Anda di halaman 1dari 6

RANGKUMAN MATERI KULIAH TEORI AKUNTANSI BAB VIII : LAPORAN LABA RUGI

KURNIA AJI TRITAMTAMA 02320130278 S1 AKUNTANSI

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA MAKASSAR

A. HUBUNGAN RUGI LABA DENGAN NERACA Mengetahui hubungan angka-angka dalam Neraca, Laba Rugi, Laporan Arus Kas dan Perubahan Modal dalam satu set laporan keuangan adalah penting bagi siapa saja yang ingin memahami isi sebuah Laporan Keuangan, dan Akuntansi secara umum. Gagal memahami hubungan ini, maka sama seja dengan gagal memahami isi laporan keuangan, dan akuntansi secara keseluruhan. Satu set lengkap laporan keuangan umumnya mencakup neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal (juga disebut ekuitas pemegang saham), dan laporan arus kas. Laporan keuangan secara keseluruhan menyajikan berbagai jenis informasi tentang kegiatan perusahaan selama periode waktu tertentu dalam angka-angka. Masing-masing laporan, meskipun banyak yang saling terkait, tetap memiliki peranan berbeda, dengan sudut pandang dan fokus penyajian yang berbeda-beda pula. Dengan demikian, maka satu macam laporan tidak bisa menggantikan laporan yang lain 1. Neraca Juga disebut laporan posisi keuangan, bisa diibaratkan sebagai foto (baias disebut snapshot) dari suatu perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Laporan keuangan yang satu ini terdiri dari daftar sumber daya kuantitatif yang dipergunakan oleh perusahaan untuk beroperasi. Di sisi lainnya, laporan ini juga mengandung daftar klaim terhadap sumber daya tersebut yang diwakili oleh kreditur dan pemilik. Dalam bentuk laporan pernyataan, sumber daya kuantitatif disebut aktiva (asset), diikuti dengan klaim kreditur dan pemilik. Dalam bentuk rekening pernyataan, aset biasanya disajikan di sebelah kiri dan yang mengklaim aset di sisi kanan dari pernyataan itu. Satu hubungan penting dalam sebuah neraca adalah bahwa klaim terhadap asset selalu sama (seimbangan) persis dengan jumlah aset yang disajikan. Itulah sebabnya mengapa Neraca juga disebut dengan Balance Sheet. 2. Laporan Laba Rugi Melanjutkan analogi neraca sebagai foto statis dari suatu perusahaan pada titik waktu tertentu, laporan laba rugi kemudian dapat digambarkan sebagai sebuah film bergerak yang mengidentifikasi dimensidimensi tertentu dari perusahaan selama periode waktu. Laporan laba rugi didasari oleh prinsip akuntansi yang disebut prinsip kecocokan (the matching principle). Pendapatan biasanya dapat dengan mudah dikaitkan dengan aktivitas usaha secara spesifik yang berhubungan dalam periode waktu tertentu. Setelah pendapatan untuk jangka waktu telah diidentifikasi, akuntan kemudian mencoba untuk menelisik dan mengkaitkan pendapatan dengan semua biaya yang berhubungan dengan (1) periode waktu yang sama dan/atau (2) proses pembentukan pendapatan tertentu. Jumlah ini kemudian dicocokkan (matched), maksudnya biaya dikurangkan dari pendapatan untuk menentukan hasil operasi untuk periode tersebut. Hasilnya disebut laba
2

bersih jika pendapatan melebihi biaya, dan disebut rugi bersih jika biayabiaya melebihi pendapatan

B. KONSEP MATCHING Konsep matching atau Penyesuaian merupakan dasar penyusunan Laporan Keuangan. Namun angka-angka yang terdapat di dalamnya belum menunjukkan keadaan keuangan yang sebenarnya dari suatu perusahaan Hal ini dikarenakan dalam praktiknya, perusahaan seringkali mengalami kejadian dimana pendapatan yang diterima melebihi waktu periode akuntansi untuk penyusunan Laporan Keuangan. Selain itu beban yang dikorbankan/dikeluarkan kadang tidak bersamaan dengan prestasi/hasil yang diterima. Sedangkan menurut Standar Akuntansi Keuangan, yang merupakan pedoman dalam melaksanakan pencatatan sampai pelaporan transaksi keuangan, pendapatan baru diakui sebagai pendapatan pada saat realisasinya yaitu pada waktu transaksi terjadi sehingga menimbulkan hak dan kewajiban. Pembebanan biaya sedapat mungkin dihubungkan dengan pendapatan yang dilaporkan dalam periode dimana pendapatan tersebut diakui. Dengan demikian untuk dapat menghasilkan Laporan Keuangan yang sesuai dengan keadaan sebenarnya dan tidak melanggar Standar Akuntansi Keuangan yang dipedomani, diperlukan penyesuaian-penyesuaian terhadap pendapatan dan beban melalui Jurnal Penyesuaian. Dengan kata lain Jurnal Penyesuaian dibuat untuk menyesuaikan saldo akun-akun Buku Besar ke saldo yang sesungguhnya, dan memisahkan pendapatan dan beban dalam periode-periode yang sebenarnya Hal-hal yang Memerlukan Jurnal Penyesuaian Ada 2 kelompok transaksi yang memerlukan jurnal penyesuaian. Kedua kelompok tersebut adalah : a. Suatu transaksi yang sudah dicatat, tetapi perlu dikoreksi agar mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Perlengkapan Beban dibayar dimuka Pendapatan diterima dimuka b. Suatu transaksi yang sudah terjadi, tetapi belum dicatat. Beban yang akan dibayar Pendapatan yang akan diterima Penyusunan aktiva tetap .

