Terapi bedah merupakan salah satu pilihan untuk menurunkan berat badan. Terapi ini hanya diberikan pada pasien obesitas berat secara klinis dengan BMI 40 atau 35 dengan kondisi komorbid. Terapi bedah ini harus dilakukan sebagai alternative terakhir untuk pasien yang gagal dengan farmakoterapi dan menderita komplikasi obesitas yang ekstrim. Bedah gastrointestinal (restriksi gastric [banding vertical gastric] atau bypass gastric [Roux-en Y]) adalah suatu intervensi penurunan berat badan pada subyek yang bermotivasi dengan resiko operasi yang rendah. Suatu program yang terintegrasi harus dilakukan baik sebelum maupun sesudah untuk memberikan panduan diet, aktivitas fisik, dan perubahan perilaku serta dukungan social.

2. Memberikan edukasi cara menghitung kebuhtuhan kalori pada pasien sindroma metabolik 2.1 Menjelaskan perhitungan kebutuan kalori total sesuai jenis kelamin, usia, BB, TB, aktifitas fisik dan faktor stress, dengan metoda Broca dan Haris Benedick BBI = (TB-100)-10% (175-100)-10% 75 10% 67,5 Kg BB Normal BB Idaman 10% 67,5 10% 60,75 74,25 Kg Pasien diketahui BB = 95 Kg, maka pasien dikategorikan GEMUK Kebutuhan Kalori Sehari BBI x Kebutuhan Kal / Kg BBI 67,5 x (gemuk aktifitas ringan) 67,5 x 25 Kalori 1687,5 Kalori 1700 Kalori Harris Benedict Laki laki => 66 + (13,7 x BB)+(5xTB)-(6,8x Umur) 9

66 + (13,7 x 67,5 Kg) + (5 x 175) (6,8 x 26) (66 + 924,75 + 875) 176,8 1865,75 176,8 1688,95 1700 Kalori 2.2 Menjelaskan persentase komposisi menterjemahkannya dalam bentuk gram Karbohidrat Protein Lemak makronutrien KH, protein, lemak dan

= 60 % x 1700 Kalori = 1020 : 4 = 255 gram = 15 % x 1700 Kalori = 255 : 4 = 63,75 gram = 25 % x 1700 Kalori = 425 : 9 = 47,2 gram

2.3 Menjelaskan jumlah gram KH, protein, lemak dalam bentuk baan makanan menggunakan Daftar Komposis Bahan Makanan Penukar (DKBM)

2.4 Menjelaskan pembagiaan frekuensi makan selama 1 hari Makan Pagi = 20% Snack Pagi = 10% Makan Siang = 30% Snack Sore = 10% Makan malam = 30% 2.5 Menjelaskan cara menyusun menu sepanjang hari untuk 1700 kalori Makan Pagi ( 20% (1700 Kalori) = 340 Kalori ) pukul 07.00 Bahan Makanan Roti tawar Telur ayam Wortel Kacang merah Berat (gr) 70 55 20 URT 3 ptg sd g 1 btr 2 sdm Kalori (Kal) 175 75 25 75 KH (gr) 40 5 7 Protein (gr) 4 7 1 5 Lemak (gr) 5 3

Snack Pagi ( 10% (1700 Kalori) = 170 Kalori ) pukul 10.00 Bahan Makanan Jambu biji Biskuit Berat (gr) 100 20 URT 1 bh bsr 2 bh bsr Kalori (kal) 50 87,5 KH (gr) 12 20 Protein (gr) 2 Lemak (gr) -

Makan Siang (10% (1700 Kalori) = 510 Kalori ) pukul 12.00 Bahan Makanan Nasi Ikan Tempe Brocoli Minyak jagung Kiwi Berat (gr) 100 40 50 100 10 110 URT gelas 1 ekor 2ptg besar 1sdm 1 buah Kalori (gr) 175 50 75 25 100 50 KH (gr) 40 7 5 12 Protein (gr) 4 7 5 1 Lemak (gr) 2 3 10 10

