Anda di halaman 1dari 3

KROMATOGRAFI KOLOM & KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Isolasi Kurkumin dari Kunyit (Curcuma longa L)

Cara kerja 20 g rimpang kunyit kering (Non Polar) dalam 50 mL pelarut diklorometana (Non Polar), fungsi untuk melarutkan senyawa kurkumin pada Curcuma Longa. Next direfluks selama 1 jam, fungsi untuk mengekstrak kurkumin. Campuran kemudian segera disaring dengan saringan vakum hingga diperoleh larutan kuning. Larutan lalu dipekatkan melalui distilasi pada penangas air 50 oC fungsi untuk menguapkan pelarut DCM agar menghasilkan Residu kuning kemerahan kurkumin. Residu di campurkan 20 mL n-heksana, fungsi untuk menjenuhkan residu dan diaduk secara merata. Campuran kemudian disaring lagi dengan penyaring vakum memperoleh ekstrak padatan kurkuminoid.

Padatan yang dihasilkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan kromatografi kolom dibuat menggunakan 15 g silika gel (Fasa Diam) dan eluen CH2Cl2 : MeOH = 99 : 1 (Fasa Gerak) Di isi Pembalut kapas yg di beri Aseton fungsinya untuk menghilangkan gelembung udara. Karena eluen akan merusak kolom yg akan membentuk gelembung pada kolom. Di isi Silika gel (Fase Diam) (Sangat Polar) + Ekstrak padatan kurkuminoid + Eluen CH2Cl2 : MeOH = 99 : 1 next di Lakukan elusi

Hasil dari Elusi adalah Warna Coklat Kemerahan (Demektosin Kurkumin), Orange (Bis-Demektosin kurkumin) & Kuning (Kurkumin). Demektosin Kurkumin (Polar), Bis-Demektosin kurkumin (Semi Polar) & Kurkumin (Non Polar). Pembahasan : Fasa gerak adalah Eluen CH2Cl2 : MeOH = 99 : 1 (NON POLAR) & Fase diam adalah Silika gel (POLAR). Maka senyawa yg Polar akan berikatan pada permukaan Silika gel yaitu Demektosin Kurkumin (Polar) dan yang beriteraksi pada silica gel adalah senyawa yg Non Polar yaitu Kurkumin (Non Polar). Pada Fasa gerak adalah Eluen akan membawa analit organic yaitu Bis-Demektosin kurkumin (Semi Polar) & kurkumin (Non Polar) yg melalui permukaan silica gel (Non Polar).

Proses pemisahan menggunakan KLT preparatif. Step :

Ekstrak kasar dari kurkuminoid (0,1 g) dilarutkan dengan sesedikit mungkin pelarut CH2Cl2 : MeOH = 99 : 1, kemudian ditotolkan Demektosin Kurkumin (Polar), Bis-Demektosin kurkumin (Semi Polar) & Kurkumin (Non Polar). pada batas awal pelat KLT preparatif dengan menggunakan pipa kapiler yang diameternya lebih besar dari pada pipa kapiler.

Setelah noda kering, lakukan elusi dengan eluen CH2Cl2 : MeOH = 97 : 3. Hasil elusi dilihat di bawah lampu UV, dan di hidung nilai Rf

kemudian pita komponen utamanya diberi tanda dengan ujung tumpul pipa kapiler. Bagian pita yang dipilih kemudian dipisahkan dari komponen lainnya dengan cara mengerok lapisan silika tersebut dan ditampung pada kertas. Pindahkan silika tersebut ke dalam gelas kimia, larutkan dengan diklorometana, kemudian saring dan cuci dengan pelarut yang sama. Filtrat kemudian diuapkan dengan rotary evaporator (atau distilasi biasa dengan penagas air pada suhu 60oC). Lakukan uji kemurnian fraksi yang diperoleh dengan KLT (eluen CH2Cl2 : MeOH = 97 : 3). Bandingkan kemurniannya dengan fraksi hasil pemisahan

secara kromatografi kolom!