C. DEFINISI HASIL, BIAYA, DAN LABA Ada tiga definisi menurut Committee on Terminology, APB Statement dan FASB Statement. Ketiganya memiliiki sudut pandang yang berbeda-beda. 1. Hasil (Revenue) Committee on Terminology mendefinisikan revenue sebagai hasil dari penjualan barang atau jasa yang dibebankan kepada langganan atau mereka yang menerima jasa. Definisi ini menggunakan pendekatan revenue expense. APB mendefinisikan revenue sebagai kenaikan gross dalam kewajiban yang dinilai berdasarkan prinsip akuntansi yang berasal dari kegiatan mencari laba FASB mendefinisikan revenue sebagai arus masuk atau peningkatan nilai asset dari suatu entitas atau penyelesaian kewajiban dari entitas atau gabungan keduanya selama periode tertentu yang berasal dari penyerahan produksi barang, pemberian jasa atas pelaksanaan kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan utama perusahaan yang sedang berjalan. 2. Biaya Committee on Terminology mendefinisikan biaya sebagai semua biaya yang telah dikenakan dan dapat dikurangkan pada penghasilan. APB mendefinisikan biaya sebagai penurunan gross dalam asset atau kenaikan gross dalam kewajiban yang diakui dan dinilai menurut prinsip akuntansi yang diterima yang berasal dari kegiatan mencari laba yang dilakukan perusahaan. FASB mendefinisikan biaya sebagai arus keluar aktiva, penggunaan aktiva atau munculnya kewajiban atau kombinasi keduanya selama suatu periode yang disebabkan oleh pengiriman barang, pembuatan barang, pembebanan jasa atau pelaksanaan kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan utama perusahaan. 3. Laba Rugi Committee on Terminology mendefiniskan laba sebagai jumlah yang berasal dari pengurangan harga poko produksi, biaya lain dan kerugian dari penghasilan atau penghasilan operasi. APB mendefiniskan laba sebagai kelebihan penghasilan diatas biaya selama satu periode akuntansi. FASB mendefinisikan laba sebagai perubahan dalam ekuitas dari suatu entity selama satu periode tertentu yang diakibatkan oleh transaksi dan kejadian atau peristiwa yang berasal bukan dari pemilik.

D. PENGAKUAN PENGHASILAN Suatu penghasilan akan diakui sebagai penghasilan pada periode kapan kegiatan utama yang perlu untuk menciptakan dan menjual barang dan jasa itu telah selesai. Dalam hal waktu yang dimaksud ada empat alternative, yaitu: 1. Selama produksi 2. Pada saat produksi selesai 3. Pada saat penjualan 4. Pada saat penagihan kas E. BENTUK PENYAJIAN LABA RUGI Dalam menyajikan laporan laba rugi dikenal: 1. Current Operating Income 2. All Inclusive Income F. INCOME SMOOTHING CREATIVE ACCOUNTING 1. Income smoothing. Perataan laba merupakan cara yang paling populer dan sering dilakukan. Perusahaan-perusahaan melakukannya untuk mengurangi volatilitas laba bersih. Perusahaan mungkin juga meratakan laba bersihnya untuk pelaporan eksternal dengan maksud sebagai penyampaian informasi internal perusahaan kepada pasar dalam meramalkan pertumbuhan laba jangka panjang perusahaan. 2. Creative accounting menurut Amat, Blake dan Dowd [1999] adalah sebuah proses dimana beberapa pihak menggunakan kemampuan pemahaman pengetahuan akuntansi (termasuk didalamnya standar, teknik dsb.) dan menggunakannya untuk memanipulasi pelaporan keuangan G. PERUBAHAN AKUNTANSI Perubahan prinsip akuntansi tidak hanya mempengaruhi laba rugi periode berjalan, tetapi juga periode yang lalu. Perubahan akuntansi ada 3,yaitu 1. Perubahan dalam Prinsip Akuntansi Perubahan ini timbul dari penerapan prinsip akuntansi yang baru yang berbeda dari prinsip akuntansi yang dianut sebelumnya. 2. Perubahan dalam Taksiran Perubahan ini terjadi dalam akuntansi, misalnya taksiran umum dan taksiran deposit barang tambang setelah beberapa lama kita mendapat informasi yang baru sehingga mengubah taksiran yang lama. 3. Perubahan dalam Pelaporan Entitas Perubahan ini terjadi sebagai akibat dari perubahan yang materiil terjadi dalam entitas sebelumnya dilaporkan melalui laporan keuangan.
5

H. DAFTAR PUSTAKA Harahap, Sofyan Syafri. 2011. Teori Akuntansi, Edisi Revisi, Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada http://id.wikipedia.org/