Snack Sore (10% (1700 Kalori) = 170 Kalori ) pukul 16.00 Baan makanan Melon Semangka Pepaya Berat(gr) 90 180 110 URT 1ptg besar 2ptg besar 1ptg besar Kalori (kal) 50 50 50 KH (gr) 12 12 12 Protein (gr) Lemak (gr) -

Makan Malam (30% (1700 Kalori) = 510 Kalori ) pukul 19.00 Bahan Berat(gr) URT Kalori (kal) KH (gr) Protein (gr) Lemak (gr) makanan Nasi 100 gelas 175 40 4 Ayam tanpa 40 1ptg sdg 50 7 2 kulit Jamur sekehendak sekehendak sedikit sedikit sedikit sedikit kuping Minyak 10 1sdm 100 10 jagung Kacang 100 0 25 5 1 panjang Tahu 50 1buah 75 7 5 3 3. Memberikan edukasi tentang olahraga pada pasien sindroma metabolik 3.1 Menjelaskan manfaat olahraga pada pasien sindroma metabolik (berdasarkan biokimia dan fisiologi tubuh manusia) Olahraga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dengan berolahraga, metabolisme tubuh menjadi lancar sehingga distribusi dan penyerapan nutrisi dalam tubuh menjadi lebih efektif dan efisien. Bahkan, sejumlah riset telah membuktikan olahraga dapat menjadi pelindung terbaik bagi tubuh dalam menghadapi berbagai ancaman penyakit. olahraga dapat membantu mencegah dan mengobati penyakit : 1. Menurunkan tekanan darah Melakukan aktivitas fisik dapat membantu menjaga pembuluh arteri tetap sehat, dengan cara membersihkan dan menjaga aliran dalam pembuluh darah tetap baik. Dalam sebuah penelitian terbaru yang melibatkan lebih dari 500 pria dan wanita berusia 40 sampai 60 tahun, para peneliti menemukan bahwa aktivitas fisik berbanding terbalik dengan penumpukan progresif plak di arteri karotis. Bahkan untuk orang-orang yang bermain golf atau melakukan aktivitas sederhana seperti berkebun selama satu atau dua hari dalam seminggu memiliki arteri yang lebih bersih ketimbang mereka yang tidak melakukan aktivitas di waktu luang. 2. Membakar gula darah Hasil riset para ilmuwan di Ceko menunjukkan bahwa melakukan latihan kekuatan selama kurun waktu tiga bulan membantu meningkatan sensitivitas insulin pada pria dengan resistensi insulin. Sebuah penelitian di Inggris menegaskan bahwa efek latihan dapat menurunkan risiko gangguan sindrom metabolik. 3. Mengendalikan berat badan Dengan berolahraga, kalori akan terbakar sehingga akan kehilangan lemak atau setidaknya tak mengalami kenaikan berat badan . Sebuah riset menunjukkan, olahraga bermanfaat bagi orang 11

