Anda di halaman 1dari 24

KONJUNGTIVITIS VERNAL

DEFINISI Konjungtivitis vernal dikenal juga sebagai "demam musim semi " dan "konjungtivitis musiman" atau "konjungtivitis cuaca hangat," adalah penyakit alergi bilateral jarang yang biasanya dimulai di tahun-tahun prapubertas dan berlangsung selama 5-10 tahun. Konjungtivitis vernal adalah konjungtivitis akibat reaksi hipersensitivitas tipe I (IgE and cell-mediated immune) yang mengenai kedua mata dan bersifat rekuren .

EPIDEMIOLOGI
Konjungtivitis vernal mengenai pasien muda antara 3-25 tahun dan lebih banyak laki-laki. Biasanya dimulai pada masa prepubertas dan berlangsung 510 tahun. Biasanya pada laki-laki mulai pada usia dibawah 10 tahun. Sering di daerah beriklim kering dan hangat seperti Mediterania, sub-Sahara Afrika, dan Timur Tengah. Kurang lebih sepertiga dari pasien berhubungan dengan atopi dan dua pertiga memiliki riwayat atopi dalam keluarga.

ETIOLOGI
Konjungtivitis vernal terjadi akibat reaksi hipersensitivitas tipe I yang mengenai kedua mata, sering terjadi pada orang dengan riwayat keluarga yang kuat alergi. Tipe I : Reaksi Anafilaksis
Melibatkan imunoglobulin E (IgE)-dimediasi histamin dan mediator lain dari sel mast dan basofil. Di sini antigen atau alergen bebas akan bereaksi dengan antibodi, dalam hal ini IgE yang terikat pada sel mast atau sel basofil dengan akibat terlepasnya histamin. Keadaan ini menimbulkan reaksi tipe cepat.

KLASIFIKASI
Secara klinis bentuk konjungtivitis vernal dibagi menjadi 3 bentuk, yaitu : Bentuk palpebral Bentuk limbal Bentuk campuran

MANIFESTASI KLINIS
rasa gatal yang mungkin berhubungan dengan lakrimasi Fotofobia sensasi benda asing rasa terbakar Belekan lebih sering berkedip

Bentuk palpebral
Penyakit awal penyakit ditandai dengan hiperemi konjungtiva dan hipertrofi papiler yang menyebar pada tarsus superior.

Bentuk palpebral
Makropapil (<1 mm) memiliki bentuk poligonal dengan bagian datar pada atasnya seperti bentuk bebatuan (cobble stone appearance), dan dapat berkembang menjadi papil besar (giant papil)

Bentuk palpebral
Deposisi mucus diantara giant papil

Bentuk Palpebral
Penurunan aktivitas dari penyakit ini ditandai dengan ditemukannya injeksi konjungtiva ringan dan penurunan produksi lendir.

Bentuk limbal
Pada bentuk ini ditemukan hipertrofi papil pada limbus superior yang membentuk jaringan hiperplastik gelatin (nodul mukoid) dengan Trantas dot degenerasi epitel kornea atau eosinofil dibagian epitel limbus kornea), terbentuknya pannus dengan sedikit eosinofil.

Bentuk limbal
Pada daerah tropis mungkin didapatkan bentuk limbal yang lebih parah.

Penatalaksanaan
Penatalaksanaan terutama dengan menghindari pajanan dengan alergen, kompres dingin, dan menjaga kebersihan pada mata. Terapi Lokal Mast cell stabilizer dapat mengurangi timbulnya eksaserbasi akut. Antihistamin baik untuk penggunaan kasus eksaserbasi akut namun tidak untuk pemakaian jankga panjang. Steroid digunakan untuk kasus eksaserbasi berat konjungtivitis dan keratopati,. Immune modulator Siklosporin 0,05% dapat diindikasikan jika steroid tidak efektif, tidak adekuat atau toleransi buruk, atau sebagai agen steroid-sparing pada pasien dengan penyakit yang parah. Terapi lain Antibiotik digunakan bersamaan dengan steroid pada keratopati berat untuk mencegah atau mengobati infeksi bakteri. Acetylcysteine agen mukolitik yang berguna untuk melarutkan lendir dan menangani pembentukan plak awal.

Terapi Sistemik Antihistamine mengurangi gatal.

Komplikasi (Keratopati)
Climatic droplet keratopathy adalah gangguan degeneratif yang jarang pada kornea, ditandai dengan agregat spherules berwarna kuningan keemasan yang menumpuk di lapisan subepitel. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi faktor-faktor tertentu seperti paparan sinar ultraviolet, cuaca panas, dan mikrotrauma sebagai faktor predisposisi. Deposit agregat spherules dapat mengakibatkan elevasi epitel berbentuk seperti pita. Keratopati sering ditemukan pada konjungtivitis vernal terutama pada konjungtivitis vernal tipe palpebral.

Tanda dan Gejala


Erosi epitel pungtata superior ditandai dengan adanya lapisan mucus pada kornea superior.

Makroerosi epitel disebabkan oleh toksikasi epitel dari mediator inflamasi dan efek mekanik langsung dari papila.

Plak dan shield ulcer dapat berkembang pada konjuntivitis vernal tipe palpebra atau tipe campuran dimana membran Bowman yang terkena dilapisi oleh mukus dan kalsium fosfat, yang menyebabkan mata mnejadi kering dan tertundanya proses re-epitelisasi. Perkembangan ini memerlukan perhatian khusus untuk mencegah infeksi bakteri sekunder.

Subepithelial scars biasanya berwarna abu-abu dan berbentuk oval, dan dapat mempengaruhi penglihatan.

Pseudogerontoxon dapat terjadi pada konjuntivitis vernal tipe limbal yang berulang. Hal ini ditandai dengan adanya jaringan parut berbentuk pita pada paralimbal yang menyerupai arkus senilis, lokasinya berdekatan dengan segmen yang meradang sebelumnya dari limbus.

DD/
Giant papil conjungtivitis Konjuntivitis atopi Konjungtivitis bakteri Konjungtivitis virus

Giant Papil Conjuctivitis


Disebabkan oleh rangsangan mekanis dari konjungtiva tarsal. Hal ini paling sering terlihat pada penggunaan lensa kontak , hal ini dikarenakan meningkatnya deposit protein dan debris pada lensa kontak. Faktor resiko lain seperti pretesis mata, jahitan yang terbuka,, dan ketidakteraturan permukaan kornea. Tanda dan gejala Terasa mengganjal, kemerahan, gatal, peningkatan produksi lendir, pandangan kabur dan hilangnya toleransi terhadap lensa kontak. Terapi hindari pajanan, NSAID + Antihistamin/ mast cell stabilizer, steroid topikal.

Konjungtivitis Atopi
Merupakan penyakit bilateral yang jarang ditemukan biasanya terjadi pada usia dewasa (30-50 tahun) dan memiliki riwayat atopi sebelumnya. Sekitar 5% merupakan perkembangan lanjut dari konjungtivitis. Laki-laki sama dengan wanita insidensinya.

Perbedaan Konjungtivitis Bakteri, Virus, Klamidia, Alergi