Anda di halaman 1dari 3

Parasetamol atau Asetaminofen, 4-Hidroksiasetanilida, 4-Asetamidofenol, N-(4-

hidroksifenil)-asetamida, N-asetil-para-asetamino-fenol



Parasetamol atau yang juga dikenal sebagai acetaminophen merupakan suatu
analgesik dan obat pereda panas yang efeknya menyerupai aspirin. Ada beberapa bahan aktif
dalam obat tersebut seperti Tylenol dan Midol. Parasetamol pertama kali diperkenalkan pada
awal tahun 1900-an sebagai turunan (coal tar). Meskipun kerjanya mirip dengan aspirin,
kemampuannya sebagai anti-inflamasi dan pengencer darah lebih rendah, efek iritasi terhadap
lambung lebih rendah dari aspirin. Acetaminophen dapat digunakan orang yang alergi
terhadap aspirin. Pemakaian dalam jumlah banyak akan meningkatkan kerusakan hati,
terutama bagi orang yang sering mengonsumsi minuman keras, dan overdodis pada anak-
anak akan berakibat fatal.
Parasetamol berupa serbuk kristalin putih yang tak berbau tetapi berasa sedikit pahit
dengan berat molekul 151,16 kg/kmol. Syarat mutu parasetamol standard memiliki kadar N-
(4-hidroksifenil)-asetamida 98 %-101 %, kadar air 0,5 %, sisa pembakaran 0,1 %, dan kadar
p-aminofenol bebas 0,005 %. Rentang pelelehan 168 172 C.
Bahan dasar pembuatan parasetamol adalah benzen dan fenol. Benzen dan fenol
diubah menjadi Nitrobenzen, p-nitrochlorobenzen, dan fenol. Prosesnya dapat ditunjukan dari
bagan berikut:

Setelah terbentuk Nitrobenzen, p-Nitroklorobenzen, dan fenol dilanjutkan proses
pembentukan parasetamol.

Rute melalui nitrobenzen lebih pendek dibanding rute fenol atau p-nitrokhlorobenzen
(PNCB). Malinckrodt Inc. (produsen terbesar parasetamol di A.S., dan mungkin di dunia)
menggunakan rute via nitrobenzen. Produsen besar lainnya (Hoechst Celanese Corp.)
menggunakan rute via fenol. Pertimbangan lain selain panjangnya rute adanya produk
samping yang juga bernilai ekonomi tinggi yaitu p-aminofenol, sehingga produksi dengan
nitrobenzen lebih disukai. Kegunaan p-aminofenol (PAP) selain dikonversi menjadi
parasetamol :
zat kimia fotografi (Nama dagang : Activol, Azol, Certinal, Citol, Paranol, Rodi-nol,
Unal, Ursol P) sendiri atau digabung dengan hidrokuinon dan Kodelon garam oksalat
dari PAP
inhibitor korosi untuk cat dan mesin 2-tak
pewarna kayu dan bulu unggas


Dalam skala laboratorium pembuatan parasetamol melalui beberapa proses yaitu:
Pembuatan Campuran
0,15 g p-aminophenol dimasukan ke dalam tabung reaksi 5 mL. Ditambahkan o,45
mL akuades dan 0,165 asetat anhidrat. Ke dalamnya dimasukan spin agar
percampuran merata.
Pemanasan
Pemanasan campuran dilakukan menggunakan blok aluminium atau celupan garam
pada suhu 115 C. Padatan akan terlarut sempurana hingga menit ke 10.
Isolasi Acetaminophen kasar
Campuran didinginkan dalam rendaman es selama 15-20 menit. Kristal diambil
menggunakan vacuum dan buchner. Kristal yang diperoleh dikeringkan. Pengeringan
ini membutuhkan waktu beberapa jam.
Penghilangan warna
Acetaminophen berupa kristal putih, jika dalam proses pembuatannya warna yang
diperoleh kuning atau kemerahan menandakan adanya pengotor berwarna. Untuk
menghilangkan pengotornya digunakan natrium tiosulfat. 0,2 gram Na
2
S
2
O
3

dilarutkan dalam 1,5 mL akuades. Kemudian ke dalamnya dimasukan acetaminophen
kasar. Campuran dipanaskan pada suhu 100 C selama 15 menit disertai pengadukan.
Sejumlah acetaminophen akan larut selama proses penghilangan warna. Pengkristalan
kembali dilakukan dengan merendam erlenmeyer dalam es selama 10 menit. Kristal
murni diambil menggunakan vacuum. Acetaminophen dikeringkan kembali.
Kristalisasi
Acetaminophen murni dikristalisasi menggunakan campuran solven 1:1 akuades dan
metanol. Padatan dimasukan secara perlahan hingga semua larut, kemudian campuran
kembali didinginkan dengan es. Campuran dimasukan dalam tabung reaksi dan
dipasang pada sentrifuge kemudian putar selama beberapa menit. Kristal yang
diperoleh ditempatkan pada gelas arloji kemudian diangin-anginkan.