gemuk. Mereka yang punya indeks massa tubuh (BMI) 41 (obesitas berat) dan mampu menurunkan 7% bobotnya lewat olahraga teratur, mengalami penurunan tekanan darah dan trigliserida hingga kembali normal. Peradangan pada pembuluh darah mereka juga turun antara seperempat dan sepertiga, meskipun rata-rata BMI-nya masih di angka 38 (masih terlalu tinggi). Sejumlah penelitian telah mengkonfirmasikan bahwa seseorang tidak harus kurus untuk menjadi sehat secara fisik. 4. Pangkas kolesterol total Efek paling penting dari berolahraga adalah untuk meningkatkan kadar kolesterol "baik", sehingga mengurangi kadar kolesterol total. Hasil tinjauan dari beberapa studi internasional menunjukkan, menambahkan olahraga pada program diet penurunan berat badan tidak hanya menaikkan kolesterol HDL, tetapi juga meningkatkan manfaat program pelangsingan serta menurunkan trigliserida dan tekanan darah. 5. Mengurangi detak jantung Pada keadaan normal, jantung manusia berdetak sebanyak 70 sampai 75 kali per menit. Tetapi untuk orang-orang yang aktif secara fisik, jantung mereka dapat memompa darah di dalam tubuh hanya dengan 50 ketukan. Ini sama dengan 36.000 ketukan lebih sedikit setiap hari dan 13 juta lebih sedikit dalam satu tahun. 6. Redakan stres dan kesedihan Olahraga erbukti memberi efek positif pada suasana hati. Hal itu setidaknya dibuktikan lewat sebuah riset di Inggris pada akhir 1980-an. Dalam kajiannya, peneliti melibatkan sejumlah orang dewasa yang punya gaya hidup kurang aktif (sedentari). Partisipan diminta melakukan latihan dengan intensitas sedang seperti aerobik, latihan peregangan atau tidak sama sekali, selama 12 minggu. Pada kelompok yang melakukan aktivitas dalam intensitas sedang cenderung jauh dari rasa tertekan, cemas dan kebingungan. Sebuah riset di Berlin juga mengindikasikan bahwa olahraga selama 30 menit sehari lebih efektif dibanding obat-obat antidepresan. Kenapa? Karena aktivitas fisik merangsang otak untuk memproduksi hormon endorfin (hormon yang memberikan rasa tenang). Dengan olahraga, Anda juga akan terhindar dari beberapa efek samping yang berbahaya. 7. Menyelamatkan hidup Anda Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, perilaku tidak aktif telah menyebabkan 2 juta kematian di seluruh dunia setiap tahun dan menjadin faktor utama pemicu kanker payudara dan kanker usus besar, diabetes dan penyakit jantung. Bahkan, World Hear Federation meyakini bahwa perilaku tidak aktif sama buruknya dengan orang yang merokok sebungkus setiap hari. 3.2 Menjelaskan jenis dan pengaturan olahraga yang sesuai pada pasien sindroma metabolik Aktivitas apa dan bagaimana yang benar dan tepat dalam program pengaturan berat badan atau menurunkan berat badan terutama terfokus pada olah raga yang baik dan benar untuk menurunkan berat badan. Olah raga merupakan suatu aktivitas yang sangat dianjurkan dalam program menurunkan berat badan atau program terapi lain yang bersifat menjaga kebugaran tubuh kita, karena pada saat berolah raga, otot-otot tubuh, jantung, sirkulasi darah dan pernapasan akan diaktifkan secara bersamaan sehingga akan tercipta metabolisme tubuh dan keseimbangan cairan serta elektrolit (asam & basa), atau lebih singkatnya akan terlihat pada :

12

Otot-otot tubuh Sistem Jantung Sirkulasi Darah Pernapasan Metabolisme tubuh Keseimbangan cairan & elektrolit, asam basa

Jenis olahraga di bagi menjadi 3 jenis, yaitu : 1. Tipe I seperti jalan kaki, joging dan bersepada 2. Tipe II seperti renang dan senam areobik 3. Tipe III seperti sepak bola, basket, bulu tangkis atau lebih terfokus pada jenis olah raga permainan. Akan tetapi jenis olah raga tipe III ini tidak dianjurkan dalam program pengaturan berat badan. Ada pilihan cara berolah raga, yaitu : B2T2 Baik Pemanasan : 5 - 15 menit. (suhu tubuh naik 1 - 2'C). Olah Raga Inti : 30 - 40 menit Pendinginan : 5 - 15 menit. Total olahraga diusahakan lebih dari 1 jam, hal ini berhubungan dengan jenis sumber tenaga yang digunakan untuk olahraga tersebut. Benar Dalam berolah raga harus disesuaikan dengan kemampuan individu/perorangan, seperti harus sesuai dengan tingkat kesehatan, tingkat aktifitas & tingkat kebugaran Terukur Perlu indikator untuk mengukur olahraga yang dilakukan. Indikator yang banyak digunakan dan mudah adalah Denyut Nadi Maksimal (DNM). Yang dimaksud dengan DNM adalah banyaknya denyut nadi per menit yang telah dicapai saat berolah raga pada kondisi puncak, dengan kata lain bila saat kita berolah raga denyut nadi kita telah melampaui DNM maka sebaiknya olah raga kita turunkan intensitasnya. Adapun rumus DMN adalah sebagai berikut : DNM memiliki rumus = 220 - Usia (DNM untuk atlet). Rumus DNM diatas merupakan rumus DNM untuk atlet karena atlet dituntut memiliki stamina yang kuat dan prima, salah satu indikatornya yaitu DNM = 220 usia. Sedangkan untuk kita apalagi pemula dalam melakukan olah raga DNM kita berbeda dengan DNM atlet, rumus DNM bagi kita adalah sebagai berikut : DNM untuk kita = (220 - Usia) x 60 - 80%. DNM untuk kita hampir sama dengan DNM atlet hanya di kalikan 60 80 %. Hal ini berhubungan dengan kaidah olah raga yang terakhir yaitu teratur. Teratur Dalam melakukan olah raga harus berkesinambungan (tidak dalam waktu yang singkat) dan dilakukan secara bertahap. 8 minggu pertama : DNM x 60% 8 minggu kedua : DNM x 70% 8 minggu ketiga : DNM x 80% Tips berolahraga Cari aktivitas menyenangkan

Cari aktivitas yang bisa Anda nikmati selama 30 menit setiap harinya. Berkebun, naik tangga, berjalan kaki, atau bersepeda dengan anak bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. 13

Aktivitas tersebut juga akan menambah jatah olahraga Anda dan tentu saja bermanfaat bagi kesehatan jantung. Ikut klub kebugaran

Untuk lebih aktif, sebenarnya Anda tak perlu harus terdaftar dalam sebuah pusat kebugaran. Kalau sulitkeluar rumah, Anda bisa membuat pusat kebugaran sendiri. Beli saja sejumlah alat untuk berlatih seperti barbel, bola voga. atau undakan. Pertimbangan untuk membeli treadmil atau sepeda stationer. Anda bisa menggunakannya sambil menonton televisi atau menunggu anak yang sedang tidur. Namun, kalau Anda lebih senang berlatih di pusat kebugaran, segera daftar saja. Selain lebih fokus untuk berolahraga, para pelatih kebugaran di sana dapat mengajarkan cara penggunaan alat-alat dengan tepat guna menghindari terjadinya cedera. Berenang

Ada sejumlah orang yang enggan berkeringat saat olahraga. Solusinya, berenang saja. Berenang selama 30 menit akan mengurangi jumlah sirkulasi adrenalin di dalam tubuh dan membuat pembuluh darah rileks. Berenang juga membantu menurunkan denyut jantung dan tekanan darah. Lakukan 30 menit

Kalau tekanan darah Anda naik secara moderat, jalan cepat 30 menit cukup untuk menjauhkan diri dari obat-obatan. Namun, bila Anda sudah mengonsumsi obat untuk mengatasi hipertensi, lakukan olahraga moderat selama 30 menit. Olahraga setidaknya mampu meningkatkan denyut jantung, sehingga akan membantu pengobatan Anda bekerja lebih efektif. Bila tekanan darah Anda normal, aktif secara fisik akan membantu menjaganya tetap normal. Kalau Anda belum pernah berolahraga sama sekali, sebaiknya lakukan secara perlahan guna mencegah terjadinya cedera. Setelah beberapa hari baru tingkatkan intensitasnya. Lakukan juga olahraga pembebanan atau resistensi untuk membantu menurunkan tekanan darah. Jangan lupakan pemanasan dan pendinginan. Menurut American Heart Association, pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya penting bagi orang dengan hipertensi. Hentikan bila olahraga atau aktivitas yang dikerjakan membuat sakit. Kalau cuaca sedang panas, lakukan olahraga secara perlahan. Pilihan lainnya, berolahraga di tempat yang menggunakan penyejuk udara. Konsultasikan dengan dokter

Diskusikan dengan dokter sebelum memulai aktivitas fisik. Hal ini terutama jika memiliki pula hidup kurang gerak (sedentari), berat badan berlebihan, atau memiliki risiko tinggi atas penyakit jantung atau penyakit kronis lainnya. (GHS/dee) 4. Memberikan edukasi tentang ajaran Islam perihal makanan yang halal dan baik 4.1 Menjelaskan tentang makanan yang halal dan haram Allah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang halal dan baik / Halalan Thoyyiban Al Quran, Surat Al Maidah : 88 yang artinya :

14

dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya Allah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang bukan cuma halal, tapi juga baik (Halalan Thoyyiban) agar tidak membahayakan tubuh kita. Bahkan perintah ini disejajarkan dengan bertaqwa kepada Allah, sebagai sebuah perintah yang sangat tegas dan jelas. Perintah ini juga ditegaskan dalam ayat yang lain, seperti yang terdapat pada Surat Al Baqarah : 168 yang artinya : Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan ; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu Pertama kita ketahui, halal itu bukan sekedar halal makanannya, tapi juga dari sumber bagaimana mendapatkannya pun harus halal. Kalau sumbernya haram seperti korupsi, mencuri, merampok, menggusur tanah rakyat dengan harga yang rendah, maka makanan yang dimakan pun meski sebetulnya halal, tetap haram. Dan akan membuat si pemakannya disiksa di api neraka. Nabi bersabda : Tiap tubuh yang tumbuh dari (makanan) yang haram maka api neraka lebih utama membakarnya. (HR. Ath-Thabrani) Sesungguhnya Allah baik dan tidak menerima kecuali yang baik-baik. Allah menyuruh orang mukmin sebagaimana Dia menyuruh kepada para rasul, seperti firmanNya dalam surat Al Mukminun ayat 52 : Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan-makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang shaleh. Allah juga berfirman dalam surat Al Baqarah 172 : Hai orang-orang yang beriman makanlah di antara rezeki yang baik-baik. Kemudian Rasulullah menyebut seorang yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan wajahnya kotor penuh debu menadahkan tangannya ke langit seraya berseru: Ya Robbku, Ya Robbku, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dia diberi makan dari yang haram pula. Jika begitu bagaimana Allah akan mengabulkan doanya? (HR. Muslim) Semua yang berasal dari laut adalah halal untuk dimakan, sebagaimana ayat berikut ini: Dihalalkan bagimu (ikan) yang ditangkap di laut dan makanan yang berasal dari laut QS Al Maidah : 94 Beberapa ayat berikut ini menyebutkan bahwa dalam Al-Quran hanya sedikit yang tidak halal. Namun dengan perkembangan teknologi, yang sedikit itu bisa menjadi banyak karena masuk ke dalam makanan olahan secara tidak terduga sebelumnya. Beberapa larangan yang terkait dengan makanan haram tersebut adalah: QS Al Maidah : 3 15

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tecekik, yang dipukul, yang jatuh ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali kamu sempat menyembelihnya.QS Al Baqarah : 173 Sesungguhnya Allah yang mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan yang disembelih dengan nama selain Allah. QS Al Maidah : 4 Dan makanlah binatang yang ditangkap dalam buruan itu untukmu dan sebutlan nama Allah ketika melepaskan hewan (anjing) pemburunya. QS Al An am : 121 Dan janganlah kamu makan sembelihan yang tidak menyebut nama Allah dan sesungguhnya yang demikian itu fasik. QS An Nahl : 67 Dan dari buah kurma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rizki yang baik. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memikirkan. QS Al Baqarah : 219 Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi; Katakanlah : Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya. QS An Nisa : 43 Hai orang-orang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan. Dari serangkaian ayat di atas, beberapa yang diharamkan adalah: 1. 2. 3. 4. 5. Bangkai Darah Babi Binatang yang disembelih selain menyebut nama Allah Khamer atau minuman yang memabukkan

Selain itu dilarang memakan binatang buas yang bertaring seperti anjing, kucing, harimau, dan sebagainya. Hadis riwayat Abu Tsa`labah ra., ia berkata :Nabi saw. melarang memakan binatang buas yang bertaring. (Shahih Muslim No.3570) Haram juga memakan keledai : Bahwa Rasulullah saw. melarang makan daging keledai piaraan. (Shahih Muslim No.3583) Kelima hewan ini haram dimakan, berdasarkan hadits Abu Hurairah -radhiallahu anhu-, beliau berkata :

16

Rasulullah SAW melarang membunuh shurad, kodok, semut, dan hud-hud. (HR. Ibnu Majah dengan sanad yang shohih). Nabi pernah bersabda Lima jenis hewan yang harus dibunuh, baik di tanah haram maupun di tanah biasa, yaitu : ular, kalajengking, tikus, anjing buas dan burung rajawali (H.R. Abu Daud) dalam riwayat lain disebutkan juga burung gagak. Imam Syafiie mengharamkan hewan yang hidup di 2 alam (di air dan di darat) seperti kodok, buaya, kura-kura, dan kepiting. 4.2 Menjelaskan tentang jenis, pengaturan dan cara makan yang baik sesuai ajaran Islam Selain halal, makanan juga harus baik. Meski halal tapi jika tidak baik, hendaknya tidak kita makan. Di antara kriteria makanan yang baik adalah : 1) Bergizi tinggi 2) Makanan lengkap dan berimbang 3) Tidak mengandung zat-zat yang membahayakan bagi kesehatan kita, misalnya kolesterol tinggi atau bisa memicu asam urat kita 4) Alami. Tidak mengandung berbagai zat kimia seperti pupuk kimia, pestisida kimia, pengawet kimia (misalnya formalin), pewarna kimia, perasa kimia (misalnya biang gula/aspartame, MSG, dsb) 5) Masih segar. Tidak membusuk atau basi sehingga warna, bau, dan rasanya berubah 6) Tidak berlebihan. Makanan sebaik apa pun jika berlebihan, tidak baik. Agar kita tetap bisa menjaga akhlak dengan meneladani Rasul dalam urusan makan dan minum sekaligus mendapatkan pahalanya, berikut diuraikan tata cara dan budaya yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, yaitu sebagai berikut: 1) Diniatkan untuk menjaga ketaatan kepada Allah SWT, yaitu dengan makan kita berharap tetap konsisten menjadi orang yang takwa. Makan tidak saja dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan kenikmatan dunia semata, tetapi juga sebagai sarana ibadah. Dengan niat ibadah itu berarti kita bisa mengurangi semangat nafsu kebinatangan dan membawa pada sikap totalitas kerelaan terhadap rezeki yang diberikan Allah kepada kita (qanaah). Anjuran niat ini sesuai dengan hadis Nabi : Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu bergantung pada niatnya, dan bagi setiap orang adalah apa yang ia niatkan. (HR. Bukhari) 2) Tidak berlebihan (isyraf) dalam mengkonsumsi dan tidak memubazirkannya. Berlebihan merupakan budaya yang tidak disukai Allah. Sebagaimana yang disinggung dalam Alquran, yang artinya: Dan Janganlah kamu sekalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.(QS. Al-Anam/6:141)Dan Mubazir adalah perbuatan yang sangat dilarang dalam islam, bahkan diidentikkan sebagai saudara setan. Sebagaimana firman Allah yang Artinya : Dan janganlah kamu menghamburhamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan. (QS: Al-Isra/17:26-27)Kalau kita dilarang berlebihan, maka seharusnya pula kita makan dan minum menurut kadar cukup. Rasulullah mengisyaratkan dalam sebuah sabdanya: Tidak ada suatu tempat yang dipenuhi oleh anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam itu beberapa suap makanan saja, asal dapat menegakkan tulang rusuknya. Tetapi bila ia terpaksa melakukannya, maka hendaklah sepertiga ( dari perutnya itu) diisi dengan makanan, sepertiganya dengan minuman dan sepertiganya lagi dengan nafasnya (udara, dikosongkan) (HR. Imam Ahmad dan Turmudzi).Batasan yang diajarkan oleh Rasul ini menekankan pentingnya seorang muslim agar memperhatikan orang di sekitarnya, artinya kita harus memahami realitas sosial yang ada di lingkungan kita, agar tidak terjadi kecemburuan sosial. Dalam sebuah sabda lain Rasul mengancam kepada seorang yang hanya mementingkan dirinya sendiri dalam masalah makanan sebagai orang yang bukan golongannya, yaitu: 17

3)

4)

5)

6)

7)

8)

barangsiapa makan sampai kenyang, sementara tetangganya merintih kelaparan, maka ia bukan termasuk golonganku. Memulainya dengan membaca basmalah serta doa. Sebab bila tidak menyebut nama Allah, setan niscaya akan turut makan bersamanya, dan dengan demikian hilanglah nilai ibadahnya. Lantas apa bedanya dengan orang kafir? Dalam sebuah hadis Nabi disebutkan: Dan dari Jabir berkata: saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Apabila seseorang masuk dalam rumahnya dengan mengucapkan bismillah ketika masuk dan ketika hendak makan, maka setan berkata kepada temannya: tiada tempat tinggal dan tiada bagian makanan bagimu disini. Sedangkan bila orang itu masuk tanpa menyebut nama Allah, maka setan akan berkata:Kamu dapat bermalamdi rumah ini. Kemudian jika waktu makan tidak menyebut nama Allah, setanpun berkata: kamu dapat bermalam dan makan disini. (HR.Muslim).Jika lupa di awal makan, maka ucapkanlah segera saat teringat. Rasulullah SAW telah bersabda, sebagaimana yang diriwayatkan dari Aisyah r.a, sebagai berikut: Bila salah seorang diantara kamu hendak makan maka ucapkanlah bismillah, namun bila ia lupa di awalnya, maka ucapkanlah bismillahi awwaluhu wa akhiruhu(dengan nama Allah dari mula hingga akhir). (HR. Turmidzi) Tidak boleh mencela makanan. Apa pun yang dihidangkan di depan mata kita, makanan merupakan rezeki dari Allah. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan selamanya. Jika beliau suka dimakannya, dan jika tidak suka ditinggalkannya.(HR Bukhari dan Muslim) Menggunakan tangan kanan, tidak dengan tangan kiri. Karena, makan dan minum dengan tangan kiri merupakan cermin dari perbuatan setan yang harus dihindari oleh setiap mukmin yang memiliki komitmen kepada Ilahi, hal ini seiring dengan maksud sebuah hadis: Apabila seseorang dari kamu makan, maka hendaklah ia makan dengan tangan kanannya, dan apabila ia minum, maka minumlah dengan tangan kanan. Karena sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya. (HR. Imam Muslim) Allah SWT menghubungkan dengan perilaku makan dengan larangan mengikuti setan secara tegas dalam ayat Al Quran yang Artinya : Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu..(QS:2:168) Pengertian langkah langkah setan yang dimaksud ayat ini antara lain adalah mengkonsumsi makanan yang tidak halal dan dengan menggunakan tangan kiri Sambil duduk, dan tidak berdiri. Hal ini seiring dengan hadis Nabi: Dari Qatadah, dari Anas dari Rasulullah SAW, bahwa sesungguhnya Nabi SAW telah melarang orang minum sambil berdiri. Lalu Qatadah bertanya kepada Anas: Kalau makan bagaimana? Ia pun menjawab: Hal itu (makan dengan cara berdiri) lebih busuk dan jahat. (HR. Ahmad, Muslim dan Turmidzi) Jika makan bersama sama, ambillah dari yang dekat dekat saja, sejauh yang dapat di jangkau oleh tangan. Sebagaimana sabda Rasulullah berikut: Dari Umar bin Abi Salamah berkata, ketika saya masih kecil di bawah asuhan Rasulullah SAW, aku bisa menjulurkan tanganku ke tempat makanan, maka Rasulullah SAW bersabda: Wahai ananda, ucapkanlah bismillah, dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari apa yang dekat kepadamu. (HR.Muslim)Dalam hadis lain juga dikatakan, Sesungguhnya termasuk pemborosan (perbuatan yang berlebihan dan dimurkai Allah) bila kamu makan apa saja yang kamu (bernafsu) ingin memakannya. (HR. Ibnu Majah) Tenang, perlahan dan tidak terburu buru. Jangan bersikap rakus sehingga tampak mulut penuh dengan suapan, dan jangan meniup-niup makanan atau minuman yang menunjukkan sikap tidak sabar. Dari Ibnu Abas RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: Janganlah kalian minum dengan sekali tegukan seperti minumnya unta, tetapi minumlah dengan dua atau tiga kali tegukan. Ucapkanlah bismillah jika kalian minum dan alhamdulillah jika kalian selesai minum. (HR. Turmidzi).Dalam hadis lain disebutkan: Dari Abi Qatadah RA, sesungguhnya Nabi SAW telah melarang bernafas dalam air minumannya .(HR.Muttafaqun ALaihi)

18

9) Mengambil secukupnya sehingga dapat di konsumsi habis, jangan tersisa sedikit pun, walau hanya berupa sebutir nasi yang menempel di jari tangan umpamanya, karena hal itu menjadi bentuk pemubaziran yang dilarang. Dari Jabir katanya, Rasulullah SAW menyuruh membersihkan sisa makanan yang di piring maupun yang di jari seraya bersabda: Sesungguhnya kalian tiada mengetahui di bagian manakah makananmu yang mengandung berkah.(HR. Muslim) 10) Haram menggunakan perabotan dari emas dan perak. Rasul pernah melarangnya dengan sabdanya: Dari Hudzaifah, ia berkata, Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang kami minum dan makan dengan perkakas dari emas dan perak. Beliau juga melarang kami (kaum lelaki) berpakaian sutera dan yang dibordir dengan benang sutera dengan sabdanya: Itu adalah untuk kaum musyrikin didunia dan untuk kalian (nanti, insya Allah) di akhirat. (HR. Bukhari dan Muslim) 11) Mengakhiri makan dan minum dengan berdoa sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas rezeki yang telah dikaruniakan, sehingga badan menjadi sehat, dan dapat melakukan ibadah ibadah lainnya yang telah Allah amanah kan.Doa singkat yang kita baca sebagaimana Rasulullah sabda kan: Alhamdulillaahilladzi attamanaa wasaqaanaa wajaalana minal muslimiin yang artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami makan dan minum, serta menjadikan kami sebagai orang muslim(HR. Imam Ahmad) 5. Menghitung jumlah kalori bahan makanan yang dimakan 1 hari yang lalu, termasuk makan besar dan selingan Makanan Sarapan jam 07.00 Masakan padang nasi Gulai tunjang Snack pagi jam 10.00 Lemper isi ayam Nagasari Makan siang jam 12.00 Nasi Dada (KFC) Snack sore jam 15.00 Hamburger (McD) Makan malam jam 19.00 Nasi Gulai nangka Bebek goreng Porsi 1 porsi (250 g) 1 porsi (106 g) 2 buah (80 gr) 1 buah (175 kal)

Jumlah kalori 438 kal 275 kal 181 kal 275 kal 175 kal 413 kal 325 kal 175 kal 125 kal 263 kal

gelas (100 gr) 1 porsi (130 gr) 1 porsi

gelas (100 gr) 1 porsi (74,68 gr) 1 porsi (100 gr)

Jumlah kalori (kal) bahan makanan yang dimakan : Sarapan Snack pagi Makan siang Snack sore Makan malam : : : : : 713 kal 456 kal 588 kal 325 kal 563 kal

Jadi jumlah kalori yang dimakan 1 hari yang lalu adalah 2645 kal

19

Sumber : Waspadji,Sarwono, Suyono Slamet, et al (2007). Daftar komposisi bahan makanan penukar Balai Penerbit FKUI, Jakarta Ganong,Wiliam (2008). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta http://www.halalmui.org/index.php?option=com_content&view=article&id=174&Itemid=319&la ng=in Bahaya Makanan dan Minuman Haram bagi Kesehatan Jasmani dan Kesucian Rohani , Karya: Thobieb Al-Asyhar,2003. Sherwood, Lauralee. Organ endokrin perifer dalam Fisiologi Manusia dariSel ke Sistem hal. 661667. 2006. EGC Sudoyo AW, et all. S. Ilmu Penyakit Dalam. Edisi kelima jilid III. Jakarta: Pusat PenerbitanDepartemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI; 2009.h. 1865-72. Syarif, Aamir. Farmakologi dan UniversitasIndonesia.2008.h:493-5. Terapi. Edisi 5. Jakarta : Fakultas Kedokteran

http://eprints.undip.ac.id/24046/1/MS_ANAM.pdf

20